File TXT tidak ditemukan.
Webinar 118 Perlindungan dan Restorasi Ekosistem
f4GSbeqZKaE • 2025-07-10
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
dan e-learning yang dapat diakses di
manapun.
Jadi, awalnya saya mengikuti pelatihan
Eco Edio ini memang dari grup-grup di
alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut
pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh
bisa dianggap menarik ya, karena mereka
pengetahuan mereka tentang yang pengin
mereka ketahui itu meningkat gitu ya.
Kemudian skill-skill yang dihasilkan
dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa
dilihat begitu ya, terasa gitu
manfaatnya di kami terutama untuk e para
konsultan yang memerlukan tenaga-tenaga
ahli
juga. Saya memilih Eco Edu dan sempat
mengikuti pelatihannya juga dan itu
benaritu.
Nah, saya lihat Instagram itu ada Edu ya
yang akan menyelenggarakan pelatihan.
Nah, di sini juga saya banyak baca
terlebih dahulu ya terkait tentang
informasi yang disediakan oleh Paku.
Nah, menurut saya itu menjadi hal yang
membuat tertarik untuk ikut latihan
gitu. Jadi saya sering lihat di
Instagram gitu bagaimana Eko Idu
menyampaikan informasinya. Eko edu itu
bagus karena harian tatunya itu selalu
tergini terus mengikuti zaman dan juga
pelatihnya itu bagus-bagus dan
terbaiklahnya.
[Musik]
Iya. Ee yang pertama memang tentu saja
ini meningkatkan dan maksimalkan
skill-skill yang saya harapkan begitu
ya.
dalam penyusunan dokumen anda ejek saya
jadi bisa lebih produktif, lebih efektif
juga ee punya update gitu ya,
update-update persoalan-persoalan dalam
kebasan AMDA seperti ini dari ahlinya
langsung di lapangan begitu ya.
Pengalamannya tidak diragukan. Menurut
saya pelatihan yang disediakan ini
sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk
aksesnya gitu. Jadi ada teknologi
terbaru yang saya dapat itu diarnya itu
luar biasa ee pembelajarannya juga mudah
sekali untuk dipahami.
Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga
menambah ilmu pengetahuan yang banyak
banget.
[Musik]
eh e-learning ini memang di memang
sangat diperlukan sekali ya, terutama
untuk kita yang dengan keterbatasan
pengetahuan kemudian juga waktu mungkin
ee itu memberikan kita kesempatan untuk
kembali mengingat, kembali mendengarkan
paparan-paparan yang mungkin kurang
jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang
sesering mungkin kita inginkan. Kita
juga bisa review kembali sehingga
belajar kita bisa lebih efektif dan
efisien.
itu membantu sekali ketika pada saat
penyampaian materi ada yang ketinggalan
gitu ya. Jadi ee saya bisa lihat materi
itu di
sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil
materi terus lihat video yang bisa
diakses kapan aja dan di mana aja.
4 juta dengan informasi yang kami
peroleh itu jauh dari kasan sebenarnya.
Jadi apa namanya ya kalau saya bilang
terlalu murah itu jadi sepadanlah
sepadan Bu karena memang e pelatihan ini
pun sangat membantu ya dalam
menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di
e sekitar lingkungan saya sendiri gitu.
E saya kira sepat sesuailah dengan apa
yang kita dapatkan.
[Musik]
EKTP
efektif, tepat, dan profesional.
Hemat, cermat, dan hebat.
Keren, profesional dan juga keginian.
[Musik]
Pengembangan sumber daya manusia adalah
bagian dari proses dan tujuan dalam
pembangunan Indonesia.
Upaya membangun sumber daya manusia yang
berkualitas salah satunya dapat
dilakukan melalui pelatihan.
Ekoedu hadir sebagai platform pelatihan
lingkungan hidup yang bertujuan untuk
meningkatkan kinerja dan kualitas sumber
daya manusia.
Saat ini kami memiliki 15 paket
pelatihan, yaitu persetujuan teknis AI
limbah, persetujuan teknis emisi udara,
persetujuan teknis limbah B3, penyusunan
dokumen KLHs, penyusunan dokumen RPPLH,
pemodelan kualitas air sungai, pemodelan
dispersi udara, pemodelan air tanah,
life cycle assessment, perhitungan emisi
gas rumah kaca, pengelolaan banjir dan
sedimentasi sungai, perancangan dan
pemilihan insinerator sampah dan limbah
B3, pemantauan kualitas udara dan air
menggunakan sensor, pelatihan sistem
informasi geografis, dan pelatihan
remote sensing.
Alumni pelatihan kami sudah lebih dari
2.500 orang yang berasal dari seluruh
Indonesia. Pelayanan kami terbuka untuk
perusahaan, pemerintahan, perorangan,
ataupun pemerhati lingkungan. Ekoed Edu
selalu berusaha menyajikan pelatihan
yang berkualitas dengan menghadirkan
pengajar yang berpengalaman.
memberikan pengalaman langsung dengan
praktikum
dan e-learning yang dapat diakses di
manaun.
Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan
Eco Edio ini memang dari grup-grup di
alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut
pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh
bisa dianggap menarik ya, karena mereka
pengetahuan mereka tentang yang pengin
mereka ketahui itu meningkat gitu ya.
Kemudian skill-skill yang dihasilkan
dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa
dilihat begitu ya, terasa gitu
manfaatnya di kami, terutama untuk e
para konsult hutan yang memerlukan
tenaga-tenaga ahli sehingga saya memilih
Eco Edu dan sempat mengikuti
pelatihannya juga dan itu terbukti benar
gitu.
Nah, saya lihat Instagram itu ada Edu ya
yang akan menyenggarakan pelatihan. Nah,
di sini juga saya baca baca terlebih
dahulu ya terkait tentang informasi yang
disediakan oleh. Nah, menurut saya itu
menjadi hal yang membuat tertarik untuk
ikut pelatihan gitu. Jadi saya sering
lihat di Instagram gitu bagaimana Ibu
menyampaikan informasinya. Eko edu itu
bagus karena pelatihan-pelatihnya itu
selalu terkini terus mengikuti zaman dan
juga pelatihnya itu bagus-bagus dan
terbaiklah kejutannya.
[Musik]
Iya. Ee yang pertama memang tentu saja
ini meningkatkan dan maksimalkan
skill-skill yang saya harapkan begitu
ya. ter dalam penyusunan dokumen AMD
saya jadi bisa lebih produktif, lebih
efektif juga ee punya update gitu ya,
update-update persoalan-persoalan dalam
jurusan AMDA terkini dari ahlinya
langsing di lapangan begitu yang
pengalamannya tidak diragukan. Menurut
saya pelatihan yang disediakan ini
sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk
aksesnya gitu. Jadi ada teknologi
terbaru yang saya dapat itu diar ya itu
luar biasa ee pembelajarannya juga mudah
sekali untuk dipahami.
Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga
menambah ilmu pengetahuan yang banyak
banget.
[Musik]
eh-learning ini memang di memang sangat
diperlukan sekali ya, terutama untuk
kita yang dengan keterbatasan
pengetahuan kemudian juga waktu mungkin
ee itu memberikan kita kesempatan untuk
kembali mengingat, kembali mendengarkan
paparan-paparan yang mungkin kurang
jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang
sesering mungkin yang kita inginkan.
Kita juga bisa review kembali sehingga
belajar kita bisa lebih efektif dan
efisien.
arning itu membantu sekali ketika pada
saat penyampaian materi ada yang
ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa
lihat materi itu di 7
sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil
materi terus lihat video yang bisa
diakses kapan aja dan di mana aja.
4 juta dengan informasi yang kami
peroleh itu jauh dari kas padan
sebenarnya. Jadi apa namanya ya? Kalau
saya bilang terlalu murah itu jadi
sepadanlah.
Jadi menurut sepadan Bu karena memang
pelatihannya itu pun sangat membantu ya
dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang
ada di e sekitar lingkungan saya sendiri
gitu. Saya kira sepat sesuailah dengan
apa yang kita dapatkan.
[Musik]
E-KTP
efektif, tepat dan profesional.
Hemat, cermat, dan hebat.
Keren, profesional dan juga keginian.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat siang Bapak, Ibu,
dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang
kembali di webinar Eko Edu ke-118.
Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak
Ibu semua yang sudah selalu setia untuk
mengikuti acara webinar ini. Hari ini
webinar Eko akan mengangkat tema
perlindungan dan restorasi ekosistem.
Perkenalkan saya Dini yang akan bertugas
sebagai moderator pada acara ini. Baik
Bapak Ibu semuanya, sebelum memulai
webinar pada siang ini, alangkah baiknya
kita berdoa bersama-sama sesuai dengan
agama dan kepercayaan masing-masing.
Berdoa dipersilakan.
Berdoa dicukupkan.
Untuk acara selanjutnya, mari kita
menyanyikan lagu Indonesia Raya secara
bersama-sama. Diharapkan kepada Bapak
dan Ibu untuk duduk tegak.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Untuk selanjutnya izinkan saya
mempromosikan tiga pelatihan dalam waktu
dekat ini yang akan diselenggarakan oleh
kami
yakni yang pertama itu adalah pelatihan
sistem informasi geografis yang akan
dilaksanakan pada tanggal 14 sampai
dengan 18 Juli 2025. Lalu yang kedua ada
pelatihan dan sertifikasi pengambilan
contoh uji air atau PCUA yang akan
dilaksanakan pada minggu yang sama yaitu
pada tanggal 14 sampai dengan 18 Juli
2025. Lalu kemudian pada minggu depannya
ee kami akan mengadakan pelatihan dasar
AMDAL yang akan dilaksanakan pada
tanggal 21 hingga 29 Juli tahun 2025.
Dan untuk pelatihan sistem informasi
geografis ini akan mendapatkan diskon
10% apabila Bapak dan Ibu melakukan
pembayaran pada H-1 pelatihan.
Dan jika Bapak, Ibu
dan untuk informasi lebih lanjut dapat
menghubungi admin kami yaitu Riris Dan
Nisa. Selain itu juga Bapak, Ibu dapat
mengunjungi sosial media kami yaitu ada
Instagram, YouTube channel, Facebook,
Twitter, dan juga Bapak Ibu bisa
mengakses pada website resmi kami di
www.ecoedu.co.id
ataupun Bapak Ibu jika langsung tertarik
untuk mendaftar, silakan dapat mengakses
ke pendaftaran.co.id.
Selain itu juga kami terdapat inhouse
training yang dapat dilakukan secara
offline sesuai dengan permintaan dari
instansi atau perusahaan Bapak dan Ibu
semuanya. Jadi kami tunggu Bapak Ibu di
pelatihan.
Baik, selanjutnya kita akan langsung
saja masuk pada kegiatan utama kita di
mana webinar kali ini kita akan
berdiskusi mengenai perlindungan dan
restorasi ekosistem.
Dan kami juga telah menghadirkan
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya untuk memberikan materi dan
wawasan yang bermanfaat. Baik,
perkenankan saya untuk memperkenalkan
narasumber kita hari ini yaitu Bapak
Fitrian Ardiansah. Beliau merupakan SG
dan Impact Director
ACLF ADN Capital Climate Hongkong
dan kebetulan ee Pak Fitrian ini sudah
ada di dalam ruangan Zoom. Selamat siang
kepada Pak Fitrian.
Selamat siang. Bisa mendengar saya ya?
Iya bisa Pak Fitri ya. Bagaimana
kabarnya Pak hari ini?
Alhamdulillah baik. Semoga yang lain
juga baik ya.
I. Baik. Ee untuk itu sebelum kita mulai
Pak, izinkan saya menyampaikan terlebih
dahulu beberapa teknis. Yaitu yang
pertama untuk pemaparan dilaksanakan
selama 1 seteng jam kemudian nanti
dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang
menggunakan aplikasi Slido dan dilanjut
lagi dengan tanya jawab secara langsung.
Baik, untuk mengefektifkan waktu saya
serahkan ruangan Zoom ini kepada Pak
Fitrian dan kepada Bapak Ibu semuanya.
selamat mengikuti acara webinar ini.
Oke. Emm terima kasih. Selamat pagi
menjelang siang ee Ibu Bapak sekalian.
Ee terima kasih atas kesempatan yang
diberikan. Ee mungkin saya akan coba
share screen ya. Ee semoga bisa.
Apakah sudah bisa dilihat ya? screen
saya
ee sudah bisa, Pak.
Oke, saya coba.
Ibu, Bapak sekalian, selamat pagi
menjelang siang sekali lagi em
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Dalam kesempatan kali ini
ee saya diminta dan dipercaya untuk
sharing mengenai aspek-aspek yang
berkaitan dengan perlindungan dan
restorasi ekosistem.
Ee kebetulan ee ada beberapa pengalaman
yang sudah ee saya dan beberapa
mitra atau partner sudah lakukan dalam
konteks ini. Ee mungkin nanti kita bisa
juga diskusi mengenai ee opportunity
atau peluang dan kemudian
tantangan-tantangan yang dihadapi oleh
Ibu dan Bapak sekalian dalam konteks
perlindungan dan restorasi ekosistem
yang ada di Indonesia. Ee tapi
sebelumnya mungkin saya ingin
memperkenalkan
ee diri terlebih dahulu. Nama saya
Fitran Ardiansyah. Saat ini saya
dipercaya ee menjadi ESG dan Impact
Director dari suatu fund atau eh
pendanaan atau pembiayaan yang
dikembangkan oleh salah satu financial
institutions atau lembaga pembiayaan
yang ada di Hongkong. Eh, fan ini di ee
bentuk di Desember 2023 namanya Asia
Climate Smart Landscape Fund. Ee jadi ee
pembiayaan ini ditujukan kepada ee SMI
atau UKM unit usaha ee kecil dan
menengah ee di Asia ee termasuk juga di
Indonesia yang ee melakukan aktivitas
bisnis di sektor-sektor seperti
pertanian, kehutanan ee dan juga
budidaya perikanan yang ingin juga
selain menghasilkan revenue ee atau
penghasilan tapi juga ee ee ingin
meng-create impact ee atau dampak yang
positif terhadap lingkungan dan sosial.
dampak-dampaknya salah satunya tentunya
adalah bagaimana hutan tetap dijaga
dengan baik, ekosistem dijaga dengan
baik, kemudian tentunya ee
penanggulangan perubahan iklim ee
livelihood atau penghidupan yang layak
bagi masyarakat setempat dan juga
gender. Nah, selain itu juga ee saya
dipercaya eh menjadi salah satu regional
steering committee member eh level Asia
Tenggara oleh satu lembaga global yaitu
Tropical Forest Alliance eh yang punya
asosiasi terhadap World Economic Forum.
Mungkin Ibu Bapak eh pernah mendengar
World Economic Forum adalah suatu
lembaga internasional yang fokus untuk
mendorong eh sustainability tapi juga
perdagangan internasional.
Em selain itu eh saya juga diminta
menjadi global board member eh di Belgia
untuk satu NGO internasional yang
disebut Rectao Foundations. Eh mereka
men-support atau e mendorong e
pengembangan food system eh secara
global termasuk juga di Indonesia dan
Asia Tenggara. Nah, kebetulan saat ini
saya lagi ada di ee Belanda, Ibu, Bapak,
sebagai salah satu e representatif yang
dipercaya oleh ee Pemerintah Republik
Indonesia untuk menjadi consultative
committee member di lembaga PBB ee yang
fokusnya adalah pembiayaan ee bagi ee
skala kecil dan menengah untuk komoditas
yang namanya Comon Fund for commodities.
Di Indonesia sendiri saya diminta juga
menjadi advisory board member untuk satu
ee lembaga yang disebut lingkar temu
Kabupaten Lestari. Jadi dengan beberapa
ee pengalaman itu kita ee misalnya sudah
mengembangkan ee interferensi ee
kemudian model bisnis dan investasi
untuk mendorong ee transformasi ke ISG.
ee ISG adalah suatu ee angle untuk ee
memastikan bahwa perusahaan, company
ataupun investasi menjadi lebih ee
peduli terhadap lingkungan, sosial, dan
juga tata pemerintahan tentunya.
Kemudian juga bagaimana bisa
merempeduksi gas rumah kaca dan
mendorong kelestarian di tingkat ee
bukan hanya Indonesia tapi juga Asia dan
global.
Ee semoga setelah ini kita bisa ee lebih
lanjut ee berdiskusi kalau memang ada
pertanyaan Ibu Bapak yang berkaitan
dengan apa yang ee juga saya lakukan
saat ini. Mungkin langsung kita masuk ke
aspek-aspek perlindungan dan restorasi
ekosistem.
Ee jadi saya akan fokuskan ketiga ee
komponen utama dalam konteks ee
perlindungan dan restasi ekosistem. Yang
pertama tentunya karena kita punya ee
luasan hutan yang cukup ee luas dan
signifikan ketiga terbesar setelah
Brazil kemudian ee Konggo Basisin ya di
Afrika tentunya di Asia Tenggara
Indonesia punya luasan hutan. Eeah. Nah,
kita ketika melihat ee aspek ini
tentunya bagaimana kita bisa ee melihat
opportunity atau peluang ee bagaimana
bisa mendorong perlindungan hutan dan
ekosistem hutan dan restorasinya. Nah,
apalagi karena memang ada
tekanan-tekanan yang lumayan cukup ee
signifikan terhadap ee ekosistem hutan
yang ada di Indonesia. ee misalnya untuk
pengembangan ee pertanian juga untuk
pengembangan ee tambang misalnya untuk
pengembangan perumahan atau
infrastruktur yang lain. Jadi hutan
makin lama juga makin terdesak dan
apakah kemudian hutan-hutan yang
kemudian sudah terdegradasi bisa
kemudian dipulihkan kembali dalam
konteksasi ekosistem itu fokus dalam
pembahasan kali ini. Nah, yang kedua
adalah gambut. kawasan ekosistem gambut
adalah sesuatu ekosistem yang
sangat-sangat penting ee bukan hanya di
Indonesia tapi juga skala global. Ee di
Indonesia sendiri ee luasan gambut e
jutaan hektar. Ee bahkan ee sebelum
periode pemerintahan saat ini,
pemerintahan sebelumnya tuh punya suatu
lembaga yang disebut BRG dan kemudian
menjadi BRGM, Badan Restorasi Gambut dan
kemudian menjadi Badan Restorasi Gambut
dan Mangrov. Jadi bisa dilihat bagaimana
pentingnya gambut ee di mata pemerintah
Republik Indonesia sekaligus juga di
mata dunia. Jadi kalau kita lihat gambut
bukan hanya ada tutupan vegetasi di ee
atasnya. Nah, biasanya hutan hutan
gambut ee hutan tawa gambut, tapi juga
ada ee kandungan lain yang juga tidak
kalah penting ya. Kandungan yang pertama
adalah tentunya bagaimana karbon ee stok
karbon misalnya di ee cakup oleh ee
kawasan atau ekosistem gambut ini.
Karena biasanya kan ee secara ekosistem
ee gambut ini mungkin Bapak Ibu juga
sudah mengetahui ketika dia basah ee
kawasan ee tanah gambutnya itu
sebenarnya ee meng-capture atau
mengabsorb ee karbon yang lumayan besar.
Nah, ketika ada terjadi ee aktivitas
yang mengubah ekosistem gambut ini
menjadi ee aktivitas bisnis atau ekonomi
yang lain misalnya menjadi perkebunan
apakah kelapa sawit kemudian atau HTI,
hutan tanaman industri atau dibuka.
Untuk apapun biasanya kan yang terjadi
adalah ee ee apa terjadi ee pembukaan
kanal misalnya karena airnya kemudian
harus dikeringkan. Nah, terjadilah
kemudian air kering, gambut yang
sifatnya seperti sponge kemudian ee
mengering dan kemudian
menyusut. Nah, al hasil adalah karbon
yang sebenarnya dicapture di jambut tadi
kemudian ee teremisi atau terlepas ke
atmosfer. Nah, ini yang ee bisa
berkontribusi ee lumayan signifikan atau
parah ee terhadap perubahan iklim.
Karena ketika ee gas ee rumah kaca
termasuk metan dan sebagainya dari
gambut atau karbon ee dioksida dari
gambut ee keluar atau dilepaskan. Bahkan
ini menjadi ee kontributor utama dalam
konteks ee emisi gas rumah kaca. Apalagi
misalnya ketika kering biasanya gambut
itu juga ee sangat rentan untuk ee
terbakar. Nah, ini yang sering dulu
terjadi misalnya ee karutlah. em apa
kebakaran hutan dan lahan biasanya e
banyak terjadi di lahan gambut yang
dikeringkan atau kering dan di musim
kemarau kalau misalnya terjadi kebakaran
agak susah memadamkan api di kawasan
ekosistem gambut karena dia
sangat-sangat kering dibandingkan
misalnya kawasan hutan biasa. Ee yang
ketiga komponen ekosistem yang ee saya
ingin ee kita bisa diskusi sama-sama
adalah ee ekosistem mangrov atau bakau.
Kenapa ini penting? Ada beberapa ee
aspek yang sangat-sangat ee bisa kita ee
diskusikan. Yang pertama tentunya
mangrov atau gambut ini punya ee lokasi
ee di ee suatu ee area yang sangat e
unik. di mana kalau hutan misalnya lebih
banyak emang di ee apa di dalam ee di
dalam konteks misalnya pulau besar
seperti Kalimantan ee Jawa ee Sumatera
bahkan Papua atau Sulawesi. Tapi kalau
di ee hutan bakau ee hutan Ra Bakau
misalnya dia ada di pesisir. Nah, selain
punya aspek untuk penyerapan karbon,
kemudian juga perlindungan ee
biodiversity atau keragaman hayati,
em mangrov ee atau gambut ee sori atau
bakau ini ee bisa ee menjadi ee punya
fungsi yang sangat penting untuk
regulasi air dari ee laut ee ke ee ee
dalam dan juga dari dalam ee dari darat
atan maksud saya ke ee laut dan biasanya
air dibakau itu agak ee pahap payau atau
dalam istilah bahasa Inggrisnya brackage
water. Nah, ini yang kemudian biasanya
bagus untuk juga emm ee unsur e
pengembangan ee benih-benih dari ikan,
kemudian udang dan sebagainya. sehingga
seringki juga akhirnya ee kawasan
ekosistem ee bakau diubah fungsinya ee
secara ee lumayan signifikan dan ee
besar menjadi tambak-tambak udang atau
tambak-tambak ikan. Kalau misalnya
dibukanya agak selampangan, maka
bakaunya akan habis dan fungsi dari
bakau yang untuk mencegah banjir tadi,
untuk mencegah abrasi dan sebagainya
menjadi ee terkikis dan alhasil banyak
sekali kemudian adalah pesisir yang
menjadi rentan kalau misalnya ee terjadi
bencana ee lingkungan seperti banjir,
abrasi dan sebagainya. Ee selain itu
juga seperti sama seperti hutan dan
gambut ee bakau juga punya ee fungsi
yang lumayan strategis untuk penyerapan
karbon. Sehingga makanya ketika ada
beberapa regulasi saat ini yang ingin
mendorong ee perubahan iklim menjadi
lebih kuat ee salah satunya adalah di
gambut dan dibakau karena penyerapan
karbon apalagi blue karbon dibakau itu
ee lumayan tinggi. Nah, ini yang tiga ee
ekosistem ini yang akan ee kita bahas
sama-sama. Ee dan mudah-mudahan nanti
kita bisa berinteraksi lebih banyak
untuk berdiskusi hutan karena ruasannya
sangat-sangat besar di Indonesia. Gambut
juga sangat-sangat besar dan tentunya
bakau Indonesia punya ee signifikan
secara signifikan luasan ee ekosistem
ketiga ini yang lumayan besar.
Emm, Ibu Bapak sekalian ee mungkin
pertanyaannya kemudian mengapa
perlindungan dan restorasi terhadap
ketiga ekosistem ini menjadi penting?
Yang pertama kalau kita lihat dari ee
angka-angka atau historis sejarah ya
mengenai ekosistem yang ada di
Indonesia, hutan aja misalnya, ee gambut
dan juga mangrov atau bakau secara
keseluruhan
ee secara global.
ekosistem ketiga hal ini ee lumayan
terancam.
Jadi ee dalam konteks deforestasi
ee yang kita bisa lihat adalah misalnya
ee FAO ee suatu lembaga PBB yang memang
memfokuskan ee mengenai mengenai hutan
ee kemudian ekosistem dan sebagainya ee
memuat laporan bahwa sejak ee tahun 1946
hutan di ee bumi ini itu ee hilang
sampai 2020 ya sekitar
ee 4 eh sori. Ee jadi menurut laporan ee
tahun 46 ini hutan di per seluas 4
miliar hektar. Tapi ee sayangnya terjadi
penyusutan yang lumayan
ee signifikan, lumayan besar ee dalam
konteks ee pengurangan ee kawasan hutan
ee yang ada di ee seluruh dunia. Ee di
Indonesia sendiri menurut catatan
Kementerian Kehutanan misalnya ee laju
deprestasi tahun ee 1996 sampai 2000 itu
pernah terjadi ee lumayan besar, lumayan
tinggi ya kehilangan atau laju
deforestasi hutan kita itu sekitar 3,5
juta hektar. Jadi ada jutaan hektar yang
hilang sudah dalam 20 tahun terakhir.
Apa risikonya kalau hutan itu hilang?
Nah, tentunya fungsi-fungsi yang ee tadi
saya sebutkan itu menjadi hilang juga
gitu kan. Fungsi ee menangkap air
sehingga kalau misalnya terjadi hutan
yang ada di ee pegunungan hilang berarti
regulasi untuk banjir, bagaimana ee air
bisa diserap dan sebagainya jadi hilang.
Dan alhasil biasanya kota-kota yang ada
di hilir itu akan terkena ee dampak yang
lumayan besar. termasuk misalnya e di
Jakarta ketika hutan yang ada di ee
puncak dan sekitarnya itu hilang ee
selain juga masalah sampah ya itu ee
menyebabkan run off atau limpasan
menjadi lebih besar. Kemudian tentunya
tadi bagaimana mitigasi perubahan iklim
karena ee absorsi ataupun penyerapan
karbon itu menjadi juga hilang. ee
bahkan kalau di ee beberapa negara
menyebutkan bahwa Nature base solution
atau solusi yang berbasis alam ini
ditempatkan menjadi prioritas. Solusi
yang berbasis alam adalah bagaimana
penyerapan karbon atau regulasi karbon
itu bisa dilakukan oleh ee ekosistem ee
alami termasuk di antaranya hutan ee
bakau dan gambut. Kemudian dalam konteks
degradasi gambut seperti yang diud sudah
saya sampaikan tadi di awal ini bisa
juga berkontribusi besar kalau hilang ee
makanya perlindungan dan restasinya
menjadi penting e karena dia menjadi
sumber utama emisi karbon terutama kalau
misalnya terjadi kebakaran hutan dan
lahan. Jadi bagaimana ee gambut bisa
lebih di ee
jaga, kemudian bisa lebih di restorasi.
Nah, itu akan menyebabkan ee emisi
karbon bisa dikurangi dan kemudian ee
perubahan iklim bisa tetap dijaga.
Kemudian hilangnya mangrov tentunya
seperti yang ee saya juga sebutkan tadi,
bagaimana ini bisa ee secara signifikan
mengancam ee ketahanan ee daerah-daerah
atau kawasan pesisir yang ada di
Indonesia. Dan kita tahu negara kita
adalah negara kepulauan. Kalau misalnya
ee ekosistem alami seperti manglov
hilang, maka kota-kota besar ataupun
daerah pesisir yang ada di Indonesia
yang rata-rata memang ee penting secara
ekonomi, kita tuh biasanya harus
investasi untuk e mengurangi abrasi dan
sebagainya lewat misalnya ee pembangunan
seawall gitu kan atau tembok ee yang
besar gitu kan ee di ee pesisil dan itu
nilai investasinya nya miliaran bahkan
bisa sampai triliunan rupiah. Dan itu
sangat-sangat
ee memberatkan bagi bukan hanya kita
sebagai masyarakat karena kita membayar
pajak tentunya untuk pembangunan
infrastruktur seperti itu tapi juga
pemerintah karena budget atau anggaran
pemerintah kan terbatas. Nah, ini yang
kemudian akan menyebabkan beban terhadap
pemerintah dan pada gilirannya adalah
rakyat Indonesia sendiri.
Hanya saja memang untuk menjamin
perlindungan ekosistem hutan, gambut,
dan juga bakau yang ada secara existing
itu enggak gampang. Kenapa? Ternyata ada
fenomena yang mungkin terjadi bukan
hanya dalam konteks ekosistem e hutan
gambut dan bakau yang ada di Indonesia,
tapi juga untuk banyak hal yang kita
hadapi di Indonesia adalah fragmentasi
kebijakan. Jadi banyak sekali yang kita
lihat misalnya kebijakan dari sektor A
mendorong perlindungan hutan misalnya,
tapi ternyata ee kebijakan yang ee
dikembangkan oleh sektor B atau
Kementerian B atau ee provinsi A,
Provinsi C atau Kabupaten D itu tabrakan
dengan yang sudah ada misalnya di ee
kebijakan di sektor lain. Contoh kasus
misalnya ada beberapa kebijakan kita
tahu bagaimana ee Kementerian Kehutanan
atau dulu Kementerian Kehutanan dan Nikm
Hidup mendorong ee perlindungan hutan
karena suatu hutan dianggap sebagai
warisan dunia atau suatu hutan dianggap
ee sebagai ee kawasan penting bagi
beberapa ee karena keragaman hayati atau
bagi masyarakat setempat. Tapi ternyata
ada izin yang dikeluarkan tumpang tindih
misalnya untuk ee pengembangan
perkebunan atau pengembangan tambang
yang baru-baru ini kita tahu ee ada
diskusi dan juga ee debat lumayan em
kuatlah ya ee antara satu pihak dan
pihak lainnya atau masyarakat dengan
pemerintah atau NGO dengan pemerintah
atau media dengan pemerintah misalnya
dengan penambangan yang terjadi di ee
kawasan raja
Nah, itu hal-hal yang kemudian kita
lihat seringki terjadi tabrakan atau
ketidaksinkronan
ee tidak siniri eh sinergi antara satu
kebijakan dengan kebijakan lain. Ini
yang sering menyebabkan hutan, gambut,
dan bakau sulit untuk dilindungi atau
kemudian bahkan sulit untuk diestorasi
kembali. Karena bagaimana kita mau
melindungi ilmu restorasi kalau tidak
ada klarifikasi atau ee kejelasan
terhadap suatu kebijakan. Siapa yang mau
kemudian secara konsisten melakukan itu?
Agak sulit. Nah, ini yang kemudian
tantangan dianggap menjadi tantangan
utama. Yang kedua adalah em sepertinya
ee dibandingkan misalnya em apa
pembangunan infrastruktur. Nah, seperti
misalnya membuat ee drenase, membuat ee
dam atau waduk dan sebagainya memang
mahal jalan dan sebagainya. E tapi
ternyata untuk mengelola dan melindungi
hutan, gambut dan bakau dan
merestorasinya tidak juga murah karena
luasan yang ada cukup ee signifikan
jutaan hektar misalnya yang ada di
Indonesia dan ini memerlukan ee
pembiayaan atau pendanaan yang lumayan
besar. ee tapi juga bukan hanya sekedar
untuk menjaga. Kan memang ada masyarakat
yang hidup di dalam kawasan hutan,
gambut atau bakau tadi dan juga di
sekitarnya yang membutuhkan support atau
ee penghidupan dari hutan, gambut dan
bakau tadi. Nah, biasanya pendanaan itu
juga di ee perlukan bukan hanya untuk
tadi misalnya menanam pohon. Eh, kalau
menanam pohon saja mungkin akan straight
forward eh secara langsung mudah, tapi
bagaimana menanam pohon juga memberikan
manfaat bagi masyarakat sekitar itu juga
ee biasanya ee budget atau anggaran yang
dikelola atau dibuat harus juga me ee
ikut sertakan unsur-unsur ee
perkembangan ee taraf hidup dan juga
ekonomi masyarakat. Jadi, bagaimana
masyarakat juga bisa mendapatkan manfaat
dari ee restorasi atau perlindungan
hutan, gambut dan bakau tadi. Jadi,
komponen-komponen sosial ee livelihood
eh penghidupan dan sebagainya harus
menjadi ee komponen program yang penting
dan itu juga menyebabkan anggaran ee
kalau kita mau melakukannya dengan baik
akan lebih ee ee tinggi ketimbang cuma
sekedar menanam pohon atau merestorasi
ee secara teknis misalnya. Jadi
keterlibatan masyarakat lokal dan asli
ini penting karena merekalah yang pada
gilirannya ee mendapatkan manfaat dan
juga menjaga ee hutan gambut dan bakau
yang ada di tempat-tempat yang memang
penting itu. Yang berikutnya adalah
seperti tadi juga berkaitan dengan
fragmentasi kebijakan
itu ee kita belum melihat secara ee
sistematis misalnya bagaimana nilai
ekonomi yang ada dan sudah dibuat oleh
hutan gambut dan bakau tadi dianggap
sama ee atau tingginya sama dengan nilai
ekonomi dari aktivitas-aktivitas
industri atau aktivitas-aktivitas
aktivitas ekonomi lain yang kemudian
membabat hutan atau menggundeli hutan
atau mengkonversi hutan menjadi ee
industri atau sektor lain. Nah, karena
tidak dianggap sama atau belum dianggap
sama sehingga seringki di beberapa
kesempatan
ee banyak sekali orang melihat oh kalau
memang ada hutan atau bakau atau ee
gambut itu sebenarnya tidak memberikan
manfaat ekonomi terhadap ee pemerintahan
misalnya provinsi kabupaten atau
nasional dibandingkan misalnya dibuka
atau digunduli atau diganti atau
dikonversi menjadi ekonomi atau
aktivitas ekonomi lain. Nah, yang ini
yang terjadi karena memang di ee catatan
ataupun ee assesment ataupun hitungan
dari ekonomi seringki itu agak jomplang.
Ee saya sendiri belajar mengenai hal
itu. Jadi misalnya gini, contoh kasus
kita akan tahu bagaimana pentingnya atau
punya nilai ekonominya suatu sistem tadi
kalau sudah terjadi bencana.
Ee tadi saya menjelaskan mengenai ee
banjir. Ee kalau di beberapa negara lain
itu dimasukkan di dalam konteks ee
ekonomi lingkungan ya. Misalnya ada satu
ekosistem hutan anggaplah yang menjadi
fungsi water catchment area atau daerah
tangkapan air. Nah, kemudian kalau
daerah-daerah tangkapan air ini
tergunduli gitu kan atau hilang, bahkan
banjir kemudian akan terjadi lebih
sering ee atau lebih besar. Nah, itu
cost atau biaya yang dihadapi oleh
masyarakat dan pemerintah dan aktivitas
ekonomi karena banjir itu kemudian
dijadikan
dasar untuk menilai
fungsi dari suatu kawasan hutan tadi.
Misalnya, oh karena ee misalnya kalau
hutan itu hilang, banjir ini akan
mengebabkan menyebabkan misalnya
kerugian. Em misal ini semisalnya
kerugian 100 miliar dalam ee setahun.
Nah, itu kemudian di ee dikaitkan dengan
oke berarti fungsi atau nilai ekonomi
dari kawasan hutan, bakau atau gambut
tadi adalah sekitar 100 miliar. Nah, ini
ketika membuat anggaran di pemerintahan
ada nilai ekonomi dari si kawasan ini
yang di kemudian diattach atau
diasosiasikan terhadap ee fungsi
kawasan. Karena kalau enggak nanti oke
kita bisa aja ee atau ada pihak lain
bisa aja bilang bahwa oke berarti hutan
bisa aja digantikan karena tidak ada
nilai ekonominya dengan misalnya maaf ee
perkebunan kelapa sawit atau hutan
tanaman industri atau ee tambang dan
sebagainya yang mungkin memberikan nilai
sama atau kurang dari itu. Tapi karena
fungsi hutannya yang bagus tadi sudah
hilang, bahkan cost atau biaya yang
kemudian dihasilkan karena banjir,
karena kekeringan, karena apapun menjadi
lebih besar. Nah, itu yang seringkiali
tidak masuk. Kita hanya menghitungnya
ketika terjadi bencana. hal-hal semacam
itulah yang juga penting. Belum lagi ee
beberapa banyak sekali kawasan hutan ee
kemudian bakau dan gambut yang
memberikan penghasilan dan penghidupan
bagi masyarakat yang ada di situ dan
sekitar apakah itu dari misalnya
pembibitan ikan, budidaya perikanan, ee
nonimber value very products atau
produk-produk ee bukan kayu misalnya
apakah ada dari ee madu kemudian
buah-buahan dan sebagainya dan
sebagainya. Nah, hal-hal kayak gitu
memang seringki tidak tercakup dalam
valuasi ekonomi yang secara utuh yang
bisa dilakukan.
Ee tapi
kalau kita mau melihat em restorasi atau
perlindungan ee hutan, gambut, bakau
yang ada di Indonesia, sebenarnya ada
banyak ee sudah contoh-contoh yang ee
lumayan positif yang dilakukan oleh
beberapa inisiatif baik yang dilakukan
oleh pemerintah maupun juga swasta
maupun juga masyarakat ee yang bisa
mendorong ee perlindungan dan juga resi
ekosistem hutan. bakau dan gambut ini ee
menjadi lebih kuat. Nah, contoh-contoh
praktis yang saya tampilkan ini hanyalah
contoh kecil dari yang sudah ada banyak
di Indonesia. Cuma memang tantangannya
adalah bagaimana ee contoh-contoh ini
bisa diperbanyak lagi dan kemudian
diperkuat lagi oleh tadi
kebijakan-kebijakan yang lebih konsisten
dan juga valuasi ekonomi yang juga lebih
em ter ee struktur ya. ee dan juga
komprehensif sehingga hutan, bakau, dan
gambut tidak hanya dinilai ketika
terjadi bencana. Misalnya, salah satu
yang saya senang ee dan kita pernah
interaksi ee dan saya kenal adalah
misalnya lestari capital. Lestari
capital ini dibangun atau dikelola ee
atau digagas ee sebagai blended finance
atau pembiayaan campuran oleh
sektor-sektor swasta. Jadi pada dasarnya
banyak sekali ee pembeli produk dari
Indonesia kemudian juga brand ataupun
merek-merek internasional melihat bahwa
mereka harus berkontribusi balik
terhadap apa yang mereka sudah ambil
dari ee alam yang ada di Indonesia dan
di beberapa tempat di dunia. Jadi mereka
kemudian
menggagas suatu blended finance ini atau
pembiayaan atau pendan campuran ini dan
mereka sebut lestari capital dengan
rimba kolektif. Jadi eh
lulusan swasta yang bergerak di pap dan
kertas, kemudian agribisnis, kemudian
juga FMCG ee seperti Uniliver, Pepsico,
dan sebagainya. mereka kemudian
mengumpulkan ee sedemikian rupa
pembiayaan atau pendanaan untuk
memberikan kontribusi balik terhadap
konservasi atau perlindungan ekosistem
dan juga restorasi yang ada di Indonesia
dan di beberapa negara. Jadi target
mereka adalah dengan kontribusi ini
mereka bisa mendukung restorasi sekitar
500.000 hektar ee di beberapa tempat ee
termasuk di Indonesia selama 25 tahun.
Jadi sistemnya adalah ee ketika ada satu
area yang ingin ee dijadikan ee area
perlindungan dan ekosist ee dan
restorasi ekosistem yang dikelola oleh
baik oleh ee perusahaan maupun oleh ee
masyarakat ini bisa disupport
pembiayaannya selama 25 tahun. Jadi
modelnya adalah pembayarannya itu
berdasarkan ee performance atau hasil
dari konservasi atau restorasinya. Jadi
kalau ee misalnya dalam 25 tahun per
tahunnya dia audit ee ternyata hasilnya
bagus eeah maka ee akan ada e support
pembiayaan atau pendanaan yang ee
diberikan terhadap ee manajemen atau
pengelola dari suatu kawasan tersebut.
Nah, ini di Indonesia ada beberapa ee
hutan ee perhutanan sosial ee yang juga
di-support. Kemudian ada beberapa em
kawasan perlindungan yang di-support
karena ini link dengan supply chain atau
rantai pasok dari ee beberapa komoditas
yang memang ee
apa dikembangkan juga di Indonesia.
Misalnya misalnya contoh yang menarik
adalah misalnya ada satu ee rantai pasok
sawit. Nah, mereka tahu kalau misalnya
sawit itu di ee kembangkan, dikelola,
tapi kemudian hutan sekitarnya hancur,
sawit sendiri yang akan rugi. Masyarakat
sekitar juga ya rugi. Jadi ee
perusahaan-perusahaan yang kemudian
bergerak di sektor sawit ini kemudian
juga mengidentifikasi
dan mencoba berkontribusi ee melindungi
hutan ee atau gambut yang ada di
sekitar. Ketika sudah diidentifikasi ee
misalnya ada 10.000 1000 hektar kawasan
hutan penting baik hutan lindung dan
sebagainya atau kawasan perhutanan
sosial. Nah, kemudian mereka memberikan
semacam proposal kepada Stari Capital
dan rimba kolektif untuk mendapatkan
support pendanaan. Nah, kemudian dari
Lestari Patanan Rimba kolektif melihat
oke apakah ini bisa didanai dan dari ee
support ee yang ada apakah bisa kemudian
ee dilakukan konservasi ataupun ee
restorasi selama 25 tahun. Ini yang ee
menjadi model bisnis dari ee restari
capital dan rimbah kolektif. intinya
adalah ternyata ada
perusahaan-perusahaan yang juga ee
peduli terhadap perlindungan resasi
ekosistem dan mereka kemudian bersepakat
untuk sama-sama memberikan support ee
lewat ee istilahnya anggaran mereka.
Nah, jadi bukan hanya pemerintah, tapi
juga ada perusahaan yang kemudian
berkontribusi balik terhadap lantai
pasok yang ada dan berkontribusi
terhadap ee perlindungan dan restorasi
ekosistem di beberapa tempat atau
termasuk di Indonesia. Nah, ini yang
salah satu model bisnis contoh praktis
yang lumayan menarik ee yang bisa
diangkat.
Yang berikutnya adalah emm
ternyata juga di Indonesia dibuka
kesempatan untuk ee mempunyai lisensi
atau izin ee untuk mengembangkan yang
disebut ee konsesi restorasi ekosistem.
Ee jadi sejak dulu sampai sekarang
misalnya ada area-area konservasi atau
area-area hutan yang mungkin sebelumnya
menjadi ee bisa dikatakan seperti HPH ya
ee hak pengusahaan hutan baik hutang
alam atau apapun bisa kemudian diubah
rezinernya menjadi izin restorasi
konsosisten. Nah, ini sudah dilakukan
oleh beberapa pihak dan izinnya juga
sudah dikeluarkan oleh Kementerian ee
KLHK sebelumnya dan sekarang Kementerian
Kehutanan. Contohnya misalnya adalah
hutan harapan ee di ee Jambi dan juga
hutan ee di sekitar Bukit 30. Jadi ada
perusahaan-perusahaan
yang biasanya juga didorong atau
didukung oleh beberapa yayasan dan mitra
konservasi NGO misalnya ee dan mereka
membentuk PT yang mengelola ee konsesi
resturasi ekosistem ini. Jadi
pendanaannya ee biasanya ee link atau
berkaitan dengan yayasan dan mitra
konservasi tersebut sehingga bisa
membantu pemerintah yang memang ee
lumayan sudah ee punya beban banyak
untuk memfokuskan untuk melindungi hutan
lindung, kemudian juga ee kawasan
konservasi yang ee utama dan sebagainya.
Nah, hutan-hutan yang sebelumnya
mempunyai izin misalnya HPH dan
sebagainya sebagainya ini bisa dikonvers
konversi menjadi konsesi restorasi
ekosistem. Ee selain itu ada juga
konsesi-konsesi PBPh ee perhutanan eh
kehutanan yang ada di Indonesia yang
kemudian ee juga melakukan perlindungan
hutan. ee jadi hutannya tidak ditebang
atau kayunya tidak ditebang ee dan
restorasi ekosistem ee tapi mungkin
salah satu revenue generation-nya atau
income yang ada itu dihasilkan dari
misalnya penjualan ee kredit karbon. Ee
jadi sejak beberapa tahun yang lalu
sampai kemudian di moratorium ee ada
beberapa konsesi yang melakukan ini.
Nah, salah satunya ada di Kalimantan
Tengah. mungkin Ibu Bapak ee sudah tahu
ee apa ee limbah makmur utama ee di
Katingan ee melakukan hal ini. Jadi
mendapatkan ee revenue dari karbon ee
penjualan karbon kredit atau kredit
karbonnya dan ee revenueya ini di ee
gunakan untuk kemudian melindungi gambut
yang ada di konsesi dan juga memberikan
support terhadap ee livelihood atau
penghidupan masyarakat yang ada di ee
area konsesi dan sekitarnya. Ya, ini
yang bisa kemudian dijadikan salah satu
juga contoh praktis yang lumayan menarik
ya untuk ee terus didorong ke depannya.
Ee selain perusahaan swasta, kemudian
mitra konservasi dan juga ee koalisi
seperti restari capital tembak kolektif
tadi, ada beberapa proyek baik gambut
dan mangrov yang juga didukung oleh
pemerintah sebelumnya oleh e BRGM ya,
Badan Testasi Gambut dan Mangrov.
sekarang dilanjutkan oleh Kementerian
Kehutanan dan sebagian juga dilanjutkan
oleh KKP, Kementerian Kelautan dan
Perikanan. Nah, hal-hal ini tentunya
sangat-sangat bergantung terhadap satu
ee budget atau anggaran yang dipunyai
oleh pemerintah. Nah, kita tahu bahwa
pemerintah bebannya besar sekali dari
Aceh sampai Papua untuk melindungi
jutaan hektar bahkan puluhan juta hektar
dari ee kawasan konservasi seperti
tambah nasional ee hutan lindung dan
sebagainya. Nah, ini yang makanya ee
kolaborasi dan juga kerja sama dengan
pemerintah dan masyarakat eh sori swasta
dan masyarakat menjadi penting. Nah,
dalam konteks kemitraan masyarakat dan
rehabilitasi berbasis mata pencaharian
yang memang mendukung em penghidupan
masyarakat sekitar, sebenarnya
pemerintah memberi memberikan peluang
atau membuka peluang untuk pengembangan
konsesi atau izin perhutanan sosial.
Nah, ada beberapa contoh ee perutanan
sosial yang lumayan sukses menurut ee
kami ee dan ini bisa dilihat di beberapa
tempat termasuk di ee Sumatera dan
Kalimantan misalnya. Ee ini ada contoh
6000 hektar hutan bakau ee di wilayah
Kalbar
yang saya pernah kunjungi juga di
wilayah ee Padang Tikar ee itu di
Kalimantan Barat di ee Kabupaten
Kuburaya.
Jadi masyarakatnya ee 13 desa atau 12
desa saya lupa. Ee tapi kemudian mereka
membentuk suatu ee organisasi LMHD
lembaga masyarakat tatan desa. Kemudian
mendapatkan izin dari Kementerian PLHK
pada saat itu atau kehutanan untuk
mengelola kawasannya dan kemudian ee
bakau, area bakau dan juga area gambut
di sana kemudian di restorasi dan
dilindungi oleh masyarakat sekitar.
karena itu menjadi ee pokok penghidupan
atau sumber penghidupan dari masyarakat.
Nah, bagaimana pembiayaannya? masyarakat
ee waktu itu membentuk suatu organisasi
juga ekonomi yang kemudian melihat
alternatif eh livelihood dari sana
apakah dari perikanannya,
apakah dari madu dan sebagainya untuk
kemudian ee produk ini bisa dijual dan
menghasilkan yang kemudian berkontribusi
terhadap restorasi dan juga perlindungan
ekosistem tadi. plus juga ee mereka
mendapatkan pinjaman pada saat itu dari
BLU badan ee layanan umum oleh ee
Kementerian ee Kehutanan atau KLHK yang
kemudian dilanjutkan oleh BPDLH, Badan
Pengelola Dana Lingkungan Hidup. Nah,
ini juga suatu interaksi bagi ee contoh
praktis yang ada di Indonesia. Nah,
BPDLH sendiri lumayan menarik, Ibu Bapak
sekalian. Jadi, ada satu lembaga
sebenarnya di di ee pemerintahan pusat
ee yang disebut BPDLH, Badan Pengelola
dan Lingkungan Hidup yang bisa
memberikan pembiayaan bagi masyarakat
atau kelompok masyarakat atau koperasi
untuk ee peningkatan penghidupan mereka
dengan catatan dengan syarat bahwa si
masyarakat atau kelompok masyarakat atau
koperasi tadi harus berkontribusi
terhadap perlindungan hutan dan juga
restorasi hutan. Kalau di kita misalnya
ke perbankan ee minta pinjaman misalnya
itu kan biasanya diminta agunan atau
kolateral. Agunannya apakah aset rumah
kita, aset tanah kita, gudang kita, dan
sebagainya dalam konteks bisnisnya. Nah,
dalam konteks BPDLH Badan Pengelola Dana
Lingkungan Hidup aset yang dilihat
adalah pohon atau ee kawasan hutan yang
ada di sekitar yang memang dikelola ee
atau dikontribusikan untuk dijaga oleh
masyarakat. Jadi kalau misalnya ada
tegakan-tegakan pohon yang memang
dianggap berkontribusi terhadap
perlindungan hutan, nah itu yang menjadi
aset yang tidak boleh ditebang misalnya.
Nah, masyarakat kemudian bisa
mendapatkan pembiayaan atau pinjaman
untuk ee mengelola ee atau mengembangkan
bisnis ee penghidupan mereka apakah
untuk budidaya perikanan, budidaya
pertanian dan sebagainya dengan catatan
pohon-pohon tadi tidak ditebang. Nah,
ini juga salah satu contoh praktis yang
menjadi menarik ya yang bisa diangkat di
Indonesia. ya. Jadi sebenarnya ada
banyak ee aspek yang dilakukan sudah
dilakukan di Indonesia, tapi mungkin ini
yang harus ee lebih banyak di ee
skalanya dikembangkan, diperkuat dan
sebagainya. Nah, ee untuk memastikan
bahwa pembiayaan atau pendanaan bagi
perlindungan dan ee ekosistem-ekosistem
hutan ee gambut dan bakau tadi menjadi
lebih kuat. sebenarnya ada peluang lain
ee di luar yang bisa kemudian menjadi
dibuka lebih lanjut. Tadi ee saya
sampaikan mengenai pembiayaan karbon
tentunya ini memerlukan verifikasi ee
lewat ee beberapa ee standar ee di
internasional yang sekarang sepertinya
juga sudah mulai ee punya sinergi dengan
apa yang dilakukan oleh pemerintah
Indonesia. Misalnya gold standard. Kalau
standar sudah sudah ada penangan
pendantakan
mutual recognition agreement dengan
pemerintah Indonesia. Vera saya dengar
juga akan ee melakukan itu. Jadi, apapun
yang dilakukan untuk ee mitigasi
perubahan iklim, penyerapan karbon lewat
hutan, gambut ataupun bakau bisa
kemudian diakui juga oleh internasional
dan ee kredit karbonnya ee bisa jadi
link dengan apa yang ee kita sama-sama
inginkan dan juga diinginkan oleh pihak
internasional. Jadi diakui oleh
pemerintah Indonesia dan juga diakui
oleh pihak internasional. Nah, ini ee
boleh dikatakan sebagai work in
progress. Jadi, masih di masih digodok
oleh pemerintah Indonesia. Jadi, kita
tinggal menunggu. Selain itu, model ee
investasi atau pembian lainnya eh kita
biasanya sebut sustainable landscape
finance. Jadi, eh blended finance atau
pembiayaan campuran di mana ada gabungan
dari donor, investor, dan swasta.
seperti tadi lestari capital, ada
model-model lain di mana ada konsorsium
dari donor, dari investor dan juga
swasta melihat oke landskap mana yang
kemudian bisa didorong. Saya pikir
biasanya sekarang nih ada beberapa
provinsi ee atau beberapa kabupaten yang
disasar oleh gabungan Donor Investa
Swasta tadi. Mungkin Ibu Bapak bisa ee
bisa ee lihat nanti di provinsi dan
kabupaten masing-masing apakah memang
ada inisiatif-inisiatif yang mendorong
sustainable landscape finance seperti
ini. Nah, berikutnya yang baru yang
mulai dikembangkan oleh perbankan dan
investor yang ada di luar negeri dan
juga mulai dengan Indonesia adalah Green
Bonds dan blue carbon credits. Green
bonds adalah eh surat utang yang
dikeluarkan
eh oleh perbankan misalnya ee yang
menjamin misalnya bahwa satu project ini
akan memberikan dampak positif termasuk
juga ee mencegah deforestasi ee
berestorasi ekosistem dan sebagainya.
Nah, ini di beberapa negara ee surat
utang Green Bond ini menjadi menarik
karena kemudian investor melihat bahwa
ketika mereka ingin invest atau membeli
surat utang tadi bukan hanya mendapatkan
keuntungan tapi juga mendapatkan dampak
positif. Nah, ini mungkin hal-hal yang
bisa kemudian dikembangkan lebih lanjut
di Indonesia. ee karena biasanya kita
mengeluarkan surat utang ee tanpa
embel-embel lain. Nah, dengan
embel-embel bahwa juga bisa
berkontribusi terhadap perlindungan dan
restorasi ekosistem menjadi lumayan
menarik. Kalau enggak salah Indonesia
juga punya beberapa hal yang serupa
untuk ee misalnya energi terbarukan ada
green bond atau green sukuk ee yang
secara syariah atau islami juga sudah
dikembangkan di Indonesia. Nah, untuk
blue carbon kredit atau kredit karbon
biru ini masih dalam tahap ee awal ee
terutama untuk mangrov dan juga ee apa
ee rumput laut dan sebagainya untuk ee
daerah-daerah pesisir. Nah, ini yang
menjadi penting karena ternyata ee
komponen karbonnya lumayan besar dari
mangkrov. Nah, ini yang memang
pemerintah sekarang lagi godok juga
regulasinya dan sebagainya. kita masih
menunggu apakah bisa kemudian link atau
dikaitkan dengan pengembangan ee kredit
karbon biru yang lumayan signifikan ee
secara skala. Ee selain itu pembiayaan
berbasis jurisdiksi atau kawasan atau
administrasi disbut jurisdictional red
plus. Kalau enggak salah Indonesia sudah
punya kerja sama di beberapa provinsi
yang paling terkenal adalah Kalimantan
Timur, FCPF, Forest Carbon Partnership
Facility antara World Bank. Bank Dunia
ee pemerintah Indonesia dan juga ee
pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Jadi ada ee support di mana ada
pembayaran berbasis performance eh untuk
pencegahan deforestasi di
provinsi-provinsi tadi. Ee saya kalau
enggak salah juga pernah mendengar ya
hal yang sama ee dan melihat ee untuk
Jambi misalnya biocarbon fund. Nah, ini
sesuatu yang mungkin bisa di ee tanyakan
lagi di provinsi kedua provinsi itu
bagaimana kemudian ini bisa memberikan
dampak ee terhadap swasta dan juga
masyarakat sekitar dari pembiayaan
berbasis juridiksi tadi. Namun memang
investor atau
pemilik dana ee yang ingin berkontribusi
dalam memperkuat investasi di
perlindungan dan ekosistem atau
restorasi ekosistem ini ee akan datang
atau akan bergabung kalau ada beberapa
komponen yang sudah dipenuhi oleh ee
misalnya pemerintah Republik Indonesia
ataupun kita semua ya. Pertama, apakah
ada regulasi yang jelas?
Tadi kan kita sudah sebut mengenai kita
tambahkan antara satu peraturan dengan
peraturan yang lain. Kemudian juga
kejelasan mengenai misalnya ee
pengembangan kredit karbon. Apakah bisa
akses ke pasal global? Apakah kemudian
investor bisa di ee fasilitasi untuk
mengembangkan ini, bagaimana izinnya
bisa dipermudah dan sebagainya. Karena
kalau tidak agan sulit ya ee ini
berkembang. kita sudah lumayan eh
tertinggal dibandingkan misalnya negara
seperti Colombia, Brazil dan sebagainya
dalam konteks hal-hal semacam ini.
Kemudian tentunya reputasi perusahaan.
Apakah perusahaan-perusahaan yang ada di
Indonesia ee ketika ingin menarik
investasi yang lumayan hijau itu punya
reputasi perusahaan? Apakah mereka juga
sudah comply atau sudah ee memenuhi
persyaratan ISG ya, environmental,
social, dan governance gitu kan. Nah,
ini harus diverifikasi ee harus diaudit
ee perusahaan-perusahaan tadi ketika
mereka ingin juga misalnya mengelola ee
atau berkontribusi terhadap perlindungan
dan juga e restorasi ekosistem. Dan
terakhir ee biasanya investor akan
melihat ini dampak yang memang
dijanjikan ini bisa enggak diukur atau
jangan-jangan hanya klaim saja, terutama
dari segi sosial dan dari segi ekologi.
Benar enggak sih investasi yang masuk
misalnya ee benar-benar dipakai untuk
mengelola hutan misalnya 10.000 hektar
tadi atau ee memberikan dampak dan
manfaat bagi masyarakat sekitar.
jangan-jangan hanya ee dipakai oleh
pengelola, tapi tanpa ada ee multiplier
eh benefit bagi masyarakat sekitar atau
bagi hutannya itu sendiri. Nah, ini
memang ee menyebabkan
tantangan-tantangan yang lumayan besar
bagi ee pengelola kemudian bagi ee apa
ee yang ingin berkontribusi terhadap ee
perlindungan dan juga restorasi
ekosistem. Jadi memang enggak mudah ee
membuatnya, tapi juga bukan sesuatu yang
mustahil untuk melakukannya. So, it's
not easy being green, tapi sesuatu yang
bisa kita lakukan.
Ee berikutnya
ee sebenarnya untuk memastikan
em kita bisa menjamin bahwa apa yang
kita lakukan itu kredibel ya,
perlindungan dan restorasi ekosistem ini
ada beberapa teknologi yang bisa
kemudian kita pakai dan bisa ee kita
gunakan untuk ee menunjukkan bahwa apa
yang kita lakukan itu kredibel dan valid
ya, terutama bisa diverifikasi.
ee biasanya em si konsesi atau aktivitas
perlindungan dan stasi ekosistem tadi
baik di tingkat perusahaan maupun
masyarakat ee biasanya connect terhadap
teknologi. Apakah dilakukan eh satelit
imagery dari ee satelit untuk memantau
dan memonitoring ee terjadinya
perlindungan hutan daerah-daerah mana
yang memang bisa sudah dilakukan
konservasi ataupun restorasi dan
restorasinya ee dilakukan secara baik
gitu kan. Karena kalau enggak kan orang
enggak akan percaya ya. Kita misalnya
melakukan penanaman pohon tapi kemudian
pohonnya mati dalam ee beberapa tahun ke
depan. Nah, ini yang harus di ee
buktikan dari ee teknologi seperti
remote sensing, kemudian sensor thermal
ee dan kamera trap ya. kamera trap atau
kamera jebak ini mungkin eh untuk
menunjukkan bahwa biodiversity atau
keanekaan hayati yang ada di kawasan
tadi juga bisa dilindungi. Nah, di
beberapa kesempatan pemerintah ee
Republik Indonesia juga menunjukkan oh
ternyata ee terjadi recover
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:09:00 UTC
Categories
Manage