Transcript
9pNtGXWdPMk • ASN BELAJAR SERI 47 | 2025 - Meneguhkan Kembali Employer Branding ASN: Bangga Melayani Bangsa
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0282_9pNtGXWdPMk.txt
Kind: captions
Language: id
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia.
Siap menyongsong Indonesia emas.
ASM
belajar wujudkan
pemerintahan
berkelas dunia
tekad pantang menyerah
jadi ASN getar berkualitas
belajar wujudkan
perintahanku
selaku dunia
tekat pantang menyerah
jadi
berkuat
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita
semua. Shalom. Om swastiastu. Namo
buddhaya. Salam kebajikan. Selamat pagi
sahabat ASN. Senang sekali di hari Kamis
manis ya dong 4 Desember 2025 ini. Saya
Enis Dewi dapat kembali menyapa sobat
ASN semua dalam webinar kesayangan kita
semua yaitu ASN belajar. Kali ini seri
47 tahun 2025 persembahan Korpu SDJIS
BBSDN Provinsi Jawa Timur. Dan izinkan
kami untuk menyapa yang sudah bergabung
dalam webinar pagi hari ini. Yang
terhormat Kepala Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur
Bapak Dr. Ramlianto, S.P.MP. Yang kami
hormati para narasumber Kepala Biro
Organisasi SEda Provinsi Jawa Timur, Ibu
Adina Fibriani, S. Mak, asesor SDM
Aparatur Ahli Utama BKD Provinsi Jawa
Timur, Bapak Anom Surahno, S.H., M.Si.,
Widya Iswara, ahli utama BBSDM Provinsi
Jawa Timur, Bapak Ir. Biasworo Adi
Suyanto, aka, M.M., serta seluruh sobat
ASN yang sudah bergabung ya, baik
melalui Zoom meeting maupun YouTube
channel BPSDM Jatim TV dan yang hadir
langsung nih di kelas internasional
BPSDM Jatim. Applaus dulu dong untuk
semua yang sudah bergabung.
Luar biasa ya, banyak sekali yang sudah
bergabung di sini. Dan memang sobat ASN
dalam dinamika pelayanan publik yang
terus berkembang saat ini, ASN dituntut
untuk semakin adaptif, responsif, dan
juga berorientasi pada kepuasan
masyarakat pastinya. Tantangan global,
perkembangan teknologi, serta
meningkatnya ekspektasi publik menuntut
ASN untuk hadir dengan kinerja yang
paling baik dan juga menunjukkan
komitmen nyata sebagai pelayan bangsa.
Tapi di tengah perubahan tersebut,
semangat pengabdian seringki menghadapi
ujian mulai dari tekanan lingkungan
kerja, kemudian juga beban tugas yang
kompleks sampai dengan krisis
kepercayaan publik karena adanya
perilaku negatif dari sebagian oknum.
Nah, employer branding ASN bangga
melayani bangsa ini harus kembali
diteguhkan. Bukan hanya sekedar slogan,
tetapi juga identitas dan juga budaya
kerja yang tercermin dalam tindakan,
sikap, dan juga pelayanan sehari-hari.
Jadi, yuk bersama-sama mari kita
teguhkan kembali employer branding ASN
Bangga Melayani Bangsa melalui ASN
Belajar seri 47 tahun 2025.
Baik, Sobat ASN, untuk mengawali ASN
belajar seri 47 tahun 2025 ini, mari
kita simak bersama opening speech yang
akan disampaikan oleh Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, S.P., M.P. P.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN
di seluruh tanah air. Selamat bertemu
kembali dalam webinar series ASN
Belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan JATIM
Corporate University Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi. Jawa
Timur. Hari ini Kamis tanggal 4 Desember
2025, ASN belajar telah memasuki seri
ke-47.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar ini.
Sebagai bentuk terima kasih kami, kami
selalu berkomitmen dan sekaligus
berikhtiar untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik,
kekinian, dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
dan kinerja aparatur sipil negara di
Indonesia.
Sobat ASN, hari ini ASN belajar seri
ke-47 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu tema dalam rangka peneguhan kembali
Employer Branding ASN bangga melayani
Bangsa yang telah diluncurkan oleh
Presiden kala itu pada bulan Juli 2021.
sebuah ikhtiar agar ASN seluruh
Indonesia memiliki tekad yang sama.
bukan hanya untuk bekerja sesuai
regulasi, tetapi juga untuk melayani
dengan hati serta menumbuhkan kebanggaan
sebagai abdi.
Karena tema ini sangat tepat untuk kita
elaborasi secara luas dan mendalam, maka
ASN belajar seri ke-47 tahun 2025 ini
mengangkat topik mendekuhkan kembali
employer branding ASN bangga melayani
bangsa.
Nah, sudah menjadi tradisi akademik
dalam SN belajar bahwa topik menarik ini
akan dibahas secara intensif dari
beragam perspektif bersama para
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya.
Sobat ASN di seluruh tanah air, employer
branding ASN yang kita angkat sebagai
tema ASN belajar kali ini bukan sekedar
mengingatkan kita pada sebuah slogan
baru yang dilunculkan oleh Presiden pada
Juli 2021 yang lalu. Tema ini adalah
ajakan untuk kembali melihat jati diri
kita sebagai aparatur negara. Bahwa
melayani bukan sekedar tugas tetapi
kehormatan. bahwa pekerja bukan sekedar
menggugurkan kewajiban, tetapi mengemban
amanah rakyat.
Bangga melayani bangsa hadir bukan untuk
sekedar menjadi hiasan dinding kantor,
melainkan sebagai kompas moral penanda
arah bagi setiap ASN di seluruh
Indonesia. Dari yang bertugas di pusat
hingga di batas negeri, dari ruang
kebijakan hingga ke meja pelayanan
publik. Employer branding ini adalah
sebuah ikhtiar besar, sebuah upaya untuk
memastikan bahwa ASN di seluruh
Indonesia memiliki tekad yang sama.
Bukan hanya untuk bekerja dengan benar,
tetapi melayani dengan hati. Bukan hanya
untuk mencapai target kinerja, tetapi
menghadirkan makna dan kualitas
pelayanan bagi setiap warga yang
membutuhkan negara.
Employer branding adalah tentang
reputasi, tentang bagaimana publik
melihat kita, percaya kepada kita dan
merasakan kontribusi kita. Tetapi lebih
dari itu, employer branding adalah
identitas kita sebagai pelayan bangsa.
Identitas yang semakin penting di era di
mana citra birokrasi diuji oleh
ekspektasi publik yang berubah cepat dan
tantangan moral yang semakin kompleks.
Karena itu, Sobat SN, meneguhkan kembali
employer branding bukanlah soal
sosialisasi melainkan soal penghayatan.
Ia bukan tentang menambah poster, tetapi
tentang mempertebal karakter. yang bukan
hanya soal apa yang kita tampilkan,
tetapi tentang siapa kita sebenarnya
dalam tindakan sehari-hari sebagai ASN.
Nah, Sobat di seluruh tanah air, untuk
membahas lebih lanjut topik menarik ini,
kami telah mengundang para narasumber
luar biasa yang sudah barang tentu
sangat kompeten di bidangnya. Kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada para narasumber hebat yang telah
berkenan hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobat SN di
seluruh tanah air. Pertama kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada Ibu Adina Febriani, S. MAK.
Beliau adalah Kepala Biro Organisasi
Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur.
Yang kedua, kami menyampaikan terima
kasih dan apresiasi kepada Bapak Anom
Surahno, S.H., M.Si. Beliau adalah
asesor SDM Aparatur ahli utama
Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dan yang
ketiga, kami menyampaikan terima kasih
dan apresiasi kepada Bapak Ir. Biasworo
Adi Suyanto, AK, M.M. Beliau adalah
Widyayasiswara, ahli utama BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Nah, Sobat ASN di
seluruh tanah air, mari kita simak
dengan seksama webinar ASN belajar seri
ke-47 tahun 2025. Semoga bermanfaat.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Terima kasih Pak Ramli atas speech-nya.
Semoga setelah mendengarkan speech dari
paraamli, sobat ASN semua yang bergabung
di ASN belajar seri 47 tahun 2005 ini
menjadi lebih bersemangat lagi untuk
mengikuti webinar dari awal sampai akhir
nanti ya. Karena akan ada tiga
narasumber luar biasa yang akan sharing
informasi, sharing ilmu kepada sobat ASN
semua. Namun sebelum kita menyimak
materi dari narasumber kita yang
pertama, kami ingin mengingatkan bahwa
link presensi sudah dapat diakses
melalui semesta Bangkok. Tadi yang live
chat ya di YouTube channel BPSDM Jatim
TV pada nanya nih link presensi, link
presensi. Sabar sabar. Link presensinya
sudah bisa diakses kali ini. Dan setelah
Sobat mengisi presensi kemudian juga
survei dan lebar monev nantinya link
sertifikat akan muncul maksimal 1* 24
jam. Jadi jangan lupa dicek secara
berkala ya. Baik sobat ASN setelah
mengisi link presensi sekarang waktunya
kita untuk menyimak materi dari
narasumber kita yang pertama. Langsung
saja kita berikan applause bersama-sama
untuk Kepala Bid Organisasi Setda
Provinsi Jawa Timur, Ibu Adina Fibrina
AS. Mak.
Selamat pagi. Asalamualaikum, Ibu Adina.
Pagi. Waalaikumsalam, Mbak Anisa. Ibu
Adina,
suara saya terdengar jelas?
Terdengar jelas. Ibu Adina Febriani,
SMAK. Mohon maaf, Ibu. Tadi saya
terpeleset sedikit, Ibu ya. Ibu hari ini
segar sekali Bu. Apa kabar?
Alhamdulillah. Alhamdulillah. Sehat.
Alhamdulillah. Terima kasih banyak, Ibu,
ya di tengah-tengah kesibukannya masih
menyempatkan waktunya untuk menyapa
Sobat ASN semua. Banyak sekali loh Ibu
yang bergabung di sini dari seluruh
Indonesia. Monggo disapa dulu Ibu.
Iya. Baik. Ee
terima kasih teman-teman ASN yang hari
ini bergabung. Kemudian ee terkait
dengan personal branding kita berakhlak
ya.
Heem.
Ee semoga kita hari ini bisa belajar
bareng-bareng ya terkait dengan ee
penguatan dari ee nilai berakhlak ini.
Karena ee internalisasi itu bukan ee
jangka waktu yang pendek ya.
internalisasi itu butuh ee apa? Jangka
panjang. Jadi tidak bisa kita bilang
bahwa internalisasi itu setahun, 2
tahun. Internalisasi justru mungkin bisa
5 tahun, mungkin bisa sampai 10 tahun.
Itu itu aja sih, Mbak Anisa.
Oke. Baik. Jadi, untuk kali ini kita
akan bersama-sama mendengarkan ilmu apa
saja sih yang akan dibagikan oleh Ibu
Dina. Jadi untuk sobat ASN yang ingin
bertanya boleh dicatat dulu
pertanyaannya karena sesi tanya jawab
akan kita buka setelah Ibu Dina selesai
menyampaikan materinya. Baik Bu Dina,
waktu yang akan kami berikan untuk
menyampaikan materi adalah 45 menit.
Kemudian akan dibuka lagi segmen untuk
tanya jawab. Baik, silakan Ibu Dina
disampaikan materinya.
Iya, makasih Nisa. Izin eh para senior
kami. Selamat pagi, Pak Anom. saya
menyapa dulu. Selamat pagi, Pak.
Narasumber yang kedua, Pak Biasworo.
Sehat-sehat ngih, Bapak?
Baik. Ee
alhamdulillah sehat, Ibu. Nggih.
Alhamdulillah. Ngih.
Matur nuwun, Bapak. Baik. Siap.
Nggih. Siap. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Jin ee
dulu. Oh iya. Baik, saya ulangi karena
tadi masih unmute. Ee mungkin dulu di
PEMPR Jatim ada istilahnya kalau dulu
kami ini budaya kerjanya adalah cetar
nggih. Namun ee cetar itu dulu singkatan
Bapak Ibu. Jadi dulu itu ee cetar itu
adalah cepat, efektif, efisien, tanggap,
transparan, akuntabel, dan responsif.
itu itu dulu budaya kerja dari PEMPR
Jatim. Namun kemudian ee
tahun 2021 keluarlah surat edaran dari
Menteri PAN RB nomor 20 tentang
implementasi core values dan employed
branding aparatur sipil negara. Nah, ini
kemudian mulai nih berubah karena
kemudian kode etik yang kita pakai,
kemudian kode penguatan-penguatan kode
etik, kode perilaku ini mulai berubah di
tahun 2021 yang kemudian kita kenal
sebagai berakhlak itu. Baik, next ke apa
namanya? ke awal tadi. Jadi kita kembali
ke awal tadi saya juga sekedar
mengingatkan terkait dengan ee budaya
kerja kita dulu. Jadi internalisasi ini
adalah sebenarnya adalah proses
penghayatan dan penyerapan nilai norma
atau ajaran ke dalam diri kita sendiri
secara mendalam sehingga menjadi bagian
dari kepribadian
dan sebenarnya kemudian adalah harus
tercermin dalam sikap dan perilaku
seseorang.
Seperti tadi sudah saya bilang bahwa
proses ini sebenarnya secara
berkelanjutan sepanjang hidup karena
internalisasi itu tidak tidak bisa
secara jangka pendek.
Ee caranya adalah bisa melalui
sosialisasi dan bimbingan yang pada
akhirnya membuat individu ini secara
sadar pada akhirnya mengikuti
nilai-nilai tersebut yaitu nilai-nilai
berakhlak.
itu sebenarnya. Jadi sebenarnya urgensi
penguatan budaya kerja ini dimaksudkan
agar nilai dasar berakhlak ini berperan
sebagai pedoman perilaku bagi seluruh
ASN di seluruh Indonesia itu nggih.
Kemudian ee sebenarnya untuk tahap dari
proses internalisasi itu ada tiga.
Yang pertama adalah tahap transformasi
nilai, kemudian yang kedua adalah tahap
transaksi nilai. Kemudian yang ketiga
adalah tahap transinternalisasi.
Di tahap transformasi nilai ini
sebenarnya adalah ee tahap kalau kita
bilang adalah tahap secara pengenalan
dulu ngih. Pengenalan jadi penerimaan
nilai melalui pengamatan
mendengarkan
atau membaca informasi secara verbal.
Saat ini untuk budaya berakhlak itu ee
Menteri PAN RB sudah mengeluarkan
kamus namanya leveling berakhlak. Nah,
ini mungkin nanti ee para ASN kita bisa
membaca kamus leveling berakhlak.
Kemudian ee pada tahap ini juga kemudian
ee teman-teman ASN juga bisa
mendengarkan melalui YouTube atau
melalui apa media sosial. terkait dengan
ee budaya kerja berakhlak. Bahkan kalau
di lingkungan ee Sekretariat Daerah
PEMPR Jatim itu setiap hari Rabu itu jam
10.00 dibacakan terkait dengan ee
berakhlak ini supaya internalisasi ini
kita ingatkan secara terus-menerus
itu. Itu mungkin yang terkait dengan
transformasi nilai. Jadi penerimaan
nilai melalui pengamatan, mendengarkan
atau membaca informasi secara verbal.
Kemudian yang kedua adalah tahap
transaksi nilai.
di tahap transaksi nilai ini sudah
terjadi dialog atau ee terjadi interaksi
dua arah antara kalau di sini istilahnya
pendidik dan peserta didik di mana
kemudian terjadi proses merespon nilai
melalui komunikasi timbal balik. Jadi
kalau kita biasanya ee diistilahkan ada
dialog kinerja. Nah, di sinilah terjadi
tahap transaksi nilai. Karena pada tahap
internalisasi ini di tahun 2024
nggih 2024 atau 2023 nggih ee budaya
kerja ini sudah dimasukkan ke dalam SKP
gitu supaya ee proses internalisasi ini
berjalan smooth ee teman-teman ASN di
lingkungan PEMPR Jatim. Jadi kami
masukkan ke dalam SKP karena SKP ini
adalah harus dikerjakan oleh teman-teman
ASN di lingkungan PEMPR Jatim sebulan
sekali ya. Insyaallah dengan itu
kemudian teman-teman ini ee lebih lebih
paham ngih terkait dengan berakhlak.
Kemudian juga nanti diminta di situ
terkait dengan bukti kerja terkait
berorientasi pelayanan akuntabel itu
juga di SKP ada ee diminta bukti-bukti
kerja tuh itu ee tahap transaksi nilai.
Kemudian pada tahap transinternalisasi
inilah yang tahap yang sebenarnya paling
mendalam di mana nilai tersebut
sebenarnya tidak hanya dipahami secara
fisik tetapi
juga telah menyatu dengan kepribadian
dan mental seseorang sehingga
mempengaruhi watak dan perilakunya
secara konsisten. Misalnya nih ee kita
diharapkan apel setiap setiap hari Senin
itu ya otomatis setiap hari Senin
misalnya meskipun kemudian harus ada
dinas luar tetap harus mengikuti apel
ya. Itu itu yang ee tahap yang paling
mendalam. Jadi ee ketika dia diharuskan
apel, dia harus hadir apel. Ketika harus
senam ya diharuskan hadir senam. Jadi
sudah ee watak dan perilakunya secara
konsisten dilakukan. Jadi tiap Jumat
harus senam, kemudian hari Senin pagi
harus apel. Next.
Nah, ee ini tadi Bapak, Ibu ee ini
diperkuat saat ini dengan ee sudah
dimasukkan ke dalam Undang-Undang Nomor
20 Tahun 2023 tentang nilai dasar kode
etik dan kode perilaku dari AS ee
berakhlak, nilai berakhlak di pasal 4
tentang ee ASN yaitu Undang-Undang 20
tentang ASN. Di situ ada kode etik, kode
perilaku yang bertujuan menjaga martabat
dan kehormatan ASN serta kepentingan
bangsa dan negara. Nilai ASN dijabarkan
dalam kode etik dan perilaku. Nah, ini
bisa dibaca sendiri mulai dari
berorientasi pelayanan, kode etiknya dan
perilakunya adalah ada tiga. Kemudian
begitu juga dengan akuntabel,
kompeten,
harmonis.
Nah, masing-masing nih saya saya yakin
kalau ee apa namanya ASN di lingkungan
PEMPR Jatim sudah sangat paham karena
ini sudah tertuang dalam SKP yang harus
di yang harus dikerjakan setiap bulan.
Next.
Nah, begitu juga dengan karena ada tujuh
ngih nilai berakhlak itu di sini tadi
sudah ada empat. Kemudian ini ada tiga
loyal, adaptif, kolaboratif. Sebenarnya
ee yang paling krusial saat ini yang
memang ee benar-benar ini ada yang harus
diperhatikan, ditekankan adaptif. Karena
adaptif ini adalah ee yang harus
dilakukan berinovasi
oleh ASN di lingkung di semuanya di
semua di lingkungan pemerintah daerah.
Jadi cepat menyesuaikan diri menghadapi
perubahan karena saat ini adalah ee
masa-masa perubahan dari ee apa namanya
ee baik itu RPJMD, kemudian grand desain
reformasi birokrasi semuanya tahun 2025
ini ee ada perubahan. Jadi sangat-sangat
dibutuhkan ee nilai dasar adaptif ini
harus cepat menyesuaikan diri menghadapi
perubahan kemudian terus melakukan inova
melakukan inovasi. Inovasi tidak harus
bernilai besar. Sekecil apapun,
perbaikan apapun dalam melaksanakan
tugas itu adalah suatu bentuk inovasi
dan mengembangkan kreativitas.
Kemudian yang ketiga adalah bertindak
proaktif. harus berusaha mencari
informasi sebanyak-banyaknya, terus
kemudian mencari ee data. Karena apapun
yang kita lakukan ketika kita mengambil
keputusan, ketika kita ee berdasarkan
data, maka insyaallah keputusan yang
akan diambil akan lebih valid.
Itu. Kemudian juga adalah kolaboratif.
di sini kolaboratif itu adalah ee saat
ini yang kita butuhkan adalah sinergi
ee para ASN. Jadi kita tidak bisa
bekerja sekarang itu ee terkotak-kotak.
Kita harus membuka wawasan kita. kita
harus mau bersinergi dengan di
lingkungan terkecil aja misalnya dengan
bagian atau dengan bidang yang lain.
Kita upayakan ketika kita sudah selesai
di bagian kita, kita sudah selesai kita
membantu di ee bidang atau bagian yang
lain yang kira-kira masih membutuhkan
bantuan. Itulah yang dibutuhkan adalah
kolaboratif.
Jadi memang harus bekerja sama untuk
menghasilkan nilai tambah. Ketika kita
hanya tertuju pada bagian atau bidang
kita, kita tidak akan berkembang.
Itu Bapak itu ee teman-teman ASN. Jadi
kita tetap harus kolaboratif dan
sinergi. Itu yang dibutuhkan saat ini.
Next. Oke.
Nah, ini sepertinya yang tadi sudah saya
jelaskan ee bahwa kita memakai nilai
berakhlak ini sejak SE Mentrip RB nomor
20 tahun 2021 ini terbit. Nah, untuk
internalisasinya
banyak. ini antaranya adalah penggunaan
logo berakhlak dan tagar bangga melayani
bangsa baik itu melalui poster media
sosial yang dimiliki oleh pemerintah
daerah kemudian twetbond bahan paparan
dan lain-lain. Kemudian bisa juga
menyisipan informasi berakhlak dan
bangga melayani bangsa dalam setiap
kegiatan. misalnya sosialisasi melalui
apel, kemudian rapat koordinasi itu kita
selipkan seperti itu. Terus kemudian
yang ketiga penulisan panduan perilaku
berakhlak dalam konten misalnya di
pojok-pojok atau misalnya di dalam
banner itu kita banner itu kita taruh di
ee pintu masuk kantor supaya untuk
mengingatkan bahwa panduan perilaku kita
berakhlak. Kemudian juga bisa melalui
pemutaran video panduan perilaku
berakhlak yang kita putar setiap setiap
saat yang mengingatkan terkait dengan
perilaku berakhlak. Kemudian juga
memberikan apresiasi.
ee saat ini mungkin setiap bulan ada
apresiasi yang diberikan di setiap
perangkat daerah kepada para pegawai.
Kemudian juga ee bisa juga melalui
penguatan peran agen perubahan reformasi
birokrasi itu. Kemudian juga bisa
melalui metode-metode lain sepanjang
masih relevan, kreatif dan inovatif
sesuai dengan karakteristik dari
perangkat daerah masing-masing.
Next.
Nah, ee di sini ada banyak strategi
penguatan budaya kerja yang sudah
dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa
Timur dalam rangka memperkuat ee
identitas ASN yang bangga melayani
bangsa. Jadi strategi penguatannya ada
empat, bisa melalui pemanfaatan media
dan alat, kemudian internalisasi nilai,
keteladanan dan kepemimpinan, kemudian
kebijakan dan struktur pendukungnya.
Dan empat ini apabila tidak didukung
dengan evaluasi dan monitoring yang
bagus, maka tidak akan ada
keberlanjutan. tetap tetap kemudian
tetap ada monitoring evaluasi kemudian
ada apa namanya evaluasi untuk perbaikan
ee apabila misalnya di dalam pemanfaatan
media dan alat ini tidak kemudian kita
luncurkan tanpa ada evaluasi tetap harus
kita monitoring dan evaluasi supaya oh
ke depan berarti apa sih yang kurang
efektif itu kita perbaiki
gitu. Kemudian eh next. Nah, ini
contoh-contohnya setelah ini terkait
dengan yang sudah dilakukan oleh
Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam
rangka memperkuat ee identitas nilai
berakhlak di lingkungan pemerintah
Provinsi Jawa Timur. Di biro organisasi
ada cakrawala birokrasi. Ini adalah
sebenarnya adalah media yang ee apa
namanya? digunakan oleh Biro Organisasi
Podcast nggih bentuknya untuk memperkuat
ee budaya kerja berakhlak. ee
narasumbernya biasanya kita ambil dari
memang ee
apa namanya ee narasumber dari
orang-orang yang kompeten dan istilahnya
itu ajeg gitu ya apa bahasa bahasanya
dia itu selalu selalu sharing terkait
dengan corevalius berakhlak baik itu
ketika apel atau ketika kemudian beliau
ini menjelaskan kalau ee ee dokter
tauhid Islami itu waktu itu beliau ini
karena rumah sakit
ee Sudono waktu itu ee berhasil meraih
WBK wilayah bebas korupsi. Nah, itu kami
apa minta sebagai narasumber untuk ee
apa namanya internalisasinya di Sudono
karena corvalius berakhlak ini juga
mengungkit nilai ee ketika mengikuti apa
ee zona integritas wilayah bebas korupsi
itu. Nah, kemudian kalau ee Dinas
Pendidikan ini juga ee
praktik baiknya di Dinas Pendidikan itu
seperti apa selama ini terkait dengan ee
internalisasi dari core value berakta
karena Dinas Pendidikan ini adalah
satuan pendidikan yang cukup banyak.
Nah, itu strateginya seperti apa supaya
bisa menginternalisasi sampai ke bawah
sampai ke satuan pendidikan itu. Terus
kemudian kami juga membuat video-video
terkait dengan ee karena ada tujuh ngih
insyaallah mungkin nanti di situ juga
ada tujuh ee video terkait core values
berakhlak. Di situ juga menyampaikan
terkait dengan ee terutama yang CPNSCPNS
baru ini yang masih kesulitan untuk
bukti dukung SKP.
Nah, bukti dukung SKP ini karena di SKP
itu juga dibutuhkan misalnya
berorientasi pelayanan itu bukti
dukungnya seperti apa, kemudian
akuntabel itu ee bukti dukungnya seperti
apa. Jadi kami kaitkan dengan itu. Next.
Kemudian untuk internalisasi ini ee
kemarin karena memang di tahun 2025 itu
Kementerian PAN RB itu masih ee memang
sudah ada pedoman Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Republik Indonesia tentang petunjuk
pelaksanaan penguatan budaya kerja
instansi pemerintah. Namun masih belum
bisa pedoman tersebut diterapkan di 2025
karena ee masih proses penandatangan
masih proses ini ke sekretariat negara.
Jadi masih belum bisa diterapkan di
dinilai saat ini di tahun 2025. Akhirnya
kami ee membuat survei terkait dengan
budaya kerja berakhlak PEMPR Jatim ee
bekerja sama dengan ITS Surabaya. Dan
pada waktu itu semua perangkat daerah ee
kami sebar ee apa namanya form untuk
mengikuti survei. Ee terus kemudian dari
situ ternyata hasilnya adalah
ada 11 perangkat daerah yang dinyatakan
sangat paham. Kemudian sisanya adalah
paham. Ini ada ada maaf ada kekeliruan
ini kayaknya di ee slide-nya ngih. Jadi
ada yang sangat paham itu ada 11
perangkat daerah hasilnya dan kemudian
sisanya adalah paham. Nah, dari sinilah
kemudian kita bisa ke depan melakukan
strategi bahwa di dalam SKP kita
terutama yang panduan ee perilaku yang
berakhlak itu itu mulai bisa kita
masukkan. Kalau kemarin SKP ini terkait
dengan identitas yang ee deskripsinya
itu masih diserahkan kepada
masing-masing perangkat daerah. Nah,
setelah dilakukan survei ini ee kami
akan berusaha memperbaiki terkait dengan
deskripsi dari masing-masing
berorientasi pelayanan akuntabel itu
mulai kami standarkan. Jadi kalau
kemarin masih kami serahkan kepada
masing-masing perangkat daerah sesuai
dengan ee apa namanya? kearifan lokal.
Tapi ke depan sudah insyaallah kami
sesuaikan kembali sesuai dengan kamus
leveling berakhlak dan ee apa namanya
ada panduan deskripsi yang harus
dipatuhi yang ada yang sudah
distandarkan oleh Kementerian PAN RB.
juga tahun 2025 ini kami juga bekerja
sama dengan Brida Provinsi Jatim terkait
ee penerapan nilai-nilai dasar ASN
berakhlak itu. Sedangkan ee sampel yang
diambil pada waktu itu hanya tiga
perangkat daerah yaitu e kalau enggak
salah BKD, terus kemudian
ee saya lupa pokoknya ada tiga tiga
perangkat daerah. Nah, ini juga ee
hasilnya adalah juga men-support hasil
yang sudah dilakukan dengan ee survei
yang dilakukan oleh kami kerja sama
dengan ITS. Next.
Nah, untuk keteladanan dan kepemimpinan
ee ketika awal-awal diluncurkan nilai
berakhlak ini, Corvalius ini, itu ee
waktu itu adalah Ibu Gubernur sendiri
yang meneguhkan komitmen ASN berakhlak.
ee sehingga
sejak saat ee 2022 itu sudah ada SE
Gubernur Jawa Timur untuk kita core
values kita, kode etik kita, kode
perilaku kita adalah ASN berakhlak. Jadi
kemudian cetar ini kemudian sudah tidak
lagi digunakan tetapi kita sudah beralih
menjadi ee berakhlak. Kemudian juga pada
waktu pengarahan dari Bapak Sekda itu
juga saat apel pagi itu juga menekankan
bahwa saat ini kode etik dan kode
perilaku kita adalah berakhlak itu.
Kemudian juga disambut dengan ee biro
organisasi sempat membuat video terkait
dengan panduan berakhlak yang
menjelaskan terkait masing-masing tujuh
kode etik dan kode perilaku yang harus
dipatuhi oleh semua ASN. Next.
Nah, ini ngih Bapak Bapak Ibu saat ini
kebijakan dan struktur pendukung untuk
ee nilai berakhlak sudah cukup kuat.
tidak seperti di tahun 2021. Karena di
tahun 2024 kemarin sebenarnya ee
Kementerian PAN RB sudah menerbitkan
kamus leveling implementasi nilai dasar
ASN berakhlak. Nah, ini yang harus kita
kamus inilah yang harus kita pakai dan
memang harus menjadi panduan kita kita,
Bapak, Ibu. Ee memang di situ ada ee
tingkat-tingkatannya ng tapi kemudian
yang penting adalah ee gimana caranya
standar ini harus mulai kita gunakan.
Itu next mungkin.
Nah, ini ya Bapak Ibu kalau di
lingkungan PEMPR Jatim untuk Corvalius
ASN berakhlak ini sudah ada surat edaran
dari Gubernur Jawa Timur
yang menekankan bahwa implementasi
corevalues dan employer branding
aparatur sipil negara di lingkungan
PEMPR Jatim itu. Jadi mulai tahun 2022
itulah kemudian ee
tagar kita ee dulu budaya kerja kita
cetar sudah beralih menjadi ee
berakhlak.
Next.
Nah, ini juga ee di tahun
2022 sampai dengan 2024 ini ada indeks
berakhlak Provinsi Jawa Timur dan indeks
ini adalah dari Kementerian PAN RB dan
alhamdulillah kita tiap tahun ada
peningkatan
kemudian
di tahun
2023 itu ee karena memang
berakhlak ini sudah harus mulai
diterapkan
pada akhirnya adalah kita berupaya
memasukkan berakhlak ini di dalam ee SKP
gitu nggih. Jadi pada waktu itu SKP itu
maaf
jadi saat ini kalau SKP ini masih di
instrumen keberhasilan penilaian itu
memang kami masih saat itu misalnya
berentasi pelayanan itu di instrumen
keberhasilan penilaian itu masih
melayani kebutuhan instansi dengan
target waktu dan ini akan berbeda beda
Bapak Ibu di setiap perangkat daerah
karena memang waktu waktu itu kampus
leveling
masih belum terbit. Nah, saat ini karena
kamus leveling dari
ASN ee berakhlaknya sudah ada ke depan
ee apa namanya? Instrumen keberhasilan
penilaian ini sudah harus disesuaikan
dengan kamus. Dan begitu juga deskripsi
self assessment indikator dari predikat
kinerja juga nantinya
akan mengalami penyesuaian dan begitu
juga kalau evidence dan lain-lain bukti
kerja mungkin akan menyesuaikan dengan
deskripsi
itu.
Baik, next.
dan kebijakan dan struktur pendukung
saat ini. Karena berdasarkan SKP itulah
saat ini sudah ada penghargaan untuk
setiap perangkat daerah masing-masing
bervariasi. Ada yang perangkat daerah
yang ada cuman tiga pegawai yang
terbaik. Kemudian kalau perangkat
daerahnya mungkin jumlah pegawainya agak
besar mungkin lebih dari tiga itu ngih.
Terus kemudian kalau misalnya
menyesuaikan employee of demand ini
menyesuaikan tapi saat ini di setiap
perangkat daerah sudah ada award atau
reward untuk semua pegawainya
yang berdasarkan adalah eh core values
kita, kode etik dan kode perilaku di
samping ada penilaian prestasi yang lain
itu nggih. Kemudian next.
Alhamdulillah di tahun 2024 ee indeks
berakhlak tingkat Provinsi Jawa Timur
mendapatkan terbaik kedua. Nah, ini
semakin menguatkan kita bahwa sebenarnya
nilai berakhlak ini ee sebenarnya sudah
bagus, sudah kuat diinternalisasi secara
terus-menerus di lingkungan Pemerintah
Provinsi Jawa Timur. Tetapi dengan
prestasi ini kita tidak boleh ee terlena
karena memang di 2025 ini tidak ada eh
award atau reward yang diberikan oleh
Kementerian
PAN RB terkait dengan eh implementasi
dari call values ini. Tapi kita eh tetap
harus mengadakan monitoring evaluasi.
Terbukti tadi juga sudah dilakukan MONEV
dengan ITS dan alhamdulillah kita 11
perangkat daerah itu sudah sangat paham
terkait dengan core values ini dan
sisanya paham dan tidak ada yang di
bawah di bawahnya yang ee kurang kurang
paham tidak ada. Jadi ee sebenarnya
adalah secara internalisasi
nilai berakhlak ini sudah cukup kuat di
Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan
harapannya ke depan ketika ada pedoman
dari Menteri Pendayagunaan ini terkait
dengan petunjuk pelaksanaan penguatan
itu ee itu di situ ada indeks terkait
dengan tingkat kematangan dari budaya
kerja dan harapannya adalah dari indeks
tersebut itu ada lima kategori dan
bismillah tahun di 2026 nanti ketika
diterapkan ee apa namanya indeks tingkat
kematangan budaya kerja itu Pemerintah
Provinsi Jawa Timur dapat meraih nilai
unggul.
Amin. Baik, next.
Baik, ee mungkin sementara itu yang bisa
saya sampaikan terkait dengan
internalisasi nilai berakhlak dan
capaian-capaian yang dan usaha-usaha dan
capaian yang sudah dilakukan oleh
pemerintah provinsi Jawa Timur. Saya
kembalikan lagi kepada Mbak Anisa
sebagai moderator.
Terima kasih Bu Dina atas materi yang
sudah disampaikan. Baik, sekarang
waktunya Sobat SN yang ingin bertanya
sesi tanya jawab kita buka sekarang ya.
Untuk sobat TSN yang bergabung lewat
Zoom meeting, silakan gunakan fitur
raise hand. Yang bergabung lewat YouTube
channel BPS BPSDM Jatim TV bisa tuliskan
pertanyaannya melalui kolom live chat.
dan spesial nih ya untuk ASN belajar
seri 47 tahun 2025 ini. Karena sekarang
juga bulan Desember, sebentar lagi kita
akan e memperingati Nataru ya, Natal dan
tahun baru akan ada merchandise untuk
penanya aktif selama ASN belajar seri 47
ini. Wow, ada Sunir menarik nih. Oke,
coba kita cek terlebih dahulu siapa saja
yang sudah bergabung lewat Zoom meeting
atau yang sudah bergabung di YouTube
channel BBSDM Jatim TV. Sebentar kita
cek terlebih dahulu ya. Coba saya cek
yang ada di YouTube channel live
chat-nya. Wow,
banyak sekali yang sudah bergabung di
sini. Sebentar, tadi ada yang sudah
bertanya, Ibu. Cuman karena banyak
sekali chatnya akhirnya ketumpuk.
Sebentar, ya.
Oke, ada yang sudah bertanya lewat Zoom.
Boleh kita sapa terlebih dahulu dengan
Bapak siapa? Dari mana?
Oke, teman-teman kru boleh minta tolong
di-unmute terlebih dahulu.
Sebentar masih
oke suaranya sudah terdengar jelas.
Selamat pagi Bapak. Dengan Bapak siapa?
Kristianto dari UPT PSMB LT Jember
dengan Pak Kristianto dari
PSMB LT Jember.
Oh, oke. Dari Jember. Silakan Pak
Kristianto pertanyaannya.
Eh, kita itu sekarang itu lagi pusing
sama bukti apa ya? Bukti dukung untuk
berakhlak itu loh, Bu. Jadi kalau sesuai
ekspektasi, di bawah ekspektasi kayak
apa buktinya itu apa saja gitu loh untuk
harmonis ee akuntabel kayak apa-apa
gitu. Kita masih bingung kadang cuma
kalau ee loyal itu kan harus ada apel ya
kan kita cuma anu foto aja gitu loh. Itu
harus bukti dukungnya seperti apa
seperti itu Bu.
Baik. bisa langsung dijawab Bu Dina.
Baik, siap ngih. Terima kasih Pak
Kristianto dari PSMLB Jember ya Pak
Kristianto. Nggih. Baik. Eh, Pak
Kristianto, seperti tadi juga sudah saya
jelaskan mungkin supaya lebih jelas ee
Pak Kristianto ada di YouTube-nya Biro
Organisasi itu yang tadi saya ada di
paparan. Tapi itu masih kalau enggak
salah masih empat ya terkait dengan apa
sih yang harus di apa bukti dukung yang
harus dimasukkan dalam ee SKP. Jadi
kalau misalnya loyal
bentar
kalau loyal ini adalah upacara atau apel
pagi. Mungkin bisa dimasukkan ketika
upacara atau apel pagi foto gitu ya. itu
bisa dimasukkan di situ. Kalau misalnya
apa namanya? Ee
ada bukti yang lain misalnya mengikuti
upacara di apa di Grahadi mungkin kalau
misalnya itu ada undangannya itu bisa
di-upload di situ kayak gitu. Yang
penting adalah bukti itu mendukung
terkait dengan ee di sini ada instrumen
keberhasilan, kemudian di deskripsinya
itu kan ada di atas ekspektasi, kemudian
sesuai ekspektasi, di bawah ekspektasi.
Nah, harapannya adalah bukti dukungnya
Pak Kristianto itu adalah yang di atas
ekspektasi. Itu kan biasanya ada, Pak,
deskripsinya.
Nah, itu aja yang di ini. Begitu juga
dengan berorientasi pelayanan. Biasanya
kalau berorientasi pelayanan itu di atas
ekspektasi itu adalah dia ee mengerjakan
apa yang didisposisikan oleh pimpinannya
secara lebih cepat. Itu biasanya di atas
ekspektasi. Kalau sesuai ekspektasi itu
dia bisa ee apa namanya melakukan ee
mengerjakan disposisi dari pimpinannya
sesuai dengan target waktu gitu. Kalau
di bawah ekspektasi itu biasanya adalah
mengerjakan disposisi dari pimpinannya
lewat dari target waktu dan harapannya
Pak Kristianto ini bisa yang di atas
ekspektasi bukti dukungnya misalnya ee
upload misalnya ee disposisi dari
pimpinannya gitu kan ada tanggalnya
biasanya disposisi. Nah, kemudian ketika
disposisi misalnya mengerjakan surat itu
di tanggal 11. Nah, terus kemudian Pak
Kristianto bisa menyelesaikan nih di
tanggal 12. Otomatis kan misalnya
ternyata pimpinan biasanya membuat surat
3 hari, Pak Kristianto cuman 1 hari.
Nah, bukti surat itu juga di-upload Pak
di bukti dukungnya jenengan
gitu ngih, Pak Kristianto.
Nggih. Oke, bagaimana Pak Kristianto?
Apakah ada tanggapan?
Monggo.
Oke. Minta tolong di-unmute,
Teman-teman. Iya. Sebentar. Oke.
Masih belum suaranya masih belum
terdengar.
Baik, bagaimana Pak Krtianto?
Iya,
masih belum. Suaranya masih di-mute kah?
Halo.
Oh, sudah, sudah di-unmute. Oke, baik.
silakan ditanggapi
untuk bukti SK tim itu apakah bisa buat
cuma surat tugas kayak gitu, Bu? Jadi
kan itu ee
apa sih ada yang kontribusi dalam satu
tim itu, Kak apa kayak seperti proyek
apa cuma kegiatan harian harus ada surat
tugas atau gimana, Bu?
Baik, izin langsung saya jawab ee Mbak
Anisa. Gih, Ibu.
Nggih. Ee kalau di perilaku kolaboratif
itu memang ada kontribusi dalam satu tim
atau lebih. Nah, SK itu mungkin bisa
dijadikan bukti dukung Pak Kristianto di
situ. Biasanya kalau di ini di atas
ekspektasi itu SK itu misalnya membantu
lebih dari satu.
Nah, itu jadi misalnya nih dalam 1 bulan
itu Pak Kristianto membantu tim dua tim
ada SK-nya. Nah, berarti Pak Kristianto
sudah di atas ekspektasi tuh. Karena
kalau biasanya sesuai ekspektasi itu
cuman satu. Kalau di bawah ekspektasi
itu sama sekali dia tidak membantu hanya
menyelesaikan tugas-tugasnya.
Nah, harapannya itu sih, Pak Keto memang
di kolaboratif ini ada bukti bukti SK
nggih, bukti SK untuk membantu tim-tim
yang lain. Jadi tidak sekedar kemudian
secara ini langsung membantu tapi tidak
ada SK gak tapi yang kita butuhkan untuk
bukti itu adalah SK itu Pak Kristianto.
Nggih.
Oke, sudah cukup Pak Tristianto.
Terima kasih banyak, Bapak.
Oke. Oke. Jangan lupa share kontaknya ke
teman-teman kru di sini. Minta tolong
dibantu ya ee kontak nomor telepon dan
alamatnya untuk pengiriman merchandise
menarik persembahan dari BPSDM Provinsi
Jawa Timur. Baik, Ibu. Masih ada penanya
lagi? Berkenan Ibu ya.
Baik, siap.
Oke. Baik, yang sudah rais hand di Zoom
meetim boleh silakan langsung
ditampilkan.
Ini ada siapa ya yang bergabung di sini?
Selamat pagi.
Pagi.
Asalamualaikum. Dengan Bapak siapa dan
dari mana?
Saya Pak Usmar Hadi dari PU Binamarga
Provinsi.
Eh, mohon maaf Bapak boleh diulang
barusan ini karena di sini hujan deras
sekali barusan ada petir terlalu keras
di sini.
Pak Usma Haryati dari PU Binamarga
Provinsi.
Oke, Pak Usman ya.
Monggo silakan. Pak Usmanih.
Salam kenal Pak Usman.
Bu Adina mau tanya untuk acara mauludan
maupun nujulul Quran atau 1 Muharam yang
diadakan di Pemkrop itu apakah bisa
dimasukkan di akhlak mau muter?
Karena kan seringki acaranya itu kan
malam buka
lah. Itu apakah bisa dimasukkan di situ
ya Bu?
Mungkin sabar ya
adina ya.
Eh coba kok
mungkin itu Bu Adina. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Baik, izin Mbak Anisa saya
jawab langsung ngih. Baik.
Ee sebenarnya bisa, Pak, sepanjang ada
ee surat perintah tugasnya ngih. Nah,
yang penting adalah ada surat perintah
tugasnya itu. Terus kemudian dilihat di
perilakunya Bapak ee ketika kemudian ee
apa namanya? Bapak memasukkan itu
misalnya nih di karena itu adalah
perintah dari pimpinan biasanya nggih
Pak Usman. Nah, itu biasanya juga
berorientasi pelayanan.
Nah, ketika berorientasi pelayanan
misalnya ee ini Pak Usman di SPT-nya
memang harus hadir berarti kan Pak Usman
juga di atas ekspektasi bisa di dan di
situ gitu. Terus kemudian ketika di
akuntabel misalnya misalnya di PU
Binamarga misalnya di akuntabel itu ada
Pak terkait dengan kehadiran di acara
yang memang perintah dari pimpinan bisa
juga di situ Pak di-upload di situ gitu.
Jadi tetap tetap ee Bapak apa namanya
mengikuti arahan dari pimpinan ee
menjalankan perintah dari pimpinan itu
bisa Pak dimasukkan ke dalam ee apa
namanya di SKP ini di ee perilaku
kinerja atau predikat kinerja ya Pak itu
ya perilaku kinerja itu. Itu itu mungkin
Pak Usman.
Terima kasih banyak Pak Usman
pertanyaannya.
Oke. Baik. Ibu masih ada pertanyaan dari
eh YouTube channel ini ada yang
menuliskan pertanyaan saya bacakan ya
dari eh Ibu Ismala Sari dari DP3 AKB
Jember. Oke. Beliau menanyakan apa
formula agar ASN generasi muda tetap
idealis dan berintegritas sementara
tetap realistis menghadapi tekanan
sosial budaya di lapangan.
Oke, itu pertanyaannya Ibu.
Baik, langsung saya jawab ya, Pak ya.
Iya. Iya, Ibu Dina.
Eh,
boleh diulang ya, Pak.
Apa formula agar ASN generasi muda dapat
tetap idealis dan berintegritas
sementara tetap realistis menghadapi
tekanan sosial budaya di lapangan?
Baik.
Baik. Ee insyaallah saya jawab.
Engih.
Bismillah. Eh memang ASN generasi muda
ini ee terutama
generasi Z ya banyak yang bilang mereka
adalah generasi stroberi. Tapi
sebenarnya itu adalah tergantung kembali
adalah cara dari pimpinannya atau atasan
langsungnya untuk ee men-challenge
mereka gitu. Ketika kemudian pimpinan
ini terjadi ee apa namanya? tidak selalu
ada pembinaan, terjadi pembiaran, mereka
akan mengikuti. Ya sudah, wong saya
tidak dihukum, saya tidak diapa-apain
kok. Ketika terjadi pelanggaran bahkan
cenderung dibiarkan ya akhirnya mereka
akan ee terjadi pembiaran. Tapi kemudian
ketika kita sekecil apapun segera kita
atasi ketika terjadi ee pelanggaran
integritas ya insyaallah mungkin ee apa
namanya? tetap kemudian kita kembalikan
lagi ke dalam koridor semula. Jadi
memang pembinaan itu selalu harus
dilakukan kepada para ASN generasi muda
supaya mereka menyadari bahwa mereka tuh
sudah agak melenceng gitu. Jadi memang
ee para pimpinan ini diharapkan untuk
mereka itu selalu melakukan
pembinaan-pembinaan.
Kalau di dalam ee apa namanya? Ee saat
ini di Permenpan 6 tahun 2022 itu memang
harus selalu dilakukan dialog kinerja.
Nah, di forum itulah dialog kinerja itu
adalah antara apa namanya? Antara
bawahan dengan pimpinan. Di dalam dialog
kinerja itulah memang pimpinan harus
memberikan arahan dan bimbingan. Nah,
tapi kalau kita ee apa namanya? ee
secara reguler nggih. Karena memang
pimpinan itu dalam ee Permen 46 harusnya
setiap bulan itu melakukan penilaian. Di
dalam penilaian itu sebenarnya pimpinan
tidak diharamkan untuk menilai di bawah
ekspektasi. Tetapi saat ini yang terjadi
realitanya adalah para pimpinan ini
sungkan untuk jadi hanya menilai itu
hanya di atas dan sesuai ekspektasi.
Sedangkan yang di bawah ekspektasi ini
jarang karena mereka ee ketika misalnya
menilai bawahan di bawah ekspektasi itu
pasti kemudian nanti tak nilai di bawah
ekspektasi para bawaan ini enggak mau
apa namanya malas kerjanya ee apa wong
aku bekerja seperti ini tapi tetap
ternyata nilainya di bawah ekspektasi.
Tapi kan harapannya setelah dinilai di
bawah ekspektasi ada terjadi dialog
kinerja. Ada pertanyaan dari bawahan,
"Kenapa sih Bapak? Kenapa sih Ibu saya
dinilai di bawah ekspektasi?
Nah, itu harapannya terjadi dialog
kinerja di situ. Jadi, ee ketika ada
hambatan maka penyelesaiannya solusinya
adalah dialog kinerja. ini pasti di
dalam dialog kinerja itu akan terjadi ee
apa ee solusi-solusi ya, baik itu solusi
dari bawahan atau dari pimpinannya untuk
menghadapi baik itu tekanan dari sosial
budaya di lapangan, kemudian juga
tekanan ketika penyelesaian pekerjaan,
ketika kemudian terjadi hambatan di
dalam melaksanakan tugas.
Itu mungkin yang ee bisa saya ee
sampaikan terkait dengan generasi muda
itu memang tetap harus ada bimbingan
karena berdasarkan hasil penelitian ee
ketika tahun 2024 nggih sebenarnya
generasi muda ini yang saat ini mungkin
generasi Z ya itu sebenarnya adalah
bukan ee kalau dulu mungkin keteladanan
ya yang dibutuhkan tapi sekarang ini
adalah mereka butuh bimbingan dan
pendampingan
ini hasil riset di tahun 2024 terkait
apa yang harus dilakukan oleh para
pimpinan untuk menghadapi generasi Z
saat ini. Jadi bimbingan dan
pendampingan bukan lagi sekedar hanya
menjadi teladan.
Itu mungkin yang bisa saya sampaikan
Mbak Anisah
atas jawaban-jawaban dari pertanyaan
beberapa sobat TSN yang sudah bergabung
di sini. Untuk semua yang sudah bertanya
ya, jangan lupa untuk kirimkan kontak
person-nya untuk memudahkan kru kami
untuk mengirimkan souvenir persamaan
dari BBSEM Provinsi Jawa Timur. Baik, Bu
Dina boleh dong untuk penutupnya ee
memberikan closing statement sedikit aja
untuk Sobat ASN.
Baik ee
para sobat ASN karena saat ini mau tidak
mau adalah cor valu kode etik, kode
perilaku kita adalah nilai berakhlak.
Jadi harapan saya ee para sobat ASN
tidak bosan-bosannya untuk selalu meng
apa ya menginternalisasi di dalam diri
masing-masing bahwa kode etik dan kode
perilaku ini tetap harus dilaksanakan,
dilakukan seban apapun tetap harus ee
apa namanya? Harus tetap di dijalankan.
Karena mau tidak mau ketika kita sudah
ee istilahnya disumpah ya disumpah
sebagai ASN maka kemudian kode etik kita
itu adalah berakhlak ini dan itu harus
menjadi panduan kita dalam menjalankan
tugas sehari-hari.
Itu mungkin Mbak Anisa. Baik, terima
kasih banyak Bu Dina atas insight yang
telah diberikan di hari ini. Sehat
selalu Bu Dina. kami persilakan untuk
kembali melanjutkan keedule berikutnya.
Sampai jumpa di lain waktu.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Makasih Mbak
terima kasih.
Baik sahabat TSN baru materi dari
narasumber pertama baru Bu Dina nih yang
memberikan materinya. Masih ada dua
materi lagi dan masih ada beberapa
sovenir lagi yang akan kami bagikan
untuk penanya aktif selama webinar ASN
belajar seri 47 tahun 2025 ini
berlangsung. Jadi jangan ke mana-mana,
tetap bersama kami di ASN belajar seri
47 tahun 2025.
meneguhkan kembali employer branding ASN
Bangga Melayani Bangsa adalah topik yang
diangkat dalam webinar ASN belajar seri
47 tahun 2025 kali ini. Dan di segmen
ini waktunya kita untuk mendengarkan
materi dari narasumber kita yang kedua.
Beliau adalah asesor SDM aparatur ahli
utama BKD Provinsi Jawa Timur. Mari kita
sambut bersama dengan tepuk tangan kita
semua, Bapak Anom Surano, S.H., M.Si.
Asalamualaikum, Pak Anom.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Merdeka.
Merdeka. Bagaimana kabarnya Bapak hari
ini?
Sehat walafiat. Alhamdulillah.
Waduh. Ini boleh diceritakan dong
aksesoris yang sedang dipakai di kepala,
Pak? Kayaknya menarik sekali, Pak.
Ya, saya mau saya pakai ee Citra Bangsa
dari Kota Surabaya. Ini udeng khas
Surabaya. Kalau ngeremo pakai ini.
Wow. Udengk Surabayo ya. Ini untuk sobat
TSN yang dari luar Surabaya bergabung di
sini. Nah, ini dia nih ciri khasnya
Suroboyo.
Oke, baik, Pak Hanom. Di hari ini ee
materi apa nih yang akan di-share ke
sobat ASN semua?
Ya, saya ingin menyampaikan ke
sahabat-sahabat ASN tentang kenapa kita
harus membangun citra ya, citra yang
baik, branding ASN yang ee positif untuk
apa itu? Nah, itu yang akan kita bahas
bersama. Oke. Membangun citra
pencitraan. Tapi tidak tidak hanya
sekedar citra ya, Pak ya.
Branding saya lebih ke branding.
Oke. Baik. Untuk sahabat TSN yang ingin
bertanya kepada Pak Anom nanti silakan
dikip dulu pertanyaannya karena sesi
tanya jawab akan kami buka setelah Pak
Anom selesai menyampaikan materinya. Dan
untuk Pak Anom penyampaian materi waktu
yang kami berikan adalah 45 menit.
Kemudian nanti akan ada sesi tanya jawab
tersendiri bersama dengan Sobat ASN
semua. Monggo silakan Bapak.
Baik, terima kasih Mbak Anisa. Luar
biasa pagi hari ini saya diberi
kesempatan untuk berinteraksi dengan
sahabat-sahabat ASN,
adik-adik,
sahabat, teman. Terima kasih Mbak Adina
sudah ee me-refresh kita semua juga.
Bapak Biasworo,
Pak Wi.
Selamat pagi.
Izin saya akan share screen saya.
Suara saya jelas ya?
Jelas Bapak.
Baik.
Mengapa kita harus
ee membranding
diri
personal branding maupun corporate
branding?
Seringki orang jumbuh. Kenapa kita perlu
melakukan
branding ASN ini? Kan ASN ee rutin aja
sudah cukup
kan begitu kan cukup dengan apa yang
sudah kita lakukan. Nah, ternyata bukan
begitu jawabannya.
Kita lihat sekarang bahwa
branding ASN itu sangat penting oleh
karena
untuk meningkatkan citra dan reputasi
ASN sebagai pelayan masyarakat yang
profesional,
berintegritas, dan berdedikasi.
Ini adalah tentang bagaimana kita
memandang diri kita sebagai ASN dan
bagaimana masyarakat memandang kita.
Nah,
kita punya tanggung jawab yang besar
terhadap
ee branding kita karena ini terkait
dengan reputasi
tentang pelayanan kita kepada masyarakat
secara profesional.
Selain profesional juga harus punya
integritas
dan berdedikasi. Tanpa ketiga hal ini,
saya kira masyarakat tidak akan mengenal
kita. masyarakat tidak akan mau tahu
tentang kita dan kita tidak akan bisa
menjadi bagian dari masyarakat.
Kenapa itu penting? Menurut saya, kita
harus bisa membedakan antara
apa itu pencitraan,
apa itu promosi, apa itu e branding itu
sendiri.
Kalau promosi itu aktivitas untuk
meningkatkan minat terhadap satu produk
itu promosi ya. Itu perlu sosialisasi
juga
produk kita apa itu perlu dipromosikan,
perlu disampaikan kepada masyarakat
dalam rangka untuk masyarakat itu kita
bujuk berafiliasi.
Ini kita bujuk bukan kita membujuki ya.
kita bujuk itu kita merayu
itu promosi agar orang berafiliasi.
Kalau pencitraan itu upaya untuk
memelihara reputasi itu agar tetap
menarik. Jadi upaya untuk memelihara
reputasi agar tetap menarik. Sedangkan
branding
yang kita bahas pada pagi hari ini itu
lebih sebagai proses
proses menciptakan dan memelihara citra
itu sendiri dan identitas kita sebagai
ASN, aparatur sipil negara. Nah, karena
itu sebuah proses maka beda
pendekatannya dengan promosi dan
pencitraan. Pencitraan bisa sekali
gebyar selesai pertanggungjawabannya
bisa orang kecewa, bisa orang senang,
bisa orang peduli. Kalau promosi orang
bisa berafiliasi. Setelah itu ee
keputusan ada pada ee masyarakat.
Jadi
apa ee pertemuan pertama begitu menggoda
selanjutnya terserah Anda. Nah, itu
promosi.
Kalau branding ini sebuah proses di mana
untuk menciptakan dan memelihara citra
itu sendiri dan identitas ASN. Nah,
inilah makanya perlu
gimana caranya agar ee citra atau ee
branding kita bagus.
Untuk apa sih ASN perlu branding?
Aturannya jelas Undang-Undang Nomor 20
Tahun 20 2023 tentang Aparatur Sipil
Negara dan Peraturan Pemerintah nomor 94
tahun 2021 yaitu untuk meningkatkan
kepercayaan masyarakat terhadap aparatur
sipil negara. Kepercayaan itu dibangun
tidak sehari du hari, setahun, 2 tahun,
tapi sangat berkepanjangan dan ini harus
dipelihara dan harus dijaga kepercayaan
masyarakat terhadap ASN.
Kemudian yang kedua, meningkatkan
motivasi dan kinerja ASN jika kita
beranjak pada peraturan perundangan yang
berlaku. Gimana caranya ee kita bisa
meningkatkan kinerja? tadi disebutkan
oleh Ibu Adina ada reward and
punishment, kemudian ada
eh penghargaan, ada salerah nanti
sebentar lagi ada single salary dan
sebagainya. Kemudian meningkatkan
kualitas pelayanan publik ini untuk
menjaga branding ASN. Pelayanan publik
menjadi sasaran utama ketika kita
dipercaya untuk menjadi bagian dari
pemerintahan ini. Karena bagaimanapun
juga pelayanan publik itu adalah e iku
kita di dalam menjalankan aktivitas
sebagai ee birokrasi.
Seorang birokrat
tujuannya adalah dalam rangka
peningkatan kualitas pelayanan kepada
masyarakat.
Yang selanjutnya yang keempat itu adalah
meningkatkan citra dan reputasi SN itu
sendiri. Mengapa itu citra penting? Tadi
saya katakan bahwa citra itu adalah
upaya memelihara reputasi agar tetap
menarik. Itu citra harus tetap dijaga.
Kemudian reputasi kita harus juga
dipelihara.
dipelihara artinya ada pengembangan,
ada pembelajaran.
Ee
acara seperti ini adalah dalam rangka
meningkatkan reputasi kita sebagai
aparatur sipil negara. Aturannya jelas
di dalam
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003
tentang Aparatur Sipil Negara dan juga
Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun
2021. Nah, gimana caranya?
agar branding ASN ini tetap terjaga.
Cara paling jitu saya mencatat ada enam
hal yang harus diperhatikan. Jadi, citra
ASN yang baik penting untuk membangun
kepercayaan publik, meningkatkan
kualitas pelayanan publik, serta menjadi
teladan bagi masyarakat dalam
pembangunan nasional.
Ini cara jitu kita untuk meningkatkan
branding ASN adalah saya mengusulkan
pada pertemuan
hari ini
adalah
pertama adalah kompetensi.
Mengapa kompetensi penting? Ya, ASN
harus memiliki kompetensi yang sesuai
dengan kebutuhan masyarakat.
Masyarakat membutuhkan apa? dan
pemerintah harus menyiapkan tenaganya ee
dengan tenaga yang ada itu untuk bisa
memenuhi keperluannya.
Kompetensi ini sudah diatur sedemikian
rupa sehingga ee kita paham kalau kita
lihat ee di dalam
aturan yang berlaku di Permenpan
ee 38 itu mengatur dengan jelas tentang
sistem kompetensi di ASN. Tujuannya
adalah untuk ee citra ataupun ee
branding kita semakin bagus.
Jadi inilah ee pentingnya kompetensi,
uji kompetensi.
Kemudian kita melakukan evaluasi
kinerja. Itulah dalam rangka menjaga
atau memelihara kompetensi ASN.
Yang kedua tentang integritas. ASN harus
memiliki integritas yang tinggi dan
berdedikasi untuk melayani masyarakat.
Arah tujuan kita adalah pelayanan
publik. Masyarakat harus dipuaskan
oleh kinerja kita sehingga kita bisa ee
menjadi bagian dari mereka dan mereka
menjadi bagian dari kita.
Yang ketiga, transparansi. ASN harus
transparan dalam menjalankan tugas dan
tanggung jawabnya. Oleh karena
transparansi ini sebuah kebutuhan di
negara demokrasi.
Kenapa seperti itu? Keuangan negara
tidak hanya dipertanggungjawabkan,
tetapi juga dipertanggungkan.
setiap pengeluaran, setiap penggunaan
uang negara harus ee
dipertanggungjawabkan dan dipertanggung
gugatkan terhadap hal-hal yang ee
menyalahi kewenangan atau menyalai
penggunaan keuangan negara. Nah, inilah
ee kita bisa meningkatkan branding ASN.
Yang keempat itu partisipasi masyarakat.
Artinya
dengan setiap keputusan kita, masyarakat
harus diajak berbicara,
tidak boleh top down, tetapi masyarakat
harus menjadi bagian daripada ee setiap
kebijakan kita. Mengapa seperti itu? Ya,
kita sudah terlanjur mengambil negara
demokrasi.
Demokrasi menuntut kita untuk
partisipasi.
Dengan melibatkan masyarakat berarti
demokrasi partisipatoris berjalan
sehingga ee masyarakat menjadi bagian
dari setiap kebijakan, setiap pelayanan
yang kita lakukan. Maka saya tertarik di
ee Kota Blitar pada saat itu ada sebuah
puskesmas mengadakan citizen Charter
namanya Dr. Dharma kalau enggak salah di
Bendo apa di daerah kota sana dia
melakukan ee citizen charter kesepakatan
dengan masyarakat seperti apa pelayanan
di Puskesmas itu dan itu menjadi role
model di beberapa daerah sehingga ada di
daerah Buncu itu ee bersepakat antara
masyarakat dengan Puskesmas itu bukanya
tidak pagi tapi siang karena kalau pagi
mereka ke sawah. Nah, tidak dia enggak
bisa ke ngantar ke rumah sakit atau ke
puskesusmas sehingga dia buka pada siang
hari. Nah, inilah disebut sebagai
demokrasi participatoris.
Yang kelima, untuk bisa meningkatkan
branding ASN salah satunya adalah
inovasi.
ASN harus berinovatif menjalankan tugas
dan tanggung jawabnya. Dia dituntut
kreatif. Kemudian dengan inovasi maka ee
kita akan bisa melakukan pelayanan yang
prima, pelayanan yang baik. Mengapa
begitu? Karena dengan inovasi pelayanan
menjadi presisi.
Teman-teman di kepolisian presisi itu
sangat penting, akurat, aktual.
tepat. Nah, itu
itulah inovasi. Jadi, ada cara-cara kita
agar pelayanan kita efisien dan efektif.
Itu salah satu upaya kita dalam
pelayanan.
Maka inovasi dibutuhkan di dalam setiap
segi ee pelayanan kita kepada
masyarakat.
Yang keenam, disiplin.
Bu Adina tadi sudah menyampaikan betapa
pentingnya absen. Kita ini sangat masih
ee sederhana banget diukur dengan
disiplin. Masuknya jam berapa, pulangnya
jam berapa. Maka kemarin ada ada
anekdot begini. Kita itu sering masih
704 loh. Kok 704?
Masuk jam .00 terus kosong pulang jam
.00. absennya jam .00. Nah, ini yang
sering jadi ee pergunjingan kita.
Padahal disiplin adalah kewajiban kita
untuk mewujudkan tata kelola
pemerintahan yang baik dan profesional
ya lewat disiplin ini. Dengan disiplin
kita akan bisa ee menjalankan tugas
dengan baik dan bertanggung jawab
terhadap
pekerjaan yang ee tugas yang dibebankan
kepada kita. Nah,
keenam cara ini saya kira harus kita
kembangkan sebagaimana
peraturan perundangan yang tadi
ditetapkan
baik itu di dalam Undang-Undang Nomor 20
Tahun 2023
juga Peraturan Pemerintah Nomor 94 tahun
2021. Nah, dasar hukum inilah yang harus
kita perkuat sehingga kita bisa
menjalankan padangka
meningkatkan branding ASN yang tadi saya
katakan sebagai proses ya, proses ee
menciptakan dan memelihara
identitas kita sebagai ASN.
Nah,
wah tugasnya kok berat banget, Pak. ini
seringki ee mendengar keluhan
teman-teman kita ya itulah ee ASN. ASN
memiliki beban dan tanggung jawab untuk
bangsa dan negara. Dan ini ee mengapa
kita harus
bangga dengan beban yang ee seperti yang
saya katakan tadi untuk melayani bangsa
ini?
ASN harus bangga melayani bangsa karena
itu adalah profesi mulia dengan peran
vital di dalam pembangunan negara dan
pelayanan publik serta memberikan
kesempatan untuk berkontribusi secara
nyata, mengembangkan diri dan menjaga
persatuan bangsa. Ini alasan kita
mengapa harus bangga melayani bangsa
ini. Pertama, kita digaji, dibayar dari
uang pajak yang dikumpulkan dari
masyarakat.
Catatan saya menyebutkan antara 60
sampai 82%
biaya operasional pegawai
itu diambilkan dari pajak.
Artinya bahwa ee masyarakat sudah
berkontribusi
untuk kesejahteraan kita. Masyarakat
sudah memberikan ee
kewajibannya
untuk pengembangan kita.
untuk
segala perjalanan dinas kita juga
profesi kita bisa lebih baik dengan
tugas belajar, peningkatan kapasitas dan
lain sebagainya. Nah, ini harus kita
sadari bersama
bahwa pendapatan kita, TEGOMB kita itu
dibayarkan
dari pajak masyarakat dan pengembalian
kita bentuknya adalah yang enam hal
tadi. Salah satunya adalah dengan
pelayanan yang baik kepada pemberi
pajak. Ini saya kira satu hal yang perlu
kita sadari bersama.
Kenapa kita harus bangga melayani bangsa
ini? Ada kepastian karir di sini. Tadi
saya sebutkan tentang kompetensi,
integritas dan sebagainya.
Kemudian disiplin itu berkaitan dengan
kepastian karir. Ini bisa dicapai
melalui manajemen talenta, pola karir,
berstruktur yang berfokus pada
kompetensi dan kinerja. Saya kira itu
mengapa kita harus bangga melayani. Ada
kepastian karir, ada merit system yang
dikembangkan oleh pemerintah ini, oleh
bangsa ini. Sehingga kita ee tidak lagi
like in dislike, tetapi memang mereka
yang berkemampuan, yang berkompetensi
yang bisa menjalankan atau mengembangkan
karirnya.
Yang ketiga itu kehormatan.
Nah,
mengapa kok ada kehormatan? Kita
dipercaya sebagai penyelenggara
pemerintahan dan berkesempatan melayani
masyarakat. Tidak semua orang diberi
kesempatan seperti kita. kita yang
sekitar 4 juta orang
seluruh Indonesia ini 4 juta
ASN baik itu PNS maupun P3K dan ee
tenaga lainnya itu ee dilibatkan
oleh negara dipercaya untuk
menyelenggarakan pemerintahan
ini luar biasa dari 286.643.300
306 orang di Indonesia ini kita ini
0,013.
Bayangkan 0,013%
dari penduduk ini yang diberi kesempatan
oleh negara sebagai penyelenggara
negara, penyelenggara pemerintahan
dan berkesempatan untuk melayani
masyarakat. Tidak semua orang diberi
kesempatan seperti kita.
Maka inilah yang
ee harus kita banggakan sebagai seorang
ASN. Kita tetap ee diberi kemudahan oleh
negara ini. Ada kepastian karir, ada
gaji, ada pendapatan, lain-lain dan
sebagainya. Tapi yang terpenting menurut
saya adalah kehormatan. menjadi ASN
adalah kehormatan
sebagai warga negara
meskipun melalui proses-proses yang
panjang. Saya kira ini hal yang tidak
mudah bagi kita ASN untuk bisa ee bisa
mengembangkan karir seperti di negara
Indonesia ini. Nah,
itu beberapa hal yang ingin saya
sampaikan pada kesempatan pagi hari ini.
Ee saya mengutip
pesan
seorang tokoh besar
Presiden pertama kita Bung Karno
menitip pesan kepada kita pada saat
pembentukan kantor urusan pegawai.
Sebelum jadi BKN dulu namanya kantor
urusan pegawai. Pada tahun 1950
beliau mengatakan
bahwa pegawai harus menumpahkan segala
kekuatan jiwa dan raga untuk keselamatan
negara Republik Indonesia. Ya,
jadi menumpahkan segala kekuatan sumber
daya
baik itu pikiran, hati,
maupun tenaga
untuk keselamatan negara Republik
Indonesia ini dan hanya boleh mematuhi
perintah dari pemerintah republik.
Jangan mematuhi
ee perintah dari pemerintah lain. Itu
gak boleh. Ini pesan beliau pada tahun
1950 kepada
eh dulu namanya Pamong, sebelumnya
menjadi amtenaren of the rechten. Ya.
Kemudian kenapa ini penting saya
sampaikan?
Karena sebagai ASN harus tegak lurus
kepada ee pemerintah negara Republik
Indonesia yang sah dan kita harus tetap
ee menjunjung tinggi akan kedaulatan
bangsa
dan pemerintah Indonesia yang sah ini.
Jangan
toleh kiri, toleh kanan, tapi tegak
lurus. itu perintahnya
ee awal kita ketika republik ini baru
bisa memberi ee pendapatan pada saat
itu. Karena pada tahun-tahun awal itu
ASN atau PNS itu pendapatannya sangat e
tidak menentu. Tetapi baru tahun 1950
itu beli
meskipun terbatas. Itulah beberapa hal
yang perlu saya sampaikan pada pagi hari
ini. Kita akan lebih banyak berdiskusi
tentang idealisme, tentang ASN sehingga
kita bisa ee bekerja dengan baik.
Maka
yang menjadi
pokok poin saya tetaplah semangat
melayani masyarakat.
meneguhkan kembali employment banding
ASN adalah upaya yang terus-menerus
saya katakan proses ya
berarti ada berkelanjutan.
Kita baru bekerja sama untuk
kita harus bekerja sama untuk
meningkatkan citra dan reputasi aparatur
sipil negara sebagai pelayan masyarakat
yang profesional, berintegritas, dan
berdedikasi.
Mari kita katakan bangga melayani
bangsa.
Saya kira itu ee yang perlu saya
sampaikan pada pagi hari ini untuk bisa
memprovokasi teman-teman agar ee ada
semangat pelayanan yang luar biasa.
Terima kasih. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Pak Anom atas
materi yang sudah disampaikan
ya. Semoga semua sobat ASN di sini
merasa lebih bangga lagi nih melayani
bangsa. Baik dan sekarang waktunya sesi
tanya jawab kita buka bersama dengan Pak
Anom pastinya. Silakan sobat ASN yang
bergabung lewat Zoom meeting, silakan
gunakan fitur raise hand dan yang
bergabung lewat YouTube channel BBSDM
Jatim TV langsung saja tuliskan ee
pertanyaannya lewat kolom live chat.
Baik, yang sudah bergabung di sini kita
sapa terlebih dahulu. Selamat pagi.
Selamat pagi, Mbak.
Pagi. Dengan Bapak siapa?
Dengan Haryadi dari SMAP, Bu.
Oke, Pak Haryadi. Dari instansi mana
Bapak?
dari Kecamatan Pemas Lembu, Pak Sum.
Oke. Baik, silakan Pak Haradi
pertanyaannya.
Oke, terima kasih, Mbak. Ee mohon izin
Bapak ee tadi untuk meningkatkan
profesional, berintegritas, berdedikasi
ee kita sebagai aparatur sipil negara
harus mempunyai kompetensi integritas,
transportasi dan partisipasi serta
inovasi dan disiplin. Untuk itu ee kita
Pak ee di Kecamatan Masa Lembu itu kan
terdiri dari tiga pulau.
ee kita sudah melakukan ee apa namanya
pelayanan buat masyarakat itu yaitu
sikapal data paten Massa Lembu, Pak.
Iya.
Ee tapi ee dengan metode ee WhatsApp
yang sangat sederhana tapi tepat. Nah,
ee kita sudah melakukan itu semua untuk
pelayanan di masa Lembu karena ee
perjalanan dari pulau satu ke satunya
itu, Pak membutuhkan waktu 5 jam. Untuk
itu ee
apa namanya Pak? Kita butuh dukungan
dari pemerintah kabupat ee kabupaten
maupun provinsi. Karena di pulau kami
ini, Pak, sampai hari ini belum ada
jaringan listrik ee dan juga ee provider
yang masuk ke pulau kami itu hanya dari
Telkomsen, sedangkan ee provider yang
lain belum masuk. Jadi untuk pelayanan
internet ee kadang-kadang memang ee
sangat ee krusial sekali, Pak. Ee
maksimal. Untuk itu ee pertanyaan kami,
Pak ee
apa namanya aplikasi WhatsApp ini ee
sangat sederhana tapi tepat guna. Ee
mohon dukungannya ee bagi masyarakat
Masa Lembu khususnya agar pelayanan di
Masa Lembu ee bisa tercapai dengan
maksimal. Ee untuk itu ee yang saya
tanyakan kiat-kiat apa saja ee yang bisa
kita lakukan sebagai aparatur sip negara
karena ee yang kita lakukan semua itu
untuk masyarakat Mas. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Baik, langsung saya jawab Mbak Nisa.
Iya Bapak silakan bisa langsung dijawab
Pak.
Mas Haryadi, Masa Lembu Sumenep asli
sana atau pendatang
ya?
Siap. Ee kita pendatang, Pak. Kita
pejabat dari kabupaten, ditugaskan di
masa lembu.
Waduh, itu sudah menunjukkan integritas
itu
ya. sudah bisa
ee memberi arti untuk bangsa dan negara
ini. Nah,
saya
ya memang salah satunya memang
mengusulkan kepada pemerintah terdekat
mengusulkan agar ee
adanya dukungan mungkin daerah daerah
situ blank spot gitu ya sehingga perlu
ada ee penguatan sinyal karena itu
biayanya tidak sedikit memang perlu ada
usulan ulan
ya. Ada ada tiga cara saya kira. Yang
pertama itu memang lewat ee pemerintah
kabupaten ya. Kemudian bisa juga lewat
ee Pemprop dalam hal ini mungkin di
Kominfo atau apa. Kemudian yang ketiga
jangan lupa
ee
panjenengan kan punya wakil rakyat di
situ ya. ya barangkali
barangkali ee
bisa lewat ee program sinergitas gitu ya
sehingga ee
wakil rakyat dari dapil itu bisa punya
komitmen juga kepada ee teman-teman di
Kecamatan
ee Masa Lembu
karena Anda sudah menunjukkan dedikasi
dan integritasnya
bekerja jauh dari keluarga.
Keluarganya ikut apa gak, Pak? Hari
oh enggak gak ikut. Wah, ini kan
ee pengorbanan yang luar biasa. Tapi
kinerjanya perlu didukung dengan
fasilitas yang ada. Saya kira ada tiga
poin itu ee bisa mengusulkan, membuat ee
usulan proposal atau apa namanya.
Kemudian diketahui oleh camat setempat,
dikirimkanlah ke e Pemkap
atau ke Pemprop atau melalui ee wakil
rakyat yang mewakili di masa lembu dari
partai apa gitu yang yang terpilih di
Dapil itu.
Nah, itu minta agar ee program
sinergitasnya bisa ke ee masa lembu
sehingga ee kontribusi
wakil rakyat itu juga terlihat di situ.
mungkin daerah ee jadi ee bukan dari
uangnya dia tetapi haknya itu yang ini
bisa ee melalui
ee teman-teman dewan
lewat ee sinergitas atau ee apa ya
namanya yang ya kalau dulu ada pokir
sekarang sudah enggak ada pokir ya.
ee ee hasil resesnya disampaikan
kemudian menjadi aspiratornya
sehingga dia bisa menyampaikan kepada ee
pemerintah. Saya kira tiga cara itu bisa
ditempuh ya. Terima kasih Pak Haradi
Sumenep Masa Lembu.
Terima kasih Pakadi atas pertanyaannya.
Baik sahabat TSN yang bergabung di Zoom
meeting. Adakah yang ingin bertanya
lagi? Silakan langsung gunakan fitur
rais hand. Sambil menunggu saya ingin
membacakan yang sudah bertanya lewat ee
live chat di BPSDM Jatim TV karena
memang Bapak yang bergabung di sini
karena mungkin yang di Zoom meeting-nya
full ya. Ini teman-teman ada juga yang
streaming lewat YouTube channel-nya
BPSDM Jatim TV. Saya bacakan
pertanyaannya ya, Pak.
Ya,
yang sudah bertanya di sini adalah
@rignosulistio
3461. Aduh, susah ya namanya ya. Baik.
Eh, izin bertanya, bagaimana branding
dapat membantu ASN meningkatkan
transparansi dan akuntabilitas?
Itu pertanyaan dari Bapak Ari. Monggo
silakan Pak Anom bisa langsung dijawab.
Baik,
terima kasih Mbak Ari. Namanya sulit
Bapak ini Pak Ari, Pak.
Pak Ari ya?
Iya.
Oke, Pak Ari matur nuwun ee
pertanyaannya. Jadi gini,
ASN itu harus menjaga transparansi.
Karena tadi itu transparansi ini adalah
bentuk dari tanggung jawab dan tanggung
gugat kita terhadap pemanfaatan dan
penggunaan keuangan negara.
Karena transparansi menjadi sebuah
tuntutan kepada kita terhadap
masyarakat. Karena pemanfaatan dan
penggunaan keuangan negara itu harus
dipertanggungjawabkan. Nah, gimana
caranya Anda bekerja sesuai dengan tugas
dan pokoknya? menjalankan tidak
melenceng dari apa yang sudah
direncanakan
kemudian dipertanggungjawabkan jangan
terlambat membuat SPJ sehingga
menghambat yang lain. Ya, itu ee saya
kira ee tidak menunda pekerjaan,
pertanggungjawaban keuangan. Jangan
nunggu numpuk dulu. Bila perlu sudah
selesai, selesai perjalanan dinas.
begitu nyampai silakan langsung membuat
laporan. Saya kira itu transparansi akan
ter ee terbuka dan dari situlah ee kita
punya integritas terhadap bangsa dan
negara ini. Oleh karena setiap rupiah
yang dikeluarkan oleh negara itu
dipertanggungjawabkan secara benar. Saya
kira itu ee bagus Pak Asari.
Jadi gimana caranya? Ya, itu tadi jangan
menunda pekerjaan.
Kalau itu memang harus segera
diselesaikan, selesaikan pada bulan ini
sehingga tidak menghambat pada kegiatan
yang lain sehingga pencairan itu bisa
berkembang.
Nah, itulah ee menurut saya transparansi
yang perlu kita kembangkan. Di samping
tanggung jawab juga ada tanggung gugat.
Jadi kalau ada orang tanya kok bisa ee
BPK minta agar ada
dokumen-dokumen yang ee mendukung
kegiatan ya kita sediakan untuk
kepentingan itu karena memang keuangan
negara itu dipertanggung gugatkan. Saya
kira itu Pak Mas Ari. Terima kasih.
Baik terima kasih jawabannya Pak Anom.
Pak Ari sudah cukup ya. ini tadi e Ari
Novrico S. Begitu dari instansi mana?
Bisa dichat lagi ya, Pak ya. Kemudian
juga untuk ee kontak person-nya nanti
bisa di-share ke teman-teman kru dan
masih ada pertanyaan lagi. Sebenarnya
ada banyak Pak yang bertanya di sini
cuman ee saya pilih satu pertanyaan lagi
aja ya.
Oke.
Sip. Yang bertanya ini yang baru saja
bertanya ada @ Arif Faturrahman. Izin
bertanya. Kondisi ASN saat ini di mata
masyarakat sudah berbeda dari masa
lampau. Bagaimana caranya membangun
branding ASN yang positif di kondisi
saat ini? Apalagi kondisi Indonesia yang
sedang ee kacau balau, sedang banyak
bencana di mana-mana. Bagaimana kami ee
teman-teman ASN ini membranding eh citra
yang positif? Silakan, Pak Anom.
Baik, terima kasih Mas Arif. Dari mana
tadi ya? tidak ada ee tidak ditulis Pak
dari instansi mana, cuma namanya saja.
I Mas Sarif
memang ini ee situasi yang ee menuntut
kita untuk
kuat dan harus bersama-sama ee
memperbaiki
ee citra diri kita, branding kita di
tengah-tengah masyarakat.
ee teman-teman kita itu ee kemarin
berdiskusi,
"Wah, kondisi kita ini agak berat, Pak
Nom. Kenapa kita ini sedang posisi tidak
dipercaya,
diawasi
ya gitu katanya. Terus wis enggak
diperco diawasi.
ee masih juga kita mendapat ee beban
yang berat seperti ini. Jadi kondisi
saat ini dengan peristiwa-peristiwa yang
kita alami ini yang menuntut kita untuk
bisa ber berada pada ee jalur yang
benar.
tidak semuanya ee ASN itu
ingin apa ya ee memperkaya diri dengan
tidak benar, tetapi
itu adalah oknum. Nah, jadi kondisi yang
seagak berat ini apalagi nanti di ee di
fiskal kita yang mulai agak ee menurun
oleh karena banyak hal yang harus
dikerjakan, banyak hal yang harus
diprioritaskan.
sehingga mungkin ee sebagian dari kita
akan mengalami ee sedikit mungkin TPP
atau tugin kita akan ee berkurang oleh
karena kegiatan kita yang juga berkurang
terutama di perjalanan dinas. Nah,
ini yang perlu kita sikapi bersama. kita
harus komitmen. Hanya komitmen yang bisa
menjaga dan memelihara kapasitas kita
dan integritas kita. Tanpa komitmen kita
akan kesulitan
bahwa dengan segala apa yang kita punya
itu, kita bisa melaksanakan tugas dengan
baik, pelayanan masyarakat tetap jalan.
Kemudian ee kita bisa
mempertanggungjawabkan semua ee keuangan
yang dipercayakan kepada pemerintah ini
dari negara kepada pemerintah ini secara
baik. Nah,
ini yang ee PR kita bersama. Para
pemimpin juga memikirkan itu. Bagaimana
kita bisa
meningkatkan bahkan ee menjaga
branding kita, citra positif kita kepada
masyarakat ya, hanya lewat pelayanan
publik dan kita tidak lebih
menyengsarakan pada masyarakat. Kenapa
itu penting?
kebijakan yang kita ambil kalau itu
salah sedikit itu akan membuat
penderitaan di masyarakat.
Contoh begini,
ketika kita mau menggusur PKL di pinggir
jalan misalnya, karena itu memang untuk
kepentingan masyarakat dan tidak boleh
ee orang terganggu
jalannya lalu lintas itu, maka orang
yang sebenarnya tidak miskin karena
begitu dia digusur dan dialihkan atau
tidak boleh bekerja, dia langsung
menjadi miskin.
Nah, ini kan karena kebijakan kita. Nah,
maka kita harus memikirkan bagaimana
caranya dia tetap bisa berusaha meski
meskipun di tempat itu tidak boleh lagi.
Nah, ini kita harus pandai-pandai
mencari solusi untuk kepentingan
masyarakat itu. Nah, inilah yang
dibutuhkan oleh masyarakat terhadap ya
peran kita sebagai ASN yang
berintegritas, ASN yang ee memiliki
ee jiwa kebangsaan ini agar kita bisa
hidup saling bergandengan tangan apapun
dan bagaimanapun kita adalah bagian dari
masyarakat itu sendiri dan kita ee
mendapatkan ee pendapatan juga dari
masyarakat lewat ee ee pajak yang mereka
bayar. Nah, itu saya kira Mas Arif.
Jadi, kondisi ini memang kondisi yang
membutuhkan kita. Kita waktunya
berperan, waktunya kita bertindak untuk
ee sesuatu yang penting bagi negara dan
bangsa ini. Saya kira itu Sari.
Baik, terima kasih Pak Anom atas
jawabannya dan untuk sobat yang sudah
bertanya mohon maaf ya kalau
pertanyaannya belum bisa dibacakan di
sesi ini. Tenang aja nanti masih ada
sesi tanya jawab untuk pemateri yang
ketiga. Dan untuk Pak Anom boleh dong
kasih closing statement untuk
teman-teman sobat semua.
Saya mau kasih pantun aja ya untuk
teman-teman ya.
Boleh. Nanti bilang cakep ya. Ya, pergi
ke pasar membeli unggas
cakep.
Dipelihara di pinggir desa
cakep.
Ayo ASN bergerak lugas
cakep.
Mangga melayani bangsa.
Wow,
luar biasa. Terima kasih Pak Nom. Ini
pantunnya lebih menyemangati sobat ASN
semua ya untuk lebih bangga lagi
melayani bangsa. Terima kasih, Pak Anom
atas materinya. Sehat selalu Bapak.
Silakan kembali melanjutkan ke schedule
berikutnya.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Baik, sahabat ASR. Luar biasa. Waduh,
saya harus cari-cari pantun nih. Lumayan
nih buat closing ya. Enggak mau kalah
sama Pak Anom. Oke. Baik. Masih ada satu
pemateri lagi yang akan kami hadirkan
untuk sobat TSN semua di segmen
berikutnya. Jadi jangan ke mana-mana,
tetap bersama kami di ASN Belajar seri
47 tahun 2025.
Baik, Sobat ASN, terima kasih sudah
setia bersama kami di ASN Belajar Seri
47 tahun 2025. Dan di sekret ini
waktunya kita bersama-sama menyimak
materi yang akan disampaikan oleh
narasumber kita yang ketiga. Beliau
adalah Widya Iswara, ahli utama BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Mari kita sambut
bersama Bapak Ir. Biasworo Adi Suyanto.
AK, M.M.
Asalamualaikum.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Apa kabar, Pak?
Baik-baik, Bu Anisa, ngih. Luar biasa.
Semangat. Tetap semangat.
Alhamdulillah. Tetap harus semangat
dong, ya.
Semangat.
Oke. Baik, Pak Adi. Untuk kali ini ee
boleh dong segaris besar aja tentang
materi yang akan disampaikan kepada
sobat ASN semua.
Iya, Mbak. Mbak Anisa, untuk topik pada
pagi hari ini dalam webinar seri yang
ke-47
penekanannya adalah kepada best practice
ya,
employer branding ASN
terkhususkan untuk bagaimana kita
mengupayakan melakukan strategi
komunikasi, pelayanan publik dan
kepuasan kepada masyarakat. intinya
adalah di situ nanti akan kita sampaikan
secara detailnya.
Oke, semoga materi yang akan disampaikan
oleh Pak Adi ini mencakup ee informasi
yang tadi sempat ditanyakan nih, Pak.
Tadi untuk teman-teman yang bergabung
lewat YouTube channel BBS Jatim TV,
banyak sekali yang bertanya terkait
materi untuk hari ini. Tapi sayangnya
memang e keterbatasan waktu, jadi hanya
beberapa pertanyaan aja yang sampai
dijawab. Nah, ini semoga dengan materi
yang akan disampaikan oleh Pak Adi bisa
menjawab pertanyaan dari Sobat ASN
semua. Dan untuk sobat ASN yang nantinya
masih ingin bertanya lagi, silakan yang
menggunakan Zoom meeting boleh
menggunakan fitur rais hand ataupun yang
menggunakan eh YouTube channel yang
bergabung lewat YouTube channel BBS dan
MJIN TV silakan tuliskan pertanyaannya
lewat kolom live chat. Dan untuk Pak Adi
waktu untuk penyampaian materinya kami
berikan waktu 45 menit. Silakan, Pak
Adi.
Baik, terima kasih Bu Anisa Dewi yang
begitu luar biasa dari sesi pertama,
kedua, dan ketiga masih tetap semangat
inya luar biasa. Baik, asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita
semuanya.
Yang terhormat tadi narasumber yang
pertama yaitu Ibu
Adina Febriani, S. Mak yang dari Kepala
Biro Organisasi Setda Pemerintah
Provinsi Jawa Timur yang telah
memberikan pencerahan yang begitu luar
biasa kepada sobat ASN di seluruh
Indonesia. Kemudian yang terhormat juga
tadi narasumber yang kedua tentunya
Bapak Anom Surahno, S.H., M.Si. si yang
juga memberikan pemahaman kepada kita
dan beliau adalah sebagai asesor SDM
aparatur ahli utama BKD Provinsi Jawa
Timur yang yang tadi sudah menyampaikan
beberapa
keterkaitan dengan
keterkaitan dengan branding branding
branding employer ASN yang tadi sudah
disampaikan oleh Bapak Anom
Baik, untuk pada kesempatan yang
berharga ini, kesempatan yang berbahagia
ini ee saya akan mencoba untuk membahas
terkait dengan topik ee
mohon izin sebelumnya saya izin untuk
share screen nggih.
Apakah sudah terlihat?
Terlihat jelas, Pak.
Baik, terima kasih Bu Anisa.
Jadi pada pagi hari ini, pada
hari yang berbahagia ini saya ingin
mencoba untuk menyampaikan
hal yang terkait dengan best practice
employer branding ASN
yang tujuannya adalah untuk ee lebih
mengutamakan kepada strategi komunikasi,
pelayanan publik, dan kepuasan
masyarakat. Hal ini juga memang ee
selaras dengan tema besar yang sudah
diusung pada webinar webinar seri 47,
yaitu terkait dengan meneguhkan kembali
employer branding
ASN bangga melayani bangsa. ini yang
menjadikan topik yang menjadikan topik
yang sangat penting yang mungkin pada
pagi menjelang siang hari ini saya
mencoba untuk menyampaikannya kepada
Sobat ASN
karena kita tahu bahwa tadi sudah
disampaikan oleh Bapak Anom dan Bu Adina
bahwa saat ini ada era keterbukaan
informasi
yang begitu itu luar biasa. Di mana
citra ASN bukan hanya ditentukan
oleh jabatan oleh jabatan, tetapi tetapi
oleh ee cara kita bagaimana cara kita
melayani dan cara kita berkomunikasi.
Berkomunikasi tentunya dengan
masyarakat, dengan publik ya. ini yang
mendasari pada pagi hari ini saya
mencoba
untuk menyampaikan terkait dengan ee apa
namanya strategi komunikasi. Jadi untuk
ee pagi hari ini tidak kita tidak hanya
bicara terkait dengan teori, tetapi
lebih kepada praktik nyata yang bisa
secara langsung kita terapkan bagi sobat
ASN khususnya yang mengikuti webinar
pada
pagi hari ini.
Mengapa
employer branding ASN
itu kita anggap penting? Tadi juga sudah
disampaikan oleh
yang terhormat Pak Anom yang juga tadi
sudah menyampaikan bahwa pada dasarnya
tinjauan kami adalah bahwa ada beberapa
persepsi dari masyarakat atau publik
terhadap kita sebagai aparatur sipil
negara.
Hal ini adalah karena ee ini
mempengaruhi
ee kepercayaan citra ini sangat
mempengaruhi kepercayaan masyarakat
kepada pemerintah apabila kita tidak
melakukan upaya-upaya
best practice lah yang akan kita praktik
baiklah yang akan kita tunjukkan kepada
masyarakat. Yang kedua adalah bahwa ee
apa namanya? ee bahwa
branding eh employer branding ASN ini
juga dapat menentukan
kebanggaan masyarakat kepada negara
ketika seluruh aparatur sipil negaranya
telah melakukan praktik-praktik baiknya
dengan luar biasa sehingga akan
tertangkap oleh masyarakat dengan sangat
luar biasa. Yang kedua, yang ketiga juga
menarik dan tidaknya minat generasi muda
untuk menjadi ASN. Karena
karena terus terang saja bahwa bahwa
kita sebagai ee kita sangat membutuhkan
sangat membutuhkan
para generasi muda yang tentunya yang
memiliki kompetensi yang sangat luar
biasa itu memiliki minat yang sangat
besar. minat yang sangat besar untuk
mendaftarkan diri sebagai aparatur sipil
negara ini. Kalau tidak ditangkap secara
baik oleh generasi muda, oleh generasi
muda, maka maka ini akan berdampak bahwa
ee pemuda atau generasi muda generasi Z
ini juga tidak berminat, tidak berminat
untuk
apa namanya? melakukan upaya ee
melakukan upaya mengikuti rekrutmen yang
di yang disampaikan oleh pemerintah.
Nah, ini sangat disayangkan sekali
karena kita yakin bahwa pemuda-pemuda
kita yang memiliki kompetensi yang
sangat luar biasa itu juga bisa
memperkuat memperkuat birokrasi
pemerintahan di Republik Indonesia ini.
Kemudian juga ini dalam kerangka upaya
untuk meningkatkan legitimasi dan wibawa
birokrasi dengan adanya citra positif
yang di
yang dilakukan oleh seluruh aparatur
sipil negara tentunya akan berdampak
sangat luar biasa.
Kita menyadari bahwa di era media sosial
yang begitu luar biasa ini tentunya
ketika kita melakukan upaya pelayanan
buruk ini melayan pelayanan buruk ini
akan mudah sekali akan mudah sekali
ditangkap oleh masyarakat dan akan
diviralkan ya akan diviralkan dan akan
ee merusak citra dari ribuan ASN yang
ASN lainnya tentunya yang sebenarnya
tidak melakukan hal seperti itu. Ini
yang ini yang juga menjadikan penting
karena di era sekarang ini era
keterbukaan, era transformasi digital,
masyarakat itu semakin kritis ya.
semakin kritis dan mereka mudah sekali
ketika menangkap sesuatu hal yang tidak
baik yang dilakukan terutama di dalam ee
pelayanan atau cara berkomunikasi kita
sebagai aparatur sivil negara itu akan
mudah untuk diviralkan dan tentunya akan
berdampak sangat luar biasa terhadap ee
kepemerintahan kita. Inilah yang kita ee
harus kita upayakan. Ee sebaliknya kita
juga harus berupaya bagaimana agar
ketika kita
mensosialisasikan atau ee ada pelayanan
yang bagus, pelayanan yang tulus dari
aparatur simil negara ini juga bisa
menginspirasi jutaan orang gitu ya. Nah,
ini akan menumbuhkan kepercayaan bagi
masyarakat tadi yang seperti disampaikan
oleh Pak Anom. Nah, ini tentunya harapan
kita juga mengapa eh employer branding
aparatur sipil negara ini penting.
Perlu juga kami sampaikan sebenarnya apa
itu employer branding. Jadi, pada
dasarnya definisi employer branding itu
adalah citra reputasi dan pengalaman
yang dirasakan publik terhadap aparatur
sipil negara sebagai pelayan bangsa. ini
yang ditangkap oleh ee para para pabrik
ya, para masyarakat yang begitu peka
terhadap terhadap em perilaku dan sikap
yang dilakukan oleh seluruh aparatur
sipil negara. Beberapa hal citra dan
reputasi yang mungkin terbentuk itu dari
sikap dan perilaku kita sebagai aparatur
sipil negara dalam keseharian kita. kita
melakukan hal apa yang menjadikan
bidikan dari masyarakat apakah itu baik
atau buruk ini sangat tergantung
daripada kita sebagai aparatur sipil
negara. Cara kita memberikan pelayanan
ini kan juga menjadikan kualitas
daripada pelayanan ini akan menjadikan
citra dari aparatur sipil negara yang
kurang baik ketika kita memberikan
memberikan pelayanan yang kurang
optimal.
Kemudian juga cara kita berkomunikasi
ini juga sangat penting karena
masyarakat juga akan menilai kepada kita
sebagai pelayanan publik. Karena tugas
aparatur sipil negara selain sebagai
pelaksana kebijakan pelayanan publik
juga sebagai perekat dan pemersatu
bangsa. Sebagai pelayanan publik
tentunya kita sebagai apartur sipil
negara tentu menyikapi cara
berkomunikasi kita ini juga ee ee harus
ditangkap oleh masyarakat dengan baik.
Kemudian cara kita bersikap di media
sosial ini juga penting sekali. Kita
jangan memprovokasi hal-hal yang mungkin
itu ee berita hoa dan sebagainya yang
bisa menimbulkan konflik itu yang kita
batasi. Tentunya hal-hal yang positiflah
yang harus kita kita sosialisasikan
melalui media sosial sebagai branding
kita, sebagai branding aparatur sipil
negara. terutama tadi seperti yang Bu
Adina tadi sampaikan terkait dengan
nilai-nilai berakhlak dan juga
responsivitas dan empati kita ini juga
akan di ee apa namanya akan dipantau
oleh masyarakat.
Itu sebabnya eh employer branding ASN
ini sangat penting kita kedepankan. Ada
beberapa contoh sebagai employer
branding ASN, yaitu upaya membangun
citra instansi pemerintah sebagai tempat
kerja yang dipercaya, dibanggakan, dan
diminati oleh masyarakat serta calon
talenta terbaik. Ada beberapa contoh
mungkin yang bisa kita sampaikan kepada
sobat ASN di seluruh Indonesia. Yang
pertama adalah kampanye bangga melayani
bangsa. Sebagaimana topik, sebagaimana
topik pada pagi hari ini, bangga
melayani bangsa itu di media sosial.
Tentunya ini sebagai eh employer
branding kita yaitu adalah menampilkan
kisah nyata kita sebagai aparatur sipil
negara ketika kita melayani masyarakat
dengan dedikasi, inovatif, dan
berdampak. Ini tentunya juga ee yang
kita selalu kedepankan. kita kita
lakukan upaya-upaya agar masyarakat
menangkap hal baiknya. Kemudian yang
kedua adalah contoh yang kedua, kita
mungkin bisa memberikan testimoni kita
sebagai aparatur sipil negara baik itu
yang muda dan yang berprestasi untuk
melakukan upaya meng-create sebuah video
atau artikel tentang pengalaman kerja,
budaya kerja positif, dan peluang
pengembangan diri di instansi
pemerintah. Ini yang yang penting
kemudian kita
ee apa namanya? kita create dalam sebuah
video menjadikan menjadikan testimoni
kita sebagai apartur sipil negara baik
itu prestasi-prestasi yang juga akan
yang pernah kita raih juga kita
menjadikan employe branding kita.
Kemudian yang ketiga adalah halek budaya
kerja berakhlak tadi yang sudah
disampaikan oleh Bu Adina yaitu
menunjukkan penerapan nilai-nilai
berakhlak dalam kegiatan sehari-hari
terutama di dalam memberikan pelayanan
kolaborasi dan inovasi. Berakhlak dalam
hal ini adalah ini adalah corvilue kita.
Pfili Aparatur Sipil Negara berorientasi
pelayanan akuntabel,
kompeten,
harmonis, loyal, adaptif, dan
kolaborasi.
Yang keempat sebagai contohnya adalah
publikasi inovasi layanan publik. tadi
mungkin juga ada beberapa teman-teman
sahabat ee ASN yang ee sobat ASN yang
mempertanyakan tentang bagaimana cara
kita membading citra kita, citra positif
kita yaitu dengan melakukan upaya
memperkenalkan inovasi-inovasi kita
khususnya dalam memberikan pelayanan
pelayanan publik ya. Jadi mengangkat
capaian reformasi birokrasi,
digitalisasi layanan dan program
unggulan instansi. kita kita yakin di
semua OPD, di semua lembaga, di semua
organisasi pemerintah atau instansi
memiliki memiliki program-program
unggulan yang itu kemudian bisa kita
bisa kita publikasikan. di BBSDM juga
ada beberapa inovasi-inovasi yang sangat
luar biasa. Termasuk ASN belajar ini
adalah merupakan inovasi yang
dikembangkan oleh Bapak Kepala Badan
kita Bapak Dr. Ramli Ramlianto yang
kemudian di ee yang setiap minggunya itu
dilaksanakan secara baik dan ee apa
namanya menyampaikan materi-materi yang
berbobot.
Yang kelima adalah program magang dan
talenting aparatur sivil negara. Membuka
peluang mahasiswa dan fresh graduate
untuk mengenal dunia kerja di birokrasi
melalui magam tematik. seperti
sebagaimana di BBSDM dan di beberapa
instansi menerima
mahasiswa-mahasiswa
yang ingin magang dan ingin mengetahui
pola kerja dari instansi yang dituju ini
tentunya menjadikan menjadikan ee
branding kita juga. Nah, ini tentunya
perlu kita ee apa namanya? Kita ketika
kita realisasikan dengan baik. Kemudian
ada konten sehari jadi ASN. Ini adalah
menggambarkan sisi humanis, profesional,
dan berdampak dari profesi aparatur
sipil negara. Yang kemudian ini
merupakan konten-konten yang bisa
di-upload yang bisa di-upload di media
sosial secara baik. Apakah itu melalui
Instagram, apakah itu melalui TikTok,
apakah itu melalui YouTube ataupun
mungkin media sosial lainnya dan juga
termasuk WhatsApp dalam hal ini. Nah,
ini tentunya juga menjadikan ee
menjadikan pencitraan yang sangat baik
ketika program-program unggulan kita
juga kita
sosialisasikan dan kita buat
konten-konten yang terbaik. Yang ketujuh
adalah brand visual instansi yang modern
dan profesional. di mana itu logo,
slogan, website, dan konten-konten
digital yang menggambarkan birokrasi
yang adaptif berkelas dunia itu kita
kita uput secara luar biasa. Ini yang
menjadikan citra daripada instansi kita
ini menjadi bagus ya, menjadi baik dan
masyarakat akan melihat bahwa
kita sebagai apartiris sipil negara
sudah melakukan hal-hal yang terbaik.
tentunya menjadikan ee tantangan nyata
di lapangan kita masih perlu kita ket ya
kita temui ada beberapa hal mengapa
branding employer eh employer ASN ini
perlu kita kita tetap kita menjadikan
pondasi utama itu karena kita menyadari
eh sobat ASN bahwa ASN di seluruh
Indonesia yang begitu luar biasa kurang
lebih 5 juta lebih iniilik masih masih
dirasa
ada beberapa yang kurang ramah dan tidak
responsif ya terhadap beberapa upaya
memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kemudian ee para ASN ada yang dianggap
oleh masyarakat itu pelayanannya lambat
dan mungkin berbelit-belit ya yang
sebenarnya
tidak membutuhkan waktu yang lama tetapi
tetapi ee penyelesaiannya
sangat-sangat lambat dan waktunya juga
cukup panjang. kemudian tidak adanya
atau minimnya komunikasi kepada publik
yang ini juga akan berdampak ee
berdampak kepercayaan masyarakat juga.
Karena di era keterbukaan ini tentunya
tentunya kita sebagai aparatur sipil
negara hal-hal yang menyangkut kebijakan
pemerintah ataupun hal-hal yang
berkaitan dengan memberikan pelayanan
kepada masyarakat, kita komunikasikan
secara bagus kepada masyarakat.
adanya kurang empati pada masyarakat ini
kepedulian kepada masyarakat ini
ditangkap oleh masyarakat. Nah, ini
tentunya menjadikan tantangan kita,
tantangan nyata di lapangan yang
tentunya kita harus ee apa ya berupaya
untuk ee eh branding employer kita ya.
Jadi branding ASN itu kalah dengan isu
viral negatif ya. banyak yang diviralkan
justru hal-hal yang negatif dari mungkin
yang pernah dilakukan oleh aparatur
sipil negara. Nah, ini tentunya kita
berpacu dalam melodi untuk melakukan
upaya-upaya bagaimana agar employee
branding ini bisa kuat. Ada empat pilar
yang menjadikan kekuatan untuk ee apa
namanya? Untuk employee branding ASN.
Yang pertama adalah komunikasi publik
yang transparan. ini tadi ee ditanyakan
oleh salah satu dari teman kita, sobat
kita, bagaimana cara kita meningkatkan
komunikasi, transparansi kepada
masyarakat. Ini adalah sebuah proses ya,
Bapak, Ibu ya. penyampaian informasi
kepada masyarakat secara terbuka, jujur,
akurat, dan mudah dipahami sehingga
masyarakat dapat mengetahui, menilai,
dan mengawasi kebijakan, kinerja, serta
penggunaan sumber daya secara objektif
dan partsitatif.
komunikasi publik yang transparan ini
memang tidak bisa tidak pada saat ini,
pada masa sekarang ini perlu kita
wujudkan keterbukaan jujur, rasa jujur
dan akurat data-data yang kita sampaikan
juga tidak ada kebohongan. Ini
menunjukkan bahwa kita kita ee ingin
mendapatkan kepercayaan yang luar biasa
dari masyarakat.
Pilar yang kedua adalah pelayanan yang
prima dan solutif.
adalah pelayanan yang diberikan secara
cepat, ramah, tepat, dan profesional
disertai kemampuan memahami kebutuhan
peserta menyelesaikan masalah masyarakat
dengan efektif dan keberlanjutan.
tentunya di dalam di dalam kerangka
upaya memberikan pelayanan yang prima
dan solutif ini kita sobat ASN perlu
melakukan upaya-upaya yang sangat luar
biasa. Kita dapat memberikan pelayanan
secara cepat. Kita juga sopan, ramah.
kita mengedepankan kata-kata yang bijak,
kata-kata yang sangat sangat menyentuh
perasaan dari masyarakat yang kita
layani dan mereka akhirnya merasa bahwa
kita ini memberikan pelayanan dengan
hati dan kemudian selain itu juga tepat
ya tepat guna dan bagaimana kita ee apa
namanya di dalam menyelesaikan dan
memberikan pelayanan kepada masyarakat
itu sangat tepat dan sesuai dengan
ketentuan ketentuan peraturan yang
berlaku dan profesional. Tentunya kita
juga mengacu kepada bagaimana sih kita
selalu berpedoman kepada peraturan dan
juga ee standar operasional prosedur
yang tetap kita jalankan dengan baik.
Pilar yang ketiga adalah perilaku
berbasis nilai berakhlak. Tadi sudah
disampaikan oleh Ibuinda
adalah perilaku aparatur yang
mencerminkan orientasi pelayanan
integritas. Tadi Pak Anom juga sudah
menyampaikan tanggung jawab, kerja sama,
adab, adaptivitas
dan kinerja unggul sebagai dasar etika
dan budaya kerja dalam menjalankan tugas
melayani masyarakat dan negara. ini
memang secara perlahan dan sudah
dituangkan di dalam undang-undang
undang-undang kita undang-undang
undang-undang ASN yang terbaru tentunya
pada pasal 4 sudah menyampaikan bahwa di
situ perilaku berbasis ee nilai
berakhlak yang kita kepankan.
Pilar yang keempat adalah kepuasan dan
kepercayaan masyarakat. Kepuasan itu ada
di tangan masyarakat.
sebagaimana kita memberikan pelayanan
yang terbaiklah yang menjadikan
masyarakat merasa puas adalah tingkat
rasa puas, yakin, dan aman untuk
masyarakat terhadap kualitas kinerja
kita, baik itu memberikan pelayanan
serta integritas aparatur pemerintah
yang tercermin dari pengalaman positif
dan keberlanjutan hubungan baik antar
pemerintah dan warga. ini yang memang
kita kedepankan dan kita selalu harus
tinjau seberapa jauh
ee rasa puas di masyarakat itu kita
dengan melakukan upaya survei kepuasan
masyarakat. ini yang memang kita sebagai
aparatur sipil negara juga mengevaluasi
sejauh mana sesuatu hal yang sudah kita
berikan untuk memberikan pelayanan yang
terbaik kepada masyarakat untuk
feedback-nya itu umpan baliknya kepada
kita juga kita melakukan upaya-upaya
kepuasan, survei kepuasan kepada
masyarakat.
Ada beberapa strategi. Mungkin kita akan
menyampaikan empat strategi. Strategi
yang pertama adalah komunikasi.
Kita sebagai aparatur sipil negara yang
membangun citra positif.
Ini adalah bentuk daripada best
practice-nya atau praktik baiknya adalah
kita
berbahasa secara santun dan empati untuk
menimbulkan rasa empati mereka terhadap
kita. Dan kita tentunya ee apa namanya
bahasa-bahasa yang kita sampaikan
tentunya kita sesuaikan dengan
norma-norma yang berlaku di budaya
setempat ya tentunya kita dan kita
menyampaikan bahasa-bahasa yang santun.
Kemudian ee bentuk daripada praktik
baiknya adalah aktif di media sosial
instansi. Jadi kita yakinlah semua
teman-teman sobat ASN di instansinya
masing-masing memiliki memiliki media
sosial instansi yang begitu luar biasa.
melalui media sosial instansi itulah
kita bisa berperan aktif ya Bapak, Ibu
ya ee sobat ASN yang tentunya tentunya
ini menjadikan masyarakat akan semakin
semakin ee tumbuh kepercayaannya ketika
kita menampilkan praktik-praktik
baiknya. Kemudian telling eh
storytelling, pelayanan. kita juga
memberikan gambaran begitu nyata ya,
bagaimana ee apa namanya riwayat jejak
kita di dalam upaya menyelesaikan
pekerjaan kita, menyelesaikan kinerja
kita ini akan berjalan dengan baik.
Kemudian kita juga ee bentuk praktik
terbaiknya adalah menjawab komentar
publik secara profesional. ketika ada
komentar-komentar dari masyarakat ya,
apakah itu komentar yang sisi negatif
tapi kita bisa menjawab secara santun.
Kita tidak perlu balas dengan
bahasa-bahasa yang mungkin akan
menjadikan konflik di antara kita. Yang
menjadikan pertanyaan adalah apakah kita
sudah melakukan upaya komunikasi itu
dengan baik ketika kita memberikan
pelayanan kepada masyarakat.
Strategi yang kedua adalah memberikan
pelayanan publik berdampak. Bapak, Ibu,
ini tentunya tadi juga sudah disampaikan
oleh dua narasumber sebelumnya. Ada lima
hal yang perlu kita sampaikan, yaitu
cepat, tepat, ramah, solutif, dan
digital ver mindset. Ini yang perlu kita
sampaikan juga kepada sobat ASN. Cepat
adalah kemampuan memberikan layanan
tanpa penundaan yang tidak perlu dengan
proses tanggap tanggap efisien dan tepat
guna sesuai standar pelayanan yang
ditetapkan. Bagaimana dengan tepat?
Tepat adalah kemampuan memberikan
layanan yang sesuai dengan kebutuhan,
akurat, dan tidak salah sasaran. baik
dari segi informasi, proses, maupun
hasil yang diterima oleh masyarakat.
Sedangkan rama adalah sikap melayani
dengan sopan, santun, empati, dan
menghargai setiap pemohon layanan
sehingga tercipta suasana yang nyaman
dan saling menghormati. Kita memberikan
pelayanannya dengan hati. Dengan hati.
Nah, ini ketika kita memberikan
pelayanan dengan hati, keikhlasan dan
sangat luar biasa, maka akan diterima
oleh masyarakat juga dengan sangat baik.
Solutif adalah kemampuan petugas atau
kita sebagai aparatur sipil negara,
sebagai pelayan publik untuk tidak hanya
melayani, tetapi juga menawarkan jalan
keluar yang jelas, realistis, dan
bermanfaat
atas permasalahan yang dihadapi oleh
masyarakat. Ketika masyarakat
mungkin
mendapatkan beberapa beberapa hal
permasalahan-permasalahan,
kita sebagai aparatur sipil negara dapat
memberikan solusi yang terbaik,
realistis, dan bermanfaat bagi mereka.
Ini yang menjadikan ee apa namanya?
pelayanan publik kita menjadi berdampak.
Kemudian digital first mindset adalah
pola pikir yang mengutamakan solusi
berbasis teknologi digital sebagai
pilihan utama sehingga pelayanan menjadi
lebih cepat, mudah diakses, transparan,
dan efisiensi dan efisien. beberapa OPD
begitu sangat luar biasa
apa namanya melakukan upaya-upaya dengan
berkeinginan mewujudkanud
mewujudkan sebuah gagasan-gagasan yang
sangat luar biasa yang berbasiskan
berbasiskan teknologi teknologi digital
banyak di OPD OPD sudah dilakukan dengan
sangat-sangat luar biasa. ini adalah
dalam kerangka upaya bagaimana pemenuhan
pelayanan pelayanan kepada masyarakat
berdampak.
Strategi yang kedua adalah pelayanan
publik. Ee mohon maaf ee ini contohnya
aja Bapak Ibu ya. Contoh dari strategi
yang kedua tadi pelayanan publik
berdampak. itu contoh-contoh praktik
baiknya tentunya misalkan terkait dengan
antrian online ya mungkin di tidak hanya
di swasta di bank-bank dan sebagainya
kita juga sudah melakukan upaya-upaya
bagaimana agar antrian itu sudah
sudah tidak ada di dalam di dalam proses
pelayanan kepada masyarakat yaitu dengan
memberikan ee cara-cara yang sangat luar
biasa sehingga masyarakat tidak tidak
melakukan melakukan antrian yang begitu
panjang, melelahkan, dan juga akan
berdampak ee apa ya hati ini merasa
bahwa pelayanannya kurang bagus ya untuk
masyarakat. Maka memberikan upaya-upaya
bagaimana pemanfaatan digitalisasi itu
juga kita ke depankan. Kemudian mungkin
juga ada beberapa OBD memberikan
pelayanan keliling karena di beberapa
kelurahan desa-desa dan sebagainya yang
mungkin jauh dari perkotaan melakukan
upaya memberikan pelayanan kepada
masyarakat dengan jemput bola ya tidak
menunggu masyarakat itu hadir di
tengah-tengah kita tetapi kita berupaya
memberikan pelayanan agar merasa dekat
dengan mereka itu. banyak juga
gagasan-gagasan atau solusi yang praktik
baiknya yang dikembangkan oleh kita
sobat-sobat ee sobat ASN.
layanan terintegrasi satu pintu di
beberapa kota kabupaten sudah melakukan
upaya bagaimana
bagaimana ee perizinan maupun
pelayanan-pelayanan pelayanan publik itu
satu pintu sehingga masyarakat tidak
terbebani dengan beberapa transportasi
dan luar biasa yang sangat berjauhan.
Pelayanan berbasis kebutuhan masyarakat
ini tentunya didasari atas kita
pemahaman kita terhadap kebutuhan
masyarakat. Kita tidak akan bisa
memberikan pelayanan yang terbaik ketika
kita juga tidak mengetahui sejauh mana
sejauh mana ee apa namanya kebutuhan
daripada masyarakat. Ini strategi yang
kedua. Strategi ketiga, budaya berakhlak
sebagai identitas brand. Identitas
branding kita nggih, Sobat ASN
ya. kita berupaya bagaimana
ee nilai-nilai berakhlak atau kita
sebagai corvilue aparatur sipil negara
ini kita kedepankan berorientasi
pelayanan akuntabilitas akuntabel atau
kompeten harmonis loyal adaptif dan
kolaboratif tadi sudah disampaikan oleh
Ibu Adinda yang sudah dari Biro Kepala
Biro Organisasi yang telah menyampaikan
ee nilai-nilai berakhlak ini harus kita
kedepankan sebagai budaya berakhlak.
dan ee dapat mewujudkan dan akhirnya
akan tumbuh menjadi karakter kita
sebagai aparatur sipil negara.
Nilai-nilai berakhlak ini akan kita
tanamkan secara luar biasa di dada kita.
nilai-nilai dasarnya di sini sudah
disampaikan juga mungkin kita akan
lewati Bapak Ibu ya ee sobat ASN kita ee
upaya untuk bagaimana strategi yang
keempat adalah membangun kepuasan dan
kepercayaan publik. Indikator
keberhasilannya adalah indeks kepuasan
masyarakat atau IKM itu meningkat.
Kondisi ketika penilaian masyarakat
terhadap kualitas pelayanan publik
menunjukkan tren naik yang mencerminkan
perbaikan kinerja, kemudahan akses,
kejelasan prosedur, dan sikap aparatur
yang semakin baik. Ini menunjukkan
akuntabilitas kita sebagai aparatur
sipil negara. ketika kita menyadari ada
lima aspek ya Bapak Ibu ya ee Sobat ASN
lima ee lima aspek sebagai akun tabel
kita sebagai aparatur sebuah negara.
Yang pertama kita menyadari bahwa kita
bertanggung jawab kepada negara dan
masyarakat. Yang kedua adalah kita
berorientasi kepada hasil. Pada intinya
kita sebagai aparatur sipil negara
mengedepankan hasil yang terbaiklah yang
harus kita berikan kepada masyarakat.
Yang ketiga adalah peningkatan kinerja.
Kita tidak boleh stagnan. Kita selalu
berupaya untuk melakukan hal-hal yang ee
terbaik untuk instansi kita. Yang kedua,
kita menyadari bahwa ketika kita
melakukan, memberikan kontribusi yang
terbagus, yang terbaik untuk instansi
kita, untuk negara kita, maka kita akan
diberikan reward. Tetapi juga
sebaliknya, kita akan diberikan punish
punishment ketika kita melakukan hal-hal
yang negatif. Dan yang terakhir adalah
setiap kegiatan kita wajib melakukan
menyusun laporanlaporan
pertanggungjawaban. Ini adalah bentuk
daripada akuntabilitas kita. Rasa ee
membangun kepuasan dan kepercayaan
kepada masyarakat itu juga yang kedua
itu memberikan komentar pesan positif
yang baik dan meningkat. kondisi ketika
jumlah dan kualitas tanggapan masyarakat
yang bersifat apresiatif, mendukung, dan
membangun terhadap kinerja atau
pelayanan semakin bertambah baik secara
langsung maupun melalui media digital.
Ini yang harus kita juga lakukan ketika
ada beberapa komen-komen baik ataupun
komen-komen yang negatif yang kita jawab
secara luar biasa, secara sopan, dan ee
menjelaskan secara ee apa ya secara
terbuka ini akan menjadikan akan
menjadikan menumbuhkan kepercayaan yang
luar biasa bagi masyarakat. Aduan
menurun ini menjadikan dasar juga ketika
laporan-laporan aduan itu sudah menurun.
ini sudah menandakan ada peningkatan
kepercayaan b kepada kita. Kondisi
ketika jumlah keluhan atau laporan
ketidakpuasan masyarakat terhadap
pelayanan publik semakin berkurang yang
menunjukkan adanya peningkatan kualitas
layanan dan perbaikan kinerja aparatur
sipil negara. Dan yang keempat, ASN
dibanggakan oleh masyarakat. Ini penting
banget ya. penting sekali Bapak, Sobat
ASN di mana kondisi ketika kita sebagai
aparatur sipil negara dipersepsi ee
positif, dihormati, dan dijadikan
teladan karena kinerja kita yang
profesional, berintegritas
dan berorientasi pada pelayanan publik.
kita tidak bisa tidak apa yang tadi
dikedepankan oleh Ibu Adina di di di
narasumber pertama kita bahwa
nilai-nilai berakhlak atau corvilue
aparatur sipil negara harus kita
tanamkan di dalam dada kita dan kita ee
mempraktikkan hal-hal baik itu kepada
pada saat kita memberikan pelayan kepada
masyarakat.
juga perlu ee kita sampaikan ee ini
bahwa eh best practice-nya Bapak, Ibu
ya. ini sebagai branding ambassador itu
kita ini kita ini adalah sebagai data
pelay ee duta pelayanan yaitu peran
aparatur yang menjadi wajah positif
institusi pemerintah menampilkan sikap
profesional ramah berintegritas dan
solutif dalam setiap interaksi sehingga
membangun citra baik kepercayaan dan
kebanggaan masyarakat terhadap pelayanan
publik kita adalah sebagai duta pelayan
layanan dan kita juga sebagai duta
integritas di mana praktik terbaik yang
menunjukkan praktik terbaik yang kita
kedepankan adalah menunjukkan peran kita
sebagai aparatur sipil negara sebagai
teladan nilai kejujuran, transparasi dan
akuntabilitas dalam setiap tindakan kita
memberikan pelayanan sehingga menjadi
represent representasi hidup dari budaya
integritas dan membangun kepercayaan.
publik terhadap pemerintah. Kita juga
sebagai duta perubahan. Tadi juga sudah
disampaikan oleh narasumber pertama
bahwa praktiknya praktik terbaik yang
merefleksikan peran kita sebagai ASN
sebagai agen transformasi yang secara
aktif menginisiasi, menggerakkan, dan
menginspirasi perubahan positif dalam
budaya kerja, pelayanan publik, dan tata
kelola pemerintahan yang adaptif dan
berorientasi pada kemajuan. Memang ini
tidak mudah, tapi kita sebagai aparatur
sipil negara sebagai agen perubahan yang
selalu melakukan upaya melakukan
memberikan rekomendasi rekomendasi
sebagai bentuk penyelesaian ee
memberikan solusi dalam kerangka
menyelesaikan dan ini adalah sebuah
gagasan inovasi yang sangat luar biasa
dan kita juga ASN adalah sebagai duta
bangsa di mana praktik terbaik yang
mencerminkan kita sebagai ASN sebagai
representasi nilai budaya dan jati diri.
bangsa yang menampilkan profesionalisme,
integritas, serta semangat kebangsaan
dalam setiap tindakan di ruang publik
baik di tingkat nasional maupun
internasional.
Saat kita bekerja, Bapak, Ibu bukan
hanya membawa nama diri kita saja,
tetapi kita perlu ingat bahwa instansi
dan negara itu menjadi bagian dari kita.
Maka berhati-hati ketika kita melakukan
hal-hal yang tidak baik, kita harus
melakukan upaya yang terbaik.
Peran pimpinan dan organisasi
employer branding efektif jika pemimpin
atau pimpinan memberikan teladan juga
Bapak Ibu ya memberikan contoh-contoh
yang sangat luar biasa sehingga kita
sebagai bawahan sebagai ee aparatur
sipil negara yang memang dalam kendali
luar biasa dalam birokrasi itu juga me
ee apa namanya ikut ikut ambil bagian di
dalam memberikan kontribusi yang sangat
luar biasa. Ada sistem penghargaan
tentunya ini menjadikan motivasi seluruh
ASN. Ada kontrol kualitas layanan. ini
juga perlu karena ini adalah jadi kalau
di kami ee mungkin dia ya seharusnya
juga di seluruh OPD kami di BBSDM
melakukan upaya ada tim penjaminan mutu
bagaimana dalam pelatihan maupun di
dalam upaya memberikan memberikan
pengembangan kompetensi kepada aparatu
sipil negara juga selalu dikontrol,
selalu diawasi, selalu dikendalikan.
Kualitas kualitas terbaiklah yang harus
kita berikan kepada mereka. Kemudian ada
pelatihan komunikasi dan service
excellent ini tentunya juga bagi seluruh
OPD kita bisa mendapatkan kita sebagai
ee ee sobat ASN bisa mendapatkan
beberapa pelayanan-pelayanan pelatihan
bagaimana itu berkomunikasi secara
bagus.
Budaya diciptakan dari atas, hidup dari
bawah. Ini yang jadi memang ini
pengaruhnya sangat luar biasa. Pimpinan
juga memberikan teladan yang sangat luar
biasa.
ini ada roadmap practice baiknya untuk
instansi ada beberapa tahapan tadi juga
sudah disampaikan oleh narasumber
pertama dan kedua awareness ya kesadaran
kita bagaimana kita berupaya memberikan
sosialisasi penting citra ASN upaya
terencana untuk meningkatkan pemahaman
dan kesadaran bahwa sikap perilaku dan
kinerja ASN membentuk reputasi serta
kepercayaan masyarakat terhadap
institusi pemerintah. di mana instansi
yang kita geluti. Kemudian action adalah
pelatihan komunikasi dan etika layanan.
Ini adalah sebuah kegiatan yang
terstruktur, Sobat ASN ya, untuk
membekali kita sebagai ASN dengan
keterampilan berkomunikasi
yang efektif, santun, dan profesional
serta memahami standar etika dalam
memberikan pelayanan publik. ini juga
diperlukan dalam kerangka bagaimana agar
kita me apa ya memiliki strategi
komunikasi dan etika memberikan
pelayanan kepada masyarakat secara
bagus. E branding yaitu eh storytelling
pelayanan di media sosial. Upaya
membangun citra positif ya Bapak Ibu.
Membangun upaya citra positif pelayanan
publik melalui penyampaian kisah nyata.
pengalaman-pengalaman kita inspiratif
kita, beberapa upaya inspirasi yang
sudah kita lakukan ini, ini akan
berdampak di berbagai platform media,
di-upload semuanya dan ini menjadikan
nuansa yang sangat luar biasa
menumbuhkan rasa kepercayaan masyarakat
kepada kita.
measurement survei IKM dan opini publik
yang tadi kita juga sudah sampaikan di
awal yaitu adalah proses pengukuran
tingkat kepuasan dan persepsi masyarakat
terhadap pelayanan yang diberikan kita
kepada masyarakat secara berkala melalui
instrumen survei yang tersandar. Ini
yang perlu kita lakukan setiap saat dan
kita secara terbuka masyarakat bisa
menyampaikan bagaimana bagaimana proses
pelayanan yang diberikan oleh
kita sebagai aparatur sipil negara. Ada
beberapa hal yang menjadikan kebagaan
kami tentunya di BBSDM ada beberapa
inovasi-inovasi program itu mulai dari
hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan
Jumat seperti hari Kamis ini. Eh, sobat
ASN, ini ada ASN belajar. ini adalah
sebuah wahana pengembangan kompetensi
manajerial, teknis dan sosial kultural
ASN dengan topik-topik yang aktual
sesuai dengan perkembangan mutakhir ini
adalah bentuk daripada employ branding
BBSDM di mana juga di hari Senin itu ada
ASN berbagi ilmu di mana K sharing ada
forum yang apa sebagai wahana praktik
baik tentang pelaksanaan tugas-tugas
kita dalam rangka percepatan
replikasi kinerja unggul ASN. Kemudian
di hari Selasa ada ASN bertanya ya, BBJM
menjawab. Ini adalah sebuah wahana tanya
jawab tentang topik-topik yang terkait
dengan pengembangan kompetensi aparatur
sipil negara. Jadi, sobat-sobat ASN dari
seluruh Indonesia bisa mempertanyakan
dengan platform ini. Maka akan dijawab
ee bagaimana penyelesaian dalam upaya
memberikan pengembangan kompetensi bagi
sobat ASN. Kemudian ada ASN mengaji
adalah sebuah wahana pengembangan
wawasan spiritual dengan topik-topik
aktual yang terkait dengan kehidupan
keseharian seorang aparatur sipil
negara. Ini dilaksanakan setiap hari
Rabu ya. ini sudah sudah seri yang ke
berapa sangat luar biasa dan
viewernya sangat luar biasa Bapak Ibu
ada ASN belajar dan ada ASN sehat bugar
itu di hari Jumat sebuah wahana
pengembangan wawasan bagi ASN untuk
meningkatkan perilaku hidup sehat dan
bugar kita menyampaikan
dengan platform ini, kita menyampaikan
hal yang baik di dalam kerangka
meningkatkan ee agar kita memiliki
produktivitas yang sangat luar biasa.
tubuh kita ini tentunya juga harus
sehat, harus bugar, ee memiliki ee
inovasi yang sangat luar biasa. Jadi
mulai lima lima program inovasi ini yang
yang di yang digagas oleh Bapak Kepala
Badan kita yaitu dengan dengan nama ASN
Dahar Ngopi yaitu ASN tiada hari tanpa
pengembangan kompetensi yang di dalamnya
ada lima hal tadi dan itu sudah di eh
launching secara luar biasa oleh Ibu
Gubernur pada tanggal 14 September tahun
2023.
dan yang ee apa namanya? Baik itu di
untuk kegiatan yang ee inovasi yang
pertama di knowledge sharing itu ada
39.000
sekian ya. Ini data ini dari YouTube ya
ee sobat ASN. Kemudian e ASN bertanya
sudah 7.615
ini total dari penonton secara
keseluruhan. Total ini ada ASN mengaji
ini sudah berjalan 23 tahun ini 57.440.
Kemudian ASN belajar sangat luar biasa
sekali ada R3.277
penonton mulai tahun 2022 sampai tahun
2025.
Dan ASN bugar
walaupun masih kecil 14.838
tapi ini sudah sangat luar biasa sekali.
ini adalah total penonton dari tahun
2023 sampai dengan 2025.
Dan ada beberapa yang sebagai eh eh
employer branding BBSDM ada beberapa
buku yang juga bisa menjadikan citra
kita, citra OPD, citra instansi kita
semakin dipercaya oleh masyarakat.
Mungkin beberapa hal ini yang dapat kami
sampaikan, Bapak, Ibu. Ada beberapa
inovasi-inovasi lain yang juga kita
sudah dapatkan. ada SEAS ini yang sudah
kita diin kita integrasikan. Ee kemudian
ada beberapa hal juga tentang ada
community of practice yaitu COP
inovasi program. beberapa sudah kita ini
adalah bentuk dari employee blending ee
lembaga-lembaga
dan juga ada pembinaan bentuk cororpu
dan di kabupaten kota dan ada beberapa
inovasi lainnya juga ada kampus satelit
yang dilaksanakan di beberapa bakor
bakor weld dan itu terus kita media kita
sosialisasikan melalui media sosial di
beragam media sosial Instagram, TikTok,
kemudian ee YouTube dan sebagainya.
Ini mungkin yang dapat kami sampaikan Bu
Anis. Mohon maaf ini bila kurang kurang
lebihnya mohon maaf dan bila ada
pertanyaan monggo saya kembalikan kepada
Ibu Anisa. Monggo dipersilakan.
Terima kasih Pak Adi atas materi yang
sudah disampaikan.
Oke, dan sekarang waktunya untuk sobat
TSN yang ingin bertanya secara langsung
kepada Pak Adi, silakan untuk sobat TSN
yang bergabung lewat Zoom meeting,
langsung saja gunakan fitur rais hand.
Yang bergabung lewat streaming YouTube
BBSDM Jatim TV, tuliskan saja
pertanyaannya melalui kolom live chat.
Oke, siapa yang sudah bergabung di Zoom
meeting? Boleh di-share screen di sini.
Adakah yang sudah? Oke. Baik. Selamat
siang. Asalamualaikum.
Waalaikumsalam warahmatullah barokah.
Siang, Kakak.
Selamat siang. Dengan Ibu siapa? Dari
instansi mana?
Ee saya Nenek Mardi dari Dinas Kesehatan
Kabupaten Bojonegoro. Kakak mohon izin.
Oke, monggo silakan Ibu pertanyaannya
apa?
Ngih. Selamat siang, Bapak. Salam sehat
selalu.
Salam sehat selalu. Sehatar. Semangat.
Siap. Siap. semangat dan sehat selalu
agar bisa memberikan pelayanan prima di
masyarakat Bapak. Berorientasi pelayanan
Bapak ee sedikit saya mohon koreksi bisa
menyimpulkan dari materi yang ee Bapak
sampaikan. Matur nuwun sangat-sangat
menginspirasi kami Bapak Employer
branding ASN eh kami yaitu bangga
melayani bangsa yang tadi ada empat
pilar. Salah satunya yaitu ee membentuk
perilaku yang berbasis bernilai akhlak.
Berakhlak, maaf. berakhlak ee yang mana
ketujuh nilai ini tentunya seyogyanya
harus kami terapkan di OPD kami dalam
memberikan pelayanan sehingga membentuk
perilaku dan budaya kerja kami untuk
memenuhi paling tidak bisa berdampak
nggih berdampak pada pelayanan publik
sehingga nanti ee bisa memenuhi kriteria
indikator keberhasilan tentunya yang
ditandai dengan meningkatnya indeks
kepuasan masyarakat, meningkatnya
komentar yang positif
menurunnya aduan sehingga kami itu patut
disebut sebagai ASN yang dibanggakan.
Nah, kami mohon arahan Bapak di OPD kami
terutama kami di bidang kesehatan ee
sebagai ujung tombak di masyarakat dalam
memberikan pelayanan ini. Peranan kami
itu gimana nggih untuk membentuk tim
kami bisa menerapkan tujuh nilai tadi
yang berakhlak tadi yang tentunya dengan
basic kami berbeda, karakter kami
berbeda, budaya kami berbeda. Namun kami
itu pengin satu tujuan untuk menerapkan
ini sehingga kami di dalam bekerja itu
happy, aman, nyaman terpenuhi, namun
fokus juga ke pelayanan masyarakat tadi.
Mohon arahannya Bapak, matur nuwun.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Mohon maaf dari Dinkes Ibu
siapa? Mohon izin.
Ee Nen Mardi, Bapak.
Ibu Neni
Mar.
Iya.
Baik, Bu Anisa, Mbak Anisa, gimana? Mau
kita
bisa langsung dijawab, Bapak. Langsung
dijawab saja, Bapak. Iya. JKES mana ya,
Bu Neni? Nggih, mohon maaf. T
Bojonegoro, Bapak. Iya, Bojonegoro
berbatasan dengan Jawa Tengah. Injih.
Bojonegoro. Sebenarnya Bojonegoro juga
sudah menerapkan beberapa hal yang
terkait dengan
dengan ee apa namanya budaya berakhlak
sebagai identitas
identitas employ brandingnya
ee pemerintah Kabupaten Bojonegoro nih
ya.
Iya. Bojonegoro ya Ibu ya. Bojonegoro
ya.
Injih.
hubungannya dengan yang tujuh hal tadi
yang berkaitan dengan berorientasi
pelayanan akuntabel,
kompeten ya Ibu ya, harmonis, kemudian
loyalt dan kolaboratif.
Ini ee berupaya bagaimana caranya Ibu
juga dalam ee kerangka menerapkan
ee nilai-nilai berakhlak ini tentunya
juga didasari atas bagaimana kita
memberikan pelayanan yang cepat gitu ya,
Ibu ya. Karena kita di dalam memberikan
pelayanan cepat tanpa penundaan yang
tidak perlu misalkan ya. Jadi kita
memang harus ee apa ya standby ya.
Artinya pimpinan juga ketika itu
membutuhkan pelayanan tanda tangan dan
sebagainya itu memberikan hal-hal yang
terbaik dan tepat waktu. Nah, tepat
waktu ini tentunya didasari atas
bagaimana kita berpedoman kepada standar
operasional prosedur yang yang ada. Ini
tentunya menjadikan pola yang kita
kembangkan. Kemudian tepat Bapak ee Bu
dengan Ibu Moon Bu Eni, Bu Neni ya Bu
Ni. Tepat dengan tepat ini tentunya kita
memiliki kemampuan memberikan pelayanan
yang sangat luar biasa sesuai dengan
kebutuhan, akurat dan tidak salah di
dalam memberikan sasaran. Jadi kita
jangan sampai kalaupun itu ee berkaitan
dengan memberikan pelayanan terkait
dengan ini ketentuan peraturan dan per
kita jelaskan secara sangat luar biasa.
Jadi tepat tepat tepat sasaran gitu ya.
Selain itu juga dalam memberikan
pelayanan kita harus harus ramah ramah
karena kita berorientasi pelayanan yang
tentunya tentunya juga lebih
mengedepankan bagaimana kita sopan
santun kita, empati kita kepada
masyarakat dan menghargai setiap ee
menghargai setiap permohonan
apa dari dari masyarakat itu sendiri
sebagai pemohon. kita memberikan
memberikan upaya agar ee upaya yang
terbaik agar tercipta suasana yang
betul-betul ee apa ya nyaman dan saling
menghormati dan menghargai. Jadi tidak
ada tidak ada lontaran-lontaran secara
tidak baik kepada mereka, tapi kita
memberikan layanan secara luar biasa dan
solutif. ee mungkin Ibu ya dalam
kerangka kita memberikan
ketika mereka menyampaikan sebuah
persoalan, permasalahan-permasalahan
kita tampung secara luar biasa dan kita
bisa memberikan memberikan ee apa ya
memberikan atau mungkin menawarkan ya
menawarkan menawarkan jalan keluar
sebagai solusinya. Nah, ini tentunya dan
itu yang yang juga kita kedepankan. Nah,
bentuk
bentuk akun yang juga perlu kita sikapi
ini Bu Neni, Bu Neni Mardia ini juga
memang perlu banget ya, tetapi itu ee
bagaimana kita selalu
apa namanya berupaya memberikan
memberikan hasil yang terbaik ya.
Memberikan hasil yang terbaik karena
kita ada aspek yang kedua adalah kita ee
berorientasi kepada hasil. Jadi segala
sesuatu yang kepada memberikan pelayan
kepada mereka adalah dengan hasil yang
terbaik. Kita juga berupaya untuk
menjaga akuntabilitas kita. Kita menjaga
pertanggungjawaban kita kepada negara
dan masyarakat adalah berupaya melakukan
ee apa ya peningkatan kinerja hasil
kerja kita ini tidak stagnan Bapak Ibu,
tapi
melalui tahapan-tahapan yang ada tren
tren naik luar biasa sekali. Dan kita
juga ee apa namanya? berupaya setiap
melakukan langkah kegiatan apapun ya
kita pertanggungjawabkan
dengan laporan-laporan yang sangat luar
biasa apakah itu dalam bentuk laporan
kegiatan maupun laporan keuangannya itu
secara transparan sudah juga kita
lakukan secara baik ya. Nah, ini adalah
bentuk daripada bagaimana kita juga ee
bagi sobat ASN yang ada di Bojonegoro
itu ketika dari pimpinan apa ya
memberikan memberikan teladan ya
memberikan teladan dengan melakukan
upaya juga yang terbaik yang terbaik
maka maka secara otomatis
ini yang berada di jajaran bawah ini
juga akan melakukan melakukan hal-hal
yang sama gitu ya. Hal-hal yang sama.
Nah, bagaimana? Bagaimana dengan
adaptif? Kita juga tidak tidak hanya
kita mau melakukan perubahan saja ya, Bu
Neni, tapi bagaimana kita juga mau
menggerakkan dan mengajak mereka untuk
melakukan hal yang sama ya. berinovasi,
berinovasi dan melakukan upaya bagaimana
kita ini ee menyelesaikan masalah
masalah yang ada di ruang lingkup
strategis kita dengan berupaya
mengidentifikasi,
berupaya untuk bagaimana menganalisis
sehingga kita menemukan gagasan sebagai
bentuk daripada rekomendasi kita kepada
instansi. Nah, maka tujuh komponen dasar
dari nilai-nilai ASN ini akan terjaga
secara luar biasa. Dan satu hal yang
menjadikan kita juga menjadi luar biasa
adalah kolaborasi ya ee Bu Neni ya.
Ketika kita berupaya untuk selalu
mengajak
mengajak ciri-cirinya begini ee Bu Neni
ya. ketika kita mau menerima ee menerima
tawaran kontribusi orang lain ya kepada
kita itu ketika kita mau menerima itu
itu menandakan bahwa kita sebagai
aparatur sipil negara memiliki ee punya
kepedulian atau ee punya keinginan untuk
berkolaborasi. Tapi sebaliknya kalau
kita menolak kontribusi orang lain
ketika contoh misalkan kami saya ingin
berkontribusi untuk membantu apa
kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Bu
Neni. Tapi Bu Neni kesannya menolak
begitu itu menandakan bahwa Bu Neni
tidak bisa bekerja sama. ini ya tentunya
hal-hal yang perlu kita lakukan
sedemikian rupa memang secara bertahap
Bu Neni. Jadi memang kita juga kita juga
sebagai ee pimpinan sebagai aparatur ini
juga mengedepankan bagaimana tidak hanya
kita sebagai aparatur sipil negara tapi
masyarakat itu juga bisa melakukan hal
yang sama ya terhadap apa upaya kita
kepada mereka. Intinya sih itu Bu Neni
mohon maaf bila kurang pas ya. Terima
kasih Bu Neni.
Bu Anis ng
sudah cukup.
Oke sudah cukup.
Bapak e menyampaikan kembali berarti
intinya kami dalam memberikan pelayanan
untuk membeli tim efektif kami
memberikan pelayanan itu harus cepat
tepat waktu sesuai SOP kemudian solutif
memberikan yang terbaik dengan
peningkatan kerja yang tidak stagnan
adanya inovasi yang terpenting mau
berkontribusi dan berkolaborasi. ngaten
nggih. Kami yang di bidang kesehatan
juga sebagai tambahan Bu. Jadi upaya
untuk mindset kita ya Bu ee yangama
adalah digitalisasi pikir
yang upaya untuk
ee apa ya pendekatannya adalah
memberikan pelayanan masyarakat.
Injih. Inih. Engih. Bapak, mohon maaf,
memang kami itu ee di bidang kesehatan
memang ada yang bilang kesehatan itu
bukanlah apa-apa, tapi ee semuanya itu
meskipun kesehatan itu bukanlah
segalanya, tapi saya yakin Bapak
segalanya itu tanpa kesehatan juga bukan
apa-apa.
Terima kasih, Bapak. Salam sehat selalu.
Sehat selalu, Bu Neni. Luar biasa.
Terima kasih Bu Neni.
Baik, Bapak ini tadi ada yang bertanya
di ee
YouTube channel. Saya bacakan Bapak ya.
Iya.
Oke, sebentarnya.
Oke. Baik. Ee
waduh diroll ini susah ini. Kayaknya
enggak bisa scroll sampai ke atas. Aduh,
mohon maaf ya. tadi Sobat tadi yang
waktu Bapak awal-awal ee menyampaikan
materi tadi ada yang bertanya kemudian
sepertinya ini tidak bisa terbaca ini
karena saya tidak bisa scroll.
Oke. Baik. Ee seperti yang tadi ee
ditanyakan oleh Bu Neni. Kemudian kan
ternyata ee ada yang masih bertanya nih,
bagaimana strategi komunikasi menyikapi
tantangan nyata di masyarakat? Karena
kalaupun kita sudah mengupayakan yang
terbaik, kinerja sudah sesuai dengan
SOP, tetapi masih ada yang tidak terima.
Begitu, Pak. Bagaimana cara ee ASN ini
untuk menanggapi? Ini pertanyaan dari
@sopan
sopan dipandi. Oke, baik.
Terima kasih pertanyaannya
Pak Sopan Dipandi 5631.
Oke, sudah sesuai SOP. Namun ternyata
masih ada yang ee tidak terima nih,
Bapak. Bagaimana caranya menanggapi,
Pak?
Ya. Iya. Nggih. Terima kasih, Bu Anisa.
Kita mencoba untuk menjawab
dari Bapak Sopan. Bapak ya, Bapak sopan
eh Bapak sopan DPD
ini ada keterkaitan dengan bagaimana
ketika ketika
masyarakat itu juga
artinya begini Mas ee bahwa kita sebagai
aparatur sipil negara sudah berupaya
sedemikian rupa melakukan praktik baik
dan berupaya ee strategi komunikasinya
juga sudah diterapkan secara luar biasa.
Namun masih juga ada beberapa ee masih
juga masyarakat yang
apa ya tidak terima dengan apa yang
disampaikan. Hal ini tentunya ee apa
namanya ee sikap-sikap yang perlu kita
kedepankan dalam hal ini adalah tetap
tetap berpedoman kepada ee apa namanya
menjawabnya dengan sopan, dengan santun.
Jadi berorientasi kepada pelayanan ini
tetap tetap kita jaga, kita tetap kita
jaga dan berupaya bagaimana kita
memberikan hal yang terbaik dan kemudian
kita juga tetap bagaimana agar kita
melakukan ee apa namanya ya kita
menjawab dari beberapa berapa beberapa
apa namanya hasil feedback dari
masyarakat itu kurang bagus. kita
membuat sebuah membuat sebuah
jawaban-jawaban yang yang yang bisa
ditangkap dengan mudah oleh mereka
dengan strategi-strategi komunikasi yang
sangat luar biasa. komunikasi itu kan
bisa jadi tidak secara langsung dengan
ucapan ya, mungkin dengan melakukan
beberapa beberapa upaya seperti misalkan
dengan membuat ee meng-create sebuah
video misalkan membuat konten-konten
yang bisa menjawab apa sih yang
sebenarnya akan menjadikan mereka
menjadi lebih paham ya lebih paham dan
kita memang memang kita tidak secara
langsung kemudian menjawab dengan emosi
gitu ya tapi kita dengan dengan dengan
apa ya dengan sangat luar biasa.
Bagaimana juga agar agar cara kita
menjawab menjawab hal-hal yang kurang
baik dari masyarakat itu tetap ditangkap
oleh mereka itu kita melakukan upaya
penyelesaiannya dengan bagus ya yaitu
dengan berupaya dengan ee apa ya
beberapa konten-konten mungkin ya
konten-konten yang kita kedepankan
bagaimana video-video atau
artikel-artikel tentang bagaimana mereka
juga bisa paham bahwa di instansi kita
dengan pelayanan-pelayanan ini masih
terdapat beberapa hal yang mungkin
mungkin ya jadi ada ada keterbukaanlah,
ada penjelasan yang sangat luar biasa
kepada mereka sebagaimana SOP atau
standar operasional prosedur yang sudah
kita tetapkan. Walaupun tadi sudah
disampaikan oleh Pak Sopan bahwa ee kita
sudah menerapkan SOP tapi kok masih juga
tetap ya tetap. Nah, ini kita tetap
memberikan penjelasan secara luar biasa
dengan beberapa strategi komunikasi
tentunya kita juga berupaya bagaimana
agar mereka tidak merasa tersinggung ya,
tidak merasa tapi kita mengorangkan ya,
kita menghargai pendapat mereka, kita
menerima pendapat mereka yang kemudian
yang kemudian kita sikapi dengan
ketentuan-ketentuan yang sudah yang
berlaku pada saat itu. sehingga kita
kita berharaplah mungkin ya juga
masyarakat akan menerima secara baik
ketika kita dalam memberikan jawabannya
juga dengan baik. Mungkin saya rasa itu
ya. Jadi memang susah mudah-mudahan
gampang gitu ya yang bisa disampaikan
sayaun apapun ee tanggapan dari
masyarakat sobat ASN ini diharapkan
untuk tetap memberikan service excellent
ya Pak ya. Tidak hanya memberikan
seperti itu ya memberikan pelayanan yang
terbaiklah pokoknya. Benar. Tidak hanya
memberikan ee pelayanan sesuai dengan
SOP melalui menjawab
pertanyaan-pertanyaan, tapi dengan
gestur yang baik, dengan ekspresi yang
baik itu juga menunjang ya, Pak.
Menunjuk menunjang sekali. Karena itu
sebagai bahasa tubuh itu juga apalagi
pandangan mata itu akan ditangkap gitu
ya, Bu Anisa ya. Akan ditangkap tidak
baik. Kata-katanya baik tapi sorot
matanya mengandung
mengandung amarah. Mengandung amarah itu
juga akan ditangkap.
ee apa ya
jadi kurang tepat akhirnya ya
tidak disampaikan dengan baik juga.
Oke. Baik, baik baik. Oke, terima kasih
yang sudah bertanya sobat ASN. Mohon
maaf apabila ada pertanyaan yang ee
kekip ya, tidak sempat dibacakan dan
untuk Pak Adi boleh dong berikan closing
statement Pak untuk sobat ASN.
Oh, baik Bu Anisa, terima kasih
kesempatannya. mungkin sebagai statement
eh closing statement aja
pada dasarnya ASN itu bukan tentang
pangkat tetapi tentang dampak
atau juga bisa kita sampaikan bahwa yang
membuat ASN itu dihormati itu bukan
jabatannya tetapi bagaimana kita
memberikan pelayanannya. Mungkin ini
yang bisa kita sampaikan Bu Anis. Terima
kasih. Mohon maaf.
Terima kasih sekali lagi Pak Adi atas
insight-nya. Semoga ini bisa apa ya
membuat Sobat SN kembali memahami lagi
pentingnya kepercayaan publik,
menguatkan nilai integritas dan
profesionalismenya ya Pak Adi ya.
Baik terima kasih sekali lagi Pak Adi.
Terima kasih sampai jumpa di lah
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Sobat ASN yang lainnya.
Terima kasih.
Terima kasih Bapak. Sehat selalu.
Sehat selalu.
Wah, selesai sudah nih. Tiga pemateri
sudah kami hadirkan dengan materi yang
luar biasa. Semoga dengan materi-materi
yang disampaikan ini membuat ee Sobat
ASN lebih apa ya, lebih memahami lagi
bagaimana pentingnya membangun citra
positif bahwa ASN ini adalah abdi negara
yang bekerja dengan sepenuh hati. Terima
kasih sekali lagi kami ucapkan untuk
para narasumber, Kepala Biro Organisasi
SEda Provinsi Jawa Timur, Ibu Adina
Fibriani, S. Mak. Terima kasih juga
untuk asesor SDM Aparatur Ahli Utama BKD
Provinsi Jawa Timur, Bapak Anom Surahno,
S.H., M.Si. Terima kasih kami ucapkan
sekali lagi untuk Widya Iswara, ahli
utama BBSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak
Ir. Biasworo Adi Suyanto, AKA, M.M. Dan
terima kasih juga untuk semua sobat ASN
yang sudah mengikuti ASN belajar seri 47
tahun 2025 ini dari awal sampai akhir
acara. Dan tidak mau kalah dengan Pak
Anom, saya ingin menutup dengan sebuah
pantun. Harus bilang cakep. Oke.
Pagi hari menanam padi
cakep.
Burung berkicau indah bersahutan.
ASN berakhlak jadi pribadi.
Saget.
Melayani publik dengan tulus dan penuh
kehormatan.
Mari bersama meneguhkan komitmen,
memperkuat pelayanan dan juga
menghadirkan kebanggaan dalam setiap
langkah pengabdian demi Indonesia lebih
baik lagi. Akhir kata, saya Nes Dewi
beserta seluruh kru yang bertugas di ASN
belajar seri 47 tahun 2025 ini. Mohon
pamit urut diri. Sampai jumpa di webinar
SN belajar seri berikutnya.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Zaman yang terus bergerak.
Sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak
bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia.
Siap menyongsong Indonesia emas.
ASN
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN getar berkualitas.
Belajar juga pemerintahan
selalu dunia
tekad pantang menyerah
jadi AS berkualit Kita
belajar
Yeah.