Rapat Koordinasi (RAKOR) Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Tahun 2025
hw5Nzh9WgFI • 2025-11-12
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Kami ucapkan selamat datang kepada Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Bapak Dr. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Bapak Adi Kars Habib. Salam alaika shawatullah alaika ya Nabi salam alaika ya rasul. Selanjutnya berkenan menyerahkan kepada anak yatim. Ya habib salam alaika shawatullah alai [musik] asrqal badru alaina ftafat minhul budur ml husnik Q ya wajur marhaban ya nurul aini marhaban marhaban jaddal husaini marhaban ya nurul aini Marhaban, marhaban, marhaban jaddal husaini Allah. Marhaban marhaban rabi fagfirli dunubi ya Allah bibkatil hadi Muhammad. Ya Allah rabi fagfirli dzunubi ya Allah bibarkil hadi Muhammad. Ya Allah. Seluruh hadirin dimohon berdiri. Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. [musik] Hadirin disilakan duduk kembali. [musik] Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Selamat pagi. Salam sejahtera bagi kita semua. Shalom. Om swastiastu. Nama buddhaya. Salam kebajikan rahayu. Yang terhormat Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Bapak Dr. Muhammad Taufik di beserta segenap jajaran deputi bidang penyelenggaraan pengembangan kapasitas ASN LAN Republik Indonesia. Yang kami hormati, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Bapak Adik Karono, AKS MAP. Kepala BPSDM Kementerian IMIPAS, Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur, para Widya Iswara ahli utama, dan seluruh peserta rapat koordinasi pelatihan kepemimpinan tingkat 2 tahun 2025. Yang berbahagia. Alhamdulillah puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa taala pada pagi hari ini kita bisa bersama-sama berkumpul di dalam suatu event di acara yang penuh semangat, penuh inspirasi, menyatukan langkah, menyatukan visi untuk memperkuat sinergi dan meningkatkan kapasitas kepemimpinan aparatur negara menuju birokrasi yang adaptif, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat. Karena sesungguhnya kepemimpinan bukan hanya tentang posisi, tetapi tentang pengabdian, integritas, dan keberanian untuk membawa perubahan. Dan di ruang ini juga para pemimpin masa depan bersiap untuk menyalakan api transformasi. Izinkan kami menyapa Bapak, Ibu dengan pantun. Berjalan pagi di Tamansari, udara segar menyapa ramah. Kita hadir dengan semangat tinggi untuk birokrasi berkualitas dan bermarwah. Bapak, Ibu hadirin undangan yang kami hormati. Sebagai ungkapan selamat datang, marilah kita saksikan sebuah penampilan tari emprak yang merupakan tari tradisional khas Jawa Timur yang berakar dari kesenian rakyat pedesaan. Tarian ini menggambarkan semangat gotongroyong, keceriaan, dinamika kehidupan masyarakat desa yang penuh kebersamaan. Boleh kita berikan tepuk tangan untuk Tari Emprat. [tepuk tangan] Iki l joget emprak yo jenenge. [musik] wae wae hemak ya jenenge. [musik] E o e e [musik] o e e o e o ya o ya ya o ya [musik] ya o ya e e e o e o e e [musik] e [musik] day teko e beberno klasa. E day tek [musik] e beber. Ha e ha e e o e o. Ha e ha e e o [musik] e e o ha e. Ha e e e e e e e ha e ha e [musik] iki gending senamane [musik] siak rasane kepenak dijogeti sajake marak [musik] ati Ora abes [musik] ngoki. Gending sentruk wiraman sigruk rasane kepenak pantes [musik] dijo keti sajah ati ora ambos. [musik] Witang padang [musik] mudak lugune wong pikir harjo [musik] iki gandeng Seduk pirangane [musik] rasane kepenak ijo keti [musik] sajati ora abene. [musik] Ijo-ijo godong brambang [musik] godong brambang dawa. Ayo konco pod berjuang lagi Pancasila. [musik] [musik] Bapak, Ibu boleh kita berikan tepuk tangan untuk Tari Empr. [musik] Bapak, Ibu hadirin undangan yang kami hormati. Tentunya ini menjadi ikhtiar bagi kita sekalian. Acara pada pagi hari ini akan berjalan lancar dan membawa manfaat. Untuk itu, marilah kita bersama-sama berdoa dan doa akan dipimpin oleh Saudara Alrauf Rahman. Disilakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahiabbil alamin hamdas syakirin hamdan naim hamda yuwafiamahu waukfi mazidah. Ya rabbana lakal hamdu kama yambagalali wajhikal karim wa sultanik. Allahumma sholli wasallim ala sayyidina Muhammad wa ala alihi wasohbihi ajmain. Ya Allah Tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji serta syukur kami panjatkan kehadirat-Mu. Karena atas limpahan rahmat, taufik, dan karunia-Mu pada pagi hari ini kami dapat berkumpul bersama dalam keadaan sehat walafiat. Ya Allah, ya Rabbana, jadikanlah kegiatan ini sebagai wadah yang membawa manfaat, tempat berkolaborasi dan berbagi gagasan serta ajang memperkuat komitmen kami dalam membangun aparatur negara yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkeadilan. Ya Allah, Tuhan yang maha pengampun. Ampunilah dosa kami, dosa kedua orang tua kami, serta kabulkanlah doa permohonan kami. Rabbana atina fid dunya hasanah wafil akhirati hasanah waqinazabanar. Subhana rabbika rabbil izzati amma yasifun. Wasalamun alal mursalin. Walhamdulillahiabbil alamin. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak, Ibu hadirin undangan yang kami hormati. Selanjutnya akan kita dengarkan bersama laporan Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN Land Republik Indonesia yang kami hormati Bapak Dr. Triwidodo Wahyu Utomo, Sma. Disilakan. [musik] Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semuanya. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Jalan-jalan ke Surabaya. Jangan lupa coba kulinernya. Kalau kita ingin negara kita sejahtera, jangan lupa terus bangun ASN-nya. [tepuk tangan] Yang kami hormati, kami banggakan Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Bapak Dr. Muhammad Taufik, DII. Yang kami hormati Gubernur Provinsi Jawa Timur yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah, Bapak Adi Karyono. Yang kami hormati para pimpinan tinggi madya. Di sini hadir ada Kepala BPSDM IMIPAS, Pak Aman Riadi, juga Bapak Sestama Lembaga Administrasi Negara, Mas Andi Taufik ee kemudian Ibu Deputi 2 dan Ibu Deputi empat Lembaga Administrasi Negara, Bu Erna dan Bu Armi dan juga Bapak Ibu sekalian para pimpinan tinggi pratama di Lembaga Administrasi Negara juga para ee pimpinan tinggi pratama di Provinsi Jawa Timur dan juga yang kami hormati para peserta rapat koordinasi nasional yang mohon maaf tidak dapat kami sebut satu persatu. Dan di sini juga hadir ee tentu tuan rumah ee Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur ee Bapak Dr. Ramlianto dan para Widyaiswara ahli utama, para fasilitator dan seluruh ee peserta Rakor PKn. ee tingkat dua yang kami hormati. Pertama-tama tentu marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa taala Tuhan yang maha kuasa karena hanya atas rahmat dan hidayah-Nya karunia-Nya maka kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat dan penuh semangat dalam rangka rapat koordinasi penyelenggaraan PKN 2 tahun 2025. Izinkan kami menyampaikan beberapa pokok ee penyelenggaraan. Pertama, dilihat dari latar belakangnya. Kita semuanya paham bahwa lembaga administrasi negara merupakan lembaga yang memiliki mandat untuk menyelenggarakan dan melakukan penjaminan mutu dalam pelatihan ee ASN. Sebagai bentuk tanggung jawab tersebut, maka Lembaga Administrasi Negara secara rutin melakukan evaluasi dan koordinasi dengan seluruh penyelenggara di seluruh Indonesia untuk memastikan bahwa pelaksanaan pelatihan khususnya dalam hal ini adalah PKn tingkat 2 berjalan sesuai dengan standar mutu, relevan dengan kebutuhan organisasi serta berdampak nyata terhadap peningkatan kinerja instansi pemerintah. Tahun 2025 ini merupakan momen of truth ya. Ee di mana tahun ini kita sama-sama menjalani sebuah periode efisiensi dan tentu kebijakan nasional berupa efisiensi ini harus terus-menerus komitmen kita dalam menghadirkan penyelenggaraan pelatihan yang tetap berorientasi hasil yang adaptif dan juga berkelanjutan. Oleh karena itulah melalui kegiatan rapat koordinasi ini lembaga administrasi negara ingin meneguhkan semangat perbaikan secara terus-menerus. Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan ini ada beberapa. Pertama adalah meningkatkan koordinasi dan sinergi antara LAN sebagai instansi pembina dengan seluruh penyelenggara PKn tingkat 2 di seluruh Indonesia. Yang kedua, melakukan evaluasi penyelenggaraan PKn 2 tahun 2025 baik dari aspek mutu, efektivitas, maupun dampak pelatihan. Yang ketiga, mengidentifikasikan tantangan, solusi, dan praktik baik atau best practices dalam pelaksanaan PKN 2 di berbagai instansi dan daerah. Dan yang keempat adalah merumuskan rencana tindak lanjut untuk peningkatan kualitas penyelenggaraan di tahun 2026 dan seterusnya. Selanjutnya izinkan kami menyampaikan laporan tentang kepesertaan. Ee kegiatan Rakor kali ini diikuti oleh 24 lembaga pelatihan yang menyelenggarakan sebanyak 32 angkatan PKN 2 dan dua angkatan dengan pola integrasi ses parlu dengan PKN tingkat 2. Secara detail sebarannya adalah sebagai berikut. di lingkungan Lembaga Administrasi Negara. Ada beberapa ee Direktorat dan Pusat Pembelajaran yang menyelenggarakan PKN 2 ee di Direktorat Pembelajaran Manajerial Kepemimpinan di Jakarta tiga angkatan. Kemudian di pusat pembelajaran di LAN Jatinangor, kemudian di pusat pembelajaran LAN di Samarinda dan pusat pembelajaran LAN di Aceh masing-masing satu angkatan dan ee pusat pembelajaran strategi kebijakan manajemen pemerintahan di Makassar ini dua angkatan. Di luar lembaga administrasi negara, kementerian maupun juga pemerintah daerah yang menyelenggarakan PKN 2 dapat kami laporkan sebagai berikut. Pusdikmin Polri, BPSDM Provinsi Jawa Timur, BPSDM Provinsi Jawa Tengah, BPSDM Provinsi Jawa Barat, dan Pusdiklat Kementerian Luar Negeri masing-masing dua angkatan. Sementara BPSDM Kementerian PU, BPSDM Kementerian Hukum, BPSDM Kementerian Kominfo atau Komdiji, BP BBPK Kementerian Kesehatan, kemudian Badan Diklat DIY, BPSDM Provinsi Banten, DKI Jakarta, Bali, Sumatera Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara dan Provinsi Papua masing-masing satu angkatan. Selanjutnya kami laporkan tentang output yang diharapkan dari penyelenggaraan rapat koordinasi ini. Ada beberapa yang ingin kita capai. Pertama adalah tersusunnya rumusan hasil evaluasi dan rekomendasi nasional dalam penyelenggaraan PKn tingkat 2 tahun 2025. Dan yang kedua adalah terbangunnya komitmen bersama untuk peningkatan mutu dan inovasi dalam pelaksanaan PKn tingkat 2. Bapak Kepala Lan, Bapak Sekda, dan Bapak, Ibu sekalian yang kami hormati. Demikianlah laporan penyelenggaraan kegiatan ini kami sampaikan. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang selama ini telah berpartisipasi dan mendukung penyelenggaraan PKn tingkat 2 sepanjang tahun 2025. dengan kerja keras, dengan dedikasi, dan juga dengan semangat pembaharuan yang secara terus-menerus. Selanjutnya kami mohon ee Bapak Kepala LAN dan juga ee Ibu Gubernur yang dalam hal ini diwakili oleh Bapak Sekda untuk dapat memberikan sambutan dan arahan dalam penyelenggaraan rapat koordinasi ini. Demikian yang kami dapat sampaikan. Terima kasih atas perhatiannya. Billahi taufik wal hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [musik] Bapak, Ibu hadirin undangan yang kami hormati. Selanjutnya sambutan selamat datang Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur. Yang kami hormati Bapak Adi Karono, AKSMAP. Disilakan. [musik] Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua. Shalom. Om swastiastu, nam budhaya. Salam kebajikan rahayu. Yang terhormat dan kita banggakan bersama-sama Kepala Lembaga Negara Republik Indonesia, Bapak Dr. Muhammad Taufik dia. Terima kasih, Pak. Saya mungkin gelar saya masih map ya. Beliaulah pembimbing saya di S2 kami ya. Jadi enggak mungkin saya enggak hadir, Pak. Yang kami hormati tentu jajaran yang hadir, Pak Sesta Malalan ee Pak Deputi Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN Pak Triwid Utomo, Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran, Bu Erna Irawati, Deputi Bidang Penjaminan Mutu, Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN Ibu Armi Winarti. Karo Perencanaan Keuangan Ibu Feni Damayanti dan yang kami hormati Direktur Pembelajaran Manajeral Kepemimpinan Bapak Giri Sapto Aji. Yang kami hormati Kepala BPSDM Kementerian IMIPAS Bapak Aman Riadi. Aman, Pak. Pasti Pak sini, Pak. Kepala Pusat Pelatihan BPSDM Pemerintah Pemerintah Imipas, Pak Muhammad Tito. Aduh, saya kaget tadi ada Pak Tito katanya. Wah, bos saya nih paling takut sama Pak Tito soalnya, Pak. Kalau pemda Pak Kepala BPSDM tentu ini yang punya tempat kawasandra di mukanya ASN Jawa Timur. Pak Dr. Ramlianto. Terima kasih. Seharusnya Pak Ramli ada di Singapura beserta Ibu Gubernur. Namun beliau lebih mengutamakan pekerjaan selesai di Singapura dipersiapkan tetapi urusan peningkan kualitas SDM tetap harus dilakukan dan tentu beserta jajaran Widyasara Utama dan calon Widaiswara Utama ya. Ya, Pak Bobi. Ya, tinggal tunggu Pak Ketualah nanti ya. Para peserta Rakor PKN nasional tingkat 2 dari seluruh badan ee diklat SDM di kementerian maupun di daerah. Tentu kami mengucapkan terima kasih, puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa taala pada hari ini kita dapat bersilaturahmi dengan seluruh pemangku kepentingan terutama yang melaksanakan diklat kepemimpinan tingkat dua dari seluruh Indonesia dan tentu dari kementerian. Eh kami atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur terima kasih Lan masih memberikan kepercayaan tidak hanya urusan melaksanakan diklat kepemimpinan, tetapi juga menyelenggarakan Rakor nasional yang sangat penting ini di Jawa Timur. Ini sejalan dengan harapan kami bahwa Jawa Timur ingin menjadi tetap menjadi best practice ya. kawat candal di muka bagaimana sebuah laboratorium kepemimpinan melalui diklat pimpinan di Indonesia dan ini sejalan juga dengan kondisi saat ini bahwa hasil dari inovasi proyek perubahan di Jawa Timur bergerak sangat luar biasa. Saat ini indeks inovasi kita hasil BPSDM kemarin terakhir meningkat 94,8% ya dari tahun lalu 2024 84,8% itu sudah paling menjadi provinsi terinovatif di Indonesia. Mudah-mudahan berikutnya juga masih dalam kategori itu. Bapak, Ibu sekalian, ee kami juga mengucapkan permohonan maaf dari Ibu Gubernur karena ditugaskan Pak Ramli ke Singapura selama 5 hari dan ternyata Pak Wagup juga pagi tadi harus ke Jakarta ada ratas dengan Pak Wapres. Jadi mohon maaf kalau yang hadir hanya Sekda, tetapi ikan peda, ikan layur. Jangan khawatir, ini Sekda bukan sembarang Sekda, tapi pernah jadi PJ Gubernur. Nah, [tepuk tangan] ya. Jadi, sudah setahun pernah sendirian ya, semua acara didatangi. Ibu sekalian terima kasih ee Pak Ramli. Kami men-delete dua acara pagi ini karena kami melihat bahwa semua kebijakan program hebat secara nasional maupun ee di level daerah pasti tidak akan terlepas dari bagaimana peningkatan kualitas SDM terutama bagaimana kualitas dari kualitas dan kapasitas kepemimpinan pejabat kita daerah. Oleh karena itu, ini kegiatan yang sangat penting bagaimana kita melakukan koordinasi, evaluasi tentunya bagaimana semua proses perencanaan diklat kepemimpinan 2 atau PKN 2 bagaimana proses penyelenggaraannya dan evaluasinya tentu harus kita lakukan menyerap dari semua kalangan pemangku kepentingan. Kemudian kalau kita melihat bagaimana diklat kepemimpinan sudah berjalan bertahun-tahun, bahwa saat ini sudah saatnya betul-betul melihat perkembangan perubahan zaman. Dengan peningkatan teknologi informasi yang sangat tinggi sudah menjadi suatu keharusan bahwa semua proses kediklatan sudah menyentuh teknologi. Dan tidak hanya itu, diklat pimpinan harus bisa menciptakan bagaimana selaras dengan reformasi birokrasi khususnya transformasi digital yang dilakukan oleh masing-masing organisasi di pemerintahan. Kami di Jawa Timur betul-betul sedang melakukan upaya transformasi digital total terhadap semua proses birokrasi sudah selesai. Semua tahapan proses administrasi birokrasi sudah selesai dengan transformasi digital. Sekarang kita melangkah bagaimana bukan lagi SPBE tapi menjadi pemerintah digital. pemerintah digital lebih mengarah bagaimana desain sebuah ee inovasi digital yang bisa mengarah ke dampak dan juga menjadi sebuah culture yang betul-betul dilaksanakan. Orientasinya adalah pelayanan masyarakat yang lebih dari sekedar berdampak tetapi juga memuaskan dan solutif. Dan ini kita lakukan beberapa hasil dari diklat kepemimpinan yang kalau dulu kita menyatakan bahwa dengan digitalisasi akhirnya ada inovasi yang modenya mode digital, ada yang non digital dan di inovasi juga demikian. Tetapi ee kita menyadari bahwa semua dengan digital akan bersentuhan dan menjadi mudah. Maka dalam satu ekosistem kita mengenalnya satu di Kominfo dari sistem terpos digitalnya. Setiap rumah sakit kita sudah jadi satu command center. Semua layanan berbasis IT dan terkoneksi dalam satu genggaman dan juga sudah bukan lagi satu rumah sakit. Rumah sakit kami ada 14 rumah sakit besar yang terbesar Sutomo dengan pemasukan budget kita 1,67 triliun dan itu sudah melakukan sesuai dengan arahan bagaimana ee transformasi untuk kebijakan pengadaan barang jasa dengan konsolidasi. Jadi kami melakukan pengadaan barang jasa dengan sistem antar rumah sakit 14 rumah sakit juga dengan rumah sakit Solo, Semarang, Jogja, Bali menjadi pengadaan bersatu. Ini sudah lintas. Sehingga ketika nanti peserta diklat PIM dari kami, kami akan kurasi dulu. bukan persoalan penuhan syarat belum diklat tetapi juga kira-kira Anda mau ngambil proyek perubahan apa. Pertama kami sudah batasi, Pak semua aplikasi dengan domain dan subdomain dikendalikan oleh satu pintu dari Kominfo. Servernya di situ semua dan harus terkoneksi sehingga kami bisa melihat manfaatnya, perubahannya seperti apa. Satu hal produk kita yang paling bagus harus diklat PIM kemarin adalah transformasi untuk transportasi publik Trans Jawa Timur ajaib namanya dengan aplikasi yang kami pastikan ya bahwa aplikasinya jauh lebih bagus, lebih tinggi teknologinya dari Trans Jakarta. Mohon maaf kalau ada dari Jakarta karena saya juga orang Jakarta nih, pemain transfer juga saya. Jadi saya tahu persis dari Jakarta saya belajar ini berbeda. Kita bisa melihat bagaimana pergerakan kendaraan bus, melihat okupansinya, tempat duduknya bisa melihat juga AR-nya untuk bisa melihat halte mana saja yang akan dan terkoneksi dengan alat pembayaran digital semua pembayaran dengan sangat murah dan akhirnya load faktornya meningkat sampai 150%. maka kita bisa meluncurkan bus. Nah, projek ini digagas oleh Kepala Dinas Perhubungan tetapi dengan mentor saya sendiri karena kami juga punya keinginan. Jadi, biasanya persoalan di Ket PM itu adalah pertama bagaimana visibility dari inovasi itu. Yang kedua need assessment. Kebutuhan apa yang membuat bombastis berdampak di masyarakat. Sehingga kurasi ini penting. Kami punya brida, maka dikurasi dulu kira-kira rencana-rencana projek itu betul-betul visibel atau sekedar untuk diklat. Nah, ini sudah mulai berubah. Orang stres ketika mau diklat BIM di sini memikirkan bukan nanti bisa ikut belajar terus mengeluarkan ide, tetapi di awal saya harus tahu proyekmu apa, apakah hanya mencari sesuatu yang bisa menghasilkan suatu perubahan sesaat atau tidak. Maka kami sangat mendukung Pak Taufik dulu ada yang namanya inagara apa namanya itu ya inovasi penyelenggara negara. Itulah bukti ee penilaian siapa yang sesungguhnya produk pemimpin perubahan yang berdampak. Karena setelah diklat PIM 2 tahun kemudian dicek apakah proyek perubahannya masih jalan atau tidak. dan berhak mendapatkan tempat untuk melakukan lomba inagara. Dan saya termasuk ee dulu mendapatkan tempat 10 besar, Pak. Karena setelah 2 tahun. Nah, kami berharap itu bisa dilakukan karena ukuran kami adalah long lasting. Kalau setelah diklat PIM selesai setahun hilang itu kurang berdampak dan berarti inovasinya tidak terlalu kelihatan. Nah, oleh karena itu berharap sebetulnya projek-projek semacam itu bisa dilakukan. Jadi bukan persoalan yang strategis, visioner, adaptif, inovatif, transformatif saja, tetapi bagaimana praktik-praktik itu bisa dirasakan oleh masyarakat bahwa ini bagus. Transjatif ajaib sudah 3 tahun berjalan berkembang menjadi moda yang dicintai oleh masyarakat. ini sebagai contoh. Kemudian juga bagaimana kita mengikuti perubahan-perubahan dari diklat BIM dan saya salah satu korbannya ya biasanya PKn-nya adalah ke luar negeri. Ketika zaman saya masuk ada kebijakan baru harus ke desa tertinggal. dapatlah salah desa di Kecamatan Monosari yang di Lebak ya. Jadi yang digunakan itu sudah bukan lagi kepemimpinan di dalam ee pemerintahan tetapi sudah kepada PR ya rural appraisal dan saya waktu itu ikut membantu menyusun dan akhirnya praktik pertama widyawara utama ikut ke desa saya. Nah, itu jadi pola ini angkatan rintisan bahwa best practice untuk praktik PKn di daerah di desa tertinggal ini luar biasa. Waktu itu kami agak protes waktu yang lain ke Hongkong, ke Jepang ini ke Lebak, Pak. ya [tertawa] waktu itu tapi pembelajarannya luar biasa banyak lebih sulit bagaimana mempraktikkan ya proses manajemen kepemimpinan di suatu ya karena harus menemukan persoalan, mencari solusi dan bagaimana bisa berkelanjutan itu lebih sulit dari kita membuat reformasi di pemerintahan. Mudah-mudahan ee saya enggak tahu sekarang masih Pak Ramli praktiknya sudah ke Oh, Zoom. Lebih parah lagi kalau gitu. [tertawa] Baik. Ee Bapak Ibu sekalian, kami mungkin kalau teman-teman daerah daerah sedang pusing dengan isu bagaimana pengurangan dana transfer. Peru sampaikan pasti akan berdampak kepada semua OPD, semua satker pengampu khususnya pasti akan berdampak pada Badan Diklat atau BPSDM. Bapak, Ibu sekalian ee saya kira Jawa Timur kalau di kacamata nasional sangat bagus ya. Bagaimana 38 kabupaten kota dengan kalau dilihat indeks fiskalnya ternyata begitu dibedah fiskal Jawa Timur termasuk sedang yang tinggi hanya DKI. Fiskal Jawa Timur untuk kabupaten kota itu hanya satu yang kuat Surabaya. Yang sedang ada tiga, Sidoarjo, Malang, Kota Malang, dan Gresik. selebihnya adalah fiskal rendah. Rendah itu ukurannya adalah bahwa komposisi perbandingan dana transfer DAU, DAK bagi hasil apapun lebih besar dari PAD. Dari 34 itu ternyata rata-rata PAD-nya 250 miliar sampai 500 miliar. Tapi dengan kebijakan dari Menpan P3K dan P3K per waktu itu untuk belanja gajinya bisa 1 triliun rata-rata. Bayangkan uang R00 miliar untuk membayar R triliun. Maka tingkat ketergantungan tentang tanda transfer sangat luar biasa. khususnya DAU yang IRMAK bisa digunakan untuk gaji maupun untuk kegiatan lain-lain. Begitu dikurangi DAK-nya, DBHT-nya, maka semua pergerakan berpengaruh. Dan ini yang sedang para pimpinan tentu gubernur, bupati, walikota sedang-sedang protes karena apa yang sedang berproses ketika sistem pemilihan dengan janji masyarakat, janji politik tidak terpenuhi dan ini sesuatu yang sangat besar. Oleh karena itu, bagaimana nanti begitu persoalan ini berpengaruh ya terhadap pelaksanaan diklat kepemimpinan, maka perlu cari strategi yang paling jitu tentunya Pak Ramli akan berpikir kembali untuk bisa tetap terlaksana dengan baik ya. Tapi Wid utamanya pasti kebayar TPP-nya. Tenang aja, Pak. Jadi harus bisa bertransformasi ini, Pak. dari persoalan-persoalan itu. Yang kedua, saya ingin bahwa menyatakan bahwa semua harus tetap berjalan, semua harus reform. Maka mudah-mudahan pada rapat koordinasi ini bisa kembali menemu kenali terkait dengan need assesment semua proses kediklatan ini dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan juga dari semua unsur baik peserta, penyelenggara widisara ya ini kan wide suwara utama kita sebetulnya masih kurang empat Pak Taufik ya makanya Pak Bobi hadir di sini duduknya agak dekat dengan Bapak karena belum dikeluarkan suratnya gitu kan. Tapi kami yakin untuk diklat PIM kami tidak bisa menerjunkan sembarangan widyayasara. Tapi widyasara yang sudah berpengalaman tentu ada hubungannya dengan karir Pak supaya ketika ngajar nanti tidak ngajar sejarah ya ketika saya kepala dinas ini. Nah itu ya. Jadi kami wajibkan untuk teman-teman semua bisa bertransformasi digital. bisa menggunakan digital supaya pesertanya juga aware dengan budaya untuk digital. Saya kira itu beberapa hal saya ee diklat PIM sangat-sangat dibutuhkan di semua kementerian, di semua angkatan itu menjadi sesuatu yang wajib sehingga nakoda agen perubahannya harus kita cetak betul-betul sehingga dalam acara ini mudah-mudahan kita akhirnya terjadi masukan-masukan improve. Kalau faktor-faktor kendala pastilah mohon kalau ada faktor kendala itu adalah anggaran diomor berapakan dulu ya. Kadang-kadang culture kita, saya lihat ya, suatu penyelenggaraan kegiatan program di lapangan sangat ketergantungan dengan usulan anggaran. Sehingga alasan itu, mohon maaf Pak, keterbatasan anggaran bagaimana untuk mencari sumber pendanaan yang lebih apa ee di luar itu yang belum. Sementara kami akhirnya bisa dengan berbagai potensi, berbagai sumber bisa kerja sama dan pada akhirnya saya terselenggara. Kalau mindset apa pemahaman kita tentang kegiatan itu harus dibiayai APBD, tentu ini akan membebani terus. Bagaimana creative financing itu menjadi penting. Kami sedang mengajarkan itu teman-teman untuk setiap kegiatan berpatter, bermitra dengan stakeholder yang ada dan akhirnya kita selesai. sebuah festival, sebuah event olahraga, sebuah projek perubahan yang menyangkut stakeholder lain, sistem di perusahaan itu kami gunakan akhirnya bisa irit ya. Semua penyelenggara bisa begitu. Nah, ini mudah-mudahan mindset ini bisa masuk dalam kurikulum bahwa kehebatan sebuah proyek perubahan juga di ada indikator bagaimana dukungan pendanaan tidak ketergantungan dengan APBN atau APBD. itu menjadi penting saya kira dalam ee hal ini. Mudah-mudahan bisa menjadi sesuatu yang bisa dibahas pada hari ini. Itu yang mungkin bisa kami sampaikan. Sekali lagi selamat datang, selamat ee berkegiatan di PPSDM yang mungkin barangkali juga kami ingin masukkan apakah dari fasilitas sarana prasarana yang ada di sini sudah memenuhi atau belum untuk tingkat diklat pimpinan dan sebagainya. Tentu kritik dan masukan. Terima kasih karena sudah datang dari berbagai wilayah dan kementerian. Pasti akan menjadi pembelajaran buat kami juga untuk lebih meningkatkan bagaimana proses diklat kepemimpinan di Jawa Timur untuk nasional dan untuk dunia. Saya kira itu. Itu yang bisa kami sampaikan. Terima kasih. Semoga Allah Subhanahu wa taala meridai semua upaya kita untuk dalam rangka meningkatkan kualitas SDM, pimpinan perubahan yang berdampak bagi organisasi, pelayanan publik dan masyarakat. Dan tadi ada oret-oretan tadi karena membuat pantun tadi. Mentari pagi bersinar terang, sinari bumi dengan penuh harapan. Rapat koordinasi diat PIM terus kita kuatkan untuk mendapatkan pemimpin perubahan yang berdampak untuk kemajuan. Demikian yang bisa kami sampaikan. Sekali lagi terima kasih. Wallahul muf. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [musik] Bapak, Ibu hadirin undangan yang kami hormati. Selanjutnya sambutan dan arahan kebijakan penyelenggaraan pelatihan kepemimpinan nasional tingkat 2 oleh Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia sekaligus membuka secara resmi rapat koordinasi PKn tingkat 2 tahun 2025. Yang terhormat Bapak Dr. Muhammad Taufik, di disilakan. [musik] Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semuanya. Om swastiastu. Namo buddhaya, salam kebajikan. Saya mulai dari pantun dulu ini biasanya ya. Tanjung Perak tepi laut nan elok tadi. Tempat kapal singgah membawa berita. ASN kompeten tak pernah berhenti berdampak melayani rakyat menuju hidup sejahtera. [tepuk tangan] Yang saya hormati sahabat saya Bapak Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Bapak Adi Karoyo yang dalam har ini mewakili Ibu Gubernur ee Provinsi Jawa Timur yang saya hormati. Kawan-kawan kolega JPT Madia Lembaga Administrasi Negara ini komplit semuanya dari Pak Sestama, ada Pak Tri, Deputi Penyelenggaraan Kapasitas, ada Bu Erna Deputi Transformasi Pembelajaran, dan ada Bu Armi Deputi Penjaminan Mutu. Hanya satu yang gak ikut anu Pak Agus karena mewakili saya ada acara di Jakarta. Dan yang saya hormati para pimpinan BPSDM sini hadir Pak Aman, Kepala BPSDM Kementerian Imipas. Yang saya hormati para tentunya ini yang apa ee yang punya hajat apa yang sebagai host-nya ya, Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur Bapak Ramlianto dan jajaran yang saya hormati. para pimpinan BPSDM yang hadir atau yang mewakili di sini ada Pak Edb dari Sumatera Selatan, ada Pak Untung, ada Bu ya dan oh iya Bu dari Jogja, dari Kalsel, dari beberapa daerah yang tadi sudah hadir. saya tidak bisa sebut satu persatu dari kementerian dari ee Jawa Tengah juga hadir ya ee kemudian dari ya dari Kementerian PUPR ada hadir dari beberapa kementerian yang hadir ya dan kemudian yang saya hormati kawan-kawan CPT Pratama di lembaga administrasi negara dan dari instansi pemerintah yang penyelenggara. hormati para widyaiswara ahli utama tadi siapa yang katanya duduk dekat-dekat saya gitu ya. Dan yang saya hormati ee saya banggakan para peserta Rokor PKnasional tingkat dua ini seluruhnya ada 98 orang. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa taala Tuhan yang maha esa. Alhamdulillah pagi hari ini kita semuanya bisa berkumpul bersilaturahmi dalam acara Rakor Pelenggaraan PKn tingkat 2 tahun 2025 dalam keadaan sehat selalu. Ya. Yang kedua, terima kasih kepada Pak Sikda, Pak Ramli yang sudah memfasilitasi. Luar biasa. Ini biasanya kemarin-kemarin nih online Zoom ya. Jadi kemarin-kemarin online baru sekarang ini kita ketemu langsung dan di luar Jakarta ya. Jadi biasanya kita nanti kita buat keliling ya. Nanti tempatnya Pak Edwa, tempatnya Bu, tempatnya kawan-kawan semuanya ya e keliling di daerah ya apa namanya ee BPSD maupun kementerian sehingga bisa saling melihat nanti ya. ee apa standarnya ya. Nah, yang kedua tentunya terima kasih banyak kepada Bapak Ibu semuanya selamat datang danam ee terima kasih sudah hadir untuk dalam acara ee rapat koordinasi penyelenggaraan PKn tingkat 2 ini tahun 2025. Dan Bapak Ibu sekalian, jadi ada beberapa hal yang ingin ee saya sampaikan ya. Yang pertama memang ini kita tadi sampaikan Pak Sekda ini kita ini apa istilahnya ee tahun-tahun yang penuh ujian itu ya ee istilahnya itu apa ee apa istilahnya Pak Karno itu apa Vivire Recoloso ya hidup di dalam sebuah penuh tantangan bahaya gitu ya. Vivioloso itu ya kayak gini nih. 2 tahun ini banyak ke e tingkat ketidakpastiannya yang tentunya tentunya kita ambil hikmah yang baik. Artinya kita harus lebih sigap lagi di dalam mensikapi tadi perubahan-perubahan terutama efisiensi. Kemudian ada beberapa juga arahan untuk pembatasan-pembatasan perjalanan dan seterusnya ini menjadi sebuah acuan kita bersama. Nah, Bapak Ibu sekalian, jadi ee ini nampaknya setiap kali efisiensi ini bidang aparatur ini yang mungkin karena prioritasnya adalah sekarang bagaimana memang ee ee Bapak Presiden ya untuk memberikan prioritas pada kesejahteraan rakyat sehingga beberapa tadi pos-pos yang ee terutama terkait dengan aparatur ya ini karena aparatur ini sudah mendapat gaji cukup tinggi sehingga ini apa ada pemotongan-pemotongan. Nah, ada sebuah pembelajaran yang penting yang yang pertama ini tadi ee kita akan lakukan ee ee apa namanya upaya koordinasi untuk memperkuat sinergi pengembangan kompetensi. Nah, waktu yang lalu kita sudah kumpulkan untuk apa koordinasikan forum kehumasan ya. Mengapa penting? Karena ini kita mau bareng-bareng rebanding ya. Bagaimana bank pembangunan kompetensi ini sangat penting ini. Mengapa saya sampaikan ini? Karena kita belajar dari pembahasan dengan DPR. DPR itu baru ngah begitu kalau saya bilang begini ini misalnya oke ee prioritas untuk apa makan bergizi diambilkan dari sebagian dari anggaran kita dan kemudian ada koperasi dan sebagainya ini penting ya kita support semua tetapi saya kita sampaikan jangan lupa di balik kemudian keberhasilan makan bergiz koperasi merah putih kemudian penan kemiskinan peningkatan investasi itu selalu ada ASNAS ASN yang terampil, yang kompeten, berintegritas dan tidak ada ee ASN yang skillful tadi, yang profesional tanpa pemain kompetensi. Tidak mungkin kemudian kita rekrut ASN demikian saja bekerja ya kemudian tanpa kemudian penguatan pengeman kompetensi mereka baru terbuka. Betul juga ya. gimana kita dengan terutama sekarang kita bicara bagaimana kemudian ee apa program-program sekarang yang harus berhadapan dengan tadi perubahan digitalisasi EI dan seterusnya ya yang katanya work ekonomi forum kalau sekarang mungkin rata-rata di dunia ini pemanfaatan teknologi di sektor pemerintahan itu sekitar 60 sampai 70 Indonesia mungkin bisa lebih 60 sampai 70 di 2030 di seluruh dunia ya diperkirakan pemanfaatan teknologi akan mengambil alih pekerjaan manusia di sektor pemerintahan. Sebaliknya 60 sampai 70%. J itu sebuah hal yang pasti ya karena kita melihat tren dari apa? Pertumbuhan eksponensial dari pemanfaatan IA terutama di dalam apa namanya ee sektor publik dan sektor ee swasta. Dan untuk itu maka tentunya cara kerjanya juga berubah. Kita bicara tentang data juga diperkirakan 2030 sekitar 170 juta pekerjaan hilang diganti R10 juta ya. Ee di Indonesia 23 juta yang pasti hilang 2030 gantinya R5 juta. Nah, ini trennya memang kecepatannya beda-beda tiap negara. Tetapi satu hal yang pasti banyak pekerjaan baik di pemerintah maupun di swasta 5 tahun ke depan akan mengalami banyak perubahan sehingga skill-nya juga berubah, kompetensinya harusus kemudian di-upgrade. Wat forum tahun ini memberi catatan kalau kita terima tidak melakukan riskilling tahun ini ya kan sampai 2030 minimal 50% mak kita kita akan ketinggalan. Kok ketinggalan nantinya banyak pekerjaan yang tidak relevan, pelayanan publik tidak relevan, bisnis tidak bisa bersaing dan seterusnya. Nah, Bapak Ibu sekalian kok kita melihat bagaimana tren dunia pengangguran di mana-mana ya dan sebagainya, problemnya bukan hanya karena ekonominya ee lagi kurang baik ya, kok ekonomi kurang baik itu selalu akan muncul sebuah apa? Konjungtur yang selalu terjadi secara periodikal. Problemnya mengapa sini kemudian resah seluruh dunia? Karena dampaknya adalah konjungtur ekonomi yang kemudian diikuti dengan perubahan disrupsi teknologi dan kemudian problemnya akhirnya kita gak siap di dalam melakukan risk killing tadi yang seperti diprediksi economic forum. Nah, untuk itu maka ini kembali ya poinnya adalah tadi bagaimana kita kemudian bareng-bareng ya untuk kemudian ngrebranding bagaimana pengembangan kompetensi suatu yang sangat vital, sangat esensial ya. Nah, ini kalau kita melihat praktiknya ini Pak Sekda, Pak Ramli, kawan-kawan semuanya. Jadi BPSDM BPSM banyak yang gak belum mengasih atensi pentingnya medsos pemberitaan mediatisasi dan seterusnya ya dan ataupun kalau ada mungkin masih senang mungkin standar yang lama apa standar yang lama ya seremonial jadi difoto itu ya kurang lebih hampir sama ya orang baris ngepel gini kalau enggak jempol kalau enggak ya L gini ya kan ya itu gak apa-apa tetapi selalu message intinya kita sampaikan kan ya message apa pesan intinya adalah bagaimana pembahan kompetensi itu dampaknya apa. Jadi kita cerita pada outcome-nya dulu ya baru kemudian wajahnya ya ada Pak Tri, ada Bu Erna itu gak apa-apa ya dan ini untuk ngerubah. Yang kedua juga kita sampaikan kemarin dalam forum kehumasan penting bagaimana kita gambarkan bahwa kita ini ini kita bikin ee apa sekarang apa namanya hashtag Pak Sekda ASN kompeten rakyat sejahtera. Artinya kompetensi ASN ini kunci untuk menciptakan kesejahteraan rakyat bukan hanya kemudian sekedar dapat ijazah kemudian memenuhi kebutuhan pengembangan pegawai. Haknya katanya pengembangan kompetensi bukan. dia kembungan kompetensi karena ini kuncinya untuk membuat rakyat sejahtera. Nah, jadi ini juga kita kemarin di dalam forum kehumasan kita sampaikan juga forum kehumasan peman pemban kompetensi yang dihadiri kemarin ya kawan-kawan dari perwakilan BPSDN BPSM, lembaga diklat-lembaga diklat kita kumpulkan ya. Nah, untuk kemudian kita bareng-bareng rumbah image, pemban kompetensi itu berdampak. Pembahan kompetensi itu untuk kunci kesejahteraan rakyat. Pembahan kompetensi itu sesuatu yang esensial ya, bukan seremonial, bukan sekedar kemudian formalitas ya. Nah, kemudian kita tampilkan ya apa namanya gambar rakyatnya dan sebagainya. Waktu kita kemarin ke Pak Ketusa Kambang sama Pak Aman ya kita ya kita foto dan sebagainya. Jadi membuat sebuah perubahan image bahwa ini betul-betul pembahan kompetensi ini kita berjuang untuk rakyat ya. Kurang lebih kita ini menjadi hal yang indispensible. Artinya tidak bisa terpisahkan dari dari upaya kita ee apa namanya bersama-sama untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Nah, Bapak Ibu sekalian ini mohon kiranya yang hal yang pertama ingin saya sampaikan tadi. Kita akan terus perkuat forum atau sinergi dari pengembangan kompetensi seluruh Indonesia dari lembaga-lembaga pelatihan. Ada BPSDM daerah, ada BPSDM di kementerian lembaga, lembaga, pusat-pusat diklat di kementerian lembaga. Bahkan nanti kita juga akan gandeng dari BUMNB BUMN. Untuk apa? untuk tadi kita yang pertama akan memperkuat rebranding ya, pengembangan kompetensi itu berdampak, pengembangan kompetensi itu esensial ya. Nah, kemudian yang berikutnya adalah terkait masih di ee apa namanya sinergi itu Indonesia ini mungkin unik gitu ya. Di dalam diskursus, di dalam wacana-wacana selalu kita ngomong yakin semuanya bahwa SDM itu unsur yang paling vital. gitu ya. Tetapi upaya bareng kita untuk membangun ke sana human capital Indonesia ini nampaknya belum terlalu kelihatan dilakukan sebagai sebuah ee upaya bersama yang kemudian sistematis arahnya jelas dan seterusnya ya. terutama di bidang aparatur kita masih perlu perkuat itu. Nah, untuk itu maka ya ini saya mengundang dalam forum yang baik ini kita akan membuat mungkin nanti ee akan ditamatangkan dalam forum berikutnya sebuah asosiasi pengembangan kompetensi Indonesia ya. Apapun namanya n silakanlah ya apapun namanya. Kenapa berbagai negara misalnya kita kok kita browsing ya ada namanya apa eh strat apa namanya eh society of human resour human resources management ada namanya European Training Foundation ya ada World Federation of Training Association jadi mereka ini bersatu ya mengapa penting bersatu resources-nya kemudian kita bisa sharing kita bikin kembangkan kemudian sebuah learning marketplace bareng-bareng, bagaimana kemudian kita program bareng-bareng dan Undang-Undang 20 mensyaratkan bahwa pengembangan kompetensi dilakukan secara terintegrasi. Maksudnya adalah secara kolaboratif. Nah, Bapak Ibu sekalian, tahun kemarin kita lakukan forum seperti ini di LAN ya. ini yang kita kemudian kita mulai mencanangkan gagasan kita ngerombak pemikiran dari ekosistem yaitu masing-masing sektor kerjakan sendiri sama masing-masing pemerintah daerah kerjakan sendiri kita rubah menjadi ekosistem kita lakukan secara kolaboratif bahkan kita di-support banyak dari private sektor ya tahun kemarin kita ada 300 kita sebut dengan 300B karena 300 dari perwakilan dari privat sektor untuk support tadi bagaimana upaya penguatan-penguatan pembahan kompetensi. Kita dibantu oleh ISQ, kemudian dibantu oleh ada Kubisa, ada Asosiasi Pejuang Kompetensi Indonesia dan seterusnya dan seterusnya. Nah, ini nampaknya ini sebuah sebuah lesson learn. Intinya bahwa kita perlu bersatu ya. Saya enggak mau bikin partai ini Pak, cuman kita ini kalah kalah dengan gerakan di dunia. Bagaimana negara-negara yang sangat konsern dengan namanya war of talent. Peperangan ini bukan peperangan militer yang menonjol itu. Itu hanya percikan-percikan. Yang real di lapangan adalah peperangan talenta. Saling membajak, saling ya di Malaysia sampai bikin BUMN khusus untuk mengamati mencari head hunting talenta di dunia namanya talent cops ya. Saya dengan Pak Pandi langsung ke sana kita kita kunjungi bagaimana cara kerjanya. mereka petakan talenta-talenta di dunia, ambil yang terbaik. Makanya kemudian perwakilan-perwakilan apa namanya? Perusahaan dunia yang besar-besar ada semua di Malaysia. Mengapa? Karena mereka punya talenta-talenta kelas dunia ya. Nah, Bapak Ibu sekalian ini makanya ini sebuah gagasan ya yang nanti mungkin bisa kita konkretkan ya ee apa namanya pembentukan tadi karena ini penting ya kita bergerak bareng ya untuk kemudian menyambut s sebuah war of talent at perang talenta termasuk di aparatur juga kita sedang berperang dalam arti kita kemajuan tadi kita berdaya saing ini sangat membutuhkan ASN-ASN yang bertalenta. Yang kedua, Bapak Ibu sekalian, ini mungkin lebih pada hal yang terkait dengan Rakor ini. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada support dari kawan-kawan bagaimana dengan perubahan-perubahan yang ada PKN 2 tahun ke ini ya ee bisa terselenggarakan dengan baik ya. Karena awal-awal tahun ketika efisiensi banyak yang menyatakan tidak sanggup lagi saya sampaikan yang tutup kita ambil alih karena ini sebenarnya kewajiban lembaga administrasi negara di dalam tadi upaya pengembangan kompetensi sehingga kemudian ee apa namanya kita tap carikan solusi semuanya tidak ada yang tutup. PKN 1 juga sama PKN 1 ini dari sekitar berapa? 5,6 miliar ya dipotong menjadi 290 juta. Sebenarnya secara di atas kertas sudah enggak bisa dilakukan ya, tapi kita bisa lakukan empat angkatan ya. Tiga angkatan tadi Pak Sekda sebut creative financing ya. Kreatif apa namanya dengan kita ee tadi kolaborasi tadi gunanya seperti itu ya. Jadi empat angkatan, tiga angkatan R0 ya. Tiga angkatan Rp0. Nah, Bapak Ibu sekalian, jadi ee apa namanya ee di dalam upaya kita ee mensikapi tadi perubahan-perubahan ee adanya kebijakan anggaran pemerintah ini perlu kesigapan ke kolaborasi tadi yang kemudian untuk memastikan bahwa semua program tetap bisa berjalan dengan baik. Nah, untuk itu maka yang pertama tentunya kita akan masih akan lanjutkan ee fleksibilitas dalam penyelenggaraan beberapa ee kegiatan B masih bisa dilakukan dengan online meskipun banyak yang protes juga kok online ya. Nah, tetapi ini kita sesuaikan dengan kemampuan dari penyelenggara ya. ada beberapa yang kemudian ee di kementerian terutama yang sangat terdampak kemarin banyak yang dialihkan pada online sehingga ada penyederhanaan untuk pertemuan klasikalnya ya. Nah, untuk daerah-daerah yang masih mungkin ada kelonggaran silakan ya. Ee kemarin juga kita e berikan kelonggaran termasuk di visitasi ya. Visitasi ini ee kita berikan kelonggaran sesuai dengan arahan kemarin juga dari Bapak Menteri Dalam Negeri agar hotel, akomodasi, transport hidup ya silakan nanti disesuaikan dapat perjalanan dinas selama itu dilakukan dengan cara yang paling efisien dan kita utamakan adalah visitasi-visitasi yang mendukung prioritas Bapak Presiden. visitasi, makan bergizi, melihat e sekolah rakyat, pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, ee peningkatan investasi, ya ini akan menjadi ee apa namanya ee ee tema-tema yang kita utamakan di dalam visitasi. Nah, Bapak Ibu sekalian dalam kesempatan Rakor yang baik ini ya saya ingin sampaikan bahwa kita ini frekuensinya harus sama dengan Bapak Presiden ya. Untuk itu maka ya tadi visitasinya, tema-temanya kita prioritaskan tadi mendukung apa yang menjadi prioritas Bapak Presiden ya. pengetasan kemiskinan, kemudian ada makan bergizi, koperasi merah putih, peningkatan investasi, ketahanan pangan ya yang bisa tentunya disesuaikan dengan instansinya dia atau di daerahnya ya nanti kita pilih dan tadi yang saya sampaikan mari kita perkuat hidupkan lagi mediatisasinya ya, medsosnya kita kembangkan. Saya terima kasih Pak Sekda, Pak Ramli. Jawa Timur itu mesosnya keren-keren ya. Keren-keren ya dan aktif sekali ya. Ini mungkin bisa sharing kita kemarin dengan forum kehumasan kita karena gak punya biaya sharing saja ya. Mungkin yang Pak ahli bikin video di Jawa Timur bisa sharing. Yang ahli bikin I mungkin di Kementerian Kesehatan bisa sharing, di DKI bisa sharing ya kan dan sebagainya. sehingga kemudian fungsi kehumasan pengembangan kompetensi kita ini kuat gitu. apa yang kita mau beritakan proper-proper yang bagus tadi yang sampaikan Pak Sekda ya ini berkelanjutan banyak kawan-kawan ini yang kemudian terus ee propernya berkelanjutan ya dan ini yang kemudian kita beritakan ini loh pengembangan kompetensi gak formalitas ya gak sekedar kemudian gagah-gagahan saja tetapi betul-betul menyentuh apa kebutuhan hajat hidup orang banyak ya nah kawan-kawan semuanya tadi masih yang kedua tadi ya terkait dengan ee kebijakan ke depan ya mengenai tadi efisiensi, fleksibilitas, prioritas tadi visitasi. Visitasi kita buka lagi gak ada masalah asal tadi terkait dengan prioritas ee PBAP Presiden dilakukan dengan cara yang efisien. Yang ketiga ini yang ee ingin saya kembali ingatkan lagi. 2 tahun yang lalu ini kita sudah bukan buat pedoman bagaimana agar menunjukkan proper-proper itu tidak hanya kemudian jumlah proper yang inovasi apa jumlah inovasi bukan ya sudah terlalu umum tapi kita minta kemudian menyantumkan nilai ekonominya Pak Sekda. Jadi nilai ekonomi tadi dari produktivitasnya, efisiensinya, dari kemudian ee apa namanya bahkan penyelamatan, potensi kerugian dan sebagainya. Ini kan banyak dari kawan-kawan Inspektorat dan sebagai BBKP dan seterusnya. Jadi mengapa seperti itu? Karena inovasi ini intangible aset. Kemarin ketemu sama kawan-kawan dari Kementerian Hukum ya. mereka akan dukung proper-proper nanti akan kita berikan hakinya, hak kekayaan intelektualnya ya. Nah, untuk itu maka harus jelas dia berapa nilainya. Nah, sayangnya belum semua lembaga pelatihan melakukan itu ya. Sehingga sampai hari ini kemungkinan harapannya apa? setiap akhir tahun kayak gini ini kita bisa laporkan kepada pemerintah, pada Bapak Presiden hasil penyelenggaraan PKN 2 memberikan kontribusi inovasi senilai 2.000 triliun misalnya. Mengapa saya bilang gitu? Kemarin ada satu angkatan aja dia mengklaim bisa sampai 3.000 triliun dia. Iya. Dan dia diwawancarai di media ya dari mana? Kementerian mana perdagangan kalau enggak salah diwawancarai. dia punya hitungannya sendiri. Bagaimana propernya tadi punya nilai segitu banyaknya diwawancarai di media, ramai itu ada di YouTube-nya dan sebagainya ya. Nah, ini saya minta kawan-kawan dari akuntan untuk mengakses biar ada standar penghitungannya. Sederhana aja misalnya dia lakukan kemudian inovasi ya. Ya. Kemudian ada memotong perizinan dari seminggu menjadi 1 hari kan kita hitung itu bagaimana masyarakat keluar uang yang apa untuk setiap orang dan seterusnya kali berapa pengguna ya dan seterusnya dan seterusnya itu hitungannya yang sederhana saja ya gak pakai neko-neko. Nah, ini kok kita laporkan PKN 1, PKN 2, PKP, PKA akhir tahun berapa ribu triliun kita dan Kementerian Hukum tadi saya sampaikan lagi mereka siap untuk kemudian memproses bahkan ini ide mereka memproses hakinya ya. Nah, untuk itu dalam hal dalam hal ini saya menyampaikan lagi kepada kawan-kawan, yuk kita tegakkan lagi tadi ingatkan lagi pedoman tadi dijalankan yuk para pengujinya, coach-nya diingatkan ya karena pedomannya ada, coach-nya enggak enggak ngingatkan, pengujinya enggak nanya juga gitu ya. Yang kedua terkait dengan kebijakan tadi yang penilaian mediatisasi ya. Alhamdulillah kemarin kemarin koordinasi kita minta sudah muncul tahun lalu begitu pedoman berjalan kita klik di Google namanya proper itu hanya hitungannya ribuan lah kita sudah melakukan sudah bertahun-tahun artinya ini mediatisasinya gak jalan gitu ya. Mengapa kita minta ada setiap peserta nge-branding dia bahwa ini loh proper saya ke media, media sosial, media sosial kita stop. Mengapa? Karena dia enggak memang gak pernah punya medsos ya atau punya medsos baru ikut PKn baru bikin medsos. Dia gak ada followernya, gak nak follow siapa-siapa tingak-tinguk sendirian gitu gak ada. [tertawa] Nah, taruh di media online ya. Alhamdulillah minggu kemarin kita coba klik sudah jutaan ya. Sudah jutaan. Nah, mengapa Bapak Ibu sekalian? Agar kemudian kita tuh kita mainnya di media di dunia informasi seperti sekarang yang kita kerjakan baik-baik tidak kita beritakan dengan baik maka kita sama dengan tidak kerja ya. Nah, makanya tadi ya mohon saya lihat BPS banyak BPSDM yang medsosnya mati. Dia ada yang hidup isinya masih sama isinya pimpinannya lagi ancan jempol dan sebagainya. [tertawa] Banyak dikritik. Saya datangin konsultan medsos e kehumasan. Dia bilang, "Pak, jangan kemudian medsos itu tampilkan pejabatnya terus jangan has karyanya." Kenapa? masyarakat nanti emoh lihat ya. Apalagi kemudian isinya formalitas isinya selalu sama terus ya istilahnya berita pembukaan, penutupan dan seterusnya gak apa-apa tapi kita ceritakan isinya ya. Nah itu yang yang nanti ee mohon itu diingatkan kembali coach-nya, pengujinya diingatkan kembali. Ya. Yang ketiga, masih dalam pedoman tadi kita kemarin awal-awal menggunakan apa ee evaluasi untuk e pengembangan soft skill. Karena esensi leadership training adalah soft skill-nya. Semakin tinggi soft skill-nya yang kita tekankan. Banyak yang kemudian mentornya gak paham gitu ya. Ya, jadi apa yang perlu dikembangkan gak ada. Sudah bagus ini ya. Nah, kemarin kita sudah menggunakan cara pakai fingerprint. pakai. Terus terakhir kemarin kita pakai ESQ itu juga pakai. Nanti kita akan standarkan ya. Tetapi ini ya, tetapi itu tidak kemudian menggantikan peran mentor tadi ya. Ini mentor itu harus betul-betul ada rasa memilikinya ya. Hasil dari pemetaan dengan ASQ dengan EI follow up-nya sangat bergantung bagaimana support dari mentor-mentor tadi. Nah, ini mohon juga diingatkan. Nah, Bapak, Ibu sekalian, ini pentingnya para penyelenggara bagaimana memastikan polisi kita, kita bisa diterapkan di lapangan. Bagaimana kemudian memastikan ekosistem pembahan kompetensi jalan, mentornya jalan, coach-nya jalan, WI-nya jalan sesuai dengan polisi kita. Karena kalau tidak ya tadi ya kita punya sebuah mis visi ke depan, punya sebuah target ke depan di dalam transformasi ini tanpa kemudian tadi penyelenggara yang apa memastikan kebijakannya jalan maka tidak ada bedanya kemudian ada kebijakan tidak ada kebijakan ya. Nah, Bapak, Ibu sekalian, berikutnya yang ketiga ya nanti di ini terkait dengan ee apa namanya pengembangan-pengembangan kompetensi ini kami sampaikan terkait dengan kebijakan w
Resume
Categories