ASN BELAJAR SERI 47 | 2025 - Meneguhkan Kembali Employer Branding ASN: Bangga Melayani Bangsa
9pNtGXWdPMk • 2025-12-04
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia.
Siap menyongsong Indonesia emas.
ASM
belajar wujudkan
pemerintahan
berkelas dunia
tekad pantang menyerah
jadi ASN getar berkualitas
belajar wujudkan
perintahanku
selaku dunia
tekat pantang menyerah
jadi
berkuat
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita
semua. Shalom. Om swastiastu. Namo
buddhaya. Salam kebajikan. Selamat pagi
sahabat ASN. Senang sekali di hari Kamis
manis ya dong 4 Desember 2025 ini. Saya
Enis Dewi dapat kembali menyapa sobat
ASN semua dalam webinar kesayangan kita
semua yaitu ASN belajar. Kali ini seri
47 tahun 2025 persembahan Korpu SDJIS
BBSDN Provinsi Jawa Timur. Dan izinkan
kami untuk menyapa yang sudah bergabung
dalam webinar pagi hari ini. Yang
terhormat Kepala Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur
Bapak Dr. Ramlianto, S.P.MP. Yang kami
hormati para narasumber Kepala Biro
Organisasi SEda Provinsi Jawa Timur, Ibu
Adina Fibriani, S. Mak, asesor SDM
Aparatur Ahli Utama BKD Provinsi Jawa
Timur, Bapak Anom Surahno, S.H., M.Si.,
Widya Iswara, ahli utama BBSDM Provinsi
Jawa Timur, Bapak Ir. Biasworo Adi
Suyanto, aka, M.M., serta seluruh sobat
ASN yang sudah bergabung ya, baik
melalui Zoom meeting maupun YouTube
channel BPSDM Jatim TV dan yang hadir
langsung nih di kelas internasional
BPSDM Jatim. Applaus dulu dong untuk
semua yang sudah bergabung.
Luar biasa ya, banyak sekali yang sudah
bergabung di sini. Dan memang sobat ASN
dalam dinamika pelayanan publik yang
terus berkembang saat ini, ASN dituntut
untuk semakin adaptif, responsif, dan
juga berorientasi pada kepuasan
masyarakat pastinya. Tantangan global,
perkembangan teknologi, serta
meningkatnya ekspektasi publik menuntut
ASN untuk hadir dengan kinerja yang
paling baik dan juga menunjukkan
komitmen nyata sebagai pelayan bangsa.
Tapi di tengah perubahan tersebut,
semangat pengabdian seringki menghadapi
ujian mulai dari tekanan lingkungan
kerja, kemudian juga beban tugas yang
kompleks sampai dengan krisis
kepercayaan publik karena adanya
perilaku negatif dari sebagian oknum.
Nah, employer branding ASN bangga
melayani bangsa ini harus kembali
diteguhkan. Bukan hanya sekedar slogan,
tetapi juga identitas dan juga budaya
kerja yang tercermin dalam tindakan,
sikap, dan juga pelayanan sehari-hari.
Jadi, yuk bersama-sama mari kita
teguhkan kembali employer branding ASN
Bangga Melayani Bangsa melalui ASN
Belajar seri 47 tahun 2025.
Baik, Sobat ASN, untuk mengawali ASN
belajar seri 47 tahun 2025 ini, mari
kita simak bersama opening speech yang
akan disampaikan oleh Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, S.P., M.P. P.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN
di seluruh tanah air. Selamat bertemu
kembali dalam webinar series ASN
Belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan JATIM
Corporate University Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi. Jawa
Timur. Hari ini Kamis tanggal 4 Desember
2025, ASN belajar telah memasuki seri
ke-47.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar ini.
Sebagai bentuk terima kasih kami, kami
selalu berkomitmen dan sekaligus
berikhtiar untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik,
kekinian, dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
dan kinerja aparatur sipil negara di
Indonesia.
Sobat ASN, hari ini ASN belajar seri
ke-47 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu tema dalam rangka peneguhan kembali
Employer Branding ASN bangga melayani
Bangsa yang telah diluncurkan oleh
Presiden kala itu pada bulan Juli 2021.
sebuah ikhtiar agar ASN seluruh
Indonesia memiliki tekad yang sama.
bukan hanya untuk bekerja sesuai
regulasi, tetapi juga untuk melayani
dengan hati serta menumbuhkan kebanggaan
sebagai abdi.
Karena tema ini sangat tepat untuk kita
elaborasi secara luas dan mendalam, maka
ASN belajar seri ke-47 tahun 2025 ini
mengangkat topik mendekuhkan kembali
employer branding ASN bangga melayani
bangsa.
Nah, sudah menjadi tradisi akademik
dalam SN belajar bahwa topik menarik ini
akan dibahas secara intensif dari
beragam perspektif bersama para
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya.
Sobat ASN di seluruh tanah air, employer
branding ASN yang kita angkat sebagai
tema ASN belajar kali ini bukan sekedar
mengingatkan kita pada sebuah slogan
baru yang dilunculkan oleh Presiden pada
Juli 2021 yang lalu. Tema ini adalah
ajakan untuk kembali melihat jati diri
kita sebagai aparatur negara. Bahwa
melayani bukan sekedar tugas tetapi
kehormatan. bahwa pekerja bukan sekedar
menggugurkan kewajiban, tetapi mengemban
amanah rakyat.
Bangga melayani bangsa hadir bukan untuk
sekedar menjadi hiasan dinding kantor,
melainkan sebagai kompas moral penanda
arah bagi setiap ASN di seluruh
Indonesia. Dari yang bertugas di pusat
hingga di batas negeri, dari ruang
kebijakan hingga ke meja pelayanan
publik. Employer branding ini adalah
sebuah ikhtiar besar, sebuah upaya untuk
memastikan bahwa ASN di seluruh
Indonesia memiliki tekad yang sama.
Bukan hanya untuk bekerja dengan benar,
tetapi melayani dengan hati. Bukan hanya
untuk mencapai target kinerja, tetapi
menghadirkan makna dan kualitas
pelayanan bagi setiap warga yang
membutuhkan negara.
Employer branding adalah tentang
reputasi, tentang bagaimana publik
melihat kita, percaya kepada kita dan
merasakan kontribusi kita. Tetapi lebih
dari itu, employer branding adalah
identitas kita sebagai pelayan bangsa.
Identitas yang semakin penting di era di
mana citra birokrasi diuji oleh
ekspektasi publik yang berubah cepat dan
tantangan moral yang semakin kompleks.
Karena itu, Sobat SN, meneguhkan kembali
employer branding bukanlah soal
sosialisasi melainkan soal penghayatan.
Ia bukan tentang menambah poster, tetapi
tentang mempertebal karakter. yang bukan
hanya soal apa yang kita tampilkan,
tetapi tentang siapa kita sebenarnya
dalam tindakan sehari-hari sebagai ASN.
Nah, Sobat di seluruh tanah air, untuk
membahas lebih lanjut topik menarik ini,
kami telah mengundang para narasumber
luar biasa yang sudah barang tentu
sangat kompeten di bidangnya. Kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada para narasumber hebat yang telah
berkenan hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobat SN di
seluruh tanah air. Pertama kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada Ibu Adina Febriani, S. MAK.
Beliau adalah Kepala Biro Organisasi
Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur.
Yang kedua, kami menyampaikan terima
kasih dan apresiasi kepada Bapak Anom
Surahno, S.H., M.Si. Beliau adalah
asesor SDM Aparatur ahli utama
Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dan yang
ketiga, kami menyampaikan terima kasih
dan apresiasi kepada Bapak Ir. Biasworo
Adi Suyanto, AK, M.M. Beliau adalah
Widyayasiswara, ahli utama BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Nah, Sobat ASN di
seluruh tanah air, mari kita simak
dengan seksama webinar ASN belajar seri
ke-47 tahun 2025. Semoga bermanfaat.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Terima kasih Pak Ramli atas speech-nya.
Semoga setelah mendengarkan speech dari
paraamli, sobat ASN semua yang bergabung
di ASN belajar seri 47 tahun 2005 ini
menjadi lebih bersemangat lagi untuk
mengikuti webinar dari awal sampai akhir
nanti ya. Karena akan ada tiga
narasumber luar biasa yang akan sharing
informasi, sharing ilmu kepada sobat ASN
semua. Namun sebelum kita menyimak
materi dari narasumber kita yang
pertama, kami ingin mengingatkan bahwa
link presensi sudah dapat diakses
melalui semesta Bangkok. Tadi yang live
chat ya di YouTube channel BPSDM Jatim
TV pada nanya nih link presensi, link
presensi. Sabar sabar. Link presensinya
sudah bisa diakses kali ini. Dan setelah
Sobat mengisi presensi kemudian juga
survei dan lebar monev nantinya link
sertifikat akan muncul maksimal 1* 24
jam. Jadi jangan lupa dicek secara
berkala ya. Baik sobat ASN setelah
mengisi link presensi sekarang waktunya
kita untuk menyimak materi dari
narasumber kita yang pertama. Langsung
saja kita berikan applause bersama-sama
untuk Kepala Bid Organisasi Setda
Provinsi Jawa Timur, Ibu Adina Fibrina
AS. Mak.
Selamat pagi. Asalamualaikum, Ibu Adina.
Pagi. Waalaikumsalam, Mbak Anisa. Ibu
Adina,
suara saya terdengar jelas?
Terdengar jelas. Ibu Adina Febriani,
SMAK. Mohon maaf, Ibu. Tadi saya
terpeleset sedikit, Ibu ya. Ibu hari ini
segar sekali Bu. Apa kabar?
Alhamdulillah. Alhamdulillah. Sehat.
Alhamdulillah. Terima kasih banyak, Ibu,
ya di tengah-tengah kesibukannya masih
menyempatkan waktunya untuk menyapa
Sobat ASN semua. Banyak sekali loh Ibu
yang bergabung di sini dari seluruh
Indonesia. Monggo disapa dulu Ibu.
Iya. Baik. Ee
terima kasih teman-teman ASN yang hari
ini bergabung. Kemudian ee terkait
dengan personal branding kita berakhlak
ya.
Heem.
Ee semoga kita hari ini bisa belajar
bareng-bareng ya terkait dengan ee
penguatan dari ee nilai berakhlak ini.
Karena ee internalisasi itu bukan ee
jangka waktu yang pendek ya.
internalisasi itu butuh ee apa? Jangka
panjang. Jadi tidak bisa kita bilang
bahwa internalisasi itu setahun, 2
tahun. Internalisasi justru mungkin bisa
5 tahun, mungkin bisa sampai 10 tahun.
Itu itu aja sih, Mbak Anisa.
Oke. Baik. Jadi, untuk kali ini kita
akan bersama-sama mendengarkan ilmu apa
saja sih yang akan dibagikan oleh Ibu
Dina. Jadi untuk sobat ASN yang ingin
bertanya boleh dicatat dulu
pertanyaannya karena sesi tanya jawab
akan kita buka setelah Ibu Dina selesai
menyampaikan materinya. Baik Bu Dina,
waktu yang akan kami berikan untuk
menyampaikan materi adalah 45 menit.
Kemudian akan dibuka lagi segmen untuk
tanya jawab. Baik, silakan Ibu Dina
disampaikan materinya.
Iya, makasih Nisa. Izin eh para senior
kami. Selamat pagi, Pak Anom. saya
menyapa dulu. Selamat pagi, Pak.
Narasumber yang kedua, Pak Biasworo.
Sehat-sehat ngih, Bapak?
Baik. Ee
alhamdulillah sehat, Ibu. Nggih.
Alhamdulillah. Ngih.
Matur nuwun, Bapak. Baik. Siap.
Nggih. Siap. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Jin ee
dulu. Oh iya. Baik, saya ulangi karena
tadi masih unmute. Ee mungkin dulu di
PEMPR Jatim ada istilahnya kalau dulu
kami ini budaya kerjanya adalah cetar
nggih. Namun ee cetar itu dulu singkatan
Bapak Ibu. Jadi dulu itu ee cetar itu
adalah cepat, efektif, efisien, tanggap,
transparan, akuntabel, dan responsif.
itu itu dulu budaya kerja dari PEMPR
Jatim. Namun kemudian ee
tahun 2021 keluarlah surat edaran dari
Menteri PAN RB nomor 20 tentang
implementasi core values dan employed
branding aparatur sipil negara. Nah, ini
kemudian mulai nih berubah karena
kemudian kode etik yang kita pakai,
kemudian kode penguatan-penguatan kode
etik, kode perilaku ini mulai berubah di
tahun 2021 yang kemudian kita kenal
sebagai berakhlak itu. Baik, next ke apa
namanya? ke awal tadi. Jadi kita kembali
ke awal tadi saya juga sekedar
mengingatkan terkait dengan ee budaya
kerja kita dulu. Jadi internalisasi ini
adalah sebenarnya adalah proses
penghayatan dan penyerapan nilai norma
atau ajaran ke dalam diri kita sendiri
secara mendalam sehingga menjadi bagian
dari kepribadian
dan sebenarnya kemudian adalah harus
tercermin dalam sikap dan perilaku
seseorang.
Seperti tadi sudah saya bilang bahwa
proses ini sebenarnya secara
berkelanjutan sepanjang hidup karena
internalisasi itu tidak tidak bisa
secara jangka pendek.
Ee caranya adalah bisa melalui
sosialisasi dan bimbingan yang pada
akhirnya membuat individu ini secara
sadar pada akhirnya mengikuti
nilai-nilai tersebut yaitu nilai-nilai
berakhlak.
itu sebenarnya. Jadi sebenarnya urgensi
penguatan budaya kerja ini dimaksudkan
agar nilai dasar berakhlak ini berperan
sebagai pedoman perilaku bagi seluruh
ASN di seluruh Indonesia itu nggih.
Kemudian ee sebenarnya untuk tahap dari
proses internalisasi itu ada tiga.
Yang pertama adalah tahap transformasi
nilai, kemudian yang kedua adalah tahap
transaksi nilai. Kemudian yang ketiga
adalah tahap transinternalisasi.
Di tahap transformasi nilai ini
sebenarnya adalah ee tahap kalau kita
bilang adalah tahap secara pengenalan
dulu ngih. Pengenalan jadi penerimaan
nilai melalui pengamatan
mendengarkan
atau membaca informasi secara verbal.
Saat ini untuk budaya berakhlak itu ee
Menteri PAN RB sudah mengeluarkan
kamus namanya leveling berakhlak. Nah,
ini mungkin nanti ee para ASN kita bisa
membaca kamus leveling berakhlak.
Kemudian ee pada tahap ini juga kemudian
ee teman-teman ASN juga bisa
mendengarkan melalui YouTube atau
melalui apa media sosial. terkait dengan
ee budaya kerja berakhlak. Bahkan kalau
di lingkungan ee Sekretariat Daerah
PEMPR Jatim itu setiap hari Rabu itu jam
10.00 dibacakan terkait dengan ee
berakhlak ini supaya internalisasi ini
kita ingatkan secara terus-menerus
itu. Itu mungkin yang terkait dengan
transformasi nilai. Jadi penerimaan
nilai melalui pengamatan, mendengarkan
atau membaca informasi secara verbal.
Kemudian yang kedua adalah tahap
transaksi nilai.
di tahap transaksi nilai ini sudah
terjadi dialog atau ee terjadi interaksi
dua arah antara kalau di sini istilahnya
pendidik dan peserta didik di mana
kemudian terjadi proses merespon nilai
melalui komunikasi timbal balik. Jadi
kalau kita biasanya ee diistilahkan ada
dialog kinerja. Nah, di sinilah terjadi
tahap transaksi nilai. Karena pada tahap
internalisasi ini di tahun 2024
nggih 2024 atau 2023 nggih ee budaya
kerja ini sudah dimasukkan ke dalam SKP
gitu supaya ee proses internalisasi ini
berjalan smooth ee teman-teman ASN di
lingkungan PEMPR Jatim. Jadi kami
masukkan ke dalam SKP karena SKP ini
adalah harus dikerjakan oleh teman-teman
ASN di lingkungan PEMPR Jatim sebulan
sekali ya. Insyaallah dengan itu
kemudian teman-teman ini ee lebih lebih
paham ngih terkait dengan berakhlak.
Kemudian juga nanti diminta di situ
terkait dengan bukti kerja terkait
berorientasi pelayanan akuntabel itu
juga di SKP ada ee diminta bukti-bukti
kerja tuh itu ee tahap transaksi nilai.
Kemudian pada tahap transinternalisasi
inilah yang tahap yang sebenarnya paling
mendalam di mana nilai tersebut
sebenarnya tidak hanya dipahami secara
fisik tetapi
juga telah menyatu dengan kepribadian
dan mental seseorang sehingga
mempengaruhi watak dan perilakunya
secara konsisten. Misalnya nih ee kita
diharapkan apel setiap setiap hari Senin
itu ya otomatis setiap hari Senin
misalnya meskipun kemudian harus ada
dinas luar tetap harus mengikuti apel
ya. Itu itu yang ee tahap yang paling
mendalam. Jadi ee ketika dia diharuskan
apel, dia harus hadir apel. Ketika harus
senam ya diharuskan hadir senam. Jadi
sudah ee watak dan perilakunya secara
konsisten dilakukan. Jadi tiap Jumat
harus senam, kemudian hari Senin pagi
harus apel. Next.
Nah, ee ini tadi Bapak, Ibu ee ini
diperkuat saat ini dengan ee sudah
dimasukkan ke dalam Undang-Undang Nomor
20 Tahun 2023 tentang nilai dasar kode
etik dan kode perilaku dari AS ee
berakhlak, nilai berakhlak di pasal 4
tentang ee ASN yaitu Undang-Undang 20
tentang ASN. Di situ ada kode etik, kode
perilaku yang bertujuan menjaga martabat
dan kehormatan ASN serta kepentingan
bangsa dan negara. Nilai ASN dijabarkan
dalam kode etik dan perilaku. Nah, ini
bisa dibaca sendiri mulai dari
berorientasi pelayanan, kode etiknya dan
perilakunya adalah ada tiga. Kemudian
begitu juga dengan akuntabel,
kompeten,
harmonis.
Nah, masing-masing nih saya saya yakin
kalau ee apa namanya ASN di lingkungan
PEMPR Jatim sudah sangat paham karena
ini sudah tertuang dalam SKP yang harus
di yang harus dikerjakan setiap bulan.
Next.
Nah, begitu juga dengan karena ada tujuh
ngih nilai berakhlak itu di sini tadi
sudah ada empat. Kemudian ini ada tiga
loyal, adaptif, kolaboratif. Sebenarnya
ee yang paling krusial saat ini yang
memang ee benar-benar ini ada yang harus
diperhatikan, ditekankan adaptif. Karena
adaptif ini adalah ee yang harus
dilakukan berinovasi
oleh ASN di lingkung di semuanya di
semua di lingkungan pemerintah daerah.
Jadi cepat menyesuaikan diri menghadapi
perubahan karena saat ini adalah ee
masa-masa perubahan dari ee apa namanya
ee baik itu RPJMD, kemudian grand desain
reformasi birokrasi semuanya tahun 2025
ini ee ada perubahan. Jadi sangat-sangat
dibutuhkan ee nilai dasar adaptif ini
harus cepat menyesuaikan diri menghadapi
perubahan kemudian terus melakukan inova
melakukan inovasi. Inovasi tidak harus
bernilai besar. Sekecil apapun,
perbaikan apapun dalam melaksanakan
tugas itu adalah suatu bentuk inovasi
dan mengembangkan kreativitas.
Kemudian yang ketiga adalah bertindak
proaktif. harus berusaha mencari
informasi sebanyak-banyaknya, terus
kemudian mencari ee data. Karena apapun
yang kita lakukan ketika kita mengambil
keputusan, ketika kita ee berdasarkan
data, maka insyaallah keputusan yang
akan diambil akan lebih valid.
Itu. Kemudian juga adalah kolaboratif.
di sini kolaboratif itu adalah ee saat
ini yang kita butuhkan adalah sinergi
ee para ASN. Jadi kita tidak bisa
bekerja sekarang itu ee terkotak-kotak.
Kita harus membuka wawasan kita. kita
harus mau bersinergi dengan di
lingkungan terkecil aja misalnya dengan
bagian atau dengan bidang yang lain.
Kita upayakan ketika kita sudah selesai
di bagian kita, kita sudah selesai kita
membantu di ee bidang atau bagian yang
lain yang kira-kira masih membutuhkan
bantuan. Itulah yang dibutuhkan adalah
kolaboratif.
Jadi memang harus bekerja sama untuk
menghasilkan nilai tambah. Ketika kita
hanya tertuju pada bagian atau bidang
kita, kita tidak akan berkembang.
Itu Bapak itu ee teman-teman ASN. Jadi
kita tetap harus kolaboratif dan
sinergi. Itu yang dibutuhkan saat ini.
Next. Oke.
Nah, ini sepertinya yang tadi sudah saya
jelaskan ee bahwa kita memakai nilai
berakhlak ini sejak SE Mentrip RB nomor
20 tahun 2021 ini terbit. Nah, untuk
internalisasinya
banyak. ini antaranya adalah penggunaan
logo berakhlak dan tagar bangga melayani
bangsa baik itu melalui poster media
sosial yang dimiliki oleh pemerintah
daerah kemudian twetbond bahan paparan
dan lain-lain. Kemudian bisa juga
menyisipan informasi berakhlak dan
bangga melayani bangsa dalam setiap
kegiatan. misalnya sosialisasi melalui
apel, kemudian rapat koordinasi itu kita
selipkan seperti itu. Terus kemudian
yang ketiga penulisan panduan perilaku
berakhlak dalam konten misalnya di
pojok-pojok atau misalnya di dalam
banner itu kita banner itu kita taruh di
ee pintu masuk kantor supaya untuk
mengingatkan bahwa panduan perilaku kita
berakhlak. Kemudian juga bisa melalui
pemutaran video panduan perilaku
berakhlak yang kita putar setiap setiap
saat yang mengingatkan terkait dengan
perilaku berakhlak. Kemudian juga
memberikan apresiasi.
ee saat ini mungkin setiap bulan ada
apresiasi yang diberikan di setiap
perangkat daerah kepada para pegawai.
Kemudian juga ee bisa juga melalui
penguatan peran agen perubahan reformasi
birokrasi itu. Kemudian juga bisa
melalui metode-metode lain sepanjang
masih relevan, kreatif dan inovatif
sesuai dengan karakteristik dari
perangkat daerah masing-masing.
Next.
Nah, ee di sini ada banyak strategi
penguatan budaya kerja yang sudah
dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa
Timur dalam rangka memperkuat ee
identitas ASN yang bangga melayani
bangsa. Jadi strategi penguatannya ada
empat, bisa melalui pemanfaatan media
dan alat, kemudian internalisasi nilai,
keteladanan dan kepemimpinan, kemudian
kebijakan dan struktur pendukungnya.
Dan empat ini apabila tidak didukung
dengan evaluasi dan monitoring yang
bagus, maka tidak akan ada
keberlanjutan. tetap tetap kemudian
tetap ada monitoring evaluasi kemudian
ada apa namanya evaluasi untuk perbaikan
ee apabila misalnya di dalam pemanfaatan
media dan alat ini tidak kemudian kita
luncurkan tanpa ada evaluasi tetap harus
kita monitoring dan evaluasi supaya oh
ke depan berarti apa sih yang kurang
efektif itu kita perbaiki
gitu. Kemudian eh next. Nah, ini
contoh-contohnya setelah ini terkait
dengan yang sudah dilakukan oleh
Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam
rangka memperkuat ee identitas nilai
berakhlak di lingkungan pemerintah
Provinsi Jawa Timur. Di biro organisasi
ada cakrawala birokrasi. Ini adalah
sebenarnya adalah media yang ee apa
namanya? digunakan oleh Biro Organisasi
Podcast nggih bentuknya untuk memperkuat
ee budaya kerja berakhlak. ee
narasumbernya biasanya kita ambil dari
memang ee
apa namanya ee narasumber dari
orang-orang yang kompeten dan istilahnya
itu ajeg gitu ya apa bahasa bahasanya
dia itu selalu selalu sharing terkait
dengan corevalius berakhlak baik itu
ketika apel atau ketika kemudian beliau
ini menjelaskan kalau ee ee dokter
tauhid Islami itu waktu itu beliau ini
karena rumah sakit
ee Sudono waktu itu ee berhasil meraih
WBK wilayah bebas korupsi. Nah, itu kami
apa minta sebagai narasumber untuk ee
apa namanya internalisasinya di Sudono
karena corvalius berakhlak ini juga
mengungkit nilai ee ketika mengikuti apa
ee zona integritas wilayah bebas korupsi
itu. Nah, kemudian kalau ee Dinas
Pendidikan ini juga ee
praktik baiknya di Dinas Pendidikan itu
seperti apa selama ini terkait dengan ee
internalisasi dari core value berakta
karena Dinas Pendidikan ini adalah
satuan pendidikan yang cukup banyak.
Nah, itu strateginya seperti apa supaya
bisa menginternalisasi sampai ke bawah
sampai ke satuan pendidikan itu. Terus
kemudian kami juga membuat video-video
terkait dengan ee karena ada tujuh ngih
insyaallah mungkin nanti di situ juga
ada tujuh ee video terkait core values
berakhlak. Di situ juga menyampaikan
terkait dengan ee terutama yang CPNSCPNS
baru ini yang masih kesulitan untuk
bukti dukung SKP.
Nah, bukti dukung SKP ini karena di SKP
itu juga dibutuhkan misalnya
berorientasi pelayanan itu bukti
dukungnya seperti apa, kemudian
akuntabel itu ee bukti dukungnya seperti
apa. Jadi kami kaitkan dengan itu. Next.
Kemudian untuk internalisasi ini ee
kemarin karena memang di tahun 2025 itu
Kementerian PAN RB itu masih ee memang
sudah ada pedoman Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Republik Indonesia tentang petunjuk
pelaksanaan penguatan budaya kerja
instansi pemerintah. Namun masih belum
bisa pedoman tersebut diterapkan di 2025
karena ee masih proses penandatangan
masih proses ini ke sekretariat negara.
Jadi masih belum bisa diterapkan di
dinilai saat ini di tahun 2025. Akhirnya
kami ee membuat survei terkait dengan
budaya kerja berakhlak PEMPR Jatim ee
bekerja sama dengan ITS Surabaya. Dan
pada waktu itu semua perangkat daerah ee
kami sebar ee apa namanya form untuk
mengikuti survei. Ee terus kemudian dari
situ ternyata hasilnya adalah
ada 11 perangkat daerah yang dinyatakan
sangat paham. Kemudian sisanya adalah
paham. Ini ada ada maaf ada kekeliruan
ini kayaknya di ee slide-nya ngih. Jadi
ada yang sangat paham itu ada 11
perangkat daerah hasilnya dan kemudian
sisanya adalah paham. Nah, dari sinilah
kemudian kita bisa ke depan melakukan
strategi bahwa di dalam SKP kita
terutama yang panduan ee perilaku yang
berakhlak itu itu mulai bisa kita
masukkan. Kalau kemarin SKP ini terkait
dengan identitas yang ee deskripsinya
itu masih diserahkan kepada
masing-masing perangkat daerah. Nah,
setelah dilakukan survei ini ee kami
akan berusaha memperbaiki terkait dengan
deskripsi dari masing-masing
berorientasi pelayanan akuntabel itu
mulai kami standarkan. Jadi kalau
kemarin masih kami serahkan kepada
masing-masing perangkat daerah sesuai
dengan ee apa namanya? kearifan lokal.
Tapi ke depan sudah insyaallah kami
sesuaikan kembali sesuai dengan kamus
leveling berakhlak dan ee apa namanya
ada panduan deskripsi yang harus
dipatuhi yang ada yang sudah
distandarkan oleh Kementerian PAN RB.
juga tahun 2025 ini kami juga bekerja
sama dengan Brida Provinsi Jatim terkait
ee penerapan nilai-nilai dasar ASN
berakhlak itu. Sedangkan ee sampel yang
diambil pada waktu itu hanya tiga
perangkat daerah yaitu e kalau enggak
salah BKD, terus kemudian
ee saya lupa pokoknya ada tiga tiga
perangkat daerah. Nah, ini juga ee
hasilnya adalah juga men-support hasil
yang sudah dilakukan dengan ee survei
yang dilakukan oleh kami kerja sama
dengan ITS. Next.
Nah, untuk keteladanan dan kepemimpinan
ee ketika awal-awal diluncurkan nilai
berakhlak ini, Corvalius ini, itu ee
waktu itu adalah Ibu Gubernur sendiri
yang meneguhkan komitmen ASN berakhlak.
ee sehingga
sejak saat ee 2022 itu sudah ada SE
Gubernur Jawa Timur untuk kita core
values kita, kode etik kita, kode
perilaku kita adalah ASN berakhlak. Jadi
kemudian cetar ini kemudian sudah tidak
lagi digunakan tetapi kita sudah beralih
menjadi ee berakhlak. Kemudian juga pada
waktu pengarahan dari Bapak Sekda itu
juga saat apel pagi itu juga menekankan
bahwa saat ini kode etik dan kode
perilaku kita adalah berakhlak itu.
Kemudian juga disambut dengan ee biro
organisasi sempat membuat video terkait
dengan panduan berakhlak yang
menjelaskan terkait masing-masing tujuh
kode etik dan kode perilaku yang harus
dipatuhi oleh semua ASN. Next.
Nah, ini ngih Bapak Bapak Ibu saat ini
kebijakan dan struktur pendukung untuk
ee nilai berakhlak sudah cukup kuat.
tidak seperti di tahun 2021. Karena di
tahun 2024 kemarin sebenarnya ee
Kementerian PAN RB sudah menerbitkan
kamus leveling implementasi nilai dasar
ASN berakhlak. Nah, ini yang harus kita
kamus inilah yang harus kita pakai dan
memang harus menjadi panduan kita kita,
Bapak, Ibu. Ee memang di situ ada ee
tingkat-tingkatannya ng tapi kemudian
yang penting adalah ee gimana caranya
standar ini harus mulai kita gunakan.
Itu next mungkin.
Nah, ini ya Bapak Ibu kalau di
lingkungan PEMPR Jatim untuk Corvalius
ASN berakhlak ini sudah ada surat edaran
dari Gubernur Jawa Timur
yang menekankan bahwa implementasi
corevalues dan employer branding
aparatur sipil negara di lingkungan
PEMPR Jatim itu. Jadi mulai tahun 2022
itulah kemudian ee
tagar kita ee dulu budaya kerja kita
cetar sudah beralih menjadi ee
berakhlak.
Next.
Nah, ini juga ee di tahun
2022 sampai dengan 2024 ini ada indeks
berakhlak Provinsi Jawa Timur dan indeks
ini adalah dari Kementerian PAN RB dan
alhamdulillah kita tiap tahun ada
peningkatan
kemudian
di tahun
2023 itu ee karena memang
berakhlak ini sudah harus mulai
diterapkan
pada akhirnya adalah kita berupaya
memasukkan berakhlak ini di dalam ee SKP
gitu nggih. Jadi pada waktu itu SKP itu
maaf
jadi saat ini kalau SKP ini masih di
instrumen keberhasilan penilaian itu
memang kami masih saat itu misalnya
berentasi pelayanan itu di instrumen
keberhasilan penilaian itu masih
melayani kebutuhan instansi dengan
target waktu dan ini akan berbeda beda
Bapak Ibu di setiap perangkat daerah
karena memang waktu waktu itu kampus
leveling
masih belum terbit. Nah, saat ini karena
kamus leveling dari
ASN ee berakhlaknya sudah ada ke depan
ee apa namanya? Instrumen keberhasilan
penilaian ini sudah harus disesuaikan
dengan kamus. Dan begitu juga deskripsi
self assessment indikator dari predikat
kinerja juga nantinya
akan mengalami penyesuaian dan begitu
juga kalau evidence dan lain-lain bukti
kerja mungkin akan menyesuaikan dengan
deskripsi
itu.
Baik, next.
dan kebijakan dan struktur pendukung
saat ini. Karena berdasarkan SKP itulah
saat ini sudah ada penghargaan untuk
setiap perangkat daerah masing-masing
bervariasi. Ada yang perangkat daerah
yang ada cuman tiga pegawai yang
terbaik. Kemudian kalau perangkat
daerahnya mungkin jumlah pegawainya agak
besar mungkin lebih dari tiga itu ngih.
Terus kemudian kalau misalnya
menyesuaikan employee of demand ini
menyesuaikan tapi saat ini di setiap
perangkat daerah sudah ada award atau
reward untuk semua pegawainya
yang berdasarkan adalah eh core values
kita, kode etik dan kode perilaku di
samping ada penilaian prestasi yang lain
itu nggih. Kemudian next.
Alhamdulillah di tahun 2024 ee indeks
berakhlak tingkat Provinsi Jawa Timur
mendapatkan terbaik kedua. Nah, ini
semakin menguatkan kita bahwa sebenarnya
nilai berakhlak ini ee sebenarnya sudah
bagus, sudah kuat diinternalisasi secara
terus-menerus di lingkungan Pemerintah
Provinsi Jawa Timur. Tetapi dengan
prestasi ini kita tidak boleh ee terlena
karena memang di 2025 ini tidak ada eh
award atau reward yang diberikan oleh
Kementerian
PAN RB terkait dengan eh implementasi
dari call values ini. Tapi kita eh tetap
harus mengadakan monitoring evaluasi.
Terbukti tadi juga sudah dilakukan MONEV
dengan ITS dan alhamdulillah kita 11
perangkat daerah itu sudah sangat paham
terkait dengan core values ini dan
sisanya paham dan tidak ada yang di
bawah di bawahnya yang ee kurang kurang
paham tidak ada. Jadi ee sebenarnya
adalah secara internalisasi
nilai berakhlak ini sudah cukup kuat di
Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan
harapannya ke depan ketika ada pedoman
dari Menteri Pendayagunaan ini terkait
dengan petunjuk pelaksanaan penguatan
itu ee itu di situ ada indeks terkait
dengan tingkat kematangan dari budaya
kerja dan harapannya adalah dari indeks
tersebut itu ada lima kategori dan
bismillah tahun di 2026 nanti ketika
diterapkan ee apa namanya indeks tingkat
kematangan budaya kerja itu Pemerintah
Provinsi Jawa Timur dapat meraih nilai
unggul.
Amin. Baik, next.
Baik, ee mungkin sementara itu yang bisa
saya sampaikan terkait dengan
internalisasi nilai berakhlak dan
capaian-capaian yang dan usaha-usaha dan
capaian yang sudah dilakukan oleh
pemerintah provinsi Jawa Timur. Saya
kembalikan lagi kepada Mbak Anisa
sebagai moderator.
Terima kasih Bu Dina atas materi yang
sudah disampaikan. Baik, sekarang
waktunya Sobat SN yang ingin bertanya
sesi tanya jawab kita buka sekarang ya.
Untuk sobat TSN yang bergabung lewat
Zoom meeting, silakan gunakan fitur
raise hand. Yang bergabung lewat YouTube
channel BPS BPSDM Jatim TV bisa tuliskan
pertanyaannya melalui kolom live chat.
dan spesial nih ya untuk ASN belajar
seri 47 tahun 2025 ini. Karena sekarang
juga bulan Desember, sebentar lagi kita
akan e memperingati Nataru ya, Natal dan
tahun baru akan ada merchandise untuk
penanya aktif selama ASN belajar seri 47
ini. Wow, ada Sunir menarik nih. Oke,
coba kita cek terlebih dahulu siapa saja
yang sudah bergabung lewat Zoom meeting
atau yang sudah bergabung di YouTube
channel BBSDM Jatim TV. Sebentar kita
cek terlebih dahulu ya. Coba saya cek
yang ada di YouTube channel live
chat-nya. Wow,
banyak sekali yang sudah bergabung di
sini. Sebentar, tadi ada yang sudah
bertanya, Ibu. Cuman karena banyak
sekali chatnya akhirnya ketumpuk.
Sebentar, ya.
Oke, ada yang sudah bertanya lewat Zoom.
Boleh kita sapa terlebih dahulu dengan
Bapak siapa? Dari mana?
Oke, teman-teman kru boleh minta tolong
di-unmute terlebih dahulu.
Sebentar masih
oke suaranya sudah terdengar jelas.
Selamat pagi Bapak. Dengan Bapak siapa?
Kristianto dari UPT PSMB LT Jember
dengan Pak Kristianto dari
PSMB LT Jember.
Oh, oke. Dari Jember. Silakan Pak
Kristianto pertanyaannya.
Eh, kita itu sekarang itu lagi pusing
sama bukti apa ya? Bukti dukung untuk
berakhlak itu loh, Bu. Jadi kalau sesuai
ekspektasi, di bawah ekspektasi kayak
apa buktinya itu apa saja gitu loh untuk
harmonis ee akuntabel kayak apa-apa
gitu. Kita masih bingung kadang cuma
kalau ee loyal itu kan harus ada apel ya
kan kita cuma anu foto aja gitu loh. Itu
harus bukti dukungnya seperti apa
seperti itu Bu.
Baik. bisa langsung dijawab Bu Dina.
Baik, siap ngih. Terima kasih Pak
Kristianto dari PSMLB Jember ya Pak
Kristianto. Nggih. Baik. Eh, Pak
Kristianto, seperti tadi juga sudah saya
jelaskan mungkin supaya lebih jelas ee
Pak Kristianto ada di YouTube-nya Biro
Organisasi itu yang tadi saya ada di
paparan. Tapi itu masih kalau enggak
salah masih empat ya terkait dengan apa
sih yang harus di apa bukti dukung yang
harus dimasukkan dalam ee SKP. Jadi
kalau misalnya loyal
bentar
kalau loyal ini adalah upacara atau apel
pagi. Mungkin bisa dimasukkan ketika
upacara atau apel pagi foto gitu ya. itu
bisa dimasukkan di situ. Kalau misalnya
apa namanya? Ee
ada bukti yang lain misalnya mengikuti
upacara di apa di Grahadi mungkin kalau
misalnya itu ada undangannya itu bisa
di-upload di situ kayak gitu. Yang
penting adalah bukti itu mendukung
terkait dengan ee di sini ada instrumen
keberhasilan, kemudian di deskripsinya
itu kan ada di atas ekspektasi, kemudian
sesuai ekspektasi, di bawah ekspektasi.
Nah, harapannya adalah bukti dukungnya
Pak Kristianto itu adalah yang di atas
ekspektasi. Itu kan biasanya ada, Pak,
deskripsinya.
Nah, itu aja yang di ini. Begitu juga
dengan berorientasi pelayanan. Biasanya
kalau berorientasi pelayanan itu di atas
ekspektasi itu adalah dia ee mengerjakan
apa yang didisposisikan oleh pimpinannya
secara lebih cepat. Itu biasanya di atas
ekspektasi. Kalau sesuai ekspektasi itu
dia bisa ee apa namanya melakukan ee
mengerjakan disposisi dari pimpinannya
sesuai dengan target waktu gitu. Kalau
di bawah ekspektasi itu biasanya adalah
mengerjakan disposisi dari pimpinannya
lewat dari target waktu dan harapannya
Pak Kristianto ini bisa yang di atas
ekspektasi bukti dukungnya misalnya ee
upload misalnya ee disposisi dari
pimpinannya gitu kan ada tanggalnya
biasanya disposisi. Nah, kemudian ketika
disposisi misalnya mengerjakan surat itu
di tanggal 11. Nah, terus kemudian Pak
Kristianto bisa menyelesaikan nih di
tanggal 12. Otomatis kan misalnya
ternyata pimpinan biasanya membuat surat
3 hari, Pak Kristianto cuman 1 hari.
Nah, bukti surat itu juga di-upload Pak
di bukti dukungnya jenengan
gitu ngih, Pak Kristianto.
Nggih. Oke, bagaimana Pak Kristianto?
Apakah ada tanggapan?
Monggo.
Oke. Minta tolong di-unmute,
Teman-teman. Iya. Sebentar. Oke.
Masih belum suaranya masih belum
terdengar.
Baik, bagaimana Pak Krtianto?
Iya,
masih belum. Suaranya masih di-mute kah?
Halo.
Oh, sudah, sudah di-unmute. Oke, baik.
silakan ditanggapi
untuk bukti SK tim itu apakah bisa buat
cuma surat tugas kayak gitu, Bu? Jadi
kan itu ee
apa sih ada yang kontribusi dalam satu
tim itu, Kak apa kayak seperti proyek
apa cuma kegiatan harian harus ada surat
tugas atau gimana, Bu?
Baik, izin langsung saya jawab ee Mbak
Anisa. Gih, Ibu.
Nggih. Ee kalau di perilaku kolaboratif
itu memang ada kontribusi dalam satu tim
atau lebih. Nah, SK itu mungkin bisa
dijadikan bukti dukung Pak Kristianto di
situ. Biasanya kalau di ini di atas
ekspektasi itu SK itu misalnya membantu
lebih dari satu.
Nah, itu jadi misalnya nih dalam 1 bulan
itu Pak Kristianto membantu tim dua tim
ada SK-nya. Nah, berarti Pak Kristianto
sudah di atas ekspektasi tuh. Karena
kalau biasanya sesuai ekspektasi itu
cuman satu. Kalau di bawah ekspektasi
itu sama sekali dia tidak membantu hanya
menyelesaikan tugas-tugasnya.
Nah, harapannya itu sih, Pak Keto memang
di kolaboratif ini ada bukti bukti SK
nggih, bukti SK untuk membantu tim-tim
yang lain. Jadi tidak sekedar kemudian
secara ini langsung membantu tapi tidak
ada SK gak tapi yang kita butuhkan untuk
bukti itu adalah SK itu Pak Kristianto.
Nggih.
Oke, sudah cukup Pak Tristianto.
Terima kasih banyak, Bapak.
Oke. Oke. Jangan lupa share kontaknya ke
teman-teman kru di sini. Minta tolong
dibantu ya ee kontak nomor telepon dan
alamatnya untuk pengiriman merchandise
menarik persembahan dari BPSDM Provinsi
Jawa Timur. Baik, Ibu. Masih ada penanya
lagi? Berkenan Ibu ya.
Baik, siap.
Oke. Baik, yang sudah rais hand di Zoom
meetim boleh silakan langsung
ditampilkan.
Ini ada siapa ya yang bergabung di sini?
Selamat pagi.
Pagi.
Asalamualaikum. Dengan Bapak siapa dan
dari mana?
Saya Pak Usmar Hadi dari PU Binamarga
Provinsi.
Eh, mohon maaf Bapak boleh diulang
barusan ini karena di sini hujan deras
sekali barusan ada petir terlalu keras
di sini.
Pak Usma Haryati dari PU Binamarga
Provinsi.
Oke, Pak Usman ya.
Monggo silakan. Pak Usmanih.
Salam kenal Pak Usman.
Bu Adina mau tanya untuk acara mauludan
maupun nujulul Quran atau 1 Muharam yang
diadakan di Pemkrop itu apakah bisa
dimasukkan di akhlak mau muter?
Karena kan seringki acaranya itu kan
malam buka
lah. Itu apakah bisa dimasukkan di situ
ya Bu?
Mungkin sabar ya
adina ya.
Eh coba kok
mungkin itu Bu Adina. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Baik, izin Mbak Anisa saya
jawab langsung ngih. Baik.
Ee sebenarnya bisa, Pak, sepanjang ada
ee surat perintah tugasnya ngih. Nah,
yang penting adalah ada surat perintah
tugasnya itu. Terus kemudian dilihat di
perilakunya Bapak ee ketika kemudian ee
apa namanya? Bapak memasukkan itu
misalnya nih di karena itu adalah
perintah dari pimpinan biasanya nggih
Pak Usman. Nah, itu biasanya juga
berorientasi pelayanan.
Nah, ketika berorientasi pelayanan
misalnya ee ini Pak Usman di SPT-nya
memang harus hadir berarti kan Pak Usman
juga di atas ekspektasi bisa di dan di
situ gitu. Terus kemudian ketika di
akuntabel misalnya misalnya di PU
Binamarga misalnya di akuntabel itu ada
Pak terkait dengan kehadiran di acara
yang memang perintah dari pimpinan bisa
juga di situ Pak di-upload di situ gitu.
Jadi tetap tetap ee Bapak apa namanya
mengikuti arahan dari pimpinan ee
menjalankan perintah dari pimpinan itu
bisa Pak dimasukkan ke dalam ee apa
namanya di SKP ini di ee perilaku
kinerja atau predikat kinerja ya Pak itu
ya perilaku kinerja itu. Itu itu mungkin
Pak Usman.
Terima kasih banyak Pak Usman
pertanyaannya.
Oke. Baik. Ibu masih ada pertanyaan dari
eh YouTube channel ini ada yang
menuliskan pertanyaan saya bacakan ya
dari eh Ibu Ismala Sari dari DP3 AKB
Jember. Oke. Beliau menanyakan apa
formula agar ASN generasi muda tetap
idealis dan berintegritas sementara
tetap realistis menghadapi tekanan
sosial budaya di lapangan.
Oke, itu pertanyaannya Ibu.
Baik, langsung saya jawab ya, Pak ya.
Iya. Iya, Ibu Dina.
Eh,
boleh diulang ya, Pak.
Apa formula agar ASN generasi muda dapat
tetap idealis dan berintegritas
sementara tetap realistis menghadapi
tekanan sosial budaya di lapangan?
Baik.
Baik. Ee insyaallah saya jawab.
Engih.
Bismillah. Eh memang ASN generasi muda
ini ee terutama
generasi Z ya banyak yang bilang mereka
adalah generasi stroberi. Tapi
sebenarnya itu adalah tergantung kembali
adalah cara dari pimpinannya atau atasan
langsungnya untuk ee men-challenge
mereka gitu. Ketika kemudian pimpinan
ini terjadi ee apa namanya? tidak selalu
ada pembinaan, terjadi pembiaran, mereka
akan mengikuti. Ya sudah, wong saya
tidak dihukum, saya tidak diapa-apain
kok. Ketika terjadi pelanggaran bahkan
cenderung dibiarkan ya akhirnya mereka
akan ee terjadi pembiaran. Tapi kemudian
ketika kita sekecil apapun segera kita
atasi ketika terjadi ee pelanggaran
integritas ya insyaallah mungkin ee apa
namanya? tetap kemudian kita kembalikan
lagi ke dalam koridor semula. Jadi
memang pembinaan itu selalu harus
dilakukan kepada para ASN generasi muda
supaya mereka menyadari bahwa mereka tuh
sudah agak melenceng gitu. Jadi memang
ee para pimpinan ini diharapkan untuk
mereka itu selalu melakukan
pembinaan-pembinaan.
Kalau di dalam ee apa namanya? Ee saat
ini di Permenpan 6 tahun 2022 itu memang
harus selalu dilakukan dialog kinerja.
Nah, di forum itulah dialog kinerja itu
adalah antara apa namanya? Antara
bawahan dengan pimpinan. Di dalam dialog
kinerja itulah memang pimpinan harus
memberikan arahan dan bimbingan. Nah,
tapi kalau kita ee apa namanya? ee
secara reguler nggih. Karena memang
pimpinan itu dalam ee Permen 46 harusnya
setiap bulan itu melakukan penilaian. Di
dalam penilaian itu sebenarnya pimpinan
tidak diharamkan untuk menilai di bawah
ekspektasi. Tetapi saat ini yang terjadi
realitanya adalah para pimpinan ini
sungkan untuk jadi hanya menilai itu
hanya di atas dan sesuai ekspektasi.
Sedangkan yang di bawah ekspektasi ini
jarang karena mereka ee ketika misalnya
menilai bawahan di bawah ekspektasi itu
pasti kemudian nanti tak nilai di bawah
ekspektasi para bawaan ini enggak mau
apa namanya malas kerjanya ee apa wong
aku bekerja seperti ini tapi tetap
ternyata nilainya di bawah ekspektasi.
Tapi kan harapannya setelah dinilai di
bawah ekspektasi ada terjadi dialog
kinerja. Ada pertanyaan dari bawahan,
"Kenapa sih Bapak? Kenapa sih Ibu saya
dinilai di bawah ekspektasi?
Nah, itu harapannya terjadi dialog
kinerja di situ. Jadi, ee ketika ada
hambatan maka penyelesaiannya solusinya
adalah dialog kinerja. ini pasti di
dalam dialog kinerja itu akan terjadi ee
apa ee solusi-solusi ya, baik itu solusi
dari bawahan atau dari pimpinannya untuk
menghadapi baik itu tekanan dari sosial
budaya di lapangan, kemudian juga
tekanan ketika penyelesaian pekerjaan,
ketika kemudian terjadi hambatan di
dalam melaksanakan tugas.
Itu mungkin yang ee bisa saya ee
sampaikan terkait dengan generasi muda
itu memang tetap harus ada bimbingan
karena berdasarkan hasil penelitian ee
ketika tahun 2024 nggih sebenarnya
generasi muda ini yang saat ini mungkin
generasi Z ya itu sebenarnya adalah
bukan ee kalau dulu mungkin keteladanan
ya yang dibutuhkan tapi sekarang ini
adalah mereka butuh bimbingan dan
pendampingan
ini hasil riset di tahun 2024 terkait
apa yang harus dilakukan oleh para
pimpinan untuk menghadapi generasi Z
saat ini. Jadi bimbingan dan
pendampingan bukan lagi sekedar hanya
menjadi teladan.
Itu mungkin yang bisa saya sampaikan
Mbak Anisah
atas jawaban-jawaban dari pertanyaan
beberapa sobat TSN yang sudah bergabung
di sini. Untuk semua yang sudah bertanya
ya, jangan lupa untuk kirimkan kontak
person-nya untuk memudahkan kru kami
untuk mengirimkan souvenir persamaan
dari BBSEM Provinsi Jawa Timur. Baik, Bu
Dina boleh dong untuk penutupnya ee
memberikan closing statement sedikit aja
untuk Sobat ASN.
Baik ee
para sobat ASN karena saat ini mau tidak
mau adalah cor valu kode etik, kode
perilaku kita adalah nilai berakhlak.
Jadi harapan saya ee para sobat ASN
tidak bosan-bosannya untuk selalu meng
apa ya menginternalisasi di dalam diri
masing-masing bahwa kode etik dan kode
perilaku ini tetap harus dilaksanakan,
dilakukan seban apapun tetap harus ee
apa namanya? Harus tetap di dijalankan.
Karena mau tidak mau ketika kita sudah
ee istilahnya disumpah ya disumpah
sebagai ASN maka kemudian kode etik kita
itu adalah berakhlak ini dan itu harus
menjadi panduan kita dalam menjalankan
tugas sehari-hari.
Itu mungkin Mbak Anisa. Baik, terima
kasih banyak Bu Dina atas insight yang
telah diberikan di hari ini. Sehat
selalu Bu Dina. kami persilakan untuk
kembali melanjutkan keedule berikutnya.
Sampai jumpa di lain waktu.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Makasih Mbak
terima kasih.
Baik sahabat TSN baru materi dari
narasumber pertama baru Bu Dina nih yang
memberikan materinya. Masih ada dua
materi lagi dan masih ada beberapa
sovenir lagi yang akan kami bagikan
untuk penanya aktif selama webinar ASN
belajar seri 47 tahun 2025 ini
berlangsung. Jadi jangan ke mana-mana,
tetap bersama kami di ASN belajar seri
47 tahun 2025.
meneguhkan kembali employer branding ASN
Bangga Melayani Bangsa adalah topik yang
diangkat dalam webinar ASN belajar seri
47 tahun 2025 kali ini. Dan di segmen
ini waktunya kita untuk mendengarkan
materi dari narasumber kita yang kedua.
Beliau adalah asesor SDM aparatur ahli
utama BKD Provinsi Jawa Timur. Mari kita
sambut bersama dengan tepuk tangan kita
semua, Bapak Anom Surano, S.H., M.Si.
Asalamualaikum, Pak Anom.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Merdeka.
Merdeka. Bagaimana kabarnya Bapak hari
ini?
Sehat walafiat. Alhamdulillah.
Waduh. Ini boleh diceritakan dong
aksesoris yang sedang dipakai di kepala,
Pak? Kayaknya menarik sekali, Pak.
Ya, saya mau saya pakai ee Citra Bangsa
dari Kota Surabaya. Ini udeng khas
Surabaya. Kalau ngeremo pakai ini.
Wow. Udengk Surabayo ya. Ini untuk sobat
TSN yang dari luar Surabaya bergabung di
sini. Nah, ini dia nih ciri khasnya
Suroboyo.
Oke, baik, Pak Hanom. Di hari ini ee
materi apa nih yang akan di-share ke
sobat ASN semua?
Ya, saya ingin menyampaikan ke
sahabat-sahabat ASN tentang kenapa kita
harus membangun citra ya, citra yang
baik, branding ASN yang ee positif untuk
apa itu? Nah, itu yang akan kita bahas
bersama. Oke. Membangun citra
pencitraan. Tapi tidak tidak hanya
sekedar citra ya, Pak ya.
Branding saya lebih ke branding.
Oke. Baik. Untuk sahabat TSN yang ingin
bertanya kepada Pak Anom nanti silakan
dikip dulu pertanyaannya karena sesi
tanya jawab akan kami buka setelah Pak
Anom selesai menyampaikan materinya. Dan
untuk Pak Anom penyampaian materi waktu
yang kami berikan adalah 45 menit.
Kemudian nanti akan ada sesi tanya jawab
tersendiri bersama dengan Sobat ASN
semua. Monggo silakan Bapak.
Baik, terima kasih Mbak Anisa. Luar
biasa pagi hari ini saya diberi
kesempatan untuk berinteraksi dengan
sahabat-sahabat ASN,
adik-adik,
sahabat, teman. Terima kasih Mbak Adina
sudah ee me-refresh kita semua juga.
Bapak Biasworo,
Pak Wi.
Selamat pagi.
Izin saya akan share screen saya.
Suara saya jelas ya?
Jelas Bapak.
Baik.
Mengapa kita harus
ee membranding
diri
personal branding maupun corporate
branding?
Seringki orang jumbuh. Kenapa kita perlu
melakukan
branding ASN ini? Kan ASN ee rutin aja
sudah cukup
kan begitu kan cukup dengan apa yang
sudah kita lakukan. Nah, ternyata bukan
begitu jawabannya.
Kita lihat sekarang bahwa
branding ASN itu sangat penting oleh
karena
untuk meningkatkan citra dan reputasi
ASN sebagai pelayan masyarakat yang
profesional,
berintegritas, dan berdedikasi.
Ini adalah tentang bagaimana kita
memandang diri kita sebagai ASN dan
bagaimana masyarakat memandang kita.
Nah,
kita punya tanggung jawab yang besar
terhadap
ee branding kita karena ini terkait
dengan reputasi
tentang pelayanan kita kepada masyarakat
secara profesional.
Selain profesional juga harus punya
integritas
dan berdedikasi. Tanpa ketiga hal ini,
saya kira masyarakat tidak akan mengenal
kita. masyarakat tidak akan mau tahu
tentang kita dan kita tidak akan bisa
menjadi bagian dari masyarakat.
Kenapa itu penting? Menurut saya, kita
harus bisa membedakan antara
apa itu pencitraan,
apa itu promosi, apa itu e branding itu
sendiri.
Kalau promosi itu aktivitas untuk
meningkatkan minat terhadap satu produk
itu promosi ya. Itu perlu sosialisasi
juga
produk kita apa itu perlu dipromosikan,
perlu disampaikan kepada masyarakat
dalam rangka untuk masyarakat itu kita
bujuk berafiliasi.
Ini kita bujuk bukan kita membujuki ya.
kita bujuk itu kita merayu
itu promosi agar orang berafiliasi.
Kalau pencitraan itu upaya untuk
memelihara reputasi itu agar tetap
menarik. Jadi upaya untuk memelihara
reputasi agar tetap menarik. Sedangkan
branding
yang kita bahas pada pagi hari ini itu
lebih sebagai proses
proses menciptakan dan memelihara citra
itu sendiri dan identitas kita sebagai
ASN, aparatur sipil negara. Nah, karena
itu sebuah proses maka beda
pendekatannya dengan promosi dan
pencitraan. Pencitraan bisa sekali
gebyar selesai pertanggungjawabannya
bisa orang kecewa, bisa orang senang,
bisa orang peduli. Kalau promosi orang
bisa berafiliasi. Setelah itu ee
keputusan ada pada ee masyarakat.
Jadi
apa ee pertemuan pertama begitu menggoda
selanjutnya terserah Anda. Nah, itu
promosi.
Kalau branding ini sebuah proses di mana
untuk menciptakan dan memelihara citra
itu sendiri dan identitas ASN. Nah,
inilah makanya perlu
gimana caranya agar ee citra atau ee
branding kita bagus.
Untuk apa sih ASN perlu branding?
Aturannya jelas Undang-Undang Nomor 20
Tahun 20 2023 tentang Aparatur Sipil
Negara dan Peraturan Pemerintah nomor 94
tahun 2021 yaitu untuk meningkatkan
kepercayaan masyarakat terhadap aparatur
sipil negara. Kepercayaan itu dibangun
tidak sehari du hari, setahun, 2 tahun,
tapi sangat berkepanjangan dan ini harus
dipelihara dan harus dijaga kepercayaan
masyarakat terhadap ASN.
Kemudian yang kedua, meningkatkan
motivasi dan kinerja ASN jika kita
beranjak pada peraturan perundangan yang
berlaku. Gimana caranya ee kita bisa
meningkatkan kinerja? tadi disebutkan
oleh Ibu Adina ada reward and
punishment, kemudian ada
eh penghargaan, ada salerah nanti
sebentar lagi ada single salary dan
sebagainya. Kemudian meningkatkan
kualitas pelayanan publik ini untuk
menjaga branding ASN. Pelayanan publik
menjadi sasaran utama ketika kita
dipercaya untuk menjadi bagian dari
pemerintahan ini. Karena bagaimanapun
juga pelayanan publik itu adalah e iku
kita di dalam menjalankan aktivitas
sebagai ee birokrasi.
Seorang birokrat
tujuannya adalah dalam rangka
peningkatan kualitas pelayanan kepada
masyarakat.
Yang selanjutnya yang keempat itu adalah
meningkatkan citra dan reputasi SN itu
sendiri. Mengapa itu citra penting? Tadi
saya katakan bahwa citra itu adalah
upaya memelihara reputasi agar tetap
menarik. Itu citra harus tetap dijaga.
Kemudian reputasi kita harus juga
dipelihara.
dipelihara artinya ada pengembangan,
ada pembelajaran.
Ee
acara seperti ini adalah dalam rangka
meningkatkan reputasi kita sebagai
aparatur sipil negara. Aturannya jelas
di dalam
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003
tentang Aparatur Sipil Negara dan juga
Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun
2021. Nah, gimana caranya?
agar branding ASN ini tetap terjaga.
Cara paling jitu saya mencatat ada enam
hal yang harus diperhatikan. Jadi, citra
ASN yang baik penting untuk membangun
kepercayaan publik, meningkatkan
kualitas pelayanan publik, serta menjadi
teladan bagi masyarakat dalam
pembangunan nasional.
Ini cara jitu kita untuk meningkatkan
branding ASN adalah saya mengusulkan
pada pertemuan
hari ini
adalah
pertama adalah kompetensi.
Mengapa kompetensi penting? Ya, ASN
harus memiliki kompetensi yang sesuai
dengan kebutuhan masyarakat.
Masyarakat membutuhkan apa? dan
pemerintah harus menyiapkan tenaganya ee
dengan tenaga yang ada itu untuk bisa
memenuhi keperluannya.
Kompetensi ini sudah diatur sedemikian
rupa sehingga ee kita paham kalau kita
lihat ee di dalam
aturan yang berlaku di Permenpan
ee 38 itu mengatur dengan jelas tentang
sistem kompetensi di ASN. Tujuannya
adalah untuk ee citra ataupun ee
branding kita semakin bagus.
Jadi inilah ee pentingnya kompetensi,
uji kompetensi.
Kemudian kita melakukan evaluasi
kinerja. Itulah dalam rangka menjaga
atau memelihara kompetensi ASN.
Yang kedua tentang integritas. ASN harus
memiliki integritas yang tinggi dan
berdedikasi untuk melayani masyarakat.
Arah t
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:04 UTC
Categories
Manage