ASN Belajar Seri 50 | 2025 - Perempuan Dalam Banyak Peran: Meneguhkan Hati, Menjaga Keseimbangan
YQ1FvIF5Oyk • 2025-12-23
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Kami ucapkan selamat datang kepada Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramliant, MP di aula Praja BPSDM Provinsi [musik] Jawa Timur. [musik] Selanjutnya berkenan memberikan santunan kepada anak yatim. [musik] Alika shawatullah alaika. [musik] Ya Nabi salam [musik] alaika, ya Rasul salam [musik] alaika, ya habib salam [musik] alaika shawatullah [musik] alaika. [musik] il mustofa [musik] Ahmad waliahlil [musik] kauni unsunurun [musik] qajad ya nabi [musik] salam alaika ya rasul salam [musik] alaika ya [musik] habib salam alaika shawatullah alaikau [musik] ya ahlal matani [musik] wasu bijamali [musik] faqofil husni [musik] tafarod ya nabi salam [musik] alaika ya rasul Salam alaika [musik] ya habib. Salam alaika [musik] shawatullah alaika. [musik] Marhaban. Hadirin dimohon berdiri. Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. [musik] Menyanyikan lagu Himne Dharma Wanita Persatuan. [musik] [musik] ada Tuhan yang besar dan [musik] wanita persatuan kami [musik] berkarya mandiri [musik] untuk mencapai tujuan kemikraan [musik] mewujudkan masyarakat [musik] adil dan maaf. Kami [musik] menamakan kesejahteraan [musik] meningkatkan sumber daya anggota [musik] jiwa rau [musik] dekatnya dan [musik] mau hadirin disilakan duduk kembali [musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan rahayu dan salam sehat untuk kita semua. Kami ucapkan selamat pagi dan selamat datang di aula sasanawiata Praja. Izinkan saya untuk dapat membacakan pantun. Ibu mohon dijawab dengan jos supaya lebih semangat pagi hari ini. Belajar bersama di panggung inspirasi. ASN bertumbuh penuh makna. Di hari ibu kita kuatkan peran dan dedikasi. Perempuan berdaya, Indonesia pun berjaya. Senang ingin menyapa tamu kehormatan yang telah hadir bersama-sama dengan kita. Yang terhormat Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, SP,MP. Yang kami hormati Ketua Dharma Wanita Persatuan BPSDM Provinsi Jawa Timur, Ibu Liliana Ramlianto. Narasumber Inspirator Sukses Mulia Bapak Jamil Azzaini, para ketua DWP instansi pemerintah provinsi atau yang mewakili, panitia ASN Belajar on Stage edisi Spesial Hari ibu tahun 2025, serta para ibu tamu undangan yang berbahagia. Bapak, Ibu hadirin yang kami hormati. Hari ini adalah hari yang penuh rasa syukur dan kebahagiaan. Sebuah momen spesial yang kita nantikan setiap tahunnya. Dengan penuh sukacita, kita berkumpul di tempat ini untuk mengikuti acara ASN Belajar On Stage edisi spesial Hari Ibu dengan tema perempuan dalam banyak peran meneguhkan hati menjaga keseimbangan dan dikolaborasikan dengan ASN Belajar on Stage edisi spesial hari Ibu tahun 2025. Boleh berikan tepuk tangan sekali lagi untuk acara hari ini. Bapak Ibu, sungguh 26 tahun perjalanan ini adalah wujud dedikasi, kerja keras, dan kebersamaan dari kita semua. Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi istri aparatur Sipil Negara telah menjadi garda depan untuk mendukung pembangunan bangsa, pemberdayaan perempuan, dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Mengawali acara kita pada hari ini, marilah kita tundukkan kepala bersama dan juga mengucapkan syukur ke hadap rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Karena itulah mari kita berdoa bersama sebagai ungkapan syukur. Doa akan dipimpin oleh Ibu Hernawati. Disilakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua. Mohon izin saya akan memandu doa secara Islam dan bagi yang beragama lain dipersilakan menyesuaikan sesuai keyakinannya masing-masing. Bismillahirrahmanirrahim. Hamdan sakirin hamdan naimin hamdan yini ya lakal hamdu. Allahumma sholli wasallim ala sayidina Muhammad waa ali sayyidina Muhammad. Walhamdulillahi rabbil alamin. Ya Allah, Tuhan yang maha mengetahui, pada hari ini kami berkumpul dengan niat yang tulus untuk mengikuti ASN belajar edisi khusus peringatan Hari Ibu yang penuh keberkahan dan kemuliaan. Ya Allah sang maha peneguh hati, berikanlah kekuatan kepada para ibu dan kaum wanita di negeri kami. Jadikanlah mereka sosok yang memiliki keteguhan hati di tengah badai ujian di saat dunia terasa goyah. Jadikanlah mereka pelipur lara yang menenangkan, pemberi semangat yang tak pernah padam, sumber inspirasi yang menguatkan jiwa anak-anak dan keluarga. Ya Allah, Tuhan yang maha penyayang, bukakanlah hati kami dan pikiran kami. Jauhkanlah kami dari kesombongan ilmu. Anugerahkanlah kepada kami pemahaman yang benar agar kami dapat menjadi orang tua yang bijak, sabar, dan penuh kasih sayang. Ya Allah, Tuhan yang maha kuasa, limpahkanlah kepada kami semua keberkahan, ketenangan, dan kemudahan dalam mengikuti acara ini dari awal hingga akhir. Ya Allah, Tuhan yang maha pengampun, ampunilah dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dosa para pemimpin kami, dosa para pahlawan yang telah gugur mendahului kami. Dan terimalah amal ibadah kami sebagai amal kebaikan. Rbana hablana min azwazina wtin aun walna lil muttaqina imama. Rbana tagqobbal minnaka antul alim wb ala inaka anta thawaburahim. Rbana atina fid dunya hasanah wafil akirati hasan waqinaabanar. Subhana rabbikalbil izzati amma yasifun wasalamun alal mursalin. Walhamdulillahiabbil alamin. Bibarokatil. Alfatihah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Ibu Herwati telah memimpin doa dengan penuh khidmat pada pagi hari ini. Bapak, Ibu hadirin yang berbahagia. Selanjutnya marilah kita simak bersama sambutan yang akan disampaikan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan BPSDM Jawa Timur. Yang kami hormati Ibu Liliana Ramlianto. Kami silakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua. Yang terhormat sekaligus yang saya cintai, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur selaku penasehat Dharma Wanita Persatuan BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, S.P,MP. Yang kami hormati narasumber hari ini Bapak Jamil Azzaini, Inspirator Sukses Mulia. Terima kasih kehadirannya. Bapak yang kami hormati para ketua dan pengurus Dharma Wanita Persatuan instansi pemerintah provinsi dan kabupaten kota seJawa Timur. Matur nuwun kehadirannya. Ibu yang kami hormati para pejabat struktural dan fungsional Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur beserta pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan BPSDM. yang pada hari ini P-nya dilakukan oleh bidang sosial budaya. Dan yang kami banggakan ASN Perangkat Daerah, Provinsi dan kabupaten kota Jawa Timur serta para pemirsa ASN Belajar dan anggota Darma Wanita Persatuan yang hadir melalui channel YouTube BPSDN Jawa Timur TV. Yang berbahagia, puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa taala, Tuhan yang maha esa. Karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya pada hari ini, Selasa, 23 Desember tahun 2025, kita dapat hadir bersama pada acara ASN Belajar Onek edisi Spesial Hari Ibu dan peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan ke-26 dalam keadaan sehat walafiat. Hadirin yang berbahagia, kegiatan hari ini terasa sangat istimewa karena bertepatan dengan momentum hari Ibu yang kita peringati setiap tanggal 22 Desember. Di mana sejarah hari Ibu ini bukan hanya sekedar perayaan kasih sayang, melainkan pengingat akan perjuangan perempuan dalam pergerakan bangsa. Sebagai istri ASN sekaligus bagian dari masyarakat, kita seringki dihadapkan pada tantangan multitasking. Kita sebagai pendamping suami, sebagai ibu dari anak-anak, sebagai pengelola rumah tangga, dan tentu banyak dari ibu-ibu yang hadir di ruangan ini sebagai wanita karier. Oleh karena itu, tema yang kita angkat hari ini adalah perempuan dalam banyak peran. Meneguhkan hati, menjaga keseimbangan sangatlah relevan dan merupakan refleksi dari realitas kehidupan kita. Untuk mencapai ketenangan dan efektivitas dalam peran ganda itu, kita perlu fokus pada dua hal utama, yaitu menyeimbangkan peran dan menata hati. Bapak, Ibu yang berbahagia. Peringatan hari ulang tahun Dharma Wanita kali ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi dan penguatan peran kita sebagai bagian penting dalam pembangunan bangsa dengan mengusung tema peran strategis Dharma Wanita Persatuan dalam Mendidik Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045. Kita diingatkan bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan teknologi, tetapi juga oleh kekuatan keluarga, karakter generasi, dan ketangguhan perempuan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Dharma Wanita Persatuan memiliki posisi yang sangat strategis dalam membentuk pondansi Indonesia di masa depan. dari keluarga yang kita pindah, dari nilai-nilai yang kita tanamkan, dan dari keteladanan yang kita hadirkan, sesungguhnya kita sedang menyiapkan generasi emas Indonesia. Peran kita sebagai istri, ibu, dan anggota organisasi bukanlah peran kecil. Justru dari tangan perempuanlah karakter bangsa ditempa. Dari rumah yang harmonis lahir anak-anak yang berintegritas. Dari ibu yang cerdas dan berdaya, tumbuh generasi yang siap bersaing secara global. Bapak, Ibu yang saya hormati, perjalanan Dharma Wanita Persatuan selama 26 tahun telah menunjukkan bahwa perempuan adalah kekuatan besar dalam transformasi sosial. Dengan kerja sama gotongroyong dan semangat melayani Dharma Wanita Persatuan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kualitas keluarga Indonesia. Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh ketua dan pengurus Dharma Wanita Persatuan yang selama ini bekerja dengan penuh dedikasi melaksanakan semua program-program Dharma Wanita dengan sangat baik. Semoga hari ulang tahun ke-26 ini menjadi momentum bagi kita semua semakin memperkuat komitmen, memperluas manfaat, dan meningkatkan sinergi untuk Indonesia yang lebih maju. Hari ini kami berkolaborasi dengan program ASN Belajar dengan harapan kita semua mendapatkan perspektif baru dan bersama-sama mari kita jadikan forum ini sebagai wadah untuk meng-upgrade diri dan saling menguatkan untuk menjadi ibu yang tangguh dan menginspirasi. Hadirin yang berbahagia, saya mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur sekaligus penasihat Dharma Wanita yang telah memfasilitasi kolaborasi ini. Dan terima kasih pula kepada Bapak narasumber hari ini Bapak Jamil Azzaini yang akan memberikan inspirasi sukses mulia hari ini. Semoga ilmu yang kita dapatkan hari ini menjadi begal berharga untuk menjadi perempuan yang berdaya, tangguh, dan bahagia. Selamat Hari Ibu untuk seluruh perempuan hebat di Jawa Timur. Terus teruslah menjadi pelita dalam rumah dan inspirasi di tempat di tempat kerja. Akhir kata dengan penuh harap dan doa semoga Dharmawita Persatuan senantiasa menjadi cahaya dalam keluarga, lentera dalam masyarakat, dan pelita dalam perjalanan bangsa menuju masa depan Indonesia Emas. Demikian yang dapat saya sampaikan. Terima kasih atas kehadiran Bapak Ibu sekalian. Mohon maaf apabila dalam penyelenggaraan kegiatan ini banyak hal yang mungkin kurang. Dan sekali lagi terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga acara hari ini dapat terselenggara. Selamat hari Ibu kepada ibu-ibu yang luar biasa dan Dirgahayu ke-26 Dharma Wanita Persatuan. Dharma Wanita Persatuan sehat berdaya. Terima kasih saya sekian wabillahi taufik walhidayah wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ibu kaban berkenan tetap berada di tempat atau di depan. Ibu di momen penuh makna ini, kami telah menyiapkan sebuah kejutan sederhana, namun sangarat cinta dan apresiasi. Sebagai ungkapan terima kasih, penghormatan, dan dukungan atas peran luar biasa seorang perempuan sebagai pendamping, pemimpin sekaligus penggerak organisasi. Kami silakan kepada Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur untuk menyerahkan bunga kepada Ibu Ketua DWP BPSDM Provinsi Jawa Timur. Baik. Nah, foto bersama terlebih dahulu. Kami akan pandu hitungan 3 2 s. Semoga momen ini menjadi simbol kasih, kebersamaan, dan sinergi dalam menguatkan peran DWP BPSDM Provinsi Jawa Timur. Disilakan untuk dapat duduk. Bapak, Ibu hadirin yang berbahagia. Pada sesi ini kita akan saksikan video Kalidoskop Kegiatan Dharma Wanita Persatuan BPSDM Provinsi Jawa Timur yang merangkum berbagai program, aktivitas, dan kebersamaan yang telah dilaksanakan. Selamat menyaksikan. Inilah Kaledoskop perjalanan tahun 2025. Rangkaian langkah kepedulian dan pengabdian Dharma Wanita Persatuan BPSDM [musik] Provinsi Jawa Timur yang terus bersinergi dengan pemerintah, menguatkan perempuan, melindungi anak, dan membangun ketahanan keluarga demi Indonesia yang lebih sejahtera, mandiri, dan bermartabat. [musik] Diawali dengan penguatan tata kelola organisasi melalui sosialisasi [musik] e-reporting LPPK DWP yang dipadukan dengan workshop personal color sebagai upaya meningkatkan profesionalisme, ketertiban administrasi, serta kepercayaan diri anggota dalam setiap peran yang dijalani. Memasuki bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, DWP BPSDM menghadirkan ruang kebersamaan spiritual melalui kegiatan ASN mengaji dan doa bersama [musik] memohon keselamatan, kelancaran tugas, serta keberkahan dalam menjalankan ibadah dan pengabdian kepada masyarakat. Bulan Ramadan juga diisi dengan kegiatan sosial yang penuh makna. Melalui Pasar Murah Ramadan Sarah tahun 2025, DWP BPSDM Provinsi [musik] Jawa Timur bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur hadir membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau [musik] sebagai wujud kepedulian dan solidaritas sosial. Perhatian terhadap kesehatan dan ketahanan keluarga terus diperkuat melalui webinar kesehatan bertajuk [musik] wealth, Wellness and Wisdom, terapi regeneratif, harapan baru menuju sehat dan kualitas hidup berkelanjutan. Komitmen ini dilengkapi dengan seminar parenting bersama Atalias [musik] Blessing Special Education yang mengangkat pentingnya deteksi dini tumbuh kembang anak sebagai fondasi masa depan generasi emas Indonesia. Semangat kebersamaan dan sinergi antar instansi terjalin melalui pertandingan persahabatan bola voli antara DWP BPSDM dan DWP Disper Indak Provinsi Jawa Timur. Menciptakan ruang keakraban, sportivitas, dan kolaborasi. Kepercayaan dan jejaring internasional pun terbangun melalui kunjungan kehormatan Tasu Corporation dari Jepang, [musik] lembaga yang bergerak di bidang pengembangan anak berkebutuhan khusus. Dalam rangka menyongsong Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, DWP BPSDM menggelar lomba MC yang penuh semangat dan keceriaan serta semar kemerdekaan [musik] bersama seluruh keluarga besar BPSDM Jatim sebagai wujud rasa syukur, persatuan, dan nasionalisme. [musik] Pengembangan kualitas diri anggota menjadi perhatian berkelanjutan melalui self development class, personal grooming and confidence, makeup beauty class bersama [musik] makeover, serta kegiatan senam bersama mendorong lahirnya perempuan yang sehat, percaya diri, dan siap berperan aktif [musik] dalam keluarga maupun masyarakat. Di bidang ekonomi, DWP BPSDM Provinsi [musik] Jawa Timur turut ambil bagian dalam ASN Live Expo 2025 menjadi [musik] sarana strategis untuk mempromosikan produk anggota dan UMKM mitra [musik] agar semakin berdaya dan mandiri. Komitmen terhadap penguatan budaya literasi diwujudkan melalui sudut aksara pojok baca sederhana dengan pengetahuan [musik] tak terbatas. Dedikasi ini membuahkan prestasi dengan diraihnya juara harapan 1 lomba pojok baca dalam rangka HUD ke-26 DWP Provinsi [musik] Jawa Timur. Dengan penuh optimisme, DWP Provinsi Jawa Timur siap menyongsong tahun 2026 dan terus memberikan [musik] kontribusi positif dalam tiap langkah perjalanan berikutnya. Bersama [musik] Dharma Wanita Persatuan BPSM Jawa Timur bisa menciptakan [musik] perubahan yang lebih besar dan membawa manfaat yang lebih luas bagi banyak masyarakat. Boleh berikan tepuk tangan yang lebih meriah lagi, Bapak dan Ibu. Semoga kebersamaan ini semakin kompak dan juga semakin banyak prestasi yang dihasilkan. Dan selanjutnya hadirin yang kami hormati, sebagai ungkapan rasa syukur atas bertambahnya usia dan perjalanan Dharma Wanita Persatuan BPSDM Provinsi Jawa Timur. Marilah kita memasuki sesi pemotongan tumpeng dalam rangka hari ulang tahun DWP BPSDM Jawa Timur yang ke-26. Prosesi ini menjadi simbol doa dan harapan agar DWP BPSDM Jawa Timur senantiasa diberikan keberkahan, solidaritas, serta semangat kebersamaan dalam mendukung keluarga ASN dan pembangunan sumber daya manusia di Jawa Timur. Untuk itu mohon berkenan kepada Pak Kaban, Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Ibu Ketua DWP BPSDM Jawa Timur, Ibu Astrid Wahid, Ibu Narti, Ibu Jasuli, Sekretaris DWP BPSDM Jawa Timur, dan para kepala bidang DWP BPSDM Jatim untuk dapat hadir di depan tumpeng. Disilakan juga. Bapak Jamil Azini tentunya kami juga undang untuk bersama-sama dalam mengikuti prosesi pemotongan tumpeng. Berkenan kepada Ibu Ketua DWP BPSDM Ibu Liliana Ramlianto untuk melakukan pemotongan tumpeng sebagai wujud syukur. Bapak Ibu boleh diiringi dengan tepuk tangan yang meriah. Sebagai ungkapan rasa syukur kita pemotongan tumpeng ini akan diserahkan kepada Kepala BPSDM Jatim selaku penasihat DWP BPSDM Jatim. dicarikan lauknya yang paling enak kali ini. Tumpengnya sungguh cantik, sarat dengan makna. Nanti juga bisa dinikmati oleh seluruh tamu undangan yang hadir. Dengan lengkapnya lauk- pauk yang disajikan sebagai simbol bahwa lengkap pula DWP BPSDM Provinsi Jawa Timur dan semoga diperlengkapi lagi tahun depan semakin kompak, bersinergi, dan menghasilkan prestasi yang luar biasa. Turut diserahkan pula tumbang kepada Wakil Ketua DWP BPSDM dan sekretaris serta para kepala bidang DWP BPSDM Jawa Timur. Boleh tepuk tangan sekali lagi Bapak dan Ibu. Proses ini sebagai simbol kebersamaan. Setiap tahunnya akan diabadikan sebagai simbol kekompakan dan kebersamaan yang luar biasa. Izin Pak Jamil juga nanti menerima potongan tumpang sebagai apresiasi dari kami telah hadir mengisi acara dan juga pasti nanti memberikan inspirasi bagi kita semua para ibu. Disilakan Pak Jamil izin disilakan. Baik, tepuk tangan Bapak Ibu. Sekali lagi apresiasi dari kami kepada narasumber kita yang nanti akan memberikan materi. Para kepala bidang DWP mohon diterima satu persatu diserahkan. Baik, tanpa adanya pengurus dari DWP BPSDM Jatim tentunya kegiatan yang kita saksikan di kegiatan Kalidoskop tadi ini mungkin tidak akan sukses terjadi. Ini sebagai simbol apresiasi dari Ketua DWP BPSDM Jatim kepada seluruh pengurus agar semakin kompak nantinya bekerja sama di tahun 2026. Baik, dicukupkan tumpengnya kita akan foto bersama terlebih dahulu dengan seluruh tamu VIP dan juga para kepala bidang DWP BPSDM Jatim. Foto bersama. Kami akan panduh hitungan dua, satu. Pos sarangnya boleh biar nanti di kaleidoskop tahun depan cantik. Hitungan 3 2 sat. Terima kasih banyak. Foto bersama kami cukupkan. kami silakan kepada seluruh tamu VIP untuk dapat kembali ke tempat duduk masing-masing. Baik, Bapak, Ibu hadirin yang kami hormati. Selanjutnya adalah prosesi penyerahan tali ASI kepada purna Tugas Dharma Wanita Persatuan BPSDM Jawa Timur oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan BPSDM Provinsi Jawa Timur. Kami persilakan terlebih dahulu kepada para penerima tali ASI untuk mengambil tempat di depan. Yang pertama mengundang kepada Nyonya Haji Arnowo. Disilakan. Selanjutnya mengundang di atas panggung kami mengundang kepada Ibu Alviah serta Ibu Fitri Haryati. Selanjutnya mengundang dengan hormat kepada Ketua DWP BPSDM Provinsi Jawa Timur Ibu Liliana Aprianti atau Ibu Liliana Ramlianto untuk dapat hadir memberikan tali asih di atas panggung. Yang pertama diberikan kepada Nyonya Haji Arnowo. Bapak Ibu sekali lagi kita apresiasi dengan tepuk tangan. Foto bersama dulu menghadap kamera Ibu. Hitungan 3 2 1. Selanjutnya diberikan kepada Ibu Alvia. Mohon diterima Ibu sebagai ungkapan terima kasih kami. Tepuk tangannya dong Bapak dan Ibu. Sekali lagi semangat kebersamaan kita berupa apresiasi. Tepuk tangan juga diberikan kepada Ibu Fitri Haryanti. Menghadap kamera Ibu kita foto. Baik, foto bersama Ibu Ketua DWP BPSDM di tengah. Baik kami pandu hitungan 3 dua satu senyuman terbaik. Terima kasih. Foto bersama kami cukupkan. Kami silakan kepada ketua DWP BPSDM Jawa Timur untuk dapat kembali ke tempat duduk. Diikuti oleh penerima tali ASI. Bapak, Ibu hadirin yang berbahagia. Selanjutnya marilah kita dengar dan simak bersama sambutan sekaligus keynote speech ASN Belajar Ontage edisi spesial Haribu tahun 2025 kepada Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur selaku penasihat DWP BPSDM Jawa Timur Bapak Dr. Amnianto, SPMP. Kami silakan. [musik] Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita sekalian. Yang terhormat narasumber kita pagi ini, Pak Jamil Azzaini. Saya kenal beliau cukup lama ketika masih ngurusi dompet Dua. Tapi terakhir saya masih terkoneksi dengan Bapak. Saya baca buku terakhir Bapak eh eksponential leadership ada itu di meja saya baru saya resensi dengan teman-teman. Hatur nuwun rawuhnya Pak Jamil. Yang saya hormati dan saya cintai Ketua DWP BPSM Jawa Timur Ibu Liliana Ramli. Terima kasih acaranya yang luar biasa. Sampai saya dibelikan baju warnanya ungu. Ini baru sekarang saya pakai baju ungu. Untung enggak pink. Yang kami hormati dan kami muliakan para ketua DWP Perangkat Daerah Provinsi Jawa Timur. Matur nuwun sanget rawuhnya. Saya di baru ketika berangkat dari Malang ke Surabaya dibilangin kalau ngundang para ketua DWP perangkat daerah. Kalau tahu begitu, saya juga ngundang suaminya biar saya enggak sendiri. Ini hanya berdua dengan Pak Jamil di tengah ee ras terkuat di bumi. Matur nuwun Ibu-ibu atas rawuhnya di acara DWP BPSDM Jawa Timur. Hadir juga bersama kita yang saya hormati ee DWP kabupaten kota yang pada kesempatan ini berkenan hadir dan tentu para pengurus DWP Persatuan BPSM Jawa Timur ada para senior kita, ada Bu Wahid, ada Bu Pri, ada Bu Nyai Jazuli, dan tentu teman-teman para pejabat struktural fungsional yang hadir yang juga pengurus DWP Persatuan ee BPSDM Jawa Timur. Saya mohon izin, Pak Jamil. Ada beberapa slide yang ingin saya sampaikan. Saya nunggu momen ini memang karena gemes gitu. Ada yang sini enggak bisa. Oh, bisa. Jadi ada sedikit kekeliruan historis memaknai hari ibu. Saya scroll banyak sekali flyer dan ucapan tentang hari ibu dan ini hari ibu ya enggak boleh dibahasa Inggriskan. Saya bilang ke Bu Amel selaku panitia, "Jangan dibahasa Inggriskan. Udah beda ceritanya." Makanya saya di slide saya ini hari Ibu Indonesia karena beda. Memang beda. Tapi yang terjadi lanjut lanjut dulu. Lanjut dulu. Nah, flyer-flyernya itu bukan hari ibu. Ucapannya bahkan sekali bermeri, sekali berakademisi itu ucapannya bukan hari ibu tapi Mother's Day. Apa enggak boleh? Boleh. Tapi saya ingin meluruskan ini supaya kita sama-sama paham. Sambutannya Ketua DWP PPSDM tadi clear bahwa hari ibu itu bukan Mother's Day yang diperingati minggu kedua Mei. Kalau Mother's Day itu diperingati minggu ke-2 Mei dan di Indonesia enggak terlalu populer. Di negara-negara barat sangat populer. Kembali ke slide sebelumnya. Nah, inilah yang sering lewat di beranda ibu-ibu. Kalau hari ibu ya. [tertawa] Saya sudah telusuri, Bu patung ini, Ibu-ibu. Ini patung AI, artificial intelligence. Jadi, patung ini enggak pernah ada. sudah diteliti oleh berbagai platform yang saya pakai itu tidak pernah ada patung ini. Tetapi ini menggambarkan invisible labor seorang ibu. Betapa beratnya pekerjaan ibu. Kalau saya, Pak Jamil itu ada jam kerjanya. Tapi ibu-ibu itu enggak ada jam kerjanya. Tengah malam anaknya mengeluh lapar ya langsung tandang. tengah malam suaminya tiba-tiba demam masuk angin ya langsung bekerja. Kita laki-laki itu ada jam kerjanya tapi perempuan enggak ada jam kerjanya. Inilah kenapa patung ini kemudian sering disimbolisasi dengan diskursus tentang hari ibu, tentang feminist studies, tentang social justice dan keadilan gender. Jadi patung ini, Ibu-ibu, walaupun tidak nyata adanya menggambarkan betapa tugas ibu luar biasa. Ada sebuah syair yang ditulis oleh Ahmad Syauki. Beliau seorang penyair dari Mesir tahun 1900-an. itu menulis dengan sangat tegas, al umummu almadrasatun ula. Ibu itu sekolah pertamanya anak-anak. Sebenarnya apa yang ditulis oleh Ahmad Sauki ini tidak ingin menggambarkan ibu secara personal, tetapi Ibu sebagai sebuah komunitas yang ibu-ibu pasti tahu deh. Yang hadir dalam pendidikan pertama kali itu bukan negara. yang hadir dalam pendidikan pertama kali itu bukan sekolah, bukan guru yang kita kenal, tapi adalah seorang ibu. Nah, karena saking tidak seimbangnya ibu-ibu nih, peran ibu yang luar biasa di bidang pendidikan. Kemarin ada himbauan yang ngambil rapot itu bapak-bapak. Terpaksalah saya datang. [tertawa] Dan Anda tahu kan prosesi ambil rapot itu kan ritualnya panjang sekali. Kalau di sekolah anak saya yang kebetulan hari ini saya hadirkan juga itu ada kegiatan namanya Simponi Hasanah Bangsa. Ah, itu panjang sekali. Karena sekolahnya anak saya itu punya TK, punya SD, SD-nya 2, kemudian SMP, SMA punya pesantren. Ah, itu semuanya tampil mulai jam 0.00 ambil rapotnya 11.30. Betapa Bapak-bapak tidak tahan dengan situasi seperti itu. Tapi karena ini ada himbauan, ah saya hadir akhirnya untuk ngambil rapot. Nah, itulah kenapa simbolisasi ini penting untuk kita maknai bahwa Ibu memang enggak ada jam kerjanya. Ini foto, ini apa? Ini patung walaupun tidak nyata, Ibu-ibu luar biasa menggambarkan betapa peran ibu-ibu yang luar biasa. Sebab itu di kesempatan yang sangat berbahagia ini, izinkan kami menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Ibu-ibu yang luar biasa. Lalu apa Mother's Day yang kalau diterjemahkan ke Indonesia memang hari ibu. Lanjut lanjut. Foto ini adalah fotonya Anna Jervis namanya. Ana Jervis ini punya ibu namanya Enrif Jervis. Nah, Enrif Jarvis ini seorang ibu yang mendedikasikan dirinya merawat anak-anak korban perang saudara di Amerika. Karena saking sayangnya, saking hormatnya si Ana Jervis ini kepada ibunya ketika meninggal kemudian Ana Jervis ini mendedikasikan dirinya untuk mengajak masyarakat Amerika pada saat itu menghormati sosok ibunya, si En Rif Jervis. Nah, kemudian ini jadi viral ya, viral versi saat itu. Nah, sehingga kemudian pada tahun ee 1914 di Amerika kemudian untuk mengenang jasa-jasa enriff Jervis yang diperjuangkan oleh anaknya yang Ana Jervis ini itu kemudian dikekalkan menjadi hari ibu versi mereka yang disebut Mother's Day. Tapi ingat ibu-ibu, Mother's Day kemudian mengandung ironi yang luar biasa. Anna Maria Jervis itu meninggal dalam keadaan miskin karena memperjuangkan menolak komersialisasi Mother's Day yang luar biasa yang sudah keluar dari marwah hari ibu yang dia dedikasikan untuk ibunya yang luar biasa. sehingga Mother's Day di sana kemudian dikomersialisasi menjadi pesta-pesta, menjadi pemberian hadiah yang kemudian menjadi brand ya. Kayak kita lebaran itu loh semuanya kan jadi lebaran iklannya. Nanti kalau bulan Februari mulai Januari mulai muncul-muncul iklan Marjana itu sudah mulai komersialisasi hari raya. Saya kira Pak Jamil sangat memahami itu karena beliau aktif di ekonomi syariah. Nah, sehingga kasihan banget sih Ana Maria Jervis ini meninggalnya dalam keadaan menderita dalam perjuangannya menolak komersialisasi Mother's Day. Nah, inilah Mother's Day. Menghormati ibu biologis. Tapi coba lihat hari ibunya Indonesia dari mana. Persis seperti sambutannya ketua DWP tadi. Lanjut. Nah, ini hari ibunya Indonesia, Ibu-ibu. Jadi, ini dari kongres bukan menghormati Ibu secara biologis, tetapi secara ideologis. Ini berlangsung tanggal 22 menurut catatan sejarah berlangsung 22 sampai 25 Desember 202. dan kemudian ini dijadikan momentum hari ibu itu. Jadi luar biasa Mother's Day-nya Amerika yang kemudian mendunia dengan hari ibunya Indonesia itu jauh lebih spektakuler maknanya itu hari ibunya Indonesia. Kenapa lahirnya? Bukan karena menghormati sosok ibu biologis si Narvis ini, tetapi menghormati perjuangan ibu-ibu pada saat itu. Yang kebayangkah si ibu-ibu tahun 1928 ada kongres perempuan? Sekarang mau rapat Dharma Wanita aja milih harinya lama sekali. Yang hari ini ibu ini enggak bisa, yang besok ibu ini yang enggak bisa. Yang pengurus ini yang jadi ketuanya lagi sakit, yang ini lagi umrah. Kebayang enggak 2025 97 tahun yang lalu sudah ada kongres perempuan dan ini terus lanjut slide-nya 2029 2035 2029 kemudian 2035 itu kemudian dikukuhkan sebagai diusulkan kemudian sebagai hari ibu. Jadi perjuangannya luar biasa, Ibu-ibu. Luar biasa ini. Jadi kalau tadi sambutannya ketua DWP menyatakan memang ini hari ibunya Indonesia ya memang beda dengan Mother's Day-nya Amerika. Karena memang ini lahir dari sebuah pergerakan bukan lahir dari masalah-masalah yang keluarga seperti Ana Jervis ke in Jervis ibunya. Lanjut. Nah, ini perjalanannya. Kemudian, Ibu-ibu, tahun 1959 Presiden Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember itu sebagai hari Ibu. Alhamdulillah saya masih dapat dokumennya di arsip daerah dan kemudian ini dijadikan momentum hari ibu. Inilah hari ibu kita. Saya membuat kesimpulannya lanjut. Nah, ini bedanya. Jadi kalau hari ibu itu di Indonesia itu karena gerakan perempuan yang Mother's Day itu inisiatif personal si Ana Maria Jervis. Titik sejarahnya itu kongres yang itu digagas oleh Ana Jervis yang ibunya luar biasa menjadi pejuang ee memelihara apa merawat anak-anak korban perang saudara. Latar belakangnya jelas beda ya. Kesadaran kebangsaan. Kalau di Indonesia persis seperti sambutan tadi dan kalau di sini adalah eh kalau di Amerika adalah penghormatan emosional kepada Ibu. Dan beda Bu tadi ngikuti Mother's Day tadi ngasih hadiah bunga dan kartu ucapan tadi. Tapi hari ini DWP Persatuan BPSDM mengadakan seminar itu memang makna intinya adalah bentuknya adalah refleksi, diskusi, dan penguatan peran. Nah, sebab itu ibu-ibu yang saya hormati yang luar biasa, hari ibu di Indonesia ini luar biasa. Bukan semata-mata ibu secara biologis, tetapi juga ibu secara ideologis. Dan kita menyaksikan luar biasa peran-peran sosial, peran-peran politik, peran-peran ekonomi. Bahkan di pemerintahan perempuan Indonesia diakui memiliki peran-peran strategis yang signifikan. Nah, sebab itu sekali lagi atas nama PPSTM Jawa Timur kami menyampaikan hari Ibu semoga peran Ibu ke depan semakin strategis baik di keluarga, di masyarakat, maupun di tempat kerja. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak, Ibu hadirin yang berbahagia. Dalam momentum Hari Ibu hari ini kita akan menyimak sebuah tayangan video berisi ucapan dan pesan Hari Ibu dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Ibu Rini Widiantini. Pesan ini menjadi pengingat akan peran perempuan dan ibu yang begitu mulia. Tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga dalam pengabdian, pelayanan, dan pembangunan bangsa. Selamat menyaksikan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [musik] Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Salam sejahtera untuk [musik] kita semua. Rahayu para ibu dan perempuan Indonesia yang saya cintai. [musik] Hari ini bukan sekedar peringatan tahunan. Hari ibu adalah momen untuk berhenti sejenak, [musik] menarik nafas, dan mengucapkan terima kasih dengan tulus kepada para perempuan Indonesia. Terima kasih atas peran yang sering dijalani dalam senyap, [musik] atas ketubuhan yang tidak selalu terlihat, dan kasih sayang yang terus menguatkan keluarga. Bahkan di saat lelah [musik] dan tak terucap. Di rumah, para ibu menjadi penopang ketahanan keluarga. Di luar rumah, perempuan hadir sebagai [musik] profesional yang bekerja dengan dedikasi dan tanggung jawab. Menjalani keduanya bukan hal yang mudah, namun dijalani dengan ketulusan [musik] dan keteguhan hati. Karena itu menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus menghadirkan ruang yang setara dan berkeadilan agar perempuan dapat tumbuh, berdaya, dan berkontribusi [musik] secara optimal bagi bangsa dan negara. Selamat hari ibu. Peluk hangat dan [musik] rasa hormat saya untuk seluruh ibu dan perempuan Indonesia. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak, Ibu boleh kita apresiasi dengan tepuk tangan. Ucapan yang sangat baik sekaliam dan menginspirasi pada acara hari ini. Hadirin dimohon berdiri. Menyanyikan lagu Mars Dharma Wanita Persatuan. [musik] DMA wanita persatuan bersatu padu ikut berjuang wujudkan [musik] masyarakat hadir dan serta sejana merata [musik] melaksanakan [musik] membina instr pegawai negeri pandang untuk [musik] pendidikan dan ekonomi sosial dan budaya. Tercapailah [musik] harapan kita, sejahteralah anggota [musik] dan keluarganya. sedang mempersembahkan dan [musik] kepada bangsa. Tingkatkan sumber daya [musik] insan. Lindungi dan hormati hak asasikan. Melaksanakan [musik] dengan mandiri membina istri pegawai negeri. [musik] Tingkatkanlah mutu pendidikan dan ekonomi, sosial dan [musik] budaya. Tercapailah harapan kita. [musik] Sejahteralah anggota dan keluarga. Bapak, Ibu hadirin, selanjutnya kita akan abadikan momen kebersamaan dengan berfoto bersama. Untuk itu kami silakan terlebih dahulu kepada tamu VIP untuk dapat berbaris di depan. Di samping kanan dan kiri juga kepada pengurus DWP BPSDM Provinsi Jawa Timur turut mendampingi Bapak dan Ibu yang ada di pojok kanan kiri. Boleh lebih merapat lagi Bapak, Ibu, dan teman-teman fotografer dokumentasi silakan untuk mengambil gambar dari atas panggung. Kita akan berwifi agar dapat satu frame yang cantik. Baik, boleh lebih merapat lagi pojok kanan dan kiri Bapak Ibu supaya dapat satu frame yang bagus. Baik, teman-teman fotografer sudah mendapatkan angle yang bagus. Foto bersama dalam dua pose. Hitungan tiga, dua, satu. Selanjutnya karena memang ini posis kebersamaan, tangan mengepal di depan. Baik, yang di belakang boleh angkat ke atas, Ibu. Nah, supaya terlihat hitungan 3 2 S. Foto bersama kami cukupkan. Terima kasih. Oh, satu lagi dong serange. Ini simbol cinta kasih sayang seorang ibu yang tercermin. Baik, dalam foto bersama ini hitungan tiga, dua, satu. Cakep. Terima kasih banyak Bapak Ibu. Silakan kepada tamu VIP untuk kembali ke tempat duduk masing-masing. Teman-teman fotografer terima kasih sudah mengabadikan momen kebersamaan ini. Dan selanjutnya kita akan bersama-sama menyimak sebuah inspirasi yang tentunya di akhir tahun ini akan semakin membangkitkan peran kita sebagai seorang ibu yang mungkin tidak hanya berada di rumah saja, namun juga turut bekerja dan juga keluar rumah begitu Bapak dan Ibu untuk dapat berkegiatan sambil mengurus pasangan, suami dan juga anak, namun tetap berkarya. Dan seperti apakah konteks perempuan dalam banyak peran meneguhkan hati menjaga keseimbangan? Sebentar lagi akan kita ketahui bersama Bapak dan Ibu melalui sesi seorang inspirator dalam acara Dharma Wanita Persatuan Perempuan dalam banyak Peran ASN Belajar on stage edisi spesial Hari ibu. Perempuan kerap menjalani banyak peran dalam satu waktu. Di balik kekuatan yang tampak ada hati yang perlu diteguhkan dan keseimbangan yang perlu dijaga. Nah, pada sesi ini kita akan mendapatkan inspirasi melalui materi perempuan dalam banyak peran meneguhkan hati menjaga keseimbangan bersama inspirator sukses mulia Bapak Jamil Azzaini. Dan semoga saja sesi ini menguatkan, menyentuh, memberi makna setiap peran yang kita jalani yang tentunya akan dipandu oleh moderator Ibu Amalia Pramudiansari, SstsP, M.M. Disilakan. Baik, terima kasih Mbak Fani. Tepuk tangan untuk Mbak Fan Bapak Ibu. Masyaallah. Oke. Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Izin ini 1000 ibu-ibu namun suaranya belum semangat. Boleh sekali lagi ibu-ibu yang cantik, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Masyaallah, saya doakan rezekinya lancar yang semangat membaca menjawab ini hari ini. Baik. Ada kebahagiaan tersendiri tentunya saat menyadari bahwa menjadi perempuan adalah anugerah. Menjadi ibu adalah sebuah amanah yang sangat besar dan menjadi bagian dari keluarga besar ASN dan juga Dharma Wanita Persatuan adalah suatu kebanggaan. Ibu-ibu hadir hari ini luar biasa mentor kita semua gurunda tercinta. Kalau biasanya itu kami menti-menti beliau atau coach-koach beliau itu manggilnya Babe Bapak Ibu semuanya. Dan beliau ini adalah seorang inspirator sukses mulia. Saat ini beliau di doktoral candidate S3 di IPB University. S1, S2 beliau di IPB. Kemudian saat ini juga master trainer gitu ya. Banyak pengusaha-pengusaha dan trainer-trainer handal di Indonesia ini yang lahir dari beliau, Ibu-ibu sekalian. Kemudian beliau juga di perusahaan direktur tahfiz Leadership, founder Kubik Leadership kalau Bapak Ibu follow gitu ya. Dan juga beliau juga founder academi trainer. Kemudian yang juga yang sering mengeteskan untuk potensi ada Stepin Genetic Indonesia dan juga beliau adalah solver Stepin komisaris di empat perusahaan dan masih banyak yang lain. Saat ini saya menghitung tadi ada 12 buku yang sudah beliau tulis. Boleh applause untuk beliau, Bapak Ibu. [tepuk tangan] di antaranya buku trainer, kemudian spiritual leader, leadership inspiration dan juga tadi yang disampaikan oleh Pak Kaban exponential leader dan juga engaging communication adap adaptive leader kemudian speak to change dan masih banyak yang lain sampai dengan kubik leadership. Hari ini tentunya kita bersama-sama kosongkan gelas, Ibu-ibu, karena beliau hadir jauh-jauh dari Jakarta akan memberikan inspirasi sukses mulia untuk kita semua. Di mana gelas yang kosong nanti akan mudah ilmu dan juga insight upgrade diri akan masuk. Semuanya sudah siap, Ibu-ibu? Siap. Siap. Kita panggil bersama-sama Babe Jamil Azzaini. Kes baik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad wa ala sayyidina Muhammad. Para izin Liliana, Ibu semuanya. Ee sebelum dimulai saya mau tanya, kita di sini mau ngapain? Bersenangsenang. Ah, betul. Kita di sini mau bersenang-senang bukan mau belajar. Yang niatnya belajar disimpan dulu. Karena kita di sini mau bersenang. Bersenang-senang. Bukti bahwa senang-senang. Tolong berikan senyum terindah buat kanan kirinya dulu. Silakan. Iya. Senyum itu mudah, mudah, gratis. Gratis. Maka saya punya hipotesis, orang yang jarang senyum biasanya jarang traktir. Ya, yang gratis saja pelit, apalagi yang bayar. Maka selama sesi saya, kita banyak senyum ya, senang-senang. Kenapa? Karena senyum itu juga ternyata mengundang rezeki. Tadi tadi saya waktu masuk ruangan ini saya lirik kanan kiri kok ini jarma wanitanya cantik-cantik ya. Ternyata ada pelatihannya ya. Tadiah lihat ada color ada kemudian performance. Oh pantesan jadi dandanya pas-pas gitu ya kan. Saya sering ngisi dharma wanita-darma wanita yang lain. Tapi kalau di sini lebih cantik lebih cantik ya. Tepuk tangan dong. Iya. Kalau belajar dengan sehat, selain senang-senang, yang kedua semangat. Masih semangat? Semangat. Coba kalau gitu saya atas semangatnya. Tepuk semangat. Loh, pramuka itu. Tepuk pramuka. Biasanya kalau Bapak-bapak nih ya, istri saya juga kalau saya nonton juga suka dampingi. Kalau kita nonton sepak bola badminton itu ada trikan Indonesia. Ah, itu tepuk semangat. Coba kalau gitu dipraktik Indonesia. Sekarang kalau tepuk semangat satu gitu ya. Tepuk semangat satu. Iya. Kalau tepuk semangat dua. Wah ababnya dikeluarin ya. Tepuk semangat. Dua ya. Enggak berani ke samping ya. [tertawa] Oke, berarti senang-senang sudah, semangat sudah. Bapak, Ibu, saya sering ke Surabaya karena istri saya orang Surabaya ya. Dan ee kakak-kakak ipar saya ee hampir semuanya di Surabaya. Jadi insyaallah Surabaya sudah familiar buat saya ya. Jadi, kalau jangkrik saya tahulah ya. More-more [tertawa] baik berarti siap mulai. Kalau begitu sebelum mulai mohon maaf tangan kanan diangkat tepukan sebelah kanannya dan ikuti kata-kata saya. Friend, friend, friend. Acara sudah dimulai. Acara sudah dimulai. HP-nya disimpan. Jangan WhatsAppan di sini. Jangan. Apalagi nerima telepon. Iya. Sekarang tangan kirinya. Friend, friend, friend, friend. Thank you ya, friend. Kalau lihat saya main HP jangan sungkan-sungkan, cubit aja. Dan saya ikhlas kalau HP saya bunyi saya bunyi jadi door price. Gimana kalau ada HP yang bunyi, HP-nya kita ambil jadikan door price. Sepakat? Sepakat. Kecuali yang menj sini saya enggak berani ya. Sepakat. Untung nges konsentrasi. Kalau ditanya sepakat jawabannya setuju. Kalau ditanya setuju jawabannya seat sepakat. Ibu ini boleh tidak sekeras-kerasnya Bu. Ah mumpung boleh tidak sekeras-kerasnya. Teriak sekeras-kerasnya. Kenapa teriakan keras bisa mengurangi stres, Pak Jamil? Saya enggak stres kok gampang untuk menandai Anda stres atau tidak. Saya tanya ke psikolog, ada stres ringan, menengah yang berat. Stres yang ringan itu apa? Saya tanya, stres ringan itu kayak apa? Gini, "Babe mau WhatsApp saya ambil handphone. Begitu buka handphone ada mension. Mension-nya dibuka, dibaca. Selesai dibaca tadi saya mau WhatsApp siapa ya?" Ah, itu stres ringan. Kalau stres yang menengah apa? Sering sariawan, sering sakit perut. Terus yang ketiga ngantukan. Jadi kalau selesai selesai ee di acara ini ada yang bolak-balik ngantuk kemungkinan stres. Nah, salah satu cara menguranginya dengan cara teriak sekeras-kerasnya. Mumpung boleh teriak sekeras-kerasnya, teriak sekeras-kerasnya. Dan kalau stres yang berat kayak apa? Di ruangan ini pada ketawa, Anda masih mikir lucunya di mana sih? Ya, jadi kalau ada orang terlambat ketawa kemungkinan stres dan itu stresnya stres berat. Makanya kalau ibu-ibu punya anak yang susah senyum ya, punya suami yang pulang kantor kok enggak senyum, ah ini berarti stres berat. Ini perlu dihibur. Karena kata David Taukin, orang yang stres berat susah senyum itu pintu awal untuk bunuh diri. Ya, jadi kita perlu murah senyum. Sepakat? Sepakat. Saya setuju. Setuju. Sepakat. Masih kurang keras. Sepakat. Setuju? Setuju. Baik, berarti siap mulai. Iya. Nah, kalau dimulai mohon maaf Bapak Ibu ya, Ibu-ibu ya. Klik Mas Rofi bisa dibantu Mas. Ah, kenalan ringkas ya. Saya sebenarnya sebagai pengusaha Bapak, Ibu eh Ibu-ibu dan sehari-hari itu saya membina tiga R trainer, leader, entrepreneur. Hampir sebagian besar trainer yang sekarang sedang muncul di Indonesia itu didikan saya. Jadi kalau Ibu-ibu ada yang mau jadi trainer boleh nanti berguru sama saya. Saya juga mendampingi banyak leader dari berbagai BUMN termasuk mendampingi entrepreneur UKM, usaha kecil miliaran ya. Karena kalau nama itu doa. Kalau usaha kecil menengah nanti usahanya kecil terus mentok-mentok menengah. Maka UKM itu usaha kecil miliaran. Miliaran. Ada 138 UKM yang saya bina dulu modalnya sejuta, 2 juta, R3 juta. Alhamdulillah akhir tahun yang lalu kami konsolidasi total asetnya sudah lebih dari 12,4 triliun. Ya, lumayan ya. Jadi, ibu-ibu kalau mau belajar bisnis dari sekarang ya, jangan pas MPP masa persiapan pensiun baru belajar bisnis ikut pelatihan lele kepatil, ikut pelatihan cacing mati semua. Ikut pelatihan jangkrik bangkrut dan terakhir muring-muring, jangkrik jangkrik. Jadi latihannya dari sekarang, Pak. Saya enggak mau jadi trainer, enggak mau jadi leader, enggak mau jadi entrepreneur. Boleh enggak titip anak saya, keponakan saya, saudara saya? Boleh. Nanti saya saya tampung di tahfiz leadership. ya. Programnya 10 bulan. Lulus dari situ punya empat keahlian. Satu, leadership-nya oke. Dua, public speak-nya oke. Tiga, wawasan bisnisnya oke. Dan yang keempat hafal Al-Qur'an 30 juz ya. Dan itu gratis enggak perlu bayar. Tepuk tangan buat kita semuanya. [tepuk tangan] Pak Jamil, nanti kalau gratis kurang gizi, insyaallah dijamin gizinya. Nanti dijadikan alat mencari sumbangan, insyaallah enggak nyari sumbangan. Terus dibiayai dari mana? Dari keuntungan-keuntungan bisnis yang kami jalani. Alhamdulillah ada di beberapa kota Bapak, Ibu. dan ini sudah 12 tahun. Jadi sekarang sedang seleksi angkatan yang kita belas. Saya senang karena lulusannya tersebar ke banyak negara. Ee bulan Juli kemarin saya ke Jepang ketemu alumni tahfiz list di Jepang. Waktu saya umrah Ramadan tahun lalu eh tahun ini ya awal tahun ini di Makkah saya ketemu alumni. Di Madinah saya ketemu alumni yang sedang S2 di sana. Dan alhamdulillah minggu lalu ada alumni yang berangkat ke Kairo karena diterima di Alazar. Jadi senang. Ee tepuk tangan dong buat kita semuanya. Dan ee saya sudah nulis 16 buku. Dan kemudian Bapak Ibu saya sudah punya anak biologis lima ya. Kalau anak ideologis saya banyak karena di santri-santri itu saya anggap itu anak saya. Jadi saya sudah punya cucu enam. Sudah Ibu sudah punya cucu Bu. Saya sudah punya cucu enam ya. Cucu pertama saya di Jerman karena dapat suami orang Jerman anak saya dan sudah punya anak satu. Jadi saya bilang sama dia, "Biarkan tetap warga negara Jerman latihan dulu di Bayern Munsen. Nanti waktu 15 tahun naturalisasi ya." Iya. Biar naturalisasinya tidak semuanya dari Belanda ya. Kemudian ee anak saya, mantu saya apa, cucu saya yang lain ada di Bandung, di Jakarta dan di Bogor. Siap mulai? Siap. Kalau gitu kita mulai ya, Bapak Ibu. Oke, kita akan mulai ya. Kesehatan mental sekarang menjadi isu global. Bahkan Martin Silikman mengatakan sekarang itu terjadi paradoks. Hiburan makin banyak sekarang. Ibu-ibu mau nonton Netflix kapan aja bisa? Mau nonton YouTube di toilet bisa. Perjalanan ke sini nonton drama Cina bisa, drama Korea bisa? Kapan-kapan bisa. Tapi kata Martin Silikman, hiburan makin banyak tapi orang stres makin banyak. Harusnya kalau hiburan makin banyak orang stres berkurang ya. Tapi ini malah makin banyak Bapak Ibu. Bahkan WHO mengeluarkan ya menurut berbagai riset ya setelah COVID-19 jumlah orang stres di dunia ini ada 22%. Berarti kalau di sini ada 100 orang yang stres 22 orang. Ah pertanyaannya Ibu-ibu, siapa yang paling banyak stres? Termasuk ternyata kaum perempuan. Kalau dibuat persentasenya jumlahnya yang paling stres itu kaum perempuan. Kenapa? Karena ternyata kaum perempuan itu memiliki banyak peran, Ibu-ibu, ya. Perannya banyak banget. Klik klik klik. Iya. Yang pertama ini jalan enggak, Mas? Agak delay. Tapi delay-nya L, Pak. Perang ganda. ya tuntutan profesional di kantor sering berbenturan, di rumah juga masih perlu layi. Sudah gitu ada dharma wanita lagi ya kan banyak peran tuh ibu-ibu ya. Ee makanya kemudian banyak stres. Maka salah satu menghilangkan stresnya gimana? Nanti kita akan pelajari ya. Tapi saya bulan Januari eh tahun ini road show di Jepang ketemu dengan Bu Aisyah Dahlan selama 10 hari saya rusuh di Jepang. Bu, Bu, saya mau tanya sih, Bu. Ibu itu kan di videonya suka ngomong ee wanita yang sehat itu wanita yang cerewet, Bu. Emang ada risetnya, Bu? Apa kata Bu Aisyah Dalan? Dia manggil saya babe. Babe, ada risetnya, Bi. Wanita yang sehat mental itu wanita yang cerewet. Dan wanita kalau ingin sehat mental setiap hari harus mengeluarkan lebih dari 16.000 kata. Jadi, kalau ibu-ibu sehari-hari masih mengeluarkan kurang dari 16.000 Ibu kata berarti stres. Maka kalau ibu-ibu sekarang cerewet, pertahankan. Kalau kurang cerewet tingkatkan. Makanya enggak apa-apa Ibu-ibu cerita terus. Karena saya tahu bahwa ibu-ibu itu karena salah satu menghilangkan stresnya dengan cerita, maka kalau saya sudah sampai rumah, saya bilang sama istri saya, "Ma, begitu aku sampai rumah dadaku dan telingaku hanya untukmu." Ya. Dan saya bilang sama istri saya, "Dada sebelah kiri ini spesial untuk mama." Ya, yang kanan dia enggak nanya ya. Entah sudah berapa literar air mata di sini. Terus telingaku hanya untukmu. Kenapa? Supaya dia bercerita. Daripada ceritanya di sosmet, daripada ceritanya ke mantan, mending ceritanya ke saya. Dan akhirnya kebiasaan saya mendengarkan cerita terdengar oleh kepotakan saya di Surabaya ini. Dia seorang dosen ya di Unesa ya. Ee seorang dokter juga. Om, Om, saya dengar Om Jamil suka dengerin cerita tante ya. Iya. Supaya ingin makin hot, Om. Dengerin cerita itu ada rumusnya Om. Apa rumusnya? Him, Om. Apa itu HIM? Huruf pertama H, huruf kedua I, huruf ketiga M. Ya, saya tahu maksudnya apa. Kalau tante lagi cerita keluarin huruf pertama H. Hm. Begitu dia semangat keluarin huruf kedua I. Iya. Ta tambah semangat ya. Dan pada saat puncak-puncaknya keluarnya huruf M. Moso? Itu saya praktikin, Bu. Maka alhamdulillah ya istri saya insyaallah enggak stres karena tiap hari cerita. Bahkan kadang ceritanya ada yang sama dengan kemarin. Ya, kita enggak boleh ngomong bukannya kemarin sudah diceritain itu urusannya bisa panjang ya. Apalagi ibu-ibu selain peran ganda terjadi pada perempuan perannya banyak. Sudahlah istri ibu ya kemudian dharma wanita boleh jadi Anda bekerja. Ternyata ibu-ibu kadang lelah mental. Kenapa? Karena kadang ibu-ibu yang harus dikerjakan banyak banget. Ya, saya pernah merenung. Seandainya aku tukaran peran sama istri saya, istri saya nyari nafkah saya di rumah, kayaknya saya stres, Bu. Iya, Bu. Ya, enggak sanggup gitu. Enggak sanggup. Wong pernah istri saya di rumah sakit itu ya Allah ya pusing walaupun di rumah saya punya dua pembantu itu gelisahnya luar biasa ya dan karena kemudian yang mau dikerjakan banyak maka lelahnya luar biasa. Sudahlah begitu kadang-kadang bawa sampah pikiran pikiran di kantor dibawa ke rumah masalah di rumah dibawa ke kantor. Itu yang membuat ibu-ibu lelah. yang membuat ibu-ibu capek. Dan hari ini saya akan berbagi bagaimana supaya pulang dari sini walaupun perannya banyak, Bapak Ib ibu-ibu semuanya makin bahagia. Mau atau mau banget? Enggak usah khawatir. Ini pengalaman saya yang saya sampaikan ke banyak-banyak, Ibu dan yang saya sampaikan sebagai mahasiswa S3 IPB ini berdasarkan riset ya. Jadi tidak jualan abab, jualan air ludah. Nanti pulang bisa dipraktikin ya. Nah, maka Ibu-ibu kita akan bahas ini. Kenapa kok ini penting? Karena ternyata apa, Ibu? Nasib seseorang dipengaruhi oleh apa? Nasib seseorang dipengaruhi oleh karakter. Karakter seseorang dipengaruhi oleh apa? Karakter seseorang itu dipengaruhi oleh kebiasaan. Kebiasaan seseorang dipengaruhi oleh apa? Tindakan. Tindakan seseorang dipengaruhi oleh apa? Pikiran. Pikiran seseorang dipengaruhi oleh apa? Perasaan. Maka kalau perasaannya kita lagi marah, lagi jengkel, pikiran kita, pikiran orang marah, tindakan kita tindakan orang marah, kebiasaan kita kebiasaan orang marah, karakter kita karakter orang marah, nas
Resume
Categories