Akibat Corona Gagal Umroh. Apakah Sudah dapat Pahala ?
qFSrFdLi0z8 • 2020-03-06
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Hai dari temen-temen yg menanyakan yang baru viral Ustad nih terkait eh virus korona Ustad terkait penutupan sementara jamaah umroh terkena virus korona apakah yang sudah sampai di sana atau yang siap berangkat sudah dapat pahala Ustad Monggo jazakallah Khairan Ustaz Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah subhanahuwata'ala Allahumma kwa untuk belajar bersama Semoga apa yang kita pelajari bisa menjadi bekal ilmu bagi kita untuk bisa kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari selanjutnya sebagai Muqaddimah sebelum kita membuka beberapa pertanyaan dari para pemirsa eh Apa tanggapan yang diberikan oleh costumer ini berarti customer redaksionalnya terhadap kejadian penutupan Hai pemerintah Saudi untuk akses bagi semua negara yang hendak melaksanakan umrah Hai sebenarnya kejadian seperti ini bahkan pernah ada di zaman Nabi Shallallahu salam Hai dan yang menutup itu bukan orang muslim bukan kerajaan muslim tapi yang menutupi orang kafir orang musyrikin Ketika Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersama para sahabat hendak melaksanakan umrah dan itu dibuktikan dengan mereka tidak membawa senjata dan perlengkapan perang selain hanya senjata kebutuhan sehari-hari mereka dilarang untuk masuk akhirnya mereka tertahan di hudaibiyah Hai dan semua sahabat sudah merasa panas dingin kita harus tetap maju kalau perlu Bila perlu perang-perang enggak masalah Namun Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menerima permintaan orang musyrik agar kaum muslimin kembali ke Kota Madinah sampai akhirnya terjadilah sebuah perjanjian yang sangat terkenal dalam sejarah Islam yaitu sulap hudaibiyah atau perjanjian hudaibiyah dalam perjanjian hudaybiyah salah satu diantara pernyataannya adalah kaum muslimin tidak boleh datang ke kota Mekah tahun ini tapi boleh tahun depan Hai dan Allah subhanahuwata'ala menyebut Perjanjian hudaibiyah sebagai khalifah sebagaimana dalam FirmanNya Inna fatahna Alaika Fathan Mubina Sesungguhnya Allah ta'ala memberikan kemenangan kepadamu kemenangan yang sangat nyata dan para ahli tafsir menafsirkan makna kemenangan disini adalah Sule hudaibiyah atau perjanjian hudaibiyah Hai kemudian Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ketika beliau memutuskan untuk kembali kota ke Kota Madinah maka beliau menyembelih binatang dan beli menggundul rambut nyata halo Hai ini yang terjadi di masa sahabat Nabi SAW salam dan anda bisa bayangkan mereka melakukan perjalanan yang sangat jauh dalam waktu yang lama karena kota Madinah dengan Mekkah kalau ditempuh di masa silam itu makan waktu 5-7 hari Dan mereka bersama Nabi Shallallahu wasallam dengan Kelelahan yang demikian jika dibandingkan dengan orang zaman sekarang yang dia berada di dalam ruangan ber-ac kemudian lama perjalanan sembilan jam maka jelas lebih hebat perjuangan orang dewasa sehat tapi mereka bersabar sehingga ketika dilarang untuk masuk merekapun tidak masuk dan mereka kembali ke negerinya masing-masing kita membenarkan apa yang menjadi alasan pemerintah Saudi sebagaimana negara-negara yang lain juga melakukan hal yang sama Hai karena ketika ada wabah maka orang yang berada di daerah yang terkena wabah Endak boleh keluar karena lari dari kematian dan orang yang berada di luar tidak boleh masuk ke dalam dalam rangka untuk menjaga agar jangan sampai terjadi penularan yang semakin parah dan prinsip inilah yang yang dijadikan latar belakang oleh pemerintah Saudi sehingga mereka menutup hal ini Baik terlepas dari masalah ini kita beralih ke masalah fiqihnya yang pertama apabila Jamaah itu berangkat dan belum melakukan hai ih Ong misalnya dia berangkat mendarat di Madinah atau mendarat di Jeddah kemudian nanti ke Madinah dulu maka tidak ada kewajiban apapun sehingga begitu sudah mendarat di Madinah nggak boleh masuk balik lagi ke Indonesia tidak ada kewajiban apapun karena dia belum from yang kedua bagi-bagi jamaah yang sudah ihrom misalnya dia mengambil miqot di alam lam otomatis nanti dia mengambil miqot di atas pesawat dia ngambil mecodia lamlam Hai kemudian mendarat di Jeddah kemudian nanti ke kota Mekah maka untuk mereka yang sudah Ikrom lalu tidak boleh masuk ke kau tidak boleh masuk ke kota Mekah dia diwajibkan untuk Hai tahallul dan membayar Dam menyembelih hewan Bagaimana teknis menyembelih hewan yang meredamnya anda bisa sampaikan ke apa Pembina atau ke atau leader Hai Berapa biayanya tinggal titipkan ke mereka nanti yang ngurus adalah pihak ane pengurus RT land arrangement yang ada di Kota Mekah kecuali jika ketika berangkat Anda mengajukan syarat Hai kalimat syaratnya adalah Allahumma Firli Hai shuha bastani Ya Allah Tempat Terakhir kegiatan umrohku adalah di posisi dimana engkau menahanku kalau kita mengajukan kalimat syarat seperti ini Ternyata kita tertahan dan tidak bisa masuk kota Mekah atau tidak bisa menyelesaikan kegiatan umroh disebabkan halangan apapun maka kita tinggal langsung tahallul gundul dan tidak ada kewajiban apapun Hai sehingga batasannya adalah Apakah tadi mengajukan kalimat syarat atau tidak makanya penting untuk mengucapkan kalimat seperti ini karena kita tidak tahu halangan apa di depan ketika kita melakukan perjalanan ke tanah suci meskipun kita bersama rombongan belum tentu oleh izinkan untuk berhasil melaksanakan ibadah haji dan umrah sehingga kita Gantungkan dan kita bertawakkal kepada Allah Subhanahu ta'ala salah satunya dengan mengucapkan kalimat syahadat wallahualam
Resume
Requeue
Categories