ASN Belajar Seri 5 | 2026 - From Skill To Recognition
vzuisUG-P1w • 2026-02-12
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Berhak kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Situt melengkuntabilitas tinggi. Hong kami di sini tugas dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Layani bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa Kami dari sini tugas dengan hati tujuh kompetensi dalam harmoni. loyal tanpa batasnya adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragung mengerdas penuh hati tulus membantu sesama dengan kami melayani dengan bangga kami melayani dengan kami melayani H Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi sobat ASN di seluruh Indonesia. Senang sekali saya pada pagi hari ini Lukman Ali dapat menyapa kembali sobat ASN tentunya dalam acara webinar ASN Belajar seri 5 persembahan spesial Corpu SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Saya juga ingin menyapa untuk sobat ASN yang tengah menyaksikan acara ini melalui live YouTube BPSDM Jatim TV. Terima kasih karena sudah berkenan untuk menyaksikan acara webinar ASN belajar ini setiap minggunya. Sobat ASN menjadi ASN tidak lagi cukup hanya menjalankan tugas administratif saja. Namun lebih dari itu tantangan sudah bergeser. ASN juga dituntut untuk adaptif, profesional, dan juga menunjukkan kinerja yang terukur. Di tengah reformasi birokrasi dan juga penerapan sistem merit. Satu hal sangat penting, data kompetensi yang valid. Bukan sekedar klaim biasa, tapi bukti bahwa ASN tersebut memang kompeten. Tanpa data kompetensi yang valid, manajemen talenta berisiko menjadi subjektif. Mari belajar terus agar kita bisa terus relevan tentunya dalam webinar ASN belajar seri 5 tahun 2026. Upgrade diri 2026 sertifikasi sebagai personal branding ASN. Dan untuk membuka webinar ASN belajar kali ini, mari kita dengarkan terlebih dahulu opening speech yang akan disampaikan oleh Bapak Dr. Ramlianto, SPMP selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam ruang belajar bersama webinar series ASN Belajar persembahan Jatim Corporate University Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Forum pengembangan kompetensi ASN ini merupakan sebuah ikhtiar kolektif untuk menjaga semangat pembelajaran ASN agar tetap menyala dan berkelanjutan di tengah tugas pengabdian yang semakin kompleks. Sobat ASN, tema yang kita angkat pada seri kelima tahun 2026 ini adalah from skill to recognition. Sertifikasi profesi ASN. Kompetensi diakui, kinerja terbukti. Tema ini adalah sebuah penegasan penting bahwa keterampilan dan pengetahuan yang kita miliki harus melalui proses pengakuan yang syahih oleh lembaga yang kredibel. Sertifikasi profesi bukan sekedar formalitas administratif, melainkan instrumen strategis untuk menjamin mutu kompetensi, meneguhkan profesionalisme dan memperkuat kepercayaan publik. Sbat SN di seluruh tanah air saat ini kita hidup di era di mana kompetensi tidak lagi cukup untuk dimiliki tetapi harus dapat dibuktikan dan diakui. Dunia kerja termasuk birokrasi bergerak menuju standar profesional yang semakin jelas terukur dan objektif. Di tengah tuntutan kinerja yang tinggi, ekspektasi publik yang semakin kritis serta dinamika perubahan yang cepat. ASN dituntut untuk hadir sebagai aparatur yang tidak hanya bekerja, tetapi bekerja dengan standar lain dan legitimasi profesional. Dalam konteks inilah sertifikasi profesi bagi ASN menemukan urgensinya. Sertifikasi profesi mengajarkan kita satu hal mendasar bahwa pengabdian ASN harus dapat dipertanggungjawabkan secara objektif. Kompetensi yang terstandar akan melahirkan kinerja yang konsisten. Kinerja yang konsisten akan melahirkan kredit. Dan kredibilitas inilah yang menjadi fondasi kepercayaan masyarakat kepada birokrasi. Lebih dari itu, sertifikasi profesi adalah jembatan antara pembelajaran dan kinerja. Ia memastikan bahwa setiap pelatihan, setiap peningkatan kapasitas, dan setiap proses belajar benar-benar bermuara pada kemampuan nyata yang berdampak pada organisasi dan pelayanan publik. Dari sinilah kita bergerak, dari sekedar memiliki skill menuju pengakuan kompetensi dan akhirnya menuju kinerja yang terbukti. Sobat ASN, dalam perspektif reformasi birokrasi, sertifikasi profesi ASN bukan hanya kebutuhan individu, tetapi kebutuhan sistemik yang menjadi alat untuk menata manajemen talenta, memperkuat akuntabilitas kinerja, serta memastikan bahwa jabatan dan peran diisi oleh aparatur yang kompetensinya teruji. Dengan demikian, birokrasi tidak lagi hanya kuat secara struktur, tapi juga unggul secara kualitas sumber daya manusianya. Dengan pendekatan sistemik tersebut, sertifikasi profesi menjadi instrumen pengungkit perubahan budaya birokrasi yang mendorong pergeseran dari pola kerja berbasis senioritas dan rutinitas menuju pola kerja berbasis kompetensi dan kinerja. ASN tidak lagi dinilai semata dari lamanya masa kerja atau kepatuhan prosedural, tetapi dari kemampuan nyata, standar profesional, dan kontribusi yang terukur bagi organisasi dan masyarakat. Lebih jauh sertifikasi profesi memperkuat arah reformasi birokrasi yang berorientasi pada hasil dan dampak. Ketika setiap peran diemban oleh aparatur yang kompetensinya teruji, maka proses kerja menjadi lebih presisi, keputusan lebih berkualitas, dan pelayanan publik lebih konsisten. Sobat ASN di seluruh tanah air. Oleh karena itu, melalui ASN Belajar seri kelima tahun 2026 ini, kita ingin menegaskan bahwa dalam konstalasi tata kelola pemerintahan saat ini, birokrasi tidak lagi bergerak berdasarkan intuisi semata, tetapi bertumpu pada kapasitas keahlian, dan praktik terbaik yang telah terverifikasi. Lebih dari itu, konsistensi kinerja yang lahir dari kompetensi yang teruji akan menumbuhkan kepercayaan publik yang berkelanjutan. Masyarakat tidak hanya merasakan pelayanan yang lebih cepat dan tepat, tetapi juga melihat kehadiran negara yang profesional dan dapat diandalkan. Sobat di seluruh tanah air, kehadiran para narasumber hebat kali ini akan semakin memberikan wawasan yang luas dan makin memantapkan langkah pengabdian kita sebagai ASN Indonesia. Atas nama BPSDM Provinsi Jawa Timur dan seluruh ASN Indonesia, izinkan kami menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada pertama Bapak Dr. Hidayat, S.S., M.PsDM. Direktur Direktorat Pengembangan Talenta dan Karir ASN pada Badan Kebukayaan Negara Republik Indonesia yang akan membahas tentang pengembangan talenta dan karir ASN berbasis sistem merit peran sertifikasi profesi dalam pemetaan talenta, peningkatan kinerja, serta akselerasi pengembangan karir ASN secara nasional. Kedua, kepada Bapak Adi Mahfud Wuhi, Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi BNSP yang akan menyampaikan tentang kebijakan dan arah strategis sertifikasi profesi nasional serta pentingnya sertifikasi sebagai bukti pengakuan profesional ASN yang kredibel dan standar. Dan ketiga, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Dr. Andes Ai Samsidar Hudail, M.Si. Beliau adalah Kepala Pusat Standarisasi dan Sertifikasi Badan Pengembangan Sumber Manusia Kementerian Dalam Negeri yang akan membahas tentang implementasi standarisasi dan sertifikasi profesi ASN di lingkungan pemerintah daerah termasuk praktik baik, tantangan, dan peluang integrasi sertifikasi dengan pengembangan karir dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Kehadiran para narasumber hari ini menegaskan bahwa ASN belajar bukan sekedar forum diskusi, tetapi ruang strategis untuk menyatukan visi, menyelaraskan kebijakan, dan memastikan bahwa pembelajaran benar-benar bertransformasi menjadi kinerja dan dampak nyata. Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri kelima tahun 2026. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Ramlianto, SPMP atas opening speech yang telah disampaikan. Dan sebelum kita masuk ke narasumber kita yang pertama, terlebih dahulu kami ingin mengingatkan bahwasanya laman presensi via Semesta Bangkom sudah kami buka. silakan bisa diakses untuk mendapatkan e-sertifikate dari BPSDM Provinsi Jawa Timur. Dan narasumber yang pertama kali ini adalah Dr. Samsul Hidayat. Beliau merupakan Direktur Direktorat Pengembangan Talenta dan Karir ASN BKN yang kali ini akan diwakili oleh Ibu Dian Adriani, S.Psi. M.U. selaku analis SDM aparatur ahli madia Direktorat Pengembangan Talenta dan Karir ASN BKN. dan kita semua di sini Bu Dian Andriani. Saya ingin sapa beliau terlebih dahulu. Selamat pagi Bu Dian. Selamat pagi Bapak. Kabar baik Budi Dian. Alhamdulillah baik sekali. Alhamdulillahiabbil alamin. Baik Budian kami akan persilakan Ibu untuk menyampaikan materi kurang lebih selama 30 menit. Nanti kita langsung masuk ke sesi tanya jawab. Silakan Budian. Baik terima kasih, Pak. Saya izin saya sit. Oke. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi Bapak Ibu. Senang sekali pada pagi hari ini saya Dian Adriani dari Direktorat Pengembangan Talenta dan Karir Badan Kepegawaian Negara mewakili Bapak Direktur Pak Samsul Hidayat eh pada pagi hari ini bisa hadir di tengah Bapak Ibu untuk sharing terkait dengan sertifikasi ee dan kaitan sertifikasi dengan manajemen talenta dan personal branding. Izin untuk share screen Bapak Ibu. Baik Bapak Ibu, pada pagi hari ini ee saya akan menyampaikan gambaran sertifikasi kompetensi yang merupakan pilar utama manajemen talenta dan personal branding ASN. Nah, mungkin Bapak, Ibu sudah familiar dengan manajemen Talenta ya, Bapak, Ibu ya. Ini merupakan ee program manajemen ASN ee yang tadinya kita berubah ketika untuk pengisian jabatan yang lowong, promosi, rotasi, danutasi. Sebelumnya kita menggunakan metode seleksi terbuka pada saat ini sudah berubah menjadi manajemen talenta begitu. Nah, di sini juga ee saya sampaikan ee ada landskap transformasi ASN menuju tahun 2026 pada saat ini sudah 2026 gitu ya Bapak, Ibu ya. Nah, yang pertama sebagai ASN pasti kita berlandaskan ee pada peraturan yang berlaku kita berpijak pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara. Nah, pada peraturan tersebut disampaikan ee banyak hal ya terkait dengan ASN terutama terkait dengan manajemen ASN-nya mulai dari ee perhitungan kebutuhan, kemudian proses seleksinya ee lalu penempatan pegawainya ee promosi, rotasi, mutasi, pengembangan pegawainya sampai dengan ee pegawai tersebut memasuki masa usia batas usia pensiun. Begitu. Nah, di sini tadi yang seperti saya sampaikan yang proses manajemen ASN ini ee terutama untuk pengisian jabatan PINAN tinggi pratama sudah ee mengalami perubahan. yang tadinya menggunakan seleksi terbuka pada saat ini menggunakan ee manajemen talenta di mana sertifikasi tersebut merupakan salah satu aspek yang dinilai dari proses manajemen talenta. Nah, kemudian jadi diharapkan undang-undang ini bukan sekedar aturan melainkan juga tuntutan akan profesionalisme yang tinggi. Di mana pada peraturan tersebut juga disampaikan ee terkait dengan digitalisasi manajemen ASN. Jadi pada saat ini ee sudah pengelolaan manajemen ASN itu sudah bertransformasi yang tadinya ee banyak manual, sekarang sudah menggunakan ee digitalisasi. Seperti yang kita ketahui ya, Bapak, Ibu ya, dari hal-hal kecil saja itu sudah terlihat seperti misalnya sekarang untuk presensi ee sudah menggunakan digital. Kalau di BN itu menggunakan LBP, jadi pakai face recognition. Kemudian di situ bisa melihat posisi pegawai tersebut ee di area kantor atau ketika sedang WFA itu ada posisinya di mana seperti itu. Kemudian juga di sini ada pergeseran paradigma. Jadi era ASN sebagai pelaksana administrasi semata itu telah berakhir. Ee kini ASN diposisikan sebagai penggerak utama pembangunan dan pelayanan publik. Nah, mungkin ee saya sendiri merasakan pergeseran paradigma ini, Bapak, Ibu, ya. Tadi mulai dari hal kecil seperti misalnya proses ee presensi di mana dulu saya mengalami ketika baru masuk BKN proses presensinya itu menggunakan tanda tangan dan menuliskan jam kedatangan di kantor. Tapi kelama-kelamaan bergeser kemudian berubah menjadi eh fingerprint kemudian hand key, dan sekarang menggunakan LBP. Kemudian juga di sini ee ASN diposisikan sebagai penggerak utama pembangunan dan pelayanan publik. Nah, ini juga saya juga merasakan geseran paradigma ini karena waktu itu ee kurang lebih ee 13 tahun yang lalu ya ketika reformasi birokrasi itu sedang gencar-gencarnya BKN itu mendapatkan ee program beasiswa dari BAPENAS untuk mempercepat program reformasi birokrasi di mana ee pegawai BKN itu mendapatkan beasiswa degree ataupun nonegere. Jadi kalau dig itu mendapatkan ee diberi kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi. Kalau nonegeri itu mengikuti short costsort cost baik di dalam maupun luar negeri. Nah, saya melihat itu sebagai salah satu bentuk perubahan dari pelaksanaan administrasi semata ke penggerak utama pembangunan dan pelayanan publik. Diharapkan dengan mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan jenjang pendidikan dan memperoleh pengalaman dalam mengikuti short course itu bisa menjadi penggerak utama pembangunan. tidak lagi hanya pelaksana administrasi dengan meningkatnya kemampuan latar belakang pendidikan dan pengalaman mengikuti short cost bisa diharapkan menambah wawasan sehingga bisa diterapkan ee di instansi masing-masing dan bisa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Lalu ada tuntutan adaptabilitas. Menyongsong tahun 2026 atau pada saat ini sudah awal tahun 2026 birokrasi dituntut untuk adaptif atau agile menghadapi perubahan lingkungan strategis yang sangat cepat. Hanya mereka yang kompeten yang akan bertahan. Nah, seperti kita ketahui ya, Bapak, Ibu dengan kondisi huka dan lain-lain yang di mana ee kondisi ini cepat sekali berubah, kita dituntut untuk adaptif ee terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Begitu juga dengan ee masyarakat tuntutan terhadap tuntutan dari masyarakat itu semakin meningkat. Diharapkan ASN ini bisa bekerja secara profesional sehingga bisa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Nah, dari tuntutan tersebut ada beberapa tantangan kritis dalam manajemen talenta pada saat ini. Yang pertama itu melemahnya sistem merit. Mungkin waktu itu juga eh ketika saya bekerja di unit sebelumnya di Biro SDM eh BKM, saya salah satu tim terkait dengan penilaian sistem merit ya. ketika itu memang ada evidence yang harus di-upload untuk sebagai bukti penilaian sistem merit tersebut gitu. Kemudian seharing dengan berjalannya waktu ee alat ukur tersebut di dapat banyak masukan gitu ya. Dan akhirnya sekarang alhamdulillahnya ini sudah lahir permen plan mengenai penilaian sistem merit sehingga penilaiinya lebih objektif terus lebih adil juga begitu sehingga bisa memenir subjektivitas dalam promosi dan rotasi ee sehingga promosi dan rotasi itu bisa dilakukan secara objektif. Begitu. Kemudian terkait dengan masalah data. Nah, pada saat ini Bapak, Ibu ee sedang dilakukan percepatan pembangunan manajemen talenta. Nah, diharapkan semakin banyak instansi yang membangun manajemen talenta, ketika sudah sebagian besar instansi pemerintah membangun manajemen talenta, baru bisa dilakukan manajemen talenta nasional. Jika jumlah suksesor di suatu instansi berlebih bisa dimobilitas ke ee instansi lainnya, gitu. Nah, untuk mempermudah mobilitas tersebut, aspek-aspek penilaian manajemen talenta itu harus seraga. Jadi, ketika dilakukan ee mobilitas talenta itu ee suatu suksesor sudah ee lebih mudah bergabung dengan instansi lain. Suksesor di instansi lain yang jumlahnya terbatas. Namun pada saat ini ee masih banyak masalah terkait dengan data, masih banyak instansi pemerintah yang masih bergulat dengan keterbatasan data kompetensi. yang akurat dan tak terverifikasi. Jika data-data tersebut tidak akurat dan terverifikasi, manajemen SDM akan berjalan dalam kegelapan. Nah, terkait dengan masalah data ini juga ee BKN pada tahun 2025 itu sudah melakukan kegiatan proasn atau profiling ASN di mana kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu instansi pemerintah memiliki data kompetensi dan potensi yang merupakan salah satu aspek penilaian dari manajemen talenta. Diharapkan dengan data tersebut kemudian ditambah dengan data-data lain yang mendukung manajemen talenta yang usah ditarik dari SASN, instansi pemerintah itu bisa mempercepat proses pembangunan manajemen talenta. Oke, kemudian ada tantangan yang selanjutnya itu adalah risiko mismat match. Nah, ketika suatu instansi tersebut sudah memiliki data tapi ditemukan ee masalah lainnya ini terkait dengan validitas data tersebut. Karena ketiadatan data valid meningkat dosa meningkatkan risiko ketidaktepatan dalam penempatan jabatan atau mismatch begitu ya. Di BKN pun sudah ada penilaian mengenai indeks kualitas data. Nah, berbahaya sekali Bapak Ibu jika data tersebut tidak valid bisa menyebabkan posisi strategis itu diisi oleh talenta yang tidak sesuai sehingga dapat menghambat kinerja organisasi. Nah, itu pula ketika ee BKN Direktorat Pengembangan Talenta dan Karir melakukan pendampingan untuk pembangunan Manajemen Talenta, biasanya kami juga memastikan bahwa indeks ee validitas data itu di suatu instansi itu sudah baik. sehingga ketika data data tersebut ditarik oleh sistem manajemen talenta itu sudah merupakan data yang valid. Baik, saya akan masuk ke kaitan sertifikasi dengan manajemen talenta. Sertifikasi itu merupakan instrumen pengukuran yang objektif dan strategis. di mana sertifikasi itu adalah pengakuan formal terhadap kompetensi individu. Ini adalah validasi bahwa kemampuan Bapak Ibu sesuai dengan standar yang ditetapkan, bukan sekedar klien sepihak. Nah, di sini Bapak Ibu ee seperti saya ya, jabatan analis SDM madia di BKN sendiri itu sudah cukup banyak apalagi se-Indonesia itu pasti banyak sekali. bagaimana cara membedakan ee saya sebagai analis SDMA di BKN dengan ee jabatan analis SDMA lainnya di ee BKN atau bahkan di seluruh Indonesia. Nah, ini sertifikasi itu merupakan cara untuk membedakan antara pegawai yang memiliki sertifikasi dengan pegawai yang lain yang tidak memiliki sertifikasi. dengan sertifikasi ini. Sertifikasi itu merupakan salah satu aspek penilaian di manajemen talenta dalam KK 411 itu disampaikan jika pegawai tersebut memiliki sertifikasi ee sama dengan 3 sertifikasi ke atas itu akan diberikan nilai 100. Jika memiliki sertifikasi 1 sampai du sertifikasi akan diberikan nilai 50. Nah, ini diharapkan dengan memiliki nilai tambah berupa verifikasi, kesempatan pegawai tersebut untuk berada di kotak 789 itu meningkat. Sehingga nanti ketika dilakukan mobilitas talenta nasional ee itu Bapak, Ibu yang memiliki sertifikasi itu memiliki sesampatan yang lebih besar juga dibandingkan dengan ee pegawai-pegawai lain yang tidak memiliki sertifikasi begitu. Jadi sertifikasi ini seperti paspor ya Bapak, Ibu ya, bisa mempermudah pegawai ee untuk menduduki kotak 7 89 dari manajemen talenta. Kemudian ketika dilakukan manajemen talenta nasional juga ee pegawai yang memiliki sertifikasi ini memiliki kesempatan yang lebih besar untuk melakukan mobilitas talenta nasional ke instansi yang jumlah suksesornya kurang atau bahkan tidak ada. Begitu Bapak Ibu. Bisa dibayangkan jika pegawai tersebut memiliki sertifikasi itu secara tidak langsung karena ada hitam di atas putihnya gitu ya, ada sertifikatnya itu Bapak Ibu sudah mengirimkan sinyal kepada sistem manajemen talenta bahwa Bapak Ibu itu berhak untuk memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk dipromosikan. Bapak, Ibu mengirimkan sinyal ke instansi bahwa Bapak, Ibu itu sudah memenuhi standar ee sertifikasi bisa berlaku nasional ataupun internasional bahwa Bapak, Ibu itu memiliki kinerja yang sudah terukur dan diakui secara nasional ataupun internasional. sehingga Bapak, Ibu itu merupakan aset suatu organisasi bukan lagi beban, tapi melainkan aset yang bisa mempercepat pergerakan organisasi tersebut dalam memberikan ee pelayanan prima kepada masyarakat. Dan sini saya sampaikan juga bahwa sertifikasi merupakan alat ukur baku yang berperan sebagai instrumen pengukuran yang dapat dipertanggungjawabkan untuk memotret kapasitas ril seorang ASN gitu. Sehingga dalam proses pengambilan keputusan kita beralih dari pengambilan keputusan karir yang bersifat subjektif hanya berdasarkan kedekatan atau asumsi-asumsi tertentu menjadi keputusan berbasis bukti nyata kompetensi. Nah, ini Bapak Ibu bagaimana integrasi sertifikasi dalam ekosistem sistem merit. Nah, seperti yang saya sampaikan di dalam CAPK41 itu di sertifikasi merupakan salah satu aspek penilaian dari manajemen talenta. Nah, manajemen talenta sendiri itu merupakan bagian dari sistem merit. Jadi, sertifikasi bagian dari manajemen talenta, manajemen talenta bagian dari sistem merit. Nah, itu semua terintegrasi menjadi satu sehingga sertifikasi itu secara secara tidak langsung bisa menghilangkan ruang gerak dalam penilaian sehingga bisa mendukung pengelolaan ASN secara objektif di mana setiap keputusan itu dapat diaudit dan dijelaskan karena sudah ada sertifikat yang menunjukkan bahwa pegawai tersebut menguasai suatu kompetensi tertentu berdasarkan standar yang berlaku bisa nasional maupun internasional. Nah, Bapak Ibu, hasil sertifikasi ini bukan data mati, tapi dia menjadi input utama untuk menyusun profil talenta ASN gitu. Seperti yang tadi saya sampaan, sertifikasi menjadi salah satu aspek penilaian pada manajemen talenta sehingga didapatkan profil talenta ASN yang komprehensif, bisa memetakkan kekuatan dan area pengembangan setiap pegawai, dan memastikan fairness sehingga ketika diambil suatu keputusan untuk melakukan promosi rotasi-mutasi itu ada data yang mendasarinya, tidak hanya berdasarkan kedekatan atau subjektivitas tertentu. Nah, ini sehingga setiap ASN memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan promosi semata-mata berdasarkan kompetensi yang telah teruji dan tersertifikasi. Nah, dengan sertifikasi ini ee bisa juga dijadikan acuan Bapak Ibu sertifikasi ini untuk menguji kompetensi ya. Jika masih ada gap kompetensi yang dimiliki oleh pegawai, gap kompetensi ini bisa menjadi ee dasar untuk ee mengirimkan pegawai mengikuti program pengembangan kompetensinya. Jadi kalau dulu mungkin ee suu seorang pegawai dikirimkan untuk mengikuti pelatihan itu ee dasarnya kurang kuat ya. Kadang-kadang pegawai yang dianggap rewel atau kinerjanya kurang baik dikirimkan untuk mengikuti diklat gitu. Namun dengan adanya sertifikasi, dengan adanya uji kompetensi, instansi itu memiliki dasar bahwa pegawai tersebut dikirimkan karena memiliki gap kompetensi. Adapun pegawai yang sudah memenuhi standar sertifikasi akan menjadi aset organisasi sehingga bisa memiliki kesempatan yang lebih besar untuk dipromosikan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi. Nah, ini sertifikasi sebagai basis perencanaan suksesi. Tadi juga sudah saya sampaikan dengan sertifikasi itu Bapak Ibu memiliki kesempatan lebih besar untuk menduduki posisi kotak 789. Ya, Bapak Ibu mungkin saya jelaskan sedikit dalam manajemen talenta itu ada kotak kotak 1 sampai dengan kotak. Di mana untuk pegawai yang siap dipersiapkan untuk promosi itu adalah pegawai-pegawai yang ada di kotak nomor 789. Nah, dengan sertifikasi sebagai salah satu aspek penilaian di manajemen talenta itu membuka kesempatan Bapak Ibu untuk berada di kotak 789 sehingga lebih cepat untuk dipromosikan. Nah, ini pemetaan talenta siap pakai. Sertifikasi dapat mempermudah organisasi mengidentifikasi siapa yang benar-benar siap dipromosikan. Tidak ada lagi tebak-tebakan gitu ya, Bapak, Ibu lah. Tidak ada lagi subjektivitas atau kedekatan-kedekatan. data menunjukkan siapa yang kompeten itu. Lalu terkait dengan keberlanjutan organisasi ini akan menjamin ketersediaan kader memimpin masa depan melalui perencanaan suksesi yang matang. Kita membangun talent nasional. Jadi jika sebagian besar atau mayoritas instansi pemerintah itu sudah memiliki manajemen talenta, maka akan terbentuk talent ee secara nasional dan dimungkinkan untuk melakukan mobilitas talenta nasional. Lalu juga ini pengembangan terarah seperti yang saya sampaikan hasil uji kompetensi itu membantu organisasi perancang pelatihan yang tesis atau targeted training. Semua pegawai dikirimkan untuk mengikuti pelatihan itu berdasarkan ee gap kompetensinya sehingga anggaran pengembangan SDM tidak terbuang percuma karena semua dilakukan berdasarkan data data gap kompetensi. Lalu masuk ke personal branding ASN di era kompetisi. Sertifikasi adalah mata uang yang berlaku dalam mobilitas talenta. Ee mungkin Bapak, Ibu yang suka main medsos gitu ya, sertifikasi ini seperti akun yang sudah tercentang biru Bapak, Ibu gitu ya. Jadi kalau kita lihat akun yang tercentang biru, otomatis kita akan lebih percaya dengan isi akun-akun tersebut ya. isi postingan dari pemilik akun tersebut. Nah, begitu juga sertifikasi ketika seorang pegawai itu sudah memiliki sertifikat sertifikat kompetensi tertentu itu seperti mata uang yang berlaku dalam mobilitas talenta nasional. Nah, karena dengan sertifikasi pegawai itu memiliki daya saing yang tinggi. ASN yang bersertifikat memiliki nilai tawar yang lebih tinggi dalam skema mobilitas nasional. Bapak, Ibu akan menjadi aset yang diperlumutkan. Jadi dengan sertifikasi Bapak Ibu itu sudah lagi tidak mengejar karir, tapi karir yang mengejar Bapak Ibu karena sudah ada ee bukti ee yang otentik bahwa pegawai tersebut telah tersertifikat menguasai kompetensi tertentu. Lalu terkait dengan kredibilitas individu, sertifikasi secara instan dapat meningkatkan citra profesionalitas pegawai. Ini adalah bukti validitas keahlian di mata pimpinan, organisasi dan publik bahwa ee pegawai yang memiliki sertifikat memiliki keunggulan dibandingkan dengan pegawai-pegawai yang lainnya dan integritas keahlian bahwa Bapak Ibu yang memiliki sertifikasi itu memegang standar keahlian level nasional ataupun internasional. Ini adalah salah satu bentuk integritas profesional. Nah, bagaimana dengan urgensi upgrade diri menyongsong 2026 atau pada saat ini sudah memasuki tahun 2026 ya, Bapak, Ibu ya. Di sini ee kewajiban belajar, pengembangan kompetensi berkelanjutan bukan lagi opsi, melainkan kewajiban. Ee belajar itu eh long life learning harus menjadi DNA setiap SM. Apalagi dengan kondisi ee yang sangat dinamis pada saat ini, kita harus ee memiliki semangat untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan-perubahan lingkungan. Kemudian resking dan upsaling landscape pekerjaan sekarang berubah. Jadi diharapkan para ASN ini ee terus keahliannya diperbaharui agar tetap relevan dengan tuntutan zaman di tahun 202. Jangan biarkan keahlian Bapak, Ibu itu usah. Oleh karena itu, diharapkan Bapak, Ibu ee ikut aktif dalam proses ujian sertifikasi. Lalu motivasi proaktif, jangan menunggu instruksi atau anggaran turun. Jadilah proaktif meningkatkan kapasitas diri demi kontribusi optimal dan kelangsungan karir Anda sendiri. Nah, pada saat ini sudah banyak instansi internal tempat ee PNS bekerja itu menyediakan fasilitas untuk mengikuti ee pelatihan-pelatihan ya. Begitu juga dengan instansi lain kayak saya tahunya ada Kemenfi Learning Center, kemudian LAN, di BKN sendiri juga ada ya BKNPedia. kan. Nah, itu jadi bola panas untuk mengembangkan kompetensi itu sudah tidak ada di organisasi sendiri. Karena organisasi itu sudah menyiapkan fasilitas-fasilitas untuk pengembangan kompetensi. Jadi, bola panasnya sudah dikembalikan ke pegawainya masing-masing. Apakah pegawai tersebut mau secara mandiri meng-upgrade kompetensinya ee sehingga kewajiban belajarnya terpenuhi oleh masing-masing pegawai, tidak lagi menjadi beban organisasi. Bagaimana peran strategis BKN dalam peta manajemen talenta nasional? Nah, peran strategis BKN itu dalam hal sinkronisasi data. BKN bertugas sebagai integrator. BKN memastikan data kompetensi dari daerah hingga pusat terhubung sinkron sehingga bisa memungkinkan mobilitas salenta lintas instansi di seluruh Indonesia. Ee salah satu bentuk upaya agar terjadi sinkronisasi data itu BKN memiliki aplikasi ee berbaik dipakai dalam pembangunan manajemen talenta itu aplikasi Simata. Lalu terkait dengan standar kompetensi BKN menetapkan standar tinggi yang harus dipenuhi di mana hanya mereka yang bisa memenuhi standar ini yang dapat masuk ke dalam talent pool nasional. Lalu bagaimana sinergi pusat dan Pemrov Jawa Timur? Nah, ini BKN mengapresiasi atas kebijakan ee PEMPR Jawa Timur yang menerbitkan Pergup 62 tahun 2023 tentang manajemen talenta juga mengucapkan terima kasih atas diadakannya kegiatan ini ya, Bapak, Ibu ya. Karena secara tidak langsung ee BPSDM Jatim ini membangun awareness pada ASN untuk melakukan sertifikasi dan sertifikasi itu merupakan salah satu aspek penilaian dari manajemen talenta. Jadi diharapkan dengan terbangunnya awareness untuk memiliki sertifikasi eh stok suksesor di suatu instansi itu banyak ada di kotak 789 sehingga ketika semua instansi sudah membangun manajemen talenta bisa dengan mudah dilakukan mobilitas talenta nasional. Kemudian juga ee dalam hal kolaborasi BPSDM Jawa Timur memberan peranan vital dalam memfasilitasi sertifikasi bagi ASN di daerahnya. Bukti nyatanya Jawa Timur menunjukkan keseriusan dalam pengelolaan data kompetensi bisa menjadi percontohan bagi provinsi lain dalam membangun birokrasi berbasis data. Baik, selanjutnya bagaimanakah langkah nyata atau peta jalan dalam mendapatkan sertifikasi? Nah, Bapak Ibu, hal yang pertama yang dapat dilakukan adalah melakukan identifikasi jabatan. Pahami standar kompetensi dari jabatan yang Bapak, Ibu saat ini duduki atau jabatan target. Jadi misalnya pada saat ini saya menjadi analisis SDMIA, jabatan target ACIA saya adalah menjadi direktur pengembangan talenta dan karir dalam jangka waktu beberapa tahun yang ke depan gitu. Kemudian saya harus bisa mengidentifikasi kompetensi apa saja yang sudah ee saya kuasai dan apa gap kompetensi yang masih harus saya kembangkan gitu. dari identifikasi kompetensi dalam jabatan tersebut. Ee di langkah yang kedua ee saya ataupun Bapak Ibu itu harus mengikuti ee diklat atau webinar teknis yang mendukung ee materi sertifikasi tersebut gitu. Jadi ini kayak seperti apa persiapannya gitu ya ee untuk mengikuti sertifikasi dan pastikan materi pelatihan selaras dengan standar uji kompetensi yang akan diikuti dan yang terakhir Bapak Ibu harus mengikuti uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikasi. Ee silakan Bapak, Ibu mendaftarkan diri untuk proses asesmen atau uji kompetensinya di lembaga yang berwenang dan terakrediitasi seperti lembaga sertifikasi profesi atau melalui fasilitas BPSDM atau BNSP. Ini adalah langkah konkret untuk ee mendapatkan sertifikasi. Nah, jika sudah semakin banyak ASN yang memiliki sertifikasi, apa dampak sistemik pada kualitas pelayanan publik? Pastinya ASN tersebut semakin kompeten sehingga bisa memberikan pelayanan prima dan meningkatkan kepercayaan publik. Nah, di sini dengan sertifikasi kualitas layanannya itu juga semakin baik yang bisa kita berikan kepada masyarakat ya, Bapak, Ibu ya. Ee masalah masyarakat ee terselesaikan lebih baik. Dengan terselesaikannya banyak permasalahan di masyarakat secara otomatis akan meningkatkan kepercayaan publik. Di mana profesionalisme birokrasi adalah kunci mengembalikan dan meningkatkan rasa percaya masyarakat terhadap negara. Dan yang terakhir itu terjadinya efisiensi organisasi. dengan menerapkan prinsip the right man on the right place bisa mengurangi kesalahan kerja dan pemborosan sumber daya karena tugas ditangani oleh ahlinya. Baik Bapak Ibu ee demikian paparan dari saya terima kasih banyak ee saya kembalikan kepada ee Bapak Moderator. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Bu Dian. Materinya sangat menarik sekali. Jadi demi mendorong budaya transparansi akuntabel dan fairness ya sertifikasi kompetensi ini menjadi alat ukur dan bukti valid yang bisa drive manajemen Talenta itu sendiri. Harapannya memang nanti posisi-posisi strategis ini akan diisi oleh orang-orang yang tepat sehingga kinerja organisasi jadi semakin baik. Kali ini saya ingin mempersilakan bagi sobat ASN yang ingin bertanya, silakan bisa menggunakan feature rise hand via Zoom ataupun yang tengah menyaksikan melalui live YouTube BPSDM Jatim TV bisa langsung drop question di kolom chat. Saya ingin undang terlebih dahulu untuk penanya kita yang pertama. Selamat pagi Bu Arista. Pagi, Bu Arista. Baik, nampaknya dari Bu Arista mengalami sedikit kendala koneksi. Saya izin berdiskusi terlebih dahulu. Bu Dian, apakah masih bisa mendengarkan suara saya, Bu? Iya, bisa terdengar, Bapak. Baik. Kemudian sembari menunggu Bu Arista untuk menjawab ya dan kami persilakan untuk memberikan pertanyaan tadi. Ee menarik sekali ya ee terkait dengan sertifikasi kompetensi ini. Pertanyaan saya apakah Bu dari tiap ASN ini sebenarnya sudah diberi informasi secara transparan atau tidak bahwa untuk naik ke jabatan tertentu mereka harus mengambil ee sertifikasi tertentu? Apakah mereka juga bisa tahu learning journey MAP versi mereka sendiri? Mungkin tadi sempat disinggung ya, Bu ya, terkait dengan identifikasi jabatan, tapi apakah mereka di tiap ASN ini barangkali tidak punya awareness yang sama bagaimana mereka bisa mengakses informasi ini. Dan pertanyaan kedua, apakah leader di tiap unit ini memang punya peran sebagai navigator dalam tim mereka untuk men-develop learning journey map mereka dan praktiknya sudah sejauh apa, Bu? Kalau yang Ibu ketahui sejauh ini? Silakan, Bu Dian. Oke. Baik. Ee terima kasih pertanyaannya, Pak. Terkait dengan sertifikasi ya. Seperti yang tadi saya sampaikan, sertifikasi itu dalam ee Kepka Keputusan Kepala BKN 41 itu disampaikan sebagai salah satu aspek dari penilaian manajemen talenta. Nah, karena ini merupakan aspek penting yang terkait dengan yang dinilai di dalam manajemen Talenta itu juga ee ada sertifikasi ini dibangun awareness-nya ketika pemimpin ee unit itu melakukan ee pembinaan ya terhadap pegawainya. Jadi ketika seorang pegawai sudah mengikuti uji kompetensi ee kemudian laporan dari uji kompetensi itu disampaikan ke ee masingit masing-masing unit Eson 2-nya. Nah, di situ peran peran para leader ya untuk melakukan pembinaan terhadap masing-masing pegawainya. Jadi ketika pembangunan manajemen talenta ini menjadi salah satu aspek kerja kami menyiapkan form di situ form pembinaan di mana ada identitas pegawai kemudian diketahui gap kompetensinya apa dan dibuat rencana pengembangannya bisa klasikal ataupun non klasikal. Kemudian ee kapan dilaksanakan kegiatan tersebut, setara berapa jam pelajaran, kemudian biayanya berapa, lalu di bawah form tersebut ada tanda tangan kesepakatan antara pegawai dan pimpinannya gitu. Jadi ee pegawainya sadar gitu bahwa ada G kompetensi yang harus mereka isi dan pimpinannya pun mengetahui menyetujui bahwa GE kompetensi itu diisi dengan program-program pengembangan yang telah disepakati antara pimpinan dan ee bawahannya tersebut gitu. Jadi learning journey map-nya sebenarnya tentu sudah ada dan kami sudah menyediakan form untuk pembinaan ee untuk learning journey-nya antara yang disepakati antara pegawainya dengan pimpinannya langsung. Oke, begitu kurang lebih gambarannya, Pak. Asing baik dari ee si personalnya itu sendiri maupun dari leadernya mereka sudah tahu rencana pengembangan pengembangannya mau dibawa ke arah mana seperti itu ya. Dan tentunya juga menjawab analisa gap kompetensi yang sudah dilakukan apa saja yang perlu untuk dilakukan sertifikasi untuk menunjang kompetensi tersebut. Pertanyaan selanjutnya, Bu Dian. Ee kalau tadi mungkin dari sisi ee diri kita ya internal kita, tapi saya mau tanya dari sisi ee lembaga sertifikasi atau asesornya, apakah dilakukan kajian-kajian tiap mungkin beberapa waktu tertentu gitu ya untuk menilai seberapa relevan kompetensi-kompetensi ini itu terhadap perubahan zaman. bisa jadi ee kompetensi yang sekarang diuji sudah tidak relevan dalam satu atau 2 tahun gitu. Apakah pengkajian ee butir-butir kompetensi ini selalu dilakukan secara berkala atau seperti apa, Bu Dian? Oke. Ee butir-butir uji kompetensinya begitu ya, Pak ya. Ee mungkin ini lebih tepatnya dijawab oleh Pusat Penilaian Kompetensi Bapak. Tapi sepengetahuan saya ee selalu ada uji terhadap butir-butir penilaiannya gitu ya. Kemudian juga bisa mempertimbangkan berbagai aspek seperti ee tuntutan global gitu ya, Pak ee FLKA seperti itu. Terus kami juga kalau misalnya Bapak, Ibu yang pernah mengikuti uji kompetensi di BKN yang tahun 2025 itu dilaksanakan adalah profil ASN yang sebelumnya misalnya uji kompetensi hanya manajerial sosial kultural eh dan teknis yang biasanya dilakukan oleh internal. ini juga adalah ada uji kompetensi mengenai kemampuan ee digital. Kemampuan digital misalnya menggunakan ee fasilitas-fasilitas digital gitu. Jadi kalau saya pengalaman sebagai peserta kegiatan tersebut itu ditanyakan ada kasusnya ketika bagaimana ketika misalnya Anda ee makan di suatu restoran namun Anda lupa tidak membawa uang cash, maka apa yang dapat Anda lakukan? Kemudian ada pertanyaan-pertanyaan teknis seperti bagaimana melakukan pembayaran melalui QR begitu. Jadi kemampuan-kemampuan digital itu juga ee diujikan pada saat ini. Nah, itu salah satu bentuk bahwa uji kompetensi itu tidak hanya fokus sekarang pada kompetensi wajib manajer sosial kultural dan teknis yang dilakukan oleh masing-masing instansi, tapi juga menguji kompetensi digital ee yang dimiliki ee para pegawainya. Begitu, Pak. Bu Dian untuk diskusi singkatnya. Kami izin untuk mengundang kembali penanya kita yang pertama Bu Arista. Selamat pagi. Apakah bisa mendengarkan suara kami? Bu mohon izin Bu Arista untuk mute mik-nya terlebih dahulu. Selamat pagi. Oke. Baik. Selamat pagi Bu Arista. Mungkin bisa diperkenalkan terlebih dahulu Ibu nama asal instansi daerahnya. Nama saya Aristaalina dari Inspektorat Kabupaten Tuber. Eh yang ingin saya tanyakan adalah ketika ASN tersebut sudah ee melakukan uji kompetensi kemudian ee apakah hasilnya itu akan ditujukkan kepada ASN tersebut? Karena kan kadang kita juga ee ketika ada seseorang yang sudah diangkat sebagai ee apa ya naik jabatan gitu ee mereka kadang-kadang ada yang tidak tahu apakah memang sebenarnya layak atau tidak untuk mendapatkan jabatan tersebut. Apakah karena saya belum tahu, jadi apakah ada penilaian tersebut itu ditunjukkan hasilnya kepada masing-masing ASN yang telah diuji? Terima kasih. Silakan Bu Dian. Baik, terima kasih pertanyaannya Ibu. Ee jika Ibu pernah mengikuti kegiatan penilaian atau uji kompetensi di BKN baik itu CAC maupun proasn ee di tahun kalau CACT itu sebelum tahun 2025 ya. Yang terakhir itu program uji kompetensinya itu eh namanya atau profiling ASN di tahun 2025 itu hasil uji kompetensinya itu ada Ibu di MyASN. Jadi kan di MyASN tuh ada feature-feature-nya ya. di situ nanti ada uji kompetensi, di situ bisa terlihat hasil yang diperoleh pegawai uji kompetensinya ketika setelah mengikuti kegiatan ASN. Jadi situ transparan ee berapa nilai yang diperoleh oleh pegawai, kemudian standar kompetensinya berapa, lalu gap-nya ada di kompetensi apa saja itu. Itu pada saat ini. Namun ketika waktu sebelumnya ketika waktu itu misalnya BKN juga belum ada program CAC maupun profiling ASN. Ee kalau di BKN itu hasil uji kompetensi dilakukan oleh pihak ketiga dan hasilnya itu berupa nanti hasil yang bisa diterima oleh pegawai melalui ee pejabat pimpinan tinggi pratamanya itu berupa laporan begitu ya Bapak Ibu. memang ee sengaja dibikin laporan, dibuat narasi supaya lebih mudah dipahami itu. Jadi, pegawai tersebut mengetahui area kekuatan, kemudian area pengembangan dan saran pengembangannya. Ada tiga aspek itu yang disampaikan pwaitu. Jadi pegawai itu paham ee hasil uji kompetensinya itu yang diperoleh ee seperti apa, nilainya berapa, dan program pengembangan untuk mengisi kompetensi yang disarankan itu apa. Begitu Ibu Bu Dian atas jawabannya. Bu Arista terima kasih atas pertanyaannya. Mohon berkenan untuk dapat mengirimkan data diri melalui chat Zoom di tim admin kami untuk pengiriman merchandise. Terima kasih sekali lagi Bu Arista. kita masuk ke penanya berikutnya ya. Kami persilakan bagi sobat ASN yang tengah ee mengacungkan atau mengaktifkan fature handen kami persilakan untuk bertanya juga. Telah bergabung bersama dengan kami semua di sini Pak Sigit Yuwono. Selamat pagi, Pak Sigit. Pak Sigit mohon izin untuk bik-nya masih termute Bapak. Halo. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Pak Sigit boleh dibantu untuk perkenalkan terlebih dahulu nama asal instansi dan juga daerahnya, Pak. Silakan. Ee baik, terima kasih. Izin ee menyampaikan. Halo, Bu. Ya, Ibu Pak Sigit sudah terdengar di Iya, Pak. Terdengar, Bapak, ya. Ee terima kasih. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Selamat pagi dan salam sejahtera buat kita semuanya. Izin. Nama saya Sigit Yuwiwono. Saya dari Dinas Ketahanan Pangan, Tanah Pangan, dan Hortikultura atau mungkin ee yang lebih familiarnya Dinas Pertanian di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Ee baik Bu ee sebelumnya ee izin menyampaikan beberapa mungkin pertanyaan gitu Bu ya. Yang pertama ee tentang manajemen talenta. Bahwa ee disampaikan tadi untuk manajemen talenta itu ee penempatan pada jabatan-jabatan strategis ee saat harusnya kan berdasarkan potensi dan kinerja gitu Bu ya. ee tapi ee kenyataannya ee pada saat ini untuk penempatan jabatan strategis itu tidak berdasarkan potensi dan kinerja, tetapi ee berdasarkan ee pada kedekatan ee kedekatan ataupun mungkin berdasarkan ee persaudaraan gitu. ee misalnya aja ee yang sering kita jumpai yaitu pada jabatan mungkin untuk eslon 3 ataupun eslon 4. Mungkin kalau untuk eslon 2 itu kan mungkin ee ada ee uji kompetensinya gitu, ada ada ujiannya atau mungkin ada seleksinya gitu. Mungkin yang saya ee pertanyakan itu untuk jabatan untuk eslon 3 ataupun eslon 4 yang mana untuk penempatan jabatannya itu ee ee kebanyakan tidak berdasarkan potensi dan kinerja. Mungkin bisa di ee sampaikan bagaimana pendapatnya gitu Bu. Itu yang pertama. Nah, kemudian untuk yang kedua ee masalah penyetaraan jabatan fungsional Bu ee pada saat ini untuk jabatan posional masih banyak yang tidak sesuai dengan kompetensi kualifikasi dan unit kerja. ee misalnya saja saya sendiri gitu ya kan bahwa saya ini ee untuk pendidikannya sarjana sosial cuman ee penyetaraannya dapat di Dinas Pertanian. Waktu itu ee pernah BKM mengeluarkan aturan untuk penyesuaian gitu. Tapi itu belum semuanya mencakup. mungkin ee izin kalau bisa ee saran gitu kan bahwa nanti untuk BKN itu mungkin mengeluarkan peraturan bahwa untuk penyarannya itu mungkin bisa di ee apa disesuaikan lagi gitu, Bu. Mungkin itu aja. Terima kasih, Bu. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, Pak Sikit. Terima kasih atas pertanyaannya. Jadi, ada dua pertanyaan yang perlu dijawab ya, Budien ya. Yang pertama adalah praktik yang masih belum sesuai dengan tadi yang sebenarnya kita konsepkan gitu ya atau kita inginkan seperti apa corrective action yang bisa dilakukan oleh unit terkait kemudian jabatan fungsional yang masih banyak belum sesuai dengan kompetensi. Silakan tanggapannya Bu Dian. Baik, terima kasih Pak. Jadi pada saat ini memang ee untuk pengisian jabatan eslon 3 dan 4 begitu ya, Pak. Memang sudah banyak instansi yang Iya. sudah banyak Bapak eh karena awareness terhadap manajemen talenta ini juga sudah sangat tinggi ya Pak. Alhamdulillah sekarang ini ee yang tadinya kami berharap ee fokus ke pengisian JPTP dengan menggunakan manajemen talenta tapi data di kami sudah banyak menunjukkan juga Pak instansi-instansi yang sudah melakukan pengisian jabatan untuk eslon 3 dan 4 menggunakan manajemen talenta karena memang ee ini merupakan metode yang paling objektif ya ketika seorang pegawai itu dilihat data-datanya, aspek-aspek lain manajemen talentanya untuk ee sebagai dasar dilakukannya promosiasi dan mutasi begitu, Pak. Jadi mungkin salah satu upaya untuk membangun kesadaran ini seperti yang dilakukan oleh BPSDM Jawa Timur itu membangun kesadaran terhadap sertifikasi ini, kesadaran terhadap data-data pembangunan yang dibutuhkan dalam pembangunan manajemen talenta sehingga nanti organisasi tersebut bisa melakukan pengisian jabatan dengan metode manajemen talenta tidak hanya untuk jabatan JPTP tapi juga untuk jabatan eslon 3 dan 4. Begitu Bapak. Alhamdulillahnya sekarang sudah banyak ya, Pak, instansi-instansi yang juga menggunakan manajemen talenta untuk pengisian jabatan untuk eslon 3 dan 4 berdasarkan data-data dari manajemen talenta itu sendiri. Itu, Pak. Kemudian untuk yang keduanya untuk ee ada JF yang tidak sesuai dengan kompetensi dan kualifikasi unit kerja. Seperti yang Bapak sampaikan, ee Bapak Sarjana sosial tapi ditempatkan di Dinas Pertanian. Baik, terima kasih sarannya Bapak. Mungkin pada waktu itu juga waktu penyederan jabatan sebenarnya kasus ini sudah ada gitu ya, Pak. Waktu itu juga ee MenPAN memberikan kesempatan untuk ee reorganisasi atau restrukturisasi penataan pegawai-pegawai yang ee penyetaraan JF-nya itu tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Waktu itu juga sudah pernah. Namun mungkin di lapangan Bapak masih menemukan ee ketidaksesuaian tersebut. Baik, ee terima kasih atas masukannya Bapak. mungkin nanti akan menjadi bahan pertimbangan pimpinan untuk ee membuat peraturan sehingga ee penempatan pegawai tersebut untuk penyetaraan JAKnya bisa lebih rapi lagi begitu ya, Pak. Sesuai dengan pengalaman dan latar belakang pendidikan. Baik, terima kasih banyak Pak Sigit. Terima kasih banyak Bu Dian atas jawabannya Pak Sigit. Terima kasih banyak untuk pertanyaannya. mohon izin untuk dikirimkan kembali terkait dengan data dirinya di tim admin Zoom kami untuk pengiriman merchandise eksklusif dari BPSDM Jawa Timur. Salam sehat selalu, Pak. Siapi, Bu. Terima kasih. Makasih, Bu. Makasih, Pak. Baik, kita masuk ke penanya terakhir, Bu Dian. Ini kami izin undang kembali untuk penanya berikutnya telah bergabung bersama dengan kami semua di sini, Bu Ratna Dewi. Selamat pagi, Bu Ratna. I. Selamat pagi. Kabar baik, Bu. Terima kasih atas waktunya. Alhamdulillah. Baik, ya. Silakan diperkenalkan nama dan asal instansi daerahnya Bu Ratna. Silakan. Iya. Baik, terima kasih atas kesempatannya Pak Moderator. Ee nama saya Ratna Dewi dari Badan Ciber dan Sandi Negara. Kebetulan saya ee ditugaskan di tim Lembaga Sertifikasi profesi BSSN. Nah, ada dua pertanyaan yang ee ingin saya tanyakan, Ibu, terkait ee pencantuman gelar sertifikasi. Apakah sudah ee dapat dilakukan dan apabila sudah ada ee apa sudah ada kebijakan atau peraturannya terkait pencantuman gelar sertifikasi. Kemudian ee yang kedua pertanyaannya apabila sertifikasi tidak sesuai dengan ee jabatan, e ulangi ee misalnya standar kompetensi jabatannya itu, tapi dia melaksanakan tugas yang memerlukan sertifikasi itu apakah akan mendapatkan poin Bu dalam manajemen talenta tersebut? Iya, terima kasih Bu Ratna. Untuk pertanyaannya ada dua pertanyaan ya. Gelar sertifikasi yang tadi apakah sudah bisa dicatumkan atau tidak. Kemudian sertifikasi yang tidak sesuai dengan kompetensi jabatan, tapi dalam kenyataannya di daily ee job-nya dikerjakan gitu oleh pengembangan jabatannya. Silakan Bu Dian. Iya. Oke, terima kasih pertanyaannya Bu Ratna Deli terkait dengan kegiatan sertifikasi. Apakah sudah ada? Ee izin Bu, ini sepertinya sepengetahuan saya ini sekarang sertifikasi itu sudah bisa dicantumkan ya, Bu ya. Namun nanti untuk pastinya mungkin ee ee di bagian KP ya kalau enggak salah nanti saya konfirmasi lagi. Cuman setahu saya ini untuk ular sertifikasinya sudah bisa dicantumkan. Kemudian jika ada sertifikasi tidak sesuai dengan standar jabatan, namun di pelaksanaan kegiatan sehari-hari dilakukan apa boleh apa boleh mengikuti sertifikasi pegawai tersebut begitu ya Bu ya. Iya. Dan maksudnya mendapatkan poin di manajemen Talenta itu. Iya. Iya Bu. Kalau untuk ee boleh dilakukan sertifikasi karena memang di kegiatan sehari-hari pegawai tersebut melakukan pekerjaan tersebut ya Bu ya. Kemudian ee apakah mendapatkan poin di manajemen talenta itu mendapatkan poin Ibu. Jadi memang pada saat ini belum mengatur kayak misalnya kesesuaian antara sertifikat dengan standar jabatannya itu kami belum mengatur asalkan pegawai tersebut memiliki sertifikat sertifikasi tertentu dan sesuai dengan pekerjaan di lapangan itu masih mendapatkan ee penilaian di manajemen talenta. Oh iya. Baik Ibu terima kasih informasinya. Kebetulan saya ee juga jabatannya analis pengembangan kompetensi. Jadi memang ee apa konsern di terkait ee ee istilahnya sertifikasi ini Bu terkait pengembangan kompetensinya gitu. Jadi suka ada yang menanyakan nanti ini saya dapat poin atau enggak seperti itu. Banyak Bu Dian untuk jawabannya Bu Ratna terima kasih banyak untuk pertanyaannya. Jangan lupa untuk mengirim data diri ke tim admin kami ya Bu ya untuk pengiriman merchandise dari BPSDM Jawa Timur. Sehat selalu, Bu Ratna. Kemudian tidak terasa kita sudah berada di penghujung sesi pertama. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih karena sudah berkenan untuk berbagi inset terhadap Sobat ASN yang menyaksikan acara webinar kali ini. Sebelum ditutup, barangkali ada closing statement yang ingin Ibu Dian sampaikan kepada teman-teman Sobat ASN. Kami persilakan Bu Dian. Ee baik Bapak ee terima kasih banyak atas kesempatannya untuk mengisi kegiatan ini. Saya sangat mengapresiasi kepada BPSDM Pemrov Jawa Timur ee karena ini merupakan salah satu bentuk upaya meningkatkan kesadaran bahwa sertifikasi itu sangat penting terutama terkait dengan menjadi salah satu aspek penilaian dalam manajemen talenta di mana dengan sertifikasi kesempatan untuk berada di kotak 789 itu lebih besar karena memiliki nilai tambah dibandingkan dengan pegawai-pegawai lain yang belum memiliki sertifikasi sehingga kesempatan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi itu semakin besar
Resume
Categories