Transcript
qJT6owH1e_I • Webinar 142 Perlindungan dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EcoEduid/.shards/text-0001.zst#text/0176_qJT6owH1e_I.txt
Kind: captions Language: id Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi menjelang siang Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang kembali di webinar Eko Edu yang ke-142. Dan saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Ibu semua yang sudah selalu setia untuk mengikuti acara webinar ini. Dan hari ini webinar Ekoed Edu akan mengangkat tema perlindungan dan pengelolaan keanekaragaman hayati. Dan perkenalkan saya Dini yang akan bertugas sebagai moderator pada acara ini. Dan baik Bapak Ibu semuanya sebelum kita mulai webinar pada siang ini, alangkah baiknya kita berdoa bersama-sama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Untuk itu berdoa dipersilakan. Berdoa dicukupkan. Untuk selanjutnya adalah mari kita menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama dan diharapkan kepada Bapak Ibu untuk duduk tegap. Oke. Baik Bapak Ibu semuanya, untuk selanjutnya adalah di sini izinkan saya untuk mempromosikan pelatihan-pelatihan dalam waktu dekat ini yang akan diselenggarakan oleh kami atau Edu yaitu yang pertama adalah pada tanggal 18 hingga 24 Februari 2026. Di sini kami akan mengadakan pelatihan life cycle assessment atau LCA yang di mana untuk biaya investasi LCA itu sebesar Rp3.600.000. Lalu kemudian dilanjutkan pada tanggal 18 hingga 26 Februari 2026. Di sini kami akan mengadakan pelatihan dasar AMDAL gelombang 21 dan untuk biaya investasinya itu sebesar Rp4.500.000. Namun mohon diingat ya Bapak Ibu semuanya untuk pelatihan ini ada memiliki ee terbatas kuotanya Bapak Ibu yaitu sebesar 30 orang. Jadi Bapak Ibu mohon di ee segera didaftarkan saja ya Bapak Ibu semuanya. Kemudian dilanjutkan lagi pada tanggal 23 hingga 27 Februari 2026. Di sini kami akan mengadakan pelatihan dan sertifikasi manajer pengumpulan limbah V3 atau MPML B3 gelombang pertama. Dan untuk biaya investasinya itu apabila Bapak Ibu melakukan pembayaran pada H-1 pelatihan akan mendapatkan diskon sebesar 10%. Oke. Baik Bapak Ibu semuanya untuk informasi lebih lanjut Bapak Ibu dapat menghubungi admin kami yaitu ada Anto dan Nisa. Kemudian kami juga memiliki beberapa beberapa sosial media yaitu yang pertama adalah Instagram, YouTube channel, Facebook, Twitter dan juga ada website resmi di www.ecoedu.co.id. Dan apabila Bapak, Ibu langsung berminat untuk mendaftar mendaftarnya saat ini, Bapak Ibu langsung saja untuk mengakses di pendaftaran.coekohedul.co.id. Dan selain itu juga kami di sini memiliki inhouse training yang dapat dilakukan secara online maupun offline sesuai dengan permintaan dari instansi perusahaan Bapak Ibu semuanya. Jadi kami tunggu Bapak Ibu di pelatihan EOEDI. Oke. Baik Bapak, Ibu semuanya untuk selanjutnya kita akan langsung saja masuk pada kegiatan utama kita yang di mana webinar kali ini kita akan berdiskusi mengenai perlindungan dan pengelolaan keanekaan ragaman hayati dan tentu saja kami juga telah menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya untuk memberikan materi dan wawasan yang bermanfaat ini. Oke. Baik Bapak Ibu semuanya. Perkenankan saya untuk memperkenalkan narasumber kita pada webinar ini yaitu adalah Pak Bambang Nurianto. Beliau merupakan fungsional pengendali ekosistem hutan di Kementerian Lingkungan Hidup. Dan mungkin saya langsung saja untuk menyapa Pak Bambang. Selamat pagi menjelang siang, Pak Bambang. Iya, selamat siang, Mbak Dini. Bisa dengar suara saya? Jelas. Ee jelas, Pak. Oke, ya. Bagaimana, Pak, kabarnya hari ini? Ya, baik, alhamdulillah ya. Mudah-mudahan sehat selalu, ya, Pak, ya. I terima kasih. Oke. Baik, Pak Bambang. Mungkin sebelum kita mulai, izinkan saya untuk menyampaikan beberapa teknis terlebih dahulu. yaitu yang pertama adalah untuk pemaparan akan dilaksanakan selama 1,eng jam, kemudian dilanjutkan lagi dengan sesi tanya jawab dengan menggunakan aplikasi Slido dan dilanjutkan lagi dengan tanya jawab secara langsung. Oke. Baik, untuk mengefektifkan waktu saya serahkan ruangan Zoom ini kepada Pak Bambang dan kepada Bapak Ibu semuanya. Selamat mengikuti acara webinar ini. Iya, terima kasih Mbak Dindi. Mungkin saya izin share. Sudah terlihat jelas Bapak, Ibu semuanya. Sudah ya? Eh, sudah ya, Pak. Oke. Baik kita ya. Terima kasih Bapak Ibu semuanya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Jadi, Bapak Ibu sekalian, saya ingin mencoba terkait apa tuh ee menerangkan gitu atau menginformasikan terkait perlindungan dan pengolan keanekaati berdasarkan Undang-Undang 32 tahun 2009 terkait dengan perlindungan dan pengelolaan kan ragamayati, perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Mungkin pada slide pertama gitu mungkin saya ingin mefresh gitu ya, merefres pemahaman keanekaragaman hayati. Jadi keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman makhluk hidup di muka bumi dan peranan-peranan ekologisnya. Jadi ini yang harus menjadi garis bawah di sini adalah peranan-peranan ekologisnya. Jadi gitu. Jadi jangan sampai kita bilang keaneka ragaman hayati begitu ya. Ada tanah kosong kita tanami tanaman sembarangan gitu ya. Itu dibilang ee apa tuh merupakan salah satu apa tuh bentuk fungsi ekologis. Sebenarnya itu kurang tepatlah begitu. Nah, Bapak, Ibu sekalian, bagaimana kaitannya peranan ekologis dengan keanekaragaman ekosistem, keanekaragaman IT jenis, dan keanekaan hayati genetik? Nah, ini mungkin gitu. Jadi, poinnya Bapak Ibu sekalian kalau saya itu menyampaikan bahwa ekosistem itu merupakan wadah. Jadi, dia adalah wadah. Wadah itu terbangun terbentuk itu dari karakteristik bentang lahannya. karakteristik bentang lahannya itu juga nanti tergantung dengan relief-reliefnya. Jadi tinggi permukaan dan segala macam. Kemudian dipengaruhi juga oleh faktor iklim. Terus kemudian apa namanya ee apa ee karestik bentang lahannya. Inilah menjadikan satu yang namanya satu apa tuh? Satu e kita namakan menjadi satu ekosistem di dalam seluruh wilayah ekormnya. Nah, Bapak, Ibu sekalian, gitu. Cara strik bentang lahan dalam suatu ekosistem ini gitu ya, itu akan menentukan jenis-jenis yang ada di atasnya, gitu. Jadi, makanya dari awal tadi saya menyampaikan agak kurang tepat juga kita ada tanah kosong gitu ya. terus kita apa tuh ee kita tanami gitu tanaman gitu yang dalam konteksnya itu tanaman yang e face growing gitu tapi tidak memperhatikan karakteristik bentang lahannya dan tanaman yang mampu mendorong berjalannya fungsi ekologi. Jadi begitu jenis-jenis yang ada di tanamnya ada apa itu e dalam suatu ekosistem itu tepat jumlahnya tepat gitu dan luasannya tepat. Nah, inilah makanan disebut akan mempengaruhi keseimbangan lingkungan. Jadi, konteks keseimbangan lingkungan kita tuh bicara masalah peranan ekologinya. Jadi, gitu Bapak, Ibu. Jadi, kalau saya apa tuh ee secara garis besar menun bahwa ekosistem adalah tu wadah tempat jenis tanaman yang tumbuh di atasnya. Nah, ini kurang lebih kurang lebih. Nah, kita bisa bandingkan nih yang vegetasi litar alas purwo itu dengan pegunungan itu beda karena karakteristiknya berbeda gitu. Jadi ada ekosistem jenis tanamannya juga berbeda-beda. Yang hutan rawa gambut berbeda ya berbeda juga gitu. Itu yang harus kita pahami terkait dengan konsep keanekaaragaman hayati. Jadi mungkin Bapak Ibu saya hanya me-refresh saja mengingatkan kembali apa ee dasar-dasar keanekaan hayati yang sesungguhnya. Nah ini jenis gitu. Nah di dalam di dalam ekosistem atau wadah TB tadi sudah menyampaikan ini sudah ada namanya jenis-jenisnya. Nah, jenis-jenis ini baik tanaman maupun flora maupun fauna gitu. Fauna eh floranya tepat maka akan mendukung kehidupan daripada si faunanya baik yang konteksnya yang ikan maupun yang mamalia-mamalia yang beriterrial gitu. Karena kecukupannya untuk mendukung kehidupan adalah di apa dikaitkan dengan jenis-jenis tanaman yang ada di atasnya. Begitu itu jenis-jenis tanaman yang ada di atasnya itu tepat, maka konservasi genetik ini juga akan terpenuhi. Ini contoh-contohnya mungkin dari genetik. Nah, ini genetik nih. Jadi bahkan ikut lestari gitu karena di situ tepat gitu. Begitu jenis tanamannya ee wadahnya kita mengetahui wadahnya kita mengetahui jenis tanamannya maka akan bergerak namanya fungsi jasa lingkungan. Itu fungsi jasa lingkungan. Kita tidak bicara masalah air udara aja, tetapi ada fungsi satwa sebagai penyuk pemecar bis dan pengendali hama. Ada mereka akan melakukan apa tuh akan apa namanya ikut memperkaya namanya sumber genetik di Indonesia genetik yang ada di suatu ekosistem. Contoh-contohnya gitu. Nah, Bapak Ibu sekalian hal-hal yang saya sampaikan tersebut ini sudah disampaikan ini di dalam apa? di dalam yang namanya ee eorion. Jadi, Bapak Ibu sekalian gitu lagi-lagi saya hanya mengingatkan gitu ya. Inilah konteksnya yang tadi saya sampaikan ini ee konsep dasarnya ee pasal 5 terkait ee apa eh Ecoion dalam Undang-Undang 32. Jadi, sebelah kiri atas kita melihat terbangun terbentuknya Indonesia gitu. Indonesia terbangun terbentuk itu dari tektonik ee yang apa ee mendorong dari utara ke selatan gitu yang kita sebut dengan eroasia gitu ya. Terus kemudian Indonesia didorong lagi dari selatan ke utara yang disebut juga Indo Australia terus dari timur ke barat gitu Bapak Ibu sekalian kita sebut sebagai Indo Pasifik gitu. Nah, Bapak, Ibu sekalian, gitu. Begitu ditekan kanan kiri kanan kiri, jadilah ini gambar yang di bawah tersebut. Inilah Indonesia. Ternyata iklim di apa ee setiap Indonesia berbeda-beda gitu. Kita yang ada misalnya di Pulau Jawa dengan yang ada di Nusa Tenggara akan berbeda. Nusa Tenggara itu akan panas kan begitu. Terus konteks pelapokan tanahnya pun juga kan berbeda yang ada di Indonesia Barat. Maka itu Bapak, Ibu sekalian gitu jenis tanamannya yang ada di atasnya itu berbeda-beda juga. Nah, kita bisa lihat ini saya ngambil juga dari yang apa namanya ee kesimpulan dari penelitiannya Willis Weber dan Lineker gitu. Itu bisa kita lihat. Jadi, Bapak Ibu sekalian bisa kita lihat gitu ya ee satwa-satwa yang tumbuh di atasnya gitu. Satwa yang di atasnya kita lihat nih Sumatera. Sumatera ada gajah, harimau dan orang hutan gitu. Karena kehidupan di pulau Sumaterais tanamannya adah mendukung kehidupan daripada satwa tersebut. Harimau gitu misalnya dia makan ee pelanduk gitu ya atau kita makan rusa lah gitu ya misalnya gitu ya. Maka jenis tanaman tersebut sangat mendorong atau ee apa namanya ee memenuhi kebutuhan daripada rusa untuk cari pakan tersebut. Kita ambil nih sisi yang paling kiri nih di Papua gitu. Oh, ternyata gitu di sana ada burung-burungan. Nah, burungan ternyata apa? Karena apa? Jenis tanaman yang ada di sana memang sangat mendukung untuk kehidupan burung gitu. Begitu pula dengan di Sulawesi dan di Kalimantan. Jenis tanamannya mungkin ee sedikit saya me-refresh. Jadi ee jenis tanaman sangat dipengaruhi oleh wadahnya. itu disebut kita ekosistem tergantung relief-nya. Jadi relief itu ada yang cekung, ada yang datar, berair dan tidak berair. Itu juga mengk ketiganya terkait dengan iklim. Nah, inilah Bapak Ibu sekalian ini mandat dari Undang-Undang 32. Kita lihat atasnya ini akan lestari gitu ya, Bapak, Ibu. Ada gajah, harimau, terus orang hutan, terus di Kalimantan ada orang hutan, ada mamalia, terus kita lihat semua ada rusa di Sulawesi segala macam. Apabila itu apa? Apabila gitu ya semuanya terpenuhi di dalam suatu ekosistem. Jadi kalau Bapak Ibu sekalian kalau lihat gambar jaring-jaring makanan gitu ya, itu kita ingat akan yang namanya piramida makanan. Jadi kalau kira piramida makanan itu kan kalau untuk ee tingkat dasar disebut juga dengan sebagai produsen. Jadi mekanisme mikroorganisme yang mampu menghasilkan apa itu mencari makan sendiri. itu adalah tanaman atau tumbuhan begitu. Nah, terus kalau andai kata tanamannya tepat, jumlahnya tepat gitu ee jenisnya tepat dan luasannya tepat gitu ya, maka dia akan mendukung yang namanya apa? Konsumen tingkat pertama di sini adalah satwa-satwa atau hewan-hewan pemakan tanaman. Mereka sejahtera gitu Bapak, Ibu sekalian. Kan akan naik sampai dengan puncak sampai akhirnya sampai dengan piramida makanan. Nah, ini kurang lebih Bapak, Ibu sekalian ini ee yang kita ada amanahkan dalam Undang-Undang 32 tahun 2009 gitu ya, bahwa kesejahteraan tanam apa satwa itu sangat didukung oleh yang namanya susunan piramida tersebut. Nah, Bapak, Ibu sekalian, hal-hal yang rumit ini sebenarnya sudah di apa ya, diformulasikan atau mungkin disederhanakan dengan adanya namanya ini peta karestik bentang alam SK 12 tahun 72. Nah, dalam SK tersebut sudah menentukan karakteristik setiap apa namanya e bentang alam yang ada di Indonesia. Terus kemudian sudah menentukan tipe komunitas. Nah, hal-hal ini Bapak, Ibu sekalian menjadi dasar kita untuk yang membangun namanya piramida makanan tersebut. Begitu. Ini kan ada bentang lahannya, terus ini ada vegetasinya gitu. Jadi, sudah jelas ini. Ini bentuknya shp sekalian. Jadi bentang lahannya apa gitu, jenis tanamannya tuh apa dan satu lagi mungkin gitu di kami juga ada yang namanya peta jasa lingkungan. itu sangat membantu kita di dalam melakukan analisis gitu terhadap suatu kondisi. Nah, ini Bapak Ibu sekalian kita lihat ini ini kota kota Bontang itu ya. Kota Bontang itu kita lihat ada beberapa nih ada di sini ada e apa tuh karakteristik bentang lahan dan tipe komunitas vegetasi salah satunya adalah datalan apa itu frar bermaterial aluvium. Nah, terus kemudian ee itunya ee tepian Sungai Payau. Nah, ini harus kita harus mampu membaca gitu loh. Yang warna biru kecil itu berarti gitu ya, bentang alamnya itu komposisinya aluvium. Aluvium berarti itu berasal dari campuran pasir, lempung, lumpur, dan kerikil. Kesuburannya ee akan mineralnya tersebut banyak dipengaruhi oleh ee apa namanya? ee aluvium atau konteksnya ee sedimen yang ada apa e sedimen yang ada di sekitarnya. Terus kemudian di sini tipe vegetasinya gitu ya. T vegetasinya di sini biasanya memiliki apa tuh ee ee apa bentang alamnya itu agar vatan menstabilkan tebing sungai dan mencegah erosi. Jadi semua tanaman yang di situ mempunyai fungsi gitu ya untuk menstabilkan tebing sungai dan mence terjadinya airosi. Terus bisa juga menyaring sedimen polutan gitu ya sebelum masuk ke aliran utama. Nah, di sini. Terus kemudian biasanya tanaman-tanaman yang ada di sini itu seperti kayak pohon nipah gitu ya, ada mangroove untuk jenis-jenis tertentu, jenis tumbuhan terhadap yang tahan terhadap genangan air. Nah, ini Bapak Ibu sekalian yang harus bisa kita apa namanya ee pahami gitu ya untuk kita mendukung yang tadi namanya unsur-unsur daripada ee piramida makanan. Terus yang kedua bisa lihat bermaterial alun bervegetasi mangrove gitu ya. Berarti sama ini terdiri dari lumpur halus gitu ya terus dari ada lempung gitu ya. itu pasir di sini kaya juga akan nutrisi organik dan pada dataran tinggi. Itu tektur tanahnya ini bersifatnya hidrom apa ee jenuh terhadap air lah kurang lebih semacam itu. Dan apa itu ee lokasinya biasanya datar randa dikemu sedimen aluviumnya dalam untuk dapat menahan air. Jadi poinnya biasanya untuk yang warna hijaunya punyai kemampuan untuk menahan air. Ini biasanya biasanya ee berada di sekitar-sekitar zona sungai dan sebagainya. Nah, ini fungsinya apa gitu. Kurang lebih di dalam ee yang dataran fulviar atau bermaterial arum bervegetasi mangrov ini di sini adalah berlindung untuk menyaring yang namanya kolutan dan sedimen dari sungai sebelum mencapai tumbuh karang atau mangkrove di laut gitu. Terus kemudian ee biasanya di sini merupakan hati petat ee kayak semacam ee perikan. Jadi di sini tempat apa? visoris refugia biasanya berada di sini gitu. Nah, terus kemudian hal ini Bapak Ibu sekalian harus kita pahami. Terus juga ada yang namanya ee dataran struktural lipatan bergelombang. Jadi harus paham gimana ini karakteristiknya gitu. Karakteriknya itu adalah untuk permukaannya dikontrolkan oleh struktur geologi bab permukaan. Jadi ada antiin dan sinklin di sini. Dia bergelombang biasanya kemiringan lerengnya landai gitu ya Bapak Ibu sekalian. sedang. Terus kemudian ee banyak meng ee terbang-terbangnya bintang banyak mengali pengangkatan yang terkikis eropsi selama jutaan tahun. Terus di sini pun juga Bapak Ibu sekalian di sini ada ee tanam apa? Kemudian materialnya juga ada karbonat dan narkomat. Nonkarbonat. Non karbonat itu biasanya berasal dari pengangkatan tumbuh karang ke atas. Dan di sini tanamannya adalah nemtdotora karpa. Nemtdotora karpa adalah tanaman buah-buahan segala macam itu yang menghasil satu biji-bijian dan biasanya satwa yang di atasnya banyak burung atau sat-tato pemakan buah-buahan atau biji-bijian. Nah, di sini harus di ee apa tuh ee pahami gitu Bapak Ibu sekalian dan sebagainya. Nah, ini kan ada ada lima ini untuk yang namanya keambilan mana nih? Kota Bontang. Nah, begitu pula dengan kota Jakarta nih. Ternyata dalam konteks Jakarta karakteristiknya banyak nih, gitu. Nah, mungkin nah ini ternyata ada 1 2 3 4 5 6 itu ada enam wilayah karakteristik. Satu dataran fluvian berm bervegetasi mangr fluvium marin itu terpengaruh dari aktivitas laut kan ada merinnya bertivitas laut aluvium itu berarti ada masuk sedimen-sedimen dari atasnya bervegetasinya mangr gitu terus dataran organik koralin berm batuan sedimet karbonat berutan batu kamping gitu ini untuk kepuluan 1000 nih Bapak Ibu sekalian koralin berarti ada pengaruh apa itu pengangkatan korin gitu ya. Kemudian adanya sedimen karbonat. Sedimen karbonat itu adalah apa namanya? Dia terpengaruh oleh e terumbuk karang berkatnya hutan batu kamping. Terus kota Jakarta Barat Kota Jakarta ini juga dataran juga berbutan tepian sungai Malarijau gitu dia gitu Bapak Ibu sekalian gitu ya. Kadangkad apa tuh dia sungai Malar Hijau adalah tanaman-tanaman yang hijau sepanjang tahun baik musim kering maupun musim penghujan. Nah, ini Bapak Ibu sekalian walaupun di sini ada fl aluvium gitu ya, tetapi kemudian apa namanya vegetasinya berbeda. Nah, ini di sini terkait dengan komposisi ee terbangun terbentuknya dari bentang lahan tersebut. Terus untuk kota Jakarta Pusat ini juga ada beras dan tepi Malar Hijau terus kemudian dataran alum berti ternak rawa air tawar ber alum ber ternak air tawar dan sebagainya. Ini kurang lebih semacam itu. Ada nih Bapak Ibu sekalian ya Jakarta Utara ada program bermaterial aran berg hutan mangr msun itu di Jakarta Utara itu yang disebut kita sekarang kebanyakan dulunya daerah Kelapa Gading segala macam. Nah, di sini harus kita paham karasetiknya bagaimana. Karestiknya di sini adalah lahan apa ee boderan-boderan tanahnya itu halus gitu ya. Terus kemudian di sini porositasnya rendah gitu. Maka dalam konteks Kelapa Gading sekarang di Jakarta itu adalah bagaimanapun kita apa melakukan inovasi, melakukan misalnya pengurukan dan sebagainya tetap banjir karena kemampuan air masuk ke dalam tanahnya kecil sekali. Nah, itu juga mongruf mansum itu adalah dulunya gitu untuk Jakarta Utara vegetasinya itu tanaman-tanaman mangruk monsun itu adalah konteksnya ber iklim apa itu beriklim panas yang panjang. Nah, itu jadi Bapak Ibu gitu kurang lebih yang harus e apa itu yang kita pahami. Mungkin saya agak sedikit mengulas gitu ya. Jadi kalau kita bicara tadi ke apa namanya kontekanekaragaman hayati, kita bicara mengingatkan apa itu berkaitan dengan wadahnya. Wadahnya terbangun terbentuknya itu berdasarkan terbangun terbentuknya bentang lahan. Terbangun terbentuknya lahan itu akan menentukan jenis tanaman apa yang di atasnya. Jenis tanaman yang di atasnya itu akan menentukan atau mendukung satwa yang di atasnya. Kemudian Bapak Ibu sekalian ini maka disebut Indonesia ini kayakkan keaneka ragaman hayati karena di Indonesia ada 117 wilayah ekoren yang buat tererestrial yang laut itu sekitar 96. Nah, ini yang membuat kita kayak terkait dengan keaneka ragaman karena ekosistemnya itu banyak gitu ya, iklimnya berbeda-beda, jenis tanamannya berbeda-beda, maka satwa yang di atasnya itu berbeda-beda. Nah, sekarang pada zaman konteks sekarang PR kita adalah bagaimana membangun piramida dalam wilayah-wilayah yang sudah banyak mengalami terdekaderasi. Jadi ini sebenarnya Indonesia itu kaikan Indonesia dalam konteksnya itu. Terus Indonesia itu terus kemudian setelah Indonesia ada Columbia, Cina dan Peru. Ekosistem KS-nya di Indonesia aja ada 354,216,75 hektar. Ekosistem dannya ada 523, 384,03 hektar. ekosistem hutan kerengasnya gitu ya untuk ke Indonesia ada 767,200 hektar dan sebnya kita bisa melihat terus jenis-jenis tumbuhan berbunganya kita ada 9,7% daripada tumbuhan berbunga yang ada di dunia. Terus sama liimanya ada 14,5% terus ada juga reptil, amfibi, burung dan ikan air tawar ini gitulah Bapak Ibu sekalian. Itu yang menyebabkan Indonesia kaya akan keaneka raja menayati. Nah, memang karakteristik bentang lahannya tuh luar biasa. Di Indonesia ada 117. Dari 117 itu pun juga nanti akan terbagi kembali menjadi bentuk-bentuk bentang lahannya. Jadi ada yang apa? Cekung kering, cekung berair, datar ee datar apa tuh? Kering, datar berair. Ini menentukan semuanya untuk mendukung namanya kelestarian atau nonetis secara keseluruhan. Nah, ini kurang lebih ini kurang Bapak Ibu sekalian ini ee data dari IBS 2025 2045 gitu ya. Jadi ee Indonesia tuh memang kayak terkait dengan apa tuh keaneka ragaman. Kita lihat aja luas ekosistem alami yang di Indonesia aja kita bisa lihat gitu. Nah, ada ekosistem pandang lamun di sini 293,464 hektar gitu. Terus juga ada di sini adalah namanya ekosistem kas 354,206 ee 206,75 hektar. Terus juga ada ekosistem danau 523,308 hektar. Ada ekosistem hutan kerangas 767,200 hektar. Belum juga ekosistem tumbu karangnya, ekosistem mangrutnya, ekosistem fana, dan ekosistem daripada gambut. Nah, ini kurang lebih Bapak, Ibu sekalian ini nilai-nilai nilai-nilai terhadap keaneka ragagaman hayati. Jadi nilai keaneka ragagaman hayati gitu ya, ada nilai untuk e apa tu konsumsi ya sebagai jasad apa itu penyedia bisa untuk tanaman, ternak, ikan, tumbuhan dan lain-lain. Nilai produksinya juga ada, nilai jasa lingkungannya pun kita bisa lihat. Terus nilai pilihan dan nilai eksistensinya nanti nanti kita bisa lihat itu konteksnya nilai-nilai yang ada mungkin bisa nanti dilihat di slide e presentasi ini. Nah, ini kurang lebih Bapak Ibu sekalian nih. Sebenarnya kalau Indonesia itu mampu melestarikan keek ragamanayati di sini adalah pangsa pasar yang bagus gitu untuk kebutuhan farmasi itu sebagian besar tuh dari STG dan obat kanker ya. nilai pasarnya sekitar ini data tahun 2012 gitu Bapak Ibu sekalian ada 643 miliar US dolar tahun 2026 itu ada konteksnya bioteknologi nih nilai pasarnya sekitar 70 miliar gitu ada produk untuk perlindungan tanaman di sini ada 30 miliar terus ada benih tanam ada 30 miliar ada tanaman hias dan ada personal guard botanical and food and be favage industries dari sini kurang nilai-nilai pasar yang dibutuhkan nah ini semuanya ini didasarkan dalam konteksnya keanekaan hayati spesifiknya adalah daripada sumber daya genetik. Nah, ini kurang lebih Bapak Ibu gitu ini apa namanya ee ee potensi-potensi keanekaan di Indonesia gitu ya untuk terkait dengan obat-obatan gitu. Ada tanaman, ada e untuk resofir daun segala macam gitu untuk ee penyakit apa infeksi gitu segala macam. ini kurang lebih Bapak Ibu sekalian mungkin bisa di ee apa tuh lihat pada slide-nya itu. Nah, ini pun juga n ada beberapa contoh apa tuh daripada apa yang diterapkan di Indonesia gitu untuk membantu apa produktivitas ee lahan-lahan apa e pertanian segala dan sebagaimana dan lain-lain mungkin bisa lihat. Nah, itu. Nah, ini adalah nilai daripada jasa lingkungan. ini yang memang akhirnya tuh kita dalam kondisi sekarang menjadi bahan pertanyaan adalah konteks e ekosistem services ini gitu. Nah, dalam konteks ekosistem apa tuh eh services ini gitu Bapak Ibu sekalian. Itu menjadi ee PR dalam kondisi sekarang di mana kalau saya menyampaikan mungkin mungkin gitu Indonesia mengalami banyak bencana terkait bencana ekologi gitu. bencana dulu dalam konteksnya bahwa bahwa apa namanya ee ee jasa lingkungan yang dihasilkan terkait dengan ke hati dengan terjadinya banyak penurunan raagaman melalui banyak mengalami banyak mengalami yang namanya penurunannya itu juga untuk bahan baku industri dan sebagainya. Nah, ini kurang lebih Bapak Ibu ini yang yang apa menjadi tantangan kita gitu ya. Ini konteksnya terjadinya degradasi apa okutan yang terjadi terus terjadinya kelangkaan jenis gitu. itu terjadinya krisis apa itu air gitu untuk apa itu ee konteks kanekaragaman banyaknya konversi lahan dan banjir dan kekeringan ini menjadi PR kita semua untuk mengatasi hal tersebut. Nah, ini mungkin ini menjadi ee konteksnya Indonesia itu banyak terancam terkait keaneka ragaman. Di sini Bapak, Ibu sekalian kita bisa lihat bahwa Indonesia merupakan juga salah satu negara gitu ya yang menurut IUCN masuk ke dalam datar ee kelangkaan yang ada di Indonesia. Nah, ini Bapak Ibu sekalian gitu. Nah, kita bicara kebijakan terkait dengan apa ee apa kebijakan terkait dengan apa kan ragaman hayati. Jadi, Bapak Ibu sekalian sebenarnya kita sudah menj kita sudah menandatangani nih terkait perjanjian internasional yang disebut juga dengan konvensi Kaneka ragaman hayati gitu ya. Sebenarnya konvensi Kaneka ragaman hayati itu awalnya itu daripada apa namanya ee konvensi bumi tahun tahun 1992 gitu. Di mana di mana disetuskan adanya konvensi keanekaragaman hayati. Jadi semua pihak itu merasa merasa bahwa keanekaragaman hayati itu merupakan kunci pada waktu itu berpikir sebagai pembangunan berkelanjutan dari konvensi ini gitu Bapak Ibu sekalian gitu ya ee menghasilkan ee tiga tujuan di sini bagaimana tujuannya untuk adalah bagaimana melakukan konservasi keeka hayati gitu ya terus kemudian apa pemanfaatkan berkelanjutan atas ee atas atas komponen keaneka ragaman hayati gitu. Terus juga pembagian keuntungan yang adil dan merata gitu dari ee dari pemanfaatan ee keaneka ragaman hayati. Nah, Bapak, Ibu sekalian, selain apa tuh ee konvensi ee apa keaneka ragaman hayati gitu, ada yang namanya ee perjanjian suplemen. Jadi tambahan suplemen itu adalah, nah ini nanti nah ini kita ada yang namanya adalah protokol Nagoya. Jadi protokol Nagoya adalah dibuat untuk memberikan kerangka hukum gitu ya Bapak Ibu sekalian gitu. Kerangka hukum untuk agar dapat mengakses sumber daya genetik gitu ya dari negara penyedia gitu ke ee atas dasar pertujuan daripada PS segala macam itu. Nah, itu kurang lebih. Kemudian ada lagi Bapak Ibu sekalian ini negara ya gitu ya. Protokol ini dibuat memberikan kerangka hukum yang transparan sebagai akses terhadap sumber daya genetik gitu dan pembagian keuntungan yang adil dan merata yang dihasilkan dari pemanfaatan sumber daya genetik. Semacam itu. Setelah ada apa namanya pertokan Nagoya. Terus kemudian ada lagi sebenarnya yang saya lupa terus ini ada yang namanya ee protokol terkait akses benefit sharing. Di situ lebih ke arah kita memberikan kerangka hukum terkait dengan pembagian keulan dari hasil pemanfaatan keanekaati. Nah, Bapak Ibu sekalian gitu dari tiga konvensi tersebut kemudian dirumuskan gitu melalui sekarang ada yang namanya eh framewor biodiversity. eh Montreal Kunming. Dari situ tiga konvensi itu dari tiga konvensi tersebut itu di perlu di isu-isu pentingnya itu dijabarkan dalam bentuk rencana aksi oleh diminta ee oleh setiap negara gitu. sehingga itu muncul yang akhirnya menjadi setiap masing-masing negara itu harus mencapai 13 tujuan untuk konservasi keaneka ragagaman hayati, 13 strategi gitu ya, 95 dan bagi untuk mencapai yang namanya 20 target nasional. Itu yang akan menjadi terus kemudian kita harus bisa selaras juga dengan RPJ dan RPJN. Nah, di sini kalau Bapak, Ibu sekalian di IPSAP ini menjadi dasar kita untuk pelaksanaan tig konvensi tersebut. Nah, ini pun juga Bapak Ibu sekalian ini sebenarnya dasar-dasar kita dalam melaksanakan konvensi. Di sini ada dasarnya Undang-Undang 3 tahun 202 perinduan dan lingkungan hidup. Terus kemudian ada konservasi sumber daya alam dan ekosistem. Di sini ada Undang-Undang 41 dan sebagainya. Ada sampai dengan Undang Penataan Ruang gitu ya. ee apa tuh ee dan sebagainya. Nah, Bapak, Ibu sekalian gitu ya, setelah apa tuh terdapat konvensi-konvensi terus kemudian ada ee apa namanya IPSAP sebagai pelaksanaan e kegiatan, maka gitu ya Undang-Undang 3 tahun 2009 gitu ya apa namanya ee mengamanahkan. Jadi asas keanekaagam untuk meran keanekaragaman hayati itu untuk mendukung pasal 223 tahun mendukung juga untuk pelaksanaan konvensi KNK IPSAP 2025 sampai dengan 2026. Terusnya ada KLHS KL itu menjadi dasar terinasi untuk kebijakan rancang program pelaksanaan itu untuk melakukan konservasi keanekaan hayati. Terus juga ada namanya pemeliharaan lingkungan gitu. Nah, ini Bapak Ibu kurang lebih gitu. Kemudian implementasi pada ada Undang-Undang 32 tahun 2009 itu nanti dijabarkan terkait dengan namanya ee di dalam Permenela 29 tahun 2009. Terdiri dari apa? Di sini kita bicara masalah perencanaan konservasi keanekaan hayati mencakup mencakup ini penyusunan ee baseline data keanekaan hayati dalam bentuk profil dan perencanaannya. Nah, jadi perencanaannya dalam bentuk RIP atau rencana induk pengangolan keanekaan hayati. Terus juga ada penetapan kebijakan dan pelaksanaan konservasi pemanfaatan dan pengendalian kerusakan keanekaaman hayati ini untuk mendorong atau mendukung pelaksanaan pencapaian IPSA 2000 IPS-Af sebelumnya termasuk ISA 202524 2045. Terus juga ada pemantauan pelaksanaan konservasi KTI, penyelesaian COVID dan pengembangan instrumen dan pengelolaan database keaneka ragamani. Jadi ini Bapak Ibu sekalian. Nah dari Permen 29 tahun 2009 kita memberikan NSPK bagi pemerintah dalam melaksanakan pengelolaan keaneka ragaman hayati gitu. Terus juga memastikan bahwa pengelan keanekaan hayati ini dilakukan terpadu gitu. Dan Bapak Ibu sekalian menjadi landasan landasan bagi kita pemerintah daerah untuk melaksanakan konservasi. Jadi termasuk spesies ekosistem dan sumber daya genetik gitu. Itu juga mencegah terjadinya apa tuh ee kerusakan gitu. Nah, ini tadi apa menawarkan ini apa eh konteks perencanaan konservasi atau database kan raagaman hayati gitu yang kita susun gitu ya itu e akan menjadi hasilnya itu akan menjadi untuk rekomendasi tata ruang rekomendasi pemanfaatannya sebenarnya pemanfaatanekareka ragagaman haiti itu bagaimana terus juga rencana pengelola akan memberikan aran pengelolan tingkat daerah, keterpaduan, kolaborasi para pihak dan rekomendasi pemanfaatannya. Nah, ini kurang lebih gini. Terus kemudian bagaimana kita melaksanakan ee apa namanya pematan berkelanjutan dan konteksnya pelaksanaaneka ragagaman hayati. Jadi kita Bapak Ibu sekalian dengan adanya apa tuh ee profil dan RIPkan ragaman hayati kita bisa mendorong pemerintah daerah untuk me menyiapkan gitu ada terkait dengan kebijakan konservasi pemanfaatan berkelanjutan keanekaan hayati. Terus kemudian kebijakan pengendalian kerusakan keanekaan hayati. Nah, kebijakan yang telah disusun itu nanti juga harus mengaturkan hal-hal sebagai hal-hal seperti sistem perencanaan dan pemantauannya itu bagaimana mengatur mekanisme perencanaan pemantauan terkait dalam pelaksanaan konssif pemantauan pengan perusakan juga menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik gitu jadi memastikan prinsip apa itu konservasi yang baik dan terhadap seluruh bagian dan komponen keanekaragaman yaati dan juga ada kelembagaannya ya. Jadi dari data RIP gitu ya, data profil dan RIP itu kita bisa menghasilkan hal-hal yang terkait tadi dengan sistem perencanaannya, penerapan tata kelolanya, kelembagaan dan sebagainya. Terus jangan lupa juga ada namanya pelaksanaan konservasinya. nya. Jadi Bapak Ibu sekalian Undang-Undang 32 tahun 2019 pasal 5 itu juga gitu bahwa untuk urusan lingkungan hidup gitu ya, ada aspek atau komponen konservasi yang harus dilaksanakannya gitu. Nah, pelaksanaan konservasinya terkait dengan penis macam ini. Nah, ini kurang lebih pasal 57. Jadi pemeliharaan lingkungan itu dilakukan melalui konservasi sumber daya alam, pencadangan sumber daya dan pelestarian fungsi atmosfer. Terus kemudian apa namanya ee untuk konservasi sumber daya alam gitu itu ada melaksanakan namanya konservasi ekosistem kars, ekosistem gambut, pesisir laut gitu, ekosistem ee hutan dan sebagainya. Terus juga ada aspek namanya pencadangan gitu. Jadi kalau pencadangan itu adalah konteksnya itu hal yang harus dilakukan gitu atau mandat yang dilakukan untuk pemerintah daerah dan semua pihak ya. Untuk konteksnya pencadangan itu melakukan apa namanya semacam semacam apa namanya ee mengkoleksi kembali gitu tanaman yang lokal dan langka yang ada dalam setiap wilayah ekosistem dalam wilayah korisionnya. Nah, bentuk kegiatan kita di sini kita bicara adanya taman keanekaaman ruang terbuka hijau dan menanam dan memelihara pohon hutan. Nah, dari konteks aspek pemeliharaan gitu dan pencadangan mandatnya ada apa-apa mandatnya harusnya pemerintah, pemerintah semua pihak harus melakukan perlindungan sumber daya alam, pengawetan sumber daya dan pemanfaatan secari daripada sumber daya alam. Nah, ini harus termasuk di dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Terus ada pemantauan. Nah, jadi profil Kanekaragaman hayati itu ya juga dilakukan sebagai tools kita untuk melakukan pemantauan gitu. Karena profil itu nanti akan setiap dengan ee revisi Preman DLH 2009 tahun 2009 itu akan dilakukan ee apa namanya ee review dalam Permen ee dalam 2 tahun 9 itu akan di-review setiap akan ee dievaluasi atau dimonitoring atau dilihat gitu ya, dilihat ee pemantau annya setiap ee 3 tahun 3 tahun sekali. Jadi setiap 3 tahun nanti kita menyusun profil terus kemudian dalam konteksnya memang melakukan pemantauan gitu apakah masih sesuai dengan profil atau tidak gitu pertama kali kemudian bagaimana laju daripada apa namanya kekaragaman hayati terus juga melakukan pengawasan. Jadi dalam peraturan sekarang pemantauan itu ada dua gitu. menjadi pemantauan yang ee berdasarkan ee profil. Yang kedua kali juga kita melakukan namanya evaluasi dengan melalui indeks pengelolaan keanekaragaman hayati. Nah, untuk indeks pengelolaan keanekaragaman hayati itu berisi kurang lebih gitu ya. Ee kita mencoba untuk mengukur seberapa jauh teman-teman dari pemerintah daerah gitu ya dalam melaksanakan ee konservasi keanekaan hayati. Terus untuk dunia usaha gitu kita ada namanya proper. Jadi untuk peningkatan ee peringkat kerja dari perusahaan gitu kita juga akan konteksnya melakukan sejauh mana pemerintah ee apa tuh e dunia usaha dalam melakukan konservasi kanekareka ragaman hayati gitu ya dilihat gitu ya ee dari ee proses ee kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman dari dunia usaha. Walaupun di dalam konteks tidak hanya bicara ragaman tapi dia bicara masalah udara. air dan sebagainya. Nah, terus kemudian ee dalam Permen L 29 tahun 2029 itu juga kita memberikan arahan bagaimana kita dalam menyelesaikan konflik. Jadi, kita lebih mengandalkan konteksnya musyawarah. Terus andai kata musyawarah tidak dapat diselesaikan gitu apabila ee permasalahan ada tingkat kabupaten atau kota gitu, maka bisa lebih naik ke atasnya untuk tingkat gubernur. Gubernur tidak bisa bawa apa itu kira-kira perlu dukungan gitu kemudian masuk ke dalam ee apa itu ranahnya menteri. Nah, ini kemudian pengembangan sistem balik kiring. Nah, di sini Bapak, Ibu sekalian gitu ya. Ini dalam pengembangan balik sebenar balik cariring ada suatu mekanisme di mana masing-masing pihak itu saling bisa bertukar data dan informasi. Jadi, sehingga teman-teman daerah ini gitu atau semua pihak gitu ya bisa mengetahui baseline data gitu yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan gitu. Nah, sumber-sumber datanya juga dari profil dari rencana induk pengelolaan terkait dengan pengelolaannya. terus hasil pemantauan, hasil evaluasi, dan informasi lain yang relevan. Nah, ini kurang lebih Bapak Ibu sekalian. Ini kurang lebih yang saya sampaikan tadi profil. Profil itu apa sebenarnya? Profil adalah gambaran keanekaan hati yang terdapat atau dimiliki oleh daerah. ke hatinya mencakup tingkatan ekosistem spesies dan tingkatan spesifik dan genetik baik yang alami yang maupun yang telah dibudayakan dalam wilayah itu adalah wilayah ecoren gitu. Kalau kita menyampaikan dalam wilayah ecorigen tadi Bapak Ibu sekalian gitu saya berharap bisa mengingat tadi yang gambar kita di atas gitu gambar yang warnanya tuh berbeda-beda gitu. Nah, warnanya berbeda-beda ini gitu Bapak, Ibu sekalian. Jadi menandakan karistik bentang lahannya itu ee berbeda-beda gitu, iklimnya berbeda-beda, relnya berbeda-beda gitu. Ini harus mampu kita gambarkan gitu. Setelah kita gambarkan, kita ketahui, gitu, maka kita akan mudah untuk menyusunnya ee rencana strategi untuk pemulihannya. Nah, sebenarnya manfaatnya apa sih gitu? adanya data dasar mengenai kan ragaman. Nah, ini kekuatan pada saat komen kan ragami akan diakses oleh pemohon. Jadi, apa sih kekuatan tawarnya gitu? Kekuatan tawarnya itu misalnya dari pihak apa luar ingin mengases sumber daya genetik yang ada di Indonesia gitu. misalnya dari wilayah ee Cirebon lah. Ponteknya dalam wilayah Cirebon kita tuh harus mempunyai data apa ee data dasarnya dulu nih. Data dasar bahwa tanaman yang diambil benar-benar dari Cirebon itu data dasarnya itu dari profil. Setelah kita ada ee apa tuh data dasarnya gitu ya, maka gitu ya nanti pemerintah daerah itu bisa ee memediasi gitu atau apa ee bukan memedi tapi ee bisa memperoleh gitu namanya pembagian keuntungan dari hasil kanekaragaman yang diambil sebagai misal untuk obat gitu. Nah, biasanya pengambilan keuntungannya itu bisa nanti mm uang gitu. Terus kemudian transfer teknologi, scholarship dan sebagainya. Terus yang data kemudian data profil keaneka ragagaman hayati itu bisa didukung untuk mengambil keputusan perumusan kebijakan dan rencana tindak keanekaan hayati suatu daerah. Nah, ini kurang lebih Bapak Ibu sekalian gitu kalau kita jadi nanti ini yang harus kita kumpulkan dari data keanekaragaman ini dari jenis-jenisnya ini. Kalau kita lihat IPSAP itu kan ada tiga tujuan, terus ada 13 strategi, ada 95 kelompok aksi. Nah, 95 kelompok aksi ini nanti harus digambarkan di dalam namanya profil keanekaragaman hayati. luas sekali. Bukan aja datakan ragagaman hayati, terus juga kita mencari dalam profil itu kelembagaan dan tata kelolanya itu bagaimana sih kan gitu. Terus arahan pemanfaatannya bagaimana gitu. Nanti semua itu masuk ke dalam yang namanya RPJMD ee visi misi daripada kepala daerah gitu renstra sampai dengan pendanaannya gitu. Nah, ini kira-kira Bapak Ibu sekalian. Nah, nanti dalam profil keaneka ragaman hayati gitu nanti itu harus namanya menganalisa. Nah, analisanya sepakam kayak ini. Saya ngambil analisa kemarin. Nah, ini daripada Kabupaten Merauke. Jadi, kita lihat nih, kita bisa menentukan arahan lindungnya mana ya kan. Arahan lindung dano, arahan lindung budidaya, batas kecamatan ini harus dianalisis. Nah, bagaimana cara menganalisisnya gitu Bapak Ibu sekalian. Nah, ini ada kriteria-kriteria yang harus di apa tuh yang harus kita lihat gitu. Pertama kali misalnya ya apa tuh ee kriterianya bisa ngambil kriteria dari ekosistemnya gitu bisa lihat di situ. Terus kemudian ee kemudian daripada kriteria jenisnya gitu dan daripada kriteria-kriteria genetiknya. Salah satu kriteria daripada apa namanya ee ekosistemnya adalah ekosistem yang rentan terhadap perubahan. Nah, salah satunya di situ nanti digambarkan ekosistem ks, ekosistem gambut itu masuk ke dalam hal tersebut. Terus kemudian Bapak Ibu sekalian gitu. Eh, sebentar. Nah, ini terus ada juga Bapak, Ibu sekalian gitu ya ekosistem apa ee yang mengandung kesesuaian keeka naratif yang dibandingkan dengan ekosistem alamiahnya. Jadi kita menyelamatkan ekosistem-ekosistem gitu yang di luar kawasan hutan gitu ya, Bapak, Ibu sekalian ya. Tapi umumnya masih vegetasinya masih alami. Nah, itu nanti kita kita biasanya kemarin kalau kita melakukan apa ee survei lapangan nanti kita beri tanda oh wilayahnya seberapa besar sih gitu. Baik, ekosistemnya kita tandai, terus spesies-nya itu mana misal, oh ada jenis-jenisnya ini yang secara misalnya secara geografi terisolasi gitu misalnya salah satunya komodo gitu misalnya jenis-jenis yang terilosi apa kita tandai gitu semuanya. Terus kemudian yang namanya ee spesies misal tumbuhan numbuh hidup di tempat yang ekstrem gitu. Nah, jadi spesies tumbuhan lumbuh di tempat ekstrem itu sebenarnya pernah ada kejadian itu atau tempat kalau mungkin lebih tepatnya tempat yang unik. Jadi dulu kita ambil Parung gitu. Parung itu tahun Parung itu adalah di kota kabup kabupatennya maksud Kabupaten Bogor ya kalau enggak salah dari kontek Bogor tersebut gitu ya dulu itu ada tempat pemandian air panas gitu dari pemandian air atas di atasnya itu ada mangroove gitu. itu kan lucu juga itu berarti kota dulu Parung gitu ya. Parung itu berarti pernah bagian daripada laut atau minimal dia terangkat dari laut kemudian berubah menjadi daratan. Jadi itu menimbulkan namanya jenis tepis tumbuhan yang ee apa tuh ee terisolasi gitu. Terisolasi. Jadi biasanya kalau ter jenis-jenis endemik itu terjadi terbangunnya karena bentang lahan yang mengalami terisolasi. Jadinya dulunya misalnya apa namanya pantai gitu, banyak tanaman pantai terus ternyata lautnya itu kemudian menjadi daratan gitu. Nah, tanaman-tanaman pantai itu masih ada nanti di tengah-tengah daratan. Nah, itu yang harus menjadi perhatian. Terus juga kawasan memiliki spesies tumbuhan yang terancam punah terkaitnya dengan IUCN, terus dengan apa ee terus dengan statusnya terdar dalam appendix 1 konteksnya perdagangan dan segala macam. Nah, itu nanti kita ee kita tengaria lah dan spes-spes lainnya mungkin kita bisa lihat gitu Bapak, Ibu sekalian. Terus kemudian genetiknya pun juga, nah Bapak Ibu sekalian setelah kita tahu gitu kita indikasikan semuanya melalui survei lapangan dan data sekunder, ya, kita harus mengerti yang istilahnya adalah semacam ee proses atau jalur jasa lingkungannya. Jasa lingkungan harus kita kita perhatikan. Jasa ee alur atau jasa lingkungannya kita kasih saya kasih gambar begini. Misalnya apa tuh Bogor? Bogor itu jasa lingkungannya adalah penyedia air. Di situ air banyak maka jasa pengaturnya ada di puncak. Nah, itu yang kita indikasikan gitu. Kita melakukan indikasi geografinya gitu. Terus ee dulu Parung Parung itu kan terkenal dengan durian gitu. Tapi ya kan dengan durian produksi duriannya di situ dulu banyak gitu ya Bapak Ibu sekalian gitu ya. Nah sekarang gitu duriannya itu tidak ada gitu karena apa? Sapa penyerbuknya sudah tidak ada. Nah, harus kita tahu pada waktu itu kalau dengan adanya profil harus kita memilih gambaran gitu apa namanya kelelawarnya itu hidup di mana, dia makan di mana, itu harus kita nanti menjadikan indikasi geografinya eh indikasi untuk apa ee ekologinya. Harus kita kita tahu istilahnya kita ada ini ya ee apa tuh ee proses jasa lingkungannya itu bagaimana gitu. Jadi harus itu harus harus kita ini mampu kita identifikasi gitu dulu gitu misalnya di situ adalah penghasil ee padi gitu. Nah, padi itu kan banyak air. Harus kita lihat juga nih air ini yang dibutuhkan dari suatu tempat itu berasal dari mana si pengaturnya itu dari mana itu agar menjadi ee indikasi semacam ini. Jadi kita awalnya dari kriterianya kita kriterianya kita potret gitu ya. Setelah kita potret, kita lihat tuh alur jasa lingkungannya bagaimana sehingga kita menimbulkan ini. Nah, sering e dalam konteks ini loh, tapi gitu ya, ini jug bertentangan dengan kebijakan gitu. Jadi kalau saya bicara itu sebenarnya profit ini sifatnya objektif gitu. Objektif apa adanya kita sampaikan gitu. Di sinilah nanti akan menjadi ee posisi tawar kita untuk rekomendasi dalam konteksnya tata ruang gitu. Jadi yang waktu itu pernah kas banggai kepulauan. Kas banggai kepulauan itu di ee dilindunginya itu dalam tata ruang itu hanya 24% gitu. Sehingga pada waktu itu kita pada waktu masih gabung ya KLHK itu mampu apa namanya melakukan semacam penataan untuk pengeluaran dalam konteks ekosistem CARS 97%. Nah, K bisa namanya melakukan ee rekomendasi terhadap tata ruang di dalam Kabupaten Banggai, Kepulauan sekarang besarnya ada 97%. Semacam itu. Nah, ini kurang lebih alur-alurnya. Nah, alur-alur jasa penyediaannya apa di suatu tempat, jasa pengaturannya itu apa? Jasa penyokongnya apa? Jasa pelastorannya apa? Dari jasa-jasa ini kita lihat ini. Nah, ini konteksnya nilai ekosistem dalam nilai coragennya apa gituah. sehingga kita bisa nanti menentukan apa itu arahan-arahan lainnya. Nah, kurang lebih ini ee yang terakhir KLH. KLH itu apa namanya? Ee apa namanya bekerja sama dengan Dinas Pungkuan Hidup Kota Cirebon itu menyusun namanya aran lindung arean budidaya, kelembagaan tata kolanya gitu ya. Dan satu lagi ada arahan pemanfaatannya itu harus muncul. Jadi harapan pemanfaatannya karena kita kan pemeliharaan lingkungan sebenarnya upah yang mendesak gitu. untuk kita menjaga keseimbangan ekologi. Nah, kita kemudian untuk wilayah Kota Cirebon itu juga sudah ada kemarin itu indikasi ekologinya, terus bagaimana kelembagaan dan tata kelolanya dan terakhir itu adalah bagaimana arahan pemanfaatan. Kita memberikan arahan pemanfaatan ee bagi kota Cirebon di dalam pemanfaatan sumber daya alam hayatinya. Nah, Bapak, Ibu sekalian, begitu ini profil terbangun terbentuk gitu ya, pasti ada gap-gap. Maksudnya ada proses-proses yang harus diimplementasikan dalam upaya atau kegiatan. Nah, upaya kegiatan ini disebut juga dengan rencana aksinya. Nah, rencana aksinya disebut dengan rencana induk pengelolan keaneka ragagamanayati. Jadi, perencanaan konservasi KTI Undang-Undang 32, baseline datanya nama profil. Terus kemudian perencanaan apa tuh perencanaannya untuk pengeluan keanekaragaman hati namanya RIP. Nah, RIP ini nanti bagian daripada IPSAP yang besar yang apa tuh rencana si pengelolaan keaneka ragagaman hayati yang sifatnya nasional. Nah, RIP ini isinya apa ya? Isinya ada visi misi, tujuan, sasaran, dan tindakan yang ditujukkan untuk melestarian keaneka ragamayati. Terus ada promosi praktik ee apa tuh praktik apa tuh ee pematan berkelanjutan dan mengintegrasi pertimbangan keanekatan ke dalam berbagai sektor. Jadi kalau kita bilang keaneka ragaman hayati kita tidak bicara satu sektor tetapi adalah ee semua sektor itu terlebat. Nah, apa yang akan kita capai gitu di dalam konteksnya penyusunan RIP tersebut? Yaitu pencapaian 27 target nasional gitu. 27 target nasional ini andai kata tercapai gitu Bapak Ibu sekalian. Maka gitu ya kita nanti akan juga dievaluasi apa tuh ee kepada apa tuh dunia dalam sini konteksnya adalah apa daripada CBD. Nah, bagaimana nanti di kita di dinilai nih apa kita mencapai tiga tujuannya, 13 strateginya 95 kelompok ASI program daripada IPSAP tersebut. Nah, kalau konteks 20 target nasional dan sebagainya ini panjang sekali. Itu mungkin Bapak Ibu sekalian bisa lihat dokumen ISAKnya. Nah, ini mungkin di sini nanti ada program kerjanya keluarannya apa tata waktu, indikator kinerja dan peran para pihaknya itu apa. Tahapannya mungkin kita bisa lihat tahapan membentuk tim penyusun RIP terus adanya analisis sintesis daripada profilnya gitu. Ada formulasi RI pada konsel public dan integrasi pada RPJMD-nya. Nah, ini kurang lebih Bapak Ibu sekalian ini tiga tujuan ya bisa tujuan keduanya mengoptimalkan keberlanjutan untuk masyarakat dari generasi ya ee sekarang maupun yang akan datang. Ini ada target yang 1 2 3 saya kasih word itu tiga tujuannya ini harus dicapai ini untuk Indonesia termasuk untuk pemerintah daerah. Terus yang kedua kali gitu Bapak ini cari terwujudnya ini ee apa tiga tujuannya TNTN itu adalah target nasional sampai 20 yang harus memang di ee penuhin. Nah, ini kurang lebih nanti kita beberapa contoh pelaksanaannya gitu. Kita ada analisis sintesik, ada analisis DPS dan forum nanti disepakati melalui FGD dan sebagainya. Nah, ini visi misinya nanti visi misinya apa? tiga tujuannya apa gitu. Terus kelompok ASI itu apa-apa apa ee 13 strateginya apa, terus kelompok ASInya programnya sia? ini nanti harus digambarkan ke dalam kecan induk pengelolaan kan rekamanti. Nah, ini kurang lebih kita yang kota Cirebon saya ambil setiap warna nanti kita gambarkan ada berapa warna ini harus digambarkan di dalam profil Kanikagamanayati karena warna tadi melambangkan karakteristik bentang lahan, melambangkan jenis tanaman yang ada di atasnya, melambangkan apa namanya ee fungsi jasa lingkungan yang akan berjalan ada di di antara warna-warna tersebut. juga nanti kita melihat apa namanya dari apa rencana induk pengulan Kagemuti tersebut gitu ya apa namanya ee hal-hal yang spesifik atau ee spesifik apa yang harus nanti dicermatinya itu masuk ke dalam rencana induk. Nah, itu kurang lebih ini kurang lebih yang namanya ee apa nama ee output apa outline daripada penyusunan e rencana indo. Jadi Bapak Ibu dari perencanaan konservasi kanan karagaman hayati gitu ya menghasilkan baseline dan perencanaan dari apa itu eh perencanaan terkait dengan ee rencana aksi untuk pengeluan keaneka ragaman hayati dan implementasinya ini ada ini implementasinya adalah gini. Nah, ini penting ini kita masuk pencadangan. Kalau Undang-Undang 32 tahun 2009 gitu, ada tiga ee hal yang memang menjadi apa itu pokok kita untuk melakukan konservasi. Yang pertama kali adalah pencadangan, yang kedua adalah konservasi sumber daya alam hayati. Jadi, satu adalah taman ke hati. Jadi taman ke hati itu adalah kita meminta gitu ya semua pihak termasuk pemerintah daerah untuk mencadangkan wilayah gitu untuk mengkoleksi jenis tanaman gitu. Tanaman yang lokal dan langkah yang ada di suatu daerah gitu berdasarkan ekosistemnya dan pada berdasarkan wilayah ekorligennya. Jadi konteks taman keaneka hayati gitu ya kalau saya boleh mundur gitu Bapak Ibu sekalian. Ini kan ada warna-warna hijau. Ada hijau, ada ee orange kecoklatan, ada pink, ada hijau muda. Andai kata taman kanayat ini berada warna di hijau, maka jenis-jenis tanaman ini yang akan dikumpulkan ada di warna hijau. Nah, terus ee bukan itu saja gitu. Ini konteks taman keanekaragaman hayati juga kita akan melakukan namanya asosiasi gitu. Jadi kalau kita lihat tanaman itu kan ada tiga. Yang pertama kali tanaman-tanaman yang mampu menghasilkan anakan sendiri dengan bantuan angin. Jadi itu enggak ada masalah dengan bantuan angin gitu ya. Maka banyak tumbuh ee tanaman apa tuh ee ee jenis apa tumbuh anakan-anakan baru. Ada yang satu tanaman ada betina dan jantannya. Begitu gaya gravitasi gitu ya Bapak Ibu sekalian. maka bisa menghasilkan anakan yang baru. Nah, yang kelangkaan di Indonesia menurut ee data ke hati tahun ee tahun 2 tahun 2020 tahun 2 sampai 2024 sampai dengan 2025 2000 yang untuk isab tahun 2025 ini gitu kelangkan yang terjadi adalah tanaman-tanaman gitu yang antara tanaman jantan dan betina ee jantan dan betinanya gitu ya itu berlainan tanaman sehingga betuh yang namanya agen penyebuk ini kangkan terjadi sekarang Karena agen penyerbuknya enggak ada kan akhirnya tidak bisa menghasilkan anak ini. Jadi gitu taman ke hati itu mencoba ke arah situ. Jadi mungkin sedikit itu gambaran taman ke hati ya taman keekarekaan hayati bukan tanah kosong gitu ya Bapak Ibu sekalian ya. Ini ada tanah kosong gitu ya. Terus apa namanya kita tanami tanaman gitu sehingga itu namanya taman keanekaaragaman hayati. Jadi taman kanek Taman Hayati tadi yang akan kita selamatkan itu adalah apa? Yaitu tanaman yang apa tuh? Tanaman yang tumbuhan dan penyebutannya dan pencerbnya harus dibantu oleh satwa. Jadi misalnya salah satunya adalah durian. Kita tanam durian taman Kaneka hayati gitu. Durian penyerbukan dan pemencan biji dibantu oleh satwa ya kan. Karena pemencana bijan dibantai oleh satwa gitu ya, maka kita harus tahu satwanya apa gitu. Oh, ternyata satunya di sini adalah kelelawar. Kelelawar 1 sampai 3 bulan makan apa gitu. Misalnya dia makan jambu gitu, kita tanam jambu 4 sampai 6 bulan gitu dia makan apa? Makan kita tanam mangga ya kan. Terus ee 7 sampai 9 bulan dia makan apa? Bisa makan pepaya gitu. Kita tanam pepaya sehingga gitu ya sis kelelawarnya itu akan sejahtera gitu. Dia akan aktif melakukan penyerbukan. Nah, di situ konteksnya apa tuh ee ee ee apa namanya? Dari konteksnya apa? Taman keanekaan hayati gitu. Jadi di sini lebih karam penyapan sep tumbuhan lokal yang memiliki tingkat ancaman yang yang tinggi gitu ya. Seperti contohnya aja gitu untuk taman apa tuh ee di Jakarta aja berdasarkan data profil yang ada gitu. Ternyata salak pondo di Jakarta itu ee profil aneka ragaman hayatinya DKI Jakarta itu bahwa Salak Pondok itu di DKI tinggal tiga eh salak Condet e tinggal tiga jenis eh tinggal tiga tanaman. Nah, itu itu konteksnya kelokalan yang memang harus di apa koleksi di dalam Taman Keaneka Hayati. Banyak Bapak Ibu sekalian gitu. Indonesia itu sekarang sudah ada 108 106 taman keaneka ragaman. Ini kesulitannya kita adalah mencari tumbuhan asli lokal yang memiliki ancaman. Ancaman tertingginya sudah kita lihat tapi kita mencari tanamannya itu susah gitu. Susah apa? Seluruh Indonesia ada 106 taman keanekaragaman tetapi belum ada sampai 100% kita mampu untuk mengumpulkannya karena kita tidak ada jenis-jenis itu belum belum sampai sekarang ditemukan. ada yang menarik gitu Bapak Ibu sekalian. Kalau untuk Pulau Jawa itu ternyata untuk mencari tanaman-tanaman yang dimaksud dalam konsep tanaman ke hati gitu ya, itu banyak di daerah bahasa tempat-tempat keramat dan sebagainya. Nah, itu yang menjadi ee kita untuk mencari bibit dari Taman Keanet Rageman Hayati. Tapi semacam itu. Nah, ini mungkin tujuannya sebagai ini adalah apa itu menyematkan berbagai space tumbuhan asoka miliki tangkapan ancaman tinggi terhadap kalatnya atau ancaman yang mengakibatkan kepunahannya. ya manfaatnya sebagai koleksi tumbuhannya pengembangan tumbuhan satwa pendukung sumber daya genetik sarana pendidikan, penelitian, pengembangan ilmu ton ekowisata, bibit benir, ruang terbo gja, dan penambahan penambahan tutupan vegetasi dari Taman Kanikaragaman Hayati gitu Bapak Ibu sekalian. Sebenarnya manfaat yang diperoleh sudah banyak gitu. Nah, manfaat sudah banyak gitu. ada sebagai sarana wisata gitu, ada yang Delh Kabupaten SKO dari tompeten Kaneka ya itu sudah mampu menghasilkan ee tanaman untuk ee apa namanya ee obat kanker, terus ada tanaman yang buat untuk mengatasi kebotakan dan sebagainya. Itu yang hasil-hasil dari taman keanekaati. Jadi, Bapak Ibu sekalian, koleksi dari tanaman keaneka ragagaman itu tidak serta-merta setelah kita kumpulkan jenis-jenisnya. terus kita tanam pada tempat ee hal tersebut dengan sembarangan itu tidak, Bapak, Ibu. Ini adalah yang namanya kita mengadakan namanya replikasi ekosistem. Nah, replikasi ekosistem dalam taman keaneka ragagaman. Nah, itu nanti bisa lihat ini. Nah, ini replikasi ini. Jadi, kita su dari ini tanah ini di ee di mana? Di Tuban, Bapak, Ibu sekalian. Nah, kita lihat gitu setiap warna-warna ini menunjukkan gitu apa namanya relief atau bentang-bentang lahan di setiap lokasi itu berbeda-beda gitu. Walaupun ini wilayahnya cuma sekitar 12an hektar Bapak Ibu sekalian. Hijau itu ada wilayah perbukitan itu kita kita petak-petakan topografinya agak berbeda. Setiap blok itu menambahkan semacam ee apa ya? Tapak relung lah. Tapak relung. Jadi wilayah 3 hektar atau 10 hektar harus mampu kita analisis mana yang apa namanya bentang lahannya cekung. Cekung kering, cekung berair mana. Datar kering datar berair itu mana. Gitu. Harus kita mampu gambarkan. Setelah kita gambarkan, kita harus mencari ee jenis-jenis tanaman yang tumbuh di atasnya. Apa jenis-jenis tumbuhan yang ada di atasnya kemudian kita asosiasikan gitu loh. Tadi durian. Dorian penyerbukan pengembangan bnya dibantu oleh satwa penyerbuk. Maka untuk menejahterakan satwa penyerbuk gitu Bapak Ibu sekalian harus menyiapkan tanaman apa? Nah, itu masuk ke dalam namanya desain vegetasi atau replikasi ekosistem dari Taman Kaneka Ragaman Hayati. Jadi konteksnya Taman Kaneka Ragaman Hati sebenarnya adalah demprot untuk pemulihan ekosistem gitu berdasarkan Undang-Undang 32 tahun 2009. Jadi demplot pemulihan itu semacam ini gitu. Nah, kalau konteks sekarang karena demplot itu ya pengaruh jasa lingkungan yang didapatkan ya tidak gitu besar. Seharusnya dari data profil itu Bapak Ibu sekalian akan kelihatan namanya indukasi ekologinya. Dari indukasi ekologinya gitu ya, maka seharusnya itu ee konteksnya dilakukan pemulian ekosistem. Nah, itu maka jasa lingkungan itu akan terlihat ekonomi semacam itu. Nah, ini apa tuh ee temankan ragaman ya di Jombang itu awalnya hijau terus ada illegal logging lah semacam itu. Terus kemudian kita mampu mampu apa namanya melakukan pemulihan ini cuma 15 hektar. Nah, ini kemudian juga ada jenis-jenisnya. Nah, terus juga kita melakukan mereka punya kewajiban untuk ini apa namanya? Ee menyusun laporan. Nah, kita melihat jenisnya itu bagaimana, apakah ada peningkatan populasi, terus satwa yang datang itu apa segala macam. Itu kekayaan spesiesnya juga totalnya ada 40 space yang dunia yang tiba-tiba muncul menjadi tadinya tidak ada menjadi gitu dan sebagainya. Nah, ini kurang lebih yang diburu itu ditemukan di dalam apa itu di dalam ee Taman Kanikaragaman Jombang itu ada kupu-kupunya gitu, ada pengembangan wisatanya gitu. Dalam taman kan ragaman itu memang dimandatkan juga untuk menyusun yang namanya apa tuh ee pangkalan data gitu ya. pada pangkalan datanya bersifat gambar keseluruhan tumbuhannya klasifikasi baku menensi publiksi asal koleksi tanaman metode untuk banyak nanti harus menjadi catatannya gitu Bapak Ibu sekalian nih ini nanti ada di apa namanya ee mandatnya di apa tuh K Permenlanya 03 tahun 2002 tentang konteknya taman keanekaaman sampai dengan tanggal tanggal tanggal penanaman koleksi segala macam dicatat nanti dalam e pangkalan data taman Kek karagamani. Nah, asal-usal koleksi tanaman itu juga harus menjadi catatan. Jadi, ee semaksimal se apa ya, semaksimal mungkin ya kita tidak mengambil jenis tanaman gitu ya. Misalnya tanaman ee apa yang apa ada di daerah A gitu ya, misalnya jeruk gitu. Jangan sampai kita menanam pada suatu lokasi. Jadi andai kata jenisnya ee sama kita mengambil lokasi yang agak berjauhan. misalnya laun kampunglah apa ee ambil dari kampung satu dengan kampung yang lainnya ini supaya untuk mencegah terjadinya namanya perkawinan sedarah gitu. Nah, ini kurang lebih juga kita dari teman kan ragageman itu sudah menghasilkan nilai ekonominya kan begitu kita lihat-lihat ada. Terus kemudian ini juga untuk pemandu wisata gitu untuk Taman Kanekaragaman Belitung itu aja sendiri ee sebelum COVID itu kunjungannya sampai 25.000 pengunjung begitu ya. itu menjadi catatan terbaik. Bangka Tengah pun juga kurang lebih hampir sama gitu ya. Itu menjadi apa itu catatan gitu dan lain-lain. Wonosalam itu juga. Nah, itu pun juga. Nah, ini juga ada yang namanya penelitiannya pun juga gitu. Nah, juga ini beberapa tempat itu juga saya sebar ee tanaman-tanaman ditanam pun juga untuk ada tumbuhan obat sebagai obat payudara, luka ambean dan kuat dan sebagainya. Biasanya untuk taman-taman yang besar gitu kita apa tuh ee apa ee masih bisa kita sisipkan tanaman-tanaman semacai kangkung atau bayam dan sebagainya. Nah, ini ada penelitian-penelitiannya gitu. Nah, nah itu untuk pencadangan sumber daya alam hayati itu terdiri dari taman kei berbank ke hati. Nah, sekarang ada RTH Neka Ragamanayati. Nah, ini memang akhirnya ini konteksnya RTH Neka Ragaman akhir-akhir ini kita akhirnya kita dekati dengan isu namanya urban biodiversity gitu. Memang konteks taman keanekarik raagaman Bapak Ibu sekalian untuk wilayah perkotaan wilayah kota gitu yang konteks administrasi itu minimal 3 hektar. Sedangkan ee kabupaten 10 hektar memang konteksnya hasil ee hasil penelitian pada waktu itu dengan LIPI ya Bu. Kalau sekarang mungkin Brin ya sudah lama sekali itu tahun 2007-an 2008-an gitu. Nah, itu memang sebenarnya ee indikasi apa namanya ee peran ekologis itu gitu minimal gitu. Minimal itu dapat berperan pada lahan seluas berapa gitu. Tapi kalau sebenarnya kalau untuk perkotaan itu kalau ee konteks ekologinya memang tidak sebesar yang ada di wilayah kabupaten karena tadi saya bilang piramida makanan, piramida dasarnya sudah menyampaikan adanya namanya nah produsen. Nah, produsen itu kan kita bicara jenis tanaman, jumlah tanaman, dan luasan gitu. Nah, itu ternyata kalau konteksnya untuk kota itu memang tidak begitu ee indikasi ee apa indikator untuk perubahan lingkungannya mungkin ee terkecil gitu. Nah, karena itu luasannya besar gitu, kita menyusun juga yang namanya RTHK Neka Ragaman. Nah, untuk mengakomodir mengakomodir daerah-daerah baik pemerintah daerah gitu ya atau siapapun gitu ya untuk menyusun untuk keterbatasan luasan yang dimiliki. Nah, ini kalau yang untuk ee apa tuh RTHK aneka ragaman hayati. Nah, di sini kritereluasannya 1 hektar tanaman semusim gitu ya. Terus diah ada ee ada yang ada yang lebih dari 0,1 sampai dengan 1 hektar, ada yang 1 sampai dengan 99,9 hektar. Nah, itu ee apa namanya? ee mempunyai apa mempunyai desain vegetasi yang masing-masing. Nah, tapi ke RTK Nekar hayati karena luasannya kecil gitu tidak akan mungkin bisa apa namanya mendorong terjadinya proses ekologi secara optimal. Maka kita punya konsep namanya RTH ragaman hayati. RTK Nekarati itu lahir karena konteksnya ya jumlah penduduk perkotaannya juga semakin tinggi kebutuhan karena pemikiran argod perkotaan semakin tinggi perkembangan yang tidak dapat meng pertumuhan kota itu ada konteksnya ada pemacaan sebenarnya menyusun namanya RTHK anekar ragaman jadi kalau RTH ragaman gitu mungkin saya agak ke atas itu ini saya akan membandingkan TK Ragamaniti dengan taman kati sebentar nah kalau RTH taman Taman Kaneka Ragaman Hayati dari wilayah misalnya Taman Kanekaragaman Hayati ada di wilayah hijau, maka dia koleksi tanamannya harus didasarkan apa? Ekosistem dalam wilayah ecoren juga harus didasarkan kepada asosiasi tanaman tersebut untuk mendukung satwa penyerbuknya atau pemencar bijinya. Sedangkan taman keanekaan hayati tidak dilakukan asosiasi. Jadi interest grupnya interestnya kita apa gitu. dengan masuk kita kanagaman hayati gitu misalnya saya pengin melihat tanaman yang menenangkan hati misalnya ee apa namanya bunga-bungaan kalau enggak tanaman-taman yang kita datang ke sana berbau wangi gitu itu kurang lebih semacam konteksnya taman Kaneka daripada RTH Kaneka Ragamanayati. Nah, ini mungkin jadi ruang ter apa tuh ini mungkin dari Undang-Undang 26 tahun tentang penataan ruang ruang terbuka dia area memanjang jalur atau mengelompok pengundannya lebih bersifat terbuka tempat tumbuh tanaman baik yang tumbuh secara alami maupun yang sengaja ditanam dengan mempertimbangkan asek apa ee ekologi resapan air ekonomi, sosial budaya dan etika. RTH biasanya menur 30% dari luas wilayah kota dan 2% dari ee ARTH publik ee itu ARTH minimal memiliki luuasan ee 30% dari luas total wilayah kota dengan proporsi 20% RTH publik dan sebagai RTH privat. Sedangkan RTH keaneka ragaman hayati adalah suatu kawasan pencadangan sumber daya manati di luar kawasan hutan mempunyai fungsi institut dan atau insitu khususnya bagi tumbuhan tanaman pada unit ekosistem pada wilayah ekor regionnya. Jadi kalau untuk tamama RTHK Nekar itu kita bicara koleksi gitu, tidak bicara masalah apa itu tidak didesain untuk berjalannya fungsi ekologi. Nah, ini kurang lebih kriterianya gitu. Kriterianya 0,1 hektar sampai dengan 1 hektar untuk tanaman semusim gitu kayak bunga-bungaan. Terus yang keduanya 1 hektar sampai 99, hektar untuk tanaman bukan semuusim atau dalam suatu hamparan. fungsinya tetap sama gitu. Ada koleksi sumber bibit benih gitu, konservasi air tanah melalui pembuatan biopori s pendidikan penelitian sebagai peningkatan indeks kualitas tutupan lahan, estetika tempat rekreasi, mitigasi perubahan, adaptasi perubahan ikam dan sarapan gas rumah kaca. Ini mungkin untuk rtnik ragaman hayati ini kondisinya masih ee jadi kami itu sedang merevisi Permen LH 29 tahun 2009. Salah satunya itu adalah ee apa tuh memasukkan RTH Neka Ragaman ke dalam Permen tersebut. Sedangkan yang sudah eksis malah teman-teman dari ee Provinsi ee Jawa Barat yang ada di Bandung. Ada peraturan e apa e gubernurnya. Nah. Nah, ini. Terus yang ketiga adalah penanaman pohon langka. Itu seragan tindakan rencana beranj untuk memikan kelangsungan hidup, pembagian tanam ee dan perkembangan populasi tanaman atau tum terancam punah pada wilayah ekorennya. Kemudian ini juga baru baru sedang kita konsepkan di dalam e revisi preman 2009 tahun 2009. Kalau ini sama sekali tidak mengenal apa tuh luasan area. Jadi ini sebagai koleksi saja gitu. Mence suai kerjaan melestarikan K secara keseluruhan. Jadi ini tidak mengenal apa tuh ee luasan. Jadi sebenarnya yang mendukung terkait dengan piramida makan adalah konteksnya ada taman keanekaragamanayati. Arti Kananekaaragamanayati itu tidak apa optimal juga dalam mendukung piramida makanan apalagi konteksnya terkait dengan penaman pohon langka tersebut. Nah, Bapak Ibu sekalian dari pencadangan itu ada tiga kegiatan memang dilaksanakan. Nah, sekarang kita bicara konservasi sumber daya alam alam hayati beras Undang-Undang 13 tahun 2009 pasal 57-nya. Nah, ini Bapak Ibu sekalian salah satu bentuk perlindungan dan pengelolaan yang kita lakukan adalah KS gitu. Kars itu wilayah yang geologis dan geomorfis dan hidrologis menjadikan keterbatasan yang berbeda dengan kawasan lain. Jadi kondisi kars itu dari apa tuh ee geologi geomorfik hidroliknya memang sudah berbeda gitu. Solumenya dia kecil kan gitu. Terus kemudian terbasebasan air apa tuh? air permukaannya gitu. Sehingga habitat hidupnya keekaragaman di hayat yang ada di kawasan ekosistem Kars itu sangat unik gitu. Jarang. Contohnya apa namanya misalnya yang di dalam goahnya jadi banyak apa tu ee satwa-satwa bebek ikan gitu yang tidak ada pigmennya gitu. Sedangkan untuk tanaman di permukaannya itu jenis tanamannya juga sangat apa itu terbatas. Nah, inilah Bapak, Ibu sekalian rendahnya daya dukung ekosistem kas terhadap kehidupan tersebut menyebabkan ekosistem kas sangat peka terhadap perubahan lingkungan gitu. Nah, pepakaannya nanti bisa lihat kita lihat dari apa ee R-nya. Nah, ini kurang lebih kita bisa lihat gitu ya, perlindungan pengelolaan apa ekosistem cars itu bagaimana tujuannya mungkin kita bisa baca Ibu e Bapak Ibu sekalian ya. Nah, ini kurang lebih batu gamping ini batu gamping ada jenis batu dari utama pembentukan kamping secara mekanik dan organik kasu itu menurut sang ekosistem kas semam ini tatanan di bawah permukaan di bawah permukaan laut dengan semua benda daya keadaan malu hidup yang merupakan satu kesan utuh menyuruh dan saling mari dalam membentuk keseman stabi dan berat lingkuan hidup. Jadi, Bapak, Ibu sekalian gitu kalau kita lihat KS itu kita terkait dengan ee pembentukan bentang lahan yang saya sampaikan tadi di gambar bergerak ini adalah konteksnya KS itu adalah sebenarnya bukan K mungkin batu kambing dulu batu itu adalah terumbu karang yang terangkat ke atas. Begitu terumbu karang itu terangkat ke atas gitu ya, kemudian bisa tercampur mineral-mineral lain gitu misalnya letusan gunung berapi ya kan. Terus kalau enggak pasti itu proses pengangkatan, mengambil mineral dan di atasnya. Nah, terus kemudian ada panas, siang, hujan. Nah, itu lama-lama proses kimianya ada yang membentuk tidak semua gambing itu ada yang membentuk, ada yang membentuk konteksnya ada marmer dan sebagainya. Nah, ini wilayah-wilayah ini harus yang kita mampu lindungi gitu. Karena apa? tatanan kas di bawah permukaan di bawah dan di bawah permukaan di dalam semua benda daya keadaan makhluk hidung yang merupakan satu kesatuan menyuruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan stabilitas dan produksi lingkungan. Jadi dalam ekosistem kas menatanya kita wajib berjalannya jasa lingkungan ini kemudian kita tata makanya ada penataan untuk pengelolaan ekosistem yang bicara juga nanti kelembagaan dalam ekosistem ks-nya gimana bicara dengan arahan pemanfaatannya bagaimana dalam ekosistem k nah ini apa yang dilindungi gitu konteksnya apa tuh ada juga nilai-nilai arkeolognya di sini ada nilai budayanya pun juga ada Kalimantan Timur ada 37 buat bersejarah ini yang dianggap ada ee tertua di Asia Tenggara. Terus ada gambar telapak tangan juga ditemukan kayak semacam ee apa tuh ee batu tua sampai ada gerabah dan tengkorak-tengkorak ini juga akan kita lindungi dalam konteks budaya dan ekosistem KS. Nah, ini Bapak Ibu sekalian. Nah, ini kalau lihat ee KS itu kerentanan semacam ini kerentanan Kars. Jadi begitu terangkat ke atas gitu ya, Bapak, Ibu sekalian gitu ya. Terus kemudian ada apa namanya ee hujan, panas begitu ya. Kars ini airnya tidak bisa masuk ke dalam semua lubang karena porsitasnya rendah. Dia mau masuk melalui lubang-lubang tertentu yang namanya ada singul atau konor. Dia masuk ke situ kemudian membentuk celah-celah ini kayak semacam kita lihat kayak rumah rayap ini kasu kayak begini Bapak Ibu sekalian. Jadi makanya bilang secara tadi geologi, hidrologi, dan geomorfologi memang sangat terbatas di air permukaannya, tetapi di bawah pemerkaannya banyak tapi permasalahannya bicara ke hati di dalam permukaannya pun juga tidak apa namanya tidak semua apa tuh ee hati di dalam permukaannya itu bisa hidup gitu dalam konteksnya apa namanya ee tidak seperti yang di atasnya gitu. Nah, ini kurang lebih semacam itu. Jadi kalau ini gambarnya ada safety tank rumah kita buang gitu, maka dia akan mengalir itu mungkin sampai kabupaten lain gitu karena luas sekali. Nah, itu yang terlihat. Nah, ada istilahnya pericars. Pericars itu kars yang tertimbun misalnya oleh timbunan tanah sampai ke dalam 10 m, 20 m di dikira itu bukan kar gitu. sehingga dia melakukan yang namanya misalnya pembuangan apa ee apa namanya air limbah lah gitu ya. Ternyata di sini masuk bisa ke dalam saluran airnya. Saluran air bawah tanah itu yang menjadi kawasan ini rentan terhadap ber apa terhadap apa ee perubahan atau pencemaran itu di situ mudah sekali pencemar. Nah, ini nilai ekonomi kas ada ekstraktif dan nonek ekstraktif gitu. ekstraktifnya itu bisa dok semen, terus ada bahan marmer, batu bata, kosmetik dan lain-lain. Terus tanaman di atasnya bisa paling bagus adalah kayu di situ atau kayu jati gitu akan bagus konteksnya kars akan keras sekali. ekstraktifnya ada pemanfaatan bentang alam untuk pariwisata, pendidikan, ada nilai jasa lingkungannya, sumber daya air, penyimpanan cadang air, penahanan sedim sedimen, pengelang racun, penyerap karbon, ada juga nilai jasa ekologinya gitu. karena ee apa konteksnya keterbatasan di dalam ee apa namanya ee tanaman yang ada di atas permukaan kars, maka perubahan terhadap bentang lahan itu bisa mempengaruhi konteksnya kelusuran satwa yang ada di atas kanekaragam apa satwa yang di atas dalam permukaan kar tersebut. Nah, ini kurang lebih berarti e ciri apa ee ciri-ciri khas apa? Ciri-ciri satwa KS yang ada di ee ciri-ciri satwa yang ada di ekosistem KS macam itu. Kita melihat ada yang sifatnya sebagai polinator atau penyebut, ada sifat sebagai pemencar gitu, ada pengendali di situ pengendali apa gitu. Nah, biscam itu juga ada nilai budaya dalam situs-situs ke apa tuh kas. Nah, inilah PR-nya ee apa tuh Undang-Undang 32 gitu ya. Bagaimana kita menyeimbangkan gitu karena keterbatasan apa air di sana terus ke apa tuh ee jenis tumbuhan atau tanaman tidak sebanyak yang ada di wilayah ekosistem dan ekoren lainnya. Inilah PR kita untuk melakukan penataan pengelolan ekosistem KS. Nah, ini apa-apa aja yang harus kita lindungi dalam kas, yaitu adalah yang mempunyai fungsi ilmiah, objek penelitian penyelidikan bagi pengetahuan fungsinya daerah imbuan air. Jadi meresapkan air ke dalam tanah yang harus kita lindungi. Fungsi media penyimpanan air secara bahan dalam bentuk air ferware yang terbadan mencukupi hidrologi air. Jadi kalau kita lihat kara striknya kan ada yang indokars, ada yang ecars. Dalamosk itu kan ada yang namanya menara kas. Nakas itu merupakan ekuivor. Jadi kalau dia hujan gitu ya, Bapak Ibu sekalian, dia itu menyerap air. Tapi kalau dia panas gitu ya, dia akan mengeluarkan air. Dulu di mana kabupaten Banggai Kepulauan itu ada danu namanya tendetung. Itu itu lucu. Jadi begitu musim hujan apa musim hujan apa banyak gitu ya, dia enggak banjir. Malah danya cenderung airnya itu sedikit. T begitu musim air musim panas air-air yang ada diserap di dalam apa tuh ee permukaan apa di dalam ee batuan-batuan khas mengeluarkan air. Nah itu airnya baru tergenang banyak gitu. Ada enggak mata air permanennya? Terus ada enggak goe menjadi sungai atau jaringan sungai bawah tanah gitu loh. Nah, ini menjadi PR pon berlangsung dengan sungai bawah tanah, sungai. Terus ada enggak sungai di dalam laut biota bawa permukaan dan permukaan dan cagar budaya ini fungsi-fungsi lindung yang harus kita lindungi dalam ekosistem k. Nah, ini kurang lebih ini bagai kepulauan gitu. Ini kita melakukan penataan pengelolaan. Jadi kita aspek-aspek apa yang tersebut gitu ya yang tadi kriteria kerusakannya itu kita lindungi. Jadi kita karena kita Undang-Undang 32 itu mengamanahkan harus berbasis e region dan jasa lingkungan gitu ya. Maka kitaat kita harus bisa menjajaki gitu alir jasa lingkungannya itu bagaimana gitu. Kurang lebih kita ada akhirnya ini sampai saya bilang 97% gitu wilayah eku bangkai kebola itu menjadi apa ekosistem cars gitu. Nah, pertanyaannya kan begitu setelah menjadi 97% apakah di sini sudah ada masyarakat dan sebagainya terus bagaimana kita bisa mendukung kehidupan mereka. Nah, di sini ada yang namanya arahan pemantan. Jadi kita kasih tanamannya secara apa? pertanian itu jenis tanamannya apa gitu. Jadi ekonomi kena, ekologi kena. Nah, itu kemudian sampai dengan pada waktu itu sampai kita ee kerja sama dengan NGO yayasan Yayasan Burung Indonesia ya itu sampai dengan apa namanya penjualan hasil produk-produknya mereka gitu. Jadi di Luwuk itu kayak ada semacam apa ya semacam tempat untuk promosi hasil-hasil daripada bagai kepulauan. Nah, gitu kurang lebih dari Nah, ini kurang lebih yang waktu itu kita ee LH gabung dengan masih penggabungan LH LHK gitu kita ekosistem kas bagi keperluan ini eh successory ekosistem Kai keperluan karena 97% kita tadinya itu hanya ee sekitar 22% untuk perlindungan kars ya. terus kita bisa intervensi ke bagai keburan jadi 97% dan bentuknya perda namanya perda perlindungan dan pengelolaan ekosistem kas gitu. Nah, kemudian ekosistem kasup Trenggalek Jawa Timur gitu. Dari hasil kajian itu kita bisa melindungi sekitar 64% aslinya cuma 15% gitu. Terus kemudian Mars Pangkep itu saya lupa berapa persen ee Tasik Tasik Malaya dan sekitar 60-an% cuma dari konteks tata ruangnya itu tinggal berapa persen gitu. Nah, itu akhirnya kita akhirnya berjuangnya dari konteks perencanaan yang berhasil itu adalah ekosistem kasai kepulauan kasup Trenggalek. itu kemarin terakhir itu ada berita acara gitu antara DLH Kabupaten Trenggalek itu ya yang waktu itu KLHK dengan tata ruang kesepakatannya diakomodir sekitar 50-an% yang sebelumnya hanya cuma konteksnya 15% untuk perlindungan kas. Nah, terus kemudian ada juga di dalam konservasi sumber daya alam apa sumber konservasi sumber daya alam hayati ada namanya perlindungan dan peng ekosistem gambut. Di sini adalah upaya komprehensif melestarikan fungsi ekosis karena ragam itu sebagai terdukung di dalamnya se menjelasan dan pand yang ditimbulkan. Nah, ini kurang lebih dari sama tadi denganosiskan tujuannya untuk pelaran fungsi ekologis ke hati. sumber daya yang terkandung di dalamnya secara berlanjutan mencegah kerusakan dampak negatif yang dapat ditimbulkan. Ini kalau konteks ekosistem KS itu di Kementerian Lingkungan Hidup itu ada di Terkat Gambut. Mungkin proses detailnya itu ada di apa tuh ee di direktorat tersebut. Kurang lebih ini gambut bisa kita baca gitu ya Bapak Ibu sekalian apa namanya definisinya gitu. Ini ini harus di apa tuh ee konteksnya gambut yang harus dilindungi gitu. ada puncak gambutnya, kesatuan gambut, kubah ini yang harus menjadi apa? Ee kalau orang itu asosiasinya, hubungannya tersebut menjadi harus menjadi perhatian kita. Ini kita bisa lihat manfaatnya. Gambut itu untuk kehutanan, pengontrol banjir penyedia air, pengotor risiko kebakaran rentan, ada ekoterisme, penjaga kestabilan ikim ke hati, pendiditaan pendidikan dan sebagainya. Nah, ini kurang lebih gitu Bapak Ibu. Nah, ini kurang lebih Bapak, Ibu ee untuk apa kriteria-kriterianya sesuai peraturannya gitu ya. Minimal yang diletakkan satu per lebih puncak ada ketebut lebih besar dari 3 m. Terus terdapat plasma nokta spesifik enemik lindung yang diundang-undang berada di kawasan lindung hutan lindung kawasan konservasi. Ini untuk fungsi budidaya sama dengan K kita mempunyai visual budidaya terus juga ada konteks pemanfaatannya juga diatur dalam permen tersebut ya. Ada fungsi ini dan fusi biayanya ee apa itu e juga gitu sampai ada kereta-kereta kerusakan di dalam gambut gitu. Nah, terus yang kemudian selain gambut Bapak Ibu sekalian ada ekosistem pesisir laut yang undang-undang tingkat du. Nah, ini teman-teman dari pesis laut dari keturat lain ini akan apa yang melakukan perlindungan ke hati untuk itu. Jadi melindungi memberikan mengolah kegan sumber daya alam secara berkelanjutannya. Tujuannya apa? Di sini mengatasi ancaman-ancaman ada. Memastikan kesehatan serta produktivitas untuk generasi sekarang dan akan datang. Nah, ini Bapak Ibu sekalian ini kalau kita lihat dari Undang-Undang 32 tuh banyak sampai dengan konservasi akhirnya dan sebagainya gitu. Cuma saya menyampaikan beberapa hal aja. Nah, Bapak Ibu sekalian, menjadi hal yang penting juga setelah kita melakukan penetapan itu fungsi lindungnya gitu ya, Bapak, Ibu sekalian. Kita memberikan tadi arahan lindung dan budidayinya bagaimana, arahan pemanfaatannya gimana, kelembagaan tata kelolanya bagaimana. Hal yang penting ini adalah setelah ada tiga hal tersebut yang menjadi rekomendasi dalam kajian, maka yang harus jadi penting harus ada siapa yang bertanggung jawab untuk mengelola ekosistem tersebut. Maka gitu dimandatkan untuk membentuk namanya unit pengelola. Unit pengelola semacam inilah siapa sih yang mengelola? Nah, unit pengelola ini memiliki tugas. Tugasnya apa? bagaimana menyusun dokumen perencanaan pengelolaan KT 5 tahunan dan 1 tahun. Menyusun pangkalan data, mengembangkan inovasi kemitraan, mengembangkan strat ee strategi pendanaan dan menyusun laporan motoring. Jadi kalau urusan itu semua urusan dibagi hasil. Kalau konteksnya apa tuh ee kabupaten dan kota gitu nanti bawa pengawasannya segala macam pembantauannya di provinsi-provinsi nanti dengan KLH dan sebagainya. Itu kurang lebih Bapak Ibu sekalian terkait dengan perlindungan dan pengelolaan keaneka ragaman hayati menurut Undang-Undang 32 tahun 2009. Jadi kita harus fokus dari pasal dari pasal 57 Undang-Undang ee 32 terdiri dari pencadangannya gitu. Sumber daya alemari terdiri dari konservasi sumber daya alam hayati. Nah, dalam Undang-Undang 32 harus ada aspek perencanaannya. Perencanaannya tadi Bapak Ibu sekalian kita bisa melihat yang namanya database-nya. Jadi ee dat database Kaneka Ragaman B gambaran potensi konseka ragaman kita buat bisa menyusun perencanaannya. Perencanaannya itu bagaimana? Karena di dalam ee apa menyusun profil situ sudah tertuang gitu. mana yang hal kawasan yang harus dilindungi, bagaimana arahan pemanfaatannya gitu, terus bagaimana upaya pengendaliannya, pencakan penungan, pemulihannya gitu dan sebagainya itu harus tertuang tersebut dan sampai juga tadi penyelesaian konflik dan pemantauan dan evaluasi. Jadi pemantauan dan evaluasi bisa banyak dilakukan dengan menggunakan sistem data informasi. Database itu sebenarnya kita sebut dengan balik clearing. Dan tahun sekarang tuh ada namanya indeks pengelolaan untuk evaluasi pelaksanaan pengelolaan keaneka ragaman hayati baik kontekingnya provinsi, kabupaten, dan kota sebagai dasar kita untuk memantau dan membina dalam pelaksanaan apa namanya pelestarian atau konsasi Kaneka Gemenayati. Sedangkan dengan konteksnya dunia usaha itu melalui ee Permen LH gitu terkait dengan proper itu tahun 2001 ya nomor 1 tahun apa nomor 7 tahun 2025 itu menjadi dasar kita untuk melakukan apa namanya ee ee pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan pada masing-masing pihak. Mungkin itu yang bisa saya sampaikan Bapak Ibu semuanya. Terima kasih. Wabillahi taufik walh. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Pak Bambang atas penyampaian materinya dan materi ini sangat informatif dan sangat detail sekali Pak Bambang. Dan kita juga sudah mendengarkan Bapak Ibu semuanya yang dimulai dari definisi keanekaragaman hayatif, kemudian kebijakan perlindungan dan pengelolaan ke hati hingga juga hingga konservasi sumber daya alam hayati. Oke. Baik Bapak Ibu, kita akan lanjutkan pada sesi tanya jawab yang di mana di sini tanya jawabnya dari menggunakan aplikasi Saidu terlebih dahulu. Kebetulan di sini Pak Bambang sudah ada 11 pertanyaan. Bisa langsung saja, Pak, dijawab satu persatu untuk pertanyaan, ya. Terima kasih. Jadi, Bapak Ibu sekalian, mungkin saya menanyakan apa tuh menjawab indeks keanekaan suati suatu kabupaten ini ee jadi ada dua hal ini. Kalau yang kita laksanakan tadi indeks pengelolaan. Kalau indeks ke hati itu metode apa? Untuk mengetahui ee apa namanya? Ee kelimpahan. Jadi kelimpahan ada apa tuh ee keanekaan hayati di suatu wilayah. Sedangkan untuk apa namanya indeks pengelolaan gitu ya Bapak Ibu sekalian yang saya sampaikan gitu ya. Kalau untuk indeks KTI itu banyak itu metodenya tuh tadi bisa ada sharen segala macam itu detail. Jadi melihat kelimpahan populasinya berapa dan sebagainya itu pakai indeks ke hati. Tapi kalau indeks pengelolaan kita melihat cara mengelolanya. Jadi ee ancamannya gimana, effortnya apa, seang pemanfaatannya itu bagaimana gitu. Itu sebenarnya konteks indeks pengeluan keaneka ragagaman hayati sampai sekarang itu sedang dibahas. Tadinya kan Bapak Ibu yang ee dari PEPENAS ini yang menyampaikan gitu apa yang apa yang membuat rumusan gitu. Ternyata kita uji coba pada waktu itu kok sulit juga ya. enggak enggak enggak implementatif gitu dan juga tidak mengakomodir pada waktu itu apa tuh ee instan bukan ya dulu namanya masih kita jadi masih unsurnya KLHK gitu sekarang kan ee apa tuh KLH dan kehutanan ini berubah gitu apa lain instansi nah itu sedang kita godok lagi gitu Bapak Ibu sekalian nanti ee bulan 6 rencananya nanti sudah final terus di area PTR terdapat atau benih apakah bisa di area sumber diaget bagaimana cara mendaftarkannya. Nah, ini Bapak Ibu sekalian gitu. Nanti ee sebenarnya konteksnya kalau Kementerian Sumber Genetik untuk kebun benih apa untuk perkebunan gitu ya atau pertanian itu ke kementerian lain-lain apa tuh ke kementerian yang bersangkutan itu nanti adakah Bapak Ibu sekalian itu proseduralnya untuk apa namanya ee ee pendaftaran kebun benih tersebut ada karena setiap kementerian itu punya ini punya ee tata cara masing-masing gitu. Tapi nanti mungkin kalau kami dari Kementerian Lingkungan Hidup gitu ya, itu mungkin di bidang teman satu lagi begitu ya, itu nanti bisa memberikan informasi lebih lanjut ini kita akan e nanti diarahkan ke mana gitu. Oh, terus yang ketiga untuk peta jasa ini bisa akses di mana? Wah, ini emang iya nih peta jasa lingkungan tadi ya sebenarnya bisa diakses ke direktorat namanya ee PSDAB apa tuh? pembangunan berkelanjutan dan sumber daya alam. Lestari itu di Direktorat Konservasi itu dibuttinya tata lingkungan. Di situ juga ada peta peta eigen jadi kita nanti untuk data peta itu ada namanya di Direktorat PSDHAB di situ ada peta jasa lingkungan eh terus kemudian ada peta ecoren. Nah, peta peta ini semkan dasar kita untuk melakukan perlindungan pengolan keanekaragaman hayati gitu. Terus kedua kalinya ee ini juga digunakan gitu Undang-Undang 26 tahun 2000 ee terkait dengan penataan ruang itu ya itu juga menggunakan peta ini gitu. Nah, ini hal-hal yang tersebut. Kemudian KLS juga menggunakan apa itu peta ini juga saya rasa ee itu nanti bersurat aja kok Bu itu bukan bukan apa namanya peta-peta itu bukan apa namanya yang peta digunakan untuk melakukan analisis tapi kita kalau minta gitu misalnya ee untuk apa ee misalnya kecamatan misalnya di Kabupaten Bogor gitu ya ya data Kabupaten Bogor aja yang bisa kita minta tapi kalau se Indonesia ya enggak bisa kurang lebih semacam itunya terus bukan lahan yang ditanami dahulu dengan jenis S growing itu menunjang pertumbuhan-pertumbuhannya ituu telah sesuai dengan peran ekolog. Nah, jadi Bapak Ibu sekalian ini jadi bukanlah ditanami. Jadi Bapak Ibu sekalian ini kalau Undang-Undang 32 menyampaikan sebelum kita menanami gitu ya tanaman kita harus ngerti nih sejarah tanamannya istilahnya kita harus mengetahui morfogenesanya sejarah bentang lahannya gimana gitu sejarah tanamannya itu apa gitu ya. Nah, setelah itu kemudian wilayah eksistingnya tuh apa gitu. Memang ada beberapa tanaman gitu ya untuk ditanami gitu ya harus menggunakan tanaman pionir itu ada. Jadi untuk menstabilkan kesuburan tanahnya terus konteks apa kanekareka ragaman baya tiba tanah dalam konteks mekanisme terbangun terbentuknya itu apa gitu. Kemudian setelah itu terbangun terbentuk maka ditanam tanaman yang memang apa tuh ee jenis AC tersebut. Nah, kalau peran ekologis Bapak, Ibu sekalian gitu ya, kita harus tahu. Jadi peran ekologisnya tadi saya bilang contohnya nih, tanaman yang akan kita tanam gitu ya, mampu berba, berbuah atas bantuan apa? Bantuan anginah ataukah atau dalam satu tanaman ada jantan betina? Apakah yang antara janaman tanaman betina dan jantan itu berlainan tanaman gitu? Nah, setelah andai kata apa namanya yang akan kita tanam adalah tanaman betina dan tanaman jantan yang berbeda, maka butuh agen penyerbuk. Agen penyerbuknya apa nih di sini? Enggak harus kelawar gitu. Misalnya ada kumbang. Kumbang ini makanannya apa harus kita penuhi gitu. Sehingga si kumbang sejahtera melakukan penyerbukan gitu ya. Begitu melakukan penyerbukan maka melakukan pemencaran biji. Nah, itu namanya apa tuh? Fungsi ekologis itu berjalan gitu. Itu baru satu tanaman. Badar konting taman kei itu 1 hektar. 1 hektar itu ada satu jenis 15 individu. Bayangkan tanahnya ada 13 hektar atau 10 hektar berapa berarti. Nah itu di situ itu konteksnya apa itu menunjang peran ekologi. Bukan berarti kita menanami ada tanah osong kita tanami tanami tanaman ee satwa itu ee enggak datang gitu. Ada yang datang gitu Bapak Ibu. Tapi kan kalau kita lihat dari piramida makanan gitu ya enggak utuh gitu. Jadi dia hanya memberi makanan pada satu jenis satwa gitu. Misalnya kumbang ya kumbang aja gitu kan. Tapi kan enggak teratur gitu. Kalau kita mau semuanya gitu kita penuhi. Jadi harus tahu namanya sejarah bentang lahan itu atau morfogenesa. Wah ini kalau umpah apa saja terukur keeka agama itu dihitung terbesar dari indokin dan wener ataukah ada lainnya ini untuk ini indeks nih. Indeks khati ini banyak Bapak Ibu sekalian banyak metodenya gitu. itu bisa kita lihat ini di Google ini banyak sekali itu indeks-indeksnya segala macam sampai dengan sampai dengan apa namanya teknisnya itu ada tapi memakai demplot itu demplot demplot kita hitam banyak sekali Bapak Ibu sekalian kalau kita indeks itu kalau ini gitu bagian pertas ini tidak mengal percampuran sesai dari tempat yang di luar bidatnya ya ini mungkin yang bukan lahan ditanami gitu ya dengan dengan spestasi endemik ya itu Bapak Ibu mempertahankannya harus Kita lihat nih, saya ngambil contoh gitu ya, Bapak Ibu lihat spesies asli dan endemik itu ya. As endemik. Jadi gini kalau kita harus melihat mempertahankannya gitu, kita harus ngerti asosiasinya gitu. Asosiasinya tanam ini dengan tanaman apa gitu. Sejarah bentang lahannya itu bagaimana segala macam. Nah, supaya tidak terjadi apa tuh ee percampuran dengan subses di tempat duarab itu bagaimana kalau untuk tanaman gitu. Kita harus ngerti nih mengambil jenis koleksi ini itu dari mana gitu. Terus kalau andai kata dalam satu wilayah itu juga sudah ada gitu, maka kita perbanyak spesies spesies lainnya. Terus bagaimana paton dan P skala satuan di skala desain kelian pada 1 banding 5.000 implantasi peta ekor bisa besar Bu kalau yang dari dari SK172 gitu Bapak Ibu sekalian itu apa namanya dari SK 1272 itu 1 banding R50.000. Nah, makanya nanti untuk dijadikan batu banding Rp50.000 itu kita melakukan survei batu banding 5.000 itu kecil sekali ini. 1 banding 5.000 biasanya kita menyusun sampai apa ee kalau kita menyusun demplot vegetasi taman gati itu 1 banding 5.000 itu spesial karena satu 1 banding 5.000 lahan 3 hektar itu aja mampu kita kita analisis gitu ini bentuk bentang lahannya apa terus kemudian cekung atau ee cekung atau datar berair atau tidak gitu. ini melalui namanya survei primer. Bagaimana sistem pengamanan ke hati dan pengelolaan yang dapat melibatkan pemerintah dan masyarakat setempat. Nah, ini Bapak Ibu sekalian biasanya kita setiap tadi saya bilang kita dalam melaksanakan rencana induk dan implementasi di lapangan kan ada yang namanya rencana induk pengelolaan itu untuk tingkat besarnya. Kalau tempat tapaknya kan ada namanya ee SK pengelolaan. Nah, SK pengelolaan ditandatangani oleh kepala daerah. harus dalam dengan konteks SK apa tu oleh kepala daerah maka harus mampu itu membreak down itu mbreak peran masing-masing itu apa disepakati atau tidak gitu dipepakati peran misalnya dinas lingkang hidup gitu misalnya terkait dengan pemeliharaan keaneka ragagaman hayati misal per koleksi tanaman harus dibreakkan peran-perannya itu masingnya apa berdasarkan apa berdasarkan ee daripada tupoksinya masing-masing apa masing-masing apa ee dinas atau kementerian Nah, terus juga peranan pemdanya apa? Terus kemudian disahkan. Disahkan mulai dari kepala daerah terus kemudian disambungkan dengan sistem perencanaan keuangannya gitu. Terus kemudian program BR yang apa yang pernah jauh dengan proses paling mudah? Ini terkait dengan itu apa itu ee perubahan iklim berarti ya program apa yang paling cocok untuk proses paling mudah untuk CO dan mangrumbuk karang. Jadi, Bapak, Ibu sekalian, ini memang kita nih apa namanya? Ee berdasarkan ekosistem tuh bisa. Jadi, berdasarkan misalnya koneksnya koneks kawasan-kawasan apa ekosistem cars itu sangat mudah proses paling mudah untuk CO2 reduction dan selain mangrove jaj ekosistem tumbuh karang. Tetapi dalam konteksnya konteksnya untuk misalnya penyerapan karbon atau segala macam gitu itu memang akhirnya menjadi harus sinkronisasi itu antara aneka gitu ya dengan yang namanya apa namanya e perubahan iklim. Jadi misal yang jauh dengan misal dengan pencemaran udara gitu. Konteks dan pencemaran udara mereka ee tanaman-tanaman rekomendasi yang harus ditanam ada tanaman-tanaman yang berdaun lebar karena konteksnya bisa menyerap. Tetapi dalam konteks keanekaragaman hayati kan sudah punya patokan tadi Bapak Ibu sekalian. Jadi tak ee sudah punya ee patokan gitu ya. Patokan apa tuh bentang lahannya apa, jenis tanamannya apa gitu lah. Itu paling enggak kita bisa memetakan gitu wilayah-wilayahnya saja yang apa ee ee untuk mendukung konteksnya apa redction-nya untuk mangroove dan terumbu karang. Nah, kalau cara pengajuan hutan kota menjadi taman keati dan apa yang harus dilakukan? Nah, ini Bapak Ibu sekalian kalau memang kalau saya sih berharap itu misalnya hutan kotanya sudah baik gitu ya sudah enggak ada masalah gitu. Orang enggak ada yang apa ee apa namanya? Andai kata memang konteksnya memang hutangnya baik gitu. Tetapi kalau memang konteksnya sudah apa namanya sudah ee rusak atau gimana ya harus ada berita acaranya. berita acara kenapa dari hutan kotai menjadi taman gati. Setelah menjadi taman kita harus manamnya replikasi ekosistem. Replikasi sistem itu bagi menyusun desain vegetasi. Kita harus bisa me apa tuh melihatkannya tadi semacam tapak perlung ya. Tapak kerung tapak dalam suatu lahan tersebut gitu kan. Kalau kita lihat ee wilayah 3 hektar gitu ya misal atau 10 hektar kan ada yang tadi saya bilang ada yang cekung ada yang ada yang berair cekung kering terus datar berair datar itu datar apa kering. Nah, terus kita petakan terus jenis tanamannya itu apa justu namanya desain vegetasinya gitu yang jelas. Terus yang itu harus itu persyaratan utama yang harus dipenuhi gitu persyaratan konteksnya substansi. Tapi kalau persyaratan seonteksnya adminsi harus ada berita acara gitu. Kenapa kalau dari hutan-hutan menjadi taman ke hati gitu. Nah, terus bagaimana dengan pengolan kan pada hutan yang IPKH sudah ada T lahan produksi satu langkah yang hilang habitat. Nah, ini ini kalau ini Bapak, Ibu sekalian gitu. Ini pendekatannya ini ada pendekatan melalui apa namanya ee manajemen di situ biasanya ini kalau teman-teman kehutanan ini memberlakukan syarat syarat. Jadi syaratnya itu apa gitu ya persyaratannya apa misalnya nilai hutan persyaratannya. Jadi kalau di LH itu kan ini AMDALnya itu bagaimana gitu. Kita lihat itu apa UKL-UPL-nya dan pelaksanaannya bagaimana. Nanti kalau dia tidak memenuhi memenuhi atau tidak melakukan perlindungan terhadap satwa hilang atau yang langka dikenakan sanksi segala macam itu. Ini pendekatanpendapatan apa tuh ee manajemen gitu. Tapi kalau sebenarnya itu kita punya dikena apa tuh punya kewenangan untuk melakukan intervensi ya buatbuat aja taman keaneka ragaman hayati. Kalau di dalam hutan kan taman Kaneka ragaman hati tidak bisa ya Bapak Ibu sekalian gitu. Enggak usah disebutin taman Kaneka ragaman hati tapi konsep taman kehati aja dimasukkan ke dalam itu ke dalam apa tuh wilayah apa tuh wilayah hutan yang IPKH tersebut. Mungkin itu sedikit yang bisa ee saya sampaikan Bapak Ibu sudah semuanya. Oke. Baik. Eh, terima kasih Pak Bambang atas ee jawaban-jawabannya. Dan untuk selanjutnya di sini akan dilanjutkan dengan tanya jawab langsung dari peserta Zoom. Ee mungkin karena ini waktunya terbatas ya Bapak Ibu semuanya, jadi hanya untuk dua untuk tiga penanya saja. Baik, untuk itu kebetulan juga di sini sudah ada tiga orang yang raise hand. Dipersilakan terlebih dahulu kepada Pak Bari. Iya. Halo. Iya. Halo, Pak. Kurang keras suaranya, Pak. Mohon maaf. I selamat siang, Bapak. Terima kasih. Selamat siang, Pak. Bapak Ibu berikan kesempatan kepada saya ingin bertanya terkait ee ke ee keanekaragaman ini pengelolaan perlindungan dan pengelolaan kena kagaman hayat ini ini kan identik kita dengan kegiatan pemulihan ekosistem. I. Jadi pertanyaan saya, apakah kegiat ee pengelolaan kena regagaman hati ini kita tanami misalnya di suatu wilayah itu ee tumbuhan yang hanya satu jenis ee yang bersifat komersil. Contohnya seperti gaharu saja di jadi itu kawasan itu kita apai menjadi kawasan ee apa tanaman gaharu gitu kita penghijauannya. Ee apakah itu melanggar melanggar ee apa ketentuan dan etika ekologisnya atau seperti apa? Itu itu saja sih, Bapak. Tidak harus tanaman buah gitu kan? Tidak, tidak ditanam tanaman buah, tapi tanamannya satu jenis saja gaharu begitu, Bapak. Iya. Bapak dari mana, Pak? Mohon maaf komersial. Pak Bari dari mana? Mohon maaf. Halo. Iya. Halo. I tes. Dari mana, Pak? Tadi Pak Bari. Tes. Iya, mungkin dilanjutnya enggak apa-apa, Pak. Itu saja, Bapak pertanyaannya. Itu terkait konteksnya di di daerah yang ee terdampak genangan air akibat pembangunan PLTA gitu, Pak, di Malinau gitu. Iya. langsung jawab apa saya kumpulkan dulu, Bu Dini? Ee boleh, Pak, kalau untuk langsung jawab boleh. Oh, iya. E ya, mungkin menjawab Pak Bari, Pak. Ini mungkin ini saya nge-share lagi nih, Pak, ya. Nah, sebentar dulu. Kalau yang disampaikan Pak Bari tadi memang gitu, Pak. Kalau saya yang yang tidak sesuai adalah prinsip-prinsip ekologinya gitu. Makanya tadi saya menyampaikan nih Bapak Ibu sekalian bagaimana supaya prinsip ekologinya itu kena gitu. Nah kena itu harus kita lihat begini Bapak Ibu. Nah kan tadi saya menyampaikan nih Bapak Ibu. Nah ini kan ada warna-warna gitu Pak ya. Dari sini aja nih dari sini warna-warna. Nah, sekarang gitu Bapak, Ibu sekalian. Kalau kita mengin ekologi misalnya Malino nih saya kan enggak enggak ngoverlay peta Malino and kata misalnya kota Malino di Jakarta Timur ini warnanya apa ini kan gitu. Oh warnanya ini. Oh bentang lahannya semacam ini kan begitu ya. Maka jenis tanaman yang tumbuh di atasnya apa? Nah kan kelihatan. Oh ini ada bervegetasi hutan tem sungai malar hijau. Nah begitu Bapak Ibu sekalian. Jadi sekarang tuh sudah enak, Pak. Sudah dapat region tuh. Jadi kalau orang tuh mungkin sudah memotong, kalau dulu kan awalnya ada ini ada apa itu ee biofisik ya ituat sejarahnya gitu. Sekarang sudah banyak dipotong ini gitu. Tapi otomatis harus ke ee apa tuh ee survei primer juga di situ kan. Nanti kita harus memotretkan di Kam 1 yang sama dengan misalnya di Malino tuh sama dengan kabupaten sebelahnya harus kita potretkan juga gitu. Tapi kan paling mal sudah apa sudah menunjang tersebut. Nah ini apa nih? Nah, itu teman namanya gitu. Nah, terus kemudian itu ee bermaterial misalnya dia ee apa namanya? Vegetasi hujian tepin sungai dalam dia daerah konteksnya dalam PLTA gitu ya. PLTA-nya itu gitu. Nanti bisa dua dengan kajian apaen bisa-bisa dua hal. Kita bisa menemukan jenisnya kita bisa menyebabkan oh ini ternyata publiknya PLTN-nya salah nih apa namanya bangun di sini gitu bisa tuh. Apalagi kalau ini misalnya di daerah-daerah Jakarta Utara ada alum propin ya di sana ada pabrik gitu sampai kapan pun cepat banjir gitu karena itu apa prositasnya rendah gitu. Nah, pakai peta-peta ini gitu. Terus kita enggak bisa, Bu, yang Bapak Ibu suungan gitu yang namanya menggunakan satu jenis tanaman gitu. Itu bukan proses-proses eko apapun itu bukan namanya bukan prinsip-prinsip ekologi yang kita gunakan. Saya kan kalau saya bilang itu ya bahwa konteksnya tanaman itu juga makhluk sosial kok. Makhluk sosial dia harus berdampingan dengan tanaman apa gitu. Nah, proses ekologi itu yang Bapak Ibu sekalian nanti yang selama ini kita gunakan untuk melakukan konteksnya pemulihan ekosistem gitu. Itu si pikirnya, Pak. Pak Pak Bari gitu secara singkat yang saya sampaikan gitu. Makanya Bapak kalau konteksnya Malino, nah saya harus ngelihat ini nih nanti di ee apanya apa ee letaknya di wilayahnya ee e apa ee koordinatnya di mana gitu ya, terus gontang alamnya apa gitu, vegetasinya apa. Setelah kita dapat vegetasinya kita melakukan analisis ini apa namanya ee pasangannya, tanamannya nih apa gitu. Nah, itu nanti harus dipetakan. itu konteksnya ekologinya tuh macam itu. Itu mungkin bisa saya sampaikan Pak Bari gitu. Mohon maaf kalau ada yang enggak pas. Oke. Baik, terima kasih Pak Bari atas ee pertanyaannya. Dilanjutkan kepada Pak Samsu Rizal. Dipersilakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan selamat siang Bapak Ibu sekalian. Waalaikumsalam Pak. Yang saya hormati Pak Bambang narasumber. Ee saya Samsul Rizal dari Palu, Sulawesi Tengah, Pak Bambang. Ee terima kasih atas informasi terkait ee khusus untuk Bangkep. Tadi sudah disampaikan KS Bangkep gitu ya. Ee poin pertama yang jadi ee pertanyaan saya dulu ada SK Mendagri nomor 48 tahun '89 tentang pedoman penetapan identitas flora dan fauna daerah. I ee saya tidak tahu apakah peraturan ini masih berlaku ee dan diberlakukan pada daerah otonomi baru untuk provinsi. Nah, pertanyaannya apakah ada provinsi yang sukses di dalam melakukan ee implementasi dari Perda terkait penetapan maskot flora faunanya? Ee karena kalau saya membaca itu ee kadang-kadang daerah hanya menetapkan maskot maskotnya tetapi implementasi ee apa ya upaya konservasi terhadap maskot itu ee seringki mungkin tidak maksimal. mungkin Pak Bambang ada informasi daerah yang sukses melakukan ee implementasi konservasi terhadap ee flora fauna yang menjadi maskot daerahnya. Yang pertama. Yang kedua ee saya ee berkat mungkin ee Pak Bambang dan teman-teman dari LIPI atau Brain itu menetapkan ee kawasan Kars Bank itu mencapai 90-an kalau gak salah persen itu ee paling tidak ini mengakhiri konflik kepentingan perusahaan yang ingin berinvestasi di kawasan ini. ee dulu informasinya itu kan akan dibuka kawasan ini untuk perkebunan sawit. Tetapi dengan adda itu ee alhamdulillah itu kemudian saya yakin itu tidak bisa karena kawasan ini memiliki tingkat endemisitas yang sangat tinggi ee karena keterisolasian daerah dari daratan Sulawesi ya. itu yang yang ini. Tetapi ee beberapa kawasan lain di Sulawesi ee tengah khususnya itu saya melihat seringki kawasan konservasi yang sudah ditetapkan itu akhirnya dikalahkan oleh kepentingan ee mengubah menjadi kawasan terutama kawasan kami adalah kepentingan tambang. Ini kan kalau hitung-hitungannya memang secara ekonomi itu ya tambang menghasilkan ekonomi. Tetapi kan kerusakan tidak terbatas pada kerusakan ke hati tapi ekosistem. Lalu kalau hitung-hitungannya kan jauh lebih mahal upaya pemulihan ekosistem apalagi untuk perlindungan ke itu sendiri. Jadi ee maksud saya ee sesuatu kawasan yang sudah ditetapkan itu ya kalau bisa ya jangan lagi dibuka, diberi kesempatan untuk kemudian dialihkan menjadi kawasan tambang dan lain sebagainya. Hanya dengan cara mengganti pada kawasan lain yang belum tentu sama nilai ee indeks apa ya, nilai keanekaragaman dan nilai penting ekosistemnya itu. Ee mohon komentar Pak Bambang. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan selamat siang. I terima kasih Pak Samsori. Memang cerita bangkep itu ee kalau saya sampaikan tidak pernah habis-habis gitu dulu gitu. Kontaknya Bangkap itu melindungi kar sekitar hanya berapa persen saya lupa sekitar e 24% atau tidak salah gitu ya. Ya kan dengan adanya perda ini tinggi loh Pak Perda untuk penetapan kawasan ekosistem KS yang di sana gitu ya. itu termasuk tinggi gitu. Ternyata juga tidak apa namanya ee mengurangi ancaman yang terjadi. Jadi kan begitu. Nah, memang begitu Bapak Ibu sekalian gitu. Itu malah gunanya kita menyusunannya RIP itu di situ. Jadi paling enggak RIP itu kita membuat semacam pertahanan lah. Pertahanan dengan kompak itulah pertahanan dengan semua dinas-dinas yang lain untuk apa ya? untuk untuk mengontar hal-hal yang konteksnya bisa merusak lingkungan atau konteksnya merusak suatu ekosistem gitu. Nah, itu di situ yang pertama. Terus yang kedua, Bapak Ibu sekalian gitu ya, kita harus menjak yang namanya tata ruang selama tata itu soalnya bangkep itu kalau enggak salah sudah ada ininya kok KLS-nya terkait dengan wilayah-wilayah yang akan diganakan tata ruang itu juga sudah sudah cukup kuat itu. Jadi, ada dua perda yang bisa melindungi Kabupaten Bangkep tersebut. Kalau konflik kepentingan itu pasti akan terjadi karena konteks yang terjadi pengalaman di Bangkep itu konteks tambang gitu. Kontang ternyata teman-teman dari da Provinsi begitu ya yang di SDM itu pada waktu itu tiba-tiba turun gitu loh. Seharusnya prosedurnya proseduralnya ini konteks prosedural dia bicara dulu dong dengan teman-teman pemil daerah Kabupaten Bangkep ini enggak terjadi gitu. tiba-tiba sudah apa identifikasi wilayah untuk apa ee wilayah-wilayah yang diambil potensi kondisi barang tambang yang mau diambil itu yang lucunya lagi batu gampingnya gituah tahu banggai kepulauan itu kan wilayah kepulauan gitu J termasuk wilayah-wilayah kepulauan kecil gitu wilayah kepulauan kecil itu rawan terhadap terhadap apa namanya ee perubahan jadi itu di situ digali gitu ya bawah airnya tuh ada yang namanya sungai aliran an bawah air gitu ya bawah tanah yang menghubung ke laut itu dikali ya tenggelam itu bangkai kepulauan. Nah, hal-hal itu sebenarnya yang harus kita perkuat gitu Bapak Ibu sekalian. Makanya kalau saya ini kuncinya dikontnya apa tuh ee di konteksnya dikoordinasi gitu. Nah, kalau ada kayak gitu gitu Bapak bersurat aja nanti ke kami gitu nanti bisa saya bantu untuk tindak lanjuti. Itu yang pertama. Terus yang kedua, Bapak Ibu semuanya gitu untuk Pak Samsori gitu tahun ini ya kalau enggak salah ee Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah sedang menyusun profil, Pak. Nah, di situ dalam konteksnya profil itu menjadi baseline kita untuk melakukan apa namanya ee untuk melakukan yang namanya apa namanya? Perlindungan dan pengolahan konteksnya keaneka ragaman hayati gitu. di situ bicara masalah indikasi ekologist itu mana gitu yang harus jadi indikasi ekologi itu wilayah-wilayah yang bisa digunakan untuk mendukung pelestarian kanayati jadi jangan sampai gitu adanya degradasi wilayah 10 hektar ya kan degradasinya ke masalah salah ke hatinya apa 60% terus kemudian kita melakukan pemulihan di 30% atau 20% itu enggak akan terjadi Pak yang namanya pemulihan ekosistem Pemulihan ekosistem tidak bicara masalah jenis tanaman yang di kita tanam saja, tapi kita bicara peranan satwa gitu kan. Enggak mungkin kita misalnya ee manusia itu melakukan penanaman sampai wilayah yang peratus-ratusan hektar kan enggak mungkin. Kalau peranan satwanya itu kita optimalkan, maka kan begitu ada makan misalnya burung makan tanaman, makan buah, bawa terbang, terus kemudian mulesnya turun. Nah, peranan-peranan ini harusnya kita kuatkan dalam konteksnya pemulihan ee lingkungan. Jadi, saya berharap tahun 2000 ee 2026 ini profil itu jadi, Pak. Jadi itu itu kemarin ee pertemuannya sama ada sekdanya segala Pak itu itu bisa nanti bisa m-backup teman-teman juga dari dunia usaha untuk melakukan pemulaian ekosistem. Nah, terkait dengan e identitas flora fauna daerah gitu memang itu sebenarnya SK-nya itu SK Kementerian Dalam Negeri itu ya. tahunnya sudah lama itu tahun sekitar tahun 99 gitulah. Cuma saya parameter perendernya yang apa digunakan di situ ya biasanya adalah jenis-jenis yang statusnya ee apa tuh ee perlindungan gitu. Jadi ada yang PP7, ada status LHK-nya menurut IUCN ya kalau enggak salah. Terus ada spesies prioritas atau du spesies prioritas nasional gitu ya. Ada Harimau Sumatera ya kalau enggak salah Badak. Terus kemudian ada parameternya endomisitasnya diukur. Terus apa jenis lokalnya ya. Jadi adaitas jenis lokal ada spesies kuncinya ada jenis indikatornya juga eh jenis indikator spesis terhadap perubahan lingkungan itu menjadi beberapa kriteria. ada. Kemudian ini muncul nanti baru maskot ee daerah gitu. Nah, kalau yang paling setahu saya gitu bahwa yang paling yang apa namanya ee berhasil pada waktu itu ya konteksnya adalah DKI Jakarta gitu ya. Karena apa gitu kalau DKI Jakarta itu kan sudah 80% jenis tanamannya beton, Pak. Jadi lebih gampang lebih gampang diidentifikasi dan tepat gitu. Nah, tapi kalau yang memang wilayahnya masih masih baik kayak Papua gitu ya susah, Pak. Jadi parameter-parameter itu yang nanti harus dikaji. Biasanya kan ada timnya tim untuk melakukan pengkajian gitu. Nah, kurang lebih macam itu. Nah, tapi kalau kontect event identika prorafauna daerah gitu ya ee gaungnya itu e tahun-tahun ini juga enggak begitu 5 tahun yang lalu yaak enggak begitu kelihatan Pak itu karena itu kan kewenangannya di Kemendagri itu Pak. Mungkin itu bisa sampaikan. Terima kasih. Oke. Baik. Ee terima kasih Pak Samsul Rizal atas pertanyaannya. Dan mungkin sebelum kepada Pak Cahyo saya ingin menyampaikan terlebih dahulu karena ini waktunya sudah lebih dari jam 12.00 sehingga Pak Cahyo sebagai penanya terakhir. Jadi mohon maaf sekali kepada Pak Hamas dan juga Pak Andi yang sudah rais hand. Oke. Baik. Untuk itu dipersilakan kepada Pak Cahyo untuk bertanya dan mohon izin juga Pak Cahyo agar langsung to the point saja pada pertanyaannya ya. Dipersilakan. Baik ee terima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh Pak Moderator. Ee asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee izin ee langsung saja mungkin ee Pak Bambang saya ingin menanyakan terkait ee mungkin saat ini di saya dari Sulawesi Tenggara ee beberapa pekan terakhir ee ANOA atau satwa endemik dan dilindungi di Sulawesi Tenggara saat ini sering muncul di area operasional pertambangan PTSCM. Nah, ini ee apakah ee ini dapat menjadi indikasi adanya perubahan atau gangguan habitat dari ANU tersebut ee dan bagaimana sebaiknya langkah-langkah ee stakeholder ataupun baik pemda, pemda daerah, provinsi, KLHK atau akademisi atau NGO dalam mengatasi hal tersebut. karena ee kerusakan ekosistem dengan munculnya anu di yang mungkin dulu habitatnya sekarang dioperasionalkan sebagai area tambang sehingga muncul di daerah tersebut. Apakah ini bisa diatasi atau bagaimana ket-ket ee stakeholder sebaiknya mengatasi ini secara gotongroyong? Mungkin itu saja yang ingin saya tanyakan karena waktu yang terbatas. Terima kasih, Pak. Ya, terima kasih. Kemungkin saya juga mm cerita juga. Jadi ada wilayah HCV-nya PT Gas Jenderela ee Kaltim lah. Masalah sawit itu kan ada HCV-nya. HCV-nya itu apa namanya? Ee apa namanya? Ada orang hutan ya, ada orang hutan yang ada di sana gitu ya, bulan-bulan tertentu gitu dia akan keluar. itu akhirnya terjadi konflik antara apa ee orang hutan dan masyarakat. Nah, itu itu sebenarnya indikator bahwa konteksnya alam alam sudah tidak mampu mendukung kelestarian daripada satwa tersebut. Begitu pula juga konteksnya anual sudah tidak bisa sudah tidak bisa mendukung gitu. Nah, caranya gimana ya? Makanya harus kita hitung gitu. Cara J perhitungannya gini ah Noa gitu ya, jumlahnya berapa ya kan makannya apa dia tergantung pada jenis tanaman apa itu harus dihitung gitu. Jadi misalnya kata di PTKAS itu dia setiap bulan apa dia keluar konflik. Nah ternyata pas dihitung gitu ya. Oh ternyata pada bulan tersebut ada rantai makanan yang terputus gitu. Nah itu harus perlu perlu di itu perlu diidentifikasi gitu. Nah sehingga kita bisa lihat gitu. Tapi itu benar indikasi memang apa namanya alam itu sudah bisa sudah tidak bisa mendukung kehidupan daripada si tersebut. Nah, itu yang harus di itu. Nah, dalam konteks begitu gitu mungkin itu ee bisa ini apa tuh ee Sultra tuh daerah Sultra yang provinsi ya itu kan ada ee apa bisa apa namanya menyampaikan apa namanya aduan lah ke sana. Nanti biasanya kalau setelah ada aduhan nanti kan ada pertemuan-pertemuan apa yang bisa apa ee mencarikan jalan solusinya itu biasanya dalam pertemuan itu teman-teman NGO juga di LSM diundang dunia usaha itu diundang begitu. Itu sih sedikit mungkin Pak Cahyo gitu. Makanya saya bilang saya berharmi teman-teman dari provinsi atau kabupaten tuh punya peta ecorigen lah ya. Punya peta ecoragen sama fungsi peta jasa lingkungan. Oh, sangat membantu sekali gitu Bapak Ibu sekalian. kita sudah enggak capek, terlalu-teralu lelah sekali gitu kan jenis tanamannya apa yang anunya gimana gitu ya. Nanti yang capek kita analisis asosiasinya tanaman ini nanti akan di apa dipasangi atau temannya tanam ini tanaman apa aja itu nanti ya itu nanti judgement dari pakar itu yang bisa karena peranan ekologis itu di situ. Jadi begitu ekosistem komplit gitu ya. Jadi komplit itu ya tadi saya bilang kalau piramida makanan produsen kan jumlah tanaman, jenis tanaman sama luasannya itu tercukupi maka namanya rantai makanan berjalan. Tapi selama itu enggak tepat gitu ya sudahudah kebutuhan sampai tingkat atasnya tidak terpenuhi sampai top-top piramidanya. Mungkin itu yang bisa sampai sampaikan. Terima kasih. Oke. Baik. Ee terima kasih ee Bapak Ibu semuanya untuk sesi tanya jawab dicukupkan dan terima kasih kepada Bapak Ibu yang sudah berpartisipasi dan mohon maaf bagi Bapak Ibu yang belum mendapatkan kesempatan untuk bertanya. Oke. Baik, mungkin sebelum untuk menutup acara webinar ini kepada Pak Bambang untuk memberikan closing statement-nya Pak I. Ya, mungkin sedikit Bapak Ibu sekalian gitu. Kalau kita bicara keanekaragaman hayati gitu, makanya ini ada ee maksudnya kita bicara keanekaragaman itu kita jangan bicara masalah jenis dan tumbuhan saja. Ingat proses ekologi itu menjadi kunci dalam konteksnya berjalannya jasa lingkungan. Zaman sekarang itu gitu ya itu zaman teknologi sudah semakin maju gitu. ada peta ekoren, ada puti fungsi jasa peta e jasa lingkungan itu digunakan menjadi tools untuk nanti untuk perumusan kebijakan pengambilan keputusan. Satu. Terus yang kedua kali memang apa namanya ya apa sejarah sejarah itu jangan sampai kita tuh ini Presiden Soekarno tahun-tahun 954 sudah bicara masalah ecoren. Jadi tidak bisa dia menyampaikan pada waktu itu konteks krisis apa tuh untuk pembunuhan kebutuhan pakannya Indonesia. Satu sisi dia bilang ee apa tuh ee pendapat-pendapat itu bisa kita nebang hutan kita tanamin padi semua. Bongkarno pada itu dia bilang karena presiden kita pertama tidak semua wilayah Indonesia bisa ditanami dengan tanaman pagi karena ada apa karastic ecorigion. Jadi karastic ecorion itu harus menjadi dasar gitu. Nah, itu saya kembali lagi ke situ. Jadi, ee kalau kita bicara keragaman hayati jangan bicara ekologi aja, tapi harus bicara geologi. Karena geologi ini wadahnya, wadahnya apa gitu ya. Wadah nih, wadahnya wadah itu menjadi ekosistem gitu ya, iklimnya segala macam, segala ada iklim segala macam itu ee bicara masalah eekorennya. Nah, itu menjadi dasar gitu Bapak, Ibu sekalian. Kita jangan mendakalkan artianeka ragaman hayati gitu. maksudnya ada kita menanam jenis-jenis tanaman rimbun itu kaneka ragaman itu bukan begitu. Itu mungkin ee apa penutup dari saya gitu apa itu mohon dipahami gitu ya. Kalau memang ada yang kurang dalam apa segala macam gitu nanti bisa apa namanya ee menghubi saya atau sebagainya mungkin. Gitu. Terima kasih Bapak Ibu sekalian. Wabillahi taufik wal. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih banyak Pak Bambang atas penyampaian materinya. Namun mohon izin Pak Bambang jangan dulu meninggalkan ruangan Zoom. Kita akan dokumentasi dulu sebentar ya. Baik Bapak Ibu semuanya yang bisa mengaktifkan kameranya dipersilakan. Oke. Baik Bapak Ibu, kita akan langsung saja untuk dokumentasinya. Saya akan mulai melakukan perhitungan mundur dimulai dari angka 3. mungkin satu kali lagi. 3 2 1. Oke. Baik. untuk dokumentasinya sudah dilakukan dan saya ucapkan sekali lagi terima kasih kepada Pak Bambang atas penyampaian materinya yang sangat bermanfaat dan membuka wawasan bagi kita semuanya dan semoga di webinar ini kita dapat menambah pemahaman dan mendorong untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati seperti itu. Oke. Baik. Eh untuk kehadiran Pak Bambang ini merupakan suatu kehormatan bagi kami dan semoga di lain kesempatan kita dapat kembali untuk berdiskusi dan dengan hormat kepada Pak Bambang apabila ingin meninggalkan ruangan Zoom sudah dipersilakan Pak. Ya, terima kasih Bapak Ibu semuanya. Mohon izin lif saya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik Bapak Ibu semuanya, berakhir sudah acara webinar di hari ini dan bagi Bapak Ibu yang ingin mendapatkan e-sertifikatnya, Bapak Ibu dapat mengisi link presensi kehadiran yang tertera di layar ini. Dan ketika Bapak Ibu mengisi presensi kehadirannya dipastikan dipastikan nama dan email sudah diketik dengan benar karena hal ini juga akan mempengaruhi pengiriman e-sertifikatnya. Dan baik saya akhiri kegiatan webinar di hari di hari ini. Mohon maaf apabila saya ada salah sikap dan wabillahi taufik wal hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang dan selamat melanjutkan aktivitas lainnya.