ASN Belajar Seri 4 | 2026 - Personal Branding ASN: Profesional, Etis, dan Berintegritas
8BdxfJn_o9k • 2026-02-05
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. berhak kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan hadir di sini untuk mengabdi rencanakan tugas ke bangga negerit melainkani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Kami dari sini tugas dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Melayani bangsa loyal tanpa batasannya. Sattif dan berkolaborasi bergandeng tangan tujuan untuk menjadikan ASN lebih berakhlak. bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa kami dari sini tegas dengan hati Tujuhkan kompetensi dalam harmoni. Bangsa loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan. Satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragam mengerjas penuh hati tulus membantu sesama malam. melayani dengan bang kami melayani dengan mengat kami melayani H Bersama membangun asa menuju cita yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti mengikuti zaman dengan semangat pembaharuan. Ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. PPS Jing Pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas mencetak STM berkompetensi tangguh cerdas dan inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan jangan gemilang PPSDM Jawa Timur Center of Exens masa depan demil bersama membangun asa menuju cipta yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti mengiti zaman dengan semangat pembaharuan. Ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. BPSDM Jatim pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas. Mencetak STM berkompetensi. Tangguh cerdas penuh inovasi bersatu dalam visi yang terang. Menjawab tantangan jangan gemilang. PPS SDM Jawa Timur Center of Exans masa depan gemilang. e Oh Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Oh. Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Marah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Situk melainkani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Hong bereda di sini tugas dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Melayani bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangga satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih berakhlak. bekerja sepenuh hati, tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa. Kami dari sini tegas dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi. Bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragam. mengerjas penuh hati tulus membantu sesama dengan kami melayani dengan kami melayani dengan mengangan kami melayani bangsa Asa menuju cita yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti mengikuti zaman dengan semangat pembaruan. Ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. PPS Jim Pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas mencetak STM berkompetensi tangguh cerdas tangguh inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan jangan gemilang PPSDM Jawa Timur Center of Exens masa depan demilah bersama membangun asa menuju cipta yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti mengiti zaman dengan semangat pembaruan, ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. BPSM Jatim Pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas mencetak STM berkompetensi tangguh cerdas penuh inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan jangan gemilang PPSDN Jawa Timur senter ofans masa depan donil Yeah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi sobat ASN di seluruh Indonesia. Senang sekali saya Lukman dapat menyapa Sobat ASN tentunya dalam acara webinar ASN Belajar persembahan spesial Corpu SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Saya juga ingin mengucapkan selamat datang untuk sobat ASN yang tengah menyaksikan acara ini melalui live YouTube BPSDM Jatim TV dan juga platform Zoom meeting. Mohon maaf karena tadi ada kendala operasional sehingga acara kami mulai lebih lambat. Namun kami ucapkan terima kasih atas ketersediaannya untuk menunggu webinar ASN belajar. Bersama-sama kita akan tingkatkan kompetensi dan terus-menerus belajar dengan para praktisi dan juga para narasumber yang sangat luar biasa. Sobat ASN, tantangan ASN tidak hanya mengenai apa yang kita kerjakan, namun lebih dari itu bagaimana kita juga hadir di hadapan publik di era yang semakin terbuka dan digital, sikap, cara bicara, dan juga interaksi antara ASN dengan masyarakat membentuk persepsi masyarakat terhadap kualitas birokrasi dan juga pemerintah. Di sinilah personal branding menjadi sangat penting bagi seorang ASN. di mana personal branding tidak lagi dikaitkan dengan pencitraan semata, tetapi bagaimana nilai-nilai yang dipegang oleh ASN ini tercermin dalam pekerjaan mereka sehari-hari. Selengkapnya akan kita bahas di webinar ASN Belajar seri 4 tahun 2026 personal branding ASN profesional etis dan berintegritas. Dan untuk membuka webinar ASN belajar seri 4 kali ini, mari kita dengarkan bersama opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat SN di seluruh tanah air. Selamat bertemu kembali dalam ruang belajar bersama webinar series ASN belajar persembahan JATM Corporate University Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Forum Pengembangan Kompetensi ASN ini merupakan sebuah ikhtiar kolektif untuk menjaga semangat pembelajaran ASN agar tetap menyala dan berkelanjutan di tengah tugas pengabdian yang semakin kompleks. Sabat ASN, tema yang kita angkat pada seri keempat tahun 2026 ini adalah personal branding ASN, profesional, etis, dan berintegritas. Tema ini adalah sebuah penegasan bahwa citra diri ASN harus dibangun di atas pondasi nilai. Personal branding bukan tentang pencitraan kosong, bukan pula tentang popularitas semata, tetapi tentang konsistensi antara nilai, sikap, dan kinerja. ASN yang kuat personal branding-nya adalah ASN yang profesional dalam bekerja, etis dalam bersikap, dan teguh dalam menjaga integritas. Sobat ASN di seluruh tanah air, di era keterbukaan informasi dan digitalisasi yang masif saat ini, ruang publik tidak lagi memiliki sekat yang tegas. Setiap pernyataan, sikap, dan keputusan aparatur sipil negara dapat dengan cepat menjadi konsumsi publik. Dalam konteks ini, ASN tidak hanya bekerja di balik meja birokrasi, tetapi juga hadir di ruang sosial yang luas menjadi representasi langsung dari wajah negara. Personel branding ASN lahir dari realitas tersebut. Ia bukan sekedar persoalan citra individual, melainkan refleksi kualitas institusi dan kredibilitas negara. Ketika personal branding ASN kuat, profesional, dan berintegritas, maka kepercayaan publik terhadap birokrasi akan tumbuh. Sebaliknya ketika personal branding ASN lemah, inkonsisten atau bertentangan dengan nilai etika, maka kepercayaan publik dapat teruntuh hanya oleh satu tindakan yang viral. Urgensi personal branding juga semakin menguat karena perubahan ekspektasi masyarakat. Publik hari ini tidak hanya menilai kinerja dari hasil akhir, tapi juga dari proses, sikap, dan nilai yang menyertainya. ASN dituntut tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga komunikatif, empatik, dan tentu beretika. Sbat SN, dalam perspektif ini personal branding menjadi jembatan antara kompetensi dan kepercayaan, antara kinerja dan legitimasi publik. Lebih jauh, personal branding yang sehat berakar pada keselarasan antara nilai, perilaku, dan peran jabatan. Ia bukan pencitraan artifisial, melainkan konsistensi karakter yang tercermin dalam tindakan sehari-hari. ASN yang mampu membangun personal branding secara autentik akan lebih dipercaya, lebih berwibawa, dan lebih efektif dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Pada akhirnya personal branding adalah bagian dari tanggung jawab moral ASN yang menuntut kesadaran bahwa setiap aparatur adalah teladan, setiap perilaku adalah pesan, dan setiap keputusan adalah cermin nilai-nilai negara. Dalam birokrasi modern, personal branding bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan strategis untuk membangun birokrasi yang profesional, etis, dan berintegritas. birokrasi yang bukan hanya bekerja tapi juga dipercaya dan dihormati oleh masyarakat. Sobat ASN di seluruh tanah air. Oleh karena itu, melalui ASN Belajar seri ke4 tahun 2026 ini, kita ingin menegaskan bahwa personal branding ASN membutuhkan kesadaran nilai, konsistensi perilaku, dan integritas yang terus dirawat melalui proses belajar yang berkelanjutan agar setiap aparatur mampu menampilkan jati diri profesional yang selaras. antara yang diyakini, apa yang diucapkan, dan apa yang dikerjakan dalam melayani masyarakat. Dengan demikian, personal branding ASN tidak boleh dibangun secara instan atau artifisial, melainkan melalui proses pembelajaran yang mendalam dan reflektif. Ia tumbuh dari kapasitas diri yang terus diasah, karakter yang terus diuji, serta keberanian untuk menjaga etika di tengah tekanan dan sorotan publik. Dari proses inilah akan lahir ASN yang tidak hanya dikenal karena jabatannya, tetapi dihormati karena integritasnya, dipercaya karena konsistensinya, dan diingat karena keteladanannya. Sobat SN di seluruh tanah air, kehadiran para narasumber hebat kali ini akan semakin memberikan wawasan yang luas dan makin memantapkan langkah pengadilan kita sebagai S Indonesia. Atas nama BPSDM Provinsi Jawa Timur dan seluruh SN Indonesia, izinkan kami menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya. Kepada pertama Bapak Dr. Suko Widodo, M.Si., akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga yang akan memperkaya pemahaman kita tentang relasi citra diri, etika, dan ruang publik. Kedua kepada Ibu Dr. Dewi Retno Syarsi, M.Si., Psikolog. Dekan Fakultas Psikologi Universitas Erlangga yang akan mengulas personal branding dari perspektif psikologi dan karakter ASN. Dan ketiga, kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Rizki Putri, Sos, MCOM, Communication Facilitator dan founder Sinergi Bicara yang akan berbagi praktik komunikasi profesional dalam membangun citra ASN yang kredibel dan berintegritas. Kehadiran para narasumber hari ini menegaskan bahwa ASN belajar bukan sekedar forum diskusi tetapi ruang strategis untuk menyatukan visi, menyelaraskan kebijakan, dan memastikan bahwa pembelajaran benar-benar bertransformasi menjadi kinerja dan dampak nyata. Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan seksama webinar ASN Belajar seri ke-4 tahun 2026. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Ramlianto, SPMP selaku Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur atas opening speech yang telah disampaikan. Dan sebelum kita masuk ke narasumber kita yang pertama, terlebih dahulu kami izin menginformasikan dan juga mengingatkan bahwasanya link presensi sudah dapat sobat ASN akses melalui laman semesta Bangkom. Dan dikarenakan saat ini traffic presensi sedang tinggi, maka Sobat ASN dapat cek secara berkala karena nantinya untuk link presensi ini akan menjadi syarat untuk mendapatkan e-sertificate dari BPSDM Jawa Timur. Dan juga kami ingin menginformasikan bahwasanya nanti selama sesi tanya jawab kita juga akan menyediakan souvenir yang menarik, spesial dari BPSDM Jawa Timur. Jadi pastikan untuk Anda dapat menyimak materi baik-baik dan kalau misalnya ada hal yang ingin dikonfirmasi kepada narasumber langsung saja bisa menggunakan feature rais hand melalui Zoom atau bisa drop question di live YouTube BPSDM Jatim TV. Kali ini kita akan masuk ke materi kita yang pertama. kali ini akan berbicara terkait dengan komunikasi publik ASN sebagai pondasi personal branding yang berintegritas. Materi kali ini akan disampaikan secara langsung oleh Bapak Dr. Suko Widodo. Beliau ini merupakan dosen Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Erlangga Surabaya dan telah hadir bersama dengan kita semua di sini, Pak Suko Widodo. Selamat pagi, Pak Suko. Pagi, Mas Lukman. Sehat selalu, sehat. Alhamdulillah. Terakhir kali kita bertemu tahun lalu di ITS waktu itu Pak Suko sempat isi kelas kami di SIMT ITS. Kalau Bapak ingat, saya selalu ingat orang yang cerdas lah. Salam sehat selalu, Pak Suko. Kali ini kita akan mendengarkan paparan materi menarik dari Pak Suko mengenai komunikasi publik selama kurang lebih 30 menit, Pak. Nanti kita akan lanjut ke sesi tanya jawab. Silakan Pak Suko. Makasih, Mas Sali. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. ee saudara sebangsa dan seasn belajar ee ada kalimat yang menarik dari ee Pak Ramli tadi bahwa setiap perilaku adalah pesan ee dalam konteks saya belajar komunikasi ee hari-hari ini kita mengalami sebuah ee perubahan mendasar di dalam tata cara ee berkomunikasi tidak lagi dibatasi oleh ee ruang dan waktu seperti di masa silam. Islam, tetapi mungkin jauh lebih luas. Itulah kenapa ee pesan Pak Ramli ee direktur Universitas BPSDM ini menarik ya, karena e ini tempat yang bagus sih. Saya berharap apa teman-teman di Sesia sesekali tengoklah tempat Pak Ramli yang ya kampus dia persis dengan kampus. ee bedanya ee dengan kampus kami misalnya di UNER di tempat Pak Ramli ini lebih apa praksis, lebih ee interaktif dan lebih memberikan kesempatan orang untuk berinteraksi. Ee Mas Sali dan semua teman saya memulai dengan slide ini. Silakan diklik next. Jadi saya membahas ee soal personal branding e berkaitan dengan reputasi. ee akhir tahun 2025 kita menyaksikan ee foto ini yang cukup luar biasa apa ya luar biasa muntakat yaitu Nepal. Nepal terkenal ee bagaimana media sosial yang dihentikan oleh pemerintah karena anak-anak muda terus memprotes ee ee pemerintahnya. Tetapi justru itu yang titik balik ee terjadi apa yang kita sering sebut sebagai nepalisme ya. semua orang ee ee orang-orang pemerintah, parlemen, politisi, ee pejabat diseret secara fisik yang ee sangat ngeri. Maka anak muda yang ee di gambar ini, Mas Sali bisa menterjemahkan tulisan ini, Mas, yang ditulis di ee kertas dipegang gadis cantik ini. Kira-kira terjemahnya ee para ASN jangan lupa angsuran motornya segera diselesaikan kira-kira itu. Tapi bukan itu yang ingin saya katakan. Tetapi peristiwa ini menunjukkan bahwa ee anak-anak muda ee Gensi dan X pasti sisanya yang sekarang ini sedang atau Y yang sekarang ini mendominasi ee masyarakat kita ini ee menentukan arah itu dan itulah titik awal dari ketika kita bilang di mana posisi kita berada yaitu di posisi saya berada di antara orang-orang netizen yang ee ee maha benar dengan segala kritik dan ee kecamannya dunia menjadi ee menjadi sama dan tidak ada ee struktur. Tapi tentu sebagai e seorang pega negeri kita tentu punya arah ee apa yang Anda lakukan hari ini ee berbeda dengan mungkin 20 atau 10 tahun lalu. Kalau 10 atau 15 tahun lalu ee kalau Anda melayani misalnya ee kekecewaan dari ee klien Anda atau ee konsumen atau warga negara semisal misalnya Anda di Puskesmas ya dan ketika Anda melayani ee dengan tidak terlalu bagus maka paling banter Anda dibahas oleh 11 sampai 12 orang. Wah, itu petugasnya ee ee sudah tidak ee ganteng tapi belagu misalnya. Tetapi hari ini ketika Anda melakukan hal yang salah dalam melayani, maka seketika itu jutaan orang seluruh dunia akan menyaksikan bagaimana ee citra diri Anda, brand Anda, ee reputasi Anda, bahwa itulah kualitas ASN. Karena itu ee apa ee akhir dari membangun brand yaitu next ee bisa di lanjut. Nah, next. Oke. Nah, inilah kemudian yang menghadirkan orang yang saya kagumi. Pada akhirnya integritas menjadi jawabannya. Anda lihat bagaimana seorang susila yang usianya 73 tahun akhirnya dipercaya untuk memimpin ee pemerintahan. ee transisi di Nepal bukan karena dia ee seorang yang muda, bukan apa, tapi integritas. Susila Karki adalah seorang hakim agung yang kemudian pensiun dan kemudian dia ee di panggil lagi lewat discourse ee pilihan yang itu ditentukan oleh media sosial dan anak muda memilih Sus Karki untuk memimpin Nepal. Nah, belajar dari peristiwa ini maka mari pelan-pelan kita apa yang kira-kira harus dilakukan ee seorang ASN di dalam melayani melayani mencapai tujuannya dia sebagai ASN. Seringki kesalan kita adalah kita terlalu mencintai cita-cita kita. Kita terlalu mencintai tujuannya kita. Tapi kita tidak setia dengan tujuan kita. sehingga orang lebih banyak melakukan apa yang diinginkan bukan apa yang diinginkan oleh ee tujuan dari publik. Next. I next ya. Oke. Nah, ini yang saya kira eh next apa di ada penjelasan di bawahnya. Ini yang kita sebut we are moving from a wood of solid structure to one of light eh shifting condition. Kita sedang bergerak eh dari dari dunia yang terstruktur kokkoh menuju dunia yang sangat cair dan ee terus berubah. tidak lagi Anda bisa apa mengandalkan ee apa yang ee Anda yakini, tetapi Anda juga harus membuat ee keyakinan pada orang lain. Itulah di dalam komunikasi ee yang bagus, seorang Peter Drcker mengatakan bahwa kemampuan komunikasi yang baik adalah ketika ASN mampu mendengarkan suara yang tidak berbunyi. Nah, kalau Anda sudah menangkap ee apa suara yang tidak berbunyi, suara orang terpinggirkan, maka Anda bisa melakukan setia dengan menjalani memenuhi itu. Artinya apa? Saran saya mulai sekarang semua ASN, semua ASN ee secara kelembagaan saja. Karena personal branding ASN itu bukan personal branding atas nama individu, tetapi dia adalah representasi dari institusi. Seorang ee guru tentu ee dia harus ee dekat dengan buku, dengan literatur, dengan etis dan sebagainya. Seorang dokter tentu dengan jadwal yang tetap. Nah, perilaku-perilaku itu seperti kata Pak Randi tadi adalah perilaku itu adalah pesan yang terbaik dibanding kata-kata dalam dunia yang cair ini. ee kita kemudian ee dalam sorotan ee di dalam ee tidak hanya sorotan ya, tapi dalam pemantauan karena ee fungsi media sosial telekomunikasi adalah ee cara terbaik untuk melakukan akuntabilitas publik terhadap ee Busi ASN. Oke, next. Nah, dalam perubahan ini ee maka next ya. ini yang kemudian menjadi persepsi terakhir. Tetapi ini ee riset ketika tahun 2000 2019 yang waktu itu belum ee belum kita belum move ketika ee apa ya ketika masih ee belum pandemi. Nah, ini pandangan publik yang saya kira ee kita harus menjawabnya. Pertama bahwa persepsi lamban dan birokratis. Saya tidak perlu menanyakan apakah itu Anda lakukan atau tidak. Sejaknya ini yang harus dihindari. Yang kedua adalah kurangnya transparansi. Nanti kita bicara tentang ee hak atas informasi publik Undang-Undang ee 1428. Kemudian rendahnya inovasi dan adaptasi. Kritik terbesar dari e SN anak muda adalah pegawai negeri kakaian upacara cius ini. Jadi makanya apa yang membuat upacara? Apakah meresmikan ee apa ya panen raya itu ee Anda harus turun atau Anda cukup datang atau apa. Nah, ini kan harus diukur gitu loh sehingga Anda tidak mendapat persepsi buruk. Ee kurangnya akuntabilitas individu, kesenjangan kompetensi antar generasi. Karena agak beda ya Bapak, Ibu sekalian. Saya sering menyaksikan hanya karena target waktu atau ketentuan ee kita tidak ee melakukan perubahan-perubahan. Misalnya ee saya tahun 92 mungkin ketika Anda belum lahir ya mengajar itu 2 jam 3 jam mahasiswa itu masih tekun mendengarkan. Tapi hari ini kalau saya jangankan 1 jam ya, jangankan 2 jam, ngajar setengah jam aja sudah protes. Saya selalu mencatat bahwa setiap menit ke-15 tuh mahasiswa sudah usrek. Usrek itu apa ya? Sudah bingung. Dan biasanya mereka menundukkan kepala dukaan saya. Mereka berdoa, "Ya Allah, semoga Pak Suko segera keluar dari ruangan ini." Karena mereka tidak ee tidak ee lagi memandang ee sosok dosen ee dengan branding yang hanya ee seperti instruktur. Mereka menganggap ee dosen sebagai partner yang egaliter. Karena itu pola ini harus dirubah kalau kita menjawab ee terhadap ee personal branding yang kita lakukan. sama Anda pun juga begitu melakukan itu, melakukan itu. Yang ketiga, loyalitas pada institusi itu kewajiban dan publik. Ya, itu saja. Jadi ee ini akan kita jelaskan ee terakhir pertanyaan saya yang selalu kepada ee peserta ee soal personal branding terhadap kes itu adalah andai kata karena rumusan ASN itu mesti wah mesti korupsi nih ASN ini ke negeri misalnya kira-kira kalau Anda mendapat gratifikasi atas kuasa Anda mengeluarkan izin apa yang Anda lakukan kira-kira gak usah dijawab di batin saja ya. Tapi Anda akan mendapat tantangan itu ee ee ketika Anda ee ee ee berhadapan dengan publik dan di situlah letak ujian utama. Apakah Anda setia membangun brand Anda sebagai orang yang anti korupsi atau tidak? Next. Oke. Apa sih sebelumnya personal branding? Personal branding adalah janji sebetulnya. Brand. Jadi di masa silam ya brand itu dulu sebetulnya adalah tanda ya. Jadi di masa silam kalau Anda belajar soal brand itu kan ee misalnya kuda kuda itu kan mesti ee agar tidak hilang kepemilikannya maka dia dicap itu ya dicap jarannya dicap biar enggak hilang. SW Sukodo. Itu punyanya Sukow Widodo. Atau orang mengatakan peneng ya. Kalau anjing itu dikasih ee surat itu pendeng agar tidak mengganggu agar saya bertanggung jawab pada anjing saya misalnya. Namanya peneng. Nah, brand itu kemudian ee dalam perkembangannya ee tahun se apa ya? Tahun abad ke-20 dia kemudian menjadi sebuah pesan dan dia adalah representasi dari diri kita. dia adalah janji bahwa oh kalau mereknya merek ya brand merek oh ini kalau mereknya ee Honda wah pasti nomor satu. Nah, ketika kemudian Yamaha ee Yamaha membuat brand, tapi ini klaim ya, Yamaha kemudian mengklaim bahwa ee ee Yamaha selalu di depan, Honda muncul lagi misalnya bahwa ee apapun Honda selalu unggul misalnya dia tapi klaim-klaim ini tidak ee menjadi gagal kalau apa ya tindakan-tindakan ee institusi atau ee dalam hal ini teknologinya tidak bisa memenuhi harapan publik. Ibaratnya semacam itu. Jadi kalau Anda pengin menjadi ASN yang bagus, tentu Anda harus memenuhi janji Anda sesuai dengan janji ee sebagai ASN dan tentu saja ruangnya adalah pada ruang di mana Anda bekerja. Tupoksimu itu apa? Saya adalah ee seorang pegawai pemerintah di bidang hukum. Maka mau tidak mau Anda harus belajar hukum, Anda paham pasal-pasalnya dan sebagainya. Kalau Anda misalnya di bidang pertanian, maka seluruh otak dan sebagainya Anda harus mencitrakan bagaimana minimal dengan material pengetahuan itu baru nanti soal ee komunikasinya, soal relasinya, soal dan sebagainya. Ingat bahwa personal branding bukan soal apa ya keterkenalan, tapi soal konsistensi. dari yang Anda lakukan. Next, ya. Ee personal branding ASN ini adalah jejak profesional ya yang ee ee ada tiga hal membacanya. pertama ee ee soal ee bagaimana cara kita ee berkomunikasi. Yang kedua adalah cara kita melayani. Ee dan ini menjadi kebiasaan ya cara kita bekerja itu ee ee apakah kita datang terlambat atau tidak. Ya, mohon maaf ya, seringkiali saya menyaksikan ee misalnya jam 0.00 pagi mereka masih sarapan terus di warung terus baru jam 09.00 masuk terus ada azan zuhur mereka masuk ke masjid dan sebagainya. Paling gampang itu melihat waktu puasa itu wah ini AS ini wah ini perlu dipantau ulang. Nah, tindakan-tindakan Anda ee perilaku Anda itu adalah pesan yang ditangkap orang dan itu mesti ee dimerki oleh atau dibrand. Jadi brand itu ee klaim tapi dia itu ditentukan oleh pandangan publik orang yang menilai bukan oleh Anda. Sebagus apapun kalau Anda melakukan apa tindakan atau dengan cara tapi kalau ee pandangan publik kemudian negatif berarti yang Anda lakukan lebih banyak pencitraan bukan theil dari brand yang secara konsisten menunjukkan cara kerja Anda, cara Anda mengkomunikasikan. Jadi dia dilihat dari kebiasaan-kebiasaan. Tentu saya menyarankan Anda punya patron yang rutin misalnya ee datang tepat waktu ee berbagian rapi, semua tata ucapannya ee dan sebagainya. Termasuk untuk saya sering menyaksikan misalnya ini barang sepele ya, ini sepele ya ee ketika oh sori ini oke ponsel. Ketika Anda mendapat apa? mendapat ee hati-hati. Makanya ketika Anda ee berbicara dengan atasan Anda, kemudian Anda ee scrolling, Anda capture kemudian Anda kirimkan orang lain. Itu dalam konteks komunikasi. Enggak benar itu gak boleh. Karena sebetulnya perbincangan Anda adalah dengan orang itu. Jadi hati-hati Anda jangan menggampangkan karena penggampangan Anda terhadap pola komunikasi itu justru merusak bahwa oh orang ini suka membocorkan rahasia. Oke, next. Nah, ada tiga pondasi melihat ee persoalan itu. Ee pertama adalah kinerja, kemudian kepercayaan, ee kepatuhan. Tiga hal itu ukuran pertama adalah kerjamu. Percuma kalau Anda ee pakai seragam tepat waktu tapi gak iso nyambut gae plunga-plongo jadi pega negeri. Waduh rek akeh tunggal ii dulu masuknya lewat apa itu kan orang jadi gitu kan. Anda harus ketok smart itu wajib. Dan smart itu bukan ee sekedar ee sekedar apa ya, bukan bukan ee sekedar banyaknya Anda melakukan kata-kata, tetapi ee keputusan Anda melakukan yang itu menghasilkan output yang terukur itu. Jadi kalau misalnya Anda membuat rancangan sebagai orang e bPeda mungkin ya, Anda ditugaskan menghitung ee apa ya misalnya menghitung sebuah anggaran, maka Anda pasti harus dengan ee dengan ee dengan otak Anda melakukan pekerjaan itu dengan bagus. mengkomunikasikan orang atau atasan Anda atau ee orang lain itu bisa membacanya dan tentu kepatuhan-kepatuhan mengikuti ini boleh, ini tidak dan sebagainya. Pondasinya tiga hal itu ya, tiga hal itu. Kinerja, kepercayaan, kepatuhan. ada pegaan negeri ee ASN yang pointer tapi enggak patuh hari iki misalnya pada atasan karena itu strukturnya itu dan itu yang terjadi sekarang ini meskipun tarik-menarik kita tahu kan bahwa antar generasi ee terjadi konflik. Saya alami juga kepada ee ee pengalaman saya kepada mahasiswa. Saya sering mendapat keluhan ee tapi ini perbankan ya, bukan ASN. Sekarang saya punya punya kawan yang cerita bahwa anak-anak muda ini kurang ajar Pak Suko. Dia tidak etis loh. Kenapa kami minta dia ee pergi mengunjungi misalnya seseorang yang apa yang yang mm yang abonnemen yang tidak apa ya tidak rutin bayar itu ya. Jadi ada tunggaan kamu. Tugasmu adalah pergi ee ngambil uang ke sana. lagi anak itu berangkat dan kemudian dia sudah selesai mestinya secara etis dia melaporkan pada atasan. Atasannya marah ini ditunggu seminggu enggak laporan 2 minggu baru damping loh Anda kok gak laporan padahal sudah beres pekerjaan. Nah, ini kan soal komunikasi, kepatuhan juga. Hal semacam ini ee khususnya kepada muda ee ee kenapa saya dimarahi Pak Suko saya mengerjakan dan uangnya sudah masuk misalnya. Ya, tidak seperti itu. Tentu kan ada persyaratan untuk membangun ee kegiatan agar mencari tujuan sehingga pribadimu itu bisa diterima oleh semua orang. Secara tas ee material kegiatan oke, tetapi tentu ada ee proses lain yang harus mempelaporan dan sebagainya. Next. Next. Nah, tahukah Anda bahwa kepercayaan itu tidak mudah dicapai? Dia tumbuh pelan seperti pohon terus berkembang. Tapi dia bisa tumbang dalam sekejap ketika Anda tidak setia dengan brand atau dengan kebiasaan-kebiasaan yang ee sebagai ASN. Nah, reputasi ini puncaknya di reputasi. Nah, kalau Anda bisa menjaga reputasi, maka tentu Anda akan mengalami kenaikan-kenaikan posisi strategis di dalam ee ASN. Next. Nah, reputasi itu bukan logo. Jadi, ee ini coba saya renungkan misalnya gini, reputasi itu bukan karena Anda sebagai DISUP punya pangkat di sini. Anda sebagai ee BPBD dengan seragam yang penuh gagah, berani. Bukan itu, bukan itu. Itu ee itu atribut yang secukupnya saja. Mohon maaf ya, di Indonesia kebanyakan sibuk dengan seragam tetapi ee ee justru tidak sibuk dengan ee tadi kualitas kinerja tadi. Padahal pondasi ee ee personal brand itu adalah pada ketika dia menunjukkan kinerjanya salah satunya ya. Salah satatunya. Jadi ee nah kalau Anda bisa mengangkat reputasi maka ketika salah itu akan mudah. Nah, di mana letaknya? Nah, Saudara sekalian misalnya Anda punya hubungan yang bagus di mata masyarakat sebagai seorang penyuluh lapangan ee penyuluh lapangan dan atau dokter di lapangan. Maka ee kalau Anda ee setia mengerjakan ee apa yang Anda lakukan, sudah disiplin, sudah menunjukkan tata cara melayani kan ada cara melayani ke masyarakat, maka Anda mendapatkan nama baik brand yang cukup bagus. Nah, ketika Anda salah maka orang akan memaafkan. Itu banyak kasus itu ya, kasus kasus-kasus. Jadi tentu sebagai apa ya, sebagai pribadi kan seringkiali kita ee mengalami kesalahan. Karena ketika kita mengalami kegagalan ee di dalam ee di dalam melayani masyarakat, maka Anda akan ee dimaafkan kalau Anda melakukan tindakan-tindakan kinerja itu disiplin, ee patuh dan sebagainya. Oke, next. Nah, sering ee kemudian pada posisi posisi ini kan jangka panjang. Next. Boleh. Oke, next, ya. Jadi kuncinya pada pemangku kepentingan nanti. Next ya. Nah. Nah, reputasi ini kan bagian dari dari ee tumpukan brand atas diri Anda dan brand itu adalah berasal dari kinerja Anda. Nah, orang yang ee ee personal brand-nya bagus ketika dia menampilkan proof of eh action dari ee yang lakukan daripada janji-janji. Hati-hati betul ya. Seringkiali kalau Anda di pejabat ya kami akan menampung pikiran Anda. Gak bisa anak muda gak bisa lagi mengatakan mereka. Coba lihat saya pelajari betul ee demonstrasi-demonstrasi yang terjadi itu tidak pernah atau jarang menemukan titik temu karena pertama ee mindset kita sudah kita merasa lebih dari orang lain, lebih dari rakyat. Jadi kalau ada ee ada ee ee customer atau klien atau ee warga yang komplain itu satu mereka akan menolak kok itu rakyat salah atau ee ee ee yang kedua ee dia tidak ya menganggap bahwa komplain itu komplain itu ee tidak harus dipenuhi. Ingat complain is gift. Kalau ada ee apa ya misalnya rakyat protes misalnya, maka itu hadiah sebetulnya. Hadiah berarti orang itu konsern terhadap itu. Kalau Anda diabaikan oleh masyarakat enggak ada gunanya ee ASN itu enggak ada gunanya. Maka ee saya selalu menyarankan ee Anda harus punya riset-riset kecil atas institusi Anda. Gak apa-apa kalau misalnya Anda apa yang menyampaikan pada pimpinan Anda, "Pak, ini sudah berubah, Bu, hari ini sudah berubah keadaan." Maka sesekali dinas kita harus ditanyakan kepada masyarakat, kepada stakeholdernya. Kalau Anda dinas kehutanan, ya tanyakan siapa yang berhubungan dengan kehutanan? ya pasti industri kehutanan, masyarakat dan sebagainya. Tanyakan peran Anda. Kalau ee Anda memberikan saran kepada pemimpin atau bos Anda, ini akan bagus ya. Review diri itu menjadi penting. Jadi jangan sampai harus berubah. Pikiran seorang ee Pak Ramli ketika membangun BPSDM ini sebetulnya adalah pikiran yang bertujuan untuk memenuhi ekspektasi rakyat, ekspektasi publik yang ini ee selama ini ee tidak pernah dilakukan dan ketika apa ya pergeseran pergeseran pandangan karena yang kita sebut pertama dunia sudah cair tidak lagi terstruktur ini apa yang sekarang tidak berubah teman-teman kalau Kalau ee di dalam ini agak mundur ya. Kalau Ronggow Warsito itu kan pernah naliko kali ilang kedunge, pasar ilang kumandange. Pada saat itulah terjadi zaman kolendur negara sudah berubah. Hari ini terjadi. Hari ini terjadi kita tidak lagi ee menggunakan surat fisik. Kita tidak lagi sehingga apa ya? Tidak lagi apa ya? Tidak lagi mengundang cara-cara kuno. Kritik Pak Prabowo misalnya saya dalam perjalanannya lihat spanduk-spanduk misalnya. Spanduk-spanduk itu menarik bagi saya dan saya sudah lama itu mencatat itu. Betul tuh. Kalau saya datang ke berbadah tuh isinya p gombal-gombal yang dipasang yang dan klaim-klaim misalnya ya saya cerita tapi jangan bilang siapa-siapa. Kalau kantor Anda itu juara apa ya? Juara terbaik di Indonesia, kota terbaik di Indonesia, walikota Anda pasang piala dan Anda melakukan itu, usahakan hindari. Masyarakat enggak butuh itu. Brand yang diharapkan masyarakat bukan juara. Mereka enggak butuh juara, tapi mereka bisa bekerja baik, mereka belajar dengan baik dan sebagainya. Jadi sesekali Anda ee merubah itu. Bukan tidak patuh, tetapi tentu harus ada komunikasi pada pimpinan untuk menjelaskan itu. Karena saya tahu kalau Anda menentang bos Anda menolak kan malah bahaya. Anda bisa dimutasi atau malah dimutilasi juga. Next. Nah, reputasi adalah janji yang harus ditepati. Jadi, brand itu merek ya. Jadi kan kalau dulu pemilikan pemilikan ee pemilikan menyangkut equity ee menyangkut batin kita, dia adalah janji. ee ee kalau ee kalau misalnya Anda punya produk paling gampang lihat produk, maka maka Anda biasanya akan buat klaim apa presisi apao-opo dan yang lebih ee yang nyata adalah jargon-jargon kan misalnya misalnya kan ee Australia Selatan bangkit menuju Jaya itu klaim itu klaim hati-hati menggunakan klaim. Karena ketika klaim itu kemudian tidak datang pada tindakan-tindakan seperti kata Pak Ramli tadi perilaku maka blls kantor Anda gak dap dan itu yang terjadi penyakitnya para apa ya para lembaga Esens semacam itu. Kita buat yel-yel, kita terus buat pantun misalnya sakjane ya patek indah ya kadang-kadang itu memaksa orang ya memaksa dalam komunikasi inilah apa ya perubahan-perus kita hitung banget g loh ya jadi anda orang dipaksa nanti kalau saya ngomong ini anda bilang cakep ya jadi dipaksa gak bisa itu brand itu tumbuh dengan ori or urus dan hari ini anak mud muda, butuh orisinal, autentik dan Anda bisa menemukan kalau Anda telaten mempelajari, mendengarkan suara yang lirih, suara yang tidak berbunyi. Nah, brand ini kemudian sesuatu yang harus ditepati. Dia adalah janji sebetulnya. Oh, kalau ada ASN itu janji saya apa? Janji saya bekerja keras, saya disiplin, saya tepat waktu, saya melayani di bidang saya. Kemudian yang kedua adalah operasinya, praktiknya. Praktiknya itu benar-benar harus di dijalankan betul ya yang ee kinerjanya, konsistensi ee komunikasi itu dan hasilnya adalah reputasi. Jadi reputasi itu puncak dari brand ee yang Anda tepati. Ben itu adalah sebetulnya adalah tindakan-tindakan Anda ee apa yang dijanjikan ketika Anda sumpah menjadi bagian negeri. Kan itu kalau saya tanya tadi bahwa kalau Anda dapat gratifikasi apa? Saya tidak jawab. Catat dalam hati Anda dan renungkan aja dijawab dalam hati masing-masing. Next. Nah, ini kan janji itu harapan ekspektasi. Terus praktiknya dijawab dengan kinerja yang real. Terus setelah itu apakah ee apa konfirmasi apakah betul tidak sampai nanti munculnya kepuasan orang dan reputasi. Cara yang jujur adalah ee ketika Anda diukur brandnya adalah mulai dari sederhana. Misalnya Anda membuat angket kepada teman-teman. Ee tugas saya ini sebagai ee ee tugas saya sebagai resepsionis. Apakah saya sudah menemui memenuhi harapan? Tanya aja kepada teman-temannya dan sebagainya. Suatu saat pernah ya saya ini datang ke ee ke kantor pemerintah datang misalnya begini ya. Jadi kan pesannya Pak Ramli kan yang profesional, etis, berintegritas. Saya datang ke ee tempat itu. Saya mengucapkan selamat pagi Mbak. Si ASN menjawab dengan suara yang indah, seindah suaranya Aura Kasih. Eh, saya dia jawab, "Pagi, pagi, Mbak." "Pagi." Tapi dia tidak melihat saya sama sekali. Dia duduk dengan tenang sambil HPAN gini dan melayani begini. "Pagi, Mbak. Pagi. Ada yang bisa saya bantu, Pak?" ini sudah dalam catatan saya. Oh, ini sudah salah brand semacam itu. Akhirnya satu orang mawa lembaga itu akhirnya saya cap, oh kantor ini memang kantor brengsek. Kantor ini tidak paham komunikasi. Kantor ini sombong padahal khaya itu terbukti. Pada sisi lain saya datang ee ee datang dengan cara beda. E saya agak mencontohkan di luar negeri misalnya kalau Anda datang di apa datang makanya sesekali nonton drama cinta ya atau drama Kore agak lumayan bisa dipelajari walaupun hidup tidak semudah itu. Jadi datang periksa dokter, dokternya datang menyambut ee selamat datang. Kemudian ketika pulang dari rumah sakit dia antarkan sampai keluar. Berandia luar biasa. Pernahkah dokter kita melakukan itu? Atau perawat aja misalnya dia datang. Jadi ucapan itu tidak cukup brand. Dia pada level komunikasi itu pikiran, ucapan dan tindakan. Hal yang paling mendasar dari brand yang tangkap ASN adalah ketika dia melakukan tindakan. Ketika dia misalnya kalau misalnya dia bawa berkas ya, ASN itu bawa berkas, saya bawa berkas ee Pak ini gimana? Terus ASN itu melayani dengan itu ditulis Pak yang itu loh. Masa enggak bisa itu loh, Pak. Coba bayangkan kalau seorang ASN datang pada pelayanan dan membantu, "Oh, ini Pak ini contohnya ini di sini dia melakukan tindakan itu, itu baru kembang brand." Jadi merubah merubah merubah ee brand atau untuk brand adalah ketika dia melakukan contoh ril praksis yang dilakukan bukan sekedar klaim-klaim tadi. Kita adalah kabupaten terbaik ee se Jawa Timur, kita terbaik se-Indonesia. Gak bisa klaim itu kecuali Anda melakukan hal kecil bahwa seluruh pegawai negeri melakukan tindakan itu di Puskesmas didatangi sakit apa, Bu? Kelunya apa dengan telat? Mengapa harus demikian? Begitulah sumpah dari yang Anda janjikan kepada ee rakyat sebagai ASN. Next. Nah, personal branding ee bukan membuat diri terlihat hebat, gak, tapi membuat publik merasa aman karena Anda bisa diandalkan. Banyak loh rumah sakit yang sukses di Tulungagung, di mana-mana itu enak di rumah sakit itu ibunya telaten, melayani dan sebagainya, ada antusiasme semacam. Jadi dasar dari BR itu adalah berasal dari pikiran Anda. Ketika Anda melayani. Spirit Anda adalah melayani. Karena kebaikan hidup Anda adalah melayani, maka ya ee janji Anda reputasi e janji itu yang harus Anda penuhi. Next. Nah, personal eh branding bagi ASN ee dia merupakan jejak profesional yang terbaca dari empat hal. Cara kerjamu, komunikasimu pada yang Anda layani, terus cara melayani Anda dan cara menjaga integritas. pengalaman dari Susila Kark di Nepal dia akan selalu dipanggil. Kalau Anda punya brand yang bagus sebagai ASN maka di manaun Anda akan dipercaya. Ini hanya soal kebiasaan, soal passion. Nah, passion sekarang passion itu bakat bukan men. Passion itu adalah ketika Anda sabar melakukan sesuatu yang meskipun itu bukan keinginanmu, tapi Anda kerjakan. Itu passion. Jadi passion misalnya, oh passion-nya anak saya itu sebagai ya tidak persis benar itu. Passion adalah ketika dia memilih itu dan dia menjalankan dengan ikhlas. Jadi, ASN adalah orang yang memiliki passion, kualitas passion yang bagus passionnya di situ. Next. Nah, ini yang saya kira ee praktik-praktiknya Anda bisa ee apa ya? Bisa ee membacanya di Oke, sebentar. Oke. Oke. Iya. Jadi, Anda bisa melihat bagaimana ee passion itu dikembangkan pada ee tata cara ya. Jadi ee cara pekerjaan. Nah, praktik tindakan personal branding itu adalah satu kompetensi. Tunjukkan keahlianmu. Kalau Anda sebagai perencana ya berarti Anda punya perencanaan. Bagaimana pengetahuan membuat rencana? Kalau sebagai humas pemerintah, maka Anda bisa harus membuat kemampuan untuk menulis, melayani, memilih kata yang bagus. Kalau Anda ee passion-nya Anda, sori bukan passionnya kalian keuangan ya Anda harus paham betul keuangan. Jadi praktik real dari eh personal branding bagi ASN adalah satu kompetisi. Kompetensi kompetensi kemampuanmu. Kompetensi itu harus diasah betul ya. Kalau Anda misalnya bagian ee perizinan, Anda kan tidak harus ee Anda harus bisa menjelaskan kepada masyarakat izin yang mudah itu seperti ini. Bukan janji ee kami melayani satu atap atau satu pintu. Pintune siji malah grundelan tutup banyak pintu. Kenapa tidak misalnya jadi logika-logika itu dipakai. Yang kedua, integritas. Integritas itu kalau Anda bisa menghindari konflik kepentingan, fast interest, jarak ee yang situasinya abu-abu harus Anda jaga. Anda harus berani mengatakan tidak pada gratifikasi. Gak perlu Anda marah misalnya, "Pak, jangan nyogok saya itu menghina saya." Enggak. Cara komunikasi dengan bagus. Oh, tidak, Pak. Gak boleh, Pak. di sini karena ini adalah tugas saya misalnya. Yang ketiga adalah orientasi cara berpikir bahwa ee pastilah Anda harus ee ramah hospitality yang tadi saya contohkan bagaimana dokter spesialis pun mengapa pada banyak ke Penang, ke Singapura ya karena dokternya ikut melayani keluar menyambut tamu. Dia tahu jadwalnya ini kaitannya dengan apa ya ee pengetahuan ee ee komunikasi ya. dia datang kapan kemudian ada berjanji Anda menyambutnya dan sebagainya. Kemudian responsif bukan reaktif. Responsif itulah gito-gito ya. Kalau ada orang sakit ya datang ee ee dengan sungguh-sungguh. Jadi tak menampakkan kolaborasi pasti kan Anda tidak bisa ee kaku ee Anda harus bisa kerja sama dan yang terakhir adalah Anda harus menghindari dari ee kalimat-kalimat yang menyalahkan. kalimat yang sifatnya provokasi atau menyulut ee menyulut persoalan semacam itu. Next. Nah, reputasi ASN lahir dari pelayanan yang konsisten, bukan dengan kalimat meyakinkan. Percuma Anda menulis tulisan besar-besar, ya. Misalnya ee kami apa ya pengabdianku adalah terdepan pret kata penduduk itu has janji tok karena apa dalam praksisnya tidak di apa tidak ditaati brand adalah ketaatan kepatuan terhadap apa yang dijanjikan. Next. Nah, ini intinya bahwa pelayanan rapi adalah komunikasi publik yang paling dipercaya. Jadi, ee tindakan-tindakan yang nyata ee itu adalah brand yang ee begitu ee ditangkap. Terakhir ee sebelum nanti kita tanya jawab, lalu bagaimana dengan medsos? Metsos misal tentu boleh pakai medsos. Tetapi ketika Anda menjadi ASN sama dengan tentara maka memang Anda harus punya batas-batas tertentu. Jangan sampai kemudian medsosmu merusak reputasimu sebagai seorang ASN. Demikian Mas Ali yang bisa aku sampaikan. Nanti kita mungkin ada slide yang belum. Tapi saya akan senang sekali kalau kita ada ee pertanyaan-pertanyaan dari teman-teman. Ee ingat bahwa menjadi ASN itu adalah mimpi begitu banyak orang. Anda tahu. Apalagi hari-hari ini ketika banyak mahasiswa S2, S1 terpaksa bukan tidak baik ya, Gojek bukan tidak baik dia melakukan sesuatu yang kemudian tidak sesuai dengan apa ya dengan kompetensinya. ee misalnya ee misalnya harusnya dia mengajar tapi dia harus ee apa melakukan tindakan sebagai seorang driver. Ee saya tidak mengatakan Gojek itu jelek, kita juga terima kasih. Tapi kadang-kadang ee apa ya, begitu banyak orang yang pengin jadi ASN tapi dia tidak memenuhi persyaratan itu. Nah, maka ketika Anda sudah jadi ASN ee kekuasaan ada pada Anda, jaga betul ee komitmen Anda, keahlian Anda ee agar ee Anda bisa menemukan ee apa yang Anda harapkan. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pak Suko atas materinya yang sangat menarik sekali. Building reputation ini dimulai dari kita aware akan janji yang kita hadirkan di publik dan bagaimana kita secara konsisten memenuhi janji tersebut. Jangan lupa tiga pondasi yang tadi disampaikan oleh Pak Suko kinerja kepercayaan dan juga kepatuhan. Kali ini kita akan masuk ke sesi tanya jawab bersama dengan Sobat ASN yang sudah mengaktifkan feature r hand via Zoom. Saya izin undang terlebih dahulu untuk penanya kita yang pertama. Kami persilakan Bu Tri. Selamat pagi menuju siang Bu Tri. Mohon izin Bu Putri masih oke sudah masuk suaranya. I eh baik terima kasih I Pak ee atas kesempatannya Pak. Ee di sini sangat menarik ya. Ini juga tadi saya kenapa offcam karena tadi sambil ngajar ini baru selesai ngajar di kelas 11 tadi gitu. Ee yang ingin saya tanyakan tadi ee luar biasa penjelasannya yang disampaikan. Yang pertama adalah eh bagaimana personal branding itu dikaitkan dengan core value ASN. Eh bagaimana personal branding ASN itu bisa dikaitkan dengan core value ASN itu. Nah, kemudian yang ee terus yang kedua, strategi apa sih untuk membangun personal branding yang profesional gitu? ee bagi ASN. Kemudian apakah ee platform apa saja yang digunakan selain media sosial? Kalau kita tadi ee sudah saya simak ketika bermedia sosial harus berhati-hati dan sebagainya, tetapi kita juga tetap butuh menggunakan media sosial asal kita bijak gitu ya. Nah, etika dan integrasi terkait the ketika untuk membangun personal branding itu bagaimana sih etika dan integritasnya terkait the dos dan the dons. Apa batasan etika dalam personal branding ASN? Kemudian pahami kodir etik terkait dengan PP nomor 42 tahun 2004 yang sebagai pedoman perilakunya. Nah, kemudian bagaimana sih untuk menjaga integritasnya? Ee terus tantangan dan solusi. Tantangan utama terkait solusi ee yang ingin saya tanyakan solusi terkait dengan analisis SW SWAT dari diri sendiri eh itu bagaimana. Kemudian eh yang lain sih kayaknya untuk upgrade scale eh skill yang secara berkelanjutan ya seperti itu. Jadi itu aja sih yang ingin saya tanyakan terkait dengan etika dan integritasnya. The DOS dan the-nya. Kemudian terkait dengan ee tadi ya ee tantangannya, terus bagaimana ketika dikaitkan dengan ee analisis SW diri sendiri itu bagaimana untuk pengaitan dari hal itu gitu. Terima kasih Putri. Terima kasih. Saya boleh tanya Putri? Silakan Pak Suko? Iya boleh Pak. Silakan Pak. Putri mengajar di mana? Saya mengajar di SMA Negeri 1 Madang di Kabupaten Bogor ee Jawa Barat, Provinsi Jawa Barat di Dinas Pendidikan Wayat ee bahasa Indonesia sama ekonomi. Bahasa Indonesia sama ekonomi. Kemudian saya dosen untuk MKDU Bahasa Indonesia juga di Universitas Teknologi Nusantara di Bogor. Salah satu PTS ee Bogor. Saya sudah menduga. Jadi satu ee ee Putri konsisten konsistenlah sebagai ASN. Nanti kalau Anda tidak konsisten, Anda nanti akan mendapatkan akanatkan citra yang tidak terlalu bagus. Biasanya saya juga saya juga anggota dewan pendidikan. Saya selalu menyarankan kepada guru-guru itu satu, setialah. Setialah pada tugas. Tugasmu apa? Tugas saya adalah mengajar. Maka bangunlah cara mengajar simpel aja. Cara mengajar yang baik gitu aja. Dengan jujur, e dengan jujur tanyakan kepada siswa. Biasanya gitu, Mbak. Saya tanyakan kepada siswa sampai misalnya gini, saya ngajar umur saya sekarang 62 tahun. Saya tanya kepada anak-anak, kan saya kalau ngajar seringki punya kelemahan. Jadi, Anda harus sadar dulu dengan kelemahan. Sebagai seorang yang ee guru, yang juga dosen, saya kira Anda punya keistimewaan, ya. Tetapi di balik keistimewaan, Anda harus mulai menyadari kelemahan. Saya selalu menanyakan kalau orang tua sesaya itu kan kalau ngajar seperti dulu pada zaman saya muda itu sering saya ucapkan menyenangkan bagi saya tapi menjenuhkan bagi ee mahasiswa. Saya harus berjanji sampai saya akhirnya dialog dengan anak saya ingat kalau Pak Suko nanti ngajarnya bilang dulu lebih dari dua kali silakan Anda keluar dari ruangan itu. Berarti saya gagal. Ini saya lakukan untuk menghindari dari cara-cara otoriter bagi seorang pendidik. Pendidik itu punya kecenderungan otoriter, Bu. ini secara teori konsep sudah jelaslah karena apa? Dia punya kuasa ilmu menganggap muridnya itu adalah apa? Ee ee saya lebih dan mereka kita isi. Kondisi saat ini berbeda karena apa? Anak-anak sudah mendapatkan asupan dari berbagai media untuk belajar. Itulah kenapa salah satu cara ASN khususnya guru di dalam bangun diri adalah dia tetap melakukan percaya diri. percaya diri itu dibangun dari dia harus belajar tidak henti. Yang kedua adalah kita ee kita mencoba untuk apa ya memberikan empati bahwa orang lain bisa lebih dari saya kalau dia dapat semacam itu. Saya tidak punya ee tidak memberikan saran apapun, tetapi komitmen mulai dari ee percaya diri ee ee tetap percaya diri tetapi kesediaan belajar itu menjadi penting. Ee kita tidak bisa mengatakan bahwa saya terbaik. Yang mengatakan ee ee saya baik adalah orang lain. Maka satu-satunya jalan ee dari personal branding yang Anda katakan core value macam-macam ya memang ada limitnya. ada batasnya. Tidak bisa kita akan mendapatkan semua orang. Makanya kan penyakit orang sekarang adalah viral. Dipikir yang viral itu pasti berhasil. Akhirnya dia memaksa temannya untuk like, like atas apa yang di dikomunikasikan. Saya lebih menyarankan daripada Anda viral diri, lebih baik Anda memvitalkan diri dengan belajar dan itu yang kedua soal etis itu tentu ee berbeda ee kelemahan kita kalau personal branding itu dianggap banyak ASN yang mengartiskan diri. Ingat, Anda bukan artis dan itu bukan profesi kita. Profesi kita adalah melayani publik. Itu aja saya kira saran saya. Makasih atas jawabannya. Butri terima kasih. Mohon berkenan untuk ee mengirim alamat dan juga nomor WhatsApp ke tim admin kami untuk pengiriman hadiah. Terima kasih Butri. Salam sehat selalu Pak Suko. Terima kasih. Tidak terasa kita sudah berada di penghujung sesi pertama kali ini. Barangkali sebelum ditutup Pak Suko, ada satu closing statement yang ingin Bapak sampaikan kepada sobat ASN yang menyaksikan acara kali ini. Silakan Pak Suko Lukman Ali adalah seorang moderator yang bagus. Dia tahu memilih kata, dia tahu berpakaian, dia tahu nafas. pelajarannya adalah dia ee ee Mas Lukwan Ali ini ee kalau lihat personal brandingnya sudah on the track ee dengan lalu memperhatikan kepentingan orang lain. Dia potong kata dan dia menjadi begitu karena dia setia bahwa dia mau belajar. Jadi intinya ee saya tidak harus mengharuskan Anda sebagai apa, tapi belajar ee dan tidak menyerah adalah cara terbaik untuk membangun reputasi. Terima kasih Pak Suko atas closing statement yang sangat menarik sekali. Salam sehat selalu. Kita bertemu lagi di event-event selanjutnya, Pak. Thank you, Pak. Thank you. Mohon maaf. Makasih, Mas dan semuanya. Terima kasih Pak Suko. Sampai bertemu lagi. Sobat ASN jangan ke mana-mana karena masih ada dua narasumber yang tidak kalah menarik. Tetap di webinar ASN Belajar seri 4 tahun 2026. He. Anda kembali lagi menyaksikan webinar ASN Belajar seri 4 tahun 2026. Personal branding ASN profesional, etis, dan berintegritas. Di materi kedua kali ini kita akan menyimak paparan sangat menarik mengenai penguatan karakter, integritas diri, dan kematangan psikologis ASN dalam membangun personal branding bersama dengan Dr. Dewi Retno Suminar. Beliau ini merupakan Dekan Fakultas Psikologi Universitas Erlangga Surabaya. Selamat siang, Bu Dewi. Kabar baik. Selamat siang, Mas Lukman Ali. Suara saya terdengarkah? Terdengar dengan jelas, Bu Dewi. Kabar baik, Ibu. Oke. Alhamdulillah kabar baik juga. Luar biasa banget, Bu. tadi ee sempat disampaikan juga oleh Pak Suko di materi sebelumnya bahwasanya problem yang seringkiali dialami oleh teman-teman ASN ini adalah kurangnya akuntabilitas individu. Dan kalau kita bicara terkait dengan kurangnya akuntabilitas ini kan berkaitan erat dengan karakter, integritas diri,
Resume
Categories