File TXT tidak ditemukan.
Transcript
YQ1FvIF5Oyk • ASN Belajar Seri 50 | 2025 - Perempuan Dalam Banyak Peran: Meneguhkan Hati, Menjaga Keseimbangan
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0286_YQ1FvIF5Oyk.txt
Kind: captions
Language: id
Kami ucapkan selamat datang kepada
Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak
Dr. Ramliant, MP di aula Praja BPSDM
Provinsi [musik] Jawa Timur.
[musik]
Selanjutnya berkenan memberikan santunan
kepada anak yatim. [musik] Alika
shawatullah
alaika.
[musik]
Ya Nabi
salam [musik] alaika,
ya Rasul
salam
[musik] alaika,
ya habib
salam [musik]
alaika
shawatullah
[musik]
alaika.
[musik]
il mustofa [musik]
Ahmad
waliahlil
[musik]
kauni unsunurun
[musik]
qajad
ya nabi [musik]
salam
alaika
ya rasul
salam [musik]
alaika
ya [musik] habib
salam
alaika
shawatullah
alaikau
[musik]
ya ahlal matani
[musik]
wasu
bijamali [musik]
faqofil
husni [musik]
tafarod
ya nabi
salam [musik] alaika
ya rasul
Salam
alaika
[musik]
ya habib.
Salam
alaika [musik]
shawatullah
alaika. [musik]
Marhaban.
Hadirin dimohon berdiri.
Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia
Raya.
[musik]
Menyanyikan lagu Himne Dharma Wanita
Persatuan. [musik]
[musik]
ada Tuhan yang besar
dan [musik]
wanita
persatuan
kami [musik]
berkarya mandiri
[musik] untuk
mencapai tujuan
kemikraan [musik]
mewujudkan
masyarakat [musik]
adil
dan maaf.
Kami [musik] menamakan
kesejahteraan
[musik]
meningkatkan sumber daya anggota
[musik]
jiwa rau
[musik]
dekatnya
dan [musik] mau
hadirin disilakan duduk kembali
[musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillah. Shalom. Om swastiastu.
Namo buddhaya. Salam kebajikan rahayu
dan salam sehat untuk kita semua. Kami
ucapkan selamat pagi dan selamat datang
di aula sasanawiata Praja. Izinkan saya
untuk dapat membacakan pantun. Ibu mohon
dijawab dengan jos supaya lebih semangat
pagi hari ini. Belajar bersama di
panggung inspirasi.
ASN bertumbuh penuh makna.
Di hari ibu kita kuatkan peran dan
dedikasi.
Perempuan berdaya, Indonesia pun
berjaya.
Senang ingin menyapa tamu kehormatan
yang telah hadir bersama-sama dengan
kita. Yang terhormat Kepala BPSDM
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, SP,MP.
Yang kami hormati Ketua Dharma Wanita
Persatuan BPSDM Provinsi Jawa Timur, Ibu
Liliana Ramlianto.
Narasumber Inspirator Sukses Mulia Bapak
Jamil Azzaini,
para ketua DWP instansi pemerintah
provinsi atau yang mewakili, panitia ASN
Belajar on Stage edisi Spesial Hari ibu
tahun 2025, serta para ibu tamu undangan
yang berbahagia.
Bapak, Ibu hadirin yang kami hormati.
Hari ini adalah hari yang penuh rasa
syukur dan kebahagiaan.
Sebuah momen spesial yang kita nantikan
setiap tahunnya. Dengan penuh sukacita,
kita berkumpul di tempat ini untuk
mengikuti acara ASN Belajar On Stage
edisi spesial Hari Ibu dengan tema
perempuan dalam banyak peran meneguhkan
hati menjaga keseimbangan dan
dikolaborasikan dengan ASN Belajar on
Stage edisi spesial hari Ibu tahun
2025. Boleh berikan tepuk tangan sekali
lagi untuk acara hari ini. Bapak Ibu,
sungguh 26 tahun perjalanan ini adalah
wujud dedikasi, kerja keras, dan
kebersamaan dari kita semua. Dharma
Wanita Persatuan sebagai organisasi
istri aparatur Sipil Negara telah
menjadi garda depan untuk mendukung
pembangunan bangsa, pemberdayaan
perempuan, dan peningkatan kesejahteraan
keluarga. Mengawali acara kita pada hari
ini, marilah kita tundukkan kepala
bersama dan juga mengucapkan syukur ke
hadap rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Karena
itulah mari kita berdoa bersama sebagai
ungkapan syukur. Doa akan dipimpin oleh
Ibu Hernawati. Disilakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Salam sejahtera untuk kita semua.
Mohon izin saya akan memandu doa secara
Islam dan bagi yang beragama lain
dipersilakan menyesuaikan sesuai
keyakinannya masing-masing.
Bismillahirrahmanirrahim.
Hamdan sakirin hamdan naimin hamdan yini
ya lakal hamdu.
Allahumma sholli wasallim ala sayidina
Muhammad waa ali sayyidina Muhammad.
Walhamdulillahi rabbil alamin.
Ya Allah, Tuhan yang maha mengetahui,
pada hari ini kami berkumpul dengan niat
yang tulus untuk mengikuti ASN belajar
edisi khusus peringatan Hari Ibu yang
penuh keberkahan dan kemuliaan.
Ya Allah sang maha peneguh hati,
berikanlah kekuatan kepada para ibu dan
kaum wanita di negeri kami. Jadikanlah
mereka sosok yang memiliki keteguhan
hati di tengah badai ujian di saat dunia
terasa goyah. Jadikanlah mereka pelipur
lara yang menenangkan,
pemberi semangat yang tak pernah padam,
sumber inspirasi yang menguatkan jiwa
anak-anak dan keluarga.
Ya Allah, Tuhan yang maha penyayang,
bukakanlah hati kami dan pikiran kami.
Jauhkanlah kami dari kesombongan ilmu.
Anugerahkanlah kepada kami pemahaman
yang benar agar kami dapat menjadi orang
tua yang bijak, sabar, dan penuh kasih
sayang.
Ya Allah, Tuhan yang maha kuasa,
limpahkanlah kepada kami semua
keberkahan, ketenangan, dan kemudahan
dalam mengikuti acara ini dari awal
hingga akhir.
Ya Allah, Tuhan yang maha pengampun,
ampunilah dosa kami, dosa kedua orang
tua kami, dosa para pemimpin kami, dosa
para pahlawan yang telah gugur
mendahului kami. Dan terimalah amal
ibadah kami sebagai amal kebaikan.
Rbana hablana min azwazina wtin aun
walna lil muttaqina imama. Rbana
tagqobbal minnaka antul alim wb ala
inaka anta thawaburahim.
Rbana atina fid dunya hasanah wafil
akirati hasan waqinaabanar.
Subhana rabbikalbil izzati amma yasifun
wasalamun alal mursalin.
Walhamdulillahiabbil alamin.
Bibarokatil. Alfatihah.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Ibu Herwati
telah memimpin doa dengan penuh khidmat
pada pagi hari ini.
Bapak, Ibu hadirin yang berbahagia.
Selanjutnya marilah kita simak bersama
sambutan yang akan disampaikan oleh
Ketua Dharma Wanita Persatuan BPSDM Jawa
Timur. Yang kami hormati Ibu Liliana
Ramlianto. Kami silakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita
semua.
Yang terhormat sekaligus yang saya
cintai, Kepala Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia Provinsi Jawa Timur selaku
penasehat Dharma Wanita Persatuan BPSDM
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, S.P,MP.
Yang kami hormati narasumber hari ini
Bapak Jamil Azzaini, Inspirator Sukses
Mulia. Terima kasih kehadirannya. Bapak
yang kami hormati para ketua dan
pengurus Dharma Wanita Persatuan
instansi pemerintah provinsi dan
kabupaten kota seJawa Timur. Matur nuwun
kehadirannya. Ibu yang kami hormati para
pejabat struktural dan fungsional Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur beserta pengurus dan
anggota Dharma Wanita Persatuan BPSDM.
yang pada hari ini P-nya
dilakukan oleh bidang sosial budaya.
Dan yang kami banggakan ASN Perangkat
Daerah, Provinsi dan kabupaten kota Jawa
Timur serta para pemirsa ASN Belajar dan
anggota Darma Wanita Persatuan yang
hadir melalui channel YouTube BPSDN Jawa
Timur TV. Yang berbahagia,
puji syukur marilah kita panjatkan
kehadirat Allah Subhanahu wa taala,
Tuhan yang maha esa. Karena atas
limpahan rahmat dan hidayah-Nya pada
hari ini, Selasa, 23 Desember tahun
2025,
kita dapat hadir bersama pada acara ASN
Belajar Onek edisi Spesial Hari Ibu dan
peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan
ke-26
dalam keadaan sehat walafiat.
Hadirin yang berbahagia,
kegiatan hari ini terasa sangat istimewa
karena bertepatan dengan momentum hari
Ibu yang kita peringati setiap tanggal
22 Desember. Di mana sejarah hari Ibu
ini bukan hanya sekedar perayaan kasih
sayang, melainkan pengingat akan
perjuangan perempuan dalam pergerakan
bangsa.
Sebagai istri ASN sekaligus bagian dari
masyarakat, kita seringki dihadapkan
pada tantangan multitasking.
Kita sebagai pendamping suami, sebagai
ibu dari anak-anak, sebagai pengelola
rumah tangga, dan tentu banyak dari
ibu-ibu yang hadir di ruangan ini
sebagai wanita karier. Oleh karena itu,
tema yang kita angkat hari ini adalah
perempuan dalam banyak peran. Meneguhkan
hati, menjaga keseimbangan
sangatlah relevan dan merupakan refleksi
dari realitas kehidupan kita. Untuk
mencapai ketenangan dan efektivitas
dalam peran ganda itu, kita perlu fokus
pada dua hal utama, yaitu menyeimbangkan
peran dan menata hati.
Bapak, Ibu yang berbahagia.
Peringatan hari ulang tahun Dharma
Wanita kali ini bukan sekadar seremonial
tahunan, melainkan momentum refleksi dan
penguatan peran kita sebagai bagian
penting dalam pembangunan bangsa dengan
mengusung tema peran strategis Dharma
Wanita Persatuan dalam Mendidik Anak
Bangsa untuk Indonesia Emas 2045.
Kita diingatkan bahwa masa depan
Indonesia tidak hanya ditentukan oleh
kebijakan dan teknologi, tetapi juga
oleh kekuatan keluarga,
karakter generasi, dan ketangguhan
perempuan untuk mewujudkan Indonesia
Emas 2045.
Dharma Wanita Persatuan memiliki posisi
yang sangat strategis dalam membentuk
pondansi Indonesia di masa depan.
dari keluarga yang kita pindah, dari
nilai-nilai yang kita tanamkan, dan dari
keteladanan yang kita hadirkan,
sesungguhnya kita sedang menyiapkan
generasi emas Indonesia.
Peran kita sebagai istri, ibu, dan
anggota organisasi bukanlah peran kecil.
Justru dari tangan perempuanlah karakter
bangsa ditempa. Dari rumah yang harmonis
lahir anak-anak yang berintegritas.
Dari ibu yang cerdas dan berdaya, tumbuh
generasi yang siap bersaing secara
global.
Bapak, Ibu yang saya hormati, perjalanan
Dharma Wanita Persatuan selama 26 tahun
telah menunjukkan bahwa perempuan adalah
kekuatan besar dalam transformasi
sosial.
Dengan kerja sama gotongroyong dan
semangat melayani Dharma Wanita
Persatuan terus menjadi mitra strategis
pemerintah dalam membangun kualitas
keluarga Indonesia.
Saya menyampaikan apresiasi
setinggi-tingginya kepada seluruh ketua
dan pengurus Dharma Wanita Persatuan
yang selama ini bekerja dengan penuh
dedikasi melaksanakan semua
program-program Dharma Wanita dengan
sangat baik.
Semoga hari ulang tahun ke-26 ini
menjadi momentum bagi kita semua semakin
memperkuat komitmen, memperluas manfaat,
dan meningkatkan sinergi untuk Indonesia
yang lebih maju. Hari ini kami
berkolaborasi dengan program ASN Belajar
dengan harapan kita semua mendapatkan
perspektif baru dan bersama-sama mari
kita jadikan forum ini sebagai wadah
untuk meng-upgrade diri dan saling
menguatkan untuk menjadi ibu yang
tangguh dan menginspirasi.
Hadirin yang berbahagia, saya
mengucapkan terima kasih kepada yang
terhormat
Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur
sekaligus penasihat Dharma Wanita yang
telah memfasilitasi kolaborasi ini. Dan
terima kasih pula kepada Bapak
narasumber hari ini Bapak Jamil Azzaini
yang akan memberikan inspirasi sukses
mulia hari ini. Semoga ilmu yang kita
dapatkan hari ini menjadi begal berharga
untuk menjadi perempuan yang berdaya,
tangguh, dan bahagia. Selamat Hari Ibu
untuk seluruh perempuan hebat di Jawa
Timur. Terus teruslah menjadi pelita
dalam rumah dan inspirasi di tempat di
tempat kerja.
Akhir kata dengan penuh harap dan doa
semoga Dharmawita Persatuan senantiasa
menjadi cahaya dalam keluarga, lentera
dalam masyarakat, dan pelita dalam
perjalanan bangsa menuju masa depan
Indonesia Emas. Demikian yang dapat saya
sampaikan. Terima kasih atas kehadiran
Bapak Ibu sekalian. Mohon maaf apabila
dalam penyelenggaraan kegiatan ini
banyak hal yang mungkin kurang. Dan
sekali lagi terima kasih kepada seluruh
panitia yang telah bekerja keras
sehingga acara hari ini dapat
terselenggara. Selamat hari Ibu kepada
ibu-ibu yang luar biasa dan Dirgahayu
ke-26 Dharma Wanita Persatuan. Dharma
Wanita Persatuan sehat berdaya.
Terima kasih saya sekian wabillahi
taufik walhidayah wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Ibu kaban berkenan tetap
berada di tempat atau di depan. Ibu di
momen penuh makna ini, kami telah
menyiapkan sebuah kejutan sederhana,
namun sangarat cinta dan apresiasi.
Sebagai ungkapan terima kasih,
penghormatan, dan dukungan atas peran
luar biasa seorang perempuan sebagai
pendamping, pemimpin sekaligus penggerak
organisasi. Kami silakan kepada Kepala
BPSDM Provinsi Jawa Timur untuk
menyerahkan bunga kepada Ibu Ketua DWP
BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Baik. Nah, foto bersama terlebih dahulu.
Kami akan pandu hitungan 3 2 s. Semoga
momen ini menjadi simbol kasih,
kebersamaan, dan sinergi dalam
menguatkan peran DWP BPSDM Provinsi Jawa
Timur. Disilakan untuk dapat duduk.
Bapak, Ibu hadirin yang berbahagia. Pada
sesi ini kita akan saksikan video
Kalidoskop Kegiatan Dharma Wanita
Persatuan BPSDM Provinsi Jawa Timur yang
merangkum berbagai program, aktivitas,
dan kebersamaan yang telah dilaksanakan.
Selamat menyaksikan.
Inilah Kaledoskop perjalanan tahun 2025.
Rangkaian langkah kepedulian dan
pengabdian Dharma Wanita Persatuan BPSDM
[musik] Provinsi Jawa Timur yang terus
bersinergi dengan pemerintah, menguatkan
perempuan, melindungi anak, dan
membangun ketahanan keluarga demi
Indonesia yang lebih sejahtera, mandiri,
dan bermartabat. [musik]
Diawali dengan penguatan tata kelola
organisasi melalui sosialisasi [musik]
e-reporting LPPK DWP yang dipadukan
dengan workshop personal color sebagai
upaya meningkatkan profesionalisme,
ketertiban administrasi, serta
kepercayaan diri anggota dalam setiap
peran yang dijalani.
Memasuki bulan suci Ramadan 1446
Hijriah, DWP BPSDM menghadirkan ruang
kebersamaan spiritual melalui kegiatan
ASN mengaji dan doa bersama [musik]
memohon keselamatan, kelancaran tugas,
serta keberkahan dalam menjalankan
ibadah dan pengabdian kepada masyarakat.
Bulan Ramadan juga diisi dengan kegiatan
sosial yang penuh makna. Melalui Pasar
Murah Ramadan Sarah tahun 2025, DWP
BPSDM Provinsi [musik] Jawa Timur
bersama Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Provinsi Jawa Timur hadir
membantu masyarakat memenuhi kebutuhan
pokok dengan harga terjangkau [musik]
sebagai wujud kepedulian dan solidaritas
sosial.
Perhatian terhadap kesehatan dan
ketahanan keluarga terus diperkuat
melalui webinar kesehatan bertajuk
[musik]
wealth, Wellness and Wisdom, terapi
regeneratif, harapan baru menuju sehat
dan kualitas hidup berkelanjutan.
Komitmen ini dilengkapi dengan seminar
parenting bersama Atalias [musik]
Blessing Special Education yang
mengangkat pentingnya deteksi dini
tumbuh kembang anak sebagai fondasi masa
depan generasi emas Indonesia.
Semangat kebersamaan dan sinergi antar
instansi terjalin melalui pertandingan
persahabatan bola voli antara DWP BPSDM
dan DWP Disper Indak Provinsi Jawa
Timur. Menciptakan ruang keakraban,
sportivitas, dan kolaborasi.
Kepercayaan dan jejaring internasional
pun terbangun melalui kunjungan
kehormatan Tasu Corporation dari Jepang,
[musik]
lembaga yang bergerak di bidang
pengembangan anak berkebutuhan khusus.
Dalam rangka menyongsong Hari
Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80,
DWP BPSDM menggelar lomba MC yang penuh
semangat dan keceriaan serta semar
kemerdekaan [musik]
bersama seluruh keluarga besar BPSDM
Jatim sebagai wujud rasa syukur,
persatuan, dan nasionalisme. [musik]
Pengembangan kualitas diri anggota
menjadi perhatian berkelanjutan melalui
self development class, personal
grooming and confidence, makeup beauty
class bersama [musik] makeover, serta
kegiatan senam bersama mendorong
lahirnya perempuan yang sehat, percaya
diri, dan siap berperan aktif [musik]
dalam keluarga maupun masyarakat.
Di bidang ekonomi, DWP BPSDM Provinsi
[musik] Jawa Timur turut ambil bagian
dalam ASN Live Expo 2025 menjadi [musik]
sarana strategis untuk mempromosikan
produk anggota dan UMKM mitra [musik]
agar semakin berdaya dan mandiri.
Komitmen terhadap penguatan budaya
literasi diwujudkan melalui sudut aksara
pojok baca sederhana dengan pengetahuan
[musik]
tak terbatas. Dedikasi ini membuahkan
prestasi dengan diraihnya juara harapan
1 lomba pojok baca dalam rangka HUD
ke-26 DWP Provinsi [musik] Jawa Timur.
Dengan penuh optimisme, DWP Provinsi
Jawa Timur siap menyongsong tahun 2026
dan terus memberikan [musik] kontribusi
positif dalam tiap langkah perjalanan
berikutnya. Bersama [musik] Dharma
Wanita Persatuan BPSM Jawa Timur bisa
menciptakan [musik] perubahan yang lebih
besar dan membawa manfaat yang lebih
luas bagi banyak masyarakat.
Boleh berikan tepuk tangan yang lebih
meriah lagi, Bapak dan Ibu. Semoga
kebersamaan ini semakin kompak dan juga
semakin banyak prestasi yang dihasilkan.
Dan selanjutnya hadirin yang kami
hormati, sebagai ungkapan rasa syukur
atas bertambahnya usia dan perjalanan
Dharma Wanita Persatuan BPSDM Provinsi
Jawa Timur. Marilah kita memasuki sesi
pemotongan tumpeng dalam rangka hari
ulang tahun DWP BPSDM Jawa Timur yang
ke-26.
Prosesi ini menjadi simbol doa dan
harapan agar DWP BPSDM Jawa Timur
senantiasa diberikan keberkahan,
solidaritas, serta semangat kebersamaan
dalam mendukung keluarga ASN dan
pembangunan sumber daya manusia di Jawa
Timur. Untuk itu mohon berkenan kepada
Pak Kaban, Kepala BPSDM Provinsi Jawa
Timur, Ibu Ketua DWP BPSDM Jawa Timur,
Ibu Astrid Wahid, Ibu Narti, Ibu Jasuli,
Sekretaris DWP BPSDM Jawa Timur, dan
para kepala bidang DWP BPSDM Jatim untuk
dapat hadir di depan tumpeng.
Disilakan
juga. Bapak Jamil Azini tentunya kami
juga undang untuk bersama-sama dalam
mengikuti prosesi pemotongan tumpeng.
Berkenan kepada Ibu Ketua DWP BPSDM Ibu
Liliana Ramlianto untuk melakukan
pemotongan tumpeng sebagai wujud syukur.
Bapak Ibu boleh diiringi dengan tepuk
tangan yang meriah. Sebagai ungkapan
rasa syukur kita pemotongan tumpeng ini
akan diserahkan kepada Kepala BPSDM
Jatim selaku penasihat DWP BPSDM Jatim.
dicarikan lauknya yang paling enak kali
ini. Tumpengnya sungguh cantik, sarat
dengan makna.
Nanti juga bisa dinikmati oleh seluruh
tamu undangan yang hadir.
Dengan lengkapnya lauk- pauk yang
disajikan sebagai simbol bahwa lengkap
pula DWP BPSDM Provinsi Jawa Timur dan
semoga diperlengkapi lagi tahun depan
semakin kompak, bersinergi, dan
menghasilkan prestasi yang luar biasa.
Turut diserahkan pula tumbang kepada
Wakil Ketua DWP BPSDM dan sekretaris
serta para kepala bidang DWP BPSDM Jawa
Timur.
Boleh tepuk tangan sekali lagi Bapak dan
Ibu.
Proses ini sebagai simbol kebersamaan.
Setiap tahunnya akan diabadikan sebagai
simbol kekompakan dan kebersamaan yang
luar biasa.
Izin Pak Jamil juga nanti menerima
potongan tumpang sebagai apresiasi dari
kami telah hadir mengisi acara dan juga
pasti nanti memberikan inspirasi bagi
kita semua para ibu.
Disilakan Pak Jamil izin disilakan.
Baik,
tepuk tangan Bapak Ibu. Sekali lagi
apresiasi dari kami kepada narasumber
kita yang nanti akan memberikan materi.
Para kepala bidang DWP mohon diterima
satu persatu diserahkan.
Baik, tanpa adanya pengurus dari DWP
BPSDM Jatim tentunya kegiatan yang kita
saksikan di kegiatan Kalidoskop tadi ini
mungkin tidak akan sukses terjadi. Ini
sebagai simbol apresiasi dari Ketua DWP
BPSDM Jatim kepada seluruh pengurus agar
semakin kompak nantinya bekerja sama di
tahun 2026.
Baik, dicukupkan tumpengnya kita akan
foto bersama terlebih dahulu dengan
seluruh tamu VIP dan juga para kepala
bidang DWP BPSDM Jatim. Foto bersama.
Kami akan panduh hitungan
dua,
satu.
Pos sarangnya boleh biar nanti di
kaleidoskop tahun depan cantik. Hitungan
3 2 sat. Terima kasih banyak. Foto
bersama kami cukupkan. kami silakan
kepada seluruh tamu VIP untuk dapat
kembali ke tempat duduk masing-masing.
Baik, Bapak, Ibu hadirin yang kami
hormati. Selanjutnya adalah prosesi
penyerahan tali ASI kepada purna Tugas
Dharma Wanita Persatuan BPSDM Jawa Timur
oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Kami persilakan
terlebih dahulu kepada para penerima
tali ASI untuk mengambil tempat di
depan. Yang pertama mengundang kepada
Nyonya Haji Arnowo.
Disilakan. Selanjutnya mengundang di
atas panggung
kami mengundang kepada Ibu Alviah serta
Ibu Fitri Haryati.
Selanjutnya mengundang dengan hormat
kepada Ketua DWP BPSDM Provinsi Jawa
Timur Ibu Liliana Aprianti atau Ibu
Liliana Ramlianto untuk dapat hadir
memberikan tali asih di atas panggung.
Yang pertama diberikan kepada Nyonya
Haji Arnowo. Bapak Ibu sekali lagi kita
apresiasi dengan tepuk tangan.
Foto bersama dulu menghadap kamera Ibu.
Hitungan 3 2 1. Selanjutnya diberikan
kepada Ibu Alvia. Mohon diterima Ibu
sebagai ungkapan terima kasih kami.
Tepuk tangannya dong Bapak dan Ibu.
Sekali lagi
semangat kebersamaan kita berupa
apresiasi. Tepuk tangan juga diberikan
kepada Ibu Fitri Haryanti.
Menghadap kamera Ibu kita foto.
Baik, foto bersama Ibu Ketua DWP BPSDM
di tengah. Baik kami pandu hitungan 3
dua
satu senyuman terbaik. Terima kasih.
Foto bersama kami cukupkan. Kami silakan
kepada ketua DWP BPSDM Jawa Timur untuk
dapat kembali ke tempat duduk. Diikuti
oleh penerima tali ASI.
Bapak, Ibu hadirin yang berbahagia.
Selanjutnya marilah kita dengar dan
simak bersama sambutan sekaligus keynote
speech ASN Belajar Ontage edisi spesial
Haribu tahun 2025 kepada Kepala BPSDM
Provinsi Jawa Timur selaku penasihat DWP
BPSDM Jawa Timur Bapak Dr. Amnianto,
SPMP. Kami silakan.
[musik]
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita
sekalian. Yang terhormat
narasumber kita pagi ini, Pak Jamil
Azzaini.
Saya kenal beliau cukup lama
ketika masih ngurusi dompet Dua.
Tapi terakhir saya masih terkoneksi
dengan Bapak. Saya baca buku terakhir
Bapak eh eksponential leadership ada itu
di meja saya baru saya resensi dengan
teman-teman. Hatur nuwun rawuhnya Pak
Jamil.
Yang saya hormati dan saya cintai Ketua
DWP BPSM Jawa Timur Ibu Liliana Ramli.
Terima kasih acaranya yang luar biasa.
Sampai saya dibelikan baju warnanya
ungu. Ini baru sekarang saya pakai baju
ungu.
Untung enggak pink.
Yang kami hormati dan kami muliakan para
ketua
DWP Perangkat Daerah Provinsi Jawa
Timur. Matur nuwun sanget rawuhnya. Saya
di baru ketika berangkat dari Malang ke
Surabaya dibilangin kalau ngundang para
ketua DWP perangkat daerah.
Kalau tahu begitu, saya juga ngundang
suaminya
biar saya enggak sendiri. Ini hanya
berdua dengan Pak Jamil di tengah ee ras
terkuat di bumi.
Matur nuwun Ibu-ibu atas rawuhnya di
acara DWP BPSDM Jawa Timur.
Hadir juga bersama kita yang saya
hormati
ee DWP kabupaten kota yang pada
kesempatan ini berkenan hadir dan tentu
para pengurus DWP Persatuan BPSM Jawa
Timur ada para senior kita, ada Bu
Wahid, ada Bu Pri, ada Bu Nyai Jazuli,
dan tentu teman-teman para pejabat
struktural fungsional yang hadir yang
juga pengurus DWP Persatuan ee BPSDM
Jawa Timur. Saya mohon izin, Pak Jamil.
Ada beberapa slide yang ingin saya
sampaikan. Saya nunggu momen ini memang
karena gemes gitu.
Ada
yang sini enggak bisa. Oh, bisa.
Jadi ada sedikit kekeliruan historis
memaknai hari ibu.
Saya scroll banyak sekali flyer dan
ucapan tentang hari ibu dan ini hari ibu
ya enggak boleh dibahasa Inggriskan.
Saya bilang ke Bu Amel selaku panitia,
"Jangan dibahasa Inggriskan. Udah beda
ceritanya."
Makanya saya di slide saya ini hari Ibu
Indonesia
karena beda. Memang beda. Tapi yang
terjadi lanjut
lanjut dulu.
Lanjut dulu. Nah, flyer-flyernya itu
bukan hari ibu.
Ucapannya bahkan sekali bermeri, sekali
berakademisi
itu ucapannya bukan hari ibu tapi
Mother's Day.
Apa enggak boleh? Boleh. Tapi saya ingin
meluruskan ini supaya kita sama-sama
paham. Sambutannya Ketua DWP PPSDM tadi
clear bahwa hari ibu itu bukan Mother's
Day
yang diperingati minggu kedua Mei. Kalau
Mother's Day itu diperingati minggu ke-2
Mei dan di Indonesia enggak terlalu
populer. Di negara-negara barat sangat
populer.
Kembali ke slide sebelumnya.
Nah, inilah yang sering lewat di beranda
ibu-ibu. Kalau hari ibu ya.
[tertawa]
Saya sudah telusuri, Bu patung ini,
Ibu-ibu. Ini patung AI, artificial
intelligence. Jadi, patung ini enggak
pernah ada.
sudah diteliti oleh berbagai platform
yang saya pakai itu tidak pernah ada
patung ini. Tetapi ini menggambarkan
invisible labor seorang ibu.
Betapa beratnya pekerjaan ibu. Kalau
saya, Pak Jamil itu ada jam kerjanya.
Tapi ibu-ibu itu enggak ada jam
kerjanya.
Tengah malam anaknya mengeluh lapar ya
langsung tandang. tengah malam suaminya
tiba-tiba demam masuk angin ya langsung
bekerja. Kita laki-laki itu ada jam
kerjanya
tapi perempuan enggak ada jam kerjanya.
Inilah kenapa patung ini kemudian sering
disimbolisasi dengan diskursus tentang
hari ibu, tentang feminist studies,
tentang social justice dan keadilan
gender. Jadi patung ini, Ibu-ibu,
walaupun tidak nyata adanya
menggambarkan betapa tugas ibu luar
biasa.
Ada sebuah syair yang ditulis oleh Ahmad
Syauki. Beliau seorang penyair dari
Mesir tahun 1900-an.
itu menulis dengan sangat tegas, al
umummu almadrasatun ula.
Ibu itu sekolah pertamanya
anak-anak.
Sebenarnya apa yang ditulis oleh Ahmad
Sauki ini tidak ingin menggambarkan ibu
secara personal, tetapi Ibu sebagai
sebuah komunitas yang ibu-ibu pasti tahu
deh.
Yang hadir dalam pendidikan pertama kali
itu bukan negara. yang hadir dalam
pendidikan pertama kali itu bukan
sekolah, bukan guru yang kita kenal,
tapi adalah seorang ibu. Nah, karena
saking tidak seimbangnya ibu-ibu nih,
peran ibu yang luar biasa di bidang
pendidikan. Kemarin ada himbauan yang
ngambil rapot itu bapak-bapak.
Terpaksalah saya datang.
[tertawa]
Dan Anda tahu kan prosesi ambil rapot
itu kan ritualnya panjang sekali.
Kalau di sekolah anak saya yang
kebetulan hari ini saya hadirkan juga
itu ada kegiatan namanya Simponi
Hasanah Bangsa. Ah, itu panjang sekali.
Karena sekolahnya anak saya itu punya
TK, punya SD, SD-nya 2, kemudian SMP,
SMA punya pesantren. Ah, itu semuanya
tampil mulai jam 0.00 ambil rapotnya
11.30.
Betapa Bapak-bapak tidak tahan dengan
situasi seperti itu. Tapi karena ini ada
himbauan, ah saya hadir akhirnya untuk
ngambil rapot.
Nah, itulah kenapa simbolisasi ini
penting untuk kita maknai bahwa Ibu
memang enggak ada jam kerjanya. Ini
foto, ini apa? Ini patung walaupun tidak
nyata, Ibu-ibu luar biasa menggambarkan
betapa peran ibu-ibu yang luar biasa.
Sebab itu di kesempatan yang sangat
berbahagia ini, izinkan kami
menyampaikan apresiasi dan ucapan
selamat kepada Ibu-ibu yang luar biasa.
Lalu apa Mother's Day yang kalau
diterjemahkan ke Indonesia memang hari
ibu. Lanjut lanjut.
Foto ini adalah fotonya
Anna Jervis namanya.
Ana Jervis ini punya ibu namanya Enrif
Jervis. Nah, Enrif Jarvis ini seorang
ibu yang
mendedikasikan dirinya merawat anak-anak
korban perang saudara di Amerika.
Karena saking sayangnya, saking
hormatnya si Ana Jervis ini kepada
ibunya ketika meninggal kemudian Ana
Jervis ini mendedikasikan dirinya untuk
mengajak masyarakat Amerika pada saat
itu menghormati sosok ibunya,
si En Rif Jervis. Nah, kemudian ini jadi
viral ya, viral versi saat itu. Nah,
sehingga kemudian pada tahun
ee 1914 di Amerika kemudian untuk
mengenang jasa-jasa enriff Jervis yang
diperjuangkan oleh anaknya yang Ana
Jervis ini itu kemudian dikekalkan
menjadi hari ibu versi mereka yang
disebut Mother's Day.
Tapi ingat ibu-ibu, Mother's Day
kemudian mengandung ironi yang luar
biasa.
Anna Maria Jervis itu meninggal dalam
keadaan miskin
karena memperjuangkan
menolak komersialisasi Mother's Day yang
luar biasa yang sudah keluar dari marwah
hari ibu yang dia dedikasikan untuk
ibunya yang luar biasa.
sehingga Mother's Day di sana kemudian
dikomersialisasi menjadi pesta-pesta,
menjadi pemberian hadiah yang kemudian
menjadi brand
ya. Kayak kita lebaran itu loh semuanya
kan jadi lebaran iklannya. Nanti kalau
bulan Februari mulai Januari mulai
muncul-muncul iklan Marjana itu sudah
mulai komersialisasi hari raya. Saya
kira Pak Jamil sangat memahami itu
karena beliau aktif di ekonomi syariah.
Nah, sehingga kasihan banget sih Ana
Maria Jervis ini meninggalnya dalam
keadaan menderita
dalam perjuangannya menolak
komersialisasi Mother's Day. Nah, inilah
Mother's Day. Menghormati ibu biologis.
Tapi coba lihat hari ibunya Indonesia
dari mana. Persis seperti sambutannya
ketua DWP tadi. Lanjut.
Nah, ini hari ibunya Indonesia,
Ibu-ibu. Jadi, ini dari kongres bukan
menghormati Ibu secara biologis, tetapi
secara ideologis. Ini berlangsung
tanggal 22 menurut catatan sejarah
berlangsung 22 sampai 25 Desember 202.
dan kemudian ini dijadikan momentum hari
ibu itu. Jadi luar biasa
Mother's Day-nya Amerika yang kemudian
mendunia dengan hari ibunya Indonesia
itu jauh lebih spektakuler maknanya itu
hari ibunya Indonesia. Kenapa lahirnya?
Bukan karena menghormati sosok ibu
biologis si Narvis ini, tetapi
menghormati
perjuangan ibu-ibu pada saat itu. Yang
kebayangkah si ibu-ibu tahun 1928 ada
kongres perempuan? Sekarang mau rapat
Dharma Wanita aja milih harinya lama
sekali. Yang hari ini ibu ini enggak
bisa, yang besok ibu ini yang enggak
bisa. Yang pengurus ini yang jadi
ketuanya lagi sakit, yang ini lagi
umrah. Kebayang enggak 2025 97 tahun
yang lalu
sudah ada kongres perempuan
dan ini terus lanjut slide-nya 2029 2035
2029 kemudian 2035 itu kemudian
dikukuhkan sebagai diusulkan kemudian
sebagai hari ibu.
Jadi perjuangannya luar biasa, Ibu-ibu.
Luar biasa ini. Jadi kalau tadi
sambutannya ketua DWP menyatakan memang
ini hari ibunya Indonesia ya memang beda
dengan Mother's Day-nya Amerika. Karena
memang ini lahir dari sebuah pergerakan
bukan lahir dari masalah-masalah yang
keluarga seperti Ana Jervis ke in Jervis
ibunya. Lanjut. Nah, ini perjalanannya.
Kemudian, Ibu-ibu, tahun 1959 Presiden
Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember
itu sebagai hari Ibu. Alhamdulillah saya
masih dapat dokumennya di arsip daerah
dan kemudian ini dijadikan momentum hari
ibu. Inilah hari ibu kita. Saya membuat
kesimpulannya lanjut. Nah, ini bedanya.
Jadi kalau hari ibu itu di Indonesia itu
karena gerakan perempuan yang Mother's
Day itu inisiatif personal
si Ana Maria Jervis. Titik sejarahnya
itu kongres yang itu digagas oleh Ana
Jervis yang ibunya luar biasa menjadi
pejuang ee memelihara apa merawat
anak-anak korban perang saudara. Latar
belakangnya jelas beda ya. Kesadaran
kebangsaan. Kalau di Indonesia persis
seperti sambutan tadi dan kalau di sini
adalah eh kalau di Amerika adalah
penghormatan emosional kepada Ibu. Dan
beda Bu tadi ngikuti Mother's Day tadi
ngasih hadiah bunga dan kartu ucapan
tadi.
Tapi hari ini DWP Persatuan BPSDM
mengadakan seminar itu memang makna
intinya adalah bentuknya adalah
refleksi, diskusi, dan penguatan peran.
Nah, sebab itu ibu-ibu yang saya hormati
yang luar biasa, hari ibu di Indonesia
ini luar biasa. Bukan semata-mata ibu
secara biologis, tetapi juga ibu secara
ideologis. Dan kita menyaksikan luar
biasa peran-peran sosial, peran-peran
politik, peran-peran ekonomi. Bahkan di
pemerintahan perempuan Indonesia diakui
memiliki
peran-peran strategis yang signifikan.
Nah, sebab itu sekali lagi atas nama
PPSTM Jawa Timur kami menyampaikan hari
Ibu semoga peran Ibu ke depan semakin
strategis baik di keluarga, di
masyarakat, maupun di tempat kerja.
Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Bapak, Ibu hadirin yang berbahagia.
Dalam momentum Hari Ibu hari ini kita
akan menyimak sebuah tayangan video
berisi ucapan dan pesan Hari Ibu dari
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi Republik
Indonesia, Ibu Rini Widiantini. Pesan
ini menjadi pengingat akan peran
perempuan dan ibu yang begitu mulia.
Tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga
dalam pengabdian, pelayanan, dan
pembangunan bangsa. Selamat menyaksikan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. [musik] Shalom. Om
swastiastu. Namo buddhaya. Salam
kebajikan. Salam sejahtera untuk [musik]
kita semua. Rahayu
para ibu dan perempuan Indonesia yang
saya cintai. [musik] Hari ini bukan
sekedar peringatan tahunan. Hari ibu
adalah momen untuk berhenti sejenak,
[musik]
menarik nafas, dan mengucapkan terima
kasih dengan tulus kepada para perempuan
Indonesia.
Terima kasih atas peran yang sering
dijalani dalam senyap, [musik] atas
ketubuhan yang tidak selalu terlihat,
dan kasih sayang yang terus menguatkan
keluarga. Bahkan di saat lelah [musik]
dan tak terucap. Di rumah, para ibu
menjadi penopang ketahanan keluarga. Di
luar rumah, perempuan hadir sebagai
[musik] profesional yang bekerja dengan
dedikasi dan tanggung jawab. Menjalani
keduanya bukan hal yang mudah, namun
dijalani dengan ketulusan [musik] dan
keteguhan hati. Karena itu menjadi
tanggung jawab kita bersama untuk terus
menghadirkan ruang yang setara dan
berkeadilan agar perempuan dapat tumbuh,
berdaya, dan berkontribusi [musik]
secara optimal bagi bangsa dan negara.
Selamat hari ibu. Peluk hangat dan
[musik] rasa hormat saya untuk seluruh
ibu dan perempuan Indonesia.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Bapak, Ibu boleh kita apresiasi dengan
tepuk tangan. Ucapan yang sangat baik
sekaliam
dan menginspirasi pada acara hari ini.
Hadirin dimohon berdiri.
Menyanyikan lagu Mars Dharma Wanita
Persatuan.
[musik]
DMA wanita persatuan
bersatu padu ikut berjuang
wujudkan [musik] masyarakat hadir dan
serta sejana merata [musik]
melaksanakan
[musik]
membina instr pegawai negeri
pandang
untuk [musik] pendidikan
dan ekonomi sosial dan budaya.
Tercapailah [musik]
harapan kita, sejahteralah anggota
[musik] dan keluarganya.
sedang mempersembahkan
dan [musik]
kepada bangsa.
Tingkatkan sumber daya [musik]
insan. Lindungi dan hormati hak
asasikan.
Melaksanakan [musik]
dengan mandiri
membina istri pegawai negeri. [musik]
Tingkatkanlah
mutu pendidikan
dan ekonomi, sosial dan [musik] budaya.
Tercapailah
harapan kita. [musik] Sejahteralah
anggota dan keluarga.
Bapak, Ibu hadirin, selanjutnya kita
akan abadikan momen kebersamaan dengan
berfoto bersama. Untuk itu kami silakan
terlebih dahulu kepada tamu VIP untuk
dapat berbaris di depan. Di samping
kanan dan kiri juga kepada pengurus DWP
BPSDM Provinsi Jawa Timur turut
mendampingi Bapak dan Ibu yang ada di
pojok kanan kiri. Boleh lebih merapat
lagi Bapak, Ibu, dan teman-teman
fotografer dokumentasi silakan untuk
mengambil gambar dari atas panggung.
Kita akan berwifi
agar dapat satu frame yang cantik.
Baik, boleh lebih merapat lagi pojok
kanan dan kiri Bapak Ibu supaya dapat
satu frame yang bagus.
Baik, teman-teman fotografer sudah
mendapatkan angle yang bagus. Foto
bersama dalam dua pose. Hitungan tiga,
dua,
satu.
Selanjutnya karena memang ini posis
kebersamaan, tangan mengepal di depan.
Baik, yang di belakang boleh angkat ke
atas, Ibu. Nah, supaya terlihat hitungan
3 2 S.
Foto bersama kami cukupkan. Terima
kasih. Oh, satu lagi dong serange. Ini
simbol cinta kasih sayang seorang ibu
yang tercermin. Baik, dalam foto bersama
ini hitungan tiga,
dua,
satu. Cakep. Terima kasih banyak Bapak
Ibu. Silakan kepada tamu VIP untuk
kembali ke tempat duduk masing-masing.
Teman-teman fotografer terima kasih
sudah mengabadikan momen kebersamaan
ini. Dan selanjutnya kita akan
bersama-sama menyimak
sebuah inspirasi
yang tentunya di akhir tahun ini akan
semakin membangkitkan peran kita sebagai
seorang ibu yang mungkin tidak hanya
berada di rumah saja, namun juga turut
bekerja dan juga keluar rumah begitu
Bapak dan Ibu untuk dapat berkegiatan
sambil mengurus pasangan, suami dan juga
anak, namun tetap berkarya.
Dan seperti apakah konteks perempuan
dalam banyak peran meneguhkan hati
menjaga keseimbangan? Sebentar lagi akan
kita ketahui bersama Bapak dan Ibu
melalui sesi
seorang inspirator
dalam acara Dharma Wanita Persatuan
Perempuan dalam banyak Peran ASN Belajar
on stage edisi spesial Hari ibu.
Perempuan kerap menjalani banyak peran
dalam satu waktu. Di balik kekuatan yang
tampak ada hati yang perlu diteguhkan
dan keseimbangan yang perlu dijaga. Nah,
pada sesi ini kita akan mendapatkan
inspirasi melalui materi perempuan dalam
banyak peran meneguhkan hati menjaga
keseimbangan bersama inspirator sukses
mulia Bapak Jamil Azzaini. Dan semoga
saja sesi ini menguatkan, menyentuh,
memberi makna setiap peran yang kita
jalani yang tentunya akan dipandu oleh
moderator Ibu Amalia Pramudiansari,
SstsP, M.M. Disilakan. Baik, terima
kasih Mbak Fani. Tepuk tangan untuk Mbak
Fan Bapak Ibu. Masyaallah.
Oke.
Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Izin ini 1000 ibu-ibu namun suaranya
belum semangat. Boleh sekali lagi
ibu-ibu yang cantik, asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah.
Masyaallah, saya doakan rezekinya lancar
yang semangat membaca menjawab ini hari
ini. Baik. Ada kebahagiaan tersendiri
tentunya saat menyadari bahwa menjadi
perempuan adalah anugerah. Menjadi ibu
adalah sebuah amanah yang sangat besar
dan menjadi bagian dari keluarga besar
ASN dan juga Dharma Wanita Persatuan
adalah suatu kebanggaan.
Ibu-ibu hadir hari ini luar biasa mentor
kita semua gurunda tercinta. Kalau
biasanya itu kami menti-menti beliau
atau coach-koach beliau itu manggilnya
Babe Bapak Ibu semuanya. Dan beliau ini
adalah seorang inspirator sukses mulia.
Saat ini beliau di doktoral candidate S3
di IPB University. S1, S2 beliau di IPB.
Kemudian saat ini juga master trainer
gitu ya. Banyak pengusaha-pengusaha dan
trainer-trainer handal di Indonesia ini
yang lahir dari beliau, Ibu-ibu
sekalian. Kemudian beliau juga di
perusahaan direktur tahfiz Leadership,
founder Kubik Leadership kalau Bapak Ibu
follow gitu ya. Dan juga beliau juga
founder academi trainer. Kemudian yang
juga yang sering mengeteskan untuk
potensi ada Stepin Genetic Indonesia dan
juga beliau adalah solver Stepin
komisaris di empat perusahaan dan masih
banyak yang lain. Saat ini saya
menghitung tadi ada 12 buku yang sudah
beliau tulis. Boleh applause untuk
beliau, Bapak Ibu. [tepuk tangan]
di antaranya buku trainer, kemudian
spiritual leader, leadership inspiration
dan juga tadi yang disampaikan oleh Pak
Kaban exponential leader dan juga
engaging communication adap adaptive
leader kemudian speak to change dan
masih banyak yang lain sampai dengan
kubik leadership. Hari ini tentunya kita
bersama-sama kosongkan gelas, Ibu-ibu,
karena beliau hadir jauh-jauh dari
Jakarta akan memberikan inspirasi sukses
mulia untuk kita semua. Di mana gelas
yang kosong nanti akan mudah ilmu dan
juga insight upgrade diri akan masuk.
Semuanya sudah siap, Ibu-ibu?
Siap.
Siap. Kita panggil bersama-sama Babe
Jamil Azzaini.
Kes
baik. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
shalli ala sayyidina Muhammad wa ala
sayyidina Muhammad. Para izin Liliana,
Ibu semuanya. Ee sebelum dimulai saya
mau tanya, kita di sini mau ngapain?
Bersenangsenang.
Ah, betul. Kita di sini mau
bersenang-senang bukan mau belajar. Yang
niatnya belajar disimpan dulu. Karena
kita di sini mau
bersenang.
Bersenang-senang. Bukti bahwa
senang-senang. Tolong berikan senyum
terindah buat kanan kirinya dulu.
Silakan. Iya.
Senyum itu mudah,
mudah,
gratis.
Gratis.
Maka saya punya hipotesis, orang yang
jarang senyum biasanya jarang traktir.
Ya, yang gratis saja pelit, apalagi yang
bayar. Maka selama sesi saya, kita
banyak senyum ya, senang-senang. Kenapa?
Karena senyum itu juga ternyata
mengundang rezeki. Tadi tadi saya waktu
masuk ruangan ini saya lirik kanan kiri
kok ini jarma wanitanya cantik-cantik
ya.
Ternyata ada pelatihannya
ya. Tadiah lihat ada color ada kemudian
performance. Oh pantesan jadi dandanya
pas-pas gitu ya kan. Saya sering ngisi
dharma wanita-darma wanita yang lain.
Tapi kalau di sini lebih cantik lebih
cantik ya. Tepuk tangan dong.
Iya. Kalau belajar dengan sehat, selain
senang-senang, yang kedua semangat.
Masih semangat?
Semangat.
Coba kalau gitu saya atas semangatnya.
Tepuk semangat.
Loh, pramuka
itu. Tepuk pramuka.
Biasanya kalau Bapak-bapak nih ya, istri
saya juga kalau saya nonton juga suka
dampingi. Kalau kita nonton sepak bola
badminton itu ada trikan Indonesia.
Ah, itu tepuk semangat. Coba kalau gitu
dipraktik Indonesia.
Sekarang kalau tepuk semangat satu
gitu ya. Tepuk semangat satu.
Iya. Kalau tepuk semangat dua.
Wah
ababnya dikeluarin ya.
Tepuk semangat. Dua
ya. Enggak berani ke samping ya.
[tertawa]
Oke, berarti senang-senang sudah,
semangat sudah. Bapak, Ibu, saya sering
ke Surabaya karena istri saya orang
Surabaya ya. Dan ee kakak-kakak ipar
saya ee hampir semuanya di Surabaya.
Jadi insyaallah Surabaya sudah familiar
buat saya ya. Jadi, kalau jangkrik saya
tahulah ya. More-more [tertawa]
baik berarti siap mulai.
Kalau begitu sebelum mulai mohon maaf
tangan kanan diangkat tepukan sebelah
kanannya dan ikuti kata-kata saya.
Friend, friend,
friend. Acara sudah dimulai.
Acara sudah dimulai.
HP-nya disimpan.
Jangan WhatsAppan di sini.
Jangan.
Apalagi nerima telepon.
Iya. Sekarang tangan kirinya.
Friend, friend,
friend, friend.
Thank you ya, friend.
Kalau lihat saya main HP
jangan sungkan-sungkan,
cubit aja.
Dan saya ikhlas
kalau HP saya bunyi
saya bunyi
jadi door price.
Gimana kalau ada HP yang bunyi, HP-nya
kita ambil jadikan door price.
Sepakat?
Sepakat.
Kecuali yang menj sini saya enggak
berani ya. Sepakat.
Untung nges konsentrasi. Kalau ditanya
sepakat jawabannya setuju. Kalau ditanya
setuju jawabannya seat sepakat. Ibu ini
boleh tidak sekeras-kerasnya Bu. Ah
mumpung boleh tidak sekeras-kerasnya.
Teriak sekeras-kerasnya. Kenapa teriakan
keras bisa mengurangi stres, Pak Jamil?
Saya enggak stres kok gampang untuk
menandai Anda stres atau tidak. Saya
tanya ke psikolog, ada stres ringan,
menengah yang berat. Stres yang ringan
itu apa? Saya tanya, stres ringan itu
kayak apa? Gini, "Babe mau WhatsApp saya
ambil handphone. Begitu buka handphone
ada mension. Mension-nya dibuka, dibaca.
Selesai dibaca tadi saya mau WhatsApp
siapa ya?" Ah, itu stres ringan.
Kalau stres yang menengah
apa? Sering sariawan,
sering sakit perut. Terus yang ketiga
ngantukan.
Jadi kalau selesai selesai ee di acara
ini ada yang bolak-balik ngantuk
kemungkinan
stres. Nah, salah satu cara
menguranginya dengan cara teriak
sekeras-kerasnya. Mumpung boleh teriak
sekeras-kerasnya, teriak
sekeras-kerasnya. Dan kalau stres yang
berat kayak apa? Di ruangan ini pada
ketawa, Anda masih mikir lucunya di mana
sih? Ya, jadi kalau ada orang terlambat
ketawa kemungkinan
stres dan itu stresnya stres berat.
Makanya kalau ibu-ibu punya anak yang
susah senyum ya, punya suami yang pulang
kantor kok enggak senyum, ah ini berarti
stres berat. Ini perlu dihibur. Karena
kata David Taukin, orang yang stres
berat susah senyum itu pintu awal untuk
bunuh diri. Ya, jadi kita perlu murah
senyum. Sepakat?
Sepakat. Saya setuju.
Setuju.
Sepakat.
Masih kurang keras. Sepakat. Setuju?
Setuju.
Baik, berarti siap mulai.
Iya. Nah, kalau dimulai mohon maaf Bapak
Ibu ya, Ibu-ibu ya. Klik Mas Rofi bisa
dibantu Mas.
Ah, kenalan ringkas ya. Saya sebenarnya
sebagai pengusaha Bapak, Ibu eh Ibu-ibu
dan sehari-hari itu saya membina tiga R
trainer, leader, entrepreneur. Hampir
sebagian besar trainer yang sekarang
sedang muncul di Indonesia itu didikan
saya. Jadi kalau Ibu-ibu ada yang mau
jadi trainer boleh nanti berguru sama
saya. Saya juga mendampingi banyak
leader dari berbagai BUMN termasuk
mendampingi entrepreneur UKM, usaha
kecil miliaran ya. Karena kalau nama itu
doa. Kalau usaha kecil menengah nanti
usahanya
kecil terus mentok-mentok menengah. Maka
UKM itu usaha kecil
miliaran.
Miliaran. Ada 138 UKM yang saya bina
dulu modalnya sejuta, 2 juta, R3 juta.
Alhamdulillah akhir tahun yang lalu kami
konsolidasi total asetnya sudah lebih
dari 12,4 triliun. Ya, lumayan ya.
Jadi, ibu-ibu kalau mau belajar bisnis
dari sekarang ya, jangan pas MPP masa
persiapan pensiun baru belajar bisnis
ikut pelatihan lele kepatil,
ikut pelatihan cacing mati semua. Ikut
pelatihan jangkrik bangkrut dan terakhir
muring-muring, jangkrik jangkrik. Jadi
latihannya dari sekarang, Pak. Saya
enggak mau jadi trainer, enggak mau jadi
leader, enggak mau jadi entrepreneur.
Boleh enggak titip anak saya, keponakan
saya, saudara saya? Boleh. Nanti saya
saya tampung di tahfiz leadership. ya.
Programnya 10 bulan. Lulus dari situ
punya empat keahlian. Satu,
leadership-nya oke. Dua, public
speak-nya oke. Tiga, wawasan bisnisnya
oke. Dan yang keempat hafal Al-Qur'an 30
juz ya. Dan itu gratis enggak perlu
bayar. Tepuk tangan buat kita semuanya.
[tepuk tangan]
Pak Jamil, nanti kalau gratis kurang
gizi, insyaallah dijamin gizinya. Nanti
dijadikan alat mencari sumbangan,
insyaallah enggak nyari sumbangan. Terus
dibiayai dari mana? Dari
keuntungan-keuntungan bisnis yang kami
jalani. Alhamdulillah ada di beberapa
kota Bapak, Ibu. dan ini sudah 12 tahun.
Jadi sekarang sedang seleksi angkatan
yang kita belas. Saya senang karena
lulusannya tersebar ke banyak negara. Ee
bulan Juli kemarin saya ke Jepang ketemu
alumni tahfiz list di Jepang. Waktu saya
umrah Ramadan tahun lalu eh tahun ini ya
awal tahun ini di Makkah saya ketemu
alumni. Di Madinah saya ketemu alumni
yang sedang S2 di sana. Dan
alhamdulillah minggu lalu ada alumni
yang berangkat ke Kairo karena diterima
di Alazar. Jadi senang. Ee tepuk tangan
dong buat kita semuanya.
Dan ee saya sudah nulis 16 buku. Dan
kemudian Bapak Ibu saya sudah punya anak
biologis lima ya. Kalau anak ideologis
saya banyak karena di santri-santri itu
saya anggap itu anak saya. Jadi saya
sudah punya cucu enam. Sudah Ibu sudah
punya cucu Bu. Saya sudah punya cucu
enam ya. Cucu pertama saya di Jerman
karena dapat suami orang Jerman anak
saya dan sudah punya anak satu. Jadi
saya bilang sama dia, "Biarkan tetap
warga negara Jerman latihan dulu di
Bayern Munsen. Nanti waktu 15 tahun
naturalisasi ya." Iya. Biar
naturalisasinya tidak semuanya dari
Belanda ya. Kemudian ee anak saya, mantu
saya apa, cucu saya yang lain ada di
Bandung, di Jakarta dan di Bogor. Siap
mulai?
Siap. Kalau gitu kita mulai ya, Bapak
Ibu. Oke, kita akan mulai
ya. Kesehatan mental sekarang menjadi
isu global. Bahkan Martin Silikman
mengatakan sekarang itu terjadi
paradoks. Hiburan makin banyak sekarang.
Ibu-ibu mau nonton Netflix kapan aja
bisa? Mau nonton YouTube di toilet bisa.
Perjalanan ke sini nonton drama Cina
bisa,
drama Korea bisa? Kapan-kapan bisa.
Tapi kata Martin Silikman, hiburan makin
banyak tapi orang stres makin banyak.
Harusnya kalau hiburan makin banyak
orang stres berkurang ya. Tapi ini malah
makin banyak Bapak Ibu. Bahkan WHO
mengeluarkan ya menurut berbagai riset
ya setelah COVID-19 jumlah orang stres
di dunia ini ada 22%. Berarti kalau di
sini ada 100 orang yang stres 22 orang.
Ah pertanyaannya Ibu-ibu, siapa yang
paling banyak stres?
Termasuk ternyata kaum perempuan. Kalau
dibuat persentasenya jumlahnya yang
paling stres itu kaum perempuan. Kenapa?
Karena ternyata kaum perempuan itu
memiliki banyak peran, Ibu-ibu, ya.
Perannya banyak banget.
Klik klik klik.
Iya. Yang pertama
ini jalan enggak, Mas?
Agak delay. Tapi delay-nya L, Pak.
Perang ganda. ya tuntutan profesional di
kantor sering berbenturan, di rumah juga
masih perlu layi. Sudah gitu ada dharma
wanita lagi ya
kan banyak peran tuh ibu-ibu ya. Ee
makanya kemudian banyak stres. Maka
salah satu menghilangkan stresnya
gimana? Nanti kita akan pelajari ya.
Tapi saya bulan Januari
eh tahun ini road show di Jepang ketemu
dengan Bu Aisyah Dahlan selama 10 hari
saya rusuh di Jepang. Bu, Bu, saya mau
tanya sih, Bu. Ibu itu kan di videonya
suka ngomong ee wanita yang sehat itu
wanita yang cerewet, Bu. Emang ada
risetnya, Bu? Apa kata Bu Aisyah Dalan?
Dia manggil saya babe. Babe, ada
risetnya, Bi. Wanita yang sehat mental
itu wanita yang cerewet.
Dan wanita kalau ingin sehat mental
setiap hari harus mengeluarkan lebih
dari 16.000 kata. Jadi, kalau ibu-ibu
sehari-hari masih mengeluarkan kurang
dari 16.000 Ibu kata berarti
stres. Maka kalau ibu-ibu sekarang
cerewet, pertahankan.
Kalau kurang cerewet tingkatkan.
Makanya enggak apa-apa Ibu-ibu cerita
terus. Karena saya tahu bahwa ibu-ibu
itu karena salah satu menghilangkan
stresnya dengan cerita, maka kalau saya
sudah sampai rumah, saya bilang sama
istri saya, "Ma, begitu aku sampai rumah
dadaku dan telingaku hanya untukmu."
Ya. Dan saya bilang sama istri saya,
"Dada sebelah kiri ini spesial untuk
mama." Ya, yang kanan dia enggak nanya
ya. Entah sudah berapa literar air mata
di sini. Terus telingaku hanya untukmu.
Kenapa?
Supaya dia bercerita. Daripada ceritanya
di sosmet, daripada ceritanya ke mantan,
mending ceritanya ke saya.
Dan akhirnya kebiasaan saya mendengarkan
cerita terdengar oleh kepotakan saya di
Surabaya ini. Dia seorang dosen ya di
Unesa ya. Ee seorang dokter juga. Om,
Om, saya dengar Om Jamil suka dengerin
cerita tante ya. Iya. Supaya ingin makin
hot, Om. Dengerin cerita itu ada
rumusnya Om. Apa rumusnya? Him, Om. Apa
itu HIM? Huruf pertama H, huruf kedua I,
huruf ketiga M. Ya, saya tahu maksudnya
apa. Kalau tante lagi cerita keluarin
huruf pertama H. Hm.
Begitu dia semangat keluarin huruf kedua
I. Iya. Ta tambah semangat ya. Dan pada
saat puncak-puncaknya keluarnya huruf M.
Moso?
Itu saya praktikin, Bu. Maka
alhamdulillah ya istri saya insyaallah
enggak stres karena tiap hari cerita.
Bahkan kadang ceritanya ada yang sama
dengan kemarin.
Ya, kita enggak boleh ngomong bukannya
kemarin sudah diceritain itu urusannya
bisa panjang ya. Apalagi ibu-ibu selain
peran ganda terjadi pada perempuan
perannya banyak. Sudahlah istri ibu ya
kemudian dharma wanita boleh jadi Anda
bekerja. Ternyata ibu-ibu kadang lelah
mental. Kenapa? Karena kadang ibu-ibu
yang harus dikerjakan banyak banget. Ya,
saya pernah merenung. Seandainya aku
tukaran peran sama istri saya, istri
saya nyari nafkah saya di rumah,
kayaknya saya stres, Bu. Iya, Bu. Ya,
enggak sanggup gitu. Enggak sanggup.
Wong pernah istri saya di rumah sakit
itu ya Allah ya pusing walaupun di rumah
saya punya dua pembantu itu gelisahnya
luar biasa ya dan karena kemudian yang
mau dikerjakan banyak maka lelahnya luar
biasa. Sudahlah begitu kadang-kadang
bawa sampah pikiran pikiran di kantor
dibawa ke rumah masalah di rumah dibawa
ke kantor. Itu yang membuat ibu-ibu
lelah. yang membuat ibu-ibu capek. Dan
hari ini saya akan berbagi bagaimana
supaya pulang dari sini walaupun
perannya banyak, Bapak Ib ibu-ibu
semuanya makin bahagia. Mau atau mau
banget?
Enggak usah khawatir. Ini pengalaman
saya yang saya sampaikan ke
banyak-banyak, Ibu dan yang saya
sampaikan sebagai mahasiswa S3 IPB ini
berdasarkan
riset ya. Jadi tidak jualan abab, jualan
air ludah. Nanti pulang bisa dipraktikin
ya. Nah, maka Ibu-ibu kita akan bahas
ini. Kenapa kok ini penting? Karena
ternyata apa, Ibu? Nasib seseorang
dipengaruhi oleh apa?
Nasib seseorang dipengaruhi oleh
karakter. Karakter seseorang dipengaruhi
oleh apa?
Karakter seseorang itu dipengaruhi oleh
kebiasaan. Kebiasaan seseorang
dipengaruhi oleh apa?
Tindakan. Tindakan seseorang dipengaruhi
oleh apa? Pikiran. Pikiran seseorang
dipengaruhi oleh apa? Perasaan.
Maka kalau perasaannya kita lagi marah,
lagi jengkel, pikiran kita, pikiran
orang marah, tindakan kita tindakan
orang marah, kebiasaan kita kebiasaan
orang marah, karakter kita karakter
orang marah, nasib kita jadi pemarah.
Maka hati-hati dengan emosi, hati-hati
dengan perasaan. Karena perasaan
mempengaruhi
masih ingat? Perasaan mempengaruhi
pikiran, pikiran mempengaruhi tindakan,
tindakan mempengaruhi kebiasaan,
kebiasaan mempengaruhi karakter,
karakter mempengaruhi nasib.
Maka kalau kita ingin membenahi nasib
kita di masa tua, yang perlu kita benahi
apa? Perasaan kita. Maka kalau ada orang
yang baperan,
pikirannya, pikiran orang baper,
tindakannya tindakan orang baper,
kebiasaannya kebiasaan orang baper,
karakternya baperan, nasibnya baperan.
Maka ibu-ibu perlu tahu apa kira-kira
yang membuat kita itu baper, yang
membuat kita itu menderita. Nah, Scott
Pek itu sudah melakukan riset. Ada lima
sumber penderitaan.
Yang pertama apa?
Yang pertama ternyata ibu-ibu menyesali
masa lalu. Hah? Salah salah dapat suami.
Ah, menderita itu
bojoku iki. Ya Allah, tidure ngorok,
ngiler, pelit. Ibu-ibu menderita kalau
nyesal
ya. Atau menyesali masa lalu yang lain.
Ya Allah, aku pernah berbuat ini ya
Allah. Nyesal
banget menderita.
Yang kedua apa?
Yang kedua adalah
mengkhawatirkan masa depan. Ya,
kira-kira nanti setelah pensiun gimana
ya? Jangan-jangan mantap makan tabungan.
Ya Allah, gimana
anak-anakku masa depannya gimana?
Menderita ibu-ibu. Yang ketiga,
yang ketiga itu tidak menerima kondisi
saat ini ya. Aduh, ini akhir bulan kok
ada pertemuan.
Anggar sudah tutup masih berangkat. Ya
Allah, BPSDM tuh ngadain acara kok
tanggal 23
harusnya dipanggar tuh.
Sudah gitu pertemuannya cuma di Surabaya
harusnya dibalik, dibalik, dibalik gitu.
Kalau enggak terima kondisi saat ini
menderita.
Yang keempat apa?
Yang keempat tadi menyerahkan
kebahagiaan kita pada mulut orang lain.
Ya, gimana kok apa? Oh, tidak mau
memaafkan kesalahan orang lain. Heh,
sampai tujuh turunan enggak gue maafin
loh. Yang ngomong gitu dijamin
menderita. Makanya kalau ada orang
ngomong sama saya, "Bu, Pak Jamil sampai
tujuh turunan Pak Jamil enggak saya
maafin. Saya akan bilang, "Saya turunan
keedelapan."
Iya.
Dan yang kelima, Pak? Menyerahkan
kebahagiaan kita pada mulut orang lain.
Eh, teman kamu tasnya bagus kok. Kamu
tasnya biasa aja sih? Akhirnya Anda beli
tas pakai ngutang lagi. Kelihatannya
keren padahal kere. Keren sama kere
bedanya huruf N. Ngutang
ya. Ih, yang itu seragamnya baru. Kamu
kok masih pakai yang lama? Menderita.
Karena kita menyerahkan kebahagiaan kita
pada mulut orang lain. Masih perlu
validasi. Ingat ya, berharap pada pujian
manusia adalah patah hati yang
disengaja.
Ibu-ibu mau patah hati?
Kalau mau gampang berharap pada pujian
manusia. Begitu enggak dipuji,
aku sudah rapat rapat susah-susah enggak
diapresiasi.
Ya Allah, aku sudah meninggalkan ini
itu, aku ikut ini. Masih enggak
diapresiasi.
Sedih aku sedih menderita.
Atau Anda melakukan kegiatan-kegiatan di
Darma Wanita karena ingin dapat pujian,
karena ingin dapat tepuk tangan. Ingat,
nyamuk mati juga karena tepuk tangan.
Hati nurani kita bisa mati kalau kita
berharap tepuk tangan. Kira-kira Ibu-ibu
di antara lima ini ada yang ada?
Ada yang menyesali masa lalu?
Enggak ada. K. Ada yang mengkhawatirkan
masa depan?
Ada.
Ada yang tidak menerima kondisi saat
ini, ya Allah enggak mau hadir di absen
misalnya ya kan ada itu registasi akan
dapat sertifikat kalau ini ini gitu ya.
Kemudian apa? Tidak mau memaafkan
kesalahan orang lain. Ada yang tidak
memaafkan kesalahan orang lain? Sakit
Pak. Ya Allah itu sakitnya saya enggak
akan maafin Pak. Sakit Pak Menderita,
Ibu. Dan kemudian menyerahkan
kebahagiaan kita pada mulut orang lain.
Ada satu di antara lima ini yang Anda
punya.
Atau Pak lima-limanya ada, Pak.
[tertawa]
Ah, itu berarti menderita itu senyumnya
sudah susah.
Oke, mudah-mudahan enggak ada ya. Gimana
menyesali masa lalu nanti kita tahu,
nanti kita akan obati. Gimana
mengkhawatirkan masa depan supaya enggak
khawatir nanti juga akan kita sampaikan.
Gimana supaya kita menerima kondisi saat
ini? Gimana supaya kita bisa memaafkan
orang lain? Dan gimana supaya hidup kita
tidak perlu validasi dari orang lain.
Kita menjadi diri versi terbaik. Kita
melakukan sesuatu bukan karena ingin
dapat pujian dari orang lain. Sampai
sini bungkus
lanjut. Iya. Yang ini nanti direnungkan
di rumah sambil pulang ke daerah di
mobil di jalan. Aku enggak aduk aku adu
enggak ya satu di antara lima ini ya?
Kalau aku pantesan ada suka marah-marah.
Kenapa Bapak Ibu ini perlu kita ketahui?
Karena kalau itu ada dalam diri kita dan
tidak kita sembuhkan nanti ter menular.
Menular ke anak, menular ke pasangan.
Kalau di dalam istilah psikologi, luka
hati itu, luka batin itu kalau tidak
disembuhkan
akan menular kepada anak-anak. Memang
luka batin itu tidak berdarah,
tapi luka yang tidak berdarah itu lebih
menyakitkan dibanding luka yang
berdarah. Ibu-ibu pernah ngerajang sayur
kena pisau? sakit. Masih ada yang lebih
sakit yaitu luka batin. Luka batinnya
itu salah satu yang paling berbahaya
menurut Kotpek ya. Lima ini. Kita lanjut
ya. Oke, pertanyaannya sekarang I
ya.
Mar ee siapa? Si David Hawkin sudah
melakukan riset. Ibu-ibu kalau ingin
semakin bahagia jauhi energi kesadaran
di bawah 200. Karena itu merusak dan
membuat hidup semakin menderita. Mana
yang di bawah 200? Dari sini, Bu.
Ya. Yang paling berbahaya mana?
Energinya cuman 20. Merasa hina. Aku ini
menjadi wanita yang tidak berguna. Aku
hanyalah remah rengginang.
Bahaya loh itu, Bu. Karena energinya
cuma 20. Ibu enggak akan punya semangat.
Ibu enggak akan punya
energi untuk kemudian maju. Ada yang
lebih naik sedikit, merasa bersalah. Ih,
aku pernah ditugasin jadi ketua panitia.
Salah. Setelah itu diomongin terus
dipanggil sama Bu Amel
terus dikasih saran ini, ini, ini. Terus
setelah itu setiap rapat diomongin,
"Jangan seperti ibu itu ya. Anda merasa
bersalah itu energinya 30.
Merasa putus asa, kayaknya kita enggak
mungkin ya. Kayaknya saya ngomongin
suamiku itu enggak akan berubah. Suamiku
dari dulu sudah tak omongin kalau naruh
anduk di tempatnya ini masih aja di
tempat tidur. Aku malas ngomongin malas
daripada berantem malas. Energinya 50.
Ini kalau dilihat ketawanya kayaknya
pernah kejadian ya.
Begitu juga menyesal nih Bu tadi ya.
Cemas takut energinya 100. Rakus marah
sombong.
Orang yang mulai percaya diri. orang
yang mulai bertumbuh, orang yang mau
semakin maju. Kalau apa? Kalau energinya
di atas 200,
berarti apa? Berani tanggung jawab.
Kalau dikasih amanah, saya ambil
tanggung jawab. Kalau salah dia ngaku
salah. Tidak. Kemudian habis sih
anggarannya enggak cukup,
habis arahannya enggak jelas, habis
enggak didukung sama teman-teman. Ah,
itu namanya enggak bertanggung jawab.
dia berani bertanggung jawab ya dan
energinya akan tumbuh luar biasa kalau
energinya di atas 500.
Berarti apa? Hidup kita dipenuhi dengan
welas asih, dengan cinta. Terus hidupnya
kita itu enjoy, senang.
Ya, maka saran saya kata David Taukin,
kalau bisa kita enggak punya energi yang
membuat kita menderita yang energinya di
bawah
200. Sombong ini suka membanggakan diri.
Kalau enggak ada saya, kegiatan enggak
jalan. Semuanya tergantung saya. Itu itu
mungkin akan membuat Ibu semangat. Tapi
kata David Hawkin semangatnya itu
merusak kita itu.
Nah, saya ingin sampaikan sebuah cerita.
Emang berbahaya, Pak, kalau kita punya
energi yang di bawah 200 itu ada seorang
wanita bernama
Anita Murjani.
Anita Murjani ini kenapa?
Penyakit kanser stadium 4B berarti parah
atau parah banget? Parah banget kalau
sudah di 4B karena dibiarkan
penglihatannya berkurang, pendengarnya
berkurang dan suatu saat dia pingsan
dibawa ke rumah sakit ternyata dia koma.
Dan setelah diperiksa oleh dokter kata
dokternya menurut medis usia Anita
Murjani tinggal 36 jam. Tinggal berapa
jam Bu? 36 jam. Bukan 36 hari bukan 36
minggu.
Maka tolong kumpulkan saudaranya,
kumpulkan keluarganya untuk apa?
Menunggu detik-detik kematian.
Ternyata ketika saudaranya sudah kumpul,
keluarganya sudah kumpul, Anita Murjani
yang didawat rumah sakit itu mengalami
yang dalam istilah psikologi disebut
near death experience, pendekat e
pengalaman mendekati kematian. Apa itu?
Rohnya keluar dari tubuh, dia bisa lihat
tuh, oh itu keluargaku, oh itu
saudaraku, temanku pada nunggu. Dan roh
ini berjalan masuk di lorong yang gelap.
Dan di dalam lorong yang gelap itu,
Anita Murjani mendengar suara, "Wahai
Anita, tahukah kamu kenapa kamu kena
kanser?
Wahai Anita, tahukah kamu kenapa anggota
tubuhmu satu persatu shut down?" "Karena
kamu, Anita punya kebiasaan ini, ini,
ini, ini. Dan wahai Anita, maukah kamu
sehat dan bugar? Dan kalau kamu mau
sehat bukar, maka lakukan ini, ini, ini,
ini.
Suaranya itu hilang. Anita Murdani sadar
dan kemudian dia terbangun bisa duduk.
Coba ibu-ibu kalau nungguin orang koma
tiba-tiba duduk
gimana tuh?
Hah? Atau coba turun ke tanah ke bumi
kakinya nginjak tanah enggak gitu kan.
Dan akhirnya Anita Murjani mempraktikkan
apa yang didengar di lorong gelap itu.
Maka setelah itu 2 minggu kemudian dia
boleh pulang ke rumah dan di rumah
dipraktikin lagi. 2 bulan kemudian
penyakitnya Anita Murjani sembuh hilang
total. Sampai dokter yang merawatnya
heran. Akhirnya dokter yang merawatnya
meminta kepada Anita Murjani, tolong
pengalamanmu itu ditulis dalam bentuk
buku supaya apa? Supaya menjadi
inspirasi banyak orang. Jadilah buku
judulnya Dying to Be sudah diterjemahkan
dalam bahasa Indonesia. Pertanyaannya,
apa yang didengar Anita Murjani di dalam
borong Grab itu?
Ternyata Anita Murjani mendengar suara,
"Wahai Anita,
tahukah kamu kenapa kamu kena kanser?
Tahukah kamu kenapa anggota tubuhmu satu
persatu shutdown?" Karena kamu, Anita
punya kebiasaan. Apa itu kebiasaannya?
Kalau ada emosi-emosi negatif dibawa
tidur terus disimpan berhari-hari.
Ada yang suka nyimpan, aku marah sama
suamiku. Terus tidur masih marah.
Hati-hati itu bisa jadi kanser, bisa
jadi
tumor. Saya penasaran, saya telepon dong
dokter penyakit dalam. Dok, mau nanya,
Dok. Emang kalau kita membawa emosi
negatif sebelum tidur bahaya ya, Dok?
Apa jawabannya, Pak Jamil? Hampir 80%
penyakit fisik itu karena kondisi emosi.
Saya enggak penasaran lagi sama dokter
yang ahli neurosin, ahli urusan otak
namanya dokter Amir Juhdi. Dok, emang
kalau kita tidur bawa pikiran negatif
bahaya, Dok. Apa jawabannya? Bukan hanya
bahaya kek dia manggil saya kakek ya,
bahaya banget. Maka hati-hati kalau yang
tidur masih marah bisa kena tumor,
kanser, asam urat.
Sekarang sudah ditemukan obat asam urat,
Bu. Ya, Ibu-ibu nanti boleh dipraktikin
herbal ya. Itu namanya emping.
Iya, Bu. Ternyata emping itu menurunkan
asam urat turun dari mulut ke kaki.
[tertawa] Kalau enggak percaya
dipraktikin, Bu.
[tertawa] Jelas,
ya. Pertanyaannya yang kedua,
maukah kamu sehat dan bugar? Maukah
makin cantik? Maukah makin bugar?
Kalau mau kata suara diolong regelap itu
yang dipraktikkan tim Murjani mulai hari
ini. Jangan izinkan emosi-emosi ada
dalam dirimu kecuali dua, yaitu love and
gratitude. Cinta dan syukur. Welas asih
nilainya 500.
Maka hidup kita itu dengan cinta. Datang
ke sini juga dengan cinta. Bagi Anda
yang mau kasih bekerja, bekerja pun
dengan cinta. Bukan terpaksa. Cuman
rumah, mobil, kantor. Kantor, mobil,
rumah.
Senin sampai Jumat, Sabtu balas dalam
tidur. Minggu ngelanjutin tidur. Minggu
sore sudah komentar jangkrik.
Besok ketemu kepala badan lagi ditanya
lagi. Dan hati-hati kalau ibu-ibu yang
masih bekerja cuman rutin rumah, mobil
kantor, kantor mobil rumah. Nanti di
masa tua ibu-ibu bisa menjadi kelompok
P17.
Pergi pagi, pulang petang, pantat peot,
pinggang pegal, palak pusing,
penghasilan pas-pasan, pajak pula. Pas
pensiun penyakitan.
Jadi orang yang pas pensiun penyakitan.
Kenapa?
Karena kerjanya cuman rutin, rumah,
mobil, kantor, kantor, mobil, rumah,
tidak ada rasa cinta yang energinya 500.
Apalagi kalau Anda melakukan sesuatu
karena sukacita, karena senang energinya
lebih tinggi lagi.
Dan sukacita yang dimakuti di konteks
ini bukan hanya saya yang suka, tapi
juga kita membahagiakan orang lain.
Makanya kalau di dalam teks Inggrisnya
itu joy. Kalau happiness itu kita yang
bahagia sendiri. Kalau joy kita juga
membahagiakan orang lain.
Nah, kalau dilihat ini kira-kira Ibu-ibu
sebagian besar Ibu energinya di bawah
200 atau di atas 200 atau bahkan di atas
500.
500. Coba ngomong sama temannya, "Aku
energinya di atas 500."
Terus temannya jawab, "Ngaca loh."
Ngacak ngaca.
Kalau 500 alhamdulillah.
Tapi ada yang masih warna abu-abu.
Hati-hati kalau kita ada warna abu-abu
berarti itu mengganggu perasaan kita.
Perasaan mempengaruhi
pikiran. Pikiran mempengaruhi tindakan.
Tindakan mempengaruhi kebiasaan.
Kebiasaan mempengaruhi karakter.
Karakter mempengaruhi nasib.
Termasuk ibu-ibu. Saya kan punya profesi
sembilan yaitu macomblang.
Saya sudah menjodohkan 32 pasangan.
sekarang sedang mencari mangsa yang
ke-33.
Ada yang mau dijodohkan di sini
enggak? Hah? Ada di belakang dan
singelilah di belakang. Gampang tenang.
Mencari jodoh itu gampang prinsipnya
apa? Jangan pernah cari yang beda
keyakinan. Maksudnya apa? Anda yakin
mau, yang sono yakin enggak mau. Enggak
ketemu. Ya,
ada wanita yang datang ke saya yang mau
saya jodohkan. Babe, kenapa wan Kenapa
laki-laki yang mau melamar saya selalu
laki-laki brengsek? Apa jawaban saya?
Laki-laki yang berikutnya juga laki-laki
brengsek. Ih, babi jahat banget.
Bukankah perasaanmu mengatakan bahwa
laki-laki yang melamar kamu laki-laki?
Maka pikiranmu pikiran yang mengundang
laki-laki yang resek. Tindakanmu
tindakan yang mengundang laki-laki yang
brengsek. Kebiasaan kamu kebiasaan yang
mengundang laki-laki yang brengsek.
Karakter kamu akan mengundang laki-laki
yang brengsek. Nasibnya kamu dapat
laki-laki yang terus gimana dong, Beh?
Tata dong perasaannya. Gimana, Beh?
Ikuti kata-kata saya. Laki-laki yang
melamarku adalah laki-laki yang tampan,
mapan, menjadi imam di dunia,
menyelamatkan di akhirat. Beh, mana ada
laki-laki kayak gitu. Kalau kamu bilang
enggak ada, enggak ada. Kalau kamu
bilang ada, ada. Apa jawaban dia? Hah?
Dasar. Hidup tidak semudah cocote
trainer gitu.
Anda tahu cocot ya?
Kamu mau nyoba enggak?
Akhirnya dia, "Oke deh, Beh, kalau gitu
saya coba." Oke. Laki-laki yang
melamarku adalah laki-laki yang tampan,
mapan, menjadi imam di dunia,
menyelamatkan di akhirat. Ulangi.
Diulangi lagi. Ulangi sampai beberapa
belas kali diulangi. Supaya masuk
perasaannya. Saya bilang apa? Saya ingin
tanya sama kamu. Apa arti tampan buat
kamu?
Yang jelasin tampan itu, Beh, kalau saya
ajak kondangan saya gandeng enggak
malu-maluin beh. Ibu-ibu kalau kondangan
suaminya digandeng enggak?
Kalau digand [tertawa]
kalau enggak digandeng berarti kurang
tampan. Kalau digandeng berarti tampan.
Mapan apa? Mapan saya perlu apa aja ada
bejadi imam di dunia bisa jadi imam di
rumah. Menyelamat akhirat tidak pernah
bawa barang yang kotor ke rumah.
Sekarang ucapkan dengan penuh perasaan.
nangis dia.
Laki-laki yang melamarku adalah
laki-laki yang tampan, mapan menjadi
imam di dunia, menyelamatkan di akhirat.
Dan bulan November tahun 2021 saya
menjadi saksi pernikahan.
Dapat laki-laki yang ganteng banget
menurut saya. Mapan. Baru menikah sudah
punya satu perusahaan. Anaknya orang
kaya di Pekanbaru.
Saleh. Berarti insyaallah bisa jadi imam
ya. Insyaallah menyelamatkan di akhirat.
Kenapa? Karena orangnya saleh tidak akan
memba paran di rumah. Maka begitu saya
datang, "Babi, thank you ya, Bi."
Ternyata ada laki-laki yang tampan,
mapan menjadi imam di dunia,
menyelamatkan di akhirat.
Maka berdasarkan K ini berarti pelajaran
yang lain apa, Ibu?
Kalau kita ngajarin anak kita, anak kita
enggak bisa-bisa, jangan sampai kita
ngomong, "Huh, goblok."
Kalau masuk perasaan goblok, akhirnya
apa? Pikirannya dia pikiran orang
goblok. Tindakannya tindakan orang
goblok. Kebiasaannya kebiasaan orang
goblok. Karakternya karakter orang
goblok. Nasibnya jadi goblok.
Maka saya wanti-wanti sama istri saya.
Pokoknya kalau kamu marah sama anak,
pastikan yang diucapkan tetap yang
positif.
Mas Jamil ngomongnya enak. Aku sing
jalani angel. Latihan.
Karena saya terinspirasi dengan sebuah
kisah kan.
Jadi di apa suatu negara itu ada Pak Ibu
orang tua yang hobinya masak dan suatu
saat terdengar kabar bahwa akan datang
tamu. Kalau ada tamu tamu kehormatan dia
ahli masak. Kira-kira dia masak enggak?
Dimasakin tuh anak anaknya suruh main di
luar. Begitu makanan sudah ditatnya dari
luar tuh bawa pasir ditebarin di atas
makanan. Coba kalau Anda kayak gitu,
gimana?
Tapi ibu itu marahnya ya
Jazar calon imam Masjidil Haram
dan itulah Imam Sudais.
Jadi kalau marah itu yang positif.
H anak pintar. Anak pintar ya.
Bukan kamu itu kok oon. Kamu kan goblok
mempengaruhi perasaan mempengaruhi
pikiran, pikiran mempengaruhi tindakan.
Tindakan mempengaruhi kebiasaan.
Kebiasaan mempengaruhi karakter.
karakter mempengaruhi nasib.
Pertanyaannya, Pak, saya manusia biasa,
Pak. Saya bukan malaikat.
Hidup tidak semudah tadi. Apa yang
diomongin trainer, Pak? Gimana kalau
saya punya perasaan negatif, Pak?
Manusiawi. Manusiawi. Tapi itu harus
segera dibersihkan hati kita.
Maka supaya kemudian kita ee apa
namanya? bisa menjalankan peran yang
begitu banyak. Energi kita tidak yang
negatif tadi. Kita bisa di atas 200
energi kesadarannya. Maka kita perlu
kunci semakin bahagia. Yang pertama itu
apa? Yang pertama itu Bapak, Ibu harus
kemudian membersihkan dan menyehatkan
hati Ibu. Gimana caranya membersihkan
dan menyehatkan?
Ya,
gimana supaya kemudian
yang disebut heart purification, hati
yang semakin sehat, hati yang makin
bersih. Saya akan praktikin. Mau
dipraktikin sekarang? Jadi kalau ibu di
rumah lagi marah sama suami,
marah sama anak atau marah sama atasan
atau marah sama orang lain, jengkel atau
marah sama ketua dharma wanita
misalnya. Ini ngundang rapat seenaknya
enggak ngelihat satu orang misalnya kan
boleh jadi ya Bu dia enak aku kan punya
banyak kerjaan kalau dia kan sudah
enggak ya Allah ya kalau
ngundang-ngundang enggak ngelihat waktu
kan marah tuh jangan sampai pas ketemu
ibu masih marah mukanya kan kelihatan
jutek
maka ada gimana caranya membersihkan
hati mau dipraktikin
ni kalau mau dipraktik gampang Bu cuma
enam langkah ini sudah saya pakai kalau
saya lagi marah sama istri saya, saya
lagi marah sama anak buah saya atau saya
marah atau saya tersinggung karena
direndahkan orang. Duduk sebentar enggak
sampai 10 menit cukup menjawab
pertanyaan yang saya ajukan.
Praktikin ya. Oke. Pertama, langkah yang
pertama itu apa? Langkah yang pertama
itu
ya kenali kejadian
apa. Peristiwa yang membuat ibu-ibu
marah. Terus diingat siapa
pelakunya, wajahnya dibayangin
ya. Ini enggak apa-apa Ibu Lilian jadi
contoh ya. Misalnya Anda marah sama Bu
Lilan
tadi rapat aku di gini
kejadian.
Ah sekarang Anda kira-kira dalam hidup
Anda, Anda pernah marah atau Anda pernah
mengalami suatu peristiwa yang membuat
Anda itu marah?
Tersingguh? pernah sampai sekarang masih
ingat dan masih sakit hati.
Ee yang masih sakit kalau sudah tidak
berarti sudah lewat. Kalau yang masih
sakit hati ada kejadiannya boleh waktu
SD, SMP, SMA, waktu kuliah atau bahkan
kejadiannya dalam minggu ini. Boleh jadi
itu orang tua kita, boleh jadi anak kita
membuat kita man jengkel banget. Masih
ada
kalau masih ada temukan. Oh, pelakunya
suamiku.
Peristiwanya aku minta transfer malah
dimarahin. Boros amat sih.
Ya kalau istri saya kan memang
kan dulu saya kalau sebulan sekali harus
ngantar istri saya ke Giant. Sekarang
kan giant sudah tutup. Saya bilang
belanjanya setiap hari online. Paket
paket.
Ma tiap hari kok belanja sih, Ma? Apa
jawaban istri saya? Mas Jamil. Mas Zamil
ingat prinsip keluarga kita workshop.
Suami yang work, istri yang sop. Ya.
[tertawa]
Maka boleh jadi Anda membayangkan, "Ya
Allah, pasanganku itu aku mau shopping,
mau belanja, minta duit dibilangin
boros. Padahal sekarang harga-harga
naik." Boleh? Itu boleh. Supaya nanti
ketika kita ketemu suami kita, kita
enggak marah, maka perlu dibersihkan
hati kita.
Kalau sudah masih coba Anda ingat-ingat
kajiannya
ya sama orang pelakunya Anda ingat.
Kalau sudah teringat maka langkah yang
kedua
apa itu yang kedua kenali emosinya. Apa
saja emosi yang muncul pada kejadian
itu?
Apa yang muncul? Coba kalau Anda ingat.
Anda marah,
kesal, tersinggung.
Oke,
katakan Anda pilih marah,
maka dilanjutkan yang ketiga.
Seandainya marah itu boleh ngomong,
kira-kira marah ngomong apa?
Apaan sih, Ibu? Ini
ya, aku sudah bersusah payah-payah masih
dimarahin. Aku enggak terima keluarin
bahkan kebun binatang boleh dikeluarin.
As
kita, tidak di depan orang. Atau kalau
mau bagus juga justru di tulis.
Anda lakukan itu.
Coba sekarang yang jengkel-jengkel
diungkapkan asem tenan.
Jangkrik. Tega banget kamu ngomongin aku
di depan orang. Bla bla bla. Keluarin
semua.
Kalau sudah dikeluarin
sudah mulai netral Bu. Baru Anda bisa
lompat yang keempat. Apa
yang keempat? Kalau Anda sudah melakukan
1, 2, dan 3, yang keempat ini lebih
mudah. Kalau Anda belum melakukan 1 2 3
maka yang empat susah. Apa hikmah
kejadian? Kira-kira dari peristiwa itu
apa hikmah kejadiannya?
Sayangnya banyak orang-orang lompat
keempat
ada yang curhat, "Bu, ya Allah, Bu,
suamiku tuh begini begini." Sabar jadi
orang sabar.
itu yang diomongin langsung gundulmu
atau your head.
Your itu kamu head kepala-kepala kamu
bahasa Indonesianya ya bahasa jawanya
dasmu gitu ya. [tertawa]
Maka kalau ada anak curhat, ada suami
curhat, ada orang curhat, enggak boleh
langsung di nasihatin. Yang 1 2 tnya
dijalan dulu, Bu. Bu, ya Allah, Bu, guru
di sekolah itu jahat. Jahatnya kayak
apa, Nak? Apa yang kamu rasakan, Nak?
Coba kamu ceritakan ke Bunda supaya
semuanya dikeluarkan semua. Setelah
semua dikeluarkan baru
menurut kamu apa pelajaran yang bisa
kamu petik?
Jangan sampai belum digali tiba-tiba
dikasih nasihat. Kalau ada orang lagi
marah dikasih nasihat itu ibarat gelas
tertutup
ya. Diisi air masuk enggak? Masuk.
Nah, kalau sudah ketemu hikmahnya, maka
lanjut yang kelima ucapkan
terima kasih. Terima kasih siapapun
namanya tadi si A. Terima kasih A.
Gara-gara kejadian itu ternyata ada
hikmahnya. Maka hari ini aku mengucapkan
terima kasih. Ini kita ngobrol pada diri
sendiri ya, bukan diobrolin kepada
pelakunya. Kalau Anda main paling kuat,
powerful ditulis.
Dan kalau sudah mengucapkan terima kasih
yang keenam apa?
Yang keenam, Anda perlu mengucapkan,
"Maafkan si fulan, aku sudah memaafkan
kesalahanmu."
Insyaallah kalau kayak gitu hati kita
jadi tenang,
jadi bersih. Ya, saya mau cerita sedikit
Bapak Ibu.
Tahun 2022 saya menunaikan ibadah haji
di Madinah. Tiba-tiba ada bapak-bapak
datang ke saya, "Pak Jamil, tolong
temanin saya, Pak. Ngapain? Saya mau
menceraikan istri saya.
di Madinah tuh, Bu, di Tanah Suci. Saya
tanya, "Kenapa kok mau diceraikan? Saya
minta buatin POPM enggak mau.
Untung saya sudah belajar ini. Kalau
saya belum belajar ini, eh ngaca ngacak.
Tanah suci nih. Tanah suci kok mau
cerai. Kira-kira cerai enggak? Malah
cerai. Akhirnya saya belajar ini
walaupun langkahnya tidak detail seperti
ini ya. Apa namanya? Tidak sama persis
ya. Oh, aku tahu kalau ada orang curhat
berarti suasana batinnya lagi negatif."
akhirnya bilang, "Oke, aku akan menem
aku akan menemani kamu menceraikan
istri, tapi supaya saya punya alasan ya,
tolong
tulis semua kejelekan istrimu, Pak.
Kenapa harus saya tulis? Saya omongin
aja." Enggak. Kalau diomongin kan saya
jadi dengar aib istrimu, aku tidak mau
mendengar kejelekan orang. Lagian kamu
suami harusnya melindungi kejelekan
istri. Enggak boleh diomongin.
Ditulis. Begitu. Ditulis, "Bu, cuman
setengah halaman. Kalau setengah halaman
belum layak dicerailah.
Ditulis lagi 1 setengah halaman. Yakin
semua yang jelek-jelek dari istri sudah
ditulis? Yakin, Pak. Sudah layak itu
dicerai? Iya, Pak. Berarti sudah saya
akomodir belum? 1 2 3 sudah saya ambil
kertas lagi.
Sekarang tolong tulis semua kebaikan
istrimu di sini.
Begitu nulis, Bu, nangis dia.
Apalagi?
dua halaman.
Setelah itu, Bu, dua halaman itu saya
ambil. Saya tanya sama dia, "Kalau kamu
menikah dengan wanita lain, kamu dapat
dua lembar kebaikan ini?" "Enggak?"
"Enggak, Pak. Kapan kamu cerai? Ayo saya
temenin." Enggak jadi, Pak.
Akhirnya saya bilang apa, Bu? Oke. Kamu
kan sudah berniat buruk. Keburukan harus
diiringi dengan
baik. Gimana, Pak? Sebelah hotel ada
toko emas, terus belikan istri. Berapa,
Pak? 20 gram.
Akhirnya dibelikan, Pak. Besoknya
istrinya ketemu saya, "Pak Jamil, terima
kasih ya. Sering-sering suami saya
dinasihatin.
Dia enggak tahu kalau mau di
cerai. Coba kalau saya cerita, kamu
kemarin mau dicerai." urusannya banyak
itu ya. Begitu juga kalau kita sedang
menghadapi masalah lagi enggak enak,
lagi dimarahin bos,
lagi kemudian dimarahin orang lain kan
emosi tuh. Duduk sebentar, ajukan enam
pertanyaan ini. Ingat ya, yang 1 2 3 itu
untuk menetralisir dari negatif menjadi
nol. Sementara yang 4 5 6 itu dari 0
menjadi positif.
Dulu waktu SD, SMP, SMA suka buka, nulis
buku harian. Kenapa buka nulis buku di
hari itu kadang-kadang kalau kita baca
lagi jadi nangis?
Karena yang ditulis cuman 1 2 3
kejadiannya. Aku dimarahin kepala
sekolah, aku merasa terhina, bla bla bla
bla bla bla. Suatu saat Anda buka lagi
nangis lagi. Gimana supaya buka lagi
enggak nangis? Harusnya ada apa hikmah
dari kejadian itu? Apa?
ada hikmahnya kemudian mengucapkan
terima kasih dan kemudian kalau sudah
terima kasih kemudian maafkan
nanti silakan dipraktikkan di rumah ya
kalau lagi marah pokoknya duduk sebentar
jawab enam pertanyaan ini.
Termasuk Bapak Ibu saya tadi bercerita
saya sudah menjodohkan berapa pasangan?
32 yang 31 Bu bahagia tersebar di banyak
negara sampai sekarang bahagia hanya
satu anak yang pernikahannya hanya 3
bulan satu pasangan yang usia
pernikahannya hanya 3 bulan
dan itu anak saya
ya
Bapak ini mencarikan jodoh orang lain
berhasil mencarikan jodoh anak yang seni
enggak berhasil
bapak dulu bilang katanya nya apa yang
kita pikirkan mempengaruhi hormon-hormon
dan mempengaruhi kehidupan kita.
Perasaan mempengaruhi pikiran, pikiran
mempengaruhi tindakan, tindakan
mempengaraihi kebiasaan, kebiasaan
karakter mungkin nasib. Aku sudah
menurunkan perasaan bahwa suamiku orang
Jerman. Pendapatnya orang Jerman,
jajaran Bukarman.
Ya, teori Bapak enggak mempan.
Nah, Bapak kan juga sudah berusaha.
Bapak sudah seleksi, Bapak panggil
konsultan rumah tangga, tolong
diwawancarai lolos. Bapak panggil ustaz
diwawancarai lolos dan dia layak jadi
suamimu. Tapi buktinya enggak. Buktinya
cuma 3 bulan.
Gimana, Bu, terapinya?
Salah satunya saya pakai ini.
Oke, Nak. Apa peristiwanya? Peristiwanya
pernikahan itu yang waktu itu kebetulan
diliput banyak media, ya. Ya,
koran-koran nasional itu meliput. Karena
ibarat apa? Ibarat putri raja dapat
rakyat biasa gitu ya. Saya kan tokoh
nasional katanya waktu itu lagi
ramai-ramai muncul di Metro TV dan apa
ee suami anak saya itu mohon maaf bukan
merendahkannya bapaknya security gitu
ramai berita itu. Terus kenali emosi.
Aku marah aku tersenyum. Coba kalau kamu
ngungkapkan, ungkapkan. Ditulis sama
anak saya. Terus apa hikmahnya?
Dan kemudian
ucapkan terima kasih, maafkan. Kira-kira
pertama kali ngerjakan langsung sembuh
enggak? Enggak juga. Sampai kemudian
beberapa kali dikerjakan sembuh. Begitu
sembuh, "Nak, perasaanmu kan ingin dapat
suami orang Jerman." Maka kemudian
tindakanmu pun harus selaras. Kamu pergi
ke Jerman, kamu kerja di Jerman. Dan
alhamdulillah kemudian anak saya pergi
ke Jerman, kerja di Jerman. dan akhirnya
ketemu suami orang
yang sekarang sudah punya anak satu
ya.
Jadi kalau kita lagi emosi negatif
jangan dibiarkan ya.
Tapi kemudian
dibersihkan hati kita. Ibarat kita habis
minum kopi biasanya di bawahnya ada sisa
kopi.
Kalau mau digunakan untuk minum air
mineral apa yang dilakukan?
dibuang dulu kopinya
kemudian
baru diisi.
Ah, begitu juga buang dulu yang
negatif-negatif kemudian isi dengan yang
positif. Jangan dibiarkan lama. Bisa
mohon izin, Bu? Bisa ke depan sini, Bu?
Boleh. Iya.
tangannya bisa di
ini
tolong dibuka.
Oke. Berat enggak, Bu?
Berat enggak?
Belum. Kalau saya suruh megang sampai
sore, berat enggak?
Enggak bisa pegang sampai sore? Berat
enggak? Berat. Kenapa?
Gelasnya sama, isinya sama? Karena
dipendam terlalu lama. Lal berat. Maka
gimana? Letakkan taruh. Makasih Bu.
Tepuk tangan dong buat Ibu ya. Berarti
apa? Kalau punya masalah awalnya ringan,
tapi kalau disimpan terus makin lama
makin berat. Tercermin dari apa? Wajah
ibu. Wajahku. Wajahnya terlihat lebih
tua. Wajahku.
Usianya baru 50 tahun terlihat 70 tahun.
Kenapa? Beban berat. Terus mukanya
jutek.
Susah senyum.
Maka kalau ada masalah segera letakkan.
Jangan dipegang terus. Ini saya pegang 5
menit ringan. Tapi kalau 5 jam padahal
gelasnya sama, isinya sama. Begitu juga
kalau kita mau masalah dibawa terus ke
mana-mana itu akan membuat berat kita.
Saya sudah pernah merasakan ibu-ibu ya.
Saya dulu pernah melamar tujuh wanita
dan ditolak.
Melamar Bu, bukan pacaran
ya. Bahkan, Bu, ada yang sudah sampai
depan rumah saya sudah bawa rombongan
mau melamar. Tiba-tiba dia SMS, "Mil,
kayaknya gua enggak cocok sama Allah."
Kenapa enggak ngomong dari dulu ini aku
sudahabak rombongan? Lah, daripada nanti
pisah di rumah tangga, mending pisah
dari sekarang. Dan saya yakin tujuh
wanita itu sekarang menyesal
loh. Iya, Bu. Salah satunya ketemu di
bandara. Jamil ya? Iya. Boleh enggak aku
meluk? Sori bukan mahram
walaupun dalam hati cantik juga bucat.
[tertawa]
Terus dia bilang gini, "Bu mil, gue mau
jujur sama Allah." Apaan? Salah satu
penyesalan hidup gue, gue pernah nolak
Allah. Terlambat.
Sudah saya letakkan berarti saya sudah
menang. Bukti bahwa itu sudah sembuh,
gimana? Kita menceritakan tanpa beban.
Tapi kalau kita sudah menceritakan masih
jangan sebut nama-nama dia. Sakit aku
sakit. Ah itu berarti belum sembuh.
Berarti itu masih di bawa.
Tapi kalau cerita sudah bisa ketawa,
bisa mentertawakan diri berarti sudah
sembuh. Sudah saya maafkan walaupun
tidak akan saya lupakan. Loh kan iya kan
memaafkan, memaafkan belum berarti
melupakan kan. Iya maafkan. Ibu, saya
pernah punya 11 perusahaan bangkrut 12.
Iya. Ada teman saya nyuplly ke
perusahaan saya, dia tidak nyuplai ke
perusahaan lain. Begitu perusahaan saya
tutup, dia ikut tutup. Saya sekarang
bisa cerita dengan senang kayak gini,
reaksi tubuh saya enggak ada, berarti
saya sudah sembuh. Ah, suatu saat yang
nipu saya itu datang di rumah terus
nginep. Terus saya tanya, "Mas, bukannya
itu yang nipu Mas Jamil dulu ya? Kok
diizinkan nginep di sini?
Bahkan sudah aku maafkan Mas Jamil ini
aku tahu penderitaan Mas Jamil kok malah
dia masih diizinkan hidup di sini. Aku
enggak terima.
Ahah. Aku sudah ngizinin. Aku enggak
terima. Aku sudah ngizin
tapi aku masih sakit hati. Berarti istri
saya belum sembuh pada waktu itu. Ya,
sekarang alhamdulillah sudah sembuh ya.
Karena dengan duitnya dibawa lari itu,
Bu, perusahaan saya tutup semua itu.
Tapi alhamdulillah sekarang sudah
sembuh. Kenapa? Saya tidak mau membawa
terlalu lama. Bitjak Anda lagi marah
sama suami, marah sama anak, jangan
dipendam terlalu lama. Segera duduk
sebentar masuk ke kamar kunci jawab enam
pertanyaan ini. Kalau di kamar lagi
banyak tamu, masuk toilet kan enggak
bakal ada yang ikut loh. Iya.
Masuk toilet.
Jawab enam pertanyaan ini.
Ah, ini begitu cerita toilet.
Teman saya yang nipu saya itu, Bu. Saya
sudah pakai ini beberapa kali enggak
mempan-mempan.
Maka gimana caranya? Saya ke toilet, Bu.
Jawab enam pertanyaan enggak mempan.
Akhirnya mempannya ternyata apa?
Akhirnya saya memaafkan dia. Mohon maaf
ya. Saya nongkrong. Saya bayangkan wajah
dia di bawah
terus mulutnya terbuka.
Plung plung. Itu malah sembuh.
Terus saya tanya psikolog di Universitas
Indonesia, "Eh, aku sudah pakai terapi
yang ini enggak mempan-mempan, akhirnya
aku pakai itu." Nongkrong di toilet,
saya bayangkan mukanya itu
terus saya sembuh. Itu boleh enggak?
Terus dia tanya, "Pak Jamil jadi sembuh
enggak?" "Sembuh boleh." "Itu secara
ilmiah ada risnya?" "Ya, belum. Tapi
yang penting Pak Jamil sehat, ya.
Jadi yang penting kalau ada yang negatif
jangan di simpan. Saya pulang dari
Jepang, Ibu. Ternyata di Jepang itu ada
perusahaan yang khusus ada satu ruangan.
Ruangan itu isinya patung direksi sama
foto-foto para GM atau pimpin-pimpinan.
Apa? Kalau anak buah marah, dia suruh
masuk ke ruangan itu misalnya marah sama
direksi. Direksi macam apa sih? Ngambil
kebijakan enggak jelas.
Pulang dari keluar dari ruangan sudah
plong sudah. Dan dipastikan di ruangan
itu tidak ada CCTV ya.
Berarti apa? Kalau ibu-ibu mau marah,
jangan nunggu disimpan sampai orangnya
datang. Lebih baik di keluarkan. Bisa
pakai cara ini, bisa pakai caranya nam
chair, Bapak, Ibu. MTR tuh ibu misalnya
marah sama suami, tulis nama suami di
situ ditaruh di kursi. Suami macam apa?
Dimintain uang belanja bilang enggak
ada. Enggak ada. Tapi handphone-nya
terbaru. Dasar pelit.
lah itu boleh kayak gitu
boleh ibu kalau nanti ke Jakarta
naik mobil saya di mobil saya itu selalu
ada dua bantal bantal pertama untuk
tidur. Bantal kedua. Sarana kalau saya
lagi marah sama orang.
Misalnya saya lagi marah sama istri,
"Ma, aku mau pulang. Tolong buatin teh
buat siapan." Makan terus, "Pak,
kok enggak dari tadi? Sekarang malam
sudah pada tutup bla bla bla bla." Ya,
maafin aku, ya. Kan sebenarnya marah
kan. Tutup ditelepon bantalnya sambil.
Istri macam apa?
Suruh buatin teh manis enggak mau. Suruh
nyiapin makanan. Mau teh manis itu buat
saya penting. Awas, kalau kamu enggak
buatin aku teh manis, aku cari
teteh-teteh manis.
Loh, iya.
Kira-kira sampai rumah plong enggak?
Plong.
Ya, sampai istri saya itu pernah
ngomong, "Mas Jamil kok enggak pernah
marah?" Ya kagak tahu aja lu. Gue
marahnya di mobil. Yang tahu driver saya
tuh ya.
Tapi kalau kemudian nanti sampai rumah
saya akan ngomong ini ini ini, akhirnya
pecah berantem. Bapak Ibu terserah mau
pakai apapun pakai ini boleh, pakai MTR
boleh, mau pakai BAB juga boleh ya yang
penting Anda sembuh, yang penting enggak
boleh dibawa lama gitu. Sepakat? Setuju.
Setuju.
Nah, kalau ini sudah dilakukan Bapak
Ibu, maka Bapak Ibu sudah punya mental
untuk semakin bahagia. Pak Jamil, gimana
caranya supaya setelah ini saya makin
bahagia? Apa yang kemudian perlu saya
lakukan?
Banyak cara, tapi ada metode dari Harfat
Talbahr. Ibu-ibu pulang dari sini
semakin bahagia.
Ingin semakin bahagia?
Ingin atau ingin banget?
Ingin banget.
Gimana caranya?
Supaya hati kita itu dipenuhi dengan
cinta, kebahagiaan.
Saya akan mengenalkan yang dikenalkan
Harvard namanya spire. Apa itu spire?
Kalau kita ingin bahagia, maka pastikan
kita fokus pada lima hal ini saja,
enggak usah banyak-banyak. Spire. Spire
itu apa? Spire itu singkatan dari yang
pertama adalah oh ternyata yang perlu
saya perbaiki adalah aspek
spiritualitas. Ingat ya, spiritualitas
bukan ritual.
Kalau ritual itu kan rajin ke masjid,
rajin ke gereja, salatnya rajin,
ibadahnya rajin. Ini itu ritual, ini
spiritual.
Spiritual itu apa? Semua kegiatan yang
kita lakukan dikasih makna, diberi makna
ya, dan disambungkan kepada Tuhan yang
maha kuasa.
Anda mau makan nih, ya Tuhan, terima
kasih ya.
Pisang ini
hadir di hadapanku. Berarti ini rezeki
untukku kau jaga bertahun-tahun di
petani.
Sekarang dihidangkan di hadapanku.
Terima kasih Kau telah menjaga rezekiku.
Dan kemudian Anda makan. Alhamdulillah.
Alhamdulillah. Jadi alhamdulillah enggak
nunggu e baru alhamdulillah.
Itu spiritual. Anda buatin teh, buatin
makanan buat suami di spiritualitas.
Oke, ini adalah pengabdian saya kepada
suami karena Tuhan memerintahkan saya
untuk kemudian menghormati, memuliakan
suami. Spiritualitas itu membuat kita
makin happy. Selain spiritualitas apa,
Bapak, Ibu? Ibu-ibu ternyata P. Apa itu
P? Ibu-ibu juga harus menjaga
fisik, kesehatan.
Apa, Pak? ya bisa jogging,
bisa renang. Olahraga yang paling
menyehatkan buat ibu, buat ibu-ibu apa?
Renang kan. Makanya semua anak saya itu
saya kursuskan renang kalau saya
sehingga anak saya semua gaya renang itu
bisa. Kalau saya cuman satu gaya
bukan gaya batu, Bu, gaya dada di
pinggir kolam renang. Dadah. Dad.
Ibu-ibu jaga fisikanya ini
dari makanan diatur,
dari kemudian istirahat cukup ya dan
kemudian dari gerak. Kemudian i-nya apa?
Intelektual. intelektual itu tidak harus
kuliah lagi.
Kalau saya tadi dengar sambutan Ibu
kelihatan kalau intelek ya pidatonya
berbobot, pidatonya berisi. Intelektual
itu kita bisa nonton YouTube, kita bisa
baca buku. Ternyata baca buku itu juga
meningkatkan kebahagiaan. Nambah ilmu
itu meningkatkan kebahagiaan.
Menambahkan keahlian itu menambah
kebahagiaan.
R-nya apa, Ibu-ibu?
kan spy spiritualitas, fisikal
intelektual R-nya
pertemanan. Jadi kalau ada acara kayak
gini kesempatan untuk nambah teman,
menjangun relasi,
ada arisan kesempatan juga untuk
menjangun teman. Setidaknya seragamnya
bertambah.
Saya tadi lihat foto-fotonya, eh
seragamnya ini lagi. Eh, beda lagi. Ini
beda lagi. Berarti seragamnya ada
berapa, Bu? Banyak ya. Relasional. Maka
ibu-ibu pelajarannya apa?
Kalau suaminya suatu saat, "Mah, izin ya
mau reuni."
Jangan sampai halah reuni itu masa lalu,
hidup itu masa kini dan masa depan.
Nanti CLBK.
Eh, dia itu mau membangun relasi dan itu
meningkatkan kebahagiaan. Apalagi
ibu-ibu semakin sebisa mungkin relasinya
makin bertambah. Jadikan dharma wanita
juga tempat untuk bangun relasi. E-nya
apa, Ibu?
E-nya adalah
emosional kita, Bapak, Ibu. Ditata,
dijaga. Enggak gampang marah, enggak
gampang tersinggung. Kalau ibu-ibu fokus
pada ini, walaupun perannya banyak,
tugasnya banyak, insyaallah makin lama
makin
happy karena spiritualitasnya oke. Dan
bahkan ternyata tadinya saya heran kok
fisikal masuk nambah kesehatan. Akhirnya
saya nanya, "Dokter, Dok, emang kalau
kita olahraga itu menambah kebahagiaan?"
Apa jawabannya? Pak Jamil, olahraga itu
mengeluarkan hormon dopamin, hormon
seretonin. Hormon dopamin zaman
seretonin itu meningkatkan kebahagiaan.
Dan itu kalau kita olahraga menurunkan
hormon kortisol. Hormon kortisol itu
hormon yang membuat stres. Jadi kalau
ibu-ibu stres, kalau ingin bahagia salah
satu terapinya ternyata bisa itu
olahraga. Karena itu meningkatkan hormon
dopamin, hormon serotonin dan menurunkan
hormon kortisol. Hormon kortisol itu
hormon yang menyebabkan stres.
Begitu juga kalau kita ilmunya
bertambah, itu meningkatkan hormon
dopamin. Ketika pertemanan kita
bertambah, meningkatkan hormon dopamin
dan sebagainya. Maka Bapak Ibu coba
kira-kira nanti di rumah direncanakan
kira-kira urusan spiritualitas apa yang
mau saya lakukan? Kira-kira urusan
fisikal mulai hari ini apa yang mau saya
perhatikan?
Ya, kira-kira urusan intelektual apa
yang perlu saya lakukan?
Kira-kira urusan relasional apa yang
perlu saya lakukan? Dan kira-kira urusan
emosional apa yang perlu saya lakukan?
Dirancang. Apalagi ini akhir tahun kalau
bisa di tahun 2026 dalam urusan
spiritualitas saya akan ini. Dalam
urusan fisikal saya akan ini. Dalam
urusan ee intelektual saya akan ini.
Dalam urusan relasional saya akan ini.
Dalam urusan emosional ini. Siap dibuat
di rumah.
Yakin? Siap dipraktikin? Siap.
Pak Jamil ada teori lain enggak supaya
kita makin bahagia? Peran kita ini
kebanyakan kadang stres. Supaya kemudian
peran saya banyak di Darma Wanita. Oke.
Sebagai istri ASN oke bahkan sebagai
karyawan juga saya oke. Sebagai ibu oke
sebagai istri juga saya oke. Supaya saya
meningkatkan kebahagiaan lagi apa?
Anda bisa menggunakan spare atau Anda
bisa menggunakan teori yang diajukan
oleh Martin Silikman.
Apa? Cukup Anda fokus pada tiga hal
saja. Tiga dimensi happiness. Yang
pertama apa? Yang pertama itu adalah
klik
listen lagi. Menikmati kesenangan
sehari-hari. Kalau ibu hobinya masak,
masak menyehatkan. L Bu. membahagiakan
ya. Kalau ibu hobinya memelihara bunga,
pelihara bunga.
Saya istri saya itu kena diabet, ibu-ibu
hampir setiap bulan masuk rumah sakit
sampai jatah asuransi saya itu habis.
Karena setiap dirawat di rumah sakit itu
biayanya cukup besar. Ya. Maka kemudian
gimana ini supaya sehat? Ya sudah coba
mah apa yang sering saya ajarkan
dipraktikin yang mana, Pak? Yang
Martin Silikman live. Mama hobinya apa?
Masak apa? membuat kue. Ya udah tiap
hari buat kue aku modalin. Daripada
biaya ini digunakan untuk membayar rumah
sakit lebih baik buat kue. Buat kue.
Dan setelah dibuat
karena dia diabet kan enggak boleh makan
terlalu banyak dikasih ke
tetangga-tetangga tu. Sampai kemudian
sekarang tetangga-tetangga sudah hafal.
Kalau enggak dapat kiriman kue dari
rumah saya berarti ibu enggak di rumah.
Karena setiap hari itu buat kue dan dia
enjoy. Bahkan pun kalau gagal
dia enjoy. Dia lagi nyoba gagal dia
telepon, "Mas, aku buat hari ini kue
gagal, Mas." Tapi walaupun gagal enak
loh, Mas. Mas Jamil sampai rumah jam
berapa? Aku sisain kue gagal ini.
I dan sekarang, Bu, sudah 6 tahun tidak
pernah ke rumah sakit
sampai dokternya ini obatnya apa, Bu?
Ya, seperti yang dokter kasih.
Tapi ini ada kebaikan yang luar biasa,
kemajuan yang luar biasa. Oh, mungkin
aku ngikuti ilmu yang diajarkan suami.
Apa itu? Saya melakukan hal-hal yang
saya cintai.
Masak dan kemudian dia juga senang
nonton drama Cina, dracin, drakor. Tapi
sehari cuma dicatah 2 jam, Bu. Pokoknya
yang penting sehat ya. Dan pokoknya
karena saya enggak punya waktu, Mama
boleh nonton Dracin Drakor. Syaratnya
apa? Nanti tolong ceritanya diceritain
ke aku. Jadi sebelum saya tidur itu dia
selalu cerita, "Mas, tadi aku nonton
drakor ini apa ceritanya gini-gini
sampai saya tertidur."
Iya.
Selain pleas apa ini? Ibu-ibu good life.
Good life itu apa? Ibu-ibu mengerjakan
sesuatu yang itu menambah keahlian,
menambah keterampilan. Keterampilan ibu
sudah ada sekarang, kemudian ibu belajar
keahlian-kean yang mendukung
keterampilan itu ternyata juga
menyehatkan.
Dan yang ketiga ini Bu namanya
meaningful ya. Namanya adalah meaningful
life ya. Itu apa? Ibu merasa
berkontribusi buat orang lain. Kenapa
yang membuat istri saya tadi sehat?
Bukan hanya dia buat kue, tapi apa?
Ketika tetangga-tetangga makin happy,
dia itu makin senang.
Ya. Jadi kalau ibu-ibu kemudian merasa
berharga, eh aku di Dharma Wanita itu
merasa berharga loh. Ternyata ada
program-program yang itu bisa
menyemangati suami-suami loh. Dan
kemudian yah ternyata keberadaanku itu
punya arti. Itu membuat kita semakin
bahagia.
Makanya kan salah satu kriteria sehat
mental menurut WHO itu apa? Keberadaan
kita bermanfaat buat orang-orang sekitar
kita.
Jadi ibu aktif di dalam wanita itu
bermanfaat.
Bermanfaat kalau di makna itu menikmati
keseharian apa yang menjadi kesenangan
ibu dan kemudian ibu merasa berarti di
sini. Ya, sampai sini sepakat
setuju.
Setuju.
Sepakat.
Silakan ya. Mau makai Martin Silikman
boleh, mau makai
Talben Sahar juga boleh. Bahkan ketika
saya road show di Jepang itu ada teori
baru ya yang mohon maaf karena belum
diriset jadi enggak saya tampilin. Itu
teori dari Aagim.
Aagim itu bilang kunci kebahagiaan itu
cuman dua.
Siapa tuh? Beriman dan beramal saleh.
Jadi kalau ibu-ibu kurang bahagia
berarti imannya kurang atau amal
salehnya kurang. Maka kalau ingin
bahagia tingkatkan iman, tingkatkan amal
saleh. Lebih simpel ya. itu berdasarkan
ayat-ayat yang dikeluarkan oleh hakim.
Anda mau pakai itu boleh, makai ini
boleh. Yang penting apa? Banyak peran
yang kita lakukan. Kita wajib makin
happy bisa menggunakan berbagai cara.
Oke, itu yang pertama. Ibu
masih semangat.
Kalau gitu kalau saya teriak satu,
tolong tepuk sebelah kanannya dengan
terkan wei. Gitu. Satu
we.
Yang keras teriakannya ya, bukan
pukulannya ya. Satu.
We
ya. Kalau saya teriak dua, maka
jempolnya dikeluarin. Asik, asik, asik.
Dua.
Kalau saya teriak tiga tadi kan sudah
dipukul sebelah kanan. Anda balas dong.
Tapi balasnya buat bukan pukul. Tolong
tangannya diginikan. Tangan kirinya
sekarang letakkan di bawah daku
temannya. Ya. Dan begitu saya teriak
tiga, Anda cowel. Iya. Gitu. Tiga.
Iya.
Tiga.
Eya.
Satu.
Satu
dua
tiga
tig tiga tig t
oke tepuk tangan buat kita semuanya
oke kira-kira kalau Ibu sudah
mempraktikkan itu sudah kira-kira
kebahagiaan akan muncul belum
insyaallah mau ingin semakin bahagia
supaya kemudian banyak peran yang Ibu
jalankan itu bisa semakin bahagia. Saya
akan mengajak satu lagi namanya taking
in the good. Taking in the good itu apa?
Dipopulerkan oleh Profesor Richard
Wesman dan Rick Hansen. Apa itu?
Dia ini ahli pengembangan diri. Kalau
Rick Henson itu ahli neirosin.
Ternyata ada sesuatu yang bisa kita
membuat semakin bahagia. Bukan hanya
bahagia, hidup kita dipenuhi dengan
keberuntungan-keberuntungan.
Apa itu taking in the good? taking in
the fokus pada kebaikan dan hal yang
disyukuri. Kalau ngelihat suami yang
dilihat adalah kebaikannya,
kelebihannya, bukan yang dilihat
kekurangannya. Itu namanya taking in the
good. Kalau Anda menerima sesuatu maka
disyukuri
ya hal-hal yang Anda syukuri. Maka saya
setelah belajar teori ini, setiap hari
sebelum tidur saya selalu membuat jurnal
syukur, hal-hal yang saya syukuri hari
ini. Dan ternyata setelah kemudian
membuat jurnal syukur, benar kata
Profesor Richard Wisman, kita akan
mendapat banyak keberuntungan. Pak,
hidup tidak semuanya bagus, Pak. Gimana
kalau hidupnya enggak bagus, Pak? Kata
dia, kalau ada sesuatu yang tidak
berkenan, ambil hikmah. Dan kemudian
Profesor Richard Wesman dan mengatakan
apa? Orang yang sering bersyukur dan
mengambil hikmah, hidupnya akan dipenuhi
dengan keberuntungan. Saya sudah
membuktikan, Ibu-ibu. Saya kebetulan mau
bangun kampunger. Saya cari tanah ke
mana-mana enggak dapat. bahkan sampai
Malang dari Jakarta ya, Jogja, Malang,
Magelang ya, Purworejo
enggak ketemu-ketemu.
Ya,
setelah saya mempraktikin taging in the
good ini, tiba-tiba ada orang yang
nelepon, "Assalamualaikum, Babe."
Waalaikumsalam,
"Babih. Saya dengar Babe mau bangun
kampung ya, Be? Iya. Lagi sibuk nyari
tanah ya, Be? Iya. Ngapain susah-susah,
Be? Kenapa aku punya tanah, B? berapa?
17.000 m B. Terus saya kasih ke Babe
gratis.
Maksud kamu babe enggak usah beli itu
saya kasih gratis. Mau mau disebut
sumbangan boleh, mau disebut wakaf
boleh, pokoknya saya kasih ke Babe,
gratis. Akhirnya saya bilang, "Sori sor
sori,
saya mau tinggal di situ juga dan saya
tidak mau tinggal di tanah yang gratis."
Babi perlu berapa ribu ya untuk tanah
rumah saya? Cukup 1.000. Kalau gini beh
gini deh ya. 1.000 mabe beli yang 1.000
m buat saya. Saya mau tinggal di situ
juga karena mau Babe tinggal di situ.
Yang 15.000 m saya kasih ke Babe. Dan
alhamdulillah, Ibu-ibu, kemarin tanggal
21 Desember kemarin itu peletakan batu
pertama. Jadi saya mauembangun kampung
ekuperen kemarin. Peletakan batu pertama
itu saya membuat namanya masjid Ekow
Wakaf di atas tanah yang dikasih oleh
teman saya. Dikasih 15.000 1000 met
banyak enggak, Bu? Miliaran itu
ya. Puluhan miliar dikasih. Saya sama
istri sampai nangis, "Dari mana ya ini
kok tiba-tiba dikasih?" Ya, selain
mungkin Mas Jamil terbiasa membuat
jurnal syukur, salah satunya apa? Selalu
melihat sesuatu dari kacamata yang
positif, kemudian mensyukuri nikmat dan
ini bersyukur dan ambil hikmah
mengundang banyak keberuntungan.
Ibu-ibu ingin semakin hidupnya dipenuhi
keberuntungan ingin
fokus pada hal yang positif sama
kemudian disyukuri. Datang ke sini
bersyukur alhamdulillah bisa ikut acara
ini. Jangan yang dilihat, "Ya Allah
enggak dikasih snack
nanti dikasih makan, ya Allah lauknya
cuman satu." Itu namanya enggak
bersyukur.
Kalau kita ingin hidupnya dipenuhi
keberuntungan, segala hal yang kita
terima syukuri. Alhamdulillah dikasih
snack, alhamdulillah dikasih minum,
alhamdulillah diundang,
alhamdulillah ketemu dengan ibu-ibu yang
lain. Alhamdulillah isinya itu
bersyukur. Terus,
"Bu, ini yang melakukan riset profesor
loh, Bu." Dan profesornya ini ijazahnya
asli,
Bu. Bukan honoris Kausa, ya. Dia memang
gelar dapat profesional di perguruan
tinggi dan dia kemudian mengambil
kesimpulan apa? Kalau hidup Anda ingin
dipenuhi keberuntungan, pastikan hidup
Anda dipenuhi dengan hal-hal yang
positif, hal-hal yang disyukuri. Kalau
dalam bahasa orang bijak, dalam hidup
gunakan kacamata
lebah, bukan kacamata lalat. Kacamata
lebah itu apa?
Lebah itu walaupun di tempat pembuangan
sampah yang dicari tetap bunga.
Sementara lalat itu walaupun di taman
bunga yang dicari tetap sampah. Apa
pelajarannya?
Kalau kita ingin menghasilkan madu
sesuatu yang baik, maka kacamatanya
kacamata yang positif. Sementara kalau
lalat itu menghasilkan penyakit itu
karena kita terlalu sering melihat
hal-hal yang negatif. Sampai sini
bungkus.
Bungkus.
Iya. bisa nanti dipraktikin.
Ibu coba praktikin selama 40 hari
berturut-turut sebelum tidur. Hal-hal
yang saya syukuri hari ini. Ditulis
dengan penuh penghayatan, ditulis dengan
penuh rasa syukur yang biasa, ditulis
praktikkan 40 hari. Kalau ibu-ibu enggak
dapat keajaiban, potong jenggot saya.
Karena saya sudah membuktikan
kepada banyak teman orang-orang yang
mempraktikkan membuat jurnal syukur
setelah itu hidupnya dipenuhi dengan
keberuntungan. Entah dapat menantu yang
baik, entah kemudian dapat beasiswa,
entah kemudian ada yang ngasih tanah,
ada yang dapat, bahkan ada yang dapat
rumah, bahkan juga kemudian ada dapat
beasiswa ke Inggris. Ya, banyak sekali
keajaiban-keajaiban yang datang ketika
kita hidupnya dipenuhi dengan rasa
syukur. Siap mempraktikkan?
Buat apa, Ibu-ibu?
Jurnal syukur. Hal-hal yang saya syukuri
hari ini. Coba sebelum tidur selalu
ditulis supaya apa? Ingat tadi cerita
Anita Murjani?
Supaya ketika tidur kita tidak membawa
emosi negatif. Supaya enggak bawa emosi
negatif, tidurnya nyenyak. Pastikan
sebelum tidur membuat jurnal syukur.
Kalau enggak sempat ditulis, paling
enggak sebelum tidur diingat terima
kasih ya Tuhan atau alhamdulillah ya
Allah.
Saya tadi hari ini dapat ini, dapat ini,
dapat ini, dapat ini semuanya yang
baik-baik sampai tertidur. Insyaallah
tidurnya jauh lebih nyenyak. Siap.
Ingin semakin lebih bahagia lagi.
Kalau ingin semakin lebih bahagia lagi,
ibu-ibu, bapak-bapak. Ibu-ibu ya,
bapak-bapaknya enggak ada ini ya, Mak.
Eh, ada yang belakang ya. Maka kalau
kemudian ingin dapat lagi mindful
breathing. Apa itu mindful breathing?
Mindful breathing sekarang sedang
menjadi isu global, Ibu-ibu. Karena
banyak orang stres, akhirnya kemudian
bagaimana mencari cara supaya makin
bahagia. Maka kemudian para ahli
kemudian melakukan berbagai uji coba.
Salah satunya adalah mindful breathing.
Apa itu mindful breathing? Saya ingin
tanya. Begitu kita lahir ke muka bumi,
hal pertama kali yang dikasih Tuhan apa?
Nafas. Hal yang nanti akan ditarik,
dicabut terakhir kali ketika kita
meninggal nafas. Berarti itu nafas itu
anugerah dari yang maha kuasa.
Pertanyaannya, pernahkah ibu-ibu
bersyukur? Ya Allah, terima kasih
dikasih napas, dikasih oksigen gratis.
Nah, mindful breathing itu adalah apa?
kita mulai menjiwai nafas kita dan nafas
yang baik, nafas yang akan menambah
kecantikan, nambah nafas yang akan
menambah kebugaran, nafas yang akan
membuat kita makin fresh, itu namanya
nafas diafragma. Nafas diafragma itu
apa? Nafas bayi. Nafas bayi itu apa?
Bayi kalau menghirup oksigen perutnya
membesar atau mengecil?
Membesar. Ketika CO2 dikeluarkan lewat
mulut, perutnya mengecil. Kita praktikin
ya. Nanti kalau ibu lagi gelisah, lagi
marah, duduk sebentar. Atau ibu ingin
semakin bahagia, duduk sebentar. Lakukan
main full breathing. Enggak usah
lama-lama, enggak sampai 10 menit.
Insyaallah makin sehat. Mau dipraktikin?
Kalau mau dipraktikin, yuk kita duduk.
Karena kita ingin menangkap
atau sebelum dimulai ibu waktu berangkat
ke sini pakai mobil
dengerin radio
ada frekuensinya
frekuensi berapa yang didengarkan
katakan
suara Surabaya itu berapa?
100 koma
0. Kalau ibu putar 99,0
kedengaran
kresek-keresek. 99,8
kesk 102
yang tepat itu 100 kom,0 frekuensinya
nyambung sehingga kita dengar jelas.
Nah, menurut pakar frekuensi ternyata
Tuhan yang maha kuasa itu juga
menurunkan kebaikan kepada kan kita
melalui
frekuensi tertentu.
Frekuensinya apa? Ketika kita mindful,
kalau dalam bahasa agama apa? Ketika
kita khusyuk itu akan diturunkan banyak
kebaikan. Karena frekuensinya nyambung,
akhirnya apa? Kita akan memperoleh
kebaikan itu.
Makanya kalau lagi berdoa, pastikan Anda
mindful, frekuensinya nyambung,
insyaallah dikasih.
Nah, sekarang yuk kita sambungkan
frekuensi kita kepada yang maha kuasa
supaya kemudian nyambung ya. bisa duduk
seperti ini karena kita ingin menangkap
energi. Mohon maaf tangannya bisa dibuka
begini ya. Ditaruh di atas paha ya.
Kalau sudah di atas paha ditaruh
maka sekarang
leher kita kita lemaskan. Jangan kaku.
Pundak kita juga kita lemaskan. Jangan
kaku.
Punggung kita kita lemaskan. Jangan
kaku.
Tangan yang kanan, tangan yang kiri.
Yuk, dibuat rileks.
Jangan kaku.
Kalau mata sudah terpejam,
yuk kita hirup oksigen pelan-pelan lewat
hidung.
Lepaskan pelan-pelan lewat mulut.
Tarik lewat hidung.
Pelan-pelan rasakan oksigen itu masuk ke
dalam tubuh kita
dan lepaskan lewat
mulut.
Oke,
sudah dibaca.
Oke, tepuk tangan dong buat kita
semuanya.
Ibu-ibu, saya tahu ibu-ibu perannya
banyak. Kalau lagi gelisah, salah satu
yang bisa dilakukan main full breathing
supaya tenang. Gimana rasanya, Ibu-ibu,
setelah main full breathing?
Gimana, Bu? Lega. Setelah lega, kenapa,
Bu? Bu,
tenang. Apalagi?
ringan. Nah, nanti silakan dipraktikin
di rumah ya. Oke, dikit lagi Bapak Ibu.
Nah, kunci semakin bahagia selain tadi
Bu, Herification membersihkan hati kita
ya. Dan kemudian selain membersihkan,
menyehatkan hati kita. Yang kedua ini
Bapak Ibu ya, yang ini akan saya singkat
berikan kita perlu menata pikiran dan
tinggan kita. Gimana sih natanya?
Gampang nih kerangkanya. Anda cukup
kemudian dalam hidup ini coba akhir
tahun ini sebelum tahun baru 2006
keluarga dikumpulin.
Setelah dikumpulin apa? Anda terapkan
4D. Berapa di? Empat. Apa yang kemudian
dibicakan? Kira-kira di keluarga kita
ini apa ya hal-hal yang perlu
dihilangkan
supaya hidup kita itu jauh lebih baik?
Maka kalau Anda enggak bisa ngumpul
keluarga, setidaknya dimulai dari
ibu-ibu dulu. Eh, selama tahun 2025 itu
hidup saya seperti ini, kira-kira di
tahun 2026 apa yang perlu dihilangkan?
Oh, enggak bisa dihilangkan. Maka Pak di
yang kedua berarti apa? Hal-hal apa yang
perlu di kurangi.
Oke. Dan kira-kira
kita semua pasti punya kebaikan. Betul.
Untuk kebaikan di apa?
Kalau dihilangkan, dikurangi itu sesuatu
yang negatif. Maka kalau ada sesuatu
kebaikan
ditingkatkan, Ibu-ibu. Ya, kira-kira apa
yang perlu ditingkatkan setelah pulang
dari sini untuk tahun 2006? Ditingkatkan
dan saya tadi bilang ada 4D.
Dihilangkan,
dikurangi,
ditingkatkan. Kira-kira di yang keempat
apa?
supaya kita jauh lebih hebat
dibandingkan tahun 2025 di tahun 202026.
Oke, yang ini saya hilangkan
dihilangkan, yang ini dikurangi, yang
ini sudah bagus ditingkatkan.
Disyukuri semuanya disyukuri Bu yang
positif.
Kalau kita kemudian ingin, "Oh, dunia
sekarang berubah. Kalau enggak berubah
saya kalah." Maka kita perlu melakukan
di yang keempat yaitu
apa yang perlu di
di
diciptakan.
Berarti apa? Yang sebelumnya belum
pernah kita lakukan
akan kita lakukan. Insyaallah kalau
kayak gitu hidup kita naik kelas terus
tuh. Oh, yang negatif di hilangkan, Pak.
Ini enggak bisa dihilangkan, Pak. Ini
turunan, Pak. Bawaan bayi, Pak.
Tapi buruk berarti di kurangi. Oh, ini
ada sesuatu yang positif berarti di
tingkatkan. Dan supaya kita enggak kalah
sama yang muda-muda, maka perlu ada yang
diptakan
melakukan sesuatu yang baru, gitu ya.
Kira-kira itu, Bu ya. 4D yuk kita
teriakan 4D. Di yang pertama
kurang keras. Di yang pertama,
di yang kedua.
di yang ketiga
di yang keempat
diciptakan
diciptakan praktiknya gimana sih? Ya,
dihilangkan identifikasi hal-hal yang
tidak esensial merusak kebahagiaan atau
tidak lagi relevan dengan tujuan hidup
Anda. Lalu hapus sepenuhnya. Contohnya
ini saya contoh ya, belum tentu cocok
buat Ibu tapi paling tidak ini saya
memberikan contoh supaya mudah
diterapkan. Oh, apa, Pak, yang
dihilangkan? Hapus keinginan untuk
menyenangkan semua orang.
People placer namanya atau people pling.
Pokoknya siap, Bu. Iya. Iya. Diujan ya.
Siap. Ya, siap. Anda kecapekan
sampai rumah pusing. Yang penting
membahagiakan orang. Iya, orang lain
bahagia tapi Anda lelah. Kalau bisa
dihilangkan. Jangan menjadi people
pleasure
ya.
Sukanya ngomong siap, Bu. Siap.
Laksanakan. Tapi di belakang apaan sih?
Saya lagi, saya lagi. Emang enggak ada
yang lain? Capek.
Apalagi yang dihilangkan misalnya keluar
dari grup WhatsApp yang isinya toxic,
kerjaannya jelek-jelekin orang. FGD,
forum gibah discussion.
Ya kan capek, Bu. Itu kan merusak jadi
racun. Tapi kadang kita enggak sadar.
Saya kalau di grup WhatsApp itu ada yang
negatif-negatif saya langsung keluar.
Saya dulu sering main di Twitter
sekarang apa?
X tapi diskusinya politik yang saling
menjelekkan satu dengan yang lain.
Sekarang saya enggak main Twitter lagi.
Apalagi misalnya yang dihilangkan boleh
jadi yang dihilangkan apalagi ini ya
hapus rasa bersalah berlebihan atas hal
di luar kendali kita kan ada sesuatu
yang di luar kendali kita. Maka sudah
kita aja, kita pasrah saja ya. Dan
silakan nanti ibu-ibu bisa pilih lagi
apalagi tadi selain dihilangkan
dikurangi.
Jika tidak bisa dihapus kurangi
frekuensi atau intensitas agar tidak
menguras energi mental Anda. Contohnya
apa? Banyak contohnya ya. Ini saya ambil
contoh beberapa ya. Apa kira-kira Pak?
Yang pertama apa? Kurangi penggunaan
kata terserah. Kamu milih apa? Terserah.
Ya,
Bu. Kita mau makan di mana? Terserah
Bapak.
Begitu sampai restoran Sunda, "Pak,
restoran Sunda itu sambalnya pedas.
Terus ibu maunya di mana?" Terserah.
Terus dibawa ke McDonald's. Ya Allah,
Pak, itu makanan sampah ngerusak loh.
Ibu maunya ke mana? Terserah.
Dibawa ke restoran Padang. Ya Allah,
Pak. Itu sambalnya pedas, itu rendangnya
enggak enak. Terus ibu maunya makan di
mana? Terserah.
Dibawa ke bebek Sinjai, Pak. di sini
antrinya lama. Terus ibumu yang maunya
ke mana? Terserah.
Misalnya yang gitu-gitu dikurangi ya
supaya kita punya pilihan ya. Apa
kemudian berikutnya?
Kurangi scrolling media sosial
ya. Jangan sampai apa kita itu bila
perlu Anda kadang perlu detok. Detok itu
apa coba? Enggak main sosial media
ya.
Apa berikutnya? kurangi keluhan tentang
pekerjaan di depan anak-anak. Jangan
suka ngeluh di depan.
Karena anak-anak itu akan belajar sama
kita. Ibu-ibu, saya dulu pernah murid
perempuan, Pak. Saya sudah cerai sama
suami saya. Terus
tapi saya tinggalnya satu rumah. Terus
supaya anak-anak enggak tahu bahwa kami
sudah cerai. Apa jawaban saya? Anda
mendidik Anda anak Anda tidak benar.
Kenapa? Nanti Anda anak Anda akan
belajar bahwa yang namanya suami istri
itu tidurnya enggak sekamar. Bahwa yang
namanya suami istri itu jarang ngobrol.
Bawa yang sama suami istri enggak pernah
gandengan. Bawa yang namanya suami istri
di rumah enggak pernah ciuman.
Itu pendidikan yang tidak baik. Ya, tapi
kalau nanti anak-anak saya tahu cerai
gimana? itu jauh lebih baik dibandingkan
dia tahu ngasih contoh orang tuanya
ternyata melakukan hal-hal yang tidak
sepatutnya dilakukan. Padahal suami
istri itu kan kadang-kadang saling
menggoda di rumah tidurnya bareng kok
ini tidak. Dan akhirnya dia putuskan tuh
cerai. Ternyata justru anaknya malah
bersyukur. Anaknya telepon saya, "Beh,
terima kasih ya, Beh, Mama sekarang
kehidupannya kayaknya lebih bahagia dan
doakan Mama dapat jodoh lagi ya, Beh.
Enggak lama kemudian istrinya dapat
suami yang jauh lebih bagus. Sekarang
anaknya kerja di New York di Amerika.
Iya. Apa yang kita lakukan? Dilihat.
Saya punya kebiasaan setia mau berangkat
kerja selalu datangin istri saya. Ma,
aku berangkat ya. I love you.
Ya, Ibu-ibu mungkin menganggap ucapan I
love you sesuatu yang sederhana, sesuatu
yang kecil. Tapi s bangunan yang kokoh
ini dari apa? Batu batak, kerikil,
pasir, dan semen. Semen sesuatu yang
kecil. Bangunan ini kokoh enggak tanpa
semen?
Ibu-ibu kan enggak akan kokoh kalau
mengabaikan yang kecil-kecil. Maka
sebentar lagi acara saya selesai,
langsung WhatsApp suami, "Say, I love
you."
Suaminya malas, "Mak, enggak salah
kirim.
[tertawa]
bilang-bilang tumben-tumbennya bilang I
love you. Ya, diceritain dulu dong ya.
Maka sekarang apa? Anak saya kalau mau
berangkat ke mana pun dia cium istrinya
dan juga bilang I love you.
Kenapa nonton bapaknya
gitu ya?
Jangan suka ngeluh di depan anak. Oke.
Dikurangi. Kemudian misalnya
ditingkatkan apa yang ditingkatkan di
yang keempat tadi? Apa ditingkatkan?
Iya. Apa? Fokus energi pada hal-hal yang
memberikan dampak positif terbesar bagi
kebahagiaan dan keharmonisan. Contohnya
apa yang perlu ditingkatkan, Ibu-ibu?
Ya, saya ambil beberapa contoh nih, ya.
Ya, tingkatkan quality time.
Maksudnya quality time apa? Ngobrol
tanpa WhatsApp, ngobrol tanpa
smartphone,
ya.
Apalagi kalau anak kita bahasa cintanya
itu quality time. Ibu-ibu tahu kan ada
lima bahasa cinta ya. Yang pertama apa?
Quality time. Quality time itu apa?
Kalau anak kita bahasa cintanya quality
time, Anda ngobrol sampai main sambil
main handphone tersinggung dia.
Berarti apa? Fokus. Bahkan kepada
anak-anak seperti itu, anak pertama saya
yang di Jerman itu quality time. Maka
kalau saya merasa dia lagi punya
masalah, "Nak, hari ini Bapak cuti
setengah hari waktu Bapak spesial for
you. Bapak enggak bawa handphone, Bapak
enggak nerima tamu, hanya untukmu. Itu
buat orang yang quality time.
Thank you ya, Pak." Thank you ya, Pak.
Pak, anak saya sudah kayak gituin enggak
mempan, Pak. Boleh jadi bahasa cintanya
bukan quality time, tapi apa? hadiah.
Maka kalau Anda punya anak bahasa
cintanya hadiah, pulang dari Surabaya
ini carikan hadiah. Ma, enak tadi Bapak
tadi Ibu ke Surabaya muter-muter nyari
hadiah nih spesial buat kamu karena kamu
kemarin berprestasi nilainya bagus.
Thank you ya, Mak. Thank you.
Ada yang dikasih hadiah enggak mempan.
Boleh jadi karena bahasa cintanya
sentuhan, maka perlu dipeluk,
Nak. Terima kasih ya, Nak. Kamu belajar
sungguh-sungguh. sehingga prestasi kamu
kemarin naik. Bapak, Ibu bangga sama
kamu, Bu. Pak Jamil disentuh sudah,
dikasih hadiah sudah.
Yang pertama tadi apa? Quality time
sudah enggak ngefek. Boleh jadi bahasa
cintanya
apresiasi pujian. Nak, kamu luar biasa.
Ada peningkatan luar biasa di semester
ini. Bangga sama kamu.
Terus diumumkan diup keluarga, anakku
yang bernama ini prestasi naik ya.
Pak Jamil, sentuhan sudah, quality time
sudah, hadiah sudah, apresiasi sudah,
enggak ngefek. Gimana? Boleh jadi bahasa
cintanya layanan.
Dia senang kalau dilayani.
Anak saya, Ibu yang mungkin ibu-ibu tahu
ya, karena videonya pernah viral. Anak
saya yang nikah di Masjidil Haram tuh
sekarang yang nonton videonya ada R0
juta. Itu bahasa cintanya layanan. Dia
sudah punya suami, tapi kalau datang ke
rumah, "Pak, suapin
lah. Kamu sudah menikah?" Suapin.
Menikah kan itu darah orang lain. Kalau
bapak kan aku darah daging bapak. Saya
suapin, Bu. Buat orang yang bahasa cinta
lanya
itu kira-kira suami ibu bahasa cintanya
apa?
Harus dikenali.
Saya tadi bilang sampai rumah dadaku,
handphone aku darahku hanya untukmu.
Kenapa? Karena saya tahu bahasa cinta
istri saya itu quality time.
Ya, maka berikan waktu yang terbaik.
Contoh lagi apa yang ditingkatkan?
Ya, frekuensi pelukan kepada pasangan
dan anak. Ingat ya, meluk itu yang bagus
berapa, Bapak, Ibu? Lebih dari 20 detik.
Jangan cuman set, selesai peluk.
20 detik itu akan meningkatkan
kebahagiaan.
Kenapa, Bu?
Iya, ya. Ya, bisa awal-awal dihitung
boleh, Bu. [tertawa]
Iya.
Itu meningkatkan hormon
dopamin, hormon serotonin diperlukan itu
ya. Dan kemudian apa yang perlu
ditingkatkan, Ibu? Misalnya tingkatkan
apresiasi diri ya, apresiasi diri kita.
Oke. Dan yang terakhir apa tadi?
Dicreate. Berarti diciptakan.
Apa yang perlu diciptakan? Banyak.
Ya. Ciptakan kebiasaan atau ritual baru
yang mendukung kesehatan mental dan
keseimbangan peran Anda. Misalnya apa?
Misalnya ciptakan ritual pulang. Ya,
maksudnya apa? Sampai sebelum sampai
rumah tarik napas, lepaskan supaya
tenang.
Saya dulu pernah punya kebiasaan, Bu,
karena emosinya sering enggak stabil,
capek. Akhirnya di rumah saya saya
ciptakan keran. Kalau sebelum saya masuk
rumah, saya ambil air wudu supaya ketemu
dengan istri dan anak saya dalam keadaan
suci.
Ya, misalnya ya, terserah ibu-ibu nanti
apa ini contoh aja. Apalagi
ya ciptakan zona bebas gadget.
Saya ada sebuah keluarga yang tadinya
mau cerai, terus dia akhirnya membuat
kebiasaan baru. Pokoknya nama dia
kebiasaan 1821.
Antara pukul 18.00 sampai 21
enggak boleh pegang handphone, enggak
boleh nonton TV. Ngapain ngobrol sama
keluarga? Kenapa? Karena keluarga itu
adalah tiga play, 3P apa? Plan together,
play together, pray together.
Sekarang enggak jadi cerai, rumah
tangganya happy. Dia cuma menerapkan
aturan apa? 18 21. Dari 18.00 pukul .00
sore sampai jam 21 malam enggak ada
gadet, enggak ada TV. Ngapain? Pokoknya
main dengan keluarga, ngobrol dengan
keluarga supaya apa? Rumah tidak
berperan hanya sebagai restoran, rumah
sebagai
laundry. Ya. Dan silakan yang lain, ya.
Ini hanya contoh-contoh ibu-ibu ya.
Ya, ciptakan rutinas pagi yang tenang
ya, apapun itu.
Oke.
Oke. Bisa menatap pikiran dan
perilaku kita dengan
4D.
Dihilangkan,
dikurangi,
ditingkatkan, diciptakan. Oke, yang
terakhir ibu-ibu ya. Sebentar lagi ini
yang terakhir lebih pendek ya. Oke, Pak.
Saya ingin kunci semakin bahagia, Pak.
Yaitu apa? Heart purification.
Membersihkan hati kita. Yang kedua, tata
pikiran dan tata tindakan kita. Yang
ketiga, kira-kira supaya kita semakin
bahagia itu apa, Bapak Ibu?
Yakin bahwa kebaikan itu berbuah
kebaikan. Ibu-ibu punya banyak peran,
enggak usah khawatir. Itu akan kembali
kepada ibu-ibu. Dari mana, Pak Jamil?
Dari teori yang kita pelajari waktu kita
kelas 2 SMP dulu. Kalau ibu-ibu enggak
bolos masih ingat ada hukum ya. Kenapa?
Saya ingin menekankan apa manfaatnya
memiliki peran Pak bahwa kebaikan balik
kebaikan.
Ini hukum yang kita pelajari sejak kelas
2 SMP. Masih ingat
hukum kekelan energi? Hukum ini
menyatakan bahwa ketika Tuhan yang maha
kuasa menciptakan al semesta manusia dan
kehidupan, Dia juga menciptakan energi
dunia dan
energinya tetap sampai hari kiamat tidak
bertambah tidak berkurang. Yang ada
hanya berubah bentuk. Contohnya saya
ngomong begini mengeluarkan energi
berubah jadi apa? Suara. Anda datang ke
sini mengeluarkan energi dapat apa?
Dapat ilmu. Dapat semangat. Anda pulang
nanti mama pulang. Mama pulang. Anda
peluk mengeluarkan energi
berubah jadi apa?
Tergantung yang dipeluk. [tertawa]
Berubah menjadi cinta dan kasih sayang.
Energinya tidak pernah bertambah. tidak
pernah berkurang. Yang ada hanya berubah
bentuk. Maka implikasi hukum kekalan
energi dalam kehidupan sehari-hari
adalah apa yang Anda usahakan sama
dengan apa yang Anda hasilkan. Dengan
kata lain, jumlah usaha sama dengan
hasil usaha. Dan itu pasti sebagaimana
pastinya hukum alam yang lain.
Contohnya, Ibu-ibu, benda ini kalau saya
jatuhkan jatuhnya ke mana? Wah,
hukum apa ini? Gravitasi. Yang jatuhkan
Jamil aja. Ini jatuhnya ke mana? Bawah.
yang jatuhkan Saiful Jamil. Saya garis
bawahi ya. Saya tidak ada hubungan
dengan Saiful Jamil.
Yang jatuhkan Pak Prabowo bawah, yang
menjatuhkan Pak Jokowi bawah, yang
menjatuhkan Bu Gubernur bawah. Hukum
alam itu berlaku umum bagi siapapun
tidak peduli tidak sukunya, tidak peduli
agamanya. Termasuk hukum kekelan energi
ini. Jumlah usaha sama dengan hasil.
Artinya apa? Kalau Anda mengeluarkan
energi 10, maka hasilnya pasti 10. Kalau
Anda mengeluarkan energi 100, maka
hasilnya pasti 100. Dan itu pasti
sebagaimana pastinya hukum alam yang
lain. Pak, Pak, perasaan enggak gitu
deh, Pak? Saya di Dharma Wanita
Persatuan ini, Pak. Senin aktif, Pak.
Selasa aktif, saya Minggu juga aktif,
Pak. Loyal loyalisasi sama Darma Wanita
Persatuan itu Bapak enggak perlu. Bahkan
tangan saya ini kalau kena silet,
darahnya langsung membentuk tulisan DWP.
Saya sudah mengeluarkan energi 100, Pak.
Kok yang saya dapat cuma 10? Apa 10?
Penghargaan dari kabadan. Good job. Saya
bangga punya dharma wanita aktif seperti
Anda. Pertahankan prestasi Anda.
Masuk atas panggung dipotret-pot cekrek
cekrek cekrek. Ada nilainya
ada. Tapi mungkin nilainya cuman 10.
Padahal Anda mengeluarkan energi
Pak kata Bapak tadi jumlah usaha sama
dengan hasil usaha. Kenapa saya sudah
berusaha 100 dapatnya kop cuman 10? Ke
mana yang 90?
Apa yang terjadi? Kenapa, Ibu-ibu?
Ternyata menurut hukum ini hasil usaha
itu terbagi menjadi dua komponen, yaitu
komponen hasil yang dapat langsung
dirasakan oleh kita. Dan komponen kedua
yang oleh para ahli sering disebut
tabungan energi. Contohnya tadi jumlah
usaha kita berapa tadi?
100. Hasil usaha terlihat berapa?
Maka kita punya tabungan energi berapa?
90. Yang namanya tabungan energi
disimpan di mana?
Belum belum bicara akhirat.
Masih di dunia berlaku buat orang ateis
juga. Saya simpan kita simpan di alam.
Kalau kita punya uang simpan mana? Maka
kalau pernah nyimpan uang di bank saya
datang misi Bu. Ada apa Pak Jamil mau
ngambil tabungan? Bukunya mana? Ini
dilihat saldonya cukup dikasih.
Saya enggak pernah nambung ke bank saya
datang. Misi Bu. Ada apa, Pak Jamil mau
ngambil tabungan? Bukunya mana? Enggak
ada. Pernah nabung enggak? Enggak.
Dikasih enggak?
Capek deh. Enggak pernah nabung mau
ngambil. Begitu juga kalau kita enggak
pernah punya tabungan kebaikan. Suatu
saat rumah tangga kita berantakan, kita
berdoa, "Ya Tuhan,
damaikan keluargaku. Ya Tuhan, damaikan
keluargaku, ya Tuhan." Kok enggak
damai-damai? Kita harus introspeksi
diri. Jangan-jangan selama ini kita
enggak pernah punya tabungan kebaikan.
Loh, kok enggak punya tabungan kebaikan?
Karena perbuatan yang kita lakukan
selalu meminta imbalan. Eh, jadi panitia
Dharmawinata ya, Dharma Wanita ya.
Peringatan Dharma Wanita ada amplopnya
enggak?
Enggak ada pengabdian. Ha, hari ini
bicara pengabdian sor lah ya. Time is
money tahu.
Eh bantuin saya sor kita beda bagian QPI
kita beda tupoki kita beda. Beda, B
semua [tertawa]
enggak ada
enggak ada ya? Iya kalau misalnya ada Bu
contoh ya. Semua perbuatan kita lakukan
minta imbalan berarti kita enggak punya
tabungan. Kalau enggak punya tabungan,
tahu diri dong jangan ngambil. Dan
tabungan itu bisa bernilai positif, bisa
bernilai negatif. Ngomongin teman di
belakang positif atau negatif,
hati-hati.
Korupsi negatif.
Dan ternyata setiap orang itu unik,
punya kode frekuensi sendiri-sendiri.
Tabungan energi Anda tidak mungkin
tertukar dengan tabungan energi orang
lain. Jadi salah kalau misalkan woi
perasaan saya yang banting tulang. Kok
dia yang dapat tulangnya saya
dibanting-banting
enggak? Kenapa? Karena setiap orang
punya kode frekuensi sendiri-sendiri.
Contohnya dari depan sampai belakang
saya minta untuk berbicara. Suaranya ada
yang sama. Kenapa suaranya enggak sama?
Frekuensinya beda. Apa itu frekuensi
manusia? Frekuensi manusia itu ada di
tulang belakang manusia. Waktu kita
kuliah dulu disebut tulang katak. Dalam
agama Islam disebut asbu zanab. Dalam
agama Hindu Buddha disebut sarika datatu
atau relik. Ternyata azbus janab ini
tulang kata ini, Sariadatu ini, relik
ini adalah blackbx hitungan penyaluran
energi manusia di dunia yang menyamin,
yang memastikan bahwa energi yang kita
keluarkan balainya pasti ke kita enggak
bakal ketukar.
Dan azbu zanap ini, tulang kata ini,
sari kadat ini, relik ini dibakar sampai
1000 derajat celcius tidak rusak.
Mohon maaf, ada yang beragama Hindu di
sini? Kalau ada orang Hindu meninggal
diapain? dibakar, di ngaben. Setelah
diaben dikumpulin abunya. Dari abunya
bisa dicari reliknya. Dari reliknya
ketahuan apakah orang ini ketika hidup
banyak tabungan energi positif atau
negatif. Tahun 2002 di Kelapa Gading
Jakarta adalah pameran reliknya orang
suci. Salah satu yang dipamerkan adalah
reliknya Sidarta Utama. Reliknya Sidarta
Utama itu bening, bersih, mengkilat.
Kenapa? Karena menurut teori ini,
semakin banyak orang itu tabungan energi
positifnya, reliknya itu bening bersih
mengkilat. Dan semakin banyak orang kita
tabungan energi negatifnya, reliknya itu
butek, keruh, gelap. Ini saya ambil dari
situs Buddha ya. Tulang kata itu di
bawah situ ya.
Di
sini ya.
Yang ini agak bening, berarti tabungan
energi positifnya banyak. Yang ini gelap
berarti tabungan energi negatifnya
banyak. Ini relik ya, bukan batu aki.
Kira-kira kalau Anda meninggal hari ini
reliknya warna apa?
Bening, putih. Putih itu termasuk butek.
Bening, ya. Beninglah insyaallah ya.
Saya tidak akan menghakimi Bapak dan Ibu
sekalian. Maka berdasarkan fakta ini,
energi yang kita tabung ini tidak akan
pernah hilang dan suatu saat akan
kembali kepada kita dalam bentuk yang
tidak kita duga sebelumnya. Apabila kita
menabung energi negatif,
maka kita mendapatkan energi negatif
tersebut kembali. Apa? Sebentar lagi
acara saya selesai. Anda jongkok ke
toilet. Jongkok, handphone-nya masuk
toilet. Hm. Handphoneeku belum lunah.
Berarti pencairan tabungan energi
negatif. Apabila kita menabung energi
positif, maka kita mendapatkan energi
positif tersebut kembali. Tiba-tiba
dapat bonus, tiba-tiba anak dapat
beasiswa.
Yang lain rumahnya kebakaran, kita
enggak kebakaran.
Ya, pertanyaan saya, Anda aktif di
Dharma Wanita Persatuan itu energi
positif atau negatif?
positif. Enggak usah khawatir, pasti
dapat balasan.
Ya. Maka berdasarkan waktu ini kalau
kemudian kita amati, "Pak, ya, kenapa
kemudian ada orang yang hidupnya
beruntung terus, rumah tangganya happy,
anaknya juga anaknya baik-baik, karirnya
juga oke, dan kelihatannya dia juga
dicintai banyak orang. Kenapa kok dia
hidupnya beruntung terus?" Kenapa?
Karena tabungan tabungan energi
positifnya banyak. Aktif di Dharma
Wanita,
aktif di PKK.
Setiap Iya. Kemudian aktif ngerawat
suami, eh masih juga kerja eh masih
ngerawat anak, energi positif. Positif.
Ini ada yang dari satu kantor ini satu
tempat. Jangan beda-beda tapi saling
kenal satu dengan yang lain. Jangan
sampai nanti begitu minggu depan
temannya ada yang semangat, tumben lu
semangat
gara-gara ikut seminar Pak Jamil. Ya
alah paling bertahan 2 minggu ora usah
ngoyo-ngoyo
ya. Eh, daripada menghambat orang lain
berbuat energi positif, lebih baik diam.
Menghambat orang lain berbuat energi
positif itu menjadi energi negatif buat
kita. Bila pula Anda bilang,
"Saudara-saudara, mari kita buktikan
Dharma Wanita Persatuan Jawa Timur
menjadi yang terbaik di Indonesia."
Bisa?
Bisa.
Bisa,
bisa.
Walaupun setelah balik badan iso apa ora
yo? Ya. Tapi kepada anggota tim, Anda
memberikan semangat energi positif.
Positif
ya.
Kenapa ada orang yang ditimpa musibah di
rumah itu sial terus berantem sama
pasangan hidup? Perjalanan mobil
kesenggol sampai kantor dimarahin
atasan. Punya jerawat enggak
sembuh-sembuh. Sial terus tuh. Kenapa?
Iya. Tabungan energi negatifnya banyak.
Cair secara tak terduga ya. Klik.
Maka kalau setelah belajar teori ini,
hidup Anda ingin dipenuhi keberuntungan?
Gimana caranya
perbanyak energi positif? Maka walaupun
perannya banyak, Bu, tetap enjoy, tetap
asik. Oh, aku di rumah kadang sebagai
istri, sebagai ibu, sebagai konsultan,
konsultan suami, ya. Anak saya itu suami
saya itu kayak anak paling bungsu,
pokoknya manja banget dia itu. Ya, ya.
Itu kan energi positif. Terus aku harus
menjalankan peran juga di kantor,
menjalankan peran di masyarakat itu
energi positif. enggak usah khawatir
akan kembali sempurna kepada ibu dan
sempurna sebagaimana sempurna yuk ka
mulai enggak bakal ketukar
gitu ya maka ya
klik ya ini menjalan menjalankan banyak
peran itu ladang
membuatkan sarapan buat suami energi
positif
membantu PR anak energi positif.
Walaupun setelah bantu Anda bingung
juga. PR sekarang susah-susah nak gurumu
salah soal.
Kalau saya nak pas pelajaran ini dulu
Bapak enggak masukitu.
Anda aktif di Dharma Wanita, energi
positif. Positif. Kalau Anda aktif-aktif
dan aktifnya itu tulus, enggak banyak
keluhan, berbagai kebaikan akan datang
kepada Anda. Dan itu pasti sebagaimana
pastinya hukum alam yang tiba-tiba suami
dapat beasiswa, tiba-tiba suami jabatan
naik, ya tiba-tiba apalagi
ditempatkan di tempat yang sesuai
harapan. Jadi kalau kemudian kita itu
kok, "Loh, Pak, kok sekarang hidup saya
sial terus? Anda perlu introspeksi.
Jangan-jangan banyak energi." Oh, enggak
Pak. Saya sering berbuat baik kok saya
aktif di dalam wanita. Iya aktif tapi di
belakang grundel.
Apaan sih? Aktif terus enggak
berpengaruh kepada suami. Karir suami
juga biasa-biasa aja. Sudah gitu
pekerjaannya banyak terus sama ibu.
Pokoknya kalau yang ketemu ibu itu yang
dikasih tugas. Lebih baik enggak usah
kelihatan ngeluh belakang situ. Berarti
yang tadinya positif jadi
negatif. Oke, ya. Maka, Ibu-ibu, ya,
itu yang mungkin saya bisa simpulkan
pada hari ini ya. Keberadaan Anda adalah
anugerah bagi keluarga dan lingkungan
terlepas dari ketidaksempurnaan hari
ini. Ya, kitab manusia itu pasti ada
kekurangan, tapi itu anugerah. Dan
kemudian Anda boleh lelah. Lelah adalah
tanda bahwa Anda itu berjuang. Lelah
tanda bahwa Anda itu kemudian melakukan
sesuatu. Dan kalau lelah ya istirahat
saja.
Dan kemudian ayo kembali
pulang-pulangnya dengan cara apa? Selalu
heart purification, bersihkan hati kita,
sehatkan hati kita. Kemudian apa? Selalu
tatap pikiran dan tindakan kita dan
yakin bahwa apapun yang kita lakukan
kembali kepada kita. Karena ada hukum
kekalan energi. Barangkali itu yang bisa
saya bagikan. Mudah-mudahan
menginspirasi ibu-ibu semuanya. Tepuk
tangan buat kita semuanya.
Pak Jamil masih kurang, masih kurang.
Kalau masih kurang setelah ini buka
YouTube ya.
Nanti set Jamil Azini kalau sudah ketemu
jangan lupa subscribe
dan tekan tombol lonceng. Barangkali itu
yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan
menginspirasi.
Ee saya kembalikan lagi kepada moderator
Ibu Amel. Silakan, Bu.
Baik, kita berikan applaus yang meriah
untuk Babe Jamil Azzaini, Ibu-ibu.
Masyaallah, luar biasa ini sampai
tercengang semua gitu loh, Babe hari ini
dan banyak insight yang luar biasa.
Terima kasih Babe Jamil Azini. Ibu-ibu
tentunya tadi hal-hal yang sudah
disampaikan oleh Babe Jamil Azini perlu
ada feedback gitu ya, B ya. satu dan dua
orang. Kami mohon dengan hormat yang
akan eh bertanya kami persilakan. Nanti
ada doorpress menarik dari panitia. Bu
Heni dari Biro Organisasi mantan teman
sekarang tetap teman gitu ya Bu Heni.
Satu lagi sebelah kanan supaya kapal ini
tidak oleng gitu ya. Boleh volunteir
yang ingin bertanya.
Oke. Satu. Ibu dari
RRS SAA Malang. Baik, boleh untuk
teman-teman untuk Bu Heni dulu. Bab
monggo di sini kepada Bu Heni monggo
berdiri Bu Heni boleh applause untuk Bu
Heni yang akan bertanya hari ini.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Babe Jamil,
izin saya sebenarnya mungkin pertanyaan
ini mungkin agak mengagetkan, tapi ee
dengan tema hari ini yaitu perempuan
dalam banyak peran. Kalau mungkin kita
mendengar berita yang viral baru saja,
jadi kejadian ini ada di Medan.
Terjadi
pembunuhan oleh anak 6 SD terhadap ibu
kandungnya. Pertanyaan saya sebenarnya
mungkin
eh mudah mungkin ya untuk babe jawab,
tapi kami sebagai ibu yang ada di sini
kira-kira
apa sih yang membuat seorang anak kelas
6 SD bisa melakukan itu? Padahal yang
kita tahu seorang ibu pastinya dengan
peran yang sangat banyak pasti sangat
menyayangi anaknya. Nah, dari tema ini
yang saya tanyakan, apakah semua yang
disampaikan BAB tadi bisa juga di
implementasikan kepada anak-anak yang di
ee mana anak yang membunuh orang tua ini
masih berusia 12 tahun? Itu aja sih,
Beh, pertanyaan saya. Terima kasih.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. langsung monggo Babe
Bu Heni sekarang yang multiper
one to many. Seorang guru terhadap
anak-anak atau seorang ayah terhadap
anak. Tapi sekarang belajar itu many to
many.
Guru anak-anak itu sekarang bukan hanya
kita, bukan hanya guru di sekolah.
Gurunya bisa YouTube, gurunya bisa
sosial media.
Ya, dulu di
Brebes itu ada seorang anak membunuh
ayahnya
karena disuruh apa? Disuruh ibunya,
"Nak, bapak dibangunin."
Dia banguninnya karena bapaknya susah
bangunin, dia ambil palu terus kepalanya
dipukul, "Pak, bangun, bangun, bangun,
bangun, bangun." Mati bapaknya. Kenapa,
Bu? Karena ternyata ini itu terbiasa
nonton Tom and Jerry. Tom and Jerry kan
dipukul tetap aja sembuh.
Makanya penting tuh ya. Tadi Bu Amel
mengatakan kalau kita ingin tahu anak
kita, mendidik anak kita itu kita perlu
tahu potensinya apa. Karena ada yang
dominan otak kiri bawah kiri atas kanan
atas kanan bawah ada otak tengah. Cara
mendidiknya harus beda. Kalau Anda punya
anak kiri bawah yang sering disebut
orang sensing, jangan dibiarkan nonton
sosial media sendirian. Kenapa? Karena
dia orangnya ATP, amati, tiru, plek yang
ditonton. Itulah yang dilakukan. Nah,
anak yang dibrebes itu yang anak kecil
membunuh orang, dia tidak sengaja
membunuh orang tuanya tapi dia nonton
Tom and Jerry pukul ATP amati tiru plek.
Saya kasih ilustrasi bahwa anak mendidik
anak itu beda. Saya punya anak lima kan
ya. Waktu saya mau ngisi training di
legasi Afrika, anak nomor satu, nomor
dua saya SMS karena dia sudah SMP, SMA
waktu itu. Nak, Bapak mau ngisi training
delegasi Afrika. Tolong doakan Bapak ya.
Bapak takut nih. Bapak grogi nih. Ini
para pimpinan dari negara Afrika nih.
Bapak bahasa Inggrisnya kacau nih. Anak
saya yang pertama jawabnya apa, Pak? Aku
tahu siapa bapakku. Bapakku itu orang
hebat. Bapakku itu luar biasa. Ayo, Pak,
buktikan orang Indonesia hebat di depan
mata orang Afrika, Pak. I love you, Pak.
Muah.
Anak saya yang kedua dengan SMS yang
sama jawabnya cuman oke gitu.
Beda. Enggak tuh
ya. Mereka saya kirim training e
training leadership ya. Semua peserta
diminta ngirim surat kepada orang
tuanya. Anak saya yang pertama ngirim
suratnya tiga halaman. Saya bacanya
nangis. Hebat amat kamu, Nak.
Anak saya yang kedua isi suratnya cuman,
Pak. Isi surat Bapak sama dengan Mama.
Baca yang punya mama.
Ketika mereka di Jerman, anak pertama
saya di Hannover, anak saya kedud
Berlin. Kalau anak saya pertama nelepon
1 jam, "Nak, udah ya, Nak? Ih, Bapak
enggak sayang sama aku ya?
Kan baru 1 jam." "Iya, Nak. Di situ
masih sore. Di Indonesia tengah malam."
"Ih, Bapak enggak sayang sama aku."
Marah dia. Tapi anak saya yang kedua
sama-sama di Jerman. Kalau nelepon cuma
5 menit, "Nak, Bapak lagi sibuk." Oke,
Pak. No problem.
Kira-kira nyekolahannya beda enggak?
Anak yang saya pertama sekolahnya di
sosial, kuliahnya psikologi. Anak yang
kedua karena dia itu otak kiri atas,
orang thinking, rasional, maka kuliahnya
pun A1 eh sekolahnya waktu kuliah
teknik, maka dia enjoy. Kenapa? Karena
sekarang itu banyak orang tua yang
durhaka sama anak.
Orang tua durhaka sama anak itu gimana?
Dia saya kasih ilustrasi kan ada orang,
"Pak, anak saya durhaka sama saya."
Kenapa kok durhaka? Ini Pak, enggak
pernah nurut. Ah, saya bilang yang
durhaka Anda kepada anak. Emang ada
orang tua durhaka sama anak? Banyak.
Saya bilang. Saya kasih metafor.
Penghuni hutan melakukan konferensi dan
mereka mendiskusikan kira-kira keahlian
apa yang perlu dimiliki penghuni hutan.
Oh, hutan sering kebakaran supaya kita
selamat harus bisa terbang. Eh, hutan
sering banjir supaya kita selamat harus
bisa renang. Eh, hutan itu liar. Semua
penghuni hutan harus bisa lari sambil
lompat. Akhirnya disepakati diadakan
training. Training apa? Terbang, renang,
melompat. Hari pertama senang, hari
kedua berantem, hari ketiga trainingnya
dibubarkan. Kenapa? Karena gajah dipaksa
terbang.
Sampai kiamat enggak bisa, Bu. Ayam
dipaksa berenang, cacing dipaksa lari
sambil melompat. Ya, enggak bisa stres
dia. Cacing itu di bawah tanah,
gajah itu kekuatan.
Apa? Jangan sampai anak kita potensinya
seperti gajah tapi disuruh terbang. Ibu
stres, anaknya stres.
Maka penting mengetahui potensi anak
itu. Kira-kira anak saya ngembanginnya
gimana ya? Ya, anak saya ada itu bagi
rapot ranking 11, "Nak, kok kamu ranking
11 sih, Nak?" Kata Bapak di rumah kita
ranking enggak penting. Sekarang aku
ranking 11 dipermasalahkan. Bukan gitu,
Nak. IQ kamu itu 144.
Paling enggak masuk tiga besar deh. Oke,
Pak. Aku akan masuk tiga besar. Apa yang
mau kamu lakukan? Aku orang sensing,
Pak. Orang sensing kejelasannya diot.
Maka aku harus olahraga, Pak. Akhirnya
dia olahraga, "Nak, kamu kok sepak bola
sih, Nak?" Kata Bapak suruh olahraga.
Aku olahraga salah. Tapi kamu itu
perempuan, Sayang.
Akhirnya dia main basket dan begitu bagi
rapat ranking 3. Padahal belajarnya
sama. Kenapa? Maka itu kita penting
mengetahui potensi. Ah, saya tidak tahu
yang potensi di Medan itu. Kalau
kemudian dia tidak membunuh, belum tentu
juga membunuhnya sengaja atau
jangan-jangan yang ditonton dan dia
kebetulan orang otak kiri bawah dia ATP
amati tiru plek. Kalau saya otak kanan
bawah saya hobinya cerita. Makanya kalau
Anda perhatikan saya ngisi tadi
kebanyakan saya bercerita karena itu
kelebihan saya. Kira-kira gitu. Nah,
kalau ingin mengetahui potensi hubungi
aja Bu Amin ya. Kira-kira apa
potensinya? gitu. Kalau tahu itu enak,
Bu, mendidiknya enak
dan kemudian mengembangkannya juga enak.
Apakah yang materi cocok buat anak?
Kalau buat anak-anak materinya bukan
ini. Ini memang khusus untuk ibu-ibu.
Materinya apa? Ya, kalau buat anak-anak
tentang bagaimana dia memimpin dirinya
sendiri kan. Supaya kemudian dia bisa
memimpin dirinya sendiri kemudian dia
bisa mengelola ya. Jadi ee
apa namanya?
Saya punya anak memang cuman lima, tapi
anak ideologi saya banyak dan itu saya
kembangkan sesuai dengan potensinya.
Maka sekarang tersebar ke banyak negara.
Ada yang di Amerika, ada yang di
Inggris, ada yang di Turki, ada yang di
Jepang. Dan mereka bertumbuh, mereka
berkembang. Dan kalau dia bertumbuh
walaupun dia bukan anak kandung saya,
saya senang.
Dan Bapak Ibu, ada loh yang pernah mau
masuk di tahfiz saya mau bunuh diri.
Kenapa tuh?
karena dia merasa dibuang sama orang
tuanya. Jadi dimasukkan ke sekolah saya
itu seolah-olah dibuang.
Maka kalau yang masuk di sekolah saya di
tahfiz saya pertama yang saya lakukan
apa?
Saya ingin tahu perasaannya kayak apa?
Hatinya terluka atau tidak? Dan ternyata
anak generasi sekarang itu banyak
hatinya yang terluka. Siapa yang membuat
luka?
Orang tuanya. Apa yang membuat generasi
sekarang membuat orang paling terluka?
Kalau dia dibanding-bandingkan.
Ibumu dulu ranking loh. Kamu enggak
ranking. Dia diam tapi dia sakit hati
tuh. Ya tuh teman kamu ranking kok kamu
enggak ranking. Ciri-ciri bahwa anak
terluka itu apa? Kalau dia punya masalah
dia curhatnya enggak ke kita. curhatnya
ke temannya atau ke orang lain.
Maka hati-hati kalau anak-anak anak Anda
enggak pernah curhat kepada Anda.
Jangan-jangan karena selama ini kalau
curhat langsung dinasehatin
atau langsung dibandingin
ya. Ee apa namanya?
Saya kalau malam itu suka nangis Bu.
Karena kan saya tahu anak-anak muda yang
saya yang saya bimbing itu ya gitu itu
banyak yang terluka hatinya dan yang
menyebabkan luka itu orang tuanya.
Ada juga yang menyebabkan luka
sekolahnya dulu dibully Bu pesantren
ya mohon maaf ya ditelanjangin terus
wajan itu digunakan untuk
mengelap tubuhnya itu hitam gitu maka
begitu masuk tempat saya ketemu aja saya
takut pasti ada sesuatu ini. Kemudian
tim saya susurus saya aja ngobrol
ternyata waktu di pesantren sebelumnya
itu dibully 7 tahun dibully
setelah diterapi. Saya sampaikan kalau
di sini semuanya enjoy, asik ya, senang.
Sekarang sudah tumbuh
ya. Jadi
memang kompleks sih kalau diik anak
tidak hanya bisa dilihat dari satu hal
itu ya. Malah yang terbaru Bu bukan
membunuh ibunya.
Bapaknya dibunuh seorang doktor. Doktor
namanya. Doktor orang kaya namanya loh.
Doktor orang kaya. Apa apa? Apa? Dosen
kehutanan. Di USU ya. Diusu yang bunuh
anaknya.
Nah, tapi tugas kita yuk kita siapkan
keluarga kita, kita siapkan yang di
bawah kendali kita ya. Kenapa saya
membuat membina anak-anak muda itu itu
karena keprihatinan saya, Bu ya. Banyak
anak-anak sekarang yang tidak respek
terhadap orang tuanya, yang tidak hormat
sama orang tuanya walaupun yang
menyebabkan salah juga orang tua. Saya
sangat sedih Bu di tahfiz saya itu
gratis.
Kami didiknya seperti anak sendiri
totalitas. Saya saya ambil
lulusan-lulusan terbaik dari perguruan
tinggi untuk jadi mentor mereka.
Harusnya orang tuanya akan terima kasih.
Bu, diwisuda enggak datang.
Di wisuda enggak datang. Anaknya di
wisuda enggak datang. Saya telepon,
"Anda itu orang tua macam apa? Anak Anda
berprestasi,
Anda sedang diwisuda, anak Anda sedang
melakukan itu. Anda tidak datang. Orang
tua macam apa anda ini tak marahin
gitu."
Karena memang di dalam aktivitas wisuda
itu ada tadi penyerahan bunga orang tua
terhadap anak lah. Begitu orang tuanya
enggak datang, stres dia
yang akhirnya meluk-meluk.
Saya memang tidak layak, Pak, jadi
anaknya orang itu. Saya jadi anaknya
Bapak aja, ya, Pak.
Banyak orang tua yang gitu juga. Jadi,
seolah-olah pendidikan itu tugas
sekolah, tugas. pendidikan itu tugas
orang tua. Jadi benar tadi ya
ee Pak Kepala Badan tadi ngambil rapot
bapaknya. Benar.
Anak saya sekolah di sekolah yang apa?
Yang orang tuanya harus ikut pembinaan
sekolah. Kalau anaknya enggak orang
tuanya enggak ikut pembinaan sekolah,
anaknya dikeluarin.
Kalau ngambil rapot harus suami istri.
Kalau enggak ngambil suami istri anaknya
dikeluarin. Dan menurut saya itu saya
bagus supaya orang tuanya care kan.
Itu kira-kira, Bu. Mudah-mudahan Ibu
tidak puas dengan jawaban saya karena
saya memang bukan lelaki pemuas.
[tertawa]
Baik, terima kasih Babe. Satu penanya
lagi. Izin Babe. Monggo Ibu dikenalan
dulu mungkin ya. Saya belum kenal juga.
Monggo. Dari mana tadi? RSSA dengan Ibu
di atas. Ibu.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah. Terima
kasih. Saya dikasih kesempatan bertanya.
Ee saya Dani dari Rumah Sakit Saiful
Anwar.
Ee yang ingin saya tanyakan gini, Pak.
Ee tadi kan ada yang orang tua itu tidak
boleh ee mengeluarkan kata-kata kasar ke
anaknya. Kalau mungkin saat ini saya
menjadi orang tua dengan anak yang masih
kecil ee saya terapkan. Tapi bagaimana
kalau itu sudah terjadi dan kita ingin
menghapus kesalahan itu? Ee itu yang
pertama. Yang kedua, apakah untuk
mengikuti sekolah tahfiz di tempatnya
Bapak ada ee batasan usia? Demikian
pertanyaan saya. Terima kasih.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Bu, saya dulu juga pernah salah mendidik
anak saya, Bu. Anak yang pertama. Karena
saya kan belum belum belajar ilmu
parenting, belum apa gitu ya. Saya sadar
setelah kemudian saya belajar ilmu
parenting dan kemudian anak saya ini kok
susah amat dikendalikan. Apa yang saya
lakukan? Saya ngobrol berdua. Nak, Bapak
minta maaf ya, sayang. Bapak tidak
pernah kursus, tidak pernah sekolah
tentang bagaimana menjadi orang tua yang
baik dan Bapak pernah melukai kamu.
Bapak minta maaf sama kami. Dan begitu
dia ngomong gitu, alhamdulillah, Pak.
Selama ini
aku khawatir Bapak enggak sadar bahwa
Bapak salah mendidik aku dan Bapak ngaku
aku terima kasih.
Dan sejak kejadian itu kalau dulu Bu
enggak berani negur saya, Bu. Sejak
kejadian itu kalau ada sesuatu yang
enggak berkenan di saya, dia akan, "Pak,
boleh enggak ngobrol
di kamar?" Ya, Pak. Oke. Saya pernah
ngobrol di kamar. Terus dia bilang, "Pak
sor ya, Pak. Aku bingung. Aku harus
bangga atau aku harus sedih? Kenapa ini
aku mewakili adik-adik? Kenapa Bapak
sekarang menjadi tokoh nasional keliling
Indonesia bahkan Bapak keliling dunia?
Satu sisi Bapak sosi aku senang tapi di
sisi lain aku sedih, Pak. Kenapa? Karena
kita sudah tidak pernah berenang bareng,
kita enggak pernah makan bareng. Bapak
sudah enggak pernah nyuapin aku lagi.
Sedih, Pak. Terus kamu maunya gimana?
Aku juga bingung.
Nasihat dia, Bu. Itu saya pegang sampai
sekarang.
Cuman aku mau bilang sama Bapak, Bapak
jangan pernah menjadi lilin. Maksudnya
apa, Nak? Lilin itu mampu menerangi
sekitarnya, tapi dirinya musnah. Jangan
sampai Bapak suka menginspirasi banyak
orang, tapi keluarganya tidak
terinspirasi, keluarganya hancur.
Maka kalau saya ngisi training waktunya
lama, itu istri saya saya ajak, anak
saya ajak secara bergiliran. Eh, Bapak
mau ngisi training di Jepang. Siapa yang
ikut? Aku diundi ya. Kan Jepang biayanya
mahal kan.
Bapak mau misi training di Korea? Aku
dong gantian. Oh, Bapak di Bali 3 hari
siapa ikut? Itu gara-gara nasihat anak
saya.
Iya.
Begitu juga setelah itu saya sama istri
belajar tuh gimana ilmu parenting yang
pas gitu ya. Dan alhamdulillah sih yang
jadi korban anak pertama dan kedua lah
ya. yang anak berikutnya sudah dapat
ilmu parenting sehingga kemudian ya
lumayan ya itu dan cara mendidik anak
beda Bu.
Anak saya saya bawa ke Lampung. Saya
dulu anak keluarga miskin Bu. Tinggal di
tengah hutan di Lampung. Saya tinggalnya
di tengah hutan. Bapak saya selalu
bilang, "Kita keluarga termiskin kedua
di kampung. Tapi walaupun kita miskin
harta, jangan pernah miskin cita-cita."
Saya tanya, "Siapa, Pak, yang paling
miskin?" Bapak, saya enggak pernah
jawab. Baru setelah saya lulus dari IPB,
saya tanya, "Pak, dulu yang paling
miskin siapa sih, Pak?" Itu mil Hamdan
ATT.
Ya kan? Lagunya Aku Merasa orang
termiskin di dunia. Bapak peringkat dua.
Saya dulu kalau sekolah, Bu SMP cari
biaya sendiri. SMA saya beda 46 kilo,
Bu. Setiap hari anak saya saya bawa ke
tengah hutan itu, Nak. Dulu Bapak
tinggal di sini. Kalau mau makan mancing
di depan itu supaya pakai laut pauk, ya.
Kalau mau sekolah jalan kaki tuh SD ya
ngelewatin hutan sepatunya harus dilepas
diangkat supaya enggak basah. Apa
jawaban anak saya? Pak ya yang namanya
penderitaan enggak usah diturunkan.
Cukup Bapak yang menderita.
Kalau zaman saya kecil kayak gitu, Bu,
sama Bapak saya ditempelek. Kurang ajar
kamu.
Anak saya laki-laki tadi, Bu, untuk
melatih ke leadershipnya kalau kuliah
sambil bisnis.
di dari Berlin dia telepon, "Pak,
bisnisku bangkrut lagi." Enggak apa-apa,
Nak. Jatah bangkrut tujuh kali. Kamu
baru empat, kurang tiga. Habiskan jat
bangkrutmu selagi masih muda. Sebelum
nikah kalau bisa sudah jatah bangkrutnya
habis.
[tertawa]
Aku minta nasihat dari Bapak. Nasihat
dari Bapak. Laut yang ulung tidak akan
lahir di laut yang tenang.
Orang-orang yang hebat tidak akan pernah
lahir dari orang yang tidak pernah
mendapat cobaan dan ujian. Bagus enggak
tuh nasihatnya, Bu? Anak sekarang bisa
gini loh, Bu. Ya, Bapak nasihatnya itu
lagi, itu lagi gitu. Zaman saya dulu
enggak berani.
Terus gimana yang lain apa, Pak? Kalau
itu aku sudah tahu, Pak. Oke, Nak. Oke,
Nak. Kamu kamu di Berlin suka naik
sepeda? Kadang-kadang kalau kamu naik
sepeda, sepedanya digenjot, sepedanya
jalan, itu artinya apa, Nak? Diturunan.
Kalau naik sepeda harus digenjot artinya
apa? Ditanjakan. Apa pelajarannya, Nak?
Kalau hidup kamu serba mudah,
jangan-jangan kamu sedang menurun.
Tapi kalau kamu mengeluarkan energi,
jangan-jangan itu menuju puncak
kesuksesan. Nah, ini baru nasihat, Pak.
Thank you. Asalamualaikum, gitu.
Maka ngasih tantangannya beda ya.
Mendidik anak. Karena apa? Rasul bilang,
"Didiklah anakmu sesuai dengan
zamannya." Enggak boleh zaman bapak saya
pakai. Maka kita perlu ilmu. Itu yang
pertama, Bu. Kalau usaha masuk tahfiz
usianya berapa? 17 sampai 25 tahun, Bu.
jadi lulusan SMA atau lulusan S1 gitu
kira-kira ya. Insyaallah tahun ini buka
di Malang Bu. Saya akan buka di Malang
ya. Jadi insyaallah kalau rezeki saya
semakin banyak saya akan lebih banyak
buka di banyak kota dan insyaallah di
dekat Batu kami akan buka sekarang
sedang dibangun nanti di sana.
Barangkali itu Bu.
Baik terima kasih. Applaus lagi untuk
Babe Bapak Ibu. [tepuk tangan]
Baik.
Tadi kami sampaikan bahwa ada doorpress
menarik dan tadi timnya Babe bisikin
saya. Ada buku dari Babe. Boleh applause
juga. Ada buku yang menarik untuk Bu
Heni dan Bu Dani. Kami persilakan untuk
maju ke depan. Boleh Mas bukunya akan
diserahkan langsung dari Babek. Bu Heni.
Bu Dani dari Rumah Sakit Seful Anwar. Bu
Heni dari Biro Organisasi.
Apresiasi yang luar biasa. Buku langsung
dari Babe nanti boleh tanda tangan ya.
B. Ee iya
boleh Mas fotografer sudah ada ya.
Yang pertama speak to change ya.
Ya. Boleh applause dari Babe ini untuk
Bu Heni dan Bu Dani.
Buku Speing
Communication. Oke, terima kasih Bu Heni
dan Bu Dani. Baik.
Baik. Bapak, Ibu, dan hadirin yang kami
hormati. Hari ini juga hadir di YouTube
BABE BPSDM Jatim TV. Luar biasa ini
sudah memberikan feedback mulai dari
spire gitu ya. Kemudian kita harus
merilis marah kita. kita harus menjadi
wanita yang sudah selesai dengan
dirinya. Kami yakin hari ini saya,
Ibu-ibu semua akan mempraktikkan
termasuk jurnal syukur ya, Be. Dan ini
akan sangat berarti bila kita semua
masing-masing dari kita
menginternalisasi.
Tidak hanya didengar, dicatat, namun
harus dilaksanakan secara kontinu. Saya
yakin dan percaya insyaallah dengan
acara ini banyak insight. Babe, terima
kasih Bu Ramli juga terima kasih atas
kesempatannya yang sangat luar biasa.
Banyak jiwa-jiwa yang hari ini
bersemangat untuk menyongsong tahun
2026. Seorang wanita yang tangguh, yang
semakin smart, semakin juga tulus untuk
membersamai Ananda dan juga membersamai
keluarga tercinta. Demikian untuk hari
ini. Terima kasih sekali lagi. Applaus
kembali oleh untuk Babe.
Terima kasih Babe hadirnya di sela-sela
kesibukan. Tadi disampaikan Babe. Oh. di
sini di depan Babe. Izin
didokumentasikan.
Oke. Masyaallah spesial dari Babe. Boleh
dokumentasi untuk Ibu-ibu berdua. Ini
ada hadiah menarik untuk Bu Ramli dan
juga Bu Wakil Bu Astrid.
Engaging Communication spesial dari Babe
Jamil.
Baik, terima kasih. Luar biasa. Ini
ilmunya akan mengalir terus gitu.
Baik. Sekali sekalian Babe ada
sertifikat dari panitia untuk
penghargaan hari ini. Sebagai apresiasi
BAB membersamai kita semua mohon
berkenan untuk menerima piagam
penghargaan sebagai narasumber.
Boleh kita sambut dengan applause yang
meriah, Ibu-ibu.
[tepuk tangan]
Baik, dokumentasi dicukupkan. Terima
kasih. Ibu kami persilakan
nanti ibu-ibu yang ingin menyekolahkan
anandanya gitu ya, melalui saya saya
callkan di timnya Babe ya, Be. Nanti
feel free Bapak Ibu dan juga yang saya
disampaikan oleh Babe tadi tentunya yang
ingin mengetahui potensi karena beliau
founder dari Stepin ee Bapak Ibu supaya
meleegitkan potensi diri kita tidak
hanya anak-anak ya B karena kita juga
perlu mengetahui bagaimana hubungan
dengan suami, anak, keluarga gitu dengan
potensi kita bisa nanti menghubungi
timnya Babe juga melalui saya juga bisa.
Terima kasih sekali lagi Babe dan kita
akan tunggu next inspirasi dari Babe
semua. Saya Amel dari eh tadi sudah
membersamai dan saya akan kembalikan ke
Mbak Fani. Terima kasih jalan-jalan beli
es selasih.
Cakep.
Cukup sekian terima kasih.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih banyak Muamel
telah memimpin jalannya inspirasi pada
hari ini. Langsung saja Bapak dan Ibu
karena rangkaian acara ini sudah sampai
di penghujung, ada hadiah yang banyak
sekali sudah tertata di sebelah kiri
saya, di sebelah kanan Ibu semua dan
akan kami bagikan langsung. Nah, ini
adalah berkat penuh syukur yang harus
kita dapatkan. Selain hari ini kita
banyak sekali inspirasi dan juga energi
positif yang didapatkan. Hadiah juga
bisa langsung dibawa pulang. Karena
untuk mempersingkat waktu, kami sudah
mengundi tadi bersama dengan panitia.
Jadi nama-nama yang telah kami
panggilkan berdasarkan urutan absensi
kehadiran ini telah kami siapkan.
Begitu. Untuk Ibu-ibu yang namanya saya
panggilkan silakan langsung mengambil
hadiahnya di meja panitia yang ada di
sebelah kiri saya. Untuk hadiah sesi
pertama langsung saja saya panggilkan
atas nama Ibu Widyauti nomor urut 101.
Silakan. Selanjutnya
langsung maju Ibu langsung diambil Ibu.
Oh, sudah hadir Ibu Widyastuti. Oke,
selanjutnya atas nama Ibu Winda atau Ibu
Aji nomor urut 143.
Selanjutnya Ibu Lia P nomor urut 124.
Selanjutnya urutan keempat Ibu Dias
Puspita urutan nomor 7. Kemudian Ibu
Diva Betari nomor urut 471. Kemudian Ibu
Ichimetri
nomor absen 39. Selanjutnya atas nama
Bapak Zainuddin nomor absen 163.
Tuuh orang dulu kami bagikan. Sekali
lagi kami sampaikan Ibu Wiastuti, Ibu
Winda, Ibu Liape, Ibu Dias Puspita, Ibu
Diva Betari, Ibu Ichimetri, dan Bapak
Zainudin
silakan untuk dapat mengambil hadiah di
depan.
Oh, dapat Pak Zainudin.
Baik, selanjutnya untuk empat orang yang
mendapatkan hadiah atas nama Ibu En
Hendarsi,
Ibu Umin dari Nurlaila. Mohon maaf
apabila ada penyebutan nama yang kurang
tepat begitu, Ibu ya. Semoga saja ini
benar. Kemudian Ibu Titin Bahtiar dan
Ibu Nastiti Maharani.
Empat orang yang kami panggilkan Ibu En
Hendarsi
dari BPKAD. Kemudian Ibu Umin Nurlaila
dari Kabupaten Ponorogo. Ibu Titin
Bakhtiar dari RSUD Saiful Anwar.
Ibu Titin ini dapat lagi ya atau
temannya nih dari Saiful Anwar, rumah
sakit Rus Saiful Anwar. Kemudian Ibu
Nastiti Maharani.
Silakan nama-nama yang telah kami
panggilkan mohon segera mengambil hadiah
sesi kedua.
Oh, baik.
Baik. Kepada para kepala OPD kam
dapat berfoto bersama terlebih dahulu di
depan panggung. izin dengan bersama
dengan Babe Bapak Jamil Azini silakan
untuk berfoto sambil saya terus
panggilkan nama-nama pemenangnya begitu
sambil kita mengalir
karena ini merupakan kesempatan yang
luar biasa. Kalau tadi kan kita wifi,
saat ini tamu VIP, Ibu-ibu
Kepala OPD Provinsi Jawa Timur silakan
untuk dapat berfoto terlebih dahulu
bersama dengan narasumber kita Bapak
Jamil Azini atau panggilannya Babe.
Silakan Ibu, saya panggilkan lagi untuk
sesi kedua begitu, Ibu ya sambil kita
mengalir. Baik. Atas nama Ibu Yantih,
atas nama Bapak Alif.
Oke. Atas nama Ibu Diah Kartika,
atas nama Ibu Almira,
atas nama Ibu Dani, atas nama Ibu
Ana
Ana Leptika. Namanya unik sekali ya.
Kemudian atas nama Bapak Sony
tujuh orang dulu. Sesi kedua
kita ambil dulu. Baik, Pak Alif. Sudah.
Ibu,
Bu, Bu, Bu Anti, dan Pak Soni.
Baik,
masih perjalanan. Saya memanggil empat
orang terakhir untuk sesi kedua
atas nama Bapak Supriadi BPSDM, Ibu
Suprianto,
Ibu Yuni Hasyim Asyari dari BKD, dan Ibu
Ari Arif Endro
dari Biro PBJ.
Sekali lagi empat orang sesi kedua Bapak
Supriadi, Ibu Suprianto,
Ibu Yuni Hasyim Asyari, dan Ibu Ari
Arif.
Oh, iya.
Terima kasih banyak Ibu-ibu Kepala OPD
Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang
sudah hadir dan juga berfoto dengan
narasumber kita. Babe terima kasih
banyak kehadirannya.
Semoga di kesempatan lain dapat
menginspirasi kita semua. Saya juga
banyak belajar tadi mengikuti sesi BAB
dan aplikatif sekali ya dapat dilakukan
di manapun. Terima kasih banyak
kehadirannya. Semoga berkenan
karena harus meninggalkan tempat. Kita
apresiasi bersama-sama sekali lagi Bapak
dan Ibu kehadiran Bapak Jamil Azzaini.
[tepuk tangan]
Sambil berjalan, saya akan mengumumkan
sesi ketiga.
Baik, siap Ibu-ibu semua yang belum
mendapatkan hadiah. Selanjutnya atas
nama Isfundi, Bapak atau Ibu Isfundi.
Selanjutnya atas nama
Oh, Bapak atau Ibu Isundi dari
Bapak atau Ibu Isundi dari Disperta KP
Prof Jatim
Dinas Pertanian ya. Baik, selanjutnya
atas nama Ibu Suci Iro dari Disbut Par.
Selanjutnya Ibu Windi Sagita dari BPSDM.
Oh, Bapak mohon maaf
namanya. [tertawa]
Oh, Pak Windi Sagita, ya. Oh, baik.
Selanjutnya atas nama Ibu Alvia BPSDM,
Ibu Ratnasari BPSDM, Ibu Nanda BPSDM.
Ye.
Selanjutnya Ibu Nurul Hayati BPSDM
tujuh orang sesi ketiga.
Terurus. Baik, sambil berjalan sesi door
price ini kepada seluruh pengurus DWP
BPSDM Jatim kami undang untuk dapat
berfoto bersama. Yang pakai Corses.
Nah, yang pakai Cors
yang berkesempatan tidak bertugas atau
di-hold dulu aja biar foto dulu kapan
lagi. Saya kan sambil memanggil ya. Ayo
foto dulu panitia dan juga pengurus DWP
BPSDM Jatim bersama dengan narasumber
kita bersama-sama untuk jadi
momen yang diabadikan.
[tertawa]
Yang tujuh orang saya sudah panggil sesi
ketiga. Mohon menunggu dulu sebentar ya.
Saya akan pandu untuk foto bersama di
atas panggung dan di depan.
Baik.
Cakep. Bu,
geser ke sebelah kanan, Ibu-ibu. Ah,
pindah satu. Boleh.
Baik, pose pertama sikap sempurna
terlebih dahulu. Hitungan 3 2
satu.
Selanjutnya poso semangat. Tangannya
mengepal di depan hitungan tiga,
dua,
satu. Terakhir posesarenge
hitungan 3 2
sat. Terima kasih banyak kepada panitia
kembali bertugas. [tertawa]
Baik, saya panggilkan lagi untuk tujuh
orang yang belum mengambil hadiah atas
nama Bapak atau Ibu Isfundi dari Diperta
Kap Profatim, Ibu Suci Iroh dari
Disbutpar, Bapak Windi dari PPSDM, Bu
Alviah BPSDM, Ibu Ratnasari BPSDM,
kemudian Ibu Nurul Hayati dari BPSDM.
Sudah semuanya
ada satu yang belum? Mungkin dari tujuh
orang yang kami panggilkan
Ibu atau Bapak Isundi,
Ibu Suci Iro, Bapak Windi Sagita, Ibu
Alviah, Ibu Ratnasari,
kemudian Ibu Nurul Hayati.
Baik. Empat orang selanjutnya atas nama
Febrilda
dari BPSDM, Ibu Haris dari Sekda Blitar,
Ibu Sisi Fatimah dari Disperpusip, mohon
maaf, Ibu Siti Fatimah dari Disperpusip
dan Ibu Rizki Maulidah dari Bapenda.
lagi
sambil berfoto dan juga mengambil
hadiah, kami informasikan kepada seluruh
pengurus DWP BPSDM Jatim dan panitia
untuk tidak meninggalkan tempat setelah
selesai acara untuk mengikuti
pengarahan. Sekali lagi seluruh panitia
dan pengurus DWP BPSDM Jatim
untuk tidak meninggalkan ruangan setelah
selesai acara karena akan mengikuti
pengarahan.
Empat terakhir atas nama Febrilda.
Febril.
Ibu Haris.
Oke. Ibu Siti Fatimah sudah. Dan Ibu Riz
Maulid
sudah.
Sambil berjalan foto bersama Babe, saya
akan panggilkan sesi keempat
atas nama Ibu Siti Fatimah dari Biro
Hukum.
Kemudian Ibu Yuli Dwi dari BKPSDM
Batu. Yeah.