Kind: captions Language: id [Musik] dan e-learning yang dapat diakses di manapun. Jadi, awalnya saya mengikuti pelatihan Eco Edio ini memang dari grup-grup di alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh bisa dianggap menarik ya, karena mereka pengetahuan mereka tentang yang pengin mereka ketahui itu meningkat gitu ya. Kemudian skill-skill yang dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa dilihat begitu ya, terasa gitu manfaatnya di kami terutama untuk e para konsultan yang memerlukan tenaga-tenaga ahli juga. Saya memilih Eco Edu dan sempat mengikuti pelatihannya juga dan itu benaritu. Nah, saya lihat Instagram itu ada Edu ya yang akan menyelenggarakan pelatihan. Nah, di sini juga saya banyak baca terlebih dahulu ya terkait tentang informasi yang disediakan oleh Paku. Nah, menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik untuk ikut latihan gitu. Jadi saya sering lihat di Instagram gitu bagaimana Eko Idu menyampaikan informasinya. Eko edu itu bagus karena harian tatunya itu selalu tergini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya itu bagus-bagus dan terbaiklahnya. [Musik] Iya. Ee yang pertama memang tentu saja ini meningkatkan dan maksimalkan skill-skill yang saya harapkan begitu ya. dalam penyusunan dokumen anda ejek saya jadi bisa lebih produktif, lebih efektif juga ee punya update gitu ya, update-update persoalan-persoalan dalam kebasan AMDA seperti ini dari ahlinya langsung di lapangan begitu ya. Pengalamannya tidak diragukan. Menurut saya pelatihan yang disediakan ini sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk aksesnya gitu. Jadi ada teknologi terbaru yang saya dapat itu diarnya itu luar biasa ee pembelajarannya juga mudah sekali untuk dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan yang banyak banget. [Musik] eh e-learning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya, terutama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan kemudian juga waktu mungkin ee itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat, kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin kita inginkan. Kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisien. itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa lihat materi itu di sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan di mana aja. 4 juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari kasan sebenarnya. Jadi apa namanya ya kalau saya bilang terlalu murah itu jadi sepadanlah sepadan Bu karena memang e pelatihan ini pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di e sekitar lingkungan saya sendiri gitu. E saya kira sepat sesuailah dengan apa yang kita dapatkan. [Musik] EKTP efektif, tepat, dan profesional. Hemat, cermat, dan hebat. Keren, profesional dan juga keginian. [Musik] Pengembangan sumber daya manusia adalah bagian dari proses dan tujuan dalam pembangunan Indonesia. Upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas salah satunya dapat dilakukan melalui pelatihan. Ekoedu hadir sebagai platform pelatihan lingkungan hidup yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas sumber daya manusia. Saat ini kami memiliki 15 paket pelatihan, yaitu persetujuan teknis AI limbah, persetujuan teknis emisi udara, persetujuan teknis limbah B3, penyusunan dokumen KLHs, penyusunan dokumen RPPLH, pemodelan kualitas air sungai, pemodelan dispersi udara, pemodelan air tanah, life cycle assessment, perhitungan emisi gas rumah kaca, pengelolaan banjir dan sedimentasi sungai, perancangan dan pemilihan insinerator sampah dan limbah B3, pemantauan kualitas udara dan air menggunakan sensor, pelatihan sistem informasi geografis, dan pelatihan remote sensing. Alumni pelatihan kami sudah lebih dari 2.500 orang yang berasal dari seluruh Indonesia. Pelayanan kami terbuka untuk perusahaan, pemerintahan, perorangan, ataupun pemerhati lingkungan. Ekoed Edu selalu berusaha menyajikan pelatihan yang berkualitas dengan menghadirkan pengajar yang berpengalaman. memberikan pengalaman langsung dengan praktikum dan e-learning yang dapat diakses di manaun. Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan Eco Edio ini memang dari grup-grup di alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh bisa dianggap menarik ya, karena mereka pengetahuan mereka tentang yang pengin mereka ketahui itu meningkat gitu ya. Kemudian skill-skill yang dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa dilihat begitu ya, terasa gitu manfaatnya di kami, terutama untuk e para konsult hutan yang memerlukan tenaga-tenaga ahli sehingga saya memilih Eco Edu dan sempat mengikuti pelatihannya juga dan itu terbukti benar gitu. Nah, saya lihat Instagram itu ada Edu ya yang akan menyenggarakan pelatihan. Nah, di sini juga saya baca baca terlebih dahulu ya terkait tentang informasi yang disediakan oleh. Nah, menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik untuk ikut pelatihan gitu. Jadi saya sering lihat di Instagram gitu bagaimana Ibu menyampaikan informasinya. Eko edu itu bagus karena pelatihan-pelatihnya itu selalu terkini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya itu bagus-bagus dan terbaiklah kejutannya. [Musik] Iya. Ee yang pertama memang tentu saja ini meningkatkan dan maksimalkan skill-skill yang saya harapkan begitu ya. ter dalam penyusunan dokumen AMD saya jadi bisa lebih produktif, lebih efektif juga ee punya update gitu ya, update-update persoalan-persoalan dalam jurusan AMDA terkini dari ahlinya langsing di lapangan begitu yang pengalamannya tidak diragukan. Menurut saya pelatihan yang disediakan ini sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk aksesnya gitu. Jadi ada teknologi terbaru yang saya dapat itu diar ya itu luar biasa ee pembelajarannya juga mudah sekali untuk dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan yang banyak banget. [Musik] eh-learning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya, terutama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan kemudian juga waktu mungkin ee itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat, kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin yang kita inginkan. Kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisien. arning itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa lihat materi itu di 7 sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan di mana aja. 4 juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari kas padan sebenarnya. Jadi apa namanya ya? Kalau saya bilang terlalu murah itu jadi sepadanlah. Jadi menurut sepadan Bu karena memang pelatihannya itu pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di e sekitar lingkungan saya sendiri gitu. Saya kira sepat sesuailah dengan apa yang kita dapatkan. [Musik] E-KTP efektif, tepat dan profesional. Hemat, cermat, dan hebat. Keren, profesional dan juga keginian. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang kembali di webinar Eko Edu ke-118. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Ibu semua yang sudah selalu setia untuk mengikuti acara webinar ini. Hari ini webinar Eko akan mengangkat tema perlindungan dan restorasi ekosistem. Perkenalkan saya Dini yang akan bertugas sebagai moderator pada acara ini. Baik Bapak Ibu semuanya, sebelum memulai webinar pada siang ini, alangkah baiknya kita berdoa bersama-sama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa dipersilakan. Berdoa dicukupkan. Untuk acara selanjutnya, mari kita menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Diharapkan kepada Bapak dan Ibu untuk duduk tegak. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Untuk selanjutnya izinkan saya mempromosikan tiga pelatihan dalam waktu dekat ini yang akan diselenggarakan oleh kami yakni yang pertama itu adalah pelatihan sistem informasi geografis yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 sampai dengan 18 Juli 2025. Lalu yang kedua ada pelatihan dan sertifikasi pengambilan contoh uji air atau PCUA yang akan dilaksanakan pada minggu yang sama yaitu pada tanggal 14 sampai dengan 18 Juli 2025. Lalu kemudian pada minggu depannya ee kami akan mengadakan pelatihan dasar AMDAL yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 hingga 29 Juli tahun 2025. Dan untuk pelatihan sistem informasi geografis ini akan mendapatkan diskon 10% apabila Bapak dan Ibu melakukan pembayaran pada H-1 pelatihan. Dan jika Bapak, Ibu dan untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi admin kami yaitu Riris Dan Nisa. Selain itu juga Bapak, Ibu dapat mengunjungi sosial media kami yaitu ada Instagram, YouTube channel, Facebook, Twitter, dan juga Bapak Ibu bisa mengakses pada website resmi kami di www.ecoedu.co.id ataupun Bapak Ibu jika langsung tertarik untuk mendaftar, silakan dapat mengakses ke pendaftaran.co.id. Selain itu juga kami terdapat inhouse training yang dapat dilakukan secara offline sesuai dengan permintaan dari instansi atau perusahaan Bapak dan Ibu semuanya. Jadi kami tunggu Bapak Ibu di pelatihan. Baik, selanjutnya kita akan langsung saja masuk pada kegiatan utama kita di mana webinar kali ini kita akan berdiskusi mengenai perlindungan dan restorasi ekosistem. Dan kami juga telah menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya untuk memberikan materi dan wawasan yang bermanfaat. Baik, perkenankan saya untuk memperkenalkan narasumber kita hari ini yaitu Bapak Fitrian Ardiansah. Beliau merupakan SG dan Impact Director ACLF ADN Capital Climate Hongkong dan kebetulan ee Pak Fitrian ini sudah ada di dalam ruangan Zoom. Selamat siang kepada Pak Fitrian. Selamat siang. Bisa mendengar saya ya? Iya bisa Pak Fitri ya. Bagaimana kabarnya Pak hari ini? Alhamdulillah baik. Semoga yang lain juga baik ya. I. Baik. Ee untuk itu sebelum kita mulai Pak, izinkan saya menyampaikan terlebih dahulu beberapa teknis. Yaitu yang pertama untuk pemaparan dilaksanakan selama 1 seteng jam kemudian nanti dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang menggunakan aplikasi Slido dan dilanjut lagi dengan tanya jawab secara langsung. Baik, untuk mengefektifkan waktu saya serahkan ruangan Zoom ini kepada Pak Fitrian dan kepada Bapak Ibu semuanya. selamat mengikuti acara webinar ini. Oke. Emm terima kasih. Selamat pagi menjelang siang ee Ibu Bapak sekalian. Ee terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Ee mungkin saya akan coba share screen ya. Ee semoga bisa. Apakah sudah bisa dilihat ya? screen saya ee sudah bisa, Pak. Oke, saya coba. Ibu, Bapak sekalian, selamat pagi menjelang siang sekali lagi em asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dalam kesempatan kali ini ee saya diminta dan dipercaya untuk sharing mengenai aspek-aspek yang berkaitan dengan perlindungan dan restorasi ekosistem. Ee kebetulan ee ada beberapa pengalaman yang sudah ee saya dan beberapa mitra atau partner sudah lakukan dalam konteks ini. Ee mungkin nanti kita bisa juga diskusi mengenai ee opportunity atau peluang dan kemudian tantangan-tantangan yang dihadapi oleh Ibu dan Bapak sekalian dalam konteks perlindungan dan restorasi ekosistem yang ada di Indonesia. Ee tapi sebelumnya mungkin saya ingin memperkenalkan ee diri terlebih dahulu. Nama saya Fitran Ardiansyah. Saat ini saya dipercaya ee menjadi ESG dan Impact Director dari suatu fund atau eh pendanaan atau pembiayaan yang dikembangkan oleh salah satu financial institutions atau lembaga pembiayaan yang ada di Hongkong. Eh, fan ini di ee bentuk di Desember 2023 namanya Asia Climate Smart Landscape Fund. Ee jadi ee pembiayaan ini ditujukan kepada ee SMI atau UKM unit usaha ee kecil dan menengah ee di Asia ee termasuk juga di Indonesia yang ee melakukan aktivitas bisnis di sektor-sektor seperti pertanian, kehutanan ee dan juga budidaya perikanan yang ingin juga selain menghasilkan revenue ee atau penghasilan tapi juga ee ee ingin meng-create impact ee atau dampak yang positif terhadap lingkungan dan sosial. dampak-dampaknya salah satunya tentunya adalah bagaimana hutan tetap dijaga dengan baik, ekosistem dijaga dengan baik, kemudian tentunya ee penanggulangan perubahan iklim ee livelihood atau penghidupan yang layak bagi masyarakat setempat dan juga gender. Nah, selain itu juga ee saya dipercaya eh menjadi salah satu regional steering committee member eh level Asia Tenggara oleh satu lembaga global yaitu Tropical Forest Alliance eh yang punya asosiasi terhadap World Economic Forum. Mungkin Ibu Bapak eh pernah mendengar World Economic Forum adalah suatu lembaga internasional yang fokus untuk mendorong eh sustainability tapi juga perdagangan internasional. Em selain itu eh saya juga diminta menjadi global board member eh di Belgia untuk satu NGO internasional yang disebut Rectao Foundations. Eh mereka men-support atau e mendorong e pengembangan food system eh secara global termasuk juga di Indonesia dan Asia Tenggara. Nah, kebetulan saat ini saya lagi ada di ee Belanda, Ibu, Bapak, sebagai salah satu e representatif yang dipercaya oleh ee Pemerintah Republik Indonesia untuk menjadi consultative committee member di lembaga PBB ee yang fokusnya adalah pembiayaan ee bagi ee skala kecil dan menengah untuk komoditas yang namanya Comon Fund for commodities. Di Indonesia sendiri saya diminta juga menjadi advisory board member untuk satu ee lembaga yang disebut lingkar temu Kabupaten Lestari. Jadi dengan beberapa ee pengalaman itu kita ee misalnya sudah mengembangkan ee interferensi ee kemudian model bisnis dan investasi untuk mendorong ee transformasi ke ISG. ee ISG adalah suatu ee angle untuk ee memastikan bahwa perusahaan, company ataupun investasi menjadi lebih ee peduli terhadap lingkungan, sosial, dan juga tata pemerintahan tentunya. Kemudian juga bagaimana bisa merempeduksi gas rumah kaca dan mendorong kelestarian di tingkat ee bukan hanya Indonesia tapi juga Asia dan global. Ee semoga setelah ini kita bisa ee lebih lanjut ee berdiskusi kalau memang ada pertanyaan Ibu Bapak yang berkaitan dengan apa yang ee juga saya lakukan saat ini. Mungkin langsung kita masuk ke aspek-aspek perlindungan dan restorasi ekosistem. Ee jadi saya akan fokuskan ketiga ee komponen utama dalam konteks ee perlindungan dan restasi ekosistem. Yang pertama tentunya karena kita punya ee luasan hutan yang cukup ee luas dan signifikan ketiga terbesar setelah Brazil kemudian ee Konggo Basisin ya di Afrika tentunya di Asia Tenggara Indonesia punya luasan hutan. Eeah. Nah, kita ketika melihat ee aspek ini tentunya bagaimana kita bisa ee melihat opportunity atau peluang ee bagaimana bisa mendorong perlindungan hutan dan ekosistem hutan dan restorasinya. Nah, apalagi karena memang ada tekanan-tekanan yang lumayan cukup ee signifikan terhadap ee ekosistem hutan yang ada di Indonesia. ee misalnya untuk pengembangan ee pertanian juga untuk pengembangan ee tambang misalnya untuk pengembangan perumahan atau infrastruktur yang lain. Jadi hutan makin lama juga makin terdesak dan apakah kemudian hutan-hutan yang kemudian sudah terdegradasi bisa kemudian dipulihkan kembali dalam konteksasi ekosistem itu fokus dalam pembahasan kali ini. Nah, yang kedua adalah gambut. kawasan ekosistem gambut adalah sesuatu ekosistem yang sangat-sangat penting ee bukan hanya di Indonesia tapi juga skala global. Ee di Indonesia sendiri ee luasan gambut e jutaan hektar. Ee bahkan ee sebelum periode pemerintahan saat ini, pemerintahan sebelumnya tuh punya suatu lembaga yang disebut BRG dan kemudian menjadi BRGM, Badan Restorasi Gambut dan kemudian menjadi Badan Restorasi Gambut dan Mangrov. Jadi bisa dilihat bagaimana pentingnya gambut ee di mata pemerintah Republik Indonesia sekaligus juga di mata dunia. Jadi kalau kita lihat gambut bukan hanya ada tutupan vegetasi di ee atasnya. Nah, biasanya hutan hutan gambut ee hutan tawa gambut, tapi juga ada ee kandungan lain yang juga tidak kalah penting ya. Kandungan yang pertama adalah tentunya bagaimana karbon ee stok karbon misalnya di ee cakup oleh ee kawasan atau ekosistem gambut ini. Karena biasanya kan ee secara ekosistem ee gambut ini mungkin Bapak Ibu juga sudah mengetahui ketika dia basah ee kawasan ee tanah gambutnya itu sebenarnya ee meng-capture atau mengabsorb ee karbon yang lumayan besar. Nah, ketika ada terjadi ee aktivitas yang mengubah ekosistem gambut ini menjadi ee aktivitas bisnis atau ekonomi yang lain misalnya menjadi perkebunan apakah kelapa sawit kemudian atau HTI, hutan tanaman industri atau dibuka. Untuk apapun biasanya kan yang terjadi adalah ee ee apa terjadi ee pembukaan kanal misalnya karena airnya kemudian harus dikeringkan. Nah, terjadilah kemudian air kering, gambut yang sifatnya seperti sponge kemudian ee mengering dan kemudian menyusut. Nah, al hasil adalah karbon yang sebenarnya dicapture di jambut tadi kemudian ee teremisi atau terlepas ke atmosfer. Nah, ini yang ee bisa berkontribusi ee lumayan signifikan atau parah ee terhadap perubahan iklim. Karena ketika ee gas ee rumah kaca termasuk metan dan sebagainya dari gambut atau karbon ee dioksida dari gambut ee keluar atau dilepaskan. Bahkan ini menjadi ee kontributor utama dalam konteks ee emisi gas rumah kaca. Apalagi misalnya ketika kering biasanya gambut itu juga ee sangat rentan untuk ee terbakar. Nah, ini yang sering dulu terjadi misalnya ee karutlah. em apa kebakaran hutan dan lahan biasanya e banyak terjadi di lahan gambut yang dikeringkan atau kering dan di musim kemarau kalau misalnya terjadi kebakaran agak susah memadamkan api di kawasan ekosistem gambut karena dia sangat-sangat kering dibandingkan misalnya kawasan hutan biasa. Ee yang ketiga komponen ekosistem yang ee saya ingin ee kita bisa diskusi sama-sama adalah ee ekosistem mangrov atau bakau. Kenapa ini penting? Ada beberapa ee aspek yang sangat-sangat ee bisa kita ee diskusikan. Yang pertama tentunya mangrov atau gambut ini punya ee lokasi ee di ee suatu ee area yang sangat e unik. di mana kalau hutan misalnya lebih banyak emang di ee apa di dalam ee di dalam konteks misalnya pulau besar seperti Kalimantan ee Jawa ee Sumatera bahkan Papua atau Sulawesi. Tapi kalau di ee hutan bakau ee hutan Ra Bakau misalnya dia ada di pesisir. Nah, selain punya aspek untuk penyerapan karbon, kemudian juga perlindungan ee biodiversity atau keragaman hayati, em mangrov ee atau gambut ee sori atau bakau ini ee bisa ee menjadi ee punya fungsi yang sangat penting untuk regulasi air dari ee laut ee ke ee ee dalam dan juga dari dalam ee dari darat atan maksud saya ke ee laut dan biasanya air dibakau itu agak ee pahap payau atau dalam istilah bahasa Inggrisnya brackage water. Nah, ini yang kemudian biasanya bagus untuk juga emm ee unsur e pengembangan ee benih-benih dari ikan, kemudian udang dan sebagainya. sehingga seringki juga akhirnya ee kawasan ekosistem ee bakau diubah fungsinya ee secara ee lumayan signifikan dan ee besar menjadi tambak-tambak udang atau tambak-tambak ikan. Kalau misalnya dibukanya agak selampangan, maka bakaunya akan habis dan fungsi dari bakau yang untuk mencegah banjir tadi, untuk mencegah abrasi dan sebagainya menjadi ee terkikis dan alhasil banyak sekali kemudian adalah pesisir yang menjadi rentan kalau misalnya ee terjadi bencana ee lingkungan seperti banjir, abrasi dan sebagainya. Ee selain itu juga seperti sama seperti hutan dan gambut ee bakau juga punya ee fungsi yang lumayan strategis untuk penyerapan karbon. Sehingga makanya ketika ada beberapa regulasi saat ini yang ingin mendorong ee perubahan iklim menjadi lebih kuat ee salah satunya adalah di gambut dan dibakau karena penyerapan karbon apalagi blue karbon dibakau itu ee lumayan tinggi. Nah, ini yang tiga ee ekosistem ini yang akan ee kita bahas sama-sama. Ee dan mudah-mudahan nanti kita bisa berinteraksi lebih banyak untuk berdiskusi hutan karena ruasannya sangat-sangat besar di Indonesia. Gambut juga sangat-sangat besar dan tentunya bakau Indonesia punya ee signifikan secara signifikan luasan ee ekosistem ketiga ini yang lumayan besar. Emm, Ibu Bapak sekalian ee mungkin pertanyaannya kemudian mengapa perlindungan dan restorasi terhadap ketiga ekosistem ini menjadi penting? Yang pertama kalau kita lihat dari ee angka-angka atau historis sejarah ya mengenai ekosistem yang ada di Indonesia, hutan aja misalnya, ee gambut dan juga mangrov atau bakau secara keseluruhan ee secara global. ekosistem ketiga hal ini ee lumayan terancam. Jadi ee dalam konteks deforestasi ee yang kita bisa lihat adalah misalnya ee FAO ee suatu lembaga PBB yang memang memfokuskan ee mengenai mengenai hutan ee kemudian ekosistem dan sebagainya ee memuat laporan bahwa sejak ee tahun 1946 hutan di ee bumi ini itu ee hilang sampai 2020 ya sekitar ee 4 eh sori. Ee jadi menurut laporan ee tahun 46 ini hutan di per seluas 4 miliar hektar. Tapi ee sayangnya terjadi penyusutan yang lumayan ee signifikan, lumayan besar ee dalam konteks ee pengurangan ee kawasan hutan ee yang ada di ee seluruh dunia. Ee di Indonesia sendiri menurut catatan Kementerian Kehutanan misalnya ee laju deprestasi tahun ee 1996 sampai 2000 itu pernah terjadi ee lumayan besar, lumayan tinggi ya kehilangan atau laju deforestasi hutan kita itu sekitar 3,5 juta hektar. Jadi ada jutaan hektar yang hilang sudah dalam 20 tahun terakhir. Apa risikonya kalau hutan itu hilang? Nah, tentunya fungsi-fungsi yang ee tadi saya sebutkan itu menjadi hilang juga gitu kan. Fungsi ee menangkap air sehingga kalau misalnya terjadi hutan yang ada di ee pegunungan hilang berarti regulasi untuk banjir, bagaimana ee air bisa diserap dan sebagainya jadi hilang. Dan alhasil biasanya kota-kota yang ada di hilir itu akan terkena ee dampak yang lumayan besar. termasuk misalnya e di Jakarta ketika hutan yang ada di ee puncak dan sekitarnya itu hilang ee selain juga masalah sampah ya itu ee menyebabkan run off atau limpasan menjadi lebih besar. Kemudian tentunya tadi bagaimana mitigasi perubahan iklim karena ee absorsi ataupun penyerapan karbon itu menjadi juga hilang. ee bahkan kalau di ee beberapa negara menyebutkan bahwa Nature base solution atau solusi yang berbasis alam ini ditempatkan menjadi prioritas. Solusi yang berbasis alam adalah bagaimana penyerapan karbon atau regulasi karbon itu bisa dilakukan oleh ee ekosistem ee alami termasuk di antaranya hutan ee bakau dan gambut. Kemudian dalam konteks degradasi gambut seperti yang diud sudah saya sampaikan tadi di awal ini bisa juga berkontribusi besar kalau hilang ee makanya perlindungan dan restasinya menjadi penting e karena dia menjadi sumber utama emisi karbon terutama kalau misalnya terjadi kebakaran hutan dan lahan. Jadi bagaimana ee gambut bisa lebih di ee jaga, kemudian bisa lebih di restorasi. Nah, itu akan menyebabkan ee emisi karbon bisa dikurangi dan kemudian ee perubahan iklim bisa tetap dijaga. Kemudian hilangnya mangrov tentunya seperti yang ee saya juga sebutkan tadi, bagaimana ini bisa ee secara signifikan mengancam ee ketahanan ee daerah-daerah atau kawasan pesisir yang ada di Indonesia. Dan kita tahu negara kita adalah negara kepulauan. Kalau misalnya ee ekosistem alami seperti manglov hilang, maka kota-kota besar ataupun daerah pesisir yang ada di Indonesia yang rata-rata memang ee penting secara ekonomi, kita tuh biasanya harus investasi untuk e mengurangi abrasi dan sebagainya lewat misalnya ee pembangunan seawall gitu kan atau tembok ee yang besar gitu kan ee di ee pesisil dan itu nilai investasinya nya miliaran bahkan bisa sampai triliunan rupiah. Dan itu sangat-sangat ee memberatkan bagi bukan hanya kita sebagai masyarakat karena kita membayar pajak tentunya untuk pembangunan infrastruktur seperti itu tapi juga pemerintah karena budget atau anggaran pemerintah kan terbatas. Nah, ini yang kemudian akan menyebabkan beban terhadap pemerintah dan pada gilirannya adalah rakyat Indonesia sendiri. Hanya saja memang untuk menjamin perlindungan ekosistem hutan, gambut, dan juga bakau yang ada secara existing itu enggak gampang. Kenapa? Ternyata ada fenomena yang mungkin terjadi bukan hanya dalam konteks ekosistem e hutan gambut dan bakau yang ada di Indonesia, tapi juga untuk banyak hal yang kita hadapi di Indonesia adalah fragmentasi kebijakan. Jadi banyak sekali yang kita lihat misalnya kebijakan dari sektor A mendorong perlindungan hutan misalnya, tapi ternyata ee kebijakan yang ee dikembangkan oleh sektor B atau Kementerian B atau ee provinsi A, Provinsi C atau Kabupaten D itu tabrakan dengan yang sudah ada misalnya di ee kebijakan di sektor lain. Contoh kasus misalnya ada beberapa kebijakan kita tahu bagaimana ee Kementerian Kehutanan atau dulu Kementerian Kehutanan dan Nikm Hidup mendorong ee perlindungan hutan karena suatu hutan dianggap sebagai warisan dunia atau suatu hutan dianggap ee sebagai ee kawasan penting bagi beberapa ee karena keragaman hayati atau bagi masyarakat setempat. Tapi ternyata ada izin yang dikeluarkan tumpang tindih misalnya untuk ee pengembangan perkebunan atau pengembangan tambang yang baru-baru ini kita tahu ee ada diskusi dan juga ee debat lumayan em kuatlah ya ee antara satu pihak dan pihak lainnya atau masyarakat dengan pemerintah atau NGO dengan pemerintah atau media dengan pemerintah misalnya dengan penambangan yang terjadi di ee kawasan raja Nah, itu hal-hal yang kemudian kita lihat seringki terjadi tabrakan atau ketidaksinkronan ee tidak siniri eh sinergi antara satu kebijakan dengan kebijakan lain. Ini yang sering menyebabkan hutan, gambut, dan bakau sulit untuk dilindungi atau kemudian bahkan sulit untuk diestorasi kembali. Karena bagaimana kita mau melindungi ilmu restorasi kalau tidak ada klarifikasi atau ee kejelasan terhadap suatu kebijakan. Siapa yang mau kemudian secara konsisten melakukan itu? Agak sulit. Nah, ini yang kemudian tantangan dianggap menjadi tantangan utama. Yang kedua adalah em sepertinya ee dibandingkan misalnya em apa pembangunan infrastruktur. Nah, seperti misalnya membuat ee drenase, membuat ee dam atau waduk dan sebagainya memang mahal jalan dan sebagainya. E tapi ternyata untuk mengelola dan melindungi hutan, gambut dan bakau dan merestorasinya tidak juga murah karena luasan yang ada cukup ee signifikan jutaan hektar misalnya yang ada di Indonesia dan ini memerlukan ee pembiayaan atau pendanaan yang lumayan besar. ee tapi juga bukan hanya sekedar untuk menjaga. Kan memang ada masyarakat yang hidup di dalam kawasan hutan, gambut atau bakau tadi dan juga di sekitarnya yang membutuhkan support atau ee penghidupan dari hutan, gambut dan bakau tadi. Nah, biasanya pendanaan itu juga di ee perlukan bukan hanya untuk tadi misalnya menanam pohon. Eh, kalau menanam pohon saja mungkin akan straight forward eh secara langsung mudah, tapi bagaimana menanam pohon juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar itu juga ee biasanya ee budget atau anggaran yang dikelola atau dibuat harus juga me ee ikut sertakan unsur-unsur ee perkembangan ee taraf hidup dan juga ekonomi masyarakat. Jadi, bagaimana masyarakat juga bisa mendapatkan manfaat dari ee restorasi atau perlindungan hutan, gambut dan bakau tadi. Jadi, komponen-komponen sosial ee livelihood eh penghidupan dan sebagainya harus menjadi ee komponen program yang penting dan itu juga menyebabkan anggaran ee kalau kita mau melakukannya dengan baik akan lebih ee ee tinggi ketimbang cuma sekedar menanam pohon atau merestorasi ee secara teknis misalnya. Jadi keterlibatan masyarakat lokal dan asli ini penting karena merekalah yang pada gilirannya ee mendapatkan manfaat dan juga menjaga ee hutan gambut dan bakau yang ada di tempat-tempat yang memang penting itu. Yang berikutnya adalah seperti tadi juga berkaitan dengan fragmentasi kebijakan itu ee kita belum melihat secara ee sistematis misalnya bagaimana nilai ekonomi yang ada dan sudah dibuat oleh hutan gambut dan bakau tadi dianggap sama ee atau tingginya sama dengan nilai ekonomi dari aktivitas-aktivitas industri atau aktivitas-aktivitas aktivitas ekonomi lain yang kemudian membabat hutan atau menggundeli hutan atau mengkonversi hutan menjadi ee industri atau sektor lain. Nah, karena tidak dianggap sama atau belum dianggap sama sehingga seringki di beberapa kesempatan ee banyak sekali orang melihat oh kalau memang ada hutan atau bakau atau ee gambut itu sebenarnya tidak memberikan manfaat ekonomi terhadap ee pemerintahan misalnya provinsi kabupaten atau nasional dibandingkan misalnya dibuka atau digunduli atau diganti atau dikonversi menjadi ekonomi atau aktivitas ekonomi lain. Nah, yang ini yang terjadi karena memang di ee catatan ataupun ee assesment ataupun hitungan dari ekonomi seringki itu agak jomplang. Ee saya sendiri belajar mengenai hal itu. Jadi misalnya gini, contoh kasus kita akan tahu bagaimana pentingnya atau punya nilai ekonominya suatu sistem tadi kalau sudah terjadi bencana. Ee tadi saya menjelaskan mengenai ee banjir. Ee kalau di beberapa negara lain itu dimasukkan di dalam konteks ee ekonomi lingkungan ya. Misalnya ada satu ekosistem hutan anggaplah yang menjadi fungsi water catchment area atau daerah tangkapan air. Nah, kemudian kalau daerah-daerah tangkapan air ini tergunduli gitu kan atau hilang, bahkan banjir kemudian akan terjadi lebih sering ee atau lebih besar. Nah, itu cost atau biaya yang dihadapi oleh masyarakat dan pemerintah dan aktivitas ekonomi karena banjir itu kemudian dijadikan dasar untuk menilai fungsi dari suatu kawasan hutan tadi. Misalnya, oh karena ee misalnya kalau hutan itu hilang, banjir ini akan mengebabkan menyebabkan misalnya kerugian. Em misal ini semisalnya kerugian 100 miliar dalam ee setahun. Nah, itu kemudian di ee dikaitkan dengan oke berarti fungsi atau nilai ekonomi dari kawasan hutan, bakau atau gambut tadi adalah sekitar 100 miliar. Nah, ini ketika membuat anggaran di pemerintahan ada nilai ekonomi dari si kawasan ini yang di kemudian diattach atau diasosiasikan terhadap ee fungsi kawasan. Karena kalau enggak nanti oke kita bisa aja ee atau ada pihak lain bisa aja bilang bahwa oke berarti hutan bisa aja digantikan karena tidak ada nilai ekonominya dengan misalnya maaf ee perkebunan kelapa sawit atau hutan tanaman industri atau ee tambang dan sebagainya yang mungkin memberikan nilai sama atau kurang dari itu. Tapi karena fungsi hutannya yang bagus tadi sudah hilang, bahkan cost atau biaya yang kemudian dihasilkan karena banjir, karena kekeringan, karena apapun menjadi lebih besar. Nah, itu yang seringkiali tidak masuk. Kita hanya menghitungnya ketika terjadi bencana. hal-hal semacam itulah yang juga penting. Belum lagi ee beberapa banyak sekali kawasan hutan ee kemudian bakau dan gambut yang memberikan penghasilan dan penghidupan bagi masyarakat yang ada di situ dan sekitar apakah itu dari misalnya pembibitan ikan, budidaya perikanan, ee nonimber value very products atau produk-produk ee bukan kayu misalnya apakah ada dari ee madu kemudian buah-buahan dan sebagainya dan sebagainya. Nah, hal-hal kayak gitu memang seringki tidak tercakup dalam valuasi ekonomi yang secara utuh yang bisa dilakukan. Ee tapi kalau kita mau melihat em restorasi atau perlindungan ee hutan, gambut, bakau yang ada di Indonesia, sebenarnya ada banyak ee sudah contoh-contoh yang ee lumayan positif yang dilakukan oleh beberapa inisiatif baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun juga swasta maupun juga masyarakat ee yang bisa mendorong ee perlindungan dan juga resi ekosistem hutan. bakau dan gambut ini ee menjadi lebih kuat. Nah, contoh-contoh praktis yang saya tampilkan ini hanyalah contoh kecil dari yang sudah ada banyak di Indonesia. Cuma memang tantangannya adalah bagaimana ee contoh-contoh ini bisa diperbanyak lagi dan kemudian diperkuat lagi oleh tadi kebijakan-kebijakan yang lebih konsisten dan juga valuasi ekonomi yang juga lebih em ter ee struktur ya. ee dan juga komprehensif sehingga hutan, bakau, dan gambut tidak hanya dinilai ketika terjadi bencana. Misalnya, salah satu yang saya senang ee dan kita pernah interaksi ee dan saya kenal adalah misalnya lestari capital. Lestari capital ini dibangun atau dikelola ee atau digagas ee sebagai blended finance atau pembiayaan campuran oleh sektor-sektor swasta. Jadi pada dasarnya banyak sekali ee pembeli produk dari Indonesia kemudian juga brand ataupun merek-merek internasional melihat bahwa mereka harus berkontribusi balik terhadap apa yang mereka sudah ambil dari ee alam yang ada di Indonesia dan di beberapa tempat di dunia. Jadi mereka kemudian menggagas suatu blended finance ini atau pembiayaan atau pendan campuran ini dan mereka sebut lestari capital dengan rimba kolektif. Jadi eh lulusan swasta yang bergerak di pap dan kertas, kemudian agribisnis, kemudian juga FMCG ee seperti Uniliver, Pepsico, dan sebagainya. mereka kemudian mengumpulkan ee sedemikian rupa pembiayaan atau pendanaan untuk memberikan kontribusi balik terhadap konservasi atau perlindungan ekosistem dan juga restorasi yang ada di Indonesia dan di beberapa negara. Jadi target mereka adalah dengan kontribusi ini mereka bisa mendukung restorasi sekitar 500.000 hektar ee di beberapa tempat ee termasuk di Indonesia selama 25 tahun. Jadi sistemnya adalah ee ketika ada satu area yang ingin ee dijadikan ee area perlindungan dan ekosist ee dan restorasi ekosistem yang dikelola oleh baik oleh ee perusahaan maupun oleh ee masyarakat ini bisa disupport pembiayaannya selama 25 tahun. Jadi modelnya adalah pembayarannya itu berdasarkan ee performance atau hasil dari konservasi atau restorasinya. Jadi kalau ee misalnya dalam 25 tahun per tahunnya dia audit ee ternyata hasilnya bagus eeah maka ee akan ada e support pembiayaan atau pendanaan yang ee diberikan terhadap ee manajemen atau pengelola dari suatu kawasan tersebut. Nah, ini di Indonesia ada beberapa ee hutan ee perhutanan sosial ee yang juga di-support. Kemudian ada beberapa em kawasan perlindungan yang di-support karena ini link dengan supply chain atau rantai pasok dari ee beberapa komoditas yang memang ee apa dikembangkan juga di Indonesia. Misalnya misalnya contoh yang menarik adalah misalnya ada satu ee rantai pasok sawit. Nah, mereka tahu kalau misalnya sawit itu di ee kembangkan, dikelola, tapi kemudian hutan sekitarnya hancur, sawit sendiri yang akan rugi. Masyarakat sekitar juga ya rugi. Jadi ee perusahaan-perusahaan yang kemudian bergerak di sektor sawit ini kemudian juga mengidentifikasi dan mencoba berkontribusi ee melindungi hutan ee atau gambut yang ada di sekitar. Ketika sudah diidentifikasi ee misalnya ada 10.000 1000 hektar kawasan hutan penting baik hutan lindung dan sebagainya atau kawasan perhutanan sosial. Nah, kemudian mereka memberikan semacam proposal kepada Stari Capital dan rimba kolektif untuk mendapatkan support pendanaan. Nah, kemudian dari Lestari Patanan Rimba kolektif melihat oke apakah ini bisa didanai dan dari ee support ee yang ada apakah bisa kemudian ee dilakukan konservasi ataupun ee restorasi selama 25 tahun. Ini yang ee menjadi model bisnis dari ee restari capital dan rimbah kolektif. intinya adalah ternyata ada perusahaan-perusahaan yang juga ee peduli terhadap perlindungan resasi ekosistem dan mereka kemudian bersepakat untuk sama-sama memberikan support ee lewat ee istilahnya anggaran mereka. Nah, jadi bukan hanya pemerintah, tapi juga ada perusahaan yang kemudian berkontribusi balik terhadap lantai pasok yang ada dan berkontribusi terhadap ee perlindungan dan restorasi ekosistem di beberapa tempat atau termasuk di Indonesia. Nah, ini yang salah satu model bisnis contoh praktis yang lumayan menarik ee yang bisa diangkat. Yang berikutnya adalah emm ternyata juga di Indonesia dibuka kesempatan untuk ee mempunyai lisensi atau izin ee untuk mengembangkan yang disebut ee konsesi restorasi ekosistem. Ee jadi sejak dulu sampai sekarang misalnya ada area-area konservasi atau area-area hutan yang mungkin sebelumnya menjadi ee bisa dikatakan seperti HPH ya ee hak pengusahaan hutan baik hutang alam atau apapun bisa kemudian diubah rezinernya menjadi izin restorasi konsosisten. Nah, ini sudah dilakukan oleh beberapa pihak dan izinnya juga sudah dikeluarkan oleh Kementerian ee KLHK sebelumnya dan sekarang Kementerian Kehutanan. Contohnya misalnya adalah hutan harapan ee di ee Jambi dan juga hutan ee di sekitar Bukit 30. Jadi ada perusahaan-perusahaan yang biasanya juga didorong atau didukung oleh beberapa yayasan dan mitra konservasi NGO misalnya ee dan mereka membentuk PT yang mengelola ee konsesi resturasi ekosistem ini. Jadi pendanaannya ee biasanya ee link atau berkaitan dengan yayasan dan mitra konservasi tersebut sehingga bisa membantu pemerintah yang memang ee lumayan sudah ee punya beban banyak untuk memfokuskan untuk melindungi hutan lindung, kemudian juga ee kawasan konservasi yang ee utama dan sebagainya. Nah, hutan-hutan yang sebelumnya mempunyai izin misalnya HPH dan sebagainya sebagainya ini bisa dikonvers konversi menjadi konsesi restorasi ekosistem. Ee selain itu ada juga konsesi-konsesi PBPh ee perhutanan eh kehutanan yang ada di Indonesia yang kemudian ee juga melakukan perlindungan hutan. ee jadi hutannya tidak ditebang atau kayunya tidak ditebang ee dan restorasi ekosistem ee tapi mungkin salah satu revenue generation-nya atau income yang ada itu dihasilkan dari misalnya penjualan ee kredit karbon. Ee jadi sejak beberapa tahun yang lalu sampai kemudian di moratorium ee ada beberapa konsesi yang melakukan ini. Nah, salah satunya ada di Kalimantan Tengah. mungkin Ibu Bapak ee sudah tahu ee apa ee limbah makmur utama ee di Katingan ee melakukan hal ini. Jadi mendapatkan ee revenue dari karbon ee penjualan karbon kredit atau kredit karbonnya dan ee revenueya ini di ee gunakan untuk kemudian melindungi gambut yang ada di konsesi dan juga memberikan support terhadap ee livelihood atau penghidupan masyarakat yang ada di ee area konsesi dan sekitarnya. Ya, ini yang bisa kemudian dijadikan salah satu juga contoh praktis yang lumayan menarik ya untuk ee terus didorong ke depannya. Ee selain perusahaan swasta, kemudian mitra konservasi dan juga ee koalisi seperti restari capital tembak kolektif tadi, ada beberapa proyek baik gambut dan mangrov yang juga didukung oleh pemerintah sebelumnya oleh e BRGM ya, Badan Testasi Gambut dan Mangrov. sekarang dilanjutkan oleh Kementerian Kehutanan dan sebagian juga dilanjutkan oleh KKP, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Nah, hal-hal ini tentunya sangat-sangat bergantung terhadap satu ee budget atau anggaran yang dipunyai oleh pemerintah. Nah, kita tahu bahwa pemerintah bebannya besar sekali dari Aceh sampai Papua untuk melindungi jutaan hektar bahkan puluhan juta hektar dari ee kawasan konservasi seperti tambah nasional ee hutan lindung dan sebagainya. Nah, ini yang makanya ee kolaborasi dan juga kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat eh sori swasta dan masyarakat menjadi penting. Nah, dalam konteks kemitraan masyarakat dan rehabilitasi berbasis mata pencaharian yang memang mendukung em penghidupan masyarakat sekitar, sebenarnya pemerintah memberi memberikan peluang atau membuka peluang untuk pengembangan konsesi atau izin perhutanan sosial. Nah, ada beberapa contoh ee perutanan sosial yang lumayan sukses menurut ee kami ee dan ini bisa dilihat di beberapa tempat termasuk di ee Sumatera dan Kalimantan misalnya. Ee ini ada contoh 6000 hektar hutan bakau ee di wilayah Kalbar yang saya pernah kunjungi juga di wilayah ee Padang Tikar ee itu di Kalimantan Barat di ee Kabupaten Kuburaya. Jadi masyarakatnya ee 13 desa atau 12 desa saya lupa. Ee tapi kemudian mereka membentuk suatu ee organisasi LMHD lembaga masyarakat tatan desa. Kemudian mendapatkan izin dari Kementerian PLHK pada saat itu atau kehutanan untuk mengelola kawasannya dan kemudian ee bakau, area bakau dan juga area gambut di sana kemudian di restorasi dan dilindungi oleh masyarakat sekitar. karena itu menjadi ee pokok penghidupan atau sumber penghidupan dari masyarakat. Nah, bagaimana pembiayaannya? masyarakat ee waktu itu membentuk suatu organisasi juga ekonomi yang kemudian melihat alternatif eh livelihood dari sana apakah dari perikanannya, apakah dari madu dan sebagainya untuk kemudian ee produk ini bisa dijual dan menghasilkan yang kemudian berkontribusi terhadap restorasi dan juga perlindungan ekosistem tadi. plus juga ee mereka mendapatkan pinjaman pada saat itu dari BLU badan ee layanan umum oleh ee Kementerian ee Kehutanan atau KLHK yang kemudian dilanjutkan oleh BPDLH, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup. Nah, ini juga suatu interaksi bagi ee contoh praktis yang ada di Indonesia. Nah, BPDLH sendiri lumayan menarik, Ibu Bapak sekalian. Jadi, ada satu lembaga sebenarnya di di ee pemerintahan pusat ee yang disebut BPDLH, Badan Pengelola dan Lingkungan Hidup yang bisa memberikan pembiayaan bagi masyarakat atau kelompok masyarakat atau koperasi untuk ee peningkatan penghidupan mereka dengan catatan dengan syarat bahwa si masyarakat atau kelompok masyarakat atau koperasi tadi harus berkontribusi terhadap perlindungan hutan dan juga restorasi hutan. Kalau di kita misalnya ke perbankan ee minta pinjaman misalnya itu kan biasanya diminta agunan atau kolateral. Agunannya apakah aset rumah kita, aset tanah kita, gudang kita, dan sebagainya dalam konteks bisnisnya. Nah, dalam konteks BPDLH Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup aset yang dilihat adalah pohon atau ee kawasan hutan yang ada di sekitar yang memang dikelola ee atau dikontribusikan untuk dijaga oleh masyarakat. Jadi kalau misalnya ada tegakan-tegakan pohon yang memang dianggap berkontribusi terhadap perlindungan hutan, nah itu yang menjadi aset yang tidak boleh ditebang misalnya. Nah, masyarakat kemudian bisa mendapatkan pembiayaan atau pinjaman untuk ee mengelola ee atau mengembangkan bisnis ee penghidupan mereka apakah untuk budidaya perikanan, budidaya pertanian dan sebagainya dengan catatan pohon-pohon tadi tidak ditebang. Nah, ini juga salah satu contoh praktis yang menjadi menarik ya yang bisa diangkat di Indonesia. ya. Jadi sebenarnya ada banyak ee aspek yang dilakukan sudah dilakukan di Indonesia, tapi mungkin ini yang harus ee lebih banyak di ee skalanya dikembangkan, diperkuat dan sebagainya. Nah, ee untuk memastikan bahwa pembiayaan atau pendanaan bagi perlindungan dan ee ekosistem-ekosistem hutan ee gambut dan bakau tadi menjadi lebih kuat. sebenarnya ada peluang lain ee di luar yang bisa kemudian menjadi dibuka lebih lanjut. Tadi ee saya sampaikan mengenai pembiayaan karbon tentunya ini memerlukan verifikasi ee lewat ee beberapa ee standar ee di internasional yang sekarang sepertinya juga sudah mulai ee punya sinergi dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Misalnya gold standard. Kalau standar sudah sudah ada penangan pendantakan mutual recognition agreement dengan pemerintah Indonesia. Vera saya dengar juga akan ee melakukan itu. Jadi, apapun yang dilakukan untuk ee mitigasi perubahan iklim, penyerapan karbon lewat hutan, gambut ataupun bakau bisa kemudian diakui juga oleh internasional dan ee kredit karbonnya ee bisa jadi link dengan apa yang ee kita sama-sama inginkan dan juga diinginkan oleh pihak internasional. Jadi diakui oleh pemerintah Indonesia dan juga diakui oleh pihak internasional. Nah, ini ee boleh dikatakan sebagai work in progress. Jadi, masih di masih digodok oleh pemerintah Indonesia. Jadi, kita tinggal menunggu. Selain itu, model ee investasi atau pembian lainnya eh kita biasanya sebut sustainable landscape finance. Jadi, eh blended finance atau pembiayaan campuran di mana ada gabungan dari donor, investor, dan swasta. seperti tadi lestari capital, ada model-model lain di mana ada konsorsium dari donor, dari investor dan juga swasta melihat oke landskap mana yang kemudian bisa didorong. Saya pikir biasanya sekarang nih ada beberapa provinsi ee atau beberapa kabupaten yang disasar oleh gabungan Donor Investa Swasta tadi. Mungkin Ibu Bapak bisa ee bisa ee lihat nanti di provinsi dan kabupaten masing-masing apakah memang ada inisiatif-inisiatif yang mendorong sustainable landscape finance seperti ini. Nah, berikutnya yang baru yang mulai dikembangkan oleh perbankan dan investor yang ada di luar negeri dan juga mulai dengan Indonesia adalah Green Bonds dan blue carbon credits. Green bonds adalah eh surat utang yang dikeluarkan eh oleh perbankan misalnya ee yang menjamin misalnya bahwa satu project ini akan memberikan dampak positif termasuk juga ee mencegah deforestasi ee berestorasi ekosistem dan sebagainya. Nah, ini di beberapa negara ee surat utang Green Bond ini menjadi menarik karena kemudian investor melihat bahwa ketika mereka ingin invest atau membeli surat utang tadi bukan hanya mendapatkan keuntungan tapi juga mendapatkan dampak positif. Nah, ini mungkin hal-hal yang bisa kemudian dikembangkan lebih lanjut di Indonesia. ee karena biasanya kita mengeluarkan surat utang ee tanpa embel-embel lain. Nah, dengan embel-embel bahwa juga bisa berkontribusi terhadap perlindungan dan restorasi ekosistem menjadi lumayan menarik. Kalau enggak salah Indonesia juga punya beberapa hal yang serupa untuk ee misalnya energi terbarukan ada green bond atau green sukuk ee yang secara syariah atau islami juga sudah dikembangkan di Indonesia. Nah, untuk blue carbon kredit atau kredit karbon biru ini masih dalam tahap ee awal ee terutama untuk mangrov dan juga ee apa ee rumput laut dan sebagainya untuk ee daerah-daerah pesisir. Nah, ini yang menjadi penting karena ternyata ee komponen karbonnya lumayan besar dari mangkrov. Nah, ini yang memang pemerintah sekarang lagi godok juga regulasinya dan sebagainya. kita masih menunggu apakah bisa kemudian link atau dikaitkan dengan pengembangan ee kredit karbon biru yang lumayan signifikan ee secara skala. Ee selain itu pembiayaan berbasis jurisdiksi atau kawasan atau administrasi disbut jurisdictional red plus. Kalau enggak salah Indonesia sudah punya kerja sama di beberapa provinsi yang paling terkenal adalah Kalimantan Timur, FCPF, Forest Carbon Partnership Facility antara World Bank. Bank Dunia ee pemerintah Indonesia dan juga ee pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Jadi ada ee support di mana ada pembayaran berbasis performance eh untuk pencegahan deforestasi di provinsi-provinsi tadi. Ee saya kalau enggak salah juga pernah mendengar ya hal yang sama ee dan melihat ee untuk Jambi misalnya biocarbon fund. Nah, ini sesuatu yang mungkin bisa di ee tanyakan lagi di provinsi kedua provinsi itu bagaimana kemudian ini bisa memberikan dampak ee terhadap swasta dan juga masyarakat sekitar dari pembiayaan berbasis juridiksi tadi. Namun memang investor atau pemilik dana ee yang ingin berkontribusi dalam memperkuat investasi di perlindungan dan ekosistem atau restorasi ekosistem ini ee akan datang atau akan bergabung kalau ada beberapa komponen yang sudah dipenuhi oleh ee misalnya pemerintah Republik Indonesia ataupun kita semua ya. Pertama, apakah ada regulasi yang jelas? Tadi kan kita sudah sebut mengenai kita tambahkan antara satu peraturan dengan peraturan yang lain. Kemudian juga kejelasan mengenai misalnya ee pengembangan kredit karbon. Apakah bisa akses ke pasal global? Apakah kemudian investor bisa di ee fasilitasi untuk mengembangkan ini, bagaimana izinnya bisa dipermudah dan sebagainya. Karena kalau tidak agan sulit ya ee ini berkembang. kita sudah lumayan eh tertinggal dibandingkan misalnya negara seperti Colombia, Brazil dan sebagainya dalam konteks hal-hal semacam ini. Kemudian tentunya reputasi perusahaan. Apakah perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia ee ketika ingin menarik investasi yang lumayan hijau itu punya reputasi perusahaan? Apakah mereka juga sudah comply atau sudah ee memenuhi persyaratan ISG ya, environmental, social, dan governance gitu kan. Nah, ini harus diverifikasi ee harus diaudit ee perusahaan-perusahaan tadi ketika mereka ingin juga misalnya mengelola ee atau berkontribusi terhadap perlindungan dan juga e restorasi ekosistem. Dan terakhir ee biasanya investor akan melihat ini dampak yang memang dijanjikan ini bisa enggak diukur atau jangan-jangan hanya klaim saja, terutama dari segi sosial dan dari segi ekologi. Benar enggak sih investasi yang masuk misalnya ee benar-benar dipakai untuk mengelola hutan misalnya 10.000 hektar tadi atau ee memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat sekitar. jangan-jangan hanya ee dipakai oleh pengelola, tapi tanpa ada ee multiplier eh benefit bagi masyarakat sekitar atau bagi hutannya itu sendiri. Nah, ini memang ee menyebabkan tantangan-tantangan yang lumayan besar bagi ee pengelola kemudian bagi ee apa ee yang ingin berkontribusi terhadap ee perlindungan dan juga restorasi ekosistem. Jadi memang enggak mudah ee membuatnya, tapi juga bukan sesuatu yang mustahil untuk melakukannya. So, it's not easy being green, tapi sesuatu yang bisa kita lakukan. Ee berikutnya ee sebenarnya untuk memastikan em kita bisa menjamin bahwa apa yang kita lakukan itu kredibel ya, perlindungan dan restorasi ekosistem ini ada beberapa teknologi yang bisa kemudian kita pakai dan bisa ee kita gunakan untuk ee menunjukkan bahwa apa yang kita lakukan itu kredibel dan valid ya, terutama bisa diverifikasi. ee biasanya em si konsesi atau aktivitas perlindungan dan stasi ekosistem tadi baik di tingkat perusahaan maupun masyarakat ee biasanya connect terhadap teknologi. Apakah dilakukan eh satelit imagery dari ee satelit untuk memantau dan memonitoring ee terjadinya perlindungan hutan daerah-daerah mana yang memang bisa sudah dilakukan konservasi ataupun restorasi dan restorasinya ee dilakukan secara baik gitu kan. Karena kalau enggak kan orang enggak akan percaya ya. Kita misalnya melakukan penanaman pohon tapi kemudian pohonnya mati dalam ee beberapa tahun ke depan. Nah, ini yang harus di ee buktikan dari ee teknologi seperti remote sensing, kemudian sensor thermal ee dan kamera trap ya. kamera trap atau kamera jebak ini mungkin eh untuk menunjukkan bahwa biodiversity atau keanekaan hayati yang ada di kawasan tadi juga bisa dilindungi. Nah, di beberapa kesempatan pemerintah ee Republik Indonesia juga menunjukkan oh ternyata ee terjadi recovery ee pemulihan kembali dari misalnya ee beberapa spesies. Apakah spesies yang besar seperti gajah, harimau, badak, ee beruang atau apapun atau ee spesies-spesies yang lebih ee kecil lagi dan sebagainya. Selain itu, untuk memudahkan terjadinya rehabilitasi atau restorasi suatu ekosistem yang sudah rusak, biasanya harus ada intervensi teknologi lain seperti bioteknologi, pemilihan clown dari suatu em ee pohon atau vegetasi yang memang lebih kuat, lebih indigenous, lebih lokal dan sebagainya. Kemudian juga ada biostimulan, biosoil sehingga si ee tanah yang unsur haranya ee sudah hilang misalnya bisa dipulihkan kembali oleh beberapa teknologi tadi. Nah, ini di beberapa kesempatan di beberapa tempat sudah juga dilakukan termasuk di wilayah-wilah X tambang misalnya ee sehingga kawasan-kawasan yang sebelumnya sudah terbuka dan hilang ee unsur haranya bisa dikulihkan kembali tentunya. Kemudian kalau ini bisa digabungkan dengan sistem komputasi dan IoT ee mungkin lewat kecerdasan buatan atau AI dan juga digital eh monitoring eh reporting dan verifikasi ini akan membuat aspek perlindungan dan registrasi ekosistem ee model bisnisnya menjadi lebih kredibel. Nah, dan yang terakhir kita lihat harus dengan apakah memang sudah ada juga terobosan-terobosan seperti ee sistem agroekologi yang lumayan inovatif ya. Nah, misalnya di bakau, di Mangrov, apakah sudah di em introduce misalnya di di dilakukan dikembangkan agrosil fishery di mana ada pertaniannya, kemudian ada budidaya perikanannya dan juga ada ee kawasan ataupun pohon-pohon yang ee tegakkan hutannya. pengembangan ini menjadi menarik karena kemudian investor ataupun apa memberi dana akan melihat bukan hanya kemudian si aktivitas bisa melindungi dan merestorasi ekosistem tapi juga memberikan penghidupan yang layak bagi masyarakat sekitar ini juga ee lumayan sama dengan agroforestry ya di mana misalnya wana tani ada ee banyak contoh misalnya kopi terus ada ee pohon penaung dan pohon penaung ini memberikan ee ee apa support bagi ee penyerapan emisi karbon, kemudian regulasi iklim sekitar dan juga menjadi tangkapan air dan sebagainya dan si kopinya menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat. Nah, ini yang sesuatu yang biasanya akan dicari oleh ee berbagai pihak ee dalam konteks ee mendukung perlindungan dan restorasi ekosistem. Ee berikutnya kalau ee perlindungan dan restasi ekosistem ini dilakukan hanya oleh sepihak, dua pihak misalnya, itu mungkin hanya akan memberikan kontribusi ee yang lumayan signifikan di ee kawasan-kawasan tertentu saja. Nah, em yang memang sekarang lagi didorong adalah ee maaf pendekatan kolaboratif dan integratif di mana kita lihat satu bentang alam mana sih yang memang daerah-daerah yang bisa dikembangkan atau dibuka untuk pertanian budidaya yang lain dan sebagainya karena kemudian daerah-daerah memang harus dijaga dan direstorasi. Nah, ini tentunya perlu kesepakatan antara berbagai pihak eh maaf. Nah, jadi berbagai pihak ini misalnya ee melihat ee terutama kalau bisa digabangi oleh pemerintah yang ada di provinsi atau di ee kabupaten tadi untuk melihat daerah mana yang kemudian bisa ee dijadikan misalnya budidaya perkebunan, budaya pertanian, tapi juga daerah mana yang harus dijaga untuk tangkapan air. misalnya gambut tadi untuk ee regulasi air juga dan sebagainya dan juga untuk reduksi emisi karbon dan juga mencegah kebakaran hutan dan lahan dan tentunya keterlibatan masyarakat asli dan setempat menjadi penting karena harus kemudian disepakati model benefit sharing-nya seperti apa. Jangan sampai hanya pihak-pihak perusahaan atau pemerintah yang mendapatkan manfaat besar tapi masyarakat sekitar tidak. Nah, ini kemudian tentunya harus dinaungi oleh ee kebijakan yang jelas, regulasi dan insentif dari pemerintah. Maksudnya apa insentif? Misalnya apakah ketika ada perusahaan yang melakukan perbaikan ee perlindungan dan restasi ekosistem hutan, bakau dan gambut misalnya mereka mendapatkan permudahan izin atau mendapatkan support-support lain gitu kan. Dan tentunya tadi untuk menjadi kredibel harus ada dukungan teknologi seperti remote sensing, digital MRV, monitoring, reporting, dan verification tadi. Nah, swasta kemudian bisa berperan di dalam konteks kolaboratif dan integratif yang disepakati tadi melalui komitmen mereka dari rantai pasok seperti tadi contoh-contoh lestari kapital dan rimba kolektif dan offset strategy. Karena ee biasanya perusahaan punya quad hutang. Hutang dalam artian ee mereka mendapatkan produk dari alam tapi mereka ingin berkontribusi balik untuk men-support alam tadi. Nah, ini bisa enggak diconnect dengan ee kesepakatan yang ada di bentang alam yang tadi disasar atau di daerah-daerah pasokan yang disasar tadi? Tentunya yang terakhir adalah peran lembaga pembiayaan dan perbankan lewat inovasi-inovasi. pembiayaan tadi kan apakah lewat green bond, lewat sustainability link loan, kemudian lewat eh impact fund dan sebagainya. Sehingga apapun yang di ee gulirkan atau di e gelontorkan oleh perbankan dalam konteks pembiayaan bisa mendapatkan minimal dua benefit yang ada. Benefit terhadap perlindungan hutan atau ekosistem yang ada dan benefit terhadap ee penghidupan masyarakat. Nah, ini sesuatu yang harus kemudian dilihat ee dan disepakati ke depannya. Nah, ee langkah ke depannya tentunya yang bisa dilakukan adalah bagaimana kita bisa sama-sama melihat adakah opsi-opsi untuk mengembangkan proyek-proyek perlindungan dan res ekosistem yang bukan hanya layak, visibel ya, tapi juga bankable. Jadi bukan hanya sekedar dianggap cost menghasilkan. Jadi tadi misalnya dengan agroforestry eh dengan eh apa eh generation dari carbon misalnya. Jadi ada hal-hal yang kemudian bisa dilihat oleh investor bukan hanya menghasilkan tapi juga berdampak positif. Selain itu bukan hanya berdampak positif tapi juga bisa sustainable ke depannya secara bisnis model dan tentunya bagaimana bisa diakses ee dampak positifnya lewat beberapa metodologi yang lumayan kredibel. sehingga si investor akan melihat, oke saya bisa em invest di sini dan saya bisa melaporkan ini secara credibel sehingga em besok-besok saya bisa menambahkan atau bisa memperkuat ee investasi yang ada. Nah, tentunya ini enggak akan bisa dilakukan kalau enggak ada peningkatan kapasitas institusi lokal baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat sebagai pengelola, sebagai regulator yang ada di lapangan misalnya. Dan sejak awal pelibatan investor dan pembeli ee jasa lingkungan termasuk karbon ee sejak tahap desain menjadi penting karena mereka yang akan melihat oke kontribusi saya ini akan menghasilkan apa? Oke reven new generation ini seperti apa, tapi dampaknya juga seperti apa. Alhasil kita lihat secara keseluruhan bahwa perlindungan dan resolasi ekosistem ini enggak semata-mata cuman ee untuk ee konservasi untuk perlindungan dan ekosistem apa restorasi ekosistem saja. tapi bisa dilihat menjadi ee ke depannya peluang ee bisnis ee bisnis dari alam dan ini sebenarnya sudah dilakukan di berbagai negara bahkan negara-negara tetangga seperti Kamboja ee kemudian ee Vietnam, Thailand dan ee ee negara seperti Colombia di beberapa negara Afrika juga sudah melakukan ini. Jadi perlindungan dan res ekosistem tidak semata-mata dianggap sebagai biaya, tapi dia juga memulihkan ee dan menurunkan biaya karena misalnya kalau terjadi bencana lingkungan biayanya lebih besar plus juga bisa memberikan revenue ee secara tahunan yang bisa memberikan dampak langsung ke pemerintah dan masyarakat. Inilah yang kemudian kita harus dorong sama-sama. Em karena dengan itu kita bisa sama-sama melihat opsi-opsi apa saja sih yang bisa dikembangkan ee di berbagai ee tempat di Indonesia. Ee mungkin dari paparan saya ee sementara itu. Mudah-mudahan bermanfaat ee mudah-mudahan kita bisa diskusi lebih lanjut. Ee saya terbuka untuk tanya jawab. Mudah-mudahan saya juga bisa memberikan respon. Ee saya kembalikan ke ee panitia. Makasih. Iya. Baik, terima kasih banyak kepada Pak Fitrian atas pematerian yang sangat informatif dan inspiratif ini dan penjelasan dari Pak Fitrian ini benar-benar membuka wawasan kita semuanya. Baik, kita lanjutkan saja pada sesi tanya jawab dari Slidu terlebih dahulu. Di sini saya akan menampilkan. Baik, untuk pertanyaan dari Slidu ini di sini kurang lebih sudah ada 10 penanya dan kepada Pak Fitrian bisa langsung saja untuk dijawab pertanyaannya satu persatu yang dimulai dari Kak Geri Trida yaitu apa yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan jenis restorasi ekosistem. Oke. Emm sebenarnya ada beberapa hal ee atau beapa aspek yang bisa dipertimbangkan dalam pemilihan jenis restorasi ekosistem. Em pertama tentunya ee tergantung kita melihat em apa yang kita cari ya. Kalau kita carinya adalah ee dampak paling besar misalnya, kita juga harus lihat apa yang kemudian dapat ancaman terbesar. Misalnya kalau em Ibu ya kalau enggak salah nih ya Gamb em atau Bapak saya maaf kalau saya salah em itu misalnya ada di ee kawasan yang memang punya ee ekosistem hutan besar gitu kan tapi kemudian ee terjadi degradasi ee yang lumayan besar juga terhadap kawasan hutan itu. maka mungkin yang harus dilihat adalah ekosistem hutan. Nah, tapi kalau misalnya di kawasan sekitar kita banyak gambut, ya mungkin kita harus milih ee prioritasnya adalah gambut. Tapi juga kita bisa lihat dari sisi lain. Jadi pemilihan jenis restorasi ekosistem bisa juga kita lihat dari kekuatan atau kapasitas dari pengelola atau manajemen ee baik perusahaan atau pemerintah yang ada di sekitar dan masyarakat. Kita kuatnya di mana sih gitu kan. ee kalau kita kuat dan punya pengalaman lumayan untuk perlindungan dan situasi hutan, mungkin itu yang kita bisa em prioritaskan. Tapi kalau misalnya ee kita anggap kita punya informasi, teknologi ee dan juga kapasitas yang kuat dalam gambut ataupun bakau, mungkin itu yang kita ee prioritaskan. Selain itu ee yang kita bisa juga nilai adalah bagaimana ee hasil yang kita ingin capai. Nah, kalau misalnya kadang-kadang kan kita berpacu dengan waktu ya ee enggak semua restorasi itu bisa dilakukan ee secara dengan kapasitas dan biaya yang ada misalnya ee dalam waktu yang lama. kita mungkin harus melakukan ini dalam cuman 2 3 tahun karena ada budgetnya seperti itu misalnya berarti kita harus lihat mana yang bisa cepat. Nah, ini yang yang mungkin harus dilakukan semacam kalkulasi. Jadi ee ekosistem mana yang kalau kita support untuk restorasi atau perlindungan bisa pulih dengan lumayan cepat. Nah, ini yang ee mungkin Ibu Bapak sekalian harus lebih jeli ngelihat opsi-opsinya di ee sekitarnya. ee bakau ee misalnya atau ee mangroove ada beberapa vegetasi yang lumayan cepat, hutan juga ada dan ee gambut mungkin yang paling cepat adalah bukan penanamannya, tapi bagaimana kalau sudah ada kanal, kanalnya bisa diblok sehingga tidak terjadi pengeringan yang lumayan signifikan. Nah, hal kayak gitu yang mungkin bisa dilihat dan kemudian adalah biaya. Ee apa yang kemudian kita bisa pertimbangkan dengan biaya yang kita punya gitu. Jangan sampai kita memilih sesuatu yang lebih ee lebih costly ya, lebih biayanya lebih besar dibandingkan hasil yang kita ingin. Kita memang enggak bisa pada giliran kita harus memilih. Kita enggak bisa menyelamatkan semua apa yang kita harus lakukan dari ee konsideran-konsideran atau pertimbangan-pertimbangan tadi. Mungkin seperti itu dari saya untuk pertanyaan pertama. Baik, dilanjutkan dengan pertanyaan kedua yaitu pertanyaan dari KOD. Ee restorasi itu bagian penting buat mengembalikan habitat asli dari kerusakan lingkungan, terutama hutan. Apa prinsip utama dalam restorasi ekosistem? Iya, em restorasi memang penting untuk mengembalikan. Mungkin saya enggak bisa bilang mengembalikan menjadi habitat asli ya. Karena apa yang sudah asli dan kemudian diubah oleh manusia seringkiali susah banget ya kita kembalikan menjadi habitat asli. Yang kita mungkin bisa lakukan adalah mengembalikan menjadi ekosistem yang punya fungsi seperti layaknya habitat asli. Jadi fungsi tangkapan airnya, fungsi ee penyerapan karbonnya, fungsi pengelolaan atau ee menjaga biodiversity atau karena keragaman hayatinya, fungsi yang bisa memberikan penghidupan layak bagi masyarakat dan sebagainya. Nah, itu yang mungkin harus dilihat. Nah, prinsip utama dalam restorasi ekosistem yang yang kita harus tahu adalah ee ini menurut saya pribadi adalah bagaimana kemudian fungsi-fungsi tadi bisa kita pulihkan. Nah, fungsi-fungsi tadi bisa dipulihkan apakah lewat program-program yang ee langsung misalnya penanaman atau kemudian pemulihan alami natural regenerations atau ee ee dengan teknologi lainnya. Nah, ee buat ee dengan pengalaman saya yang sebelumnya ee sampai saat ini yang harus dilihat adalah bisa enggak kita kemudian secara kredibel ya menurut prinsipnya secara kredibel membuktikan bahwa restorasi ekosistem ini bukan hanya bisa berjalan di awal ee maaf kata kan ada beberapa program penanaman kembali, program leboasi dan sebagainya yang dilakukan oleh beberapa pihak bagus di awal awal dengan seremoni besar-besaran. Tapi kemudian pohon ataupun vegetasi yang ada setelah dicek mungkin 2 3 tahun berikutnya sudah tidak ada atau mati misalnya. Nah, ini yang kemudian jadi penting untuk dilihat em secara konsisten ee si aktivitas restasi atau perlindungan ekosistem ini bisa terus-menerus ya di di apa di em dilihat ya. secara kredibel. Nah, ini yang konsistensi ini yang menjadi buat saya sih prinsip utama ya. Jangan sampai istilahnya maaf kata hangat-hangat tahi ayam gitu kan bagus di awal tapi kemudian enggak ada nafasnya berikut-berikutnya. Jadi itu yang saya lihat adalah konsistensi. Konsistensi ini sekali lagi seperti tadi jawaban saya pertama ee sangat-sangat tergantung dari kapasitas yang kita punya. Ee apakah kita juga punya pembiayaan yang cukup yang kemudian waktunya seperti apa? Ee begitu kira-kira. Baik, untuk pertanyaan selanjutnya itu ada pertanyaan dari Kak Roberto. Saat ini kegiatan pertambangan emas skala kecil sangat masif dan menyisakan lahan-lahan kritis. Bagaimana cara merestorasi ekosistem yang ideal? Ya, ini tantangan utama dari em skala kecil ee aktivitas ekonomi yang kemudian ee memberikan dampak negatif terhadap lingkungan itu bukan hanya memang terjadi di ee pertambangan emas atau apapun, tapi juga di terjadi di aktivitas ekonomi yang lainnya. misalnya ee skala kecil ee perkebunan sawit yang kemudian membuka hutan dan sebagainya. Skala kecil ee kopi juga di beberapa tempat juga pernah ee terjadi ee apa perambahan dan sebagainya. Jadi yang saya lihat adalah kalau ini terjadi baik di dalam konteks pertambangan emas atau aktivitas ekonomi yang lain yang skala kecil tapi masif adalah bagaimana kita bisa membangun mengembangkan program testasi ekosistem yang kemudian menyentuh hal dasar dari masyarakat sekitar yang memang ee mereka kemudian melakukan hal ee pertambangan emas atau apapun tadi. Jadi isunya adalah ee penghasilan taraf hidup dan sebagainya. Jadi kalau restorasi ekosistem tidak di ee paketkan atau tidak dicakupkan untuk juga menjawab tantangan penghidupan, agak sulit nanti ke depannya untuk bisa memastikan restasi ekosistem ini ideal ataupun ee bisa dilakukan dengan tepat. karena ketika sudah melakukan akan rusak lagi kan karena ada terus-menerus aktivitas ekonomi yang rusak karena ee keinginan ee penghidupan ee atau tantangan atau ee tarikan penghidupan yang memang kuat. Tapi memang banyak sekali ee aktivitas ekonomi yang mungkin ilegal ataupun masif tapi destruktif ini ee nilai ekonominya mungkin tidak sepadan dalam artian begini, kerusakannya akan lebih besar tapi ee ke depannya maksudnya. Ee tapi ee saat ini mungkin masyarakat melihat apa yang dilakukan lewat emas dan sebagainya akan menghasilkan pada saat ini juga. Nah, ini yang memang agak sulit nih, bagaimana kita bisa mengkombinasikan ke manfaatan atau benefit ee yang lumayan panjang dari restuasi ekosistem dengan eh short term gitu kan apa ee jangka waktu yang singkat ketika mereka ingin mendapatkan ee nilai ekonomi sesuatu dari aktivitas ekonominya ini. memang susah ee dan tantangan kita semua nih saya sendiri kadang-kadang tidak punya jawaban langsung tergantung bisa enggak kita memilih cara restorasi ekosistem yang juga memberikan dampak ekonomi langsung ke masyarakat. Nah, hal-hal semacam inilah yang kemudian ee jadi tantangan bersama. Saya pikir itu tantangannya. Nanti kita harus lihat ee apakah kita bisa memilih dan mengembangkan restorasi ekosistem atau program yang juga bisa memberikan penghidupan layak bagi masyarakat. yang mungkin belum tentu nilainya sama besar atau bahkan lebih besar dari pertambangan emas. Nah, dari itu itu dari saya kira-kiranya. Baik, untuk selanjutnya di sini ada pertanyaan dari Kak Agus. Eh, siapakah yang ideal menjadi leader dalam perlindungan dan restorasi ekosistem ini? Mengingat hal ini pasti terkait erat dengan dinamika politik. Iya, ini pertanyaan yang sulit-sulit mudah dijawab karena tergantung konteks yang ada di ee lapangan dalam konteks ini, provinsi atau kabupaten. Mm kalau kawasan yang memang kita ingin lakukan perlindungan dan restasi ekosistem adalah kawasan sebagian besar dikelola pemerintah, maka sepatutnya leadership ee yang ada itu adalah dari pemerintah. Baik si ee bupati atau walikota atau gubernur atau bisa diwakilkan di misalnya Kepala Bappeda Sekda atau siapapun. Em, tapi bukan berarti masyarakat atau swasta tidak bisa terlibat. Nah, biasanya di beberapa kesempatan tadi misalnya yang sustainable landscape finance ada kesepakatan di mana pemerintah memfasilitasi regulasi atau izin tapi masyarakat ataupun swasta yang kemudian bisa berkontribusi bisa misal kontribusi dalam pengembangan agroforestrinya, pengembangan em pembiayaan ee ee model-model pembiayaan dan bisnisnya dan masyarakat misalnya em sangat ee terlibat AT atau menjadi leader dalam kelompok-kelompok tani atau kelompok-kelompok ee masyarakat hutan desa atau perhutanan sosialnya untuk mengelola ee dan memastikan kawasannya bisa dijaga dan di restorasi secara lebih baik. Jadi kombinasi kesemuanya itu menjadi penting. Nah, kemudian kalau kawasan ekosistemnya memang sebagian besarnya dikelola oleh swasta, maka leadership-nya harus dari perusahaan yang ada ee dan tentunya harus didorong atau didukung oleh masyarakat sekitar dan difasilitasi oleh pemerintah. Sebaliknya kalau kawasan ekosistemnya itu dikelola oleh atau berdasarkan perizinan misalnya ada di kawasan-kawasan perutanan sosial atau kawasan-kawasan pertanian yang memang dikelola oleh masyarakat, maka leadershipnya harus dari kelompok tani atau kelompok hutan desa ee atau masyarakat tersebut di mana pemerintah menjadi supporter dan perusahaan swasta menjadi e counterpart atau ataupun mitra. Seperti itu kira-kira. Untuk pertanyaan selanjutnya yaitu dari Kak Hian. Bagaimana melakukan restorasi ekosistem di daerah yang sudah sangat padat penduduk seperti wilayah Jabodet Tabek? Apakah mungkin untuk dilakukan? Emm jawabannya straight forward mungkin, tapi sangat sangat sangat sangat sangat sangat menantang. Kenapa? karena sudah ada ee penduduk yang lumayan padat. Nah, penduduk dan yang lumayan padat ini kan biasanya akan overlapping atau tumpang tindih dalam pengelolaan lahan. Emm baik yang ada di hilir sampai ke hulu ya misalnya di kawasan puncak dan sebagainya. ee apa yang bisa dilakukan tentunya harus ada regulasi yang ee kuat terlebih dahulu karena ini enggak bisa cuma sekedar bisnis model regulasi yang kuat yang menunjukkan eh seperti mungkin yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat ee belakangan ini harus didukung juga oleh Gubernur Jakarta dan Gubernur ee Banten misalnya untuk melihat daerah-daerah mana yang memang menjadi tangkapan air dan itu harus diestorasi, dilindungi gitu kan ini hanya bisa dilakukan kalau ee pemerintah kuat. Nah, ini ini ini em komponen kunci utama. Berikutnya adalah nah bisa enggak perusahaan-perusahaan yang besar em yang seperti mungkin dilakukan di beberapa tempat di Jakarta pada saat dulu dan mungkin sekarang masih juga berkontribusi untuk em men-support tadi daerah-daerah yang sudah mungkin dianggap untuk ee restorasi atau perlindungan di di-support juga oleh perusahaan tersebut karena ada beberapa taman yang disponsori oleh perusahaan. Nah, bisa enggak nanti ee daerah-daerah hulu, daerah-daerah em apa di tengah yang memang ee baik atau perlu untuk tangkapan air dan sebagainya ini juga di ee support atau disponsori oleh beberapa perusahaan. Jadi, adah kolaborasi. Nah, bagaimana masyarakat masyarakat ee lewat organisasi-organisasi pilgan masyarakat bisa berkolaborasi juga. ada beberapa kawasan yang bisa mungkin dilakukan agroforestri. Misalnya di Bogor saya tahu ada kopi dan juga ee apa tanaman penaung. di puncak juga ada beberapa seperti itu. Jadi enggak semuanya kemudian jadi sayuran yang kemudian kebuka dan akhirnya gampang longsor. Nah, tapi ini tentunya perlu pendampingan, perlu support juga dari swasta dan juga bagaimana ee pendampingan dari beberapa penyuluh lapangan dari pemerintah. Jadi pada gilirannya bisa dan yang paling penting sih sebenarnya dalam konteks JABO TABK bukan hanya restorasi ekosistem secara keseluruhan, tapi juga perubahan budaya masyarakat terutama tadi ee budaya budaya sampah ee atau menyampah. Kemudian juga ee apa ee ketika tinggal di bantalan kali juga berkontribusi untuk restorasi dan sebagainya lewat penandangan pohon dan sebagainya. ini yang edukasi seperti ini memakan waktu. Jadi bukan hanya tadi regulasi em support biaya dan sebagainya, tapi juga ada edukasi yang sangat-sangat ee penting dilakukan. Jadi bisa tapi memang sangat-sangat menantang. Mungkin lanjut. Oke. Eh untuk pertanyaan selanjutnya di sini ada dari Kak Alfred. Apakah restorasi ekosistem lebih efektif dilakukan secara alami? atau melalui intervensi manusia. Ee ini tergantung kawasan yang kita sasar. Ee ada beberapa kawasan yang memang em asal dia di ee lindungi ee tanda kutip ya. Jadi misalnya kita lihat bahwa ee unsur haranya masih bagus, kawasan sekitarnya juga masih bagus. Tapi ada beberapa yang terdegradasi itu kalau misalnya dijaga saja itu dia cepat sekali. em yang kita sebut natural regeneration, regenerasi secara alami. Ee di beberapa kawasan, di Kalimantan, di pedalaman misalnya setelah logging ee ditunggu aja 3 4 tahun udah tumbuh lagi seperti layaknya hutan ee yang secondary. Ya, mungkin enggak akan jadi primary tapi yang secondary. Tapi ada beberapa kawasan lain yang mau enggak mau intervensi manusia menjadi penting. Seperti tadi kan dalam konteks penambangan emas, dalam konteks perambahan untuk kelapa sawit, dalam konteks tadi jabur diabek dan sebagainya. Intervensi manusia menjadi penting karena kalau enggak ada intervensi manusia kalau cuma seperti dijaga lama ee apa restorasinya terjadi. Jadi mungkin pemilihan spesies vegetasinya kemudian juga ada teknologi lain yang masuk bioteknologi, biostimulan dan sebagainya. Belum lagi tadi ada remote sensing dan sebagainya. MRV digital itu memang ada intervensi manusia untuk memastikan bahwa restorasi ekosistem berjalan dengan lebih baik. Seperti itu kira-kira. Untuk selanjutnya di sini ada pertanyaan dari Kak Siska. Apakah restorasi ekosistem dapat dianggap sebagai solusi jangka panjang atau hanya sebagai kompensasi atas kegagalan kita dalam melindungi alam sejak awal? Nah, ini pertanyaan yang di level sangat-sangat filosofis buat bukan hanya buat saya sih sebenarnya buat kita semua. Emm kita harus jujur bahwa apa yang kita lakukan sejak revolusi industri bukan hanya di Indonesia tapi di banyak negara sampai sekarang ee revolusi hijau sekalipun itu em sebagian besar dari kita tuh boleh dikata aktivitas ekonominya em lumayan punya dampak negatif ya. Nah, jadi apakah itu kita bisa anggap sebagai kegagalan? Nah, itu jawabannya ada di masing-masing kita ya. Tapi memang dampak negatifnya lumayan ee besar dibandingkan misalnya benefit yang kita dapatkan terutama dari segi ee jangka waktu ya. Misalnya jangka pendek, menengah, dan ee jangka panjangnya. Jangka waktu pendek mungkin nilai ekonominya kita dapat cepat ya. Tapi benar enggak sih di jangka panjang nilai ekonominya sebesar itu? Sepertinya enggak. Karena kalau terjadi terus-menerus banjir, kebakaran, longsor, dan sebagainya kan apapun yang kita dapatin anggaplah kita dapatin R juta ya dari hasil ekonomi ee pada saat itu. Kemudian tapi setiap tahunnya kita harus keluar 10 juta. 10 juta dalam 10 tahun sudah habis juga kan karena banjir, karena longsor, kekeringan, kebakaran dan sebagainya. Jadi kalau restorasi ekosistem itu ee kita lihat sebagai solusi ee nah ini memang solusi benar solusi jangka panjang tapi apakah ini menjadi kompensasi kegagalan kita? Memang bisa keduanya sih kita ee membuat kesalahan sebelumnya anggaplah nih sebagai taubat ekologis lah ya. Tobat ekologis kita itu adalah kemudian kita melihat ada kerusakan, kita coba restorasi, tapi kita kemudian konsisten dan komitmen bahwa kita tidak akan melakukan kerusakan lagi dan bahkan ingin menambahkan restorasi lebih panjang lagi. Nah, itu yang mungkin yang bisa saya jawab karena ini lumayan pertanyaan penting tapi filosofis ya. Baik, ee kita lanjutkan pada pertanyaan selanjutnya yaitu dari Kak Hirwansyah. Penerapan ekonomi sirkuler di ekosistem mangruf dan hutan gambut menawarkan berbagai manfaat. Bagaimana pendapat Bapak? Emm iya ada beberapa ee peluang dalam konteks ekonomi sekuler ya di ekosistem mangrok dan gambut dan hutan juga. Misalnya kita tahu kan ketiga ekosistem ini boleh dikatakan renewable ya, bisa di ee apa selalu diperbaharui gitu kan ee sumber dayanya. Jadi misalnya dari mangrov sendiri ada beberapa ee peluang yang saya tahu misalnya dari segi pewarnaan tekstil em dari buoan mangrov itu bisa dijadi pewarnaan juga. Nah, itu kan kemudian memberikan dampak ee manfaat bukan hanya buat masyarakat sekitar, tapi juga buat sektor lain. Sektor tekstil misalnya yang ee seringki memakai ee sintetic chemical ya, kimia kimia bahan kimia sintetik. Kemudian ee dari hutan sendiri kita tahu ada misalnya kayunya sendiri, kemudian ee non kayu, kemudian juga misalnya bambu dan sebagainya bisa terus-menerus digunakan ee ee kemudian ee apa bisa diperbaharui lagi dan sebagainya dan sebagainya. Mungkin yang harus kita lihat adalah bagaimana kita menggunakan sumber daya dari ketiga ekosistem ini, mang, hutan, dan gambut. secara lebih ee responsibel ya, secara lebih bertanggung jawab gitu kan. Jadi jangan sampai dalam konteks ekonomi sirkuler apa yang kita ambil lebih banyak dari apa yang kita tanam. Itu yang mungkin yang yang harus ditekankan. Jadi kalau itu masih lebih banyak yang ee yang kita ambil ee minimal lebih sedikit daripada yang kita perbaharui yang kita tanam, sirkulasinya masih bisa di ee pastikan. Nah, nah itu yang mungkin dan jangan sampai mengambilnya juga dari ee segi approach atau pendekatan sangat destruktif itu akan menambah degradasi atau deforestasi yang ada. Kira-kira begitu. Baik, di sini tinggal ada dua pertanyaan lagi yaitu yang pertama ini adalah apakah dasar penilaian kerugian lahan akibat banjir dan longsor yang bisa dijadikan referensi? ada banyak em penelitian yang sudah dilakukan dan penelitian ini juga sudah dipublikasikan di jurnal-jurnal ilmiah di luar negeri ee dan juga di dalam negeri yang bisa dijadikan bahan referensi. Em dulu saya pernah terlibat di beberapa penelitian di ee yang mencakup Borneo ya, bukan hanya Kalimantan tapi juga Sabah dan Sarawak. ee nanti saya mungkin bisa share ke e panitia eh link dari ini. Ee selain itu sebenarnya juga ada beberapa penelitian yang sudah dilakukan oleh dulu LIPI ya, sekarang Brain ee yang bisa juga dilihat dan IPB UGM juga ee IPB pernah melakukan dengan beberapa model gitu kan. Em itu bisa juga dijadikan referensi. Em, jadi em ada juga assesmen mengenai cost benefit analisis, analisis ee kerugian dan juga manfaat dari suatu aktivitas ekonomi di beberapa tempat ya di Indonesia yang pada gilirannya ee memastikan kalkulasi dari e banjir, longsor, kekeringan ee kegagalan panen dan sebagainya ee untuk dijadikan ee penilaian-penilaian kerugian dan dijadikan proksi atau ee asumsi terhadap ee nilai ekonomi ee dari fungsi-fungsi ekosistem yang tadi yang ada misalnya dari hutan, kemudian dari gambut atau dari bakau. Kira-kira gitu. Nanti emm saya akan coba share ke ee teman-teman panitia untuk referensinya. Makasih ya. Baik, untuk selanjutnya di sini ada pertanyaan lagi yaitu apa indikator keberhasilan dalam upaya restorasi ekosistem ini? Emm tadi se sedikitnya saya sudah menjelaskan bahwa konsistensi em jadi resistasi ekosistem itu kan sebenarnya dampaknya akan dilihat mungkin bukan setahun 2 tahun tapi 3 4 5 tahun ke depan. Jadi jangan sampai kita tuh ee jor-joran atau gembar-gembor di awal penanaman dan sebagainya. Seremoninya besar tapi kemudian di tahun kedua, ketiga dan selebihnya enggak ada apapun gitu kan. Padahal yang harus dilakukan adalah tetap melindungi, menjaga dan merestorasi itu secara konsisten. Makanya tadi contoh kasus misalnya ee lestari capital itu 25 tahun. Nah, itu jadi kita lihat indikator keberhasilan yang pertama adalah konsistensi. Kemudian adalah secara kredibel enggak sih dilakukan? Nah, itu mungkin harus di ee support dengan teknologi. Teknologinya tadi kan misalnya apakah lewat pengindraan jarak jauh, lewat komputasi dan sebagainya sehingga kita bisa melihat ee secara ee masif gitu kan signifikan daerah-daerah mana memang yang dilindungi, daerah-daerah mana yang masih perlu untuk ee di restorasi dan daerah-daerah mana yang memang bisa dikembangkan untuk ee pertanian, perkebunan, atau apapun aktivitas lainnya. Nah, ini yang bisa melihat yang berikutnya adalah keberhasilan itu kalau memang ada keterlibatan dari pihak-pihak ee yang saya tadi bilang ee memang harus terlibat leadership dari pemerintah, support ee sumber daya dan juga manajemen mungkin dari swasta dan keterlibatan masyarakat baik masyarakat hutan desa, masyarakat pertanian dan sebagainya yang kemudian bisa mendapatkan benefit atau manfaat dari dari ee restorasi ekosistem tadi. Nah, gabungan kesemuanya itu kalau memang bisa mendukung secara konsisten secara jangka panjang, itu yang kita bisa bilang berhasil. Kalau cuman pemerintah aja, seremoni dan sebagainya agak sulit sih ke depannya. Makasih. Oke. Baik. Ee kita akan lanjutkan pada sesi tanya jawab secara langsung yaitu dari peserta Zoom di sini. Dan yang pertama saya akan membatasi untuk dua penanya terlebih dahulu. Dan kebetulan dari tadi itu ada Bapak Sulistio yang sudah raise hand dari awal. Dipersilakan kepada Pak Sulistio untuk mengajukan pertanyaannya. Baik, terima kasih Bu Moderator dan terima kasih Pak materinya. Pak, mohon izin jika salah satu perusahaan masih dalam tahap awal ingin memberikan apa ya ee macam bentuk CSR ke restorasi ekosistem gitu, Pak. Tetapi ke depannya, Pak, sekarang ini kan masalah pengurungan pengurangan emisi itu masih dalam proses ya, Pak. Dan hitung-hitungannya ee menyusun rencana mitigasi dan segala macamnya gitu, Pak. di pengalaman di tempat lain itu ketika melakukan CSR dalam bentuk itu Pak itu tidak bisa dijadikan angka kredit itu loh Pak. Nah, apakah ya perusahaan dalam tahun awal ini gitu ya misalnya berpartisipasi di daerah Kalimantan Utara misalnya melakukan kegiatan tersebut gitu ya dan nantinya bisa diarahkan ke angka kredit sehingga ketika perusahaan ini memberikan e emisi gitu ya itu menjadi konversi begitu Pak. Itu pertahanan yang pertama. Nah, yang kedua, posisi antara CSR sama ISG itu Pak di mana ya, Pak? Kalau ISG itu setahu saya sudah ada lembaga penilaiannya ya. Kalau CSR di Indonesia apakah sudah ada? Mungkin demikian, Pak Fitri dan Ibu moderator. Terima kasih kesempatan ya. Baik, persilakan kepada Pak Fitrian untuk menjawab. Iya, makasih ee Pak Sulistio. Pertanyaannya bagus sekali Pak dan ee ini jadi tantangan banyak pihak, Pak. saat ini karena memang regulasi di pemerintahan kita masih digodok. Ee dan mudah-mudahan sekali lagi mudah-mudahan dalam tahun-tahun ini bisa lebih diperjelas terhadap pengembangan kredit karbon dari ee solusi-solusi berbasis alami ya, terutama dari konsesi dan sebagainya. Ee saat ini, Pak, yang biasa dilakukan adalah kalau ee beberapa partner atau mitra kita adalah em investasi yang dilakukan oleh perusahaan memang belum bisa menghasilkan kredit karbon. Karena tadi kan biasanya yang harus dilakukan adalah ee identifikasi terlebih dahulu, kemudian pengembangan ee PD Pak ya, PDD ee project design dokumennya dan sebagainya untuk melihat memang apakah ada potensi ee yang secara kredibel bisa dimanfaatkan untuk ee emisi karbon itu bisa direduksi ee atau diserap sehingga bisa menghasilkan kredit karbon. Nah, biasanya ee investasi awal itu dilakukan oleh putusan sendiri dan misalnya kalau memang tadi ada budget CSR, Pak, budget casannya untuk dijadikan investasi awal untuk pengembangan tadi, pengembangan identifikasi dan sebagainya plus juga bagaimana bisa mendapatkan ee komitmen dari pemerintah dan ee masyarakat setempat. Karena kalau enggak kan nanti eh si ee audit atau apa verifikasi dari Vera ataupun call standar atau siap pun ee akan ee sulit keluar kalau misalnya tidak ada komitmen atau kerja sama ataupun support dari ee pemerintah maupun dari ee masyarakat sekitar. Nah, biasanya itu yang memang dilakukan. Nah, kemudian bagaimana konvensi CSR menjadi kredit? ee memang enggak ada ee formula yang ee jelas, Pak. Ya, dalam konteks ini biasanya perusahaan ee mengalokasikan ee budget mereka terlebih dahulu. Bisa juga dari budget CSR untuk jadi investasi awal tadi di equity awal, Pak. Nah, kemudian ketika sudah jadi PDD dan kemudian PDD-nya bisa diverifikasi dan tahu kita bahwa ada X eh ton eh carbon kredit atau CER eh certified emission reduction yang kemudian bisa di eh dapatkan. Nah, itu kan bisa dikalkulasi ee misalnya anggaplah berapa ton ini ee di pasaran adalah ee 5 sampai 6 dolar per ton karbon. mungkin ketika dikonversi bisa menjadi berapa juta dolar gitu kata. Nah, mungkin yang uang siasar tadi sebagai investasi awal ee dianggap sebagai ee biaya awal apa ya untuk mendapatkan tadi berapa juta dolar tadi sehingga ketika sudah ee karbon kreditnya sudah dilegalkan, diresmikan atau dianggap registrasi oleh pemerintah Indonesia dan juga bisa dijual keluar, apa yang dikontribusikan oleh baik dana CS atau dana yang lain itu bisa kemudian di-recover atau dibayarkan kembali ke perusahaan. Jadi biasanya itu yang dilakukan Pak ee Surustio. ee memang tidak ada formula ee straight forward yang jelas, tapi biasanya strategi-strategi perusahaan atau pengelola atau proponen project carbon itu menggunakan investasi awal dari mereka sendiri atau dari investor lain untuk ee mengembangkan PD dan kemudian sehingga tahu benar enggak sih ee ada opportunity atau peluang atau potensi ee kredit karbon yang memang bisa dihasilkan dari kawasan-kawasan yang mereka sudah jaga atau mereka sudah kelola. karena enggak semua kawasan-kawasan seperti Pak Sulustio tahu ee mungkin adalah bisa dapatin kredit karbon yang em bagus gitu kan. Karena ada beberapa aspek nih mungkin buat Ibu Bapak sekalian yang ee mendengarkan atau memperhatikan aspek pertama ada additionality enggak gitu. Jadi misalnya gini ada satu kawasan kawasan ini ee si perusahaan mendapatkan izin untuk ee misalnya membukanya menjadi sawit. Tapi karena perusahaan tidak ingin membuka menjadi sawit dan tetap ingin melindungi dan merestorasi ekosistem yang hutan yang ada di situ, ini ada nilai addisional karena secara legal si perusahaan sebenarnya boleh ee mengkonversi hutan ini menjadi ee aspek lain gitu kan atau aktivitas lain. Nah, ini ee membuat justifikasi menjadi lebih kuat bagi si ee perusahaan untuk mendapatkan kredit karbon. Yang kedua adalah permanen. Permanen adalah benar enggak sih bisa si ee aspek-aspek ee emisi karbon yang kemudian diserap ataupun di reduksi itu bisa bertahan atau bisa di e pastikan terjadi secara lebih jangka panjang. Permanensi ini misalnya e konsesinya ternyata 35 tahun atau lebih. Nah, ini yang bisa menyebabkan ee ada ee nilai tambah bahwa oke secara janggah panjang ini bisa dijaga. Yang berikutnya leakage. Leakage adalah kebocoran. Jangan sampai si perusahaan apa sih? Menjaga di konsesinya, tapi sekitarnya kemudian kebakar, kemudian sekitarnya em apa terdeforestasi dan sebagainya. Nah, ini yang juga kemudian dilihat kalau ada leakage berarti bukan berarti enggak bisa dapat kredit karbon, tapi kredit karbonnya akan terdisun karena akan ee dianggap diselamatkan di satu titik tapi di titik lainnya tidak terselamatkan. Nah, ini yang biasanya oleh perusahaan lain dilakukan kerja sama-kerja sama baik bagi ee konsesi sekitar atau masyarakat sekitar yang seperti juga dilakukan oleh pihak ee LMU Pak Sulistio di Kalimantan Tengah. Jadi, ada kerja sama dengan masyarakat di dalam dan juga di sekitar konsesi ee termasuk memberikan penghidupan bagi mereka. Em tadi kalau pertanyaan kedua mengenai ISG dan CS. Nah, kalau ISG itu memang ada standarnya, Pak. eh environmental social governance itu ada standarnya. ee dimulai dari misalnya ee beberapa ee investor termasuk juga IFC, International Finance Corporation punya beberapa eh assesment awal mengenai apa sih yang bisa dikategorikan si perusahaan ya investi atau yang menerima pembiayaan dari AFC dan perbankan atau lembaga pilihan lain tuh sudah eh memang menerapkan prinsip-prinsip ESG, environmental social governance. Jadi kalau AFC punya AFC performance standard, kemudian ada yang disebut eh materializations dalam konteks CG. Nanti dilihat dari segi lingkungannya apa saja yang sudah dipenuhi, dari segi sosialnya apa saja yang sudah dipenuhi, dari segi tetap pemerintahannya atau governance apa saja yang sudah dipenuhi. governance ini maksudnya adalah selain segi ekonomi dan lingkungan governance itu memastikan bahwa si perusahaannya memang transparan, kredibel, dan tidak ada konflik kepentingan dan sebagainya sehingga memang bisa menerapkan INS, environment sosial menjadi lebih apa fedible gitu, Pak. Nah, itu yang memang di pihak USG sudah ada semacam ee standar ee kemudian ee formula dan juga kemudian verifikasi dan audit yang memang bisa dilakukan secara lebih terstruktur dalam konteks CSR. Nah, si kan sebenarnya ini, Pak yang saya tahu adalah ee kontribusi dari perusahaan ee untuk ee memberikan ee saya enggak bisa bilang kompensasi balik, tapi memberikan support balik terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Jadi, sebenarnya CSR bisa aja klik dengan ES yang dilakukan oleh perusahaan. Jadi, CSR adalah metode di mana untuk memastikan ISG-nya bisa dilakukan secara lebih baik. Nah, tapi juga ada banyak perusahaan, Pak, yang karena belum melakukan ISG, CS-nya dilakukan sekedar untuk memberikan showcase lah ya, Pak. Bahwa perusahaan peduli terhadap masyarakat sekitar. Jadi, ada beberapa perusahaan mungkin Pak S lebih paham dari e banyak pihak memberikan atau membuat program CSR ee yang mungkin enggak ada kaitannya dengan aktivitas perusahaan sendiri. misalnya ada ee CSL dilakukan untuk em sunatan massal, kemudian ee apapun yang kemudian dianggap ee oleh perusahaan membantu masyarakat. Tapi kalau CSR-nya bisa klik dengan ISG sebenarnya membantu dua dua belah pihak. Membantu masyarakat tapi juga membantu perusahaan, Pak. Ya, CSR-nya difokuskan dalam konteks environment. Misalnya environment apa? Ternyata dampak, salah satu dampak perusahaan adalah em anggaplah ada masyarakat di sekitar konsesi perusahaan yang ee penghidupannya mungkin terganggu gara-gara ee aktivitas perusahaan atau ee kalaupun enggak terganggu misalnya perusahaannya ee mendapatkan ekonomi lebih baik tapi masyarakatnya masih tertinggal. Nah, mungkin salah satu komponen CSR yang bisa dilakukan adalah bisa enggak masyarakat masuk ke supply chain-nya perusahaan. Nah, itu yang yang bisa dikategorikan CSR yang nyambung dengan ISG yang ada, Pak. Jadi, itu memang tergantung perusahaan untuk melihat bagaimana CSL bisa dimanfaatkan untuk mendukung bisnis model perusahaan termasuk ISG-nya dan juga mendukung masyarakat. Moga-moga bisa eh connect dengan ee respon atau pertanyaan Bapak tadi ya. Makasih. Oke. Baik, kepada Pak apakah ada hal-hal yang ingin ditanggapi terlebih dahulu? Oke. Baik, kalau begitu di sini masih ada tersisa waktu dipersilakan kepada Bapak dan Ibu ee untuk satu orang penanya lagi saja. Dipersilakan barangkali ada hal-hal yang ingin bertanya terkait restorasi. Ya, dipersilakan kepada Bapak dan Ibu semuanya apabila ingin bertanya terkait restorasi ekosistem karena kebetulan Oh iya. Baik, di sini sudah ada yang raise hand yaitu Ibu Tresina dipersilakan untuk mengajukan pertanyaannya. I terima kasih Mbak, mohon izin tidak aktifkan video. Ee terima kasih Pak Fitri. ee karena waktunya mepet juga mungkin Bitri bisa memberikan contoh-contoh model pengelolaan ekosistem mangruk pada kawasan industri pesisir yang yang mungkin terancam dengan pembukaan industri-industri di kawasan pesisir di tempat kota-kota mana saja, Pak, yang sudah berhasil contoh-contoh model pengelolaannya, model perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangb yang ada. Terima kasih, Pak. Terima kasih, Mbak. Mungkin langsung kali ya. Emm, terima kasih ee Ibu Tresina. Jadi ee model-model ee pesisir ee perlindungan mangrov atau restorasi mangrov ee sebenarnya sudah dilakukan di beberapa tempat. Em ada yang saya tahu ee ada di Sulawesi ee Tenggara ya em di mana ada pengembangan kawasan ee industri perikanan kemudian ee sekaligus ee mangrov-nya di coba dikembangkan dengan silvo fishery model ee dan sebagainya. memang tantangannya adalah ee seperti Ibu Tresina tadi ee tanyakan sejauh mana keberhasilannya. Nah, ini yang apa yang saya juga enggak bisa bilang bahwa sudah berhasil atau tidak berhasil. Jadi ada beberapa kawasan di bahkan di dekat Surabaya juga ada kawasan mangrov atau ee budidaya ee eh perlindungan dan restorasi mangrov yang dekat sekali dengan em kawasan industri gitu kan. Ee nah ini yang kita kadang harus lihat secara lebih luas di mana yang paling penting buat saya adalah apakah zona perlindungan ee dan restasi ekosistem ini masuk ke zona lindung di dalam konteks ee rencana zonasi atau rencana tata ruang. Karena kemudian kalau sudah dimasukkan berarti ada minimal kepastian secara hukum bahwa kawasan perlindungan ini bisa ee dipastikan akan terus ada ee dengan di jangka panjang. Itu yang pertama. Jadi apakah ini keberhasilan? Ee belum tentu. Tapi minimal jadi fondasi untuk memastikan keberhasilan ke depannya. Em yang saya lihat seperti itu di beberapa tempat di Pesisir Jawa ee utara minimal ada beberapa spot gitu kan. Tapi memang skalanya harus lebih diperluas sih sebenarnya yang yang mungkin tantangan karena ee konflik antara si atau tantangannya adalah ee skala si kawasan mangrov yang ada dengan keluasan industrinya sendiri gitu kan yang memang lebih besar. Nah, yang berikutnya tantangan utamanya adalah bagaimana ee model restorasi mangrov ini bisa juga melibatkan masyarakat lebih luas. ee seringki si ee kawasan model ataupun ee ee aktivitas perlindungan dan restorasi ini digagas oleh pemerintah. Tapi keterlibatan masyarakatnya di di kawasan industri itu tidak tidak seluas misalnya di kawasan-kawasan lain yang di luar kawasan industri karena masyarakat melihat mungkin benefitnya belum terlalu ee pas dan sebagainya. Nah, ini yang mungkin harus lebih banyak kemudian dipastikan ee dan di-support ee selain tadi kepastian dari segi hukumnya. Ee jadi memastikan ke depannya ada benefit ee bagi masyarakat sehingga masyarakat juga terlibat dan masyarakat menjaga dan kontribusi bagi restorasi ekosistem tadi. Ee berikutnya ee keterlibatan perusahaan. Nah, misalnya di e kawasan mangk di Jakarta ada banyak perusahaan yang kemudian terlibat seperti tadi jadi sponsor dan sebagainya. Karena itu yang juga memberikan ee support pembiayaan atau pendanaan di jangka ee bukan hanya pendek tapi juga menengah dan panjang. Karena pemerintah biasanya juga enggak punya ee kapasitas atau sumber daya ee keuangan yang ee memadai untuk memastikan kawasan-kawasan lindung ataupun restorasi ekosistem mangr yang ada dekat industri itu bisa ee didukung atau tersupport. Jadi sementara yang saya lihat itu bahwa ee ada beberapa kawasan ee zona lindung mangrov yang sudah dimasukkan ke tata ruang atau rencana Jonasi. Jonasi itu menjadi pondasi baik di beberapa pesisir Jawa ada ke Surabaya dan juga di Jakarta. Tapi memang skalanya itu apakah bisa diperbesar itu tantangannya. Kedua tadi keterlibatan masyarakat dan juga ee ketiga adalah pembiayaan. Em, ketiganya ini menjadi istilahnya fondasi penting ya. Ee tapi saya juga enggak bisa bilang sudah berhasil atau belum berhasil. Jadi ee mungkin masih progres karena masih banyak hal yang harus dibenahi. Kira-kira seperti itu. Masih ya. Baik, kepada Ibu Tresina apakah sudah cukup jelas, Bu? Oke. Baik, kita lanjutkan saja untuk sesi tanya jawab ini dicukupkan. Terima kasih kepada Bapak dan Ibu yang sudah berpartisipasi untuk menutup acara webinar ini kepada Pakitri untuk memberikan closing statementnya. Emm singkat aja mungkin ee seperti yang saya sebutkan di presentasi tadi em bahwa aktivitas perlindungan dan ekosistem eh sori restasi ekosistem itu ee ternyata bukan sekedar emm apa ya, hanya soal konservasi ya, soal teknologi, soal keterlibatan masyarakat, kebijakan dan sebagainya, tapi bisa Jadi, merupakan peluang ee bagi model bisnis ee yang berkelanjutan ke depannya dan juga kalau memang bisa menarik ee investasi ee yang bisa kemudian mendukung itu bisa menjadi ee alternatif ee ekonomi dan pembagi ee pemerintah dan masyarakat yang ada di e kawasan tersebut. Karena kalau enggak ternyata ya itu ee resikonya adalah ekosistem hutan, gambut atau bakau akan dikonversi atau terdegasi menjadi ee aktivitas ekonomi yang lain dan kemudian ketika bencana lingkungan terjadi biayanya akan lebih besar. Buat kita sih ee sebagai orang Indonesia sebenarnya peluang-peluang seperti ini harus bisa kita manfaatkan. Tapi memang tentunya untuk mengembangkan ee aktivitas ee bisnis model yang seperti ini harus lebih kredibel. Ada teknologi, ada verifikasi, ee ada pondasi-pondasi yang tadi juga disebutkan harus dicapai terlebih dahulu sebelum kita bisa membangun ee perlindungan atau aktivitas perlindungan dan ee ekosistem yang bisa kita anggap kredibel. Seperti itu kira-kira. Saya pikir banyak sekali yang kita bisa lihat dari Aceh dan Papua. Teman-teman mungkin bisa explore lebih lanjut. Ee dan mungkin ke depannya kita kalau mau bisa diskusi lebih lanjut mengenai contoh-contoh yang lebih ee konkret ee mungkin mudah-mudahan kita bisa juga explore. Terima kasih. I baik terima kasih kepada Pak Fitrian. Untuk selanjutnya di sini kita akan melakukan dokumentasi terlebih dahulu kepada Bapak dan Ibu semuanya yang bisa open kamera dipersilakan. Baik, kepada Bapak Ibu saya akan mulai saja untuk melakukan dokumentasinya. Ya, di sini saya akan melakukan perhitungan mundur dimulai dari angka 3. [Musik] Ya, sekali lagi. 3 2 Oke. Baik, untuk dokumentasi dicukupkan dan saya ucapkan terima kasih lagi kepada Bapak Fitrian atas penyampaian materinya yang sangat bermanfaat ini. Semoga kita bertemu lagi di lain kesempatan dan kepada Pak Fitrian apabila ingin meninggalkan ruangan Zoom sudah dipersilakan, Pak. Terima kasih. Emm dan sekali lagi selamat siang. Ee semoga Ibu Bapak mendapatkan manfaat dari sharing session kita dan kalau ada pertanyaan lebih lanjut bisa share ke panitia. Insyaallah saya bisa juga ee respon lewat panitia nanti. Makasih sebelumnya. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik, kepada Bapak dan Ibu semuanya, berakhir sudah acara webinar di hari ini. Dan bagi Bapak Ibu yang ingin mendapatkan e-sertifikatnya, Bapak Ibu dapat mengisi link presensi kehadiran yang tertera di layar ini. Dan ketika Bapak, Ibu mengisi presensi, pastikan nama dan email sudah diketik dengan benar karena hal ini akan mempengaruhi pengiriman e-sertifikatnya. Baik, saya akhiri kegiatan webinar hari ini. Mohon maaf apabila ada salah sikap dan ucap. Wabillahi taufik wal hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang dan selamat melanjutkan aktivitas lainnya.