Community Of Interest (CoI) Kebencanaan Provinsi Jawa Timur Tahun 2025
URJ8KmcufPQ • 2025-09-01
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Hadirin dimohon berdiri. mengawali acara menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. [Musik] Hadirin [Tepuk tangan] [Musik] disilakan duduk kembali. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua. Pertama-tama izinkan terlebih dahulu kami menyapa yang terhormat Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Fungsional dan Sosial Kultural BPSDM Provinsi Jawa Timur, Ibu Amalia Pramudiansari, SST.P., M.M. Yang kami hormati Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur yang pada kesempatan ini diwakili oleh Kepala Bidang Kedaruratan Bencana dan Logistik BPPD Provinsi Jawa Timur Bapak Satrio Nurseno, SSTP. MIP. Yang kami hormati Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Proteksi Kebakaran, Bapak Unggul Wahyu Dono, serta seluruh hadirin yang berbahagia. Bapak, Ibu hadirin. Tentu kita sadari bersama bahwa potensi bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, termasuk di lingkungan kerja kita sehari-hari. Oleh karena itu, pemahaman serta kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana menjadi hal mutlak dimiliki oleh setiap individu, terutama kita sebagai ASN dalam melaksanakan tugas di mana pun kita berada. Dengan adanya kesiapan tersebut, bukan hanya keselamatan yang akan terjaga, tetapi juga akan menunjang tercapainya kinerja organisasi yang optimal. Hadirin, maka senang sekali kita pada hari ini Senin, 1 September tahun 2025 dapat berjumpa secara hybrid langsung dari IKI Coworking Space BPSDM Provinsi Jawa Timur dalam acara forum konsultasi pengembangan kompetensi community of interest kebencanaan Provinsi Jawa Timur dengan tema kesiapsiagaan menghadapi bencana di tempat kerja. Boleh kita berikan tepuk tangan untuk menambah semangat kita pada pagi hari ini. Hadirin yang berbahagia, sebagai wujud rasa syukur marilah sejenak kita tundukkan kepala seraya berdoa kepada Allah subhanahu wa taala. Doakan dipimpin secara Islam oleh Saudara Muhammad Jufri, S. Kami silakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Bapak, Ibu, mohon izin kami berdoa secara Islam. Bagi yang beragama lain, mohon untuk menyesuaikan. Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma sholli wasallim ala sayyidina Muhammad. Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma inna nasaluka salamatan fiddin waatan fil jasadiatan ilmiatan rizqatan qblal maut warahmatanal maut wafiratan baal maut. Allahumma hawin alaiil maut minal hisab. Allahumma la tus qulubana ba' iddaitana wahblana madadunka rahmatan innaka antal wah rbanaamna anfusana waillam tagfirlanahamna minal khasirin allahumfirlana waliwalida warhamhuma kamabayana sigoro wasallallahu alaihi wasallallahu ala sayyidina muhammad subhanakabikailati amma yasifun Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hadirin, selanjutnya marilah kita simak bersama sambutan Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur yang pada kesempatan ini akan disampaikan oleh Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Fungsional dan Sosial Kultural BPSDM Provinsi Jawa Timur yang sekaligus berkenan membuka secara resmi kegiatan pada hari ini. Yang kami hormati Ibu Amalia Pramudiansari, SSTP, M.M. Kami silakan. [Musik] Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan rahayu dan salam sehat Bapak Ibu sekalian. Alhamdulillahiabbil alamin. Hari ini bisa hadir bersama nggih kita Bapak, Ibu dan hadir di tengah-tengah kita tentunya narasumber yang sangat luar biasa hari ini. Yang pertama Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Bapak Satrio Nurseno, SSTP, MIP. Terima kasih. Di tengah suasana yang ee apa ya, lumayan crowded ini ya, Pak Satrio bisa hadir. Kemudian narasumber yang kedua jauh dari Jakarta, Bapak Ibu hadir ketua lembaga sertifikasi profesi proteksi kebakaran Bapak Unggul Wahyu Dono, SP. Selamat datang di BBSDM Jawa Timur dan di Surabaya. tentunya hadir pula hari ini moderator Pak Sugito SSTP, MIP. Terima kasih, Pak. Beliau Widya Widya Iswara ahli madya di BPSM Provinsi Jawa Timur. Dan juga hadir hari ini Kepala UPT Sertifikasi ASN Bu Susi. Terima kasih Bu. Pak Anung analis Bank Komadia, Pak Praktik analis Bank Komadia, WI Utama ada Pak Aman, kemudian Bu Isma juga WI dan juga Pak Sugeng, teman-teman analis Bangkom serta seluruh peserta yang hadir hari ini baik dari perangkat daerah provinsi maupun kabupaten kota Jawa Timur dan juga sobat ASN yang hadir di kanal YouTube BPSDM Jatim TV. Bapak, Ibu yang kami hormati. tentunya tiada ungkapan yang lebih indah nggih kecuali rasa syukur kita ke hadirat Allah Subhanahu wa taala Tuhan yang maha esa karena atas rahmat dan hidayah-Nya kita diberikan nikmat sehat Bapak Ibu kemudian keselamatan juga kesempatan Bapak Ibu di tengah kesibukan yang sangat luar biasa dan situasi yang perlu sangat kita ini ya hadapi bersama saat ini bisa hadir bersama di IKI Coworking Space BPSDM Jatim. tentunya Bapak Ibu ini tidak biasa kalau biasanya di ruang sasana ya di atas ini ngih kalau Bapak Ibu pelatihan juga ada di gedung hari ini kita buat vibes yang berbeda gitu kalau Genzi milenial mungkin bahasanya juga ngobrol santai gitu atau ngariung gitu ya pernah ee dengar bahasa ngariung. Terima kasih kehadirannya. Tentunya salam hormat Bapak, Ibu dari Bapak Kepala BBSDM Provinsi Jawa Timur. Ini inisiasi beliau Bapak, Ibu dan sangat-sangat beliau nantikan setelah ada acara COP atau community of practice tentunya Bapak Ibu pernah mengikuti sebagian. Nah, hari ini COI apa COI gitu ya. Jadi di BPSDM Provinsi Jawa Timur tentunya tidak hanya memberikan pelatihan secara klasikal atau daring dan lain sebagainya, kita sekarang di Korpu ini membangun komunitas Bapak Ibu. Jadi nantinya ada persentase yang harus diberikan ke OPD juga masing-masing OPD harus juga melaksanakan pengembangan kompetensi tidak hanya di BPSDM Provinsi sebagai lembaga pengembangan SDM. Dan hari ini setelah community of practice tentunya practice itu background-nya JFJF ya yang kami angkat misalkan analis kebijakan JF perencana Prahum kemudian DAMKAR satu lagi SDMA hari ini semua bisa ikut karena ini bedanya adalah yang interest atau tertarik pada satu hal gitu. ASN tidak melulutusinya Bapak Ibu, namun juga boleh interest di terkait aware kebencanaan, kemudian public speaking. Mungkin Bapak Ibu di sini ada yang suka public speaking. Nah, nanti suatu saat kita juga akan e buat seperti itu atau terkait AI, kemudian terkait hal-hal yang hubungannya dengan IT gitu. kita juga akan membuat seperti itu. Jadi tidak melulu tusi berdasarkan praktis atau COP gitu. Dan hari ini tentunya Pak Kaban juga akan bergabung dengan kita sekalian Bapak Ibu karena masih ada acara penting yang tidak bisa ditinggal di gedung dewan. Jadi beliau akan ee bergabung atau memberikan motivasi arahan juga di akhir acara insyaallah bersama Bapak Ibu sekalian di tengah-tengah kita semua. Bapak, Ibu hadirin yang kami hormati. tentunya acara ini kami ee mempunyai maksud gitu ya terkait hal ini. Selain membentuk komunitas terkait interes juga kesiapsiagaan bencana di tempat kerja ini bukan pilihan Bapak Ibu tentunya ya, melainkan sebuah keharusan yang diimplikasikan sangat jelas. misalkan keselamatan SDM nantinya melindungi aset terbesar dari kita yaitu sumber daya manusianya. SDM pasti utama ya Bapak Ibu. Dan ee kami boleh menyampaikan juga acara hari ini jauh-jauh hari sudah terplanning Bapak Ibu. Jadi ee kalau ada hal yang sekarang kita tidak inginkan bersama ya tentunya kami ee sesuai hari ini mungkin Bapak Ibu harus aware gitu terhadap keselamatan kerja. di tempat kerja Bapak Ibu sekalian. Dan kita berharap tentunya kondisi saat ini kita berdoa bersama di setiap sujud kita segera membaik ya Bapak, Ibu. Dan tidak lupa kami di BPSDM Provinsi Jawa Timur juga oh yang menyampaikan duka yang mendalam kepada ASN kemudian Ojol dan semua yang sudah berpulang ya nantinya mudah-mudahan diterima amal ibadahnya oleh Allah subhanahu wa taala dan diampuni segala khilafnya. Kemudian Bapak Ibu tentunya keberlangsungan pelayanan itu juga penting dengan kesiapsiagaan bencana memastikan bahwa fungsi-fungsi vital pemerintahan dan layanan publik dapat segera pulih dan berjalan kembali pasca bencana. Itu penting. Jadi ee tidak terus meratapi gitu ya, Bapak Ibu. kita harus ee bangkit kembali kalau ada hal-hal yang tidak kita inginkan di tempat kerja kita. Kemudian perlindungan aset dan dokumen penting. Nah, itu tentunya aset ee kita selain SDM dan juga keberlangsungan pelayanan kita harus aware terhadap aset dan dokumen penting kita baik di OPD kemudian ada yang dari rumah sakit ya Bapak Ibu itu semua aset-aset dokumen penting harus diamankan. kemudian infrastruktur arsip negara kursial dan juga pengambilan kebijakan operasional pemerintahan. Dan Bapak Ibu Sobat ASN yang tergabung di YouTube BBSDM Jatim TV tentunya pada kesempatan kali ini berbicara mengenai kesiapsiagaan bencana di tempat kerja tidak terlepas dari bagaimana seorang ASN kita semua ya harus juga memahami untuk dapat menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja. sebagai upaya preventif dari diri sendiri sehingga terhindar dari penyakit akibat kerja atau Pak. Kemudian untuk mencapai produktivitas optimal dalam bekerja serta mencapai kinerja yang optimal. Oleh karena itu, penting kita semua hadir Community of Interest Jatim ini ASN Jawa Timur untuk dapat memahami implementasi dari keselamatan dan kesehatan kerja atau KTG. kemudian perkantoran sehingga ASN mendapatkan insight penting mengedepankan keselamatan dan kesehatan kerja dalam setiap kegiatan administratif di perkantoran pemerintahan dan juga pelayanan di masyarakat. Kemudian sebagai ASN kita juga memiliki tanggung jawab ya Bapak Ibu terkait ee ganda hal ganda yaitu melindungi diri kita sendiri tentunya dan juga kolega baik ee di tempat kerja maupun pengguna layanan kita di tempat layanan sekaligus menjadi garda terdepan dalam memastikan negara tetap hadir melayani masyarakat bahkan dalam situasi darurat sekalipun. Bapak, Ibu tentunya COI ini nantinya akan ditindaklanjuti awalnya adalah grup WhatsApp gitu ya. Nanti bisa mengundang teman-teman Bapak Ibu yang aware juga. Ini belum semua OPD memang Bapak Ibu ya. Kami membagikan link siapa yang ingin ikut. Minimal OPD memang satu. Alhamdulillah ada beberapa OPD yang banyak yang ikut. Terima kasih bagi OPD yang belum aware nanti tetap Bapak Ibu bisa sharing knowledge gitu ya terkait grup WhatsApp nanti yang akan dipandegani teman-teman WI dan juga ASN di BPSDM Jatim dari kita untuk kita Bapak Ibu. Jadi acaranya nanti boleh ngariung lagi, boleh ada bahas lain sebagainya melalui Zoom gitu ya, terkait bagaimana keselamatan kerja, menangani bencana dan lain sebagainya. Tentunya nanti akan di-share di akhir acara dan Bapak Ibu monggo nanti saran, kritik masukan untuk membangun komunitas ini supaya bermanfaat. Kami sangat welcome gitu. Baik dan akhir kata Bapak, Ibu tentunya nanti selamat mengikuti nggih acara ini sampai akhir. Kemudian kami juga ee berterima kasih kepada Bapak Ibu hadir hari ini dan juga dengan memohon rida dan petunjuk dari Allah Subhanahu wa taala atas seizin Bapak Ibu sekalian dan mewakili Pak Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim pada hari ini, Senin 1 September 2025 Forum Community of Interest atau COI Kebencanaan Provinsi Jawa Timur tahun 2025 secara resmi saya nyatakan dibuka dan dimulai. [Tepuk tangan] Baik, selamat mengikuti Bapak Ibu hadir narasumber yang sangat luar biasa. Monggo enjoy saja. Kalau sambil makan snack juga boleh. Kopi teh di samping kanan kiri juga oke ya Bapak Ibu. Nanti kalau kantornya akan dibuat gini yang belum ada boleh juga dibuat. Nanti harus aktif tidak boleh seperti rapat. Jadi harus banyak yang bertanya supaya beliau dari Jakarta hadir di sini ada insight-nya gitu. Bapak Ibu salam sehat tentunya kalau ke Surabaya jangan lupa beli es selasih. Mana cakepnya? Mohon maaf dan terima kasih Bapak Ibu. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Hadirin yang berbahagia, demikian telah kita ikuti bersama seremonial pembukaan forum konsultasi pengembangan kompetensi community of Interest Kebencanaan Provinsi Jawa Timur tahun 2025. Sobat ASN, tak lupa kami mengingatkan pula bagi seluruh Sobat ASN yang hadir pada hari ini baik secara daring maupun luring nanti akan dapat melakukan scan QR pada akhir acara yang akan ditampilkan oleh panitia dan Sobat ASN dapat mengakses pengunduhan materi, daftar hadir, penerbitan e-sertifikat, dan yang tak kalah penting kami akan mengundang seluruh sobat ASN yang hadir pada hari ini untuk bergabung dalam WhatsApp grup community of interest kebencanaan tahun 2025. tentunya di akhir acara. Untuk itu kita akan selanjutnya mengikuti penyampaian materi oleh dua narasumber. Jangan ke mana-mana, kita akan kembali sesaat lagi. [Musik] Together building hope noble. [Musik] East jaut [Musik] bekasulsm [Musik] java center of excellence a place where people are born producing competent resilient intelligent innovative united enak [Musik] Baik, Sobat TSN di mana pun Anda berada. Seperti janji kami tadi, mari kita ikuti bersama penyampaian materi terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana di tempat kerja yang akan dipandu oleh moderator kita pagi hari ini, Widya Iswara, ahli madia BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Sukito Prasetyo, SSTP. Mm. Kami persilakan. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum. warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Yang terhormat Bapak Kepala Badan BPSDM Provinsi Jawa Timur yang dalam hal ini diwakili oleh Ibu Kabit. Yang kami hormati duara dua narasumber yang sangat-sangat luar biasa yang mulai minggu kemarin kita nantikan kehadirannya. Yang kami hormati Bapak, Ibu hadirin peserta COI dan mohon izin Bu Kabit kami laporkan di WA kami ternyata yang hadir melalui daring. Selain teman-teman dari Provinsi Jawa Timur, kabupaten, maupun kota kami juga nerima laporan ini teman dari Sumatera Selatan. dari Mataram, dari Jawa Barat. Jadi luar biasa kegiatan ini. Semoga ini menjadi awal untuk kita semua bisa interest terhadap kebencanaan baik di lingkungan kerja maupun juga di lingkungan sekitar kita. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur alhamdulillah kehadirat Allah Subhanahu wa taala karena dengan rahmatnya kita dapat berkumpul dalam forum yang luar biasa ini. Forum bukan sekedar sharing ilmu, tapi juga sharing kepedulian. Karena bicara tentang bencana di tempat kerja bukan sekedar teori tapi soal nyawa. dan keselamatan kita semua. Kalau orang bilang ASN itu harus siap kerja kapan saja, mungkin sudah biasa kita dengar. Tapi kalau kita siap siaga kapan saja, itu yang harus kita awali dari sekarang. Tadi Ibu Kabit sudah mancing kami dengan pantun, Bu. Mohon maaf ini moderatornya agak emosional, Bu. Jadi tadi dipancing sekali ya kami harus jawab dua kali bahkan mungkin lebih. Berjalan-jalan ke Gunung Semeru. Jangan lupa membawa bekal dan peta. Siaga bencana bukan perkara baru. Karena nyawa kita taruannya. Terima kasih tepuk tangannya. Saya baru tidur jam .00 pagi untuk membuat pantun-pantun ini. Bunga melati haru mewangi, tumbuh indah di tengah taman. Kalau kita siaga dan peduli, tempat kerja pasti lebih aman. Mungkin panitia mohon maaf kalau sekarang saya masih membaca. Semoga kesempatan yang lain saya sudah membaca lagi. Oke, Bapak, Ibu sekalian yang kami hormati. Tema kita hari ini adalah kesiapsiagaan menghadapi bencana di tempat kerja. Hal ini sangat relevan dengan kondisi kebencanaan di negara yang kita cintai ini. Kurang lebih 3.000 kejadian setiap tahun yang dilaporkan oleh BNPB. Ya, kebetulan 5 tahun yang lalu saya mungkin sama berbaju oren untuk Pak Satrio ya. Nah, kebetulan baju orenya juga hasil kiriman dari narasumber ini ya. Jadi 3.000 kejadian mulai dari banjir, gempa, kebakaran hingga bencana non alam seperti pandemi yang baru aja kita lewati bersama. Di sisi lain, tempat kerja sering menjadi titik rawan mulai dari potensi kebakaran karena instansi listrik, bahan kimia berbahaya hingga musibah gempa yang terjadi kapan saja. Dari dasar inilah maka BPSDM menghadirkan dua narasumber yang luar biasa. Yang pertama nanti akan menyampaikan bagaimana BBD menyiapkan strategi dan mitigasinya. Dan yang kedua yang kami tunggu semuanya ini adalah bagaimana beliau selaku pakar K3 sekaligus ketua LSP proteksi kebakaran memberi kita insight tentang proteksi kebakaran di lingkungan kerja. Untuk itu sebelum kami panggil kami bacakan CV-nya. Cuma mohon maaf tadi kami nerima CV-nya itu tebal sekali dua-duanya, Pak. Sehingga saya buat repikan yang ringkas karena kalau kami cukup membacakan saja materinya gak dapat-dapat nanti, Bapak. Jadi mohon izin yang pertama adalah Bapak Satrio Nurseno, SSTP, MIP. Lahir di Magetan, tanggalnya tidak sah kami sebut, Pak. Tahun 1986. Karena nanti untuk tanggal sama bulan kita buat untuk kuisnya. Nanti pendidikan beliau lulus IPDN di tahun 2009 dan S2-nya dari Surabaya dari UNER tahun 2015. untuk pelatihan karena beliaunya di BWBD dimulai dari DMB tahun 2014 terus mengikuti tadi saya baca kalau tidak salah 16 pelatihan yang beliau ikuti dan saya baca yang terakhir adalah TOT kebencanaan serta sertifikasi audit internal 2024. Pengalaman kerja diawali dari Sekpri Bapak Sekda Jatim tahun 2029. Betul ya, Pak Sadrio ya. Dan yang terakhir bukan yang terakhir yang sekarang hari ini beliau Kepala Bidang Kedaruratan Logistik BBD Jawa Timur. Jadi bagi teman-teman yang sekarang rawuh berbaju oren, monggo beliaunya karena menangani logistik, Pak. Kalau mungkin logistiknya di BBD Kabupaten silakan setelah acara langsung menghubungi beliaunya. Yang kedua, Bapak Unggul Wahyudono lahir di Purbalingga. Saya ini harus hati-hati, Pak. Khawatir keliru. Probolinggo ya. Karena saya di Probolinggo, Bapak. Purbalingga tanggal perlu disebutkan, Bapak. Ah, 6 Agustus 1972. Ah, jadi selamat ulang tahun Bapak. Alhamdulillah hari ini kita rayakan ulang tahun Bapak ke-18 di BPSDM Jawa Timur. Karena beliaunya pakar tentang K3 kebakaran ini lebih dari dua lembar CV-nya tadi untuk mengikuti pelatihan-pelatihan saya bacakan awal sama akhir aja nggih Bapak. Jadi yang pertama adalah pelatihan dasar penanggulangan kebakaran tahun 2000. Setelah itu mengikuti mohon maaf kalau salah saya sebut nggih NF PE kode 101 sampai dengan 30 di Singapura Bapak. Kapan-kapan kami mau diajak Bapak. Setelah itu Uniform Building Bailo Law di Selangor, Malaysia dan asesor kompetensi BNSP tahun 2015. Organisasi yang beliau ikuti ini yang besar-besar dan nampaknya masih asing buat kami ini, Pak. Nanti mungkin bisa dijelaskan sedikit nggih di IFP PA, BEA sama IPMA. Jadi ada tiga asosiasi ini mungkin nanti jadi kuisnya Pak ya biar saya yang menang karena saya yang tahu catatannya ada di saya. Nggih. Jadi untuk itu mari kita panggil dua narasumber yang luar biasa yang akan hadir di tengah-tengah kita semuanya. Alhamdulillah beliaunya mungkin tahu berdua kalau tangan saya keringetan nggih. Jadi bukan menjadi lap nggih Bapak karena ya untung ini gak gemetar Pak. Jadi gak gemetar tapi keringatan. Alhamdulillah. Jadi ee Bapak Ibu sekalian yang saya hormati, hadirin sekalian. baik yang hadir di BPSDN maupun juga yang ada di kabupaten, kota, daring maupun juga yang ada di luar Provinsi Jawa Timur, dari OKU Timur, dari Mataram, dari Sukabumi yang sudah berkenan untuk mengikuti kegiatan ini. Ee pada sesi ini akan disampaikan dua narasumber. E mungkin nanti penyampaiannya 30 sampai 45 menit saja, Pak. Oh, lama. Oh, alhamdulillah. Tapi pikir itu kecepatan karena diskusinya kita bisa sampai sore maupun malam, Bapak ya. Karena ini adalah forum diskusi, forum santai. Tadi sudah disampaikan oleh Bu Kabit di kanan kiri ada pisang ngopi, ada minuman, namun yang lain tapi disiapkan curisnya. Nggih, Bapak, Ibu sekalian eh tiba saatnya untuk menyampaikan materi dari narasumber yang luar biasa. Yang pertama dari BBD Provinsi Jawa Timur. Waktu kami persilakan. Baik, terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Selamat pagi, salam sejahtera buat kita semua. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan rahayu. Izin senior. Ini baru pertama kali nih, Pak. Dan alhamdulillah setelah sekian lama kami apa di berbaju oren, beliau meninggalkan baju orennya, Pak. Sekarang, Pak. E tapi okelah keren. Dan saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala BPSDM Jatim ee sudah berkenan mengundang kami ini di community of interest khususnya kebencanaan dan seru, keren untuk ee ruangannya. Ini perlu dicoba. Nanti mungkin Bu Kabit bisa minta kontak person-nya nanti ya. Ya, nanti kita coba untuk kita apa akomodir ya di ee untuk di BBD Jatim pas ini, Mas. Jadi ada pembangunan di sana, ada Mas Unggul juga ini. Wah, ini harus jadi apa hal-hal yang perlu kita sempurnakan ini di BBD Jatim. Eh, Bapak Ibu semua izin perkenalkan saya nama Satrio. Tadi sudah dijelaskan sama moderator. Saya Satrio Nurso. Sekarang menjabat sebagai Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BBD Provinsi Jawa Timur. Alhamdulillah di BBD Jatim sudah 12 tahun Mas Unggul. Jadi ee kami benar-benar ini ee tidak mempunyai konsep tapi lebih ke praktisi. Kalau kami lebih ke praktisi. Jadi kita bicara berdasarkan pengalaman. Kami bicara berdasarkan pengalaman dan ee benar tadi yang disampaikan Mas Moderator ee teman-teman BBD Jatim eh BBD Sejatim atau yang ee mungkin menonton ini kalau mencari minta logistik pastinya di kami ya. Apalagi kemarin sudah banyak laporan beberapa instansi atau kantor BBD di Jawa Timur sudah banyak yang rusak, Mas. Karena kemarin ada bencana sosial katanya gitu ya. Jadi banyak yang rusak logistik, banyak yang habis aset-aset habis. Kemungkinan besar sebentar lagi surat banyak yang masuk ini. Nah, ee kita mulai saja. Kami mulai saja. Kami gak lama-lama, Mas, untuk ee paparannya. Tapi sekedar kita bicara dan belajar bersama ya. Kita belajar bersama karena memang BBD Jatim pun juga belum sempurna om tipnal untuk kesiapsagaan kita terhadap bencana di lingkungan kerja. Namun paling tidak ee di OPD kami karena teman-teman kami ee personil kami semuanya terlibat secara langsung di kebencanaan. paling tidak kami sudah memiliki ee apa ya istilahnya sudah maju satu langkah dari kawan-kawan yang lain yang mungkin di luar OPD ee BBPD ya. Baik, kita mulai. Ee Bapak Ibu sekalian, Jawa Timur ini mungkin ee Bapak Ibu sekalian sudah sering membaca khususnya kawan-kawan kami dari kabupaten kota ya. kita ee banyak sekali ancaman di Jawa Timur untuk ancaman bencana khususnya bencana alam maupun non alam ya. ada 14 ancaman yang ada di kita ini menjadi sudah menjadi ee masuk di dalam kajian risiko bencana dan ini sering terjadi ya kalau kita bicara banjir semua wilayah di Jawa Timur pasti juga pernah mengalami walaupun ada yang bilang itu gak banjir itu genangan tapi secara secara apa ee perfiksi pembacaan kita sudah masuk dalam kata banjir ya. Jadi ada banjir, banjir bandang, tanah longsor, cuaca ekstrem, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, gelombang ekstrem dan abrasi gempa bumi, gegalan teknologi, pandemi Covid, epidemi wabah penyakit, letusan gunung api, tsunami, dan likuifaksi. Ini ini menjadi ee perhatian kita semua Bapak, Ibu semua ya, teman-teman semua khususnya di Provinsi Jawa Timur ataupun di kabupaten kota harus tahu, harus mengerti, harus paham ancaman apa di sekitar kita. Ada enggak ee kira-kira dari 14 ancaman itu yang ee menunggu di sekitar kita? Jadi kalau sekarang ini kami mesti dilatih untuk selalu melihat pada saat di kondisi ee ke mana pun pergi, Mas. Jadi ketika kita mau pergi ke mana pun, kita harus melihat ada ancaman enggak di situ. Tadi saya masuk sini juga walaupun saya sudah sering ke BPSDM juga sering melihat dan apa ee menganalisislah istilahnya ini ada ancamannya gak nih. Ini ada pintu keluarnya ke mana ya ini kalau terjadi kejadian gitu. Ini sudah menjadi kebiasaan. Jadi ee seperti ini. Oh, ini banyak kaca nih. Kalau ada gempa pasti ee rawan untuk teman-teman atau kawan-kawan yang dekat dengan kaca. Nah, kecuali kacanya memang tebal banget dan tahan gempa gitu ya. Oke, next. Nah, per 31 Agustus kemarin kejadian bencana terjadi di seluruh Jawa Timur dan rata-rata 113-nya adalah banjir. Ini belum kejadian bencana yang saat ini sedang melanda di beberapa wilayah yaitu kekeringan dan kebakaran hutan. ini kalau di yang kami sampaikan di paparan ini hanya hidrometeorologi dan kebakaran hutan. Untuk kekeringan belum masuk ini kalau kekeringan ini sudah ada tujuh kabupaten yang saat ini ee mengalami kekeringan dan upaya kami juga ee melaksanakan droping air besi dan penyaluran sarana sarana prasarana untuk membantu masyarakat kita yang terdampak untuk pelayanan kita. Oke, next. Bapak Ibu sekalian. Kenapa kesiapsiagaan ini menjadi penting? Karena ini menjadi salah satu eh 17 dari SDGs kita ya, Climate change ya. Climate change ini yang menjadi eh fokus kita saat ini. Kita masuk di dalamnya kami di kebencanaan menjadi salah satu ee yang memiliki peran ya yang memiliki peran untuk bisa mencegah terjadinya atau dampak dari climate change. Ini makanya kita perlu untuk melakukan pengurangan resiko bencana. Salah satunya adalah melalui kesiapsiagaan di manapun khususnya di lingkungan kerja. Karena kontribusi untuk memperkuat ketangguhan sangat sangat perlu dicapai untuk pembangunan yang berkelanjutan. Oke, next. Baik, Bapak Ibu sekalian, kesiapsagaan di tempat kerja merupakan suatu rangkaian yang perencanaan, pelatihan dan segala macam. Ini yang menjadi ee substansi kita untuk kita kembangkan ya. ee dari kalau kita bicara di kebencanaan ada prabencana, ada keadaan darurat dan pasca bencana. Ini Mas moderator sangat ahli ini ya. Nah, kalau di kesiapsagaan ini juga rangkaian itu menjadi ee suatu hal yang perlu kita laksanakan ya. Karena apapun yang kita laksanakan di lingkungan kerja itu tidak tidak lepas dari mitigasi, tidak lepas dari kita pengkajian risikonya di tahapan perannya. Kemudian bagaimana kita nanti di respon time-nya atau di ee personilnya, sumber dayanya baik ee personil maupun sarana prasarana. Kemudian bagaimana pemulihannya? Kalau kita bicara kesiapsagaan di lingkungan kerja, kalau di BBD Jatim fokus utama atau tujuan utama dari kami adalah keselamatan personil. Itu menjadi suatu hal yang harus kami prioritaskan. Wajib Ain nomor satu keselamatan personil. Kemudian yang kedua adalah pelayanan. Nah, ini pelayanan pelayanan untuk ee masyarakat. Kalau di kebencanaan tentunya pelayanan yang berurusan dengan kebencanaan itu menjadi ee dua hal yang harus tetap berdiri ketika tetap beroperasi ketika terjadi keadaan darat atau emergency. Kemudian yang ketiga, aset. Perlindungan aset ini pun juga menjadi satu hal yang harus kita ee kuatkan bagaimana aset-aset ini bisa aman untuk bisa mengurangi risiko atau mengurangi dampak kerugian-kerugian yang lebih besar. khususnya karena aset ini kan tercatat kemudian juga menjadi bukan milik kita ya milik negara. Bagaimana kita ee ee berusaha untuk bisa mengurangi dampak yang signifikan akibat kejadian-kejadian darurat ataupun bencana di lingkungan kerja. Kemudian yang ee yang terakhir adalah terkait dengan pemulihan. bagaimana pelayanan ini lebih bisa berjalan efektif dengan kondisi yang emergency. Bagaimana kita bisa berusaha untuk tetap berjalan operasi baik dari instansi di instansi internalnya bagaimana keselamatan kerjanya dan dan ee berbagai hal. Oke, next. Nah, ini tujuan kesepagan yang tadi saya sampaikan. Jiwa ASN menjadi pokok utama. Kemudian keselamatan apa kelancaran pelayanan pemerintahan saat bencana, kerugian aset yang yang terakhir adalah budaya sadar bencana dan keselamatan kerja. Rata-rata ee para pegawai, para karyawan tahu terkait kebencanaan, tapi tidak serta-merta mereka sadar terkait budaya kebencanaan. budaya bencana ya, budaya sadar bencana ini harus menjadi urusan kita bersama. Tidak hanya BBD Jatim saja atau BBD kabupaten kota. Teman-teman semua di OPD harus ee berupaya, harus sama-sama bekerja sama ya kok harus dengan terkait dengan kebencanaan ini harus sadar semua bahwa bencana ini tidak tidak kita tidak tahu kapan, di mana dan untuk apa ya untuk siapa siapa yang akan terlibat, siapa yang akan terkena dampaknya. Kadang banyak orang yang berpikir, "Oh, tadi kami di tempat transit bicara dengan Mas Unggul juga tadi bilang, "Oh, di di Los Angeles ya, Mas ya? Di Los Angeles katanya, "Oh, di sini banyak nih apa plinnya untuk ee struktur bangunan dan kotanya bagus, tidak akan pernah terjadi bencana gitu. Tidak akan pasti akan mampu menghadapi bencana." Tapi setelah beliau pulang dari le 3 hari, kebakaran yang kemarin melanda di LE habis semua. Nah, itu sekali lagi bencana ini tidak serta-merta kita tidak tahu kapan, kita tidak tahu kepada siapa dampaknya. Tapi paling tidak untuk keselamatan diri dan keluarga kita harus tahu dan kita harus harus paham itu. Nah, ini menjadi kewajiban kita bersama agar kita sadar terhadap ee budaya sadar bencana. Next. Baik Bapak Ibu sekalian ee ini urgensinya ya mungkin urgensi kesiap ee kesiapsiagaan di tempat kerja yang pertama adalah melindungi keselamatan dan nyawa karyawan. Seperti yang tadi saya sampaikan, nyawa ini tidak ada gantinya. Kalau aset bisa diganti mumpung mungkin asetnya mumpung sudah lama ya sekalian aja gak apa-apa n beli baru gitu ya. Tapi kalau nyawa gak ada yang ganti. Jadi prioritas utama kami adalah nyawa. Jadi setiap kita bekerja, setiap kita ada tugas selalu e safety first untuk teman-teman kami personil harus menjadi yang utama. Kemudian menjaga kelangsungan operasional instansi. Bagaimanapun emergensinya, bagaimanapun daruratnya, bagaimanapun dampak yang signifikan, kami BBD Jatim harus bisa apa tidak berupaya untuk membantu juga. Jadi tidak hanya ketika kami terdampak misalnya kayak tahun apa bulan kemarin pada saat banjir ya kami kantor BBD Jati melingkungkan banjir Pak hampir se mata eh selutut ya ya selutut walaupun di lingkungan kami banjir kami tetap beroperasi untuk membantu kawan-kawan kami yang di kabupaten kota yang lain ini bagaimana apa membagi ee waktu, membagi kerja, membagi bagi personilnya yang ee kami sangat keteteran pada saat itu. Tapun alhamdulillah support dari warga sekitar ya, komunik komunikasi baik kita dengan warga sekitar di RTRW-nya juga men-support. Jadi sehingga ee kegiatan-kegiatan itu bisa terbantu. Kemudian yang ketiga, mengurangi risiko kerugian aset dan properti. Nah, ini juga di kita lakukan untuk logistik peralatan kami yang ada di BBD Jatim Juta. Bagaimana kita menata menata suatu logistik dan peralatan ini bisa aman. Kita sudah tahu di ancaman-ancaman di area kami ada banjir dan ada gempa. Paling tidak banjir ini yang seringki mengancam di tempat kami. Jadi kami harus berupaya untuk logistik-logistik yang tidak tahan dengan air itu kita upayakan untuk berada di atas atau di rak yang paling atas hingga itu mengurangi dampak yang terjadi ketika ada terjadi banjir. Itu salah satu ee salah satu upaya kita. Kemudian yang kemarin-kemarin kita kerusuhan, Bang Mas Jin ini tadi memang diarahkan pakai baju oren ya seperti ee dari Jember ini. Cuman sesuai edaran Kepala BKD bahwa kita diminta untuk baju bebas rapi untuk ASN Prof Jatim di area-area yang ee merah maupun kuning. Itu juga salah satu mitigasi kita. Salah satu mitigasi kita bagaimana kita bisa menyelamatkan tempat di lingkungan personil di lingkungan kerja kita menyamar. Tapi walaupun ini juga tadi sedia baju urin juga, Mas. Tapi secara secara umumnya kita ikut untuk mematuhi dari ee proses mitigasi dari Kepala Kepegawaian kita untuk kita lebih bebas ya untuk pakaian hari ini untuk 2 hari eh 4 hari kalau enggak salah 4 hari ke depan ee sambil sambil menunggu suasana kondusif ya. Kemudian banyak juga hari ini yang telepon saya dari tadi pagi ee koordinasi dari kabupaten kota penetapan-penetapan bencana konflik ini, Mas. Bencana sosial ini. Jadi saya belum bisa bicara tadi. Mungkin nanti setelah kegiatan ini kita bisa komunikasi lebih inten dengan kawan-kawan. Kemudian yang ke urgensi kesiapsiagaan di tempat kerja yang kelima adalah memenuhi regulasi dan standar kesehatan dan keselamatan kerja. ini ada di aturan ya. Kita wajib sebenarnya untuk keselamatan kerja di semua instansi maupun di semua perusahaan itu menjadi kewajiban pimpinan perusahaan ataupun pimpinan instansi kepada seluruh personilnya kepada seluruh karyawan itu wajib. Kemudian yang keenam meningkatkan kepercayaan dan moral karyawan. Jadi kalau kita yakin ya, kita yakin dan percaya, "Wih, gedung ini aman, tempat ini sudah safety semua, sudah dukungan ini, kita bekerja lebih enak ya, lebih tenang." Ini juga mendorong juga terkait dengan pembangunan, mendorong juga terkait dengan potensi-potensi ee karyawan-karyawan kita untuk bisa lebih berinovasi dalam bekerja. Kemudian yang tujuh adalah tanggung jawab soal instansi meminimalkan panik dan kesalahan saat terjadi bencana. Jadi urgensi ini menjadi ee kesiapsagaan ini akan memberikan kita budaya bagaimana kita bisa, "Oh, kalau ada kejadian bencana jangan panik nih, gitu. Kebiasaan-kebiasaan seperti itu harus kita tumbuhkan." Kalau kita bicara gempa, izin Mas, yang membunuh gempa itu apanya, Mas? Kalau Mas boleh tahu nih, gempa ini gak membunuh loh. Gempa ini gak membunuh, Mas. Kira-kira apa yang membunuh? Yang membunuh bangunannya, Mas. Ya. Jadi kalau kita bicara gempa ini bukan gempanya yang membunuh, tapi bangunan di sekitar yang kita ini yang membunuh. Jadi, bagaimana kita harus safety dari bangunan-bangunan di sekitar itu juga ee menjadi salah satu pemahaman kita bersama. Next. Nah, ini adalah dasar-dasar kesiapsagaan bencana di tempat kerja. Nanti mungkin dari Om Unggul bisa lebih menjelaskan lagi ya, karena juga saya juga peserta nanti juga menunggu arahan dari beliau ini. Jadi ada ee dasar dari nasionalnya, ada internasional. Kita ada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang K3, kemudian ada Undang-Undang 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana. Ada undang-undang 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik di mana kesiapsiagaan bencana di instansi pemerintah harus memperhatikan aspek pelayanan publik yang terus berjalan meskipun dalam kondisi daruratnya. Ini menjadi prioritas. Kemudian ada Permenaker nomor per4 tahun '87 tentang panitia pembina K3 dan kemudian ada Perka BNPB nomor 7 tahun 2013 tentang pedum penanggulhan bencana. tentang untuk pengurangan resiko bencana yang harus diterapkan di lingkungan kerja. Kemudian ada yang terakhir untuk nasional ada NSI nomor 8349 2017 tentang standar nasional Indonesia tentang cara penyusunan rencana tanggap darurat bencana di tempat kerja. Ada juga internasional ini saya ambil cuman dua ini mungkin nanti Om Unggul bisa nambahi ya. Ada ISO 45001 2018 tentang manajemen sistem K3 juga. Kemudian ada ISO 223019 tentang ee kelangsungan bisnis dan pemulian pasca bencana untuk meminimalkan gangguan operasional gitu. Oke, next. Ini jenis ancaman di tempat kerja bencana alam tadi. Kalau di Jawa Timur ada 14 ancaman tadi yang saya sampaikan. ee Bapak Ibu tolong lebih inten ya, lebih sadar untuk ancaman-ancaman tersebut. Semoga nanti nanti bisa mendorong kita untuk bisa lebih aman di diri sendiri dan keluarga. Ada bencana alam, kemudian ada bencana non alam. Nah, keseringannya ini bencana non alam kalau di lingkungan tempat kerja kita yang khususnya di daerah perkotaan ya. ada kebakaran gedung, kecelakaan kerja, kebocoran gas, gangguan listrik, sistem IT, dan ledakan bahan kimia. Ya, ini ee tugas-tugas baru di BBD juga terkait dengan ee bencana non alam, limbah atau ledakan bahan kimia. Ini yang juga Undang-Undang Baru ini juga ee sedikit ee menekan kita untuk ikut di dalamnya. Walaupun secara ininya teman-teman KLHK yang menjadi koordinator langsung dari bencana non alam bahan kimia. Kemudian bencana sosial, kerusuhan, sabotase, ancaman keamanan. Nah, ini bencana sosial yang sudah yang sedang terjadi hari beberapa hari ini. Ee namun kita kami belum bisa menyebut bencana ya karena belum ada penetapan status ee Mas Moderator dan penetapan status pun itu juga membutuhkan pertimbangan-pertimbangan. Tapi paling tidak kalau kita bicara kerusuhan ini menjadi sesuatu yang benar-benar ada di tempat kita. Dan ee kita tahu bersama beberapa wilayah kota kemarin juga mengalami kerusakan parah ee sarana sarana prasarana dan ini juga menjadi tanggung jawab kita bersama untuk bisa menangani ini secepat mungkin gitu ya. kesiap-siapan di lingkungan kerja. Teman-teman kami juga safety untuk dalam kerusuhan ini juga menjadi ee prioritas juga menjadi ee ancaman juga kepada kawan-kawan kita yang bekerja langsung di ee lapangan gitu. Malam tanggal malam minggu kemarin malam minggu yang benar-benar merah Mas Der ya. banyak api yang bertebaran di mana-mana itu. J kawan-kawan kita juga tidak sempat mendekat walaupun ee dibutuhkan segera mungkin untuk pemadaman-pemadaman di kemarin yang di gedung Negara Gerati akhirnya ee untuk keselamatan juga tim kita menarik diri untuk bisa ya kita mau tidak mau kita korbankan untuk aset kita karena yang menjadi prioritas utama adalah keselamatan gitu. Oke, next. Kemudian bagaimana strategi kita ee para ASN khususnya dalam meningkatkan kesiapsiagaan di tempat kerja. Ada lima yang kami kembangkan ya atau kami sampaikan kepada rekan-rekan semua. Yang pertama adalah perencanaan. Ini ini menjadi desain dari lingkungan kerja Bapak Ibu semua, dari kita semua khususnya identifikasi risiko dan peta evakuasi lingkungan. Bu Kabit di sini ada petanya kira-kira ruangannya kita mau lari ke mana ini? Nanti peta evakuasinya belum ada, petunjuknya sudah ada. Ee titik kumpul ada petanya kita sudah lihat ini enggak tanda keluarnya gak. Di mana dari Miss Miss Rari Trenggelek sudah lihat tanda keluarnya kira-kira? Belum. Belum. Iya. Kalau kalau orang apa menun kalau pegawai sini mungkin sudah tahu ya udah sudah menjadi kebiasaan tapi kalau kawan-kawan kita tamu-tamu belum tahu secara realil berarti ini perlu banyak sekali tanda-tanda untuk ee evakuasinya. Nah ini tanda no smokingannya ada, Mas. sini karena saya gak beli smoking ini. Tapi yang paling paling pasti yang paling penting malah tanda evakuasinya malah gak ada. Jadi nanti kita coba untuk ee bisa lebih apalagi Bu Kabit ini ada ee purna eh purna ada ahlinya BBD ya dari Kota Probolinggo. Jadi harus bisa ini gedungnya harus bisa lebih bagus nih dari BBD Jatim gitu. Oke. Kemudian yang kedua adalah penunjukan ee erd ya e atau emergency respon tim atau tim tangkap daruratnya, Firewarden-nya, TRC internalnya. Apakah ada K3 di BPSDM-nya? Ada yang bertugas atau belum, bagaimana K3 di sini berjalan APnya sudah terisi belum nih? Gitu ya. sudah dicek tiap berapa bulan sekali gitu. Ini juga perlu untuk kita laksanakan di perencanaannya. Kemudian menyusun rencana kontingjensi kantor. Rencana kontinjensi ini adalah desain plan-nya bagaimana kita harus evakuasi pada saat kejadian darurat. lewat mana, harus ke mana, evakuasinya di mana, ee penanganannya seperti apa, pengungsiannya di mana, safety-nya di mana. Ini juga harus harus menjadi ee poin teman-teman dari semua OPD untuk bisa membuat kontensi yang lebih bagus. Kemudian SOP evakuasi dan pertolongan pertama. Ada SOP-nya gak di sini? Evakuasi kira-kira belum. Kalau belum nanti harus buat. Tidak hanya untuk meningkatkan teman-teman di OPD lain, BPSDM juga harus menjadi salah satu tempat yang aman ketika kita melaksanakan pelatihan baik di semua subjek atau ee semua tema kita harus tamu-tamu di sini penting soal semua soalnya, Mas. Jadi ada dari kabupaten kota, ada dari luar provinsi ya, ada mungkin dari mahasiswa internasional ya. Jadi, bagaimana kita harus bisa menyediakan atau menyampaikan bangunan yang benar-benar aman untuk para tamu yang ada di BPSDM. Kemudian yang kedua adalah peningkatan kapasitas, sosialisasi rutin, safety briefing. Ini tadi juga gak ada safety briefing-nya ya, Mbak ya? Oh, tapi ditayangkan. Oh, belum ditayangkan. Ini kebiasaan rutin budaya kerjanya juga harus kita walaupun mungkin cuman 1 menit harusnya ditayangkan. Nah, gitu. Oh, iya. Oke. Kalau gak dikoreksi saya yang nanti dikoreksi. Oke. Kemudian pelatihan simulasi evakuasi. Ah, sudah ada pelatihannya belum nih? Ini mungkin dari biasanya dari sekretariat ada simulasi. Sudah pernah lakukan simulasi di sini berapa tahun sekali? 5 tahun sekali. Nah, minimal standarnya adalah 6 bulan sekali kita melaksanakan simulasi, kita membuat SOP, ya. Kemudian yang terakhir, pelatihan P3 AP dan sistem proteksi kebekatan. Ada kotak P3K gak di sini? Di mana, Pak? Di ruangan. Oke. Ada AP enggak, Pak? Di mana ada isinya? Ya, keren. Oke. Mana? Mana? Oh, iya. Jangan, jangan disembunyikan, Mas. Nah. Iya, iya, iya. Oke, oke, oke. Pelatihan-pelatihan ini juga ee perlu ya, ini juga menjadi salah satu apa namanya? peluang juga dari kawan-kawan BPSDM untuk di kami ya. Karena secara wajibnya pelatihan untuk ASN itu ada di BPSDM. kami tidak bisa melaksanakan sendiri pelatihan-pelatihan di OPD masing-masing dan terkadang informasi pelatihan di BPSDM itu hanya tertentu saja. ini ya. Janganlah Bu. Kami BBD Jatim juga jarang sekali dilatih nih sama Bu Kabit ini. Jadi perlu pelatihan-pelatihan yang apalagi dengan Mas Unggul ini perlu difasilitasilah kami itu yang ee bisa di ee apa fasilitasi untuk bisa diberikan pelatihan-pelatihan khususnya untuk profesi-profesi yang bisa me-backup dan membantu kawan-kawan. Ya, tadi ada ini Mas, ada Mas Penta ada kabar baik kita nanti akan di-support sama Om Unggul nanti. Oke. Tadi sudah bicara di belakang tadi. Alhamdulillah. Untuk kabupaten kota yang lain di Jawa Timur, BPD nanti kita juga akan sinergi dengan ee Om Unggul sebagai ketua ya, ketua K3 dan mungkin dengan teman-teman lain TRC dari Dinkes ada Mas Didi tadi yang sangat mana Mas Didik nanti. Nah. untuk bisa kita support nanti kita kita berbarengan tim lapangan untuk bisa meningkatkan kapasitas-kapasitas kita di ini. Tapi sekali lagi Bapak Ibu sekalian sebenarnya banyak sekali karyawan-karyawati di kita itu yang peduli dan sadar Mas terkait dengan K3. Tapi terkadang, mohon maaf ini pimpinan kita yang kurang sadar, pimpinan kita yang kurang support. Nah, ini mungkin saran tugasnya Pak Kepala BPSDM juga untuk melantih pimpinan-pimpinan itu biar sadar gitu. Baik support dari sarana parasarana, baik dari pelatihannya, baik dari anggarannya, kebijakan juga paling tidak kebijakanlah ya. Ini saya senang sekali Pak Kaban ini support dengan kebencanaan ini. Apalagi kemarin juga bagaimana banyak yang diceritakan, banyak yang ditanya sampai kita gak bisa jawab. Mas itu. Kemudian yang ketiga, sarana prasarana. Sekali lagi peta jalur evakuasi di setiap lantai harusnya ada. Ini kesiapsagaan kita, upaya kesiapsagaan kita. Ini yang ada cuman di jalur evakuasi dari tangga. Yaah, itu doang yang saya lihat ya. Kemudian tersedia apar dan hidran. Aparnya ada hidrannya ada, Mbak Bu Kabit. Ada hidran di luar. Ada airnya masal ada. Oke, ada tim khusus. Oke, kemudian ada kota P3K dan perlengkapan darurat area kumpul. Saya yakin kalau area kumpul pasti ada assemble poinnya. Kemudian yang keempat adalah sistem peringatan dini. Alarm kebakaran gempa. Ada alarm kebakaran ada. PBSDM enggak ada masih perlu diadakan. Ada. Oh, deteksinya ini ya fringle-nya ya. Oke. Yang yang nekan siapa? atau otomatis? Ini otomatis. Otomatis. Oke. Alhamdulillah. Kemudian sistem komunikasi daruratnya. Kalau komunikasi darurat di luar HP ada HT. Oh, di jaringan. Nah, kalau kebakaran mati gimana, Mas? Hati. Oke. Sip sip. Masuk. Pokoknya nanti ini beliau harus jadi pembina ini di sini. Kemudian informasi cepat ke BBD, Damkard, dan instansi lainnya. Nah, ee ini nomor teleponnya harus ready nih, Mas, kepada BWBD atau DAMKAR di sekitar. Damkar terdekat ini di mana ini? Di sini ya, Surabaya ee Subaya Barat ya, Tandis ada. Kemudian yang strategi kita yang terakhir yang kelima adalah melanjutkan layanan publik atau responnya melanjutkan layanan publik dengan sistem kerja darurat bila perlu. Caranya apa? Bisa work from home ya, bisa backup servernya. Kalau kita terkendala di atau ada bencana yang terkait untuk IT, ada hacker-hacker, nah ini backup-backup ini juga itu juga suatu bencana itu, Mas. Juga kesiap-siagaan kita nih di tempat kerja ya. Kalau semua data-data kita rusak, hancur, wah bahaya juga. Kemudian backup server dan lain-lain. Yang kedua adalah melakukan evaluasi setelah kejadian untuk memperbaiki SOP. Jadi, SOP awal kita tentunya itu menjadi ee modal ya, menjadi poin yang pertama. Tapi ketika terjadi kebencanaan beberapa bulan yang lalu atau tahun kalau enggak salah di sini juga kena angin puting beliung, Bang. BBSDM, Bang. Nah, itu juga melapornya ke kami, berkulesnya juga ke BBD Jatim. Alhamdulillah sudah ditangani nggih, Bu Susi. Alhamdulillah. Ya, jadi ee backup ini juga menjadi suatu hal yang ee harus komunikasi yang bagus dengan seluruh stakeholder. Oke, next. Nah, ini budaya kesiapsikan dilingkungan SN yang empat poin ini yang seharusnya menjadi budaya kita. Ini cukup untuk kita mendorong bagaimana kita bisa safety di lingkungan kerja. Yang pertama simulasi evakuasi. dua kali setahun. Tolong ini ee semua OPD, teman-teman kabupaten kota, BBD kabupaten kota harus menjadi contoh ya untuk bisa melaksanakan atau budaya kerja yang evakuasi minimal dua kali dalam setahun. Ini kami harapkan bisa dilaksanakan dan mendorong OPD-UPD yang lain untuk melaksanakan ini semua. Kemudian yang kedua adalah mengintegrasikan materi kebencanaan dalam pelatihan ASN. Jadi tidak hanya BPSDM saja yang memberikan materi-materi safety briefing ini juga salah satu materi. Jadi kita ee saya mohon untuk kawan-kawan OPD juga bisa melaksanakan safety breathing briefing sebelum ada kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang di sana. Atau paling tidak buat brosur lah. Buat brosur di setiap lantai kayak di hotel-hotel itu loh, Mas ya. itu kan ada biasanya ada brosur-brosur untuk keselamatan dan segala dan ee kita berada di titik mana, arah barat ke mana, arah timur ke mana, gitu. Yang ketiga, membentuk satgas kesiapsiagaan ASSN ya eh apa emergency respon tim-nya dibentuk kemudian mendorong ASN menjadi teladan dalam kesiapsiagaan di masyarakat. Jadi ketika masyarakat tanya terkait dengan ee kebencanaan atau di lingkungan kerja jangan serta oh enggak tahu Bu bagaimana ini. Nah ini kami harap ini bisa menjadi ee pembelajaran buat kita semua sehingga para ASN di khususnya di Jawa Timur itu juga menjadi agen kebencanaan. Agen perubahan kebencanaan. Bagaimana mereka bisa men-support mendorong masyarakat itu juga sadar bencana. Kadang ini kami di BPT Jatim ini sudah sudah putus harapan kadang ya kita sudah banyak melaksanakan sosialisasi kepada gen milenial ya 70 atau 80 ke belakang tapi susahnya bukan main untuk bisa menerima ee apa namanya kegiatan sadar bencana. Jadi mulai dari itu pengalaman itu kadang kita men-supportnya kepada gen-gen awal, gen-gen baru, gen-gen Z, gen-gen AC dan sebagainya. Jadi fokusnya malah kepada anak-anak. Bagaimana kita investasi ke dalam investasi ke mereka untuk bisa nantinya mereka akan menjadi salah satu agen-agen kebencanaan. Karena kalau yang yang tua-tua ini sudah susah sekali dikatakan ya, diajarkan di ini kita lebih fokusnya ke ee anak-anak untuk bisa lebih menjadi agen-agen yang ee nanti bisa memungkinkan kita mendorong di kebencanaan. Oke, next. Nah, ini beberapa implementasi kesiapsikan di tempat kerja. Epeta evakuasi dan jalur keluar ditempel di setiap lantai, alarm kebakaran, smoke detektor diuji rutin tiap bulan. Latihan evakuasi kebakaran DMRT memakai rompi khusus atau sudah dilatih tentang pertolongan pertama dan pemadaman. Kemudian ceklis tanggap darurat harus tersedia setiap ruangan. Ini beberapa implementasi yang mungkin nanti bisa di apa ee diakomodir oleh Bapak Ibu semua. Next. Nah, ini penutup. Kami sudah penutup. Bencana bisa terjadi kapan saja dan diaran saja di tempat kerja. Kebencanaan adalah tanggung jawab bersama tidak hanya tanggung jawab BBD, tidak hanya tanggung jawab DAMKAR. Karena di undang-undang disebutkan lima pentahik ya, lima pentaik yang terlibat di dalam kebencanaan. Ada pemerintah, ada masyarakat, ada dunia usaha, dunia ee dunia usaha, ada media, dan yang terakhir adalah akadem akademisi. Jadi semua ini terlibat di dalam kebencanaan. Kemudian yang ketiga, ASN diharapkan menjadi penggerak ketangguhan masyarakat. Bencana ini harus tangguh kita. Kita menyiapkan ee orang-orang atau personil-personil yang tangguh terhadap bencana. Paling tidak kompetensi dasar semuanya bisa ee diterima atau menerima semua kompetensi dasar terkait kebencanaan. Dan yang terakhir dengan persiapan yang baik dampak bencana pasti dapat diminimalkan ya. sarpras. Kemudian pelatihan-pelatihan harus bertahap kita berupaya untuk mengoptimalkan, men-support semua agar dampak-dampak resiko-resiko yang nanti terjadi kebencanaan bisa lebih ee kecil atau berkurang. Saya rasa itu Bapak Ibu sekalian. Salam tangguh. Selamat di tempat kerja, selamat untuk keluarga. Siap sikap selamat. Kurang lebihnya kami mohon maaf. Mohon maaf. Billahi taufik walhidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Luar biasa. Tepuk tangan untuk Bapak Satrio Nurseno. Bapak, Ibu sekalian yang saya hormati, mohon ditahan dulu untuk respon pertanyaannya. Karena jangankan panjenengan, saya aja nyatat ada tujuh pertanyaan ini. Jadi nanti kalau Bapak Ibu tanya biar kami yang borong, Pak. Ya. Ya, selamat datang di forum ini kepada saudara-saudara kami para kepala pelaksana BBD Kabupaten Kota yang bisa rawuh hadir secara pribadi di BPSDM juga teman-teman Kalak maupun juga teman-teman BBD yang belum bisa hadir walaupun sudah mengisi link tapi karena kondisi saat ini sehingga teman-teman harus stay di kabupaten. dan kotanya dan mengikuti kegiatan ini melalui daring. Bapak, Ibu sekalian yang saya hormati. Selanjutnya biar nyambung, tapi sebelum nyambung Pak, ini tadi saya lihat materinya luar biasa dari Bapak Satrio karena nanti tugas kami ini juga selaku penyambung lidah informasi izin saya kopas ya materinya ya. Izin saya kopas. Barangkali nanti juga kita bisa diskusi lagi gimana mengembangkan dan satu bocoran Pak Satrio terkait dengan pelatihan Damkar insyaallah ya wa
Resume
Categories