The Dangers of Cow's Milk for Children | A Complete Scientific Explanation
DbgdgSW_b20 • 2024-03-15
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Susu dianggap sebagai salah satu sumber nutrisi yang paling utama dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pola bakat kita. Anak-anak selalu disarankan untuk minum susu agar dapat tumbuh dengan baik dan sehat. Rekomendasi ini diberikan mulai dari dokter, DSA, nutrisionis, ahli gizi sampai seluruh lapisan masyarakat. Tapi apakah susu benar-benar sehat? Bagaimana penjelasannya secara sains? Dan apakah solusi nutrisi terbaik untuk anak-anak? Kita akan membahas semuanya pada episode kali ini. Susu tidak hanya dianggap sebagai sumber nutrisi, tapi juga sebagai simbol kesehatan. Bahkan susu selalu dikaitkan dengan gizi seseorang dan sumber nutrisi yang paling penting terutama pada anak-anak. Kalimat empat sehat 5 sempurna membuat susu tidak terpisahkan dari makanan kita sehari-hari. Jika tanpa susu, makanan kita seakan-akan belum sempurna. Susu memang ada kandungan nutrisinya. Segelas susu mengandung kalsium, asam fosfor, dan lain-lain. Dari semua nutrisinya biasanya susu dianggap sebagai sumber kalsium dan merupakan solusi untuk pertumbuhan tulang, termasuk mencegah osteoporosis. Tapi ternyata banyak sekali data yang menunjukkan sebaliknya. Negara dengan konsumsi susu yang paling tinggi malah memiliki tingkat osteoporosis paling tinggi. Sedangkan negara dengan konsumsi susu terendah memiliki tingkat osteoporosis paling rendah. Kok bisa ya? Kita harus tahu terlebih dahulu bagaimana efek susu terhadap tubuh kita. Susu murni memiliki tiga konsen utama. Yang pertama adalah kandungan laktos. Sekitar 65% populasi di dunia tidak bisa mencerna laktos atau yang disebut dengan istilahnya laktos intolerance. Angka di Asia bahkan lebih tinggi. Di beberapa bagian di Asia dipercaya mencapai 70 sampai 100%. Untuk mencerna laktos dibutuhkan enzim yang disebut dengan laktase. Kekurangan laktase di dalam tubuh ini membuat laktose tidak dapat tercerna dengan baik. Akibatnya ini akan menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare, bloating, hingga leaky gut. Padahal sudah kita ketahui bersama, pencernaan yang sehat adalah salah satu kunci utama untuk kesehatan kita. Bagaimana dengan ASI? ASI sendiri memiliki kandungan laktase di dalamnya. Inilah kenapa ASI dapat dengan mudah dicerna oleh bayi dan kandungannya juga tentu berbeda dengan susu dari hewan. Nutrisinya khusus diciptakan oleh Tuhan sesuai dengan kebutuhan baik. Sebenarnya susu sapi juga memiliki kandungan enzim laktase, tapi proses pasteorisasi membuat enzim ini rusak. Akibatnya susu tersebut memiliki laktos tapi tidak ada kandungan enzim laktase untuk mencernanya. Mungkin kamu bertanya juga bagaimana dengan susu mentah atau rawilk? Raumilk memiliki enzim laktase, tapi ada resiko lainnya lagi yang timbul. Jika prosesnya tidak higienis, akan ada bakteri-batteri lain yang berbahaya seperti ikolai, diseria, brusella, samonella, dan lain-lain. Dan kalaupun kita bisa memastikan higienisnya dan memastikan raumin ini tidak memiliki kandungan-kandungan bakteri yang tadi ada konsen lainnya yaitu konsen kami yang kedua. Dalam susu terdapat kandungan protein yang menyebabkan inflamasi. Salah satu protein yang terdapat di mayoritas susu sapi adalah E1 Casein. E1 kasein ini dapat memicu inflamasi pada tubuh yang berkontribusi juga kepada masalah pencernaan, masalah kulit, otak, dan berbagai penyakit lainnya. Susu dengan hewan kasein juga dapat membentuk kaseomorfin yang bersifat mencandukan. Efek ini membuat orang menjadi susah terlepas dari produk susu termasuk turunannya. Casiomorfin ini juga memiliki efek negatif pada otak dan perilaku khususnya pada kasus ADHD dan autism. Konsen yang ketiga adalah kandungan hormon. Sekarang banyak susu yang dijual dengan label tanpa ada tambahan hormon. Ini marketing gimik yang sangat menyesatkan. Sebenarnya susu sendiri tanpa tambahan hormon sudah memiliki sekitar 60 hormon alami. Salah satu yang paling meresahkan adalah IGF1 yaitu insulin light group facttor one yang dikenal sebagai promotor pertumbuhan kanser. Orang yang memiliki kadar IGF1 yang tinggi, memiliki resiko kanker dan juga penyakit kronis yang semakin tinggi juga. Selain itu, kandungan hormon-hormon ini juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon dalam tubuh yang menyebabkan berbagai masalah hormon seperti PCOS dan lain-lain. Ini juga akan berpengaruh ke masalah kulit. Jadi, tiga hal inilah yang menjadi alasan utama kami kenapa susu sangat tidak baik bagi tubuh. Ini kita baru bahas susu yang pure tanpa adanya tambahan bahan-bahan apapun. Untuk susu bubuk, susu kemasan, susu UHT atau produk-produk susu lainnya, tentu alasannya tidak berhenti sampai di sini. Kita ambil salah satu contoh susu anak. Bisa kita lihat di sini banyak tambahan bahan-bahan aditif yang berbahaya bagi tubuh seperti perisa, penstabil, mengemulsi, lemak nabati, dan lain-lain. Belum lagi kandungan gula yang ditambahkan berlipat-lipat. Ada maltodrkstrin, sukrosa, sirup glukosa padat, glikosida steviol, dan lain-lain. Jadi, tidak hanya tiga poin sebelumnya, tambahan-tambahan ini juga akan semakin meningkatkan resiko ke berbagai penyakit kronis lainnya sejak dini. Oke, kita sudah membahas apa dampak negatif dari susu. Lantas apakah benar susu berfungsi terhadap kesehatan tulang dan pertumbuhan si kecil? Kita sudah membahas bahwa laktos yang susah dicerna membuat pencernaan kita bermasalah, termasuk menyebabkan liquigat. Dan liquy gat ini menghambat penyerapan nutrisi di dalam tubuh. Inilah terkadang kenapa orang yang mengkonsumsi lebih banyak susu malah tulangnya lebih bermasalah. to go that drinking a lot of milk as a kid is going to reduce your risk of getting fractured as adulthood. And if anything, it's the opposite. Susu yang diminum walaupun memiliki kandungan kalsium yang tinggi tapi tidak dapat terserap dengan baik. Malahan karena masalah pencernaan memperburu penyerapannya. Selain itu, susu juga menyebabkan masalah inflamasi yang dapat berpengaruh ke masalah kulit, hormon, dan berbagai penyakit kronis lainnya termasuk autoimun dan kanser. dan inflamasi yang terjadi juga akan semakin memperparah penyerapan nutrisi. Jadi bukannya mendapatkan kalsium dan nutrisi malah penyerapannya bermasalah dan dapat efek samping lainnya yang sangat merugikan kita. Sejak kita anak-anak, kita selalu diwajibkan untuk minum susu. Jika anak kita tidak diberi susu, seakan-akan kita bukanlah orang tua yang baik. Susu yang diminum akan mengganggu kesehatan pencernaan, termasuk membuat penyerapan nutrisi berkurang. Hasilnya nutrisi si kecil juga akan semakin tidak cukup. Kemudian kita menganggap susu yang diberikan kurang banyak. Dari satu gelas kita tambah menjadi dua gelas menjadi 3 gelas setiap hari. Semakin ditambah semakin bermasalah saluran pencernaannya. Kemudian kita mengunjungi DSR dan direkomendasikan untuk minum susu lagi. Tapi kali ini seringkiali yang direkomendasikan memiliki kandungan gula yang tinggi. Gula ini sering disamarkan dengan berbagai nama-nama lain termasuk artificial sweetener. Artificial sweetener ini juga sangat berbahaya karena dapat merusak microbiot dalam tubuh. Beberapa susu bahkan mengandung lebih dari satu jenis gula. Bisa dilihat dari satu ingredien ini. Ini salah satu susu anak yang sering direkomendasikan. Ini harganya sangat mahal loh. Ukuran kecil saja sekitar 250 mili. Harganya bisa mencapai hampir Rp100.000. Hasilnya berabasi kecil memang meningkat. Kita merasa upaya kita telah berhasil. Tapi nyatanya meningkatnya berat badan ini bukan karena peningkatan gizi. Kandungan gula yang tinggi pada susu tersebut menyebabkan peningkatan lemak pada tubuh sehingga berat badan anak juga meningkat. Ini akan menjadi cikal bakal penyakit yang lain termasuk non alkoholik, fertilver atau lemak di hati. Dan ini juga menjadi penyebab meningkatnya tingkat obesitas pada anak-anak. Tidak berhenti sampai di sana. Kasi morfin yang disebabkan oleh susu tadi membuat anak-anak menjadi edik dan kecanduan terhadap susu. Inilah kenapa anak-anak yang dari awalnya tidak suka minum susu lama-lama bisa menjadi doyan banget. Ini ibaratnya seperti etik yang disebabkan oleh rokok. Di awal tidak suka, tapi lama-lama menjadi sangat kecanduan. Hal ini menciptakan suatu pola di mana anak-anak menjadi cenderung lebih menyukai makanan yang penuh dengan gula. Makanan dengan kandungan gula yang tinggi menjadi favorit. Sementara makanan whole food yang penuh dengan nutrisi dan rendah akan gula menjadi semakin tidak disukai dan anak-anak semakin beralih ke ultraproses food yang penuh dengan bahan-bahan yang tidak sehat dan rendah nutrisi. Tanpa disadari pola ini membuat kebiasaan tidak sehat pada anak-anak kita, menjadikannya konsumen seumur hidup dari f industry dan merusak kesehatan mereka. Mungkin kamu wondering sebesar apa produsen susu sampai bisa mengatur ini semua. Di awal tahun 1977, susu tidak masuk ke dalam Myplace predsessor. Tapi pada tahun 1992, susu mendapat tempat yang sangat spesial dan direkomendasikan untuk minum dua gelas sehari. Ini semakin meningkat sampai dianjurkan minum 3 gelas per hari. Dairing industri ini sangat masif ya. Pada tahun 2022, pasar susu global mencapai 893 bilun US Dar atau sekitar Rp14.000 triliun. Ini angkanya sekitar 4,6 kali APBN negara kita. Dan salah seorang dokter pernah kecepplosan kepada kami kalau produsen susu adalah salah satu sponsor terbesar mereka. Dengan budget yang sangat besar ini, mereka juga memegang peranan yang sangat besar di perekonomian, termasuk di sektor pemasaran. Berbagai marketing gimik juga semakin menguatkan narasinya, membuat seakan-akan ini adalah produk yang benar-benar baik untuk kesehatan. Kamu mungkin pernah membaca beberapa di antaranya seperti no artificial growth hormone, non GMO, clinically proven to help kids grow, pediatrician number one recommended brand, fiber to support a healthy digestive system, sebanyak vitamin E pada setengah cup bayam, sebanyak protein pada satu telur, nutrisi untuk siap sekolah, dan masih banyak banget marketing-marketing gimik yang lain. Selain itu, riset-riset juga disponsori food industry eh organization or agency or a council funds a study, it's 8 to 50 times more likely to show a positive benefit. In other words, if Coca-Cola doesn't study on soda, it's going to find that it doesn't cause obesity. or if the dairy council does a study milk it's going to find it's good for your bones and it's good for exercise and everything else but but actually um it's it's pretty frighten termasuk acara-acara yang diisi oleh para ahli kesehatan juga disponsori dengan titipan kepentingan tertentu was on steward television show which no longer exist and we were talking about performance and health and one of the expert now when you're an expert on a TV show you don't get cards you got to know your stuff that trainer had these que cards by the camera. There were these giant two cards which had all the talking points uh which were all wrong about why Diry is a perfect postworkout food. And I was like, whoa, why are you doing this? The producer said, "Well, the dairy council is funding the segment of the show and I was just fabased." So, we think we're getting straight up information. We're just not. Dari dulu mindset kita selalu dibuat kita harus minum susu untuk nutrisi yang baik. Jika anak-anak kita tidak minum susu, seakan-akan ada yang salah. Padahal banyak sekali sumber nutrisi dari Whole Food. Untuk kalsium saja bisa diperoleh dari berbagai makanan. di antaranya seperti biji wijen, tahu, tempe, bayam, dan masih banyak lagi. Dan kandungan kalsiumnya juga lebih tinggi dibandingkan dengan susu. Jadi, dengan mengkonsumsi whole food, kita memperoleh nutrisi yang baik tanpa harus khawatir efek samping yang ditimbulkan oleh susu sapi. Jadi, untuk sehat dan memenuhi nutrisi, anak-anak tidak butuh minum susu. Solusinya, nutrisinya bisa diperoleh dari berbagai whole food. Dan kalau kamu ingin membuat makanan atau minuman yang membutuhkan susu, kamu bisa menggunakan alternatif plas milk. Tapi tentu pilih yang bebas dari bahan-bahan berbahaya. Dengan ini kita tidak hanya menjaga kesehatan tubuh kita, tapi juga memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan. Bagaimana dengan program susu gratis yang diusulkan oleh calon presiden kita? Sebenarnya tujuannya adalah memberikan nutrisi yang baik pada anak-anak. Dan ini kami sangat setuju karena nutrisi yang baik memang merupakan salah satu solusi utama untuk bangsa kita. Tapi alangkah baiknya nutrisi tersebut berasal dari Whole food yang tidak memberikan efek samping seperti pada susu dan solusinya sebenarnya sudah ada, yaitu melalui food estate yang pernah disampaikan oleh Mas Gibran juga. Tapi di sini kita tidak akan membahas masalah politiknya. keinginan kami hanya bersama-sama kita bisa membangun Healthy Living ekosistem dan membentuk masyarakat yang sehat, sejahtera, bahagia, dan panjang umur. Mudah-mudahan juga video ini bisa sampai kepada Pak Prabowo, Mas Gibran, dan tim untuk menjadi pertimbangan kebijakan ke depannya. Semoga video ini memberikan kamu pemahaman yang komprehensif tentang susu dan semoga anak-anak bangsa Indonesia bisa semakin sehat ke depannya. Salam sehat dan bahagia selalu jika kamu memiliki masalah, kamu bisa nonton video di sini atau kamu juga bisa nonton video kami yang lain di sini.
Resume
Categories