ASN Belajar Seri 50 | 2025 - Perempuan Dalam Banyak Peran: Meneguhkan Hati, Menjaga Keseimbangan
YQ1FvIF5Oyk • 2025-12-23
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Kami ucapkan selamat datang kepada
Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak
Dr. Ramliant, MP di aula Praja BPSDM
Provinsi [musik] Jawa Timur.
[musik]
Selanjutnya berkenan memberikan santunan
kepada anak yatim. [musik] Alika
shawatullah
alaika.
[musik]
Ya Nabi
salam [musik] alaika,
ya Rasul
salam
[musik] alaika,
ya habib
salam [musik]
alaika
shawatullah
[musik]
alaika.
[musik]
il mustofa [musik]
Ahmad
waliahlil
[musik]
kauni unsunurun
[musik]
qajad
ya nabi [musik]
salam
alaika
ya rasul
salam [musik]
alaika
ya [musik] habib
salam
alaika
shawatullah
alaikau
[musik]
ya ahlal matani
[musik]
wasu
bijamali [musik]
faqofil
husni [musik]
tafarod
ya nabi
salam [musik] alaika
ya rasul
Salam
alaika
[musik]
ya habib.
Salam
alaika [musik]
shawatullah
alaika. [musik]
Marhaban.
Hadirin dimohon berdiri.
Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia
Raya.
[musik]
Menyanyikan lagu Himne Dharma Wanita
Persatuan. [musik]
[musik]
ada Tuhan yang besar
dan [musik]
wanita
persatuan
kami [musik]
berkarya mandiri
[musik] untuk
mencapai tujuan
kemikraan [musik]
mewujudkan
masyarakat [musik]
adil
dan maaf.
Kami [musik] menamakan
kesejahteraan
[musik]
meningkatkan sumber daya anggota
[musik]
jiwa rau
[musik]
dekatnya
dan [musik] mau
hadirin disilakan duduk kembali
[musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillah. Shalom. Om swastiastu.
Namo buddhaya. Salam kebajikan rahayu
dan salam sehat untuk kita semua. Kami
ucapkan selamat pagi dan selamat datang
di aula sasanawiata Praja. Izinkan saya
untuk dapat membacakan pantun. Ibu mohon
dijawab dengan jos supaya lebih semangat
pagi hari ini. Belajar bersama di
panggung inspirasi.
ASN bertumbuh penuh makna.
Di hari ibu kita kuatkan peran dan
dedikasi.
Perempuan berdaya, Indonesia pun
berjaya.
Senang ingin menyapa tamu kehormatan
yang telah hadir bersama-sama dengan
kita. Yang terhormat Kepala BPSDM
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, SP,MP.
Yang kami hormati Ketua Dharma Wanita
Persatuan BPSDM Provinsi Jawa Timur, Ibu
Liliana Ramlianto.
Narasumber Inspirator Sukses Mulia Bapak
Jamil Azzaini,
para ketua DWP instansi pemerintah
provinsi atau yang mewakili, panitia ASN
Belajar on Stage edisi Spesial Hari ibu
tahun 2025, serta para ibu tamu undangan
yang berbahagia.
Bapak, Ibu hadirin yang kami hormati.
Hari ini adalah hari yang penuh rasa
syukur dan kebahagiaan.
Sebuah momen spesial yang kita nantikan
setiap tahunnya. Dengan penuh sukacita,
kita berkumpul di tempat ini untuk
mengikuti acara ASN Belajar On Stage
edisi spesial Hari Ibu dengan tema
perempuan dalam banyak peran meneguhkan
hati menjaga keseimbangan dan
dikolaborasikan dengan ASN Belajar on
Stage edisi spesial hari Ibu tahun
2025. Boleh berikan tepuk tangan sekali
lagi untuk acara hari ini. Bapak Ibu,
sungguh 26 tahun perjalanan ini adalah
wujud dedikasi, kerja keras, dan
kebersamaan dari kita semua. Dharma
Wanita Persatuan sebagai organisasi
istri aparatur Sipil Negara telah
menjadi garda depan untuk mendukung
pembangunan bangsa, pemberdayaan
perempuan, dan peningkatan kesejahteraan
keluarga. Mengawali acara kita pada hari
ini, marilah kita tundukkan kepala
bersama dan juga mengucapkan syukur ke
hadap rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Karena
itulah mari kita berdoa bersama sebagai
ungkapan syukur. Doa akan dipimpin oleh
Ibu Hernawati. Disilakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Salam sejahtera untuk kita semua.
Mohon izin saya akan memandu doa secara
Islam dan bagi yang beragama lain
dipersilakan menyesuaikan sesuai
keyakinannya masing-masing.
Bismillahirrahmanirrahim.
Hamdan sakirin hamdan naimin hamdan yini
ya lakal hamdu.
Allahumma sholli wasallim ala sayidina
Muhammad waa ali sayyidina Muhammad.
Walhamdulillahi rabbil alamin.
Ya Allah, Tuhan yang maha mengetahui,
pada hari ini kami berkumpul dengan niat
yang tulus untuk mengikuti ASN belajar
edisi khusus peringatan Hari Ibu yang
penuh keberkahan dan kemuliaan.
Ya Allah sang maha peneguh hati,
berikanlah kekuatan kepada para ibu dan
kaum wanita di negeri kami. Jadikanlah
mereka sosok yang memiliki keteguhan
hati di tengah badai ujian di saat dunia
terasa goyah. Jadikanlah mereka pelipur
lara yang menenangkan,
pemberi semangat yang tak pernah padam,
sumber inspirasi yang menguatkan jiwa
anak-anak dan keluarga.
Ya Allah, Tuhan yang maha penyayang,
bukakanlah hati kami dan pikiran kami.
Jauhkanlah kami dari kesombongan ilmu.
Anugerahkanlah kepada kami pemahaman
yang benar agar kami dapat menjadi orang
tua yang bijak, sabar, dan penuh kasih
sayang.
Ya Allah, Tuhan yang maha kuasa,
limpahkanlah kepada kami semua
keberkahan, ketenangan, dan kemudahan
dalam mengikuti acara ini dari awal
hingga akhir.
Ya Allah, Tuhan yang maha pengampun,
ampunilah dosa kami, dosa kedua orang
tua kami, dosa para pemimpin kami, dosa
para pahlawan yang telah gugur
mendahului kami. Dan terimalah amal
ibadah kami sebagai amal kebaikan.
Rbana hablana min azwazina wtin aun
walna lil muttaqina imama. Rbana
tagqobbal minnaka antul alim wb ala
inaka anta thawaburahim.
Rbana atina fid dunya hasanah wafil
akirati hasan waqinaabanar.
Subhana rabbikalbil izzati amma yasifun
wasalamun alal mursalin.
Walhamdulillahiabbil alamin.
Bibarokatil. Alfatihah.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Ibu Herwati
telah memimpin doa dengan penuh khidmat
pada pagi hari ini.
Bapak, Ibu hadirin yang berbahagia.
Selanjutnya marilah kita simak bersama
sambutan yang akan disampaikan oleh
Ketua Dharma Wanita Persatuan BPSDM Jawa
Timur. Yang kami hormati Ibu Liliana
Ramlianto. Kami silakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita
semua.
Yang terhormat sekaligus yang saya
cintai, Kepala Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia Provinsi Jawa Timur selaku
penasehat Dharma Wanita Persatuan BPSDM
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, S.P,MP.
Yang kami hormati narasumber hari ini
Bapak Jamil Azzaini, Inspirator Sukses
Mulia. Terima kasih kehadirannya. Bapak
yang kami hormati para ketua dan
pengurus Dharma Wanita Persatuan
instansi pemerintah provinsi dan
kabupaten kota seJawa Timur. Matur nuwun
kehadirannya. Ibu yang kami hormati para
pejabat struktural dan fungsional Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur beserta pengurus dan
anggota Dharma Wanita Persatuan BPSDM.
yang pada hari ini P-nya
dilakukan oleh bidang sosial budaya.
Dan yang kami banggakan ASN Perangkat
Daerah, Provinsi dan kabupaten kota Jawa
Timur serta para pemirsa ASN Belajar dan
anggota Darma Wanita Persatuan yang
hadir melalui channel YouTube BPSDN Jawa
Timur TV. Yang berbahagia,
puji syukur marilah kita panjatkan
kehadirat Allah Subhanahu wa taala,
Tuhan yang maha esa. Karena atas
limpahan rahmat dan hidayah-Nya pada
hari ini, Selasa, 23 Desember tahun
2025,
kita dapat hadir bersama pada acara ASN
Belajar Onek edisi Spesial Hari Ibu dan
peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan
ke-26
dalam keadaan sehat walafiat.
Hadirin yang berbahagia,
kegiatan hari ini terasa sangat istimewa
karena bertepatan dengan momentum hari
Ibu yang kita peringati setiap tanggal
22 Desember. Di mana sejarah hari Ibu
ini bukan hanya sekedar perayaan kasih
sayang, melainkan pengingat akan
perjuangan perempuan dalam pergerakan
bangsa.
Sebagai istri ASN sekaligus bagian dari
masyarakat, kita seringki dihadapkan
pada tantangan multitasking.
Kita sebagai pendamping suami, sebagai
ibu dari anak-anak, sebagai pengelola
rumah tangga, dan tentu banyak dari
ibu-ibu yang hadir di ruangan ini
sebagai wanita karier. Oleh karena itu,
tema yang kita angkat hari ini adalah
perempuan dalam banyak peran. Meneguhkan
hati, menjaga keseimbangan
sangatlah relevan dan merupakan refleksi
dari realitas kehidupan kita. Untuk
mencapai ketenangan dan efektivitas
dalam peran ganda itu, kita perlu fokus
pada dua hal utama, yaitu menyeimbangkan
peran dan menata hati.
Bapak, Ibu yang berbahagia.
Peringatan hari ulang tahun Dharma
Wanita kali ini bukan sekadar seremonial
tahunan, melainkan momentum refleksi dan
penguatan peran kita sebagai bagian
penting dalam pembangunan bangsa dengan
mengusung tema peran strategis Dharma
Wanita Persatuan dalam Mendidik Anak
Bangsa untuk Indonesia Emas 2045.
Kita diingatkan bahwa masa depan
Indonesia tidak hanya ditentukan oleh
kebijakan dan teknologi, tetapi juga
oleh kekuatan keluarga,
karakter generasi, dan ketangguhan
perempuan untuk mewujudkan Indonesia
Emas 2045.
Dharma Wanita Persatuan memiliki posisi
yang sangat strategis dalam membentuk
pondansi Indonesia di masa depan.
dari keluarga yang kita pindah, dari
nilai-nilai yang kita tanamkan, dan dari
keteladanan yang kita hadirkan,
sesungguhnya kita sedang menyiapkan
generasi emas Indonesia.
Peran kita sebagai istri, ibu, dan
anggota organisasi bukanlah peran kecil.
Justru dari tangan perempuanlah karakter
bangsa ditempa. Dari rumah yang harmonis
lahir anak-anak yang berintegritas.
Dari ibu yang cerdas dan berdaya, tumbuh
generasi yang siap bersaing secara
global.
Bapak, Ibu yang saya hormati, perjalanan
Dharma Wanita Persatuan selama 26 tahun
telah menunjukkan bahwa perempuan adalah
kekuatan besar dalam transformasi
sosial.
Dengan kerja sama gotongroyong dan
semangat melayani Dharma Wanita
Persatuan terus menjadi mitra strategis
pemerintah dalam membangun kualitas
keluarga Indonesia.
Saya menyampaikan apresiasi
setinggi-tingginya kepada seluruh ketua
dan pengurus Dharma Wanita Persatuan
yang selama ini bekerja dengan penuh
dedikasi melaksanakan semua
program-program Dharma Wanita dengan
sangat baik.
Semoga hari ulang tahun ke-26 ini
menjadi momentum bagi kita semua semakin
memperkuat komitmen, memperluas manfaat,
dan meningkatkan sinergi untuk Indonesia
yang lebih maju. Hari ini kami
berkolaborasi dengan program ASN Belajar
dengan harapan kita semua mendapatkan
perspektif baru dan bersama-sama mari
kita jadikan forum ini sebagai wadah
untuk meng-upgrade diri dan saling
menguatkan untuk menjadi ibu yang
tangguh dan menginspirasi.
Hadirin yang berbahagia, saya
mengucapkan terima kasih kepada yang
terhormat
Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur
sekaligus penasihat Dharma Wanita yang
telah memfasilitasi kolaborasi ini. Dan
terima kasih pula kepada Bapak
narasumber hari ini Bapak Jamil Azzaini
yang akan memberikan inspirasi sukses
mulia hari ini. Semoga ilmu yang kita
dapatkan hari ini menjadi begal berharga
untuk menjadi perempuan yang berdaya,
tangguh, dan bahagia. Selamat Hari Ibu
untuk seluruh perempuan hebat di Jawa
Timur. Terus teruslah menjadi pelita
dalam rumah dan inspirasi di tempat di
tempat kerja.
Akhir kata dengan penuh harap dan doa
semoga Dharmawita Persatuan senantiasa
menjadi cahaya dalam keluarga, lentera
dalam masyarakat, dan pelita dalam
perjalanan bangsa menuju masa depan
Indonesia Emas. Demikian yang dapat saya
sampaikan. Terima kasih atas kehadiran
Bapak Ibu sekalian. Mohon maaf apabila
dalam penyelenggaraan kegiatan ini
banyak hal yang mungkin kurang. Dan
sekali lagi terima kasih kepada seluruh
panitia yang telah bekerja keras
sehingga acara hari ini dapat
terselenggara. Selamat hari Ibu kepada
ibu-ibu yang luar biasa dan Dirgahayu
ke-26 Dharma Wanita Persatuan. Dharma
Wanita Persatuan sehat berdaya.
Terima kasih saya sekian wabillahi
taufik walhidayah wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Ibu kaban berkenan tetap
berada di tempat atau di depan. Ibu di
momen penuh makna ini, kami telah
menyiapkan sebuah kejutan sederhana,
namun sangarat cinta dan apresiasi.
Sebagai ungkapan terima kasih,
penghormatan, dan dukungan atas peran
luar biasa seorang perempuan sebagai
pendamping, pemimpin sekaligus penggerak
organisasi. Kami silakan kepada Kepala
BPSDM Provinsi Jawa Timur untuk
menyerahkan bunga kepada Ibu Ketua DWP
BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Baik. Nah, foto bersama terlebih dahulu.
Kami akan pandu hitungan 3 2 s. Semoga
momen ini menjadi simbol kasih,
kebersamaan, dan sinergi dalam
menguatkan peran DWP BPSDM Provinsi Jawa
Timur. Disilakan untuk dapat duduk.
Bapak, Ibu hadirin yang berbahagia. Pada
sesi ini kita akan saksikan video
Kalidoskop Kegiatan Dharma Wanita
Persatuan BPSDM Provinsi Jawa Timur yang
merangkum berbagai program, aktivitas,
dan kebersamaan yang telah dilaksanakan.
Selamat menyaksikan.
Inilah Kaledoskop perjalanan tahun 2025.
Rangkaian langkah kepedulian dan
pengabdian Dharma Wanita Persatuan BPSDM
[musik] Provinsi Jawa Timur yang terus
bersinergi dengan pemerintah, menguatkan
perempuan, melindungi anak, dan
membangun ketahanan keluarga demi
Indonesia yang lebih sejahtera, mandiri,
dan bermartabat. [musik]
Diawali dengan penguatan tata kelola
organisasi melalui sosialisasi [musik]
e-reporting LPPK DWP yang dipadukan
dengan workshop personal color sebagai
upaya meningkatkan profesionalisme,
ketertiban administrasi, serta
kepercayaan diri anggota dalam setiap
peran yang dijalani.
Memasuki bulan suci Ramadan 1446
Hijriah, DWP BPSDM menghadirkan ruang
kebersamaan spiritual melalui kegiatan
ASN mengaji dan doa bersama [musik]
memohon keselamatan, kelancaran tugas,
serta keberkahan dalam menjalankan
ibadah dan pengabdian kepada masyarakat.
Bulan Ramadan juga diisi dengan kegiatan
sosial yang penuh makna. Melalui Pasar
Murah Ramadan Sarah tahun 2025, DWP
BPSDM Provinsi [musik] Jawa Timur
bersama Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Provinsi Jawa Timur hadir
membantu masyarakat memenuhi kebutuhan
pokok dengan harga terjangkau [musik]
sebagai wujud kepedulian dan solidaritas
sosial.
Perhatian terhadap kesehatan dan
ketahanan keluarga terus diperkuat
melalui webinar kesehatan bertajuk
[musik]
wealth, Wellness and Wisdom, terapi
regeneratif, harapan baru menuju sehat
dan kualitas hidup berkelanjutan.
Komitmen ini dilengkapi dengan seminar
parenting bersama Atalias [musik]
Blessing Special Education yang
mengangkat pentingnya deteksi dini
tumbuh kembang anak sebagai fondasi masa
depan generasi emas Indonesia.
Semangat kebersamaan dan sinergi antar
instansi terjalin melalui pertandingan
persahabatan bola voli antara DWP BPSDM
dan DWP Disper Indak Provinsi Jawa
Timur. Menciptakan ruang keakraban,
sportivitas, dan kolaborasi.
Kepercayaan dan jejaring internasional
pun terbangun melalui kunjungan
kehormatan Tasu Corporation dari Jepang,
[musik]
lembaga yang bergerak di bidang
pengembangan anak berkebutuhan khusus.
Dalam rangka menyongsong Hari
Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80,
DWP BPSDM menggelar lomba MC yang penuh
semangat dan keceriaan serta semar
kemerdekaan [musik]
bersama seluruh keluarga besar BPSDM
Jatim sebagai wujud rasa syukur,
persatuan, dan nasionalisme. [musik]
Pengembangan kualitas diri anggota
menjadi perhatian berkelanjutan melalui
self development class, personal
grooming and confidence, makeup beauty
class bersama [musik] makeover, serta
kegiatan senam bersama mendorong
lahirnya perempuan yang sehat, percaya
diri, dan siap berperan aktif [musik]
dalam keluarga maupun masyarakat.
Di bidang ekonomi, DWP BPSDM Provinsi
[musik] Jawa Timur turut ambil bagian
dalam ASN Live Expo 2025 menjadi [musik]
sarana strategis untuk mempromosikan
produk anggota dan UMKM mitra [musik]
agar semakin berdaya dan mandiri.
Komitmen terhadap penguatan budaya
literasi diwujudkan melalui sudut aksara
pojok baca sederhana dengan pengetahuan
[musik]
tak terbatas. Dedikasi ini membuahkan
prestasi dengan diraihnya juara harapan
1 lomba pojok baca dalam rangka HUD
ke-26 DWP Provinsi [musik] Jawa Timur.
Dengan penuh optimisme, DWP Provinsi
Jawa Timur siap menyongsong tahun 2026
dan terus memberikan [musik] kontribusi
positif dalam tiap langkah perjalanan
berikutnya. Bersama [musik] Dharma
Wanita Persatuan BPSM Jawa Timur bisa
menciptakan [musik] perubahan yang lebih
besar dan membawa manfaat yang lebih
luas bagi banyak masyarakat.
Boleh berikan tepuk tangan yang lebih
meriah lagi, Bapak dan Ibu. Semoga
kebersamaan ini semakin kompak dan juga
semakin banyak prestasi yang dihasilkan.
Dan selanjutnya hadirin yang kami
hormati, sebagai ungkapan rasa syukur
atas bertambahnya usia dan perjalanan
Dharma Wanita Persatuan BPSDM Provinsi
Jawa Timur. Marilah kita memasuki sesi
pemotongan tumpeng dalam rangka hari
ulang tahun DWP BPSDM Jawa Timur yang
ke-26.
Prosesi ini menjadi simbol doa dan
harapan agar DWP BPSDM Jawa Timur
senantiasa diberikan keberkahan,
solidaritas, serta semangat kebersamaan
dalam mendukung keluarga ASN dan
pembangunan sumber daya manusia di Jawa
Timur. Untuk itu mohon berkenan kepada
Pak Kaban, Kepala BPSDM Provinsi Jawa
Timur, Ibu Ketua DWP BPSDM Jawa Timur,
Ibu Astrid Wahid, Ibu Narti, Ibu Jasuli,
Sekretaris DWP BPSDM Jawa Timur, dan
para kepala bidang DWP BPSDM Jatim untuk
dapat hadir di depan tumpeng.
Disilakan
juga. Bapak Jamil Azini tentunya kami
juga undang untuk bersama-sama dalam
mengikuti prosesi pemotongan tumpeng.
Berkenan kepada Ibu Ketua DWP BPSDM Ibu
Liliana Ramlianto untuk melakukan
pemotongan tumpeng sebagai wujud syukur.
Bapak Ibu boleh diiringi dengan tepuk
tangan yang meriah. Sebagai ungkapan
rasa syukur kita pemotongan tumpeng ini
akan diserahkan kepada Kepala BPSDM
Jatim selaku penasihat DWP BPSDM Jatim.
dicarikan lauknya yang paling enak kali
ini. Tumpengnya sungguh cantik, sarat
dengan makna.
Nanti juga bisa dinikmati oleh seluruh
tamu undangan yang hadir.
Dengan lengkapnya lauk- pauk yang
disajikan sebagai simbol bahwa lengkap
pula DWP BPSDM Provinsi Jawa Timur dan
semoga diperlengkapi lagi tahun depan
semakin kompak, bersinergi, dan
menghasilkan prestasi yang luar biasa.
Turut diserahkan pula tumbang kepada
Wakil Ketua DWP BPSDM dan sekretaris
serta para kepala bidang DWP BPSDM Jawa
Timur.
Boleh tepuk tangan sekali lagi Bapak dan
Ibu.
Proses ini sebagai simbol kebersamaan.
Setiap tahunnya akan diabadikan sebagai
simbol kekompakan dan kebersamaan yang
luar biasa.
Izin Pak Jamil juga nanti menerima
potongan tumpang sebagai apresiasi dari
kami telah hadir mengisi acara dan juga
pasti nanti memberikan inspirasi bagi
kita semua para ibu.
Disilakan Pak Jamil izin disilakan.
Baik,
tepuk tangan Bapak Ibu. Sekali lagi
apresiasi dari kami kepada narasumber
kita yang nanti akan memberikan materi.
Para kepala bidang DWP mohon diterima
satu persatu diserahkan.
Baik, tanpa adanya pengurus dari DWP
BPSDM Jatim tentunya kegiatan yang kita
saksikan di kegiatan Kalidoskop tadi ini
mungkin tidak akan sukses terjadi. Ini
sebagai simbol apresiasi dari Ketua DWP
BPSDM Jatim kepada seluruh pengurus agar
semakin kompak nantinya bekerja sama di
tahun 2026.
Baik, dicukupkan tumpengnya kita akan
foto bersama terlebih dahulu dengan
seluruh tamu VIP dan juga para kepala
bidang DWP BPSDM Jatim. Foto bersama.
Kami akan panduh hitungan
dua,
satu.
Pos sarangnya boleh biar nanti di
kaleidoskop tahun depan cantik. Hitungan
3 2 sat. Terima kasih banyak. Foto
bersama kami cukupkan. kami silakan
kepada seluruh tamu VIP untuk dapat
kembali ke tempat duduk masing-masing.
Baik, Bapak, Ibu hadirin yang kami
hormati. Selanjutnya adalah prosesi
penyerahan tali ASI kepada purna Tugas
Dharma Wanita Persatuan BPSDM Jawa Timur
oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Kami persilakan
terlebih dahulu kepada para penerima
tali ASI untuk mengambil tempat di
depan. Yang pertama mengundang kepada
Nyonya Haji Arnowo.
Disilakan. Selanjutnya mengundang di
atas panggung
kami mengundang kepada Ibu Alviah serta
Ibu Fitri Haryati.
Selanjutnya mengundang dengan hormat
kepada Ketua DWP BPSDM Provinsi Jawa
Timur Ibu Liliana Aprianti atau Ibu
Liliana Ramlianto untuk dapat hadir
memberikan tali asih di atas panggung.
Yang pertama diberikan kepada Nyonya
Haji Arnowo. Bapak Ibu sekali lagi kita
apresiasi dengan tepuk tangan.
Foto bersama dulu menghadap kamera Ibu.
Hitungan 3 2 1. Selanjutnya diberikan
kepada Ibu Alvia. Mohon diterima Ibu
sebagai ungkapan terima kasih kami.
Tepuk tangannya dong Bapak dan Ibu.
Sekali lagi
semangat kebersamaan kita berupa
apresiasi. Tepuk tangan juga diberikan
kepada Ibu Fitri Haryanti.
Menghadap kamera Ibu kita foto.
Baik, foto bersama Ibu Ketua DWP BPSDM
di tengah. Baik kami pandu hitungan 3
dua
satu senyuman terbaik. Terima kasih.
Foto bersama kami cukupkan. Kami silakan
kepada ketua DWP BPSDM Jawa Timur untuk
dapat kembali ke tempat duduk. Diikuti
oleh penerima tali ASI.
Bapak, Ibu hadirin yang berbahagia.
Selanjutnya marilah kita dengar dan
simak bersama sambutan sekaligus keynote
speech ASN Belajar Ontage edisi spesial
Haribu tahun 2025 kepada Kepala BPSDM
Provinsi Jawa Timur selaku penasihat DWP
BPSDM Jawa Timur Bapak Dr. Amnianto,
SPMP. Kami silakan.
[musik]
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita
sekalian. Yang terhormat
narasumber kita pagi ini, Pak Jamil
Azzaini.
Saya kenal beliau cukup lama
ketika masih ngurusi dompet Dua.
Tapi terakhir saya masih terkoneksi
dengan Bapak. Saya baca buku terakhir
Bapak eh eksponential leadership ada itu
di meja saya baru saya resensi dengan
teman-teman. Hatur nuwun rawuhnya Pak
Jamil.
Yang saya hormati dan saya cintai Ketua
DWP BPSM Jawa Timur Ibu Liliana Ramli.
Terima kasih acaranya yang luar biasa.
Sampai saya dibelikan baju warnanya
ungu. Ini baru sekarang saya pakai baju
ungu.
Untung enggak pink.
Yang kami hormati dan kami muliakan para
ketua
DWP Perangkat Daerah Provinsi Jawa
Timur. Matur nuwun sanget rawuhnya. Saya
di baru ketika berangkat dari Malang ke
Surabaya dibilangin kalau ngundang para
ketua DWP perangkat daerah.
Kalau tahu begitu, saya juga ngundang
suaminya
biar saya enggak sendiri. Ini hanya
berdua dengan Pak Jamil di tengah ee ras
terkuat di bumi.
Matur nuwun Ibu-ibu atas rawuhnya di
acara DWP BPSDM Jawa Timur.
Hadir juga bersama kita yang saya
hormati
ee DWP kabupaten kota yang pada
kesempatan ini berkenan hadir dan tentu
para pengurus DWP Persatuan BPSM Jawa
Timur ada para senior kita, ada Bu
Wahid, ada Bu Pri, ada Bu Nyai Jazuli,
dan tentu teman-teman para pejabat
struktural fungsional yang hadir yang
juga pengurus DWP Persatuan ee BPSDM
Jawa Timur. Saya mohon izin, Pak Jamil.
Ada beberapa slide yang ingin saya
sampaikan. Saya nunggu momen ini memang
karena gemes gitu.
Ada
yang sini enggak bisa. Oh, bisa.
Jadi ada sedikit kekeliruan historis
memaknai hari ibu.
Saya scroll banyak sekali flyer dan
ucapan tentang hari ibu dan ini hari ibu
ya enggak boleh dibahasa Inggriskan.
Saya bilang ke Bu Amel selaku panitia,
"Jangan dibahasa Inggriskan. Udah beda
ceritanya."
Makanya saya di slide saya ini hari Ibu
Indonesia
karena beda. Memang beda. Tapi yang
terjadi lanjut
lanjut dulu.
Lanjut dulu. Nah, flyer-flyernya itu
bukan hari ibu.
Ucapannya bahkan sekali bermeri, sekali
berakademisi
itu ucapannya bukan hari ibu tapi
Mother's Day.
Apa enggak boleh? Boleh. Tapi saya ingin
meluruskan ini supaya kita sama-sama
paham. Sambutannya Ketua DWP PPSDM tadi
clear bahwa hari ibu itu bukan Mother's
Day
yang diperingati minggu kedua Mei. Kalau
Mother's Day itu diperingati minggu ke-2
Mei dan di Indonesia enggak terlalu
populer. Di negara-negara barat sangat
populer.
Kembali ke slide sebelumnya.
Nah, inilah yang sering lewat di beranda
ibu-ibu. Kalau hari ibu ya.
[tertawa]
Saya sudah telusuri, Bu patung ini,
Ibu-ibu. Ini patung AI, artificial
intelligence. Jadi, patung ini enggak
pernah ada.
sudah diteliti oleh berbagai platform
yang saya pakai itu tidak pernah ada
patung ini. Tetapi ini menggambarkan
invisible labor seorang ibu.
Betapa beratnya pekerjaan ibu. Kalau
saya, Pak Jamil itu ada jam kerjanya.
Tapi ibu-ibu itu enggak ada jam
kerjanya.
Tengah malam anaknya mengeluh lapar ya
langsung tandang. tengah malam suaminya
tiba-tiba demam masuk angin ya langsung
bekerja. Kita laki-laki itu ada jam
kerjanya
tapi perempuan enggak ada jam kerjanya.
Inilah kenapa patung ini kemudian sering
disimbolisasi dengan diskursus tentang
hari ibu, tentang feminist studies,
tentang social justice dan keadilan
gender. Jadi patung ini, Ibu-ibu,
walaupun tidak nyata adanya
menggambarkan betapa tugas ibu luar
biasa.
Ada sebuah syair yang ditulis oleh Ahmad
Syauki. Beliau seorang penyair dari
Mesir tahun 1900-an.
itu menulis dengan sangat tegas, al
umummu almadrasatun ula.
Ibu itu sekolah pertamanya
anak-anak.
Sebenarnya apa yang ditulis oleh Ahmad
Sauki ini tidak ingin menggambarkan ibu
secara personal, tetapi Ibu sebagai
sebuah komunitas yang ibu-ibu pasti tahu
deh.
Yang hadir dalam pendidikan pertama kali
itu bukan negara. yang hadir dalam
pendidikan pertama kali itu bukan
sekolah, bukan guru yang kita kenal,
tapi adalah seorang ibu. Nah, karena
saking tidak seimbangnya ibu-ibu nih,
peran ibu yang luar biasa di bidang
pendidikan. Kemarin ada himbauan yang
ngambil rapot itu bapak-bapak.
Terpaksalah saya datang.
[tertawa]
Dan Anda tahu kan prosesi ambil rapot
itu kan ritualnya panjang sekali.
Kalau di sekolah anak saya yang
kebetulan hari ini saya hadirkan juga
itu ada kegiatan namanya Simponi
Hasanah Bangsa. Ah, itu panjang sekali.
Karena sekolahnya anak saya itu punya
TK, punya SD, SD-nya 2, kemudian SMP,
SMA punya pesantren. Ah, itu semuanya
tampil mulai jam 0.00 ambil rapotnya
11.30.
Betapa Bapak-bapak tidak tahan dengan
situasi seperti itu. Tapi karena ini ada
himbauan, ah saya hadir akhirnya untuk
ngambil rapot.
Nah, itulah kenapa simbolisasi ini
penting untuk kita maknai bahwa Ibu
memang enggak ada jam kerjanya. Ini
foto, ini apa? Ini patung walaupun tidak
nyata, Ibu-ibu luar biasa menggambarkan
betapa peran ibu-ibu yang luar biasa.
Sebab itu di kesempatan yang sangat
berbahagia ini, izinkan kami
menyampaikan apresiasi dan ucapan
selamat kepada Ibu-ibu yang luar biasa.
Lalu apa Mother's Day yang kalau
diterjemahkan ke Indonesia memang hari
ibu. Lanjut lanjut.
Foto ini adalah fotonya
Anna Jervis namanya.
Ana Jervis ini punya ibu namanya Enrif
Jervis. Nah, Enrif Jarvis ini seorang
ibu yang
mendedikasikan dirinya merawat anak-anak
korban perang saudara di Amerika.
Karena saking sayangnya, saking
hormatnya si Ana Jervis ini kepada
ibunya ketika meninggal kemudian Ana
Jervis ini mendedikasikan dirinya untuk
mengajak masyarakat Amerika pada saat
itu menghormati sosok ibunya,
si En Rif Jervis. Nah, kemudian ini jadi
viral ya, viral versi saat itu. Nah,
sehingga kemudian pada tahun
ee 1914 di Amerika kemudian untuk
mengenang jasa-jasa enriff Jervis yang
diperjuangkan oleh anaknya yang Ana
Jervis ini itu kemudian dikekalkan
menjadi hari ibu versi mereka yang
disebut Mother's Day.
Tapi ingat ibu-ibu, Mother's Day
kemudian mengandung ironi yang luar
biasa.
Anna Maria Jervis itu meninggal dalam
keadaan miskin
karena memperjuangkan
menolak komersialisasi Mother's Day yang
luar biasa yang sudah keluar dari marwah
hari ibu yang dia dedikasikan untuk
ibunya yang luar biasa.
sehingga Mother's Day di sana kemudian
dikomersialisasi menjadi pesta-pesta,
menjadi pemberian hadiah yang kemudian
menjadi brand
ya. Kayak kita lebaran itu loh semuanya
kan jadi lebaran iklannya. Nanti kalau
bulan Februari mulai Januari mulai
muncul-muncul iklan Marjana itu sudah
mulai komersialisasi hari raya. Saya
kira Pak Jamil sangat memahami itu
karena beliau aktif di ekonomi syariah.
Nah, sehingga kasihan banget sih Ana
Maria Jervis ini meninggalnya dalam
keadaan menderita
dalam perjuangannya menolak
komersialisasi Mother's Day. Nah, inilah
Mother's Day. Menghormati ibu biologis.
Tapi coba lihat hari ibunya Indonesia
dari mana. Persis seperti sambutannya
ketua DWP tadi. Lanjut.
Nah, ini hari ibunya Indonesia,
Ibu-ibu. Jadi, ini dari kongres bukan
menghormati Ibu secara biologis, tetapi
secara ideologis. Ini berlangsung
tanggal 22 menurut catatan sejarah
berlangsung 22 sampai 25 Desember 202.
dan kemudian ini dijadikan momentum hari
ibu itu. Jadi luar biasa
Mother's Day-nya Amerika yang kemudian
mendunia dengan hari ibunya Indonesia
itu jauh lebih spektakuler maknanya itu
hari ibunya Indonesia. Kenapa lahirnya?
Bukan karena menghormati sosok ibu
biologis si Narvis ini, tetapi
menghormati
perjuangan ibu-ibu pada saat itu. Yang
kebayangkah si ibu-ibu tahun 1928 ada
kongres perempuan? Sekarang mau rapat
Dharma Wanita aja milih harinya lama
sekali. Yang hari ini ibu ini enggak
bisa, yang besok ibu ini yang enggak
bisa. Yang pengurus ini yang jadi
ketuanya lagi sakit, yang ini lagi
umrah. Kebayang enggak 2025 97 tahun
yang lalu
sudah ada kongres perempuan
dan ini terus lanjut slide-nya 2029 2035
2029 kemudian 2035 itu kemudian
dikukuhkan sebagai diusulkan kemudian
sebagai hari ibu.
Jadi perjuangannya luar biasa, Ibu-ibu.
Luar biasa ini. Jadi kalau tadi
sambutannya ketua DWP menyatakan memang
ini hari ibunya Indonesia ya memang beda
dengan Mother's Day-nya Amerika. Karena
memang ini lahir dari sebuah pergerakan
bukan lahir dari masalah-masalah yang
keluarga seperti Ana Jervis ke in Jervis
ibunya. Lanjut. Nah, ini perjalanannya.
Kemudian, Ibu-ibu, tahun 1959 Presiden
Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember
itu sebagai hari Ibu. Alhamdulillah saya
masih dapat dokumennya di arsip daerah
dan kemudian ini dijadikan momentum hari
ibu. Inilah hari ibu kita. Saya membuat
kesimpulannya lanjut. Nah, ini bedanya.
Jadi kalau hari ibu itu di Indonesia itu
karena gerakan perempuan yang Mother's
Day itu inisiatif personal
si Ana Maria Jervis. Titik sejarahnya
itu kongres yang itu digagas oleh Ana
Jervis yang ibunya luar biasa menjadi
pejuang ee memelihara apa merawat
anak-anak korban perang saudara. Latar
belakangnya jelas beda ya. Kesadaran
kebangsaan. Kalau di Indonesia persis
seperti sambutan tadi dan kalau di sini
adalah eh kalau di Amerika adalah
penghormatan emosional kepada Ibu. Dan
beda Bu tadi ngikuti Mother's Day tadi
ngasih hadiah bunga dan kartu ucapan
tadi.
Tapi hari ini DWP Persatuan BPSDM
mengadakan seminar itu memang makna
intinya adalah bentuknya adalah
refleksi, diskusi, dan penguatan peran.
Nah, sebab itu ibu-ibu yang saya hormati
yang luar biasa, hari ibu di Indonesia
ini luar biasa. Bukan semata-mata ibu
secara biologis, tetapi juga ibu secara
ideologis. Dan kita menyaksikan luar
biasa peran-peran sosial, peran-peran
politik, peran-peran ekonomi. Bahkan di
pemerintahan perempuan Indonesia diakui
memiliki
peran-peran strategis yang signifikan.
Nah, sebab itu sekali lagi atas nama
PPSTM Jawa Timur kami menyampaikan hari
Ibu semoga peran Ibu ke depan semakin
strategis baik di keluarga, di
masyarakat, maupun di tempat kerja.
Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Bapak, Ibu hadirin yang berbahagia.
Dalam momentum Hari Ibu hari ini kita
akan menyimak sebuah tayangan video
berisi ucapan dan pesan Hari Ibu dari
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi Republik
Indonesia, Ibu Rini Widiantini. Pesan
ini menjadi pengingat akan peran
perempuan dan ibu yang begitu mulia.
Tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga
dalam pengabdian, pelayanan, dan
pembangunan bangsa. Selamat menyaksikan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. [musik] Shalom. Om
swastiastu. Namo buddhaya. Salam
kebajikan. Salam sejahtera untuk [musik]
kita semua. Rahayu
para ibu dan perempuan Indonesia yang
saya cintai. [musik] Hari ini bukan
sekedar peringatan tahunan. Hari ibu
adalah momen untuk berhenti sejenak,
[musik]
menarik nafas, dan mengucapkan terima
kasih dengan tulus kepada para perempuan
Indonesia.
Terima kasih atas peran yang sering
dijalani dalam senyap, [musik] atas
ketubuhan yang tidak selalu terlihat,
dan kasih sayang yang terus menguatkan
keluarga. Bahkan di saat lelah [musik]
dan tak terucap. Di rumah, para ibu
menjadi penopang ketahanan keluarga. Di
luar rumah, perempuan hadir sebagai
[musik] profesional yang bekerja dengan
dedikasi dan tanggung jawab. Menjalani
keduanya bukan hal yang mudah, namun
dijalani dengan ketulusan [musik] dan
keteguhan hati. Karena itu menjadi
tanggung jawab kita bersama untuk terus
menghadirkan ruang yang setara dan
berkeadilan agar perempuan dapat tumbuh,
berdaya, dan berkontribusi [musik]
secara optimal bagi bangsa dan negara.
Selamat hari ibu. Peluk hangat dan
[musik] rasa hormat saya untuk seluruh
ibu dan perempuan Indonesia.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Bapak, Ibu boleh kita apresiasi dengan
tepuk tangan. Ucapan yang sangat baik
sekaliam
dan menginspirasi pada acara hari ini.
Hadirin dimohon berdiri.
Menyanyikan lagu Mars Dharma Wanita
Persatuan.
[musik]
DMA wanita persatuan
bersatu padu ikut berjuang
wujudkan [musik] masyarakat hadir dan
serta sejana merata [musik]
melaksanakan
[musik]
membina instr pegawai negeri
pandang
untuk [musik] pendidikan
dan ekonomi sosial dan budaya.
Tercapailah [musik]
harapan kita, sejahteralah anggota
[musik] dan keluarganya.
sedang mempersembahkan
dan [musik]
kepada bangsa.
Tingkatkan sumber daya [musik]
insan. Lindungi dan hormati hak
asasikan.
Melaksanakan [musik]
dengan mandiri
membina istri pegawai negeri. [musik]
Tingkatkanlah
mutu pendidikan
dan ekonomi, sosial dan [musik] budaya.
Tercapailah
harapan kita. [musik] Sejahteralah
anggota dan keluarga.
Bapak, Ibu hadirin, selanjutnya kita
akan abadikan momen kebersamaan dengan
berfoto bersama. Untuk itu kami silakan
terlebih dahulu kepada tamu VIP untuk
dapat berbaris di depan. Di samping
kanan dan kiri juga kepada pengurus DWP
BPSDM Provinsi Jawa Timur turut
mendampingi Bapak dan Ibu yang ada di
pojok kanan kiri. Boleh lebih merapat
lagi Bapak, Ibu, dan teman-teman
fotografer dokumentasi silakan untuk
mengambil gambar dari atas panggung.
Kita akan berwifi
agar dapat satu frame yang cantik.
Baik, boleh lebih merapat lagi pojok
kanan dan kiri Bapak Ibu supaya dapat
satu frame yang bagus.
Baik, teman-teman fotografer sudah
mendapatkan angle yang bagus. Foto
bersama dalam dua pose. Hitungan tiga,
dua,
satu.
Selanjutnya karena memang ini posis
kebersamaan, tangan mengepal di depan.
Baik, yang di belakang boleh angkat ke
atas, Ibu. Nah, supaya terlihat hitungan
3 2 S.
Foto bersama kami cukupkan. Terima
kasih. Oh, satu lagi dong serange. Ini
simbol cinta kasih sayang seorang ibu
yang tercermin. Baik, dalam foto bersama
ini hitungan tiga,
dua,
satu. Cakep. Terima kasih banyak Bapak
Ibu. Silakan kepada tamu VIP untuk
kembali ke tempat duduk masing-masing.
Teman-teman fotografer terima kasih
sudah mengabadikan momen kebersamaan
ini. Dan selanjutnya kita akan
bersama-sama menyimak
sebuah inspirasi
yang tentunya di akhir tahun ini akan
semakin membangkitkan peran kita sebagai
seorang ibu yang mungkin tidak hanya
berada di rumah saja, namun juga turut
bekerja dan juga keluar rumah begitu
Bapak dan Ibu untuk dapat berkegiatan
sambil mengurus pasangan, suami dan juga
anak, namun tetap berkarya.
Dan seperti apakah konteks perempuan
dalam banyak peran meneguhkan hati
menjaga keseimbangan? Sebentar lagi akan
kita ketahui bersama Bapak dan Ibu
melalui sesi
seorang inspirator
dalam acara Dharma Wanita Persatuan
Perempuan dalam banyak Peran ASN Belajar
on stage edisi spesial Hari ibu.
Perempuan kerap menjalani banyak peran
dalam satu waktu. Di balik kekuatan yang
tampak ada hati yang perlu diteguhkan
dan keseimbangan yang perlu dijaga. Nah,
pada sesi ini kita akan mendapatkan
inspirasi melalui materi perempuan dalam
banyak peran meneguhkan hati menjaga
keseimbangan bersama inspirator sukses
mulia Bapak Jamil Azzaini. Dan semoga
saja sesi ini menguatkan, menyentuh,
memberi makna setiap peran yang kita
jalani yang tentunya akan dipandu oleh
moderator Ibu Amalia Pramudiansari,
SstsP, M.M. Disilakan. Baik, terima
kasih Mbak Fani. Tepuk tangan untuk Mbak
Fan Bapak Ibu. Masyaallah.
Oke.
Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Izin ini 1000 ibu-ibu namun suaranya
belum semangat. Boleh sekali lagi
ibu-ibu yang cantik, asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah.
Masyaallah, saya doakan rezekinya lancar
yang semangat membaca menjawab ini hari
ini. Baik. Ada kebahagiaan tersendiri
tentunya saat menyadari bahwa menjadi
perempuan adalah anugerah. Menjadi ibu
adalah sebuah amanah yang sangat besar
dan menjadi bagian dari keluarga besar
ASN dan juga Dharma Wanita Persatuan
adalah suatu kebanggaan.
Ibu-ibu hadir hari ini luar biasa mentor
kita semua gurunda tercinta. Kalau
biasanya itu kami menti-menti beliau
atau coach-koach beliau itu manggilnya
Babe Bapak Ibu semuanya. Dan beliau ini
adalah seorang inspirator sukses mulia.
Saat ini beliau di doktoral candidate S3
di IPB University. S1, S2 beliau di IPB.
Kemudian saat ini juga master trainer
gitu ya. Banyak pengusaha-pengusaha dan
trainer-trainer handal di Indonesia ini
yang lahir dari beliau, Ibu-ibu
sekalian. Kemudian beliau juga di
perusahaan direktur tahfiz Leadership,
founder Kubik Leadership kalau Bapak Ibu
follow gitu ya. Dan juga beliau juga
founder academi trainer. Kemudian yang
juga yang sering mengeteskan untuk
potensi ada Stepin Genetic Indonesia dan
juga beliau adalah solver Stepin
komisaris di empat perusahaan dan masih
banyak yang lain. Saat ini saya
menghitung tadi ada 12 buku yang sudah
beliau tulis. Boleh applause untuk
beliau, Bapak Ibu. [tepuk tangan]
di antaranya buku trainer, kemudian
spiritual leader, leadership inspiration
dan juga tadi yang disampaikan oleh Pak
Kaban exponential leader dan juga
engaging communication adap adaptive
leader kemudian speak to change dan
masih banyak yang lain sampai dengan
kubik leadership. Hari ini tentunya kita
bersama-sama kosongkan gelas, Ibu-ibu,
karena beliau hadir jauh-jauh dari
Jakarta akan memberikan inspirasi sukses
mulia untuk kita semua. Di mana gelas
yang kosong nanti akan mudah ilmu dan
juga insight upgrade diri akan masuk.
Semuanya sudah siap, Ibu-ibu?
Siap.
Siap. Kita panggil bersama-sama Babe
Jamil Azzaini.
Kes
baik. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
shalli ala sayyidina Muhammad wa ala
sayyidina Muhammad. Para izin Liliana,
Ibu semuanya. Ee sebelum dimulai saya
mau tanya, kita di sini mau ngapain?
Bersenangsenang.
Ah, betul. Kita di sini mau
bersenang-senang bukan mau belajar. Yang
niatnya belajar disimpan dulu. Karena
kita di sini mau
bersenang.
Bersenang-senang. Bukti bahwa
senang-senang. Tolong berikan senyum
terindah buat kanan kirinya dulu.
Silakan. Iya.
Senyum itu mudah,
mudah,
gratis.
Gratis.
Maka saya punya hipotesis, orang yang
jarang senyum biasanya jarang traktir.
Ya, yang gratis saja pelit, apalagi yang
bayar. Maka selama sesi saya, kita
banyak senyum ya, senang-senang. Kenapa?
Karena senyum itu juga ternyata
mengundang rezeki. Tadi tadi saya waktu
masuk ruangan ini saya lirik kanan kiri
kok ini jarma wanitanya cantik-cantik
ya.
Ternyata ada pelatihannya
ya. Tadiah lihat ada color ada kemudian
performance. Oh pantesan jadi dandanya
pas-pas gitu ya kan. Saya sering ngisi
dharma wanita-darma wanita yang lain.
Tapi kalau di sini lebih cantik lebih
cantik ya. Tepuk tangan dong.
Iya. Kalau belajar dengan sehat, selain
senang-senang, yang kedua semangat.
Masih semangat?
Semangat.
Coba kalau gitu saya atas semangatnya.
Tepuk semangat.
Loh, pramuka
itu. Tepuk pramuka.
Biasanya kalau Bapak-bapak nih ya, istri
saya juga kalau saya nonton juga suka
dampingi. Kalau kita nonton sepak bola
badminton itu ada trikan Indonesia.
Ah, itu tepuk semangat. Coba kalau gitu
dipraktik Indonesia.
Sekarang kalau tepuk semangat satu
gitu ya. Tepuk semangat satu.
Iya. Kalau tepuk semangat dua.
Wah
ababnya dikeluarin ya.
Tepuk semangat. Dua
ya. Enggak berani ke samping ya.
[tertawa]
Oke, berarti senang-senang sudah,
semangat sudah. Bapak, Ibu, saya sering
ke Surabaya karena istri saya orang
Surabaya ya. Dan ee kakak-kakak ipar
saya ee hampir semuanya di Surabaya.
Jadi insyaallah Surabaya sudah familiar
buat saya ya. Jadi, kalau jangkrik saya
tahulah ya. More-more [tertawa]
baik berarti siap mulai.
Kalau begitu sebelum mulai mohon maaf
tangan kanan diangkat tepukan sebelah
kanannya dan ikuti kata-kata saya.
Friend, friend,
friend. Acara sudah dimulai.
Acara sudah dimulai.
HP-nya disimpan.
Jangan WhatsAppan di sini.
Jangan.
Apalagi nerima telepon.
Iya. Sekarang tangan kirinya.
Friend, friend,
friend, friend.
Thank you ya, friend.
Kalau lihat saya main HP
jangan sungkan-sungkan,
cubit aja.
Dan saya ikhlas
kalau HP saya bunyi
saya bunyi
jadi door price.
Gimana kalau ada HP yang bunyi, HP-nya
kita ambil jadikan door price.
Sepakat?
Sepakat.
Kecuali yang menj sini saya enggak
berani ya. Sepakat.
Untung nges konsentrasi. Kalau ditanya
sepakat jawabannya setuju. Kalau ditanya
setuju jawabannya seat sepakat. Ibu ini
boleh tidak sekeras-kerasnya Bu. Ah
mumpung boleh tidak sekeras-kerasnya.
Teriak sekeras-kerasnya. Kenapa teriakan
keras bisa mengurangi stres, Pak Jamil?
Saya enggak stres kok gampang untuk
menandai Anda stres atau tidak. Saya
tanya ke psikolog, ada stres ringan,
menengah yang berat. Stres yang ringan
itu apa? Saya tanya, stres ringan itu
kayak apa? Gini, "Babe mau WhatsApp saya
ambil handphone. Begitu buka handphone
ada mension. Mension-nya dibuka, dibaca.
Selesai dibaca tadi saya mau WhatsApp
siapa ya?" Ah, itu stres ringan.
Kalau stres yang menengah
apa? Sering sariawan,
sering sakit perut. Terus yang ketiga
ngantukan.
Jadi kalau selesai selesai ee di acara
ini ada yang bolak-balik ngantuk
kemungkinan
stres. Nah, salah satu cara
menguranginya dengan cara teriak
sekeras-kerasnya. Mumpung boleh teriak
sekeras-kerasnya, teriak
sekeras-kerasnya. Dan kalau stres yang
berat kayak apa? Di ruangan ini pada
ketawa, Anda masih mikir lucunya di mana
sih? Ya, jadi kalau ada orang terlambat
ketawa kemungkinan
stres dan itu stresnya stres berat.
Makanya kalau ibu-ibu punya anak yang
susah senyum ya, punya suami yang pulang
kantor kok enggak senyum, ah ini berarti
stres berat. Ini perlu dihibur. Karena
kata David Taukin, orang yang stres
berat susah senyum itu pintu awal untuk
bunuh diri. Ya, jadi kita perlu murah
senyum. Sepakat?
Sepakat. Saya setuju.
Setuju.
Sepakat.
Masih kurang keras. Sepakat. Setuju?
Setuju.
Baik, berarti siap mulai.
Iya. Nah, kalau dimulai mohon maaf Bapak
Ibu ya, Ibu-ibu ya. Klik Mas Rofi bisa
dibantu Mas.
Ah, kenalan ringkas ya. Saya sebenarnya
sebagai pengusaha Bapak, Ibu eh Ibu-ibu
dan sehari-hari itu saya membina tiga R
trainer, leader, entrepreneur. Hampir
sebagian besar trainer yang sekarang
sedang muncul di Indonesia itu didikan
saya. Jadi kalau Ibu-ibu ada yang mau
jadi trainer boleh nanti berguru sama
saya. Saya juga mendampingi banyak
leader dari berbagai BUMN termasuk
mendampingi entrepreneur UKM, usaha
kecil miliaran ya. Karena kalau nama itu
doa. Kalau usaha kecil menengah nanti
usahanya
kecil terus mentok-mentok menengah. Maka
UKM itu usaha kecil
miliaran.
Miliaran. Ada 138 UKM yang saya bina
dulu modalnya sejuta, 2 juta, R3 juta.
Alhamdulillah akhir tahun yang lalu kami
konsolidasi total asetnya sudah lebih
dari 12,4 triliun. Ya, lumayan ya.
Jadi, ibu-ibu kalau mau belajar bisnis
dari sekarang ya, jangan pas MPP masa
persiapan pensiun baru belajar bisnis
ikut pelatihan lele kepatil,
ikut pelatihan cacing mati semua. Ikut
pelatihan jangkrik bangkrut dan terakhir
muring-muring, jangkrik jangkrik. Jadi
latihannya dari sekarang, Pak. Saya
enggak mau jadi trainer, enggak mau jadi
leader, enggak mau jadi entrepreneur.
Boleh enggak titip anak saya, keponakan
saya, saudara saya? Boleh. Nanti saya
saya tampung di tahfiz leadership. ya.
Programnya 10 bulan. Lulus dari situ
punya empat keahlian. Satu,
leadership-nya oke. Dua, public
speak-nya oke. Tiga, wawasan bisnisnya
oke. Dan yang keempat hafal Al-Qur'an 30
juz ya. Dan itu gratis enggak perlu
bayar. Tepuk tangan buat kita semuanya.
[tepuk tangan]
Pak Jamil, nanti kalau gratis kurang
gizi, insyaallah dijamin gizinya. Nanti
dijadikan alat mencari sumbangan,
insyaallah enggak nyari sumbangan. Terus
dibiayai dari mana? Dari
keuntungan-keuntungan bisnis yang kami
jalani. Alhamdulillah ada di beberapa
kota Bapak, Ibu. dan ini sudah 12 tahun.
Jadi sekarang sedang seleksi angkatan
yang kita belas. Saya senang karena
lulusannya tersebar ke banyak negara. Ee
bulan Juli kemarin saya ke Jepang ketemu
alumni tahfiz list di Jepang. Waktu saya
umrah Ramadan tahun lalu eh tahun ini ya
awal tahun ini di Makkah saya ketemu
alumni. Di Madinah saya ketemu alumni
yang sedang S2 di sana. Dan
alhamdulillah minggu lalu ada alumni
yang berangkat ke Kairo karena diterima
di Alazar. Jadi senang. Ee tepuk tangan
dong buat kita semuanya.
Dan ee saya sudah nulis 16 buku. Dan
kemudian Bapak Ibu saya sudah punya anak
biologis lima ya. Kalau anak ideologis
saya banyak karena di santri-santri itu
saya anggap itu anak saya. Jadi saya
sudah punya cucu enam. Sudah Ibu sudah
punya cucu Bu. Saya sudah punya cucu
enam ya. Cucu pertama saya di Jerman
karena dapat suami orang Jerman anak
saya dan sudah punya anak satu. Jadi
saya bilang sama dia, "Biarkan tetap
warga negara Jerman latihan dulu di
Bayern Munsen. Nanti waktu 15 tahun
naturalisasi ya." Iya. Biar
naturalisasinya tidak semuanya dari
Belanda ya. Kemudian ee anak saya, mantu
saya apa, cucu saya yang lain ada di
Bandung, di Jakarta dan di Bogor. Siap
mulai?
Siap. Kalau gitu kita mulai ya, Bapak
Ibu. Oke, kita akan mulai
ya. Kesehatan mental sekarang menjadi
isu global. Bahkan Martin Silikman
mengatakan sekarang itu terjadi
paradoks. Hiburan makin banyak sekarang.
Ibu-ibu mau nonton Netflix kapan aja
bisa? Mau nonton YouTube di toilet bisa.
Perjalanan ke sini nonton drama Cina
bisa,
drama Korea bisa? Kapan-kapan bisa.
Tapi kata Martin Silikman, hiburan makin
banyak tapi orang stres makin banyak.
Harusnya kalau hiburan makin banyak
orang stres berkurang ya. Tapi ini malah
makin banyak Bapak Ibu. Bahkan WHO
mengeluarkan ya menurut berbagai riset
ya setelah COVID-19 jumlah orang stres
di dunia ini ada 22%. Berarti kalau di
sini ada 100 orang yang stres 22 orang.
Ah pertanyaannya Ibu-ibu, siapa yang
paling banyak stres?
Termasuk ternyata kaum perempuan. Kalau
dibuat persentasenya jumlahnya yang
paling stres itu kaum perempuan. Kenapa?
Karena ternyata kaum perempuan itu
memiliki banyak peran, Ibu-ibu, ya.
Perannya banyak banget.
Klik klik klik.
Iya. Yang pertama
ini jalan enggak, Mas?
Agak delay. Tapi delay-nya L, Pak.
Perang ganda. ya tuntutan profesional di
kantor sering berbenturan, di rumah juga
masih perlu layi. Sudah gitu ada dharma
wanita lagi ya
kan banyak peran tuh ibu-ibu ya. Ee
makanya kemudian banyak stres. Maka
salah satu menghilangkan stresnya
gimana? Nanti kita akan pelajari ya.
Tapi saya bulan Januari
eh tahun ini road show di Jepang ketemu
dengan Bu Aisyah Dahlan selama 10 hari
saya rusuh di Jepang. Bu, Bu, saya mau
tanya sih, Bu. Ibu itu kan di videonya
suka ngomong ee wanita yang sehat itu
wanita yang cerewet, Bu. Emang ada
risetnya, Bu? Apa kata Bu Aisyah Dalan?
Dia manggil saya babe. Babe, ada
risetnya, Bi. Wanita yang sehat mental
itu wanita yang cerewet.
Dan wanita kalau ingin sehat mental
setiap hari harus mengeluarkan lebih
dari 16.000 kata. Jadi, kalau ibu-ibu
sehari-hari masih mengeluarkan kurang
dari 16.000 Ibu kata berarti
stres. Maka kalau ibu-ibu sekarang
cerewet, pertahankan.
Kalau kurang cerewet tingkatkan.
Makanya enggak apa-apa Ibu-ibu cerita
terus. Karena saya tahu bahwa ibu-ibu
itu karena salah satu menghilangkan
stresnya dengan cerita, maka kalau saya
sudah sampai rumah, saya bilang sama
istri saya, "Ma, begitu aku sampai rumah
dadaku dan telingaku hanya untukmu."
Ya. Dan saya bilang sama istri saya,
"Dada sebelah kiri ini spesial untuk
mama." Ya, yang kanan dia enggak nanya
ya. Entah sudah berapa literar air mata
di sini. Terus telingaku hanya untukmu.
Kenapa?
Supaya dia bercerita. Daripada ceritanya
di sosmet, daripada ceritanya ke mantan,
mending ceritanya ke saya.
Dan akhirnya kebiasaan saya mendengarkan
cerita terdengar oleh kepotakan saya di
Surabaya ini. Dia seorang dosen ya di
Unesa ya. Ee seorang dokter juga. Om,
Om, saya dengar Om Jamil suka dengerin
cerita tante ya. Iya. Supaya ingin makin
hot, Om. Dengerin cerita itu ada
rumusnya Om. Apa rumusnya? Him, Om. Apa
itu HIM? Huruf pertama H, huruf kedua I,
huruf ketiga M. Ya, saya tahu maksudnya
apa. Kalau tante lagi cerita keluarin
huruf pertama H. Hm.
Begitu dia semangat keluarin huruf kedua
I. Iya. Ta tambah semangat ya. Dan pada
saat puncak-puncaknya keluarnya huruf M.
Moso?
Itu saya praktikin, Bu. Maka
alhamdulillah ya istri saya insyaallah
enggak stres karena tiap hari cerita.
Bahkan kadang ceritanya ada yang sama
dengan kemarin.
Ya, kita enggak boleh ngomong bukannya
kemarin sudah diceritain itu urusannya
bisa panjang ya. Apalagi ibu-ibu selain
peran ganda terjadi pada perempuan
perannya banyak. Sudahlah istri ibu ya
kemudian dharma wanita boleh jadi Anda
bekerja. Ternyata ibu-ibu kadang lelah
mental. Kenapa? Karena kadang ibu-ibu
yang harus dikerjakan banyak banget. Ya,
saya pernah merenung. Seandainya aku
tukaran peran sama istri saya, istri
saya nyari nafkah saya di rumah,
kayaknya saya stres, Bu. Iya, Bu. Ya,
enggak sanggup gitu. Enggak sanggup.
Wong pernah istri saya di rumah sakit
itu ya Allah ya pusing walaupun di rumah
saya punya dua pembantu itu gelisahnya
luar biasa ya dan karena kemudian yang
mau dikerjakan banyak maka lelahnya luar
biasa. Sudahlah begitu kadang-kadang
bawa sampah pikiran pikiran di kantor
dibawa ke rumah masalah di rumah dibawa
ke kantor. Itu yang membuat ibu-ibu
lelah. yang membuat ibu-ibu capek. Dan
hari ini saya akan berbagi bagaimana
supaya pulang dari sini walaupun
perannya banyak, Bapak Ib ibu-ibu
semuanya makin bahagia. Mau atau mau
banget?
Enggak usah khawatir. Ini pengalaman
saya yang saya sampaikan ke
banyak-banyak, Ibu dan yang saya
sampaikan sebagai mahasiswa S3 IPB ini
berdasarkan
riset ya. Jadi tidak jualan abab, jualan
air ludah. Nanti pulang bisa dipraktikin
ya. Nah, maka Ibu-ibu kita akan bahas
ini. Kenapa kok ini penting? Karena
ternyata apa, Ibu? Nasib seseorang
dipengaruhi oleh apa?
Nasib seseorang dipengaruhi oleh
karakter. Karakter seseorang dipengaruhi
oleh apa?
Karakter seseorang itu dipengaruhi oleh
kebiasaan. Kebiasaan seseorang
dipengaruhi oleh apa?
Tindakan. Tindakan seseorang dipengaruhi
oleh apa? Pikiran. Pikiran seseorang
dipengaruhi oleh apa? Perasaan.
Maka kalau perasaannya kita lagi marah,
lagi jengkel, pikiran kita, pikiran
orang marah, tindakan kita tindakan
orang marah, kebiasaan kita kebiasaan
orang marah, karakter kita karakter
orang marah, nas
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:00 UTC
Categories
Manage