Transcript
hw5Nzh9WgFI • Rapat Koordinasi (RAKOR) Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Tahun 2025
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0277_hw5Nzh9WgFI.txt
Kind: captions Language: id Kami ucapkan selamat datang kepada Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Bapak Dr. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Bapak Adi Kars Habib. Salam alaika shawatullah alaika ya Nabi salam alaika ya rasul. Selanjutnya berkenan menyerahkan kepada anak yatim. Ya habib salam alaika shawatullah alai [musik] asrqal badru alaina ftafat minhul budur ml husnik Q ya wajur marhaban ya nurul aini marhaban marhaban jaddal husaini marhaban ya nurul aini Marhaban, marhaban, marhaban jaddal husaini Allah. Marhaban marhaban rabi fagfirli dunubi ya Allah bibkatil hadi Muhammad. Ya Allah rabi fagfirli dzunubi ya Allah bibarkil hadi Muhammad. Ya Allah. Seluruh hadirin dimohon berdiri. Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. [musik] Hadirin disilakan duduk kembali. [musik] Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Selamat pagi. Salam sejahtera bagi kita semua. Shalom. Om swastiastu. Nama buddhaya. Salam kebajikan rahayu. Yang terhormat Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Bapak Dr. Muhammad Taufik di beserta segenap jajaran deputi bidang penyelenggaraan pengembangan kapasitas ASN LAN Republik Indonesia. Yang kami hormati, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Bapak Adik Karono, AKS MAP. Kepala BPSDM Kementerian IMIPAS, Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur, para Widya Iswara ahli utama, dan seluruh peserta rapat koordinasi pelatihan kepemimpinan tingkat 2 tahun 2025. Yang berbahagia. Alhamdulillah puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa taala pada pagi hari ini kita bisa bersama-sama berkumpul di dalam suatu event di acara yang penuh semangat, penuh inspirasi, menyatukan langkah, menyatukan visi untuk memperkuat sinergi dan meningkatkan kapasitas kepemimpinan aparatur negara menuju birokrasi yang adaptif, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat. Karena sesungguhnya kepemimpinan bukan hanya tentang posisi, tetapi tentang pengabdian, integritas, dan keberanian untuk membawa perubahan. Dan di ruang ini juga para pemimpin masa depan bersiap untuk menyalakan api transformasi. Izinkan kami menyapa Bapak, Ibu dengan pantun. Berjalan pagi di Tamansari, udara segar menyapa ramah. Kita hadir dengan semangat tinggi untuk birokrasi berkualitas dan bermarwah. Bapak, Ibu hadirin undangan yang kami hormati. Sebagai ungkapan selamat datang, marilah kita saksikan sebuah penampilan tari emprak yang merupakan tari tradisional khas Jawa Timur yang berakar dari kesenian rakyat pedesaan. Tarian ini menggambarkan semangat gotongroyong, keceriaan, dinamika kehidupan masyarakat desa yang penuh kebersamaan. Boleh kita berikan tepuk tangan untuk Tari Emprat. [tepuk tangan] Iki l joget emprak yo jenenge. [musik] wae wae hemak ya jenenge. [musik] E o e e [musik] o e e o e o ya o ya ya o ya [musik] ya o ya e e e o e o e e [musik] e [musik] day teko e beberno klasa. E day tek [musik] e beber. Ha e ha e e o e o. Ha e ha e e o [musik] e e o ha e. Ha e e e e e e e ha e ha e [musik] iki gending senamane [musik] siak rasane kepenak dijogeti sajake marak [musik] ati Ora abes [musik] ngoki. Gending sentruk wiraman sigruk rasane kepenak pantes [musik] dijo keti sajah ati ora ambos. [musik] Witang padang [musik] mudak lugune wong pikir harjo [musik] iki gandeng Seduk pirangane [musik] rasane kepenak ijo keti [musik] sajati ora abene. [musik] Ijo-ijo godong brambang [musik] godong brambang dawa. Ayo konco pod berjuang lagi Pancasila. [musik] [musik] Bapak, Ibu boleh kita berikan tepuk tangan untuk Tari Empr. [musik] Bapak, Ibu hadirin undangan yang kami hormati. Tentunya ini menjadi ikhtiar bagi kita sekalian. Acara pada pagi hari ini akan berjalan lancar dan membawa manfaat. Untuk itu, marilah kita bersama-sama berdoa dan doa akan dipimpin oleh Saudara Alrauf Rahman. Disilakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahiabbil alamin hamdas syakirin hamdan naim hamda yuwafiamahu waukfi mazidah. Ya rabbana lakal hamdu kama yambagalali wajhikal karim wa sultanik. Allahumma sholli wasallim ala sayyidina Muhammad wa ala alihi wasohbihi ajmain. Ya Allah Tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji serta syukur kami panjatkan kehadirat-Mu. Karena atas limpahan rahmat, taufik, dan karunia-Mu pada pagi hari ini kami dapat berkumpul bersama dalam keadaan sehat walafiat. Ya Allah, ya Rabbana, jadikanlah kegiatan ini sebagai wadah yang membawa manfaat, tempat berkolaborasi dan berbagi gagasan serta ajang memperkuat komitmen kami dalam membangun aparatur negara yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkeadilan. Ya Allah, Tuhan yang maha pengampun. Ampunilah dosa kami, dosa kedua orang tua kami, serta kabulkanlah doa permohonan kami. Rabbana atina fid dunya hasanah wafil akhirati hasanah waqinazabanar. Subhana rabbika rabbil izzati amma yasifun. Wasalamun alal mursalin. Walhamdulillahiabbil alamin. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak, Ibu hadirin undangan yang kami hormati. Selanjutnya akan kita dengarkan bersama laporan Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN Land Republik Indonesia yang kami hormati Bapak Dr. Triwidodo Wahyu Utomo, Sma. Disilakan. [musik] Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semuanya. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Jalan-jalan ke Surabaya. Jangan lupa coba kulinernya. Kalau kita ingin negara kita sejahtera, jangan lupa terus bangun ASN-nya. [tepuk tangan] Yang kami hormati, kami banggakan Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Bapak Dr. Muhammad Taufik, DII. Yang kami hormati Gubernur Provinsi Jawa Timur yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah, Bapak Adi Karyono. Yang kami hormati para pimpinan tinggi madya. Di sini hadir ada Kepala BPSDM IMIPAS, Pak Aman Riadi, juga Bapak Sestama Lembaga Administrasi Negara, Mas Andi Taufik ee kemudian Ibu Deputi 2 dan Ibu Deputi empat Lembaga Administrasi Negara, Bu Erna dan Bu Armi dan juga Bapak Ibu sekalian para pimpinan tinggi pratama di Lembaga Administrasi Negara juga para ee pimpinan tinggi pratama di Provinsi Jawa Timur dan juga yang kami hormati para peserta rapat koordinasi nasional yang mohon maaf tidak dapat kami sebut satu persatu. Dan di sini juga hadir ee tentu tuan rumah ee Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur ee Bapak Dr. Ramlianto dan para Widyaiswara ahli utama, para fasilitator dan seluruh ee peserta Rakor PKn. ee tingkat dua yang kami hormati. Pertama-tama tentu marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa taala Tuhan yang maha kuasa karena hanya atas rahmat dan hidayah-Nya karunia-Nya maka kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat dan penuh semangat dalam rangka rapat koordinasi penyelenggaraan PKN 2 tahun 2025. Izinkan kami menyampaikan beberapa pokok ee penyelenggaraan. Pertama, dilihat dari latar belakangnya. Kita semuanya paham bahwa lembaga administrasi negara merupakan lembaga yang memiliki mandat untuk menyelenggarakan dan melakukan penjaminan mutu dalam pelatihan ee ASN. Sebagai bentuk tanggung jawab tersebut, maka Lembaga Administrasi Negara secara rutin melakukan evaluasi dan koordinasi dengan seluruh penyelenggara di seluruh Indonesia untuk memastikan bahwa pelaksanaan pelatihan khususnya dalam hal ini adalah PKn tingkat 2 berjalan sesuai dengan standar mutu, relevan dengan kebutuhan organisasi serta berdampak nyata terhadap peningkatan kinerja instansi pemerintah. Tahun 2025 ini merupakan momen of truth ya. Ee di mana tahun ini kita sama-sama menjalani sebuah periode efisiensi dan tentu kebijakan nasional berupa efisiensi ini harus terus-menerus komitmen kita dalam menghadirkan penyelenggaraan pelatihan yang tetap berorientasi hasil yang adaptif dan juga berkelanjutan. Oleh karena itulah melalui kegiatan rapat koordinasi ini lembaga administrasi negara ingin meneguhkan semangat perbaikan secara terus-menerus. Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan ini ada beberapa. Pertama adalah meningkatkan koordinasi dan sinergi antara LAN sebagai instansi pembina dengan seluruh penyelenggara PKn tingkat 2 di seluruh Indonesia. Yang kedua, melakukan evaluasi penyelenggaraan PKn 2 tahun 2025 baik dari aspek mutu, efektivitas, maupun dampak pelatihan. Yang ketiga, mengidentifikasikan tantangan, solusi, dan praktik baik atau best practices dalam pelaksanaan PKN 2 di berbagai instansi dan daerah. Dan yang keempat adalah merumuskan rencana tindak lanjut untuk peningkatan kualitas penyelenggaraan di tahun 2026 dan seterusnya. Selanjutnya izinkan kami menyampaikan laporan tentang kepesertaan. Ee kegiatan Rakor kali ini diikuti oleh 24 lembaga pelatihan yang menyelenggarakan sebanyak 32 angkatan PKN 2 dan dua angkatan dengan pola integrasi ses parlu dengan PKN tingkat 2. Secara detail sebarannya adalah sebagai berikut. di lingkungan Lembaga Administrasi Negara. Ada beberapa ee Direktorat dan Pusat Pembelajaran yang menyelenggarakan PKN 2 ee di Direktorat Pembelajaran Manajerial Kepemimpinan di Jakarta tiga angkatan. Kemudian di pusat pembelajaran di LAN Jatinangor, kemudian di pusat pembelajaran LAN di Samarinda dan pusat pembelajaran LAN di Aceh masing-masing satu angkatan dan ee pusat pembelajaran strategi kebijakan manajemen pemerintahan di Makassar ini dua angkatan. Di luar lembaga administrasi negara, kementerian maupun juga pemerintah daerah yang menyelenggarakan PKN 2 dapat kami laporkan sebagai berikut. Pusdikmin Polri, BPSDM Provinsi Jawa Timur, BPSDM Provinsi Jawa Tengah, BPSDM Provinsi Jawa Barat, dan Pusdiklat Kementerian Luar Negeri masing-masing dua angkatan. Sementara BPSDM Kementerian PU, BPSDM Kementerian Hukum, BPSDM Kementerian Kominfo atau Komdiji, BP BBPK Kementerian Kesehatan, kemudian Badan Diklat DIY, BPSDM Provinsi Banten, DKI Jakarta, Bali, Sumatera Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara dan Provinsi Papua masing-masing satu angkatan. Selanjutnya kami laporkan tentang output yang diharapkan dari penyelenggaraan rapat koordinasi ini. Ada beberapa yang ingin kita capai. Pertama adalah tersusunnya rumusan hasil evaluasi dan rekomendasi nasional dalam penyelenggaraan PKn tingkat 2 tahun 2025. Dan yang kedua adalah terbangunnya komitmen bersama untuk peningkatan mutu dan inovasi dalam pelaksanaan PKn tingkat 2. Bapak Kepala Lan, Bapak Sekda, dan Bapak, Ibu sekalian yang kami hormati. Demikianlah laporan penyelenggaraan kegiatan ini kami sampaikan. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang selama ini telah berpartisipasi dan mendukung penyelenggaraan PKn tingkat 2 sepanjang tahun 2025. dengan kerja keras, dengan dedikasi, dan juga dengan semangat pembaharuan yang secara terus-menerus. Selanjutnya kami mohon ee Bapak Kepala LAN dan juga ee Ibu Gubernur yang dalam hal ini diwakili oleh Bapak Sekda untuk dapat memberikan sambutan dan arahan dalam penyelenggaraan rapat koordinasi ini. Demikian yang kami dapat sampaikan. Terima kasih atas perhatiannya. Billahi taufik wal hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [musik] Bapak, Ibu hadirin undangan yang kami hormati. Selanjutnya sambutan selamat datang Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur. Yang kami hormati Bapak Adi Karono, AKSMAP. Disilakan. [musik] Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua. Shalom. Om swastiastu, nam budhaya. Salam kebajikan rahayu. Yang terhormat dan kita banggakan bersama-sama Kepala Lembaga Negara Republik Indonesia, Bapak Dr. Muhammad Taufik dia. Terima kasih, Pak. Saya mungkin gelar saya masih map ya. Beliaulah pembimbing saya di S2 kami ya. Jadi enggak mungkin saya enggak hadir, Pak. Yang kami hormati tentu jajaran yang hadir, Pak Sesta Malalan ee Pak Deputi Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN Pak Triwid Utomo, Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran, Bu Erna Irawati, Deputi Bidang Penjaminan Mutu, Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN Ibu Armi Winarti. Karo Perencanaan Keuangan Ibu Feni Damayanti dan yang kami hormati Direktur Pembelajaran Manajeral Kepemimpinan Bapak Giri Sapto Aji. Yang kami hormati Kepala BPSDM Kementerian IMIPAS Bapak Aman Riadi. Aman, Pak. Pasti Pak sini, Pak. Kepala Pusat Pelatihan BPSDM Pemerintah Pemerintah Imipas, Pak Muhammad Tito. Aduh, saya kaget tadi ada Pak Tito katanya. Wah, bos saya nih paling takut sama Pak Tito soalnya, Pak. Kalau pemda Pak Kepala BPSDM tentu ini yang punya tempat kawasandra di mukanya ASN Jawa Timur. Pak Dr. Ramlianto. Terima kasih. Seharusnya Pak Ramli ada di Singapura beserta Ibu Gubernur. Namun beliau lebih mengutamakan pekerjaan selesai di Singapura dipersiapkan tetapi urusan peningkan kualitas SDM tetap harus dilakukan dan tentu beserta jajaran Widyasara Utama dan calon Widaiswara Utama ya. Ya, Pak Bobi. Ya, tinggal tunggu Pak Ketualah nanti ya. Para peserta Rakor PKN nasional tingkat 2 dari seluruh badan ee diklat SDM di kementerian maupun di daerah. Tentu kami mengucapkan terima kasih, puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa taala pada hari ini kita dapat bersilaturahmi dengan seluruh pemangku kepentingan terutama yang melaksanakan diklat kepemimpinan tingkat dua dari seluruh Indonesia dan tentu dari kementerian. Eh kami atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur terima kasih Lan masih memberikan kepercayaan tidak hanya urusan melaksanakan diklat kepemimpinan, tetapi juga menyelenggarakan Rakor nasional yang sangat penting ini di Jawa Timur. Ini sejalan dengan harapan kami bahwa Jawa Timur ingin menjadi tetap menjadi best practice ya. kawat candal di muka bagaimana sebuah laboratorium kepemimpinan melalui diklat pimpinan di Indonesia dan ini sejalan juga dengan kondisi saat ini bahwa hasil dari inovasi proyek perubahan di Jawa Timur bergerak sangat luar biasa. Saat ini indeks inovasi kita hasil BPSDM kemarin terakhir meningkat 94,8% ya dari tahun lalu 2024 84,8% itu sudah paling menjadi provinsi terinovatif di Indonesia. Mudah-mudahan berikutnya juga masih dalam kategori itu. Bapak, Ibu sekalian, ee kami juga mengucapkan permohonan maaf dari Ibu Gubernur karena ditugaskan Pak Ramli ke Singapura selama 5 hari dan ternyata Pak Wagup juga pagi tadi harus ke Jakarta ada ratas dengan Pak Wapres. Jadi mohon maaf kalau yang hadir hanya Sekda, tetapi ikan peda, ikan layur. Jangan khawatir, ini Sekda bukan sembarang Sekda, tapi pernah jadi PJ Gubernur. Nah, [tepuk tangan] ya. Jadi, sudah setahun pernah sendirian ya, semua acara didatangi. Ibu sekalian terima kasih ee Pak Ramli. Kami men-delete dua acara pagi ini karena kami melihat bahwa semua kebijakan program hebat secara nasional maupun ee di level daerah pasti tidak akan terlepas dari bagaimana peningkatan kualitas SDM terutama bagaimana kualitas dari kualitas dan kapasitas kepemimpinan pejabat kita daerah. Oleh karena itu, ini kegiatan yang sangat penting bagaimana kita melakukan koordinasi, evaluasi tentunya bagaimana semua proses perencanaan diklat kepemimpinan 2 atau PKN 2 bagaimana proses penyelenggaraannya dan evaluasinya tentu harus kita lakukan menyerap dari semua kalangan pemangku kepentingan. Kemudian kalau kita melihat bagaimana diklat kepemimpinan sudah berjalan bertahun-tahun, bahwa saat ini sudah saatnya betul-betul melihat perkembangan perubahan zaman. Dengan peningkatan teknologi informasi yang sangat tinggi sudah menjadi suatu keharusan bahwa semua proses kediklatan sudah menyentuh teknologi. Dan tidak hanya itu, diklat pimpinan harus bisa menciptakan bagaimana selaras dengan reformasi birokrasi khususnya transformasi digital yang dilakukan oleh masing-masing organisasi di pemerintahan. Kami di Jawa Timur betul-betul sedang melakukan upaya transformasi digital total terhadap semua proses birokrasi sudah selesai. Semua tahapan proses administrasi birokrasi sudah selesai dengan transformasi digital. Sekarang kita melangkah bagaimana bukan lagi SPBE tapi menjadi pemerintah digital. pemerintah digital lebih mengarah bagaimana desain sebuah ee inovasi digital yang bisa mengarah ke dampak dan juga menjadi sebuah culture yang betul-betul dilaksanakan. Orientasinya adalah pelayanan masyarakat yang lebih dari sekedar berdampak tetapi juga memuaskan dan solutif. Dan ini kita lakukan beberapa hasil dari diklat kepemimpinan yang kalau dulu kita menyatakan bahwa dengan digitalisasi akhirnya ada inovasi yang modenya mode digital, ada yang non digital dan di inovasi juga demikian. Tetapi ee kita menyadari bahwa semua dengan digital akan bersentuhan dan menjadi mudah. Maka dalam satu ekosistem kita mengenalnya satu di Kominfo dari sistem terpos digitalnya. Setiap rumah sakit kita sudah jadi satu command center. Semua layanan berbasis IT dan terkoneksi dalam satu genggaman dan juga sudah bukan lagi satu rumah sakit. Rumah sakit kami ada 14 rumah sakit besar yang terbesar Sutomo dengan pemasukan budget kita 1,67 triliun dan itu sudah melakukan sesuai dengan arahan bagaimana ee transformasi untuk kebijakan pengadaan barang jasa dengan konsolidasi. Jadi kami melakukan pengadaan barang jasa dengan sistem antar rumah sakit 14 rumah sakit juga dengan rumah sakit Solo, Semarang, Jogja, Bali menjadi pengadaan bersatu. Ini sudah lintas. Sehingga ketika nanti peserta diklat PIM dari kami, kami akan kurasi dulu. bukan persoalan penuhan syarat belum diklat tetapi juga kira-kira Anda mau ngambil proyek perubahan apa. Pertama kami sudah batasi, Pak semua aplikasi dengan domain dan subdomain dikendalikan oleh satu pintu dari Kominfo. Servernya di situ semua dan harus terkoneksi sehingga kami bisa melihat manfaatnya, perubahannya seperti apa. Satu hal produk kita yang paling bagus harus diklat PIM kemarin adalah transformasi untuk transportasi publik Trans Jawa Timur ajaib namanya dengan aplikasi yang kami pastikan ya bahwa aplikasinya jauh lebih bagus, lebih tinggi teknologinya dari Trans Jakarta. Mohon maaf kalau ada dari Jakarta karena saya juga orang Jakarta nih, pemain transfer juga saya. Jadi saya tahu persis dari Jakarta saya belajar ini berbeda. Kita bisa melihat bagaimana pergerakan kendaraan bus, melihat okupansinya, tempat duduknya bisa melihat juga AR-nya untuk bisa melihat halte mana saja yang akan dan terkoneksi dengan alat pembayaran digital semua pembayaran dengan sangat murah dan akhirnya load faktornya meningkat sampai 150%. maka kita bisa meluncurkan bus. Nah, projek ini digagas oleh Kepala Dinas Perhubungan tetapi dengan mentor saya sendiri karena kami juga punya keinginan. Jadi, biasanya persoalan di Ket PM itu adalah pertama bagaimana visibility dari inovasi itu. Yang kedua need assessment. Kebutuhan apa yang membuat bombastis berdampak di masyarakat. Sehingga kurasi ini penting. Kami punya brida, maka dikurasi dulu kira-kira rencana-rencana projek itu betul-betul visibel atau sekedar untuk diklat. Nah, ini sudah mulai berubah. Orang stres ketika mau diklat BIM di sini memikirkan bukan nanti bisa ikut belajar terus mengeluarkan ide, tetapi di awal saya harus tahu proyekmu apa, apakah hanya mencari sesuatu yang bisa menghasilkan suatu perubahan sesaat atau tidak. Maka kami sangat mendukung Pak Taufik dulu ada yang namanya inagara apa namanya itu ya inovasi penyelenggara negara. Itulah bukti ee penilaian siapa yang sesungguhnya produk pemimpin perubahan yang berdampak. Karena setelah diklat PIM 2 tahun kemudian dicek apakah proyek perubahannya masih jalan atau tidak. dan berhak mendapatkan tempat untuk melakukan lomba inagara. Dan saya termasuk ee dulu mendapatkan tempat 10 besar, Pak. Karena setelah 2 tahun. Nah, kami berharap itu bisa dilakukan karena ukuran kami adalah long lasting. Kalau setelah diklat PIM selesai setahun hilang itu kurang berdampak dan berarti inovasinya tidak terlalu kelihatan. Nah, oleh karena itu berharap sebetulnya projek-projek semacam itu bisa dilakukan. Jadi bukan persoalan yang strategis, visioner, adaptif, inovatif, transformatif saja, tetapi bagaimana praktik-praktik itu bisa dirasakan oleh masyarakat bahwa ini bagus. Transjatif ajaib sudah 3 tahun berjalan berkembang menjadi moda yang dicintai oleh masyarakat. ini sebagai contoh. Kemudian juga bagaimana kita mengikuti perubahan-perubahan dari diklat BIM dan saya salah satu korbannya ya biasanya PKn-nya adalah ke luar negeri. Ketika zaman saya masuk ada kebijakan baru harus ke desa tertinggal. dapatlah salah desa di Kecamatan Monosari yang di Lebak ya. Jadi yang digunakan itu sudah bukan lagi kepemimpinan di dalam ee pemerintahan tetapi sudah kepada PR ya rural appraisal dan saya waktu itu ikut membantu menyusun dan akhirnya praktik pertama widyawara utama ikut ke desa saya. Nah, itu jadi pola ini angkatan rintisan bahwa best practice untuk praktik PKn di daerah di desa tertinggal ini luar biasa. Waktu itu kami agak protes waktu yang lain ke Hongkong, ke Jepang ini ke Lebak, Pak. ya [tertawa] waktu itu tapi pembelajarannya luar biasa banyak lebih sulit bagaimana mempraktikkan ya proses manajemen kepemimpinan di suatu ya karena harus menemukan persoalan, mencari solusi dan bagaimana bisa berkelanjutan itu lebih sulit dari kita membuat reformasi di pemerintahan. Mudah-mudahan ee saya enggak tahu sekarang masih Pak Ramli praktiknya sudah ke Oh, Zoom. Lebih parah lagi kalau gitu. [tertawa] Baik. Ee Bapak Ibu sekalian, kami mungkin kalau teman-teman daerah daerah sedang pusing dengan isu bagaimana pengurangan dana transfer. Peru sampaikan pasti akan berdampak kepada semua OPD, semua satker pengampu khususnya pasti akan berdampak pada Badan Diklat atau BPSDM. Bapak, Ibu sekalian ee saya kira Jawa Timur kalau di kacamata nasional sangat bagus ya. Bagaimana 38 kabupaten kota dengan kalau dilihat indeks fiskalnya ternyata begitu dibedah fiskal Jawa Timur termasuk sedang yang tinggi hanya DKI. Fiskal Jawa Timur untuk kabupaten kota itu hanya satu yang kuat Surabaya. Yang sedang ada tiga, Sidoarjo, Malang, Kota Malang, dan Gresik. selebihnya adalah fiskal rendah. Rendah itu ukurannya adalah bahwa komposisi perbandingan dana transfer DAU, DAK bagi hasil apapun lebih besar dari PAD. Dari 34 itu ternyata rata-rata PAD-nya 250 miliar sampai 500 miliar. Tapi dengan kebijakan dari Menpan P3K dan P3K per waktu itu untuk belanja gajinya bisa 1 triliun rata-rata. Bayangkan uang R00 miliar untuk membayar R triliun. Maka tingkat ketergantungan tentang tanda transfer sangat luar biasa. khususnya DAU yang IRMAK bisa digunakan untuk gaji maupun untuk kegiatan lain-lain. Begitu dikurangi DAK-nya, DBHT-nya, maka semua pergerakan berpengaruh. Dan ini yang sedang para pimpinan tentu gubernur, bupati, walikota sedang-sedang protes karena apa yang sedang berproses ketika sistem pemilihan dengan janji masyarakat, janji politik tidak terpenuhi dan ini sesuatu yang sangat besar. Oleh karena itu, bagaimana nanti begitu persoalan ini berpengaruh ya terhadap pelaksanaan diklat kepemimpinan, maka perlu cari strategi yang paling jitu tentunya Pak Ramli akan berpikir kembali untuk bisa tetap terlaksana dengan baik ya. Tapi Wid utamanya pasti kebayar TPP-nya. Tenang aja, Pak. Jadi harus bisa bertransformasi ini, Pak. dari persoalan-persoalan itu. Yang kedua, saya ingin bahwa menyatakan bahwa semua harus tetap berjalan, semua harus reform. Maka mudah-mudahan pada rapat koordinasi ini bisa kembali menemu kenali terkait dengan need assesment semua proses kediklatan ini dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan juga dari semua unsur baik peserta, penyelenggara widisara ya ini kan wide suwara utama kita sebetulnya masih kurang empat Pak Taufik ya makanya Pak Bobi hadir di sini duduknya agak dekat dengan Bapak karena belum dikeluarkan suratnya gitu kan. Tapi kami yakin untuk diklat PIM kami tidak bisa menerjunkan sembarangan widyayasara. Tapi widyasara yang sudah berpengalaman tentu ada hubungannya dengan karir Pak supaya ketika ngajar nanti tidak ngajar sejarah ya ketika saya kepala dinas ini. Nah itu ya. Jadi kami wajibkan untuk teman-teman semua bisa bertransformasi digital. bisa menggunakan digital supaya pesertanya juga aware dengan budaya untuk digital. Saya kira itu beberapa hal saya ee diklat PIM sangat-sangat dibutuhkan di semua kementerian, di semua angkatan itu menjadi sesuatu yang wajib sehingga nakoda agen perubahannya harus kita cetak betul-betul sehingga dalam acara ini mudah-mudahan kita akhirnya terjadi masukan-masukan improve. Kalau faktor-faktor kendala pastilah mohon kalau ada faktor kendala itu adalah anggaran diomor berapakan dulu ya. Kadang-kadang culture kita, saya lihat ya, suatu penyelenggaraan kegiatan program di lapangan sangat ketergantungan dengan usulan anggaran. Sehingga alasan itu, mohon maaf Pak, keterbatasan anggaran bagaimana untuk mencari sumber pendanaan yang lebih apa ee di luar itu yang belum. Sementara kami akhirnya bisa dengan berbagai potensi, berbagai sumber bisa kerja sama dan pada akhirnya saya terselenggara. Kalau mindset apa pemahaman kita tentang kegiatan itu harus dibiayai APBD, tentu ini akan membebani terus. Bagaimana creative financing itu menjadi penting. Kami sedang mengajarkan itu teman-teman untuk setiap kegiatan berpatter, bermitra dengan stakeholder yang ada dan akhirnya kita selesai. sebuah festival, sebuah event olahraga, sebuah projek perubahan yang menyangkut stakeholder lain, sistem di perusahaan itu kami gunakan akhirnya bisa irit ya. Semua penyelenggara bisa begitu. Nah, ini mudah-mudahan mindset ini bisa masuk dalam kurikulum bahwa kehebatan sebuah proyek perubahan juga di ada indikator bagaimana dukungan pendanaan tidak ketergantungan dengan APBN atau APBD. itu menjadi penting saya kira dalam ee hal ini. Mudah-mudahan bisa menjadi sesuatu yang bisa dibahas pada hari ini. Itu yang mungkin bisa kami sampaikan. Sekali lagi selamat datang, selamat ee berkegiatan di PPSDM yang mungkin barangkali juga kami ingin masukkan apakah dari fasilitas sarana prasarana yang ada di sini sudah memenuhi atau belum untuk tingkat diklat pimpinan dan sebagainya. Tentu kritik dan masukan. Terima kasih karena sudah datang dari berbagai wilayah dan kementerian. Pasti akan menjadi pembelajaran buat kami juga untuk lebih meningkatkan bagaimana proses diklat kepemimpinan di Jawa Timur untuk nasional dan untuk dunia. Saya kira itu. Itu yang bisa kami sampaikan. Terima kasih. Semoga Allah Subhanahu wa taala meridai semua upaya kita untuk dalam rangka meningkatkan kualitas SDM, pimpinan perubahan yang berdampak bagi organisasi, pelayanan publik dan masyarakat. Dan tadi ada oret-oretan tadi karena membuat pantun tadi. Mentari pagi bersinar terang, sinari bumi dengan penuh harapan. Rapat koordinasi diat PIM terus kita kuatkan untuk mendapatkan pemimpin perubahan yang berdampak untuk kemajuan. Demikian yang bisa kami sampaikan. Sekali lagi terima kasih. Wallahul muf. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [musik] Bapak, Ibu hadirin undangan yang kami hormati. Selanjutnya sambutan dan arahan kebijakan penyelenggaraan pelatihan kepemimpinan nasional tingkat 2 oleh Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia sekaligus membuka secara resmi rapat koordinasi PKn tingkat 2 tahun 2025. Yang terhormat Bapak Dr. Muhammad Taufik, di disilakan. [musik] Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semuanya. Om swastiastu. Namo buddhaya, salam kebajikan. Saya mulai dari pantun dulu ini biasanya ya. Tanjung Perak tepi laut nan elok tadi. Tempat kapal singgah membawa berita. ASN kompeten tak pernah berhenti berdampak melayani rakyat menuju hidup sejahtera. [tepuk tangan] Yang saya hormati sahabat saya Bapak Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Bapak Adi Karoyo yang dalam har ini mewakili Ibu Gubernur ee Provinsi Jawa Timur yang saya hormati. Kawan-kawan kolega JPT Madia Lembaga Administrasi Negara ini komplit semuanya dari Pak Sestama, ada Pak Tri, Deputi Penyelenggaraan Kapasitas, ada Bu Erna Deputi Transformasi Pembelajaran, dan ada Bu Armi Deputi Penjaminan Mutu. Hanya satu yang gak ikut anu Pak Agus karena mewakili saya ada acara di Jakarta. Dan yang saya hormati para pimpinan BPSDM sini hadir Pak Aman, Kepala BPSDM Kementerian Imipas. Yang saya hormati para tentunya ini yang apa ee yang punya hajat apa yang sebagai host-nya ya, Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur Bapak Ramlianto dan jajaran yang saya hormati. para pimpinan BPSDM yang hadir atau yang mewakili di sini ada Pak Edb dari Sumatera Selatan, ada Pak Untung, ada Bu ya dan oh iya Bu dari Jogja, dari Kalsel, dari beberapa daerah yang tadi sudah hadir. saya tidak bisa sebut satu persatu dari kementerian dari ee Jawa Tengah juga hadir ya ee kemudian dari ya dari Kementerian PUPR ada hadir dari beberapa kementerian yang hadir ya dan kemudian yang saya hormati kawan-kawan CPT Pratama di lembaga administrasi negara dan dari instansi pemerintah yang penyelenggara. hormati para widyaiswara ahli utama tadi siapa yang katanya duduk dekat-dekat saya gitu ya. Dan yang saya hormati ee saya banggakan para peserta Rokor PKnasional tingkat dua ini seluruhnya ada 98 orang. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa taala Tuhan yang maha esa. Alhamdulillah pagi hari ini kita semuanya bisa berkumpul bersilaturahmi dalam acara Rakor Pelenggaraan PKn tingkat 2 tahun 2025 dalam keadaan sehat selalu. Ya. Yang kedua, terima kasih kepada Pak Sikda, Pak Ramli yang sudah memfasilitasi. Luar biasa. Ini biasanya kemarin-kemarin nih online Zoom ya. Jadi kemarin-kemarin online baru sekarang ini kita ketemu langsung dan di luar Jakarta ya. Jadi biasanya kita nanti kita buat keliling ya. Nanti tempatnya Pak Edwa, tempatnya Bu, tempatnya kawan-kawan semuanya ya e keliling di daerah ya apa namanya ee BPSD maupun kementerian sehingga bisa saling melihat nanti ya. ee apa standarnya ya. Nah, yang kedua tentunya terima kasih banyak kepada Bapak Ibu semuanya selamat datang danam ee terima kasih sudah hadir untuk dalam acara ee rapat koordinasi penyelenggaraan PKn tingkat 2 ini tahun 2025. Dan Bapak Ibu sekalian, jadi ada beberapa hal yang ingin ee saya sampaikan ya. Yang pertama memang ini kita tadi sampaikan Pak Sekda ini kita ini apa istilahnya ee tahun-tahun yang penuh ujian itu ya ee istilahnya itu apa ee apa istilahnya Pak Karno itu apa Vivire Recoloso ya hidup di dalam sebuah penuh tantangan bahaya gitu ya. Vivioloso itu ya kayak gini nih. 2 tahun ini banyak ke e tingkat ketidakpastiannya yang tentunya tentunya kita ambil hikmah yang baik. Artinya kita harus lebih sigap lagi di dalam mensikapi tadi perubahan-perubahan terutama efisiensi. Kemudian ada beberapa juga arahan untuk pembatasan-pembatasan perjalanan dan seterusnya ini menjadi sebuah acuan kita bersama. Nah, Bapak Ibu sekalian, jadi ee ini nampaknya setiap kali efisiensi ini bidang aparatur ini yang mungkin karena prioritasnya adalah sekarang bagaimana memang ee ee Bapak Presiden ya untuk memberikan prioritas pada kesejahteraan rakyat sehingga beberapa tadi pos-pos yang ee terutama terkait dengan aparatur ya ini karena aparatur ini sudah mendapat gaji cukup tinggi sehingga ini apa ada pemotongan-pemotongan. Nah, ada sebuah pembelajaran yang penting yang yang pertama ini tadi ee kita akan lakukan ee ee apa namanya upaya koordinasi untuk memperkuat sinergi pengembangan kompetensi. Nah, waktu yang lalu kita sudah kumpulkan untuk apa koordinasikan forum kehumasan ya. Mengapa penting? Karena ini kita mau bareng-bareng rebanding ya. Bagaimana bank pembangunan kompetensi ini sangat penting ini. Mengapa saya sampaikan ini? Karena kita belajar dari pembahasan dengan DPR. DPR itu baru ngah begitu kalau saya bilang begini ini misalnya oke ee prioritas untuk apa makan bergizi diambilkan dari sebagian dari anggaran kita dan kemudian ada koperasi dan sebagainya ini penting ya kita support semua tetapi saya kita sampaikan jangan lupa di balik kemudian keberhasilan makan bergiz koperasi merah putih kemudian penan kemiskinan peningkatan investasi itu selalu ada ASNAS ASN yang terampil, yang kompeten, berintegritas dan tidak ada ee ASN yang skillful tadi, yang profesional tanpa pemain kompetensi. Tidak mungkin kemudian kita rekrut ASN demikian saja bekerja ya kemudian tanpa kemudian penguatan pengeman kompetensi mereka baru terbuka. Betul juga ya. gimana kita dengan terutama sekarang kita bicara bagaimana kemudian ee apa program-program sekarang yang harus berhadapan dengan tadi perubahan digitalisasi EI dan seterusnya ya yang katanya work ekonomi forum kalau sekarang mungkin rata-rata di dunia ini pemanfaatan teknologi di sektor pemerintahan itu sekitar 60 sampai 70 Indonesia mungkin bisa lebih 60 sampai 70 di 2030 di seluruh dunia ya diperkirakan pemanfaatan teknologi akan mengambil alih pekerjaan manusia di sektor pemerintahan. Sebaliknya 60 sampai 70%. J itu sebuah hal yang pasti ya karena kita melihat tren dari apa? Pertumbuhan eksponensial dari pemanfaatan IA terutama di dalam apa namanya ee sektor publik dan sektor ee swasta. Dan untuk itu maka tentunya cara kerjanya juga berubah. Kita bicara tentang data juga diperkirakan 2030 sekitar 170 juta pekerjaan hilang diganti R10 juta ya. Ee di Indonesia 23 juta yang pasti hilang 2030 gantinya R5 juta. Nah, ini trennya memang kecepatannya beda-beda tiap negara. Tetapi satu hal yang pasti banyak pekerjaan baik di pemerintah maupun di swasta 5 tahun ke depan akan mengalami banyak perubahan sehingga skill-nya juga berubah, kompetensinya harusus kemudian di-upgrade. Wat forum tahun ini memberi catatan kalau kita terima tidak melakukan riskilling tahun ini ya kan sampai 2030 minimal 50% mak kita kita akan ketinggalan. Kok ketinggalan nantinya banyak pekerjaan yang tidak relevan, pelayanan publik tidak relevan, bisnis tidak bisa bersaing dan seterusnya. Nah, Bapak Ibu sekalian kok kita melihat bagaimana tren dunia pengangguran di mana-mana ya dan sebagainya, problemnya bukan hanya karena ekonominya ee lagi kurang baik ya, kok ekonomi kurang baik itu selalu akan muncul sebuah apa? Konjungtur yang selalu terjadi secara periodikal. Problemnya mengapa sini kemudian resah seluruh dunia? Karena dampaknya adalah konjungtur ekonomi yang kemudian diikuti dengan perubahan disrupsi teknologi dan kemudian problemnya akhirnya kita gak siap di dalam melakukan risk killing tadi yang seperti diprediksi economic forum. Nah, untuk itu maka ini kembali ya poinnya adalah tadi bagaimana kita kemudian bareng-bareng ya untuk kemudian ngrebranding bagaimana pengembangan kompetensi suatu yang sangat vital, sangat esensial ya. Nah, ini kalau kita melihat praktiknya ini Pak Sekda, Pak Ramli, kawan-kawan semuanya. Jadi BPSDM BPSM banyak yang gak belum mengasih atensi pentingnya medsos pemberitaan mediatisasi dan seterusnya ya dan ataupun kalau ada mungkin masih senang mungkin standar yang lama apa standar yang lama ya seremonial jadi difoto itu ya kurang lebih hampir sama ya orang baris ngepel gini kalau enggak jempol kalau enggak ya L gini ya kan ya itu gak apa-apa tetapi selalu message intinya kita sampaikan kan ya message apa pesan intinya adalah bagaimana pembahan kompetensi itu dampaknya apa. Jadi kita cerita pada outcome-nya dulu ya baru kemudian wajahnya ya ada Pak Tri, ada Bu Erna itu gak apa-apa ya dan ini untuk ngerubah. Yang kedua juga kita sampaikan kemarin dalam forum kehumasan penting bagaimana kita gambarkan bahwa kita ini ini kita bikin ee apa sekarang apa namanya hashtag Pak Sekda ASN kompeten rakyat sejahtera. Artinya kompetensi ASN ini kunci untuk menciptakan kesejahteraan rakyat bukan hanya kemudian sekedar dapat ijazah kemudian memenuhi kebutuhan pengembangan pegawai. Haknya katanya pengembangan kompetensi bukan. dia kembungan kompetensi karena ini kuncinya untuk membuat rakyat sejahtera. Nah, jadi ini juga kita kemarin di dalam forum kehumasan kita sampaikan juga forum kehumasan peman pemban kompetensi yang dihadiri kemarin ya kawan-kawan dari perwakilan BPSDN BPSM, lembaga diklat-lembaga diklat kita kumpulkan ya. Nah, untuk kemudian kita bareng-bareng rumbah image, pemban kompetensi itu berdampak. Pembahan kompetensi itu untuk kunci kesejahteraan rakyat. Pembahan kompetensi itu sesuatu yang esensial ya, bukan seremonial, bukan sekedar kemudian formalitas ya. Nah, kemudian kita tampilkan ya apa namanya gambar rakyatnya dan sebagainya. Waktu kita kemarin ke Pak Ketusa Kambang sama Pak Aman ya kita ya kita foto dan sebagainya. Jadi membuat sebuah perubahan image bahwa ini betul-betul pembahan kompetensi ini kita berjuang untuk rakyat ya. Kurang lebih kita ini menjadi hal yang indispensible. Artinya tidak bisa terpisahkan dari dari upaya kita ee apa namanya bersama-sama untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Nah, Bapak Ibu sekalian ini mohon kiranya yang hal yang pertama ingin saya sampaikan tadi. Kita akan terus perkuat forum atau sinergi dari pengembangan kompetensi seluruh Indonesia dari lembaga-lembaga pelatihan. Ada BPSDM daerah, ada BPSDM di kementerian lembaga, lembaga, pusat-pusat diklat di kementerian lembaga. Bahkan nanti kita juga akan gandeng dari BUMNB BUMN. Untuk apa? untuk tadi kita yang pertama akan memperkuat rebranding ya, pengembangan kompetensi itu berdampak, pengembangan kompetensi itu esensial ya. Nah, kemudian yang berikutnya adalah terkait masih di ee apa namanya sinergi itu Indonesia ini mungkin unik gitu ya. Di dalam diskursus, di dalam wacana-wacana selalu kita ngomong yakin semuanya bahwa SDM itu unsur yang paling vital. gitu ya. Tetapi upaya bareng kita untuk membangun ke sana human capital Indonesia ini nampaknya belum terlalu kelihatan dilakukan sebagai sebuah ee upaya bersama yang kemudian sistematis arahnya jelas dan seterusnya ya. terutama di bidang aparatur kita masih perlu perkuat itu. Nah, untuk itu maka ya ini saya mengundang dalam forum yang baik ini kita akan membuat mungkin nanti ee akan ditamatangkan dalam forum berikutnya sebuah asosiasi pengembangan kompetensi Indonesia ya. Apapun namanya n silakanlah ya apapun namanya. Kenapa berbagai negara misalnya kita kok kita browsing ya ada namanya apa eh strat apa namanya eh society of human resour human resources management ada namanya European Training Foundation ya ada World Federation of Training Association jadi mereka ini bersatu ya mengapa penting bersatu resources-nya kemudian kita bisa sharing kita bikin kembangkan kemudian sebuah learning marketplace bareng-bareng, bagaimana kemudian kita program bareng-bareng dan Undang-Undang 20 mensyaratkan bahwa pengembangan kompetensi dilakukan secara terintegrasi. Maksudnya adalah secara kolaboratif. Nah, Bapak Ibu sekalian, tahun kemarin kita lakukan forum seperti ini di LAN ya. ini yang kita kemudian kita mulai mencanangkan gagasan kita ngerombak pemikiran dari ekosistem yaitu masing-masing sektor kerjakan sendiri sama masing-masing pemerintah daerah kerjakan sendiri kita rubah menjadi ekosistem kita lakukan secara kolaboratif bahkan kita di-support banyak dari private sektor ya tahun kemarin kita ada 300 kita sebut dengan 300B karena 300 dari perwakilan dari privat sektor untuk support tadi bagaimana upaya penguatan-penguatan pembahan kompetensi. Kita dibantu oleh ISQ, kemudian dibantu oleh ada Kubisa, ada Asosiasi Pejuang Kompetensi Indonesia dan seterusnya dan seterusnya. Nah, ini nampaknya ini sebuah sebuah lesson learn. Intinya bahwa kita perlu bersatu ya. Saya enggak mau bikin partai ini Pak, cuman kita ini kalah kalah dengan gerakan di dunia. Bagaimana negara-negara yang sangat konsern dengan namanya war of talent. Peperangan ini bukan peperangan militer yang menonjol itu. Itu hanya percikan-percikan. Yang real di lapangan adalah peperangan talenta. Saling membajak, saling ya di Malaysia sampai bikin BUMN khusus untuk mengamati mencari head hunting talenta di dunia namanya talent cops ya. Saya dengan Pak Pandi langsung ke sana kita kita kunjungi bagaimana cara kerjanya. mereka petakan talenta-talenta di dunia, ambil yang terbaik. Makanya kemudian perwakilan-perwakilan apa namanya? Perusahaan dunia yang besar-besar ada semua di Malaysia. Mengapa? Karena mereka punya talenta-talenta kelas dunia ya. Nah, Bapak Ibu sekalian ini makanya ini sebuah gagasan ya yang nanti mungkin bisa kita konkretkan ya ee apa namanya pembentukan tadi karena ini penting ya kita bergerak bareng ya untuk kemudian menyambut s sebuah war of talent at perang talenta termasuk di aparatur juga kita sedang berperang dalam arti kita kemajuan tadi kita berdaya saing ini sangat membutuhkan ASN-ASN yang bertalenta. Yang kedua, Bapak Ibu sekalian, ini mungkin lebih pada hal yang terkait dengan Rakor ini. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada support dari kawan-kawan bagaimana dengan perubahan-perubahan yang ada PKN 2 tahun ke ini ya ee bisa terselenggarakan dengan baik ya. Karena awal-awal tahun ketika efisiensi banyak yang menyatakan tidak sanggup lagi saya sampaikan yang tutup kita ambil alih karena ini sebenarnya kewajiban lembaga administrasi negara di dalam tadi upaya pengembangan kompetensi sehingga kemudian ee apa namanya kita tap carikan solusi semuanya tidak ada yang tutup. PKN 1 juga sama PKN 1 ini dari sekitar berapa? 5,6 miliar ya dipotong menjadi 290 juta. Sebenarnya secara di atas kertas sudah enggak bisa dilakukan ya, tapi kita bisa lakukan empat angkatan ya. Tiga angkatan tadi Pak Sekda sebut creative financing ya. Kreatif apa namanya dengan kita ee tadi kolaborasi tadi gunanya seperti itu ya. Jadi empat angkatan, tiga angkatan R0 ya. Tiga angkatan Rp0. Nah, Bapak Ibu sekalian, jadi ee apa namanya ee di dalam upaya kita ee mensikapi tadi perubahan-perubahan ee adanya kebijakan anggaran pemerintah ini perlu kesigapan ke kolaborasi tadi yang kemudian untuk memastikan bahwa semua program tetap bisa berjalan dengan baik. Nah, untuk itu maka yang pertama tentunya kita akan masih akan lanjutkan ee fleksibilitas dalam penyelenggaraan beberapa ee kegiatan B masih bisa dilakukan dengan online meskipun banyak yang protes juga kok online ya. Nah, tetapi ini kita sesuaikan dengan kemampuan dari penyelenggara ya. ada beberapa yang kemudian ee di kementerian terutama yang sangat terdampak kemarin banyak yang dialihkan pada online sehingga ada penyederhanaan untuk pertemuan klasikalnya ya. Nah, untuk daerah-daerah yang masih mungkin ada kelonggaran silakan ya. Ee kemarin juga kita e berikan kelonggaran termasuk di visitasi ya. Visitasi ini ee kita berikan kelonggaran sesuai dengan arahan kemarin juga dari Bapak Menteri Dalam Negeri agar hotel, akomodasi, transport hidup ya silakan nanti disesuaikan dapat perjalanan dinas selama itu dilakukan dengan cara yang paling efisien dan kita utamakan adalah visitasi-visitasi yang mendukung prioritas Bapak Presiden. visitasi, makan bergizi, melihat e sekolah rakyat, pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, ee peningkatan investasi, ya ini akan menjadi ee apa namanya ee ee tema-tema yang kita utamakan di dalam visitasi. Nah, Bapak Ibu sekalian dalam kesempatan Rakor yang baik ini ya saya ingin sampaikan bahwa kita ini frekuensinya harus sama dengan Bapak Presiden ya. Untuk itu maka ya tadi visitasinya, tema-temanya kita prioritaskan tadi mendukung apa yang menjadi prioritas Bapak Presiden ya. pengetasan kemiskinan, kemudian ada makan bergizi, koperasi merah putih, peningkatan investasi, ketahanan pangan ya yang bisa tentunya disesuaikan dengan instansinya dia atau di daerahnya ya nanti kita pilih dan tadi yang saya sampaikan mari kita perkuat hidupkan lagi mediatisasinya ya, medsosnya kita kembangkan. Saya terima kasih Pak Sekda, Pak Ramli. Jawa Timur itu mesosnya keren-keren ya. Keren-keren ya dan aktif sekali ya. Ini mungkin bisa sharing kita kemarin dengan forum kehumasan kita karena gak punya biaya sharing saja ya. Mungkin yang Pak ahli bikin video di Jawa Timur bisa sharing. Yang ahli bikin I mungkin di Kementerian Kesehatan bisa sharing, di DKI bisa sharing ya kan dan sebagainya. sehingga kemudian fungsi kehumasan pengembangan kompetensi kita ini kuat gitu. apa yang kita mau beritakan proper-proper yang bagus tadi yang sampaikan Pak Sekda ya ini berkelanjutan banyak kawan-kawan ini yang kemudian terus ee propernya berkelanjutan ya dan ini yang kemudian kita beritakan ini loh pengembangan kompetensi gak formalitas ya gak sekedar kemudian gagah-gagahan saja tetapi betul-betul menyentuh apa kebutuhan hajat hidup orang banyak ya nah kawan-kawan semuanya tadi masih yang kedua tadi ya terkait dengan ee kebijakan ke depan ya mengenai tadi efisiensi, fleksibilitas, prioritas tadi visitasi. Visitasi kita buka lagi gak ada masalah asal tadi terkait dengan prioritas ee PBAP Presiden dilakukan dengan cara yang efisien. Yang ketiga ini yang ee ingin saya kembali ingatkan lagi. 2 tahun yang lalu ini kita sudah bukan buat pedoman bagaimana agar menunjukkan proper-proper itu tidak hanya kemudian jumlah proper yang inovasi apa jumlah inovasi bukan ya sudah terlalu umum tapi kita minta kemudian menyantumkan nilai ekonominya Pak Sekda. Jadi nilai ekonomi tadi dari produktivitasnya, efisiensinya, dari kemudian ee apa namanya bahkan penyelamatan, potensi kerugian dan sebagainya. Ini kan banyak dari kawan-kawan Inspektorat dan sebagai BBKP dan seterusnya. Jadi mengapa seperti itu? Karena inovasi ini intangible aset. Kemarin ketemu sama kawan-kawan dari Kementerian Hukum ya. mereka akan dukung proper-proper nanti akan kita berikan hakinya, hak kekayaan intelektualnya ya. Nah, untuk itu maka harus jelas dia berapa nilainya. Nah, sayangnya belum semua lembaga pelatihan melakukan itu ya. Sehingga sampai hari ini kemungkinan harapannya apa? setiap akhir tahun kayak gini ini kita bisa laporkan kepada pemerintah, pada Bapak Presiden hasil penyelenggaraan PKN 2 memberikan kontribusi inovasi senilai 2.000 triliun misalnya. Mengapa saya bilang gitu? Kemarin ada satu angkatan aja dia mengklaim bisa sampai 3.000 triliun dia. Iya. Dan dia diwawancarai di media ya dari mana? Kementerian mana perdagangan kalau enggak salah diwawancarai. dia punya hitungannya sendiri. Bagaimana propernya tadi punya nilai segitu banyaknya diwawancarai di media, ramai itu ada di YouTube-nya dan sebagainya ya. Nah, ini saya minta kawan-kawan dari akuntan untuk mengakses biar ada standar penghitungannya. Sederhana aja misalnya dia lakukan kemudian inovasi ya. Ya. Kemudian ada memotong perizinan dari seminggu menjadi 1 hari kan kita hitung itu bagaimana masyarakat keluar uang yang apa untuk setiap orang dan seterusnya kali berapa pengguna ya dan seterusnya dan seterusnya itu hitungannya yang sederhana saja ya gak pakai neko-neko. Nah, ini kok kita laporkan PKN 1, PKN 2, PKP, PKA akhir tahun berapa ribu triliun kita dan Kementerian Hukum tadi saya sampaikan lagi mereka siap untuk kemudian memproses bahkan ini ide mereka memproses hakinya ya. Nah, untuk itu dalam hal dalam hal ini saya menyampaikan lagi kepada kawan-kawan, yuk kita tegakkan lagi tadi ingatkan lagi pedoman tadi dijalankan yuk para pengujinya, coach-nya diingatkan ya karena pedomannya ada, coach-nya enggak enggak ngingatkan, pengujinya enggak nanya juga gitu ya. Yang kedua terkait dengan kebijakan tadi yang penilaian mediatisasi ya. Alhamdulillah kemarin kemarin koordinasi kita minta sudah muncul tahun lalu begitu pedoman berjalan kita klik di Google namanya proper itu hanya hitungannya ribuan lah kita sudah melakukan sudah bertahun-tahun artinya ini mediatisasinya gak jalan gitu ya. Mengapa kita minta ada setiap peserta nge-branding dia bahwa ini loh proper saya ke media, media sosial, media sosial kita stop. Mengapa? Karena dia enggak memang gak pernah punya medsos ya atau punya medsos baru ikut PKn baru bikin medsos. Dia gak ada followernya, gak nak follow siapa-siapa tingak-tinguk sendirian gitu gak ada. [tertawa] Nah, taruh di media online ya. Alhamdulillah minggu kemarin kita coba klik sudah jutaan ya. Sudah jutaan. Nah, mengapa Bapak Ibu sekalian? Agar kemudian kita tuh kita mainnya di media di dunia informasi seperti sekarang yang kita kerjakan baik-baik tidak kita beritakan dengan baik maka kita sama dengan tidak kerja ya. Nah, makanya tadi ya mohon saya lihat BPS banyak BPSDM yang medsosnya mati. Dia ada yang hidup isinya masih sama isinya pimpinannya lagi ancan jempol dan sebagainya. [tertawa] Banyak dikritik. Saya datangin konsultan medsos e kehumasan. Dia bilang, "Pak, jangan kemudian medsos itu tampilkan pejabatnya terus jangan has karyanya." Kenapa? masyarakat nanti emoh lihat ya. Apalagi kemudian isinya formalitas isinya selalu sama terus ya istilahnya berita pembukaan, penutupan dan seterusnya gak apa-apa tapi kita ceritakan isinya ya. Nah itu yang yang nanti ee mohon itu diingatkan kembali coach-nya, pengujinya diingatkan kembali. Ya. Yang ketiga, masih dalam pedoman tadi kita kemarin awal-awal menggunakan apa ee evaluasi untuk e pengembangan soft skill. Karena esensi leadership training adalah soft skill-nya. Semakin tinggi soft skill-nya yang kita tekankan. Banyak yang kemudian mentornya gak paham gitu ya. Ya, jadi apa yang perlu dikembangkan gak ada. Sudah bagus ini ya. Nah, kemarin kita sudah menggunakan cara pakai fingerprint. pakai. Terus terakhir kemarin kita pakai ESQ itu juga pakai. Nanti kita akan standarkan ya. Tetapi ini ya, tetapi itu tidak kemudian menggantikan peran mentor tadi ya. Ini mentor itu harus betul-betul ada rasa memilikinya ya. Hasil dari pemetaan dengan ASQ dengan EI follow up-nya sangat bergantung bagaimana support dari mentor-mentor tadi. Nah, ini mohon juga diingatkan. Nah, Bapak, Ibu sekalian, ini pentingnya para penyelenggara bagaimana memastikan polisi kita, kita bisa diterapkan di lapangan. Bagaimana kemudian memastikan ekosistem pembahan kompetensi jalan, mentornya jalan, coach-nya jalan, WI-nya jalan sesuai dengan polisi kita. Karena kalau tidak ya tadi ya kita punya sebuah mis visi ke depan, punya sebuah target ke depan di dalam transformasi ini tanpa kemudian tadi penyelenggara yang apa memastikan kebijakannya jalan maka tidak ada bedanya kemudian ada kebijakan tidak ada kebijakan ya. Nah, Bapak, Ibu sekalian, berikutnya yang ketiga ya nanti di ini terkait dengan ee apa namanya pengembangan-pengembangan kompetensi ini kami sampaikan terkait dengan kebijakan widya iswara ini. Mohon maaf ya. Ini kita tahun ini ya kita ee membuat surat edaran ya untuk formasi widyaiswara ini 30% berasal dari perpindahan jabatan. 70% berasal dari apa namanya karir. Nah, saya mohon nanti masukan-masukan juga ya. Ya, tapi sementara ini dalam sebulan ini saya sudah dapat banyak laporan. Ternyata yang karir pun belum bisa diurus. Nah, ini kita mau akan kembali ingatkan akan kita sampaikan di dalam ee minggu depan dengan rapat koordinasi BKN dan Menpan untuk bisa kemudian kita apa namanya untuk dapat atensi karena data kami menunjukkan lembaga-lembaga pelatihan lembaga diklat ini sudah krisis widyaiswara terutama yang utama ya. Nah, jadi mohon nanti juga sampaikan mana-mana yang memang belum bisa mengurus tadi untuk kenaikan terutama yang karir yang 70% ini. Karena yang 30% itu nampaknya memang ee kesulitannya bukan di Menpan tapi di ee langsung di oleh Presiden. Presiden belum tanda tangan jadi belum berkenan untuk itu kecuali nah kecuali Pak Bobi ya. Semoga ini kan anu ya memang bukannya ditutup tapi arahan dari Menpan ee dengan tadi apa catatan dari Bapak Presiden memang sangat-sangat selektif, sangat-sangat selektif karena memang jangan sampai kemudian ini untuk sekedar memperpanjang pensiun makanya kemudian diutamakan yang karir dari bawah dari ee apa widayiswara-widayaswara ini ini untuk menjawab juga beberapa pertanyaan kawan-kawan yang muncul ini kok yang karir aja gak bisa ya, yang mau naik dari madya ke utama aja gak bisa ya. Nah, ini yang nanti juga kita akan nanti pastikan itu bisa ee berjalan karena kondisinya sekarang ini sudah ee apa namanya ee emergency. Ini untuk beberapa cara kita menyelamatkan, tapi tidak menjadi sebuah solusi pengganti adalah kita untuk terapkan di instansi yang memang tidak bisa memiliki widyaiswara karena memang di situ jabatan fungsional bukan widyaiswara tidak ada ya seperti kejaksaan, Kemenlu, Kepolisian, ada Pusdikmin di sini kita berikan sertifikasi kompetensi pengajar non widyaiswara ya. Nah, ini menjadi opsi nanti ke depan kalau memang ini tidak ada kepastian ya untuk kita mengatasi kekurangan kawan-kawan ya. Tetapi sekali lagi sifatnya ini sementara ya tidak bisa di kemudian menjadi pengganti kalau nanti habis semuanya widadiswara ya. Nah, jadi karena ini sudah betul-betul kalau di data yang ada di kami sudah sangat-sangat kekurangan tadi Widya Iswara tadi dibanding dengan program-program yang sekarang ee dijalankan. Nah, itu beberapa hal yang ee apa ingin ee saya sampaikan. Nah, yang lain tentunya ee apa ee iya baik. Yang lain adalah ee terkait nanti dengan ee beberapa program yang ingin kita dorong bahwa BPSDM ini tidak hanya sebagai penyelenggara tapi menjadi hub-nya nanti corporate university. Nanti dijelaskan oleh Bu Erna, kawan-kawan semuanya. Jadi ee kita jadikan kemudian ini contoh di Jawa Timur corporate university-nya menelorkan sekarang ada akademi percepatan pengentasan kemiskinan. Di Jawa Barat juga kita punya akademi percepatan kemiskinan. Di BPSDM NTT juga kita punya. Nah, kita harapkan nanti BPSDM sebagai hub-nya CORPU, koordinatornya corporate university nanti akan mengambil tema-tema yang apa namanya menjadi prioritas Bapak Presiden ya. ini di samping pentas kemiskinan. Kemudian ada koperasi merah putih ya, kemudian sekolah rakyat dan ee kemarin baru kita juga ee buka SDG. Nah, nanti ini akan menjadi sebuah ee banyak tematik-tematik. Artinya BPSDM tidak hanya kemudian menyelenggarakan pelatihan-pelatihan formal, tapi sudah akan mulai bergerak tadi e ke pengan kompetensi yang ee apa namanya yang ee nonformal dalam arti tadi yang non eh non classical atau corporate university tadi apa terintegrasi. Nah, ini yang nanti kita akan ee apa ee pastikan karena ini sebuah transformasi ke depan. Nah, untuk itu termasuk juga ee ada program ee apa? RPL ya, RPL. Jadi mereka yang sudah duduk nanti kita bisa masuk di RPL. Nah, ini untuk itu maka bisa kemudian kita nanti ee kita buat kawan-kawan yang sudah duduk pilihannya bisa masuk di RPL tadi ya, sudah duduk ikut penyetaraan tadi ya, punya proper dan seterusnya nanti kita akan ee lakukan ee program penyetaraan. Tapi itu tidak seterusnya. Hanya sampai 2028. 9. 2 diperpanjang 2029 ya. Karena mengapa? Karena bunyinya undang-undang ASN adalah dia sebagai syarat jabatan. Jadi tidak ada lagi istilah duduk dulu. Jadi di nah yang terlanjur duduk diselesaikan melalui RPL ini. Dan yang terakhir Bapak Ibu sekalian adalah ee kita lagi nyusun review kurikulum pelatihan kepimpinan. Nah, ini termasuk PKN 1, PKN 2, terutama beritas PKN 1, PKN 2. PKN 1 ini nanti akan terpisah mereka yang sudah duduk eselon 1 programnya tersendiri ya lebih pendek, lebih cepat ya, gak ada proper properan lagi ya dan seterusnya. Nah, kemudian nanti yang PKN 1 yang belum duduk nanti ada sendiri ya. PKN 2 nanti kita juga sedang kita tata nanti yang sudah duduk ada RPL tadi yang yang belum duduk masih akan ikut ya program yang reguler. Nah, mohon masukannya terutama dari sisi penyelenggaraan ya. kemarin banyak yang menuntut kemudian ee apa namanya efisiensi dan sebagainya. Tapi di lapangan efisiensi tadi dengan online diprotes ya kemarin Bu Herna diprotes. Mengapa ini online kita gak pernah ketemu ya bukan kepenginnya ketemu ya kok ketemu ada konsekuensi biaya ya. Nah, yang lain mengenai terus ee bagaimana ee apa fungsi LMS dan sebagainya ya, termasuk materi-materi nanti ee Pak Tri dan tim sedang mempersiapkan itu. Dan ee terakhir lagi, sehari terakhir lagi nanti Bu Armi juga akan menyampaikan bagaimana ee penjaminan mutu, konsep penjaminan mutu. kami tegaskan tidak ada lagi namanya penjaminan mutu dari luar ini kan banyak yang masih menggunakan ada tenaga ahli dari perguruan tinggi dan sebagainya tidak ada ya sebagai konsultan dan mungkin silakan tapi hanya ada dua dalam sebuah sistem mutu kita ee apa penyelenggaraan ee pengembangan kompetensi penjaminan mutu eksternal oleh lembaga administrasi negara dan penjaminan mutu internal oleh tim mutunya masing-masing. Jadi, masing-masing instansi harus punya tim mutu ya. Nah, ini yang nanti ee apa namanya? mohon nanti di di ee apa diperbaiki. Dan berikutnya adalah kita juga baru menerbitkan namanya untuk standar sarana prasarana itu juga nanti bisa menjadi acuan di dalam nanti perencanaan pengembangannya di dalam apa namanya ee apa pengelolaan ee lembaga-lembaga ee pelatihan. Baik Bapak Ibu sekalian, itu yang bisa ee saya sampaikan. Sekali lagi terima kasih banyak. kerja sama yang sangat baik selama ini, support yang sangat baik dengan perubahan-perubahan ya yang sangat dinamis. ee kita terus kompak selalu dan juga terima kasih kepada Pak kembali Pak Sekda, Pak Ramli untuk apa ee fasilitasinya ini ya dan kita tunggu nanti giliran lembaga pelatihan lain yang mengitakan piknik dan syukur tahun depan sudah terbentuk asosiasinya ini. Tepuk tangan untuk kita semuanya. [tepuk tangan] Nah, sambil mengingatkan tanggal berapa Bu Armi? 18 18 kita akan matangkan konsepnya ini. Kita ngundang pimpinan-pimpinan lembaganya ya agar kita konkret ya. Karena untuk tingkatan ee di fungsi ee apa ee kebijakan publik, kita juga lagi bikin hub kemarin dari Kementerian Hukum, Pak Menteri, kita bikin namanya network untuk apa namanya ee BSK, Badan Strategi Kebijakan ini kita buat namanya Poly Hub ya. Itu juga kita lakukan. Jadi kolaborasi itu kata kunci kita bagaimana untuk menghadapi e kondisi yang sangat dinamis seperti sekarang ini. Dan untuk itu sekali lagi saya menyampaikan terima kasih banyak kita kerja sebagai teamwork, kerja kompak dan kerja berdampak. Terima kasih untuk semuanya. Sekali lagi semoga segala niatan baik kita, upaya baik kita mendapatkan rida Allah subhanahu wa taala. Terima kasih beliau badayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [musik] Bapak, Ibu hadirin undangan yang kami hormati. Izin kami akan melaksanakan foto bersama. Kami undang teman-teman fotografer untuk hadir di atas panggung dan seluruh peserta mohon izin untuk bersama-sama kita akan berdiri. Kita akan abadikan momen foto [musik] bersama rapat koordinasi. Baik, mohon izin untuk yang pertama adalah formal terlebih dahulu. Hitungan 3 2 1. Sekali lagi. 1 2 3. Logo Lan. Izin Bapak logo LAN dulu. Lan. Izin Bapak logo LAN dulu. Oh, logo LAN dulu. Lan. Logo LAN dulu Bapak. Oke, L semuanya hitungan 3 2 1. Sekali lagi, 1 2 3. Sekarang semangat tangan sebelah kanan Bapak Ibu sekalian. Hitungan 3 2 1. Sekali lagi lebih semangat. 1 2 3. Boleh kita berikan tepuk tangan untuk kita semua. Demikianlah seluruh rangkaian acara pembukaan rapat koordinasi pelatihan kepemimpinan tingkat 2 tahun 2025. Semoga melalui kegiatan ini kolaborasi yang lebih kuat antara lain Republik Indonesia dengan BPSDM di Indonesia mencetak pemimpin-pemimpin transpersional yang berintegritas, mempunyai birokrasi yang menuju tata kelola pemerintahan berkelas. Akhir kata, wabillahi taufik wal hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Baik, mohon izin menginformasikan setelah ini akan ada panel discussion. seluruh peserta untuk tidak meninggalkan tempat. Terima kasih. pelayanan Publik membutuhkan aparatur yang profesional. [musik] Di tengah tuntutan zaman yang serba cepat, pelayanan publik membutuhkan aparatur yang profesional, adaptif, dan responsif. Peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah sebuah kebutuhan. Di satu sisi kita seringki menemukan tantangan-tantangan apakah bersifat internal ataukah bersifat eksternal. Kreativitas, inovasi, dan selalu beradaptasi dengan dinamika-dinamika yang berkembang baik internal maupun eksternal ASN. BPSDM Provinsi Jawa Timur tentu akan terus meng-update dan meng-upgrade dirinya. Berbagai terobosan yang dilakukan oleh BPSDM Jawa Timur membutuhkan kolaborasi multipihak agar berbagai inovasi pengembangan kompetensi memberikan dampak nyata terhadap kinerja pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia PPSDM Pemerintah Provinsi Jawa Timur [musik] senantiasa terus mencari terobosan dalam mengembangkan program Dik Jarte pendidikan, pengajaran, dan pelatihan. Dan di era saat ini kolaborasi [musik] menjadi sangat penting karena tentunya sumber pengetahuan atau knowledge ini tersebar di [musik] banyak pihak. Maka kolaborasi dengan berbagai stakeholder menjadi penting. Ekosistem ASN menyala. Multi-entry, Multi merupakan sebuah inisiatif untuk memberikan peluang yang lebih besar kepada ASN untuk belajar kapan saja, di mana saja dengan cara yang lebih mudah, cepat, dan relevan. [musik] Inisiatif ini bukan berdiri sendiri. Ia sejalan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara. yang mewajibkan pengembangan kompetensi dilakukan secara berkelanjutan. Lebih dari itu, ekosistem ini mendukung agenda besar pemerintah, reformasi birokrasi, Asta Cita, dan juga Sustainable Development Goals. Transformasi ini bukan hanya program formal, melainkan budaya baru dalam bekerja. ASN tidak lagi cukup hanya hadir di kantor, tapi harus terus belajar, berkembang. dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dalam jangka pendek pembangunan ekosistem ASN menyala dimulai dari komitmen bersama dengan seluruh jajaran perangkat daerah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah kabupaten kota. Selanjutnya pengembangan ekosistem ASN menyala dilakukan dengan cara penguatan dari aspek regulasi melalui revisi peraturan Gubernur nomor 2021 tentang sistem pembelajaran terintegrasi corporate university. Tahap berikutnya adalah menyusun daftar jenis pengembangan kompetensi yang berbasis pada hasil analisis kebutuhan pengembangan kompetensi training need analysis TNA. Untuk mendukung pembelajaran yang modern dikembangkan berbagai platform dan media pembelajaran seperti Learning Management System LMS dan YouTube ASN Dahar Ngopi dengan lima program utama yang kreatif dan menarik. [musik] BPSDM Provinsi Jawa Timur memfasilitasi pembentukan community of practice sebagai wadah kolaborasi dan berbagi pengetahuan antar ASN. COP bukan hanya ruang diskusi, tetapi juga sarana membangun budaya belajar bersama agar [musik] ASN Jawa Timur semakin adaptif, inovatif, dan siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat [musik] untuk mempermudah akses pengembangan kompetensi bagi ASN yang berada di wilayah kabupaten kota, BPSDM Provinsi Jawa Timur mengembangkan program kampus satelit di lima Bakorwil di Jawa Timur, yakni Bakorwil Pamekasan, Bakorwil Jember, Bakorwil Malang, Bakorwil Madiun, dan Bakorwil Bojonegoro. Melalui program kampus satelit ini, akses pengembangan kompetensi bagi ASN di wilayah lebih mudah dan lebih dekat. Program Kampus satelit ini menyajikan program-program pengembangan kompetensi ASN yang sesuai dengan kebutuhan spesifik wilayah sehingga dapat memberikan kontribusi nyata terhadap kebutuhan aktual ASN di daerah. Namun demikian, pengembangan ekosistem menyala membutuhkan dukungan stakeholder utama yang memiliki peran strategis dalam upaya pengembangan kompetensi sekaligus kinerja ASN di Indonesia. Lembaga Administrasi Negara, Badan Kepegawaian Negara, dan BPSDM Kementerian Dalam Negeri adalah stakeholder utama yang akan memberikan penguatan terhadap pengembangan ekosistem menyala ini. Saya Dr. Muhammad Taufik, DA, Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia menyampaikan dukungan penuh terhadap proyek perubahan yang dirancang oleh Dr. Ramianto, SPMP, Kepala BPSDM Provinsi [musik] Jawa Timur yang berjudul Optimalisasi Akses dan Kualitas Pengembangan Kompetensi ASN di Jawa Timur melalui ekosistem menyala atau multi-entry, multiaxes. Nah, idenya adalah bagaimana ASN bisa terus belajar dan yang akan dibangun adalah ekosistemnya. bukan hanya satu sistem, tapi ekosistem sehingga ASN bisa belajar di manaun, kapanp dan dia selalu berada dalam suasana belajar karena ekosistemnya sudah terbangun. Saya mendukung penuh program ini. Bapak, Ibu para peserta Rakor mohon izin kami persilakan untuk kembali lagi karena kami akan melanjutkan acara masuk pada panel discussion. Terima kasih. Oh iya, langsung di itu aja. Lalala iya. Enggak apa-apa langsung diing aja dulu. Kemudian nanti Iya. Iya gitu aja santai aja. Silakan siap. Baik, selamat siang Bapak Ibu sekalian. Mohon izin kepada Bapak, Ibu sekalian yang mungkin masih berada di luar ruangan, kami silakan untuk dapat berkenan kembali ke tempat duduk yang telah disediakan. Karena sesaat lagi kita akan bersama memulai diskusi panel pada kesempatan kali ini. Mohon izin Bapak Ibu sekalian, kami mengundang kembali untuk Bapak, Ibu dapat duduk dan kondusif kembali karena sesaat lagi kita akan masuk pada diskusi panel. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Selamat siang Bapak Ibu sekalian. Boleh saya sapa kembali. Selamat siang Bapak Ibu sekalian. Bagaimana? Apakah semangatnya masih terjaga dari pagi tadi? Masih semangat Bapak Ibu? Baik. Terima kasih, Bapak Ibu. Boleh saya minta tepuk tangannya yang paling meriah terlebih dahulu. Tentu saja hal ini menunjukkan bahwa Bapak Ibu tetap semangat untuk melanjutkan berbagai aktivitas pada kesempatan kali ini. Karena sangat menarik Bapak Ibu kalau tadi kita sudah ikuti bersama acara pembukaan, kita akan lanjutkan dengan diskusi panel dengan beberapa narasumber yang akan memberikan paparan pada kesempatan kali ini. Bapak, Ibu tentunya saya sungguh berterima kasih dan juga suatu kehormatan bagi saya Stefani Imelda hari ini akan membersamai Bapak Ibu dalam diskusi panel. Tentunya saya juga menyapa kepada tamu-tamu kehormatan Bapak Ibu sekalian yang hadir dari LAN RI dan juga dari BPSDM Provinsi Jawa Timur. Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan berbahagia pada kesempatan kali ini. Baik, Bapak Ibu sekalian, sebelum kita akan memulai karena memang hari ini dan pada kesempatan kali ini diskusi panel harus diikuti secara fokus, harus diikuti secara cermat sama dengan tujuan dari corporate university, pembelajaran berintegritas. Untuk itu bolehkah saya izin mengajak Bapak Ibu untuk menyuarakan jargon terlebih dahulu? Boleh. Mohon izin. Baik. Jika nanti saya suarakan LAN RI, Bapak Ibu dapat berkenan menjawab bigger, smarter, better. Bigger, smarter, better. Ini adalah tagline resmi dari LAN RI. Boleh dicoba Bapak Ibu. Mohon izin. LAN RI. Bigger, smarter. Wah, sudah cocok sepertinya. Sekali lagi ya. L bigger, smarter, better. Baik dan dilanjutkan untuk tagline Jawa Timur. Kalau saya suarakan Jawa Timur gerbang baru Nusantara. Boleh kita coba. Jawa Timur, Gbang Baru, Nusantara. Baik, untuk itu kita akan sambungkan keduanya Bapak Ibu ya. Mohon izin dapat diberikan semangatnya yang paling luar biasa Bapak Ibu ya. L RI bigger, Smar, better. Jawa Timur Nusantara. Boleh bersama kita berikan tepuk tangan yang luar biasa Bapak Ibu. tentunya sesuai dengan judul acara pada kesempatan kali ini yakni rapat koordinasi pelatihan kepemimpinan nasional tingkat 2 tahun 2025 yang hari ini kita akan membahas secara tuntas bagaimana seorang pemimpin bukan hanya mereka yang berdiri di depan, namun mereka yang bisa untuk selalu mendengarkan, bekerja sama dan turut andil dalam berbagai posisi. Kita tidak hanya sebagai pemimpin yang untuk dituruti saja, namun bagaimana kita bisa memberikan semangat di hati orang lain. Jadi, Bapak Ibu hari ini karena nanti di sesi selanjutnya Bapak Ibu akan terbagi dalam beberapa kelompok dan akan masuk pada beberapa kelas. Hal ini sangat penting Bapak Ibu sehingga kita akan berlatih soal kepemimpinan yang bukan tentang bagaimana menjadi yang paling kuat tetapi harus menjadi kekuatan di setiap hati orang. Tentu saja hal ini merupakan satu visi dan misi dengan ASN terutama Provinsi Jawa Timur. Boleh sekali lagi kita berikan tepuk tangan yang luar biasa Bapak Ibu. Baik, untuk yang pertama saya akan undang narasumber-narasumber yang akan menjelaskan secara tuntas terutama dalam Corporate University. Untuk itu saya akan undang kepada yang pertama Dr. TR Erna Irawati, Esos Empol ADM. Beliau adalah deputi bidang transformasi pembelajaran ASN LAN Republik Indonesia. Baik, silakan Ibu berkenan untuk menempati tempat duduk yang telah disediakan. Boleh mohon izin di sebelah kami boleh kita berikan apresiasi sekali lagi untuk Ibu cantik yang telah hadir membersamai kita semua. Silakan mohon izin dapat duduk Ibu. Dan selanjutnya juga membersamai Ibu Erna Irawati, kita akan undang bersama Deputi Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN LAN Republik Indonesia. Kepada yang kami hormati Dranda Armi Winarti, M.Si. Kepada beliau kami silakan. Baik, sudah ada dua sosok wanita hebat di sebelah saya yang akan menjelaskan bagaimana sebetulnya corporate university ini akan dilanjutkan. Selamat pagi Ibu-ibu sekalian. Mungkin mohon izin dapat dicek terlebih dahulu mic-nya. Boleh disapa dulu. Mohon izin untuk Bapak Ibu sekalian. Selamat pagi Bapak Ibu semuanya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Silakan Ibu juga berkenan untuk menyapa terlebih dahulu ya. Tentunya selamat pagi juga untuk Bapak Ibu semuanya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat untuk kita semuanya. Baik, terima kasih. Baik, Ibu-ibu yang berada di depan ini. Beliau akan menjelaskan dengan seksama begitu ya. terutama untuk yang pertama rekognisi pembelajaran lampau program khusus dan desain outcome based learning dalam kerangka corporate university yang pada kesempatan kali ini akan disampaikan oleh Ibu Erna Irawati. Untuk itu kepada beliau kami silakan mohon izin dengan durasi waktu 15 menit kurang lebih. Silakan. Terima kasih. Izin ya Mbak ya. Silakan boleh di podium boleh juga dengan duduk kita akan dengarkan. Terima kasih banyak sekali lagi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi. Salam sejahtera Bapak Ibu semuanya. Izin saya berdiri dan ada di depan. Kalau di bawah saya terlalu pendek Bapak Ibu nanti yang di belakang enggak ngelihat gitu. Jadi sekali lagi terima kasih selamat bertemu lagi di rapat koordinasi penyelenggaraan PKn tingkat 2. Tapi ada spinf-nya sedikit. Kami dari kedeputian transformasi akan sedikit menginformasikan yang tadi disebutkan Mbak moderator yang cantik ini tentang rekognisi pembelajaran dan juga nanti saya akan apa namanya menginformasikan dalam konteks corporate university. Mungkin next saja paparan saya agak banyak tapi saya akan skip di banyak hal Bapak Ibu. Jadi sekali lagi ini biasanya memang yang menjadi acuan kita apapun pelatihannya adalah Undang-Undang 20 tahun 2023 khususnya kalau pengembangan kompetensi adalah pasal 49. Jadi ini wajib kalau kita semua bisnisnya atau pekerjaannya di pengembangan kompetensi ini adalah pasal yang menjadi acuan kita. Nah, di sini Bapak Ibu yang menjadi dasar utama pendekatan pembelajaran terintegrasi atau corporate university dan pengakuan pembelajaran. Jadi ee kedeputian transformasi pembelajaran memberikan akses, mencoba melakukan berbagai transformasi untuk menyediakan akses. Semua ASN wajib melakukan pengembangan kompetensi diberikan aksesnya. Kemudian yang kedua pendekatannya apa? Pendekatannya adalah corporate university. Kalau kita sudah melakukan corporate university harus terintegrasi salah satunya dengan manajemen ASN makanya dikenalkan mengenai pengakuan pembelajaran. Next. Next saja. Nah, ini adalah prinsip yang kita gunakan untuk melakukan pembelajaran terintegrasi. Yang pertama adalah terintegrasi di mana ada keterhubungan antara semua sistem dan subsistem yang ada di dalam organisasi kita untuk melakukan pengembangan kompetensi. Jadi tanggung jawab pengembangan kompetensi ada di semua unit kerja, ada di setiap individu, tidak berpusat kepada training setter atau lembaga penyelenggara pelatihan atau bahkan biro SDM-nya, Bapak, Ibu. tapi semuanya bertanggung jawab dengan tata kelola tersendiri. Kemudian yang kedua adalah memanfaatkan teknologi digital. Karena apa, Bapak Ibu? Perubahan saat ini yang mendikti utama adalah teknologi. Dan ketika berbicara pengembangan kompetensi kita dihadapkan kepada keterbatasan misalnya anggaran, akses dan lain-lain. Teknologi bisa menjembatani ke sana. Yang kedua adalah inovasi cara belajar kita baik produk maupun metodenya. Project based learning, outcome based learning, flexible learning, experiential learning, dan lain-lain menjadi metode-metode yang sekali lagi harus kita biasakan. Kemudian yang keempat adalah bagaimana kita menciptakan sebuah ekosistem. Kalau tadi creative financing adalah salah satu tujuan dari ekosistem, tapi kolaborasinya tidak hanya creative financing, tapi juga dalam bentuk produk-produk pembelajaran yang lainnya. Mungkin next. Kemudian ini sudah umum Bapak, Ibu. Perlan 6, Keplan 306 ini umurnya sudah ee 2 tahun dan 1 tahun. Jadi ini sedikit mengingatkan saja mengenai kebijakan corporate university. Ada materinya nanti bisa diakses di link yang saya sampaikan di sini atau melalui media sosial dari lembaga administrasi negara. Next. Kemudian eh ini corporate university ini harus berkontribusi terhadap tujuan strategis nasional dan juga tujuan strategis yang ada di instansi bisa diangkat isu-isunya pengembangan kompetensi melalui corporate university. Next. Sebenarnya saya lebih kepada Bapak Ibu, Korpu ada dua level, level nasional dan level instansi. Level nasional yang mengorkestrasikan yang bertanggung jawab sepenuhnya adalah lembaga administrasi negara. Saat ini kami sedang finalisasi HCDP nasional, Bapak, Ibu. Ini produk kolaborasi BAPENAS, BPKP, Menpan dan lain-lain. BKN juga ada di sini. kita akan segera selesaikan nanti kita jadikan acuan pengembangan kompetensi secara nasional. Tapi nanti di instansi juga ada corpu instansi ada produknya banyak salah satunya produknya adalah HCDP instansi dan individual development plan yang saat ini pedomannya sudah kita keluarkan nanti di sini ada Bapak Ibu. Jadi sekali lagi saya akan lebih membedah lebih banyak adalah yang corpu instansi ini. Next. Korpu instansi pedomannya sudah 1 tahun, perlannya sudah 2 tahun, Bapak, Ibu. Jadi, saya tidak akan mendalami ke sana. Tapi ini yang ingin saya sampaikan adalah apa peran aktif yang bisa dilakukan lembaga penyelenggara pelatihan atau khususnya kawan-kawan kalau di daerah di BPSDM pemerintah provinsi. Apa perannya? Yang pertama adalah memastikan kalau tadi Pak Taufik menyebutkan BPSDM Provinsi adalah hubnya kalau kita berbicara Korpu, kita berbicara mengenai rekognisi pembelajaran ada dua, Bapak Ibu. Yang pertama adalah memastikan penyeleng penyelenggaraan corpu instansi di wilayahnya. Kalau kami memiliki Pusdjar, Bapak Ibu, Bapak Ibu ee bisa berkomunikasi dengan kawan-kawan Pusdar, tapi ada di beberapa lokasi meskipun kita sudah bagi, tapi kita juga ingin mengaktifkan kawan-kawan yang ada di BPSDM untuk menjadi mengkoordinasikan penyelengaan korpu di wilayahnya masing-masing. Jadi yang pertama adalah memetakan penyelenggaraan korpu di wilayahnya. Di wilayahnya yang sudah menyelenggarakan korpu berapa, maturitasnya seperti apa. Ini dipetakan. Yang kedua adalah melakukan advokasi kebijakan. Ini yang saya sebutkan Bapak Ibu, kebijakan selama kurun waktu 1 tahun Bapak Ibu kami ada di dapurnya Korpu Bapak Ibu. Jadi kita sudah keluarkan saat ini yang pertama adalah Perlan 6. ini produk 2023 P3K Bangkom dulu. Kemudian Keplan 306 2024 juga P3K. Jadi ini produk yang lama. Kemudian kedeputian transformasi ada SE nomor 9 tentang akselerasi penerapan Korpu. Ini surat edarannya sudah kita luncurkan dan nanti Bapak Ibu pada Agustus saat ini kita meluncurkan surat untuk kawan-kawan yang sudah melakukan self assessment untuk maturitas corpo. Jadi intermediate high klaim-nya saat ini sudah kita lakukan des analisis yang memang sudah sesuai untuk intermediate high sampai dengan advance Bapak Ibu nanti kita akan ada apresiasi di akhir tahun mana yang corpu terbaiknya tapi des analisis kita lakukan dari self assessment kemudian yang kedua ada Perlan 5 yang nanti sedikit saya akan singgung karena akan dilaksanakan secara efektif tahun 2026 yang tadi Pak Tave Kawan-kawan yang sudah duduk di jabatan mengikuti program pengakuan ini yang keplannya tentang keplan nomor 465. Kemudian kita punya keplan tentang HCDP, keplan tentang IDP sudah ada semuanya Bapak Ibu. Jadi ini produk-produk hukum ketika kita berbicara mengenai penerapan corpu instansi. Kemudian yang kedua, yang ketiga peran dari BPSDM adalah menyediakan akses untuk belajar. Bisa melalui variasi akses, ada webinar seri, ada yang setiap 1 bulan menyelenggarakan bahkan 1 minggu, dan juga melalui knowledge management. Dan yang keempat adalah menyelenggarakan outcome based learning yang tadi disebutkan Pak Taufik saat ini Korpu Jawa Barat, Korpu Jawa Timur dan juga NTT menyelenggarakan yang nomor 4 ini, Bapak Ibu untuk Akademi Pengentasan Kemiskinan. Next. Ee kita next saja Mbak. Nah, ini Bapak Ibu tadi kalau kita berbicara peran apa yang bisa dilakukan oleh kawan-kawan BPSDM? Yang pertama tadi mengkoordinasikan penyelenggaraan korpu di wilayahnya masing-masing. Bapak, Ibu, ini data dari maturitas korpu yang saat ini kita miliki. Kalau kita lihat Bapak, Ibu untuk level nasional kementerian lembaga mayoritas Bapak Ibu ada yang berwarna biru meskipun intermediate law-nya juga sudah lumayan tinggi gitu. Sedangkan untuk kementerian lembaga ee Jatim, Jatwa Tengah, DIY, dan DKI Jakarta memang ini yang kalau kita lihat mayoritas ada di intermediate low, high-nya sudah tinggi. Tapi Jabar, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali, Lampung, Bapak Ibu intermediate law-nya lebih tinggi daripada yang hijau gitu. Kalau yang Jatim, Jateng, dan lain-lain sudah agak seimbang. Sedangkan untuk Sulawesi, Maluku, Papua, Bapak Ibu mayoritas masih diinisial. Kemudian di wilayah Kalimantan masih tinggi inisial meskipun lebih kecil dibandingkan kawan-kawan di Papua, Sumatera juga sama. Nah, ini yang nanti Bapak Ibu bisa melakukan koordinasi di wilayahnya masing-masing untuk memastikan di wilayahnya apa level maturitas atau bahkan mungkin ada beberapa kabupaten kota yang belum melakukan self assessment untuk maturitas corpo. Kami menyediakan instrumennya dan sistemnya maturitaslan.go.id sudah kita sediakan. Next. Kemudian kalau akses pembelajaran ini sudah banyak praktiknya Bapak Ibu karena sering sekali ada webinar di Jawa Timur, di Sumatera Barat, di Jogja dan lain-lain. Di Jawa Tengah ini sudah banyak. Ini lebih kepada semakin digiatkan mengingat bahwa anggaran-anggaran juga semakin efisien di tahun 2026. Next. Next, Mas. Nah, ini Bapak Ibu yang surat edaran yang tadi saya sebutkan gitu ada kita sudah menetapkan di HCDP nasional yang kita sebut sebagai generik kompetensinya semua ASN di Indonesia dan kami mengharapkan semua corpu menyelenggarakan yang generik. Kalau bahannya enggak ada bisa kontak ke kami Bapak Ibu. Kami memiliki bahan untuk yang tengah ini, Bapak Ibu. Misalnya untuk literasi digital itu di RPJMN jelas Bapak Ibu 50% ASN harus memiliki budaya digital yang oke dan ini menjadi kewajiban kita bersama. Makanya di sini kita melalui surat edaran memastikan dan bahkan kita menyediakan linknya. Kemarin Menpan juga mengeluarkan surat edaran tersendiri. Itu kerja sama antara LAN, MenPAN, BKN, dan KOMDJI. Bapak, Ibu, kita coba menghitung apakah sudah 50% atau belum. Sampai dengan November, Bapak, Ibu capaian kita sekitar 70%. Jadi, dari target 50% kita menggunakan angka jumlah ASN sekitar 50%-nya 2,7 juta. Dari 2,7 juta saat ini sekitar 1,6 juta yang sudah melakukan pembelajaran untuk literasi digital melalui program-program lembaga administrasi negara, Komdigi BKN, dan kawan-kawan MenPAN. Jadi ini kita sudah lakukan sekitar 30, tapi saya yakin praktik di daerah sudah banyak tapi cara mengidentifikasi ini yang belum. Sehingga kami saat ini sedang mengaktifkan cara mengidentifikasi untuk memastikan 50% tadi dapat tercapai. Kemudian adaptasi dan inovasi target kita adalah 6% pegawai ASN semuanya memiliki pengembangan kompetensi yang substansinya adalah adaptasi dan inovasi. Kemudian ada praktik ramah lingkungan, layanan unggul atau pelayanan prima, dan juga anti korupsi. Jadi sekali lagi Korpu yang ada di semua instansi pemerintah kami harapkan untuk kontribusi mencapai yang generik ini juga dilakukan dan kita sedang mengembangkan cara untuk melakukan identifikasi presentasinya. Kemudian yang sebelah kanan Bapak Ibu, kami memiliki komunitas corporate university. Silakan bergabung di situ banyak Bapak Ibu ada yang sharing event-nya, ada pertanyaan, diskusi dan lain-lain dilaksanakan di sana. Next. Kemudian kita skip saja yang ini. Ee ekosistem ini kami sedang menggagas ee perlannya kemarin sudah harmonisasi ini nanti akan segera kita luncurkan. Tapi pada dasarnya Bapak, Ibu ketika kita berbicara mengenai corporate university, kita menciptakan sebuah ekosistem. Ekosistem ini bagaimana kita bekerja sama antara semua unsur baik yang berperan sebagai perumus kebijakan, memiliki sumber daya, kemudian mungkin juga usernya baik swasta maupun non swasta bisa bekerja sama untuk mengembangkan kompetensi bagi ASN-nya. Jadi ini ee apa namanya? beberapa cakupan dari ekosistem kita. Lanjut, lanjut saja, Mas. Lanjut, lanjut, Mas. Nah, tadi Bapak, Ibu eh kalau corporate university yang kita harapkan nanti tanggal 26 di Jawa Timur juga Bapak, Ibu ada forum Corpu yang memang agenda kita adalah akan sharing praktik terbarik dari semua yang sudah melaksanakan corporate university di instansi pemerintah dan akan dibentuk asosiasi corpu untuk instansi pemerintah. Harapan kami kawan-kawan dari BPSDM sebagai chief of learning officer-nya dalam konteks corporate university ada empat peran tadi menjadi agenda dari kawan-kawan di tahun 2026 ke depan. Sedangkan satu lagi tadi kita sebutkan ketika kita sudah menerapkan corporate university terus bagaimana gitu. Salah satunya ciri khas sebuah pembelajaran terintegrasi adalah mengintegrasikan hasil pembelajaran dengan manajemen ASN-nya. Jadi ini kita membuat sebuah kebijakan. Kalau sekarang akses belajarnya sudah bervariasi. Ada formal, ada sosial, ada experiential learning. Pengakuannya yang saat ini kita kenalkan yang formalnya. Bagaimana mengakui yang sosial dan experi experiential learning. kita mengeluarkan kebijakan yang tadi sudah saya sebutkan. Next, ini kebijakannya eh sori, Mas, ya. Ini jadi kita sudah mengeluarkan Perlan 5 pengakuan pembelajaran dan juga Keplan yang kemarin sudah kita sosialisasikan di bulan Oktober, Bapak, Ibu. Pedoman rekognisi pembelajaran lampau program khusus. Kalau Bapak, Ibu sering mendengar saya menyebutkan relaksasi. Relaksasi itulah program khusus ini gitu. Dan ini tahun 2025 kita sudah lakukan pilot project untuk dua model. Mungkin next, Mas. Ah, di sini kita lanjut saja. Ini pernah kita sosialisasikan ke teman-teman. Kemudian ini skema pengakuannya dalam konteks normal bukan yang relaksasi Bapak Ibu. Maturitas korpu menjadi inti ketika Bapak Ibu nanti ingin mengajukan rekognisi. Jadi untuk kawan-kawan yang sudah intermediate high baru boleh melakukan pengakuan. Kalau belum mekanismenya belum bisa kita jalankan Bapak Ibu. Cuman kalau yang program khusus berbeda gitu. Tapi kalau nanti ee program kredensial yang normal dipastikan korpunya harus jalan dulu baru kita bisa mengakui pembelajaran selain formal tapi melalui sosial dan experiential learning baru boleh direkognisi kalau corpunya sudah memiliki maturitas intermediate high minimal. Next. Kemudian ini yang menjadi tadi Pak Taufik sebutkan sampai dengan 202 awal Bapak Ibu kita akan menerapkan program khusus yang kalau terminologi normal kita sebutnya adalah relaksasi. Program ini diperuntukkan untuk kawan-kawan yang sudah duduk di jabatan manajerial pengawas administrator JPT Pratama. Kalau JPT madya program khususnya nanti di kawan-kawan D3 gitu. Jadi kita hanya menangani L eh sori PKP PKA yang yang pengakuan disetarakannya adalah untuk pengawas, administrator dan juga JPT Pratama dan sudah duduk 1 tahun ke atas. Kalau belum duduk 1 tahun ke atas tidak boleh mengikuti program khusus ini. Next. Ini persyaratan pencalonan penugasan. Next saja, Mas. Tahapannya Bapak Ibu ada dua. Yang pertama karena ini programnya adalah pengakuan terhadap pengalaman yang sudah dimiliki oleh pejabat. Ada dua tahapan yang dilakukan. Yang pertama adalah evaluasi terhadap pemahaman terhadap kompetensi pemimpin. Kemudian yang ketiga adalah bagaimana mereka membawa pembaharuan di dalam organisasi. Kita sebutnya adalah evaluasi apakah mereka sudah melakukan transformasi atau belum. Jadi nanti modelnya ada dua Bapak Ibu. untuk yang sudah duduk di atas 1 tahun mengklaim sudah memiliki transformasi. Dan bagi mereka yang belum memiliki transformasi untuk menetapkannya ada instrumennya Bapak Ibu. Instrumennya harus ketemu semua dan nanti tim harus memutuskan apakah transformasi yang sudah dilakukan bisa diklaim mereka langsung ujian atau kalau tidak bisa diklaim mereka ada program khusus selama 1 bulan. Tapi kelas khususnya hanya 3 hari, Bapak, Ibu. Next. Ini Bapak Ibu yang untuk kawan-kawan yang misalnya belum memiliki transformasi. Kalau belum memiliki transformasi Bapak Ibu ini jadi mereka memang akan melakukan self assessment dulu untuk yang kompetensi umum tadi dalam satu sistem. Sistem kita menggunakan Sibangcom. Kemarin di PALT Project sudah kita gunakan ada beberapa mata pelatihan, kemudian ada soal self assessment. Kalau enggak lulus misalnya kita kelompokkan menjadi tiga bagian seperti kurikulum pelatihan kepemimpinan. Kalau tidak lulus hanya salah satu agenda, dia hanya mengulang di agenda itu. Jadi mereka harus memiliki tiga surat keterangan dari yang sifatnya self assessment. Bagi yang mereka belum memiliki transformasi, kita ada kelas transformasi itu bisa dilaksanakan secara klasikal maupun secara daring. Nanti seperti ini. Jadi kalau untuk PKP PKA kita menggunakan desain thinking. Kalau untuk eh JPT kita menggunakan sistem thinking Bapak Ibu untuk mend-irect mereka menggunakan sebuah transformasi. Jadi untuk transformasinya nanti hanya 30 hari dan juga penilaiannya di ujung saja karena mereka memang dibimbing untuk membuat sebuah transformasi. Jadi tidak ada seperti kayak seminar rancangan tidak ada karena dibimbing secara intensif baru nanti mereka langsung melaksanakan baru mereka ee apa namanya showcase-nya itu di ujung untuk diberikan penilaian. Lanjut. Kemudian ini ee untuk yang apa namanya yang mau daring, mau klasikal itu bisa kita lakukan. Next. Next saja. Ini sama. Nah, jadi ada dua model Bapak Ibu. Kalau yang model semua pertama misalnya kita melakukan identifikasi di instansi kita misalnya kita mendapatkan angka yang sudah di atas 1 tahun sudah duduk di administrator mendapatkan angka tertentu. Kita akan melakukan analisis terhadap data ini. Mana yang akan memiliki program yang dengan transformasi atau tanpa transformasi. yang tanpa berarti mereka lulus Bapak, Ibu bahwa dia mengajukan sebuah inovasi yang sudah dilakukan minimal 1 tahun ke atas, sudah memiliki ee memenuhi kriteria yang ada di dalam kebijakan kita. Mereka langsung pembuktian, Bapak, Ibu. Untuk pembuktian biasanya yang ee pembuktian instrumennya adalah hasil. Valuasi nilai ekonomi menjadi kunci. Bapak, Ibu kemarin di pilot project kita per peserta itu harus sudah ada dan dicantumkan secara eksplisit seperti ini hitungannya seperti ini itu harus sudah ada. Jadi yang sudah kita selesaikan adalah yang mereka sudah memiliki transformasi. Kemarin ada 23 orang Bapak Ibu dari kebetulan kami menawarkan ke BPSDM tapi ternyata sudah habis semua. Berarti terima kasih Bapak Ibu taat ini untuk yang Jawa Tengah, Jawa Timur kami menawarkan Jawa Barat juga semuanya sudah mengikuti PKN 2 sehingga kemarin di piloting yang sudah memiliki transformasi kita dari BAPENAS, dari Seknek dan juga dari BPPOM. Saat ini minggu depan adalah untuk kelas yang mereka belum masuk kriteria memiliki transformasi. kita akan seminar showcase-nya minggu depan. Kalau ini pemerintah daerah ada Bapak Ibu, kebetulan dari Kota Malang ada yang ikut untuk dari BKN banyak Bapak Ibu variasinya pesertanya 29 akan menyelesaikan. Jadi mereka dibimbing 3 hari kita kerja sama dengan kawan-kawan Maksima Bapak Ibu dari swasta untuk membimbing mereka membuat menggunakan sistem thinking untuk membuat sebuah transformasi. showcase-nya minggu depan mereka akan men-showcase kan sesudah 1 bulan. Jadi nanti di awal Desember kita akan graduasi. Kemarin untuk yang sudah memiliki transformasi kita sudah lakukan graduasi. Jadi piloting-nya sudah selesai. Ada beberapa perbaikan dari sisi instrumen dari hasil piloting ini dan ini akan kita scale up tahun 2026. Kita akan buka. Silakan Bapak Ibu identifikasi. Kemudian buat program. kita akan letakkan kawan-kawan BPSDM untuk mengkoordinasikan. Caranya apa? Yang pertama, Bapak Ibu mengkoordinasikan. Kami minta bantuan dari Bapak Ibu untuk melakukan pemetaan, advokasi kebijakan dan juga monitoring evaluasi. Kemudian yang kedua adalah tadi Bapak Ibu untuk tim menetapkan di kabupaten kota di wilayah masing-masing untuk menetapkan apakah orang ini masuk di model satu yang sudah memiliki transformasi atau belum memiliki transformasi. Kita akan libatkan kawan-kawan dari BPSDM menjadi tim untuk menetapkan itu. Kemudian yang kedua menyediakan coach untuk transformasi. Hari Jumat, Bapak Ibu. Eh, hari Senin ini hari apa? Hari Rabu. Hari Senin, Bapak Ibu kita mengirimkan undangan ke kawan-kawan BPSJM untuk mengiriamkan calon coach Bapak Ibu untuk kita berikan pembekalan hari Senin besok. Kita akan meminta kawan-kawan Maksima untuk membantu teman-teman untuk coach transformasi itu seperti apa. Setiap BPSDM dua atau tiga orang saya agak lupa kalau enggak salah tiga orang gitu. Nanti hari Senin, Bapak Ibu. Kemudian ee yang keempat adalah menyediakan penguji untuk transformasi. Next, Mas. Nah, penguji transformasi ini tiga orang, Bapak Ibu. Tidak hanya satu orang. Tiga orang ini. Jadi, yang pertama Bapak Ibu unsur internal. Unsur internal tidak harus atasan langsung. Kemudian yang kedua adalah unsur eksternal. Kemarin menarik Bapak Ibu, kawan-kawan BAPENAS itu menghadirkan yang terdampak karena waktu itu tentang energi Bapak Ibu dari salah satu perusahaan swasta ya. Dia nguji menguji dari proses transformasi yang dibuat oleh teman-teman. Kemudian yang ketiga adalah pemangku kepentingan. Jadi ada tiga dari penguji transformasi ini yang nanti kawan-kawan dari BPSDM juga menyiapkan menjadi bagian dari tim penguji internal. Kemudian nanti kalau eksternal dan kalau pemangku kepentingan biasanya kita minta dari instansi masing-masing untuk transformasinya apa, stakeholdernya itu siapa, mereka yang akan menetapkan. Jadi bukan peserta Bapak Ibu. Kalau peserta kan bisa ngomong kamu yang nguji saya gitu. Tapi tidak. Tapi ini menjadi sebuah tim yang menetapkan siapa pengujinya dan kemarin kita sudah praktikkan berjalan dengan baik dengan beberapa catatan perbaikan. Kemudian lanjut ah ini proses bisnis untuk relaksasi atau program khusus. Saya masih sebutnya relaksasi tapi di kebijakan sebutannya adalah program khusus. ee ada beberapa remedial tetap Bapak Ibu ketika mereka tidak memenuhi standar yang sudah ditetapkan, ada beberapa remedial memang yang harus dilakukan oleh peserta. Nanti saya akan sharing ke teman-teman dan secara khusus Bapak Ibu secara teknis kita akan segera lakukan sosialisasi terkait penerapan ini dan juga untuk IDP dan HCDP yang juga ditunggu oleh teman-teman. Satu lagi yang sering ditanyakan, knowledge managementen. Tapi knowledge managemen ee belum bisa kita selesaikan Bapak Ibu. Di tahun 2025 awal 2026 kita akan keluarkan yang pedoman knowledge managementen. Next. Nah, e ini untuk sertifikatnya seperti apa gitu. Jadi untuk program relaksasi atau program khusus Bapak Ibu setiap peserta nanti untuk sertifikat pemenuhan kompetensi manajerial sesuai dengan Permenpan 38 wajib memiliki tiga surat keterangan dan satu. Jadi ee tapi ini secara sistem yang tiga ini pasti ketemu Bapak Ibu kalau enggak lulus lari ke modul dia akan kembali ujian lagi. Dia akan bisa mengumpulkan tiga surat keterangan. Kemudian kalau yang transformasi biasanya kita sudah gabungkan semuanya akan dikeluarkan sertifikat yang membuktikan bahwa peserta telah memenuhi sertifikasi kompetensi dan ini sertifikatnya sudah langsung ke BKN juga Bapak Ibu untuk disetarakan dengan kawan-kawan mengikuti pelatihan kepemimpinan. Jadi semuanya sistemnya sudah kita siapkan. Piloting di tahun 2025 ini sudah dilaksanakan baik yang dengan maupun tanpa transformasi. Nanti kalau ada pertanyaan secara spesifik saya persilakan. Next. Kayaknya sudah selesai deh bagian saya. Next, Mas. Oh, pembiayaan. Kami memang tidak membuat PNBP, Bapak, Ibu. Karena untuk ngejar PNBP-nya enggak ketemu, Bapak, Ibu. tadi program akan ketemu 2029 Bapak Ibu untuk ngurus PNBP itu sekitar 2 tahun sehingga memang untuk pembiayaan program khusus ini basisnya adalah swakelola dari hitungan kami untuk peserta yang sudah memiliki transformasi dengan self assessment R0 dari lembaga administrasi negara per peserta itu hanya sekitar ee ini yang memiliki Bapak Bapak, Ibu sekitar 600.000 per orang. Ini untuk pembiayaan penguji yang tiga orang tadi, Bapak, Ibu. Di luar kalau Bapak, Ibu ingin menambahkan yang bawah, Bapak Ibu, jika ada penambahan materi tentang ee kepemimpinan komunikasi dan branding akan mempengaruhi harga ini gitu. Jadi ini khusus sebenarnya kalau program normal mereka self assessment dari lembaga administrasi negara belajar sendiri dan lain-lain 0. Penguji ada tiga orang sekitar 600.000 per orang. Sedangkan kalau tidak memiliki transformasi karena ada kelas tadi dengan kawan-kawan untuk membuat transformasi sekitar 3 hari Bapak Ibu ee satu angkatan 50 orang per orang 916.000 Ibu hitungan kami ke sana per orangnya gitu. Sehingga ee tapi sekali lagi bahwa kalau Bapak Ibu graduasinya mau dilaksanakan secara klasikal saya yakin ada tambahan pembiayaan. Tapi kalau online berarti tidak ada pembiayaan dan lain-lain sangat dimungkinkan. Kalau kami di Pilot Project graduasinya secara klasikal Bapak Ibu kemarin untuk yang dengan transformasi yang menutup adalah Bu Menpan dengan Pak Taufik. ee nanti untuk yang akhir tahun karena graduasinya masih akhir tahun kita belum bisa apa menjelaskan lebih rinci. Jadi ini dari sisi anggaran next, Mas. Ee ini rinciannya bawah Mas. Next. Ah, jadi Bapak, Ibu kalau nanti memerlukan rinciannya seperti apa, kami sudah siapkan untuk swakelola untuk program khusus atau relaksasi. Next. Jadi ini yang design learning seperti apa? Kalau Bapak, Ibu ingin klasikal ada perbedaan angka yang ada di situ. Jadi mau milih yang mana dipersilakan. Next. Penyelenggara Bapak Ibu untuk penyelenggara program relaksasi atau program khusus yang pertama adalah lembaga administrasi negara bisa menyelenggarakan kawan-kawan di Pusjar, kawan-kawan di Pejompongan boleh menyelenggarakan program khusus dari sisi kebijakan kami. Yang kedua adalah ee instansi yang memiliki unit Bankom terakreditasi. Jadi kawan-kawan BPSDM boleh menyelenggarakan membantu atau yang ketiga Bapak Ibu menjadi penjamin penyelenggaraan program relaksasi. Sebenarnya sama kebijakannya kalau konsep penjaminan mutu dilaksanakan. Jadi ini peran provinsi mengkoordinasikan, memastikan kemudian tadi ada coach, kemudian penguji dan lain-lain menjadi bagian kami sangat mengharapkan menjadi bagian dari penerapan corpu. Kawan-kawan saya masih ada satu lagi Bapak Ibu yang program khusus. Next, Mas. Ah, ini nanti kawan-kawan next saja. Next. Ini Bapak Ibu, kita menawarkan satu kebijakan terkait dengan penanganan isu-isu strategis nasional atau isu-isu strategis instansinya masing-masing atau wilayahnya masing-masing. Yang kami uji cobakan saat ini tahun ini di tiga lokasi di Probolinggo, Indramayu, dan Kota Kupang. ini boleh kalau kebetulan di tiga lokus ini kita menyelenggarakan akademi pengentasan kemiskinan Bapak Ibu kami punya satu akademi lagi akademi sekolah rakyat Bapak Ibu kalau ini keroyokan Bapak Ibu nah ini Bapak Ibu boleh silakan menyelenggarakan akademisnya mau ee BGN mau khusus di Jawa Timur ada isu strategis di Provinsi Jawa Timur di Jawa Barat sendiri silakan keuntungannya apa keuntungan Untungannya Bapak Ibu ketika Bapak Ibu ini dalam konteks corporate university Bapak Ibu menyelenggarakan corpu menyelesaikan isu-isu strategis pembangunan nasional atau kewilayahan. Bapak Ibu, keuntungannya apa? Program ini bisa dikombinasikan untuk pengakuan sertifikasi kompetensi manajerial, Bapak, Ibu. Jadi, skenarionya mungkin langsung skenarionya saja, Bapak. Kalau ini fasenya kita tidak memberikan secara khusus kompetensi manajerial misalnya mengelola diri, mengelola orang lain, mengelola pekerjaan, bukan Bapak Ibu, tapi lebih ke isunya apa. Makanya biasanya yang pertama kita bicara mengenai mindset adalah kebijakan tentang isu itu apa? Kalau pengentasan kemiskinan kemarin kita dengan kawan-kawan BP Taskin, KPPA dan lain-lain. Kalau kita berbicara misalnya sekolah rakyat Kemensos dan lain-lain yang masuk di sini Bapak Ibu. Baru kemudian yang kedua adalah bagaimana berkolaborasi antar semua pihak. Jadi basisnya bukan individu Bapak Ibu. Ini kelompok. Dan kelompok syaratnya harus ada JPT, harus ada administrator, harus ada pengawas, harus ada staf potensial yang ada di dalam kelompok ini. Bagaimana mereka berkolaborasi dan menetapkan indikator Bapak, Ibu misalnya kawan-kawan di Probolinggo tingkat kemiskinannya sekian, indikatornya yang mau diturunkan apa. Itu harus pada waktu di sini root cost radar ini harus ketemu. Kemudian tahapan yang kedua, problem discovery adalah peserta harus bertemu dengan targetnya Bapak, Ibu. Kemarin kawan-kawan kalau di Indramayu ketemu dengan nelayannya. Probolinggo juga nelayan. Di Kupang ketemu dengan targetnya siapa. Sampai membuat dari sini Bapak, Ibu, dia mengidentifikasi problem. Saya berterima kasih kawan-kawan Widya Iswara dari BPSDM Jatim, BPSDM Jawa Barat dan juga NTT. yang terjun langsung mengawal program ini sampai dengan mereka tadi, Bapak, Ibu, matching program itu bertemu dengan stakeholder, Bapak, Ibu. Peserta harus bisa berdialog, berkomunikasi, dan mendapatkan support dari kolaborasinya Probolinggo. Bapak, Ibu kemarin ee dari kawan-kawan KKP tahun ini bisa menyediakan pelatihan. Tahun depan benurnya disediakan oleh KKP. Kemarin nanyain berapa ton yang dibutuhkan. Jadi mereka sampai bisa berhitung begini, Bapak Ibu. Untuk hidup normal di Probolinggo itu satu rumah itu sekitar R juta. Sehingga kalau kita mau mengentaskan kemiskinan, minimal R9 rumah. Untuk Rp9 rumah dia membutuhkan mereka aksinya membuat kolam bundar. Bapak Ibu harus memiliki minimal dua kolam bundar, Bapak Ibu. Bagaimana memastikan mereka memiliki dua kolam bundar ini sehingga keluar dari 7 juta harus bisa sampai Rp9 juta. Sampai ke sana Bapak, Ibu hitungannya. Kemudian kalau di Indramayu, Pertamina itu melalui dua ee perusahaannya dia akan memberikan bantuan untuk kawan-kawan Indramayu. Kupang itu bank ee bank NTT Bapak Ibu R0 untuk mereka dengan akses yang lebih mudah di samping stakeholder yang lain. Jadi di sini matching program lebih ke sana sampai dengan showcase. Nah, apa terus untungnya gitu. Next, Mas. Next saja. Nah, ini Bapak Ibu alumni dari Akademi Pengentasan Kemiskinan. Bapak, Ibu nanti kan macammcam dalam kelompok ini gitu. Kita akan sortirin gitu mana yang masuk di ADM pengawas, mana yang administrator, mana yang levelnya JPT. Mereka akan kita buatkan sebuah program khusus Bapak Ibu untuk memenuhi kompetensi manajerialnya. Ada dua programnya, self assessment seperti program khusus tadi plus brandingnya Bapak Ibu. Brandingnya kalau yang pengawas dia harus ke arahnya pelayanan administrator perbaikan kinerja organisasi JPT untuk strategisnya. Baru nanti Bapak Ibu kita keluarkan sertifikat pemenuhan kompetensi yang disetarakan dengan pelatihan kepemimpinan sesuai dengan teman-teman ini gitu. Jadi ini basisnya kelompok tapi ujungnya tetap individu karena programnya individu. Jadi ada dua Bapak Ibu yang kami harapkan tadi untuk di 2026. Yang pertama adalah program khusus, yang kedua adalah akademi pengentasan Kemiskinan yang sebenarnya sesuai dengan Undang-Undang 20 di dalam RPP-nya bahwa pelatihan atau sertifikat pemenuhan kompetensi lainnya menjadi syarat untuk menduduki jabatan. kami mainnya adalah sertifikat pemenuhan kompetensi lainnya. Jadi mungkin itu Bapak Ibu dari kami paparannya banyak nanti saya akan sharingkan ke teman-teman tapi karena waktunya terbatas saya dicubitin Pak Andi Taufik kalau enggak selesai. Jadi sekali lagi terima kasih banyak wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih sekali lagi kepada deputi bidang transformasi pembelajaran ASN Dr. TR Erna Irawatios ADM. Terima kasih Ibu Erna untuk penjelasannya. Baik Bapak Ibu sekalian. Tentu saja dengan berbagai program yang telah dijelaskan oleh beliau, pastinya kita juga akan dipaparkan oleh penjaminan mutu tentang penyelenggaraan pendidikan kepemimpinan nasional dan juga terkait kebijakan penganggaran pelatihan. Dan mohon izin kita akan menyapa terlebih dahulu telah hadir bersama kami Sekretaris Utama LAN RI Bapak Dr. Andi Taufik, M.Si. Iya, selamat siang, Bapak. izin menyapa terlebih dahulu. Nanti setelah Ibu Armi nanti berkenan untuk menjelaskan terkait penganggaran. Baik, silakan kepada Dranda Armi Winarti, M.Si. Ibu Armi berkenan untuk menjelaskan terkait penjaminan mutu penyelenggaraan pendidikan kepemimpinan nasional. Kepada beliau kami silakan. Baik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang Bapak dan Ibu. Salam sejahtera untuk kita semuanya. ya ee mungkin melengkapi ya tadi ee apa yang disampaikan Bu Erna di dalam ee Rakor PKn ee saya di minta gitu ya untuk menyampaikan kaitannya dengan penjaminan mutu khusus untuk penyelenggaraan PKN 2. Dan pada kesempatan ini saya ee mungkin pertama mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan lembaga penyelenggara pelatihan yang tentunya telah bersama-sama dengan kami berkolaborasi ee melakukan kegiatan penjaminan mutu bersama-sama dan sejauh ini ee tentunya berjalan dengan baik ya. Jadi ee penjaminan mutu yang akan kami sampaikan di sini ee merupakan upaya gitu ya, upaya untuk kita bersama-sama melakukan penguatan untuk mendorong bagaimana peran lembaga penyelenggara pelatihan ini ee sejalan dengan apa yang tadi disampaikan Bu Erna perannya di dalam corporate university. Baik ee Bapak dan Ibu tentunya ee apa yang kami sampaikan terkait dengan kebijakan penjaminan mutu ini juga menjadi mandat yang ada di dalam Undang-Undang ASN yang tentunya kami punya tugas gitu. Khususnya di kedeputian kami di kedeputian penyadan mutu penggembangan kapasitas dan pembelajaran adalah untuk mengendalikan melakukan pengendalian atas pelaksanaan kebijakan teknis pengembangan kapasitas dan pembelajaran. Dan ini adalah sejumlah atau dasar hukum ya kebijakan kaitannya dengan ee penjaminan mutu. Ini sebetulnya produk dari Bu Erna juga. Saya melanjutkan berbagai ee kebijakan yang dulu memang ada di kedeputian 3 ya dan ee di tempatnya Bu Erna. Tetapi memang saat ini kami juga ee terus gitu ya melakukan penguatan dan juga review atas berbagai kebijakan khususnya kaitannya dengan ee pelaksanaan penjaminan mutu dan juga akreditasi yang akan kita selaraskan dengan corporate university. Lanjut ya Bapak dan Ibu ee mungkin kita pahami bahwa kebijakan penjaminan mutu orang melihatnya kalau kebijakan penjaminan mutu ya akreditasi gitu ya. Padahal banyak hal gitu ya kaitannya dengan ee penjaminan mutu. Selain akreditasi sebagai penjaminan mutu yang dilakukan secara nasional, ada bentuk-bentuk lain melalui ee penetapan kebijakan, forum-forum dan lain-lain dalam kerangka penjaminan mutu ini. Dan Bapak Ibu tentunya sebagaimana ee yang ee ada di dalam kebijakan penjaminan mutu ini merupakan upaya upaya untuk ee yang kita lakukan secara komprehensif untuk mengendalikan kualitas mutu dari penyelenggaraan pelatihan yang tentunya ini mempunyai tujuan yang ee sangat strategis gitu ya. Karena melalui penjaminan mutu kita ee berharap gitu ya, berharap memastikan untuk ee bagaimana kita meningkatkan kualitas lembaga ee mutu dari penyelengaran pelatihan dan juga menjaga kualitas mutu. Dan tentunya dengan penjaminan mutu ini kita akan ee terus ee mendorong untuk bagaimana lembaga-lembaga penyelenggara pelatihan ini terus menumbuh kembangkan ya budaya mutu di lingkungan e lembaga-lembaga penyelenggara pelatihan untuk juga nantinya bisa mendukung pencapaian visi dan misi dari lembaga-lembaga penyelenggara pelatihan yang tentunya akan mendorong ee bagaimana kepuasan dari stakeholder yang dilayani ee Ee baik Bapak dan Ibu tentunya ee kaitannya dengan kegiatan next ya Bapak dan Ibu ee kalau kita tadi Pak Taufik sampaikan ada penjaminan mutu eksternal, ada penjaminan mutu internal ya yang ee kita sesungguhnya ada tiga kalau kita melihat apa yang ee disebut dengan penjaminan mutu ini atau kebijakan penjaminan mutu. Yang pertama adalah penjaminan mutu nasional. Ini merupakan ee penjaminan mutu yang dilakukan oleh lembaga administrasi negara untuk mengendalikan mutu di dalam penyelenggaraan pelatihan ya sesuai dengan ee standar-standar yang ada yang salah satunya adalah akreditasi. Yang kedua adalah penjaminan mutu internal, yakni penjaminan mutu yang memang dilakukan oleh lembaga penyelenggara pelatihan ya secara mandiri untuk ee mengendalikan mutu penyelenggaraan pelatihan secara ee berkelanjutan dan sistematis. Yang ketiga adalah penjaminan mutu bagi lembaga pelatihan yang tidak terakreditasi. Jadi mungkin yang ketiga ini Bapak Ibu ee apa namanya? Ada beberapa lembaga penyelenggara pelatihan yang mungkin pada saat mempersiapkan penyelenggaraan itu melakukan izin prinsip ya ke lembaga administrasi negara ke Pak Tri dan lembaga pelatihan itu belum terakreditasi. beberapa lembaga kemarin ya sebelum diakreditasi ada Kemlu, ada Polri gitu ya melakukan ee kita melakukan penjaminan mutu untuk lembaga yang tidak terakreditasi dan khusus untuk PKN 2 memang ee penjaminan mutu dilakukan oleh LAN gitu ya. Nanti Pak Tri menunjuk apakah ee tempatnya Pak Giri atau di Pusjar yang lain dan seterusnya. Baik. Eh, tetapi untuk PJAM ini meskipun ini dalam konteks PKN 2 tetapi mungkin saya perlu sampaikan bahwa untuk penjaminan mutu bagi lembaga pelatihan yang tidak terakreditasi di luar PKN 2 ya bisa dilakukan tidak oleh LAN, artinya oleh lembaga pelatihan yang mempunyai nilai akreditasi minimal B gitu ya. Jadi tidak harus LAN di luar PKN 2 ya. Baik, lanjut Bapak dan Ibu ee mungkin di dalam forum ya mohon izin kita jedah sebentar untuk mendengarkan azan. Silakan Ibu duduk terlebih dahulu. Silakan untuk dilanjutkan, Ibu, ya. Ee baik, mungkin ee cepat aja ya, mungkin kami lanjutkan. Jadi, Bapak dan Ibu, tahun ini kami menyelenggarakan ee akreditasi untuk 41 lembaga pelatihan ya. di dalamnya ada ee akreditasi untuk program lembaga, termasuk juga tadi untuk lembaga yang tidak terakreditasi dan khusus untuk ee penyampaian informasi kaitannya dengan kegiatan hari ini. ada beberapa catatan yang kami temukan melalui ee catatan asesor ya pada saat visitasi dan juga ee pendalaman-pendalaman yang dilakukan yang coba kami petakan dan ini mungkin nanti akan menjadi bahan diskusi gitu ya yang bisa ditindaklanjuti sebagai upaya perbaikan bersama ee khususnya terkait dengan ee kebijakan ee pelatihan. Yang pertama kaitannya dengan tenaga pelatihan. Memang tadi Pak Taufik juga sudah sampaikan, kita temukan dan kita selalu kalau ke lembaga-lembaga pelatihan selalu sampaikan, "Bu, WI kita sudah sangat minim, ada krisis WI, formasi yang ditutup dan seterusnya gitu ya. Bahkan tadi yang Pak Taufik sampaikan juga kemarin dari Jambi ya kalau enggak salah ee tidak hanya WI yang untuk formasi JPT, tetapi WI yang dari karir pun itu ee banyak hambatan ya. Jadi ini yang juga menjadi PR bersama kami. Mudah-mudahan di forum-forum lain yang tadi Pak Taufik sampaikan di dalam ee nanti ada forum ee pengembangan kompetensi, mungkin isu-isu yang terkait dengan pengembangan kompetensi ini menjadi ee bagian dari tindak lanjut yang akan kita diskusikan. Dan ee yang berikutnya masih kaitannya dengan tenaga pelatihan itu pengajar. Jadi kita temukan berbagai catatan masih ada ketidaksesuaian antara agenda pemilihan awal untuk para tenaga pelatihan atau untuk ee Widya Iswara termasuk juga pergeseran jadwal sepihak. Mungkin ini karena adanya krisis widiswara sehingga widya iswara meskipun tidak sesuai agenda dipaksakan gitu ya. Jadi untuk konteks ini mungkin ee lembaga-lembaga pelatihan kita bisa ee untuk mereka ya yang sudah terakreditasi kita bisa mengupayakan pelaksanaan workshop, pelaksanaan ya model penyamaan persepsi untuk hal-hal yang seperti ini tidak harus tersentral di Jakarta, artinya di lembaga administrasi negara. mungkin dengan koordinasi melalui kedeputian tiga, lembaga-lembaga pelatihan juga bisa melakukan itu karena kan ada formasi WI baru yang memang belum ee apa terlibat di dalam ee penyelenggaraan PKN 2 dan seterusnya. Ini bisa dilakukan. Yang lain adalah ee masalah coach dan penguji ini juga menjadi catatan. tidak hanya catatan, tapi kami mendapatkan aduan publik kaitannya dengan ee penugasan coach dan juga penguji. Bahkan ada ee aduan-aduan yang lain kaitannya dengan keterlibatan para ee ini disinyalir ya meskipun kita sudah jadi ada keterlibatan dari ya penyelenggara yang ada di ee lembaga-lembaga penyelenggara pelatihan. Untuk itu mohon kepada Bapak dan Ibu semuanya khususnya kaitannya dengan penugasan untuk coach dan penguji. Karena kita sebetulnya sudah punya aturan yang sangat clear. Siapa sih yang berhak menjadi coach, siapa sih yang menjadi penguji? Ini ee mohon bisa diikuti dengan ee baik ya. termasuk bagaimana catatan kaitannya dengan kode etik baik itu penguji maupun coach. Jadi ini yang yang perlu menjadi perhatian karena ini menjadi isu yang sangat kritis pada saat ada ya aduan model aduan mungkin sebetulnya tidak tidak seperti itu gitu ya tetapi ya ada suara-suara yang akhirnya ya effort Bapak Ibu menjadi menjadi perlu gitu ya perlu untuk ee terus melakukan tadi ee bagian dari penjaminan mutu ini ya. Terus yang berikutnya kaitannya dengan pelibatan praktisi dan pakar. Memang kita masih menemukan untuk penyelenggaraan ee PKN 2 ini masih minim gitu keterlibatan untuk praktisi maupun pakar. Ada juga beberapa temuan yang kita lihat bahwa keterlibatan praktisi maupun pakar itu tidak sesuai dengan agenda yang ada. Jadi ee ini juga ee mohon bisa menjadi catatan kita bersama dan kita berharap kaitannya dengan tenaga pelatihan mungkin Widya Iswara juga didorong gitu ya, tidak hanya dia fokus ke Disrti tetapi ada forum-forum, ada ee kegiatan-kegiatan atau program lainnya yang memang sangat terkait dengan ee ee kegiatan pengembangan kompetensi. Dan yang berikutnya adalah untuk pengelola. kita tahu bahwa ee banyak sekali perubahan ee apa namanya kelembagaan ee kita akhir-akhir ini dan ini mungkin menjadi salah satu apa ya ee catatan yang memang kita temukan. Jadi banyak juga para pengelola yang tidak ee mengikuti update kebijakan ya. Jadi mungkin di dalam kesempatan ini ee mohon lembaga-lembaga pelatihan bisa mengikuti ya karena kita sudah model digital ya medsos-metsos yang ada di kita tadi saya yakin RPL mungkin ada ee update kegiatan yang lain Bapak Ibu ee di lembaga-lembaga pelatihan para pengelola mungkin bisa ee melakukan update di sana. Dan ee berikutnya kaitannya dengan koordinasi dan komunikasi ini menjadi hal yang penting karena bagaimanapun kita adalah satu keluarga mitra ya. Jadi ee bagaimana kita bekerja sama, bagaimana kita ee apa berkoordinasi tentunya kuncinya adalah komunikasi dan kita sangat terbuka di lembaga adminasi negara kapanp mungkin kita bisa di apa ya ee Bapak Ibu bisa akseslah ya ke kami baik itu WA maupun secara langsung. kita akan layani dengan baik. Insyaallah akan kita lakukan seperti itu. Dan kami juga mendorong karena kaitannya dengan tugas ke depan ya tadi banyak sekali Bu Erna juga sampaikan Pak Taufik bahwa lembaga pelatihan itu tidak hanya sekedar ee menyelenggarakan pelatihan tetapi ee hal yang perlu kita upayakan adalah bagaimana lembaga pelatihan itu juga terus melakukan berbagai inovasi-inovasi yang ee perlu dilakukan. Nah, selain pengelola itu juga sama dengan penyelenggara ya. Penyelenggara karena kita ada di garda terdepan dan kita di unit pelayanan tentunya eh responess, hospitality itu menjadi bagian yang terus menjadi budaya kita untuk kita sebagai ee pelayan gitu ya. ee melayani ee para peserta, para mitra kita dengan ee baik dan tentunya beberapa catatan penyelenggara dan penyelenggaraan ini memang kita masih temui ya ee di ee dalam unsur-unsur akreditasi kaitannya dengan fasilitas ya. fasilitas untuk mereka yang rahmah gets meskipun ada, tetapi mungkin ke depan perlu didorong meskipun kami sangat meyakini ini kan karena keterbatasan anggaran, ini karena ee ya alasan dan pertimbangan yang ee memang kita bisa terima, tetapi ke depan perencanaan ini mungkin sudah mulai dilakukan ya. Apalagi kami tadi ee juga sudah disampaikan kami sudah ee menerbitkan me apa sudah menyiapkan kebijakan terkait dengan tata kelola sarana dan prasarana. Kemarin baru harmonisasi jadi mungkin belum disampaikan ke Bapak dan Ibu. Hal yang lainnya adalah kaitannya dengan tim penjamin mutu. Ini yang mungkin menjadi krusial untuk ee apa forum hari ini karena ee ada beberapa perubahan kaitannya dengan tim penjamin mutu. Mungkin nanti di belakang kita akan sampaikan. Jadi kita berharap ee tim penjamin mutu itu memang tidak dari eksternal. Kenapa? Dari pengalaman yang ada tim penjamin mutu itu hanya atau ya kita terlihat ya kinerja atau effort-nya itu pada saat kita akreditasi. didatangkan tim penjamin mutu, tetapi kita tidak jelas bagaimana ee tata kelola yang ada untuk ee tim penjaminan mutu ini. Makanya ada beberapa ada ada nota dinas, ada surat yang kita sampaikan kepada lembaga penyelenggara pelatihan untuk ee apa menetapkan tim penjaminan mutu yang ee pelibatannya adalah semuanya internal. Lanjut. Ya, ini juga menjadi catatan Bapak dan Ibu mungkin ee singkat saja ya kaitannya dengan temuan penjaminan mutu untuk lembaga pelatihan yang belum terakreditasi. Ya, tadi sempat disinggung juga bagaimana pemetaan sikap dan perilaku karena kita melakukan penjaminan mutu untuk kebijakan yang lama. Jadi pemetaan sikap dan perilaku sampai sejauh ini masih ada. Dan ini kita temukan bahwa pemetaan sikap dan perilaku itu belum dipaparkan pada saat ee seminar. Padahal kita tahu bahwa pemetaan sikap perilaku dan juga strategi pengembangan kompetensi itu juga ee ditetapkan pasti ada tujuannya. Tidak hanya kelengkapan dari dokumen sebuah rancangan, tetapi ini ada upaya tindak lanjutnya. mengapa pemetaan kompetensi, bagaimana keterlibatan mentor melihat ee pemetaan sikap dan perilaku ini. Yang berikutnya kaitannya dengan VKN dan di sini ada beberapa catatan ya. Ya, tadi kalau dulu mungkin kita melihat VKN atau benchmark itu ke keluar dan seterusnya masih banyak keluh bukan keluhan gitu ya, kok ini VKN ke tempat yang kita justru harus ee menjadi problem solver gitu ya untuk me apa melakukan pemecahan masalah. termasuk juga bagaimana penugasan mungkin arahnya ee mohon bisa diperjelas gitu karena masih ada kebingungan pada saat ee kegiatan PKn ini dan ee beberapa hal yang lain ee kaitannya dengan penguji mentor ya. Kami masih juga menemukan bagaimana penguji yang tidak dapat hadir pada saat penyamaan persepsi. Ya, meskipun itu sederhana, tetapi penyamaan persepsi itu menjadi bagian yang penting untuk kita menyepakati apa sih yang akan kita lakukan pada saat proses pengujian. Ah, sudah biasa, ini sudah biasa gitu ya. Sehingga penyamaan persepsi itu lewat gitu ya, langsung masuk di proses pengujian. Nah, ada juga kehadiran mentor ini yang juga ee menjadi catatan karena masih juga banyak gitu ya kehadiran mentor yang ee tidak bisa hadir meskipun ini ada ada apa namanya upaya untuk ee bagaimana dukungan mentor ini bisa di difasilitasi ee pada saat mentor tidak bisa hadir di dalam seminar. Ya, ini beberapa permasalahan yang mungkin ini juga menjadi catatan bagaimana ke depan nanti ee apa kebijakan dan juga hal-hal dari hasil ee potret ee kegiatan akreditasi dan juga penjaminan mutu yang ee sudah kami lakukan. Baik, Bapak dan Ibu, mungkin lanjut ee ke hal yang lain ya. ini Bapak dan Ibu tadi masalah coach ee penguji kita sebetulnya sudah sangat clear gitu ya, sudah ada aturan kaitannya dengan ee coach dan penguji ini. Nah, ini mohon bisa dipastikan kembali pada saat lembaga pelatihan menetapkan coach dan penguji ya, termasuk juga waktu untuk pengujian. Mohon itu bisa menjadi ee catatan untuk Bapak Ibu semua. Lanjut ya. Lanjut. Ya, ini mungkin yang tadi Pak saya meneruskan apa yang tadi Pak Taufik sampaikan bahwa ee ini agak agak berbeda dengan ee kebijakan yang sebelumnya gitu ya. Kalau kita melibatkan tim eksternal di dalam penjaminan mutu, tetapi ee melalui surat kami tim penjaminan mutu ini adalah semuanya dari internal. Jadi mohon Bapak dan Ibu untuk ee lembaga pelatihan yang melibatkan tim eksternal mohon bisa di disesuaikan. Kalaupun ee melibatkan eksternal ya mungkin dia sebagai pendukung atau narasumber atau apapun, tetapi tim kita harus pastikan dari ee internal lembaga pelatihan ya. dan susunannya sudah jelas ee ganjil mereka ee apa timnya itu terbagi dari tim pengembang mutu yang menetapkan standar ya SOP gitu ya ee dan juga melakukan penerapan mutu dan tim yang lain untuk tim pengendali mutu. Lanjut ya. Ya, ee saya kira ini ya berikutnya kita harus pastikan bahwa tadi tim penjaminan mutu harus ditetapkan di dalam surat tugas atau SK dan dipilih. Jangan tim penyamin mutu dia enggak kompeten ya, enggak paham apa yang kita lakukan terkait dengan penjaminan mutu ini. Termasuk juga ee hasil kerjanya. Tim penjamin mutu harus dipastikan dia terlibat di dalam seluruh proses tahapan mulai perencanaan sampai ke ee akhir ya dievaluasi. Jadi rekomendasi-rekomendasi hasil monitoring ee audit yang dilakukan oleh tim penjamin mutu itu juga harus di ee dilaporkan ya karena kita harus melaku ee melakukan perbaikan untuk ee proses maupun inovasi-inovasi yang perlu didorong oleh lembaga pelatihan. Lanjut ya. ini beberapa tugas gitu yang harus dilakukan oleh tim penjaminan mutu. Jadi, jangan tim penjaminan mutu itu hanya ada di dalam surat tugas atau SK, tetapi kita harus memastikan bagaimana tim penjamin mutu itu memang benar-benar ee mampu melakukan pekerjaan di setiap tahapannya. Yang pertama bisa memberikan rekomendasi terkait dengan penyusunan kebijakan teknis ya dan juga penerapan mutu termasuk juga monev, laporan dan juga rekomendasi untuk tindak lanjutnya. Next ya. Ini saya kira lanjut next ya. Ini jadi peran tim penjamin mutu. Kita harus pastikan bahwa tim penjamin mutu sebagai harus mampu memonitori mutu lembaga pelatihan. kita harus memastikan seluruh kegiatan itu sesuai dengan standar kebijakan yang dilakukan dan juga sebagai fasilitator mutu evaluator internal ya artinya kita mampu melakukan audit setiap program pelatihan dan juga penyusunan laporan serta sebagai katalisator perbaikan untuk ee mendorong inovasi-inovasi yang berkelanjutan. Yang terakhir kaitannya dengan menjamin kredibilitas. Artinya tim penjaminan itu juga harus mengawal transformasi proses penilaian dari ee evaluasi kepesertaan. Ini adalah ee peran dan lanjut mungkin sedikit ya Mbak ya. Nah, ini kaitannya dengan penjaminan mutu program PKN 2 yang dilakukan oleh LAN gitu ya. Nah, tim penjamin mutu eksternal ini akan terlibat di dalam proses ini. Tapi tidak berarti bahwa penjaminan mutu yang dilakukan oleh lembaga administrasi negara untuk lembaga pelatihan yang belum terakreditasi semuanya diserahkan. Justru pendampingan pembimbingan ini sebagai upaya untuk bagaimana lembaga pelatihan nanti bisa diakreditasi ya. Jadi semua tahapan ini akan ee dilakukan di dalam prosesnya. ini mungkin fokusnya ke teman-teman yang ada di lembaga administrasi negara khususnya sebagai tim penjamin mutu ee bagi lembaga diklat yang belum terakreditasi. Lanjut ya. Lanjut. Ini saya kira lanjut aja Bapak dan Ibu ee ada beberapa penguatan gitu ya dan juga upaya-upaya perbaikan kaitannya dengan penjaminan mutu yang sedang kami lakukan. Yang pertama adalah ee kita sedang melakukan kebijakan ee perbaikan atau review kebijakan penjaminan mutu termasuk juga ee akreditasi yang tadi kita selaraskan dengan perkembangan ee Bu Erna sampaikan ASN Corporate University kita ee sudah memulai tapi memang belum selesai untuk kebijakannya. Yang berikutnya adalah kita sudah menetapkan standar kompetensi untuk penyelenggara dan pengelola pengembangan kompetensi. kami sudah selesaikan untuk konvensi di beberapa minggu kemarin dan juga ee penetapan kebijakan kaitannya dengan sarana dan prasarana penyelenggara pengembangan kompetensi. Mudah-mudahan secepatnya ini karena kita sudah ee kemarin baru harmonisasi dan untuk program-program ke depan memang dari penetapan standar kompetensi ini kita akan melakukan sertifikasi untuk pengelola dan penyelenggara pengembangan kompetensi dan juga ee kegiatan-kegiatan lain dalam ee penjaminan mutu. Jadi tidak hanya penyamin mutu akreditasi, tetapi ada forum penguatan kapasitas tim penjamin mutu workshop dan juga ee VPL ada ee COP dan lain-lain. Dan juga ee kita melakukan pendampingan dari hasil akreditasi kepada lembaga lembaga ee penyelenggara pelatihan yang ada beberapa kriteria yang kita pilih untuk melakukan eh continuous improvement forum dan juga penyusunan handbook. Jadi kita coba me me apa ya menyederhanakan Bapak Ibu pada saat proses penjaminan mutu mungkin bisa dilihat di handbook untuk panduan kerja tim penjaminan mutu. Next mungkin satu lagi ya. Ya, inilah ee ke depan gitu ya. tadi sejalan dengan peran lembaga pelatihan sebagai CLO di dalam corporate university tentunya kita berharap lembaga pelatihan akan mampu menjadi strategic partner dan juga eh sebagai learning orkestrator yang akan mengelola ekosistem pembelajaran dengan baik dan juga menjadi knowledge hub gitu ya, mendokumentasikan seluruh best practice, inovasi dan juga lesson learn dari organisasi termasuk ee bagaimana lembaga pelatihan ini nantinya akan mendorong dan juga menghasilkan berbagai inovasi-inovasi dalam tugas dan layanan publik yang ee ee dibutuhkan ke depannya dan quality assurance. Saya kira ini Bapak dan Ibu ee beberapa hal kaitannya dengan penjaminan mutu. Ee intinya bahwa kami sangat berharap bahwa tim penjaminan mutu dengan keterlibatan tim penjaminan mutu internal benar-benar mampu mengawal keseluruhan tahapan maupun proses ee pelatihan, pengembangan kapasitas dan pembelajaran yang dilakukan di lembaga penyelenggara pelatihan. Saya kira itu. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih sekali lagi Ibu Armi Winarti untuk penjelasan terkait penjaminan mutu penyelenggaraan pendidikan kepemimpinan nasional. Dan selanjutnya Bapak Ibu, kita akan menyimak bersama terkait paparan kebijakan penganggaran pelatihan yang akan disampaikan oleh Sekretaris Utama LAN RI, Dr. Andi Taufik, M.Si. Kepada beliau kami silakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Selamat siang. Salam sejahtera untuk kita semuanya. Ee Bapak, Ibu yang kami hormati, seluruh kawan-kawan para pimpinan instansi ya penyelenggara PKN tingkat du baik dari kementerian maupun dari ee kawan-kawan dari BPSDM Provinsi dari seluruh Indonesia ya. Ini hadir juga dari Papua ya. Ada kawan kita di sana, Pak Rapsel ya. Dan tim juga dari Sultra Kendari yang ee masih dalam penjaminan mutu di ee Puslat Bank KMP eh Pusjar SK M SKM MP ya sekarang namanya. Terima kasih Bu moderator. Tadinya saya ee akan diwakili sama Ibu Ibu Feni, Kepala Biro Keuangan dan Perencanaan. Tapi karena tahu Ibu yang moderator sini, jadi saya batalkan semua acara di luar. Jadi saya Terima kasih Bapak. [tertawa] Semua acara penting saya sudah batalkan di di luar tadi untuk bisa hadir di sinilah ya. Wah, luar biasa. Teman-teman sekalian ini waktunya sempit ya. Jadi, pertama tentu bagian terakhir ini saya ee sebelum nanti Pak Deputi ee diminta untuk menyampaikan kebijakan ya penganggaran pelatihan. Ada pepatah Cina yang mengatakan tidak ada peperangan yang bisa dimenangkan tanpa dukungan logistik. Kita harus pakai pepatah Cina ini karena mereka semua baru pulang dari Cina dan sebentar lagi kita berangkatkan teman-teman kita ada 20 orang yang mau ke Cina juga. [tertawa] Jadi ee masalah keuangan ini semua isinya itu adalah logistik ya. Jadi mulai dari dukungan biayanya sampai dengan pembelian barang-barang peralatan. kesempatan yang baik ini kami hanya ingin menyampaikan saja ee apa gambarannya ya untuk mengingatkan kita semua bahwa ada komponen-komponen tertentu yang membutuhkan pembiayaan-pembiayaan sehingga nanti di dalam perencanaan penganggarannya itu kita sudah ee bisa menempatkan ya anggaran-anggaran kita sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Nah, Teman-teman sekalian ee ee ee kita mulai dari sini aja ya. Pertama, bahwa dasar hukumnya memang ee secara ee aturan ya ee kita di dasar hukum untuk penganggaran pelatihan ini ada berbagai ee dasar hukum ya. Jadi terutama yang paling tinggi itu adalah peraturan pemerintah nomor 60 tahun 2021 yang berlaku di lingkungan lembaga administrasi negara. Dan inilah yang ee sering dijadikan sebagai acuan bagi kawan-kawan kita di daerah dan juga di kementerian ya dengan regulasi ini termasuk peraturan Menteri Keuangan sampai dengan peraturan kepala lembaga administrasi negara tentang ee penetapan ya rincian anggaran RAB ee pelatihan struktural kepemimpinan dan juga ee termasuk di dalamnya nya adalah pelatihan dasar bagi calon pegawai ee negeri sipil Republik Indonesia. Nah, ini semua aturannya. Kemudian ee adapun besaran tarif Bapak Ibu ya, kalau kita mefer ke PP60 ini, maka di sebelah kanan itu bisa kita lihat ada dua pembanding ya. Jadi kalau teman-teman mau ee kebetulan anggarannya berlebih dan mau menyelenggarakan itu dengan sifatnya klasikal, maka itu ada ee tarifnya per peserta. Tapi kalau tidak sanggup dan hanya bisa dengan pola blended learning itu juga bisa dilakukan. Jadi misalnya kalau klasikal itu R30 juta, maka kalau digabung antara klasikal dengan ee nonasikal itu angkanya turun ya sampai 22 juta. Jadi kalau kita lihat range dari anggaran ini itu antara 5 sampai 8 juta perbedaan antara klasikal dengan nonklasikal ya. Jadi silakan teman-teman saja yang memilih ya, mana yang mau digunakan dan juga dapat menggunakan standar ee biaya ya ee umum yang berlaku di ee wilayahnya masing-masing ee seterusnya seperti itu. Dan kemudian komponen-komponen yang termasuk di dalam ee sistem pembayaran dari penganggaran itu teman-teman bisa melihat di sini ada ee beberapa komponen ya. Yang pertama ada honorarium penceramah, kemudian ada juga yang disebut dengan honorarium tenaga pengajar ya. Ini dibayarkan sesuai dengan ee standar. Kalau kami di LAN itu internal beda sama ee pengajar yang berasal dari luar ya. Kalau dari luar satker itu biasa kita menggunakan ee orang per jam yang juga berbeda. Ini yang kedua. Yang ketiga adalah honorarium penguji dan ee mentor. Ya, tadi ini memang Bapak, Ibu ya ee apa sudah sering dipertanyakan ini mengenai honor mentor yang hadir di dalam setiap ee apa namanya seminar, rancangan maupun ee hasil ya ujian-ujian akhir itu seminar hasil. honornya sangat ee sedikit ya. Nah, tetapi ya kita tidak bisa melakukan banyak perubahan karena ee dasar hukum yang sangat ketat ya. Ee sehingga ee banyak permasalahan yang terjadi di dalam pemeriksaan keuangan itu ee di mana banyak mentor yang tidak menandatangani ee apa namanya honorarium ketika hadir di tempat itu ya. sehingga kita diperiksa angkanya cukup signifikan hanya R240.000 itu tapi jadi temuan ya sehingga ini nanti kita coba diskusikan lagi dengan teman-teman di Kementerian Keuangan dan memang ini sangat rendah sekali. Kemudian jangan lupa instruktur senam dan tenaga kesehatan yang digunakan selama dalam proses ee pelatihan itu. Bagi unit-unit pelatihan tertentu itu memang biasanya sudah punya klinik dan kita menyarankan pada ee lembaga pelatihan yang rutin meskipun bukan hanya untuk PKN 2 itu supaya bisa merekrut membuat formasi untuk dokter dan tenaga ee keperawatan ya untuk kesehatan. ee kami sudah mencontohkan itu di semua pusat kami juga ada formasi dokter dan juga ada perawat yang kita buatkan kliniknya. Kemudian klinik itu kemudian dalam waktu beberapa saat ke depan akan diakreditasi oleh teman-teman dari Kementerian Kesehatan. Nah, ini semua komponennya. Kemudian yang lain-lainnya itu ya seperti biasa yang kita sudah tahu ada pengadaan ATK, kemudian PIN, Medali, dan Piagam. Ee teman-teman yang tahun ini sepertinya sudah melihat perbedaannya ee PIN yang kita gunakan sekarang sudah sangat bagus, lebih keren ya. Dan itu kita bertemu dengan beberapa alumni kita di luar, mereka ee dengan bangga juga ikut memasang di baju dinasnya itu sebagai alumni PKn. Dulu bahannya plastik. Ah, sekarang kita sudah ubah dan lebih lebih bagus lagi, lebih keren ya. Ee mirip yang saya puny lah ini ya. Ya, kurang lebih seperti ini. Besarnya juga kurang lebih seperti itu. Dan ee ada simbol-simbol tertentu yang menunjukkan mereka adalah alumni pelatihan kita. Itu ada pembiayaan tersendiri juga masuk di dalam komponen itu dan ee biaya visitasi kepemimpinan nasional yang terkait dengan perjalanan dinas baik itu penceramah, fasilitator, maupun yang tim ee advance-nya ya. Jadi ada visitasi. Ah nanti teman-teman sesudah acara ini ditutup jangan langsung pulang dulu, pergi dulu belanja ya. Tapi jangan kasih tahu orang bahwa kita pergi belanja. Karena kita lagi rakor PKN 2. Sampaikan kepada orang itu bahwa kita lagi visitasi di Kementerian Perdagangan dan Perindustrian gitu ya. Untuk memperhalus begitu ya. Ah, jadi kalau ditanya ini lagi visitasi di mana? Kementerian Perdagangan padahal di pasar itu ya, padahal di Tunjungan itu visitasi juga karena kita lagi rakor PKN 2. Dan ini teman-teman ee kami sengaja mencantumkan ini bahwa untuk honorarium penyusun ya modul diklat ini itu ee kita siapkan anggaran ya itu R juta per modul dan ini bisa diberikan bukan hanya kepada kita secara internal tapi juga ee materi-materi tertentu yang disiapkan itu seperti bela negara dan lain sebagainya itu boleh berasal dari TNI atau Polri ya untuk bisa diberikan yang diberi tugas untuk menyusun modul dan punya ini. Selain itu ya tentu widayiswara dan yang lain-lainnya. Ada lagi? Masih ada lagi? Sudah ini. Nah, ini ee contoh saja Bapak Ibu untuk satuan biaya konsumsi diklat yang saya sampaikan tadi variatif berdasarkan ee kondisi kita di lapangan ya. Jadi tentu kawan-kawan saya yang dari BPSDM Papua itu ee tarifnya ee kalau di sana ada tarif itu, tapi dia ee tidak seperti itu ya. lebih tinggi daripada ee kondisi yang sebenarnya. Karena ee real cost yang muncul di sana juga tidak sama dengan ee apa yang kita siapkan dalam sistem anggaran ini. Sehingga di Papua itu ee kalau tidak salah anggaran PKN2-nya itu sekitar 51 juta ya. 51 juta yang saya tahu itu dari itu kalau kita kan cuma 22 juta karena di sana biayanya cukup tinggi sehingga ee biaya kontribusi untuk masuk ke sana itu sekitar itu sekitar 50 satuan ya karena ini ee apa ee ya tidak samalah kondisinya antara kita dengan teman-teman yang ada di sana karena kondisi alam. Ee saya kira itu yang ingin kami sampaikan kepada teman-teman. intinya bahwa ee sekali lagi seperti yang disampaikan oleh Pak Kepala tadi bahwa seandainya nanti di tahun depan ini kawan-kawan itu mengalami kesulitan untuk pembiayaan ee PKN 2, ee ingat pesan dari Pak Kepala tadi bahwa ee kita harus lebih kreatif ya untuk berusaha tetap melaksanakan itu dengan pola-pola ee kerja kerja sama dengan pihak ketiga ya. ee tadi sudah dikasih contoh PKN 1. PKN 1 yang kalau ada yang semua sponsor ya kita bersyukurlah ya. PKN 1, 2, 3 itu semua dilakukan 0 dan itu juga atas kerja sama dengan berbagai ee pihak ya dari terutama dari GNIK yang membantu kita ee Gerakan Nasional Indonesia Kompeten di mana di situ terhimpun lebih dari 300 ee manajer SDM. Kemudian mereka juga membantu beberapa kementerian lainnya ikut serta di Kementerian Kesehatan dan beberapa tempat lainnya ya. Juga dari ee foundation lainnya yang juga ikut serta di dalam ee membantu penyelenggaraan itu sehingga jangan sampai gara-gara anggaran biaya yang tidak tersedia lalu kita tidak mengembangkan SDM kita dan itu yang paling tidak kita harapkan. Saya kira itu yang ingin kami sampaikan. Kepada teman-teman semua sekali lagi terima kasih dan mohon maaf kalau ada kekurangan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Bapak Andi Taufik untuk menjelasan terkait kebijakan penganggaran pelatihan karena apapun programnya logistik yang paling utama. Betul. Begitu ya Bapak. [tertawa] Baik Bapak Ibu sebelum kita akan masuk pada sesi isoma begitu kita akan membuka terlebih dahulu sesi tanya jawab. Kita batasi terlebih dahulu untuk tiga penanya. Pertanyaan secara singkat saja nanti mohon berkenan kepada narasumber menjawab secara general. Silakan Bapak Ibu bagi yang berkenan untuk bertanya boleh raise hand ada 1 2 dan 3. Baik kita keep terlebih dahulu. Mohon izin bantuan untuk ee panitia mungkin berkenan. Boleh raise hand sekali lagi. Wah kok makin banyak. Baik yang pertama ee dari sisi kiri terlebih Oh, baik. Iya. Di belakang terlebih dahulu. Silakan secara singkat saja Ibu pertanyaannya. Baik, terima kasih Ibu moderator. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang, salam sehat untuk kita semua. Izin memperkenalkan diri, saya Sri Mulyati dari Pusbangkom MKMB Kementerian Agama. Yang kami hormati para narasumber. Ee ini mungkin ada tiga pertanyaan singkat saja. Yang pertama untuk Pak Bapak Ses Tama. Ee di dalam paparan disebutkan Bapak untuk honorarium penguji itu internal maupun eksternal Rp200.000. Tetapi ada ketentuan di bawahnya menyesuaikan dengan standar biaya dari Kementerian Keuangan. Ee yang kami tahu untuk pengajar kan ini penguji disamakan dengan pengajar. Kalau di internal itu R200.000. Kalau di SBM yang berlaku dari Kementerian Keuangan. sedangkan dari eksternal Rp300.000. Sedangkan di LAN sendiri mengunci eksternal maupun internal Rp200.000. Mohon arahan lebih lanjut. Kemudian yang kedua adalah untuk ee tadi disampaikan oleh Ibu Deputi Ibu Erna terkait dengan coach transformasi. Nah, kami ee mohon untuk legal formalnya itu apakah sudah ada pengaturan untuk syarat coach transformasi. Kemudian yang berikutnya adalah apakah ada ikhtiar lain, Ibu? Ya, karena kita lihat jabatan fungsional untuk Widya Iswara khususnya para Widya Iswara utama yang memang sebagai pengampu PKN2 itu kan sangat minimalis. Kalau di struktural ada yang namanya RPL. Apakah nanti di fungsional ada inovasi untuk bisa meng-up gitu jumlah widyaiswara utama tersebut. Dan yang terakhir yang ketiga untuk Ibu Armi. Ee Ibu kami pernah ada terjadi untuk penyamaan presepsi PKN tingkat 2 dengan para penguji. Jadi kami setelah mengadakan penyamaan presepsi kemudian sore harinya salah satu penguji itu tidak bisa mengikuti sesi untuk menjadi penguji di seminar. Sedangkan penyamaan persepsinya sudah dilakukan. Nah, ini dengan adanya penggantian ke penguji yang baru dalam waktu yang ee sangat injury begitu ya. Sejauh mana ee pengaruhnya terhadap ee nanti penilaian di penjaminan mutu. Mungkin tiga itu saja. Terima kasih kurang lebihnya mohon maaf. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Langsung tiga pertanyaan ini ditampung dulu ya. Baik, silakan ee Ibu mungkin mohon izin satu pertanyaan saja per orang ya [tertawa] atau di singkat saja pertanyaan. Baik, terima kasih. Silakan. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikum. Saya Uswatun Hasanah, Kepala BBSDMD Provinsi Jawa Tengah. Bu Erna kemudian juga Bu Armi ditunggu di BPSDM. Bu Ermi baru sekali ya Bu ya. Kemudian juga Pak Andi. Terima kasih. Eh, dua pertanyaan sudah ditanyakan tadi tentang WE utama juga sudah ditanyakan, tentang pembiayaan sudah ditanyakan. Kesempatan saya adalah satu ya berarti satu atau dua? Dua sajalah. Yang pertama kita butuh legasi dari ee Bapak Kalan sebenarnya kaitan dengan VKN. Karena kalau masih dalam lokus provinsi itu seperti jeruk makan jeruk ya. Jadi ada peserta yang dari kabupaten tersebut kemudian kembali ke sana. Secara lisan beliau sudah menyampaikan tapi kita butuh hitam di atas putih sehingga lebih mudah lagi nanti pada saat kita pelaksanaan VKN dan beliau sudah menyampaikan statement itu juga kepada kami pada saat pembukaan PKN dulu. Kemudian yang kedua ketika di Jakarta, yang ketiga di sini tetapi ee secara legal kita belum menerima suratnya ya, mungkin nanti untuk bisa dipush gitu ya. Kemudian yang kedua yaitu yang sering terjadi pada kegiatan PKn itu adalah pemangku kepentingan itu ee baik gubernur, bupati, walikota tidak bisa memedomani bahwa JPT tersebut ketika dalam proses pembelajaran tiba-tiba dimutasi yang dan itu yang sering terjadi kayak kemarin saja karena saya baru 5 bulan ya di BBSDM itu hampir setiap angkatan ada. Jadi ketika seminar ee proyek perubahan yang terakhir ya, seminar akhir itu yang bersangkutan sudah tidak di OPD tersebut ya. Jadi kita kena prank nih. Nah, akhirnya efotnya kan kurang ya. Mungkin juga ini dibutuhkan benar-benar ee kebijakan yang bisa kita sampaikan nanti kepada gubernur, bupati, maupun walikota agar yang bersangkutan itu tidak dimutasi dulu, tidak dirotasi terlebih dahulu selama proses pembelajaran. Saya kira itu, Bu. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih, Mbak. Cantik sekali. Terima kasih Ibu juga cantik sekali. Terima kasih Ibu untuk pertanyaannya. Mohon izin kami tampung dulu dari Jawa Tengah, ya, Ibu, ya. Baik. Satu lagi tadi saya lihat dari sisi sebelah. Oh, bentar Ibu-ibu semua. Enggak apa-apa. [tertawa] Silakan. Eranya ibu-ibu. Terima kasih. Padahal hari ayah. Oke, betul ya. Silakan, Ibu ya. Terima kasih untuk ee pembawa acara. Ee selamat siang ee Ibu-ibu Deputi dan Bapak Sestama. Saya Alya dari Pus Diklat Kementerian Luar Negeri. Ee tadi untuk yang ingin kami tanyakan khususnya terkait ee yang disampaikan oleh Bu Erna untuk penyelenggaraan program khusus atau relaksasi ee RPL dan mungkin juga nanti perlu masukan dari Ibu Armi ee karena mungkin terkait juga dengan penjaminan mutu. Em kebetulan e beberapa waktu ee minggu terakhir ee bulan lalu mungkin juga Bu Arnimi sempat ee mengikuti ee kami baru saja memperoleh akreditasi untuk PKN 2 ee dan juga Pusdiklat Kemlu sudah menjadi salah satu lembaga diklat yang terakreditasi. Nah, terkait dengan penyelenggaraan program khusus Ibu ee apakah dengan terakreditasinya lembaga Pus Diklat dan juga dengan ee program PKN 2-nya ee memungkinkan untuk Pus Diklat menyelenggarakan ee sendiri ee program khusus ini ee khususnya karena saat ini dengan SOTK baru ee banyak Eslon 2 baru yang ee menjabat dan juga sebagian besar ee masih belum ee memperoleh sertifikat ee PKN 2 Dan kemudian sekiranya memang dimungkinkan untuk bagi kami menyelenggarakan sendiri bagaimana mekanismenya ee dan juga ee apakah ee memerlukan persetujuan dari LAN untuk penyelenggaraannya dan apakah juga bisampingan dari LAN mengingat ini juga baru pilot project yang diselenggarakan oleh LAN. Mungkin sementara itu. Terima kasih banyak. Baik, terima kasih Ibu untuk pertanyaannya. Silakan Bapak Ibu sekalian. Sudah tiga penanya kita tampung mungkin dapat berkenan dijawab secara general dan secara singkat. Terima kasih. Silakan. Baik terima kasih banyak. Ini langsung saja ada tiga penanya. Ada Bu Sri, ada Bu Uswatun dan juga dari Kemenlu. Dari Kemenlu tadi. Baik. Eh, Bu, saya akan mengedress yang langsung terkait dengan paparan saya tadi. Tadi pertanyaannya adalah apakah persyaratan untuk menjadi coach? Jadi, coach ini bisa Wi non Wi, Bu. Jadi apa namanya sebenarnya persyaratan-persyaratan yang sifatnya umum mereka bisa melakukan coach. Ee meskipun sebenarnya Bapak Ibu nanti diikuti dari kami, kami sudah menyelesaikan untuk standar kompetensi coach dan mentor dan saat ini sedang kita lakukan piloting-nya untuk workshop-nya. Jadi ini nanti menjadi awal meskipun untuk tanggal 17 berdasarkan surat kami untuk pengirimannya silakan diutamakan WI yang dimiliki dulu. Tapi kalau memang WI-nya tidak mencukupi, bisa non WI, tapi lakukan seleksi secara internal. Jadi kalau saran saya utamakan WI yang dimiliki dulu untuk dikirimkan menjadi coach karena memang ada pembekalan yang sifatnya substansi gitu. Itu itu untuk Bu Sri. Kemudian untuk Bu Uswatun tadi mungkin lebih banyak nanti kawan-kawan saya yakin Bu Uswatun ee kawan-kawan dari D3 Pak Tri dan kawan-kawan akan menindaklanjuti arahan-arahan dari Pak Taufik tadi karena memang awal tahun kemarin bentuknya surat edaran ya Bu ya yang dijadikan acuan kawan-kawan. Jadi legasi dalam bentuk tertulus itu yang dibutuhkan kawan-kawan. Mungkin itu. Jadi saya tidak bisa menjawab kayaknya tiga-tiganya juga tapi saya yakin nanti Pak Tri dan kawan-kawan akan menindak lanjuti. Kemudian tadi juga ada pertanyaan untuk jabatan fungsional ya Bu Sri gitu. Ee kami sebenarnya yang perlan 6 yang pengakuan pembelajaran tadi kan modelnya ada dua Bapak Ibu pengakuan dan penyetaraan. di pasal terakhir dari Perlan kami, kami juga meminta kepada kawan-kawan instansi pembina jabatan fungsional untuk melakukan rekognisi terhadap pembelajaran baik yang dilaksanakan melalui formal, sosial, dan experiential learning. Ini yang nanti Bapak, Ibu kita akan berkoordinasi dengan kawan-kawan instansi pembina jabatan fungsional bahwa pendekatan ini bisa digunakan untuk kawan-kawan di jabatan fungsional. Karena cara belajarnya kan enggak hanya formal saja gitu. Kalau untuk manajerial diakui kok yang fungsional tidak. Tapi sebenarnya di perlan kami pejabat fungsional atau untuk jabatan fungsional juga ee pengakuan pembelajaran ini dapat dilaksanakan. Tapi sekali lagi kalau pembinaannya kan di instansi pembina jabatan fungsional. Kalau DLAN kita punya tiga, Widya Iswara, analis pengembangan kompetensi dan juga analis kebijakan. Kemudian untuk Kemenlu, apakah boleh Bapak Ibu? Tadi mungkin saya banyak meng-hlight meng-highlight-nya untuk kawan-kawan BPSDM. Sebenarnya program khusus ini juga berlaku untuk kawan-kawan kementerian lembaga ya. Jadi kawan-kawan Kemenlu monggo silakan. Prosedurnya seperti apa tadi saya tidak jelaskan saya skip. Secara umum Bapak Ibu lakukan pemetaan di instansinya masing-masing. Kementerian, lembaga, kabupaten, kota, provinsi lakukan pemetaan. Kemudian ketika sudah melakukan pemetaan, melakukan usulan kepada lembaga administrasi negara. Jadi memang kita masih gunakan karena sertifikatnya nanti semuanya menggunakan Smart Bankcom Bapak, Ibu. Dan kami buka untuk semua kementerian, lembaga dan pemda seluruh Indonesia. Jadi sekali lagi mekanisme untuk pengajuan ke lembaga administrasi negara memang masih ditempuh. Tapi sekali lagi ada prosedur khususnya Bapak Ibu. Jadi yang Keplan tadi Bu saya lupa nomornya. Sesudah pemakuan pembelajaran di bawahnya kan ada keplan tentang 400 berapa tadi di situ pengusulan ada, Bu. Jadi apa yang dicantumkan ketika pengusulan yang pasti adalah lakukan pemetaan jumlahnya berapa dan lain-lain lebih ke sana Bu. Jadi jadi kebijakan kami tidak hanya berlaku untuk kabupaten kota tapi itu untuk berlaku kementerian lembaga pemerintah daerah. Jadi kawan-kawan Kemenlu welcome untuk menyelenggarakan program khusus atau program relaksasi tadi. Mungkin itu. Terima kasih. Baik terima kasih Bu Erna cukup menjawab ya pertanyaan untuk ee beliau. Silakan kepada Ibu Armi juga turut menanggapi pertanyaan yang sudah ditujukan. Ya. Baik. Ee terima kasih. Ini ada beberapa ee pertanyaan yang ee kaitannya dengan tadi ya penjaminan mutu untuk Ibu Sri tadi ya. Jadi ee ada penggantian yang di injury time gitu ya Bu ya. Jadi tidak ada waktu kesempatan untuk ee penyamaan persepsi kembali gitu. Jadi ee mungkin harus kita upayakan ee apa penggantian itu tetap dipertimbangkan gitu ya orang apa ee pengganti yang memenuhi syarat gitu ya. Jadi kan tidak akan sembarang orang pastinya PPSD ee di Kemenak itu mengganti, tetapi mereka yang punya pengalaman PKN 2 yang memang tahu persis tentang program ee ee PKN 2. Jadi bukan sembarang orang gitu meskipun itu peran pengganti seperti itu ya Bu ya. Mudah-mudahan meskipun injury time kan ada ada masih ada waktulah ya untuk ee mencari ee pengganti yang seperti itu ya. Jadi intinya tidak lagi melakukan penyamaan persepsi, tetapi di injury time itu tetap lembaga ee tetap di lembaga penyeleng tetap mempertimbangkan gitu kira-kira mana sih yang memungkin yang ya masih terpenuhi syaratlah ya. dia ee tadi persyaratan ee apa penguji kaitannya dengan PKN 2, tetapi penyamaan persepsi tidak di tidak mungkin dilakukan lagi gitu Bu karena ini sudah di injury time gitu ya. Terus berikutnya kaitannya dengan eh Kemlu tadi. Jadi memang minggu lalu Kemlu eh sudah mendapatkan akreditasi ya Bu ya untuk PKN 2 dari proses penjaminan mutu yang sekian lama kita lakukan dan ee bisa enggak ee Kemlu melakukan apa ee penyelenggaraan program pelatihan secara mandiri. Prinsip sih bisa. memang ada persyar memang ada beberapa hal ya Bu ya yang belum terpenuhi karena ee apa namanya ketersediaan WI memang belum ada belum ada sertifikasi khusus yang ee Pak Taufik tadi sampaikan dan memang LAN sedang mempersiapkan proses sertifikasi khusus untuk ee instansi yang tidak memungkinkan ada formasi widyaiswara. Terus bagaimana mekanismenya? tetap Kemlu melakukan pengajuan usulan kepada ee kepala LAN nanti ee di Pak Tri nanti di Kedepaten 3 yang akan merespon surat usulan tersebut gitu untuk ee izin prinsip penyelenggaraan dan ee seterusnya. Jadi memungkinkan Bu, tetapi saya yakin karena ini akreditasi pertama dan di Kemlu itu masih ee apa belum tersedia WI. ada beberapa hal yang memang ee masih perlu koordinasi terkait dengan pelaksanaannya nanti. Mungkin seperti itu ya yang kaitannya dengan pertanyaan yang ada di kami. Yang lain-lain untuk PKN 2 saya kira Pak Tri ya, Pak Tri ya. Yang untuk ee apa terkait dengan tadi Bu Uswatun ee PKn jeruk makan jeruk di provinsi mungkin perlu ditindak lanjuti dengan aturan yang ada di lembaga adminasi negara. Baik, terima kasih Ibu untuk penjelasannya. Silakan untuk Bapak Andi Taufik menanggapi pertanyaannya yang telah ditujukan. Makasih, Mbak. Ee teman-teman, tadi kita sudah sampaikan kebijakan yang ada, tapi sekiranya nanti ee seperti yang sudah kita dengar bersama bahwa ada rencana untuk merubah kurikulum ee PKn itu dan nanti tentunya semua ee hal terkait dengan regulasi pengaturan mengenai anggaran itu sudah pasti pasti akan ikut ee mengalami perubahan nantinya. Jadi yang kita sampaikan ini adalah yang existing. Tapi nanti kalau kedeputian tiga di tempatnya ee Masri sudah menyelesaikan proses perubahan kurikulum itu, maka tentunya nanti akan dihitung ulang ya berapa biaya untuk klasikal, berapa biaya online-nya ya totalitas jumlahnya dan juga sudah pasti akan akan ada perbedaan jika kurikulum itu ee nanti juga berlaku misalnya misalnya mana yang ee sudah duduk yaitu seperti pelatihan untuk pemantapan dan mana yang promosi. Ya, seperti diketahui sekarang bahwa saat ini juga Kementerian IMIPAS yang hadir tadi juga sudah melakukan kebijakan internal bahwa ee didik dulu sebelum duduk. Jadi mereka ee tidak boleh duduk sebelum mengikuti pelatihan kepemimpinan. ee namun yang sudah duduk, sudah terlanjur itu diberikan kurikulum pemantapan. Nah, ini nanti ya. Jadi tolong teman-teman ini jangan di kasih masuk di hati ya bahwa ini begini karena ini nanti akan juga mengikuti perubahan yang ada ya. Ee tadi pertanyaannya apa tadi mengenai 200.000.000. Ah, ini Ibu Karo, Bu. Bu Peni tolong dijelaskan itu ya ee dibantu dijelaskan. Iya. Iya. Nanti kalau tidak selesai kita selesaikan di luar ya. Nanti kita Iya. Iya. Iya. Ya. Ya. Silakan Bu Penih. Saya direspon dulu ya. Iya. Terima kasih, Pak Ses. Ee izin menjawab terkait dengan ee penguji kita bayarkan karena memang di dalam SBM atau aturan yang terkait dengan ee penguji pada evaluasi seminar ee rancangan maupun implementasi itu tidak ada di dalam ee aturan gitu ya. sehingga kita memang sepakat menggunakan honorarium ee tenaga pengajar gitu ya, honorarium tenaga pengajar sebesar ee R200.000 untuk ee dalam ya internal gitu. Bisa saja memang ee digunakan ee indeks Rp300.000 Ibu untuk ee eksternal penguji. Namun ee di internalan ini memang ee lebih ke internalan ee kita mempertimbangkan bahwa ee penguji tugasnya adalah sama gitu ya, baik di internal maupun eksternal gitu ya. sehingga ee kami ee membuat aturan bahwa ee se minimal mungkin gitu ya karena memang kemarin ada efisiensi juga ee sehingga menjadi aturannya untuk ee penguji internal maupun ee eksternal adalah ee R200.000 per ee OJP ya. Ee seperti itu sih ee pertimbangannya gitu. Terima kasih. Baik, terima kasih Ibu. Bagaimana? Sudah cukup? Ada tambahan Bapak Ibu sekalian? Sudah. Baik, Bapak Ibu. Terima kasih untuk antusias dan pertanyaannya. Boleh kita berikan apresiasi sekali lagi Bapak Ibu kepada para narasumber yang pertama Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN Dr. TR. Erna Irawati, Sos, MP ADM. Terima kasih Ibu. Terima kasih juga Deputi Bidang Penjaminan Mutu, Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN Dranda Armi Winarti, M.Si. Terima kasih Ibu. Dan Sekretaris Utama LAN RI, Dr. Andi Taufik, M.Si. Terima kasih, Bapak. Semoga paparan dan juga penjelasannya tersampaikan dengan baik dan bisa menjawab segala keresahan di hati Bapak Ibu sekalian. Baik Bapak Ibu ee sebelum kita akan nantinya melanjutkan pada sesi yang lain, kita akan lanjutkan pada pembagian beberapa kelompok yang nanti akan masuk pada beberapa kelas setelah isoma. Izin kami informasikan terlebih dahulu untuk isoma untuk ee makannya begitu ya. Untuk Bapak Ibu Kepala BPSDM, para kepala BPSDM bisa untuk menikmati hidangan yang berada di lantai bawah, di lobi bawah ya, Bapak. Dan untuk para pendamping bisa menikmati hidangan berada di lantai ini, tepatnya ada di depan ruangan ini, Bapak, Ibu. Baik, sebelum untuk isom boleh berkenan kita berfoto terlebih dahulu? Boleh, ya. Izin, Ibu Bapak berkenan untuk bergeser di bawah. Kita berfoto bersama Bapak Ibu. Baik. Iya. Dan kita akan kembali ke ruangan ini kembali Bapak Ibu di pukul 13.00. Sekali lagi di 13.00 Kosong kita akan kembali di ruangan ini. Silakan Bapak Ibu kami undang untuk berkenan berdiri. Kita dokumentasikan dalam sesi panel diskusi kita pada rapat koordinasi pelatihan kepemimpin nasional tingkat 2 tahun 2025. Silakan berkenan Bapak Ibu yang berada di belakang, Bapak Ibu sekalian berkenan untuk kita berfoto bersama. Silakan kepada narasumber berkenan berada di tengah. Silakan Ibu. Baik. Boleh juga berkenan untuk merapat Bapak Ibu. agar terlihat baik. Siap kita foto bersama. Baik, mungkin dapat dicek terlebih dahulu apakah semuanya sudah masuk dan terlihat begitu. Baik ya. Izin kami hitung dalam pose formal terlebih dahulu dalam hitungan 3 2 1. Baik, boleh silakan membentuk huruf L. Oke, dalam hitungan 3 2 1 yang semangat. Oke, mohon izin dalam hitungan 3 2 1. Terima kasih banyak sekali lagi Bapak, Ibu sekalian, para narasumber yang luar biasa pada kesempatan kali ini. [tertawa] Bapak, Ibu sekalian, terima kasih antusiasnya dan tentunya kami tunggu kehadiran Bapak Ibu kembali pukul 13.00 Bapak Ibu berkenan kembali. Kita akan lanjutkan beberapa aktivitas yang tentunya sangat menarik.