Transcript
qFSrFdLi0z8 • Akibat Corona Gagal Umroh. Apakah Sudah dapat Pahala ?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/amminurbaits/.shards/text-0001.zst#text/0006_qFSrFdLi0z8.txt
Kind: captions
Language: id
Hai dari temen-temen yg menanyakan yang
baru viral Ustad nih terkait eh virus
korona Ustad terkait penutupan sementara
jamaah umroh terkena virus korona apakah
yang sudah sampai di sana atau yang siap
berangkat sudah dapat pahala Ustad
Monggo jazakallah Khairan Ustaz
Alhamdulillah kita bersyukur kepada
Allah subhanahuwata'ala Allahumma kwa
untuk belajar bersama Semoga apa yang
kita pelajari bisa menjadi bekal ilmu
bagi kita untuk bisa kita amalkan dalam
kehidupan sehari-hari selanjutnya
sebagai Muqaddimah sebelum kita membuka
beberapa pertanyaan dari para pemirsa eh
Apa tanggapan yang diberikan oleh
costumer ini berarti customer
redaksionalnya terhadap kejadian
penutupan
Hai pemerintah Saudi untuk akses bagi
semua negara yang hendak melaksanakan
umrah
Hai sebenarnya kejadian seperti ini
bahkan pernah ada di zaman Nabi
Shallallahu salam
Hai dan yang menutup itu bukan orang
muslim bukan kerajaan muslim tapi yang
menutupi orang kafir orang musyrikin
Ketika Nabi Shallallahu alaihi wasallam
bersama para sahabat hendak melaksanakan
umrah dan itu dibuktikan dengan mereka
tidak membawa senjata dan perlengkapan
perang selain hanya senjata kebutuhan
sehari-hari mereka dilarang untuk masuk
akhirnya mereka tertahan di hudaibiyah
Hai dan semua sahabat sudah merasa panas
dingin kita harus tetap maju kalau perlu
Bila perlu perang-perang enggak masalah
Namun Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam
menerima permintaan orang musyrik agar
kaum muslimin kembali ke Kota Madinah
sampai akhirnya terjadilah sebuah
perjanjian yang sangat terkenal dalam
sejarah Islam yaitu sulap hudaibiyah
atau perjanjian hudaibiyah dalam
perjanjian hudaybiyah salah satu
diantara pernyataannya adalah kaum
muslimin tidak boleh datang ke kota
Mekah tahun ini tapi boleh tahun depan
Hai dan Allah subhanahuwata'ala menyebut
Perjanjian hudaibiyah sebagai khalifah
sebagaimana dalam FirmanNya Inna fatahna
Alaika Fathan Mubina Sesungguhnya Allah
ta'ala memberikan kemenangan kepadamu
kemenangan yang sangat nyata dan para
ahli tafsir menafsirkan makna kemenangan
disini adalah Sule hudaibiyah atau
perjanjian hudaibiyah
Hai kemudian Nabi Shallallahu Alaihi
Wasallam ketika beliau memutuskan untuk
kembali kota ke Kota Madinah maka beliau
menyembelih binatang dan beli menggundul
rambut nyata halo
Hai ini yang terjadi di masa sahabat
Nabi SAW salam dan anda bisa bayangkan
mereka melakukan perjalanan yang sangat
jauh dalam waktu yang lama karena kota
Madinah dengan Mekkah kalau ditempuh di
masa silam itu makan waktu 5-7 hari Dan
mereka bersama Nabi Shallallahu wasallam
dengan Kelelahan yang demikian jika
dibandingkan dengan orang zaman sekarang
yang dia berada di dalam ruangan ber-ac
kemudian lama perjalanan sembilan jam
maka jelas lebih hebat perjuangan orang
dewasa sehat tapi mereka bersabar
sehingga ketika dilarang untuk masuk
merekapun tidak masuk dan mereka kembali
ke negerinya masing-masing kita
membenarkan apa yang menjadi alasan
pemerintah Saudi sebagaimana
negara-negara yang lain juga melakukan
hal yang sama
Hai karena ketika ada wabah maka orang
yang berada di daerah yang terkena wabah
Endak boleh keluar karena lari dari
kematian dan orang yang berada di luar
tidak boleh masuk ke dalam dalam rangka
untuk menjaga agar jangan sampai terjadi
penularan yang semakin parah dan prinsip
inilah yang yang dijadikan latar
belakang oleh pemerintah Saudi sehingga
mereka menutup hal ini Baik terlepas
dari masalah ini kita beralih ke masalah
fiqihnya yang pertama apabila Jamaah itu
berangkat dan belum melakukan
hai ih Ong misalnya dia berangkat
mendarat di Madinah atau mendarat di
Jeddah kemudian nanti ke Madinah dulu
maka tidak ada kewajiban apapun sehingga
begitu sudah mendarat di Madinah nggak
boleh masuk balik lagi ke Indonesia
tidak ada kewajiban apapun karena dia
belum from yang kedua bagi-bagi jamaah
yang sudah ihrom misalnya dia mengambil
miqot di alam lam otomatis nanti dia
mengambil miqot di atas pesawat dia
ngambil mecodia lamlam
Hai kemudian mendarat di Jeddah kemudian
nanti ke kota Mekah maka untuk mereka
yang sudah Ikrom lalu tidak boleh masuk
ke
kau tidak boleh masuk ke kota Mekah dia
diwajibkan untuk
Hai tahallul dan membayar Dam
menyembelih hewan Bagaimana teknis
menyembelih hewan yang meredamnya anda
bisa sampaikan ke apa Pembina atau ke
atau leader
Hai Berapa biayanya tinggal titipkan ke
mereka nanti yang ngurus adalah pihak
ane pengurus RT land arrangement yang
ada di Kota Mekah kecuali jika ketika
berangkat Anda mengajukan syarat
Hai kalimat syaratnya adalah Allahumma
Firli Hai shuha bastani Ya Allah Tempat
Terakhir kegiatan umrohku adalah di
posisi dimana engkau menahanku kalau
kita mengajukan kalimat syarat seperti
ini Ternyata kita tertahan dan tidak
bisa masuk kota Mekah atau tidak bisa
menyelesaikan kegiatan umroh disebabkan
halangan apapun maka kita tinggal
langsung tahallul gundul dan tidak ada
kewajiban apapun
Hai sehingga batasannya adalah Apakah
tadi mengajukan kalimat syarat atau
tidak makanya penting untuk mengucapkan
kalimat seperti ini karena kita tidak
tahu halangan apa di depan ketika kita
melakukan perjalanan ke tanah suci
meskipun kita bersama rombongan belum
tentu oleh izinkan untuk berhasil
melaksanakan ibadah haji dan umrah
sehingga kita Gantungkan dan kita
bertawakkal kepada Allah Subhanahu
ta'ala salah satunya dengan mengucapkan
kalimat syahadat wallahualam