Rapat Koordinasi (RAKOR) Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Tahun 2025
hw5Nzh9WgFI • 2025-11-12
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Kami ucapkan selamat datang kepada
Kepala Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia, Bapak Dr.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur,
Bapak Adi Kars Habib. Salam
alaika
shawatullah
alaika
ya Nabi
salam
alaika
ya rasul.
Selanjutnya berkenan menyerahkan kepada
anak yatim.
Ya habib salam
alaika
shawatullah
alai
[musik]
asrqal
badru
alaina
ftafat
minhul
budur
ml husnik
Q ya wajur
marhaban
ya nurul aini marhaban
marhaban
jaddal husaini
marhaban
ya nurul aini
Marhaban,
marhaban,
marhaban
jaddal
husaini
Allah. Marhaban
marhaban
rabi fagfirli
dunubi ya Allah bibkatil
hadi Muhammad. Ya Allah
rabi fagfirli
dzunubi ya Allah bibarkil
hadi Muhammad. Ya Allah.
Seluruh hadirin dimohon berdiri.
Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia
Raya.
[musik]
Hadirin disilakan duduk kembali.
[musik]
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Selamat pagi. Salam sejahtera bagi kita
semua. Shalom. Om swastiastu. Nama
buddhaya. Salam kebajikan rahayu. Yang
terhormat Kepala Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia, Bapak Dr.
Muhammad Taufik di beserta segenap
jajaran deputi bidang penyelenggaraan
pengembangan kapasitas ASN LAN Republik
Indonesia. Yang kami hormati, Sekretaris
Daerah Provinsi Jawa Timur, Bapak Adik
Karono, AKS MAP. Kepala BPSDM
Kementerian IMIPAS, Kepala BPSDM
Provinsi Jawa Timur, Kepala Bappeda
Provinsi Jawa Timur, para Widya Iswara
ahli utama, dan seluruh peserta rapat
koordinasi pelatihan kepemimpinan
tingkat 2 tahun 2025. Yang berbahagia.
Alhamdulillah puji syukur ke hadirat
Allah Subhanahu wa taala pada pagi hari
ini kita bisa bersama-sama berkumpul di
dalam suatu event di acara yang penuh
semangat, penuh inspirasi, menyatukan
langkah, menyatukan visi untuk
memperkuat sinergi dan meningkatkan
kapasitas kepemimpinan aparatur negara
menuju birokrasi yang adaptif, inovatif,
dan berdampak bagi masyarakat. Karena
sesungguhnya kepemimpinan bukan hanya
tentang posisi, tetapi tentang
pengabdian, integritas, dan keberanian
untuk membawa perubahan. Dan di ruang
ini juga para pemimpin masa depan
bersiap untuk menyalakan api
transformasi. Izinkan kami menyapa
Bapak, Ibu dengan pantun. Berjalan pagi
di Tamansari,
udara segar menyapa ramah. Kita hadir
dengan semangat tinggi untuk birokrasi
berkualitas dan bermarwah.
Bapak, Ibu hadirin undangan yang kami
hormati. Sebagai ungkapan selamat
datang, marilah kita saksikan sebuah
penampilan tari emprak yang merupakan
tari tradisional khas Jawa Timur yang
berakar dari kesenian rakyat pedesaan.
Tarian ini menggambarkan semangat
gotongroyong, keceriaan, dinamika
kehidupan masyarakat desa yang penuh
kebersamaan. Boleh kita berikan tepuk
tangan untuk Tari Emprat.
[tepuk tangan]
Iki l joget
emprak yo jenenge.
[musik]
wae wae hemak ya jenenge.
[musik]
E o e e
[musik] o e e
o e
o ya o ya ya o ya [musik] ya o ya e e e
o e o e e
[musik]
e
[musik]
day teko e beberno klasa. E day tek
[musik] e beber.
Ha e ha e e o e o. Ha e ha e e o [musik]
e e o ha e. Ha e e e e e e e ha e ha e
[musik]
iki gending senamane
[musik]
siak rasane kepenak
dijogeti
sajake marak [musik] ati
Ora abes [musik]
ngoki. Gending sentruk
wiraman sigruk rasane
kepenak pantes [musik] dijo keti sajah
ati
ora ambos.
[musik]
Witang
padang
[musik]
mudak
lugune
wong pikir harjo
[musik]
iki gandeng Seduk pirangane [musik]
rasane kepenak
ijo keti [musik]
sajati
ora abene.
[musik]
Ijo-ijo
godong brambang [musik]
godong brambang
dawa.
Ayo konco
pod berjuang
lagi Pancasila. [musik]
[musik]
Bapak, Ibu boleh kita berikan tepuk
tangan untuk Tari Empr. [musik]
Bapak, Ibu hadirin undangan yang kami
hormati. Tentunya ini menjadi ikhtiar
bagi kita sekalian. Acara pada pagi hari
ini akan berjalan lancar dan membawa
manfaat. Untuk itu, marilah kita
bersama-sama berdoa dan doa akan
dipimpin oleh Saudara Alrauf Rahman.
Disilakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahiabbil
alamin
hamdas syakirin hamdan naim
hamda yuwafiamahu waukfi mazidah. Ya
rabbana lakal hamdu kama yambagalali
wajhikal karim wa sultanik.
Allahumma sholli wasallim ala sayyidina
Muhammad wa ala alihi wasohbihi ajmain.
Ya Allah Tuhan yang maha pengasih lagi
maha penyayang. Segala puji serta syukur
kami panjatkan kehadirat-Mu.
Karena atas limpahan rahmat, taufik, dan
karunia-Mu pada pagi hari ini kami dapat
berkumpul bersama dalam keadaan sehat
walafiat.
Ya Allah, ya Rabbana,
jadikanlah kegiatan ini sebagai wadah
yang membawa manfaat, tempat
berkolaborasi dan berbagi gagasan serta
ajang memperkuat komitmen kami dalam
membangun aparatur negara yang
berintegritas,
profesional, dan berorientasi pada
pelayanan publik yang berkeadilan.
Ya Allah, Tuhan yang maha pengampun.
Ampunilah dosa kami, dosa kedua orang
tua kami, serta kabulkanlah doa
permohonan kami. Rabbana atina fid dunya
hasanah wafil akhirati hasanah
waqinazabanar.
Subhana rabbika rabbil izzati amma
yasifun. Wasalamun alal mursalin.
Walhamdulillahiabbil
alamin. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Bapak, Ibu hadirin undangan yang kami
hormati. Selanjutnya akan kita dengarkan
bersama laporan Deputi Bidang
Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas
ASN Land Republik Indonesia yang kami
hormati Bapak Dr. Triwidodo Wahyu Utomo,
Sma. Disilakan.
[musik]
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita
semuanya. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Salam kebajikan.
Jalan-jalan ke Surabaya.
Jangan lupa coba kulinernya.
Kalau kita ingin negara kita sejahtera,
jangan lupa terus bangun ASN-nya.
[tepuk tangan]
Yang kami hormati, kami banggakan Kepala
Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia, Bapak Dr. Muhammad Taufik,
DII.
Yang kami hormati
Gubernur Provinsi Jawa Timur yang dalam
hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah,
Bapak Adi Karyono. Yang kami hormati
para pimpinan tinggi madya. Di sini
hadir ada Kepala BPSDM
IMIPAS, Pak Aman Riadi, juga Bapak
Sestama Lembaga Administrasi Negara, Mas
Andi Taufik ee kemudian Ibu Deputi 2 dan
Ibu Deputi empat Lembaga Administrasi
Negara, Bu Erna dan Bu Armi dan juga
Bapak Ibu sekalian para pimpinan tinggi
pratama di Lembaga Administrasi Negara
juga para ee pimpinan tinggi pratama di
Provinsi
Jawa Timur dan juga yang kami hormati
para peserta rapat koordinasi
nasional yang mohon maaf tidak dapat
kami sebut satu persatu. Dan di sini
juga hadir ee tentu tuan rumah ee Kepala
BPSDM Provinsi Jawa Timur ee Bapak Dr.
Ramlianto dan para Widyaiswara ahli
utama, para fasilitator dan seluruh ee
peserta Rakor PKn.
ee tingkat dua yang kami hormati.
Pertama-tama tentu marilah kita
panjatkan puji syukur ke hadirat Allah
Subhanahu wa taala Tuhan yang maha kuasa
karena hanya atas rahmat dan hidayah-Nya
karunia-Nya maka kita dapat berkumpul
dalam keadaan sehat dan penuh semangat
dalam rangka rapat koordinasi
penyelenggaraan PKN 2 tahun 2025.
Izinkan kami menyampaikan beberapa pokok
ee penyelenggaraan. Pertama, dilihat
dari latar belakangnya. Kita semuanya
paham bahwa lembaga administrasi negara
merupakan lembaga yang memiliki mandat
untuk menyelenggarakan dan melakukan
penjaminan mutu dalam pelatihan ee ASN.
Sebagai bentuk tanggung jawab tersebut,
maka Lembaga Administrasi Negara secara
rutin melakukan evaluasi dan koordinasi
dengan seluruh penyelenggara di seluruh
Indonesia untuk memastikan bahwa
pelaksanaan pelatihan khususnya dalam
hal ini adalah PKn tingkat 2 berjalan
sesuai dengan standar mutu, relevan
dengan kebutuhan organisasi serta
berdampak nyata terhadap peningkatan
kinerja instansi pemerintah.
Tahun 2025 ini merupakan momen of truth
ya. Ee di mana tahun ini kita sama-sama
menjalani sebuah periode efisiensi dan
tentu kebijakan nasional berupa
efisiensi ini harus terus-menerus
komitmen kita dalam menghadirkan
penyelenggaraan pelatihan yang tetap
berorientasi hasil yang adaptif dan juga
berkelanjutan. Oleh karena itulah
melalui kegiatan rapat koordinasi ini
lembaga administrasi negara ingin
meneguhkan semangat perbaikan secara
terus-menerus.
Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan
ini ada beberapa. Pertama adalah
meningkatkan koordinasi dan sinergi
antara LAN sebagai instansi pembina
dengan seluruh penyelenggara PKn tingkat
2 di seluruh Indonesia. Yang kedua,
melakukan evaluasi penyelenggaraan PKn 2
tahun 2025 baik dari aspek mutu,
efektivitas, maupun dampak pelatihan.
Yang ketiga, mengidentifikasikan
tantangan, solusi, dan praktik baik atau
best practices dalam pelaksanaan PKN 2
di berbagai instansi dan daerah. Dan
yang keempat adalah merumuskan rencana
tindak lanjut untuk peningkatan kualitas
penyelenggaraan di tahun 2026 dan
seterusnya. Selanjutnya izinkan kami
menyampaikan laporan tentang
kepesertaan.
Ee kegiatan Rakor kali ini diikuti oleh
24 lembaga pelatihan yang
menyelenggarakan sebanyak 32
angkatan PKN 2 dan dua angkatan dengan
pola integrasi ses parlu dengan PKN
tingkat 2. Secara
detail sebarannya adalah sebagai
berikut. di lingkungan Lembaga
Administrasi Negara. Ada beberapa ee
Direktorat dan Pusat Pembelajaran yang
menyelenggarakan PKN 2 ee di Direktorat
Pembelajaran Manajerial Kepemimpinan di
Jakarta tiga angkatan. Kemudian di pusat
pembelajaran di LAN Jatinangor,
kemudian di pusat pembelajaran LAN di
Samarinda dan pusat pembelajaran LAN di
Aceh masing-masing satu angkatan dan ee
pusat pembelajaran strategi kebijakan
manajemen pemerintahan di Makassar ini
dua angkatan. Di luar lembaga
administrasi negara, kementerian maupun
juga pemerintah daerah yang
menyelenggarakan PKN 2 dapat kami
laporkan sebagai berikut. Pusdikmin
Polri, BPSDM Provinsi Jawa Timur, BPSDM
Provinsi Jawa Tengah, BPSDM Provinsi
Jawa Barat, dan Pusdiklat Kementerian
Luar Negeri masing-masing dua angkatan.
Sementara BPSDM Kementerian PU, BPSDM
Kementerian Hukum, BPSDM Kementerian
Kominfo atau Komdiji, BP BBPK
Kementerian Kesehatan, kemudian Badan
Diklat DIY, BPSDM Provinsi Banten, DKI
Jakarta, Bali, Sumatera Sumatera Barat,
Sumatera Selatan, Kalimantan Timur,
Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara dan
Provinsi Papua masing-masing satu
angkatan. Selanjutnya kami laporkan
tentang output yang diharapkan dari
penyelenggaraan rapat koordinasi ini.
Ada beberapa yang ingin kita capai.
Pertama adalah tersusunnya rumusan hasil
evaluasi dan rekomendasi nasional dalam
penyelenggaraan PKn tingkat 2 tahun
2025. Dan yang kedua adalah terbangunnya
komitmen bersama untuk peningkatan mutu
dan inovasi dalam pelaksanaan PKn
tingkat 2. Bapak Kepala Lan, Bapak
Sekda, dan Bapak, Ibu sekalian yang kami
hormati. Demikianlah laporan
penyelenggaraan kegiatan ini kami
sampaikan. Kami mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada seluruh
pihak yang selama ini telah
berpartisipasi dan mendukung
penyelenggaraan PKn tingkat 2 sepanjang
tahun 2025. dengan kerja keras, dengan
dedikasi, dan juga dengan semangat
pembaharuan yang secara terus-menerus.
Selanjutnya kami mohon ee Bapak Kepala
LAN dan juga ee Ibu Gubernur yang dalam
hal ini diwakili oleh Bapak Sekda untuk
dapat memberikan sambutan dan arahan
dalam penyelenggaraan rapat koordinasi
ini. Demikian yang kami dapat sampaikan.
Terima kasih atas perhatiannya. Billahi
taufik wal hidayah. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[musik]
Bapak, Ibu hadirin undangan yang kami
hormati. Selanjutnya sambutan selamat
datang Sekretaris Daerah Provinsi Jawa
Timur. Yang kami hormati Bapak Adi
Karono, AKSMAP. Disilakan.
[musik]
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi dan salam sejahtera untuk
kita semua. Shalom. Om swastiastu, nam
budhaya. Salam kebajikan rahayu.
Yang terhormat dan kita banggakan
bersama-sama
Kepala Lembaga Negara Republik
Indonesia, Bapak Dr. Muhammad Taufik
dia. Terima kasih, Pak.
Saya mungkin gelar saya masih map ya.
Beliaulah pembimbing saya di S2 kami ya.
Jadi enggak mungkin saya enggak hadir,
Pak.
Yang kami hormati tentu jajaran yang
hadir, Pak Sesta Malalan
ee Pak Deputi Penyelenggaraan
Pengembangan Kapasitas ASN Pak Triwid
Utomo,
Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran,
Bu Erna Irawati,
Deputi Bidang Penjaminan Mutu,
Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran
ASN Ibu Armi Winarti.
Karo Perencanaan Keuangan Ibu Feni
Damayanti dan yang kami hormati Direktur
Pembelajaran Manajeral Kepemimpinan
Bapak Giri Sapto Aji.
Yang kami hormati Kepala BPSDM
Kementerian IMIPAS Bapak Aman Riadi.
Aman, Pak. Pasti Pak sini, Pak.
Kepala Pusat Pelatihan BPSDM Pemerintah
Pemerintah Imipas, Pak Muhammad Tito.
Aduh, saya kaget tadi ada Pak Tito
katanya. Wah, bos saya nih paling takut
sama Pak Tito soalnya, Pak. Kalau pemda
Pak
Kepala BPSDM tentu ini yang punya tempat
kawasandra di mukanya ASN Jawa Timur.
Pak Dr. Ramlianto. Terima kasih.
Seharusnya Pak Ramli ada di Singapura
beserta Ibu Gubernur. Namun beliau lebih
mengutamakan pekerjaan selesai di
Singapura dipersiapkan tetapi urusan
peningkan kualitas SDM tetap harus
dilakukan
dan tentu beserta jajaran Widyasara
Utama
dan calon Widaiswara Utama ya.
Ya, Pak Bobi. Ya, tinggal tunggu Pak
Ketualah nanti ya.
Para peserta Rakor PKN nasional tingkat
2 dari seluruh badan
ee diklat SDM di kementerian maupun di
daerah. Tentu kami mengucapkan terima
kasih, puji syukur ke hadirat Allah
Subhanahu wa taala pada hari ini kita
dapat bersilaturahmi dengan seluruh
pemangku kepentingan terutama yang
melaksanakan diklat kepemimpinan tingkat
dua dari seluruh Indonesia dan tentu
dari kementerian.
Eh
kami atas nama Pemerintah Provinsi Jawa
Timur terima kasih
Lan masih memberikan kepercayaan tidak
hanya urusan melaksanakan diklat
kepemimpinan, tetapi juga
menyelenggarakan Rakor nasional yang
sangat penting ini di Jawa Timur. Ini
sejalan dengan harapan kami bahwa Jawa
Timur ingin menjadi tetap menjadi best
practice ya. kawat candal di muka
bagaimana sebuah laboratorium
kepemimpinan melalui diklat pimpinan di
Indonesia dan ini sejalan juga dengan
kondisi saat ini bahwa hasil dari
inovasi proyek perubahan di Jawa Timur
bergerak sangat luar biasa. Saat ini
indeks inovasi kita hasil BPSDM kemarin
terakhir meningkat 94,8%
ya
dari tahun lalu 2024 84,8%
itu sudah paling menjadi provinsi
terinovatif di Indonesia. Mudah-mudahan
berikutnya juga masih dalam kategori
itu. Bapak, Ibu sekalian,
ee kami juga mengucapkan permohonan maaf
dari Ibu Gubernur karena ditugaskan Pak
Ramli ke Singapura selama 5 hari dan
ternyata Pak Wagup juga pagi tadi harus
ke Jakarta ada ratas dengan Pak Wapres.
Jadi mohon maaf kalau yang hadir hanya
Sekda, tetapi ikan peda, ikan layur.
Jangan khawatir, ini Sekda bukan
sembarang Sekda, tapi pernah jadi PJ
Gubernur. Nah, [tepuk tangan]
ya. Jadi, sudah setahun pernah sendirian
ya, semua acara didatangi.
Ibu sekalian terima kasih ee Pak Ramli.
Kami men-delete dua acara pagi ini
karena kami melihat bahwa semua
kebijakan program hebat secara nasional
maupun ee di level daerah pasti tidak
akan terlepas dari bagaimana peningkatan
kualitas SDM terutama bagaimana kualitas
dari kualitas dan kapasitas kepemimpinan
pejabat kita daerah. Oleh karena itu,
ini kegiatan yang sangat penting
bagaimana kita melakukan koordinasi,
evaluasi tentunya bagaimana semua proses
perencanaan diklat kepemimpinan 2 atau
PKN 2 bagaimana proses
penyelenggaraannya dan evaluasinya tentu
harus kita lakukan menyerap dari semua
kalangan pemangku kepentingan.
Kemudian kalau kita melihat bagaimana
diklat kepemimpinan sudah berjalan
bertahun-tahun,
bahwa saat ini sudah saatnya betul-betul
melihat perkembangan perubahan zaman.
Dengan peningkatan teknologi informasi
yang sangat tinggi sudah menjadi suatu
keharusan bahwa semua proses kediklatan
sudah menyentuh teknologi. Dan tidak
hanya itu, diklat pimpinan harus bisa
menciptakan bagaimana selaras dengan
reformasi birokrasi khususnya
transformasi digital yang dilakukan oleh
masing-masing organisasi di
pemerintahan.
Kami di Jawa Timur betul-betul sedang
melakukan upaya transformasi digital
total terhadap semua proses birokrasi
sudah selesai. Semua tahapan proses
administrasi birokrasi sudah selesai
dengan transformasi digital. Sekarang
kita melangkah bagaimana bukan lagi SPBE
tapi menjadi pemerintah digital.
pemerintah digital lebih mengarah
bagaimana desain sebuah ee inovasi
digital yang bisa mengarah ke dampak dan
juga menjadi sebuah culture yang
betul-betul dilaksanakan. Orientasinya
adalah pelayanan masyarakat yang lebih
dari sekedar berdampak tetapi juga
memuaskan dan solutif. Dan ini kita
lakukan beberapa hasil dari
diklat kepemimpinan yang kalau dulu kita
menyatakan bahwa
dengan digitalisasi akhirnya ada inovasi
yang modenya mode digital, ada yang non
digital dan di inovasi juga demikian.
Tetapi ee kita menyadari bahwa semua
dengan digital akan bersentuhan dan
menjadi mudah. Maka dalam satu ekosistem
kita mengenalnya satu di Kominfo dari
sistem terpos digitalnya. Setiap rumah
sakit kita sudah jadi satu command
center. Semua layanan berbasis IT dan
terkoneksi dalam satu genggaman dan juga
sudah bukan lagi satu rumah sakit.
Rumah sakit kami ada 14
rumah sakit besar yang terbesar Sutomo
dengan pemasukan budget kita 1,67
triliun dan itu sudah melakukan sesuai
dengan arahan bagaimana ee transformasi
untuk kebijakan pengadaan barang jasa
dengan konsolidasi. Jadi kami melakukan
pengadaan barang jasa dengan sistem
antar rumah sakit 14 rumah sakit juga
dengan rumah sakit Solo, Semarang,
Jogja, Bali menjadi pengadaan bersatu.
Ini sudah lintas. Sehingga ketika nanti
peserta diklat PIM dari kami, kami akan
kurasi dulu. bukan persoalan penuhan
syarat belum diklat tetapi juga
kira-kira
Anda mau ngambil proyek perubahan apa.
Pertama kami sudah batasi, Pak semua
aplikasi dengan domain dan subdomain
dikendalikan oleh satu pintu dari
Kominfo. Servernya di situ semua dan
harus terkoneksi sehingga kami bisa
melihat
manfaatnya, perubahannya seperti apa.
Satu hal produk kita yang paling bagus
harus diklat PIM kemarin adalah
transformasi untuk transportasi publik
Trans Jawa Timur ajaib namanya dengan
aplikasi yang kami pastikan ya bahwa
aplikasinya
jauh lebih bagus,
lebih tinggi teknologinya dari Trans
Jakarta. Mohon maaf kalau ada dari
Jakarta karena saya juga orang Jakarta
nih, pemain transfer juga saya. Jadi
saya tahu persis dari Jakarta saya
belajar ini berbeda. Kita bisa melihat
bagaimana pergerakan kendaraan bus,
melihat okupansinya, tempat duduknya
bisa melihat juga AR-nya untuk bisa
melihat halte mana saja yang akan dan
terkoneksi dengan alat pembayaran
digital semua pembayaran dengan sangat
murah dan akhirnya
load faktornya meningkat sampai 150%.
maka kita bisa meluncurkan bus. Nah,
projek ini digagas oleh Kepala Dinas
Perhubungan tetapi dengan mentor saya
sendiri karena kami juga punya
keinginan. Jadi, biasanya persoalan di
Ket PM itu adalah pertama bagaimana
visibility dari inovasi itu. Yang kedua
need assessment. Kebutuhan apa yang
membuat bombastis berdampak di
masyarakat. Sehingga kurasi ini penting.
Kami punya brida,
maka dikurasi dulu kira-kira
rencana-rencana projek itu betul-betul
visibel atau sekedar untuk diklat. Nah,
ini sudah mulai berubah. Orang stres
ketika mau diklat BIM di sini memikirkan
bukan nanti bisa ikut belajar terus
mengeluarkan ide, tetapi di awal saya
harus tahu
proyekmu apa, apakah hanya
mencari sesuatu yang bisa menghasilkan
suatu perubahan sesaat atau tidak. Maka
kami sangat mendukung Pak Taufik dulu
ada yang namanya inagara
apa namanya itu ya inovasi penyelenggara
negara. Itulah bukti
ee penilaian siapa yang sesungguhnya
produk pemimpin perubahan yang
berdampak. Karena setelah diklat PIM 2
tahun kemudian dicek apakah proyek
perubahannya masih jalan atau tidak. dan
berhak mendapatkan tempat untuk
melakukan lomba inagara. Dan saya
termasuk ee dulu mendapatkan tempat 10
besar, Pak. Karena setelah 2 tahun. Nah,
kami berharap itu bisa dilakukan karena
ukuran kami adalah long lasting. Kalau
setelah diklat PIM selesai setahun
hilang itu kurang berdampak dan berarti
inovasinya tidak terlalu kelihatan. Nah,
oleh karena itu berharap sebetulnya
projek-projek semacam itu bisa
dilakukan. Jadi bukan persoalan yang
strategis, visioner, adaptif, inovatif,
transformatif saja, tetapi bagaimana
praktik-praktik itu bisa dirasakan oleh
masyarakat bahwa ini bagus. Transjatif
ajaib sudah 3 tahun berjalan berkembang
menjadi moda yang dicintai oleh
masyarakat. ini sebagai contoh. Kemudian
juga bagaimana kita mengikuti
perubahan-perubahan dari diklat BIM dan
saya salah satu korbannya ya biasanya
PKn-nya adalah ke luar negeri.
Ketika zaman saya masuk ada kebijakan
baru harus ke desa tertinggal. dapatlah
salah desa di
Kecamatan Monosari yang di Lebak ya.
Jadi yang digunakan itu sudah bukan lagi
kepemimpinan di dalam ee pemerintahan
tetapi sudah kepada PR ya rural
appraisal dan saya waktu itu ikut
membantu menyusun dan akhirnya praktik
pertama widyawara utama ikut ke desa
saya. Nah, itu jadi pola ini angkatan
rintisan bahwa best practice untuk
praktik PKn di
daerah di desa tertinggal ini luar
biasa. Waktu itu kami agak protes waktu
yang lain ke Hongkong, ke Jepang ini ke
Lebak, Pak. ya [tertawa] waktu itu tapi
pembelajarannya luar biasa banyak lebih
sulit bagaimana mempraktikkan
ya proses manajemen kepemimpinan di
suatu ya karena harus menemukan
persoalan, mencari solusi dan bagaimana
bisa berkelanjutan itu lebih sulit dari
kita membuat reformasi di pemerintahan.
Mudah-mudahan ee saya enggak tahu
sekarang masih Pak Ramli praktiknya
sudah
ke
Oh, Zoom.
Lebih parah lagi kalau gitu. [tertawa]
Baik. Ee Bapak Ibu sekalian, kami
mungkin kalau teman-teman daerah daerah
sedang pusing dengan isu bagaimana
pengurangan dana transfer. Peru
sampaikan pasti akan berdampak kepada
semua OPD, semua satker pengampu
khususnya pasti akan berdampak pada
Badan Diklat atau BPSDM. Bapak, Ibu
sekalian ee saya kira Jawa Timur kalau
di kacamata nasional sangat bagus ya.
Bagaimana 38 kabupaten kota dengan kalau
dilihat indeks fiskalnya ternyata begitu
dibedah fiskal Jawa Timur termasuk
sedang yang tinggi hanya DKI.
Fiskal Jawa Timur untuk kabupaten kota
itu hanya satu yang kuat Surabaya.
Yang sedang ada tiga, Sidoarjo,
Malang, Kota Malang, dan
Gresik.
selebihnya adalah fiskal rendah. Rendah
itu ukurannya adalah bahwa komposisi
perbandingan dana transfer DAU, DAK bagi
hasil apapun lebih besar dari PAD.
Dari 34 itu ternyata rata-rata PAD-nya
250 miliar sampai 500 miliar.
Tapi dengan kebijakan dari Menpan P3K
dan P3K per waktu itu untuk belanja
gajinya bisa 1 triliun rata-rata.
Bayangkan uang R00 miliar untuk membayar
R triliun. Maka tingkat ketergantungan
tentang tanda transfer sangat luar
biasa. khususnya DAU yang IRMAK bisa
digunakan untuk gaji maupun untuk
kegiatan lain-lain. Begitu dikurangi
DAK-nya, DBHT-nya, maka semua pergerakan
berpengaruh. Dan ini yang sedang para
pimpinan tentu gubernur, bupati,
walikota sedang-sedang protes karena apa
yang sedang berproses ketika sistem
pemilihan dengan janji masyarakat, janji
politik tidak terpenuhi dan ini sesuatu
yang sangat besar. Oleh karena itu,
bagaimana nanti begitu persoalan ini
berpengaruh ya terhadap pelaksanaan
diklat kepemimpinan, maka perlu cari
strategi yang paling jitu tentunya Pak
Ramli akan berpikir kembali untuk bisa
tetap terlaksana dengan baik ya. Tapi
Wid utamanya pasti kebayar TPP-nya.
Tenang aja, Pak.
Jadi harus bisa bertransformasi ini,
Pak. dari persoalan-persoalan itu. Yang
kedua, saya ingin bahwa menyatakan bahwa
semua harus tetap berjalan, semua harus
reform. Maka mudah-mudahan pada rapat
koordinasi ini bisa kembali menemu
kenali terkait dengan need assesment
semua proses kediklatan ini dari
perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan
juga dari semua unsur baik peserta,
penyelenggara widisara ya ini kan wide
suwara utama kita sebetulnya masih
kurang empat Pak Taufik ya makanya Pak
Bobi hadir di sini duduknya agak dekat
dengan Bapak karena belum dikeluarkan
suratnya gitu kan.
Tapi kami yakin untuk diklat PIM kami
tidak bisa menerjunkan sembarangan
widyayasara. Tapi widyasara yang sudah
berpengalaman tentu ada hubungannya
dengan karir Pak supaya ketika ngajar
nanti tidak ngajar sejarah ya ketika
saya kepala dinas ini. Nah itu ya. Jadi
kami wajibkan untuk teman-teman semua
bisa bertransformasi digital. bisa
menggunakan digital supaya pesertanya
juga aware dengan budaya untuk digital.
Saya kira itu beberapa hal saya ee
diklat PIM sangat-sangat dibutuhkan di
semua kementerian, di semua angkatan itu
menjadi sesuatu yang wajib sehingga
nakoda agen perubahannya harus kita
cetak betul-betul
sehingga dalam acara ini mudah-mudahan
kita akhirnya terjadi masukan-masukan
improve. Kalau faktor-faktor kendala
pastilah mohon kalau ada faktor kendala
itu adalah anggaran diomor berapakan
dulu ya. Kadang-kadang culture kita,
saya lihat ya, suatu penyelenggaraan
kegiatan program di lapangan sangat
ketergantungan dengan usulan anggaran.
Sehingga alasan itu, mohon maaf Pak,
keterbatasan anggaran
bagaimana untuk mencari sumber pendanaan
yang lebih apa ee di luar itu yang
belum. Sementara kami akhirnya bisa
dengan berbagai potensi,
berbagai sumber bisa kerja sama dan pada
akhirnya saya terselenggara. Kalau
mindset apa pemahaman kita tentang
kegiatan itu harus dibiayai APBD, tentu
ini akan membebani terus.
Bagaimana creative financing itu menjadi
penting. Kami sedang mengajarkan itu
teman-teman untuk setiap kegiatan
berpatter, bermitra dengan stakeholder
yang ada dan akhirnya kita selesai.
sebuah festival, sebuah event olahraga,
sebuah projek perubahan yang menyangkut
stakeholder lain, sistem di perusahaan
itu kami gunakan akhirnya bisa irit ya.
Semua penyelenggara bisa begitu. Nah,
ini mudah-mudahan mindset ini bisa masuk
dalam kurikulum bahwa kehebatan sebuah
proyek perubahan juga di ada indikator
bagaimana dukungan pendanaan tidak
ketergantungan dengan APBN atau APBD.
itu menjadi penting saya kira dalam ee
hal ini. Mudah-mudahan bisa menjadi
sesuatu yang bisa dibahas pada hari ini.
Itu yang mungkin bisa kami sampaikan.
Sekali lagi selamat datang, selamat ee
berkegiatan di PPSDM
yang mungkin barangkali juga kami ingin
masukkan apakah dari
fasilitas sarana prasarana yang ada di
sini sudah memenuhi atau belum untuk
tingkat diklat pimpinan dan sebagainya.
Tentu kritik dan masukan. Terima kasih
karena sudah datang dari berbagai
wilayah dan kementerian. Pasti akan
menjadi pembelajaran buat kami juga
untuk lebih meningkatkan bagaimana
proses diklat kepemimpinan di Jawa Timur
untuk nasional dan untuk dunia. Saya
kira itu. Itu yang bisa kami sampaikan.
Terima kasih.
Semoga Allah Subhanahu wa taala meridai
semua upaya kita untuk dalam rangka
meningkatkan kualitas SDM,
pimpinan perubahan yang berdampak bagi
organisasi, pelayanan publik dan
masyarakat. Dan tadi ada oret-oretan
tadi karena membuat pantun tadi.
Mentari pagi bersinar terang,
sinari bumi dengan penuh harapan.
Rapat koordinasi diat PIM terus kita
kuatkan untuk mendapatkan pemimpin
perubahan yang berdampak untuk kemajuan.
Demikian yang bisa kami sampaikan.
Sekali lagi terima kasih. Wallahul muf.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[musik]
Bapak, Ibu hadirin undangan yang kami
hormati. Selanjutnya sambutan dan arahan
kebijakan penyelenggaraan pelatihan
kepemimpinan nasional tingkat 2 oleh
Kepala Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia sekaligus membuka
secara resmi rapat koordinasi PKn
tingkat 2 tahun 2025. Yang terhormat
Bapak Dr. Muhammad Taufik, di disilakan.
[musik]
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita
semuanya. Om swastiastu.
Namo buddhaya, salam kebajikan.
Saya mulai dari pantun dulu ini biasanya
ya.
Tanjung Perak tepi laut
nan elok tadi.
Tempat kapal singgah membawa berita.
ASN kompeten tak pernah berhenti
berdampak
melayani rakyat menuju hidup sejahtera.
[tepuk tangan]
Yang saya hormati sahabat saya Bapak
Sekretaris Daerah Provinsi
Jawa Timur Bapak Adi Karoyo yang dalam
har ini mewakili Ibu Gubernur ee
Provinsi Jawa Timur
yang saya hormati.
Kawan-kawan kolega
JPT Madia Lembaga Administrasi Negara
ini komplit semuanya dari Pak Sestama,
ada Pak Tri, Deputi Penyelenggaraan
Kapasitas, ada Bu Erna Deputi
Transformasi Pembelajaran, dan ada Bu
Armi Deputi Penjaminan Mutu. Hanya satu
yang gak ikut anu Pak Agus karena
mewakili saya ada acara di Jakarta. Dan
yang saya hormati para pimpinan BPSDM
sini hadir Pak Aman, Kepala BPSDM
Kementerian Imipas.
Yang saya hormati para tentunya ini yang
apa ee yang punya hajat apa yang sebagai
host-nya ya, Kepala BPSDM Provinsi Jawa
Timur Bapak Ramlianto
dan jajaran yang saya hormati.
para pimpinan BPSDM
yang hadir atau yang mewakili di sini
ada Pak Edb dari Sumatera Selatan, ada
Pak Untung, ada
Bu ya dan oh iya Bu dari Jogja, dari
Kalsel, dari beberapa daerah yang tadi
sudah hadir. saya tidak bisa sebut satu
persatu dari kementerian dari ee Jawa
Tengah juga hadir ya ee kemudian dari ya
dari Kementerian PUPR ada hadir dari
beberapa kementerian yang hadir ya dan
kemudian yang saya hormati
kawan-kawan CPT Pratama di lembaga
administrasi negara dan dari instansi
pemerintah yang penyelenggara.
hormati para widyaiswara ahli utama
tadi siapa yang katanya duduk
dekat-dekat saya gitu
ya. Dan yang saya hormati ee saya
banggakan para peserta Rokor PKnasional
tingkat dua ini seluruhnya ada 98 orang.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji
syukur kepada Allah Subhanahu wa taala
Tuhan yang maha esa. Alhamdulillah pagi
hari ini kita semuanya bisa berkumpul
bersilaturahmi dalam acara Rakor
Pelenggaraan PKn tingkat 2 tahun 2025
dalam keadaan sehat selalu.
Ya. Yang kedua, terima kasih kepada Pak
Sikda, Pak Ramli yang sudah
memfasilitasi. Luar biasa. Ini biasanya
kemarin-kemarin nih online Zoom ya. Jadi
kemarin-kemarin online baru sekarang ini
kita ketemu langsung dan di luar Jakarta
ya. Jadi biasanya kita nanti kita buat
keliling ya. Nanti tempatnya Pak Edwa,
tempatnya Bu, tempatnya kawan-kawan
semuanya ya e keliling di daerah ya apa
namanya ee BPSD maupun kementerian
sehingga bisa saling melihat nanti ya.
ee apa standarnya ya. Nah, yang kedua
tentunya terima kasih banyak kepada
Bapak Ibu semuanya selamat datang danam
ee terima kasih sudah hadir untuk dalam
acara ee rapat koordinasi
penyelenggaraan PKn tingkat 2 ini tahun
2025.
Dan Bapak Ibu sekalian, jadi ada
beberapa hal yang ingin ee saya
sampaikan
ya. Yang pertama memang ini kita tadi
sampaikan Pak Sekda ini kita ini apa
istilahnya ee tahun-tahun yang penuh
ujian itu ya ee istilahnya itu apa ee
apa istilahnya Pak Karno itu apa Vivire
Recoloso ya hidup di dalam sebuah penuh
tantangan bahaya gitu ya. Vivioloso itu
ya kayak gini nih. 2 tahun ini banyak ke
e tingkat ketidakpastiannya yang
tentunya tentunya kita ambil hikmah yang
baik. Artinya kita harus lebih sigap
lagi di dalam
mensikapi tadi perubahan-perubahan
terutama efisiensi.
Kemudian ada beberapa juga arahan untuk
pembatasan-pembatasan perjalanan dan
seterusnya ini menjadi sebuah acuan kita
bersama. Nah, Bapak Ibu sekalian, jadi
ee ini nampaknya setiap kali efisiensi
ini bidang aparatur ini yang mungkin
karena prioritasnya adalah sekarang
bagaimana memang ee ee Bapak Presiden ya
untuk memberikan prioritas pada
kesejahteraan rakyat sehingga beberapa
tadi pos-pos yang ee terutama terkait
dengan aparatur ya ini karena aparatur
ini sudah mendapat gaji cukup tinggi
sehingga ini apa ada
pemotongan-pemotongan. Nah, ada sebuah
pembelajaran yang penting yang yang
pertama
ini tadi ee kita akan lakukan ee ee apa
namanya upaya koordinasi untuk
memperkuat sinergi pengembangan
kompetensi.
Nah, waktu yang lalu kita sudah
kumpulkan untuk apa
koordinasikan
forum kehumasan ya. Mengapa penting?
Karena ini kita mau bareng-bareng
rebanding ya. Bagaimana bank pembangunan
kompetensi ini sangat penting ini.
Mengapa saya sampaikan ini? Karena kita
belajar dari pembahasan dengan DPR.
DPR itu baru ngah begitu kalau saya
bilang begini ini misalnya oke ee
prioritas untuk apa makan bergizi
diambilkan dari sebagian dari anggaran
kita dan kemudian ada koperasi dan
sebagainya ini penting ya kita support
semua tetapi saya kita sampaikan jangan
lupa di balik kemudian keberhasilan
makan bergiz koperasi merah putih
kemudian penan kemiskinan peningkatan
investasi itu selalu ada ASNAS ASN yang
terampil, yang kompeten, berintegritas
dan tidak ada ee ASN yang skillful tadi,
yang profesional tanpa pemain
kompetensi.
Tidak mungkin kemudian kita rekrut ASN
demikian saja bekerja ya kemudian tanpa
kemudian penguatan pengeman kompetensi
mereka baru terbuka. Betul juga ya.
gimana kita dengan terutama sekarang
kita bicara bagaimana kemudian ee apa
program-program sekarang yang harus
berhadapan dengan tadi perubahan
digitalisasi EI dan seterusnya ya yang
katanya work ekonomi forum kalau
sekarang mungkin rata-rata di dunia ini
pemanfaatan teknologi di sektor
pemerintahan itu sekitar 60 sampai 70
Indonesia mungkin bisa lebih 60 sampai
70 di 2030 di seluruh dunia ya
diperkirakan pemanfaatan teknologi akan
mengambil alih pekerjaan manusia di
sektor pemerintahan.
Sebaliknya 60 sampai 70%.
J itu sebuah hal yang pasti ya karena
kita melihat tren dari apa? Pertumbuhan
eksponensial dari pemanfaatan IA
terutama di dalam apa namanya ee sektor
publik dan sektor ee swasta. Dan untuk
itu maka tentunya cara kerjanya juga
berubah. Kita bicara tentang data juga
diperkirakan 2030
sekitar 170 juta pekerjaan hilang
diganti R10 juta ya. Ee di Indonesia 23
juta yang pasti hilang 2030 gantinya R5
juta. Nah, ini trennya memang
kecepatannya beda-beda tiap negara.
Tetapi satu hal yang pasti banyak
pekerjaan
baik di pemerintah maupun di swasta 5
tahun ke depan akan mengalami banyak
perubahan sehingga skill-nya juga
berubah, kompetensinya harusus kemudian
di-upgrade. Wat forum tahun ini memberi
catatan kalau kita terima tidak
melakukan riskilling tahun ini ya kan
sampai 2030 minimal 50% mak kita kita
akan ketinggalan. Kok ketinggalan
nantinya banyak pekerjaan yang tidak
relevan, pelayanan publik tidak relevan,
bisnis tidak bisa bersaing dan
seterusnya. Nah, Bapak Ibu sekalian kok
kita melihat bagaimana tren dunia
pengangguran di mana-mana ya dan
sebagainya, problemnya bukan hanya
karena ekonominya ee lagi kurang baik
ya, kok ekonomi kurang baik itu selalu
akan muncul sebuah apa? Konjungtur yang
selalu terjadi secara periodikal.
Problemnya mengapa sini kemudian resah
seluruh dunia? Karena dampaknya adalah
konjungtur ekonomi yang kemudian diikuti
dengan perubahan disrupsi teknologi dan
kemudian problemnya akhirnya kita gak
siap di dalam melakukan risk killing
tadi yang seperti diprediksi economic
forum. Nah, untuk itu maka ini kembali
ya poinnya adalah tadi bagaimana kita
kemudian bareng-bareng ya untuk kemudian
ngrebranding bagaimana pengembangan
kompetensi suatu yang sangat vital,
sangat esensial
ya. Nah, ini kalau kita melihat
praktiknya ini Pak Sekda, Pak Ramli,
kawan-kawan semuanya. Jadi BPSDM BPSM
banyak yang gak belum mengasih atensi
pentingnya medsos pemberitaan
mediatisasi dan seterusnya ya dan
ataupun kalau ada mungkin masih senang
mungkin standar yang lama apa standar
yang lama ya seremonial jadi difoto itu
ya kurang lebih hampir sama ya orang
baris ngepel gini kalau enggak jempol
kalau enggak ya L gini ya kan
ya itu gak apa-apa tetapi selalu message
intinya kita sampaikan kan ya message
apa pesan intinya adalah bagaimana
pembahan kompetensi itu dampaknya apa.
Jadi kita cerita pada outcome-nya dulu
ya baru kemudian wajahnya ya ada Pak
Tri, ada Bu Erna itu gak apa-apa ya dan
ini untuk ngerubah. Yang kedua juga kita
sampaikan kemarin dalam forum kehumasan
penting bagaimana kita gambarkan bahwa
kita ini ini kita bikin ee apa sekarang
apa namanya hashtag Pak Sekda ASN
kompeten rakyat sejahtera. Artinya
kompetensi ASN ini kunci untuk
menciptakan kesejahteraan rakyat bukan
hanya kemudian sekedar dapat ijazah
kemudian memenuhi kebutuhan pengembangan
pegawai. Haknya katanya pengembangan
kompetensi bukan.
dia kembungan kompetensi karena ini
kuncinya untuk membuat rakyat sejahtera.
Nah, jadi ini juga kita kemarin di dalam
forum kehumasan kita sampaikan juga
forum kehumasan peman pemban kompetensi
yang dihadiri kemarin ya kawan-kawan
dari perwakilan BPSDN BPSM, lembaga
diklat-lembaga diklat kita kumpulkan ya.
Nah, untuk kemudian kita bareng-bareng
rumbah image, pemban kompetensi itu
berdampak. Pembahan kompetensi itu untuk
kunci kesejahteraan rakyat. Pembahan
kompetensi itu sesuatu yang esensial ya,
bukan seremonial, bukan sekedar kemudian
formalitas ya. Nah, kemudian kita
tampilkan ya apa namanya gambar
rakyatnya dan sebagainya. Waktu kita
kemarin ke Pak Ketusa Kambang sama Pak
Aman ya kita ya kita foto dan
sebagainya. Jadi membuat sebuah
perubahan image bahwa ini betul-betul
pembahan kompetensi ini kita berjuang
untuk rakyat ya. Kurang lebih kita ini
menjadi hal yang indispensible. Artinya
tidak bisa terpisahkan dari dari upaya
kita ee apa namanya bersama-sama untuk
memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
Nah, Bapak Ibu sekalian ini mohon
kiranya yang hal yang pertama ingin saya
sampaikan tadi. Kita akan terus perkuat
forum atau sinergi dari pengembangan
kompetensi seluruh Indonesia dari
lembaga-lembaga pelatihan. Ada BPSDM
daerah, ada BPSDM di kementerian
lembaga, lembaga, pusat-pusat diklat di
kementerian lembaga. Bahkan nanti kita
juga akan gandeng dari BUMNB BUMN. Untuk
apa? untuk tadi kita yang pertama akan
memperkuat rebranding ya, pengembangan
kompetensi itu berdampak, pengembangan
kompetensi itu esensial ya. Nah,
kemudian yang berikutnya adalah terkait
masih di ee apa namanya sinergi itu
Indonesia ini mungkin unik gitu ya. Di
dalam diskursus, di dalam wacana-wacana
selalu kita ngomong yakin semuanya bahwa
SDM itu unsur yang paling vital.
gitu ya. Tetapi upaya bareng kita untuk
membangun ke sana human capital
Indonesia ini nampaknya belum terlalu
kelihatan dilakukan sebagai sebuah ee
upaya bersama yang kemudian sistematis
arahnya jelas dan seterusnya ya.
terutama di bidang aparatur kita masih
perlu perkuat itu. Nah, untuk itu maka
ya ini saya mengundang dalam forum yang
baik ini kita akan membuat mungkin nanti
ee akan ditamatangkan dalam forum
berikutnya sebuah asosiasi pengembangan
kompetensi Indonesia ya. Apapun namanya
n silakanlah ya apapun namanya. Kenapa
berbagai negara misalnya kita kok kita
browsing ya ada namanya apa eh strat apa
namanya eh society of human resour human
resources management ada namanya
European Training Foundation ya ada
World Federation of Training Association
jadi mereka ini bersatu ya mengapa
penting bersatu resources-nya kemudian
kita bisa sharing kita bikin kembangkan
kemudian sebuah learning marketplace
bareng-bareng, bagaimana kemudian kita
program bareng-bareng dan Undang-Undang
20 mensyaratkan bahwa pengembangan
kompetensi dilakukan secara
terintegrasi. Maksudnya adalah secara
kolaboratif. Nah, Bapak Ibu sekalian,
tahun kemarin kita lakukan forum seperti
ini di LAN ya. ini yang kita kemudian
kita mulai mencanangkan gagasan kita
ngerombak pemikiran dari ekosistem yaitu
masing-masing sektor kerjakan sendiri
sama masing-masing pemerintah daerah
kerjakan sendiri kita rubah menjadi
ekosistem kita lakukan secara
kolaboratif bahkan kita di-support
banyak dari private sektor ya tahun
kemarin kita ada 300 kita sebut dengan
300B karena 300 dari perwakilan dari
privat sektor untuk support tadi
bagaimana upaya penguatan-penguatan
pembahan kompetensi. Kita dibantu oleh
ISQ, kemudian dibantu oleh ada Kubisa,
ada Asosiasi Pejuang Kompetensi
Indonesia dan seterusnya dan seterusnya.
Nah, ini nampaknya ini sebuah sebuah
lesson learn. Intinya bahwa kita perlu
bersatu ya. Saya enggak mau bikin partai
ini Pak, cuman kita ini kalah kalah
dengan gerakan di dunia. Bagaimana
negara-negara yang sangat konsern dengan
namanya war of talent.
Peperangan ini bukan peperangan militer
yang menonjol itu. Itu hanya
percikan-percikan. Yang real di lapangan
adalah peperangan talenta. Saling
membajak, saling ya di Malaysia sampai
bikin BUMN khusus untuk
mengamati mencari head hunting talenta
di dunia namanya talent cops ya. Saya
dengan Pak Pandi langsung ke sana kita
kita kunjungi bagaimana cara kerjanya.
mereka petakan talenta-talenta di dunia,
ambil yang terbaik. Makanya kemudian
perwakilan-perwakilan apa namanya?
Perusahaan dunia yang besar-besar ada
semua di Malaysia. Mengapa? Karena
mereka punya talenta-talenta kelas dunia
ya. Nah, Bapak Ibu sekalian ini makanya
ini sebuah gagasan ya yang nanti mungkin
bisa kita konkretkan ya ee apa namanya
pembentukan tadi karena ini penting ya
kita bergerak bareng ya untuk kemudian
menyambut s sebuah war of talent at
perang talenta termasuk di aparatur juga
kita sedang berperang dalam arti kita
kemajuan tadi kita berdaya saing ini
sangat membutuhkan ASN-ASN yang
bertalenta.
Yang kedua, Bapak Ibu sekalian, ini
mungkin lebih pada hal yang terkait
dengan Rakor ini. Saya mengucapkan
banyak terima kasih kepada support dari
kawan-kawan bagaimana dengan
perubahan-perubahan
yang ada PKN 2 tahun ke ini ya ee bisa
terselenggarakan dengan baik ya. Karena
awal-awal tahun ketika efisiensi banyak
yang menyatakan tidak sanggup lagi saya
sampaikan yang tutup kita ambil alih
karena ini sebenarnya kewajiban lembaga
administrasi negara di dalam tadi upaya
pengembangan kompetensi sehingga
kemudian ee apa namanya kita tap carikan
solusi semuanya tidak ada yang tutup.
PKN 1 juga sama PKN 1 ini dari sekitar
berapa? 5,6 miliar ya dipotong menjadi
290 juta. Sebenarnya secara di atas
kertas sudah enggak bisa dilakukan ya,
tapi kita bisa lakukan empat angkatan
ya. Tiga angkatan tadi Pak Sekda sebut
creative financing ya. Kreatif apa
namanya dengan kita ee tadi kolaborasi
tadi gunanya seperti itu ya. Jadi empat
angkatan, tiga angkatan R0 ya. Tiga
angkatan Rp0. Nah, Bapak Ibu sekalian,
jadi ee apa namanya ee di dalam upaya
kita ee mensikapi tadi
perubahan-perubahan ee adanya
kebijakan anggaran pemerintah ini perlu
kesigapan ke kolaborasi tadi yang
kemudian untuk memastikan bahwa semua
program tetap bisa berjalan dengan baik.
Nah, untuk itu maka yang pertama
tentunya kita akan masih akan lanjutkan
ee fleksibilitas dalam penyelenggaraan
beberapa ee kegiatan B masih bisa
dilakukan dengan online meskipun banyak
yang protes juga kok online ya. Nah,
tetapi ini kita sesuaikan dengan
kemampuan dari penyelenggara ya. ada
beberapa yang kemudian ee di kementerian
terutama yang sangat terdampak kemarin
banyak yang dialihkan pada online
sehingga ada penyederhanaan untuk
pertemuan klasikalnya ya. Nah, untuk
daerah-daerah yang masih mungkin ada
kelonggaran silakan ya. Ee kemarin juga
kita e berikan kelonggaran termasuk di
visitasi ya. Visitasi ini ee kita
berikan kelonggaran sesuai dengan arahan
kemarin juga dari Bapak Menteri Dalam
Negeri agar hotel, akomodasi, transport
hidup ya silakan nanti disesuaikan dapat
perjalanan dinas selama itu dilakukan
dengan cara yang paling efisien dan kita
utamakan adalah visitasi-visitasi
yang mendukung prioritas Bapak Presiden.
visitasi, makan bergizi, melihat e
sekolah rakyat, pengentasan kemiskinan,
ketahanan pangan, ee peningkatan
investasi, ya ini akan menjadi ee apa
namanya ee ee tema-tema yang kita
utamakan di dalam visitasi. Nah, Bapak
Ibu sekalian dalam kesempatan Rakor yang
baik ini ya saya ingin sampaikan bahwa
kita ini frekuensinya harus sama dengan
Bapak Presiden ya. Untuk itu maka ya
tadi visitasinya, tema-temanya kita
prioritaskan tadi mendukung apa yang
menjadi prioritas Bapak Presiden ya.
pengetasan kemiskinan, kemudian ada
makan bergizi, koperasi merah putih,
peningkatan investasi, ketahanan pangan
ya yang bisa tentunya disesuaikan dengan
instansinya dia atau di daerahnya ya
nanti kita pilih dan
tadi yang saya sampaikan mari kita
perkuat hidupkan lagi mediatisasinya
ya, medsosnya kita kembangkan. Saya
terima kasih Pak Sekda, Pak Ramli. Jawa
Timur itu mesosnya keren-keren ya.
Keren-keren ya dan aktif sekali ya. Ini
mungkin bisa sharing kita kemarin dengan
forum kehumasan kita karena gak punya
biaya sharing saja ya. Mungkin yang Pak
ahli bikin video di Jawa Timur bisa
sharing. Yang ahli bikin I mungkin di
Kementerian Kesehatan bisa sharing, di
DKI bisa sharing ya kan dan sebagainya.
sehingga kemudian fungsi kehumasan
pengembangan kompetensi kita ini kuat
gitu. apa yang kita mau beritakan
proper-proper yang bagus tadi yang
sampaikan Pak Sekda ya ini berkelanjutan
banyak kawan-kawan ini yang kemudian
terus ee propernya berkelanjutan ya dan
ini yang kemudian kita beritakan ini loh
pengembangan kompetensi gak formalitas
ya gak sekedar kemudian gagah-gagahan
saja tetapi betul-betul menyentuh apa
kebutuhan hajat hidup orang banyak ya
nah kawan-kawan semuanya tadi masih yang
kedua tadi ya terkait dengan ee
kebijakan ke depan ya mengenai tadi
efisiensi, fleksibilitas, prioritas tadi
visitasi. Visitasi kita buka lagi gak
ada masalah asal tadi terkait dengan
prioritas ee PBAP Presiden dilakukan
dengan cara yang efisien.
Yang ketiga ini yang ee ingin saya
kembali ingatkan lagi.
2 tahun yang lalu ini kita sudah bukan
buat pedoman bagaimana agar menunjukkan
proper-proper itu tidak hanya kemudian
jumlah proper yang inovasi apa jumlah
inovasi bukan ya sudah terlalu umum tapi
kita minta kemudian menyantumkan nilai
ekonominya Pak Sekda. Jadi nilai ekonomi
tadi dari produktivitasnya,
efisiensinya, dari kemudian ee apa
namanya bahkan penyelamatan, potensi
kerugian dan sebagainya. Ini kan banyak
dari kawan-kawan Inspektorat dan sebagai
BBKP dan seterusnya. Jadi mengapa
seperti itu? Karena inovasi ini
intangible aset. Kemarin ketemu sama
kawan-kawan dari Kementerian Hukum ya.
mereka akan dukung proper-proper nanti
akan kita berikan hakinya, hak kekayaan
intelektualnya ya. Nah, untuk itu maka
harus jelas dia berapa nilainya.
Nah, sayangnya
belum semua lembaga pelatihan melakukan
itu
ya. Sehingga sampai hari ini kemungkinan
harapannya apa? setiap akhir tahun kayak
gini ini kita bisa laporkan kepada
pemerintah, pada Bapak Presiden hasil
penyelenggaraan PKN 2 memberikan
kontribusi inovasi senilai 2.000 triliun
misalnya. Mengapa saya bilang gitu?
Kemarin ada satu angkatan aja dia
mengklaim bisa sampai 3.000 triliun dia.
Iya. Dan dia diwawancarai di media ya
dari mana? Kementerian mana perdagangan
kalau enggak salah diwawancarai. dia
punya hitungannya sendiri. Bagaimana
propernya tadi punya nilai segitu
banyaknya diwawancarai di media, ramai
itu ada di YouTube-nya dan sebagainya
ya. Nah, ini saya minta kawan-kawan dari
akuntan untuk mengakses biar ada standar
penghitungannya. Sederhana aja misalnya
dia lakukan kemudian inovasi
ya. Ya. Kemudian ada memotong perizinan
dari seminggu menjadi 1 hari kan kita
hitung itu bagaimana masyarakat keluar
uang yang apa untuk setiap orang dan
seterusnya kali berapa pengguna ya dan
seterusnya dan seterusnya itu
hitungannya yang sederhana saja ya gak
pakai neko-neko. Nah, ini kok kita
laporkan PKN 1, PKN 2, PKP, PKA akhir
tahun berapa ribu triliun kita
dan Kementerian Hukum tadi saya
sampaikan lagi mereka siap untuk
kemudian memproses bahkan ini ide mereka
memproses hakinya
ya. Nah, untuk itu dalam hal dalam hal
ini saya menyampaikan lagi kepada
kawan-kawan,
yuk kita tegakkan lagi tadi ingatkan
lagi pedoman tadi dijalankan
yuk para pengujinya, coach-nya
diingatkan
ya karena pedomannya ada, coach-nya
enggak enggak ngingatkan, pengujinya
enggak nanya juga gitu ya.
Yang kedua terkait dengan kebijakan tadi
yang penilaian mediatisasi
ya. Alhamdulillah kemarin kemarin
koordinasi kita minta sudah muncul tahun
lalu begitu pedoman berjalan kita klik
di Google namanya proper itu hanya
hitungannya ribuan
lah kita sudah melakukan sudah
bertahun-tahun
artinya ini mediatisasinya gak jalan
gitu ya. Mengapa kita minta ada
setiap peserta nge-branding dia bahwa
ini loh proper saya ke media, media
sosial, media sosial kita stop. Mengapa?
Karena dia enggak memang gak pernah
punya medsos ya atau punya medsos baru
ikut PKn baru bikin medsos. Dia gak ada
followernya, gak nak follow siapa-siapa
tingak-tinguk sendirian gitu gak ada.
[tertawa]
Nah, taruh di media online ya.
Alhamdulillah minggu kemarin kita coba
klik sudah jutaan ya. Sudah jutaan. Nah,
mengapa Bapak Ibu sekalian? Agar
kemudian kita tuh kita mainnya di media
di dunia informasi seperti sekarang yang
kita kerjakan baik-baik tidak kita
beritakan dengan baik maka kita sama
dengan tidak kerja
ya. Nah, makanya tadi ya mohon saya
lihat BPS banyak BPSDM yang medsosnya
mati. Dia ada yang hidup isinya masih
sama isinya pimpinannya lagi ancan
jempol dan sebagainya. [tertawa]
Banyak dikritik. Saya datangin konsultan
medsos e kehumasan. Dia bilang, "Pak,
jangan kemudian medsos itu tampilkan
pejabatnya terus jangan has karyanya."
Kenapa? masyarakat nanti emoh lihat ya.
Apalagi kemudian isinya formalitas
isinya selalu sama terus ya istilahnya
berita pembukaan, penutupan dan
seterusnya gak apa-apa tapi kita
ceritakan isinya ya. Nah itu yang yang
nanti ee mohon itu diingatkan kembali
coach-nya, pengujinya diingatkan
kembali. Ya. Yang ketiga, masih dalam
pedoman tadi
kita kemarin awal-awal menggunakan apa
ee evaluasi untuk e pengembangan soft
skill. Karena esensi leadership training
adalah soft skill-nya. Semakin tinggi
soft skill-nya yang kita tekankan.
Banyak yang kemudian mentornya gak paham
gitu ya. Ya, jadi apa yang perlu
dikembangkan gak ada. Sudah bagus ini
ya. Nah, kemarin kita sudah menggunakan
cara pakai fingerprint. pakai. Terus
terakhir kemarin kita pakai ESQ itu juga
pakai. Nanti kita akan standarkan ya.
Tetapi ini ya, tetapi itu tidak kemudian
menggantikan peran mentor tadi ya. Ini
mentor itu harus betul-betul ada rasa
memilikinya ya. Hasil dari pemetaan
dengan ASQ dengan EI follow up-nya
sangat bergantung bagaimana support dari
mentor-mentor tadi. Nah, ini mohon juga
diingatkan. Nah, Bapak, Ibu sekalian,
ini pentingnya para penyelenggara
bagaimana memastikan polisi kita, kita
bisa diterapkan di lapangan. Bagaimana
kemudian memastikan ekosistem pembahan
kompetensi jalan, mentornya jalan,
coach-nya jalan, WI-nya jalan sesuai
dengan polisi kita. Karena kalau tidak
ya tadi ya kita punya sebuah mis visi ke
depan, punya sebuah target ke depan di
dalam transformasi ini tanpa kemudian
tadi penyelenggara yang apa memastikan
kebijakannya jalan maka tidak ada
bedanya kemudian ada kebijakan tidak ada
kebijakan ya. Nah, Bapak, Ibu sekalian,
berikutnya yang ketiga ya nanti di ini
terkait dengan ee apa namanya
pengembangan-pengembangan kompetensi ini
kami sampaikan
terkait dengan kebijakan w
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:09 UTC
Categories
Manage