Webinar 142 Perlindungan dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati
qJT6owH1e_I • 2026-02-12
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi menjelang siang Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang kembali di webinar Eko Edu yang ke-142. Dan saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Ibu semua yang sudah selalu setia untuk mengikuti acara webinar ini. Dan hari ini webinar Ekoed Edu akan mengangkat tema perlindungan dan pengelolaan keanekaragaman hayati. Dan perkenalkan saya Dini yang akan bertugas sebagai moderator pada acara ini. Dan baik Bapak Ibu semuanya sebelum kita mulai webinar pada siang ini, alangkah baiknya kita berdoa bersama-sama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Untuk itu berdoa dipersilakan. Berdoa dicukupkan. Untuk selanjutnya adalah mari kita menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama dan diharapkan kepada Bapak Ibu untuk duduk tegap. Oke. Baik Bapak Ibu semuanya, untuk selanjutnya adalah di sini izinkan saya untuk mempromosikan pelatihan-pelatihan dalam waktu dekat ini yang akan diselenggarakan oleh kami atau Edu yaitu yang pertama adalah pada tanggal 18 hingga 24 Februari 2026. Di sini kami akan mengadakan pelatihan life cycle assessment atau LCA yang di mana untuk biaya investasi LCA itu sebesar Rp3.600.000. Lalu kemudian dilanjutkan pada tanggal 18 hingga 26 Februari 2026. Di sini kami akan mengadakan pelatihan dasar AMDAL gelombang 21 dan untuk biaya investasinya itu sebesar Rp4.500.000. Namun mohon diingat ya Bapak Ibu semuanya untuk pelatihan ini ada memiliki ee terbatas kuotanya Bapak Ibu yaitu sebesar 30 orang. Jadi Bapak Ibu mohon di ee segera didaftarkan saja ya Bapak Ibu semuanya. Kemudian dilanjutkan lagi pada tanggal 23 hingga 27 Februari 2026. Di sini kami akan mengadakan pelatihan dan sertifikasi manajer pengumpulan limbah V3 atau MPML B3 gelombang pertama. Dan untuk biaya investasinya itu apabila Bapak Ibu melakukan pembayaran pada H-1 pelatihan akan mendapatkan diskon sebesar 10%. Oke. Baik Bapak Ibu semuanya untuk informasi lebih lanjut Bapak Ibu dapat menghubungi admin kami yaitu ada Anto dan Nisa. Kemudian kami juga memiliki beberapa beberapa sosial media yaitu yang pertama adalah Instagram, YouTube channel, Facebook, Twitter dan juga ada website resmi di www.ecoedu.co.id. Dan apabila Bapak, Ibu langsung berminat untuk mendaftar mendaftarnya saat ini, Bapak Ibu langsung saja untuk mengakses di pendaftaran.coekohedul.co.id. Dan selain itu juga kami di sini memiliki inhouse training yang dapat dilakukan secara online maupun offline sesuai dengan permintaan dari instansi perusahaan Bapak Ibu semuanya. Jadi kami tunggu Bapak Ibu di pelatihan EOEDI. Oke. Baik Bapak, Ibu semuanya untuk selanjutnya kita akan langsung saja masuk pada kegiatan utama kita yang di mana webinar kali ini kita akan berdiskusi mengenai perlindungan dan pengelolaan keanekaan ragaman hayati dan tentu saja kami juga telah menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya untuk memberikan materi dan wawasan yang bermanfaat ini. Oke. Baik Bapak Ibu semuanya. Perkenankan saya untuk memperkenalkan narasumber kita pada webinar ini yaitu adalah Pak Bambang Nurianto. Beliau merupakan fungsional pengendali ekosistem hutan di Kementerian Lingkungan Hidup. Dan mungkin saya langsung saja untuk menyapa Pak Bambang. Selamat pagi menjelang siang, Pak Bambang. Iya, selamat siang, Mbak Dini. Bisa dengar suara saya? Jelas. Ee jelas, Pak. Oke, ya. Bagaimana, Pak, kabarnya hari ini? Ya, baik, alhamdulillah ya. Mudah-mudahan sehat selalu, ya, Pak, ya. I terima kasih. Oke. Baik, Pak Bambang. Mungkin sebelum kita mulai, izinkan saya untuk menyampaikan beberapa teknis terlebih dahulu. yaitu yang pertama adalah untuk pemaparan akan dilaksanakan selama 1,eng jam, kemudian dilanjutkan lagi dengan sesi tanya jawab dengan menggunakan aplikasi Slido dan dilanjutkan lagi dengan tanya jawab secara langsung. Oke. Baik, untuk mengefektifkan waktu saya serahkan ruangan Zoom ini kepada Pak Bambang dan kepada Bapak Ibu semuanya. Selamat mengikuti acara webinar ini. Iya, terima kasih Mbak Dindi. Mungkin saya izin share. Sudah terlihat jelas Bapak, Ibu semuanya. Sudah ya? Eh, sudah ya, Pak. Oke. Baik kita ya. Terima kasih Bapak Ibu semuanya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Jadi, Bapak Ibu sekalian, saya ingin mencoba terkait apa tuh ee menerangkan gitu atau menginformasikan terkait perlindungan dan pengolan keanekaati berdasarkan Undang-Undang 32 tahun 2009 terkait dengan perlindungan dan pengelolaan kan ragamayati, perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Mungkin pada slide pertama gitu mungkin saya ingin mefresh gitu ya, merefres pemahaman keanekaragaman hayati. Jadi keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman makhluk hidup di muka bumi dan peranan-peranan ekologisnya. Jadi ini yang harus menjadi garis bawah di sini adalah peranan-peranan ekologisnya. Jadi gitu. Jadi jangan sampai kita bilang keaneka ragaman hayati begitu ya. Ada tanah kosong kita tanami tanaman sembarangan gitu ya. Itu dibilang ee apa tuh merupakan salah satu apa tuh bentuk fungsi ekologis. Sebenarnya itu kurang tepatlah begitu. Nah, Bapak, Ibu sekalian, bagaimana kaitannya peranan ekologis dengan keanekaragaman ekosistem, keanekaragaman IT jenis, dan keanekaan hayati genetik? Nah, ini mungkin gitu. Jadi, poinnya Bapak Ibu sekalian kalau saya itu menyampaikan bahwa ekosistem itu merupakan wadah. Jadi, dia adalah wadah. Wadah itu terbangun terbentuk itu dari karakteristik bentang lahannya. karakteristik bentang lahannya itu juga nanti tergantung dengan relief-reliefnya. Jadi tinggi permukaan dan segala macam. Kemudian dipengaruhi juga oleh faktor iklim. Terus kemudian apa namanya ee apa ee karestik bentang lahannya. Inilah menjadikan satu yang namanya satu apa tuh? Satu e kita namakan menjadi satu ekosistem di dalam seluruh wilayah ekormnya. Nah, Bapak, Ibu sekalian, gitu. Cara strik bentang lahan dalam suatu ekosistem ini gitu ya, itu akan menentukan jenis-jenis yang ada di atasnya, gitu. Jadi, makanya dari awal tadi saya menyampaikan agak kurang tepat juga kita ada tanah kosong gitu ya. terus kita apa tuh ee kita tanami gitu tanaman gitu yang dalam konteksnya itu tanaman yang e face growing gitu tapi tidak memperhatikan karakteristik bentang lahannya dan tanaman yang mampu mendorong berjalannya fungsi ekologi. Jadi begitu jenis-jenis yang ada di tanamnya ada apa itu e dalam suatu ekosistem itu tepat jumlahnya tepat gitu dan luasannya tepat. Nah, inilah makanan disebut akan mempengaruhi keseimbangan lingkungan. Jadi, konteks keseimbangan lingkungan kita tuh bicara masalah peranan ekologinya. Jadi, gitu Bapak, Ibu. Jadi, kalau saya apa tuh ee secara garis besar menun bahwa ekosistem adalah tu wadah tempat jenis tanaman yang tumbuh di atasnya. Nah, ini kurang lebih kurang lebih. Nah, kita bisa bandingkan nih yang vegetasi litar alas purwo itu dengan pegunungan itu beda karena karakteristiknya berbeda gitu. Jadi ada ekosistem jenis tanamannya juga berbeda-beda. Yang hutan rawa gambut berbeda ya berbeda juga gitu. Itu yang harus kita pahami terkait dengan konsep keanekaaragaman hayati. Jadi mungkin Bapak Ibu saya hanya me-refresh saja mengingatkan kembali apa ee dasar-dasar keanekaan hayati yang sesungguhnya. Nah ini jenis gitu. Nah di dalam di dalam ekosistem atau wadah TB tadi sudah menyampaikan ini sudah ada namanya jenis-jenisnya. Nah, jenis-jenis ini baik tanaman maupun flora maupun fauna gitu. Fauna eh floranya tepat maka akan mendukung kehidupan daripada si faunanya baik yang konteksnya yang ikan maupun yang mamalia-mamalia yang beriterrial gitu. Karena kecukupannya untuk mendukung kehidupan adalah di apa dikaitkan dengan jenis-jenis tanaman yang ada di atasnya. Begitu itu jenis-jenis tanaman yang ada di atasnya itu tepat, maka konservasi genetik ini juga akan terpenuhi. Ini contoh-contohnya mungkin dari genetik. Nah, ini genetik nih. Jadi bahkan ikut lestari gitu karena di situ tepat gitu. Begitu jenis tanamannya ee wadahnya kita mengetahui wadahnya kita mengetahui jenis tanamannya maka akan bergerak namanya fungsi jasa lingkungan. Itu fungsi jasa lingkungan. Kita tidak bicara masalah air udara aja, tetapi ada fungsi satwa sebagai penyuk pemecar bis dan pengendali hama. Ada mereka akan melakukan apa tuh akan apa namanya ikut memperkaya namanya sumber genetik di Indonesia genetik yang ada di suatu ekosistem. Contoh-contohnya gitu. Nah, Bapak Ibu sekalian hal-hal yang saya sampaikan tersebut ini sudah disampaikan ini di dalam apa? di dalam yang namanya ee eorion. Jadi, Bapak Ibu sekalian gitu lagi-lagi saya hanya mengingatkan gitu ya. Inilah konteksnya yang tadi saya sampaikan ini ee konsep dasarnya ee pasal 5 terkait ee apa eh Ecoion dalam Undang-Undang 32. Jadi, sebelah kiri atas kita melihat terbangun terbentuknya Indonesia gitu. Indonesia terbangun terbentuk itu dari tektonik ee yang apa ee mendorong dari utara ke selatan gitu yang kita sebut dengan eroasia gitu ya. Terus kemudian Indonesia didorong lagi dari selatan ke utara yang disebut juga Indo Australia terus dari timur ke barat gitu Bapak Ibu sekalian kita sebut sebagai Indo Pasifik gitu. Nah, Bapak, Ibu sekalian, gitu. Begitu ditekan kanan kiri kanan kiri, jadilah ini gambar yang di bawah tersebut. Inilah Indonesia. Ternyata iklim di apa ee setiap Indonesia berbeda-beda gitu. Kita yang ada misalnya di Pulau Jawa dengan yang ada di Nusa Tenggara akan berbeda. Nusa Tenggara itu akan panas kan begitu. Terus konteks pelapokan tanahnya pun juga kan berbeda yang ada di Indonesia Barat. Maka itu Bapak, Ibu sekalian gitu jenis tanamannya yang ada di atasnya itu berbeda-beda juga. Nah, kita bisa lihat ini saya ngambil juga dari yang apa namanya ee kesimpulan dari penelitiannya Willis Weber dan Lineker gitu. Itu bisa kita lihat. Jadi, Bapak Ibu sekalian bisa kita lihat gitu ya ee satwa-satwa yang tumbuh di atasnya gitu. Satwa yang di atasnya kita lihat nih Sumatera. Sumatera ada gajah, harimau dan orang hutan gitu. Karena kehidupan di pulau Sumaterais tanamannya adah mendukung kehidupan daripada satwa tersebut. Harimau gitu misalnya dia makan ee pelanduk gitu ya atau kita makan rusa lah gitu ya misalnya gitu ya. Maka jenis tanaman tersebut sangat mendorong atau ee apa namanya ee memenuhi kebutuhan daripada rusa untuk cari pakan tersebut. Kita ambil nih sisi yang paling kiri nih di Papua gitu. Oh, ternyata gitu di sana ada burung-burungan. Nah, burungan ternyata apa? Karena apa? Jenis tanaman yang ada di sana memang sangat mendukung untuk kehidupan burung gitu. Begitu pula dengan di Sulawesi dan di Kalimantan. Jenis tanamannya mungkin ee sedikit saya me-refresh. Jadi ee jenis tanaman sangat dipengaruhi oleh wadahnya. itu disebut kita ekosistem tergantung relief-nya. Jadi relief itu ada yang cekung, ada yang datar, berair dan tidak berair. Itu juga mengk ketiganya terkait dengan iklim. Nah, inilah Bapak Ibu sekalian ini mandat dari Undang-Undang 32. Kita lihat atasnya ini akan lestari gitu ya, Bapak, Ibu. Ada gajah, harimau, terus orang hutan, terus di Kalimantan ada orang hutan, ada mamalia, terus kita lihat semua ada rusa di Sulawesi segala macam. Apabila itu apa? Apabila gitu ya semuanya terpenuhi di dalam suatu ekosistem. Jadi kalau Bapak Ibu sekalian kalau lihat gambar jaring-jaring makanan gitu ya, itu kita ingat akan yang namanya piramida makanan. Jadi kalau kira piramida makanan itu kan kalau untuk ee tingkat dasar disebut juga dengan sebagai produsen. Jadi mekanisme mikroorganisme yang mampu menghasilkan apa itu mencari makan sendiri. itu adalah tanaman atau tumbuhan begitu. Nah, terus kalau andai kata tanamannya tepat, jumlahnya tepat gitu ee jenisnya tepat dan luasannya tepat gitu ya, maka dia akan mendukung yang namanya apa? Konsumen tingkat pertama di sini adalah satwa-satwa atau hewan-hewan pemakan tanaman. Mereka sejahtera gitu Bapak, Ibu sekalian. Kan akan naik sampai dengan puncak sampai akhirnya sampai dengan piramida makanan. Nah, ini kurang lebih Bapak, Ibu sekalian ini ee yang kita ada amanahkan dalam Undang-Undang 32 tahun 2009 gitu ya, bahwa kesejahteraan tanam apa satwa itu sangat didukung oleh yang namanya susunan piramida tersebut. Nah, Bapak, Ibu sekalian, hal-hal yang rumit ini sebenarnya sudah di apa ya, diformulasikan atau mungkin disederhanakan dengan adanya namanya ini peta karestik bentang alam SK 12 tahun 72. Nah, dalam SK tersebut sudah menentukan karakteristik setiap apa namanya e bentang alam yang ada di Indonesia. Terus kemudian sudah menentukan tipe komunitas. Nah, hal-hal ini Bapak, Ibu sekalian menjadi dasar kita untuk yang membangun namanya piramida makanan tersebut. Begitu. Ini kan ada bentang lahannya, terus ini ada vegetasinya gitu. Jadi, sudah jelas ini. Ini bentuknya shp sekalian. Jadi bentang lahannya apa gitu, jenis tanamannya tuh apa dan satu lagi mungkin gitu di kami juga ada yang namanya peta jasa lingkungan. itu sangat membantu kita di dalam melakukan analisis gitu terhadap suatu kondisi. Nah, ini Bapak Ibu sekalian kita lihat ini ini kota kota Bontang itu ya. Kota Bontang itu kita lihat ada beberapa nih ada di sini ada e apa tuh karakteristik bentang lahan dan tipe komunitas vegetasi salah satunya adalah datalan apa itu frar bermaterial aluvium. Nah, terus kemudian ee itunya ee tepian Sungai Payau. Nah, ini harus kita harus mampu membaca gitu loh. Yang warna biru kecil itu berarti gitu ya, bentang alamnya itu komposisinya aluvium. Aluvium berarti itu berasal dari campuran pasir, lempung, lumpur, dan kerikil. Kesuburannya ee akan mineralnya tersebut banyak dipengaruhi oleh ee apa namanya? ee aluvium atau konteksnya ee sedimen yang ada apa e sedimen yang ada di sekitarnya. Terus kemudian di sini tipe vegetasinya gitu ya. T vegetasinya di sini biasanya memiliki apa tuh ee ee apa bentang alamnya itu agar vatan menstabilkan tebing sungai dan mencegah erosi. Jadi semua tanaman yang di situ mempunyai fungsi gitu ya untuk menstabilkan tebing sungai dan mence terjadinya airosi. Terus bisa juga menyaring sedimen polutan gitu ya sebelum masuk ke aliran utama. Nah, di sini. Terus kemudian biasanya tanaman-tanaman yang ada di sini itu seperti kayak pohon nipah gitu ya, ada mangroove untuk jenis-jenis tertentu, jenis tumbuhan terhadap yang tahan terhadap genangan air. Nah, ini Bapak Ibu sekalian yang harus bisa kita apa namanya ee pahami gitu ya untuk kita mendukung yang tadi namanya unsur-unsur daripada ee piramida makanan. Terus yang kedua bisa lihat bermaterial alun bervegetasi mangrove gitu ya. Berarti sama ini terdiri dari lumpur halus gitu ya terus dari ada lempung gitu ya. itu pasir di sini kaya juga akan nutrisi organik dan pada dataran tinggi. Itu tektur tanahnya ini bersifatnya hidrom apa ee jenuh terhadap air lah kurang lebih semacam itu. Dan apa itu ee lokasinya biasanya datar randa dikemu sedimen aluviumnya dalam untuk dapat menahan air. Jadi poinnya biasanya untuk yang warna hijaunya punyai kemampuan untuk menahan air. Ini biasanya biasanya ee berada di sekitar-sekitar zona sungai dan sebagainya. Nah, ini fungsinya apa gitu. Kurang lebih di dalam ee yang dataran fulviar atau bermaterial arum bervegetasi mangrov ini di sini adalah berlindung untuk menyaring yang namanya kolutan dan sedimen dari sungai sebelum mencapai tumbuh karang atau mangkrove di laut gitu. Terus kemudian ee biasanya di sini merupakan hati petat ee kayak semacam ee perikan. Jadi di sini tempat apa? visoris refugia biasanya berada di sini gitu. Nah, terus kemudian hal ini Bapak Ibu sekalian harus kita pahami. Terus juga ada yang namanya ee dataran struktural lipatan bergelombang. Jadi harus paham gimana ini karakteristiknya gitu. Karakteriknya itu adalah untuk permukaannya dikontrolkan oleh struktur geologi bab permukaan. Jadi ada antiin dan sinklin di sini. Dia bergelombang biasanya kemiringan lerengnya landai gitu ya Bapak Ibu sekalian. sedang. Terus kemudian ee banyak meng ee terbang-terbangnya bintang banyak mengali pengangkatan yang terkikis eropsi selama jutaan tahun. Terus di sini pun juga Bapak Ibu sekalian di sini ada ee tanam apa? Kemudian materialnya juga ada karbonat dan narkomat. Nonkarbonat. Non karbonat itu biasanya berasal dari pengangkatan tumbuh karang ke atas. Dan di sini tanamannya adalah nemtdotora karpa. Nemtdotora karpa adalah tanaman buah-buahan segala macam itu yang menghasil satu biji-bijian dan biasanya satwa yang di atasnya banyak burung atau sat-tato pemakan buah-buahan atau biji-bijian. Nah, di sini harus di ee apa tuh ee pahami gitu Bapak Ibu sekalian dan sebagainya. Nah, ini kan ada ada lima ini untuk yang namanya keambilan mana nih? Kota Bontang. Nah, begitu pula dengan kota Jakarta nih. Ternyata dalam konteks Jakarta karakteristiknya banyak nih, gitu. Nah, mungkin nah ini ternyata ada 1 2 3 4 5 6 itu ada enam wilayah karakteristik. Satu dataran fluvian berm bervegetasi mangr fluvium marin itu terpengaruh dari aktivitas laut kan ada merinnya bertivitas laut aluvium itu berarti ada masuk sedimen-sedimen dari atasnya bervegetasinya mangr gitu terus dataran organik koralin berm batuan sedimet karbonat berutan batu kamping gitu ini untuk kepuluan 1000 nih Bapak Ibu sekalian koralin berarti ada pengaruh apa itu pengangkatan korin gitu ya. Kemudian adanya sedimen karbonat. Sedimen karbonat itu adalah apa namanya? Dia terpengaruh oleh e terumbuk karang berkatnya hutan batu kamping. Terus kota Jakarta Barat Kota Jakarta ini juga dataran juga berbutan tepian sungai Malarijau gitu dia gitu Bapak Ibu sekalian gitu ya. Kadangkad apa tuh dia sungai Malar Hijau adalah tanaman-tanaman yang hijau sepanjang tahun baik musim kering maupun musim penghujan. Nah, ini Bapak Ibu sekalian walaupun di sini ada fl aluvium gitu ya, tetapi kemudian apa namanya vegetasinya berbeda. Nah, ini di sini terkait dengan komposisi ee terbangun terbentuknya dari bentang lahan tersebut. Terus untuk kota Jakarta Pusat ini juga ada beras dan tepi Malar Hijau terus kemudian dataran alum berti ternak rawa air tawar ber alum ber ternak air tawar dan sebagainya. Ini kurang lebih semacam itu. Ada nih Bapak Ibu sekalian ya Jakarta Utara ada program bermaterial aran berg hutan mangr msun itu di Jakarta Utara itu yang disebut kita sekarang kebanyakan dulunya daerah Kelapa Gading segala macam. Nah, di sini harus kita paham karasetiknya bagaimana. Karestiknya di sini adalah lahan apa ee boderan-boderan tanahnya itu halus gitu ya. Terus kemudian di sini porositasnya rendah gitu. Maka dalam konteks Kelapa Gading sekarang di Jakarta itu adalah bagaimanapun kita apa melakukan inovasi, melakukan misalnya pengurukan dan sebagainya tetap banjir karena kemampuan air masuk ke dalam tanahnya kecil sekali. Nah, itu juga mongruf mansum itu adalah dulunya gitu untuk Jakarta Utara vegetasinya itu tanaman-tanaman mangruk monsun itu adalah konteksnya ber iklim apa itu beriklim panas yang panjang. Nah, itu jadi Bapak Ibu gitu kurang lebih yang harus e apa itu yang kita pahami. Mungkin saya agak sedikit mengulas gitu ya. Jadi kalau kita bicara tadi ke apa namanya kontekanekaragaman hayati, kita bicara mengingatkan apa itu berkaitan dengan wadahnya. Wadahnya terbangun terbentuknya itu berdasarkan terbangun terbentuknya bentang lahan. Terbangun terbentuknya lahan itu akan menentukan jenis tanaman apa yang di atasnya. Jenis tanaman yang di atasnya itu akan menentukan atau mendukung satwa yang di atasnya. Kemudian Bapak Ibu sekalian ini maka disebut Indonesia ini kayakkan keaneka ragaman hayati karena di Indonesia ada 117 wilayah ekoren yang buat tererestrial yang laut itu sekitar 96. Nah, ini yang membuat kita kayak terkait dengan keaneka ragaman karena ekosistemnya itu banyak gitu ya, iklimnya berbeda-beda, jenis tanamannya berbeda-beda, maka satwa yang di atasnya itu berbeda-beda. Nah, sekarang pada zaman konteks sekarang PR kita adalah bagaimana membangun piramida dalam wilayah-wilayah yang sudah banyak mengalami terdekaderasi. Jadi ini sebenarnya Indonesia itu kaikan Indonesia dalam konteksnya itu. Terus Indonesia itu terus kemudian setelah Indonesia ada Columbia, Cina dan Peru. Ekosistem KS-nya di Indonesia aja ada 354,216,75 hektar. Ekosistem dannya ada 523, 384,03 hektar. ekosistem hutan kerengasnya gitu ya untuk ke Indonesia ada 767,200 hektar dan sebnya kita bisa melihat terus jenis-jenis tumbuhan berbunganya kita ada 9,7% daripada tumbuhan berbunga yang ada di dunia. Terus sama liimanya ada 14,5% terus ada juga reptil, amfibi, burung dan ikan air tawar ini gitulah Bapak Ibu sekalian. Itu yang menyebabkan Indonesia kaya akan keaneka raja menayati. Nah, memang karakteristik bentang lahannya tuh luar biasa. Di Indonesia ada 117. Dari 117 itu pun juga nanti akan terbagi kembali menjadi bentuk-bentuk bentang lahannya. Jadi ada yang apa? Cekung kering, cekung berair, datar ee datar apa tuh? Kering, datar berair. Ini menentukan semuanya untuk mendukung namanya kelestarian atau nonetis secara keseluruhan. Nah, ini kurang lebih ini kurang Bapak Ibu sekalian ini ee data dari IBS 2025 2045 gitu ya. Jadi ee Indonesia tuh memang kayak terkait dengan apa tuh keaneka ragaman. Kita lihat aja luas ekosistem alami yang di Indonesia aja kita bisa lihat gitu. Nah, ada ekosistem pandang lamun di sini 293,464 hektar gitu. Terus juga ada di sini adalah namanya ekosistem kas 354,206 ee 206,75 hektar. Terus juga ada ekosistem danau 523,308 hektar. Ada ekosistem hutan kerangas 767,200 hektar. Belum juga ekosistem tumbu karangnya, ekosistem mangrutnya, ekosistem fana, dan ekosistem daripada gambut. Nah, ini kurang lebih Bapak, Ibu sekalian ini nilai-nilai nilai-nilai terhadap keaneka ragagaman hayati. Jadi nilai keaneka ragagaman hayati gitu ya, ada nilai untuk e apa tu konsumsi ya sebagai jasad apa itu penyedia bisa untuk tanaman, ternak, ikan, tumbuhan dan lain-lain. Nilai produksinya juga ada, nilai jasa lingkungannya pun kita bisa lihat. Terus nilai pilihan dan nilai eksistensinya nanti nanti kita bisa lihat itu konteksnya nilai-nilai yang ada mungkin bisa nanti dilihat di slide e presentasi ini. Nah, ini kurang lebih Bapak Ibu sekalian nih. Sebenarnya kalau Indonesia itu mampu melestarikan keek ragamanayati di sini adalah pangsa pasar yang bagus gitu untuk kebutuhan farmasi itu sebagian besar tuh dari STG dan obat kanker ya. nilai pasarnya sekitar ini data tahun 2012 gitu Bapak Ibu sekalian ada 643 miliar US dolar tahun 2026 itu ada konteksnya bioteknologi nih nilai pasarnya sekitar 70 miliar gitu ada produk untuk perlindungan tanaman di sini ada 30 miliar terus ada benih tanam ada 30 miliar ada tanaman hias dan ada personal guard botanical and food and be favage industries dari sini kurang nilai-nilai pasar yang dibutuhkan nah ini semuanya ini didasarkan dalam konteksnya keanekaan hayati spesifiknya adalah daripada sumber daya genetik. Nah, ini kurang lebih Bapak Ibu gitu ini apa namanya ee ee potensi-potensi keanekaan di Indonesia gitu ya untuk terkait dengan obat-obatan gitu. Ada tanaman, ada e untuk resofir daun segala macam gitu untuk ee penyakit apa infeksi gitu segala macam. ini kurang lebih Bapak Ibu sekalian mungkin bisa di ee apa tuh lihat pada slide-nya itu. Nah, ini pun juga n ada beberapa contoh apa tuh daripada apa yang diterapkan di Indonesia gitu untuk membantu apa produktivitas ee lahan-lahan apa e pertanian segala dan sebagaimana dan lain-lain mungkin bisa lihat. Nah, itu. Nah, ini adalah nilai daripada jasa lingkungan. ini yang memang akhirnya tuh kita dalam kondisi sekarang menjadi bahan pertanyaan adalah konteks e ekosistem services ini gitu. Nah, dalam konteks ekosistem apa tuh eh services ini gitu Bapak Ibu sekalian. Itu menjadi ee PR dalam kondisi sekarang di mana kalau saya menyampaikan mungkin mungkin gitu Indonesia mengalami banyak bencana terkait bencana ekologi gitu. bencana dulu dalam konteksnya bahwa bahwa apa namanya ee ee jasa lingkungan yang dihasilkan terkait dengan ke hati dengan terjadinya banyak penurunan raagaman melalui banyak mengalami banyak mengalami yang namanya penurunannya itu juga untuk bahan baku industri dan sebagainya. Nah, ini kurang lebih Bapak Ibu ini yang yang apa menjadi tantangan kita gitu ya. Ini konteksnya terjadinya degradasi apa okutan yang terjadi terus terjadinya kelangkaan jenis gitu. itu terjadinya krisis apa itu air gitu untuk apa itu ee konteks kanekaragaman banyaknya konversi lahan dan banjir dan kekeringan ini menjadi PR kita semua untuk mengatasi hal tersebut. Nah, ini mungkin ini menjadi ee konteksnya Indonesia itu banyak terancam terkait keaneka ragaman. Di sini Bapak, Ibu sekalian kita bisa lihat bahwa Indonesia merupakan juga salah satu negara gitu ya yang menurut IUCN masuk ke dalam datar ee kelangkaan yang ada di Indonesia. Nah, ini Bapak Ibu sekalian gitu. Nah, kita bicara kebijakan terkait dengan apa ee apa kebijakan terkait dengan apa kan ragaman hayati. Jadi, Bapak Ibu sekalian sebenarnya kita sudah menj kita sudah menandatangani nih terkait perjanjian internasional yang disebut juga dengan konvensi Kaneka ragaman hayati gitu ya. Sebenarnya konvensi Kaneka ragaman hayati itu awalnya itu daripada apa namanya ee konvensi bumi tahun tahun 1992 gitu. Di mana di mana disetuskan adanya konvensi keanekaragaman hayati. Jadi semua pihak itu merasa merasa bahwa keanekaragaman hayati itu merupakan kunci pada waktu itu berpikir sebagai pembangunan berkelanjutan dari konvensi ini gitu Bapak Ibu sekalian gitu ya ee menghasilkan ee tiga tujuan di sini bagaimana tujuannya untuk adalah bagaimana melakukan konservasi keeka hayati gitu ya terus kemudian apa pemanfaatkan berkelanjutan atas ee atas atas komponen keaneka ragaman hayati gitu. Terus juga pembagian keuntungan yang adil dan merata gitu dari ee dari pemanfaatan ee keaneka ragaman hayati. Nah, Bapak, Ibu sekalian, selain apa tuh ee konvensi ee apa keaneka ragaman hayati gitu, ada yang namanya ee perjanjian suplemen. Jadi tambahan suplemen itu adalah, nah ini nanti nah ini kita ada yang namanya adalah protokol Nagoya. Jadi protokol Nagoya adalah dibuat untuk memberikan kerangka hukum gitu ya Bapak Ibu sekalian gitu. Kerangka hukum untuk agar dapat mengakses sumber daya genetik gitu ya dari negara penyedia gitu ke ee atas dasar pertujuan daripada PS segala macam itu. Nah, itu kurang lebih. Kemudian ada lagi Bapak Ibu sekalian ini negara ya gitu ya. Protokol ini dibuat memberikan kerangka hukum yang transparan sebagai akses terhadap sumber daya genetik gitu dan pembagian keuntungan yang adil dan merata yang dihasilkan dari pemanfaatan sumber daya genetik. Semacam itu. Setelah ada apa namanya pertokan Nagoya. Terus kemudian ada lagi sebenarnya yang saya lupa terus ini ada yang namanya ee protokol terkait akses benefit sharing. Di situ lebih ke arah kita memberikan kerangka hukum terkait dengan pembagian keulan dari hasil pemanfaatan keanekaati. Nah, Bapak Ibu sekalian gitu dari tiga konvensi tersebut kemudian dirumuskan gitu melalui sekarang ada yang namanya eh framewor biodiversity. eh Montreal Kunming. Dari situ tiga konvensi itu dari tiga konvensi tersebut itu di perlu di isu-isu pentingnya itu dijabarkan dalam bentuk rencana aksi oleh diminta ee oleh setiap negara gitu. sehingga itu muncul yang akhirnya menjadi setiap masing-masing negara itu harus mencapai 13 tujuan untuk konservasi keaneka ragagaman hayati, 13 strategi gitu ya, 95 dan bagi untuk mencapai yang namanya 20 target nasional. Itu yang akan menjadi terus kemudian kita harus bisa selaras juga dengan RPJ dan RPJN. Nah, di sini kalau Bapak, Ibu sekalian di IPSAP ini menjadi dasar kita untuk pelaksanaan tig konvensi tersebut. Nah, ini pun juga Bapak Ibu sekalian ini sebenarnya dasar-dasar kita dalam melaksanakan konvensi. Di sini ada dasarnya Undang-Undang 3 tahun 202 perinduan dan lingkungan hidup. Terus kemudian ada konservasi sumber daya alam dan ekosistem. Di sini ada Undang-Undang 41 dan sebagainya. Ada sampai dengan Undang Penataan Ruang gitu ya. ee apa tuh ee dan sebagainya. Nah, Bapak, Ibu sekalian gitu ya, setelah apa tuh terdapat konvensi-konvensi terus kemudian ada ee apa namanya IPSAP sebagai pelaksanaan e kegiatan, maka gitu ya Undang-Undang 3 tahun 2009 gitu ya apa namanya ee mengamanahkan. Jadi asas keanekaagam untuk meran keanekaragaman hayati itu untuk mendukung pasal 223 tahun mendukung juga untuk pelaksanaan konvensi KNK IPSAP 2025 sampai dengan 2026. Terusnya ada KLHS KL itu menjadi dasar terinasi untuk kebijakan rancang program pelaksanaan itu untuk melakukan konservasi keanekaan hayati. Terus juga ada namanya pemeliharaan lingkungan gitu. Nah, ini Bapak Ibu kurang lebih gitu. Kemudian implementasi pada ada Undang-Undang 32 tahun 2009 itu nanti dijabarkan terkait dengan namanya ee di dalam Permenela 29 tahun 2009. Terdiri dari apa? Di sini kita bicara masalah perencanaan konservasi keanekaan hayati mencakup mencakup ini penyusunan ee baseline data keanekaan hayati dalam bentuk profil dan perencanaannya. Nah, jadi perencanaannya dalam bentuk RIP atau rencana induk pengangolan keanekaan hayati. Terus juga ada penetapan kebijakan dan pelaksanaan konservasi pemanfaatan dan pengendalian kerusakan keanekaaman hayati ini untuk mendorong atau mendukung pelaksanaan pencapaian IPSA 2000 IPS-Af sebelumnya termasuk ISA 202524 2045. Terus juga ada pemantauan pelaksanaan konservasi KTI, penyelesaian COVID dan pengembangan instrumen dan pengelolaan database keaneka ragamani. Jadi ini Bapak Ibu sekalian. Nah dari Permen 29 tahun 2009 kita memberikan NSPK bagi pemerintah dalam melaksanakan pengelolaan keaneka ragaman hayati gitu. Terus juga memastikan bahwa pengelan keanekaan hayati ini dilakukan terpadu gitu. Dan Bapak Ibu sekalian menjadi landasan landasan bagi kita pemerintah daerah untuk melaksanakan konservasi. Jadi termasuk spesies ekosistem dan sumber daya genetik gitu. Itu juga mencegah terjadinya apa tuh ee kerusakan gitu. Nah, ini tadi apa menawarkan ini apa eh konteks perencanaan konservasi atau database kan raagaman hayati gitu yang kita susun gitu ya itu e akan menjadi hasilnya itu akan menjadi untuk rekomendasi tata ruang rekomendasi pemanfaatannya sebenarnya pemanfaatanekareka ragagaman haiti itu bagaimana terus juga rencana pengelola akan memberikan aran pengelolan tingkat daerah, keterpaduan, kolaborasi para pihak dan rekomendasi pemanfaatannya. Nah, ini kurang lebih gini. Terus kemudian bagaimana kita melaksanakan ee apa namanya pematan berkelanjutan dan konteksnya pelaksanaaneka ragagaman hayati. Jadi kita Bapak Ibu sekalian dengan adanya apa tuh ee profil dan RIPkan ragaman hayati kita bisa mendorong pemerintah daerah untuk me menyiapkan gitu ada terkait dengan kebijakan konservasi pemanfaatan berkelanjutan keanekaan hayati. Terus kemudian kebijakan pengendalian kerusakan keanekaan hayati. Nah, kebijakan yang telah disusun itu nanti juga harus mengaturkan hal-hal sebagai hal-hal seperti sistem perencanaan dan pemantauannya itu bagaimana mengatur mekanisme perencanaan pemantauan terkait dalam pelaksanaan konssif pemantauan pengan perusakan juga menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik gitu jadi memastikan prinsip apa itu konservasi yang baik dan terhadap seluruh bagian dan komponen keanekaragaman yaati dan juga ada kelembagaannya ya. Jadi dari data RIP gitu ya, data profil dan RIP itu kita bisa menghasilkan hal-hal yang terkait tadi dengan sistem perencanaannya, penerapan tata kelolanya, kelembagaan dan sebagainya. Terus jangan lupa juga ada namanya pelaksanaan konservasinya. nya. Jadi Bapak Ibu sekalian Undang-Undang 32 tahun 2019 pasal 5 itu juga gitu bahwa untuk urusan lingkungan hidup gitu ya, ada aspek atau komponen konservasi yang harus dilaksanakannya gitu. Nah, pelaksanaan konservasinya terkait dengan penis macam ini. Nah, ini kurang lebih pasal 57. Jadi pemeliharaan lingkungan itu dilakukan melalui konservasi sumber daya alam, pencadangan sumber daya dan pelestarian fungsi atmosfer. Terus kemudian apa namanya ee untuk konservasi sumber daya alam gitu itu ada melaksanakan namanya konservasi ekosistem kars, ekosistem gambut, pesisir laut gitu, ekosistem ee hutan dan sebagainya. Terus juga ada aspek namanya pencadangan gitu. Jadi kalau pencadangan itu adalah konteksnya itu hal yang harus dilakukan gitu atau mandat yang dilakukan untuk pemerintah daerah dan semua pihak ya. Untuk konteksnya pencadangan itu melakukan apa namanya semacam semacam apa namanya ee mengkoleksi kembali gitu tanaman yang lokal dan langka yang ada dalam setiap wilayah ekosistem dalam wilayah korisionnya. Nah, bentuk kegiatan kita di sini kita bicara adanya taman keanekaaman ruang terbuka hijau dan menanam dan memelihara pohon hutan. Nah, dari konteks aspek pemeliharaan gitu dan pencadangan mandatnya ada apa-apa mandatnya harusnya pemerintah, pemerintah semua pihak harus melakukan perlindungan sumber daya alam, pengawetan sumber daya dan pemanfaatan secari daripada sumber daya alam. Nah, ini harus termasuk di dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Terus ada pemantauan. Nah, jadi profil Kanekaragaman hayati itu ya juga dilakukan sebagai tools kita untuk melakukan pemantauan gitu. Karena profil itu nanti akan setiap dengan ee revisi Preman DLH 2009 tahun 2009 itu akan dilakukan ee apa namanya ee review dalam Permen ee dalam 2 tahun 9 itu akan di-review setiap akan ee dievaluasi atau dimonitoring atau dilihat gitu ya, dilihat ee pemantau annya setiap ee 3 tahun 3 tahun sekali. Jadi setiap 3 tahun nanti kita menyusun profil terus kemudian dalam konteksnya memang melakukan pemantauan gitu apakah masih sesuai dengan profil atau tidak gitu pertama kali kemudian bagaimana laju daripada apa namanya kekaragaman hayati terus juga melakukan pengawasan. Jadi dalam peraturan sekarang pemantauan itu ada dua gitu. menjadi pemantauan yang ee berdasarkan ee profil. Yang kedua kali juga kita melakukan namanya evaluasi dengan melalui indeks pengelolaan keanekaragaman hayati. Nah, untuk indeks pengelolaan keanekaragaman hayati itu berisi kurang lebih gitu ya. Ee kita mencoba untuk mengukur seberapa jauh teman-teman dari pemerintah daerah gitu ya dalam melaksanakan ee konservasi keanekaan hayati. Terus untuk dunia usaha gitu kita ada namanya proper. Jadi untuk peningkatan ee peringkat kerja dari perusahaan gitu kita juga akan konteksnya melakukan sejauh mana pemerintah ee apa tuh e dunia usaha dalam melakukan konservasi kanekareka ragaman hayati gitu ya dilihat gitu ya ee dari ee proses ee kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman dari dunia usaha. Walaupun di dalam konteks tidak hanya bicara ragaman tapi dia bicara masalah udara. air dan sebagainya. Nah, terus kemudian ee dalam Permen L 29 tahun 2029 itu juga kita memberikan arahan bagaimana kita dalam menyelesaikan konflik. Jadi, kita lebih mengandalkan konteksnya musyawarah. Terus andai kata musyawarah tidak dapat diselesaikan gitu apabila ee permasalahan ada tingkat kabupaten atau kota gitu, maka bisa lebih naik ke atasnya untuk tingkat gubernur. Gubernur tidak bisa bawa apa itu kira-kira perlu dukungan gitu kemudian masuk ke dalam ee apa itu ranahnya menteri. Nah, ini kemudian pengembangan sistem balik kiring. Nah, di sini Bapak, Ibu sekalian gitu ya. Ini dalam pengembangan balik sebenar balik cariring ada suatu mekanisme di mana masing-masing pihak itu saling bisa bertukar data dan informasi. Jadi, sehingga teman-teman daerah ini gitu atau semua pihak gitu ya bisa mengetahui baseline data gitu yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan gitu. Nah, sumber-sumber datanya juga dari profil dari rencana induk pengelolaan terkait dengan pengelolaannya. terus hasil pemantauan, hasil evaluasi, dan informasi lain yang relevan. Nah, ini kurang lebih Bapak Ibu sekalian. Ini kurang lebih yang saya sampaikan tadi profil. Profil itu apa sebenarnya? Profil adalah gambaran keanekaan hati yang terdapat atau dimiliki oleh daerah. ke hatinya mencakup tingkatan ekosistem spesies dan tingkatan spesifik dan genetik baik yang alami yang maupun yang telah dibudayakan dalam wilayah itu adalah wilayah ecoren gitu. Kalau kita menyampaikan dalam wilayah ecorigen tadi Bapak Ibu sekalian gitu saya berharap bisa mengingat tadi yang gambar kita di atas gitu gambar yang warnanya tuh berbeda-beda gitu. Nah, warnanya berbeda-beda ini gitu Bapak, Ibu sekalian. Jadi menandakan karistik bentang lahannya itu ee berbeda-beda gitu, iklimnya berbeda-beda, relnya berbeda-beda gitu. Ini harus mampu kita gambarkan gitu. Setelah kita gambarkan, kita ketahui, gitu, maka kita akan mudah untuk menyusunnya ee rencana strategi untuk pemulihannya. Nah, sebenarnya manfaatnya apa sih gitu? adanya data dasar mengenai kan ragaman. Nah, ini kekuatan pada saat komen kan ragami akan diakses oleh pemohon. Jadi, apa sih kekuatan tawarnya gitu? Kekuatan tawarnya itu misalnya dari pihak apa luar ingin mengases sumber daya genetik yang ada di Indonesia gitu. misalnya dari wilayah ee Cirebon lah. Ponteknya dalam wilayah Cirebon kita tuh harus mempunyai data apa ee data dasarnya dulu nih. Data dasar bahwa tanaman yang diambil benar-benar dari Cirebon itu data dasarnya itu dari profil. Setelah kita ada ee apa tuh data dasarnya gitu ya, maka gitu ya nanti pemerintah daerah itu bisa ee memediasi gitu atau apa ee bukan memedi tapi ee bisa memperoleh gitu namanya pembagian keuntungan dari hasil kanekaragaman yang diambil sebagai misal untuk obat gitu. Nah, biasanya pengambilan keuntungannya itu bisa nanti mm uang gitu. Terus kemudian transfer teknologi, scholarship dan sebagainya. Terus yang data kemudian data profil keaneka ragagaman hayati itu bisa didukung untuk mengambil keputusan perumusan kebijakan dan rencana tindak keanekaan hayati suatu daerah. Nah, ini kurang lebih Bapak Ibu sekalian gitu kalau kita jadi nanti ini yang harus kita kumpulkan dari data keanekaragaman ini dari jenis-jenisnya ini. Kalau kita lihat IPSAP itu kan ada tiga tujuan, terus ada 13 strategi, ada 95 kelompok aksi. Nah, 95 kelompok aksi ini nanti harus digambarkan di dalam namanya profil keanekaragaman hayati. luas sekali. Bukan aja datakan ragagaman hayati, terus juga kita mencari dalam profil itu kelembagaan dan tata kelolanya itu bagaimana sih kan gitu. Terus arahan pemanfaatannya bagaimana gitu. Nanti semua itu masuk ke dalam yang namanya RPJMD ee visi misi daripada kepala daerah gitu renstra sampai dengan pendanaannya gitu. Nah, ini kira-kira Bapak Ibu sekalian. Nah, nanti dalam profil keaneka ragaman hayati gitu nanti itu harus namanya menganalisa. Nah, analisanya sepakam kayak ini. Saya ngambil analisa kemarin. Nah, ini daripada Kabupaten Merauke. Jadi, kita lihat nih, kita bisa menentukan arahan lindungnya mana ya kan. Arahan lindung dano, arahan lindung budidaya, batas kecamatan ini harus dianalisis. Nah, bagaimana cara menganalisisnya gitu Bapak Ibu sekalian. Nah, ini ada kriteria-kriteria yang harus di apa tuh yang harus kita lihat gitu. Pertama kali misalnya ya apa tuh ee kriterianya bisa ngambil kriteria dari ekosistemnya gitu bisa lihat di situ. Terus kemudian ee kemudian daripada kriteria jenisnya gitu dan daripada kriteria-kriteria genetiknya. Salah satu kriteria daripada apa namanya ee ekosistemnya adalah ekosistem yang rentan terhadap perubahan. Nah, salah satunya di situ nanti digambarkan ekosistem ks, ekosistem gambut itu masuk ke dalam hal tersebut. Terus kemudian Bapak Ibu sekalian gitu. Eh, sebentar. Nah, ini terus ada juga Bapak, Ibu sekalian gitu ya ekosistem apa ee yang mengandung kesesuaian keeka naratif yang dibandingkan dengan ekosistem alamiahnya. Jadi kita menyelamatkan ekosistem-ekosistem gitu yang di luar kawasan hutan gitu ya, Bapak, Ibu sekalian ya. Tapi umumnya masih vegetasinya masih alami. Nah, itu nanti kita kita biasanya kemarin kalau kita melakukan apa ee survei lapangan nanti kita beri tanda oh wilayahnya seberapa besar sih gitu. Baik, ekosistemnya kita tandai, terus spesies-nya itu mana misal, oh ada jenis-jenisnya ini yang secara misalnya secara geografi terisolasi gitu misalnya salah satunya komodo gitu misalnya jenis-jenis yang terilosi apa kita tandai gitu semuanya. Terus kemudian yang namanya ee spesies misal tumbuhan numbuh hidup di tempat yang ekstrem gitu. Nah, jadi spesies tumbuhan lumbuh di tempat ekstrem itu sebenarnya pernah ada kejadian itu atau tempat kalau mungkin lebih tepatnya tempat yang unik. Jadi dulu kita ambil Parung gitu. Parung itu tahun Parung itu adalah di kota kabup kabupatennya maksud Kabupaten Bogor ya kalau enggak salah dari kontek Bogor tersebut gitu ya dulu itu ada tempat pemandian air panas gitu dari pemandian air atas di atasnya itu ada mangroove gitu. itu kan lucu juga itu berarti kota dulu Parung gitu ya. Parung itu berarti pernah bagian daripada laut atau minimal dia terangkat dari laut kemudian berubah menjadi daratan. Jadi itu menimbulkan namanya jenis tepis tumbuhan yang ee apa tuh ee terisolasi gitu. Terisolasi. Jadi biasanya kalau ter jenis-jenis endemik itu terjadi terbangunnya karena bentang lahan yang mengalami terisolasi. Jadinya dulunya misalnya apa namanya pantai gitu, banyak tanaman pantai terus ternyata lautnya itu kemudian menjadi daratan gitu. Nah, tanaman-tanaman pantai itu masih ada nanti di tengah-tengah daratan. Nah, itu yang harus menjadi perhatian. Terus juga kawasan memiliki spesies tumbuhan yang terancam punah terkaitnya dengan IUCN, terus dengan apa ee terus dengan statusnya terdar dalam appendix 1 konteksnya perdagangan dan segala macam. Nah, itu nanti kita ee kita tengaria lah dan spes-spes lainnya mungkin kita bisa lihat gitu Bapak, Ibu sekalian. Terus kemudian genetiknya pun juga, nah Bapak Ibu sekalian setelah kita tahu gitu kita indikasikan semuanya melalui survei lapangan dan data sekunder, ya, kita harus mengerti yang istilahnya adalah semacam ee proses atau jalur jasa lingkungannya. Jasa lingkungan harus kita kita perhatikan. Jasa ee alur atau jasa lingkungannya kita kasih saya kasih gambar begini. Misalnya apa tuh Bogor? Bogor itu jasa lingkungannya adalah penyedia air. Di situ air banyak maka jasa pengaturnya ada di puncak. Nah, itu yang kita indikasikan gitu. Kita melakukan indikasi geografinya gitu. Terus ee dulu Parung Parung itu kan terkenal dengan durian gitu. Tapi ya kan dengan durian produksi duriannya di situ dulu banyak gitu ya Bapak Ibu sekalian gitu ya. Nah sekarang gitu duriannya itu tidak ada gitu karena apa? Sapa penyerbuknya sudah tidak ada. Nah, harus kita tahu pada waktu itu kalau dengan adanya profil harus kita memilih gambaran gitu apa namanya kelelawarnya itu hidup di mana, dia makan di mana, itu harus kita nanti menjadikan indikasi geografinya eh indikasi untuk apa ee ekologinya. Harus kita kita tahu istilahnya kita ada ini ya ee apa tuh ee proses jasa lingkungannya itu bagaimana gitu. Jadi harus itu harus harus kita ini mampu kita identifikasi gitu dulu gitu misalnya di situ adalah penghasil ee padi gitu. Nah, padi itu kan banyak air. Harus kita lihat juga nih air ini yang dibutuhkan dari suatu tempat itu berasal dari mana si pengaturnya itu dari mana itu agar menjadi ee indikasi semacam ini. Jadi kita awalnya dari kriterianya kita kriterianya kita potret gitu ya. Setelah kita potret, kita lihat tuh alur jasa lingkungannya bagaimana sehingga kita menimbulkan ini. Nah, sering e dalam konteks ini loh, tapi gitu ya, ini jug bertentangan dengan kebijakan gitu. Jadi kalau saya bicara itu sebenarnya profit ini sifatnya objektif gitu. Objektif apa adanya kita sampaikan gitu. Di sinilah nanti akan menjadi ee posisi tawar kita untuk rekomendasi dalam konteksnya tata ruang gitu. Jadi yang waktu itu pernah kas banggai kepulauan. Kas banggai kepulauan itu di ee dilindunginya itu dalam tata ruang itu hanya 24% gitu. Sehingga pada waktu itu kita pada waktu masih gabung ya KLHK itu mampu apa namanya melakukan semacam penataan untuk pengeluaran dalam konteks ekosistem CARS 97%. Nah, K bisa namanya melakukan ee rekomendasi terhadap tata ruang di dalam Kabupaten Banggai, Kepulauan sekarang besarnya ada 97%. Semacam itu. Nah, ini kurang lebih alur-alurnya. Nah, alur-alur jasa penyediaannya apa di suatu tempat, jasa pengaturannya itu apa? Jasa penyokongnya apa? Jasa pelastorannya apa? Dari jasa-jasa ini kita lihat ini. Nah, ini konteksnya nilai ekosistem dalam nilai coragennya apa gituah. sehingga kita bisa nanti menentukan apa itu arahan-arahan lainnya. Nah, kurang lebih ini ee yang terakhir KLH. KLH itu apa namanya? Ee apa namanya bekerja sama dengan Dinas Pungkuan Hidup Kota Cirebon itu menyusun namanya aran lindung arean budidaya, kelembagaan tata kolanya gitu ya. Dan satu lagi ada arahan pemanfaatannya itu harus muncul. Jadi harapan pemanfaatannya karena kita kan pemeliharaan lingkungan sebenarnya upah yang mendesak gitu. untuk kita menjaga keseimbangan ekologi. Nah, kita kemudian untuk wilayah Kota Cirebon itu juga sudah ada kemarin itu indikasi ekologinya, terus bagaimana kelembagaan dan tata kelolanya dan terakhir itu adalah bagaimana arahan pemanfaatan. Kita memberikan arahan pemanfaatan ee bagi kota Cirebon di dalam pemanfaatan sumber daya alam hayatinya. Nah, Bapak, Ibu sekalian, begitu ini profil terbangun terbentuk gitu ya, pasti ada gap-gap. Maksudnya ada proses-proses yang harus diimplementasikan dalam upaya atau kegiatan. Nah, upaya kegiatan ini disebut juga dengan rencana aksinya. Nah, rencana aksinya disebut dengan rencana induk pengelolan keaneka ragagamanayati. Jadi, perencanaan konservasi KTI Undang-Undang 32, baseline datanya nama profil. Terus kemudian perencanaan apa tuh perencanaannya untuk pengeluan keanekaragaman hati namanya RIP. Nah, RIP ini nanti bagian daripada IPSAP yang besar yang apa tuh rencana si pengelolaan keaneka ragagaman hayati yang sifatnya nasional. Nah, RIP ini isinya apa ya? Isinya ada visi misi, tujuan, sasaran, dan tindakan yang ditujukkan untuk melestarian keaneka ragamayati. Terus ada promosi praktik ee apa tuh praktik apa tuh ee pematan berkelanjutan dan mengintegrasi pertimbangan keanekatan ke dalam berbagai sektor. Jadi kalau kita bilang keaneka ragaman hayati kita tidak bicara satu sektor tetapi adalah ee semua sektor itu terlebat. Nah, apa yang akan kita capai gitu di dalam konteksnya penyusunan RIP tersebut? Yaitu pencapaian 27 target nasional gitu. 27 target nasional ini andai kata tercapai gitu Bapak Ibu sekalian. Maka gitu ya kita nanti akan juga dievaluasi apa tuh ee kepada apa tuh dunia dalam sini konteksnya adalah apa daripada CBD. Nah, bagaimana nanti di kita di dinilai nih apa kita mencapai tiga tujuannya, 13 strateginya 95 kelompok ASI program daripada IPSAP tersebut. Nah, kalau konteks 20 target nasional dan sebagainya ini panjang sekali. Itu mungkin Bapak Ibu sekalian bisa lihat dokumen ISAKnya. Nah, ini mungkin di sini nanti ada program kerjanya keluarannya apa tata waktu, indikator kinerja dan peran para pihaknya itu apa. Tahapannya mungkin kita bisa lihat tahapan membentuk tim penyusun RIP terus adanya analisis sintesis daripada profilnya gitu. Ada formulasi RI pada konsel public dan integrasi pada RPJMD-nya. Nah, ini kurang lebih Bapak Ibu sekalian ini tiga tujuan ya bisa tujuan keduanya mengoptimalkan keberlanjutan untuk masyarakat dari generasi ya ee sekarang maupun yang akan datang. Ini ada target yang 1 2 3 saya kasih word itu tiga tujuannya ini harus dicapai ini untuk Indonesia termasuk untuk pemerintah daerah. Terus yang kedua kali gitu Bapak ini cari terwujudnya ini ee apa tiga tujuannya TNTN itu adalah target nasional sampai 20 yang harus memang di ee penuhin. Nah, ini kurang lebih nanti kita beberapa contoh pelaksanaannya gitu. Kita ada analisis sintesik, ada analisis DPS dan forum nanti disepakati melalui FGD dan sebagainya. Nah, ini visi misinya nanti visi misinya apa? tiga tujuannya apa gitu. Terus kelompok ASI itu apa-apa apa ee 13 strateginya apa, terus kelompok ASInya programnya sia? ini nanti harus digambarkan ke dalam kecan induk pengelolaan kan rekamanti. Nah, ini kurang lebih kita yang kota Cirebon saya ambil setiap warna nanti kita gambarkan ada berapa warna ini harus digambarkan di dalam profil Kanikagamanayati karena warna tadi melambangkan karakteristik bentang lahan, melambangkan jenis tanaman yang ada di atasnya, melambangkan apa namanya ee fungsi jasa lingkungan yang akan berjalan ada di di antara warna-warna tersebut. juga nanti kita melihat apa namanya dari apa rencana induk pengulan Kagemuti tersebut gitu ya apa namanya ee hal-hal yang spesifik atau ee spesifik apa yang harus nanti dicermatinya itu masuk ke dalam rencana induk. Nah, itu kurang lebih ini kurang lebih yang namanya ee apa nama ee output apa outline daripada penyusunan e rencana indo. Jadi Bapak Ibu dari perencanaan konservasi kanan karagaman hayati gitu ya menghasilkan baseline dan perencanaan dari apa itu eh perencanaan terkait dengan ee rencana aksi untuk pengeluan keaneka ragaman hayati dan implementasinya ini ada ini implementasinya adalah gini. Nah, ini penting ini kita masuk pencadangan. Kalau Undang-Undang 32 tahun 2009 gitu, ada tiga ee hal yang memang menjadi apa itu pokok kita untuk melakukan konservasi. Yang pertama kali adalah pencadangan, yang kedua adalah konservasi sumber daya alam hayati. Jadi, satu adalah taman ke hati. Jadi taman ke hati itu adalah kita meminta gitu ya semua pihak termasuk pemerintah daerah untuk mencadangkan wilayah gitu untuk mengkoleksi jenis tanaman gitu. Tanaman yang lokal dan langkah yang ada di suatu daerah gitu berdasarkan ekosistemnya dan pada berdasarkan wilayah ekorligennya. Jadi konteks taman keaneka hayati gitu ya kalau saya boleh mundur gitu Bapak Ibu sekalian. Ini kan ada warna-warna hijau. Ada hijau, ada ee orange kecoklatan, ada pink, ada hijau muda. Andai kata taman kanayat ini berada warna di hijau, maka jenis-jenis tanaman ini yang akan dikumpulkan ada di warna hijau. Nah, terus ee bukan itu saja gitu. Ini konteks taman keanekaragaman hayati juga kita akan melakukan namanya asosiasi gitu. Jadi kalau kita lihat tanaman itu kan ada tiga. Yang pertama kali tanaman-tanaman yang mampu menghasilkan anakan sendiri dengan bantuan angin. Jadi itu enggak ada masalah dengan bantuan angin gitu ya. Maka banyak tumbuh ee tanaman apa tuh ee ee jenis apa tumbuh anakan-anakan baru. Ada yang satu tanaman ada betina dan jantannya. Begitu gaya gravitasi gitu ya Bapak Ibu sekalian. maka bisa menghasilkan anakan yang bar
Resume
Categories