Transcript
TEEWlEHBgaw • Tawakal Di Dalam Mengambil Pendapat | Ustadz Ammi Nur Baits, ST., BA
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/amminurbaits/.shards/text-0001.zst#text/0153_TEEWlEHBgaw.txt
Kind: captions Language: id hai saya kemudian untuk masalah kita sebagai orang awam yang hanya bisa bersandar kepada pendapatnya para ulama sejauh mana tanggung jawab kita allah subhanahu wa ta'ala berfirman fas'alu ahla zikri lingkungan dalam bertanyalah kepada orang yang tahu ketika kamu tidak dapat nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda indonesia aktual sesungguhnya obatnya orang yang enggak tahu adalah tanya makanya kalau enggak ngerti kita diminta untuk mencari tahu dari orang yang sudah tahu kita butuh untuk melakukan berbagai macam aktivitas agama yang tentunya amalan seperti ibadah-ibadah sehari-hari pakai yang bentuknya hukum batasan mana yang tidak boleh kita lakukan ketika bermu'amalah dan kita nggak ngerti mereka ceritanya kita agar tidak terjerumus ke dalam sesuatu yang dilarang tanya kepada generasi terus katanya ketika kita mengikuti sebuah pendapat pernyataan yang kita ikuti kliwungu apakah kita berdosa hai manusia itu tidak mengetahui semua kebenaran kalau dia tahu semua kebenaran bekasi seperti nabi yang menjadi sumber hai penyampaian kebenaran karena beliau adalah orang yang dikasih wahyu dari allah subhanahu ta'ala sehingga dari 100% kebenaran ayo kita mungkin memiliki ada yang punya 60% ada yang punya 50% pada ibunya 70% ulama yang hebat misalnya beliau banyak mengetahui tentang hukum dia misalnya memiliki 90% 90 yang persen sehingga tidak ada manusia yang tahu 100% kebenaran karena itu perjuangan kita adalah berusaha untuk menekan hai berusaha untuk mendekat agar bisa tahu kebenaran selesai kita lakukan dan masing-masing kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh allah terhadap setiap pilihan yang kita ambil ada silakan anda pilih yang mana saya pilih pendapat a6 karena menurut saya pendapat ahli kayaknya lebih mendekati kebenaran walhamdulillah silakan dilanjutkan kok ternyata riilnya salah maka anda tidak berdosa tidak lain kali peluang usaha ya allah tidak memberi jiwa melebihi dari kemampuannya kita kalau mengetahui kebenaran 100% silat setiap kita tahu mana yang benar itu bertemu manusia nggak mungkin bisa melakukan seperti itu hingga yang bisa kita lakukan adalah mengedepankan bertaqwa kepada allah swt kita lalu kita berusaha sesuai dengan kemampuan yang kita miliki untuk memilih mana diantara pendapat ini yang paling mendekati kok ternyata salah ya sudah itu di luar mau share tentang itu adalah peristiwa ketika nggak bisa loh wasallam dan para sahabat melakukan perjalanan ke hai lalu masuk malam hari mereka diselimuti dengan kegelapan malam plus mendung apa suasana gelap malam lestarini kabut-kabut yang gelap sehingga sahabat 100% gak tahu kiblat mereka sama sekali gak bisa mencari tapi mereka harus olah raganya disebutkan dalam rezeki itu kami salat berpencar bentar lalu diantara mereka ngasih garis-garis ini adalah target dan saya untuk shalat malam hingga mereka berijtihad sesuai dengan kemampuannya yang ketika itu sama sekali mereka tidak bisa melihat arah kiblat akhirnya setelah matahari terbit mereka baru tahu kalau mereka itu shalat ke arah selain kiblat a&a ditolong trump tidak perintahkan bagi mereka untuk mengulangi seorang lain halnya kalau anda memilih pendapat kenapa kamu pilih pendapat pink ini kayaknya yang lebih cocok untuk saya masih lebih cocok ya kalau saya pernah pilih pendapatan nanti dagangan saya enggak boleh kalau saya pilih pendapat ceo cukup saya pergi ke detik ini yang paling keterbatasan penelitian mengambil pendapat berdasarkan hawa nafsu apa yang paling cocok berpikir kalau kayak gini ini dia akan mempertanggung jawabkan dihadapan allah subhana lowongan