Transcript
amsx6XoH_Bg • ASN Belajar Seri 34 | 2025 - ASN BerAKHLAK–Negeri Bermartabat, Inspirasi Kepemimpinan Rasulullah SAW
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0259_amsx6XoH_Bg.txt
Kind: captions
Language: id
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia.
Siap nyongsong Indonesia emas.
ASM
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia
tekad pantang menyerah
jadi ASN getar berkualitas
belajar wujud
perintah
kelas dunia
bukan tekad pantang menyerah
jadi
berkuit
[Musik]
sama
[Musik]
bersama membangun asa
menuju cipta yang mulia
Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya.
Langkah pasti menitipi zaman
dengan semangat pembaruan,
ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
PPS Jatim Pusat unggulan
tempat lahirnya insan berkualitas
mencetak STM berkompetensi
tangguh cerdasin
inovasi bersatu dalam visi yang terang
menjawab tantangan jalan genial
PPSDM Jawa Timur Center of Exens masa
depan
[Musik]
bersama membangun asa
menuju cita yang mulia.
Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya.
Langkah pasti meniti zaman
dengan semangat pembaruan
ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
BPSM Japim pusat unggulan
tempat lahirnya insan berkualitas.
Mencet STM berkompetensi.
Tangguh cerdas penuh inovasi
bersatu dalam visi yang terang menjawab
tantangan dan jangan demiang.
BSDM Jawa Timur Center of Sans masa
depan gemilang
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
He.
[Musik]
Disiarkan langsung dari BPSDM Jatim TV
dan hari ini di studio saya di BPSDM
Jalan Balongsariama Surabaya. Luar
biasa. Alhamdulillah. Apa kabar sobat
ASN di seluruh Indonesia? Izinkan saya
menyapa dengan penuh sukacita dan
kebahagiaan. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Salam kebajikan. tentunya kita
bersama-sama memanjatkan puja-puji
syukur karena hari ini kita semua dapat
hadir di webinar ini semuanya dalam
keadaan sehat walafiat, dapat mengikuti
sampai dengan akhir acara nanti. Nah,
tentunya saya ucapkan terima kasih juga
kepada seluruh BPSDN Jatim yang ee masih
berkenan untuk saya menjadi host. Luar
biasa. Alhamdulillah. Dan peringatan
Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam 1447
Hijriah ini bukan hanya dimaknai sebagai
acara ritual keagamaan, melainkan juga
sebagai momentum transformasi diri ASN
menuju pribadi yang lebih berakhlak,
profesional, dan berkomitmen membangun
birokrasi bersih, melayani, serta
memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi
masyarakat, bangsa, dan negara. Dan kali
ini akan dibahas dalam webinar hari ini
dengan tema ASN berakhlak negeri
bermartabat, inspirasi kepemimpinan
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Dan saya mohon tepuk tangannya untuk
teman-teman yang ada di studio. Luar
biasa.
Tak lupa juga kami izin menyapa kepada
yang terhormat opening speech hari ini
Dr. Ramlianto, S.PMP. Kepala BP SDM
Provinsi Jawa Timur. Yang kami hormati
cannot speaker hari ini, Dr. H. Ahmad
Jasuli, S., M.Si. selaku Asisten
Administrasi Umum Sekretaris Daerah
Provinsi Jawa Timur. Juga narasumber
pertama kita, Prof. Dr. Abdul Halim
Subahar selaku ketua
lembaga pengembangan pesantren dan dinia
LPPD Jawa Timur. Dan untuk narasumber
kedua, Dr. H. Ahmad Muzaki Alhafiz, MA
selaku Imam Besar Masjid Nasional
Al-Akbar Surabaya. Masyaallah,
alhamdulillah. Dan kami juga
menyampaikan kepada sobat ASN semuanya
bahwa presensi sudah dapat diakses
melalui website semesta Bangkom seperti
yang tertera pada running chat atau chat
Zoom. Dan juga jangan lupa mengisi
survei serta mengisi lembar monev. Maka
sertifikat akan muncul 1* 24 jam. Jangan
lupa untuk dicek secara berkala dan izin
saya menyampaikan tata tertib untuk
bertanya. Nanti di sesi diskusi akan ee
diberikan kesempatan oleh panitia dua
penanya dan jangan lupa ada hadiahnya
untuk hari ini. Luar biasa. Dan panitia
akan memilih dari yang rais hand. Izin
berpantun teman-teman yang ada di studio
maupun di YouTube channel maupun Zoom
bisa kasih jempolnya. Buah duren, buah
semangka. Cakep.
Sobat ASN makin keren karena webinarnya
sangat istimewa. Boleh tepuk tangan.
Masyaallah.
Kegiatan SN belajar diharapkan dapat
menjadi wadah pembelajaran bersama untuk
menggali, memahami, dan
mengimplementasikan
nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam dalam
kehidupan sehari-hari ASN. Selengkapnya
akan dibahas dalam webinar ASN Belajar
Seri 34 tahun 2025.
[Musik]
Dan sobat SN untuk membuka webinar hari
ini, mari kita sambut bersama opening
speech dari Kepala Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Kepada yang terhormat Bapak Dr.
Ramlianto, S.P., MP. Kami silakan.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Salam sehat dan salam sejahtera untuk
kita sekalian.
Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat
bertemu kembali dalam webinar series ASN
Belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim
Corporate University Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Hari ini Kamis tanggal 4 September 2025,
ASN belajar telah memasuki seri ke-34.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar ini.
Sebagai bentuk terima kasih kami, kami
terus berkomitmen sekaligus berikhtiar
untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik.
kekinian dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
dan kinerja aparatur sipil negara di
Indonesia.
Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-34 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik dalam rangka menyambut Maulid
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
pada tanggal 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah
yang jatuh pada tanggal 5 September
2025. Sebuah momentum yang tak sekedar
peringatan, tetapi gema abadi yang
menyentuh jiwa setiap muslim. Tanda
hadirnya cahaya peradaban lahirnya
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Sang rahmat bagi semesta yang
kelahirannya menyalakan harapan dan
menyingkirkan kegelapan.
Karena tema ini sangat tepat untuk kita
elaborasi secara luas dan mendalam, maka
ASN belajar seri ke-34 tahun 2025 ini
mengangkat topik ASN berakhlak, negeri
bermartabat, inspirasi kepemimpinan
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Nah, sudah menjadi tradisi akademik
dalam ASN belajar bahwa topik menarik
ini akan dibahas secara intensif dari
beragam perspektif bersama para
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya. Sobat HN di seluruh tanah
air, Maulid Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam bukan sekedar peringatan
sejarah. Ia adalah living legacy,
warisan hidup yang senantiasa menyala
dalam hati umat manusia.
Dari padang tandus Mekah lahir seorang
pemimpin yang membawa perubahan
peradaban, menyalakan lentera akhlak,
dan menegakkan keadilan universal.
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
bukan hanya teladan spiritual, tapi juga
role model kepemimpinan transformatif
yang relevan sepanjang zaman.
Dalam pribadi Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam, kita menyaksikan sebuah
sintesis agung. Akal yang tercerahkan,
hati yang penuh kasih, dan jiwa yang
kokoh dalam kebenaran.
Beliau bukan hanya pemimpin sebuah
bangsa, tetapi arsitek moralitas dunia.
Bukan hanya pembawa risalah, tetapi juga
peletak dasar etika universal yang tetap
relevan bagi peradaban sampai kapanpun.
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
adalah matahari yang menyinari gelapnya
zaman, samudera kasih yang tak bertepi,
dan mercuar yang menuntun langkah umat
manusia ke arah terang benderang.
Keagungannya bukan sekedar dikenang
dalam sejarah, melainkan dirasakan dalam
denyut nanti kehidupan.
Setiap senyumnya meneduhkan, setiap
sabdanya menghidupkan, dan setiap
teladannya menyalakan harapan.
Adakah pemimpin yang mampu memandukan
kelembutan kasih dengan keteguhan
prinsip? Adakah tokoh yang sanggup
menundukkan hati tanpa bangsaan?
menggerakkan peradaban tanpa kekerasan.
Rasulullahlah jawabannya.
Beliau hadir sebagai jawaban atas dahaga
kemanusiaan, membawa risalah yang abadi,
membimbing umat dari kegelapan menuju
cahaya.
Sobat ASN di seluruh tanah air, beliau
adalah sosok yang menyatukan kelembutan
hati dan ketegasan visi. Pemimpin yang
membangun peradaban dengan akhlak, bukan
dengan pedang. dengan kasih sayang,
bukan dengan kekerasan.
Dalam dirinya terjalin harmoni antara
kecerdasan intelektual, kedalaman
spiritual, dan kebijaksanaan moral.
Menjadikannya mercuar kemanusiaan yang
cahayanya menembus lintas generasi dan
peradaban.
Beliau adalah pemimpin agung yang
menyatukan umat dengan cinta, membangun
peradaban dengan hikmah. Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam pemimpin
agung yang jejak leadership-nya menjadi
suluh bagi peradaban dunia.
Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam bukan sekedar peringatan
sejarah. Ia adalah warisan hidup yang
senantiasa menyalakan hati manusia di
seluruh bumi ini dari masa ke masa.
Maulid Nabi bukan sekedar peringatan
sejarah, tetapi cahaya abadi yang terus
menyinari jiwa-jiwa pencari kebenaran,
membangunkan hati yang lalai, dan
meneguhkan langkah umat di jalan penuh
rahmat. Maulid Nabi bukan sekedar
peringatan sejarah, melainkan momentum
refleksi peradaban di mana kita
meneladani kepemimpinan beliau dalam
membangun masyarakat yang adil, beradab,
dan bermartabat.
Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam bukan sekedar peringatan
sejarah, tetapi pertanyaan besar bagi
kita semua. Sudahkah kita meneladani
akhlaknya, menghidupkan visinya, dan
mewarisi semangat kepemimpinannya dalam
mengabdi kepada bangsa dan umat manusia?
Maulid Nabi adalah kaca benggala untuk
melihat dan meneladani setiap gerak
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
sebagai inspirasi.
Senyumnya adalah keteduhan, ucapannya
adalah petunjuk, tindakannya adalah
teladan.
Sobat ASN di seluruh tanah air,
kepemimpinan beliau tidak hanya
membangkitkan semangat para sahabat di
medan perang, tetapi juga menguatkan
hati para yatim piatu, para fakir, dan
kaum tertindas.
Beliau adalah pemimpin yang menyalakan
harapan bahkan dalam situasi yang paling
gelap sekalipun. Kepemimpinan Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam adalah pelita
agung yang tak pernah padam.
Beliau hadir bagaikan cahaya fajar yang
membelah gulita menuntun manusia dari
kegelapan menuju jalan terang. Gelar
al-Amin bukan sekedar pengakuan, tetapi
penegasan bahwa integritas adalah
mahkota seorang pemimpin.
Dari keteladanan itu, kita sebagai ASN
belajar bahwa pengabdian sejati lahir
dari kejujuran, kerja ikhlas, dan
komitmen untuk melayani rakyat dengan
sepenuh hati.
Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air,
lalu bagaimana kita sebagai ASN
Indonesia memaknai Maulid Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam ini dalam
aksi nyata sebagai abdi negara dan abdi
masyarakat. Nah, untuk membahas cerdas
dan tuntas topik ini, kami telah
mengundang para narasumber luar biasa
yang sudah barang tentu sangat kompeten
di bidangnya. Kami menyampaikan terima
kasih dan apresiasi kepada para
narasumber hebat yang telah berkenan
hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobat ASN di
seluruh tanah air.
Pertama kami menyampaikan terima kasih
kepada Bapak Dr. K.H. Ahmad Jazuli, S.
M.Si. Beliau adalah Plt. Asisten
Administrasi Umum Sekretariat Daerah
Provinsi Jawa Timur. Terima kasih atas
pencerahan yang sangat bernilai sebagai
genot speaker. Kedua kepada Prof. Dr. H.
Abdul Halim Subhar, MA. Ketua Lembaga
Pengembangan Pesantren dan Dinia Jawa
Timur yang telah berbagi hikmah mendalam
tentang teladan kepimpinan Rasulullah
dalam membangun peradaban umat. Dan
kepada Ustaz Dr. K.H. Ahmad Muzaki
Alhafid, MA. Imam Besar Masjid Nasional
Alakbar Surabaya yang akan menyampaikan
inspirasi virtual penuh makna bagi kita
sekalian. Nah, Sobat ASN, mari kita
simak dengan seksama webinar ASN belajar
seri ke-34 tahun 2025. Semoga
bermanfaat. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak
Dr. Ramlianto, S.P,MP selaku Kepala
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur. Dan acara
berikutnya adalah knot speech dari Dr.
H. Ahmad Jasuli, S.H., M.Si. selaku
asisten administrasi umum Sekretarias
Daerah Provinsi Jawa Timur. Masyaallah,
luar biasa. Bapak, izinkan kami menyapa,
Bapak. Asalamualaikum, Bapak. Mohon izin
Bapak Jasuli.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillah Bapak sehat. Apa kabar
Bapak? Masyaallah
sehat Bapak.
Baik mohon izin Bapak. Saya sangat
senang sekali bisa bertemu dengan Bapak
Jazuli lagi eh Nun Sewu. Pripun Bapak?
Apakah mendengar suara saya Bapak? Mohon
izin.
Siap.
Alhamdulillah. Alhamdulillah.
Masih mengingat saya ya, Bapak. Luar
biasa. Mbak Maya terima kasih bertemu
kembali.
Injih. Sehat Bapak?
Sehat selalu Mbak Maya.
Inj sami-sami. Ee dengan kerendahan hati
saya sangat bangga sekali loh bisa
bertemu dengan Bapak kembali. Baik untuk
selanjutnya sobat ASN kami persilakan
Bapak Dr. H. Ahmad Jazuli, S.H., M.Si.
untuk memberikan materinya. Monggo Bapak
memberikan ke knee speed-nya. Monggo
disilakan.
Bismillah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillah alladzi arsala rasulahu
bilhuda winil haqq liirahu aladini
kullih wa kafa billahi syahida.
Allahumma sholli wasallim wabarik ala
sayyidina Muhammad wa ala alihi wa
ashabihi waman tabiah. La haula wala
quwwata illa billah. Amma ba'du.
Yang saya hormati, saya banggakan sosok
pimpinan
yaitu Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur
Bapak Dr. H. Ramlianto, S.MP.
Yang penuh ee ide, inspiratif, dan
selalu memberikan semangat kepada kita
semuanya.
Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. K.H.
Halim Zubahar, MA, Ketua Lembaga
Pengembangan Pesantren dan Diniah Jawa
Timur. Juga beliau hari ini sebagai
narasumber. Beliau juga ketua senat
Universitas Islam Negeri Jember.
Narasumber berikutnya yang saya hormati
Bapak Dr. K. H. Ahmad Muzaki, M., L.
Alhafiz. Imam Besar Masjid Al-Akbar
yang saya banggakan, Mbak Mayasanti yang
selalu aktif memandu kegiatan ASN
Belajar. Sahabat-sahabat ASN Belajar di
mana pun berada, mudah-mudahan kita
selalu sehat walafiat,
penuh keberkahan dalam lindungan Allah
Subhanahu wa taala.
Sahabat-sahabat ASN belajar di mana pun
berada,
tak kenal maka tak sayang.
Maka kiranya mungkin yang baru bergabung
biar kenal. Saya Ahmad Jazuli, asisten
administrasi umum Plt. Maaf karena
sekarang ini istilahnya kalau gak
berpantun enggak afdal.
Burung dadali suka makan kurma.
Jazuli sekarang widyayaswara utama.
kebetulan dipercaya Bu Gubernur sebagai
Plt. Asisten Agresiasi umum. Ee pada
kesempatan ini mari kita bersyukur
kepada Allah Subhanahu wa taala. Kita
ditakdirkan Allah menjadi
umat Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Dan hari ini kita melaksanakan
ASN belajar
sekaligus
kita mengadakan peringatan Maulid Nabi
melalui ee online ini yang digagas oleh
BPSDM.
Mudah-mudahan
pertemuan kita majelis hari ini, majelis
pengajian ASN belajar ini membawa berkah
maslahah bagi kita semuanya, terutama
lebih meningkatkan kecintaan kita kepada
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi
wasallam.
Kami apresiasi kepada BPSDM Jawa Timur
yang mana dalam rangka peningkatan
kualitas sumber daya manusia tidak hanya
menekankan pada aspek lahiriah,
tidak aspek hanya knowledge atau ilmu
pengetahuan saja, tapi bagaimana rohani
agar kita ini ee ada keseimbangan antara
pikir dan zikir, ya.
Dalam arti kita ini supaya tidak
terlalu
sibuk pada urusan dunia, tetapi BPSDM
selalu mengasah rohani dengan
kajian-kajian keislaman. Ada ESN mengaji
bahkan kegiatan-kegiatan
ee pembinaan rohani selalu dilaksanakan.
termasuk hari ini ASN Belajar ee
sekaligus menyambut peringatan
Maulidur Rasul.
Mudah-mudahan
pertemuan kita
menjadi
tawasul kita, kelak bisa bersama
Rasulullah di surga
Allah Subhanahu wa taala fi jannati
naim.
Para peserta webinar ASN belajar yang
dirahmati Allah.
Kita
bersyukur,
kita memperingati peringatan Maulid
Nabi. tidak sekedar formalitas, tidak
sekedar hanya melaksanakan kegiatan,
tetapi
mari kita semuanya
di forum ini yang ikut pada webinar ini,
mari kita hadirkan hati kita
untuk cinta kepada Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam.
Cinta dan mensyukuri atas kelahiran Nabi
ya yang membawa dari minadulat ilan nur.
menjadi kegelapan menjadi
din Islam. Kita sebagai umat Nabi
Muhammad harus cinta
kepada Rasulullah
dalam bentuk kita peringatan Maulid
Nabi. Kita membaca banyak selawat,
terutama kita mengikuti sunah-sunah
beliau. Kita mengaktualisasikan diri
kita, tauladan Rasulullah di dalam semua
kegiatan kita. Itulah namanya cinta
kepada Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Kami ingat kisah seorang ee
a'rabi, seorang Arab primitif. Suatu
saat ketika menjelang salat, si A'rabi
itu bertanya kepada Nabi Muhammad,
"Kapan ya Rasulullah kiamat itu
terjadi?"
Ya, itu pertanyaan seorang
A'rabi, orang
pedesaan.
Ketika pertanyaan itu disampaikan kepada
Rasulullah, Nabi balik bertanya, "Kamu
bertanya tentang kiamat. Apa persiapanmu
menghadapi kiamat?" Apa persiapanmu?
Si Arabi menjawab, "Nabi, kami tidak
banyak salat, tidak ahli puasa, tidak
ahli sedekah,
tapi modal kami adalah cinta kepada
Allah dan Rasul-Nya."
Apa komentar Kanjeng Nabi? Nabi
menimpali ucapan sahabat itu, anta
maaman ahbabta.
Kamu bersama orang yang kau cintai.
Karena itu cinta kita kepada Rasulullah
selalu
memperingati peringatan Maulid Nabi
dengan pengajian-pengajian.
Alhamdulillah di Indonesia ini ya mulid
zaman Bung Karno di Istana Negara ada
peringatan Maulid Nabi yang saat ini di
Indonesia dilaksanakan peringat Maulid
Nabi di
kampung-kampung, di pemerintahan, di
sekolahan, di lembaga-lembaga
organisasi jug mengadakan peringatan
Maulid Nabi. Ini menunjukkan cinta
kepada Rasulullah. Tapi lebih dari itu,
bagaimana implementasinya? Kita
mencontoh bagaimana kesederhanaan
Rasulullah, bagaimana
kejujuran Rasulullah, bagaimana kasih
sayang Rasulullah kepada sesama,
bagaimana Nabi Muhammad menerapkan jiwa
pemaafnya, kesederhanaan dan sebagainya.
Makanya cinta kita kepada Rasulullah ini
harus dipupuk dan ditingkatkan. Mudah
cinta kepada Rasulullah. Digambarkan
bahkan diriwayatkan
Abu Lahab
paman Nabi
ya. Tetapi
pada akhirnya selalu memusuhi Nabi.
Dikisahkan ketika
Sayidati Aminah istri Sayid Abdullah.
Ya, Sayid Abdullah adalah kakak Abu
Lahab.
Saat itu Abu Lahab
menyampaikan kepada budaknya namanya
Suwaibah.
Hai Suwaibah, tolong kamu ke rumah
Sayidati Aminah, kakak ipar Abu Lahab.
Di sana ada cahaya
nur, cahaya terang. Coba kamu datang ke
sana. Tsuwaibah seorang budaknya Abu
Lahab datang ke sana ternyata
menyaksikan kelahiran Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam.
Kemudian Suaibah kembali lapor kepada
Abu Lahab.
Tuhan, ternyata Sayidati Aminah
melahirkan seorang anak Nabi Muhammad.
Wah, begitu dengar cerita ini, berita
ini, Abu Lahab sangat gembira,
sangat senang dengan kelahiran
keponakannya Nabi Muhammad ini. Saking
senangnya Abu Lahab menyampaikan kepada
Suwaibah, "Wahai Suwaibah,
karena gembiraku,
senangku, cintaku terhadap keponakanku
Muhammad sebagai rasa
gembira.
Aku merdekakan kamu hai Taifa kamu. Aku
merdekakan sama dengan aku menjadi orang
merdeka." Ini bentuk kegembiraan Abu
Lahab ketika Nabi Muhammad lahir.
Sehingga dikisahkan Abu Lahab ini
walaupun di neraka. Nah, setiap hari
Senin diringankan seksanya. Para sahabat
ASN belajar di mana pun Anda berada yang
dirahmati Allah. Makanya mari kita cinta
kepada Rasulullah ini betul-betul kita
pupuk dengan selalu mencontoh
keteladanan sikap Rasulullah. selalu
memperbanyak
selawat kepada Rasulullah. Ya, makanya
sangat tepat kalau yang disampaikan
Rasulullah,
manama maulidi
kuntu syafi'an lahu yaumalqiamah. Barang
siapa yang mengagungkan kelahiranku,
termasuk kita memperingati hari lahir
Nabi ini, kuntu syafi'an lahu
yaumalqiamah.
Aku memberikan syafaat diada pada hari
kiamat kepadanya.
Karena itu
kita harus selalu
berselawat kepada Nabi. Tanda cinta
kepada Rasulullah.
Nabi menyampaikan
aas yaumalqiamah
aksarum al shatan. Kata Rasulullah,
"Orang yang paling berhak kepadaku di
hari kiamat nanti adalah mereka yang
paling banyak membaca selawat."
Sahabat-sahabat ASN
di mana pun berada, mari kita sebagai
bentuk cinta pada Rasulullah kita
sumarak, kita semarakkan di mana pun
kita berada, di kampung, di masjid
supaya anak-anak kita cinta kepada
Rasulullah. Saat ini banyak anak-anak
pemuda kita mengidolakan
artis-artis, mengidolakan tokoh-tokoh
ya yang kadang-kadang yang sering
bersebarangan
kepada ee ajaran Baginda Rasul. Mari
dengan peringatan Maulid Nabi ya,
semangat untuk cinta Rasulullah ini kita
gaungkan di mana-mana sehingga
anak-anak kita, keluarga kita, ASN kita
di dalam mengabdi, di dalam bekerja
melayani masyarakat selalu kembali
kepada ajaran Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam. ASN belajar di mana pun
berada,
mari
kita komitmen menteladani Rasulullah
secara paripurni, sekuat tenaga walaupun
tidak bisa seluruhnya ya. Mari karena
apa? Kita ini butuh
sosok panutan ya.
Kalau kita menadari Rasulullah semuanya
di mana pun berada, insyaallah kedamaian
akan terjadi. Rasulullah pemaaf,
Rasulullah sederhana, Rasulullah selalu
menutupi aib orang lain. Ya, ini perlu
kita terapkan. Subhanallah.
Hari-hari ini bagaimana kita lihat
suasana demo unjuk rasa di mana saja ini
rasanya sudah jauh dari ajaran
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Makanya momentum peringatan
Maulid Nabi hendaknya menjadi tonggak
kita untuk mari kita akhiri suasana demo
yang anarkis ini kita lakukan menjadi
yang lebih bijak.
Bapak Ibu sekalian pesn belajar di mana
pun berada. kiranya kalau mainpan ini
ada ee
moto
ASN berakhlak akronimnya adalah
memberikan pelayanan yang berorientasi
pada yang akuntabel, kompeten,
harmonis, loyal, adaptif, kolaboratif.
Ini adalah sebuah akronim yang nilainya
semuanya
ber kalau kita tarik benang merah dengan
perilaku diapan Rasulullah jangan tepat
ya. Nabi Muhammad adalah sarang itu
kompeten. Nabi Muhammad adalah
akuntabel. semuanya ada di dalam ee
pribadi Rasulullah mempunyai sifat
sidik, amanah, fatonah, dan tabligh. Ya.
Jadi berakhlak ini ASN berakhlak kalau
secara tersirat
adalah bagaimana ASN di Indonesia ini
supaya sesuai dengan harapan Rasulullah
bahwa Nabi Muhammad diutus oleh Allah
menyempurnakan akhlak. Innama buitu
liutamima makarimal aklaq.
Sesungguhnya aku diutus oleh Allah
adalah untuk menyempurnakan akhlak.
Bagaimana ASN yang baik? ASN yang
berakhlak itu bagaimana implementasinya?
Adalah seorang ASN yang hablum
minallahnya bagus, hablum minannasnya
bagus, ibadahnya tekun, pelayanan
masyarakat bagus. Kemarin saya sempat
memberikan pembinaan di Rumah Sakit
Umum Daerah Sidoarjo pada ASN. Saya
sampaikan peringatan Maulid Nabi.
Mencontoh Rasulullah. Berarti
berakhlaklah.
ASN berakhlak bagaimana? Ibadahnya
bagus, pelayanan bagus. Jangan sampai
kami contohkan di rumah sakit jam 0.00
seorang SN salat duha habib duha baca
Al-Qur'an sementara tidak memberikan
pelayanan.
Bagaimana kita menempatkan diri ya.
Alhamdulillah kami melihat kemarin
suasana di Rumah Sakit Umum Daerah di
Sidoarjo itu ASN-nya ibadahnya tekun,
pelayanannya bagus. Kiranya ini sebuah
contoh saja dan insyaallah di pelayanan
di Provinsi Jawa Timur sudah mengarah
pada ASN berakhlak. Bagaimana kita
pelayanan yang baik, pelayanan juga
baik. Para SN di mana pun berada yang
dirahmati Allah. Kita berharap momentum
peringatan Maulid Nabi ini sebagai wujud
cinta kepada Rasulullah. Mudah-mudahan
pertemuan kita barokah, manfaat.
Mudah-mudahan melalui ASN belajar hari
ini ya menteladani Rasulullah kita
berusaha untuk selalu
meneladani dalam seluruh aspek kehidupan
Rasul kita perbanyak selawat. Kita
bangga bersyukur kita senang sebagai
umat Nabi Muhammad kita yakin kita kelak
akan mendapat syafaatul uzmah. syafaat
utama dari Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Di mana ketika nanti di
yaumul mahsyar kita-kita ini semua
manusia dikumpulkan di yaumul mahsyar
suasana panik, suasana seperti ee
susahnya semua manusia menghadapi hisab
ya. digambarkan oleh Rasulullah ya
semuanya itu telanjang semuanya pada di
Ara itu ya sampai Aisyah
bertanya, "Ya Rasul, bagaimana kita ini
malu ya Rasul kalau saat itu tidak tidak
sempat berpikir bagaimana
memperhatikan yang satu dengan yang
lainnya." Karena sangat paniknya ketika
di yaumul mahsyar, saat itulah semua
manusia mendatangi, para manusia
mendatangi Nabi Muham, Nabi Adam alaihi
salam sebagai bapak sea manusia. Nabi
Adam tidak bisa memberikan syafaat.
Kemudian Nabi Adam suruh ke Nabi Nuh. Ke
Nabian Nuh juga demikian ya. Nabi Adam
punya dosa. Nabi Nuh pernah meninggalkan
umatnya. Nabi Nuh memerintahkan
datanglah ke Nabi Ibrahim. Ya, Nabi
Ibrahim memerintahkan ke Nabi Musa. Nabi
Musa pun demikian kepada Nabi Isa
semuanya tidak bisa memberikan syafaat
yang pada akhirnya semuanya ya kepada
Nabi Muhammadlah yang bisa memberikan
syafaat di yaumul mahsyar itu. Nabi
Muhammad ketika dimintai syafaatnya ya
Allah masyaallah
Nabi Muhammad naik ke arasy. di aras
Allah. Nabi Muhammad sujud minta kepada
Allah untuk berikan syafaat yang pada
akhirnya Allah memenangkan, "Ya Muhammad
irfa rsak tuktoh angkatlah
kepalamu. Kamu akan saya berikan
makam syafaat." Mudah-mudahan forum ini
menjadikan kita lebih cinta kepada
Rasulullah,
lebih bisa mengamalkan nilai-nilai
ajaran Rasulullah dan kelak kita
mendapat syafaat dari Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Mbak Maya
kiranya itulah yang saya sampaikan.
Sebenarnya saya ingin bisa bergabung di
BPSDM. Ternyata di BPSDM ada yang
offline sehingga lebih komunikatif. Tapi
saya bangga apresiasi kepada BPSDM Jawa
Timur ini yang selalu
mengada jajatan momentumen keagamaan
untuk mengasah rohani kita semuanya.
Matur suwun sahabat-sahabat di mana ada
berada mohon maaf. Terima kasih saya
akhiriatal mustaqim. Wallah mufiq il.
Asalamualaikum warahmatullah
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Bapak luar biasa. Terima
kasih sekali. singkat tapi penuh cinta
terhadap Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Nggih, Bapak. Nggih. Dan luar
biasa Bapak. Saya senang sekali loh bisa
ketemu Pak Jazuli lagi ini.
Alhamdulillah. Ngih. Langsung saja untuk
penanya nggih. Betul nggih. Mohon izin
untuk di materi sesi tanya jawab
berikutnya kami persilakan kepada sobat
ASN yang hari ini hadir di Zoom maupun
YouTube channel disilakan untuk raise
hand dan kami dari panitia akan memilih
untuk dua penanya dan luar biasa hari
ini untuk yang bertanya mohon izin Bapak
akan mendapatkan hadiah buku ya.
Masyaallah alhamdulillah
saya sudah dapat Mbak Maya. Masyaallah,
Pak.
Karena yang bicara dapat juga izin
membaca Bapak dengan judul Cahaya di
atas Cahaya, sebuah ikhtisar pengajian
Alhikam tentang baginda Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam ee dan oleh
K. H. Muhammad Jamaluddin Ahmad.
Masyaallah, luar biasa. Disilakan untuk
penanya pertama yang sudah dipilih oleh
panitia. Mohon izin teman-teman yang ada
di studio. Baik, luar biasa. Sekali lagi
untuk Bapak Jazuli. Masyaallah. Nggih.
Jadi memang untuk webinar hari ini
memang menjadi momentum agar ASN
benar-benar berakhlak ya dan juga sangat
mencintai Rasulullah. Luar biasa. Dan
mungkin kalau pertanyaannya dari saya
boleh ya Bapak saya ingin bertanya
sebetulnya.
Monggo Mbak Maya. Siap. Baik. Baik.
Bapak bagaimana ya? Saya itu selalu
setiap harinya itu memakai cincin zikir.
Mohon izin. Mohon izin. Tapi kadang itu
saya selalu berzikir Bapak tapi setelah
mendengar ini memang kita lebih apa
tadi? Bapak, saya ingin ee menanya
ulang. Bila kita sering berselawat, nah
itu tadi akan ada apa begitu, Bapak?
Nah, ini saya tadi kurang kurang begitu
ini, Bapak ee penjelasannya. Saya mohon
mungkin dijelaskan ulang
karena saya lebih memilih sering
berzikir daripada berselawat. Nah,
mungkin lebih baikun Bapak disilakan.
Ya, begini Mbak M ya. Jadi Islam itu
indah, Islam itu mudah. Jadi untuk
berbuat kebaikan banyak alternatif.
Bisa zikir baca Al-Qur'an, berselawat,
bisa baca kalimat
ee bertasbih ya. Jadi banyak. Tetapi
selawat ini sangat istimewa. Karena apa?
Di dalam Al-Qur'an
Allah berfirman, "Innallaha wa
malaikatahu yusuna alan nabi." Ya
ayyuhalladzina amanu shu alaihi wasallim
taslima. Jadi perintah-perintah ibadah
ada perintah salat, ada puasa, tapi yang
perintah berselawat ini
innallaha waaik. Sesungguhnya Allah dan
para malaikatnya yusuna alan Nabi. Dari
Allah dan malaikat pun berselawat kepada
Nabi. Sehingga Allah memerintahkan, "Ya
ayyuhalladzina amanu, hai orang-orang
beriman, shu alaihi wasallimu tasliman."
Berselawatlah kepada Nabi, sampaikan
salam kepada Nabi. Ini perintah dari
Allah. Ditambah lagi kata Rasulullah,
"Alanas biyaumalqiamah aksaruhum
ali salatan." Jadi orang yang paling
dekat yang berhak untuk ee mendapatkan
syafaatlah nanti di Rasulullah ada di
hari kiamat nanti. Aksaruhum al shatan
yang paling banyak salatnya kepada saya.
Itulah kenapa saya memilih lebih banyak
selawat dan mudah mengucapkan selawat
ini.
Mohon maaf Mbak Maya sekedar ilustrasi
ya.
Siap Bapak. mungkin teman-temannya di
offline. Saya punya kisah menarik bahwa
giih Bapak
seseorang itu
ee
tergantung bagaimana kebiasaan
sehari-hari apa yang diamalkan.
Baik.
Walaupun mudah tapi kalau gak pernah
diamalkan baca selawat ya
ini juga akan menjadi sulit.
Baik Bapak
ngaput ini kisah menarik barangkali
teman-teman di PU Binamarga Jawa Timur
mengikuti. Pak Tambeng pernah cerita
kepada saya. Oh, Bapak.
Kalau ini kan sudah rutin bagi kita.
Mudah dan rutin bisa. Tetapi bagi mereka
yang tidak pernah salat, ya mungkin
salat karena terpaksa kalau ada pimpinan
saja itu agak sulit. Maaf ini kalau di
offline ini menarik sekali.
Menarik
waktu itu ya makna bengti punya ada tiga
ee ada temannya atau siapa tiga orang
ya. Ini kisah nyata enggak sebut nama
gak ngerasani
tapi kejadian itu unik.
Begitu di antara bertiga mau jemah itu
saling mendorong. Kamu yang ngimami,
kamu ngimam royak gak mau ya karena gak
biasa salat.
Apa yang terjadi?
Yang satu suruh maju
ini ngampen.
Iya.
Begitu yang satu maju jadi imam begitu.
Allahu Akbar.
Baik.
Bismillahirrahmanirrahim.
berhenti lama kemudian oleh aku ngomong
si aku gak iso ngimani
kisah seperti ini kejadian nyata makanya
selawat dibiasakan alat salat itulah
jawaban saya mbak ya baik siap
masyaallah luar biasa maturun bapak saya
akan lebih mengimbangkan antara zikir
dan selawat tapi saya lebih mendengar
sering dari YouTube Bapak kadang untuk
berselawat masyaallah baik ternyata
sudah ada penanya Bapak yang sudah
sangat pengin bertanya ini karena Pak
Pak Jazuli salah satu idola. Baik.
Asalamualaikum. Bapak dari mana dan dari
instansi?
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Sadi dari SMA Negeri 1 Ngoro Mojokerto
Bapak Dr. Pak siapa ini ketemu ini? Pak
siapa nih? Pak Kasihadi, Pak Jozli.
Bapak Kasih nggih, Bapak.
Masyaallah.
Alhamdulillah ee jenengan tadi sudah
memberikan inspirasi beberapa ee cerita
yaitu ee sahabat Arabi dan Abu Lahab
yang luar biasa ketika cinta pada
Rasulullah. Dan yang saya tanyakan Bapak
dalam konteks ASN berakhlak dan visi
Indonesia bermartabat, bagaimana
nilai-nilai kepemimpinan Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam seperti
amanah, fatan siddiq, dan tablig dapat
diimplementasikan secara praktis untuk
mengatasi tantangan korupsi dan anarkis
yang ada di ee saat ini, Bapak. Terima
kasih. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Langsung Mbak Maya.
Kami persilakan Bapak monggo untuk
langsung bisa menjawab. Baik, disilakan.
Pertanyaan singkat tapi panjang lebar
ini kalau dijelaskan belum mengupas
sidik, amanah, fatonah, tablig itu
panjang. Tapi saya ringkas saja bahwa
bagaimana ASN ee
mensikapi era yang saat ini ee
gampangannya hedonisme. Orang itu lebih
suka materi. Yang penting senang,
kekayaan dan sebagainya. ini adalah
bagaimana mestinya kita sebagai ASN ini
untuk menyontoh kehidupan Nabi selalu
bersyukur, selalu sabar, selalu jujur,
selalu ee berpikir fatonah itu kan
cerdas. Bagaimana kita mengamati segala
sesuatu, tablig menginformasikan
ya berita-berita yang positif jangan
yang hoak. Karena itu ASN bermartabat
kiranya
gasakan ini dibutuhkan. Seorang ASN yang
hidupnya sederhana, seorang SN yang
memberikan contoh dalam arti
kedisilannya,
kejujurannya.
Ini tidak dalam arti banyak bicara, tapi
action-nya no action. Bagaimana kita
keteladannya? Makanya ee lisanul hal
afsahu min lisanil maqol. Ini yang
dibutuhkan. Kita ini perlu contoh yang
banyak bukan mauidah yang banyak. Itu
singkat jawabannya ya. Kita butuh
lisanul hal afsahu min lisanil maq. Itu
Pak Kati. Salam teman-teman Mojokerto.
Burung dadali suka makan nanas. Jazuli
mantan kepala dinas di Mojokerto
maksudnya ya. Terima kasih Pak.
Luar biasa sekali, Bapak. Aduh, di
Mojokerto pasti sudah rindu nggih,
Bapak. Nggih, matur nuwun, Bapak. Jangan
lupa nanti akan kita kirim ke alamat
Bapak. Bapak mendapatkan hadiah yang
luar biasa. Boleh tepuk tangan untuk
teman-teman di studio dan juga jempolnya
dari YouTube channel, ya. Dan untuk
pertanyaan selanjutnya nih, sepertinya
sudah ada yang sangat-sangat pengin
bertanya. Monggo disilakan.
Baik dan jangan lupa menyebutkan nama
juga dari mana berasal. Baik.
Asalamualaikum Ibu. Apa kabar? Sehat,
Ibu?
Mohon izin mendengar suara saya dengan
jelas, Ibu. Dari mana dan dengan Ibu
siapa? Asalamualaikum.
Waalaikumsalam.
Baik, alhamdulillah. Monggo disilakan
memberikan pertanyaannya dan menyebutkan
nama juga dari mana panjenengan berasal.
Disilakan.
Oke. Ee, asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh, Pak Kiai.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarikumsalam wabarakatuh. Eh, saya
Ahirwati dari ee Puskesmas Gegesik
Kabupaten Cirebon, Pak.
Pertanyaannya ee bagaimana konsep
kepimpinan Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam terhadap umatnya yang bisa
diterapkan ee untuk generasi ee muda
saat ini, Pak? Mungkin itu saja, Pak
Kiai. Terima kasih. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Gigih Bu Indahwati namanya.
Izin namanya.
Tadi kurang terdengar, Ibu. Mohon izin.
Dari Puskesmas Bapak tadi saya
mendengarnya cuman waktu
eh Ibu Ahiryawati, Pak.
Aliawati. Betul Ibu
Ahiryawati.
Ahyawati Bapak. Monggo disilakan Bapak.
Ibu Ahyawati.
Ya. Terima kasih, Ibu Ahyawati. dari
Cirebon ya. Maturun di ASN ini
bermanfaat tidak hanya untuk Jawa Timur
tapi untuk Indonesia.
Pertanyaan yang sangat menarik,
bagaimana konsep ala Rasulullah terhadap
menyikapi ee untuk generasi muda akan
datang? Ya, barangkali ee konsep
Rasulullah yang menekankan kita dalam
meningapi kehidupan ini terutama
generasi muda. Ayo semangat semangat.
Kalau dalam Rasulullah ini ditegaskanun
kita ya termasuk generasi muda kita. Ayo
kita bekerja di dunia ini seolah hidup
selamanya. Tapi
jadi untuk persiapan akhirat koy-koyok
besok akan mati. Kalau ini kita
terapkan, maka kita akan kerja keras,
bahkan semangat untuk mengejar ee
bagaimana untuk mengelola dunia ini,
bagaimana memakmurkannya, bagaimana
pengabdian kita seolah-olah hidup
selamanya. Tapi ketika kita sudah
beribadah, seolah-olah kaakaan
seolah besok akan mati. Selain hal itu
juga ee kita
ala Rasulullah ya ala Rasulullah bahwa
Kanjeng Nabi ini mengabdi diibaratkan
menanam itu walaupun ee tidak harus kita
yang menikmati sendiri apa yang kita
tanam. Kisahkan Rasulullah menanam ya
menanam pohon itu bukan untuk kita tapi
anak untuk generasi setelah kita. Pendek
kata Allah Rasulullah kita ini jangan
egois hanya untuk kepentingan sesaat
untuk kita tapi gimana meninggal untuk
generasi akan datang. Makanya ee pada
generasi muda kita ini boleh harus untuk
mengejar ee IPTEK tapi impaknya juga
jangan boleh ketinggalan. Pendek kata
kalau di Al-Qur'an yarfaillahina amanu
minkum walladina ilma darajat. Allah
mengangkat derajat orang-orang yang
beriman dan berilmu pengetahuan.
Barangkali itu simpel saja. Terima kasih
dari Puskesus Mas Cirebon bisa gabung.
Matur suwun.
Alhamdulillah. Bagaimana Ibu? Sudah
jelas nggih aman nggih Ibu? Nggih.
Alhamdulillah. Jenengan mendapatkan
hadiah juga ee buku yang luar biasa,
Cahaya di atas Cahaya. Baik, terima
kasih Ibu. Baik, untuk selanjutnya ada
diberikan kesempatan satu penanya lagi
Bapak. Mohon izin je terakhir untuk
penanya ketiga hari ini. Kami
persilakan.
Iya, masih proses. Luar biasa ya tadi
yang bertanya secara praktis e
nilai-nilai yang menanggulangi anarkis
dan koruptor. Ini tadi konsep yang
sesuai Rasulullah nggih. Aduh, luar
biasa penanyaannya hari ini Bapak.
Alhamdulillah nih baik. Alhamdulillah
sudah bergabung.
Bapak, asalamualaikum. Dari mana dan
dengan nama siapa, Bapak? Mohon izin
sangat jelas nggih. Karena saya tidak
bisa mencatat Bapak rata tidak jelas
namanya. Monggo disilakan kelihatannya
ini.
Iya. Dengan nama siapa Bapak?
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh, Pak Yazuli.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Dari Banyuwangi, Pak. dari Banyuwangi.
Oh, Banyuwangi. Dari Banyuwangi.
Pak Sekda, Pak Guntur.
Iya, betul.
Ini karena agak pangling pakai ini ya.
Ya. Ya. Pak Seda.
Giih.
Gi Pak Kiai ee karena di bulan ini sudah
e kita bersama-sama menikmati atau
mungkin memperingati Maulid Nabi Besar
Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang
di dalamnya banyak kandungan-kandungan
ayat yang mengajarkan bahwa wsalamin
[Musik]
tentunya kita hubungkan dengan di
masa-masa sekarang ini banyak
kejadian-kajian, kejadian-kejadian yang
di luar dari kemampuan kita sebagai
manusia.
ee terkait dengan itu bagaimana supaya
kejadian-kejadian ini jangan sampai
merembet ke mana-mana terkait dengan
kita sebagai ASN supaya ASN kita ini
jangan sampai ee bagaimana supaya ASN
ini bergerak sebagai ASN yang berakhlak
sesuai dengan ajaran-ajaran Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Karena kita ASN ini harus bisa
memberikan contoh sesuai yang oleh Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Terima kasih. Itu yang pertanyaan yang
kami sampaikan Pak Kiai. Makasih, mohon
maaf. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Nggih,
langsung Mbak Maya ya.
Injih.
Terima kasih Pak Sekda. ini
tidak hanya bertanya tapi beliau
memberikan cerahan bahwa Rasulullah
adalah wama arsalnaka illa rahmatalil
alamin. Aku tidak mengutus engkau
Muhammad kecu rahmat seluruh alam. Jadi
keberadaan Nabi Muhammad ini tidak hanya
bagi manusia tapi bagi binatang, bagi
tumbuhan tumbuh-tumbuhan lingkungan ini.
Ini sebenarnya saya menjabarkan ayat
yang dibaca Pak Sekda. Tapi yang
pertanyaan berikutnya, bagaimana kita
menyikapi kejadian akhir-akhir ini? Nah,
ini sebagai ASN kiranya mari kita
mensikapi suasana yang seperti ini
dengan penuh arif. Yang pertama
ya ini filosofinya jawab ya. Nek ono
manis oj racun.
Kalau ada pahit jangan dilepeh. Mungkin
itu obat. Nah, saat ini di medsos ini
bersebaran
bagaimana berita-berita haw yang banyak
ini. Kita harus menyaring supaya tidak
mudah terprovokasi. Apalagi sekali ini
pakai AI sehingga ee bisa suara itu
dengan gerakan seseorang bisa ditipu.
Makanya di dalam Islam fatabayyanu
maka tabayun dulu jangan sekar
bertindak. Saat ini ASN sebagai abdi
negara, abdi masyarakat kiranya perlu
lebih menghayati, lebih mendalami
terhadap apa yang kita terima. Jangan
ono manis ditelan barangkali itu racun.
Kalau pahit dan dilepeh mungkin itu
obat. Sehingga menyikapi kejadian
akhir-akhiri ini itu harus tabayun. Yang
kedua, ASN menyikapi seperti ini. Kita
harus soliditas, kekompakan kita sebagai
ASN jangan mau dipecah belah ya. Pendek
kata kita ini satu tubuh ya, satu tubuh.
Kemudian yang ketiga, bagaimana S
menyikapi kita tampakkan sikap kita
pelayanan kepada masyarakat yang sering
saya sampaikan ketika pembinaan ASN di
Jawa Timur bahkan di kabupaten kota yang
mengundang saya. Saya ini diundang ke
mana-mana. Kebetulan tadi burung dadali
suka makan kurma. Jazuli sekarang
widyaiswara utama. Jadi kemarin saya
diundang di Sidoarjo, Pak Sek ya. Nanti
malam diundang di Jombang, ya.
Alhamdulillah. Ini mudah-mudahan apa
yang saya sampaikan manfaat. Yang ketiga
ini bagaimana ASN ini pelayanan prima
yang sering saya sampaikan di mana-mana.
Kembangkan filosofi Kanjeng Nabi yang
selalu bastul wajhi, wajah ceria, wajah
yang sume. Nah, saya gambarkan dalam
bentuk 4S. Ayo kita sapa masyarakat
dengan 4S. Salam, senyum, sapa, santun.
Kalau ini yang kita terapkan, masyarakat
akan indah melihat ASN sehingga tidak
insyaallah mengurangi gejola. Apalagi
kita baringin dengan hidup sederhana.
Kita bisa hidup mewah, tapi kita
sederhana. Ayo menteladani Rasulullah.
Rasulullah itu seorang ya kepala negara
juga pimpinan agama. Tidurnya di pelapa
kurma lah. Kita ayolah kita hidup
sederhana walaupun mampu untuk beli yang
mahal. Itu barangkali Pak Sekda sukses
Banyuwangi. Salam teman-teman ASN di
Banyuwangi. Pak Sekda suun
sanget Pak Jasuli. Pripun Bapak sudah
jelas dengan apa yang disampaikan Bapak?
Bapak Jasuli pripun?
Aman nggih, Bapak? Nggih. Sudah puas
nggih. Dan panjenengan mendapatkan buku
loh, Pak. Luar biasa ini bukunya nggih.
Terima kasih sekali Pak Sekda IJ.
Baik dari Banyuwangi. Luar biasa.
Alhamdulillah. Matur nuun sanget Bapak
Jasuli sudah menjawab tiga pertanyaan
dari Sobat ASN ya. Tadi empat ini.
Dalam pripun Bapak? Empat jawaban sama
Maya tadi yang pertama ya.
Oh iya empat ya betul. Saya juga
bertanya tadi sampai lupa Bapak
ngapunten. Jadi saya juga akan
mendapatkan buku cahaya ini ya Bapak ya
tentunya.
Masyaallah tadi lucu sekali loh Pak. E
keren ya pantunnya keren. Burung apa
tadi Bapak mau diulang apa?
Burung dadali suka makan kurma. Jazu
sekarang bidadari suara utama ya.
Masyaallah boleh tepuk tangan
teman-teman yang ada di studio. Luar
biasa.
Matur nuwun sanget Pak Jasuli. Mohon
izin ee saya menyampaikan terima kasih.
Nanti saya izin saya akan memimpin
rapat.
Ada ada rapat yang harus saya pimpin
tetapi saya nanti akan mengikuti
ee secara Zoom tapi tidak menampakkan
wajah biar saya tetap bisa ikut tetapi
ee mungkin sambil rapat sehingga tidak
bisa konsentrasi. Izin Prof. Subahar,
Prof. Alimbahar sama ee Kiai Muzaki.
Kalau saya nanti memantaunya tidak bisa
dengan 100% full karena sambil mimpin
rapat. Terima kasih Bapak ya dan semua.
Iya. Baik. Terima kasih Bapak saget
undur diri. Matur nuun sanget. Terima
kasih sekali. Monggo Bapak dulu.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Masyaallah luar biasa.
Memang yang disampaikan Bapak ada
nilai-nilai konsep untuk generasi muda
dan juga sebagai ASN bisa menghayati
lebih mendalami agar tidak mudah
terpengaruh. Nah, ini luar biasa. Agar
lebih disikapi dan ee solidaritas ya dan
tidak mau dipecah belah karena kita ASN,
Sobat ASN seluruhnya adalah satu tubuh
hidup sederhana meneladani Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Oh
[Musik]
Baik, Sobat ASN. kami informasikan bagi
para pemenang tadi yang sudah
mendapatkan hadiah buku yang luar biasa
dan kami mohon untuk WA ke running chat
yang tertera jadi mengirimkan alamatnya
tidak kesasar ke alamat saya nantinya
ya. Baik sobat ASN untuk acara
berikutnya adalah yang ditunggu-tunggu
materi yang sangat luar biasa dari
narasumber pertama kita hari ini Prof.
Dr. Abdul Halim Subhar, MA selaku Ketua
Lembaga Pengembangan Pesantren dan Dinia
LPPD Jawa Timur. Luar biasa. Dan beliau
menempuh pendidikan S1 dan S2 di UIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta.
[Musik]
Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Apa
kabar Bapak Bapak Abdul? Sehat?
Alhamdulillah.
Asalamualaikum, Bapak.
Baik. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh, Bapak. Mohon izin.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Sehat ya, Bapak ya. Saya terima kasih
sekali Bapak sudah meluangkan waktunya
menjadi narasumber kita pertama yang
tentunya ditunggu-tunggu oleh Sobat ASN
di seluruh Indonesia. Baik, Bapak kami
persilakan untuk Bapak memberikan
materinya. Monggo.
Baik. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh.
Bismillah walhamdulillah wasalatu
wasalamu ala sayyidina Muhammad ibni
Abdillah waa alihi wasahbihi wawala w
ba'duh.
Yang kami hormati
senior kami Bapak Dr. K. H. Ahmad
Jazuli.
Burung dadali terbang tinggi ke Jazuli
itu memang ahlinya.
Sahabat narasumber Dr. K. H. dari Imam
Besar Masjid Al-Akbar Surabaya, K. H.
Murzaki.
Panitia khususnya
Kepala BPSDM Bapak Dr. H. Ramlianto,
M.Pd.
Peserta sekalian yang sangat kami
banggakan.
Sebelum kami menyampaikan materi, kami
tadi diperkenalkan sebagai ketua lembaga
pengembangan pesantren dan diniah
Provinsi Jawa Timur. Lembaga ini
dibentuk melalui SK Gubernur. Oleh
karena itu, tugas kami yang pertama
adalah melakukan percepatan SDM
khususnya di Jawa Timur. Dan
alhamdulillah selama 5 tahun ini sejak
tahun 2019 sampai sekarang
LPPD sudah menjalin kerja sama dengan
138 perguruan tinggi terdiri dari PTKi
negeri dan swasta Mahad Ali dan juga
Al-Azhar di Alazar Mesir.
Dan penerima manfaat itu luar biasa di
Jawa Timur sejak tahun 2019 itu sudah
berjumlah 6.800
76 penerima manfaat. Baik mereka yang
diberi kesempatan
untuk studi program sarjana, program
magister, program doktor, dan program
marhala ul, marhala ssaniah maahad, juga
program S1 dan Al-Azhar. Jadi Jawa Timur
itu luar biasa menanam dan sekarang
sudah panin. Di antara Alazhar itu dari
30 angkatan pertama 25 sudah panin.
Untuk program S3 dari 40 angkatan
pertama 38
sudah panin. Ini adalah sosok-sosok
yang sangat luar biasa.
Mereka adalah sosok yang berilmu,
berakhlak,
dan belajar dalam rangka mencari ilmu
dan mencari keberkahan. Ya, insyaallah
ke depan bahwa prospek khidmah mereka
yang sudah selesai atau khidmah mereka
yang sekarang sudah berada dalam taraf
penerima manfaat sejumlah 6.876
mahasiswa penerima beasiswa dari
Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Insyaallah ini akan berkembang secara
signifikan di masa-masa yang akan datang
dan mereka pasti akan memberikan
kontribusi terhadap kemajuan pesantren,
kemajuan pendidikan Islam dan kemajuan
Provinsi Jawa Timur. Insyaallah
materi yang
diamanahkan kepada kami ini terkait
dengan ASN berakhlak negeri bermartabat.
Kita coba menggali inspirasi
kepemimpinan Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam. Oleh karena itu, ada
beberapa hal yang ingin kami sampaikan.
Yang pertama itu terkait bahwa kita
tidak boleh lupa bahwa Allah Subhanahu
wa taala memberikan anugerah pada kita
termasuk para ASN.
Ini anugerah yang tidak didapatkan oleh
makhluk lain kecuali yang namanya
manusia.
Manusia itu dicipta oleh Allah Subhanahu
wa taala
untuk beribadah.
W khalaqtul jinna wal insa illa
liyaudun. Jadi tidak ada hal lain
kecuali untuk ibadah. Ibadah tentu dalam
pengertian yang sangat luas, bukan
sebatas pada ibadah salat. Tetapi
hal-hal positif yang terkait dengan
kemaslahatan, yang terkait dengan
kebaikan itu adalah ibadah. Kita niat
menjadi ASN ya. Niat kita yang baik itu
bagian dari ibadah. Ketika niat itu kita
implementasikan dengan kinerja yang
baik, maka pahala dari ibadah kita itu
akan terus dilipatkan oleh Allah
Subhanahu wa taala. Demikian juga orang
salat, demikian juga kita menjadi ASN,
demikian juga kita yang menekuni
profesi-profesi yang lain. Kita niat aja
sudah ibadah dan itu berpahala. Apalagi
kita mengimplementasikan
niat kita yang baik. untuk ibadah itu,
itu pasti akan dilipat gandakan
pahalanya oleh Allah Subhanahu wa taala.
Kemudian yang kedua, bahwa Allah itu
menjadikan manusia bukan semata untuk
ibadah, tetapi Allah menegaskan, "Inni
jailun fil ardhi khalifah." Sesungguhnya
aku hendak menjadikan seorang khalifah
di muka bumi. Itu penegasan Allah bahwa
yang ditunjuk sebagai khalifah itu
hanyalah manusia.
makhluk lain tidak diberi amanah sebagai
khalifah. Kenapa? Karena khalifah itu
tugasnya sangat berat. Ya, kita bukan
sekedar hidup, kita bukan sekedar
ibadah, tetapi sekaligus kita diminta
untuk menjadi wakil Allah di bumi,
mengelola bumi dan memakmurkan bumi
dalam rangka kemaslahatan sesuai dengan
petunjuk Allah Subhanahu wa taala. Oleh
karena itu, manusia sebagai pemimpin dan
penanggung jawab di muka bumi bertugas
untuk menjaga dan memakmurkan alam untuk
kemaslahatan dan sesuai dengan ketentuan
Allah Subhanahu wa taala. Oleh karena
itu, tugas manusia
sebagai Abdullah dan sebagai
khalifatullah itu sangat berat.
Karena manusia diberi amanah yang sangat
berat tugas dan tanggungjawabkan
tanggung jawabnya oleh Allah Subhanahu
wa taala. Maka Allah memberikan tiga
keistimewaan, tiga anugerah yang luar
biasa kepada manusia ini. Yang pertama
manusia adalah ciptaan terbaik Allah.
Laqad khalaqnal insana fi ahsani
takqdib.
Itu yang pertama. bahwa manusia adalah
ciptaan terbaik,
jauh lebih baik dibanding
ciptaan-ciptaan
Allah yang lain.
Termasuk binatang juga.
Jauh lebih baik manusia sebagai ciptaan
Allah yang fi asan tak. Yang kedua,
Allah itu memberikan kelengkapan kepada
manusia berupa akal yang dengan akal itu
manusia berbeda dengan makhluk-makhluk
yang lain. Dengan akal itu manusia
diberi peluang
untuk akses pengetahuan, untuk akses
ilmu, untuk akses pendidikan.
sehingga kemampuan manusia, potensi
manusia itu bisa dikembangkan dari waktu
ke waktu. Jadi diberinya akal karena
Allah memberikan akses kepada manusia.
Akses berupa pengetahuan, akses berupa
ilmu, akses berupa pendidikan.
Kemudian yang lain yang tidak kalah
pentingnya Allah juga memberikan
anugerah kalb.
Ketika Allah memberikan anugerah akal,
akal itu tidak mampu mengapresiasi dan
tidak mampu merasakan kekhusyukan kita
ketika kita sedang beribadah dan ketika
kita sedang berzikir kepada Allah
Subhanahu wa taala. Oleh karena itu
dilengkapi lagi anugerah Allah terhadap
manusia. Allah memberikan manusia itu
kalbu, kemampuan hati nurani. Karena
dengan kalbu manusia diberi akses untuk
bisa merasakan kekhusyukan ketika
manusia itu sedang ibadah, kepada
manusia, sedang zikir, kepada manusia
ketika manusia itu sedang melaksanakan
amanah. Jadi ini hal yang luar biasa dan
ini hanya manusia yang bisa merasakan
karena manusia diciptakan dengan tiga
kemampuan lebih itu fi ahsani takwid
disempurnakan dengan kemampuan akal
disempurnakan dengan kemampuan kalb jadi
sepintar-pintar orang ketika yang diasah
itu hanya kemampuan akalnya insyaallah
dia tidak akan mampu merasakan
kenikmatan dan kekhusyukan ketika
Nah tiga potensi ini harus dirawat
dan ini harus dikembangkan.
Kalau ingin merawat fisik kita, maka
kita harus mengasup makanan dan minuman
yang halalan thayyiban mubarakan dan
juga harus sering olahraga. Ini untuk
menjaga anugerah yang pertama dan itu
wajib dijaga.
Karena siapapun itu dilarang menyakiti
fisik kita, dilarang
merugikan fisik kita, dan dilarang
apalagi sampai membunuh kita. Itu haram
hukumnya.
Demikian juga kalbu kalbu akal. Akal itu
juga harus dipelihara, harus dirawat.
Tapi cara merawat akal itu tidak sama
dengan cara kita merawat fisik kita.
Akal itu harus kita rawat dengan banyak
membaca, dengan banyak diskusi, dengan
banyak akses ilmu dan akses pendidikan.
Itu cara kita merawat akal.
Kalbu beda juga cara merawatnya. Tidak
sama dengan cara kita merawat akal
apalagi cara kita merawat fisik. Ya,
merawat kalbu itu harus diimbangi dengan
potensi dan kemampuan
zikir dan ibadah kepada Allah Subhanahu
wa taala. Jadi, ini anugerah Allah yang
harus kita jaga ya, termasuk oleh
kalangan ASN. Kalau cara kita menjaga
secara proporsional bahwa insyaallah
pertumbuhan kita itu akan bagus.
Insyaallah kita keimanan kita akan
mantap, pelaksanaan syariat ibadah kita
akan bagus, dan cerminan dari keimanan
dan keislaman kita akan tercermin dengan
akhlak kita. Ini sebenarnya bahwa akhlak
itu sesuatu yang tidak dipisahkan
dengan keislaman. Akhlak itu adalah
sesuatu yang tidak bisa dipisahkan
dengan keimanan kita. Mohon maaf ini
khusus dalam perspektif keagamaan Islam
ya. Artinya sehingga kita bisa meraih
banyak makna dari hal-hal seperti itu.
Tiga hal ini harus dirawat karena ini
anugerah Allah yang tidak boleh
dibiarkan. Ini harus dirawat. Sehingga
ketika ketiga potensi ini betul-betul
dirawat akan menghadirkan cermin
akhlakul karimah yang sangat bagus.
sebagai bagian dari cerminan keislaman
dan keimanan kita kepada Allah Subhanahu
wa taala.
Selanjutnya Allah mengutus Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam
dengan wahyu pertama di gua biru
tentangannya sangat luar biasa. Ketika
Rasul menerima wahyu itu, ternyata
masyarakat Arab itu hanya 22 orang yang
bisa baca tulis.
Ini betapa susahnya, betapa beratnya
beban yang diemban oleh Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Menghadapi
kelompok masyarakat yang sangat jarang
yang bisa tulis. Kalau sekarang ya
peserta webinar ini semuanya sangat
pintar baca tulis. Bahkan kita semua ini
adalah guru-guru yang memberikan
pencerahan baca tulis di tengah-tengah
masyarakat.
Begitu Nabi mendapatkan wahyu pertama
kemudian menyebar ke masyarakat,
ternyata masyarakat Arab itu hanya 22
orang yang bisa baca tulis. Tetapi
hafalannya itu sangat kuat.
Kalau Nabi berdakwah di kalangan
sahabat, maka sahabat itu langsung
hafal. Tidak lagi instruksi bertanya
minta diulangi kepada Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Begitu Nabi
membacakan wahyu, semua sahabat itu
langsung hafal. Ini keluar biasaan.
Tetapi mereka itu sangat sedikit yang
mampu baca tulis.
Kalau keterangan dari Profesor
Quraisyihab ketika beliau itu membina
kami di program doktor di Yogyakarta,
beliau menyatakan begini. Ketika saya
bertanya, "Kenapa kalangan masyarakat
Arab sangat sedikit yang bisa baca tulis
ketika itu?"
Sebab baca tulis itu dianggap sebagai
cela.
Hafalannya tidak kuat.
Jadi mereka ketika itu sangat
mengandalkan hafalan. Jadi kalau bisa
baca tulis mereka itu sembunyi-sembunyi.
Meskipun akhirnya dimotivasi oleh
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Sehingga banyak dari kalangan sahabat
yang menjadi penulis wahyu Rasulullah
ketika Allah memberikan wahyu kepada
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Nah, dari 22 orang itu 17 laki-laki,
lima itu perempuan. Jadi, sebenarnya
perempuan itu sudah berkontribusi sangat
besar di awal Islam disebarkan oleh
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Perbandingannya 17 laki-laki. Kemudian
ee perempuan itu ada lima. Dari 17 itu
ada Umar bin Khattab, Ali, Ali bin Abi
Thalib, ada Utsman bin Asfan, ada Abu
Ubaidah, Abu Ubaidah bin Jarrah, ada
Thalhah, ada Yazid bin Abu Sufyan, ada
Abu Hurairah bin Ubad, ada Hatib bin
Amar. Sementara yang perempuan yang lima
itu di antaranya adalah Hafsah, istri
Nabi, Ummu Kultsum binti Uqbah, Aisyah
binti Sa'ad, Asyifa bin Abdullah
al-Adawiyah, kemudian Karimah binti
Miqdad. Nah, sementara Siti Aisyah dan
Ummi Salamah istri Nabi pandai membaca
tetapi belum pandai menulis. Ya, itu
kesulitan-kesulitan
yang dihadapi oleh Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam adalah menyangkut
kesulitan SDM yang mampu baca tulis.
Tetapi SDM yang hafalannya sangat kuat
itu betul-betul banyak didapatkan ketika
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam di
awal menerima wahyu itu akhirnya terus
berkembang.
Dakwah Rasul selama 13 tahun di Makkah.
Kemudian dakwah Rasul selama 10 tahun di
Madinah,
Rasul sallallahu alaihi wasallam
kehadirannya menjadi teladan bagi umat
manusia, khususnya bagi kita semua.
Karena dalam Al-Qur'an surah Al-Ahzab
itu disabdakan, "Laqod lakum fi
rasulillahi uswatun hasanah liman
jarjullah wal yaumal akhir
wakarallahir."
Sungguh pada diri Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam benar-benar ada suri
tauladan yang baik bagimu. Yaitu bagi
orang-orang yang mengharap rahmat Allah
dan kedatangan hari kiamat serta
orang-orang yang banyak mengingat Allah
Subhanahu wa taala. Ini hal yang pertama
adalah keteladanan. Seperti tadi yang
sudah banyak disampaikan oleh
almukarram Dr. K.H. Ahmad Jazuli bahwa
keteladanan Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam meliputi banyak hal.
Kalau di
validasi, kalau diklarifikasi
dalam teorinya Benyamin Esbum, maka
keteladanan Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam terdiri dari aspek pengetahuan,
aspek sikap, maupun aspek perilaku.
Dan itu menjadi lebih komprehensif ya,
karena tiga hal ranah yang dipotret oleh
Benjamin Esblum itu tidak bisa memotret
seluruh kehidupan Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam.
Bagaimana kasih sayangnya Rasulullah
kepada yatim piatu. Bagaimana hormat
Rasulullah kepada orang yang lebih muda
dan orang yang lebih senior?
Bagaimana ibadah Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam? Bagaimana kekhusyukan
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Bagaimana perilaku Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam dalam kehidupan
sehari-hari? Baik sebagai kepala rumah
tangga, sebagai pemimpin pemerintahan
dan pemimpin negara itu penuh dengan
keteladanan yang luar biasa. Kemudian
yang kedua, makna kehadiran Rasulullah
selain keteladanan
juga ditugasi secara khusus atau
mengemban misi khusus dan itu tidak
terjadi pada rasul-rasul yang lain
selain Rasulullah Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Inama buitu makarimal.
Jadi hadir dalam rangka makarimal
akhlak, hadir dalam rangka penyempurnaan
akhlak. itu adalah tugas utama
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Oleh karena itu kita para ASN ya,
kita para guru melanjutkan risalah ini.
Katakanlah kalau kita berdakwah sebagai
guru, misalkan guru PAI atau guru yang
selain PAI tapi diniatkan sebagai bagian
dari upaya menunjukkan kebaikan,
menciptakan kemaslahatan sesuai dengan
ketentuan Allah, maka kita akan
bersambung sanadnya sampai kepada
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Siapapun yang menjadi penyambung tugas
risalah ini dalam rangka menyempurnakan
akhlak, dalam rangka makarimul akhlak,
itu berarti penyambung
dan sanadnya bersambung kepada
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Dan itu sangat mulia itu guru-guru ngaji
yang ada di musalla, yang ada di masjid,
ya. Kita yang sebagai ASN kalau
menyempatkan
sedikit waktu kita apalagi banyak waktu
kita dalam rangka makarimal akhlak.
Mendidik anak-anak kita, mendidik para
tetangga kita, mendidik bawahan kita.
kita memberikan pandangan terhadap
senior atau atasan kita, maka ini
berarti kita
menjadi bagian dari tugas Rasulullah
sebagai makarimul akhlak penyempurnaan.
Tentu ini menjadi hal yang sangat mulia.
Karena keteladanan
makarimul akhlak yang diteladankan
oleh Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam digambarkan melalui hadis yang
sangat komprehensif yang mengajarkan
tentang keimanan,
yang mengajarkan tentang keislaman, dan
yang mengajarkan tentang keiksanan.
Akhlak itu bagian dari ajaran keiksanan.
yang ini terintegrasi dengan ajaran
keislaman dan ajaran keimanan kita
kepada Allah Subhanahu wa taala. Oleh
karena itu,
trilogi yang disebut dengan iman,
Islam, dan ihsan adalah satu kesatuan.
Meskipun ketiganya itu biasa dibedakan,
tetapi tidak bisa dipisahkan antara satu
dengan yang lain. Karena ketiga-tiganya
itu memang merupakan satu kesatuan yang
tidak bisa dipisahkan. Dan ini satu
kesatuan
ajaran Allah melalui malaikat Jibril
yang langsung terjadi dialog dengan
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Memang hadis ini
sangat komprehensif ya
dan agak lucu.
Jadi ketika malaikat Jibril
mendatangi Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam
dengan berbagian sangat putih,
rambutnya sangat hitam,
tidak ada bekas perjalanan jauh.
dan tidak saling mengenal antara
malaikat antara Rasulullah dengan
malaikat Jibril. Rasul sallallahu alaihi
wasallam belum tahu. Kemudian duduk
kemudian bertanya,
waqala ya Muhammad akhbirni anil Islam.
Wahai Muhammad
khabarkan kepadaku tentang Islam.
Jadi malaikat Jibril itu bertanya, minta
informasi, minta pandangan, minta konsep
tentang Islam kepada Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam.
Qala Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam, "Al islamu anadu alla
ilahaillallah wa anna muhammadar
rasulullahjal
baita inaii
q."
Jadi malaikat Jibril itu bertanya kepada
Rasulullah. Akhirnya Rasulullah
menjawab.
Begitu Rasulullah selesai menjawab,
"Sodqta," Malaikat Jibril bilang, "Kamu
benar." Jadi ini bukan hanya bertanya,
tetapi ngetes ajaran Allah tentang
Islam, ajaran Allah tentang iman, dan
ajaran Allah tentang Islam. Begitu Rasul
sallallahu alaihi wasallam memberikan
jawaban singkat dan tegas, malaikat
Jibril
menegaskan, "Sodqta,
Anda benar. Jadi bertanya tapi akhirnya
membenarkan.
Dalam artian yang bertanya itu bukan
tidak tahu. Beliau itu tahu berarti
tentang persoalan ini. Hanya ingin
mendapatkan penegasan dari Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam bahwa Islam
adalah itu. Kemudian ditanya lagi,
faajibna lahu yas'aluhu yasodiqu. Jadi
memang mengagumkan ya malaikat Jibril
bertanya dan membenarkan ajaran
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Faqala fainni anil iman. Kemudian
berlanjut,
"Ya Rasulullah,
beritahukan kepadaku tentang iman." Maka
Rasul menjawab,
anum billahi waaikatihi wautubihi
waasulihi wal yaumil akhirminu bilqadri
khairihi.
Setelah menjawab
Rasulullah, kemudian malaikat Jibril
juga menegaskan, "Qola sadqta, Anda
benar."
Q faabirniil islam anil ihsan.
Kemudian malaikat Jibril bertanya lagi,
"Antabudullah
faam takun fainnahu
qabah
dan seterusnya."
Ini ajaran-ajaran yang sangat mendasyar
dalam Islam tentang iman, Islam dan
ihsan. Ya, oleh karena itu ketiganya itu
memang bisa dibedakan tapi gak bisa
dipisahkan.
Karena seorang yang berakhlak
itu harus meng menunjukkan
bahwa dia adalah pelaksana syariah yang
baik.
Seorang yang melaksanakan ajaran Islam,
melaksanakan syariah yang baik itu tidak
sempurna
kecuali dia menunjukkan ekspresi
keimanannya dalam pelaksanaan salat itu.
Oleh karena itu, kami jelaskan di sini
iman, Islam dan ihsan adalah satu
kesatuan meskipun tidak bisa dibedakan.
Meskipun bisa dibedakan, tetapi tidak
bisa dipisahkan antara satu dengan yang
lain. Iman seorang atau komunitas akan
dinilai
kurang sempurna jika belum nampak
implementasinya dalam keislaman dan
keannannya.
Islam seorang atau komunitas akan
dinilai kurang sempurna jika tidak ada
cahaya keimanan dan tampilan
keihsanannya. Dan ihsan seorang atau
komunitas akan dinilai kurang sempurna
jika cermin keimannya tidak terpantau,
tidak terpancar dalam Islam dan adab
kesehariannya. Jadi, seorang atau
komunitas yang imannya baik, yang
Islamnya baik akan berimplikasi
terhadap kebaikan ihsannya, kebaikan
akhlaknya, kebaikan adabnya. Iman adalah
ajaran tentang akidah. Islam adalah
ajaran tentang syariah. Dan Islam adalah
tentang akhlak. Ketiganya menjadi satu
kesatuan yang tidak bisa kita
pisahkan.
Sebagai penutup, ada beberapa hal
catatan kami. Jika kita berikhtiar
mewujudkan inspirasi kepemimpinan Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam,
berarti kita berikhtiar menghadirkan
keteladanan dan misi makarimal akhlak
dalam kehidupan kita, dalam khidmat kita
khususnya sebagai ASN yang kita
muliakan.
Kita bisa memulai dengan mempelajari
sejarah kehidupan Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Sekarang
banyak beberapa referensi yang sangat
mudah kita dapatkan sehingga kita bisa
memahami ajarannya, kita bisa menghayati
ajarannya dan sekaligus kita bisa
mengamalkan ajarannya. Kita telah diberi
anugerah untuk melakukan itu semua.
Karena Allah ciptakan manusia dengan
ciptaan terbaik yang dilengkapi fisik
terbaik, akal dan kalbu. Dengan akal
memungkinkan kita memahami akses ilmu
dan pendidikan. Dengan kalbu
memungkinkan kita merasakan kekhusyukan
dalam beribadah dan zikir sehingga
fungsi manusia sebagai hamba Allah,
sebagai khalifah Allah bisa terlaksana
dengan baik. yang menjadi garis bawah
kami bahwa ketiga potensi yang
dianugerahkan Allah itu harus dijaga,
harus dirawat, dan harus dikembangkan
secara bersama-sama.
Islam tidak menginginkan
orang itu pintar, tapi fisik
sakit-sakitan
dan pikirnya lemah.
Islam juga tidak menginginkan ya
fisiknya sehat
tapi akal dan kalbunya lemah sehingga
dia tidak pintar sekaligus dia tidak
rajin untuk ibadah dan zikir kepada
Allah subhanahu wa taala yang diinginkan
oleh Islam
fisik yang merupakan anugerah terbaik
dijaga agar supaya tetap baik.
Akal yang menjadi anugerah pembeda
antara manusia dan makhluk lain harus
dijaga sehingga fungsi akal terus
bekerja berprestasi secara baik.
Demikian juga kalbu sebagai anugerah
Allah pada kita harus dijaga,
dikembangkan secara baik sehingga kita
bisa dan mampu merasakan kekhusyukan
ketika kita beribadah dan zikir kepada
Allah Subhanahu wa taala. Kalau itu
dilakukan oleh ASN
yang bisa mengembangkan
fisik, akal, dan kalbu ke arah kebaikan
dan kemaslahatan,
insyaallah ASN itu akan menjadi simbol
keteladanan bagi masyarakat Indonesia.
Mudah-mudahan Allah senantiasa
memberikan kesehatan, memberikan
kekuatan, dan memberikan keberhasilan
bagi kita semua. Itu yang dapat kami
sampaikan. Wallahu yaakul haqil.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
Baik, terima kasih kami ucapkan Bapak.
Luar biasa. Masyaallah. Kalau saya
rangkum ini sangat-sangat keren sekali
nggih, Pak. Karena tugas sebagai hamba
Allah dan khalifah Allah sangat berat.
Maka Allah Subhanahu wa taala
menganugerahi manusia sebagai ciptaan
terbaik. Masyaallah. Alhamdulillah
sekali. Dan yang kedua, kehadiran Nabi
sebagai teladan je menyempurnakan akhlak
dan juga ajaran komprehensif itu iman,
Islam dan ihsan. Namun sebelum itu kita
langsung ke sesi tanya jawab. J Bapak
ada dua penanya ee biasanya kita
memberikan kesempatan untuk dua penanya.
Namun sebelum itu kita tanya kepada
panitia apakah sudah ada yang raise hand
dari teman-teman karena sudah ada yang
masuk. Baik, disilakan untuk menyebutkan
nama dengan jelas dan dari mana berasal
Bapak. Kami persilakan. Monggo.
Asalamualaikum Bapak sebagai penanya
pertama hari ini dengan Pak siapa Bapak?
Mohon izin.
Asalamualaikum warahmat Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Dengan nama siapa Bapak? Monggo.
Saya Joko Kusmarinoto dari UPT Blk
Singosari Malang.
Singosari Malang. Bapak Joko luar biasa.
Nggih. Disilakan memberikan pertanyaan.
Monggo.
Pertama, pertanyaan saya adalah
apa kalau mencermati paparan dari Pak
Prof tadi, apakah kondisi Indonesia para
pemen saat ini dengan kondisi yang ada
air terutama akhirat ini apakah sudah
mencerminkan
atau mengikuti teladan dari Rasulullah
itu atau belum, Pak?
Kalau itu belum, apa strateginya ya?
supaya Indonesia yang mayoritas muslim
ini ee bisa lebih baiklah begitu
kondisinya.
Kan kita tahu para pemimpin kita baik di
legislatif, yudikatif, maupun di ee
eksekutif sendiri adalah muslim.
Semuanya muslim. Namun demikian kondisi
Indonesia ini ya sebagaimana kita lihat
kok sampai seperti ini.
Bakar-bakaran
membakar masyaallah miris sekali, Prof.
miris sekali. Kantor fasilitas umum DPRD
dibakar dibakar. Masyaallah saya terus
terang prihatin sekali dengan kondisi
ini, Prof. Apa sebenarnya persoalan
mendasarnya? Padahal kita punya tuntunan
yang sebagaimana dijelaskan Prof. tadi
adalah ee mengikuti contoh Rasulullah.
Adakah selipnya di mana menurut Prof
ini, Prof? Kok bisa terjadi banyul
seperti ini? Mengerikan, Prof. Terus
terang
ya.
Terus strategi apa yang bisa kita
terapkan agar menjadi lebih baik? Yang
pertama. Yang kedua, Prof. Saya ini
sering mengajar pada anak-anak di PLK
itu ketika saya tanyakan,
"Coba sebutkan rukun iman, rukun Islam,
banyak yang enggak ngerti dong. Banyak
yang enggak tahu, Bro.
Ini disalahnya di mana ini?" Padahal
mereka itu penerus generasi. Kita sudah
tua-tua ini tinggal menghitung hari
sajalah kan begitu kan. Tetapi mereka
akan meneruskan kalau rukun iman, rukun
Islam saya banyak yang enggak paham ini
salahnya di mana Prof. Terus kalau ini
terus seperti ini, bagaimana kondisi
Indonesia? Kami ingin ya paling tidak di
Pancasila itu sudah termaktubah itu
otomatis konsekuensah Tuhan yang maha
esa adalah ketakwaan pada Tuhan. Kalau
Islam jelas ngikuti Rasulullah, tapi kok
semakin ke sini ini saya lihat kok
semakin enggak beres ya.
Saya sendiri bertugas sudah 39 tahun,
Prof. hampir ee 39 tahun 9 bulan ASN ini
semakin ke sini semakin ke sini kok
semakin jauh ya anak-anak kita ini
begitu. Strategi apa kira-kira yang bisa
kita terapkan untuk memperbaiki kondisi
bangsa ini kalau kita hubungkan dengan
judul ee apa namanya ee webinar ini,
Inspirasi kemiran Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam ini, monggo tanggapan
dan jawabannya. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Dan Prof dis langsung Bapak. Monggo.
Ee baik. Ini Pak Joko dari UPT Blk
Malang yang sudah 39 tahun mengabdi
sebagai ASN. Ini hal yang luar biasa dan
apa yang disampaikan oleh Pak Joko itu
hal yang sangat luar biasa ya tentang
kondisi Indonesia yang mayoritas Islam
tapi sama sekali jauh dari keteladanan
yang pernah diteladankan oleh Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam.
Ada beberapa potensi yang memang kurang
kondusif. Yang pertama, pembelajaran
kita mulai dari pendidikan dasar sampai
pada perguruan tinggi itu sangat
verbalistik.
Jadi antara ilmu dan amal itu kurang
nyambung ya. Mereka bisa jadi hafal
rukun iman, hafal rukun Islam, hafal apa
yang dimaksud dengan ihsan. ya sekedar
hafal karena tidak pernah ada peluang
untuk mengamalkan itu. Yang saya
contohkan gini, misalkan
guru di sekolah mengajarkan kaifiah
salat
tasbih. Misalkan
salat tasbih itu 4 rakaat bacaannya 360
tasbih. Subhanallah, walhamdulillah,
walailahaillallah, wallahu akbar. di
sekolah diajarkan oleh guru.
Ketika diajarkan oleh guru mereka paham.
Tapi guru tidak pernah bersama mereka
praktik salat tasbih sehingga sampai
kapan pun mereka itu tidak bisa
mempraktikkan kecuali sekedar hafal itu
saja. Pancasila juga gitu. hafal dengan
lima sila, tapi sekedar hafal, tapi
tidak pernah ada praktik dalam kehidupan
sehari-hari atau praktik kehidupan
sehari-hari justru sangat berbeda dengan
apa yang mereka hafalkan, dengan mereka
yang mereka pahami. Jadi,
dikumi itu sangat kental sekali di
Indonesia dan itu memang perlu dimulai.
Kenapa kami tadi
mencontohkan ketika Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam menerima
wahyu itu hanya 22 orang yang bisa baca
tulis. Itu problem luar biasa. Kalau
kita gak menghadapi problem itu. Semua
guru, semua ASN bisa ngajar baca tulis
kepada anak-anak mereka. Ya, tapi
Rasulullah hanya menemukan 22 orang, 17
laki-laki dan lima perempuan.
Akhirnya apa yang beliau lakukan?
Melalui lingkungan keluarga terdekat
perseorangan. Jadi, keluarga itu memang
dibina terlebih dulu.
Baru setelah itu dikut-kut. Ada
sosialisasi, ada perubahan kurikulum di
Kutab yang sebelumnya itu jauh dari
nilai-nilai Islam. Kemudian ada
nilai-nilai Islam atau agama dan akhlak
mulia yang diajarkan di masing-masing
kota itu di masa Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam. Nah, di masa kita itu
memang harus menyatu antara guru,
antara orang tua dengan tokoh
masyarakat. Jadi apa yang pernah
dikembangkan oleh Ki Hajar Dewantoro
tentang tripusat pendidikan yang harus
menyatu
orang tua, guru, dan tokoh masyarakat
itu sekarang tidak nyambung lagi.
Sekarang coba 3 hari ini 4 hari ya
pembelajaran dilakukan secara daring.
secara daring itu mungkin kalau di SMA,
SMP itu terlaksana tapi di SD apalagi TK
itu sangat sulit.
Saya hidup di Jember, di kota depan Lipo
Plaza ya. Tetangga-tetangga saya ketika
ada pengumuman bahwa pembelajaran
dilaksanakan secara daring.
Apa yang terjadi dalam kesimpulan
mereka? Daring itu artinya libur, Pak.
Karena orang tuanya gak bisa ngajarkan
anak-anak yang masih SD dan TK sehingga
anak-anak itu dibiarkan main-main.
Ketika saya tanya, "Le, kok gak sekolah
kamu?" "Libur, le." Jadi itu kan
pernyataan yang luar biasa ya dari
anak-anak kita ya. Jadi, itu hal yang
pertama yang saya kira itu menjadi hal
yang sangat penting ya. Kemudian yang
kedua,
semua
dari kita, semua yang menjadi pemimpin,
apakah pemimpin di level Blk, apakah
pemimpin di level sekolah, apakah
pemimpin di level organisasi,
apakah sebagai kasubak, apakah sebagai
kabak, itu semuanya adalah pemimpin.
pemimpin itu ada tanggung jawab yang
nanti juga dipertanyakan oleh Allah.
Karena pemimpin itu prinsipnya tasaruful
imam alarah manatun bil maslah. Harus
menjamin kemaslahatannya,
harus menjamin kebaikannya.
Itu nilai-nilai jati diri yang harus
menjadi komitmen dari kita semua
termasuk ASN. Bagaimana menciptakan
kemaslahatan
Wah itu jangan tanya pahalanya. Kalau
pahalanya besar, Pak. juga jangan tanya
dosanya ya. Kalau ini tidak dilaksanakan
secara baik, tentu hati kita, kalbu kita
akan merasakan bahwa kita lepas dari
tanggung jawab.
Ketika kita lepas dari tanggung jawab
itu, ada perasaan berdosa dalam diri
kita. Nah, oleh karena itu hal-hal
seperti ini saya kira memang perlu
dijahit kembali ya. Ilmu jangan sampai
dikumi antara ilmu dan amaliah itu
diusahakan menjadi satu kesatu kesatuan.
Sehingga kalau kita hanya bisa berbicara
kemudian tidak melaksanakan apa yang
bisa kita bicarakan maka itu yang
dilaknat oleh Allah Subhanahu wa taala.
Itu beberapa hal yang saya kira cukup
penting. Sebenarnya Rasul sallallahu
alaihi wasallam melalui hidup-hidup
sederhananya itu sangat penuh dengan
keteladanan.
Tadi sudah disampaikan di antaranya oleh
Kiai Jazuli, lisanul hal afsahu min
lisanil mak. Jadi Nabi itu lebih pada
memberikan keteladanan dalam kehidupan
sehari-hari. apa yang bisa dilihat, apa
yang beliau lakukan, apa yang beliau
contohkan ya dan sangat sedikit kecuali
hal-hal yang sangat penting yang
memberikan arahan-arahannya
dan kalau tidak penting nabi itu di
kalau penting nabi itu akan menyampaikan
sesuatu sampai jelas sesuai dengan
tingkat perkembangan intelektual.
Umirna
ali.
Jadi Nabi menyampaikan sesuatu itu
sesuai dengan bahasa kaumnya. Bahasa
kaumnya. Kalau kaumnya itu awam maka
Nabi akan menyampaikan dengan bahasa
yang bisa dipahami oleh masyarakat awam.
Kalau kaumnya itu intelektual, maka Nabi
akan menyampaikan
ee pandangan-pandangan sesuai dengan
tingkat perkembangan kaum.
Itu sementara Bapak Joko nggih yang bisa
kami jawab,
Pak. Karena Bapak Joko tiba-tiba memang
jaringan sinyalnya mungkin belum bagus.
Namun saya sangat ee menikmati juga
jawaban dari Bapak. Memang eh rata-rata
itu hafal saja. Betul ya, Prof. Alim ya.
Rata-rata hafal tapi tidak dipraktikkan.
Masyaallah. Ngapunten. Karena kondisi
waktu yang cukup singkat jadi hanya ada
satu penanya nggih Bapak. Nggih. Kami
mengucapkan terima kasih sekali atas apa
yang telah disampaikan. Mohon izin saya
sangat ee bangga bisa sebagai narasumber
di BPSDEM Jatim. Baik, Matun sangat
saget ke Prof. Halim untuk melanjutkan
ee kesibukannya lagi. Dan tentunya
ngapunten buat teman-teman Sobat ASN
hanya ada satu penanya karena memang
luar biasa sekali yang sudah dibahas
oleh Bapak. Tak lupa juga untuk Pak Jogo
akan mendapatkan buku Cahaya di atas
Cahaya. Luar biasa. Dan saya akan
merangkum sedikit. Jadi tadi memang ada
salah satu pertanyaan dengan kondisi
Indonesia sekarang ya. Dan karena tugas
sebagai hamba Allah dan khalifah Allah
sangat berat, maka Allah Subhanahu wa
taala menganugerahi manusia sebagai
ciptaan terbaik. Itu tadi salah satu
juga materi yang disampaikan Prof.
Halim. Kehadiran Nabi sebagai teladan
menyempurnakan akhlak. Ajaran
komprehensif iman, Islam dan ihsan.
Iman, Islam dan ihsan adalah satu
kesatuan. meskipun bisa dibedakan tetapi
tidak bisa dipisahkan antara satu dengan
yang lainnya. Dan juga tadi ada Pak Joko
dari Singosari menyampaikan pertanyaan
yang namun sudah dijawab oleh Prof.
Matun sangat semoga tetap sukses untuk
Indonesia ya dan suasananya juga semakin
kondusif.
[Musik]
kami mencoba
menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Murahlah kami junjung teguhkan diri
dan jadikan pedoman serta kekuatan.
Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas kebanggaan negeri berentas situs
melayani bangsa dengan akuntabilitas
tinggi.
Hamina
dari sini tugas dengan hati
tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Layani bangsa loyal tanpa batasannya
[Musik]
dan berkolaborasi
bergandeng tangan
tujuan
menjadikan ASN lebih berakhlak
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami melayani
bangsa
[Musik]
Kami dari sini tegas dengan hati
tujuhkan kompetensi dalam harmoni.
loyal tanpa batasannya
adaptif dan berkolaborasi
bergandeng tangan satu tujuan
untuk menjadikan ASN lebih beragama
mengerjas penuh hati tulus membantu
sesama dibang kami melayani
dengan mengangani
[Musik]
dengan mengang kami melayani
B
[Musik]
Bersam membangun asa
menuju cipta yang mulia.
Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya.
Langkah pasti menitipiti zaman
dengan semangat pembaruan.
Ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
PPS Tenjing Pusat unggulan
tempat lahirnya insan berkualitas
mencetak STM berkompetensi
tangguh cerdas dan inovasi bersatu dalam
visi yang terang menjawab tantangan
jangan gemilang
PPSDM Jawa Timur Center of Exens masa
depan demi
[Musik]
bersama membangun asa
menuju cita yang mulia.
Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya.
Langkah pasti mengiti zaman
dengan semangat pembaruan,
ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
BPSM Jatim pusat unggulan
tempat lahirnya insan berkualitas.
Mencet STRM berkompetensi.
Tangguh cerdas penuh inovasi
bersatu dalam visi yang terang. Menjawab
tantangan jangan demiang.
BVPSDN Jawa Timur Center of Sans masa
depan gemilang L
[Musik]
Has muda semangat membara
di era digital terus berkarya
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cembalak Jawa Timur terus melaju
bersama BPSD yang cim kita terus melesat
untuk Indonesia emas prestasi hebat ASN
unggul
tiada yang tertinggal no one left behind
kita terus melangkah
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cemerlang Jawa Timur terus
melayu bersama BPSDM
Jatim
Kita terus melesat untuk Indonesia emas.
Prestasi her aset unggur tiada yang
tertinggal.
No one left behind. Kita terus melangkah
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cemalah Jawa Timur terus melaju.
Bersama BPSDM
Jatim kita terus melesat untuk Indonesia
emas prestasi hebat bersama kampus
satelit PPSDM Jatim no one left behind
um unggul dan berkualitas
Mel tinggi
Indonesia jaya Yeah.
[Musik]
Baik, Sobat SM masih di webinar seri 34
dan tentunya harus tetap bersemangat ya
karena ada salah satu pemateri
narasumber kita yang kedua yakni Dr. H.
Ahmad Muzaki Alhafiz, MA selaku Imam
Besar Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.
Luar biasa. Dan beliau menempuh
pendidikan S2 dan S3 di IAIN Sunan Ampel
Surabaya. Namun sebelum itu jangan lupa
juga untuk follow sosial media dari
BPSDM Jatim. Je jangan lupa itu langsung
saja saya menyapa
Bapak H. Ahmad Muzaki Alhafiz, MA. Apa
kabar, Bapak? Asalamualaikum.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Baik, alhamdulillah. Mohon izin saya
kurang mendengar suara Bapak. Ngapunten
sanget. Asalamualaikum, Bapak.
Waalaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh.
Baik, alhamdulillah. Sudah, Pak.
Injih. Injih. Lumayan saya bisa
mendengar Bapak nyuman cuman agak
terputus-putus. Mohon izin.
Asalamualaikum. E baik-baik. Luar biasa.
Saya sangat berterima kasih sekali Bapak
bisa menyempatkan waktunya Bapak Muzaki
sebagai narasumber kita hari ini yang
kedua dan mudah-mudahan senantiasa bisa
membangun ASN berakhlak tentunya. Baik,
kami persilakan untuk memberikan
materinya Bapak. Monggo.
Asalamualaikum.
Baik. Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Bapak
[Musik]
sudah bisa
[Musik]
untuk mic-nya sedikit ada gangguan.
Mohon izin pangapunten sanget. Giih
Bapak Muzagi untuk mic-nya sedikit
terpotong-potong ngoten, Pak. Punten.
Baik, bisa dicoba kembali. Mohon izin.
Kadang kami tidak terdengar, kadang kami
terdengar. Injih.
Baik, Bapak Muzaki
kami persilakan untuk menyampaikan
sesuatu agar kami saget mendengar.
Bapak, mohon izin.
Injih masih terputus-putus, Bapak.
Baik, Sobat. Baik, Sobat ASN. Memang
mungkin gangguan jaringan mungkin nggih
Bapak. Nggih. Jadi tetap kami ingin
menunggu kepada seluruh sobat ASN karena
memang sudah ditunggu-tunggu juga untuk
materi dari narasumber kedua hari ini
ya. Jadi memang ee jaringan, sinyal,
lokasi juga kabelnya itu mungkin juga
berpengaruh. Baik, untuk sobat ASN
jangan lupa juga kami sampaikan untuk
jangan lupa di link semesta Bangkomnya
disesuaikan dicek secara berkala untuk
sertifikat yang sudah mungkin sudah jadi
bisa ditilik-tilik sedikit. Dan yang
kedua jangan lupa untuk ee ASN Soat ASN
semuanya ya jangan lupa untuk follow
dari sosial media kita ada Instagram
dari BPSDM Jatim, TikTok juga ada,
Facebook dan juga di YouTube channel-nya
tentunya ya. Jangan lupa di-subscribe.
Dan saya juga sering melihat di YouTube
channel BPSDM Jatim itu ada pengajian
rutin Yun sewu ya seperti informasi dari
orang-orang yang luar biasa. Nah, itu
bisa jadi sobat ASN di seluruh Indonesia
untuk menyimak selalu YouTube
channel-nya. Masyaallah, alhamdulillah.
Bapak mohon izin Banguten Bapak Muzaki
Berpun aman.
Kami coba lagi Bapak. Disilakan.
Asalamualaikum, Bapak. Kami mohon ulang.
Injih.
Iya, mohon izin Bapak, kami tidak
mendengar. Atau mungkin mic-nya nggih
Bapak atau mungkin diganti dengan mic
ini. Monggo.
Dalam
mungkin diinformasikan miknya bisa pakai
HP.
Mic-nya bisa menggunakan HP. Bapak mohon
izin pangapunten sanget nggih Bapak.
Nggih. Injih bisa mungkin diganti
menggunakan handphone. Baik kita tetap
menunggu Bapak karena beberapa sobat ASN
sangat menantikan dari materi yang Bapak
sampaikan. Mohon izin Bapak Muzaki
sekali lagi. Nah, ini sudah mulai
terdengar. Alhamdulillah. Masyaallah.
Injih. Injih. Sudah mulai terdengar.
Cuman masih agak naik.
Nah. Alhamdulillah. Masyaallah.
Alhamdulillah. Disilakan Bapak.
Masyaallah. Alhamdulillah
saya. Saya akan menyapa seluruh peserta
dengan sapaan ahli surga dengan
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Mohon izin, mohon izin Bapak. Suaranya
sepertinya agak bergemur. Sekali lagi
dicoba Bapak, monggo.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Baik.
Asalamualaikum.
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Monggo.
Bismillah.
Bismillahi rabbil alamin.
Alhamdulillahi rabbil alamin. Wasalatu
wassalamu ala asrofil mursalin
sayyidina wa maulana Muhammadin wa ala
alihi wa ashabihi wat tabiina ajmain.
Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana
innaka antal alimul hakim.
Rabbisrohli sodri waassirli amri wahlul
uqdatan min lisani
yafqohu qauli. Amma ba'du.
yang sama-sama kita muliakan,
Bapak Ketua BPSDM, Bapak Dr. Ramlianto.
Kemudian
narsum pertama
Bapak
Sekda eh Bapak Asisten
Bapak Dr. Andes H. Ahmad Jazuli,
S.H., M.Si. si
dan juga kepada
Bapak Prof. Dr.
H. Abdul Halim Subadar,
MA yang sangat saya muliakan serta
seluruh peserta
webinar
PPSDM
yang mulia, yang saya hormati.
Alhamdulillah
kita bersyukur bahwa pagi ini kita
berkumpul
walaupun dalam keadaan daring, dalam
keadaan sehat walafiat.
Semoga pertemuan kita ini membawa
barokah
dan bisa merubah diri kita semakin baik.
Dan semoga pertemuan kita ini
yang punya urusan semoga dimudahkan
urusannya oleh Allah. yang punya hajat
semoga dikabulkan hajatnya,
tambah umur, tambah istikamah ibadahnya
dan kapanp kita kembali kepada Allah
benar-benar membawa husnal khatimah.
Ee para peserta sekalian,
berbicara tentang Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam tentu
tidak akan bosan kita membicarakannya.
Makanya tema kita ini adalah Rasulullah
inspirasi dan idola sepanjang masa.
Allah memuji nama Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam itu
seperti
ayat yang kita baca. Wa innaka laa
khuluqin adzim.
Sesungguhnya engkau Muhammad
mempunyai akhlak yang mulia.
Jadi ada buku bagus
itu menyatakan bahwa kalau kamu melihat
orang yang paling kaya, lihatlah Nabi
Sulaiman Alaihalam.
Ya, orang-orang baik itu terwakili oleh
nabi dan rasul.
Kalau kamu lihat kesabarannya Nabi,
lihatlah kesabaran Nabi Ayub.
Kalau kamu lihat
ketampanan para nabi,
lihatlah Nabi Yusuf Alaih Salam.
Tapi kalau kamu lihat akhlaknya para
nabi, lihatlah Baginda Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Jadi Nabi
Muhammad itu unggul
dalam aspek akhlak.
Nah, saya akan melihat
atau
melihat dari sisi akhlak Rasulullah
dalam kehidupan sehari-hari.
Rasulullah sebagai manusia dan
Rasulullah sebagai pemimpin
juga Rasulullah sebagai imam salat.
Pertama,
ada ayat yang sering kita baca
bahwa laqad kana lakum fi rasulillahi
uswatun hasanah
limanana yarjullaha wal yaumal akhir
wakarallaha katsir sesungguhnya
telah ada pada diri Rasulullah itu
teladan yang baik bagimu.
Bagi orang-orang yang mengharapkan
rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat
serta
banyak mengingat Allah.
Jadi kalau kita mengidolakan
itu idola Rasulullah.
Karena kita yakini Rasulullah adalah
berakhlak yang mulia, berakhlak yang
terbaik. Sudah terbukti.
Wa innaka laa khulqin adim. Dan engkau
Muhammad mempunyai akhlak yang agung
yang mulia.
Ibunda Aisyah pernah ditanya tentang
akhlak Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam.
Beliau menjawab, "Kana khuluquhul
Quran."
Akhlak Rasulullah itu adalah akhlak Al
Al-Qur'an.
Kemudian
Rasulullah itu sebagai manusia biasa
sebagaimana kita. Kenapa Rasulullah
manusia biasa? Agar Rasulullah mudah
dicontoh. Itu yang pernah dikritik oleh
orang-orang musyrik Makkah. Kenapa
Rasulullah itu gak seperti malaikat
saja?
Lah kalau seperti malaikat mana bisa
kita contoh. Rasulullah manusia manusia
biasa. Dia makan, dia minum, dia berumah
tangga, dia bisnis sehingga kita bisa
mencontohnya. Kita bisa mencontohnya.
Dan Rasulullah biasa menyiapkan
keperluannya sendiri
ya.
Kemudian bisa memasak sendiri, mengadon
roti sendiri. Bahkan Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam itu
ketika di rumah
sering memudahkan urusan istrinya.
Jadi enggak kemalan sebagai pemimpin,
sebagai seorang nabi. Kemudian
Rasulullah enggak mau membantu istrinya.
Justru Rasulullah itu membantu istrinya.
Ee
beliau Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam adalah manusia biasa.
Beliau menambal pakaiannya sendiri
dan memerah susu dan melayani diri
beliau sendiri. Nah, coba ya. Melayani
diri beliau sendiri. Ini akhlak
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Sayidatina Aisyah
menceritakan
kalau Nabi berada di rumah, beliau
selalu membantu urusan rumah tangganya.
Dan jika mendengar azan, beliau
cepat-cepat pamit kepada istrinya ke
masjid dan salatnya itu dipercepat.
Salatnya dipercepat,
wiridannya dipercepat, langsung kembali
ke rumah.
Ya, langsung kembali ke rumah. Kemudian
ada sahabat yang bertanya, "Kenapa
Rasulullah terburu-buru?
Karena aku belum selesai membantu
istriku." Nah, ini kan berbeda dengan
kita kan. Kadang-kadang kalau liburan di
rumah membantu istri kemudian azan kita
kita ke masjid kemudian lama sekali di
masjid itu wiridannya lama sekali.
Nah, kemudian ditanya, "Kenapa Mas
enggak pulang?" "Aku nang dikongone
bojoku tok ae." Nah, ini akhlak
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Nah,
Saudara-saudara,
diriwayatkan dari Al-Aswad bin Yazid, ia
berkata, "Aku pernah bertanya kepada
Aisyah radhiallahu anhu,
apakah yang biasa dilakukan Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam di rumah?"
Aisyah radhiallahu taala anhu menjawab,
"Beliau biasa membantu keluarga.
keluar.
Bila mendengar seruan azan, beliau
segera keluar untuk menunaikan salat.
Jadi, beliau membantu keluarga tapi
tidak meninggalkan kewajiban sebagai
imam salat.
Di antara sikap bergaul dengan lemah
lembutnya Rasulullah kepada istri
dengan memanggil istrinya dengan nama
Tasghir.
Tazghir itu nama kecil yang paling
disukai Ibunda Aisyah.
Beliau sering memanggil Aisyah. Kata
Ais.
Ais
pernah Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam memanggil Aisyah dengan
panggilan Aisy
Ais. Jibril datang menyampaikan salam
untukmu. Dan Aisyah menjawab,
"Salam balik atasnya
rahmat Allah dan berkatnya. Engkau
melihat apa yang aku tidak bisa
melihat." Yang dimaksud adalah
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
bisa melihat malaikat Jibril. Dan Aisyah
tidak
pernah baginda pulang pada pai pada pada
waktu pagi. Tentulah baginda amat lapar
waktu itu. Tetapi dilihatnya tiada
apapun yang ada untuk dipakai sarapan.
Dan
yang mentah pun tidak ada.
Sayidatina Aisyah radhiallahu anhu belum
memasak, belum ke pasar dan beliau
bertanya dengan halusnya,
"Belum ada sarapan wahai Humairo?"
Ya, ini panggilan
panggilan mesra bagi istrinya. Ya
humairah, wahai pipi yang
kemerah-merahan.
Kalau kita bagaimana sering memanggil
istri? Bagaimana?
Karena istrinya pipinya berwarna hitam
ya enggak dipanggil Huma tapi dipanggil
ya Hajar Aswad.
Khuma adalah panggilan
mesra untuk Sayidina Aisyah yang berarti
wahai yang kemerah-merahan.
Aisyah menjawab dengan agak serba salah.
Belum ada apa-apa wahai Rasulullah.
Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam berkata, "Kalau begitu aku
puasa saja hari ini."
Jadi Rasulullah lebih memilih puasa.
Puasa sunah. Puasa sunah itu niatnya
boleh di siang hari
ya. Jadi enggak diambil repot sama
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Kadang-kadang kita pulang ke rumah tidak
mendapatkan makanan. Kemudian tanya
kepada istri kita, "Apakah ada makanan
hari ini?" Terus dijawab, "Tidak ada."
Kita malah marah. Bojo cap opo koniku?
Kita malah marah emosi dan menyalahkan
istri kita.
Kemudian
dari Abu Hurairah, Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam pernah bersabda, "Orang
mukmin yang paling sempurna imannya
adalah orang yang paling baik akhlak
atau budi pekertinya.
Orang yang paling baik di antara kalian
adalah yang paling baik kepada istriku,
istrinya." Khairukum khairukum liahli.
Wa ana khairukum liahli.
Sesungguhnya yang terbaik di antara kamu
adalah yang paling baik kepada istrinya
dan aku adalah orang yang paling baik
kepada istriku." Ini sering saya
sampaikan.
Kalau ada suami yang bisa menghormati
istrinya, dia dihormati oleh Allah.
Kalau ada suami yang bisa memuliakan
istrinya, dia dimuliakan Allah. Tapi
kalau ada suami yang selalu menghinakan
istrinya, maka hidupnya akan dihinakan
oleh Allah. Ma akromanisa illa karim w
ahanahunna illa laim. Tiada orang yang
memuliakan istrinya kecuali hidupnya
dimuliakan Allah. Tiada orang yang
menghinakan istrinya kecuali hidupnya
dihinakan oleh Allah subhanahu wa taala.
Pada suatu saat
ee baginda
Muhammad sallallahu alaihi wasallam
sedang melakukan salat
lalu terdengar suara krek.
Jadi antara
takbir kemudian rukuk dan rukuk kemudian
iktidal kemudian sujud. Dari
perubahan-perubahan rukun itu terdengar
suara.
Terdengar suara
krek krek begitu.
Kemudian sahabat ini sebagai makmum
merasa penasaran
apa gerangan suara itu yang timbul ya
Rasulullah?
Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam
mengatakan, "Tidak ada apa-apa, Umar."
Dan kemudian Rasulullah menyibakkan
jubahnya. Alangkah terkejutnya para
sahabat. Dilihatnya adalah
Rasulullah melilitkan batu yang diikat
dengan kain pada ikat pinggangnya.
Coba Rasulullah melilitkan batu dengan
kain dan diikat pada ikat pinggangnya.
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
menahan lapar.
Kemudian
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
ee sahabat-sahabat bertanya kepada
Rasulullah, "Ya Rasulullah,
adakah bila tuan menyatakan lapar dan
tidak punya makanan?
kami tidak akan mendapatkannya
buat kamu. Jadi kalau Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam lapar dan
butuh makan, kami siap ya Rasulullah.
Kami siap ya Rasulullah. Kami adalah
sahabat-sahabatmu.
Kalau kamu butuh apa-apa, kami siap.
Ini akhlak sebagai pemimpin.
Dalam hadis lain, pemimpin itu kalau
makan terakhir,
pemimpin itu kalau makan terakhir dia
mendahulukan orang-orang yang
dipimpinnya.
Dan Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam menjawab,
"Dengan lemah lembut,
tidak para sahabatku.
Aku tahu apapun engkau korbankan demi
rasulmu,
tetapi
apakah yang akan aku jawab di hadapan
Allah nanti
apabila kita sebagai pemimpin menjadi
beban kepada umatnya?
Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah
Allah buatku agar umatku kelak tidak ada
yang kelaparan di dunia ini. Lebih-lebih
lagi tiada yang kelaparan di akhirat.
Itu jawaban Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Betapa seorang pemimpin
yang tidak mau enak yang melayani kepada
sahabat-sahabatnya
sampai
disuruh
ikut ya apa kalau lapar itu disuruh
minta kepada sahabatnya enggak mau.
Kemudian dalam Sahih Bukhari,
Anas radhiallahu anhu berkata,
"Aku tidak pernah melihat Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam memakan
adonan roti
ataupun daging kambing
ee sama sekali sampai beliau menemui
Tuhannya."
Jadi Rasulullah tidak nampak
kemewahannya. Rasulullah mengajarkan
kita kesederhanaan.
tidak nampak mewah. Adonan roti itu
artinya hidup mewah.
Dalam kitab Sahih Bukhari dari Anas
radhiallahu anhu menceritakan, "Suatu
hari Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam keluar dari rumah dan tidak
kenyang kecuali dengan roti kandum."
Rasulullah hanya memakan roti kand.
Betapa Rasulullah sangat sederhana
mengajarkan sahabat-sahabatnya sangat
sederhana.
Nah, dalam kitab Sahih Bukhari dan Sahih
Muslim dari Aisyah radhiallahu anha, dia
berkata,
"Keluarga Muhammad tidak pernah kenyang
semenjak pindah ke Madinah
dengan makan gandum selama 3 hari
berturut-turut
sampai mereka meninggal dunia."
Ini menunjukkan bahwa betapa Rasulullah
sangat sangat sederhana dan
lebih nampak
miskin ya, lebih menampakkan miskinnya.
Tentunya kita bisa mengambil inspirasi
ini bahwa sebagai pemimpin itu harus
selalu mengalah
kepada yang dipimpin
dan tidak menampakkan kemewahannya.
tidak menampakkan
ee gelaumurnya kepada yang dipimpin.
Tapi Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam hanya mengkonsumsi
roti gandum selama 3 hari
berturut-turut.
Kemudian
dalam Sahih Muslim, Umar menceritakan,
"Aku pernah melihat Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam melewati
hari-harinya tanpa ada sesuap makanan.
dan apapun yang mengisi perutnya.
Ya, kita hanya bisa tidak bisa. Ini
adalah contoh bahwa Rasulullah itu
kehidupannya memang benar-benar
prihatin.
Jadi, Rasulullah tidak pernah jarang
sekali makanan mewah. Sehari makan,
sehari tak tidak makan.
Dalam Sahih Muslim, Umar menceritakan,
"Aku pernah ee
kasih sayang Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam kepada anak cucunya."
Sekarang Rasulullah kita lihat
ee kasih sayangnya kepada anak cucunya.
Dari Abu Qatadah, Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam pernah salat sambil
menggendong Umamah binti Zainab.
Rasulullah itu sangat cinta kepada anak
kecil, sayang kepada anak kecil. Bahkan
suatu ketika
Rasulullah itu kepada Sayidina Hasan
mencium kemudian menggoda,
menggendong
disaksikan oleh sahabat.
Setelah mencium itu, sahabat itu
mendekat dan berkata, "Ya Rasulullah,
belum pernah saya mencium cucu
seperti engkau mencium cucumu? Padahal
cucu saya sudah 17."
Kemudian beliau berkata, "Jangan-jangan
sifat rahmat Allah itu telah dicabut
dari dirimu." Bahwa orang yang tidak
tidak menunjukkan kasih sayangnya kepada
anak kecil, itu artinya orang yang tidak
punya kasih kasih sayang. Jangan-jangan
Allah mencabut kasih sayang itu.
Nah, pernah Umah bin Zainab diajak salat
oleh Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam pada waktu salat jemah.
Dari
Sayyidina Allais radhiallahu anhu
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
untuk salat. Dan
beliau itu mengajak Umamah ini
ikut salat.
Waktu takbiratul ihram Allahu Akbar
digendong.
Waktu rukuk
masih digendong. Nah, waktu sujud ini
Rasulullah takut kalau cucunya
kejepit kemudian ditaruh di samping.
Nah, pada waktu ditaruh di samping
itulah kemudian
cucunya ini bermain-main di atas
punggung Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam.
Ya, bermain-main di atas punggung
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Jadi Rasulullah tidak segera bangkit
dari sujud.
Tidak segera bangkit dari sujud dan
sahabat-sahabat sama sama menunggu dan
penasaran tanya kepada Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Apa
gerangan, ya Rasulullah? Apakah ada
wahyu turun ketika engkau sujud? Tidak
ada. Lalu ada apa ya Rasulullah?
Ketahuilah bahwa saat saya sujud tadi,
cucuku bermain-main di atas punggungku.
Aku takut dia kehilangan kesenangannya.
Masyaallah. Itulah patrat Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Aku takut
dia kehilangan kesenangannya.
Jadi
saking sayangnya kepada cucunya, kepada
anak kecil, Rasulullah sampai menunda
bangkit dari sujudnya.
Hadis Anas bin Malik radhiallahu anhu.
Ia berkata,
"Aku pernah mendengar Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam bersabda,
"Barang siapa yang merasa senang bila
dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan
usianya, maka hendaklah dia menyambung
hubungan kekeluargaan atau hubungan
silaturahim." Man arutila umrahu
wabs rizqahu falyasir rahimah.
menyambung silaturahim dan juga
apa namanya
menyambung silaturahim hanya untuk
supaya rezekinya diluaskan.
Kemudian
pemisalan orang mukmin dan dalam
kecintaannya berbagi kasih sayang adalah
berlemah lembut. Ibarat satu badan. Jika
suatu anggota badan mengeluh sakit, maka
sekucur badan ikut sakit. Jadi
perumpamaan orang mukmin, orang muslim
yang saling mencintai karena Allah itu
kalau satunya sakit maka satu merasakan
sakit. Itu secara otomatis.
Yang satu sakit, yang lain ikut
merasakan sakit. Itu adalah perumpamaan
orang-orang mukmin. yang saling
mencintai karena Allah.
Kelembutan Rasulullah dalam berdakwah.
Ada ayat yang menyebutkan,
"Fabim rahmatim minallahi lintalahum
walau kunta fadidqbi
lan fadu min haulik."
Jika bukan karena kelembutanmu Muhammad,
mungkin orang-orang Makkah itu akan lari
dari engkau. Ya. Jadi dakwah Rasulullah
itu benar-benar dakwah dengan
kelembutan.
Ya, dakwah dengan kelembutan, dengan
hikmah dan mauidatil hasanah. Itu yang
dirasakan oleh Rasul sallallahu alaihi
wasallam.
Kemudian
dari Anas bin Malik radhiallahu anh,
sesungguhnya seorang badui kencing di
masjid.
Seorang badui kencing di masjid. Pada
waktu Rasulullah mengadakan pengajian
dengan para sahabat ini kalau
orang yang melihat badui kencing di
masjid itu pasti marah.
Dan sahabat-sahabat juga pasti marah.
Sahabat berdiri ada yang mau
membunuhnya. Enggak sopan Nabi. Enggak
sopan. Tapi Nabi biarkan dia.
Biarkan. Jangan pernah menghalaunya.
Biarkan kencingnya tuntas dulu.
Tuntas dulu.
Kemudian setelah tuntas badui ini enak
saja pergi tanpa merasa bersalah dan
merasa berdosa. Ini kan kurang ajar.
Tapi Nabi menyikapinya dengan lembut,
dengan kasih sayang.
Kemudian beliau mengambil ember dan
beliau basuh sisa-sisa kencing itu. Ini
dalam kaitan fikih.
Jadi kalau badui itu kencing di masjid
kan memang dia enggak tahu.
Enggak tahu. Dan dia kencing sambil
berdiri.
Nah, ini seandainya dihalau
bisa-bisa air kencingnya ke mana-mana
dan menyulitkan Rasulullah untuk
mensucikannya.
Jadi, Rasulullah biarkan dia sampai
tuntas kencingnya itu.
Sampai tuntas kencingnya itu.
Nanti kalau sudah selesai kita
bersihkan. Ini memudahkan bagi Rasul
untuk mensucikan tempat itu. Itu
bijaksana. bijaksananya Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam.
Dan ada
satu hadis
mengenai jemaah yang kentut.
Jadi Rasulullah gak kemudian
ee menginformasikan siapa yang kentut
ini. Padahal Rasulullah juga tahu. Jadi
waktu pengajian
antara Magrib dan Isya
itu terdapat sahabat yang kentut
dan bau kentutnya itu.
Dan kemudian
orang sama-sama menoleh ke kanan,
menoleh ke kiri seolah-olah saling
menuduh.
Ya, siapa yang kentut ini? Siapa?
Berarti ini yang berdiri wudu, ini yang
kentut ini.
Rasulullah hanya diam melanjutkan
pengajiannya sampai azan isya.
Ya. Kemudian Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam menunggu iqamah. Bilal
waktu itu qat dan memanggil Bilal. Bilal
jangan qat dulu. Aku mau wudu.
Kemudian Rasulullah bangkit dan wudu.
Sampai sekarang yang kentut itu belum
ketemu. Yang kentut itu belum ketemu.
Saking menjaganya Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam, jangan sampai orang itu
tersinggung, jangan sampai orang itu
malu. Inilah potret pemimpin
sejati Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Sampai untuk urusan kentut itu
pun tidak pernah bilang.
Nah,
seorang sahabat yang tidak memiliki
apapun untuk disedekahkan bertanya,
"Jika kami ingin bersedekah, namun kami
tidak memiliki apapun, lantas apa yang
bisa kami sedekahkan dan bagaimana kami
menyedekahkannya?"
Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam menjawab, "Senyum kalian bagi
saudara adalah sedekah, beramal makruf
dan nahi mungkar yang kalian lakukan
adalah untuk saudara kalian itu juga
sedekah. Dan kalian menunjukkan jalan
bagi seseorang yang tersesat itu adalah
sedekah. Istilahnya itu we ono payung
marang wong sing kudanan. Way ono teken
marang wong sing wuth. W ono dahar
marang wong sing keluwen. W ono rasukan
marang wong sing mudo. Itu adalah
filosofi Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam.
Kemudian
kecintaannya yang tinggi terhadap Allah
Subhanahu wa taala
dan rasa penghambaannya.
dalam diri Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam
menolak sama sekali
rasa keduniaan.
Seolah-olah anugerah kemuliaan dari
Allah tidak dijadikan sebab untuk merasa
lebih dari yang lain ketika di depan
umum maupun
ketika dalam keseorang.
Ketika pintu surga telah dibuka
seluas-luasnya untuk baginda
masih berdiri di waktu sepi malam
terus-menerus beribadah hingga pernah
Rasulullah terjatuh lantaran kakinya
sudah bengkak, fisiknya sudah tidak
mampu lagi menanggung
apa yang terjadi jiwanya yang tinggi.
Nabi sallallahu alaihi wasallam
salat sampai bengkak kakinya.
Ini enggak lumrah dilakukan oleh orang.
Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam ditanya oleh Ibunda Aisyah,
"Ya Rasulullah, bukankah Allah telah
menjamin engkau surga?
Bukankah dosa-dosamu telah diampuni?
Kenapa engkau beribadah sampai menyiksa,
sampai kakimu bengkak seperti ini?
Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam menjawab, "Wahai Aisyah,
aku hanya ingin menjadi hamba-hamba yang
bersyukur.
Auhibbu an akuna abdan syakuro." Aku
hanya ingin menjadi hamba-hamba yang
bersyukur.
itu pernah Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam
dalam dakwahnya ke Thaif,
Rasulullah
disiksa, Rasulullah ditolak sampai
kakinya berdarah-darah.
Kemudian malaikat Jibril
menawarkan,
"Ya Rasulullah,
apakah perlu gunung-gunung ini kami
ambil dan kami timpakan untuk
orang-orang Thaif?"
Maka Rasulullah jangan dan berdoa kepada
Allah subhanahu wa taala,
"Allahumahdi kaumi fainnahum la
ya'lamun." Ya Allah, hidayahi kaumku,
berikan petunjuk kepada kaumku. Karena
sesungguhnya kaumku mereka tidak tahu.
Saya pernah bertanya kepada ee warga
Thaif. Warga Thaif, apakah kamu tahu
bahwa
bapak-bapakmu dulu adalah pernah menolak
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam?
Pernah menolak Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam. Iya, bapak kami memang
menolak Rasulullah
tapi kami mendapat berkah doa
Rasulullah.
kami menjadi orang yang beriman atas doa
Rasulullah.
Gak kena orang tuanya, kena anaknya yang
beriman. Nah, saya kira itu ee sisi-sisi
lain dari kehidupan Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Apakah
Rasulullah sebagai kepala rumah tangga?
Apakah Rasulullah sebagai imam salat?
Ataukah Rasulullah sebagai pemimpin?
pemimpin
bagi umatnya.
Kesantunannya, kelembutannya
ya membuat kita kagum kepada beliau dan
tumbuh
apa? Untuk mencontoh beliau.
Tentu tidak bisa kita mencontoh beliau
secara 100%.
Tapi paling tidak ada sisi-sisi
kehidupan beliau yang bisa kita contoh.
Ballighu anni walau ayah. Sampaikan dari
aku walaupun hanya satu ayat. Demikian
ee kepada host kami kembalikan
segala sesuatunya. Terima kasih,
Bapak. Luar biasa sekali untuk hari ini.
Masyaallah, Nabi paling sabar Nabi Ayub.
Betul nggih. Nabi paling tampan Nabi
Yusuf. Namun untuk yang akhlaknya luar
biasa adalah Nabi Muhammad. Masyaallah.
Matur nuun sanget Bapak. Dan untuk
selanjutnya langsung saja kita sambung
ke materi sesi e mohon izin sesi tanya
jawab. Jadi nanti akan ada dari Sobat
ASN yang akan bertanya. Baik, saya akan
menanyakan kepada panitia apakah ada
yang sudah hand?
Oke. Baik. Dan juga tadi akhlak
Rasulullah nggih, Bapak. Nggih.
Sesungguhnya telah ada pada diri
Rasulullah itu suri teladan yang baik
bagimu. Yaitu bagi orang yang mengharap
rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat
dan dia banyak menyebut Allah.
Masyaallah. Tadi saya e yang heran-heran
ini Bapak ya. Saya ngobrol sedikit untuk
yang ini Bapak kalau tidak ada makanan
dari Humairo langsung beliau memilih
berpuasa ya Bapak.
Puasa. Puasa. Ya Allah.
Kalau sekarang Bapak-bapak lebih sering
jajan sepertinya Pak nanti beli di luar.
Masyaallah.
I jajan gak ada makanan.
Inj. Jadi rata-rata GoFood, Pak. Kalau
di Indonesia sekarang lebih banyak
GoFood-nya. Dan sangat saya tadi
senyum-senyum dari tadi mendengarkan e
materi dari panjenengan. Luar biasa.
Mungkin ada ingin yang ee saya tanyakan
secara pribadi Bapak. Jadi bagaimana
dengan kami para istri Bapak?
Jadi kan ee sebetulnya suami ini
menafkahi dari pertama kita menikah.
Nah, apabila seperti saya ini Bapak
sedang bekerja inj itu sebetulnya harus
seperti apa ya, Bapak untuk
i
ee menyikapi suami kepada kami agar saya
juga nanti menyampaikan ke suami saya
begitu Bapak atau semua suami tentunya
di seluruh Indonesia. Disilakan Bapak,
monggo.
Iya. Ini perhatian untuk para suami.
Iya, Bapak disilakan. Dalam kaidah fikih
itu meskipun istri bekerja,
meskipun istri punya penghasilan
sendiri, tapi tanggung jawab memberi
nafkah itu tetap suami. Ya,
ada filosofi istri itu begini,
duitmu
duitku
ya, utangmu utangmu dewe. Nah,
kalau duitku duitku dewe utangku
utangmu. Ya, itu benar. Jadi
bagaimanapun tetap suami bertanggung
jawab atas nafkah itu
kecuali istrinya tahu kalau suaminya
butuh bantuan. Nah, itu sekedar
membantu. Sekedar membantu. Jadi, gak
boleh suami meminta uang istri,
meminta penghasilan istri itu untuk
dirinya.
Kalau toh istri membantu
itu sebaik-baik istri. Sebaik-baik
istri.
Masyaallah,
Mas.
Ee aku bantu kamu, Mas. Ya, itu
sebaik-baik istri tapi gak ada kewajiban
istri.
Oh, tidak.
Kewajiban istri. Enggak ada kewajiban
istri. Kalau istri membantu nafkah suami
itu sebaik-baik istri dan harus diberi
penghargaan oleh suami.
Masyaallah. Luar biasa. Alhamdulillah.
Berarti sebaik-baik istri. Alhamdulillah
ada kelegaan gitu.
Karena memang
sekarang kan modelnya kan dibagi.
Injih. Injih
dibagi. Misalkan punya dua anak.
Betul Bapak.
Pertama aku ya.
Anak pertama kamu.
Nah, ini enggak boleh.
Hm.
Tetap anak itu tanggung jawab suami.
Baik.
Kalau ada kurangnya istri membantu itu
statusnya bantuan.
Oh, betul.
Bantuan kepada
sebaik-baik istri itu membantu suami.
Alhamdulillah. Karena saya sering sekali
mendengar malah sekarang yang 80% itu
malah yang bekerja itu istri Bapak.
Semoga mudah-mudahan dengan informasi
dari Bapak ini saya bisa menyampaikan
juga sebaik-baiknya istri berarti nggih
Bapak ngih. Luar biasa
sebaik-baik istri karena enggak punya
enggak ada kewajiban istri untuk
membantu suami. Tapi membantu berarti
sebaik-baik istri.
Sebaik-baik istri. Jadi kerelaan hati
Bapak. Betul Njih. Keikhlasan hati istri
Njih. Baik. Alhamdulillah. Terima kasih
Bapak. Itu pertanyaan pribadi dari saya.
E dan alhamdulillah juga saya sendiri
juga masih bisa menjajakan uang dari
hasil kerja saya. Waduh luar biasa.
Alhamdulillah.
Dan ini ada pertanyaan
inji pangapunten Bapak ini ada
pertanyaan dari salah satu sobat ASN
tentunya namun ee melalui ee Zoom ee
mohon izin melalui YouTube channel. Jadi
saya izin membacakan je Bapak.
Mohon izin tanya Pak Kiai Muzaki. Apakah
yang dilakukan Malaikat Jibril untuk
membalas dan mengangkat gunung saat
berdakwah di Thaif? Itu inisiatif
malaikat Jibril atau karena perintah
Allah? Baik, Bu.
Itu inisiatif malaikat Jibril.
Siap.
Karena begitu begitu parah orang Thab
memperlakukan Rasulullah.
Oh,
begitu parah. Wong rasul ke sana kan
dakwah tidak menyakiti mereka, tidak
mengolok-ngolok mereka, tapi mereka
membalasnya dengan balasan yang jelek.
Sehingga malaikat Jibril itu langsung
spontan saja, Rasul, bagaimana gunung
ini atas perintah Allah apa kami ambil,
kami timpakan di atas orang-orang Thaf.
Menunjukkan kasih sayang Rasulullah
kepada umatnya. Rasulullah malah
merespon dengan doa, "Allahumdi
fainnahum la y'lamun. Ya Allah hidayahi
kaumku, berikan petunjuk kepada kaumku.
Karena mereka tidak tahu. Buktinya
sekarang ini orang-orang Thaif beriman
kepada Rasul, beriman kepada Allah.
Kalau seandainya gunung itu ditimpakan
kepada mereka kan habis.
Orang-orang Thaif habis dan anak
turunannya ini tidak bisa merasakan
bagaimana iman kepada Allah, bagaimana
iman kepada Rasulullah. Masyaallah. Itu
kesabaran Nabi. Kalau kita coba,
kalau saya misalnya disuruh dakwat ee
ditolak, "Pak Muzaki, gimana kalau
gunung ini tak timpakan ke orang-orang
Taif?" W silakan, silakan sekalian saja.
Nah, ini itu kesabaran Rasulullah dalam
berdakwah. Itu intinya.
Baik. Baik. Berarti memang atas ini ya,
Bapak ya, luar biasa sekali
pertanyaannya. saja juga baru tahu
tentang cerita ini. Matur nuun sanget
Bapak karena keterbatasan waktu karena
menjelang zuhur. Jadi mohon izin akan
baik sangat bermanfaat sekali Bapak jadi
hanya ada penanya satu saja dan juga
penanya tadi akan mendapatkan buku yang
luar biasa cahaya di atas cahaya. M baik
Bapak Muzaki matur nuun sanget saget
pamit undur diri saya matur nuwun.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Bapak. Terima
kasihalikam warahmatullahi wabarakatuh.
Pakung matur nuwun sangat baik. Aduh
luar biasa sekali untuk hari ini. Banyak
pertanyaan dari benak saya sendiri juga
bisa saya lontarkan loh. Masyaallah. Dan
karena tugas dari hamba Allah dan
khalifah Allah itu sangat berat maka
Allah Subhanahu wa taala mengadu
menganugerahi manusia sebagai ciptaan
terbaik. Masyaallah. Dan Nabi Muhammad
ini patut diteladani
akhlak beliau prihatin, sabar, dan
sederhana. Dan juga tentu saja
sebaik-baiknya kamu adalah yang baik
terhadap istrinya. Masyaallah. Tadi saya
juga sudah lega ya, karena kita harus
selalu menyayangi suami juga membantu
sebaik-baiknya istri tadi. Dan untuk
kata mutiara dari saya hari ini, hidup
hanya dua. Apa yang kamu tanam itulah
yang kamu tuai. Maka dari itu seperti
Rasulullah yang penuh kasih sayang dan
penuh syafaat. Masyaallah. Dan mohon
izin berpantun di penghujung acara.
Mohon izin cakepnya ya dari teman-teman
yang hari ini cakep semua. Ke rumah
mertua di hari Sabtu
cakep.
Sobat ASN kita bisa bersua di lain
waktu. Boleh tepuk tangannya untuk hari
ini semuanya.
Saya mohon maaf bila ada kesalahan dalam
saya sebagai host dan moderator. Bila
ada yang kurang berkenan je tentunya
saya mohon maaf. Seayawati pamit undur
diri. Wabillahi taufik wal hidayah.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
[Musik]
[Tepuk tangan]
Zaman yang terus bergerak.
Sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia.
Siap Indonesia emas.
ASN belajar wujudkan
pemerintahan
berkelas dunia. Satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN getar berkualitas.
belajar juga
menerang
[Musik]
tekad pantang menyerah
jadi AS berkualit Kita
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]