Kind: captions Language: id Kami ucapkan selamat datang kepada Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramliant, MP di aula Praja BPSDM Provinsi [musik] Jawa Timur. [musik] Selanjutnya berkenan memberikan santunan kepada anak yatim. [musik] Alika shawatullah alaika. [musik] Ya Nabi salam [musik] alaika, ya Rasul salam [musik] alaika, ya habib salam [musik] alaika shawatullah [musik] alaika. [musik] il mustofa [musik] Ahmad waliahlil [musik] kauni unsunurun [musik] qajad ya nabi [musik] salam alaika ya rasul salam [musik] alaika ya [musik] habib salam alaika shawatullah alaikau [musik] ya ahlal matani [musik] wasu bijamali [musik] faqofil husni [musik] tafarod ya nabi salam [musik] alaika ya rasul Salam alaika [musik] ya habib. Salam alaika [musik] shawatullah alaika. [musik] Marhaban. Hadirin dimohon berdiri. Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. [musik] Menyanyikan lagu Himne Dharma Wanita Persatuan. [musik] [musik] ada Tuhan yang besar dan [musik] wanita persatuan kami [musik] berkarya mandiri [musik] untuk mencapai tujuan kemikraan [musik] mewujudkan masyarakat [musik] adil dan maaf. Kami [musik] menamakan kesejahteraan [musik] meningkatkan sumber daya anggota [musik] jiwa rau [musik] dekatnya dan [musik] mau hadirin disilakan duduk kembali [musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan rahayu dan salam sehat untuk kita semua. Kami ucapkan selamat pagi dan selamat datang di aula sasanawiata Praja. Izinkan saya untuk dapat membacakan pantun. Ibu mohon dijawab dengan jos supaya lebih semangat pagi hari ini. Belajar bersama di panggung inspirasi. ASN bertumbuh penuh makna. Di hari ibu kita kuatkan peran dan dedikasi. Perempuan berdaya, Indonesia pun berjaya. Senang ingin menyapa tamu kehormatan yang telah hadir bersama-sama dengan kita. Yang terhormat Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, SP,MP. Yang kami hormati Ketua Dharma Wanita Persatuan BPSDM Provinsi Jawa Timur, Ibu Liliana Ramlianto. Narasumber Inspirator Sukses Mulia Bapak Jamil Azzaini, para ketua DWP instansi pemerintah provinsi atau yang mewakili, panitia ASN Belajar on Stage edisi Spesial Hari ibu tahun 2025, serta para ibu tamu undangan yang berbahagia. Bapak, Ibu hadirin yang kami hormati. Hari ini adalah hari yang penuh rasa syukur dan kebahagiaan. Sebuah momen spesial yang kita nantikan setiap tahunnya. Dengan penuh sukacita, kita berkumpul di tempat ini untuk mengikuti acara ASN Belajar On Stage edisi spesial Hari Ibu dengan tema perempuan dalam banyak peran meneguhkan hati menjaga keseimbangan dan dikolaborasikan dengan ASN Belajar on Stage edisi spesial hari Ibu tahun 2025. Boleh berikan tepuk tangan sekali lagi untuk acara hari ini. Bapak Ibu, sungguh 26 tahun perjalanan ini adalah wujud dedikasi, kerja keras, dan kebersamaan dari kita semua. Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi istri aparatur Sipil Negara telah menjadi garda depan untuk mendukung pembangunan bangsa, pemberdayaan perempuan, dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Mengawali acara kita pada hari ini, marilah kita tundukkan kepala bersama dan juga mengucapkan syukur ke hadap rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Karena itulah mari kita berdoa bersama sebagai ungkapan syukur. Doa akan dipimpin oleh Ibu Hernawati. Disilakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua. Mohon izin saya akan memandu doa secara Islam dan bagi yang beragama lain dipersilakan menyesuaikan sesuai keyakinannya masing-masing. Bismillahirrahmanirrahim. Hamdan sakirin hamdan naimin hamdan yini ya lakal hamdu. Allahumma sholli wasallim ala sayidina Muhammad waa ali sayyidina Muhammad. Walhamdulillahi rabbil alamin. Ya Allah, Tuhan yang maha mengetahui, pada hari ini kami berkumpul dengan niat yang tulus untuk mengikuti ASN belajar edisi khusus peringatan Hari Ibu yang penuh keberkahan dan kemuliaan. Ya Allah sang maha peneguh hati, berikanlah kekuatan kepada para ibu dan kaum wanita di negeri kami. Jadikanlah mereka sosok yang memiliki keteguhan hati di tengah badai ujian di saat dunia terasa goyah. Jadikanlah mereka pelipur lara yang menenangkan, pemberi semangat yang tak pernah padam, sumber inspirasi yang menguatkan jiwa anak-anak dan keluarga. Ya Allah, Tuhan yang maha penyayang, bukakanlah hati kami dan pikiran kami. Jauhkanlah kami dari kesombongan ilmu. Anugerahkanlah kepada kami pemahaman yang benar agar kami dapat menjadi orang tua yang bijak, sabar, dan penuh kasih sayang. Ya Allah, Tuhan yang maha kuasa, limpahkanlah kepada kami semua keberkahan, ketenangan, dan kemudahan dalam mengikuti acara ini dari awal hingga akhir. Ya Allah, Tuhan yang maha pengampun, ampunilah dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dosa para pemimpin kami, dosa para pahlawan yang telah gugur mendahului kami. Dan terimalah amal ibadah kami sebagai amal kebaikan. Rbana hablana min azwazina wtin aun walna lil muttaqina imama. Rbana tagqobbal minnaka antul alim wb ala inaka anta thawaburahim. Rbana atina fid dunya hasanah wafil akirati hasan waqinaabanar. Subhana rabbikalbil izzati amma yasifun wasalamun alal mursalin. Walhamdulillahiabbil alamin. Bibarokatil. Alfatihah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Ibu Herwati telah memimpin doa dengan penuh khidmat pada pagi hari ini. Bapak, Ibu hadirin yang berbahagia. Selanjutnya marilah kita simak bersama sambutan yang akan disampaikan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan BPSDM Jawa Timur. Yang kami hormati Ibu Liliana Ramlianto. Kami silakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua. Yang terhormat sekaligus yang saya cintai, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur selaku penasehat Dharma Wanita Persatuan BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, S.P,MP. Yang kami hormati narasumber hari ini Bapak Jamil Azzaini, Inspirator Sukses Mulia. Terima kasih kehadirannya. Bapak yang kami hormati para ketua dan pengurus Dharma Wanita Persatuan instansi pemerintah provinsi dan kabupaten kota seJawa Timur. Matur nuwun kehadirannya. Ibu yang kami hormati para pejabat struktural dan fungsional Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur beserta pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan BPSDM. yang pada hari ini P-nya dilakukan oleh bidang sosial budaya. Dan yang kami banggakan ASN Perangkat Daerah, Provinsi dan kabupaten kota Jawa Timur serta para pemirsa ASN Belajar dan anggota Darma Wanita Persatuan yang hadir melalui channel YouTube BPSDN Jawa Timur TV. Yang berbahagia, puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa taala, Tuhan yang maha esa. Karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya pada hari ini, Selasa, 23 Desember tahun 2025, kita dapat hadir bersama pada acara ASN Belajar Onek edisi Spesial Hari Ibu dan peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan ke-26 dalam keadaan sehat walafiat. Hadirin yang berbahagia, kegiatan hari ini terasa sangat istimewa karena bertepatan dengan momentum hari Ibu yang kita peringati setiap tanggal 22 Desember. Di mana sejarah hari Ibu ini bukan hanya sekedar perayaan kasih sayang, melainkan pengingat akan perjuangan perempuan dalam pergerakan bangsa. Sebagai istri ASN sekaligus bagian dari masyarakat, kita seringki dihadapkan pada tantangan multitasking. Kita sebagai pendamping suami, sebagai ibu dari anak-anak, sebagai pengelola rumah tangga, dan tentu banyak dari ibu-ibu yang hadir di ruangan ini sebagai wanita karier. Oleh karena itu, tema yang kita angkat hari ini adalah perempuan dalam banyak peran. Meneguhkan hati, menjaga keseimbangan sangatlah relevan dan merupakan refleksi dari realitas kehidupan kita. Untuk mencapai ketenangan dan efektivitas dalam peran ganda itu, kita perlu fokus pada dua hal utama, yaitu menyeimbangkan peran dan menata hati. Bapak, Ibu yang berbahagia. Peringatan hari ulang tahun Dharma Wanita kali ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi dan penguatan peran kita sebagai bagian penting dalam pembangunan bangsa dengan mengusung tema peran strategis Dharma Wanita Persatuan dalam Mendidik Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045. Kita diingatkan bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan teknologi, tetapi juga oleh kekuatan keluarga, karakter generasi, dan ketangguhan perempuan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Dharma Wanita Persatuan memiliki posisi yang sangat strategis dalam membentuk pondansi Indonesia di masa depan. dari keluarga yang kita pindah, dari nilai-nilai yang kita tanamkan, dan dari keteladanan yang kita hadirkan, sesungguhnya kita sedang menyiapkan generasi emas Indonesia. Peran kita sebagai istri, ibu, dan anggota organisasi bukanlah peran kecil. Justru dari tangan perempuanlah karakter bangsa ditempa. Dari rumah yang harmonis lahir anak-anak yang berintegritas. Dari ibu yang cerdas dan berdaya, tumbuh generasi yang siap bersaing secara global. Bapak, Ibu yang saya hormati, perjalanan Dharma Wanita Persatuan selama 26 tahun telah menunjukkan bahwa perempuan adalah kekuatan besar dalam transformasi sosial. Dengan kerja sama gotongroyong dan semangat melayani Dharma Wanita Persatuan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kualitas keluarga Indonesia. Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh ketua dan pengurus Dharma Wanita Persatuan yang selama ini bekerja dengan penuh dedikasi melaksanakan semua program-program Dharma Wanita dengan sangat baik. Semoga hari ulang tahun ke-26 ini menjadi momentum bagi kita semua semakin memperkuat komitmen, memperluas manfaat, dan meningkatkan sinergi untuk Indonesia yang lebih maju. Hari ini kami berkolaborasi dengan program ASN Belajar dengan harapan kita semua mendapatkan perspektif baru dan bersama-sama mari kita jadikan forum ini sebagai wadah untuk meng-upgrade diri dan saling menguatkan untuk menjadi ibu yang tangguh dan menginspirasi. Hadirin yang berbahagia, saya mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur sekaligus penasihat Dharma Wanita yang telah memfasilitasi kolaborasi ini. Dan terima kasih pula kepada Bapak narasumber hari ini Bapak Jamil Azzaini yang akan memberikan inspirasi sukses mulia hari ini. Semoga ilmu yang kita dapatkan hari ini menjadi begal berharga untuk menjadi perempuan yang berdaya, tangguh, dan bahagia. Selamat Hari Ibu untuk seluruh perempuan hebat di Jawa Timur. Terus teruslah menjadi pelita dalam rumah dan inspirasi di tempat di tempat kerja. Akhir kata dengan penuh harap dan doa semoga Dharmawita Persatuan senantiasa menjadi cahaya dalam keluarga, lentera dalam masyarakat, dan pelita dalam perjalanan bangsa menuju masa depan Indonesia Emas. Demikian yang dapat saya sampaikan. Terima kasih atas kehadiran Bapak Ibu sekalian. Mohon maaf apabila dalam penyelenggaraan kegiatan ini banyak hal yang mungkin kurang. Dan sekali lagi terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga acara hari ini dapat terselenggara. Selamat hari Ibu kepada ibu-ibu yang luar biasa dan Dirgahayu ke-26 Dharma Wanita Persatuan. Dharma Wanita Persatuan sehat berdaya. Terima kasih saya sekian wabillahi taufik walhidayah wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ibu kaban berkenan tetap berada di tempat atau di depan. Ibu di momen penuh makna ini, kami telah menyiapkan sebuah kejutan sederhana, namun sangarat cinta dan apresiasi. Sebagai ungkapan terima kasih, penghormatan, dan dukungan atas peran luar biasa seorang perempuan sebagai pendamping, pemimpin sekaligus penggerak organisasi. Kami silakan kepada Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur untuk menyerahkan bunga kepada Ibu Ketua DWP BPSDM Provinsi Jawa Timur. Baik. Nah, foto bersama terlebih dahulu. Kami akan pandu hitungan 3 2 s. Semoga momen ini menjadi simbol kasih, kebersamaan, dan sinergi dalam menguatkan peran DWP BPSDM Provinsi Jawa Timur. Disilakan untuk dapat duduk. Bapak, Ibu hadirin yang berbahagia. Pada sesi ini kita akan saksikan video Kalidoskop Kegiatan Dharma Wanita Persatuan BPSDM Provinsi Jawa Timur yang merangkum berbagai program, aktivitas, dan kebersamaan yang telah dilaksanakan. Selamat menyaksikan. Inilah Kaledoskop perjalanan tahun 2025. Rangkaian langkah kepedulian dan pengabdian Dharma Wanita Persatuan BPSDM [musik] Provinsi Jawa Timur yang terus bersinergi dengan pemerintah, menguatkan perempuan, melindungi anak, dan membangun ketahanan keluarga demi Indonesia yang lebih sejahtera, mandiri, dan bermartabat. [musik] Diawali dengan penguatan tata kelola organisasi melalui sosialisasi [musik] e-reporting LPPK DWP yang dipadukan dengan workshop personal color sebagai upaya meningkatkan profesionalisme, ketertiban administrasi, serta kepercayaan diri anggota dalam setiap peran yang dijalani. Memasuki bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, DWP BPSDM menghadirkan ruang kebersamaan spiritual melalui kegiatan ASN mengaji dan doa bersama [musik] memohon keselamatan, kelancaran tugas, serta keberkahan dalam menjalankan ibadah dan pengabdian kepada masyarakat. Bulan Ramadan juga diisi dengan kegiatan sosial yang penuh makna. Melalui Pasar Murah Ramadan Sarah tahun 2025, DWP BPSDM Provinsi [musik] Jawa Timur bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur hadir membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau [musik] sebagai wujud kepedulian dan solidaritas sosial. Perhatian terhadap kesehatan dan ketahanan keluarga terus diperkuat melalui webinar kesehatan bertajuk [musik] wealth, Wellness and Wisdom, terapi regeneratif, harapan baru menuju sehat dan kualitas hidup berkelanjutan. Komitmen ini dilengkapi dengan seminar parenting bersama Atalias [musik] Blessing Special Education yang mengangkat pentingnya deteksi dini tumbuh kembang anak sebagai fondasi masa depan generasi emas Indonesia. Semangat kebersamaan dan sinergi antar instansi terjalin melalui pertandingan persahabatan bola voli antara DWP BPSDM dan DWP Disper Indak Provinsi Jawa Timur. Menciptakan ruang keakraban, sportivitas, dan kolaborasi. Kepercayaan dan jejaring internasional pun terbangun melalui kunjungan kehormatan Tasu Corporation dari Jepang, [musik] lembaga yang bergerak di bidang pengembangan anak berkebutuhan khusus. Dalam rangka menyongsong Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, DWP BPSDM menggelar lomba MC yang penuh semangat dan keceriaan serta semar kemerdekaan [musik] bersama seluruh keluarga besar BPSDM Jatim sebagai wujud rasa syukur, persatuan, dan nasionalisme. [musik] Pengembangan kualitas diri anggota menjadi perhatian berkelanjutan melalui self development class, personal grooming and confidence, makeup beauty class bersama [musik] makeover, serta kegiatan senam bersama mendorong lahirnya perempuan yang sehat, percaya diri, dan siap berperan aktif [musik] dalam keluarga maupun masyarakat. Di bidang ekonomi, DWP BPSDM Provinsi [musik] Jawa Timur turut ambil bagian dalam ASN Live Expo 2025 menjadi [musik] sarana strategis untuk mempromosikan produk anggota dan UMKM mitra [musik] agar semakin berdaya dan mandiri. Komitmen terhadap penguatan budaya literasi diwujudkan melalui sudut aksara pojok baca sederhana dengan pengetahuan [musik] tak terbatas. Dedikasi ini membuahkan prestasi dengan diraihnya juara harapan 1 lomba pojok baca dalam rangka HUD ke-26 DWP Provinsi [musik] Jawa Timur. Dengan penuh optimisme, DWP Provinsi Jawa Timur siap menyongsong tahun 2026 dan terus memberikan [musik] kontribusi positif dalam tiap langkah perjalanan berikutnya. Bersama [musik] Dharma Wanita Persatuan BPSM Jawa Timur bisa menciptakan [musik] perubahan yang lebih besar dan membawa manfaat yang lebih luas bagi banyak masyarakat. Boleh berikan tepuk tangan yang lebih meriah lagi, Bapak dan Ibu. Semoga kebersamaan ini semakin kompak dan juga semakin banyak prestasi yang dihasilkan. Dan selanjutnya hadirin yang kami hormati, sebagai ungkapan rasa syukur atas bertambahnya usia dan perjalanan Dharma Wanita Persatuan BPSDM Provinsi Jawa Timur. Marilah kita memasuki sesi pemotongan tumpeng dalam rangka hari ulang tahun DWP BPSDM Jawa Timur yang ke-26. Prosesi ini menjadi simbol doa dan harapan agar DWP BPSDM Jawa Timur senantiasa diberikan keberkahan, solidaritas, serta semangat kebersamaan dalam mendukung keluarga ASN dan pembangunan sumber daya manusia di Jawa Timur. Untuk itu mohon berkenan kepada Pak Kaban, Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Ibu Ketua DWP BPSDM Jawa Timur, Ibu Astrid Wahid, Ibu Narti, Ibu Jasuli, Sekretaris DWP BPSDM Jawa Timur, dan para kepala bidang DWP BPSDM Jatim untuk dapat hadir di depan tumpeng. Disilakan juga. Bapak Jamil Azini tentunya kami juga undang untuk bersama-sama dalam mengikuti prosesi pemotongan tumpeng. Berkenan kepada Ibu Ketua DWP BPSDM Ibu Liliana Ramlianto untuk melakukan pemotongan tumpeng sebagai wujud syukur. Bapak Ibu boleh diiringi dengan tepuk tangan yang meriah. Sebagai ungkapan rasa syukur kita pemotongan tumpeng ini akan diserahkan kepada Kepala BPSDM Jatim selaku penasihat DWP BPSDM Jatim. dicarikan lauknya yang paling enak kali ini. Tumpengnya sungguh cantik, sarat dengan makna. Nanti juga bisa dinikmati oleh seluruh tamu undangan yang hadir. Dengan lengkapnya lauk- pauk yang disajikan sebagai simbol bahwa lengkap pula DWP BPSDM Provinsi Jawa Timur dan semoga diperlengkapi lagi tahun depan semakin kompak, bersinergi, dan menghasilkan prestasi yang luar biasa. Turut diserahkan pula tumbang kepada Wakil Ketua DWP BPSDM dan sekretaris serta para kepala bidang DWP BPSDM Jawa Timur. Boleh tepuk tangan sekali lagi Bapak dan Ibu. Proses ini sebagai simbol kebersamaan. Setiap tahunnya akan diabadikan sebagai simbol kekompakan dan kebersamaan yang luar biasa. Izin Pak Jamil juga nanti menerima potongan tumpang sebagai apresiasi dari kami telah hadir mengisi acara dan juga pasti nanti memberikan inspirasi bagi kita semua para ibu. Disilakan Pak Jamil izin disilakan. Baik, tepuk tangan Bapak Ibu. Sekali lagi apresiasi dari kami kepada narasumber kita yang nanti akan memberikan materi. Para kepala bidang DWP mohon diterima satu persatu diserahkan. Baik, tanpa adanya pengurus dari DWP BPSDM Jatim tentunya kegiatan yang kita saksikan di kegiatan Kalidoskop tadi ini mungkin tidak akan sukses terjadi. Ini sebagai simbol apresiasi dari Ketua DWP BPSDM Jatim kepada seluruh pengurus agar semakin kompak nantinya bekerja sama di tahun 2026. Baik, dicukupkan tumpengnya kita akan foto bersama terlebih dahulu dengan seluruh tamu VIP dan juga para kepala bidang DWP BPSDM Jatim. Foto bersama. Kami akan panduh hitungan dua, satu. Pos sarangnya boleh biar nanti di kaleidoskop tahun depan cantik. Hitungan 3 2 sat. Terima kasih banyak. Foto bersama kami cukupkan. kami silakan kepada seluruh tamu VIP untuk dapat kembali ke tempat duduk masing-masing. Baik, Bapak, Ibu hadirin yang kami hormati. Selanjutnya adalah prosesi penyerahan tali ASI kepada purna Tugas Dharma Wanita Persatuan BPSDM Jawa Timur oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan BPSDM Provinsi Jawa Timur. Kami persilakan terlebih dahulu kepada para penerima tali ASI untuk mengambil tempat di depan. Yang pertama mengundang kepada Nyonya Haji Arnowo. Disilakan. Selanjutnya mengundang di atas panggung kami mengundang kepada Ibu Alviah serta Ibu Fitri Haryati. Selanjutnya mengundang dengan hormat kepada Ketua DWP BPSDM Provinsi Jawa Timur Ibu Liliana Aprianti atau Ibu Liliana Ramlianto untuk dapat hadir memberikan tali asih di atas panggung. Yang pertama diberikan kepada Nyonya Haji Arnowo. Bapak Ibu sekali lagi kita apresiasi dengan tepuk tangan. Foto bersama dulu menghadap kamera Ibu. Hitungan 3 2 1. Selanjutnya diberikan kepada Ibu Alvia. Mohon diterima Ibu sebagai ungkapan terima kasih kami. Tepuk tangannya dong Bapak dan Ibu. Sekali lagi semangat kebersamaan kita berupa apresiasi. Tepuk tangan juga diberikan kepada Ibu Fitri Haryanti. Menghadap kamera Ibu kita foto. Baik, foto bersama Ibu Ketua DWP BPSDM di tengah. Baik kami pandu hitungan 3 dua satu senyuman terbaik. Terima kasih. Foto bersama kami cukupkan. Kami silakan kepada ketua DWP BPSDM Jawa Timur untuk dapat kembali ke tempat duduk. Diikuti oleh penerima tali ASI. Bapak, Ibu hadirin yang berbahagia. Selanjutnya marilah kita dengar dan simak bersama sambutan sekaligus keynote speech ASN Belajar Ontage edisi spesial Haribu tahun 2025 kepada Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur selaku penasihat DWP BPSDM Jawa Timur Bapak Dr. Amnianto, SPMP. Kami silakan. [musik] Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita sekalian. Yang terhormat narasumber kita pagi ini, Pak Jamil Azzaini. Saya kenal beliau cukup lama ketika masih ngurusi dompet Dua. Tapi terakhir saya masih terkoneksi dengan Bapak. Saya baca buku terakhir Bapak eh eksponential leadership ada itu di meja saya baru saya resensi dengan teman-teman. Hatur nuwun rawuhnya Pak Jamil. Yang saya hormati dan saya cintai Ketua DWP BPSM Jawa Timur Ibu Liliana Ramli. Terima kasih acaranya yang luar biasa. Sampai saya dibelikan baju warnanya ungu. Ini baru sekarang saya pakai baju ungu. Untung enggak pink. Yang kami hormati dan kami muliakan para ketua DWP Perangkat Daerah Provinsi Jawa Timur. Matur nuwun sanget rawuhnya. Saya di baru ketika berangkat dari Malang ke Surabaya dibilangin kalau ngundang para ketua DWP perangkat daerah. Kalau tahu begitu, saya juga ngundang suaminya biar saya enggak sendiri. Ini hanya berdua dengan Pak Jamil di tengah ee ras terkuat di bumi. Matur nuwun Ibu-ibu atas rawuhnya di acara DWP BPSDM Jawa Timur. Hadir juga bersama kita yang saya hormati ee DWP kabupaten kota yang pada kesempatan ini berkenan hadir dan tentu para pengurus DWP Persatuan BPSM Jawa Timur ada para senior kita, ada Bu Wahid, ada Bu Pri, ada Bu Nyai Jazuli, dan tentu teman-teman para pejabat struktural fungsional yang hadir yang juga pengurus DWP Persatuan ee BPSDM Jawa Timur. Saya mohon izin, Pak Jamil. Ada beberapa slide yang ingin saya sampaikan. Saya nunggu momen ini memang karena gemes gitu. Ada yang sini enggak bisa. Oh, bisa. Jadi ada sedikit kekeliruan historis memaknai hari ibu. Saya scroll banyak sekali flyer dan ucapan tentang hari ibu dan ini hari ibu ya enggak boleh dibahasa Inggriskan. Saya bilang ke Bu Amel selaku panitia, "Jangan dibahasa Inggriskan. Udah beda ceritanya." Makanya saya di slide saya ini hari Ibu Indonesia karena beda. Memang beda. Tapi yang terjadi lanjut lanjut dulu. Lanjut dulu. Nah, flyer-flyernya itu bukan hari ibu. Ucapannya bahkan sekali bermeri, sekali berakademisi itu ucapannya bukan hari ibu tapi Mother's Day. Apa enggak boleh? Boleh. Tapi saya ingin meluruskan ini supaya kita sama-sama paham. Sambutannya Ketua DWP PPSDM tadi clear bahwa hari ibu itu bukan Mother's Day yang diperingati minggu kedua Mei. Kalau Mother's Day itu diperingati minggu ke-2 Mei dan di Indonesia enggak terlalu populer. Di negara-negara barat sangat populer. Kembali ke slide sebelumnya. Nah, inilah yang sering lewat di beranda ibu-ibu. Kalau hari ibu ya. [tertawa] Saya sudah telusuri, Bu patung ini, Ibu-ibu. Ini patung AI, artificial intelligence. Jadi, patung ini enggak pernah ada. sudah diteliti oleh berbagai platform yang saya pakai itu tidak pernah ada patung ini. Tetapi ini menggambarkan invisible labor seorang ibu. Betapa beratnya pekerjaan ibu. Kalau saya, Pak Jamil itu ada jam kerjanya. Tapi ibu-ibu itu enggak ada jam kerjanya. Tengah malam anaknya mengeluh lapar ya langsung tandang. tengah malam suaminya tiba-tiba demam masuk angin ya langsung bekerja. Kita laki-laki itu ada jam kerjanya tapi perempuan enggak ada jam kerjanya. Inilah kenapa patung ini kemudian sering disimbolisasi dengan diskursus tentang hari ibu, tentang feminist studies, tentang social justice dan keadilan gender. Jadi patung ini, Ibu-ibu, walaupun tidak nyata adanya menggambarkan betapa tugas ibu luar biasa. Ada sebuah syair yang ditulis oleh Ahmad Syauki. Beliau seorang penyair dari Mesir tahun 1900-an. itu menulis dengan sangat tegas, al umummu almadrasatun ula. Ibu itu sekolah pertamanya anak-anak. Sebenarnya apa yang ditulis oleh Ahmad Sauki ini tidak ingin menggambarkan ibu secara personal, tetapi Ibu sebagai sebuah komunitas yang ibu-ibu pasti tahu deh. Yang hadir dalam pendidikan pertama kali itu bukan negara. yang hadir dalam pendidikan pertama kali itu bukan sekolah, bukan guru yang kita kenal, tapi adalah seorang ibu. Nah, karena saking tidak seimbangnya ibu-ibu nih, peran ibu yang luar biasa di bidang pendidikan. Kemarin ada himbauan yang ngambil rapot itu bapak-bapak. Terpaksalah saya datang. [tertawa] Dan Anda tahu kan prosesi ambil rapot itu kan ritualnya panjang sekali. Kalau di sekolah anak saya yang kebetulan hari ini saya hadirkan juga itu ada kegiatan namanya Simponi Hasanah Bangsa. Ah, itu panjang sekali. Karena sekolahnya anak saya itu punya TK, punya SD, SD-nya 2, kemudian SMP, SMA punya pesantren. Ah, itu semuanya tampil mulai jam 0.00 ambil rapotnya 11.30. Betapa Bapak-bapak tidak tahan dengan situasi seperti itu. Tapi karena ini ada himbauan, ah saya hadir akhirnya untuk ngambil rapot. Nah, itulah kenapa simbolisasi ini penting untuk kita maknai bahwa Ibu memang enggak ada jam kerjanya. Ini foto, ini apa? Ini patung walaupun tidak nyata, Ibu-ibu luar biasa menggambarkan betapa peran ibu-ibu yang luar biasa. Sebab itu di kesempatan yang sangat berbahagia ini, izinkan kami menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Ibu-ibu yang luar biasa. Lalu apa Mother's Day yang kalau diterjemahkan ke Indonesia memang hari ibu. Lanjut lanjut. Foto ini adalah fotonya Anna Jervis namanya. Ana Jervis ini punya ibu namanya Enrif Jervis. Nah, Enrif Jarvis ini seorang ibu yang mendedikasikan dirinya merawat anak-anak korban perang saudara di Amerika. Karena saking sayangnya, saking hormatnya si Ana Jervis ini kepada ibunya ketika meninggal kemudian Ana Jervis ini mendedikasikan dirinya untuk mengajak masyarakat Amerika pada saat itu menghormati sosok ibunya, si En Rif Jervis. Nah, kemudian ini jadi viral ya, viral versi saat itu. Nah, sehingga kemudian pada tahun ee 1914 di Amerika kemudian untuk mengenang jasa-jasa enriff Jervis yang diperjuangkan oleh anaknya yang Ana Jervis ini itu kemudian dikekalkan menjadi hari ibu versi mereka yang disebut Mother's Day. Tapi ingat ibu-ibu, Mother's Day kemudian mengandung ironi yang luar biasa. Anna Maria Jervis itu meninggal dalam keadaan miskin karena memperjuangkan menolak komersialisasi Mother's Day yang luar biasa yang sudah keluar dari marwah hari ibu yang dia dedikasikan untuk ibunya yang luar biasa. sehingga Mother's Day di sana kemudian dikomersialisasi menjadi pesta-pesta, menjadi pemberian hadiah yang kemudian menjadi brand ya. Kayak kita lebaran itu loh semuanya kan jadi lebaran iklannya. Nanti kalau bulan Februari mulai Januari mulai muncul-muncul iklan Marjana itu sudah mulai komersialisasi hari raya. Saya kira Pak Jamil sangat memahami itu karena beliau aktif di ekonomi syariah. Nah, sehingga kasihan banget sih Ana Maria Jervis ini meninggalnya dalam keadaan menderita dalam perjuangannya menolak komersialisasi Mother's Day. Nah, inilah Mother's Day. Menghormati ibu biologis. Tapi coba lihat hari ibunya Indonesia dari mana. Persis seperti sambutannya ketua DWP tadi. Lanjut. Nah, ini hari ibunya Indonesia, Ibu-ibu. Jadi, ini dari kongres bukan menghormati Ibu secara biologis, tetapi secara ideologis. Ini berlangsung tanggal 22 menurut catatan sejarah berlangsung 22 sampai 25 Desember 202. dan kemudian ini dijadikan momentum hari ibu itu. Jadi luar biasa Mother's Day-nya Amerika yang kemudian mendunia dengan hari ibunya Indonesia itu jauh lebih spektakuler maknanya itu hari ibunya Indonesia. Kenapa lahirnya? Bukan karena menghormati sosok ibu biologis si Narvis ini, tetapi menghormati perjuangan ibu-ibu pada saat itu. Yang kebayangkah si ibu-ibu tahun 1928 ada kongres perempuan? Sekarang mau rapat Dharma Wanita aja milih harinya lama sekali. Yang hari ini ibu ini enggak bisa, yang besok ibu ini yang enggak bisa. Yang pengurus ini yang jadi ketuanya lagi sakit, yang ini lagi umrah. Kebayang enggak 2025 97 tahun yang lalu sudah ada kongres perempuan dan ini terus lanjut slide-nya 2029 2035 2029 kemudian 2035 itu kemudian dikukuhkan sebagai diusulkan kemudian sebagai hari ibu. Jadi perjuangannya luar biasa, Ibu-ibu. Luar biasa ini. Jadi kalau tadi sambutannya ketua DWP menyatakan memang ini hari ibunya Indonesia ya memang beda dengan Mother's Day-nya Amerika. Karena memang ini lahir dari sebuah pergerakan bukan lahir dari masalah-masalah yang keluarga seperti Ana Jervis ke in Jervis ibunya. Lanjut. Nah, ini perjalanannya. Kemudian, Ibu-ibu, tahun 1959 Presiden Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember itu sebagai hari Ibu. Alhamdulillah saya masih dapat dokumennya di arsip daerah dan kemudian ini dijadikan momentum hari ibu. Inilah hari ibu kita. Saya membuat kesimpulannya lanjut. Nah, ini bedanya. Jadi kalau hari ibu itu di Indonesia itu karena gerakan perempuan yang Mother's Day itu inisiatif personal si Ana Maria Jervis. Titik sejarahnya itu kongres yang itu digagas oleh Ana Jervis yang ibunya luar biasa menjadi pejuang ee memelihara apa merawat anak-anak korban perang saudara. Latar belakangnya jelas beda ya. Kesadaran kebangsaan. Kalau di Indonesia persis seperti sambutan tadi dan kalau di sini adalah eh kalau di Amerika adalah penghormatan emosional kepada Ibu. Dan beda Bu tadi ngikuti Mother's Day tadi ngasih hadiah bunga dan kartu ucapan tadi. Tapi hari ini DWP Persatuan BPSDM mengadakan seminar itu memang makna intinya adalah bentuknya adalah refleksi, diskusi, dan penguatan peran. Nah, sebab itu ibu-ibu yang saya hormati yang luar biasa, hari ibu di Indonesia ini luar biasa. Bukan semata-mata ibu secara biologis, tetapi juga ibu secara ideologis. Dan kita menyaksikan luar biasa peran-peran sosial, peran-peran politik, peran-peran ekonomi. Bahkan di pemerintahan perempuan Indonesia diakui memiliki peran-peran strategis yang signifikan. Nah, sebab itu sekali lagi atas nama PPSTM Jawa Timur kami menyampaikan hari Ibu semoga peran Ibu ke depan semakin strategis baik di keluarga, di masyarakat, maupun di tempat kerja. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak, Ibu hadirin yang berbahagia. Dalam momentum Hari Ibu hari ini kita akan menyimak sebuah tayangan video berisi ucapan dan pesan Hari Ibu dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Ibu Rini Widiantini. Pesan ini menjadi pengingat akan peran perempuan dan ibu yang begitu mulia. Tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga dalam pengabdian, pelayanan, dan pembangunan bangsa. Selamat menyaksikan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [musik] Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Salam sejahtera untuk [musik] kita semua. Rahayu para ibu dan perempuan Indonesia yang saya cintai. [musik] Hari ini bukan sekedar peringatan tahunan. Hari ibu adalah momen untuk berhenti sejenak, [musik] menarik nafas, dan mengucapkan terima kasih dengan tulus kepada para perempuan Indonesia. Terima kasih atas peran yang sering dijalani dalam senyap, [musik] atas ketubuhan yang tidak selalu terlihat, dan kasih sayang yang terus menguatkan keluarga. Bahkan di saat lelah [musik] dan tak terucap. Di rumah, para ibu menjadi penopang ketahanan keluarga. Di luar rumah, perempuan hadir sebagai [musik] profesional yang bekerja dengan dedikasi dan tanggung jawab. Menjalani keduanya bukan hal yang mudah, namun dijalani dengan ketulusan [musik] dan keteguhan hati. Karena itu menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus menghadirkan ruang yang setara dan berkeadilan agar perempuan dapat tumbuh, berdaya, dan berkontribusi [musik] secara optimal bagi bangsa dan negara. Selamat hari ibu. Peluk hangat dan [musik] rasa hormat saya untuk seluruh ibu dan perempuan Indonesia. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak, Ibu boleh kita apresiasi dengan tepuk tangan. Ucapan yang sangat baik sekaliam dan menginspirasi pada acara hari ini. Hadirin dimohon berdiri. Menyanyikan lagu Mars Dharma Wanita Persatuan. [musik] DMA wanita persatuan bersatu padu ikut berjuang wujudkan [musik] masyarakat hadir dan serta sejana merata [musik] melaksanakan [musik] membina instr pegawai negeri pandang untuk [musik] pendidikan dan ekonomi sosial dan budaya. Tercapailah [musik] harapan kita, sejahteralah anggota [musik] dan keluarganya. sedang mempersembahkan dan [musik] kepada bangsa. Tingkatkan sumber daya [musik] insan. Lindungi dan hormati hak asasikan. Melaksanakan [musik] dengan mandiri membina istri pegawai negeri. [musik] Tingkatkanlah mutu pendidikan dan ekonomi, sosial dan [musik] budaya. Tercapailah harapan kita. [musik] Sejahteralah anggota dan keluarga. Bapak, Ibu hadirin, selanjutnya kita akan abadikan momen kebersamaan dengan berfoto bersama. Untuk itu kami silakan terlebih dahulu kepada tamu VIP untuk dapat berbaris di depan. Di samping kanan dan kiri juga kepada pengurus DWP BPSDM Provinsi Jawa Timur turut mendampingi Bapak dan Ibu yang ada di pojok kanan kiri. Boleh lebih merapat lagi Bapak, Ibu, dan teman-teman fotografer dokumentasi silakan untuk mengambil gambar dari atas panggung. Kita akan berwifi agar dapat satu frame yang cantik. Baik, boleh lebih merapat lagi pojok kanan dan kiri Bapak Ibu supaya dapat satu frame yang bagus. Baik, teman-teman fotografer sudah mendapatkan angle yang bagus. Foto bersama dalam dua pose. Hitungan tiga, dua, satu. Selanjutnya karena memang ini posis kebersamaan, tangan mengepal di depan. Baik, yang di belakang boleh angkat ke atas, Ibu. Nah, supaya terlihat hitungan 3 2 S. Foto bersama kami cukupkan. Terima kasih. Oh, satu lagi dong serange. Ini simbol cinta kasih sayang seorang ibu yang tercermin. Baik, dalam foto bersama ini hitungan tiga, dua, satu. Cakep. Terima kasih banyak Bapak Ibu. Silakan kepada tamu VIP untuk kembali ke tempat duduk masing-masing. Teman-teman fotografer terima kasih sudah mengabadikan momen kebersamaan ini. Dan selanjutnya kita akan bersama-sama menyimak sebuah inspirasi yang tentunya di akhir tahun ini akan semakin membangkitkan peran kita sebagai seorang ibu yang mungkin tidak hanya berada di rumah saja, namun juga turut bekerja dan juga keluar rumah begitu Bapak dan Ibu untuk dapat berkegiatan sambil mengurus pasangan, suami dan juga anak, namun tetap berkarya. Dan seperti apakah konteks perempuan dalam banyak peran meneguhkan hati menjaga keseimbangan? Sebentar lagi akan kita ketahui bersama Bapak dan Ibu melalui sesi seorang inspirator dalam acara Dharma Wanita Persatuan Perempuan dalam banyak Peran ASN Belajar on stage edisi spesial Hari ibu. Perempuan kerap menjalani banyak peran dalam satu waktu. Di balik kekuatan yang tampak ada hati yang perlu diteguhkan dan keseimbangan yang perlu dijaga. Nah, pada sesi ini kita akan mendapatkan inspirasi melalui materi perempuan dalam banyak peran meneguhkan hati menjaga keseimbangan bersama inspirator sukses mulia Bapak Jamil Azzaini. Dan semoga saja sesi ini menguatkan, menyentuh, memberi makna setiap peran yang kita jalani yang tentunya akan dipandu oleh moderator Ibu Amalia Pramudiansari, SstsP, M.M. Disilakan. Baik, terima kasih Mbak Fani. Tepuk tangan untuk Mbak Fan Bapak Ibu. Masyaallah. Oke. Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Izin ini 1000 ibu-ibu namun suaranya belum semangat. Boleh sekali lagi ibu-ibu yang cantik, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Masyaallah, saya doakan rezekinya lancar yang semangat membaca menjawab ini hari ini. Baik. Ada kebahagiaan tersendiri tentunya saat menyadari bahwa menjadi perempuan adalah anugerah. Menjadi ibu adalah sebuah amanah yang sangat besar dan menjadi bagian dari keluarga besar ASN dan juga Dharma Wanita Persatuan adalah suatu kebanggaan. Ibu-ibu hadir hari ini luar biasa mentor kita semua gurunda tercinta. Kalau biasanya itu kami menti-menti beliau atau coach-koach beliau itu manggilnya Babe Bapak Ibu semuanya. Dan beliau ini adalah seorang inspirator sukses mulia. Saat ini beliau di doktoral candidate S3 di IPB University. S1, S2 beliau di IPB. Kemudian saat ini juga master trainer gitu ya. Banyak pengusaha-pengusaha dan trainer-trainer handal di Indonesia ini yang lahir dari beliau, Ibu-ibu sekalian. Kemudian beliau juga di perusahaan direktur tahfiz Leadership, founder Kubik Leadership kalau Bapak Ibu follow gitu ya. Dan juga beliau juga founder academi trainer. Kemudian yang juga yang sering mengeteskan untuk potensi ada Stepin Genetic Indonesia dan juga beliau adalah solver Stepin komisaris di empat perusahaan dan masih banyak yang lain. Saat ini saya menghitung tadi ada 12 buku yang sudah beliau tulis. Boleh applause untuk beliau, Bapak Ibu. [tepuk tangan] di antaranya buku trainer, kemudian spiritual leader, leadership inspiration dan juga tadi yang disampaikan oleh Pak Kaban exponential leader dan juga engaging communication adap adaptive leader kemudian speak to change dan masih banyak yang lain sampai dengan kubik leadership. Hari ini tentunya kita bersama-sama kosongkan gelas, Ibu-ibu, karena beliau hadir jauh-jauh dari Jakarta akan memberikan inspirasi sukses mulia untuk kita semua. Di mana gelas yang kosong nanti akan mudah ilmu dan juga insight upgrade diri akan masuk. Semuanya sudah siap, Ibu-ibu? Siap. Siap. Kita panggil bersama-sama Babe Jamil Azzaini. Kes baik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad wa ala sayyidina Muhammad. Para izin Liliana, Ibu semuanya. Ee sebelum dimulai saya mau tanya, kita di sini mau ngapain? Bersenangsenang. Ah, betul. Kita di sini mau bersenang-senang bukan mau belajar. Yang niatnya belajar disimpan dulu. Karena kita di sini mau bersenang. Bersenang-senang. Bukti bahwa senang-senang. Tolong berikan senyum terindah buat kanan kirinya dulu. Silakan. Iya. Senyum itu mudah, mudah, gratis. Gratis. Maka saya punya hipotesis, orang yang jarang senyum biasanya jarang traktir. Ya, yang gratis saja pelit, apalagi yang bayar. Maka selama sesi saya, kita banyak senyum ya, senang-senang. Kenapa? Karena senyum itu juga ternyata mengundang rezeki. Tadi tadi saya waktu masuk ruangan ini saya lirik kanan kiri kok ini jarma wanitanya cantik-cantik ya. Ternyata ada pelatihannya ya. Tadiah lihat ada color ada kemudian performance. Oh pantesan jadi dandanya pas-pas gitu ya kan. Saya sering ngisi dharma wanita-darma wanita yang lain. Tapi kalau di sini lebih cantik lebih cantik ya. Tepuk tangan dong. Iya. Kalau belajar dengan sehat, selain senang-senang, yang kedua semangat. Masih semangat? Semangat. Coba kalau gitu saya atas semangatnya. Tepuk semangat. Loh, pramuka itu. Tepuk pramuka. Biasanya kalau Bapak-bapak nih ya, istri saya juga kalau saya nonton juga suka dampingi. Kalau kita nonton sepak bola badminton itu ada trikan Indonesia. Ah, itu tepuk semangat. Coba kalau gitu dipraktik Indonesia. Sekarang kalau tepuk semangat satu gitu ya. Tepuk semangat satu. Iya. Kalau tepuk semangat dua. Wah ababnya dikeluarin ya. Tepuk semangat. Dua ya. Enggak berani ke samping ya. [tertawa] Oke, berarti senang-senang sudah, semangat sudah. Bapak, Ibu, saya sering ke Surabaya karena istri saya orang Surabaya ya. Dan ee kakak-kakak ipar saya ee hampir semuanya di Surabaya. Jadi insyaallah Surabaya sudah familiar buat saya ya. Jadi, kalau jangkrik saya tahulah ya. More-more [tertawa] baik berarti siap mulai. Kalau begitu sebelum mulai mohon maaf tangan kanan diangkat tepukan sebelah kanannya dan ikuti kata-kata saya. Friend, friend, friend. Acara sudah dimulai. Acara sudah dimulai. HP-nya disimpan. Jangan WhatsAppan di sini. Jangan. Apalagi nerima telepon. Iya. Sekarang tangan kirinya. Friend, friend, friend, friend. Thank you ya, friend. Kalau lihat saya main HP jangan sungkan-sungkan, cubit aja. Dan saya ikhlas kalau HP saya bunyi saya bunyi jadi door price. Gimana kalau ada HP yang bunyi, HP-nya kita ambil jadikan door price. Sepakat? Sepakat. Kecuali yang menj sini saya enggak berani ya. Sepakat. Untung nges konsentrasi. Kalau ditanya sepakat jawabannya setuju. Kalau ditanya setuju jawabannya seat sepakat. Ibu ini boleh tidak sekeras-kerasnya Bu. Ah mumpung boleh tidak sekeras-kerasnya. Teriak sekeras-kerasnya. Kenapa teriakan keras bisa mengurangi stres, Pak Jamil? Saya enggak stres kok gampang untuk menandai Anda stres atau tidak. Saya tanya ke psikolog, ada stres ringan, menengah yang berat. Stres yang ringan itu apa? Saya tanya, stres ringan itu kayak apa? Gini, "Babe mau WhatsApp saya ambil handphone. Begitu buka handphone ada mension. Mension-nya dibuka, dibaca. Selesai dibaca tadi saya mau WhatsApp siapa ya?" Ah, itu stres ringan. Kalau stres yang menengah apa? Sering sariawan, sering sakit perut. Terus yang ketiga ngantukan. Jadi kalau selesai selesai ee di acara ini ada yang bolak-balik ngantuk kemungkinan stres. Nah, salah satu cara menguranginya dengan cara teriak sekeras-kerasnya. Mumpung boleh teriak sekeras-kerasnya, teriak sekeras-kerasnya. Dan kalau stres yang berat kayak apa? Di ruangan ini pada ketawa, Anda masih mikir lucunya di mana sih? Ya, jadi kalau ada orang terlambat ketawa kemungkinan stres dan itu stresnya stres berat. Makanya kalau ibu-ibu punya anak yang susah senyum ya, punya suami yang pulang kantor kok enggak senyum, ah ini berarti stres berat. Ini perlu dihibur. Karena kata David Taukin, orang yang stres berat susah senyum itu pintu awal untuk bunuh diri. Ya, jadi kita perlu murah senyum. Sepakat? Sepakat. Saya setuju. Setuju. Sepakat. Masih kurang keras. Sepakat. Setuju? Setuju. Baik, berarti siap mulai. Iya. Nah, kalau dimulai mohon maaf Bapak Ibu ya, Ibu-ibu ya. Klik Mas Rofi bisa dibantu Mas. Ah, kenalan ringkas ya. Saya sebenarnya sebagai pengusaha Bapak, Ibu eh Ibu-ibu dan sehari-hari itu saya membina tiga R trainer, leader, entrepreneur. Hampir sebagian besar trainer yang sekarang sedang muncul di Indonesia itu didikan saya. Jadi kalau Ibu-ibu ada yang mau jadi trainer boleh nanti berguru sama saya. Saya juga mendampingi banyak leader dari berbagai BUMN termasuk mendampingi entrepreneur UKM, usaha kecil miliaran ya. Karena kalau nama itu doa. Kalau usaha kecil menengah nanti usahanya kecil terus mentok-mentok menengah. Maka UKM itu usaha kecil miliaran. Miliaran. Ada 138 UKM yang saya bina dulu modalnya sejuta, 2 juta, R3 juta. Alhamdulillah akhir tahun yang lalu kami konsolidasi total asetnya sudah lebih dari 12,4 triliun. Ya, lumayan ya. Jadi, ibu-ibu kalau mau belajar bisnis dari sekarang ya, jangan pas MPP masa persiapan pensiun baru belajar bisnis ikut pelatihan lele kepatil, ikut pelatihan cacing mati semua. Ikut pelatihan jangkrik bangkrut dan terakhir muring-muring, jangkrik jangkrik. Jadi latihannya dari sekarang, Pak. Saya enggak mau jadi trainer, enggak mau jadi leader, enggak mau jadi entrepreneur. Boleh enggak titip anak saya, keponakan saya, saudara saya? Boleh. Nanti saya saya tampung di tahfiz leadership. ya. Programnya 10 bulan. Lulus dari situ punya empat keahlian. Satu, leadership-nya oke. Dua, public speak-nya oke. Tiga, wawasan bisnisnya oke. Dan yang keempat hafal Al-Qur'an 30 juz ya. Dan itu gratis enggak perlu bayar. Tepuk tangan buat kita semuanya. [tepuk tangan] Pak Jamil, nanti kalau gratis kurang gizi, insyaallah dijamin gizinya. Nanti dijadikan alat mencari sumbangan, insyaallah enggak nyari sumbangan. Terus dibiayai dari mana? Dari keuntungan-keuntungan bisnis yang kami jalani. Alhamdulillah ada di beberapa kota Bapak, Ibu. dan ini sudah 12 tahun. Jadi sekarang sedang seleksi angkatan yang kita belas. Saya senang karena lulusannya tersebar ke banyak negara. Ee bulan Juli kemarin saya ke Jepang ketemu alumni tahfiz list di Jepang. Waktu saya umrah Ramadan tahun lalu eh tahun ini ya awal tahun ini di Makkah saya ketemu alumni. Di Madinah saya ketemu alumni yang sedang S2 di sana. Dan alhamdulillah minggu lalu ada alumni yang berangkat ke Kairo karena diterima di Alazar. Jadi senang. Ee tepuk tangan dong buat kita semuanya. Dan ee saya sudah nulis 16 buku. Dan kemudian Bapak Ibu saya sudah punya anak biologis lima ya. Kalau anak ideologis saya banyak karena di santri-santri itu saya anggap itu anak saya. Jadi saya sudah punya cucu enam. Sudah Ibu sudah punya cucu Bu. Saya sudah punya cucu enam ya. Cucu pertama saya di Jerman karena dapat suami orang Jerman anak saya dan sudah punya anak satu. Jadi saya bilang sama dia, "Biarkan tetap warga negara Jerman latihan dulu di Bayern Munsen. Nanti waktu 15 tahun naturalisasi ya." Iya. Biar naturalisasinya tidak semuanya dari Belanda ya. Kemudian ee anak saya, mantu saya apa, cucu saya yang lain ada di Bandung, di Jakarta dan di Bogor. Siap mulai? Siap. Kalau gitu kita mulai ya, Bapak Ibu. Oke, kita akan mulai ya. Kesehatan mental sekarang menjadi isu global. Bahkan Martin Silikman mengatakan sekarang itu terjadi paradoks. Hiburan makin banyak sekarang. Ibu-ibu mau nonton Netflix kapan aja bisa? Mau nonton YouTube di toilet bisa. Perjalanan ke sini nonton drama Cina bisa, drama Korea bisa? Kapan-kapan bisa. Tapi kata Martin Silikman, hiburan makin banyak tapi orang stres makin banyak. Harusnya kalau hiburan makin banyak orang stres berkurang ya. Tapi ini malah makin banyak Bapak Ibu. Bahkan WHO mengeluarkan ya menurut berbagai riset ya setelah COVID-19 jumlah orang stres di dunia ini ada 22%. Berarti kalau di sini ada 100 orang yang stres 22 orang. Ah pertanyaannya Ibu-ibu, siapa yang paling banyak stres? Termasuk ternyata kaum perempuan. Kalau dibuat persentasenya jumlahnya yang paling stres itu kaum perempuan. Kenapa? Karena ternyata kaum perempuan itu memiliki banyak peran, Ibu-ibu, ya. Perannya banyak banget. Klik klik klik. Iya. Yang pertama ini jalan enggak, Mas? Agak delay. Tapi delay-nya L, Pak. Perang ganda. ya tuntutan profesional di kantor sering berbenturan, di rumah juga masih perlu layi. Sudah gitu ada dharma wanita lagi ya kan banyak peran tuh ibu-ibu ya. Ee makanya kemudian banyak stres. Maka salah satu menghilangkan stresnya gimana? Nanti kita akan pelajari ya. Tapi saya bulan Januari eh tahun ini road show di Jepang ketemu dengan Bu Aisyah Dahlan selama 10 hari saya rusuh di Jepang. Bu, Bu, saya mau tanya sih, Bu. Ibu itu kan di videonya suka ngomong ee wanita yang sehat itu wanita yang cerewet, Bu. Emang ada risetnya, Bu? Apa kata Bu Aisyah Dalan? Dia manggil saya babe. Babe, ada risetnya, Bi. Wanita yang sehat mental itu wanita yang cerewet. Dan wanita kalau ingin sehat mental setiap hari harus mengeluarkan lebih dari 16.000 kata. Jadi, kalau ibu-ibu sehari-hari masih mengeluarkan kurang dari 16.000 Ibu kata berarti stres. Maka kalau ibu-ibu sekarang cerewet, pertahankan. Kalau kurang cerewet tingkatkan. Makanya enggak apa-apa Ibu-ibu cerita terus. Karena saya tahu bahwa ibu-ibu itu karena salah satu menghilangkan stresnya dengan cerita, maka kalau saya sudah sampai rumah, saya bilang sama istri saya, "Ma, begitu aku sampai rumah dadaku dan telingaku hanya untukmu." Ya. Dan saya bilang sama istri saya, "Dada sebelah kiri ini spesial untuk mama." Ya, yang kanan dia enggak nanya ya. Entah sudah berapa literar air mata di sini. Terus telingaku hanya untukmu. Kenapa? Supaya dia bercerita. Daripada ceritanya di sosmet, daripada ceritanya ke mantan, mending ceritanya ke saya. Dan akhirnya kebiasaan saya mendengarkan cerita terdengar oleh kepotakan saya di Surabaya ini. Dia seorang dosen ya di Unesa ya. Ee seorang dokter juga. Om, Om, saya dengar Om Jamil suka dengerin cerita tante ya. Iya. Supaya ingin makin hot, Om. Dengerin cerita itu ada rumusnya Om. Apa rumusnya? Him, Om. Apa itu HIM? Huruf pertama H, huruf kedua I, huruf ketiga M. Ya, saya tahu maksudnya apa. Kalau tante lagi cerita keluarin huruf pertama H. Hm. Begitu dia semangat keluarin huruf kedua I. Iya. Ta tambah semangat ya. Dan pada saat puncak-puncaknya keluarnya huruf M. Moso? Itu saya praktikin, Bu. Maka alhamdulillah ya istri saya insyaallah enggak stres karena tiap hari cerita. Bahkan kadang ceritanya ada yang sama dengan kemarin. Ya, kita enggak boleh ngomong bukannya kemarin sudah diceritain itu urusannya bisa panjang ya. Apalagi ibu-ibu selain peran ganda terjadi pada perempuan perannya banyak. Sudahlah istri ibu ya kemudian dharma wanita boleh jadi Anda bekerja. Ternyata ibu-ibu kadang lelah mental. Kenapa? Karena kadang ibu-ibu yang harus dikerjakan banyak banget. Ya, saya pernah merenung. Seandainya aku tukaran peran sama istri saya, istri saya nyari nafkah saya di rumah, kayaknya saya stres, Bu. Iya, Bu. Ya, enggak sanggup gitu. Enggak sanggup. Wong pernah istri saya di rumah sakit itu ya Allah ya pusing walaupun di rumah saya punya dua pembantu itu gelisahnya luar biasa ya dan karena kemudian yang mau dikerjakan banyak maka lelahnya luar biasa. Sudahlah begitu kadang-kadang bawa sampah pikiran pikiran di kantor dibawa ke rumah masalah di rumah dibawa ke kantor. Itu yang membuat ibu-ibu lelah. yang membuat ibu-ibu capek. Dan hari ini saya akan berbagi bagaimana supaya pulang dari sini walaupun perannya banyak, Bapak Ib ibu-ibu semuanya makin bahagia. Mau atau mau banget? Enggak usah khawatir. Ini pengalaman saya yang saya sampaikan ke banyak-banyak, Ibu dan yang saya sampaikan sebagai mahasiswa S3 IPB ini berdasarkan riset ya. Jadi tidak jualan abab, jualan air ludah. Nanti pulang bisa dipraktikin ya. Nah, maka Ibu-ibu kita akan bahas ini. Kenapa kok ini penting? Karena ternyata apa, Ibu? Nasib seseorang dipengaruhi oleh apa? Nasib seseorang dipengaruhi oleh karakter. Karakter seseorang dipengaruhi oleh apa? Karakter seseorang itu dipengaruhi oleh kebiasaan. Kebiasaan seseorang dipengaruhi oleh apa? Tindakan. Tindakan seseorang dipengaruhi oleh apa? Pikiran. Pikiran seseorang dipengaruhi oleh apa? Perasaan. Maka kalau perasaannya kita lagi marah, lagi jengkel, pikiran kita, pikiran orang marah, tindakan kita tindakan orang marah, kebiasaan kita kebiasaan orang marah, karakter kita karakter orang marah, nasib kita jadi pemarah. Maka hati-hati dengan emosi, hati-hati dengan perasaan. Karena perasaan mempengaruhi masih ingat? Perasaan mempengaruhi pikiran, pikiran mempengaruhi tindakan, tindakan mempengaruhi kebiasaan, kebiasaan mempengaruhi karakter, karakter mempengaruhi nasib. Maka kalau kita ingin membenahi nasib kita di masa tua, yang perlu kita benahi apa? Perasaan kita. Maka kalau ada orang yang baperan, pikirannya, pikiran orang baper, tindakannya tindakan orang baper, kebiasaannya kebiasaan orang baper, karakternya baperan, nasibnya baperan. Maka ibu-ibu perlu tahu apa kira-kira yang membuat kita itu baper, yang membuat kita itu menderita. Nah, Scott Pek itu sudah melakukan riset. Ada lima sumber penderitaan. Yang pertama apa? Yang pertama ternyata ibu-ibu menyesali masa lalu. Hah? Salah salah dapat suami. Ah, menderita itu bojoku iki. Ya Allah, tidure ngorok, ngiler, pelit. Ibu-ibu menderita kalau nyesal ya. Atau menyesali masa lalu yang lain. Ya Allah, aku pernah berbuat ini ya Allah. Nyesal banget menderita. Yang kedua apa? Yang kedua adalah mengkhawatirkan masa depan. Ya, kira-kira nanti setelah pensiun gimana ya? Jangan-jangan mantap makan tabungan. Ya Allah, gimana anak-anakku masa depannya gimana? Menderita ibu-ibu. Yang ketiga, yang ketiga itu tidak menerima kondisi saat ini ya. Aduh, ini akhir bulan kok ada pertemuan. Anggar sudah tutup masih berangkat. Ya Allah, BPSDM tuh ngadain acara kok tanggal 23 harusnya dipanggar tuh. Sudah gitu pertemuannya cuma di Surabaya harusnya dibalik, dibalik, dibalik gitu. Kalau enggak terima kondisi saat ini menderita. Yang keempat apa? Yang keempat tadi menyerahkan kebahagiaan kita pada mulut orang lain. Ya, gimana kok apa? Oh, tidak mau memaafkan kesalahan orang lain. Heh, sampai tujuh turunan enggak gue maafin loh. Yang ngomong gitu dijamin menderita. Makanya kalau ada orang ngomong sama saya, "Bu, Pak Jamil sampai tujuh turunan Pak Jamil enggak saya maafin. Saya akan bilang, "Saya turunan keedelapan." Iya. Dan yang kelima, Pak? Menyerahkan kebahagiaan kita pada mulut orang lain. Eh, teman kamu tasnya bagus kok. Kamu tasnya biasa aja sih? Akhirnya Anda beli tas pakai ngutang lagi. Kelihatannya keren padahal kere. Keren sama kere bedanya huruf N. Ngutang ya. Ih, yang itu seragamnya baru. Kamu kok masih pakai yang lama? Menderita. Karena kita menyerahkan kebahagiaan kita pada mulut orang lain. Masih perlu validasi. Ingat ya, berharap pada pujian manusia adalah patah hati yang disengaja. Ibu-ibu mau patah hati? Kalau mau gampang berharap pada pujian manusia. Begitu enggak dipuji, aku sudah rapat rapat susah-susah enggak diapresiasi. Ya Allah, aku sudah meninggalkan ini itu, aku ikut ini. Masih enggak diapresiasi. Sedih aku sedih menderita. Atau Anda melakukan kegiatan-kegiatan di Darma Wanita karena ingin dapat pujian, karena ingin dapat tepuk tangan. Ingat, nyamuk mati juga karena tepuk tangan. Hati nurani kita bisa mati kalau kita berharap tepuk tangan. Kira-kira Ibu-ibu di antara lima ini ada yang ada? Ada yang menyesali masa lalu? Enggak ada. K. Ada yang mengkhawatirkan masa depan? Ada. Ada yang tidak menerima kondisi saat ini, ya Allah enggak mau hadir di absen misalnya ya kan ada itu registasi akan dapat sertifikat kalau ini ini gitu ya. Kemudian apa? Tidak mau memaafkan kesalahan orang lain. Ada yang tidak memaafkan kesalahan orang lain? Sakit Pak. Ya Allah itu sakitnya saya enggak akan maafin Pak. Sakit Pak Menderita, Ibu. Dan kemudian menyerahkan kebahagiaan kita pada mulut orang lain. Ada satu di antara lima ini yang Anda punya. Atau Pak lima-limanya ada, Pak. [tertawa] Ah, itu berarti menderita itu senyumnya sudah susah. Oke, mudah-mudahan enggak ada ya. Gimana menyesali masa lalu nanti kita tahu, nanti kita akan obati. Gimana mengkhawatirkan masa depan supaya enggak khawatir nanti juga akan kita sampaikan. Gimana supaya kita menerima kondisi saat ini? Gimana supaya kita bisa memaafkan orang lain? Dan gimana supaya hidup kita tidak perlu validasi dari orang lain. Kita menjadi diri versi terbaik. Kita melakukan sesuatu bukan karena ingin dapat pujian dari orang lain. Sampai sini bungkus lanjut. Iya. Yang ini nanti direnungkan di rumah sambil pulang ke daerah di mobil di jalan. Aku enggak aduk aku adu enggak ya satu di antara lima ini ya? Kalau aku pantesan ada suka marah-marah. Kenapa Bapak Ibu ini perlu kita ketahui? Karena kalau itu ada dalam diri kita dan tidak kita sembuhkan nanti ter menular. Menular ke anak, menular ke pasangan. Kalau di dalam istilah psikologi, luka hati itu, luka batin itu kalau tidak disembuhkan akan menular kepada anak-anak. Memang luka batin itu tidak berdarah, tapi luka yang tidak berdarah itu lebih menyakitkan dibanding luka yang berdarah. Ibu-ibu pernah ngerajang sayur kena pisau? sakit. Masih ada yang lebih sakit yaitu luka batin. Luka batinnya itu salah satu yang paling berbahaya menurut Kotpek ya. Lima ini. Kita lanjut ya. Oke, pertanyaannya sekarang I ya. Mar ee siapa? Si David Hawkin sudah melakukan riset. Ibu-ibu kalau ingin semakin bahagia jauhi energi kesadaran di bawah 200. Karena itu merusak dan membuat hidup semakin menderita. Mana yang di bawah 200? Dari sini, Bu. Ya. Yang paling berbahaya mana? Energinya cuman 20. Merasa hina. Aku ini menjadi wanita yang tidak berguna. Aku hanyalah remah rengginang. Bahaya loh itu, Bu. Karena energinya cuma 20. Ibu enggak akan punya semangat. Ibu enggak akan punya energi untuk kemudian maju. Ada yang lebih naik sedikit, merasa bersalah. Ih, aku pernah ditugasin jadi ketua panitia. Salah. Setelah itu diomongin terus dipanggil sama Bu Amel terus dikasih saran ini, ini, ini. Terus setelah itu setiap rapat diomongin, "Jangan seperti ibu itu ya. Anda merasa bersalah itu energinya 30. Merasa putus asa, kayaknya kita enggak mungkin ya. Kayaknya saya ngomongin suamiku itu enggak akan berubah. Suamiku dari dulu sudah tak omongin kalau naruh anduk di tempatnya ini masih aja di tempat tidur. Aku malas ngomongin malas daripada berantem malas. Energinya 50. Ini kalau dilihat ketawanya kayaknya pernah kejadian ya. Begitu juga menyesal nih Bu tadi ya. Cemas takut energinya 100. Rakus marah sombong. Orang yang mulai percaya diri. orang yang mulai bertumbuh, orang yang mau semakin maju. Kalau apa? Kalau energinya di atas 200, berarti apa? Berani tanggung jawab. Kalau dikasih amanah, saya ambil tanggung jawab. Kalau salah dia ngaku salah. Tidak. Kemudian habis sih anggarannya enggak cukup, habis arahannya enggak jelas, habis enggak didukung sama teman-teman. Ah, itu namanya enggak bertanggung jawab. dia berani bertanggung jawab ya dan energinya akan tumbuh luar biasa kalau energinya di atas 500. Berarti apa? Hidup kita dipenuhi dengan welas asih, dengan cinta. Terus hidupnya kita itu enjoy, senang. Ya, maka saran saya kata David Taukin, kalau bisa kita enggak punya energi yang membuat kita menderita yang energinya di bawah 200. Sombong ini suka membanggakan diri. Kalau enggak ada saya, kegiatan enggak jalan. Semuanya tergantung saya. Itu itu mungkin akan membuat Ibu semangat. Tapi kata David Hawkin semangatnya itu merusak kita itu. Nah, saya ingin sampaikan sebuah cerita. Emang berbahaya, Pak, kalau kita punya energi yang di bawah 200 itu ada seorang wanita bernama Anita Murjani. Anita Murjani ini kenapa? Penyakit kanser stadium 4B berarti parah atau parah banget? Parah banget kalau sudah di 4B karena dibiarkan penglihatannya berkurang, pendengarnya berkurang dan suatu saat dia pingsan dibawa ke rumah sakit ternyata dia koma. Dan setelah diperiksa oleh dokter kata dokternya menurut medis usia Anita Murjani tinggal 36 jam. Tinggal berapa jam Bu? 36 jam. Bukan 36 hari bukan 36 minggu. Maka tolong kumpulkan saudaranya, kumpulkan keluarganya untuk apa? Menunggu detik-detik kematian. Ternyata ketika saudaranya sudah kumpul, keluarganya sudah kumpul, Anita Murjani yang didawat rumah sakit itu mengalami yang dalam istilah psikologi disebut near death experience, pendekat e pengalaman mendekati kematian. Apa itu? Rohnya keluar dari tubuh, dia bisa lihat tuh, oh itu keluargaku, oh itu saudaraku, temanku pada nunggu. Dan roh ini berjalan masuk di lorong yang gelap. Dan di dalam lorong yang gelap itu, Anita Murjani mendengar suara, "Wahai Anita, tahukah kamu kenapa kamu kena kanser? Wahai Anita, tahukah kamu kenapa anggota tubuhmu satu persatu shut down?" "Karena kamu, Anita punya kebiasaan ini, ini, ini, ini. Dan wahai Anita, maukah kamu sehat dan bugar? Dan kalau kamu mau sehat bukar, maka lakukan ini, ini, ini, ini. Suaranya itu hilang. Anita Murdani sadar dan kemudian dia terbangun bisa duduk. Coba ibu-ibu kalau nungguin orang koma tiba-tiba duduk gimana tuh? Hah? Atau coba turun ke tanah ke bumi kakinya nginjak tanah enggak gitu kan. Dan akhirnya Anita Murjani mempraktikkan apa yang didengar di lorong gelap itu. Maka setelah itu 2 minggu kemudian dia boleh pulang ke rumah dan di rumah dipraktikin lagi. 2 bulan kemudian penyakitnya Anita Murjani sembuh hilang total. Sampai dokter yang merawatnya heran. Akhirnya dokter yang merawatnya meminta kepada Anita Murjani, tolong pengalamanmu itu ditulis dalam bentuk buku supaya apa? Supaya menjadi inspirasi banyak orang. Jadilah buku judulnya Dying to Be sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Pertanyaannya, apa yang didengar Anita Murjani di dalam borong Grab itu? Ternyata Anita Murjani mendengar suara, "Wahai Anita, tahukah kamu kenapa kamu kena kanser? Tahukah kamu kenapa anggota tubuhmu satu persatu shutdown?" Karena kamu, Anita punya kebiasaan. Apa itu kebiasaannya? Kalau ada emosi-emosi negatif dibawa tidur terus disimpan berhari-hari. Ada yang suka nyimpan, aku marah sama suamiku. Terus tidur masih marah. Hati-hati itu bisa jadi kanser, bisa jadi tumor. Saya penasaran, saya telepon dong dokter penyakit dalam. Dok, mau nanya, Dok. Emang kalau kita membawa emosi negatif sebelum tidur bahaya ya, Dok? Apa jawabannya, Pak Jamil? Hampir 80% penyakit fisik itu karena kondisi emosi. Saya enggak penasaran lagi sama dokter yang ahli neurosin, ahli urusan otak namanya dokter Amir Juhdi. Dok, emang kalau kita tidur bawa pikiran negatif bahaya, Dok. Apa jawabannya? Bukan hanya bahaya kek dia manggil saya kakek ya, bahaya banget. Maka hati-hati kalau yang tidur masih marah bisa kena tumor, kanser, asam urat. Sekarang sudah ditemukan obat asam urat, Bu. Ya, Ibu-ibu nanti boleh dipraktikin herbal ya. Itu namanya emping. Iya, Bu. Ternyata emping itu menurunkan asam urat turun dari mulut ke kaki. [tertawa] Kalau enggak percaya dipraktikin, Bu. [tertawa] Jelas, ya. Pertanyaannya yang kedua, maukah kamu sehat dan bugar? Maukah makin cantik? Maukah makin bugar? Kalau mau kata suara diolong regelap itu yang dipraktikkan tim Murjani mulai hari ini. Jangan izinkan emosi-emosi ada dalam dirimu kecuali dua, yaitu love and gratitude. Cinta dan syukur. Welas asih nilainya 500. Maka hidup kita itu dengan cinta. Datang ke sini juga dengan cinta. Bagi Anda yang mau kasih bekerja, bekerja pun dengan cinta. Bukan terpaksa. Cuman rumah, mobil, kantor. Kantor, mobil, rumah. Senin sampai Jumat, Sabtu balas dalam tidur. Minggu ngelanjutin tidur. Minggu sore sudah komentar jangkrik. Besok ketemu kepala badan lagi ditanya lagi. Dan hati-hati kalau ibu-ibu yang masih bekerja cuman rutin rumah, mobil kantor, kantor mobil rumah. Nanti di masa tua ibu-ibu bisa menjadi kelompok P17. Pergi pagi, pulang petang, pantat peot, pinggang pegal, palak pusing, penghasilan pas-pasan, pajak pula. Pas pensiun penyakitan. Jadi orang yang pas pensiun penyakitan. Kenapa? Karena kerjanya cuman rutin, rumah, mobil, kantor, kantor, mobil, rumah, tidak ada rasa cinta yang energinya 500. Apalagi kalau Anda melakukan sesuatu karena sukacita, karena senang energinya lebih tinggi lagi. Dan sukacita yang dimakuti di konteks ini bukan hanya saya yang suka, tapi juga kita membahagiakan orang lain. Makanya kalau di dalam teks Inggrisnya itu joy. Kalau happiness itu kita yang bahagia sendiri. Kalau joy kita juga membahagiakan orang lain. Nah, kalau dilihat ini kira-kira Ibu-ibu sebagian besar Ibu energinya di bawah 200 atau di atas 200 atau bahkan di atas 500. 500. Coba ngomong sama temannya, "Aku energinya di atas 500." Terus temannya jawab, "Ngaca loh." Ngacak ngaca. Kalau 500 alhamdulillah. Tapi ada yang masih warna abu-abu. Hati-hati kalau kita ada warna abu-abu berarti itu mengganggu perasaan kita. Perasaan mempengaruhi pikiran. Pikiran mempengaruhi tindakan. Tindakan mempengaruhi kebiasaan. Kebiasaan mempengaruhi karakter. Karakter mempengaruhi nasib. Termasuk ibu-ibu. Saya kan punya profesi sembilan yaitu macomblang. Saya sudah menjodohkan 32 pasangan. sekarang sedang mencari mangsa yang ke-33. Ada yang mau dijodohkan di sini enggak? Hah? Ada di belakang dan singelilah di belakang. Gampang tenang. Mencari jodoh itu gampang prinsipnya apa? Jangan pernah cari yang beda keyakinan. Maksudnya apa? Anda yakin mau, yang sono yakin enggak mau. Enggak ketemu. Ya, ada wanita yang datang ke saya yang mau saya jodohkan. Babe, kenapa wan Kenapa laki-laki yang mau melamar saya selalu laki-laki brengsek? Apa jawaban saya? Laki-laki yang berikutnya juga laki-laki brengsek. Ih, babi jahat banget. Bukankah perasaanmu mengatakan bahwa laki-laki yang melamar kamu laki-laki? Maka pikiranmu pikiran yang mengundang laki-laki yang resek. Tindakanmu tindakan yang mengundang laki-laki yang brengsek. Kebiasaan kamu kebiasaan yang mengundang laki-laki yang brengsek. Karakter kamu akan mengundang laki-laki yang brengsek. Nasibnya kamu dapat laki-laki yang terus gimana dong, Beh? Tata dong perasaannya. Gimana, Beh? Ikuti kata-kata saya. Laki-laki yang melamarku adalah laki-laki yang tampan, mapan, menjadi imam di dunia, menyelamatkan di akhirat. Beh, mana ada laki-laki kayak gitu. Kalau kamu bilang enggak ada, enggak ada. Kalau kamu bilang ada, ada. Apa jawaban dia? Hah? Dasar. Hidup tidak semudah cocote trainer gitu. Anda tahu cocot ya? Kamu mau nyoba enggak? Akhirnya dia, "Oke deh, Beh, kalau gitu saya coba." Oke. Laki-laki yang melamarku adalah laki-laki yang tampan, mapan, menjadi imam di dunia, menyelamatkan di akhirat. Ulangi. Diulangi lagi. Ulangi sampai beberapa belas kali diulangi. Supaya masuk perasaannya. Saya bilang apa? Saya ingin tanya sama kamu. Apa arti tampan buat kamu? Yang jelasin tampan itu, Beh, kalau saya ajak kondangan saya gandeng enggak malu-maluin beh. Ibu-ibu kalau kondangan suaminya digandeng enggak? Kalau digand [tertawa] kalau enggak digandeng berarti kurang tampan. Kalau digandeng berarti tampan. Mapan apa? Mapan saya perlu apa aja ada bejadi imam di dunia bisa jadi imam di rumah. Menyelamat akhirat tidak pernah bawa barang yang kotor ke rumah. Sekarang ucapkan dengan penuh perasaan. nangis dia. Laki-laki yang melamarku adalah laki-laki yang tampan, mapan menjadi imam di dunia, menyelamatkan di akhirat. Dan bulan November tahun 2021 saya menjadi saksi pernikahan. Dapat laki-laki yang ganteng banget menurut saya. Mapan. Baru menikah sudah punya satu perusahaan. Anaknya orang kaya di Pekanbaru. Saleh. Berarti insyaallah bisa jadi imam ya. Insyaallah menyelamatkan di akhirat. Kenapa? Karena orangnya saleh tidak akan memba paran di rumah. Maka begitu saya datang, "Babi, thank you ya, Bi." Ternyata ada laki-laki yang tampan, mapan menjadi imam di dunia, menyelamatkan di akhirat. Maka berdasarkan K ini berarti pelajaran yang lain apa, Ibu? Kalau kita ngajarin anak kita, anak kita enggak bisa-bisa, jangan sampai kita ngomong, "Huh, goblok." Kalau masuk perasaan goblok, akhirnya apa? Pikirannya dia pikiran orang goblok. Tindakannya tindakan orang goblok. Kebiasaannya kebiasaan orang goblok. Karakternya karakter orang goblok. Nasibnya jadi goblok. Maka saya wanti-wanti sama istri saya. Pokoknya kalau kamu marah sama anak, pastikan yang diucapkan tetap yang positif. Mas Jamil ngomongnya enak. Aku sing jalani angel. Latihan. Karena saya terinspirasi dengan sebuah kisah kan. Jadi di apa suatu negara itu ada Pak Ibu orang tua yang hobinya masak dan suatu saat terdengar kabar bahwa akan datang tamu. Kalau ada tamu tamu kehormatan dia ahli masak. Kira-kira dia masak enggak? Dimasakin tuh anak anaknya suruh main di luar. Begitu makanan sudah ditatnya dari luar tuh bawa pasir ditebarin di atas makanan. Coba kalau Anda kayak gitu, gimana? Tapi ibu itu marahnya ya Jazar calon imam Masjidil Haram dan itulah Imam Sudais. Jadi kalau marah itu yang positif. H anak pintar. Anak pintar ya. Bukan kamu itu kok oon. Kamu kan goblok mempengaruhi perasaan mempengaruhi pikiran, pikiran mempengaruhi tindakan. Tindakan mempengaruhi kebiasaan. Kebiasaan mempengaruhi karakter. karakter mempengaruhi nasib. Pertanyaannya, Pak, saya manusia biasa, Pak. Saya bukan malaikat. Hidup tidak semudah tadi. Apa yang diomongin trainer, Pak? Gimana kalau saya punya perasaan negatif, Pak? Manusiawi. Manusiawi. Tapi itu harus segera dibersihkan hati kita. Maka supaya kemudian kita ee apa namanya? bisa menjalankan peran yang begitu banyak. Energi kita tidak yang negatif tadi. Kita bisa di atas 200 energi kesadarannya. Maka kita perlu kunci semakin bahagia. Yang pertama itu apa? Yang pertama itu Bapak, Ibu harus kemudian membersihkan dan menyehatkan hati Ibu. Gimana caranya membersihkan dan menyehatkan? Ya, gimana supaya kemudian yang disebut heart purification, hati yang semakin sehat, hati yang makin bersih. Saya akan praktikin. Mau dipraktikin sekarang? Jadi kalau ibu di rumah lagi marah sama suami, marah sama anak atau marah sama atasan atau marah sama orang lain, jengkel atau marah sama ketua dharma wanita misalnya. Ini ngundang rapat seenaknya enggak ngelihat satu orang misalnya kan boleh jadi ya Bu dia enak aku kan punya banyak kerjaan kalau dia kan sudah enggak ya Allah ya kalau ngundang-ngundang enggak ngelihat waktu kan marah tuh jangan sampai pas ketemu ibu masih marah mukanya kan kelihatan jutek maka ada gimana caranya membersihkan hati mau dipraktikin ni kalau mau dipraktik gampang Bu cuma enam langkah ini sudah saya pakai kalau saya lagi marah sama istri saya, saya lagi marah sama anak buah saya atau saya marah atau saya tersinggung karena direndahkan orang. Duduk sebentar enggak sampai 10 menit cukup menjawab pertanyaan yang saya ajukan. Praktikin ya. Oke. Pertama, langkah yang pertama itu apa? Langkah yang pertama itu ya kenali kejadian apa. Peristiwa yang membuat ibu-ibu marah. Terus diingat siapa pelakunya, wajahnya dibayangin ya. Ini enggak apa-apa Ibu Lilian jadi contoh ya. Misalnya Anda marah sama Bu Lilan tadi rapat aku di gini kejadian. Ah sekarang Anda kira-kira dalam hidup Anda, Anda pernah marah atau Anda pernah mengalami suatu peristiwa yang membuat Anda itu marah? Tersingguh? pernah sampai sekarang masih ingat dan masih sakit hati. Ee yang masih sakit kalau sudah tidak berarti sudah lewat. Kalau yang masih sakit hati ada kejadiannya boleh waktu SD, SMP, SMA, waktu kuliah atau bahkan kejadiannya dalam minggu ini. Boleh jadi itu orang tua kita, boleh jadi anak kita membuat kita man jengkel banget. Masih ada kalau masih ada temukan. Oh, pelakunya suamiku. Peristiwanya aku minta transfer malah dimarahin. Boros amat sih. Ya kalau istri saya kan memang kan dulu saya kalau sebulan sekali harus ngantar istri saya ke Giant. Sekarang kan giant sudah tutup. Saya bilang belanjanya setiap hari online. Paket paket. Ma tiap hari kok belanja sih, Ma? Apa jawaban istri saya? Mas Jamil. Mas Zamil ingat prinsip keluarga kita workshop. Suami yang work, istri yang sop. Ya. [tertawa] Maka boleh jadi Anda membayangkan, "Ya Allah, pasanganku itu aku mau shopping, mau belanja, minta duit dibilangin boros. Padahal sekarang harga-harga naik." Boleh? Itu boleh. Supaya nanti ketika kita ketemu suami kita, kita enggak marah, maka perlu dibersihkan hati kita. Kalau sudah masih coba Anda ingat-ingat kajiannya ya sama orang pelakunya Anda ingat. Kalau sudah teringat maka langkah yang kedua apa itu yang kedua kenali emosinya. Apa saja emosi yang muncul pada kejadian itu? Apa yang muncul? Coba kalau Anda ingat. Anda marah, kesal, tersinggung. Oke, katakan Anda pilih marah, maka dilanjutkan yang ketiga. Seandainya marah itu boleh ngomong, kira-kira marah ngomong apa? Apaan sih, Ibu? Ini ya, aku sudah bersusah payah-payah masih dimarahin. Aku enggak terima keluarin bahkan kebun binatang boleh dikeluarin. As kita, tidak di depan orang. Atau kalau mau bagus juga justru di tulis. Anda lakukan itu. Coba sekarang yang jengkel-jengkel diungkapkan asem tenan. Jangkrik. Tega banget kamu ngomongin aku di depan orang. Bla bla bla. Keluarin semua. Kalau sudah dikeluarin sudah mulai netral Bu. Baru Anda bisa lompat yang keempat. Apa yang keempat? Kalau Anda sudah melakukan 1, 2, dan 3, yang keempat ini lebih mudah. Kalau Anda belum melakukan 1 2 3 maka yang empat susah. Apa hikmah kejadian? Kira-kira dari peristiwa itu apa hikmah kejadiannya? Sayangnya banyak orang-orang lompat keempat ada yang curhat, "Bu, ya Allah, Bu, suamiku tuh begini begini." Sabar jadi orang sabar. itu yang diomongin langsung gundulmu atau your head. Your itu kamu head kepala-kepala kamu bahasa Indonesianya ya bahasa jawanya dasmu gitu ya. [tertawa] Maka kalau ada anak curhat, ada suami curhat, ada orang curhat, enggak boleh langsung di nasihatin. Yang 1 2 tnya dijalan dulu, Bu. Bu, ya Allah, Bu, guru di sekolah itu jahat. Jahatnya kayak apa, Nak? Apa yang kamu rasakan, Nak? Coba kamu ceritakan ke Bunda supaya semuanya dikeluarkan semua. Setelah semua dikeluarkan baru menurut kamu apa pelajaran yang bisa kamu petik? Jangan sampai belum digali tiba-tiba dikasih nasihat. Kalau ada orang lagi marah dikasih nasihat itu ibarat gelas tertutup ya. Diisi air masuk enggak? Masuk. Nah, kalau sudah ketemu hikmahnya, maka lanjut yang kelima ucapkan terima kasih. Terima kasih siapapun namanya tadi si A. Terima kasih A. Gara-gara kejadian itu ternyata ada hikmahnya. Maka hari ini aku mengucapkan terima kasih. Ini kita ngobrol pada diri sendiri ya, bukan diobrolin kepada pelakunya. Kalau Anda main paling kuat, powerful ditulis. Dan kalau sudah mengucapkan terima kasih yang keenam apa? Yang keenam, Anda perlu mengucapkan, "Maafkan si fulan, aku sudah memaafkan kesalahanmu." Insyaallah kalau kayak gitu hati kita jadi tenang, jadi bersih. Ya, saya mau cerita sedikit Bapak Ibu. Tahun 2022 saya menunaikan ibadah haji di Madinah. Tiba-tiba ada bapak-bapak datang ke saya, "Pak Jamil, tolong temanin saya, Pak. Ngapain? Saya mau menceraikan istri saya. di Madinah tuh, Bu, di Tanah Suci. Saya tanya, "Kenapa kok mau diceraikan? Saya minta buatin POPM enggak mau. Untung saya sudah belajar ini. Kalau saya belum belajar ini, eh ngaca ngacak. Tanah suci nih. Tanah suci kok mau cerai. Kira-kira cerai enggak? Malah cerai. Akhirnya saya belajar ini walaupun langkahnya tidak detail seperti ini ya. Apa namanya? Tidak sama persis ya. Oh, aku tahu kalau ada orang curhat berarti suasana batinnya lagi negatif." akhirnya bilang, "Oke, aku akan menem aku akan menemani kamu menceraikan istri, tapi supaya saya punya alasan ya, tolong tulis semua kejelekan istrimu, Pak. Kenapa harus saya tulis? Saya omongin aja." Enggak. Kalau diomongin kan saya jadi dengar aib istrimu, aku tidak mau mendengar kejelekan orang. Lagian kamu suami harusnya melindungi kejelekan istri. Enggak boleh diomongin. Ditulis. Begitu. Ditulis, "Bu, cuman setengah halaman. Kalau setengah halaman belum layak dicerailah. Ditulis lagi 1 setengah halaman. Yakin semua yang jelek-jelek dari istri sudah ditulis? Yakin, Pak. Sudah layak itu dicerai? Iya, Pak. Berarti sudah saya akomodir belum? 1 2 3 sudah saya ambil kertas lagi. Sekarang tolong tulis semua kebaikan istrimu di sini. Begitu nulis, Bu, nangis dia. Apalagi? dua halaman. Setelah itu, Bu, dua halaman itu saya ambil. Saya tanya sama dia, "Kalau kamu menikah dengan wanita lain, kamu dapat dua lembar kebaikan ini?" "Enggak?" "Enggak, Pak. Kapan kamu cerai? Ayo saya temenin." Enggak jadi, Pak. Akhirnya saya bilang apa, Bu? Oke. Kamu kan sudah berniat buruk. Keburukan harus diiringi dengan baik. Gimana, Pak? Sebelah hotel ada toko emas, terus belikan istri. Berapa, Pak? 20 gram. Akhirnya dibelikan, Pak. Besoknya istrinya ketemu saya, "Pak Jamil, terima kasih ya. Sering-sering suami saya dinasihatin. Dia enggak tahu kalau mau di cerai. Coba kalau saya cerita, kamu kemarin mau dicerai." urusannya banyak itu ya. Begitu juga kalau kita sedang menghadapi masalah lagi enggak enak, lagi dimarahin bos, lagi kemudian dimarahin orang lain kan emosi tuh. Duduk sebentar, ajukan enam pertanyaan ini. Ingat ya, yang 1 2 3 itu untuk menetralisir dari negatif menjadi nol. Sementara yang 4 5 6 itu dari 0 menjadi positif. Dulu waktu SD, SMP, SMA suka buka, nulis buku harian. Kenapa buka nulis buku di hari itu kadang-kadang kalau kita baca lagi jadi nangis? Karena yang ditulis cuman 1 2 3 kejadiannya. Aku dimarahin kepala sekolah, aku merasa terhina, bla bla bla bla bla bla. Suatu saat Anda buka lagi nangis lagi. Gimana supaya buka lagi enggak nangis? Harusnya ada apa hikmah dari kejadian itu? Apa? ada hikmahnya kemudian mengucapkan terima kasih dan kemudian kalau sudah terima kasih kemudian maafkan nanti silakan dipraktikkan di rumah ya kalau lagi marah pokoknya duduk sebentar jawab enam pertanyaan ini. Termasuk Bapak Ibu saya tadi bercerita saya sudah menjodohkan berapa pasangan? 32 yang 31 Bu bahagia tersebar di banyak negara sampai sekarang bahagia hanya satu anak yang pernikahannya hanya 3 bulan satu pasangan yang usia pernikahannya hanya 3 bulan dan itu anak saya ya Bapak ini mencarikan jodoh orang lain berhasil mencarikan jodoh anak yang seni enggak berhasil bapak dulu bilang katanya nya apa yang kita pikirkan mempengaruhi hormon-hormon dan mempengaruhi kehidupan kita. Perasaan mempengaruhi pikiran, pikiran mempengaruhi tindakan, tindakan mempengaraihi kebiasaan, kebiasaan karakter mungkin nasib. Aku sudah menurunkan perasaan bahwa suamiku orang Jerman. Pendapatnya orang Jerman, jajaran Bukarman. Ya, teori Bapak enggak mempan. Nah, Bapak kan juga sudah berusaha. Bapak sudah seleksi, Bapak panggil konsultan rumah tangga, tolong diwawancarai lolos. Bapak panggil ustaz diwawancarai lolos dan dia layak jadi suamimu. Tapi buktinya enggak. Buktinya cuma 3 bulan. Gimana, Bu, terapinya? Salah satunya saya pakai ini. Oke, Nak. Apa peristiwanya? Peristiwanya pernikahan itu yang waktu itu kebetulan diliput banyak media, ya. Ya, koran-koran nasional itu meliput. Karena ibarat apa? Ibarat putri raja dapat rakyat biasa gitu ya. Saya kan tokoh nasional katanya waktu itu lagi ramai-ramai muncul di Metro TV dan apa ee suami anak saya itu mohon maaf bukan merendahkannya bapaknya security gitu ramai berita itu. Terus kenali emosi. Aku marah aku tersenyum. Coba kalau kamu ngungkapkan, ungkapkan. Ditulis sama anak saya. Terus apa hikmahnya? Dan kemudian ucapkan terima kasih, maafkan. Kira-kira pertama kali ngerjakan langsung sembuh enggak? Enggak juga. Sampai kemudian beberapa kali dikerjakan sembuh. Begitu sembuh, "Nak, perasaanmu kan ingin dapat suami orang Jerman." Maka kemudian tindakanmu pun harus selaras. Kamu pergi ke Jerman, kamu kerja di Jerman. Dan alhamdulillah kemudian anak saya pergi ke Jerman, kerja di Jerman. dan akhirnya ketemu suami orang yang sekarang sudah punya anak satu ya. Jadi kalau kita lagi emosi negatif jangan dibiarkan ya. Tapi kemudian dibersihkan hati kita. Ibarat kita habis minum kopi biasanya di bawahnya ada sisa kopi. Kalau mau digunakan untuk minum air mineral apa yang dilakukan? dibuang dulu kopinya kemudian baru diisi. Ah, begitu juga buang dulu yang negatif-negatif kemudian isi dengan yang positif. Jangan dibiarkan lama. Bisa mohon izin, Bu? Bisa ke depan sini, Bu? Boleh. Iya. tangannya bisa di ini tolong dibuka. Oke. Berat enggak, Bu? Berat enggak? Belum. Kalau saya suruh megang sampai sore, berat enggak? Enggak bisa pegang sampai sore? Berat enggak? Berat. Kenapa? Gelasnya sama, isinya sama? Karena dipendam terlalu lama. Lal berat. Maka gimana? Letakkan taruh. Makasih Bu. Tepuk tangan dong buat Ibu ya. Berarti apa? Kalau punya masalah awalnya ringan, tapi kalau disimpan terus makin lama makin berat. Tercermin dari apa? Wajah ibu. Wajahku. Wajahnya terlihat lebih tua. Wajahku. Usianya baru 50 tahun terlihat 70 tahun. Kenapa? Beban berat. Terus mukanya jutek. Susah senyum. Maka kalau ada masalah segera letakkan. Jangan dipegang terus. Ini saya pegang 5 menit ringan. Tapi kalau 5 jam padahal gelasnya sama, isinya sama. Begitu juga kalau kita mau masalah dibawa terus ke mana-mana itu akan membuat berat kita. Saya sudah pernah merasakan ibu-ibu ya. Saya dulu pernah melamar tujuh wanita dan ditolak. Melamar Bu, bukan pacaran ya. Bahkan, Bu, ada yang sudah sampai depan rumah saya sudah bawa rombongan mau melamar. Tiba-tiba dia SMS, "Mil, kayaknya gua enggak cocok sama Allah." Kenapa enggak ngomong dari dulu ini aku sudahabak rombongan? Lah, daripada nanti pisah di rumah tangga, mending pisah dari sekarang. Dan saya yakin tujuh wanita itu sekarang menyesal loh. Iya, Bu. Salah satunya ketemu di bandara. Jamil ya? Iya. Boleh enggak aku meluk? Sori bukan mahram walaupun dalam hati cantik juga bucat. [tertawa] Terus dia bilang gini, "Bu mil, gue mau jujur sama Allah." Apaan? Salah satu penyesalan hidup gue, gue pernah nolak Allah. Terlambat. Sudah saya letakkan berarti saya sudah menang. Bukti bahwa itu sudah sembuh, gimana? Kita menceritakan tanpa beban. Tapi kalau kita sudah menceritakan masih jangan sebut nama-nama dia. Sakit aku sakit. Ah itu berarti belum sembuh. Berarti itu masih di bawa. Tapi kalau cerita sudah bisa ketawa, bisa mentertawakan diri berarti sudah sembuh. Sudah saya maafkan walaupun tidak akan saya lupakan. Loh kan iya kan memaafkan, memaafkan belum berarti melupakan kan. Iya maafkan. Ibu, saya pernah punya 11 perusahaan bangkrut 12. Iya. Ada teman saya nyuplly ke perusahaan saya, dia tidak nyuplai ke perusahaan lain. Begitu perusahaan saya tutup, dia ikut tutup. Saya sekarang bisa cerita dengan senang kayak gini, reaksi tubuh saya enggak ada, berarti saya sudah sembuh. Ah, suatu saat yang nipu saya itu datang di rumah terus nginep. Terus saya tanya, "Mas, bukannya itu yang nipu Mas Jamil dulu ya? Kok diizinkan nginep di sini? Bahkan sudah aku maafkan Mas Jamil ini aku tahu penderitaan Mas Jamil kok malah dia masih diizinkan hidup di sini. Aku enggak terima. Ahah. Aku sudah ngizinin. Aku enggak terima. Aku sudah ngizin tapi aku masih sakit hati. Berarti istri saya belum sembuh pada waktu itu. Ya, sekarang alhamdulillah sudah sembuh ya. Karena dengan duitnya dibawa lari itu, Bu, perusahaan saya tutup semua itu. Tapi alhamdulillah sekarang sudah sembuh. Kenapa? Saya tidak mau membawa terlalu lama. Bitjak Anda lagi marah sama suami, marah sama anak, jangan dipendam terlalu lama. Segera duduk sebentar masuk ke kamar kunci jawab enam pertanyaan ini. Kalau di kamar lagi banyak tamu, masuk toilet kan enggak bakal ada yang ikut loh. Iya. Masuk toilet. Jawab enam pertanyaan ini. Ah, ini begitu cerita toilet. Teman saya yang nipu saya itu, Bu. Saya sudah pakai ini beberapa kali enggak mempan-mempan. Maka gimana caranya? Saya ke toilet, Bu. Jawab enam pertanyaan enggak mempan. Akhirnya mempannya ternyata apa? Akhirnya saya memaafkan dia. Mohon maaf ya. Saya nongkrong. Saya bayangkan wajah dia di bawah terus mulutnya terbuka. Plung plung. Itu malah sembuh. Terus saya tanya psikolog di Universitas Indonesia, "Eh, aku sudah pakai terapi yang ini enggak mempan-mempan, akhirnya aku pakai itu." Nongkrong di toilet, saya bayangkan mukanya itu terus saya sembuh. Itu boleh enggak? Terus dia tanya, "Pak Jamil jadi sembuh enggak?" "Sembuh boleh." "Itu secara ilmiah ada risnya?" "Ya, belum. Tapi yang penting Pak Jamil sehat, ya. Jadi yang penting kalau ada yang negatif jangan di simpan. Saya pulang dari Jepang, Ibu. Ternyata di Jepang itu ada perusahaan yang khusus ada satu ruangan. Ruangan itu isinya patung direksi sama foto-foto para GM atau pimpin-pimpinan. Apa? Kalau anak buah marah, dia suruh masuk ke ruangan itu misalnya marah sama direksi. Direksi macam apa sih? Ngambil kebijakan enggak jelas. Pulang dari keluar dari ruangan sudah plong sudah. Dan dipastikan di ruangan itu tidak ada CCTV ya. Berarti apa? Kalau ibu-ibu mau marah, jangan nunggu disimpan sampai orangnya datang. Lebih baik di keluarkan. Bisa pakai cara ini, bisa pakai caranya nam chair, Bapak, Ibu. MTR tuh ibu misalnya marah sama suami, tulis nama suami di situ ditaruh di kursi. Suami macam apa? Dimintain uang belanja bilang enggak ada. Enggak ada. Tapi handphone-nya terbaru. Dasar pelit. lah itu boleh kayak gitu boleh ibu kalau nanti ke Jakarta naik mobil saya di mobil saya itu selalu ada dua bantal bantal pertama untuk tidur. Bantal kedua. Sarana kalau saya lagi marah sama orang. Misalnya saya lagi marah sama istri, "Ma, aku mau pulang. Tolong buatin teh buat siapan." Makan terus, "Pak, kok enggak dari tadi? Sekarang malam sudah pada tutup bla bla bla bla." Ya, maafin aku, ya. Kan sebenarnya marah kan. Tutup ditelepon bantalnya sambil. Istri macam apa? Suruh buatin teh manis enggak mau. Suruh nyiapin makanan. Mau teh manis itu buat saya penting. Awas, kalau kamu enggak buatin aku teh manis, aku cari teteh-teteh manis. Loh, iya. Kira-kira sampai rumah plong enggak? Plong. Ya, sampai istri saya itu pernah ngomong, "Mas Jamil kok enggak pernah marah?" Ya kagak tahu aja lu. Gue marahnya di mobil. Yang tahu driver saya tuh ya. Tapi kalau kemudian nanti sampai rumah saya akan ngomong ini ini ini, akhirnya pecah berantem. Bapak Ibu terserah mau pakai apapun pakai ini boleh, pakai MTR boleh, mau pakai BAB juga boleh ya yang penting Anda sembuh, yang penting enggak boleh dibawa lama gitu. Sepakat? Setuju. Setuju. Nah, kalau ini sudah dilakukan Bapak Ibu, maka Bapak Ibu sudah punya mental untuk semakin bahagia. Pak Jamil, gimana caranya supaya setelah ini saya makin bahagia? Apa yang kemudian perlu saya lakukan? Banyak cara, tapi ada metode dari Harfat Talbahr. Ibu-ibu pulang dari sini semakin bahagia. Ingin semakin bahagia? Ingin atau ingin banget? Ingin banget. Gimana caranya? Supaya hati kita itu dipenuhi dengan cinta, kebahagiaan. Saya akan mengenalkan yang dikenalkan Harvard namanya spire. Apa itu spire? Kalau kita ingin bahagia, maka pastikan kita fokus pada lima hal ini saja, enggak usah banyak-banyak. Spire. Spire itu apa? Spire itu singkatan dari yang pertama adalah oh ternyata yang perlu saya perbaiki adalah aspek spiritualitas. Ingat ya, spiritualitas bukan ritual. Kalau ritual itu kan rajin ke masjid, rajin ke gereja, salatnya rajin, ibadahnya rajin. Ini itu ritual, ini spiritual. Spiritual itu apa? Semua kegiatan yang kita lakukan dikasih makna, diberi makna ya, dan disambungkan kepada Tuhan yang maha kuasa. Anda mau makan nih, ya Tuhan, terima kasih ya. Pisang ini hadir di hadapanku. Berarti ini rezeki untukku kau jaga bertahun-tahun di petani. Sekarang dihidangkan di hadapanku. Terima kasih Kau telah menjaga rezekiku. Dan kemudian Anda makan. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Jadi alhamdulillah enggak nunggu e baru alhamdulillah. Itu spiritual. Anda buatin teh, buatin makanan buat suami di spiritualitas. Oke, ini adalah pengabdian saya kepada suami karena Tuhan memerintahkan saya untuk kemudian menghormati, memuliakan suami. Spiritualitas itu membuat kita makin happy. Selain spiritualitas apa, Bapak, Ibu? Ibu-ibu ternyata P. Apa itu P? Ibu-ibu juga harus menjaga fisik, kesehatan. Apa, Pak? ya bisa jogging, bisa renang. Olahraga yang paling menyehatkan buat ibu, buat ibu-ibu apa? Renang kan. Makanya semua anak saya itu saya kursuskan renang kalau saya sehingga anak saya semua gaya renang itu bisa. Kalau saya cuman satu gaya bukan gaya batu, Bu, gaya dada di pinggir kolam renang. Dadah. Dad. Ibu-ibu jaga fisikanya ini dari makanan diatur, dari kemudian istirahat cukup ya dan kemudian dari gerak. Kemudian i-nya apa? Intelektual. intelektual itu tidak harus kuliah lagi. Kalau saya tadi dengar sambutan Ibu kelihatan kalau intelek ya pidatonya berbobot, pidatonya berisi. Intelektual itu kita bisa nonton YouTube, kita bisa baca buku. Ternyata baca buku itu juga meningkatkan kebahagiaan. Nambah ilmu itu meningkatkan kebahagiaan. Menambahkan keahlian itu menambah kebahagiaan. R-nya apa, Ibu-ibu? kan spy spiritualitas, fisikal intelektual R-nya pertemanan. Jadi kalau ada acara kayak gini kesempatan untuk nambah teman, menjangun relasi, ada arisan kesempatan juga untuk menjangun teman. Setidaknya seragamnya bertambah. Saya tadi lihat foto-fotonya, eh seragamnya ini lagi. Eh, beda lagi. Ini beda lagi. Berarti seragamnya ada berapa, Bu? Banyak ya. Relasional. Maka ibu-ibu pelajarannya apa? Kalau suaminya suatu saat, "Mah, izin ya mau reuni." Jangan sampai halah reuni itu masa lalu, hidup itu masa kini dan masa depan. Nanti CLBK. Eh, dia itu mau membangun relasi dan itu meningkatkan kebahagiaan. Apalagi ibu-ibu semakin sebisa mungkin relasinya makin bertambah. Jadikan dharma wanita juga tempat untuk bangun relasi. E-nya apa, Ibu? E-nya adalah emosional kita, Bapak, Ibu. Ditata, dijaga. Enggak gampang marah, enggak gampang tersinggung. Kalau ibu-ibu fokus pada ini, walaupun perannya banyak, tugasnya banyak, insyaallah makin lama makin happy karena spiritualitasnya oke. Dan bahkan ternyata tadinya saya heran kok fisikal masuk nambah kesehatan. Akhirnya saya nanya, "Dokter, Dok, emang kalau kita olahraga itu menambah kebahagiaan?" Apa jawabannya? Pak Jamil, olahraga itu mengeluarkan hormon dopamin, hormon seretonin. Hormon dopamin zaman seretonin itu meningkatkan kebahagiaan. Dan itu kalau kita olahraga menurunkan hormon kortisol. Hormon kortisol itu hormon yang membuat stres. Jadi kalau ibu-ibu stres, kalau ingin bahagia salah satu terapinya ternyata bisa itu olahraga. Karena itu meningkatkan hormon dopamin, hormon serotonin dan menurunkan hormon kortisol. Hormon kortisol itu hormon yang menyebabkan stres. Begitu juga kalau kita ilmunya bertambah, itu meningkatkan hormon dopamin. Ketika pertemanan kita bertambah, meningkatkan hormon dopamin dan sebagainya. Maka Bapak Ibu coba kira-kira nanti di rumah direncanakan kira-kira urusan spiritualitas apa yang mau saya lakukan? Kira-kira urusan fisikal mulai hari ini apa yang mau saya perhatikan? Ya, kira-kira urusan intelektual apa yang perlu saya lakukan? Kira-kira urusan relasional apa yang perlu saya lakukan? Dan kira-kira urusan emosional apa yang perlu saya lakukan? Dirancang. Apalagi ini akhir tahun kalau bisa di tahun 2026 dalam urusan spiritualitas saya akan ini. Dalam urusan fisikal saya akan ini. Dalam urusan ee intelektual saya akan ini. Dalam urusan relasional saya akan ini. Dalam urusan emosional ini. Siap dibuat di rumah. Yakin? Siap dipraktikin? Siap. Pak Jamil ada teori lain enggak supaya kita makin bahagia? Peran kita ini kebanyakan kadang stres. Supaya kemudian peran saya banyak di Darma Wanita. Oke. Sebagai istri ASN oke bahkan sebagai karyawan juga saya oke. Sebagai ibu oke sebagai istri juga saya oke. Supaya saya meningkatkan kebahagiaan lagi apa? Anda bisa menggunakan spare atau Anda bisa menggunakan teori yang diajukan oleh Martin Silikman. Apa? Cukup Anda fokus pada tiga hal saja. Tiga dimensi happiness. Yang pertama apa? Yang pertama itu adalah klik listen lagi. Menikmati kesenangan sehari-hari. Kalau ibu hobinya masak, masak menyehatkan. L Bu. membahagiakan ya. Kalau ibu hobinya memelihara bunga, pelihara bunga. Saya istri saya itu kena diabet, ibu-ibu hampir setiap bulan masuk rumah sakit sampai jatah asuransi saya itu habis. Karena setiap dirawat di rumah sakit itu biayanya cukup besar. Ya. Maka kemudian gimana ini supaya sehat? Ya sudah coba mah apa yang sering saya ajarkan dipraktikin yang mana, Pak? Yang Martin Silikman live. Mama hobinya apa? Masak apa? membuat kue. Ya udah tiap hari buat kue aku modalin. Daripada biaya ini digunakan untuk membayar rumah sakit lebih baik buat kue. Buat kue. Dan setelah dibuat karena dia diabet kan enggak boleh makan terlalu banyak dikasih ke tetangga-tetangga tu. Sampai kemudian sekarang tetangga-tetangga sudah hafal. Kalau enggak dapat kiriman kue dari rumah saya berarti ibu enggak di rumah. Karena setiap hari itu buat kue dan dia enjoy. Bahkan pun kalau gagal dia enjoy. Dia lagi nyoba gagal dia telepon, "Mas, aku buat hari ini kue gagal, Mas." Tapi walaupun gagal enak loh, Mas. Mas Jamil sampai rumah jam berapa? Aku sisain kue gagal ini. I dan sekarang, Bu, sudah 6 tahun tidak pernah ke rumah sakit sampai dokternya ini obatnya apa, Bu? Ya, seperti yang dokter kasih. Tapi ini ada kebaikan yang luar biasa, kemajuan yang luar biasa. Oh, mungkin aku ngikuti ilmu yang diajarkan suami. Apa itu? Saya melakukan hal-hal yang saya cintai. Masak dan kemudian dia juga senang nonton drama Cina, dracin, drakor. Tapi sehari cuma dicatah 2 jam, Bu. Pokoknya yang penting sehat ya. Dan pokoknya karena saya enggak punya waktu, Mama boleh nonton Dracin Drakor. Syaratnya apa? Nanti tolong ceritanya diceritain ke aku. Jadi sebelum saya tidur itu dia selalu cerita, "Mas, tadi aku nonton drakor ini apa ceritanya gini-gini sampai saya tertidur." Iya. Selain pleas apa ini? Ibu-ibu good life. Good life itu apa? Ibu-ibu mengerjakan sesuatu yang itu menambah keahlian, menambah keterampilan. Keterampilan ibu sudah ada sekarang, kemudian ibu belajar keahlian-kean yang mendukung keterampilan itu ternyata juga menyehatkan. Dan yang ketiga ini Bu namanya meaningful ya. Namanya adalah meaningful life ya. Itu apa? Ibu merasa berkontribusi buat orang lain. Kenapa yang membuat istri saya tadi sehat? Bukan hanya dia buat kue, tapi apa? Ketika tetangga-tetangga makin happy, dia itu makin senang. Ya. Jadi kalau ibu-ibu kemudian merasa berharga, eh aku di Dharma Wanita itu merasa berharga loh. Ternyata ada program-program yang itu bisa menyemangati suami-suami loh. Dan kemudian yah ternyata keberadaanku itu punya arti. Itu membuat kita semakin bahagia. Makanya kan salah satu kriteria sehat mental menurut WHO itu apa? Keberadaan kita bermanfaat buat orang-orang sekitar kita. Jadi ibu aktif di dalam wanita itu bermanfaat. Bermanfaat kalau di makna itu menikmati keseharian apa yang menjadi kesenangan ibu dan kemudian ibu merasa berarti di sini. Ya, sampai sini sepakat setuju. Setuju. Sepakat. Silakan ya. Mau makai Martin Silikman boleh, mau makai Talben Sahar juga boleh. Bahkan ketika saya road show di Jepang itu ada teori baru ya yang mohon maaf karena belum diriset jadi enggak saya tampilin. Itu teori dari Aagim. Aagim itu bilang kunci kebahagiaan itu cuman dua. Siapa tuh? Beriman dan beramal saleh. Jadi kalau ibu-ibu kurang bahagia berarti imannya kurang atau amal salehnya kurang. Maka kalau ingin bahagia tingkatkan iman, tingkatkan amal saleh. Lebih simpel ya. itu berdasarkan ayat-ayat yang dikeluarkan oleh hakim. Anda mau pakai itu boleh, makai ini boleh. Yang penting apa? Banyak peran yang kita lakukan. Kita wajib makin happy bisa menggunakan berbagai cara. Oke, itu yang pertama. Ibu masih semangat. Kalau gitu kalau saya teriak satu, tolong tepuk sebelah kanannya dengan terkan wei. Gitu. Satu we. Yang keras teriakannya ya, bukan pukulannya ya. Satu. We ya. Kalau saya teriak dua, maka jempolnya dikeluarin. Asik, asik, asik. Dua. Kalau saya teriak tiga tadi kan sudah dipukul sebelah kanan. Anda balas dong. Tapi balasnya buat bukan pukul. Tolong tangannya diginikan. Tangan kirinya sekarang letakkan di bawah daku temannya. Ya. Dan begitu saya teriak tiga, Anda cowel. Iya. Gitu. Tiga. Iya. Tiga. Eya. Satu. Satu dua tiga tig tiga tig t oke tepuk tangan buat kita semuanya oke kira-kira kalau Ibu sudah mempraktikkan itu sudah kira-kira kebahagiaan akan muncul belum insyaallah mau ingin semakin bahagia supaya kemudian banyak peran yang Ibu jalankan itu bisa semakin bahagia. Saya akan mengajak satu lagi namanya taking in the good. Taking in the good itu apa? Dipopulerkan oleh Profesor Richard Wesman dan Rick Hansen. Apa itu? Dia ini ahli pengembangan diri. Kalau Rick Henson itu ahli neirosin. Ternyata ada sesuatu yang bisa kita membuat semakin bahagia. Bukan hanya bahagia, hidup kita dipenuhi dengan keberuntungan-keberuntungan. Apa itu taking in the good? taking in the fokus pada kebaikan dan hal yang disyukuri. Kalau ngelihat suami yang dilihat adalah kebaikannya, kelebihannya, bukan yang dilihat kekurangannya. Itu namanya taking in the good. Kalau Anda menerima sesuatu maka disyukuri ya hal-hal yang Anda syukuri. Maka saya setelah belajar teori ini, setiap hari sebelum tidur saya selalu membuat jurnal syukur, hal-hal yang saya syukuri hari ini. Dan ternyata setelah kemudian membuat jurnal syukur, benar kata Profesor Richard Wisman, kita akan mendapat banyak keberuntungan. Pak, hidup tidak semuanya bagus, Pak. Gimana kalau hidupnya enggak bagus, Pak? Kata dia, kalau ada sesuatu yang tidak berkenan, ambil hikmah. Dan kemudian Profesor Richard Wesman dan mengatakan apa? Orang yang sering bersyukur dan mengambil hikmah, hidupnya akan dipenuhi dengan keberuntungan. Saya sudah membuktikan, Ibu-ibu. Saya kebetulan mau bangun kampunger. Saya cari tanah ke mana-mana enggak dapat. bahkan sampai Malang dari Jakarta ya, Jogja, Malang, Magelang ya, Purworejo enggak ketemu-ketemu. Ya, setelah saya mempraktikin taging in the good ini, tiba-tiba ada orang yang nelepon, "Assalamualaikum, Babe." Waalaikumsalam, "Babih. Saya dengar Babe mau bangun kampung ya, Be? Iya. Lagi sibuk nyari tanah ya, Be? Iya. Ngapain susah-susah, Be? Kenapa aku punya tanah, B? berapa? 17.000 m B. Terus saya kasih ke Babe gratis. Maksud kamu babe enggak usah beli itu saya kasih gratis. Mau mau disebut sumbangan boleh, mau disebut wakaf boleh, pokoknya saya kasih ke Babe, gratis. Akhirnya saya bilang, "Sori sor sori, saya mau tinggal di situ juga dan saya tidak mau tinggal di tanah yang gratis." Babi perlu berapa ribu ya untuk tanah rumah saya? Cukup 1.000. Kalau gini beh gini deh ya. 1.000 mabe beli yang 1.000 m buat saya. Saya mau tinggal di situ juga karena mau Babe tinggal di situ. Yang 15.000 m saya kasih ke Babe. Dan alhamdulillah, Ibu-ibu, kemarin tanggal 21 Desember kemarin itu peletakan batu pertama. Jadi saya mauembangun kampung ekuperen kemarin. Peletakan batu pertama itu saya membuat namanya masjid Ekow Wakaf di atas tanah yang dikasih oleh teman saya. Dikasih 15.000 1000 met banyak enggak, Bu? Miliaran itu ya. Puluhan miliar dikasih. Saya sama istri sampai nangis, "Dari mana ya ini kok tiba-tiba dikasih?" Ya, selain mungkin Mas Jamil terbiasa membuat jurnal syukur, salah satunya apa? Selalu melihat sesuatu dari kacamata yang positif, kemudian mensyukuri nikmat dan ini bersyukur dan ambil hikmah mengundang banyak keberuntungan. Ibu-ibu ingin semakin hidupnya dipenuhi keberuntungan ingin fokus pada hal yang positif sama kemudian disyukuri. Datang ke sini bersyukur alhamdulillah bisa ikut acara ini. Jangan yang dilihat, "Ya Allah enggak dikasih snack nanti dikasih makan, ya Allah lauknya cuman satu." Itu namanya enggak bersyukur. Kalau kita ingin hidupnya dipenuhi keberuntungan, segala hal yang kita terima syukuri. Alhamdulillah dikasih snack, alhamdulillah dikasih minum, alhamdulillah diundang, alhamdulillah ketemu dengan ibu-ibu yang lain. Alhamdulillah isinya itu bersyukur. Terus, "Bu, ini yang melakukan riset profesor loh, Bu." Dan profesornya ini ijazahnya asli, Bu. Bukan honoris Kausa, ya. Dia memang gelar dapat profesional di perguruan tinggi dan dia kemudian mengambil kesimpulan apa? Kalau hidup Anda ingin dipenuhi keberuntungan, pastikan hidup Anda dipenuhi dengan hal-hal yang positif, hal-hal yang disyukuri. Kalau dalam bahasa orang bijak, dalam hidup gunakan kacamata lebah, bukan kacamata lalat. Kacamata lebah itu apa? Lebah itu walaupun di tempat pembuangan sampah yang dicari tetap bunga. Sementara lalat itu walaupun di taman bunga yang dicari tetap sampah. Apa pelajarannya? Kalau kita ingin menghasilkan madu sesuatu yang baik, maka kacamatanya kacamata yang positif. Sementara kalau lalat itu menghasilkan penyakit itu karena kita terlalu sering melihat hal-hal yang negatif. Sampai sini bungkus. Bungkus. Iya. bisa nanti dipraktikin. Ibu coba praktikin selama 40 hari berturut-turut sebelum tidur. Hal-hal yang saya syukuri hari ini. Ditulis dengan penuh penghayatan, ditulis dengan penuh rasa syukur yang biasa, ditulis praktikkan 40 hari. Kalau ibu-ibu enggak dapat keajaiban, potong jenggot saya. Karena saya sudah membuktikan kepada banyak teman orang-orang yang mempraktikkan membuat jurnal syukur setelah itu hidupnya dipenuhi dengan keberuntungan. Entah dapat menantu yang baik, entah kemudian dapat beasiswa, entah kemudian ada yang ngasih tanah, ada yang dapat, bahkan ada yang dapat rumah, bahkan juga kemudian ada dapat beasiswa ke Inggris. Ya, banyak sekali keajaiban-keajaiban yang datang ketika kita hidupnya dipenuhi dengan rasa syukur. Siap mempraktikkan? Buat apa, Ibu-ibu? Jurnal syukur. Hal-hal yang saya syukuri hari ini. Coba sebelum tidur selalu ditulis supaya apa? Ingat tadi cerita Anita Murjani? Supaya ketika tidur kita tidak membawa emosi negatif. Supaya enggak bawa emosi negatif, tidurnya nyenyak. Pastikan sebelum tidur membuat jurnal syukur. Kalau enggak sempat ditulis, paling enggak sebelum tidur diingat terima kasih ya Tuhan atau alhamdulillah ya Allah. Saya tadi hari ini dapat ini, dapat ini, dapat ini, dapat ini semuanya yang baik-baik sampai tertidur. Insyaallah tidurnya jauh lebih nyenyak. Siap. Ingin semakin lebih bahagia lagi. Kalau ingin semakin lebih bahagia lagi, ibu-ibu, bapak-bapak. Ibu-ibu ya, bapak-bapaknya enggak ada ini ya, Mak. Eh, ada yang belakang ya. Maka kalau kemudian ingin dapat lagi mindful breathing. Apa itu mindful breathing? Mindful breathing sekarang sedang menjadi isu global, Ibu-ibu. Karena banyak orang stres, akhirnya kemudian bagaimana mencari cara supaya makin bahagia. Maka kemudian para ahli kemudian melakukan berbagai uji coba. Salah satunya adalah mindful breathing. Apa itu mindful breathing? Saya ingin tanya. Begitu kita lahir ke muka bumi, hal pertama kali yang dikasih Tuhan apa? Nafas. Hal yang nanti akan ditarik, dicabut terakhir kali ketika kita meninggal nafas. Berarti itu nafas itu anugerah dari yang maha kuasa. Pertanyaannya, pernahkah ibu-ibu bersyukur? Ya Allah, terima kasih dikasih napas, dikasih oksigen gratis. Nah, mindful breathing itu adalah apa? kita mulai menjiwai nafas kita dan nafas yang baik, nafas yang akan menambah kecantikan, nambah nafas yang akan menambah kebugaran, nafas yang akan membuat kita makin fresh, itu namanya nafas diafragma. Nafas diafragma itu apa? Nafas bayi. Nafas bayi itu apa? Bayi kalau menghirup oksigen perutnya membesar atau mengecil? Membesar. Ketika CO2 dikeluarkan lewat mulut, perutnya mengecil. Kita praktikin ya. Nanti kalau ibu lagi gelisah, lagi marah, duduk sebentar. Atau ibu ingin semakin bahagia, duduk sebentar. Lakukan main full breathing. Enggak usah lama-lama, enggak sampai 10 menit. Insyaallah makin sehat. Mau dipraktikin? Kalau mau dipraktikin, yuk kita duduk. Karena kita ingin menangkap atau sebelum dimulai ibu waktu berangkat ke sini pakai mobil dengerin radio ada frekuensinya frekuensi berapa yang didengarkan katakan suara Surabaya itu berapa? 100 koma 0. Kalau ibu putar 99,0 kedengaran kresek-keresek. 99,8 kesk 102 yang tepat itu 100 kom,0 frekuensinya nyambung sehingga kita dengar jelas. Nah, menurut pakar frekuensi ternyata Tuhan yang maha kuasa itu juga menurunkan kebaikan kepada kan kita melalui frekuensi tertentu. Frekuensinya apa? Ketika kita mindful, kalau dalam bahasa agama apa? Ketika kita khusyuk itu akan diturunkan banyak kebaikan. Karena frekuensinya nyambung, akhirnya apa? Kita akan memperoleh kebaikan itu. Makanya kalau lagi berdoa, pastikan Anda mindful, frekuensinya nyambung, insyaallah dikasih. Nah, sekarang yuk kita sambungkan frekuensi kita kepada yang maha kuasa supaya kemudian nyambung ya. bisa duduk seperti ini karena kita ingin menangkap energi. Mohon maaf tangannya bisa dibuka begini ya. Ditaruh di atas paha ya. Kalau sudah di atas paha ditaruh maka sekarang leher kita kita lemaskan. Jangan kaku. Pundak kita juga kita lemaskan. Jangan kaku. Punggung kita kita lemaskan. Jangan kaku. Tangan yang kanan, tangan yang kiri. Yuk, dibuat rileks. Jangan kaku. Kalau mata sudah terpejam, yuk kita hirup oksigen pelan-pelan lewat hidung. Lepaskan pelan-pelan lewat mulut. Tarik lewat hidung. Pelan-pelan rasakan oksigen itu masuk ke dalam tubuh kita dan lepaskan lewat mulut. Oke, sudah dibaca. Oke, tepuk tangan dong buat kita semuanya. Ibu-ibu, saya tahu ibu-ibu perannya banyak. Kalau lagi gelisah, salah satu yang bisa dilakukan main full breathing supaya tenang. Gimana rasanya, Ibu-ibu, setelah main full breathing? Gimana, Bu? Lega. Setelah lega, kenapa, Bu? Bu, tenang. Apalagi? ringan. Nah, nanti silakan dipraktikin di rumah ya. Oke, dikit lagi Bapak Ibu. Nah, kunci semakin bahagia selain tadi Bu, Herification membersihkan hati kita ya. Dan kemudian selain membersihkan, menyehatkan hati kita. Yang kedua ini Bapak Ibu ya, yang ini akan saya singkat berikan kita perlu menata pikiran dan tinggan kita. Gimana sih natanya? Gampang nih kerangkanya. Anda cukup kemudian dalam hidup ini coba akhir tahun ini sebelum tahun baru 2006 keluarga dikumpulin. Setelah dikumpulin apa? Anda terapkan 4D. Berapa di? Empat. Apa yang kemudian dibicakan? Kira-kira di keluarga kita ini apa ya hal-hal yang perlu dihilangkan supaya hidup kita itu jauh lebih baik? Maka kalau Anda enggak bisa ngumpul keluarga, setidaknya dimulai dari ibu-ibu dulu. Eh, selama tahun 2025 itu hidup saya seperti ini, kira-kira di tahun 2026 apa yang perlu dihilangkan? Oh, enggak bisa dihilangkan. Maka Pak di yang kedua berarti apa? Hal-hal apa yang perlu di kurangi. Oke. Dan kira-kira kita semua pasti punya kebaikan. Betul. Untuk kebaikan di apa? Kalau dihilangkan, dikurangi itu sesuatu yang negatif. Maka kalau ada sesuatu kebaikan ditingkatkan, Ibu-ibu. Ya, kira-kira apa yang perlu ditingkatkan setelah pulang dari sini untuk tahun 2006? Ditingkatkan dan saya tadi bilang ada 4D. Dihilangkan, dikurangi, ditingkatkan. Kira-kira di yang keempat apa? supaya kita jauh lebih hebat dibandingkan tahun 2025 di tahun 202026. Oke, yang ini saya hilangkan dihilangkan, yang ini dikurangi, yang ini sudah bagus ditingkatkan. Disyukuri semuanya disyukuri Bu yang positif. Kalau kita kemudian ingin, "Oh, dunia sekarang berubah. Kalau enggak berubah saya kalah." Maka kita perlu melakukan di yang keempat yaitu apa yang perlu di di diciptakan. Berarti apa? Yang sebelumnya belum pernah kita lakukan akan kita lakukan. Insyaallah kalau kayak gitu hidup kita naik kelas terus tuh. Oh, yang negatif di hilangkan, Pak. Ini enggak bisa dihilangkan, Pak. Ini turunan, Pak. Bawaan bayi, Pak. Tapi buruk berarti di kurangi. Oh, ini ada sesuatu yang positif berarti di tingkatkan. Dan supaya kita enggak kalah sama yang muda-muda, maka perlu ada yang diptakan melakukan sesuatu yang baru, gitu ya. Kira-kira itu, Bu ya. 4D yuk kita teriakan 4D. Di yang pertama kurang keras. Di yang pertama, di yang kedua. di yang ketiga di yang keempat diciptakan diciptakan praktiknya gimana sih? Ya, dihilangkan identifikasi hal-hal yang tidak esensial merusak kebahagiaan atau tidak lagi relevan dengan tujuan hidup Anda. Lalu hapus sepenuhnya. Contohnya ini saya contoh ya, belum tentu cocok buat Ibu tapi paling tidak ini saya memberikan contoh supaya mudah diterapkan. Oh, apa, Pak, yang dihilangkan? Hapus keinginan untuk menyenangkan semua orang. People placer namanya atau people pling. Pokoknya siap, Bu. Iya. Iya. Diujan ya. Siap. Ya, siap. Anda kecapekan sampai rumah pusing. Yang penting membahagiakan orang. Iya, orang lain bahagia tapi Anda lelah. Kalau bisa dihilangkan. Jangan menjadi people pleasure ya. Sukanya ngomong siap, Bu. Siap. Laksanakan. Tapi di belakang apaan sih? Saya lagi, saya lagi. Emang enggak ada yang lain? Capek. Apalagi yang dihilangkan misalnya keluar dari grup WhatsApp yang isinya toxic, kerjaannya jelek-jelekin orang. FGD, forum gibah discussion. Ya kan capek, Bu. Itu kan merusak jadi racun. Tapi kadang kita enggak sadar. Saya kalau di grup WhatsApp itu ada yang negatif-negatif saya langsung keluar. Saya dulu sering main di Twitter sekarang apa? X tapi diskusinya politik yang saling menjelekkan satu dengan yang lain. Sekarang saya enggak main Twitter lagi. Apalagi misalnya yang dihilangkan boleh jadi yang dihilangkan apalagi ini ya hapus rasa bersalah berlebihan atas hal di luar kendali kita kan ada sesuatu yang di luar kendali kita. Maka sudah kita aja, kita pasrah saja ya. Dan silakan nanti ibu-ibu bisa pilih lagi apalagi tadi selain dihilangkan dikurangi. Jika tidak bisa dihapus kurangi frekuensi atau intensitas agar tidak menguras energi mental Anda. Contohnya apa? Banyak contohnya ya. Ini saya ambil contoh beberapa ya. Apa kira-kira Pak? Yang pertama apa? Kurangi penggunaan kata terserah. Kamu milih apa? Terserah. Ya, Bu. Kita mau makan di mana? Terserah Bapak. Begitu sampai restoran Sunda, "Pak, restoran Sunda itu sambalnya pedas. Terus ibu maunya di mana?" Terserah. Terus dibawa ke McDonald's. Ya Allah, Pak, itu makanan sampah ngerusak loh. Ibu maunya ke mana? Terserah. Dibawa ke restoran Padang. Ya Allah, Pak. Itu sambalnya pedas, itu rendangnya enggak enak. Terus ibu maunya makan di mana? Terserah. Dibawa ke bebek Sinjai, Pak. di sini antrinya lama. Terus ibumu yang maunya ke mana? Terserah. Misalnya yang gitu-gitu dikurangi ya supaya kita punya pilihan ya. Apa kemudian berikutnya? Kurangi scrolling media sosial ya. Jangan sampai apa kita itu bila perlu Anda kadang perlu detok. Detok itu apa coba? Enggak main sosial media ya. Apa berikutnya? kurangi keluhan tentang pekerjaan di depan anak-anak. Jangan suka ngeluh di depan. Karena anak-anak itu akan belajar sama kita. Ibu-ibu, saya dulu pernah murid perempuan, Pak. Saya sudah cerai sama suami saya. Terus tapi saya tinggalnya satu rumah. Terus supaya anak-anak enggak tahu bahwa kami sudah cerai. Apa jawaban saya? Anda mendidik Anda anak Anda tidak benar. Kenapa? Nanti Anda anak Anda akan belajar bahwa yang namanya suami istri itu tidurnya enggak sekamar. Bahwa yang namanya suami istri itu jarang ngobrol. Bawa yang sama suami istri enggak pernah gandengan. Bawa yang namanya suami istri di rumah enggak pernah ciuman. Itu pendidikan yang tidak baik. Ya, tapi kalau nanti anak-anak saya tahu cerai gimana? itu jauh lebih baik dibandingkan dia tahu ngasih contoh orang tuanya ternyata melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan. Padahal suami istri itu kan kadang-kadang saling menggoda di rumah tidurnya bareng kok ini tidak. Dan akhirnya dia putuskan tuh cerai. Ternyata justru anaknya malah bersyukur. Anaknya telepon saya, "Beh, terima kasih ya, Beh, Mama sekarang kehidupannya kayaknya lebih bahagia dan doakan Mama dapat jodoh lagi ya, Beh. Enggak lama kemudian istrinya dapat suami yang jauh lebih bagus. Sekarang anaknya kerja di New York di Amerika. Iya. Apa yang kita lakukan? Dilihat. Saya punya kebiasaan setia mau berangkat kerja selalu datangin istri saya. Ma, aku berangkat ya. I love you. Ya, Ibu-ibu mungkin menganggap ucapan I love you sesuatu yang sederhana, sesuatu yang kecil. Tapi s bangunan yang kokoh ini dari apa? Batu batak, kerikil, pasir, dan semen. Semen sesuatu yang kecil. Bangunan ini kokoh enggak tanpa semen? Ibu-ibu kan enggak akan kokoh kalau mengabaikan yang kecil-kecil. Maka sebentar lagi acara saya selesai, langsung WhatsApp suami, "Say, I love you." Suaminya malas, "Mak, enggak salah kirim. [tertawa] bilang-bilang tumben-tumbennya bilang I love you. Ya, diceritain dulu dong ya. Maka sekarang apa? Anak saya kalau mau berangkat ke mana pun dia cium istrinya dan juga bilang I love you. Kenapa nonton bapaknya gitu ya? Jangan suka ngeluh di depan anak. Oke. Dikurangi. Kemudian misalnya ditingkatkan apa yang ditingkatkan di yang keempat tadi? Apa ditingkatkan? Iya. Apa? Fokus energi pada hal-hal yang memberikan dampak positif terbesar bagi kebahagiaan dan keharmonisan. Contohnya apa yang perlu ditingkatkan, Ibu-ibu? Ya, saya ambil beberapa contoh nih, ya. Ya, tingkatkan quality time. Maksudnya quality time apa? Ngobrol tanpa WhatsApp, ngobrol tanpa smartphone, ya. Apalagi kalau anak kita bahasa cintanya itu quality time. Ibu-ibu tahu kan ada lima bahasa cinta ya. Yang pertama apa? Quality time. Quality time itu apa? Kalau anak kita bahasa cintanya quality time, Anda ngobrol sampai main sambil main handphone tersinggung dia. Berarti apa? Fokus. Bahkan kepada anak-anak seperti itu, anak pertama saya yang di Jerman itu quality time. Maka kalau saya merasa dia lagi punya masalah, "Nak, hari ini Bapak cuti setengah hari waktu Bapak spesial for you. Bapak enggak bawa handphone, Bapak enggak nerima tamu, hanya untukmu. Itu buat orang yang quality time. Thank you ya, Pak." Thank you ya, Pak. Pak, anak saya sudah kayak gituin enggak mempan, Pak. Boleh jadi bahasa cintanya bukan quality time, tapi apa? hadiah. Maka kalau Anda punya anak bahasa cintanya hadiah, pulang dari Surabaya ini carikan hadiah. Ma, enak tadi Bapak tadi Ibu ke Surabaya muter-muter nyari hadiah nih spesial buat kamu karena kamu kemarin berprestasi nilainya bagus. Thank you ya, Mak. Thank you. Ada yang dikasih hadiah enggak mempan. Boleh jadi karena bahasa cintanya sentuhan, maka perlu dipeluk, Nak. Terima kasih ya, Nak. Kamu belajar sungguh-sungguh. sehingga prestasi kamu kemarin naik. Bapak, Ibu bangga sama kamu, Bu. Pak Jamil disentuh sudah, dikasih hadiah sudah. Yang pertama tadi apa? Quality time sudah enggak ngefek. Boleh jadi bahasa cintanya apresiasi pujian. Nak, kamu luar biasa. Ada peningkatan luar biasa di semester ini. Bangga sama kamu. Terus diumumkan diup keluarga, anakku yang bernama ini prestasi naik ya. Pak Jamil, sentuhan sudah, quality time sudah, hadiah sudah, apresiasi sudah, enggak ngefek. Gimana? Boleh jadi bahasa cintanya layanan. Dia senang kalau dilayani. Anak saya, Ibu yang mungkin ibu-ibu tahu ya, karena videonya pernah viral. Anak saya yang nikah di Masjidil Haram tuh sekarang yang nonton videonya ada R0 juta. Itu bahasa cintanya layanan. Dia sudah punya suami, tapi kalau datang ke rumah, "Pak, suapin lah. Kamu sudah menikah?" Suapin. Menikah kan itu darah orang lain. Kalau bapak kan aku darah daging bapak. Saya suapin, Bu. Buat orang yang bahasa cinta lanya itu kira-kira suami ibu bahasa cintanya apa? Harus dikenali. Saya tadi bilang sampai rumah dadaku, handphone aku darahku hanya untukmu. Kenapa? Karena saya tahu bahasa cinta istri saya itu quality time. Ya, maka berikan waktu yang terbaik. Contoh lagi apa yang ditingkatkan? Ya, frekuensi pelukan kepada pasangan dan anak. Ingat ya, meluk itu yang bagus berapa, Bapak, Ibu? Lebih dari 20 detik. Jangan cuman set, selesai peluk. 20 detik itu akan meningkatkan kebahagiaan. Kenapa, Bu? Iya, ya. Ya, bisa awal-awal dihitung boleh, Bu. [tertawa] Iya. Itu meningkatkan hormon dopamin, hormon serotonin diperlukan itu ya. Dan kemudian apa yang perlu ditingkatkan, Ibu? Misalnya tingkatkan apresiasi diri ya, apresiasi diri kita. Oke. Dan yang terakhir apa tadi? Dicreate. Berarti diciptakan. Apa yang perlu diciptakan? Banyak. Ya. Ciptakan kebiasaan atau ritual baru yang mendukung kesehatan mental dan keseimbangan peran Anda. Misalnya apa? Misalnya ciptakan ritual pulang. Ya, maksudnya apa? Sampai sebelum sampai rumah tarik napas, lepaskan supaya tenang. Saya dulu pernah punya kebiasaan, Bu, karena emosinya sering enggak stabil, capek. Akhirnya di rumah saya saya ciptakan keran. Kalau sebelum saya masuk rumah, saya ambil air wudu supaya ketemu dengan istri dan anak saya dalam keadaan suci. Ya, misalnya ya, terserah ibu-ibu nanti apa ini contoh aja. Apalagi ya ciptakan zona bebas gadget. Saya ada sebuah keluarga yang tadinya mau cerai, terus dia akhirnya membuat kebiasaan baru. Pokoknya nama dia kebiasaan 1821. Antara pukul 18.00 sampai 21 enggak boleh pegang handphone, enggak boleh nonton TV. Ngapain ngobrol sama keluarga? Kenapa? Karena keluarga itu adalah tiga play, 3P apa? Plan together, play together, pray together. Sekarang enggak jadi cerai, rumah tangganya happy. Dia cuma menerapkan aturan apa? 18 21. Dari 18.00 pukul .00 sore sampai jam 21 malam enggak ada gadet, enggak ada TV. Ngapain? Pokoknya main dengan keluarga, ngobrol dengan keluarga supaya apa? Rumah tidak berperan hanya sebagai restoran, rumah sebagai laundry. Ya. Dan silakan yang lain, ya. Ini hanya contoh-contoh ibu-ibu ya. Ya, ciptakan rutinas pagi yang tenang ya, apapun itu. Oke. Oke. Bisa menatap pikiran dan perilaku kita dengan 4D. Dihilangkan, dikurangi, ditingkatkan, diciptakan. Oke, yang terakhir ibu-ibu ya. Sebentar lagi ini yang terakhir lebih pendek ya. Oke, Pak. Saya ingin kunci semakin bahagia, Pak. Yaitu apa? Heart purification. Membersihkan hati kita. Yang kedua, tata pikiran dan tata tindakan kita. Yang ketiga, kira-kira supaya kita semakin bahagia itu apa, Bapak Ibu? Yakin bahwa kebaikan itu berbuah kebaikan. Ibu-ibu punya banyak peran, enggak usah khawatir. Itu akan kembali kepada ibu-ibu. Dari mana, Pak Jamil? Dari teori yang kita pelajari waktu kita kelas 2 SMP dulu. Kalau ibu-ibu enggak bolos masih ingat ada hukum ya. Kenapa? Saya ingin menekankan apa manfaatnya memiliki peran Pak bahwa kebaikan balik kebaikan. Ini hukum yang kita pelajari sejak kelas 2 SMP. Masih ingat hukum kekelan energi? Hukum ini menyatakan bahwa ketika Tuhan yang maha kuasa menciptakan al semesta manusia dan kehidupan, Dia juga menciptakan energi dunia dan energinya tetap sampai hari kiamat tidak bertambah tidak berkurang. Yang ada hanya berubah bentuk. Contohnya saya ngomong begini mengeluarkan energi berubah jadi apa? Suara. Anda datang ke sini mengeluarkan energi dapat apa? Dapat ilmu. Dapat semangat. Anda pulang nanti mama pulang. Mama pulang. Anda peluk mengeluarkan energi berubah jadi apa? Tergantung yang dipeluk. [tertawa] Berubah menjadi cinta dan kasih sayang. Energinya tidak pernah bertambah. tidak pernah berkurang. Yang ada hanya berubah bentuk. Maka implikasi hukum kekalan energi dalam kehidupan sehari-hari adalah apa yang Anda usahakan sama dengan apa yang Anda hasilkan. Dengan kata lain, jumlah usaha sama dengan hasil usaha. Dan itu pasti sebagaimana pastinya hukum alam yang lain. Contohnya, Ibu-ibu, benda ini kalau saya jatuhkan jatuhnya ke mana? Wah, hukum apa ini? Gravitasi. Yang jatuhkan Jamil aja. Ini jatuhnya ke mana? Bawah. yang jatuhkan Saiful Jamil. Saya garis bawahi ya. Saya tidak ada hubungan dengan Saiful Jamil. Yang jatuhkan Pak Prabowo bawah, yang menjatuhkan Pak Jokowi bawah, yang menjatuhkan Bu Gubernur bawah. Hukum alam itu berlaku umum bagi siapapun tidak peduli tidak sukunya, tidak peduli agamanya. Termasuk hukum kekelan energi ini. Jumlah usaha sama dengan hasil. Artinya apa? Kalau Anda mengeluarkan energi 10, maka hasilnya pasti 10. Kalau Anda mengeluarkan energi 100, maka hasilnya pasti 100. Dan itu pasti sebagaimana pastinya hukum alam yang lain. Pak, Pak, perasaan enggak gitu deh, Pak? Saya di Dharma Wanita Persatuan ini, Pak. Senin aktif, Pak. Selasa aktif, saya Minggu juga aktif, Pak. Loyal loyalisasi sama Darma Wanita Persatuan itu Bapak enggak perlu. Bahkan tangan saya ini kalau kena silet, darahnya langsung membentuk tulisan DWP. Saya sudah mengeluarkan energi 100, Pak. Kok yang saya dapat cuma 10? Apa 10? Penghargaan dari kabadan. Good job. Saya bangga punya dharma wanita aktif seperti Anda. Pertahankan prestasi Anda. Masuk atas panggung dipotret-pot cekrek cekrek cekrek. Ada nilainya ada. Tapi mungkin nilainya cuman 10. Padahal Anda mengeluarkan energi Pak kata Bapak tadi jumlah usaha sama dengan hasil usaha. Kenapa saya sudah berusaha 100 dapatnya kop cuman 10? Ke mana yang 90? Apa yang terjadi? Kenapa, Ibu-ibu? Ternyata menurut hukum ini hasil usaha itu terbagi menjadi dua komponen, yaitu komponen hasil yang dapat langsung dirasakan oleh kita. Dan komponen kedua yang oleh para ahli sering disebut tabungan energi. Contohnya tadi jumlah usaha kita berapa tadi? 100. Hasil usaha terlihat berapa? Maka kita punya tabungan energi berapa? 90. Yang namanya tabungan energi disimpan di mana? Belum belum bicara akhirat. Masih di dunia berlaku buat orang ateis juga. Saya simpan kita simpan di alam. Kalau kita punya uang simpan mana? Maka kalau pernah nyimpan uang di bank saya datang misi Bu. Ada apa Pak Jamil mau ngambil tabungan? Bukunya mana? Ini dilihat saldonya cukup dikasih. Saya enggak pernah nambung ke bank saya datang. Misi Bu. Ada apa, Pak Jamil mau ngambil tabungan? Bukunya mana? Enggak ada. Pernah nabung enggak? Enggak. Dikasih enggak? Capek deh. Enggak pernah nabung mau ngambil. Begitu juga kalau kita enggak pernah punya tabungan kebaikan. Suatu saat rumah tangga kita berantakan, kita berdoa, "Ya Tuhan, damaikan keluargaku. Ya Tuhan, damaikan keluargaku, ya Tuhan." Kok enggak damai-damai? Kita harus introspeksi diri. Jangan-jangan selama ini kita enggak pernah punya tabungan kebaikan. Loh, kok enggak punya tabungan kebaikan? Karena perbuatan yang kita lakukan selalu meminta imbalan. Eh, jadi panitia Dharmawinata ya, Dharma Wanita ya. Peringatan Dharma Wanita ada amplopnya enggak? Enggak ada pengabdian. Ha, hari ini bicara pengabdian sor lah ya. Time is money tahu. Eh bantuin saya sor kita beda bagian QPI kita beda tupoki kita beda. Beda, B semua [tertawa] enggak ada enggak ada ya? Iya kalau misalnya ada Bu contoh ya. Semua perbuatan kita lakukan minta imbalan berarti kita enggak punya tabungan. Kalau enggak punya tabungan, tahu diri dong jangan ngambil. Dan tabungan itu bisa bernilai positif, bisa bernilai negatif. Ngomongin teman di belakang positif atau negatif, hati-hati. Korupsi negatif. Dan ternyata setiap orang itu unik, punya kode frekuensi sendiri-sendiri. Tabungan energi Anda tidak mungkin tertukar dengan tabungan energi orang lain. Jadi salah kalau misalkan woi perasaan saya yang banting tulang. Kok dia yang dapat tulangnya saya dibanting-banting enggak? Kenapa? Karena setiap orang punya kode frekuensi sendiri-sendiri. Contohnya dari depan sampai belakang saya minta untuk berbicara. Suaranya ada yang sama. Kenapa suaranya enggak sama? Frekuensinya beda. Apa itu frekuensi manusia? Frekuensi manusia itu ada di tulang belakang manusia. Waktu kita kuliah dulu disebut tulang katak. Dalam agama Islam disebut asbu zanab. Dalam agama Hindu Buddha disebut sarika datatu atau relik. Ternyata azbus janab ini tulang kata ini, Sariadatu ini, relik ini adalah blackbx hitungan penyaluran energi manusia di dunia yang menyamin, yang memastikan bahwa energi yang kita keluarkan balainya pasti ke kita enggak bakal ketukar. Dan azbu zanap ini, tulang kata ini, sari kadat ini, relik ini dibakar sampai 1000 derajat celcius tidak rusak. Mohon maaf, ada yang beragama Hindu di sini? Kalau ada orang Hindu meninggal diapain? dibakar, di ngaben. Setelah diaben dikumpulin abunya. Dari abunya bisa dicari reliknya. Dari reliknya ketahuan apakah orang ini ketika hidup banyak tabungan energi positif atau negatif. Tahun 2002 di Kelapa Gading Jakarta adalah pameran reliknya orang suci. Salah satu yang dipamerkan adalah reliknya Sidarta Utama. Reliknya Sidarta Utama itu bening, bersih, mengkilat. Kenapa? Karena menurut teori ini, semakin banyak orang itu tabungan energi positifnya, reliknya itu bening bersih mengkilat. Dan semakin banyak orang kita tabungan energi negatifnya, reliknya itu butek, keruh, gelap. Ini saya ambil dari situs Buddha ya. Tulang kata itu di bawah situ ya. Di sini ya. Yang ini agak bening, berarti tabungan energi positifnya banyak. Yang ini gelap berarti tabungan energi negatifnya banyak. Ini relik ya, bukan batu aki. Kira-kira kalau Anda meninggal hari ini reliknya warna apa? Bening, putih. Putih itu termasuk butek. Bening, ya. Beninglah insyaallah ya. Saya tidak akan menghakimi Bapak dan Ibu sekalian. Maka berdasarkan fakta ini, energi yang kita tabung ini tidak akan pernah hilang dan suatu saat akan kembali kepada kita dalam bentuk yang tidak kita duga sebelumnya. Apabila kita menabung energi negatif, maka kita mendapatkan energi negatif tersebut kembali. Apa? Sebentar lagi acara saya selesai. Anda jongkok ke toilet. Jongkok, handphone-nya masuk toilet. Hm. Handphoneeku belum lunah. Berarti pencairan tabungan energi negatif. Apabila kita menabung energi positif, maka kita mendapatkan energi positif tersebut kembali. Tiba-tiba dapat bonus, tiba-tiba anak dapat beasiswa. Yang lain rumahnya kebakaran, kita enggak kebakaran. Ya, pertanyaan saya, Anda aktif di Dharma Wanita Persatuan itu energi positif atau negatif? positif. Enggak usah khawatir, pasti dapat balasan. Ya. Maka berdasarkan waktu ini kalau kemudian kita amati, "Pak, ya, kenapa kemudian ada orang yang hidupnya beruntung terus, rumah tangganya happy, anaknya juga anaknya baik-baik, karirnya juga oke, dan kelihatannya dia juga dicintai banyak orang. Kenapa kok dia hidupnya beruntung terus?" Kenapa? Karena tabungan tabungan energi positifnya banyak. Aktif di Dharma Wanita, aktif di PKK. Setiap Iya. Kemudian aktif ngerawat suami, eh masih juga kerja eh masih ngerawat anak, energi positif. Positif. Ini ada yang dari satu kantor ini satu tempat. Jangan beda-beda tapi saling kenal satu dengan yang lain. Jangan sampai nanti begitu minggu depan temannya ada yang semangat, tumben lu semangat gara-gara ikut seminar Pak Jamil. Ya alah paling bertahan 2 minggu ora usah ngoyo-ngoyo ya. Eh, daripada menghambat orang lain berbuat energi positif, lebih baik diam. Menghambat orang lain berbuat energi positif itu menjadi energi negatif buat kita. Bila pula Anda bilang, "Saudara-saudara, mari kita buktikan Dharma Wanita Persatuan Jawa Timur menjadi yang terbaik di Indonesia." Bisa? Bisa. Bisa, bisa. Walaupun setelah balik badan iso apa ora yo? Ya. Tapi kepada anggota tim, Anda memberikan semangat energi positif. Positif ya. Kenapa ada orang yang ditimpa musibah di rumah itu sial terus berantem sama pasangan hidup? Perjalanan mobil kesenggol sampai kantor dimarahin atasan. Punya jerawat enggak sembuh-sembuh. Sial terus tuh. Kenapa? Iya. Tabungan energi negatifnya banyak. Cair secara tak terduga ya. Klik. Maka kalau setelah belajar teori ini, hidup Anda ingin dipenuhi keberuntungan? Gimana caranya perbanyak energi positif? Maka walaupun perannya banyak, Bu, tetap enjoy, tetap asik. Oh, aku di rumah kadang sebagai istri, sebagai ibu, sebagai konsultan, konsultan suami, ya. Anak saya itu suami saya itu kayak anak paling bungsu, pokoknya manja banget dia itu. Ya, ya. Itu kan energi positif. Terus aku harus menjalankan peran juga di kantor, menjalankan peran di masyarakat itu energi positif. enggak usah khawatir akan kembali sempurna kepada ibu dan sempurna sebagaimana sempurna yuk ka mulai enggak bakal ketukar gitu ya maka ya klik ya ini menjalan menjalankan banyak peran itu ladang membuatkan sarapan buat suami energi positif membantu PR anak energi positif. Walaupun setelah bantu Anda bingung juga. PR sekarang susah-susah nak gurumu salah soal. Kalau saya nak pas pelajaran ini dulu Bapak enggak masukitu. Anda aktif di Dharma Wanita, energi positif. Positif. Kalau Anda aktif-aktif dan aktifnya itu tulus, enggak banyak keluhan, berbagai kebaikan akan datang kepada Anda. Dan itu pasti sebagaimana pastinya hukum alam yang tiba-tiba suami dapat beasiswa, tiba-tiba suami jabatan naik, ya tiba-tiba apalagi ditempatkan di tempat yang sesuai harapan. Jadi kalau kemudian kita itu kok, "Loh, Pak, kok sekarang hidup saya sial terus? Anda perlu introspeksi. Jangan-jangan banyak energi." Oh, enggak Pak. Saya sering berbuat baik kok saya aktif di dalam wanita. Iya aktif tapi di belakang grundel. Apaan sih? Aktif terus enggak berpengaruh kepada suami. Karir suami juga biasa-biasa aja. Sudah gitu pekerjaannya banyak terus sama ibu. Pokoknya kalau yang ketemu ibu itu yang dikasih tugas. Lebih baik enggak usah kelihatan ngeluh belakang situ. Berarti yang tadinya positif jadi negatif. Oke, ya. Maka, Ibu-ibu, ya, itu yang mungkin saya bisa simpulkan pada hari ini ya. Keberadaan Anda adalah anugerah bagi keluarga dan lingkungan terlepas dari ketidaksempurnaan hari ini. Ya, kitab manusia itu pasti ada kekurangan, tapi itu anugerah. Dan kemudian Anda boleh lelah. Lelah adalah tanda bahwa Anda itu berjuang. Lelah tanda bahwa Anda itu kemudian melakukan sesuatu. Dan kalau lelah ya istirahat saja. Dan kemudian ayo kembali pulang-pulangnya dengan cara apa? Selalu heart purification, bersihkan hati kita, sehatkan hati kita. Kemudian apa? Selalu tatap pikiran dan tindakan kita dan yakin bahwa apapun yang kita lakukan kembali kepada kita. Karena ada hukum kekalan energi. Barangkali itu yang bisa saya bagikan. Mudah-mudahan menginspirasi ibu-ibu semuanya. Tepuk tangan buat kita semuanya. Pak Jamil masih kurang, masih kurang. Kalau masih kurang setelah ini buka YouTube ya. Nanti set Jamil Azini kalau sudah ketemu jangan lupa subscribe dan tekan tombol lonceng. Barangkali itu yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan menginspirasi. Ee saya kembalikan lagi kepada moderator Ibu Amel. Silakan, Bu. Baik, kita berikan applaus yang meriah untuk Babe Jamil Azzaini, Ibu-ibu. Masyaallah, luar biasa ini sampai tercengang semua gitu loh, Babe hari ini dan banyak insight yang luar biasa. Terima kasih Babe Jamil Azini. Ibu-ibu tentunya tadi hal-hal yang sudah disampaikan oleh Babe Jamil Azini perlu ada feedback gitu ya, B ya. satu dan dua orang. Kami mohon dengan hormat yang akan eh bertanya kami persilakan. Nanti ada doorpress menarik dari panitia. Bu Heni dari Biro Organisasi mantan teman sekarang tetap teman gitu ya Bu Heni. Satu lagi sebelah kanan supaya kapal ini tidak oleng gitu ya. Boleh volunteir yang ingin bertanya. Oke. Satu. Ibu dari RRS SAA Malang. Baik, boleh untuk teman-teman untuk Bu Heni dulu. Bab monggo di sini kepada Bu Heni monggo berdiri Bu Heni boleh applause untuk Bu Heni yang akan bertanya hari ini. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Babe Jamil, izin saya sebenarnya mungkin pertanyaan ini mungkin agak mengagetkan, tapi ee dengan tema hari ini yaitu perempuan dalam banyak peran. Kalau mungkin kita mendengar berita yang viral baru saja, jadi kejadian ini ada di Medan. Terjadi pembunuhan oleh anak 6 SD terhadap ibu kandungnya. Pertanyaan saya sebenarnya mungkin eh mudah mungkin ya untuk babe jawab, tapi kami sebagai ibu yang ada di sini kira-kira apa sih yang membuat seorang anak kelas 6 SD bisa melakukan itu? Padahal yang kita tahu seorang ibu pastinya dengan peran yang sangat banyak pasti sangat menyayangi anaknya. Nah, dari tema ini yang saya tanyakan, apakah semua yang disampaikan BAB tadi bisa juga di implementasikan kepada anak-anak yang di ee mana anak yang membunuh orang tua ini masih berusia 12 tahun? Itu aja sih, Beh, pertanyaan saya. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. langsung monggo Babe Bu Heni sekarang yang multiper one to many. Seorang guru terhadap anak-anak atau seorang ayah terhadap anak. Tapi sekarang belajar itu many to many. Guru anak-anak itu sekarang bukan hanya kita, bukan hanya guru di sekolah. Gurunya bisa YouTube, gurunya bisa sosial media. Ya, dulu di Brebes itu ada seorang anak membunuh ayahnya karena disuruh apa? Disuruh ibunya, "Nak, bapak dibangunin." Dia banguninnya karena bapaknya susah bangunin, dia ambil palu terus kepalanya dipukul, "Pak, bangun, bangun, bangun, bangun, bangun." Mati bapaknya. Kenapa, Bu? Karena ternyata ini itu terbiasa nonton Tom and Jerry. Tom and Jerry kan dipukul tetap aja sembuh. Makanya penting tuh ya. Tadi Bu Amel mengatakan kalau kita ingin tahu anak kita, mendidik anak kita itu kita perlu tahu potensinya apa. Karena ada yang dominan otak kiri bawah kiri atas kanan atas kanan bawah ada otak tengah. Cara mendidiknya harus beda. Kalau Anda punya anak kiri bawah yang sering disebut orang sensing, jangan dibiarkan nonton sosial media sendirian. Kenapa? Karena dia orangnya ATP, amati, tiru, plek yang ditonton. Itulah yang dilakukan. Nah, anak yang dibrebes itu yang anak kecil membunuh orang, dia tidak sengaja membunuh orang tuanya tapi dia nonton Tom and Jerry pukul ATP amati tiru plek. Saya kasih ilustrasi bahwa anak mendidik anak itu beda. Saya punya anak lima kan ya. Waktu saya mau ngisi training di legasi Afrika, anak nomor satu, nomor dua saya SMS karena dia sudah SMP, SMA waktu itu. Nak, Bapak mau ngisi training delegasi Afrika. Tolong doakan Bapak ya. Bapak takut nih. Bapak grogi nih. Ini para pimpinan dari negara Afrika nih. Bapak bahasa Inggrisnya kacau nih. Anak saya yang pertama jawabnya apa, Pak? Aku tahu siapa bapakku. Bapakku itu orang hebat. Bapakku itu luar biasa. Ayo, Pak, buktikan orang Indonesia hebat di depan mata orang Afrika, Pak. I love you, Pak. Muah. Anak saya yang kedua dengan SMS yang sama jawabnya cuman oke gitu. Beda. Enggak tuh ya. Mereka saya kirim training e training leadership ya. Semua peserta diminta ngirim surat kepada orang tuanya. Anak saya yang pertama ngirim suratnya tiga halaman. Saya bacanya nangis. Hebat amat kamu, Nak. Anak saya yang kedua isi suratnya cuman, Pak. Isi surat Bapak sama dengan Mama. Baca yang punya mama. Ketika mereka di Jerman, anak pertama saya di Hannover, anak saya kedud Berlin. Kalau anak saya pertama nelepon 1 jam, "Nak, udah ya, Nak? Ih, Bapak enggak sayang sama aku ya? Kan baru 1 jam." "Iya, Nak. Di situ masih sore. Di Indonesia tengah malam." "Ih, Bapak enggak sayang sama aku." Marah dia. Tapi anak saya yang kedua sama-sama di Jerman. Kalau nelepon cuma 5 menit, "Nak, Bapak lagi sibuk." Oke, Pak. No problem. Kira-kira nyekolahannya beda enggak? Anak yang saya pertama sekolahnya di sosial, kuliahnya psikologi. Anak yang kedua karena dia itu otak kiri atas, orang thinking, rasional, maka kuliahnya pun A1 eh sekolahnya waktu kuliah teknik, maka dia enjoy. Kenapa? Karena sekarang itu banyak orang tua yang durhaka sama anak. Orang tua durhaka sama anak itu gimana? Dia saya kasih ilustrasi kan ada orang, "Pak, anak saya durhaka sama saya." Kenapa kok durhaka? Ini Pak, enggak pernah nurut. Ah, saya bilang yang durhaka Anda kepada anak. Emang ada orang tua durhaka sama anak? Banyak. Saya bilang. Saya kasih metafor. Penghuni hutan melakukan konferensi dan mereka mendiskusikan kira-kira keahlian apa yang perlu dimiliki penghuni hutan. Oh, hutan sering kebakaran supaya kita selamat harus bisa terbang. Eh, hutan sering banjir supaya kita selamat harus bisa renang. Eh, hutan itu liar. Semua penghuni hutan harus bisa lari sambil lompat. Akhirnya disepakati diadakan training. Training apa? Terbang, renang, melompat. Hari pertama senang, hari kedua berantem, hari ketiga trainingnya dibubarkan. Kenapa? Karena gajah dipaksa terbang. Sampai kiamat enggak bisa, Bu. Ayam dipaksa berenang, cacing dipaksa lari sambil melompat. Ya, enggak bisa stres dia. Cacing itu di bawah tanah, gajah itu kekuatan. Apa? Jangan sampai anak kita potensinya seperti gajah tapi disuruh terbang. Ibu stres, anaknya stres. Maka penting mengetahui potensi anak itu. Kira-kira anak saya ngembanginnya gimana ya? Ya, anak saya ada itu bagi rapot ranking 11, "Nak, kok kamu ranking 11 sih, Nak?" Kata Bapak di rumah kita ranking enggak penting. Sekarang aku ranking 11 dipermasalahkan. Bukan gitu, Nak. IQ kamu itu 144. Paling enggak masuk tiga besar deh. Oke, Pak. Aku akan masuk tiga besar. Apa yang mau kamu lakukan? Aku orang sensing, Pak. Orang sensing kejelasannya diot. Maka aku harus olahraga, Pak. Akhirnya dia olahraga, "Nak, kamu kok sepak bola sih, Nak?" Kata Bapak suruh olahraga. Aku olahraga salah. Tapi kamu itu perempuan, Sayang. Akhirnya dia main basket dan begitu bagi rapat ranking 3. Padahal belajarnya sama. Kenapa? Maka itu kita penting mengetahui potensi. Ah, saya tidak tahu yang potensi di Medan itu. Kalau kemudian dia tidak membunuh, belum tentu juga membunuhnya sengaja atau jangan-jangan yang ditonton dan dia kebetulan orang otak kiri bawah dia ATP amati tiru plek. Kalau saya otak kanan bawah saya hobinya cerita. Makanya kalau Anda perhatikan saya ngisi tadi kebanyakan saya bercerita karena itu kelebihan saya. Kira-kira gitu. Nah, kalau ingin mengetahui potensi hubungi aja Bu Amin ya. Kira-kira apa potensinya? gitu. Kalau tahu itu enak, Bu, mendidiknya enak dan kemudian mengembangkannya juga enak. Apakah yang materi cocok buat anak? Kalau buat anak-anak materinya bukan ini. Ini memang khusus untuk ibu-ibu. Materinya apa? Ya, kalau buat anak-anak tentang bagaimana dia memimpin dirinya sendiri kan. Supaya kemudian dia bisa memimpin dirinya sendiri kemudian dia bisa mengelola ya. Jadi ee apa namanya? Saya punya anak memang cuman lima, tapi anak ideologi saya banyak dan itu saya kembangkan sesuai dengan potensinya. Maka sekarang tersebar ke banyak negara. Ada yang di Amerika, ada yang di Inggris, ada yang di Turki, ada yang di Jepang. Dan mereka bertumbuh, mereka berkembang. Dan kalau dia bertumbuh walaupun dia bukan anak kandung saya, saya senang. Dan Bapak Ibu, ada loh yang pernah mau masuk di tahfiz saya mau bunuh diri. Kenapa tuh? karena dia merasa dibuang sama orang tuanya. Jadi dimasukkan ke sekolah saya itu seolah-olah dibuang. Maka kalau yang masuk di sekolah saya di tahfiz saya pertama yang saya lakukan apa? Saya ingin tahu perasaannya kayak apa? Hatinya terluka atau tidak? Dan ternyata anak generasi sekarang itu banyak hatinya yang terluka. Siapa yang membuat luka? Orang tuanya. Apa yang membuat generasi sekarang membuat orang paling terluka? Kalau dia dibanding-bandingkan. Ibumu dulu ranking loh. Kamu enggak ranking. Dia diam tapi dia sakit hati tuh. Ya tuh teman kamu ranking kok kamu enggak ranking. Ciri-ciri bahwa anak terluka itu apa? Kalau dia punya masalah dia curhatnya enggak ke kita. curhatnya ke temannya atau ke orang lain. Maka hati-hati kalau anak-anak anak Anda enggak pernah curhat kepada Anda. Jangan-jangan karena selama ini kalau curhat langsung dinasehatin atau langsung dibandingin ya. Ee apa namanya? Saya kalau malam itu suka nangis Bu. Karena kan saya tahu anak-anak muda yang saya yang saya bimbing itu ya gitu itu banyak yang terluka hatinya dan yang menyebabkan luka itu orang tuanya. Ada juga yang menyebabkan luka sekolahnya dulu dibully Bu pesantren ya mohon maaf ya ditelanjangin terus wajan itu digunakan untuk mengelap tubuhnya itu hitam gitu maka begitu masuk tempat saya ketemu aja saya takut pasti ada sesuatu ini. Kemudian tim saya susurus saya aja ngobrol ternyata waktu di pesantren sebelumnya itu dibully 7 tahun dibully setelah diterapi. Saya sampaikan kalau di sini semuanya enjoy, asik ya, senang. Sekarang sudah tumbuh ya. Jadi memang kompleks sih kalau diik anak tidak hanya bisa dilihat dari satu hal itu ya. Malah yang terbaru Bu bukan membunuh ibunya. Bapaknya dibunuh seorang doktor. Doktor namanya. Doktor orang kaya namanya loh. Doktor orang kaya. Apa apa? Apa? Dosen kehutanan. Di USU ya. Diusu yang bunuh anaknya. Nah, tapi tugas kita yuk kita siapkan keluarga kita, kita siapkan yang di bawah kendali kita ya. Kenapa saya membuat membina anak-anak muda itu itu karena keprihatinan saya, Bu ya. Banyak anak-anak sekarang yang tidak respek terhadap orang tuanya, yang tidak hormat sama orang tuanya walaupun yang menyebabkan salah juga orang tua. Saya sangat sedih Bu di tahfiz saya itu gratis. Kami didiknya seperti anak sendiri totalitas. Saya saya ambil lulusan-lulusan terbaik dari perguruan tinggi untuk jadi mentor mereka. Harusnya orang tuanya akan terima kasih. Bu, diwisuda enggak datang. Di wisuda enggak datang. Anaknya di wisuda enggak datang. Saya telepon, "Anda itu orang tua macam apa? Anak Anda berprestasi, Anda sedang diwisuda, anak Anda sedang melakukan itu. Anda tidak datang. Orang tua macam apa anda ini tak marahin gitu." Karena memang di dalam aktivitas wisuda itu ada tadi penyerahan bunga orang tua terhadap anak lah. Begitu orang tuanya enggak datang, stres dia yang akhirnya meluk-meluk. Saya memang tidak layak, Pak, jadi anaknya orang itu. Saya jadi anaknya Bapak aja, ya, Pak. Banyak orang tua yang gitu juga. Jadi, seolah-olah pendidikan itu tugas sekolah, tugas. pendidikan itu tugas orang tua. Jadi benar tadi ya ee Pak Kepala Badan tadi ngambil rapot bapaknya. Benar. Anak saya sekolah di sekolah yang apa? Yang orang tuanya harus ikut pembinaan sekolah. Kalau anaknya enggak orang tuanya enggak ikut pembinaan sekolah, anaknya dikeluarin. Kalau ngambil rapot harus suami istri. Kalau enggak ngambil suami istri anaknya dikeluarin. Dan menurut saya itu saya bagus supaya orang tuanya care kan. Itu kira-kira, Bu. Mudah-mudahan Ibu tidak puas dengan jawaban saya karena saya memang bukan lelaki pemuas. [tertawa] Baik, terima kasih Babe. Satu penanya lagi. Izin Babe. Monggo Ibu dikenalan dulu mungkin ya. Saya belum kenal juga. Monggo. Dari mana tadi? RSSA dengan Ibu di atas. Ibu. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Terima kasih. Saya dikasih kesempatan bertanya. Ee saya Dani dari Rumah Sakit Saiful Anwar. Ee yang ingin saya tanyakan gini, Pak. Ee tadi kan ada yang orang tua itu tidak boleh ee mengeluarkan kata-kata kasar ke anaknya. Kalau mungkin saat ini saya menjadi orang tua dengan anak yang masih kecil ee saya terapkan. Tapi bagaimana kalau itu sudah terjadi dan kita ingin menghapus kesalahan itu? Ee itu yang pertama. Yang kedua, apakah untuk mengikuti sekolah tahfiz di tempatnya Bapak ada ee batasan usia? Demikian pertanyaan saya. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bu, saya dulu juga pernah salah mendidik anak saya, Bu. Anak yang pertama. Karena saya kan belum belum belajar ilmu parenting, belum apa gitu ya. Saya sadar setelah kemudian saya belajar ilmu parenting dan kemudian anak saya ini kok susah amat dikendalikan. Apa yang saya lakukan? Saya ngobrol berdua. Nak, Bapak minta maaf ya, sayang. Bapak tidak pernah kursus, tidak pernah sekolah tentang bagaimana menjadi orang tua yang baik dan Bapak pernah melukai kamu. Bapak minta maaf sama kami. Dan begitu dia ngomong gitu, alhamdulillah, Pak. Selama ini aku khawatir Bapak enggak sadar bahwa Bapak salah mendidik aku dan Bapak ngaku aku terima kasih. Dan sejak kejadian itu kalau dulu Bu enggak berani negur saya, Bu. Sejak kejadian itu kalau ada sesuatu yang enggak berkenan di saya, dia akan, "Pak, boleh enggak ngobrol di kamar?" Ya, Pak. Oke. Saya pernah ngobrol di kamar. Terus dia bilang, "Pak sor ya, Pak. Aku bingung. Aku harus bangga atau aku harus sedih? Kenapa ini aku mewakili adik-adik? Kenapa Bapak sekarang menjadi tokoh nasional keliling Indonesia bahkan Bapak keliling dunia? Satu sisi Bapak sosi aku senang tapi di sisi lain aku sedih, Pak. Kenapa? Karena kita sudah tidak pernah berenang bareng, kita enggak pernah makan bareng. Bapak sudah enggak pernah nyuapin aku lagi. Sedih, Pak. Terus kamu maunya gimana? Aku juga bingung. Nasihat dia, Bu. Itu saya pegang sampai sekarang. Cuman aku mau bilang sama Bapak, Bapak jangan pernah menjadi lilin. Maksudnya apa, Nak? Lilin itu mampu menerangi sekitarnya, tapi dirinya musnah. Jangan sampai Bapak suka menginspirasi banyak orang, tapi keluarganya tidak terinspirasi, keluarganya hancur. Maka kalau saya ngisi training waktunya lama, itu istri saya saya ajak, anak saya ajak secara bergiliran. Eh, Bapak mau ngisi training di Jepang. Siapa yang ikut? Aku diundi ya. Kan Jepang biayanya mahal kan. Bapak mau misi training di Korea? Aku dong gantian. Oh, Bapak di Bali 3 hari siapa ikut? Itu gara-gara nasihat anak saya. Iya. Begitu juga setelah itu saya sama istri belajar tuh gimana ilmu parenting yang pas gitu ya. Dan alhamdulillah sih yang jadi korban anak pertama dan kedua lah ya. yang anak berikutnya sudah dapat ilmu parenting sehingga kemudian ya lumayan ya itu dan cara mendidik anak beda Bu. Anak saya saya bawa ke Lampung. Saya dulu anak keluarga miskin Bu. Tinggal di tengah hutan di Lampung. Saya tinggalnya di tengah hutan. Bapak saya selalu bilang, "Kita keluarga termiskin kedua di kampung. Tapi walaupun kita miskin harta, jangan pernah miskin cita-cita." Saya tanya, "Siapa, Pak, yang paling miskin?" Bapak, saya enggak pernah jawab. Baru setelah saya lulus dari IPB, saya tanya, "Pak, dulu yang paling miskin siapa sih, Pak?" Itu mil Hamdan ATT. Ya kan? Lagunya Aku Merasa orang termiskin di dunia. Bapak peringkat dua. Saya dulu kalau sekolah, Bu SMP cari biaya sendiri. SMA saya beda 46 kilo, Bu. Setiap hari anak saya saya bawa ke tengah hutan itu, Nak. Dulu Bapak tinggal di sini. Kalau mau makan mancing di depan itu supaya pakai laut pauk, ya. Kalau mau sekolah jalan kaki tuh SD ya ngelewatin hutan sepatunya harus dilepas diangkat supaya enggak basah. Apa jawaban anak saya? Pak ya yang namanya penderitaan enggak usah diturunkan. Cukup Bapak yang menderita. Kalau zaman saya kecil kayak gitu, Bu, sama Bapak saya ditempelek. Kurang ajar kamu. Anak saya laki-laki tadi, Bu, untuk melatih ke leadershipnya kalau kuliah sambil bisnis. di dari Berlin dia telepon, "Pak, bisnisku bangkrut lagi." Enggak apa-apa, Nak. Jatah bangkrut tujuh kali. Kamu baru empat, kurang tiga. Habiskan jat bangkrutmu selagi masih muda. Sebelum nikah kalau bisa sudah jatah bangkrutnya habis. [tertawa] Aku minta nasihat dari Bapak. Nasihat dari Bapak. Laut yang ulung tidak akan lahir di laut yang tenang. Orang-orang yang hebat tidak akan pernah lahir dari orang yang tidak pernah mendapat cobaan dan ujian. Bagus enggak tuh nasihatnya, Bu? Anak sekarang bisa gini loh, Bu. Ya, Bapak nasihatnya itu lagi, itu lagi gitu. Zaman saya dulu enggak berani. Terus gimana yang lain apa, Pak? Kalau itu aku sudah tahu, Pak. Oke, Nak. Oke, Nak. Kamu kamu di Berlin suka naik sepeda? Kadang-kadang kalau kamu naik sepeda, sepedanya digenjot, sepedanya jalan, itu artinya apa, Nak? Diturunan. Kalau naik sepeda harus digenjot artinya apa? Ditanjakan. Apa pelajarannya, Nak? Kalau hidup kamu serba mudah, jangan-jangan kamu sedang menurun. Tapi kalau kamu mengeluarkan energi, jangan-jangan itu menuju puncak kesuksesan. Nah, ini baru nasihat, Pak. Thank you. Asalamualaikum, gitu. Maka ngasih tantangannya beda ya. Mendidik anak. Karena apa? Rasul bilang, "Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya." Enggak boleh zaman bapak saya pakai. Maka kita perlu ilmu. Itu yang pertama, Bu. Kalau usaha masuk tahfiz usianya berapa? 17 sampai 25 tahun, Bu. jadi lulusan SMA atau lulusan S1 gitu kira-kira ya. Insyaallah tahun ini buka di Malang Bu. Saya akan buka di Malang ya. Jadi insyaallah kalau rezeki saya semakin banyak saya akan lebih banyak buka di banyak kota dan insyaallah di dekat Batu kami akan buka sekarang sedang dibangun nanti di sana. Barangkali itu Bu. Baik terima kasih. Applaus lagi untuk Babe Bapak Ibu. [tepuk tangan] Baik. Tadi kami sampaikan bahwa ada doorpress menarik dan tadi timnya Babe bisikin saya. Ada buku dari Babe. Boleh applause juga. Ada buku yang menarik untuk Bu Heni dan Bu Dani. Kami persilakan untuk maju ke depan. Boleh Mas bukunya akan diserahkan langsung dari Babek. Bu Heni. Bu Dani dari Rumah Sakit Seful Anwar. Bu Heni dari Biro Organisasi. Apresiasi yang luar biasa. Buku langsung dari Babe nanti boleh tanda tangan ya. B. Ee iya boleh Mas fotografer sudah ada ya. Yang pertama speak to change ya. Ya. Boleh applause dari Babe ini untuk Bu Heni dan Bu Dani. Buku Speing Communication. Oke, terima kasih Bu Heni dan Bu Dani. Baik. Baik. Bapak, Ibu, dan hadirin yang kami hormati. Hari ini juga hadir di YouTube BABE BPSDM Jatim TV. Luar biasa ini sudah memberikan feedback mulai dari spire gitu ya. Kemudian kita harus merilis marah kita. kita harus menjadi wanita yang sudah selesai dengan dirinya. Kami yakin hari ini saya, Ibu-ibu semua akan mempraktikkan termasuk jurnal syukur ya, Be. Dan ini akan sangat berarti bila kita semua masing-masing dari kita menginternalisasi. Tidak hanya didengar, dicatat, namun harus dilaksanakan secara kontinu. Saya yakin dan percaya insyaallah dengan acara ini banyak insight. Babe, terima kasih Bu Ramli juga terima kasih atas kesempatannya yang sangat luar biasa. Banyak jiwa-jiwa yang hari ini bersemangat untuk menyongsong tahun 2026. Seorang wanita yang tangguh, yang semakin smart, semakin juga tulus untuk membersamai Ananda dan juga membersamai keluarga tercinta. Demikian untuk hari ini. Terima kasih sekali lagi. Applaus kembali oleh untuk Babe. Terima kasih Babe hadirnya di sela-sela kesibukan. Tadi disampaikan Babe. Oh. di sini di depan Babe. Izin didokumentasikan. Oke. Masyaallah spesial dari Babe. Boleh dokumentasi untuk Ibu-ibu berdua. Ini ada hadiah menarik untuk Bu Ramli dan juga Bu Wakil Bu Astrid. Engaging Communication spesial dari Babe Jamil. Baik, terima kasih. Luar biasa. Ini ilmunya akan mengalir terus gitu. Baik. Sekali sekalian Babe ada sertifikat dari panitia untuk penghargaan hari ini. Sebagai apresiasi BAB membersamai kita semua mohon berkenan untuk menerima piagam penghargaan sebagai narasumber. Boleh kita sambut dengan applause yang meriah, Ibu-ibu. [tepuk tangan] Baik, dokumentasi dicukupkan. Terima kasih. Ibu kami persilakan nanti ibu-ibu yang ingin menyekolahkan anandanya gitu ya, melalui saya saya callkan di timnya Babe ya, Be. Nanti feel free Bapak Ibu dan juga yang saya disampaikan oleh Babe tadi tentunya yang ingin mengetahui potensi karena beliau founder dari Stepin ee Bapak Ibu supaya meleegitkan potensi diri kita tidak hanya anak-anak ya B karena kita juga perlu mengetahui bagaimana hubungan dengan suami, anak, keluarga gitu dengan potensi kita bisa nanti menghubungi timnya Babe juga melalui saya juga bisa. Terima kasih sekali lagi Babe dan kita akan tunggu next inspirasi dari Babe semua. Saya Amel dari eh tadi sudah membersamai dan saya akan kembalikan ke Mbak Fani. Terima kasih jalan-jalan beli es selasih. Cakep. Cukup sekian terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih banyak Muamel telah memimpin jalannya inspirasi pada hari ini. Langsung saja Bapak dan Ibu karena rangkaian acara ini sudah sampai di penghujung, ada hadiah yang banyak sekali sudah tertata di sebelah kiri saya, di sebelah kanan Ibu semua dan akan kami bagikan langsung. Nah, ini adalah berkat penuh syukur yang harus kita dapatkan. Selain hari ini kita banyak sekali inspirasi dan juga energi positif yang didapatkan. Hadiah juga bisa langsung dibawa pulang. Karena untuk mempersingkat waktu, kami sudah mengundi tadi bersama dengan panitia. Jadi nama-nama yang telah kami panggilkan berdasarkan urutan absensi kehadiran ini telah kami siapkan. Begitu. Untuk Ibu-ibu yang namanya saya panggilkan silakan langsung mengambil hadiahnya di meja panitia yang ada di sebelah kiri saya. Untuk hadiah sesi pertama langsung saja saya panggilkan atas nama Ibu Widyauti nomor urut 101. Silakan. Selanjutnya langsung maju Ibu langsung diambil Ibu. Oh, sudah hadir Ibu Widyastuti. Oke, selanjutnya atas nama Ibu Winda atau Ibu Aji nomor urut 143. Selanjutnya Ibu Lia P nomor urut 124. Selanjutnya urutan keempat Ibu Dias Puspita urutan nomor 7. Kemudian Ibu Diva Betari nomor urut 471. Kemudian Ibu Ichimetri nomor absen 39. Selanjutnya atas nama Bapak Zainuddin nomor absen 163. Tuuh orang dulu kami bagikan. Sekali lagi kami sampaikan Ibu Wiastuti, Ibu Winda, Ibu Liape, Ibu Dias Puspita, Ibu Diva Betari, Ibu Ichimetri, dan Bapak Zainudin silakan untuk dapat mengambil hadiah di depan. Oh, dapat Pak Zainudin. Baik, selanjutnya untuk empat orang yang mendapatkan hadiah atas nama Ibu En Hendarsi, Ibu Umin dari Nurlaila. Mohon maaf apabila ada penyebutan nama yang kurang tepat begitu, Ibu ya. Semoga saja ini benar. Kemudian Ibu Titin Bahtiar dan Ibu Nastiti Maharani. Empat orang yang kami panggilkan Ibu En Hendarsi dari BPKAD. Kemudian Ibu Umin Nurlaila dari Kabupaten Ponorogo. Ibu Titin Bakhtiar dari RSUD Saiful Anwar. Ibu Titin ini dapat lagi ya atau temannya nih dari Saiful Anwar, rumah sakit Rus Saiful Anwar. Kemudian Ibu Nastiti Maharani. Silakan nama-nama yang telah kami panggilkan mohon segera mengambil hadiah sesi kedua. Oh, baik. Baik. Kepada para kepala OPD kam dapat berfoto bersama terlebih dahulu di depan panggung. izin dengan bersama dengan Babe Bapak Jamil Azini silakan untuk berfoto sambil saya terus panggilkan nama-nama pemenangnya begitu sambil kita mengalir karena ini merupakan kesempatan yang luar biasa. Kalau tadi kan kita wifi, saat ini tamu VIP, Ibu-ibu Kepala OPD Provinsi Jawa Timur silakan untuk dapat berfoto terlebih dahulu bersama dengan narasumber kita Bapak Jamil Azini atau panggilannya Babe. Silakan Ibu, saya panggilkan lagi untuk sesi kedua begitu, Ibu ya sambil kita mengalir. Baik. Atas nama Ibu Yantih, atas nama Bapak Alif. Oke. Atas nama Ibu Diah Kartika, atas nama Ibu Almira, atas nama Ibu Dani, atas nama Ibu Ana Ana Leptika. Namanya unik sekali ya. Kemudian atas nama Bapak Sony tujuh orang dulu. Sesi kedua kita ambil dulu. Baik, Pak Alif. Sudah. Ibu, Bu, Bu, Bu Anti, dan Pak Soni. Baik, masih perjalanan. Saya memanggil empat orang terakhir untuk sesi kedua atas nama Bapak Supriadi BPSDM, Ibu Suprianto, Ibu Yuni Hasyim Asyari dari BKD, dan Ibu Ari Arif Endro dari Biro PBJ. Sekali lagi empat orang sesi kedua Bapak Supriadi, Ibu Suprianto, Ibu Yuni Hasyim Asyari, dan Ibu Ari Arif. Oh, iya. Terima kasih banyak Ibu-ibu Kepala OPD Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang sudah hadir dan juga berfoto dengan narasumber kita. Babe terima kasih banyak kehadirannya. Semoga di kesempatan lain dapat menginspirasi kita semua. Saya juga banyak belajar tadi mengikuti sesi BAB dan aplikatif sekali ya dapat dilakukan di manapun. Terima kasih banyak kehadirannya. Semoga berkenan karena harus meninggalkan tempat. Kita apresiasi bersama-sama sekali lagi Bapak dan Ibu kehadiran Bapak Jamil Azzaini. [tepuk tangan] Sambil berjalan, saya akan mengumumkan sesi ketiga. Baik, siap Ibu-ibu semua yang belum mendapatkan hadiah. Selanjutnya atas nama Isfundi, Bapak atau Ibu Isfundi. Selanjutnya atas nama Oh, Bapak atau Ibu Isundi dari Bapak atau Ibu Isundi dari Disperta KP Prof Jatim Dinas Pertanian ya. Baik, selanjutnya atas nama Ibu Suci Iro dari Disbut Par. Selanjutnya Ibu Windi Sagita dari BPSDM. Oh, Bapak mohon maaf namanya. [tertawa] Oh, Pak Windi Sagita, ya. Oh, baik. Selanjutnya atas nama Ibu Alvia BPSDM, Ibu Ratnasari BPSDM, Ibu Nanda BPSDM. Ye. Selanjutnya Ibu Nurul Hayati BPSDM tujuh orang sesi ketiga. Terurus. Baik, sambil berjalan sesi door price ini kepada seluruh pengurus DWP BPSDM Jatim kami undang untuk dapat berfoto bersama. Yang pakai Corses. Nah, yang pakai Cors yang berkesempatan tidak bertugas atau di-hold dulu aja biar foto dulu kapan lagi. Saya kan sambil memanggil ya. Ayo foto dulu panitia dan juga pengurus DWP BPSDM Jatim bersama dengan narasumber kita bersama-sama untuk jadi momen yang diabadikan. [tertawa] Yang tujuh orang saya sudah panggil sesi ketiga. Mohon menunggu dulu sebentar ya. Saya akan pandu untuk foto bersama di atas panggung dan di depan. Baik. Cakep. Bu, geser ke sebelah kanan, Ibu-ibu. Ah, pindah satu. Boleh. Baik, pose pertama sikap sempurna terlebih dahulu. Hitungan 3 2 satu. Selanjutnya poso semangat. Tangannya mengepal di depan hitungan tiga, dua, satu. Terakhir posesarenge hitungan 3 2 sat. Terima kasih banyak kepada panitia kembali bertugas. [tertawa] Baik, saya panggilkan lagi untuk tujuh orang yang belum mengambil hadiah atas nama Bapak atau Ibu Isfundi dari Diperta Kap Profatim, Ibu Suci Iroh dari Disbutpar, Bapak Windi dari PPSDM, Bu Alviah BPSDM, Ibu Ratnasari BPSDM, kemudian Ibu Nurul Hayati dari BPSDM. Sudah semuanya ada satu yang belum? Mungkin dari tujuh orang yang kami panggilkan Ibu atau Bapak Isundi, Ibu Suci Iro, Bapak Windi Sagita, Ibu Alviah, Ibu Ratnasari, kemudian Ibu Nurul Hayati. Baik. Empat orang selanjutnya atas nama Febrilda dari BPSDM, Ibu Haris dari Sekda Blitar, Ibu Sisi Fatimah dari Disperpusip, mohon maaf, Ibu Siti Fatimah dari Disperpusip dan Ibu Rizki Maulidah dari Bapenda. lagi sambil berfoto dan juga mengambil hadiah, kami informasikan kepada seluruh pengurus DWP BPSDM Jatim dan panitia untuk tidak meninggalkan tempat setelah selesai acara untuk mengikuti pengarahan. Sekali lagi seluruh panitia dan pengurus DWP BPSDM Jatim untuk tidak meninggalkan ruangan setelah selesai acara karena akan mengikuti pengarahan. Empat terakhir atas nama Febrilda. Febril. Ibu Haris. Oke. Ibu Siti Fatimah sudah. Dan Ibu Riz Maulid sudah. Sambil berjalan foto bersama Babe, saya akan panggilkan sesi keempat atas nama Ibu Siti Fatimah dari Biro Hukum. Kemudian Ibu Yuli Dwi dari BKPSDM Batu. Yeah.