ASN Belajar Seri 4 | 2026 - Personal Branding ASN: Profesional, Etis, dan Berintegritas
8BdxfJn_o9k • 2026-02-05
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
berhak kami junjung teguhkan diri
dan jadikan pedoman serta kekuatan
hadir di sini untuk mengabdi rencanakan
tugas ke bangga negerit
melainkani bangsa dengan akuntabilitas
tinggi.
Kami dari sini tugas dengan hati.
Tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Melayani bangsa loyal tanpa batasannya.
Sattif dan berkolaborasi
bergandeng tangan
tujuan
untuk menjadikan ASN lebih berakhlak.
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami melayani
bangsa
kami dari sini tegas dengan hati
Tujuhkan kompetensi dalam harmoni.
Bangsa loyal tanpa batasannya
adaptif dan berkolaborasi
bergandeng tangan. Satu tujuan
untuk menjadikan ASN lebih beragam
mengerjas penuh hati tulus membantu
sesama
malam. melayani
dengan bang kami melayani
dengan mengat kami melayani
H
Bersama membangun asa
menuju cita yang mulia.
Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya.
Langkah pasti mengikuti zaman
dengan semangat pembaharuan.
Ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
PPS Jing Pusat unggulan
tempat lahirnya insan berkualitas
mencetak STM berkompetensi
tangguh cerdas dan inovasi bersatu dalam
visi yang terang menjawab tantangan
jangan gemilang
PPSDM Jawa Timur Center of Exens masa
depan demil
bersama membangun asa
menuju cipta yang mulia.
Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya.
Langkah pasti mengiti zaman
dengan semangat pembaharuan.
Ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
BPSDM Jatim pusat unggulan
tempat lahirnya insan berkualitas.
Mencetak STM berkompetensi.
Tangguh cerdas penuh inovasi
bersatu dalam visi yang terang. Menjawab
tantangan jangan gemilang.
PPS SDM Jawa Timur Center of Exans masa
depan gemilang.
e
Oh
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Oh.
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Marah kami junjung teguhkan diri
dan jadikan pedoman serta kekuatan.
Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas ke bangga negeri.
Situk melainkani bangsa dengan
akuntabilitas tinggi.
Hong
bereda di sini tugas dengan hati.
Tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Melayani bangsa loyal tanpa batasannya
selalu adaptif dan berkolaborasi
bergandeng tangga satu tujuan untuk
menjadikan ASN lebih berakhlak.
bekerja sepenuh hati, tulus membantu
sesama dengan bangga kami melayani
bangsa.
Kami dari sini tegas dengan hati.
Tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Bangsa loyal tanpa batasannya
selalu adaptif dan berkolaborasi.
Bergandeng tangan satu tujuan untuk
menjadikan ASN lebih beragam.
mengerjas penuh hati tulus membantu
sesama dengan kami melayani
dengan kami melayani
dengan mengangan kami melayani
bangsa
Asa
menuju cita yang mulia.
Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya.
Langkah pasti mengikuti zaman
dengan semangat pembaruan.
Ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
PPS Jim Pusat unggulan
tempat lahirnya insan berkualitas
mencetak STM berkompetensi
tangguh cerdas tangguh inovasi
bersatu dalam visi yang terang menjawab
tantangan jangan gemilang
PPSDM Jawa Timur Center of Exens masa
depan demilah
bersama membangun asa
menuju cipta yang mulia.
Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya.
Langkah pasti mengiti zaman
dengan semangat pembaruan,
ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
BPSM Jatim Pusat unggulan
tempat lahirnya insan berkualitas
mencetak STM berkompetensi
tangguh cerdas penuh inovasi bersatu
dalam visi yang terang menjawab
tantangan jangan gemilang
PPSDN Jawa Timur senter ofans masa depan
donil
Yeah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi sobat ASN di
seluruh Indonesia. Senang sekali saya
Lukman dapat menyapa Sobat ASN tentunya
dalam acara webinar ASN Belajar
persembahan spesial Corpu SDGIS BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Saya juga ingin
mengucapkan selamat datang untuk sobat
ASN yang tengah menyaksikan acara ini
melalui live YouTube BPSDM Jatim TV dan
juga platform Zoom meeting. Mohon maaf
karena tadi ada kendala operasional
sehingga acara kami mulai lebih lambat.
Namun kami ucapkan terima kasih atas
ketersediaannya untuk menunggu webinar
ASN belajar. Bersama-sama kita akan
tingkatkan kompetensi dan terus-menerus
belajar dengan para praktisi dan juga
para narasumber yang sangat luar biasa.
Sobat ASN, tantangan ASN tidak hanya
mengenai apa yang kita kerjakan, namun
lebih dari itu bagaimana kita juga hadir
di hadapan publik di era yang semakin
terbuka dan digital, sikap, cara bicara,
dan juga interaksi antara ASN dengan
masyarakat membentuk persepsi masyarakat
terhadap kualitas birokrasi dan juga
pemerintah. Di sinilah personal branding
menjadi sangat penting bagi seorang ASN.
di mana personal branding tidak lagi
dikaitkan dengan pencitraan semata,
tetapi bagaimana nilai-nilai yang
dipegang oleh ASN ini tercermin dalam
pekerjaan mereka sehari-hari.
Selengkapnya akan kita bahas di webinar
ASN Belajar seri 4 tahun 2026 personal
branding ASN profesional etis dan
berintegritas.
Dan untuk membuka webinar ASN belajar
seri 4 kali ini, mari kita dengarkan
bersama opening speech yang akan
disampaikan oleh Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, SPMP.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian. Sobat SN
di seluruh tanah air. Selamat bertemu
kembali dalam ruang belajar bersama
webinar series ASN belajar persembahan
JATM Corporate University Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur.
Forum Pengembangan Kompetensi ASN ini
merupakan sebuah ikhtiar kolektif untuk
menjaga semangat pembelajaran ASN agar
tetap menyala dan berkelanjutan di
tengah tugas pengabdian yang semakin
kompleks.
Sabat ASN, tema yang kita angkat pada
seri keempat tahun 2026 ini adalah
personal branding ASN, profesional,
etis, dan berintegritas.
Tema ini adalah sebuah penegasan bahwa
citra diri ASN harus dibangun di atas
pondasi nilai. Personal branding bukan
tentang pencitraan kosong, bukan pula
tentang popularitas semata, tetapi
tentang konsistensi antara nilai, sikap,
dan kinerja.
ASN yang kuat personal branding-nya
adalah ASN yang profesional dalam
bekerja, etis dalam bersikap, dan teguh
dalam menjaga integritas.
Sobat ASN di seluruh tanah air, di era
keterbukaan informasi dan digitalisasi
yang masif saat ini, ruang publik tidak
lagi memiliki sekat yang tegas.
Setiap pernyataan, sikap, dan keputusan
aparatur sipil negara dapat dengan cepat
menjadi konsumsi publik.
Dalam konteks ini, ASN tidak hanya
bekerja di balik meja birokrasi, tetapi
juga hadir di ruang sosial yang luas
menjadi representasi langsung dari wajah
negara.
Personel branding ASN lahir dari
realitas tersebut. Ia bukan sekedar
persoalan citra individual, melainkan
refleksi kualitas institusi dan
kredibilitas negara.
Ketika personal branding ASN kuat,
profesional, dan berintegritas, maka
kepercayaan publik terhadap birokrasi
akan tumbuh. Sebaliknya ketika personal
branding ASN lemah, inkonsisten
atau bertentangan dengan nilai etika,
maka kepercayaan publik dapat teruntuh
hanya oleh satu tindakan yang viral.
Urgensi personal branding juga semakin
menguat karena perubahan ekspektasi
masyarakat.
Publik hari ini tidak hanya menilai
kinerja dari hasil akhir, tapi juga dari
proses, sikap, dan nilai yang
menyertainya. ASN dituntut tidak hanya
kompeten secara teknis, tetapi juga
komunikatif, empatik, dan tentu
beretika.
Sbat SN, dalam perspektif ini personal
branding menjadi jembatan antara
kompetensi dan kepercayaan, antara
kinerja dan legitimasi publik.
Lebih jauh, personal branding yang sehat
berakar pada keselarasan antara nilai,
perilaku, dan peran jabatan. Ia bukan
pencitraan artifisial, melainkan
konsistensi karakter yang tercermin
dalam tindakan sehari-hari.
ASN yang mampu membangun personal
branding secara autentik akan lebih
dipercaya, lebih berwibawa, dan lebih
efektif dalam menjalankan tugas
pelayanan publik.
Pada akhirnya personal branding adalah
bagian dari tanggung jawab moral ASN
yang menuntut kesadaran bahwa setiap
aparatur adalah teladan, setiap perilaku
adalah pesan, dan setiap keputusan
adalah cermin nilai-nilai negara. Dalam
birokrasi modern, personal branding
bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan
strategis untuk membangun birokrasi yang
profesional, etis, dan berintegritas.
birokrasi yang bukan hanya bekerja tapi
juga dipercaya dan dihormati oleh
masyarakat.
Sobat ASN di seluruh tanah air. Oleh
karena itu, melalui ASN Belajar seri ke4
tahun 2026 ini, kita ingin menegaskan
bahwa personal branding ASN membutuhkan
kesadaran nilai, konsistensi perilaku,
dan integritas yang terus dirawat
melalui proses belajar yang
berkelanjutan agar setiap aparatur mampu
menampilkan jati diri profesional yang
selaras. antara yang diyakini, apa yang
diucapkan, dan apa yang dikerjakan dalam
melayani masyarakat. Dengan demikian,
personal branding ASN tidak boleh
dibangun secara instan atau artifisial,
melainkan melalui proses pembelajaran
yang mendalam dan reflektif. Ia tumbuh
dari kapasitas diri yang terus diasah,
karakter yang terus diuji, serta
keberanian untuk menjaga etika di tengah
tekanan dan sorotan publik. Dari proses
inilah akan lahir ASN yang tidak hanya
dikenal karena jabatannya, tetapi
dihormati karena integritasnya,
dipercaya karena konsistensinya, dan
diingat karena keteladanannya.
Sobat SN di seluruh tanah air, kehadiran
para narasumber hebat kali ini akan
semakin memberikan wawasan yang luas dan
makin memantapkan langkah pengadilan
kita sebagai S Indonesia. Atas nama
BPSDM Provinsi Jawa Timur dan seluruh SN
Indonesia, izinkan kami menyampaikan
apresiasi dan penghormatan
setinggi-tingginya.
Kepada pertama Bapak Dr. Suko Widodo,
M.Si.,
akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik Universitas Airlangga yang akan
memperkaya pemahaman kita tentang relasi
citra diri, etika, dan ruang publik.
Kedua kepada Ibu Dr. Dewi Retno Syarsi,
M.Si., Psikolog.
Dekan Fakultas Psikologi Universitas
Erlangga yang akan mengulas personal
branding dari perspektif psikologi dan
karakter ASN. Dan ketiga, kami
menyampaikan terima kasih kepada Ibu
Rizki Putri, Sos, MCOM, Communication
Facilitator dan founder Sinergi Bicara
yang akan berbagi praktik komunikasi
profesional dalam membangun citra ASN
yang kredibel dan berintegritas.
Kehadiran para narasumber hari ini
menegaskan bahwa ASN belajar bukan
sekedar forum diskusi tetapi ruang
strategis untuk menyatukan visi,
menyelaraskan kebijakan, dan memastikan
bahwa pembelajaran benar-benar
bertransformasi menjadi kinerja dan
dampak nyata. Nah, Sobat ASN, mari kita
simak dengan seksama webinar ASN Belajar
seri ke-4 tahun 2026. Semoga bermanfaat.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih
kepada Bapak Dr. Ramlianto, SPMP selaku
Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur atas
opening speech yang telah disampaikan.
Dan sebelum kita masuk ke narasumber
kita yang pertama, terlebih dahulu kami
izin menginformasikan dan juga
mengingatkan bahwasanya link presensi
sudah dapat sobat ASN akses melalui
laman semesta Bangkom. Dan dikarenakan
saat ini traffic presensi sedang tinggi,
maka Sobat ASN dapat cek secara berkala
karena nantinya untuk link presensi ini
akan menjadi syarat untuk mendapatkan
e-sertificate dari BPSDM Jawa Timur. Dan
juga kami ingin menginformasikan
bahwasanya nanti selama sesi tanya jawab
kita juga akan menyediakan souvenir yang
menarik, spesial dari BPSDM Jawa Timur.
Jadi pastikan untuk Anda dapat menyimak
materi baik-baik dan kalau misalnya ada
hal yang ingin dikonfirmasi kepada
narasumber langsung saja bisa
menggunakan feature rais hand melalui
Zoom atau bisa drop question di live
YouTube BPSDM Jatim TV. Kali ini kita
akan masuk ke materi kita yang pertama.
kali ini akan berbicara terkait dengan
komunikasi publik ASN sebagai pondasi
personal branding yang berintegritas.
Materi kali ini akan disampaikan secara
langsung oleh Bapak Dr. Suko Widodo.
Beliau ini merupakan dosen Prodi Ilmu
Komunikasi FISIP Universitas Erlangga
Surabaya
dan telah hadir bersama dengan kita
semua di sini, Pak Suko Widodo. Selamat
pagi, Pak Suko.
Pagi, Mas Lukman. Sehat selalu,
sehat. Alhamdulillah. Terakhir kali kita
bertemu tahun lalu di ITS waktu itu Pak
Suko sempat isi kelas kami di SIMT ITS.
Kalau Bapak ingat,
saya selalu ingat orang yang cerdas lah.
Salam sehat selalu, Pak Suko. Kali ini
kita akan mendengarkan paparan materi
menarik dari Pak Suko mengenai
komunikasi publik selama kurang lebih 30
menit, Pak. Nanti kita akan lanjut ke
sesi tanya jawab. Silakan Pak Suko.
Makasih, Mas Sali. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. ee saudara
sebangsa dan seasn belajar ee ada
kalimat yang menarik dari ee Pak Ramli
tadi bahwa setiap perilaku adalah pesan
ee dalam konteks saya belajar komunikasi
ee hari-hari ini kita mengalami sebuah
ee perubahan mendasar di dalam tata cara
ee berkomunikasi tidak lagi dibatasi
oleh ee ruang dan waktu seperti di masa
silam. Islam, tetapi mungkin jauh lebih
luas. Itulah kenapa ee pesan Pak Ramli
ee direktur Universitas BPSDM ini
menarik ya, karena e ini tempat yang
bagus sih. Saya berharap apa teman-teman
di Sesia sesekali tengoklah tempat Pak
Ramli yang ya kampus dia persis dengan
kampus. ee bedanya ee dengan kampus kami
misalnya di UNER di tempat Pak Ramli ini
lebih apa praksis, lebih ee interaktif
dan lebih memberikan kesempatan orang
untuk berinteraksi. Ee Mas Sali dan
semua teman saya memulai dengan slide
ini. Silakan diklik next. Jadi saya
membahas ee soal personal branding e
berkaitan dengan reputasi.
ee akhir tahun 2025 kita menyaksikan ee
foto ini yang cukup luar biasa apa ya
luar biasa muntakat yaitu Nepal. Nepal
terkenal ee bagaimana media sosial yang
dihentikan oleh pemerintah karena
anak-anak muda terus memprotes ee ee
pemerintahnya. Tetapi justru itu yang
titik balik ee terjadi apa yang kita
sering sebut sebagai nepalisme ya. semua
orang ee ee orang-orang pemerintah,
parlemen, politisi, ee pejabat diseret
secara fisik yang ee sangat ngeri. Maka
anak muda yang ee di gambar ini,
Mas Sali bisa menterjemahkan tulisan
ini, Mas, yang ditulis di ee kertas
dipegang gadis cantik ini.
Kira-kira terjemahnya ee para ASN jangan
lupa angsuran motornya segera
diselesaikan kira-kira itu. Tapi bukan
itu yang ingin saya katakan. Tetapi
peristiwa ini menunjukkan bahwa ee
anak-anak muda ee Gensi dan X pasti
sisanya yang sekarang ini sedang atau Y
yang sekarang ini mendominasi ee
masyarakat kita ini ee menentukan arah
itu dan itulah titik awal dari ketika
kita bilang di mana posisi kita berada
yaitu di posisi saya berada di antara
orang-orang netizen yang ee ee maha
benar dengan segala kritik dan ee
kecamannya dunia menjadi ee menjadi sama
dan tidak ada ee struktur. Tapi tentu
sebagai e seorang pega negeri kita tentu
punya arah ee apa yang Anda lakukan hari
ini ee berbeda dengan mungkin 20 atau 10
tahun lalu. Kalau 10 atau 15 tahun lalu
ee kalau Anda melayani misalnya ee
kekecewaan dari ee klien Anda atau ee
konsumen atau warga negara semisal
misalnya Anda di Puskesmas ya dan ketika
Anda melayani ee dengan tidak terlalu
bagus maka paling banter Anda dibahas
oleh 11 sampai 12 orang. Wah, itu
petugasnya ee ee sudah tidak ee ganteng
tapi belagu misalnya. Tetapi hari ini
ketika Anda melakukan hal yang salah
dalam melayani, maka seketika itu jutaan
orang seluruh dunia akan menyaksikan
bagaimana ee citra diri Anda, brand
Anda, ee reputasi Anda, bahwa itulah
kualitas ASN. Karena itu ee apa ee akhir
dari membangun brand yaitu next ee bisa
di lanjut. Nah, next. Oke. Nah, inilah
kemudian yang menghadirkan orang yang
saya kagumi. Pada akhirnya integritas
menjadi jawabannya. Anda lihat bagaimana
seorang susila
yang usianya 73 tahun akhirnya dipercaya
untuk memimpin ee pemerintahan. ee
transisi di Nepal bukan karena dia ee
seorang yang muda, bukan apa, tapi
integritas.
Susila Karki adalah seorang hakim agung
yang kemudian pensiun dan kemudian dia
ee di panggil lagi lewat discourse ee
pilihan yang itu ditentukan oleh media
sosial dan anak muda memilih Sus Karki
untuk memimpin Nepal. Nah, belajar dari
peristiwa ini maka mari pelan-pelan kita
apa yang kira-kira harus dilakukan ee
seorang ASN di dalam melayani melayani
mencapai tujuannya dia sebagai ASN.
Seringki kesalan kita adalah kita
terlalu mencintai cita-cita kita. Kita
terlalu mencintai tujuannya kita. Tapi
kita tidak setia dengan tujuan kita.
sehingga orang lebih banyak melakukan
apa yang diinginkan
bukan apa yang diinginkan oleh ee tujuan
dari publik. Next.
I next ya. Oke. Nah, ini yang saya kira
eh next apa di ada penjelasan di
bawahnya. Ini yang kita sebut we are
moving from a wood of solid structure to
one of light eh shifting condition. Kita
sedang bergerak eh
dari dari dunia yang terstruktur kokkoh
menuju dunia yang sangat cair dan ee
terus berubah. tidak lagi Anda bisa apa
mengandalkan ee apa yang ee Anda yakini,
tetapi Anda juga harus membuat ee
keyakinan pada orang lain. Itulah di
dalam komunikasi ee yang bagus, seorang
Peter Drcker mengatakan bahwa kemampuan
komunikasi yang baik adalah ketika ASN
mampu mendengarkan suara yang tidak
berbunyi. Nah, kalau Anda sudah
menangkap ee apa suara yang tidak
berbunyi, suara orang terpinggirkan,
maka Anda bisa melakukan setia dengan
menjalani memenuhi itu. Artinya apa?
Saran saya mulai sekarang semua ASN,
semua ASN ee secara kelembagaan saja.
Karena personal branding ASN itu bukan
personal branding atas nama individu,
tetapi dia adalah representasi dari
institusi.
Seorang ee guru tentu ee dia harus ee
dekat dengan buku, dengan literatur,
dengan etis dan sebagainya. Seorang
dokter tentu dengan jadwal yang tetap.
Nah, perilaku-perilaku itu seperti kata
Pak Randi tadi adalah perilaku itu
adalah pesan yang terbaik dibanding
kata-kata dalam dunia yang cair ini. ee
kita kemudian ee dalam sorotan ee di
dalam ee tidak hanya sorotan ya, tapi
dalam pemantauan karena ee fungsi media
sosial telekomunikasi adalah ee cara
terbaik untuk melakukan akuntabilitas
publik terhadap ee Busi ASN. Oke, next.
Nah, dalam perubahan ini ee maka next
ya. ini yang kemudian menjadi persepsi
terakhir. Tetapi ini ee riset ketika
tahun 2000
2019 yang waktu itu belum ee belum kita
belum move ketika ee apa ya ketika masih
ee belum pandemi. Nah, ini pandangan
publik yang saya kira ee kita harus
menjawabnya. Pertama bahwa persepsi
lamban dan birokratis. Saya tidak perlu
menanyakan apakah itu Anda lakukan atau
tidak. Sejaknya ini yang harus
dihindari. Yang kedua adalah kurangnya
transparansi. Nanti kita bicara tentang
ee hak atas informasi publik
Undang-Undang ee 1428.
Kemudian rendahnya inovasi dan adaptasi.
Kritik terbesar dari e SN anak muda
adalah pegawai negeri kakaian upacara
cius ini. Jadi makanya apa yang membuat
upacara? Apakah meresmikan ee apa ya
panen raya itu ee Anda harus turun atau
Anda cukup datang atau apa. Nah, ini kan
harus diukur gitu loh sehingga Anda
tidak mendapat persepsi buruk. Ee
kurangnya akuntabilitas individu,
kesenjangan kompetensi antar generasi.
Karena agak beda ya Bapak, Ibu sekalian.
Saya sering menyaksikan hanya karena
target waktu atau ketentuan ee kita
tidak
ee melakukan perubahan-perubahan.
Misalnya ee saya tahun 92 mungkin ketika
Anda belum lahir ya mengajar itu
2 jam 3 jam mahasiswa itu masih tekun
mendengarkan.
Tapi hari ini kalau saya jangankan 1 jam
ya, jangankan 2 jam, ngajar setengah jam
aja sudah protes. Saya selalu mencatat
bahwa setiap menit ke-15 tuh mahasiswa
sudah usrek. Usrek itu apa ya? Sudah
bingung. Dan biasanya mereka menundukkan
kepala dukaan saya. Mereka berdoa, "Ya
Allah, semoga Pak Suko segera keluar
dari ruangan ini." Karena mereka tidak
ee tidak ee lagi memandang ee sosok
dosen ee dengan branding yang hanya ee
seperti instruktur. Mereka menganggap ee
dosen sebagai partner yang egaliter.
Karena itu pola ini harus dirubah kalau
kita menjawab ee terhadap ee personal
branding yang kita lakukan. sama Anda
pun juga begitu melakukan itu, melakukan
itu. Yang ketiga, loyalitas pada
institusi itu kewajiban dan publik. Ya,
itu saja. Jadi ee ini akan kita jelaskan
ee terakhir
pertanyaan saya yang selalu kepada ee
peserta ee soal personal branding
terhadap kes itu adalah andai kata
karena rumusan ASN itu mesti wah mesti
korupsi nih ASN ini ke negeri misalnya
kira-kira kalau Anda mendapat
gratifikasi
atas kuasa Anda mengeluarkan izin apa
yang Anda lakukan kira-kira
gak usah dijawab di batin saja ya. Tapi
Anda akan mendapat tantangan itu ee ee
ketika Anda ee ee ee berhadapan dengan
publik dan di situlah letak ujian utama.
Apakah Anda setia membangun brand Anda
sebagai orang yang anti korupsi atau
tidak? Next.
Oke. Apa sih sebelumnya personal
branding? Personal branding adalah janji
sebetulnya. Brand. Jadi di masa silam ya
brand itu dulu sebetulnya adalah tanda
ya. Jadi di masa silam kalau Anda
belajar soal brand itu kan ee misalnya
kuda kuda itu kan mesti ee agar tidak
hilang kepemilikannya maka dia dicap itu
ya dicap jarannya dicap biar enggak
hilang. SW Sukodo. Itu punyanya Sukow
Widodo. Atau orang mengatakan peneng ya.
Kalau anjing itu dikasih ee surat itu
pendeng agar tidak mengganggu agar saya
bertanggung jawab pada anjing saya
misalnya. Namanya peneng. Nah, brand itu
kemudian ee dalam perkembangannya ee
tahun se apa ya? Tahun abad ke-20 dia
kemudian menjadi
sebuah pesan dan dia adalah representasi
dari diri kita. dia adalah janji bahwa
oh kalau mereknya merek ya brand merek
oh ini kalau mereknya ee Honda wah pasti
nomor satu.
Nah, ketika kemudian Yamaha ee Yamaha
membuat brand, tapi ini klaim ya, Yamaha
kemudian mengklaim bahwa ee ee
Yamaha selalu di depan, Honda muncul
lagi misalnya bahwa ee apapun Honda
selalu unggul misalnya dia tapi
klaim-klaim ini tidak ee menjadi gagal
kalau apa ya tindakan-tindakan
ee institusi atau ee dalam hal ini
teknologinya tidak bisa memenuhi harapan
publik.
Ibaratnya semacam itu. Jadi kalau Anda
pengin menjadi ASN yang bagus, tentu
Anda harus memenuhi janji Anda sesuai
dengan janji ee sebagai ASN dan tentu
saja ruangnya adalah pada ruang di mana
Anda bekerja. Tupoksimu itu apa? Saya
adalah ee seorang pegawai pemerintah di
bidang hukum. Maka mau tidak mau Anda
harus belajar hukum, Anda paham
pasal-pasalnya dan sebagainya. Kalau
Anda misalnya di bidang pertanian, maka
seluruh otak dan sebagainya Anda harus
mencitrakan bagaimana minimal dengan
material pengetahuan itu baru nanti soal
ee komunikasinya, soal relasinya, soal
dan sebagainya.
Ingat bahwa personal branding bukan soal
apa ya keterkenalan, tapi soal
konsistensi. dari yang Anda lakukan.
Next,
ya. Ee personal branding ASN ini adalah
jejak profesional ya yang ee ee ada tiga
hal membacanya. pertama ee ee soal ee
bagaimana cara kita ee berkomunikasi.
Yang kedua adalah cara kita melayani. Ee
dan ini menjadi kebiasaan ya cara kita
bekerja itu ee ee apakah kita datang
terlambat atau tidak. Ya, mohon maaf ya,
seringkiali saya menyaksikan ee misalnya
jam 0.00 pagi mereka masih sarapan terus
di warung terus baru jam 09.00 masuk
terus ada azan zuhur mereka masuk ke
masjid dan sebagainya. Paling gampang
itu melihat waktu puasa itu wah ini AS
ini wah ini perlu dipantau ulang. Nah,
tindakan-tindakan
Anda ee perilaku Anda itu adalah pesan
yang ditangkap orang dan itu mesti ee
dimerki oleh atau dibrand. Jadi brand
itu ee klaim tapi dia itu ditentukan
oleh pandangan publik orang yang menilai
bukan oleh Anda. Sebagus apapun kalau
Anda melakukan apa tindakan atau dengan
cara tapi kalau ee pandangan publik
kemudian negatif berarti yang Anda
lakukan lebih banyak pencitraan bukan
theil dari brand yang secara konsisten
menunjukkan cara kerja Anda, cara Anda
mengkomunikasikan. Jadi dia dilihat dari
kebiasaan-kebiasaan.
Tentu saya menyarankan Anda punya patron
yang rutin misalnya ee datang tepat
waktu ee berbagian rapi, semua tata
ucapannya ee dan sebagainya. Termasuk
untuk saya sering menyaksikan misalnya
ini barang sepele ya, ini sepele ya ee
ketika oh sori ini oke ponsel. Ketika
Anda mendapat apa? mendapat ee
hati-hati. Makanya ketika Anda ee
berbicara dengan atasan Anda, kemudian
Anda ee scrolling, Anda capture kemudian
Anda kirimkan orang lain. Itu dalam
konteks komunikasi. Enggak benar itu gak
boleh. Karena sebetulnya perbincangan
Anda adalah dengan orang itu. Jadi
hati-hati Anda jangan menggampangkan
karena penggampangan Anda terhadap pola
komunikasi itu justru merusak bahwa oh
orang ini suka membocorkan rahasia. Oke,
next.
Nah, ada tiga pondasi melihat ee
persoalan itu. Ee pertama adalah
kinerja, kemudian kepercayaan, ee
kepatuhan. Tiga hal itu ukuran pertama
adalah kerjamu.
Percuma kalau Anda ee pakai seragam
tepat waktu tapi gak iso nyambut gae
plunga-plongo jadi pega negeri. Waduh
rek akeh tunggal ii dulu masuknya lewat
apa itu kan orang jadi gitu kan. Anda
harus ketok smart itu wajib. Dan smart
itu bukan ee sekedar ee sekedar apa ya,
bukan bukan ee sekedar banyaknya Anda
melakukan kata-kata, tetapi ee keputusan
Anda melakukan yang itu menghasilkan
output yang terukur itu. Jadi kalau
misalnya Anda membuat rancangan sebagai
orang e bPeda mungkin ya, Anda
ditugaskan menghitung ee apa ya misalnya
menghitung sebuah anggaran, maka Anda
pasti harus dengan ee dengan ee
dengan otak Anda melakukan pekerjaan itu
dengan bagus. mengkomunikasikan orang
atau atasan Anda atau ee orang lain itu
bisa membacanya dan tentu
kepatuhan-kepatuhan
mengikuti ini boleh, ini tidak dan
sebagainya. Pondasinya tiga hal itu ya,
tiga hal itu. Kinerja, kepercayaan,
kepatuhan. ada pegaan negeri ee ASN yang
pointer tapi enggak patuh hari iki
misalnya pada atasan karena itu
strukturnya itu dan itu yang terjadi
sekarang ini meskipun tarik-menarik kita
tahu kan bahwa antar generasi ee terjadi
konflik. Saya alami juga kepada ee ee
pengalaman saya kepada mahasiswa.
Saya sering mendapat keluhan ee tapi ini
perbankan ya, bukan ASN. Sekarang saya
punya punya kawan yang cerita bahwa
anak-anak muda ini kurang ajar Pak Suko.
Dia tidak etis loh. Kenapa kami minta
dia ee pergi mengunjungi misalnya
seseorang yang apa yang yang mm yang
abonnemen yang tidak apa ya tidak rutin
bayar itu ya. Jadi ada tunggaan kamu.
Tugasmu adalah pergi ee ngambil uang ke
sana. lagi anak itu berangkat dan
kemudian dia sudah selesai
mestinya secara etis dia melaporkan pada
atasan.
Atasannya marah ini ditunggu seminggu
enggak laporan 2 minggu baru damping loh
Anda kok gak laporan padahal sudah beres
pekerjaan. Nah, ini kan soal komunikasi,
kepatuhan juga. Hal semacam ini ee
khususnya kepada muda ee ee kenapa saya
dimarahi Pak Suko saya mengerjakan dan
uangnya sudah masuk misalnya. Ya, tidak
seperti itu. Tentu kan ada persyaratan
untuk membangun ee kegiatan agar mencari
tujuan sehingga pribadimu itu bisa
diterima oleh semua orang. Secara tas ee
material kegiatan oke, tetapi tentu ada
ee proses lain yang harus mempelaporan
dan sebagainya. Next.
Next. Nah, tahukah Anda bahwa
kepercayaan itu tidak mudah dicapai? Dia
tumbuh pelan seperti pohon terus
berkembang. Tapi dia bisa tumbang dalam
sekejap ketika Anda tidak setia dengan
brand atau dengan kebiasaan-kebiasaan
yang ee sebagai ASN. Nah, reputasi ini
puncaknya di reputasi. Nah, kalau Anda
bisa menjaga reputasi, maka tentu Anda
akan mengalami kenaikan-kenaikan
posisi strategis di dalam ee ASN. Next.
Nah, reputasi itu bukan logo. Jadi, ee
ini coba saya renungkan misalnya gini,
reputasi itu bukan karena Anda sebagai
DISUP punya pangkat di sini.
Anda sebagai ee BPBD dengan seragam yang
penuh gagah, berani. Bukan itu, bukan
itu. Itu ee itu atribut yang secukupnya
saja.
Mohon maaf ya, di Indonesia kebanyakan
sibuk dengan seragam tetapi ee ee justru
tidak sibuk dengan ee tadi kualitas
kinerja tadi. Padahal pondasi ee ee
personal brand itu adalah pada ketika
dia menunjukkan kinerjanya salah satunya
ya. Salah satatunya. Jadi ee nah kalau
Anda bisa mengangkat reputasi maka
ketika salah itu akan mudah. Nah, di
mana letaknya? Nah, Saudara sekalian
misalnya Anda punya hubungan yang bagus
di mata masyarakat sebagai seorang
penyuluh lapangan ee penyuluh lapangan
dan atau dokter di lapangan. Maka ee
kalau Anda ee setia mengerjakan ee apa
yang Anda lakukan, sudah disiplin, sudah
menunjukkan tata cara melayani kan ada
cara melayani ke masyarakat, maka Anda
mendapatkan nama baik brand yang cukup
bagus.
Nah, ketika Anda salah maka orang akan
memaafkan. Itu banyak kasus itu ya,
kasus kasus-kasus. Jadi tentu sebagai
apa ya, sebagai pribadi kan seringkiali
kita ee mengalami kesalahan. Karena
ketika kita mengalami kegagalan ee di
dalam ee di dalam melayani masyarakat,
maka Anda akan ee dimaafkan kalau Anda
melakukan tindakan-tindakan kinerja itu
disiplin, ee patuh dan sebagainya. Oke,
next. Nah, sering ee kemudian pada
posisi posisi ini kan jangka panjang.
Next. Boleh. Oke, next, ya. Jadi
kuncinya pada pemangku kepentingan
nanti. Next ya. Nah.
Nah, reputasi ini kan bagian dari dari
ee tumpukan brand atas diri Anda dan
brand itu adalah berasal dari kinerja
Anda. Nah,
orang yang ee ee personal brand-nya
bagus ketika dia menampilkan proof of eh
action dari ee yang lakukan daripada
janji-janji.
Hati-hati betul ya. Seringkiali kalau
Anda di pejabat ya kami akan menampung
pikiran Anda. Gak bisa anak muda gak
bisa lagi mengatakan mereka. Coba lihat
saya pelajari betul ee
demonstrasi-demonstrasi yang terjadi itu
tidak pernah atau jarang menemukan titik
temu karena pertama ee mindset kita
sudah kita merasa lebih dari orang lain,
lebih dari rakyat. Jadi kalau ada ee ada
ee ee customer atau klien atau ee warga
yang komplain itu satu mereka akan
menolak kok itu rakyat salah atau ee ee
ee yang kedua ee dia tidak ya menganggap
bahwa komplain itu komplain itu ee tidak
harus dipenuhi.
Ingat
complain is gift. Kalau ada ee apa ya
misalnya rakyat protes misalnya, maka
itu hadiah sebetulnya. Hadiah berarti
orang itu konsern terhadap itu. Kalau
Anda diabaikan oleh masyarakat enggak
ada gunanya ee ASN itu enggak ada
gunanya. Maka ee saya selalu menyarankan
ee Anda harus punya riset-riset kecil
atas institusi Anda. Gak apa-apa kalau
misalnya Anda apa yang menyampaikan pada
pimpinan Anda, "Pak, ini sudah berubah,
Bu, hari ini sudah berubah keadaan."
Maka sesekali dinas kita harus
ditanyakan kepada masyarakat, kepada
stakeholdernya. Kalau Anda dinas
kehutanan, ya tanyakan siapa yang
berhubungan dengan kehutanan? ya pasti
industri kehutanan, masyarakat dan
sebagainya. Tanyakan peran Anda. Kalau
ee Anda memberikan saran kepada pemimpin
atau bos Anda, ini akan bagus ya. Review
diri itu menjadi penting.
Jadi jangan sampai harus berubah.
Pikiran seorang ee Pak Ramli ketika
membangun BPSDM ini sebetulnya adalah
pikiran yang bertujuan untuk memenuhi
ekspektasi rakyat, ekspektasi publik
yang ini ee selama ini ee tidak pernah
dilakukan dan ketika apa ya pergeseran
pergeseran pandangan karena yang kita
sebut pertama dunia sudah cair tidak
lagi terstruktur ini apa yang sekarang
tidak berubah teman-teman kalau Kalau ee
di dalam ini agak mundur ya. Kalau
Ronggow Warsito itu kan pernah naliko
kali ilang kedunge, pasar ilang
kumandange. Pada saat itulah terjadi
zaman kolendur
negara sudah berubah. Hari ini terjadi.
Hari ini terjadi kita tidak lagi ee
menggunakan surat fisik. Kita tidak lagi
sehingga apa ya? Tidak lagi apa ya?
Tidak lagi mengundang cara-cara kuno.
Kritik Pak Prabowo misalnya saya dalam
perjalanannya lihat spanduk-spanduk
misalnya. Spanduk-spanduk itu menarik
bagi saya dan saya sudah lama itu
mencatat itu. Betul tuh. Kalau saya
datang ke berbadah tuh isinya p
gombal-gombal yang dipasang yang dan
klaim-klaim
misalnya ya saya cerita tapi jangan
bilang siapa-siapa. Kalau kantor Anda
itu juara apa ya? Juara terbaik di
Indonesia, kota terbaik di Indonesia,
walikota Anda pasang piala dan Anda
melakukan itu, usahakan hindari.
Masyarakat enggak butuh itu.
Brand yang diharapkan masyarakat bukan
juara. Mereka enggak butuh juara, tapi
mereka bisa bekerja baik, mereka belajar
dengan baik dan sebagainya. Jadi
sesekali Anda ee merubah itu. Bukan
tidak patuh, tetapi tentu harus ada
komunikasi pada pimpinan untuk
menjelaskan itu. Karena saya tahu kalau
Anda menentang bos Anda menolak kan
malah bahaya. Anda bisa dimutasi atau
malah dimutilasi
juga. Next.
Nah, reputasi adalah janji yang harus
ditepati.
Jadi, brand itu merek ya. Jadi kan kalau
dulu pemilikan pemilikan ee pemilikan
menyangkut equity ee menyangkut batin
kita, dia adalah janji. ee ee kalau ee
kalau misalnya Anda punya produk paling
gampang lihat produk, maka maka Anda
biasanya akan buat klaim apa presisi
apao-opo dan yang lebih ee yang nyata
adalah jargon-jargon kan
misalnya misalnya kan ee
Australia Selatan bangkit menuju Jaya
itu klaim itu klaim
hati-hati menggunakan klaim. Karena
ketika klaim itu kemudian tidak datang
pada tindakan-tindakan seperti kata Pak
Ramli tadi perilaku maka blls kantor
Anda gak dap dan itu yang terjadi
penyakitnya para apa ya para lembaga
Esens semacam itu. Kita buat yel-yel,
kita terus buat pantun misalnya sakjane
ya patek indah ya kadang-kadang itu
memaksa orang ya memaksa dalam
komunikasi inilah apa ya perubahan-perus
kita hitung banget g loh ya jadi anda
orang dipaksa nanti kalau saya ngomong
ini anda bilang cakep ya jadi dipaksa
gak bisa itu brand itu tumbuh dengan ori
or urus dan hari ini anak mud muda,
butuh orisinal, autentik dan Anda bisa
menemukan kalau Anda telaten
mempelajari, mendengarkan suara yang
lirih, suara yang tidak berbunyi. Nah,
brand ini kemudian sesuatu yang harus
ditepati. Dia adalah janji sebetulnya.
Oh, kalau ada ASN itu janji saya apa?
Janji saya bekerja keras, saya disiplin,
saya tepat waktu, saya melayani
di bidang saya. Kemudian yang kedua
adalah operasinya, praktiknya.
Praktiknya itu benar-benar harus di
dijalankan betul ya yang ee kinerjanya,
konsistensi ee komunikasi itu dan
hasilnya adalah reputasi. Jadi reputasi
itu puncak dari brand ee yang Anda
tepati. Ben itu adalah sebetulnya adalah
tindakan-tindakan Anda ee apa yang
dijanjikan ketika Anda sumpah menjadi
bagian negeri. Kan itu kalau saya tanya
tadi bahwa kalau Anda dapat gratifikasi
apa? Saya tidak jawab. Catat dalam hati
Anda dan renungkan aja dijawab dalam
hati masing-masing. Next.
Nah, ini kan janji itu harapan
ekspektasi. Terus praktiknya dijawab
dengan kinerja yang real. Terus setelah
itu apakah ee apa konfirmasi apakah
betul tidak sampai nanti munculnya
kepuasan orang dan reputasi.
Cara yang jujur adalah ee ketika Anda
diukur brandnya adalah mulai dari
sederhana. Misalnya Anda membuat angket
kepada teman-teman. Ee tugas saya ini
sebagai ee ee tugas saya sebagai
resepsionis.
Apakah saya sudah menemui memenuhi
harapan? Tanya aja kepada teman-temannya
dan sebagainya.
Suatu saat pernah ya saya ini datang ke
ee ke kantor pemerintah datang misalnya
begini ya. Jadi kan pesannya Pak Ramli
kan yang profesional, etis,
berintegritas. Saya datang ke ee tempat
itu. Saya mengucapkan selamat pagi Mbak.
Si ASN menjawab dengan suara yang indah,
seindah suaranya Aura Kasih.
Eh, saya dia jawab, "Pagi, pagi, Mbak."
"Pagi." Tapi dia tidak melihat saya sama
sekali. Dia duduk dengan tenang sambil
HPAN gini dan melayani begini. "Pagi,
Mbak. Pagi. Ada yang bisa saya bantu,
Pak?"
ini
sudah dalam catatan saya. Oh, ini sudah
salah brand semacam itu. Akhirnya satu
orang mawa lembaga itu akhirnya saya
cap, oh kantor ini memang kantor
brengsek. Kantor ini tidak paham
komunikasi. Kantor ini sombong
padahal khaya itu terbukti. Pada sisi
lain saya datang ee ee datang
dengan cara beda. E saya agak
mencontohkan di luar negeri misalnya
kalau Anda datang di apa datang
makanya sesekali nonton drama cinta ya
atau drama Kore agak lumayan bisa
dipelajari walaupun hidup tidak semudah
itu. Jadi datang periksa dokter,
dokternya datang menyambut ee selamat
datang. Kemudian ketika pulang dari
rumah sakit dia antarkan sampai keluar.
Berandia luar biasa. Pernahkah dokter
kita melakukan itu? Atau perawat aja
misalnya dia datang. Jadi ucapan
itu tidak cukup brand. Dia pada level
komunikasi itu pikiran, ucapan dan
tindakan.
Hal yang paling mendasar dari brand yang
tangkap ASN adalah ketika dia melakukan
tindakan.
Ketika dia misalnya kalau misalnya
dia bawa berkas ya, ASN itu bawa berkas,
saya bawa berkas ee Pak ini gimana?
Terus ASN itu melayani dengan itu
ditulis Pak yang itu loh. Masa enggak
bisa itu loh, Pak.
Coba bayangkan kalau seorang ASN datang
pada pelayanan dan membantu, "Oh, ini
Pak ini contohnya ini di sini dia
melakukan tindakan itu, itu baru kembang
brand."
Jadi merubah merubah merubah ee brand
atau untuk brand adalah ketika dia
melakukan contoh ril praksis yang
dilakukan bukan sekedar klaim-klaim
tadi. Kita adalah kabupaten terbaik ee
se Jawa Timur, kita terbaik
se-Indonesia. Gak bisa klaim itu kecuali
Anda melakukan hal kecil bahwa seluruh
pegawai negeri melakukan tindakan itu di
Puskesmas didatangi sakit apa, Bu?
Kelunya apa dengan telat? Mengapa harus
demikian? Begitulah sumpah dari yang
Anda janjikan kepada ee rakyat sebagai
ASN. Next.
Nah, personal branding ee bukan membuat
diri terlihat hebat, gak, tapi membuat
publik merasa aman karena Anda bisa
diandalkan.
Banyak loh rumah sakit yang sukses di
Tulungagung, di mana-mana itu enak di
rumah sakit itu ibunya telaten, melayani
dan sebagainya, ada antusiasme semacam.
Jadi dasar dari BR itu adalah berasal
dari pikiran Anda. Ketika Anda melayani.
Spirit Anda adalah melayani. Karena
kebaikan hidup Anda adalah melayani,
maka ya ee janji Anda reputasi e janji
itu yang harus Anda penuhi. Next.
Nah, personal eh branding bagi ASN ee
dia merupakan jejak profesional yang
terbaca dari empat hal. Cara kerjamu,
komunikasimu pada yang Anda layani,
terus cara melayani Anda dan cara
menjaga integritas. pengalaman dari
Susila Kark di Nepal dia akan selalu
dipanggil. Kalau Anda punya brand yang
bagus sebagai ASN maka di manaun Anda
akan dipercaya.
Ini hanya soal kebiasaan, soal passion.
Nah, passion sekarang
passion itu bakat bukan men. Passion itu
adalah ketika Anda sabar melakukan
sesuatu yang meskipun itu bukan
keinginanmu, tapi Anda kerjakan.
Itu passion. Jadi passion misalnya, oh
passion-nya anak saya itu sebagai ya
tidak persis benar itu. Passion adalah
ketika dia memilih itu dan dia
menjalankan dengan ikhlas.
Jadi, ASN adalah orang yang memiliki
passion, kualitas passion yang bagus
passionnya di situ. Next.
Nah, ini yang saya kira ee
praktik-praktiknya Anda bisa ee apa ya?
Bisa
ee membacanya di
Oke, sebentar. Oke.
Oke. Iya. Jadi, Anda bisa melihat
bagaimana ee passion itu dikembangkan
pada ee tata cara ya. Jadi ee cara
pekerjaan. Nah, praktik tindakan
personal branding itu adalah satu
kompetensi. Tunjukkan keahlianmu. Kalau
Anda sebagai perencana ya berarti Anda
punya perencanaan. Bagaimana pengetahuan
membuat rencana? Kalau sebagai humas
pemerintah, maka Anda bisa harus membuat
kemampuan untuk menulis, melayani,
memilih kata yang bagus. Kalau Anda ee
passion-nya Anda, sori bukan passionnya
kalian keuangan ya Anda harus paham
betul keuangan. Jadi praktik real dari
eh personal branding bagi ASN adalah
satu kompetisi. Kompetensi kompetensi
kemampuanmu. Kompetensi itu harus diasah
betul ya. Kalau Anda misalnya bagian ee
perizinan, Anda kan tidak harus ee Anda
harus bisa menjelaskan kepada masyarakat
izin yang mudah itu seperti ini. Bukan
janji ee kami melayani satu atap atau
satu pintu. Pintune siji malah grundelan
tutup banyak pintu. Kenapa tidak
misalnya jadi logika-logika itu dipakai.
Yang kedua, integritas.
Integritas itu kalau Anda bisa
menghindari konflik kepentingan, fast
interest, jarak
ee yang situasinya abu-abu harus Anda
jaga. Anda harus berani mengatakan tidak
pada gratifikasi. Gak perlu Anda marah
misalnya, "Pak, jangan nyogok saya itu
menghina saya." Enggak. Cara komunikasi
dengan bagus. Oh, tidak, Pak. Gak boleh,
Pak. di sini karena ini adalah tugas
saya misalnya. Yang ketiga adalah
orientasi cara berpikir bahwa
ee pastilah Anda harus ee ramah
hospitality yang tadi saya contohkan
bagaimana dokter spesialis pun mengapa
pada banyak ke Penang, ke Singapura ya
karena dokternya ikut melayani keluar
menyambut tamu. Dia tahu jadwalnya ini
kaitannya dengan apa ya ee pengetahuan
ee ee komunikasi ya. dia datang kapan
kemudian ada berjanji Anda menyambutnya
dan sebagainya. Kemudian responsif bukan
reaktif. Responsif itulah gito-gito ya.
Kalau ada orang sakit ya datang ee ee
dengan sungguh-sungguh. Jadi tak
menampakkan kolaborasi pasti kan Anda
tidak bisa ee kaku ee Anda harus bisa
kerja sama dan yang terakhir adalah Anda
harus menghindari dari ee
kalimat-kalimat yang menyalahkan.
kalimat yang sifatnya provokasi atau
menyulut ee menyulut persoalan semacam
itu. Next.
Nah, reputasi ASN lahir dari pelayanan
yang konsisten,
bukan dengan kalimat meyakinkan.
Percuma Anda menulis tulisan
besar-besar, ya. Misalnya ee kami apa ya
pengabdianku adalah terdepan pret kata
penduduk itu has janji tok karena apa
dalam praksisnya tidak di apa tidak
ditaati
brand adalah ketaatan kepatuan terhadap
apa yang dijanjikan.
Next.
Nah, ini intinya bahwa pelayanan rapi
adalah komunikasi publik yang paling
dipercaya. Jadi, ee tindakan-tindakan
yang nyata ee itu adalah brand yang ee
begitu ee ditangkap. Terakhir ee sebelum
nanti kita tanya jawab, lalu bagaimana
dengan medsos? Metsos misal tentu boleh
pakai medsos. Tetapi ketika Anda menjadi
ASN sama dengan tentara maka memang Anda
harus punya batas-batas tertentu. Jangan
sampai kemudian medsosmu merusak
reputasimu sebagai seorang ASN. Demikian
Mas Ali yang bisa aku sampaikan. Nanti
kita mungkin ada slide yang belum. Tapi
saya akan senang sekali kalau kita ada
ee pertanyaan-pertanyaan dari
teman-teman. Ee ingat bahwa menjadi ASN
itu adalah mimpi begitu banyak orang.
Anda tahu. Apalagi hari-hari ini ketika
banyak mahasiswa S2, S1 terpaksa bukan
tidak baik ya, Gojek bukan tidak baik
dia melakukan sesuatu yang kemudian
tidak sesuai dengan apa ya dengan
kompetensinya.
ee misalnya ee misalnya harusnya dia
mengajar tapi dia harus ee apa melakukan
tindakan sebagai seorang driver. Ee saya
tidak mengatakan Gojek itu jelek, kita
juga terima kasih. Tapi kadang-kadang ee
apa ya, begitu banyak orang yang pengin
jadi ASN tapi dia tidak memenuhi
persyaratan itu. Nah, maka ketika Anda
sudah jadi ASN ee kekuasaan ada pada
Anda, jaga betul ee komitmen Anda,
keahlian Anda ee agar ee Anda bisa
menemukan ee apa yang Anda harapkan.
Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Pak Suko atas materinya yang sangat
menarik sekali. Building reputation ini
dimulai dari kita aware akan janji yang
kita hadirkan di publik dan bagaimana
kita secara konsisten memenuhi janji
tersebut. Jangan lupa tiga pondasi yang
tadi disampaikan oleh Pak Suko kinerja
kepercayaan dan juga kepatuhan. Kali ini
kita akan masuk ke sesi tanya jawab
bersama dengan Sobat ASN yang sudah
mengaktifkan feature r hand via Zoom.
Saya izin undang terlebih dahulu untuk
penanya kita yang pertama. Kami
persilakan Bu Tri. Selamat pagi menuju
siang Bu Tri.
Mohon izin Bu Putri masih oke sudah
masuk suaranya. I
eh baik terima kasih I Pak ee atas
kesempatannya Pak.
Ee di sini sangat menarik ya. Ini juga
tadi saya kenapa offcam karena tadi
sambil ngajar ini baru selesai ngajar di
kelas 11 tadi gitu.
Ee yang ingin saya tanyakan tadi ee luar
biasa penjelasannya yang disampaikan.
Yang pertama adalah eh bagaimana
personal branding itu dikaitkan dengan
core value ASN.
Eh bagaimana personal branding ASN itu
bisa dikaitkan dengan core value ASN
itu. Nah, kemudian yang ee
terus yang kedua, strategi apa sih untuk
membangun personal branding yang
profesional gitu? ee bagi ASN. Kemudian
apakah ee platform apa saja yang
digunakan selain media sosial? Kalau
kita tadi ee sudah saya simak ketika
bermedia sosial harus berhati-hati dan
sebagainya, tetapi kita juga tetap butuh
menggunakan media sosial asal kita bijak
gitu ya.
Nah, etika dan integrasi terkait the
ketika untuk membangun personal branding
itu bagaimana sih etika dan
integritasnya terkait the dos dan the
dons. Apa batasan etika dalam personal
branding ASN? Kemudian pahami kodir etik
terkait dengan PP nomor 42 tahun 2004
yang sebagai pedoman perilakunya. Nah,
kemudian bagaimana sih untuk menjaga
integritasnya?
Ee terus tantangan dan solusi. Tantangan
utama terkait solusi ee yang ingin saya
tanyakan solusi terkait dengan analisis
SW SWAT dari diri sendiri eh itu
bagaimana. Kemudian eh yang lain sih
kayaknya untuk upgrade scale eh skill
yang secara berkelanjutan ya seperti
itu. Jadi itu aja sih yang ingin saya
tanyakan terkait dengan etika dan
integritasnya. The DOS dan the-nya.
Kemudian terkait dengan ee tadi ya ee
tantangannya, terus bagaimana ketika
dikaitkan dengan ee analisis SW diri
sendiri itu bagaimana untuk pengaitan
dari hal itu gitu. Terima kasih
Putri.
Terima kasih. Saya boleh tanya Putri?
Silakan Pak Suko?
Iya boleh Pak. Silakan Pak.
Putri mengajar di mana?
Saya mengajar di SMA Negeri 1 Madang di
Kabupaten Bogor ee Jawa Barat, Provinsi
Jawa Barat di Dinas Pendidikan Wayat ee
bahasa Indonesia sama ekonomi. Bahasa
Indonesia sama ekonomi. Kemudian saya
dosen untuk MKDU Bahasa Indonesia juga
di Universitas Teknologi Nusantara di
Bogor. Salah satu PTS ee Bogor.
Saya sudah menduga. Jadi satu ee ee
Putri
konsisten konsistenlah sebagai ASN.
Nanti kalau Anda tidak konsisten, Anda
nanti akan mendapatkan
akanatkan citra yang tidak terlalu
bagus. Biasanya saya juga saya juga
anggota dewan pendidikan. Saya selalu
menyarankan kepada guru-guru itu satu,
setialah. Setialah pada tugas.
Tugasmu apa? Tugas saya adalah mengajar.
Maka bangunlah cara mengajar simpel aja.
Cara mengajar yang baik gitu aja. Dengan
jujur, e dengan jujur tanyakan kepada
siswa. Biasanya gitu, Mbak. Saya
tanyakan kepada siswa sampai misalnya
gini,
saya ngajar umur saya sekarang 62 tahun.
Saya tanya kepada anak-anak, kan saya
kalau ngajar seringki punya kelemahan.
Jadi, Anda harus sadar dulu dengan
kelemahan. Sebagai seorang yang ee guru,
yang juga dosen, saya kira Anda punya
keistimewaan, ya. Tetapi di balik
keistimewaan, Anda harus mulai menyadari
kelemahan. Saya selalu menanyakan
kalau orang tua sesaya itu kan kalau
ngajar seperti dulu pada zaman saya muda
itu sering saya ucapkan
menyenangkan bagi saya tapi menjenuhkan
bagi ee mahasiswa.
Saya harus berjanji sampai saya akhirnya
dialog dengan anak saya ingat kalau Pak
Suko nanti ngajarnya bilang dulu lebih
dari dua kali silakan Anda keluar dari
ruangan itu. Berarti saya gagal.
Ini saya lakukan untuk menghindari dari
cara-cara otoriter bagi seorang
pendidik.
Pendidik itu punya kecenderungan
otoriter, Bu.
ini secara teori konsep sudah jelaslah
karena apa? Dia punya kuasa ilmu
menganggap muridnya itu adalah apa? Ee
ee saya lebih dan mereka kita isi.
Kondisi saat ini berbeda karena apa?
Anak-anak sudah mendapatkan asupan dari
berbagai media untuk belajar. Itulah
kenapa salah satu cara ASN khususnya
guru di dalam bangun diri adalah dia
tetap melakukan percaya diri. percaya
diri itu dibangun dari dia harus belajar
tidak henti. Yang kedua adalah kita ee
kita mencoba untuk apa ya memberikan
empati bahwa orang lain bisa lebih dari
saya kalau dia dapat semacam itu. Saya
tidak punya ee tidak memberikan saran
apapun, tetapi komitmen mulai dari ee
percaya diri ee ee tetap percaya diri
tetapi kesediaan belajar itu menjadi
penting. Ee kita tidak bisa mengatakan
bahwa saya terbaik. Yang mengatakan ee
ee saya baik adalah orang lain. Maka
satu-satunya jalan ee dari personal
branding yang Anda katakan core value
macam-macam ya memang ada limitnya. ada
batasnya. Tidak bisa kita akan
mendapatkan semua orang. Makanya kan
penyakit orang sekarang adalah viral.
Dipikir yang viral itu pasti berhasil.
Akhirnya dia memaksa temannya untuk
like, like atas apa yang di
dikomunikasikan.
Saya lebih menyarankan daripada Anda
viral diri, lebih baik Anda memvitalkan
diri dengan belajar dan itu yang kedua
soal etis itu tentu ee berbeda ee
kelemahan kita kalau personal branding
itu dianggap
banyak ASN yang mengartiskan diri.
Ingat, Anda bukan artis dan itu bukan
profesi kita. Profesi kita adalah
melayani publik. Itu aja saya kira saran
saya. Makasih
atas jawabannya. Butri terima kasih.
Mohon berkenan untuk ee mengirim alamat
dan juga nomor WhatsApp ke tim admin
kami untuk pengiriman hadiah. Terima
kasih Butri. Salam sehat selalu Pak
Suko. Terima kasih. Tidak terasa kita
sudah berada di penghujung sesi pertama
kali ini. Barangkali sebelum ditutup Pak
Suko, ada satu closing statement yang
ingin Bapak sampaikan kepada sobat ASN
yang menyaksikan acara kali ini. Silakan
Pak Suko
Lukman Ali adalah seorang moderator yang
bagus. Dia tahu memilih kata, dia tahu
berpakaian, dia tahu nafas.
pelajarannya adalah dia ee ee Mas Lukwan
Ali ini ee kalau lihat personal
brandingnya sudah on the track ee dengan
lalu memperhatikan kepentingan orang
lain. Dia potong kata dan dia menjadi
begitu karena dia setia bahwa dia mau
belajar. Jadi intinya ee saya tidak
harus mengharuskan Anda sebagai apa,
tapi belajar ee dan tidak menyerah
adalah cara terbaik untuk membangun
reputasi.
Terima kasih Pak Suko atas closing
statement yang sangat menarik sekali.
Salam sehat selalu. Kita bertemu lagi di
event-event selanjutnya, Pak. Thank you,
Pak.
Thank you. Mohon maaf. Makasih, Mas dan
semuanya. Terima kasih Pak Suko. Sampai
bertemu lagi. Sobat ASN jangan ke
mana-mana karena masih ada dua
narasumber yang tidak kalah menarik.
Tetap di webinar ASN Belajar seri 4
tahun 2026.
He.
Anda kembali lagi menyaksikan webinar
ASN Belajar seri 4 tahun 2026. Personal
branding ASN profesional, etis, dan
berintegritas. Di materi kedua kali ini
kita akan menyimak paparan sangat
menarik mengenai penguatan karakter,
integritas diri, dan kematangan
psikologis ASN dalam membangun personal
branding bersama dengan Dr. Dewi Retno
Suminar. Beliau ini merupakan Dekan
Fakultas Psikologi Universitas Erlangga
Surabaya.
Selamat siang, Bu Dewi. Kabar baik.
Selamat siang, Mas Lukman Ali. Suara
saya terdengarkah?
Terdengar dengan jelas, Bu Dewi. Kabar
baik, Ibu.
Oke. Alhamdulillah kabar baik juga.
Luar biasa banget, Bu. tadi ee sempat
disampaikan juga oleh Pak Suko di materi
sebelumnya bahwasanya problem yang
seringkiali dialami oleh teman-teman ASN
ini adalah kurangnya akuntabilitas
individu. Dan kalau kita bicara terkait
dengan kurangnya akuntabilitas ini kan
berkaitan erat dengan karakter,
integritas diri,
Resume
Read
file updated 2026-02-14 07:01:03 UTC
Categories
Manage