Transcript
4FQZRXHeiU8 • Hukum DP Pemesanan Barang | Ustadz Ammi Nur Baits
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/amminurbaits/.shards/text-0001.zst#text/0163_4FQZRXHeiU8.txt
Kind: captions
Language: id
Hai hnb official
hai hai
Hai itu transaksi di masyarakatnya yang
sering itu untuk sebuah barang yang di
proses produksi dulu BSN itu si pembeli
itu pesan Spesialnya jelas oleh produsen
itu demikian demikian sepakat dengan sih
pemesan si pembeli tapi seringnya itu
karena pakai DP dulu ya terus nanti
pelunasannya ntar saat barang sudah jadi
itu jarang yang uangnya di depan gitu ya
yang masuk Mungkin elastisnya gitu ya
itu seperti itu boleh nggak gitu baik
Kemudian yang kedua tentang masalah akad
Istishna tentang akad Istishna
di dalam akad Istishna itu beda dengan
akad salam ini beda dengan akad salam
ini Bedanya apa Mas
Hai untuk Istishna dia ada proses
produksi
Hai proses produksi
Hai kalau salam tidak ada
Hai Tidak ada proses produksi
Hai yang kedua perbedaan yang kedua
dekap dalam akad Istishna tidak
disyaratkan
Hai tidak disyaratkan
Hai harus tunai
yang berbeda dengan akad salam kalau
dalam akad salam harus
Hai tunai
Hai sehingga jika tidak tunai maka
jadinya jual-beli kali bilka Link
Hai karena itu boleh saja dalam akad
Istishna boleh ada DP
Hai kali ini dilarang DP
Hai Jika dia ngasih DP dulu kemudian
sisanya baru dibayar setelah barang
sampai ini angkatnya kali Bil Bil kan
hutang dengan hutang twitnya terutang
barangnya terutang dengan ISIS the
Kenapa dia nggak disebutkan label kali
Karena itulah keistimewaan Istishna
proses produksi yang dilakukan itu
dianggap lebih dominan Sehingga dalam
akad Istishna
di dalam akad Istishna para ulama
menyebutkan bahwa akad ini lebih dekat
kepada jual-beli
hai jual-beli
hai kenapa jual-beli jasa karena ketika
akad ini dilakukan posisi jasa itu lebih
dominan dibandingkan posisi barang jadi
pembahasan gini objek Istishna itu ada
dua ada kain ada amal ada Ain ada amal
ini tuh apa barangnya amal itu apa
proses produksinya mana yang lebih
dominan antara air dan amal
Hai itu barang Porsche barang hasil
produksi amal-amal berarti proses
produksinya mana yang lebih dominan
antara lain dan amal yang lebih dominan
adalah amal ini lebih dominan ke
Hai makanya ketika orang melakukan akad
Istishna dia lebih memperhatikan proses
dibandingkan hasil
Oh ya Ada banyak penjual apa misalnya
bakpia Disini
ini Tapi saya lebih suka yang ini kenapa
oh karena dia bersih mas kalau masa itu
bersih kemudian semuanya memenuhi
standard kalau di sini orangnya pilek
yang ini orangnya apa misalnya kalau
membuat suka Gato yang ini orangnya
enggak bersih Anda pilih yang ini karena
bersih sehingga bukan masalah rasa bukan
masalah bentuk tapi karena kebersihan
maka amal itu lebih dominan Kenapa kamu
pilih penjahit ini Oh dia itu tepat
waktu Saya minta sebulan jadi sebulan
oleh ini Masya Allah merah sebulan
jadinya bulan yang sama tahun depan
Hai saya ini dia custos Mas September
bisa jadi enggak Oh bisa siapa sangka
menjadi betul September tapi tahun 2002
1 bulan sama tapi tahun-tahun depan
Sehingga anda tidak memperhatikan
masalah hasilnya tapi anda lebih
perhatian dalam masalah apa dalam
masalah prosesnya Karena itulah dalam
Istishna itu lebih bersifat seperti
ijaroh jual-beli
Hai sehingga dia lebih kearah proses
produksi tidak disyaratkan harus tunai
maka boleh bayar DP dulu beda dengan
salam kalau salam enggak ada proses
produksi yang ditransaksikan obyeknya
hanya barang bukan proses karena itu
dilarang ada DP jika ada DP maka
statusnya jadi jual-beli * pil kali
[Musik]
hai hai