ASN BELAJAR SERI 47 | 2025 - Meneguhkan Kembali Employer Branding ASN: Bangga Melayani Bangsa
9pNtGXWdPMk • 2025-12-04
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia. Siap menyongsong Indonesia emas. ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar wujudkan perintahanku selaku dunia tekat pantang menyerah jadi berkuat Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Selamat pagi sahabat ASN. Senang sekali di hari Kamis manis ya dong 4 Desember 2025 ini. Saya Enis Dewi dapat kembali menyapa sobat ASN semua dalam webinar kesayangan kita semua yaitu ASN belajar. Kali ini seri 47 tahun 2025 persembahan Korpu SDJIS BBSDN Provinsi Jawa Timur. Dan izinkan kami untuk menyapa yang sudah bergabung dalam webinar pagi hari ini. Yang terhormat Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur Bapak Dr. Ramlianto, S.P.MP. Yang kami hormati para narasumber Kepala Biro Organisasi SEda Provinsi Jawa Timur, Ibu Adina Fibriani, S. Mak, asesor SDM Aparatur Ahli Utama BKD Provinsi Jawa Timur, Bapak Anom Surahno, S.H., M.Si., Widya Iswara, ahli utama BBSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Ir. Biasworo Adi Suyanto, aka, M.M., serta seluruh sobat ASN yang sudah bergabung ya, baik melalui Zoom meeting maupun YouTube channel BPSDM Jatim TV dan yang hadir langsung nih di kelas internasional BPSDM Jatim. Applaus dulu dong untuk semua yang sudah bergabung. Luar biasa ya, banyak sekali yang sudah bergabung di sini. Dan memang sobat ASN dalam dinamika pelayanan publik yang terus berkembang saat ini, ASN dituntut untuk semakin adaptif, responsif, dan juga berorientasi pada kepuasan masyarakat pastinya. Tantangan global, perkembangan teknologi, serta meningkatnya ekspektasi publik menuntut ASN untuk hadir dengan kinerja yang paling baik dan juga menunjukkan komitmen nyata sebagai pelayan bangsa. Tapi di tengah perubahan tersebut, semangat pengabdian seringki menghadapi ujian mulai dari tekanan lingkungan kerja, kemudian juga beban tugas yang kompleks sampai dengan krisis kepercayaan publik karena adanya perilaku negatif dari sebagian oknum. Nah, employer branding ASN bangga melayani bangsa ini harus kembali diteguhkan. Bukan hanya sekedar slogan, tetapi juga identitas dan juga budaya kerja yang tercermin dalam tindakan, sikap, dan juga pelayanan sehari-hari. Jadi, yuk bersama-sama mari kita teguhkan kembali employer branding ASN Bangga Melayani Bangsa melalui ASN Belajar seri 47 tahun 2025. Baik, Sobat ASN, untuk mengawali ASN belajar seri 47 tahun 2025 ini, mari kita simak bersama opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, S.P., M.P. P. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air. Selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan JATIM Corporate University Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi. Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 4 Desember 2025, ASN belajar telah memasuki seri ke-47. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami, kami selalu berkomitmen dan sekaligus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN belajar seri ke-47 tahun 2025 ini menyajikan salah satu tema dalam rangka peneguhan kembali Employer Branding ASN bangga melayani Bangsa yang telah diluncurkan oleh Presiden kala itu pada bulan Juli 2021. sebuah ikhtiar agar ASN seluruh Indonesia memiliki tekad yang sama. bukan hanya untuk bekerja sesuai regulasi, tetapi juga untuk melayani dengan hati serta menumbuhkan kebanggaan sebagai abdi. Karena tema ini sangat tepat untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka ASN belajar seri ke-47 tahun 2025 ini mengangkat topik mendekuhkan kembali employer branding ASN bangga melayani bangsa. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam SN belajar bahwa topik menarik ini akan dibahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sobat ASN di seluruh tanah air, employer branding ASN yang kita angkat sebagai tema ASN belajar kali ini bukan sekedar mengingatkan kita pada sebuah slogan baru yang dilunculkan oleh Presiden pada Juli 2021 yang lalu. Tema ini adalah ajakan untuk kembali melihat jati diri kita sebagai aparatur negara. Bahwa melayani bukan sekedar tugas tetapi kehormatan. bahwa pekerja bukan sekedar menggugurkan kewajiban, tetapi mengemban amanah rakyat. Bangga melayani bangsa hadir bukan untuk sekedar menjadi hiasan dinding kantor, melainkan sebagai kompas moral penanda arah bagi setiap ASN di seluruh Indonesia. Dari yang bertugas di pusat hingga di batas negeri, dari ruang kebijakan hingga ke meja pelayanan publik. Employer branding ini adalah sebuah ikhtiar besar, sebuah upaya untuk memastikan bahwa ASN di seluruh Indonesia memiliki tekad yang sama. Bukan hanya untuk bekerja dengan benar, tetapi melayani dengan hati. Bukan hanya untuk mencapai target kinerja, tetapi menghadirkan makna dan kualitas pelayanan bagi setiap warga yang membutuhkan negara. Employer branding adalah tentang reputasi, tentang bagaimana publik melihat kita, percaya kepada kita dan merasakan kontribusi kita. Tetapi lebih dari itu, employer branding adalah identitas kita sebagai pelayan bangsa. Identitas yang semakin penting di era di mana citra birokrasi diuji oleh ekspektasi publik yang berubah cepat dan tantangan moral yang semakin kompleks. Karena itu, Sobat SN, meneguhkan kembali employer branding bukanlah soal sosialisasi melainkan soal penghayatan. Ia bukan tentang menambah poster, tetapi tentang mempertebal karakter. yang bukan hanya soal apa yang kita tampilkan, tetapi tentang siapa kita sebenarnya dalam tindakan sehari-hari sebagai ASN. Nah, Sobat di seluruh tanah air, untuk membahas lebih lanjut topik menarik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat SN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Adina Febriani, S. MAK. Beliau adalah Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur. Yang kedua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Anom Surahno, S.H., M.Si. Beliau adalah asesor SDM Aparatur ahli utama Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dan yang ketiga, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Ir. Biasworo Adi Suyanto, AK, M.M. Beliau adalah Widyayasiswara, ahli utama BPSDM Provinsi Jawa Timur. Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-47 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Pak Ramli atas speech-nya. Semoga setelah mendengarkan speech dari paraamli, sobat ASN semua yang bergabung di ASN belajar seri 47 tahun 2005 ini menjadi lebih bersemangat lagi untuk mengikuti webinar dari awal sampai akhir nanti ya. Karena akan ada tiga narasumber luar biasa yang akan sharing informasi, sharing ilmu kepada sobat ASN semua. Namun sebelum kita menyimak materi dari narasumber kita yang pertama, kami ingin mengingatkan bahwa link presensi sudah dapat diakses melalui semesta Bangkok. Tadi yang live chat ya di YouTube channel BPSDM Jatim TV pada nanya nih link presensi, link presensi. Sabar sabar. Link presensinya sudah bisa diakses kali ini. Dan setelah Sobat mengisi presensi kemudian juga survei dan lebar monev nantinya link sertifikat akan muncul maksimal 1* 24 jam. Jadi jangan lupa dicek secara berkala ya. Baik sobat ASN setelah mengisi link presensi sekarang waktunya kita untuk menyimak materi dari narasumber kita yang pertama. Langsung saja kita berikan applause bersama-sama untuk Kepala Bid Organisasi Setda Provinsi Jawa Timur, Ibu Adina Fibrina AS. Mak. Selamat pagi. Asalamualaikum, Ibu Adina. Pagi. Waalaikumsalam, Mbak Anisa. Ibu Adina, suara saya terdengar jelas? Terdengar jelas. Ibu Adina Febriani, SMAK. Mohon maaf, Ibu. Tadi saya terpeleset sedikit, Ibu ya. Ibu hari ini segar sekali Bu. Apa kabar? Alhamdulillah. Alhamdulillah. Sehat. Alhamdulillah. Terima kasih banyak, Ibu, ya di tengah-tengah kesibukannya masih menyempatkan waktunya untuk menyapa Sobat ASN semua. Banyak sekali loh Ibu yang bergabung di sini dari seluruh Indonesia. Monggo disapa dulu Ibu. Iya. Baik. Ee terima kasih teman-teman ASN yang hari ini bergabung. Kemudian ee terkait dengan personal branding kita berakhlak ya. Heem. Ee semoga kita hari ini bisa belajar bareng-bareng ya terkait dengan ee penguatan dari ee nilai berakhlak ini. Karena ee internalisasi itu bukan ee jangka waktu yang pendek ya. internalisasi itu butuh ee apa? Jangka panjang. Jadi tidak bisa kita bilang bahwa internalisasi itu setahun, 2 tahun. Internalisasi justru mungkin bisa 5 tahun, mungkin bisa sampai 10 tahun. Itu itu aja sih, Mbak Anisa. Oke. Baik. Jadi, untuk kali ini kita akan bersama-sama mendengarkan ilmu apa saja sih yang akan dibagikan oleh Ibu Dina. Jadi untuk sobat ASN yang ingin bertanya boleh dicatat dulu pertanyaannya karena sesi tanya jawab akan kita buka setelah Ibu Dina selesai menyampaikan materinya. Baik Bu Dina, waktu yang akan kami berikan untuk menyampaikan materi adalah 45 menit. Kemudian akan dibuka lagi segmen untuk tanya jawab. Baik, silakan Ibu Dina disampaikan materinya. Iya, makasih Nisa. Izin eh para senior kami. Selamat pagi, Pak Anom. saya menyapa dulu. Selamat pagi, Pak. Narasumber yang kedua, Pak Biasworo. Sehat-sehat ngih, Bapak? Baik. Ee alhamdulillah sehat, Ibu. Nggih. Alhamdulillah. Ngih. Matur nuwun, Bapak. Baik. Siap. Nggih. Siap. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Jin ee dulu. Oh iya. Baik, saya ulangi karena tadi masih unmute. Ee mungkin dulu di PEMPR Jatim ada istilahnya kalau dulu kami ini budaya kerjanya adalah cetar nggih. Namun ee cetar itu dulu singkatan Bapak Ibu. Jadi dulu itu ee cetar itu adalah cepat, efektif, efisien, tanggap, transparan, akuntabel, dan responsif. itu itu dulu budaya kerja dari PEMPR Jatim. Namun kemudian ee tahun 2021 keluarlah surat edaran dari Menteri PAN RB nomor 20 tentang implementasi core values dan employed branding aparatur sipil negara. Nah, ini kemudian mulai nih berubah karena kemudian kode etik yang kita pakai, kemudian kode penguatan-penguatan kode etik, kode perilaku ini mulai berubah di tahun 2021 yang kemudian kita kenal sebagai berakhlak itu. Baik, next ke apa namanya? ke awal tadi. Jadi kita kembali ke awal tadi saya juga sekedar mengingatkan terkait dengan ee budaya kerja kita dulu. Jadi internalisasi ini adalah sebenarnya adalah proses penghayatan dan penyerapan nilai norma atau ajaran ke dalam diri kita sendiri secara mendalam sehingga menjadi bagian dari kepribadian dan sebenarnya kemudian adalah harus tercermin dalam sikap dan perilaku seseorang. Seperti tadi sudah saya bilang bahwa proses ini sebenarnya secara berkelanjutan sepanjang hidup karena internalisasi itu tidak tidak bisa secara jangka pendek. Ee caranya adalah bisa melalui sosialisasi dan bimbingan yang pada akhirnya membuat individu ini secara sadar pada akhirnya mengikuti nilai-nilai tersebut yaitu nilai-nilai berakhlak. itu sebenarnya. Jadi sebenarnya urgensi penguatan budaya kerja ini dimaksudkan agar nilai dasar berakhlak ini berperan sebagai pedoman perilaku bagi seluruh ASN di seluruh Indonesia itu nggih. Kemudian ee sebenarnya untuk tahap dari proses internalisasi itu ada tiga. Yang pertama adalah tahap transformasi nilai, kemudian yang kedua adalah tahap transaksi nilai. Kemudian yang ketiga adalah tahap transinternalisasi. Di tahap transformasi nilai ini sebenarnya adalah ee tahap kalau kita bilang adalah tahap secara pengenalan dulu ngih. Pengenalan jadi penerimaan nilai melalui pengamatan mendengarkan atau membaca informasi secara verbal. Saat ini untuk budaya berakhlak itu ee Menteri PAN RB sudah mengeluarkan kamus namanya leveling berakhlak. Nah, ini mungkin nanti ee para ASN kita bisa membaca kamus leveling berakhlak. Kemudian ee pada tahap ini juga kemudian ee teman-teman ASN juga bisa mendengarkan melalui YouTube atau melalui apa media sosial. terkait dengan ee budaya kerja berakhlak. Bahkan kalau di lingkungan ee Sekretariat Daerah PEMPR Jatim itu setiap hari Rabu itu jam 10.00 dibacakan terkait dengan ee berakhlak ini supaya internalisasi ini kita ingatkan secara terus-menerus itu. Itu mungkin yang terkait dengan transformasi nilai. Jadi penerimaan nilai melalui pengamatan, mendengarkan atau membaca informasi secara verbal. Kemudian yang kedua adalah tahap transaksi nilai. di tahap transaksi nilai ini sudah terjadi dialog atau ee terjadi interaksi dua arah antara kalau di sini istilahnya pendidik dan peserta didik di mana kemudian terjadi proses merespon nilai melalui komunikasi timbal balik. Jadi kalau kita biasanya ee diistilahkan ada dialog kinerja. Nah, di sinilah terjadi tahap transaksi nilai. Karena pada tahap internalisasi ini di tahun 2024 nggih 2024 atau 2023 nggih ee budaya kerja ini sudah dimasukkan ke dalam SKP gitu supaya ee proses internalisasi ini berjalan smooth ee teman-teman ASN di lingkungan PEMPR Jatim. Jadi kami masukkan ke dalam SKP karena SKP ini adalah harus dikerjakan oleh teman-teman ASN di lingkungan PEMPR Jatim sebulan sekali ya. Insyaallah dengan itu kemudian teman-teman ini ee lebih lebih paham ngih terkait dengan berakhlak. Kemudian juga nanti diminta di situ terkait dengan bukti kerja terkait berorientasi pelayanan akuntabel itu juga di SKP ada ee diminta bukti-bukti kerja tuh itu ee tahap transaksi nilai. Kemudian pada tahap transinternalisasi inilah yang tahap yang sebenarnya paling mendalam di mana nilai tersebut sebenarnya tidak hanya dipahami secara fisik tetapi juga telah menyatu dengan kepribadian dan mental seseorang sehingga mempengaruhi watak dan perilakunya secara konsisten. Misalnya nih ee kita diharapkan apel setiap setiap hari Senin itu ya otomatis setiap hari Senin misalnya meskipun kemudian harus ada dinas luar tetap harus mengikuti apel ya. Itu itu yang ee tahap yang paling mendalam. Jadi ee ketika dia diharuskan apel, dia harus hadir apel. Ketika harus senam ya diharuskan hadir senam. Jadi sudah ee watak dan perilakunya secara konsisten dilakukan. Jadi tiap Jumat harus senam, kemudian hari Senin pagi harus apel. Next. Nah, ee ini tadi Bapak, Ibu ee ini diperkuat saat ini dengan ee sudah dimasukkan ke dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang nilai dasar kode etik dan kode perilaku dari AS ee berakhlak, nilai berakhlak di pasal 4 tentang ee ASN yaitu Undang-Undang 20 tentang ASN. Di situ ada kode etik, kode perilaku yang bertujuan menjaga martabat dan kehormatan ASN serta kepentingan bangsa dan negara. Nilai ASN dijabarkan dalam kode etik dan perilaku. Nah, ini bisa dibaca sendiri mulai dari berorientasi pelayanan, kode etiknya dan perilakunya adalah ada tiga. Kemudian begitu juga dengan akuntabel, kompeten, harmonis. Nah, masing-masing nih saya saya yakin kalau ee apa namanya ASN di lingkungan PEMPR Jatim sudah sangat paham karena ini sudah tertuang dalam SKP yang harus di yang harus dikerjakan setiap bulan. Next. Nah, begitu juga dengan karena ada tujuh ngih nilai berakhlak itu di sini tadi sudah ada empat. Kemudian ini ada tiga loyal, adaptif, kolaboratif. Sebenarnya ee yang paling krusial saat ini yang memang ee benar-benar ini ada yang harus diperhatikan, ditekankan adaptif. Karena adaptif ini adalah ee yang harus dilakukan berinovasi oleh ASN di lingkung di semuanya di semua di lingkungan pemerintah daerah. Jadi cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan karena saat ini adalah ee masa-masa perubahan dari ee apa namanya ee baik itu RPJMD, kemudian grand desain reformasi birokrasi semuanya tahun 2025 ini ee ada perubahan. Jadi sangat-sangat dibutuhkan ee nilai dasar adaptif ini harus cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan kemudian terus melakukan inova melakukan inovasi. Inovasi tidak harus bernilai besar. Sekecil apapun, perbaikan apapun dalam melaksanakan tugas itu adalah suatu bentuk inovasi dan mengembangkan kreativitas. Kemudian yang ketiga adalah bertindak proaktif. harus berusaha mencari informasi sebanyak-banyaknya, terus kemudian mencari ee data. Karena apapun yang kita lakukan ketika kita mengambil keputusan, ketika kita ee berdasarkan data, maka insyaallah keputusan yang akan diambil akan lebih valid. Itu. Kemudian juga adalah kolaboratif. di sini kolaboratif itu adalah ee saat ini yang kita butuhkan adalah sinergi ee para ASN. Jadi kita tidak bisa bekerja sekarang itu ee terkotak-kotak. Kita harus membuka wawasan kita. kita harus mau bersinergi dengan di lingkungan terkecil aja misalnya dengan bagian atau dengan bidang yang lain. Kita upayakan ketika kita sudah selesai di bagian kita, kita sudah selesai kita membantu di ee bidang atau bagian yang lain yang kira-kira masih membutuhkan bantuan. Itulah yang dibutuhkan adalah kolaboratif. Jadi memang harus bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah. Ketika kita hanya tertuju pada bagian atau bidang kita, kita tidak akan berkembang. Itu Bapak itu ee teman-teman ASN. Jadi kita tetap harus kolaboratif dan sinergi. Itu yang dibutuhkan saat ini. Next. Oke. Nah, ini sepertinya yang tadi sudah saya jelaskan ee bahwa kita memakai nilai berakhlak ini sejak SE Mentrip RB nomor 20 tahun 2021 ini terbit. Nah, untuk internalisasinya banyak. ini antaranya adalah penggunaan logo berakhlak dan tagar bangga melayani bangsa baik itu melalui poster media sosial yang dimiliki oleh pemerintah daerah kemudian twetbond bahan paparan dan lain-lain. Kemudian bisa juga menyisipan informasi berakhlak dan bangga melayani bangsa dalam setiap kegiatan. misalnya sosialisasi melalui apel, kemudian rapat koordinasi itu kita selipkan seperti itu. Terus kemudian yang ketiga penulisan panduan perilaku berakhlak dalam konten misalnya di pojok-pojok atau misalnya di dalam banner itu kita banner itu kita taruh di ee pintu masuk kantor supaya untuk mengingatkan bahwa panduan perilaku kita berakhlak. Kemudian juga bisa melalui pemutaran video panduan perilaku berakhlak yang kita putar setiap setiap saat yang mengingatkan terkait dengan perilaku berakhlak. Kemudian juga memberikan apresiasi. ee saat ini mungkin setiap bulan ada apresiasi yang diberikan di setiap perangkat daerah kepada para pegawai. Kemudian juga ee bisa juga melalui penguatan peran agen perubahan reformasi birokrasi itu. Kemudian juga bisa melalui metode-metode lain sepanjang masih relevan, kreatif dan inovatif sesuai dengan karakteristik dari perangkat daerah masing-masing. Next. Nah, ee di sini ada banyak strategi penguatan budaya kerja yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam rangka memperkuat ee identitas ASN yang bangga melayani bangsa. Jadi strategi penguatannya ada empat, bisa melalui pemanfaatan media dan alat, kemudian internalisasi nilai, keteladanan dan kepemimpinan, kemudian kebijakan dan struktur pendukungnya. Dan empat ini apabila tidak didukung dengan evaluasi dan monitoring yang bagus, maka tidak akan ada keberlanjutan. tetap tetap kemudian tetap ada monitoring evaluasi kemudian ada apa namanya evaluasi untuk perbaikan ee apabila misalnya di dalam pemanfaatan media dan alat ini tidak kemudian kita luncurkan tanpa ada evaluasi tetap harus kita monitoring dan evaluasi supaya oh ke depan berarti apa sih yang kurang efektif itu kita perbaiki gitu. Kemudian eh next. Nah, ini contoh-contohnya setelah ini terkait dengan yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam rangka memperkuat ee identitas nilai berakhlak di lingkungan pemerintah Provinsi Jawa Timur. Di biro organisasi ada cakrawala birokrasi. Ini adalah sebenarnya adalah media yang ee apa namanya? digunakan oleh Biro Organisasi Podcast nggih bentuknya untuk memperkuat ee budaya kerja berakhlak. ee narasumbernya biasanya kita ambil dari memang ee apa namanya ee narasumber dari orang-orang yang kompeten dan istilahnya itu ajeg gitu ya apa bahasa bahasanya dia itu selalu selalu sharing terkait dengan corevalius berakhlak baik itu ketika apel atau ketika kemudian beliau ini menjelaskan kalau ee ee dokter tauhid Islami itu waktu itu beliau ini karena rumah sakit ee Sudono waktu itu ee berhasil meraih WBK wilayah bebas korupsi. Nah, itu kami apa minta sebagai narasumber untuk ee apa namanya internalisasinya di Sudono karena corvalius berakhlak ini juga mengungkit nilai ee ketika mengikuti apa ee zona integritas wilayah bebas korupsi itu. Nah, kemudian kalau ee Dinas Pendidikan ini juga ee praktik baiknya di Dinas Pendidikan itu seperti apa selama ini terkait dengan ee internalisasi dari core value berakta karena Dinas Pendidikan ini adalah satuan pendidikan yang cukup banyak. Nah, itu strateginya seperti apa supaya bisa menginternalisasi sampai ke bawah sampai ke satuan pendidikan itu. Terus kemudian kami juga membuat video-video terkait dengan ee karena ada tujuh ngih insyaallah mungkin nanti di situ juga ada tujuh ee video terkait core values berakhlak. Di situ juga menyampaikan terkait dengan ee terutama yang CPNSCPNS baru ini yang masih kesulitan untuk bukti dukung SKP. Nah, bukti dukung SKP ini karena di SKP itu juga dibutuhkan misalnya berorientasi pelayanan itu bukti dukungnya seperti apa, kemudian akuntabel itu ee bukti dukungnya seperti apa. Jadi kami kaitkan dengan itu. Next. Kemudian untuk internalisasi ini ee kemarin karena memang di tahun 2025 itu Kementerian PAN RB itu masih ee memang sudah ada pedoman Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia tentang petunjuk pelaksanaan penguatan budaya kerja instansi pemerintah. Namun masih belum bisa pedoman tersebut diterapkan di 2025 karena ee masih proses penandatangan masih proses ini ke sekretariat negara. Jadi masih belum bisa diterapkan di dinilai saat ini di tahun 2025. Akhirnya kami ee membuat survei terkait dengan budaya kerja berakhlak PEMPR Jatim ee bekerja sama dengan ITS Surabaya. Dan pada waktu itu semua perangkat daerah ee kami sebar ee apa namanya form untuk mengikuti survei. Ee terus kemudian dari situ ternyata hasilnya adalah ada 11 perangkat daerah yang dinyatakan sangat paham. Kemudian sisanya adalah paham. Ini ada ada maaf ada kekeliruan ini kayaknya di ee slide-nya ngih. Jadi ada yang sangat paham itu ada 11 perangkat daerah hasilnya dan kemudian sisanya adalah paham. Nah, dari sinilah kemudian kita bisa ke depan melakukan strategi bahwa di dalam SKP kita terutama yang panduan ee perilaku yang berakhlak itu itu mulai bisa kita masukkan. Kalau kemarin SKP ini terkait dengan identitas yang ee deskripsinya itu masih diserahkan kepada masing-masing perangkat daerah. Nah, setelah dilakukan survei ini ee kami akan berusaha memperbaiki terkait dengan deskripsi dari masing-masing berorientasi pelayanan akuntabel itu mulai kami standarkan. Jadi kalau kemarin masih kami serahkan kepada masing-masing perangkat daerah sesuai dengan ee apa namanya? kearifan lokal. Tapi ke depan sudah insyaallah kami sesuaikan kembali sesuai dengan kamus leveling berakhlak dan ee apa namanya ada panduan deskripsi yang harus dipatuhi yang ada yang sudah distandarkan oleh Kementerian PAN RB. juga tahun 2025 ini kami juga bekerja sama dengan Brida Provinsi Jatim terkait ee penerapan nilai-nilai dasar ASN berakhlak itu. Sedangkan ee sampel yang diambil pada waktu itu hanya tiga perangkat daerah yaitu e kalau enggak salah BKD, terus kemudian ee saya lupa pokoknya ada tiga tiga perangkat daerah. Nah, ini juga ee hasilnya adalah juga men-support hasil yang sudah dilakukan dengan ee survei yang dilakukan oleh kami kerja sama dengan ITS. Next. Nah, untuk keteladanan dan kepemimpinan ee ketika awal-awal diluncurkan nilai berakhlak ini, Corvalius ini, itu ee waktu itu adalah Ibu Gubernur sendiri yang meneguhkan komitmen ASN berakhlak. ee sehingga sejak saat ee 2022 itu sudah ada SE Gubernur Jawa Timur untuk kita core values kita, kode etik kita, kode perilaku kita adalah ASN berakhlak. Jadi kemudian cetar ini kemudian sudah tidak lagi digunakan tetapi kita sudah beralih menjadi ee berakhlak. Kemudian juga pada waktu pengarahan dari Bapak Sekda itu juga saat apel pagi itu juga menekankan bahwa saat ini kode etik dan kode perilaku kita adalah berakhlak itu. Kemudian juga disambut dengan ee biro organisasi sempat membuat video terkait dengan panduan berakhlak yang menjelaskan terkait masing-masing tujuh kode etik dan kode perilaku yang harus dipatuhi oleh semua ASN. Next. Nah, ini ngih Bapak Bapak Ibu saat ini kebijakan dan struktur pendukung untuk ee nilai berakhlak sudah cukup kuat. tidak seperti di tahun 2021. Karena di tahun 2024 kemarin sebenarnya ee Kementerian PAN RB sudah menerbitkan kamus leveling implementasi nilai dasar ASN berakhlak. Nah, ini yang harus kita kamus inilah yang harus kita pakai dan memang harus menjadi panduan kita kita, Bapak, Ibu. Ee memang di situ ada ee tingkat-tingkatannya ng tapi kemudian yang penting adalah ee gimana caranya standar ini harus mulai kita gunakan. Itu next mungkin. Nah, ini ya Bapak Ibu kalau di lingkungan PEMPR Jatim untuk Corvalius ASN berakhlak ini sudah ada surat edaran dari Gubernur Jawa Timur yang menekankan bahwa implementasi corevalues dan employer branding aparatur sipil negara di lingkungan PEMPR Jatim itu. Jadi mulai tahun 2022 itulah kemudian ee tagar kita ee dulu budaya kerja kita cetar sudah beralih menjadi ee berakhlak. Next. Nah, ini juga ee di tahun 2022 sampai dengan 2024 ini ada indeks berakhlak Provinsi Jawa Timur dan indeks ini adalah dari Kementerian PAN RB dan alhamdulillah kita tiap tahun ada peningkatan kemudian di tahun 2023 itu ee karena memang berakhlak ini sudah harus mulai diterapkan pada akhirnya adalah kita berupaya memasukkan berakhlak ini di dalam ee SKP gitu nggih. Jadi pada waktu itu SKP itu maaf jadi saat ini kalau SKP ini masih di instrumen keberhasilan penilaian itu memang kami masih saat itu misalnya berentasi pelayanan itu di instrumen keberhasilan penilaian itu masih melayani kebutuhan instansi dengan target waktu dan ini akan berbeda beda Bapak Ibu di setiap perangkat daerah karena memang waktu waktu itu kampus leveling masih belum terbit. Nah, saat ini karena kamus leveling dari ASN ee berakhlaknya sudah ada ke depan ee apa namanya? Instrumen keberhasilan penilaian ini sudah harus disesuaikan dengan kamus. Dan begitu juga deskripsi self assessment indikator dari predikat kinerja juga nantinya akan mengalami penyesuaian dan begitu juga kalau evidence dan lain-lain bukti kerja mungkin akan menyesuaikan dengan deskripsi itu. Baik, next. dan kebijakan dan struktur pendukung saat ini. Karena berdasarkan SKP itulah saat ini sudah ada penghargaan untuk setiap perangkat daerah masing-masing bervariasi. Ada yang perangkat daerah yang ada cuman tiga pegawai yang terbaik. Kemudian kalau perangkat daerahnya mungkin jumlah pegawainya agak besar mungkin lebih dari tiga itu ngih. Terus kemudian kalau misalnya menyesuaikan employee of demand ini menyesuaikan tapi saat ini di setiap perangkat daerah sudah ada award atau reward untuk semua pegawainya yang berdasarkan adalah eh core values kita, kode etik dan kode perilaku di samping ada penilaian prestasi yang lain itu nggih. Kemudian next. Alhamdulillah di tahun 2024 ee indeks berakhlak tingkat Provinsi Jawa Timur mendapatkan terbaik kedua. Nah, ini semakin menguatkan kita bahwa sebenarnya nilai berakhlak ini ee sebenarnya sudah bagus, sudah kuat diinternalisasi secara terus-menerus di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Tetapi dengan prestasi ini kita tidak boleh ee terlena karena memang di 2025 ini tidak ada eh award atau reward yang diberikan oleh Kementerian PAN RB terkait dengan eh implementasi dari call values ini. Tapi kita eh tetap harus mengadakan monitoring evaluasi. Terbukti tadi juga sudah dilakukan MONEV dengan ITS dan alhamdulillah kita 11 perangkat daerah itu sudah sangat paham terkait dengan core values ini dan sisanya paham dan tidak ada yang di bawah di bawahnya yang ee kurang kurang paham tidak ada. Jadi ee sebenarnya adalah secara internalisasi nilai berakhlak ini sudah cukup kuat di Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan harapannya ke depan ketika ada pedoman dari Menteri Pendayagunaan ini terkait dengan petunjuk pelaksanaan penguatan itu ee itu di situ ada indeks terkait dengan tingkat kematangan dari budaya kerja dan harapannya adalah dari indeks tersebut itu ada lima kategori dan bismillah tahun di 2026 nanti ketika diterapkan ee apa namanya indeks tingkat kematangan budaya kerja itu Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat meraih nilai unggul. Amin. Baik, next. Baik, ee mungkin sementara itu yang bisa saya sampaikan terkait dengan internalisasi nilai berakhlak dan capaian-capaian yang dan usaha-usaha dan capaian yang sudah dilakukan oleh pemerintah provinsi Jawa Timur. Saya kembalikan lagi kepada Mbak Anisa sebagai moderator. Terima kasih Bu Dina atas materi yang sudah disampaikan. Baik, sekarang waktunya Sobat SN yang ingin bertanya sesi tanya jawab kita buka sekarang ya. Untuk sobat TSN yang bergabung lewat Zoom meeting, silakan gunakan fitur raise hand. Yang bergabung lewat YouTube channel BPS BPSDM Jatim TV bisa tuliskan pertanyaannya melalui kolom live chat. dan spesial nih ya untuk ASN belajar seri 47 tahun 2025 ini. Karena sekarang juga bulan Desember, sebentar lagi kita akan e memperingati Nataru ya, Natal dan tahun baru akan ada merchandise untuk penanya aktif selama ASN belajar seri 47 ini. Wow, ada Sunir menarik nih. Oke, coba kita cek terlebih dahulu siapa saja yang sudah bergabung lewat Zoom meeting atau yang sudah bergabung di YouTube channel BBSDM Jatim TV. Sebentar kita cek terlebih dahulu ya. Coba saya cek yang ada di YouTube channel live chat-nya. Wow, banyak sekali yang sudah bergabung di sini. Sebentar, tadi ada yang sudah bertanya, Ibu. Cuman karena banyak sekali chatnya akhirnya ketumpuk. Sebentar, ya. Oke, ada yang sudah bertanya lewat Zoom. Boleh kita sapa terlebih dahulu dengan Bapak siapa? Dari mana? Oke, teman-teman kru boleh minta tolong di-unmute terlebih dahulu. Sebentar masih oke suaranya sudah terdengar jelas. Selamat pagi Bapak. Dengan Bapak siapa? Kristianto dari UPT PSMB LT Jember dengan Pak Kristianto dari PSMB LT Jember. Oh, oke. Dari Jember. Silakan Pak Kristianto pertanyaannya. Eh, kita itu sekarang itu lagi pusing sama bukti apa ya? Bukti dukung untuk berakhlak itu loh, Bu. Jadi kalau sesuai ekspektasi, di bawah ekspektasi kayak apa buktinya itu apa saja gitu loh untuk harmonis ee akuntabel kayak apa-apa gitu. Kita masih bingung kadang cuma kalau ee loyal itu kan harus ada apel ya kan kita cuma anu foto aja gitu loh. Itu harus bukti dukungnya seperti apa seperti itu Bu. Baik. bisa langsung dijawab Bu Dina. Baik, siap ngih. Terima kasih Pak Kristianto dari PSMLB Jember ya Pak Kristianto. Nggih. Baik. Eh, Pak Kristianto, seperti tadi juga sudah saya jelaskan mungkin supaya lebih jelas ee Pak Kristianto ada di YouTube-nya Biro Organisasi itu yang tadi saya ada di paparan. Tapi itu masih kalau enggak salah masih empat ya terkait dengan apa sih yang harus di apa bukti dukung yang harus dimasukkan dalam ee SKP. Jadi kalau misalnya loyal bentar kalau loyal ini adalah upacara atau apel pagi. Mungkin bisa dimasukkan ketika upacara atau apel pagi foto gitu ya. itu bisa dimasukkan di situ. Kalau misalnya apa namanya? Ee ada bukti yang lain misalnya mengikuti upacara di apa di Grahadi mungkin kalau misalnya itu ada undangannya itu bisa di-upload di situ kayak gitu. Yang penting adalah bukti itu mendukung terkait dengan ee di sini ada instrumen keberhasilan, kemudian di deskripsinya itu kan ada di atas ekspektasi, kemudian sesuai ekspektasi, di bawah ekspektasi. Nah, harapannya adalah bukti dukungnya Pak Kristianto itu adalah yang di atas ekspektasi. Itu kan biasanya ada, Pak, deskripsinya. Nah, itu aja yang di ini. Begitu juga dengan berorientasi pelayanan. Biasanya kalau berorientasi pelayanan itu di atas ekspektasi itu adalah dia ee mengerjakan apa yang didisposisikan oleh pimpinannya secara lebih cepat. Itu biasanya di atas ekspektasi. Kalau sesuai ekspektasi itu dia bisa ee apa namanya melakukan ee mengerjakan disposisi dari pimpinannya sesuai dengan target waktu gitu. Kalau di bawah ekspektasi itu biasanya adalah mengerjakan disposisi dari pimpinannya lewat dari target waktu dan harapannya Pak Kristianto ini bisa yang di atas ekspektasi bukti dukungnya misalnya ee upload misalnya ee disposisi dari pimpinannya gitu kan ada tanggalnya biasanya disposisi. Nah, kemudian ketika disposisi misalnya mengerjakan surat itu di tanggal 11. Nah, terus kemudian Pak Kristianto bisa menyelesaikan nih di tanggal 12. Otomatis kan misalnya ternyata pimpinan biasanya membuat surat 3 hari, Pak Kristianto cuman 1 hari. Nah, bukti surat itu juga di-upload Pak di bukti dukungnya jenengan gitu ngih, Pak Kristianto. Nggih. Oke, bagaimana Pak Kristianto? Apakah ada tanggapan? Monggo. Oke. Minta tolong di-unmute, Teman-teman. Iya. Sebentar. Oke. Masih belum suaranya masih belum terdengar. Baik, bagaimana Pak Krtianto? Iya, masih belum. Suaranya masih di-mute kah? Halo. Oh, sudah, sudah di-unmute. Oke, baik. silakan ditanggapi untuk bukti SK tim itu apakah bisa buat cuma surat tugas kayak gitu, Bu? Jadi kan itu ee apa sih ada yang kontribusi dalam satu tim itu, Kak apa kayak seperti proyek apa cuma kegiatan harian harus ada surat tugas atau gimana, Bu? Baik, izin langsung saya jawab ee Mbak Anisa. Gih, Ibu. Nggih. Ee kalau di perilaku kolaboratif itu memang ada kontribusi dalam satu tim atau lebih. Nah, SK itu mungkin bisa dijadikan bukti dukung Pak Kristianto di situ. Biasanya kalau di ini di atas ekspektasi itu SK itu misalnya membantu lebih dari satu. Nah, itu jadi misalnya nih dalam 1 bulan itu Pak Kristianto membantu tim dua tim ada SK-nya. Nah, berarti Pak Kristianto sudah di atas ekspektasi tuh. Karena kalau biasanya sesuai ekspektasi itu cuman satu. Kalau di bawah ekspektasi itu sama sekali dia tidak membantu hanya menyelesaikan tugas-tugasnya. Nah, harapannya itu sih, Pak Keto memang di kolaboratif ini ada bukti bukti SK nggih, bukti SK untuk membantu tim-tim yang lain. Jadi tidak sekedar kemudian secara ini langsung membantu tapi tidak ada SK gak tapi yang kita butuhkan untuk bukti itu adalah SK itu Pak Kristianto. Nggih. Oke, sudah cukup Pak Tristianto. Terima kasih banyak, Bapak. Oke. Oke. Jangan lupa share kontaknya ke teman-teman kru di sini. Minta tolong dibantu ya ee kontak nomor telepon dan alamatnya untuk pengiriman merchandise menarik persembahan dari BPSDM Provinsi Jawa Timur. Baik, Ibu. Masih ada penanya lagi? Berkenan Ibu ya. Baik, siap. Oke. Baik, yang sudah rais hand di Zoom meetim boleh silakan langsung ditampilkan. Ini ada siapa ya yang bergabung di sini? Selamat pagi. Pagi. Asalamualaikum. Dengan Bapak siapa dan dari mana? Saya Pak Usmar Hadi dari PU Binamarga Provinsi. Eh, mohon maaf Bapak boleh diulang barusan ini karena di sini hujan deras sekali barusan ada petir terlalu keras di sini. Pak Usma Haryati dari PU Binamarga Provinsi. Oke, Pak Usman ya. Monggo silakan. Pak Usmanih. Salam kenal Pak Usman. Bu Adina mau tanya untuk acara mauludan maupun nujulul Quran atau 1 Muharam yang diadakan di Pemkrop itu apakah bisa dimasukkan di akhlak mau muter? Karena kan seringki acaranya itu kan malam buka lah. Itu apakah bisa dimasukkan di situ ya Bu? Mungkin sabar ya adina ya. Eh coba kok mungkin itu Bu Adina. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik, izin Mbak Anisa saya jawab langsung ngih. Baik. Ee sebenarnya bisa, Pak, sepanjang ada ee surat perintah tugasnya ngih. Nah, yang penting adalah ada surat perintah tugasnya itu. Terus kemudian dilihat di perilakunya Bapak ee ketika kemudian ee apa namanya? Bapak memasukkan itu misalnya nih di karena itu adalah perintah dari pimpinan biasanya nggih Pak Usman. Nah, itu biasanya juga berorientasi pelayanan. Nah, ketika berorientasi pelayanan misalnya ee ini Pak Usman di SPT-nya memang harus hadir berarti kan Pak Usman juga di atas ekspektasi bisa di dan di situ gitu. Terus kemudian ketika di akuntabel misalnya misalnya di PU Binamarga misalnya di akuntabel itu ada Pak terkait dengan kehadiran di acara yang memang perintah dari pimpinan bisa juga di situ Pak di-upload di situ gitu. Jadi tetap tetap ee Bapak apa namanya mengikuti arahan dari pimpinan ee menjalankan perintah dari pimpinan itu bisa Pak dimasukkan ke dalam ee apa namanya di SKP ini di ee perilaku kinerja atau predikat kinerja ya Pak itu ya perilaku kinerja itu. Itu itu mungkin Pak Usman. Terima kasih banyak Pak Usman pertanyaannya. Oke. Baik. Ibu masih ada pertanyaan dari eh YouTube channel ini ada yang menuliskan pertanyaan saya bacakan ya dari eh Ibu Ismala Sari dari DP3 AKB Jember. Oke. Beliau menanyakan apa formula agar ASN generasi muda tetap idealis dan berintegritas sementara tetap realistis menghadapi tekanan sosial budaya di lapangan. Oke, itu pertanyaannya Ibu. Baik, langsung saya jawab ya, Pak ya. Iya. Iya, Ibu Dina. Eh, boleh diulang ya, Pak. Apa formula agar ASN generasi muda dapat tetap idealis dan berintegritas sementara tetap realistis menghadapi tekanan sosial budaya di lapangan? Baik. Baik. Ee insyaallah saya jawab. Engih. Bismillah. Eh memang ASN generasi muda ini ee terutama generasi Z ya banyak yang bilang mereka adalah generasi stroberi. Tapi sebenarnya itu adalah tergantung kembali adalah cara dari pimpinannya atau atasan langsungnya untuk ee men-challenge mereka gitu. Ketika kemudian pimpinan ini terjadi ee apa namanya? tidak selalu ada pembinaan, terjadi pembiaran, mereka akan mengikuti. Ya sudah, wong saya tidak dihukum, saya tidak diapa-apain kok. Ketika terjadi pelanggaran bahkan cenderung dibiarkan ya akhirnya mereka akan ee terjadi pembiaran. Tapi kemudian ketika kita sekecil apapun segera kita atasi ketika terjadi ee pelanggaran integritas ya insyaallah mungkin ee apa namanya? tetap kemudian kita kembalikan lagi ke dalam koridor semula. Jadi memang pembinaan itu selalu harus dilakukan kepada para ASN generasi muda supaya mereka menyadari bahwa mereka tuh sudah agak melenceng gitu. Jadi memang ee para pimpinan ini diharapkan untuk mereka itu selalu melakukan pembinaan-pembinaan. Kalau di dalam ee apa namanya? Ee saat ini di Permenpan 6 tahun 2022 itu memang harus selalu dilakukan dialog kinerja. Nah, di forum itulah dialog kinerja itu adalah antara apa namanya? Antara bawahan dengan pimpinan. Di dalam dialog kinerja itulah memang pimpinan harus memberikan arahan dan bimbingan. Nah, tapi kalau kita ee apa namanya? ee secara reguler nggih. Karena memang pimpinan itu dalam ee Permen 46 harusnya setiap bulan itu melakukan penilaian. Di dalam penilaian itu sebenarnya pimpinan tidak diharamkan untuk menilai di bawah ekspektasi. Tetapi saat ini yang terjadi realitanya adalah para pimpinan ini sungkan untuk jadi hanya menilai itu hanya di atas dan sesuai ekspektasi. Sedangkan yang di bawah ekspektasi ini jarang karena mereka ee ketika misalnya menilai bawahan di bawah ekspektasi itu pasti kemudian nanti tak nilai di bawah ekspektasi para bawaan ini enggak mau apa namanya malas kerjanya ee apa wong aku bekerja seperti ini tapi tetap ternyata nilainya di bawah ekspektasi. Tapi kan harapannya setelah dinilai di bawah ekspektasi ada terjadi dialog kinerja. Ada pertanyaan dari bawahan, "Kenapa sih Bapak? Kenapa sih Ibu saya dinilai di bawah ekspektasi? Nah, itu harapannya terjadi dialog kinerja di situ. Jadi, ee ketika ada hambatan maka penyelesaiannya solusinya adalah dialog kinerja. ini pasti di dalam dialog kinerja itu akan terjadi ee apa ee solusi-solusi ya, baik itu solusi dari bawahan atau dari pimpinannya untuk menghadapi baik itu tekanan dari sosial budaya di lapangan, kemudian juga tekanan ketika penyelesaian pekerjaan, ketika kemudian terjadi hambatan di dalam melaksanakan tugas. Itu mungkin yang ee bisa saya ee sampaikan terkait dengan generasi muda itu memang tetap harus ada bimbingan karena berdasarkan hasil penelitian ee ketika tahun 2024 nggih sebenarnya generasi muda ini yang saat ini mungkin generasi Z ya itu sebenarnya adalah bukan ee kalau dulu mungkin keteladanan ya yang dibutuhkan tapi sekarang ini adalah mereka butuh bimbingan dan pendampingan ini hasil riset di tahun 2024 terkait apa yang harus dilakukan oleh para pimpinan untuk menghadapi generasi Z saat ini. Jadi bimbingan dan pendampingan bukan lagi sekedar hanya menjadi teladan. Itu mungkin yang bisa saya sampaikan Mbak Anisah atas jawaban-jawaban dari pertanyaan beberapa sobat TSN yang sudah bergabung di sini. Untuk semua yang sudah bertanya ya, jangan lupa untuk kirimkan kontak person-nya untuk memudahkan kru kami untuk mengirimkan souvenir persamaan dari BBSEM Provinsi Jawa Timur. Baik, Bu Dina boleh dong untuk penutupnya ee memberikan closing statement sedikit aja untuk Sobat ASN. Baik ee para sobat ASN karena saat ini mau tidak mau adalah cor valu kode etik, kode perilaku kita adalah nilai berakhlak. Jadi harapan saya ee para sobat ASN tidak bosan-bosannya untuk selalu meng apa ya menginternalisasi di dalam diri masing-masing bahwa kode etik dan kode perilaku ini tetap harus dilaksanakan, dilakukan seban apapun tetap harus ee apa namanya? Harus tetap di dijalankan. Karena mau tidak mau ketika kita sudah ee istilahnya disumpah ya disumpah sebagai ASN maka kemudian kode etik kita itu adalah berakhlak ini dan itu harus menjadi panduan kita dalam menjalankan tugas sehari-hari. Itu mungkin Mbak Anisa. Baik, terima kasih banyak Bu Dina atas insight yang telah diberikan di hari ini. Sehat selalu Bu Dina. kami persilakan untuk kembali melanjutkan keedule berikutnya. Sampai jumpa di lain waktu. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Makasih Mbak terima kasih. Baik sahabat TSN baru materi dari narasumber pertama baru Bu Dina nih yang memberikan materinya. Masih ada dua materi lagi dan masih ada beberapa sovenir lagi yang akan kami bagikan untuk penanya aktif selama webinar ASN belajar seri 47 tahun 2025 ini berlangsung. Jadi jangan ke mana-mana, tetap bersama kami di ASN belajar seri 47 tahun 2025. meneguhkan kembali employer branding ASN Bangga Melayani Bangsa adalah topik yang diangkat dalam webinar ASN belajar seri 47 tahun 2025 kali ini. Dan di segmen ini waktunya kita untuk mendengarkan materi dari narasumber kita yang kedua. Beliau adalah asesor SDM aparatur ahli utama BKD Provinsi Jawa Timur. Mari kita sambut bersama dengan tepuk tangan kita semua, Bapak Anom Surano, S.H., M.Si. Asalamualaikum, Pak Anom. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Merdeka. Merdeka. Bagaimana kabarnya Bapak hari ini? Sehat walafiat. Alhamdulillah. Waduh. Ini boleh diceritakan dong aksesoris yang sedang dipakai di kepala, Pak? Kayaknya menarik sekali, Pak. Ya, saya mau saya pakai ee Citra Bangsa dari Kota Surabaya. Ini udeng khas Surabaya. Kalau ngeremo pakai ini. Wow. Udengk Surabayo ya. Ini untuk sobat TSN yang dari luar Surabaya bergabung di sini. Nah, ini dia nih ciri khasnya Suroboyo. Oke, baik, Pak Hanom. Di hari ini ee materi apa nih yang akan di-share ke sobat ASN semua? Ya, saya ingin menyampaikan ke sahabat-sahabat ASN tentang kenapa kita harus membangun citra ya, citra yang baik, branding ASN yang ee positif untuk apa itu? Nah, itu yang akan kita bahas bersama. Oke. Membangun citra pencitraan. Tapi tidak tidak hanya sekedar citra ya, Pak ya. Branding saya lebih ke branding. Oke. Baik. Untuk sahabat TSN yang ingin bertanya kepada Pak Anom nanti silakan dikip dulu pertanyaannya karena sesi tanya jawab akan kami buka setelah Pak Anom selesai menyampaikan materinya. Dan untuk Pak Anom penyampaian materi waktu yang kami berikan adalah 45 menit. Kemudian nanti akan ada sesi tanya jawab tersendiri bersama dengan Sobat ASN semua. Monggo silakan Bapak. Baik, terima kasih Mbak Anisa. Luar biasa pagi hari ini saya diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan sahabat-sahabat ASN, adik-adik, sahabat, teman. Terima kasih Mbak Adina sudah ee me-refresh kita semua juga. Bapak Biasworo, Pak Wi. Selamat pagi. Izin saya akan share screen saya. Suara saya jelas ya? Jelas Bapak. Baik. Mengapa kita harus ee membranding diri personal branding maupun corporate branding? Seringki orang jumbuh. Kenapa kita perlu melakukan branding ASN ini? Kan ASN ee rutin aja sudah cukup kan begitu kan cukup dengan apa yang sudah kita lakukan. Nah, ternyata bukan begitu jawabannya. Kita lihat sekarang bahwa branding ASN itu sangat penting oleh karena untuk meningkatkan citra dan reputasi ASN sebagai pelayan masyarakat yang profesional, berintegritas, dan berdedikasi. Ini adalah tentang bagaimana kita memandang diri kita sebagai ASN dan bagaimana masyarakat memandang kita. Nah, kita punya tanggung jawab yang besar terhadap ee branding kita karena ini terkait dengan reputasi tentang pelayanan kita kepada masyarakat secara profesional. Selain profesional juga harus punya integritas dan berdedikasi. Tanpa ketiga hal ini, saya kira masyarakat tidak akan mengenal kita. masyarakat tidak akan mau tahu tentang kita dan kita tidak akan bisa menjadi bagian dari masyarakat. Kenapa itu penting? Menurut saya, kita harus bisa membedakan antara apa itu pencitraan, apa itu promosi, apa itu e branding itu sendiri. Kalau promosi itu aktivitas untuk meningkatkan minat terhadap satu produk itu promosi ya. Itu perlu sosialisasi juga produk kita apa itu perlu dipromosikan, perlu disampaikan kepada masyarakat dalam rangka untuk masyarakat itu kita bujuk berafiliasi. Ini kita bujuk bukan kita membujuki ya. kita bujuk itu kita merayu itu promosi agar orang berafiliasi. Kalau pencitraan itu upaya untuk memelihara reputasi itu agar tetap menarik. Jadi upaya untuk memelihara reputasi agar tetap menarik. Sedangkan branding yang kita bahas pada pagi hari ini itu lebih sebagai proses proses menciptakan dan memelihara citra itu sendiri dan identitas kita sebagai ASN, aparatur sipil negara. Nah, karena itu sebuah proses maka beda pendekatannya dengan promosi dan pencitraan. Pencitraan bisa sekali gebyar selesai pertanggungjawabannya bisa orang kecewa, bisa orang senang, bisa orang peduli. Kalau promosi orang bisa berafiliasi. Setelah itu ee keputusan ada pada ee masyarakat. Jadi apa ee pertemuan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah Anda. Nah, itu promosi. Kalau branding ini sebuah proses di mana untuk menciptakan dan memelihara citra itu sendiri dan identitas ASN. Nah, inilah makanya perlu gimana caranya agar ee citra atau ee branding kita bagus. Untuk apa sih ASN perlu branding? Aturannya jelas Undang-Undang Nomor 20 Tahun 20 2023 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Pemerintah nomor 94 tahun 2021 yaitu untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aparatur sipil negara. Kepercayaan itu dibangun tidak sehari du hari, setahun, 2 tahun, tapi sangat berkepanjangan dan ini harus dipelihara dan harus dijaga kepercayaan masyarakat terhadap ASN. Kemudian yang kedua, meningkatkan motivasi dan kinerja ASN jika kita beranjak pada peraturan perundangan yang berlaku. Gimana caranya ee kita bisa meningkatkan kinerja? tadi disebutkan oleh Ibu Adina ada reward and punishment, kemudian ada eh penghargaan, ada salerah nanti sebentar lagi ada single salary dan sebagainya. Kemudian meningkatkan kualitas pelayanan publik ini untuk menjaga branding ASN. Pelayanan publik menjadi sasaran utama ketika kita dipercaya untuk menjadi bagian dari pemerintahan ini. Karena bagaimanapun juga pelayanan publik itu adalah e iku kita di dalam menjalankan aktivitas sebagai ee birokrasi. Seorang birokrat tujuannya adalah dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Yang selanjutnya yang keempat itu adalah meningkatkan citra dan reputasi SN itu sendiri. Mengapa itu citra penting? Tadi saya katakan bahwa citra itu adalah upaya memelihara reputasi agar tetap menarik. Itu citra harus tetap dijaga. Kemudian reputasi kita harus juga dipelihara. dipelihara artinya ada pengembangan, ada pembelajaran. Ee acara seperti ini adalah dalam rangka meningkatkan reputasi kita sebagai aparatur sipil negara. Aturannya jelas di dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Aparatur Sipil Negara dan juga Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021. Nah, gimana caranya? agar branding ASN ini tetap terjaga. Cara paling jitu saya mencatat ada enam hal yang harus diperhatikan. Jadi, citra ASN yang baik penting untuk membangun kepercayaan publik, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjadi teladan bagi masyarakat dalam pembangunan nasional. Ini cara jitu kita untuk meningkatkan branding ASN adalah saya mengusulkan pada pertemuan hari ini adalah pertama adalah kompetensi. Mengapa kompetensi penting? Ya, ASN harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Masyarakat membutuhkan apa? dan pemerintah harus menyiapkan tenaganya ee dengan tenaga yang ada itu untuk bisa memenuhi keperluannya. Kompetensi ini sudah diatur sedemikian rupa sehingga ee kita paham kalau kita lihat ee di dalam aturan yang berlaku di Permenpan ee 38 itu mengatur dengan jelas tentang sistem kompetensi di ASN. Tujuannya adalah untuk ee citra ataupun ee branding kita semakin bagus. Jadi inilah ee pentingnya kompetensi, uji kompetensi. Kemudian kita melakukan evaluasi kinerja. Itulah dalam rangka menjaga atau memelihara kompetensi ASN. Yang kedua tentang integritas. ASN harus memiliki integritas yang tinggi dan berdedikasi untuk melayani masyarakat. Arah t
Resume
Categories