Transcript
dVKZ-tb75-g • Training Softskill HSE Mastery K3 - 14 Desember 2025 - Sesi Pagi
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/cendekiaazzacemerlang/.shards/text-0001.zst#text/0581_dVKZ-tb75-g.txt
Kind: captions Language: id Bapak Ibu KS sebelumnya apakah suara saya bisa terdengar dengan jelas? Terdengar, Mbak. Oke, baik. Terima kasih, Pak Elen. Mohon maaf sebelumnya ee untuk suara saya memang saat ini ee sedang kurang baik, tapi semoga bisa membantu Bapak Ibu untuk jalannya training pada hari ini. Sebelumnya perkenalkan nama saya Dina selaku moderator yang akan ee memandu Bapak Ibu ee di training sesi pagi dan sesi siang pada hari ini. Izin mengingatkan kembali bagi Bapak Ibu yang belum mengisi absen, silakan untuk diisi absensinya terlebih dahulu di link absen yang sudah saya kirimkan di grup WhatsApp. Dan kita akan mulai trainingnya di jam 45 menit sembari menunggu rekan-rekan lain yang belum bergabung di ruangan Zoom meeting pada pagi hari ini. sudah bergabung e Septian Julifar. Selamat pagi dan selamat datang Pak Septian. Oke. Baik, mungkin sembari menunggu Pak Septian untuk bersiap, silakan Bapak, Ibu untuk mulai standby di depan device-nya masing-masing. Silakan untuk mulai menyalakan kameranya. Dan bagi yang belum sarapan atau belum ngopi mungkin bisa disambi ya. Silakan diseduh kopinya atau mungkin dipersiapkan cemilannya. Jadi kita pagi hari ini ee memulai untuk training dengan suasana yang agak lebih santai ya karena ini hari Minggu juga kan. Jadinya ee sembari menikmati weekend kita bisa mendapatkan ilmu baru dari Pak Seftian. Permisi, Pak Septian, apakah sudah bisa standby? Oke, baik Pak. untuk mikrofonnya masih dimute ya, Pak. Oke. Baik, ya. Silakan Bapak, Ibu. Ee mungkin kita sebelum memulai training pada hari ini, mari kita berdoa terlebih dahulu ya agar bisa diberi kelancaran untuk agenda training sampai sore hari nanti. Maka dari itu berdoa dimulai. Oke, untuk berdoa dicukupkan dan selanjutnya saya mengingatkan kembali bagi Bapak Ibu yang belum menyalakan kameranya dipersilakan untuk mulai menyalakan kameranya karena kita akan sesi dokumentasi terlebih dahulu ya. Kemarin kita dokumentasi dengan saham CAC. Silakan Bapak, Ibu yang sudah menyalakan kameranya untuk berpose C seperti ini. Oke, silakan ya Bapak Ibu yang belum menyalakan kameranya masih ditunggu. Oke, ditunggu untuk yang lain silakan untuk ee pose tangan CAC seperti ini. Oke, dalam hitungan mundur akan saya mulai. 3 2 satu. Oke. Baik ya. Baik, untuk sesi dokumentasi dan doa bersama sudah selesai. Maka dari itu untuk Pak Septian dipersilakan untuk memulai materinya. Waktu dan tempat dipersilakan. Oke ya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi bersama-sama semuanya. Apa kabar di minggu hari ini? Ya, waduh, minggu-minggu disuruh training. Iya, harus ikut training. Tapi enggak apa-apa, aku enggak ada suaranya. Oh, oke. Di pagi hari ini sebelum memulai aktivitas ada yang mau sharing-sharing sedikit terkait dengan safety moment. Silakan Pak Elen lah. Pak Elen atau Bang Koiril silakan. Mas, Pak Rudi. Sharing sharing safety moment. Mas Jongki sudahudah ngumpet-ngumpet. Apaal baik Old siapa? Silakan ada yang mau di-sharing terkait dengan safety moment di pagi hari ini. Mungkin tadi malam ngelihat apa gitu ya atau kemarin atau tadi malam Mas Tiongki lagi jalan-jalan gitu misalnya atau Mas ada yang mau dibagikan silakan. Mungkin saya satu Mas Septian. Oh silakan. Jadi ee ya Mas Septian tahulah di Jalan Hang Tua di duri tempat saya ini ee banyak ee kalau UT ya ee arah berbalik ee kalau di jalan. Jadi ee kita harus memastikan apakah ee kendaraan kita ee itu ee yang arah berlawanan itu ee kosong atau tidak. Jadi kalau misalnya di Uton itu kita biasanya melihat ke kiri bahwa kita akan mutar bahwa lawan yang ee arah dari sebelah kiri itu ee kita mau masuk ke arah ee jalan yang satu lagi, kita pasti melihat ke kiri saja. Sementara ke kanannya ee istilahnya itu kan tidak memungkinkan ada. Tapi kalau di jalan kami ini ada yang sering berlawanan arah jalannya. naik motor. Jadi kalau kita hanya memerhatikan ke kiri, tidak memerhatikan ke kanan, pas kita muar bisa terjadi ee tabrakanlah atau kecelakaanlah. Jadi kita harus memastikan ke kiri dan ke kanan juga walaupun ee kita menganggap wah ini kan ee jalan satu arah gitu. Tapi banyak juga yang ee mungkin malas mutar di ujung sana langsung berlawanan arah ee sesuai dengan arah ke kendaraan. Mungkin itu saja ee h moment dari saya. Oke, terima kasih Pak ya. Eh, bagus banget nih eh sharing session-nya dan momennya di pagi hari ini ya, Safety momentnya terkait dengan berbelok atau putar balik di Uturn. Ee memang bukan hanya di duri sih sebenarnya, hampir di semua tempat sih sebenarnya ya. Hampir di semua tempat. Kalau misalnya putaran selanjutnya itu jauh, biasanya orang akan lebih cenderung ee kalau bahasa jawanya itu melipir. Melipir itu jadi dari kiri ya, dari kiri itu pelan-pelan sampai ke ujung tempat ee uurn itu berada. Ini misalnya kayak kayak di mana ya? misalnya kayak di mungkin dia dari jalan pertanian kali ya, jalan pertanian dia mau ke arah ee mau ke arah Desa Harapan mungkin ya, ke arah sana lah ya. Nah, habis itu karena dia malas putar balik di seberangnya suka maju ya suka maju akhirnya dia melipir melipir melipir sampai ke Grand Zuri gitu ya putar balik ke situ ya biasanya kan kayak gitu tuh kalau yang di jalan orang tua ya atau misalnya ya ee kita bicaranya adalah pada saat kita melakukan putar balik ya sebetulnya kalau kita sendiri pribadi ya pasti ya kita mengurangi kecepatan ya terus habis itu kita ee melihat ke kiri sebetulnya ya. Tapi karena ada situasi yang seperti itu ya, mau enggak mau kita harus terapkan yang biasanya kita lakukan nih ya, yaitu K3 ya, kanan kiri kanan ya. Mungkin kalau di dulu kita belajar di konsepnya defensive driving dan smit system ya, lima kunci mengemudi. Kalau kita ingin menyeberang, kita harus lihat terlebih dahulu sebelah kanan, kiri dan kanan karena kanan yang pertama untuk memastikan bahwasanya tidak ada kendaraan ya. Bisa jadi tadi ya kita ngelihat ke kanan dulu karena ya memang kita mastikan enggak ada orang-orang yang seperti ini gitu ya. Enggak ada orang-orang yang agak sedikit ngur-ngaur dikit gitu ya. ngawur-ngawur. Jadi kita pastikan kanan, kiri, kiri untuk memastikan kembali enggak ada kendaraan yang dari kiri ya. Terus habis itu ke kanan lagi ya. Takutnya ada sesuatu yang tidak diinginkan dari orang-orang tersebut ya. Kadang kan ee karena udah kosong dia akhirnya nyebrang juga kan. Kita mau muter nih, kita mau muter terus habis itu kita lihat oh kiri sudah kosong. Tapi ternyata mereka duluan nih duluan masuk ke situ ya. Apalagi yang kita gunain mobil-mobil yang lumayan besar ya. seperti misalnya double cabin High ataupun Triton. Biasanya kalau di area kita kan area kerja kan kalau enggak konuk dan semacamnya lah ya. Nah, itu yang perlu diperhatikan sebetulnya bagi teman-teman semua. Kalau kita berbicara konsep defensive driving yang waras yang ngalah ya. Yang waras yang ngalah. Jadi ibaratnya kalau kita berbicara defensive dving itu kita menggugurkan hak kita demi keselamatan. Ya memang kalau kita dibilang kita hak kita itu berputar gitu. Itu bukan haknya mereka, itu bukan jalannya mereka tapi hak kita itu mendapatkan. Tapi tadi demi terciptanya keselamatan ya mau enggak mauah kita layan ya. Sama halnya dengan teman-teman lagi di lampu merah dapat lampu hijau, terus biasanya ada yang nyerobot dari depan atau dari kanan dari ya. Jadi teman-teman ngalahlah di situ ya. Kalau kita pengemudi yang defensif, yang bertahan dalam arti kata kita bertahan untuk menjaga keselamatan ya, mau enggak mau kita berhenti dan mengalah ya. Karena apa sih yang dikejar sebetulnya? Ya, kalau mengemudi itu apa sih yang dikejar? Enggak ada yang dikejar. Kita enggak enggak ee dalam posisi kompetisi atau balapan gitu ya. Nah, ini juga berlaku kalau teman-teman berbicara konsep defensive driving, teman-teman lagi mengemudi misalnya lagi perjalanan jauh. Nah, teman-teman mengemudilah sesuai dengan aturan yang berlaku dan kecepatan teman-temanlah yang atur. Enggak ada yang dikejar ya. Yang dikejar apa, Pak? Wah, kita pengin cepat nyampai, pengin cepat tidur-tiduran. Ya, kalau misalnya capek ya istirahat ya. istirahat tidak ada kemarin aku sebutkan tidak ada obat yang lebih ampuh selain tidur. Ya, mungkin itu dari aku ya. Terima kasih Pak Elen sharing-sharingnya kepada teman-teman semua ya. Ini buat teman-teman yang masih naik motor sering ngelawan arus pasti ada di sini ya. Enggak mungkin enggak ada ya. terkadang kan kepepet atau misalnya putarannya jauh banget, putrannya itu baru ada 1 kilo, 1 kilo kemudian, wah itu paling sebal itu pasti pasti banyak orang yang melawan arus karena akan mereka akan aduh kejauhan ini muter nanti makan waktu sekian menit padahal sekian menit itu paling cuma 1 menit, 2 menit perbedaan ya bahkan enggak nyampai sekitar 1 menit berapa detik 30 detik mungkinya nya. Tapi karena di mindsetnya adalah wah itu jauh ya, mau enggak mau dia harus melewati tempat ya. Sering yang kayak gitu. Yang paling sering itu kalau enggak salah di ya depannya Suk Maju itu depannya Sukaju mau biasanya mau masuk ke Jalan Bandes. Nah, itu biasanya mereka tuh lewat langsung masuk. Ya, itu paling sering kalau yang aku lihat sih ya yang aku lihat. Terus ya kalau di enggak sih kalau di pom bensin yang desa itu sih enggak ya yang paling sering sih di situ karena pas banget jalan bandes itu setelah putaran sebelum putaran jadi ee untuk muter lagi itu akan jauh ya akan jauh banget. Oke, terima kasih ya teman-teman semua. Ee di pagi hari ini kita akan mulai training. Teman-teman duduklah secara ergonomis ya. Pastikan teman-teman duduk secara nyaman, ergonomis, mau gegoleran kata Pak Anis ya, tidur-tiduran enggak ada masalah sebenarnya ya sambil mendengarkan karena juga di hari Minggu nih hari yang hari libur, hari santai sebetulnya tapi teman-teman ee diminta untuk training gitu ya. ee dari ahli ketiga teman-teman atau teman-tem menambah ilmu ya silakan teman-teman senyaman mungkin posisinya siapkan kopi cemilan-cemilan ya mungkin Mbak Shella belum sarapan sarapan dulu bawa sarapan silakan ya atau bawa cemil-cemilan enggak ada masalah yaitu oke. Pastikan colokan listrik jangan terbuka dan kabel-kabel listrik tidak ada yang terkelupas supaya tidak terjadi bahaya kelistrikan yang terjadi di area area teman-teman semua yang berada di area kerja mungkin masih ada di sini silakan kalau ada kondisi darurat hari ini tidak ada drill dan simulati berarti kalau misalnya ada kondisi darurat ya itu adalah kondisi real ya kondisi sebenar oke. Oke, kita masuk materi kita ya. Materi kita tinggal lima ya. Jadi ada inspeksi K3, HSN PL, K3 luang terbatas, investigasi kecelakaan, dan integrasi sistem ISO. Ya, tapi kemarin aku bilang materinya ada delapan. Nah, tapi ternyata ee sudah aku sederhanakan. Jadi, hanya satu materinya ya, hanya satu. Jadi materinya cukup lima di hari ini dan nanti kalau misalnya kita ee selesainya lebih cepat ya enggak ada masalah sih sebetulnya ya. Ya kan karena materi kita hanya lima dan kemarin juga kita sudah bahas materi lima materi yang sebelumnya. Oke. Kalau di yang B sebelumnya itu ada materi fatik manajemen, tapi ternyata di batch ini sama Dina diganti ya. Jadi judulnya ISO. Aku juga pas Dina ngirimin e pelayanan lah. Kok materi yang terakhir harusnya kan sebelumnya manajemen jadi ISO. Ya udah enggak apa-apa. Kita mulai materi kita di hari ini. Inspeksi K3 ya. Nah, salah satu tugas dari seorang HSE adalah melakukan yang namanya inspeksi. Ya, Teman-teman. Di sini judulnya adalah HSE Skill Mastery Training. Mastery Training. Nah, salah satu tugas dari seorang HSE adalah melakukan inspeksi area kerja. Baik itu inspeksi sebelum ya atau misalnya inspeksi pada saat ada audit atau persiapan mau ada audit biasanya seperti itu ya. Inspeksi sebelum memulai kerja sebetulnya bisa dilakukan oleh HSE ataupun HS membantu teman-teman rekan atau rekan-rekan operator ya. Sebetulnya merekalah yang bertanggung jawab untuk melakukan inspeksi terhadap area kerjanya. Kalau kita berbicara inspeksi kalau dulu aku ada yang namanya PTO ya, PTO atau pre eh preoperational checklist POC atau PTO itu pre operation. Kalau di mobil ada yang namanya pretrip inspection ya, pretrip inspection atau kalau misalnya kita bicaranya dulu di tambang ada beberapa ee perusahaan menamakan P2H ya, pemeriksaan pengecekan harian terhadap kendaraan kita tersebut. Oke. K3 suatu proses untuk ee menemukan potensi bahaya. kita seperti biasa kita berbicara K3. Ketika kita melakukan tindakan K3 berarti kita melakukan tindakan pencegahan. Nah, salah satunya adalah tindakan pencegahan untuk menemukan potensi bahaya yang terjadi. Karena potensi bahaya tersebut bisa menjadi sumber kecelakaan yang ada di area pekerjaan seperti harapannya dengan kita melakukan inspeksi kita bisa meminimalisir terjadinya kecelakaan tersebut. Nah, ini biasanya bisa jadi seorang HSE diminta untuk melakukan hal tersebut atau kemarin kita bicaranya di CSMS ya, salah satu leading programnya adalah kita melakukan inspeksi ya. Apalagi kalau area kerjanya memiliki potensi resiko bahaya yang tinggi gitu ya. Nah, itu semakin sering kita melakukan inspeksi semakin bagus sebetulnya. Inspeksi ketiga sebagai upaya melakukan pengendalian tadi ya, pengendalian atau pencegahan dan pengawasan terhadap rumus sumber bahaya. ini berdasarkan PP 50 tahun 2012 ya, SMK3 ini perusahaannya ada yang sudah SMK 3 ya. Yang sudah training SMK 3 melakukan atau menerapkan SMK 3 hukumnya wajib ya. Hukumnya wajib menerapkan sistemnya. Kita bicara menerapkan sistemnya. Tetapi kalau teman-teman bicara, "Pak, kalau misalnya kita melakukan auditnya apakah wajib?" Sebenarnya enggak ya, tergantung kebutuhan perusahaan teman-teman masing-masing. Apalagi teman-teman yang kontraktor. Kalau memang dipersyaratkan oleh klien ya, mau enggak mau teman-teman harus melaksanakan ya. Kalau misalnya tidak ya terserah terserah perusahaannya. Karena untuk mengurus sebuah SMK3 atau sistem manajemen K3 di perusahaan sampai mendapatkan sertifikasi dan bendera atau pengakuan ya gitu ya dari pemerintah. Nah, itu membutuhkan biaya yang tidakit sehingga kemungkinan ya tergantung kebutuhan perusahaan teman-teman masing-masing. Kalau memang dibutuhkan ya silakan. Kalau memang tidak dibutuhkan ya sudahudah penerapan sistemnya aja yang dilakukan. audit pemeriksaan terhadap sistem keseluruhan. Ya, kalau audit kita bicara audit, audit itu biasanya mengacu kepada cara spesifik klausul-klausul yang ada di sebuah sistem manajemen atau standar. Tujuan inspeksi, identifikasi kondisi tidak aman, tindakan tidak aman, ya. Terus menentukan penyebab dasar dari sebuah misalnya kecelakaan ya atau misalnya sebuah gitu ya. terus melakukan perbaikan kalau bisa dilakukan pada saat itu ya. Tapi ee di Indonesia kan seringnya kalau untuk perbaikan sementara, wah sementara sementara diperbaiki ya, Pak ya. Sementara sementara ditungguin seminggu belum diperbaiki, 2 minggu belum juga selesai, 3 minggu belum juga selesai sampai sebulan, 2 bulan, 3 bulan, setahun, 2 tahun. akhirnya enggak diperbaiki-perbaiki ya. Jadi sementara bisa jadi semen tahun, semen 2 tahun itu biasanya kalau misalnya di perusahaan-perusahaan kita gitu ya. Nah, ini hampir di semua perusahaan rata-rata seperti itu ya. Bukan mencari kesalahan kita melakukan inspeksi. Tidak ada inspeksi bisa jadi salah satu faktor penyebab terbesar terjadinya kecelakaan. akibat adanya unsafe action dan unsafe condition bisa menyebabkan terjadinya atau kecelakaan. Nah, kalau kita berbicara piramida kecelakaan ee jadi kalau yang alikat umum mungkin sudah sempat aku bahas ya. Jadi ada piramida kecelakaan. Oke. Oke. Ini ada fatality ya. Jadi kalau kita berbicara terjadi di sini fatality satu fatality ini sebetulnya sebelumnya itu sudah ada berbagai macam aktivitas di bawahnya yang sudah diidentifikasi tetapi tidak dilakukan follow up ya dari satu ini bisa jadi di unsafe action dan unsafe condition ini bisa Jadi dapat kita mendapatkan banyak unsafe action dan unsafe condition yang kalau misalnya dilakukan closing atau penutupan atau follow up terhadap unsafe action dan unsafe condition tersebut itu mungkin saja tidak terjadi yang namanya fatal ya. Jadi pada saat teman-teman berbicara, "Pak, perusahaan perusahaan saya atau perusahaan tetangga lah ya, perusahaan tetangga ini enggak ada fataling. Ada satu kematian karyawan misalnya ee terpotong ya terpotong oleh mesin. Akibat apa? Akibat sebelum-sebelumnya misalnya di sini ada namanya kecelakaan berat ya, major. Terus di sini ada minor, di sini ada nirmis. Ya, berarti sebelum-sebelumnya ini sudah ada nih ya kecelakaan-kecelakaan yang terjadi. Akan tetapi karena memang tidak dilakukan perbaikan secara baik, secara menyeluruh ya akibat adanya unsafe action dan unsa condition ini sehingga fatality kematian ini bisa jadi bisa saja terjadi. Nah, peran kita sebagai HSE adalah membantu melakukan follow up, membantu melakukan identifikasi terhadap unsafe action dan unsafe condition tersebut ya. Jadi difollow up ya. Jadi ditanyakan ke departemen terkait ini seperti apa, apakah sudah ada penyelesaian atau belum. Kalau misalnya belum ada penyelesaian, apa yang dilakukan? Nah, ini tugas kita sebagai HSE. Ya, ini karena programnya HS Skill Mastery Training ya. Mau enggak mau teman-teman pada saat teman-teman mendapatkan unsafe action dan unsafe condition ini, teman-teman diminta tolong untuk membantu menjadi nara hubung nara hubung kepada departemen terkait ya. Karena jujur teman-teman operation ini seringki tidak peduli terhadap hal tersebut. Nah, salah satu hal untuk mendapatkan atau mengidentifikasi unsafe condition dan unsafe action ini adalah dengan melakukan inspeksi. Nah, jadi inspeksi ini berperan penting supaya yang namanya fatality ini tidak terjadi dan dengan melakukan identifikasi terhadap unsafe action dan unch condition. Oke, ya. Kita next. Keuntungannya identifikasi problem peralatan ya. Kita bisa mengidentifikasi sebelum kejadian gitu ya. sebelum perjanjian sebelum perjanjian perusakan ya. Tapi P2H misal ROPTI yang mengidentifikasi kekeliruan dalam tindakan ini biasanya ee program-program yang dilakukan biasanya seperti BBS ya, behavior based safety ya. Kita melihat aktivitas orang tersebut ngapain ya kita lihat saja terlebih dahulu. Nah, setelah itu baru kita berikan masukan ya. Atau kalau di perusahaan Jepang ada yang namanya gamea, Gemba. Jadi gembetnya kita ke lapangan terus kita melihat aktivitas karyawan tersebut bekerja. Nah, setelah dia ee melakukan pekerjaan ya kita habis itu ngobrol ya. Yang perlu diingat pada saat kita melakukan coaching atau ngobrol-ngobrol, sharing session di situ, itu tidak hanya perlakuan atau perilaku yang tidak aman saja yang kita identifikasi. perilaku yang baik kita sampaikan dalam memberikan sebuah coaching atau dalam memberikan sebuah teguran gitu ya. Misalnya jangan sampai kita mendahulukan ee negative thinking dulu ya. Jangan sampai kita mendahulukan negatif feedback terlebih dahulu, tapi kita berikan positif feedback terlebih dahulu ya, Pak. Terima kasih sudah melakukan pekerjaan dengan aman, selamat. Tadi saya lihat bagus banget pakai APD-nya ya. Tadi saya lihat wah melakukan pekerjaan kayaknya ee mantap banget ini sudah berpengalaman. Terus ee SOP-nya sudah dijalankan ya, APD-nya lengkap ya. Tapi kira-kira apa nih yang perlu ditingkatkan? Sepertinya ada yang masih sedikit perlu ditingkatkan. Apa Pak menurut Bapak? Nah, hal-hal yang seperti ini nih akan membangkitkan partisipasi dari karyawan untuk mengikuti pekerjaan sesuai dengan aturan yang berlaku sehingga mereka akan merasa terbangun gitu ya. Karena jujur kalau kita berbicara manusia gitu ya, manusia itu lebih senang dipuji ya, dipuji. Apalagi kalau misalnya dipujinya di depan umum dan manusia itu tidak suka dijatuhkan apalagi kalau dijatuhkan di depan umum ya. Nah, pada saat kita memberikan kunci ini atau kita ee ee menegur karyawan tersebut ya setindaknya kita jangan sampai menegur dia di depan orang banyak. Kalau memang mau menegur, kita bawa dulu ke dia misalnya keluar, "Bro, keluar dulu dong. Mau ngobrol, mau ngobrol." Nah, setelah kita melakukan obrolan tersebut, nah di situlah baru didapatkan. Kira-kira yang perlu ditingkatkan adalah ini, ini, ini. Kalau bisa itu keluar dari mulut dia sendiri. Nah, oke. Mengidentifikasi efek perubahan. Misalnya ada sebuah perubahan ya kemarin kita jelaskan ada namanya management of change. Kalau misalnya ada off change-nya change management tersebut ya mau enggak mau kita harus perhatikan setelah ya setelah aktivitas ee setelah aktivitas itu dijalankan ya. Jadi kalau misalnya ternyata ada perubahan ya mau enggak mau apa apa ada impact ya apakah ada impact dari perubahan tersebut. Kalau misalnya ada impact ya, mau enggak mau kita harus lihat seberapa dampak tersebut berpengaruh terhadap manusianya ya. Atau misalnya di sini identifikasi kekurangan dalam tindakan perbaikan. Sebelumnya sudah dilakukan perbaikan ya. Apakah pembaikan tersebut sudah sempurna atau tidak memiliki dampak lagi. Nah, ini juga kita harus perhatikan identifikasi positif performance seringkiali juga terkait dengan perbaikan tadi. Kalau misalnya dia kita kalau misalnya perbaikan tersebut untuk mengejar kualitas ya mau enggak mau kita harus lihat kualitas dari perubahan tersebut. Jangan sampai setelah kita melakukan perubahan malah justru kualitasnya menurun ya. Jangan sampai kita sudah investasi besar-besaran membawa alat ini ya, menggunakan alat ini, alat ini ya. Ya, memang bahaya dan resikonya mungkin minim. Tapi kita harus juga lihat apakah dengan kita merubah sebuah proses tersebut ya, apakah ini berpengaruh terhadap kualitas dari barang-barang atau kualitas dari produk yang kita jalankan. ya. Terus mendemonstrasikan komitmen manajemen. Nah, ini juga salah satu hal setelah kita mendapatkan hasil dari inspeksi, kita sampaikan ke manajemen, "Pak, Bu, ini kita mendapatkan hasil inspeksi seperti ini, seperti ini, seperti ini." Ya, ini ada noncity di sini ada ketidaksesuaian di sini ya. Bagaimana menurut Bapak-bapak dan Ibu-ibu? Apakah perlu adanya tindakan perbaikan? Karena kalau teman-teman HSE misalnya melakukan inspeksi, nah setelah itu dari hasil inspeksi tersebut ternyata ya tidak mendapatkan dukungan dari manajemen. Ini agak sulit sebetulnya ya. Karena kemarin kita jelasin manajemen ini berpengaruh terhadap budgeting ya, biaya yang akan dikeluarkan. Kalau misalnya ternyata tidak disetujui manajemen, ini akan berpengaruh atau berdampak terhadap kualitas dari K3-nya tersebut ya, dari implementasi K3 di perusahaan tersebut. Sudah dilakukan inspeksi tapi pas mau closing ternyata enggak ada budgetnya. Ya, teman-teman juga pastinya akan berpikir, "Aduh, aku sudah capek-capek inspeksi melakukan inspeksi, aku sudah capek-capek melakukan briefing dan segala macamnya ya selama beberapa hari misalnya." Tetapi ternyata tidak ada support dari manajemen ya. Tapi ternyata manajemennya cuman diam-diam aja ya. manajemennya tidak mempedulikan hasil dari inspeksi tersebut. Ini bisa jadi salah satu nantinya akan menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. Nah, biasanya kalau sudah terjadi kecelakaan baru kamu nih gimana sih? Kenapa enggak bilang sama saya? Padahal sebelumnya kita sudah bilang ya. Ini yang banyak kejadian sih sebenarnya. Pas sudah kejadian baru heboh manajemennya. Ya, pas sudah ada kecelakaan, pas sudah ada korban baru manajemen menyalahkan kita selaku HS misalnya. Nah, ini banyak kejadian di perusahaan-perusahaan. Pada saat sudah kejadian baru heboh. Pada saat sebelum kejadian jangankan didengarkan ya, pada saat kita menyampaikan saja terkadang diremehkan. Alah, cuma kayak gitu aja. Alah, cuma kayak gitu aja. Misalnya seperti itu ya. J. Kalau teman-teman mendapatkan misalnya perusahaan teman-teman seperti ini ya harap bersabar itu ujian ya karena ya tadi manajemen ini sangat berpengaruh terhadap kualitas dari penerapan K3 di sebuah perusahaan. Hasil inspeksi akan menjadi salah satu topik penting dalam audit. Ya, bisa jadi karena kita sudah melakukan inspeksi ya. Nah, bisa jadi inspeksi ini pada saat nantinya ada audit baik itu audit internal atau audit eksternal ya bisa jadi kita sampaikan. Tapi kalau audit internal sih biasanya kalau audit eksternal sih ee enggak enggak sampai kita nyampaikan hal-hal yang keterkaitan dengan hasil inspeksi yang sudah kita lakukan. Oke. Keuntungan inspeksi perbaikan dengan segera ya perbaikan sementara. Tapi ya tadi lagi-lagi kalau kita berbicara di Indonesia perbaikan sementara ini ya terkadang dimanfaatkan oleh beberapa orang termasuk manajemen tim gitu ya. Perbaikannya sementara kok sementara sementara sementara akhirnya tahun 2 tahun akhirnya enggak diperbaiki-perbaiki ya. Kontak langsung pada karyawan ya kita ngobrol ya. Kalau teman-teman sebagai inspektor misalnya ya, kita tahu apa yang perlu ditingkatkan ya, mau enggak mau kita tingkatkan. Karyawan tanggap terhadap kondisi tidak aman dan tindakan tidak aman. Menetapkan alat K3, meningkatkan kesadaran K3, dan menjalankan program. Nah, ini kemarin kita bicara kita punya yang namanya rencana K3 ya atau HS plan. Nah, dalam kita menjalankan aktivitas, salah satu bentuk dari program yang kita jalankan adalah inspeksi di dalam plan kita. Nah, standar pemantauan lagi-lagi menurut PP 50 tahun 2012 ya, pemeriksaan bahaya bahaya yang ada di area kerja meliputi unsafe action dan unsafe condition gitu ya. Terus yang kedua adalah pemantauan lingkungan kerja ya lingker ini berdasarkan Permenaker 5 2018 ya. Kita juga melakukan pemeriksaan dan pengujian. Nah, pemantauan pengukuran lingkungan kerja ini ada faktor bahaya kemarin ya, fisika, kimia, biologi, ergonomi, psikologi. Nah, ini yang dilakukan pengukuran oleh pihak ketiga ya, labatorium yang sudah tersertifikasikan ya, yang sudah ditunjuk oleh Kementerian Tenaga Kerja yang mana lab tersebut memiliki seorang ahli K3 lingkungan kerja. Ya, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kita tanya apakah lab ini sudah memiliki ahli K3 lingkungan kerja atau tidak. Karena salah satu persyaratan yang diminta adalah orang-orang ini yang melakukan pengukuran haruslah orang-orang yang sudah tersertifikasi ahli ketiga lingkungan kerja. Kalau misalnya belum gimana? ya setidaknya atasannya ya berarti mereka sebagai teknisi. Teknisi lingkungan kerja, teknisi K3 lingkungan kerja ya jangan sampai orang-orang yang melakukan pengukuran ini adalah orang-orang yang tidak mengerti sama sekali apa yang dilakukan apa hasil dari pengukuran tersebut ya. Oke. Pemantauan peralatan dan pemeriksaan inspeksi ini ee berdasarkan PP 50 tahun 2012 ini mengacu kepada uji riksa, uji riksa terhadap peralatan ya. Ada di situ misalnya PA Pat angkatan Ken, Flip ya dan lain sebagainya. Ada juga terkait dengan pesawat uap benjana tekan ya, ada juga pesawat tenaga produksi. Nah, ini dan beberapa yang lainnya dan ini wajib dilakukan uji riksanya oleh pihak ketiga yang sudah tersertifikasi dan memiliki SKP ya. Ini salah satunya ee CAC nih ya. Dia sudah punya beberapa sertifikasi gitu ya, termasuk kebakaran juga. Sistem proteksi kebakaran ee pesawat uapana tekan, pesawat tenaga produksi dan pesawat angkut yang biasanya digunakan di area kerjaan siswa. Terus ada pemantauan kesehatan tenaga kerja ya MCU ya yang training sama aku ahli kasih gabung pasti aku sudah sampaikan terka MCU. MCU dilakukan ada empat jenis MCU. Yang pertama adalah MCU yang pertama kali teman-teman masuk sebelum bekerja ya itu pasti dakuan MCU. Ini fungsinya apa? fungsinya untuk melihat kondisi kesehatannya teman-teman semua sebelum masuk kerja itu seperti apa. Harapannya masih sehat walafiat gitu ya, enggak enggak terkena penyakit. Nah, habis itu setelah itu MCU tahunan. Ini biasanya dilakukan MCU tahunan untuk melihat kondisi kesehatannya teman-teman semua. sehabis bekerja di perusahaan tersebut sudah 1 tahun, apakah ada perubahan derajat kesehatan pada teman-teman semua sehabis atau setelah teman-teman bekerja dan setelah teman-teman berinteraksi dengan karyawan yang lainnya ataupun dengan faktor bahaya lingkungan kerja yang tadi ya, fisika, kimia, biologi, ergonomi, psikologi, ada enggak perubahan terhadap kesehatan, teman-teman? Ya, ini kaitannya dengan kemarin pak penyakit akibat kerja ya. Kalau misalnya ternyata ada ya pastinya teman-teman akan diobati gitu ya. Terus ada MCU MCU khusus. MCU khusus ini dilakukan pada saat teman-teman bekerja di area yang memiliki faktor bahaya lingkungan kerja yang besar. Contohnya apa? Misalnya teman-teman kerja di tempat yang bising, kebisingan tinggi. Nah, mau enggak mau teman-teman akan dilakukan MCU khusus di situ ya, misalnya dengan audiometri dan lain sebagainya ya. Dan ada yang terakhir itu adalah MCU pada saat teman-teman pensiun ya. sebelum pensiun itu dilakukan ini. Kalau misalnya teman-teman bekerja di perusahaan tersebut dan sudah mau pensiun biasanya teman-teman akan diminta untuk melakukan pencen. Oke. Nah, ini standar pemantauannya ini ya salah satu salah satu yang dipersyaratkan oleh PP 50. Oke, inspeksi bahaya, pemeriksaan inspeksi terhadap tempat kerja ya ini dan sebagainya nih ya sekalian ya. Nah, setelah itu biasanya kita laporkan di laporan P2 K3 ya. Harapannya dengan adanya pelaporan di laporan P2 K3, nah harapannya teman-teman semua ee laporan tersebut real ya, kondisinya seperti ini, seperti ini gitu ya. Dan bisa didiskusikan oleh anggota P2 K3. Ya, kalau kita berbicara P2 K3 ya, anggotanya sepertiga dari karyawan, du ee sepertiga dari manajemen, 2/3 dari karyawan. Aku sudah pernah ngikutin. Minimal berapa, Pak? Minimal sebenarnya sih enam kan. Minimal ada enam lah. Kalau ada lebih dari 100 lebih banyak lebih bagus. Kalau misalnya masing-masing punya departemen masing-masing ya bagusnya setiap departemen ada perwakilan. Pemantauan lingkungan kerja dar jelas ini ya. peralatan inspeksi tadi uji pemantauan kesehatan tenaga seperti yang tadi sudah aku jelasin juga terdapat dua kategori inspeksi secara umum inspeksi informal dan inspeksi formal ya informal dilakukan oleh kita sendiri gitu ya spontan ya kita pengin ah aku mau jalan-jalan ah biasanya ni teman-teman teman-teman manajemen nih biasanya iseng-iseng berhadiah lagi jalan terus ah aku mau mau kelilinglah, mau inspeksi. Nah, boleh boleh dan bagus justru karena kita melihat kondisi ril implementasi di lapangan seperti apa. Nah, itu kalau misalnya kita melakukan inspeksi ini ya. Jadi, tidak dibuat-buat ibarat kata dalam arti kata tidak perlu dietting. Jadi, pada saat kita jalan ke lapangan. Nah, ini nih kondisi real pada saat operasional berjalan ya. Lebih bagus seperti itu sebetulnya yang kita sendiri keliling ya. Ee kalau teman-teman menjadi seorang safety atau HSI USA ya kalau bisa teman-teman jangan jadi polisi lah ya. Jangan jadi polisi atau polisi India bilangnya ya. Kalau polisi India ini kalau ada kasus doang sih datang gitu ya. Tapi sekarang polisi negeri plus 62 kayaknya mirip-mirip kayak gitu sih ya. Mirip-mirip kayak gitu. Kalau ada kasus baru datang gitu. Kalau ada kasus pun susah banget ditangani. Nah, belibet ya. Jadi sekarang orang lebih memilih untuk mengadukan masalahnya ke Damkar. Ya beda kalau zaman dulu mungkin untuk polisi sekarang banyakan ke Damkar. Katanya kalau polisi ribet, Pak. Ya harus ada di muka dulu, Pak Lampiran-lampiran. Wah susah nih kan. Oke. Mendapatkan kondisi data sebenarnya bisa dalam bentuk kotak saran. Boleh-boleh aja sih dalam bentuk kotak saran gitu ya. Ee kalau di perusahaan itu ada yang namanya program speak up ya. speak up, kita berhak berbicara apapun itu. Nah, ini langsung tercantum atau mengacuanya itu langsung diterima oleh ee HR dari pihak asing. Jadi jangan sampai kita melaporkan hal-hal yang memang tidak terjadi. Kalau misalnya terjadi, ya kita laporkan. kita merasa enggak puas dengan hal tersebut, enggak ada masalah. Tapi jangan sampai hal tersebut kita laporan, ternyata hal tersebut tidak ada di tempat kita gitu. Inspeksi formal menyeluruh kompensi terjadwal bagian dari tanggung jawab manajemen ya dilakukan secara tim biasanya ramai-ramai. Terus di mana dan apa tujuannya pasti jelas ya. ini biasanya kita e ngirim invitation terlebih dahulu nih dan ngirim ee email terlebih dahulu ya. Kita akan melakukan ini di sini di sini di sini. Nah, jadi harapannya adalah dengan inspeksi formal tersebut ee pada saat kita datang ke lapangan, orang yang memang bertugas di area tersebut siap siap untuk kita melakukan inspeksi ya. siap untuk mendengarkan apa masukan kita ya. Dan idealnya kita meminta untuk melakukan perbaikan terhadap apa yang sudah kita temukan. Nah, jangan sampai kayak tadi misalnya kita sebutkan ee ada temuan A B C D G gitu ya. Tapi ternyata enggak di lakukan perbaikan ya didiamin aja ya. Jangan sampai seperti itu ya. Jangan sampai kita sudah capek-capek ngasih tahu A B C D E F G eh tahunya enggak diperbaiki ya harapannya kita perbaiki. Oke. seksi formal manfaatnya ini semua yang pencegahan lah ya pencegahan kejadian-kejadian yang tidak kita harapkan gitu ya bisa menggunakan ceklis melihat tapi kalau misalnya teman-teman semua udah sering melakukan inspeksi biasanya sih enggak perlu ceklist jadi datang ke lapangan ya udah datang melihat oh ini enggak sesuai oh ini enggak sesuai oh ini engak sesuai oh iniak boleh aja Pak, mau pakai ceklist apa enggak? Ya, bagusnya sih sebenarnya ee lebih enaknya sih enggak pakai ceklist alias teman-teman sudah hafal. Tapi kalau memang teman-teman belum hafal dan belum belum di ya boleh aja sih pakai ceklist ya lebih bagus sebetulnya. Jadi pada saat teman-teman melakukan inspeksi, harapannya dengan teman-teman melakukan inspeksi tersebut ya teman-teman bisa menentukan corrective action, tindakan perbaikan kalau misalnya ada hal-hal yang memang perlu ditingkatkan. ya yang namanya yang namanya teman-teman bekerja di sebuah lembaga atau institusi gitu ya atau di sebuah perusahaan kan memang idealnya kan diterapkan secara menyeluruh prosedur dan idealnya semua hal ketika ter dengan pekerjaan itu dilakukan tapi yang terkadang ya ada aja lah ya manusianya lah ya yang melakukan self action macam-macam Oke. Instruksi formal spesifik K3 umum bisa umum K3 ya. Terus host keepeping bisa juga ya. Ini biasanya ee perusahaan-perusahaan yang menerapkan 5R atau 5 ya biasanya di manufacture di pabrik kita melakukan 5S atau 5R ya bisa kita lihat oh ini sudah sesuai belum nih ya ini sudah sesuai dengan 5R atau 5S belum nih yang kita jalankan gitu ya. Inspeksi kritikal itu untuk pekerjaan-pekerjaan yang kritikal yang memiliki resiko tinggi. Inspeksi preventive maintenance biasanya dilakukan oleh teman-teman maintenance reuse equipment inspection. Nah, ini tugasnya operator seb atau P2H pemeriksaan pengecekan harian ya atau eh PTI inspection atau preoperational ya. sama aja sih bahasanya, cuma bahasanya doang yang beda. Intinya kita melakukan inspeksi untuk meminimalisir terjadinya kerusakan pada alat tersebut pada saat kita gunakan dan kita mengetahui kondisi ril dari peralatan tahapan inspeksi, persiapan, pelaksanaan, bahkan perbaikan. Kalau misalnya ada tidak jangan lupa kita masukkan biasanya ke dalam list ya corrective action e previve action gitu ya kita ada listnya biasanya di eh file split ataupun exel gitu ya. Nah nanti kita akan tag orangnya. Kalau zaman sekarang kan udah ada spedsheet ya. Kalau spedset nih sebenarnya lebih enak. Jadi misalnya di situ ada action, ada PIC-nya siapa, kita bisa langsung tag email-nya. Jadi nanti ini otomatis langsung mengirimkan notifikasi ke orang. Nah, kalau misalnya teman-teman ee menggunakan Excel itu sebetulnya ee kurang kurang enak sih kalau Excelnya. Jadi kita harus ngirimkan file-nya secara langsung. Kalau teman-teman yang sudah menggunakan spreadset ya bisa aja langsung ditag orang yang dimension langsung diad @ add saftian tolong ya Pak minta tolong Pak ini dicek dan diperbaiki. Bagus. Justru kemarin tuh aku sempat ee kita pakai ee spreadset gitu ya. Nah, jadi kalau misalnya ada temuan langsung nih enggak perlu manual karena kan kalau misalnya ada temuan itu kan banyak ya temuan. eh manual kan capek juga kita tag-tagging orangnya ya. Jadi ada ada adds on-nya, ada addson-nya kita kirim email saya dapat temuan dari Google Form. Nah, setelah itu Google Form ini kalau misalnya dia memilih nama aku misalnya ya yang harus menjadi PIC untuk closing dari temuan tersebut. Nah, nanti akan dikirimkan untuk langsung ke orang tersebut. Oke, persiapan mulai dengan positif attitude, persiapan mental, buat data verifikasi ceklis. Ya, kita ee persiapan ini sebetulnya kalau misalnya kita bicaranya formal ya, mau enggak mau di tahapan persiapan ini biasanya kita hubungi stakeholder terkait ya. Kita biasanya hubungi orang-orang yang ee berhubungan dengan tempat di mana kita akan melakukan. ya, review ya. Tahap persiapan masih kita melakukan tinjauan kembali, review. Kalau misalnya ternyata sebelumnya pernah ada inspeksi di area tersebut ya kita tinjau, kita tinjau ulang apakah sudah oke, sudah diing ya, sudah pernah dilakukan capture atau belum. Persiapkan dan lengkapi peralatan material kebutuhan yang lainnya. pakaian yang cocok, APD yang cocok, itu tiga kalau misalnya ada ya pelaksanaan inspeksi. Pada saat tahapan pelaksanaan kita mengacu pada ceklis kalau misalnya ada ceklis. Kalau enggak ya kita biasanya sudah hafal ya kalau apa-apa aja yang dicek gitu ya. kita petakan semua temuan-temuan, item-temuan dengan jelas gitu ya. Terus kita tentukan penyebabnya kenapa ya kita tahu oh ini kayak gini. Oh, ini harusnya kayak gini. Kenapa kok bisa kayak gini? Kita lakukan. Nah, setelah itu kita klasifikasi sumber bahayanya bagaimana ya. Ada major, serius, dan kitalah yang menentukan. masuk ke temuan mana misalnya temuan yang tadi ya major itu major itu segera segera dilakukan perbaikan kalau misalnya tidak dilakukan perbaikan bisa menimbulkan korban misalnya kelas B tidak lebih dari 6 jam kelas C tidak lebih dari 13 jam ini kalau misalnya ee temuannya itu sangat berisiko sumber bahaya Mari kita sudah jur ya berasal dari orang proses prosedur equipment material dan lingkungan tipe sumber potensial berasal dari faktor fisika biologi kimia ekonomik psikologi tadi yang berdasarkan Permenaker 5 2018 ya kalau misalnya kita bicara di situ, "Pak, enggak ada yang masuk di dalam faktor bahaya ini Pak, gimana ya kita tambahin aja ini kira-kira faktor bahayanya apa yang potensial bisa menyebabkan kecelakaan mengembangkan langkah perbaikan tidak sebatas corrective action tapi corrective action ya kita rekomendasikan ini kira-kira nih kalau kita enggak melakukan ini kita bisa menimbulkan potensi los segini ya kerugiannya segini kalau misalnya kita hanya kita bisa mengontrol pengontrolannya ini loh biaya bisa oke bisa juga kita melaporkan ke atasan kita justifikasinya adalah kita punya oh ini kita sudah melakukan inspeksi nah menurut inspeksi inspeksi yang saya lakukan kalau misalnya kita tidak melakukan perbaikan, kita akan kita akan dapat terkenal loss atau kerugian sendiri gitu. Boleh boleh aja tindak lanjut. Nah, setelah itu kita lakukan tindak lanjut ya. follow up terhadap temuan-temuan tersebut sampai kita mendapatkan final resort. Final final review final report. Nah, ini biasanya kita bikin ya teman-eman HS membantu untuk membuat laporanut. Nah, ini biasanya di-sharing ke teman-teman manajemen sebagai apa? Sebagai dasar untuk melakukan tindakan perbaikan ya yang membutuhkan korban eh yang membutuhkan ee budget gitu ya. Membutuhkan korban membutuhkan budget. Membutuhkan budget atau membutuhkan uang untuk sebagai closing dari koreksi tersebut. Nah, ini kan biasanya perlu manajemen ya tadi. Makanya pengaruh atau manajemen perbaikan tersebut ya tunjangan manajemen tersebut. Nah, sangat penting sekali dukungan dari manajemen karena kalau misalnya manajemen tidak mendukung ya bagaimana yang bisa baca itu peluang. Oke. Inspeksi housekeeping ini tadi ya 5R atau 5S gitu ya. Seitonus atau 5 l ringkas rapir rawan terah pakai bahasa Indonesia bahasa Inggris ya intinya sih ee kita melakukan ini semua ya pada saat kita melakukan inspeksi biasanya kita lihat ee jujur tapi kebanyakan kalau kita berbicara 5S atau 5 ee di beberapa perusahaan ke nonconformity tersebut lebih sering temuannya adalah temuan KSI, temuan K3 ya walaupun judulnya adalah skipping tapi kebanyakan pada saat melakukan inspeksi apalagi inspeksi berjamaah gitu ya ramai-ramai gitu. Nah itu kebanyakan pasti temuannya temuan K3 paling banyak itu AP ya. Paling banyak itu paling gampang tuh AP ya. laparnya masih bagus enggak kondisinya ya dan lain sebagainya. Padahal kalau kita berbicara ya 5R atau 5S ya enggak enggak melulu tentang K3 sebetulnya. Tapi ya begitulah realitanya. Ee kebanyakan di perusahaan-perusahaan kalau kita berbicara penerapan 5R atau 5R ini kebanyakan sih kaitannya dengan feksi kritikal. kritikal komponen dari mesin, equipment, material, struktur, ya komponen yang lain yang menimbulkan kerugian misal di sini lakuan pengecikan terhadap sling, terhadap gitu kan dan terhadap misalkan tariing tadi gitu. Nah, terus metodenya gimana? Terus ketahanan dari seperti apa bajanya, k bajanya seperti apa gitu. Jadi keren ya. Jadi ee ini secara khusus ini enggak bisa sembarangan orang. Mau enggak mau orang yang melakukan inspeksi harus sudah tersertifikasi. Ya, sudah tersertifikasi dan mereka memiliki pengalaman jangan sampai mereka melakukan inspeksi tapi ternyata hasil inspeksinya enggak ada pengaruhnya terhadap pekerjaan, terhadap peralatan tersebut. Ya, mau enggak mau orang yang melakukan inspeksi ini harusnya sudah memiliki pengalaman dalam bidang tersebut. Kalau di sini kita bicara alat bantu angkat dan angkut gitu ya, ya. Mau enggak mau orang ini harus sudah berpengalaman dalam hal inspeksi terhadap alat bantu angkat dan angkut atau misalnya sistem proteksi kebakaran ya. Mau enggak mau orang ini harus berpengalaman terhadap sistem proteksi kebakaran ya. Jangan sampai orangnya tidak berpengalaman. Nah, terus dia disuruh infeksi. Ya, akhirnya kacau. Nah, ini banyak kejadian seperti aku jelasin kemarin ya. misalnya diserahkan pada orang-orang yang tidak memiliki pengalaman ya jam terbangnya kurang dalam arti kata ee dia disuruh inspeksi terkait dengan peralatan, terkait dengan mesin, tapi dia tidak ada background mesin. Background-nya misalnya kemarin hubungan internasional yang gimana mungkin dia bisa inspeksi ee terkait dengan mesin atau kelistrikan ya padahal judulnya dia sebagai HSE inspekor misalnya ya. Nah, ini kan banyak nih ya, terutama mohon maaf nih di ee projek-projek ee BUMN biasanya ya. Jadi orang-orang orang-orang yang dimasukkan ini sebenarnya titipan-titipan dan jurusannya juga enggak nyambung. Nah, setelah dilakukan inspeksi dan dia diminta inspeksi dan disuruh memutuskan ya juga hasilnya kurang bagus. Nah, ini akan berpengaruh terhadap hasil dari inspeksi tersebut. Oke. Sebulan, 2 bulan belum tentu lagi ya. Tahun kemudian, 2 tahun kemudian tahun. Apalagi kalau misalnya orang-orang ini sebenarnya dia enggak mengerti terus merasa paling mengerti. Wah, ini lebih lebih repot lagi nih ya. Mungkin teman-teman pernah dapetin ya. Padahal dia nih enggak ngerti apa-apa tapi karena mungkin dia merasa dia sudah memiliki pengalaman ya di bidang tersebut sudah mungkin lama gitu. tetapi yang selama ini dia jalankan sebetulnya kurang kurang pas ya. Tapi karena tadi ya dia ngerasa berpengalaman terus dia ngerasa wah aku nih udah ya levelnya nih sudah level manager misalnya ya jadi diminta atau dinasihati pun agak sulit oke inspeksi preventive maintenance ya ada preventive maintenance ada predictive maintenance ya kalau di di perusahaan ya terutama di manufactur ya ya jadi preventive maintenance bertujuan untuk menjaga performa equipment ya. Kita harus lihat historikalnya seperti apa. Ada enggak ris di situ ya program inspeksinya ini bagaimana. Oke. Terus sampai data-data informasi terkait dengan pabrik dan terkait dengan equipment atau peralatan tersebut ini seperti apa ya dan bagaimana ini dijelaskan gitu. infection sebelum melakukan inspeksi tadi ee peralatan misalnya atau misalnya kendaraan mobil teman-teman ya. Nah, ini juga bisa diterapkan di kendaraan pribadi sebetulnya pada saat teman-teman semua mungkin ya dalam ee selama ini memiliki kendaraan dan kendaraan tersebut ee belum pernah dilakukan inspek ya. Di saat teman-teman lakukan inspeksi sebelum melakukan perjalanan jauh terutama teman-teman lakukan inspeksi kendaraan teman-teman kira-kira pada saat melakukan perjalanan jauh seperti apa ya. Oh, didapati Oh, ada ini kayaknya ini harus diganti ini, ini, ini, ini. Nah, maka biasanya kita pergi ke bengkel entah entah apapun ya bengkelnya ya, baik itu bengkel resmi ataupun tidak resmi gitu ya. Kalau sekarang sih kayaknya bengkel-bengkel yang enggak resmi pun sudah banyak yang bagus ya. Beda kalau kita bicara 10 tahun yang lalu mungkin ya, bengkel-bengkel yang di pinggir jalan itu mungkin kualitasnya akan jauh berbeda dengan bengkel-bengkel resmi. Tapi kalau sekarang-sekarang ini sih aku lihat kayaknya sih sudah bagus-bagus semua ya. Banyak bengkel-bengkel yang ada di pinggir jalan gitu ya, yang memiliki peralatan yang cukup bagus. Bahkan justru terkadang ee teman-teman dari bengkel resmi itu banyak yang mengalihkan ke bengkel-bengkel yang ada di pinggir jalan karena mungkin mereka memiliki peralatan yang lebih lengkap padahal judulnya adalah bengkel resmi. Harusnya mereka peralatannya lengkap tapi ternyata mereka peralatannya ya ala kadarnya gitu ya. Idealnya sih mereka punya peralatan lengkap, tetapi karena memang mungkin ya tidak tidak lengkap peralatannya ya mau enggak mau biasanya akan dibagikan kepada bengkel-bengkel yang ada ya. Contohnya misalnya apa misalnya pengelasan gitu ya atau misalnya tok magic ya kalau kita cock magic itu biasanya ya. Wah ini lapan cocok magic nih ya. Atau misalnya kalau di motor itu biasanya oh kenanya simpang tiganya di stang gitu ya. Itu biasanya kalau di bengkel resmi agak sulit itu. Apalagi pressing veleg misalnya itu di bengkel resmi itu agak su tapi kalau di bengkel-bengkel pinggir jalan itu lebih lebih banyak dan lebih bagus biasanya. Ini contohnya ya misalnya ya. Jadi ee pada saat kita berbicara kita sebagai HSE, teman-teman HSE pada saat memasuki sebuah area seperti yang aku jelasin gitu ya. Jadi kita masuk sebuah area kita tuh juga harus sudah paham kondisi mana yang bagus, mana yang tidak bagus. Ya, misalnya di sini oh kondisin ini bertumpuk-tumpuk misalnya harusnya enggak seperti itu gitu. Oh, ini udah bagus nih. Udah ada pemisahan kena oksigen, botol kosong, asitelin. Nah, oh ini dikategorikan per misalnya per merek chat A B C D FG gitu ya. A ini tumpukannya. Oh, tumpukannya ini dua tumpuk, dua staging. Boleh enggak empat gitu ya. Kita lakukan assesment dulu ya. Atau misalnya nih langkah-langkah scoffolding-nya apakah sudah ditempatkan dengan baik. Nah, ini kita selaku inspektur pada saat kita datang ke lapangan idealnya kita sudah tahu kondisi yang baik seperti apa, yang sekiranya perlu peningkatan itu seperti apa. Nah, itu perlu pembelajaran dan pembiasaan sebenarnya. Bagi teman-teman mungkin yang masih baru-baru bekerja, mungkin di awal-awal teman-teman akan bingung. Teman-teman akan bingung, teman-teman akan akan ee kurang pas lah dalam menjalankan menjalankan inspeksi tersebut ya. Oke. Jadi biasanya tadi kalau misalnya kita kurang PD ya, kurang PD ya sebenarnya enggak ada masalah kita menggunakan ceklis. Ya, kalau misalnya teman-teman, ah aku kurang PD nih ee dalam menjalankan inspeksi pengetahuan aku masih kurang misalnya ya sudah enggak ada masalah teknis untuk melihat tujuan dari teman-teman menjalankan inspeksi tersebut. Ini kayaknya sih tinggal gambar-gambar aja nih ini. Kalau ini condition ini action ya, action condition ya. Teman-teman sudah tahu masuk ke dalam. Oh, ini kondisinya apa sih? Kayak gitu. Nah, kayak gini. Nah, ee seringki terkait dengan unsafe action ya. Seringki ee orang Indonesia ini kebanyakan enggak enaknya. Jadi, pada saat melakukan peneguran itu enggak enak. Apalagi kalau misalnya ya jujur yang melakukan unsafe action tersebut adalah atasan. ya. Misalnya dia jalan ke area operasional, dia pakai can pendek, pakai sepatu biasa misalnya. Berani enggak teman-teman negur? Idealnya harusnya berani walaupun dia adalah pimpinan perusahaan ya, manajer teman-teman ya. Karena memang ada aturan perusahaan apalagi kita yang di ee perusahaan ya, ada yang namanya serikat pekerja, ada yang namanya ee perjanjian kerja bersama ya. Kalau memang dia melanggar dan ternyata tidak menjalankan pekerjaan sesuai dengan SOP yang berlaku atau aturan yang berlaku, ya berhak kita untuk menegur. Ya, jangan sampai kita enggak menegur. Jangan sampai sudah kejadian baru teman-teman, ah harus ini aku tegur tadi. Atau misalnya APD-nya ya, APD-nya takung tangannya kayak gini gitu ya. ya, semua APD kita lihat atau di sini sebagian besar sih lebih tepatnya bukan APD aja tetapi ee ee peralatan keselamatan gitu ya, ada Apart, push AID ya, dan APD. Nah, ini bisa menggunakan ceklis gitu ya. Ini contoh lembar-lembar ceklistnya contoh aja ya. fakta kondisi ditabung. Oke, ya sampai ee macam lakukan teman-teman bisa baca. Nah, ini bisa jadi menjadi dasar teman-teman menjalankan inspeksi di lapangan ya sehingga inspeksi itu berjalan dengan baik. Kalau misalnya teman-teman semua kurang PD dalam melakukan inspeksi ya bisa menggunakan ini menggunakan ceklis ya ceklisnya misalnya tadi ini tabung gas misal tangga ya. Ya. Jadi contoh-contoh form inspeksi. Nah, ini kalau misalnya teman-teman sudah biasa ngejalanin inspeksi biasanya sih sudah di luar kepala langsung aja tuh ke lapangan lihat O A B C D F Golding misalnya ini APD teman-teman ya ya ini habis infeksi si kalau misalnya sudah dijalankan bisa jadi sini dibilang finish. Kalau belum kita jadikan satu list gitu ya sehingga tepat sasaran ya tuan-tuan areanya gimana. Oke sampai sini ada pertanyaan teman-teman semua silakan ada yang ingin ditanyakan mungkin terkait dengan inspeksi. Inspeksi bisa dilakukan internal dan ee eksternal ya. Ya, kalau kita berbicara internal ya dari dalam perusahaan kita sendiri. Sama seperti audit gitu ya. Ada audit internal dan eksternal ya. Kalau kita melakukan inspeksi bisa kita dari internal bisa jadi eksternal. Kalau eksternal ini siapa? Bisa jadi dari klien misalnya ya. Atau misalnya kita melakukan jo ee join inspection ya. Join operation. Di situ kita melakukan join inspection bareng-bareng ya. Misalnya dengan kalau teman-teman kita bicara misalnya kayak project hilang balik papan ya kan banyak tuh kontraktornya. Nah, boleh enggak kita melakukan joint inspek? Enggak ada masalah. Kita undang kita undang karya ee kontraktor lain untuk menjalankan inspeksi secara bersama. Ya, lebih bagus sebetulnya karena biasanya kalau kita melakukan inspeksi internal kita sendiri karena sehari-harinya kita sudah melihat hal tersebut itu sudah dianggap baik sama kita ya. Pada saat datang pihak lain atau pihak eksternal biasanya matanya ini lebih kebuka ya. Oh, ini ni enggak bagus. Jadi perlu diperbaiki. Ini ini perlu peningkatan ya. Ini nih perlu ada perbaikan. E lebih bagus sebenarnya. Lebih sering dilakukan inspeksi lebih bagus. lebih sering didatangin audit juga lebih bagus tetapi lebih pusing ya karena habis itu perlu closing ya perlu follow up jangan sampai enggak dilakukan follow up ya itu yang perlu dilakukan oleh seorang HF. Jadi teman-teman HF harapannya adalah teman-teman membantu proses inspeksi ini dan harapannya adalah proses inspeksi ini dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan di area kerja. Oke, ada pertanyaan teman-teman semua. Silakan, Pak. Silakan Bapak, Ibu mungkin ada yang mau cerita atau konsultasi tentang inspeksi atau momen K3 di tempat kerja masing-masing. Sepertinya belum ada nih, Pak Septian sepertinya belum ada. Oke, 100 aja sampai 10 15. Oke, boleh Pak. Boleh, Pak. Coffee break terlebih dahulu ya karena materinya juga sudah habis. Baik untuk Bapak Ibu sekalian kita akan copy break terlebih dahulu dan silakan untuk mematikan kameranya namun tidak untuk meninggalkan ruangan Zoom-nya. Kita akan kembali lagi di jam 10.15. Selamat beristirahat. Baik. Terima kasih. Baik, ee Bapak Ibu semua selamat datang kembali di Training SK. HSM Master K3 dipersilakan untuk kembali standby di depan device-nya masing-masing dengan menyalakan kameranya. Dan bagi yang belum mengisi absensi dipersilakan untuk masih boleh mengisi absensinya dengan link yang sudah saya bagikan di dalam grup. Apakah sudah kembali standby? Nah, kita sebentar lagi akan kembali melanjutkan materinya. Oke, baik dipersilakan Pak Septian jika ingin melanjutkan materi yang kedua. Oke, ya. Terima kasih. Kita lanjut materi selanjutnya, Teman-teman semua. Ta, kita masuk materi selanjutnya adalah HS plan atau rencana K3 K3. Nah, ini kaitannya dengan kemarin sebetulnya kita bicaranya tentang CSMS, tapi ini juga bisa diimplementasikan oleh teman-teman yang memang ada program kerja K3-nya di dalam aktivitas kesehariannya ya. Jadi dalam 1 tahun biasanya kita rencanakan aktivitas yang akan kita lakukan selama 1 tahun ke depan itu apa saja. Nah, biasanya yang mengidentifikasi ini adalah teman-teman safety atau HS ya. Biasanya teman-teman HS manager, superintendent atau misalnya di situ enggak ada ya supervisor. Nah, nanti identifikasi kebutuhannya terkait dengan apa. Bisa jadi ini kaitannya dengan compliance juga ya. Jadi kita harus punya eh compliance calendar. Nah, ini membantu kita untuk mentracing atau melihat sejauh mana perusahaan kita comply atau taat kepada aturan-aturan. Termasuk di dalamnya adalah aturan terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja. Terakhir oke kita masuk materinya. Sebenarnya sih kalau HS ini enggak terlalu detail banget ya karena ini aku ambil dari materi-materi HS Flks ya. Jadi mungkin ee lebih banyak ke pengertian-pengertiannya manfaatnya pasti kemarin kita sudah jelasin pemenuhan persyaratan baik itu persyaratan perundang-undangan atau persyaratan kontrak di awal ya sebagai persyaratan prequalification oleh main constructor atau oleh owner gitu ya Atau misalnya bisa jadi kalau kita berbicara HSM rencana K3 ini kita terapkan untuk me mentaati atau membuat program-program keterkaitannya dengan bagaimana kita meminimalisir terjadinya kecelakaan atau misalnya kalau kita ee perusahaan kita multinational company ya itu biasanya punya target global target globalnya ini A B C D E nah nanti akan diturunkan ke program-program secara spesifik ya pentaatannya di lokal biasanya seperti itu ya. Kayak misalnya aku misalnya targetnya ee tahun depan TRI misalnya 0,2 ya 0,22 TRI-nya e fire safety maturity levelnya ada di minimal baik gitu ya misalnya ya. Nah, ini kita lakukan ya beberapa program-program ini untuk mendapatkan target dari global target ya meningkatkan profit perusahaan pasti kalau kita menjalankan K3 ya pasti profit perusahaan ya insyaallah akan grow gitu ya akan tumbuh ini sejalan dengan apa yang tidak kita lakukan karena kalau misalnya terjadi kecelakaan akan menghambat pekerjaan itu berlaku mencegah mengur mengurangi angka kecelakaan dan penyakit akibat usa ini harapannya dari kita undang K3 secara menyeluruh sebenarnya tidak hanya di ASM plan saja ya. Terus membangun image citra positif bagi perusahaan kalau misalnya kita bicaranya kalau perusahaan kita tuh tidak ada kecelakaan ya. Nah, saat ini dan lagi berlangsung sebenarnya ada penghargaan namanya zero accident ya, zero accident award dari Kementerian Tenaga Kerja. Nah, ini diikuti oleh berbagai macam perusahaan ya. Nah, ini juga bisa menjadi nilai jual bagi perusahaan bahwasanya perusahaan komitmen terhadap K3. Nah, ini akan menimbulkan atau menyebabkan perusahaan tidak terjadi kecelakaan atau terjadi accident ya, tidak terjadi kecelaka atau nol accident. Nah, ini akan dipandang oleh masyarakat. Beda halnya dengan misalnya terjadi string kecelakaan ya pasti masyarakat sekitar akan berkomentar ya bekerja di perusahaan itu ternyata banyak kecelakaannya Pak. Kecelakaannya apa aja? kecelakaannya misalnya kebakaran dan lain sebagainya. Nah, ini akan berdampak buruk pada citra perusahaan di masyarakat ya. Oke. Kalau kita berbicara HS PL kita bicaranya di sini. Yang pertama kita melakukan rencana pelaksanaan pekerjaan yang berhubungan dengan kinerja dan konteks bagaimana mengelola dan melaksanakan HSE untuk me menurunkan risiko pekerjaan. Nah, kedua, fokus pada resiko-resiko khusus untuk kontrak ya. Karena tadi kita bicaranya seringnya sih kalau HSL ini dipakai untuk teman-teman kontraktor dalam jalankan aktivitasnya ya. Jadi kan project ini masing-masing project ini kan berbeda ya, berbeda ee scop of work-nya ya. Otomatis resiko-resiko dan bahaya-bahaya yang ada pastinya akan berbeda juga. bukan hanya high level dokumen, tetapi juga bagi working level dokumen. Ya, tadi high level dokumen maksudnya persyaratan tender aja nih, bukan hanya untuk itu saja, tetapi bisa juga diimplementasikan sebagai aktivitas keseharian dari pekerjaan kita. Ya, tadi misalnya aku sebutkan kalau misalnya ada target dari global A bisa jadi diturunkan melalui HS. Bagai cara memastikan bahwasanya program-program HS kontraktor telah memenuhi harapan perusahaan. Ya, kemarin kita jelaskan terkait dengan CSMS. Bagaimana kita menerapkan CSMS tersebut untuk memastikan bahwasanya kontraktor ini kome atau taat pada aturan-aturan yang berlaku di ownernya. Program-program HSE perusahaan kontraktor disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang tadi sudah jelasin. Nah, ini menurut ya apa itu HSM plan difinikan sebagai yang perlu dilakukan di tempat kerja sebagai lingkaran gitu ya. untuk kontrak, persyaratan untuk kontrak dan ee langkah-langkah yang dibutuhkan untuk diambil bagi siapa saja dan kapan. Ya, pekerjaan itu sesuai dengan aturan atau sesuai dengan apa yang diinginkan oleh klien berdasarkan persyaratan-persyaratan kontrak yang diajukan oleh klien tersebut. Nah, jadi HF plan ini kita punya standarisasi kontrak A B C DG. Tujuannya adalah A C DFG gitu. Kita punya HS plan. Kita tahu nih bahaya yang ada di kontrak tersebut apa saja. Nah, dengan adanya HS kita masukkan ke situ program-program kita untuk mencegah dari bahaya dan risiko yang terjadi di project. Ini menurut YP gitu ya. Kita membuat HSM plan di tahapan awal biasa ya, di tahapan bridging dokumen. Bridging dokumen ini kalau kemarin di tahapan CMF itu di tahapan persiapan di awal. Jadi setelah kita menang tender misalnya ya atau sebelum menang tender sebelum memasuki PQ ada yang sebetulnya di PQ awal ada yang mempersyaratkan untuk men-submit HS plan. ya rencana kita ngapain aja karena kemarin aku jelasin untuk mendapatkan sebuah kontrak itu pasti diundang vendor-vendor yang sudah atau kontraktor-kontraktor yang sudah kompeten dan yang sudah memiliki pengalaman untuk mengerjakan aktivitas tersebut. Nah, mau enggak mau dan suka enggak suka harusnya mereka sudah paham apa yang perlu dilakukan di kemudian hari dan mereka juga harusnya dan idealnya mereka sudah mengerti sekiranya program-program apa saja yang harus mereka jalankan dalam aktivitas pekerjaannya nanti. Ya, sehingga ini di tahapan awal tender dari tadi ya. Jadi kontraktor ini karena sudah berpengalaman ya dia pasti sububit ceklis kerangka kerja terstruktur dan terorganisir. Kemarin kita sudah lihatin ya di CSMS materi CSMS ada HSM ada leading dan leding indikatornya apa saja. Nah ini fungsinya untuk apa? supaya pekerjaan-pekerjaan yang nantinya kita jalani itu lebih terstruktur dan terorganisasi dari segi K3nya ya dan meet expectation ya cocok atau patuh terhadap apa yang diinginkan dari si klien. Kalau ini kita bawakan ke perusahaan ya yang tidak memiliki kontrak atau yang daily activity, sebenarnya hal ini untuk menunjang pekerjaannya dari teman-teman semua. Jadi ada guidance di awal direncanakan A B C D E F Y. Jadi ada tujuannya nih kita melakukan pekerjaan ini. Dengan pastinya kalau kita sudah memiliki rencana ketiga pasti teman-teman semua sebelumnya sudah melakukan adjustment atau setting ya atau pengaturan terhadap budgeting. Karena enggak mungkin teman-teman bikin program A B C D E G budgetingnya enggak ada ya pasti sudah melakukan budgeting. Nah, supaya menjadi satu kesatuan ibarat kata selaras ya, mau enggak mau atau terorganisir ya, mau enggak mau kita harus padukan tuh antara HS plan dan isi dan layout HS plan. Ini isi layout HSM plan yang pertama executive summary ini karena tadi aku jelaskan ya, aku ngambil dari salah satu materi untuk tender gitu ya. Nah, mauak ini summary atau project gitu ya. Ada general. General ini secara umum gambaran dari aktivitas perusahaan gitu ya. apa di project tersebut scop of work-nya apa kemarin kita jelasin kalau kita berbicara CMS ini kaitannya dengan SOW scop of dari aktivitas pekerjaan itu ngapain aja nah ini juga harus dijelaskan supaya tidak tertukar ya antara project A dan project B karena kan kalau kontraktor ini kan apalagi yang judul besarnya itu adalah general kontraktor ya seringkali mengambil pekerjaan-pekerjaan yang ya ee kalau dibilang sebetulnya dia kompeten ya kompeten-kompeten saja karena dia akan meng-hire orang-orang yang memang memiliki pengalaman di situ gitu. Tapi ya lagi-lagi untuk membatasi hal tersebut ya karena kontrak dari masing-masing aktivitas itu berbeda-beda ya. Mau enggak mau harus dijelaskan nih skop kontraknya nih apa, project name ya, nama project-nya apa, kontrak number dan banyak yang lainnya nih banyak lainnya seperti misalnya P-nya siapa terus habis itu project managernya siapa gitu ya, project managernya siapa terus secara spesifik pekerjaannya itu apa gitu ya. Nah, ini juga dijelaskan sampai ke emergency responnya juga ya. S managemen system dari tentang bagaimana manajemen sistem diterapkan dalam kontrak, tujuan, project, terminologi, definisi tadi sudah jelasin pokoknya apa ya. Terus nah hazard dan efek AS critical element control ini kemarin kita belajar tradisi. Nah, ini juga harus ditampilkan sebetulnya ya karena aku ngambil materi dari migras ya. Mau enggak mau kalau di migas itu ya harus ada harus ada kemarin yang kita bahas nah di BPR atau hiradisinya. Karena pada saat kita tidak melakukan itu, sebetulnya akan sulit nih bagi kita untuk melakukan identifikasi bahaya dan penilaian RU. Kalau misalnya dari awal kita tidakate atau mengidentifikasi hal tersebut. Ya, seringkiali udah di pertengahan jalan proyek terus ditanyain mana tradisinya, seringkiali enggak ada. Nah, ini agak sulit nih kalau misalnya teman-teman bicara hal tersebut ternyata sudah di tengah jalan ya boleh membuat tapi cenderung lebih sulit dibandingkan dengan teman-teman melakukan ini di awal. Oke, yang kedua introduction and contract HSF plan tadi ya. Tujuan project apa ex sudah kita jelasin. Nah, secara garis besar ini biasanya kalau kemarin kita bicara proses tender ya, proses tender kan dijelasin tuh macam-macam SOW-nya, hasil akhirnya dijelasin. Nah, ini kita dimintakan untuk lebih detail lagi menjelaskan hal tersebut. Nah, kalau bisa ini koordinasi dengan kontrak owner biasanya. kontrak owner. Terus kita ngobrol sama dia ya, Paknya seperti ini, seperti ini. HF saya masukin seperti ini. Nah, kalau kontrak ownernya benar biasanya dia akan memberikan masukan memberikan masukan-masukan yang memang ditunjukkan untuk melakukan aktivitas pekerjaan. Kalau dia sudah mengisi pengalaman. Kalau misalnya kayak kemarin jelasin ya, misalnya ada kontrak owner, ternyata dirubah tengah jalan kontrak ownernya dan yang masuk itu memang tidak memiliki kompetensi yang cukup. Biasanya akan ee pusing nih dia. Aduh ini apa lagi? Ini apa lagi? karena dia tidak memiliki pengalaman di bidang tersebut gitu, tidak pernah menangani project juga, tapi diminta untuk melakukan hal tersebut karena ya memang secara jabatan yang sedang dijalankan seperti itu gitu ya. Oke. Dalam HS kemarin kita panjang ya kita lihat ya ya ini disesuaikan dengan timeline project. ya, timeline project-nya itu bagaimana? Ya, timeline dari project kita itu seperti apa? Ya, kemarin kalau kita berbicara project pasti ada timeline atau eh time, ada scope of work, ada cost. Nah, kalau kita sudah menentukan schedule project dan ee biasanya kita ploting-poting ya. Kemarin e kita gunakan Gancart biasanya kita pakai Gancart. tenaga ini kita tahu nih aktivitas pekerjaannya apa. Nah, biasanya HSL akan mengikuti ya schedule dari project tersebut, aktivitasnya apa sehingga akan menjadi satu kesatuan ya enggak misah-misah ya projectnya memasang atap ya yang dilakukan simulasi misalnya terkait dengan ngelas ya beda kan ee bekerja di ketinggian dengan ngelas ya beda banget ya. Oke. Nah, ini tadi sudah kita jelasin ya, H management system karena ini adalah bagian dari H management system atau kemarin kita bicaranya CSMS ya. Kalau enggak mau kita membuat sebuah SM plan itu berdasarkan kontrak yang berlaku. Jangan susah-susah ibaratnya. Ya, kalau aku bicaranya ke teman-teman kontraktor ya, kalian janji-janjiya itu jangan terlalu susah-susah. Nanti kalian sendiri yang susah, yang bakal kesulitan ya. I pengin menjanjikan perfeksionis nih misalnya HS-nya, oh kita melakukan ini, ini, ini, ini supaya ini ini gitu ya. Nah, tapi pada saat pelaksanaan dan implementasi ya ternyata ada kesulitan di situ. Nah, makanya dalam menyusun sebuah HSF plan CL itu perlu diskusi secara menyeluruh dari tim operasionalnya, dari tim eh budgeting purchasing-nya misalnya atau procurement-nya gitu ya. Terus dari tim misalnya ee eksekutor di lapangannya. Nah, jadi mereka berdiskusi secara menyeluruh secara bersama supaya tahu harus apa yang harus dilakukan pada saat kontrak berjalan. Jangan sampai sudah di tengah jalan ya ternyata enggak sinkron nih ya. enggak sinkron antara semua orang yang ada operasional misalnya ya atau dari tim pelaksana project gitu ya. Nah, bahkan ini juga perlu kita diskusikan dengan kontrak owner kita ya. Karena kontrak owner yang harusnya lebih mengetahui bahaya dan risiko yang terjadi di sebuah project atau aktiv ya. Kalau ini kita bawakan ke dunia operasional ya, operational harian ya, kita diskusi dengan tim operation ya, maintenance misalnya, operation engineering kita diskusi ini kira-kira apa yang bisa kita lakukan. Program-program ini sudah sesuai belum dengan apa yang kita lakukan? Oke, Hadis tadi kita sudah jelasin ya, control measur terhadap eh mana yang memiliki resiko tinggi. Jadi, program-program itulah yang harapannya kita perbaiki dan kita jalankan sesuai dengan bahaya dan resiko. Tingkat bahaya dan resiko yang terjadi. Emergency respon plan juga harus ada di dalam sebuah HS plan ya. Emergency respon plan ini kemarin rencana tanggap darurat. Harapannya adalah dengan rencana tanggap darurat yang kita jalankan semua aktivitas terkait dengan tanggap darurat itu bisa diidentifikasi. Jadi tang darurat ini sebenarnya di tahapan awal banget ya ee sebelum HSM plan ini di dibuat gitu ya. Jadi kita harus diskusi dengan kontrak owner. Kira-kira bahaya dan resiko apa nih? kemarin sudah aku jelasin yang ada bencana alam, bencana non alam terhadap ketiga tersebut ini apa yang ada di area kerja sehingga kita memiliki program-program terkait dengan meminimalisir tanggap darurat tersebut ya mau enggak mau sesuai dengan apa yang sudah direncanakan ya. Jangan sampai kita tanggap daruratnya banjir, eh yang kita lakukan adalah tanggap darurat kebakaran. Bis ya, ya dan lain sebagainya. Jadi dalam kita membuat sebuah HSF plan dalam konteks emergency respon ya, respon terhadap tanggap darurat di sebuah aktivitas ya. Harapannya adalah dengan kita membuat rencana tanggap darurat karyawan mengerti sekiranya apa yang perlu dilakukan pada saat ada kondisi darurat. Nah, ini tugasnya teman-teman HSI juga sih sebetulnya dan ee nantinya ya pasti harus dilakukan ya drill simulasi. kapan dilakukan simulasi? Ya, kalau ee kaitannya di situ ternyata diminta untuk lingkungan ya mau enggak mau drill simulasinya bisa juga tapi kaitannya dengan lingkungannya seperti apa. Simulasi tanggap darurat berdasarkan kondisi tanggap darurat yang terjadi di area atau lokasi terjadi ya. Oke. Performance monitoring, reporting, dan continuous improvement. monitoring performa lah ya. Tadi ee ini kalau di kita bicara SM kan biasanya kita rencanakan bisa kita jalankan. Nah, biasanya kan ada beberapa kontrak owner yang meminta atau lampiran atau HSF plan kita ini progresnya sampai mana ya sudah dikerjakan atau belum? Mana bukti-bukti pengerjaannya? biasanya minta foto-foto ya untuk penagihan untuk penagihan invoice biasanya ya. Tapi ee bisa jadi rencana-rencana K3 ini dijadikan satu laporan dengan progress report ya boleh, boleh aja. Jadi apa yang sudah kita jalankan di program-program Kukan, di progres itu sebenarnya enggak ada masalah ya, justru malah bagus ya. Ini harus dilaksanakan nantinya. Nah, berarti di situ ada monitoring terhadap performance kita. Reporting tadi juga termasuk reporting monthly-nya seperti apa. Bagus sih weekly, monthly ya. Kalau bisa mingguan, mingguan mau monly ya bulanan ya bagus ya. Biasanya kan buat nagi invoice. Kadang kan ada kontrol ownernya ya lampirkan mana bukti kerja-kerja kamu terkait dengan K3 sudah dilaksanakan apa belum program-programnya ya sudah dilaksanakan belum apa yang kamu janjikan ke saya supaya jan nanti kita akan melakukan drill kebakaran Pak dengan menggunakan APAR 25 kilo ya. Janjinya seperti itu misalkan. Eh, ternyata implementasi di loh mana 25 kilo ini, Pak? Ada yang 3 kilo satu biji, Pak. 1 biji 3 kilo kali kali 4 12 Pak. Terus habis itu ada yang 6 kilo. 6 kilo dapat 2, Pak. Jadi 24 ya kan ini dikit lagi, Pak. Mau 25 itu kan enggak benar. Apa yang dijanjikan di awal itulah yang di sampaikan. konten yang ada di dalam HS plan. Yang pertama general ya, jenderal secara umum. Ee sebenarnya sih kayak tadi ya e pekerjaannya apa misalnya biasanya sih varians dari si kontraktor itu sendiri. Terus leadership dan komitmen perusahaan itu bagaimana? ini dituangkan dalam polisi BM polisi dan kebijakan serta tujuan strategis biasanya dari pekerjaan kontraktor tersebut. Kita ingin mendapatkan kualitas servis yang sangat baik dan diberikan kepada customer kan. Oke, terus organization responsibility and documen. Biasanya terkait dengan struktur organisasi di project. Siapa-siapa aja orang-orang yang bertanggung jawab terhadap projek tersebut. Boleh enggak, Pak, sampai kantor pusat? Ya boleh aja sih sebenarnya, tapi terlalu panjang ya. Terlalu panjang sehingga biasanya sih struktur organisasi hanya ee sebatas di project aja. Oke. Ee planning dan prosedur prosedur dan planning kerja gitu ya. Prosedur-prosedur yang berkaitannya dengan aktivitas pekerjaan baik itu pekerjaan I atau pekerjaan yang kan banyak ya pekerjaan bentuknya bobok inomnya persiapan alat dan sebagainya. implementation performance monitoring and improvement ini bagaimana kita menjalankan program tersebutnya seperti apa yang dilakukan misalnya manajemen review manajemen visit manajemen visit setiap s 2 bulan sekaliiah ini juga harus dilakukan jangan sampai hanya janji-janji aja manajemen tapi ternyata enggak dilakukan oke Oke, bas assessment kemarin ya, I audit dan emergency respon. J konten ini semua minimal lah ya dalam HSM produk ee ya intinya program-program yang keterkaitannya dengan ini semua buat risk assessment misalnya ya atau review risk assessment ya. Terus eh performance saure apa limiting misalnya planning and prosedur misalnya ya tanggap darurat terus misalnya organization responsibility and documen ya misalnya tadi ada manager sayait emergency management misalnya apa pemberi ya misalnya berkaitannya dengan tanggap darurat kalau misal ada kondisi jalan seperti apa? Oke, generalor ini orang-orang yang terlibat owner yang ada kontrak proction dokumen apa aja contohnya prepare byf gitu ya review by pw jadi di sini ini biasanya berkaitan dengan manual gitu nah kalau misalnya ternyata ee kita bicara perusahaan teman-teman semua tadi sudah memiliki manajemen ya sebenarnya gampang oke Oke, leadership and komitmen tadi safety meeting, P2 K3 weekly meeting, internal meeting, toolbox meeting pagu. Ini adalah meeting atau coaching session. Jangan sampai enggak dilakukan dibimbing P2 K3, Pak. Eh, pertanyaan P2 K3 kita specific project atau boleh dari corporate? Ya, boleh aja dari KP dari kantor pusat tapi lebih bagus sih sebenarnya. Tapi kalau set itu ee pekerja-pekerja intinya aja. Nah, makanya kalau pekerja inti kan kurang tuh ya. Biasanya kalau di project kan teman-teman ada yang pekerjaan pekerja inti ya. Dia sebagai karyawan kecil dari kontraktor tersebut. Ada pekerja tambahan. Ya, kalau pekerja tambahan ya orang yang dikontak hanya untuk pekerjaan khusus saja. Hanya pada saat projek itu berlangsung. Kalau pekerja ini kan biasanya projjectnya berpindah ke tempat lain ya, tim ini pasti ada tetapi mungkin meng-hire orang lain yang ada di tempat yang lain. Nah, kalau bisa. Nah, tim-tim inti ini dimasukkan ke dalam P2 K3 atau panitia pemilihan kesatan dan kerja diladin oleh tim yang ada di head office ya yang ada di head office atauor pusatnya gitu. Manajemen visit tadi aku jelasin ya ee setiap bulan boleh, setiap 2 bulan, setiap 3 bulan. Kalau terlalu jauh kantornya ya setiap 3 bulan. Tapi biasanya ini harus dianggarkan di awal project ya. Jangan sampai ee tidak disampaikan ke customer bahwasanya kita melakukan side visit ya. nya sih kita sampaikan kepada kontraktor gitu ya bahwasanya kepada klien bahwasanya itu perlu dilakukan kontraktor diwajibkan ya kita sampaikan di awal bahwasanya program ini harus dijalankan dan harus ada budgetnya. Nah, ini dalam menghitung budget. dalam menghitung budget. Nah, ini juga harus dimasukkan ke dalam budgeting dalam project tersebut ya. Melakukan sosialisasi prosedur. Ini bisa dari tim manajemen. Lebih bagus sih dari tim manajemen sebenarnya melakukan sosialisasi prosedur supaya pada saat manajemen itu ada yang dilakukan ya. Sosialisasi prosedur kebijakan ya terusure ada di perusahaan tersebut seperti apa? sehingga kalau misalnya ini disampaikan oleh teman-teman dari manajemen, nah idealnya mereka akan lebih patuh, mereka akan lebih taat. Harapannya seperti itu. Harapannya seperti itu. Kenapa? Karena ini sudah langsung di sosialisasikan oleh manajemen ya, sudah langsung manajemen yang bertindak. Oke, kita lanjut contohnya ya. tadi ini kita lampirkan biasanya kebijakan komitmen dari manajemen ini biasanya tadi sudah masuk di sekolah contohnya ya poesi dan strategi objektif kebijakan-kebijakan K3 misalnya kebijakan K3L gabungan nafda HIP ini tergantung ya di klien mintanya apa tapi setidaknya minimal seminimal mungkin ada nya kebijakan kebijakan sih ini sih harusnya masuk ke dalam yang ini juga tergantung dari kebutuhan perusahaan tapi biasanya standarisasinya minimal mungkin ada kebijakan K3L terus nafzah HIP misalnya ya ee tak ada tambahan biasanya sih seksual harassement gitu ya, seksual harsment. Terus ada ee kebijakan kesetaraan gender ini biasanya ada kebijakan kebebasan berbicara. Nah, biasanya dimasukin ke dalam policy dan strategic objective. Oke, organization organisasi or chart tadi ya. Kebutuhan project bisa dari head office boleh, boleh aja ya. Tapi kalau misalnya ternyata hanya sekedar dari project ya enggak ada masalah di situ ya. Terus ada HSE chart, departemen HSE dan personil HSE yang ditugaskan dalam project itu siapa aja. Nah, ini ee ada dua organization sebenarnya. Yang satu secara umum, secara umum sampai ke level mungkin di hot office-nya lah ya. Nah, ada yang project tapi ada ee yang ketiga ada juga struktur organisasi HSE-nya itu seperti apa. Nah, siapa HS yang ditunjuk di project tersebut? Siapa HSI yang ee bisa bergabung untuk mengerjakan projek tersebut? Biasanya kan HSH-nya sudah memiliki ahli K3 umum ya salah satu persyaratannya ahli K3 umum baik itu BNSP ataupun ahli Kemen sebenarnya sih idealnya sih ahli ump dan karena ee ini lebih valid sebetulnya dalam hal menyusun kebijakan dan melakukan dia sebagai sekretaris P23 karena yang dipersatkan dalam Undang-Undang 1 1970. Sekretaris P2 K3 adalah ahli ketiga umum dari Kementerian Tenaga Kerja yang sudah melakukan sertifikasi ya dan sudah melakukan eeasi pekerjaan di peran tersebut dan SKP-nya SKP-nya adalah SKP perusahaan tersebut itu ideal. Boleh enggak, Pak, K3 umum BNSP? Ya boleh aja dengan kebijakan kliennya apa kalau misalnya kliennya tidak mempersyaratkan ahlium bisa. Oke, manajemen sub kontraktor bisa juga tadi sih sebenarnya sih sudah masuk dalamnya tadi atas communication promotion and reward alur komunikasinya seperti apa sistem pelaporan seperti apa ya terus kalau kita bicara reward dan punishment ya tadi bagusnya di dalam manajemen nanti atau manajemen saya gitu dikirim. Nah, itu jadi tidak hanya sekedar coaching ya bagus-bagus sih sebenarnya memberikan reward ya maksudkan jangan terus-menerus hukuman-hukuman terus punishment-punishmentus tapi ternyata reward enggak pernah dikasih. Nah, ini yang kurang sebenarnya. Kalau misalnya perusahaan teman-teman seperti itu ya jangan berharap karyawannya bisa baik performasnya ya. F to work sebelum gabung dalam project dan periodik harus melakukan MCU ya kemarin kita sudah jelasin ya tadi sudah kita jelasin MCU ada MCU empat biji ya empat jenis MCU. Nah ini perlu dilakukan dan perlu dijalankan ya sebelum gabung project pastinya dicek kondisi kesehatannya seperti apa. Jangan sampai sudah gabung project malah sakit-sakit ya. Jadi ini tanggung jawabnya HR nih sebenarnya HR ya bukan HS. Nah, ini bagi HRHR yang benarlah ya, HR-HR yang memiliki kompetensi yang betul-betul sebagai HR ya. Jadi dia harus mengerti juga nih pengaturan MCU seperti apa ya. Terus di dalam project itu ada yang namanya TNA training need analisisanalisis kebutuhan tren. Ada yang bas on compliance terhadap regulasi. ada yang bas ee jabatannya, fungsi jabatannya itu apa. Oh, dia sebagai KSE ya. Mau enggak mau dia kalau ditrainingkan ahlik tiga umum. Ya kadang aku lucu nih ee sekarang-sekarang nih banyak lowongan pekerjaan dibutuhkan safety supervisor, safety officer, safety superintendent ya safety officer lah misalnya. memiliki sertifikasi POP ya. Pengalaman ee fres graduate boleh melamar lah. Sekarang pertanyaannya POP itu kan minimal persyaratannya adalah 1 tahun bekerja ditambang untuk 1, B3 itu 3 tahun, SMA itu 10 tahun. Nah, pertanyaannya kalau misalnya dia meminta untuk sertifikasi POP fres graduate boleh masuk ya dia aja enggak punya pengalaman di tambang. Bagaimana mungkin dia bisa mengambil sertifikasi POP ya? Nah, ini ee kadang ya agak heran aja gitu ya. Sempat kemarin aku di linkin tuh aku komen di salah satu ee status ya. Salah satu status dibutuhkan dibutuhkan seorang safety yang bisa ee apa ya ngomongin kemarin aku lupa buka dulu. Jadi aku ketawa aja bacanya. Jadi ee orang ini me men-sharing gitu ya, men-sharing dibutuhkan dibutuhkan seorang kandidat safety yang bisa meng-ghandle ISO legal safety industrial relation ya. Terus apaagi? Security itu jabatannya ada lima orang ya. Tapi yang dibutuhkan itu satu orang. Langsung aku komen aja. Wah, satu komen. Aku komen ee paket lengkap ya, harga hemat beli satu dapat 10 gaji UMS. Ya, banyak yang kayak gitu ya. Banyak perusahaan-perusahaan yang ya memanfaatkan kondisi saat ini gitu untuk menekan budget dan cost. dibutuhkan dibutuhkan A B C D E F G ya gaji 2 juta misalnya ya. Sedangkan untuk memperoleh sertifikasi untuk pengalaman atau posisi bekerja tersebut, itu aja enggak cukup gajinya 2 juta. Ya, misalnya dibutuhkan safety ahli K3 umum pengalaman pergi. Gaji R juta gaji R juta mintanya K3 umum apa? Nah, gitu S1 ya agak sulit ya maksudnya ya dia memanfaatkan kondisi saat ini memang ee dalam arti kata mungkin daya tawar kerja itu terlalu banyak kandidat dan lowongan itu sedikit ini yang dimanfaatkan. Oke, itu tadi ya organization responsibility ya. Jadi masing-masing harus ada tugas dan tanggung jawabnya, ada organization chart-nya sampai ke pihak ini biasanya kalau sudah di ada pembantas ini biasanya ini sudah orang-orang office kalau di project. Nah, kalau ini sudah orang-orang office ini project nih biasanya. Nah, ini juga harus disosialisasikan kepada klien ya supaya enggak salah orang nanti namanya si Joni jadi Jono ya. Beda orang. planning dan prosedur perencanaan prosedur-prosedur yang akan digunakan selama projek berlangsung ya prosedur yang digunakan dalam projek peralatan dan penggunaan bank ini kalau ada ee prosedurnya ini harus sesuai dengan pekerjaan yang nantinya akan dijalankan ya peralatan dan penggunaan bahan kimia. Nah, kalau ini sih ee biasanya kalau di project itu kan kita menggunakan alat A B C DG kan harus diapprove ya dari kontrak owner-nya. Jadi ini di tahapan awal di samping HSL kita submit gitu ya, kita masukkan kepada klien kita. Nah, list of equipmentnya itu atau tools dan equipmentnya itu juga kita submit sehingga apa? sehingga kontrak owner itu akan tahu alat-alat apa yang akan kita gunakan dan spesifikasinya harus sesuai ya. Ya, jangan sampai kita spesifikasi, "Oh, aku mau beli eh bor mereknya Krisbow, Pak misalnya." Nah, ternyata yang datang mereknya Chris John kan pusing juga itu beda soalnya ya. Nah, kan banyak gitu ya. Saya ee kalau dulu waktu di Tambang pakai Iveco. Oke, mereknya memang Iveco truknya, tapi ternyata Ivecoya itu ada dua. Ada Iveco Cina, ada Iveco Ital. Yang datang adalah Iveco Cina, ya. Wah, itu setengah mati tuh sparepnya itu ya. Sparepartnya ada ya. Memang harganya sepertiga Iveco Ital, tapi untuk sparep-nya wah itu indennya lama. Kalaupun ada harganya mahal ya. Ya, kayak gitulah contohnya misalnya ya. Jadi untuk spek itu ya betul betul harus sesuai dengan komitmen di awal seperti apa karena kan itu sudah dianggarkan kemarin aku nyebutkan kontrak 3 miliar bisa jadi 1,7 miliar misalnya ya. Itu yang ditawarkan oleh kontraktor ya. Kontrak owner sih senang-senang aja ya semakin menghemat budget perusahaan. Tapi pertanyaannya apakah dengan 1,7 bisa memenuhi ekspektasi dari klien yang ekspektasinya adalah peralatannya A B C D FG ternyata yang datang adalah yang lain ya. Oke. Bahan-bahan kimia juga termasuk ya. Jadi pada saat kita memang harus menggunakan bahan kimia, mau enggak mau kita harus pleas tuh ya kita masukkan kira-kira bahan kimia apa saja yang akan kita gunakan dan jangan lupa MSDS-nya atau SDS-nya itu dilengkapi dan dipenuhi dan jangan lupa disosialisasikan. Inspeksi dilakukan juga sertifikasi dan inspeksi peralatan selama project berlangsung. Ya, ini biasanya teman-teman ee yang memiliki project dan menggunakan alat berat biasanya ya. inspeksi dilakukan, terus habis itu uji riksa dilakukan. Misalnya punya kren, kerennya harus diuji riksa ya. Mau enggak mau teman-teman yang melakukan melalui pihak ketiga ya. Kalau uji riksa pihak ketiga ini biasanya uji entit ini kalau di CAC ini bisa melakukan uji riksa juga terkait dengan keluar angkut-angkut itu. Nah, jadi waktu itu pernah kok friend juga misal kan jadi kita cari kita ya sertifikatnya akan dikeluarkan oleh suket ya dalam bentuk suket. FASnya akan ditandatangi oleh kepala terkait yang memang di aturan Permenaker 8 tahun 2020 ya memang yang menandangkan inset tersebut adalah ee kepala dari tempat di mana peralatan itu berada ya atau berasal juga boleh gitu ya. Kalau berada dan berasal itu kan beda. Kalau berada, kalau berada ya berarti misalnya dia ada projject di balik papan ya berarti kan tempat dia berada berasal. Ternyata perusahaannya ini bawa alat ini dari Jakarta ya. Mau enggak bawa dari Jakarta mana yang lebih efisien ya tergantung kebutuhan perusahaan teman masing kalau memang bisa diuji riksa di sana dengan menggunakan PJK3 yang di sana bisa. Kalau enggak bisa ya dari Jakarta misalnya ya. Mau enggak mau dari Jakarta ya? Dari Jakarta. Oke. Nah, ini implementasipi, manh reportation report. Nah, tadi ya aku dijelaskan leading dan ling indikator di dalam kita menentukan sebuah PPI di perusahaan di sebuah project. Nah, ini menjadi target dari project kita. Biasanya sih kita present setiap bulan ada HS performance dari project tersebut ya leadingleing-nya sudah jalan apa belum gitu ya. Leadingnya legingnya ini kita lihat ya kita dalam menentukan sebuah kita harus diskusi dengan klien kita maunya seperti apa supaya itu jelas nanti mauan dari klien itu bagaimana. Tidak salah jalankan. Okeadingnya apa? BX meeting my training prepcation misalnya belingnya apa targetnya prir sama aja treatment environmental incident itu untuk mencapai ini untuk mencapai leging ee leding ini pilih di ini ya yang lain. Nah, nanti biasanya kita presentasi menggunakan fatality timenya berapa eh ini sih lebih ke reporting sih sebenarnya ya tapi tugasnya HSE adalah salah satunya ini buat reporting seperti membuat reporting untuk persentasi kepada klien ya biasanya ee ada monl meeting. Nah, di moniting itu biasanya kita sampaikan kepada klien hal-hal mengenai statistik ini. First add case di sini ada dua misalnya ya, otomatis kita jelaskan kasusnya apa, terakhir kapan, apa action-nya ya, apa corrective action-nya, apa yang sudah dilakukan ya sehingga pada saat ee misalnya dimintakan sama klien sebagai bukti untuk penagihan itu sudah siap ya. Oke, nih tadi ya sporing-soringnya lain ini sama teman-teman tergantung kebutuhan perusahaan masing-masing sebetulnya ya. Jadi enggak melulu seperti ini tapi setidaknya seminimal mungkin ada gini ya. Jadi ee ini yang menentukan siapa ya? menentukan adalah teman-teman semua yang nanti di alignmentkan ya disatukan dengan target dari klien ya. Nah, setelah itu dilakukan evaluasi. Kalau kemarin kita bicara ee CSMS gitu ya. Nah, sama di di HS plan ini rencana ketiga ini nanti akan dievaluasi di akhir dari rencana-rencana tadi lead managing yang sudah kita jalankan tadi. Apakah sudah semuanya apa belum? Ya, kalau di sini misalnya nih, oh fatality enggak ada oke loss time-nya enggak ada, ya. Terus ee misalnya di situ apa yang masih kurang bagus ya? semuanya sudah hijau nih melalui komite berapa kali gitu aktualnya enggak dilaksanakannya perlu ya ditambah nah ini semua kita buat kita presentasikan dalam oning meeting biasanya nah si klien menerima laporan ini untuk biasanya memantau performa formada isi kontraktor tersebut. Ini kaitannya dengan appraisal dengan appraisal kontrak biasanya. Kalau misalnya ee comply ya mungkin akan mendapatkan nilai bagus dan mungkin saja bisa dilanjutkan kontraknya atau kalau misalnya ternyata kualitasnya kurang bagus biasanya akan di gantikan ya atau di dilihat apakah memang betul-betul kontraktor ini bisa memenuhi standarisasi yang diharapkan oleh owner ya. Sehingga pada saat ternyata memang harus ganti kontraktornya ya mau enggak kok diganti ya karena kualitasnya enggak bagus ya. ini biasanya nih maaf maaf ya kontraktor titipan biasanya kontraktor titipannya agak sulit ini saya titipan si bos aku jujur di perusahaanku ada di kontraktor-kontraktor yang memang dititipan kita sebagai HS manager sebagai HS manager ya melarang kontraktor itu bisa aku keluarin bisa tapi yang bawa siapa yang bawa masalahnya atasannya kita lagi ya direkturnya nya gitu ya. Wah itu agak sulit tuh kalau dapetin kontraktor yang seperti ini. Bahkan dulu pengalamanku di ada kontraktor yang seperti ini gitu ya. Datang datang orang SE-nya ngajuin izin kerja tapi izin kerjanya itu belum ditulis masih form kosong. Terus aku bilang, "Kamu datang ke sini ngapain? Perkenalkan, Pak. Nama saya, nama saya ini gt lupa nama ini. Saya mau ngajuin izin kerja mana izin kerjanya? Sini. Mana lampirannya? Lampiran, Pak. Ini Bapak disuruh tanda tangan loh. Saya kamu suruh tanda tangan formnya masih kosong. Terus apa yang mau saya baca di situ pertanyaannya? Nah, ya udah deh kamu duduk dulu. Kita ngobrol dulu ya sebentar. Kamu tahu maksud izin kerja ini buat apa? Ya buat kerja, Pak. Ya, buat kerja paham. Tapi buat kerja ini buat apa? Buat apa? Kalau buat kerja ya kamu pakai alat-alat kerja dong. Misalnya kangkul, kop, dan lain sebagainya ya. Buat bekerjasannya dipsikan seperti itu. Oke. Kamu sudah training, sudah pelatihan? Pelatihan apa, Pak? Ayam. Minimal ahli K3 umumlah saya bilang belum pernah. Oke. Kamu background-nya apa? Ternyata background-nya SMK. SMK tapi SMK-nya itu jaringan dalam ya. Cuma dia projectnya project sipil kamu. Oke. Kem ya. Kamu tahu enggak K3 itu apa? Enggak bisa jelasin sampai aku detail ya detail dikit lah ya. Habis itu bro kamu bos kamu mana? Sini telepon dulu aku mau ngobrol. Akhirnya aku ngobrol sama bosnya sama direknya direkturnya gitu ya. Bilang pak kamu ngasih orang yang benar aja lah. Kamu ngasih orang pelangak-pelongok gini ke aku gitu yang enggak jelas. Maksudnya ngobrol aja enggak ngerti. Tujuan dari ngambil permit ini aja enggak tahu mau ngapain. Permit dikasih permit kosong ya. Yang kerja siapa, Pak? Saya atau kamu, Pak? Kamu gantilah orangnya. Saya enggak mau lihat lagi di sini. Habis itu ternyata besoknya dia ngelapor sama bosku sama head off-nya gitu, ya. Sama head off-nya. Aku kan di bawah project manager, bawa PF. Nah, di atas PF tuh ada head of operasional Indonesia gitu ya. Aku masih asmen dia ngelap ya aku bilang ini enggak jelas orangnya gua ngobrol aja enggak enggak clear dia ngomong apaan terus lu mau dapetin orang kerja di tempat kita kayak gitu ya oke bawaannya si bapak ini gitu ya tapi setaknya ya bisalah berkomunikasi dengan baik ya sampai gitu ya kalau memang enggak ya ngapain di Oke, jadi IPA ini biasanya di akhir evaluasi semua ya berkaitan dengan H kita bikin implementasinya bagaimana. Nah, itu dilakukan di sini di akhir ya. Dapat nih final scoreway 84,3 ya. Setuju risk managementen kira sudah kita jelasin terkait dengan segera risiko identifikasi bahaya dan penilaian risiko dan evaluasi terhadap risiko selama kebijakan berlangsung. Sebenarnya sih kalau kita bicara kemarin ya, bikin HIRA itu adalah HSE biasanya HSE ini enggak paham, enggak paham goals dari project itu apa ya. Ya, tujuan akhir oh berdirinya bangunan misalnya ya terkadang ini ya jujur aja karena memang bukan pekerjaan inti ya. pekerjaan ini adalah PM pekerjaannya PM ya PM yang tahu sebetulnya goals tuju atau tujuan dari project ini dijalankan dan hasilnya nanti setelah terimanya ke customer atau ke klien itu apa. Itu sebenarnya adalah PM ya. Tapi ya lagi-lagi ee kalau kita berbicara di project ya lagi-lagi ya biasanya diminta tolong adalah ini. Nah, maka dari itu ya enaknya sih ngobrol sih ngobrol ngobrol dengan orang-orang yang memang paham hasil akhir hasil gol akhir dari projek itu apa sehingga tidak salah dalam menentukan atau menerbitkan iradisi tersebut. Oke. Dilakukan audit boleh. Nah, eksternal audit, internal audit. Yang eksternal kemarin kita jelasin ya tadi kita jelasin bahwasanya audit ee eksternal berasal dari yang ketiga bisa gitu ya atau dari klien atau di sini spesifik audit. Speif audit ini biasanya lebih spesifik ke project mana? Kesesuaian aturan kesesuaian standar. dan implementasi des dan manajemen improvement bisa menggunakan internal audit juga oke. Nah, tapi kalau internal auditnya harus ditunjuk tuh timnya siapa-siapa aja ya dan melakukan manajemen waktu respon prosedur tanggap darurat skenario emergency emergency drill dan sosialisasi kimawan dalam menjalankan apa yang ada di dalam H. Contoh-contohnya aja L ya. E malah lebih keren ini ya. Dia pakai aplikasi F audio ada history ada trendator trailer overheading mesin hanya audit. Jadi ada persyaratan-persyaratannya nanti dilaporkan. Kalau dulu aku di Craft Hands itu di konstruksi kita punya KMS namanya C Management System. Nah, jadi eh kita menggunakan toolsnya sama seperti ini kita menggunakan iPad gitu ya untuk implementasi-implementasi lapangan evidence-nya kita foto dan kita upload ya. Ee bagus bagus banget. Kalau di PLN kalau enggak salah sudah ada PLN itu sampai ke pengajuan izin kerja aja sudah ada ya tahu kalau di Pertamina PHR itu udah ada belumnya sampai izin kerja itu online dan segala macam gitu ya terus pengajuan misalnya SOP dan lain sebagainya kalau setahuku sih masih masih belum ya masih manual ya tapi enggak ya enggak tahu implementasi sekarang gimana cuman itu memang budgetnya agak mahal sih dalam implementasi semuanya dalam meminimalisir penggunaan kertas sebenarnya di bikin aplikasi itu kan kasihan juga kayak sekarang hutan digundulin kan buat apa? Buat kertas kalau enggak buat ee baju ya. Ya, itulah akibatnya banjir di Sumbar, Sumur sama Aceh karena hutannya di sini dulu. Sebenarnya bagus menggunakan aplikasi ini tapi ya biasanya menggunakan aplikasi ini agak mahal. Kalau di peran sebelumnya kita punya yang namanya My ACI, MyA Acc gitu ya. Ya. Jadi ee ini lain ia produk luarlah ya produk lain. Tapi ini bisa digunakan seluruh side. Tapi terkadang kalau multinational company ini kekurangannya adalah terkadang standarisasi internasional itu pada saat diterapkan di nasional kita di Indonesia khususnya kadang enggak tercapai dalam arti kata e karena standarnya di kita ini masih rendah gitu ya. Jadi untuk mendapatkan standarisasi internasional itu masih kurang pas sebetulnya masih banyak yang perlu dinegosiasikanah. Oke, ini tadi emergency respon prosedur ada skenario dan tanggap darurat emergency kontak list dan kerja sama ya. Ini biasanya kalau di project juga ada L ya nomor telepon penting siapa-siapa aja. Fire, Brigage misalnya, tim kebakaran Damkar, police office misalnya, kantor polisi, terus ee misalnya kerja sama dengan kantor lurah, kantor desa dan segala macam itu ya itu ditampilkan di projject CP tadi. Ini sebenarnya di ASL di rencana K3 tuh lebih kepada meng-update situ gitu ya, mengupdate kontak-kontak listrik tubuh ya. emergens drill. Nah, perlu. Nah, kalau di dulu sih kalau kik di Safon tuh ada drill table top, ada drill drill yang langsung table top ini cuma di meja kita simulasikan. Kalau misalnya ada kebakaran seperti ini, seperti ini, seperti ini, ya boleh aja sih sebenarnya. Tapi kurang efektif kalau aku bilang karena ee manusia ini kalau dari segi kita berbicara komunikasi ya, seseorang ini akan menjalankan akan lebih ingat hampir 90% kalau dia melaksanakan apa yang disampaikan. Disampaikan melihat, mendengar, dan melaksanakan atau praktik serta mengimplementasikannya. Nah, berarti kalau kita melakukan drill hanya sebatas di kelas saja atau sebatas table top saja ini kurang efektif sebenarnya karena dia enggak akan dapat gambaran kondisi real-nya tuh seperti apa. Ya walaupun kalau kita berbicara drill atau fimulasi kan kondisi misalnya enggak terjadi alhamdulillah banget ya. ini fungsi akuin dan kejadian juga salah sebenarnya ya. Tapi mau enggak mau kita harus lakukan karena karyawan itu kemarin ya aku bilang ya jadi empat hal itu aja yang ada di pikirannya. Nah kalau ada kondisi darurat gimana? Terkadang enggak terpikirkan sama mereka. Aku ambil contoh di 2023 aku kerja di perusahaan di pabrik gitu ya. Terus alarm berbunyi karyawan itu cuma ngelihat doang tuh. Oh alarm bunyi. Udah habis itu lanjut kerja lagi. Nah ini karena apa? karena tidak pernah dilakukan simulasi, karena tidak pernah praktik, ya. Pada saat tidak pernah praktik, ya enggak akan bisa ini berjalan gitu ya. Oke, ini perlu dilakukan dan perlu dilakukan sosialisasi dan keterlibatan. Nah, ini juga termasuk ke dalamnya adalah sosialisasi ee kasus-kasus kecelakaan yang terjadi ya. Kalau bisa yang update yang terbaru ya. Misalnya di situ kita berbicara tentang kebakaran. Oh, ada nih gedung di Kemayoran yang masih ada ee yang apa ee drone ya, kantor drone itu kebakar. Katanya sih kantor drone itu pernah meliput pembalakan liar di Sumatera. Makanya di makanya dibakar katanya. Katanya enggak tahu nih. Tapi enggak tahu benar apa enggak ya. Katanya sih dulu pernah ada ee aktivitas dia memantau melalui drone gitu ya. Aktivitas pembalakan liar tersebut di Sumatera ya, baik itu Aceh, Sumatera Utara sampai ke Sumatera Barat seperti itu. Tapi kan kita enggak tahu benar apa enggaknya ya. Ya, tapi katanya sih seperti itu. Makanya kantornya dibakar. Biarlah kantor kebakar ya. Kalau sekarang kan ee apa ya? Kalau zaman Soeharto hilang hilang gitu ya, tapi ya sportif gitu. Kalau sekarang udahlah hilang udahlah ee dibakar gitu ya kantornya misalnya tetapi ternyata enggak ada kompensasi apa-apa kan kasihan keluarga ini misalkan ya demokrasi tapi menjadi demokrasi gitu ya. Oke, ini prosedur ini tentang darurat emergency kontak di sini ini insiden accident kalau misalnya ada kecelakaan ini flow chartnya flow prosesnya seperti apa itu juga gambarkan dan ini timnya ya di sini ada koordinatornya terus ada hubungan masyarakat ya humas hubungan mas-mas di sini Lesnya siapa siapa? Renya siapa? Nah, tim-tim ini ya. Oke, tadi kita bentuk timnya ya. Tapi jangan lupa tim ini perlu dan wajib wajib hukumnya untuk diberikan training. Damkar ya damkar ya berdasarkan KMEN 186 tahun 1999. Tim tangkap darurat kebakaran dan evakuasi. Nah, ini harus nih minimal kelas DCB ya, B DCB ya. Nanti mungkin ee kalau perusahaan teman-teman memang ee perlu bingung nih, "Pak, kita nentukan kelas D, kelas C, kelas B berapa nanti hubungi Mbak ya. Nanti akan aku bantu untuk mendesain timnya apa-apa saja dan keperluannya bagaimana dan peralatan-peralatan apa saja nanti akan nanti kita banding. Nah, terus first aid. Nah, first a juga termasuk kebutuhan first berapa. Kalau kita berbicara setiap 500 m itu minimal ada satu orang. Kalau gedungnya bertingkat berlantai, yaitu minimal setiap lantai ada satu. Nah, ini buat kursus first. Tapi aku tidak mensyaratkan tidak menyarankan satu karena untuk menggotong tandu tidak bisa satu orang ya. Menggotong tandu minimal dua orang ya. Mau enggak mau, suka enggak suka harus ada minimal dua orang persis ya. Karena tadi ditakutkan ada kondisi darurat butuhkan tandu, ada korban. Ya, kalau cuma sendiri enggak bisa nih ngangkat tersebut ya. Mau enggak mau harus menggunakan minimal dua orang ya. Satu ngangkat di depan, satu ngangkat di belakang. Kenalian banyak ya. Contra production ini dari mulai sih nih mulai dari awal gitu ya performance monitoring HS targetnya apa-nya apa ya leadershipibility dari koleksi dan kebijakan gitu ya terus terus organisasi standarisasi yang apa gitu ya. Terus habis itu masuk ke hazard dan manajemen gitu ya. Manajemen proses terkait kemarin HADCi gitu ya. Terus di sini ada planning dan prosedur implementasi monitoring connective action ini bagaimana. Nah, ini kita jelasin semuanya. Jadi sebenarnya HS plan ini bukan hanya ee jadwal atau schedule kerja aja bukan. tetapi konteksnya adalah yang ada di dalam sehingga kita dapat dengan mudah meminimalisir terjadinya risiko terhadap kecelakaan kerja sesuai dengan apa yang kita jalankan. Oke, sampai sini ada pertanyaan. Waduh, cepat ini ya. materi ke dua. Ada pertanyaan teman-teman jika ada yang mau ditanyakan mungkin Pak Deni atau Bu Shel silakan. Belum ada nih. Oke, masih pada khusyuk ya. Iya betul. Masih belum kopi sepertinya. Bang Hariadi ngopi dulu, Bang. Ngopi-ngopi dulu, Bang. Makan. Makan. Udah makan lontong pecal belum, Bang? Siap, Pak. Sudah. Aku kangen kaliah lontong percel. Kalau di Jakarta susah ya di makan lontong pecel Padang gitu ya. Ada cuman jarang tempatnya dan rasanya juga enggak enggak seenak di sana gitu. Kalau kalau orang sini aneh kalau makan lontong pecel pagi-pagi. Kalau kalau di Jawa jawanya kayaknya apalagi Jawa Timur ya. I cum kay makan lontong kecil itu suatu sesuatu yang aneh di pagi hari ya. Kalau di Sumatera itu sudah hal yang biasa ya. Lontong kecelong sayur gitu ya misalnya atau nasi lemak gitu misalnya kayak yang dias Medan lah ya. Oke kita lanjut materi kita yang ketiga and space atau ruang terbatas. ya. Ini yang kita akan ee pelajari di materi ketiga ini gitu ya. Nah, identifikasi ruang terbatas. Oke. Pengertian ruang terbatas cukup luas dan besar untuk memungkinkan pekerja masuk dan bekerja di dalamnya. mempunyai akses keluar dan masuk yang terbatas, tidak dirancang untuk tempat kerja berkelanjutan dan terus. Nah, ini dalam kita menentukan sebuah ruang terbatas atau convens kemarin aku cerita ya, ada di Metco kalau enggak salah ya, kliennya ini enggak ngerti ya, padahal udaranya udah lowong gitu ya. Terus habis itu dia bisa terus-menerus kerja di situ tanpa harus keluar masuk. Ya, kenapa kok masih dikategorikan sebagai ruang terbatas? Ya, ini contoh-contohnya ya, Teman-teman. Pasti tahulah ya. Tangki, vesel, lubang, Tao, Bang, pipa, pelokan, terowongan, saluran pipa atau fit fit lubang dalam keadaan minimal 1,5. Conven bukan bukan hanya menjulang ke atas, tapi ke bawah tanah pun juga termasuk conven space. Ya kadang orang berpikiran conv space ya hanya tangki ke atas begitu doang bukan ya. Intinya tadi di sini di awal mempunyai akses dan keluar masuk yang terbatas udaranya terbatas ya tidak dirancang untuk bekerja ya. Jadi teman-teman bekerja di situ sementara ya bukan terus-menerus bekerja di situ ya sampai tinggal di situ ya enggaklah ya enggak mungkin tinggal di konferensi klasifikasi ruang terbatas ruang terbatas dengan izin masuk dan ruang terbatas tanpa izin masuk dengan izin masuk dibutuhkan apabila terdapat satu dari empat potensi bahaya ini. Yang pertama ada potensi gas atmosfer berbahaya ya. misalnya apa H2S ya yang ya pokoknya yang ada di dalam gas detektor ya ada CO ada L ya ada oksigen gitu ya ada H2S terdapat bahan cairan atau padatan yang potensial memerangka pekerja atau akses keluar dan masuk mempunyai bentuk atau struktur yang dapat memperangkap pekerja ini dalam arti kata dia masuk ternyata pintunya itu tidak bisa kebuka dengan normal atau ketutup sendiri. Nah, ini bisa kategya sebagai terdapat bahaya lain yang dapat menyebabkan cidra serius atau kematian. Dari empat ini ada kemungkinan potensi bisa teman-teman wajib kuat yang namanya izin kerja ruang terbatas atau permit ya permitumnya. Ruang terbatas tanpa izin masuk. tempat yang tidak berpotensi memiliki atmosfer, berbahaya, substansi cair ataupun padat berpotensi yang dapat memperangkap pekerja serta mengandung bahaya lain yang dapat menyebabkan kematian ataupun cedera yang oke. Nah, jadi ada Permen terbaru 11 2023 terkait dengan convace. Pada saat kita berbicara convence space nih yang sebelah kiri kita lakukan ya. Kita harus tahu dulu convens itu apa. Nah, bisa enggak orang masuk ke dalam ya seorang diri gitu ya ee aksesnya gimana? Akses masuk dan keluarnya gimana? Terbatas atau tidak? Kalau oke berarti masuk bawah. Nah, space-nya gimana? Didesain enggak buat pekerjaan? Kalau iya semuanya ya udah berarti masuk ke conference case. Apakah dapat dimasuki dan bekerja di dalamnya? Aksesnya terbatas bukan tempat kerja permanen. Memiliki potensi atmosfer ya. Terus yang tadi kita jelas kalau siayaya semua ya berarti masuk potensi bahaya di ruang terbatas yang pertama kekurangan dan kelebihan oksigen ada bahan mudah terbakar. Nah, teman-teman yang di migas biasanya sih masuknya ke yang ini ya. Bahan mudah terbakar dan meledak ya. Termasuk juga kekurangan oksigen karena mungkin hasil dari pembakaran atau hasil dari penyimpanan dari minyak bumi biasanya kan hidrokarbon ya. Nah, ini akan mengurangi intensitas oksigen yang ada di dalamnya. Nah, sehingga pada saat memang ternyata oksigennya kurang ya berarti sudah sudah dikategorikan sebagai ruang terbatas. Ada bahan beracun dari hasil tadi ya ee penyimpanan bahan-bahan kimia ya. Termasuk di dalamnya adalah yang berasal dari fosil gitu ya. Ya, termasuk minyak bumi gitu ya. Nah, itu akan menyebabkan ada beberapa pertinggalan bahan beras di dalam. Perangkap substansi cair atau padatan yang tersimpan, struktur ruangan dan konfigurasi dinding atau lantai, sumber energinya itu dari mana? Ini kalau ini dulu kita belajar pas kecil ya, Pak. Kalau di bumi itu ada 78% ee nitrogen, oksigennya 20,9 dan yang lainnya ya. Ya, mungkin yang seumuran dengan aku kali atau yang sebelumnya juga termasuk ya. Ya, kita dulu dijelaskan pas zaman-zaman kecil, "Nak, di bumi ini nitrogen sekian persen. Itu tadi 78% gitu ya. Terus ee oksigen 20% dan ada gas-gas yang lainnya. Kekurangan oksigen gimana? Kekurangan oksigen batas aman oksigen itu adalah 19,5 sampai 23 pers gitu ya. Nah, jadi pada saat dia di seminimal mungkin 19,5% oke masih enggak ada masalah. Semakin kurang 15 sampai 19% kemampuan mulai menurun. Ya, gangguan sistem koordinasi gejala awalnya 12% sampai 14% napas mulai cepat ya penurunan kembali kemampuan kita. 10 sampai 12% napas semakin cepat dan dakal bibir membiru. 8 sampai 10% sudah mulai lemas-lemas mual bahkan sampai tidak sadarkan diri ya. 6 sampai 8% sekitar 8 menit bisa sampai fatal. 6 menit 50% fatal. 4 sampai 5 menit dapat pulih kembali. harapannya seperti itu. Tapi sih jarang sih ya koma ee kalau udah sedikit banget ya selama 40 detik bahkan sampai kematian. Oke. Kurangnya oksigen dalam ruang terbatas dapat diaktivati oleh perpindahan oksigen tersebut. Bisa dari pembakaran atau proses bakterial atau reaksi kimia K2. tadi kekurangan, sekarang kelebihan. Boleh enggak kita kelebihan oksigen lebih dari 33,5 23,5? Ya. Oke. Sebetulnya tidak boleh ya karena tubuh kita akan jauh lebih ringkih dalam arti kata bisa jadi seperti kertas, seperti setipis kertas bisa jadi kebakaran, peredakan ya. bahan-bahan mudah terbakar dan meledak. Faktor yang mempermudah adalah ee ya kalau kita berbicara kebakaran ya teman-teman ya. Ini kemarin Teman-teman yang ahli K3 sudah belajar ada yang namanya segitiga api. Kalau kita ee berbicara kebakaran ada segitiga api ada di situ panas, ada oksigen, ada dan ada sumber yang terbakar atau bahan bakarnya ada. Nah, ketiga ini mengalami reaksi kimia ya atau rantai reaksi kimia. Nah, sehingga menyebabkan terjadinya kebakaran pada saat ternyata masing-masing dari bahan tadi gitu ya, ada bahan oksigen dan juga ee ada sumbernya gitu, ada panasnya gitu ya. Nah, dari ketiga ini komposisinya sudah bagus, nah tentah kebakaran. bisa jadi dari pengelasan elektrik percikan rokok ya ini yang ahli hisab-ahli hisab ya kalau enggak salah 2000 20 awal ya atau 2019 ya waktu itu ada insiden salah satu tool puser dimindo kalau enggak salah ya di basmindo itu kebakar 85% gara-garanya sepele dia ngerokok habis itu puntung rokoknya tuh dibuang biasalah ya kalau orang ahli hisabah hisab ini habis ngerokok enak-enak sudah selesai udah tinggal puntung lagi. Habis itu kan tuing tuing tuing ke mana-mana ya puntung puntung rokoknya ke mana-mana biasanya ya kalau misalnya enggak ada asbak. Nah, ini waktu itu ternyata puntung rokoknya ini tertiup angin sampailah dia ke sebuah well e atau sumur. Ternyata sumur tersebut ya ada H2S-nya dan ada gas-gas yang lain yang mudah terbakar sehingga ee puntung rokoknya itu terbang terus kena gas tadi. Nah, gas ini menyipratkan atau menyemburkan api akibat adanya bercampur dengan gas tadi. Ketiga hal ini ee komposisinya sama, ya sudah akhirnya terjadi kebakaran ya. Ini untuk ee ada L, low explosion limit, ada eh UEL, upper explosion limit. Kalau kita berbicara suatu bahan ya, suatu bahan suatu ee bahan kimia. Jadi ada titik terendah dia bisa meledak. Oke. Ada titik tertinggi dia bisa meledak. Ada juga yang namanya ee ini kan UFL adanya ya flamable. Ada upper flamable limit ada lower flamable limit ya. Jadi, suatu bahan kimia bisa dilihat di MSDS-nya sampai berapa derajat. Nah, itu baru bisa menyala ya. Ada derajatnya susu suhu tertentu dia untuk terpicu kalau misalnya dia ingin menyala ataupun meledak. Ini contohnya bensin lah ya. kitaensi di sini 5% 15% gitu ya tadi ya el% terdapat di al bahan beracun ada bahan yang alami di ruang terbuka ya ruang terbatas sori ee bahan absorsi menyebabkan gas off ya ini hasil dari ini semua nih welding cutting painting dan segala jadi makanya teman-teman pasang blower power diing biasanya sebelum masuk ke alat tersebut. Bahan korosir juga bisa masuk ke dalam sebuah ruang terbatas ya. Berasal dari amonia, asid, bleaching gitu ya. Ini bisa merusak kulit 1% respon membatas selama jam minimal ee bekerja. karbon monokside yang tidak berbau. Karbon monokside ini bisa juga disebut sebagai silent heiller ya. Tiba-tiba kita hirup terus kita kelepek-kelepek. Pak, kalau sisa gimana? Oh, sisa bukan dari CO. Ya udah ya, Pak. Ee kita ahli hisab di rokok tuh ada CO-nya juga ya. Tapi kan enggak banyak gitu ya. enggak banyak ee jumlahnya. Oke, ada H2S nih yang ada di dalam itu ya, yang ada di dalam multigas detektor ya. Biasanya kalau punya teman-teman itu yang warna kuning BW anwel ya. Ada juga yang MSA biasanya ada yang drager macam-macam lah yang mereknya ya. Kalau kontraktor sih penginnya yang murah-murah aja yang BW Honey Whel itu kan udah paling murah itu berapa? Rp15 juta ya biasanya dapat satu handphone belum? Oke kita lanjut. H2S ini berbau busuk. Baunya tidak terdeteksi, tidak berwarna, mudah terbakar, lebih berat dari udara. Nah, ini macam-macamnya ya. Nah, ee secara garis besar kalau di multigas detektor ini empat ini aja. Nah, tapi ada beberapa gas detektor yang lain yang mereka punya secara spesifik ya ee sensor ya sensor misalnya di situ ada CH ada CH4 atau NH3 ada beberapa gas detektor khusus gitu ya. gas detector khusus ini yang ee digunakan atau dipakai untuk tempat-tempat atau untuk bisnis-bisnis yang memiliki bahaya khusus di ya. Biasanya sih ee perusahaan akan melihat akan melihat ee kira-kira bahan kimia apa yang ditimbulkan pada saat proses produksi. Karena kalau kita berbicara produksi kan ada produk, ada limbahnya ya. Nah, mau enggak mau kita harus cari tahu juga nih hasil dampak dari setelah produksi itu apa. Ada bahaya fisika di ruang terbatas ya. Bahaya terperangkap yang pertama terperangkap atau tenggelam karena bahan atau substansi yang tersimpan di ruang terbatas seperti cairan, pantugal ya aliran air. Ruang terbatas harus dipastikan kosong dari substansi tadi. Lalu gunakan lifeline ya. Makanya kalau kita mau masuk kurang terbatas kan biasanya kita punya yang namanya rescue plan ya. Rencana pertolongan pertamanya itu gimana. Biasanya kita masih kurang terbatas. tangki misalnya kita gunakan tripod ya biasanya supaya apa? Supaya tripod kita menggunakan full body harness atau sabuk bel gitu ya. Nah supaya pada saat misalnya terjadi hal-hal yang tidak dingin kan tinggal ditarik aja tuh pakai tripod tersebut ya. Misalnya dari atas main gitu ya. Nah, ini biasanya dipasang struktur dan konfigurasi ruangan, permukaan tangga, scaffolding. Nah, ini perlu diperhatikan dulu ya sebelum kita masuk. Nah, jangan sampai masuk eh ternyata kejepit kayak gini ya. Nah, ini kita harus perlu tahu dulu ya. Biasanya kita punya drawing-nya ya, punya gambarnya ya, punya gambarnya. Nah, sebelum kita masuk, kita harus mengestimasi ini si Septiannya agak gendut ini. Beratnya 150 kilo. Lebar badannya ini kira-kira ee berapa ya? Eh, kira-kira lebar badannya ini 60 cent lebarnya misalnya. Nah, sementara main itu 50 ya. Enggak mungkin setiapnya dimasukin ke mainhah ya. Habis itu yang ada dia keperangkap di dalamnya. Saya yang gendut-gendut disuruh kerja gitu. Oke, permukaannya gimana di dalamnya? Apakah ada potensi trip and slip ya, kepeleset dan jantung? Ada enggak potensi terkait dengan terpapar bahan kimia atau misalnya terkait dengan elektrikal? Ada enggak, ya? Terus selanjutnya ada bahaya benda bergerak misalnya bl ya atau pisau st chain sumber eh electrical hazard yang electrical hazard s ini tadi mekanical ini electrical hazard berasal dari apa saja ini semua s level indikator elektrik temperaturuangan juga termasuk dalamnya ya termasuk misalnya terlalu panas bisa menyebabkan Oh, luka bakar terlalu dingin disbabkan misalnya frost bite atau misalnya suhu ruang ini biasanya ya. Karena kalau kita bicara kita masuk tangki dengan suhu misalnya kayak di duri ini sudah berapa sekarang? 38 apa masih 30 365 nih di Dumai di Duri ya. Kalau dulu sih 36-an ya. Masih 36-an kayaknya ya. Kalau di Riau itu sekarang kayaknya sudah mulai naik ini ya. Apa masih sama aja? Nah, kalau misalnya terus-menerus tbut disinari oleh matahari ya, nah biasanya akan menimbulkan naiknya suhu di permukaan tangki tersebut, di dalam tangki. Nah, ini yang menyebabkan bisa jadi heat stress bagi si karyawannya ya. Heat stress ini stres yang diakibatkan oleh panas dalam arti kata sumpek lah ya. Kalau teman-teman masuk ke mobil misalnya ya, mobil itu dijemur misalnya teman-teman, bukan dijemur sih, habis teman-teman misalnya siang-siang pagi nih ee naik mobil terus di kantor terus habis itu jam 12.00 siang teman-teman mau masuk ke mobil karena perasaannya tuh panas banget dia sebelum teman-teman buka pintunya ya. Teman-teman pas buka teman-teman masuk kan panas banget. Nah, ini rasa stres nih kayak gini ya. Jadi teman-teman ngas aduh ini kok panas banget ya. Jadi teman-teman akan merasa stres dari akibat panas tersebut. Nah, itu contohnya aja sih ya contoh ee gampangnya termasuk juga menggunakan eeepack ya termasuk yaepack misalnya di situ atau misalnya menggunakan masker yang full eh full face misalnya ya atau faal ya full face gitu ya. Oke. Kurang terbatas 30 derajat ini lama pemajanan 3 jam. Nah, ini semakin tinggi semakin besar ya eh semakin sebentar ya, Pak. Kalau di Arab gimana? Ahah. Kalau di Arab 43 44 itu suhunya ya. Kalau kita kerja di tangki di Arab, wah itu panas banget. Lebih panas dari di kita ya. Ya, tapi kan mereka pasti punya sistem blower, sistem pendingin dan lain sebagainya ya. Nah, itu ee lebih memudahkan kita untuk masuk ke dalam. Noise terkait dengan kebisingan juga termasuk ya kebisingan ini menyebabkan salah satu bahaya di ruang terbatang kebisingan standarisasi pendengaran kita itu di bawah 85 desibel. Oke, di atas 85 desibel jumlah jam kerjanya dikurangin atau teman-teman menggunakan pengendalian eliminasi dulu enggak akan bisa. Substitusi kayak kemarin ya kita belajar HAR enggak akan bisa. Engineering control mungkin bisa pasang perdam dan lain sebagainya ya. Atau menggunakan robot masuk ke dalam ya boleh ya. Terus pakai SOP, administration control dan APD. Nah, APD biasanya teman-teman pakai namanya ear plug ya. Ada earplug, ada IRMA. Kalau earplug tuh yang seperti ini nih aku ambil contoh nih. Aku punya earplug ini. Ada yang berbahan karet, ada yang berbahan eh busa, sori busa, ada yang berbahan PVC. Mana yang lebih enak? Sebenarnya yang lebih enak adalah kalau aku lebih suka berbahan ini, berbahan busa. Karena yang berbahan busa ini enak untuk dipelintir-pelintir ya. Kalau cowok-cowok suka pelintir-pelintir lah ya. Pelintir-pelintir ini ear plug ya. Jadi dipelintir-pelintir, habis itu dipakai, dimasukin ke telinga ya. Dimasukin ke telinga. Nah, setelah itu teman-teman jarinya diginiin selama 30 detik. Nah, lebih efektif mana? ERP plug atau earmaff? Kalau earmaff lebih enak ya dan lebih efektif sebenarnya. Kalau ear plug itu hanya 10 sampai 15 desibel mengurangi jumlah kebisingan ya. Kalau misalnya ternyata 100 desibel dikurangi 15 ya pas lah 85 ya. Tapi itu maksimal ya kalau kalau makainya benar. Kalau makainya enggak benar otomatis semakin berkurang. Kalau yang bentuknya seperti headphone itu sekitar 20 sampai 30 desibel. Jadi pada saat dia kebisnisannya 100 kurang 30 sekitar 70 lebih bagus sebetulnya 75 ya. Jadi senyamannya, Teman-teman. Nah, kenapa kaitannya dengan bahaya di ruang terbatas? Terkadang ada kebisingan-kebisingan yang terperangkap di dalam sebuah ruang terbatas. Ini yang mengakibatkan kita masuk dalamnya bakal bising. Apalagi kalau misalnya dia bersentuhan dengan benda yang lain yang bergetar gitu ya. Vibration getaran juga termasuk ya. Ya, kalau kalau getar-getaran nih ada getaran dari proses machinery-nya, green dan segala macam gitu ya atau equipmentnya itu bisa jadi menyebabkan getaran di ruang pembagang. Cedera yang mungkin terjadi tadi ya, kurang oksigen, keracunan, korosif, luka luka terbuka, luka terbakar, tersengat listrik dan heat stress ya. He stres ini stres tadi ya. Sudah jelasin. Oke, kayaknya kita Dit kayaknya istirahat dulu deh. Udah azan ya. Udah azan. Kalau aku nungguin azannya Bang Haryadi di Dumai kelamaan ya. Soalnya udah jam ee 12. berapa gitu di sana. 12.40 kayaknya ya. 12.40-an kalau di sana. Sekitaran jam itulah ya. Oke, ee mungkin kita istirahat dulu, Teman-teman. Nanti akan kita balik lagi. Aku balikin dulu nih ke Dina. Silakan Dina. Oke. Baik, terima kasih banyak Pak Septian atas paparan materinya di sesi pagi ini. Baik, karena sudah memasuki waktu istirahat, salat, dan makan, kita akan break terlebih dahulu dan kembali di jam 13.00 atau 13.15 ya, Pak. 13.15. Oke. 13.15 ya. Baik, kalau begitu dipersilakan Bapak, Ibu untuk meninggalkan ruangan Zoom-nya dan kita akan kembali lagi di link Zoom yang sama di jam 13.15. Selamat beristirahat.