Webinar 142 Perlindungan dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati
qJT6owH1e_I • 2026-02-12
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi menjelang siang Bapak, Ibu,
dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang
kembali di webinar Eko Edu yang ke-142.
Dan saya ucapkan terima kasih kepada
Bapak Ibu semua yang sudah selalu setia
untuk mengikuti acara webinar ini. Dan
hari ini webinar Ekoed Edu akan
mengangkat tema perlindungan dan
pengelolaan keanekaragaman hayati. Dan
perkenalkan saya Dini yang akan bertugas
sebagai moderator pada acara ini. Dan
baik Bapak Ibu semuanya sebelum kita
mulai webinar pada siang ini, alangkah
baiknya kita berdoa bersama-sama sesuai
dengan agama dan kepercayaan
masing-masing. Untuk itu berdoa
dipersilakan.
Berdoa dicukupkan. Untuk selanjutnya
adalah mari kita menyanyikan lagu
Indonesia Raya secara bersama-sama dan
diharapkan kepada Bapak Ibu untuk duduk
tegap.
Oke.
Baik Bapak Ibu semuanya, untuk
selanjutnya adalah di sini izinkan saya
untuk mempromosikan pelatihan-pelatihan
dalam waktu dekat ini yang akan
diselenggarakan oleh kami atau Edu yaitu
yang pertama adalah
pada tanggal 18 hingga 24 Februari 2026.
Di sini kami akan mengadakan pelatihan
life cycle assessment atau LCA
yang di mana untuk biaya investasi LCA
itu sebesar Rp3.600.000.
Lalu kemudian dilanjutkan pada tanggal
18 hingga 26 Februari 2026. Di sini kami
akan mengadakan pelatihan dasar AMDAL
gelombang 21 dan untuk biaya
investasinya itu sebesar Rp4.500.000.
Namun mohon diingat ya Bapak Ibu
semuanya untuk pelatihan ini ada
memiliki ee terbatas kuotanya Bapak Ibu
yaitu sebesar 30 orang. Jadi Bapak Ibu
mohon di ee segera didaftarkan saja ya
Bapak Ibu semuanya. Kemudian dilanjutkan
lagi pada tanggal 23 hingga 27 Februari
2026. Di sini kami akan mengadakan
pelatihan dan sertifikasi manajer
pengumpulan limbah V3 atau MPML B3
gelombang pertama. Dan untuk biaya
investasinya itu apabila Bapak Ibu
melakukan pembayaran pada H-1 pelatihan
akan mendapatkan diskon sebesar 10%.
Oke. Baik Bapak Ibu semuanya untuk
informasi lebih lanjut Bapak Ibu dapat
menghubungi admin kami yaitu ada Anto
dan Nisa. Kemudian kami juga memiliki
beberapa beberapa sosial media yaitu
yang pertama adalah Instagram, YouTube
channel, Facebook, Twitter dan juga ada
website resmi di www.ecoedu.co.id.
Dan apabila Bapak, Ibu langsung berminat
untuk mendaftar mendaftarnya saat ini,
Bapak Ibu langsung saja untuk mengakses
di pendaftaran.coekohedul.co.id.
Dan selain itu juga kami di sini
memiliki inhouse training yang dapat
dilakukan secara online maupun offline
sesuai dengan permintaan dari instansi
perusahaan Bapak Ibu semuanya. Jadi kami
tunggu Bapak Ibu di pelatihan EOEDI.
Oke. Baik Bapak, Ibu semuanya untuk
selanjutnya kita akan langsung saja
masuk pada kegiatan utama kita yang di
mana webinar kali ini kita akan
berdiskusi mengenai perlindungan dan
pengelolaan keanekaan ragaman hayati dan
tentu saja kami juga telah menghadirkan
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya untuk memberikan materi dan
wawasan yang bermanfaat ini. Oke. Baik
Bapak Ibu semuanya. Perkenankan saya
untuk memperkenalkan narasumber kita
pada webinar ini yaitu adalah Pak
Bambang Nurianto. Beliau merupakan
fungsional pengendali ekosistem hutan di
Kementerian Lingkungan Hidup. Dan
mungkin saya langsung saja untuk menyapa
Pak Bambang. Selamat pagi menjelang
siang, Pak Bambang.
Iya, selamat siang, Mbak Dini.
Bisa dengar suara saya? Jelas.
Ee jelas, Pak. Oke, ya. Bagaimana, Pak,
kabarnya hari ini?
Ya, baik, alhamdulillah
ya. Mudah-mudahan sehat selalu, ya, Pak,
ya.
I terima kasih.
Oke. Baik, Pak Bambang. Mungkin sebelum
kita mulai, izinkan saya untuk
menyampaikan beberapa teknis terlebih
dahulu. yaitu yang pertama adalah untuk
pemaparan akan dilaksanakan selama 1,eng
jam, kemudian dilanjutkan lagi dengan
sesi tanya jawab dengan menggunakan
aplikasi Slido dan dilanjutkan lagi
dengan tanya jawab secara langsung. Oke.
Baik, untuk mengefektifkan waktu saya
serahkan ruangan Zoom ini kepada Pak
Bambang dan kepada Bapak Ibu semuanya.
Selamat mengikuti acara webinar ini.
Iya, terima kasih Mbak Dindi. Mungkin
saya izin share.
Sudah terlihat jelas Bapak, Ibu
semuanya. Sudah ya?
Eh, sudah ya, Pak.
Oke. Baik kita
ya. Terima kasih Bapak Ibu semuanya.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Jadi, Bapak Ibu sekalian, saya ingin
mencoba terkait apa tuh ee menerangkan
gitu atau menginformasikan terkait
perlindungan dan pengolan keanekaati
berdasarkan Undang-Undang 32 tahun 2009
terkait dengan perlindungan dan
pengelolaan kan ragamayati, perlindungan
dan pengelolaan lingkungan hidup.
Mungkin pada slide pertama gitu mungkin
saya ingin mefresh gitu ya, merefres
pemahaman keanekaragaman hayati. Jadi
keanekaragaman hayati adalah
keanekaragaman makhluk hidup di muka
bumi dan peranan-peranan ekologisnya.
Jadi ini yang harus menjadi garis bawah
di sini adalah peranan-peranan
ekologisnya. Jadi gitu. Jadi jangan
sampai kita bilang keaneka ragaman
hayati begitu ya. Ada tanah kosong kita
tanami tanaman sembarangan gitu ya. Itu
dibilang ee apa tuh merupakan salah satu
apa tuh bentuk fungsi ekologis.
Sebenarnya itu kurang tepatlah begitu.
Nah, Bapak, Ibu sekalian, bagaimana
kaitannya peranan ekologis dengan
keanekaragaman ekosistem, keanekaragaman
IT jenis, dan keanekaan hayati genetik?
Nah, ini mungkin gitu. Jadi, poinnya
Bapak Ibu sekalian
kalau saya itu menyampaikan bahwa
ekosistem itu merupakan wadah. Jadi, dia
adalah wadah. Wadah itu terbangun
terbentuk itu dari karakteristik bentang
lahannya. karakteristik bentang lahannya
itu juga nanti tergantung dengan
relief-reliefnya. Jadi tinggi permukaan
dan segala macam. Kemudian dipengaruhi
juga oleh faktor iklim. Terus kemudian
apa namanya ee apa ee karestik bentang
lahannya. Inilah menjadikan satu yang
namanya satu apa tuh? Satu e kita
namakan menjadi satu ekosistem di dalam
seluruh wilayah ekormnya. Nah, Bapak,
Ibu sekalian, gitu. Cara strik bentang
lahan dalam suatu ekosistem ini gitu ya,
itu akan menentukan jenis-jenis yang ada
di atasnya, gitu. Jadi, makanya dari
awal tadi saya menyampaikan agak kurang
tepat juga kita ada tanah kosong gitu
ya. terus kita apa tuh ee kita tanami
gitu tanaman gitu yang dalam konteksnya
itu tanaman yang e face growing gitu
tapi tidak memperhatikan karakteristik
bentang lahannya dan tanaman yang mampu
mendorong berjalannya fungsi ekologi.
Jadi begitu jenis-jenis yang ada di
tanamnya ada apa itu e dalam suatu
ekosistem itu tepat jumlahnya tepat gitu
dan luasannya tepat. Nah, inilah makanan
disebut akan mempengaruhi keseimbangan
lingkungan. Jadi, konteks keseimbangan
lingkungan kita tuh bicara masalah
peranan ekologinya. Jadi, gitu Bapak,
Ibu. Jadi, kalau saya apa tuh ee secara
garis besar menun bahwa ekosistem adalah
tu wadah tempat jenis tanaman yang
tumbuh di atasnya. Nah, ini kurang lebih
kurang lebih. Nah, kita bisa bandingkan
nih yang vegetasi litar alas purwo itu
dengan pegunungan itu beda karena
karakteristiknya berbeda gitu.
Jadi ada ekosistem jenis tanamannya juga
berbeda-beda. Yang hutan rawa gambut
berbeda ya berbeda juga gitu. Itu yang
harus kita pahami terkait dengan konsep
keanekaaragaman hayati. Jadi mungkin
Bapak Ibu saya hanya me-refresh saja
mengingatkan kembali apa ee dasar-dasar
keanekaan hayati yang sesungguhnya. Nah
ini jenis gitu. Nah di dalam di dalam
ekosistem atau wadah TB tadi sudah
menyampaikan ini sudah ada namanya
jenis-jenisnya. Nah, jenis-jenis ini
baik tanaman maupun flora maupun fauna
gitu. Fauna eh floranya tepat maka akan
mendukung kehidupan daripada si faunanya
baik yang konteksnya yang ikan maupun
yang mamalia-mamalia yang beriterrial
gitu. Karena kecukupannya untuk
mendukung kehidupan adalah di apa
dikaitkan dengan jenis-jenis tanaman
yang ada di atasnya.
Begitu itu jenis-jenis tanaman yang ada
di atasnya itu tepat, maka konservasi
genetik ini juga akan terpenuhi. Ini
contoh-contohnya mungkin dari genetik.
Nah, ini genetik nih. Jadi bahkan ikut
lestari gitu karena di situ tepat gitu.
Begitu jenis tanamannya ee wadahnya kita
mengetahui wadahnya kita mengetahui
jenis tanamannya maka akan bergerak
namanya fungsi jasa lingkungan. Itu
fungsi jasa lingkungan. Kita tidak
bicara masalah air udara aja, tetapi ada
fungsi satwa sebagai penyuk pemecar bis
dan pengendali hama. Ada mereka akan
melakukan apa tuh akan apa namanya ikut
memperkaya namanya sumber genetik di
Indonesia genetik yang ada di suatu
ekosistem.
Contoh-contohnya gitu. Nah, Bapak Ibu
sekalian hal-hal yang saya sampaikan
tersebut ini sudah disampaikan ini di
dalam apa? di dalam yang namanya ee
eorion. Jadi, Bapak Ibu sekalian gitu
lagi-lagi saya hanya mengingatkan gitu
ya. Inilah konteksnya yang tadi saya
sampaikan ini ee konsep dasarnya ee
pasal 5 terkait ee apa eh Ecoion dalam
Undang-Undang 32. Jadi, sebelah kiri
atas kita melihat terbangun terbentuknya
Indonesia gitu.
Indonesia terbangun terbentuk itu dari
tektonik ee
yang apa ee mendorong dari utara ke
selatan gitu yang kita sebut dengan
eroasia gitu ya. Terus kemudian
Indonesia didorong lagi dari selatan ke
utara yang disebut juga Indo Australia
terus dari timur ke barat gitu Bapak Ibu
sekalian kita sebut sebagai Indo Pasifik
gitu. Nah, Bapak, Ibu sekalian, gitu.
Begitu ditekan kanan kiri kanan kiri,
jadilah ini gambar yang di bawah
tersebut. Inilah Indonesia. Ternyata
iklim di apa ee setiap Indonesia
berbeda-beda gitu. Kita yang ada
misalnya di Pulau Jawa dengan yang ada
di Nusa Tenggara akan berbeda. Nusa
Tenggara itu akan panas kan begitu.
Terus konteks pelapokan tanahnya pun
juga kan berbeda yang ada di Indonesia
Barat. Maka itu Bapak, Ibu sekalian gitu
jenis tanamannya yang ada di atasnya itu
berbeda-beda juga. Nah, kita bisa lihat
ini saya ngambil juga dari yang apa
namanya ee kesimpulan dari penelitiannya
Willis Weber dan Lineker gitu. Itu bisa
kita lihat. Jadi, Bapak Ibu sekalian
bisa kita lihat gitu ya ee satwa-satwa
yang tumbuh di atasnya gitu. Satwa yang
di atasnya kita lihat nih Sumatera.
Sumatera ada gajah, harimau dan orang
hutan gitu. Karena kehidupan di pulau
Sumaterais tanamannya adah mendukung
kehidupan daripada satwa tersebut.
Harimau gitu misalnya dia makan ee
pelanduk gitu ya atau kita makan rusa
lah gitu ya misalnya gitu ya. Maka jenis
tanaman tersebut sangat mendorong atau
ee apa namanya ee memenuhi kebutuhan
daripada rusa untuk cari pakan tersebut.
Kita ambil nih sisi yang paling kiri nih
di Papua gitu. Oh, ternyata gitu di sana
ada burung-burungan.
Nah, burungan ternyata apa? Karena apa?
Jenis tanaman yang ada di sana memang
sangat mendukung untuk kehidupan burung
gitu. Begitu pula dengan di Sulawesi dan
di Kalimantan. Jenis tanamannya mungkin
ee sedikit saya me-refresh. Jadi ee
jenis tanaman sangat dipengaruhi oleh
wadahnya. itu disebut kita ekosistem
tergantung relief-nya. Jadi relief itu
ada yang cekung, ada yang datar, berair
dan tidak berair. Itu juga mengk
ketiganya terkait dengan iklim. Nah,
inilah Bapak Ibu sekalian ini mandat
dari Undang-Undang 32. Kita lihat
atasnya ini akan lestari gitu ya, Bapak,
Ibu. Ada gajah, harimau, terus orang
hutan, terus di Kalimantan ada orang
hutan, ada mamalia, terus kita lihat
semua ada rusa di Sulawesi segala macam.
Apabila itu apa? Apabila gitu ya
semuanya terpenuhi di dalam suatu
ekosistem. Jadi kalau Bapak Ibu sekalian
kalau lihat gambar jaring-jaring makanan
gitu ya, itu kita ingat akan yang
namanya piramida makanan. Jadi kalau
kira piramida makanan itu kan kalau
untuk ee tingkat dasar disebut juga
dengan sebagai produsen. Jadi mekanisme
mikroorganisme yang mampu menghasilkan
apa itu mencari makan sendiri. itu
adalah tanaman atau tumbuhan begitu.
Nah, terus kalau andai kata tanamannya
tepat, jumlahnya tepat gitu ee jenisnya
tepat dan luasannya tepat gitu ya, maka
dia akan mendukung yang namanya apa?
Konsumen tingkat pertama di sini adalah
satwa-satwa atau hewan-hewan pemakan
tanaman. Mereka sejahtera gitu Bapak,
Ibu sekalian. Kan akan naik sampai
dengan puncak sampai akhirnya sampai
dengan piramida makanan. Nah, ini kurang
lebih Bapak, Ibu sekalian ini ee yang
kita ada amanahkan dalam Undang-Undang
32 tahun 2009 gitu ya, bahwa
kesejahteraan tanam apa satwa itu sangat
didukung oleh yang namanya susunan
piramida tersebut. Nah, Bapak, Ibu
sekalian, hal-hal yang rumit ini
sebenarnya sudah di apa ya,
diformulasikan atau mungkin
disederhanakan dengan adanya namanya ini
peta karestik bentang alam SK 12 tahun
72.
Nah, dalam SK tersebut sudah menentukan
karakteristik setiap apa namanya e
bentang alam yang ada di Indonesia.
Terus kemudian sudah menentukan tipe
komunitas. Nah, hal-hal ini Bapak, Ibu
sekalian menjadi dasar kita untuk yang
membangun namanya piramida makanan
tersebut. Begitu. Ini kan ada bentang
lahannya, terus ini ada vegetasinya
gitu. Jadi, sudah jelas ini. Ini
bentuknya shp sekalian. Jadi bentang
lahannya apa gitu, jenis tanamannya tuh
apa dan satu lagi mungkin gitu di kami
juga ada yang namanya peta jasa
lingkungan. itu sangat membantu kita di
dalam melakukan analisis gitu terhadap
suatu kondisi.
Nah, ini Bapak Ibu sekalian kita lihat
ini ini kota kota Bontang itu ya. Kota
Bontang itu kita lihat ada beberapa nih
ada di sini ada e apa tuh karakteristik
bentang lahan dan tipe komunitas
vegetasi salah satunya adalah datalan
apa itu frar bermaterial aluvium. Nah,
terus kemudian ee itunya ee tepian
Sungai Payau. Nah, ini harus kita harus
mampu membaca gitu loh. Yang warna biru
kecil itu berarti gitu ya, bentang
alamnya itu komposisinya aluvium.
Aluvium berarti itu berasal dari
campuran pasir, lempung, lumpur, dan
kerikil. Kesuburannya
ee akan mineralnya tersebut banyak
dipengaruhi oleh ee apa namanya? ee
aluvium atau konteksnya ee sedimen yang
ada apa e sedimen yang ada di
sekitarnya. Terus kemudian di sini
tipe vegetasinya gitu ya.
T vegetasinya di sini biasanya memiliki
apa tuh ee ee apa bentang alamnya itu
agar vatan menstabilkan tebing sungai
dan mencegah erosi. Jadi semua tanaman
yang di situ mempunyai fungsi gitu ya
untuk menstabilkan tebing sungai dan
mence terjadinya airosi. Terus bisa juga
menyaring sedimen polutan gitu ya
sebelum masuk ke aliran utama. Nah, di
sini. Terus kemudian
biasanya tanaman-tanaman yang ada di
sini itu seperti kayak pohon nipah gitu
ya, ada mangroove untuk jenis-jenis
tertentu, jenis tumbuhan terhadap yang
tahan terhadap genangan air. Nah, ini
Bapak Ibu sekalian yang harus bisa kita
apa namanya ee pahami gitu ya untuk kita
mendukung yang tadi namanya unsur-unsur
daripada ee piramida makanan. Terus yang
kedua bisa lihat bermaterial alun
bervegetasi mangrove gitu ya. Berarti
sama ini terdiri dari lumpur halus gitu
ya terus dari ada lempung gitu ya. itu
pasir
di sini kaya juga akan nutrisi organik
dan pada dataran tinggi. Itu tektur
tanahnya ini bersifatnya hidrom apa ee
jenuh terhadap air lah kurang lebih
semacam itu. Dan apa itu ee lokasinya
biasanya datar randa dikemu sedimen
aluviumnya dalam untuk dapat menahan
air. Jadi poinnya biasanya untuk yang
warna hijaunya punyai kemampuan untuk
menahan air. Ini biasanya biasanya ee
berada di sekitar-sekitar zona sungai
dan sebagainya.
Nah, ini fungsinya apa gitu. Kurang
lebih di dalam ee yang dataran fulviar
atau bermaterial arum bervegetasi
mangrov ini di sini adalah berlindung
untuk menyaring yang namanya kolutan dan
sedimen dari sungai sebelum mencapai
tumbuh karang atau mangkrove di laut
gitu. Terus kemudian
ee
biasanya di sini merupakan hati petat ee
kayak semacam ee perikan. Jadi di sini
tempat apa?
visoris refugia biasanya berada di sini
gitu. Nah, terus kemudian hal ini Bapak
Ibu sekalian harus kita pahami. Terus
juga ada yang namanya ee dataran
struktural lipatan bergelombang. Jadi
harus paham gimana ini karakteristiknya
gitu. Karakteriknya itu adalah untuk
permukaannya dikontrolkan oleh struktur
geologi bab permukaan. Jadi ada antiin
dan sinklin di sini. Dia bergelombang
biasanya kemiringan lerengnya landai
gitu ya Bapak Ibu sekalian. sedang.
Terus kemudian ee
banyak meng ee terbang-terbangnya
bintang banyak mengali pengangkatan yang
terkikis eropsi selama jutaan tahun.
Terus di sini pun juga Bapak Ibu
sekalian di sini ada ee
tanam apa? Kemudian materialnya juga ada
karbonat dan narkomat. Nonkarbonat. Non
karbonat itu biasanya
berasal dari pengangkatan tumbuh karang
ke atas. Dan di sini tanamannya adalah
nemtdotora karpa. Nemtdotora karpa
adalah tanaman buah-buahan segala macam
itu yang menghasil satu biji-bijian dan
biasanya satwa yang di atasnya banyak
burung atau sat-tato pemakan buah-buahan
atau biji-bijian. Nah, di sini harus di
ee apa tuh ee pahami gitu Bapak Ibu
sekalian dan sebagainya. Nah, ini kan
ada ada lima ini untuk yang namanya
keambilan mana nih? Kota Bontang. Nah,
begitu pula dengan kota Jakarta nih.
Ternyata dalam konteks Jakarta
karakteristiknya banyak nih, gitu. Nah,
mungkin nah ini ternyata ada 1 2 3 4 5 6
itu ada enam wilayah karakteristik. Satu
dataran fluvian berm bervegetasi mangr
fluvium marin itu terpengaruh dari
aktivitas laut kan ada merinnya
bertivitas laut aluvium itu berarti ada
masuk sedimen-sedimen dari atasnya
bervegetasinya mangr gitu terus dataran
organik koralin berm batuan sedimet
karbonat berutan batu kamping gitu ini
untuk kepuluan 1000 nih Bapak Ibu
sekalian koralin berarti ada pengaruh
apa itu pengangkatan
korin gitu ya. Kemudian adanya sedimen
karbonat. Sedimen karbonat itu adalah
apa namanya? Dia terpengaruh oleh e
terumbuk karang berkatnya hutan batu
kamping.
Terus kota Jakarta Barat Kota Jakarta
ini juga dataran juga berbutan tepian
sungai Malarijau gitu dia gitu Bapak Ibu
sekalian gitu ya. Kadangkad apa tuh dia
sungai Malar Hijau adalah
tanaman-tanaman yang hijau sepanjang
tahun baik musim kering maupun musim
penghujan.
Nah, ini Bapak Ibu sekalian walaupun di
sini ada fl aluvium gitu ya, tetapi
kemudian apa namanya vegetasinya
berbeda. Nah, ini di sini terkait dengan
komposisi ee terbangun terbentuknya dari
bentang lahan tersebut. Terus untuk kota
Jakarta Pusat ini juga ada beras dan
tepi Malar Hijau terus kemudian dataran
alum berti ternak rawa air tawar ber
alum ber ternak air tawar dan
sebagainya. Ini kurang lebih semacam
itu. Ada nih Bapak Ibu sekalian ya
Jakarta Utara
ada program bermaterial aran berg hutan
mangr msun itu di Jakarta Utara itu yang
disebut kita sekarang kebanyakan dulunya
daerah Kelapa Gading segala macam. Nah,
di sini harus kita paham karasetiknya
bagaimana. Karestiknya di sini adalah
lahan apa ee boderan-boderan tanahnya
itu halus gitu ya. Terus kemudian di
sini porositasnya rendah gitu. Maka
dalam konteks Kelapa Gading sekarang di
Jakarta itu adalah bagaimanapun
kita apa melakukan inovasi, melakukan
misalnya pengurukan dan sebagainya tetap
banjir karena kemampuan air masuk ke
dalam tanahnya
kecil sekali. Nah, itu juga mongruf
mansum itu adalah dulunya gitu untuk
Jakarta Utara vegetasinya itu
tanaman-tanaman mangruk monsun itu
adalah konteksnya ber iklim
apa itu beriklim panas yang panjang.
Nah, itu jadi Bapak Ibu gitu kurang
lebih yang harus e apa itu yang kita
pahami. Mungkin saya agak sedikit
mengulas gitu ya. Jadi kalau kita bicara
tadi ke apa namanya
kontekanekaragaman hayati, kita bicara
mengingatkan apa itu berkaitan dengan
wadahnya. Wadahnya terbangun
terbentuknya itu berdasarkan terbangun
terbentuknya bentang lahan. Terbangun
terbentuknya lahan itu akan menentukan
jenis tanaman apa yang di atasnya. Jenis
tanaman yang di atasnya itu akan
menentukan atau mendukung satwa yang di
atasnya.
Kemudian Bapak Ibu sekalian ini maka
disebut Indonesia ini kayakkan keaneka
ragaman hayati karena di Indonesia ada
117 wilayah ekoren yang buat
tererestrial yang laut itu sekitar 96.
Nah, ini yang membuat kita kayak terkait
dengan keaneka ragaman karena
ekosistemnya itu banyak gitu ya,
iklimnya berbeda-beda, jenis tanamannya
berbeda-beda, maka satwa yang di atasnya
itu berbeda-beda. Nah, sekarang pada
zaman konteks sekarang PR kita adalah
bagaimana membangun piramida dalam
wilayah-wilayah yang sudah banyak
mengalami terdekaderasi.
Jadi ini sebenarnya Indonesia itu kaikan
Indonesia dalam konteksnya itu.
Terus Indonesia itu terus kemudian
setelah Indonesia ada Columbia, Cina dan
Peru. Ekosistem KS-nya di Indonesia aja
ada 354,216,75
hektar. Ekosistem dannya ada 523,
384,03
hektar. ekosistem hutan kerengasnya gitu
ya untuk ke Indonesia ada 767,200
hektar dan sebnya kita bisa melihat
terus jenis-jenis tumbuhan berbunganya
kita ada 9,7% daripada tumbuhan berbunga
yang ada di dunia. Terus sama liimanya
ada 14,5%
terus ada juga reptil, amfibi, burung
dan ikan air tawar ini gitulah Bapak Ibu
sekalian. Itu yang menyebabkan Indonesia
kaya akan keaneka raja menayati. Nah,
memang karakteristik bentang lahannya
tuh luar biasa. Di Indonesia ada 117.
Dari 117 itu pun juga nanti akan terbagi
kembali menjadi
bentuk-bentuk bentang lahannya. Jadi ada
yang apa? Cekung
kering, cekung berair, datar ee datar
apa tuh? Kering, datar berair. Ini
menentukan semuanya untuk mendukung
namanya kelestarian atau nonetis secara
keseluruhan.
Nah, ini kurang lebih ini kurang Bapak
Ibu sekalian ini ee data dari IBS 2025
2045 gitu ya. Jadi ee Indonesia tuh
memang kayak terkait dengan apa tuh
keaneka ragaman. Kita lihat aja luas
ekosistem alami yang di Indonesia aja
kita bisa lihat gitu.
Nah, ada ekosistem pandang lamun di sini
293,464
hektar gitu. Terus juga ada di sini
adalah namanya ekosistem kas 354,206
ee 206,75 hektar. Terus juga ada
ekosistem danau 523,308
hektar. Ada ekosistem hutan kerangas
767,200
hektar. Belum juga ekosistem tumbu
karangnya, ekosistem mangrutnya,
ekosistem fana, dan ekosistem daripada
gambut.
Nah, ini kurang lebih Bapak, Ibu
sekalian ini nilai-nilai nilai-nilai
terhadap keaneka ragagaman hayati. Jadi
nilai keaneka ragagaman hayati gitu ya,
ada nilai untuk e apa tu konsumsi ya
sebagai jasad apa itu penyedia bisa
untuk tanaman, ternak, ikan, tumbuhan
dan lain-lain. Nilai produksinya juga
ada, nilai jasa lingkungannya pun kita
bisa lihat. Terus nilai pilihan dan
nilai eksistensinya nanti nanti kita
bisa lihat itu konteksnya nilai-nilai
yang ada mungkin bisa nanti dilihat di
slide e presentasi ini. Nah, ini kurang
lebih Bapak Ibu sekalian nih. Sebenarnya
kalau Indonesia itu mampu melestarikan
keek ragamanayati di sini adalah pangsa
pasar yang bagus gitu untuk kebutuhan
farmasi itu sebagian besar tuh dari STG
dan obat kanker ya. nilai pasarnya
sekitar ini data tahun 2012 gitu Bapak
Ibu sekalian ada 643 miliar US dolar
tahun 2026 itu ada konteksnya
bioteknologi nih nilai pasarnya sekitar
70 miliar gitu ada produk untuk
perlindungan tanaman di sini ada 30
miliar terus ada benih tanam ada 30
miliar ada tanaman hias dan ada personal
guard botanical and food and be favage
industries dari sini kurang nilai-nilai
pasar yang dibutuhkan nah ini semuanya
ini didasarkan dalam konteksnya
keanekaan hayati spesifiknya adalah
daripada sumber daya genetik.
Nah, ini kurang lebih Bapak Ibu gitu ini
apa namanya ee
ee potensi-potensi keanekaan di
Indonesia gitu ya untuk terkait dengan
obat-obatan gitu. Ada tanaman, ada e
untuk resofir daun segala macam gitu
untuk ee penyakit apa infeksi gitu
segala macam. ini kurang lebih Bapak Ibu
sekalian mungkin bisa di ee apa tuh
lihat pada slide-nya itu.
Nah, ini pun juga n ada beberapa contoh
apa tuh daripada apa yang diterapkan di
Indonesia gitu untuk membantu apa
produktivitas ee lahan-lahan apa e
pertanian segala dan sebagaimana dan
lain-lain mungkin bisa lihat. Nah, itu.
Nah, ini adalah nilai daripada jasa
lingkungan.
ini yang memang akhirnya tuh kita dalam
kondisi sekarang menjadi bahan
pertanyaan adalah konteks e ekosistem
services ini gitu.
Nah, dalam konteks ekosistem
apa tuh eh services ini gitu Bapak Ibu
sekalian. Itu menjadi ee PR dalam
kondisi sekarang di mana kalau saya
menyampaikan mungkin mungkin gitu
Indonesia mengalami banyak bencana
terkait bencana ekologi gitu. bencana
dulu dalam konteksnya bahwa
bahwa apa namanya ee ee jasa lingkungan
yang dihasilkan terkait dengan ke hati
dengan terjadinya banyak penurunan
raagaman melalui banyak mengalami banyak
mengalami yang namanya penurunannya itu
juga untuk bahan baku industri dan
sebagainya.
Nah, ini kurang lebih Bapak Ibu ini yang
yang
apa menjadi tantangan kita gitu ya. Ini
konteksnya terjadinya degradasi
apa okutan yang terjadi terus terjadinya
kelangkaan jenis gitu. itu terjadinya
krisis
apa itu air gitu untuk apa itu ee
konteks kanekaragaman banyaknya konversi
lahan dan banjir dan kekeringan ini
menjadi PR kita semua untuk mengatasi
hal tersebut.
Nah, ini mungkin ini menjadi ee
konteksnya Indonesia itu banyak terancam
terkait keaneka ragaman. Di sini Bapak,
Ibu sekalian kita bisa lihat bahwa
Indonesia merupakan juga salah satu
negara gitu ya yang menurut IUCN masuk
ke dalam datar ee kelangkaan yang ada di
Indonesia.
Nah, ini Bapak Ibu sekalian gitu. Nah,
kita bicara kebijakan
terkait dengan apa ee apa kebijakan
terkait dengan apa kan ragaman hayati.
Jadi, Bapak Ibu sekalian sebenarnya kita
sudah menj kita sudah menandatangani nih
terkait perjanjian internasional yang
disebut juga dengan konvensi Kaneka
ragaman hayati gitu ya. Sebenarnya
konvensi Kaneka ragaman hayati itu
awalnya itu daripada
apa namanya ee
konvensi bumi tahun tahun 1992
gitu. Di mana
di mana disetuskan adanya konvensi
keanekaragaman hayati. Jadi semua pihak
itu merasa merasa bahwa keanekaragaman
hayati itu merupakan kunci pada waktu
itu berpikir sebagai pembangunan
berkelanjutan
dari konvensi ini gitu Bapak Ibu
sekalian gitu ya ee menghasilkan ee tiga
tujuan di sini bagaimana tujuannya untuk
adalah bagaimana melakukan konservasi
keeka hayati gitu ya terus kemudian
apa pemanfaatkan berkelanjutan atas ee
atas atas komponen keaneka ragaman
hayati gitu. Terus juga pembagian
keuntungan yang adil dan merata gitu
dari ee dari pemanfaatan ee keaneka
ragaman hayati.
Nah, Bapak, Ibu sekalian, selain apa tuh
ee konvensi ee apa keaneka ragaman
hayati gitu, ada yang namanya ee
perjanjian suplemen. Jadi tambahan
suplemen itu adalah,
nah ini nanti nah ini kita ada yang
namanya adalah protokol Nagoya. Jadi
protokol Nagoya adalah dibuat untuk
memberikan kerangka hukum gitu ya Bapak
Ibu sekalian gitu. Kerangka hukum untuk
agar dapat mengakses sumber daya genetik
gitu ya dari negara penyedia gitu ke ee
atas dasar pertujuan daripada PS segala
macam itu. Nah, itu kurang lebih.
Kemudian ada lagi Bapak Ibu sekalian ini
negara ya gitu ya. Protokol ini dibuat
memberikan kerangka hukum yang
transparan sebagai akses terhadap sumber
daya genetik gitu dan pembagian
keuntungan yang adil dan merata yang
dihasilkan dari pemanfaatan sumber daya
genetik.
Semacam itu. Setelah ada
apa namanya pertokan Nagoya. Terus
kemudian ada lagi sebenarnya yang saya
lupa terus ini ada yang namanya
ee
protokol terkait akses benefit sharing.
Di situ lebih ke arah kita memberikan
kerangka hukum terkait dengan pembagian
keulan dari hasil pemanfaatan
keanekaati.
Nah, Bapak Ibu sekalian gitu dari tiga
konvensi tersebut kemudian dirumuskan
gitu melalui sekarang ada yang namanya
eh framewor biodiversity.
eh Montreal Kunming. Dari situ tiga
konvensi itu dari tiga konvensi tersebut
itu di perlu di isu-isu pentingnya itu
dijabarkan dalam bentuk rencana aksi
oleh diminta ee oleh setiap negara gitu.
sehingga itu muncul yang akhirnya
menjadi setiap masing-masing negara itu
harus mencapai 13 tujuan untuk
konservasi keaneka ragagaman hayati, 13
strategi gitu ya, 95
dan bagi untuk mencapai yang namanya 20
target nasional.
Itu yang akan menjadi terus kemudian
kita harus bisa selaras juga dengan RPJ
dan RPJN. Nah, di sini kalau Bapak, Ibu
sekalian di IPSAP ini menjadi dasar kita
untuk pelaksanaan tig konvensi tersebut.
Nah, ini pun juga Bapak Ibu sekalian ini
sebenarnya dasar-dasar kita dalam
melaksanakan konvensi. Di sini ada
dasarnya Undang-Undang 3 tahun 202
perinduan dan lingkungan hidup. Terus
kemudian ada konservasi sumber daya alam
dan ekosistem. Di sini ada Undang-Undang
41 dan sebagainya. Ada sampai dengan
Undang Penataan Ruang gitu ya. ee apa
tuh ee dan sebagainya. Nah, Bapak, Ibu
sekalian gitu ya, setelah apa tuh
terdapat konvensi-konvensi terus
kemudian ada ee apa namanya IPSAP
sebagai pelaksanaan e kegiatan, maka
gitu ya Undang-Undang 3 tahun 2009 gitu
ya apa namanya ee mengamanahkan. Jadi
asas keanekaagam untuk meran
keanekaragaman hayati itu untuk
mendukung pasal 223 tahun mendukung juga
untuk pelaksanaan konvensi KNK IPSAP
2025 sampai dengan 2026. Terusnya ada
KLHS KL itu menjadi dasar terinasi untuk
kebijakan rancang program pelaksanaan
itu untuk melakukan konservasi keanekaan
hayati. Terus juga ada namanya
pemeliharaan lingkungan gitu. Nah, ini
Bapak Ibu kurang lebih gitu. Kemudian
implementasi pada ada Undang-Undang 32
tahun 2009 itu nanti dijabarkan terkait
dengan namanya ee di dalam Permenela 29
tahun 2009.
Terdiri dari apa? Di sini kita bicara
masalah perencanaan konservasi keanekaan
hayati mencakup
mencakup ini penyusunan ee baseline data
keanekaan hayati dalam bentuk profil dan
perencanaannya. Nah, jadi perencanaannya
dalam bentuk RIP atau rencana induk
pengangolan keanekaan hayati. Terus juga
ada penetapan kebijakan dan pelaksanaan
konservasi pemanfaatan dan pengendalian
kerusakan keanekaaman hayati ini untuk
mendorong atau mendukung pelaksanaan
pencapaian IPSA 2000 IPS-Af sebelumnya
termasuk ISA 202524
2045.
Terus juga ada pemantauan pelaksanaan
konservasi KTI, penyelesaian COVID dan
pengembangan instrumen dan pengelolaan
database keaneka ragamani.
Jadi ini Bapak Ibu sekalian. Nah dari
Permen 29 tahun 2009 kita memberikan
NSPK bagi pemerintah dalam melaksanakan
pengelolaan keaneka ragaman hayati gitu.
Terus juga memastikan bahwa pengelan
keanekaan hayati ini dilakukan terpadu
gitu. Dan Bapak Ibu sekalian menjadi
landasan landasan bagi kita pemerintah
daerah untuk melaksanakan konservasi.
Jadi termasuk spesies ekosistem dan
sumber daya genetik gitu. Itu juga
mencegah terjadinya apa tuh ee kerusakan
gitu.
Nah, ini tadi apa
menawarkan
ini apa eh konteks perencanaan
konservasi atau database kan raagaman
hayati gitu yang kita susun gitu ya itu
e akan menjadi
hasilnya itu akan menjadi untuk
rekomendasi tata ruang rekomendasi
pemanfaatannya sebenarnya
pemanfaatanekareka ragagaman haiti itu
bagaimana terus juga rencana pengelola
akan memberikan aran pengelolan tingkat
daerah, keterpaduan, kolaborasi para
pihak dan rekomendasi pemanfaatannya.
Nah, ini kurang lebih gini. Terus
kemudian bagaimana kita melaksanakan
ee apa namanya pematan berkelanjutan dan
konteksnya pelaksanaaneka ragagaman
hayati. Jadi kita Bapak Ibu sekalian
dengan adanya apa tuh ee profil dan
RIPkan ragaman hayati kita bisa
mendorong pemerintah daerah untuk me
menyiapkan gitu ada terkait dengan
kebijakan konservasi pemanfaatan
berkelanjutan keanekaan hayati.
Terus kemudian kebijakan pengendalian
kerusakan keanekaan hayati. Nah,
kebijakan yang telah disusun itu nanti
juga harus mengaturkan hal-hal sebagai
hal-hal seperti sistem perencanaan dan
pemantauannya itu bagaimana mengatur
mekanisme perencanaan pemantauan terkait
dalam pelaksanaan konssif pemantauan
pengan perusakan juga menerapkan tata
kelola pemerintahan yang baik gitu jadi
memastikan prinsip apa itu konservasi
yang baik dan terhadap seluruh bagian
dan komponen keanekaragaman yaati dan
juga ada kelembagaannya ya. Jadi dari
data
RIP gitu ya, data profil dan RIP itu
kita bisa menghasilkan hal-hal yang
terkait tadi dengan sistem
perencanaannya, penerapan tata
kelolanya, kelembagaan dan sebagainya.
Terus jangan lupa juga ada namanya
pelaksanaan konservasinya. nya. Jadi
Bapak Ibu sekalian Undang-Undang 32
tahun 2019 pasal 5 itu juga gitu bahwa
untuk urusan lingkungan hidup gitu ya,
ada aspek atau komponen konservasi yang
harus dilaksanakannya gitu. Nah,
pelaksanaan konservasinya terkait dengan
penis macam ini. Nah, ini kurang lebih
pasal 57. Jadi pemeliharaan lingkungan
itu dilakukan melalui konservasi sumber
daya alam, pencadangan sumber daya dan
pelestarian fungsi atmosfer. Terus
kemudian
apa namanya ee
untuk konservasi sumber daya alam gitu
itu ada melaksanakan namanya konservasi
ekosistem kars, ekosistem gambut,
pesisir laut gitu, ekosistem
ee hutan dan sebagainya. Terus juga ada
aspek namanya pencadangan gitu. Jadi
kalau pencadangan itu adalah konteksnya
itu hal yang harus dilakukan gitu atau
mandat yang dilakukan untuk pemerintah
daerah dan semua pihak ya.
Untuk konteksnya pencadangan itu
melakukan apa namanya semacam semacam
apa namanya
ee
mengkoleksi kembali gitu tanaman yang
lokal dan langka yang ada dalam setiap
wilayah ekosistem dalam wilayah
korisionnya. Nah, bentuk kegiatan kita
di sini kita bicara adanya taman
keanekaaman
ruang terbuka hijau dan menanam dan
memelihara pohon hutan. Nah, dari
konteks aspek pemeliharaan gitu dan
pencadangan mandatnya ada apa-apa
mandatnya harusnya pemerintah,
pemerintah semua pihak harus melakukan
perlindungan sumber daya alam,
pengawetan sumber daya dan pemanfaatan
secari daripada sumber daya alam. Nah,
ini harus termasuk di dalam pelaksanaan
kebijakan tersebut. Terus ada
pemantauan. Nah, jadi profil
Kanekaragaman hayati itu ya juga
dilakukan sebagai tools kita untuk
melakukan pemantauan gitu. Karena profil
itu
nanti akan setiap dengan ee revisi
Preman DLH 2009 tahun 2009 itu akan
dilakukan ee apa namanya ee review dalam
Permen ee dalam 2 tahun 9 itu akan
di-review setiap akan ee dievaluasi atau
dimonitoring atau dilihat gitu ya,
dilihat ee pemantau annya setiap ee 3
tahun 3 tahun sekali. Jadi setiap 3
tahun nanti kita menyusun profil terus
kemudian dalam konteksnya memang
melakukan pemantauan gitu apakah masih
sesuai dengan profil atau tidak gitu
pertama kali kemudian bagaimana laju
daripada apa namanya kekaragaman hayati
terus juga melakukan pengawasan. Jadi
dalam peraturan sekarang pemantauan itu
ada dua gitu. menjadi pemantauan yang ee
berdasarkan ee profil. Yang kedua kali
juga kita melakukan namanya evaluasi
dengan melalui indeks pengelolaan
keanekaragaman hayati. Nah, untuk indeks
pengelolaan keanekaragaman hayati itu
berisi kurang lebih gitu ya. Ee kita
mencoba untuk mengukur seberapa jauh
teman-teman dari pemerintah daerah gitu
ya dalam melaksanakan ee konservasi
keanekaan hayati. Terus untuk dunia
usaha gitu kita ada namanya proper. Jadi
untuk peningkatan ee peringkat kerja
dari perusahaan gitu kita juga akan
konteksnya melakukan sejauh mana
pemerintah ee apa tuh e dunia usaha
dalam melakukan konservasi kanekareka
ragaman hayati gitu ya dilihat gitu ya
ee dari ee proses ee kegiatan yang
dilakukan oleh teman-teman dari dunia
usaha. Walaupun di dalam konteks tidak
hanya bicara ragaman tapi dia bicara
masalah udara. air dan sebagainya.
Nah, terus kemudian ee dalam Permen L 29
tahun 2029 itu juga kita memberikan
arahan bagaimana kita dalam
menyelesaikan konflik. Jadi, kita lebih
mengandalkan konteksnya musyawarah.
Terus andai kata musyawarah tidak dapat
diselesaikan gitu apabila ee
permasalahan ada tingkat kabupaten atau
kota gitu, maka bisa lebih naik ke
atasnya untuk tingkat gubernur. Gubernur
tidak bisa bawa apa itu kira-kira perlu
dukungan gitu kemudian masuk ke dalam ee
apa itu ranahnya menteri.
Nah, ini kemudian pengembangan sistem
balik kiring. Nah, di sini Bapak, Ibu
sekalian gitu ya.
Ini dalam pengembangan balik sebenar
balik cariring ada suatu mekanisme di
mana masing-masing pihak itu saling bisa
bertukar data dan informasi. Jadi,
sehingga teman-teman daerah ini gitu
atau semua pihak gitu ya bisa mengetahui
baseline data gitu yang dapat digunakan
sebagai dasar dalam pengambilan
kebijakan gitu. Nah, sumber-sumber
datanya juga dari profil dari rencana
induk pengelolaan terkait dengan
pengelolaannya. terus hasil pemantauan,
hasil evaluasi, dan informasi lain yang
relevan.
Nah, ini kurang lebih Bapak Ibu
sekalian. Ini kurang lebih yang saya
sampaikan tadi profil. Profil itu apa
sebenarnya?
Profil adalah gambaran keanekaan hati
yang terdapat atau dimiliki oleh daerah.
ke hatinya mencakup tingkatan ekosistem
spesies dan tingkatan spesifik dan
genetik baik yang alami yang maupun yang
telah dibudayakan dalam wilayah itu
adalah wilayah ecoren gitu. Kalau kita
menyampaikan dalam wilayah ecorigen tadi
Bapak Ibu sekalian gitu saya berharap
bisa mengingat tadi yang gambar kita di
atas gitu gambar yang warnanya tuh
berbeda-beda gitu. Nah, warnanya
berbeda-beda ini gitu Bapak, Ibu
sekalian. Jadi menandakan karistik
bentang lahannya itu ee berbeda-beda
gitu, iklimnya berbeda-beda, relnya
berbeda-beda gitu. Ini harus mampu kita
gambarkan gitu. Setelah kita gambarkan,
kita ketahui, gitu, maka kita akan mudah
untuk menyusunnya ee rencana strategi
untuk pemulihannya. Nah, sebenarnya
manfaatnya apa sih gitu? adanya data
dasar mengenai kan ragaman. Nah, ini
kekuatan pada saat komen kan ragami akan
diakses oleh pemohon. Jadi, apa sih
kekuatan tawarnya gitu? Kekuatan
tawarnya itu misalnya dari pihak
apa luar ingin mengases sumber daya
genetik yang ada di Indonesia gitu.
misalnya dari wilayah ee Cirebon lah.
Ponteknya dalam wilayah Cirebon kita tuh
harus mempunyai data apa ee data
dasarnya dulu nih. Data dasar bahwa
tanaman yang diambil benar-benar dari
Cirebon itu data dasarnya itu dari
profil.
Setelah kita ada ee apa tuh data
dasarnya gitu ya, maka gitu ya nanti
pemerintah daerah itu bisa ee memediasi
gitu atau apa ee bukan memedi tapi ee
bisa memperoleh gitu namanya pembagian
keuntungan dari hasil kanekaragaman
yang diambil sebagai misal untuk obat
gitu. Nah, biasanya pengambilan
keuntungannya itu bisa nanti mm uang
gitu. Terus kemudian transfer teknologi,
scholarship dan sebagainya. Terus yang
data kemudian data profil keaneka
ragagaman hayati itu bisa didukung untuk
mengambil keputusan perumusan kebijakan
dan rencana tindak keanekaan hayati
suatu daerah. Nah, ini kurang lebih
Bapak Ibu sekalian gitu kalau kita jadi
nanti
ini yang harus kita kumpulkan dari data
keanekaragaman ini dari jenis-jenisnya
ini. Kalau kita lihat IPSAP itu kan ada
tiga tujuan, terus ada 13 strategi, ada
95 kelompok aksi. Nah, 95 kelompok aksi
ini nanti harus digambarkan di dalam
namanya profil keanekaragaman hayati.
luas sekali. Bukan aja datakan ragagaman
hayati, terus juga kita mencari dalam
profil itu kelembagaan dan tata
kelolanya itu bagaimana sih kan gitu.
Terus arahan pemanfaatannya bagaimana
gitu. Nanti semua itu masuk ke dalam
yang namanya RPJMD
ee visi misi daripada kepala daerah gitu
renstra sampai dengan pendanaannya
gitu. Nah, ini kira-kira Bapak Ibu
sekalian. Nah, nanti dalam profil
keaneka ragaman hayati gitu nanti itu
harus namanya menganalisa. Nah,
analisanya sepakam kayak ini. Saya
ngambil analisa kemarin. Nah, ini
daripada Kabupaten Merauke. Jadi, kita
lihat nih, kita bisa menentukan arahan
lindungnya mana ya kan. Arahan lindung
dano, arahan lindung budidaya, batas
kecamatan ini harus dianalisis. Nah,
bagaimana cara menganalisisnya gitu
Bapak Ibu sekalian. Nah, ini ada
kriteria-kriteria yang harus di apa tuh
yang harus kita lihat gitu. Pertama kali
misalnya
ya apa tuh ee kriterianya bisa ngambil
kriteria dari ekosistemnya gitu bisa
lihat di situ. Terus kemudian
ee kemudian daripada kriteria jenisnya
gitu dan daripada kriteria-kriteria
genetiknya. Salah satu kriteria daripada
apa namanya ee ekosistemnya adalah
ekosistem yang rentan terhadap
perubahan.
Nah, salah satunya di situ nanti
digambarkan
ekosistem ks, ekosistem gambut itu masuk
ke dalam hal tersebut.
Terus kemudian Bapak Ibu sekalian gitu.
Eh, sebentar.
Nah, ini terus ada juga Bapak, Ibu
sekalian gitu ya ekosistem
apa ee yang mengandung kesesuaian keeka
naratif yang dibandingkan dengan
ekosistem alamiahnya. Jadi kita
menyelamatkan ekosistem-ekosistem gitu
yang di luar kawasan hutan gitu ya,
Bapak, Ibu sekalian ya. Tapi umumnya
masih vegetasinya masih alami. Nah, itu
nanti kita kita biasanya kemarin kalau
kita melakukan apa ee survei lapangan
nanti kita beri tanda oh wilayahnya
seberapa besar sih gitu. Baik,
ekosistemnya kita tandai, terus
spesies-nya itu mana misal, oh ada
jenis-jenisnya ini yang secara misalnya
secara geografi terisolasi gitu misalnya
salah satunya komodo gitu misalnya
jenis-jenis yang terilosi apa kita
tandai gitu semuanya. Terus kemudian
yang namanya
ee spesies misal tumbuhan numbuh hidup
di tempat yang ekstrem gitu. Nah, jadi
spesies tumbuhan lumbuh di tempat
ekstrem itu sebenarnya pernah ada
kejadian itu atau tempat kalau mungkin
lebih tepatnya tempat yang unik. Jadi
dulu kita ambil Parung gitu. Parung itu
tahun Parung itu adalah di kota kabup
kabupatennya maksud Kabupaten Bogor ya
kalau enggak salah dari kontek Bogor
tersebut gitu ya dulu itu ada tempat
pemandian air panas gitu dari pemandian
air atas di atasnya itu ada mangroove
gitu. itu kan lucu juga itu berarti kota
dulu Parung gitu ya. Parung itu berarti
pernah bagian daripada laut atau minimal
dia terangkat dari laut kemudian berubah
menjadi daratan. Jadi itu menimbulkan
namanya jenis tepis tumbuhan yang ee apa
tuh ee terisolasi gitu. Terisolasi. Jadi
biasanya kalau ter jenis-jenis endemik
itu terjadi terbangunnya karena bentang
lahan yang mengalami terisolasi. Jadinya
dulunya misalnya apa namanya pantai
gitu, banyak tanaman pantai terus
ternyata lautnya itu kemudian menjadi
daratan gitu. Nah, tanaman-tanaman
pantai itu masih ada nanti di
tengah-tengah daratan. Nah, itu yang
harus menjadi perhatian. Terus juga
kawasan memiliki spesies tumbuhan yang
terancam punah terkaitnya dengan IUCN,
terus dengan apa ee terus dengan
statusnya terdar dalam appendix 1
konteksnya perdagangan dan segala macam.
Nah, itu nanti kita ee kita tengaria lah
dan spes-spes lainnya mungkin kita bisa
lihat gitu Bapak, Ibu sekalian. Terus
kemudian genetiknya pun juga, nah Bapak
Ibu sekalian setelah kita tahu gitu kita
indikasikan semuanya melalui survei
lapangan dan data sekunder, ya, kita
harus mengerti yang istilahnya adalah
semacam ee
proses atau jalur jasa lingkungannya.
Jasa lingkungan harus kita kita
perhatikan. Jasa ee alur atau jasa
lingkungannya kita kasih saya kasih
gambar begini. Misalnya apa tuh Bogor?
Bogor itu jasa lingkungannya adalah
penyedia air. Di situ air banyak maka
jasa pengaturnya ada di puncak. Nah, itu
yang kita indikasikan gitu. Kita
melakukan indikasi geografinya gitu.
Terus ee dulu Parung Parung itu kan
terkenal dengan durian gitu. Tapi
ya kan dengan durian produksi duriannya
di situ dulu banyak gitu ya Bapak Ibu
sekalian gitu ya. Nah sekarang gitu
duriannya itu tidak ada gitu karena apa?
Sapa penyerbuknya sudah tidak ada. Nah,
harus kita tahu pada waktu itu kalau
dengan adanya profil harus kita memilih
gambaran gitu
apa namanya kelelawarnya itu hidup di
mana, dia makan di mana, itu harus kita
nanti menjadikan indikasi geografinya eh
indikasi untuk apa ee ekologinya.
Harus kita kita tahu istilahnya kita ada
ini ya ee apa tuh ee
proses jasa lingkungannya itu bagaimana
gitu. Jadi harus itu harus harus kita
ini mampu kita identifikasi gitu dulu
gitu misalnya di situ adalah penghasil
ee padi gitu. Nah, padi itu kan banyak
air. Harus kita lihat juga nih air ini
yang dibutuhkan dari suatu tempat itu
berasal dari mana si pengaturnya itu
dari mana itu agar menjadi ee indikasi
semacam ini.
Jadi kita awalnya dari kriterianya kita
kriterianya kita potret gitu ya. Setelah
kita potret, kita lihat tuh alur jasa
lingkungannya bagaimana sehingga kita
menimbulkan ini. Nah, sering e dalam
konteks ini loh, tapi gitu ya, ini jug
bertentangan dengan kebijakan gitu. Jadi
kalau saya bicara itu sebenarnya profit
ini sifatnya objektif gitu. Objektif apa
adanya kita sampaikan gitu. Di sinilah
nanti akan menjadi ee posisi tawar kita
untuk rekomendasi dalam konteksnya tata
ruang gitu. Jadi yang waktu itu pernah
kas banggai kepulauan. Kas banggai
kepulauan itu di ee dilindunginya itu
dalam tata ruang itu hanya 24% gitu.
Sehingga pada waktu itu kita pada waktu
masih gabung ya KLHK itu mampu apa
namanya
melakukan semacam penataan untuk
pengeluaran dalam konteks ekosistem CARS
97%. Nah, K bisa namanya melakukan ee
rekomendasi terhadap tata ruang di dalam
Kabupaten Banggai, Kepulauan sekarang
besarnya ada 97%.
Semacam itu. Nah, ini kurang lebih
alur-alurnya. Nah, alur-alur jasa
penyediaannya apa di suatu tempat, jasa
pengaturannya itu apa? Jasa penyokongnya
apa? Jasa pelastorannya apa? Dari
jasa-jasa ini kita lihat ini. Nah, ini
konteksnya nilai ekosistem dalam nilai
coragennya apa gituah. sehingga kita
bisa nanti menentukan apa itu
arahan-arahan lainnya.
Nah, kurang lebih ini ee yang terakhir
KLH. KLH itu apa namanya?
Ee apa namanya bekerja sama dengan Dinas
Pungkuan Hidup Kota Cirebon itu menyusun
namanya aran lindung arean budidaya,
kelembagaan tata kolanya gitu ya. Dan
satu lagi ada arahan pemanfaatannya itu
harus muncul. Jadi harapan
pemanfaatannya karena kita kan
pemeliharaan lingkungan sebenarnya upah
yang mendesak gitu. untuk kita menjaga
keseimbangan ekologi. Nah, kita kemudian
untuk wilayah Kota Cirebon itu juga
sudah ada kemarin itu indikasi
ekologinya, terus bagaimana kelembagaan
dan tata kelolanya dan terakhir itu
adalah bagaimana arahan pemanfaatan.
Kita memberikan arahan pemanfaatan ee
bagi kota Cirebon di dalam pemanfaatan
sumber daya alam
hayatinya.
Nah, Bapak, Ibu sekalian, begitu ini
profil terbangun terbentuk gitu ya,
pasti ada gap-gap. Maksudnya ada
proses-proses yang harus
diimplementasikan
dalam upaya atau kegiatan. Nah, upaya
kegiatan ini disebut juga dengan rencana
aksinya. Nah, rencana aksinya disebut
dengan rencana induk pengelolan keaneka
ragagamanayati. Jadi,
perencanaan konservasi KTI Undang-Undang
32, baseline datanya nama profil. Terus
kemudian perencanaan apa tuh
perencanaannya untuk pengeluan
keanekaragaman hati namanya RIP. Nah,
RIP ini nanti bagian daripada IPSAP yang
besar yang apa tuh rencana si
pengelolaan keaneka ragagaman hayati
yang sifatnya nasional. Nah,
RIP ini isinya apa ya? Isinya ada visi
misi, tujuan, sasaran, dan tindakan yang
ditujukkan untuk melestarian keaneka
ragamayati. Terus ada promosi praktik ee
apa tuh praktik apa tuh ee pematan
berkelanjutan dan mengintegrasi
pertimbangan keanekatan ke dalam
berbagai sektor. Jadi kalau kita bilang
keaneka ragaman hayati kita tidak bicara
satu sektor tetapi adalah ee semua
sektor itu terlebat. Nah, apa yang akan
kita capai gitu di dalam konteksnya
penyusunan RIP tersebut? Yaitu
pencapaian 27 target nasional gitu. 27
target nasional ini andai kata tercapai
gitu Bapak Ibu sekalian. Maka gitu ya
kita nanti akan juga dievaluasi apa tuh
ee kepada apa tuh dunia dalam sini
konteksnya adalah apa daripada CBD. Nah,
bagaimana nanti di kita di dinilai nih
apa kita mencapai tiga tujuannya, 13
strateginya 95 kelompok ASI program
daripada IPSAP tersebut. Nah, kalau
konteks 20 target nasional dan
sebagainya ini panjang sekali. Itu
mungkin Bapak Ibu sekalian bisa lihat
dokumen ISAKnya.
Nah, ini mungkin di sini nanti ada
program kerjanya keluarannya apa tata
waktu, indikator kinerja dan peran para
pihaknya itu apa. Tahapannya mungkin
kita bisa lihat tahapan membentuk tim
penyusun RIP terus adanya analisis
sintesis daripada profilnya gitu. Ada
formulasi RI pada konsel public dan
integrasi pada RPJMD-nya.
Nah, ini kurang lebih Bapak Ibu sekalian
ini tiga tujuan ya bisa tujuan keduanya
mengoptimalkan keberlanjutan untuk
masyarakat dari generasi ya ee sekarang
maupun yang akan datang. Ini ada target
yang 1 2 3 saya kasih word itu tiga
tujuannya ini harus dicapai ini untuk
Indonesia termasuk untuk pemerintah
daerah.
Terus yang kedua kali gitu Bapak ini
cari terwujudnya ini ee apa tiga
tujuannya TNTN itu adalah target
nasional sampai 20 yang harus memang di
ee penuhin.
Nah, ini kurang lebih nanti kita
beberapa contoh pelaksanaannya gitu.
Kita ada analisis sintesik, ada analisis
DPS dan forum nanti disepakati melalui
FGD dan sebagainya.
Nah, ini visi misinya nanti visi misinya
apa? tiga tujuannya apa gitu. Terus
kelompok ASI itu apa-apa apa ee 13
strateginya apa, terus kelompok ASInya
programnya sia? ini nanti harus
digambarkan ke dalam kecan induk
pengelolaan kan rekamanti.
Nah, ini kurang lebih kita yang kota
Cirebon saya ambil setiap warna nanti
kita gambarkan ada berapa warna ini
harus digambarkan di dalam profil
Kanikagamanayati
karena warna tadi melambangkan
karakteristik bentang lahan,
melambangkan jenis tanaman yang ada di
atasnya, melambangkan
apa namanya ee fungsi jasa lingkungan
yang akan berjalan ada di di antara
warna-warna tersebut.
juga nanti kita melihat
apa namanya dari apa rencana induk
pengulan Kagemuti tersebut gitu ya apa
namanya ee
hal-hal yang spesifik atau ee spesifik
apa yang harus nanti dicermatinya itu
masuk ke dalam rencana induk. Nah, itu
kurang lebih ini kurang lebih yang
namanya ee apa nama ee output apa
outline daripada penyusunan e rencana
indo. Jadi Bapak Ibu dari perencanaan
konservasi kanan karagaman hayati gitu
ya
menghasilkan baseline dan perencanaan
dari apa itu eh perencanaan terkait
dengan ee rencana aksi untuk pengeluan
keaneka ragaman hayati dan
implementasinya ini ada ini
implementasinya adalah gini. Nah, ini
penting ini kita masuk pencadangan.
Kalau Undang-Undang 32 tahun 2009 gitu,
ada tiga ee hal yang memang menjadi
apa itu pokok kita untuk melakukan
konservasi. Yang pertama kali adalah
pencadangan, yang kedua adalah
konservasi sumber daya alam hayati.
Jadi, satu adalah taman ke hati. Jadi
taman ke hati itu adalah
kita meminta gitu ya semua pihak
termasuk pemerintah daerah untuk
mencadangkan wilayah gitu untuk
mengkoleksi jenis tanaman gitu. Tanaman
yang lokal
dan langkah yang ada di suatu daerah
gitu berdasarkan ekosistemnya dan pada
berdasarkan wilayah ekorligennya. Jadi
konteks taman keaneka hayati gitu ya
kalau saya boleh mundur gitu Bapak Ibu
sekalian. Ini kan ada warna-warna hijau.
Ada hijau, ada ee orange kecoklatan, ada
pink, ada hijau muda. Andai kata taman
kanayat ini berada warna di hijau, maka
jenis-jenis tanaman ini yang akan
dikumpulkan ada di warna hijau.
Nah, terus ee bukan itu saja gitu. Ini
konteks taman keanekaragaman hayati juga
kita akan melakukan namanya asosiasi
gitu. Jadi kalau kita lihat tanaman itu
kan ada tiga. Yang pertama kali
tanaman-tanaman yang mampu menghasilkan
anakan sendiri dengan bantuan angin.
Jadi itu enggak ada masalah dengan
bantuan angin gitu ya. Maka banyak
tumbuh ee tanaman apa tuh ee ee jenis
apa tumbuh anakan-anakan baru. Ada yang
satu tanaman ada betina dan jantannya.
Begitu gaya gravitasi gitu ya Bapak Ibu
sekalian. maka bisa menghasilkan anakan
yang bar
Resume
Read
file updated 2026-02-14 19:52:36 UTC
Categories
Manage