KLHS RPJMD & RPJMD SESI 2
37aIVd1zDro • 2025-08-16
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Sesi dua rangkaian acara training online
yang diselenggarakan oleh FUTIK Daur
Ulam Projek Indonesia yang bekerja sama
dengan jurusan Teknik Lingkungan
Universitas Islam Indonesia. Bersama
saya Nuh Hasaniah Maulida selaku MC
sekaligus moderator yang akan memandu
sesi dua ini dari pukul 13.00 hingga
pukul 15.00
Nanti melanjutkan sesi pertama tadi,
training online ini mengusung topik KLHS
rencana pembangunan daerah RPJMD dan
RPJPD yang akan disampaikan oleh
pemateri kita yaitu Bapak Johanes
Hamidin, S.Si., M.Sc. Sebelum masuk ke
materi training online kita, saya mohon
izin mengingatkan Bapak Ibu untuk dapat
mengisi daftar hadir atau presensi di
link yang telah admin kami kirimkan di
kolom chat. Kemudian dengan hormat saya
meminta kesediaan Bapak Ibu untuk
menonaktifkan mikrofon selama kegiatan
berlangsung supaya kita dapat
mendengarkan materi yang disampaikan
dengan baik. Bapak, Ibu peserta training
online sekalian, kami dari panitia juga
melakukan live streaming melalui YouTube
channel kami di Project P Indonesia.
Jadi semisal selama acara training
online berlangsung, ada Bapak Ibu yang
terkendala dalam Zoom tidak perlu
khawatir karena Bapak Ibu peserta
training online juga tetap bisa
mengikuti training online ini melalui
YouTube channel kami di Project P
Indonesia. Selanjutnya kami juga membuka
kesempatan untuk Bapak Ibu sekalian yang
mungkin ingin mendapatkan doorpal dari
kami dapat langsung memberikan
pertanyaan terbaiknya di kolom chat
dengan format nama. Kemudian pertanyaan
yang ingin ditanyakan dan nanti akan
dipilih tiga pertanyaan terbaik untuk
mendapatkan door price. Lalu Bapak Ibu
peserta training online juga dapat
membuat story Instagram semenarik
mungkin dan jangan lupa tag Instagram
kami di Project di Indonesia dan kami
akan memilih dua pemenang story
terkreatif untuk mendapatkan doorpress
spesial dari kami.
Baik, tanpa berlama-lama kita akan
langsung lanjut ke acara inti yaitu
penyampaian materi. Mungkin jika Bapak
Johanes sudah siap bisa langsung saja ee
untuk penyampaian materinya. Waktunya
kurang lebih sampai pukul 14.30.
Baik, Bapak Johanes apakah sudah siap?
Oke, Mbak. Bisa ya. waktu dan tempat ee
kami persilakan Bapak.
Baik, terima kasih Mbak Nuha.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat siang Bapak Ibu
semuanya.
Ee menyambung yang tadi pagi ya, ini ada
materi tambahan yang perlu saya
sampaikan nanti sampai jam 14.30
termasuk juga nanti ada beberapa contoh
ya, contoh-contoh yang nanti akan saya
sajikan untuk kita bisa melihat bersama.
seperti apa model ee pelaksanaan di
dalam ee KLHS RPJMD ini atau RPJMP ya
itu ee setipe ya. Jadi ee menggunakan
TPP. Baik, izin share screen dulu
entar tak aktifkan
ya.
Baik, sudah terlihat ya.
Sampun, Pak.
Oke.
Kalau sudah terlihat ini coba saya ini
sebentar. Oh, sebentar ya. Sebentar,
Mas.
Baik Bapak Ibu sekalian
ee
kita lanjutkan dengan materi yang tadi
sempat kita sampaikan pada pagi hari ya.
Jadi di sini kita
coba untuk
meukan kembali, merefresh kembali ya
tadi ya posisi bagaimana sih KLSRPJMD
itu penyusunannya dan bagaimana
integrasinya
KLS RPJMD ini ke dalam dokumen RPJMD
gitu ya. Nah, di sini kita bisa melihat
bahwasanya
ee
KLSRPJMD
itu fokusnya ke TPB ya atau tujuan
pembangunan berkelanjutan.
Nah, dari tujuan pembangunan
berkelanjutan ini kemudian
ee ada 17 ya tadi ya, 17 SDGIS atau
sustainable development goals atau
tujuan pembangunan berkelanjutan yang di
dalamnya masing-masing terdapat
indikator-indikator ya. ada empat pilar
ya, pilar sosial, ekonomi, lingkungan
dan hukum dan tata kelola yang kemudian
ee masing-masing pilar itu kemudian
ee dibreakdown lagi. Di dalamnya
terdapat ee ratusan indikator tadi ya.
Nah, dari sana kemudian saat mau
menyelakukan KLHS kita perlu pertama
kali menilai menilai TPB apakah sudah
tercapai atau belum tercapai. sudah
dilaksanakan
atau belum dilaksanakan atau belum ada
data. Nah, di sini kita bisa melihat
contohnya gitu ya. Jadi, tingkat
pencapaian TPB di mana nanti target
capaian TPP ini bisa langsung
diintegrasikan
di dalam dokumen RPJMD-nya. Nah, ini
yang bab 2 gambaran umum kondisi daerah
ini adalah RPJMD-nya.
RPJMD-nya ini, Gu, ya.
G. Kemudian hasilnya setelah kita ketemu
mana yang sudah sesuai target, tidak
sesuai target,
kemudian belum dilaksanakan dan belum
ada data. Kemudian diperlukan proyeksi
ya. Yang belum mencapai target
diperlukan proyeksi.
Proyeksi yang tidak butuh upaya tambahan
atau butuh upaya tambahan yang belum
dilaksanakan otomatis tidak perlu
diproyeksi tapi langsung otomatis
menjadi isu ya. menjadi isu. Kalau belum
ada data juga langsung menjadi isu isu
yang diperoleh dari tujuan pembangunan
berkelanjutan. Nah, ini menjadi satu ee
permasalahan.
Kemudian juga kita melakukan konsultasi
publik ya untuk menjaring isu
pembangunan berkelanjutan dari publik.
Apa yang dirasakan oleh masyarakat di
sana? Ee isu-isu apa saja yang sekarang
ini masih menjadi
perhatian ya, menjadi problem atau
perhatian yang ada di sana. Kemudian
isu-isu RPPLH-nya bagaimana?
Rencana perlindungan lingkungan hidup
ya. Ini maksudnya kalau sudah ada di
dalam RPPLH kalau kabupaten, kota atau
provinsi sudah membuat. Tapi kalau belum
bisa merujuk ke RPPLH nasional ya,
karena nasional sudah dikeluarkan
kemarin di bulan Juli eh Juni atau Juli
ya. RPP RPPLH nasional PP berapa ya?
saya agak lupa itu PP nomor berapa ke
perb nasional bisa mengacu ke sana dan
isu KLHS yang lain ya isunya dari sana
yang kemudian ditambah dengan isu yang
dari muatan TPB tadi ditambah dengan isu
dari karakteristik
wilayah karakteristik wilayah ini
seperti daya dukung daya tampung seperti
tingkat pencemaran, seperti tingkat
kebencanaan dan lain-lain gitu ya karena
hayati dan lain-lain yang ada di sini.
Nah, ini masuknya di bab 4 nanti di
dalam dokumen RPJMD. Karena itulah
kenapa ini ya KLS RPJMD ini mendahului
ya. Nah, setelah jadi baru kemudian
diintegrasikan salah satunya kayak ini
tadi ya. Babanya tinggal dimasukkan
nanti ke dokumen JMD. Kemudian bab 4 ini
ya proyeksi-proyeksi ini isu-isu
karakteristik daerah atau permasalahan
daerah ini dimasukkan ke RPJMD.
Nah, dari ketiga
objek ini, objek isu ini, baik isu dari
hasil konsultasi publik, KLHS lain,
RPPLH dan lain-lain, kemudian isu dari
pencapaian TPB dan isu dari
karakteristik wilayah, maka didapatkan
isu paling strategis gitu. Isu paling
strategis.
Nah, isu paling strategis lelalu
dihubungkan dengan potensi daerah
ya, dihubungkan dengan target-target
TPP. kita buat skenario dan rekomendasi
dan menghasilkan TPB yang prioritas atau
dianggap TPB yang perlu perhatian gitu
ya atau TP tujuan pembangunan
perlanjutan prioritas atau yang mendapat
perhatian. Yang mendapat perhatian ini
salah satunya yang itu tadi yang belum
tercapai ya, belum dilaksanakan atau
tidak ada data. Tapi kalau yang sudah
mencapai target mungkin sudah tidak jadi
perhatian ya karena skenarionya tinggal
diteruskan saja. Nah, hasil dari TPB
yang prioritas tujuan prioritas tadi
yang ditapis dari atas ini tadi itulah
yang kemudian kita tentukan strateginya.
Strategi untuk pencapaiannya, arah
kebijakannya dan juga programnya. Apa
saja nih programnya? Ya, tentu saja itu
memperhatikan target indikator TPB-nya
ya. Ini bisa dimasukkan di bab 6 dan bab
7.
Kalau yang sebelumnya sasaran ini masuk
ke bab 5, visi, misi, tujuan, dan
sasaran di dokumen RPJMD-nya. Jadi ini
ya Bapak Ibu ya, KLAS itu
mengintegrasikan beberapa bab yang ada
nanti di dokumen RPJMD-nya di bab 2, 4 5
6 7 dan sampai nanti menghasilkan tabel
D2 dan D3 yang isinya adalah ini ya arah
kebijakan dan program itu yang nanti
masuk di dalam RPJMD-nya
gitu
gitu ya. Nah, sekarang kita fokus ke
sini ya, ke isu. Nah, karena isu ini
paling penting. Karena isu ini nanti
yang ditarik bersama-sama dengan potensi
daerah untuk mencari TPB mana yang
paling prioritas gitu ya. Tujuan
pembangunan berkelanjutan mana ini yang
paling prioritas untuk sebuah kabupaten
atau sebuah provinsi atau sebuah kota.
dari sekian banyak tadi ya, ratusan tadi
ya, kalau enggak salah untuk kabupaten
tadi 220,
untuk kota 22
indikator tadi ya. Nah, dari
indikator-indikator itu mana dikaitkan
dengan isu-isu ini tadi? Mana yang akan
ketemu menjadi
apa tujuan pembangunan berkelanjutan
yang prioritas yang membutuhkan
perhatian
yang kemudian kita arahkan menjadi kita
munculkan strategi kebijakan dan
programnya. Baik.
kita sampai ke tahapan ini. Jadi tadi
itu review ya, review terkait dengan
pelaksanaan KLS RPJMD RPJMP tadi seperti
apa. Nah, ini untuk apa namanya ee
hasil dari
ee atau teknik untuk identifikasi dan
perumusan isu strategis pembangunan
berkelanjutan ya untuk perencanaan
pembangunan daerah gitu ya. Kalau untuk
KL tata ruang beda lagi ya, beda lagi
modelnya mirip tapi agak sedikit beda.
Baik. Ee
seperti ini perencanaan pembangunan tadi
ya. Jadi ada tujuan pembangunan daerah,
peningkatan pemertahan dan lain-lain.
Ini Undang-Undang 4 23 tahun 2014.
Lalu di Undang-Undang 23 2014 juga ada
RPJP 20 tahun usianya dan RPJMD 5 tahun.
dua-duanya ee ditetapkan ee Perda.
Nah, ini tahapan untuk perumusan isunya
ya. Perumusan isunya. Jadi, perumusan
isunya di sini didasarkan pada beberapa
hal ya. Jadi isu yang disebut dengan isu
pembangunan berkelanjutan strategis ya
atau PB strategis ini misalkan Permen LH
nomor 13 2024
ee pasal 21 lampiran 3. Jadi isu itu
berasal dari yang pertama karakteristik
wilayah.
Kalau di kita itu tentu saja TPB ya.
Yang kedua TPB ya di sini ya. Baik, yang
pertama dulu dari karakteristik wilayah,
perdangan wilayah fungsionalnya,
perdangan kondisi eigennya, jasa
lingkungan hidupnya, D3TLH, kawasan
hutan, tutupan lahan,
ee kawasan ekosistem esensial, nilai
karena kagakaman hayati, ee geologi,
data yang lain terkait wilayah itu gitu
ya. Kebencanaan juga mungkin bisa mancuk
ke sini juga ya. Itu isu yang pertama.
dari istilahnya dari kondisi daerahnya
atau karakteristik wilayahnya
seperti apa? Apakah ada isu-isu
pemohonan berkelanjutan terkait itu? Ya,
misalnya wilayahnya wilayah kars,
topografinya hujannya jarang. Nah, itu
berarti sejak awal memang dia
karakteristik wilayahnya itu rawan untuk
kekurangan air kan begitu ya. atau
daerah yang sering mengalami bencana
misalnya dekat dengan gunung api dan
sering meletut dan seterusnya, maka
karakteristik wilayahnya memang dia
rawan bencana dan seterusnya gitu ya.
Itu isu-isu yang diperoleh dari
karakteristik wilayah ini bisa beda-beda
tiap wilayah. Dan yang kedua adalah isu
yang terkait dengan materi muatan KRP.
Nah, KRP itu kebijakan rencana program.
Nah, kebijakan rencana program kita kan
RPJMD yaitu terkait dengan TPB atau
tujuan pembangunan berkelanjutan. Maka
kita cari isu-isu yang terkait dengan
tujuan pembangunan berkelanjutan.
Isu-isu yang mana ya tadi waktu kita
melakukan
apa namanya analisis proyeksi
juga analisis ketercapaian tadi ya. Maka
ketemu mana yang memang sudah ee TPP
yang sudah ee
sesuai ya atau TPP yang sudah sesuai
target gitu ya yang selaras dengan
target. Tapi ada TPB yang sudah
dilaksanakan namun belum mencapai
target. Nah, itu yang menjadi isu. Atau
belum dilaksanakan malah indikator TPB
tersebut sama sekali belum dilaksanakan
atau tidak ada data selama ini belum ada
pendataan terkait indikator tadi. Nah,
itu dia menjadi isu yang diperoleh yang
dengan materi muatan kebijakan rencana
program ini ya. Nah, kebetulan kalau di
kebijakan rencana programnya kalau di
KLAS RPJPD RPJMD adalah terkait dengan
tujuan pembangunan berkelanjutan atau
TPP. Berbeda dengan kalau tata ruang.
Kalau tata ruang nanti struktur ruang,
pola ruang dan indikasi program gitu ya.
Gitu.
Kemudian isu yang lain dari
dokumen-dokumen yang lain yang relevan.
Nah, ada dokumen dari muatan RPPLH, ada
dokumen dari KHS yang lain dan
seterusnya. Nah, ini menjadi isu yang ee
ketiga gitu. Ini bisa digabung ya. Nah,
dari ketiga isu ini kemudian bisa
didapatkan sintesa terhadap isu. Kita
kelompokkan besaran kesamaannya, dampak
yang lebih besar, yang lebih relevan dan
seterusnya. Yang kemudian kita buat
keterkaitan antar isu dengan cara
membuat mind mapping. Jadi, kita membuat
semacam mind mapping dari isu-isu tadi
seperti apa bentuknya gitu
ya. main mapping dari keterkaitan antar
isu tadi. Nah, setelah itu ketemu mind
mapping-nya. Kemudian kita tapis atau
kita telaah keterkaitannya dengan 10
aspek ini tadi 10 aspek
lingkungan hidup ya. Yang pertama aspek
daya dukung daya tampung lingkungan
hidupnya.
Kemudian dampak resiko lingkungan
hidupnya, kinerja jasa layanan
ekosistem, intensitas cakupan bencana,
status mutu ketersediaan sumber daya
alam, ketahanan dan potensi kanagaman
hayati, kerentanan dan adaptasi terhadap
perubahan iklim. Tadi sempat ada yang
bertanya ya tadi di materi sesi SAT awal
tadi. Tingkat dan status penduduk miskin
dan atau penghidupan sekelompok
masyarakat yang terancam ya akibat ee
tadi akibat TPB tadi tidak tercapai dia
menjadi terancam. atau risiko terhadap
kesehatan dan keselamatan masyarakat ya
dan atau ancaman terhadap perlindungan
terhadap karasan tertentu yang secara
tradisional
dilakukan oleh masyarakat dan masyarakat
hukum adat. Tadi juga sempat
disinggung-singgung tentang masyarakat
adat ya di ada yang bertanya terkait
itu. Nah, di sinilah isu-isu tadi akan
dikaitkan.
Nah, kaitannya mana? Yang paling banyak,
yang sangat terkait, maka dia menjadi
isu paling strategis. Nah, isu paling
strategis inilah yang nanti kayak kami
kembali lagi ke mundur ya ke sini isu
paling strategis tadi ya di sini ya tadi
ya. Nah, dari sini kemudian kita
hubungkan dengan potensi daerahnya kita
tentukan tujuan visi misi dan
sasarannya. Kemudian kita tentukan juga
TPB yang prioritas mana yang mau
ditangani yang kemudian kita perlu
strategi area kebijakan dan program juga
kita munculkan gitu. itu ya modelnya
semacam itu untuk kaitannya isu. Makanya
isu itu sangat sangat utama di sini.
Jadi setelah kita melakukan penapisan
apa ee analisis pencapaian target tadi
ya, terus analisis karakteristik wilayah
dan seterusnya, nah maka kita saatnya
untuk menarik isu. Harapannya di IRPJMD
5 tahun ke depan atau di RPJPD 20 tahun
ke depan isu-isu itu tadi sudah teratasi
gitu ya.
isu-isu tadi sudah teratasi sehingga
mungkin di RPJMD berikutnya isunya sudah
lain gitu temanya. Tapi kalau masih sama
ya ini perlu ada ini ya mungkin ada
memang isu yang memang cepat bisa
diselesaikan dalam jangka pendek tapi
ada juga mungkin isu yang perlu
diselesaikan dengan jangka menengah atau
jangka panjang. Karena itu kita perlu
perlu untuk melihat progresnya. Kalaupun
isunya sama di RPJPD atau apa di RPJMD
di 5 tahun berikutnya, mungkin isu-isu
itu adalah isu-isu yang memang ee bisa
hanya bisa diselesaikan secara jangka
panjang, namun sudah ada progres
kemajuan gitu ya. Mungkin angka gap
TPB-nya tadi angka gap tujuan
pembangunan berkelanjutannya tidak
terlalu tinggi gitu ya. Tak terlalu
tinggi. Baik.
Kemudian ini Bapak, Ibu sekalian dan
teman-teman semuanya ee kami sampaikan
bisnis proses terkait KLHS dan kebetulan
ini dua-duanya saya munculkan ya saya
munculkan dan ini materi ini didapat
dari teman-teman Kementerian Lingkungan
Hidup dari PDKLWS
di acara pelatihan terkait penyusunan
KLS
yang disakan oleh teman-teman PDKLS
Kementerian Lingkungan Hidup di tahun
2025. Nah, ada beberapa hal dan kalau di
kita fokusnya adalah yang di bawah ya,
yang bawah ini yang menggunakan
Permendagri 7
18 karena di sini adalah terkait dengan
KLHS untuk RPJMD RPJPD.
Sementara yang bagian atas yang atas ini
lebih ke KLAS ee tata ruang begitu ya,
ke arah tata ruang.
gitu. Nah, yang bawah ini ya kita
pertama memang persiapan. Nah, ini ada
warna bulat-bulat ya. Bulet-bulet itu
adalah ee organisasi atau instansi atau
lembaga yang melaksanakan. Jadi
pembentukan tim KLHS ini adalah Pokja
KLHs ya. Kemudian melakukan pembuatan ya
mulai dari pengkajian pembangunan
berkelanjutan,
perumusan skenario pembangunan
berkelanjutan, kemudian dilanjutkan
dengan perumusan isu strategis
permasalahan strategis.
Kemudian pelibatan pemangku kepentingan,
pendokumentasian KLS sampai ke
penjaminan kualitas ini dilakukan oleh
Pokja. Nah, hasilnya kemudian
diintegrasikan ke dokumen RPJPD oleh tim
RPJPD. Nah, ini ini tim RPJPD. Kalau tim
KLHS yang ini ya sampai validasi ini ya.
Ee ini yang warnanya hijau-hijau ini,
ini tim Pokok JAKL. Selanjutnya setelah
selesai divalidasi jadi dokumen yang
sudah final, kemudian diserahkan
rekomendasinya ke tim RPJMD
ya diintegrasikan.
Nah, yang mengintegrasi kan memang tim
RPJMD, tapi sebaiknya walaupun tim KLS
sudah melaksanakan tugasnya, sudah
melakukan persiapan dan pembuatan sampai
validasi dokumen e KLSPJMD-nya, dia juga
tetap melakukan pengawasan ya,
setidaknya memastikan bahwa memang sudah
diintegrasikan di gambaran umum,
permasalahan dan strategis, tujuan dan
strategis seperti yang tadi saya
contohkan ya di matriks apa di flowchart
tadi ya.
Nah, kemudian diintegrasikan ke dalam
RAD juga usulan program pemda,
pemerintah dan stakeholder yang lain
itu yang kemudian diberikan ke Dirjen
Bangda ya, ke Kementerian Dalam Negeri
dalam kaitan ini adalah Bangda untuk
bisa mendapatkan persetujuan
gitu ya, penelaan terus mendapatkan
persetujuan untuk RPJMD-nya kemudian
bisa terus diberikan ke legislatif untuk
bisa jadi perdah gitu ya. Jadi kita yang
bawah ini ya Bapak Ibu ini bisnis
prosesnya seperti ini memang agak
sedikit berbeda dengan yang ee atas yang
tata ruang. Kalau yang tata ruang ini
memang kajian pengaruh ya pengaruh gitu.
Kalau di sini dan perbaikan KRP. Kalau
dii sini kita malah menghasilkan KRP itu
ya. Di sini menghasilkan KRP-nya.
Baik karena penyusunan KRP baru di sini
di pelaksanaan.
Baik. Baik. sekarang isu-isu tadi
bagaimana? Nah, sekarang isu yang
terkait dengan karakteristik wilayah ini
isu yang pertama. Jadi, ada beberapa isu
ya tadi diperoleh dari mana gitu ya.
Nah, isu yang pertama adalah dari
karakteristik wilayah. Nah, dari
karakteristik wilayah isu itu dikaitkan
dengan mana? dengan kondisi daerah itu
dengan tadi daya dukung daya tampung
eigen ya jasa lingkungan, status
lingkungan hidupnya kemudian juga dengan
kondisi kebencanaan, kondisi pencemaran
dan lain-lain, persampahan, tata kota,
dan lain-lain ya. Kemudian dikaitkan
dikaitkan dengan enam aspek ini ya. Ada
dampak dan resiko lingkungan hidupnya,
bagaimana nih gitu ya, terkait dengan
potensi pencemaran dan sebagainya gitu.
Terus dengan kebencanaan bagaimana nih
gitu ya. Terus pola ruang efisiensi
sumber daya alamnya bagaimana? Indeks
jasa ekosistemnya seperti apa. K lain
dan jasa ekosistem ini jasa
lingkungannya seperti apa untuk penyedia
air, pengaturan,
maupun sampai jasa supporting ya jasa
pendukung. Kemudian dari dukung dari
tampung. Nah, statusnya seperti apa
sekarang? sudah terlampaui atau belum
terlampaui untuk status air, status
untuk pangan dan sebagainya sampai ke
penurunan penurunan keagaman hayati.
Nah, apakah ada penurunan, apakah ada
ancaman terhadap keanakaman hayati dan
seterusnya. Nah, ini yang perlu kita
inikan ya, kita lakukan
ee pendalaman dari kondisi umum daerah
tadi ya. Perlu disentesahkan ke dalam
enam hal ini ya. Jadi kalau kondisi
umumnya itu memang kita ceritakan ya
terletak di wilayah dataran misalnya
atau wilayah perbukitan dan sebagainya
dan sebagainya. Ee geologinya kayak
begini ya. Ada ancaman bencananya kayak
begini. Ee punya potensi pertambangan
misalnya kayak begini, punya potensi
hutan seperti ini, punya potensi
perkebunan misalnya gitu ya. Itu boleh
disampaikan semua. Lalu kaitkan dengan
enam ini untuk disintesa itu bisa
menghasilkan isu yang terkait dengan
kondisi umum daerah gitu ya. Nah, ini
contoh contoh ini untuk KSR PJMD di
Merauke. Penyedia airnya bagaimana nih?
Oh, ternyata didominasi yang kelas
sedang
ya. Penyedia airnya, jasa lingkungannya.
Untuk jasa lingkungan pengaturan air, oh
ini didominasi kelas tinggi gitu ya.
Untuk statusnya, status airnya. Oh, yang
belum terlampaui 98%.
Oh, berarti masih aman. Tapi untuk
pangan bagaimana? Oh, pangan ini
seimbang ya.
ya statusnya seimbang dan seterusnya.
Kemudian untuk timbulan sampah
bagaimana? Oh, timbulan sampahnya sekian
gitu ya. Untuk
timbulan sampahnya sekian. Ini untuk apa
ini? Limbah ya. Ee dianggap sejai satuan
liter perkotaan Meruki seperti apa? Ini
contoh aja ya. Potensi baca airnya
bagaimana dan seterusnya. Ini
contoh-contoh beban penyemarannya
gimana, BOD bagaimana? naik apa turun
per hari naik apa turun dan berapa
besarannya kemudian TSS dan sebagainya
efisiensi sumber daya alamnya bagaimana
penyediaan airnya bagaimana pengaturan
airnya gitu ya rentanan kapasitas
perubahan iklimnya kerentanannya
bagaimana tinggi sedang rendah dan
seterusnya apakah ada sering terjadi
kekeringan dan seterusnya di bagian mana
saja terjadi kekeringan ya itu di
diuraikan semuanya contoh-contoh ini ya
kebakaran di mana gelombang yang ekstrem
dan abrasi di mana, cuaca ekstrem,
kekeringan gitu ya. Terus pemanfaatan
kawasan hutannya seperti apa? Apakah
semuanya fungsi lindung? Apakah ada
fungsi lindung? Apakah ada fungsi area
penggunaan lain dan seterusnya?
Terus yang memiliki nilai konservasi
tinggi ya di ke hati itu di mana saja ya
di situ apakah ada yang NKT1, NKT2, NKT3
dan seterusnya.
Nah, contohnya saja ini contohnya tadi
dari berbagai macam kondisi lingkungan
yang ada atau kondisi gambaran umum yang
ada di Kabupaten Merauke tadi, akhirnya
disimpulkan
dihubungkan dengan enam hal tadi.
Ternyata munculnya jadinya empat ini
misalnya ini ya contoh
yang dapat diperas dari
informasi-informasi tentang
karakteristik daerah tadi. Oh, yang
pertama kapasitas penyimanan airnya
rendah gitu ya. Karena tadi ada
kekeringan macam-macam gitu ya. Terus
ancaman tinggi al fusi lahan degradasi
karena geraman hayati. Kemudian
kerentanan terhadap perubahan iklim
karena sering terjadi banjir kekeringan.
Terus potensi peningkatan beban
pencemaran lingkungan tadi dengan BOD,
COD, TSS tadi ya, distribusinya menyebar
dan seterusnya. Akhirnya dapatlah empat
ini gitu ya. Ini contoh ya, contoh. Oke,
nanti kita simpan yang empat ini.
Berarti empat ini berarti isu dari
karakteristik wilayah. Nah, berikutnya
kita cari isu yang keterkaitan dengan
KRP. Nah, KRP-nya apa? KRP-nya adalah
TPB ya, tujuan pembangunan
berkelanjutan. Nah, tujuan pembangunan
berkelanjutannya apa aja? Nah, ini kita
lihat mana yang masih apa namanya masih
ada gap ya, kita cari. Nah, ini dengan
metadata 1 ya. E, Kabupaten Merauke 220
indikator dengan metadata 1 ee terdapat
215 yang relevan. yang lainnya mungkin
enggak relevan itu bisa di dihapus ya
misalnya kota metropolitan rel kereta
api jalan tol belum ada di kawasan
Merauk rel kereta api ya itu dihapus
kota metropolitan di sana memang bukan
untuk kota metropolitan berarti tidak
relevan tidak relevan tidak apa-apa
tidak usah diis e tidak perlu dianalisis
gitu ya yang tidak relevan nah tapi yang
relevan harus dilihat dicek ya yang
relevan dan yang relevan terus
lanjutifikasi
dicek dari R UPD dan lain-lainnya nya.
Kemudian dilihat capaiannya TPB-nya ya
berdasarkan mengacu data BBS, LKPC atau
data laporan dari masingmasing OPD,
identifikasi pengampunya juga siapa
saja. Nah, dari sana kemudian ketemulah
gap ya, gap antara target dan realisasi
gitu. Jadi targetnya apa, real berapa,
realisasinya bagaimana, nah gap-nya
tinggi, sedang rendah dan seterusnya.
Akhirnya bisa dilihat apakah
indikator-indikator TPB tadi sudah
dilaksanakan dan mencapai target atau
sudah dilaksanakan tapi belum mencapai
target atau bahkan belum dilaksanakan
dan belum mencapai target gitu ya atau
memang tidak ada data gitu ya. Tidak ada
data indikator itu tidak ada data. Nah,
kecuali yang hijau yang tiga ini menjadi
isu yang dihasilkan dari hubungannya
dengan KRP atau hubungannya dengan
tujuan pembangunan berkelanjutan
gitu ya. Nanti ada berapa indikator ini
yang masuk di warna kuning, ungu, dan
warna abu-abu ini ada berapa indikator?
Nah, kayak gitu. Nah, cek nantinya gitu
ya. Nah, ini dia ya. dari di tootal dari
17 TPB kan ketemu warna-warni ini ya
yang sudah tercapai sudah no problem
enggak usah diapa-apain sudah aman gitu
ya makanya ini panahnya cuma sampai sini
dan enggak lanjut ke yang ke sini gitu
ya
tapi kalau yang warna kuning ya warna
ungu, warna abu-abu ini ya yang belum
dilaksanakan sudah dilaksanakan belum
mencapai target belum dilaksanakan belum
mencapai target dan juga indikator yang
tidak ada data ini lanjut gitu itu. Nah,
khusus untuk yang belum mencapai target
perlu juga kita proyeksikan ke depan.
Oh, setelah diproyeksi suatu saat akan
mencapai target. Oh, ya berarti bagus.
Kalau bagus kecenderungannya membaik dan
mencapai target di masa depan ya kan
angka-angka target tadi ada yang sampai
ke 2030 dan kalau Perpres 111 sampai ke
2045 ya. Berarti sampai ke 2045 nanti
menjadi seperti apa gitu. Nah, kalau itu
mencapai target bagus, nah berarti dia
bisa dilanjut gitu ya. Jadi enggak ada
problem gitu ya. Dia bisa dianggap bisa
tercapai suatu saat gitu. Berarti
tinggal diteruskan aja. Tapi kalau dia
menurun, nah ini dia kalau menurun
atau kalau diteruskan memang
kelihatannya membaik tapi tidak tetap
tetap tidak mencapai target maka itu
tetap perlu perhatian khusus gitu. Jadi
ini yang diproyeksi membaik dan juga
memenuhi target suatu saat gitu ya.
Target-target di tahun 2045. Oke. Tahun
sekarang belum tapi di target ke depan
di 2045 tercapai misalnya. Nah, itu
berarti kan enggak masalah. Tapi
ternyata enggak memang ada kenaikan tapi
tetap enggak akan tercapai sampai 2045.
Nah, itu problem. Apalagi yang menurun
ya apa datar ya angka-angkanya melihat
dari perspektif masa lalu tadi ya yang
saya contohkan yang dari Solo tadi 2016
sampai 2020 tadi ya 2021 itu
angka-angkanya ternyata
staknan gitu. Nah, ini perlu perhatian
khusus maka perlu dilihat indikatornya
ini indikatornya ada berapa ya. ini juga
dicek indikatornya termasuk yang tidak
ada data yang ya yang tidak ada data
yang belum ada belum diukur ini juga
perlu untuk dibuatkan tambahan
sebenarnya kalau menurut saya ya perlu
untuk dilaksanakan ibaratnya gitu ya
karena kalau tidak dilanjut dilaksanakan
kan susah gitu ya ini tetap menjadi isu
ya walaupun tidak dilanjut menjadi
dianalisis seperti ini
itu ya nah hasilnya itu menjadi isu
capaian dari TPB. Jadi kalau yang tadi
ada empat isu capaian dari ee isu dari
karakteristik wilayah, kalau di sini
menjadi berapa ini? Ini ada 10 ternyata
indikator itu isu capaian TPP
itu ya.
Nah, ini contohnya analisis gap.
analisis gap-nya ya atau yang digunakan
untuk menganalisis gap seperti apa ya
untuk mengisi gap nasional di Perpres
111 tahun 2022 sudah mencapai target ini
aman yang belum nah ini dua asumsi ya
nah ini terus membaik atau memburuk
menurun gitu ya dan seterusnya ini bisa
di gunakan analisis gap semacam ini
dijelaskan indikator mana saja
ah ini contohnya
perlu perhatian khusus atau tidak dan
seterusnya. Nah, ini contohnya juga ya
pakai angka-angka ini sudah dilaksanakan
sesuai target berapa persen kalau
dibandingkan dengan Per 111
seberapa gitu kan ya. Ini diharapkan
yang hijaunya yang paling banyak kan
gitu ya. Kalau hijaunya paling sedikit
apalagi enggak ada. Wah ini kan yang
menjadi TPB yang menjadi perhatian gitu
ya. TPB yang menjadi perhatian ini kayak
hijaunya enggak ada gitu ya. Nah, ada
yang yang ada tapi cuma sedikit tapi ada
yang juga dominan gitu ya. Nah, ini juga
status capaian TPB terhadap target
daerah tadi terhadap Perpres ini
terhadap daerah. Nah, mana yang tercapai
mana tidak. Dan ini ada TPB nomor 12
bukan kewenangannya Kabupaten ee
Merauke. Kebetulan contohnya. Nah,
akhirnya ketemulah TPBTPB yang perlu
mendapat perhatian khusus gitu ya.
Termasuk yang tidak ada data. Nah, tidak
ada data itu pun makanya tadi ada yang
bertanya ya di awal tadi, kalau enggak
ada data enggak ngasih data enggak
apa-apa. Berarti dia tetapkan sebagai
tidak ada data. Maka ini termasuk TPB
prioritas
yang tidak ada data ini ya. Ini ada TPB
perhatian khusus
A perhatian khusus B ini leveling-nya ya
maupun yang tidak ada data. Nah, ini
totalnya ada berapa
dari 17 TPB tadi.
Nah, ini jadi isu capaian dari TPB. Nah,
ini isuan capaian TPB-nya tadi
berdasarkan ini tadi ada 10 gitu ya tadi
ya di yang awal ini tadi ya eh maaf.
Nah, ini ada 10 indikator ini ya. Nah,
dari hasil perhitungan gap analisis
terhadap target nasional maupun target
daerah, maka didapatilah 10.
Jadi, kalau tadi di isu yang disebabkan
oleh karakteristik wilayah atau yang
dihasilkan dari ee sintesa karakteristik
wilayah ada empat. Nah, ini isu yang
dari capaian TPP ada 10. Ternyata
tingkat kemiskinan tinggi, angka
stunting meningkatnya angka stunting
kesehatan belum memadai sas pendidikan
ee terhadap bencana masih sering terjadi
bencana terus kapasitas kualitas baku
tidak memadai
SDM dengan pengangguran dan menurunnya
pengembangan perekonomian ly pertumbuhan
ekonomi dan dampak bencana R ini ya.
Nah, ini ada 10 isu yang disebabkan oleh
yang dihasilkan dari capaian TPB atau
yang ada korelasinya dengan kebijakan
rencana program.
itu ya dari gap analisis.
Kemudian berikutnya adalah isu yang
terkait dengan muatan RPPLH. Nah, ini
tergantung daerahnya ya, daerahnya nggih
Bapak Ibu ini ada karena ada beberapa
daerah yang belum punya RPPLH. Ini
kebetulan Papua sudah punya RPPLH
ya.
Kalau belum ada berarti merujuknya
adalah ke RPP nasional. Maaf ini sudah
bukan draf tapi sudah jadi RPPLH ya
karena PP-nya kemarin keluar di bulan
Juli kalau enggak salah ya. Juni apa
Juli gitu.
ini sudah bukan draf lagi, ini sudah
RPPL nasional. Nah, apakah ada
keterkaitan dengan lima ini gitu ya?
Isu-isu yang tadi dari apa namanya? Dari
karakteristik wilayah, terus isu-isu
dari TPB ya, tujuan pandan berkelanjutan
yang ada 10 tadi. Kemudian dengan isu
yang dari sini ya dari RPPLH terkait
enggak dengan RPPLH ini? Tapi kalau
sudah ada RPPLH provinsi sudah jadi
Perda maka kaitkan juga dengan Perda.
RPPLH provinsi kalau misalnya juga apa
namanya ada RPPLH kabupaten juga RPPLH
kabupaten gitu ya kalau sudah ada gitu.
Kalau belum ada setidaknya di RP
nasional.
Baik, berikutnya adalah isu terkait
dengan KRP lain atau KLHS-KLHS lain yang
pernah disusun di situ. Nah, ini
contohnya ada KLS RPJPN,
RPJPN lagi, ada KL RPJMN yang terkait
lingkup nasional. Terus ada yang daerah
ada RPP, ada KLS RPJPD
Papua Selatan, lalu KLS RPJMD Papua
Selatan seperti apa? Nah, ini
keterkaitannya ya. nyari apakah isu itu
juga muncul di dokumen-dokumen lain yang
relevan.
Ini contoh-contohnya ya. Nah, dari situ
diperoleh juga 10 isu ini
ya, dari yang terkait RPPLH maupun
terkait dengan apa isu-isu
dari dokumen KLHS lainnya diperoleh 10
isu ya 10 isu ada pertumbuhan ekonomi.
Nah, inilah yang nanti akan kita tapis
menjadi isu strategis paling strategis.
Isu-isu ini masih disebut isu strategis
ya. Nah, ini contohnya. Contohnya ya.
Ini contohnya tadi ya.
dari karakteristik wilayah ada empat.
Jadi capaian TPB ada 10. Kaitannya
dengan RPPLH ada 6 dengan KRP yang
relevan ada 10. Nah, ini kan cukup
banyak ya. Nah, ini disintesa untuk bisa
menghasilkan mana isu yang paling
strategis. Nah, isu paling strategisnya
jadi tujuh. Nah, bagaimana
mensintesannya kan gitu. Nah, seperti
ini. Jadi isu-isu tadi yang banyak tadi
kita buat mind map istilahnya gitu ya.
Mindmap seperti ini. Kita cari
menggunakan DPSR ya. Jadi kita cari
driving force-nya apa sih, terus eh
pressure-nya bagaimana
itu kan kalau state-nya kan kondisi yang
sekarang state-nya kayak apa,
terus
apa itu impact-nya kayak apa dan nanti
responnya seperti apa gitu ya. Jadi
dicari akar masalah ini ya menemu
kembali menemu kenali sehingga mungkin
ada saling keterkaitan antara satu
dengan yang lain gitu ya.
Saling keterkaitan
yaah ini pakai expert judgement tim
pokokja ya. Nah, habis itu kita lihat
ada ee potensi-potensi dampak yang
penting di sini ya. Apakah penduduk yang
terkenal dampak, luas wilayahnya
bagaimana,
intensitas kapasitasnya. Ini dari
isu-isu tadi maksudnya ya. Dari isu-isu
tadi itu kita coba lihat dampaknya dari
tujuh hal ini. Mana yang kira-kira
bersifat kumulatif, mana yang berbalik
atau tidak berbalik. Berbalik itu
maksudnya mampu ada self purification
gitu, bisa melakukan pemurnian diri
sendiri atau enggak gitu ya. atau ada
kriteria lain seperti apa
itu ya.
Nah, seperti ini contohnya tadi ya. Jadi
isu-isu yang tadi gabungan banyak tadi
ya
ditapis itu nanti bagaimana jumlah
penduduk terdampaknya, bagaimana
kriterianya dan seterusnya dan
seterusnya.
Ya, itu tadi ada beberapa isu yang sudah
dikelompokkan menjadi isu strategis ya.
Ini contoh-contohnya.
Nah, dari isu strategis yang kita
peroleh dari empat hal yang kemudian
sudah kita combine tadi ya, kita
overlaykan mungkin ada yang sama dan
seterusnya menjadi berapa tadi ya,
menjadi tujuh atau berapa isu strategis.
Kemudian kita tapis menjadi isu paling
strategis. diu paling strategis seperti
ini. Jadi ada aspek lingkungannya
kapasitas dan dukun dan tampung peranan
dampak dan seterusnya sampai ancaman
terhadap kawasan tertentu tradisional
termasuk masyarakat adat
ya ditapis dengan ini dan juga dengan
tujuh aspek lingkungan hidup yang lain
yang efisiensi dan lain sampai ke aspek
lainnya yang ee mengikuti pertembahan
teknologi.
Nah, semacam ini. Jadi yang sebelah kiri
ini ada tujuh isu strategis yang sudah
dihasilkan dari tiga hal atau empat hal
tadi ya. Yang RPPLH dan KLHS lain itu
saya biasanya saya gabungkan ya,
kecuali RPPLH-nya ada sendiri. Kalau
RPPLH-nya sudah punya sendiri secara
lengkap bisa dianalisis sendiri gitu
ya.
Nah, kemudian jadi perumusan isu paling
strategis dan dikaitkan. Nah, angka 1 2
3 4 5 sampai 10 ini apa sih? Nah, itu
yang ini tadi ya aspek ini apa
hubungannya dengan status dari tampung?
Nah, kita lihat mana yang berhubung.
Nah, akhirnya kita ketemu mana yang
paling banyak hubungannya. Yang paling
banyak hubungannya dan aspeknya mana.
Ini ABF ACF. Nah, ABF ACF itu yang ini
ya tadi aspek lingkungan hidup, dampak
resiko lingkungan dan seterusnya.
Nah, yang paling panjang
apa namanya aspek lingkungan hidup baik
di yang bentuk centang maupun yang
bentuk huruf ini maka dia kita angkat
sebagai isu paling strategis. Kalau yang
paling sedikit mungkin enggak diambil
atau kalau menurut Anda itu penting
semua walaupun kecil ya diambil semua.
Misalnya ini ini konditasar wilayah ini
ternyata enggak terlalu besar
pengaruhnya tapi tetap dianggap penting
maka ini tetap harus diambil.
seperti itu ya cara penapisan isunya.
Kemudian masing-masing isu
dideskripsikan
semacam ini. Jadi misalnya isu yang
pertama apa nih? Kualitas sumber daya
manusia belum berdaya saing. Nah, itu
nanti dideskripsikan. Jadi, tidak hanya
sekedar tabel begini ya. Nah, setelah
tabel ini ketemu atau penapisan kemudian
tetap harus dideskripsikan seperti apa
nih kondisinya tahun segini seperti apa
dan seterusnya.
Tidak hanya yang nomor satu, tapi semua
gu ya sampai nomor 7uh ini kebetulan
hanya nomor satu sepertinya yang saya
masukkan di sini supaya powerpoint-nya
enggak banyak-banyak banget gitu
seperti itu ya. Nah, setelah ketemu
isu-isu strategisnya di sini tadi ada
tujuh ya. Kemudian kita mulai melakukan
perumusan rekomendasi
ya. Jadi isu-isu tadi diperoleh dari isu
karakteristik wilayah, isu dari capaian
TPP,
isu dari apa namanya itu ee dokumen yang
lain ya, RPPLH atau KLHS yang lain ya,
kemudian diidentifikasi,
disarikan menjadi isu strategis kemudian
ditapis dengan beberapa parameter aspek
lingkungan tadi dengan 10 aspek
lingkungan dan tujuh aspek lingkungan
tadi. Ketemulah yang paling strategis.
Nah, yang paling strategis kemudian
direkomendasikan untuk masuk ke KL sini
itu ya. Nah, menjadi rekomendasi. Nah,
ini hasil akhirnya nanti rekomendasi.
Rekomendasi yang baik adalah rekomendasi
yang dapat diintegrasikan atau
kompatibel ya.
Nah, bagaimana merumuskan rekomendasi
KLAS? Yang pertama memahami struktur
perencanaan dalam penyusunan RPJMD dan
juga arahkan rekomendasi sesuai
kebutuhan RPJMD.
Jadi sesuai kebutuhan yang tadi yang
dari isu-isu paling strategis tadi. Jadi
ngomongnya isu yang kemudian coba
diatasi dengan RPJMD.
Nah, seperti ini. Nah, ini perspektif
masa lalu yang sering saya sebut ya dari
tadi. Apa yang telah dicapai,
target-target tadi belum tercapai, terus
apa yang telah dilakukan ya selama ini,
berapa anggaran telah dikeluarkan, terus
masalah apa yang masih dihadapi. Ya,
yang itu kemudian
coba dipecahkan di RPJMD.
problem-problem perspektif masa lalu
tadi menjadi perspektif masa depan
menjadi apa yang akan dicapai, apa yang
akan dilakukan, berapa benaran yang
dibutuhkan dan solusi apa yang
ditawarkan. Nah, kita sampai menawarkan
solusi ya apa daftar-daftar kegiatan
atau program apa yang akan dimunculkan
di RPJMD yang nanti bisa di buat
cantolan oleh organisasi atau OBD-OPD
sektor untuk merencanakan pembangunan
daerahnya di setiap tahunnya gitu ya.
mereka bisa mengangkat itu
ya. Ini persektif RPJMD-nya semacam itu.
Nah, ini dia kembali ke sini ada prest
masa lalu dan masa depan tadi ya. Nah,
jadi rekomendasi
ya nanti rekomendasi ini yang
di Perpastik masa depan ini yang nanti
diintegrasikan
sebanyak mungkin di dalam dokumen
LPJMD-nya. ya itu dan dikawal untuk
tetap bisa muncul. Dan di sini saya
kasih contoh Bapak Ibu terkait dengan ee
rekomendasi.
Ee rekomendasinya seperti ini ya. Coba
saya buat saya tampilkan di
sini.
Share
ini bisa dilihat ya file Excel ini ya
mungkin angkanya agak kecil-kecil ya
saya gedein ini tabel master KLS RPJMD.
Nah, di sini ketemu ternyata mengakhiri
kemiskinan dalam segala bentuk
dan ditargetkan sekian itu ada targetnya
ya dari nasional
ternyata cuman berapa yang bisa tercapai
gitu.
Dikasihan ya. Jadi ada yang belum
tercapai ini
ya. ini perspektif masa lalu belum
tercapai
karena angkanya harusnya 78% ini tapi
masih gede di atas 8% semua maka ini
statusnya adalah SP atau sudah
dilaksanakan namun belum tercapai
itu. Nah, dari sini kemudian kita bisa
melihat yang mana ini yang paling
strategis gitu ya. yang kemudian
akhirnya yang paling strategis itu kita
ee berdangan hasil proyeksi kita buat
arahan gitu ya. Nah, ini yang
proyeksinya ya. Jadi proyeksinya yang
nomor 121 bintang ini ini proyeksinya
seperti apa? Apakah bisa turun 7 sampai
8% gitu?
Ternyata ini 8% 8% 8% ya masih belum
bisa sampai di bawah.
8% gitu sampai dengan 2043. Nah, karena
itu kita memberikan tanda
dia bisa dilakukan analisis KLHS-nya
ya
yang hasilnya nanti sampai ke sini ya.
Nah, kemari. Jadi ini tabel namanya
tabel D1.
Tabel D1 itu tabel gap analisis.
Ya, ini nomor
nomor apa itu indikatornya? 121
1.2.1
bintang.
Kalau Perpres 111 2022 menurun 6 sampai
7. Tapi di kenyataan angkanya besar ini
2015, 2019,
2019 20 dan 21.
Angkanya terlihat ternyata turunnya tapi
belum sampai 6 sampai 7 gitu maka dia
disebut SB
yang kemudian perlu diberi rekomendasi.
Nah, ini tabel D1. Nah, ini contoh tabel
Danya.
Nah, berapa tadi? 161 bintang ya. Nah,
penyebabnya apa? Mungkin bisa ditulis
lebih lengkap nantinya ya.
Kemudian kita lihat ee rekomendasinya di
sini indikatornya ini ya. Rekomendasinya
kita program pemberdayaan masyarakat
desa dan kelurahan gitu. Program
perlindungan dan jaminan sosialitu.
Nah, ini yang diusulkan oleh tim KLHS
kepada tim RPJMD untuk menjawab isu 121
ini gitu. Sumberanya PPD dan swasta
pelaksanaannya cap dan sosial seperti
ini tabel hasilnya Bapak Ibu sekalian.
Tapi bukan hanya tabel D2 ya, tapi juga
nanti ada tabel D3 yang terkait dengan
soal anak-anak itu ya. Jadi soal apa
namanya itu soal
mitra ya mitra atau apa namanya itu
partner ya atau ya mitra tepatnya bukan
anak-anak ya tapi mitra atau partner
pemerintah gitu ya di tabel D3. Nah ini
coba saya turunkan ke tabel D3. Nah, ini
ini mitra ya,
ini CSR bantuan RTLH ya meningkat sekian
itu untuk mengatasi indikator yang mana.
Jadi memang untuk tabel D3 ini belum
tentu mengatasi seluruh indikator yang
tadi ya yang tadi 121 bintang ya itu
ternyata tidak bisa bantu mitra ternyata
dibantu oleh pemerintah karena mitra
hanya bisa bantu yang ini 141F
1111A dan seterusnya.
Nah, mitranya siapa ini? Oh, ini Bank
Jateng, bank mana-mana saja, Bank
Mandiri dan seterusnya. CSR
dan ee target capaiannya ini
realisasinya dengan tahun dasar di 2022
sebesar 16 miliar gitu ya. harapannya di
tahun 2029 bisa sampai 21 miliar
seperti itu. Jadi ini sampai ke ee
lampiran
tabelnya ya. Jadi sampai ke lampiran
tabel.
Nah, ini yang masuk di dalam dokumen
KLAS RPJMD
yang ini yang kemudian diberikan kepada
tim penyusun RPJMD untuk bisa dimasukkan
di dalamnya.
Ya, ini dari mitra, kalau yang ini dari
pemerintah gitu ya. Pemerintah. Sekali
lagi kalau yang mitra tadi atau
anak-anak bangsa yang lain ya
itu di luar pemerintah itu sifatnya
membantu ya membantu dan belum tentu
semuanya masuk. Makanya itu
perelan-peran filantropi ya anak-anak
bangsa yang memiliki dulu berasal dari
sana yang sekarang sudah menjadi
pengusaha hebat mungkin jadi penyanyi
terkenal atau mungkin menjadi pengusaha
hebat di mana dan seterusnya itu perlu
tetap membangun daerahnya gitu. Jadi
tidak putus kontak untuk bisa membantu
perwujudan
ee target pembangunan berkelanjutan yang
ada di daerahnya, di kabupatennya, di
provinsinya,
di kota dia berasal walaupun sekarang
mungkin domisilinya sudah bukan di situ
misalnya gitu ya. Nah, itu bisa ikut
membantu meningkatkan
ee ini apa program-program yang nantinya
tidak perlu biaya pemerintah atau
me-backup dana-dana di biaya pemerintah.
Nah, untuk program-programnya ini
nama-nama atau istilahnya atau
nomenklaturnya itu menggunakan
Kependagri 900 itu ya yang tiap tahun
ada updating-updating itu ya. Nah, itu
bahasanya mengikuti itu gu ya usulan
program dan usulan kegiatannya
itu sebenarnya. Jadi kalau di KLS RPJMD
itu semacam itu Bapak Ibu sekalian.
Jadi ini tabel D1-nya adalah gap-nya ini
ya gap-gap analisisnya tercapai atau
tidak tercapai. Lalu muncul tabel D2-nya
itu indikasi program dan kegiatan yang
dihasilkan oleh tim KLAS ya. Ini KLS
Surakarta ini 2025-2029 ya.
Itu seperti apa yang kemudian peran
mitra juga seperti apa? Nah, ini yang
diambil oleh teman-teman RPJMD diberikan
ke tim RPJMD. Karena itu kita harus
mendahului nih yang KLHs ini supaya bisa
memberikan masukan
baik masukan terkait gambaran umumnya
tadi ya terkait capaian-capaian TPB-nya
terkait dengan isu-isu strategis yang
perlu diambil sampai ke usulan kegiatan
programnya apa
semacam itu, Bapak, Ibu. Jadi kalau kita
kembali lagi ke sini ya. Nah, ini ini
contohnya tadi ya saya munculkan area
kebijakan program tadi ya. Nah, itu
asalnya dari sana. Jadi kita memang
hanya utak-atik semuanya di ee TPB ya.
Nah, walaupun isunya berasal dari tiga
hal tadi ya. isu PB KLS lain PPLH isu
dari TPP pencapaian TPP dan isu dari
karakteristik wilayah
ya digabung ya dia terus dibuat apa tadi
namanya itu kayak
mind map gitu ya mind map ya mind map
akhirnya bisa menghasilkan isu paling
strategis itu ya yang kemudian ditapis
juga lagi dengan 10 aspek tadi ya
lingkungan hidup
dan itulah akhirnya nya kembali lagi ke
TPP. Jadi isu-isu tadi semua dikaitkan
lagi ke TPB
ya. Isu-isu yang macam-macam tadi
dikaitkan dengan TPB yang menjadi
prioritas tadi
ya. Ada prioritas satu, prioritas dua
tadi ya. Nah, kemudian apa yang
dilakukan untuk supaya TPB ini tercapai
targetnya di tahun-tahun mendatang.
Demikian mungkin ya Bapak Ibu ya. Ini
ada beberapa hal yang bisa kita saya
sampaikan mungkin nanti lebih banyak
kita ke diskusi ya, ke diskusi. Jadi ini
contoh-contoh tadi sudah saya sampaikan
secara sekilas karena kalau diskusinya
30 menit kayak yang tadi kayaknya masih
kurang gitu ya. Ada beberapa pertanyaan
tadi yang belum ini ya belum terjawab ee
sayang gitu. Maka ini mungkin materinya
bisa kita ee cukupkan begitu ee ya jam .
Kemudian kita ada 1 jam untuk ini ya
untuk tanya jawab gitu ya supaya menjadi
lebih apa lebih dialogis begitu ya.
Termasuk kan ada PR menjawab yang tadi
itu ya Mbak Nuha ya. Menjawab yang tadi
kan masalahnya masih ada yang belum
belum dijawab. Makanya itu wah ini kalau
hanya
bet masih banyak pertanyaan yang memang
belum terjawab ya Pak ya.
Pak ya iya betul. Makanya itu ini saya
persingkat gitu materinya supaya kita
ada waktu, spare waktu agak lebar dan
nanti kalau memang ada yang perlu
ditanyakan terkait materi paparan kalau
perlu untuk diulang nanti bisa juga
diulang gitu ya bagian mana ini tadi
coba saya sampaikan agak agak cepat ini
tadi agak skip skip skip skip itu
beberapa slide begitu
baik begitu mungkin kita lanjutkan
diskusi. M. Mbak I.
Baik. Ee terima kasih Bapak atas
penyampaian materinya dari ee
selanjutnya kita akan melakukan sesi
foto bersama terlebih dahulu, Bapak.
Untuk sesi foto bersama kali ini saya
persilakan untuk admin
bisa untuk peserta bisa untuk on cam
terlebih dahulu ya untuk sesi foto
bersama.
Coba Ibu mohon untuk menyalakan kamera
untuk slide pertama. 3 2 1.
Baik untuk slide kedua
3 2 1.
Terima kasih. Saya kembalikan ke Mbak
Nan.
Baik, terima kasih admin yang telah
membantu sesi foto bersama. Baik,
sebelum sesi tanya jawab saya izin
mengingatkan kepada Bapak Ibu peserta
training online yang menginginkan materi
sekaligus sertifikat dan belum request
kepada admin dapat mengisi link yang
sudah dikirimkan di kolom chat. Kemudian
selanjutnya kami juga ingin meminta
kesediaan Bapak Ibu untuk mengisi
kuesioner yang linknya sudah di-share di
kolom chat supaya kegiatan kami
selanjutnya bisa lebih baik lagi.
Untuk acara selanjutnya yaitu sesi tanya
jawab. Ee di sini saya sudah bantu untuk
merangkumkan ya, Pak. Seperti tadi untuk
ee Hamidin sudah siap ya untuk menjawab
pertanyaannya. Saya akan membacakan
pertanyaannya satu persatu, lalu bisa
langsung menjawab.
Baik, untuk pertanyaannya dari Ibu Lili
Syafina.
Rekomendasi dalam KLHS apakah selalu
dimaksud dimasukkan ke dalam prioritas
pembangunan? Indikator kinerja atau
strategi dalam RPD RPCPD
atau RPJMD? Apakah ada kemungkinan
terdapat gap antara hasil KLHS dengan
alur perencanaan diapeda sehingga
integrasi hanya sebatas lampiran?
Silakan Bapak.
Baik, terima kasih. Ini Mbak Lili atau
Ibu Lilifrina ya. Ya. Baik. menanggapi
ee pertanyaan ini. Nah, ini ya bisnis
prosesnya memang harus ee sebaiknya apa
yang ada di dalam KLHS itu memang masuk
ya karena nanti kalau tidak ya rugi juga
kita melakukan KLHS ya sudah melakukan
analisis terus menghubungannya dengan
kondisi wilayah dengan daya dukung daya
tampung kanan haati dan lain-lain tadi
ternyata dia ee tidak masuk ke
mana-mana, tidak diintegrasikan gitu ya.
Karena tujuannya sebenarnya sih KLAS ini
untuk menghasilkan tadi ya menghasilkan
ee kebijakan rencana program yang
nantinya akan dimasukkan ke dalam ee
RPJMD atau RPJPD. Kalau RPJPD mungkin
enggak sampai ke program ya, mungkin
sampai ke arahan ya, arahan kebijakan
dan seterusnya karena masih umum ya di 5
tahun pertama apa, 5 tahun kedua apa, 5
tahun ketiga apa gitu ya. Cuman kalau
yang RPJMD ini yang real ya, yang real
yang yang menjadi basic ya, pembangunan
di daerah itu selama 5 tahun ya, di mana
di sana ada indeks kinerja utama dan
sebagainya ya. Ada target-target
tertentu yang harus dicapai. Maka KLAS
ini memastikan bahwasanya untuk mencapai
target-target pembangunan tadi semuanya
itu sudah ee
mema-mainstreamingkan atau mengarus
utamakan juga lingkungan hidup gitu ya
sehingga tidak apa namanya tidak kayak
me apa ya istilahnya kayak bola liar ya
dilepaskan saja begitu ee sehingga
perlindungan lingkungan hidupnya tidak
ada begitu ya. Karena itulah
penentuan-penentuan target yang ada di
RPJMD termasuk nanti ee indikasi program
kegiatan dari sektor-sektor lain
sebaiknya memang mengacu di KLHS
mengintegrasikannya gitu ya.
Dan biasanya sih ini timnya sejak awal
memang sudah harus ini ya harus
communicated gitu komunikasi dengan
baik. Makanya itu keper ee kepala daerah
mungkin melalui sekretaris daerah itu
memang sangat penting ya untuk menjadi
jembatan antara KLS ee dokumen KLS ee
mana ini ee RPJMD RPJPD dengan nanti tim
ee tim Pokja JA ya tim Pokjanya KLS
RPJPD RPJMD dengan tim penyusun RPJMD
yang biasanya dikepalai BPPEDA ya untuk
tim penyusun RPJMD RPJPD
sementara ini mungkin diketuai kepala eh
diketuai kalau Kak diketuai kepala dinas
lingkungan hidupnya mungkin begitu ya
sehingga ada seakan ee levelnya kurang
begitu ya. Tapi memang peran kepala
daerah sangat penting ya. dan kesadaran
bersama ya, kesadaran bersama bahwasanya
KLS ini bukan sekedar dokumen pelengkap
yang hanya pokoknya ada begitu ya, tapi
sebenarnya ini dokumen yang penting.
Kalau tidak nanti terlambat ya,
terlambat nanti ee daerah itu sudah pada
suatu titik tidak bisa kembali lagi.
Karena tadi ada dampak yang disampaikan
ya, ada dampak-dampak yang tadi
dimunculkan itu dalam pencapaian target
TPB tadi. Apakah ada dampak-dampak yang
akan ditimbulkan? ya tadi ada ya sudah
dimunculkan di sana termasuk dampaknya
nanti bisa berbalik atau tidak gitu. Itu
yang perlu kita ee sadari bersama karena
memang untuk memulihkan kembali
lingkungan hidup itu butuh waktu yang
lama. Seperti yang sering saya sampaikan
juga di berbagai forum kalau pendekatan
lingkungan hidup ini memang
pendekatannya sedikit agak overestimated
tapi itu sangat bagus ya karena untuk
memulihkan sangat lama. Jadi misalnya
contoh ya, contoh ada sebuah pohon yang
berumur 100 tahun. Nah, pohon berumur
100 tahun ini itu dianggap kritis bukan
saat pohon itu sudah ditebang.
Kalau pohon itu sudah ditebang baru
kemudian dinyatakan waduh sudah kritis.
Nah, itu sudah terlambat. Tapi pohon itu
di ee menjadi kritis saat penduduk desa
atau penduduk-penduduk di sekitar pohon
itu sudah pada beli gergaji gitu ya.
Termasuk sing chenso mungkin gergaji
mesin dan macam-macam itu ya. Nah, saat
mereka sudah pada beli kaji ini sudah
dinyatakan pohon ini sudah kritis.
Kenapa demikian? Karena kalau pohon itu
dinyatakan kritis saat pohon itu setelah
ditebang, maka untuk memulihkan kembali
pohon itu butuh waktu 100 tahun.
Jadi enggak bisa hanya dengan menanam
kembali pohon itu. Iya, menanam kembali
tapi kan umurnya nol dari biji kan. Nah,
apakah dia mampu bertahan sampai 100
tahun? sehingga untuk memulihkan kembali
kondisi lingkungan hidup itu di mana
pohon itu tadi berumur 100 tahun maka
butuh waktu 100 tahun
begitu ya. Nah, itu dia. Jadi ee agak
sulit kalau kita seperti yang sekarang
juga digaung-gaungkan itu apa namanya
ee pohon yang ditebang kemudian menanam
kembali gitu ya. Menanam kembali kan nol
lagi gitu ya. Dia menjadi selebat itu
butuh waktu kapan lagi? Berapa lama?
Sementara gas rumah kaca yang kita
hasilkan lebih banyak daripada itu.
Sehingga kita enggak akan pernah bisa
mengejar ke sana. Dan dampak perubahan
iklim itu sudah sangat nyata ya sekarang
ya
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:12:15 UTC
Categories
Manage