Community Of Interest (CoI) Kebencanaan Provinsi Jawa Timur Tahun 2025
URJ8KmcufPQ • 2025-09-01
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Hadirin dimohon berdiri.
mengawali acara menyanyikan lagu
kebangsaan Indonesia Raya.
[Musik]
Hadirin
[Tepuk tangan]
[Musik]
disilakan duduk kembali.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi
kita semua. Pertama-tama izinkan
terlebih dahulu kami menyapa yang
terhormat Kepala BPSDM Provinsi Jawa
Timur yang dalam hal ini diwakili oleh
Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi
Fungsional dan Sosial Kultural BPSDM
Provinsi Jawa Timur, Ibu Amalia
Pramudiansari, SST.P., M.M. Yang kami
hormati Kepala Pelaksana BPBD Provinsi
Jawa Timur yang pada kesempatan ini
diwakili oleh Kepala Bidang Kedaruratan
Bencana dan Logistik BPPD Provinsi Jawa
Timur Bapak Satrio Nurseno, SSTP. MIP.
Yang kami hormati Ketua Lembaga
Sertifikasi Profesi Proteksi Kebakaran,
Bapak Unggul Wahyu Dono, serta seluruh
hadirin yang berbahagia.
Bapak, Ibu hadirin. Tentu kita sadari
bersama bahwa potensi bencana dapat
terjadi kapan saja dan di mana saja,
termasuk di lingkungan kerja kita
sehari-hari. Oleh karena itu, pemahaman
serta kesiapsiagaan dalam menghadapi
bencana menjadi hal mutlak dimiliki oleh
setiap individu, terutama kita sebagai
ASN dalam melaksanakan tugas di mana pun
kita berada. Dengan adanya kesiapan
tersebut, bukan hanya keselamatan yang
akan terjaga, tetapi juga akan menunjang
tercapainya kinerja organisasi yang
optimal. Hadirin, maka senang sekali
kita pada hari ini Senin, 1 September
tahun 2025 dapat berjumpa secara hybrid
langsung dari IKI Coworking Space BPSDM
Provinsi Jawa Timur dalam acara forum
konsultasi pengembangan kompetensi
community of interest kebencanaan
Provinsi Jawa Timur dengan tema
kesiapsiagaan menghadapi bencana di
tempat kerja. Boleh kita berikan tepuk
tangan untuk menambah semangat kita pada
pagi hari ini. Hadirin yang berbahagia,
sebagai wujud rasa syukur marilah
sejenak kita tundukkan kepala seraya
berdoa kepada Allah subhanahu wa taala.
Doakan dipimpin secara Islam oleh
Saudara Muhammad Jufri, S. Kami silakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam.
Bapak, Ibu, mohon izin kami berdoa
secara Islam. Bagi yang beragama lain,
mohon untuk menyesuaikan.
Bismillahirrahmanirrahim.
Allahumma sholli wasallim ala sayyidina
Muhammad. Alhamdulillahiabbil alamin.
Allahumma inna nasaluka salamatan fiddin
waatan fil jasadiatan
ilmiatan
rizqatan
qblal maut warahmatanal maut wafiratan
baal maut. Allahumma hawin alaiil
maut
minal
hisab. Allahumma la tus qulubana ba'
iddaitana wahblana madadunka rahmatan
innaka antal wah
rbanaamna anfusana waillam
tagfirlanahamna
minal khasirin allahumfirlana
waliwalida warhamhuma kamabayana sigoro
wasallallahu alaihi wasallallahu ala
sayyidina muhammad subhanakabikailati
amma yasifun
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Hadirin, selanjutnya marilah kita simak
bersama sambutan Kepala BPSDM Provinsi
Jawa Timur yang pada kesempatan ini akan
disampaikan oleh Kepala Bidang
Pengembangan Kompetensi Fungsional dan
Sosial Kultural BPSDM Provinsi Jawa
Timur yang sekaligus berkenan membuka
secara resmi kegiatan pada hari ini.
Yang kami hormati Ibu Amalia
Pramudiansari, SSTP, M.M. Kami silakan.
[Musik]
Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi
kita semua. Om swastiastu. Namo
buddhaya. Salam kebajikan rahayu dan
salam sehat Bapak Ibu sekalian.
Alhamdulillahiabbil alamin. Hari ini
bisa hadir bersama nggih kita Bapak, Ibu
dan hadir di tengah-tengah kita tentunya
narasumber yang sangat luar biasa hari
ini. Yang pertama Kalaksa BPBD Provinsi
Jawa Timur yang diwakili oleh Kepala
Bidang Kedaruratan dan Logistik Bapak
Satrio Nurseno, SSTP, MIP. Terima kasih.
Di tengah suasana yang ee apa ya,
lumayan crowded ini ya, Pak Satrio bisa
hadir. Kemudian narasumber yang kedua
jauh dari Jakarta, Bapak Ibu hadir ketua
lembaga sertifikasi profesi proteksi
kebakaran Bapak Unggul Wahyu Dono, SP.
Selamat datang di BBSDM Jawa Timur dan
di Surabaya. tentunya
hadir pula hari ini moderator
Pak Sugito SSTP, MIP. Terima kasih, Pak.
Beliau Widya Widya Iswara ahli madya di
BPSM Provinsi Jawa Timur. Dan juga hadir
hari ini Kepala UPT Sertifikasi ASN Bu
Susi. Terima kasih Bu. Pak Anung analis
Bank Komadia, Pak Praktik analis Bank
Komadia, WI Utama ada Pak Aman, kemudian
Bu Isma juga WI dan juga Pak Sugeng,
teman-teman analis Bangkom serta seluruh
peserta yang hadir hari ini baik dari
perangkat daerah provinsi maupun
kabupaten kota Jawa Timur dan juga sobat
ASN yang hadir di kanal YouTube BPSDM
Jatim TV. Bapak, Ibu yang kami hormati.
tentunya tiada ungkapan yang lebih indah
nggih kecuali rasa syukur kita ke
hadirat Allah Subhanahu wa taala Tuhan
yang maha esa karena atas rahmat dan
hidayah-Nya kita diberikan nikmat sehat
Bapak Ibu kemudian keselamatan juga
kesempatan Bapak Ibu di tengah kesibukan
yang sangat luar biasa dan situasi yang
perlu sangat kita ini ya hadapi bersama
saat ini bisa hadir bersama di IKI
Coworking Space BPSDM Jatim. tentunya
Bapak Ibu ini tidak biasa kalau biasanya
di ruang sasana ya di atas ini ngih
kalau Bapak Ibu pelatihan juga ada di
gedung hari ini kita buat vibes yang
berbeda gitu kalau Genzi milenial
mungkin bahasanya juga ngobrol santai
gitu atau ngariung gitu ya pernah ee
dengar bahasa ngariung. Terima kasih
kehadirannya. Tentunya salam hormat
Bapak, Ibu dari Bapak Kepala BBSDM
Provinsi Jawa Timur. Ini inisiasi beliau
Bapak, Ibu dan sangat-sangat beliau
nantikan setelah ada acara COP atau
community of practice tentunya Bapak Ibu
pernah mengikuti sebagian. Nah, hari ini
COI apa COI gitu ya. Jadi di BPSDM
Provinsi Jawa Timur tentunya tidak hanya
memberikan pelatihan secara klasikal
atau daring dan lain sebagainya, kita
sekarang di Korpu ini membangun
komunitas Bapak Ibu. Jadi nantinya ada
persentase yang harus diberikan ke OPD
juga masing-masing OPD harus juga
melaksanakan pengembangan kompetensi
tidak hanya di BPSDM Provinsi sebagai
lembaga pengembangan SDM. Dan hari ini
setelah community of practice tentunya
practice itu background-nya JFJF ya yang
kami angkat misalkan analis kebijakan JF
perencana Prahum kemudian DAMKAR satu
lagi SDMA hari ini semua bisa ikut
karena ini bedanya adalah yang interest
atau tertarik pada satu hal gitu. ASN
tidak melulutusinya Bapak Ibu, namun
juga boleh interest di terkait aware
kebencanaan, kemudian public speaking.
Mungkin Bapak Ibu di sini ada yang suka
public speaking. Nah, nanti suatu saat
kita juga akan e buat seperti itu atau
terkait AI, kemudian terkait hal-hal
yang hubungannya dengan IT gitu. kita
juga akan membuat seperti itu. Jadi
tidak melulu tusi berdasarkan praktis
atau COP gitu. Dan hari ini tentunya Pak
Kaban juga akan bergabung dengan kita
sekalian Bapak Ibu karena masih ada
acara penting yang tidak bisa ditinggal
di gedung dewan. Jadi beliau akan ee
bergabung atau memberikan motivasi
arahan juga di akhir acara insyaallah
bersama Bapak Ibu sekalian di
tengah-tengah kita semua. Bapak, Ibu
hadirin yang kami hormati. tentunya
acara ini kami ee mempunyai maksud gitu
ya terkait hal ini. Selain membentuk
komunitas terkait interes juga
kesiapsiagaan bencana di tempat kerja
ini bukan pilihan Bapak Ibu tentunya ya,
melainkan sebuah keharusan yang
diimplikasikan
sangat jelas. misalkan keselamatan SDM
nantinya melindungi aset terbesar dari
kita yaitu sumber daya manusianya. SDM
pasti utama ya Bapak Ibu. Dan ee kami
boleh menyampaikan juga acara hari ini
jauh-jauh hari sudah terplanning Bapak
Ibu. Jadi ee kalau ada hal yang sekarang
kita tidak inginkan bersama ya tentunya
kami ee sesuai hari ini mungkin Bapak
Ibu harus aware gitu terhadap
keselamatan kerja. di tempat kerja Bapak
Ibu sekalian. Dan kita berharap tentunya
kondisi saat ini kita berdoa bersama di
setiap sujud kita segera membaik ya
Bapak, Ibu. Dan tidak lupa kami di BPSDM
Provinsi Jawa Timur juga oh yang
menyampaikan duka yang mendalam kepada
ASN kemudian Ojol dan semua yang sudah
berpulang ya nantinya mudah-mudahan
diterima amal ibadahnya oleh Allah
subhanahu wa taala dan diampuni segala
khilafnya. Kemudian Bapak Ibu tentunya
keberlangsungan pelayanan itu juga
penting dengan kesiapsiagaan bencana
memastikan bahwa fungsi-fungsi vital
pemerintahan dan layanan publik dapat
segera pulih dan berjalan kembali pasca
bencana. Itu penting. Jadi ee tidak
terus meratapi gitu ya, Bapak Ibu. kita
harus ee bangkit kembali kalau ada
hal-hal yang tidak kita inginkan di
tempat kerja kita. Kemudian perlindungan
aset dan dokumen penting. Nah, itu
tentunya aset ee kita selain SDM dan
juga keberlangsungan pelayanan kita
harus aware terhadap aset dan dokumen
penting kita baik di OPD kemudian ada
yang dari rumah sakit ya Bapak Ibu itu
semua aset-aset dokumen penting harus
diamankan. kemudian infrastruktur arsip
negara kursial dan juga pengambilan
kebijakan operasional pemerintahan. Dan
Bapak Ibu Sobat ASN yang tergabung di
YouTube BBSDM Jatim TV tentunya pada
kesempatan kali ini berbicara mengenai
kesiapsiagaan bencana di tempat kerja
tidak terlepas dari bagaimana seorang
ASN kita semua ya harus juga memahami
untuk dapat menerapkan keselamatan dan
kesehatan kerja di tempat kerja.
sebagai upaya preventif dari diri
sendiri sehingga terhindar dari penyakit
akibat kerja atau Pak. Kemudian untuk
mencapai produktivitas optimal dalam
bekerja serta mencapai kinerja yang
optimal. Oleh karena itu, penting kita
semua hadir Community of Interest Jatim
ini ASN Jawa Timur untuk dapat memahami
implementasi dari keselamatan dan
kesehatan kerja atau KTG. kemudian
perkantoran sehingga ASN mendapatkan
insight penting mengedepankan
keselamatan dan kesehatan kerja dalam
setiap kegiatan administratif di
perkantoran pemerintahan dan juga
pelayanan di masyarakat. Kemudian
sebagai ASN kita juga memiliki tanggung
jawab ya Bapak Ibu terkait ee ganda hal
ganda yaitu melindungi diri kita sendiri
tentunya dan juga kolega baik ee di
tempat kerja maupun pengguna layanan
kita di tempat layanan sekaligus menjadi
garda terdepan dalam memastikan negara
tetap hadir melayani masyarakat bahkan
dalam situasi darurat sekalipun. Bapak,
Ibu tentunya COI ini nantinya akan
ditindaklanjuti
awalnya adalah grup WhatsApp gitu ya.
Nanti bisa
mengundang teman-teman Bapak Ibu yang
aware juga. Ini belum semua OPD memang
Bapak Ibu ya. Kami membagikan link siapa
yang ingin ikut. Minimal OPD memang
satu. Alhamdulillah ada beberapa OPD
yang banyak yang ikut. Terima kasih bagi
OPD yang belum aware nanti tetap Bapak
Ibu bisa sharing knowledge gitu ya
terkait grup WhatsApp nanti yang akan
dipandegani teman-teman WI dan juga ASN
di BPSDM Jatim dari kita untuk kita
Bapak Ibu. Jadi acaranya nanti boleh
ngariung lagi, boleh ada bahas lain
sebagainya melalui Zoom gitu ya, terkait
bagaimana keselamatan kerja, menangani
bencana dan lain sebagainya. Tentunya
nanti akan di-share di akhir acara dan
Bapak Ibu monggo nanti saran, kritik
masukan untuk membangun komunitas ini
supaya bermanfaat. Kami sangat welcome
gitu. Baik dan akhir kata Bapak, Ibu
tentunya nanti selamat mengikuti nggih
acara ini sampai akhir. Kemudian kami
juga ee berterima kasih kepada Bapak Ibu
hadir hari ini dan juga dengan memohon
rida dan petunjuk dari Allah Subhanahu
wa taala atas seizin Bapak Ibu sekalian
dan mewakili Pak Kepala BPSDM Provinsi
Jawa Timur dengan mengucap
bismillahirrahmanirrahim
pada hari ini, Senin 1 September 2025
Forum Community of Interest atau COI
Kebencanaan Provinsi Jawa Timur tahun
2025 secara resmi saya nyatakan dibuka
dan dimulai.
[Tepuk tangan]
Baik, selamat mengikuti Bapak Ibu hadir
narasumber yang sangat luar biasa.
Monggo enjoy saja. Kalau sambil makan
snack juga boleh. Kopi teh di samping
kanan kiri juga oke ya Bapak Ibu. Nanti
kalau kantornya akan dibuat gini yang
belum ada boleh juga dibuat. Nanti harus
aktif tidak boleh seperti rapat. Jadi
harus banyak yang bertanya supaya beliau
dari Jakarta hadir di sini ada
insight-nya gitu. Bapak Ibu salam sehat
tentunya kalau ke Surabaya jangan lupa
beli es selasih.
Mana cakepnya? Mohon maaf dan terima
kasih Bapak Ibu. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
Hadirin yang berbahagia, demikian telah
kita ikuti bersama seremonial pembukaan
forum konsultasi pengembangan kompetensi
community of Interest Kebencanaan
Provinsi Jawa Timur tahun 2025. Sobat
ASN, tak lupa kami mengingatkan pula
bagi seluruh Sobat ASN yang hadir pada
hari ini baik secara daring maupun
luring nanti akan dapat melakukan scan
QR pada akhir acara yang akan
ditampilkan oleh panitia dan Sobat ASN
dapat mengakses pengunduhan materi,
daftar hadir, penerbitan e-sertifikat,
dan yang tak kalah penting kami akan
mengundang seluruh sobat ASN yang hadir
pada hari ini untuk bergabung dalam
WhatsApp grup community of interest
kebencanaan tahun 2025. tentunya di
akhir acara.
Untuk itu kita akan selanjutnya
mengikuti penyampaian materi oleh dua
narasumber. Jangan ke mana-mana, kita
akan kembali sesaat lagi.
[Musik]
Together building hope noble.
[Musik]
East jaut
[Musik]
bekasulsm
[Musik]
java center of excellence a place where
people are born producing competent
resilient intelligent innovative united
enak
[Musik]
Baik, Sobat TSN di mana pun Anda berada.
Seperti janji kami tadi, mari kita ikuti
bersama penyampaian materi terkait
kesiapsiagaan menghadapi bencana di
tempat kerja yang akan dipandu oleh
moderator kita pagi hari ini, Widya
Iswara, ahli madia BPSDM Provinsi Jawa
Timur, Bapak Dr. Sukito Prasetyo, SSTP.
Mm. Kami persilakan.
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum. warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Yang terhormat Bapak Kepala Badan BPSDM
Provinsi Jawa Timur
yang dalam hal ini diwakili oleh Ibu
Kabit.
Yang kami hormati
duara dua narasumber yang sangat-sangat
luar biasa yang mulai minggu kemarin
kita nantikan kehadirannya.
Yang kami hormati
Bapak, Ibu
hadirin peserta COI
dan mohon izin Bu Kabit kami laporkan
di WA kami ternyata yang hadir melalui
daring. Selain teman-teman dari Provinsi
Jawa Timur, kabupaten, maupun kota kami
juga nerima laporan ini teman dari
Sumatera Selatan.
dari Mataram,
dari Jawa Barat. Jadi luar biasa
kegiatan ini. Semoga ini menjadi awal
untuk kita semua bisa interest terhadap
kebencanaan baik di lingkungan kerja
maupun juga di lingkungan sekitar kita.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji
syukur alhamdulillah kehadirat Allah
Subhanahu wa taala karena dengan
rahmatnya kita dapat berkumpul dalam
forum yang luar biasa ini.
Forum bukan sekedar sharing ilmu, tapi
juga sharing kepedulian.
Karena bicara
tentang bencana di tempat kerja
bukan sekedar teori tapi soal nyawa.
dan keselamatan kita semua.
Kalau orang bilang ASN itu harus siap
kerja kapan saja, mungkin sudah biasa
kita dengar.
Tapi kalau kita siap siaga kapan saja,
itu yang harus kita awali dari sekarang.
Tadi Ibu Kabit sudah mancing kami dengan
pantun, Bu.
Mohon maaf ini moderatornya agak
emosional, Bu. Jadi tadi dipancing
sekali ya kami harus jawab dua kali
bahkan mungkin lebih.
Berjalan-jalan ke Gunung Semeru.
Jangan lupa membawa bekal dan peta.
Siaga bencana bukan perkara baru.
Karena nyawa kita taruannya.
Terima kasih tepuk tangannya. Saya baru
tidur jam .00 pagi untuk membuat
pantun-pantun ini.
Bunga melati haru mewangi,
tumbuh indah di tengah taman.
Kalau kita siaga dan peduli,
tempat kerja pasti lebih aman.
Mungkin panitia mohon maaf kalau
sekarang saya masih membaca. Semoga
kesempatan yang lain saya sudah membaca
lagi. Oke,
Bapak, Ibu sekalian yang kami hormati.
Tema kita hari ini adalah kesiapsiagaan
menghadapi bencana di tempat kerja.
Hal ini sangat relevan dengan kondisi
kebencanaan di negara yang kita cintai
ini.
Kurang lebih 3.000 kejadian setiap tahun
yang dilaporkan oleh BNPB.
Ya, kebetulan 5 tahun yang lalu saya
mungkin sama berbaju oren untuk Pak
Satrio ya.
Nah, kebetulan baju orenya juga hasil
kiriman dari narasumber ini ya.
Jadi 3.000 kejadian
mulai dari banjir, gempa, kebakaran
hingga bencana non alam seperti pandemi
yang baru aja kita lewati bersama.
Di sisi lain, tempat kerja sering
menjadi titik rawan mulai dari potensi
kebakaran karena instansi listrik, bahan
kimia berbahaya hingga musibah gempa
yang terjadi kapan saja.
Dari dasar inilah maka BPSDM
menghadirkan dua narasumber yang luar
biasa.
Yang pertama nanti akan menyampaikan
bagaimana BBD
menyiapkan strategi dan mitigasinya.
Dan yang kedua yang kami tunggu semuanya
ini adalah bagaimana
beliau selaku pakar K3 sekaligus ketua
LSP proteksi kebakaran
memberi kita insight tentang proteksi
kebakaran di lingkungan kerja. Untuk itu
sebelum kami panggil kami bacakan
CV-nya.
Cuma mohon maaf tadi kami nerima CV-nya
itu tebal sekali dua-duanya, Pak.
Sehingga saya buat repikan yang ringkas
karena kalau kami cukup membacakan saja
materinya gak dapat-dapat nanti, Bapak.
Jadi mohon izin yang pertama adalah
Bapak Satrio Nurseno, SSTP, MIP.
Lahir di Magetan, tanggalnya tidak sah
kami sebut, Pak.
Tahun 1986.
Karena nanti untuk tanggal sama bulan
kita buat untuk kuisnya. Nanti
pendidikan beliau lulus IPDN di tahun
2009 dan S2-nya dari
Surabaya dari UNER tahun 2015.
untuk pelatihan karena beliaunya di BWBD
dimulai dari DMB tahun 2014
terus mengikuti tadi saya baca kalau
tidak salah 16 pelatihan yang beliau
ikuti dan saya baca yang terakhir adalah
TOT kebencanaan
serta sertifikasi audit internal
2024.
Pengalaman kerja diawali dari Sekpri
Bapak Sekda Jatim tahun 2029. Betul ya,
Pak Sadrio ya. Dan yang terakhir bukan
yang terakhir yang sekarang hari ini
beliau Kepala Bidang Kedaruratan
Logistik BBD Jawa Timur. Jadi bagi
teman-teman yang sekarang rawuh berbaju
oren, monggo beliaunya karena menangani
logistik, Pak. Kalau mungkin logistiknya
di BBD Kabupaten silakan setelah acara
langsung menghubungi beliaunya.
Yang kedua,
Bapak Unggul Wahyudono
lahir di Purbalingga. Saya ini harus
hati-hati, Pak. Khawatir keliru.
Probolinggo ya. Karena saya di
Probolinggo, Bapak. Purbalingga
tanggal perlu disebutkan, Bapak. Ah, 6
Agustus 1972.
Ah, jadi selamat ulang tahun Bapak.
Alhamdulillah
hari ini kita rayakan ulang tahun Bapak
ke-18
di BPSDM Jawa Timur.
Karena beliaunya pakar tentang K3
kebakaran ini
lebih dari dua lembar CV-nya tadi untuk
mengikuti pelatihan-pelatihan saya
bacakan awal sama akhir aja nggih Bapak.
Jadi yang pertama adalah pelatihan dasar
penanggulangan kebakaran tahun 2000.
Setelah itu mengikuti
mohon maaf kalau salah saya sebut nggih
NF PE
kode 101 sampai dengan 30 di Singapura
Bapak. Kapan-kapan kami mau diajak
Bapak.
Setelah itu Uniform Building Bailo Law
di Selangor, Malaysia dan asesor
kompetensi BNSP tahun 2015.
Organisasi yang beliau ikuti ini yang
besar-besar dan nampaknya masih asing
buat kami ini, Pak. Nanti mungkin bisa
dijelaskan sedikit nggih di IFP PA,
BEA
sama IPMA.
Jadi ada tiga asosiasi ini mungkin nanti
jadi kuisnya Pak ya biar saya yang
menang karena saya yang tahu catatannya
ada di saya. Nggih. Jadi untuk itu mari
kita panggil dua narasumber yang luar
biasa yang akan hadir di tengah-tengah
kita semuanya.
Alhamdulillah
beliaunya mungkin tahu berdua kalau
tangan saya keringetan nggih. Jadi bukan
menjadi lap nggih Bapak karena ya untung
ini gak gemetar Pak. Jadi gak gemetar
tapi keringatan. Alhamdulillah. Jadi ee
Bapak Ibu sekalian yang saya hormati,
hadirin sekalian. baik yang hadir di
BPSDN maupun juga yang ada di kabupaten,
kota, daring maupun juga yang ada di
luar Provinsi Jawa Timur, dari OKU
Timur, dari Mataram, dari Sukabumi yang
sudah berkenan untuk mengikuti kegiatan
ini.
Ee pada sesi ini akan disampaikan dua
narasumber.
E mungkin nanti penyampaiannya 30 sampai
45 menit saja, Pak.
Oh, lama. Oh, alhamdulillah. Tapi pikir
itu kecepatan karena diskusinya kita
bisa sampai sore maupun malam, Bapak ya.
Karena ini adalah forum diskusi, forum
santai. Tadi sudah disampaikan oleh Bu
Kabit di kanan kiri ada pisang ngopi,
ada minuman, namun yang lain tapi
disiapkan curisnya.
Nggih, Bapak, Ibu sekalian eh tiba
saatnya untuk menyampaikan materi dari
narasumber yang luar biasa. Yang pertama
dari BBD Provinsi Jawa Timur. Waktu kami
persilakan.
Baik, terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Selamat pagi, salam sejahtera buat kita
semua. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Salam kebajikan rahayu. Izin senior. Ini
baru pertama kali nih, Pak. Dan
alhamdulillah setelah sekian lama kami
apa di berbaju oren, beliau meninggalkan
baju orennya, Pak. Sekarang, Pak. E tapi
okelah keren. Dan saya ucapkan terima
kasih kepada Bapak Kepala BPSDM Jatim ee
sudah berkenan mengundang kami ini di
community of interest khususnya
kebencanaan dan seru, keren untuk ee
ruangannya. Ini perlu dicoba. Nanti
mungkin Bu Kabit bisa minta kontak
person-nya nanti ya. Ya,
nanti kita coba untuk kita apa akomodir
ya di ee untuk di BBD Jatim pas ini,
Mas. Jadi ada pembangunan di sana, ada
Mas Unggul juga ini. Wah, ini harus jadi
apa hal-hal yang perlu kita sempurnakan
ini di BBD Jatim. Eh, Bapak Ibu semua
izin perkenalkan saya nama Satrio. Tadi
sudah dijelaskan sama moderator. Saya
Satrio Nurso. Sekarang menjabat sebagai
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik
BBD Provinsi Jawa Timur. Alhamdulillah
di BBD Jatim sudah 12 tahun Mas Unggul.
Jadi ee kami benar-benar ini ee tidak
mempunyai konsep tapi lebih ke praktisi.
Kalau kami lebih ke praktisi. Jadi kita
bicara berdasarkan pengalaman. Kami
bicara berdasarkan pengalaman dan ee
benar tadi yang disampaikan Mas
Moderator ee teman-teman BBD Jatim eh
BBD Sejatim atau yang ee mungkin
menonton ini kalau mencari minta
logistik pastinya di kami ya. Apalagi
kemarin sudah banyak laporan beberapa
instansi atau kantor BBD di Jawa Timur
sudah banyak yang rusak, Mas. Karena
kemarin ada bencana sosial katanya gitu
ya. Jadi banyak yang rusak logistik,
banyak yang habis aset-aset habis.
Kemungkinan besar sebentar lagi surat
banyak yang masuk ini.
Nah, ee kita mulai saja. Kami mulai
saja. Kami gak lama-lama, Mas, untuk ee
paparannya. Tapi sekedar kita bicara dan
belajar bersama ya. Kita belajar bersama
karena memang BBD Jatim pun juga belum
sempurna om tipnal untuk kesiapsagaan
kita terhadap bencana di lingkungan
kerja. Namun paling tidak ee di OPD kami
karena teman-teman kami ee personil kami
semuanya terlibat secara langsung di
kebencanaan. paling tidak kami sudah
memiliki ee
apa ya istilahnya sudah maju satu
langkah dari kawan-kawan yang lain yang
mungkin di luar OPD ee BBPD ya. Baik,
kita mulai. Ee Bapak Ibu sekalian,
Jawa Timur ini mungkin ee Bapak Ibu
sekalian sudah sering membaca khususnya
kawan-kawan kami dari kabupaten kota ya.
kita ee banyak sekali ancaman di Jawa
Timur untuk ancaman bencana khususnya
bencana alam maupun non alam ya. ada 14
ancaman yang ada di kita ini menjadi
sudah menjadi ee masuk di dalam kajian
risiko bencana dan ini sering terjadi ya
kalau kita bicara
banjir semua wilayah di Jawa Timur pasti
juga pernah mengalami walaupun ada yang
bilang itu gak banjir itu genangan tapi
secara secara apa ee
perfiksi
pembacaan kita sudah masuk dalam kata
banjir ya. Jadi ada banjir, banjir
bandang, tanah longsor, cuaca ekstrem,
kekeringan, kebakaran hutan dan lahan,
gelombang ekstrem dan abrasi gempa bumi,
gegalan teknologi, pandemi Covid,
epidemi wabah penyakit, letusan gunung
api, tsunami, dan likuifaksi. Ini ini
menjadi ee perhatian kita semua Bapak,
Ibu semua ya, teman-teman semua
khususnya di Provinsi Jawa Timur ataupun
di kabupaten kota harus tahu, harus
mengerti, harus paham ancaman apa di
sekitar kita. Ada enggak ee kira-kira
dari 14 ancaman itu yang ee menunggu di
sekitar kita?
Jadi kalau sekarang ini kami mesti
dilatih untuk selalu melihat pada saat
di kondisi ee ke mana pun pergi, Mas.
Jadi ketika kita mau pergi ke mana pun,
kita harus melihat ada ancaman enggak di
situ. Tadi saya masuk sini juga walaupun
saya sudah sering ke BPSDM juga sering
melihat dan apa ee menganalisislah
istilahnya ini ada ancamannya gak nih.
Ini ada pintu keluarnya ke mana ya ini
kalau terjadi kejadian gitu. Ini sudah
menjadi kebiasaan. Jadi ee seperti ini.
Oh, ini banyak kaca nih. Kalau ada gempa
pasti ee rawan untuk teman-teman atau
kawan-kawan yang dekat dengan kaca. Nah,
kecuali kacanya memang tebal banget dan
tahan gempa gitu ya. Oke, next.
Nah, per 31 Agustus kemarin
kejadian bencana
terjadi di seluruh Jawa Timur dan
rata-rata 113-nya adalah banjir. Ini
belum kejadian bencana yang saat ini
sedang melanda di beberapa wilayah yaitu
kekeringan dan kebakaran hutan. ini
kalau di yang kami sampaikan di paparan
ini hanya hidrometeorologi dan kebakaran
hutan. Untuk kekeringan belum masuk ini
kalau kekeringan ini sudah ada tujuh
kabupaten yang saat ini ee mengalami
kekeringan dan upaya kami juga ee
melaksanakan droping air besi dan
penyaluran sarana sarana prasarana untuk
membantu masyarakat kita yang terdampak
untuk pelayanan kita. Oke, next.
Bapak Ibu sekalian.
Kenapa
kesiapsiagaan ini menjadi penting?
Karena ini menjadi salah satu eh 17 dari
SDGs kita ya, Climate change ya. Climate
change ini yang menjadi eh fokus kita
saat ini. Kita masuk di dalamnya kami di
kebencanaan menjadi salah satu ee yang
memiliki peran ya yang memiliki peran
untuk bisa
mencegah terjadinya atau dampak dari
climate change.
Ini makanya kita perlu untuk melakukan
pengurangan resiko bencana. Salah
satunya adalah melalui kesiapsiagaan di
manapun khususnya di lingkungan kerja.
Karena kontribusi untuk memperkuat
ketangguhan sangat sangat perlu dicapai
untuk pembangunan yang berkelanjutan.
Oke, next.
Baik, Bapak Ibu sekalian, kesiapsagaan
di tempat kerja
merupakan suatu rangkaian yang
perencanaan, pelatihan dan segala macam.
Ini yang menjadi ee substansi kita untuk
kita kembangkan ya. ee dari kalau kita
bicara di kebencanaan ada prabencana,
ada keadaan darurat dan pasca bencana.
Ini Mas moderator sangat ahli ini ya.
Nah, kalau di kesiapsagaan ini juga
rangkaian itu menjadi ee suatu hal yang
perlu kita laksanakan ya. Karena apapun
yang kita laksanakan di lingkungan kerja
itu tidak tidak lepas dari mitigasi,
tidak lepas dari kita pengkajian
risikonya di tahapan perannya. Kemudian
bagaimana kita nanti di respon time-nya
atau di ee personilnya, sumber dayanya
baik ee personil maupun sarana
prasarana. Kemudian bagaimana
pemulihannya?
Kalau kita bicara kesiapsagaan di
lingkungan kerja, kalau di BBD Jatim
fokus utama atau tujuan utama dari kami
adalah keselamatan personil. Itu menjadi
suatu hal yang harus
kami prioritaskan. Wajib Ain nomor satu
keselamatan personil. Kemudian yang
kedua adalah pelayanan. Nah, ini
pelayanan pelayanan untuk ee masyarakat.
Kalau di kebencanaan tentunya pelayanan
yang berurusan dengan kebencanaan itu
menjadi ee dua hal yang harus tetap
berdiri ketika tetap beroperasi ketika
terjadi keadaan darat atau emergency.
Kemudian yang ketiga, aset. Perlindungan
aset ini pun juga menjadi satu hal yang
harus kita ee kuatkan bagaimana
aset-aset ini bisa aman untuk bisa
mengurangi risiko atau mengurangi dampak
kerugian-kerugian yang lebih besar.
khususnya karena aset ini kan tercatat
kemudian juga menjadi bukan milik kita
ya milik negara. Bagaimana kita ee ee
berusaha untuk bisa mengurangi dampak
yang signifikan akibat kejadian-kejadian
darurat ataupun bencana di lingkungan
kerja. Kemudian yang ee yang terakhir
adalah terkait dengan
pemulihan.
bagaimana pelayanan ini lebih bisa
berjalan efektif dengan kondisi yang
emergency. Bagaimana kita bisa berusaha
untuk tetap berjalan operasi baik dari
instansi di instansi internalnya
bagaimana keselamatan kerjanya dan dan
ee berbagai hal. Oke, next.
Nah, ini tujuan kesepagan yang tadi saya
sampaikan.
Jiwa ASN menjadi pokok utama. Kemudian
keselamatan apa kelancaran pelayanan
pemerintahan saat bencana, kerugian aset
yang yang terakhir adalah budaya sadar
bencana dan keselamatan kerja.
Rata-rata
ee para pegawai, para karyawan tahu
terkait kebencanaan, tapi tidak
serta-merta mereka sadar terkait budaya
kebencanaan. budaya bencana ya, budaya
sadar bencana ini harus menjadi urusan
kita bersama. Tidak hanya BBD Jatim saja
atau BBD kabupaten kota. Teman-teman
semua di OPD harus ee berupaya, harus
sama-sama
bekerja sama ya kok harus dengan terkait
dengan kebencanaan ini harus sadar semua
bahwa bencana ini tidak
tidak kita tidak tahu kapan, di mana dan
untuk apa ya untuk siapa siapa yang akan
terlibat, siapa yang akan terkena
dampaknya.
Kadang banyak orang yang berpikir, "Oh,
tadi kami di tempat transit bicara
dengan Mas Unggul juga tadi bilang, "Oh,
di di Los Angeles ya, Mas ya? Di Los
Angeles katanya, "Oh, di sini banyak nih
apa plinnya untuk ee struktur bangunan
dan kotanya bagus, tidak akan pernah
terjadi bencana gitu. Tidak akan pasti
akan mampu menghadapi bencana." Tapi
setelah beliau pulang dari le 3 hari,
kebakaran yang kemarin melanda di LE
habis semua. Nah, itu sekali lagi
bencana ini tidak serta-merta kita tidak
tahu kapan, kita tidak tahu kepada siapa
dampaknya. Tapi paling tidak untuk
keselamatan diri dan keluarga kita harus
tahu dan kita harus harus paham itu.
Nah, ini menjadi kewajiban kita bersama
agar kita sadar terhadap ee budaya sadar
bencana. Next.
Baik Bapak Ibu sekalian ee ini
urgensinya ya mungkin urgensi kesiap ee
kesiapsiagaan di tempat kerja yang
pertama adalah melindungi keselamatan
dan nyawa karyawan. Seperti yang tadi
saya sampaikan, nyawa ini tidak ada
gantinya.
Kalau aset bisa diganti mumpung mungkin
asetnya mumpung sudah lama ya sekalian
aja gak apa-apa n beli baru gitu ya.
Tapi kalau nyawa gak ada yang ganti.
Jadi prioritas utama kami adalah nyawa.
Jadi setiap kita bekerja, setiap kita
ada tugas selalu e safety first untuk
teman-teman kami personil harus menjadi
yang utama. Kemudian menjaga
kelangsungan operasional instansi.
Bagaimanapun emergensinya, bagaimanapun
daruratnya, bagaimanapun dampak yang
signifikan, kami BBD Jatim harus bisa
apa tidak berupaya untuk membantu juga.
Jadi tidak hanya ketika kami terdampak
misalnya kayak tahun apa bulan kemarin
pada saat banjir ya
kami kantor BBD Jati melingkungkan
banjir Pak hampir se
mata eh selutut ya ya selutut
walaupun di lingkungan kami banjir kami
tetap beroperasi untuk membantu
kawan-kawan kami yang di kabupaten kota
yang lain ini
bagaimana apa membagi ee waktu, membagi
kerja, membagi bagi personilnya yang ee
kami sangat keteteran pada saat itu.
Tapun alhamdulillah support dari warga
sekitar ya, komunik komunikasi baik kita
dengan warga sekitar di RTRW-nya juga
men-support. Jadi sehingga ee
kegiatan-kegiatan itu bisa terbantu.
Kemudian
yang ketiga, mengurangi risiko kerugian
aset dan properti. Nah, ini juga di kita
lakukan untuk logistik peralatan kami
yang ada di BBD Jatim Juta. Bagaimana
kita menata menata suatu logistik dan
peralatan ini bisa aman. Kita sudah tahu
di ancaman-ancaman di area kami ada
banjir dan ada gempa. Paling tidak
banjir ini yang seringki mengancam di
tempat kami. Jadi kami harus berupaya
untuk logistik-logistik yang tidak tahan
dengan air itu kita upayakan untuk
berada di atas atau di rak yang paling
atas hingga itu mengurangi dampak yang
terjadi ketika ada terjadi banjir. Itu
salah satu ee salah satu upaya kita.
Kemudian yang kemarin-kemarin kita
kerusuhan, Bang Mas Jin ini tadi memang
diarahkan pakai baju oren ya seperti ee
dari Jember ini. Cuman sesuai edaran
Kepala BKD bahwa kita diminta untuk baju
bebas rapi untuk ASN Prof Jatim di
area-area yang ee merah maupun kuning.
Itu juga salah satu mitigasi kita. Salah
satu mitigasi kita bagaimana kita bisa
menyelamatkan
tempat di lingkungan personil di
lingkungan kerja kita menyamar. Tapi
walaupun ini juga tadi sedia baju urin
juga, Mas. Tapi secara secara umumnya
kita ikut untuk mematuhi dari ee proses
mitigasi dari Kepala Kepegawaian kita
untuk kita lebih bebas ya untuk pakaian
hari ini untuk 2 hari eh 4 hari kalau
enggak salah 4 hari ke depan ee sambil
sambil menunggu suasana kondusif ya.
Kemudian banyak juga hari ini yang
telepon saya dari tadi pagi ee
koordinasi dari kabupaten kota
penetapan-penetapan bencana konflik ini,
Mas. Bencana sosial ini. Jadi saya belum
bisa bicara tadi. Mungkin nanti setelah
kegiatan ini kita bisa komunikasi lebih
inten dengan kawan-kawan. Kemudian yang
ke urgensi kesiapsiagaan di tempat kerja
yang kelima adalah memenuhi regulasi dan
standar kesehatan dan keselamatan kerja.
ini ada di aturan ya. Kita wajib
sebenarnya untuk keselamatan kerja di
semua
instansi maupun di semua perusahaan itu
menjadi kewajiban pimpinan perusahaan
ataupun pimpinan instansi kepada seluruh
personilnya kepada seluruh karyawan itu
wajib. Kemudian yang keenam meningkatkan
kepercayaan dan moral karyawan. Jadi
kalau kita yakin ya, kita yakin dan
percaya, "Wih, gedung ini aman, tempat
ini sudah safety semua, sudah dukungan
ini, kita bekerja lebih
enak ya, lebih tenang." Ini juga
mendorong juga terkait dengan
pembangunan, mendorong juga terkait
dengan potensi-potensi ee
karyawan-karyawan kita untuk bisa lebih
berinovasi dalam bekerja.
Kemudian yang
tujuh adalah tanggung jawab soal
instansi meminimalkan panik dan
kesalahan saat terjadi bencana. Jadi
urgensi ini menjadi ee kesiapsagaan ini
akan memberikan kita budaya bagaimana
kita bisa, "Oh, kalau ada kejadian
bencana jangan panik nih, gitu.
Kebiasaan-kebiasaan seperti itu harus
kita tumbuhkan." Kalau kita bicara
gempa, izin Mas, yang membunuh gempa itu
apanya, Mas?
Kalau Mas boleh tahu nih, gempa ini gak
membunuh loh. Gempa ini gak membunuh,
Mas.
Kira-kira apa yang membunuh?
Yang membunuh bangunannya, Mas. Ya. Jadi
kalau kita bicara gempa ini bukan
gempanya yang membunuh, tapi bangunan di
sekitar yang kita ini yang membunuh.
Jadi, bagaimana kita harus safety dari
bangunan-bangunan di sekitar itu juga ee
menjadi salah satu pemahaman kita
bersama. Next.
Nah, ini adalah dasar-dasar kesiapsagaan
bencana di tempat kerja. Nanti mungkin
dari Om Unggul bisa lebih menjelaskan
lagi ya, karena juga saya juga peserta
nanti juga menunggu arahan dari beliau
ini. Jadi ada ee dasar dari nasionalnya,
ada internasional. Kita ada
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang
K3, kemudian ada Undang-Undang 24 Tahun
2007 tentang penanggulangan bencana. Ada
undang-undang 25 tahun 2009 tentang
pelayanan publik di mana kesiapsiagaan
bencana di instansi pemerintah harus
memperhatikan aspek pelayanan publik
yang terus berjalan meskipun dalam
kondisi daruratnya. Ini menjadi
prioritas. Kemudian ada Permenaker nomor
per4 tahun '87 tentang panitia pembina
K3 dan kemudian ada Perka BNPB nomor 7
tahun 2013 tentang pedum penanggulhan
bencana.
tentang untuk pengurangan resiko bencana
yang harus diterapkan di lingkungan
kerja. Kemudian ada yang terakhir untuk
nasional ada NSI nomor 8349
2017 tentang standar nasional Indonesia
tentang cara penyusunan rencana tanggap
darurat bencana di tempat kerja. Ada
juga internasional ini saya ambil cuman
dua ini mungkin nanti Om Unggul bisa
nambahi ya. Ada ISO 45001
2018 tentang manajemen sistem K3 juga.
Kemudian ada ISO 223019
tentang ee kelangsungan bisnis dan
pemulian pasca bencana untuk
meminimalkan gangguan operasional gitu.
Oke, next.
Ini jenis ancaman di tempat kerja
bencana alam tadi. Kalau di Jawa Timur
ada 14 ancaman tadi yang saya sampaikan.
ee Bapak Ibu tolong lebih
inten ya, lebih sadar untuk
ancaman-ancaman tersebut.
Semoga nanti nanti bisa mendorong kita
untuk bisa lebih aman di diri sendiri
dan keluarga. Ada bencana alam, kemudian
ada bencana non alam. Nah, keseringannya
ini bencana non alam kalau di lingkungan
tempat kerja kita yang khususnya di
daerah perkotaan ya. ada kebakaran
gedung, kecelakaan kerja, kebocoran gas,
gangguan listrik, sistem IT, dan ledakan
bahan kimia. Ya, ini ee tugas-tugas baru
di BBD juga terkait dengan ee
bencana non alam, limbah atau ledakan
bahan kimia. Ini yang juga Undang-Undang
Baru ini juga ee sedikit ee menekan kita
untuk ikut di dalamnya. Walaupun secara
ininya teman-teman KLHK yang menjadi
koordinator langsung dari bencana non
alam bahan kimia. Kemudian bencana
sosial, kerusuhan, sabotase, ancaman
keamanan.
Nah, ini bencana sosial yang sudah yang
sedang terjadi hari beberapa hari ini.
Ee namun kita kami belum bisa menyebut
bencana ya karena belum ada penetapan
status ee Mas Moderator dan penetapan
status pun itu juga membutuhkan
pertimbangan-pertimbangan.
Tapi paling tidak kalau kita bicara
kerusuhan ini menjadi
sesuatu yang benar-benar ada di tempat
kita. Dan ee kita tahu bersama beberapa
wilayah kota kemarin juga mengalami
kerusakan parah ee sarana sarana
prasarana dan ini juga menjadi tanggung
jawab kita bersama untuk bisa
menangani ini secepat mungkin gitu ya.
kesiap-siapan di lingkungan kerja.
Teman-teman kami juga safety untuk dalam
kerusuhan ini juga menjadi ee prioritas
juga menjadi ee ancaman juga kepada
kawan-kawan kita yang bekerja langsung
di ee lapangan gitu.
Malam tanggal malam minggu kemarin malam
minggu yang benar-benar
merah Mas Der ya. banyak api yang
bertebaran di mana-mana itu. J
kawan-kawan kita juga tidak sempat
mendekat walaupun ee dibutuhkan segera
mungkin untuk pemadaman-pemadaman di
kemarin yang di gedung Negara Gerati
akhirnya ee untuk keselamatan juga tim
kita
menarik diri untuk bisa ya kita mau
tidak mau kita korbankan untuk aset kita
karena yang menjadi prioritas utama
adalah keselamatan gitu. Oke, next.
Kemudian bagaimana strategi kita ee para
ASN khususnya dalam meningkatkan
kesiapsiagaan di tempat kerja. Ada lima
yang kami
kembangkan ya atau kami
sampaikan kepada rekan-rekan semua. Yang
pertama adalah perencanaan.
Ini ini
menjadi desain dari lingkungan kerja
Bapak Ibu semua, dari kita semua
khususnya identifikasi risiko dan peta
evakuasi lingkungan. Bu Kabit di sini
ada petanya kira-kira ruangannya kita
mau lari ke mana ini? Nanti peta
evakuasinya belum ada,
petunjuknya sudah ada. Ee
titik kumpul ada petanya kita sudah
lihat ini enggak tanda keluarnya gak.
Di mana dari Miss Miss Rari Trenggelek
sudah lihat tanda keluarnya kira-kira?
Belum. Belum. Iya. Kalau kalau orang apa
menun kalau pegawai sini mungkin sudah
tahu ya udah sudah menjadi kebiasaan
tapi kalau kawan-kawan kita tamu-tamu
belum tahu secara realil berarti ini
perlu banyak sekali tanda-tanda untuk ee
evakuasinya. Nah ini tanda no
smokingannya ada, Mas. sini karena saya
gak beli smoking ini. Tapi yang paling
paling pasti yang paling penting malah
tanda evakuasinya malah gak ada. Jadi
nanti kita coba untuk ee bisa lebih
apalagi Bu Kabit ini ada ee purna eh
purna ada ahlinya BBD ya dari Kota
Probolinggo. Jadi harus bisa ini
gedungnya harus bisa lebih bagus nih
dari BBD Jatim gitu. Oke. Kemudian yang
kedua adalah penunjukan ee
erd ya e atau
emergency respon tim atau tim tangkap
daruratnya, Firewarden-nya, TRC
internalnya. Apakah ada K3 di BPSDM-nya?
Ada yang bertugas atau belum, bagaimana
K3 di sini berjalan APnya sudah terisi
belum nih? Gitu ya.
sudah dicek tiap berapa bulan sekali
gitu. Ini juga perlu untuk kita
laksanakan di perencanaannya. Kemudian
menyusun rencana kontingjensi kantor.
Rencana kontinjensi ini adalah desain
plan-nya bagaimana kita harus evakuasi
pada saat kejadian darurat. lewat mana,
harus ke mana, evakuasinya di mana, ee
penanganannya seperti apa,
pengungsiannya di mana, safety-nya di
mana. Ini juga harus harus menjadi ee
poin teman-teman dari semua OPD untuk
bisa membuat kontensi yang lebih bagus.
Kemudian SOP evakuasi dan pertolongan
pertama. Ada SOP-nya gak di sini?
Evakuasi kira-kira belum. Kalau belum
nanti harus buat. Tidak hanya untuk
meningkatkan teman-teman di OPD lain,
BPSDM juga harus menjadi salah satu
tempat yang aman ketika kita
melaksanakan pelatihan
baik di semua subjek atau ee semua tema
kita harus tamu-tamu di sini penting
soal semua soalnya, Mas. Jadi ada dari
kabupaten kota, ada dari luar provinsi
ya, ada mungkin dari mahasiswa
internasional ya. Jadi, bagaimana kita
harus bisa menyediakan atau menyampaikan
bangunan yang benar-benar aman untuk
para tamu yang ada di BPSDM. Kemudian
yang kedua adalah peningkatan kapasitas,
sosialisasi rutin, safety briefing. Ini
tadi juga gak ada safety briefing-nya
ya, Mbak ya?
Oh, tapi ditayangkan.
Oh, belum ditayangkan.
Ini kebiasaan rutin budaya kerjanya juga
harus kita walaupun mungkin cuman 1
menit harusnya ditayangkan. Nah, gitu.
Oh, iya.
Oke. Kalau gak dikoreksi saya yang nanti
dikoreksi. Oke. Kemudian pelatihan
simulasi evakuasi.
Ah, sudah ada pelatihannya belum nih?
Ini mungkin dari biasanya dari
sekretariat ada simulasi. Sudah pernah
lakukan simulasi di sini
berapa tahun sekali?
5 tahun sekali. Nah, minimal standarnya
adalah 6 bulan sekali kita melaksanakan
simulasi, kita membuat SOP, ya. Kemudian
yang terakhir, pelatihan P3 AP dan
sistem proteksi kebekatan. Ada kotak P3K
gak di sini? Di mana, Pak?
Di ruangan. Oke. Ada AP enggak, Pak?
Di mana ada isinya?
Ya,
keren. Oke. Mana? Mana? Oh, iya. Jangan,
jangan disembunyikan, Mas. Nah.
Iya, iya, iya. Oke, oke, oke.
Pelatihan-pelatihan ini juga ee perlu
ya, ini juga menjadi salah satu apa
namanya? peluang juga dari kawan-kawan
BPSDM untuk di kami ya. Karena secara
wajibnya pelatihan untuk ASN itu ada di
BPSDM. kami tidak bisa melaksanakan
sendiri pelatihan-pelatihan di OPD
masing-masing dan terkadang informasi
pelatihan di BPSDM itu hanya tertentu
saja. ini ya. Janganlah Bu. Kami BBD
Jatim juga jarang sekali dilatih nih
sama Bu Kabit ini. Jadi perlu
pelatihan-pelatihan yang apalagi dengan
Mas Unggul ini perlu difasilitasilah
kami itu yang ee bisa di ee apa
fasilitasi untuk bisa diberikan
pelatihan-pelatihan khususnya untuk
profesi-profesi yang bisa me-backup dan
membantu kawan-kawan. Ya, tadi ada ini
Mas, ada Mas Penta ada kabar baik kita
nanti akan di-support sama Om Unggul
nanti. Oke. Tadi sudah bicara di
belakang tadi. Alhamdulillah. Untuk
kabupaten kota yang lain di Jawa Timur,
BPD nanti kita juga akan sinergi dengan
ee Om Unggul sebagai ketua ya, ketua K3
dan mungkin dengan teman-teman lain TRC
dari Dinkes ada Mas Didi tadi yang
sangat mana Mas Didik nanti.
Nah.
untuk bisa kita support nanti kita kita
berbarengan tim lapangan untuk bisa
meningkatkan kapasitas-kapasitas kita di
ini. Tapi sekali lagi Bapak Ibu sekalian
sebenarnya banyak sekali
karyawan-karyawati di kita itu yang
peduli dan sadar Mas terkait dengan K3.
Tapi terkadang, mohon maaf ini pimpinan
kita yang kurang sadar, pimpinan kita
yang kurang support. Nah, ini mungkin
saran tugasnya Pak Kepala BPSDM juga
untuk melantih pimpinan-pimpinan itu
biar sadar gitu. Baik support dari
sarana parasarana, baik dari
pelatihannya, baik dari anggarannya,
kebijakan juga paling tidak kebijakanlah
ya. Ini saya senang sekali Pak Kaban ini
support dengan kebencanaan ini. Apalagi
kemarin juga bagaimana banyak yang
diceritakan, banyak yang ditanya sampai
kita gak bisa jawab. Mas itu. Kemudian
yang ketiga, sarana prasarana. Sekali
lagi peta jalur evakuasi di setiap
lantai harusnya ada. Ini kesiapsagaan
kita, upaya kesiapsagaan kita. Ini yang
ada cuman di jalur evakuasi dari tangga.
Yaah, itu doang yang saya lihat ya.
Kemudian
tersedia apar dan hidran. Aparnya ada
hidrannya ada, Mbak Bu Kabit. Ada hidran
di luar.
Ada airnya
masal ada.
Oke, ada tim khusus. Oke, kemudian ada
kota P3K dan perlengkapan darurat area
kumpul. Saya yakin kalau area kumpul
pasti ada assemble poinnya. Kemudian
yang keempat adalah sistem peringatan
dini. Alarm kebakaran gempa. Ada
alarm kebakaran ada. PBSDM enggak ada
masih perlu diadakan.
Ada. Oh, deteksinya ini ya fringle-nya
ya. Oke. Yang yang nekan siapa? atau
otomatis? Ini
otomatis.
Otomatis. Oke. Alhamdulillah. Kemudian
sistem komunikasi daruratnya. Kalau
komunikasi darurat di luar HP ada
HT.
Oh, di jaringan. Nah, kalau kebakaran
mati gimana, Mas?
Hati. Oke. Sip sip. Masuk. Pokoknya
nanti ini beliau harus jadi pembina ini
di sini. Kemudian informasi cepat ke
BBD, Damkard, dan instansi lainnya. Nah,
ee ini nomor teleponnya harus ready nih,
Mas, kepada BWBD atau DAMKAR di sekitar.
Damkar terdekat ini di mana ini? Di sini
ya, Surabaya ee Subaya Barat ya, Tandis
ada. Kemudian yang strategi kita yang
terakhir yang kelima adalah melanjutkan
layanan publik atau responnya
melanjutkan layanan publik dengan sistem
kerja darurat bila perlu. Caranya apa?
Bisa work from home ya, bisa backup
servernya. Kalau kita terkendala di atau
ada bencana yang terkait untuk IT, ada
hacker-hacker, nah ini backup-backup ini
juga itu juga suatu bencana itu, Mas.
Juga kesiap-siagaan kita nih di tempat
kerja ya. Kalau semua data-data kita
rusak, hancur, wah bahaya juga. Kemudian
backup server dan lain-lain. Yang kedua
adalah melakukan evaluasi setelah
kejadian untuk memperbaiki SOP. Jadi,
SOP awal kita tentunya itu menjadi ee
modal ya, menjadi poin yang pertama.
Tapi ketika terjadi kebencanaan beberapa
bulan yang lalu atau tahun kalau enggak
salah di sini juga kena angin puting
beliung, Bang. BBSDM, Bang. Nah, itu
juga melapornya ke kami, berkulesnya
juga ke BBD Jatim. Alhamdulillah sudah
ditangani nggih, Bu Susi. Alhamdulillah.
Ya, jadi ee backup ini juga menjadi
suatu hal yang ee harus komunikasi yang
bagus dengan seluruh stakeholder. Oke,
next.
Nah, ini budaya kesiapsikan dilingkungan
SN yang empat poin ini yang
seharusnya menjadi budaya kita. Ini
cukup untuk kita mendorong bagaimana
kita bisa safety di lingkungan kerja.
Yang pertama simulasi evakuasi. dua kali
setahun.
Tolong ini ee semua OPD, teman-teman
kabupaten kota, BBD kabupaten kota harus
menjadi contoh ya untuk bisa
melaksanakan atau budaya kerja yang
evakuasi minimal dua kali dalam setahun.
Ini kami harapkan bisa dilaksanakan dan
mendorong OPD-UPD yang lain untuk
melaksanakan ini semua. Kemudian yang
kedua adalah mengintegrasikan materi
kebencanaan dalam pelatihan ASN. Jadi
tidak hanya BPSDM saja yang memberikan
materi-materi safety briefing ini juga
salah satu materi. Jadi kita ee saya
mohon untuk kawan-kawan OPD juga bisa
melaksanakan safety breathing briefing
sebelum ada kegiatan-kegiatan yang
melibatkan banyak orang di sana. Atau
paling tidak buat brosur lah. Buat
brosur di setiap lantai kayak di
hotel-hotel itu loh, Mas ya. itu kan ada
biasanya ada brosur-brosur untuk
keselamatan dan segala dan ee kita
berada di titik mana, arah barat ke
mana, arah timur ke mana, gitu. Yang
ketiga, membentuk satgas kesiapsiagaan
ASSN ya eh apa emergency respon tim-nya
dibentuk kemudian mendorong ASN menjadi
teladan dalam kesiapsiagaan di
masyarakat.
Jadi ketika masyarakat tanya terkait
dengan ee kebencanaan atau di lingkungan
kerja jangan serta oh enggak tahu Bu
bagaimana ini. Nah ini kami harap ini
bisa menjadi ee pembelajaran buat kita
semua sehingga para ASN di khususnya di
Jawa Timur itu juga menjadi agen
kebencanaan. Agen perubahan kebencanaan.
Bagaimana mereka bisa men-support
mendorong masyarakat itu juga sadar
bencana.
Kadang ini kami di BPT Jatim ini sudah
sudah
putus harapan kadang ya kita sudah
banyak melaksanakan sosialisasi kepada
gen milenial ya 70 atau 80 ke belakang
tapi susahnya bukan main untuk bisa
menerima ee apa namanya
kegiatan sadar bencana. Jadi mulai dari
itu pengalaman itu kadang kita
men-supportnya kepada gen-gen awal,
gen-gen baru, gen-gen Z, gen-gen AC dan
sebagainya. Jadi fokusnya malah kepada
anak-anak. Bagaimana kita investasi ke
dalam investasi ke mereka untuk bisa
nantinya mereka akan menjadi salah satu
agen-agen kebencanaan.
Karena kalau yang yang tua-tua ini sudah
susah sekali dikatakan ya, diajarkan di
ini kita lebih fokusnya ke ee anak-anak
untuk bisa lebih menjadi agen-agen yang
ee nanti bisa memungkinkan kita
mendorong di kebencanaan. Oke, next.
Nah, ini beberapa implementasi
kesiapsikan di tempat kerja. Epeta
evakuasi dan jalur keluar ditempel di
setiap lantai, alarm kebakaran, smoke
detektor diuji rutin tiap bulan. Latihan
evakuasi kebakaran DMRT memakai rompi
khusus atau sudah dilatih tentang
pertolongan pertama dan pemadaman.
Kemudian ceklis tanggap darurat harus
tersedia setiap ruangan. Ini beberapa
implementasi yang mungkin nanti bisa di
apa ee diakomodir oleh Bapak Ibu semua.
Next.
Nah, ini penutup. Kami sudah penutup.
Bencana bisa terjadi kapan saja dan
diaran saja di tempat kerja. Kebencanaan
adalah tanggung jawab bersama tidak
hanya tanggung jawab BBD, tidak hanya
tanggung jawab DAMKAR. Karena di
undang-undang disebutkan lima
pentahik ya, lima pentaik yang terlibat
di dalam kebencanaan. Ada pemerintah,
ada masyarakat, ada dunia usaha, dunia
ee dunia usaha, ada media, dan yang
terakhir adalah akadem akademisi. Jadi
semua ini terlibat di dalam kebencanaan.
Kemudian yang ketiga, ASN diharapkan
menjadi penggerak ketangguhan
masyarakat.
Bencana ini harus tangguh kita. Kita
menyiapkan ee orang-orang atau
personil-personil yang tangguh terhadap
bencana. Paling tidak kompetensi dasar
semuanya bisa ee diterima atau menerima
semua kompetensi dasar terkait
kebencanaan. Dan yang terakhir dengan
persiapan yang baik dampak bencana pasti
dapat diminimalkan ya. sarpras.
Kemudian pelatihan-pelatihan
harus bertahap kita berupaya untuk
mengoptimalkan, men-support semua agar
dampak-dampak resiko-resiko yang nanti
terjadi kebencanaan bisa lebih ee kecil
atau berkurang.
Saya rasa itu Bapak Ibu sekalian. Salam
tangguh. Selamat di tempat kerja,
selamat untuk keluarga. Siap sikap
selamat. Kurang lebihnya kami mohon
maaf. Mohon maaf. Billahi taufik
walhidayah. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Luar biasa. Tepuk tangan
untuk Bapak Satrio Nurseno. Bapak, Ibu
sekalian yang saya hormati, mohon
ditahan dulu untuk respon pertanyaannya.
Karena jangankan panjenengan, saya aja
nyatat ada tujuh pertanyaan ini. Jadi
nanti kalau Bapak Ibu tanya biar kami
yang borong, Pak. Ya.
Ya, selamat datang di forum ini kepada
saudara-saudara kami para
kepala pelaksana BBD Kabupaten Kota yang
bisa rawuh hadir secara pribadi di BPSDM
juga teman-teman Kalak maupun juga
teman-teman BBD yang belum bisa hadir
walaupun sudah mengisi link tapi karena
kondisi saat ini sehingga teman-teman
harus stay di
kabupaten. dan kotanya
dan mengikuti kegiatan ini melalui
daring. Bapak, Ibu sekalian yang saya
hormati. Selanjutnya biar nyambung, tapi
sebelum nyambung Pak, ini tadi saya
lihat materinya luar biasa dari Bapak
Satrio karena nanti tugas kami ini juga
selaku penyambung lidah informasi izin
saya kopas ya materinya ya. Izin saya
kopas. Barangkali nanti juga kita bisa
diskusi lagi gimana mengembangkan dan
satu bocoran Pak Satrio terkait dengan
pelatihan Damkar insyaallah
ya wa
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:09 UTC
Categories
Manage