ASN Belajar Seri 34 | 2025 - ASN BerAKHLAK–Negeri Bermartabat, Inspirasi Kepemimpinan Rasulullah SAW
amsx6XoH_Bg • 2025-09-04
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia.
Siap nyongsong Indonesia emas.
ASM
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia
tekad pantang menyerah
jadi ASN getar berkualitas
belajar wujud
perintah
kelas dunia
bukan tekad pantang menyerah
jadi
berkuit
[Musik]
sama
[Musik]
bersama membangun asa
menuju cipta yang mulia
Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya.
Langkah pasti menitipi zaman
dengan semangat pembaruan,
ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
PPS Jatim Pusat unggulan
tempat lahirnya insan berkualitas
mencetak STM berkompetensi
tangguh cerdasin
inovasi bersatu dalam visi yang terang
menjawab tantangan jalan genial
PPSDM Jawa Timur Center of Exens masa
depan
[Musik]
bersama membangun asa
menuju cita yang mulia.
Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya.
Langkah pasti meniti zaman
dengan semangat pembaruan
ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
BPSM Japim pusat unggulan
tempat lahirnya insan berkualitas.
Mencet STM berkompetensi.
Tangguh cerdas penuh inovasi
bersatu dalam visi yang terang menjawab
tantangan dan jangan demiang.
BSDM Jawa Timur Center of Sans masa
depan gemilang
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
He.
[Musik]
Disiarkan langsung dari BPSDM Jatim TV
dan hari ini di studio saya di BPSDM
Jalan Balongsariama Surabaya. Luar
biasa. Alhamdulillah. Apa kabar sobat
ASN di seluruh Indonesia? Izinkan saya
menyapa dengan penuh sukacita dan
kebahagiaan. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Salam kebajikan. tentunya kita
bersama-sama memanjatkan puja-puji
syukur karena hari ini kita semua dapat
hadir di webinar ini semuanya dalam
keadaan sehat walafiat, dapat mengikuti
sampai dengan akhir acara nanti. Nah,
tentunya saya ucapkan terima kasih juga
kepada seluruh BPSDN Jatim yang ee masih
berkenan untuk saya menjadi host. Luar
biasa. Alhamdulillah. Dan peringatan
Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam 1447
Hijriah ini bukan hanya dimaknai sebagai
acara ritual keagamaan, melainkan juga
sebagai momentum transformasi diri ASN
menuju pribadi yang lebih berakhlak,
profesional, dan berkomitmen membangun
birokrasi bersih, melayani, serta
memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi
masyarakat, bangsa, dan negara. Dan kali
ini akan dibahas dalam webinar hari ini
dengan tema ASN berakhlak negeri
bermartabat, inspirasi kepemimpinan
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Dan saya mohon tepuk tangannya untuk
teman-teman yang ada di studio. Luar
biasa.
Tak lupa juga kami izin menyapa kepada
yang terhormat opening speech hari ini
Dr. Ramlianto, S.PMP. Kepala BP SDM
Provinsi Jawa Timur. Yang kami hormati
cannot speaker hari ini, Dr. H. Ahmad
Jasuli, S., M.Si. selaku Asisten
Administrasi Umum Sekretaris Daerah
Provinsi Jawa Timur. Juga narasumber
pertama kita, Prof. Dr. Abdul Halim
Subahar selaku ketua
lembaga pengembangan pesantren dan dinia
LPPD Jawa Timur. Dan untuk narasumber
kedua, Dr. H. Ahmad Muzaki Alhafiz, MA
selaku Imam Besar Masjid Nasional
Al-Akbar Surabaya. Masyaallah,
alhamdulillah. Dan kami juga
menyampaikan kepada sobat ASN semuanya
bahwa presensi sudah dapat diakses
melalui website semesta Bangkom seperti
yang tertera pada running chat atau chat
Zoom. Dan juga jangan lupa mengisi
survei serta mengisi lembar monev. Maka
sertifikat akan muncul 1* 24 jam. Jangan
lupa untuk dicek secara berkala dan izin
saya menyampaikan tata tertib untuk
bertanya. Nanti di sesi diskusi akan ee
diberikan kesempatan oleh panitia dua
penanya dan jangan lupa ada hadiahnya
untuk hari ini. Luar biasa. Dan panitia
akan memilih dari yang rais hand. Izin
berpantun teman-teman yang ada di studio
maupun di YouTube channel maupun Zoom
bisa kasih jempolnya. Buah duren, buah
semangka. Cakep.
Sobat ASN makin keren karena webinarnya
sangat istimewa. Boleh tepuk tangan.
Masyaallah.
Kegiatan SN belajar diharapkan dapat
menjadi wadah pembelajaran bersama untuk
menggali, memahami, dan
mengimplementasikan
nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam dalam
kehidupan sehari-hari ASN. Selengkapnya
akan dibahas dalam webinar ASN Belajar
Seri 34 tahun 2025.
[Musik]
Dan sobat SN untuk membuka webinar hari
ini, mari kita sambut bersama opening
speech dari Kepala Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Kepada yang terhormat Bapak Dr.
Ramlianto, S.P., MP. Kami silakan.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Salam sehat dan salam sejahtera untuk
kita sekalian.
Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat
bertemu kembali dalam webinar series ASN
Belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim
Corporate University Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Hari ini Kamis tanggal 4 September 2025,
ASN belajar telah memasuki seri ke-34.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar ini.
Sebagai bentuk terima kasih kami, kami
terus berkomitmen sekaligus berikhtiar
untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik.
kekinian dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
dan kinerja aparatur sipil negara di
Indonesia.
Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-34 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik dalam rangka menyambut Maulid
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
pada tanggal 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah
yang jatuh pada tanggal 5 September
2025. Sebuah momentum yang tak sekedar
peringatan, tetapi gema abadi yang
menyentuh jiwa setiap muslim. Tanda
hadirnya cahaya peradaban lahirnya
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Sang rahmat bagi semesta yang
kelahirannya menyalakan harapan dan
menyingkirkan kegelapan.
Karena tema ini sangat tepat untuk kita
elaborasi secara luas dan mendalam, maka
ASN belajar seri ke-34 tahun 2025 ini
mengangkat topik ASN berakhlak, negeri
bermartabat, inspirasi kepemimpinan
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Nah, sudah menjadi tradisi akademik
dalam ASN belajar bahwa topik menarik
ini akan dibahas secara intensif dari
beragam perspektif bersama para
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya. Sobat HN di seluruh tanah
air, Maulid Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam bukan sekedar peringatan
sejarah. Ia adalah living legacy,
warisan hidup yang senantiasa menyala
dalam hati umat manusia.
Dari padang tandus Mekah lahir seorang
pemimpin yang membawa perubahan
peradaban, menyalakan lentera akhlak,
dan menegakkan keadilan universal.
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
bukan hanya teladan spiritual, tapi juga
role model kepemimpinan transformatif
yang relevan sepanjang zaman.
Dalam pribadi Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam, kita menyaksikan sebuah
sintesis agung. Akal yang tercerahkan,
hati yang penuh kasih, dan jiwa yang
kokoh dalam kebenaran.
Beliau bukan hanya pemimpin sebuah
bangsa, tetapi arsitek moralitas dunia.
Bukan hanya pembawa risalah, tetapi juga
peletak dasar etika universal yang tetap
relevan bagi peradaban sampai kapanpun.
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
adalah matahari yang menyinari gelapnya
zaman, samudera kasih yang tak bertepi,
dan mercuar yang menuntun langkah umat
manusia ke arah terang benderang.
Keagungannya bukan sekedar dikenang
dalam sejarah, melainkan dirasakan dalam
denyut nanti kehidupan.
Setiap senyumnya meneduhkan, setiap
sabdanya menghidupkan, dan setiap
teladannya menyalakan harapan.
Adakah pemimpin yang mampu memandukan
kelembutan kasih dengan keteguhan
prinsip? Adakah tokoh yang sanggup
menundukkan hati tanpa bangsaan?
menggerakkan peradaban tanpa kekerasan.
Rasulullahlah jawabannya.
Beliau hadir sebagai jawaban atas dahaga
kemanusiaan, membawa risalah yang abadi,
membimbing umat dari kegelapan menuju
cahaya.
Sobat ASN di seluruh tanah air, beliau
adalah sosok yang menyatukan kelembutan
hati dan ketegasan visi. Pemimpin yang
membangun peradaban dengan akhlak, bukan
dengan pedang. dengan kasih sayang,
bukan dengan kekerasan.
Dalam dirinya terjalin harmoni antara
kecerdasan intelektual, kedalaman
spiritual, dan kebijaksanaan moral.
Menjadikannya mercuar kemanusiaan yang
cahayanya menembus lintas generasi dan
peradaban.
Beliau adalah pemimpin agung yang
menyatukan umat dengan cinta, membangun
peradaban dengan hikmah. Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam pemimpin
agung yang jejak leadership-nya menjadi
suluh bagi peradaban dunia.
Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam bukan sekedar peringatan
sejarah. Ia adalah warisan hidup yang
senantiasa menyalakan hati manusia di
seluruh bumi ini dari masa ke masa.
Maulid Nabi bukan sekedar peringatan
sejarah, tetapi cahaya abadi yang terus
menyinari jiwa-jiwa pencari kebenaran,
membangunkan hati yang lalai, dan
meneguhkan langkah umat di jalan penuh
rahmat. Maulid Nabi bukan sekedar
peringatan sejarah, melainkan momentum
refleksi peradaban di mana kita
meneladani kepemimpinan beliau dalam
membangun masyarakat yang adil, beradab,
dan bermartabat.
Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam bukan sekedar peringatan
sejarah, tetapi pertanyaan besar bagi
kita semua. Sudahkah kita meneladani
akhlaknya, menghidupkan visinya, dan
mewarisi semangat kepemimpinannya dalam
mengabdi kepada bangsa dan umat manusia?
Maulid Nabi adalah kaca benggala untuk
melihat dan meneladani setiap gerak
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
sebagai inspirasi.
Senyumnya adalah keteduhan, ucapannya
adalah petunjuk, tindakannya adalah
teladan.
Sobat ASN di seluruh tanah air,
kepemimpinan beliau tidak hanya
membangkitkan semangat para sahabat di
medan perang, tetapi juga menguatkan
hati para yatim piatu, para fakir, dan
kaum tertindas.
Beliau adalah pemimpin yang menyalakan
harapan bahkan dalam situasi yang paling
gelap sekalipun. Kepemimpinan Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam adalah pelita
agung yang tak pernah padam.
Beliau hadir bagaikan cahaya fajar yang
membelah gulita menuntun manusia dari
kegelapan menuju jalan terang. Gelar
al-Amin bukan sekedar pengakuan, tetapi
penegasan bahwa integritas adalah
mahkota seorang pemimpin.
Dari keteladanan itu, kita sebagai ASN
belajar bahwa pengabdian sejati lahir
dari kejujuran, kerja ikhlas, dan
komitmen untuk melayani rakyat dengan
sepenuh hati.
Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air,
lalu bagaimana kita sebagai ASN
Indonesia memaknai Maulid Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam ini dalam
aksi nyata sebagai abdi negara dan abdi
masyarakat. Nah, untuk membahas cerdas
dan tuntas topik ini, kami telah
mengundang para narasumber luar biasa
yang sudah barang tentu sangat kompeten
di bidangnya. Kami menyampaikan terima
kasih dan apresiasi kepada para
narasumber hebat yang telah berkenan
hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobat ASN di
seluruh tanah air.
Pertama kami menyampaikan terima kasih
kepada Bapak Dr. K.H. Ahmad Jazuli, S.
M.Si. Beliau adalah Plt. Asisten
Administrasi Umum Sekretariat Daerah
Provinsi Jawa Timur. Terima kasih atas
pencerahan yang sangat bernilai sebagai
genot speaker. Kedua kepada Prof. Dr. H.
Abdul Halim Subhar, MA. Ketua Lembaga
Pengembangan Pesantren dan Dinia Jawa
Timur yang telah berbagi hikmah mendalam
tentang teladan kepimpinan Rasulullah
dalam membangun peradaban umat. Dan
kepada Ustaz Dr. K.H. Ahmad Muzaki
Alhafid, MA. Imam Besar Masjid Nasional
Alakbar Surabaya yang akan menyampaikan
inspirasi virtual penuh makna bagi kita
sekalian. Nah, Sobat ASN, mari kita
simak dengan seksama webinar ASN belajar
seri ke-34 tahun 2025. Semoga
bermanfaat. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak
Dr. Ramlianto, S.P,MP selaku Kepala
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur. Dan acara
berikutnya adalah knot speech dari Dr.
H. Ahmad Jasuli, S.H., M.Si. selaku
asisten administrasi umum Sekretarias
Daerah Provinsi Jawa Timur. Masyaallah,
luar biasa. Bapak, izinkan kami menyapa,
Bapak. Asalamualaikum, Bapak. Mohon izin
Bapak Jasuli.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillah Bapak sehat. Apa kabar
Bapak? Masyaallah
sehat Bapak.
Baik mohon izin Bapak. Saya sangat
senang sekali bisa bertemu dengan Bapak
Jazuli lagi eh Nun Sewu. Pripun Bapak?
Apakah mendengar suara saya Bapak? Mohon
izin.
Siap.
Alhamdulillah. Alhamdulillah.
Masih mengingat saya ya, Bapak. Luar
biasa. Mbak Maya terima kasih bertemu
kembali.
Injih. Sehat Bapak?
Sehat selalu Mbak Maya.
Inj sami-sami. Ee dengan kerendahan hati
saya sangat bangga sekali loh bisa
bertemu dengan Bapak kembali. Baik untuk
selanjutnya sobat ASN kami persilakan
Bapak Dr. H. Ahmad Jazuli, S.H., M.Si.
untuk memberikan materinya. Monggo Bapak
memberikan ke knee speed-nya. Monggo
disilakan.
Bismillah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillah alladzi arsala rasulahu
bilhuda winil haqq liirahu aladini
kullih wa kafa billahi syahida.
Allahumma sholli wasallim wabarik ala
sayyidina Muhammad wa ala alihi wa
ashabihi waman tabiah. La haula wala
quwwata illa billah. Amma ba'du.
Yang saya hormati, saya banggakan sosok
pimpinan
yaitu Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur
Bapak Dr. H. Ramlianto, S.MP.
Yang penuh ee ide, inspiratif, dan
selalu memberikan semangat kepada kita
semuanya.
Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. K.H.
Halim Zubahar, MA, Ketua Lembaga
Pengembangan Pesantren dan Diniah Jawa
Timur. Juga beliau hari ini sebagai
narasumber. Beliau juga ketua senat
Universitas Islam Negeri Jember.
Narasumber berikutnya yang saya hormati
Bapak Dr. K. H. Ahmad Muzaki, M., L.
Alhafiz. Imam Besar Masjid Al-Akbar
yang saya banggakan, Mbak Mayasanti yang
selalu aktif memandu kegiatan ASN
Belajar. Sahabat-sahabat ASN Belajar di
mana pun berada, mudah-mudahan kita
selalu sehat walafiat,
penuh keberkahan dalam lindungan Allah
Subhanahu wa taala.
Sahabat-sahabat ASN belajar di mana pun
berada,
tak kenal maka tak sayang.
Maka kiranya mungkin yang baru bergabung
biar kenal. Saya Ahmad Jazuli, asisten
administrasi umum Plt. Maaf karena
sekarang ini istilahnya kalau gak
berpantun enggak afdal.
Burung dadali suka makan kurma.
Jazuli sekarang widyayaswara utama.
kebetulan dipercaya Bu Gubernur sebagai
Plt. Asisten Agresiasi umum. Ee pada
kesempatan ini mari kita bersyukur
kepada Allah Subhanahu wa taala. Kita
ditakdirkan Allah menjadi
umat Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Dan hari ini kita melaksanakan
ASN belajar
sekaligus
kita mengadakan peringatan Maulid Nabi
melalui ee online ini yang digagas oleh
BPSDM.
Mudah-mudahan
pertemuan kita majelis hari ini, majelis
pengajian ASN belajar ini membawa berkah
maslahah bagi kita semuanya, terutama
lebih meningkatkan kecintaan kita kepada
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi
wasallam.
Kami apresiasi kepada BPSDM Jawa Timur
yang mana dalam rangka peningkatan
kualitas sumber daya manusia tidak hanya
menekankan pada aspek lahiriah,
tidak aspek hanya knowledge atau ilmu
pengetahuan saja, tapi bagaimana rohani
agar kita ini ee ada keseimbangan antara
pikir dan zikir, ya.
Dalam arti kita ini supaya tidak
terlalu
sibuk pada urusan dunia, tetapi BPSDM
selalu mengasah rohani dengan
kajian-kajian keislaman. Ada ESN mengaji
bahkan kegiatan-kegiatan
ee pembinaan rohani selalu dilaksanakan.
termasuk hari ini ASN Belajar ee
sekaligus menyambut peringatan
Maulidur Rasul.
Mudah-mudahan
pertemuan kita
menjadi
tawasul kita, kelak bisa bersama
Rasulullah di surga
Allah Subhanahu wa taala fi jannati
naim.
Para peserta webinar ASN belajar yang
dirahmati Allah.
Kita
bersyukur,
kita memperingati peringatan Maulid
Nabi. tidak sekedar formalitas, tidak
sekedar hanya melaksanakan kegiatan,
tetapi
mari kita semuanya
di forum ini yang ikut pada webinar ini,
mari kita hadirkan hati kita
untuk cinta kepada Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam.
Cinta dan mensyukuri atas kelahiran Nabi
ya yang membawa dari minadulat ilan nur.
menjadi kegelapan menjadi
din Islam. Kita sebagai umat Nabi
Muhammad harus cinta
kepada Rasulullah
dalam bentuk kita peringatan Maulid
Nabi. Kita membaca banyak selawat,
terutama kita mengikuti sunah-sunah
beliau. Kita mengaktualisasikan diri
kita, tauladan Rasulullah di dalam semua
kegiatan kita. Itulah namanya cinta
kepada Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Kami ingat kisah seorang ee
a'rabi, seorang Arab primitif. Suatu
saat ketika menjelang salat, si A'rabi
itu bertanya kepada Nabi Muhammad,
"Kapan ya Rasulullah kiamat itu
terjadi?"
Ya, itu pertanyaan seorang
A'rabi, orang
pedesaan.
Ketika pertanyaan itu disampaikan kepada
Rasulullah, Nabi balik bertanya, "Kamu
bertanya tentang kiamat. Apa persiapanmu
menghadapi kiamat?" Apa persiapanmu?
Si Arabi menjawab, "Nabi, kami tidak
banyak salat, tidak ahli puasa, tidak
ahli sedekah,
tapi modal kami adalah cinta kepada
Allah dan Rasul-Nya."
Apa komentar Kanjeng Nabi? Nabi
menimpali ucapan sahabat itu, anta
maaman ahbabta.
Kamu bersama orang yang kau cintai.
Karena itu cinta kita kepada Rasulullah
selalu
memperingati peringatan Maulid Nabi
dengan pengajian-pengajian.
Alhamdulillah di Indonesia ini ya mulid
zaman Bung Karno di Istana Negara ada
peringatan Maulid Nabi yang saat ini di
Indonesia dilaksanakan peringat Maulid
Nabi di
kampung-kampung, di pemerintahan, di
sekolahan, di lembaga-lembaga
organisasi jug mengadakan peringatan
Maulid Nabi. Ini menunjukkan cinta
kepada Rasulullah. Tapi lebih dari itu,
bagaimana implementasinya? Kita
mencontoh bagaimana kesederhanaan
Rasulullah, bagaimana
kejujuran Rasulullah, bagaimana kasih
sayang Rasulullah kepada sesama,
bagaimana Nabi Muhammad menerapkan jiwa
pemaafnya, kesederhanaan dan sebagainya.
Makanya cinta kita kepada Rasulullah ini
harus dipupuk dan ditingkatkan. Mudah
cinta kepada Rasulullah. Digambarkan
bahkan diriwayatkan
Abu Lahab
paman Nabi
ya. Tetapi
pada akhirnya selalu memusuhi Nabi.
Dikisahkan ketika
Sayidati Aminah istri Sayid Abdullah.
Ya, Sayid Abdullah adalah kakak Abu
Lahab.
Saat itu Abu Lahab
menyampaikan kepada budaknya namanya
Suwaibah.
Hai Suwaibah, tolong kamu ke rumah
Sayidati Aminah, kakak ipar Abu Lahab.
Di sana ada cahaya
nur, cahaya terang. Coba kamu datang ke
sana. Tsuwaibah seorang budaknya Abu
Lahab datang ke sana ternyata
menyaksikan kelahiran Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam.
Kemudian Suaibah kembali lapor kepada
Abu Lahab.
Tuhan, ternyata Sayidati Aminah
melahirkan seorang anak Nabi Muhammad.
Wah, begitu dengar cerita ini, berita
ini, Abu Lahab sangat gembira,
sangat senang dengan kelahiran
keponakannya Nabi Muhammad ini. Saking
senangnya Abu Lahab menyampaikan kepada
Suwaibah, "Wahai Suwaibah,
karena gembiraku,
senangku, cintaku terhadap keponakanku
Muhammad sebagai rasa
gembira.
Aku merdekakan kamu hai Taifa kamu. Aku
merdekakan sama dengan aku menjadi orang
merdeka." Ini bentuk kegembiraan Abu
Lahab ketika Nabi Muhammad lahir.
Sehingga dikisahkan Abu Lahab ini
walaupun di neraka. Nah, setiap hari
Senin diringankan seksanya. Para sahabat
ASN belajar di mana pun Anda berada yang
dirahmati Allah. Makanya mari kita cinta
kepada Rasulullah ini betul-betul kita
pupuk dengan selalu mencontoh
keteladanan sikap Rasulullah. selalu
memperbanyak
selawat kepada Rasulullah. Ya, makanya
sangat tepat kalau yang disampaikan
Rasulullah,
manama maulidi
kuntu syafi'an lahu yaumalqiamah. Barang
siapa yang mengagungkan kelahiranku,
termasuk kita memperingati hari lahir
Nabi ini, kuntu syafi'an lahu
yaumalqiamah.
Aku memberikan syafaat diada pada hari
kiamat kepadanya.
Karena itu
kita harus selalu
berselawat kepada Nabi. Tanda cinta
kepada Rasulullah.
Nabi menyampaikan
aas yaumalqiamah
aksarum al shatan. Kata Rasulullah,
"Orang yang paling berhak kepadaku di
hari kiamat nanti adalah mereka yang
paling banyak membaca selawat."
Sahabat-sahabat ASN
di mana pun berada, mari kita sebagai
bentuk cinta pada Rasulullah kita
sumarak, kita semarakkan di mana pun
kita berada, di kampung, di masjid
supaya anak-anak kita cinta kepada
Rasulullah. Saat ini banyak anak-anak
pemuda kita mengidolakan
artis-artis, mengidolakan tokoh-tokoh
ya yang kadang-kadang yang sering
bersebarangan
kepada ee ajaran Baginda Rasul. Mari
dengan peringatan Maulid Nabi ya,
semangat untuk cinta Rasulullah ini kita
gaungkan di mana-mana sehingga
anak-anak kita, keluarga kita, ASN kita
di dalam mengabdi, di dalam bekerja
melayani masyarakat selalu kembali
kepada ajaran Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam. ASN belajar di mana pun
berada,
mari
kita komitmen menteladani Rasulullah
secara paripurni, sekuat tenaga walaupun
tidak bisa seluruhnya ya. Mari karena
apa? Kita ini butuh
sosok panutan ya.
Kalau kita menadari Rasulullah semuanya
di mana pun berada, insyaallah kedamaian
akan terjadi. Rasulullah pemaaf,
Rasulullah sederhana, Rasulullah selalu
menutupi aib orang lain. Ya, ini perlu
kita terapkan. Subhanallah.
Hari-hari ini bagaimana kita lihat
suasana demo unjuk rasa di mana saja ini
rasanya sudah jauh dari ajaran
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Makanya momentum peringatan
Maulid Nabi hendaknya menjadi tonggak
kita untuk mari kita akhiri suasana demo
yang anarkis ini kita lakukan menjadi
yang lebih bijak.
Bapak Ibu sekalian pesn belajar di mana
pun berada. kiranya kalau mainpan ini
ada ee
moto
ASN berakhlak akronimnya adalah
memberikan pelayanan yang berorientasi
pada yang akuntabel, kompeten,
harmonis, loyal, adaptif, kolaboratif.
Ini adalah sebuah akronim yang nilainya
semuanya
ber kalau kita tarik benang merah dengan
perilaku diapan Rasulullah jangan tepat
ya. Nabi Muhammad adalah sarang itu
kompeten. Nabi Muhammad adalah
akuntabel. semuanya ada di dalam ee
pribadi Rasulullah mempunyai sifat
sidik, amanah, fatonah, dan tabligh. Ya.
Jadi berakhlak ini ASN berakhlak kalau
secara tersirat
adalah bagaimana ASN di Indonesia ini
supaya sesuai dengan harapan Rasulullah
bahwa Nabi Muhammad diutus oleh Allah
menyempurnakan akhlak. Innama buitu
liutamima makarimal aklaq.
Sesungguhnya aku diutus oleh Allah
adalah untuk menyempurnakan akhlak.
Bagaimana ASN yang baik? ASN yang
berakhlak itu bagaimana implementasinya?
Adalah seorang ASN yang hablum
minallahnya bagus, hablum minannasnya
bagus, ibadahnya tekun, pelayanan
masyarakat bagus. Kemarin saya sempat
memberikan pembinaan di Rumah Sakit
Umum Daerah Sidoarjo pada ASN. Saya
sampaikan peringatan Maulid Nabi.
Mencontoh Rasulullah. Berarti
berakhlaklah.
ASN berakhlak bagaimana? Ibadahnya
bagus, pelayanan bagus. Jangan sampai
kami contohkan di rumah sakit jam 0.00
seorang SN salat duha habib duha baca
Al-Qur'an sementara tidak memberikan
pelayanan.
Bagaimana kita menempatkan diri ya.
Alhamdulillah kami melihat kemarin
suasana di Rumah Sakit Umum Daerah di
Sidoarjo itu ASN-nya ibadahnya tekun,
pelayanannya bagus. Kiranya ini sebuah
contoh saja dan insyaallah di pelayanan
di Provinsi Jawa Timur sudah mengarah
pada ASN berakhlak. Bagaimana kita
pelayanan yang baik, pelayanan juga
baik. Para SN di mana pun berada yang
dirahmati Allah. Kita berharap momentum
peringatan Maulid Nabi ini sebagai wujud
cinta kepada Rasulullah. Mudah-mudahan
pertemuan kita barokah, manfaat.
Mudah-mudahan melalui ASN belajar hari
ini ya menteladani Rasulullah kita
berusaha untuk selalu
meneladani dalam seluruh aspek kehidupan
Rasul kita perbanyak selawat. Kita
bangga bersyukur kita senang sebagai
umat Nabi Muhammad kita yakin kita kelak
akan mendapat syafaatul uzmah. syafaat
utama dari Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Di mana ketika nanti di
yaumul mahsyar kita-kita ini semua
manusia dikumpulkan di yaumul mahsyar
suasana panik, suasana seperti ee
susahnya semua manusia menghadapi hisab
ya. digambarkan oleh Rasulullah ya
semuanya itu telanjang semuanya pada di
Ara itu ya sampai Aisyah
bertanya, "Ya Rasul, bagaimana kita ini
malu ya Rasul kalau saat itu tidak tidak
sempat berpikir bagaimana
memperhatikan yang satu dengan yang
lainnya." Karena sangat paniknya ketika
di yaumul mahsyar, saat itulah semua
manusia mendatangi, para manusia
mendatangi Nabi Muham, Nabi Adam alaihi
salam sebagai bapak sea manusia. Nabi
Adam tidak bisa memberikan syafaat.
Kemudian Nabi Adam suruh ke Nabi Nuh. Ke
Nabian Nuh juga demikian ya. Nabi Adam
punya dosa. Nabi Nuh pernah meninggalkan
umatnya. Nabi Nuh memerintahkan
datanglah ke Nabi Ibrahim. Ya, Nabi
Ibrahim memerintahkan ke Nabi Musa. Nabi
Musa pun demikian kepada Nabi Isa
semuanya tidak bisa memberikan syafaat
yang pada akhirnya semuanya ya kepada
Nabi Muhammadlah yang bisa memberikan
syafaat di yaumul mahsyar itu. Nabi
Muhammad ketika dimintai syafaatnya ya
Allah masyaallah
Nabi Muhammad naik ke arasy. di aras
Allah. Nabi Muhammad sujud minta kepada
Allah untuk berikan syafaat yang pada
akhirnya Allah memenangkan, "Ya Muhammad
irfa rsak tuktoh angkatlah
kepalamu. Kamu akan saya berikan
makam syafaat." Mudah-mudahan forum ini
menjadikan kita lebih cinta kepada
Rasulullah,
lebih bisa mengamalkan nilai-nilai
ajaran Rasulullah dan kelak kita
mendapat syafaat dari Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Mbak Maya
kiranya itulah yang saya sampaikan.
Sebenarnya saya ingin bisa bergabung di
BPSDM. Ternyata di BPSDM ada yang
offline sehingga lebih komunikatif. Tapi
saya bangga apresiasi kepada BPSDM Jawa
Timur ini yang selalu
mengada jajatan momentumen keagamaan
untuk mengasah rohani kita semuanya.
Matur suwun sahabat-sahabat di mana ada
berada mohon maaf. Terima kasih saya
akhiriatal mustaqim. Wallah mufiq il.
Asalamualaikum warahmatullah
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Bapak luar biasa. Terima
kasih sekali. singkat tapi penuh cinta
terhadap Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Nggih, Bapak. Nggih. Dan luar
biasa Bapak. Saya senang sekali loh bisa
ketemu Pak Jazuli lagi ini.
Alhamdulillah. Ngih. Langsung saja untuk
penanya nggih. Betul nggih. Mohon izin
untuk di materi sesi tanya jawab
berikutnya kami persilakan kepada sobat
ASN yang hari ini hadir di Zoom maupun
YouTube channel disilakan untuk raise
hand dan kami dari panitia akan memilih
untuk dua penanya dan luar biasa hari
ini untuk yang bertanya mohon izin Bapak
akan mendapatkan hadiah buku ya.
Masyaallah alhamdulillah
saya sudah dapat Mbak Maya. Masyaallah,
Pak.
Karena yang bicara dapat juga izin
membaca Bapak dengan judul Cahaya di
atas Cahaya, sebuah ikhtisar pengajian
Alhikam tentang baginda Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam ee dan oleh
K. H. Muhammad Jamaluddin Ahmad.
Masyaallah, luar biasa. Disilakan untuk
penanya pertama yang sudah dipilih oleh
panitia. Mohon izin teman-teman yang ada
di studio. Baik, luar biasa. Sekali lagi
untuk Bapak Jazuli. Masyaallah. Nggih.
Jadi memang untuk webinar hari ini
memang menjadi momentum agar ASN
benar-benar berakhlak ya dan juga sangat
mencintai Rasulullah. Luar biasa. Dan
mungkin kalau pertanyaannya dari saya
boleh ya Bapak saya ingin bertanya
sebetulnya.
Monggo Mbak Maya. Siap. Baik. Baik.
Bapak bagaimana ya? Saya itu selalu
setiap harinya itu memakai cincin zikir.
Mohon izin. Mohon izin. Tapi kadang itu
saya selalu berzikir Bapak tapi setelah
mendengar ini memang kita lebih apa
tadi? Bapak, saya ingin ee menanya
ulang. Bila kita sering berselawat, nah
itu tadi akan ada apa begitu, Bapak?
Nah, ini saya tadi kurang kurang begitu
ini, Bapak ee penjelasannya. Saya mohon
mungkin dijelaskan ulang
karena saya lebih memilih sering
berzikir daripada berselawat. Nah,
mungkin lebih baikun Bapak disilakan.
Ya, begini Mbak M ya. Jadi Islam itu
indah, Islam itu mudah. Jadi untuk
berbuat kebaikan banyak alternatif.
Bisa zikir baca Al-Qur'an, berselawat,
bisa baca kalimat
ee bertasbih ya. Jadi banyak. Tetapi
selawat ini sangat istimewa. Karena apa?
Di dalam Al-Qur'an
Allah berfirman, "Innallaha wa
malaikatahu yusuna alan nabi." Ya
ayyuhalladzina amanu shu alaihi wasallim
taslima. Jadi perintah-perintah ibadah
ada perintah salat, ada puasa, tapi yang
perintah berselawat ini
innallaha waaik. Sesungguhnya Allah dan
para malaikatnya yusuna alan Nabi. Dari
Allah dan malaikat pun berselawat kepada
Nabi. Sehingga Allah memerintahkan, "Ya
ayyuhalladzina amanu, hai orang-orang
beriman, shu alaihi wasallimu tasliman."
Berselawatlah kepada Nabi, sampaikan
salam kepada Nabi. Ini perintah dari
Allah. Ditambah lagi kata Rasulullah,
"Alanas biyaumalqiamah aksaruhum
ali salatan." Jadi orang yang paling
dekat yang berhak untuk ee mendapatkan
syafaatlah nanti di Rasulullah ada di
hari kiamat nanti. Aksaruhum al shatan
yang paling banyak salatnya kepada saya.
Itulah kenapa saya memilih lebih banyak
selawat dan mudah mengucapkan selawat
ini.
Mohon maaf Mbak Maya sekedar ilustrasi
ya.
Siap Bapak. mungkin teman-temannya di
offline. Saya punya kisah menarik bahwa
giih Bapak
seseorang itu
ee
tergantung bagaimana kebiasaan
sehari-hari apa yang diamalkan.
Baik.
Walaupun mudah tapi kalau gak pernah
diamalkan baca selawat ya
ini juga akan menjadi sulit.
Baik Bapak
ngaput ini kisah menarik barangkali
teman-teman di PU Binamarga Jawa Timur
mengikuti. Pak Tambeng pernah cerita
kepada saya. Oh, Bapak.
Kalau ini kan sudah rutin bagi kita.
Mudah dan rutin bisa. Tetapi bagi mereka
yang tidak pernah salat, ya mungkin
salat karena terpaksa kalau ada pimpinan
saja itu agak sulit. Maaf ini kalau di
offline ini menarik sekali.
Menarik
waktu itu ya makna bengti punya ada tiga
ee ada temannya atau siapa tiga orang
ya. Ini kisah nyata enggak sebut nama
gak ngerasani
tapi kejadian itu unik.
Begitu di antara bertiga mau jemah itu
saling mendorong. Kamu yang ngimami,
kamu ngimam royak gak mau ya karena gak
biasa salat.
Apa yang terjadi?
Yang satu suruh maju
ini ngampen.
Iya.
Begitu yang satu maju jadi imam begitu.
Allahu Akbar.
Baik.
Bismillahirrahmanirrahim.
berhenti lama kemudian oleh aku ngomong
si aku gak iso ngimani
kisah seperti ini kejadian nyata makanya
selawat dibiasakan alat salat itulah
jawaban saya mbak ya baik siap
masyaallah luar biasa maturun bapak saya
akan lebih mengimbangkan antara zikir
dan selawat tapi saya lebih mendengar
sering dari YouTube Bapak kadang untuk
berselawat masyaallah baik ternyata
sudah ada penanya Bapak yang sudah
sangat pengin bertanya ini karena Pak
Pak Jazuli salah satu idola. Baik.
Asalamualaikum. Bapak dari mana dan dari
instansi?
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Sadi dari SMA Negeri 1 Ngoro Mojokerto
Bapak Dr. Pak siapa ini ketemu ini? Pak
siapa nih? Pak Kasihadi, Pak Jozli.
Bapak Kasih nggih, Bapak.
Masyaallah.
Alhamdulillah ee jenengan tadi sudah
memberikan inspirasi beberapa ee cerita
yaitu ee sahabat Arabi dan Abu Lahab
yang luar biasa ketika cinta pada
Rasulullah. Dan yang saya tanyakan Bapak
dalam konteks ASN berakhlak dan visi
Indonesia bermartabat, bagaimana
nilai-nilai kepemimpinan Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam seperti
amanah, fatan siddiq, dan tablig dapat
diimplementasikan secara praktis untuk
mengatasi tantangan korupsi dan anarkis
yang ada di ee saat ini, Bapak. Terima
kasih. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Langsung Mbak Maya.
Kami persilakan Bapak monggo untuk
langsung bisa menjawab. Baik, disilakan.
Pertanyaan singkat tapi panjang lebar
ini kalau dijelaskan belum mengupas
sidik, amanah, fatonah, tablig itu
panjang. Tapi saya ringkas saja bahwa
bagaimana ASN ee
mensikapi era yang saat ini ee
gampangannya hedonisme. Orang itu lebih
suka materi. Yang penting senang,
kekayaan dan sebagainya. ini adalah
bagaimana mestinya kita sebagai ASN ini
untuk menyontoh kehidupan Nabi selalu
bersyukur, selalu sabar, selalu jujur,
selalu ee berpikir fatonah itu kan
cerdas. Bagaimana kita mengamati segala
sesuatu, tablig menginformasikan
ya berita-berita yang positif jangan
yang hoak. Karena itu ASN bermartabat
kiranya
gasakan ini dibutuhkan. Seorang ASN yang
hidupnya sederhana, seorang SN yang
memberikan contoh dalam arti
kedisilannya,
kejujurannya.
Ini tidak dalam arti banyak bicara, tapi
action-nya no action. Bagaimana kita
keteladannya? Makanya ee lisanul hal
afsahu min lisanil maqol. Ini yang
dibutuhkan. Kita ini perlu contoh yang
banyak bukan mauidah yang banyak. Itu
singkat jawabannya ya. Kita butuh
lisanul hal afsahu min lisanil maq. Itu
Pak Kati. Salam teman-teman Mojokerto.
Burung dadali suka makan nanas. Jazuli
mantan kepala dinas di Mojokerto
maksudnya ya. Terima kasih Pak.
Luar biasa sekali, Bapak. Aduh, di
Mojokerto pasti sudah rindu nggih,
Bapak. Nggih, matur nuwun, Bapak. Jangan
lupa nanti akan kita kirim ke alamat
Bapak. Bapak mendapatkan hadiah yang
luar biasa. Boleh tepuk tangan untuk
teman-teman di studio dan juga jempolnya
dari YouTube channel, ya. Dan untuk
pertanyaan selanjutnya nih, sepertinya
sudah ada yang sangat-sangat pengin
bertanya. Monggo disilakan.
Baik dan jangan lupa menyebutkan nama
juga dari mana berasal. Baik.
Asalamualaikum Ibu. Apa kabar? Sehat,
Ibu?
Mohon izin mendengar suara saya dengan
jelas, Ibu. Dari mana dan dengan Ibu
siapa? Asalamualaikum.
Waalaikumsalam.
Baik, alhamdulillah. Monggo disilakan
memberikan pertanyaannya dan menyebutkan
nama juga dari mana panjenengan berasal.
Disilakan.
Oke. Ee, asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh, Pak Kiai.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarikumsalam wabarakatuh. Eh, saya
Ahirwati dari ee Puskesmas Gegesik
Kabupaten Cirebon, Pak.
Pertanyaannya ee bagaimana konsep
kepimpinan Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam terhadap umatnya yang bisa
diterapkan ee untuk generasi ee muda
saat ini, Pak? Mungkin itu saja, Pak
Kiai. Terima kasih. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Gigih Bu Indahwati namanya.
Izin namanya.
Tadi kurang terdengar, Ibu. Mohon izin.
Dari Puskesmas Bapak tadi saya
mendengarnya cuman waktu
eh Ibu Ahiryawati, Pak.
Aliawati. Betul Ibu
Ahiryawati.
Ahyawati Bapak. Monggo disilakan Bapak.
Ibu Ahyawati.
Ya. Terima kasih, Ibu Ahyawati. dari
Cirebon ya. Maturun di ASN ini
bermanfaat tidak hanya untuk Jawa Timur
tapi untuk Indonesia.
Pertanyaan yang sangat menarik,
bagaimana konsep ala Rasulullah terhadap
menyikapi ee untuk generasi muda akan
datang? Ya, barangkali ee konsep
Rasulullah yang menekankan kita dalam
meningapi kehidupan ini terutama
generasi muda. Ayo semangat semangat.
Kalau dalam Rasulullah ini ditegaskanun
kita ya termasuk generasi muda kita. Ayo
kita bekerja di dunia ini seolah hidup
selamanya. Tapi
jadi untuk persiapan akhirat koy-koyok
besok akan mati. Kalau ini kita
terapkan, maka kita akan kerja keras,
bahkan semangat untuk mengejar ee
bagaimana untuk mengelola dunia ini,
bagaimana memakmurkannya, bagaimana
pengabdian kita seolah-olah hidup
selamanya. Tapi ketika kita sudah
beribadah, seolah-olah kaakaan
seolah besok akan mati. Selain hal itu
juga ee kita
ala Rasulullah ya ala Rasulullah bahwa
Kanjeng Nabi ini mengabdi diibaratkan
menanam itu walaupun ee tidak harus kita
yang menikmati sendiri apa yang kita
tanam. Kisahkan Rasulullah menanam ya
menanam pohon itu bukan untuk kita tapi
anak untuk generasi setelah kita. Pendek
kata Allah Rasulullah kita ini jangan
egois hanya untuk kepentingan sesaat
untuk kita tapi gimana meninggal untuk
generasi akan datang. Makanya ee pada
generasi muda kita ini boleh harus untuk
mengejar ee IPTEK tapi impaknya juga
jangan boleh ketinggalan. Pendek kata
kalau di Al-Qur'an yarfaillahina amanu
minkum walladina ilma darajat. Allah
mengangkat derajat orang-orang yang
beriman dan berilmu pengetahuan.
Barangkali itu simpel saja. Terima kasih
dari Puskesus Mas Cirebon bisa gabung.
Matur suwun.
Alhamdulillah. Bagaimana Ibu? Sudah
jelas nggih aman nggih Ibu? Nggih.
Alhamdulillah. Jenengan mendapatkan
hadiah juga ee buku yang luar biasa,
Cahaya di atas Cahaya. Baik, terima
kasih Ibu. Baik, untuk selanjutnya ada
diberikan kesempatan satu penanya lagi
Bapak. Mohon izin je terakhir untuk
penanya ketiga hari ini. Kami
persilakan.
Iya, masih proses. Luar biasa ya tadi
yang bertanya secara praktis e
nilai-nilai yang menanggulangi anarkis
dan koruptor. Ini tadi konsep yang
sesuai Rasulullah nggih. Aduh, luar
biasa penanyaannya hari ini Bapak.
Alhamdulillah nih baik. Alhamdulillah
sudah bergabung.
Bapak, asalamualaikum. Dari mana dan
dengan nama siapa, Bapak? Mohon izin
sangat jelas nggih. Karena saya tidak
bisa mencatat Bapak rata tidak jelas
namanya. Monggo disilakan kelihatannya
ini.
Iya. Dengan nama siapa Bapak?
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh, Pak Yazuli.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Dari Banyuwangi, Pak. dari Banyuwangi.
Oh, Banyuwangi. Dari Banyuwangi.
Pak Sekda, Pak Guntur.
Iya, betul.
Ini karena agak pangling pakai ini ya.
Ya. Ya. Pak Seda.
Giih.
Gi Pak Kiai ee karena di bulan ini sudah
e kita bersama-sama menikmati atau
mungkin memperingati Maulid Nabi Besar
Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang
di dalamnya banyak kandungan-kandungan
ayat yang mengajarkan bahwa wsalamin
[Musik]
tentunya kita hubungkan dengan di
masa-masa sekarang ini banyak
kejadian-kajian, kejadian-kejadian yang
di luar dari kemampuan kita sebagai
manusia.
ee terkait dengan itu bagaimana supaya
kejadian-kejadian ini jangan sampai
merembet ke mana-mana terkait dengan
kita sebagai ASN supaya ASN kita ini
jangan sampai ee bagaimana supaya ASN
ini bergerak sebagai ASN yang berakhlak
sesuai dengan ajaran-ajaran Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Karena kita ASN ini harus bisa
memberikan contoh sesuai yang oleh Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Terima kasih. Itu yang pertanyaan yang
kami sampaikan Pak Kiai. Makasih, mohon
maaf. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Nggih,
langsung Mbak Maya ya.
Injih.
Terima kasih Pak Sekda. ini
tidak hanya bertanya tapi beliau
memberikan cerahan bahwa Rasulullah
adalah wama arsalnaka illa rahmatalil
alamin. Aku tidak mengutus engkau
Muhammad kecu rahmat seluruh alam. Jadi
keberadaan Nabi Muhammad ini tidak hanya
bagi manusia tapi bagi binatang, bagi
tumbuhan tumbuh-tumbuhan lingkungan ini.
Ini sebenarnya saya menjabarkan ayat
yang dibaca Pak Sekda. Tapi yang
pertanyaan berikutnya, bagaimana kita
menyikapi kejadian akhir-akhir ini? Nah,
ini sebagai ASN kiranya mari kita
mensikapi suasana yang seperti ini
dengan penuh arif. Yang pertama
ya ini filosofinya jawab ya. Nek ono
manis oj racun.
Kalau ada pahit jangan dilepeh. Mungkin
itu obat. Nah, saat ini di medsos ini
bersebaran
bagaimana berita-berita haw yang banyak
ini. Kita harus menyaring supaya tidak
mudah terprovokasi. Apalagi sekali ini
pakai AI sehingga ee bisa suara itu
dengan gerakan seseorang bisa ditipu.
Makanya di dalam Islam fatabayyanu
maka tabayun dulu jangan sekar
bertindak. Saat ini ASN sebagai abdi
negara, abdi masyarakat kiranya perlu
lebih menghayati, lebih mendalami
terhadap apa yang kita terima. Jangan
ono manis ditelan barangkali itu racun.
Kalau pahit dan dilepeh mungkin itu
obat. Sehingga menyikapi kejadian
akhir-akhiri ini itu harus tabayun. Yang
kedua, ASN menyikapi seperti ini. Kita
harus soliditas, kekompakan kita sebagai
ASN jangan mau dipecah belah ya. Pendek
kata kita ini satu tubuh ya, satu tubuh.
Kemudian yang ketiga, bagaimana S
menyikapi kita tampakkan sikap kita
pelayanan kepada masyarakat yang sering
saya sampaikan ketika pembinaan ASN di
Jawa Timur bahkan di kabupaten kota yang
mengundang saya. Saya ini diundang ke
mana-mana. Kebetulan tadi burung dadali
suka makan kurma. Jazuli sekarang
widyaiswara utama. Jadi kemarin saya
diundang di Sidoarjo, Pak Sek ya. Nanti
malam diundang di Jombang, ya.
Alhamdulillah. Ini mudah-mudahan apa
yang saya sampaikan manfaat. Yang ketiga
ini bagaimana ASN ini pelayanan prima
yang sering saya sampaikan di mana-mana.
Kembangkan filosofi Kanjeng Nabi yang
selalu bastul wajhi, wajah ceria, wajah
yang sume. Nah, saya gambarkan dalam
bentuk 4S. Ayo kita sapa masyarakat
dengan 4S. Salam, senyum, sapa, santun.
Kalau ini yang kita terapkan, masyarakat
akan indah melihat ASN sehingga tidak
insyaallah mengurangi gejola. Apalagi
kita baringin dengan hidup sederhana.
Kita bisa hidup mewah, tapi kita
sederhana. Ayo menteladani Rasulullah.
Rasulullah itu seorang ya kepala negara
juga pimpinan agama. Tidurnya di pelapa
kurma lah. Kita ayolah kita hidup
sederhana walaupun mampu untuk beli yang
mahal. Itu barangkali Pak Sekda sukses
Banyuwangi. Salam teman-teman ASN di
Banyuwangi. Pak Sekda suun
sanget Pak Jasuli. Pripun Bapak sudah
jelas dengan apa yang disampaikan Bapak?
Bapak Jasuli pripun?
Aman nggih, Bapak? Nggih. Sudah puas
nggih. Dan panjenengan mendapatkan buku
loh, Pak. Luar biasa ini bukunya nggih.
Terima kasih sekali Pak Sekda IJ.
Baik dari Banyuwangi. Luar biasa.
Alhamdulillah. Matur nuun sanget Bapak
Jasuli sudah menjawab tiga pertanyaan
dari Sobat ASN ya. Tadi empat ini.
Dalam pripun Bapak? Empat jawaban sama
Maya tadi yang pertama ya.
Oh iya empat ya betul. Saya juga
bertanya tadi sampai lupa Bapak
ngapunten. Jadi saya juga akan
mendapatkan buku cahaya ini ya Bapak ya
tentunya.
Masyaallah tadi lucu sekali loh Pak. E
keren ya pantunnya keren. Burung apa
tadi Bapak mau diulang apa?
Burung dadali suka makan kurma. Jazu
sekarang bidadari suara utama ya.
Masyaallah boleh tepuk tangan
teman-teman yang ada di studio. Luar
biasa.
Matur nuwun sanget Pak Jasuli. Mohon
izin ee saya menyampaikan terima kasih.
Nanti saya izin saya akan memimpin
rapat.
Ada ada rapat yang harus saya pimpin
tetapi saya nanti akan mengikuti
ee secara Zoom tapi tidak menampakkan
wajah biar saya tetap bisa ikut tetapi
ee mungkin sambil rapat sehingga tidak
bisa konsentrasi. Izin Prof. Subahar,
Prof. Alimbahar sama ee Kiai Muzaki.
Kalau saya nanti memantaunya tidak bisa
dengan 100% full karena sambil mimpin
rapat. Terima kasih Bapak ya dan semua.
Iya. Baik. Terima kasih Bapak saget
undur diri. Matur nuun sanget. Terima
kasih sekali. Monggo Bapak dulu.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Masyaallah luar biasa.
Memang yang disampaikan Bapak ada
nilai-nilai konsep untuk generasi muda
dan juga sebagai ASN bisa menghayati
lebih mendalami agar tidak mudah
terpengaruh. Nah, ini luar biasa. Agar
lebih disikapi dan ee solidaritas ya dan
tidak mau dipecah belah karena kita ASN,
Sobat ASN seluruhnya adalah satu tubuh
hidup sederhana meneladani Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Oh
[Musik]
Baik, Sobat ASN. kami informasikan bagi
para pemenang tadi yang sudah
mendapatkan hadiah buku yang luar biasa
dan kami mohon untuk WA ke running chat
yang tertera jadi mengirimkan alamatnya
tidak kesasar ke alamat saya nantinya
ya. Baik sobat ASN untuk acara
berikutnya adalah yang ditunggu-tunggu
materi yang sangat luar biasa dari
narasumber pertama kita hari ini Prof.
Dr. Abdul Halim Subhar, MA selaku Ketua
Lembaga Pengembangan Pesantren dan Dinia
LPPD Jawa Timur. Luar biasa. Dan beliau
menempuh pendidikan S1 dan S2 di UIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta.
[Musik]
Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Apa
kabar Bapak Bapak Abdul? Sehat?
Alhamdulillah.
Asalamualaikum, Bapak.
Baik. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh, Bapak. Mohon izin.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Sehat ya, Bapak ya. Saya terima kasih
sekali Bapak sudah meluangkan waktunya
menjadi narasumber kita pertama yang
tentunya ditunggu-tunggu oleh Sobat ASN
di seluruh Indonesia. Baik, Bapak kami
persilakan untuk Bapak memberikan
materinya. Monggo.
Baik. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh.
Bismillah walhamdulillah wasalatu
wasalamu ala sayyidina Muhammad ibni
Abdillah waa alihi wasahbihi wawala w
ba'duh.
Yang kami hormati
senior kami Bapak Dr. K. H. Ahmad
Jazuli.
Burung dadali terbang tinggi ke Jazuli
itu memang ahlinya.
Sahabat narasumber Dr. K. H. dari Imam
Besar Masjid Al-Akbar Surabaya, K. H.
Murzaki.
Panitia khususnya
Kepala BPSDM Bapak Dr. H. Ramlianto,
M.Pd.
Peserta sekalian yang sangat kami
banggakan.
Sebelum kami menyampaikan materi, kami
tadi diperkenalkan sebagai ketua lembaga
pengembangan pesantren dan diniah
Provinsi Jawa Timur. Lembaga ini
dibentuk melalui SK Gubernur. Oleh
karena itu, tugas kami yang pertama
adalah melakukan percepatan SDM
khususnya di Jawa Timur. Dan
alhamdulillah selama 5 tahun ini sejak
tahun 2019 sampai sekarang
LPPD sudah menjalin kerja sama dengan
138 perguruan tinggi terdiri dari PTKi
negeri dan swasta Mahad Ali dan juga
Al-Azhar di Alazar Mesir.
Dan penerima manfaat itu luar biasa di
Jawa Timur sejak tahun 2019 itu sudah
berjumlah 6.800
76 penerima manfaat. Baik mereka yang
diberi kesempatan
untuk studi program sarjana, program
magister, program doktor, dan program
marhala ul, marhala ssaniah maahad, juga
program S1 dan Al-Azhar. Jadi Jawa Timur
itu luar biasa menanam dan sekarang
sudah panin. Di antara Alazhar itu dari
30 angkatan pertama 25 sudah panin.
Untuk program S3 dari 40 angkatan
pertama 38
sudah panin. Ini adalah sosok-sosok
yang sangat luar biasa.
Mereka adalah sosok yang berilmu,
berakhlak,
dan belajar dalam rangka mencari ilmu
dan mencari keberkahan. Ya, insyaallah
ke depan bahwa prospek khidmah mereka
yang sudah selesai atau khidmah mereka
yang sekarang sudah berada dalam taraf
penerima manfaat sejumlah 6.876
mahasiswa penerima beasiswa dari
Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Insyaallah ini akan berkembang secara
signifikan di masa-masa yang akan datang
dan mereka pasti akan memberikan
kontribusi terhadap kemajuan pesantren,
kemajuan pendidikan Islam dan kemajuan
Provinsi Jawa Timur. Insyaallah
materi yang
diamanahkan kepada kami ini terkait
dengan ASN berakhlak negeri bermartabat.
Kita coba menggali inspirasi
kepemimpinan Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam. Oleh karena itu, ada
beberapa hal yang ingin kami sampaikan.
Yang pertama itu terkait bahwa kita
tidak boleh lupa bahwa Allah Subhanahu
wa taala memberikan anugerah pada kita
termasuk para ASN.
Ini anugerah yang tidak didapatkan oleh
makhluk lain kecuali yang namanya
manusia.
Manusia itu dicipta oleh Allah Subhanahu
wa taala
untuk beribadah.
W khalaqtul jinna wal insa illa
liyaudun. Jadi tidak ada hal lain
kecuali untuk ibadah. Ibadah tentu dalam
pengertian yang sangat luas, bukan
sebatas pada ibadah salat. Tetapi
hal-hal positif yang terkait dengan
kemaslahatan, yang terkait dengan
kebaikan itu adalah ibadah. Kita niat
menjadi ASN ya. Niat kita yang baik itu
bagian dari ibadah. Ketika niat itu kita
implementasikan dengan kinerja yang
baik, maka pahala dari ibadah kita itu
akan terus dilipatkan oleh Allah
Subhanahu wa taala. Demikian juga orang
salat, demikian juga kita menjadi ASN,
demikian juga kita yang menekuni
profesi-profesi yang lain. Kita niat aja
sudah ibadah dan itu berpahala. Apalagi
kita mengimplementasikan
niat kita yang baik. untuk ibadah itu,
itu pasti akan dilipat gandakan
pahalanya oleh Allah Subhanahu wa taala.
Kemudian yang kedua, bahwa Allah itu
menjadikan manusia bukan semata untuk
ibadah, tetapi Allah menegaskan, "Inni
jailun fil ardhi khalifah." Sesungguhnya
aku hendak menjadikan seorang khalifah
di muka bumi. Itu penegasan Allah bahwa
yang ditunjuk sebagai khalifah itu
hanyalah manusia.
makhluk lain tidak diberi amanah sebagai
khalifah. Kenapa? Karena khalifah itu
tugasnya sangat berat. Ya, kita bukan
sekedar hidup, kita bukan sekedar
ibadah, tetapi sekaligus kita diminta
untuk menjadi wakil Allah di bumi,
mengelola bumi dan memakmurkan bumi
dalam rangka kemaslahatan sesuai dengan
petunjuk Allah Subhanahu wa taala. Oleh
karena itu, manusia sebagai pemimpin dan
penanggung jawab di muka bumi bertugas
untuk menjaga dan memakmurkan alam untuk
kemaslahatan dan sesuai dengan ketentuan
Allah Subhanahu wa taala. Oleh karena
itu, tugas manusia
sebagai Abdullah dan sebagai
khalifatullah itu sangat berat.
Karena manusia diberi amanah yang sangat
berat tugas dan tanggungjawabkan
tanggung jawabnya oleh Allah Subhanahu
wa taala. Maka Allah memberikan tiga
keistimewaan, tiga anugerah yang luar
biasa kepada manusia ini. Yang pertama
manusia adalah ciptaan terbaik Allah.
Laqad khalaqnal insana fi ahsani
takqdib.
Itu yang pertama. bahwa manusia adalah
ciptaan terbaik,
jauh lebih baik dibanding
ciptaan-ciptaan
Allah yang lain.
Termasuk binatang juga.
Jauh lebih baik manusia sebagai ciptaan
Allah yang fi asan tak. Yang kedua,
Allah itu memberikan kelengkapan kepada
manusia berupa akal yang dengan akal itu
manusia berbeda dengan makhluk-makhluk
yang lain. Dengan akal itu manusia
diberi peluang
untuk akses pengetahuan, untuk akses
ilmu, untuk akses pendidikan.
sehingga kemampuan manusia, potensi
manusia itu bisa dikembangkan dari waktu
ke waktu. Jadi diberinya akal karena
Allah memberikan akses kepada manusia.
Akses berupa pengetahuan, akses berupa
ilmu, akses berupa pendidikan.
Kemudian yang lain yang tidak kalah
pentingnya Allah juga memberikan
anugerah kalb.
Ketika Allah memberikan anugerah akal,
akal itu tidak mampu mengapresiasi dan
tidak mampu merasakan kekhusyukan kita
ketika kita sedang beribadah dan ketika
kita sedang berzikir kepada Allah
Subhanahu wa taala. Oleh karena itu
dilengkapi lagi anugerah Allah terhadap
manusia. Allah memberikan manusia itu
kalbu, kemampuan hati nurani. Karena
dengan kalbu manusia diberi akses untuk
bisa merasakan kekhusyukan ketika
manusia itu sedang ibadah, kepada
manusia, sedang zikir, kepada manusia
ketika manusia itu sedang melaksanakan
amanah. Jadi ini hal yang luar biasa dan
ini hanya manusia yang bisa merasakan
karena manusia diciptakan dengan tiga
kemampuan lebih itu fi ahsani takwid
disempurnakan dengan kemampuan akal
disempurnakan dengan kemampuan kalb jadi
sepintar-pintar orang ketika yang diasah
itu hanya kemampuan akalnya insyaallah
dia tidak akan mampu merasakan
kenikmatan dan kekhusyukan ketika
Nah tiga potensi ini harus dirawat
dan ini harus dikembangkan.
Kalau ingin merawat fisik kita, maka
kita harus mengasup makanan dan minuman
yang halalan thayyiban mubarakan dan
juga harus sering olahraga. Ini untuk
menjaga anugerah yang pertama dan itu
wajib dijaga.
Karena siapapun itu dilarang menyakiti
fisik kita, dilarang
merugikan fisik kita, dan dilarang
apalagi sampai membunuh kita. Itu haram
hukumnya.
Demikian juga kalbu kalbu akal. Akal itu
juga harus dipelihara, harus dirawat.
Tapi cara merawat akal itu tidak sama
dengan cara kita merawat fisik kita.
Akal itu harus kita rawat dengan banyak
membaca, dengan banyak diskusi, dengan
ban
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:04 UTC
Categories
Manage