Transcript
hw5Nzh9WgFI • Rapat Koordinasi (RAKOR) Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Tahun 2025
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0277_hw5Nzh9WgFI.txt
Kind: captions
Language: id
Kami ucapkan selamat datang kepada
Kepala Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia, Bapak Dr.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur,
Bapak Adi Kars Habib. Salam
alaika
shawatullah
alaika
ya Nabi
salam
alaika
ya rasul.
Selanjutnya berkenan menyerahkan kepada
anak yatim.
Ya habib salam
alaika
shawatullah
alai
[musik]
asrqal
badru
alaina
ftafat
minhul
budur
ml husnik
Q ya wajur
marhaban
ya nurul aini marhaban
marhaban
jaddal husaini
marhaban
ya nurul aini
Marhaban,
marhaban,
marhaban
jaddal
husaini
Allah. Marhaban
marhaban
rabi fagfirli
dunubi ya Allah bibkatil
hadi Muhammad. Ya Allah
rabi fagfirli
dzunubi ya Allah bibarkil
hadi Muhammad. Ya Allah.
Seluruh hadirin dimohon berdiri.
Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia
Raya.
[musik]
Hadirin disilakan duduk kembali.
[musik]
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Selamat pagi. Salam sejahtera bagi kita
semua. Shalom. Om swastiastu. Nama
buddhaya. Salam kebajikan rahayu. Yang
terhormat Kepala Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia, Bapak Dr.
Muhammad Taufik di beserta segenap
jajaran deputi bidang penyelenggaraan
pengembangan kapasitas ASN LAN Republik
Indonesia. Yang kami hormati, Sekretaris
Daerah Provinsi Jawa Timur, Bapak Adik
Karono, AKS MAP. Kepala BPSDM
Kementerian IMIPAS, Kepala BPSDM
Provinsi Jawa Timur, Kepala Bappeda
Provinsi Jawa Timur, para Widya Iswara
ahli utama, dan seluruh peserta rapat
koordinasi pelatihan kepemimpinan
tingkat 2 tahun 2025. Yang berbahagia.
Alhamdulillah puji syukur ke hadirat
Allah Subhanahu wa taala pada pagi hari
ini kita bisa bersama-sama berkumpul di
dalam suatu event di acara yang penuh
semangat, penuh inspirasi, menyatukan
langkah, menyatukan visi untuk
memperkuat sinergi dan meningkatkan
kapasitas kepemimpinan aparatur negara
menuju birokrasi yang adaptif, inovatif,
dan berdampak bagi masyarakat. Karena
sesungguhnya kepemimpinan bukan hanya
tentang posisi, tetapi tentang
pengabdian, integritas, dan keberanian
untuk membawa perubahan. Dan di ruang
ini juga para pemimpin masa depan
bersiap untuk menyalakan api
transformasi. Izinkan kami menyapa
Bapak, Ibu dengan pantun. Berjalan pagi
di Tamansari,
udara segar menyapa ramah. Kita hadir
dengan semangat tinggi untuk birokrasi
berkualitas dan bermarwah.
Bapak, Ibu hadirin undangan yang kami
hormati. Sebagai ungkapan selamat
datang, marilah kita saksikan sebuah
penampilan tari emprak yang merupakan
tari tradisional khas Jawa Timur yang
berakar dari kesenian rakyat pedesaan.
Tarian ini menggambarkan semangat
gotongroyong, keceriaan, dinamika
kehidupan masyarakat desa yang penuh
kebersamaan. Boleh kita berikan tepuk
tangan untuk Tari Emprat.
[tepuk tangan]
Iki l joget
emprak yo jenenge.
[musik]
wae wae hemak ya jenenge.
[musik]
E o e e
[musik] o e e
o e
o ya o ya ya o ya [musik] ya o ya e e e
o e o e e
[musik]
e
[musik]
day teko e beberno klasa. E day tek
[musik] e beber.
Ha e ha e e o e o. Ha e ha e e o [musik]
e e o ha e. Ha e e e e e e e ha e ha e
[musik]
iki gending senamane
[musik]
siak rasane kepenak
dijogeti
sajake marak [musik] ati
Ora abes [musik]
ngoki. Gending sentruk
wiraman sigruk rasane
kepenak pantes [musik] dijo keti sajah
ati
ora ambos.
[musik]
Witang
padang
[musik]
mudak
lugune
wong pikir harjo
[musik]
iki gandeng Seduk pirangane [musik]
rasane kepenak
ijo keti [musik]
sajati
ora abene.
[musik]
Ijo-ijo
godong brambang [musik]
godong brambang
dawa.
Ayo konco
pod berjuang
lagi Pancasila. [musik]
[musik]
Bapak, Ibu boleh kita berikan tepuk
tangan untuk Tari Empr. [musik]
Bapak, Ibu hadirin undangan yang kami
hormati. Tentunya ini menjadi ikhtiar
bagi kita sekalian. Acara pada pagi hari
ini akan berjalan lancar dan membawa
manfaat. Untuk itu, marilah kita
bersama-sama berdoa dan doa akan
dipimpin oleh Saudara Alrauf Rahman.
Disilakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahiabbil
alamin
hamdas syakirin hamdan naim
hamda yuwafiamahu waukfi mazidah. Ya
rabbana lakal hamdu kama yambagalali
wajhikal karim wa sultanik.
Allahumma sholli wasallim ala sayyidina
Muhammad wa ala alihi wasohbihi ajmain.
Ya Allah Tuhan yang maha pengasih lagi
maha penyayang. Segala puji serta syukur
kami panjatkan kehadirat-Mu.
Karena atas limpahan rahmat, taufik, dan
karunia-Mu pada pagi hari ini kami dapat
berkumpul bersama dalam keadaan sehat
walafiat.
Ya Allah, ya Rabbana,
jadikanlah kegiatan ini sebagai wadah
yang membawa manfaat, tempat
berkolaborasi dan berbagi gagasan serta
ajang memperkuat komitmen kami dalam
membangun aparatur negara yang
berintegritas,
profesional, dan berorientasi pada
pelayanan publik yang berkeadilan.
Ya Allah, Tuhan yang maha pengampun.
Ampunilah dosa kami, dosa kedua orang
tua kami, serta kabulkanlah doa
permohonan kami. Rabbana atina fid dunya
hasanah wafil akhirati hasanah
waqinazabanar.
Subhana rabbika rabbil izzati amma
yasifun. Wasalamun alal mursalin.
Walhamdulillahiabbil
alamin. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Bapak, Ibu hadirin undangan yang kami
hormati. Selanjutnya akan kita dengarkan
bersama laporan Deputi Bidang
Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas
ASN Land Republik Indonesia yang kami
hormati Bapak Dr. Triwidodo Wahyu Utomo,
Sma. Disilakan.
[musik]
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita
semuanya. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Salam kebajikan.
Jalan-jalan ke Surabaya.
Jangan lupa coba kulinernya.
Kalau kita ingin negara kita sejahtera,
jangan lupa terus bangun ASN-nya.
[tepuk tangan]
Yang kami hormati, kami banggakan Kepala
Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia, Bapak Dr. Muhammad Taufik,
DII.
Yang kami hormati
Gubernur Provinsi Jawa Timur yang dalam
hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah,
Bapak Adi Karyono. Yang kami hormati
para pimpinan tinggi madya. Di sini
hadir ada Kepala BPSDM
IMIPAS, Pak Aman Riadi, juga Bapak
Sestama Lembaga Administrasi Negara, Mas
Andi Taufik ee kemudian Ibu Deputi 2 dan
Ibu Deputi empat Lembaga Administrasi
Negara, Bu Erna dan Bu Armi dan juga
Bapak Ibu sekalian para pimpinan tinggi
pratama di Lembaga Administrasi Negara
juga para ee pimpinan tinggi pratama di
Provinsi
Jawa Timur dan juga yang kami hormati
para peserta rapat koordinasi
nasional yang mohon maaf tidak dapat
kami sebut satu persatu. Dan di sini
juga hadir ee tentu tuan rumah ee Kepala
BPSDM Provinsi Jawa Timur ee Bapak Dr.
Ramlianto dan para Widyaiswara ahli
utama, para fasilitator dan seluruh ee
peserta Rakor PKn.
ee tingkat dua yang kami hormati.
Pertama-tama tentu marilah kita
panjatkan puji syukur ke hadirat Allah
Subhanahu wa taala Tuhan yang maha kuasa
karena hanya atas rahmat dan hidayah-Nya
karunia-Nya maka kita dapat berkumpul
dalam keadaan sehat dan penuh semangat
dalam rangka rapat koordinasi
penyelenggaraan PKN 2 tahun 2025.
Izinkan kami menyampaikan beberapa pokok
ee penyelenggaraan. Pertama, dilihat
dari latar belakangnya. Kita semuanya
paham bahwa lembaga administrasi negara
merupakan lembaga yang memiliki mandat
untuk menyelenggarakan dan melakukan
penjaminan mutu dalam pelatihan ee ASN.
Sebagai bentuk tanggung jawab tersebut,
maka Lembaga Administrasi Negara secara
rutin melakukan evaluasi dan koordinasi
dengan seluruh penyelenggara di seluruh
Indonesia untuk memastikan bahwa
pelaksanaan pelatihan khususnya dalam
hal ini adalah PKn tingkat 2 berjalan
sesuai dengan standar mutu, relevan
dengan kebutuhan organisasi serta
berdampak nyata terhadap peningkatan
kinerja instansi pemerintah.
Tahun 2025 ini merupakan momen of truth
ya. Ee di mana tahun ini kita sama-sama
menjalani sebuah periode efisiensi dan
tentu kebijakan nasional berupa
efisiensi ini harus terus-menerus
komitmen kita dalam menghadirkan
penyelenggaraan pelatihan yang tetap
berorientasi hasil yang adaptif dan juga
berkelanjutan. Oleh karena itulah
melalui kegiatan rapat koordinasi ini
lembaga administrasi negara ingin
meneguhkan semangat perbaikan secara
terus-menerus.
Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan
ini ada beberapa. Pertama adalah
meningkatkan koordinasi dan sinergi
antara LAN sebagai instansi pembina
dengan seluruh penyelenggara PKn tingkat
2 di seluruh Indonesia. Yang kedua,
melakukan evaluasi penyelenggaraan PKn 2
tahun 2025 baik dari aspek mutu,
efektivitas, maupun dampak pelatihan.
Yang ketiga, mengidentifikasikan
tantangan, solusi, dan praktik baik atau
best practices dalam pelaksanaan PKN 2
di berbagai instansi dan daerah. Dan
yang keempat adalah merumuskan rencana
tindak lanjut untuk peningkatan kualitas
penyelenggaraan di tahun 2026 dan
seterusnya. Selanjutnya izinkan kami
menyampaikan laporan tentang
kepesertaan.
Ee kegiatan Rakor kali ini diikuti oleh
24 lembaga pelatihan yang
menyelenggarakan sebanyak 32
angkatan PKN 2 dan dua angkatan dengan
pola integrasi ses parlu dengan PKN
tingkat 2. Secara
detail sebarannya adalah sebagai
berikut. di lingkungan Lembaga
Administrasi Negara. Ada beberapa ee
Direktorat dan Pusat Pembelajaran yang
menyelenggarakan PKN 2 ee di Direktorat
Pembelajaran Manajerial Kepemimpinan di
Jakarta tiga angkatan. Kemudian di pusat
pembelajaran di LAN Jatinangor,
kemudian di pusat pembelajaran LAN di
Samarinda dan pusat pembelajaran LAN di
Aceh masing-masing satu angkatan dan ee
pusat pembelajaran strategi kebijakan
manajemen pemerintahan di Makassar ini
dua angkatan. Di luar lembaga
administrasi negara, kementerian maupun
juga pemerintah daerah yang
menyelenggarakan PKN 2 dapat kami
laporkan sebagai berikut. Pusdikmin
Polri, BPSDM Provinsi Jawa Timur, BPSDM
Provinsi Jawa Tengah, BPSDM Provinsi
Jawa Barat, dan Pusdiklat Kementerian
Luar Negeri masing-masing dua angkatan.
Sementara BPSDM Kementerian PU, BPSDM
Kementerian Hukum, BPSDM Kementerian
Kominfo atau Komdiji, BP BBPK
Kementerian Kesehatan, kemudian Badan
Diklat DIY, BPSDM Provinsi Banten, DKI
Jakarta, Bali, Sumatera Sumatera Barat,
Sumatera Selatan, Kalimantan Timur,
Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara dan
Provinsi Papua masing-masing satu
angkatan. Selanjutnya kami laporkan
tentang output yang diharapkan dari
penyelenggaraan rapat koordinasi ini.
Ada beberapa yang ingin kita capai.
Pertama adalah tersusunnya rumusan hasil
evaluasi dan rekomendasi nasional dalam
penyelenggaraan PKn tingkat 2 tahun
2025. Dan yang kedua adalah terbangunnya
komitmen bersama untuk peningkatan mutu
dan inovasi dalam pelaksanaan PKn
tingkat 2. Bapak Kepala Lan, Bapak
Sekda, dan Bapak, Ibu sekalian yang kami
hormati. Demikianlah laporan
penyelenggaraan kegiatan ini kami
sampaikan. Kami mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada seluruh
pihak yang selama ini telah
berpartisipasi dan mendukung
penyelenggaraan PKn tingkat 2 sepanjang
tahun 2025. dengan kerja keras, dengan
dedikasi, dan juga dengan semangat
pembaharuan yang secara terus-menerus.
Selanjutnya kami mohon ee Bapak Kepala
LAN dan juga ee Ibu Gubernur yang dalam
hal ini diwakili oleh Bapak Sekda untuk
dapat memberikan sambutan dan arahan
dalam penyelenggaraan rapat koordinasi
ini. Demikian yang kami dapat sampaikan.
Terima kasih atas perhatiannya. Billahi
taufik wal hidayah. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[musik]
Bapak, Ibu hadirin undangan yang kami
hormati. Selanjutnya sambutan selamat
datang Sekretaris Daerah Provinsi Jawa
Timur. Yang kami hormati Bapak Adi
Karono, AKSMAP. Disilakan.
[musik]
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi dan salam sejahtera untuk
kita semua. Shalom. Om swastiastu, nam
budhaya. Salam kebajikan rahayu.
Yang terhormat dan kita banggakan
bersama-sama
Kepala Lembaga Negara Republik
Indonesia, Bapak Dr. Muhammad Taufik
dia. Terima kasih, Pak.
Saya mungkin gelar saya masih map ya.
Beliaulah pembimbing saya di S2 kami ya.
Jadi enggak mungkin saya enggak hadir,
Pak.
Yang kami hormati tentu jajaran yang
hadir, Pak Sesta Malalan
ee Pak Deputi Penyelenggaraan
Pengembangan Kapasitas ASN Pak Triwid
Utomo,
Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran,
Bu Erna Irawati,
Deputi Bidang Penjaminan Mutu,
Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran
ASN Ibu Armi Winarti.
Karo Perencanaan Keuangan Ibu Feni
Damayanti dan yang kami hormati Direktur
Pembelajaran Manajeral Kepemimpinan
Bapak Giri Sapto Aji.
Yang kami hormati Kepala BPSDM
Kementerian IMIPAS Bapak Aman Riadi.
Aman, Pak. Pasti Pak sini, Pak.
Kepala Pusat Pelatihan BPSDM Pemerintah
Pemerintah Imipas, Pak Muhammad Tito.
Aduh, saya kaget tadi ada Pak Tito
katanya. Wah, bos saya nih paling takut
sama Pak Tito soalnya, Pak. Kalau pemda
Pak
Kepala BPSDM tentu ini yang punya tempat
kawasandra di mukanya ASN Jawa Timur.
Pak Dr. Ramlianto. Terima kasih.
Seharusnya Pak Ramli ada di Singapura
beserta Ibu Gubernur. Namun beliau lebih
mengutamakan pekerjaan selesai di
Singapura dipersiapkan tetapi urusan
peningkan kualitas SDM tetap harus
dilakukan
dan tentu beserta jajaran Widyasara
Utama
dan calon Widaiswara Utama ya.
Ya, Pak Bobi. Ya, tinggal tunggu Pak
Ketualah nanti ya.
Para peserta Rakor PKN nasional tingkat
2 dari seluruh badan
ee diklat SDM di kementerian maupun di
daerah. Tentu kami mengucapkan terima
kasih, puji syukur ke hadirat Allah
Subhanahu wa taala pada hari ini kita
dapat bersilaturahmi dengan seluruh
pemangku kepentingan terutama yang
melaksanakan diklat kepemimpinan tingkat
dua dari seluruh Indonesia dan tentu
dari kementerian.
Eh
kami atas nama Pemerintah Provinsi Jawa
Timur terima kasih
Lan masih memberikan kepercayaan tidak
hanya urusan melaksanakan diklat
kepemimpinan, tetapi juga
menyelenggarakan Rakor nasional yang
sangat penting ini di Jawa Timur. Ini
sejalan dengan harapan kami bahwa Jawa
Timur ingin menjadi tetap menjadi best
practice ya. kawat candal di muka
bagaimana sebuah laboratorium
kepemimpinan melalui diklat pimpinan di
Indonesia dan ini sejalan juga dengan
kondisi saat ini bahwa hasil dari
inovasi proyek perubahan di Jawa Timur
bergerak sangat luar biasa. Saat ini
indeks inovasi kita hasil BPSDM kemarin
terakhir meningkat 94,8%
ya
dari tahun lalu 2024 84,8%
itu sudah paling menjadi provinsi
terinovatif di Indonesia. Mudah-mudahan
berikutnya juga masih dalam kategori
itu. Bapak, Ibu sekalian,
ee kami juga mengucapkan permohonan maaf
dari Ibu Gubernur karena ditugaskan Pak
Ramli ke Singapura selama 5 hari dan
ternyata Pak Wagup juga pagi tadi harus
ke Jakarta ada ratas dengan Pak Wapres.
Jadi mohon maaf kalau yang hadir hanya
Sekda, tetapi ikan peda, ikan layur.
Jangan khawatir, ini Sekda bukan
sembarang Sekda, tapi pernah jadi PJ
Gubernur. Nah, [tepuk tangan]
ya. Jadi, sudah setahun pernah sendirian
ya, semua acara didatangi.
Ibu sekalian terima kasih ee Pak Ramli.
Kami men-delete dua acara pagi ini
karena kami melihat bahwa semua
kebijakan program hebat secara nasional
maupun ee di level daerah pasti tidak
akan terlepas dari bagaimana peningkatan
kualitas SDM terutama bagaimana kualitas
dari kualitas dan kapasitas kepemimpinan
pejabat kita daerah. Oleh karena itu,
ini kegiatan yang sangat penting
bagaimana kita melakukan koordinasi,
evaluasi tentunya bagaimana semua proses
perencanaan diklat kepemimpinan 2 atau
PKN 2 bagaimana proses
penyelenggaraannya dan evaluasinya tentu
harus kita lakukan menyerap dari semua
kalangan pemangku kepentingan.
Kemudian kalau kita melihat bagaimana
diklat kepemimpinan sudah berjalan
bertahun-tahun,
bahwa saat ini sudah saatnya betul-betul
melihat perkembangan perubahan zaman.
Dengan peningkatan teknologi informasi
yang sangat tinggi sudah menjadi suatu
keharusan bahwa semua proses kediklatan
sudah menyentuh teknologi. Dan tidak
hanya itu, diklat pimpinan harus bisa
menciptakan bagaimana selaras dengan
reformasi birokrasi khususnya
transformasi digital yang dilakukan oleh
masing-masing organisasi di
pemerintahan.
Kami di Jawa Timur betul-betul sedang
melakukan upaya transformasi digital
total terhadap semua proses birokrasi
sudah selesai. Semua tahapan proses
administrasi birokrasi sudah selesai
dengan transformasi digital. Sekarang
kita melangkah bagaimana bukan lagi SPBE
tapi menjadi pemerintah digital.
pemerintah digital lebih mengarah
bagaimana desain sebuah ee inovasi
digital yang bisa mengarah ke dampak dan
juga menjadi sebuah culture yang
betul-betul dilaksanakan. Orientasinya
adalah pelayanan masyarakat yang lebih
dari sekedar berdampak tetapi juga
memuaskan dan solutif. Dan ini kita
lakukan beberapa hasil dari
diklat kepemimpinan yang kalau dulu kita
menyatakan bahwa
dengan digitalisasi akhirnya ada inovasi
yang modenya mode digital, ada yang non
digital dan di inovasi juga demikian.
Tetapi ee kita menyadari bahwa semua
dengan digital akan bersentuhan dan
menjadi mudah. Maka dalam satu ekosistem
kita mengenalnya satu di Kominfo dari
sistem terpos digitalnya. Setiap rumah
sakit kita sudah jadi satu command
center. Semua layanan berbasis IT dan
terkoneksi dalam satu genggaman dan juga
sudah bukan lagi satu rumah sakit.
Rumah sakit kami ada 14
rumah sakit besar yang terbesar Sutomo
dengan pemasukan budget kita 1,67
triliun dan itu sudah melakukan sesuai
dengan arahan bagaimana ee transformasi
untuk kebijakan pengadaan barang jasa
dengan konsolidasi. Jadi kami melakukan
pengadaan barang jasa dengan sistem
antar rumah sakit 14 rumah sakit juga
dengan rumah sakit Solo, Semarang,
Jogja, Bali menjadi pengadaan bersatu.
Ini sudah lintas. Sehingga ketika nanti
peserta diklat PIM dari kami, kami akan
kurasi dulu. bukan persoalan penuhan
syarat belum diklat tetapi juga
kira-kira
Anda mau ngambil proyek perubahan apa.
Pertama kami sudah batasi, Pak semua
aplikasi dengan domain dan subdomain
dikendalikan oleh satu pintu dari
Kominfo. Servernya di situ semua dan
harus terkoneksi sehingga kami bisa
melihat
manfaatnya, perubahannya seperti apa.
Satu hal produk kita yang paling bagus
harus diklat PIM kemarin adalah
transformasi untuk transportasi publik
Trans Jawa Timur ajaib namanya dengan
aplikasi yang kami pastikan ya bahwa
aplikasinya
jauh lebih bagus,
lebih tinggi teknologinya dari Trans
Jakarta. Mohon maaf kalau ada dari
Jakarta karena saya juga orang Jakarta
nih, pemain transfer juga saya. Jadi
saya tahu persis dari Jakarta saya
belajar ini berbeda. Kita bisa melihat
bagaimana pergerakan kendaraan bus,
melihat okupansinya, tempat duduknya
bisa melihat juga AR-nya untuk bisa
melihat halte mana saja yang akan dan
terkoneksi dengan alat pembayaran
digital semua pembayaran dengan sangat
murah dan akhirnya
load faktornya meningkat sampai 150%.
maka kita bisa meluncurkan bus. Nah,
projek ini digagas oleh Kepala Dinas
Perhubungan tetapi dengan mentor saya
sendiri karena kami juga punya
keinginan. Jadi, biasanya persoalan di
Ket PM itu adalah pertama bagaimana
visibility dari inovasi itu. Yang kedua
need assessment. Kebutuhan apa yang
membuat bombastis berdampak di
masyarakat. Sehingga kurasi ini penting.
Kami punya brida,
maka dikurasi dulu kira-kira
rencana-rencana projek itu betul-betul
visibel atau sekedar untuk diklat. Nah,
ini sudah mulai berubah. Orang stres
ketika mau diklat BIM di sini memikirkan
bukan nanti bisa ikut belajar terus
mengeluarkan ide, tetapi di awal saya
harus tahu
proyekmu apa, apakah hanya
mencari sesuatu yang bisa menghasilkan
suatu perubahan sesaat atau tidak. Maka
kami sangat mendukung Pak Taufik dulu
ada yang namanya inagara
apa namanya itu ya inovasi penyelenggara
negara. Itulah bukti
ee penilaian siapa yang sesungguhnya
produk pemimpin perubahan yang
berdampak. Karena setelah diklat PIM 2
tahun kemudian dicek apakah proyek
perubahannya masih jalan atau tidak. dan
berhak mendapatkan tempat untuk
melakukan lomba inagara. Dan saya
termasuk ee dulu mendapatkan tempat 10
besar, Pak. Karena setelah 2 tahun. Nah,
kami berharap itu bisa dilakukan karena
ukuran kami adalah long lasting. Kalau
setelah diklat PIM selesai setahun
hilang itu kurang berdampak dan berarti
inovasinya tidak terlalu kelihatan. Nah,
oleh karena itu berharap sebetulnya
projek-projek semacam itu bisa
dilakukan. Jadi bukan persoalan yang
strategis, visioner, adaptif, inovatif,
transformatif saja, tetapi bagaimana
praktik-praktik itu bisa dirasakan oleh
masyarakat bahwa ini bagus. Transjatif
ajaib sudah 3 tahun berjalan berkembang
menjadi moda yang dicintai oleh
masyarakat. ini sebagai contoh. Kemudian
juga bagaimana kita mengikuti
perubahan-perubahan dari diklat BIM dan
saya salah satu korbannya ya biasanya
PKn-nya adalah ke luar negeri.
Ketika zaman saya masuk ada kebijakan
baru harus ke desa tertinggal. dapatlah
salah desa di
Kecamatan Monosari yang di Lebak ya.
Jadi yang digunakan itu sudah bukan lagi
kepemimpinan di dalam ee pemerintahan
tetapi sudah kepada PR ya rural
appraisal dan saya waktu itu ikut
membantu menyusun dan akhirnya praktik
pertama widyawara utama ikut ke desa
saya. Nah, itu jadi pola ini angkatan
rintisan bahwa best practice untuk
praktik PKn di
daerah di desa tertinggal ini luar
biasa. Waktu itu kami agak protes waktu
yang lain ke Hongkong, ke Jepang ini ke
Lebak, Pak. ya [tertawa] waktu itu tapi
pembelajarannya luar biasa banyak lebih
sulit bagaimana mempraktikkan
ya proses manajemen kepemimpinan di
suatu ya karena harus menemukan
persoalan, mencari solusi dan bagaimana
bisa berkelanjutan itu lebih sulit dari
kita membuat reformasi di pemerintahan.
Mudah-mudahan ee saya enggak tahu
sekarang masih Pak Ramli praktiknya
sudah
ke
Oh, Zoom.
Lebih parah lagi kalau gitu. [tertawa]
Baik. Ee Bapak Ibu sekalian, kami
mungkin kalau teman-teman daerah daerah
sedang pusing dengan isu bagaimana
pengurangan dana transfer. Peru
sampaikan pasti akan berdampak kepada
semua OPD, semua satker pengampu
khususnya pasti akan berdampak pada
Badan Diklat atau BPSDM. Bapak, Ibu
sekalian ee saya kira Jawa Timur kalau
di kacamata nasional sangat bagus ya.
Bagaimana 38 kabupaten kota dengan kalau
dilihat indeks fiskalnya ternyata begitu
dibedah fiskal Jawa Timur termasuk
sedang yang tinggi hanya DKI.
Fiskal Jawa Timur untuk kabupaten kota
itu hanya satu yang kuat Surabaya.
Yang sedang ada tiga, Sidoarjo,
Malang, Kota Malang, dan
Gresik.
selebihnya adalah fiskal rendah. Rendah
itu ukurannya adalah bahwa komposisi
perbandingan dana transfer DAU, DAK bagi
hasil apapun lebih besar dari PAD.
Dari 34 itu ternyata rata-rata PAD-nya
250 miliar sampai 500 miliar.
Tapi dengan kebijakan dari Menpan P3K
dan P3K per waktu itu untuk belanja
gajinya bisa 1 triliun rata-rata.
Bayangkan uang R00 miliar untuk membayar
R triliun. Maka tingkat ketergantungan
tentang tanda transfer sangat luar
biasa. khususnya DAU yang IRMAK bisa
digunakan untuk gaji maupun untuk
kegiatan lain-lain. Begitu dikurangi
DAK-nya, DBHT-nya, maka semua pergerakan
berpengaruh. Dan ini yang sedang para
pimpinan tentu gubernur, bupati,
walikota sedang-sedang protes karena apa
yang sedang berproses ketika sistem
pemilihan dengan janji masyarakat, janji
politik tidak terpenuhi dan ini sesuatu
yang sangat besar. Oleh karena itu,
bagaimana nanti begitu persoalan ini
berpengaruh ya terhadap pelaksanaan
diklat kepemimpinan, maka perlu cari
strategi yang paling jitu tentunya Pak
Ramli akan berpikir kembali untuk bisa
tetap terlaksana dengan baik ya. Tapi
Wid utamanya pasti kebayar TPP-nya.
Tenang aja, Pak.
Jadi harus bisa bertransformasi ini,
Pak. dari persoalan-persoalan itu. Yang
kedua, saya ingin bahwa menyatakan bahwa
semua harus tetap berjalan, semua harus
reform. Maka mudah-mudahan pada rapat
koordinasi ini bisa kembali menemu
kenali terkait dengan need assesment
semua proses kediklatan ini dari
perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan
juga dari semua unsur baik peserta,
penyelenggara widisara ya ini kan wide
suwara utama kita sebetulnya masih
kurang empat Pak Taufik ya makanya Pak
Bobi hadir di sini duduknya agak dekat
dengan Bapak karena belum dikeluarkan
suratnya gitu kan.
Tapi kami yakin untuk diklat PIM kami
tidak bisa menerjunkan sembarangan
widyayasara. Tapi widyasara yang sudah
berpengalaman tentu ada hubungannya
dengan karir Pak supaya ketika ngajar
nanti tidak ngajar sejarah ya ketika
saya kepala dinas ini. Nah itu ya. Jadi
kami wajibkan untuk teman-teman semua
bisa bertransformasi digital. bisa
menggunakan digital supaya pesertanya
juga aware dengan budaya untuk digital.
Saya kira itu beberapa hal saya ee
diklat PIM sangat-sangat dibutuhkan di
semua kementerian, di semua angkatan itu
menjadi sesuatu yang wajib sehingga
nakoda agen perubahannya harus kita
cetak betul-betul
sehingga dalam acara ini mudah-mudahan
kita akhirnya terjadi masukan-masukan
improve. Kalau faktor-faktor kendala
pastilah mohon kalau ada faktor kendala
itu adalah anggaran diomor berapakan
dulu ya. Kadang-kadang culture kita,
saya lihat ya, suatu penyelenggaraan
kegiatan program di lapangan sangat
ketergantungan dengan usulan anggaran.
Sehingga alasan itu, mohon maaf Pak,
keterbatasan anggaran
bagaimana untuk mencari sumber pendanaan
yang lebih apa ee di luar itu yang
belum. Sementara kami akhirnya bisa
dengan berbagai potensi,
berbagai sumber bisa kerja sama dan pada
akhirnya saya terselenggara. Kalau
mindset apa pemahaman kita tentang
kegiatan itu harus dibiayai APBD, tentu
ini akan membebani terus.
Bagaimana creative financing itu menjadi
penting. Kami sedang mengajarkan itu
teman-teman untuk setiap kegiatan
berpatter, bermitra dengan stakeholder
yang ada dan akhirnya kita selesai.
sebuah festival, sebuah event olahraga,
sebuah projek perubahan yang menyangkut
stakeholder lain, sistem di perusahaan
itu kami gunakan akhirnya bisa irit ya.
Semua penyelenggara bisa begitu. Nah,
ini mudah-mudahan mindset ini bisa masuk
dalam kurikulum bahwa kehebatan sebuah
proyek perubahan juga di ada indikator
bagaimana dukungan pendanaan tidak
ketergantungan dengan APBN atau APBD.
itu menjadi penting saya kira dalam ee
hal ini. Mudah-mudahan bisa menjadi
sesuatu yang bisa dibahas pada hari ini.
Itu yang mungkin bisa kami sampaikan.
Sekali lagi selamat datang, selamat ee
berkegiatan di PPSDM
yang mungkin barangkali juga kami ingin
masukkan apakah dari
fasilitas sarana prasarana yang ada di
sini sudah memenuhi atau belum untuk
tingkat diklat pimpinan dan sebagainya.
Tentu kritik dan masukan. Terima kasih
karena sudah datang dari berbagai
wilayah dan kementerian. Pasti akan
menjadi pembelajaran buat kami juga
untuk lebih meningkatkan bagaimana
proses diklat kepemimpinan di Jawa Timur
untuk nasional dan untuk dunia. Saya
kira itu. Itu yang bisa kami sampaikan.
Terima kasih.
Semoga Allah Subhanahu wa taala meridai
semua upaya kita untuk dalam rangka
meningkatkan kualitas SDM,
pimpinan perubahan yang berdampak bagi
organisasi, pelayanan publik dan
masyarakat. Dan tadi ada oret-oretan
tadi karena membuat pantun tadi.
Mentari pagi bersinar terang,
sinari bumi dengan penuh harapan.
Rapat koordinasi diat PIM terus kita
kuatkan untuk mendapatkan pemimpin
perubahan yang berdampak untuk kemajuan.
Demikian yang bisa kami sampaikan.
Sekali lagi terima kasih. Wallahul muf.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[musik]
Bapak, Ibu hadirin undangan yang kami
hormati. Selanjutnya sambutan dan arahan
kebijakan penyelenggaraan pelatihan
kepemimpinan nasional tingkat 2 oleh
Kepala Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia sekaligus membuka
secara resmi rapat koordinasi PKn
tingkat 2 tahun 2025. Yang terhormat
Bapak Dr. Muhammad Taufik, di disilakan.
[musik]
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita
semuanya. Om swastiastu.
Namo buddhaya, salam kebajikan.
Saya mulai dari pantun dulu ini biasanya
ya.
Tanjung Perak tepi laut
nan elok tadi.
Tempat kapal singgah membawa berita.
ASN kompeten tak pernah berhenti
berdampak
melayani rakyat menuju hidup sejahtera.
[tepuk tangan]
Yang saya hormati sahabat saya Bapak
Sekretaris Daerah Provinsi
Jawa Timur Bapak Adi Karoyo yang dalam
har ini mewakili Ibu Gubernur ee
Provinsi Jawa Timur
yang saya hormati.
Kawan-kawan kolega
JPT Madia Lembaga Administrasi Negara
ini komplit semuanya dari Pak Sestama,
ada Pak Tri, Deputi Penyelenggaraan
Kapasitas, ada Bu Erna Deputi
Transformasi Pembelajaran, dan ada Bu
Armi Deputi Penjaminan Mutu. Hanya satu
yang gak ikut anu Pak Agus karena
mewakili saya ada acara di Jakarta. Dan
yang saya hormati para pimpinan BPSDM
sini hadir Pak Aman, Kepala BPSDM
Kementerian Imipas.
Yang saya hormati para tentunya ini yang
apa ee yang punya hajat apa yang sebagai
host-nya ya, Kepala BPSDM Provinsi Jawa
Timur Bapak Ramlianto
dan jajaran yang saya hormati.
para pimpinan BPSDM
yang hadir atau yang mewakili di sini
ada Pak Edb dari Sumatera Selatan, ada
Pak Untung, ada
Bu ya dan oh iya Bu dari Jogja, dari
Kalsel, dari beberapa daerah yang tadi
sudah hadir. saya tidak bisa sebut satu
persatu dari kementerian dari ee Jawa
Tengah juga hadir ya ee kemudian dari ya
dari Kementerian PUPR ada hadir dari
beberapa kementerian yang hadir ya dan
kemudian yang saya hormati
kawan-kawan CPT Pratama di lembaga
administrasi negara dan dari instansi
pemerintah yang penyelenggara.
hormati para widyaiswara ahli utama
tadi siapa yang katanya duduk
dekat-dekat saya gitu
ya. Dan yang saya hormati ee saya
banggakan para peserta Rokor PKnasional
tingkat dua ini seluruhnya ada 98 orang.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji
syukur kepada Allah Subhanahu wa taala
Tuhan yang maha esa. Alhamdulillah pagi
hari ini kita semuanya bisa berkumpul
bersilaturahmi dalam acara Rakor
Pelenggaraan PKn tingkat 2 tahun 2025
dalam keadaan sehat selalu.
Ya. Yang kedua, terima kasih kepada Pak
Sikda, Pak Ramli yang sudah
memfasilitasi. Luar biasa. Ini biasanya
kemarin-kemarin nih online Zoom ya. Jadi
kemarin-kemarin online baru sekarang ini
kita ketemu langsung dan di luar Jakarta
ya. Jadi biasanya kita nanti kita buat
keliling ya. Nanti tempatnya Pak Edwa,
tempatnya Bu, tempatnya kawan-kawan
semuanya ya e keliling di daerah ya apa
namanya ee BPSD maupun kementerian
sehingga bisa saling melihat nanti ya.
ee apa standarnya ya. Nah, yang kedua
tentunya terima kasih banyak kepada
Bapak Ibu semuanya selamat datang danam
ee terima kasih sudah hadir untuk dalam
acara ee rapat koordinasi
penyelenggaraan PKn tingkat 2 ini tahun
2025.
Dan Bapak Ibu sekalian, jadi ada
beberapa hal yang ingin ee saya
sampaikan
ya. Yang pertama memang ini kita tadi
sampaikan Pak Sekda ini kita ini apa
istilahnya ee tahun-tahun yang penuh
ujian itu ya ee istilahnya itu apa ee
apa istilahnya Pak Karno itu apa Vivire
Recoloso ya hidup di dalam sebuah penuh
tantangan bahaya gitu ya. Vivioloso itu
ya kayak gini nih. 2 tahun ini banyak ke
e tingkat ketidakpastiannya yang
tentunya tentunya kita ambil hikmah yang
baik. Artinya kita harus lebih sigap
lagi di dalam
mensikapi tadi perubahan-perubahan
terutama efisiensi.
Kemudian ada beberapa juga arahan untuk
pembatasan-pembatasan perjalanan dan
seterusnya ini menjadi sebuah acuan kita
bersama. Nah, Bapak Ibu sekalian, jadi
ee ini nampaknya setiap kali efisiensi
ini bidang aparatur ini yang mungkin
karena prioritasnya adalah sekarang
bagaimana memang ee ee Bapak Presiden ya
untuk memberikan prioritas pada
kesejahteraan rakyat sehingga beberapa
tadi pos-pos yang ee terutama terkait
dengan aparatur ya ini karena aparatur
ini sudah mendapat gaji cukup tinggi
sehingga ini apa ada
pemotongan-pemotongan. Nah, ada sebuah
pembelajaran yang penting yang yang
pertama
ini tadi ee kita akan lakukan ee ee apa
namanya upaya koordinasi untuk
memperkuat sinergi pengembangan
kompetensi.
Nah, waktu yang lalu kita sudah
kumpulkan untuk apa
koordinasikan
forum kehumasan ya. Mengapa penting?
Karena ini kita mau bareng-bareng
rebanding ya. Bagaimana bank pembangunan
kompetensi ini sangat penting ini.
Mengapa saya sampaikan ini? Karena kita
belajar dari pembahasan dengan DPR.
DPR itu baru ngah begitu kalau saya
bilang begini ini misalnya oke ee
prioritas untuk apa makan bergizi
diambilkan dari sebagian dari anggaran
kita dan kemudian ada koperasi dan
sebagainya ini penting ya kita support
semua tetapi saya kita sampaikan jangan
lupa di balik kemudian keberhasilan
makan bergiz koperasi merah putih
kemudian penan kemiskinan peningkatan
investasi itu selalu ada ASNAS ASN yang
terampil, yang kompeten, berintegritas
dan tidak ada ee ASN yang skillful tadi,
yang profesional tanpa pemain
kompetensi.
Tidak mungkin kemudian kita rekrut ASN
demikian saja bekerja ya kemudian tanpa
kemudian penguatan pengeman kompetensi
mereka baru terbuka. Betul juga ya.
gimana kita dengan terutama sekarang
kita bicara bagaimana kemudian ee apa
program-program sekarang yang harus
berhadapan dengan tadi perubahan
digitalisasi EI dan seterusnya ya yang
katanya work ekonomi forum kalau
sekarang mungkin rata-rata di dunia ini
pemanfaatan teknologi di sektor
pemerintahan itu sekitar 60 sampai 70
Indonesia mungkin bisa lebih 60 sampai
70 di 2030 di seluruh dunia ya
diperkirakan pemanfaatan teknologi akan
mengambil alih pekerjaan manusia di
sektor pemerintahan.
Sebaliknya 60 sampai 70%.
J itu sebuah hal yang pasti ya karena
kita melihat tren dari apa? Pertumbuhan
eksponensial dari pemanfaatan IA
terutama di dalam apa namanya ee sektor
publik dan sektor ee swasta. Dan untuk
itu maka tentunya cara kerjanya juga
berubah. Kita bicara tentang data juga
diperkirakan 2030
sekitar 170 juta pekerjaan hilang
diganti R10 juta ya. Ee di Indonesia 23
juta yang pasti hilang 2030 gantinya R5
juta. Nah, ini trennya memang
kecepatannya beda-beda tiap negara.
Tetapi satu hal yang pasti banyak
pekerjaan
baik di pemerintah maupun di swasta 5
tahun ke depan akan mengalami banyak
perubahan sehingga skill-nya juga
berubah, kompetensinya harusus kemudian
di-upgrade. Wat forum tahun ini memberi
catatan kalau kita terima tidak
melakukan riskilling tahun ini ya kan
sampai 2030 minimal 50% mak kita kita
akan ketinggalan. Kok ketinggalan
nantinya banyak pekerjaan yang tidak
relevan, pelayanan publik tidak relevan,
bisnis tidak bisa bersaing dan
seterusnya. Nah, Bapak Ibu sekalian kok
kita melihat bagaimana tren dunia
pengangguran di mana-mana ya dan
sebagainya, problemnya bukan hanya
karena ekonominya ee lagi kurang baik
ya, kok ekonomi kurang baik itu selalu
akan muncul sebuah apa? Konjungtur yang
selalu terjadi secara periodikal.
Problemnya mengapa sini kemudian resah
seluruh dunia? Karena dampaknya adalah
konjungtur ekonomi yang kemudian diikuti
dengan perubahan disrupsi teknologi dan
kemudian problemnya akhirnya kita gak
siap di dalam melakukan risk killing
tadi yang seperti diprediksi economic
forum. Nah, untuk itu maka ini kembali
ya poinnya adalah tadi bagaimana kita
kemudian bareng-bareng ya untuk kemudian
ngrebranding bagaimana pengembangan
kompetensi suatu yang sangat vital,
sangat esensial
ya. Nah, ini kalau kita melihat
praktiknya ini Pak Sekda, Pak Ramli,
kawan-kawan semuanya. Jadi BPSDM BPSM
banyak yang gak belum mengasih atensi
pentingnya medsos pemberitaan
mediatisasi dan seterusnya ya dan
ataupun kalau ada mungkin masih senang
mungkin standar yang lama apa standar
yang lama ya seremonial jadi difoto itu
ya kurang lebih hampir sama ya orang
baris ngepel gini kalau enggak jempol
kalau enggak ya L gini ya kan
ya itu gak apa-apa tetapi selalu message
intinya kita sampaikan kan ya message
apa pesan intinya adalah bagaimana
pembahan kompetensi itu dampaknya apa.
Jadi kita cerita pada outcome-nya dulu
ya baru kemudian wajahnya ya ada Pak
Tri, ada Bu Erna itu gak apa-apa ya dan
ini untuk ngerubah. Yang kedua juga kita
sampaikan kemarin dalam forum kehumasan
penting bagaimana kita gambarkan bahwa
kita ini ini kita bikin ee apa sekarang
apa namanya hashtag Pak Sekda ASN
kompeten rakyat sejahtera. Artinya
kompetensi ASN ini kunci untuk
menciptakan kesejahteraan rakyat bukan
hanya kemudian sekedar dapat ijazah
kemudian memenuhi kebutuhan pengembangan
pegawai. Haknya katanya pengembangan
kompetensi bukan.
dia kembungan kompetensi karena ini
kuncinya untuk membuat rakyat sejahtera.
Nah, jadi ini juga kita kemarin di dalam
forum kehumasan kita sampaikan juga
forum kehumasan peman pemban kompetensi
yang dihadiri kemarin ya kawan-kawan
dari perwakilan BPSDN BPSM, lembaga
diklat-lembaga diklat kita kumpulkan ya.
Nah, untuk kemudian kita bareng-bareng
rumbah image, pemban kompetensi itu
berdampak. Pembahan kompetensi itu untuk
kunci kesejahteraan rakyat. Pembahan
kompetensi itu sesuatu yang esensial ya,
bukan seremonial, bukan sekedar kemudian
formalitas ya. Nah, kemudian kita
tampilkan ya apa namanya gambar
rakyatnya dan sebagainya. Waktu kita
kemarin ke Pak Ketusa Kambang sama Pak
Aman ya kita ya kita foto dan
sebagainya. Jadi membuat sebuah
perubahan image bahwa ini betul-betul
pembahan kompetensi ini kita berjuang
untuk rakyat ya. Kurang lebih kita ini
menjadi hal yang indispensible. Artinya
tidak bisa terpisahkan dari dari upaya
kita ee apa namanya bersama-sama untuk
memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
Nah, Bapak Ibu sekalian ini mohon
kiranya yang hal yang pertama ingin saya
sampaikan tadi. Kita akan terus perkuat
forum atau sinergi dari pengembangan
kompetensi seluruh Indonesia dari
lembaga-lembaga pelatihan. Ada BPSDM
daerah, ada BPSDM di kementerian
lembaga, lembaga, pusat-pusat diklat di
kementerian lembaga. Bahkan nanti kita
juga akan gandeng dari BUMNB BUMN. Untuk
apa? untuk tadi kita yang pertama akan
memperkuat rebranding ya, pengembangan
kompetensi itu berdampak, pengembangan
kompetensi itu esensial ya. Nah,
kemudian yang berikutnya adalah terkait
masih di ee apa namanya sinergi itu
Indonesia ini mungkin unik gitu ya. Di
dalam diskursus, di dalam wacana-wacana
selalu kita ngomong yakin semuanya bahwa
SDM itu unsur yang paling vital.
gitu ya. Tetapi upaya bareng kita untuk
membangun ke sana human capital
Indonesia ini nampaknya belum terlalu
kelihatan dilakukan sebagai sebuah ee
upaya bersama yang kemudian sistematis
arahnya jelas dan seterusnya ya.
terutama di bidang aparatur kita masih
perlu perkuat itu. Nah, untuk itu maka
ya ini saya mengundang dalam forum yang
baik ini kita akan membuat mungkin nanti
ee akan ditamatangkan dalam forum
berikutnya sebuah asosiasi pengembangan
kompetensi Indonesia ya. Apapun namanya
n silakanlah ya apapun namanya. Kenapa
berbagai negara misalnya kita kok kita
browsing ya ada namanya apa eh strat apa
namanya eh society of human resour human
resources management ada namanya
European Training Foundation ya ada
World Federation of Training Association
jadi mereka ini bersatu ya mengapa
penting bersatu resources-nya kemudian
kita bisa sharing kita bikin kembangkan
kemudian sebuah learning marketplace
bareng-bareng, bagaimana kemudian kita
program bareng-bareng dan Undang-Undang
20 mensyaratkan bahwa pengembangan
kompetensi dilakukan secara
terintegrasi. Maksudnya adalah secara
kolaboratif. Nah, Bapak Ibu sekalian,
tahun kemarin kita lakukan forum seperti
ini di LAN ya. ini yang kita kemudian
kita mulai mencanangkan gagasan kita
ngerombak pemikiran dari ekosistem yaitu
masing-masing sektor kerjakan sendiri
sama masing-masing pemerintah daerah
kerjakan sendiri kita rubah menjadi
ekosistem kita lakukan secara
kolaboratif bahkan kita di-support
banyak dari private sektor ya tahun
kemarin kita ada 300 kita sebut dengan
300B karena 300 dari perwakilan dari
privat sektor untuk support tadi
bagaimana upaya penguatan-penguatan
pembahan kompetensi. Kita dibantu oleh
ISQ, kemudian dibantu oleh ada Kubisa,
ada Asosiasi Pejuang Kompetensi
Indonesia dan seterusnya dan seterusnya.
Nah, ini nampaknya ini sebuah sebuah
lesson learn. Intinya bahwa kita perlu
bersatu ya. Saya enggak mau bikin partai
ini Pak, cuman kita ini kalah kalah
dengan gerakan di dunia. Bagaimana
negara-negara yang sangat konsern dengan
namanya war of talent.
Peperangan ini bukan peperangan militer
yang menonjol itu. Itu hanya
percikan-percikan. Yang real di lapangan
adalah peperangan talenta. Saling
membajak, saling ya di Malaysia sampai
bikin BUMN khusus untuk
mengamati mencari head hunting talenta
di dunia namanya talent cops ya. Saya
dengan Pak Pandi langsung ke sana kita
kita kunjungi bagaimana cara kerjanya.
mereka petakan talenta-talenta di dunia,
ambil yang terbaik. Makanya kemudian
perwakilan-perwakilan apa namanya?
Perusahaan dunia yang besar-besar ada
semua di Malaysia. Mengapa? Karena
mereka punya talenta-talenta kelas dunia
ya. Nah, Bapak Ibu sekalian ini makanya
ini sebuah gagasan ya yang nanti mungkin
bisa kita konkretkan ya ee apa namanya
pembentukan tadi karena ini penting ya
kita bergerak bareng ya untuk kemudian
menyambut s sebuah war of talent at
perang talenta termasuk di aparatur juga
kita sedang berperang dalam arti kita
kemajuan tadi kita berdaya saing ini
sangat membutuhkan ASN-ASN yang
bertalenta.
Yang kedua, Bapak Ibu sekalian, ini
mungkin lebih pada hal yang terkait
dengan Rakor ini. Saya mengucapkan
banyak terima kasih kepada support dari
kawan-kawan bagaimana dengan
perubahan-perubahan
yang ada PKN 2 tahun ke ini ya ee bisa
terselenggarakan dengan baik ya. Karena
awal-awal tahun ketika efisiensi banyak
yang menyatakan tidak sanggup lagi saya
sampaikan yang tutup kita ambil alih
karena ini sebenarnya kewajiban lembaga
administrasi negara di dalam tadi upaya
pengembangan kompetensi sehingga
kemudian ee apa namanya kita tap carikan
solusi semuanya tidak ada yang tutup.
PKN 1 juga sama PKN 1 ini dari sekitar
berapa? 5,6 miliar ya dipotong menjadi
290 juta. Sebenarnya secara di atas
kertas sudah enggak bisa dilakukan ya,
tapi kita bisa lakukan empat angkatan
ya. Tiga angkatan tadi Pak Sekda sebut
creative financing ya. Kreatif apa
namanya dengan kita ee tadi kolaborasi
tadi gunanya seperti itu ya. Jadi empat
angkatan, tiga angkatan R0 ya. Tiga
angkatan Rp0. Nah, Bapak Ibu sekalian,
jadi ee apa namanya ee di dalam upaya
kita ee mensikapi tadi
perubahan-perubahan ee adanya
kebijakan anggaran pemerintah ini perlu
kesigapan ke kolaborasi tadi yang
kemudian untuk memastikan bahwa semua
program tetap bisa berjalan dengan baik.
Nah, untuk itu maka yang pertama
tentunya kita akan masih akan lanjutkan
ee fleksibilitas dalam penyelenggaraan
beberapa ee kegiatan B masih bisa
dilakukan dengan online meskipun banyak
yang protes juga kok online ya. Nah,
tetapi ini kita sesuaikan dengan
kemampuan dari penyelenggara ya. ada
beberapa yang kemudian ee di kementerian
terutama yang sangat terdampak kemarin
banyak yang dialihkan pada online
sehingga ada penyederhanaan untuk
pertemuan klasikalnya ya. Nah, untuk
daerah-daerah yang masih mungkin ada
kelonggaran silakan ya. Ee kemarin juga
kita e berikan kelonggaran termasuk di
visitasi ya. Visitasi ini ee kita
berikan kelonggaran sesuai dengan arahan
kemarin juga dari Bapak Menteri Dalam
Negeri agar hotel, akomodasi, transport
hidup ya silakan nanti disesuaikan dapat
perjalanan dinas selama itu dilakukan
dengan cara yang paling efisien dan kita
utamakan adalah visitasi-visitasi
yang mendukung prioritas Bapak Presiden.
visitasi, makan bergizi, melihat e
sekolah rakyat, pengentasan kemiskinan,
ketahanan pangan, ee peningkatan
investasi, ya ini akan menjadi ee apa
namanya ee ee tema-tema yang kita
utamakan di dalam visitasi. Nah, Bapak
Ibu sekalian dalam kesempatan Rakor yang
baik ini ya saya ingin sampaikan bahwa
kita ini frekuensinya harus sama dengan
Bapak Presiden ya. Untuk itu maka ya
tadi visitasinya, tema-temanya kita
prioritaskan tadi mendukung apa yang
menjadi prioritas Bapak Presiden ya.
pengetasan kemiskinan, kemudian ada
makan bergizi, koperasi merah putih,
peningkatan investasi, ketahanan pangan
ya yang bisa tentunya disesuaikan dengan
instansinya dia atau di daerahnya ya
nanti kita pilih dan
tadi yang saya sampaikan mari kita
perkuat hidupkan lagi mediatisasinya
ya, medsosnya kita kembangkan. Saya
terima kasih Pak Sekda, Pak Ramli. Jawa
Timur itu mesosnya keren-keren ya.
Keren-keren ya dan aktif sekali ya. Ini
mungkin bisa sharing kita kemarin dengan
forum kehumasan kita karena gak punya
biaya sharing saja ya. Mungkin yang Pak
ahli bikin video di Jawa Timur bisa
sharing. Yang ahli bikin I mungkin di
Kementerian Kesehatan bisa sharing, di
DKI bisa sharing ya kan dan sebagainya.
sehingga kemudian fungsi kehumasan
pengembangan kompetensi kita ini kuat
gitu. apa yang kita mau beritakan
proper-proper yang bagus tadi yang
sampaikan Pak Sekda ya ini berkelanjutan
banyak kawan-kawan ini yang kemudian
terus ee propernya berkelanjutan ya dan
ini yang kemudian kita beritakan ini loh
pengembangan kompetensi gak formalitas
ya gak sekedar kemudian gagah-gagahan
saja tetapi betul-betul menyentuh apa
kebutuhan hajat hidup orang banyak ya
nah kawan-kawan semuanya tadi masih yang
kedua tadi ya terkait dengan ee
kebijakan ke depan ya mengenai tadi
efisiensi, fleksibilitas, prioritas tadi
visitasi. Visitasi kita buka lagi gak
ada masalah asal tadi terkait dengan
prioritas ee PBAP Presiden dilakukan
dengan cara yang efisien.
Yang ketiga ini yang ee ingin saya
kembali ingatkan lagi.
2 tahun yang lalu ini kita sudah bukan
buat pedoman bagaimana agar menunjukkan
proper-proper itu tidak hanya kemudian
jumlah proper yang inovasi apa jumlah
inovasi bukan ya sudah terlalu umum tapi
kita minta kemudian menyantumkan nilai
ekonominya Pak Sekda. Jadi nilai ekonomi
tadi dari produktivitasnya,
efisiensinya, dari kemudian ee apa
namanya bahkan penyelamatan, potensi
kerugian dan sebagainya. Ini kan banyak
dari kawan-kawan Inspektorat dan sebagai
BBKP dan seterusnya. Jadi mengapa
seperti itu? Karena inovasi ini
intangible aset. Kemarin ketemu sama
kawan-kawan dari Kementerian Hukum ya.
mereka akan dukung proper-proper nanti
akan kita berikan hakinya, hak kekayaan
intelektualnya ya. Nah, untuk itu maka
harus jelas dia berapa nilainya.
Nah, sayangnya
belum semua lembaga pelatihan melakukan
itu
ya. Sehingga sampai hari ini kemungkinan
harapannya apa? setiap akhir tahun kayak
gini ini kita bisa laporkan kepada
pemerintah, pada Bapak Presiden hasil
penyelenggaraan PKN 2 memberikan
kontribusi inovasi senilai 2.000 triliun
misalnya. Mengapa saya bilang gitu?
Kemarin ada satu angkatan aja dia
mengklaim bisa sampai 3.000 triliun dia.
Iya. Dan dia diwawancarai di media ya
dari mana? Kementerian mana perdagangan
kalau enggak salah diwawancarai. dia
punya hitungannya sendiri. Bagaimana
propernya tadi punya nilai segitu
banyaknya diwawancarai di media, ramai
itu ada di YouTube-nya dan sebagainya
ya. Nah, ini saya minta kawan-kawan dari
akuntan untuk mengakses biar ada standar
penghitungannya. Sederhana aja misalnya
dia lakukan kemudian inovasi
ya. Ya. Kemudian ada memotong perizinan
dari seminggu menjadi 1 hari kan kita
hitung itu bagaimana masyarakat keluar
uang yang apa untuk setiap orang dan
seterusnya kali berapa pengguna ya dan
seterusnya dan seterusnya itu
hitungannya yang sederhana saja ya gak
pakai neko-neko. Nah, ini kok kita
laporkan PKN 1, PKN 2, PKP, PKA akhir
tahun berapa ribu triliun kita
dan Kementerian Hukum tadi saya
sampaikan lagi mereka siap untuk
kemudian memproses bahkan ini ide mereka
memproses hakinya
ya. Nah, untuk itu dalam hal dalam hal
ini saya menyampaikan lagi kepada
kawan-kawan,
yuk kita tegakkan lagi tadi ingatkan
lagi pedoman tadi dijalankan
yuk para pengujinya, coach-nya
diingatkan
ya karena pedomannya ada, coach-nya
enggak enggak ngingatkan, pengujinya
enggak nanya juga gitu ya.
Yang kedua terkait dengan kebijakan tadi
yang penilaian mediatisasi
ya. Alhamdulillah kemarin kemarin
koordinasi kita minta sudah muncul tahun
lalu begitu pedoman berjalan kita klik
di Google namanya proper itu hanya
hitungannya ribuan
lah kita sudah melakukan sudah
bertahun-tahun
artinya ini mediatisasinya gak jalan
gitu ya. Mengapa kita minta ada
setiap peserta nge-branding dia bahwa
ini loh proper saya ke media, media
sosial, media sosial kita stop. Mengapa?
Karena dia enggak memang gak pernah
punya medsos ya atau punya medsos baru
ikut PKn baru bikin medsos. Dia gak ada
followernya, gak nak follow siapa-siapa
tingak-tinguk sendirian gitu gak ada.
[tertawa]
Nah, taruh di media online ya.
Alhamdulillah minggu kemarin kita coba
klik sudah jutaan ya. Sudah jutaan. Nah,
mengapa Bapak Ibu sekalian? Agar
kemudian kita tuh kita mainnya di media
di dunia informasi seperti sekarang yang
kita kerjakan baik-baik tidak kita
beritakan dengan baik maka kita sama
dengan tidak kerja
ya. Nah, makanya tadi ya mohon saya
lihat BPS banyak BPSDM yang medsosnya
mati. Dia ada yang hidup isinya masih
sama isinya pimpinannya lagi ancan
jempol dan sebagainya. [tertawa]
Banyak dikritik. Saya datangin konsultan
medsos e kehumasan. Dia bilang, "Pak,
jangan kemudian medsos itu tampilkan
pejabatnya terus jangan has karyanya."
Kenapa? masyarakat nanti emoh lihat ya.
Apalagi kemudian isinya formalitas
isinya selalu sama terus ya istilahnya
berita pembukaan, penutupan dan
seterusnya gak apa-apa tapi kita
ceritakan isinya ya. Nah itu yang yang
nanti ee mohon itu diingatkan kembali
coach-nya, pengujinya diingatkan
kembali. Ya. Yang ketiga, masih dalam
pedoman tadi
kita kemarin awal-awal menggunakan apa
ee evaluasi untuk e pengembangan soft
skill. Karena esensi leadership training
adalah soft skill-nya. Semakin tinggi
soft skill-nya yang kita tekankan.
Banyak yang kemudian mentornya gak paham
gitu ya. Ya, jadi apa yang perlu
dikembangkan gak ada. Sudah bagus ini
ya. Nah, kemarin kita sudah menggunakan
cara pakai fingerprint. pakai. Terus
terakhir kemarin kita pakai ESQ itu juga
pakai. Nanti kita akan standarkan ya.
Tetapi ini ya, tetapi itu tidak kemudian
menggantikan peran mentor tadi ya. Ini
mentor itu harus betul-betul ada rasa
memilikinya ya. Hasil dari pemetaan
dengan ASQ dengan EI follow up-nya
sangat bergantung bagaimana support dari
mentor-mentor tadi. Nah, ini mohon juga
diingatkan. Nah, Bapak, Ibu sekalian,
ini pentingnya para penyelenggara
bagaimana memastikan polisi kita, kita
bisa diterapkan di lapangan. Bagaimana
kemudian memastikan ekosistem pembahan
kompetensi jalan, mentornya jalan,
coach-nya jalan, WI-nya jalan sesuai
dengan polisi kita. Karena kalau tidak
ya tadi ya kita punya sebuah mis visi ke
depan, punya sebuah target ke depan di
dalam transformasi ini tanpa kemudian
tadi penyelenggara yang apa memastikan
kebijakannya jalan maka tidak ada
bedanya kemudian ada kebijakan tidak ada
kebijakan ya. Nah, Bapak, Ibu sekalian,
berikutnya yang ketiga ya nanti di ini
terkait dengan ee apa namanya
pengembangan-pengembangan kompetensi ini
kami sampaikan
terkait dengan kebijakan widya iswara
ini. Mohon maaf ya. Ini
kita tahun ini ya kita ee membuat surat
edaran ya untuk formasi widyaiswara ini
30%
berasal dari perpindahan jabatan. 70%
berasal dari apa namanya karir.
Nah, saya mohon nanti masukan-masukan
juga ya. Ya, tapi sementara ini dalam
sebulan ini saya sudah dapat banyak
laporan. Ternyata yang karir pun belum
bisa diurus.
Nah, ini kita mau akan kembali ingatkan
akan kita sampaikan di dalam ee minggu
depan dengan rapat koordinasi BKN dan
Menpan untuk bisa kemudian kita apa
namanya untuk dapat atensi karena data
kami menunjukkan lembaga-lembaga
pelatihan lembaga diklat ini sudah
krisis widyaiswara terutama yang utama
ya. Nah, jadi mohon nanti juga sampaikan
mana-mana yang memang belum bisa
mengurus tadi untuk kenaikan terutama
yang karir yang 70% ini. Karena yang 30%
itu nampaknya memang ee kesulitannya
bukan di Menpan tapi di ee langsung di
oleh Presiden. Presiden belum tanda
tangan jadi belum berkenan untuk itu
kecuali nah kecuali Pak Bobi
ya. Semoga ini kan anu ya memang
bukannya ditutup tapi arahan dari Menpan
ee dengan tadi apa catatan dari Bapak
Presiden memang sangat-sangat selektif,
sangat-sangat selektif karena memang
jangan sampai kemudian ini untuk sekedar
memperpanjang pensiun makanya kemudian
diutamakan yang karir dari bawah dari ee
apa widayiswara-widayaswara ini ini
untuk menjawab juga beberapa pertanyaan
kawan-kawan yang muncul ini kok yang
karir aja gak bisa ya, yang mau naik
dari madya ke utama aja gak bisa ya.
Nah, ini yang nanti juga kita akan nanti
pastikan itu bisa ee berjalan karena
kondisinya sekarang ini sudah ee apa
namanya ee emergency.
Ini untuk beberapa cara kita
menyelamatkan,
tapi tidak menjadi sebuah solusi
pengganti adalah kita untuk terapkan di
instansi yang memang tidak bisa memiliki
widyaiswara karena memang di situ
jabatan fungsional bukan widyaiswara
tidak ada ya seperti kejaksaan, Kemenlu,
Kepolisian, ada Pusdikmin di sini kita
berikan sertifikasi kompetensi pengajar
non widyaiswara
ya. Nah, ini menjadi opsi nanti ke depan
kalau memang ini tidak ada kepastian ya
untuk kita mengatasi kekurangan
kawan-kawan ya. Tetapi sekali lagi
sifatnya ini sementara ya tidak bisa di
kemudian menjadi pengganti kalau nanti
habis semuanya widadiswara ya. Nah, jadi
karena ini sudah betul-betul kalau di
data yang ada di kami sudah
sangat-sangat kekurangan tadi Widya
Iswara tadi dibanding dengan
program-program yang sekarang ee
dijalankan. Nah, itu beberapa hal yang
ee apa ingin ee saya sampaikan. Nah,
yang lain tentunya ee apa ee
iya baik. Yang lain adalah ee terkait
nanti dengan ee beberapa program yang
ingin kita dorong bahwa BPSDM ini tidak
hanya sebagai penyelenggara tapi menjadi
hub-nya nanti corporate university.
Nanti dijelaskan oleh Bu Erna,
kawan-kawan semuanya. Jadi ee kita
jadikan kemudian ini contoh di Jawa
Timur corporate university-nya
menelorkan sekarang ada akademi
percepatan pengentasan kemiskinan.
Di Jawa Barat juga kita punya akademi
percepatan kemiskinan. Di BPSDM NTT juga
kita punya. Nah, kita harapkan nanti
BPSDM sebagai hub-nya CORPU,
koordinatornya corporate university
nanti akan mengambil tema-tema
yang apa namanya menjadi prioritas Bapak
Presiden ya. ini di samping pentas
kemiskinan. Kemudian ada koperasi merah
putih ya, kemudian
sekolah rakyat dan ee kemarin baru kita
juga ee buka SDG. Nah, nanti ini akan
menjadi sebuah ee banyak
tematik-tematik. Artinya BPSDM tidak
hanya kemudian menyelenggarakan
pelatihan-pelatihan formal, tapi sudah
akan mulai bergerak tadi e ke pengan
kompetensi yang ee apa namanya yang ee
nonformal dalam arti tadi yang non eh
non classical atau corporate university
tadi apa terintegrasi. Nah, ini yang
nanti kita akan ee apa ee pastikan
karena ini sebuah transformasi ke depan.
Nah, untuk itu termasuk juga ee ada
program ee apa? RPL ya, RPL. Jadi mereka
yang sudah duduk nanti kita bisa masuk
di RPL. Nah, ini untuk itu maka bisa
kemudian kita nanti ee kita buat
kawan-kawan yang sudah duduk pilihannya
bisa masuk di RPL tadi ya, sudah duduk
ikut penyetaraan tadi ya, punya proper
dan seterusnya nanti kita akan ee
lakukan ee program penyetaraan. Tapi itu
tidak seterusnya. Hanya sampai 2028.
9. 2 diperpanjang
2029 ya. Karena mengapa? Karena bunyinya
undang-undang ASN adalah dia sebagai
syarat jabatan. Jadi tidak ada lagi
istilah duduk dulu. Jadi di nah yang
terlanjur duduk diselesaikan melalui RPL
ini. Dan yang terakhir Bapak Ibu
sekalian adalah ee kita lagi nyusun
review kurikulum pelatihan kepimpinan.
Nah, ini
termasuk PKN 1, PKN 2, terutama beritas
PKN 1, PKN 2. PKN 1 ini nanti akan
terpisah mereka yang sudah duduk eselon
1 programnya tersendiri ya lebih pendek,
lebih cepat ya, gak ada proper properan
lagi ya dan seterusnya. Nah, kemudian
nanti yang PKN 1 yang belum duduk nanti
ada sendiri ya. PKN 2 nanti kita juga
sedang kita tata nanti yang sudah duduk
ada RPL tadi yang yang belum duduk masih
akan ikut ya program yang reguler. Nah,
mohon masukannya terutama dari sisi
penyelenggaraan
ya. kemarin banyak yang menuntut
kemudian ee apa namanya efisiensi dan
sebagainya. Tapi di lapangan efisiensi
tadi dengan online diprotes ya kemarin
Bu Herna diprotes. Mengapa ini online
kita gak pernah ketemu ya bukan
kepenginnya ketemu ya kok ketemu ada
konsekuensi biaya ya. Nah, yang lain
mengenai terus ee bagaimana ee apa
fungsi LMS dan sebagainya ya, termasuk
materi-materi nanti ee Pak Tri dan tim
sedang mempersiapkan itu. Dan ee
terakhir lagi, sehari terakhir lagi
nanti Bu Armi juga akan menyampaikan
bagaimana ee penjaminan mutu, konsep
penjaminan mutu.
kami tegaskan
tidak ada lagi namanya penjaminan mutu
dari luar ini kan banyak yang masih
menggunakan ada tenaga ahli dari
perguruan tinggi dan sebagainya tidak
ada ya sebagai konsultan dan mungkin
silakan tapi hanya ada dua dalam sebuah
sistem mutu kita ee apa penyelenggaraan
ee pengembangan kompetensi penjaminan
mutu eksternal oleh lembaga administrasi
negara dan penjaminan mutu internal oleh
tim mutunya masing-masing. Jadi,
masing-masing instansi harus punya tim
mutu ya. Nah, ini yang nanti ee apa
namanya? mohon nanti di di ee apa
diperbaiki.
Dan berikutnya adalah kita juga baru
menerbitkan namanya untuk standar sarana
prasarana itu juga nanti bisa menjadi
acuan di dalam nanti perencanaan
pengembangannya di dalam apa namanya ee
apa pengelolaan ee lembaga-lembaga ee
pelatihan. Baik Bapak Ibu sekalian, itu
yang bisa ee saya sampaikan. Sekali lagi
terima kasih banyak. kerja sama yang
sangat baik selama ini, support yang
sangat baik dengan perubahan-perubahan
ya yang sangat dinamis. ee kita terus
kompak selalu dan juga terima kasih
kepada Pak kembali Pak Sekda, Pak Ramli
untuk apa ee fasilitasinya ini ya dan
kita tunggu nanti giliran lembaga
pelatihan lain yang mengitakan piknik
dan syukur tahun depan sudah terbentuk
asosiasinya ini. Tepuk tangan untuk kita
semuanya. [tepuk tangan]
Nah,
sambil mengingatkan tanggal berapa Bu
Armi? 18
18 kita akan matangkan konsepnya ini.
Kita ngundang pimpinan-pimpinan
lembaganya ya agar kita konkret ya.
Karena untuk tingkatan ee di fungsi ee
apa ee kebijakan publik, kita juga lagi
bikin hub kemarin dari Kementerian
Hukum, Pak Menteri, kita bikin namanya
network untuk apa namanya ee BSK, Badan
Strategi Kebijakan ini kita buat namanya
Poly Hub ya. Itu juga kita lakukan. Jadi
kolaborasi itu kata kunci kita bagaimana
untuk menghadapi
e kondisi yang sangat dinamis seperti
sekarang ini. Dan untuk itu sekali lagi
saya menyampaikan terima kasih banyak
kita kerja sebagai teamwork, kerja
kompak dan kerja berdampak. Terima kasih
untuk semuanya. Sekali lagi semoga
segala niatan baik kita, upaya baik kita
mendapatkan rida Allah subhanahu wa
taala. Terima kasih beliau badayah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[musik]
Bapak, Ibu hadirin undangan yang kami
hormati. Izin kami akan melaksanakan
foto bersama. Kami undang teman-teman
fotografer untuk hadir di atas panggung
dan seluruh peserta mohon izin untuk
bersama-sama kita akan berdiri. Kita
akan abadikan momen foto [musik] bersama
rapat koordinasi.
Baik, mohon izin untuk yang pertama
adalah formal terlebih dahulu. Hitungan
3 2 1. Sekali lagi. 1 2 3.
Logo Lan. Izin Bapak logo LAN dulu. Lan.
Izin Bapak logo LAN dulu. Oh, logo LAN
dulu.
Lan. Logo LAN dulu Bapak. Oke, L
semuanya hitungan 3 2 1. Sekali lagi, 1
2 3.
Sekarang semangat tangan sebelah kanan
Bapak Ibu sekalian. Hitungan 3 2 1.
Sekali lagi lebih semangat. 1 2 3. Boleh
kita berikan tepuk tangan untuk kita
semua. Demikianlah seluruh rangkaian
acara pembukaan rapat koordinasi
pelatihan kepemimpinan tingkat 2 tahun
2025. Semoga melalui kegiatan ini
kolaborasi yang lebih kuat antara lain
Republik Indonesia dengan BPSDM di
Indonesia mencetak pemimpin-pemimpin
transpersional yang berintegritas,
mempunyai birokrasi yang menuju tata
kelola pemerintahan berkelas. Akhir
kata, wabillahi taufik wal hidayah.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Baik, mohon izin menginformasikan
setelah ini akan ada panel discussion.
seluruh peserta untuk tidak meninggalkan
tempat. Terima kasih.
pelayanan
Publik membutuhkan aparatur yang
profesional.
[musik]
Di tengah tuntutan zaman yang serba
cepat, pelayanan publik membutuhkan
aparatur yang profesional, adaptif, dan
responsif.
Peningkatan
kualitas sumber daya manusia adalah
sebuah kebutuhan. Di satu sisi kita
seringki menemukan tantangan-tantangan
apakah bersifat internal ataukah
bersifat eksternal. Kreativitas,
inovasi, dan selalu beradaptasi dengan
dinamika-dinamika
yang berkembang baik internal maupun
eksternal ASN. BPSDM Provinsi Jawa Timur
tentu akan terus meng-update dan
meng-upgrade dirinya.
Berbagai terobosan yang dilakukan oleh
BPSDM Jawa Timur membutuhkan kolaborasi
multipihak agar berbagai inovasi
pengembangan kompetensi memberikan
dampak nyata terhadap kinerja
pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan
publik.
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
PPSDM Pemerintah Provinsi Jawa Timur
[musik] senantiasa terus mencari
terobosan dalam mengembangkan program
Dik Jarte pendidikan, pengajaran, dan
pelatihan. Dan di era saat ini
kolaborasi [musik] menjadi sangat
penting karena tentunya sumber
pengetahuan atau knowledge ini tersebar
di [musik] banyak pihak. Maka kolaborasi
dengan berbagai stakeholder menjadi
penting.
Ekosistem ASN menyala.
Multi-entry, Multi
merupakan sebuah inisiatif untuk
memberikan peluang yang lebih besar
kepada ASN untuk belajar kapan saja, di
mana saja dengan cara yang lebih mudah,
cepat, dan relevan.
[musik] Inisiatif ini bukan berdiri
sendiri. Ia sejalan dengan Undang-Undang
Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur
Sipil Negara. yang mewajibkan
pengembangan kompetensi dilakukan secara
berkelanjutan.
Lebih dari itu, ekosistem ini mendukung
agenda besar pemerintah, reformasi
birokrasi, Asta Cita, dan juga
Sustainable Development Goals.
Transformasi ini bukan hanya program
formal, melainkan budaya baru dalam
bekerja. ASN tidak lagi cukup hanya
hadir di kantor, tapi harus terus
belajar, berkembang. dan memberikan
dampak nyata bagi masyarakat. Dalam
jangka pendek pembangunan ekosistem ASN
menyala dimulai dari komitmen bersama
dengan seluruh jajaran perangkat daerah
Provinsi Jawa Timur dan pemerintah
kabupaten kota. Selanjutnya pengembangan
ekosistem ASN menyala dilakukan dengan
cara penguatan dari aspek regulasi
melalui revisi peraturan Gubernur nomor
2021 tentang sistem pembelajaran
terintegrasi corporate university. Tahap
berikutnya adalah menyusun daftar jenis
pengembangan kompetensi yang berbasis
pada hasil analisis kebutuhan
pengembangan kompetensi training need
analysis TNA. Untuk mendukung
pembelajaran yang modern dikembangkan
berbagai platform dan media pembelajaran
seperti Learning Management System LMS
dan YouTube ASN Dahar Ngopi dengan lima
program utama yang kreatif dan menarik.
[musik]
BPSDM Provinsi Jawa Timur memfasilitasi
pembentukan community of practice
sebagai wadah kolaborasi dan berbagi
pengetahuan antar ASN. COP bukan hanya
ruang diskusi, tetapi juga sarana
membangun budaya belajar bersama agar
[musik] ASN Jawa Timur semakin adaptif,
inovatif, dan siap memberikan pelayanan
terbaik bagi masyarakat
[musik]
untuk mempermudah akses pengembangan
kompetensi bagi ASN yang berada di
wilayah kabupaten kota, BPSDM Provinsi
Jawa Timur mengembangkan program kampus
satelit di lima Bakorwil di Jawa Timur,
yakni Bakorwil Pamekasan, Bakorwil
Jember, Bakorwil Malang, Bakorwil
Madiun, dan Bakorwil Bojonegoro. Melalui
program kampus satelit ini, akses
pengembangan kompetensi bagi ASN di
wilayah lebih mudah dan lebih dekat.
Program Kampus satelit ini menyajikan
program-program pengembangan kompetensi
ASN yang sesuai dengan kebutuhan
spesifik wilayah sehingga dapat
memberikan kontribusi nyata terhadap
kebutuhan aktual ASN di daerah. Namun
demikian, pengembangan ekosistem menyala
membutuhkan dukungan stakeholder utama
yang memiliki peran strategis dalam
upaya pengembangan kompetensi sekaligus
kinerja ASN di Indonesia. Lembaga
Administrasi Negara, Badan Kepegawaian
Negara, dan BPSDM Kementerian Dalam
Negeri adalah stakeholder utama yang
akan memberikan penguatan terhadap
pengembangan ekosistem menyala ini.
Saya Dr. Muhammad Taufik, DA, Kepala
Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia menyampaikan dukungan penuh
terhadap proyek perubahan yang dirancang
oleh Dr. Ramianto, SPMP, Kepala BPSDM
Provinsi [musik]
Jawa Timur yang berjudul Optimalisasi
Akses dan Kualitas Pengembangan
Kompetensi ASN di Jawa Timur melalui
ekosistem menyala atau multi-entry,
multiaxes. Nah, idenya adalah bagaimana
ASN bisa terus belajar dan yang akan
dibangun adalah ekosistemnya.
bukan hanya satu sistem, tapi ekosistem
sehingga ASN bisa belajar di manaun,
kapanp dan dia selalu berada dalam
suasana belajar karena ekosistemnya
sudah terbangun. Saya mendukung penuh
program ini.
Bapak, Ibu para peserta Rakor mohon izin
kami persilakan untuk kembali lagi
karena kami akan melanjutkan acara masuk
pada panel discussion. Terima kasih.
Oh iya, langsung di itu aja. Lalala iya.
Enggak
apa-apa langsung diing aja dulu.
Kemudian nanti
Iya. Iya gitu aja santai aja. Silakan
siap.
Baik, selamat siang Bapak Ibu sekalian.
Mohon izin kepada Bapak, Ibu sekalian
yang mungkin masih berada di luar
ruangan, kami silakan untuk dapat
berkenan kembali ke tempat duduk yang
telah disediakan. Karena sesaat lagi
kita akan bersama memulai diskusi panel
pada kesempatan kali ini. Mohon izin
Bapak Ibu sekalian, kami mengundang
kembali untuk Bapak, Ibu dapat duduk dan
kondusif kembali karena sesaat lagi kita
akan masuk pada diskusi panel. Terima
kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi.
Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Salam kebajikan.
Selamat siang Bapak Ibu sekalian.
Boleh saya sapa kembali. Selamat siang
Bapak Ibu sekalian.
Bagaimana? Apakah semangatnya masih
terjaga dari pagi tadi? Masih semangat
Bapak Ibu?
Baik. Terima kasih, Bapak Ibu. Boleh
saya minta tepuk tangannya yang paling
meriah terlebih dahulu.
Tentu saja hal ini menunjukkan bahwa
Bapak Ibu tetap semangat untuk
melanjutkan berbagai aktivitas pada
kesempatan kali ini. Karena sangat
menarik Bapak Ibu kalau tadi kita sudah
ikuti bersama acara pembukaan, kita akan
lanjutkan dengan diskusi panel dengan
beberapa narasumber yang akan memberikan
paparan pada kesempatan kali ini. Bapak,
Ibu tentunya saya sungguh berterima
kasih dan juga suatu kehormatan bagi
saya Stefani Imelda hari ini akan
membersamai Bapak Ibu dalam diskusi
panel. Tentunya saya juga menyapa kepada
tamu-tamu kehormatan Bapak Ibu sekalian
yang hadir dari LAN RI dan juga dari
BPSDM Provinsi Jawa Timur. Semoga kita
semua dalam keadaan sehat dan berbahagia
pada kesempatan kali ini. Baik, Bapak
Ibu sekalian, sebelum kita akan memulai
karena memang hari ini dan pada
kesempatan kali ini diskusi panel harus
diikuti secara fokus, harus diikuti
secara cermat
sama dengan tujuan dari corporate
university,
pembelajaran berintegritas. Untuk itu
bolehkah saya izin mengajak Bapak Ibu
untuk menyuarakan jargon terlebih
dahulu? Boleh. Mohon izin.
Baik. Jika nanti saya suarakan LAN RI,
Bapak Ibu dapat berkenan menjawab
bigger, smarter, better. Bigger,
smarter, better. Ini adalah tagline
resmi dari LAN RI. Boleh dicoba Bapak
Ibu. Mohon izin.
LAN RI. Bigger, smarter.
Wah, sudah cocok sepertinya. Sekali lagi
ya. L bigger, smarter, better. Baik dan
dilanjutkan untuk tagline Jawa Timur.
Kalau saya suarakan Jawa Timur gerbang
baru Nusantara.
Boleh kita coba. Jawa Timur,
Gbang Baru, Nusantara. Baik, untuk itu
kita akan sambungkan keduanya Bapak Ibu
ya. Mohon izin dapat diberikan
semangatnya yang paling luar biasa Bapak
Ibu ya. L RI bigger, Smar, better. Jawa
Timur
Nusantara. Boleh bersama kita berikan
tepuk tangan yang luar biasa Bapak Ibu.
tentunya sesuai dengan judul acara pada
kesempatan kali ini yakni rapat
koordinasi pelatihan kepemimpinan
nasional tingkat 2 tahun 2025 yang hari
ini kita akan membahas secara tuntas
bagaimana seorang pemimpin bukan hanya
mereka yang berdiri di depan, namun
mereka yang bisa untuk selalu
mendengarkan, bekerja sama dan turut
andil dalam berbagai posisi. Kita tidak
hanya sebagai pemimpin yang untuk
dituruti saja, namun bagaimana kita bisa
memberikan semangat di hati orang lain.
Jadi, Bapak Ibu hari ini karena nanti di
sesi selanjutnya Bapak Ibu akan terbagi
dalam beberapa kelompok dan akan masuk
pada beberapa kelas. Hal ini sangat
penting Bapak Ibu sehingga kita akan
berlatih soal kepemimpinan yang bukan
tentang bagaimana menjadi yang paling
kuat tetapi harus menjadi kekuatan di
setiap hati orang. Tentu saja hal ini
merupakan satu visi dan misi dengan ASN
terutama Provinsi Jawa Timur. Boleh
sekali lagi kita berikan tepuk tangan
yang luar biasa Bapak Ibu.
Baik, untuk yang pertama saya akan
undang narasumber-narasumber yang akan
menjelaskan secara tuntas terutama dalam
Corporate University. Untuk itu saya
akan undang kepada yang pertama
Dr. TR Erna Irawati, Esos Empol ADM.
Beliau adalah deputi bidang transformasi
pembelajaran ASN LAN Republik Indonesia.
Baik, silakan Ibu berkenan untuk
menempati tempat duduk yang telah
disediakan. Boleh mohon izin di sebelah
kami boleh kita berikan apresiasi sekali
lagi untuk Ibu cantik yang telah hadir
membersamai kita semua. Silakan mohon
izin dapat duduk Ibu. Dan selanjutnya
juga membersamai Ibu Erna Irawati, kita
akan undang bersama Deputi Bidang
Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas
dan Pembelajaran ASN LAN Republik
Indonesia. Kepada yang kami hormati
Dranda Armi Winarti, M.Si. Kepada beliau
kami silakan.
Baik, sudah ada dua sosok wanita hebat
di sebelah saya yang akan menjelaskan
bagaimana sebetulnya corporate
university ini akan dilanjutkan. Selamat
pagi Ibu-ibu sekalian. Mungkin mohon
izin dapat dicek terlebih dahulu
mic-nya. Boleh disapa dulu. Mohon izin
untuk Bapak Ibu sekalian.
Selamat pagi Bapak Ibu semuanya.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Silakan Ibu
juga berkenan untuk menyapa terlebih
dahulu
ya. Tentunya selamat pagi juga untuk
Bapak Ibu semuanya. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat
untuk kita semuanya.
Baik, terima kasih. Baik, Ibu-ibu yang
berada di depan ini. Beliau akan
menjelaskan dengan seksama begitu ya.
terutama untuk yang pertama rekognisi
pembelajaran lampau program khusus dan
desain outcome
based learning dalam kerangka corporate
university yang pada kesempatan kali ini
akan disampaikan oleh Ibu Erna Irawati.
Untuk itu kepada beliau kami silakan
mohon izin dengan durasi waktu 15 menit
kurang lebih. Silakan.
Terima kasih. Izin ya Mbak ya.
Silakan boleh di podium boleh juga
dengan duduk
kita akan dengarkan. Terima kasih banyak
sekali lagi. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi. Salam sejahtera Bapak Ibu
semuanya. Izin saya berdiri dan ada di
depan. Kalau di bawah saya terlalu
pendek Bapak Ibu nanti yang di belakang
enggak ngelihat gitu. Jadi sekali lagi
terima kasih selamat bertemu lagi di
rapat koordinasi penyelenggaraan PKn
tingkat 2. Tapi ada spinf-nya sedikit.
Kami dari kedeputian transformasi akan
sedikit menginformasikan yang tadi
disebutkan Mbak moderator yang cantik
ini tentang rekognisi pembelajaran dan
juga nanti saya akan apa namanya
menginformasikan dalam konteks corporate
university. Mungkin next saja paparan
saya agak banyak tapi saya akan skip di
banyak hal Bapak Ibu. Jadi sekali lagi
ini biasanya memang yang menjadi acuan
kita apapun pelatihannya adalah
Undang-Undang 20 tahun 2023 khususnya
kalau pengembangan kompetensi adalah
pasal 49. Jadi ini wajib kalau kita
semua bisnisnya atau pekerjaannya di
pengembangan kompetensi ini adalah pasal
yang menjadi acuan kita. Nah, di sini
Bapak Ibu yang menjadi dasar utama
pendekatan pembelajaran terintegrasi
atau corporate university dan pengakuan
pembelajaran. Jadi ee kedeputian
transformasi pembelajaran
memberikan akses, mencoba melakukan
berbagai transformasi untuk menyediakan
akses. Semua ASN wajib melakukan
pengembangan kompetensi diberikan
aksesnya. Kemudian yang kedua
pendekatannya apa? Pendekatannya adalah
corporate university. Kalau kita sudah
melakukan corporate university harus
terintegrasi salah satunya dengan
manajemen ASN makanya dikenalkan
mengenai pengakuan pembelajaran. Next.
Next saja. Nah, ini adalah prinsip yang
kita gunakan untuk melakukan
pembelajaran terintegrasi. Yang pertama
adalah terintegrasi
di mana ada keterhubungan antara semua
sistem dan subsistem yang ada di dalam
organisasi kita untuk melakukan
pengembangan kompetensi. Jadi tanggung
jawab pengembangan kompetensi ada di
semua unit kerja, ada di setiap
individu, tidak berpusat kepada training
setter atau lembaga penyelenggara
pelatihan atau bahkan biro SDM-nya,
Bapak, Ibu. tapi semuanya bertanggung
jawab dengan tata kelola tersendiri.
Kemudian yang kedua adalah memanfaatkan
teknologi digital. Karena apa, Bapak
Ibu? Perubahan saat ini yang mendikti
utama adalah teknologi. Dan ketika
berbicara pengembangan kompetensi kita
dihadapkan kepada keterbatasan misalnya
anggaran, akses dan lain-lain. Teknologi
bisa menjembatani ke sana. Yang kedua
adalah inovasi cara belajar kita baik
produk maupun metodenya. Project based
learning, outcome based learning,
flexible learning, experiential
learning, dan lain-lain menjadi
metode-metode yang sekali lagi harus
kita biasakan. Kemudian yang keempat
adalah bagaimana kita menciptakan sebuah
ekosistem. Kalau tadi creative financing
adalah salah satu tujuan dari ekosistem,
tapi kolaborasinya tidak hanya creative
financing, tapi juga dalam bentuk
produk-produk pembelajaran yang lainnya.
Mungkin next.
Kemudian ini sudah umum Bapak, Ibu.
Perlan 6, Keplan 306 ini umurnya sudah
ee 2 tahun dan 1 tahun. Jadi ini sedikit
mengingatkan saja mengenai kebijakan
corporate university. Ada materinya
nanti bisa diakses di link yang saya
sampaikan di sini atau melalui media
sosial dari lembaga administrasi negara.
Next.
Kemudian eh ini corporate university ini
harus berkontribusi terhadap tujuan
strategis nasional dan juga tujuan
strategis yang ada di instansi bisa
diangkat isu-isunya pengembangan
kompetensi melalui corporate university.
Next. Sebenarnya saya lebih kepada Bapak
Ibu,
Korpu ada dua level, level nasional dan
level instansi. Level nasional yang
mengorkestrasikan yang bertanggung jawab
sepenuhnya adalah lembaga administrasi
negara. Saat ini kami sedang finalisasi
HCDP nasional, Bapak, Ibu. Ini produk
kolaborasi BAPENAS, BPKP, Menpan dan
lain-lain. BKN juga ada di sini. kita
akan segera selesaikan nanti kita
jadikan acuan pengembangan kompetensi
secara nasional. Tapi nanti di instansi
juga ada corpu instansi
ada produknya banyak salah satunya
produknya adalah HCDP instansi dan
individual development plan yang saat
ini pedomannya sudah kita keluarkan
nanti di sini ada Bapak Ibu. Jadi sekali
lagi saya akan lebih membedah lebih
banyak adalah yang corpu instansi ini.
Next.
Korpu instansi pedomannya sudah 1 tahun,
perlannya sudah 2 tahun, Bapak, Ibu.
Jadi, saya tidak akan mendalami ke sana.
Tapi ini yang ingin saya sampaikan
adalah apa peran aktif yang bisa
dilakukan lembaga penyelenggara
pelatihan atau khususnya kawan-kawan
kalau di daerah di BPSDM pemerintah
provinsi. Apa perannya? Yang pertama
adalah memastikan kalau tadi Pak Taufik
menyebutkan BPSDM Provinsi adalah hubnya
kalau kita berbicara Korpu, kita
berbicara mengenai rekognisi
pembelajaran ada dua, Bapak Ibu. Yang
pertama adalah memastikan penyeleng
penyelenggaraan corpu instansi di
wilayahnya. Kalau kami memiliki Pusdjar,
Bapak Ibu, Bapak Ibu ee bisa
berkomunikasi dengan kawan-kawan Pusdar,
tapi ada di beberapa lokasi meskipun
kita sudah bagi, tapi kita juga ingin
mengaktifkan kawan-kawan yang ada di
BPSDM untuk menjadi mengkoordinasikan
penyelengaan korpu di wilayahnya
masing-masing. Jadi yang pertama adalah
memetakan penyelenggaraan korpu di
wilayahnya. Di wilayahnya yang sudah
menyelenggarakan korpu berapa,
maturitasnya seperti apa. Ini dipetakan.
Yang kedua adalah melakukan advokasi
kebijakan. Ini yang saya sebutkan Bapak
Ibu, kebijakan selama kurun waktu 1
tahun Bapak Ibu kami ada di dapurnya
Korpu Bapak Ibu. Jadi kita sudah
keluarkan saat ini yang pertama adalah
Perlan 6. ini produk 2023 P3K Bangkom
dulu. Kemudian Keplan 306 2024 juga P3K.
Jadi ini produk yang lama. Kemudian
kedeputian transformasi ada SE nomor 9
tentang akselerasi penerapan Korpu. Ini
surat edarannya sudah kita luncurkan dan
nanti Bapak Ibu pada Agustus saat ini
kita meluncurkan surat untuk kawan-kawan
yang sudah melakukan
self assessment untuk maturitas corpo.
Jadi intermediate high klaim-nya saat
ini sudah kita lakukan des analisis yang
memang sudah sesuai untuk intermediate
high sampai dengan advance Bapak Ibu
nanti kita akan ada apresiasi di akhir
tahun mana yang corpu terbaiknya tapi
des analisis kita lakukan dari self
assessment kemudian yang kedua ada
Perlan 5 yang nanti sedikit saya akan
singgung karena akan dilaksanakan secara
efektif tahun 2026 yang tadi Pak Tave
Kawan-kawan yang sudah duduk di jabatan
mengikuti program pengakuan ini yang
keplannya
tentang keplan nomor 465.
Kemudian kita punya keplan tentang HCDP,
keplan tentang IDP sudah ada semuanya
Bapak Ibu. Jadi ini produk-produk hukum
ketika kita berbicara mengenai penerapan
corpu instansi. Kemudian yang kedua,
yang ketiga peran dari BPSDM adalah
menyediakan akses untuk belajar. Bisa
melalui variasi akses, ada webinar seri,
ada yang setiap 1 bulan menyelenggarakan
bahkan 1 minggu, dan juga melalui
knowledge management. Dan yang keempat
adalah menyelenggarakan outcome based
learning yang tadi disebutkan Pak Taufik
saat ini Korpu Jawa Barat, Korpu Jawa
Timur dan juga NTT menyelenggarakan yang
nomor 4 ini, Bapak Ibu untuk Akademi
Pengentasan Kemiskinan. Next.
Ee kita next saja Mbak. Nah, ini Bapak
Ibu tadi kalau kita berbicara peran apa
yang bisa dilakukan oleh kawan-kawan
BPSDM? Yang pertama tadi
mengkoordinasikan penyelenggaraan korpu
di wilayahnya masing-masing. Bapak, Ibu,
ini data dari maturitas korpu yang saat
ini kita miliki. Kalau kita lihat Bapak,
Ibu untuk level nasional kementerian
lembaga
mayoritas Bapak Ibu ada yang berwarna
biru meskipun intermediate
law-nya juga sudah lumayan tinggi gitu.
Sedangkan untuk kementerian lembaga ee
Jatim, Jatwa Tengah, DIY, dan DKI
Jakarta memang ini yang kalau kita lihat
mayoritas ada di intermediate low,
high-nya sudah tinggi. Tapi Jabar, Nusa
Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur,
Bali, Lampung, Bapak Ibu intermediate
law-nya lebih tinggi daripada yang hijau
gitu. Kalau yang Jatim, Jateng, dan
lain-lain sudah agak seimbang. Sedangkan
untuk Sulawesi, Maluku, Papua, Bapak Ibu
mayoritas masih diinisial.
Kemudian di wilayah Kalimantan masih
tinggi inisial meskipun lebih kecil
dibandingkan kawan-kawan di Papua,
Sumatera juga sama. Nah, ini yang nanti
Bapak Ibu bisa melakukan koordinasi di
wilayahnya masing-masing untuk
memastikan di wilayahnya
apa level maturitas atau bahkan mungkin
ada beberapa kabupaten kota yang belum
melakukan self assessment untuk
maturitas corpo. Kami menyediakan
instrumennya dan sistemnya
maturitaslan.go.id
sudah kita sediakan. Next.
Kemudian kalau akses pembelajaran ini
sudah banyak praktiknya Bapak Ibu karena
sering sekali ada webinar di Jawa Timur,
di Sumatera Barat, di Jogja dan
lain-lain. Di Jawa Tengah ini sudah
banyak. Ini lebih kepada semakin
digiatkan mengingat bahwa
anggaran-anggaran juga semakin efisien
di tahun 2026. Next. Next, Mas.
Nah, ini Bapak Ibu yang surat edaran
yang tadi saya sebutkan gitu ada kita
sudah menetapkan di HCDP nasional yang
kita sebut sebagai generik kompetensinya
semua ASN di Indonesia dan kami
mengharapkan semua corpu
menyelenggarakan yang generik. Kalau
bahannya enggak ada bisa kontak ke kami
Bapak Ibu. Kami memiliki bahan untuk
yang tengah ini, Bapak Ibu. Misalnya
untuk literasi digital itu di RPJMN
jelas Bapak Ibu 50% ASN harus memiliki
budaya digital yang oke dan ini menjadi
kewajiban kita bersama. Makanya di sini
kita melalui surat edaran memastikan dan
bahkan kita menyediakan linknya. Kemarin
Menpan juga mengeluarkan surat edaran
tersendiri. Itu kerja sama antara LAN,
MenPAN, BKN, dan KOMDJI. Bapak, Ibu,
kita coba menghitung apakah sudah 50%
atau belum. Sampai dengan November,
Bapak, Ibu capaian kita sekitar 70%.
Jadi, dari target 50% kita menggunakan
angka jumlah ASN sekitar 50%-nya 2,7
juta. Dari 2,7 juta saat ini sekitar 1,6
juta yang sudah melakukan pembelajaran
untuk literasi digital melalui
program-program lembaga administrasi
negara, Komdigi BKN, dan kawan-kawan
MenPAN. Jadi ini kita sudah lakukan
sekitar 30, tapi saya yakin praktik di
daerah sudah banyak tapi cara
mengidentifikasi ini yang belum.
Sehingga kami saat ini sedang
mengaktifkan cara mengidentifikasi untuk
memastikan 50% tadi dapat tercapai.
Kemudian adaptasi dan inovasi target
kita adalah 6% pegawai ASN semuanya
memiliki pengembangan kompetensi yang
substansinya adalah adaptasi dan
inovasi. Kemudian ada praktik ramah
lingkungan, layanan unggul atau
pelayanan prima, dan juga anti korupsi.
Jadi sekali lagi Korpu yang ada di semua
instansi pemerintah kami harapkan untuk
kontribusi mencapai yang generik ini
juga dilakukan dan kita sedang
mengembangkan cara untuk melakukan
identifikasi presentasinya.
Kemudian yang sebelah kanan Bapak Ibu,
kami memiliki komunitas corporate
university. Silakan bergabung di situ
banyak Bapak Ibu ada yang sharing
event-nya, ada pertanyaan, diskusi dan
lain-lain dilaksanakan di sana. Next.
Kemudian kita skip saja yang ini.
Ee ekosistem
ini kami sedang menggagas ee perlannya
kemarin sudah harmonisasi ini nanti akan
segera kita luncurkan. Tapi pada
dasarnya Bapak, Ibu ketika kita
berbicara mengenai corporate university,
kita menciptakan sebuah ekosistem.
Ekosistem ini bagaimana kita bekerja
sama antara semua unsur baik yang
berperan sebagai perumus kebijakan,
memiliki sumber daya, kemudian mungkin
juga usernya baik swasta maupun non
swasta bisa bekerja sama untuk
mengembangkan kompetensi bagi ASN-nya.
Jadi ini ee apa namanya? beberapa
cakupan dari ekosistem kita. Lanjut,
lanjut saja, Mas. Lanjut,
lanjut, Mas.
Nah, tadi Bapak, Ibu eh kalau corporate
university yang kita harapkan nanti
tanggal 26 di Jawa Timur juga Bapak, Ibu
ada forum Corpu yang memang agenda kita
adalah akan sharing praktik terbarik
dari semua yang sudah melaksanakan
corporate university di instansi
pemerintah dan akan dibentuk asosiasi
corpu untuk instansi pemerintah. Harapan
kami kawan-kawan dari BPSDM sebagai
chief of learning officer-nya dalam
konteks corporate university ada empat
peran tadi menjadi agenda dari
kawan-kawan di tahun 2026 ke depan.
Sedangkan satu lagi tadi kita sebutkan
ketika kita sudah menerapkan corporate
university terus bagaimana gitu. Salah
satunya ciri khas sebuah pembelajaran
terintegrasi adalah mengintegrasikan
hasil pembelajaran dengan manajemen
ASN-nya. Jadi ini kita membuat sebuah
kebijakan. Kalau sekarang akses
belajarnya sudah bervariasi. Ada formal,
ada sosial, ada experiential learning.
Pengakuannya yang saat ini kita kenalkan
yang formalnya. Bagaimana mengakui yang
sosial dan experi experiential learning.
kita mengeluarkan kebijakan yang tadi
sudah saya sebutkan. Next, ini
kebijakannya eh sori, Mas, ya. Ini
jadi kita sudah mengeluarkan Perlan 5
pengakuan pembelajaran dan juga Keplan
yang kemarin sudah kita sosialisasikan
di bulan Oktober, Bapak, Ibu. Pedoman
rekognisi pembelajaran lampau program
khusus. Kalau Bapak, Ibu sering
mendengar saya menyebutkan relaksasi.
Relaksasi itulah program khusus ini
gitu. Dan ini tahun 2025 kita sudah
lakukan pilot project untuk dua model.
Mungkin next, Mas.
Ah, di sini kita lanjut saja. Ini pernah
kita sosialisasikan ke teman-teman.
Kemudian ini skema pengakuannya
dalam konteks normal bukan yang
relaksasi Bapak Ibu. Maturitas korpu
menjadi inti ketika Bapak Ibu nanti
ingin mengajukan rekognisi. Jadi untuk
kawan-kawan yang sudah intermediate high
baru boleh melakukan pengakuan. Kalau
belum mekanismenya belum bisa kita
jalankan Bapak Ibu. Cuman kalau yang
program khusus berbeda gitu. Tapi kalau
nanti ee program kredensial yang normal
dipastikan korpunya harus jalan dulu
baru kita bisa mengakui pembelajaran
selain formal tapi melalui sosial dan
experiential learning baru boleh
direkognisi kalau corpunya sudah
memiliki maturitas intermediate high
minimal. Next.
Kemudian ini yang menjadi tadi Pak
Taufik sebutkan sampai dengan 202 awal
Bapak Ibu kita akan menerapkan program
khusus yang kalau terminologi normal
kita sebutnya adalah relaksasi. Program
ini diperuntukkan untuk kawan-kawan yang
sudah duduk di jabatan manajerial
pengawas administrator JPT Pratama.
Kalau JPT madya program khususnya nanti
di kawan-kawan D3 gitu. Jadi kita hanya
menangani L eh sori PKP PKA yang yang
pengakuan disetarakannya adalah untuk
pengawas, administrator dan juga JPT
Pratama dan sudah duduk 1 tahun ke atas.
Kalau belum duduk 1 tahun ke atas tidak
boleh mengikuti program khusus ini.
Next.
Ini persyaratan pencalonan penugasan.
Next saja, Mas.
Tahapannya Bapak Ibu ada dua. Yang
pertama karena ini programnya adalah
pengakuan terhadap pengalaman yang sudah
dimiliki oleh pejabat. Ada dua tahapan
yang dilakukan. Yang pertama adalah
evaluasi terhadap pemahaman terhadap
kompetensi pemimpin. Kemudian yang
ketiga adalah bagaimana mereka membawa
pembaharuan di dalam organisasi. Kita
sebutnya adalah evaluasi apakah mereka
sudah melakukan transformasi atau belum.
Jadi nanti modelnya ada dua Bapak Ibu.
untuk yang sudah duduk di atas 1 tahun
mengklaim sudah memiliki transformasi.
Dan bagi mereka yang belum memiliki
transformasi untuk menetapkannya ada
instrumennya Bapak Ibu. Instrumennya
harus ketemu semua dan nanti tim harus
memutuskan apakah transformasi yang
sudah dilakukan bisa diklaim mereka
langsung ujian atau kalau tidak bisa
diklaim mereka ada program khusus selama
1 bulan. Tapi kelas khususnya hanya 3
hari, Bapak, Ibu. Next.
Ini Bapak Ibu yang untuk kawan-kawan
yang misalnya belum memiliki
transformasi.
Kalau belum memiliki transformasi Bapak
Ibu ini
jadi mereka memang akan melakukan self
assessment dulu untuk yang kompetensi
umum tadi dalam satu sistem. Sistem kita
menggunakan Sibangcom. Kemarin di PALT
Project sudah kita gunakan ada beberapa
mata pelatihan, kemudian ada soal self
assessment. Kalau enggak lulus misalnya
kita kelompokkan menjadi tiga bagian
seperti kurikulum pelatihan
kepemimpinan. Kalau tidak lulus hanya
salah satu agenda, dia hanya mengulang
di agenda itu. Jadi mereka harus
memiliki tiga surat keterangan dari yang
sifatnya self assessment. Bagi yang
mereka belum memiliki transformasi, kita
ada kelas transformasi itu bisa
dilaksanakan secara klasikal maupun
secara daring. Nanti seperti ini. Jadi
kalau untuk PKP PKA kita menggunakan
desain thinking. Kalau untuk eh JPT kita
menggunakan sistem thinking Bapak Ibu
untuk mend-irect mereka menggunakan
sebuah transformasi.
Jadi untuk transformasinya
nanti hanya 30 hari dan juga
penilaiannya di ujung saja karena mereka
memang dibimbing untuk membuat sebuah
transformasi. Jadi tidak ada seperti
kayak seminar rancangan tidak ada karena
dibimbing secara intensif baru nanti
mereka langsung melaksanakan baru mereka
ee apa namanya showcase-nya itu di ujung
untuk diberikan penilaian. Lanjut.
Kemudian ini ee untuk yang apa namanya
yang
mau daring, mau klasikal itu bisa kita
lakukan. Next. Next saja. Ini sama. Nah,
jadi ada dua model Bapak Ibu. Kalau yang
model
semua pertama misalnya kita melakukan
identifikasi di instansi kita misalnya
kita mendapatkan angka yang sudah di
atas 1 tahun sudah duduk di
administrator
mendapatkan angka tertentu.
Kita akan melakukan analisis terhadap
data ini. Mana yang akan memiliki
program yang dengan transformasi atau
tanpa transformasi.
yang tanpa berarti mereka lulus Bapak,
Ibu bahwa dia mengajukan sebuah inovasi
yang sudah dilakukan minimal 1 tahun ke
atas, sudah memiliki ee memenuhi
kriteria yang ada di dalam kebijakan
kita. Mereka langsung pembuktian, Bapak,
Ibu. Untuk pembuktian biasanya yang ee
pembuktian instrumennya adalah hasil.
Valuasi nilai ekonomi menjadi kunci.
Bapak, Ibu kemarin di pilot project kita
per peserta itu harus sudah ada dan
dicantumkan secara eksplisit seperti ini
hitungannya seperti ini itu harus sudah
ada. Jadi yang sudah kita selesaikan
adalah yang mereka sudah memiliki
transformasi. Kemarin ada 23 orang Bapak
Ibu dari kebetulan kami menawarkan ke
BPSDM tapi ternyata sudah habis semua.
Berarti terima kasih Bapak Ibu taat ini
untuk yang Jawa Tengah, Jawa Timur kami
menawarkan Jawa Barat juga semuanya
sudah mengikuti PKN 2 sehingga kemarin
di piloting yang sudah memiliki
transformasi kita dari BAPENAS, dari
Seknek dan juga dari BPPOM.
Saat ini minggu depan adalah untuk kelas
yang mereka
belum masuk kriteria memiliki
transformasi. kita akan seminar
showcase-nya minggu depan. Kalau ini
pemerintah daerah ada Bapak Ibu,
kebetulan dari Kota Malang ada yang ikut
untuk dari BKN banyak Bapak Ibu
variasinya pesertanya 29 akan
menyelesaikan. Jadi mereka dibimbing 3
hari kita kerja sama dengan kawan-kawan
Maksima Bapak Ibu dari swasta untuk
membimbing mereka membuat menggunakan
sistem thinking untuk membuat sebuah
transformasi. showcase-nya minggu depan
mereka akan men-showcase kan sesudah 1
bulan. Jadi nanti di awal Desember kita
akan graduasi. Kemarin untuk yang sudah
memiliki transformasi kita sudah lakukan
graduasi. Jadi piloting-nya sudah
selesai. Ada beberapa perbaikan dari
sisi instrumen dari hasil piloting ini
dan ini akan kita scale up tahun 2026.
Kita akan buka. Silakan Bapak Ibu
identifikasi. Kemudian buat program.
kita akan letakkan kawan-kawan BPSDM
untuk mengkoordinasikan.
Caranya apa? Yang pertama, Bapak Ibu
mengkoordinasikan. Kami minta bantuan
dari Bapak Ibu untuk melakukan pemetaan,
advokasi kebijakan dan juga monitoring
evaluasi.
Kemudian yang kedua adalah tadi Bapak
Ibu untuk tim menetapkan di kabupaten
kota di wilayah masing-masing untuk
menetapkan apakah orang ini masuk di
model satu yang sudah memiliki
transformasi atau belum memiliki
transformasi. Kita akan libatkan
kawan-kawan dari BPSDM menjadi tim untuk
menetapkan itu. Kemudian yang kedua
menyediakan coach untuk transformasi.
Hari Jumat, Bapak Ibu. Eh, hari Senin
ini hari apa? Hari Rabu. Hari Senin,
Bapak Ibu kita mengirimkan undangan ke
kawan-kawan BPSJM untuk mengiriamkan
calon coach Bapak Ibu untuk kita berikan
pembekalan hari Senin besok. Kita akan
meminta kawan-kawan Maksima untuk
membantu teman-teman untuk coach
transformasi itu seperti apa. Setiap
BPSDM dua atau tiga orang saya agak lupa
kalau enggak salah tiga orang gitu.
Nanti hari Senin, Bapak Ibu. Kemudian ee
yang keempat adalah menyediakan penguji
untuk transformasi. Next, Mas.
Nah, penguji transformasi ini tiga
orang, Bapak Ibu. Tidak hanya satu
orang. Tiga orang ini. Jadi, yang
pertama Bapak Ibu unsur internal. Unsur
internal tidak harus atasan langsung.
Kemudian yang kedua adalah unsur
eksternal. Kemarin menarik Bapak Ibu,
kawan-kawan BAPENAS itu menghadirkan
yang terdampak karena waktu itu tentang
energi Bapak Ibu dari salah satu
perusahaan swasta ya. Dia nguji menguji
dari proses transformasi yang dibuat
oleh teman-teman. Kemudian yang ketiga
adalah pemangku kepentingan. Jadi ada
tiga dari penguji transformasi ini yang
nanti kawan-kawan dari BPSDM juga
menyiapkan menjadi bagian dari tim
penguji internal. Kemudian nanti kalau
eksternal dan kalau pemangku kepentingan
biasanya kita minta dari instansi
masing-masing untuk transformasinya apa,
stakeholdernya itu siapa, mereka yang
akan menetapkan. Jadi bukan peserta
Bapak Ibu. Kalau peserta kan bisa
ngomong kamu yang nguji saya gitu. Tapi
tidak. Tapi ini menjadi sebuah tim yang
menetapkan siapa pengujinya dan kemarin
kita sudah praktikkan berjalan dengan
baik dengan beberapa catatan perbaikan.
Kemudian lanjut
ah ini proses bisnis untuk relaksasi
atau program khusus. Saya masih sebutnya
relaksasi tapi di kebijakan sebutannya
adalah program khusus. ee ada beberapa
remedial tetap Bapak Ibu ketika mereka
tidak memenuhi standar yang sudah
ditetapkan, ada beberapa remedial memang
yang harus dilakukan oleh peserta. Nanti
saya akan sharing ke teman-teman dan
secara khusus Bapak Ibu secara teknis
kita akan segera lakukan sosialisasi
terkait penerapan ini dan juga untuk IDP
dan HCDP yang juga ditunggu oleh
teman-teman. Satu lagi yang sering
ditanyakan, knowledge managementen. Tapi
knowledge managemen ee belum bisa kita
selesaikan Bapak Ibu. Di tahun 2025 awal
2026 kita akan keluarkan yang pedoman
knowledge managementen. Next.
Nah, e ini untuk sertifikatnya seperti
apa gitu. Jadi untuk program relaksasi
atau program khusus Bapak Ibu setiap
peserta nanti untuk sertifikat pemenuhan
kompetensi manajerial sesuai dengan
Permenpan 38 wajib memiliki tiga surat
keterangan dan satu. Jadi ee tapi ini
secara sistem yang tiga ini pasti ketemu
Bapak Ibu kalau enggak lulus lari ke
modul dia akan kembali ujian lagi. Dia
akan bisa mengumpulkan tiga surat
keterangan. Kemudian kalau yang
transformasi biasanya kita sudah
gabungkan semuanya akan dikeluarkan
sertifikat yang membuktikan bahwa
peserta telah memenuhi sertifikasi
kompetensi dan ini sertifikatnya sudah
langsung ke BKN juga Bapak Ibu untuk
disetarakan dengan kawan-kawan mengikuti
pelatihan kepemimpinan. Jadi semuanya
sistemnya sudah kita siapkan. Piloting
di tahun 2025 ini sudah dilaksanakan
baik yang dengan maupun tanpa
transformasi. Nanti kalau ada pertanyaan
secara spesifik saya persilakan. Next.
Kayaknya sudah selesai deh bagian saya.
Next, Mas.
Oh, pembiayaan.
Kami memang tidak membuat PNBP, Bapak,
Ibu. Karena untuk ngejar PNBP-nya enggak
ketemu, Bapak, Ibu. tadi program akan
ketemu 2029 Bapak Ibu untuk ngurus PNBP
itu sekitar 2 tahun sehingga memang
untuk pembiayaan program khusus ini
basisnya adalah swakelola
dari hitungan kami untuk peserta yang
sudah memiliki transformasi dengan self
assessment R0 dari lembaga administrasi
negara per peserta itu hanya sekitar
ee ini yang memiliki Bapak Bapak, Ibu
sekitar 600.000 per orang. Ini untuk
pembiayaan penguji yang tiga orang tadi,
Bapak, Ibu. Di luar kalau Bapak, Ibu
ingin menambahkan yang bawah, Bapak Ibu,
jika ada penambahan materi tentang ee
kepemimpinan komunikasi dan branding
akan mempengaruhi harga ini gitu. Jadi
ini khusus sebenarnya kalau program
normal mereka self assessment dari
lembaga administrasi negara belajar
sendiri dan lain-lain 0. Penguji ada
tiga orang sekitar 600.000 per orang.
Sedangkan kalau tidak memiliki
transformasi karena ada kelas tadi
dengan kawan-kawan untuk membuat
transformasi sekitar 3 hari Bapak Ibu ee
satu angkatan 50 orang per orang 916.000
Ibu hitungan kami ke sana per orangnya
gitu. Sehingga ee tapi sekali lagi bahwa
kalau Bapak Ibu graduasinya mau
dilaksanakan secara klasikal saya yakin
ada tambahan pembiayaan. Tapi kalau
online berarti tidak ada pembiayaan dan
lain-lain sangat dimungkinkan. Kalau
kami di Pilot Project graduasinya
secara klasikal Bapak Ibu kemarin untuk
yang dengan transformasi yang menutup
adalah Bu Menpan dengan Pak Taufik. ee
nanti untuk yang akhir tahun karena
graduasinya masih akhir tahun kita belum
bisa apa menjelaskan lebih rinci. Jadi
ini dari sisi anggaran next, Mas. Ee ini
rinciannya bawah Mas.
Next. Ah, jadi Bapak, Ibu kalau nanti
memerlukan rinciannya seperti apa, kami
sudah siapkan untuk swakelola untuk
program khusus atau relaksasi. Next.
Jadi ini yang design learning seperti
apa? Kalau Bapak, Ibu ingin klasikal ada
perbedaan angka yang ada di situ. Jadi
mau milih yang mana dipersilakan. Next.
Penyelenggara Bapak Ibu untuk
penyelenggara
program relaksasi atau program khusus
yang pertama adalah lembaga administrasi
negara bisa menyelenggarakan kawan-kawan
di Pusjar, kawan-kawan di Pejompongan
boleh menyelenggarakan program khusus
dari sisi kebijakan kami. Yang kedua
adalah ee instansi yang memiliki unit
Bankom terakreditasi. Jadi kawan-kawan
BPSDM boleh menyelenggarakan membantu
atau yang ketiga Bapak Ibu menjadi
penjamin penyelenggaraan program
relaksasi. Sebenarnya sama kebijakannya
kalau konsep penjaminan mutu
dilaksanakan. Jadi ini peran provinsi
mengkoordinasikan, memastikan kemudian
tadi ada coach, kemudian penguji dan
lain-lain menjadi bagian kami sangat
mengharapkan menjadi bagian dari
penerapan corpu. Kawan-kawan saya masih
ada satu lagi Bapak Ibu yang program
khusus. Next, Mas.
Ah, ini nanti kawan-kawan next saja.
Next.
Ini Bapak Ibu, kita menawarkan satu
kebijakan terkait dengan penanganan
isu-isu strategis nasional atau isu-isu
strategis instansinya masing-masing atau
wilayahnya masing-masing. Yang kami uji
cobakan saat ini tahun ini di tiga
lokasi di Probolinggo, Indramayu, dan
Kota Kupang.
ini boleh kalau kebetulan di tiga lokus
ini kita menyelenggarakan akademi
pengentasan kemiskinan Bapak Ibu kami
punya satu akademi lagi akademi sekolah
rakyat Bapak Ibu kalau ini keroyokan
Bapak Ibu nah ini Bapak Ibu boleh
silakan menyelenggarakan akademisnya mau
ee BGN mau khusus di Jawa Timur ada isu
strategis di Provinsi Jawa Timur di Jawa
Barat sendiri silakan keuntungannya apa
keuntungan Untungannya Bapak Ibu ketika
Bapak Ibu ini dalam konteks corporate
university Bapak Ibu menyelenggarakan
corpu menyelesaikan isu-isu strategis
pembangunan nasional atau kewilayahan.
Bapak Ibu,
keuntungannya apa? Program ini bisa
dikombinasikan
untuk pengakuan sertifikasi kompetensi
manajerial, Bapak, Ibu. Jadi,
skenarionya mungkin langsung skenarionya
saja, Bapak. Kalau ini fasenya
kita tidak memberikan secara khusus
kompetensi manajerial
misalnya mengelola diri, mengelola orang
lain, mengelola pekerjaan, bukan Bapak
Ibu, tapi lebih ke isunya apa. Makanya
biasanya yang pertama kita bicara
mengenai mindset adalah kebijakan
tentang isu itu apa? Kalau pengentasan
kemiskinan kemarin kita dengan
kawan-kawan BP Taskin, KPPA dan
lain-lain. Kalau kita berbicara misalnya
sekolah rakyat Kemensos dan lain-lain
yang masuk di sini Bapak Ibu. Baru
kemudian yang kedua adalah bagaimana
berkolaborasi antar semua pihak. Jadi
basisnya bukan individu Bapak Ibu. Ini
kelompok.
Dan kelompok syaratnya harus ada JPT,
harus ada administrator, harus ada
pengawas, harus ada staf potensial yang
ada di dalam kelompok ini.
Bagaimana mereka berkolaborasi dan
menetapkan indikator Bapak, Ibu misalnya
kawan-kawan di Probolinggo tingkat
kemiskinannya sekian, indikatornya yang
mau diturunkan apa. Itu harus pada waktu
di sini root cost radar ini harus
ketemu.
Kemudian tahapan yang kedua, problem
discovery adalah peserta harus bertemu
dengan targetnya Bapak, Ibu. Kemarin
kawan-kawan kalau di Indramayu ketemu
dengan nelayannya.
Probolinggo juga nelayan. Di Kupang
ketemu dengan targetnya siapa. Sampai
membuat dari sini Bapak, Ibu, dia
mengidentifikasi problem. Saya berterima
kasih kawan-kawan Widya Iswara dari
BPSDM Jatim, BPSDM Jawa Barat dan juga
NTT. yang terjun langsung mengawal
program ini sampai dengan mereka tadi,
Bapak, Ibu, matching program itu bertemu
dengan stakeholder, Bapak, Ibu.
Peserta harus bisa berdialog,
berkomunikasi, dan mendapatkan support
dari
kolaborasinya
Probolinggo. Bapak, Ibu kemarin ee dari
kawan-kawan KKP tahun ini bisa
menyediakan pelatihan. Tahun depan
benurnya disediakan oleh KKP. Kemarin
nanyain berapa ton yang dibutuhkan. Jadi
mereka sampai bisa berhitung begini,
Bapak Ibu. Untuk hidup normal di
Probolinggo itu satu rumah itu sekitar R
juta.
Sehingga kalau kita mau mengentaskan
kemiskinan, minimal R9 rumah. Untuk Rp9
rumah dia membutuhkan mereka aksinya
membuat kolam bundar. Bapak Ibu harus
memiliki minimal dua kolam bundar, Bapak
Ibu.
Bagaimana memastikan mereka memiliki dua
kolam bundar ini sehingga keluar dari 7
juta harus bisa sampai Rp9 juta. Sampai
ke sana Bapak, Ibu hitungannya. Kemudian
kalau di Indramayu, Pertamina itu
melalui dua ee perusahaannya dia akan
memberikan bantuan untuk kawan-kawan
Indramayu. Kupang itu bank ee bank NTT
Bapak Ibu R0 untuk mereka dengan akses
yang lebih mudah di samping stakeholder
yang lain. Jadi di sini matching program
lebih ke sana sampai dengan showcase.
Nah, apa terus untungnya gitu. Next,
Mas.
Next saja.
Nah, ini Bapak Ibu alumni dari Akademi
Pengentasan Kemiskinan. Bapak, Ibu nanti
kan macammcam dalam kelompok ini gitu.
Kita akan sortirin gitu mana yang masuk
di ADM pengawas, mana yang
administrator,
mana yang levelnya JPT.
Mereka akan kita buatkan sebuah program
khusus Bapak Ibu untuk memenuhi
kompetensi manajerialnya.
Ada dua programnya, self assessment
seperti program khusus tadi plus
brandingnya Bapak Ibu. Brandingnya kalau
yang pengawas dia harus ke arahnya
pelayanan administrator perbaikan
kinerja organisasi JPT untuk
strategisnya. Baru nanti Bapak Ibu kita
keluarkan sertifikat pemenuhan
kompetensi yang disetarakan dengan
pelatihan kepemimpinan sesuai dengan
teman-teman ini gitu. Jadi ini basisnya
kelompok tapi ujungnya tetap individu
karena programnya individu. Jadi ada dua
Bapak Ibu yang kami harapkan tadi untuk
di 2026. Yang pertama adalah program
khusus, yang kedua adalah akademi
pengentasan Kemiskinan yang sebenarnya
sesuai dengan Undang-Undang 20 di dalam
RPP-nya bahwa
pelatihan atau sertifikat pemenuhan
kompetensi lainnya menjadi syarat untuk
menduduki jabatan. kami mainnya adalah
sertifikat pemenuhan kompetensi lainnya.
Jadi mungkin itu Bapak Ibu dari kami
paparannya banyak nanti saya akan
sharingkan ke teman-teman tapi karena
waktunya terbatas saya dicubitin Pak
Andi Taufik kalau enggak selesai. Jadi
sekali lagi terima kasih banyak
wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih sekali lagi
kepada deputi bidang transformasi
pembelajaran ASN
Dr. TR Erna Irawatios ADM. Terima kasih
Ibu Erna untuk penjelasannya. Baik Bapak
Ibu sekalian. Tentu saja dengan berbagai
program yang telah dijelaskan oleh
beliau, pastinya kita juga akan
dipaparkan oleh penjaminan mutu tentang
penyelenggaraan pendidikan kepemimpinan
nasional dan juga terkait kebijakan
penganggaran pelatihan. Dan mohon izin
kita akan menyapa terlebih dahulu telah
hadir bersama kami Sekretaris Utama LAN
RI Bapak Dr. Andi Taufik, M.Si. Iya,
selamat siang, Bapak. izin menyapa
terlebih dahulu. Nanti setelah Ibu Armi
nanti berkenan untuk menjelaskan terkait
penganggaran. Baik, silakan kepada
Dranda Armi Winarti, M.Si. Ibu Armi
berkenan untuk menjelaskan terkait
penjaminan mutu penyelenggaraan
pendidikan kepemimpinan nasional. Kepada
beliau kami silakan.
Baik. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat
siang Bapak dan Ibu. Salam sejahtera
untuk kita semuanya.
ya ee mungkin melengkapi ya tadi ee apa
yang disampaikan Bu Erna di dalam ee
Rakor PKn
ee saya di
minta gitu ya untuk menyampaikan
kaitannya dengan penjaminan mutu khusus
untuk penyelenggaraan PKN 2. Dan pada
kesempatan ini saya ee mungkin pertama
mengucapkan terima kasih kepada seluruh
pimpinan lembaga penyelenggara pelatihan
yang tentunya telah bersama-sama dengan
kami berkolaborasi
ee melakukan kegiatan penjaminan mutu
bersama-sama dan sejauh ini ee tentunya
berjalan dengan baik ya. Jadi ee
penjaminan mutu yang akan kami sampaikan
di sini ee merupakan upaya gitu ya,
upaya untuk kita bersama-sama melakukan
penguatan untuk mendorong bagaimana
peran lembaga penyelenggara pelatihan
ini ee sejalan dengan apa yang tadi
disampaikan Bu Erna perannya di dalam
corporate university. Baik ee Bapak dan
Ibu tentunya ee apa yang kami sampaikan
terkait dengan kebijakan penjaminan mutu
ini juga menjadi mandat yang ada di
dalam Undang-Undang ASN yang tentunya
kami punya tugas gitu. Khususnya di
kedeputian kami di kedeputian penyadan
mutu penggembangan kapasitas dan
pembelajaran adalah untuk mengendalikan
melakukan pengendalian atas pelaksanaan
kebijakan teknis pengembangan kapasitas
dan pembelajaran. Dan ini adalah
sejumlah atau dasar hukum ya kebijakan
kaitannya dengan ee penjaminan mutu. Ini
sebetulnya produk dari Bu Erna juga.
Saya melanjutkan berbagai ee kebijakan
yang dulu memang ada di kedeputian 3 ya
dan ee di tempatnya Bu Erna. Tetapi
memang saat ini kami juga ee terus gitu
ya melakukan penguatan dan juga review
atas berbagai kebijakan khususnya
kaitannya dengan ee pelaksanaan
penjaminan mutu dan juga akreditasi yang
akan kita selaraskan dengan corporate
university. Lanjut ya Bapak dan Ibu ee
mungkin kita pahami bahwa kebijakan
penjaminan mutu orang melihatnya kalau
kebijakan penjaminan mutu ya akreditasi
gitu ya. Padahal banyak hal gitu ya
kaitannya dengan ee penjaminan mutu.
Selain akreditasi sebagai penjaminan
mutu yang dilakukan secara nasional, ada
bentuk-bentuk lain melalui ee penetapan
kebijakan, forum-forum dan lain-lain
dalam kerangka penjaminan mutu ini. Dan
Bapak Ibu tentunya sebagaimana ee yang
ee ada di dalam kebijakan penjaminan
mutu ini merupakan upaya upaya untuk ee
yang kita lakukan secara komprehensif
untuk mengendalikan kualitas mutu dari
penyelenggaraan pelatihan yang tentunya
ini mempunyai tujuan yang ee sangat
strategis gitu ya. Karena melalui
penjaminan mutu kita ee berharap gitu
ya, berharap memastikan untuk ee
bagaimana kita meningkatkan kualitas
lembaga ee mutu dari penyelengaran
pelatihan dan juga menjaga kualitas
mutu. Dan tentunya dengan penjaminan
mutu ini kita akan ee terus ee mendorong
untuk bagaimana lembaga-lembaga
penyelenggara pelatihan ini terus
menumbuh kembangkan ya budaya mutu di
lingkungan e lembaga-lembaga
penyelenggara pelatihan untuk juga
nantinya bisa mendukung pencapaian visi
dan misi dari lembaga-lembaga
penyelenggara pelatihan yang tentunya
akan mendorong ee bagaimana kepuasan
dari stakeholder yang dilayani ee Ee
baik Bapak dan Ibu tentunya ee kaitannya
dengan kegiatan next
ya Bapak dan Ibu ee
kalau kita tadi Pak Taufik sampaikan ada
penjaminan mutu eksternal, ada
penjaminan mutu internal ya yang ee kita
sesungguhnya ada tiga kalau kita melihat
apa yang ee disebut dengan penjaminan
mutu ini atau kebijakan penjaminan mutu.
Yang pertama adalah penjaminan mutu
nasional. Ini merupakan ee penjaminan
mutu yang dilakukan oleh lembaga
administrasi negara
untuk mengendalikan mutu di dalam
penyelenggaraan pelatihan ya sesuai
dengan ee standar-standar yang ada yang
salah satunya adalah akreditasi. Yang
kedua adalah penjaminan mutu
internal, yakni penjaminan mutu yang
memang dilakukan oleh lembaga
penyelenggara pelatihan ya secara
mandiri untuk ee mengendalikan mutu
penyelenggaraan pelatihan secara ee
berkelanjutan dan sistematis. Yang
ketiga adalah penjaminan mutu
bagi lembaga pelatihan yang tidak
terakreditasi. Jadi mungkin yang ketiga
ini Bapak Ibu ee apa namanya? Ada
beberapa lembaga penyelenggara pelatihan
yang mungkin pada saat mempersiapkan
penyelenggaraan itu melakukan izin
prinsip ya ke lembaga administrasi
negara ke Pak Tri dan lembaga pelatihan
itu belum terakreditasi. beberapa
lembaga kemarin ya sebelum diakreditasi
ada Kemlu, ada Polri gitu ya melakukan
ee kita melakukan penjaminan mutu untuk
lembaga yang tidak terakreditasi dan
khusus untuk PKN 2 memang ee penjaminan
mutu dilakukan oleh LAN gitu ya. Nanti
Pak Tri menunjuk apakah ee tempatnya Pak
Giri atau di Pusjar yang lain dan
seterusnya. Baik. Eh, tetapi untuk PJAM
ini meskipun ini dalam konteks PKN 2
tetapi mungkin saya perlu sampaikan
bahwa untuk penjaminan mutu bagi lembaga
pelatihan yang tidak terakreditasi
di luar PKN 2 ya bisa dilakukan
tidak oleh LAN, artinya oleh lembaga
pelatihan yang mempunyai nilai
akreditasi minimal B gitu ya. Jadi tidak
harus LAN di luar PKN 2 ya. Baik, lanjut
Bapak dan Ibu ee mungkin di dalam forum
ya mohon izin kita jedah sebentar untuk
mendengarkan azan. Silakan Ibu duduk
terlebih dahulu.
Silakan untuk dilanjutkan, Ibu,
ya. Ee baik, mungkin ee cepat aja ya,
mungkin kami lanjutkan. Jadi, Bapak dan
Ibu, tahun ini kami menyelenggarakan ee
akreditasi untuk 41 lembaga pelatihan
ya. di dalamnya ada ee akreditasi untuk
program lembaga, termasuk juga tadi
untuk lembaga yang tidak terakreditasi
dan khusus untuk ee penyampaian
informasi kaitannya dengan kegiatan hari
ini. ada beberapa catatan yang kami
temukan
melalui ee catatan asesor ya pada saat
visitasi dan juga ee
pendalaman-pendalaman yang dilakukan
yang coba kami petakan dan ini mungkin
nanti akan menjadi bahan diskusi gitu ya
yang bisa ditindaklanjuti sebagai upaya
perbaikan bersama ee khususnya terkait
dengan ee kebijakan ee pelatihan. Yang
pertama kaitannya dengan tenaga
pelatihan. Memang tadi Pak Taufik juga
sudah sampaikan, kita temukan dan kita
selalu kalau ke lembaga-lembaga
pelatihan selalu sampaikan, "Bu, WI kita
sudah sangat minim, ada krisis WI,
formasi yang ditutup dan seterusnya gitu
ya. Bahkan tadi yang Pak Taufik
sampaikan juga kemarin dari Jambi ya
kalau enggak salah ee tidak hanya WI
yang untuk formasi JPT, tetapi WI yang
dari karir pun itu ee banyak hambatan
ya. Jadi ini yang juga menjadi PR
bersama kami. Mudah-mudahan di
forum-forum lain yang tadi Pak Taufik
sampaikan di dalam ee nanti ada forum ee
pengembangan kompetensi, mungkin isu-isu
yang terkait dengan pengembangan
kompetensi ini menjadi ee bagian dari
tindak lanjut yang akan kita diskusikan.
Dan ee yang berikutnya masih kaitannya
dengan tenaga pelatihan itu pengajar.
Jadi kita temukan berbagai catatan masih
ada ketidaksesuaian antara agenda
pemilihan awal untuk para tenaga
pelatihan atau untuk ee Widya Iswara
termasuk juga
pergeseran jadwal sepihak. Mungkin ini
karena adanya krisis widiswara sehingga
widya iswara meskipun tidak sesuai
agenda dipaksakan gitu ya. Jadi untuk
konteks ini mungkin ee lembaga-lembaga
pelatihan
kita bisa ee untuk mereka ya yang sudah
terakreditasi kita bisa mengupayakan
pelaksanaan workshop, pelaksanaan ya
model penyamaan persepsi untuk hal-hal
yang seperti ini tidak harus tersentral
di
Jakarta, artinya di lembaga administrasi
negara. mungkin dengan koordinasi
melalui kedeputian tiga, lembaga-lembaga
pelatihan juga bisa melakukan itu karena
kan ada formasi WI baru yang memang
belum ee apa terlibat di dalam ee
penyelenggaraan PKN 2 dan seterusnya.
Ini bisa dilakukan. Yang lain adalah ee
masalah coach dan penguji ini juga
menjadi catatan. tidak hanya catatan,
tapi kami mendapatkan aduan publik
kaitannya dengan
ee penugasan coach dan juga penguji.
Bahkan ada ee aduan-aduan yang lain
kaitannya dengan keterlibatan
para ee ini disinyalir ya meskipun kita
sudah jadi ada keterlibatan dari ya
penyelenggara yang ada di ee
lembaga-lembaga penyelenggara pelatihan.
Untuk itu mohon kepada Bapak dan Ibu
semuanya khususnya kaitannya dengan
penugasan untuk coach dan penguji.
Karena kita sebetulnya sudah punya
aturan yang sangat clear. Siapa sih yang
berhak menjadi coach, siapa sih yang
menjadi penguji? Ini ee mohon bisa
diikuti dengan ee baik ya. termasuk
bagaimana catatan kaitannya dengan kode
etik baik itu penguji maupun coach. Jadi
ini yang yang perlu menjadi perhatian
karena ini menjadi isu yang sangat
kritis pada saat ada ya aduan model
aduan mungkin
sebetulnya tidak tidak seperti itu gitu
ya tetapi ya ada suara-suara yang
akhirnya ya effort Bapak Ibu menjadi
menjadi perlu gitu ya perlu untuk ee
terus melakukan tadi ee bagian dari
penjaminan mutu ini ya. Terus yang
berikutnya kaitannya dengan pelibatan
praktisi dan pakar. Memang kita masih
menemukan untuk penyelenggaraan ee PKN 2
ini masih minim gitu keterlibatan untuk
praktisi maupun pakar.
Ada juga beberapa temuan yang kita lihat
bahwa keterlibatan praktisi maupun pakar
itu tidak sesuai dengan agenda yang ada.
Jadi ee ini juga ee mohon bisa menjadi
catatan kita bersama dan kita berharap
kaitannya dengan tenaga pelatihan
mungkin Widya Iswara juga didorong gitu
ya, tidak hanya dia fokus ke Disrti
tetapi ada forum-forum, ada ee
kegiatan-kegiatan atau program lainnya
yang memang sangat terkait dengan ee ee
kegiatan pengembangan kompetensi.
Dan yang berikutnya adalah untuk
pengelola. kita tahu bahwa ee banyak
sekali perubahan ee apa namanya
kelembagaan
ee kita akhir-akhir ini dan ini mungkin
menjadi salah satu apa ya ee catatan
yang memang kita temukan. Jadi banyak
juga para pengelola yang tidak ee
mengikuti update kebijakan ya. Jadi
mungkin di dalam kesempatan ini ee mohon
lembaga-lembaga pelatihan bisa mengikuti
ya karena kita sudah model digital ya
medsos-metsos yang ada di kita tadi saya
yakin RPL mungkin ada ee update kegiatan
yang lain Bapak Ibu ee di
lembaga-lembaga pelatihan para pengelola
mungkin bisa ee melakukan update di
sana. Dan ee berikutnya kaitannya dengan
koordinasi dan komunikasi ini menjadi
hal yang penting karena bagaimanapun
kita adalah satu keluarga mitra ya. Jadi
ee bagaimana kita bekerja sama,
bagaimana kita ee apa berkoordinasi
tentunya kuncinya adalah komunikasi dan
kita sangat terbuka di lembaga adminasi
negara kapanp mungkin kita bisa di apa
ya ee Bapak Ibu bisa akseslah ya ke kami
baik itu WA maupun secara langsung. kita
akan layani dengan baik. Insyaallah akan
kita lakukan seperti itu. Dan kami juga
mendorong karena kaitannya dengan tugas
ke depan ya tadi banyak sekali Bu Erna
juga sampaikan Pak Taufik bahwa lembaga
pelatihan itu tidak hanya sekedar ee
menyelenggarakan pelatihan tetapi
ee
hal yang perlu kita upayakan adalah
bagaimana lembaga pelatihan itu juga
terus melakukan berbagai inovasi-inovasi
yang ee perlu dilakukan. Nah, selain
pengelola itu juga sama dengan
penyelenggara ya. Penyelenggara karena
kita ada di garda terdepan dan kita di
unit pelayanan tentunya eh responess,
hospitality itu menjadi bagian yang
terus menjadi budaya kita untuk kita
sebagai ee pelayan gitu ya. ee melayani
ee para peserta, para mitra kita dengan
ee baik dan tentunya beberapa catatan
penyelenggara dan penyelenggaraan ini
memang kita masih temui ya ee di ee
dalam unsur-unsur akreditasi kaitannya
dengan fasilitas ya. fasilitas untuk
mereka yang rahmah gets meskipun ada,
tetapi mungkin ke depan perlu didorong
meskipun kami sangat meyakini ini kan
karena keterbatasan anggaran, ini karena
ee ya alasan dan pertimbangan yang ee
memang kita bisa terima, tetapi ke depan
perencanaan ini mungkin sudah mulai
dilakukan ya. Apalagi kami tadi ee juga
sudah disampaikan kami sudah ee
menerbitkan me apa sudah menyiapkan
kebijakan terkait dengan tata kelola
sarana dan prasarana. Kemarin baru
harmonisasi jadi mungkin belum
disampaikan ke Bapak dan Ibu. Hal yang
lainnya adalah kaitannya dengan tim
penjamin mutu. Ini yang mungkin menjadi
krusial untuk ee apa forum hari ini
karena ee ada beberapa perubahan
kaitannya dengan tim penjamin mutu.
Mungkin nanti di belakang kita akan
sampaikan. Jadi kita berharap ee tim
penjamin mutu itu memang tidak dari
eksternal. Kenapa? Dari pengalaman yang
ada tim penjamin mutu itu hanya atau
ya kita terlihat ya kinerja atau
effort-nya itu pada saat kita
akreditasi. didatangkan tim penjamin
mutu, tetapi kita tidak jelas bagaimana
ee tata kelola yang ada untuk ee tim
penjaminan mutu ini. Makanya ada
beberapa ada ada nota dinas, ada surat
yang kita sampaikan kepada lembaga
penyelenggara pelatihan untuk ee apa
menetapkan tim penjaminan mutu yang ee
pelibatannya adalah semuanya internal.
Lanjut.
Ya, ini juga menjadi catatan Bapak dan
Ibu mungkin ee
singkat saja ya kaitannya dengan temuan
penjaminan mutu untuk lembaga pelatihan
yang belum terakreditasi. Ya, tadi
sempat disinggung juga bagaimana
pemetaan sikap dan perilaku karena kita
melakukan penjaminan mutu untuk
kebijakan yang lama. Jadi pemetaan sikap
dan perilaku sampai sejauh ini masih
ada. Dan ini kita temukan bahwa pemetaan
sikap dan perilaku itu belum dipaparkan
pada saat ee seminar. Padahal kita tahu
bahwa pemetaan sikap perilaku dan juga
strategi pengembangan kompetensi itu
juga ee ditetapkan pasti ada tujuannya.
Tidak hanya kelengkapan dari dokumen
sebuah rancangan, tetapi ini ada upaya
tindak lanjutnya. mengapa pemetaan
kompetensi, bagaimana keterlibatan
mentor melihat ee pemetaan sikap dan
perilaku ini.
Yang berikutnya kaitannya dengan VKN dan
di sini ada beberapa catatan ya. Ya,
tadi kalau dulu mungkin kita melihat
VKN atau benchmark itu ke keluar dan
seterusnya masih banyak keluh bukan
keluhan gitu ya, kok ini VKN ke tempat
yang kita justru harus ee menjadi
problem solver gitu ya untuk me apa
melakukan pemecahan masalah. termasuk
juga bagaimana penugasan mungkin arahnya
ee mohon bisa diperjelas gitu karena
masih ada kebingungan pada saat ee
kegiatan PKn ini dan ee beberapa hal
yang lain ee kaitannya dengan penguji
mentor ya. Kami masih juga menemukan
bagaimana penguji yang tidak dapat hadir
pada saat penyamaan persepsi. Ya,
meskipun itu sederhana, tetapi penyamaan
persepsi itu menjadi bagian yang penting
untuk kita menyepakati apa sih yang akan
kita lakukan pada saat proses pengujian.
Ah, sudah biasa, ini sudah biasa gitu
ya. Sehingga penyamaan persepsi itu
lewat gitu ya, langsung masuk di proses
pengujian. Nah, ada juga kehadiran
mentor ini yang juga ee menjadi catatan
karena masih juga banyak gitu ya
kehadiran mentor yang ee tidak bisa
hadir meskipun ini ada ada
apa namanya upaya untuk ee bagaimana
dukungan mentor ini bisa di difasilitasi
ee pada saat mentor tidak bisa hadir di
dalam seminar. Ya, ini beberapa
permasalahan yang mungkin ini juga
menjadi catatan bagaimana ke depan nanti
ee apa kebijakan dan juga hal-hal dari
hasil ee potret ee kegiatan akreditasi
dan juga penjaminan mutu yang ee sudah
kami lakukan. Baik, Bapak dan Ibu,
mungkin lanjut ee ke hal yang lain ya.
ini Bapak dan Ibu tadi masalah coach ee
penguji kita sebetulnya sudah sangat
clear gitu ya, sudah ada aturan
kaitannya dengan ee coach dan penguji
ini. Nah, ini mohon bisa dipastikan
kembali pada saat lembaga pelatihan
menetapkan coach dan penguji ya,
termasuk juga waktu untuk pengujian.
Mohon itu bisa menjadi ee catatan untuk
Bapak Ibu semua. Lanjut
ya. Lanjut.
Ya, ini mungkin yang tadi Pak saya
meneruskan apa yang tadi Pak Taufik
sampaikan bahwa ee ini agak agak berbeda
dengan ee kebijakan yang sebelumnya gitu
ya. Kalau kita melibatkan tim eksternal
di dalam penjaminan mutu, tetapi ee
melalui surat kami tim penjaminan mutu
ini
adalah semuanya dari internal. Jadi
mohon Bapak dan Ibu untuk ee lembaga
pelatihan yang melibatkan tim eksternal
mohon bisa di disesuaikan. Kalaupun ee
melibatkan eksternal ya mungkin dia
sebagai pendukung atau narasumber atau
apapun, tetapi tim
kita harus pastikan dari ee internal
lembaga pelatihan ya. dan susunannya
sudah jelas ee ganjil mereka ee apa
timnya itu terbagi dari tim pengembang
mutu yang menetapkan standar ya SOP gitu
ya ee dan juga melakukan penerapan mutu
dan tim yang lain untuk tim pengendali
mutu. Lanjut
ya. Ya, ee saya kira ini ya berikutnya
kita harus pastikan bahwa tadi tim
penjaminan mutu harus ditetapkan di
dalam surat tugas atau SK dan dipilih.
Jangan tim penyamin mutu dia enggak
kompeten ya, enggak paham apa yang kita
lakukan terkait dengan penjaminan mutu
ini. Termasuk juga ee hasil kerjanya.
Tim penjamin mutu harus dipastikan dia
terlibat di dalam seluruh proses tahapan
mulai perencanaan sampai ke ee akhir ya
dievaluasi. Jadi rekomendasi-rekomendasi
hasil monitoring ee audit yang dilakukan
oleh tim penjamin mutu itu juga harus di
ee dilaporkan ya karena kita harus
melaku ee melakukan perbaikan untuk ee
proses maupun inovasi-inovasi yang perlu
didorong oleh lembaga pelatihan.
Lanjut
ya. ini beberapa tugas gitu yang harus
dilakukan oleh tim penjaminan mutu.
Jadi, jangan tim penjaminan mutu itu
hanya ada di dalam surat tugas atau SK,
tetapi kita harus memastikan bagaimana
tim penjamin mutu itu memang benar-benar
ee mampu melakukan pekerjaan di setiap
tahapannya. Yang pertama bisa memberikan
rekomendasi terkait dengan penyusunan
kebijakan teknis ya dan juga penerapan
mutu termasuk juga monev, laporan dan
juga rekomendasi untuk tindak lanjutnya.
Next
ya. Ini saya kira lanjut next ya. Ini
jadi peran tim penjamin mutu. Kita harus
pastikan bahwa tim penjamin mutu sebagai
harus mampu memonitori mutu lembaga
pelatihan. kita harus memastikan seluruh
kegiatan itu sesuai dengan standar
kebijakan yang dilakukan dan juga
sebagai fasilitator mutu evaluator
internal ya artinya kita mampu melakukan
audit setiap program pelatihan dan juga
penyusunan laporan serta sebagai
katalisator perbaikan untuk ee mendorong
inovasi-inovasi yang berkelanjutan. Yang
terakhir kaitannya dengan menjamin
kredibilitas. Artinya tim penjaminan itu
juga harus mengawal transformasi proses
penilaian dari ee evaluasi kepesertaan.
Ini adalah ee peran dan lanjut mungkin
sedikit ya Mbak ya. Nah, ini kaitannya
dengan penjaminan mutu program PKN 2
yang dilakukan oleh LAN gitu ya. Nah,
tim penjamin mutu eksternal ini akan
terlibat di dalam proses ini. Tapi tidak
berarti bahwa penjaminan mutu yang
dilakukan oleh lembaga administrasi
negara untuk lembaga pelatihan yang
belum terakreditasi
semuanya diserahkan. Justru pendampingan
pembimbingan ini sebagai upaya untuk
bagaimana lembaga pelatihan nanti bisa
diakreditasi ya. Jadi semua tahapan ini
akan ee dilakukan di dalam prosesnya.
ini mungkin fokusnya ke teman-teman yang
ada di lembaga administrasi negara
khususnya sebagai tim penjamin mutu ee
bagi lembaga diklat yang belum
terakreditasi. Lanjut
ya. Lanjut. Ini saya kira lanjut aja
Bapak dan Ibu ee ada beberapa penguatan
gitu ya dan juga upaya-upaya perbaikan
kaitannya dengan penjaminan mutu yang
sedang kami lakukan. Yang pertama adalah
ee kita sedang melakukan kebijakan ee
perbaikan atau review kebijakan
penjaminan mutu termasuk juga ee
akreditasi yang tadi kita selaraskan
dengan perkembangan ee Bu Erna sampaikan
ASN Corporate University kita ee sudah
memulai tapi memang belum selesai untuk
kebijakannya. Yang berikutnya adalah
kita sudah menetapkan standar kompetensi
untuk penyelenggara dan pengelola
pengembangan kompetensi. kami sudah
selesaikan untuk konvensi di beberapa
minggu kemarin dan juga ee penetapan
kebijakan kaitannya dengan sarana dan
prasarana penyelenggara pengembangan
kompetensi. Mudah-mudahan secepatnya ini
karena kita sudah ee kemarin baru
harmonisasi dan untuk program-program ke
depan memang dari penetapan standar
kompetensi ini kita akan melakukan
sertifikasi untuk pengelola dan
penyelenggara pengembangan kompetensi
dan juga ee kegiatan-kegiatan lain dalam
ee penjaminan mutu. Jadi tidak hanya
penyamin mutu akreditasi, tetapi ada
forum penguatan kapasitas tim penjamin
mutu workshop dan juga ee VPL ada ee COP
dan lain-lain. Dan juga ee kita
melakukan pendampingan dari hasil
akreditasi kepada lembaga lembaga ee
penyelenggara pelatihan yang
ada beberapa kriteria yang kita pilih
untuk melakukan eh continuous
improvement forum dan juga penyusunan
handbook. Jadi kita coba me me apa ya
menyederhanakan Bapak Ibu pada saat
proses penjaminan mutu mungkin bisa
dilihat di handbook untuk panduan kerja
tim penjaminan mutu. Next mungkin satu
lagi ya. Ya, inilah ee ke depan gitu ya.
tadi sejalan dengan peran lembaga
pelatihan sebagai CLO di dalam corporate
university tentunya kita berharap
lembaga pelatihan akan mampu menjadi
strategic partner dan juga eh sebagai
learning orkestrator yang akan mengelola
ekosistem pembelajaran dengan baik dan
juga menjadi knowledge hub gitu ya,
mendokumentasikan seluruh best practice,
inovasi dan juga lesson learn dari
organisasi termasuk ee bagaimana lembaga
pelatihan ini nantinya akan mendorong
dan juga menghasilkan berbagai
inovasi-inovasi
dalam tugas dan layanan publik yang ee
ee dibutuhkan ke depannya dan quality
assurance. Saya kira ini Bapak dan Ibu
ee beberapa hal kaitannya dengan
penjaminan mutu. Ee intinya bahwa kami
sangat
berharap bahwa tim penjaminan mutu
dengan keterlibatan tim penjaminan mutu
internal benar-benar mampu mengawal
keseluruhan tahapan maupun proses ee
pelatihan, pengembangan kapasitas dan
pembelajaran yang dilakukan di lembaga
penyelenggara pelatihan. Saya kira itu.
Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih sekali lagi
Ibu Armi Winarti untuk penjelasan
terkait penjaminan mutu penyelenggaraan
pendidikan kepemimpinan nasional. Dan
selanjutnya Bapak Ibu, kita akan
menyimak bersama terkait paparan
kebijakan penganggaran pelatihan yang
akan disampaikan oleh Sekretaris Utama
LAN RI, Dr. Andi Taufik, M.Si. Kepada
beliau kami silakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam.
Selamat siang. Salam sejahtera untuk
kita semuanya.
Ee Bapak, Ibu yang kami hormati, seluruh
kawan-kawan para pimpinan instansi ya
penyelenggara PKN tingkat du baik dari
kementerian maupun dari ee kawan-kawan
dari BPSDM Provinsi dari seluruh
Indonesia ya. Ini hadir juga dari Papua
ya.
Ada kawan kita di sana, Pak Rapsel ya.
Dan tim juga dari Sultra Kendari yang ee
masih dalam penjaminan mutu di ee Puslat
Bank KMP eh Pusjar SK M SKM MP ya
sekarang namanya.
Terima kasih Bu moderator. Tadinya saya
ee
akan diwakili sama Ibu Ibu Feni, Kepala
Biro Keuangan dan Perencanaan. Tapi
karena tahu Ibu yang moderator sini,
jadi saya batalkan semua acara di luar.
Jadi saya
Terima kasih Bapak. [tertawa]
Semua acara penting saya sudah batalkan
di di luar tadi untuk bisa hadir di
sinilah ya. Wah,
luar biasa.
Teman-teman sekalian ini waktunya sempit
ya. Jadi, pertama tentu bagian terakhir
ini saya ee sebelum nanti Pak Deputi ee
diminta untuk menyampaikan
kebijakan ya penganggaran pelatihan.
Ada pepatah Cina yang mengatakan
tidak ada peperangan yang bisa
dimenangkan tanpa dukungan logistik.
Kita harus pakai pepatah Cina ini karena
mereka semua baru pulang dari Cina dan
sebentar lagi kita berangkatkan
teman-teman kita ada 20 orang yang mau
ke Cina juga. [tertawa]
Jadi ee masalah keuangan ini
semua isinya itu adalah logistik ya.
Jadi mulai dari dukungan
biayanya sampai dengan pembelian
barang-barang peralatan. kesempatan yang
baik ini kami hanya ingin menyampaikan
saja ee apa gambarannya ya untuk
mengingatkan kita semua bahwa ada
komponen-komponen tertentu yang
membutuhkan pembiayaan-pembiayaan
sehingga nanti di dalam perencanaan
penganggarannya
itu kita sudah ee bisa menempatkan ya
anggaran-anggaran kita sesuai dengan
ketentuan yang berlaku. Nah, Teman-teman
sekalian ee
ee ee kita mulai dari sini aja ya.
Pertama, bahwa dasar hukumnya memang ee
secara
ee
aturan ya ee kita di
dasar hukum untuk penganggaran pelatihan
ini ada berbagai ee dasar hukum ya. Jadi
terutama yang paling tinggi itu adalah
peraturan pemerintah nomor 60 tahun 2021
yang berlaku di lingkungan lembaga
administrasi negara. Dan inilah yang ee
sering dijadikan sebagai acuan bagi
kawan-kawan kita di daerah dan juga di
kementerian ya dengan regulasi ini
termasuk peraturan Menteri Keuangan
sampai dengan peraturan kepala lembaga
administrasi negara tentang ee penetapan
ya rincian anggaran RAB ee pelatihan
struktural kepemimpinan dan juga ee
termasuk di dalamnya nya adalah
pelatihan dasar bagi calon pegawai ee
negeri sipil Republik Indonesia. Nah,
ini semua aturannya. Kemudian ee adapun
besaran tarif Bapak Ibu ya, kalau kita
mefer ke PP60 ini, maka di sebelah kanan
itu bisa kita lihat ada dua pembanding
ya. Jadi kalau teman-teman mau ee
kebetulan anggarannya berlebih dan mau
menyelenggarakan itu dengan sifatnya
klasikal, maka itu ada ee tarifnya per
peserta. Tapi kalau tidak sanggup dan
hanya bisa dengan pola blended learning
itu juga bisa dilakukan. Jadi misalnya
kalau klasikal itu R30 juta, maka kalau
digabung antara klasikal dengan ee
nonasikal itu angkanya turun ya sampai
22 juta. Jadi kalau kita lihat range
dari anggaran ini itu antara 5 sampai 8
juta perbedaan antara klasikal dengan
nonklasikal ya. Jadi silakan teman-teman
saja yang memilih ya, mana yang mau
digunakan dan juga dapat menggunakan
standar ee biaya ya ee umum yang berlaku
di ee wilayahnya masing-masing ee
seterusnya seperti itu. Dan kemudian
komponen-komponen yang termasuk di dalam
ee sistem pembayaran dari penganggaran
itu teman-teman bisa melihat di sini ada
ee beberapa komponen ya. Yang pertama
ada honorarium penceramah, kemudian ada
juga yang disebut dengan honorarium
tenaga pengajar ya. Ini dibayarkan
sesuai dengan ee standar. Kalau kami di
LAN itu internal beda sama ee pengajar
yang berasal dari luar ya. Kalau dari
luar satker itu biasa kita menggunakan
ee orang per jam yang juga berbeda. Ini
yang kedua. Yang ketiga
adalah honorarium penguji dan ee mentor.
Ya, tadi ini memang Bapak, Ibu ya
ee apa
sudah sering dipertanyakan ini mengenai
honor mentor yang hadir di dalam setiap
ee
apa namanya seminar, rancangan maupun ee
hasil ya ujian-ujian akhir itu seminar
hasil. honornya sangat
ee sedikit ya. Nah, tetapi ya kita tidak
bisa melakukan banyak perubahan karena
ee dasar hukum yang sangat ketat ya. Ee
sehingga ee banyak permasalahan yang
terjadi di dalam pemeriksaan keuangan
itu ee di mana banyak mentor yang tidak
menandatangani
ee
apa namanya honorarium ketika hadir di
tempat itu ya. sehingga kita diperiksa
angkanya cukup signifikan hanya R240.000
itu tapi jadi temuan ya sehingga ini
nanti kita coba diskusikan lagi dengan
teman-teman di Kementerian Keuangan dan
memang ini sangat rendah sekali.
Kemudian jangan lupa instruktur senam
dan tenaga kesehatan yang digunakan
selama dalam proses ee pelatihan itu.
Bagi unit-unit pelatihan tertentu itu
memang biasanya sudah punya klinik dan
kita menyarankan pada ee lembaga
pelatihan yang rutin meskipun bukan
hanya untuk PKN 2 itu supaya bisa
merekrut membuat formasi untuk dokter
dan tenaga ee keperawatan ya untuk
kesehatan. ee kami sudah mencontohkan
itu di semua pusat kami juga ada formasi
dokter dan juga ada perawat yang kita
buatkan kliniknya. Kemudian klinik itu
kemudian dalam waktu beberapa saat ke
depan akan diakreditasi oleh teman-teman
dari Kementerian Kesehatan. Nah, ini
semua komponennya. Kemudian yang
lain-lainnya itu ya seperti biasa yang
kita sudah tahu ada pengadaan ATK,
kemudian PIN, Medali, dan Piagam. Ee
teman-teman yang tahun ini sepertinya
sudah melihat perbedaannya ee PIN yang
kita gunakan sekarang sudah sangat
bagus,
lebih keren ya. Dan itu kita bertemu
dengan beberapa alumni kita di luar,
mereka ee
dengan bangga juga ikut memasang di baju
dinasnya itu sebagai alumni PKn. Dulu
bahannya plastik.
Ah, sekarang kita sudah ubah dan lebih
lebih bagus lagi, lebih keren ya. Ee
mirip yang saya puny lah ini ya. Ya,
kurang lebih seperti ini. Besarnya juga
kurang lebih seperti itu. Dan ee ada
simbol-simbol tertentu yang menunjukkan
mereka adalah alumni pelatihan kita. Itu
ada pembiayaan tersendiri juga masuk di
dalam komponen itu dan ee biaya visitasi
kepemimpinan nasional yang terkait
dengan perjalanan dinas baik itu
penceramah, fasilitator, maupun yang tim
ee advance-nya ya. Jadi ada visitasi. Ah
nanti teman-teman sesudah acara ini
ditutup
jangan langsung pulang dulu, pergi dulu
belanja
ya. Tapi jangan kasih tahu orang bahwa
kita pergi belanja. Karena kita lagi
rakor PKN 2. Sampaikan kepada orang itu
bahwa kita lagi visitasi di Kementerian
Perdagangan dan Perindustrian gitu ya.
Untuk memperhalus begitu ya. Ah, jadi
kalau ditanya ini lagi visitasi di mana?
Kementerian Perdagangan padahal di pasar
itu ya, padahal di Tunjungan itu
visitasi juga karena kita lagi rakor PKN
2. Dan ini teman-teman ee kami sengaja
mencantumkan ini bahwa untuk honorarium
penyusun ya modul diklat ini itu ee kita
siapkan anggaran ya itu R juta per modul
dan ini bisa diberikan bukan hanya
kepada kita secara internal tapi juga ee
materi-materi tertentu yang disiapkan
itu seperti bela negara dan lain
sebagainya itu boleh berasal dari TNI
atau Polri ya untuk bisa diberikan yang
diberi tugas untuk menyusun modul dan
punya ini. Selain itu ya tentu
widayiswara dan yang lain-lainnya.
Ada lagi? Masih ada lagi? Sudah ini.
Nah, ini ee contoh saja Bapak Ibu untuk
satuan biaya konsumsi diklat yang saya
sampaikan tadi variatif berdasarkan
ee kondisi kita di lapangan ya. Jadi
tentu kawan-kawan saya yang dari BPSDM
Papua itu ee tarifnya ee kalau di sana
ada tarif itu, tapi dia ee tidak seperti
itu ya. lebih tinggi daripada ee kondisi
yang sebenarnya. Karena ee real cost
yang muncul di sana juga tidak sama
dengan ee apa yang kita siapkan dalam
sistem anggaran ini. Sehingga di Papua
itu ee kalau tidak salah anggaran
PKN2-nya itu sekitar 51 juta ya. 51 juta
yang saya tahu itu dari itu kalau kita
kan cuma 22 juta karena di sana biayanya
cukup tinggi sehingga ee biaya
kontribusi untuk masuk ke sana itu
sekitar itu sekitar 50 satuan ya karena
ini ee apa ee ya tidak samalah
kondisinya antara kita dengan
teman-teman yang ada di sana karena
kondisi alam.
Ee saya kira itu yang ingin kami
sampaikan kepada teman-teman. intinya
bahwa ee sekali lagi seperti yang
disampaikan oleh Pak Kepala tadi bahwa
seandainya
nanti di tahun depan ini kawan-kawan itu
mengalami kesulitan untuk pembiayaan ee
PKN 2, ee ingat pesan dari Pak Kepala
tadi bahwa ee kita harus lebih kreatif
ya untuk berusaha tetap melaksanakan itu
dengan pola-pola ee kerja kerja sama
dengan pihak ketiga ya. ee tadi sudah
dikasih contoh PKN 1. PKN 1 yang kalau
ada yang semua sponsor ya kita
bersyukurlah ya. PKN 1, 2, 3 itu semua
dilakukan 0 dan itu juga atas kerja sama
dengan berbagai ee pihak ya dari
terutama dari GNIK yang membantu kita ee
Gerakan Nasional Indonesia Kompeten di
mana di situ terhimpun lebih dari 300 ee
manajer SDM. Kemudian mereka juga
membantu beberapa kementerian lainnya
ikut serta di Kementerian Kesehatan dan
beberapa tempat lainnya ya. Juga dari ee
foundation lainnya yang juga ikut serta
di dalam ee membantu penyelenggaraan itu
sehingga jangan sampai gara-gara
anggaran biaya yang tidak tersedia lalu
kita tidak mengembangkan SDM kita dan
itu yang paling tidak kita harapkan.
Saya kira itu yang ingin kami sampaikan.
Kepada teman-teman semua sekali lagi
terima kasih dan mohon maaf kalau ada
kekurangan. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Bapak Andi
Taufik untuk menjelasan terkait
kebijakan penganggaran pelatihan karena
apapun programnya logistik yang paling
utama. Betul. Begitu ya Bapak. [tertawa]
Baik Bapak Ibu sebelum kita akan masuk
pada sesi isoma begitu kita akan membuka
terlebih dahulu sesi tanya jawab. Kita
batasi terlebih dahulu untuk tiga
penanya. Pertanyaan secara singkat saja
nanti mohon berkenan kepada narasumber
menjawab secara general. Silakan Bapak
Ibu bagi yang berkenan untuk bertanya
boleh raise hand ada 1 2 dan 3. Baik
kita keep terlebih dahulu. Mohon izin
bantuan untuk ee panitia mungkin
berkenan. Boleh raise hand sekali lagi.
Wah kok makin banyak.
Baik yang pertama ee dari sisi kiri
terlebih Oh, baik. Iya. Di belakang
terlebih dahulu. Silakan secara singkat
saja Ibu pertanyaannya.
Baik, terima kasih Ibu moderator.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat siang, salam sehat untuk kita
semua. Izin memperkenalkan diri, saya
Sri Mulyati dari Pusbangkom MKMB
Kementerian Agama. Yang kami hormati
para narasumber. Ee ini mungkin ada tiga
pertanyaan singkat saja. Yang pertama
untuk Pak Bapak Ses Tama. Ee di dalam
paparan disebutkan Bapak untuk
honorarium penguji itu internal maupun
eksternal Rp200.000.
Tetapi ada ketentuan di bawahnya
menyesuaikan dengan standar biaya dari
Kementerian Keuangan. Ee yang kami tahu
untuk pengajar kan ini penguji disamakan
dengan pengajar. Kalau di internal itu
R200.000. Kalau di SBM yang berlaku dari
Kementerian Keuangan. sedangkan dari
eksternal Rp300.000.
Sedangkan di LAN sendiri mengunci
eksternal maupun internal Rp200.000.
Mohon arahan lebih lanjut. Kemudian yang
kedua adalah untuk ee tadi disampaikan
oleh Ibu Deputi Ibu Erna terkait dengan
coach transformasi.
Nah, kami ee mohon untuk legal formalnya
itu apakah sudah ada pengaturan untuk
syarat coach transformasi.
Kemudian yang berikutnya adalah apakah
ada ikhtiar lain, Ibu? Ya, karena kita
lihat jabatan fungsional untuk Widya
Iswara khususnya para Widya Iswara utama
yang memang sebagai pengampu PKN2 itu
kan sangat minimalis. Kalau di
struktural ada yang namanya RPL. Apakah
nanti di fungsional ada inovasi untuk
bisa meng-up gitu jumlah widyaiswara
utama tersebut.
Dan yang terakhir yang ketiga untuk Ibu
Armi. Ee Ibu kami pernah ada terjadi
untuk penyamaan presepsi PKN tingkat 2
dengan para penguji. Jadi kami setelah
mengadakan penyamaan presepsi kemudian
sore harinya salah satu penguji itu
tidak bisa mengikuti sesi untuk menjadi
penguji di seminar. Sedangkan penyamaan
persepsinya sudah dilakukan. Nah, ini
dengan adanya penggantian ke penguji
yang baru dalam waktu yang ee sangat
injury begitu ya. Sejauh mana ee
pengaruhnya terhadap ee nanti penilaian
di penjaminan mutu. Mungkin tiga itu
saja. Terima kasih kurang lebihnya mohon
maaf. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Langsung tiga pertanyaan
ini
ditampung dulu ya. Baik, silakan ee Ibu
mungkin mohon izin satu pertanyaan saja
per orang ya [tertawa]
atau di
singkat saja pertanyaan.
Baik, terima kasih.
Silakan.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikum.
Saya Uswatun Hasanah, Kepala BBSDMD
Provinsi Jawa Tengah. Bu Erna kemudian
juga Bu Armi ditunggu di BPSDM. Bu Ermi
baru sekali ya Bu ya. Kemudian juga Pak
Andi. Terima kasih. Eh, dua pertanyaan
sudah ditanyakan tadi tentang WE utama
juga sudah ditanyakan, tentang
pembiayaan sudah ditanyakan. Kesempatan
saya adalah satu ya berarti satu atau
dua? Dua sajalah. Yang pertama kita
butuh legasi dari ee Bapak Kalan
sebenarnya kaitan dengan VKN. Karena
kalau masih dalam lokus provinsi itu
seperti jeruk makan jeruk ya. Jadi ada
peserta yang dari kabupaten tersebut
kemudian kembali ke sana. Secara lisan
beliau sudah menyampaikan tapi kita
butuh hitam di atas putih sehingga lebih
mudah lagi nanti pada saat kita
pelaksanaan VKN dan beliau sudah
menyampaikan statement itu juga kepada
kami pada saat pembukaan PKN dulu.
Kemudian yang kedua ketika di Jakarta,
yang ketiga di sini tetapi ee secara
legal kita belum menerima suratnya ya,
mungkin nanti untuk bisa dipush gitu ya.
Kemudian yang kedua yaitu yang sering
terjadi pada kegiatan PKn itu adalah
pemangku kepentingan itu ee baik
gubernur, bupati, walikota tidak bisa
memedomani bahwa JPT tersebut ketika
dalam proses pembelajaran tiba-tiba
dimutasi
yang dan itu yang sering terjadi kayak
kemarin saja karena saya baru 5 bulan ya
di BBSDM itu hampir setiap angkatan ada.
Jadi ketika seminar ee proyek perubahan
yang terakhir ya, seminar akhir itu yang
bersangkutan sudah tidak di OPD tersebut
ya. Jadi kita kena prank nih. Nah,
akhirnya efotnya kan kurang ya. Mungkin
juga ini dibutuhkan benar-benar ee
kebijakan yang bisa kita sampaikan nanti
kepada gubernur, bupati, maupun walikota
agar yang bersangkutan itu tidak
dimutasi dulu, tidak dirotasi terlebih
dahulu selama proses pembelajaran. Saya
kira itu, Bu. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih, Mbak. Cantik
sekali. Terima kasih Ibu juga cantik
sekali. Terima kasih Ibu untuk
pertanyaannya. Mohon izin kami tampung
dulu dari Jawa Tengah, ya, Ibu, ya.
Baik. Satu lagi tadi saya lihat dari
sisi sebelah.
Oh, bentar Ibu-ibu semua. Enggak
apa-apa. [tertawa]
Silakan.
Eranya ibu-ibu.
Terima kasih.
Padahal hari ayah. Oke, betul ya.
Silakan, Ibu ya. Terima kasih untuk ee
pembawa acara. Ee selamat siang ee
Ibu-ibu Deputi dan Bapak Sestama. Saya
Alya dari Pus Diklat Kementerian Luar
Negeri. Ee tadi untuk yang ingin kami
tanyakan khususnya terkait ee yang
disampaikan oleh Bu Erna untuk
penyelenggaraan program khusus atau
relaksasi ee RPL dan mungkin juga nanti
perlu masukan dari Ibu Armi ee karena
mungkin terkait juga dengan penjaminan
mutu. Em kebetulan e beberapa waktu ee
minggu terakhir ee bulan lalu mungkin
juga Bu Arnimi sempat ee mengikuti ee
kami baru saja memperoleh akreditasi
untuk PKN 2 ee dan juga Pusdiklat Kemlu
sudah menjadi salah satu lembaga diklat
yang terakreditasi. Nah, terkait dengan
penyelenggaraan program khusus Ibu ee
apakah dengan terakreditasinya lembaga
Pus Diklat dan juga dengan ee program
PKN 2-nya ee memungkinkan untuk Pus
Diklat menyelenggarakan ee sendiri ee
program khusus ini ee khususnya karena
saat ini dengan SOTK baru ee banyak
Eslon 2 baru yang ee menjabat dan juga
sebagian besar ee masih belum ee
memperoleh sertifikat ee PKN 2 Dan
kemudian sekiranya memang dimungkinkan
untuk bagi kami menyelenggarakan sendiri
bagaimana mekanismenya
ee dan juga ee apakah ee memerlukan
persetujuan dari LAN untuk
penyelenggaraannya dan apakah juga
bisampingan dari LAN mengingat ini juga
baru pilot project yang diselenggarakan
oleh LAN. Mungkin sementara itu. Terima
kasih banyak.
Baik, terima kasih Ibu untuk
pertanyaannya. Silakan Bapak Ibu
sekalian. Sudah tiga penanya kita
tampung mungkin dapat berkenan dijawab
secara general dan secara singkat.
Terima kasih. Silakan.
Baik terima kasih banyak. Ini langsung
saja ada tiga penanya. Ada Bu Sri, ada
Bu Uswatun dan juga dari Kemenlu.
Dari Kemenlu tadi.
Baik. Eh, Bu, saya akan mengedress yang
langsung terkait dengan paparan saya
tadi. Tadi pertanyaannya adalah apakah
persyaratan untuk menjadi coach? Jadi,
coach ini bisa Wi non Wi, Bu. Jadi apa
namanya sebenarnya
persyaratan-persyaratan yang sifatnya
umum mereka bisa melakukan coach. Ee
meskipun sebenarnya Bapak Ibu nanti
diikuti dari kami, kami sudah
menyelesaikan untuk standar kompetensi
coach dan mentor dan saat ini sedang
kita lakukan piloting-nya untuk
workshop-nya. Jadi ini nanti menjadi
awal meskipun untuk tanggal 17
berdasarkan surat kami untuk
pengirimannya silakan diutamakan WI yang
dimiliki dulu. Tapi kalau memang WI-nya
tidak mencukupi, bisa non WI, tapi
lakukan seleksi secara internal. Jadi
kalau saran saya utamakan WI yang
dimiliki dulu untuk dikirimkan menjadi
coach karena memang ada pembekalan yang
sifatnya substansi gitu. Itu itu untuk
Bu Sri. Kemudian untuk Bu
Uswatun tadi mungkin lebih banyak nanti
kawan-kawan saya yakin Bu Uswatun ee
kawan-kawan dari D3 Pak Tri dan
kawan-kawan akan menindaklanjuti
arahan-arahan dari Pak Taufik tadi
karena memang awal tahun kemarin
bentuknya surat edaran ya Bu ya yang
dijadikan acuan kawan-kawan. Jadi legasi
dalam bentuk tertulus itu yang
dibutuhkan kawan-kawan. Mungkin itu.
Jadi saya tidak bisa menjawab kayaknya
tiga-tiganya juga tapi saya yakin nanti
Pak Tri dan kawan-kawan akan menindak
lanjuti. Kemudian tadi juga ada
pertanyaan untuk jabatan fungsional ya
Bu Sri gitu. Ee kami sebenarnya yang
perlan 6 yang pengakuan pembelajaran
tadi kan modelnya ada dua Bapak Ibu
pengakuan dan penyetaraan. di pasal
terakhir dari Perlan kami, kami juga
meminta kepada kawan-kawan instansi
pembina jabatan fungsional untuk
melakukan rekognisi terhadap
pembelajaran baik yang dilaksanakan
melalui formal, sosial, dan experiential
learning. Ini yang nanti Bapak, Ibu kita
akan berkoordinasi dengan kawan-kawan
instansi pembina jabatan fungsional
bahwa pendekatan ini bisa digunakan
untuk kawan-kawan di jabatan fungsional.
Karena cara belajarnya kan enggak hanya
formal saja gitu. Kalau untuk manajerial
diakui kok yang fungsional tidak. Tapi
sebenarnya di perlan kami pejabat
fungsional atau untuk jabatan fungsional
juga ee pengakuan pembelajaran ini dapat
dilaksanakan. Tapi sekali lagi kalau
pembinaannya kan di instansi pembina
jabatan fungsional. Kalau DLAN kita
punya tiga, Widya Iswara, analis
pengembangan kompetensi dan juga analis
kebijakan. Kemudian untuk Kemenlu,
apakah boleh Bapak Ibu? Tadi mungkin
saya banyak meng-hlight
meng-highlight-nya untuk kawan-kawan
BPSDM. Sebenarnya program khusus ini
juga berlaku untuk kawan-kawan
kementerian lembaga ya. Jadi kawan-kawan
Kemenlu monggo silakan. Prosedurnya
seperti apa tadi saya tidak jelaskan
saya skip. Secara umum Bapak Ibu lakukan
pemetaan di instansinya masing-masing.
Kementerian, lembaga, kabupaten, kota,
provinsi lakukan pemetaan.
Kemudian ketika sudah melakukan
pemetaan, melakukan usulan kepada
lembaga administrasi negara. Jadi memang
kita masih gunakan karena sertifikatnya
nanti semuanya menggunakan Smart Bankcom
Bapak, Ibu. Dan kami buka untuk semua
kementerian, lembaga dan pemda seluruh
Indonesia. Jadi sekali lagi mekanisme
untuk pengajuan ke lembaga administrasi
negara memang masih ditempuh. Tapi
sekali lagi ada prosedur khususnya Bapak
Ibu. Jadi yang Keplan tadi Bu saya lupa
nomornya.
Sesudah pemakuan pembelajaran di
bawahnya kan ada keplan tentang 400
berapa tadi di situ pengusulan ada, Bu.
Jadi apa yang dicantumkan ketika
pengusulan yang pasti adalah lakukan
pemetaan jumlahnya berapa dan lain-lain
lebih ke sana Bu. Jadi jadi kebijakan
kami tidak hanya berlaku untuk kabupaten
kota tapi itu untuk berlaku kementerian
lembaga pemerintah daerah. Jadi
kawan-kawan Kemenlu welcome untuk
menyelenggarakan program khusus atau
program relaksasi tadi. Mungkin itu.
Terima kasih.
Baik terima kasih Bu Erna cukup menjawab
ya pertanyaan untuk ee beliau. Silakan
kepada Ibu Armi juga turut menanggapi
pertanyaan yang sudah ditujukan.
Ya. Baik. Ee terima kasih. Ini ada
beberapa ee pertanyaan yang ee kaitannya
dengan tadi ya penjaminan mutu untuk Ibu
Sri tadi ya. Jadi ee ada penggantian
yang di injury time gitu ya Bu ya. Jadi
tidak ada waktu kesempatan untuk ee
penyamaan persepsi kembali gitu. Jadi ee
mungkin harus kita upayakan ee apa
penggantian itu tetap dipertimbangkan
gitu ya orang apa ee
pengganti yang memenuhi syarat gitu ya.
Jadi kan tidak akan sembarang orang
pastinya PPSD ee di Kemenak itu
mengganti, tetapi mereka yang punya
pengalaman PKN 2 yang memang tahu persis
tentang program ee ee PKN 2. Jadi bukan
sembarang orang gitu meskipun itu peran
pengganti seperti itu ya Bu ya.
Mudah-mudahan meskipun injury time kan
ada ada masih ada waktulah ya untuk ee
mencari ee pengganti yang seperti itu
ya. Jadi intinya tidak lagi melakukan
penyamaan persepsi, tetapi di injury
time itu tetap lembaga ee tetap di
lembaga penyeleng tetap mempertimbangkan
gitu kira-kira mana sih yang memungkin
yang ya masih terpenuhi syaratlah ya.
dia ee tadi persyaratan ee apa penguji
kaitannya dengan PKN 2, tetapi penyamaan
persepsi tidak di tidak mungkin
dilakukan lagi gitu Bu karena ini sudah
di injury time gitu ya. Terus berikutnya
kaitannya dengan eh Kemlu tadi. Jadi
memang minggu lalu Kemlu eh sudah
mendapatkan akreditasi ya Bu ya untuk
PKN 2 dari proses penjaminan mutu yang
sekian lama kita lakukan dan ee bisa
enggak ee Kemlu melakukan apa ee
penyelenggaraan program pelatihan secara
mandiri. Prinsip sih bisa. memang ada
persyar memang ada beberapa hal ya Bu ya
yang belum terpenuhi karena ee apa
namanya ketersediaan WI memang belum ada
belum ada sertifikasi khusus yang ee Pak
Taufik tadi sampaikan dan memang LAN
sedang mempersiapkan proses sertifikasi
khusus untuk ee instansi yang tidak
memungkinkan ada formasi widyaiswara.
Terus bagaimana mekanismenya? tetap
Kemlu melakukan pengajuan usulan kepada
ee kepala LAN nanti ee di Pak Tri nanti
di Kedepaten 3 yang akan merespon surat
usulan tersebut gitu untuk ee izin
prinsip penyelenggaraan dan ee
seterusnya. Jadi memungkinkan Bu, tetapi
saya yakin karena ini akreditasi pertama
dan di Kemlu itu masih ee apa belum
tersedia WI. ada beberapa hal yang
memang ee
masih perlu koordinasi terkait dengan
pelaksanaannya nanti. Mungkin seperti
itu ya yang kaitannya dengan pertanyaan
yang ada di kami. Yang lain-lain untuk
PKN 2 saya kira Pak Tri ya, Pak Tri ya.
Yang untuk
ee apa terkait dengan tadi Bu Uswatun ee
PKn jeruk makan jeruk di provinsi
mungkin perlu ditindak lanjuti dengan
aturan yang ada di lembaga adminasi
negara.
Baik, terima kasih Ibu untuk
penjelasannya. Silakan untuk Bapak Andi
Taufik menanggapi pertanyaannya yang
telah ditujukan.
Makasih, Mbak.
Ee teman-teman, tadi kita sudah
sampaikan kebijakan yang ada, tapi
sekiranya nanti
ee seperti yang sudah kita dengar
bersama bahwa ada rencana untuk merubah
kurikulum ee PKn itu dan nanti tentunya
semua ee hal terkait dengan regulasi
pengaturan mengenai anggaran itu sudah
pasti pasti akan ikut ee mengalami
perubahan nantinya. Jadi yang kita
sampaikan ini adalah yang existing. Tapi
nanti kalau kedeputian tiga di tempatnya
ee Masri sudah menyelesaikan proses
perubahan kurikulum itu, maka tentunya
nanti akan dihitung ulang ya berapa
biaya untuk klasikal, berapa biaya
online-nya ya totalitas jumlahnya dan
juga sudah pasti akan akan ada perbedaan
jika kurikulum itu ee nanti juga berlaku
misalnya misalnya mana yang ee sudah
duduk yaitu seperti pelatihan untuk
pemantapan dan mana yang promosi. Ya,
seperti diketahui sekarang bahwa saat
ini juga Kementerian IMIPAS yang hadir
tadi juga sudah melakukan kebijakan
internal bahwa ee
didik dulu sebelum duduk. Jadi mereka ee
tidak boleh duduk sebelum mengikuti
pelatihan kepemimpinan. ee namun yang
sudah duduk, sudah terlanjur itu
diberikan kurikulum pemantapan. Nah, ini
nanti ya. Jadi tolong teman-teman ini
jangan di kasih masuk di hati ya bahwa
ini begini karena ini nanti akan juga
mengikuti perubahan yang ada ya. Ee tadi
pertanyaannya apa tadi mengenai
200.000.000.
Ah, ini Ibu Karo, Bu. Bu Peni tolong
dijelaskan itu ya ee dibantu dijelaskan.
Iya. Iya. Nanti kalau tidak selesai
kita selesaikan di luar ya. Nanti kita
Iya. Iya. Iya. Ya. Ya. Silakan Bu Penih.
Saya direspon dulu ya.
Iya. Terima kasih, Pak Ses. Ee izin
menjawab terkait dengan ee penguji kita
bayarkan karena memang di dalam SBM atau
aturan yang terkait dengan ee penguji
pada evaluasi seminar ee rancangan
maupun implementasi itu tidak ada di
dalam ee aturan gitu ya. sehingga kita
memang sepakat menggunakan honorarium ee
tenaga pengajar gitu ya, honorarium
tenaga pengajar sebesar ee R200.000
untuk ee dalam ya internal gitu. Bisa
saja memang ee digunakan ee indeks
Rp300.000 Ibu untuk ee eksternal
penguji. Namun ee di internalan ini
memang ee lebih ke internalan ee kita
mempertimbangkan bahwa ee penguji
tugasnya adalah sama gitu ya, baik di
internal maupun eksternal gitu ya.
sehingga ee kami ee membuat aturan bahwa
ee se minimal mungkin gitu ya karena
memang kemarin ada efisiensi juga ee
sehingga menjadi aturannya untuk ee
penguji internal maupun ee eksternal
adalah ee R200.000 per ee OJP ya. Ee
seperti itu sih ee pertimbangannya gitu.
Terima kasih.
Baik, terima kasih Ibu. Bagaimana? Sudah
cukup?
Ada tambahan Bapak Ibu sekalian? Sudah.
Baik, Bapak Ibu. Terima kasih untuk
antusias dan pertanyaannya. Boleh kita
berikan apresiasi sekali lagi Bapak Ibu
kepada para narasumber yang pertama
Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran
ASN Dr. TR. Erna Irawati, Sos, MP ADM.
Terima kasih Ibu. Terima kasih juga
Deputi Bidang Penjaminan Mutu,
Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran
ASN Dranda Armi Winarti, M.Si. Terima
kasih Ibu. Dan Sekretaris Utama LAN RI,
Dr. Andi Taufik, M.Si. Terima kasih,
Bapak. Semoga paparan dan juga
penjelasannya tersampaikan dengan baik
dan bisa menjawab segala keresahan di
hati Bapak Ibu sekalian. Baik Bapak Ibu
ee sebelum kita akan nantinya
melanjutkan pada sesi yang lain, kita
akan lanjutkan pada pembagian beberapa
kelompok yang nanti akan masuk pada
beberapa kelas setelah isoma. Izin kami
informasikan terlebih dahulu untuk isoma
untuk ee makannya begitu ya. Untuk Bapak
Ibu Kepala BPSDM, para kepala BPSDM bisa
untuk menikmati hidangan yang berada di
lantai bawah, di lobi bawah ya, Bapak.
Dan untuk para pendamping bisa menikmati
hidangan berada di lantai ini, tepatnya
ada di depan ruangan ini, Bapak, Ibu.
Baik, sebelum untuk isom boleh berkenan
kita berfoto terlebih dahulu? Boleh, ya.
Izin, Ibu Bapak berkenan untuk bergeser
di bawah. Kita berfoto bersama Bapak
Ibu.
Baik. Iya. Dan kita akan kembali ke
ruangan ini kembali Bapak Ibu di pukul
13.00.
Sekali lagi di 13.00 Kosong kita akan
kembali di ruangan ini. Silakan Bapak
Ibu kami undang untuk berkenan berdiri.
Kita dokumentasikan dalam sesi panel
diskusi kita pada rapat koordinasi
pelatihan kepemimpin nasional tingkat 2
tahun 2025. Silakan berkenan Bapak Ibu
yang berada di belakang, Bapak Ibu
sekalian berkenan untuk kita berfoto
bersama. Silakan kepada narasumber
berkenan berada di tengah. Silakan Ibu.
Baik.
Boleh juga berkenan untuk merapat Bapak
Ibu. agar terlihat
baik.
Siap kita foto bersama. Baik, mungkin
dapat dicek terlebih dahulu apakah
semuanya sudah masuk dan terlihat
begitu.
Baik ya. Izin kami hitung dalam pose
formal terlebih dahulu dalam hitungan 3
2 1.
Baik, boleh silakan membentuk huruf L.
Oke, dalam hitungan 3 2 1
yang semangat. Oke, mohon izin dalam
hitungan 3 2 1.
Terima kasih banyak sekali lagi Bapak,
Ibu sekalian, para narasumber yang luar
biasa pada kesempatan kali ini.
[tertawa] Bapak, Ibu sekalian, terima
kasih antusiasnya
dan tentunya kami tunggu kehadiran Bapak
Ibu kembali pukul 13.00 Bapak Ibu
berkenan kembali. Kita akan lanjutkan
beberapa aktivitas yang tentunya sangat
menarik.