Tawakal Di Dalam Mengambil Pendapat | Ustadz Ammi Nur Baits, ST., BA
TEEWlEHBgaw • 2020-09-09
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
hai saya kemudian untuk masalah kita
sebagai orang awam yang hanya bisa
bersandar kepada pendapatnya para ulama
sejauh mana tanggung jawab kita allah
subhanahu wa ta'ala berfirman fas'alu
ahla zikri lingkungan dalam bertanyalah
kepada orang yang tahu ketika kamu tidak
dapat nabi shallallahu alaihi wasallam
bersabda indonesia aktual sesungguhnya
obatnya orang yang enggak tahu adalah
tanya makanya kalau enggak ngerti kita
diminta untuk mencari tahu dari orang
yang sudah tahu kita butuh untuk
melakukan berbagai macam aktivitas agama
yang tentunya amalan seperti
ibadah-ibadah sehari-hari pakai yang
bentuknya hukum batasan mana yang tidak
boleh kita lakukan ketika bermu'amalah
dan kita nggak ngerti mereka
ceritanya kita agar tidak terjerumus ke
dalam sesuatu yang dilarang tanya kepada
generasi terus katanya ketika kita
mengikuti sebuah pendapat pernyataan
yang kita ikuti kliwungu apakah kita
berdosa
hai manusia itu tidak mengetahui semua
kebenaran kalau dia tahu semua kebenaran
bekasi seperti nabi yang menjadi sumber
hai penyampaian kebenaran karena beliau
adalah orang yang dikasih wahyu dari
allah subhanahu ta'ala sehingga dari
100% kebenaran
ayo kita mungkin memiliki ada yang punya
60% ada yang punya 50% pada ibunya 70%
ulama yang hebat misalnya beliau banyak
mengetahui tentang hukum dia misalnya
memiliki 90% 90 yang persen sehingga
tidak ada manusia yang tahu 100%
kebenaran karena itu perjuangan kita
adalah berusaha untuk menekan
hai berusaha untuk mendekat agar bisa
tahu kebenaran selesai kita lakukan dan
masing-masing kita akan dimintai
pertanggungjawaban oleh allah terhadap
setiap pilihan yang kita ambil ada
silakan anda pilih yang mana saya pilih
pendapat a6 karena menurut saya pendapat
ahli kayaknya lebih mendekati kebenaran
walhamdulillah silakan dilanjutkan kok
ternyata riilnya salah maka anda tidak
berdosa tidak lain kali peluang usaha
ya allah tidak memberi jiwa melebihi
dari kemampuannya kita kalau mengetahui
kebenaran 100% silat setiap kita tahu
mana yang benar itu bertemu manusia
nggak mungkin bisa melakukan seperti itu
hingga yang bisa kita lakukan adalah
mengedepankan bertaqwa kepada allah swt
kita lalu kita berusaha sesuai dengan
kemampuan yang kita miliki untuk memilih
mana diantara pendapat ini yang paling
mendekati kok ternyata salah ya sudah
itu di luar mau share tentang itu adalah
peristiwa ketika nggak bisa loh wasallam
dan para sahabat melakukan perjalanan ke
hai lalu masuk malam hari mereka
diselimuti dengan kegelapan malam plus
mendung apa suasana gelap malam
lestarini kabut-kabut yang gelap
sehingga sahabat 100% gak tahu kiblat
mereka sama sekali gak bisa mencari tapi
mereka harus olah raganya disebutkan
dalam rezeki itu kami salat berpencar
bentar lalu diantara mereka ngasih
garis-garis ini adalah target dan saya
untuk shalat malam hingga mereka
berijtihad sesuai dengan kemampuannya
yang ketika itu sama sekali mereka tidak
bisa melihat arah kiblat akhirnya
setelah matahari terbit mereka baru tahu
kalau mereka itu shalat ke arah selain
kiblat
a&a ditolong trump tidak perintahkan
bagi mereka untuk mengulangi seorang
lain halnya kalau anda memilih pendapat
kenapa kamu pilih pendapat pink ini
kayaknya yang lebih cocok untuk saya
masih lebih cocok ya kalau saya pernah
pilih pendapatan nanti dagangan saya
enggak boleh kalau saya pilih pendapat
ceo cukup saya pergi ke detik ini yang
paling keterbatasan penelitian mengambil
pendapat berdasarkan hawa nafsu apa yang
paling cocok berpikir kalau kayak gini
ini dia akan mempertanggung jawabkan
dihadapan allah subhana lowongan
Resume Requeue
Read
Categories
Manage