Transcript
DbgdgSW_b20 • The Dangers of Cow's Milk for Children | A Complete Scientific Explanation
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/azhealthid/.shards/text-0001.zst#text/0003_DbgdgSW_b20.txt
Kind: captions
Language: id
Susu dianggap sebagai salah satu sumber
nutrisi yang paling utama dan menjadi
bagian yang tidak terpisahkan dalam pola
bakat kita. Anak-anak selalu disarankan
untuk minum susu agar dapat tumbuh
dengan baik dan sehat. Rekomendasi ini
diberikan mulai dari dokter, DSA,
nutrisionis, ahli gizi sampai seluruh
lapisan masyarakat. Tapi apakah susu
benar-benar sehat? Bagaimana
penjelasannya secara sains? Dan apakah
solusi nutrisi terbaik untuk anak-anak?
Kita akan membahas semuanya pada episode
kali ini.
Susu tidak hanya dianggap sebagai sumber
nutrisi, tapi juga sebagai simbol
kesehatan. Bahkan susu selalu dikaitkan
dengan gizi seseorang dan sumber nutrisi
yang paling penting terutama pada
anak-anak. Kalimat empat sehat 5
sempurna membuat susu tidak terpisahkan
dari makanan kita sehari-hari. Jika
tanpa susu, makanan kita seakan-akan
belum sempurna. Susu memang ada
kandungan nutrisinya. Segelas susu
mengandung kalsium, asam fosfor, dan
lain-lain. Dari semua nutrisinya
biasanya susu dianggap sebagai sumber
kalsium dan merupakan solusi untuk
pertumbuhan tulang, termasuk mencegah
osteoporosis. Tapi ternyata banyak
sekali data yang menunjukkan sebaliknya.
Negara dengan konsumsi susu yang paling
tinggi malah memiliki tingkat
osteoporosis paling tinggi. Sedangkan
negara dengan konsumsi susu terendah
memiliki tingkat osteoporosis paling
rendah. Kok bisa ya? Kita harus tahu
terlebih dahulu bagaimana efek susu
terhadap tubuh kita. Susu murni memiliki
tiga konsen utama. Yang pertama adalah
kandungan laktos. Sekitar 65% populasi
di dunia tidak bisa mencerna laktos atau
yang disebut dengan istilahnya laktos
intolerance. Angka di Asia bahkan lebih
tinggi. Di beberapa bagian di Asia
dipercaya mencapai 70 sampai 100%. Untuk
mencerna laktos dibutuhkan enzim yang
disebut dengan laktase. Kekurangan
laktase di dalam tubuh ini membuat
laktose tidak dapat tercerna dengan
baik. Akibatnya ini akan menyebabkan
gangguan pencernaan seperti diare,
bloating, hingga leaky gut. Padahal
sudah kita ketahui bersama, pencernaan
yang sehat adalah salah satu kunci utama
untuk kesehatan kita. Bagaimana dengan
ASI? ASI sendiri memiliki kandungan
laktase di dalamnya. Inilah kenapa ASI
dapat dengan mudah dicerna oleh bayi dan
kandungannya juga tentu berbeda dengan
susu dari hewan. Nutrisinya khusus
diciptakan oleh Tuhan sesuai dengan
kebutuhan baik. Sebenarnya susu sapi
juga memiliki kandungan enzim laktase,
tapi proses pasteorisasi membuat enzim
ini rusak. Akibatnya susu tersebut
memiliki laktos tapi tidak ada kandungan
enzim laktase untuk mencernanya. Mungkin
kamu bertanya juga bagaimana dengan susu
mentah atau rawilk? Raumilk memiliki
enzim laktase, tapi ada resiko lainnya
lagi yang timbul. Jika prosesnya tidak
higienis, akan ada bakteri-batteri lain
yang berbahaya seperti ikolai, diseria,
brusella, samonella, dan lain-lain. Dan
kalaupun kita bisa memastikan
higienisnya dan memastikan raumin ini
tidak memiliki kandungan-kandungan
bakteri yang tadi ada konsen lainnya
yaitu konsen kami yang kedua. Dalam susu
terdapat kandungan protein yang
menyebabkan inflamasi. Salah satu
protein yang terdapat di mayoritas susu
sapi adalah E1 Casein. E1 kasein ini
dapat memicu inflamasi pada tubuh yang
berkontribusi juga kepada masalah
pencernaan, masalah kulit, otak, dan
berbagai penyakit lainnya. Susu dengan
hewan kasein juga dapat membentuk
kaseomorfin yang bersifat mencandukan.
Efek ini membuat orang menjadi susah
terlepas dari produk susu termasuk
turunannya. Casiomorfin ini juga
memiliki efek negatif pada otak dan
perilaku khususnya pada kasus ADHD dan
autism. Konsen yang ketiga adalah
kandungan hormon. Sekarang banyak susu
yang dijual dengan label tanpa ada
tambahan hormon. Ini marketing gimik
yang sangat menyesatkan. Sebenarnya susu
sendiri tanpa tambahan hormon sudah
memiliki sekitar 60 hormon alami. Salah
satu yang paling meresahkan adalah IGF1
yaitu insulin light group facttor one
yang dikenal sebagai promotor
pertumbuhan kanser. Orang yang memiliki
kadar IGF1 yang tinggi, memiliki resiko
kanker dan juga penyakit kronis yang
semakin tinggi juga. Selain itu,
kandungan hormon-hormon ini juga dapat
menyebabkan ketidakseimbangan hormon
dalam tubuh yang menyebabkan berbagai
masalah hormon seperti PCOS dan
lain-lain. Ini juga akan berpengaruh ke
masalah kulit. Jadi, tiga hal inilah
yang menjadi alasan utama kami kenapa
susu sangat tidak baik bagi tubuh. Ini
kita baru bahas susu yang pure tanpa
adanya tambahan bahan-bahan apapun.
Untuk susu bubuk, susu kemasan, susu UHT
atau produk-produk susu lainnya, tentu
alasannya tidak berhenti sampai di sini.
Kita ambil salah satu contoh susu anak.
Bisa kita lihat di sini banyak tambahan
bahan-bahan aditif yang berbahaya bagi
tubuh seperti perisa, penstabil,
mengemulsi, lemak nabati, dan lain-lain.
Belum lagi kandungan gula yang
ditambahkan berlipat-lipat. Ada
maltodrkstrin, sukrosa, sirup glukosa
padat, glikosida steviol, dan lain-lain.
Jadi, tidak hanya tiga poin sebelumnya,
tambahan-tambahan ini juga akan semakin
meningkatkan resiko ke berbagai penyakit
kronis lainnya sejak dini. Oke, kita
sudah membahas apa dampak negatif dari
susu. Lantas apakah benar susu berfungsi
terhadap kesehatan tulang dan
pertumbuhan si kecil? Kita sudah
membahas bahwa laktos yang susah dicerna
membuat pencernaan kita bermasalah,
termasuk menyebabkan liquigat. Dan liquy
gat ini menghambat penyerapan nutrisi di
dalam tubuh. Inilah terkadang kenapa
orang yang mengkonsumsi lebih banyak
susu malah tulangnya lebih bermasalah.
to go that drinking a lot of milk as a
kid is going to reduce your risk of
getting fractured as adulthood. And if
anything, it's the opposite.
Susu yang diminum walaupun memiliki
kandungan kalsium yang tinggi tapi tidak
dapat terserap dengan baik. Malahan
karena masalah pencernaan memperburu
penyerapannya. Selain itu, susu juga
menyebabkan masalah inflamasi yang dapat
berpengaruh ke masalah kulit, hormon,
dan berbagai penyakit kronis lainnya
termasuk autoimun dan kanser. dan
inflamasi yang terjadi juga akan semakin
memperparah penyerapan nutrisi. Jadi
bukannya mendapatkan kalsium dan nutrisi
malah penyerapannya bermasalah dan dapat
efek samping lainnya yang sangat
merugikan kita. Sejak kita anak-anak,
kita selalu diwajibkan untuk minum susu.
Jika anak kita tidak diberi susu,
seakan-akan kita bukanlah orang tua yang
baik. Susu yang diminum akan mengganggu
kesehatan pencernaan, termasuk membuat
penyerapan nutrisi berkurang. Hasilnya
nutrisi si kecil juga akan semakin tidak
cukup. Kemudian kita menganggap susu
yang diberikan kurang banyak. Dari satu
gelas kita tambah menjadi dua gelas
menjadi 3 gelas setiap hari. Semakin
ditambah semakin bermasalah saluran
pencernaannya. Kemudian kita mengunjungi
DSR dan direkomendasikan untuk minum
susu lagi. Tapi kali ini seringkiali
yang direkomendasikan memiliki kandungan
gula yang tinggi. Gula ini sering
disamarkan dengan berbagai nama-nama
lain termasuk artificial sweetener.
Artificial sweetener ini juga sangat
berbahaya karena dapat merusak microbiot
dalam tubuh. Beberapa susu bahkan
mengandung lebih dari satu jenis gula.
Bisa dilihat dari satu ingredien ini.
Ini salah satu susu anak yang sering
direkomendasikan. Ini harganya sangat
mahal loh. Ukuran kecil saja sekitar 250
mili. Harganya bisa mencapai hampir
Rp100.000. Hasilnya berabasi kecil
memang meningkat. Kita merasa upaya kita
telah berhasil. Tapi nyatanya
meningkatnya berat badan ini bukan
karena peningkatan gizi. Kandungan gula
yang tinggi pada susu tersebut
menyebabkan peningkatan lemak pada tubuh
sehingga berat badan anak juga
meningkat. Ini akan menjadi cikal bakal
penyakit yang lain termasuk non
alkoholik, fertilver atau lemak di hati.
Dan ini juga menjadi penyebab
meningkatnya tingkat obesitas pada
anak-anak. Tidak berhenti sampai di
sana. Kasi morfin yang disebabkan oleh
susu tadi membuat anak-anak menjadi edik
dan kecanduan terhadap susu. Inilah
kenapa anak-anak yang dari awalnya tidak
suka minum susu lama-lama bisa menjadi
doyan banget. Ini ibaratnya seperti etik
yang disebabkan oleh rokok. Di awal
tidak suka, tapi lama-lama menjadi
sangat kecanduan. Hal ini menciptakan
suatu pola di mana anak-anak menjadi
cenderung lebih menyukai makanan yang
penuh dengan gula. Makanan dengan
kandungan gula yang tinggi menjadi
favorit. Sementara makanan whole food
yang penuh dengan nutrisi dan rendah
akan gula menjadi semakin tidak disukai
dan anak-anak semakin beralih ke
ultraproses food yang penuh dengan
bahan-bahan yang tidak sehat dan rendah
nutrisi. Tanpa disadari pola ini membuat
kebiasaan tidak sehat pada anak-anak
kita, menjadikannya konsumen seumur
hidup dari f industry dan merusak
kesehatan mereka. Mungkin kamu wondering
sebesar apa produsen susu sampai bisa
mengatur ini semua. Di awal tahun 1977,
susu tidak masuk ke dalam Myplace
predsessor. Tapi pada tahun 1992, susu
mendapat tempat yang sangat spesial dan
direkomendasikan untuk minum dua gelas
sehari. Ini semakin meningkat sampai
dianjurkan minum 3 gelas per hari.
Dairing industri ini sangat masif ya.
Pada tahun 2022, pasar susu global
mencapai 893
bilun US Dar atau sekitar Rp14.000
triliun. Ini angkanya sekitar 4,6 kali
APBN negara kita. Dan salah seorang
dokter pernah kecepplosan kepada kami
kalau produsen susu adalah salah satu
sponsor terbesar mereka. Dengan budget
yang sangat besar ini, mereka juga
memegang peranan yang sangat besar di
perekonomian, termasuk di sektor
pemasaran. Berbagai marketing gimik juga
semakin menguatkan narasinya, membuat
seakan-akan ini adalah produk yang
benar-benar baik untuk kesehatan. Kamu
mungkin pernah membaca beberapa di
antaranya seperti no artificial growth
hormone, non GMO, clinically proven to
help kids grow, pediatrician number one
recommended brand, fiber to support a
healthy digestive system, sebanyak
vitamin E pada setengah cup bayam,
sebanyak protein pada satu telur,
nutrisi untuk siap sekolah, dan masih
banyak banget marketing-marketing gimik
yang lain. Selain itu, riset-riset juga
disponsori food industry eh organization
or agency or a council funds a study,
it's 8 to 50 times more likely to show a
positive benefit. In other words, if
Coca-Cola doesn't study on soda, it's
going to find that it doesn't cause
obesity. or if the dairy council does a
study milk it's going to find it's good
for your bones and it's good for
exercise and everything else but but
actually um
it's it's pretty frighten
termasuk acara-acara yang diisi oleh
para ahli kesehatan juga disponsori
dengan titipan kepentingan tertentu was
on steward television show which no
longer exist and we were talking about
performance and health and one of the
expert now when you're an expert on a TV
show you don't get cards you got to know
your stuff that trainer had these que
cards by the camera. There were these
giant two cards which had all the
talking points uh which were all wrong
about why
Diry is a perfect postworkout food. And
I was like, whoa, why are you doing
this? The producer said, "Well, the
dairy council is funding the segment of
the show and I was just fabased." So, we
think we're getting straight up
information. We're just not.
Dari dulu mindset kita selalu dibuat
kita harus minum susu untuk nutrisi yang
baik. Jika anak-anak kita tidak minum
susu, seakan-akan ada yang salah.
Padahal banyak sekali sumber nutrisi
dari Whole Food. Untuk kalsium saja bisa
diperoleh dari berbagai makanan. di
antaranya seperti biji wijen, tahu,
tempe, bayam, dan masih banyak lagi. Dan
kandungan kalsiumnya juga lebih tinggi
dibandingkan dengan susu. Jadi, dengan
mengkonsumsi whole food, kita memperoleh
nutrisi yang baik tanpa harus khawatir
efek samping yang ditimbulkan oleh susu
sapi. Jadi, untuk sehat dan memenuhi
nutrisi, anak-anak tidak butuh minum
susu. Solusinya, nutrisinya bisa
diperoleh dari berbagai whole food. Dan
kalau kamu ingin membuat makanan atau
minuman yang membutuhkan susu, kamu bisa
menggunakan alternatif plas milk. Tapi
tentu pilih yang bebas dari bahan-bahan
berbahaya. Dengan ini kita tidak hanya
menjaga kesehatan tubuh kita, tapi juga
memberikan kontribusi positif terhadap
lingkungan. Bagaimana dengan program
susu gratis yang diusulkan oleh calon
presiden kita? Sebenarnya tujuannya
adalah memberikan nutrisi yang baik pada
anak-anak. Dan ini kami sangat setuju
karena nutrisi yang baik memang
merupakan salah satu solusi utama untuk
bangsa kita. Tapi alangkah baiknya
nutrisi tersebut berasal dari Whole food
yang tidak memberikan efek samping
seperti pada susu dan solusinya
sebenarnya sudah ada, yaitu melalui food
estate yang pernah disampaikan oleh Mas
Gibran juga. Tapi di sini kita tidak
akan membahas masalah politiknya.
keinginan kami hanya bersama-sama kita
bisa membangun Healthy Living ekosistem
dan membentuk masyarakat yang sehat,
sejahtera, bahagia, dan panjang umur.
Mudah-mudahan juga video ini bisa sampai
kepada Pak Prabowo, Mas Gibran, dan tim
untuk menjadi pertimbangan kebijakan ke
depannya. Semoga video ini memberikan
kamu pemahaman yang komprehensif tentang
susu dan semoga anak-anak bangsa
Indonesia bisa semakin sehat ke
depannya. Salam sehat dan bahagia selalu
jika kamu memiliki masalah, kamu bisa
nonton video di sini atau kamu juga bisa
nonton video kami yang lain di sini.