Training Softskill HSE Mastery K3 - 14 Desember 2025 - Sesi Pagi
dVKZ-tb75-g • 2025-12-14
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bapak Ibu
KS
sebelumnya apakah suara saya bisa
terdengar dengan jelas?
Terdengar, Mbak. Oke, baik. Terima
kasih, Pak Elen. Mohon maaf sebelumnya
ee untuk suara saya memang saat ini ee
sedang kurang baik, tapi semoga bisa
membantu Bapak Ibu untuk jalannya
training pada hari ini.
Sebelumnya perkenalkan nama saya Dina
selaku moderator
yang akan ee memandu Bapak Ibu ee di
training sesi pagi dan sesi siang pada
hari ini.
Izin mengingatkan kembali bagi Bapak Ibu
yang belum mengisi absen, silakan untuk
diisi absensinya terlebih dahulu
di link absen yang sudah saya kirimkan
di grup WhatsApp.
Dan kita akan mulai trainingnya di jam
45 menit sembari menunggu
rekan-rekan lain yang belum bergabung di
ruangan Zoom meeting pada pagi hari ini.
sudah bergabung e
Septian Julifar.
Selamat pagi dan selamat datang Pak
Septian.
Oke. Baik, mungkin sembari menunggu Pak
Septian untuk bersiap, silakan Bapak,
Ibu untuk mulai standby di depan
device-nya masing-masing.
Silakan untuk mulai menyalakan
kameranya. Dan bagi yang belum sarapan
atau belum ngopi mungkin bisa disambi
ya. Silakan diseduh kopinya atau mungkin
dipersiapkan cemilannya. Jadi kita pagi
hari ini ee memulai untuk
training dengan suasana yang agak lebih
santai ya
karena ini hari Minggu juga kan. Jadinya
ee sembari menikmati weekend kita bisa
mendapatkan ilmu baru dari Pak Seftian.
Permisi, Pak Septian, apakah
sudah bisa standby?
Oke, baik Pak.
untuk mikrofonnya masih dimute ya, Pak.
Oke. Baik,
ya. Silakan Bapak, Ibu. Ee mungkin kita
sebelum memulai training pada hari ini,
mari kita berdoa terlebih dahulu ya agar
bisa diberi kelancaran untuk agenda
training sampai sore hari nanti. Maka
dari itu berdoa dimulai.
Oke, untuk berdoa dicukupkan dan
selanjutnya saya mengingatkan kembali
bagi Bapak Ibu yang belum menyalakan
kameranya dipersilakan untuk mulai
menyalakan kameranya karena kita akan
sesi dokumentasi terlebih dahulu ya.
Kemarin kita dokumentasi dengan saham
CAC. Silakan Bapak, Ibu yang sudah
menyalakan kameranya untuk berpose C
seperti ini.
Oke, silakan ya Bapak Ibu yang belum
menyalakan kameranya masih ditunggu.
Oke, ditunggu untuk yang lain silakan
untuk ee pose tangan CAC seperti ini.
Oke, dalam hitungan mundur akan saya
mulai. 3 2
satu.
Oke. Baik ya. Baik, untuk sesi
dokumentasi dan doa bersama sudah
selesai. Maka dari itu untuk Pak Septian
dipersilakan untuk memulai materinya.
Waktu dan tempat dipersilakan.
Oke ya. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi bersama-sama
semuanya. Apa kabar di minggu hari ini?
Ya, waduh, minggu-minggu disuruh
training. Iya, harus ikut training. Tapi
enggak apa-apa, aku enggak ada suaranya.
Oh, oke. Di pagi hari ini sebelum
memulai aktivitas ada yang mau
sharing-sharing sedikit terkait dengan
safety moment. Silakan Pak Elen lah. Pak
Elen atau Bang Koiril silakan. Mas, Pak
Rudi.
Sharing sharing safety moment. Mas
Jongki sudahudah ngumpet-ngumpet. Apaal
baik Old siapa?
Silakan ada yang mau di-sharing terkait
dengan safety moment di pagi hari ini.
Mungkin tadi malam ngelihat apa gitu ya
atau kemarin atau tadi malam Mas Tiongki
lagi jalan-jalan gitu misalnya atau Mas
ada yang mau dibagikan silakan.
Mungkin saya satu Mas Septian.
Oh silakan.
Jadi ee
ya Mas Septian tahulah di Jalan Hang Tua
di duri tempat saya ini
ee banyak ee kalau UT ya ee
arah berbalik ee kalau di jalan.
Jadi ee kita harus memastikan apakah ee
kendaraan kita ee itu ee
yang arah berlawanan itu ee kosong atau
tidak.
Jadi kalau misalnya di Uton itu kita
biasanya melihat ke kiri bahwa kita akan
mutar bahwa lawan yang ee arah dari
sebelah kiri itu ee kita mau masuk ke
arah ee jalan yang satu lagi, kita pasti
melihat ke kiri saja. Sementara ke
kanannya ee istilahnya itu kan tidak
memungkinkan ada. Tapi kalau di jalan
kami ini
ada yang sering berlawanan arah
jalannya.
naik motor. Jadi kalau kita hanya
memerhatikan ke kiri, tidak memerhatikan
ke kanan, pas kita muar bisa terjadi ee
tabrakanlah atau kecelakaanlah. Jadi
kita harus memastikan ke kiri dan ke
kanan juga walaupun ee
kita menganggap wah ini kan ee jalan
satu arah gitu. Tapi banyak juga yang ee
mungkin malas mutar di ujung sana
langsung berlawanan arah ee sesuai
dengan arah ke kendaraan. Mungkin itu
saja ee h moment dari saya.
Oke, terima kasih Pak ya. Eh, bagus
banget nih eh sharing session-nya dan
momennya di pagi hari ini ya, Safety
momentnya terkait dengan
berbelok atau putar balik di Uturn.
Ee memang bukan hanya di duri sih
sebenarnya, hampir di semua tempat sih
sebenarnya ya. Hampir di semua tempat.
Kalau misalnya putaran selanjutnya itu
jauh, biasanya orang akan lebih
cenderung ee kalau bahasa jawanya itu
melipir. Melipir itu jadi dari kiri ya,
dari kiri itu pelan-pelan
sampai ke
ujung tempat ee uurn itu berada. Ini
misalnya kayak kayak di mana ya?
misalnya kayak di
mungkin dia dari jalan pertanian kali
ya, jalan pertanian dia mau ke arah
ee mau ke arah Desa Harapan mungkin ya,
ke arah sana lah ya. Nah, habis itu
karena dia malas putar balik di
seberangnya suka maju ya suka maju
akhirnya dia melipir melipir melipir
sampai ke Grand Zuri gitu ya putar balik
ke situ ya biasanya kan kayak gitu tuh
kalau yang di jalan orang tua ya atau
misalnya ya ee kita bicaranya adalah
pada saat kita melakukan
putar balik ya sebetulnya kalau kita
sendiri pribadi ya pasti ya kita
mengurangi kecepatan ya terus habis itu
kita
ee melihat ke kiri sebetulnya ya. Tapi
karena ada situasi yang seperti itu ya,
mau enggak mau kita harus terapkan yang
biasanya kita lakukan nih ya, yaitu
K3 ya, kanan kiri kanan ya. Mungkin
kalau di dulu kita belajar di konsepnya
defensive driving dan smit system ya,
lima kunci mengemudi. Kalau kita ingin
menyeberang, kita harus lihat terlebih
dahulu sebelah kanan, kiri dan kanan
karena kanan yang pertama untuk
memastikan bahwasanya tidak ada
kendaraan ya. Bisa jadi tadi ya kita
ngelihat ke kanan dulu karena ya memang
kita mastikan enggak ada orang-orang
yang seperti ini gitu ya. Enggak ada
orang-orang yang agak sedikit ngur-ngaur
dikit gitu ya.
ngawur-ngawur. Jadi kita pastikan kanan,
kiri, kiri untuk memastikan kembali
enggak ada kendaraan yang dari kiri ya.
Terus habis itu ke kanan lagi ya.
Takutnya ada sesuatu yang tidak
diinginkan dari orang-orang tersebut ya.
Kadang kan ee karena udah kosong dia
akhirnya nyebrang juga kan. Kita mau
muter nih, kita mau muter terus habis
itu kita lihat oh kiri sudah kosong.
Tapi ternyata mereka duluan nih duluan
masuk ke situ ya. Apalagi yang kita
gunain mobil-mobil yang lumayan besar
ya. seperti misalnya double cabin High
ataupun Triton. Biasanya kalau di area
kita kan area kerja kan kalau enggak
konuk dan semacamnya lah ya. Nah, itu
yang perlu diperhatikan sebetulnya bagi
teman-teman semua.
Kalau kita berbicara konsep defensive
driving yang waras yang ngalah
ya. Yang waras yang ngalah. Jadi
ibaratnya kalau kita berbicara defensive
dving itu kita menggugurkan hak kita
demi keselamatan. Ya memang kalau kita
dibilang kita hak kita itu berputar
gitu. Itu bukan haknya mereka, itu bukan
jalannya mereka tapi hak kita itu
mendapatkan. Tapi tadi demi terciptanya
keselamatan ya mau enggak mauah kita
layan ya. Sama halnya dengan teman-teman
lagi di lampu merah dapat lampu hijau,
terus biasanya ada yang nyerobot dari
depan atau dari kanan dari ya. Jadi
teman-teman
ngalahlah di situ ya. Kalau kita
pengemudi yang defensif, yang bertahan
dalam arti kata kita bertahan untuk
menjaga keselamatan ya, mau enggak mau
kita
berhenti dan mengalah ya. Karena
apa sih yang dikejar sebetulnya? Ya,
kalau mengemudi itu apa sih yang
dikejar? Enggak ada yang dikejar. Kita
enggak enggak ee dalam posisi kompetisi
atau balapan gitu ya. Nah, ini juga
berlaku kalau teman-teman berbicara
konsep defensive driving, teman-teman
lagi mengemudi misalnya lagi perjalanan
jauh. Nah, teman-teman
mengemudilah sesuai dengan aturan yang
berlaku dan kecepatan teman-temanlah
yang atur. Enggak ada yang dikejar ya.
Yang dikejar apa, Pak? Wah, kita pengin
cepat nyampai, pengin cepat
tidur-tiduran. Ya, kalau misalnya capek
ya istirahat
ya.
istirahat tidak ada kemarin aku sebutkan
tidak ada obat yang lebih ampuh selain
tidur.
Ya, mungkin itu dari aku ya. Terima
kasih Pak Elen sharing-sharingnya kepada
teman-teman semua ya. Ini buat
teman-teman yang masih naik motor sering
ngelawan arus pasti ada di sini ya.
Enggak mungkin enggak ada ya. terkadang
kan kepepet atau misalnya putarannya
jauh banget, putrannya itu baru ada 1
kilo, 1 kilo kemudian, wah itu paling
sebal itu pasti pasti banyak orang yang
melawan arus karena
akan mereka akan aduh kejauhan ini muter
nanti makan waktu sekian menit padahal
sekian menit itu paling cuma 1 menit, 2
menit perbedaan
ya bahkan
enggak nyampai sekitar 1 menit berapa
detik 30 detik mungkinya nya. Tapi
karena di mindsetnya adalah wah itu jauh
ya, mau enggak mau dia harus melewati
tempat ya. Sering yang kayak gitu. Yang
paling sering itu kalau enggak salah di
ya depannya Suk Maju itu depannya Sukaju
mau biasanya mau masuk ke Jalan Bandes.
Nah, itu biasanya mereka tuh lewat
langsung masuk. Ya,
itu paling sering kalau yang aku lihat
sih ya yang aku lihat. Terus ya kalau di
enggak sih kalau di pom bensin yang desa
itu sih enggak ya yang paling sering sih
di situ karena pas banget jalan bandes
itu setelah putaran sebelum putaran jadi
ee untuk muter lagi itu akan jauh ya
akan jauh banget.
Oke, terima kasih ya teman-teman semua.
Ee di pagi hari ini kita akan mulai
training. Teman-teman duduklah secara
ergonomis ya. Pastikan teman-teman duduk
secara nyaman, ergonomis, mau gegoleran
kata Pak Anis ya, tidur-tiduran enggak
ada masalah sebenarnya ya sambil
mendengarkan karena juga di hari Minggu
nih hari yang hari libur, hari santai
sebetulnya tapi teman-teman ee diminta
untuk training gitu ya. ee dari ahli
ketiga teman-teman atau teman-tem
menambah ilmu ya silakan teman-teman
senyaman mungkin posisinya siapkan kopi
cemilan-cemilan ya mungkin Mbak Shella
belum sarapan sarapan dulu bawa sarapan
silakan ya atau bawa cemil-cemilan
enggak ada masalah yaitu oke. Pastikan
colokan listrik
jangan terbuka dan kabel-kabel listrik
tidak ada yang terkelupas supaya tidak
terjadi bahaya kelistrikan yang terjadi
di area area teman-teman semua yang
berada di area kerja mungkin masih ada
di sini silakan kalau ada kondisi
darurat hari ini tidak ada drill dan
simulati berarti kalau misalnya ada
kondisi darurat ya itu adalah kondisi
real ya kondisi sebenar
oke. Oke,
kita masuk materi kita ya. Materi kita
tinggal lima ya. Jadi ada
inspeksi K3, HSN PL, K3 luang terbatas,
investigasi kecelakaan, dan integrasi
sistem ISO. Ya, tapi kemarin aku bilang
materinya ada delapan. Nah, tapi
ternyata ee sudah aku sederhanakan.
Jadi, hanya satu materinya ya, hanya
satu. Jadi materinya cukup lima di hari
ini dan nanti kalau misalnya kita ee
selesainya lebih cepat ya enggak ada
masalah sih sebetulnya ya. Ya kan karena
materi kita hanya lima dan kemarin juga
kita sudah bahas materi lima materi yang
sebelumnya.
Oke.
Kalau di yang B sebelumnya itu ada
materi fatik manajemen, tapi ternyata di
batch ini sama Dina diganti ya. Jadi
judulnya ISO. Aku juga pas Dina ngirimin
e pelayanan lah. Kok materi yang
terakhir harusnya kan sebelumnya
manajemen jadi ISO. Ya udah enggak
apa-apa.
Kita mulai materi kita di hari ini.
Inspeksi K3 ya.
Nah, salah satu tugas dari seorang HSE
adalah melakukan yang namanya inspeksi.
Ya, Teman-teman. Di sini judulnya adalah
HSE Skill Mastery Training. Mastery
Training. Nah, salah satu tugas dari
seorang HSE adalah melakukan inspeksi
area kerja. Baik itu inspeksi sebelum ya
atau misalnya inspeksi pada saat ada
audit atau persiapan mau ada audit
biasanya seperti itu ya.
Inspeksi sebelum memulai kerja
sebetulnya bisa dilakukan oleh HSE
ataupun HS membantu teman-teman rekan
atau rekan-rekan operator ya. Sebetulnya
merekalah yang bertanggung jawab untuk
melakukan inspeksi terhadap area
kerjanya. Kalau kita berbicara inspeksi
kalau dulu aku ada yang namanya PTO ya,
PTO atau pre eh preoperational checklist
POC atau PTO itu pre operation. Kalau di
mobil ada yang namanya pretrip
inspection ya, pretrip inspection atau
kalau misalnya kita bicaranya dulu di
tambang ada beberapa ee perusahaan
menamakan P2H ya, pemeriksaan pengecekan
harian terhadap kendaraan kita tersebut.
Oke.
K3 suatu proses untuk ee menemukan
potensi bahaya.
kita seperti biasa kita berbicara K3.
Ketika kita melakukan tindakan K3
berarti kita melakukan tindakan
pencegahan. Nah, salah satunya adalah
tindakan pencegahan untuk menemukan
potensi bahaya yang terjadi. Karena
potensi bahaya tersebut bisa menjadi
sumber kecelakaan
yang ada di area pekerjaan seperti
harapannya dengan kita melakukan
inspeksi kita bisa meminimalisir
terjadinya kecelakaan tersebut.
Nah, ini biasanya bisa jadi seorang HSE
diminta untuk melakukan hal tersebut
atau kemarin kita bicaranya di
CSMS ya, salah satu
leading programnya adalah kita melakukan
inspeksi ya. Apalagi kalau area kerjanya
memiliki potensi resiko bahaya yang
tinggi gitu ya. Nah, itu semakin sering
kita melakukan inspeksi semakin bagus
sebetulnya. Inspeksi ketiga sebagai
upaya melakukan pengendalian tadi ya,
pengendalian atau pencegahan dan
pengawasan terhadap rumus sumber bahaya.
ini berdasarkan PP 50 tahun 2012 ya,
SMK3
ini
perusahaannya ada yang sudah SMK 3
ya. Yang sudah training SMK 3
melakukan atau menerapkan SMK 3 hukumnya
wajib ya. Hukumnya wajib menerapkan
sistemnya. Kita bicara menerapkan
sistemnya. Tetapi kalau teman-teman
bicara, "Pak, kalau misalnya kita
melakukan auditnya apakah wajib?"
Sebenarnya enggak ya, tergantung
kebutuhan perusahaan teman-teman
masing-masing. Apalagi teman-teman yang
kontraktor. Kalau memang dipersyaratkan
oleh klien ya, mau enggak mau
teman-teman harus melaksanakan
ya. Kalau misalnya tidak ya terserah
terserah perusahaannya. Karena untuk
mengurus sebuah SMK3 atau sistem
manajemen K3 di perusahaan sampai
mendapatkan sertifikasi dan bendera atau
pengakuan ya gitu ya dari pemerintah.
Nah, itu membutuhkan biaya yang tidakit
sehingga
kemungkinan ya tergantung kebutuhan
perusahaan teman-teman masing-masing.
Kalau memang dibutuhkan ya silakan.
Kalau memang tidak dibutuhkan ya
sudahudah penerapan sistemnya aja yang
dilakukan.
audit pemeriksaan terhadap sistem
keseluruhan. Ya, kalau audit kita bicara
audit, audit itu biasanya mengacu kepada
cara spesifik klausul-klausul yang ada
di sebuah sistem manajemen atau standar.
Tujuan inspeksi, identifikasi kondisi
tidak aman, tindakan tidak aman, ya.
Terus menentukan penyebab dasar dari
sebuah misalnya kecelakaan ya atau
misalnya sebuah
gitu ya. terus melakukan perbaikan kalau
bisa dilakukan pada saat itu
ya. Tapi ee di Indonesia kan seringnya
kalau untuk perbaikan
sementara, wah sementara sementara
diperbaiki ya, Pak ya. Sementara
sementara ditungguin seminggu belum
diperbaiki, 2 minggu belum juga selesai,
3 minggu belum juga selesai sampai
sebulan, 2 bulan, 3 bulan, setahun, 2
tahun. akhirnya enggak
diperbaiki-perbaiki
ya. Jadi sementara bisa jadi semen
tahun, semen 2 tahun itu biasanya kalau
misalnya di perusahaan-perusahaan kita
gitu ya. Nah, ini hampir di semua
perusahaan rata-rata seperti itu ya.
Bukan mencari kesalahan kita melakukan
inspeksi.
Tidak ada inspeksi bisa jadi salah satu
faktor penyebab terbesar terjadinya
kecelakaan.
akibat adanya unsafe action dan unsafe
condition bisa menyebabkan terjadinya
atau kecelakaan. Nah, kalau kita
berbicara
piramida kecelakaan
ee jadi kalau yang alikat umum mungkin
sudah sempat aku bahas ya. Jadi ada
piramida kecelakaan.
Oke.
Oke. Ini ada fatality
ya. Jadi kalau kita berbicara terjadi di
sini fatality
satu fatality ini sebetulnya sebelumnya
itu sudah ada berbagai macam aktivitas
di bawahnya yang sudah diidentifikasi
tetapi tidak dilakukan follow up ya dari
satu ini bisa jadi di unsafe action dan
unsafe condition ini bisa Jadi dapat
kita mendapatkan banyak unsafe action
dan unsafe condition
yang kalau misalnya dilakukan closing
atau penutupan atau follow up terhadap
unsafe action dan unsafe condition
tersebut itu mungkin saja tidak
terjadi yang namanya fatal
ya. Jadi pada saat teman-teman
berbicara, "Pak, perusahaan perusahaan
saya atau perusahaan tetangga lah ya,
perusahaan tetangga ini enggak ada
fataling.
Ada satu kematian karyawan misalnya ee
terpotong
ya terpotong oleh mesin. Akibat apa?
Akibat sebelum-sebelumnya misalnya di
sini ada namanya kecelakaan berat ya,
major. Terus di sini ada minor, di sini
ada nirmis. Ya, berarti
sebelum-sebelumnya ini sudah ada nih ya
kecelakaan-kecelakaan yang terjadi. Akan
tetapi karena memang
tidak dilakukan perbaikan secara baik,
secara menyeluruh ya akibat adanya
unsafe action dan unsa condition ini
sehingga
fatality kematian ini bisa jadi bisa
saja terjadi. Nah, peran kita sebagai
HSE adalah membantu melakukan follow up,
membantu melakukan identifikasi terhadap
unsafe action dan unsafe condition
tersebut ya. Jadi difollow up ya. Jadi
ditanyakan ke departemen terkait ini
seperti apa, apakah sudah ada
penyelesaian atau belum. Kalau misalnya
belum ada penyelesaian, apa yang
dilakukan?
Nah, ini tugas kita sebagai HSE.
Ya, ini karena programnya HS Skill
Mastery Training ya. Mau enggak mau
teman-teman pada saat teman-teman
mendapatkan
unsafe action dan unsafe condition ini,
teman-teman diminta tolong untuk
membantu menjadi nara hubung nara hubung
kepada departemen terkait ya. Karena
jujur teman-teman operation ini seringki
tidak peduli terhadap hal tersebut. Nah,
salah satu hal untuk mendapatkan atau
mengidentifikasi
unsafe condition dan unsafe action ini
adalah dengan melakukan inspeksi. Nah,
jadi inspeksi ini berperan penting
supaya yang namanya fatality ini tidak
terjadi
dan dengan melakukan
identifikasi terhadap unsafe action dan
unch condition.
Oke, ya. Kita next.
Keuntungannya identifikasi problem
peralatan ya. Kita bisa mengidentifikasi
sebelum kejadian gitu ya. sebelum
perjanjian sebelum perjanjian perusakan
ya. Tapi P2H misal ROPTI yang
mengidentifikasi kekeliruan dalam
tindakan ini biasanya ee program-program
yang dilakukan biasanya seperti BBS ya,
behavior based safety ya. Kita melihat
aktivitas orang tersebut ngapain ya kita
lihat saja terlebih dahulu. Nah, setelah
itu baru kita berikan masukan ya. Atau
kalau di perusahaan Jepang ada yang
namanya gamea, Gemba. Jadi gembetnya
kita ke lapangan terus kita melihat
aktivitas karyawan tersebut bekerja.
Nah, setelah dia ee melakukan pekerjaan
ya kita habis itu ngobrol ya. Yang perlu
diingat pada saat kita melakukan
coaching atau ngobrol-ngobrol, sharing
session di situ, itu tidak hanya
perlakuan atau perilaku yang tidak aman
saja yang kita identifikasi. perilaku
yang baik kita sampaikan dalam
memberikan sebuah coaching atau dalam
memberikan sebuah
teguran gitu ya. Misalnya jangan sampai
kita mendahulukan
ee negative
thinking dulu ya. Jangan sampai kita
mendahulukan negatif feedback terlebih
dahulu, tapi kita berikan positif
feedback terlebih dahulu ya, Pak. Terima
kasih sudah melakukan pekerjaan dengan
aman, selamat.
Tadi saya lihat bagus banget pakai
APD-nya ya. Tadi saya lihat wah
melakukan pekerjaan kayaknya ee mantap
banget ini sudah berpengalaman.
Terus ee SOP-nya sudah dijalankan ya,
APD-nya lengkap ya. Tapi kira-kira apa
nih yang perlu ditingkatkan? Sepertinya
ada yang masih sedikit perlu
ditingkatkan. Apa Pak menurut Bapak?
Nah, hal-hal yang seperti ini nih akan
membangkitkan partisipasi dari karyawan
untuk
mengikuti pekerjaan sesuai dengan aturan
yang berlaku sehingga mereka akan merasa
terbangun gitu ya. Karena jujur kalau
kita berbicara manusia gitu ya, manusia
itu lebih senang dipuji
ya, dipuji. Apalagi kalau misalnya
dipujinya di depan umum dan manusia itu
tidak suka dijatuhkan apalagi kalau
dijatuhkan di depan umum ya. Nah, pada
saat kita memberikan kunci ini atau kita
ee ee menegur karyawan tersebut ya
setindaknya kita jangan sampai menegur
dia di depan orang banyak. Kalau memang
mau menegur, kita bawa dulu ke dia
misalnya keluar, "Bro, keluar dulu dong.
Mau ngobrol, mau ngobrol." Nah, setelah
kita melakukan obrolan tersebut, nah di
situlah baru didapatkan. Kira-kira yang
perlu ditingkatkan adalah ini, ini, ini.
Kalau bisa itu keluar dari mulut dia
sendiri. Nah, oke.
Mengidentifikasi efek perubahan.
Misalnya ada sebuah perubahan ya kemarin
kita jelaskan ada namanya management of
change. Kalau misalnya ada off
change-nya change management tersebut ya
mau enggak mau kita harus perhatikan
setelah ya setelah aktivitas ee setelah
aktivitas itu dijalankan ya. Jadi kalau
misalnya ternyata ada perubahan ya mau
enggak mau apa apa ada impact ya apakah
ada impact dari perubahan tersebut.
Kalau misalnya ada impact ya, mau enggak
mau kita harus lihat seberapa
dampak tersebut berpengaruh terhadap
manusianya
ya. Atau misalnya di sini identifikasi
kekurangan dalam tindakan perbaikan.
Sebelumnya sudah dilakukan perbaikan ya.
Apakah pembaikan tersebut
sudah sempurna atau tidak memiliki
dampak lagi. Nah, ini juga kita harus
perhatikan
identifikasi positif performance
seringkiali juga terkait dengan
perbaikan tadi. Kalau misalnya dia kita
kalau misalnya perbaikan tersebut untuk
mengejar kualitas ya mau enggak mau kita
harus lihat kualitas dari perubahan
tersebut. Jangan sampai setelah kita
melakukan perubahan malah justru
kualitasnya menurun ya. Jangan sampai
kita sudah investasi besar-besaran
membawa alat ini ya, menggunakan alat
ini, alat ini ya. Ya, memang bahaya dan
resikonya mungkin minim. Tapi kita harus
juga lihat apakah
dengan kita merubah sebuah proses
tersebut ya, apakah ini berpengaruh
terhadap
kualitas dari barang-barang atau
kualitas dari produk yang kita jalankan.
ya. Terus mendemonstrasikan komitmen
manajemen. Nah, ini juga salah satu hal
setelah kita mendapatkan hasil dari
inspeksi, kita sampaikan ke manajemen,
"Pak, Bu, ini kita mendapatkan hasil
inspeksi seperti ini, seperti ini,
seperti ini." Ya, ini ada noncity di
sini ada ketidaksesuaian
di sini ya. Bagaimana menurut
Bapak-bapak dan Ibu-ibu? Apakah perlu
adanya tindakan perbaikan? Karena kalau
teman-teman HSE misalnya melakukan
inspeksi, nah setelah itu dari hasil
inspeksi tersebut ternyata ya tidak
mendapatkan dukungan dari manajemen. Ini
agak sulit sebetulnya ya. Karena kemarin
kita jelasin manajemen ini berpengaruh
terhadap
budgeting ya, biaya yang akan
dikeluarkan. Kalau misalnya ternyata
tidak disetujui manajemen, ini akan
berpengaruh atau berdampak terhadap
kualitas dari
K3-nya tersebut ya, dari implementasi K3
di perusahaan tersebut. Sudah dilakukan
inspeksi tapi pas mau closing ternyata
enggak ada budgetnya. Ya, teman-teman
juga pastinya akan berpikir, "Aduh, aku
sudah capek-capek inspeksi melakukan
inspeksi, aku sudah capek-capek
melakukan
briefing dan segala macamnya ya selama
beberapa hari misalnya." Tetapi ternyata
tidak ada support dari manajemen
ya. Tapi ternyata manajemennya cuman
diam-diam aja ya. manajemennya
tidak mempedulikan
hasil dari inspeksi tersebut. Ini bisa
jadi salah satu nantinya akan menjadi
penyebab terjadinya kecelakaan. Nah,
biasanya kalau sudah terjadi kecelakaan
baru kamu nih gimana sih? Kenapa enggak
bilang sama saya? Padahal sebelumnya
kita sudah bilang ya. Ini yang banyak
kejadian sih sebenarnya. Pas sudah
kejadian baru heboh manajemennya.
Ya, pas sudah ada kecelakaan, pas sudah
ada
korban baru manajemen menyalahkan kita
selaku HS misalnya.
Nah, ini banyak kejadian di
perusahaan-perusahaan. Pada saat sudah
kejadian
baru heboh.
Pada saat sebelum kejadian
jangankan
didengarkan ya, pada saat kita
menyampaikan saja terkadang diremehkan.
Alah, cuma kayak gitu aja. Alah, cuma
kayak gitu aja. Misalnya seperti itu ya.
J. Kalau teman-teman mendapatkan
misalnya perusahaan teman-teman seperti
ini ya harap bersabar itu ujian ya
karena ya tadi manajemen ini sangat
berpengaruh terhadap kualitas dari
penerapan K3 di sebuah perusahaan.
Hasil inspeksi akan menjadi salah satu
topik penting dalam audit. Ya, bisa jadi
karena kita sudah melakukan inspeksi ya.
Nah, bisa jadi inspeksi ini pada saat
nantinya ada audit
baik itu audit internal atau audit
eksternal ya bisa jadi kita sampaikan.
Tapi kalau audit internal sih biasanya
kalau audit eksternal sih ee enggak
enggak sampai kita nyampaikan hal-hal
yang keterkaitan dengan hasil inspeksi
yang sudah kita lakukan.
Oke.
Keuntungan inspeksi perbaikan dengan
segera
ya perbaikan sementara. Tapi ya tadi
lagi-lagi kalau kita berbicara di
Indonesia perbaikan sementara ini ya
terkadang dimanfaatkan oleh beberapa
orang termasuk manajemen tim gitu ya.
Perbaikannya sementara kok sementara
sementara sementara akhirnya tahun 2
tahun akhirnya enggak
diperbaiki-perbaiki
ya. Kontak langsung pada karyawan ya
kita ngobrol ya. Kalau teman-teman
sebagai inspektor misalnya ya, kita tahu
apa yang perlu ditingkatkan
ya, mau enggak mau kita tingkatkan.
Karyawan tanggap terhadap kondisi tidak
aman dan tindakan tidak aman. Menetapkan
alat K3, meningkatkan kesadaran K3, dan
menjalankan program. Nah, ini kemarin
kita bicara kita punya yang namanya
rencana K3 ya atau HS plan. Nah, dalam
kita menjalankan aktivitas, salah satu
bentuk dari program yang kita jalankan
adalah inspeksi di dalam plan kita.
Nah, standar pemantauan lagi-lagi
menurut PP 50 tahun 2012 ya, pemeriksaan
bahaya bahaya yang ada di area kerja
meliputi unsafe action dan unsafe
condition gitu ya. Terus yang kedua
adalah pemantauan lingkungan kerja ya
lingker ini berdasarkan Permenaker 5
2018 ya. Kita juga melakukan pemeriksaan
dan pengujian. Nah, pemantauan
pengukuran lingkungan kerja ini ada
faktor bahaya kemarin ya, fisika, kimia,
biologi, ergonomi, psikologi.
Nah, ini yang dilakukan pengukuran oleh
pihak ketiga ya, labatorium
yang sudah tersertifikasikan
ya, yang sudah ditunjuk oleh Kementerian
Tenaga Kerja
yang mana
lab tersebut memiliki seorang ahli K3
lingkungan kerja.
Ya, salah satu hal yang perlu
diperhatikan adalah kita tanya apakah
lab ini sudah memiliki ahli K3
lingkungan kerja atau tidak. Karena
salah satu persyaratan yang diminta
adalah orang-orang ini
yang melakukan pengukuran haruslah
orang-orang yang sudah tersertifikasi
ahli ketiga lingkungan kerja. Kalau
misalnya belum gimana? ya setidaknya
atasannya ya berarti mereka sebagai
teknisi. Teknisi lingkungan kerja,
teknisi K3 lingkungan kerja ya jangan
sampai orang-orang yang melakukan
pengukuran ini adalah orang-orang yang
tidak mengerti sama sekali apa yang
dilakukan
apa
hasil dari pengukuran tersebut ya. Oke.
Pemantauan peralatan dan pemeriksaan
inspeksi ini ee berdasarkan
PP 50 tahun 2012 ini mengacu kepada uji
riksa, uji riksa terhadap peralatan ya.
Ada di situ misalnya PA Pat angkatan
Ken, Flip ya dan lain sebagainya. Ada
juga terkait dengan pesawat uap benjana
tekan ya, ada juga pesawat tenaga
produksi. Nah, ini dan beberapa yang
lainnya dan ini wajib dilakukan
uji riksanya oleh pihak ketiga yang
sudah tersertifikasi
dan memiliki SKP ya. Ini salah satunya
ee CAC nih ya. Dia sudah punya beberapa
sertifikasi gitu ya, termasuk kebakaran
juga. Sistem proteksi kebakaran
ee pesawat uapana tekan, pesawat tenaga
produksi dan pesawat angkut yang
biasanya digunakan di area kerjaan
siswa. Terus ada pemantauan kesehatan
tenaga kerja ya MCU ya yang training
sama aku ahli kasih gabung pasti aku
sudah sampaikan terka MCU. MCU dilakukan
ada empat jenis MCU. Yang pertama adalah
MCU yang pertama kali teman-teman masuk
sebelum bekerja ya itu pasti dakuan MCU.
Ini fungsinya apa? fungsinya untuk
melihat kondisi kesehatannya teman-teman
semua sebelum masuk kerja itu seperti
apa. Harapannya masih sehat walafiat
gitu ya, enggak enggak terkena penyakit.
Nah, habis itu setelah itu MCU tahunan.
Ini biasanya dilakukan MCU tahunan
untuk melihat kondisi kesehatannya
teman-teman semua.
sehabis bekerja di perusahaan tersebut
sudah 1 tahun, apakah ada perubahan
derajat kesehatan
pada teman-teman semua sehabis atau
setelah teman-teman bekerja dan setelah
teman-teman berinteraksi dengan karyawan
yang lainnya ataupun dengan faktor
bahaya lingkungan kerja yang tadi ya,
fisika, kimia, biologi, ergonomi,
psikologi, ada enggak perubahan terhadap
kesehatan, teman-teman?
Ya, ini kaitannya dengan kemarin pak
penyakit akibat kerja ya. Kalau misalnya
ternyata ada ya pastinya teman-teman
akan diobati gitu ya. Terus ada MCU MCU
khusus. MCU khusus ini dilakukan pada
saat teman-teman bekerja di area yang
memiliki faktor bahaya lingkungan kerja
yang besar.
Contohnya apa? Misalnya teman-teman
kerja di tempat yang bising, kebisingan
tinggi. Nah, mau enggak mau teman-teman
akan dilakukan
MCU khusus di situ ya, misalnya dengan
audiometri dan lain sebagainya ya. Dan
ada yang terakhir itu adalah MCU pada
saat teman-teman pensiun ya. sebelum
pensiun itu dilakukan ini. Kalau
misalnya teman-teman bekerja di
perusahaan tersebut
dan sudah mau pensiun biasanya
teman-teman akan diminta untuk melakukan
pencen.
Oke. Nah, ini
standar pemantauannya ini ya salah satu
salah satu yang dipersyaratkan oleh PP
50.
Oke, inspeksi bahaya, pemeriksaan
inspeksi terhadap tempat kerja ya ini
dan sebagainya nih ya sekalian ya. Nah,
setelah itu biasanya kita laporkan di
laporan P2 K3 ya. Harapannya dengan
adanya pelaporan di laporan P2 K3,
nah harapannya teman-teman semua ee
laporan tersebut real ya, kondisinya
seperti ini, seperti ini gitu ya. Dan
bisa didiskusikan oleh anggota P2 K3.
Ya, kalau kita berbicara P2 K3 ya,
anggotanya sepertiga dari karyawan,
du ee sepertiga dari manajemen, 2/3 dari
karyawan. Aku sudah pernah ngikutin.
Minimal berapa, Pak? Minimal sebenarnya
sih enam kan. Minimal ada enam lah.
Kalau ada lebih dari 100 lebih banyak
lebih bagus. Kalau misalnya
masing-masing punya departemen
masing-masing ya bagusnya setiap
departemen ada perwakilan.
Pemantauan lingkungan kerja dar jelas
ini ya.
peralatan inspeksi tadi uji pemantauan
kesehatan tenaga seperti yang tadi sudah
aku jelasin juga
terdapat dua kategori inspeksi secara
umum inspeksi informal dan inspeksi
formal ya informal dilakukan oleh kita
sendiri gitu ya spontan ya kita pengin
ah aku mau jalan-jalan ah biasanya ni
teman-teman teman-teman manajemen nih
biasanya iseng-iseng berhadiah lagi
jalan terus ah aku mau mau kelilinglah,
mau inspeksi. Nah, boleh boleh dan bagus
justru karena kita melihat kondisi ril
implementasi di lapangan seperti apa.
Nah, itu kalau misalnya kita melakukan
inspeksi ini ya. Jadi, tidak dibuat-buat
ibarat kata dalam arti kata tidak perlu
dietting. Jadi, pada saat kita
jalan ke lapangan. Nah, ini nih kondisi
real pada saat operasional berjalan
ya. Lebih bagus seperti itu sebetulnya
yang kita sendiri keliling
ya. Ee kalau teman-teman menjadi seorang
safety atau HSI USA ya kalau bisa
teman-teman jangan jadi polisi lah ya.
Jangan jadi polisi atau polisi India
bilangnya ya. Kalau polisi India ini
kalau ada kasus doang sih datang gitu
ya. Tapi sekarang polisi negeri plus 62
kayaknya mirip-mirip kayak gitu sih ya.
Mirip-mirip kayak gitu. Kalau ada kasus
baru datang gitu. Kalau ada kasus pun
susah banget ditangani. Nah, belibet
ya. Jadi sekarang orang lebih memilih
untuk mengadukan masalahnya ke Damkar.
Ya beda kalau zaman dulu mungkin untuk
polisi sekarang banyakan ke Damkar.
Katanya kalau polisi ribet, Pak. Ya
harus ada di muka dulu, Pak
Lampiran-lampiran. Wah susah nih kan.
Oke.
Mendapatkan kondisi data sebenarnya bisa
dalam bentuk kotak saran. Boleh-boleh
aja sih dalam bentuk kotak saran gitu
ya. Ee kalau di perusahaan itu ada yang
namanya program speak up ya. speak up,
kita berhak berbicara apapun itu. Nah,
ini langsung
tercantum atau mengacuanya
itu langsung diterima oleh ee HR dari
pihak asing. Jadi jangan sampai
kita melaporkan hal-hal yang memang
tidak terjadi. Kalau misalnya terjadi,
ya kita laporkan. kita merasa enggak
puas dengan hal tersebut, enggak ada
masalah.
Tapi jangan sampai hal tersebut kita
laporan, ternyata hal tersebut tidak ada
di tempat kita gitu.
Inspeksi formal menyeluruh kompensi
terjadwal bagian dari tanggung jawab
manajemen ya dilakukan secara tim
biasanya ramai-ramai.
Terus di mana dan apa tujuannya pasti
jelas ya. ini biasanya kita e ngirim
invitation terlebih dahulu nih dan
ngirim ee email terlebih dahulu ya. Kita
akan melakukan ini di sini di sini di
sini.
Nah, jadi harapannya adalah dengan
inspeksi formal tersebut ee pada saat
kita datang ke lapangan, orang yang
memang bertugas di area tersebut siap
siap untuk kita melakukan inspeksi
ya. siap untuk mendengarkan apa masukan
kita ya. Dan
idealnya kita meminta untuk melakukan
perbaikan terhadap apa yang sudah kita
temukan.
Nah, jangan sampai kayak tadi misalnya
kita sebutkan ee ada temuan A B C D G
gitu ya. Tapi ternyata enggak di
lakukan perbaikan ya didiamin aja ya.
Jangan sampai seperti itu
ya. Jangan sampai kita sudah capek-capek
ngasih tahu A B C D E F G eh tahunya
enggak diperbaiki
ya harapannya kita perbaiki.
Oke.
seksi formal manfaatnya ini semua yang
pencegahan lah ya pencegahan
kejadian-kejadian yang tidak kita
harapkan gitu ya bisa menggunakan ceklis
melihat tapi kalau misalnya teman-teman
semua udah sering melakukan inspeksi
biasanya sih enggak perlu ceklist jadi
datang ke lapangan ya udah datang
melihat oh ini enggak sesuai oh ini
enggak sesuai oh ini engak sesuai oh
iniak
boleh aja
Pak, mau pakai ceklist apa enggak? Ya,
bagusnya sih sebenarnya ee lebih enaknya
sih enggak pakai ceklist alias
teman-teman sudah hafal. Tapi kalau
memang teman-teman belum hafal dan belum
belum di ya boleh aja sih pakai ceklist
ya lebih bagus sebetulnya.
Jadi pada saat teman-teman melakukan
inspeksi,
harapannya dengan teman-teman melakukan
inspeksi tersebut ya teman-teman
bisa menentukan corrective action,
tindakan perbaikan kalau misalnya ada
hal-hal yang memang perlu ditingkatkan.
ya yang namanya
yang namanya teman-teman bekerja di
sebuah lembaga atau institusi gitu ya
atau di sebuah perusahaan
kan memang idealnya kan diterapkan
secara menyeluruh prosedur dan idealnya
semua hal ketika ter dengan pekerjaan
itu dilakukan tapi yang terkadang ya ada
aja lah ya manusianya lah ya yang
melakukan self action macam-macam
Oke. Instruksi formal spesifik K3 umum
bisa umum K3 ya. Terus host keepeping
bisa juga ya. Ini biasanya ee
perusahaan-perusahaan yang menerapkan 5R
atau 5 ya biasanya di manufacture di
pabrik kita melakukan 5S atau 5R ya bisa
kita lihat oh ini sudah sesuai belum nih
ya ini sudah sesuai dengan 5R atau 5S
belum nih yang kita jalankan gitu ya.
Inspeksi kritikal itu untuk
pekerjaan-pekerjaan yang kritikal yang
memiliki resiko tinggi. Inspeksi
preventive maintenance biasanya
dilakukan oleh teman-teman maintenance
reuse equipment inspection. Nah, ini
tugasnya operator seb atau P2H
pemeriksaan pengecekan harian ya atau eh
PTI inspection atau preoperational ya.
sama aja sih bahasanya, cuma bahasanya
doang yang beda. Intinya kita melakukan
inspeksi untuk meminimalisir terjadinya
kerusakan pada alat tersebut pada saat
kita gunakan dan kita mengetahui kondisi
ril dari peralatan
tahapan inspeksi, persiapan,
pelaksanaan,
bahkan perbaikan. Kalau misalnya ada
tidak jangan lupa kita masukkan biasanya
ke dalam list ya corrective action e
previve action gitu ya kita ada listnya
biasanya di eh file split ataupun exel
gitu ya. Nah nanti kita akan tag
orangnya. Kalau zaman sekarang kan udah
ada spedsheet ya. Kalau spedset nih
sebenarnya lebih enak. Jadi misalnya di
situ ada action, ada PIC-nya siapa, kita
bisa langsung tag email-nya. Jadi nanti
ini otomatis langsung mengirimkan
notifikasi ke orang. Nah, kalau misalnya
teman-teman
ee menggunakan Excel itu sebetulnya ee
kurang kurang enak sih kalau Excelnya.
Jadi kita harus ngirimkan file-nya
secara langsung. Kalau teman-teman yang
sudah menggunakan spreadset ya bisa aja
langsung ditag orang yang dimension
langsung diad @ add saftian tolong ya
Pak minta tolong Pak ini dicek dan
diperbaiki. Bagus. Justru kemarin tuh
aku sempat ee kita pakai
ee spreadset gitu ya. Nah, jadi kalau
misalnya ada temuan langsung nih enggak
perlu manual karena kan kalau misalnya
ada temuan itu kan banyak ya temuan. eh
manual kan capek juga kita tag-tagging
orangnya ya. Jadi ada
ada adds on-nya, ada addson-nya kita
kirim email saya dapat temuan dari
Google Form. Nah, setelah itu Google
Form ini kalau misalnya dia memilih nama
aku misalnya ya yang harus menjadi PIC
untuk closing dari temuan tersebut. Nah,
nanti akan dikirimkan untuk langsung ke
orang tersebut.
Oke,
persiapan mulai dengan positif attitude,
persiapan mental, buat data verifikasi
ceklis. Ya, kita ee persiapan ini
sebetulnya kalau misalnya kita bicaranya
formal ya, mau enggak mau di tahapan
persiapan ini biasanya kita hubungi
stakeholder terkait ya. Kita biasanya
hubungi orang-orang yang ee berhubungan
dengan tempat di mana kita akan
melakukan.
ya, review ya. Tahap persiapan masih
kita melakukan tinjauan kembali, review.
Kalau misalnya ternyata sebelumnya
pernah ada inspeksi di area tersebut ya
kita tinjau, kita tinjau ulang apakah
sudah oke, sudah diing ya, sudah pernah
dilakukan capture atau belum.
Persiapkan dan lengkapi peralatan
material kebutuhan yang lainnya. pakaian
yang cocok, APD yang cocok, itu tiga
kalau misalnya ada ya pelaksanaan
inspeksi.
Pada saat tahapan pelaksanaan kita
mengacu pada ceklis kalau misalnya ada
ceklis. Kalau enggak ya kita biasanya
sudah hafal ya kalau apa-apa aja yang
dicek gitu ya.
kita petakan semua temuan-temuan,
item-temuan dengan jelas gitu ya. Terus
kita tentukan penyebabnya kenapa ya kita
tahu oh ini kayak gini. Oh, ini harusnya
kayak gini. Kenapa kok bisa kayak gini?
Kita lakukan.
Nah, setelah itu kita klasifikasi sumber
bahayanya bagaimana ya. Ada major,
serius, dan kitalah yang menentukan.
masuk ke temuan mana
misalnya
temuan yang tadi ya major itu major itu
segera segera dilakukan perbaikan kalau
misalnya tidak dilakukan perbaikan bisa
menimbulkan korban misalnya kelas B
tidak lebih dari 6 jam kelas C tidak
lebih dari 13 jam ini kalau misalnya ee
temuannya itu sangat berisiko
sumber bahaya Mari kita sudah jur ya
berasal dari orang proses prosedur
equipment material dan lingkungan
tipe sumber potensial berasal dari
faktor fisika biologi kimia ekonomik
psikologi tadi yang berdasarkan
Permenaker 5 2018
ya kalau misalnya kita bicara di situ,
"Pak, enggak ada yang masuk di dalam
faktor bahaya ini Pak, gimana ya kita
tambahin aja ini kira-kira faktor
bahayanya apa yang potensial bisa
menyebabkan kecelakaan
mengembangkan langkah perbaikan tidak
sebatas corrective action tapi
corrective action ya kita rekomendasikan
ini kira-kira nih kalau kita enggak
melakukan ini kita bisa
menimbulkan potensi los segini ya
kerugiannya segini
kalau misalnya kita hanya kita bisa
mengontrol
pengontrolannya
ini loh biaya
bisa
oke bisa juga kita melaporkan ke atasan
kita justifikasinya adalah kita punya oh
ini kita sudah melakukan inspeksi nah
menurut inspeksi inspeksi yang saya
lakukan kalau misalnya kita tidak
melakukan perbaikan,
kita akan kita akan dapat terkenal loss
atau kerugian sendiri gitu.
Boleh boleh aja tindak lanjut. Nah,
setelah itu kita lakukan tindak lanjut
ya. follow up terhadap temuan-temuan
tersebut
sampai kita mendapatkan final resort.
Final final review final report. Nah,
ini biasanya kita bikin ya teman-eman HS
membantu untuk membuat laporanut. Nah,
ini biasanya di-sharing ke teman-teman
manajemen
sebagai apa? Sebagai dasar untuk
melakukan tindakan perbaikan ya yang
membutuhkan korban eh yang membutuhkan
ee budget gitu ya. Membutuhkan korban
membutuhkan budget. Membutuhkan budget
atau membutuhkan uang untuk
sebagai closing dari koreksi tersebut.
Nah, ini kan biasanya
perlu manajemen ya tadi. Makanya
pengaruh atau
manajemen
perbaikan tersebut ya tunjangan
manajemen tersebut. Nah, sangat penting
sekali dukungan dari manajemen karena
kalau misalnya manajemen tidak mendukung
ya bagaimana yang bisa baca itu peluang.
Oke. Inspeksi housekeeping ini tadi ya
5R atau 5S gitu ya.
Seitonus
atau 5 l ringkas rapir rawan terah pakai
bahasa Indonesia bahasa Inggris ya
intinya sih ee kita melakukan ini semua
ya pada saat kita melakukan inspeksi
biasanya kita lihat ee jujur tapi
kebanyakan kalau kita berbicara
5S atau 5
ee di beberapa perusahaan
ke nonconformity tersebut lebih sering
temuannya adalah temuan KSI, temuan K3
ya walaupun judulnya adalah skipping
tapi kebanyakan pada saat melakukan
inspeksi apalagi inspeksi
berjamaah gitu ya ramai-ramai gitu. Nah
itu kebanyakan pasti temuannya temuan K3
paling banyak itu AP ya. Paling banyak
itu paling gampang tuh AP ya. laparnya
masih bagus enggak kondisinya ya dan
lain sebagainya.
Padahal kalau kita berbicara ya 5R atau
5S ya enggak enggak melulu tentang K3
sebetulnya.
Tapi ya begitulah realitanya. Ee
kebanyakan di perusahaan-perusahaan
kalau kita berbicara penerapan 5R atau
5R ini kebanyakan sih kaitannya dengan
feksi kritikal. kritikal komponen dari
mesin, equipment, material, struktur, ya
komponen yang lain yang menimbulkan
kerugian misal di sini lakuan pengecikan
terhadap sling, terhadap gitu kan dan
terhadap misalkan tariing
tadi gitu. Nah, terus metodenya gimana?
Terus ketahanan dari seperti apa
bajanya, k bajanya seperti apa gitu.
Jadi keren ya. Jadi ee ini secara khusus
ini enggak bisa sembarangan orang. Mau
enggak mau orang yang melakukan inspeksi
harus sudah tersertifikasi.
Ya, sudah tersertifikasi dan mereka
memiliki pengalaman jangan sampai mereka
melakukan inspeksi tapi ternyata hasil
inspeksinya enggak ada pengaruhnya
terhadap
pekerjaan, terhadap peralatan tersebut.
Ya, mau enggak mau orang yang melakukan
inspeksi ini harusnya sudah memiliki
pengalaman
dalam bidang tersebut. Kalau di sini
kita bicara alat bantu angkat dan angkut
gitu ya, ya. Mau enggak mau
orang ini harus sudah berpengalaman
dalam hal inspeksi terhadap alat bantu
angkat dan angkut atau misalnya sistem
proteksi kebakaran ya. Mau enggak mau
orang ini harus berpengalaman terhadap
sistem proteksi kebakaran
ya. Jangan sampai orangnya
tidak berpengalaman. Nah, terus dia
disuruh infeksi. Ya, akhirnya kacau.
Nah, ini banyak kejadian seperti aku
jelasin kemarin ya. misalnya diserahkan
pada orang-orang yang tidak memiliki
pengalaman ya jam terbangnya kurang
dalam arti kata ee dia disuruh inspeksi
terkait dengan peralatan, terkait dengan
mesin, tapi dia tidak ada background
mesin. Background-nya misalnya kemarin
hubungan internasional yang gimana
mungkin dia bisa inspeksi ee terkait
dengan mesin atau kelistrikan ya padahal
judulnya dia sebagai HSE inspekor
misalnya ya. Nah, ini kan banyak nih ya,
terutama mohon maaf nih di
ee projek-projek ee BUMN biasanya ya.
Jadi orang-orang orang-orang yang
dimasukkan ini sebenarnya
titipan-titipan dan jurusannya juga
enggak nyambung. Nah, setelah dilakukan
inspeksi dan dia diminta inspeksi dan
disuruh memutuskan ya juga hasilnya
kurang bagus. Nah, ini akan berpengaruh
terhadap hasil dari inspeksi tersebut.
Oke. Sebulan, 2 bulan belum tentu lagi
ya. Tahun kemudian, 2 tahun kemudian
tahun.
Apalagi kalau misalnya orang-orang ini
sebenarnya dia enggak mengerti terus
merasa paling mengerti. Wah, ini lebih
lebih repot lagi nih ya. Mungkin
teman-teman pernah dapetin ya. Padahal
dia nih enggak ngerti apa-apa tapi
karena mungkin dia merasa dia sudah
memiliki pengalaman ya di bidang
tersebut sudah mungkin lama gitu.
tetapi yang selama ini dia jalankan
sebetulnya kurang kurang pas ya. Tapi
karena tadi ya dia ngerasa berpengalaman
terus dia ngerasa wah aku nih udah ya
levelnya nih sudah level manager
misalnya ya jadi diminta atau dinasihati
pun agak sulit
oke
inspeksi preventive maintenance ya ada
preventive maintenance ada predictive
maintenance ya kalau di di perusahaan ya
terutama di manufactur ya ya jadi
preventive maintenance bertujuan untuk
menjaga performa equipment ya. Kita
harus lihat historikalnya seperti apa.
Ada enggak ris di situ ya program
inspeksinya ini bagaimana.
Oke. Terus sampai data-data
informasi terkait dengan pabrik dan
terkait dengan equipment atau peralatan
tersebut ini seperti apa ya dan
bagaimana ini dijelaskan
gitu.
infection sebelum melakukan inspeksi
tadi ee peralatan misalnya atau misalnya
kendaraan mobil teman-teman ya. Nah, ini
juga bisa diterapkan di kendaraan
pribadi sebetulnya pada saat teman-teman
semua mungkin ya dalam ee selama ini
memiliki kendaraan dan kendaraan
tersebut ee belum pernah dilakukan
inspek ya. Di saat teman-teman lakukan
inspeksi sebelum melakukan perjalanan
jauh terutama teman-teman lakukan
inspeksi kendaraan teman-teman kira-kira
pada saat melakukan perjalanan jauh
seperti apa ya. Oh, didapati Oh, ada ini
kayaknya ini harus diganti ini, ini,
ini, ini. Nah, maka biasanya kita pergi
ke bengkel entah entah apapun ya
bengkelnya ya, baik itu bengkel resmi
ataupun tidak resmi gitu ya. Kalau
sekarang sih kayaknya bengkel-bengkel
yang enggak resmi pun sudah banyak yang
bagus ya. Beda kalau kita bicara 10
tahun yang lalu mungkin ya,
bengkel-bengkel yang di pinggir jalan
itu mungkin kualitasnya akan jauh
berbeda dengan bengkel-bengkel resmi.
Tapi kalau sekarang-sekarang ini sih aku
lihat kayaknya sih sudah bagus-bagus
semua ya. Banyak bengkel-bengkel yang
ada di pinggir jalan gitu ya, yang
memiliki peralatan yang cukup bagus.
Bahkan justru terkadang ee teman-teman
dari bengkel resmi itu
banyak yang mengalihkan ke
bengkel-bengkel yang ada di pinggir
jalan karena mungkin mereka memiliki
peralatan yang lebih lengkap padahal
judulnya adalah bengkel resmi. Harusnya
mereka peralatannya lengkap tapi
ternyata mereka peralatannya ya ala
kadarnya gitu ya. Idealnya sih mereka
punya peralatan lengkap, tetapi karena
memang mungkin ya tidak tidak lengkap
peralatannya ya mau enggak mau
biasanya akan dibagikan kepada
bengkel-bengkel yang ada ya. Contohnya
misalnya apa misalnya pengelasan gitu ya
atau misalnya tok magic ya kalau kita
cock magic itu biasanya ya. Wah ini
lapan cocok magic nih ya. Atau misalnya
kalau di motor itu biasanya oh kenanya
simpang tiganya di stang gitu ya. Itu
biasanya kalau di bengkel resmi agak
sulit itu. Apalagi pressing veleg
misalnya itu di bengkel resmi itu agak
su tapi kalau di bengkel-bengkel pinggir
jalan itu lebih lebih banyak dan lebih
bagus biasanya.
Ini contohnya ya misalnya ya. Jadi ee
pada saat kita berbicara kita sebagai
HSE, teman-teman HSE pada saat memasuki
sebuah area seperti yang aku jelasin
gitu ya. Jadi kita masuk sebuah area
kita tuh juga harus sudah paham kondisi
mana yang bagus, mana yang tidak bagus.
Ya, misalnya di sini oh kondisin ini
bertumpuk-tumpuk misalnya harusnya
enggak seperti itu gitu. Oh, ini udah
bagus nih. Udah ada pemisahan kena
oksigen, botol kosong, asitelin. Nah, oh
ini dikategorikan per misalnya per merek
chat A B C D FG gitu ya. A ini
tumpukannya. Oh, tumpukannya ini dua
tumpuk, dua staging. Boleh enggak empat
gitu ya. Kita lakukan assesment dulu ya.
Atau misalnya nih langkah-langkah
scoffolding-nya apakah sudah ditempatkan
dengan baik. Nah, ini kita selaku
inspektur pada saat kita datang ke
lapangan idealnya kita sudah tahu
kondisi yang baik seperti apa, yang
sekiranya perlu peningkatan itu seperti
apa. Nah, itu perlu pembelajaran dan
pembiasaan sebenarnya. Bagi teman-teman
mungkin yang masih baru-baru bekerja,
mungkin di awal-awal teman-teman akan
bingung.
Teman-teman akan bingung, teman-teman
akan
akan ee kurang pas lah dalam menjalankan
menjalankan inspeksi tersebut
ya. Oke.
Jadi
biasanya tadi kalau misalnya kita kurang
PD ya, kurang PD ya sebenarnya enggak
ada masalah kita menggunakan ceklis.
Ya, kalau misalnya teman-teman, ah aku
kurang PD nih ee dalam menjalankan
inspeksi pengetahuan aku masih kurang
misalnya ya sudah enggak ada masalah
teknis untuk melihat tujuan dari
teman-teman menjalankan inspeksi
tersebut.
Ini kayaknya sih tinggal gambar-gambar
aja nih ini. Kalau ini condition ini
action ya, action condition ya.
Teman-teman sudah tahu masuk ke dalam.
Oh, ini kondisinya apa sih? Kayak gitu.
Nah, kayak gini. Nah, ee seringki
terkait dengan unsafe action
ya. Seringki ee orang Indonesia ini
kebanyakan enggak enaknya. Jadi, pada
saat melakukan peneguran itu enggak
enak. Apalagi kalau misalnya ya jujur
yang melakukan unsafe action tersebut
adalah atasan.
ya. Misalnya dia jalan ke area
operasional, dia pakai can pendek, pakai
sepatu biasa misalnya. Berani enggak
teman-teman negur?
Idealnya harusnya berani walaupun dia
adalah pimpinan perusahaan ya, manajer
teman-teman ya. Karena memang ada aturan
perusahaan apalagi kita yang di ee
perusahaan ya, ada yang namanya serikat
pekerja, ada yang namanya ee perjanjian
kerja bersama ya. Kalau memang dia
melanggar dan ternyata tidak menjalankan
pekerjaan sesuai dengan SOP yang berlaku
atau aturan yang berlaku, ya berhak kita
untuk menegur.
Ya, jangan sampai kita enggak menegur.
Jangan sampai sudah kejadian baru
teman-teman, ah harus ini aku tegur
tadi.
Atau misalnya APD-nya ya, APD-nya takung
tangannya kayak gini gitu ya. ya, semua
APD kita lihat atau di sini sebagian
besar sih lebih tepatnya bukan APD aja
tetapi ee
ee peralatan keselamatan gitu ya, ada
Apart, push AID ya, dan APD.
Nah, ini bisa menggunakan ceklis gitu
ya. Ini contoh lembar-lembar ceklistnya
contoh aja ya. fakta kondisi ditabung.
Oke, ya sampai ee macam lakukan
teman-teman bisa baca. Nah, ini bisa
jadi menjadi dasar teman-teman
menjalankan
inspeksi di lapangan
ya sehingga
inspeksi itu berjalan dengan baik.
Kalau misalnya
teman-teman semua kurang PD dalam
melakukan inspeksi ya bisa menggunakan
ini menggunakan ceklis ya ceklisnya
misalnya tadi ini
tabung gas misal tangga ya. Ya. Jadi
contoh-contoh form inspeksi.
Nah, ini
kalau misalnya teman-teman sudah biasa
ngejalanin inspeksi biasanya sih sudah
di luar kepala langsung aja tuh ke
lapangan lihat O A B C D F Golding
misalnya
ini APD
teman-teman ya
ya ini habis infeksi si kalau misalnya
sudah dijalankan bisa jadi sini dibilang
finish. Kalau belum kita
jadikan satu list gitu ya sehingga
tepat sasaran ya tuan-tuan areanya
gimana.
Oke sampai sini ada pertanyaan
teman-teman semua
silakan ada yang ingin ditanyakan
mungkin terkait dengan inspeksi.
Inspeksi bisa dilakukan internal dan ee
eksternal ya. Ya, kalau kita berbicara
internal ya dari dalam perusahaan kita
sendiri. Sama seperti audit gitu ya. Ada
audit internal dan eksternal ya. Kalau
kita melakukan inspeksi bisa kita dari
internal bisa jadi eksternal. Kalau
eksternal ini siapa? Bisa jadi dari
klien misalnya ya. Atau misalnya kita
melakukan jo ee join 
Resume
Read
file updated 2026-02-12 03:07:42 UTC
Categories
Manage