File TXT tidak ditemukan.
Webinar 118 Perlindungan dan Restorasi Ekosistem
f4GSbeqZKaE • 2025-07-10
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] dan e-learning yang dapat diakses di manapun. Jadi, awalnya saya mengikuti pelatihan Eco Edio ini memang dari grup-grup di alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh bisa dianggap menarik ya, karena mereka pengetahuan mereka tentang yang pengin mereka ketahui itu meningkat gitu ya. Kemudian skill-skill yang dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa dilihat begitu ya, terasa gitu manfaatnya di kami terutama untuk e para konsultan yang memerlukan tenaga-tenaga ahli juga. Saya memilih Eco Edu dan sempat mengikuti pelatihannya juga dan itu benaritu. Nah, saya lihat Instagram itu ada Edu ya yang akan menyelenggarakan pelatihan. Nah, di sini juga saya banyak baca terlebih dahulu ya terkait tentang informasi yang disediakan oleh Paku. Nah, menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik untuk ikut latihan gitu. Jadi saya sering lihat di Instagram gitu bagaimana Eko Idu menyampaikan informasinya. Eko edu itu bagus karena harian tatunya itu selalu tergini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya itu bagus-bagus dan terbaiklahnya. [Musik] Iya. Ee yang pertama memang tentu saja ini meningkatkan dan maksimalkan skill-skill yang saya harapkan begitu ya. dalam penyusunan dokumen anda ejek saya jadi bisa lebih produktif, lebih efektif juga ee punya update gitu ya, update-update persoalan-persoalan dalam kebasan AMDA seperti ini dari ahlinya langsung di lapangan begitu ya. Pengalamannya tidak diragukan. Menurut saya pelatihan yang disediakan ini sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk aksesnya gitu. Jadi ada teknologi terbaru yang saya dapat itu diarnya itu luar biasa ee pembelajarannya juga mudah sekali untuk dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan yang banyak banget. [Musik] eh e-learning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya, terutama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan kemudian juga waktu mungkin ee itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat, kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin kita inginkan. Kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisien. itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa lihat materi itu di sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan di mana aja. 4 juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari kasan sebenarnya. Jadi apa namanya ya kalau saya bilang terlalu murah itu jadi sepadanlah sepadan Bu karena memang e pelatihan ini pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di e sekitar lingkungan saya sendiri gitu. E saya kira sepat sesuailah dengan apa yang kita dapatkan. [Musik] EKTP efektif, tepat, dan profesional. Hemat, cermat, dan hebat. Keren, profesional dan juga keginian. [Musik] Pengembangan sumber daya manusia adalah bagian dari proses dan tujuan dalam pembangunan Indonesia. Upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas salah satunya dapat dilakukan melalui pelatihan. Ekoedu hadir sebagai platform pelatihan lingkungan hidup yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas sumber daya manusia. Saat ini kami memiliki 15 paket pelatihan, yaitu persetujuan teknis AI limbah, persetujuan teknis emisi udara, persetujuan teknis limbah B3, penyusunan dokumen KLHs, penyusunan dokumen RPPLH, pemodelan kualitas air sungai, pemodelan dispersi udara, pemodelan air tanah, life cycle assessment, perhitungan emisi gas rumah kaca, pengelolaan banjir dan sedimentasi sungai, perancangan dan pemilihan insinerator sampah dan limbah B3, pemantauan kualitas udara dan air menggunakan sensor, pelatihan sistem informasi geografis, dan pelatihan remote sensing. Alumni pelatihan kami sudah lebih dari 2.500 orang yang berasal dari seluruh Indonesia. Pelayanan kami terbuka untuk perusahaan, pemerintahan, perorangan, ataupun pemerhati lingkungan. Ekoed Edu selalu berusaha menyajikan pelatihan yang berkualitas dengan menghadirkan pengajar yang berpengalaman. memberikan pengalaman langsung dengan praktikum dan e-learning yang dapat diakses di manaun. Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan Eco Edio ini memang dari grup-grup di alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh bisa dianggap menarik ya, karena mereka pengetahuan mereka tentang yang pengin mereka ketahui itu meningkat gitu ya. Kemudian skill-skill yang dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa dilihat begitu ya, terasa gitu manfaatnya di kami, terutama untuk e para konsult hutan yang memerlukan tenaga-tenaga ahli sehingga saya memilih Eco Edu dan sempat mengikuti pelatihannya juga dan itu terbukti benar gitu. Nah, saya lihat Instagram itu ada Edu ya yang akan menyenggarakan pelatihan. Nah, di sini juga saya baca baca terlebih dahulu ya terkait tentang informasi yang disediakan oleh. Nah, menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik untuk ikut pelatihan gitu. Jadi saya sering lihat di Instagram gitu bagaimana Ibu menyampaikan informasinya. Eko edu itu bagus karena pelatihan-pelatihnya itu selalu terkini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya itu bagus-bagus dan terbaiklah kejutannya. [Musik] Iya. Ee yang pertama memang tentu saja ini meningkatkan dan maksimalkan skill-skill yang saya harapkan begitu ya. ter dalam penyusunan dokumen AMD saya jadi bisa lebih produktif, lebih efektif juga ee punya update gitu ya, update-update persoalan-persoalan dalam jurusan AMDA terkini dari ahlinya langsing di lapangan begitu yang pengalamannya tidak diragukan. Menurut saya pelatihan yang disediakan ini sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk aksesnya gitu. Jadi ada teknologi terbaru yang saya dapat itu diar ya itu luar biasa ee pembelajarannya juga mudah sekali untuk dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan yang banyak banget. [Musik] eh-learning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya, terutama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan kemudian juga waktu mungkin ee itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat, kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin yang kita inginkan. Kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisien. arning itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa lihat materi itu di 7 sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan di mana aja. 4 juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari kas padan sebenarnya. Jadi apa namanya ya? Kalau saya bilang terlalu murah itu jadi sepadanlah. Jadi menurut sepadan Bu karena memang pelatihannya itu pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di e sekitar lingkungan saya sendiri gitu. Saya kira sepat sesuailah dengan apa yang kita dapatkan. [Musik] E-KTP efektif, tepat dan profesional. Hemat, cermat, dan hebat. Keren, profesional dan juga keginian. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang kembali di webinar Eko Edu ke-118. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Ibu semua yang sudah selalu setia untuk mengikuti acara webinar ini. Hari ini webinar Eko akan mengangkat tema perlindungan dan restorasi ekosistem. Perkenalkan saya Dini yang akan bertugas sebagai moderator pada acara ini. Baik Bapak Ibu semuanya, sebelum memulai webinar pada siang ini, alangkah baiknya kita berdoa bersama-sama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa dipersilakan. Berdoa dicukupkan. Untuk acara selanjutnya, mari kita menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Diharapkan kepada Bapak dan Ibu untuk duduk tegak. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Untuk selanjutnya izinkan saya mempromosikan tiga pelatihan dalam waktu dekat ini yang akan diselenggarakan oleh kami yakni yang pertama itu adalah pelatihan sistem informasi geografis yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 sampai dengan 18 Juli 2025. Lalu yang kedua ada pelatihan dan sertifikasi pengambilan contoh uji air atau PCUA yang akan dilaksanakan pada minggu yang sama yaitu pada tanggal 14 sampai dengan 18 Juli 2025. Lalu kemudian pada minggu depannya ee kami akan mengadakan pelatihan dasar AMDAL yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 hingga 29 Juli tahun 2025. Dan untuk pelatihan sistem informasi geografis ini akan mendapatkan diskon 10% apabila Bapak dan Ibu melakukan pembayaran pada H-1 pelatihan. Dan jika Bapak, Ibu dan untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi admin kami yaitu Riris Dan Nisa. Selain itu juga Bapak, Ibu dapat mengunjungi sosial media kami yaitu ada Instagram, YouTube channel, Facebook, Twitter, dan juga Bapak Ibu bisa mengakses pada website resmi kami di www.ecoedu.co.id ataupun Bapak Ibu jika langsung tertarik untuk mendaftar, silakan dapat mengakses ke pendaftaran.co.id. Selain itu juga kami terdapat inhouse training yang dapat dilakukan secara offline sesuai dengan permintaan dari instansi atau perusahaan Bapak dan Ibu semuanya. Jadi kami tunggu Bapak Ibu di pelatihan. Baik, selanjutnya kita akan langsung saja masuk pada kegiatan utama kita di mana webinar kali ini kita akan berdiskusi mengenai perlindungan dan restorasi ekosistem. Dan kami juga telah menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya untuk memberikan materi dan wawasan yang bermanfaat. Baik, perkenankan saya untuk memperkenalkan narasumber kita hari ini yaitu Bapak Fitrian Ardiansah. Beliau merupakan SG dan Impact Director ACLF ADN Capital Climate Hongkong dan kebetulan ee Pak Fitrian ini sudah ada di dalam ruangan Zoom. Selamat siang kepada Pak Fitrian. Selamat siang. Bisa mendengar saya ya? Iya bisa Pak Fitri ya. Bagaimana kabarnya Pak hari ini? Alhamdulillah baik. Semoga yang lain juga baik ya. I. Baik. Ee untuk itu sebelum kita mulai Pak, izinkan saya menyampaikan terlebih dahulu beberapa teknis. Yaitu yang pertama untuk pemaparan dilaksanakan selama 1 seteng jam kemudian nanti dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang menggunakan aplikasi Slido dan dilanjut lagi dengan tanya jawab secara langsung. Baik, untuk mengefektifkan waktu saya serahkan ruangan Zoom ini kepada Pak Fitrian dan kepada Bapak Ibu semuanya. selamat mengikuti acara webinar ini. Oke. Emm terima kasih. Selamat pagi menjelang siang ee Ibu Bapak sekalian. Ee terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Ee mungkin saya akan coba share screen ya. Ee semoga bisa. Apakah sudah bisa dilihat ya? screen saya ee sudah bisa, Pak. Oke, saya coba. Ibu, Bapak sekalian, selamat pagi menjelang siang sekali lagi em asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dalam kesempatan kali ini ee saya diminta dan dipercaya untuk sharing mengenai aspek-aspek yang berkaitan dengan perlindungan dan restorasi ekosistem. Ee kebetulan ee ada beberapa pengalaman yang sudah ee saya dan beberapa mitra atau partner sudah lakukan dalam konteks ini. Ee mungkin nanti kita bisa juga diskusi mengenai ee opportunity atau peluang dan kemudian tantangan-tantangan yang dihadapi oleh Ibu dan Bapak sekalian dalam konteks perlindungan dan restorasi ekosistem yang ada di Indonesia. Ee tapi sebelumnya mungkin saya ingin memperkenalkan ee diri terlebih dahulu. Nama saya Fitran Ardiansyah. Saat ini saya dipercaya ee menjadi ESG dan Impact Director dari suatu fund atau eh pendanaan atau pembiayaan yang dikembangkan oleh salah satu financial institutions atau lembaga pembiayaan yang ada di Hongkong. Eh, fan ini di ee bentuk di Desember 2023 namanya Asia Climate Smart Landscape Fund. Ee jadi ee pembiayaan ini ditujukan kepada ee SMI atau UKM unit usaha ee kecil dan menengah ee di Asia ee termasuk juga di Indonesia yang ee melakukan aktivitas bisnis di sektor-sektor seperti pertanian, kehutanan ee dan juga budidaya perikanan yang ingin juga selain menghasilkan revenue ee atau penghasilan tapi juga ee ee ingin meng-create impact ee atau dampak yang positif terhadap lingkungan dan sosial. dampak-dampaknya salah satunya tentunya adalah bagaimana hutan tetap dijaga dengan baik, ekosistem dijaga dengan baik, kemudian tentunya ee penanggulangan perubahan iklim ee livelihood atau penghidupan yang layak bagi masyarakat setempat dan juga gender. Nah, selain itu juga ee saya dipercaya eh menjadi salah satu regional steering committee member eh level Asia Tenggara oleh satu lembaga global yaitu Tropical Forest Alliance eh yang punya asosiasi terhadap World Economic Forum. Mungkin Ibu Bapak eh pernah mendengar World Economic Forum adalah suatu lembaga internasional yang fokus untuk mendorong eh sustainability tapi juga perdagangan internasional. Em selain itu eh saya juga diminta menjadi global board member eh di Belgia untuk satu NGO internasional yang disebut Rectao Foundations. Eh mereka men-support atau e mendorong e pengembangan food system eh secara global termasuk juga di Indonesia dan Asia Tenggara. Nah, kebetulan saat ini saya lagi ada di ee Belanda, Ibu, Bapak, sebagai salah satu e representatif yang dipercaya oleh ee Pemerintah Republik Indonesia untuk menjadi consultative committee member di lembaga PBB ee yang fokusnya adalah pembiayaan ee bagi ee skala kecil dan menengah untuk komoditas yang namanya Comon Fund for commodities. Di Indonesia sendiri saya diminta juga menjadi advisory board member untuk satu ee lembaga yang disebut lingkar temu Kabupaten Lestari. Jadi dengan beberapa ee pengalaman itu kita ee misalnya sudah mengembangkan ee interferensi ee kemudian model bisnis dan investasi untuk mendorong ee transformasi ke ISG. ee ISG adalah suatu ee angle untuk ee memastikan bahwa perusahaan, company ataupun investasi menjadi lebih ee peduli terhadap lingkungan, sosial, dan juga tata pemerintahan tentunya. Kemudian juga bagaimana bisa merempeduksi gas rumah kaca dan mendorong kelestarian di tingkat ee bukan hanya Indonesia tapi juga Asia dan global. Ee semoga setelah ini kita bisa ee lebih lanjut ee berdiskusi kalau memang ada pertanyaan Ibu Bapak yang berkaitan dengan apa yang ee juga saya lakukan saat ini. Mungkin langsung kita masuk ke aspek-aspek perlindungan dan restorasi ekosistem. Ee jadi saya akan fokuskan ketiga ee komponen utama dalam konteks ee perlindungan dan restasi ekosistem. Yang pertama tentunya karena kita punya ee luasan hutan yang cukup ee luas dan signifikan ketiga terbesar setelah Brazil kemudian ee Konggo Basisin ya di Afrika tentunya di Asia Tenggara Indonesia punya luasan hutan. Eeah. Nah, kita ketika melihat ee aspek ini tentunya bagaimana kita bisa ee melihat opportunity atau peluang ee bagaimana bisa mendorong perlindungan hutan dan ekosistem hutan dan restorasinya. Nah, apalagi karena memang ada tekanan-tekanan yang lumayan cukup ee signifikan terhadap ee ekosistem hutan yang ada di Indonesia. ee misalnya untuk pengembangan ee pertanian juga untuk pengembangan ee tambang misalnya untuk pengembangan perumahan atau infrastruktur yang lain. Jadi hutan makin lama juga makin terdesak dan apakah kemudian hutan-hutan yang kemudian sudah terdegradasi bisa kemudian dipulihkan kembali dalam konteksasi ekosistem itu fokus dalam pembahasan kali ini. Nah, yang kedua adalah gambut. kawasan ekosistem gambut adalah sesuatu ekosistem yang sangat-sangat penting ee bukan hanya di Indonesia tapi juga skala global. Ee di Indonesia sendiri ee luasan gambut e jutaan hektar. Ee bahkan ee sebelum periode pemerintahan saat ini, pemerintahan sebelumnya tuh punya suatu lembaga yang disebut BRG dan kemudian menjadi BRGM, Badan Restorasi Gambut dan kemudian menjadi Badan Restorasi Gambut dan Mangrov. Jadi bisa dilihat bagaimana pentingnya gambut ee di mata pemerintah Republik Indonesia sekaligus juga di mata dunia. Jadi kalau kita lihat gambut bukan hanya ada tutupan vegetasi di ee atasnya. Nah, biasanya hutan hutan gambut ee hutan tawa gambut, tapi juga ada ee kandungan lain yang juga tidak kalah penting ya. Kandungan yang pertama adalah tentunya bagaimana karbon ee stok karbon misalnya di ee cakup oleh ee kawasan atau ekosistem gambut ini. Karena biasanya kan ee secara ekosistem ee gambut ini mungkin Bapak Ibu juga sudah mengetahui ketika dia basah ee kawasan ee tanah gambutnya itu sebenarnya ee meng-capture atau mengabsorb ee karbon yang lumayan besar. Nah, ketika ada terjadi ee aktivitas yang mengubah ekosistem gambut ini menjadi ee aktivitas bisnis atau ekonomi yang lain misalnya menjadi perkebunan apakah kelapa sawit kemudian atau HTI, hutan tanaman industri atau dibuka. Untuk apapun biasanya kan yang terjadi adalah ee ee apa terjadi ee pembukaan kanal misalnya karena airnya kemudian harus dikeringkan. Nah, terjadilah kemudian air kering, gambut yang sifatnya seperti sponge kemudian ee mengering dan kemudian menyusut. Nah, al hasil adalah karbon yang sebenarnya dicapture di jambut tadi kemudian ee teremisi atau terlepas ke atmosfer. Nah, ini yang ee bisa berkontribusi ee lumayan signifikan atau parah ee terhadap perubahan iklim. Karena ketika ee gas ee rumah kaca termasuk metan dan sebagainya dari gambut atau karbon ee dioksida dari gambut ee keluar atau dilepaskan. Bahkan ini menjadi ee kontributor utama dalam konteks ee emisi gas rumah kaca. Apalagi misalnya ketika kering biasanya gambut itu juga ee sangat rentan untuk ee terbakar. Nah, ini yang sering dulu terjadi misalnya ee karutlah. em apa kebakaran hutan dan lahan biasanya e banyak terjadi di lahan gambut yang dikeringkan atau kering dan di musim kemarau kalau misalnya terjadi kebakaran agak susah memadamkan api di kawasan ekosistem gambut karena dia sangat-sangat kering dibandingkan misalnya kawasan hutan biasa. Ee yang ketiga komponen ekosistem yang ee saya ingin ee kita bisa diskusi sama-sama adalah ee ekosistem mangrov atau bakau. Kenapa ini penting? Ada beberapa ee aspek yang sangat-sangat ee bisa kita ee diskusikan. Yang pertama tentunya mangrov atau gambut ini punya ee lokasi ee di ee suatu ee area yang sangat e unik. di mana kalau hutan misalnya lebih banyak emang di ee apa di dalam ee di dalam konteks misalnya pulau besar seperti Kalimantan ee Jawa ee Sumatera bahkan Papua atau Sulawesi. Tapi kalau di ee hutan bakau ee hutan Ra Bakau misalnya dia ada di pesisir. Nah, selain punya aspek untuk penyerapan karbon, kemudian juga perlindungan ee biodiversity atau keragaman hayati, em mangrov ee atau gambut ee sori atau bakau ini ee bisa ee menjadi ee punya fungsi yang sangat penting untuk regulasi air dari ee laut ee ke ee ee dalam dan juga dari dalam ee dari darat atan maksud saya ke ee laut dan biasanya air dibakau itu agak ee pahap payau atau dalam istilah bahasa Inggrisnya brackage water. Nah, ini yang kemudian biasanya bagus untuk juga emm ee unsur e pengembangan ee benih-benih dari ikan, kemudian udang dan sebagainya. sehingga seringki juga akhirnya ee kawasan ekosistem ee bakau diubah fungsinya ee secara ee lumayan signifikan dan ee besar menjadi tambak-tambak udang atau tambak-tambak ikan. Kalau misalnya dibukanya agak selampangan, maka bakaunya akan habis dan fungsi dari bakau yang untuk mencegah banjir tadi, untuk mencegah abrasi dan sebagainya menjadi ee terkikis dan alhasil banyak sekali kemudian adalah pesisir yang menjadi rentan kalau misalnya ee terjadi bencana ee lingkungan seperti banjir, abrasi dan sebagainya. Ee selain itu juga seperti sama seperti hutan dan gambut ee bakau juga punya ee fungsi yang lumayan strategis untuk penyerapan karbon. Sehingga makanya ketika ada beberapa regulasi saat ini yang ingin mendorong ee perubahan iklim menjadi lebih kuat ee salah satunya adalah di gambut dan dibakau karena penyerapan karbon apalagi blue karbon dibakau itu ee lumayan tinggi. Nah, ini yang tiga ee ekosistem ini yang akan ee kita bahas sama-sama. Ee dan mudah-mudahan nanti kita bisa berinteraksi lebih banyak untuk berdiskusi hutan karena ruasannya sangat-sangat besar di Indonesia. Gambut juga sangat-sangat besar dan tentunya bakau Indonesia punya ee signifikan secara signifikan luasan ee ekosistem ketiga ini yang lumayan besar. Emm, Ibu Bapak sekalian ee mungkin pertanyaannya kemudian mengapa perlindungan dan restorasi terhadap ketiga ekosistem ini menjadi penting? Yang pertama kalau kita lihat dari ee angka-angka atau historis sejarah ya mengenai ekosistem yang ada di Indonesia, hutan aja misalnya, ee gambut dan juga mangrov atau bakau secara keseluruhan ee secara global. ekosistem ketiga hal ini ee lumayan terancam. Jadi ee dalam konteks deforestasi ee yang kita bisa lihat adalah misalnya ee FAO ee suatu lembaga PBB yang memang memfokuskan ee mengenai mengenai hutan ee kemudian ekosistem dan sebagainya ee memuat laporan bahwa sejak ee tahun 1946 hutan di ee bumi ini itu ee hilang sampai 2020 ya sekitar ee 4 eh sori. Ee jadi menurut laporan ee tahun 46 ini hutan di per seluas 4 miliar hektar. Tapi ee sayangnya terjadi penyusutan yang lumayan ee signifikan, lumayan besar ee dalam konteks ee pengurangan ee kawasan hutan ee yang ada di ee seluruh dunia. Ee di Indonesia sendiri menurut catatan Kementerian Kehutanan misalnya ee laju deprestasi tahun ee 1996 sampai 2000 itu pernah terjadi ee lumayan besar, lumayan tinggi ya kehilangan atau laju deforestasi hutan kita itu sekitar 3,5 juta hektar. Jadi ada jutaan hektar yang hilang sudah dalam 20 tahun terakhir. Apa risikonya kalau hutan itu hilang? Nah, tentunya fungsi-fungsi yang ee tadi saya sebutkan itu menjadi hilang juga gitu kan. Fungsi ee menangkap air sehingga kalau misalnya terjadi hutan yang ada di ee pegunungan hilang berarti regulasi untuk banjir, bagaimana ee air bisa diserap dan sebagainya jadi hilang. Dan alhasil biasanya kota-kota yang ada di hilir itu akan terkena ee dampak yang lumayan besar. termasuk misalnya e di Jakarta ketika hutan yang ada di ee puncak dan sekitarnya itu hilang ee selain juga masalah sampah ya itu ee menyebabkan run off atau limpasan menjadi lebih besar. Kemudian tentunya tadi bagaimana mitigasi perubahan iklim karena ee absorsi ataupun penyerapan karbon itu menjadi juga hilang. ee bahkan kalau di ee beberapa negara menyebutkan bahwa Nature base solution atau solusi yang berbasis alam ini ditempatkan menjadi prioritas. Solusi yang berbasis alam adalah bagaimana penyerapan karbon atau regulasi karbon itu bisa dilakukan oleh ee ekosistem ee alami termasuk di antaranya hutan ee bakau dan gambut. Kemudian dalam konteks degradasi gambut seperti yang diud sudah saya sampaikan tadi di awal ini bisa juga berkontribusi besar kalau hilang ee makanya perlindungan dan restasinya menjadi penting e karena dia menjadi sumber utama emisi karbon terutama kalau misalnya terjadi kebakaran hutan dan lahan. Jadi bagaimana ee gambut bisa lebih di ee jaga, kemudian bisa lebih di restorasi. Nah, itu akan menyebabkan ee emisi karbon bisa dikurangi dan kemudian ee perubahan iklim bisa tetap dijaga. Kemudian hilangnya mangrov tentunya seperti yang ee saya juga sebutkan tadi, bagaimana ini bisa ee secara signifikan mengancam ee ketahanan ee daerah-daerah atau kawasan pesisir yang ada di Indonesia. Dan kita tahu negara kita adalah negara kepulauan. Kalau misalnya ee ekosistem alami seperti manglov hilang, maka kota-kota besar ataupun daerah pesisir yang ada di Indonesia yang rata-rata memang ee penting secara ekonomi, kita tuh biasanya harus investasi untuk e mengurangi abrasi dan sebagainya lewat misalnya ee pembangunan seawall gitu kan atau tembok ee yang besar gitu kan ee di ee pesisil dan itu nilai investasinya nya miliaran bahkan bisa sampai triliunan rupiah. Dan itu sangat-sangat ee memberatkan bagi bukan hanya kita sebagai masyarakat karena kita membayar pajak tentunya untuk pembangunan infrastruktur seperti itu tapi juga pemerintah karena budget atau anggaran pemerintah kan terbatas. Nah, ini yang kemudian akan menyebabkan beban terhadap pemerintah dan pada gilirannya adalah rakyat Indonesia sendiri. Hanya saja memang untuk menjamin perlindungan ekosistem hutan, gambut, dan juga bakau yang ada secara existing itu enggak gampang. Kenapa? Ternyata ada fenomena yang mungkin terjadi bukan hanya dalam konteks ekosistem e hutan gambut dan bakau yang ada di Indonesia, tapi juga untuk banyak hal yang kita hadapi di Indonesia adalah fragmentasi kebijakan. Jadi banyak sekali yang kita lihat misalnya kebijakan dari sektor A mendorong perlindungan hutan misalnya, tapi ternyata ee kebijakan yang ee dikembangkan oleh sektor B atau Kementerian B atau ee provinsi A, Provinsi C atau Kabupaten D itu tabrakan dengan yang sudah ada misalnya di ee kebijakan di sektor lain. Contoh kasus misalnya ada beberapa kebijakan kita tahu bagaimana ee Kementerian Kehutanan atau dulu Kementerian Kehutanan dan Nikm Hidup mendorong ee perlindungan hutan karena suatu hutan dianggap sebagai warisan dunia atau suatu hutan dianggap ee sebagai ee kawasan penting bagi beberapa ee karena keragaman hayati atau bagi masyarakat setempat. Tapi ternyata ada izin yang dikeluarkan tumpang tindih misalnya untuk ee pengembangan perkebunan atau pengembangan tambang yang baru-baru ini kita tahu ee ada diskusi dan juga ee debat lumayan em kuatlah ya ee antara satu pihak dan pihak lainnya atau masyarakat dengan pemerintah atau NGO dengan pemerintah atau media dengan pemerintah misalnya dengan penambangan yang terjadi di ee kawasan raja Nah, itu hal-hal yang kemudian kita lihat seringki terjadi tabrakan atau ketidaksinkronan ee tidak siniri eh sinergi antara satu kebijakan dengan kebijakan lain. Ini yang sering menyebabkan hutan, gambut, dan bakau sulit untuk dilindungi atau kemudian bahkan sulit untuk diestorasi kembali. Karena bagaimana kita mau melindungi ilmu restorasi kalau tidak ada klarifikasi atau ee kejelasan terhadap suatu kebijakan. Siapa yang mau kemudian secara konsisten melakukan itu? Agak sulit. Nah, ini yang kemudian tantangan dianggap menjadi tantangan utama. Yang kedua adalah em sepertinya ee dibandingkan misalnya em apa pembangunan infrastruktur. Nah, seperti misalnya membuat ee drenase, membuat ee dam atau waduk dan sebagainya memang mahal jalan dan sebagainya. E tapi ternyata untuk mengelola dan melindungi hutan, gambut dan bakau dan merestorasinya tidak juga murah karena luasan yang ada cukup ee signifikan jutaan hektar misalnya yang ada di Indonesia dan ini memerlukan ee pembiayaan atau pendanaan yang lumayan besar. ee tapi juga bukan hanya sekedar untuk menjaga. Kan memang ada masyarakat yang hidup di dalam kawasan hutan, gambut atau bakau tadi dan juga di sekitarnya yang membutuhkan support atau ee penghidupan dari hutan, gambut dan bakau tadi. Nah, biasanya pendanaan itu juga di ee perlukan bukan hanya untuk tadi misalnya menanam pohon. Eh, kalau menanam pohon saja mungkin akan straight forward eh secara langsung mudah, tapi bagaimana menanam pohon juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar itu juga ee biasanya ee budget atau anggaran yang dikelola atau dibuat harus juga me ee ikut sertakan unsur-unsur ee perkembangan ee taraf hidup dan juga ekonomi masyarakat. Jadi, bagaimana masyarakat juga bisa mendapatkan manfaat dari ee restorasi atau perlindungan hutan, gambut dan bakau tadi. Jadi, komponen-komponen sosial ee livelihood eh penghidupan dan sebagainya harus menjadi ee komponen program yang penting dan itu juga menyebabkan anggaran ee kalau kita mau melakukannya dengan baik akan lebih ee ee tinggi ketimbang cuma sekedar menanam pohon atau merestorasi ee secara teknis misalnya. Jadi keterlibatan masyarakat lokal dan asli ini penting karena merekalah yang pada gilirannya ee mendapatkan manfaat dan juga menjaga ee hutan gambut dan bakau yang ada di tempat-tempat yang memang penting itu. Yang berikutnya adalah seperti tadi juga berkaitan dengan fragmentasi kebijakan itu ee kita belum melihat secara ee sistematis misalnya bagaimana nilai ekonomi yang ada dan sudah dibuat oleh hutan gambut dan bakau tadi dianggap sama ee atau tingginya sama dengan nilai ekonomi dari aktivitas-aktivitas industri atau aktivitas-aktivitas aktivitas ekonomi lain yang kemudian membabat hutan atau menggundeli hutan atau mengkonversi hutan menjadi ee industri atau sektor lain. Nah, karena tidak dianggap sama atau belum dianggap sama sehingga seringki di beberapa kesempatan ee banyak sekali orang melihat oh kalau memang ada hutan atau bakau atau ee gambut itu sebenarnya tidak memberikan manfaat ekonomi terhadap ee pemerintahan misalnya provinsi kabupaten atau nasional dibandingkan misalnya dibuka atau digunduli atau diganti atau dikonversi menjadi ekonomi atau aktivitas ekonomi lain. Nah, yang ini yang terjadi karena memang di ee catatan ataupun ee assesment ataupun hitungan dari ekonomi seringki itu agak jomplang. Ee saya sendiri belajar mengenai hal itu. Jadi misalnya gini, contoh kasus kita akan tahu bagaimana pentingnya atau punya nilai ekonominya suatu sistem tadi kalau sudah terjadi bencana. Ee tadi saya menjelaskan mengenai ee banjir. Ee kalau di beberapa negara lain itu dimasukkan di dalam konteks ee ekonomi lingkungan ya. Misalnya ada satu ekosistem hutan anggaplah yang menjadi fungsi water catchment area atau daerah tangkapan air. Nah, kemudian kalau daerah-daerah tangkapan air ini tergunduli gitu kan atau hilang, bahkan banjir kemudian akan terjadi lebih sering ee atau lebih besar. Nah, itu cost atau biaya yang dihadapi oleh masyarakat dan pemerintah dan aktivitas ekonomi karena banjir itu kemudian dijadikan dasar untuk menilai fungsi dari suatu kawasan hutan tadi. Misalnya, oh karena ee misalnya kalau hutan itu hilang, banjir ini akan mengebabkan menyebabkan misalnya kerugian. Em misal ini semisalnya kerugian 100 miliar dalam ee setahun. Nah, itu kemudian di ee dikaitkan dengan oke berarti fungsi atau nilai ekonomi dari kawasan hutan, bakau atau gambut tadi adalah sekitar 100 miliar. Nah, ini ketika membuat anggaran di pemerintahan ada nilai ekonomi dari si kawasan ini yang di kemudian diattach atau diasosiasikan terhadap ee fungsi kawasan. Karena kalau enggak nanti oke kita bisa aja ee atau ada pihak lain bisa aja bilang bahwa oke berarti hutan bisa aja digantikan karena tidak ada nilai ekonominya dengan misalnya maaf ee perkebunan kelapa sawit atau hutan tanaman industri atau ee tambang dan sebagainya yang mungkin memberikan nilai sama atau kurang dari itu. Tapi karena fungsi hutannya yang bagus tadi sudah hilang, bahkan cost atau biaya yang kemudian dihasilkan karena banjir, karena kekeringan, karena apapun menjadi lebih besar. Nah, itu yang seringkiali tidak masuk. Kita hanya menghitungnya ketika terjadi bencana. hal-hal semacam itulah yang juga penting. Belum lagi ee beberapa banyak sekali kawasan hutan ee kemudian bakau dan gambut yang memberikan penghasilan dan penghidupan bagi masyarakat yang ada di situ dan sekitar apakah itu dari misalnya pembibitan ikan, budidaya perikanan, ee nonimber value very products atau produk-produk ee bukan kayu misalnya apakah ada dari ee madu kemudian buah-buahan dan sebagainya dan sebagainya. Nah, hal-hal kayak gitu memang seringki tidak tercakup dalam valuasi ekonomi yang secara utuh yang bisa dilakukan. Ee tapi kalau kita mau melihat em restorasi atau perlindungan ee hutan, gambut, bakau yang ada di Indonesia, sebenarnya ada banyak ee sudah contoh-contoh yang ee lumayan positif yang dilakukan oleh beberapa inisiatif baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun juga swasta maupun juga masyarakat ee yang bisa mendorong ee perlindungan dan juga resi ekosistem hutan. bakau dan gambut ini ee menjadi lebih kuat. Nah, contoh-contoh praktis yang saya tampilkan ini hanyalah contoh kecil dari yang sudah ada banyak di Indonesia. Cuma memang tantangannya adalah bagaimana ee contoh-contoh ini bisa diperbanyak lagi dan kemudian diperkuat lagi oleh tadi kebijakan-kebijakan yang lebih konsisten dan juga valuasi ekonomi yang juga lebih em ter ee struktur ya. ee dan juga komprehensif sehingga hutan, bakau, dan gambut tidak hanya dinilai ketika terjadi bencana. Misalnya, salah satu yang saya senang ee dan kita pernah interaksi ee dan saya kenal adalah misalnya lestari capital. Lestari capital ini dibangun atau dikelola ee atau digagas ee sebagai blended finance atau pembiayaan campuran oleh sektor-sektor swasta. Jadi pada dasarnya banyak sekali ee pembeli produk dari Indonesia kemudian juga brand ataupun merek-merek internasional melihat bahwa mereka harus berkontribusi balik terhadap apa yang mereka sudah ambil dari ee alam yang ada di Indonesia dan di beberapa tempat di dunia. Jadi mereka kemudian menggagas suatu blended finance ini atau pembiayaan atau pendan campuran ini dan mereka sebut lestari capital dengan rimba kolektif. Jadi eh lulusan swasta yang bergerak di pap dan kertas, kemudian agribisnis, kemudian juga FMCG ee seperti Uniliver, Pepsico, dan sebagainya. mereka kemudian mengumpulkan ee sedemikian rupa pembiayaan atau pendanaan untuk memberikan kontribusi balik terhadap konservasi atau perlindungan ekosistem dan juga restorasi yang ada di Indonesia dan di beberapa negara. Jadi target mereka adalah dengan kontribusi ini mereka bisa mendukung restorasi sekitar 500.000 hektar ee di beberapa tempat ee termasuk di Indonesia selama 25 tahun. Jadi sistemnya adalah ee ketika ada satu area yang ingin ee dijadikan ee area perlindungan dan ekosist ee dan restorasi ekosistem yang dikelola oleh baik oleh ee perusahaan maupun oleh ee masyarakat ini bisa disupport pembiayaannya selama 25 tahun. Jadi modelnya adalah pembayarannya itu berdasarkan ee performance atau hasil dari konservasi atau restorasinya. Jadi kalau ee misalnya dalam 25 tahun per tahunnya dia audit ee ternyata hasilnya bagus eeah maka ee akan ada e support pembiayaan atau pendanaan yang ee diberikan terhadap ee manajemen atau pengelola dari suatu kawasan tersebut. Nah, ini di Indonesia ada beberapa ee hutan ee perhutanan sosial ee yang juga di-support. Kemudian ada beberapa em kawasan perlindungan yang di-support karena ini link dengan supply chain atau rantai pasok dari ee beberapa komoditas yang memang ee apa dikembangkan juga di Indonesia. Misalnya misalnya contoh yang menarik adalah misalnya ada satu ee rantai pasok sawit. Nah, mereka tahu kalau misalnya sawit itu di ee kembangkan, dikelola, tapi kemudian hutan sekitarnya hancur, sawit sendiri yang akan rugi. Masyarakat sekitar juga ya rugi. Jadi ee perusahaan-perusahaan yang kemudian bergerak di sektor sawit ini kemudian juga mengidentifikasi dan mencoba berkontribusi ee melindungi hutan ee atau gambut yang ada di sekitar. Ketika sudah diidentifikasi ee misalnya ada 10.000 1000 hektar kawasan hutan penting baik hutan lindung dan sebagainya atau kawasan perhutanan sosial. Nah, kemudian mereka memberikan semacam proposal kepada Stari Capital dan rimba kolektif untuk mendapatkan support pendanaan. Nah, kemudian dari Lestari Patanan Rimba kolektif melihat oke apakah ini bisa didanai dan dari ee support ee yang ada apakah bisa kemudian ee dilakukan konservasi ataupun ee restorasi selama 25 tahun. Ini yang ee menjadi model bisnis dari ee restari capital dan rimbah kolektif. intinya adalah ternyata ada perusahaan-perusahaan yang juga ee peduli terhadap perlindungan resasi ekosistem dan mereka kemudian bersepakat untuk sama-sama memberikan support ee lewat ee istilahnya anggaran mereka. Nah, jadi bukan hanya pemerintah, tapi juga ada perusahaan yang kemudian berkontribusi balik terhadap lantai pasok yang ada dan berkontribusi terhadap ee perlindungan dan restorasi ekosistem di beberapa tempat atau termasuk di Indonesia. Nah, ini yang salah satu model bisnis contoh praktis yang lumayan menarik ee yang bisa diangkat. Yang berikutnya adalah emm ternyata juga di Indonesia dibuka kesempatan untuk ee mempunyai lisensi atau izin ee untuk mengembangkan yang disebut ee konsesi restorasi ekosistem. Ee jadi sejak dulu sampai sekarang misalnya ada area-area konservasi atau area-area hutan yang mungkin sebelumnya menjadi ee bisa dikatakan seperti HPH ya ee hak pengusahaan hutan baik hutang alam atau apapun bisa kemudian diubah rezinernya menjadi izin restorasi konsosisten. Nah, ini sudah dilakukan oleh beberapa pihak dan izinnya juga sudah dikeluarkan oleh Kementerian ee KLHK sebelumnya dan sekarang Kementerian Kehutanan. Contohnya misalnya adalah hutan harapan ee di ee Jambi dan juga hutan ee di sekitar Bukit 30. Jadi ada perusahaan-perusahaan yang biasanya juga didorong atau didukung oleh beberapa yayasan dan mitra konservasi NGO misalnya ee dan mereka membentuk PT yang mengelola ee konsesi resturasi ekosistem ini. Jadi pendanaannya ee biasanya ee link atau berkaitan dengan yayasan dan mitra konservasi tersebut sehingga bisa membantu pemerintah yang memang ee lumayan sudah ee punya beban banyak untuk memfokuskan untuk melindungi hutan lindung, kemudian juga ee kawasan konservasi yang ee utama dan sebagainya. Nah, hutan-hutan yang sebelumnya mempunyai izin misalnya HPH dan sebagainya sebagainya ini bisa dikonvers konversi menjadi konsesi restorasi ekosistem. Ee selain itu ada juga konsesi-konsesi PBPh ee perhutanan eh kehutanan yang ada di Indonesia yang kemudian ee juga melakukan perlindungan hutan. ee jadi hutannya tidak ditebang atau kayunya tidak ditebang ee dan restorasi ekosistem ee tapi mungkin salah satu revenue generation-nya atau income yang ada itu dihasilkan dari misalnya penjualan ee kredit karbon. Ee jadi sejak beberapa tahun yang lalu sampai kemudian di moratorium ee ada beberapa konsesi yang melakukan ini. Nah, salah satunya ada di Kalimantan Tengah. mungkin Ibu Bapak ee sudah tahu ee apa ee limbah makmur utama ee di Katingan ee melakukan hal ini. Jadi mendapatkan ee revenue dari karbon ee penjualan karbon kredit atau kredit karbonnya dan ee revenueya ini di ee gunakan untuk kemudian melindungi gambut yang ada di konsesi dan juga memberikan support terhadap ee livelihood atau penghidupan masyarakat yang ada di ee area konsesi dan sekitarnya. Ya, ini yang bisa kemudian dijadikan salah satu juga contoh praktis yang lumayan menarik ya untuk ee terus didorong ke depannya. Ee selain perusahaan swasta, kemudian mitra konservasi dan juga ee koalisi seperti restari capital tembak kolektif tadi, ada beberapa proyek baik gambut dan mangrov yang juga didukung oleh pemerintah sebelumnya oleh e BRGM ya, Badan Testasi Gambut dan Mangrov. sekarang dilanjutkan oleh Kementerian Kehutanan dan sebagian juga dilanjutkan oleh KKP, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Nah, hal-hal ini tentunya sangat-sangat bergantung terhadap satu ee budget atau anggaran yang dipunyai oleh pemerintah. Nah, kita tahu bahwa pemerintah bebannya besar sekali dari Aceh sampai Papua untuk melindungi jutaan hektar bahkan puluhan juta hektar dari ee kawasan konservasi seperti tambah nasional ee hutan lindung dan sebagainya. Nah, ini yang makanya ee kolaborasi dan juga kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat eh sori swasta dan masyarakat menjadi penting. Nah, dalam konteks kemitraan masyarakat dan rehabilitasi berbasis mata pencaharian yang memang mendukung em penghidupan masyarakat sekitar, sebenarnya pemerintah memberi memberikan peluang atau membuka peluang untuk pengembangan konsesi atau izin perhutanan sosial. Nah, ada beberapa contoh ee perutanan sosial yang lumayan sukses menurut ee kami ee dan ini bisa dilihat di beberapa tempat termasuk di ee Sumatera dan Kalimantan misalnya. Ee ini ada contoh 6000 hektar hutan bakau ee di wilayah Kalbar yang saya pernah kunjungi juga di wilayah ee Padang Tikar ee itu di Kalimantan Barat di ee Kabupaten Kuburaya. Jadi masyarakatnya ee 13 desa atau 12 desa saya lupa. Ee tapi kemudian mereka membentuk suatu ee organisasi LMHD lembaga masyarakat tatan desa. Kemudian mendapatkan izin dari Kementerian PLHK pada saat itu atau kehutanan untuk mengelola kawasannya dan kemudian ee bakau, area bakau dan juga area gambut di sana kemudian di restorasi dan dilindungi oleh masyarakat sekitar. karena itu menjadi ee pokok penghidupan atau sumber penghidupan dari masyarakat. Nah, bagaimana pembiayaannya? masyarakat ee waktu itu membentuk suatu organisasi juga ekonomi yang kemudian melihat alternatif eh livelihood dari sana apakah dari perikanannya, apakah dari madu dan sebagainya untuk kemudian ee produk ini bisa dijual dan menghasilkan yang kemudian berkontribusi terhadap restorasi dan juga perlindungan ekosistem tadi. plus juga ee mereka mendapatkan pinjaman pada saat itu dari BLU badan ee layanan umum oleh ee Kementerian ee Kehutanan atau KLHK yang kemudian dilanjutkan oleh BPDLH, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup. Nah, ini juga suatu interaksi bagi ee contoh praktis yang ada di Indonesia. Nah, BPDLH sendiri lumayan menarik, Ibu Bapak sekalian. Jadi, ada satu lembaga sebenarnya di di ee pemerintahan pusat ee yang disebut BPDLH, Badan Pengelola dan Lingkungan Hidup yang bisa memberikan pembiayaan bagi masyarakat atau kelompok masyarakat atau koperasi untuk ee peningkatan penghidupan mereka dengan catatan dengan syarat bahwa si masyarakat atau kelompok masyarakat atau koperasi tadi harus berkontribusi terhadap perlindungan hutan dan juga restorasi hutan. Kalau di kita misalnya ke perbankan ee minta pinjaman misalnya itu kan biasanya diminta agunan atau kolateral. Agunannya apakah aset rumah kita, aset tanah kita, gudang kita, dan sebagainya dalam konteks bisnisnya. Nah, dalam konteks BPDLH Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup aset yang dilihat adalah pohon atau ee kawasan hutan yang ada di sekitar yang memang dikelola ee atau dikontribusikan untuk dijaga oleh masyarakat. Jadi kalau misalnya ada tegakan-tegakan pohon yang memang dianggap berkontribusi terhadap perlindungan hutan, nah itu yang menjadi aset yang tidak boleh ditebang misalnya. Nah, masyarakat kemudian bisa mendapatkan pembiayaan atau pinjaman untuk ee mengelola ee atau mengembangkan bisnis ee penghidupan mereka apakah untuk budidaya perikanan, budidaya pertanian dan sebagainya dengan catatan pohon-pohon tadi tidak ditebang. Nah, ini juga salah satu contoh praktis yang menjadi menarik ya yang bisa diangkat di Indonesia. ya. Jadi sebenarnya ada banyak ee aspek yang dilakukan sudah dilakukan di Indonesia, tapi mungkin ini yang harus ee lebih banyak di ee skalanya dikembangkan, diperkuat dan sebagainya. Nah, ee untuk memastikan bahwa pembiayaan atau pendanaan bagi perlindungan dan ee ekosistem-ekosistem hutan ee gambut dan bakau tadi menjadi lebih kuat. sebenarnya ada peluang lain ee di luar yang bisa kemudian menjadi dibuka lebih lanjut. Tadi ee saya sampaikan mengenai pembiayaan karbon tentunya ini memerlukan verifikasi ee lewat ee beberapa ee standar ee di internasional yang sekarang sepertinya juga sudah mulai ee punya sinergi dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Misalnya gold standard. Kalau standar sudah sudah ada penangan pendantakan mutual recognition agreement dengan pemerintah Indonesia. Vera saya dengar juga akan ee melakukan itu. Jadi, apapun yang dilakukan untuk ee mitigasi perubahan iklim, penyerapan karbon lewat hutan, gambut ataupun bakau bisa kemudian diakui juga oleh internasional dan ee kredit karbonnya ee bisa jadi link dengan apa yang ee kita sama-sama inginkan dan juga diinginkan oleh pihak internasional. Jadi diakui oleh pemerintah Indonesia dan juga diakui oleh pihak internasional. Nah, ini ee boleh dikatakan sebagai work in progress. Jadi, masih di masih digodok oleh pemerintah Indonesia. Jadi, kita tinggal menunggu. Selain itu, model ee investasi atau pembian lainnya eh kita biasanya sebut sustainable landscape finance. Jadi, eh blended finance atau pembiayaan campuran di mana ada gabungan dari donor, investor, dan swasta. seperti tadi lestari capital, ada model-model lain di mana ada konsorsium dari donor, dari investor dan juga swasta melihat oke landskap mana yang kemudian bisa didorong. Saya pikir biasanya sekarang nih ada beberapa provinsi ee atau beberapa kabupaten yang disasar oleh gabungan Donor Investa Swasta tadi. Mungkin Ibu Bapak bisa ee bisa ee lihat nanti di provinsi dan kabupaten masing-masing apakah memang ada inisiatif-inisiatif yang mendorong sustainable landscape finance seperti ini. Nah, berikutnya yang baru yang mulai dikembangkan oleh perbankan dan investor yang ada di luar negeri dan juga mulai dengan Indonesia adalah Green Bonds dan blue carbon credits. Green bonds adalah eh surat utang yang dikeluarkan eh oleh perbankan misalnya ee yang menjamin misalnya bahwa satu project ini akan memberikan dampak positif termasuk juga ee mencegah deforestasi ee berestorasi ekosistem dan sebagainya. Nah, ini di beberapa negara ee surat utang Green Bond ini menjadi menarik karena kemudian investor melihat bahwa ketika mereka ingin invest atau membeli surat utang tadi bukan hanya mendapatkan keuntungan tapi juga mendapatkan dampak positif. Nah, ini mungkin hal-hal yang bisa kemudian dikembangkan lebih lanjut di Indonesia. ee karena biasanya kita mengeluarkan surat utang ee tanpa embel-embel lain. Nah, dengan embel-embel bahwa juga bisa berkontribusi terhadap perlindungan dan restorasi ekosistem menjadi lumayan menarik. Kalau enggak salah Indonesia juga punya beberapa hal yang serupa untuk ee misalnya energi terbarukan ada green bond atau green sukuk ee yang secara syariah atau islami juga sudah dikembangkan di Indonesia. Nah, untuk blue carbon kredit atau kredit karbon biru ini masih dalam tahap ee awal ee terutama untuk mangrov dan juga ee apa ee rumput laut dan sebagainya untuk ee daerah-daerah pesisir. Nah, ini yang menjadi penting karena ternyata ee komponen karbonnya lumayan besar dari mangkrov. Nah, ini yang memang pemerintah sekarang lagi godok juga regulasinya dan sebagainya. kita masih menunggu apakah bisa kemudian link atau dikaitkan dengan pengembangan ee kredit karbon biru yang lumayan signifikan ee secara skala. Ee selain itu pembiayaan berbasis jurisdiksi atau kawasan atau administrasi disbut jurisdictional red plus. Kalau enggak salah Indonesia sudah punya kerja sama di beberapa provinsi yang paling terkenal adalah Kalimantan Timur, FCPF, Forest Carbon Partnership Facility antara World Bank. Bank Dunia ee pemerintah Indonesia dan juga ee pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Jadi ada ee support di mana ada pembayaran berbasis performance eh untuk pencegahan deforestasi di provinsi-provinsi tadi. Ee saya kalau enggak salah juga pernah mendengar ya hal yang sama ee dan melihat ee untuk Jambi misalnya biocarbon fund. Nah, ini sesuatu yang mungkin bisa di ee tanyakan lagi di provinsi kedua provinsi itu bagaimana kemudian ini bisa memberikan dampak ee terhadap swasta dan juga masyarakat sekitar dari pembiayaan berbasis juridiksi tadi. Namun memang investor atau pemilik dana ee yang ingin berkontribusi dalam memperkuat investasi di perlindungan dan ekosistem atau restorasi ekosistem ini ee akan datang atau akan bergabung kalau ada beberapa komponen yang sudah dipenuhi oleh ee misalnya pemerintah Republik Indonesia ataupun kita semua ya. Pertama, apakah ada regulasi yang jelas? Tadi kan kita sudah sebut mengenai kita tambahkan antara satu peraturan dengan peraturan yang lain. Kemudian juga kejelasan mengenai misalnya ee pengembangan kredit karbon. Apakah bisa akses ke pasal global? Apakah kemudian investor bisa di ee fasilitasi untuk mengembangkan ini, bagaimana izinnya bisa dipermudah dan sebagainya. Karena kalau tidak agan sulit ya ee ini berkembang. kita sudah lumayan eh tertinggal dibandingkan misalnya negara seperti Colombia, Brazil dan sebagainya dalam konteks hal-hal semacam ini. Kemudian tentunya reputasi perusahaan. Apakah perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia ee ketika ingin menarik investasi yang lumayan hijau itu punya reputasi perusahaan? Apakah mereka juga sudah comply atau sudah ee memenuhi persyaratan ISG ya, environmental, social, dan governance gitu kan. Nah, ini harus diverifikasi ee harus diaudit ee perusahaan-perusahaan tadi ketika mereka ingin juga misalnya mengelola ee atau berkontribusi terhadap perlindungan dan juga e restorasi ekosistem. Dan terakhir ee biasanya investor akan melihat ini dampak yang memang dijanjikan ini bisa enggak diukur atau jangan-jangan hanya klaim saja, terutama dari segi sosial dan dari segi ekologi. Benar enggak sih investasi yang masuk misalnya ee benar-benar dipakai untuk mengelola hutan misalnya 10.000 hektar tadi atau ee memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat sekitar. jangan-jangan hanya ee dipakai oleh pengelola, tapi tanpa ada ee multiplier eh benefit bagi masyarakat sekitar atau bagi hutannya itu sendiri. Nah, ini memang ee menyebabkan tantangan-tantangan yang lumayan besar bagi ee pengelola kemudian bagi ee apa ee yang ingin berkontribusi terhadap ee perlindungan dan juga restorasi ekosistem. Jadi memang enggak mudah ee membuatnya, tapi juga bukan sesuatu yang mustahil untuk melakukannya. So, it's not easy being green, tapi sesuatu yang bisa kita lakukan. Ee berikutnya ee sebenarnya untuk memastikan em kita bisa menjamin bahwa apa yang kita lakukan itu kredibel ya, perlindungan dan restorasi ekosistem ini ada beberapa teknologi yang bisa kemudian kita pakai dan bisa ee kita gunakan untuk ee menunjukkan bahwa apa yang kita lakukan itu kredibel dan valid ya, terutama bisa diverifikasi. ee biasanya em si konsesi atau aktivitas perlindungan dan stasi ekosistem tadi baik di tingkat perusahaan maupun masyarakat ee biasanya connect terhadap teknologi. Apakah dilakukan eh satelit imagery dari ee satelit untuk memantau dan memonitoring ee terjadinya perlindungan hutan daerah-daerah mana yang memang bisa sudah dilakukan konservasi ataupun restorasi dan restorasinya ee dilakukan secara baik gitu kan. Karena kalau enggak kan orang enggak akan percaya ya. Kita misalnya melakukan penanaman pohon tapi kemudian pohonnya mati dalam ee beberapa tahun ke depan. Nah, ini yang harus di ee buktikan dari ee teknologi seperti remote sensing, kemudian sensor thermal ee dan kamera trap ya. kamera trap atau kamera jebak ini mungkin eh untuk menunjukkan bahwa biodiversity atau keanekaan hayati yang ada di kawasan tadi juga bisa dilindungi. Nah, di beberapa kesempatan pemerintah ee Republik Indonesia juga menunjukkan oh ternyata ee terjadi recover
Resume
Categories