Transcript
qJT6owH1e_I • Webinar 142 Perlindungan dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EcoEduid/.shards/text-0001.zst#text/0176_qJT6owH1e_I.txt
Kind: captions
Language: id
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi menjelang siang Bapak, Ibu,
dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang
kembali di webinar Eko Edu yang ke-142.
Dan saya ucapkan terima kasih kepada
Bapak Ibu semua yang sudah selalu setia
untuk mengikuti acara webinar ini. Dan
hari ini webinar Ekoed Edu akan
mengangkat tema perlindungan dan
pengelolaan keanekaragaman hayati. Dan
perkenalkan saya Dini yang akan bertugas
sebagai moderator pada acara ini. Dan
baik Bapak Ibu semuanya sebelum kita
mulai webinar pada siang ini, alangkah
baiknya kita berdoa bersama-sama sesuai
dengan agama dan kepercayaan
masing-masing. Untuk itu berdoa
dipersilakan.
Berdoa dicukupkan. Untuk selanjutnya
adalah mari kita menyanyikan lagu
Indonesia Raya secara bersama-sama dan
diharapkan kepada Bapak Ibu untuk duduk
tegap.
Oke.
Baik Bapak Ibu semuanya, untuk
selanjutnya adalah di sini izinkan saya
untuk mempromosikan pelatihan-pelatihan
dalam waktu dekat ini yang akan
diselenggarakan oleh kami atau Edu yaitu
yang pertama adalah
pada tanggal 18 hingga 24 Februari 2026.
Di sini kami akan mengadakan pelatihan
life cycle assessment atau LCA
yang di mana untuk biaya investasi LCA
itu sebesar Rp3.600.000.
Lalu kemudian dilanjutkan pada tanggal
18 hingga 26 Februari 2026. Di sini kami
akan mengadakan pelatihan dasar AMDAL
gelombang 21 dan untuk biaya
investasinya itu sebesar Rp4.500.000.
Namun mohon diingat ya Bapak Ibu
semuanya untuk pelatihan ini ada
memiliki ee terbatas kuotanya Bapak Ibu
yaitu sebesar 30 orang. Jadi Bapak Ibu
mohon di ee segera didaftarkan saja ya
Bapak Ibu semuanya. Kemudian dilanjutkan
lagi pada tanggal 23 hingga 27 Februari
2026. Di sini kami akan mengadakan
pelatihan dan sertifikasi manajer
pengumpulan limbah V3 atau MPML B3
gelombang pertama. Dan untuk biaya
investasinya itu apabila Bapak Ibu
melakukan pembayaran pada H-1 pelatihan
akan mendapatkan diskon sebesar 10%.
Oke. Baik Bapak Ibu semuanya untuk
informasi lebih lanjut Bapak Ibu dapat
menghubungi admin kami yaitu ada Anto
dan Nisa. Kemudian kami juga memiliki
beberapa beberapa sosial media yaitu
yang pertama adalah Instagram, YouTube
channel, Facebook, Twitter dan juga ada
website resmi di www.ecoedu.co.id.
Dan apabila Bapak, Ibu langsung berminat
untuk mendaftar mendaftarnya saat ini,
Bapak Ibu langsung saja untuk mengakses
di pendaftaran.coekohedul.co.id.
Dan selain itu juga kami di sini
memiliki inhouse training yang dapat
dilakukan secara online maupun offline
sesuai dengan permintaan dari instansi
perusahaan Bapak Ibu semuanya. Jadi kami
tunggu Bapak Ibu di pelatihan EOEDI.
Oke. Baik Bapak, Ibu semuanya untuk
selanjutnya kita akan langsung saja
masuk pada kegiatan utama kita yang di
mana webinar kali ini kita akan
berdiskusi mengenai perlindungan dan
pengelolaan keanekaan ragaman hayati dan
tentu saja kami juga telah menghadirkan
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya untuk memberikan materi dan
wawasan yang bermanfaat ini. Oke. Baik
Bapak Ibu semuanya. Perkenankan saya
untuk memperkenalkan narasumber kita
pada webinar ini yaitu adalah Pak
Bambang Nurianto. Beliau merupakan
fungsional pengendali ekosistem hutan di
Kementerian Lingkungan Hidup. Dan
mungkin saya langsung saja untuk menyapa
Pak Bambang. Selamat pagi menjelang
siang, Pak Bambang.
Iya, selamat siang, Mbak Dini.
Bisa dengar suara saya? Jelas.
Ee jelas, Pak. Oke, ya. Bagaimana, Pak,
kabarnya hari ini?
Ya, baik, alhamdulillah
ya. Mudah-mudahan sehat selalu, ya, Pak,
ya.
I terima kasih.
Oke. Baik, Pak Bambang. Mungkin sebelum
kita mulai, izinkan saya untuk
menyampaikan beberapa teknis terlebih
dahulu. yaitu yang pertama adalah untuk
pemaparan akan dilaksanakan selama 1,eng
jam, kemudian dilanjutkan lagi dengan
sesi tanya jawab dengan menggunakan
aplikasi Slido dan dilanjutkan lagi
dengan tanya jawab secara langsung. Oke.
Baik, untuk mengefektifkan waktu saya
serahkan ruangan Zoom ini kepada Pak
Bambang dan kepada Bapak Ibu semuanya.
Selamat mengikuti acara webinar ini.
Iya, terima kasih Mbak Dindi. Mungkin
saya izin share.
Sudah terlihat jelas Bapak, Ibu
semuanya. Sudah ya?
Eh, sudah ya, Pak.
Oke. Baik kita
ya. Terima kasih Bapak Ibu semuanya.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Jadi, Bapak Ibu sekalian, saya ingin
mencoba terkait apa tuh ee menerangkan
gitu atau menginformasikan terkait
perlindungan dan pengolan keanekaati
berdasarkan Undang-Undang 32 tahun 2009
terkait dengan perlindungan dan
pengelolaan kan ragamayati, perlindungan
dan pengelolaan lingkungan hidup.
Mungkin pada slide pertama gitu mungkin
saya ingin mefresh gitu ya, merefres
pemahaman keanekaragaman hayati. Jadi
keanekaragaman hayati adalah
keanekaragaman makhluk hidup di muka
bumi dan peranan-peranan ekologisnya.
Jadi ini yang harus menjadi garis bawah
di sini adalah peranan-peranan
ekologisnya. Jadi gitu. Jadi jangan
sampai kita bilang keaneka ragaman
hayati begitu ya. Ada tanah kosong kita
tanami tanaman sembarangan gitu ya. Itu
dibilang ee apa tuh merupakan salah satu
apa tuh bentuk fungsi ekologis.
Sebenarnya itu kurang tepatlah begitu.
Nah, Bapak, Ibu sekalian, bagaimana
kaitannya peranan ekologis dengan
keanekaragaman ekosistem, keanekaragaman
IT jenis, dan keanekaan hayati genetik?
Nah, ini mungkin gitu. Jadi, poinnya
Bapak Ibu sekalian
kalau saya itu menyampaikan bahwa
ekosistem itu merupakan wadah. Jadi, dia
adalah wadah. Wadah itu terbangun
terbentuk itu dari karakteristik bentang
lahannya. karakteristik bentang lahannya
itu juga nanti tergantung dengan
relief-reliefnya. Jadi tinggi permukaan
dan segala macam. Kemudian dipengaruhi
juga oleh faktor iklim. Terus kemudian
apa namanya ee apa ee karestik bentang
lahannya. Inilah menjadikan satu yang
namanya satu apa tuh? Satu e kita
namakan menjadi satu ekosistem di dalam
seluruh wilayah ekormnya. Nah, Bapak,
Ibu sekalian, gitu. Cara strik bentang
lahan dalam suatu ekosistem ini gitu ya,
itu akan menentukan jenis-jenis yang ada
di atasnya, gitu. Jadi, makanya dari
awal tadi saya menyampaikan agak kurang
tepat juga kita ada tanah kosong gitu
ya. terus kita apa tuh ee kita tanami
gitu tanaman gitu yang dalam konteksnya
itu tanaman yang e face growing gitu
tapi tidak memperhatikan karakteristik
bentang lahannya dan tanaman yang mampu
mendorong berjalannya fungsi ekologi.
Jadi begitu jenis-jenis yang ada di
tanamnya ada apa itu e dalam suatu
ekosistem itu tepat jumlahnya tepat gitu
dan luasannya tepat. Nah, inilah makanan
disebut akan mempengaruhi keseimbangan
lingkungan. Jadi, konteks keseimbangan
lingkungan kita tuh bicara masalah
peranan ekologinya. Jadi, gitu Bapak,
Ibu. Jadi, kalau saya apa tuh ee secara
garis besar menun bahwa ekosistem adalah
tu wadah tempat jenis tanaman yang
tumbuh di atasnya. Nah, ini kurang lebih
kurang lebih. Nah, kita bisa bandingkan
nih yang vegetasi litar alas purwo itu
dengan pegunungan itu beda karena
karakteristiknya berbeda gitu.
Jadi ada ekosistem jenis tanamannya juga
berbeda-beda. Yang hutan rawa gambut
berbeda ya berbeda juga gitu. Itu yang
harus kita pahami terkait dengan konsep
keanekaaragaman hayati. Jadi mungkin
Bapak Ibu saya hanya me-refresh saja
mengingatkan kembali apa ee dasar-dasar
keanekaan hayati yang sesungguhnya. Nah
ini jenis gitu. Nah di dalam di dalam
ekosistem atau wadah TB tadi sudah
menyampaikan ini sudah ada namanya
jenis-jenisnya. Nah, jenis-jenis ini
baik tanaman maupun flora maupun fauna
gitu. Fauna eh floranya tepat maka akan
mendukung kehidupan daripada si faunanya
baik yang konteksnya yang ikan maupun
yang mamalia-mamalia yang beriterrial
gitu. Karena kecukupannya untuk
mendukung kehidupan adalah di apa
dikaitkan dengan jenis-jenis tanaman
yang ada di atasnya.
Begitu itu jenis-jenis tanaman yang ada
di atasnya itu tepat, maka konservasi
genetik ini juga akan terpenuhi. Ini
contoh-contohnya mungkin dari genetik.
Nah, ini genetik nih. Jadi bahkan ikut
lestari gitu karena di situ tepat gitu.
Begitu jenis tanamannya ee wadahnya kita
mengetahui wadahnya kita mengetahui
jenis tanamannya maka akan bergerak
namanya fungsi jasa lingkungan. Itu
fungsi jasa lingkungan. Kita tidak
bicara masalah air udara aja, tetapi ada
fungsi satwa sebagai penyuk pemecar bis
dan pengendali hama. Ada mereka akan
melakukan apa tuh akan apa namanya ikut
memperkaya namanya sumber genetik di
Indonesia genetik yang ada di suatu
ekosistem.
Contoh-contohnya gitu. Nah, Bapak Ibu
sekalian hal-hal yang saya sampaikan
tersebut ini sudah disampaikan ini di
dalam apa? di dalam yang namanya ee
eorion. Jadi, Bapak Ibu sekalian gitu
lagi-lagi saya hanya mengingatkan gitu
ya. Inilah konteksnya yang tadi saya
sampaikan ini ee konsep dasarnya ee
pasal 5 terkait ee apa eh Ecoion dalam
Undang-Undang 32. Jadi, sebelah kiri
atas kita melihat terbangun terbentuknya
Indonesia gitu.
Indonesia terbangun terbentuk itu dari
tektonik ee
yang apa ee mendorong dari utara ke
selatan gitu yang kita sebut dengan
eroasia gitu ya. Terus kemudian
Indonesia didorong lagi dari selatan ke
utara yang disebut juga Indo Australia
terus dari timur ke barat gitu Bapak Ibu
sekalian kita sebut sebagai Indo Pasifik
gitu. Nah, Bapak, Ibu sekalian, gitu.
Begitu ditekan kanan kiri kanan kiri,
jadilah ini gambar yang di bawah
tersebut. Inilah Indonesia. Ternyata
iklim di apa ee setiap Indonesia
berbeda-beda gitu. Kita yang ada
misalnya di Pulau Jawa dengan yang ada
di Nusa Tenggara akan berbeda. Nusa
Tenggara itu akan panas kan begitu.
Terus konteks pelapokan tanahnya pun
juga kan berbeda yang ada di Indonesia
Barat. Maka itu Bapak, Ibu sekalian gitu
jenis tanamannya yang ada di atasnya itu
berbeda-beda juga. Nah, kita bisa lihat
ini saya ngambil juga dari yang apa
namanya ee kesimpulan dari penelitiannya
Willis Weber dan Lineker gitu. Itu bisa
kita lihat. Jadi, Bapak Ibu sekalian
bisa kita lihat gitu ya ee satwa-satwa
yang tumbuh di atasnya gitu. Satwa yang
di atasnya kita lihat nih Sumatera.
Sumatera ada gajah, harimau dan orang
hutan gitu. Karena kehidupan di pulau
Sumaterais tanamannya adah mendukung
kehidupan daripada satwa tersebut.
Harimau gitu misalnya dia makan ee
pelanduk gitu ya atau kita makan rusa
lah gitu ya misalnya gitu ya. Maka jenis
tanaman tersebut sangat mendorong atau
ee apa namanya ee memenuhi kebutuhan
daripada rusa untuk cari pakan tersebut.
Kita ambil nih sisi yang paling kiri nih
di Papua gitu. Oh, ternyata gitu di sana
ada burung-burungan.
Nah, burungan ternyata apa? Karena apa?
Jenis tanaman yang ada di sana memang
sangat mendukung untuk kehidupan burung
gitu. Begitu pula dengan di Sulawesi dan
di Kalimantan. Jenis tanamannya mungkin
ee sedikit saya me-refresh. Jadi ee
jenis tanaman sangat dipengaruhi oleh
wadahnya. itu disebut kita ekosistem
tergantung relief-nya. Jadi relief itu
ada yang cekung, ada yang datar, berair
dan tidak berair. Itu juga mengk
ketiganya terkait dengan iklim. Nah,
inilah Bapak Ibu sekalian ini mandat
dari Undang-Undang 32. Kita lihat
atasnya ini akan lestari gitu ya, Bapak,
Ibu. Ada gajah, harimau, terus orang
hutan, terus di Kalimantan ada orang
hutan, ada mamalia, terus kita lihat
semua ada rusa di Sulawesi segala macam.
Apabila itu apa? Apabila gitu ya
semuanya terpenuhi di dalam suatu
ekosistem. Jadi kalau Bapak Ibu sekalian
kalau lihat gambar jaring-jaring makanan
gitu ya, itu kita ingat akan yang
namanya piramida makanan. Jadi kalau
kira piramida makanan itu kan kalau
untuk ee tingkat dasar disebut juga
dengan sebagai produsen. Jadi mekanisme
mikroorganisme yang mampu menghasilkan
apa itu mencari makan sendiri. itu
adalah tanaman atau tumbuhan begitu.
Nah, terus kalau andai kata tanamannya
tepat, jumlahnya tepat gitu ee jenisnya
tepat dan luasannya tepat gitu ya, maka
dia akan mendukung yang namanya apa?
Konsumen tingkat pertama di sini adalah
satwa-satwa atau hewan-hewan pemakan
tanaman. Mereka sejahtera gitu Bapak,
Ibu sekalian. Kan akan naik sampai
dengan puncak sampai akhirnya sampai
dengan piramida makanan. Nah, ini kurang
lebih Bapak, Ibu sekalian ini ee yang
kita ada amanahkan dalam Undang-Undang
32 tahun 2009 gitu ya, bahwa
kesejahteraan tanam apa satwa itu sangat
didukung oleh yang namanya susunan
piramida tersebut. Nah, Bapak, Ibu
sekalian, hal-hal yang rumit ini
sebenarnya sudah di apa ya,
diformulasikan atau mungkin
disederhanakan dengan adanya namanya ini
peta karestik bentang alam SK 12 tahun
72.
Nah, dalam SK tersebut sudah menentukan
karakteristik setiap apa namanya e
bentang alam yang ada di Indonesia.
Terus kemudian sudah menentukan tipe
komunitas. Nah, hal-hal ini Bapak, Ibu
sekalian menjadi dasar kita untuk yang
membangun namanya piramida makanan
tersebut. Begitu. Ini kan ada bentang
lahannya, terus ini ada vegetasinya
gitu. Jadi, sudah jelas ini. Ini
bentuknya shp sekalian. Jadi bentang
lahannya apa gitu, jenis tanamannya tuh
apa dan satu lagi mungkin gitu di kami
juga ada yang namanya peta jasa
lingkungan. itu sangat membantu kita di
dalam melakukan analisis gitu terhadap
suatu kondisi.
Nah, ini Bapak Ibu sekalian kita lihat
ini ini kota kota Bontang itu ya. Kota
Bontang itu kita lihat ada beberapa nih
ada di sini ada e apa tuh karakteristik
bentang lahan dan tipe komunitas
vegetasi salah satunya adalah datalan
apa itu frar bermaterial aluvium. Nah,
terus kemudian ee itunya ee tepian
Sungai Payau. Nah, ini harus kita harus
mampu membaca gitu loh. Yang warna biru
kecil itu berarti gitu ya, bentang
alamnya itu komposisinya aluvium.
Aluvium berarti itu berasal dari
campuran pasir, lempung, lumpur, dan
kerikil. Kesuburannya
ee akan mineralnya tersebut banyak
dipengaruhi oleh ee apa namanya? ee
aluvium atau konteksnya ee sedimen yang
ada apa e sedimen yang ada di
sekitarnya. Terus kemudian di sini
tipe vegetasinya gitu ya.
T vegetasinya di sini biasanya memiliki
apa tuh ee ee apa bentang alamnya itu
agar vatan menstabilkan tebing sungai
dan mencegah erosi. Jadi semua tanaman
yang di situ mempunyai fungsi gitu ya
untuk menstabilkan tebing sungai dan
mence terjadinya airosi. Terus bisa juga
menyaring sedimen polutan gitu ya
sebelum masuk ke aliran utama. Nah, di
sini. Terus kemudian
biasanya tanaman-tanaman yang ada di
sini itu seperti kayak pohon nipah gitu
ya, ada mangroove untuk jenis-jenis
tertentu, jenis tumbuhan terhadap yang
tahan terhadap genangan air. Nah, ini
Bapak Ibu sekalian yang harus bisa kita
apa namanya ee pahami gitu ya untuk kita
mendukung yang tadi namanya unsur-unsur
daripada ee piramida makanan. Terus yang
kedua bisa lihat bermaterial alun
bervegetasi mangrove gitu ya. Berarti
sama ini terdiri dari lumpur halus gitu
ya terus dari ada lempung gitu ya. itu
pasir
di sini kaya juga akan nutrisi organik
dan pada dataran tinggi. Itu tektur
tanahnya ini bersifatnya hidrom apa ee
jenuh terhadap air lah kurang lebih
semacam itu. Dan apa itu ee lokasinya
biasanya datar randa dikemu sedimen
aluviumnya dalam untuk dapat menahan
air. Jadi poinnya biasanya untuk yang
warna hijaunya punyai kemampuan untuk
menahan air. Ini biasanya biasanya ee
berada di sekitar-sekitar zona sungai
dan sebagainya.
Nah, ini fungsinya apa gitu. Kurang
lebih di dalam ee yang dataran fulviar
atau bermaterial arum bervegetasi
mangrov ini di sini adalah berlindung
untuk menyaring yang namanya kolutan dan
sedimen dari sungai sebelum mencapai
tumbuh karang atau mangkrove di laut
gitu. Terus kemudian
ee
biasanya di sini merupakan hati petat ee
kayak semacam ee perikan. Jadi di sini
tempat apa?
visoris refugia biasanya berada di sini
gitu. Nah, terus kemudian hal ini Bapak
Ibu sekalian harus kita pahami. Terus
juga ada yang namanya ee dataran
struktural lipatan bergelombang. Jadi
harus paham gimana ini karakteristiknya
gitu. Karakteriknya itu adalah untuk
permukaannya dikontrolkan oleh struktur
geologi bab permukaan. Jadi ada antiin
dan sinklin di sini. Dia bergelombang
biasanya kemiringan lerengnya landai
gitu ya Bapak Ibu sekalian. sedang.
Terus kemudian ee
banyak meng ee terbang-terbangnya
bintang banyak mengali pengangkatan yang
terkikis eropsi selama jutaan tahun.
Terus di sini pun juga Bapak Ibu
sekalian di sini ada ee
tanam apa? Kemudian materialnya juga ada
karbonat dan narkomat. Nonkarbonat. Non
karbonat itu biasanya
berasal dari pengangkatan tumbuh karang
ke atas. Dan di sini tanamannya adalah
nemtdotora karpa. Nemtdotora karpa
adalah tanaman buah-buahan segala macam
itu yang menghasil satu biji-bijian dan
biasanya satwa yang di atasnya banyak
burung atau sat-tato pemakan buah-buahan
atau biji-bijian. Nah, di sini harus di
ee apa tuh ee pahami gitu Bapak Ibu
sekalian dan sebagainya. Nah, ini kan
ada ada lima ini untuk yang namanya
keambilan mana nih? Kota Bontang. Nah,
begitu pula dengan kota Jakarta nih.
Ternyata dalam konteks Jakarta
karakteristiknya banyak nih, gitu. Nah,
mungkin nah ini ternyata ada 1 2 3 4 5 6
itu ada enam wilayah karakteristik. Satu
dataran fluvian berm bervegetasi mangr
fluvium marin itu terpengaruh dari
aktivitas laut kan ada merinnya
bertivitas laut aluvium itu berarti ada
masuk sedimen-sedimen dari atasnya
bervegetasinya mangr gitu terus dataran
organik koralin berm batuan sedimet
karbonat berutan batu kamping gitu ini
untuk kepuluan 1000 nih Bapak Ibu
sekalian koralin berarti ada pengaruh
apa itu pengangkatan
korin gitu ya. Kemudian adanya sedimen
karbonat. Sedimen karbonat itu adalah
apa namanya? Dia terpengaruh oleh e
terumbuk karang berkatnya hutan batu
kamping.
Terus kota Jakarta Barat Kota Jakarta
ini juga dataran juga berbutan tepian
sungai Malarijau gitu dia gitu Bapak Ibu
sekalian gitu ya. Kadangkad apa tuh dia
sungai Malar Hijau adalah
tanaman-tanaman yang hijau sepanjang
tahun baik musim kering maupun musim
penghujan.
Nah, ini Bapak Ibu sekalian walaupun di
sini ada fl aluvium gitu ya, tetapi
kemudian apa namanya vegetasinya
berbeda. Nah, ini di sini terkait dengan
komposisi ee terbangun terbentuknya dari
bentang lahan tersebut. Terus untuk kota
Jakarta Pusat ini juga ada beras dan
tepi Malar Hijau terus kemudian dataran
alum berti ternak rawa air tawar ber
alum ber ternak air tawar dan
sebagainya. Ini kurang lebih semacam
itu. Ada nih Bapak Ibu sekalian ya
Jakarta Utara
ada program bermaterial aran berg hutan
mangr msun itu di Jakarta Utara itu yang
disebut kita sekarang kebanyakan dulunya
daerah Kelapa Gading segala macam. Nah,
di sini harus kita paham karasetiknya
bagaimana. Karestiknya di sini adalah
lahan apa ee boderan-boderan tanahnya
itu halus gitu ya. Terus kemudian di
sini porositasnya rendah gitu. Maka
dalam konteks Kelapa Gading sekarang di
Jakarta itu adalah bagaimanapun
kita apa melakukan inovasi, melakukan
misalnya pengurukan dan sebagainya tetap
banjir karena kemampuan air masuk ke
dalam tanahnya
kecil sekali. Nah, itu juga mongruf
mansum itu adalah dulunya gitu untuk
Jakarta Utara vegetasinya itu
tanaman-tanaman mangruk monsun itu
adalah konteksnya ber iklim
apa itu beriklim panas yang panjang.
Nah, itu jadi Bapak Ibu gitu kurang
lebih yang harus e apa itu yang kita
pahami. Mungkin saya agak sedikit
mengulas gitu ya. Jadi kalau kita bicara
tadi ke apa namanya
kontekanekaragaman hayati, kita bicara
mengingatkan apa itu berkaitan dengan
wadahnya. Wadahnya terbangun
terbentuknya itu berdasarkan terbangun
terbentuknya bentang lahan. Terbangun
terbentuknya lahan itu akan menentukan
jenis tanaman apa yang di atasnya. Jenis
tanaman yang di atasnya itu akan
menentukan atau mendukung satwa yang di
atasnya.
Kemudian Bapak Ibu sekalian ini maka
disebut Indonesia ini kayakkan keaneka
ragaman hayati karena di Indonesia ada
117 wilayah ekoren yang buat
tererestrial yang laut itu sekitar 96.
Nah, ini yang membuat kita kayak terkait
dengan keaneka ragaman karena
ekosistemnya itu banyak gitu ya,
iklimnya berbeda-beda, jenis tanamannya
berbeda-beda, maka satwa yang di atasnya
itu berbeda-beda. Nah, sekarang pada
zaman konteks sekarang PR kita adalah
bagaimana membangun piramida dalam
wilayah-wilayah yang sudah banyak
mengalami terdekaderasi.
Jadi ini sebenarnya Indonesia itu kaikan
Indonesia dalam konteksnya itu.
Terus Indonesia itu terus kemudian
setelah Indonesia ada Columbia, Cina dan
Peru. Ekosistem KS-nya di Indonesia aja
ada 354,216,75
hektar. Ekosistem dannya ada 523,
384,03
hektar. ekosistem hutan kerengasnya gitu
ya untuk ke Indonesia ada 767,200
hektar dan sebnya kita bisa melihat
terus jenis-jenis tumbuhan berbunganya
kita ada 9,7% daripada tumbuhan berbunga
yang ada di dunia. Terus sama liimanya
ada 14,5%
terus ada juga reptil, amfibi, burung
dan ikan air tawar ini gitulah Bapak Ibu
sekalian. Itu yang menyebabkan Indonesia
kaya akan keaneka raja menayati. Nah,
memang karakteristik bentang lahannya
tuh luar biasa. Di Indonesia ada 117.
Dari 117 itu pun juga nanti akan terbagi
kembali menjadi
bentuk-bentuk bentang lahannya. Jadi ada
yang apa? Cekung
kering, cekung berair, datar ee datar
apa tuh? Kering, datar berair. Ini
menentukan semuanya untuk mendukung
namanya kelestarian atau nonetis secara
keseluruhan.
Nah, ini kurang lebih ini kurang Bapak
Ibu sekalian ini ee data dari IBS 2025
2045 gitu ya. Jadi ee Indonesia tuh
memang kayak terkait dengan apa tuh
keaneka ragaman. Kita lihat aja luas
ekosistem alami yang di Indonesia aja
kita bisa lihat gitu.
Nah, ada ekosistem pandang lamun di sini
293,464
hektar gitu. Terus juga ada di sini
adalah namanya ekosistem kas 354,206
ee 206,75 hektar. Terus juga ada
ekosistem danau 523,308
hektar. Ada ekosistem hutan kerangas
767,200
hektar. Belum juga ekosistem tumbu
karangnya, ekosistem mangrutnya,
ekosistem fana, dan ekosistem daripada
gambut.
Nah, ini kurang lebih Bapak, Ibu
sekalian ini nilai-nilai nilai-nilai
terhadap keaneka ragagaman hayati. Jadi
nilai keaneka ragagaman hayati gitu ya,
ada nilai untuk e apa tu konsumsi ya
sebagai jasad apa itu penyedia bisa
untuk tanaman, ternak, ikan, tumbuhan
dan lain-lain. Nilai produksinya juga
ada, nilai jasa lingkungannya pun kita
bisa lihat. Terus nilai pilihan dan
nilai eksistensinya nanti nanti kita
bisa lihat itu konteksnya nilai-nilai
yang ada mungkin bisa nanti dilihat di
slide e presentasi ini. Nah, ini kurang
lebih Bapak Ibu sekalian nih. Sebenarnya
kalau Indonesia itu mampu melestarikan
keek ragamanayati di sini adalah pangsa
pasar yang bagus gitu untuk kebutuhan
farmasi itu sebagian besar tuh dari STG
dan obat kanker ya. nilai pasarnya
sekitar ini data tahun 2012 gitu Bapak
Ibu sekalian ada 643 miliar US dolar
tahun 2026 itu ada konteksnya
bioteknologi nih nilai pasarnya sekitar
70 miliar gitu ada produk untuk
perlindungan tanaman di sini ada 30
miliar terus ada benih tanam ada 30
miliar ada tanaman hias dan ada personal
guard botanical and food and be favage
industries dari sini kurang nilai-nilai
pasar yang dibutuhkan nah ini semuanya
ini didasarkan dalam konteksnya
keanekaan hayati spesifiknya adalah
daripada sumber daya genetik.
Nah, ini kurang lebih Bapak Ibu gitu ini
apa namanya ee
ee potensi-potensi keanekaan di
Indonesia gitu ya untuk terkait dengan
obat-obatan gitu. Ada tanaman, ada e
untuk resofir daun segala macam gitu
untuk ee penyakit apa infeksi gitu
segala macam. ini kurang lebih Bapak Ibu
sekalian mungkin bisa di ee apa tuh
lihat pada slide-nya itu.
Nah, ini pun juga n ada beberapa contoh
apa tuh daripada apa yang diterapkan di
Indonesia gitu untuk membantu apa
produktivitas ee lahan-lahan apa e
pertanian segala dan sebagaimana dan
lain-lain mungkin bisa lihat. Nah, itu.
Nah, ini adalah nilai daripada jasa
lingkungan.
ini yang memang akhirnya tuh kita dalam
kondisi sekarang menjadi bahan
pertanyaan adalah konteks e ekosistem
services ini gitu.
Nah, dalam konteks ekosistem
apa tuh eh services ini gitu Bapak Ibu
sekalian. Itu menjadi ee PR dalam
kondisi sekarang di mana kalau saya
menyampaikan mungkin mungkin gitu
Indonesia mengalami banyak bencana
terkait bencana ekologi gitu. bencana
dulu dalam konteksnya bahwa
bahwa apa namanya ee ee jasa lingkungan
yang dihasilkan terkait dengan ke hati
dengan terjadinya banyak penurunan
raagaman melalui banyak mengalami banyak
mengalami yang namanya penurunannya itu
juga untuk bahan baku industri dan
sebagainya.
Nah, ini kurang lebih Bapak Ibu ini yang
yang
apa menjadi tantangan kita gitu ya. Ini
konteksnya terjadinya degradasi
apa okutan yang terjadi terus terjadinya
kelangkaan jenis gitu. itu terjadinya
krisis
apa itu air gitu untuk apa itu ee
konteks kanekaragaman banyaknya konversi
lahan dan banjir dan kekeringan ini
menjadi PR kita semua untuk mengatasi
hal tersebut.
Nah, ini mungkin ini menjadi ee
konteksnya Indonesia itu banyak terancam
terkait keaneka ragaman. Di sini Bapak,
Ibu sekalian kita bisa lihat bahwa
Indonesia merupakan juga salah satu
negara gitu ya yang menurut IUCN masuk
ke dalam datar ee kelangkaan yang ada di
Indonesia.
Nah, ini Bapak Ibu sekalian gitu. Nah,
kita bicara kebijakan
terkait dengan apa ee apa kebijakan
terkait dengan apa kan ragaman hayati.
Jadi, Bapak Ibu sekalian sebenarnya kita
sudah menj kita sudah menandatangani nih
terkait perjanjian internasional yang
disebut juga dengan konvensi Kaneka
ragaman hayati gitu ya. Sebenarnya
konvensi Kaneka ragaman hayati itu
awalnya itu daripada
apa namanya ee
konvensi bumi tahun tahun 1992
gitu. Di mana
di mana disetuskan adanya konvensi
keanekaragaman hayati. Jadi semua pihak
itu merasa merasa bahwa keanekaragaman
hayati itu merupakan kunci pada waktu
itu berpikir sebagai pembangunan
berkelanjutan
dari konvensi ini gitu Bapak Ibu
sekalian gitu ya ee menghasilkan ee tiga
tujuan di sini bagaimana tujuannya untuk
adalah bagaimana melakukan konservasi
keeka hayati gitu ya terus kemudian
apa pemanfaatkan berkelanjutan atas ee
atas atas komponen keaneka ragaman
hayati gitu. Terus juga pembagian
keuntungan yang adil dan merata gitu
dari ee dari pemanfaatan ee keaneka
ragaman hayati.
Nah, Bapak, Ibu sekalian, selain apa tuh
ee konvensi ee apa keaneka ragaman
hayati gitu, ada yang namanya ee
perjanjian suplemen. Jadi tambahan
suplemen itu adalah,
nah ini nanti nah ini kita ada yang
namanya adalah protokol Nagoya. Jadi
protokol Nagoya adalah dibuat untuk
memberikan kerangka hukum gitu ya Bapak
Ibu sekalian gitu. Kerangka hukum untuk
agar dapat mengakses sumber daya genetik
gitu ya dari negara penyedia gitu ke ee
atas dasar pertujuan daripada PS segala
macam itu. Nah, itu kurang lebih.
Kemudian ada lagi Bapak Ibu sekalian ini
negara ya gitu ya. Protokol ini dibuat
memberikan kerangka hukum yang
transparan sebagai akses terhadap sumber
daya genetik gitu dan pembagian
keuntungan yang adil dan merata yang
dihasilkan dari pemanfaatan sumber daya
genetik.
Semacam itu. Setelah ada
apa namanya pertokan Nagoya. Terus
kemudian ada lagi sebenarnya yang saya
lupa terus ini ada yang namanya
ee
protokol terkait akses benefit sharing.
Di situ lebih ke arah kita memberikan
kerangka hukum terkait dengan pembagian
keulan dari hasil pemanfaatan
keanekaati.
Nah, Bapak Ibu sekalian gitu dari tiga
konvensi tersebut kemudian dirumuskan
gitu melalui sekarang ada yang namanya
eh framewor biodiversity.
eh Montreal Kunming. Dari situ tiga
konvensi itu dari tiga konvensi tersebut
itu di perlu di isu-isu pentingnya itu
dijabarkan dalam bentuk rencana aksi
oleh diminta ee oleh setiap negara gitu.
sehingga itu muncul yang akhirnya
menjadi setiap masing-masing negara itu
harus mencapai 13 tujuan untuk
konservasi keaneka ragagaman hayati, 13
strategi gitu ya, 95
dan bagi untuk mencapai yang namanya 20
target nasional.
Itu yang akan menjadi terus kemudian
kita harus bisa selaras juga dengan RPJ
dan RPJN. Nah, di sini kalau Bapak, Ibu
sekalian di IPSAP ini menjadi dasar kita
untuk pelaksanaan tig konvensi tersebut.
Nah, ini pun juga Bapak Ibu sekalian ini
sebenarnya dasar-dasar kita dalam
melaksanakan konvensi. Di sini ada
dasarnya Undang-Undang 3 tahun 202
perinduan dan lingkungan hidup. Terus
kemudian ada konservasi sumber daya alam
dan ekosistem. Di sini ada Undang-Undang
41 dan sebagainya. Ada sampai dengan
Undang Penataan Ruang gitu ya. ee apa
tuh ee dan sebagainya. Nah, Bapak, Ibu
sekalian gitu ya, setelah apa tuh
terdapat konvensi-konvensi terus
kemudian ada ee apa namanya IPSAP
sebagai pelaksanaan e kegiatan, maka
gitu ya Undang-Undang 3 tahun 2009 gitu
ya apa namanya ee mengamanahkan. Jadi
asas keanekaagam untuk meran
keanekaragaman hayati itu untuk
mendukung pasal 223 tahun mendukung juga
untuk pelaksanaan konvensi KNK IPSAP
2025 sampai dengan 2026. Terusnya ada
KLHS KL itu menjadi dasar terinasi untuk
kebijakan rancang program pelaksanaan
itu untuk melakukan konservasi keanekaan
hayati. Terus juga ada namanya
pemeliharaan lingkungan gitu. Nah, ini
Bapak Ibu kurang lebih gitu. Kemudian
implementasi pada ada Undang-Undang 32
tahun 2009 itu nanti dijabarkan terkait
dengan namanya ee di dalam Permenela 29
tahun 2009.
Terdiri dari apa? Di sini kita bicara
masalah perencanaan konservasi keanekaan
hayati mencakup
mencakup ini penyusunan ee baseline data
keanekaan hayati dalam bentuk profil dan
perencanaannya. Nah, jadi perencanaannya
dalam bentuk RIP atau rencana induk
pengangolan keanekaan hayati. Terus juga
ada penetapan kebijakan dan pelaksanaan
konservasi pemanfaatan dan pengendalian
kerusakan keanekaaman hayati ini untuk
mendorong atau mendukung pelaksanaan
pencapaian IPSA 2000 IPS-Af sebelumnya
termasuk ISA 202524
2045.
Terus juga ada pemantauan pelaksanaan
konservasi KTI, penyelesaian COVID dan
pengembangan instrumen dan pengelolaan
database keaneka ragamani.
Jadi ini Bapak Ibu sekalian. Nah dari
Permen 29 tahun 2009 kita memberikan
NSPK bagi pemerintah dalam melaksanakan
pengelolaan keaneka ragaman hayati gitu.
Terus juga memastikan bahwa pengelan
keanekaan hayati ini dilakukan terpadu
gitu. Dan Bapak Ibu sekalian menjadi
landasan landasan bagi kita pemerintah
daerah untuk melaksanakan konservasi.
Jadi termasuk spesies ekosistem dan
sumber daya genetik gitu. Itu juga
mencegah terjadinya apa tuh ee kerusakan
gitu.
Nah, ini tadi apa
menawarkan
ini apa eh konteks perencanaan
konservasi atau database kan raagaman
hayati gitu yang kita susun gitu ya itu
e akan menjadi
hasilnya itu akan menjadi untuk
rekomendasi tata ruang rekomendasi
pemanfaatannya sebenarnya
pemanfaatanekareka ragagaman haiti itu
bagaimana terus juga rencana pengelola
akan memberikan aran pengelolan tingkat
daerah, keterpaduan, kolaborasi para
pihak dan rekomendasi pemanfaatannya.
Nah, ini kurang lebih gini. Terus
kemudian bagaimana kita melaksanakan
ee apa namanya pematan berkelanjutan dan
konteksnya pelaksanaaneka ragagaman
hayati. Jadi kita Bapak Ibu sekalian
dengan adanya apa tuh ee profil dan
RIPkan ragaman hayati kita bisa
mendorong pemerintah daerah untuk me
menyiapkan gitu ada terkait dengan
kebijakan konservasi pemanfaatan
berkelanjutan keanekaan hayati.
Terus kemudian kebijakan pengendalian
kerusakan keanekaan hayati. Nah,
kebijakan yang telah disusun itu nanti
juga harus mengaturkan hal-hal sebagai
hal-hal seperti sistem perencanaan dan
pemantauannya itu bagaimana mengatur
mekanisme perencanaan pemantauan terkait
dalam pelaksanaan konssif pemantauan
pengan perusakan juga menerapkan tata
kelola pemerintahan yang baik gitu jadi
memastikan prinsip apa itu konservasi
yang baik dan terhadap seluruh bagian
dan komponen keanekaragaman yaati dan
juga ada kelembagaannya ya. Jadi dari
data
RIP gitu ya, data profil dan RIP itu
kita bisa menghasilkan hal-hal yang
terkait tadi dengan sistem
perencanaannya, penerapan tata
kelolanya, kelembagaan dan sebagainya.
Terus jangan lupa juga ada namanya
pelaksanaan konservasinya. nya. Jadi
Bapak Ibu sekalian Undang-Undang 32
tahun 2019 pasal 5 itu juga gitu bahwa
untuk urusan lingkungan hidup gitu ya,
ada aspek atau komponen konservasi yang
harus dilaksanakannya gitu. Nah,
pelaksanaan konservasinya terkait dengan
penis macam ini. Nah, ini kurang lebih
pasal 57. Jadi pemeliharaan lingkungan
itu dilakukan melalui konservasi sumber
daya alam, pencadangan sumber daya dan
pelestarian fungsi atmosfer. Terus
kemudian
apa namanya ee
untuk konservasi sumber daya alam gitu
itu ada melaksanakan namanya konservasi
ekosistem kars, ekosistem gambut,
pesisir laut gitu, ekosistem
ee hutan dan sebagainya. Terus juga ada
aspek namanya pencadangan gitu. Jadi
kalau pencadangan itu adalah konteksnya
itu hal yang harus dilakukan gitu atau
mandat yang dilakukan untuk pemerintah
daerah dan semua pihak ya.
Untuk konteksnya pencadangan itu
melakukan apa namanya semacam semacam
apa namanya
ee
mengkoleksi kembali gitu tanaman yang
lokal dan langka yang ada dalam setiap
wilayah ekosistem dalam wilayah
korisionnya. Nah, bentuk kegiatan kita
di sini kita bicara adanya taman
keanekaaman
ruang terbuka hijau dan menanam dan
memelihara pohon hutan. Nah, dari
konteks aspek pemeliharaan gitu dan
pencadangan mandatnya ada apa-apa
mandatnya harusnya pemerintah,
pemerintah semua pihak harus melakukan
perlindungan sumber daya alam,
pengawetan sumber daya dan pemanfaatan
secari daripada sumber daya alam. Nah,
ini harus termasuk di dalam pelaksanaan
kebijakan tersebut. Terus ada
pemantauan. Nah, jadi profil
Kanekaragaman hayati itu ya juga
dilakukan sebagai tools kita untuk
melakukan pemantauan gitu. Karena profil
itu
nanti akan setiap dengan ee revisi
Preman DLH 2009 tahun 2009 itu akan
dilakukan ee apa namanya ee review dalam
Permen ee dalam 2 tahun 9 itu akan
di-review setiap akan ee dievaluasi atau
dimonitoring atau dilihat gitu ya,
dilihat ee pemantau annya setiap ee 3
tahun 3 tahun sekali. Jadi setiap 3
tahun nanti kita menyusun profil terus
kemudian dalam konteksnya memang
melakukan pemantauan gitu apakah masih
sesuai dengan profil atau tidak gitu
pertama kali kemudian bagaimana laju
daripada apa namanya kekaragaman hayati
terus juga melakukan pengawasan. Jadi
dalam peraturan sekarang pemantauan itu
ada dua gitu. menjadi pemantauan yang ee
berdasarkan ee profil. Yang kedua kali
juga kita melakukan namanya evaluasi
dengan melalui indeks pengelolaan
keanekaragaman hayati. Nah, untuk indeks
pengelolaan keanekaragaman hayati itu
berisi kurang lebih gitu ya. Ee kita
mencoba untuk mengukur seberapa jauh
teman-teman dari pemerintah daerah gitu
ya dalam melaksanakan ee konservasi
keanekaan hayati. Terus untuk dunia
usaha gitu kita ada namanya proper. Jadi
untuk peningkatan ee peringkat kerja
dari perusahaan gitu kita juga akan
konteksnya melakukan sejauh mana
pemerintah ee apa tuh e dunia usaha
dalam melakukan konservasi kanekareka
ragaman hayati gitu ya dilihat gitu ya
ee dari ee proses ee kegiatan yang
dilakukan oleh teman-teman dari dunia
usaha. Walaupun di dalam konteks tidak
hanya bicara ragaman tapi dia bicara
masalah udara. air dan sebagainya.
Nah, terus kemudian ee dalam Permen L 29
tahun 2029 itu juga kita memberikan
arahan bagaimana kita dalam
menyelesaikan konflik. Jadi, kita lebih
mengandalkan konteksnya musyawarah.
Terus andai kata musyawarah tidak dapat
diselesaikan gitu apabila ee
permasalahan ada tingkat kabupaten atau
kota gitu, maka bisa lebih naik ke
atasnya untuk tingkat gubernur. Gubernur
tidak bisa bawa apa itu kira-kira perlu
dukungan gitu kemudian masuk ke dalam ee
apa itu ranahnya menteri.
Nah, ini kemudian pengembangan sistem
balik kiring. Nah, di sini Bapak, Ibu
sekalian gitu ya.
Ini dalam pengembangan balik sebenar
balik cariring ada suatu mekanisme di
mana masing-masing pihak itu saling bisa
bertukar data dan informasi. Jadi,
sehingga teman-teman daerah ini gitu
atau semua pihak gitu ya bisa mengetahui
baseline data gitu yang dapat digunakan
sebagai dasar dalam pengambilan
kebijakan gitu. Nah, sumber-sumber
datanya juga dari profil dari rencana
induk pengelolaan terkait dengan
pengelolaannya. terus hasil pemantauan,
hasil evaluasi, dan informasi lain yang
relevan.
Nah, ini kurang lebih Bapak Ibu
sekalian. Ini kurang lebih yang saya
sampaikan tadi profil. Profil itu apa
sebenarnya?
Profil adalah gambaran keanekaan hati
yang terdapat atau dimiliki oleh daerah.
ke hatinya mencakup tingkatan ekosistem
spesies dan tingkatan spesifik dan
genetik baik yang alami yang maupun yang
telah dibudayakan dalam wilayah itu
adalah wilayah ecoren gitu. Kalau kita
menyampaikan dalam wilayah ecorigen tadi
Bapak Ibu sekalian gitu saya berharap
bisa mengingat tadi yang gambar kita di
atas gitu gambar yang warnanya tuh
berbeda-beda gitu. Nah, warnanya
berbeda-beda ini gitu Bapak, Ibu
sekalian. Jadi menandakan karistik
bentang lahannya itu ee berbeda-beda
gitu, iklimnya berbeda-beda, relnya
berbeda-beda gitu. Ini harus mampu kita
gambarkan gitu. Setelah kita gambarkan,
kita ketahui, gitu, maka kita akan mudah
untuk menyusunnya ee rencana strategi
untuk pemulihannya. Nah, sebenarnya
manfaatnya apa sih gitu? adanya data
dasar mengenai kan ragaman. Nah, ini
kekuatan pada saat komen kan ragami akan
diakses oleh pemohon. Jadi, apa sih
kekuatan tawarnya gitu? Kekuatan
tawarnya itu misalnya dari pihak
apa luar ingin mengases sumber daya
genetik yang ada di Indonesia gitu.
misalnya dari wilayah ee Cirebon lah.
Ponteknya dalam wilayah Cirebon kita tuh
harus mempunyai data apa ee data
dasarnya dulu nih. Data dasar bahwa
tanaman yang diambil benar-benar dari
Cirebon itu data dasarnya itu dari
profil.
Setelah kita ada ee apa tuh data
dasarnya gitu ya, maka gitu ya nanti
pemerintah daerah itu bisa ee memediasi
gitu atau apa ee bukan memedi tapi ee
bisa memperoleh gitu namanya pembagian
keuntungan dari hasil kanekaragaman
yang diambil sebagai misal untuk obat
gitu. Nah, biasanya pengambilan
keuntungannya itu bisa nanti mm uang
gitu. Terus kemudian transfer teknologi,
scholarship dan sebagainya. Terus yang
data kemudian data profil keaneka
ragagaman hayati itu bisa didukung untuk
mengambil keputusan perumusan kebijakan
dan rencana tindak keanekaan hayati
suatu daerah. Nah, ini kurang lebih
Bapak Ibu sekalian gitu kalau kita jadi
nanti
ini yang harus kita kumpulkan dari data
keanekaragaman ini dari jenis-jenisnya
ini. Kalau kita lihat IPSAP itu kan ada
tiga tujuan, terus ada 13 strategi, ada
95 kelompok aksi. Nah, 95 kelompok aksi
ini nanti harus digambarkan di dalam
namanya profil keanekaragaman hayati.
luas sekali. Bukan aja datakan ragagaman
hayati, terus juga kita mencari dalam
profil itu kelembagaan dan tata
kelolanya itu bagaimana sih kan gitu.
Terus arahan pemanfaatannya bagaimana
gitu. Nanti semua itu masuk ke dalam
yang namanya RPJMD
ee visi misi daripada kepala daerah gitu
renstra sampai dengan pendanaannya
gitu. Nah, ini kira-kira Bapak Ibu
sekalian. Nah, nanti dalam profil
keaneka ragaman hayati gitu nanti itu
harus namanya menganalisa. Nah,
analisanya sepakam kayak ini. Saya
ngambil analisa kemarin. Nah, ini
daripada Kabupaten Merauke. Jadi, kita
lihat nih, kita bisa menentukan arahan
lindungnya mana ya kan. Arahan lindung
dano, arahan lindung budidaya, batas
kecamatan ini harus dianalisis. Nah,
bagaimana cara menganalisisnya gitu
Bapak Ibu sekalian. Nah, ini ada
kriteria-kriteria yang harus di apa tuh
yang harus kita lihat gitu. Pertama kali
misalnya
ya apa tuh ee kriterianya bisa ngambil
kriteria dari ekosistemnya gitu bisa
lihat di situ. Terus kemudian
ee kemudian daripada kriteria jenisnya
gitu dan daripada kriteria-kriteria
genetiknya. Salah satu kriteria daripada
apa namanya ee ekosistemnya adalah
ekosistem yang rentan terhadap
perubahan.
Nah, salah satunya di situ nanti
digambarkan
ekosistem ks, ekosistem gambut itu masuk
ke dalam hal tersebut.
Terus kemudian Bapak Ibu sekalian gitu.
Eh, sebentar.
Nah, ini terus ada juga Bapak, Ibu
sekalian gitu ya ekosistem
apa ee yang mengandung kesesuaian keeka
naratif yang dibandingkan dengan
ekosistem alamiahnya. Jadi kita
menyelamatkan ekosistem-ekosistem gitu
yang di luar kawasan hutan gitu ya,
Bapak, Ibu sekalian ya. Tapi umumnya
masih vegetasinya masih alami. Nah, itu
nanti kita kita biasanya kemarin kalau
kita melakukan apa ee survei lapangan
nanti kita beri tanda oh wilayahnya
seberapa besar sih gitu. Baik,
ekosistemnya kita tandai, terus
spesies-nya itu mana misal, oh ada
jenis-jenisnya ini yang secara misalnya
secara geografi terisolasi gitu misalnya
salah satunya komodo gitu misalnya
jenis-jenis yang terilosi apa kita
tandai gitu semuanya. Terus kemudian
yang namanya
ee spesies misal tumbuhan numbuh hidup
di tempat yang ekstrem gitu. Nah, jadi
spesies tumbuhan lumbuh di tempat
ekstrem itu sebenarnya pernah ada
kejadian itu atau tempat kalau mungkin
lebih tepatnya tempat yang unik. Jadi
dulu kita ambil Parung gitu. Parung itu
tahun Parung itu adalah di kota kabup
kabupatennya maksud Kabupaten Bogor ya
kalau enggak salah dari kontek Bogor
tersebut gitu ya dulu itu ada tempat
pemandian air panas gitu dari pemandian
air atas di atasnya itu ada mangroove
gitu. itu kan lucu juga itu berarti kota
dulu Parung gitu ya. Parung itu berarti
pernah bagian daripada laut atau minimal
dia terangkat dari laut kemudian berubah
menjadi daratan. Jadi itu menimbulkan
namanya jenis tepis tumbuhan yang ee apa
tuh ee terisolasi gitu. Terisolasi. Jadi
biasanya kalau ter jenis-jenis endemik
itu terjadi terbangunnya karena bentang
lahan yang mengalami terisolasi. Jadinya
dulunya misalnya apa namanya pantai
gitu, banyak tanaman pantai terus
ternyata lautnya itu kemudian menjadi
daratan gitu. Nah, tanaman-tanaman
pantai itu masih ada nanti di
tengah-tengah daratan. Nah, itu yang
harus menjadi perhatian. Terus juga
kawasan memiliki spesies tumbuhan yang
terancam punah terkaitnya dengan IUCN,
terus dengan apa ee terus dengan
statusnya terdar dalam appendix 1
konteksnya perdagangan dan segala macam.
Nah, itu nanti kita ee kita tengaria lah
dan spes-spes lainnya mungkin kita bisa
lihat gitu Bapak, Ibu sekalian. Terus
kemudian genetiknya pun juga, nah Bapak
Ibu sekalian setelah kita tahu gitu kita
indikasikan semuanya melalui survei
lapangan dan data sekunder, ya, kita
harus mengerti yang istilahnya adalah
semacam ee
proses atau jalur jasa lingkungannya.
Jasa lingkungan harus kita kita
perhatikan. Jasa ee alur atau jasa
lingkungannya kita kasih saya kasih
gambar begini. Misalnya apa tuh Bogor?
Bogor itu jasa lingkungannya adalah
penyedia air. Di situ air banyak maka
jasa pengaturnya ada di puncak. Nah, itu
yang kita indikasikan gitu. Kita
melakukan indikasi geografinya gitu.
Terus ee dulu Parung Parung itu kan
terkenal dengan durian gitu. Tapi
ya kan dengan durian produksi duriannya
di situ dulu banyak gitu ya Bapak Ibu
sekalian gitu ya. Nah sekarang gitu
duriannya itu tidak ada gitu karena apa?
Sapa penyerbuknya sudah tidak ada. Nah,
harus kita tahu pada waktu itu kalau
dengan adanya profil harus kita memilih
gambaran gitu
apa namanya kelelawarnya itu hidup di
mana, dia makan di mana, itu harus kita
nanti menjadikan indikasi geografinya eh
indikasi untuk apa ee ekologinya.
Harus kita kita tahu istilahnya kita ada
ini ya ee apa tuh ee
proses jasa lingkungannya itu bagaimana
gitu. Jadi harus itu harus harus kita
ini mampu kita identifikasi gitu dulu
gitu misalnya di situ adalah penghasil
ee padi gitu. Nah, padi itu kan banyak
air. Harus kita lihat juga nih air ini
yang dibutuhkan dari suatu tempat itu
berasal dari mana si pengaturnya itu
dari mana itu agar menjadi ee indikasi
semacam ini.
Jadi kita awalnya dari kriterianya kita
kriterianya kita potret gitu ya. Setelah
kita potret, kita lihat tuh alur jasa
lingkungannya bagaimana sehingga kita
menimbulkan ini. Nah, sering e dalam
konteks ini loh, tapi gitu ya, ini jug
bertentangan dengan kebijakan gitu. Jadi
kalau saya bicara itu sebenarnya profit
ini sifatnya objektif gitu. Objektif apa
adanya kita sampaikan gitu. Di sinilah
nanti akan menjadi ee posisi tawar kita
untuk rekomendasi dalam konteksnya tata
ruang gitu. Jadi yang waktu itu pernah
kas banggai kepulauan. Kas banggai
kepulauan itu di ee dilindunginya itu
dalam tata ruang itu hanya 24% gitu.
Sehingga pada waktu itu kita pada waktu
masih gabung ya KLHK itu mampu apa
namanya
melakukan semacam penataan untuk
pengeluaran dalam konteks ekosistem CARS
97%. Nah, K bisa namanya melakukan ee
rekomendasi terhadap tata ruang di dalam
Kabupaten Banggai, Kepulauan sekarang
besarnya ada 97%.
Semacam itu. Nah, ini kurang lebih
alur-alurnya. Nah, alur-alur jasa
penyediaannya apa di suatu tempat, jasa
pengaturannya itu apa? Jasa penyokongnya
apa? Jasa pelastorannya apa? Dari
jasa-jasa ini kita lihat ini. Nah, ini
konteksnya nilai ekosistem dalam nilai
coragennya apa gituah. sehingga kita
bisa nanti menentukan apa itu
arahan-arahan lainnya.
Nah, kurang lebih ini ee yang terakhir
KLH. KLH itu apa namanya?
Ee apa namanya bekerja sama dengan Dinas
Pungkuan Hidup Kota Cirebon itu menyusun
namanya aran lindung arean budidaya,
kelembagaan tata kolanya gitu ya. Dan
satu lagi ada arahan pemanfaatannya itu
harus muncul. Jadi harapan
pemanfaatannya karena kita kan
pemeliharaan lingkungan sebenarnya upah
yang mendesak gitu. untuk kita menjaga
keseimbangan ekologi. Nah, kita kemudian
untuk wilayah Kota Cirebon itu juga
sudah ada kemarin itu indikasi
ekologinya, terus bagaimana kelembagaan
dan tata kelolanya dan terakhir itu
adalah bagaimana arahan pemanfaatan.
Kita memberikan arahan pemanfaatan ee
bagi kota Cirebon di dalam pemanfaatan
sumber daya alam
hayatinya.
Nah, Bapak, Ibu sekalian, begitu ini
profil terbangun terbentuk gitu ya,
pasti ada gap-gap. Maksudnya ada
proses-proses yang harus
diimplementasikan
dalam upaya atau kegiatan. Nah, upaya
kegiatan ini disebut juga dengan rencana
aksinya. Nah, rencana aksinya disebut
dengan rencana induk pengelolan keaneka
ragagamanayati. Jadi,
perencanaan konservasi KTI Undang-Undang
32, baseline datanya nama profil. Terus
kemudian perencanaan apa tuh
perencanaannya untuk pengeluan
keanekaragaman hati namanya RIP. Nah,
RIP ini nanti bagian daripada IPSAP yang
besar yang apa tuh rencana si
pengelolaan keaneka ragagaman hayati
yang sifatnya nasional. Nah,
RIP ini isinya apa ya? Isinya ada visi
misi, tujuan, sasaran, dan tindakan yang
ditujukkan untuk melestarian keaneka
ragamayati. Terus ada promosi praktik ee
apa tuh praktik apa tuh ee pematan
berkelanjutan dan mengintegrasi
pertimbangan keanekatan ke dalam
berbagai sektor. Jadi kalau kita bilang
keaneka ragaman hayati kita tidak bicara
satu sektor tetapi adalah ee semua
sektor itu terlebat. Nah, apa yang akan
kita capai gitu di dalam konteksnya
penyusunan RIP tersebut? Yaitu
pencapaian 27 target nasional gitu. 27
target nasional ini andai kata tercapai
gitu Bapak Ibu sekalian. Maka gitu ya
kita nanti akan juga dievaluasi apa tuh
ee kepada apa tuh dunia dalam sini
konteksnya adalah apa daripada CBD. Nah,
bagaimana nanti di kita di dinilai nih
apa kita mencapai tiga tujuannya, 13
strateginya 95 kelompok ASI program
daripada IPSAP tersebut. Nah, kalau
konteks 20 target nasional dan
sebagainya ini panjang sekali. Itu
mungkin Bapak Ibu sekalian bisa lihat
dokumen ISAKnya.
Nah, ini mungkin di sini nanti ada
program kerjanya keluarannya apa tata
waktu, indikator kinerja dan peran para
pihaknya itu apa. Tahapannya mungkin
kita bisa lihat tahapan membentuk tim
penyusun RIP terus adanya analisis
sintesis daripada profilnya gitu. Ada
formulasi RI pada konsel public dan
integrasi pada RPJMD-nya.
Nah, ini kurang lebih Bapak Ibu sekalian
ini tiga tujuan ya bisa tujuan keduanya
mengoptimalkan keberlanjutan untuk
masyarakat dari generasi ya ee sekarang
maupun yang akan datang. Ini ada target
yang 1 2 3 saya kasih word itu tiga
tujuannya ini harus dicapai ini untuk
Indonesia termasuk untuk pemerintah
daerah.
Terus yang kedua kali gitu Bapak ini
cari terwujudnya ini ee apa tiga
tujuannya TNTN itu adalah target
nasional sampai 20 yang harus memang di
ee penuhin.
Nah, ini kurang lebih nanti kita
beberapa contoh pelaksanaannya gitu.
Kita ada analisis sintesik, ada analisis
DPS dan forum nanti disepakati melalui
FGD dan sebagainya.
Nah, ini visi misinya nanti visi misinya
apa? tiga tujuannya apa gitu. Terus
kelompok ASI itu apa-apa apa ee 13
strateginya apa, terus kelompok ASInya
programnya sia? ini nanti harus
digambarkan ke dalam kecan induk
pengelolaan kan rekamanti.
Nah, ini kurang lebih kita yang kota
Cirebon saya ambil setiap warna nanti
kita gambarkan ada berapa warna ini
harus digambarkan di dalam profil
Kanikagamanayati
karena warna tadi melambangkan
karakteristik bentang lahan,
melambangkan jenis tanaman yang ada di
atasnya, melambangkan
apa namanya ee fungsi jasa lingkungan
yang akan berjalan ada di di antara
warna-warna tersebut.
juga nanti kita melihat
apa namanya dari apa rencana induk
pengulan Kagemuti tersebut gitu ya apa
namanya ee
hal-hal yang spesifik atau ee spesifik
apa yang harus nanti dicermatinya itu
masuk ke dalam rencana induk. Nah, itu
kurang lebih ini kurang lebih yang
namanya ee apa nama ee output apa
outline daripada penyusunan e rencana
indo. Jadi Bapak Ibu dari perencanaan
konservasi kanan karagaman hayati gitu
ya
menghasilkan baseline dan perencanaan
dari apa itu eh perencanaan terkait
dengan ee rencana aksi untuk pengeluan
keaneka ragaman hayati dan
implementasinya ini ada ini
implementasinya adalah gini. Nah, ini
penting ini kita masuk pencadangan.
Kalau Undang-Undang 32 tahun 2009 gitu,
ada tiga ee hal yang memang menjadi
apa itu pokok kita untuk melakukan
konservasi. Yang pertama kali adalah
pencadangan, yang kedua adalah
konservasi sumber daya alam hayati.
Jadi, satu adalah taman ke hati. Jadi
taman ke hati itu adalah
kita meminta gitu ya semua pihak
termasuk pemerintah daerah untuk
mencadangkan wilayah gitu untuk
mengkoleksi jenis tanaman gitu. Tanaman
yang lokal
dan langkah yang ada di suatu daerah
gitu berdasarkan ekosistemnya dan pada
berdasarkan wilayah ekorligennya. Jadi
konteks taman keaneka hayati gitu ya
kalau saya boleh mundur gitu Bapak Ibu
sekalian. Ini kan ada warna-warna hijau.
Ada hijau, ada ee orange kecoklatan, ada
pink, ada hijau muda. Andai kata taman
kanayat ini berada warna di hijau, maka
jenis-jenis tanaman ini yang akan
dikumpulkan ada di warna hijau.
Nah, terus ee bukan itu saja gitu. Ini
konteks taman keanekaragaman hayati juga
kita akan melakukan namanya asosiasi
gitu. Jadi kalau kita lihat tanaman itu
kan ada tiga. Yang pertama kali
tanaman-tanaman yang mampu menghasilkan
anakan sendiri dengan bantuan angin.
Jadi itu enggak ada masalah dengan
bantuan angin gitu ya. Maka banyak
tumbuh ee tanaman apa tuh ee ee jenis
apa tumbuh anakan-anakan baru. Ada yang
satu tanaman ada betina dan jantannya.
Begitu gaya gravitasi gitu ya Bapak Ibu
sekalian. maka bisa menghasilkan anakan
yang baru. Nah, yang kelangkaan di
Indonesia menurut ee data ke hati tahun
ee tahun 2
tahun 2020 tahun 2 sampai 2024 sampai
dengan 2025 2000 yang untuk isab tahun
2025 ini gitu kelangkan yang terjadi
adalah tanaman-tanaman gitu yang antara
tanaman jantan dan betina ee jantan dan
betinanya gitu ya itu berlainan tanaman
sehingga betuh yang namanya agen
penyebuk ini kangkan terjadi sekarang
Karena agen penyerbuknya enggak ada kan
akhirnya tidak bisa menghasilkan anak
ini. Jadi gitu taman ke hati itu mencoba
ke arah situ. Jadi mungkin sedikit itu
gambaran taman ke hati ya taman
keekarekaan hayati bukan tanah kosong
gitu ya Bapak Ibu sekalian ya. Ini ada
tanah kosong gitu ya. Terus apa namanya
kita tanami tanaman gitu sehingga itu
namanya taman keanekaaragaman hayati.
Jadi taman kanek Taman Hayati tadi yang
akan kita selamatkan itu adalah apa?
Yaitu tanaman yang apa tuh? Tanaman yang
tumbuhan dan penyebutannya dan
pencerbnya harus dibantu oleh satwa.
Jadi misalnya salah satunya adalah
durian. Kita tanam durian taman Kaneka
hayati gitu. Durian penyerbukan dan
pemencan biji dibantu oleh satwa ya kan.
Karena pemencana bijan dibantai oleh
satwa gitu ya, maka kita harus tahu
satwanya apa gitu. Oh, ternyata satunya
di sini adalah kelelawar. Kelelawar 1
sampai 3 bulan makan apa gitu. Misalnya
dia makan jambu gitu, kita tanam jambu 4
sampai 6 bulan gitu dia makan apa? Makan
kita tanam mangga
ya kan. Terus ee 7 sampai 9 bulan dia
makan apa? Bisa makan pepaya gitu. Kita
tanam pepaya sehingga gitu ya sis
kelelawarnya itu akan sejahtera gitu.
Dia akan aktif melakukan penyerbukan.
Nah, di situ konteksnya apa tuh ee ee ee
apa namanya? Dari konteksnya apa? Taman
keanekaan hayati gitu.
Jadi di sini lebih karam penyapan sep
tumbuhan lokal yang memiliki tingkat
ancaman yang yang tinggi gitu ya.
Seperti contohnya aja gitu untuk taman
apa tuh ee di Jakarta aja berdasarkan
data profil yang ada gitu. Ternyata
salak pondo di Jakarta itu ee
profil aneka ragaman hayatinya DKI
Jakarta itu bahwa Salak Pondok itu di
DKI tinggal tiga eh salak Condet
e tinggal tiga jenis eh tinggal tiga
tanaman. Nah, itu itu konteksnya
kelokalan yang memang harus di apa
koleksi di dalam Taman Keaneka Hayati.
Banyak Bapak Ibu sekalian gitu.
Indonesia itu sekarang sudah ada 108 106
taman keaneka ragaman. Ini kesulitannya
kita adalah mencari tumbuhan asli lokal
yang memiliki ancaman. Ancaman
tertingginya sudah kita lihat tapi kita
mencari tanamannya itu susah gitu. Susah
apa? Seluruh Indonesia ada 106 taman
keanekaragaman tetapi belum ada sampai
100% kita mampu untuk mengumpulkannya
karena kita tidak ada jenis-jenis itu
belum belum sampai sekarang ditemukan.
ada yang menarik gitu Bapak Ibu
sekalian. Kalau untuk Pulau Jawa itu
ternyata untuk mencari tanaman-tanaman
yang dimaksud dalam konsep tanaman ke
hati gitu ya, itu banyak di daerah
bahasa tempat-tempat keramat dan
sebagainya. Nah, itu yang menjadi ee
kita untuk mencari bibit dari Taman
Keanet Rageman Hayati.
Tapi semacam itu. Nah, ini mungkin
tujuannya
sebagai
ini adalah apa itu menyematkan berbagai
space tumbuhan asoka miliki tangkapan
ancaman tinggi terhadap kalatnya atau
ancaman yang mengakibatkan kepunahannya.
ya manfaatnya sebagai koleksi
tumbuhannya pengembangan tumbuhan satwa
pendukung sumber daya genetik sarana
pendidikan, penelitian, pengembangan
ilmu ton ekowisata, bibit benir, ruang
terbo gja, dan penambahan penambahan
tutupan vegetasi dari Taman
Kanikaragaman Hayati gitu Bapak Ibu
sekalian. Sebenarnya manfaat yang
diperoleh sudah banyak gitu. Nah,
manfaat sudah banyak gitu. ada sebagai
sarana wisata gitu, ada yang Delh
Kabupaten SKO dari tompeten Kaneka ya
itu sudah mampu menghasilkan ee tanaman
untuk ee apa namanya ee obat kanker,
terus ada tanaman yang buat untuk
mengatasi kebotakan dan sebagainya. Itu
yang hasil-hasil dari taman keanekaati.
Jadi, Bapak Ibu sekalian, koleksi dari
tanaman keaneka ragagaman itu tidak
serta-merta setelah kita kumpulkan
jenis-jenisnya. terus kita tanam pada
tempat ee hal tersebut dengan
sembarangan itu tidak, Bapak, Ibu. Ini
adalah yang namanya kita mengadakan
namanya replikasi ekosistem.
Nah, replikasi ekosistem dalam taman
keaneka ragagaman. Nah, itu nanti bisa
lihat ini. Nah, ini replikasi ini. Jadi,
kita su dari ini tanah ini di ee di
mana? Di Tuban, Bapak, Ibu sekalian.
Nah, kita lihat gitu setiap warna-warna
ini menunjukkan gitu apa namanya relief
atau bentang-bentang lahan di setiap
lokasi itu berbeda-beda gitu. Walaupun
ini wilayahnya cuma sekitar 12an hektar
Bapak Ibu sekalian. Hijau itu ada
wilayah perbukitan itu kita kita
petak-petakan topografinya agak berbeda.
Setiap blok itu menambahkan semacam ee
apa ya? Tapak relung lah. Tapak relung.
Jadi wilayah 3 hektar atau 10 hektar
harus mampu kita analisis mana yang apa
namanya
bentang lahannya cekung. Cekung kering,
cekung berair mana. Datar kering datar
berair itu mana. Gitu. Harus kita mampu
gambarkan. Setelah kita gambarkan, kita
harus mencari ee jenis-jenis tanaman
yang tumbuh di atasnya. Apa jenis-jenis
tumbuhan yang ada di atasnya kemudian
kita asosiasikan gitu loh. Tadi durian.
Dorian penyerbukan pengembangan bnya
dibantu oleh satwa penyerbuk. Maka untuk
menejahterakan satwa penyerbuk gitu
Bapak Ibu sekalian harus menyiapkan
tanaman apa? Nah, itu masuk ke dalam
namanya desain vegetasi atau replikasi
ekosistem dari Taman Kaneka Ragaman
Hayati. Jadi konteksnya Taman Kaneka
Ragaman Hati sebenarnya adalah demprot
untuk pemulihan ekosistem gitu
berdasarkan Undang-Undang 32 tahun 2009.
Jadi demplot pemulihan itu semacam ini
gitu. Nah, kalau konteks sekarang karena
demplot itu ya pengaruh jasa lingkungan
yang didapatkan ya tidak gitu besar.
Seharusnya dari data profil itu Bapak
Ibu sekalian akan kelihatan namanya
indukasi ekologinya. Dari indukasi
ekologinya gitu ya, maka seharusnya itu
ee konteksnya dilakukan pemulian
ekosistem. Nah, itu maka jasa lingkungan
itu akan terlihat ekonomi semacam itu.
Nah, ini
apa tuh ee temankan ragaman ya di
Jombang itu awalnya hijau terus ada
illegal logging lah semacam itu. Terus
kemudian kita mampu mampu apa namanya
melakukan pemulihan ini cuma 15 hektar.
Nah, ini kemudian juga ada
jenis-jenisnya.
Nah, terus juga kita melakukan mereka
punya kewajiban untuk ini apa namanya?
Ee
menyusun laporan. Nah, kita melihat
jenisnya itu bagaimana, apakah ada
peningkatan populasi, terus satwa yang
datang itu apa segala macam.
Itu kekayaan spesiesnya juga totalnya
ada 40 space yang dunia yang tiba-tiba
muncul menjadi tadinya tidak ada menjadi
gitu dan sebagainya.
Nah, ini kurang lebih yang diburu itu
ditemukan
di dalam apa itu di dalam ee Taman
Kanikaragaman Jombang itu ada
kupu-kupunya gitu, ada pengembangan
wisatanya gitu.
Dalam taman kan ragaman itu memang
dimandatkan juga untuk menyusun yang
namanya apa tuh ee pangkalan data gitu
ya.
pada pangkalan datanya bersifat gambar
keseluruhan tumbuhannya klasifikasi baku
menensi publiksi asal koleksi tanaman
metode untuk banyak nanti harus menjadi
catatannya gitu Bapak Ibu sekalian nih
ini nanti ada di apa namanya ee
mandatnya di apa tuh K Permenlanya 03
tahun 2002 tentang konteknya taman
keanekaaman
sampai dengan tanggal tanggal tanggal
penanaman koleksi segala macam dicatat
nanti dalam e pangkalan data taman Kek
karagamani. Nah, asal-usal koleksi
tanaman itu juga harus menjadi catatan.
Jadi, ee semaksimal se apa ya,
semaksimal mungkin ya kita tidak
mengambil jenis tanaman gitu ya.
Misalnya tanaman ee apa yang apa ada di
daerah A gitu ya, misalnya jeruk gitu.
Jangan sampai kita menanam pada suatu
lokasi. Jadi andai kata jenisnya ee sama
kita mengambil lokasi yang agak
berjauhan. misalnya laun kampunglah
apa ee ambil dari kampung satu dengan
kampung yang lainnya ini supaya untuk
mencegah terjadinya namanya perkawinan
sedarah gitu. Nah, ini kurang lebih juga
kita dari teman kan ragageman itu sudah
menghasilkan nilai ekonominya kan begitu
kita lihat-lihat ada. Terus kemudian ini
juga untuk pemandu wisata gitu untuk
Taman Kanekaragaman Belitung itu aja
sendiri ee sebelum COVID itu
kunjungannya sampai 25.000 pengunjung
begitu ya.
itu menjadi catatan terbaik. Bangka
Tengah pun juga kurang lebih hampir sama
gitu ya. Itu menjadi apa itu catatan
gitu dan lain-lain. Wonosalam itu juga.
Nah, itu pun juga. Nah, ini juga ada
yang namanya penelitiannya pun juga
gitu. Nah, juga ini beberapa tempat itu
juga saya sebar ee tanaman-tanaman
ditanam pun juga untuk ada tumbuhan obat
sebagai obat payudara, luka ambean dan
kuat dan sebagainya. Biasanya untuk
taman-taman yang besar gitu kita apa tuh
ee apa ee masih bisa kita sisipkan
tanaman-tanaman semacai kangkung atau
bayam dan sebagainya.
Nah, ini ada penelitian-penelitiannya
gitu. Nah, nah itu untuk pencadangan
sumber daya alam hayati itu terdiri dari
taman kei berbank ke hati. Nah, sekarang
ada RTH Neka Ragamanayati. Nah, ini
memang akhirnya ini konteksnya RTH Neka
Ragaman akhir-akhir ini kita akhirnya
kita dekati dengan isu namanya urban
biodiversity gitu. Memang konteks taman
keanekarik raagaman Bapak Ibu sekalian
untuk wilayah perkotaan wilayah kota
gitu yang konteks administrasi itu
minimal 3 hektar. Sedangkan ee kabupaten
10 hektar memang konteksnya hasil ee
hasil penelitian pada waktu itu dengan
LIPI ya Bu. Kalau sekarang mungkin Brin
ya sudah lama sekali itu tahun 2007-an
2008-an gitu. Nah, itu memang sebenarnya
ee indikasi apa namanya ee peran
ekologis itu gitu minimal gitu. Minimal
itu dapat berperan pada lahan seluas
berapa gitu. Tapi kalau sebenarnya kalau
untuk perkotaan itu kalau ee konteks
ekologinya memang tidak sebesar yang ada
di wilayah kabupaten karena tadi saya
bilang piramida makanan,
piramida dasarnya sudah menyampaikan
adanya namanya nah produsen. Nah,
produsen itu kan kita bicara jenis
tanaman, jumlah tanaman, dan luasan
gitu. Nah, itu ternyata kalau konteksnya
untuk kota itu memang tidak begitu ee
indikasi ee apa indikator untuk
perubahan lingkungannya mungkin ee
terkecil gitu. Nah, karena itu luasannya
besar gitu, kita menyusun juga yang
namanya RTHK Neka Ragaman. Nah,
untuk mengakomodir mengakomodir
daerah-daerah baik pemerintah daerah
gitu ya atau siapapun gitu ya untuk
menyusun untuk keterbatasan luasan yang
dimiliki. Nah, ini kalau yang untuk ee
apa tuh RTHK aneka ragaman hayati. Nah,
di sini kritereluasannya 1 hektar
tanaman semusim gitu ya. Terus diah ada
ee ada yang ada yang lebih dari 0,1
sampai dengan 1 hektar, ada yang 1
sampai dengan 99,9 hektar. Nah, itu ee
apa namanya? ee mempunyai
apa mempunyai desain vegetasi yang
masing-masing. Nah, tapi ke RTK Nekar
hayati karena luasannya kecil gitu tidak
akan mungkin bisa
apa namanya mendorong terjadinya proses
ekologi secara optimal. Maka kita punya
konsep namanya RTH ragaman hayati. RTK
Nekarati itu lahir karena konteksnya ya
jumlah penduduk perkotaannya juga
semakin tinggi kebutuhan karena
pemikiran argod perkotaan semakin tinggi
perkembangan yang tidak dapat meng
pertumuhan kota itu ada konteksnya ada
pemacaan sebenarnya menyusun namanya
RTHK anekar ragaman jadi kalau RTH
ragaman gitu mungkin saya agak ke atas
itu
ini saya akan membandingkan TK
Ragamaniti dengan taman kati sebentar
nah kalau RTH taman Taman Kaneka Ragaman
Hayati dari wilayah misalnya Taman
Kanekaragaman Hayati ada di wilayah
hijau, maka dia koleksi tanamannya harus
didasarkan
apa? Ekosistem dalam wilayah ecoren juga
harus didasarkan kepada asosiasi tanaman
tersebut untuk mendukung satwa
penyerbuknya atau pemencar bijinya.
Sedangkan taman keanekaan hayati tidak
dilakukan asosiasi. Jadi interest
grupnya interestnya kita apa gitu.
dengan masuk kita kanagaman hayati gitu
misalnya saya pengin melihat tanaman
yang menenangkan hati misalnya ee apa
namanya bunga-bungaan kalau enggak
tanaman-taman yang kita datang ke sana
berbau wangi gitu itu kurang lebih
semacam konteksnya taman Kaneka daripada
RTH Kaneka Ragamanayati.
Nah, ini mungkin jadi ruang ter apa tuh
ini mungkin dari Undang-Undang 26 tahun
tentang penataan ruang ruang terbuka dia
area memanjang jalur atau mengelompok
pengundannya lebih bersifat terbuka
tempat tumbuh tanaman baik yang tumbuh
secara alami maupun yang sengaja ditanam
dengan mempertimbangkan asek apa ee
ekologi resapan air ekonomi, sosial
budaya dan etika. RTH biasanya menur 30%
dari luas wilayah kota dan 2% dari ee
ARTH publik ee itu ARTH minimal memiliki
luuasan ee 30% dari luas total wilayah
kota dengan proporsi 20% RTH publik dan
sebagai RTH privat. Sedangkan RTH
keaneka ragaman hayati adalah suatu
kawasan pencadangan sumber daya manati
di luar kawasan hutan mempunyai fungsi
institut dan atau insitu khususnya bagi
tumbuhan tanaman pada unit ekosistem
pada wilayah ekor regionnya. Jadi kalau
untuk tamama RTHK Nekar itu kita bicara
koleksi gitu, tidak bicara masalah apa
itu tidak didesain untuk berjalannya
fungsi ekologi.
Nah, ini kurang lebih kriterianya gitu.
Kriterianya 0,1 hektar sampai dengan 1
hektar untuk tanaman semusim gitu kayak
bunga-bungaan. Terus yang keduanya 1
hektar sampai 99, hektar untuk tanaman
bukan semuusim atau dalam suatu
hamparan. fungsinya tetap sama gitu. Ada
koleksi sumber bibit benih gitu,
konservasi air tanah melalui pembuatan
biopori s pendidikan penelitian sebagai
peningkatan indeks kualitas tutupan
lahan, estetika tempat rekreasi,
mitigasi perubahan, adaptasi perubahan
ikam dan sarapan gas rumah kaca. Ini
mungkin untuk rtnik ragaman hayati ini
kondisinya masih ee jadi kami itu sedang
merevisi Permen LH 29 tahun 2009. Salah
satunya itu adalah ee apa tuh memasukkan
RTH Neka Ragaman ke dalam Permen
tersebut. Sedangkan yang sudah eksis
malah teman-teman dari ee
Provinsi ee Jawa Barat yang ada di
Bandung. Ada peraturan e apa e
gubernurnya.
Nah.
Nah, ini. Terus yang ketiga adalah
penanaman pohon langka. Itu seragan
tindakan rencana beranj untuk memikan
kelangsungan hidup, pembagian tanam ee
dan perkembangan populasi tanaman atau
tum terancam punah pada wilayah
ekorennya.
Kemudian ini juga baru baru sedang kita
konsepkan di dalam e revisi preman 2009
tahun 2009. Kalau ini sama sekali tidak
mengenal apa tuh luasan area. Jadi ini
sebagai koleksi saja gitu. Mence
suai kerjaan melestarikan K secara
keseluruhan. Jadi ini tidak mengenal apa
tuh ee
luasan. Jadi sebenarnya yang mendukung
terkait dengan piramida makan adalah
konteksnya ada taman
keanekaragamanayati. Arti
Kananekaaragamanayati itu tidak apa
optimal juga dalam mendukung piramida
makanan apalagi konteksnya terkait
dengan penaman pohon langka tersebut.
Nah, Bapak Ibu sekalian dari pencadangan
itu ada tiga kegiatan memang
dilaksanakan. Nah, sekarang kita bicara
konservasi sumber daya alam alam hayati
beras Undang-Undang 13 tahun 2009 pasal
57-nya.
Nah, ini Bapak Ibu sekalian
salah satu bentuk perlindungan dan
pengelolaan yang kita lakukan adalah KS
gitu.
Kars itu wilayah yang geologis dan
geomorfis dan hidrologis menjadikan
keterbatasan yang berbeda dengan kawasan
lain. Jadi kondisi kars itu dari apa tuh
ee geologi geomorfik hidroliknya memang
sudah berbeda gitu. Solumenya dia kecil
kan gitu. Terus kemudian terbasebasan
air apa tuh? air permukaannya gitu.
Sehingga habitat hidupnya keekaragaman
di hayat yang ada di kawasan ekosistem
Kars itu sangat unik gitu.
Jarang. Contohnya apa namanya misalnya
yang di dalam goahnya jadi banyak apa tu
ee satwa-satwa bebek ikan gitu yang
tidak ada pigmennya gitu. Sedangkan
untuk tanaman di permukaannya itu jenis
tanamannya juga sangat apa itu terbatas.
Nah, inilah Bapak, Ibu sekalian
rendahnya daya dukung ekosistem kas
terhadap kehidupan tersebut menyebabkan
ekosistem kas sangat peka terhadap
perubahan lingkungan gitu. Nah,
pepakaannya nanti bisa lihat kita lihat
dari apa ee R-nya. Nah, ini kurang lebih
kita bisa lihat gitu ya, perlindungan
pengelolaan apa ekosistem cars itu
bagaimana tujuannya mungkin kita bisa
baca Ibu e Bapak Ibu sekalian ya.
Nah, ini kurang lebih batu gamping ini
batu gamping ada jenis batu dari utama
pembentukan kamping secara mekanik dan
organik kasu itu menurut sang ekosistem
kas semam ini tatanan di bawah permukaan
di bawah permukaan laut dengan semua
benda daya keadaan malu hidup yang
merupakan satu kesan utuh menyuruh dan
saling mari dalam membentuk keseman
stabi dan berat lingkuan hidup. Jadi,
Bapak, Ibu sekalian gitu kalau kita
lihat KS itu kita terkait dengan ee
pembentukan bentang lahan yang saya
sampaikan tadi di gambar bergerak ini
adalah konteksnya KS itu adalah
sebenarnya bukan K mungkin batu kambing
dulu batu itu adalah terumbu karang yang
terangkat ke atas. Begitu terumbu karang
itu terangkat ke atas gitu ya, kemudian
bisa tercampur mineral-mineral lain gitu
misalnya letusan gunung berapi ya kan.
Terus kalau enggak pasti itu proses
pengangkatan, mengambil mineral dan di
atasnya. Nah, terus kemudian ada panas,
siang, hujan. Nah, itu lama-lama proses
kimianya ada yang membentuk tidak semua
gambing itu ada yang membentuk, ada yang
membentuk konteksnya ada marmer dan
sebagainya. Nah, ini wilayah-wilayah ini
harus yang kita mampu lindungi gitu.
Karena apa? tatanan kas di bawah
permukaan di bawah dan di bawah
permukaan di dalam semua benda daya
keadaan makhluk hidung yang merupakan
satu kesatuan menyuruh dan saling
mempengaruhi dalam membentuk
keseimbangan stabilitas dan produksi
lingkungan. Jadi dalam ekosistem kas
menatanya kita wajib berjalannya jasa
lingkungan ini kemudian kita tata
makanya ada penataan untuk pengelolaan
ekosistem yang bicara juga nanti
kelembagaan dalam ekosistem ks-nya
gimana bicara dengan arahan
pemanfaatannya bagaimana dalam ekosistem
k nah ini apa yang dilindungi gitu
konteksnya apa tuh ada juga nilai-nilai
arkeolognya di sini ada nilai budayanya
pun juga ada Kalimantan Timur ada 37
buat bersejarah ini yang dianggap
ada ee tertua di Asia Tenggara. Terus
ada gambar telapak tangan juga ditemukan
kayak semacam ee apa tuh ee batu tua
sampai ada gerabah dan
tengkorak-tengkorak ini juga akan kita
lindungi dalam konteks budaya dan
ekosistem KS. Nah, ini Bapak Ibu
sekalian. Nah, ini kalau lihat ee KS itu
kerentanan semacam ini kerentanan Kars.
Jadi begitu terangkat ke atas gitu ya,
Bapak, Ibu sekalian gitu ya.
Terus kemudian ada apa namanya ee
hujan, panas begitu ya. Kars ini airnya
tidak bisa masuk ke dalam semua lubang
karena porsitasnya rendah. Dia mau masuk
melalui lubang-lubang tertentu yang
namanya ada singul atau konor. Dia masuk
ke situ kemudian membentuk celah-celah
ini kayak semacam kita lihat kayak rumah
rayap ini kasu kayak begini Bapak Ibu
sekalian. Jadi makanya bilang secara
tadi geologi, hidrologi, dan
geomorfologi memang sangat terbatas di
air permukaannya, tetapi di bawah
pemerkaannya banyak tapi permasalahannya
bicara ke hati di dalam permukaannya pun
juga tidak apa namanya tidak semua apa
tuh ee hati di dalam permukaannya itu
bisa hidup gitu dalam konteksnya apa
namanya ee tidak seperti yang di atasnya
gitu. Nah, ini kurang lebih semacam itu.
Jadi kalau ini gambarnya ada safety tank
rumah kita buang gitu, maka dia akan
mengalir itu mungkin sampai kabupaten
lain gitu karena luas sekali. Nah, itu
yang terlihat. Nah, ada istilahnya
pericars. Pericars itu kars yang
tertimbun misalnya oleh timbunan tanah
sampai ke dalam 10 m, 20 m di dikira itu
bukan kar gitu. sehingga dia melakukan
yang namanya misalnya pembuangan apa ee
apa namanya air limbah lah gitu ya.
Ternyata di sini masuk bisa ke dalam
saluran airnya. Saluran air bawah tanah
itu yang menjadi kawasan ini rentan
terhadap ber apa terhadap apa ee
perubahan atau pencemaran itu di situ
mudah sekali pencemar. Nah, ini nilai
ekonomi kas ada ekstraktif dan nonek
ekstraktif gitu. ekstraktifnya itu bisa
dok semen, terus ada bahan marmer, batu
bata, kosmetik dan lain-lain. Terus
tanaman di atasnya bisa paling bagus
adalah kayu di situ atau kayu jati gitu
akan bagus konteksnya kars akan keras
sekali.
ekstraktifnya ada pemanfaatan bentang
alam untuk pariwisata, pendidikan, ada
nilai jasa lingkungannya, sumber daya
air, penyimpanan cadang air, penahanan
sedim sedimen, pengelang racun, penyerap
karbon, ada juga nilai jasa ekologinya
gitu. karena ee apa konteksnya
keterbatasan di dalam ee apa namanya ee
tanaman yang ada di atas permukaan kars,
maka perubahan terhadap bentang lahan
itu bisa mempengaruhi konteksnya
kelusuran satwa yang ada di atas
kanekaragam apa satwa yang di atas dalam
permukaan kar tersebut.
Nah, ini kurang lebih berarti e ciri apa
ee ciri-ciri khas apa? Ciri-ciri satwa
KS yang ada di ee ciri-ciri satwa yang
ada di ekosistem KS
macam itu. Kita melihat ada yang
sifatnya sebagai polinator atau
penyebut, ada sifat sebagai pemencar
gitu, ada pengendali di situ pengendali
apa gitu. Nah,
biscam itu juga ada nilai budaya
dalam situs-situs ke apa tuh kas. Nah,
inilah PR-nya ee apa tuh Undang-Undang
32 gitu ya. Bagaimana kita
menyeimbangkan gitu karena keterbatasan
apa air di sana terus ke apa tuh ee
jenis tumbuhan atau tanaman tidak
sebanyak yang ada di wilayah ekosistem
dan ekoren lainnya. Inilah PR kita untuk
melakukan penataan pengelolan ekosistem
KS. Nah, ini apa-apa aja yang harus kita
lindungi dalam kas, yaitu adalah yang
mempunyai fungsi ilmiah, objek
penelitian penyelidikan bagi pengetahuan
fungsinya daerah imbuan air. Jadi
meresapkan air ke dalam tanah yang harus
kita lindungi. Fungsi media penyimpanan
air secara bahan dalam bentuk air
ferware yang terbadan mencukupi
hidrologi air. Jadi kalau kita lihat
kara striknya kan ada yang indokars, ada
yang ecars. Dalamosk itu kan ada yang
namanya menara kas. Nakas itu merupakan
ekuivor. Jadi kalau dia hujan gitu ya,
Bapak Ibu sekalian, dia itu menyerap
air. Tapi kalau dia panas gitu ya, dia
akan mengeluarkan air. Dulu di mana
kabupaten Banggai Kepulauan itu ada danu
namanya tendetung. Itu itu lucu. Jadi
begitu musim hujan
apa musim hujan apa banyak gitu ya, dia
enggak banjir.
Malah danya cenderung airnya itu
sedikit. T begitu musim air musim panas
air-air yang ada diserap di dalam apa
tuh ee permukaan apa di dalam ee
batuan-batuan khas mengeluarkan air. Nah
itu airnya baru tergenang banyak gitu.
Ada enggak mata air permanennya? Terus
ada enggak goe menjadi sungai atau
jaringan sungai bawah tanah gitu loh.
Nah, ini menjadi PR pon berlangsung
dengan sungai bawah tanah, sungai. Terus
ada enggak sungai di dalam laut biota
bawa permukaan dan permukaan dan cagar
budaya ini fungsi-fungsi lindung yang
harus kita lindungi dalam ekosistem k.
Nah, ini kurang lebih ini bagai
kepulauan gitu. Ini kita melakukan
penataan pengelolaan. Jadi kita
aspek-aspek apa yang tersebut gitu ya
yang tadi kriteria kerusakannya itu kita
lindungi. Jadi kita karena kita
Undang-Undang 32 itu mengamanahkan harus
berbasis e region dan jasa lingkungan
gitu ya. Maka kitaat kita harus bisa
menjajaki gitu alir jasa lingkungannya
itu bagaimana gitu.
Kurang lebih kita ada akhirnya ini
sampai saya bilang 97%
gitu wilayah eku bangkai kebola itu
menjadi apa ekosistem cars gitu. Nah,
pertanyaannya kan begitu setelah menjadi
97% apakah di sini sudah ada masyarakat
dan sebagainya terus bagaimana kita bisa
mendukung kehidupan mereka. Nah, di sini
ada yang namanya arahan pemantan. Jadi
kita kasih tanamannya secara apa?
pertanian itu jenis tanamannya apa gitu.
Jadi ekonomi kena, ekologi kena. Nah,
itu kemudian sampai dengan pada waktu
itu sampai kita ee kerja sama dengan NGO
yayasan Yayasan Burung Indonesia ya itu
sampai dengan apa namanya penjualan
hasil produk-produknya mereka gitu. Jadi
di Luwuk itu kayak ada semacam apa ya
semacam tempat untuk promosi hasil-hasil
daripada bagai kepulauan. Nah, gitu
kurang lebih dari
Nah, ini kurang lebih yang waktu itu
kita ee LH gabung dengan masih
penggabungan LH LHK gitu kita ekosistem
kas bagi keperluan ini eh successory
ekosistem Kai keperluan karena 97%
kita tadinya itu hanya ee sekitar 22%
untuk perlindungan kars ya. terus kita
bisa intervensi ke bagai keburan jadi
97% dan bentuknya perda namanya perda
perlindungan dan pengelolaan ekosistem
kas gitu. Nah, kemudian ekosistem kasup
Trenggalek Jawa Timur gitu. Dari hasil
kajian itu kita bisa melindungi sekitar
64% aslinya cuma 15% gitu.
Terus kemudian Mars Pangkep itu saya
lupa berapa persen ee Tasik Tasik Malaya
dan sekitar 60-an% cuma dari konteks
tata ruangnya itu tinggal berapa persen
gitu. Nah, itu akhirnya kita akhirnya
berjuangnya dari konteks perencanaan
yang berhasil itu adalah ekosistem kasai
kepulauan kasup Trenggalek. itu kemarin
terakhir itu ada berita acara gitu
antara DLH Kabupaten Trenggalek itu ya
yang waktu itu KLHK dengan tata ruang
kesepakatannya diakomodir sekitar 50-an%
yang sebelumnya hanya cuma konteksnya
15% untuk perlindungan kas.
Nah, terus kemudian ada juga di dalam
konservasi sumber daya alam apa sumber
konservasi sumber daya alam hayati ada
namanya perlindungan dan peng ekosistem
gambut.
Di sini adalah upaya komprehensif
melestarikan fungsi ekosis karena ragam
itu sebagai terdukung di dalamnya se
menjelasan dan pand yang ditimbulkan.
Nah, ini kurang lebih dari sama tadi
denganosiskan tujuannya untuk pelaran
fungsi ekologis ke hati. sumber daya
yang terkandung di dalamnya secara
berlanjutan mencegah kerusakan dampak
negatif yang dapat ditimbulkan. Ini
kalau konteks ekosistem KS itu di
Kementerian Lingkungan Hidup itu ada di
Terkat Gambut. Mungkin proses detailnya
itu ada di apa tuh ee di direktorat
tersebut. Kurang lebih ini gambut bisa
kita baca gitu ya Bapak Ibu sekalian apa
namanya definisinya gitu. Ini ini harus
di apa tuh ee
konteksnya gambut yang harus dilindungi
gitu. ada puncak gambutnya, kesatuan
gambut, kubah ini yang harus menjadi
apa? Ee kalau orang itu asosiasinya,
hubungannya tersebut menjadi harus
menjadi perhatian kita. Ini kita bisa
lihat manfaatnya. Gambut itu untuk
kehutanan, pengontrol banjir penyedia
air, pengotor risiko kebakaran rentan,
ada ekoterisme, penjaga kestabilan ikim
ke hati, pendiditaan pendidikan dan
sebagainya. Nah, ini kurang lebih gitu
Bapak Ibu. Nah, ini kurang lebih Bapak,
Ibu ee untuk apa kriteria-kriterianya
sesuai peraturannya gitu ya. Minimal
yang diletakkan
satu per lebih puncak ada ketebut lebih
besar dari 3 m. Terus terdapat plasma
nokta spesifik enemik lindung yang
diundang-undang berada di kawasan
lindung hutan lindung kawasan
konservasi. Ini untuk fungsi budidaya
sama dengan K kita mempunyai visual
budidaya terus juga ada konteks
pemanfaatannya juga diatur dalam permen
tersebut ya. Ada fungsi ini dan fusi
biayanya ee apa itu e juga gitu sampai
ada kereta-kereta kerusakan di dalam
gambut gitu.
Nah, terus yang kemudian selain gambut
Bapak Ibu sekalian ada ekosistem pesisir
laut yang undang-undang tingkat du. Nah,
ini teman-teman dari pesis laut dari
keturat lain ini akan apa yang melakukan
perlindungan ke hati untuk itu. Jadi
melindungi memberikan mengolah kegan
sumber daya alam secara
berkelanjutannya.
Tujuannya apa? Di sini mengatasi
ancaman-ancaman ada. Memastikan
kesehatan serta produktivitas untuk
generasi sekarang dan akan datang.
Nah, ini Bapak Ibu sekalian ini kalau
kita lihat dari Undang-Undang 32 tuh
banyak sampai dengan konservasi akhirnya
dan sebagainya gitu. Cuma saya
menyampaikan beberapa hal aja. Nah,
Bapak Ibu sekalian, menjadi hal yang
penting juga setelah kita melakukan
penetapan
itu fungsi lindungnya gitu ya, Bapak,
Ibu sekalian. Kita memberikan tadi
arahan lindung dan budidayinya
bagaimana, arahan pemanfaatannya gimana,
kelembagaan tata kelolanya bagaimana.
Hal yang penting ini adalah setelah ada
tiga hal tersebut yang menjadi
rekomendasi dalam kajian, maka yang
harus jadi penting harus ada siapa yang
bertanggung jawab untuk mengelola
ekosistem tersebut. Maka gitu
dimandatkan untuk membentuk namanya unit
pengelola. Unit pengelola semacam inilah
siapa sih yang mengelola? Nah, unit
pengelola ini memiliki tugas. Tugasnya
apa? bagaimana menyusun dokumen
perencanaan pengelolaan KT 5 tahunan dan
1 tahun. Menyusun pangkalan data,
mengembangkan inovasi kemitraan,
mengembangkan strat ee strategi
pendanaan dan menyusun laporan motoring.
Jadi kalau urusan itu semua urusan
dibagi hasil. Kalau konteksnya
apa tuh ee kabupaten dan kota gitu nanti
bawa pengawasannya segala macam
pembantauannya di provinsi-provinsi
nanti dengan KLH dan sebagainya. Itu
kurang lebih Bapak Ibu sekalian terkait
dengan perlindungan dan pengelolaan
keaneka ragaman hayati menurut
Undang-Undang 32 tahun 2009. Jadi kita
harus fokus dari pasal dari pasal 57
Undang-Undang ee 32 terdiri dari
pencadangannya gitu. Sumber daya alemari
terdiri dari konservasi sumber daya alam
hayati. Nah, dalam Undang-Undang 32
harus ada aspek perencanaannya.
Perencanaannya tadi Bapak Ibu sekalian
kita bisa melihat yang namanya
database-nya.
Jadi ee dat database Kaneka Ragaman B
gambaran potensi konseka ragaman kita
buat bisa menyusun perencanaannya.
Perencanaannya itu bagaimana? Karena di
dalam ee apa menyusun profil situ sudah
tertuang gitu. mana yang hal kawasan
yang harus dilindungi,
bagaimana arahan pemanfaatannya gitu,
terus bagaimana upaya pengendaliannya,
pencakan penungan, pemulihannya gitu dan
sebagainya itu harus tertuang tersebut
dan sampai juga tadi penyelesaian
konflik dan pemantauan dan evaluasi.
Jadi pemantauan dan evaluasi bisa banyak
dilakukan dengan menggunakan sistem data
informasi. Database itu sebenarnya kita
sebut dengan balik clearing. Dan tahun
sekarang tuh ada namanya indeks
pengelolaan untuk evaluasi pelaksanaan
pengelolaan keaneka ragaman hayati baik
kontekingnya provinsi, kabupaten, dan
kota sebagai dasar kita untuk memantau
dan membina dalam pelaksanaan apa
namanya pelestarian atau konsasi Kaneka
Gemenayati. Sedangkan dengan konteksnya
dunia usaha itu melalui ee Permen LH
gitu terkait dengan proper itu tahun
2001 ya nomor 1 tahun apa nomor 7 tahun
2025 itu menjadi dasar kita untuk
melakukan apa namanya ee ee pemantauan
dan evaluasi pelaksanaan kegiatan pada
masing-masing pihak. Mungkin itu yang
bisa saya sampaikan Bapak Ibu semuanya.
Terima kasih. Wabillahi taufik walh.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Pak Bambang
atas penyampaian materinya dan materi
ini sangat informatif dan sangat detail
sekali Pak Bambang. Dan kita juga sudah
mendengarkan Bapak Ibu semuanya yang
dimulai dari definisi keanekaragaman
hayatif, kemudian kebijakan perlindungan
dan pengelolaan ke hati hingga juga
hingga konservasi sumber daya alam
hayati. Oke. Baik Bapak Ibu, kita akan
lanjutkan pada sesi tanya jawab yang di
mana di sini tanya jawabnya dari
menggunakan aplikasi Saidu terlebih
dahulu. Kebetulan di sini Pak Bambang
sudah ada 11 pertanyaan.
Bisa langsung saja, Pak, dijawab satu
persatu untuk pertanyaan,
ya. Terima kasih. Jadi, Bapak Ibu
sekalian, mungkin saya menanyakan apa
tuh menjawab indeks keanekaan suati
suatu kabupaten ini ee
jadi ada dua hal ini. Kalau yang kita
laksanakan tadi indeks pengelolaan.
Kalau indeks ke hati itu metode apa?
Untuk mengetahui ee apa namanya? Ee
kelimpahan. Jadi kelimpahan ada apa tuh
ee keanekaan hayati di suatu wilayah.
Sedangkan untuk apa namanya indeks
pengelolaan gitu ya Bapak Ibu sekalian
yang saya sampaikan gitu ya. Kalau untuk
indeks KTI itu banyak itu metodenya tuh
tadi bisa ada sharen segala macam itu
detail. Jadi melihat kelimpahan
populasinya berapa dan sebagainya itu
pakai indeks ke hati. Tapi kalau indeks
pengelolaan kita melihat cara
mengelolanya. Jadi ee ancamannya gimana,
effortnya apa, seang pemanfaatannya itu
bagaimana gitu. Itu sebenarnya konteks
indeks pengeluan keaneka ragagaman
hayati sampai sekarang itu sedang
dibahas. Tadinya kan Bapak Ibu yang ee
dari PEPENAS ini yang menyampaikan gitu
apa yang apa yang membuat rumusan gitu.
Ternyata kita uji coba pada waktu itu
kok sulit juga ya. enggak enggak enggak
implementatif gitu dan juga tidak
mengakomodir pada waktu itu apa tuh ee
instan bukan ya dulu namanya masih kita
jadi masih unsurnya KLHK gitu sekarang
kan ee apa tuh KLH dan kehutanan ini
berubah gitu apa lain instansi nah itu
sedang kita godok lagi gitu Bapak Ibu
sekalian nanti ee
bulan 6 rencananya nanti sudah final
terus di area PTR terdapat atau benih
apakah bisa di area sumber diaget
bagaimana cara mendaftarkannya. Nah, ini
Bapak Ibu sekalian gitu. Nanti ee
sebenarnya konteksnya kalau Kementerian
Sumber Genetik untuk kebun benih apa
untuk perkebunan gitu ya atau pertanian
itu ke kementerian lain-lain apa tuh ke
kementerian yang bersangkutan itu nanti
adakah Bapak Ibu sekalian itu
proseduralnya untuk apa namanya ee ee
pendaftaran kebun benih tersebut ada
karena setiap kementerian itu punya ini
punya ee tata cara masing-masing gitu.
Tapi nanti mungkin kalau kami dari
Kementerian Lingkungan Hidup gitu ya,
itu mungkin di bidang teman satu lagi
begitu ya, itu nanti bisa memberikan
informasi lebih lanjut ini kita akan e
nanti diarahkan ke mana gitu.
Oh, terus yang ketiga untuk peta jasa
ini bisa akses di mana? Wah, ini emang
iya nih peta jasa lingkungan tadi ya
sebenarnya bisa diakses ke direktorat
namanya ee PSDAB apa tuh? pembangunan
berkelanjutan dan sumber daya alam.
Lestari itu di Direktorat Konservasi itu
dibuttinya tata lingkungan. Di situ juga
ada peta peta eigen jadi kita nanti
untuk data peta itu ada namanya di
Direktorat PSDHAB di situ ada peta jasa
lingkungan eh terus kemudian ada peta
ecoren. Nah, peta peta ini semkan dasar
kita untuk melakukan perlindungan
pengolan keanekaragaman hayati gitu.
Terus kedua kalinya ee ini juga
digunakan gitu Undang-Undang 26 tahun
2000 ee terkait dengan penataan ruang
itu ya itu juga menggunakan peta ini
gitu.
Nah, ini hal-hal yang tersebut. Kemudian
KLS juga menggunakan apa itu peta ini
juga saya rasa ee itu nanti bersurat aja
kok Bu itu bukan bukan apa namanya
peta-peta itu bukan apa namanya yang
peta digunakan untuk melakukan analisis
tapi kita kalau minta gitu misalnya ee
untuk apa ee misalnya kecamatan misalnya
di Kabupaten Bogor gitu ya ya data
Kabupaten Bogor aja yang bisa kita minta
tapi kalau se Indonesia ya enggak bisa
kurang lebih semacam itunya
terus bukan lahan yang ditanami dahulu
dengan jenis S growing itu menunjang
pertumbuhan-pertumbuhannya ituu telah
sesuai dengan peran ekolog. Nah, jadi
Bapak Ibu sekalian ini
jadi bukanlah ditanami. Jadi Bapak Ibu
sekalian ini kalau Undang-Undang 32
menyampaikan sebelum kita menanami gitu
ya tanaman kita harus ngerti nih sejarah
tanamannya istilahnya kita harus
mengetahui morfogenesanya sejarah
bentang lahannya gimana gitu sejarah
tanamannya itu apa gitu ya.
Nah, setelah itu kemudian wilayah
eksistingnya tuh apa gitu. Memang ada
beberapa tanaman gitu ya untuk ditanami
gitu ya harus menggunakan tanaman pionir
itu ada. Jadi untuk menstabilkan
kesuburan tanahnya terus konteks apa
kanekareka ragaman baya tiba tanah dalam
konteks mekanisme terbangun terbentuknya
itu apa gitu. Kemudian setelah itu
terbangun terbentuk maka ditanam tanaman
yang memang apa tuh ee jenis AC
tersebut. Nah, kalau peran ekologis
Bapak, Ibu sekalian gitu ya, kita harus
tahu. Jadi peran ekologisnya tadi saya
bilang contohnya nih, tanaman yang akan
kita tanam gitu ya, mampu berba, berbuah
atas bantuan apa? Bantuan anginah
ataukah atau dalam satu tanaman ada
jantan betina? Apakah yang antara
janaman tanaman betina dan jantan itu
berlainan tanaman gitu? Nah, setelah
andai kata apa namanya yang akan kita
tanam adalah tanaman betina dan tanaman
jantan yang berbeda, maka butuh agen
penyerbuk. Agen penyerbuknya apa nih di
sini? Enggak harus kelawar gitu.
Misalnya ada kumbang. Kumbang ini
makanannya apa harus kita penuhi gitu.
Sehingga si kumbang sejahtera melakukan
penyerbukan gitu ya. Begitu melakukan
penyerbukan maka melakukan pemencaran
biji. Nah, itu namanya apa tuh? Fungsi
ekologis itu berjalan gitu. Itu baru
satu tanaman. Badar konting taman kei
itu 1 hektar. 1 hektar itu ada satu
jenis 15 individu.
Bayangkan tanahnya ada 13 hektar atau 10
hektar berapa berarti. Nah itu di situ
itu konteksnya apa itu menunjang peran
ekologi.
Bukan berarti kita menanami ada tanah
osong kita tanami tanami tanaman ee
satwa itu ee enggak datang gitu. Ada
yang datang gitu Bapak Ibu. Tapi kan
kalau kita lihat dari piramida makanan
gitu ya enggak utuh gitu. Jadi dia hanya
memberi makanan pada satu jenis satwa
gitu. Misalnya kumbang ya kumbang aja
gitu kan. Tapi kan enggak teratur gitu.
Kalau kita mau semuanya gitu kita
penuhi. Jadi harus tahu namanya sejarah
bentang lahan itu atau morfogenesa.
Wah ini kalau umpah apa saja terukur
keeka agama itu dihitung terbesar dari
indokin dan wener ataukah ada lainnya
ini untuk ini indeks nih. Indeks khati
ini banyak Bapak Ibu sekalian banyak
metodenya gitu. itu bisa kita lihat ini
di Google ini banyak sekali itu
indeks-indeksnya segala macam sampai
dengan sampai dengan apa namanya
teknisnya itu ada tapi memakai demplot
itu demplot demplot kita hitam banyak
sekali Bapak Ibu sekalian kalau kita
indeks itu kalau ini gitu
bagian pertas ini tidak mengal
percampuran sesai dari tempat yang di
luar bidatnya ya ini mungkin yang bukan
lahan ditanami gitu ya dengan dengan
spestasi endemik ya itu Bapak Ibu
mempertahankannya harus Kita lihat nih,
saya ngambil contoh gitu ya, Bapak Ibu
lihat spesies asli dan endemik itu ya.
As endemik. Jadi gini kalau kita harus
melihat mempertahankannya gitu, kita
harus ngerti asosiasinya gitu.
Asosiasinya tanam ini dengan tanaman apa
gitu. Sejarah bentang lahannya itu
bagaimana segala macam. Nah, supaya
tidak terjadi apa tuh ee percampuran
dengan subses di tempat duarab itu
bagaimana kalau untuk tanaman gitu. Kita
harus ngerti nih mengambil jenis koleksi
ini itu dari mana gitu. Terus kalau
andai kata dalam satu wilayah itu juga
sudah ada gitu, maka kita perbanyak
spesies spesies lainnya.
Terus bagaimana paton dan P skala satuan
di skala desain kelian pada 1 banding
5.000
implantasi peta ekor bisa besar Bu kalau
yang dari dari SK172 gitu Bapak Ibu
sekalian itu apa namanya dari SK 1272
itu 1 banding R50.000. Nah, makanya
nanti untuk dijadikan batu banding
Rp50.000 itu kita melakukan survei batu
banding 5.000 itu kecil sekali ini. 1
banding 5.000 biasanya kita menyusun
sampai apa ee kalau kita menyusun
demplot vegetasi taman gati itu 1
banding 5.000 itu spesial karena satu 1
banding 5.000 lahan 3 hektar itu aja
mampu kita kita analisis gitu ini bentuk
bentang lahannya apa terus kemudian
cekung atau ee cekung atau datar berair
atau tidak gitu. ini melalui namanya
survei primer.
Bagaimana sistem pengamanan ke hati dan
pengelolaan yang dapat melibatkan
pemerintah dan masyarakat setempat. Nah,
ini Bapak Ibu sekalian biasanya kita
setiap tadi saya bilang kita dalam
melaksanakan rencana induk dan
implementasi di lapangan kan ada yang
namanya rencana induk pengelolaan
itu untuk tingkat besarnya. Kalau tempat
tapaknya kan ada namanya ee SK
pengelolaan. Nah, SK pengelolaan
ditandatangani oleh kepala daerah.
harus dalam dengan konteks SK apa tu
oleh kepala daerah maka harus mampu itu
membreak down itu mbreak peran
masing-masing itu apa disepakati atau
tidak gitu dipepakati peran misalnya
dinas lingkang hidup gitu misalnya
terkait dengan pemeliharaan keaneka
ragagaman hayati misal per koleksi
tanaman harus dibreakkan peran-perannya
itu masingnya apa berdasarkan apa
berdasarkan ee daripada tupoksinya
masing-masing apa masing-masing apa ee
dinas atau kementerian Nah, terus juga
peranan pemdanya apa? Terus kemudian
disahkan. Disahkan mulai dari kepala
daerah terus kemudian disambungkan
dengan sistem perencanaan keuangannya
gitu.
Terus kemudian program BR yang apa yang
pernah jauh dengan proses paling mudah?
Ini terkait dengan itu apa itu ee
perubahan iklim berarti ya program apa
yang paling cocok untuk proses paling
mudah untuk CO dan mangrumbuk karang.
Jadi, Bapak, Ibu sekalian, ini memang
kita nih apa namanya? Ee berdasarkan
ekosistem tuh bisa. Jadi, berdasarkan
misalnya koneksnya koneks
kawasan-kawasan apa ekosistem cars itu
sangat mudah proses paling mudah untuk
CO2 reduction dan selain mangrove jaj
ekosistem tumbuh karang. Tetapi dalam
konteksnya konteksnya untuk misalnya
penyerapan karbon atau segala macam gitu
itu memang akhirnya menjadi harus
sinkronisasi itu antara aneka gitu ya
dengan yang namanya
apa namanya e perubahan iklim. Jadi
misal yang jauh dengan misal dengan
pencemaran udara gitu. Konteks dan
pencemaran udara mereka ee
tanaman-tanaman rekomendasi yang harus
ditanam ada tanaman-tanaman yang berdaun
lebar karena konteksnya bisa menyerap.
Tetapi dalam konteks keanekaragaman
hayati kan sudah punya patokan tadi
Bapak Ibu sekalian.
Jadi tak ee sudah punya ee patokan gitu
ya. Patokan
apa tuh bentang lahannya apa, jenis
tanamannya apa gitu lah. Itu paling
enggak kita bisa memetakan gitu
wilayah-wilayahnya saja yang apa ee ee
untuk mendukung konteksnya apa
redction-nya untuk mangroove dan terumbu
karang.
Nah, kalau cara pengajuan hutan kota
menjadi taman keati dan apa yang harus
dilakukan? Nah, ini Bapak Ibu sekalian
kalau memang kalau saya sih berharap itu
misalnya hutan kotanya sudah baik gitu
ya sudah enggak ada masalah gitu. Orang
enggak ada yang apa ee apa namanya?
Andai kata memang konteksnya memang
hutangnya baik gitu. Tetapi kalau memang
konteksnya sudah apa namanya sudah ee
rusak atau gimana ya harus ada berita
acaranya. berita acara kenapa dari hutan
kotai menjadi taman gati. Setelah
menjadi taman kita harus manamnya
replikasi ekosistem. Replikasi sistem
itu bagi menyusun desain vegetasi. Kita
harus bisa me apa tuh
melihatkannya tadi semacam tapak perlung
ya. Tapak kerung tapak dalam suatu lahan
tersebut gitu kan. Kalau kita lihat ee
wilayah 3 hektar gitu ya misal atau 10
hektar kan ada yang tadi saya bilang ada
yang cekung ada yang ada yang berair
cekung kering terus datar berair datar
itu datar apa kering. Nah, terus kita
petakan terus jenis tanamannya itu apa
justu namanya desain vegetasinya gitu
yang jelas. Terus yang itu harus itu
persyaratan utama yang harus dipenuhi
gitu persyaratan konteksnya substansi.
Tapi kalau persyaratan seonteksnya
adminsi harus ada berita acara gitu.
Kenapa kalau dari hutan-hutan menjadi
taman ke hati gitu.
Nah, terus bagaimana dengan pengolan kan
pada hutan yang IPKH sudah ada T lahan
produksi satu langkah yang hilang
habitat. Nah, ini ini kalau ini Bapak,
Ibu sekalian gitu. Ini pendekatannya ini
ada pendekatan melalui apa namanya ee
manajemen di situ biasanya ini kalau
teman-teman kehutanan ini memberlakukan
syarat syarat. Jadi syaratnya itu apa
gitu ya
persyaratannya apa misalnya nilai hutan
persyaratannya. Jadi kalau di LH itu kan
ini AMDALnya itu bagaimana gitu. Kita
lihat itu apa UKL-UPL-nya dan
pelaksanaannya bagaimana. Nanti kalau
dia tidak memenuhi memenuhi atau tidak
melakukan perlindungan terhadap satwa
hilang atau yang langka dikenakan sanksi
segala macam itu. Ini
pendekatanpendapatan apa tuh ee
manajemen gitu. Tapi kalau sebenarnya
itu kita punya dikena apa tuh punya
kewenangan untuk melakukan intervensi ya
buatbuat aja taman keaneka ragaman
hayati. Kalau di dalam hutan kan taman
Kaneka ragaman hati tidak bisa ya Bapak
Ibu sekalian gitu. Enggak usah disebutin
taman Kaneka ragaman hati tapi konsep
taman kehati aja dimasukkan ke dalam itu
ke dalam apa tuh wilayah apa tuh wilayah
hutan yang IPKH tersebut. Mungkin itu
sedikit yang bisa ee saya sampaikan
Bapak Ibu sudah semuanya.
Oke. Baik. Eh, terima kasih Pak Bambang
atas ee jawaban-jawabannya.
Dan untuk selanjutnya di sini akan
dilanjutkan dengan tanya jawab langsung
dari peserta Zoom. Ee mungkin karena ini
waktunya terbatas ya Bapak Ibu semuanya,
jadi hanya untuk dua untuk tiga penanya
saja.
Baik, untuk itu kebetulan juga di sini
sudah ada tiga orang yang raise hand.
Dipersilakan terlebih dahulu kepada Pak
Bari.
Iya.
Halo.
Iya. Halo, Pak. Kurang keras suaranya,
Pak. Mohon maaf.
I selamat siang, Bapak. Terima kasih.
Selamat siang, Pak. Bapak Ibu berikan
kesempatan kepada saya ingin bertanya
terkait ee
ke ee keanekaragaman ini pengelolaan
perlindungan dan pengelolaan kena
kagaman hayat ini ini kan identik kita
dengan kegiatan pemulihan ekosistem.
I.
Jadi pertanyaan saya, apakah kegiat ee
pengelolaan kena regagaman hati ini kita
tanami misalnya di suatu wilayah itu ee
tumbuhan yang hanya satu jenis ee yang
bersifat komersil. Contohnya seperti
gaharu saja di jadi itu kawasan itu kita
apai menjadi kawasan ee apa tanaman
gaharu gitu kita penghijauannya. Ee
apakah itu melanggar melanggar
ee
apa ketentuan dan etika ekologisnya atau
seperti apa? Itu itu saja sih, Bapak.
Tidak harus tanaman buah gitu kan?
Tidak, tidak ditanam tanaman buah, tapi
tanamannya satu jenis saja gaharu
begitu, Bapak.
Iya. Bapak dari mana, Pak? Mohon maaf
komersial.
Pak Bari dari mana? Mohon maaf.
Halo.
Iya. Halo. I
tes.
Dari mana, Pak? Tadi Pak Bari.
Tes.
Iya, mungkin dilanjutnya enggak apa-apa,
Pak.
Itu saja, Bapak pertanyaannya. Itu
terkait konteksnya di di daerah yang ee
terdampak genangan air akibat
pembangunan PLTA gitu, Pak, di Malinau
gitu.
Iya.
langsung jawab apa saya kumpulkan dulu,
Bu Dini?
Ee
boleh, Pak, kalau untuk langsung jawab
boleh.
Oh, iya. E ya, mungkin menjawab Pak
Bari, Pak. Ini mungkin ini saya
nge-share lagi nih, Pak, ya.
Nah, sebentar dulu.
Kalau yang disampaikan Pak Bari tadi
memang gitu, Pak. Kalau saya yang yang
tidak sesuai adalah prinsip-prinsip
ekologinya gitu. Makanya tadi saya
menyampaikan nih Bapak Ibu sekalian
bagaimana supaya prinsip ekologinya itu
kena gitu. Nah kena itu harus kita lihat
begini Bapak Ibu. Nah kan tadi saya
menyampaikan nih Bapak Ibu. Nah ini kan
ada warna-warna gitu Pak ya. Dari sini
aja nih dari sini warna-warna.
Nah, sekarang gitu Bapak, Ibu sekalian.
Kalau kita mengin ekologi misalnya
Malino nih saya kan enggak enggak
ngoverlay peta Malino and kata misalnya
kota Malino di Jakarta Timur ini
warnanya apa ini kan gitu. Oh warnanya
ini. Oh bentang lahannya semacam ini kan
begitu ya. Maka jenis tanaman yang
tumbuh di atasnya apa? Nah kan
kelihatan. Oh ini ada bervegetasi hutan
tem sungai malar hijau. Nah begitu Bapak
Ibu sekalian.
Jadi sekarang tuh sudah enak, Pak. Sudah
dapat region tuh. Jadi kalau orang tuh
mungkin sudah memotong, kalau dulu kan
awalnya ada ini ada apa itu ee biofisik
ya ituat sejarahnya gitu. Sekarang sudah
banyak dipotong ini gitu. Tapi otomatis
harus ke ee apa tuh ee survei primer
juga di situ kan. Nanti kita harus
memotretkan di Kam 1 yang sama dengan
misalnya di Malino tuh sama dengan
kabupaten sebelahnya harus kita
potretkan juga gitu. Tapi kan paling mal
sudah apa sudah menunjang tersebut. Nah
ini apa nih? Nah, itu teman namanya
gitu. Nah, terus kemudian itu ee
bermaterial misalnya dia ee apa namanya?
Vegetasi hujian tepin sungai dalam dia
daerah konteksnya dalam PLTA gitu ya.
PLTA-nya itu gitu. Nanti bisa dua dengan
kajian apaen bisa-bisa dua hal. Kita
bisa menemukan jenisnya kita bisa
menyebabkan oh ini ternyata publiknya
PLTN-nya salah nih apa namanya bangun di
sini gitu bisa tuh. Apalagi kalau ini
misalnya di daerah-daerah Jakarta Utara
ada alum propin ya di sana ada pabrik
gitu sampai kapan pun cepat banjir gitu
karena itu apa prositasnya rendah gitu.
Nah, pakai peta-peta ini gitu. Terus
kita enggak bisa, Bu, yang Bapak Ibu
suungan gitu yang namanya menggunakan
satu jenis tanaman gitu. Itu bukan
proses-proses eko apapun itu bukan
namanya bukan prinsip-prinsip ekologi
yang kita gunakan. Saya kan kalau saya
bilang itu ya bahwa konteksnya tanaman
itu juga makhluk sosial kok. Makhluk
sosial dia harus berdampingan dengan
tanaman apa gitu. Nah, proses ekologi
itu yang Bapak Ibu sekalian nanti yang
selama ini kita gunakan untuk melakukan
konteksnya pemulihan ekosistem gitu. Itu
si pikirnya, Pak. Pak Pak Bari gitu
secara singkat yang saya sampaikan gitu.
Makanya Bapak kalau konteksnya Malino,
nah saya harus ngelihat ini nih nanti di
ee apanya apa ee letaknya di wilayahnya
ee e apa ee koordinatnya di mana gitu
ya, terus gontang alamnya apa gitu,
vegetasinya apa. Setelah kita dapat
vegetasinya kita melakukan analisis ini
apa namanya ee pasangannya, tanamannya
nih apa gitu. Nah, itu nanti harus
dipetakan. itu konteksnya ekologinya tuh
macam itu. Itu mungkin bisa saya
sampaikan Pak Bari gitu. Mohon maaf
kalau ada yang enggak pas.
Oke. Baik, terima kasih Pak Bari atas ee
pertanyaannya. Dilanjutkan kepada Pak
Samsu Rizal. Dipersilakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh dan selamat siang Bapak Ibu
sekalian.
Waalaikumsalam Pak.
Yang saya hormati Pak Bambang
narasumber.
Ee saya Samsul Rizal dari Palu, Sulawesi
Tengah, Pak Bambang.
Ee terima kasih atas informasi terkait
ee khusus untuk Bangkep. Tadi sudah
disampaikan KS Bangkep gitu ya.
Ee poin pertama yang jadi ee pertanyaan
saya dulu ada SK Mendagri nomor 48 tahun
'89
tentang pedoman penetapan identitas
flora dan fauna daerah.
I
ee saya tidak tahu apakah peraturan ini
masih berlaku ee dan diberlakukan pada
daerah otonomi baru untuk provinsi. Nah,
pertanyaannya apakah ada provinsi yang
sukses di dalam melakukan ee
implementasi dari Perda terkait
penetapan maskot flora faunanya? Ee
karena kalau saya membaca itu ee
kadang-kadang daerah hanya menetapkan
maskot maskotnya tetapi implementasi
ee apa ya upaya konservasi terhadap
maskot itu ee seringki mungkin tidak
maksimal. mungkin Pak Bambang ada
informasi daerah yang sukses melakukan
ee implementasi konservasi terhadap ee
flora fauna yang menjadi maskot
daerahnya. Yang pertama. Yang kedua ee
saya ee berkat mungkin ee Pak Bambang
dan teman-teman dari LIPI atau Brain itu
menetapkan ee kawasan Kars Bank itu
mencapai 90-an kalau gak salah persen
itu ee paling tidak ini mengakhiri
konflik kepentingan perusahaan yang
ingin berinvestasi di kawasan ini. ee
dulu informasinya itu kan akan dibuka
kawasan ini untuk perkebunan sawit.
Tetapi dengan adda itu
ee alhamdulillah itu kemudian saya yakin
itu tidak bisa karena kawasan ini
memiliki tingkat endemisitas yang sangat
tinggi
ee karena keterisolasian daerah dari
daratan Sulawesi ya. itu yang yang ini.
Tetapi ee beberapa kawasan lain di
Sulawesi ee tengah khususnya
itu saya melihat seringki kawasan
konservasi yang sudah ditetapkan
itu akhirnya dikalahkan oleh kepentingan
ee mengubah menjadi kawasan terutama
kawasan kami adalah kepentingan tambang.
Ini kan kalau hitung-hitungannya memang
secara ekonomi itu ya tambang
menghasilkan ekonomi. Tetapi kan
kerusakan tidak terbatas pada kerusakan
ke hati tapi ekosistem. Lalu kalau
hitung-hitungannya kan jauh lebih mahal
upaya pemulihan ekosistem apalagi untuk
perlindungan ke itu sendiri. Jadi ee
maksud saya ee sesuatu kawasan yang
sudah ditetapkan itu ya kalau bisa ya
jangan lagi dibuka, diberi kesempatan
untuk kemudian dialihkan menjadi kawasan
tambang dan lain sebagainya. Hanya
dengan cara mengganti pada kawasan lain
yang belum tentu sama nilai ee indeks
apa ya, nilai keanekaragaman dan nilai
penting ekosistemnya itu. Ee mohon
komentar Pak Bambang. Terima kasih.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh dan selamat siang.
I terima kasih Pak Samsori. Memang
cerita bangkep itu ee kalau saya
sampaikan tidak pernah habis-habis gitu
dulu gitu. Kontaknya Bangkap itu
melindungi kar sekitar hanya berapa
persen saya lupa sekitar e 24% atau
tidak salah gitu ya. Ya kan dengan
adanya perda ini tinggi loh Pak Perda
untuk penetapan kawasan ekosistem KS
yang di sana gitu ya. itu termasuk
tinggi gitu. Ternyata juga tidak apa
namanya ee mengurangi ancaman yang
terjadi. Jadi kan begitu. Nah, memang
begitu Bapak Ibu sekalian gitu. Itu
malah gunanya kita menyusunannya RIP itu
di situ. Jadi paling enggak RIP itu kita
membuat semacam pertahanan lah.
Pertahanan dengan kompak itulah
pertahanan dengan semua dinas-dinas yang
lain untuk apa ya? untuk untuk mengontar
hal-hal yang konteksnya bisa merusak
lingkungan atau konteksnya merusak suatu
ekosistem gitu. Nah, itu di situ yang
pertama. Terus yang kedua, Bapak Ibu
sekalian gitu ya, kita harus menjak yang
namanya tata ruang
selama tata itu soalnya bangkep itu
kalau enggak salah sudah ada ininya kok
KLS-nya terkait dengan wilayah-wilayah
yang akan diganakan tata ruang itu juga
sudah sudah cukup kuat itu. Jadi, ada
dua perda yang bisa melindungi Kabupaten
Bangkep tersebut. Kalau konflik
kepentingan itu pasti akan terjadi
karena konteks yang terjadi pengalaman
di Bangkep itu konteks tambang gitu.
Kontang ternyata teman-teman dari da
Provinsi begitu ya yang di SDM itu pada
waktu itu tiba-tiba turun gitu loh.
Seharusnya prosedurnya proseduralnya ini
konteks prosedural dia bicara dulu dong
dengan teman-teman pemil daerah
Kabupaten Bangkep ini enggak terjadi
gitu. tiba-tiba sudah apa identifikasi
wilayah untuk apa ee wilayah-wilayah
yang diambil potensi kondisi barang
tambang yang mau diambil itu yang
lucunya lagi batu gampingnya gituah tahu
banggai kepulauan itu kan wilayah
kepulauan gitu J termasuk
wilayah-wilayah kepulauan kecil gitu
wilayah kepulauan kecil itu rawan
terhadap terhadap apa namanya ee
perubahan jadi itu di situ digali gitu
ya bawah airnya tuh ada yang namanya
sungai aliran an bawah air gitu ya bawah
tanah yang menghubung ke laut itu dikali
ya tenggelam itu bangkai kepulauan. Nah,
hal-hal itu sebenarnya yang harus kita
perkuat gitu Bapak Ibu sekalian. Makanya
kalau saya ini kuncinya dikontnya apa
tuh ee di konteksnya dikoordinasi gitu.
Nah, kalau ada kayak gitu gitu Bapak
bersurat aja nanti ke kami gitu nanti
bisa saya bantu untuk tindak lanjuti.
Itu yang pertama. Terus yang kedua,
Bapak Ibu semuanya gitu untuk Pak
Samsori gitu tahun ini ya kalau enggak
salah ee Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Sulawesi Tengah sedang menyusun profil,
Pak. Nah, di situ dalam konteksnya
profil itu menjadi baseline kita untuk
melakukan apa namanya ee untuk melakukan
yang namanya apa namanya? Perlindungan
dan pengolahan konteksnya keaneka
ragaman hayati gitu. di situ bicara
masalah indikasi ekologist itu mana gitu
yang harus jadi indikasi ekologi itu
wilayah-wilayah yang bisa digunakan
untuk mendukung pelestarian kanayati
jadi jangan sampai gitu adanya degradasi
wilayah 10 hektar ya kan degradasinya ke
masalah salah ke hatinya
apa 60% terus kemudian kita melakukan
pemulihan di 30% atau 20% itu enggak
akan terjadi Pak yang namanya pemulihan
ekosistem
Pemulihan ekosistem tidak bicara masalah
jenis tanaman yang di kita tanam saja,
tapi kita bicara peranan satwa gitu kan.
Enggak mungkin kita misalnya ee manusia
itu melakukan penanaman sampai wilayah
yang peratus-ratusan hektar kan enggak
mungkin. Kalau peranan satwanya itu kita
optimalkan, maka kan begitu ada makan
misalnya burung makan tanaman, makan
buah, bawa terbang, terus kemudian
mulesnya turun. Nah, peranan-peranan ini
harusnya kita kuatkan dalam konteksnya
pemulihan ee lingkungan. Jadi, saya
berharap tahun 2000 ee 2026 ini profil
itu jadi, Pak. Jadi itu itu kemarin ee
pertemuannya sama ada sekdanya segala
Pak itu itu bisa nanti bisa m-backup
teman-teman juga dari dunia usaha untuk
melakukan pemulaian ekosistem. Nah,
terkait dengan e identitas flora fauna
daerah gitu memang itu sebenarnya SK-nya
itu SK Kementerian Dalam Negeri itu ya.
tahunnya sudah lama itu tahun sekitar
tahun 99 gitulah. Cuma saya parameter
perendernya yang apa digunakan di situ
ya biasanya adalah jenis-jenis yang
statusnya ee apa tuh ee perlindungan
gitu. Jadi ada yang PP7, ada status
LHK-nya menurut IUCN ya kalau enggak
salah. Terus ada spesies prioritas atau
du spesies prioritas nasional gitu ya.
Ada Harimau Sumatera ya kalau enggak
salah Badak. Terus kemudian ada
parameternya endomisitasnya diukur.
Terus apa jenis lokalnya ya. Jadi
adaitas jenis lokal ada spesies kuncinya
ada jenis indikatornya juga eh jenis
indikator spesis terhadap perubahan
lingkungan itu menjadi beberapa
kriteria. ada. Kemudian ini muncul nanti
baru maskot ee daerah gitu. Nah, kalau
yang paling setahu saya gitu bahwa yang
paling yang apa namanya ee berhasil pada
waktu itu ya konteksnya adalah DKI
Jakarta gitu ya. Karena apa gitu kalau
DKI Jakarta itu kan sudah 80% jenis
tanamannya beton, Pak. Jadi lebih
gampang lebih gampang diidentifikasi dan
tepat gitu. Nah, tapi kalau yang memang
wilayahnya masih masih baik kayak Papua
gitu ya susah, Pak. Jadi
parameter-parameter itu yang nanti harus
dikaji. Biasanya kan ada timnya tim
untuk melakukan pengkajian gitu. Nah,
kurang lebih macam itu. Nah, tapi kalau
kontect event identika prorafauna daerah
gitu ya ee gaungnya itu e tahun-tahun
ini juga enggak begitu 5 tahun yang lalu
yaak enggak begitu kelihatan Pak itu
karena itu kan kewenangannya di
Kemendagri itu Pak. Mungkin itu bisa
sampaikan. Terima kasih.
Oke. Baik. Ee terima kasih Pak Samsul
Rizal atas pertanyaannya.
Dan mungkin sebelum kepada Pak Cahyo
saya ingin menyampaikan terlebih dahulu
karena ini waktunya sudah lebih dari jam
12.00 sehingga Pak Cahyo sebagai penanya
terakhir. Jadi mohon maaf sekali kepada
Pak Hamas dan juga Pak Andi yang sudah
rais hand. Oke. Baik. Untuk itu
dipersilakan kepada Pak Cahyo untuk
bertanya dan mohon izin juga Pak Cahyo
agar langsung to the point saja pada
pertanyaannya ya. Dipersilakan.
Baik ee terima kasih atas kesempatan
yang diberikan oleh Pak Moderator. Ee
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Ee izin ee
langsung saja mungkin ee Pak Bambang
saya ingin menanyakan terkait ee mungkin
saat ini di saya dari Sulawesi Tenggara
ee beberapa pekan terakhir ee ANOA atau
satwa endemik dan dilindungi di Sulawesi
Tenggara saat ini sering muncul di area
operasional pertambangan PTSCM.
Nah, ini ee apakah ee ini dapat menjadi
indikasi adanya perubahan atau gangguan
habitat dari ANU tersebut ee dan
bagaimana sebaiknya langkah-langkah ee
stakeholder ataupun baik pemda, pemda
daerah, provinsi, KLHK atau akademisi
atau NGO dalam mengatasi hal tersebut.
karena ee kerusakan ekosistem dengan
munculnya anu di yang mungkin dulu
habitatnya sekarang dioperasionalkan
sebagai area tambang sehingga muncul di
daerah tersebut. Apakah ini bisa diatasi
atau bagaimana ket-ket ee stakeholder
sebaiknya mengatasi ini secara
gotongroyong? Mungkin itu saja yang
ingin saya tanyakan karena waktu yang
terbatas. Terima kasih, Pak.
Ya, terima kasih. Kemungkin saya juga mm
cerita juga. Jadi ada wilayah HCV-nya PT
Gas Jenderela ee Kaltim lah. Masalah
sawit itu kan ada HCV-nya. HCV-nya itu
apa namanya? Ee
apa namanya? Ada orang hutan ya, ada
orang hutan yang ada di sana gitu ya,
bulan-bulan tertentu gitu dia akan
keluar. itu akhirnya terjadi konflik
antara apa ee orang hutan dan
masyarakat. Nah, itu itu sebenarnya
indikator bahwa konteksnya alam alam
sudah tidak mampu mendukung kelestarian
daripada satwa tersebut. Begitu pula
juga konteksnya anual sudah tidak bisa
sudah tidak bisa mendukung gitu. Nah,
caranya gimana ya? Makanya harus kita
hitung gitu. Cara J perhitungannya gini
ah Noa gitu ya, jumlahnya berapa ya kan
makannya apa dia tergantung pada jenis
tanaman apa itu harus dihitung gitu.
Jadi misalnya kata di PTKAS itu dia
setiap bulan apa dia keluar konflik. Nah
ternyata pas dihitung gitu ya. Oh
ternyata pada bulan tersebut ada rantai
makanan yang terputus gitu. Nah itu
harus perlu perlu di itu perlu
diidentifikasi gitu. Nah sehingga kita
bisa lihat gitu. Tapi itu benar indikasi
memang apa namanya alam itu sudah bisa
sudah tidak bisa mendukung kehidupan
daripada si tersebut. Nah, itu yang
harus di itu. Nah, dalam konteks begitu
gitu mungkin itu ee bisa ini apa tuh ee
Sultra tuh daerah Sultra yang provinsi
ya itu kan ada ee apa bisa apa namanya
menyampaikan apa namanya aduan lah ke
sana. Nanti biasanya kalau setelah ada
aduhan nanti kan ada pertemuan-pertemuan
apa yang bisa apa ee mencarikan jalan
solusinya itu biasanya dalam pertemuan
itu teman-teman NGO juga di LSM diundang
dunia usaha itu diundang begitu. Itu sih
sedikit mungkin Pak Cahyo gitu. Makanya
saya bilang saya berharmi teman-teman
dari provinsi atau kabupaten tuh punya
peta ecorigen lah ya. Punya peta
ecoragen sama fungsi peta jasa
lingkungan. Oh, sangat membantu sekali
gitu Bapak Ibu sekalian. kita sudah
enggak capek, terlalu-teralu lelah
sekali gitu kan jenis tanamannya apa
yang anunya gimana gitu ya. Nanti yang
capek kita analisis asosiasinya tanaman
ini nanti akan di apa dipasangi atau
temannya tanam ini tanaman apa aja itu
nanti ya itu nanti judgement dari pakar
itu yang bisa karena peranan ekologis
itu di situ. Jadi begitu ekosistem
komplit gitu ya. Jadi komplit itu ya
tadi saya bilang kalau piramida makanan
produsen kan jumlah tanaman, jenis
tanaman sama luasannya itu tercukupi
maka namanya rantai makanan berjalan.
Tapi selama itu enggak tepat gitu ya
sudahudah kebutuhan sampai tingkat
atasnya tidak terpenuhi sampai top-top
piramidanya. Mungkin itu yang bisa
sampai sampaikan. Terima kasih.
Oke. Baik. Ee terima kasih ee Bapak Ibu
semuanya untuk sesi tanya jawab
dicukupkan dan terima kasih kepada Bapak
Ibu yang sudah berpartisipasi dan mohon
maaf bagi Bapak Ibu yang belum
mendapatkan kesempatan untuk bertanya.
Oke. Baik, mungkin sebelum untuk menutup
acara webinar ini kepada Pak Bambang
untuk memberikan closing statement-nya
Pak
I. Ya, mungkin sedikit Bapak Ibu
sekalian gitu.
Kalau kita bicara keanekaragaman hayati
gitu, makanya ini ada ee maksudnya kita
bicara keanekaragaman itu kita jangan
bicara masalah jenis dan tumbuhan saja.
Ingat proses ekologi itu menjadi kunci
dalam konteksnya berjalannya jasa
lingkungan. Zaman sekarang itu gitu ya
itu zaman teknologi sudah semakin maju
gitu. ada peta ekoren, ada puti fungsi
jasa peta e jasa lingkungan itu
digunakan menjadi tools untuk nanti
untuk perumusan kebijakan pengambilan
keputusan. Satu. Terus yang kedua kali
memang apa namanya ya apa sejarah
sejarah itu jangan sampai kita tuh ini
Presiden Soekarno tahun-tahun 954 sudah
bicara masalah ecoren. Jadi tidak bisa
dia menyampaikan pada waktu itu konteks
krisis apa tuh untuk pembunuhan
kebutuhan pakannya Indonesia.
Satu sisi dia bilang ee apa tuh ee
pendapat-pendapat itu bisa kita nebang
hutan kita tanamin padi semua. Bongkarno
pada itu dia bilang karena presiden kita
pertama tidak semua wilayah Indonesia
bisa ditanami dengan tanaman pagi karena
ada apa karastic ecorigion. Jadi
karastic ecorion itu harus menjadi dasar
gitu. Nah, itu saya kembali lagi ke
situ. Jadi, ee kalau kita bicara
keragaman hayati jangan bicara ekologi
aja, tapi harus bicara geologi. Karena
geologi ini wadahnya,
wadahnya apa gitu ya. Wadah nih,
wadahnya wadah itu menjadi ekosistem
gitu ya, iklimnya segala macam, segala
ada iklim segala macam itu ee bicara
masalah eekorennya. Nah, itu menjadi
dasar gitu Bapak, Ibu sekalian. Kita
jangan mendakalkan artianeka ragaman
hayati gitu. maksudnya ada kita menanam
jenis-jenis tanaman rimbun itu kaneka
ragaman itu bukan begitu. Itu mungkin ee
apa penutup dari saya gitu apa itu mohon
dipahami gitu ya. Kalau memang ada yang
kurang dalam apa segala macam gitu nanti
bisa apa namanya ee menghubi saya atau
sebagainya mungkin. Gitu. Terima kasih
Bapak Ibu sekalian. Wabillahi taufik
wal. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih banyak Pak
Bambang atas penyampaian materinya.
Namun mohon izin Pak Bambang jangan dulu
meninggalkan ruangan Zoom. Kita akan
dokumentasi dulu sebentar ya. Baik Bapak
Ibu semuanya yang bisa mengaktifkan
kameranya dipersilakan.
Oke. Baik Bapak Ibu, kita akan langsung
saja untuk dokumentasinya. Saya akan
mulai melakukan perhitungan mundur
dimulai dari angka 3.
mungkin satu kali lagi. 3 2 1.
Oke. Baik. untuk dokumentasinya sudah
dilakukan dan saya ucapkan sekali lagi
terima kasih kepada Pak Bambang atas
penyampaian materinya yang sangat
bermanfaat dan membuka wawasan bagi kita
semuanya dan semoga di webinar ini kita
dapat menambah pemahaman dan mendorong
untuk menjaga kelestarian keanekaragaman
hayati seperti itu. Oke. Baik. Eh untuk
kehadiran Pak Bambang ini merupakan
suatu kehormatan bagi kami dan semoga di
lain kesempatan kita dapat kembali untuk
berdiskusi dan dengan hormat kepada Pak
Bambang apabila ingin meninggalkan
ruangan Zoom sudah dipersilakan Pak.
Ya, terima kasih Bapak Ibu semuanya.
Mohon izin lif saya. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Baik Bapak Ibu semuanya, berakhir sudah
acara webinar di hari ini dan bagi Bapak
Ibu yang ingin mendapatkan
e-sertifikatnya,
Bapak Ibu dapat mengisi link presensi
kehadiran yang tertera di layar ini. Dan
ketika Bapak Ibu mengisi presensi
kehadirannya dipastikan
dipastikan nama dan email sudah diketik
dengan benar karena hal ini juga akan
mempengaruhi pengiriman e-sertifikatnya.
Dan baik saya akhiri kegiatan webinar di
hari di hari ini. Mohon maaf apabila
saya ada salah sikap dan wabillahi
taufik wal hidayah. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Selamat
siang dan selamat melanjutkan aktivitas
lainnya.