ASN Belajar Seri 34 | 2025 - ASN BerAKHLAK–Negeri Bermartabat, Inspirasi Kepemimpinan Rasulullah SAW
amsx6XoH_Bg • 2025-09-04
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia. Siap nyongsong Indonesia emas. ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar wujud perintah kelas dunia bukan tekad pantang menyerah jadi berkuit [Musik] sama [Musik] bersama membangun asa menuju cipta yang mulia Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti menitipi zaman dengan semangat pembaruan, ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. PPS Jatim Pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas mencetak STM berkompetensi tangguh cerdasin inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan jalan genial PPSDM Jawa Timur Center of Exens masa depan [Musik] bersama membangun asa menuju cita yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti meniti zaman dengan semangat pembaruan ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. BPSM Japim pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas. Mencet STM berkompetensi. Tangguh cerdas penuh inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan dan jangan demiang. BSDM Jawa Timur Center of Sans masa depan gemilang [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] He. [Musik] Disiarkan langsung dari BPSDM Jatim TV dan hari ini di studio saya di BPSDM Jalan Balongsariama Surabaya. Luar biasa. Alhamdulillah. Apa kabar sobat ASN di seluruh Indonesia? Izinkan saya menyapa dengan penuh sukacita dan kebahagiaan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. tentunya kita bersama-sama memanjatkan puja-puji syukur karena hari ini kita semua dapat hadir di webinar ini semuanya dalam keadaan sehat walafiat, dapat mengikuti sampai dengan akhir acara nanti. Nah, tentunya saya ucapkan terima kasih juga kepada seluruh BPSDN Jatim yang ee masih berkenan untuk saya menjadi host. Luar biasa. Alhamdulillah. Dan peringatan Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam 1447 Hijriah ini bukan hanya dimaknai sebagai acara ritual keagamaan, melainkan juga sebagai momentum transformasi diri ASN menuju pribadi yang lebih berakhlak, profesional, dan berkomitmen membangun birokrasi bersih, melayani, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Dan kali ini akan dibahas dalam webinar hari ini dengan tema ASN berakhlak negeri bermartabat, inspirasi kepemimpinan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dan saya mohon tepuk tangannya untuk teman-teman yang ada di studio. Luar biasa. Tak lupa juga kami izin menyapa kepada yang terhormat opening speech hari ini Dr. Ramlianto, S.PMP. Kepala BP SDM Provinsi Jawa Timur. Yang kami hormati cannot speaker hari ini, Dr. H. Ahmad Jasuli, S., M.Si. selaku Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur. Juga narasumber pertama kita, Prof. Dr. Abdul Halim Subahar selaku ketua lembaga pengembangan pesantren dan dinia LPPD Jawa Timur. Dan untuk narasumber kedua, Dr. H. Ahmad Muzaki Alhafiz, MA selaku Imam Besar Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Masyaallah, alhamdulillah. Dan kami juga menyampaikan kepada sobat ASN semuanya bahwa presensi sudah dapat diakses melalui website semesta Bangkom seperti yang tertera pada running chat atau chat Zoom. Dan juga jangan lupa mengisi survei serta mengisi lembar monev. Maka sertifikat akan muncul 1* 24 jam. Jangan lupa untuk dicek secara berkala dan izin saya menyampaikan tata tertib untuk bertanya. Nanti di sesi diskusi akan ee diberikan kesempatan oleh panitia dua penanya dan jangan lupa ada hadiahnya untuk hari ini. Luar biasa. Dan panitia akan memilih dari yang rais hand. Izin berpantun teman-teman yang ada di studio maupun di YouTube channel maupun Zoom bisa kasih jempolnya. Buah duren, buah semangka. Cakep. Sobat ASN makin keren karena webinarnya sangat istimewa. Boleh tepuk tangan. Masyaallah. Kegiatan SN belajar diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran bersama untuk menggali, memahami, dan mengimplementasikan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dalam kehidupan sehari-hari ASN. Selengkapnya akan dibahas dalam webinar ASN Belajar Seri 34 tahun 2025. [Musik] Dan sobat SN untuk membuka webinar hari ini, mari kita sambut bersama opening speech dari Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Kepada yang terhormat Bapak Dr. Ramlianto, S.P., MP. Kami silakan. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 4 September 2025, ASN belajar telah memasuki seri ke-34. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami, kami terus berkomitmen sekaligus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik. kekinian dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-34 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam pada tanggal 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah yang jatuh pada tanggal 5 September 2025. Sebuah momentum yang tak sekedar peringatan, tetapi gema abadi yang menyentuh jiwa setiap muslim. Tanda hadirnya cahaya peradaban lahirnya Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Sang rahmat bagi semesta yang kelahirannya menyalakan harapan dan menyingkirkan kegelapan. Karena tema ini sangat tepat untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka ASN belajar seri ke-34 tahun 2025 ini mengangkat topik ASN berakhlak, negeri bermartabat, inspirasi kepemimpinan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN belajar bahwa topik menarik ini akan dibahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sobat HN di seluruh tanah air, Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bukan sekedar peringatan sejarah. Ia adalah living legacy, warisan hidup yang senantiasa menyala dalam hati umat manusia. Dari padang tandus Mekah lahir seorang pemimpin yang membawa perubahan peradaban, menyalakan lentera akhlak, dan menegakkan keadilan universal. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bukan hanya teladan spiritual, tapi juga role model kepemimpinan transformatif yang relevan sepanjang zaman. Dalam pribadi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, kita menyaksikan sebuah sintesis agung. Akal yang tercerahkan, hati yang penuh kasih, dan jiwa yang kokoh dalam kebenaran. Beliau bukan hanya pemimpin sebuah bangsa, tetapi arsitek moralitas dunia. Bukan hanya pembawa risalah, tetapi juga peletak dasar etika universal yang tetap relevan bagi peradaban sampai kapanpun. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam adalah matahari yang menyinari gelapnya zaman, samudera kasih yang tak bertepi, dan mercuar yang menuntun langkah umat manusia ke arah terang benderang. Keagungannya bukan sekedar dikenang dalam sejarah, melainkan dirasakan dalam denyut nanti kehidupan. Setiap senyumnya meneduhkan, setiap sabdanya menghidupkan, dan setiap teladannya menyalakan harapan. Adakah pemimpin yang mampu memandukan kelembutan kasih dengan keteguhan prinsip? Adakah tokoh yang sanggup menundukkan hati tanpa bangsaan? menggerakkan peradaban tanpa kekerasan. Rasulullahlah jawabannya. Beliau hadir sebagai jawaban atas dahaga kemanusiaan, membawa risalah yang abadi, membimbing umat dari kegelapan menuju cahaya. Sobat ASN di seluruh tanah air, beliau adalah sosok yang menyatukan kelembutan hati dan ketegasan visi. Pemimpin yang membangun peradaban dengan akhlak, bukan dengan pedang. dengan kasih sayang, bukan dengan kekerasan. Dalam dirinya terjalin harmoni antara kecerdasan intelektual, kedalaman spiritual, dan kebijaksanaan moral. Menjadikannya mercuar kemanusiaan yang cahayanya menembus lintas generasi dan peradaban. Beliau adalah pemimpin agung yang menyatukan umat dengan cinta, membangun peradaban dengan hikmah. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam pemimpin agung yang jejak leadership-nya menjadi suluh bagi peradaban dunia. Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bukan sekedar peringatan sejarah. Ia adalah warisan hidup yang senantiasa menyalakan hati manusia di seluruh bumi ini dari masa ke masa. Maulid Nabi bukan sekedar peringatan sejarah, tetapi cahaya abadi yang terus menyinari jiwa-jiwa pencari kebenaran, membangunkan hati yang lalai, dan meneguhkan langkah umat di jalan penuh rahmat. Maulid Nabi bukan sekedar peringatan sejarah, melainkan momentum refleksi peradaban di mana kita meneladani kepemimpinan beliau dalam membangun masyarakat yang adil, beradab, dan bermartabat. Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bukan sekedar peringatan sejarah, tetapi pertanyaan besar bagi kita semua. Sudahkah kita meneladani akhlaknya, menghidupkan visinya, dan mewarisi semangat kepemimpinannya dalam mengabdi kepada bangsa dan umat manusia? Maulid Nabi adalah kaca benggala untuk melihat dan meneladani setiap gerak Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sebagai inspirasi. Senyumnya adalah keteduhan, ucapannya adalah petunjuk, tindakannya adalah teladan. Sobat ASN di seluruh tanah air, kepemimpinan beliau tidak hanya membangkitkan semangat para sahabat di medan perang, tetapi juga menguatkan hati para yatim piatu, para fakir, dan kaum tertindas. Beliau adalah pemimpin yang menyalakan harapan bahkan dalam situasi yang paling gelap sekalipun. Kepemimpinan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam adalah pelita agung yang tak pernah padam. Beliau hadir bagaikan cahaya fajar yang membelah gulita menuntun manusia dari kegelapan menuju jalan terang. Gelar al-Amin bukan sekedar pengakuan, tetapi penegasan bahwa integritas adalah mahkota seorang pemimpin. Dari keteladanan itu, kita sebagai ASN belajar bahwa pengabdian sejati lahir dari kejujuran, kerja ikhlas, dan komitmen untuk melayani rakyat dengan sepenuh hati. Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air, lalu bagaimana kita sebagai ASN Indonesia memaknai Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam ini dalam aksi nyata sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Dr. K.H. Ahmad Jazuli, S. M.Si. Beliau adalah Plt. Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur. Terima kasih atas pencerahan yang sangat bernilai sebagai genot speaker. Kedua kepada Prof. Dr. H. Abdul Halim Subhar, MA. Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren dan Dinia Jawa Timur yang telah berbagi hikmah mendalam tentang teladan kepimpinan Rasulullah dalam membangun peradaban umat. Dan kepada Ustaz Dr. K.H. Ahmad Muzaki Alhafid, MA. Imam Besar Masjid Nasional Alakbar Surabaya yang akan menyampaikan inspirasi virtual penuh makna bagi kita sekalian. Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-34 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Ramlianto, S.P,MP selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Dan acara berikutnya adalah knot speech dari Dr. H. Ahmad Jasuli, S.H., M.Si. selaku asisten administrasi umum Sekretarias Daerah Provinsi Jawa Timur. Masyaallah, luar biasa. Bapak, izinkan kami menyapa, Bapak. Asalamualaikum, Bapak. Mohon izin Bapak Jasuli. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah Bapak sehat. Apa kabar Bapak? Masyaallah sehat Bapak. Baik mohon izin Bapak. Saya sangat senang sekali bisa bertemu dengan Bapak Jazuli lagi eh Nun Sewu. Pripun Bapak? Apakah mendengar suara saya Bapak? Mohon izin. Siap. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Masih mengingat saya ya, Bapak. Luar biasa. Mbak Maya terima kasih bertemu kembali. Injih. Sehat Bapak? Sehat selalu Mbak Maya. Inj sami-sami. Ee dengan kerendahan hati saya sangat bangga sekali loh bisa bertemu dengan Bapak kembali. Baik untuk selanjutnya sobat ASN kami persilakan Bapak Dr. H. Ahmad Jazuli, S.H., M.Si. untuk memberikan materinya. Monggo Bapak memberikan ke knee speed-nya. Monggo disilakan. Bismillah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah alladzi arsala rasulahu bilhuda winil haqq liirahu aladini kullih wa kafa billahi syahida. Allahumma sholli wasallim wabarik ala sayyidina Muhammad wa ala alihi wa ashabihi waman tabiah. La haula wala quwwata illa billah. Amma ba'du. Yang saya hormati, saya banggakan sosok pimpinan yaitu Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur Bapak Dr. H. Ramlianto, S.MP. Yang penuh ee ide, inspiratif, dan selalu memberikan semangat kepada kita semuanya. Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. K.H. Halim Zubahar, MA, Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniah Jawa Timur. Juga beliau hari ini sebagai narasumber. Beliau juga ketua senat Universitas Islam Negeri Jember. Narasumber berikutnya yang saya hormati Bapak Dr. K. H. Ahmad Muzaki, M., L. Alhafiz. Imam Besar Masjid Al-Akbar yang saya banggakan, Mbak Mayasanti yang selalu aktif memandu kegiatan ASN Belajar. Sahabat-sahabat ASN Belajar di mana pun berada, mudah-mudahan kita selalu sehat walafiat, penuh keberkahan dalam lindungan Allah Subhanahu wa taala. Sahabat-sahabat ASN belajar di mana pun berada, tak kenal maka tak sayang. Maka kiranya mungkin yang baru bergabung biar kenal. Saya Ahmad Jazuli, asisten administrasi umum Plt. Maaf karena sekarang ini istilahnya kalau gak berpantun enggak afdal. Burung dadali suka makan kurma. Jazuli sekarang widyayaswara utama. kebetulan dipercaya Bu Gubernur sebagai Plt. Asisten Agresiasi umum. Ee pada kesempatan ini mari kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala. Kita ditakdirkan Allah menjadi umat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dan hari ini kita melaksanakan ASN belajar sekaligus kita mengadakan peringatan Maulid Nabi melalui ee online ini yang digagas oleh BPSDM. Mudah-mudahan pertemuan kita majelis hari ini, majelis pengajian ASN belajar ini membawa berkah maslahah bagi kita semuanya, terutama lebih meningkatkan kecintaan kita kepada Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kami apresiasi kepada BPSDM Jawa Timur yang mana dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak hanya menekankan pada aspek lahiriah, tidak aspek hanya knowledge atau ilmu pengetahuan saja, tapi bagaimana rohani agar kita ini ee ada keseimbangan antara pikir dan zikir, ya. Dalam arti kita ini supaya tidak terlalu sibuk pada urusan dunia, tetapi BPSDM selalu mengasah rohani dengan kajian-kajian keislaman. Ada ESN mengaji bahkan kegiatan-kegiatan ee pembinaan rohani selalu dilaksanakan. termasuk hari ini ASN Belajar ee sekaligus menyambut peringatan Maulidur Rasul. Mudah-mudahan pertemuan kita menjadi tawasul kita, kelak bisa bersama Rasulullah di surga Allah Subhanahu wa taala fi jannati naim. Para peserta webinar ASN belajar yang dirahmati Allah. Kita bersyukur, kita memperingati peringatan Maulid Nabi. tidak sekedar formalitas, tidak sekedar hanya melaksanakan kegiatan, tetapi mari kita semuanya di forum ini yang ikut pada webinar ini, mari kita hadirkan hati kita untuk cinta kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Cinta dan mensyukuri atas kelahiran Nabi ya yang membawa dari minadulat ilan nur. menjadi kegelapan menjadi din Islam. Kita sebagai umat Nabi Muhammad harus cinta kepada Rasulullah dalam bentuk kita peringatan Maulid Nabi. Kita membaca banyak selawat, terutama kita mengikuti sunah-sunah beliau. Kita mengaktualisasikan diri kita, tauladan Rasulullah di dalam semua kegiatan kita. Itulah namanya cinta kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kami ingat kisah seorang ee a'rabi, seorang Arab primitif. Suatu saat ketika menjelang salat, si A'rabi itu bertanya kepada Nabi Muhammad, "Kapan ya Rasulullah kiamat itu terjadi?" Ya, itu pertanyaan seorang A'rabi, orang pedesaan. Ketika pertanyaan itu disampaikan kepada Rasulullah, Nabi balik bertanya, "Kamu bertanya tentang kiamat. Apa persiapanmu menghadapi kiamat?" Apa persiapanmu? Si Arabi menjawab, "Nabi, kami tidak banyak salat, tidak ahli puasa, tidak ahli sedekah, tapi modal kami adalah cinta kepada Allah dan Rasul-Nya." Apa komentar Kanjeng Nabi? Nabi menimpali ucapan sahabat itu, anta maaman ahbabta. Kamu bersama orang yang kau cintai. Karena itu cinta kita kepada Rasulullah selalu memperingati peringatan Maulid Nabi dengan pengajian-pengajian. Alhamdulillah di Indonesia ini ya mulid zaman Bung Karno di Istana Negara ada peringatan Maulid Nabi yang saat ini di Indonesia dilaksanakan peringat Maulid Nabi di kampung-kampung, di pemerintahan, di sekolahan, di lembaga-lembaga organisasi jug mengadakan peringatan Maulid Nabi. Ini menunjukkan cinta kepada Rasulullah. Tapi lebih dari itu, bagaimana implementasinya? Kita mencontoh bagaimana kesederhanaan Rasulullah, bagaimana kejujuran Rasulullah, bagaimana kasih sayang Rasulullah kepada sesama, bagaimana Nabi Muhammad menerapkan jiwa pemaafnya, kesederhanaan dan sebagainya. Makanya cinta kita kepada Rasulullah ini harus dipupuk dan ditingkatkan. Mudah cinta kepada Rasulullah. Digambarkan bahkan diriwayatkan Abu Lahab paman Nabi ya. Tetapi pada akhirnya selalu memusuhi Nabi. Dikisahkan ketika Sayidati Aminah istri Sayid Abdullah. Ya, Sayid Abdullah adalah kakak Abu Lahab. Saat itu Abu Lahab menyampaikan kepada budaknya namanya Suwaibah. Hai Suwaibah, tolong kamu ke rumah Sayidati Aminah, kakak ipar Abu Lahab. Di sana ada cahaya nur, cahaya terang. Coba kamu datang ke sana. Tsuwaibah seorang budaknya Abu Lahab datang ke sana ternyata menyaksikan kelahiran Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kemudian Suaibah kembali lapor kepada Abu Lahab. Tuhan, ternyata Sayidati Aminah melahirkan seorang anak Nabi Muhammad. Wah, begitu dengar cerita ini, berita ini, Abu Lahab sangat gembira, sangat senang dengan kelahiran keponakannya Nabi Muhammad ini. Saking senangnya Abu Lahab menyampaikan kepada Suwaibah, "Wahai Suwaibah, karena gembiraku, senangku, cintaku terhadap keponakanku Muhammad sebagai rasa gembira. Aku merdekakan kamu hai Taifa kamu. Aku merdekakan sama dengan aku menjadi orang merdeka." Ini bentuk kegembiraan Abu Lahab ketika Nabi Muhammad lahir. Sehingga dikisahkan Abu Lahab ini walaupun di neraka. Nah, setiap hari Senin diringankan seksanya. Para sahabat ASN belajar di mana pun Anda berada yang dirahmati Allah. Makanya mari kita cinta kepada Rasulullah ini betul-betul kita pupuk dengan selalu mencontoh keteladanan sikap Rasulullah. selalu memperbanyak selawat kepada Rasulullah. Ya, makanya sangat tepat kalau yang disampaikan Rasulullah, manama maulidi kuntu syafi'an lahu yaumalqiamah. Barang siapa yang mengagungkan kelahiranku, termasuk kita memperingati hari lahir Nabi ini, kuntu syafi'an lahu yaumalqiamah. Aku memberikan syafaat diada pada hari kiamat kepadanya. Karena itu kita harus selalu berselawat kepada Nabi. Tanda cinta kepada Rasulullah. Nabi menyampaikan aas yaumalqiamah aksarum al shatan. Kata Rasulullah, "Orang yang paling berhak kepadaku di hari kiamat nanti adalah mereka yang paling banyak membaca selawat." Sahabat-sahabat ASN di mana pun berada, mari kita sebagai bentuk cinta pada Rasulullah kita sumarak, kita semarakkan di mana pun kita berada, di kampung, di masjid supaya anak-anak kita cinta kepada Rasulullah. Saat ini banyak anak-anak pemuda kita mengidolakan artis-artis, mengidolakan tokoh-tokoh ya yang kadang-kadang yang sering bersebarangan kepada ee ajaran Baginda Rasul. Mari dengan peringatan Maulid Nabi ya, semangat untuk cinta Rasulullah ini kita gaungkan di mana-mana sehingga anak-anak kita, keluarga kita, ASN kita di dalam mengabdi, di dalam bekerja melayani masyarakat selalu kembali kepada ajaran Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. ASN belajar di mana pun berada, mari kita komitmen menteladani Rasulullah secara paripurni, sekuat tenaga walaupun tidak bisa seluruhnya ya. Mari karena apa? Kita ini butuh sosok panutan ya. Kalau kita menadari Rasulullah semuanya di mana pun berada, insyaallah kedamaian akan terjadi. Rasulullah pemaaf, Rasulullah sederhana, Rasulullah selalu menutupi aib orang lain. Ya, ini perlu kita terapkan. Subhanallah. Hari-hari ini bagaimana kita lihat suasana demo unjuk rasa di mana saja ini rasanya sudah jauh dari ajaran Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Makanya momentum peringatan Maulid Nabi hendaknya menjadi tonggak kita untuk mari kita akhiri suasana demo yang anarkis ini kita lakukan menjadi yang lebih bijak. Bapak Ibu sekalian pesn belajar di mana pun berada. kiranya kalau mainpan ini ada ee moto ASN berakhlak akronimnya adalah memberikan pelayanan yang berorientasi pada yang akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, kolaboratif. Ini adalah sebuah akronim yang nilainya semuanya ber kalau kita tarik benang merah dengan perilaku diapan Rasulullah jangan tepat ya. Nabi Muhammad adalah sarang itu kompeten. Nabi Muhammad adalah akuntabel. semuanya ada di dalam ee pribadi Rasulullah mempunyai sifat sidik, amanah, fatonah, dan tabligh. Ya. Jadi berakhlak ini ASN berakhlak kalau secara tersirat adalah bagaimana ASN di Indonesia ini supaya sesuai dengan harapan Rasulullah bahwa Nabi Muhammad diutus oleh Allah menyempurnakan akhlak. Innama buitu liutamima makarimal aklaq. Sesungguhnya aku diutus oleh Allah adalah untuk menyempurnakan akhlak. Bagaimana ASN yang baik? ASN yang berakhlak itu bagaimana implementasinya? Adalah seorang ASN yang hablum minallahnya bagus, hablum minannasnya bagus, ibadahnya tekun, pelayanan masyarakat bagus. Kemarin saya sempat memberikan pembinaan di Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo pada ASN. Saya sampaikan peringatan Maulid Nabi. Mencontoh Rasulullah. Berarti berakhlaklah. ASN berakhlak bagaimana? Ibadahnya bagus, pelayanan bagus. Jangan sampai kami contohkan di rumah sakit jam 0.00 seorang SN salat duha habib duha baca Al-Qur'an sementara tidak memberikan pelayanan. Bagaimana kita menempatkan diri ya. Alhamdulillah kami melihat kemarin suasana di Rumah Sakit Umum Daerah di Sidoarjo itu ASN-nya ibadahnya tekun, pelayanannya bagus. Kiranya ini sebuah contoh saja dan insyaallah di pelayanan di Provinsi Jawa Timur sudah mengarah pada ASN berakhlak. Bagaimana kita pelayanan yang baik, pelayanan juga baik. Para SN di mana pun berada yang dirahmati Allah. Kita berharap momentum peringatan Maulid Nabi ini sebagai wujud cinta kepada Rasulullah. Mudah-mudahan pertemuan kita barokah, manfaat. Mudah-mudahan melalui ASN belajar hari ini ya menteladani Rasulullah kita berusaha untuk selalu meneladani dalam seluruh aspek kehidupan Rasul kita perbanyak selawat. Kita bangga bersyukur kita senang sebagai umat Nabi Muhammad kita yakin kita kelak akan mendapat syafaatul uzmah. syafaat utama dari Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Di mana ketika nanti di yaumul mahsyar kita-kita ini semua manusia dikumpulkan di yaumul mahsyar suasana panik, suasana seperti ee susahnya semua manusia menghadapi hisab ya. digambarkan oleh Rasulullah ya semuanya itu telanjang semuanya pada di Ara itu ya sampai Aisyah bertanya, "Ya Rasul, bagaimana kita ini malu ya Rasul kalau saat itu tidak tidak sempat berpikir bagaimana memperhatikan yang satu dengan yang lainnya." Karena sangat paniknya ketika di yaumul mahsyar, saat itulah semua manusia mendatangi, para manusia mendatangi Nabi Muham, Nabi Adam alaihi salam sebagai bapak sea manusia. Nabi Adam tidak bisa memberikan syafaat. Kemudian Nabi Adam suruh ke Nabi Nuh. Ke Nabian Nuh juga demikian ya. Nabi Adam punya dosa. Nabi Nuh pernah meninggalkan umatnya. Nabi Nuh memerintahkan datanglah ke Nabi Ibrahim. Ya, Nabi Ibrahim memerintahkan ke Nabi Musa. Nabi Musa pun demikian kepada Nabi Isa semuanya tidak bisa memberikan syafaat yang pada akhirnya semuanya ya kepada Nabi Muhammadlah yang bisa memberikan syafaat di yaumul mahsyar itu. Nabi Muhammad ketika dimintai syafaatnya ya Allah masyaallah Nabi Muhammad naik ke arasy. di aras Allah. Nabi Muhammad sujud minta kepada Allah untuk berikan syafaat yang pada akhirnya Allah memenangkan, "Ya Muhammad irfa rsak tuktoh angkatlah kepalamu. Kamu akan saya berikan makam syafaat." Mudah-mudahan forum ini menjadikan kita lebih cinta kepada Rasulullah, lebih bisa mengamalkan nilai-nilai ajaran Rasulullah dan kelak kita mendapat syafaat dari Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Mbak Maya kiranya itulah yang saya sampaikan. Sebenarnya saya ingin bisa bergabung di BPSDM. Ternyata di BPSDM ada yang offline sehingga lebih komunikatif. Tapi saya bangga apresiasi kepada BPSDM Jawa Timur ini yang selalu mengada jajatan momentumen keagamaan untuk mengasah rohani kita semuanya. Matur suwun sahabat-sahabat di mana ada berada mohon maaf. Terima kasih saya akhiriatal mustaqim. Wallah mufiq il. Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Bapak luar biasa. Terima kasih sekali. singkat tapi penuh cinta terhadap Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Nggih, Bapak. Nggih. Dan luar biasa Bapak. Saya senang sekali loh bisa ketemu Pak Jazuli lagi ini. Alhamdulillah. Ngih. Langsung saja untuk penanya nggih. Betul nggih. Mohon izin untuk di materi sesi tanya jawab berikutnya kami persilakan kepada sobat ASN yang hari ini hadir di Zoom maupun YouTube channel disilakan untuk raise hand dan kami dari panitia akan memilih untuk dua penanya dan luar biasa hari ini untuk yang bertanya mohon izin Bapak akan mendapatkan hadiah buku ya. Masyaallah alhamdulillah saya sudah dapat Mbak Maya. Masyaallah, Pak. Karena yang bicara dapat juga izin membaca Bapak dengan judul Cahaya di atas Cahaya, sebuah ikhtisar pengajian Alhikam tentang baginda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ee dan oleh K. H. Muhammad Jamaluddin Ahmad. Masyaallah, luar biasa. Disilakan untuk penanya pertama yang sudah dipilih oleh panitia. Mohon izin teman-teman yang ada di studio. Baik, luar biasa. Sekali lagi untuk Bapak Jazuli. Masyaallah. Nggih. Jadi memang untuk webinar hari ini memang menjadi momentum agar ASN benar-benar berakhlak ya dan juga sangat mencintai Rasulullah. Luar biasa. Dan mungkin kalau pertanyaannya dari saya boleh ya Bapak saya ingin bertanya sebetulnya. Monggo Mbak Maya. Siap. Baik. Baik. Bapak bagaimana ya? Saya itu selalu setiap harinya itu memakai cincin zikir. Mohon izin. Mohon izin. Tapi kadang itu saya selalu berzikir Bapak tapi setelah mendengar ini memang kita lebih apa tadi? Bapak, saya ingin ee menanya ulang. Bila kita sering berselawat, nah itu tadi akan ada apa begitu, Bapak? Nah, ini saya tadi kurang kurang begitu ini, Bapak ee penjelasannya. Saya mohon mungkin dijelaskan ulang karena saya lebih memilih sering berzikir daripada berselawat. Nah, mungkin lebih baikun Bapak disilakan. Ya, begini Mbak M ya. Jadi Islam itu indah, Islam itu mudah. Jadi untuk berbuat kebaikan banyak alternatif. Bisa zikir baca Al-Qur'an, berselawat, bisa baca kalimat ee bertasbih ya. Jadi banyak. Tetapi selawat ini sangat istimewa. Karena apa? Di dalam Al-Qur'an Allah berfirman, "Innallaha wa malaikatahu yusuna alan nabi." Ya ayyuhalladzina amanu shu alaihi wasallim taslima. Jadi perintah-perintah ibadah ada perintah salat, ada puasa, tapi yang perintah berselawat ini innallaha waaik. Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya yusuna alan Nabi. Dari Allah dan malaikat pun berselawat kepada Nabi. Sehingga Allah memerintahkan, "Ya ayyuhalladzina amanu, hai orang-orang beriman, shu alaihi wasallimu tasliman." Berselawatlah kepada Nabi, sampaikan salam kepada Nabi. Ini perintah dari Allah. Ditambah lagi kata Rasulullah, "Alanas biyaumalqiamah aksaruhum ali salatan." Jadi orang yang paling dekat yang berhak untuk ee mendapatkan syafaatlah nanti di Rasulullah ada di hari kiamat nanti. Aksaruhum al shatan yang paling banyak salatnya kepada saya. Itulah kenapa saya memilih lebih banyak selawat dan mudah mengucapkan selawat ini. Mohon maaf Mbak Maya sekedar ilustrasi ya. Siap Bapak. mungkin teman-temannya di offline. Saya punya kisah menarik bahwa giih Bapak seseorang itu ee tergantung bagaimana kebiasaan sehari-hari apa yang diamalkan. Baik. Walaupun mudah tapi kalau gak pernah diamalkan baca selawat ya ini juga akan menjadi sulit. Baik Bapak ngaput ini kisah menarik barangkali teman-teman di PU Binamarga Jawa Timur mengikuti. Pak Tambeng pernah cerita kepada saya. Oh, Bapak. Kalau ini kan sudah rutin bagi kita. Mudah dan rutin bisa. Tetapi bagi mereka yang tidak pernah salat, ya mungkin salat karena terpaksa kalau ada pimpinan saja itu agak sulit. Maaf ini kalau di offline ini menarik sekali. Menarik waktu itu ya makna bengti punya ada tiga ee ada temannya atau siapa tiga orang ya. Ini kisah nyata enggak sebut nama gak ngerasani tapi kejadian itu unik. Begitu di antara bertiga mau jemah itu saling mendorong. Kamu yang ngimami, kamu ngimam royak gak mau ya karena gak biasa salat. Apa yang terjadi? Yang satu suruh maju ini ngampen. Iya. Begitu yang satu maju jadi imam begitu. Allahu Akbar. Baik. Bismillahirrahmanirrahim. berhenti lama kemudian oleh aku ngomong si aku gak iso ngimani kisah seperti ini kejadian nyata makanya selawat dibiasakan alat salat itulah jawaban saya mbak ya baik siap masyaallah luar biasa maturun bapak saya akan lebih mengimbangkan antara zikir dan selawat tapi saya lebih mendengar sering dari YouTube Bapak kadang untuk berselawat masyaallah baik ternyata sudah ada penanya Bapak yang sudah sangat pengin bertanya ini karena Pak Pak Jazuli salah satu idola. Baik. Asalamualaikum. Bapak dari mana dan dari instansi? Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sadi dari SMA Negeri 1 Ngoro Mojokerto Bapak Dr. Pak siapa ini ketemu ini? Pak siapa nih? Pak Kasihadi, Pak Jozli. Bapak Kasih nggih, Bapak. Masyaallah. Alhamdulillah ee jenengan tadi sudah memberikan inspirasi beberapa ee cerita yaitu ee sahabat Arabi dan Abu Lahab yang luar biasa ketika cinta pada Rasulullah. Dan yang saya tanyakan Bapak dalam konteks ASN berakhlak dan visi Indonesia bermartabat, bagaimana nilai-nilai kepemimpinan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam seperti amanah, fatan siddiq, dan tablig dapat diimplementasikan secara praktis untuk mengatasi tantangan korupsi dan anarkis yang ada di ee saat ini, Bapak. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Langsung Mbak Maya. Kami persilakan Bapak monggo untuk langsung bisa menjawab. Baik, disilakan. Pertanyaan singkat tapi panjang lebar ini kalau dijelaskan belum mengupas sidik, amanah, fatonah, tablig itu panjang. Tapi saya ringkas saja bahwa bagaimana ASN ee mensikapi era yang saat ini ee gampangannya hedonisme. Orang itu lebih suka materi. Yang penting senang, kekayaan dan sebagainya. ini adalah bagaimana mestinya kita sebagai ASN ini untuk menyontoh kehidupan Nabi selalu bersyukur, selalu sabar, selalu jujur, selalu ee berpikir fatonah itu kan cerdas. Bagaimana kita mengamati segala sesuatu, tablig menginformasikan ya berita-berita yang positif jangan yang hoak. Karena itu ASN bermartabat kiranya gasakan ini dibutuhkan. Seorang ASN yang hidupnya sederhana, seorang SN yang memberikan contoh dalam arti kedisilannya, kejujurannya. Ini tidak dalam arti banyak bicara, tapi action-nya no action. Bagaimana kita keteladannya? Makanya ee lisanul hal afsahu min lisanil maqol. Ini yang dibutuhkan. Kita ini perlu contoh yang banyak bukan mauidah yang banyak. Itu singkat jawabannya ya. Kita butuh lisanul hal afsahu min lisanil maq. Itu Pak Kati. Salam teman-teman Mojokerto. Burung dadali suka makan nanas. Jazuli mantan kepala dinas di Mojokerto maksudnya ya. Terima kasih Pak. Luar biasa sekali, Bapak. Aduh, di Mojokerto pasti sudah rindu nggih, Bapak. Nggih, matur nuwun, Bapak. Jangan lupa nanti akan kita kirim ke alamat Bapak. Bapak mendapatkan hadiah yang luar biasa. Boleh tepuk tangan untuk teman-teman di studio dan juga jempolnya dari YouTube channel, ya. Dan untuk pertanyaan selanjutnya nih, sepertinya sudah ada yang sangat-sangat pengin bertanya. Monggo disilakan. Baik dan jangan lupa menyebutkan nama juga dari mana berasal. Baik. Asalamualaikum Ibu. Apa kabar? Sehat, Ibu? Mohon izin mendengar suara saya dengan jelas, Ibu. Dari mana dan dengan Ibu siapa? Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Baik, alhamdulillah. Monggo disilakan memberikan pertanyaannya dan menyebutkan nama juga dari mana panjenengan berasal. Disilakan. Oke. Ee, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pak Kiai. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarikumsalam wabarakatuh. Eh, saya Ahirwati dari ee Puskesmas Gegesik Kabupaten Cirebon, Pak. Pertanyaannya ee bagaimana konsep kepimpinan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam terhadap umatnya yang bisa diterapkan ee untuk generasi ee muda saat ini, Pak? Mungkin itu saja, Pak Kiai. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Gigih Bu Indahwati namanya. Izin namanya. Tadi kurang terdengar, Ibu. Mohon izin. Dari Puskesmas Bapak tadi saya mendengarnya cuman waktu eh Ibu Ahiryawati, Pak. Aliawati. Betul Ibu Ahiryawati. Ahyawati Bapak. Monggo disilakan Bapak. Ibu Ahyawati. Ya. Terima kasih, Ibu Ahyawati. dari Cirebon ya. Maturun di ASN ini bermanfaat tidak hanya untuk Jawa Timur tapi untuk Indonesia. Pertanyaan yang sangat menarik, bagaimana konsep ala Rasulullah terhadap menyikapi ee untuk generasi muda akan datang? Ya, barangkali ee konsep Rasulullah yang menekankan kita dalam meningapi kehidupan ini terutama generasi muda. Ayo semangat semangat. Kalau dalam Rasulullah ini ditegaskanun kita ya termasuk generasi muda kita. Ayo kita bekerja di dunia ini seolah hidup selamanya. Tapi jadi untuk persiapan akhirat koy-koyok besok akan mati. Kalau ini kita terapkan, maka kita akan kerja keras, bahkan semangat untuk mengejar ee bagaimana untuk mengelola dunia ini, bagaimana memakmurkannya, bagaimana pengabdian kita seolah-olah hidup selamanya. Tapi ketika kita sudah beribadah, seolah-olah kaakaan seolah besok akan mati. Selain hal itu juga ee kita ala Rasulullah ya ala Rasulullah bahwa Kanjeng Nabi ini mengabdi diibaratkan menanam itu walaupun ee tidak harus kita yang menikmati sendiri apa yang kita tanam. Kisahkan Rasulullah menanam ya menanam pohon itu bukan untuk kita tapi anak untuk generasi setelah kita. Pendek kata Allah Rasulullah kita ini jangan egois hanya untuk kepentingan sesaat untuk kita tapi gimana meninggal untuk generasi akan datang. Makanya ee pada generasi muda kita ini boleh harus untuk mengejar ee IPTEK tapi impaknya juga jangan boleh ketinggalan. Pendek kata kalau di Al-Qur'an yarfaillahina amanu minkum walladina ilma darajat. Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan. Barangkali itu simpel saja. Terima kasih dari Puskesus Mas Cirebon bisa gabung. Matur suwun. Alhamdulillah. Bagaimana Ibu? Sudah jelas nggih aman nggih Ibu? Nggih. Alhamdulillah. Jenengan mendapatkan hadiah juga ee buku yang luar biasa, Cahaya di atas Cahaya. Baik, terima kasih Ibu. Baik, untuk selanjutnya ada diberikan kesempatan satu penanya lagi Bapak. Mohon izin je terakhir untuk penanya ketiga hari ini. Kami persilakan. Iya, masih proses. Luar biasa ya tadi yang bertanya secara praktis e nilai-nilai yang menanggulangi anarkis dan koruptor. Ini tadi konsep yang sesuai Rasulullah nggih. Aduh, luar biasa penanyaannya hari ini Bapak. Alhamdulillah nih baik. Alhamdulillah sudah bergabung. Bapak, asalamualaikum. Dari mana dan dengan nama siapa, Bapak? Mohon izin sangat jelas nggih. Karena saya tidak bisa mencatat Bapak rata tidak jelas namanya. Monggo disilakan kelihatannya ini. Iya. Dengan nama siapa Bapak? Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pak Yazuli. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dari Banyuwangi, Pak. dari Banyuwangi. Oh, Banyuwangi. Dari Banyuwangi. Pak Sekda, Pak Guntur. Iya, betul. Ini karena agak pangling pakai ini ya. Ya. Ya. Pak Seda. Giih. Gi Pak Kiai ee karena di bulan ini sudah e kita bersama-sama menikmati atau mungkin memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang di dalamnya banyak kandungan-kandungan ayat yang mengajarkan bahwa wsalamin [Musik] tentunya kita hubungkan dengan di masa-masa sekarang ini banyak kejadian-kajian, kejadian-kejadian yang di luar dari kemampuan kita sebagai manusia. ee terkait dengan itu bagaimana supaya kejadian-kejadian ini jangan sampai merembet ke mana-mana terkait dengan kita sebagai ASN supaya ASN kita ini jangan sampai ee bagaimana supaya ASN ini bergerak sebagai ASN yang berakhlak sesuai dengan ajaran-ajaran Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Karena kita ASN ini harus bisa memberikan contoh sesuai yang oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Terima kasih. Itu yang pertanyaan yang kami sampaikan Pak Kiai. Makasih, mohon maaf. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nggih, langsung Mbak Maya ya. Injih. Terima kasih Pak Sekda. ini tidak hanya bertanya tapi beliau memberikan cerahan bahwa Rasulullah adalah wama arsalnaka illa rahmatalil alamin. Aku tidak mengutus engkau Muhammad kecu rahmat seluruh alam. Jadi keberadaan Nabi Muhammad ini tidak hanya bagi manusia tapi bagi binatang, bagi tumbuhan tumbuh-tumbuhan lingkungan ini. Ini sebenarnya saya menjabarkan ayat yang dibaca Pak Sekda. Tapi yang pertanyaan berikutnya, bagaimana kita menyikapi kejadian akhir-akhir ini? Nah, ini sebagai ASN kiranya mari kita mensikapi suasana yang seperti ini dengan penuh arif. Yang pertama ya ini filosofinya jawab ya. Nek ono manis oj racun. Kalau ada pahit jangan dilepeh. Mungkin itu obat. Nah, saat ini di medsos ini bersebaran bagaimana berita-berita haw yang banyak ini. Kita harus menyaring supaya tidak mudah terprovokasi. Apalagi sekali ini pakai AI sehingga ee bisa suara itu dengan gerakan seseorang bisa ditipu. Makanya di dalam Islam fatabayyanu maka tabayun dulu jangan sekar bertindak. Saat ini ASN sebagai abdi negara, abdi masyarakat kiranya perlu lebih menghayati, lebih mendalami terhadap apa yang kita terima. Jangan ono manis ditelan barangkali itu racun. Kalau pahit dan dilepeh mungkin itu obat. Sehingga menyikapi kejadian akhir-akhiri ini itu harus tabayun. Yang kedua, ASN menyikapi seperti ini. Kita harus soliditas, kekompakan kita sebagai ASN jangan mau dipecah belah ya. Pendek kata kita ini satu tubuh ya, satu tubuh. Kemudian yang ketiga, bagaimana S menyikapi kita tampakkan sikap kita pelayanan kepada masyarakat yang sering saya sampaikan ketika pembinaan ASN di Jawa Timur bahkan di kabupaten kota yang mengundang saya. Saya ini diundang ke mana-mana. Kebetulan tadi burung dadali suka makan kurma. Jazuli sekarang widyaiswara utama. Jadi kemarin saya diundang di Sidoarjo, Pak Sek ya. Nanti malam diundang di Jombang, ya. Alhamdulillah. Ini mudah-mudahan apa yang saya sampaikan manfaat. Yang ketiga ini bagaimana ASN ini pelayanan prima yang sering saya sampaikan di mana-mana. Kembangkan filosofi Kanjeng Nabi yang selalu bastul wajhi, wajah ceria, wajah yang sume. Nah, saya gambarkan dalam bentuk 4S. Ayo kita sapa masyarakat dengan 4S. Salam, senyum, sapa, santun. Kalau ini yang kita terapkan, masyarakat akan indah melihat ASN sehingga tidak insyaallah mengurangi gejola. Apalagi kita baringin dengan hidup sederhana. Kita bisa hidup mewah, tapi kita sederhana. Ayo menteladani Rasulullah. Rasulullah itu seorang ya kepala negara juga pimpinan agama. Tidurnya di pelapa kurma lah. Kita ayolah kita hidup sederhana walaupun mampu untuk beli yang mahal. Itu barangkali Pak Sekda sukses Banyuwangi. Salam teman-teman ASN di Banyuwangi. Pak Sekda suun sanget Pak Jasuli. Pripun Bapak sudah jelas dengan apa yang disampaikan Bapak? Bapak Jasuli pripun? Aman nggih, Bapak? Nggih. Sudah puas nggih. Dan panjenengan mendapatkan buku loh, Pak. Luar biasa ini bukunya nggih. Terima kasih sekali Pak Sekda IJ. Baik dari Banyuwangi. Luar biasa. Alhamdulillah. Matur nuun sanget Bapak Jasuli sudah menjawab tiga pertanyaan dari Sobat ASN ya. Tadi empat ini. Dalam pripun Bapak? Empat jawaban sama Maya tadi yang pertama ya. Oh iya empat ya betul. Saya juga bertanya tadi sampai lupa Bapak ngapunten. Jadi saya juga akan mendapatkan buku cahaya ini ya Bapak ya tentunya. Masyaallah tadi lucu sekali loh Pak. E keren ya pantunnya keren. Burung apa tadi Bapak mau diulang apa? Burung dadali suka makan kurma. Jazu sekarang bidadari suara utama ya. Masyaallah boleh tepuk tangan teman-teman yang ada di studio. Luar biasa. Matur nuwun sanget Pak Jasuli. Mohon izin ee saya menyampaikan terima kasih. Nanti saya izin saya akan memimpin rapat. Ada ada rapat yang harus saya pimpin tetapi saya nanti akan mengikuti ee secara Zoom tapi tidak menampakkan wajah biar saya tetap bisa ikut tetapi ee mungkin sambil rapat sehingga tidak bisa konsentrasi. Izin Prof. Subahar, Prof. Alimbahar sama ee Kiai Muzaki. Kalau saya nanti memantaunya tidak bisa dengan 100% full karena sambil mimpin rapat. Terima kasih Bapak ya dan semua. Iya. Baik. Terima kasih Bapak saget undur diri. Matur nuun sanget. Terima kasih sekali. Monggo Bapak dulu. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Masyaallah luar biasa. Memang yang disampaikan Bapak ada nilai-nilai konsep untuk generasi muda dan juga sebagai ASN bisa menghayati lebih mendalami agar tidak mudah terpengaruh. Nah, ini luar biasa. Agar lebih disikapi dan ee solidaritas ya dan tidak mau dipecah belah karena kita ASN, Sobat ASN seluruhnya adalah satu tubuh hidup sederhana meneladani Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Oh [Musik] Baik, Sobat ASN. kami informasikan bagi para pemenang tadi yang sudah mendapatkan hadiah buku yang luar biasa dan kami mohon untuk WA ke running chat yang tertera jadi mengirimkan alamatnya tidak kesasar ke alamat saya nantinya ya. Baik sobat ASN untuk acara berikutnya adalah yang ditunggu-tunggu materi yang sangat luar biasa dari narasumber pertama kita hari ini Prof. Dr. Abdul Halim Subhar, MA selaku Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren dan Dinia LPPD Jawa Timur. Luar biasa. Dan beliau menempuh pendidikan S1 dan S2 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. [Musik] Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Apa kabar Bapak Bapak Abdul? Sehat? Alhamdulillah. Asalamualaikum, Bapak. Baik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bapak. Mohon izin. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Sehat ya, Bapak ya. Saya terima kasih sekali Bapak sudah meluangkan waktunya menjadi narasumber kita pertama yang tentunya ditunggu-tunggu oleh Sobat ASN di seluruh Indonesia. Baik, Bapak kami persilakan untuk Bapak memberikan materinya. Monggo. Baik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Bismillah walhamdulillah wasalatu wasalamu ala sayyidina Muhammad ibni Abdillah waa alihi wasahbihi wawala w ba'duh. Yang kami hormati senior kami Bapak Dr. K. H. Ahmad Jazuli. Burung dadali terbang tinggi ke Jazuli itu memang ahlinya. Sahabat narasumber Dr. K. H. dari Imam Besar Masjid Al-Akbar Surabaya, K. H. Murzaki. Panitia khususnya Kepala BPSDM Bapak Dr. H. Ramlianto, M.Pd. Peserta sekalian yang sangat kami banggakan. Sebelum kami menyampaikan materi, kami tadi diperkenalkan sebagai ketua lembaga pengembangan pesantren dan diniah Provinsi Jawa Timur. Lembaga ini dibentuk melalui SK Gubernur. Oleh karena itu, tugas kami yang pertama adalah melakukan percepatan SDM khususnya di Jawa Timur. Dan alhamdulillah selama 5 tahun ini sejak tahun 2019 sampai sekarang LPPD sudah menjalin kerja sama dengan 138 perguruan tinggi terdiri dari PTKi negeri dan swasta Mahad Ali dan juga Al-Azhar di Alazar Mesir. Dan penerima manfaat itu luar biasa di Jawa Timur sejak tahun 2019 itu sudah berjumlah 6.800 76 penerima manfaat. Baik mereka yang diberi kesempatan untuk studi program sarjana, program magister, program doktor, dan program marhala ul, marhala ssaniah maahad, juga program S1 dan Al-Azhar. Jadi Jawa Timur itu luar biasa menanam dan sekarang sudah panin. Di antara Alazhar itu dari 30 angkatan pertama 25 sudah panin. Untuk program S3 dari 40 angkatan pertama 38 sudah panin. Ini adalah sosok-sosok yang sangat luar biasa. Mereka adalah sosok yang berilmu, berakhlak, dan belajar dalam rangka mencari ilmu dan mencari keberkahan. Ya, insyaallah ke depan bahwa prospek khidmah mereka yang sudah selesai atau khidmah mereka yang sekarang sudah berada dalam taraf penerima manfaat sejumlah 6.876 mahasiswa penerima beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Insyaallah ini akan berkembang secara signifikan di masa-masa yang akan datang dan mereka pasti akan memberikan kontribusi terhadap kemajuan pesantren, kemajuan pendidikan Islam dan kemajuan Provinsi Jawa Timur. Insyaallah materi yang diamanahkan kepada kami ini terkait dengan ASN berakhlak negeri bermartabat. Kita coba menggali inspirasi kepemimpinan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan. Yang pertama itu terkait bahwa kita tidak boleh lupa bahwa Allah Subhanahu wa taala memberikan anugerah pada kita termasuk para ASN. Ini anugerah yang tidak didapatkan oleh makhluk lain kecuali yang namanya manusia. Manusia itu dicipta oleh Allah Subhanahu wa taala untuk beribadah. W khalaqtul jinna wal insa illa liyaudun. Jadi tidak ada hal lain kecuali untuk ibadah. Ibadah tentu dalam pengertian yang sangat luas, bukan sebatas pada ibadah salat. Tetapi hal-hal positif yang terkait dengan kemaslahatan, yang terkait dengan kebaikan itu adalah ibadah. Kita niat menjadi ASN ya. Niat kita yang baik itu bagian dari ibadah. Ketika niat itu kita implementasikan dengan kinerja yang baik, maka pahala dari ibadah kita itu akan terus dilipatkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Demikian juga orang salat, demikian juga kita menjadi ASN, demikian juga kita yang menekuni profesi-profesi yang lain. Kita niat aja sudah ibadah dan itu berpahala. Apalagi kita mengimplementasikan niat kita yang baik. untuk ibadah itu, itu pasti akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah Subhanahu wa taala. Kemudian yang kedua, bahwa Allah itu menjadikan manusia bukan semata untuk ibadah, tetapi Allah menegaskan, "Inni jailun fil ardhi khalifah." Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Itu penegasan Allah bahwa yang ditunjuk sebagai khalifah itu hanyalah manusia. makhluk lain tidak diberi amanah sebagai khalifah. Kenapa? Karena khalifah itu tugasnya sangat berat. Ya, kita bukan sekedar hidup, kita bukan sekedar ibadah, tetapi sekaligus kita diminta untuk menjadi wakil Allah di bumi, mengelola bumi dan memakmurkan bumi dalam rangka kemaslahatan sesuai dengan petunjuk Allah Subhanahu wa taala. Oleh karena itu, manusia sebagai pemimpin dan penanggung jawab di muka bumi bertugas untuk menjaga dan memakmurkan alam untuk kemaslahatan dan sesuai dengan ketentuan Allah Subhanahu wa taala. Oleh karena itu, tugas manusia sebagai Abdullah dan sebagai khalifatullah itu sangat berat. Karena manusia diberi amanah yang sangat berat tugas dan tanggungjawabkan tanggung jawabnya oleh Allah Subhanahu wa taala. Maka Allah memberikan tiga keistimewaan, tiga anugerah yang luar biasa kepada manusia ini. Yang pertama manusia adalah ciptaan terbaik Allah. Laqad khalaqnal insana fi ahsani takqdib. Itu yang pertama. bahwa manusia adalah ciptaan terbaik, jauh lebih baik dibanding ciptaan-ciptaan Allah yang lain. Termasuk binatang juga. Jauh lebih baik manusia sebagai ciptaan Allah yang fi asan tak. Yang kedua, Allah itu memberikan kelengkapan kepada manusia berupa akal yang dengan akal itu manusia berbeda dengan makhluk-makhluk yang lain. Dengan akal itu manusia diberi peluang untuk akses pengetahuan, untuk akses ilmu, untuk akses pendidikan. sehingga kemampuan manusia, potensi manusia itu bisa dikembangkan dari waktu ke waktu. Jadi diberinya akal karena Allah memberikan akses kepada manusia. Akses berupa pengetahuan, akses berupa ilmu, akses berupa pendidikan. Kemudian yang lain yang tidak kalah pentingnya Allah juga memberikan anugerah kalb. Ketika Allah memberikan anugerah akal, akal itu tidak mampu mengapresiasi dan tidak mampu merasakan kekhusyukan kita ketika kita sedang beribadah dan ketika kita sedang berzikir kepada Allah Subhanahu wa taala. Oleh karena itu dilengkapi lagi anugerah Allah terhadap manusia. Allah memberikan manusia itu kalbu, kemampuan hati nurani. Karena dengan kalbu manusia diberi akses untuk bisa merasakan kekhusyukan ketika manusia itu sedang ibadah, kepada manusia, sedang zikir, kepada manusia ketika manusia itu sedang melaksanakan amanah. Jadi ini hal yang luar biasa dan ini hanya manusia yang bisa merasakan karena manusia diciptakan dengan tiga kemampuan lebih itu fi ahsani takwid disempurnakan dengan kemampuan akal disempurnakan dengan kemampuan kalb jadi sepintar-pintar orang ketika yang diasah itu hanya kemampuan akalnya insyaallah dia tidak akan mampu merasakan kenikmatan dan kekhusyukan ketika Nah tiga potensi ini harus dirawat dan ini harus dikembangkan. Kalau ingin merawat fisik kita, maka kita harus mengasup makanan dan minuman yang halalan thayyiban mubarakan dan juga harus sering olahraga. Ini untuk menjaga anugerah yang pertama dan itu wajib dijaga. Karena siapapun itu dilarang menyakiti fisik kita, dilarang merugikan fisik kita, dan dilarang apalagi sampai membunuh kita. Itu haram hukumnya. Demikian juga kalbu kalbu akal. Akal itu juga harus dipelihara, harus dirawat. Tapi cara merawat akal itu tidak sama dengan cara kita merawat fisik kita. Akal itu harus kita rawat dengan banyak membaca, dengan banyak diskusi, dengan ban
Resume
Categories