Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Sesi dua rangkaian acara training online yang diselenggarakan oleh FUTIK Daur Ulam Projek Indonesia yang bekerja sama dengan jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia. Bersama saya Nuh Hasaniah Maulida selaku MC sekaligus moderator yang akan memandu sesi dua ini dari pukul 13.00 hingga pukul 15.00 Nanti melanjutkan sesi pertama tadi, training online ini mengusung topik KLHS rencana pembangunan daerah RPJMD dan RPJPD yang akan disampaikan oleh pemateri kita yaitu Bapak Johanes Hamidin, S.Si., M.Sc. Sebelum masuk ke materi training online kita, saya mohon izin mengingatkan Bapak Ibu untuk dapat mengisi daftar hadir atau presensi di link yang telah admin kami kirimkan di kolom chat. Kemudian dengan hormat saya meminta kesediaan Bapak Ibu untuk menonaktifkan mikrofon selama kegiatan berlangsung supaya kita dapat mendengarkan materi yang disampaikan dengan baik. Bapak, Ibu peserta training online sekalian, kami dari panitia juga melakukan live streaming melalui YouTube channel kami di Project P Indonesia. Jadi semisal selama acara training online berlangsung, ada Bapak Ibu yang terkendala dalam Zoom tidak perlu khawatir karena Bapak Ibu peserta training online juga tetap bisa mengikuti training online ini melalui YouTube channel kami di Project P Indonesia. Selanjutnya kami juga membuka kesempatan untuk Bapak Ibu sekalian yang mungkin ingin mendapatkan doorpal dari kami dapat langsung memberikan pertanyaan terbaiknya di kolom chat dengan format nama. Kemudian pertanyaan yang ingin ditanyakan dan nanti akan dipilih tiga pertanyaan terbaik untuk mendapatkan door price. Lalu Bapak Ibu peserta training online juga dapat membuat story Instagram semenarik mungkin dan jangan lupa tag Instagram kami di Project di Indonesia dan kami akan memilih dua pemenang story terkreatif untuk mendapatkan doorpress spesial dari kami. Baik, tanpa berlama-lama kita akan langsung lanjut ke acara inti yaitu penyampaian materi. Mungkin jika Bapak Johanes sudah siap bisa langsung saja ee untuk penyampaian materinya. Waktunya kurang lebih sampai pukul 14.30. Baik, Bapak Johanes apakah sudah siap? Oke, Mbak. Bisa ya. waktu dan tempat ee kami persilakan Bapak. Baik, terima kasih Mbak Nuha. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang Bapak Ibu semuanya. Ee menyambung yang tadi pagi ya, ini ada materi tambahan yang perlu saya sampaikan nanti sampai jam 14.30 termasuk juga nanti ada beberapa contoh ya, contoh-contoh yang nanti akan saya sajikan untuk kita bisa melihat bersama. seperti apa model ee pelaksanaan di dalam ee KLHS RPJMD ini atau RPJMP ya itu ee setipe ya. Jadi ee menggunakan TPP. Baik, izin share screen dulu entar tak aktifkan ya. Baik, sudah terlihat ya. Sampun, Pak. Oke. Kalau sudah terlihat ini coba saya ini sebentar. Oh, sebentar ya. Sebentar, Mas. Baik Bapak Ibu sekalian ee kita lanjutkan dengan materi yang tadi sempat kita sampaikan pada pagi hari ya. Jadi di sini kita coba untuk meukan kembali, merefresh kembali ya tadi ya posisi bagaimana sih KLSRPJMD itu penyusunannya dan bagaimana integrasinya KLS RPJMD ini ke dalam dokumen RPJMD gitu ya. Nah, di sini kita bisa melihat bahwasanya ee KLSRPJMD itu fokusnya ke TPB ya atau tujuan pembangunan berkelanjutan. Nah, dari tujuan pembangunan berkelanjutan ini kemudian ee ada 17 ya tadi ya, 17 SDGIS atau sustainable development goals atau tujuan pembangunan berkelanjutan yang di dalamnya masing-masing terdapat indikator-indikator ya. ada empat pilar ya, pilar sosial, ekonomi, lingkungan dan hukum dan tata kelola yang kemudian ee masing-masing pilar itu kemudian ee dibreakdown lagi. Di dalamnya terdapat ee ratusan indikator tadi ya. Nah, dari sana kemudian saat mau menyelakukan KLHS kita perlu pertama kali menilai menilai TPB apakah sudah tercapai atau belum tercapai. sudah dilaksanakan atau belum dilaksanakan atau belum ada data. Nah, di sini kita bisa melihat contohnya gitu ya. Jadi, tingkat pencapaian TPB di mana nanti target capaian TPP ini bisa langsung diintegrasikan di dalam dokumen RPJMD-nya. Nah, ini yang bab 2 gambaran umum kondisi daerah ini adalah RPJMD-nya. RPJMD-nya ini, Gu, ya. G. Kemudian hasilnya setelah kita ketemu mana yang sudah sesuai target, tidak sesuai target, kemudian belum dilaksanakan dan belum ada data. Kemudian diperlukan proyeksi ya. Yang belum mencapai target diperlukan proyeksi. Proyeksi yang tidak butuh upaya tambahan atau butuh upaya tambahan yang belum dilaksanakan otomatis tidak perlu diproyeksi tapi langsung otomatis menjadi isu ya. menjadi isu. Kalau belum ada data juga langsung menjadi isu isu yang diperoleh dari tujuan pembangunan berkelanjutan. Nah, ini menjadi satu ee permasalahan. Kemudian juga kita melakukan konsultasi publik ya untuk menjaring isu pembangunan berkelanjutan dari publik. Apa yang dirasakan oleh masyarakat di sana? Ee isu-isu apa saja yang sekarang ini masih menjadi perhatian ya, menjadi problem atau perhatian yang ada di sana. Kemudian isu-isu RPPLH-nya bagaimana? Rencana perlindungan lingkungan hidup ya. Ini maksudnya kalau sudah ada di dalam RPPLH kalau kabupaten, kota atau provinsi sudah membuat. Tapi kalau belum bisa merujuk ke RPPLH nasional ya, karena nasional sudah dikeluarkan kemarin di bulan Juli eh Juni atau Juli ya. RPP RPPLH nasional PP berapa ya? saya agak lupa itu PP nomor berapa ke perb nasional bisa mengacu ke sana dan isu KLHS yang lain ya isunya dari sana yang kemudian ditambah dengan isu yang dari muatan TPB tadi ditambah dengan isu dari karakteristik wilayah karakteristik wilayah ini seperti daya dukung daya tampung seperti tingkat pencemaran, seperti tingkat kebencanaan dan lain-lain gitu ya karena hayati dan lain-lain yang ada di sini. Nah, ini masuknya di bab 4 nanti di dalam dokumen RPJMD. Karena itulah kenapa ini ya KLS RPJMD ini mendahului ya. Nah, setelah jadi baru kemudian diintegrasikan salah satunya kayak ini tadi ya. Babanya tinggal dimasukkan nanti ke dokumen JMD. Kemudian bab 4 ini ya proyeksi-proyeksi ini isu-isu karakteristik daerah atau permasalahan daerah ini dimasukkan ke RPJMD. Nah, dari ketiga objek ini, objek isu ini, baik isu dari hasil konsultasi publik, KLHS lain, RPPLH dan lain-lain, kemudian isu dari pencapaian TPB dan isu dari karakteristik wilayah, maka didapatkan isu paling strategis gitu. Isu paling strategis. Nah, isu paling strategis lelalu dihubungkan dengan potensi daerah ya, dihubungkan dengan target-target TPP. kita buat skenario dan rekomendasi dan menghasilkan TPB yang prioritas atau dianggap TPB yang perlu perhatian gitu ya atau TP tujuan pembangunan perlanjutan prioritas atau yang mendapat perhatian. Yang mendapat perhatian ini salah satunya yang itu tadi yang belum tercapai ya, belum dilaksanakan atau tidak ada data. Tapi kalau yang sudah mencapai target mungkin sudah tidak jadi perhatian ya karena skenarionya tinggal diteruskan saja. Nah, hasil dari TPB yang prioritas tujuan prioritas tadi yang ditapis dari atas ini tadi itulah yang kemudian kita tentukan strateginya. Strategi untuk pencapaiannya, arah kebijakannya dan juga programnya. Apa saja nih programnya? Ya, tentu saja itu memperhatikan target indikator TPB-nya ya. Ini bisa dimasukkan di bab 6 dan bab 7. Kalau yang sebelumnya sasaran ini masuk ke bab 5, visi, misi, tujuan, dan sasaran di dokumen RPJMD-nya. Jadi ini ya Bapak Ibu ya, KLAS itu mengintegrasikan beberapa bab yang ada nanti di dokumen RPJMD-nya di bab 2, 4 5 6 7 dan sampai nanti menghasilkan tabel D2 dan D3 yang isinya adalah ini ya arah kebijakan dan program itu yang nanti masuk di dalam RPJMD-nya gitu gitu ya. Nah, sekarang kita fokus ke sini ya, ke isu. Nah, karena isu ini paling penting. Karena isu ini nanti yang ditarik bersama-sama dengan potensi daerah untuk mencari TPB mana yang paling prioritas gitu ya. Tujuan pembangunan berkelanjutan mana ini yang paling prioritas untuk sebuah kabupaten atau sebuah provinsi atau sebuah kota. dari sekian banyak tadi ya, ratusan tadi ya, kalau enggak salah untuk kabupaten tadi 220, untuk kota 22 indikator tadi ya. Nah, dari indikator-indikator itu mana dikaitkan dengan isu-isu ini tadi? Mana yang akan ketemu menjadi apa tujuan pembangunan berkelanjutan yang prioritas yang membutuhkan perhatian yang kemudian kita arahkan menjadi kita munculkan strategi kebijakan dan programnya. Baik. kita sampai ke tahapan ini. Jadi tadi itu review ya, review terkait dengan pelaksanaan KLS RPJMD RPJMP tadi seperti apa. Nah, ini untuk apa namanya ee hasil dari ee atau teknik untuk identifikasi dan perumusan isu strategis pembangunan berkelanjutan ya untuk perencanaan pembangunan daerah gitu ya. Kalau untuk KL tata ruang beda lagi ya, beda lagi modelnya mirip tapi agak sedikit beda. Baik. Ee seperti ini perencanaan pembangunan tadi ya. Jadi ada tujuan pembangunan daerah, peningkatan pemertahan dan lain-lain. Ini Undang-Undang 4 23 tahun 2014. Lalu di Undang-Undang 23 2014 juga ada RPJP 20 tahun usianya dan RPJMD 5 tahun. dua-duanya ee ditetapkan ee Perda. Nah, ini tahapan untuk perumusan isunya ya. Perumusan isunya. Jadi, perumusan isunya di sini didasarkan pada beberapa hal ya. Jadi isu yang disebut dengan isu pembangunan berkelanjutan strategis ya atau PB strategis ini misalkan Permen LH nomor 13 2024 ee pasal 21 lampiran 3. Jadi isu itu berasal dari yang pertama karakteristik wilayah. Kalau di kita itu tentu saja TPB ya. Yang kedua TPB ya di sini ya. Baik, yang pertama dulu dari karakteristik wilayah, perdangan wilayah fungsionalnya, perdangan kondisi eigennya, jasa lingkungan hidupnya, D3TLH, kawasan hutan, tutupan lahan, ee kawasan ekosistem esensial, nilai karena kagakaman hayati, ee geologi, data yang lain terkait wilayah itu gitu ya. Kebencanaan juga mungkin bisa mancuk ke sini juga ya. Itu isu yang pertama. dari istilahnya dari kondisi daerahnya atau karakteristik wilayahnya seperti apa? Apakah ada isu-isu pemohonan berkelanjutan terkait itu? Ya, misalnya wilayahnya wilayah kars, topografinya hujannya jarang. Nah, itu berarti sejak awal memang dia karakteristik wilayahnya itu rawan untuk kekurangan air kan begitu ya. atau daerah yang sering mengalami bencana misalnya dekat dengan gunung api dan sering meletut dan seterusnya, maka karakteristik wilayahnya memang dia rawan bencana dan seterusnya gitu ya. Itu isu-isu yang diperoleh dari karakteristik wilayah ini bisa beda-beda tiap wilayah. Dan yang kedua adalah isu yang terkait dengan materi muatan KRP. Nah, KRP itu kebijakan rencana program. Nah, kebijakan rencana program kita kan RPJMD yaitu terkait dengan TPB atau tujuan pembangunan berkelanjutan. Maka kita cari isu-isu yang terkait dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Isu-isu yang mana ya tadi waktu kita melakukan apa namanya analisis proyeksi juga analisis ketercapaian tadi ya. Maka ketemu mana yang memang sudah ee TPP yang sudah ee sesuai ya atau TPP yang sudah sesuai target gitu ya yang selaras dengan target. Tapi ada TPB yang sudah dilaksanakan namun belum mencapai target. Nah, itu yang menjadi isu. Atau belum dilaksanakan malah indikator TPB tersebut sama sekali belum dilaksanakan atau tidak ada data selama ini belum ada pendataan terkait indikator tadi. Nah, itu dia menjadi isu yang diperoleh yang dengan materi muatan kebijakan rencana program ini ya. Nah, kebetulan kalau di kebijakan rencana programnya kalau di KLAS RPJPD RPJMD adalah terkait dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau TPP. Berbeda dengan kalau tata ruang. Kalau tata ruang nanti struktur ruang, pola ruang dan indikasi program gitu ya. Gitu. Kemudian isu yang lain dari dokumen-dokumen yang lain yang relevan. Nah, ada dokumen dari muatan RPPLH, ada dokumen dari KHS yang lain dan seterusnya. Nah, ini menjadi isu yang ee ketiga gitu. Ini bisa digabung ya. Nah, dari ketiga isu ini kemudian bisa didapatkan sintesa terhadap isu. Kita kelompokkan besaran kesamaannya, dampak yang lebih besar, yang lebih relevan dan seterusnya. Yang kemudian kita buat keterkaitan antar isu dengan cara membuat mind mapping. Jadi, kita membuat semacam mind mapping dari isu-isu tadi seperti apa bentuknya gitu ya. main mapping dari keterkaitan antar isu tadi. Nah, setelah itu ketemu mind mapping-nya. Kemudian kita tapis atau kita telaah keterkaitannya dengan 10 aspek ini tadi 10 aspek lingkungan hidup ya. Yang pertama aspek daya dukung daya tampung lingkungan hidupnya. Kemudian dampak resiko lingkungan hidupnya, kinerja jasa layanan ekosistem, intensitas cakupan bencana, status mutu ketersediaan sumber daya alam, ketahanan dan potensi kanagaman hayati, kerentanan dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Tadi sempat ada yang bertanya ya tadi di materi sesi SAT awal tadi. Tingkat dan status penduduk miskin dan atau penghidupan sekelompok masyarakat yang terancam ya akibat ee tadi akibat TPB tadi tidak tercapai dia menjadi terancam. atau risiko terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat ya dan atau ancaman terhadap perlindungan terhadap karasan tertentu yang secara tradisional dilakukan oleh masyarakat dan masyarakat hukum adat. Tadi juga sempat disinggung-singgung tentang masyarakat adat ya di ada yang bertanya terkait itu. Nah, di sinilah isu-isu tadi akan dikaitkan. Nah, kaitannya mana? Yang paling banyak, yang sangat terkait, maka dia menjadi isu paling strategis. Nah, isu paling strategis inilah yang nanti kayak kami kembali lagi ke mundur ya ke sini isu paling strategis tadi ya di sini ya tadi ya. Nah, dari sini kemudian kita hubungkan dengan potensi daerahnya kita tentukan tujuan visi misi dan sasarannya. Kemudian kita tentukan juga TPB yang prioritas mana yang mau ditangani yang kemudian kita perlu strategi area kebijakan dan program juga kita munculkan gitu. itu ya modelnya semacam itu untuk kaitannya isu. Makanya isu itu sangat sangat utama di sini. Jadi setelah kita melakukan penapisan apa ee analisis pencapaian target tadi ya, terus analisis karakteristik wilayah dan seterusnya, nah maka kita saatnya untuk menarik isu. Harapannya di IRPJMD 5 tahun ke depan atau di RPJPD 20 tahun ke depan isu-isu itu tadi sudah teratasi gitu ya. isu-isu tadi sudah teratasi sehingga mungkin di RPJMD berikutnya isunya sudah lain gitu temanya. Tapi kalau masih sama ya ini perlu ada ini ya mungkin ada memang isu yang memang cepat bisa diselesaikan dalam jangka pendek tapi ada juga mungkin isu yang perlu diselesaikan dengan jangka menengah atau jangka panjang. Karena itu kita perlu perlu untuk melihat progresnya. Kalaupun isunya sama di RPJPD atau apa di RPJMD di 5 tahun berikutnya, mungkin isu-isu itu adalah isu-isu yang memang ee bisa hanya bisa diselesaikan secara jangka panjang, namun sudah ada progres kemajuan gitu ya. Mungkin angka gap TPB-nya tadi angka gap tujuan pembangunan berkelanjutannya tidak terlalu tinggi gitu ya. Tak terlalu tinggi. Baik. Kemudian ini Bapak, Ibu sekalian dan teman-teman semuanya ee kami sampaikan bisnis proses terkait KLHS dan kebetulan ini dua-duanya saya munculkan ya saya munculkan dan ini materi ini didapat dari teman-teman Kementerian Lingkungan Hidup dari PDKLWS di acara pelatihan terkait penyusunan KLS yang disakan oleh teman-teman PDKLS Kementerian Lingkungan Hidup di tahun 2025. Nah, ada beberapa hal dan kalau di kita fokusnya adalah yang di bawah ya, yang bawah ini yang menggunakan Permendagri 7 18 karena di sini adalah terkait dengan KLHS untuk RPJMD RPJPD. Sementara yang bagian atas yang atas ini lebih ke KLAS ee tata ruang begitu ya, ke arah tata ruang. gitu. Nah, yang bawah ini ya kita pertama memang persiapan. Nah, ini ada warna bulat-bulat ya. Bulet-bulet itu adalah ee organisasi atau instansi atau lembaga yang melaksanakan. Jadi pembentukan tim KLHS ini adalah Pokja KLHs ya. Kemudian melakukan pembuatan ya mulai dari pengkajian pembangunan berkelanjutan, perumusan skenario pembangunan berkelanjutan, kemudian dilanjutkan dengan perumusan isu strategis permasalahan strategis. Kemudian pelibatan pemangku kepentingan, pendokumentasian KLS sampai ke penjaminan kualitas ini dilakukan oleh Pokja. Nah, hasilnya kemudian diintegrasikan ke dokumen RPJPD oleh tim RPJPD. Nah, ini ini tim RPJPD. Kalau tim KLHS yang ini ya sampai validasi ini ya. Ee ini yang warnanya hijau-hijau ini, ini tim Pokok JAKL. Selanjutnya setelah selesai divalidasi jadi dokumen yang sudah final, kemudian diserahkan rekomendasinya ke tim RPJMD ya diintegrasikan. Nah, yang mengintegrasi kan memang tim RPJMD, tapi sebaiknya walaupun tim KLS sudah melaksanakan tugasnya, sudah melakukan persiapan dan pembuatan sampai validasi dokumen e KLSPJMD-nya, dia juga tetap melakukan pengawasan ya, setidaknya memastikan bahwa memang sudah diintegrasikan di gambaran umum, permasalahan dan strategis, tujuan dan strategis seperti yang tadi saya contohkan ya di matriks apa di flowchart tadi ya. Nah, kemudian diintegrasikan ke dalam RAD juga usulan program pemda, pemerintah dan stakeholder yang lain itu yang kemudian diberikan ke Dirjen Bangda ya, ke Kementerian Dalam Negeri dalam kaitan ini adalah Bangda untuk bisa mendapatkan persetujuan gitu ya, penelaan terus mendapatkan persetujuan untuk RPJMD-nya kemudian bisa terus diberikan ke legislatif untuk bisa jadi perdah gitu ya. Jadi kita yang bawah ini ya Bapak Ibu ini bisnis prosesnya seperti ini memang agak sedikit berbeda dengan yang ee atas yang tata ruang. Kalau yang tata ruang ini memang kajian pengaruh ya pengaruh gitu. Kalau di sini dan perbaikan KRP. Kalau dii sini kita malah menghasilkan KRP itu ya. Di sini menghasilkan KRP-nya. Baik karena penyusunan KRP baru di sini di pelaksanaan. Baik. Baik. sekarang isu-isu tadi bagaimana? Nah, sekarang isu yang terkait dengan karakteristik wilayah ini isu yang pertama. Jadi, ada beberapa isu ya tadi diperoleh dari mana gitu ya. Nah, isu yang pertama adalah dari karakteristik wilayah. Nah, dari karakteristik wilayah isu itu dikaitkan dengan mana? dengan kondisi daerah itu dengan tadi daya dukung daya tampung eigen ya jasa lingkungan, status lingkungan hidupnya kemudian juga dengan kondisi kebencanaan, kondisi pencemaran dan lain-lain, persampahan, tata kota, dan lain-lain ya. Kemudian dikaitkan dikaitkan dengan enam aspek ini ya. Ada dampak dan resiko lingkungan hidupnya, bagaimana nih gitu ya, terkait dengan potensi pencemaran dan sebagainya gitu. Terus dengan kebencanaan bagaimana nih gitu ya. Terus pola ruang efisiensi sumber daya alamnya bagaimana? Indeks jasa ekosistemnya seperti apa. K lain dan jasa ekosistem ini jasa lingkungannya seperti apa untuk penyedia air, pengaturan, maupun sampai jasa supporting ya jasa pendukung. Kemudian dari dukung dari tampung. Nah, statusnya seperti apa sekarang? sudah terlampaui atau belum terlampaui untuk status air, status untuk pangan dan sebagainya sampai ke penurunan penurunan keagaman hayati. Nah, apakah ada penurunan, apakah ada ancaman terhadap keanakaman hayati dan seterusnya. Nah, ini yang perlu kita inikan ya, kita lakukan ee pendalaman dari kondisi umum daerah tadi ya. Perlu disentesahkan ke dalam enam hal ini ya. Jadi kalau kondisi umumnya itu memang kita ceritakan ya terletak di wilayah dataran misalnya atau wilayah perbukitan dan sebagainya dan sebagainya. Ee geologinya kayak begini ya. Ada ancaman bencananya kayak begini. Ee punya potensi pertambangan misalnya kayak begini, punya potensi hutan seperti ini, punya potensi perkebunan misalnya gitu ya. Itu boleh disampaikan semua. Lalu kaitkan dengan enam ini untuk disintesa itu bisa menghasilkan isu yang terkait dengan kondisi umum daerah gitu ya. Nah, ini contoh contoh ini untuk KSR PJMD di Merauke. Penyedia airnya bagaimana nih? Oh, ternyata didominasi yang kelas sedang ya. Penyedia airnya, jasa lingkungannya. Untuk jasa lingkungan pengaturan air, oh ini didominasi kelas tinggi gitu ya. Untuk statusnya, status airnya. Oh, yang belum terlampaui 98%. Oh, berarti masih aman. Tapi untuk pangan bagaimana? Oh, pangan ini seimbang ya. ya statusnya seimbang dan seterusnya. Kemudian untuk timbulan sampah bagaimana? Oh, timbulan sampahnya sekian gitu ya. Untuk timbulan sampahnya sekian. Ini untuk apa ini? Limbah ya. Ee dianggap sejai satuan liter perkotaan Meruki seperti apa? Ini contoh aja ya. Potensi baca airnya bagaimana dan seterusnya. Ini contoh-contoh beban penyemarannya gimana, BOD bagaimana? naik apa turun per hari naik apa turun dan berapa besarannya kemudian TSS dan sebagainya efisiensi sumber daya alamnya bagaimana penyediaan airnya bagaimana pengaturan airnya gitu ya rentanan kapasitas perubahan iklimnya kerentanannya bagaimana tinggi sedang rendah dan seterusnya apakah ada sering terjadi kekeringan dan seterusnya di bagian mana saja terjadi kekeringan ya itu di diuraikan semuanya contoh-contoh ini ya kebakaran di mana gelombang yang ekstrem dan abrasi di mana, cuaca ekstrem, kekeringan gitu ya. Terus pemanfaatan kawasan hutannya seperti apa? Apakah semuanya fungsi lindung? Apakah ada fungsi lindung? Apakah ada fungsi area penggunaan lain dan seterusnya? Terus yang memiliki nilai konservasi tinggi ya di ke hati itu di mana saja ya di situ apakah ada yang NKT1, NKT2, NKT3 dan seterusnya. Nah, contohnya saja ini contohnya tadi dari berbagai macam kondisi lingkungan yang ada atau kondisi gambaran umum yang ada di Kabupaten Merauke tadi, akhirnya disimpulkan dihubungkan dengan enam hal tadi. Ternyata munculnya jadinya empat ini misalnya ini ya contoh yang dapat diperas dari informasi-informasi tentang karakteristik daerah tadi. Oh, yang pertama kapasitas penyimanan airnya rendah gitu ya. Karena tadi ada kekeringan macam-macam gitu ya. Terus ancaman tinggi al fusi lahan degradasi karena geraman hayati. Kemudian kerentanan terhadap perubahan iklim karena sering terjadi banjir kekeringan. Terus potensi peningkatan beban pencemaran lingkungan tadi dengan BOD, COD, TSS tadi ya, distribusinya menyebar dan seterusnya. Akhirnya dapatlah empat ini gitu ya. Ini contoh ya, contoh. Oke, nanti kita simpan yang empat ini. Berarti empat ini berarti isu dari karakteristik wilayah. Nah, berikutnya kita cari isu yang keterkaitan dengan KRP. Nah, KRP-nya apa? KRP-nya adalah TPB ya, tujuan pembangunan berkelanjutan. Nah, tujuan pembangunan berkelanjutannya apa aja? Nah, ini kita lihat mana yang masih apa namanya masih ada gap ya, kita cari. Nah, ini dengan metadata 1 ya. E, Kabupaten Merauke 220 indikator dengan metadata 1 ee terdapat 215 yang relevan. yang lainnya mungkin enggak relevan itu bisa di dihapus ya misalnya kota metropolitan rel kereta api jalan tol belum ada di kawasan Merauk rel kereta api ya itu dihapus kota metropolitan di sana memang bukan untuk kota metropolitan berarti tidak relevan tidak relevan tidak apa-apa tidak usah diis e tidak perlu dianalisis gitu ya yang tidak relevan nah tapi yang relevan harus dilihat dicek ya yang relevan dan yang relevan terus lanjutifikasi dicek dari R UPD dan lain-lainnya nya. Kemudian dilihat capaiannya TPB-nya ya berdasarkan mengacu data BBS, LKPC atau data laporan dari masingmasing OPD, identifikasi pengampunya juga siapa saja. Nah, dari sana kemudian ketemulah gap ya, gap antara target dan realisasi gitu. Jadi targetnya apa, real berapa, realisasinya bagaimana, nah gap-nya tinggi, sedang rendah dan seterusnya. Akhirnya bisa dilihat apakah indikator-indikator TPB tadi sudah dilaksanakan dan mencapai target atau sudah dilaksanakan tapi belum mencapai target atau bahkan belum dilaksanakan dan belum mencapai target gitu ya atau memang tidak ada data gitu ya. Tidak ada data indikator itu tidak ada data. Nah, kecuali yang hijau yang tiga ini menjadi isu yang dihasilkan dari hubungannya dengan KRP atau hubungannya dengan tujuan pembangunan berkelanjutan gitu ya. Nanti ada berapa indikator ini yang masuk di warna kuning, ungu, dan warna abu-abu ini ada berapa indikator? Nah, kayak gitu. Nah, cek nantinya gitu ya. Nah, ini dia ya. dari di tootal dari 17 TPB kan ketemu warna-warni ini ya yang sudah tercapai sudah no problem enggak usah diapa-apain sudah aman gitu ya makanya ini panahnya cuma sampai sini dan enggak lanjut ke yang ke sini gitu ya tapi kalau yang warna kuning ya warna ungu, warna abu-abu ini ya yang belum dilaksanakan sudah dilaksanakan belum mencapai target belum dilaksanakan belum mencapai target dan juga indikator yang tidak ada data ini lanjut gitu itu. Nah, khusus untuk yang belum mencapai target perlu juga kita proyeksikan ke depan. Oh, setelah diproyeksi suatu saat akan mencapai target. Oh, ya berarti bagus. Kalau bagus kecenderungannya membaik dan mencapai target di masa depan ya kan angka-angka target tadi ada yang sampai ke 2030 dan kalau Perpres 111 sampai ke 2045 ya. Berarti sampai ke 2045 nanti menjadi seperti apa gitu. Nah, kalau itu mencapai target bagus, nah berarti dia bisa dilanjut gitu ya. Jadi enggak ada problem gitu ya. Dia bisa dianggap bisa tercapai suatu saat gitu. Berarti tinggal diteruskan aja. Tapi kalau dia menurun, nah ini dia kalau menurun atau kalau diteruskan memang kelihatannya membaik tapi tidak tetap tetap tidak mencapai target maka itu tetap perlu perhatian khusus gitu. Jadi ini yang diproyeksi membaik dan juga memenuhi target suatu saat gitu ya. Target-target di tahun 2045. Oke. Tahun sekarang belum tapi di target ke depan di 2045 tercapai misalnya. Nah, itu berarti kan enggak masalah. Tapi ternyata enggak memang ada kenaikan tapi tetap enggak akan tercapai sampai 2045. Nah, itu problem. Apalagi yang menurun ya apa datar ya angka-angkanya melihat dari perspektif masa lalu tadi ya yang saya contohkan yang dari Solo tadi 2016 sampai 2020 tadi ya 2021 itu angka-angkanya ternyata staknan gitu. Nah, ini perlu perhatian khusus maka perlu dilihat indikatornya ini indikatornya ada berapa ya. ini juga dicek indikatornya termasuk yang tidak ada data yang ya yang tidak ada data yang belum ada belum diukur ini juga perlu untuk dibuatkan tambahan sebenarnya kalau menurut saya ya perlu untuk dilaksanakan ibaratnya gitu ya karena kalau tidak dilanjut dilaksanakan kan susah gitu ya ini tetap menjadi isu ya walaupun tidak dilanjut menjadi dianalisis seperti ini itu ya nah hasilnya itu menjadi isu capaian dari TPB. Jadi kalau yang tadi ada empat isu capaian dari ee isu dari karakteristik wilayah, kalau di sini menjadi berapa ini? Ini ada 10 ternyata indikator itu isu capaian TPP itu ya. Nah, ini contohnya analisis gap. analisis gap-nya ya atau yang digunakan untuk menganalisis gap seperti apa ya untuk mengisi gap nasional di Perpres 111 tahun 2022 sudah mencapai target ini aman yang belum nah ini dua asumsi ya nah ini terus membaik atau memburuk menurun gitu ya dan seterusnya ini bisa di gunakan analisis gap semacam ini dijelaskan indikator mana saja ah ini contohnya perlu perhatian khusus atau tidak dan seterusnya. Nah, ini contohnya juga ya pakai angka-angka ini sudah dilaksanakan sesuai target berapa persen kalau dibandingkan dengan Per 111 seberapa gitu kan ya. Ini diharapkan yang hijaunya yang paling banyak kan gitu ya. Kalau hijaunya paling sedikit apalagi enggak ada. Wah ini kan yang menjadi TPB yang menjadi perhatian gitu ya. TPB yang menjadi perhatian ini kayak hijaunya enggak ada gitu ya. Nah, ada yang yang ada tapi cuma sedikit tapi ada yang juga dominan gitu ya. Nah, ini juga status capaian TPB terhadap target daerah tadi terhadap Perpres ini terhadap daerah. Nah, mana yang tercapai mana tidak. Dan ini ada TPB nomor 12 bukan kewenangannya Kabupaten ee Merauke. Kebetulan contohnya. Nah, akhirnya ketemulah TPBTPB yang perlu mendapat perhatian khusus gitu ya. Termasuk yang tidak ada data. Nah, tidak ada data itu pun makanya tadi ada yang bertanya ya di awal tadi, kalau enggak ada data enggak ngasih data enggak apa-apa. Berarti dia tetapkan sebagai tidak ada data. Maka ini termasuk TPB prioritas yang tidak ada data ini ya. Ini ada TPB perhatian khusus A perhatian khusus B ini leveling-nya ya maupun yang tidak ada data. Nah, ini totalnya ada berapa dari 17 TPB tadi. Nah, ini jadi isu capaian dari TPB. Nah, ini isuan capaian TPB-nya tadi berdasarkan ini tadi ada 10 gitu ya tadi ya di yang awal ini tadi ya eh maaf. Nah, ini ada 10 indikator ini ya. Nah, dari hasil perhitungan gap analisis terhadap target nasional maupun target daerah, maka didapatilah 10. Jadi, kalau tadi di isu yang disebabkan oleh karakteristik wilayah atau yang dihasilkan dari ee sintesa karakteristik wilayah ada empat. Nah, ini isu yang dari capaian TPP ada 10. Ternyata tingkat kemiskinan tinggi, angka stunting meningkatnya angka stunting kesehatan belum memadai sas pendidikan ee terhadap bencana masih sering terjadi bencana terus kapasitas kualitas baku tidak memadai SDM dengan pengangguran dan menurunnya pengembangan perekonomian ly pertumbuhan ekonomi dan dampak bencana R ini ya. Nah, ini ada 10 isu yang disebabkan oleh yang dihasilkan dari capaian TPB atau yang ada korelasinya dengan kebijakan rencana program. itu ya dari gap analisis. Kemudian berikutnya adalah isu yang terkait dengan muatan RPPLH. Nah, ini tergantung daerahnya ya, daerahnya nggih Bapak Ibu ini ada karena ada beberapa daerah yang belum punya RPPLH. Ini kebetulan Papua sudah punya RPPLH ya. Kalau belum ada berarti merujuknya adalah ke RPP nasional. Maaf ini sudah bukan draf tapi sudah jadi RPPLH ya karena PP-nya kemarin keluar di bulan Juli kalau enggak salah ya. Juni apa Juli gitu. ini sudah bukan draf lagi, ini sudah RPPL nasional. Nah, apakah ada keterkaitan dengan lima ini gitu ya? Isu-isu yang tadi dari apa namanya? Dari karakteristik wilayah, terus isu-isu dari TPB ya, tujuan pandan berkelanjutan yang ada 10 tadi. Kemudian dengan isu yang dari sini ya dari RPPLH terkait enggak dengan RPPLH ini? Tapi kalau sudah ada RPPLH provinsi sudah jadi Perda maka kaitkan juga dengan Perda. RPPLH provinsi kalau misalnya juga apa namanya ada RPPLH kabupaten juga RPPLH kabupaten gitu ya kalau sudah ada gitu. Kalau belum ada setidaknya di RP nasional. Baik, berikutnya adalah isu terkait dengan KRP lain atau KLHS-KLHS lain yang pernah disusun di situ. Nah, ini contohnya ada KLS RPJPN, RPJPN lagi, ada KL RPJMN yang terkait lingkup nasional. Terus ada yang daerah ada RPP, ada KLS RPJPD Papua Selatan, lalu KLS RPJMD Papua Selatan seperti apa? Nah, ini keterkaitannya ya. nyari apakah isu itu juga muncul di dokumen-dokumen lain yang relevan. Ini contoh-contohnya ya. Nah, dari situ diperoleh juga 10 isu ini ya, dari yang terkait RPPLH maupun terkait dengan apa isu-isu dari dokumen KLHS lainnya diperoleh 10 isu ya 10 isu ada pertumbuhan ekonomi. Nah, inilah yang nanti akan kita tapis menjadi isu strategis paling strategis. Isu-isu ini masih disebut isu strategis ya. Nah, ini contohnya. Contohnya ya. Ini contohnya tadi ya. dari karakteristik wilayah ada empat. Jadi capaian TPB ada 10. Kaitannya dengan RPPLH ada 6 dengan KRP yang relevan ada 10. Nah, ini kan cukup banyak ya. Nah, ini disintesa untuk bisa menghasilkan mana isu yang paling strategis. Nah, isu paling strategisnya jadi tujuh. Nah, bagaimana mensintesannya kan gitu. Nah, seperti ini. Jadi isu-isu tadi yang banyak tadi kita buat mind map istilahnya gitu ya. Mindmap seperti ini. Kita cari menggunakan DPSR ya. Jadi kita cari driving force-nya apa sih, terus eh pressure-nya bagaimana itu kan kalau state-nya kan kondisi yang sekarang state-nya kayak apa, terus apa itu impact-nya kayak apa dan nanti responnya seperti apa gitu ya. Jadi dicari akar masalah ini ya menemu kembali menemu kenali sehingga mungkin ada saling keterkaitan antara satu dengan yang lain gitu ya. Saling keterkaitan yaah ini pakai expert judgement tim pokokja ya. Nah, habis itu kita lihat ada ee potensi-potensi dampak yang penting di sini ya. Apakah penduduk yang terkenal dampak, luas wilayahnya bagaimana, intensitas kapasitasnya. Ini dari isu-isu tadi maksudnya ya. Dari isu-isu tadi itu kita coba lihat dampaknya dari tujuh hal ini. Mana yang kira-kira bersifat kumulatif, mana yang berbalik atau tidak berbalik. Berbalik itu maksudnya mampu ada self purification gitu, bisa melakukan pemurnian diri sendiri atau enggak gitu ya. atau ada kriteria lain seperti apa itu ya. Nah, seperti ini contohnya tadi ya. Jadi isu-isu yang tadi gabungan banyak tadi ya ditapis itu nanti bagaimana jumlah penduduk terdampaknya, bagaimana kriterianya dan seterusnya dan seterusnya. Ya, itu tadi ada beberapa isu yang sudah dikelompokkan menjadi isu strategis ya. Ini contoh-contohnya. Nah, dari isu strategis yang kita peroleh dari empat hal yang kemudian sudah kita combine tadi ya, kita overlaykan mungkin ada yang sama dan seterusnya menjadi berapa tadi ya, menjadi tujuh atau berapa isu strategis. Kemudian kita tapis menjadi isu paling strategis. diu paling strategis seperti ini. Jadi ada aspek lingkungannya kapasitas dan dukun dan tampung peranan dampak dan seterusnya sampai ancaman terhadap kawasan tertentu tradisional termasuk masyarakat adat ya ditapis dengan ini dan juga dengan tujuh aspek lingkungan hidup yang lain yang efisiensi dan lain sampai ke aspek lainnya yang ee mengikuti pertembahan teknologi. Nah, semacam ini. Jadi yang sebelah kiri ini ada tujuh isu strategis yang sudah dihasilkan dari tiga hal atau empat hal tadi ya. Yang RPPLH dan KLHS lain itu saya biasanya saya gabungkan ya, kecuali RPPLH-nya ada sendiri. Kalau RPPLH-nya sudah punya sendiri secara lengkap bisa dianalisis sendiri gitu ya. Nah, kemudian jadi perumusan isu paling strategis dan dikaitkan. Nah, angka 1 2 3 4 5 sampai 10 ini apa sih? Nah, itu yang ini tadi ya aspek ini apa hubungannya dengan status dari tampung? Nah, kita lihat mana yang berhubung. Nah, akhirnya kita ketemu mana yang paling banyak hubungannya. Yang paling banyak hubungannya dan aspeknya mana. Ini ABF ACF. Nah, ABF ACF itu yang ini ya tadi aspek lingkungan hidup, dampak resiko lingkungan dan seterusnya. Nah, yang paling panjang apa namanya aspek lingkungan hidup baik di yang bentuk centang maupun yang bentuk huruf ini maka dia kita angkat sebagai isu paling strategis. Kalau yang paling sedikit mungkin enggak diambil atau kalau menurut Anda itu penting semua walaupun kecil ya diambil semua. Misalnya ini ini konditasar wilayah ini ternyata enggak terlalu besar pengaruhnya tapi tetap dianggap penting maka ini tetap harus diambil. seperti itu ya cara penapisan isunya. Kemudian masing-masing isu dideskripsikan semacam ini. Jadi misalnya isu yang pertama apa nih? Kualitas sumber daya manusia belum berdaya saing. Nah, itu nanti dideskripsikan. Jadi, tidak hanya sekedar tabel begini ya. Nah, setelah tabel ini ketemu atau penapisan kemudian tetap harus dideskripsikan seperti apa nih kondisinya tahun segini seperti apa dan seterusnya. Tidak hanya yang nomor satu, tapi semua gu ya sampai nomor 7uh ini kebetulan hanya nomor satu sepertinya yang saya masukkan di sini supaya powerpoint-nya enggak banyak-banyak banget gitu seperti itu ya. Nah, setelah ketemu isu-isu strategisnya di sini tadi ada tujuh ya. Kemudian kita mulai melakukan perumusan rekomendasi ya. Jadi isu-isu tadi diperoleh dari isu karakteristik wilayah, isu dari capaian TPP, isu dari apa namanya itu ee dokumen yang lain ya, RPPLH atau KLHS yang lain ya, kemudian diidentifikasi, disarikan menjadi isu strategis kemudian ditapis dengan beberapa parameter aspek lingkungan tadi dengan 10 aspek lingkungan dan tujuh aspek lingkungan tadi. Ketemulah yang paling strategis. Nah, yang paling strategis kemudian direkomendasikan untuk masuk ke KL sini itu ya. Nah, menjadi rekomendasi. Nah, ini hasil akhirnya nanti rekomendasi. Rekomendasi yang baik adalah rekomendasi yang dapat diintegrasikan atau kompatibel ya. Nah, bagaimana merumuskan rekomendasi KLAS? Yang pertama memahami struktur perencanaan dalam penyusunan RPJMD dan juga arahkan rekomendasi sesuai kebutuhan RPJMD. Jadi sesuai kebutuhan yang tadi yang dari isu-isu paling strategis tadi. Jadi ngomongnya isu yang kemudian coba diatasi dengan RPJMD. Nah, seperti ini. Nah, ini perspektif masa lalu yang sering saya sebut ya dari tadi. Apa yang telah dicapai, target-target tadi belum tercapai, terus apa yang telah dilakukan ya selama ini, berapa anggaran telah dikeluarkan, terus masalah apa yang masih dihadapi. Ya, yang itu kemudian coba dipecahkan di RPJMD. problem-problem perspektif masa lalu tadi menjadi perspektif masa depan menjadi apa yang akan dicapai, apa yang akan dilakukan, berapa benaran yang dibutuhkan dan solusi apa yang ditawarkan. Nah, kita sampai menawarkan solusi ya apa daftar-daftar kegiatan atau program apa yang akan dimunculkan di RPJMD yang nanti bisa di buat cantolan oleh organisasi atau OBD-OPD sektor untuk merencanakan pembangunan daerahnya di setiap tahunnya gitu ya. mereka bisa mengangkat itu ya. Ini persektif RPJMD-nya semacam itu. Nah, ini dia kembali ke sini ada prest masa lalu dan masa depan tadi ya. Nah, jadi rekomendasi ya nanti rekomendasi ini yang di Perpastik masa depan ini yang nanti diintegrasikan sebanyak mungkin di dalam dokumen LPJMD-nya. ya itu dan dikawal untuk tetap bisa muncul. Dan di sini saya kasih contoh Bapak Ibu terkait dengan ee rekomendasi. Ee rekomendasinya seperti ini ya. Coba saya buat saya tampilkan di sini. Share ini bisa dilihat ya file Excel ini ya mungkin angkanya agak kecil-kecil ya saya gedein ini tabel master KLS RPJMD. Nah, di sini ketemu ternyata mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuk dan ditargetkan sekian itu ada targetnya ya dari nasional ternyata cuman berapa yang bisa tercapai gitu. Dikasihan ya. Jadi ada yang belum tercapai ini ya. ini perspektif masa lalu belum tercapai karena angkanya harusnya 78% ini tapi masih gede di atas 8% semua maka ini statusnya adalah SP atau sudah dilaksanakan namun belum tercapai itu. Nah, dari sini kemudian kita bisa melihat yang mana ini yang paling strategis gitu ya. yang kemudian akhirnya yang paling strategis itu kita ee berdangan hasil proyeksi kita buat arahan gitu ya. Nah, ini yang proyeksinya ya. Jadi proyeksinya yang nomor 121 bintang ini ini proyeksinya seperti apa? Apakah bisa turun 7 sampai 8% gitu? Ternyata ini 8% 8% 8% ya masih belum bisa sampai di bawah. 8% gitu sampai dengan 2043. Nah, karena itu kita memberikan tanda dia bisa dilakukan analisis KLHS-nya ya yang hasilnya nanti sampai ke sini ya. Nah, kemari. Jadi ini tabel namanya tabel D1. Tabel D1 itu tabel gap analisis. Ya, ini nomor nomor apa itu indikatornya? 121 1.2.1 bintang. Kalau Perpres 111 2022 menurun 6 sampai 7. Tapi di kenyataan angkanya besar ini 2015, 2019, 2019 20 dan 21. Angkanya terlihat ternyata turunnya tapi belum sampai 6 sampai 7 gitu maka dia disebut SB yang kemudian perlu diberi rekomendasi. Nah, ini tabel D1. Nah, ini contoh tabel Danya. Nah, berapa tadi? 161 bintang ya. Nah, penyebabnya apa? Mungkin bisa ditulis lebih lengkap nantinya ya. Kemudian kita lihat ee rekomendasinya di sini indikatornya ini ya. Rekomendasinya kita program pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan gitu. Program perlindungan dan jaminan sosialitu. Nah, ini yang diusulkan oleh tim KLHS kepada tim RPJMD untuk menjawab isu 121 ini gitu. Sumberanya PPD dan swasta pelaksanaannya cap dan sosial seperti ini tabel hasilnya Bapak Ibu sekalian. Tapi bukan hanya tabel D2 ya, tapi juga nanti ada tabel D3 yang terkait dengan soal anak-anak itu ya. Jadi soal apa namanya itu soal mitra ya mitra atau apa namanya itu partner ya atau ya mitra tepatnya bukan anak-anak ya tapi mitra atau partner pemerintah gitu ya di tabel D3. Nah ini coba saya turunkan ke tabel D3. Nah, ini ini mitra ya, ini CSR bantuan RTLH ya meningkat sekian itu untuk mengatasi indikator yang mana. Jadi memang untuk tabel D3 ini belum tentu mengatasi seluruh indikator yang tadi ya yang tadi 121 bintang ya itu ternyata tidak bisa bantu mitra ternyata dibantu oleh pemerintah karena mitra hanya bisa bantu yang ini 141F 1111A dan seterusnya. Nah, mitranya siapa ini? Oh, ini Bank Jateng, bank mana-mana saja, Bank Mandiri dan seterusnya. CSR dan ee target capaiannya ini realisasinya dengan tahun dasar di 2022 sebesar 16 miliar gitu ya. harapannya di tahun 2029 bisa sampai 21 miliar seperti itu. Jadi ini sampai ke ee lampiran tabelnya ya. Jadi sampai ke lampiran tabel. Nah, ini yang masuk di dalam dokumen KLAS RPJMD yang ini yang kemudian diberikan kepada tim penyusun RPJMD untuk bisa dimasukkan di dalamnya. Ya, ini dari mitra, kalau yang ini dari pemerintah gitu ya. Pemerintah. Sekali lagi kalau yang mitra tadi atau anak-anak bangsa yang lain ya itu di luar pemerintah itu sifatnya membantu ya membantu dan belum tentu semuanya masuk. Makanya itu perelan-peran filantropi ya anak-anak bangsa yang memiliki dulu berasal dari sana yang sekarang sudah menjadi pengusaha hebat mungkin jadi penyanyi terkenal atau mungkin menjadi pengusaha hebat di mana dan seterusnya itu perlu tetap membangun daerahnya gitu. Jadi tidak putus kontak untuk bisa membantu perwujudan ee target pembangunan berkelanjutan yang ada di daerahnya, di kabupatennya, di provinsinya, di kota dia berasal walaupun sekarang mungkin domisilinya sudah bukan di situ misalnya gitu ya. Nah, itu bisa ikut membantu meningkatkan ee ini apa program-program yang nantinya tidak perlu biaya pemerintah atau me-backup dana-dana di biaya pemerintah. Nah, untuk program-programnya ini nama-nama atau istilahnya atau nomenklaturnya itu menggunakan Kependagri 900 itu ya yang tiap tahun ada updating-updating itu ya. Nah, itu bahasanya mengikuti itu gu ya usulan program dan usulan kegiatannya itu sebenarnya. Jadi kalau di KLS RPJMD itu semacam itu Bapak Ibu sekalian. Jadi ini tabel D1-nya adalah gap-nya ini ya gap-gap analisisnya tercapai atau tidak tercapai. Lalu muncul tabel D2-nya itu indikasi program dan kegiatan yang dihasilkan oleh tim KLAS ya. Ini KLS Surakarta ini 2025-2029 ya. Itu seperti apa yang kemudian peran mitra juga seperti apa? Nah, ini yang diambil oleh teman-teman RPJMD diberikan ke tim RPJMD. Karena itu kita harus mendahului nih yang KLHs ini supaya bisa memberikan masukan baik masukan terkait gambaran umumnya tadi ya terkait capaian-capaian TPB-nya terkait dengan isu-isu strategis yang perlu diambil sampai ke usulan kegiatan programnya apa semacam itu, Bapak, Ibu. Jadi kalau kita kembali lagi ke sini ya. Nah, ini ini contohnya tadi ya saya munculkan area kebijakan program tadi ya. Nah, itu asalnya dari sana. Jadi kita memang hanya utak-atik semuanya di ee TPB ya. Nah, walaupun isunya berasal dari tiga hal tadi ya. isu PB KLS lain PPLH isu dari TPP pencapaian TPP dan isu dari karakteristik wilayah ya digabung ya dia terus dibuat apa tadi namanya itu kayak mind map gitu ya mind map ya mind map akhirnya bisa menghasilkan isu paling strategis itu ya yang kemudian ditapis juga lagi dengan 10 aspek tadi ya lingkungan hidup dan itulah akhirnya nya kembali lagi ke TPP. Jadi isu-isu tadi semua dikaitkan lagi ke TPB ya. Isu-isu yang macam-macam tadi dikaitkan dengan TPB yang menjadi prioritas tadi ya. Ada prioritas satu, prioritas dua tadi ya. Nah, kemudian apa yang dilakukan untuk supaya TPB ini tercapai targetnya di tahun-tahun mendatang. Demikian mungkin ya Bapak Ibu ya. Ini ada beberapa hal yang bisa kita saya sampaikan mungkin nanti lebih banyak kita ke diskusi ya, ke diskusi. Jadi ini contoh-contoh tadi sudah saya sampaikan secara sekilas karena kalau diskusinya 30 menit kayak yang tadi kayaknya masih kurang gitu ya. Ada beberapa pertanyaan tadi yang belum ini ya belum terjawab ee sayang gitu. Maka ini mungkin materinya bisa kita ee cukupkan begitu ee ya jam . Kemudian kita ada 1 jam untuk ini ya untuk tanya jawab gitu ya supaya menjadi lebih apa lebih dialogis begitu ya. Termasuk kan ada PR menjawab yang tadi itu ya Mbak Nuha ya. Menjawab yang tadi kan masalahnya masih ada yang belum belum dijawab. Makanya itu wah ini kalau hanya bet masih banyak pertanyaan yang memang belum terjawab ya Pak ya. Pak ya iya betul. Makanya itu ini saya persingkat gitu materinya supaya kita ada waktu, spare waktu agak lebar dan nanti kalau memang ada yang perlu ditanyakan terkait materi paparan kalau perlu untuk diulang nanti bisa juga diulang gitu ya bagian mana ini tadi coba saya sampaikan agak agak cepat ini tadi agak skip skip skip skip itu beberapa slide begitu baik begitu mungkin kita lanjutkan diskusi. M. Mbak I. Baik. Ee terima kasih Bapak atas penyampaian materinya dari ee selanjutnya kita akan melakukan sesi foto bersama terlebih dahulu, Bapak. Untuk sesi foto bersama kali ini saya persilakan untuk admin bisa untuk peserta bisa untuk on cam terlebih dahulu ya untuk sesi foto bersama. Coba Ibu mohon untuk menyalakan kamera untuk slide pertama. 3 2 1. Baik untuk slide kedua 3 2 1. Terima kasih. Saya kembalikan ke Mbak Nan. Baik, terima kasih admin yang telah membantu sesi foto bersama. Baik, sebelum sesi tanya jawab saya izin mengingatkan kepada Bapak Ibu peserta training online yang menginginkan materi sekaligus sertifikat dan belum request kepada admin dapat mengisi link yang sudah dikirimkan di kolom chat. Kemudian selanjutnya kami juga ingin meminta kesediaan Bapak Ibu untuk mengisi kuesioner yang linknya sudah di-share di kolom chat supaya kegiatan kami selanjutnya bisa lebih baik lagi. Untuk acara selanjutnya yaitu sesi tanya jawab. Ee di sini saya sudah bantu untuk merangkumkan ya, Pak. Seperti tadi untuk ee Hamidin sudah siap ya untuk menjawab pertanyaannya. Saya akan membacakan pertanyaannya satu persatu, lalu bisa langsung menjawab. Baik, untuk pertanyaannya dari Ibu Lili Syafina. Rekomendasi dalam KLHS apakah selalu dimaksud dimasukkan ke dalam prioritas pembangunan? Indikator kinerja atau strategi dalam RPD RPCPD atau RPJMD? Apakah ada kemungkinan terdapat gap antara hasil KLHS dengan alur perencanaan diapeda sehingga integrasi hanya sebatas lampiran? Silakan Bapak. Baik, terima kasih. Ini Mbak Lili atau Ibu Lilifrina ya. Ya. Baik. menanggapi ee pertanyaan ini. Nah, ini ya bisnis prosesnya memang harus ee sebaiknya apa yang ada di dalam KLHS itu memang masuk ya karena nanti kalau tidak ya rugi juga kita melakukan KLHS ya sudah melakukan analisis terus menghubungannya dengan kondisi wilayah dengan daya dukung daya tampung kanan haati dan lain-lain tadi ternyata dia ee tidak masuk ke mana-mana, tidak diintegrasikan gitu ya. Karena tujuannya sebenarnya sih KLAS ini untuk menghasilkan tadi ya menghasilkan ee kebijakan rencana program yang nantinya akan dimasukkan ke dalam ee RPJMD atau RPJPD. Kalau RPJPD mungkin enggak sampai ke program ya, mungkin sampai ke arahan ya, arahan kebijakan dan seterusnya karena masih umum ya di 5 tahun pertama apa, 5 tahun kedua apa, 5 tahun ketiga apa gitu ya. Cuman kalau yang RPJMD ini yang real ya, yang real yang yang menjadi basic ya, pembangunan di daerah itu selama 5 tahun ya, di mana di sana ada indeks kinerja utama dan sebagainya ya. Ada target-target tertentu yang harus dicapai. Maka KLAS ini memastikan bahwasanya untuk mencapai target-target pembangunan tadi semuanya itu sudah ee mema-mainstreamingkan atau mengarus utamakan juga lingkungan hidup gitu ya sehingga tidak apa namanya tidak kayak me apa ya istilahnya kayak bola liar ya dilepaskan saja begitu ee sehingga perlindungan lingkungan hidupnya tidak ada begitu ya. Karena itulah penentuan-penentuan target yang ada di RPJMD termasuk nanti ee indikasi program kegiatan dari sektor-sektor lain sebaiknya memang mengacu di KLHS mengintegrasikannya gitu ya. Dan biasanya sih ini timnya sejak awal memang sudah harus ini ya harus communicated gitu komunikasi dengan baik. Makanya itu keper ee kepala daerah mungkin melalui sekretaris daerah itu memang sangat penting ya untuk menjadi jembatan antara KLS ee dokumen KLS ee mana ini ee RPJMD RPJPD dengan nanti tim ee tim Pokja JA ya tim Pokjanya KLS RPJPD RPJMD dengan tim penyusun RPJMD yang biasanya dikepalai BPPEDA ya untuk tim penyusun RPJMD RPJPD sementara ini mungkin diketuai kepala eh diketuai kalau Kak diketuai kepala dinas lingkungan hidupnya mungkin begitu ya sehingga ada seakan ee levelnya kurang begitu ya. Tapi memang peran kepala daerah sangat penting ya. dan kesadaran bersama ya, kesadaran bersama bahwasanya KLS ini bukan sekedar dokumen pelengkap yang hanya pokoknya ada begitu ya, tapi sebenarnya ini dokumen yang penting. Kalau tidak nanti terlambat ya, terlambat nanti ee daerah itu sudah pada suatu titik tidak bisa kembali lagi. Karena tadi ada dampak yang disampaikan ya, ada dampak-dampak yang tadi dimunculkan itu dalam pencapaian target TPB tadi. Apakah ada dampak-dampak yang akan ditimbulkan? ya tadi ada ya sudah dimunculkan di sana termasuk dampaknya nanti bisa berbalik atau tidak gitu. Itu yang perlu kita ee sadari bersama karena memang untuk memulihkan kembali lingkungan hidup itu butuh waktu yang lama. Seperti yang sering saya sampaikan juga di berbagai forum kalau pendekatan lingkungan hidup ini memang pendekatannya sedikit agak overestimated tapi itu sangat bagus ya karena untuk memulihkan sangat lama. Jadi misalnya contoh ya, contoh ada sebuah pohon yang berumur 100 tahun. Nah, pohon berumur 100 tahun ini itu dianggap kritis bukan saat pohon itu sudah ditebang. Kalau pohon itu sudah ditebang baru kemudian dinyatakan waduh sudah kritis. Nah, itu sudah terlambat. Tapi pohon itu di ee menjadi kritis saat penduduk desa atau penduduk-penduduk di sekitar pohon itu sudah pada beli gergaji gitu ya. Termasuk sing chenso mungkin gergaji mesin dan macam-macam itu ya. Nah, saat mereka sudah pada beli kaji ini sudah dinyatakan pohon ini sudah kritis. Kenapa demikian? Karena kalau pohon itu dinyatakan kritis saat pohon itu setelah ditebang, maka untuk memulihkan kembali pohon itu butuh waktu 100 tahun. Jadi enggak bisa hanya dengan menanam kembali pohon itu. Iya, menanam kembali tapi kan umurnya nol dari biji kan. Nah, apakah dia mampu bertahan sampai 100 tahun? sehingga untuk memulihkan kembali kondisi lingkungan hidup itu di mana pohon itu tadi berumur 100 tahun maka butuh waktu 100 tahun begitu ya. Nah, itu dia. Jadi ee agak sulit kalau kita seperti yang sekarang juga digaung-gaungkan itu apa namanya ee pohon yang ditebang kemudian menanam kembali gitu ya. Menanam kembali kan nol lagi gitu ya. Dia menjadi selebat itu butuh waktu kapan lagi? Berapa lama? Sementara gas rumah kaca yang kita hasilkan lebih banyak daripada itu. Sehingga kita enggak akan pernah bisa mengejar ke sana. Dan dampak perubahan iklim itu sudah sangat nyata ya sekarang ya
Resume
Categories