Transcript
9pNtGXWdPMk • ASN BELAJAR SERI 47 | 2025 - Meneguhkan Kembali Employer Branding ASN: Bangga Melayani Bangsa
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0282_9pNtGXWdPMk.txt
Kind: captions Language: id Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia. Siap menyongsong Indonesia emas. ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar wujudkan perintahanku selaku dunia tekat pantang menyerah jadi berkuat Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Selamat pagi sahabat ASN. Senang sekali di hari Kamis manis ya dong 4 Desember 2025 ini. Saya Enis Dewi dapat kembali menyapa sobat ASN semua dalam webinar kesayangan kita semua yaitu ASN belajar. Kali ini seri 47 tahun 2025 persembahan Korpu SDJIS BBSDN Provinsi Jawa Timur. Dan izinkan kami untuk menyapa yang sudah bergabung dalam webinar pagi hari ini. Yang terhormat Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur Bapak Dr. Ramlianto, S.P.MP. Yang kami hormati para narasumber Kepala Biro Organisasi SEda Provinsi Jawa Timur, Ibu Adina Fibriani, S. Mak, asesor SDM Aparatur Ahli Utama BKD Provinsi Jawa Timur, Bapak Anom Surahno, S.H., M.Si., Widya Iswara, ahli utama BBSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Ir. Biasworo Adi Suyanto, aka, M.M., serta seluruh sobat ASN yang sudah bergabung ya, baik melalui Zoom meeting maupun YouTube channel BPSDM Jatim TV dan yang hadir langsung nih di kelas internasional BPSDM Jatim. Applaus dulu dong untuk semua yang sudah bergabung. Luar biasa ya, banyak sekali yang sudah bergabung di sini. Dan memang sobat ASN dalam dinamika pelayanan publik yang terus berkembang saat ini, ASN dituntut untuk semakin adaptif, responsif, dan juga berorientasi pada kepuasan masyarakat pastinya. Tantangan global, perkembangan teknologi, serta meningkatnya ekspektasi publik menuntut ASN untuk hadir dengan kinerja yang paling baik dan juga menunjukkan komitmen nyata sebagai pelayan bangsa. Tapi di tengah perubahan tersebut, semangat pengabdian seringki menghadapi ujian mulai dari tekanan lingkungan kerja, kemudian juga beban tugas yang kompleks sampai dengan krisis kepercayaan publik karena adanya perilaku negatif dari sebagian oknum. Nah, employer branding ASN bangga melayani bangsa ini harus kembali diteguhkan. Bukan hanya sekedar slogan, tetapi juga identitas dan juga budaya kerja yang tercermin dalam tindakan, sikap, dan juga pelayanan sehari-hari. Jadi, yuk bersama-sama mari kita teguhkan kembali employer branding ASN Bangga Melayani Bangsa melalui ASN Belajar seri 47 tahun 2025. Baik, Sobat ASN, untuk mengawali ASN belajar seri 47 tahun 2025 ini, mari kita simak bersama opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, S.P., M.P. P. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air. Selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan JATIM Corporate University Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi. Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 4 Desember 2025, ASN belajar telah memasuki seri ke-47. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami, kami selalu berkomitmen dan sekaligus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN belajar seri ke-47 tahun 2025 ini menyajikan salah satu tema dalam rangka peneguhan kembali Employer Branding ASN bangga melayani Bangsa yang telah diluncurkan oleh Presiden kala itu pada bulan Juli 2021. sebuah ikhtiar agar ASN seluruh Indonesia memiliki tekad yang sama. bukan hanya untuk bekerja sesuai regulasi, tetapi juga untuk melayani dengan hati serta menumbuhkan kebanggaan sebagai abdi. Karena tema ini sangat tepat untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka ASN belajar seri ke-47 tahun 2025 ini mengangkat topik mendekuhkan kembali employer branding ASN bangga melayani bangsa. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam SN belajar bahwa topik menarik ini akan dibahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sobat ASN di seluruh tanah air, employer branding ASN yang kita angkat sebagai tema ASN belajar kali ini bukan sekedar mengingatkan kita pada sebuah slogan baru yang dilunculkan oleh Presiden pada Juli 2021 yang lalu. Tema ini adalah ajakan untuk kembali melihat jati diri kita sebagai aparatur negara. Bahwa melayani bukan sekedar tugas tetapi kehormatan. bahwa pekerja bukan sekedar menggugurkan kewajiban, tetapi mengemban amanah rakyat. Bangga melayani bangsa hadir bukan untuk sekedar menjadi hiasan dinding kantor, melainkan sebagai kompas moral penanda arah bagi setiap ASN di seluruh Indonesia. Dari yang bertugas di pusat hingga di batas negeri, dari ruang kebijakan hingga ke meja pelayanan publik. Employer branding ini adalah sebuah ikhtiar besar, sebuah upaya untuk memastikan bahwa ASN di seluruh Indonesia memiliki tekad yang sama. Bukan hanya untuk bekerja dengan benar, tetapi melayani dengan hati. Bukan hanya untuk mencapai target kinerja, tetapi menghadirkan makna dan kualitas pelayanan bagi setiap warga yang membutuhkan negara. Employer branding adalah tentang reputasi, tentang bagaimana publik melihat kita, percaya kepada kita dan merasakan kontribusi kita. Tetapi lebih dari itu, employer branding adalah identitas kita sebagai pelayan bangsa. Identitas yang semakin penting di era di mana citra birokrasi diuji oleh ekspektasi publik yang berubah cepat dan tantangan moral yang semakin kompleks. Karena itu, Sobat SN, meneguhkan kembali employer branding bukanlah soal sosialisasi melainkan soal penghayatan. Ia bukan tentang menambah poster, tetapi tentang mempertebal karakter. yang bukan hanya soal apa yang kita tampilkan, tetapi tentang siapa kita sebenarnya dalam tindakan sehari-hari sebagai ASN. Nah, Sobat di seluruh tanah air, untuk membahas lebih lanjut topik menarik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat SN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Adina Febriani, S. MAK. Beliau adalah Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur. Yang kedua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Anom Surahno, S.H., M.Si. Beliau adalah asesor SDM Aparatur ahli utama Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dan yang ketiga, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Ir. Biasworo Adi Suyanto, AK, M.M. Beliau adalah Widyayasiswara, ahli utama BPSDM Provinsi Jawa Timur. Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-47 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Pak Ramli atas speech-nya. Semoga setelah mendengarkan speech dari paraamli, sobat ASN semua yang bergabung di ASN belajar seri 47 tahun 2005 ini menjadi lebih bersemangat lagi untuk mengikuti webinar dari awal sampai akhir nanti ya. Karena akan ada tiga narasumber luar biasa yang akan sharing informasi, sharing ilmu kepada sobat ASN semua. Namun sebelum kita menyimak materi dari narasumber kita yang pertama, kami ingin mengingatkan bahwa link presensi sudah dapat diakses melalui semesta Bangkok. Tadi yang live chat ya di YouTube channel BPSDM Jatim TV pada nanya nih link presensi, link presensi. Sabar sabar. Link presensinya sudah bisa diakses kali ini. Dan setelah Sobat mengisi presensi kemudian juga survei dan lebar monev nantinya link sertifikat akan muncul maksimal 1* 24 jam. Jadi jangan lupa dicek secara berkala ya. Baik sobat ASN setelah mengisi link presensi sekarang waktunya kita untuk menyimak materi dari narasumber kita yang pertama. Langsung saja kita berikan applause bersama-sama untuk Kepala Bid Organisasi Setda Provinsi Jawa Timur, Ibu Adina Fibrina AS. Mak. Selamat pagi. Asalamualaikum, Ibu Adina. Pagi. Waalaikumsalam, Mbak Anisa. Ibu Adina, suara saya terdengar jelas? Terdengar jelas. Ibu Adina Febriani, SMAK. Mohon maaf, Ibu. Tadi saya terpeleset sedikit, Ibu ya. Ibu hari ini segar sekali Bu. Apa kabar? Alhamdulillah. Alhamdulillah. Sehat. Alhamdulillah. Terima kasih banyak, Ibu, ya di tengah-tengah kesibukannya masih menyempatkan waktunya untuk menyapa Sobat ASN semua. Banyak sekali loh Ibu yang bergabung di sini dari seluruh Indonesia. Monggo disapa dulu Ibu. Iya. Baik. Ee terima kasih teman-teman ASN yang hari ini bergabung. Kemudian ee terkait dengan personal branding kita berakhlak ya. Heem. Ee semoga kita hari ini bisa belajar bareng-bareng ya terkait dengan ee penguatan dari ee nilai berakhlak ini. Karena ee internalisasi itu bukan ee jangka waktu yang pendek ya. internalisasi itu butuh ee apa? Jangka panjang. Jadi tidak bisa kita bilang bahwa internalisasi itu setahun, 2 tahun. Internalisasi justru mungkin bisa 5 tahun, mungkin bisa sampai 10 tahun. Itu itu aja sih, Mbak Anisa. Oke. Baik. Jadi, untuk kali ini kita akan bersama-sama mendengarkan ilmu apa saja sih yang akan dibagikan oleh Ibu Dina. Jadi untuk sobat ASN yang ingin bertanya boleh dicatat dulu pertanyaannya karena sesi tanya jawab akan kita buka setelah Ibu Dina selesai menyampaikan materinya. Baik Bu Dina, waktu yang akan kami berikan untuk menyampaikan materi adalah 45 menit. Kemudian akan dibuka lagi segmen untuk tanya jawab. Baik, silakan Ibu Dina disampaikan materinya. Iya, makasih Nisa. Izin eh para senior kami. Selamat pagi, Pak Anom. saya menyapa dulu. Selamat pagi, Pak. Narasumber yang kedua, Pak Biasworo. Sehat-sehat ngih, Bapak? Baik. Ee alhamdulillah sehat, Ibu. Nggih. Alhamdulillah. Ngih. Matur nuwun, Bapak. Baik. Siap. Nggih. Siap. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Jin ee dulu. Oh iya. Baik, saya ulangi karena tadi masih unmute. Ee mungkin dulu di PEMPR Jatim ada istilahnya kalau dulu kami ini budaya kerjanya adalah cetar nggih. Namun ee cetar itu dulu singkatan Bapak Ibu. Jadi dulu itu ee cetar itu adalah cepat, efektif, efisien, tanggap, transparan, akuntabel, dan responsif. itu itu dulu budaya kerja dari PEMPR Jatim. Namun kemudian ee tahun 2021 keluarlah surat edaran dari Menteri PAN RB nomor 20 tentang implementasi core values dan employed branding aparatur sipil negara. Nah, ini kemudian mulai nih berubah karena kemudian kode etik yang kita pakai, kemudian kode penguatan-penguatan kode etik, kode perilaku ini mulai berubah di tahun 2021 yang kemudian kita kenal sebagai berakhlak itu. Baik, next ke apa namanya? ke awal tadi. Jadi kita kembali ke awal tadi saya juga sekedar mengingatkan terkait dengan ee budaya kerja kita dulu. Jadi internalisasi ini adalah sebenarnya adalah proses penghayatan dan penyerapan nilai norma atau ajaran ke dalam diri kita sendiri secara mendalam sehingga menjadi bagian dari kepribadian dan sebenarnya kemudian adalah harus tercermin dalam sikap dan perilaku seseorang. Seperti tadi sudah saya bilang bahwa proses ini sebenarnya secara berkelanjutan sepanjang hidup karena internalisasi itu tidak tidak bisa secara jangka pendek. Ee caranya adalah bisa melalui sosialisasi dan bimbingan yang pada akhirnya membuat individu ini secara sadar pada akhirnya mengikuti nilai-nilai tersebut yaitu nilai-nilai berakhlak. itu sebenarnya. Jadi sebenarnya urgensi penguatan budaya kerja ini dimaksudkan agar nilai dasar berakhlak ini berperan sebagai pedoman perilaku bagi seluruh ASN di seluruh Indonesia itu nggih. Kemudian ee sebenarnya untuk tahap dari proses internalisasi itu ada tiga. Yang pertama adalah tahap transformasi nilai, kemudian yang kedua adalah tahap transaksi nilai. Kemudian yang ketiga adalah tahap transinternalisasi. Di tahap transformasi nilai ini sebenarnya adalah ee tahap kalau kita bilang adalah tahap secara pengenalan dulu ngih. Pengenalan jadi penerimaan nilai melalui pengamatan mendengarkan atau membaca informasi secara verbal. Saat ini untuk budaya berakhlak itu ee Menteri PAN RB sudah mengeluarkan kamus namanya leveling berakhlak. Nah, ini mungkin nanti ee para ASN kita bisa membaca kamus leveling berakhlak. Kemudian ee pada tahap ini juga kemudian ee teman-teman ASN juga bisa mendengarkan melalui YouTube atau melalui apa media sosial. terkait dengan ee budaya kerja berakhlak. Bahkan kalau di lingkungan ee Sekretariat Daerah PEMPR Jatim itu setiap hari Rabu itu jam 10.00 dibacakan terkait dengan ee berakhlak ini supaya internalisasi ini kita ingatkan secara terus-menerus itu. Itu mungkin yang terkait dengan transformasi nilai. Jadi penerimaan nilai melalui pengamatan, mendengarkan atau membaca informasi secara verbal. Kemudian yang kedua adalah tahap transaksi nilai. di tahap transaksi nilai ini sudah terjadi dialog atau ee terjadi interaksi dua arah antara kalau di sini istilahnya pendidik dan peserta didik di mana kemudian terjadi proses merespon nilai melalui komunikasi timbal balik. Jadi kalau kita biasanya ee diistilahkan ada dialog kinerja. Nah, di sinilah terjadi tahap transaksi nilai. Karena pada tahap internalisasi ini di tahun 2024 nggih 2024 atau 2023 nggih ee budaya kerja ini sudah dimasukkan ke dalam SKP gitu supaya ee proses internalisasi ini berjalan smooth ee teman-teman ASN di lingkungan PEMPR Jatim. Jadi kami masukkan ke dalam SKP karena SKP ini adalah harus dikerjakan oleh teman-teman ASN di lingkungan PEMPR Jatim sebulan sekali ya. Insyaallah dengan itu kemudian teman-teman ini ee lebih lebih paham ngih terkait dengan berakhlak. Kemudian juga nanti diminta di situ terkait dengan bukti kerja terkait berorientasi pelayanan akuntabel itu juga di SKP ada ee diminta bukti-bukti kerja tuh itu ee tahap transaksi nilai. Kemudian pada tahap transinternalisasi inilah yang tahap yang sebenarnya paling mendalam di mana nilai tersebut sebenarnya tidak hanya dipahami secara fisik tetapi juga telah menyatu dengan kepribadian dan mental seseorang sehingga mempengaruhi watak dan perilakunya secara konsisten. Misalnya nih ee kita diharapkan apel setiap setiap hari Senin itu ya otomatis setiap hari Senin misalnya meskipun kemudian harus ada dinas luar tetap harus mengikuti apel ya. Itu itu yang ee tahap yang paling mendalam. Jadi ee ketika dia diharuskan apel, dia harus hadir apel. Ketika harus senam ya diharuskan hadir senam. Jadi sudah ee watak dan perilakunya secara konsisten dilakukan. Jadi tiap Jumat harus senam, kemudian hari Senin pagi harus apel. Next. Nah, ee ini tadi Bapak, Ibu ee ini diperkuat saat ini dengan ee sudah dimasukkan ke dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang nilai dasar kode etik dan kode perilaku dari AS ee berakhlak, nilai berakhlak di pasal 4 tentang ee ASN yaitu Undang-Undang 20 tentang ASN. Di situ ada kode etik, kode perilaku yang bertujuan menjaga martabat dan kehormatan ASN serta kepentingan bangsa dan negara. Nilai ASN dijabarkan dalam kode etik dan perilaku. Nah, ini bisa dibaca sendiri mulai dari berorientasi pelayanan, kode etiknya dan perilakunya adalah ada tiga. Kemudian begitu juga dengan akuntabel, kompeten, harmonis. Nah, masing-masing nih saya saya yakin kalau ee apa namanya ASN di lingkungan PEMPR Jatim sudah sangat paham karena ini sudah tertuang dalam SKP yang harus di yang harus dikerjakan setiap bulan. Next. Nah, begitu juga dengan karena ada tujuh ngih nilai berakhlak itu di sini tadi sudah ada empat. Kemudian ini ada tiga loyal, adaptif, kolaboratif. Sebenarnya ee yang paling krusial saat ini yang memang ee benar-benar ini ada yang harus diperhatikan, ditekankan adaptif. Karena adaptif ini adalah ee yang harus dilakukan berinovasi oleh ASN di lingkung di semuanya di semua di lingkungan pemerintah daerah. Jadi cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan karena saat ini adalah ee masa-masa perubahan dari ee apa namanya ee baik itu RPJMD, kemudian grand desain reformasi birokrasi semuanya tahun 2025 ini ee ada perubahan. Jadi sangat-sangat dibutuhkan ee nilai dasar adaptif ini harus cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan kemudian terus melakukan inova melakukan inovasi. Inovasi tidak harus bernilai besar. Sekecil apapun, perbaikan apapun dalam melaksanakan tugas itu adalah suatu bentuk inovasi dan mengembangkan kreativitas. Kemudian yang ketiga adalah bertindak proaktif. harus berusaha mencari informasi sebanyak-banyaknya, terus kemudian mencari ee data. Karena apapun yang kita lakukan ketika kita mengambil keputusan, ketika kita ee berdasarkan data, maka insyaallah keputusan yang akan diambil akan lebih valid. Itu. Kemudian juga adalah kolaboratif. di sini kolaboratif itu adalah ee saat ini yang kita butuhkan adalah sinergi ee para ASN. Jadi kita tidak bisa bekerja sekarang itu ee terkotak-kotak. Kita harus membuka wawasan kita. kita harus mau bersinergi dengan di lingkungan terkecil aja misalnya dengan bagian atau dengan bidang yang lain. Kita upayakan ketika kita sudah selesai di bagian kita, kita sudah selesai kita membantu di ee bidang atau bagian yang lain yang kira-kira masih membutuhkan bantuan. Itulah yang dibutuhkan adalah kolaboratif. Jadi memang harus bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah. Ketika kita hanya tertuju pada bagian atau bidang kita, kita tidak akan berkembang. Itu Bapak itu ee teman-teman ASN. Jadi kita tetap harus kolaboratif dan sinergi. Itu yang dibutuhkan saat ini. Next. Oke. Nah, ini sepertinya yang tadi sudah saya jelaskan ee bahwa kita memakai nilai berakhlak ini sejak SE Mentrip RB nomor 20 tahun 2021 ini terbit. Nah, untuk internalisasinya banyak. ini antaranya adalah penggunaan logo berakhlak dan tagar bangga melayani bangsa baik itu melalui poster media sosial yang dimiliki oleh pemerintah daerah kemudian twetbond bahan paparan dan lain-lain. Kemudian bisa juga menyisipan informasi berakhlak dan bangga melayani bangsa dalam setiap kegiatan. misalnya sosialisasi melalui apel, kemudian rapat koordinasi itu kita selipkan seperti itu. Terus kemudian yang ketiga penulisan panduan perilaku berakhlak dalam konten misalnya di pojok-pojok atau misalnya di dalam banner itu kita banner itu kita taruh di ee pintu masuk kantor supaya untuk mengingatkan bahwa panduan perilaku kita berakhlak. Kemudian juga bisa melalui pemutaran video panduan perilaku berakhlak yang kita putar setiap setiap saat yang mengingatkan terkait dengan perilaku berakhlak. Kemudian juga memberikan apresiasi. ee saat ini mungkin setiap bulan ada apresiasi yang diberikan di setiap perangkat daerah kepada para pegawai. Kemudian juga ee bisa juga melalui penguatan peran agen perubahan reformasi birokrasi itu. Kemudian juga bisa melalui metode-metode lain sepanjang masih relevan, kreatif dan inovatif sesuai dengan karakteristik dari perangkat daerah masing-masing. Next. Nah, ee di sini ada banyak strategi penguatan budaya kerja yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam rangka memperkuat ee identitas ASN yang bangga melayani bangsa. Jadi strategi penguatannya ada empat, bisa melalui pemanfaatan media dan alat, kemudian internalisasi nilai, keteladanan dan kepemimpinan, kemudian kebijakan dan struktur pendukungnya. Dan empat ini apabila tidak didukung dengan evaluasi dan monitoring yang bagus, maka tidak akan ada keberlanjutan. tetap tetap kemudian tetap ada monitoring evaluasi kemudian ada apa namanya evaluasi untuk perbaikan ee apabila misalnya di dalam pemanfaatan media dan alat ini tidak kemudian kita luncurkan tanpa ada evaluasi tetap harus kita monitoring dan evaluasi supaya oh ke depan berarti apa sih yang kurang efektif itu kita perbaiki gitu. Kemudian eh next. Nah, ini contoh-contohnya setelah ini terkait dengan yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam rangka memperkuat ee identitas nilai berakhlak di lingkungan pemerintah Provinsi Jawa Timur. Di biro organisasi ada cakrawala birokrasi. Ini adalah sebenarnya adalah media yang ee apa namanya? digunakan oleh Biro Organisasi Podcast nggih bentuknya untuk memperkuat ee budaya kerja berakhlak. ee narasumbernya biasanya kita ambil dari memang ee apa namanya ee narasumber dari orang-orang yang kompeten dan istilahnya itu ajeg gitu ya apa bahasa bahasanya dia itu selalu selalu sharing terkait dengan corevalius berakhlak baik itu ketika apel atau ketika kemudian beliau ini menjelaskan kalau ee ee dokter tauhid Islami itu waktu itu beliau ini karena rumah sakit ee Sudono waktu itu ee berhasil meraih WBK wilayah bebas korupsi. Nah, itu kami apa minta sebagai narasumber untuk ee apa namanya internalisasinya di Sudono karena corvalius berakhlak ini juga mengungkit nilai ee ketika mengikuti apa ee zona integritas wilayah bebas korupsi itu. Nah, kemudian kalau ee Dinas Pendidikan ini juga ee praktik baiknya di Dinas Pendidikan itu seperti apa selama ini terkait dengan ee internalisasi dari core value berakta karena Dinas Pendidikan ini adalah satuan pendidikan yang cukup banyak. Nah, itu strateginya seperti apa supaya bisa menginternalisasi sampai ke bawah sampai ke satuan pendidikan itu. Terus kemudian kami juga membuat video-video terkait dengan ee karena ada tujuh ngih insyaallah mungkin nanti di situ juga ada tujuh ee video terkait core values berakhlak. Di situ juga menyampaikan terkait dengan ee terutama yang CPNSCPNS baru ini yang masih kesulitan untuk bukti dukung SKP. Nah, bukti dukung SKP ini karena di SKP itu juga dibutuhkan misalnya berorientasi pelayanan itu bukti dukungnya seperti apa, kemudian akuntabel itu ee bukti dukungnya seperti apa. Jadi kami kaitkan dengan itu. Next. Kemudian untuk internalisasi ini ee kemarin karena memang di tahun 2025 itu Kementerian PAN RB itu masih ee memang sudah ada pedoman Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia tentang petunjuk pelaksanaan penguatan budaya kerja instansi pemerintah. Namun masih belum bisa pedoman tersebut diterapkan di 2025 karena ee masih proses penandatangan masih proses ini ke sekretariat negara. Jadi masih belum bisa diterapkan di dinilai saat ini di tahun 2025. Akhirnya kami ee membuat survei terkait dengan budaya kerja berakhlak PEMPR Jatim ee bekerja sama dengan ITS Surabaya. Dan pada waktu itu semua perangkat daerah ee kami sebar ee apa namanya form untuk mengikuti survei. Ee terus kemudian dari situ ternyata hasilnya adalah ada 11 perangkat daerah yang dinyatakan sangat paham. Kemudian sisanya adalah paham. Ini ada ada maaf ada kekeliruan ini kayaknya di ee slide-nya ngih. Jadi ada yang sangat paham itu ada 11 perangkat daerah hasilnya dan kemudian sisanya adalah paham. Nah, dari sinilah kemudian kita bisa ke depan melakukan strategi bahwa di dalam SKP kita terutama yang panduan ee perilaku yang berakhlak itu itu mulai bisa kita masukkan. Kalau kemarin SKP ini terkait dengan identitas yang ee deskripsinya itu masih diserahkan kepada masing-masing perangkat daerah. Nah, setelah dilakukan survei ini ee kami akan berusaha memperbaiki terkait dengan deskripsi dari masing-masing berorientasi pelayanan akuntabel itu mulai kami standarkan. Jadi kalau kemarin masih kami serahkan kepada masing-masing perangkat daerah sesuai dengan ee apa namanya? kearifan lokal. Tapi ke depan sudah insyaallah kami sesuaikan kembali sesuai dengan kamus leveling berakhlak dan ee apa namanya ada panduan deskripsi yang harus dipatuhi yang ada yang sudah distandarkan oleh Kementerian PAN RB. juga tahun 2025 ini kami juga bekerja sama dengan Brida Provinsi Jatim terkait ee penerapan nilai-nilai dasar ASN berakhlak itu. Sedangkan ee sampel yang diambil pada waktu itu hanya tiga perangkat daerah yaitu e kalau enggak salah BKD, terus kemudian ee saya lupa pokoknya ada tiga tiga perangkat daerah. Nah, ini juga ee hasilnya adalah juga men-support hasil yang sudah dilakukan dengan ee survei yang dilakukan oleh kami kerja sama dengan ITS. Next. Nah, untuk keteladanan dan kepemimpinan ee ketika awal-awal diluncurkan nilai berakhlak ini, Corvalius ini, itu ee waktu itu adalah Ibu Gubernur sendiri yang meneguhkan komitmen ASN berakhlak. ee sehingga sejak saat ee 2022 itu sudah ada SE Gubernur Jawa Timur untuk kita core values kita, kode etik kita, kode perilaku kita adalah ASN berakhlak. Jadi kemudian cetar ini kemudian sudah tidak lagi digunakan tetapi kita sudah beralih menjadi ee berakhlak. Kemudian juga pada waktu pengarahan dari Bapak Sekda itu juga saat apel pagi itu juga menekankan bahwa saat ini kode etik dan kode perilaku kita adalah berakhlak itu. Kemudian juga disambut dengan ee biro organisasi sempat membuat video terkait dengan panduan berakhlak yang menjelaskan terkait masing-masing tujuh kode etik dan kode perilaku yang harus dipatuhi oleh semua ASN. Next. Nah, ini ngih Bapak Bapak Ibu saat ini kebijakan dan struktur pendukung untuk ee nilai berakhlak sudah cukup kuat. tidak seperti di tahun 2021. Karena di tahun 2024 kemarin sebenarnya ee Kementerian PAN RB sudah menerbitkan kamus leveling implementasi nilai dasar ASN berakhlak. Nah, ini yang harus kita kamus inilah yang harus kita pakai dan memang harus menjadi panduan kita kita, Bapak, Ibu. Ee memang di situ ada ee tingkat-tingkatannya ng tapi kemudian yang penting adalah ee gimana caranya standar ini harus mulai kita gunakan. Itu next mungkin. Nah, ini ya Bapak Ibu kalau di lingkungan PEMPR Jatim untuk Corvalius ASN berakhlak ini sudah ada surat edaran dari Gubernur Jawa Timur yang menekankan bahwa implementasi corevalues dan employer branding aparatur sipil negara di lingkungan PEMPR Jatim itu. Jadi mulai tahun 2022 itulah kemudian ee tagar kita ee dulu budaya kerja kita cetar sudah beralih menjadi ee berakhlak. Next. Nah, ini juga ee di tahun 2022 sampai dengan 2024 ini ada indeks berakhlak Provinsi Jawa Timur dan indeks ini adalah dari Kementerian PAN RB dan alhamdulillah kita tiap tahun ada peningkatan kemudian di tahun 2023 itu ee karena memang berakhlak ini sudah harus mulai diterapkan pada akhirnya adalah kita berupaya memasukkan berakhlak ini di dalam ee SKP gitu nggih. Jadi pada waktu itu SKP itu maaf jadi saat ini kalau SKP ini masih di instrumen keberhasilan penilaian itu memang kami masih saat itu misalnya berentasi pelayanan itu di instrumen keberhasilan penilaian itu masih melayani kebutuhan instansi dengan target waktu dan ini akan berbeda beda Bapak Ibu di setiap perangkat daerah karena memang waktu waktu itu kampus leveling masih belum terbit. Nah, saat ini karena kamus leveling dari ASN ee berakhlaknya sudah ada ke depan ee apa namanya? Instrumen keberhasilan penilaian ini sudah harus disesuaikan dengan kamus. Dan begitu juga deskripsi self assessment indikator dari predikat kinerja juga nantinya akan mengalami penyesuaian dan begitu juga kalau evidence dan lain-lain bukti kerja mungkin akan menyesuaikan dengan deskripsi itu. Baik, next. dan kebijakan dan struktur pendukung saat ini. Karena berdasarkan SKP itulah saat ini sudah ada penghargaan untuk setiap perangkat daerah masing-masing bervariasi. Ada yang perangkat daerah yang ada cuman tiga pegawai yang terbaik. Kemudian kalau perangkat daerahnya mungkin jumlah pegawainya agak besar mungkin lebih dari tiga itu ngih. Terus kemudian kalau misalnya menyesuaikan employee of demand ini menyesuaikan tapi saat ini di setiap perangkat daerah sudah ada award atau reward untuk semua pegawainya yang berdasarkan adalah eh core values kita, kode etik dan kode perilaku di samping ada penilaian prestasi yang lain itu nggih. Kemudian next. Alhamdulillah di tahun 2024 ee indeks berakhlak tingkat Provinsi Jawa Timur mendapatkan terbaik kedua. Nah, ini semakin menguatkan kita bahwa sebenarnya nilai berakhlak ini ee sebenarnya sudah bagus, sudah kuat diinternalisasi secara terus-menerus di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Tetapi dengan prestasi ini kita tidak boleh ee terlena karena memang di 2025 ini tidak ada eh award atau reward yang diberikan oleh Kementerian PAN RB terkait dengan eh implementasi dari call values ini. Tapi kita eh tetap harus mengadakan monitoring evaluasi. Terbukti tadi juga sudah dilakukan MONEV dengan ITS dan alhamdulillah kita 11 perangkat daerah itu sudah sangat paham terkait dengan core values ini dan sisanya paham dan tidak ada yang di bawah di bawahnya yang ee kurang kurang paham tidak ada. Jadi ee sebenarnya adalah secara internalisasi nilai berakhlak ini sudah cukup kuat di Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan harapannya ke depan ketika ada pedoman dari Menteri Pendayagunaan ini terkait dengan petunjuk pelaksanaan penguatan itu ee itu di situ ada indeks terkait dengan tingkat kematangan dari budaya kerja dan harapannya adalah dari indeks tersebut itu ada lima kategori dan bismillah tahun di 2026 nanti ketika diterapkan ee apa namanya indeks tingkat kematangan budaya kerja itu Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat meraih nilai unggul. Amin. Baik, next. Baik, ee mungkin sementara itu yang bisa saya sampaikan terkait dengan internalisasi nilai berakhlak dan capaian-capaian yang dan usaha-usaha dan capaian yang sudah dilakukan oleh pemerintah provinsi Jawa Timur. Saya kembalikan lagi kepada Mbak Anisa sebagai moderator. Terima kasih Bu Dina atas materi yang sudah disampaikan. Baik, sekarang waktunya Sobat SN yang ingin bertanya sesi tanya jawab kita buka sekarang ya. Untuk sobat TSN yang bergabung lewat Zoom meeting, silakan gunakan fitur raise hand. Yang bergabung lewat YouTube channel BPS BPSDM Jatim TV bisa tuliskan pertanyaannya melalui kolom live chat. dan spesial nih ya untuk ASN belajar seri 47 tahun 2025 ini. Karena sekarang juga bulan Desember, sebentar lagi kita akan e memperingati Nataru ya, Natal dan tahun baru akan ada merchandise untuk penanya aktif selama ASN belajar seri 47 ini. Wow, ada Sunir menarik nih. Oke, coba kita cek terlebih dahulu siapa saja yang sudah bergabung lewat Zoom meeting atau yang sudah bergabung di YouTube channel BBSDM Jatim TV. Sebentar kita cek terlebih dahulu ya. Coba saya cek yang ada di YouTube channel live chat-nya. Wow, banyak sekali yang sudah bergabung di sini. Sebentar, tadi ada yang sudah bertanya, Ibu. Cuman karena banyak sekali chatnya akhirnya ketumpuk. Sebentar, ya. Oke, ada yang sudah bertanya lewat Zoom. Boleh kita sapa terlebih dahulu dengan Bapak siapa? Dari mana? Oke, teman-teman kru boleh minta tolong di-unmute terlebih dahulu. Sebentar masih oke suaranya sudah terdengar jelas. Selamat pagi Bapak. Dengan Bapak siapa? Kristianto dari UPT PSMB LT Jember dengan Pak Kristianto dari PSMB LT Jember. Oh, oke. Dari Jember. Silakan Pak Kristianto pertanyaannya. Eh, kita itu sekarang itu lagi pusing sama bukti apa ya? Bukti dukung untuk berakhlak itu loh, Bu. Jadi kalau sesuai ekspektasi, di bawah ekspektasi kayak apa buktinya itu apa saja gitu loh untuk harmonis ee akuntabel kayak apa-apa gitu. Kita masih bingung kadang cuma kalau ee loyal itu kan harus ada apel ya kan kita cuma anu foto aja gitu loh. Itu harus bukti dukungnya seperti apa seperti itu Bu. Baik. bisa langsung dijawab Bu Dina. Baik, siap ngih. Terima kasih Pak Kristianto dari PSMLB Jember ya Pak Kristianto. Nggih. Baik. Eh, Pak Kristianto, seperti tadi juga sudah saya jelaskan mungkin supaya lebih jelas ee Pak Kristianto ada di YouTube-nya Biro Organisasi itu yang tadi saya ada di paparan. Tapi itu masih kalau enggak salah masih empat ya terkait dengan apa sih yang harus di apa bukti dukung yang harus dimasukkan dalam ee SKP. Jadi kalau misalnya loyal bentar kalau loyal ini adalah upacara atau apel pagi. Mungkin bisa dimasukkan ketika upacara atau apel pagi foto gitu ya. itu bisa dimasukkan di situ. Kalau misalnya apa namanya? Ee ada bukti yang lain misalnya mengikuti upacara di apa di Grahadi mungkin kalau misalnya itu ada undangannya itu bisa di-upload di situ kayak gitu. Yang penting adalah bukti itu mendukung terkait dengan ee di sini ada instrumen keberhasilan, kemudian di deskripsinya itu kan ada di atas ekspektasi, kemudian sesuai ekspektasi, di bawah ekspektasi. Nah, harapannya adalah bukti dukungnya Pak Kristianto itu adalah yang di atas ekspektasi. Itu kan biasanya ada, Pak, deskripsinya. Nah, itu aja yang di ini. Begitu juga dengan berorientasi pelayanan. Biasanya kalau berorientasi pelayanan itu di atas ekspektasi itu adalah dia ee mengerjakan apa yang didisposisikan oleh pimpinannya secara lebih cepat. Itu biasanya di atas ekspektasi. Kalau sesuai ekspektasi itu dia bisa ee apa namanya melakukan ee mengerjakan disposisi dari pimpinannya sesuai dengan target waktu gitu. Kalau di bawah ekspektasi itu biasanya adalah mengerjakan disposisi dari pimpinannya lewat dari target waktu dan harapannya Pak Kristianto ini bisa yang di atas ekspektasi bukti dukungnya misalnya ee upload misalnya ee disposisi dari pimpinannya gitu kan ada tanggalnya biasanya disposisi. Nah, kemudian ketika disposisi misalnya mengerjakan surat itu di tanggal 11. Nah, terus kemudian Pak Kristianto bisa menyelesaikan nih di tanggal 12. Otomatis kan misalnya ternyata pimpinan biasanya membuat surat 3 hari, Pak Kristianto cuman 1 hari. Nah, bukti surat itu juga di-upload Pak di bukti dukungnya jenengan gitu ngih, Pak Kristianto. Nggih. Oke, bagaimana Pak Kristianto? Apakah ada tanggapan? Monggo. Oke. Minta tolong di-unmute, Teman-teman. Iya. Sebentar. Oke. Masih belum suaranya masih belum terdengar. Baik, bagaimana Pak Krtianto? Iya, masih belum. Suaranya masih di-mute kah? Halo. Oh, sudah, sudah di-unmute. Oke, baik. silakan ditanggapi untuk bukti SK tim itu apakah bisa buat cuma surat tugas kayak gitu, Bu? Jadi kan itu ee apa sih ada yang kontribusi dalam satu tim itu, Kak apa kayak seperti proyek apa cuma kegiatan harian harus ada surat tugas atau gimana, Bu? Baik, izin langsung saya jawab ee Mbak Anisa. Gih, Ibu. Nggih. Ee kalau di perilaku kolaboratif itu memang ada kontribusi dalam satu tim atau lebih. Nah, SK itu mungkin bisa dijadikan bukti dukung Pak Kristianto di situ. Biasanya kalau di ini di atas ekspektasi itu SK itu misalnya membantu lebih dari satu. Nah, itu jadi misalnya nih dalam 1 bulan itu Pak Kristianto membantu tim dua tim ada SK-nya. Nah, berarti Pak Kristianto sudah di atas ekspektasi tuh. Karena kalau biasanya sesuai ekspektasi itu cuman satu. Kalau di bawah ekspektasi itu sama sekali dia tidak membantu hanya menyelesaikan tugas-tugasnya. Nah, harapannya itu sih, Pak Keto memang di kolaboratif ini ada bukti bukti SK nggih, bukti SK untuk membantu tim-tim yang lain. Jadi tidak sekedar kemudian secara ini langsung membantu tapi tidak ada SK gak tapi yang kita butuhkan untuk bukti itu adalah SK itu Pak Kristianto. Nggih. Oke, sudah cukup Pak Tristianto. Terima kasih banyak, Bapak. Oke. Oke. Jangan lupa share kontaknya ke teman-teman kru di sini. Minta tolong dibantu ya ee kontak nomor telepon dan alamatnya untuk pengiriman merchandise menarik persembahan dari BPSDM Provinsi Jawa Timur. Baik, Ibu. Masih ada penanya lagi? Berkenan Ibu ya. Baik, siap. Oke. Baik, yang sudah rais hand di Zoom meetim boleh silakan langsung ditampilkan. Ini ada siapa ya yang bergabung di sini? Selamat pagi. Pagi. Asalamualaikum. Dengan Bapak siapa dan dari mana? Saya Pak Usmar Hadi dari PU Binamarga Provinsi. Eh, mohon maaf Bapak boleh diulang barusan ini karena di sini hujan deras sekali barusan ada petir terlalu keras di sini. Pak Usma Haryati dari PU Binamarga Provinsi. Oke, Pak Usman ya. Monggo silakan. Pak Usmanih. Salam kenal Pak Usman. Bu Adina mau tanya untuk acara mauludan maupun nujulul Quran atau 1 Muharam yang diadakan di Pemkrop itu apakah bisa dimasukkan di akhlak mau muter? Karena kan seringki acaranya itu kan malam buka lah. Itu apakah bisa dimasukkan di situ ya Bu? Mungkin sabar ya adina ya. Eh coba kok mungkin itu Bu Adina. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik, izin Mbak Anisa saya jawab langsung ngih. Baik. Ee sebenarnya bisa, Pak, sepanjang ada ee surat perintah tugasnya ngih. Nah, yang penting adalah ada surat perintah tugasnya itu. Terus kemudian dilihat di perilakunya Bapak ee ketika kemudian ee apa namanya? Bapak memasukkan itu misalnya nih di karena itu adalah perintah dari pimpinan biasanya nggih Pak Usman. Nah, itu biasanya juga berorientasi pelayanan. Nah, ketika berorientasi pelayanan misalnya ee ini Pak Usman di SPT-nya memang harus hadir berarti kan Pak Usman juga di atas ekspektasi bisa di dan di situ gitu. Terus kemudian ketika di akuntabel misalnya misalnya di PU Binamarga misalnya di akuntabel itu ada Pak terkait dengan kehadiran di acara yang memang perintah dari pimpinan bisa juga di situ Pak di-upload di situ gitu. Jadi tetap tetap ee Bapak apa namanya mengikuti arahan dari pimpinan ee menjalankan perintah dari pimpinan itu bisa Pak dimasukkan ke dalam ee apa namanya di SKP ini di ee perilaku kinerja atau predikat kinerja ya Pak itu ya perilaku kinerja itu. Itu itu mungkin Pak Usman. Terima kasih banyak Pak Usman pertanyaannya. Oke. Baik. Ibu masih ada pertanyaan dari eh YouTube channel ini ada yang menuliskan pertanyaan saya bacakan ya dari eh Ibu Ismala Sari dari DP3 AKB Jember. Oke. Beliau menanyakan apa formula agar ASN generasi muda tetap idealis dan berintegritas sementara tetap realistis menghadapi tekanan sosial budaya di lapangan. Oke, itu pertanyaannya Ibu. Baik, langsung saya jawab ya, Pak ya. Iya. Iya, Ibu Dina. Eh, boleh diulang ya, Pak. Apa formula agar ASN generasi muda dapat tetap idealis dan berintegritas sementara tetap realistis menghadapi tekanan sosial budaya di lapangan? Baik. Baik. Ee insyaallah saya jawab. Engih. Bismillah. Eh memang ASN generasi muda ini ee terutama generasi Z ya banyak yang bilang mereka adalah generasi stroberi. Tapi sebenarnya itu adalah tergantung kembali adalah cara dari pimpinannya atau atasan langsungnya untuk ee men-challenge mereka gitu. Ketika kemudian pimpinan ini terjadi ee apa namanya? tidak selalu ada pembinaan, terjadi pembiaran, mereka akan mengikuti. Ya sudah, wong saya tidak dihukum, saya tidak diapa-apain kok. Ketika terjadi pelanggaran bahkan cenderung dibiarkan ya akhirnya mereka akan ee terjadi pembiaran. Tapi kemudian ketika kita sekecil apapun segera kita atasi ketika terjadi ee pelanggaran integritas ya insyaallah mungkin ee apa namanya? tetap kemudian kita kembalikan lagi ke dalam koridor semula. Jadi memang pembinaan itu selalu harus dilakukan kepada para ASN generasi muda supaya mereka menyadari bahwa mereka tuh sudah agak melenceng gitu. Jadi memang ee para pimpinan ini diharapkan untuk mereka itu selalu melakukan pembinaan-pembinaan. Kalau di dalam ee apa namanya? Ee saat ini di Permenpan 6 tahun 2022 itu memang harus selalu dilakukan dialog kinerja. Nah, di forum itulah dialog kinerja itu adalah antara apa namanya? Antara bawahan dengan pimpinan. Di dalam dialog kinerja itulah memang pimpinan harus memberikan arahan dan bimbingan. Nah, tapi kalau kita ee apa namanya? ee secara reguler nggih. Karena memang pimpinan itu dalam ee Permen 46 harusnya setiap bulan itu melakukan penilaian. Di dalam penilaian itu sebenarnya pimpinan tidak diharamkan untuk menilai di bawah ekspektasi. Tetapi saat ini yang terjadi realitanya adalah para pimpinan ini sungkan untuk jadi hanya menilai itu hanya di atas dan sesuai ekspektasi. Sedangkan yang di bawah ekspektasi ini jarang karena mereka ee ketika misalnya menilai bawahan di bawah ekspektasi itu pasti kemudian nanti tak nilai di bawah ekspektasi para bawaan ini enggak mau apa namanya malas kerjanya ee apa wong aku bekerja seperti ini tapi tetap ternyata nilainya di bawah ekspektasi. Tapi kan harapannya setelah dinilai di bawah ekspektasi ada terjadi dialog kinerja. Ada pertanyaan dari bawahan, "Kenapa sih Bapak? Kenapa sih Ibu saya dinilai di bawah ekspektasi? Nah, itu harapannya terjadi dialog kinerja di situ. Jadi, ee ketika ada hambatan maka penyelesaiannya solusinya adalah dialog kinerja. ini pasti di dalam dialog kinerja itu akan terjadi ee apa ee solusi-solusi ya, baik itu solusi dari bawahan atau dari pimpinannya untuk menghadapi baik itu tekanan dari sosial budaya di lapangan, kemudian juga tekanan ketika penyelesaian pekerjaan, ketika kemudian terjadi hambatan di dalam melaksanakan tugas. Itu mungkin yang ee bisa saya ee sampaikan terkait dengan generasi muda itu memang tetap harus ada bimbingan karena berdasarkan hasil penelitian ee ketika tahun 2024 nggih sebenarnya generasi muda ini yang saat ini mungkin generasi Z ya itu sebenarnya adalah bukan ee kalau dulu mungkin keteladanan ya yang dibutuhkan tapi sekarang ini adalah mereka butuh bimbingan dan pendampingan ini hasil riset di tahun 2024 terkait apa yang harus dilakukan oleh para pimpinan untuk menghadapi generasi Z saat ini. Jadi bimbingan dan pendampingan bukan lagi sekedar hanya menjadi teladan. Itu mungkin yang bisa saya sampaikan Mbak Anisah atas jawaban-jawaban dari pertanyaan beberapa sobat TSN yang sudah bergabung di sini. Untuk semua yang sudah bertanya ya, jangan lupa untuk kirimkan kontak person-nya untuk memudahkan kru kami untuk mengirimkan souvenir persamaan dari BBSEM Provinsi Jawa Timur. Baik, Bu Dina boleh dong untuk penutupnya ee memberikan closing statement sedikit aja untuk Sobat ASN. Baik ee para sobat ASN karena saat ini mau tidak mau adalah cor valu kode etik, kode perilaku kita adalah nilai berakhlak. Jadi harapan saya ee para sobat ASN tidak bosan-bosannya untuk selalu meng apa ya menginternalisasi di dalam diri masing-masing bahwa kode etik dan kode perilaku ini tetap harus dilaksanakan, dilakukan seban apapun tetap harus ee apa namanya? Harus tetap di dijalankan. Karena mau tidak mau ketika kita sudah ee istilahnya disumpah ya disumpah sebagai ASN maka kemudian kode etik kita itu adalah berakhlak ini dan itu harus menjadi panduan kita dalam menjalankan tugas sehari-hari. Itu mungkin Mbak Anisa. Baik, terima kasih banyak Bu Dina atas insight yang telah diberikan di hari ini. Sehat selalu Bu Dina. kami persilakan untuk kembali melanjutkan keedule berikutnya. Sampai jumpa di lain waktu. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Makasih Mbak terima kasih. Baik sahabat TSN baru materi dari narasumber pertama baru Bu Dina nih yang memberikan materinya. Masih ada dua materi lagi dan masih ada beberapa sovenir lagi yang akan kami bagikan untuk penanya aktif selama webinar ASN belajar seri 47 tahun 2025 ini berlangsung. Jadi jangan ke mana-mana, tetap bersama kami di ASN belajar seri 47 tahun 2025. meneguhkan kembali employer branding ASN Bangga Melayani Bangsa adalah topik yang diangkat dalam webinar ASN belajar seri 47 tahun 2025 kali ini. Dan di segmen ini waktunya kita untuk mendengarkan materi dari narasumber kita yang kedua. Beliau adalah asesor SDM aparatur ahli utama BKD Provinsi Jawa Timur. Mari kita sambut bersama dengan tepuk tangan kita semua, Bapak Anom Surano, S.H., M.Si. Asalamualaikum, Pak Anom. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Merdeka. Merdeka. Bagaimana kabarnya Bapak hari ini? Sehat walafiat. Alhamdulillah. Waduh. Ini boleh diceritakan dong aksesoris yang sedang dipakai di kepala, Pak? Kayaknya menarik sekali, Pak. Ya, saya mau saya pakai ee Citra Bangsa dari Kota Surabaya. Ini udeng khas Surabaya. Kalau ngeremo pakai ini. Wow. Udengk Surabayo ya. Ini untuk sobat TSN yang dari luar Surabaya bergabung di sini. Nah, ini dia nih ciri khasnya Suroboyo. Oke, baik, Pak Hanom. Di hari ini ee materi apa nih yang akan di-share ke sobat ASN semua? Ya, saya ingin menyampaikan ke sahabat-sahabat ASN tentang kenapa kita harus membangun citra ya, citra yang baik, branding ASN yang ee positif untuk apa itu? Nah, itu yang akan kita bahas bersama. Oke. Membangun citra pencitraan. Tapi tidak tidak hanya sekedar citra ya, Pak ya. Branding saya lebih ke branding. Oke. Baik. Untuk sahabat TSN yang ingin bertanya kepada Pak Anom nanti silakan dikip dulu pertanyaannya karena sesi tanya jawab akan kami buka setelah Pak Anom selesai menyampaikan materinya. Dan untuk Pak Anom penyampaian materi waktu yang kami berikan adalah 45 menit. Kemudian nanti akan ada sesi tanya jawab tersendiri bersama dengan Sobat ASN semua. Monggo silakan Bapak. Baik, terima kasih Mbak Anisa. Luar biasa pagi hari ini saya diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan sahabat-sahabat ASN, adik-adik, sahabat, teman. Terima kasih Mbak Adina sudah ee me-refresh kita semua juga. Bapak Biasworo, Pak Wi. Selamat pagi. Izin saya akan share screen saya. Suara saya jelas ya? Jelas Bapak. Baik. Mengapa kita harus ee membranding diri personal branding maupun corporate branding? Seringki orang jumbuh. Kenapa kita perlu melakukan branding ASN ini? Kan ASN ee rutin aja sudah cukup kan begitu kan cukup dengan apa yang sudah kita lakukan. Nah, ternyata bukan begitu jawabannya. Kita lihat sekarang bahwa branding ASN itu sangat penting oleh karena untuk meningkatkan citra dan reputasi ASN sebagai pelayan masyarakat yang profesional, berintegritas, dan berdedikasi. Ini adalah tentang bagaimana kita memandang diri kita sebagai ASN dan bagaimana masyarakat memandang kita. Nah, kita punya tanggung jawab yang besar terhadap ee branding kita karena ini terkait dengan reputasi tentang pelayanan kita kepada masyarakat secara profesional. Selain profesional juga harus punya integritas dan berdedikasi. Tanpa ketiga hal ini, saya kira masyarakat tidak akan mengenal kita. masyarakat tidak akan mau tahu tentang kita dan kita tidak akan bisa menjadi bagian dari masyarakat. Kenapa itu penting? Menurut saya, kita harus bisa membedakan antara apa itu pencitraan, apa itu promosi, apa itu e branding itu sendiri. Kalau promosi itu aktivitas untuk meningkatkan minat terhadap satu produk itu promosi ya. Itu perlu sosialisasi juga produk kita apa itu perlu dipromosikan, perlu disampaikan kepada masyarakat dalam rangka untuk masyarakat itu kita bujuk berafiliasi. Ini kita bujuk bukan kita membujuki ya. kita bujuk itu kita merayu itu promosi agar orang berafiliasi. Kalau pencitraan itu upaya untuk memelihara reputasi itu agar tetap menarik. Jadi upaya untuk memelihara reputasi agar tetap menarik. Sedangkan branding yang kita bahas pada pagi hari ini itu lebih sebagai proses proses menciptakan dan memelihara citra itu sendiri dan identitas kita sebagai ASN, aparatur sipil negara. Nah, karena itu sebuah proses maka beda pendekatannya dengan promosi dan pencitraan. Pencitraan bisa sekali gebyar selesai pertanggungjawabannya bisa orang kecewa, bisa orang senang, bisa orang peduli. Kalau promosi orang bisa berafiliasi. Setelah itu ee keputusan ada pada ee masyarakat. Jadi apa ee pertemuan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah Anda. Nah, itu promosi. Kalau branding ini sebuah proses di mana untuk menciptakan dan memelihara citra itu sendiri dan identitas ASN. Nah, inilah makanya perlu gimana caranya agar ee citra atau ee branding kita bagus. Untuk apa sih ASN perlu branding? Aturannya jelas Undang-Undang Nomor 20 Tahun 20 2023 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Pemerintah nomor 94 tahun 2021 yaitu untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aparatur sipil negara. Kepercayaan itu dibangun tidak sehari du hari, setahun, 2 tahun, tapi sangat berkepanjangan dan ini harus dipelihara dan harus dijaga kepercayaan masyarakat terhadap ASN. Kemudian yang kedua, meningkatkan motivasi dan kinerja ASN jika kita beranjak pada peraturan perundangan yang berlaku. Gimana caranya ee kita bisa meningkatkan kinerja? tadi disebutkan oleh Ibu Adina ada reward and punishment, kemudian ada eh penghargaan, ada salerah nanti sebentar lagi ada single salary dan sebagainya. Kemudian meningkatkan kualitas pelayanan publik ini untuk menjaga branding ASN. Pelayanan publik menjadi sasaran utama ketika kita dipercaya untuk menjadi bagian dari pemerintahan ini. Karena bagaimanapun juga pelayanan publik itu adalah e iku kita di dalam menjalankan aktivitas sebagai ee birokrasi. Seorang birokrat tujuannya adalah dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Yang selanjutnya yang keempat itu adalah meningkatkan citra dan reputasi SN itu sendiri. Mengapa itu citra penting? Tadi saya katakan bahwa citra itu adalah upaya memelihara reputasi agar tetap menarik. Itu citra harus tetap dijaga. Kemudian reputasi kita harus juga dipelihara. dipelihara artinya ada pengembangan, ada pembelajaran. Ee acara seperti ini adalah dalam rangka meningkatkan reputasi kita sebagai aparatur sipil negara. Aturannya jelas di dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Aparatur Sipil Negara dan juga Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021. Nah, gimana caranya? agar branding ASN ini tetap terjaga. Cara paling jitu saya mencatat ada enam hal yang harus diperhatikan. Jadi, citra ASN yang baik penting untuk membangun kepercayaan publik, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjadi teladan bagi masyarakat dalam pembangunan nasional. Ini cara jitu kita untuk meningkatkan branding ASN adalah saya mengusulkan pada pertemuan hari ini adalah pertama adalah kompetensi. Mengapa kompetensi penting? Ya, ASN harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Masyarakat membutuhkan apa? dan pemerintah harus menyiapkan tenaganya ee dengan tenaga yang ada itu untuk bisa memenuhi keperluannya. Kompetensi ini sudah diatur sedemikian rupa sehingga ee kita paham kalau kita lihat ee di dalam aturan yang berlaku di Permenpan ee 38 itu mengatur dengan jelas tentang sistem kompetensi di ASN. Tujuannya adalah untuk ee citra ataupun ee branding kita semakin bagus. Jadi inilah ee pentingnya kompetensi, uji kompetensi. Kemudian kita melakukan evaluasi kinerja. Itulah dalam rangka menjaga atau memelihara kompetensi ASN. Yang kedua tentang integritas. ASN harus memiliki integritas yang tinggi dan berdedikasi untuk melayani masyarakat. Arah tujuan kita adalah pelayanan publik. Masyarakat harus dipuaskan oleh kinerja kita sehingga kita bisa ee menjadi bagian dari mereka dan mereka menjadi bagian dari kita. Yang ketiga, transparansi. ASN harus transparan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Oleh karena transparansi ini sebuah kebutuhan di negara demokrasi. Kenapa seperti itu? Keuangan negara tidak hanya dipertanggungjawabkan, tetapi juga dipertanggungkan. setiap pengeluaran, setiap penggunaan uang negara harus ee dipertanggungjawabkan dan dipertanggung gugatkan terhadap hal-hal yang ee menyalahi kewenangan atau menyalai penggunaan keuangan negara. Nah, inilah ee kita bisa meningkatkan branding ASN. Yang keempat itu partisipasi masyarakat. Artinya dengan setiap keputusan kita, masyarakat harus diajak berbicara, tidak boleh top down, tetapi masyarakat harus menjadi bagian daripada ee setiap kebijakan kita. Mengapa seperti itu? Ya, kita sudah terlanjur mengambil negara demokrasi. Demokrasi menuntut kita untuk partisipasi. Dengan melibatkan masyarakat berarti demokrasi partisipatoris berjalan sehingga ee masyarakat menjadi bagian dari setiap kebijakan, setiap pelayanan yang kita lakukan. Maka saya tertarik di ee Kota Blitar pada saat itu ada sebuah puskesmas mengadakan citizen Charter namanya Dr. Dharma kalau enggak salah di Bendo apa di daerah kota sana dia melakukan ee citizen charter kesepakatan dengan masyarakat seperti apa pelayanan di Puskesmas itu dan itu menjadi role model di beberapa daerah sehingga ada di daerah Buncu itu ee bersepakat antara masyarakat dengan Puskesmas itu bukanya tidak pagi tapi siang karena kalau pagi mereka ke sawah. Nah, tidak dia enggak bisa ke ngantar ke rumah sakit atau ke puskesusmas sehingga dia buka pada siang hari. Nah, inilah disebut sebagai demokrasi participatoris. Yang kelima, untuk bisa meningkatkan branding ASN salah satunya adalah inovasi. ASN harus berinovatif menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Dia dituntut kreatif. Kemudian dengan inovasi maka ee kita akan bisa melakukan pelayanan yang prima, pelayanan yang baik. Mengapa begitu? Karena dengan inovasi pelayanan menjadi presisi. Teman-teman di kepolisian presisi itu sangat penting, akurat, aktual. tepat. Nah, itu itulah inovasi. Jadi, ada cara-cara kita agar pelayanan kita efisien dan efektif. Itu salah satu upaya kita dalam pelayanan. Maka inovasi dibutuhkan di dalam setiap segi ee pelayanan kita kepada masyarakat. Yang keenam, disiplin. Bu Adina tadi sudah menyampaikan betapa pentingnya absen. Kita ini sangat masih ee sederhana banget diukur dengan disiplin. Masuknya jam berapa, pulangnya jam berapa. Maka kemarin ada ada anekdot begini. Kita itu sering masih 704 loh. Kok 704? Masuk jam .00 terus kosong pulang jam .00. absennya jam .00. Nah, ini yang sering jadi ee pergunjingan kita. Padahal disiplin adalah kewajiban kita untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan profesional ya lewat disiplin ini. Dengan disiplin kita akan bisa ee menjalankan tugas dengan baik dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang ee tugas yang dibebankan kepada kita. Nah, keenam cara ini saya kira harus kita kembangkan sebagaimana peraturan perundangan yang tadi ditetapkan baik itu di dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 juga Peraturan Pemerintah Nomor 94 tahun 2021. Nah, dasar hukum inilah yang harus kita perkuat sehingga kita bisa menjalankan padangka meningkatkan branding ASN yang tadi saya katakan sebagai proses ya, proses ee menciptakan dan memelihara identitas kita sebagai ASN. Nah, wah tugasnya kok berat banget, Pak. ini seringki ee mendengar keluhan teman-teman kita ya itulah ee ASN. ASN memiliki beban dan tanggung jawab untuk bangsa dan negara. Dan ini ee mengapa kita harus bangga dengan beban yang ee seperti yang saya katakan tadi untuk melayani bangsa ini? ASN harus bangga melayani bangsa karena itu adalah profesi mulia dengan peran vital di dalam pembangunan negara dan pelayanan publik serta memberikan kesempatan untuk berkontribusi secara nyata, mengembangkan diri dan menjaga persatuan bangsa. Ini alasan kita mengapa harus bangga melayani bangsa ini. Pertama, kita digaji, dibayar dari uang pajak yang dikumpulkan dari masyarakat. Catatan saya menyebutkan antara 60 sampai 82% biaya operasional pegawai itu diambilkan dari pajak. Artinya bahwa ee masyarakat sudah berkontribusi untuk kesejahteraan kita. Masyarakat sudah memberikan ee kewajibannya untuk pengembangan kita. untuk segala perjalanan dinas kita juga profesi kita bisa lebih baik dengan tugas belajar, peningkatan kapasitas dan lain sebagainya. Nah, ini harus kita sadari bersama bahwa pendapatan kita, TEGOMB kita itu dibayarkan dari pajak masyarakat dan pengembalian kita bentuknya adalah yang enam hal tadi. Salah satunya adalah dengan pelayanan yang baik kepada pemberi pajak. Ini saya kira satu hal yang perlu kita sadari bersama. Kenapa kita harus bangga melayani bangsa ini? Ada kepastian karir di sini. Tadi saya sebutkan tentang kompetensi, integritas dan sebagainya. Kemudian disiplin itu berkaitan dengan kepastian karir. Ini bisa dicapai melalui manajemen talenta, pola karir, berstruktur yang berfokus pada kompetensi dan kinerja. Saya kira itu mengapa kita harus bangga melayani. Ada kepastian karir, ada merit system yang dikembangkan oleh pemerintah ini, oleh bangsa ini. Sehingga kita ee tidak lagi like in dislike, tetapi memang mereka yang berkemampuan, yang berkompetensi yang bisa menjalankan atau mengembangkan karirnya. Yang ketiga itu kehormatan. Nah, mengapa kok ada kehormatan? Kita dipercaya sebagai penyelenggara pemerintahan dan berkesempatan melayani masyarakat. Tidak semua orang diberi kesempatan seperti kita. kita yang sekitar 4 juta orang seluruh Indonesia ini 4 juta ASN baik itu PNS maupun P3K dan ee tenaga lainnya itu ee dilibatkan oleh negara dipercaya untuk menyelenggarakan pemerintahan ini luar biasa dari 286.643.300 306 orang di Indonesia ini kita ini 0,013. Bayangkan 0,013% dari penduduk ini yang diberi kesempatan oleh negara sebagai penyelenggara negara, penyelenggara pemerintahan dan berkesempatan untuk melayani masyarakat. Tidak semua orang diberi kesempatan seperti kita. Maka inilah yang ee harus kita banggakan sebagai seorang ASN. Kita tetap ee diberi kemudahan oleh negara ini. Ada kepastian karir, ada gaji, ada pendapatan, lain-lain dan sebagainya. Tapi yang terpenting menurut saya adalah kehormatan. menjadi ASN adalah kehormatan sebagai warga negara meskipun melalui proses-proses yang panjang. Saya kira ini hal yang tidak mudah bagi kita ASN untuk bisa ee bisa mengembangkan karir seperti di negara Indonesia ini. Nah, itu beberapa hal yang ingin saya sampaikan pada kesempatan pagi hari ini. Ee saya mengutip pesan seorang tokoh besar Presiden pertama kita Bung Karno menitip pesan kepada kita pada saat pembentukan kantor urusan pegawai. Sebelum jadi BKN dulu namanya kantor urusan pegawai. Pada tahun 1950 beliau mengatakan bahwa pegawai harus menumpahkan segala kekuatan jiwa dan raga untuk keselamatan negara Republik Indonesia. Ya, jadi menumpahkan segala kekuatan sumber daya baik itu pikiran, hati, maupun tenaga untuk keselamatan negara Republik Indonesia ini dan hanya boleh mematuhi perintah dari pemerintah republik. Jangan mematuhi ee perintah dari pemerintah lain. Itu gak boleh. Ini pesan beliau pada tahun 1950 kepada eh dulu namanya Pamong, sebelumnya menjadi amtenaren of the rechten. Ya. Kemudian kenapa ini penting saya sampaikan? Karena sebagai ASN harus tegak lurus kepada ee pemerintah negara Republik Indonesia yang sah dan kita harus tetap ee menjunjung tinggi akan kedaulatan bangsa dan pemerintah Indonesia yang sah ini. Jangan toleh kiri, toleh kanan, tapi tegak lurus. itu perintahnya ee awal kita ketika republik ini baru bisa memberi ee pendapatan pada saat itu. Karena pada tahun-tahun awal itu ASN atau PNS itu pendapatannya sangat e tidak menentu. Tetapi baru tahun 1950 itu beli meskipun terbatas. Itulah beberapa hal yang perlu saya sampaikan pada pagi hari ini. Kita akan lebih banyak berdiskusi tentang idealisme, tentang ASN sehingga kita bisa ee bekerja dengan baik. Maka yang menjadi pokok poin saya tetaplah semangat melayani masyarakat. meneguhkan kembali employment banding ASN adalah upaya yang terus-menerus saya katakan proses ya berarti ada berkelanjutan. Kita baru bekerja sama untuk kita harus bekerja sama untuk meningkatkan citra dan reputasi aparatur sipil negara sebagai pelayan masyarakat yang profesional, berintegritas, dan berdedikasi. Mari kita katakan bangga melayani bangsa. Saya kira itu ee yang perlu saya sampaikan pada pagi hari ini untuk bisa memprovokasi teman-teman agar ee ada semangat pelayanan yang luar biasa. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Pak Anom atas materi yang sudah disampaikan ya. Semoga semua sobat ASN di sini merasa lebih bangga lagi nih melayani bangsa. Baik dan sekarang waktunya sesi tanya jawab kita buka bersama dengan Pak Anom pastinya. Silakan sobat ASN yang bergabung lewat Zoom meeting, silakan gunakan fitur raise hand dan yang bergabung lewat YouTube channel BBSDM Jatim TV langsung saja tuliskan ee pertanyaannya lewat kolom live chat. Baik, yang sudah bergabung di sini kita sapa terlebih dahulu. Selamat pagi. Selamat pagi, Mbak. Pagi. Dengan Bapak siapa? Dengan Haryadi dari SMAP, Bu. Oke, Pak Haryadi. Dari instansi mana Bapak? dari Kecamatan Pemas Lembu, Pak Sum. Oke. Baik, silakan Pak Haradi pertanyaannya. Oke, terima kasih, Mbak. Ee mohon izin Bapak ee tadi untuk meningkatkan profesional, berintegritas, berdedikasi ee kita sebagai aparatur sipil negara harus mempunyai kompetensi integritas, transportasi dan partisipasi serta inovasi dan disiplin. Untuk itu ee kita Pak ee di Kecamatan Masa Lembu itu kan terdiri dari tiga pulau. ee kita sudah melakukan ee apa namanya pelayanan buat masyarakat itu yaitu sikapal data paten Massa Lembu, Pak. Iya. Ee tapi ee dengan metode ee WhatsApp yang sangat sederhana tapi tepat. Nah, ee kita sudah melakukan itu semua untuk pelayanan di masa Lembu karena ee perjalanan dari pulau satu ke satunya itu, Pak membutuhkan waktu 5 jam. Untuk itu ee apa namanya Pak? Kita butuh dukungan dari pemerintah kabupat ee kabupaten maupun provinsi. Karena di pulau kami ini, Pak, sampai hari ini belum ada jaringan listrik ee dan juga ee provider yang masuk ke pulau kami itu hanya dari Telkomsen, sedangkan ee provider yang lain belum masuk. Jadi untuk pelayanan internet ee kadang-kadang memang ee sangat ee krusial sekali, Pak. Ee maksimal. Untuk itu ee pertanyaan kami, Pak ee apa namanya aplikasi WhatsApp ini ee sangat sederhana tapi tepat guna. Ee mohon dukungannya ee bagi masyarakat Masa Lembu khususnya agar pelayanan di Masa Lembu ee bisa tercapai dengan maksimal. Ee untuk itu ee yang saya tanyakan kiat-kiat apa saja ee yang bisa kita lakukan sebagai aparatur sip negara karena ee yang kita lakukan semua itu untuk masyarakat Mas. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Baik, langsung saya jawab Mbak Nisa. Iya Bapak silakan bisa langsung dijawab Pak. Mas Haryadi, Masa Lembu Sumenep asli sana atau pendatang ya? Siap. Ee kita pendatang, Pak. Kita pejabat dari kabupaten, ditugaskan di masa lembu. Waduh, itu sudah menunjukkan integritas itu ya. sudah bisa ee memberi arti untuk bangsa dan negara ini. Nah, saya ya memang salah satunya memang mengusulkan kepada pemerintah terdekat mengusulkan agar ee adanya dukungan mungkin daerah daerah situ blank spot gitu ya sehingga perlu ada ee penguatan sinyal karena itu biayanya tidak sedikit memang perlu ada usulan ulan ya. Ada ada tiga cara saya kira. Yang pertama itu memang lewat ee pemerintah kabupaten ya. Kemudian bisa juga lewat ee Pemprop dalam hal ini mungkin di Kominfo atau apa. Kemudian yang ketiga jangan lupa ee panjenengan kan punya wakil rakyat di situ ya. ya barangkali barangkali ee bisa lewat ee program sinergitas gitu ya sehingga ee wakil rakyat dari dapil itu bisa punya komitmen juga kepada ee teman-teman di Kecamatan ee Masa Lembu karena Anda sudah menunjukkan dedikasi dan integritasnya bekerja jauh dari keluarga. Keluarganya ikut apa gak, Pak? Hari oh enggak gak ikut. Wah, ini kan ee pengorbanan yang luar biasa. Tapi kinerjanya perlu didukung dengan fasilitas yang ada. Saya kira ada tiga poin itu ee bisa mengusulkan, membuat ee usulan proposal atau apa namanya. Kemudian diketahui oleh camat setempat, dikirimkanlah ke e Pemkap atau ke Pemprop atau melalui ee wakil rakyat yang mewakili di masa lembu dari partai apa gitu yang yang terpilih di Dapil itu. Nah, itu minta agar ee program sinergitasnya bisa ke ee masa lembu sehingga ee kontribusi wakil rakyat itu juga terlihat di situ. mungkin daerah ee jadi ee bukan dari uangnya dia tetapi haknya itu yang ini bisa ee melalui ee teman-teman dewan lewat ee sinergitas atau ee apa ya namanya yang ya kalau dulu ada pokir sekarang sudah enggak ada pokir ya. ee ee hasil resesnya disampaikan kemudian menjadi aspiratornya sehingga dia bisa menyampaikan kepada ee pemerintah. Saya kira tiga cara itu bisa ditempuh ya. Terima kasih Pak Haradi Sumenep Masa Lembu. Terima kasih Pakadi atas pertanyaannya. Baik sahabat TSN yang bergabung di Zoom meeting. Adakah yang ingin bertanya lagi? Silakan langsung gunakan fitur rais hand. Sambil menunggu saya ingin membacakan yang sudah bertanya lewat ee live chat di BPSDM Jatim TV karena memang Bapak yang bergabung di sini karena mungkin yang di Zoom meeting-nya full ya. Ini teman-teman ada juga yang streaming lewat YouTube channel-nya BPSDM Jatim TV. Saya bacakan pertanyaannya ya, Pak. Ya, yang sudah bertanya di sini adalah @rignosulistio 3461. Aduh, susah ya namanya ya. Baik. Eh, izin bertanya, bagaimana branding dapat membantu ASN meningkatkan transparansi dan akuntabilitas? Itu pertanyaan dari Bapak Ari. Monggo silakan Pak Anom bisa langsung dijawab. Baik, terima kasih Mbak Ari. Namanya sulit Bapak ini Pak Ari, Pak. Pak Ari ya? Iya. Oke, Pak Ari matur nuwun ee pertanyaannya. Jadi gini, ASN itu harus menjaga transparansi. Karena tadi itu transparansi ini adalah bentuk dari tanggung jawab dan tanggung gugat kita terhadap pemanfaatan dan penggunaan keuangan negara. Karena transparansi menjadi sebuah tuntutan kepada kita terhadap masyarakat. Karena pemanfaatan dan penggunaan keuangan negara itu harus dipertanggungjawabkan. Nah, gimana caranya Anda bekerja sesuai dengan tugas dan pokoknya? menjalankan tidak melenceng dari apa yang sudah direncanakan kemudian dipertanggungjawabkan jangan terlambat membuat SPJ sehingga menghambat yang lain. Ya, itu ee saya kira ee tidak menunda pekerjaan, pertanggungjawaban keuangan. Jangan nunggu numpuk dulu. Bila perlu sudah selesai, selesai perjalanan dinas. begitu nyampai silakan langsung membuat laporan. Saya kira itu transparansi akan ter ee terbuka dan dari situlah ee kita punya integritas terhadap bangsa dan negara ini. Oleh karena setiap rupiah yang dikeluarkan oleh negara itu dipertanggungjawabkan secara benar. Saya kira itu ee bagus Pak Asari. Jadi gimana caranya? Ya, itu tadi jangan menunda pekerjaan. Kalau itu memang harus segera diselesaikan, selesaikan pada bulan ini sehingga tidak menghambat pada kegiatan yang lain sehingga pencairan itu bisa berkembang. Nah, itulah ee menurut saya transparansi yang perlu kita kembangkan. Di samping tanggung jawab juga ada tanggung gugat. Jadi kalau ada orang tanya kok bisa ee BPK minta agar ada dokumen-dokumen yang ee mendukung kegiatan ya kita sediakan untuk kepentingan itu karena memang keuangan negara itu dipertanggung gugatkan. Saya kira itu Pak Mas Ari. Terima kasih. Baik terima kasih jawabannya Pak Anom. Pak Ari sudah cukup ya. ini tadi e Ari Novrico S. Begitu dari instansi mana? Bisa dichat lagi ya, Pak ya. Kemudian juga untuk ee kontak person-nya nanti bisa di-share ke teman-teman kru dan masih ada pertanyaan lagi. Sebenarnya ada banyak Pak yang bertanya di sini cuman ee saya pilih satu pertanyaan lagi aja ya. Oke. Sip. Yang bertanya ini yang baru saja bertanya ada @ Arif Faturrahman. Izin bertanya. Kondisi ASN saat ini di mata masyarakat sudah berbeda dari masa lampau. Bagaimana caranya membangun branding ASN yang positif di kondisi saat ini? Apalagi kondisi Indonesia yang sedang ee kacau balau, sedang banyak bencana di mana-mana. Bagaimana kami ee teman-teman ASN ini membranding eh citra yang positif? Silakan, Pak Anom. Baik, terima kasih Mas Arif. Dari mana tadi ya? tidak ada ee tidak ditulis Pak dari instansi mana, cuma namanya saja. I Mas Sarif memang ini ee situasi yang ee menuntut kita untuk kuat dan harus bersama-sama ee memperbaiki ee citra diri kita, branding kita di tengah-tengah masyarakat. ee teman-teman kita itu ee kemarin berdiskusi, "Wah, kondisi kita ini agak berat, Pak Nom. Kenapa kita ini sedang posisi tidak dipercaya, diawasi ya gitu katanya. Terus wis enggak diperco diawasi. ee masih juga kita mendapat ee beban yang berat seperti ini. Jadi kondisi saat ini dengan peristiwa-peristiwa yang kita alami ini yang menuntut kita untuk bisa ber berada pada ee jalur yang benar. tidak semuanya ee ASN itu ingin apa ya ee memperkaya diri dengan tidak benar, tetapi itu adalah oknum. Nah, jadi kondisi yang seagak berat ini apalagi nanti di ee di fiskal kita yang mulai agak ee menurun oleh karena banyak hal yang harus dikerjakan, banyak hal yang harus diprioritaskan. sehingga mungkin ee sebagian dari kita akan mengalami ee sedikit mungkin TPP atau tugin kita akan ee berkurang oleh karena kegiatan kita yang juga berkurang terutama di perjalanan dinas. Nah, ini yang perlu kita sikapi bersama. kita harus komitmen. Hanya komitmen yang bisa menjaga dan memelihara kapasitas kita dan integritas kita. Tanpa komitmen kita akan kesulitan bahwa dengan segala apa yang kita punya itu, kita bisa melaksanakan tugas dengan baik, pelayanan masyarakat tetap jalan. Kemudian ee kita bisa mempertanggungjawabkan semua ee keuangan yang dipercayakan kepada pemerintah ini dari negara kepada pemerintah ini secara baik. Nah, ini yang ee PR kita bersama. Para pemimpin juga memikirkan itu. Bagaimana kita bisa meningkatkan bahkan ee menjaga branding kita, citra positif kita kepada masyarakat ya, hanya lewat pelayanan publik dan kita tidak lebih menyengsarakan pada masyarakat. Kenapa itu penting? kebijakan yang kita ambil kalau itu salah sedikit itu akan membuat penderitaan di masyarakat. Contoh begini, ketika kita mau menggusur PKL di pinggir jalan misalnya, karena itu memang untuk kepentingan masyarakat dan tidak boleh ee orang terganggu jalannya lalu lintas itu, maka orang yang sebenarnya tidak miskin karena begitu dia digusur dan dialihkan atau tidak boleh bekerja, dia langsung menjadi miskin. Nah, ini kan karena kebijakan kita. Nah, maka kita harus memikirkan bagaimana caranya dia tetap bisa berusaha meski meskipun di tempat itu tidak boleh lagi. Nah, ini kita harus pandai-pandai mencari solusi untuk kepentingan masyarakat itu. Nah, inilah yang dibutuhkan oleh masyarakat terhadap ya peran kita sebagai ASN yang berintegritas, ASN yang ee memiliki ee jiwa kebangsaan ini agar kita bisa hidup saling bergandengan tangan apapun dan bagaimanapun kita adalah bagian dari masyarakat itu sendiri dan kita ee mendapatkan ee pendapatan juga dari masyarakat lewat ee ee pajak yang mereka bayar. Nah, itu saya kira Mas Arif. Jadi, kondisi ini memang kondisi yang membutuhkan kita. Kita waktunya berperan, waktunya kita bertindak untuk ee sesuatu yang penting bagi negara dan bangsa ini. Saya kira itu Sari. Baik, terima kasih Pak Anom atas jawabannya dan untuk sobat yang sudah bertanya mohon maaf ya kalau pertanyaannya belum bisa dibacakan di sesi ini. Tenang aja nanti masih ada sesi tanya jawab untuk pemateri yang ketiga. Dan untuk Pak Anom boleh dong kasih closing statement untuk teman-teman sobat semua. Saya mau kasih pantun aja ya untuk teman-teman ya. Boleh. Nanti bilang cakep ya. Ya, pergi ke pasar membeli unggas cakep. Dipelihara di pinggir desa cakep. Ayo ASN bergerak lugas cakep. Mangga melayani bangsa. Wow, luar biasa. Terima kasih Pak Nom. Ini pantunnya lebih menyemangati sobat ASN semua ya untuk lebih bangga lagi melayani bangsa. Terima kasih, Pak Anom atas materinya. Sehat selalu Bapak. Silakan kembali melanjutkan ke schedule berikutnya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik, sahabat ASR. Luar biasa. Waduh, saya harus cari-cari pantun nih. Lumayan nih buat closing ya. Enggak mau kalah sama Pak Anom. Oke. Baik. Masih ada satu pemateri lagi yang akan kami hadirkan untuk sobat TSN semua di segmen berikutnya. Jadi jangan ke mana-mana, tetap bersama kami di ASN Belajar seri 47 tahun 2025. Baik, Sobat ASN, terima kasih sudah setia bersama kami di ASN Belajar Seri 47 tahun 2025. Dan di sekret ini waktunya kita bersama-sama menyimak materi yang akan disampaikan oleh narasumber kita yang ketiga. Beliau adalah Widya Iswara, ahli utama BPSDM Provinsi Jawa Timur. Mari kita sambut bersama Bapak Ir. Biasworo Adi Suyanto. AK, M.M. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Apa kabar, Pak? Baik-baik, Bu Anisa, ngih. Luar biasa. Semangat. Tetap semangat. Alhamdulillah. Tetap harus semangat dong, ya. Semangat. Oke. Baik, Pak Adi. Untuk kali ini ee boleh dong segaris besar aja tentang materi yang akan disampaikan kepada sobat ASN semua. Iya, Mbak. Mbak Anisa, untuk topik pada pagi hari ini dalam webinar seri yang ke-47 penekanannya adalah kepada best practice ya, employer branding ASN terkhususkan untuk bagaimana kita mengupayakan melakukan strategi komunikasi, pelayanan publik dan kepuasan kepada masyarakat. intinya adalah di situ nanti akan kita sampaikan secara detailnya. Oke, semoga materi yang akan disampaikan oleh Pak Adi ini mencakup ee informasi yang tadi sempat ditanyakan nih, Pak. Tadi untuk teman-teman yang bergabung lewat YouTube channel BBS Jatim TV, banyak sekali yang bertanya terkait materi untuk hari ini. Tapi sayangnya memang e keterbatasan waktu, jadi hanya beberapa pertanyaan aja yang sampai dijawab. Nah, ini semoga dengan materi yang akan disampaikan oleh Pak Adi bisa menjawab pertanyaan dari Sobat ASN semua. Dan untuk sobat ASN yang nantinya masih ingin bertanya lagi, silakan yang menggunakan Zoom meeting boleh menggunakan fitur rais hand ataupun yang menggunakan eh YouTube channel yang bergabung lewat YouTube channel BBS dan MJIN TV silakan tuliskan pertanyaannya lewat kolom live chat. Dan untuk Pak Adi waktu untuk penyampaian materinya kami berikan waktu 45 menit. Silakan, Pak Adi. Baik, terima kasih Bu Anisa Dewi yang begitu luar biasa dari sesi pertama, kedua, dan ketiga masih tetap semangat inya luar biasa. Baik, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semuanya. Yang terhormat tadi narasumber yang pertama yaitu Ibu Adina Febriani, S. Mak yang dari Kepala Biro Organisasi Setda Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah memberikan pencerahan yang begitu luar biasa kepada sobat ASN di seluruh Indonesia. Kemudian yang terhormat juga tadi narasumber yang kedua tentunya Bapak Anom Surahno, S.H., M.Si. si yang juga memberikan pemahaman kepada kita dan beliau adalah sebagai asesor SDM aparatur ahli utama BKD Provinsi Jawa Timur yang yang tadi sudah menyampaikan beberapa keterkaitan dengan keterkaitan dengan branding branding branding employer ASN yang tadi sudah disampaikan oleh Bapak Anom Baik, untuk pada kesempatan yang berharga ini, kesempatan yang berbahagia ini ee saya akan mencoba untuk membahas terkait dengan topik ee mohon izin sebelumnya saya izin untuk share screen nggih. Apakah sudah terlihat? Terlihat jelas, Pak. Baik, terima kasih Bu Anisa. Jadi pada pagi hari ini, pada hari yang berbahagia ini saya ingin mencoba untuk menyampaikan hal yang terkait dengan best practice employer branding ASN yang tujuannya adalah untuk ee lebih mengutamakan kepada strategi komunikasi, pelayanan publik, dan kepuasan masyarakat. Hal ini juga memang ee selaras dengan tema besar yang sudah diusung pada webinar webinar seri 47, yaitu terkait dengan meneguhkan kembali employer branding ASN bangga melayani bangsa. ini yang menjadikan topik yang menjadikan topik yang sangat penting yang mungkin pada pagi menjelang siang hari ini saya mencoba untuk menyampaikannya kepada Sobat ASN karena kita tahu bahwa tadi sudah disampaikan oleh Bapak Anom dan Bu Adina bahwa saat ini ada era keterbukaan informasi yang begitu itu luar biasa. Di mana citra ASN bukan hanya ditentukan oleh jabatan oleh jabatan, tetapi tetapi oleh ee cara kita bagaimana cara kita melayani dan cara kita berkomunikasi. Berkomunikasi tentunya dengan masyarakat, dengan publik ya. ini yang mendasari pada pagi hari ini saya mencoba untuk menyampaikan terkait dengan ee apa namanya strategi komunikasi. Jadi untuk ee pagi hari ini tidak kita tidak hanya bicara terkait dengan teori, tetapi lebih kepada praktik nyata yang bisa secara langsung kita terapkan bagi sobat ASN khususnya yang mengikuti webinar pada pagi hari ini. Mengapa employer branding ASN itu kita anggap penting? Tadi juga sudah disampaikan oleh yang terhormat Pak Anom yang juga tadi sudah menyampaikan bahwa pada dasarnya tinjauan kami adalah bahwa ada beberapa persepsi dari masyarakat atau publik terhadap kita sebagai aparatur sipil negara. Hal ini adalah karena ee ini mempengaruhi ee kepercayaan citra ini sangat mempengaruhi kepercayaan masyarakat kepada pemerintah apabila kita tidak melakukan upaya-upaya best practice lah yang akan kita praktik baiklah yang akan kita tunjukkan kepada masyarakat. Yang kedua adalah bahwa ee apa namanya? ee bahwa branding eh employer branding ASN ini juga dapat menentukan kebanggaan masyarakat kepada negara ketika seluruh aparatur sipil negaranya telah melakukan praktik-praktik baiknya dengan luar biasa sehingga akan tertangkap oleh masyarakat dengan sangat luar biasa. Yang kedua, yang ketiga juga menarik dan tidaknya minat generasi muda untuk menjadi ASN. Karena karena terus terang saja bahwa bahwa kita sebagai ee kita sangat membutuhkan sangat membutuhkan para generasi muda yang tentunya yang memiliki kompetensi yang sangat luar biasa itu memiliki minat yang sangat besar. minat yang sangat besar untuk mendaftarkan diri sebagai aparatur sipil negara ini. Kalau tidak ditangkap secara baik oleh generasi muda, oleh generasi muda, maka maka ini akan berdampak bahwa ee pemuda atau generasi muda generasi Z ini juga tidak berminat, tidak berminat untuk apa namanya? melakukan upaya ee melakukan upaya mengikuti rekrutmen yang di yang disampaikan oleh pemerintah. Nah, ini sangat disayangkan sekali karena kita yakin bahwa pemuda-pemuda kita yang memiliki kompetensi yang sangat luar biasa itu juga bisa memperkuat memperkuat birokrasi pemerintahan di Republik Indonesia ini. Kemudian juga ini dalam kerangka upaya untuk meningkatkan legitimasi dan wibawa birokrasi dengan adanya citra positif yang di yang dilakukan oleh seluruh aparatur sipil negara tentunya akan berdampak sangat luar biasa. Kita menyadari bahwa di era media sosial yang begitu luar biasa ini tentunya ketika kita melakukan upaya pelayanan buruk ini melayan pelayanan buruk ini akan mudah sekali akan mudah sekali ditangkap oleh masyarakat dan akan diviralkan ya akan diviralkan dan akan ee merusak citra dari ribuan ASN yang ASN lainnya tentunya yang sebenarnya tidak melakukan hal seperti itu. Ini yang ini yang juga menjadikan penting karena di era sekarang ini era keterbukaan, era transformasi digital, masyarakat itu semakin kritis ya. semakin kritis dan mereka mudah sekali ketika menangkap sesuatu hal yang tidak baik yang dilakukan terutama di dalam ee pelayanan atau cara berkomunikasi kita sebagai aparatur sivil negara itu akan mudah untuk diviralkan dan tentunya akan berdampak sangat luar biasa terhadap ee kepemerintahan kita. Inilah yang kita ee harus kita upayakan. Ee sebaliknya kita juga harus berupaya bagaimana agar ketika kita mensosialisasikan atau ee ada pelayanan yang bagus, pelayanan yang tulus dari aparatur simil negara ini juga bisa menginspirasi jutaan orang gitu ya. Nah, ini akan menumbuhkan kepercayaan bagi masyarakat tadi yang seperti disampaikan oleh Pak Anom. Nah, ini tentunya harapan kita juga mengapa eh employer branding aparatur sipil negara ini penting. Perlu juga kami sampaikan sebenarnya apa itu employer branding. Jadi, pada dasarnya definisi employer branding itu adalah citra reputasi dan pengalaman yang dirasakan publik terhadap aparatur sipil negara sebagai pelayan bangsa. ini yang ditangkap oleh ee para para pabrik ya, para masyarakat yang begitu peka terhadap terhadap em perilaku dan sikap yang dilakukan oleh seluruh aparatur sipil negara. Beberapa hal citra dan reputasi yang mungkin terbentuk itu dari sikap dan perilaku kita sebagai aparatur sipil negara dalam keseharian kita. kita melakukan hal apa yang menjadikan bidikan dari masyarakat apakah itu baik atau buruk ini sangat tergantung daripada kita sebagai aparatur sipil negara. Cara kita memberikan pelayanan ini kan juga menjadikan kualitas daripada pelayanan ini akan menjadikan citra dari aparatur sipil negara yang kurang baik ketika kita memberikan memberikan pelayanan yang kurang optimal. Kemudian juga cara kita berkomunikasi ini juga sangat penting karena masyarakat juga akan menilai kepada kita sebagai pelayanan publik. Karena tugas aparatur sipil negara selain sebagai pelaksana kebijakan pelayanan publik juga sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Sebagai pelayanan publik tentunya kita sebagai apartur sipil negara tentu menyikapi cara berkomunikasi kita ini juga ee ee harus ditangkap oleh masyarakat dengan baik. Kemudian cara kita bersikap di media sosial ini juga penting sekali. Kita jangan memprovokasi hal-hal yang mungkin itu ee berita hoa dan sebagainya yang bisa menimbulkan konflik itu yang kita batasi. Tentunya hal-hal yang positiflah yang harus kita kita sosialisasikan melalui media sosial sebagai branding kita, sebagai branding aparatur sipil negara. terutama tadi seperti yang Bu Adina tadi sampaikan terkait dengan nilai-nilai berakhlak dan juga responsivitas dan empati kita ini juga akan di ee apa namanya akan dipantau oleh masyarakat. Itu sebabnya eh employer branding ASN ini sangat penting kita kedepankan. Ada beberapa contoh sebagai employer branding ASN, yaitu upaya membangun citra instansi pemerintah sebagai tempat kerja yang dipercaya, dibanggakan, dan diminati oleh masyarakat serta calon talenta terbaik. Ada beberapa contoh mungkin yang bisa kita sampaikan kepada sobat ASN di seluruh Indonesia. Yang pertama adalah kampanye bangga melayani bangsa. Sebagaimana topik, sebagaimana topik pada pagi hari ini, bangga melayani bangsa itu di media sosial. Tentunya ini sebagai eh employer branding kita yaitu adalah menampilkan kisah nyata kita sebagai aparatur sipil negara ketika kita melayani masyarakat dengan dedikasi, inovatif, dan berdampak. Ini tentunya juga ee yang kita selalu kedepankan. kita kita lakukan upaya-upaya agar masyarakat menangkap hal baiknya. Kemudian yang kedua adalah contoh yang kedua, kita mungkin bisa memberikan testimoni kita sebagai aparatur sipil negara baik itu yang muda dan yang berprestasi untuk melakukan upaya meng-create sebuah video atau artikel tentang pengalaman kerja, budaya kerja positif, dan peluang pengembangan diri di instansi pemerintah. Ini yang yang penting kemudian kita ee apa namanya? kita create dalam sebuah video menjadikan menjadikan testimoni kita sebagai apartur sipil negara baik itu prestasi-prestasi yang juga akan yang pernah kita raih juga kita menjadikan employe branding kita. Kemudian yang ketiga adalah halek budaya kerja berakhlak tadi yang sudah disampaikan oleh Bu Adina yaitu menunjukkan penerapan nilai-nilai berakhlak dalam kegiatan sehari-hari terutama di dalam memberikan pelayanan kolaborasi dan inovasi. Berakhlak dalam hal ini adalah ini adalah corvilue kita. Pfili Aparatur Sipil Negara berorientasi pelayanan akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaborasi. Yang keempat sebagai contohnya adalah publikasi inovasi layanan publik. tadi mungkin juga ada beberapa teman-teman sahabat ee ASN yang ee sobat ASN yang mempertanyakan tentang bagaimana cara kita membading citra kita, citra positif kita yaitu dengan melakukan upaya memperkenalkan inovasi-inovasi kita khususnya dalam memberikan pelayanan pelayanan publik ya. Jadi mengangkat capaian reformasi birokrasi, digitalisasi layanan dan program unggulan instansi. kita kita yakin di semua OPD, di semua lembaga, di semua organisasi pemerintah atau instansi memiliki memiliki program-program unggulan yang itu kemudian bisa kita bisa kita publikasikan. di BBSDM juga ada beberapa inovasi-inovasi yang sangat luar biasa. Termasuk ASN belajar ini adalah merupakan inovasi yang dikembangkan oleh Bapak Kepala Badan kita Bapak Dr. Ramli Ramlianto yang kemudian di ee yang setiap minggunya itu dilaksanakan secara baik dan ee apa namanya menyampaikan materi-materi yang berbobot. Yang kelima adalah program magang dan talenting aparatur sivil negara. Membuka peluang mahasiswa dan fresh graduate untuk mengenal dunia kerja di birokrasi melalui magam tematik. seperti sebagaimana di BBSDM dan di beberapa instansi menerima mahasiswa-mahasiswa yang ingin magang dan ingin mengetahui pola kerja dari instansi yang dituju ini tentunya menjadikan menjadikan ee branding kita juga. Nah, ini tentunya perlu kita ee apa namanya? Kita ketika kita realisasikan dengan baik. Kemudian ada konten sehari jadi ASN. Ini adalah menggambarkan sisi humanis, profesional, dan berdampak dari profesi aparatur sipil negara. Yang kemudian ini merupakan konten-konten yang bisa di-upload yang bisa di-upload di media sosial secara baik. Apakah itu melalui Instagram, apakah itu melalui TikTok, apakah itu melalui YouTube ataupun mungkin media sosial lainnya dan juga termasuk WhatsApp dalam hal ini. Nah, ini tentunya juga menjadikan ee menjadikan pencitraan yang sangat baik ketika program-program unggulan kita juga kita sosialisasikan dan kita buat konten-konten yang terbaik. Yang ketujuh adalah brand visual instansi yang modern dan profesional. di mana itu logo, slogan, website, dan konten-konten digital yang menggambarkan birokrasi yang adaptif berkelas dunia itu kita kita uput secara luar biasa. Ini yang menjadikan citra daripada instansi kita ini menjadi bagus ya, menjadi baik dan masyarakat akan melihat bahwa kita sebagai apartiris sipil negara sudah melakukan hal-hal yang terbaik. tentunya menjadikan ee tantangan nyata di lapangan kita masih perlu kita ket ya kita temui ada beberapa hal mengapa branding employer eh employer ASN ini perlu kita kita tetap kita menjadikan pondasi utama itu karena kita menyadari eh sobat ASN bahwa ASN di seluruh Indonesia yang begitu luar biasa kurang lebih 5 juta lebih iniilik masih masih dirasa ada beberapa yang kurang ramah dan tidak responsif ya terhadap beberapa upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kemudian ee para ASN ada yang dianggap oleh masyarakat itu pelayanannya lambat dan mungkin berbelit-belit ya yang sebenarnya tidak membutuhkan waktu yang lama tetapi tetapi ee penyelesaiannya sangat-sangat lambat dan waktunya juga cukup panjang. kemudian tidak adanya atau minimnya komunikasi kepada publik yang ini juga akan berdampak ee berdampak kepercayaan masyarakat juga. Karena di era keterbukaan ini tentunya tentunya kita sebagai aparatur sipil negara hal-hal yang menyangkut kebijakan pemerintah ataupun hal-hal yang berkaitan dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat, kita komunikasikan secara bagus kepada masyarakat. adanya kurang empati pada masyarakat ini kepedulian kepada masyarakat ini ditangkap oleh masyarakat. Nah, ini tentunya menjadikan tantangan kita, tantangan nyata di lapangan yang tentunya kita harus ee apa ya berupaya untuk ee eh branding employer kita ya. Jadi branding ASN itu kalah dengan isu viral negatif ya. banyak yang diviralkan justru hal-hal yang negatif dari mungkin yang pernah dilakukan oleh aparatur sipil negara. Nah, ini tentunya kita berpacu dalam melodi untuk melakukan upaya-upaya bagaimana agar employee branding ini bisa kuat. Ada empat pilar yang menjadikan kekuatan untuk ee apa namanya? Untuk employee branding ASN. Yang pertama adalah komunikasi publik yang transparan. ini tadi ee ditanyakan oleh salah satu dari teman kita, sobat kita, bagaimana cara kita meningkatkan komunikasi, transparansi kepada masyarakat. Ini adalah sebuah proses ya, Bapak, Ibu ya. penyampaian informasi kepada masyarakat secara terbuka, jujur, akurat, dan mudah dipahami sehingga masyarakat dapat mengetahui, menilai, dan mengawasi kebijakan, kinerja, serta penggunaan sumber daya secara objektif dan partsitatif. komunikasi publik yang transparan ini memang tidak bisa tidak pada saat ini, pada masa sekarang ini perlu kita wujudkan keterbukaan jujur, rasa jujur dan akurat data-data yang kita sampaikan juga tidak ada kebohongan. Ini menunjukkan bahwa kita kita ee ingin mendapatkan kepercayaan yang luar biasa dari masyarakat. Pilar yang kedua adalah pelayanan yang prima dan solutif. adalah pelayanan yang diberikan secara cepat, ramah, tepat, dan profesional disertai kemampuan memahami kebutuhan peserta menyelesaikan masalah masyarakat dengan efektif dan keberlanjutan. tentunya di dalam di dalam kerangka upaya memberikan pelayanan yang prima dan solutif ini kita sobat ASN perlu melakukan upaya-upaya yang sangat luar biasa. Kita dapat memberikan pelayanan secara cepat. Kita juga sopan, ramah. kita mengedepankan kata-kata yang bijak, kata-kata yang sangat sangat menyentuh perasaan dari masyarakat yang kita layani dan mereka akhirnya merasa bahwa kita ini memberikan pelayanan dengan hati dan kemudian selain itu juga tepat ya tepat guna dan bagaimana kita ee apa namanya di dalam menyelesaikan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat itu sangat tepat dan sesuai dengan ketentuan ketentuan peraturan yang berlaku dan profesional. Tentunya kita juga mengacu kepada bagaimana sih kita selalu berpedoman kepada peraturan dan juga ee standar operasional prosedur yang tetap kita jalankan dengan baik. Pilar yang ketiga adalah perilaku berbasis nilai berakhlak. Tadi sudah disampaikan oleh Ibuinda adalah perilaku aparatur yang mencerminkan orientasi pelayanan integritas. Tadi Pak Anom juga sudah menyampaikan tanggung jawab, kerja sama, adab, adaptivitas dan kinerja unggul sebagai dasar etika dan budaya kerja dalam menjalankan tugas melayani masyarakat dan negara. ini memang secara perlahan dan sudah dituangkan di dalam undang-undang undang-undang kita undang-undang undang-undang ASN yang terbaru tentunya pada pasal 4 sudah menyampaikan bahwa di situ perilaku berbasis ee nilai berakhlak yang kita kepankan. Pilar yang keempat adalah kepuasan dan kepercayaan masyarakat. Kepuasan itu ada di tangan masyarakat. sebagaimana kita memberikan pelayanan yang terbaiklah yang menjadikan masyarakat merasa puas adalah tingkat rasa puas, yakin, dan aman untuk masyarakat terhadap kualitas kinerja kita, baik itu memberikan pelayanan serta integritas aparatur pemerintah yang tercermin dari pengalaman positif dan keberlanjutan hubungan baik antar pemerintah dan warga. ini yang memang kita kedepankan dan kita selalu harus tinjau seberapa jauh ee rasa puas di masyarakat itu kita dengan melakukan upaya survei kepuasan masyarakat. ini yang memang kita sebagai aparatur sipil negara juga mengevaluasi sejauh mana sesuatu hal yang sudah kita berikan untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat untuk feedback-nya itu umpan baliknya kepada kita juga kita melakukan upaya-upaya kepuasan, survei kepuasan kepada masyarakat. Ada beberapa strategi. Mungkin kita akan menyampaikan empat strategi. Strategi yang pertama adalah komunikasi. Kita sebagai aparatur sipil negara yang membangun citra positif. Ini adalah bentuk daripada best practice-nya atau praktik baiknya adalah kita berbahasa secara santun dan empati untuk menimbulkan rasa empati mereka terhadap kita. Dan kita tentunya ee apa namanya bahasa-bahasa yang kita sampaikan tentunya kita sesuaikan dengan norma-norma yang berlaku di budaya setempat ya tentunya kita dan kita menyampaikan bahasa-bahasa yang santun. Kemudian ee bentuk daripada praktik baiknya adalah aktif di media sosial instansi. Jadi kita yakinlah semua teman-teman sobat ASN di instansinya masing-masing memiliki memiliki media sosial instansi yang begitu luar biasa. melalui media sosial instansi itulah kita bisa berperan aktif ya Bapak, Ibu ya ee sobat ASN yang tentunya tentunya ini menjadikan masyarakat akan semakin semakin ee tumbuh kepercayaannya ketika kita menampilkan praktik-praktik baiknya. Kemudian telling eh storytelling, pelayanan. kita juga memberikan gambaran begitu nyata ya, bagaimana ee apa namanya riwayat jejak kita di dalam upaya menyelesaikan pekerjaan kita, menyelesaikan kinerja kita ini akan berjalan dengan baik. Kemudian kita juga ee bentuk praktik terbaiknya adalah menjawab komentar publik secara profesional. ketika ada komentar-komentar dari masyarakat ya, apakah itu komentar yang sisi negatif tapi kita bisa menjawab secara santun. Kita tidak perlu balas dengan bahasa-bahasa yang mungkin akan menjadikan konflik di antara kita. Yang menjadikan pertanyaan adalah apakah kita sudah melakukan upaya komunikasi itu dengan baik ketika kita memberikan pelayanan kepada masyarakat. Strategi yang kedua adalah memberikan pelayanan publik berdampak. Bapak, Ibu, ini tentunya tadi juga sudah disampaikan oleh dua narasumber sebelumnya. Ada lima hal yang perlu kita sampaikan, yaitu cepat, tepat, ramah, solutif, dan digital ver mindset. Ini yang perlu kita sampaikan juga kepada sobat ASN. Cepat adalah kemampuan memberikan layanan tanpa penundaan yang tidak perlu dengan proses tanggap tanggap efisien dan tepat guna sesuai standar pelayanan yang ditetapkan. Bagaimana dengan tepat? Tepat adalah kemampuan memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan, akurat, dan tidak salah sasaran. baik dari segi informasi, proses, maupun hasil yang diterima oleh masyarakat. Sedangkan rama adalah sikap melayani dengan sopan, santun, empati, dan menghargai setiap pemohon layanan sehingga tercipta suasana yang nyaman dan saling menghormati. Kita memberikan pelayanannya dengan hati. Dengan hati. Nah, ini ketika kita memberikan pelayanan dengan hati, keikhlasan dan sangat luar biasa, maka akan diterima oleh masyarakat juga dengan sangat baik. Solutif adalah kemampuan petugas atau kita sebagai aparatur sipil negara, sebagai pelayan publik untuk tidak hanya melayani, tetapi juga menawarkan jalan keluar yang jelas, realistis, dan bermanfaat atas permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Ketika masyarakat mungkin mendapatkan beberapa beberapa hal permasalahan-permasalahan, kita sebagai aparatur sipil negara dapat memberikan solusi yang terbaik, realistis, dan bermanfaat bagi mereka. Ini yang menjadikan ee apa namanya? pelayanan publik kita menjadi berdampak. Kemudian digital first mindset adalah pola pikir yang mengutamakan solusi berbasis teknologi digital sebagai pilihan utama sehingga pelayanan menjadi lebih cepat, mudah diakses, transparan, dan efisiensi dan efisien. beberapa OPD begitu sangat luar biasa apa namanya melakukan upaya-upaya dengan berkeinginan mewujudkanud mewujudkan sebuah gagasan-gagasan yang sangat luar biasa yang berbasiskan berbasiskan teknologi teknologi digital banyak di OPD OPD sudah dilakukan dengan sangat-sangat luar biasa. ini adalah dalam kerangka upaya bagaimana pemenuhan pelayanan pelayanan kepada masyarakat berdampak. Strategi yang kedua adalah pelayanan publik. Ee mohon maaf ee ini contohnya aja Bapak Ibu ya. Contoh dari strategi yang kedua tadi pelayanan publik berdampak. itu contoh-contoh praktik baiknya tentunya misalkan terkait dengan antrian online ya mungkin di tidak hanya di swasta di bank-bank dan sebagainya kita juga sudah melakukan upaya-upaya bagaimana agar antrian itu sudah sudah tidak ada di dalam di dalam proses pelayanan kepada masyarakat yaitu dengan memberikan ee cara-cara yang sangat luar biasa sehingga masyarakat tidak tidak melakukan melakukan antrian yang begitu panjang, melelahkan, dan juga akan berdampak ee apa ya hati ini merasa bahwa pelayanannya kurang bagus ya untuk masyarakat. Maka memberikan upaya-upaya bagaimana pemanfaatan digitalisasi itu juga kita ke depankan. Kemudian mungkin juga ada beberapa OBD memberikan pelayanan keliling karena di beberapa kelurahan desa-desa dan sebagainya yang mungkin jauh dari perkotaan melakukan upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan jemput bola ya tidak menunggu masyarakat itu hadir di tengah-tengah kita tetapi kita berupaya memberikan pelayanan agar merasa dekat dengan mereka itu. banyak juga gagasan-gagasan atau solusi yang praktik baiknya yang dikembangkan oleh kita sobat-sobat ee sobat ASN. layanan terintegrasi satu pintu di beberapa kota kabupaten sudah melakukan upaya bagaimana bagaimana ee perizinan maupun pelayanan-pelayanan pelayanan publik itu satu pintu sehingga masyarakat tidak terbebani dengan beberapa transportasi dan luar biasa yang sangat berjauhan. Pelayanan berbasis kebutuhan masyarakat ini tentunya didasari atas kita pemahaman kita terhadap kebutuhan masyarakat. Kita tidak akan bisa memberikan pelayanan yang terbaik ketika kita juga tidak mengetahui sejauh mana sejauh mana ee apa namanya kebutuhan daripada masyarakat. Ini strategi yang kedua. Strategi ketiga, budaya berakhlak sebagai identitas brand. Identitas branding kita nggih, Sobat ASN ya. kita berupaya bagaimana ee nilai-nilai berakhlak atau kita sebagai corvilue aparatur sipil negara ini kita kedepankan berorientasi pelayanan akuntabilitas akuntabel atau kompeten harmonis loyal adaptif dan kolaboratif tadi sudah disampaikan oleh Ibu Adinda yang sudah dari Biro Kepala Biro Organisasi yang telah menyampaikan ee nilai-nilai berakhlak ini harus kita kedepankan sebagai budaya berakhlak. dan ee dapat mewujudkan dan akhirnya akan tumbuh menjadi karakter kita sebagai aparatur sipil negara. Nilai-nilai berakhlak ini akan kita tanamkan secara luar biasa di dada kita. nilai-nilai dasarnya di sini sudah disampaikan juga mungkin kita akan lewati Bapak Ibu ya ee sobat ASN kita ee upaya untuk bagaimana strategi yang keempat adalah membangun kepuasan dan kepercayaan publik. Indikator keberhasilannya adalah indeks kepuasan masyarakat atau IKM itu meningkat. Kondisi ketika penilaian masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik menunjukkan tren naik yang mencerminkan perbaikan kinerja, kemudahan akses, kejelasan prosedur, dan sikap aparatur yang semakin baik. Ini menunjukkan akuntabilitas kita sebagai aparatur sipil negara. ketika kita menyadari ada lima aspek ya Bapak Ibu ya ee Sobat ASN lima ee lima aspek sebagai akun tabel kita sebagai aparatur sebuah negara. Yang pertama kita menyadari bahwa kita bertanggung jawab kepada negara dan masyarakat. Yang kedua adalah kita berorientasi kepada hasil. Pada intinya kita sebagai aparatur sipil negara mengedepankan hasil yang terbaiklah yang harus kita berikan kepada masyarakat. Yang ketiga adalah peningkatan kinerja. Kita tidak boleh stagnan. Kita selalu berupaya untuk melakukan hal-hal yang ee terbaik untuk instansi kita. Yang kedua, kita menyadari bahwa ketika kita melakukan, memberikan kontribusi yang terbagus, yang terbaik untuk instansi kita, untuk negara kita, maka kita akan diberikan reward. Tetapi juga sebaliknya, kita akan diberikan punish punishment ketika kita melakukan hal-hal yang negatif. Dan yang terakhir adalah setiap kegiatan kita wajib melakukan menyusun laporanlaporan pertanggungjawaban. Ini adalah bentuk daripada akuntabilitas kita. Rasa ee membangun kepuasan dan kepercayaan kepada masyarakat itu juga yang kedua itu memberikan komentar pesan positif yang baik dan meningkat. kondisi ketika jumlah dan kualitas tanggapan masyarakat yang bersifat apresiatif, mendukung, dan membangun terhadap kinerja atau pelayanan semakin bertambah baik secara langsung maupun melalui media digital. Ini yang harus kita juga lakukan ketika ada beberapa komen-komen baik ataupun komen-komen yang negatif yang kita jawab secara luar biasa, secara sopan, dan ee menjelaskan secara ee apa ya secara terbuka ini akan menjadikan akan menjadikan menumbuhkan kepercayaan yang luar biasa bagi masyarakat. Aduan menurun ini menjadikan dasar juga ketika laporan-laporan aduan itu sudah menurun. ini sudah menandakan ada peningkatan kepercayaan b kepada kita. Kondisi ketika jumlah keluhan atau laporan ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan publik semakin berkurang yang menunjukkan adanya peningkatan kualitas layanan dan perbaikan kinerja aparatur sipil negara. Dan yang keempat, ASN dibanggakan oleh masyarakat. Ini penting banget ya. penting sekali Bapak, Sobat ASN di mana kondisi ketika kita sebagai aparatur sipil negara dipersepsi ee positif, dihormati, dan dijadikan teladan karena kinerja kita yang profesional, berintegritas dan berorientasi pada pelayanan publik. kita tidak bisa tidak apa yang tadi dikedepankan oleh Ibu Adina di di di narasumber pertama kita bahwa nilai-nilai berakhlak atau corvilue aparatur sipil negara harus kita tanamkan di dalam dada kita dan kita ee mempraktikkan hal-hal baik itu kepada pada saat kita memberikan pelayan kepada masyarakat. juga perlu ee kita sampaikan ee ini bahwa eh best practice-nya Bapak, Ibu ya. ini sebagai branding ambassador itu kita ini kita ini adalah sebagai data pelay ee duta pelayanan yaitu peran aparatur yang menjadi wajah positif institusi pemerintah menampilkan sikap profesional ramah berintegritas dan solutif dalam setiap interaksi sehingga membangun citra baik kepercayaan dan kebanggaan masyarakat terhadap pelayanan publik kita adalah sebagai duta pelayan layanan dan kita juga sebagai duta integritas di mana praktik terbaik yang menunjukkan praktik terbaik yang kita kedepankan adalah menunjukkan peran kita sebagai aparatur sipil negara sebagai teladan nilai kejujuran, transparasi dan akuntabilitas dalam setiap tindakan kita memberikan pelayanan sehingga menjadi represent representasi hidup dari budaya integritas dan membangun kepercayaan. publik terhadap pemerintah. Kita juga sebagai duta perubahan. Tadi juga sudah disampaikan oleh narasumber pertama bahwa praktiknya praktik terbaik yang merefleksikan peran kita sebagai ASN sebagai agen transformasi yang secara aktif menginisiasi, menggerakkan, dan menginspirasi perubahan positif dalam budaya kerja, pelayanan publik, dan tata kelola pemerintahan yang adaptif dan berorientasi pada kemajuan. Memang ini tidak mudah, tapi kita sebagai aparatur sipil negara sebagai agen perubahan yang selalu melakukan upaya melakukan memberikan rekomendasi rekomendasi sebagai bentuk penyelesaian ee memberikan solusi dalam kerangka menyelesaikan dan ini adalah sebuah gagasan inovasi yang sangat luar biasa dan kita juga ASN adalah sebagai duta bangsa di mana praktik terbaik yang mencerminkan kita sebagai ASN sebagai representasi nilai budaya dan jati diri. bangsa yang menampilkan profesionalisme, integritas, serta semangat kebangsaan dalam setiap tindakan di ruang publik baik di tingkat nasional maupun internasional. Saat kita bekerja, Bapak, Ibu bukan hanya membawa nama diri kita saja, tetapi kita perlu ingat bahwa instansi dan negara itu menjadi bagian dari kita. Maka berhati-hati ketika kita melakukan hal-hal yang tidak baik, kita harus melakukan upaya yang terbaik. Peran pimpinan dan organisasi employer branding efektif jika pemimpin atau pimpinan memberikan teladan juga Bapak Ibu ya memberikan contoh-contoh yang sangat luar biasa sehingga kita sebagai bawahan sebagai ee aparatur sipil negara yang memang dalam kendali luar biasa dalam birokrasi itu juga me ee apa namanya ikut ikut ambil bagian di dalam memberikan kontribusi yang sangat luar biasa. Ada sistem penghargaan tentunya ini menjadikan motivasi seluruh ASN. Ada kontrol kualitas layanan. ini juga perlu karena ini adalah jadi kalau di kami ee mungkin dia ya seharusnya juga di seluruh OPD kami di BBSDM melakukan upaya ada tim penjaminan mutu bagaimana dalam pelatihan maupun di dalam upaya memberikan memberikan pengembangan kompetensi kepada aparatu sipil negara juga selalu dikontrol, selalu diawasi, selalu dikendalikan. Kualitas kualitas terbaiklah yang harus kita berikan kepada mereka. Kemudian ada pelatihan komunikasi dan service excellent ini tentunya juga bagi seluruh OPD kita bisa mendapatkan kita sebagai ee ee sobat ASN bisa mendapatkan beberapa pelayanan-pelayanan pelatihan bagaimana itu berkomunikasi secara bagus. Budaya diciptakan dari atas, hidup dari bawah. Ini yang jadi memang ini pengaruhnya sangat luar biasa. Pimpinan juga memberikan teladan yang sangat luar biasa. ini ada roadmap practice baiknya untuk instansi ada beberapa tahapan tadi juga sudah disampaikan oleh narasumber pertama dan kedua awareness ya kesadaran kita bagaimana kita berupaya memberikan sosialisasi penting citra ASN upaya terencana untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran bahwa sikap perilaku dan kinerja ASN membentuk reputasi serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah. di mana instansi yang kita geluti. Kemudian action adalah pelatihan komunikasi dan etika layanan. Ini adalah sebuah kegiatan yang terstruktur, Sobat ASN ya, untuk membekali kita sebagai ASN dengan keterampilan berkomunikasi yang efektif, santun, dan profesional serta memahami standar etika dalam memberikan pelayanan publik. ini juga diperlukan dalam kerangka bagaimana agar kita me apa ya memiliki strategi komunikasi dan etika memberikan pelayanan kepada masyarakat secara bagus. E branding yaitu eh storytelling pelayanan di media sosial. Upaya membangun citra positif ya Bapak Ibu. Membangun upaya citra positif pelayanan publik melalui penyampaian kisah nyata. pengalaman-pengalaman kita inspiratif kita, beberapa upaya inspirasi yang sudah kita lakukan ini, ini akan berdampak di berbagai platform media, di-upload semuanya dan ini menjadikan nuansa yang sangat luar biasa menumbuhkan rasa kepercayaan masyarakat kepada kita. measurement survei IKM dan opini publik yang tadi kita juga sudah sampaikan di awal yaitu adalah proses pengukuran tingkat kepuasan dan persepsi masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan kita kepada masyarakat secara berkala melalui instrumen survei yang tersandar. Ini yang perlu kita lakukan setiap saat dan kita secara terbuka masyarakat bisa menyampaikan bagaimana bagaimana proses pelayanan yang diberikan oleh kita sebagai aparatur sipil negara. Ada beberapa hal yang menjadikan kebagaan kami tentunya di BBSDM ada beberapa inovasi-inovasi program itu mulai dari hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat seperti hari Kamis ini. Eh, sobat ASN, ini ada ASN belajar. ini adalah sebuah wahana pengembangan kompetensi manajerial, teknis dan sosial kultural ASN dengan topik-topik yang aktual sesuai dengan perkembangan mutakhir ini adalah bentuk daripada employ branding BBSDM di mana juga di hari Senin itu ada ASN berbagi ilmu di mana K sharing ada forum yang apa sebagai wahana praktik baik tentang pelaksanaan tugas-tugas kita dalam rangka percepatan replikasi kinerja unggul ASN. Kemudian di hari Selasa ada ASN bertanya ya, BBJM menjawab. Ini adalah sebuah wahana tanya jawab tentang topik-topik yang terkait dengan pengembangan kompetensi aparatur sipil negara. Jadi, sobat-sobat ASN dari seluruh Indonesia bisa mempertanyakan dengan platform ini. Maka akan dijawab ee bagaimana penyelesaian dalam upaya memberikan pengembangan kompetensi bagi sobat ASN. Kemudian ada ASN mengaji adalah sebuah wahana pengembangan wawasan spiritual dengan topik-topik aktual yang terkait dengan kehidupan keseharian seorang aparatur sipil negara. Ini dilaksanakan setiap hari Rabu ya. ini sudah sudah seri yang ke berapa sangat luar biasa dan viewernya sangat luar biasa Bapak Ibu ada ASN belajar dan ada ASN sehat bugar itu di hari Jumat sebuah wahana pengembangan wawasan bagi ASN untuk meningkatkan perilaku hidup sehat dan bugar kita menyampaikan dengan platform ini, kita menyampaikan hal yang baik di dalam kerangka meningkatkan ee agar kita memiliki produktivitas yang sangat luar biasa. tubuh kita ini tentunya juga harus sehat, harus bugar, ee memiliki ee inovasi yang sangat luar biasa. Jadi mulai lima lima program inovasi ini yang yang di yang digagas oleh Bapak Kepala Badan kita yaitu dengan dengan nama ASN Dahar Ngopi yaitu ASN tiada hari tanpa pengembangan kompetensi yang di dalamnya ada lima hal tadi dan itu sudah di eh launching secara luar biasa oleh Ibu Gubernur pada tanggal 14 September tahun 2023. dan yang ee apa namanya? Baik itu di untuk kegiatan yang ee inovasi yang pertama di knowledge sharing itu ada 39.000 sekian ya. Ini data ini dari YouTube ya ee sobat ASN. Kemudian e ASN bertanya sudah 7.615 ini total dari penonton secara keseluruhan. Total ini ada ASN mengaji ini sudah berjalan 23 tahun ini 57.440. Kemudian ASN belajar sangat luar biasa sekali ada R3.277 penonton mulai tahun 2022 sampai tahun 2025. Dan ASN bugar walaupun masih kecil 14.838 tapi ini sudah sangat luar biasa sekali. ini adalah total penonton dari tahun 2023 sampai dengan 2025. Dan ada beberapa yang sebagai eh eh employer branding BBSDM ada beberapa buku yang juga bisa menjadikan citra kita, citra OPD, citra instansi kita semakin dipercaya oleh masyarakat. Mungkin beberapa hal ini yang dapat kami sampaikan, Bapak, Ibu. Ada beberapa inovasi-inovasi lain yang juga kita sudah dapatkan. ada SEAS ini yang sudah kita diin kita integrasikan. Ee kemudian ada beberapa hal juga tentang ada community of practice yaitu COP inovasi program. beberapa sudah kita ini adalah bentuk dari employee blending ee lembaga-lembaga dan juga ada pembinaan bentuk cororpu dan di kabupaten kota dan ada beberapa inovasi lainnya juga ada kampus satelit yang dilaksanakan di beberapa bakor bakor weld dan itu terus kita media kita sosialisasikan melalui media sosial di beragam media sosial Instagram, TikTok, kemudian ee YouTube dan sebagainya. Ini mungkin yang dapat kami sampaikan Bu Anis. Mohon maaf ini bila kurang kurang lebihnya mohon maaf dan bila ada pertanyaan monggo saya kembalikan kepada Ibu Anisa. Monggo dipersilakan. Terima kasih Pak Adi atas materi yang sudah disampaikan. Oke, dan sekarang waktunya untuk sobat TSN yang ingin bertanya secara langsung kepada Pak Adi, silakan untuk sobat TSN yang bergabung lewat Zoom meeting, langsung saja gunakan fitur rais hand. Yang bergabung lewat streaming YouTube BBSDM Jatim TV, tuliskan saja pertanyaannya melalui kolom live chat. Oke, siapa yang sudah bergabung di Zoom meeting? Boleh di-share screen di sini. Adakah yang sudah? Oke. Baik. Selamat siang. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullah barokah. Siang, Kakak. Selamat siang. Dengan Ibu siapa? Dari instansi mana? Ee saya Nenek Mardi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro. Kakak mohon izin. Oke, monggo silakan Ibu pertanyaannya apa? Ngih. Selamat siang, Bapak. Salam sehat selalu. Salam sehat selalu. Sehatar. Semangat. Siap. Siap. semangat dan sehat selalu agar bisa memberikan pelayanan prima di masyarakat Bapak. Berorientasi pelayanan Bapak ee sedikit saya mohon koreksi bisa menyimpulkan dari materi yang ee Bapak sampaikan. Matur nuwun sangat-sangat menginspirasi kami Bapak Employer branding ASN eh kami yaitu bangga melayani bangsa yang tadi ada empat pilar. Salah satunya yaitu ee membentuk perilaku yang berbasis bernilai akhlak. Berakhlak, maaf. berakhlak ee yang mana ketujuh nilai ini tentunya seyogyanya harus kami terapkan di OPD kami dalam memberikan pelayanan sehingga membentuk perilaku dan budaya kerja kami untuk memenuhi paling tidak bisa berdampak nggih berdampak pada pelayanan publik sehingga nanti ee bisa memenuhi kriteria indikator keberhasilan tentunya yang ditandai dengan meningkatnya indeks kepuasan masyarakat, meningkatnya komentar yang positif menurunnya aduan sehingga kami itu patut disebut sebagai ASN yang dibanggakan. Nah, kami mohon arahan Bapak di OPD kami terutama kami di bidang kesehatan ee sebagai ujung tombak di masyarakat dalam memberikan pelayanan ini. Peranan kami itu gimana nggih untuk membentuk tim kami bisa menerapkan tujuh nilai tadi yang berakhlak tadi yang tentunya dengan basic kami berbeda, karakter kami berbeda, budaya kami berbeda. Namun kami itu pengin satu tujuan untuk menerapkan ini sehingga kami di dalam bekerja itu happy, aman, nyaman terpenuhi, namun fokus juga ke pelayanan masyarakat tadi. Mohon arahannya Bapak, matur nuwun. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Mohon maaf dari Dinkes Ibu siapa? Mohon izin. Ee Nen Mardi, Bapak. Ibu Neni Mar. Iya. Baik, Bu Anisa, Mbak Anisa, gimana? Mau kita bisa langsung dijawab, Bapak. Langsung dijawab saja, Bapak. Iya. JKES mana ya, Bu Neni? Nggih, mohon maaf. T Bojonegoro, Bapak. Iya, Bojonegoro berbatasan dengan Jawa Tengah. Injih. Bojonegoro. Sebenarnya Bojonegoro juga sudah menerapkan beberapa hal yang terkait dengan dengan ee apa namanya budaya berakhlak sebagai identitas identitas employ brandingnya ee pemerintah Kabupaten Bojonegoro nih ya. Iya. Bojonegoro ya Ibu ya. Bojonegoro ya. Injih. hubungannya dengan yang tujuh hal tadi yang berkaitan dengan berorientasi pelayanan akuntabel, kompeten ya Ibu ya, harmonis, kemudian loyalt dan kolaboratif. Ini ee berupaya bagaimana caranya Ibu juga dalam ee kerangka menerapkan ee nilai-nilai berakhlak ini tentunya juga didasari atas bagaimana kita memberikan pelayanan yang cepat gitu ya, Ibu ya. Karena kita di dalam memberikan pelayanan cepat tanpa penundaan yang tidak perlu misalkan ya. Jadi kita memang harus ee apa ya standby ya. Artinya pimpinan juga ketika itu membutuhkan pelayanan tanda tangan dan sebagainya itu memberikan hal-hal yang terbaik dan tepat waktu. Nah, tepat waktu ini tentunya didasari atas bagaimana kita berpedoman kepada standar operasional prosedur yang yang ada. Ini tentunya menjadikan pola yang kita kembangkan. Kemudian tepat Bapak ee Bu dengan Ibu Moon Bu Eni, Bu Neni ya Bu Ni. Tepat dengan tepat ini tentunya kita memiliki kemampuan memberikan pelayanan yang sangat luar biasa sesuai dengan kebutuhan, akurat dan tidak salah di dalam memberikan sasaran. Jadi kita jangan sampai kalaupun itu ee berkaitan dengan memberikan pelayanan terkait dengan ini ketentuan peraturan dan per kita jelaskan secara sangat luar biasa. Jadi tepat tepat tepat sasaran gitu ya. Selain itu juga dalam memberikan pelayanan kita harus harus ramah ramah karena kita berorientasi pelayanan yang tentunya tentunya juga lebih mengedepankan bagaimana kita sopan santun kita, empati kita kepada masyarakat dan menghargai setiap ee menghargai setiap permohonan apa dari dari masyarakat itu sendiri sebagai pemohon. kita memberikan memberikan upaya agar ee upaya yang terbaik agar tercipta suasana yang betul-betul ee apa ya nyaman dan saling menghormati dan menghargai. Jadi tidak ada tidak ada lontaran-lontaran secara tidak baik kepada mereka, tapi kita memberikan layanan secara luar biasa dan solutif. ee mungkin Ibu ya dalam kerangka kita memberikan ketika mereka menyampaikan sebuah persoalan, permasalahan-permasalahan kita tampung secara luar biasa dan kita bisa memberikan memberikan ee apa ya memberikan atau mungkin menawarkan ya menawarkan menawarkan jalan keluar sebagai solusinya. Nah, ini tentunya dan itu yang yang juga kita kedepankan. Nah, bentuk bentuk akun yang juga perlu kita sikapi ini Bu Neni, Bu Neni Mardia ini juga memang perlu banget ya, tetapi itu ee bagaimana kita selalu apa namanya berupaya memberikan memberikan hasil yang terbaik ya. Memberikan hasil yang terbaik karena kita ada aspek yang kedua adalah kita ee berorientasi kepada hasil. Jadi segala sesuatu yang kepada memberikan pelayan kepada mereka adalah dengan hasil yang terbaik. Kita juga berupaya untuk menjaga akuntabilitas kita. Kita menjaga pertanggungjawaban kita kepada negara dan masyarakat adalah berupaya melakukan ee apa ya peningkatan kinerja hasil kerja kita ini tidak stagnan Bapak Ibu, tapi melalui tahapan-tahapan yang ada tren tren naik luar biasa sekali. Dan kita juga ee apa namanya? berupaya setiap melakukan langkah kegiatan apapun ya kita pertanggungjawabkan dengan laporan-laporan yang sangat luar biasa apakah itu dalam bentuk laporan kegiatan maupun laporan keuangannya itu secara transparan sudah juga kita lakukan secara baik ya. Nah, ini adalah bentuk daripada bagaimana kita juga ee bagi sobat ASN yang ada di Bojonegoro itu ketika dari pimpinan apa ya memberikan memberikan teladan ya memberikan teladan dengan melakukan upaya juga yang terbaik yang terbaik maka maka secara otomatis ini yang berada di jajaran bawah ini juga akan melakukan melakukan hal-hal yang sama gitu ya. Hal-hal yang sama. Nah, bagaimana? Bagaimana dengan adaptif? Kita juga tidak tidak hanya kita mau melakukan perubahan saja ya, Bu Neni, tapi bagaimana kita juga mau menggerakkan dan mengajak mereka untuk melakukan hal yang sama ya. berinovasi, berinovasi dan melakukan upaya bagaimana kita ini ee menyelesaikan masalah masalah yang ada di ruang lingkup strategis kita dengan berupaya mengidentifikasi, berupaya untuk bagaimana menganalisis sehingga kita menemukan gagasan sebagai bentuk daripada rekomendasi kita kepada instansi. Nah, maka tujuh komponen dasar dari nilai-nilai ASN ini akan terjaga secara luar biasa. Dan satu hal yang menjadikan kita juga menjadi luar biasa adalah kolaborasi ya ee Bu Neni ya. Ketika kita berupaya untuk selalu mengajak mengajak ciri-cirinya begini ee Bu Neni ya. ketika kita mau menerima ee menerima tawaran kontribusi orang lain ya kepada kita itu ketika kita mau menerima itu itu menandakan bahwa kita sebagai aparatur sipil negara memiliki ee punya kepedulian atau ee punya keinginan untuk berkolaborasi. Tapi sebaliknya kalau kita menolak kontribusi orang lain ketika contoh misalkan kami saya ingin berkontribusi untuk membantu apa kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Bu Neni. Tapi Bu Neni kesannya menolak begitu itu menandakan bahwa Bu Neni tidak bisa bekerja sama. ini ya tentunya hal-hal yang perlu kita lakukan sedemikian rupa memang secara bertahap Bu Neni. Jadi memang kita juga kita juga sebagai ee pimpinan sebagai aparatur ini juga mengedepankan bagaimana tidak hanya kita sebagai aparatur sipil negara tapi masyarakat itu juga bisa melakukan hal yang sama ya terhadap apa upaya kita kepada mereka. Intinya sih itu Bu Neni mohon maaf bila kurang pas ya. Terima kasih Bu Neni. Bu Anis ng sudah cukup. Oke sudah cukup. Bapak e menyampaikan kembali berarti intinya kami dalam memberikan pelayanan untuk membeli tim efektif kami memberikan pelayanan itu harus cepat tepat waktu sesuai SOP kemudian solutif memberikan yang terbaik dengan peningkatan kerja yang tidak stagnan adanya inovasi yang terpenting mau berkontribusi dan berkolaborasi. ngaten nggih. Kami yang di bidang kesehatan juga sebagai tambahan Bu. Jadi upaya untuk mindset kita ya Bu ee yangama adalah digitalisasi pikir yang upaya untuk ee apa ya pendekatannya adalah memberikan pelayanan masyarakat. Injih. Inih. Engih. Bapak, mohon maaf, memang kami itu ee di bidang kesehatan memang ada yang bilang kesehatan itu bukanlah apa-apa, tapi ee semuanya itu meskipun kesehatan itu bukanlah segalanya, tapi saya yakin Bapak segalanya itu tanpa kesehatan juga bukan apa-apa. Terima kasih, Bapak. Salam sehat selalu. Sehat selalu, Bu Neni. Luar biasa. Terima kasih Bu Neni. Baik, Bapak ini tadi ada yang bertanya di ee YouTube channel. Saya bacakan Bapak ya. Iya. Oke, sebentarnya. Oke. Baik. Ee waduh diroll ini susah ini. Kayaknya enggak bisa scroll sampai ke atas. Aduh, mohon maaf ya. tadi Sobat tadi yang waktu Bapak awal-awal ee menyampaikan materi tadi ada yang bertanya kemudian sepertinya ini tidak bisa terbaca ini karena saya tidak bisa scroll. Oke. Baik. Ee seperti yang tadi ee ditanyakan oleh Bu Neni. Kemudian kan ternyata ee ada yang masih bertanya nih, bagaimana strategi komunikasi menyikapi tantangan nyata di masyarakat? Karena kalaupun kita sudah mengupayakan yang terbaik, kinerja sudah sesuai dengan SOP, tetapi masih ada yang tidak terima. Begitu, Pak. Bagaimana cara ee ASN ini untuk menanggapi? Ini pertanyaan dari @sopan sopan dipandi. Oke, baik. Terima kasih pertanyaannya Pak Sopan Dipandi 5631. Oke, sudah sesuai SOP. Namun ternyata masih ada yang ee tidak terima nih, Bapak. Bagaimana caranya menanggapi, Pak? Ya. Iya. Nggih. Terima kasih, Bu Anisa. Kita mencoba untuk menjawab dari Bapak Sopan. Bapak ya, Bapak sopan eh Bapak sopan DPD ini ada keterkaitan dengan bagaimana ketika ketika masyarakat itu juga artinya begini Mas ee bahwa kita sebagai aparatur sipil negara sudah berupaya sedemikian rupa melakukan praktik baik dan berupaya ee strategi komunikasinya juga sudah diterapkan secara luar biasa. Namun masih juga ada beberapa ee masih juga masyarakat yang apa ya tidak terima dengan apa yang disampaikan. Hal ini tentunya ee apa namanya ee sikap-sikap yang perlu kita kedepankan dalam hal ini adalah tetap tetap berpedoman kepada ee apa namanya menjawabnya dengan sopan, dengan santun. Jadi berorientasi kepada pelayanan ini tetap tetap kita jaga, kita tetap kita jaga dan berupaya bagaimana kita memberikan hal yang terbaik dan kemudian kita juga tetap bagaimana agar kita melakukan ee apa namanya ya kita menjawab dari beberapa berapa beberapa apa namanya hasil feedback dari masyarakat itu kurang bagus. kita membuat sebuah membuat sebuah jawaban-jawaban yang yang yang bisa ditangkap dengan mudah oleh mereka dengan strategi-strategi komunikasi yang sangat luar biasa. komunikasi itu kan bisa jadi tidak secara langsung dengan ucapan ya, mungkin dengan melakukan beberapa beberapa upaya seperti misalkan dengan membuat ee meng-create sebuah video misalkan membuat konten-konten yang bisa menjawab apa sih yang sebenarnya akan menjadikan mereka menjadi lebih paham ya lebih paham dan kita memang memang kita tidak secara langsung kemudian menjawab dengan emosi gitu ya tapi kita dengan dengan dengan apa ya dengan sangat luar biasa. Bagaimana juga agar agar cara kita menjawab menjawab hal-hal yang kurang baik dari masyarakat itu tetap ditangkap oleh mereka itu kita melakukan upaya penyelesaiannya dengan bagus ya yaitu dengan berupaya dengan ee apa ya beberapa konten-konten mungkin ya konten-konten yang kita kedepankan bagaimana video-video atau artikel-artikel tentang bagaimana mereka juga bisa paham bahwa di instansi kita dengan pelayanan-pelayanan ini masih terdapat beberapa hal yang mungkin mungkin ya jadi ada ada keterbukaanlah, ada penjelasan yang sangat luar biasa kepada mereka sebagaimana SOP atau standar operasional prosedur yang sudah kita tetapkan. Walaupun tadi sudah disampaikan oleh Pak Sopan bahwa ee kita sudah menerapkan SOP tapi kok masih juga tetap ya tetap. Nah, ini kita tetap memberikan penjelasan secara luar biasa dengan beberapa strategi komunikasi tentunya kita juga berupaya bagaimana agar mereka tidak merasa tersinggung ya, tidak merasa tapi kita mengorangkan ya, kita menghargai pendapat mereka, kita menerima pendapat mereka yang kemudian yang kemudian kita sikapi dengan ketentuan-ketentuan yang sudah yang berlaku pada saat itu. sehingga kita kita berharaplah mungkin ya juga masyarakat akan menerima secara baik ketika kita dalam memberikan jawabannya juga dengan baik. Mungkin saya rasa itu ya. Jadi memang susah mudah-mudahan gampang gitu ya yang bisa disampaikan sayaun apapun ee tanggapan dari masyarakat sobat ASN ini diharapkan untuk tetap memberikan service excellent ya Pak ya. Tidak hanya memberikan seperti itu ya memberikan pelayanan yang terbaiklah pokoknya. Benar. Tidak hanya memberikan ee pelayanan sesuai dengan SOP melalui menjawab pertanyaan-pertanyaan, tapi dengan gestur yang baik, dengan ekspresi yang baik itu juga menunjang ya, Pak. Menunjuk menunjang sekali. Karena itu sebagai bahasa tubuh itu juga apalagi pandangan mata itu akan ditangkap gitu ya, Bu Anisa ya. Akan ditangkap tidak baik. Kata-katanya baik tapi sorot matanya mengandung mengandung amarah. Mengandung amarah itu juga akan ditangkap. ee apa ya jadi kurang tepat akhirnya ya tidak disampaikan dengan baik juga. Oke. Baik, baik baik. Oke, terima kasih yang sudah bertanya sobat ASN. Mohon maaf apabila ada pertanyaan yang ee kekip ya, tidak sempat dibacakan dan untuk Pak Adi boleh dong berikan closing statement Pak untuk sobat ASN. Oh, baik Bu Anisa, terima kasih kesempatannya. mungkin sebagai statement eh closing statement aja pada dasarnya ASN itu bukan tentang pangkat tetapi tentang dampak atau juga bisa kita sampaikan bahwa yang membuat ASN itu dihormati itu bukan jabatannya tetapi bagaimana kita memberikan pelayanannya. Mungkin ini yang bisa kita sampaikan Bu Anis. Terima kasih. Mohon maaf. Terima kasih sekali lagi Pak Adi atas insight-nya. Semoga ini bisa apa ya membuat Sobat SN kembali memahami lagi pentingnya kepercayaan publik, menguatkan nilai integritas dan profesionalismenya ya Pak Adi ya. Baik terima kasih sekali lagi Pak Adi. Terima kasih sampai jumpa di lah warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Sobat ASN yang lainnya. Terima kasih. Terima kasih Bapak. Sehat selalu. Sehat selalu. Wah, selesai sudah nih. Tiga pemateri sudah kami hadirkan dengan materi yang luar biasa. Semoga dengan materi-materi yang disampaikan ini membuat ee Sobat ASN lebih apa ya, lebih memahami lagi bagaimana pentingnya membangun citra positif bahwa ASN ini adalah abdi negara yang bekerja dengan sepenuh hati. Terima kasih sekali lagi kami ucapkan untuk para narasumber, Kepala Biro Organisasi SEda Provinsi Jawa Timur, Ibu Adina Fibriani, S. Mak. Terima kasih juga untuk asesor SDM Aparatur Ahli Utama BKD Provinsi Jawa Timur, Bapak Anom Surahno, S.H., M.Si. Terima kasih kami ucapkan sekali lagi untuk Widya Iswara, ahli utama BBSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Ir. Biasworo Adi Suyanto, AKA, M.M. Dan terima kasih juga untuk semua sobat ASN yang sudah mengikuti ASN belajar seri 47 tahun 2025 ini dari awal sampai akhir acara. Dan tidak mau kalah dengan Pak Anom, saya ingin menutup dengan sebuah pantun. Harus bilang cakep. Oke. Pagi hari menanam padi cakep. Burung berkicau indah bersahutan. ASN berakhlak jadi pribadi. Saget. Melayani publik dengan tulus dan penuh kehormatan. Mari bersama meneguhkan komitmen, memperkuat pelayanan dan juga menghadirkan kebanggaan dalam setiap langkah pengabdian demi Indonesia lebih baik lagi. Akhir kata, saya Nes Dewi beserta seluruh kru yang bertugas di ASN belajar seri 47 tahun 2025 ini. Mohon pamit urut diri. Sampai jumpa di webinar SN belajar seri berikutnya. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Zaman yang terus bergerak. Sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia. Siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas. Belajar juga pemerintahan selalu dunia tekad pantang menyerah jadi AS berkualit Kita belajar Yeah.