11 Strategies to Lower Blood Sugar (Without Avoiding Carbs)
PJfiO3JUHcM • 2025-11-04
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Diabetes adalah kondisi resistensi insulin di mana gula darah tinggi dan tidak bisa turun. Tapi enggak hanya diabetes, gula darah yang tidak stabil adalah akar dari berbagai penyakit kronis dari obesitas, penyakit jantung, fattiver, PCOS, Alzheimer, dan lain-lain. Biasanya salah satu solusinya adalah hindari karbohidrat. Tapi di video ini kita akan bahas berbagai strategi untuk menstabilkan gula darah secara alami tanpa harus menghindari karbohidrat sepenuhnya. scientific base dan ini bisa kamu terapkan langsung. Halo semua, dengan Ardi dan Zahra. Di sini kami memberikan informasi hidup sehat yang sebenarnya, scientific base, jujur, dan tanpa titipan kepentingan dengan harapan kamu bisa benar-benar sehat dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Karena banyak sekali informasi misleading di luar sana tentang pola hidup sehat yang terbukti secara saentifik malah merusak kesehatan kita semua. Sejak mulai Ezi, alhamdulillah kami sudah membantu ribuan orang untuk menerapkan hidup sehat secara holistik dengan benar melawan berbagai penyakit kronis revers dari diabetes, obesitas, hipertensi, autoimun, masalah pencernaan sampai kanser. Termasuk lepas dari ketergantungan obat, kecanduan gula, ketergantungan ultra process food, dan berbagai pola hidup yang salah. Dan ini semua adalah hasil dari evon mereka sendiri karena paham pola hidup sehat yang benar dan menerapkannya secara sustain. Sebelum memulai, kamu bisa support kami dengan subscribe, like, dan komen agar kami bisa provide konten gratis seperti ini setiap minggu. Ini akan membantu perkembangan channel ini agar bisa memberikan konten yang lebih berkualitas dan pastinya tanpa titipan kepentingan apapun. Hari ini kita akan bahas bagaimana cara menurunkan gula darah tanpa mengurangi karbohidrat sepenuhnya. Seperti biasa, sebelum membahas solusi, kita akan menjelaskan mekanisme yang terjadi terlebih dahulu. Karena kalau kamu paham why-nya, kamu akan mengerti howya. Kamu bisa menjalani dengan yakin, tahu alasannya secara saentifik, bukan hanya ikut-ikutan orang, bukan sekedar dikasih tahu lakukan ini, lakukan itu. Yang ternyata misleading. Ini yang coba kami berikan di setiap konten EAS. Bahas mekanismenya, cara kerjanya. Jadi kamu benar-benar paham. Karena sekarang semakin banyak informasi di luar sana yang misleading. Di sosial media, di iklan produk dengan berbagai gimmik marketing yang seakan-akan sehat. Produk ini katanya bagus untuk diabetes. Produk itu katanya aman untuk gula darah. Tapi kalau kamu cek komposisinya ternyata penuh dengan bahan-bahan yang malah merusak kesehatan. Dan yang lebih berbahaya semua ini penuh dengan titipan kepentingan yang terselubung yang kadang kita enggak sadar. Ada Onum influencer yang kasih tips tapi sebenarnya endorse. Ada Onom ahli kesehatan yang kasih saran padahal dibayar brand. Ada juga onum content creator yang bikin konten edukasi kesehatan. Padahal semua produk yang direkomendasikan adalah paid promotion. Semua dikemas seolah-olah janin advice. Padahal ada kepentingan di baliknya. Kalau kamu paham cara kerjanya secara saentifik, kamu tidak akan pernah terjebak hal-hal seperti ini lagi. Kamu bisa evaluasi sendiri dan mengambil alih kesehatan kamu sehingga terhindar dari berbagai jebakan industri, marketing gimik, misini informasi, dan produk-produk mahal yang dijual di luar sana yang ternyata malah merusak kesehatan. Jadi, mari kita mulai dengan pemahaman dasar yang sangat krusial. Karbohidrat adalah rantai panjang dari molekul gula. Ini sangat penting untuk dipahami karena banyak sekali orang yang mau menurunkan gula darah termasuk yang diabetes bilang sudah stok makan gula tapi nyatanya masih banyak mengkonsumsi karbohidrat sederhana dan refine cups nasi putih, kentang, roti, mie, pasta, sereal, biskuit, kue, tepung, dan berbagai ultra proscess food lainnya. Padahal di dalam tubuh karbohidrat ini akan dipecah menjadi gula. Ini awareness yang butuh kita bangun bersama. Karena selama ini kita dibuat fokus hanya pada gula pasir. Kalau kamu benar-benar mau kontrol gula darah, kamu butuh aware terhadap semua sumber gula. Bagaimana mekanisme karbohidrat yang kita konsumsi bisa menjadi gula darah? Kita bayangkan karbohidrat ini seperti kereta api yang panjang dan setiap gerbongnya adalah molekul-molekul gula. Ketika kamu makan nasi putih, roti, atau karbohidrat lainnya, makanan ini masuk ke mulut. Di mulut kita kunyah. Saat mengunyah ada enzim yang namanya amilase. Enzim ini seperti gunting kecil yang mulai memotong-motong rantai karbohidrat ini. Kemudian makanan masuk ke lambung. Di lambung, asam lambung dan berbagai enzim mencerna lebih lanjut. Makin banyak yang dipotong lalu masuk ke usus kecil. Di usus kecil inilah pencernaan karbohidrat terjadi secara maksimal. Rantai panjang karbohidrat dipotong-potong sampai menjadi molekul gula yang sangat kecil yang disebut glukosa. Kemudian glukosa ini diserap oleh dinding usus. Bayangkan dinding usus ini seperti pagar yang punya lubang-lubang kecil. Glukosa lewat dari lubang ini masuk ke dalam darah bercampur dengan darah beredar ke seluruh tubuh. Inilah yang biasa kita ukur yang kita kenal sebagai gula darah. Kalau kita ambil sampel darah dan diukur, hasilnya keluar dalam satuan miligram/ dil. Ini yang menunjukkan berapa banyak gula dalam darah kita. Inilah kenapa di dalam tubuh berbagai jenis karbohidrat sederhana ini akan menaikkan gula darah kita karena pada akhirnya semuanya akan dipecah menjadi glukosa masuk ke darah dan gula darah naik. Gula darah kita yang naik ini akan menyebabkan warning ke tubuh. Kenapa bisa ada warning? Karena kalau gula darah kita naik terlalu tinggi, kemampuan darah untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh akan terganggu. Darah menjadi terlalu kental dengan adanya gula yang tinggi. Tidak bisa bekerja dengan optimal. Tapi memang tubuh kita ini sangat luar biasa. Tubuh punya sistem pertahanan sendiri. Saat ada kenaikan gula darah dalam tubuh, pankreas kita langsung mendeteksi, wah ini gula darahnya naik nih. Bahaya. Panas kemudian melepaskan hormon yang namanya insulin. Hormon insulin ini seperti kunci yang membuka pintu sel. Bayangkan setiap sel dalam tubuh punya pintu yang terkunci. Gula ada di luar pintu tapi di dalam darah tapi tidak bisa masuk karena pintunya terkunci. Nah, insulin ini datang sebagai kunci membuka pintu sel agar gula dari darah bisa masuk ke dalam sel. Ada yang kemudian digunakan sebagai energi untuk bergerak, untuk berpikir untuk semua aktivitas kita. Dan ada yang kemudian disimpan menjadi cadangan lemak untuk dipakai nanti kalau kita butuh. Jadi hormon insulin ini seperti pasukan yang membantu mengoper gula dari darah ke dalam sel. Gula yang tadi didarah sekarang masuk ke dalam sel sehingga gula darah kita turun kembali kembali normal. Pada orang yang menerapkan pola hidup yang tidak baik, yang mengkonsumsi makanan yang tinggi karbohidrat sederhana, gula akan terserap dengan cepat ke dalam darah sehingga gula darah kita naik tajam. Tubuh kita tadi melihat sebagai warning. Karena naiknya sangat tajam, tubuh menjadi panik memproduksi banyak pasukan yang tadi kita kenal sebagai insulin. Tapi karena jumlah insulinnya tinggi, hasilnya gula darah kita turun dengan tajam. Bahkan seringkiali turunnya terlalu banyak dari yang seharusnya. Gula darah yang tadinya terlalu tinggi, sekarang menjadi terlalu rendah yang dikenal dengan hipoglisemia atau gula darah rendah. Tentang hipoglisemia ini kita akan bahas di lain kesempatan. Hari ini kita akan fokus ke bahasan kita bagaimana kita bisa menurunkan lonjakan gula darah kita. Jadi kondisi seperti ini yang butuh kita hindari. Bagaimana gula darah kita naik secara tajam kemudian turun secara tajam lagi. Kalau istilah kami roller coaster gula darah. Dan roller coaster gula darah ini membuat kita lapar terus, mood swing, lemas, dan pengin makan lagi dan lagi. Sikus yang enggak pernah berhenti. Inilah yang menyebabkan resistensi insulin dan berbagai penyakit kronis tadi. Nah, kabar baiknya ada banyak cara untuk menghindari roller coaster ini. Ada banyak strategi yang bisa kita lakukan. strategi yang gratis dan alami hanya dengan mengubah cara makan dan pola hidup yang sehat. Yang pertama, tentu jumlah karbohidrat yang kita konsumsi bisa kita kurangi. Semakin sedikit karbohidrat yang masuk, semakin sedikit yang terserah menjadi gula darah. Baik itu berupa gula atau berbagai karbohidrat sederhana lainnya. Yang kedua, pilih karbohidrat kompleks yang berkualitas. Kembali ke analogi kereta api tadi. Karbohidrat itu rantai panjang dari gula. Ada karbohidrat yang rantainya pendek, ada yang panjang dan rumit. Karbohidrat yang rantainya pendek ini adalah karbohidrat sederhana. Seperti tadi gula, nasi putih, roti, mie, pasta yang sangat mudah dipotong-potong langsung jadi glukosa, langsung masuk ke darah, gula darah langsung naik. Karbohidrat yang rantainya panjang ini dan yang rumit ini disebut karbohidrat kompleks. Butuh waktu lebih lama untuk dipotong. Jadi glukosanya masuk ke darah secara bertahap, perlahan, dan lebih stabil. Ada yang kemudian namanya glis index atau GI. Gukur seberapa cepat suatu makanan menaikkan gula darah. Semakin tinggi G, semakin cepat gula darah naik. Nasi putih punya G yang tinggi sekitar 73. Artinya ketika kita makan nasi putih, gula darah akan langsung melonjak. Roti tawar lebih parah lagi. G-nya bisa mencapai 75 sampai 85. Sekarang bandingkan dengan karbohidrat kompleks, ubi ungu GI-nya sekitar 24, sangat rendah. Kacang merah GI-nya 24. Kacang hijau GI-nya sekitar 25. Ubi jalar GI-nya sekitar 44. Quinoa GI-nya sekitar 53. Kalau kita bandingkan nasi putih tadi 73 dan ubi ungu 24. Ini jauh banget. Kenapa bisa beda banget? Karena tadi struktur karbohidratnya. Karbohidrat kompleks punya rantai yang lebih panjang dan lebih rumit. Butuh waktu lebih lama untuk dipotong potong menjadi glukosa. Jadi gula darah naik perlahan sehingga pankreas tidak perlu memproduksi insulin terlalu banyak sekaligus. Dan jangan lupa, karbohidrat kompleks juga sebenarnya punya manfaat penting untuk kesehatan kita secara keseluruhan. Yang pertama, karbohidrat kompleks ini biasanya tinggi serat atau fiber. Serat ini tidak dicerna di usus kecil, langsung turun ke usus besar. Jadi makanan untuk bateri baik di usus kita yang kita kenal sebagai mikrobiome. Tentang microbiom ini sudah kita bahas lengkap di video kami sebelumnya tentang menyehatkan saluran pencernaan. Mikrobiom yang sehat ini memproduksi senyawa yang mengurangi inflamasi dan meningkatkan sistem imun kita. Kedua, karbohidrat kompleks jauh lebih kaya nutrisi dibandingkan dengan karbohidrat sederhana. Ubi ungu misalnya, ini karbohidrat favorit kami. Penuh dengan antioksidan, terutama antosianin yang melindungi sel dari kerusakan. Beans atau legums seperti kacang merah, kacang hijau, lentils, ini kaya protein, kayak z besi, magnesium, dan berbagai mineral penting. Contoh lain lagi, quinoa. Ini juga salah satu cards favorit kami. Seratnya tinggi kayak vitamin dan mineral bahkan mengandung komplit protein dengan sembilan asam amino yang esensial yang jarang ditemukan di super karbohidrat lain. Plus quinoa juga naturally gluten free. Kalau diceritain lagi, banyak banget favorit kita ya, karena whole food yang berkualitas itu sebenarnya banyak. Jadi kalau ada yang bilang makan sehat itu bingung mau makan apa itu sangat misleading. Kita balik lagi ke manfaat karbohidrat kompleks. Yang ketiga, energi yang dilepas secara bertahap membuat kamu tidak gampang lapar, tidak gampang lemas, tidak gampang mood swing. Karena gula darah yang stabil, hormon insulin juga stabil, hormon stres atau kortisol juga lebih rendah. Dan ini semua terhubung dengan mikrobiom tadi. Ketika mikrobiom kita sehat, mikrobiom ini memproduksi sekitar 90% serotonin yang ada di dalam tubuh kita. Seratonin inilah yang membuat kamu happy dan tenang. Jadi kalau kamu makan karbohidrat kompleks, kamu tidak hanya dapat gula darah yang lebih stabil, tapi juga pencernaan yang lebih sehat, nutrisi yang lebih lengkap, energi yang lebih tahan lama, mood yang lebih stabil, dan juga perasaan yang lebih happy. Tapi perlu diingat, karbohidrat kompleks ini juga tetap perlu dimakan dengan mindful dan dalam porsi yang sesuai. Karena walaupun lebih sehat, kalau dikonsumsi berlebihan tetap bisa menaikkan gula darah. Kombinasikan dengan protein, lemak baik, dan sayuran. Jadi kalau kamu mau pilih karbohidrat, pilih yang kompleks dan berkualitas dan jangan lupa makan secara mindful. Poin yang ketiga, perbanyak fiber atau serat dari Whole food. Fiber ini unik. Fiber ini sebenarnya juga karbohidrat, tapi tidak diserap menjadi gula darah. Jadi tadi fiber tidak dicerna di usus kecil langsung turun ke usus besar. Jadi bagus untuk makanan mikrobiom. Jadi semakin tinggi fiber dalam makanan kamu, maka semakin rendah net karbohidrat yang terserap menjadi gula darah. Dan ini yang penting, fibernya fiber dari Whole food, bukan fiber dari minuman fiber kemasan yang penuh dengan bahan aditif, penuh dengan pemanis buatan dan juga bahan-bahan lainnya yang malah bisa menyebabkan masalah pencernaan. Fiber alami ini ada di sayuran, beans, legumes, kacang-kacangan, biji-bijian, buah-buahan. Kalau buah lebih hati-hati dan fokus pada yang rendah gula seperti beri-berian. Ini salah satu bonus tips ya. Ketika kita baca table nutrisi, kita sering melihat ada total karbohidrat. Di bawahnya biasa ada breakdown gulanya berapa, fibernya berapa. Nah, yang perlu kamu hitung adalah net karbohidratnya. Bukan hanya lihat jumlah gulanya aja. Caranya total karbohidrat dikurangi dengan total fiber. Itu net karbohidratnya. Net karbohidrat inilah yang benar-benar berpengaruh terhadap gula darah, bukan total gula. Jadi hati-hati, banyak banget industri yang menggunakan cara ini. Menjual produk yang gulanya seakan-akan rendah padahal net karbohidratnya tinggi. Ini termasuk salah satu sarapan yang paling sering dianggap sehat, dianggap aman untuk diabetes, yaitu instan oat. Gulanya memang rendah, tapi net karbohidratnya tinggi banget. Untuk OD ini kita juga akan bahas di akhir karena banyak banget yang nanya. Yang keempat, hindari ultra processed food atau UPF. Untuk penjelasan tentang UPF kita sudah buat lengkap di video kami sebelumnya. Dan ini juga yang penting untuk dipahami. UPF ini hampir selalu tinggi karbohidrat sederhana dan refine cups karena bahan dasarnya tepung, gula, dan berbagai karbohidrat murahan yang sudah diproses habis-habisan. UPF ini pertama tinggi gula dan karbohidrat sederhana dengan G yang sangat tinggi langsung menaikkan gula darah bahkan lebih parah dari nasi putih karena struktur karbohidratnya sudah hancur total dalam proses industri jadi penyerapannya super cepat. Yang kedua, penuh dengan bahan aditif yang berbahaya. Ada pengawet, pewarna, perisa, pemanis buatan. Semua ini merusak mikrobi kita, menyebabkan inflamasi dan dalam jangka panjang menaikkan resiko ke berbagai penyakit kronis. Dan ketika mikrobium kita rusak, kemampuan tubuh untuk mengontrol gula darah juga akan semakin buruk. Yang ketiga, UPF ini didesain untuk bikin kecanduan. Jadi kalau kamu makan satu, kamu pasti mau makan lagi dan lagi. Ini bukan salah kamu, karena ini memang sudah dirancang oleh food industry. Dan semakin kamu kecanduan, semakin banyak karbohidrat sederhana yang masuk, semakin tinggi gula darah kamu. Kemudian UPF ini juga biasanya rendah fiber dan nutrisi. Ingat tadi kita sudah bahas tentang net crabs. Nah, UPF ini total karbohidratnya tinggi tapi fibernya hampir nol atau sering juga fiber yang digunakan bukan fiber alami. Jadi, kamu makan banyak tapi tubuh tidak dapat nutrisi yang dibutuhkan. Malah dapat berbagai bahan yang bisa membahayakan tubuh. Dan yang lebih berbahaya, banyak UPF yang diklaim sehat atau rendah gula. Tapi kalau kamu cek komposisinya ya tetap penuh dengan refine crabs dan bahan aditif tadi. Jadi solusinya makan whole food yang berkualitas. Kemudian kita bisa memilih yang disebut dengan resistance starch. Resistance starch ini adalah jenis pati atau tepung yang punya karakter yang mirip dengan fiber. Tidak dicerna di usus kecil, langsung ke usus besar jadi makanan mikrobiom. Menariknya kita bisa mengubah nasi putih menjadi resistance touch, tapi hanya sebagian kecil. Sekitar 2 sampai 3% dari total pati diubah menjadi resistance touch. Caranya dengan memasukkan nasi putih yang sudah kita masak ke dalam kulkas selama 12 sampai 24 jam. Kemudian pas mau makan dipanaskan tapi jangan terlalu panas karena kalau terlalu panas resistance touch-nya ini bisa rusak dan kembali lagi. Dengan ini kita bisa menurunkan glisemi indeks nasi putih sedikit. Jadi lonjakan gula darah juga menjadi lebih rendah. Ditambah lagi tadi resistance tas digunakan untuk menjadi makanan microbiom menyehatkan saluran pencernaan. Jenis pati ini juga ada di pisang yang belum terlalu matang atau pisang hijau. Kemudian oat yang misalnya kita sudah masak lalu kita dinginkan atau ubi yang sudah kita masak lalu kita dinginkan. Kentang juga sama dimasak dan didinginkan dan lain-lain. Jadi inilah the beauty of science. Kalau kita tahu cara kerjanya secara saintifik banyak hal yang bisa kita lakukan. Banyak orang yang berpikiran kalau hidup sehat itu tersiksa. Padahal enggak. Ini semua adalah narasi yang dibuat supaya orang-orang enggak mau mulai hidup sehat sehingga kita semua terjebak menjadi konsumen setia dari food industri, farmasi, dan rumah sakit seumur hidup. Kita lanjut hal lain yang bisa kita lakukan. Kita bisa makan dengan perlahan dan mindful. Kunyah dengan lama sehingga makanan yang masuk ke dalam tubuh juga lebih lambat. Pencernaan di dalam mulut juga lebih sempurna. Enzim amilase tadi punya waktu yang lebih lama untuk memecah karbohidrat. Plus, kamu jadi lebih merasa kenyang dan enggak overheating. Karena otak kita butuh waktu sekitar 20 menit untuk menerima sinyal kenyang. Kalau kamu makan terlalu cepat, kamu akan cenderung makan berlebihan sebelum otak tahu kalau kamu sudah kenyang. Dan di sini kuncinya makan sampai 80% penuh, jangan sampai kekenyangan. Ini juga akan membantu pencernaan bekerja dengan baik dan mencegah loncakan gula darah yang berlebihan. Yang ketujuh, atur strategi makan. Ini strategi yang sangat powerful dan gratis. Konsumsi serat terlebih dahulu. Kemudian protein dan lemak baik. Kemudian karbohidrat terakhir. Karena ketika kamu makan sayuran dulu, serat di dalam sayuran, masuk ke lambung dan usus. Serat ini menciptakan semacam berir di dinding usus. Kemudian kamu makan protein dan lemak baik. Protein dan lemak baik ini akan memperlambat pengosongan lambung. Makanan lebih lama di lambung tidak langsung turun ke usus. Baru terakhir kamu makan karbohidrat. Nah, karena di usus ada berir dari serat tadi dan pergerakan makanan diperlambat oleh protein dan lemak baik, maka penyerapan glukosa menjadi lebih lambat dan bertahap tidak langsung masuk semuanya. Sehingga ketika karbohidrat masuk bercampur dengan yang lain baru masuk ke usus kecil. Akhirnya konsentrasi karbohidratnya tidak 100% sehingga yang terserap ke dalam gula darah juga tidak langsung. Bayangkan kalau kita konsumsi karbohidrat sederhana di awal, makanan dicerna dengan sangat cepat langsung masuk ke usus kecil. 100% karbohidrat diserap menjadi gula darah spike langsung tinggi. Ini ada riset dari Will Cornell Medicine yang dipublikasikan di jurnal Diabetes Obesity and Metabolism di tahun 2019. Mereka menguji pada orang yang prediabetes. Pada orang yang mengkonsumsi protein dan sayuran terlebih dahulu, gula darahnya lebih stabil. Sedangkan pada orang yang mengkonsumsi karbohidrat terlebih dahulu, gula darahnya naik secara tajam. Dan seperti mekanisme tadi, insulin diproduksi tinggi akibatnya gula darah turun secara tajam juga yang tadi kita sebut roller coaster. Inilah kenapa kalau kita sarapan karbohidrat yang tinggi di pagi hari, 2 jam kemudian kamu mulai lapar dan cari makanan lagi karena gula darah kamu crash. Kemudian ini ada studi lain lagi mirip hanya dengan mengatur urutan makan. Walaupun yang dikonsumsi sama, lonjakan gula darahnya bisa turun sampai 73%. Jadi ini adalah strategi yang sangat powerful dan gratis. Jadi langkah hat-nya sayuran dulu, protein dan lemak bayi karbohidrat terakhir. Sesimpel itu. Yang kelapan, kita bisa mengkonsumsi beberapa bahan yang akan membantu memperlambat penyerapan gula. Contohnya dengan menambahkan cuka atau acidic food sebelum makan karbohidrat. Misalnya apple cider vinegar atau cuka apel. Jadi cuka itu mengandung asam asetat yang akan menghambat enzim amilase dan memperlambat pengosongan lambung. Sehingga makanan tadi dari lambung masuk ke usus kecil akan menjadi lebih lambat sehingga penyerapan glukosa juga bisa jadi lebih bertahap. Kamu bisa minum 1 sampai 2 sendok makan cuka apel yang dicampur air 10 sampai 15 menit sebelum makan. Yang penting pilih ACV yang unpasterized dan yang punya mother bukan suka sintetis. Selain ACV kamu bisa juga konsumsi ACD food lainnya seperti lemon atau jeruk nipis atau fermented food seperti kimchi atau sakerot. karena ini mengandung lektik acid yang mempunyai efek yang hampir mirip. Kemudian yang kesembilan yang bisa kita lakukan adalah mempercepat penggunaan gula yang masuk tadi. Caranya dengan bergerak ringan setelah makan. Bergerak di sini bukan berolahraga berat ya, tapi movement ringan. Misalnya jalan santai. Karena ketika kamu jalan otot putus energi untuk bergerak. Yang menarik adalah otot bisa mengambil glukosa langsung dari darah tanpa butuh banyak insulin. Ada jalur yang namanya insulin independen glucose intake. Jadi walaupun kamu resistensi insulin, otot tetap bisa ambil glukosa dari darah. Glukosa yang baru masuk ke darah langsung diambil otot dipakai sebagai energi. Gula darah yang tadi mau naik tidak sempat spik tinggi. Cukup jalan santai 10 sampai 15 menit setelah makan. Lonjakan gula darah bisa turun 20 sampai 30%. Tapi ingat, jalan santai bukan jogging, bukan lari, bukan juga olahraga berat. Karena kalau olahraga berat setelah makan, darah yang harusnya ke pencernaan untuk membantu pencernaan malah ditarik ke otot. Pencernaan jadi terganggu bisa keram perut. Tapi kalau jalan santai tidak masalah, intensitasnya yang rendah. Malah itu akan membantu pergerakan makanan di usus. Jadi dengan movement ringan setelah makan, gula yang terserap ke darah akan lebih sedikit, lebih lambat, dan lebih cepat keluar. Strategi ini akan membuat lonjakan gula darah kamu menjadi lebih stabil sepanjang waktu. Kemudian yang ke-10, hindari makan larut malam, terutama makanan yang tinggi karbohidrat. Tubuh kita punya yang namanya ritme sirkadian jam biologis. Di siang hari, tubuh kita siap untuk menerima makanan, enzim pencernaan aktif, insulin bekerja dengan lebih baik. sensitivitas insulinnya lebih tinggi. Di malam hari, tubuh kita sudah siap untuk istirahat, enzim pencernaan menurun, sensitivitas insulin juga menurun. Jadi kalau kamu makan tengah malam, apalagi makanan yang tinggi karbohidrat, gula darah kamu akan naik tinggi dan tidur kamu akan terganggu. Kualitas tidur yang buruk itu akan memperparah resistensi insulin lagi. Inilah kenapa kalau orang yang kualitas tidurnya bermasalah, biasanya gula darahnya juga tidak stabil. Jadi usahakan makan terakhir itu selesainya minimal 3 jam sebelum tidur. Jadi kalau tidurnya jam 09.00, makan terakhir selesainya jam .00 sore. Kasih tubuh untuk istirahat. Dan kalau memang makan malam, hindarilah makanan yang crups heavy. Lebih baik ke fokus ke protein dan sayuran di malam hari. Kalau kami sendiri sudah tidak makan malam dan kami rasa itu yang paling cocok untuk kami. Jadi memang harus disesuaikan sesuai dengan kondisi masing-masing. Dan poin terakhir yang paling powerful juga terapkan intermittent fasting dan hindari snacking. Ingat tadi kita bahas tentang insulin dan pankreas kan ya. Setiap kita makan terutama makanan yang mengandung karbohidrat gula darah akan naik. Tubuh memproduksi insulin untuk menurunkan gula darah. Pankreas bekerja. Nah, kalau kita makan terus-menerus atau snacking sepanjang hari, apa yang akan terjadi? Pankreas akan bekerja terus-menerus, tidak bisa istirahat, produksi insulin terus-menerus. Lama-lama sel-sel di tubuh kita menjadi tidak sensitif terhadap insulin alias kebal. Inilah yang disebut dengan resistensi insulin. Insulin ada, tapi tidak efektif untuk menurunkan gula darah lagi. Jadinya gula darah tetap tinggi. Inilah awal dari diabetes tipe 2. Jadi solusinya intermittent fasting yaitu membatasi waktu makan dalam window tertentu. Jadi dengan intermittent fasting, tubuh punya waktu untuk istirahat dan punya waktu untuk produksi insulin. Sensitivitas insulin juga akan meningkat, gulah darah juga akan menjadi lebih stabil. Bonus lainnya, tubuh mulai bisa membakar lemak sebagai energi. Dan yang penting juga no snaking, jangan ngemil di antara waktu makan. Setiap kali kamu ngemil, walaupun sedikit gulah darah akan naik, insulin diproduksi lagi. Hasilnya gula darah kita naik turun sepanjang waktu. Pankreas tidak pernah bisa istirahat. Ini sangat berbeda dengan saran medis dan saran-saran di luar sana yang selalu nyuruh kita. Maafkan sedikit tapi sering. Saran ini malah bikin kita terjebak dalam siklus produksi insulin yang terus-menerus. Pankreas menjadi lelah, resistensi insulin makin parah, dan akhirnya kita menjadi konsumen food industry, farmasi, dan rumah sakit seumur hidup. Jadi dengan intermittent fasting dan no snaking, kamu bisa keluar dari sistem ini. Kamu bisa kontrol gula darah, bahkan kamu bisa reverse diabetes, kamu bisa sehat kembali. Kita juga sudah bahas lengkap tentang diabetes dan cara reverse-nya di video sebelumnya. Kalau belum nonton, kamu bisa cek juga. Sekarang kita bahas yang enggak kalah penting. Biasanya kalau kita ngomongin soal menurunkan gula darah, yang ada dalam pikiran kita adalah produk yang aman untuk diabetes. Gula diabetes, selai diabetes, kue diabetes, roti gandum, sereal gandum, dan produk-produk lainnya dengan label diabetic friendly atau aman untuk diabetes. Tapi ini faktanya, produk-produk ini malah berpotensi menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Bahkan dampak jangka panjangnya malah bisa memperburu kondisi diabetes. Produk diabetes friendly ini hampir selalu memakai pemanis buatan seperti aspartam, sukralos, sakerin, dan yang paling sering kita lihat di berbagai UPS maltodestrin yang diklaim rendah gula tapi GI-nya malah lebih tinggi dari gula biasa. Pemanis buatan ini memang tidak langsung menaikkan gula darah, tapi ada yang lebih berbahaya. Pemanis buatan ini bisa merusak sensitivitas insulin. Riset menunjukkan konsumsi pemanis buatan justru meningkatkan resiko ke diabetes tipe 2 dan obesitas. Karena otak kita tertipu. Kita dapat rasa manis tapi tidak dapat kalori. Otak bingung hormon insulin tetap diproduksi tapi tidak ada gula yang masuk. Lama-lama sensitivitas insulin rusak, resistensi insulin juga semakin parah. Dan yang lebih parah, manis buatan ini juga merusak microwave kita, merusak bakteri baik di usus, menyebabkan disbiosis atau ketidakseimbangan bakteri di pencernaan. Ini juga sudah ada risetnya. Dan ketika microwave kita rusak, kemampuan tubuh untuk mengontrol gula darah juga semakin buruk. Dan produk-produk ini juga biasanya dipenuhi dengan berbagai bahan-bahan aditif lainnya. Microbiam ya semakin rusak. Dampak jangka panjangnya malah bisa memperparah kondisi diabetes. Kita sudah bahas semuanya di video panduan lengkap menyehatkan saluran pencernaan. Ini video yang penting banget. Kalau kamu ada waktu, kamu harus nonton. Kemudian ada juga produk yang banyak sekali orang makan karena mikirnya ini aman untuk diabetes dan sehat yaitu oat. Banyak banget yang menanyakan soal ini. OD itu dipromosikan sebagai pilihan yang sehat. Memang jika dibandingkan dengan nasi putih, oat punya tambahan fiber. Tapi tetap aja kandungan net karbohidratnya masih sangat tinggi. Kalau kamu enggak percaya, coba kamu makan oat. Terus ukur gula darah kamu 1 jam kemudian. Kamu akan lihat spik gula darahnya akan tinggi. Apalagi oat instan yang sudah diproses habis-habisan. Struktur fibernya sudah hancur. Jadi penyerapannya akan sangat cepat. Dan ini adalah riset yang sangat menarik dari Dr. David Ludwig dari Harvard. Beliau melakukan study yang dipublikasikan di jurnal pediatriks di tahun 1999. Studi ini membandingkan efek makanan dengan G yang berbeda terhadap rasa lapar dan asupan makanan. Dalam studi ini mereka memberikan tiga jenis makanan dengan G yang berbeda. Gat instan, G medium seperti steel cut oat, dan G yang rendah seperti omelet sayur. Hasilnya sangat jelas. Setelah makan makanan yang tinggi G seperti instan oat tadi, gula darahnya meningkat tajam jauh lebih tinggi dibandingkan omelet. Setelah itu terjadi gula darah. Karena makanan G tinggi tadi menyebabkan lonjakan insulin yang tinggi juga diikuti dengan penurunan gula darah yang drastis. Tubuh menjadi lapar lagi, kita menjadi makan lagi dan siklus ini akan terus berulang. Sebaliknya kalau kita makan vegetable omelette yang punya GI yang rendah ini akan membuat gula darah stabil. Tidak ada lonjakan insulin yang berlebihan. Tidak ada juga penurunan gula darah yang drastis. kamu akan merasa kenyang lebih lama, tidak overeating. Tapi kalau kamu perhatikan, oat ini terus-menerus dipromosikan sebagai makanan yang sehat. Kenapa oknum dokter, okum ahli gizi, oknum influencer ini semua merekomendasikan oat. Ini bukan kebetulan. OD itu adalah salah satu komoditas yang paling murah untuk food industry. Harga bahan bakunya sangat rendah, tapi bisa dijual dengan harga premium kalau dikemas dengan label sehat. Dan mereka tidak berhenti sampai di oat aja. Sekarang semua dibuat dari oat. Susu oat dijual dua sampai kali lipat dari susu biasa. Ada lagi oat bar, oat cookies, granola, bahkan produk khusus diabetes yang bahan dasarnya oat instan. Semuanya diklaim tinggi fiber, baik untuk jantung, menurunkan kolesterol, aman untuk diabetes, marketing yang sangat baik, packaging-nya juga menarik, di-endorse lagi oleh ahli kesehatan. Tapi cek sendiri gula darah kamu setelah makan o dan kamu bayar 10 sampai 20 kali lipat dari harga bahan baku untuk produk yang sebenarnya murah dan bikin gula darah kamu naik. Jadi ini bukan tentang kesehatan kamu, ini tentang profit mereka. Dan masih banyak lagi produk-produk yang diabetic friendly lainnya. Kalau dicek komposisinya tetap penuh dengan refine crups dan bahan aditif. Jadi solusinya bukan ganti gula jadi gula diabetes, bukan juga ganti roti jadi roti gandum, bukan makan oat, bukan juga beli produk-produk dengan label aman untuk diabetes atau aman untuk gula darah. Solusinya adalah ubah pola hidup secara keseluruhan menjadi pola hidup yang sehat, yang benar secara holistik, yang scientific base, yang tanpa titipan kepentingan. Untuk member premium di EI, kamu bisa pakai fitur C ingredients AI. Tinggal foto komposisi produk, langsung keluar penjelasannya secara sentifik dan potensi bahayanya. Jadi, kamu enggak perlu bingung lagi dan enggak perlu kejebak beli produk-produk yang tidak dibutuhkan seperti ini lagi. Semoga tips-tips ini bisa membantu kamu untuk menjaga kestabilan gula darah. Jadi yang namanya hidup sehat yang benar adalah kita mengerti cara kerjanya dan melakukannya secara holistik secara maksimal sesuai dengan kondisi masing-masing. Strategi tadi bisa kamu lakukan ketika misalnya kamu lagi makan di luar atau misalnya kamu harus meeting untuk nemuin klien, atur urutan makan, minum ACV sebelum makan, jalan santai setelah makan. Simpel dan praktis, tapi sangat powerful. Gula darah kamu lebih stabil. Karena menjaga kestabilan gula darah itu adalah salah satu kunci untuk menuju hidup yang sehat. Ini adalah satu dari tiga pilar utama kesehatan kita. Dan kita akan bahas lagi tips-tips lainnya di lain kesempatan. Kalau kamu mau dapat gu dari kami, kamu bisa daftar di waiting list member premium. Sebagai member premium, kamu akan dibantu oleh KA assistant yang sudah kami training sehingga kamu akan peroleh guidance step by step dan juga actionable plan PR pola hidup kamu. Dan kamu juga akan memperoleh insight apa saja yang butuh diperbaiki dengan biaya yang sangat terjangkau. Dan tentunya ini adalah EA yang sudah kami training dan terus kami training sehingga kamu bisa dapat informasi kesehatan yang scientific base tanpa titipan kepentingan apapun. Kalau kamu merasa video ini bermanfaat dan perlu ditonton oleh lebih banyak orang, kamu bisa support kami dengan subscribe, like, dan share. Kamu juga bisa komen di bawah kalau kamu sudah coba salah satu strategi ini. Atau misalnya kamu ada topik yang ingin kami bahas, minggu depan kita akan bahas topik penting lainnya lagi. Jadi, pastikan kamu subscribe dan nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan. Salam sehat dan bahagia selalu.
Resume
Categories