Kind: captions Language: id Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia. Siap nyongsong Indonesia emas. ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar wujud perintah kelas dunia bukan tekad pantang menyerah jadi berkuit [Musik] sama [Musik] bersama membangun asa menuju cipta yang mulia Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti menitipi zaman dengan semangat pembaruan, ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. PPS Jatim Pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas mencetak STM berkompetensi tangguh cerdasin inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan jalan genial PPSDM Jawa Timur Center of Exens masa depan [Musik] bersama membangun asa menuju cita yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti meniti zaman dengan semangat pembaruan ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. BPSM Japim pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas. Mencet STM berkompetensi. Tangguh cerdas penuh inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan dan jangan demiang. BSDM Jawa Timur Center of Sans masa depan gemilang [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] He. [Musik] Disiarkan langsung dari BPSDM Jatim TV dan hari ini di studio saya di BPSDM Jalan Balongsariama Surabaya. Luar biasa. Alhamdulillah. Apa kabar sobat ASN di seluruh Indonesia? Izinkan saya menyapa dengan penuh sukacita dan kebahagiaan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. tentunya kita bersama-sama memanjatkan puja-puji syukur karena hari ini kita semua dapat hadir di webinar ini semuanya dalam keadaan sehat walafiat, dapat mengikuti sampai dengan akhir acara nanti. Nah, tentunya saya ucapkan terima kasih juga kepada seluruh BPSDN Jatim yang ee masih berkenan untuk saya menjadi host. Luar biasa. Alhamdulillah. Dan peringatan Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam 1447 Hijriah ini bukan hanya dimaknai sebagai acara ritual keagamaan, melainkan juga sebagai momentum transformasi diri ASN menuju pribadi yang lebih berakhlak, profesional, dan berkomitmen membangun birokrasi bersih, melayani, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Dan kali ini akan dibahas dalam webinar hari ini dengan tema ASN berakhlak negeri bermartabat, inspirasi kepemimpinan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dan saya mohon tepuk tangannya untuk teman-teman yang ada di studio. Luar biasa. Tak lupa juga kami izin menyapa kepada yang terhormat opening speech hari ini Dr. Ramlianto, S.PMP. Kepala BP SDM Provinsi Jawa Timur. Yang kami hormati cannot speaker hari ini, Dr. H. Ahmad Jasuli, S., M.Si. selaku Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur. Juga narasumber pertama kita, Prof. Dr. Abdul Halim Subahar selaku ketua lembaga pengembangan pesantren dan dinia LPPD Jawa Timur. Dan untuk narasumber kedua, Dr. H. Ahmad Muzaki Alhafiz, MA selaku Imam Besar Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Masyaallah, alhamdulillah. Dan kami juga menyampaikan kepada sobat ASN semuanya bahwa presensi sudah dapat diakses melalui website semesta Bangkom seperti yang tertera pada running chat atau chat Zoom. Dan juga jangan lupa mengisi survei serta mengisi lembar monev. Maka sertifikat akan muncul 1* 24 jam. Jangan lupa untuk dicek secara berkala dan izin saya menyampaikan tata tertib untuk bertanya. Nanti di sesi diskusi akan ee diberikan kesempatan oleh panitia dua penanya dan jangan lupa ada hadiahnya untuk hari ini. Luar biasa. Dan panitia akan memilih dari yang rais hand. Izin berpantun teman-teman yang ada di studio maupun di YouTube channel maupun Zoom bisa kasih jempolnya. Buah duren, buah semangka. Cakep. Sobat ASN makin keren karena webinarnya sangat istimewa. Boleh tepuk tangan. Masyaallah. Kegiatan SN belajar diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran bersama untuk menggali, memahami, dan mengimplementasikan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dalam kehidupan sehari-hari ASN. Selengkapnya akan dibahas dalam webinar ASN Belajar Seri 34 tahun 2025. [Musik] Dan sobat SN untuk membuka webinar hari ini, mari kita sambut bersama opening speech dari Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Kepada yang terhormat Bapak Dr. Ramlianto, S.P., MP. Kami silakan. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 4 September 2025, ASN belajar telah memasuki seri ke-34. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami, kami terus berkomitmen sekaligus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik. kekinian dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-34 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam pada tanggal 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah yang jatuh pada tanggal 5 September 2025. Sebuah momentum yang tak sekedar peringatan, tetapi gema abadi yang menyentuh jiwa setiap muslim. Tanda hadirnya cahaya peradaban lahirnya Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Sang rahmat bagi semesta yang kelahirannya menyalakan harapan dan menyingkirkan kegelapan. Karena tema ini sangat tepat untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka ASN belajar seri ke-34 tahun 2025 ini mengangkat topik ASN berakhlak, negeri bermartabat, inspirasi kepemimpinan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN belajar bahwa topik menarik ini akan dibahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sobat HN di seluruh tanah air, Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bukan sekedar peringatan sejarah. Ia adalah living legacy, warisan hidup yang senantiasa menyala dalam hati umat manusia. Dari padang tandus Mekah lahir seorang pemimpin yang membawa perubahan peradaban, menyalakan lentera akhlak, dan menegakkan keadilan universal. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bukan hanya teladan spiritual, tapi juga role model kepemimpinan transformatif yang relevan sepanjang zaman. Dalam pribadi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, kita menyaksikan sebuah sintesis agung. Akal yang tercerahkan, hati yang penuh kasih, dan jiwa yang kokoh dalam kebenaran. Beliau bukan hanya pemimpin sebuah bangsa, tetapi arsitek moralitas dunia. Bukan hanya pembawa risalah, tetapi juga peletak dasar etika universal yang tetap relevan bagi peradaban sampai kapanpun. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam adalah matahari yang menyinari gelapnya zaman, samudera kasih yang tak bertepi, dan mercuar yang menuntun langkah umat manusia ke arah terang benderang. Keagungannya bukan sekedar dikenang dalam sejarah, melainkan dirasakan dalam denyut nanti kehidupan. Setiap senyumnya meneduhkan, setiap sabdanya menghidupkan, dan setiap teladannya menyalakan harapan. Adakah pemimpin yang mampu memandukan kelembutan kasih dengan keteguhan prinsip? Adakah tokoh yang sanggup menundukkan hati tanpa bangsaan? menggerakkan peradaban tanpa kekerasan. Rasulullahlah jawabannya. Beliau hadir sebagai jawaban atas dahaga kemanusiaan, membawa risalah yang abadi, membimbing umat dari kegelapan menuju cahaya. Sobat ASN di seluruh tanah air, beliau adalah sosok yang menyatukan kelembutan hati dan ketegasan visi. Pemimpin yang membangun peradaban dengan akhlak, bukan dengan pedang. dengan kasih sayang, bukan dengan kekerasan. Dalam dirinya terjalin harmoni antara kecerdasan intelektual, kedalaman spiritual, dan kebijaksanaan moral. Menjadikannya mercuar kemanusiaan yang cahayanya menembus lintas generasi dan peradaban. Beliau adalah pemimpin agung yang menyatukan umat dengan cinta, membangun peradaban dengan hikmah. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam pemimpin agung yang jejak leadership-nya menjadi suluh bagi peradaban dunia. Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bukan sekedar peringatan sejarah. Ia adalah warisan hidup yang senantiasa menyalakan hati manusia di seluruh bumi ini dari masa ke masa. Maulid Nabi bukan sekedar peringatan sejarah, tetapi cahaya abadi yang terus menyinari jiwa-jiwa pencari kebenaran, membangunkan hati yang lalai, dan meneguhkan langkah umat di jalan penuh rahmat. Maulid Nabi bukan sekedar peringatan sejarah, melainkan momentum refleksi peradaban di mana kita meneladani kepemimpinan beliau dalam membangun masyarakat yang adil, beradab, dan bermartabat. Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bukan sekedar peringatan sejarah, tetapi pertanyaan besar bagi kita semua. Sudahkah kita meneladani akhlaknya, menghidupkan visinya, dan mewarisi semangat kepemimpinannya dalam mengabdi kepada bangsa dan umat manusia? Maulid Nabi adalah kaca benggala untuk melihat dan meneladani setiap gerak Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sebagai inspirasi. Senyumnya adalah keteduhan, ucapannya adalah petunjuk, tindakannya adalah teladan. Sobat ASN di seluruh tanah air, kepemimpinan beliau tidak hanya membangkitkan semangat para sahabat di medan perang, tetapi juga menguatkan hati para yatim piatu, para fakir, dan kaum tertindas. Beliau adalah pemimpin yang menyalakan harapan bahkan dalam situasi yang paling gelap sekalipun. Kepemimpinan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam adalah pelita agung yang tak pernah padam. Beliau hadir bagaikan cahaya fajar yang membelah gulita menuntun manusia dari kegelapan menuju jalan terang. Gelar al-Amin bukan sekedar pengakuan, tetapi penegasan bahwa integritas adalah mahkota seorang pemimpin. Dari keteladanan itu, kita sebagai ASN belajar bahwa pengabdian sejati lahir dari kejujuran, kerja ikhlas, dan komitmen untuk melayani rakyat dengan sepenuh hati. Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air, lalu bagaimana kita sebagai ASN Indonesia memaknai Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam ini dalam aksi nyata sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Dr. K.H. Ahmad Jazuli, S. M.Si. Beliau adalah Plt. Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur. Terima kasih atas pencerahan yang sangat bernilai sebagai genot speaker. Kedua kepada Prof. Dr. H. Abdul Halim Subhar, MA. Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren dan Dinia Jawa Timur yang telah berbagi hikmah mendalam tentang teladan kepimpinan Rasulullah dalam membangun peradaban umat. Dan kepada Ustaz Dr. K.H. Ahmad Muzaki Alhafid, MA. Imam Besar Masjid Nasional Alakbar Surabaya yang akan menyampaikan inspirasi virtual penuh makna bagi kita sekalian. Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-34 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Ramlianto, S.P,MP selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Dan acara berikutnya adalah knot speech dari Dr. H. Ahmad Jasuli, S.H., M.Si. selaku asisten administrasi umum Sekretarias Daerah Provinsi Jawa Timur. Masyaallah, luar biasa. Bapak, izinkan kami menyapa, Bapak. Asalamualaikum, Bapak. Mohon izin Bapak Jasuli. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah Bapak sehat. Apa kabar Bapak? Masyaallah sehat Bapak. Baik mohon izin Bapak. Saya sangat senang sekali bisa bertemu dengan Bapak Jazuli lagi eh Nun Sewu. Pripun Bapak? Apakah mendengar suara saya Bapak? Mohon izin. Siap. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Masih mengingat saya ya, Bapak. Luar biasa. Mbak Maya terima kasih bertemu kembali. Injih. Sehat Bapak? Sehat selalu Mbak Maya. Inj sami-sami. Ee dengan kerendahan hati saya sangat bangga sekali loh bisa bertemu dengan Bapak kembali. Baik untuk selanjutnya sobat ASN kami persilakan Bapak Dr. H. Ahmad Jazuli, S.H., M.Si. untuk memberikan materinya. Monggo Bapak memberikan ke knee speed-nya. Monggo disilakan. Bismillah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah alladzi arsala rasulahu bilhuda winil haqq liirahu aladini kullih wa kafa billahi syahida. Allahumma sholli wasallim wabarik ala sayyidina Muhammad wa ala alihi wa ashabihi waman tabiah. La haula wala quwwata illa billah. Amma ba'du. Yang saya hormati, saya banggakan sosok pimpinan yaitu Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur Bapak Dr. H. Ramlianto, S.MP. Yang penuh ee ide, inspiratif, dan selalu memberikan semangat kepada kita semuanya. Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. K.H. Halim Zubahar, MA, Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniah Jawa Timur. Juga beliau hari ini sebagai narasumber. Beliau juga ketua senat Universitas Islam Negeri Jember. Narasumber berikutnya yang saya hormati Bapak Dr. K. H. Ahmad Muzaki, M., L. Alhafiz. Imam Besar Masjid Al-Akbar yang saya banggakan, Mbak Mayasanti yang selalu aktif memandu kegiatan ASN Belajar. Sahabat-sahabat ASN Belajar di mana pun berada, mudah-mudahan kita selalu sehat walafiat, penuh keberkahan dalam lindungan Allah Subhanahu wa taala. Sahabat-sahabat ASN belajar di mana pun berada, tak kenal maka tak sayang. Maka kiranya mungkin yang baru bergabung biar kenal. Saya Ahmad Jazuli, asisten administrasi umum Plt. Maaf karena sekarang ini istilahnya kalau gak berpantun enggak afdal. Burung dadali suka makan kurma. Jazuli sekarang widyayaswara utama. kebetulan dipercaya Bu Gubernur sebagai Plt. Asisten Agresiasi umum. Ee pada kesempatan ini mari kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala. Kita ditakdirkan Allah menjadi umat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dan hari ini kita melaksanakan ASN belajar sekaligus kita mengadakan peringatan Maulid Nabi melalui ee online ini yang digagas oleh BPSDM. Mudah-mudahan pertemuan kita majelis hari ini, majelis pengajian ASN belajar ini membawa berkah maslahah bagi kita semuanya, terutama lebih meningkatkan kecintaan kita kepada Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kami apresiasi kepada BPSDM Jawa Timur yang mana dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak hanya menekankan pada aspek lahiriah, tidak aspek hanya knowledge atau ilmu pengetahuan saja, tapi bagaimana rohani agar kita ini ee ada keseimbangan antara pikir dan zikir, ya. Dalam arti kita ini supaya tidak terlalu sibuk pada urusan dunia, tetapi BPSDM selalu mengasah rohani dengan kajian-kajian keislaman. Ada ESN mengaji bahkan kegiatan-kegiatan ee pembinaan rohani selalu dilaksanakan. termasuk hari ini ASN Belajar ee sekaligus menyambut peringatan Maulidur Rasul. Mudah-mudahan pertemuan kita menjadi tawasul kita, kelak bisa bersama Rasulullah di surga Allah Subhanahu wa taala fi jannati naim. Para peserta webinar ASN belajar yang dirahmati Allah. Kita bersyukur, kita memperingati peringatan Maulid Nabi. tidak sekedar formalitas, tidak sekedar hanya melaksanakan kegiatan, tetapi mari kita semuanya di forum ini yang ikut pada webinar ini, mari kita hadirkan hati kita untuk cinta kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Cinta dan mensyukuri atas kelahiran Nabi ya yang membawa dari minadulat ilan nur. menjadi kegelapan menjadi din Islam. Kita sebagai umat Nabi Muhammad harus cinta kepada Rasulullah dalam bentuk kita peringatan Maulid Nabi. Kita membaca banyak selawat, terutama kita mengikuti sunah-sunah beliau. Kita mengaktualisasikan diri kita, tauladan Rasulullah di dalam semua kegiatan kita. Itulah namanya cinta kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kami ingat kisah seorang ee a'rabi, seorang Arab primitif. Suatu saat ketika menjelang salat, si A'rabi itu bertanya kepada Nabi Muhammad, "Kapan ya Rasulullah kiamat itu terjadi?" Ya, itu pertanyaan seorang A'rabi, orang pedesaan. Ketika pertanyaan itu disampaikan kepada Rasulullah, Nabi balik bertanya, "Kamu bertanya tentang kiamat. Apa persiapanmu menghadapi kiamat?" Apa persiapanmu? Si Arabi menjawab, "Nabi, kami tidak banyak salat, tidak ahli puasa, tidak ahli sedekah, tapi modal kami adalah cinta kepada Allah dan Rasul-Nya." Apa komentar Kanjeng Nabi? Nabi menimpali ucapan sahabat itu, anta maaman ahbabta. Kamu bersama orang yang kau cintai. Karena itu cinta kita kepada Rasulullah selalu memperingati peringatan Maulid Nabi dengan pengajian-pengajian. Alhamdulillah di Indonesia ini ya mulid zaman Bung Karno di Istana Negara ada peringatan Maulid Nabi yang saat ini di Indonesia dilaksanakan peringat Maulid Nabi di kampung-kampung, di pemerintahan, di sekolahan, di lembaga-lembaga organisasi jug mengadakan peringatan Maulid Nabi. Ini menunjukkan cinta kepada Rasulullah. Tapi lebih dari itu, bagaimana implementasinya? Kita mencontoh bagaimana kesederhanaan Rasulullah, bagaimana kejujuran Rasulullah, bagaimana kasih sayang Rasulullah kepada sesama, bagaimana Nabi Muhammad menerapkan jiwa pemaafnya, kesederhanaan dan sebagainya. Makanya cinta kita kepada Rasulullah ini harus dipupuk dan ditingkatkan. Mudah cinta kepada Rasulullah. Digambarkan bahkan diriwayatkan Abu Lahab paman Nabi ya. Tetapi pada akhirnya selalu memusuhi Nabi. Dikisahkan ketika Sayidati Aminah istri Sayid Abdullah. Ya, Sayid Abdullah adalah kakak Abu Lahab. Saat itu Abu Lahab menyampaikan kepada budaknya namanya Suwaibah. Hai Suwaibah, tolong kamu ke rumah Sayidati Aminah, kakak ipar Abu Lahab. Di sana ada cahaya nur, cahaya terang. Coba kamu datang ke sana. Tsuwaibah seorang budaknya Abu Lahab datang ke sana ternyata menyaksikan kelahiran Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kemudian Suaibah kembali lapor kepada Abu Lahab. Tuhan, ternyata Sayidati Aminah melahirkan seorang anak Nabi Muhammad. Wah, begitu dengar cerita ini, berita ini, Abu Lahab sangat gembira, sangat senang dengan kelahiran keponakannya Nabi Muhammad ini. Saking senangnya Abu Lahab menyampaikan kepada Suwaibah, "Wahai Suwaibah, karena gembiraku, senangku, cintaku terhadap keponakanku Muhammad sebagai rasa gembira. Aku merdekakan kamu hai Taifa kamu. Aku merdekakan sama dengan aku menjadi orang merdeka." Ini bentuk kegembiraan Abu Lahab ketika Nabi Muhammad lahir. Sehingga dikisahkan Abu Lahab ini walaupun di neraka. Nah, setiap hari Senin diringankan seksanya. Para sahabat ASN belajar di mana pun Anda berada yang dirahmati Allah. Makanya mari kita cinta kepada Rasulullah ini betul-betul kita pupuk dengan selalu mencontoh keteladanan sikap Rasulullah. selalu memperbanyak selawat kepada Rasulullah. Ya, makanya sangat tepat kalau yang disampaikan Rasulullah, manama maulidi kuntu syafi'an lahu yaumalqiamah. Barang siapa yang mengagungkan kelahiranku, termasuk kita memperingati hari lahir Nabi ini, kuntu syafi'an lahu yaumalqiamah. Aku memberikan syafaat diada pada hari kiamat kepadanya. Karena itu kita harus selalu berselawat kepada Nabi. Tanda cinta kepada Rasulullah. Nabi menyampaikan aas yaumalqiamah aksarum al shatan. Kata Rasulullah, "Orang yang paling berhak kepadaku di hari kiamat nanti adalah mereka yang paling banyak membaca selawat." Sahabat-sahabat ASN di mana pun berada, mari kita sebagai bentuk cinta pada Rasulullah kita sumarak, kita semarakkan di mana pun kita berada, di kampung, di masjid supaya anak-anak kita cinta kepada Rasulullah. Saat ini banyak anak-anak pemuda kita mengidolakan artis-artis, mengidolakan tokoh-tokoh ya yang kadang-kadang yang sering bersebarangan kepada ee ajaran Baginda Rasul. Mari dengan peringatan Maulid Nabi ya, semangat untuk cinta Rasulullah ini kita gaungkan di mana-mana sehingga anak-anak kita, keluarga kita, ASN kita di dalam mengabdi, di dalam bekerja melayani masyarakat selalu kembali kepada ajaran Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. ASN belajar di mana pun berada, mari kita komitmen menteladani Rasulullah secara paripurni, sekuat tenaga walaupun tidak bisa seluruhnya ya. Mari karena apa? Kita ini butuh sosok panutan ya. Kalau kita menadari Rasulullah semuanya di mana pun berada, insyaallah kedamaian akan terjadi. Rasulullah pemaaf, Rasulullah sederhana, Rasulullah selalu menutupi aib orang lain. Ya, ini perlu kita terapkan. Subhanallah. Hari-hari ini bagaimana kita lihat suasana demo unjuk rasa di mana saja ini rasanya sudah jauh dari ajaran Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Makanya momentum peringatan Maulid Nabi hendaknya menjadi tonggak kita untuk mari kita akhiri suasana demo yang anarkis ini kita lakukan menjadi yang lebih bijak. Bapak Ibu sekalian pesn belajar di mana pun berada. kiranya kalau mainpan ini ada ee moto ASN berakhlak akronimnya adalah memberikan pelayanan yang berorientasi pada yang akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, kolaboratif. Ini adalah sebuah akronim yang nilainya semuanya ber kalau kita tarik benang merah dengan perilaku diapan Rasulullah jangan tepat ya. Nabi Muhammad adalah sarang itu kompeten. Nabi Muhammad adalah akuntabel. semuanya ada di dalam ee pribadi Rasulullah mempunyai sifat sidik, amanah, fatonah, dan tabligh. Ya. Jadi berakhlak ini ASN berakhlak kalau secara tersirat adalah bagaimana ASN di Indonesia ini supaya sesuai dengan harapan Rasulullah bahwa Nabi Muhammad diutus oleh Allah menyempurnakan akhlak. Innama buitu liutamima makarimal aklaq. Sesungguhnya aku diutus oleh Allah adalah untuk menyempurnakan akhlak. Bagaimana ASN yang baik? ASN yang berakhlak itu bagaimana implementasinya? Adalah seorang ASN yang hablum minallahnya bagus, hablum minannasnya bagus, ibadahnya tekun, pelayanan masyarakat bagus. Kemarin saya sempat memberikan pembinaan di Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo pada ASN. Saya sampaikan peringatan Maulid Nabi. Mencontoh Rasulullah. Berarti berakhlaklah. ASN berakhlak bagaimana? Ibadahnya bagus, pelayanan bagus. Jangan sampai kami contohkan di rumah sakit jam 0.00 seorang SN salat duha habib duha baca Al-Qur'an sementara tidak memberikan pelayanan. Bagaimana kita menempatkan diri ya. Alhamdulillah kami melihat kemarin suasana di Rumah Sakit Umum Daerah di Sidoarjo itu ASN-nya ibadahnya tekun, pelayanannya bagus. Kiranya ini sebuah contoh saja dan insyaallah di pelayanan di Provinsi Jawa Timur sudah mengarah pada ASN berakhlak. Bagaimana kita pelayanan yang baik, pelayanan juga baik. Para SN di mana pun berada yang dirahmati Allah. Kita berharap momentum peringatan Maulid Nabi ini sebagai wujud cinta kepada Rasulullah. Mudah-mudahan pertemuan kita barokah, manfaat. Mudah-mudahan melalui ASN belajar hari ini ya menteladani Rasulullah kita berusaha untuk selalu meneladani dalam seluruh aspek kehidupan Rasul kita perbanyak selawat. Kita bangga bersyukur kita senang sebagai umat Nabi Muhammad kita yakin kita kelak akan mendapat syafaatul uzmah. syafaat utama dari Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Di mana ketika nanti di yaumul mahsyar kita-kita ini semua manusia dikumpulkan di yaumul mahsyar suasana panik, suasana seperti ee susahnya semua manusia menghadapi hisab ya. digambarkan oleh Rasulullah ya semuanya itu telanjang semuanya pada di Ara itu ya sampai Aisyah bertanya, "Ya Rasul, bagaimana kita ini malu ya Rasul kalau saat itu tidak tidak sempat berpikir bagaimana memperhatikan yang satu dengan yang lainnya." Karena sangat paniknya ketika di yaumul mahsyar, saat itulah semua manusia mendatangi, para manusia mendatangi Nabi Muham, Nabi Adam alaihi salam sebagai bapak sea manusia. Nabi Adam tidak bisa memberikan syafaat. Kemudian Nabi Adam suruh ke Nabi Nuh. Ke Nabian Nuh juga demikian ya. Nabi Adam punya dosa. Nabi Nuh pernah meninggalkan umatnya. Nabi Nuh memerintahkan datanglah ke Nabi Ibrahim. Ya, Nabi Ibrahim memerintahkan ke Nabi Musa. Nabi Musa pun demikian kepada Nabi Isa semuanya tidak bisa memberikan syafaat yang pada akhirnya semuanya ya kepada Nabi Muhammadlah yang bisa memberikan syafaat di yaumul mahsyar itu. Nabi Muhammad ketika dimintai syafaatnya ya Allah masyaallah Nabi Muhammad naik ke arasy. di aras Allah. Nabi Muhammad sujud minta kepada Allah untuk berikan syafaat yang pada akhirnya Allah memenangkan, "Ya Muhammad irfa rsak tuktoh angkatlah kepalamu. Kamu akan saya berikan makam syafaat." Mudah-mudahan forum ini menjadikan kita lebih cinta kepada Rasulullah, lebih bisa mengamalkan nilai-nilai ajaran Rasulullah dan kelak kita mendapat syafaat dari Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Mbak Maya kiranya itulah yang saya sampaikan. Sebenarnya saya ingin bisa bergabung di BPSDM. Ternyata di BPSDM ada yang offline sehingga lebih komunikatif. Tapi saya bangga apresiasi kepada BPSDM Jawa Timur ini yang selalu mengada jajatan momentumen keagamaan untuk mengasah rohani kita semuanya. Matur suwun sahabat-sahabat di mana ada berada mohon maaf. Terima kasih saya akhiriatal mustaqim. Wallah mufiq il. Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Bapak luar biasa. Terima kasih sekali. singkat tapi penuh cinta terhadap Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Nggih, Bapak. Nggih. Dan luar biasa Bapak. Saya senang sekali loh bisa ketemu Pak Jazuli lagi ini. Alhamdulillah. Ngih. Langsung saja untuk penanya nggih. Betul nggih. Mohon izin untuk di materi sesi tanya jawab berikutnya kami persilakan kepada sobat ASN yang hari ini hadir di Zoom maupun YouTube channel disilakan untuk raise hand dan kami dari panitia akan memilih untuk dua penanya dan luar biasa hari ini untuk yang bertanya mohon izin Bapak akan mendapatkan hadiah buku ya. Masyaallah alhamdulillah saya sudah dapat Mbak Maya. Masyaallah, Pak. Karena yang bicara dapat juga izin membaca Bapak dengan judul Cahaya di atas Cahaya, sebuah ikhtisar pengajian Alhikam tentang baginda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ee dan oleh K. H. Muhammad Jamaluddin Ahmad. Masyaallah, luar biasa. Disilakan untuk penanya pertama yang sudah dipilih oleh panitia. Mohon izin teman-teman yang ada di studio. Baik, luar biasa. Sekali lagi untuk Bapak Jazuli. Masyaallah. Nggih. Jadi memang untuk webinar hari ini memang menjadi momentum agar ASN benar-benar berakhlak ya dan juga sangat mencintai Rasulullah. Luar biasa. Dan mungkin kalau pertanyaannya dari saya boleh ya Bapak saya ingin bertanya sebetulnya. Monggo Mbak Maya. Siap. Baik. Baik. Bapak bagaimana ya? Saya itu selalu setiap harinya itu memakai cincin zikir. Mohon izin. Mohon izin. Tapi kadang itu saya selalu berzikir Bapak tapi setelah mendengar ini memang kita lebih apa tadi? Bapak, saya ingin ee menanya ulang. Bila kita sering berselawat, nah itu tadi akan ada apa begitu, Bapak? Nah, ini saya tadi kurang kurang begitu ini, Bapak ee penjelasannya. Saya mohon mungkin dijelaskan ulang karena saya lebih memilih sering berzikir daripada berselawat. Nah, mungkin lebih baikun Bapak disilakan. Ya, begini Mbak M ya. Jadi Islam itu indah, Islam itu mudah. Jadi untuk berbuat kebaikan banyak alternatif. Bisa zikir baca Al-Qur'an, berselawat, bisa baca kalimat ee bertasbih ya. Jadi banyak. Tetapi selawat ini sangat istimewa. Karena apa? Di dalam Al-Qur'an Allah berfirman, "Innallaha wa malaikatahu yusuna alan nabi." Ya ayyuhalladzina amanu shu alaihi wasallim taslima. Jadi perintah-perintah ibadah ada perintah salat, ada puasa, tapi yang perintah berselawat ini innallaha waaik. Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya yusuna alan Nabi. Dari Allah dan malaikat pun berselawat kepada Nabi. Sehingga Allah memerintahkan, "Ya ayyuhalladzina amanu, hai orang-orang beriman, shu alaihi wasallimu tasliman." Berselawatlah kepada Nabi, sampaikan salam kepada Nabi. Ini perintah dari Allah. Ditambah lagi kata Rasulullah, "Alanas biyaumalqiamah aksaruhum ali salatan." Jadi orang yang paling dekat yang berhak untuk ee mendapatkan syafaatlah nanti di Rasulullah ada di hari kiamat nanti. Aksaruhum al shatan yang paling banyak salatnya kepada saya. Itulah kenapa saya memilih lebih banyak selawat dan mudah mengucapkan selawat ini. Mohon maaf Mbak Maya sekedar ilustrasi ya. Siap Bapak. mungkin teman-temannya di offline. Saya punya kisah menarik bahwa giih Bapak seseorang itu ee tergantung bagaimana kebiasaan sehari-hari apa yang diamalkan. Baik. Walaupun mudah tapi kalau gak pernah diamalkan baca selawat ya ini juga akan menjadi sulit. Baik Bapak ngaput ini kisah menarik barangkali teman-teman di PU Binamarga Jawa Timur mengikuti. Pak Tambeng pernah cerita kepada saya. Oh, Bapak. Kalau ini kan sudah rutin bagi kita. Mudah dan rutin bisa. Tetapi bagi mereka yang tidak pernah salat, ya mungkin salat karena terpaksa kalau ada pimpinan saja itu agak sulit. Maaf ini kalau di offline ini menarik sekali. Menarik waktu itu ya makna bengti punya ada tiga ee ada temannya atau siapa tiga orang ya. Ini kisah nyata enggak sebut nama gak ngerasani tapi kejadian itu unik. Begitu di antara bertiga mau jemah itu saling mendorong. Kamu yang ngimami, kamu ngimam royak gak mau ya karena gak biasa salat. Apa yang terjadi? Yang satu suruh maju ini ngampen. Iya. Begitu yang satu maju jadi imam begitu. Allahu Akbar. Baik. Bismillahirrahmanirrahim. berhenti lama kemudian oleh aku ngomong si aku gak iso ngimani kisah seperti ini kejadian nyata makanya selawat dibiasakan alat salat itulah jawaban saya mbak ya baik siap masyaallah luar biasa maturun bapak saya akan lebih mengimbangkan antara zikir dan selawat tapi saya lebih mendengar sering dari YouTube Bapak kadang untuk berselawat masyaallah baik ternyata sudah ada penanya Bapak yang sudah sangat pengin bertanya ini karena Pak Pak Jazuli salah satu idola. Baik. Asalamualaikum. Bapak dari mana dan dari instansi? Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sadi dari SMA Negeri 1 Ngoro Mojokerto Bapak Dr. Pak siapa ini ketemu ini? Pak siapa nih? Pak Kasihadi, Pak Jozli. Bapak Kasih nggih, Bapak. Masyaallah. Alhamdulillah ee jenengan tadi sudah memberikan inspirasi beberapa ee cerita yaitu ee sahabat Arabi dan Abu Lahab yang luar biasa ketika cinta pada Rasulullah. Dan yang saya tanyakan Bapak dalam konteks ASN berakhlak dan visi Indonesia bermartabat, bagaimana nilai-nilai kepemimpinan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam seperti amanah, fatan siddiq, dan tablig dapat diimplementasikan secara praktis untuk mengatasi tantangan korupsi dan anarkis yang ada di ee saat ini, Bapak. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Langsung Mbak Maya. Kami persilakan Bapak monggo untuk langsung bisa menjawab. Baik, disilakan. Pertanyaan singkat tapi panjang lebar ini kalau dijelaskan belum mengupas sidik, amanah, fatonah, tablig itu panjang. Tapi saya ringkas saja bahwa bagaimana ASN ee mensikapi era yang saat ini ee gampangannya hedonisme. Orang itu lebih suka materi. Yang penting senang, kekayaan dan sebagainya. ini adalah bagaimana mestinya kita sebagai ASN ini untuk menyontoh kehidupan Nabi selalu bersyukur, selalu sabar, selalu jujur, selalu ee berpikir fatonah itu kan cerdas. Bagaimana kita mengamati segala sesuatu, tablig menginformasikan ya berita-berita yang positif jangan yang hoak. Karena itu ASN bermartabat kiranya gasakan ini dibutuhkan. Seorang ASN yang hidupnya sederhana, seorang SN yang memberikan contoh dalam arti kedisilannya, kejujurannya. Ini tidak dalam arti banyak bicara, tapi action-nya no action. Bagaimana kita keteladannya? Makanya ee lisanul hal afsahu min lisanil maqol. Ini yang dibutuhkan. Kita ini perlu contoh yang banyak bukan mauidah yang banyak. Itu singkat jawabannya ya. Kita butuh lisanul hal afsahu min lisanil maq. Itu Pak Kati. Salam teman-teman Mojokerto. Burung dadali suka makan nanas. Jazuli mantan kepala dinas di Mojokerto maksudnya ya. Terima kasih Pak. Luar biasa sekali, Bapak. Aduh, di Mojokerto pasti sudah rindu nggih, Bapak. Nggih, matur nuwun, Bapak. Jangan lupa nanti akan kita kirim ke alamat Bapak. Bapak mendapatkan hadiah yang luar biasa. Boleh tepuk tangan untuk teman-teman di studio dan juga jempolnya dari YouTube channel, ya. Dan untuk pertanyaan selanjutnya nih, sepertinya sudah ada yang sangat-sangat pengin bertanya. Monggo disilakan. Baik dan jangan lupa menyebutkan nama juga dari mana berasal. Baik. Asalamualaikum Ibu. Apa kabar? Sehat, Ibu? Mohon izin mendengar suara saya dengan jelas, Ibu. Dari mana dan dengan Ibu siapa? Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Baik, alhamdulillah. Monggo disilakan memberikan pertanyaannya dan menyebutkan nama juga dari mana panjenengan berasal. Disilakan. Oke. Ee, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pak Kiai. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarikumsalam wabarakatuh. Eh, saya Ahirwati dari ee Puskesmas Gegesik Kabupaten Cirebon, Pak. Pertanyaannya ee bagaimana konsep kepimpinan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam terhadap umatnya yang bisa diterapkan ee untuk generasi ee muda saat ini, Pak? Mungkin itu saja, Pak Kiai. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Gigih Bu Indahwati namanya. Izin namanya. Tadi kurang terdengar, Ibu. Mohon izin. Dari Puskesmas Bapak tadi saya mendengarnya cuman waktu eh Ibu Ahiryawati, Pak. Aliawati. Betul Ibu Ahiryawati. Ahyawati Bapak. Monggo disilakan Bapak. Ibu Ahyawati. Ya. Terima kasih, Ibu Ahyawati. dari Cirebon ya. Maturun di ASN ini bermanfaat tidak hanya untuk Jawa Timur tapi untuk Indonesia. Pertanyaan yang sangat menarik, bagaimana konsep ala Rasulullah terhadap menyikapi ee untuk generasi muda akan datang? Ya, barangkali ee konsep Rasulullah yang menekankan kita dalam meningapi kehidupan ini terutama generasi muda. Ayo semangat semangat. Kalau dalam Rasulullah ini ditegaskanun kita ya termasuk generasi muda kita. Ayo kita bekerja di dunia ini seolah hidup selamanya. Tapi jadi untuk persiapan akhirat koy-koyok besok akan mati. Kalau ini kita terapkan, maka kita akan kerja keras, bahkan semangat untuk mengejar ee bagaimana untuk mengelola dunia ini, bagaimana memakmurkannya, bagaimana pengabdian kita seolah-olah hidup selamanya. Tapi ketika kita sudah beribadah, seolah-olah kaakaan seolah besok akan mati. Selain hal itu juga ee kita ala Rasulullah ya ala Rasulullah bahwa Kanjeng Nabi ini mengabdi diibaratkan menanam itu walaupun ee tidak harus kita yang menikmati sendiri apa yang kita tanam. Kisahkan Rasulullah menanam ya menanam pohon itu bukan untuk kita tapi anak untuk generasi setelah kita. Pendek kata Allah Rasulullah kita ini jangan egois hanya untuk kepentingan sesaat untuk kita tapi gimana meninggal untuk generasi akan datang. Makanya ee pada generasi muda kita ini boleh harus untuk mengejar ee IPTEK tapi impaknya juga jangan boleh ketinggalan. Pendek kata kalau di Al-Qur'an yarfaillahina amanu minkum walladina ilma darajat. Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan. Barangkali itu simpel saja. Terima kasih dari Puskesus Mas Cirebon bisa gabung. Matur suwun. Alhamdulillah. Bagaimana Ibu? Sudah jelas nggih aman nggih Ibu? Nggih. Alhamdulillah. Jenengan mendapatkan hadiah juga ee buku yang luar biasa, Cahaya di atas Cahaya. Baik, terima kasih Ibu. Baik, untuk selanjutnya ada diberikan kesempatan satu penanya lagi Bapak. Mohon izin je terakhir untuk penanya ketiga hari ini. Kami persilakan. Iya, masih proses. Luar biasa ya tadi yang bertanya secara praktis e nilai-nilai yang menanggulangi anarkis dan koruptor. Ini tadi konsep yang sesuai Rasulullah nggih. Aduh, luar biasa penanyaannya hari ini Bapak. Alhamdulillah nih baik. Alhamdulillah sudah bergabung. Bapak, asalamualaikum. Dari mana dan dengan nama siapa, Bapak? Mohon izin sangat jelas nggih. Karena saya tidak bisa mencatat Bapak rata tidak jelas namanya. Monggo disilakan kelihatannya ini. Iya. Dengan nama siapa Bapak? Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pak Yazuli. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dari Banyuwangi, Pak. dari Banyuwangi. Oh, Banyuwangi. Dari Banyuwangi. Pak Sekda, Pak Guntur. Iya, betul. Ini karena agak pangling pakai ini ya. Ya. Ya. Pak Seda. Giih. Gi Pak Kiai ee karena di bulan ini sudah e kita bersama-sama menikmati atau mungkin memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang di dalamnya banyak kandungan-kandungan ayat yang mengajarkan bahwa wsalamin [Musik] tentunya kita hubungkan dengan di masa-masa sekarang ini banyak kejadian-kajian, kejadian-kejadian yang di luar dari kemampuan kita sebagai manusia. ee terkait dengan itu bagaimana supaya kejadian-kejadian ini jangan sampai merembet ke mana-mana terkait dengan kita sebagai ASN supaya ASN kita ini jangan sampai ee bagaimana supaya ASN ini bergerak sebagai ASN yang berakhlak sesuai dengan ajaran-ajaran Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Karena kita ASN ini harus bisa memberikan contoh sesuai yang oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Terima kasih. Itu yang pertanyaan yang kami sampaikan Pak Kiai. Makasih, mohon maaf. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nggih, langsung Mbak Maya ya. Injih. Terima kasih Pak Sekda. ini tidak hanya bertanya tapi beliau memberikan cerahan bahwa Rasulullah adalah wama arsalnaka illa rahmatalil alamin. Aku tidak mengutus engkau Muhammad kecu rahmat seluruh alam. Jadi keberadaan Nabi Muhammad ini tidak hanya bagi manusia tapi bagi binatang, bagi tumbuhan tumbuh-tumbuhan lingkungan ini. Ini sebenarnya saya menjabarkan ayat yang dibaca Pak Sekda. Tapi yang pertanyaan berikutnya, bagaimana kita menyikapi kejadian akhir-akhir ini? Nah, ini sebagai ASN kiranya mari kita mensikapi suasana yang seperti ini dengan penuh arif. Yang pertama ya ini filosofinya jawab ya. Nek ono manis oj racun. Kalau ada pahit jangan dilepeh. Mungkin itu obat. Nah, saat ini di medsos ini bersebaran bagaimana berita-berita haw yang banyak ini. Kita harus menyaring supaya tidak mudah terprovokasi. Apalagi sekali ini pakai AI sehingga ee bisa suara itu dengan gerakan seseorang bisa ditipu. Makanya di dalam Islam fatabayyanu maka tabayun dulu jangan sekar bertindak. Saat ini ASN sebagai abdi negara, abdi masyarakat kiranya perlu lebih menghayati, lebih mendalami terhadap apa yang kita terima. Jangan ono manis ditelan barangkali itu racun. Kalau pahit dan dilepeh mungkin itu obat. Sehingga menyikapi kejadian akhir-akhiri ini itu harus tabayun. Yang kedua, ASN menyikapi seperti ini. Kita harus soliditas, kekompakan kita sebagai ASN jangan mau dipecah belah ya. Pendek kata kita ini satu tubuh ya, satu tubuh. Kemudian yang ketiga, bagaimana S menyikapi kita tampakkan sikap kita pelayanan kepada masyarakat yang sering saya sampaikan ketika pembinaan ASN di Jawa Timur bahkan di kabupaten kota yang mengundang saya. Saya ini diundang ke mana-mana. Kebetulan tadi burung dadali suka makan kurma. Jazuli sekarang widyaiswara utama. Jadi kemarin saya diundang di Sidoarjo, Pak Sek ya. Nanti malam diundang di Jombang, ya. Alhamdulillah. Ini mudah-mudahan apa yang saya sampaikan manfaat. Yang ketiga ini bagaimana ASN ini pelayanan prima yang sering saya sampaikan di mana-mana. Kembangkan filosofi Kanjeng Nabi yang selalu bastul wajhi, wajah ceria, wajah yang sume. Nah, saya gambarkan dalam bentuk 4S. Ayo kita sapa masyarakat dengan 4S. Salam, senyum, sapa, santun. Kalau ini yang kita terapkan, masyarakat akan indah melihat ASN sehingga tidak insyaallah mengurangi gejola. Apalagi kita baringin dengan hidup sederhana. Kita bisa hidup mewah, tapi kita sederhana. Ayo menteladani Rasulullah. Rasulullah itu seorang ya kepala negara juga pimpinan agama. Tidurnya di pelapa kurma lah. Kita ayolah kita hidup sederhana walaupun mampu untuk beli yang mahal. Itu barangkali Pak Sekda sukses Banyuwangi. Salam teman-teman ASN di Banyuwangi. Pak Sekda suun sanget Pak Jasuli. Pripun Bapak sudah jelas dengan apa yang disampaikan Bapak? Bapak Jasuli pripun? Aman nggih, Bapak? Nggih. Sudah puas nggih. Dan panjenengan mendapatkan buku loh, Pak. Luar biasa ini bukunya nggih. Terima kasih sekali Pak Sekda IJ. Baik dari Banyuwangi. Luar biasa. Alhamdulillah. Matur nuun sanget Bapak Jasuli sudah menjawab tiga pertanyaan dari Sobat ASN ya. Tadi empat ini. Dalam pripun Bapak? Empat jawaban sama Maya tadi yang pertama ya. Oh iya empat ya betul. Saya juga bertanya tadi sampai lupa Bapak ngapunten. Jadi saya juga akan mendapatkan buku cahaya ini ya Bapak ya tentunya. Masyaallah tadi lucu sekali loh Pak. E keren ya pantunnya keren. Burung apa tadi Bapak mau diulang apa? Burung dadali suka makan kurma. Jazu sekarang bidadari suara utama ya. Masyaallah boleh tepuk tangan teman-teman yang ada di studio. Luar biasa. Matur nuwun sanget Pak Jasuli. Mohon izin ee saya menyampaikan terima kasih. Nanti saya izin saya akan memimpin rapat. Ada ada rapat yang harus saya pimpin tetapi saya nanti akan mengikuti ee secara Zoom tapi tidak menampakkan wajah biar saya tetap bisa ikut tetapi ee mungkin sambil rapat sehingga tidak bisa konsentrasi. Izin Prof. Subahar, Prof. Alimbahar sama ee Kiai Muzaki. Kalau saya nanti memantaunya tidak bisa dengan 100% full karena sambil mimpin rapat. Terima kasih Bapak ya dan semua. Iya. Baik. Terima kasih Bapak saget undur diri. Matur nuun sanget. Terima kasih sekali. Monggo Bapak dulu. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Masyaallah luar biasa. Memang yang disampaikan Bapak ada nilai-nilai konsep untuk generasi muda dan juga sebagai ASN bisa menghayati lebih mendalami agar tidak mudah terpengaruh. Nah, ini luar biasa. Agar lebih disikapi dan ee solidaritas ya dan tidak mau dipecah belah karena kita ASN, Sobat ASN seluruhnya adalah satu tubuh hidup sederhana meneladani Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Oh [Musik] Baik, Sobat ASN. kami informasikan bagi para pemenang tadi yang sudah mendapatkan hadiah buku yang luar biasa dan kami mohon untuk WA ke running chat yang tertera jadi mengirimkan alamatnya tidak kesasar ke alamat saya nantinya ya. Baik sobat ASN untuk acara berikutnya adalah yang ditunggu-tunggu materi yang sangat luar biasa dari narasumber pertama kita hari ini Prof. Dr. Abdul Halim Subhar, MA selaku Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren dan Dinia LPPD Jawa Timur. Luar biasa. Dan beliau menempuh pendidikan S1 dan S2 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. [Musik] Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Apa kabar Bapak Bapak Abdul? Sehat? Alhamdulillah. Asalamualaikum, Bapak. Baik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bapak. Mohon izin. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Sehat ya, Bapak ya. Saya terima kasih sekali Bapak sudah meluangkan waktunya menjadi narasumber kita pertama yang tentunya ditunggu-tunggu oleh Sobat ASN di seluruh Indonesia. Baik, Bapak kami persilakan untuk Bapak memberikan materinya. Monggo. Baik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Bismillah walhamdulillah wasalatu wasalamu ala sayyidina Muhammad ibni Abdillah waa alihi wasahbihi wawala w ba'duh. Yang kami hormati senior kami Bapak Dr. K. H. Ahmad Jazuli. Burung dadali terbang tinggi ke Jazuli itu memang ahlinya. Sahabat narasumber Dr. K. H. dari Imam Besar Masjid Al-Akbar Surabaya, K. H. Murzaki. Panitia khususnya Kepala BPSDM Bapak Dr. H. Ramlianto, M.Pd. Peserta sekalian yang sangat kami banggakan. Sebelum kami menyampaikan materi, kami tadi diperkenalkan sebagai ketua lembaga pengembangan pesantren dan diniah Provinsi Jawa Timur. Lembaga ini dibentuk melalui SK Gubernur. Oleh karena itu, tugas kami yang pertama adalah melakukan percepatan SDM khususnya di Jawa Timur. Dan alhamdulillah selama 5 tahun ini sejak tahun 2019 sampai sekarang LPPD sudah menjalin kerja sama dengan 138 perguruan tinggi terdiri dari PTKi negeri dan swasta Mahad Ali dan juga Al-Azhar di Alazar Mesir. Dan penerima manfaat itu luar biasa di Jawa Timur sejak tahun 2019 itu sudah berjumlah 6.800 76 penerima manfaat. Baik mereka yang diberi kesempatan untuk studi program sarjana, program magister, program doktor, dan program marhala ul, marhala ssaniah maahad, juga program S1 dan Al-Azhar. Jadi Jawa Timur itu luar biasa menanam dan sekarang sudah panin. Di antara Alazhar itu dari 30 angkatan pertama 25 sudah panin. Untuk program S3 dari 40 angkatan pertama 38 sudah panin. Ini adalah sosok-sosok yang sangat luar biasa. Mereka adalah sosok yang berilmu, berakhlak, dan belajar dalam rangka mencari ilmu dan mencari keberkahan. Ya, insyaallah ke depan bahwa prospek khidmah mereka yang sudah selesai atau khidmah mereka yang sekarang sudah berada dalam taraf penerima manfaat sejumlah 6.876 mahasiswa penerima beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Insyaallah ini akan berkembang secara signifikan di masa-masa yang akan datang dan mereka pasti akan memberikan kontribusi terhadap kemajuan pesantren, kemajuan pendidikan Islam dan kemajuan Provinsi Jawa Timur. Insyaallah materi yang diamanahkan kepada kami ini terkait dengan ASN berakhlak negeri bermartabat. Kita coba menggali inspirasi kepemimpinan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan. Yang pertama itu terkait bahwa kita tidak boleh lupa bahwa Allah Subhanahu wa taala memberikan anugerah pada kita termasuk para ASN. Ini anugerah yang tidak didapatkan oleh makhluk lain kecuali yang namanya manusia. Manusia itu dicipta oleh Allah Subhanahu wa taala untuk beribadah. W khalaqtul jinna wal insa illa liyaudun. Jadi tidak ada hal lain kecuali untuk ibadah. Ibadah tentu dalam pengertian yang sangat luas, bukan sebatas pada ibadah salat. Tetapi hal-hal positif yang terkait dengan kemaslahatan, yang terkait dengan kebaikan itu adalah ibadah. Kita niat menjadi ASN ya. Niat kita yang baik itu bagian dari ibadah. Ketika niat itu kita implementasikan dengan kinerja yang baik, maka pahala dari ibadah kita itu akan terus dilipatkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Demikian juga orang salat, demikian juga kita menjadi ASN, demikian juga kita yang menekuni profesi-profesi yang lain. Kita niat aja sudah ibadah dan itu berpahala. Apalagi kita mengimplementasikan niat kita yang baik. untuk ibadah itu, itu pasti akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah Subhanahu wa taala. Kemudian yang kedua, bahwa Allah itu menjadikan manusia bukan semata untuk ibadah, tetapi Allah menegaskan, "Inni jailun fil ardhi khalifah." Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Itu penegasan Allah bahwa yang ditunjuk sebagai khalifah itu hanyalah manusia. makhluk lain tidak diberi amanah sebagai khalifah. Kenapa? Karena khalifah itu tugasnya sangat berat. Ya, kita bukan sekedar hidup, kita bukan sekedar ibadah, tetapi sekaligus kita diminta untuk menjadi wakil Allah di bumi, mengelola bumi dan memakmurkan bumi dalam rangka kemaslahatan sesuai dengan petunjuk Allah Subhanahu wa taala. Oleh karena itu, manusia sebagai pemimpin dan penanggung jawab di muka bumi bertugas untuk menjaga dan memakmurkan alam untuk kemaslahatan dan sesuai dengan ketentuan Allah Subhanahu wa taala. Oleh karena itu, tugas manusia sebagai Abdullah dan sebagai khalifatullah itu sangat berat. Karena manusia diberi amanah yang sangat berat tugas dan tanggungjawabkan tanggung jawabnya oleh Allah Subhanahu wa taala. Maka Allah memberikan tiga keistimewaan, tiga anugerah yang luar biasa kepada manusia ini. Yang pertama manusia adalah ciptaan terbaik Allah. Laqad khalaqnal insana fi ahsani takqdib. Itu yang pertama. bahwa manusia adalah ciptaan terbaik, jauh lebih baik dibanding ciptaan-ciptaan Allah yang lain. Termasuk binatang juga. Jauh lebih baik manusia sebagai ciptaan Allah yang fi asan tak. Yang kedua, Allah itu memberikan kelengkapan kepada manusia berupa akal yang dengan akal itu manusia berbeda dengan makhluk-makhluk yang lain. Dengan akal itu manusia diberi peluang untuk akses pengetahuan, untuk akses ilmu, untuk akses pendidikan. sehingga kemampuan manusia, potensi manusia itu bisa dikembangkan dari waktu ke waktu. Jadi diberinya akal karena Allah memberikan akses kepada manusia. Akses berupa pengetahuan, akses berupa ilmu, akses berupa pendidikan. Kemudian yang lain yang tidak kalah pentingnya Allah juga memberikan anugerah kalb. Ketika Allah memberikan anugerah akal, akal itu tidak mampu mengapresiasi dan tidak mampu merasakan kekhusyukan kita ketika kita sedang beribadah dan ketika kita sedang berzikir kepada Allah Subhanahu wa taala. Oleh karena itu dilengkapi lagi anugerah Allah terhadap manusia. Allah memberikan manusia itu kalbu, kemampuan hati nurani. Karena dengan kalbu manusia diberi akses untuk bisa merasakan kekhusyukan ketika manusia itu sedang ibadah, kepada manusia, sedang zikir, kepada manusia ketika manusia itu sedang melaksanakan amanah. Jadi ini hal yang luar biasa dan ini hanya manusia yang bisa merasakan karena manusia diciptakan dengan tiga kemampuan lebih itu fi ahsani takwid disempurnakan dengan kemampuan akal disempurnakan dengan kemampuan kalb jadi sepintar-pintar orang ketika yang diasah itu hanya kemampuan akalnya insyaallah dia tidak akan mampu merasakan kenikmatan dan kekhusyukan ketika Nah tiga potensi ini harus dirawat dan ini harus dikembangkan. Kalau ingin merawat fisik kita, maka kita harus mengasup makanan dan minuman yang halalan thayyiban mubarakan dan juga harus sering olahraga. Ini untuk menjaga anugerah yang pertama dan itu wajib dijaga. Karena siapapun itu dilarang menyakiti fisik kita, dilarang merugikan fisik kita, dan dilarang apalagi sampai membunuh kita. Itu haram hukumnya. Demikian juga kalbu kalbu akal. Akal itu juga harus dipelihara, harus dirawat. Tapi cara merawat akal itu tidak sama dengan cara kita merawat fisik kita. Akal itu harus kita rawat dengan banyak membaca, dengan banyak diskusi, dengan banyak akses ilmu dan akses pendidikan. Itu cara kita merawat akal. Kalbu beda juga cara merawatnya. Tidak sama dengan cara kita merawat akal apalagi cara kita merawat fisik. Ya, merawat kalbu itu harus diimbangi dengan potensi dan kemampuan zikir dan ibadah kepada Allah Subhanahu wa taala. Jadi, ini anugerah Allah yang harus kita jaga ya, termasuk oleh kalangan ASN. Kalau cara kita menjaga secara proporsional bahwa insyaallah pertumbuhan kita itu akan bagus. Insyaallah kita keimanan kita akan mantap, pelaksanaan syariat ibadah kita akan bagus, dan cerminan dari keimanan dan keislaman kita akan tercermin dengan akhlak kita. Ini sebenarnya bahwa akhlak itu sesuatu yang tidak dipisahkan dengan keislaman. Akhlak itu adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dengan keimanan kita. Mohon maaf ini khusus dalam perspektif keagamaan Islam ya. Artinya sehingga kita bisa meraih banyak makna dari hal-hal seperti itu. Tiga hal ini harus dirawat karena ini anugerah Allah yang tidak boleh dibiarkan. Ini harus dirawat. Sehingga ketika ketiga potensi ini betul-betul dirawat akan menghadirkan cermin akhlakul karimah yang sangat bagus. sebagai bagian dari cerminan keislaman dan keimanan kita kepada Allah Subhanahu wa taala. Selanjutnya Allah mengutus Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dengan wahyu pertama di gua biru tentangannya sangat luar biasa. Ketika Rasul menerima wahyu itu, ternyata masyarakat Arab itu hanya 22 orang yang bisa baca tulis. Ini betapa susahnya, betapa beratnya beban yang diemban oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Menghadapi kelompok masyarakat yang sangat jarang yang bisa tulis. Kalau sekarang ya peserta webinar ini semuanya sangat pintar baca tulis. Bahkan kita semua ini adalah guru-guru yang memberikan pencerahan baca tulis di tengah-tengah masyarakat. Begitu Nabi mendapatkan wahyu pertama kemudian menyebar ke masyarakat, ternyata masyarakat Arab itu hanya 22 orang yang bisa baca tulis. Tetapi hafalannya itu sangat kuat. Kalau Nabi berdakwah di kalangan sahabat, maka sahabat itu langsung hafal. Tidak lagi instruksi bertanya minta diulangi kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Begitu Nabi membacakan wahyu, semua sahabat itu langsung hafal. Ini keluar biasaan. Tetapi mereka itu sangat sedikit yang mampu baca tulis. Kalau keterangan dari Profesor Quraisyihab ketika beliau itu membina kami di program doktor di Yogyakarta, beliau menyatakan begini. Ketika saya bertanya, "Kenapa kalangan masyarakat Arab sangat sedikit yang bisa baca tulis ketika itu?" Sebab baca tulis itu dianggap sebagai cela. Hafalannya tidak kuat. Jadi mereka ketika itu sangat mengandalkan hafalan. Jadi kalau bisa baca tulis mereka itu sembunyi-sembunyi. Meskipun akhirnya dimotivasi oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Sehingga banyak dari kalangan sahabat yang menjadi penulis wahyu Rasulullah ketika Allah memberikan wahyu kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Nah, dari 22 orang itu 17 laki-laki, lima itu perempuan. Jadi, sebenarnya perempuan itu sudah berkontribusi sangat besar di awal Islam disebarkan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Perbandingannya 17 laki-laki. Kemudian ee perempuan itu ada lima. Dari 17 itu ada Umar bin Khattab, Ali, Ali bin Abi Thalib, ada Utsman bin Asfan, ada Abu Ubaidah, Abu Ubaidah bin Jarrah, ada Thalhah, ada Yazid bin Abu Sufyan, ada Abu Hurairah bin Ubad, ada Hatib bin Amar. Sementara yang perempuan yang lima itu di antaranya adalah Hafsah, istri Nabi, Ummu Kultsum binti Uqbah, Aisyah binti Sa'ad, Asyifa bin Abdullah al-Adawiyah, kemudian Karimah binti Miqdad. Nah, sementara Siti Aisyah dan Ummi Salamah istri Nabi pandai membaca tetapi belum pandai menulis. Ya, itu kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam adalah menyangkut kesulitan SDM yang mampu baca tulis. Tetapi SDM yang hafalannya sangat kuat itu betul-betul banyak didapatkan ketika Rasulullah sallallahu alaihi wasallam di awal menerima wahyu itu akhirnya terus berkembang. Dakwah Rasul selama 13 tahun di Makkah. Kemudian dakwah Rasul selama 10 tahun di Madinah, Rasul sallallahu alaihi wasallam kehadirannya menjadi teladan bagi umat manusia, khususnya bagi kita semua. Karena dalam Al-Qur'an surah Al-Ahzab itu disabdakan, "Laqod lakum fi rasulillahi uswatun hasanah liman jarjullah wal yaumal akhir wakarallahir." Sungguh pada diri Rasulullah sallallahu alaihi wasallam benar-benar ada suri tauladan yang baik bagimu. Yaitu bagi orang-orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat serta orang-orang yang banyak mengingat Allah Subhanahu wa taala. Ini hal yang pertama adalah keteladanan. Seperti tadi yang sudah banyak disampaikan oleh almukarram Dr. K.H. Ahmad Jazuli bahwa keteladanan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam meliputi banyak hal. Kalau di validasi, kalau diklarifikasi dalam teorinya Benyamin Esbum, maka keteladanan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam terdiri dari aspek pengetahuan, aspek sikap, maupun aspek perilaku. Dan itu menjadi lebih komprehensif ya, karena tiga hal ranah yang dipotret oleh Benjamin Esblum itu tidak bisa memotret seluruh kehidupan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Bagaimana kasih sayangnya Rasulullah kepada yatim piatu. Bagaimana hormat Rasulullah kepada orang yang lebih muda dan orang yang lebih senior? Bagaimana ibadah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam? Bagaimana kekhusyukan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Bagaimana perilaku Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dalam kehidupan sehari-hari? Baik sebagai kepala rumah tangga, sebagai pemimpin pemerintahan dan pemimpin negara itu penuh dengan keteladanan yang luar biasa. Kemudian yang kedua, makna kehadiran Rasulullah selain keteladanan juga ditugasi secara khusus atau mengemban misi khusus dan itu tidak terjadi pada rasul-rasul yang lain selain Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Inama buitu makarimal. Jadi hadir dalam rangka makarimal akhlak, hadir dalam rangka penyempurnaan akhlak. itu adalah tugas utama Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Oleh karena itu kita para ASN ya, kita para guru melanjutkan risalah ini. Katakanlah kalau kita berdakwah sebagai guru, misalkan guru PAI atau guru yang selain PAI tapi diniatkan sebagai bagian dari upaya menunjukkan kebaikan, menciptakan kemaslahatan sesuai dengan ketentuan Allah, maka kita akan bersambung sanadnya sampai kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Siapapun yang menjadi penyambung tugas risalah ini dalam rangka menyempurnakan akhlak, dalam rangka makarimul akhlak, itu berarti penyambung dan sanadnya bersambung kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dan itu sangat mulia itu guru-guru ngaji yang ada di musalla, yang ada di masjid, ya. Kita yang sebagai ASN kalau menyempatkan sedikit waktu kita apalagi banyak waktu kita dalam rangka makarimal akhlak. Mendidik anak-anak kita, mendidik para tetangga kita, mendidik bawahan kita. kita memberikan pandangan terhadap senior atau atasan kita, maka ini berarti kita menjadi bagian dari tugas Rasulullah sebagai makarimul akhlak penyempurnaan. Tentu ini menjadi hal yang sangat mulia. Karena keteladanan makarimul akhlak yang diteladankan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam digambarkan melalui hadis yang sangat komprehensif yang mengajarkan tentang keimanan, yang mengajarkan tentang keislaman, dan yang mengajarkan tentang keiksanan. Akhlak itu bagian dari ajaran keiksanan. yang ini terintegrasi dengan ajaran keislaman dan ajaran keimanan kita kepada Allah Subhanahu wa taala. Oleh karena itu, trilogi yang disebut dengan iman, Islam, dan ihsan adalah satu kesatuan. Meskipun ketiganya itu biasa dibedakan, tetapi tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain. Karena ketiga-tiganya itu memang merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Dan ini satu kesatuan ajaran Allah melalui malaikat Jibril yang langsung terjadi dialog dengan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Memang hadis ini sangat komprehensif ya dan agak lucu. Jadi ketika malaikat Jibril mendatangi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dengan berbagian sangat putih, rambutnya sangat hitam, tidak ada bekas perjalanan jauh. dan tidak saling mengenal antara malaikat antara Rasulullah dengan malaikat Jibril. Rasul sallallahu alaihi wasallam belum tahu. Kemudian duduk kemudian bertanya, waqala ya Muhammad akhbirni anil Islam. Wahai Muhammad khabarkan kepadaku tentang Islam. Jadi malaikat Jibril itu bertanya, minta informasi, minta pandangan, minta konsep tentang Islam kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, "Al islamu anadu alla ilahaillallah wa anna muhammadar rasulullahjal baita inaii q." Jadi malaikat Jibril itu bertanya kepada Rasulullah. Akhirnya Rasulullah menjawab. Begitu Rasulullah selesai menjawab, "Sodqta," Malaikat Jibril bilang, "Kamu benar." Jadi ini bukan hanya bertanya, tetapi ngetes ajaran Allah tentang Islam, ajaran Allah tentang iman, dan ajaran Allah tentang Islam. Begitu Rasul sallallahu alaihi wasallam memberikan jawaban singkat dan tegas, malaikat Jibril menegaskan, "Sodqta, Anda benar. Jadi bertanya tapi akhirnya membenarkan. Dalam artian yang bertanya itu bukan tidak tahu. Beliau itu tahu berarti tentang persoalan ini. Hanya ingin mendapatkan penegasan dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bahwa Islam adalah itu. Kemudian ditanya lagi, faajibna lahu yas'aluhu yasodiqu. Jadi memang mengagumkan ya malaikat Jibril bertanya dan membenarkan ajaran Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Faqala fainni anil iman. Kemudian berlanjut, "Ya Rasulullah, beritahukan kepadaku tentang iman." Maka Rasul menjawab, anum billahi waaikatihi wautubihi waasulihi wal yaumil akhirminu bilqadri khairihi. Setelah menjawab Rasulullah, kemudian malaikat Jibril juga menegaskan, "Qola sadqta, Anda benar." Q faabirniil islam anil ihsan. Kemudian malaikat Jibril bertanya lagi, "Antabudullah faam takun fainnahu qabah dan seterusnya." Ini ajaran-ajaran yang sangat mendasyar dalam Islam tentang iman, Islam dan ihsan. Ya, oleh karena itu ketiganya itu memang bisa dibedakan tapi gak bisa dipisahkan. Karena seorang yang berakhlak itu harus meng menunjukkan bahwa dia adalah pelaksana syariah yang baik. Seorang yang melaksanakan ajaran Islam, melaksanakan syariah yang baik itu tidak sempurna kecuali dia menunjukkan ekspresi keimanannya dalam pelaksanaan salat itu. Oleh karena itu, kami jelaskan di sini iman, Islam dan ihsan adalah satu kesatuan meskipun tidak bisa dibedakan. Meskipun bisa dibedakan, tetapi tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain. Iman seorang atau komunitas akan dinilai kurang sempurna jika belum nampak implementasinya dalam keislaman dan keannannya. Islam seorang atau komunitas akan dinilai kurang sempurna jika tidak ada cahaya keimanan dan tampilan keihsanannya. Dan ihsan seorang atau komunitas akan dinilai kurang sempurna jika cermin keimannya tidak terpantau, tidak terpancar dalam Islam dan adab kesehariannya. Jadi, seorang atau komunitas yang imannya baik, yang Islamnya baik akan berimplikasi terhadap kebaikan ihsannya, kebaikan akhlaknya, kebaikan adabnya. Iman adalah ajaran tentang akidah. Islam adalah ajaran tentang syariah. Dan Islam adalah tentang akhlak. Ketiganya menjadi satu kesatuan yang tidak bisa kita pisahkan. Sebagai penutup, ada beberapa hal catatan kami. Jika kita berikhtiar mewujudkan inspirasi kepemimpinan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, berarti kita berikhtiar menghadirkan keteladanan dan misi makarimal akhlak dalam kehidupan kita, dalam khidmat kita khususnya sebagai ASN yang kita muliakan. Kita bisa memulai dengan mempelajari sejarah kehidupan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Sekarang banyak beberapa referensi yang sangat mudah kita dapatkan sehingga kita bisa memahami ajarannya, kita bisa menghayati ajarannya dan sekaligus kita bisa mengamalkan ajarannya. Kita telah diberi anugerah untuk melakukan itu semua. Karena Allah ciptakan manusia dengan ciptaan terbaik yang dilengkapi fisik terbaik, akal dan kalbu. Dengan akal memungkinkan kita memahami akses ilmu dan pendidikan. Dengan kalbu memungkinkan kita merasakan kekhusyukan dalam beribadah dan zikir sehingga fungsi manusia sebagai hamba Allah, sebagai khalifah Allah bisa terlaksana dengan baik. yang menjadi garis bawah kami bahwa ketiga potensi yang dianugerahkan Allah itu harus dijaga, harus dirawat, dan harus dikembangkan secara bersama-sama. Islam tidak menginginkan orang itu pintar, tapi fisik sakit-sakitan dan pikirnya lemah. Islam juga tidak menginginkan ya fisiknya sehat tapi akal dan kalbunya lemah sehingga dia tidak pintar sekaligus dia tidak rajin untuk ibadah dan zikir kepada Allah subhanahu wa taala yang diinginkan oleh Islam fisik yang merupakan anugerah terbaik dijaga agar supaya tetap baik. Akal yang menjadi anugerah pembeda antara manusia dan makhluk lain harus dijaga sehingga fungsi akal terus bekerja berprestasi secara baik. Demikian juga kalbu sebagai anugerah Allah pada kita harus dijaga, dikembangkan secara baik sehingga kita bisa dan mampu merasakan kekhusyukan ketika kita beribadah dan zikir kepada Allah Subhanahu wa taala. Kalau itu dilakukan oleh ASN yang bisa mengembangkan fisik, akal, dan kalbu ke arah kebaikan dan kemaslahatan, insyaallah ASN itu akan menjadi simbol keteladanan bagi masyarakat Indonesia. Mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan kesehatan, memberikan kekuatan, dan memberikan keberhasilan bagi kita semua. Itu yang dapat kami sampaikan. Wallahu yaakul haqil. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Baik, terima kasih kami ucapkan Bapak. Luar biasa. Masyaallah. Kalau saya rangkum ini sangat-sangat keren sekali nggih, Pak. Karena tugas sebagai hamba Allah dan khalifah Allah sangat berat. Maka Allah Subhanahu wa taala menganugerahi manusia sebagai ciptaan terbaik. Masyaallah. Alhamdulillah sekali. Dan yang kedua, kehadiran Nabi sebagai teladan je menyempurnakan akhlak dan juga ajaran komprehensif itu iman, Islam dan ihsan. Namun sebelum itu kita langsung ke sesi tanya jawab. J Bapak ada dua penanya ee biasanya kita memberikan kesempatan untuk dua penanya. Namun sebelum itu kita tanya kepada panitia apakah sudah ada yang raise hand dari teman-teman karena sudah ada yang masuk. Baik, disilakan untuk menyebutkan nama dengan jelas dan dari mana berasal Bapak. Kami persilakan. Monggo. Asalamualaikum Bapak sebagai penanya pertama hari ini dengan Pak siapa Bapak? Mohon izin. Asalamualaikum warahmat Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dengan nama siapa Bapak? Monggo. Saya Joko Kusmarinoto dari UPT Blk Singosari Malang. Singosari Malang. Bapak Joko luar biasa. Nggih. Disilakan memberikan pertanyaan. Monggo. Pertama, pertanyaan saya adalah apa kalau mencermati paparan dari Pak Prof tadi, apakah kondisi Indonesia para pemen saat ini dengan kondisi yang ada air terutama akhirat ini apakah sudah mencerminkan atau mengikuti teladan dari Rasulullah itu atau belum, Pak? Kalau itu belum, apa strateginya ya? supaya Indonesia yang mayoritas muslim ini ee bisa lebih baiklah begitu kondisinya. Kan kita tahu para pemimpin kita baik di legislatif, yudikatif, maupun di ee eksekutif sendiri adalah muslim. Semuanya muslim. Namun demikian kondisi Indonesia ini ya sebagaimana kita lihat kok sampai seperti ini. Bakar-bakaran membakar masyaallah miris sekali, Prof. miris sekali. Kantor fasilitas umum DPRD dibakar dibakar. Masyaallah saya terus terang prihatin sekali dengan kondisi ini, Prof. Apa sebenarnya persoalan mendasarnya? Padahal kita punya tuntunan yang sebagaimana dijelaskan Prof. tadi adalah ee mengikuti contoh Rasulullah. Adakah selipnya di mana menurut Prof ini, Prof? Kok bisa terjadi banyul seperti ini? Mengerikan, Prof. Terus terang ya. Terus strategi apa yang bisa kita terapkan agar menjadi lebih baik? Yang pertama. Yang kedua, Prof. Saya ini sering mengajar pada anak-anak di PLK itu ketika saya tanyakan, "Coba sebutkan rukun iman, rukun Islam, banyak yang enggak ngerti dong. Banyak yang enggak tahu, Bro. Ini disalahnya di mana ini?" Padahal mereka itu penerus generasi. Kita sudah tua-tua ini tinggal menghitung hari sajalah kan begitu kan. Tetapi mereka akan meneruskan kalau rukun iman, rukun Islam saya banyak yang enggak paham ini salahnya di mana Prof. Terus kalau ini terus seperti ini, bagaimana kondisi Indonesia? Kami ingin ya paling tidak di Pancasila itu sudah termaktubah itu otomatis konsekuensah Tuhan yang maha esa adalah ketakwaan pada Tuhan. Kalau Islam jelas ngikuti Rasulullah, tapi kok semakin ke sini ini saya lihat kok semakin enggak beres ya. Saya sendiri bertugas sudah 39 tahun, Prof. hampir ee 39 tahun 9 bulan ASN ini semakin ke sini semakin ke sini kok semakin jauh ya anak-anak kita ini begitu. Strategi apa kira-kira yang bisa kita terapkan untuk memperbaiki kondisi bangsa ini kalau kita hubungkan dengan judul ee apa namanya ee webinar ini, Inspirasi kemiran Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ini, monggo tanggapan dan jawabannya. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dan Prof dis langsung Bapak. Monggo. Ee baik. Ini Pak Joko dari UPT Blk Malang yang sudah 39 tahun mengabdi sebagai ASN. Ini hal yang luar biasa dan apa yang disampaikan oleh Pak Joko itu hal yang sangat luar biasa ya tentang kondisi Indonesia yang mayoritas Islam tapi sama sekali jauh dari keteladanan yang pernah diteladankan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ada beberapa potensi yang memang kurang kondusif. Yang pertama, pembelajaran kita mulai dari pendidikan dasar sampai pada perguruan tinggi itu sangat verbalistik. Jadi antara ilmu dan amal itu kurang nyambung ya. Mereka bisa jadi hafal rukun iman, hafal rukun Islam, hafal apa yang dimaksud dengan ihsan. ya sekedar hafal karena tidak pernah ada peluang untuk mengamalkan itu. Yang saya contohkan gini, misalkan guru di sekolah mengajarkan kaifiah salat tasbih. Misalkan salat tasbih itu 4 rakaat bacaannya 360 tasbih. Subhanallah, walhamdulillah, walailahaillallah, wallahu akbar. di sekolah diajarkan oleh guru. Ketika diajarkan oleh guru mereka paham. Tapi guru tidak pernah bersama mereka praktik salat tasbih sehingga sampai kapan pun mereka itu tidak bisa mempraktikkan kecuali sekedar hafal itu saja. Pancasila juga gitu. hafal dengan lima sila, tapi sekedar hafal, tapi tidak pernah ada praktik dalam kehidupan sehari-hari atau praktik kehidupan sehari-hari justru sangat berbeda dengan apa yang mereka hafalkan, dengan mereka yang mereka pahami. Jadi, dikumi itu sangat kental sekali di Indonesia dan itu memang perlu dimulai. Kenapa kami tadi mencontohkan ketika Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menerima wahyu itu hanya 22 orang yang bisa baca tulis. Itu problem luar biasa. Kalau kita gak menghadapi problem itu. Semua guru, semua ASN bisa ngajar baca tulis kepada anak-anak mereka. Ya, tapi Rasulullah hanya menemukan 22 orang, 17 laki-laki dan lima perempuan. Akhirnya apa yang beliau lakukan? Melalui lingkungan keluarga terdekat perseorangan. Jadi, keluarga itu memang dibina terlebih dulu. Baru setelah itu dikut-kut. Ada sosialisasi, ada perubahan kurikulum di Kutab yang sebelumnya itu jauh dari nilai-nilai Islam. Kemudian ada nilai-nilai Islam atau agama dan akhlak mulia yang diajarkan di masing-masing kota itu di masa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Nah, di masa kita itu memang harus menyatu antara guru, antara orang tua dengan tokoh masyarakat. Jadi apa yang pernah dikembangkan oleh Ki Hajar Dewantoro tentang tripusat pendidikan yang harus menyatu orang tua, guru, dan tokoh masyarakat itu sekarang tidak nyambung lagi. Sekarang coba 3 hari ini 4 hari ya pembelajaran dilakukan secara daring. secara daring itu mungkin kalau di SMA, SMP itu terlaksana tapi di SD apalagi TK itu sangat sulit. Saya hidup di Jember, di kota depan Lipo Plaza ya. Tetangga-tetangga saya ketika ada pengumuman bahwa pembelajaran dilaksanakan secara daring. Apa yang terjadi dalam kesimpulan mereka? Daring itu artinya libur, Pak. Karena orang tuanya gak bisa ngajarkan anak-anak yang masih SD dan TK sehingga anak-anak itu dibiarkan main-main. Ketika saya tanya, "Le, kok gak sekolah kamu?" "Libur, le." Jadi itu kan pernyataan yang luar biasa ya dari anak-anak kita ya. Jadi, itu hal yang pertama yang saya kira itu menjadi hal yang sangat penting ya. Kemudian yang kedua, semua dari kita, semua yang menjadi pemimpin, apakah pemimpin di level Blk, apakah pemimpin di level sekolah, apakah pemimpin di level organisasi, apakah sebagai kasubak, apakah sebagai kabak, itu semuanya adalah pemimpin. pemimpin itu ada tanggung jawab yang nanti juga dipertanyakan oleh Allah. Karena pemimpin itu prinsipnya tasaruful imam alarah manatun bil maslah. Harus menjamin kemaslahatannya, harus menjamin kebaikannya. Itu nilai-nilai jati diri yang harus menjadi komitmen dari kita semua termasuk ASN. Bagaimana menciptakan kemaslahatan Wah itu jangan tanya pahalanya. Kalau pahalanya besar, Pak. juga jangan tanya dosanya ya. Kalau ini tidak dilaksanakan secara baik, tentu hati kita, kalbu kita akan merasakan bahwa kita lepas dari tanggung jawab. Ketika kita lepas dari tanggung jawab itu, ada perasaan berdosa dalam diri kita. Nah, oleh karena itu hal-hal seperti ini saya kira memang perlu dijahit kembali ya. Ilmu jangan sampai dikumi antara ilmu dan amaliah itu diusahakan menjadi satu kesatu kesatuan. Sehingga kalau kita hanya bisa berbicara kemudian tidak melaksanakan apa yang bisa kita bicarakan maka itu yang dilaknat oleh Allah Subhanahu wa taala. Itu beberapa hal yang saya kira cukup penting. Sebenarnya Rasul sallallahu alaihi wasallam melalui hidup-hidup sederhananya itu sangat penuh dengan keteladanan. Tadi sudah disampaikan di antaranya oleh Kiai Jazuli, lisanul hal afsahu min lisanil mak. Jadi Nabi itu lebih pada memberikan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. apa yang bisa dilihat, apa yang beliau lakukan, apa yang beliau contohkan ya dan sangat sedikit kecuali hal-hal yang sangat penting yang memberikan arahan-arahannya dan kalau tidak penting nabi itu di kalau penting nabi itu akan menyampaikan sesuatu sampai jelas sesuai dengan tingkat perkembangan intelektual. Umirna ali. Jadi Nabi menyampaikan sesuatu itu sesuai dengan bahasa kaumnya. Bahasa kaumnya. Kalau kaumnya itu awam maka Nabi akan menyampaikan dengan bahasa yang bisa dipahami oleh masyarakat awam. Kalau kaumnya itu intelektual, maka Nabi akan menyampaikan ee pandangan-pandangan sesuai dengan tingkat perkembangan kaum. Itu sementara Bapak Joko nggih yang bisa kami jawab, Pak. Karena Bapak Joko tiba-tiba memang jaringan sinyalnya mungkin belum bagus. Namun saya sangat ee menikmati juga jawaban dari Bapak. Memang eh rata-rata itu hafal saja. Betul ya, Prof. Alim ya. Rata-rata hafal tapi tidak dipraktikkan. Masyaallah. Ngapunten. Karena kondisi waktu yang cukup singkat jadi hanya ada satu penanya nggih Bapak. Nggih. Kami mengucapkan terima kasih sekali atas apa yang telah disampaikan. Mohon izin saya sangat ee bangga bisa sebagai narasumber di BPSDEM Jatim. Baik, Matun sangat saget ke Prof. Halim untuk melanjutkan ee kesibukannya lagi. Dan tentunya ngapunten buat teman-teman Sobat ASN hanya ada satu penanya karena memang luar biasa sekali yang sudah dibahas oleh Bapak. Tak lupa juga untuk Pak Jogo akan mendapatkan buku Cahaya di atas Cahaya. Luar biasa. Dan saya akan merangkum sedikit. Jadi tadi memang ada salah satu pertanyaan dengan kondisi Indonesia sekarang ya. Dan karena tugas sebagai hamba Allah dan khalifah Allah sangat berat, maka Allah Subhanahu wa taala menganugerahi manusia sebagai ciptaan terbaik. Itu tadi salah satu juga materi yang disampaikan Prof. Halim. Kehadiran Nabi sebagai teladan menyempurnakan akhlak. Ajaran komprehensif iman, Islam dan ihsan. Iman, Islam dan ihsan adalah satu kesatuan. meskipun bisa dibedakan tetapi tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Dan juga tadi ada Pak Joko dari Singosari menyampaikan pertanyaan yang namun sudah dijawab oleh Prof. Matun sangat semoga tetap sukses untuk Indonesia ya dan suasananya juga semakin kondusif. [Musik] kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Murahlah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas kebanggaan negeri berentas situs melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Hamina dari sini tugas dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Layani bangsa loyal tanpa batasannya [Musik] dan berkolaborasi bergandeng tangan tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] Kami dari sini tegas dengan hati tujuhkan kompetensi dalam harmoni. loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragama mengerjas penuh hati tulus membantu sesama dibang kami melayani dengan mengangani [Musik] dengan mengang kami melayani B [Musik] Bersam membangun asa menuju cipta yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti menitipiti zaman dengan semangat pembaruan. Ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. PPS Tenjing Pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas mencetak STM berkompetensi tangguh cerdas dan inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan jangan gemilang PPSDM Jawa Timur Center of Exens masa depan demi [Musik] bersama membangun asa menuju cita yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti mengiti zaman dengan semangat pembaruan, ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. BPSM Jatim pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas. Mencet STRM berkompetensi. Tangguh cerdas penuh inovasi bersatu dalam visi yang terang. Menjawab tantangan jangan demiang. BVPSDN Jawa Timur Center of Sans masa depan gemilang L [Musik] Has muda semangat membara di era digital terus berkarya berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cembalak Jawa Timur terus melaju bersama BPSD yang cim kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi hebat ASN unggul tiada yang tertinggal no one left behind kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemerlang Jawa Timur terus melayu bersama BPSDM Jatim Kita terus melesat untuk Indonesia emas. Prestasi her aset unggur tiada yang tertinggal. No one left behind. Kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemalah Jawa Timur terus melaju. Bersama BPSDM Jatim kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi hebat bersama kampus satelit PPSDM Jatim no one left behind um unggul dan berkualitas Mel tinggi Indonesia jaya Yeah. [Musik] Baik, Sobat SM masih di webinar seri 34 dan tentunya harus tetap bersemangat ya karena ada salah satu pemateri narasumber kita yang kedua yakni Dr. H. Ahmad Muzaki Alhafiz, MA selaku Imam Besar Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Luar biasa. Dan beliau menempuh pendidikan S2 dan S3 di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Namun sebelum itu jangan lupa juga untuk follow sosial media dari BPSDM Jatim. Je jangan lupa itu langsung saja saya menyapa Bapak H. Ahmad Muzaki Alhafiz, MA. Apa kabar, Bapak? Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik, alhamdulillah. Mohon izin saya kurang mendengar suara Bapak. Ngapunten sanget. Asalamualaikum, Bapak. Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh. Baik, alhamdulillah. Sudah, Pak. Injih. Injih. Lumayan saya bisa mendengar Bapak nyuman cuman agak terputus-putus. Mohon izin. Asalamualaikum. E baik-baik. Luar biasa. Saya sangat berterima kasih sekali Bapak bisa menyempatkan waktunya Bapak Muzaki sebagai narasumber kita hari ini yang kedua dan mudah-mudahan senantiasa bisa membangun ASN berakhlak tentunya. Baik, kami persilakan untuk memberikan materinya Bapak. Monggo. Asalamualaikum. Baik. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Bapak [Musik] sudah bisa [Musik] untuk mic-nya sedikit ada gangguan. Mohon izin pangapunten sanget. Giih Bapak Muzagi untuk mic-nya sedikit terpotong-potong ngoten, Pak. Punten. Baik, bisa dicoba kembali. Mohon izin. Kadang kami tidak terdengar, kadang kami terdengar. Injih. Baik, Bapak Muzaki kami persilakan untuk menyampaikan sesuatu agar kami saget mendengar. Bapak, mohon izin. Injih masih terputus-putus, Bapak. Baik, Sobat. Baik, Sobat ASN. Memang mungkin gangguan jaringan mungkin nggih Bapak. Nggih. Jadi tetap kami ingin menunggu kepada seluruh sobat ASN karena memang sudah ditunggu-tunggu juga untuk materi dari narasumber kedua hari ini ya. Jadi memang ee jaringan, sinyal, lokasi juga kabelnya itu mungkin juga berpengaruh. Baik, untuk sobat ASN jangan lupa juga kami sampaikan untuk jangan lupa di link semesta Bangkomnya disesuaikan dicek secara berkala untuk sertifikat yang sudah mungkin sudah jadi bisa ditilik-tilik sedikit. Dan yang kedua jangan lupa untuk ee ASN Soat ASN semuanya ya jangan lupa untuk follow dari sosial media kita ada Instagram dari BPSDM Jatim, TikTok juga ada, Facebook dan juga di YouTube channel-nya tentunya ya. Jangan lupa di-subscribe. Dan saya juga sering melihat di YouTube channel BPSDM Jatim itu ada pengajian rutin Yun sewu ya seperti informasi dari orang-orang yang luar biasa. Nah, itu bisa jadi sobat ASN di seluruh Indonesia untuk menyimak selalu YouTube channel-nya. Masyaallah, alhamdulillah. Bapak mohon izin Banguten Bapak Muzaki Berpun aman. Kami coba lagi Bapak. Disilakan. Asalamualaikum, Bapak. Kami mohon ulang. Injih. Iya, mohon izin Bapak, kami tidak mendengar. Atau mungkin mic-nya nggih Bapak atau mungkin diganti dengan mic ini. Monggo. Dalam mungkin diinformasikan miknya bisa pakai HP. Mic-nya bisa menggunakan HP. Bapak mohon izin pangapunten sanget nggih Bapak. Nggih. Injih bisa mungkin diganti menggunakan handphone. Baik kita tetap menunggu Bapak karena beberapa sobat ASN sangat menantikan dari materi yang Bapak sampaikan. Mohon izin Bapak Muzaki sekali lagi. Nah, ini sudah mulai terdengar. Alhamdulillah. Masyaallah. Injih. Injih. Sudah mulai terdengar. Cuman masih agak naik. Nah. Alhamdulillah. Masyaallah. Alhamdulillah. Disilakan Bapak. Masyaallah. Alhamdulillah saya. Saya akan menyapa seluruh peserta dengan sapaan ahli surga dengan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mohon izin, mohon izin Bapak. Suaranya sepertinya agak bergemur. Sekali lagi dicoba Bapak, monggo. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Baik. Asalamualaikum. warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Monggo. Bismillah. Bismillahi rabbil alamin. Alhamdulillahi rabbil alamin. Wasalatu wassalamu ala asrofil mursalin sayyidina wa maulana Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi wat tabiina ajmain. Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana innaka antal alimul hakim. Rabbisrohli sodri waassirli amri wahlul uqdatan min lisani yafqohu qauli. Amma ba'du. yang sama-sama kita muliakan, Bapak Ketua BPSDM, Bapak Dr. Ramlianto. Kemudian narsum pertama Bapak Sekda eh Bapak Asisten Bapak Dr. Andes H. Ahmad Jazuli, S.H., M.Si. si dan juga kepada Bapak Prof. Dr. H. Abdul Halim Subadar, MA yang sangat saya muliakan serta seluruh peserta webinar PPSDM yang mulia, yang saya hormati. Alhamdulillah kita bersyukur bahwa pagi ini kita berkumpul walaupun dalam keadaan daring, dalam keadaan sehat walafiat. Semoga pertemuan kita ini membawa barokah dan bisa merubah diri kita semakin baik. Dan semoga pertemuan kita ini yang punya urusan semoga dimudahkan urusannya oleh Allah. yang punya hajat semoga dikabulkan hajatnya, tambah umur, tambah istikamah ibadahnya dan kapanp kita kembali kepada Allah benar-benar membawa husnal khatimah. Ee para peserta sekalian, berbicara tentang Rasulullah sallallahu alaihi wasallam tentu tidak akan bosan kita membicarakannya. Makanya tema kita ini adalah Rasulullah inspirasi dan idola sepanjang masa. Allah memuji nama Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu seperti ayat yang kita baca. Wa innaka laa khuluqin adzim. Sesungguhnya engkau Muhammad mempunyai akhlak yang mulia. Jadi ada buku bagus itu menyatakan bahwa kalau kamu melihat orang yang paling kaya, lihatlah Nabi Sulaiman Alaihalam. Ya, orang-orang baik itu terwakili oleh nabi dan rasul. Kalau kamu lihat kesabarannya Nabi, lihatlah kesabaran Nabi Ayub. Kalau kamu lihat ketampanan para nabi, lihatlah Nabi Yusuf Alaih Salam. Tapi kalau kamu lihat akhlaknya para nabi, lihatlah Baginda Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Jadi Nabi Muhammad itu unggul dalam aspek akhlak. Nah, saya akan melihat atau melihat dari sisi akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah sebagai manusia dan Rasulullah sebagai pemimpin juga Rasulullah sebagai imam salat. Pertama, ada ayat yang sering kita baca bahwa laqad kana lakum fi rasulillahi uswatun hasanah limanana yarjullaha wal yaumal akhir wakarallaha katsir sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu teladan yang baik bagimu. Bagi orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat serta banyak mengingat Allah. Jadi kalau kita mengidolakan itu idola Rasulullah. Karena kita yakini Rasulullah adalah berakhlak yang mulia, berakhlak yang terbaik. Sudah terbukti. Wa innaka laa khulqin adim. Dan engkau Muhammad mempunyai akhlak yang agung yang mulia. Ibunda Aisyah pernah ditanya tentang akhlak Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Beliau menjawab, "Kana khuluquhul Quran." Akhlak Rasulullah itu adalah akhlak Al Al-Qur'an. Kemudian Rasulullah itu sebagai manusia biasa sebagaimana kita. Kenapa Rasulullah manusia biasa? Agar Rasulullah mudah dicontoh. Itu yang pernah dikritik oleh orang-orang musyrik Makkah. Kenapa Rasulullah itu gak seperti malaikat saja? Lah kalau seperti malaikat mana bisa kita contoh. Rasulullah manusia manusia biasa. Dia makan, dia minum, dia berumah tangga, dia bisnis sehingga kita bisa mencontohnya. Kita bisa mencontohnya. Dan Rasulullah biasa menyiapkan keperluannya sendiri ya. Kemudian bisa memasak sendiri, mengadon roti sendiri. Bahkan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu ketika di rumah sering memudahkan urusan istrinya. Jadi enggak kemalan sebagai pemimpin, sebagai seorang nabi. Kemudian Rasulullah enggak mau membantu istrinya. Justru Rasulullah itu membantu istrinya. Ee beliau Rasulullah sallallahu alaihi wasallam adalah manusia biasa. Beliau menambal pakaiannya sendiri dan memerah susu dan melayani diri beliau sendiri. Nah, coba ya. Melayani diri beliau sendiri. Ini akhlak Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Sayidatina Aisyah menceritakan kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumah tangganya. Dan jika mendengar azan, beliau cepat-cepat pamit kepada istrinya ke masjid dan salatnya itu dipercepat. Salatnya dipercepat, wiridannya dipercepat, langsung kembali ke rumah. Ya, langsung kembali ke rumah. Kemudian ada sahabat yang bertanya, "Kenapa Rasulullah terburu-buru? Karena aku belum selesai membantu istriku." Nah, ini kan berbeda dengan kita kan. Kadang-kadang kalau liburan di rumah membantu istri kemudian azan kita kita ke masjid kemudian lama sekali di masjid itu wiridannya lama sekali. Nah, kemudian ditanya, "Kenapa Mas enggak pulang?" "Aku nang dikongone bojoku tok ae." Nah, ini akhlak Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Nah, Saudara-saudara, diriwayatkan dari Al-Aswad bin Yazid, ia berkata, "Aku pernah bertanya kepada Aisyah radhiallahu anhu, apakah yang biasa dilakukan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam di rumah?" Aisyah radhiallahu taala anhu menjawab, "Beliau biasa membantu keluarga. keluar. Bila mendengar seruan azan, beliau segera keluar untuk menunaikan salat. Jadi, beliau membantu keluarga tapi tidak meninggalkan kewajiban sebagai imam salat. Di antara sikap bergaul dengan lemah lembutnya Rasulullah kepada istri dengan memanggil istrinya dengan nama Tasghir. Tazghir itu nama kecil yang paling disukai Ibunda Aisyah. Beliau sering memanggil Aisyah. Kata Ais. Ais pernah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam memanggil Aisyah dengan panggilan Aisy Ais. Jibril datang menyampaikan salam untukmu. Dan Aisyah menjawab, "Salam balik atasnya rahmat Allah dan berkatnya. Engkau melihat apa yang aku tidak bisa melihat." Yang dimaksud adalah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bisa melihat malaikat Jibril. Dan Aisyah tidak pernah baginda pulang pada pai pada pada waktu pagi. Tentulah baginda amat lapar waktu itu. Tetapi dilihatnya tiada apapun yang ada untuk dipakai sarapan. Dan yang mentah pun tidak ada. Sayidatina Aisyah radhiallahu anhu belum memasak, belum ke pasar dan beliau bertanya dengan halusnya, "Belum ada sarapan wahai Humairo?" Ya, ini panggilan panggilan mesra bagi istrinya. Ya humairah, wahai pipi yang kemerah-merahan. Kalau kita bagaimana sering memanggil istri? Bagaimana? Karena istrinya pipinya berwarna hitam ya enggak dipanggil Huma tapi dipanggil ya Hajar Aswad. Khuma adalah panggilan mesra untuk Sayidina Aisyah yang berarti wahai yang kemerah-merahan. Aisyah menjawab dengan agak serba salah. Belum ada apa-apa wahai Rasulullah. Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi wasallam berkata, "Kalau begitu aku puasa saja hari ini." Jadi Rasulullah lebih memilih puasa. Puasa sunah. Puasa sunah itu niatnya boleh di siang hari ya. Jadi enggak diambil repot sama Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kadang-kadang kita pulang ke rumah tidak mendapatkan makanan. Kemudian tanya kepada istri kita, "Apakah ada makanan hari ini?" Terus dijawab, "Tidak ada." Kita malah marah. Bojo cap opo koniku? Kita malah marah emosi dan menyalahkan istri kita. Kemudian dari Abu Hurairah, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam pernah bersabda, "Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlak atau budi pekertinya. Orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik kepada istriku, istrinya." Khairukum khairukum liahli. Wa ana khairukum liahli. Sesungguhnya yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik kepada istrinya dan aku adalah orang yang paling baik kepada istriku." Ini sering saya sampaikan. Kalau ada suami yang bisa menghormati istrinya, dia dihormati oleh Allah. Kalau ada suami yang bisa memuliakan istrinya, dia dimuliakan Allah. Tapi kalau ada suami yang selalu menghinakan istrinya, maka hidupnya akan dihinakan oleh Allah. Ma akromanisa illa karim w ahanahunna illa laim. Tiada orang yang memuliakan istrinya kecuali hidupnya dimuliakan Allah. Tiada orang yang menghinakan istrinya kecuali hidupnya dihinakan oleh Allah subhanahu wa taala. Pada suatu saat ee baginda Muhammad sallallahu alaihi wasallam sedang melakukan salat lalu terdengar suara krek. Jadi antara takbir kemudian rukuk dan rukuk kemudian iktidal kemudian sujud. Dari perubahan-perubahan rukun itu terdengar suara. Terdengar suara krek krek begitu. Kemudian sahabat ini sebagai makmum merasa penasaran apa gerangan suara itu yang timbul ya Rasulullah? Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Tidak ada apa-apa, Umar." Dan kemudian Rasulullah menyibakkan jubahnya. Alangkah terkejutnya para sahabat. Dilihatnya adalah Rasulullah melilitkan batu yang diikat dengan kain pada ikat pinggangnya. Coba Rasulullah melilitkan batu dengan kain dan diikat pada ikat pinggangnya. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menahan lapar. Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ee sahabat-sahabat bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, adakah bila tuan menyatakan lapar dan tidak punya makanan? kami tidak akan mendapatkannya buat kamu. Jadi kalau Rasulullah sallallahu alaihi wasallam lapar dan butuh makan, kami siap ya Rasulullah. Kami siap ya Rasulullah. Kami adalah sahabat-sahabatmu. Kalau kamu butuh apa-apa, kami siap. Ini akhlak sebagai pemimpin. Dalam hadis lain, pemimpin itu kalau makan terakhir, pemimpin itu kalau makan terakhir dia mendahulukan orang-orang yang dipimpinnya. Dan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menjawab, "Dengan lemah lembut, tidak para sahabatku. Aku tahu apapun engkau korbankan demi rasulmu, tetapi apakah yang akan aku jawab di hadapan Allah nanti apabila kita sebagai pemimpin menjadi beban kepada umatnya? Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah Allah buatku agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini. Lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di akhirat. Itu jawaban Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Betapa seorang pemimpin yang tidak mau enak yang melayani kepada sahabat-sahabatnya sampai disuruh ikut ya apa kalau lapar itu disuruh minta kepada sahabatnya enggak mau. Kemudian dalam Sahih Bukhari, Anas radhiallahu anhu berkata, "Aku tidak pernah melihat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam memakan adonan roti ataupun daging kambing ee sama sekali sampai beliau menemui Tuhannya." Jadi Rasulullah tidak nampak kemewahannya. Rasulullah mengajarkan kita kesederhanaan. tidak nampak mewah. Adonan roti itu artinya hidup mewah. Dalam kitab Sahih Bukhari dari Anas radhiallahu anhu menceritakan, "Suatu hari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam keluar dari rumah dan tidak kenyang kecuali dengan roti kandum." Rasulullah hanya memakan roti kand. Betapa Rasulullah sangat sederhana mengajarkan sahabat-sahabatnya sangat sederhana. Nah, dalam kitab Sahih Bukhari dan Sahih Muslim dari Aisyah radhiallahu anha, dia berkata, "Keluarga Muhammad tidak pernah kenyang semenjak pindah ke Madinah dengan makan gandum selama 3 hari berturut-turut sampai mereka meninggal dunia." Ini menunjukkan bahwa betapa Rasulullah sangat sangat sederhana dan lebih nampak miskin ya, lebih menampakkan miskinnya. Tentunya kita bisa mengambil inspirasi ini bahwa sebagai pemimpin itu harus selalu mengalah kepada yang dipimpin dan tidak menampakkan kemewahannya. tidak menampakkan ee gelaumurnya kepada yang dipimpin. Tapi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam hanya mengkonsumsi roti gandum selama 3 hari berturut-turut. Kemudian dalam Sahih Muslim, Umar menceritakan, "Aku pernah melihat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam melewati hari-harinya tanpa ada sesuap makanan. dan apapun yang mengisi perutnya. Ya, kita hanya bisa tidak bisa. Ini adalah contoh bahwa Rasulullah itu kehidupannya memang benar-benar prihatin. Jadi, Rasulullah tidak pernah jarang sekali makanan mewah. Sehari makan, sehari tak tidak makan. Dalam Sahih Muslim, Umar menceritakan, "Aku pernah ee kasih sayang Rasulullah sallallahu alaihi wasallam kepada anak cucunya." Sekarang Rasulullah kita lihat ee kasih sayangnya kepada anak cucunya. Dari Abu Qatadah, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam pernah salat sambil menggendong Umamah binti Zainab. Rasulullah itu sangat cinta kepada anak kecil, sayang kepada anak kecil. Bahkan suatu ketika Rasulullah itu kepada Sayidina Hasan mencium kemudian menggoda, menggendong disaksikan oleh sahabat. Setelah mencium itu, sahabat itu mendekat dan berkata, "Ya Rasulullah, belum pernah saya mencium cucu seperti engkau mencium cucumu? Padahal cucu saya sudah 17." Kemudian beliau berkata, "Jangan-jangan sifat rahmat Allah itu telah dicabut dari dirimu." Bahwa orang yang tidak tidak menunjukkan kasih sayangnya kepada anak kecil, itu artinya orang yang tidak punya kasih kasih sayang. Jangan-jangan Allah mencabut kasih sayang itu. Nah, pernah Umah bin Zainab diajak salat oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam pada waktu salat jemah. Dari Sayyidina Allais radhiallahu anhu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam untuk salat. Dan beliau itu mengajak Umamah ini ikut salat. Waktu takbiratul ihram Allahu Akbar digendong. Waktu rukuk masih digendong. Nah, waktu sujud ini Rasulullah takut kalau cucunya kejepit kemudian ditaruh di samping. Nah, pada waktu ditaruh di samping itulah kemudian cucunya ini bermain-main di atas punggung Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ya, bermain-main di atas punggung Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Jadi Rasulullah tidak segera bangkit dari sujud. Tidak segera bangkit dari sujud dan sahabat-sahabat sama sama menunggu dan penasaran tanya kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Apa gerangan, ya Rasulullah? Apakah ada wahyu turun ketika engkau sujud? Tidak ada. Lalu ada apa ya Rasulullah? Ketahuilah bahwa saat saya sujud tadi, cucuku bermain-main di atas punggungku. Aku takut dia kehilangan kesenangannya. Masyaallah. Itulah patrat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Aku takut dia kehilangan kesenangannya. Jadi saking sayangnya kepada cucunya, kepada anak kecil, Rasulullah sampai menunda bangkit dari sujudnya. Hadis Anas bin Malik radhiallahu anhu. Ia berkata, "Aku pernah mendengar Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa yang merasa senang bila dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah dia menyambung hubungan kekeluargaan atau hubungan silaturahim." Man arutila umrahu wabs rizqahu falyasir rahimah. menyambung silaturahim dan juga apa namanya menyambung silaturahim hanya untuk supaya rezekinya diluaskan. Kemudian pemisalan orang mukmin dan dalam kecintaannya berbagi kasih sayang adalah berlemah lembut. Ibarat satu badan. Jika suatu anggota badan mengeluh sakit, maka sekucur badan ikut sakit. Jadi perumpamaan orang mukmin, orang muslim yang saling mencintai karena Allah itu kalau satunya sakit maka satu merasakan sakit. Itu secara otomatis. Yang satu sakit, yang lain ikut merasakan sakit. Itu adalah perumpamaan orang-orang mukmin. yang saling mencintai karena Allah. Kelembutan Rasulullah dalam berdakwah. Ada ayat yang menyebutkan, "Fabim rahmatim minallahi lintalahum walau kunta fadidqbi lan fadu min haulik." Jika bukan karena kelembutanmu Muhammad, mungkin orang-orang Makkah itu akan lari dari engkau. Ya. Jadi dakwah Rasulullah itu benar-benar dakwah dengan kelembutan. Ya, dakwah dengan kelembutan, dengan hikmah dan mauidatil hasanah. Itu yang dirasakan oleh Rasul sallallahu alaihi wasallam. Kemudian dari Anas bin Malik radhiallahu anh, sesungguhnya seorang badui kencing di masjid. Seorang badui kencing di masjid. Pada waktu Rasulullah mengadakan pengajian dengan para sahabat ini kalau orang yang melihat badui kencing di masjid itu pasti marah. Dan sahabat-sahabat juga pasti marah. Sahabat berdiri ada yang mau membunuhnya. Enggak sopan Nabi. Enggak sopan. Tapi Nabi biarkan dia. Biarkan. Jangan pernah menghalaunya. Biarkan kencingnya tuntas dulu. Tuntas dulu. Kemudian setelah tuntas badui ini enak saja pergi tanpa merasa bersalah dan merasa berdosa. Ini kan kurang ajar. Tapi Nabi menyikapinya dengan lembut, dengan kasih sayang. Kemudian beliau mengambil ember dan beliau basuh sisa-sisa kencing itu. Ini dalam kaitan fikih. Jadi kalau badui itu kencing di masjid kan memang dia enggak tahu. Enggak tahu. Dan dia kencing sambil berdiri. Nah, ini seandainya dihalau bisa-bisa air kencingnya ke mana-mana dan menyulitkan Rasulullah untuk mensucikannya. Jadi, Rasulullah biarkan dia sampai tuntas kencingnya itu. Sampai tuntas kencingnya itu. Nanti kalau sudah selesai kita bersihkan. Ini memudahkan bagi Rasul untuk mensucikan tempat itu. Itu bijaksana. bijaksananya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dan ada satu hadis mengenai jemaah yang kentut. Jadi Rasulullah gak kemudian ee menginformasikan siapa yang kentut ini. Padahal Rasulullah juga tahu. Jadi waktu pengajian antara Magrib dan Isya itu terdapat sahabat yang kentut dan bau kentutnya itu. Dan kemudian orang sama-sama menoleh ke kanan, menoleh ke kiri seolah-olah saling menuduh. Ya, siapa yang kentut ini? Siapa? Berarti ini yang berdiri wudu, ini yang kentut ini. Rasulullah hanya diam melanjutkan pengajiannya sampai azan isya. Ya. Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menunggu iqamah. Bilal waktu itu qat dan memanggil Bilal. Bilal jangan qat dulu. Aku mau wudu. Kemudian Rasulullah bangkit dan wudu. Sampai sekarang yang kentut itu belum ketemu. Yang kentut itu belum ketemu. Saking menjaganya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, jangan sampai orang itu tersinggung, jangan sampai orang itu malu. Inilah potret pemimpin sejati Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Sampai untuk urusan kentut itu pun tidak pernah bilang. Nah, seorang sahabat yang tidak memiliki apapun untuk disedekahkan bertanya, "Jika kami ingin bersedekah, namun kami tidak memiliki apapun, lantas apa yang bisa kami sedekahkan dan bagaimana kami menyedekahkannya?" Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menjawab, "Senyum kalian bagi saudara adalah sedekah, beramal makruf dan nahi mungkar yang kalian lakukan adalah untuk saudara kalian itu juga sedekah. Dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat itu adalah sedekah. Istilahnya itu we ono payung marang wong sing kudanan. Way ono teken marang wong sing wuth. W ono dahar marang wong sing keluwen. W ono rasukan marang wong sing mudo. Itu adalah filosofi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kemudian kecintaannya yang tinggi terhadap Allah Subhanahu wa taala dan rasa penghambaannya. dalam diri Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menolak sama sekali rasa keduniaan. Seolah-olah anugerah kemuliaan dari Allah tidak dijadikan sebab untuk merasa lebih dari yang lain ketika di depan umum maupun ketika dalam keseorang. Ketika pintu surga telah dibuka seluas-luasnya untuk baginda masih berdiri di waktu sepi malam terus-menerus beribadah hingga pernah Rasulullah terjatuh lantaran kakinya sudah bengkak, fisiknya sudah tidak mampu lagi menanggung apa yang terjadi jiwanya yang tinggi. Nabi sallallahu alaihi wasallam salat sampai bengkak kakinya. Ini enggak lumrah dilakukan oleh orang. Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ditanya oleh Ibunda Aisyah, "Ya Rasulullah, bukankah Allah telah menjamin engkau surga? Bukankah dosa-dosamu telah diampuni? Kenapa engkau beribadah sampai menyiksa, sampai kakimu bengkak seperti ini? Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menjawab, "Wahai Aisyah, aku hanya ingin menjadi hamba-hamba yang bersyukur. Auhibbu an akuna abdan syakuro." Aku hanya ingin menjadi hamba-hamba yang bersyukur. itu pernah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dalam dakwahnya ke Thaif, Rasulullah disiksa, Rasulullah ditolak sampai kakinya berdarah-darah. Kemudian malaikat Jibril menawarkan, "Ya Rasulullah, apakah perlu gunung-gunung ini kami ambil dan kami timpakan untuk orang-orang Thaif?" Maka Rasulullah jangan dan berdoa kepada Allah subhanahu wa taala, "Allahumahdi kaumi fainnahum la ya'lamun." Ya Allah, hidayahi kaumku, berikan petunjuk kepada kaumku. Karena sesungguhnya kaumku mereka tidak tahu. Saya pernah bertanya kepada ee warga Thaif. Warga Thaif, apakah kamu tahu bahwa bapak-bapakmu dulu adalah pernah menolak Rasulullah sallallahu alaihi wasallam? Pernah menolak Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Iya, bapak kami memang menolak Rasulullah tapi kami mendapat berkah doa Rasulullah. kami menjadi orang yang beriman atas doa Rasulullah. Gak kena orang tuanya, kena anaknya yang beriman. Nah, saya kira itu ee sisi-sisi lain dari kehidupan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Apakah Rasulullah sebagai kepala rumah tangga? Apakah Rasulullah sebagai imam salat? Ataukah Rasulullah sebagai pemimpin? pemimpin bagi umatnya. Kesantunannya, kelembutannya ya membuat kita kagum kepada beliau dan tumbuh apa? Untuk mencontoh beliau. Tentu tidak bisa kita mencontoh beliau secara 100%. Tapi paling tidak ada sisi-sisi kehidupan beliau yang bisa kita contoh. Ballighu anni walau ayah. Sampaikan dari aku walaupun hanya satu ayat. Demikian ee kepada host kami kembalikan segala sesuatunya. Terima kasih, Bapak. Luar biasa sekali untuk hari ini. Masyaallah, Nabi paling sabar Nabi Ayub. Betul nggih. Nabi paling tampan Nabi Yusuf. Namun untuk yang akhlaknya luar biasa adalah Nabi Muhammad. Masyaallah. Matur nuun sanget Bapak. Dan untuk selanjutnya langsung saja kita sambung ke materi sesi e mohon izin sesi tanya jawab. Jadi nanti akan ada dari Sobat ASN yang akan bertanya. Baik, saya akan menanyakan kepada panitia apakah ada yang sudah hand? Oke. Baik. Dan juga tadi akhlak Rasulullah nggih, Bapak. Nggih. Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu. Yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. Masyaallah. Tadi saya e yang heran-heran ini Bapak ya. Saya ngobrol sedikit untuk yang ini Bapak kalau tidak ada makanan dari Humairo langsung beliau memilih berpuasa ya Bapak. Puasa. Puasa. Ya Allah. Kalau sekarang Bapak-bapak lebih sering jajan sepertinya Pak nanti beli di luar. Masyaallah. I jajan gak ada makanan. Inj. Jadi rata-rata GoFood, Pak. Kalau di Indonesia sekarang lebih banyak GoFood-nya. Dan sangat saya tadi senyum-senyum dari tadi mendengarkan e materi dari panjenengan. Luar biasa. Mungkin ada ingin yang ee saya tanyakan secara pribadi Bapak. Jadi bagaimana dengan kami para istri Bapak? Jadi kan ee sebetulnya suami ini menafkahi dari pertama kita menikah. Nah, apabila seperti saya ini Bapak sedang bekerja inj itu sebetulnya harus seperti apa ya, Bapak untuk i ee menyikapi suami kepada kami agar saya juga nanti menyampaikan ke suami saya begitu Bapak atau semua suami tentunya di seluruh Indonesia. Disilakan Bapak, monggo. Iya. Ini perhatian untuk para suami. Iya, Bapak disilakan. Dalam kaidah fikih itu meskipun istri bekerja, meskipun istri punya penghasilan sendiri, tapi tanggung jawab memberi nafkah itu tetap suami. Ya, ada filosofi istri itu begini, duitmu duitku ya, utangmu utangmu dewe. Nah, kalau duitku duitku dewe utangku utangmu. Ya, itu benar. Jadi bagaimanapun tetap suami bertanggung jawab atas nafkah itu kecuali istrinya tahu kalau suaminya butuh bantuan. Nah, itu sekedar membantu. Sekedar membantu. Jadi, gak boleh suami meminta uang istri, meminta penghasilan istri itu untuk dirinya. Kalau toh istri membantu itu sebaik-baik istri. Sebaik-baik istri. Masyaallah, Mas. Ee aku bantu kamu, Mas. Ya, itu sebaik-baik istri tapi gak ada kewajiban istri. Oh, tidak. Kewajiban istri. Enggak ada kewajiban istri. Kalau istri membantu nafkah suami itu sebaik-baik istri dan harus diberi penghargaan oleh suami. Masyaallah. Luar biasa. Alhamdulillah. Berarti sebaik-baik istri. Alhamdulillah ada kelegaan gitu. Karena memang sekarang kan modelnya kan dibagi. Injih. Injih dibagi. Misalkan punya dua anak. Betul Bapak. Pertama aku ya. Anak pertama kamu. Nah, ini enggak boleh. Hm. Tetap anak itu tanggung jawab suami. Baik. Kalau ada kurangnya istri membantu itu statusnya bantuan. Oh, betul. Bantuan kepada sebaik-baik istri itu membantu suami. Alhamdulillah. Karena saya sering sekali mendengar malah sekarang yang 80% itu malah yang bekerja itu istri Bapak. Semoga mudah-mudahan dengan informasi dari Bapak ini saya bisa menyampaikan juga sebaik-baiknya istri berarti nggih Bapak ngih. Luar biasa sebaik-baik istri karena enggak punya enggak ada kewajiban istri untuk membantu suami. Tapi membantu berarti sebaik-baik istri. Sebaik-baik istri. Jadi kerelaan hati Bapak. Betul Njih. Keikhlasan hati istri Njih. Baik. Alhamdulillah. Terima kasih Bapak. Itu pertanyaan pribadi dari saya. E dan alhamdulillah juga saya sendiri juga masih bisa menjajakan uang dari hasil kerja saya. Waduh luar biasa. Alhamdulillah. Dan ini ada pertanyaan inji pangapunten Bapak ini ada pertanyaan dari salah satu sobat ASN tentunya namun ee melalui ee Zoom ee mohon izin melalui YouTube channel. Jadi saya izin membacakan je Bapak. Mohon izin tanya Pak Kiai Muzaki. Apakah yang dilakukan Malaikat Jibril untuk membalas dan mengangkat gunung saat berdakwah di Thaif? Itu inisiatif malaikat Jibril atau karena perintah Allah? Baik, Bu. Itu inisiatif malaikat Jibril. Siap. Karena begitu begitu parah orang Thab memperlakukan Rasulullah. Oh, begitu parah. Wong rasul ke sana kan dakwah tidak menyakiti mereka, tidak mengolok-ngolok mereka, tapi mereka membalasnya dengan balasan yang jelek. Sehingga malaikat Jibril itu langsung spontan saja, Rasul, bagaimana gunung ini atas perintah Allah apa kami ambil, kami timpakan di atas orang-orang Thaf. Menunjukkan kasih sayang Rasulullah kepada umatnya. Rasulullah malah merespon dengan doa, "Allahumdi fainnahum la y'lamun. Ya Allah hidayahi kaumku, berikan petunjuk kepada kaumku. Karena mereka tidak tahu. Buktinya sekarang ini orang-orang Thaif beriman kepada Rasul, beriman kepada Allah. Kalau seandainya gunung itu ditimpakan kepada mereka kan habis. Orang-orang Thaif habis dan anak turunannya ini tidak bisa merasakan bagaimana iman kepada Allah, bagaimana iman kepada Rasulullah. Masyaallah. Itu kesabaran Nabi. Kalau kita coba, kalau saya misalnya disuruh dakwat ee ditolak, "Pak Muzaki, gimana kalau gunung ini tak timpakan ke orang-orang Taif?" W silakan, silakan sekalian saja. Nah, ini itu kesabaran Rasulullah dalam berdakwah. Itu intinya. Baik. Baik. Berarti memang atas ini ya, Bapak ya, luar biasa sekali pertanyaannya. saja juga baru tahu tentang cerita ini. Matur nuun sanget Bapak karena keterbatasan waktu karena menjelang zuhur. Jadi mohon izin akan baik sangat bermanfaat sekali Bapak jadi hanya ada penanya satu saja dan juga penanya tadi akan mendapatkan buku yang luar biasa cahaya di atas cahaya. M baik Bapak Muzaki matur nuun sanget saget pamit undur diri saya matur nuwun. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Bapak. Terima kasihalikam warahmatullahi wabarakatuh. Pakung matur nuwun sangat baik. Aduh luar biasa sekali untuk hari ini. Banyak pertanyaan dari benak saya sendiri juga bisa saya lontarkan loh. Masyaallah. Dan karena tugas dari hamba Allah dan khalifah Allah itu sangat berat maka Allah Subhanahu wa taala mengadu menganugerahi manusia sebagai ciptaan terbaik. Masyaallah. Dan Nabi Muhammad ini patut diteladani akhlak beliau prihatin, sabar, dan sederhana. Dan juga tentu saja sebaik-baiknya kamu adalah yang baik terhadap istrinya. Masyaallah. Tadi saya juga sudah lega ya, karena kita harus selalu menyayangi suami juga membantu sebaik-baiknya istri tadi. Dan untuk kata mutiara dari saya hari ini, hidup hanya dua. Apa yang kamu tanam itulah yang kamu tuai. Maka dari itu seperti Rasulullah yang penuh kasih sayang dan penuh syafaat. Masyaallah. Dan mohon izin berpantun di penghujung acara. Mohon izin cakepnya ya dari teman-teman yang hari ini cakep semua. Ke rumah mertua di hari Sabtu cakep. Sobat ASN kita bisa bersua di lain waktu. Boleh tepuk tangannya untuk hari ini semuanya. Saya mohon maaf bila ada kesalahan dalam saya sebagai host dan moderator. Bila ada yang kurang berkenan je tentunya saya mohon maaf. Seayawati pamit undur diri. Wabillahi taufik wal hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. [Musik] [Tepuk tangan] Zaman yang terus bergerak. Sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia. Siap Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia. Satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas. belajar juga menerang [Musik] tekad pantang menyerah jadi AS berkualit Kita [Musik] [Tepuk tangan] [Musik]