Transcript
f4GSbeqZKaE • Webinar 118 Perlindungan dan Restorasi Ekosistem
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EcoEduid/.shards/text-0001.zst#text/0152_f4GSbeqZKaE.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
dan e-learning yang dapat diakses di
manapun.
Jadi, awalnya saya mengikuti pelatihan
Eco Edio ini memang dari grup-grup di
alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut
pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh
bisa dianggap menarik ya, karena mereka
pengetahuan mereka tentang yang pengin
mereka ketahui itu meningkat gitu ya.
Kemudian skill-skill yang dihasilkan
dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa
dilihat begitu ya, terasa gitu
manfaatnya di kami terutama untuk e para
konsultan yang memerlukan tenaga-tenaga
ahli
juga. Saya memilih Eco Edu dan sempat
mengikuti pelatihannya juga dan itu
benaritu.
Nah, saya lihat Instagram itu ada Edu ya
yang akan menyelenggarakan pelatihan.
Nah, di sini juga saya banyak baca
terlebih dahulu ya terkait tentang
informasi yang disediakan oleh Paku.
Nah, menurut saya itu menjadi hal yang
membuat tertarik untuk ikut latihan
gitu. Jadi saya sering lihat di
Instagram gitu bagaimana Eko Idu
menyampaikan informasinya. Eko edu itu
bagus karena harian tatunya itu selalu
tergini terus mengikuti zaman dan juga
pelatihnya itu bagus-bagus dan
terbaiklahnya.
[Musik]
Iya. Ee yang pertama memang tentu saja
ini meningkatkan dan maksimalkan
skill-skill yang saya harapkan begitu
ya.
dalam penyusunan dokumen anda ejek saya
jadi bisa lebih produktif, lebih efektif
juga ee punya update gitu ya,
update-update persoalan-persoalan dalam
kebasan AMDA seperti ini dari ahlinya
langsung di lapangan begitu ya.
Pengalamannya tidak diragukan. Menurut
saya pelatihan yang disediakan ini
sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk
aksesnya gitu. Jadi ada teknologi
terbaru yang saya dapat itu diarnya itu
luar biasa ee pembelajarannya juga mudah
sekali untuk dipahami.
Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga
menambah ilmu pengetahuan yang banyak
banget.
[Musik]
eh e-learning ini memang di memang
sangat diperlukan sekali ya, terutama
untuk kita yang dengan keterbatasan
pengetahuan kemudian juga waktu mungkin
ee itu memberikan kita kesempatan untuk
kembali mengingat, kembali mendengarkan
paparan-paparan yang mungkin kurang
jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang
sesering mungkin kita inginkan. Kita
juga bisa review kembali sehingga
belajar kita bisa lebih efektif dan
efisien.
itu membantu sekali ketika pada saat
penyampaian materi ada yang ketinggalan
gitu ya. Jadi ee saya bisa lihat materi
itu di
sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil
materi terus lihat video yang bisa
diakses kapan aja dan di mana aja.
4 juta dengan informasi yang kami
peroleh itu jauh dari kasan sebenarnya.
Jadi apa namanya ya kalau saya bilang
terlalu murah itu jadi sepadanlah
sepadan Bu karena memang e pelatihan ini
pun sangat membantu ya dalam
menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di
e sekitar lingkungan saya sendiri gitu.
E saya kira sepat sesuailah dengan apa
yang kita dapatkan.
[Musik]
EKTP
efektif, tepat, dan profesional.
Hemat, cermat, dan hebat.
Keren, profesional dan juga keginian.
[Musik]
Pengembangan sumber daya manusia adalah
bagian dari proses dan tujuan dalam
pembangunan Indonesia.
Upaya membangun sumber daya manusia yang
berkualitas salah satunya dapat
dilakukan melalui pelatihan.
Ekoedu hadir sebagai platform pelatihan
lingkungan hidup yang bertujuan untuk
meningkatkan kinerja dan kualitas sumber
daya manusia.
Saat ini kami memiliki 15 paket
pelatihan, yaitu persetujuan teknis AI
limbah, persetujuan teknis emisi udara,
persetujuan teknis limbah B3, penyusunan
dokumen KLHs, penyusunan dokumen RPPLH,
pemodelan kualitas air sungai, pemodelan
dispersi udara, pemodelan air tanah,
life cycle assessment, perhitungan emisi
gas rumah kaca, pengelolaan banjir dan
sedimentasi sungai, perancangan dan
pemilihan insinerator sampah dan limbah
B3, pemantauan kualitas udara dan air
menggunakan sensor, pelatihan sistem
informasi geografis, dan pelatihan
remote sensing.
Alumni pelatihan kami sudah lebih dari
2.500 orang yang berasal dari seluruh
Indonesia. Pelayanan kami terbuka untuk
perusahaan, pemerintahan, perorangan,
ataupun pemerhati lingkungan. Ekoed Edu
selalu berusaha menyajikan pelatihan
yang berkualitas dengan menghadirkan
pengajar yang berpengalaman.
memberikan pengalaman langsung dengan
praktikum
dan e-learning yang dapat diakses di
manaun.
Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan
Eco Edio ini memang dari grup-grup di
alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut
pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh
bisa dianggap menarik ya, karena mereka
pengetahuan mereka tentang yang pengin
mereka ketahui itu meningkat gitu ya.
Kemudian skill-skill yang dihasilkan
dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa
dilihat begitu ya, terasa gitu
manfaatnya di kami, terutama untuk e
para konsult hutan yang memerlukan
tenaga-tenaga ahli sehingga saya memilih
Eco Edu dan sempat mengikuti
pelatihannya juga dan itu terbukti benar
gitu.
Nah, saya lihat Instagram itu ada Edu ya
yang akan menyenggarakan pelatihan. Nah,
di sini juga saya baca baca terlebih
dahulu ya terkait tentang informasi yang
disediakan oleh. Nah, menurut saya itu
menjadi hal yang membuat tertarik untuk
ikut pelatihan gitu. Jadi saya sering
lihat di Instagram gitu bagaimana Ibu
menyampaikan informasinya. Eko edu itu
bagus karena pelatihan-pelatihnya itu
selalu terkini terus mengikuti zaman dan
juga pelatihnya itu bagus-bagus dan
terbaiklah kejutannya.
[Musik]
Iya. Ee yang pertama memang tentu saja
ini meningkatkan dan maksimalkan
skill-skill yang saya harapkan begitu
ya. ter dalam penyusunan dokumen AMD
saya jadi bisa lebih produktif, lebih
efektif juga ee punya update gitu ya,
update-update persoalan-persoalan dalam
jurusan AMDA terkini dari ahlinya
langsing di lapangan begitu yang
pengalamannya tidak diragukan. Menurut
saya pelatihan yang disediakan ini
sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk
aksesnya gitu. Jadi ada teknologi
terbaru yang saya dapat itu diar ya itu
luar biasa ee pembelajarannya juga mudah
sekali untuk dipahami.
Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga
menambah ilmu pengetahuan yang banyak
banget.
[Musik]
eh-learning ini memang di memang sangat
diperlukan sekali ya, terutama untuk
kita yang dengan keterbatasan
pengetahuan kemudian juga waktu mungkin
ee itu memberikan kita kesempatan untuk
kembali mengingat, kembali mendengarkan
paparan-paparan yang mungkin kurang
jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang
sesering mungkin yang kita inginkan.
Kita juga bisa review kembali sehingga
belajar kita bisa lebih efektif dan
efisien.
arning itu membantu sekali ketika pada
saat penyampaian materi ada yang
ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa
lihat materi itu di 7
sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil
materi terus lihat video yang bisa
diakses kapan aja dan di mana aja.
4 juta dengan informasi yang kami
peroleh itu jauh dari kas padan
sebenarnya. Jadi apa namanya ya? Kalau
saya bilang terlalu murah itu jadi
sepadanlah.
Jadi menurut sepadan Bu karena memang
pelatihannya itu pun sangat membantu ya
dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang
ada di e sekitar lingkungan saya sendiri
gitu. Saya kira sepat sesuailah dengan
apa yang kita dapatkan.
[Musik]
E-KTP
efektif, tepat dan profesional.
Hemat, cermat, dan hebat.
Keren, profesional dan juga keginian.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat siang Bapak, Ibu,
dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang
kembali di webinar Eko Edu ke-118.
Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak
Ibu semua yang sudah selalu setia untuk
mengikuti acara webinar ini. Hari ini
webinar Eko akan mengangkat tema
perlindungan dan restorasi ekosistem.
Perkenalkan saya Dini yang akan bertugas
sebagai moderator pada acara ini. Baik
Bapak Ibu semuanya, sebelum memulai
webinar pada siang ini, alangkah baiknya
kita berdoa bersama-sama sesuai dengan
agama dan kepercayaan masing-masing.
Berdoa dipersilakan.
Berdoa dicukupkan.
Untuk acara selanjutnya, mari kita
menyanyikan lagu Indonesia Raya secara
bersama-sama. Diharapkan kepada Bapak
dan Ibu untuk duduk tegak.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Untuk selanjutnya izinkan saya
mempromosikan tiga pelatihan dalam waktu
dekat ini yang akan diselenggarakan oleh
kami
yakni yang pertama itu adalah pelatihan
sistem informasi geografis yang akan
dilaksanakan pada tanggal 14 sampai
dengan 18 Juli 2025. Lalu yang kedua ada
pelatihan dan sertifikasi pengambilan
contoh uji air atau PCUA yang akan
dilaksanakan pada minggu yang sama yaitu
pada tanggal 14 sampai dengan 18 Juli
2025. Lalu kemudian pada minggu depannya
ee kami akan mengadakan pelatihan dasar
AMDAL yang akan dilaksanakan pada
tanggal 21 hingga 29 Juli tahun 2025.
Dan untuk pelatihan sistem informasi
geografis ini akan mendapatkan diskon
10% apabila Bapak dan Ibu melakukan
pembayaran pada H-1 pelatihan.
Dan jika Bapak, Ibu
dan untuk informasi lebih lanjut dapat
menghubungi admin kami yaitu Riris Dan
Nisa. Selain itu juga Bapak, Ibu dapat
mengunjungi sosial media kami yaitu ada
Instagram, YouTube channel, Facebook,
Twitter, dan juga Bapak Ibu bisa
mengakses pada website resmi kami di
www.ecoedu.co.id
ataupun Bapak Ibu jika langsung tertarik
untuk mendaftar, silakan dapat mengakses
ke pendaftaran.co.id.
Selain itu juga kami terdapat inhouse
training yang dapat dilakukan secara
offline sesuai dengan permintaan dari
instansi atau perusahaan Bapak dan Ibu
semuanya. Jadi kami tunggu Bapak Ibu di
pelatihan.
Baik, selanjutnya kita akan langsung
saja masuk pada kegiatan utama kita di
mana webinar kali ini kita akan
berdiskusi mengenai perlindungan dan
restorasi ekosistem.
Dan kami juga telah menghadirkan
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya untuk memberikan materi dan
wawasan yang bermanfaat. Baik,
perkenankan saya untuk memperkenalkan
narasumber kita hari ini yaitu Bapak
Fitrian Ardiansah. Beliau merupakan SG
dan Impact Director
ACLF ADN Capital Climate Hongkong
dan kebetulan ee Pak Fitrian ini sudah
ada di dalam ruangan Zoom. Selamat siang
kepada Pak Fitrian.
Selamat siang. Bisa mendengar saya ya?
Iya bisa Pak Fitri ya. Bagaimana
kabarnya Pak hari ini?
Alhamdulillah baik. Semoga yang lain
juga baik ya.
I. Baik. Ee untuk itu sebelum kita mulai
Pak, izinkan saya menyampaikan terlebih
dahulu beberapa teknis. Yaitu yang
pertama untuk pemaparan dilaksanakan
selama 1 seteng jam kemudian nanti
dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang
menggunakan aplikasi Slido dan dilanjut
lagi dengan tanya jawab secara langsung.
Baik, untuk mengefektifkan waktu saya
serahkan ruangan Zoom ini kepada Pak
Fitrian dan kepada Bapak Ibu semuanya.
selamat mengikuti acara webinar ini.
Oke. Emm terima kasih. Selamat pagi
menjelang siang ee Ibu Bapak sekalian.
Ee terima kasih atas kesempatan yang
diberikan. Ee mungkin saya akan coba
share screen ya. Ee semoga bisa.
Apakah sudah bisa dilihat ya? screen
saya
ee sudah bisa, Pak.
Oke, saya coba.
Ibu, Bapak sekalian, selamat pagi
menjelang siang sekali lagi em
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Dalam kesempatan kali ini
ee saya diminta dan dipercaya untuk
sharing mengenai aspek-aspek yang
berkaitan dengan perlindungan dan
restorasi ekosistem.
Ee kebetulan ee ada beberapa pengalaman
yang sudah ee saya dan beberapa
mitra atau partner sudah lakukan dalam
konteks ini. Ee mungkin nanti kita bisa
juga diskusi mengenai ee opportunity
atau peluang dan kemudian
tantangan-tantangan yang dihadapi oleh
Ibu dan Bapak sekalian dalam konteks
perlindungan dan restorasi ekosistem
yang ada di Indonesia. Ee tapi
sebelumnya mungkin saya ingin
memperkenalkan
ee diri terlebih dahulu. Nama saya
Fitran Ardiansyah. Saat ini saya
dipercaya ee menjadi ESG dan Impact
Director dari suatu fund atau eh
pendanaan atau pembiayaan yang
dikembangkan oleh salah satu financial
institutions atau lembaga pembiayaan
yang ada di Hongkong. Eh, fan ini di ee
bentuk di Desember 2023 namanya Asia
Climate Smart Landscape Fund. Ee jadi ee
pembiayaan ini ditujukan kepada ee SMI
atau UKM unit usaha ee kecil dan
menengah ee di Asia ee termasuk juga di
Indonesia yang ee melakukan aktivitas
bisnis di sektor-sektor seperti
pertanian, kehutanan ee dan juga
budidaya perikanan yang ingin juga
selain menghasilkan revenue ee atau
penghasilan tapi juga ee ee ingin
meng-create impact ee atau dampak yang
positif terhadap lingkungan dan sosial.
dampak-dampaknya salah satunya tentunya
adalah bagaimana hutan tetap dijaga
dengan baik, ekosistem dijaga dengan
baik, kemudian tentunya ee
penanggulangan perubahan iklim ee
livelihood atau penghidupan yang layak
bagi masyarakat setempat dan juga
gender. Nah, selain itu juga ee saya
dipercaya eh menjadi salah satu regional
steering committee member eh level Asia
Tenggara oleh satu lembaga global yaitu
Tropical Forest Alliance eh yang punya
asosiasi terhadap World Economic Forum.
Mungkin Ibu Bapak eh pernah mendengar
World Economic Forum adalah suatu
lembaga internasional yang fokus untuk
mendorong eh sustainability tapi juga
perdagangan internasional.
Em selain itu eh saya juga diminta
menjadi global board member eh di Belgia
untuk satu NGO internasional yang
disebut Rectao Foundations. Eh mereka
men-support atau e mendorong e
pengembangan food system eh secara
global termasuk juga di Indonesia dan
Asia Tenggara. Nah, kebetulan saat ini
saya lagi ada di ee Belanda, Ibu, Bapak,
sebagai salah satu e representatif yang
dipercaya oleh ee Pemerintah Republik
Indonesia untuk menjadi consultative
committee member di lembaga PBB ee yang
fokusnya adalah pembiayaan ee bagi ee
skala kecil dan menengah untuk komoditas
yang namanya Comon Fund for commodities.
Di Indonesia sendiri saya diminta juga
menjadi advisory board member untuk satu
ee lembaga yang disebut lingkar temu
Kabupaten Lestari. Jadi dengan beberapa
ee pengalaman itu kita ee misalnya sudah
mengembangkan ee interferensi ee
kemudian model bisnis dan investasi
untuk mendorong ee transformasi ke ISG.
ee ISG adalah suatu ee angle untuk ee
memastikan bahwa perusahaan, company
ataupun investasi menjadi lebih ee
peduli terhadap lingkungan, sosial, dan
juga tata pemerintahan tentunya.
Kemudian juga bagaimana bisa
merempeduksi gas rumah kaca dan
mendorong kelestarian di tingkat ee
bukan hanya Indonesia tapi juga Asia dan
global.
Ee semoga setelah ini kita bisa ee lebih
lanjut ee berdiskusi kalau memang ada
pertanyaan Ibu Bapak yang berkaitan
dengan apa yang ee juga saya lakukan
saat ini. Mungkin langsung kita masuk ke
aspek-aspek perlindungan dan restorasi
ekosistem.
Ee jadi saya akan fokuskan ketiga ee
komponen utama dalam konteks ee
perlindungan dan restasi ekosistem. Yang
pertama tentunya karena kita punya ee
luasan hutan yang cukup ee luas dan
signifikan ketiga terbesar setelah
Brazil kemudian ee Konggo Basisin ya di
Afrika tentunya di Asia Tenggara
Indonesia punya luasan hutan. Eeah. Nah,
kita ketika melihat ee aspek ini
tentunya bagaimana kita bisa ee melihat
opportunity atau peluang ee bagaimana
bisa mendorong perlindungan hutan dan
ekosistem hutan dan restorasinya. Nah,
apalagi karena memang ada
tekanan-tekanan yang lumayan cukup ee
signifikan terhadap ee ekosistem hutan
yang ada di Indonesia. ee misalnya untuk
pengembangan ee pertanian juga untuk
pengembangan ee tambang misalnya untuk
pengembangan perumahan atau
infrastruktur yang lain. Jadi hutan
makin lama juga makin terdesak dan
apakah kemudian hutan-hutan yang
kemudian sudah terdegradasi bisa
kemudian dipulihkan kembali dalam
konteksasi ekosistem itu fokus dalam
pembahasan kali ini. Nah, yang kedua
adalah gambut. kawasan ekosistem gambut
adalah sesuatu ekosistem yang
sangat-sangat penting ee bukan hanya di
Indonesia tapi juga skala global. Ee di
Indonesia sendiri ee luasan gambut e
jutaan hektar. Ee bahkan ee sebelum
periode pemerintahan saat ini,
pemerintahan sebelumnya tuh punya suatu
lembaga yang disebut BRG dan kemudian
menjadi BRGM, Badan Restorasi Gambut dan
kemudian menjadi Badan Restorasi Gambut
dan Mangrov. Jadi bisa dilihat bagaimana
pentingnya gambut ee di mata pemerintah
Republik Indonesia sekaligus juga di
mata dunia. Jadi kalau kita lihat gambut
bukan hanya ada tutupan vegetasi di ee
atasnya. Nah, biasanya hutan hutan
gambut ee hutan tawa gambut, tapi juga
ada ee kandungan lain yang juga tidak
kalah penting ya. Kandungan yang pertama
adalah tentunya bagaimana karbon ee stok
karbon misalnya di ee cakup oleh ee
kawasan atau ekosistem gambut ini.
Karena biasanya kan ee secara ekosistem
ee gambut ini mungkin Bapak Ibu juga
sudah mengetahui ketika dia basah ee
kawasan ee tanah gambutnya itu
sebenarnya ee meng-capture atau
mengabsorb ee karbon yang lumayan besar.
Nah, ketika ada terjadi ee aktivitas
yang mengubah ekosistem gambut ini
menjadi ee aktivitas bisnis atau ekonomi
yang lain misalnya menjadi perkebunan
apakah kelapa sawit kemudian atau HTI,
hutan tanaman industri atau dibuka.
Untuk apapun biasanya kan yang terjadi
adalah ee ee apa terjadi ee pembukaan
kanal misalnya karena airnya kemudian
harus dikeringkan. Nah, terjadilah
kemudian air kering, gambut yang
sifatnya seperti sponge kemudian ee
mengering dan kemudian
menyusut. Nah, al hasil adalah karbon
yang sebenarnya dicapture di jambut tadi
kemudian ee teremisi atau terlepas ke
atmosfer. Nah, ini yang ee bisa
berkontribusi ee lumayan signifikan atau
parah ee terhadap perubahan iklim.
Karena ketika ee gas ee rumah kaca
termasuk metan dan sebagainya dari
gambut atau karbon ee dioksida dari
gambut ee keluar atau dilepaskan. Bahkan
ini menjadi ee kontributor utama dalam
konteks ee emisi gas rumah kaca. Apalagi
misalnya ketika kering biasanya gambut
itu juga ee sangat rentan untuk ee
terbakar. Nah, ini yang sering dulu
terjadi misalnya ee karutlah. em apa
kebakaran hutan dan lahan biasanya e
banyak terjadi di lahan gambut yang
dikeringkan atau kering dan di musim
kemarau kalau misalnya terjadi kebakaran
agak susah memadamkan api di kawasan
ekosistem gambut karena dia
sangat-sangat kering dibandingkan
misalnya kawasan hutan biasa. Ee yang
ketiga komponen ekosistem yang ee saya
ingin ee kita bisa diskusi sama-sama
adalah ee ekosistem mangrov atau bakau.
Kenapa ini penting? Ada beberapa ee
aspek yang sangat-sangat ee bisa kita ee
diskusikan. Yang pertama tentunya
mangrov atau gambut ini punya ee lokasi
ee di ee suatu ee area yang sangat e
unik. di mana kalau hutan misalnya lebih
banyak emang di ee apa di dalam ee di
dalam konteks misalnya pulau besar
seperti Kalimantan ee Jawa ee Sumatera
bahkan Papua atau Sulawesi. Tapi kalau
di ee hutan bakau ee hutan Ra Bakau
misalnya dia ada di pesisir. Nah, selain
punya aspek untuk penyerapan karbon,
kemudian juga perlindungan ee
biodiversity atau keragaman hayati,
em mangrov ee atau gambut ee sori atau
bakau ini ee bisa ee menjadi ee punya
fungsi yang sangat penting untuk
regulasi air dari ee laut ee ke ee ee
dalam dan juga dari dalam ee dari darat
atan maksud saya ke ee laut dan biasanya
air dibakau itu agak ee pahap payau atau
dalam istilah bahasa Inggrisnya brackage
water. Nah, ini yang kemudian biasanya
bagus untuk juga emm ee unsur e
pengembangan ee benih-benih dari ikan,
kemudian udang dan sebagainya. sehingga
seringki juga akhirnya ee kawasan
ekosistem ee bakau diubah fungsinya ee
secara ee lumayan signifikan dan ee
besar menjadi tambak-tambak udang atau
tambak-tambak ikan. Kalau misalnya
dibukanya agak selampangan, maka
bakaunya akan habis dan fungsi dari
bakau yang untuk mencegah banjir tadi,
untuk mencegah abrasi dan sebagainya
menjadi ee terkikis dan alhasil banyak
sekali kemudian adalah pesisir yang
menjadi rentan kalau misalnya ee terjadi
bencana ee lingkungan seperti banjir,
abrasi dan sebagainya. Ee selain itu
juga seperti sama seperti hutan dan
gambut ee bakau juga punya ee fungsi
yang lumayan strategis untuk penyerapan
karbon. Sehingga makanya ketika ada
beberapa regulasi saat ini yang ingin
mendorong ee perubahan iklim menjadi
lebih kuat ee salah satunya adalah di
gambut dan dibakau karena penyerapan
karbon apalagi blue karbon dibakau itu
ee lumayan tinggi. Nah, ini yang tiga ee
ekosistem ini yang akan ee kita bahas
sama-sama. Ee dan mudah-mudahan nanti
kita bisa berinteraksi lebih banyak
untuk berdiskusi hutan karena ruasannya
sangat-sangat besar di Indonesia. Gambut
juga sangat-sangat besar dan tentunya
bakau Indonesia punya ee signifikan
secara signifikan luasan ee ekosistem
ketiga ini yang lumayan besar.
Emm, Ibu Bapak sekalian ee mungkin
pertanyaannya kemudian mengapa
perlindungan dan restorasi terhadap
ketiga ekosistem ini menjadi penting?
Yang pertama kalau kita lihat dari ee
angka-angka atau historis sejarah ya
mengenai ekosistem yang ada di
Indonesia, hutan aja misalnya, ee gambut
dan juga mangrov atau bakau secara
keseluruhan
ee secara global.
ekosistem ketiga hal ini ee lumayan
terancam.
Jadi ee dalam konteks deforestasi
ee yang kita bisa lihat adalah misalnya
ee FAO ee suatu lembaga PBB yang memang
memfokuskan ee mengenai mengenai hutan
ee kemudian ekosistem dan sebagainya ee
memuat laporan bahwa sejak ee tahun 1946
hutan di ee bumi ini itu ee hilang
sampai 2020 ya sekitar
ee 4 eh sori. Ee jadi menurut laporan ee
tahun 46 ini hutan di per seluas 4
miliar hektar. Tapi ee sayangnya terjadi
penyusutan yang lumayan
ee signifikan, lumayan besar ee dalam
konteks ee pengurangan ee kawasan hutan
ee yang ada di ee seluruh dunia. Ee di
Indonesia sendiri menurut catatan
Kementerian Kehutanan misalnya ee laju
deprestasi tahun ee 1996 sampai 2000 itu
pernah terjadi ee lumayan besar, lumayan
tinggi ya kehilangan atau laju
deforestasi hutan kita itu sekitar 3,5
juta hektar. Jadi ada jutaan hektar yang
hilang sudah dalam 20 tahun terakhir.
Apa risikonya kalau hutan itu hilang?
Nah, tentunya fungsi-fungsi yang ee tadi
saya sebutkan itu menjadi hilang juga
gitu kan. Fungsi ee menangkap air
sehingga kalau misalnya terjadi hutan
yang ada di ee pegunungan hilang berarti
regulasi untuk banjir, bagaimana ee air
bisa diserap dan sebagainya jadi hilang.
Dan alhasil biasanya kota-kota yang ada
di hilir itu akan terkena ee dampak yang
lumayan besar. termasuk misalnya e di
Jakarta ketika hutan yang ada di ee
puncak dan sekitarnya itu hilang ee
selain juga masalah sampah ya itu ee
menyebabkan run off atau limpasan
menjadi lebih besar. Kemudian tentunya
tadi bagaimana mitigasi perubahan iklim
karena ee absorsi ataupun penyerapan
karbon itu menjadi juga hilang. ee
bahkan kalau di ee beberapa negara
menyebutkan bahwa Nature base solution
atau solusi yang berbasis alam ini
ditempatkan menjadi prioritas. Solusi
yang berbasis alam adalah bagaimana
penyerapan karbon atau regulasi karbon
itu bisa dilakukan oleh ee ekosistem ee
alami termasuk di antaranya hutan ee
bakau dan gambut. Kemudian dalam konteks
degradasi gambut seperti yang diud sudah
saya sampaikan tadi di awal ini bisa
juga berkontribusi besar kalau hilang ee
makanya perlindungan dan restasinya
menjadi penting e karena dia menjadi
sumber utama emisi karbon terutama kalau
misalnya terjadi kebakaran hutan dan
lahan. Jadi bagaimana ee gambut bisa
lebih di ee
jaga, kemudian bisa lebih di restorasi.
Nah, itu akan menyebabkan ee emisi
karbon bisa dikurangi dan kemudian ee
perubahan iklim bisa tetap dijaga.
Kemudian hilangnya mangrov tentunya
seperti yang ee saya juga sebutkan tadi,
bagaimana ini bisa ee secara signifikan
mengancam ee ketahanan ee daerah-daerah
atau kawasan pesisir yang ada di
Indonesia. Dan kita tahu negara kita
adalah negara kepulauan. Kalau misalnya
ee ekosistem alami seperti manglov
hilang, maka kota-kota besar ataupun
daerah pesisir yang ada di Indonesia
yang rata-rata memang ee penting secara
ekonomi, kita tuh biasanya harus
investasi untuk e mengurangi abrasi dan
sebagainya lewat misalnya ee pembangunan
seawall gitu kan atau tembok ee yang
besar gitu kan ee di ee pesisil dan itu
nilai investasinya nya miliaran bahkan
bisa sampai triliunan rupiah. Dan itu
sangat-sangat
ee memberatkan bagi bukan hanya kita
sebagai masyarakat karena kita membayar
pajak tentunya untuk pembangunan
infrastruktur seperti itu tapi juga
pemerintah karena budget atau anggaran
pemerintah kan terbatas. Nah, ini yang
kemudian akan menyebabkan beban terhadap
pemerintah dan pada gilirannya adalah
rakyat Indonesia sendiri.
Hanya saja memang untuk menjamin
perlindungan ekosistem hutan, gambut,
dan juga bakau yang ada secara existing
itu enggak gampang. Kenapa? Ternyata ada
fenomena yang mungkin terjadi bukan
hanya dalam konteks ekosistem e hutan
gambut dan bakau yang ada di Indonesia,
tapi juga untuk banyak hal yang kita
hadapi di Indonesia adalah fragmentasi
kebijakan. Jadi banyak sekali yang kita
lihat misalnya kebijakan dari sektor A
mendorong perlindungan hutan misalnya,
tapi ternyata ee kebijakan yang ee
dikembangkan oleh sektor B atau
Kementerian B atau ee provinsi A,
Provinsi C atau Kabupaten D itu tabrakan
dengan yang sudah ada misalnya di ee
kebijakan di sektor lain. Contoh kasus
misalnya ada beberapa kebijakan kita
tahu bagaimana ee Kementerian Kehutanan
atau dulu Kementerian Kehutanan dan Nikm
Hidup mendorong ee perlindungan hutan
karena suatu hutan dianggap sebagai
warisan dunia atau suatu hutan dianggap
ee sebagai ee kawasan penting bagi
beberapa ee karena keragaman hayati atau
bagi masyarakat setempat. Tapi ternyata
ada izin yang dikeluarkan tumpang tindih
misalnya untuk ee pengembangan
perkebunan atau pengembangan tambang
yang baru-baru ini kita tahu ee ada
diskusi dan juga ee debat lumayan em
kuatlah ya ee antara satu pihak dan
pihak lainnya atau masyarakat dengan
pemerintah atau NGO dengan pemerintah
atau media dengan pemerintah misalnya
dengan penambangan yang terjadi di ee
kawasan raja
Nah, itu hal-hal yang kemudian kita
lihat seringki terjadi tabrakan atau
ketidaksinkronan
ee tidak siniri eh sinergi antara satu
kebijakan dengan kebijakan lain. Ini
yang sering menyebabkan hutan, gambut,
dan bakau sulit untuk dilindungi atau
kemudian bahkan sulit untuk diestorasi
kembali. Karena bagaimana kita mau
melindungi ilmu restorasi kalau tidak
ada klarifikasi atau ee kejelasan
terhadap suatu kebijakan. Siapa yang mau
kemudian secara konsisten melakukan itu?
Agak sulit. Nah, ini yang kemudian
tantangan dianggap menjadi tantangan
utama. Yang kedua adalah em sepertinya
ee dibandingkan misalnya em apa
pembangunan infrastruktur. Nah, seperti
misalnya membuat ee drenase, membuat ee
dam atau waduk dan sebagainya memang
mahal jalan dan sebagainya. E tapi
ternyata untuk mengelola dan melindungi
hutan, gambut dan bakau dan
merestorasinya tidak juga murah karena
luasan yang ada cukup ee signifikan
jutaan hektar misalnya yang ada di
Indonesia dan ini memerlukan ee
pembiayaan atau pendanaan yang lumayan
besar. ee tapi juga bukan hanya sekedar
untuk menjaga. Kan memang ada masyarakat
yang hidup di dalam kawasan hutan,
gambut atau bakau tadi dan juga di
sekitarnya yang membutuhkan support atau
ee penghidupan dari hutan, gambut dan
bakau tadi. Nah, biasanya pendanaan itu
juga di ee perlukan bukan hanya untuk
tadi misalnya menanam pohon. Eh, kalau
menanam pohon saja mungkin akan straight
forward eh secara langsung mudah, tapi
bagaimana menanam pohon juga memberikan
manfaat bagi masyarakat sekitar itu juga
ee biasanya ee budget atau anggaran yang
dikelola atau dibuat harus juga me ee
ikut sertakan unsur-unsur ee
perkembangan ee taraf hidup dan juga
ekonomi masyarakat. Jadi, bagaimana
masyarakat juga bisa mendapatkan manfaat
dari ee restorasi atau perlindungan
hutan, gambut dan bakau tadi. Jadi,
komponen-komponen sosial ee livelihood
eh penghidupan dan sebagainya harus
menjadi ee komponen program yang penting
dan itu juga menyebabkan anggaran ee
kalau kita mau melakukannya dengan baik
akan lebih ee ee tinggi ketimbang cuma
sekedar menanam pohon atau merestorasi
ee secara teknis misalnya. Jadi
keterlibatan masyarakat lokal dan asli
ini penting karena merekalah yang pada
gilirannya ee mendapatkan manfaat dan
juga menjaga ee hutan gambut dan bakau
yang ada di tempat-tempat yang memang
penting itu. Yang berikutnya adalah
seperti tadi juga berkaitan dengan
fragmentasi kebijakan
itu ee kita belum melihat secara ee
sistematis misalnya bagaimana nilai
ekonomi yang ada dan sudah dibuat oleh
hutan gambut dan bakau tadi dianggap
sama ee atau tingginya sama dengan nilai
ekonomi dari aktivitas-aktivitas
industri atau aktivitas-aktivitas
aktivitas ekonomi lain yang kemudian
membabat hutan atau menggundeli hutan
atau mengkonversi hutan menjadi ee
industri atau sektor lain. Nah, karena
tidak dianggap sama atau belum dianggap
sama sehingga seringki di beberapa
kesempatan
ee banyak sekali orang melihat oh kalau
memang ada hutan atau bakau atau ee
gambut itu sebenarnya tidak memberikan
manfaat ekonomi terhadap ee pemerintahan
misalnya provinsi kabupaten atau
nasional dibandingkan misalnya dibuka
atau digunduli atau diganti atau
dikonversi menjadi ekonomi atau
aktivitas ekonomi lain. Nah, yang ini
yang terjadi karena memang di ee catatan
ataupun ee assesment ataupun hitungan
dari ekonomi seringki itu agak jomplang.
Ee saya sendiri belajar mengenai hal
itu. Jadi misalnya gini, contoh kasus
kita akan tahu bagaimana pentingnya atau
punya nilai ekonominya suatu sistem tadi
kalau sudah terjadi bencana.
Ee tadi saya menjelaskan mengenai ee
banjir. Ee kalau di beberapa negara lain
itu dimasukkan di dalam konteks ee
ekonomi lingkungan ya. Misalnya ada satu
ekosistem hutan anggaplah yang menjadi
fungsi water catchment area atau daerah
tangkapan air. Nah, kemudian kalau
daerah-daerah tangkapan air ini
tergunduli gitu kan atau hilang, bahkan
banjir kemudian akan terjadi lebih
sering ee atau lebih besar. Nah, itu
cost atau biaya yang dihadapi oleh
masyarakat dan pemerintah dan aktivitas
ekonomi karena banjir itu kemudian
dijadikan
dasar untuk menilai
fungsi dari suatu kawasan hutan tadi.
Misalnya, oh karena ee misalnya kalau
hutan itu hilang, banjir ini akan
mengebabkan menyebabkan misalnya
kerugian. Em misal ini semisalnya
kerugian 100 miliar dalam ee setahun.
Nah, itu kemudian di ee dikaitkan dengan
oke berarti fungsi atau nilai ekonomi
dari kawasan hutan, bakau atau gambut
tadi adalah sekitar 100 miliar. Nah, ini
ketika membuat anggaran di pemerintahan
ada nilai ekonomi dari si kawasan ini
yang di kemudian diattach atau
diasosiasikan terhadap ee fungsi
kawasan. Karena kalau enggak nanti oke
kita bisa aja ee atau ada pihak lain
bisa aja bilang bahwa oke berarti hutan
bisa aja digantikan karena tidak ada
nilai ekonominya dengan misalnya maaf ee
perkebunan kelapa sawit atau hutan
tanaman industri atau ee tambang dan
sebagainya yang mungkin memberikan nilai
sama atau kurang dari itu. Tapi karena
fungsi hutannya yang bagus tadi sudah
hilang, bahkan cost atau biaya yang
kemudian dihasilkan karena banjir,
karena kekeringan, karena apapun menjadi
lebih besar. Nah, itu yang seringkiali
tidak masuk. Kita hanya menghitungnya
ketika terjadi bencana. hal-hal semacam
itulah yang juga penting. Belum lagi ee
beberapa banyak sekali kawasan hutan ee
kemudian bakau dan gambut yang
memberikan penghasilan dan penghidupan
bagi masyarakat yang ada di situ dan
sekitar apakah itu dari misalnya
pembibitan ikan, budidaya perikanan, ee
nonimber value very products atau
produk-produk ee bukan kayu misalnya
apakah ada dari ee madu kemudian
buah-buahan dan sebagainya dan
sebagainya. Nah, hal-hal kayak gitu
memang seringki tidak tercakup dalam
valuasi ekonomi yang secara utuh yang
bisa dilakukan.
Ee tapi
kalau kita mau melihat em restorasi atau
perlindungan ee hutan, gambut, bakau
yang ada di Indonesia, sebenarnya ada
banyak ee sudah contoh-contoh yang ee
lumayan positif yang dilakukan oleh
beberapa inisiatif baik yang dilakukan
oleh pemerintah maupun juga swasta
maupun juga masyarakat ee yang bisa
mendorong ee perlindungan dan juga resi
ekosistem hutan. bakau dan gambut ini ee
menjadi lebih kuat. Nah, contoh-contoh
praktis yang saya tampilkan ini hanyalah
contoh kecil dari yang sudah ada banyak
di Indonesia. Cuma memang tantangannya
adalah bagaimana ee contoh-contoh ini
bisa diperbanyak lagi dan kemudian
diperkuat lagi oleh tadi
kebijakan-kebijakan yang lebih konsisten
dan juga valuasi ekonomi yang juga lebih
em ter ee struktur ya. ee dan juga
komprehensif sehingga hutan, bakau, dan
gambut tidak hanya dinilai ketika
terjadi bencana. Misalnya, salah satu
yang saya senang ee dan kita pernah
interaksi ee dan saya kenal adalah
misalnya lestari capital. Lestari
capital ini dibangun atau dikelola ee
atau digagas ee sebagai blended finance
atau pembiayaan campuran oleh
sektor-sektor swasta. Jadi pada dasarnya
banyak sekali ee pembeli produk dari
Indonesia kemudian juga brand ataupun
merek-merek internasional melihat bahwa
mereka harus berkontribusi balik
terhadap apa yang mereka sudah ambil
dari ee alam yang ada di Indonesia dan
di beberapa tempat di dunia. Jadi mereka
kemudian
menggagas suatu blended finance ini atau
pembiayaan atau pendan campuran ini dan
mereka sebut lestari capital dengan
rimba kolektif. Jadi eh
lulusan swasta yang bergerak di pap dan
kertas, kemudian agribisnis, kemudian
juga FMCG ee seperti Uniliver, Pepsico,
dan sebagainya. mereka kemudian
mengumpulkan ee sedemikian rupa
pembiayaan atau pendanaan untuk
memberikan kontribusi balik terhadap
konservasi atau perlindungan ekosistem
dan juga restorasi yang ada di Indonesia
dan di beberapa negara. Jadi target
mereka adalah dengan kontribusi ini
mereka bisa mendukung restorasi sekitar
500.000 hektar ee di beberapa tempat ee
termasuk di Indonesia selama 25 tahun.
Jadi sistemnya adalah ee ketika ada satu
area yang ingin ee dijadikan ee area
perlindungan dan ekosist ee dan
restorasi ekosistem yang dikelola oleh
baik oleh ee perusahaan maupun oleh ee
masyarakat ini bisa disupport
pembiayaannya selama 25 tahun. Jadi
modelnya adalah pembayarannya itu
berdasarkan ee performance atau hasil
dari konservasi atau restorasinya. Jadi
kalau ee misalnya dalam 25 tahun per
tahunnya dia audit ee ternyata hasilnya
bagus eeah maka ee akan ada e support
pembiayaan atau pendanaan yang ee
diberikan terhadap ee manajemen atau
pengelola dari suatu kawasan tersebut.
Nah, ini di Indonesia ada beberapa ee
hutan ee perhutanan sosial ee yang juga
di-support. Kemudian ada beberapa em
kawasan perlindungan yang di-support
karena ini link dengan supply chain atau
rantai pasok dari ee beberapa komoditas
yang memang ee
apa dikembangkan juga di Indonesia.
Misalnya misalnya contoh yang menarik
adalah misalnya ada satu ee rantai pasok
sawit. Nah, mereka tahu kalau misalnya
sawit itu di ee kembangkan, dikelola,
tapi kemudian hutan sekitarnya hancur,
sawit sendiri yang akan rugi. Masyarakat
sekitar juga ya rugi. Jadi ee
perusahaan-perusahaan yang kemudian
bergerak di sektor sawit ini kemudian
juga mengidentifikasi
dan mencoba berkontribusi ee melindungi
hutan ee atau gambut yang ada di
sekitar. Ketika sudah diidentifikasi ee
misalnya ada 10.000 1000 hektar kawasan
hutan penting baik hutan lindung dan
sebagainya atau kawasan perhutanan
sosial. Nah, kemudian mereka memberikan
semacam proposal kepada Stari Capital
dan rimba kolektif untuk mendapatkan
support pendanaan. Nah, kemudian dari
Lestari Patanan Rimba kolektif melihat
oke apakah ini bisa didanai dan dari ee
support ee yang ada apakah bisa kemudian
ee dilakukan konservasi ataupun ee
restorasi selama 25 tahun. Ini yang ee
menjadi model bisnis dari ee restari
capital dan rimbah kolektif. intinya
adalah ternyata ada
perusahaan-perusahaan yang juga ee
peduli terhadap perlindungan resasi
ekosistem dan mereka kemudian bersepakat
untuk sama-sama memberikan support ee
lewat ee istilahnya anggaran mereka.
Nah, jadi bukan hanya pemerintah, tapi
juga ada perusahaan yang kemudian
berkontribusi balik terhadap lantai
pasok yang ada dan berkontribusi
terhadap ee perlindungan dan restorasi
ekosistem di beberapa tempat atau
termasuk di Indonesia. Nah, ini yang
salah satu model bisnis contoh praktis
yang lumayan menarik ee yang bisa
diangkat.
Yang berikutnya adalah emm
ternyata juga di Indonesia dibuka
kesempatan untuk ee mempunyai lisensi
atau izin ee untuk mengembangkan yang
disebut ee konsesi restorasi ekosistem.
Ee jadi sejak dulu sampai sekarang
misalnya ada area-area konservasi atau
area-area hutan yang mungkin sebelumnya
menjadi ee bisa dikatakan seperti HPH ya
ee hak pengusahaan hutan baik hutang
alam atau apapun bisa kemudian diubah
rezinernya menjadi izin restorasi
konsosisten. Nah, ini sudah dilakukan
oleh beberapa pihak dan izinnya juga
sudah dikeluarkan oleh Kementerian ee
KLHK sebelumnya dan sekarang Kementerian
Kehutanan. Contohnya misalnya adalah
hutan harapan ee di ee Jambi dan juga
hutan ee di sekitar Bukit 30. Jadi ada
perusahaan-perusahaan
yang biasanya juga didorong atau
didukung oleh beberapa yayasan dan mitra
konservasi NGO misalnya ee dan mereka
membentuk PT yang mengelola ee konsesi
resturasi ekosistem ini. Jadi
pendanaannya ee biasanya ee link atau
berkaitan dengan yayasan dan mitra
konservasi tersebut sehingga bisa
membantu pemerintah yang memang ee
lumayan sudah ee punya beban banyak
untuk memfokuskan untuk melindungi hutan
lindung, kemudian juga ee kawasan
konservasi yang ee utama dan sebagainya.
Nah, hutan-hutan yang sebelumnya
mempunyai izin misalnya HPH dan
sebagainya sebagainya ini bisa dikonvers
konversi menjadi konsesi restorasi
ekosistem. Ee selain itu ada juga
konsesi-konsesi PBPh ee perhutanan eh
kehutanan yang ada di Indonesia yang
kemudian ee juga melakukan perlindungan
hutan. ee jadi hutannya tidak ditebang
atau kayunya tidak ditebang ee dan
restorasi ekosistem ee tapi mungkin
salah satu revenue generation-nya atau
income yang ada itu dihasilkan dari
misalnya penjualan ee kredit karbon. Ee
jadi sejak beberapa tahun yang lalu
sampai kemudian di moratorium ee ada
beberapa konsesi yang melakukan ini.
Nah, salah satunya ada di Kalimantan
Tengah. mungkin Ibu Bapak ee sudah tahu
ee apa ee limbah makmur utama ee di
Katingan ee melakukan hal ini. Jadi
mendapatkan ee revenue dari karbon ee
penjualan karbon kredit atau kredit
karbonnya dan ee revenueya ini di ee
gunakan untuk kemudian melindungi gambut
yang ada di konsesi dan juga memberikan
support terhadap ee livelihood atau
penghidupan masyarakat yang ada di ee
area konsesi dan sekitarnya. Ya, ini
yang bisa kemudian dijadikan salah satu
juga contoh praktis yang lumayan menarik
ya untuk ee terus didorong ke depannya.
Ee selain perusahaan swasta, kemudian
mitra konservasi dan juga ee koalisi
seperti restari capital tembak kolektif
tadi, ada beberapa proyek baik gambut
dan mangrov yang juga didukung oleh
pemerintah sebelumnya oleh e BRGM ya,
Badan Testasi Gambut dan Mangrov.
sekarang dilanjutkan oleh Kementerian
Kehutanan dan sebagian juga dilanjutkan
oleh KKP, Kementerian Kelautan dan
Perikanan. Nah, hal-hal ini tentunya
sangat-sangat bergantung terhadap satu
ee budget atau anggaran yang dipunyai
oleh pemerintah. Nah, kita tahu bahwa
pemerintah bebannya besar sekali dari
Aceh sampai Papua untuk melindungi
jutaan hektar bahkan puluhan juta hektar
dari ee kawasan konservasi seperti
tambah nasional ee hutan lindung dan
sebagainya. Nah, ini yang makanya ee
kolaborasi dan juga kerja sama dengan
pemerintah dan masyarakat eh sori swasta
dan masyarakat menjadi penting. Nah,
dalam konteks kemitraan masyarakat dan
rehabilitasi berbasis mata pencaharian
yang memang mendukung em penghidupan
masyarakat sekitar, sebenarnya
pemerintah memberi memberikan peluang
atau membuka peluang untuk pengembangan
konsesi atau izin perhutanan sosial.
Nah, ada beberapa contoh ee perutanan
sosial yang lumayan sukses menurut ee
kami ee dan ini bisa dilihat di beberapa
tempat termasuk di ee Sumatera dan
Kalimantan misalnya. Ee ini ada contoh
6000 hektar hutan bakau ee di wilayah
Kalbar
yang saya pernah kunjungi juga di
wilayah ee Padang Tikar ee itu di
Kalimantan Barat di ee Kabupaten
Kuburaya.
Jadi masyarakatnya ee 13 desa atau 12
desa saya lupa. Ee tapi kemudian mereka
membentuk suatu ee organisasi LMHD
lembaga masyarakat tatan desa. Kemudian
mendapatkan izin dari Kementerian PLHK
pada saat itu atau kehutanan untuk
mengelola kawasannya dan kemudian ee
bakau, area bakau dan juga area gambut
di sana kemudian di restorasi dan
dilindungi oleh masyarakat sekitar.
karena itu menjadi ee pokok penghidupan
atau sumber penghidupan dari masyarakat.
Nah, bagaimana pembiayaannya? masyarakat
ee waktu itu membentuk suatu organisasi
juga ekonomi yang kemudian melihat
alternatif eh livelihood dari sana
apakah dari perikanannya,
apakah dari madu dan sebagainya untuk
kemudian ee produk ini bisa dijual dan
menghasilkan yang kemudian berkontribusi
terhadap restorasi dan juga perlindungan
ekosistem tadi. plus juga ee mereka
mendapatkan pinjaman pada saat itu dari
BLU badan ee layanan umum oleh ee
Kementerian ee Kehutanan atau KLHK yang
kemudian dilanjutkan oleh BPDLH, Badan
Pengelola Dana Lingkungan Hidup. Nah,
ini juga suatu interaksi bagi ee contoh
praktis yang ada di Indonesia. Nah,
BPDLH sendiri lumayan menarik, Ibu Bapak
sekalian. Jadi, ada satu lembaga
sebenarnya di di ee pemerintahan pusat
ee yang disebut BPDLH, Badan Pengelola
dan Lingkungan Hidup yang bisa
memberikan pembiayaan bagi masyarakat
atau kelompok masyarakat atau koperasi
untuk ee peningkatan penghidupan mereka
dengan catatan dengan syarat bahwa si
masyarakat atau kelompok masyarakat atau
koperasi tadi harus berkontribusi
terhadap perlindungan hutan dan juga
restorasi hutan. Kalau di kita misalnya
ke perbankan ee minta pinjaman misalnya
itu kan biasanya diminta agunan atau
kolateral. Agunannya apakah aset rumah
kita, aset tanah kita, gudang kita, dan
sebagainya dalam konteks bisnisnya. Nah,
dalam konteks BPDLH Badan Pengelola Dana
Lingkungan Hidup aset yang dilihat
adalah pohon atau ee kawasan hutan yang
ada di sekitar yang memang dikelola ee
atau dikontribusikan untuk dijaga oleh
masyarakat. Jadi kalau misalnya ada
tegakan-tegakan pohon yang memang
dianggap berkontribusi terhadap
perlindungan hutan, nah itu yang menjadi
aset yang tidak boleh ditebang misalnya.
Nah, masyarakat kemudian bisa
mendapatkan pembiayaan atau pinjaman
untuk ee mengelola ee atau mengembangkan
bisnis ee penghidupan mereka apakah
untuk budidaya perikanan, budidaya
pertanian dan sebagainya dengan catatan
pohon-pohon tadi tidak ditebang. Nah,
ini juga salah satu contoh praktis yang
menjadi menarik ya yang bisa diangkat di
Indonesia. ya. Jadi sebenarnya ada
banyak ee aspek yang dilakukan sudah
dilakukan di Indonesia, tapi mungkin ini
yang harus ee lebih banyak di ee
skalanya dikembangkan, diperkuat dan
sebagainya. Nah, ee untuk memastikan
bahwa pembiayaan atau pendanaan bagi
perlindungan dan ee ekosistem-ekosistem
hutan ee gambut dan bakau tadi menjadi
lebih kuat. sebenarnya ada peluang lain
ee di luar yang bisa kemudian menjadi
dibuka lebih lanjut. Tadi ee saya
sampaikan mengenai pembiayaan karbon
tentunya ini memerlukan verifikasi ee
lewat ee beberapa ee standar ee di
internasional yang sekarang sepertinya
juga sudah mulai ee punya sinergi dengan
apa yang dilakukan oleh pemerintah
Indonesia. Misalnya gold standard. Kalau
standar sudah sudah ada penangan
pendantakan
mutual recognition agreement dengan
pemerintah Indonesia. Vera saya dengar
juga akan ee melakukan itu. Jadi, apapun
yang dilakukan untuk ee mitigasi
perubahan iklim, penyerapan karbon lewat
hutan, gambut ataupun bakau bisa
kemudian diakui juga oleh internasional
dan ee kredit karbonnya ee bisa jadi
link dengan apa yang ee kita sama-sama
inginkan dan juga diinginkan oleh pihak
internasional. Jadi diakui oleh
pemerintah Indonesia dan juga diakui
oleh pihak internasional. Nah, ini ee
boleh dikatakan sebagai work in
progress. Jadi, masih di masih digodok
oleh pemerintah Indonesia. Jadi, kita
tinggal menunggu. Selain itu, model ee
investasi atau pembian lainnya eh kita
biasanya sebut sustainable landscape
finance. Jadi, eh blended finance atau
pembiayaan campuran di mana ada gabungan
dari donor, investor, dan swasta.
seperti tadi lestari capital, ada
model-model lain di mana ada konsorsium
dari donor, dari investor dan juga
swasta melihat oke landskap mana yang
kemudian bisa didorong. Saya pikir
biasanya sekarang nih ada beberapa
provinsi ee atau beberapa kabupaten yang
disasar oleh gabungan Donor Investa
Swasta tadi. Mungkin Ibu Bapak bisa ee
bisa ee lihat nanti di provinsi dan
kabupaten masing-masing apakah memang
ada inisiatif-inisiatif yang mendorong
sustainable landscape finance seperti
ini. Nah, berikutnya yang baru yang
mulai dikembangkan oleh perbankan dan
investor yang ada di luar negeri dan
juga mulai dengan Indonesia adalah Green
Bonds dan blue carbon credits. Green
bonds adalah eh surat utang yang
dikeluarkan
eh oleh perbankan misalnya ee yang
menjamin misalnya bahwa satu project ini
akan memberikan dampak positif termasuk
juga ee mencegah deforestasi ee
berestorasi ekosistem dan sebagainya.
Nah, ini di beberapa negara ee surat
utang Green Bond ini menjadi menarik
karena kemudian investor melihat bahwa
ketika mereka ingin invest atau membeli
surat utang tadi bukan hanya mendapatkan
keuntungan tapi juga mendapatkan dampak
positif. Nah, ini mungkin hal-hal yang
bisa kemudian dikembangkan lebih lanjut
di Indonesia. ee karena biasanya kita
mengeluarkan surat utang ee tanpa
embel-embel lain. Nah, dengan
embel-embel bahwa juga bisa
berkontribusi terhadap perlindungan dan
restorasi ekosistem menjadi lumayan
menarik. Kalau enggak salah Indonesia
juga punya beberapa hal yang serupa
untuk ee misalnya energi terbarukan ada
green bond atau green sukuk ee yang
secara syariah atau islami juga sudah
dikembangkan di Indonesia. Nah, untuk
blue carbon kredit atau kredit karbon
biru ini masih dalam tahap ee awal ee
terutama untuk mangrov dan juga ee apa
ee rumput laut dan sebagainya untuk ee
daerah-daerah pesisir. Nah, ini yang
menjadi penting karena ternyata ee
komponen karbonnya lumayan besar dari
mangkrov. Nah, ini yang memang
pemerintah sekarang lagi godok juga
regulasinya dan sebagainya. kita masih
menunggu apakah bisa kemudian link atau
dikaitkan dengan pengembangan ee kredit
karbon biru yang lumayan signifikan ee
secara skala. Ee selain itu pembiayaan
berbasis jurisdiksi atau kawasan atau
administrasi disbut jurisdictional red
plus. Kalau enggak salah Indonesia sudah
punya kerja sama di beberapa provinsi
yang paling terkenal adalah Kalimantan
Timur, FCPF, Forest Carbon Partnership
Facility antara World Bank. Bank Dunia
ee pemerintah Indonesia dan juga ee
pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Jadi ada ee support di mana ada
pembayaran berbasis performance eh untuk
pencegahan deforestasi di
provinsi-provinsi tadi. Ee saya kalau
enggak salah juga pernah mendengar ya
hal yang sama ee dan melihat ee untuk
Jambi misalnya biocarbon fund. Nah, ini
sesuatu yang mungkin bisa di ee tanyakan
lagi di provinsi kedua provinsi itu
bagaimana kemudian ini bisa memberikan
dampak ee terhadap swasta dan juga
masyarakat sekitar dari pembiayaan
berbasis juridiksi tadi. Namun memang
investor atau
pemilik dana ee yang ingin berkontribusi
dalam memperkuat investasi di
perlindungan dan ekosistem atau
restorasi ekosistem ini ee akan datang
atau akan bergabung kalau ada beberapa
komponen yang sudah dipenuhi oleh ee
misalnya pemerintah Republik Indonesia
ataupun kita semua ya. Pertama, apakah
ada regulasi yang jelas?
Tadi kan kita sudah sebut mengenai kita
tambahkan antara satu peraturan dengan
peraturan yang lain. Kemudian juga
kejelasan mengenai misalnya ee
pengembangan kredit karbon. Apakah bisa
akses ke pasal global? Apakah kemudian
investor bisa di ee fasilitasi untuk
mengembangkan ini, bagaimana izinnya
bisa dipermudah dan sebagainya. Karena
kalau tidak agan sulit ya ee ini
berkembang. kita sudah lumayan eh
tertinggal dibandingkan misalnya negara
seperti Colombia, Brazil dan sebagainya
dalam konteks hal-hal semacam ini.
Kemudian tentunya reputasi perusahaan.
Apakah perusahaan-perusahaan yang ada di
Indonesia ee ketika ingin menarik
investasi yang lumayan hijau itu punya
reputasi perusahaan? Apakah mereka juga
sudah comply atau sudah ee memenuhi
persyaratan ISG ya, environmental,
social, dan governance gitu kan. Nah,
ini harus diverifikasi ee harus diaudit
ee perusahaan-perusahaan tadi ketika
mereka ingin juga misalnya mengelola ee
atau berkontribusi terhadap perlindungan
dan juga e restorasi ekosistem. Dan
terakhir ee biasanya investor akan
melihat ini dampak yang memang
dijanjikan ini bisa enggak diukur atau
jangan-jangan hanya klaim saja, terutama
dari segi sosial dan dari segi ekologi.
Benar enggak sih investasi yang masuk
misalnya ee benar-benar dipakai untuk
mengelola hutan misalnya 10.000 hektar
tadi atau ee memberikan dampak dan
manfaat bagi masyarakat sekitar.
jangan-jangan hanya ee dipakai oleh
pengelola, tapi tanpa ada ee multiplier
eh benefit bagi masyarakat sekitar atau
bagi hutannya itu sendiri. Nah, ini
memang ee menyebabkan
tantangan-tantangan yang lumayan besar
bagi ee pengelola kemudian bagi ee apa
ee yang ingin berkontribusi terhadap ee
perlindungan dan juga restorasi
ekosistem. Jadi memang enggak mudah ee
membuatnya, tapi juga bukan sesuatu yang
mustahil untuk melakukannya. So, it's
not easy being green, tapi sesuatu yang
bisa kita lakukan.
Ee berikutnya
ee sebenarnya untuk memastikan
em kita bisa menjamin bahwa apa yang
kita lakukan itu kredibel ya,
perlindungan dan restorasi ekosistem ini
ada beberapa teknologi yang bisa
kemudian kita pakai dan bisa ee kita
gunakan untuk ee menunjukkan bahwa apa
yang kita lakukan itu kredibel dan valid
ya, terutama bisa diverifikasi.
ee biasanya em si konsesi atau aktivitas
perlindungan dan stasi ekosistem tadi
baik di tingkat perusahaan maupun
masyarakat ee biasanya connect terhadap
teknologi. Apakah dilakukan eh satelit
imagery dari ee satelit untuk memantau
dan memonitoring ee terjadinya
perlindungan hutan daerah-daerah mana
yang memang bisa sudah dilakukan
konservasi ataupun restorasi dan
restorasinya ee dilakukan secara baik
gitu kan. Karena kalau enggak kan orang
enggak akan percaya ya. Kita misalnya
melakukan penanaman pohon tapi kemudian
pohonnya mati dalam ee beberapa tahun ke
depan. Nah, ini yang harus di ee
buktikan dari ee teknologi seperti
remote sensing, kemudian sensor thermal
ee dan kamera trap ya. kamera trap atau
kamera jebak ini mungkin eh untuk
menunjukkan bahwa biodiversity atau
keanekaan hayati yang ada di kawasan
tadi juga bisa dilindungi. Nah, di
beberapa kesempatan pemerintah ee
Republik Indonesia juga menunjukkan oh
ternyata ee terjadi recovery ee
pemulihan kembali dari misalnya ee
beberapa spesies. Apakah spesies yang
besar seperti gajah, harimau, badak, ee
beruang atau apapun atau ee
spesies-spesies yang lebih ee kecil lagi
dan sebagainya. Selain itu, untuk
memudahkan terjadinya rehabilitasi atau
restorasi suatu ekosistem yang sudah
rusak, biasanya harus ada intervensi
teknologi lain seperti bioteknologi,
pemilihan clown dari suatu em ee pohon
atau vegetasi yang memang lebih kuat,
lebih indigenous, lebih lokal dan
sebagainya. Kemudian juga ada
biostimulan, biosoil sehingga si ee
tanah yang unsur haranya ee sudah hilang
misalnya bisa dipulihkan kembali oleh
beberapa teknologi tadi. Nah, ini di
beberapa kesempatan di beberapa tempat
sudah juga dilakukan termasuk di
wilayah-wilah X tambang misalnya ee
sehingga kawasan-kawasan yang sebelumnya
sudah terbuka dan hilang ee unsur
haranya bisa dikulihkan kembali
tentunya. Kemudian kalau ini bisa
digabungkan dengan sistem komputasi dan
IoT ee mungkin lewat kecerdasan buatan
atau AI dan juga digital eh monitoring
eh reporting dan verifikasi ini akan
membuat
aspek perlindungan dan registrasi
ekosistem ee model bisnisnya menjadi
lebih kredibel. Nah, dan yang terakhir
kita lihat harus dengan apakah memang
sudah ada juga terobosan-terobosan
seperti ee sistem agroekologi yang
lumayan inovatif ya. Nah, misalnya di
bakau, di Mangrov, apakah sudah di em
introduce misalnya di di dilakukan
dikembangkan agrosil fishery di mana ada
pertaniannya, kemudian ada budidaya
perikanannya dan juga ada ee kawasan
ataupun pohon-pohon yang ee tegakkan
hutannya. pengembangan ini menjadi
menarik karena kemudian investor ataupun
apa memberi dana akan melihat bukan
hanya kemudian si aktivitas bisa
melindungi dan merestorasi ekosistem
tapi juga memberikan penghidupan yang
layak bagi masyarakat sekitar ini juga
ee lumayan sama dengan agroforestry ya
di mana misalnya wana tani ada ee banyak
contoh misalnya kopi terus ada ee pohon
penaung dan pohon penaung ini memberikan
ee ee apa support bagi ee penyerapan
emisi karbon, kemudian regulasi iklim
sekitar dan juga menjadi tangkapan air
dan sebagainya dan si kopinya menjadi
sumber penghidupan bagi masyarakat. Nah,
ini yang sesuatu yang biasanya akan
dicari oleh ee berbagai pihak ee dalam
konteks ee mendukung perlindungan dan
restorasi ekosistem.
Ee berikutnya
kalau
ee perlindungan dan restasi ekosistem
ini dilakukan hanya oleh sepihak, dua
pihak misalnya, itu mungkin hanya akan
memberikan kontribusi
ee yang lumayan signifikan di ee
kawasan-kawasan tertentu saja.
Nah, em yang memang sekarang lagi
didorong adalah
ee maaf pendekatan kolaboratif dan
integratif di mana kita lihat satu
bentang alam mana sih yang memang
daerah-daerah yang bisa dikembangkan
atau dibuka untuk pertanian budidaya
yang lain dan sebagainya
karena kemudian daerah-daerah memang
harus dijaga dan direstorasi. Nah, ini
tentunya perlu kesepakatan antara
berbagai pihak
eh maaf. Nah, jadi berbagai pihak ini
misalnya ee melihat ee terutama kalau
bisa digabangi oleh pemerintah yang ada
di provinsi atau di ee kabupaten tadi
untuk melihat
daerah mana yang kemudian bisa ee
dijadikan misalnya budidaya perkebunan,
budaya pertanian, tapi juga daerah mana
yang harus dijaga untuk tangkapan air.
misalnya gambut tadi untuk ee regulasi
air juga dan sebagainya dan juga untuk
reduksi emisi karbon dan juga mencegah
kebakaran hutan dan lahan dan tentunya
keterlibatan masyarakat asli dan
setempat menjadi penting karena harus
kemudian disepakati model benefit
sharing-nya seperti apa. Jangan sampai
hanya pihak-pihak perusahaan atau
pemerintah yang mendapatkan manfaat
besar tapi masyarakat sekitar tidak.
Nah, ini kemudian tentunya harus
dinaungi oleh ee kebijakan yang jelas,
regulasi dan insentif dari pemerintah.
Maksudnya apa insentif? Misalnya apakah
ketika ada perusahaan yang melakukan
perbaikan ee perlindungan dan restasi
ekosistem hutan, bakau dan gambut
misalnya mereka mendapatkan permudahan
izin atau mendapatkan support-support
lain gitu kan. Dan tentunya tadi untuk
menjadi kredibel harus ada dukungan
teknologi seperti remote sensing,
digital MRV,
monitoring, reporting, dan verification
tadi. Nah, swasta kemudian bisa berperan
di dalam konteks kolaboratif dan
integratif yang disepakati tadi melalui
komitmen mereka dari rantai pasok
seperti tadi contoh-contoh lestari
kapital dan rimba kolektif dan offset
strategy. Karena ee biasanya perusahaan
punya quad hutang. Hutang dalam artian
ee mereka mendapatkan produk dari alam
tapi mereka ingin berkontribusi balik
untuk men-support alam tadi. Nah, ini
bisa enggak diconnect dengan ee
kesepakatan yang ada di bentang alam
yang tadi disasar atau di daerah-daerah
pasokan yang disasar tadi? Tentunya yang
terakhir adalah peran lembaga pembiayaan
dan perbankan lewat inovasi-inovasi.
pembiayaan tadi kan apakah lewat green
bond, lewat sustainability link loan,
kemudian lewat eh impact fund dan
sebagainya. Sehingga apapun yang di ee
gulirkan atau di e gelontorkan oleh
perbankan dalam konteks pembiayaan bisa
mendapatkan minimal dua benefit yang
ada. Benefit terhadap perlindungan hutan
atau ekosistem yang ada dan benefit
terhadap ee penghidupan masyarakat. Nah,
ini sesuatu yang harus kemudian dilihat
ee dan disepakati ke depannya.
Nah, ee langkah ke depannya tentunya
yang bisa dilakukan adalah bagaimana
kita bisa sama-sama melihat adakah
opsi-opsi untuk mengembangkan
proyek-proyek perlindungan dan res
ekosistem yang bukan hanya layak,
visibel ya, tapi juga bankable. Jadi
bukan hanya sekedar dianggap cost
menghasilkan. Jadi tadi misalnya dengan
agroforestry
eh dengan eh apa eh
generation dari carbon misalnya. Jadi
ada hal-hal yang kemudian bisa dilihat
oleh investor bukan hanya menghasilkan
tapi juga berdampak positif. Selain itu
bukan hanya berdampak positif tapi juga
bisa sustainable ke depannya secara
bisnis model dan tentunya bagaimana bisa
diakses ee dampak positifnya lewat
beberapa metodologi yang lumayan
kredibel. sehingga si investor akan
melihat, oke saya bisa em invest di sini
dan saya bisa melaporkan ini secara
credibel sehingga em besok-besok saya
bisa menambahkan atau bisa memperkuat ee
investasi yang ada. Nah, tentunya ini
enggak akan bisa dilakukan kalau enggak
ada peningkatan kapasitas institusi
lokal baik pemerintah, swasta, maupun
masyarakat sebagai pengelola, sebagai
regulator yang ada di lapangan misalnya.
Dan sejak awal pelibatan investor dan
pembeli ee jasa lingkungan termasuk
karbon ee sejak tahap desain menjadi
penting karena mereka yang akan melihat
oke kontribusi saya ini akan
menghasilkan apa? Oke reven new
generation ini seperti apa, tapi
dampaknya juga seperti apa. Alhasil kita
lihat secara keseluruhan bahwa
perlindungan dan resolasi ekosistem ini
enggak semata-mata cuman ee untuk ee
konservasi untuk perlindungan dan
ekosistem apa restorasi ekosistem saja.
tapi bisa dilihat menjadi ee ke depannya
peluang ee bisnis ee bisnis dari alam
dan ini sebenarnya sudah dilakukan di
berbagai negara bahkan negara-negara
tetangga seperti Kamboja ee kemudian ee
Vietnam, Thailand dan ee ee negara
seperti Colombia di beberapa negara
Afrika juga sudah melakukan ini. Jadi
perlindungan dan res ekosistem tidak
semata-mata dianggap sebagai biaya, tapi
dia juga memulihkan
ee dan menurunkan biaya karena misalnya
kalau terjadi bencana lingkungan
biayanya lebih besar plus juga bisa
memberikan revenue ee secara tahunan
yang bisa memberikan dampak langsung ke
pemerintah dan masyarakat. Inilah yang
kemudian kita harus dorong sama-sama. Em
karena dengan itu kita bisa sama-sama
melihat opsi-opsi apa saja sih yang bisa
dikembangkan ee di berbagai ee tempat di
Indonesia. Ee mungkin dari paparan saya
ee sementara itu. Mudah-mudahan
bermanfaat ee mudah-mudahan kita bisa
diskusi lebih lanjut. Ee saya terbuka
untuk tanya jawab. Mudah-mudahan saya
juga bisa memberikan respon. Ee saya
kembalikan ke ee panitia.
Makasih.
Iya. Baik, terima kasih banyak kepada
Pak Fitrian atas pematerian yang sangat
informatif dan inspiratif ini
dan penjelasan dari Pak Fitrian ini
benar-benar membuka wawasan kita
semuanya. Baik, kita lanjutkan saja pada
sesi tanya jawab dari Slidu terlebih
dahulu.
Di sini saya akan menampilkan.
Baik, untuk pertanyaan dari Slidu ini di
sini kurang lebih sudah ada 10 penanya
dan kepada Pak Fitrian bisa langsung
saja untuk dijawab pertanyaannya satu
persatu yang dimulai dari
Kak Geri Trida yaitu apa yang harus
dipertimbangkan dalam pemilihan jenis
restorasi ekosistem.
Oke. Emm sebenarnya ada beberapa hal ee
atau beapa aspek yang bisa
dipertimbangkan dalam pemilihan jenis
restorasi ekosistem.
Em pertama tentunya
ee tergantung kita melihat em apa yang
kita cari ya. Kalau kita carinya adalah
ee dampak paling besar misalnya, kita
juga harus lihat apa yang kemudian dapat
ancaman terbesar. Misalnya kalau em
Ibu ya kalau enggak salah nih ya Gamb
em atau Bapak saya maaf kalau saya salah
em itu misalnya ada di ee kawasan yang
memang punya ee ekosistem hutan besar
gitu kan tapi kemudian
ee terjadi degradasi ee yang lumayan
besar juga terhadap kawasan hutan itu.
maka mungkin yang harus dilihat adalah
ekosistem hutan. Nah, tapi kalau
misalnya di kawasan sekitar kita banyak
gambut, ya mungkin kita harus milih ee
prioritasnya adalah gambut. Tapi juga
kita bisa lihat dari sisi lain. Jadi
pemilihan jenis restorasi ekosistem bisa
juga kita lihat dari kekuatan atau
kapasitas dari pengelola atau manajemen
ee baik perusahaan atau pemerintah yang
ada di sekitar dan masyarakat. Kita
kuatnya di mana sih gitu kan. ee kalau
kita kuat dan punya pengalaman lumayan
untuk perlindungan dan situasi hutan,
mungkin itu yang kita bisa em
prioritaskan. Tapi kalau misalnya ee
kita anggap kita punya informasi,
teknologi ee dan juga kapasitas yang
kuat dalam gambut ataupun bakau, mungkin
itu yang kita ee prioritaskan. Selain
itu ee yang kita bisa juga nilai adalah
bagaimana
ee hasil yang kita ingin capai. Nah,
kalau misalnya kadang-kadang kan kita
berpacu dengan waktu ya ee enggak semua
restorasi itu bisa dilakukan ee secara
dengan kapasitas dan biaya yang ada
misalnya ee dalam waktu yang lama. kita
mungkin harus melakukan ini dalam cuman
2 3 tahun karena ada budgetnya seperti
itu misalnya berarti kita harus lihat
mana yang bisa cepat. Nah, ini yang yang
mungkin harus dilakukan semacam
kalkulasi.
Jadi ee ekosistem mana yang kalau kita
support untuk restorasi atau
perlindungan bisa pulih dengan lumayan
cepat. Nah, ini yang ee mungkin Ibu
Bapak sekalian harus lebih jeli ngelihat
opsi-opsinya di ee sekitarnya. ee bakau
ee misalnya atau ee mangroove ada
beberapa vegetasi yang lumayan cepat,
hutan juga ada dan ee gambut mungkin
yang paling cepat adalah bukan
penanamannya, tapi bagaimana kalau sudah
ada kanal, kanalnya bisa diblok sehingga
tidak terjadi pengeringan yang lumayan
signifikan. Nah, hal kayak gitu yang
mungkin bisa dilihat dan kemudian adalah
biaya. Ee apa yang kemudian kita bisa
pertimbangkan dengan biaya yang kita
punya gitu.
Jangan sampai kita memilih sesuatu yang
lebih ee lebih costly ya, lebih biayanya
lebih besar dibandingkan hasil yang kita
ingin. Kita memang enggak bisa pada
giliran kita harus memilih. Kita enggak
bisa menyelamatkan semua apa yang kita
harus lakukan dari ee
konsideran-konsideran atau
pertimbangan-pertimbangan tadi. Mungkin
seperti itu dari saya untuk pertanyaan
pertama.
Baik, dilanjutkan dengan pertanyaan
kedua yaitu pertanyaan dari KOD. Ee
restorasi itu bagian penting buat
mengembalikan habitat asli dari
kerusakan lingkungan, terutama hutan.
Apa prinsip utama dalam restorasi
ekosistem?
Iya, em
restorasi memang
penting untuk mengembalikan. Mungkin
saya enggak bisa bilang mengembalikan
menjadi habitat asli ya. Karena apa yang
sudah asli dan kemudian diubah oleh
manusia seringkiali susah banget ya kita
kembalikan menjadi habitat asli. Yang
kita mungkin bisa lakukan adalah
mengembalikan menjadi ekosistem yang
punya fungsi seperti layaknya habitat
asli. Jadi fungsi tangkapan airnya,
fungsi ee penyerapan karbonnya, fungsi
pengelolaan atau ee menjaga biodiversity
atau karena keragaman hayatinya, fungsi
yang bisa memberikan penghidupan layak
bagi masyarakat dan sebagainya. Nah, itu
yang mungkin harus dilihat. Nah, prinsip
utama dalam restorasi ekosistem yang
yang kita harus tahu adalah ee ini
menurut saya pribadi
adalah bagaimana kemudian fungsi-fungsi
tadi bisa kita pulihkan.
Nah, fungsi-fungsi tadi bisa dipulihkan
apakah lewat program-program yang ee
langsung misalnya penanaman atau
kemudian pemulihan alami natural
regenerations
atau ee ee dengan teknologi lainnya.
Nah, ee buat ee dengan pengalaman saya
yang sebelumnya ee sampai saat ini yang
harus dilihat adalah bisa enggak kita
kemudian secara kredibel ya menurut
prinsipnya secara kredibel membuktikan
bahwa restorasi ekosistem ini bukan
hanya bisa berjalan di awal ee maaf kata
kan ada beberapa program penanaman
kembali, program leboasi dan sebagainya
yang dilakukan oleh beberapa pihak bagus
di awal awal dengan seremoni
besar-besaran. Tapi kemudian pohon
ataupun vegetasi yang ada setelah dicek
mungkin 2 3 tahun berikutnya sudah tidak
ada atau mati misalnya. Nah, ini yang
kemudian jadi penting untuk dilihat em
secara konsisten ee si aktivitas restasi
atau perlindungan ekosistem ini bisa
terus-menerus ya di di apa di em
dilihat ya. secara kredibel. Nah, ini
yang konsistensi ini yang menjadi buat
saya sih prinsip utama ya. Jangan sampai
istilahnya maaf kata hangat-hangat tahi
ayam gitu kan bagus di awal tapi
kemudian enggak ada nafasnya
berikut-berikutnya. Jadi itu yang saya
lihat adalah konsistensi. Konsistensi
ini sekali lagi seperti tadi jawaban
saya pertama ee sangat-sangat tergantung
dari kapasitas yang kita punya. Ee
apakah kita juga punya pembiayaan yang
cukup yang kemudian waktunya seperti
apa? Ee begitu kira-kira.
Baik, untuk pertanyaan selanjutnya itu
ada pertanyaan dari Kak Roberto. Saat
ini kegiatan pertambangan emas skala
kecil sangat masif dan menyisakan
lahan-lahan kritis. Bagaimana cara
merestorasi ekosistem yang ideal?
Ya, ini tantangan utama dari em skala
kecil ee aktivitas ekonomi yang kemudian
ee memberikan dampak negatif terhadap
lingkungan itu bukan hanya memang
terjadi di ee pertambangan emas atau
apapun, tapi juga di terjadi di
aktivitas ekonomi yang lainnya. misalnya
ee skala kecil ee perkebunan sawit yang
kemudian membuka hutan dan sebagainya.
Skala kecil ee kopi juga di beberapa
tempat juga pernah ee terjadi ee apa
perambahan dan sebagainya. Jadi yang
saya lihat adalah kalau ini terjadi baik
di dalam konteks pertambangan emas atau
aktivitas ekonomi yang lain yang skala
kecil tapi masif adalah bagaimana kita
bisa membangun mengembangkan program
testasi ekosistem yang kemudian
menyentuh
hal dasar dari masyarakat sekitar yang
memang ee mereka kemudian melakukan hal
ee pertambangan emas atau apapun tadi.
Jadi isunya adalah ee penghasilan taraf
hidup dan sebagainya. Jadi kalau
restorasi ekosistem tidak di ee paketkan
atau tidak dicakupkan untuk juga
menjawab tantangan penghidupan, agak
sulit nanti ke depannya untuk bisa
memastikan restasi ekosistem ini ideal
ataupun ee bisa dilakukan dengan tepat.
karena ketika sudah melakukan akan rusak
lagi kan karena ada terus-menerus
aktivitas ekonomi yang rusak karena ee
keinginan ee penghidupan ee atau
tantangan atau ee tarikan penghidupan
yang memang kuat.
Tapi memang banyak sekali
ee aktivitas ekonomi yang mungkin ilegal
ataupun masif tapi destruktif ini ee
nilai ekonominya mungkin tidak sepadan
dalam artian begini, kerusakannya akan
lebih besar tapi ee ke depannya
maksudnya. Ee tapi ee saat ini mungkin
masyarakat melihat apa yang dilakukan
lewat emas dan sebagainya akan
menghasilkan pada saat ini juga. Nah,
ini yang memang agak sulit nih,
bagaimana kita bisa mengkombinasikan
ke manfaatan atau benefit ee yang
lumayan panjang dari restuasi ekosistem
dengan eh short term gitu kan apa ee
jangka waktu yang singkat ketika mereka
ingin mendapatkan ee nilai ekonomi
sesuatu dari aktivitas ekonominya ini.
memang susah ee dan tantangan kita semua
nih saya sendiri kadang-kadang tidak
punya jawaban langsung tergantung bisa
enggak kita memilih cara restorasi
ekosistem yang juga memberikan dampak
ekonomi langsung ke masyarakat. Nah,
hal-hal semacam inilah yang kemudian ee
jadi tantangan bersama. Saya pikir itu
tantangannya. Nanti kita harus lihat ee
apakah kita bisa memilih dan
mengembangkan restorasi ekosistem atau
program yang juga bisa memberikan
penghidupan layak bagi masyarakat. yang
mungkin belum tentu nilainya sama besar
atau bahkan lebih besar dari
pertambangan emas. Nah, dari itu itu
dari saya kira-kiranya.
Baik, untuk selanjutnya di sini ada
pertanyaan dari Kak Agus. Eh, siapakah
yang ideal menjadi leader dalam
perlindungan dan restorasi ekosistem
ini? Mengingat hal ini pasti terkait
erat dengan dinamika politik.
Iya, ini pertanyaan yang sulit-sulit
mudah dijawab karena tergantung konteks
yang ada di ee lapangan dalam konteks
ini, provinsi atau kabupaten.
Mm kalau kawasan yang memang kita ingin
lakukan perlindungan dan restasi
ekosistem adalah kawasan sebagian besar
dikelola pemerintah, maka sepatutnya
leadership ee yang ada itu adalah dari
pemerintah. Baik si ee bupati atau
walikota atau gubernur
atau bisa diwakilkan di misalnya Kepala
Bappeda Sekda atau siapapun.
Em, tapi bukan berarti masyarakat atau
swasta tidak bisa terlibat. Nah,
biasanya di beberapa kesempatan tadi
misalnya yang sustainable landscape
finance ada kesepakatan di mana
pemerintah memfasilitasi regulasi atau
izin tapi masyarakat ataupun swasta yang
kemudian bisa berkontribusi bisa misal
kontribusi dalam pengembangan
agroforestrinya,
pengembangan em pembiayaan ee ee
model-model pembiayaan dan bisnisnya dan
masyarakat misalnya em sangat ee
terlibat AT atau menjadi leader dalam
kelompok-kelompok tani atau
kelompok-kelompok ee masyarakat hutan
desa atau perhutanan sosialnya untuk
mengelola ee dan memastikan kawasannya
bisa dijaga dan di restorasi secara
lebih baik. Jadi kombinasi kesemuanya
itu menjadi penting. Nah, kemudian kalau
kawasan ekosistemnya memang sebagian
besarnya dikelola oleh swasta, maka
leadership-nya harus dari perusahaan
yang ada ee dan tentunya harus didorong
atau didukung oleh masyarakat sekitar
dan difasilitasi oleh pemerintah.
Sebaliknya kalau kawasan ekosistemnya
itu dikelola oleh atau berdasarkan
perizinan misalnya ada di
kawasan-kawasan perutanan sosial atau
kawasan-kawasan pertanian yang memang
dikelola oleh masyarakat, maka
leadershipnya harus dari kelompok tani
atau kelompok hutan desa ee atau
masyarakat tersebut di mana pemerintah
menjadi supporter dan perusahaan swasta
menjadi e counterpart atau ataupun
mitra. Seperti itu kira-kira.
Untuk pertanyaan selanjutnya yaitu dari
Kak Hian. Bagaimana melakukan restorasi
ekosistem di daerah yang sudah sangat
padat penduduk seperti wilayah Jabodet
Tabek? Apakah mungkin untuk dilakukan?
Emm jawabannya straight forward mungkin,
tapi sangat sangat sangat sangat sangat
sangat menantang.
Kenapa? karena sudah ada ee penduduk
yang lumayan padat. Nah, penduduk dan
yang lumayan padat ini kan biasanya akan
overlapping atau tumpang tindih dalam
pengelolaan lahan. Emm baik yang ada di
hilir sampai ke hulu ya misalnya di
kawasan puncak dan sebagainya. ee apa
yang bisa dilakukan tentunya harus ada
regulasi yang ee kuat terlebih dahulu
karena ini enggak bisa cuma sekedar
bisnis model regulasi yang kuat yang
menunjukkan eh seperti mungkin yang
dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat ee
belakangan ini harus didukung juga oleh
Gubernur Jakarta dan Gubernur ee Banten
misalnya untuk melihat daerah-daerah
mana yang memang menjadi tangkapan air
dan itu harus diestorasi, dilindungi
gitu kan ini hanya bisa dilakukan kalau
ee pemerintah kuat. Nah, ini ini ini em
komponen kunci utama.
Berikutnya adalah nah bisa enggak
perusahaan-perusahaan yang besar em yang
seperti mungkin dilakukan di beberapa
tempat di Jakarta pada saat dulu dan
mungkin sekarang masih juga
berkontribusi untuk em men-support tadi
daerah-daerah yang sudah mungkin
dianggap untuk ee restorasi atau
perlindungan di di-support juga oleh
perusahaan tersebut karena ada beberapa
taman yang disponsori oleh perusahaan.
Nah, bisa enggak nanti ee daerah-daerah
hulu, daerah-daerah em apa di tengah
yang memang ee baik atau perlu untuk
tangkapan air dan sebagainya ini juga di
ee support atau disponsori oleh beberapa
perusahaan. Jadi, adah kolaborasi. Nah,
bagaimana masyarakat masyarakat ee lewat
organisasi-organisasi pilgan masyarakat
bisa berkolaborasi juga. ada beberapa
kawasan yang bisa mungkin dilakukan
agroforestri. Misalnya di Bogor saya
tahu ada kopi dan juga ee apa tanaman
penaung.
di puncak juga ada beberapa seperti itu.
Jadi enggak semuanya kemudian jadi
sayuran yang kemudian kebuka dan
akhirnya gampang longsor. Nah, tapi ini
tentunya perlu pendampingan, perlu
support juga dari swasta dan juga
bagaimana ee pendampingan dari beberapa
penyuluh lapangan dari pemerintah. Jadi
pada gilirannya bisa dan yang paling
penting sih sebenarnya dalam konteks
JABO TABK bukan hanya restorasi
ekosistem secara keseluruhan, tapi juga
perubahan budaya masyarakat terutama
tadi ee budaya budaya sampah ee atau
menyampah. Kemudian juga ee apa ee
ketika tinggal di bantalan kali juga
berkontribusi untuk restorasi dan
sebagainya lewat penandangan pohon dan
sebagainya. ini yang edukasi seperti ini
memakan waktu. Jadi bukan hanya tadi
regulasi em support biaya dan
sebagainya, tapi juga ada edukasi yang
sangat-sangat ee penting dilakukan. Jadi
bisa tapi memang sangat-sangat
menantang.
Mungkin lanjut.
Oke. Eh untuk pertanyaan selanjutnya di
sini ada dari Kak Alfred. Apakah
restorasi ekosistem lebih efektif
dilakukan secara alami? atau melalui
intervensi manusia.
Ee ini tergantung kawasan yang kita
sasar. Ee ada beberapa kawasan yang
memang em asal dia di ee lindungi ee
tanda kutip ya. Jadi misalnya kita lihat
bahwa ee unsur haranya masih bagus,
kawasan sekitarnya juga masih bagus.
Tapi ada beberapa yang terdegradasi itu
kalau misalnya dijaga saja itu dia cepat
sekali. em yang kita sebut natural
regeneration, regenerasi secara alami.
Ee di beberapa kawasan, di Kalimantan,
di pedalaman misalnya setelah logging ee
ditunggu aja 3 4 tahun udah tumbuh lagi
seperti layaknya hutan ee yang
secondary. Ya, mungkin enggak akan jadi
primary tapi yang secondary. Tapi ada
beberapa kawasan lain yang mau enggak
mau intervensi manusia menjadi penting.
Seperti tadi kan dalam konteks
penambangan emas, dalam konteks
perambahan untuk kelapa sawit, dalam
konteks tadi jabur diabek dan
sebagainya. Intervensi manusia menjadi
penting karena kalau enggak ada
intervensi manusia kalau cuma seperti
dijaga lama ee apa restorasinya terjadi.
Jadi mungkin pemilihan spesies
vegetasinya kemudian juga ada teknologi
lain yang masuk bioteknologi,
biostimulan dan sebagainya. Belum lagi
tadi ada remote sensing dan sebagainya.
MRV digital itu memang ada intervensi
manusia untuk memastikan bahwa restorasi
ekosistem berjalan dengan lebih baik.
Seperti itu kira-kira.
Untuk selanjutnya di sini ada pertanyaan
dari Kak Siska. Apakah restorasi
ekosistem dapat dianggap sebagai solusi
jangka panjang atau hanya sebagai
kompensasi atas kegagalan kita dalam
melindungi alam sejak awal?
Nah, ini
pertanyaan yang di level sangat-sangat
filosofis buat bukan hanya buat saya sih
sebenarnya buat kita semua.
Emm
kita harus jujur bahwa apa yang kita
lakukan sejak revolusi industri bukan
hanya di Indonesia tapi di banyak negara
sampai sekarang
ee revolusi hijau sekalipun itu em
sebagian besar dari kita tuh boleh
dikata aktivitas ekonominya
em lumayan
punya dampak negatif ya. Nah, jadi
apakah itu kita bisa anggap sebagai
kegagalan? Nah, itu jawabannya ada di
masing-masing kita ya. Tapi memang
dampak negatifnya lumayan ee besar
dibandingkan misalnya benefit yang kita
dapatkan terutama dari segi ee jangka
waktu ya. Misalnya jangka pendek,
menengah, dan ee jangka panjangnya.
Jangka waktu pendek mungkin nilai
ekonominya kita dapat cepat ya. Tapi
benar enggak sih di jangka panjang nilai
ekonominya sebesar itu? Sepertinya
enggak. Karena kalau terjadi
terus-menerus banjir, kebakaran,
longsor, dan sebagainya kan apapun yang
kita dapatin anggaplah kita dapatin R
juta ya dari hasil ekonomi ee pada saat
itu. Kemudian tapi setiap tahunnya kita
harus keluar 10 juta. 10 juta dalam 10
tahun sudah habis juga kan karena
banjir, karena longsor, kekeringan,
kebakaran dan sebagainya. Jadi kalau
restorasi ekosistem itu ee kita lihat
sebagai solusi
ee nah ini memang solusi benar solusi
jangka panjang tapi apakah ini menjadi
kompensasi kegagalan kita? Memang bisa
keduanya sih kita ee membuat kesalahan
sebelumnya anggaplah nih sebagai taubat
ekologis lah ya. Tobat ekologis kita itu
adalah kemudian kita melihat ada
kerusakan, kita coba restorasi, tapi
kita kemudian konsisten dan komitmen
bahwa kita tidak akan melakukan
kerusakan lagi dan bahkan ingin
menambahkan restorasi lebih panjang
lagi. Nah, itu yang mungkin yang bisa
saya jawab karena ini lumayan pertanyaan
penting tapi filosofis
ya. Baik, ee kita lanjutkan pada
pertanyaan selanjutnya yaitu dari Kak
Hirwansyah. Penerapan ekonomi sirkuler
di ekosistem mangruf dan hutan gambut
menawarkan berbagai manfaat. Bagaimana
pendapat Bapak?
Emm iya ada beberapa
ee peluang dalam konteks
ekonomi sekuler ya di ekosistem mangrok
dan gambut dan hutan juga.
Misalnya kita tahu kan ketiga ekosistem
ini boleh dikatakan renewable ya, bisa
di ee apa selalu diperbaharui gitu kan
ee sumber dayanya. Jadi misalnya dari
mangrov sendiri ada beberapa
ee peluang yang saya tahu misalnya dari
segi pewarnaan tekstil em dari buoan
mangrov itu bisa dijadi pewarnaan juga.
Nah, itu kan kemudian memberikan dampak
ee manfaat bukan hanya buat masyarakat
sekitar, tapi juga buat sektor lain.
Sektor tekstil misalnya yang ee seringki
memakai ee sintetic chemical ya, kimia
kimia bahan kimia sintetik. Kemudian ee
dari hutan sendiri kita tahu ada
misalnya kayunya sendiri, kemudian ee
non kayu, kemudian juga misalnya bambu
dan sebagainya bisa terus-menerus
digunakan ee ee kemudian ee apa bisa
diperbaharui lagi dan sebagainya dan
sebagainya. Mungkin yang harus kita
lihat adalah bagaimana kita menggunakan
sumber daya dari ketiga ekosistem ini,
mang, hutan, dan gambut. secara lebih ee
responsibel ya, secara lebih bertanggung
jawab gitu kan. Jadi jangan sampai dalam
konteks ekonomi sirkuler apa yang kita
ambil lebih banyak dari apa yang kita
tanam. Itu yang mungkin yang yang harus
ditekankan. Jadi kalau itu masih lebih
banyak yang ee yang kita ambil ee
minimal lebih sedikit daripada yang kita
perbaharui yang kita tanam, sirkulasinya
masih bisa di ee pastikan. Nah, nah itu
yang mungkin dan jangan sampai
mengambilnya juga dari
ee segi approach atau pendekatan sangat
destruktif itu akan menambah degradasi
atau deforestasi yang ada. Kira-kira
begitu.
Baik, di sini tinggal ada dua pertanyaan
lagi yaitu yang pertama ini adalah
apakah dasar penilaian kerugian lahan
akibat banjir dan longsor yang bisa
dijadikan referensi?
ada banyak em penelitian yang sudah
dilakukan dan penelitian ini juga sudah
dipublikasikan di jurnal-jurnal ilmiah
di luar negeri ee dan juga di dalam
negeri yang bisa dijadikan bahan
referensi. Em dulu saya pernah terlibat
di beberapa penelitian di ee yang
mencakup Borneo ya, bukan hanya
Kalimantan tapi juga Sabah dan Sarawak.
ee nanti saya mungkin bisa share ke e
panitia eh link dari ini. Ee selain itu
sebenarnya juga ada beberapa penelitian
yang sudah dilakukan oleh dulu LIPI ya,
sekarang Brain ee yang bisa juga dilihat
dan IPB UGM juga ee IPB pernah melakukan
dengan beberapa model gitu kan. Em itu
bisa juga dijadikan referensi. Em, jadi
em ada juga assesmen mengenai cost
benefit analisis, analisis ee kerugian
dan juga manfaat dari suatu aktivitas
ekonomi di beberapa tempat ya di
Indonesia yang pada gilirannya
ee memastikan kalkulasi dari e banjir,
longsor, kekeringan ee kegagalan panen
dan sebagainya ee untuk dijadikan ee
penilaian-penilaian kerugian dan
dijadikan proksi atau ee asumsi terhadap
ee nilai ekonomi ee dari fungsi-fungsi
ekosistem yang tadi yang ada misalnya
dari hutan, kemudian dari gambut atau
dari bakau. Kira-kira gitu. Nanti emm
saya akan coba share ke ee teman-teman
panitia untuk referensinya. Makasih
ya. Baik, untuk selanjutnya di sini ada
pertanyaan lagi yaitu apa indikator
keberhasilan dalam upaya restorasi
ekosistem ini?
Emm tadi se sedikitnya saya sudah
menjelaskan bahwa konsistensi
em jadi resistasi ekosistem itu kan
sebenarnya dampaknya akan dilihat
mungkin bukan setahun 2 tahun tapi 3 4 5
tahun ke depan. Jadi jangan sampai kita
tuh ee jor-joran atau gembar-gembor di
awal penanaman dan sebagainya.
Seremoninya besar tapi kemudian di tahun
kedua, ketiga dan selebihnya enggak ada
apapun gitu kan. Padahal yang harus
dilakukan adalah tetap melindungi,
menjaga dan merestorasi itu secara
konsisten. Makanya tadi contoh kasus
misalnya ee lestari capital itu 25
tahun. Nah, itu jadi kita lihat
indikator keberhasilan yang pertama
adalah konsistensi.
Kemudian adalah secara kredibel enggak
sih dilakukan? Nah, itu mungkin harus di
ee support dengan teknologi.
Teknologinya tadi kan misalnya apakah
lewat pengindraan jarak jauh, lewat
komputasi dan sebagainya sehingga kita
bisa melihat ee secara ee masif gitu kan
signifikan daerah-daerah mana memang
yang dilindungi, daerah-daerah mana yang
masih perlu untuk ee di restorasi dan
daerah-daerah mana yang memang bisa
dikembangkan untuk ee pertanian,
perkebunan, atau apapun aktivitas
lainnya. Nah, ini yang bisa melihat yang
berikutnya adalah keberhasilan itu kalau
memang ada keterlibatan dari pihak-pihak
ee yang saya tadi bilang ee memang harus
terlibat leadership dari pemerintah,
support ee sumber daya dan juga
manajemen mungkin dari swasta dan
keterlibatan masyarakat baik masyarakat
hutan desa, masyarakat pertanian dan
sebagainya yang kemudian bisa
mendapatkan benefit atau manfaat dari
dari ee restorasi ekosistem tadi. Nah,
gabungan kesemuanya itu kalau memang
bisa mendukung secara konsisten secara
jangka panjang, itu yang kita bisa
bilang berhasil. Kalau cuman pemerintah
aja, seremoni dan sebagainya agak sulit
sih ke depannya. Makasih.
Oke. Baik. Ee kita akan lanjutkan pada
sesi tanya jawab secara langsung yaitu
dari peserta Zoom di sini. Dan yang
pertama saya akan membatasi untuk dua
penanya terlebih dahulu.
Dan kebetulan dari tadi itu ada Bapak
Sulistio yang sudah raise hand dari
awal. Dipersilakan kepada Pak Sulistio
untuk mengajukan pertanyaannya.
Baik, terima kasih Bu Moderator dan
terima kasih Pak materinya. Pak, mohon
izin jika salah satu perusahaan masih
dalam tahap awal ingin memberikan apa ya
ee macam bentuk CSR ke restorasi
ekosistem gitu, Pak. Tetapi ke depannya,
Pak, sekarang ini kan masalah
pengurungan pengurangan emisi itu masih
dalam proses ya, Pak. Dan
hitung-hitungannya
ee menyusun rencana mitigasi dan segala
macamnya gitu, Pak. di pengalaman di
tempat lain itu ketika melakukan CSR
dalam bentuk itu Pak itu tidak bisa
dijadikan angka kredit itu loh Pak. Nah,
apakah ya perusahaan dalam tahun awal
ini gitu ya misalnya berpartisipasi di
daerah Kalimantan Utara misalnya
melakukan kegiatan tersebut gitu ya dan
nantinya bisa diarahkan ke angka kredit
sehingga ketika perusahaan ini
memberikan e emisi gitu ya itu menjadi
konversi begitu Pak. Itu pertahanan yang
pertama. Nah, yang kedua, posisi antara
CSR sama ISG itu Pak di mana ya, Pak?
Kalau ISG itu setahu saya sudah ada
lembaga penilaiannya ya. Kalau CSR di
Indonesia apakah sudah ada? Mungkin
demikian, Pak Fitri dan Ibu moderator.
Terima kasih kesempatan
ya. Baik, persilakan kepada Pak Fitrian
untuk menjawab.
Iya, makasih ee Pak Sulistio.
Pertanyaannya bagus sekali Pak dan ee
ini jadi tantangan banyak pihak, Pak.
saat ini karena memang regulasi di
pemerintahan kita masih digodok. Ee dan
mudah-mudahan sekali lagi mudah-mudahan
dalam tahun-tahun ini bisa lebih
diperjelas terhadap pengembangan kredit
karbon dari ee solusi-solusi berbasis
alami ya, terutama dari konsesi dan
sebagainya. Ee saat ini, Pak, yang biasa
dilakukan adalah kalau ee beberapa
partner atau mitra kita adalah em
investasi yang dilakukan oleh perusahaan
memang belum bisa menghasilkan kredit
karbon. Karena tadi kan biasanya yang
harus dilakukan adalah ee identifikasi
terlebih dahulu, kemudian pengembangan
ee PD Pak ya, PDD ee project design
dokumennya dan sebagainya untuk melihat
memang apakah ada potensi
ee yang secara kredibel bisa
dimanfaatkan untuk ee emisi karbon itu
bisa direduksi
ee atau diserap sehingga bisa
menghasilkan kredit karbon. Nah,
biasanya ee investasi awal itu dilakukan
oleh putusan sendiri dan misalnya kalau
memang tadi ada budget CSR, Pak, budget
casannya untuk dijadikan investasi awal
untuk pengembangan tadi, pengembangan
identifikasi dan sebagainya plus juga
bagaimana bisa mendapatkan ee komitmen
dari pemerintah dan ee masyarakat
setempat. Karena kalau enggak kan nanti
eh si
ee audit atau apa verifikasi dari Vera
ataupun call standar atau siap pun ee
akan ee sulit keluar kalau misalnya
tidak ada komitmen atau kerja sama
ataupun support dari ee pemerintah
maupun dari ee masyarakat sekitar. Nah,
biasanya itu yang memang dilakukan. Nah,
kemudian bagaimana konvensi CSR menjadi
kredit? ee memang enggak ada
ee formula yang ee jelas, Pak. Ya, dalam
konteks ini biasanya perusahaan ee
mengalokasikan
ee budget mereka terlebih dahulu. Bisa
juga dari budget CSR untuk jadi
investasi awal tadi di equity awal, Pak.
Nah, kemudian ketika sudah jadi PDD dan
kemudian PDD-nya bisa diverifikasi dan
tahu kita bahwa ada X eh ton eh carbon
kredit atau CER eh certified emission
reduction yang kemudian bisa di eh
dapatkan. Nah, itu kan bisa dikalkulasi
ee misalnya anggaplah berapa ton ini ee
di pasaran adalah ee 5 sampai 6 dolar
per ton karbon. mungkin ketika
dikonversi bisa menjadi berapa juta
dolar gitu kata. Nah, mungkin yang uang
siasar tadi sebagai investasi awal ee
dianggap sebagai ee biaya awal apa ya
untuk mendapatkan tadi berapa juta dolar
tadi sehingga ketika sudah ee karbon
kreditnya sudah dilegalkan, diresmikan
atau dianggap registrasi oleh pemerintah
Indonesia dan juga bisa dijual keluar,
apa yang dikontribusikan oleh baik dana
CS atau dana yang lain itu bisa kemudian
di-recover atau dibayarkan kembali ke
perusahaan.
Jadi biasanya itu yang dilakukan Pak ee
Surustio. ee memang tidak ada formula ee
straight forward yang jelas, tapi
biasanya strategi-strategi perusahaan
atau pengelola atau proponen project
carbon itu menggunakan investasi awal
dari mereka sendiri atau dari investor
lain untuk ee mengembangkan PD dan
kemudian sehingga tahu benar enggak sih
ee ada opportunity atau peluang atau
potensi ee kredit karbon yang memang
bisa dihasilkan dari kawasan-kawasan
yang mereka sudah jaga atau mereka sudah
kelola. karena enggak semua
kawasan-kawasan seperti Pak Sulustio
tahu ee mungkin adalah bisa dapatin
kredit karbon yang em bagus gitu kan.
Karena ada beberapa aspek nih mungkin
buat Ibu Bapak sekalian yang ee
mendengarkan
atau memperhatikan aspek pertama ada
additionality enggak gitu. Jadi misalnya
gini ada satu kawasan kawasan ini ee si
perusahaan mendapatkan izin untuk ee
misalnya membukanya menjadi sawit. Tapi
karena perusahaan tidak ingin membuka
menjadi sawit dan tetap ingin melindungi
dan merestorasi ekosistem yang hutan
yang ada di situ, ini ada nilai
addisional karena secara legal si
perusahaan sebenarnya boleh ee
mengkonversi hutan ini menjadi ee aspek
lain gitu kan atau aktivitas lain. Nah,
ini ee
membuat justifikasi menjadi lebih kuat
bagi si ee perusahaan untuk mendapatkan
kredit karbon. Yang kedua adalah
permanen. Permanen adalah benar enggak
sih bisa si ee aspek-aspek ee emisi
karbon yang kemudian diserap ataupun di
reduksi itu bisa bertahan atau bisa di e
pastikan terjadi secara lebih jangka
panjang. Permanensi ini misalnya e
konsesinya ternyata 35 tahun atau lebih.
Nah, ini yang bisa menyebabkan ee ada ee
nilai tambah bahwa oke secara janggah
panjang ini bisa dijaga. Yang berikutnya
leakage. Leakage adalah kebocoran.
Jangan sampai si perusahaan
apa sih? Menjaga di konsesinya, tapi
sekitarnya kemudian kebakar, kemudian
sekitarnya em apa terdeforestasi dan
sebagainya. Nah, ini yang juga kemudian
dilihat kalau ada leakage berarti bukan
berarti enggak bisa dapat kredit karbon,
tapi kredit karbonnya akan terdisun
karena akan ee dianggap diselamatkan di
satu titik tapi di titik lainnya tidak
terselamatkan. Nah, ini yang biasanya
oleh perusahaan lain dilakukan kerja
sama-kerja sama baik bagi ee konsesi
sekitar atau masyarakat sekitar yang
seperti juga dilakukan oleh pihak ee LMU
Pak Sulistio di Kalimantan Tengah. Jadi,
ada kerja sama dengan masyarakat di
dalam dan juga di sekitar konsesi ee
termasuk memberikan penghidupan bagi
mereka. Em tadi kalau pertanyaan kedua
mengenai ISG dan CS. Nah, kalau ISG itu
memang ada standarnya, Pak. eh
environmental social governance itu ada
standarnya. ee dimulai dari misalnya ee
beberapa ee investor termasuk juga IFC,
International Finance Corporation punya
beberapa eh assesment awal mengenai apa
sih yang bisa dikategorikan si
perusahaan ya investi atau yang menerima
pembiayaan dari AFC dan perbankan atau
lembaga pilihan lain tuh sudah eh memang
menerapkan prinsip-prinsip ESG,
environmental social governance. Jadi
kalau AFC punya AFC performance
standard, kemudian ada yang disebut eh
materializations dalam konteks CG. Nanti
dilihat dari segi lingkungannya apa saja
yang sudah dipenuhi, dari segi sosialnya
apa saja yang sudah dipenuhi, dari segi
tetap pemerintahannya atau governance
apa saja yang sudah dipenuhi. governance
ini maksudnya adalah selain segi ekonomi
dan lingkungan governance itu memastikan
bahwa si perusahaannya memang
transparan, kredibel, dan tidak ada
konflik kepentingan dan sebagainya
sehingga memang bisa menerapkan INS,
environment sosial menjadi lebih
apa fedible gitu, Pak. Nah, itu yang
memang di pihak USG sudah ada semacam ee
standar ee kemudian ee formula dan juga
kemudian verifikasi dan audit yang
memang bisa dilakukan secara lebih
terstruktur dalam konteks CSR. Nah, si
kan sebenarnya ini, Pak yang saya tahu
adalah ee kontribusi dari perusahaan ee
untuk ee memberikan ee saya enggak bisa
bilang kompensasi balik, tapi memberikan
support balik terhadap masyarakat dan
lingkungan sekitar. Jadi, sebenarnya CSR
bisa aja klik dengan ES yang dilakukan
oleh perusahaan. Jadi, CSR adalah metode
di mana untuk memastikan ISG-nya bisa
dilakukan secara lebih baik. Nah, tapi
juga ada banyak perusahaan, Pak, yang
karena belum melakukan ISG, CS-nya
dilakukan sekedar untuk memberikan
showcase lah ya, Pak. Bahwa perusahaan
peduli terhadap masyarakat sekitar.
Jadi, ada beberapa perusahaan mungkin
Pak S lebih paham dari e banyak pihak
memberikan atau membuat program CSR ee
yang mungkin enggak ada kaitannya dengan
aktivitas perusahaan sendiri. misalnya
ada ee CSL dilakukan untuk em sunatan
massal, kemudian ee apapun yang kemudian
dianggap ee oleh perusahaan membantu
masyarakat. Tapi kalau CSR-nya bisa klik
dengan ISG sebenarnya membantu dua dua
belah pihak. Membantu masyarakat tapi
juga membantu perusahaan, Pak. Ya,
CSR-nya difokuskan dalam konteks
environment. Misalnya environment apa?
Ternyata dampak, salah satu dampak
perusahaan adalah em anggaplah ada
masyarakat di sekitar konsesi perusahaan
yang ee penghidupannya mungkin terganggu
gara-gara ee aktivitas perusahaan atau
ee kalaupun enggak terganggu misalnya
perusahaannya ee mendapatkan ekonomi
lebih baik tapi masyarakatnya masih
tertinggal. Nah, mungkin salah satu
komponen CSR yang bisa dilakukan adalah
bisa enggak masyarakat masuk ke supply
chain-nya perusahaan. Nah, itu yang yang
bisa dikategorikan CSR yang nyambung
dengan ISG yang ada, Pak. Jadi, itu
memang tergantung perusahaan untuk
melihat bagaimana CSL bisa dimanfaatkan
untuk mendukung bisnis model perusahaan
termasuk ISG-nya dan juga mendukung
masyarakat. Moga-moga bisa eh connect
dengan ee respon atau pertanyaan Bapak
tadi ya. Makasih.
Oke. Baik, kepada Pak apakah ada hal-hal
yang ingin ditanggapi terlebih dahulu?
Oke.
Baik, kalau begitu
di sini masih ada tersisa waktu
dipersilakan kepada Bapak dan Ibu
ee untuk satu orang penanya lagi saja.
Dipersilakan barangkali ada hal-hal yang
ingin bertanya terkait restorasi.
Ya, dipersilakan kepada Bapak dan Ibu
semuanya apabila ingin bertanya terkait
restorasi ekosistem karena kebetulan Oh
iya. Baik, di sini sudah ada yang raise
hand yaitu Ibu Tresina dipersilakan
untuk mengajukan pertanyaannya.
I terima kasih Mbak, mohon izin tidak
aktifkan video.
Ee terima kasih Pak Fitri. ee karena
waktunya mepet juga mungkin Bitri bisa
memberikan contoh-contoh model
pengelolaan ekosistem mangruk pada
kawasan industri pesisir yang yang
mungkin terancam dengan pembukaan
industri-industri di kawasan pesisir di
tempat kota-kota mana saja, Pak, yang
sudah berhasil contoh-contoh model
pengelolaannya, model perlindungan dan
pengelolaan ekosistem mangb yang ada.
Terima kasih, Pak. Terima kasih, Mbak.
Mungkin langsung kali ya. Emm, terima
kasih ee Ibu Tresina.
Jadi
ee model-model
ee pesisir ee perlindungan mangrov atau
restorasi mangrov ee sebenarnya sudah
dilakukan di beberapa tempat.
Em ada yang saya tahu ee ada di Sulawesi
ee Tenggara ya em di mana ada
pengembangan kawasan ee industri
perikanan kemudian ee sekaligus ee
mangrov-nya di coba dikembangkan dengan
silvo fishery model ee dan sebagainya.
memang
tantangannya adalah ee seperti Ibu
Tresina tadi ee tanyakan sejauh mana
keberhasilannya. Nah, ini yang apa yang
saya juga enggak bisa bilang bahwa sudah
berhasil atau tidak berhasil. Jadi ada
beberapa
kawasan di bahkan di dekat Surabaya juga
ada kawasan mangrov atau ee budidaya
ee eh perlindungan dan restorasi mangrov
yang dekat sekali dengan
em kawasan industri gitu kan. Ee nah ini
yang kita kadang harus lihat secara
lebih luas di mana yang paling penting
buat saya adalah apakah zona
perlindungan ee dan restasi ekosistem
ini masuk ke zona lindung di dalam
konteks ee rencana zonasi atau rencana
tata ruang. Karena kemudian kalau sudah
dimasukkan berarti ada minimal kepastian
secara hukum bahwa kawasan perlindungan
ini bisa ee dipastikan akan terus ada ee
dengan di jangka panjang. Itu yang
pertama. Jadi apakah ini keberhasilan?
Ee belum tentu. Tapi minimal jadi
fondasi untuk memastikan keberhasilan ke
depannya.
Em yang saya lihat seperti itu di
beberapa tempat di Pesisir Jawa ee utara
minimal ada beberapa spot gitu kan. Tapi
memang skalanya harus lebih diperluas
sih sebenarnya yang yang mungkin
tantangan karena ee konflik antara si
atau tantangannya adalah ee skala si
kawasan mangrov yang ada dengan
keluasan industrinya sendiri gitu kan
yang memang lebih besar. Nah, yang
berikutnya tantangan utamanya adalah
bagaimana ee model restorasi mangrov ini
bisa juga melibatkan masyarakat lebih
luas. ee seringki
si ee kawasan model ataupun ee ee
aktivitas perlindungan dan restorasi ini
digagas oleh pemerintah. Tapi
keterlibatan masyarakatnya di di kawasan
industri itu tidak tidak seluas misalnya
di kawasan-kawasan lain yang di luar
kawasan industri karena masyarakat
melihat mungkin benefitnya belum terlalu
ee pas dan sebagainya. Nah, ini yang
mungkin harus lebih banyak kemudian
dipastikan ee dan di-support ee selain
tadi kepastian dari segi hukumnya. Ee
jadi memastikan ke depannya ada benefit
ee bagi masyarakat sehingga masyarakat
juga terlibat dan masyarakat menjaga dan
kontribusi bagi restorasi ekosistem
tadi. Ee berikutnya ee keterlibatan
perusahaan. Nah, misalnya di e kawasan
mangk di Jakarta ada banyak perusahaan
yang kemudian terlibat seperti tadi jadi
sponsor dan sebagainya. Karena itu yang
juga memberikan ee support pembiayaan
atau pendanaan di jangka ee bukan hanya
pendek tapi juga menengah dan panjang.
Karena pemerintah biasanya juga enggak
punya ee kapasitas atau sumber daya ee
keuangan yang ee memadai untuk
memastikan kawasan-kawasan lindung
ataupun restorasi ekosistem mangr yang
ada dekat industri itu bisa ee didukung
atau tersupport. Jadi sementara yang
saya lihat itu bahwa ee ada beberapa
kawasan ee zona lindung mangrov yang
sudah dimasukkan ke tata ruang atau
rencana Jonasi. Jonasi itu menjadi
pondasi baik di beberapa pesisir Jawa
ada ke Surabaya dan juga di Jakarta.
Tapi memang skalanya itu apakah bisa
diperbesar itu tantangannya. Kedua tadi
keterlibatan masyarakat dan juga ee
ketiga adalah pembiayaan.
Em, ketiganya ini menjadi istilahnya
fondasi penting ya. Ee tapi saya juga
enggak bisa bilang sudah berhasil atau
belum berhasil. Jadi ee mungkin masih
progres karena masih banyak hal yang
harus dibenahi. Kira-kira seperti itu.
Masih
ya. Baik, kepada Ibu Tresina apakah
sudah cukup jelas, Bu?
Oke. Baik, kita lanjutkan saja untuk
sesi tanya jawab ini dicukupkan. Terima
kasih kepada Bapak dan Ibu yang sudah
berpartisipasi
untuk menutup acara webinar ini kepada
Pakitri
untuk memberikan closing statementnya.
Emm singkat aja mungkin ee seperti yang
saya sebutkan di presentasi tadi em
bahwa aktivitas perlindungan dan
ekosistem eh sori restasi ekosistem itu
ee ternyata bukan sekedar emm
apa ya, hanya soal konservasi ya, soal
teknologi,
soal keterlibatan masyarakat, kebijakan
dan sebagainya, tapi bisa Jadi,
merupakan peluang ee bagi model bisnis
ee
yang berkelanjutan ke depannya dan juga
kalau memang bisa menarik ee investasi
ee yang bisa kemudian mendukung itu bisa
menjadi ee
alternatif ee ekonomi dan pembagi ee
pemerintah dan masyarakat yang ada di e
kawasan tersebut. Karena kalau enggak
ternyata ya itu ee resikonya adalah
ekosistem hutan, gambut atau bakau akan
dikonversi atau terdegasi menjadi ee
aktivitas ekonomi yang lain dan kemudian
ketika bencana lingkungan terjadi
biayanya akan lebih besar. Buat kita sih
ee sebagai orang Indonesia sebenarnya
peluang-peluang seperti ini harus bisa
kita manfaatkan. Tapi memang tentunya
untuk mengembangkan ee aktivitas ee
bisnis model yang seperti ini harus
lebih kredibel. Ada teknologi, ada
verifikasi, ee ada pondasi-pondasi yang
tadi juga disebutkan harus dicapai
terlebih dahulu sebelum kita bisa
membangun ee perlindungan atau aktivitas
perlindungan dan ee ekosistem yang bisa
kita anggap kredibel. Seperti itu
kira-kira. Saya pikir banyak sekali yang
kita bisa lihat dari Aceh dan Papua.
Teman-teman mungkin bisa explore lebih
lanjut. Ee dan mungkin ke depannya kita
kalau mau bisa diskusi lebih lanjut
mengenai contoh-contoh yang lebih ee
konkret ee mungkin mudah-mudahan kita
bisa juga explore. Terima kasih.
I baik terima kasih kepada Pak Fitrian.
Untuk selanjutnya di sini kita akan
melakukan dokumentasi terlebih dahulu
kepada Bapak dan Ibu semuanya yang bisa
open kamera dipersilakan.
Baik, kepada Bapak Ibu saya akan mulai
saja untuk melakukan dokumentasinya. Ya,
di sini saya akan melakukan perhitungan
mundur dimulai dari angka 3.
[Musik]
Ya, sekali lagi. 3 2
Oke. Baik, untuk dokumentasi dicukupkan
dan saya ucapkan terima kasih lagi
kepada Bapak Fitrian atas penyampaian
materinya yang sangat bermanfaat ini.
Semoga kita bertemu lagi di lain
kesempatan dan kepada Pak Fitrian
apabila ingin meninggalkan ruangan Zoom
sudah dipersilakan, Pak.
Terima kasih. Emm dan sekali lagi
selamat siang. Ee semoga Ibu Bapak
mendapatkan manfaat dari sharing session
kita dan kalau ada pertanyaan lebih
lanjut bisa share ke panitia. Insyaallah
saya bisa juga ee respon lewat panitia
nanti. Makasih sebelumnya.
Asalamualaikum.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Baik, kepada Bapak dan Ibu semuanya,
berakhir sudah acara webinar di hari
ini.
Dan bagi Bapak Ibu yang ingin
mendapatkan e-sertifikatnya, Bapak Ibu
dapat mengisi link presensi kehadiran
yang tertera di layar ini. Dan ketika
Bapak, Ibu mengisi presensi, pastikan
nama dan email sudah diketik dengan
benar karena hal ini akan mempengaruhi
pengiriman e-sertifikatnya.
Baik, saya akhiri kegiatan webinar hari
ini. Mohon maaf apabila ada salah sikap
dan ucap. Wabillahi taufik wal hidayah.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat siang dan selamat
melanjutkan aktivitas lainnya.