TATA CARA WUDHU & SHALAT BAGI PETUGAS MEDIS CORONA
V6XwpxWR6eo • 2020-04-12
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Hai kupu-kupu sweet dari ikhwan kita di Surabaya yaitu Pak Ikhwan Rizal beliau bertanya Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh waalaikumussalam warahmatullah wabarakatuh Bagaimana hukum Shalat tanpa berwudhu atau tayammum yang dilakukan para medis dalam menangani wabah saat ini mungkin untuk paramedis yang menggunakan pakaian lengkap lebih ya mereka yang memakai APD itu kan memang tidak tidak bisa Hai lepas pasang lepas pasang sehingga sekali pakai pakai sampai satu shift dan satu sifitu 83 beberapa waktu shalat biasa beberapa status itu delapan jam kemudian kalau mengalami seperti ini Apa yang bisa dilakukan kami sarankan ketika satu Steve itu harus menggunakan APD dan tidak bisa dilepas berarti pertama harus bisa mengatur waktu jadi Mungkin biar Rumah Sakit memberi eh apa bisa mengatur waktu agar satu sisi itu tidak terlalu nabrak kepentingan salat misalnya begini kita buat si pertama itu dimulai dari dzuhur berarti jam berapa jam satu-satunya Hai Dhuhur sampai jam satu berarti sampai 10.00 otomatis nanti dia akan menghadapi dua atau jam 12.00 sampai 09.00 ya dia nanti akan menghadapi 2/4 waktu sholat dzuhur Ashar Maghrib Isya Nah kita sarankan CV ini dimulai setelah sholat dhuhur sehingga nanti yang bersangkutan bisa berwudhu kemudian salat zuhur jamak dengan yo yo kulit sama karena dia punya kebutuhan dia salat Dhuhur sama dengan Ashar selainnya pakai APD nantinya potnya di 09.00 begitu 09.00 dia bisa salat Maghrib Isya jamak di waktu isya di 09.00 kalau bisa ngatur waktu seperti ini Insyaallah nilai lebih baik karena menjamak shalat karena kebutuhan itu lebih ringan dibandingkan shalat tanpa wudhu tanpa tayamum salat tanpa wudhu tanpa tayamum itu memang boleh tapi berlaku bagi Pak itu toharotin orang yang sama sekali tidak bisa bersuci dan itu kondisi khusus seperti orang yang lumpuh ada orang lumpuh dia enggak bisa ngomong bisanya hanya kedip-kedip mata datang waktu shalat disekitarnya enggak ada orang yang bisa membutuhkan dan enggak ada orang yang bisa mentayamumkan sampai ketika waktu shalat subuh akhir-akhir dia sadar ini saya belum salat tengok kanan kiri enggak ada orang mau teriak nggak bisa mau ngambil air nggak bisa mau tayamum tangannya nggak bisa diangkat terus gimana silahkan dia shalat dalam kondisi tanpa urutan padamu dan itu kondisi darurat yang atau kondisi udzur yang membolehkan bagi dia untuk meninggalkan bagian yang merupakan salah salah tapi yang lebih ringan tadi adalah menjamak karena ini pilihan yang sebenarnya lebih parah dibandingkan yang pertama makanya kita sarankan kalau bisa chamak chamak saja daripada shalat tepat waktu tapi tidak ada untuk tanpa tanpa utang pada yang diupayakan tetap berwudhu dengan cara menjamak salat itu saja jadi bersucinya sempurna Hai kemudian dijamak bisa jamak takdim untuk jama' ta'khir makanya dikondisikan ya ketika pergantian shift itu disesuaikan dengan apa jadwal dan waktu sholat Isya
Resume
Requeue
Categories