Resume
9pNtGXWdPMk • ASN BELAJAR SERI 47 | 2025 - Meneguhkan Kembali Employer Branding ASN: Bangga Melayani Bangsa
Updated: 2026-02-12 02:05:04 UTC

Berikut adalah rangkuman komprehensif dan terstruktur dari Webinar "ASN Belajar" Series 47 Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur.


Meneguhkan Employer Branding ASN: Bangga Melayani Bangsa melalui Nilai-Nilai Berakhlak

Inti Sari (Executive Summary)

Webinar ini membahas pentingnya penguatan Employer Branding Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tema "Bangga Melayani Bangsa" sebagai upaya membangun citra positif dan kepercayaan publik. Narasumber menguraikan strategi internalisasi nilai-nilai "Berakhlak" (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) sebagai pengganti budaya kerja lama, serta pentingnya pemanfaatan teknologi dan komunikasi yang efektif di era digital. Acara ini juga menekankan bahwa ASN harus bangga menjadi pelayan masyarakat karena didukung oleh sistem karir yang meritokratis dan sumber penghasilan dari rakyat.


Poin-Poin Kunci (Key Takeaways)

  • Transformasi Nilai: Peralihan budaya kerja dari "CETAR" menuju nilai dasar ASN "Berakhlak" yang harus diinternalisasi melalui tiga tahapan: transformasi, transaksi, dan transinternalisasi.
  • Integrasi SKP: Penggunaan Kamus Leveling Implementasi Nilai Dasar ASN Berakhlak sebagai panduan wajib dalam penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) untuk mengukur perilaku dan kinerja.
  • Pentingnya Branding: Employer Branding bukan sekadar promosi, melainkan proses berkelanjutan untuk membangun reputasi, meningkatkan kepercayaan publik, dan menarik talenta muda (Gen Z) masuk ke birokrasi.
  • Strategi Pelayanan: Pelayanan publik yang prima harus berdampak, yaitu cepat, tepat, ramah, solutif, dan mengutamakan mindset digital.
  • Peran ASN: ASN berperan sebagai Duta Pelayanan, Duta Integritas, Duta Perubahan, dan Duta Bangsa yang harus menjunjung tinggi integritas, transparansi, dan akuntabilitas.
  • Inovasi Daerah: BBSDM Jawa Timur memperkenalkan program "ASN Dahar Ngopi" sebagai wadah pengembangan kompetensi berkelanjutan dan penguatan budaya kerja.

Rincian Materi (Detailed Breakdown)

1. Pembukaan dan Konteks Acara

  • Acara: Webinar "ASN Belajar" Series 47 Tahun 2025, diselenggarakan pada Kamis, 4 Desember 2025 oleh Korpu SDJIS BBSDM Provinsi Jawa Timur.
  • Tujuan: Meningkatkan kompetensi dan kinerja ASN serta meneguhkan kembali employer branding "ASN Bangga Melayani Bangsa".
  • Pembukaan: Dr. Ramlianto (Kepala Badan Pengembangan SDM Provinsi Jawa Timur) menekankan bahwa employer branding bukan sekadar slogan, melainkan identitas dan kompas moral yang harus dihayati ASN dalam menjalankan mandat rakyat.

2. Internalisasi Nilai "Berakhlak" (Oleh: Adina Fibriani, S.Mak)

  • Latar Belakang: Sejak 2021, Pemprov Jawa Timur beralih dari budaya kerja "CETAR" ke nilai "Berakhlak" sesuai Surat Edaran Menteri PAN RB.
  • Tahapan Internalisasi:
    1. Transformasi Nilai: Pengenalan nilai melalui media (kamus leveling, YouTube, sosial media).
    2. Transaksi Nilai: Interaksi dua arah melalui dialog kinerja dan masukan dalam SKP bulanan.
    3. Transinternalisasi: Nilai sudah menyatu dalam kepribadian dan perilaku sehari-hari (contoh: kepatuhan apel pagi dan senam jumat).
  • Implementasi SKP:
    • Bukti dukung perilaku (misal: loyalitas) tidak cukup hanya foto kehadiran, tetapi harus spesifik sesuai leveling dictionary.
    • Contoh penilaian: Menyelesaikan disposisi lebih cepat dari target waktu dihitung "di atas ekspektasi".
    • Kolaboratif membutuhkan bukti SK (Surat Keputusan) tim, bukan sekadar membantu tanpa dokumentasi resmi.
  • Membina Gen Z: Generasi muda membutuhkan guidance and mentoring (bimbingan dan pendampingan), bukan hanya keteladanan. Pemimpin harus tegas memberikan penilaian jujur dan solusi atas hambatan kerja.

3. Membangun Citra dan Integritas ASN (Oleh: Anom Surahno, S.H., M.Si)

  • Definisi Branding: Branding adalah proses menciptakan dan mempertahankan citra/identitas ASN secara berkelanjutan, berbeda dengan promosi (aktivitas menarik minat) atau pencitraan (upaya menjaga reputasi).
  • Pilar Penting:
    • Kompetensi: Sesuai kebutuhan masyarakat, diukur melalui uji kompetensi.
    • Integritas: Dedikasi tinggi untuk kepuasan pelayanan publik.
    • Transparansi: Pertanggungjawaban keuangan negara dan keterbukaan informasi.
    • Partisipasi: Melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan (contoh: penyesuaian jam operasional Puskesmas berdasarkan aktivitas warga).
    • Inovasi & Disiplin: Pelayanan yang presisi serta kedisiplinan dasar (kehadiran).
  • Alasan Bangga Menjadi ASN:
    • Gaji berasal dari pajak rakyat (60-82% biaya operasional), sehingga wajib membalas dengan pelayanan terbaik.
    • Kejelasan karir berbasis sistem meritokrasi.
    • Kehormatan memegang amanah sebagai pengelola pemerintahan (hanya sekitar 0,013% populasi Indonesia yang menjadi ASN).
  • Tantangan: Menghadapi persepsi negatif akibat oknum tertentu dengan cara menjaga komitmen, tidak membiarkan pelanggaran, dan memastikan pelayanan tidak menyengsarakan rakyat.

4. Strategi Komunikasi dan Best Practice (Oleh: Ir. Biasworo Adi Suyanto, AK, M.M)

  • Era Digital: Citra ASN sangat ditentukan oleh pelayanan dan komunikasi di media sosial. Pelayanan buruk dapat dengan cepat viral, sedangkan pelayanan baik membangun kepercayaan.
  • Strategi Employer Branding:
    • Publikasi inovasi layanan dan program unggulan.
    • Program magang dan talenting untuk mahasiswa.
    • Konten "Sehari Jadi ASN" yang humanis di media sosial.
    • Branding visual yang modern dan profesional.
  • 4 Pilar Kekuatan Branding:
    1. Komunikasi Publik Transparan.
    2. Pelayanan Prima dan Solutif (Cepat, Tepat, Ramah, Solutif, Digital First).
    3. Perilaku Berbasis Nilai Berakhlak.
    4. Kepuasan dan Kepercayaan Publik (Indeks Kepuasan Masyarakat/IKM).
  • Program Inovasi BBSDM Jatim ("ASN Dahar Ngopi"):
    • Senin: ASN Berbagi Ilmu (Best Practice).
    • Selasa: ASN Bertanya (Q&A).
    • Rabu: ASN Mengaji (Spiritual).
    • Kamis: ASN Belajar (Kompetensi).
    • Jumat: ASN Sehat Bugar.
  • Tips Menghadapi Keluhan: Saat masyarakat menolak pelayanan meski sudah sesuai SOP, ASN harus tetap sopan, santun, mengontrol emosi, menggunakan komunikasi non-verbal yang baik (bahasa tubuh), dan memberikan penjelasan yang mudah dipahami melalui media seperti video.

Kesimpulan & Pesan Penutup

Webinar ini menegaskan bahwa reformasi birokrasi tidak hanya tentang perubahan aturan, tetapi tentang perubahan karakter (mindset) dan perilaku ASN. ASN diajak untuk bangga dengan profesi mereka sebagai pelayan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai "Berakhlak". Dengan penguatan kompetensi, integritas, dan pemanfaatan teknologi digital, ASN diharapkan dapat mewujudkan pemerintahan berkelas dunia yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Ajakan: Mari terus belajar, berinovasi, dan melayani dengan hati untuk membangun kepercayaan dan kebanggaan bangsa.

Prev Next