Training Softskill HSE Mastery K3 - 14 Desember 2025 - Sesi Pagi
dVKZ-tb75-g • 2025-12-14
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Bapak Ibu KS sebelumnya apakah suara saya bisa terdengar dengan jelas? Terdengar, Mbak. Oke, baik. Terima kasih, Pak Elen. Mohon maaf sebelumnya ee untuk suara saya memang saat ini ee sedang kurang baik, tapi semoga bisa membantu Bapak Ibu untuk jalannya training pada hari ini. Sebelumnya perkenalkan nama saya Dina selaku moderator yang akan ee memandu Bapak Ibu ee di training sesi pagi dan sesi siang pada hari ini. Izin mengingatkan kembali bagi Bapak Ibu yang belum mengisi absen, silakan untuk diisi absensinya terlebih dahulu di link absen yang sudah saya kirimkan di grup WhatsApp. Dan kita akan mulai trainingnya di jam 45 menit sembari menunggu rekan-rekan lain yang belum bergabung di ruangan Zoom meeting pada pagi hari ini. sudah bergabung e Septian Julifar. Selamat pagi dan selamat datang Pak Septian. Oke. Baik, mungkin sembari menunggu Pak Septian untuk bersiap, silakan Bapak, Ibu untuk mulai standby di depan device-nya masing-masing. Silakan untuk mulai menyalakan kameranya. Dan bagi yang belum sarapan atau belum ngopi mungkin bisa disambi ya. Silakan diseduh kopinya atau mungkin dipersiapkan cemilannya. Jadi kita pagi hari ini ee memulai untuk training dengan suasana yang agak lebih santai ya karena ini hari Minggu juga kan. Jadinya ee sembari menikmati weekend kita bisa mendapatkan ilmu baru dari Pak Seftian. Permisi, Pak Septian, apakah sudah bisa standby? Oke, baik Pak. untuk mikrofonnya masih dimute ya, Pak. Oke. Baik, ya. Silakan Bapak, Ibu. Ee mungkin kita sebelum memulai training pada hari ini, mari kita berdoa terlebih dahulu ya agar bisa diberi kelancaran untuk agenda training sampai sore hari nanti. Maka dari itu berdoa dimulai. Oke, untuk berdoa dicukupkan dan selanjutnya saya mengingatkan kembali bagi Bapak Ibu yang belum menyalakan kameranya dipersilakan untuk mulai menyalakan kameranya karena kita akan sesi dokumentasi terlebih dahulu ya. Kemarin kita dokumentasi dengan saham CAC. Silakan Bapak, Ibu yang sudah menyalakan kameranya untuk berpose C seperti ini. Oke, silakan ya Bapak Ibu yang belum menyalakan kameranya masih ditunggu. Oke, ditunggu untuk yang lain silakan untuk ee pose tangan CAC seperti ini. Oke, dalam hitungan mundur akan saya mulai. 3 2 satu. Oke. Baik ya. Baik, untuk sesi dokumentasi dan doa bersama sudah selesai. Maka dari itu untuk Pak Septian dipersilakan untuk memulai materinya. Waktu dan tempat dipersilakan. Oke ya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi bersama-sama semuanya. Apa kabar di minggu hari ini? Ya, waduh, minggu-minggu disuruh training. Iya, harus ikut training. Tapi enggak apa-apa, aku enggak ada suaranya. Oh, oke. Di pagi hari ini sebelum memulai aktivitas ada yang mau sharing-sharing sedikit terkait dengan safety moment. Silakan Pak Elen lah. Pak Elen atau Bang Koiril silakan. Mas, Pak Rudi. Sharing sharing safety moment. Mas Jongki sudahudah ngumpet-ngumpet. Apaal baik Old siapa? Silakan ada yang mau di-sharing terkait dengan safety moment di pagi hari ini. Mungkin tadi malam ngelihat apa gitu ya atau kemarin atau tadi malam Mas Tiongki lagi jalan-jalan gitu misalnya atau Mas ada yang mau dibagikan silakan. Mungkin saya satu Mas Septian. Oh silakan. Jadi ee ya Mas Septian tahulah di Jalan Hang Tua di duri tempat saya ini ee banyak ee kalau UT ya ee arah berbalik ee kalau di jalan. Jadi ee kita harus memastikan apakah ee kendaraan kita ee itu ee yang arah berlawanan itu ee kosong atau tidak. Jadi kalau misalnya di Uton itu kita biasanya melihat ke kiri bahwa kita akan mutar bahwa lawan yang ee arah dari sebelah kiri itu ee kita mau masuk ke arah ee jalan yang satu lagi, kita pasti melihat ke kiri saja. Sementara ke kanannya ee istilahnya itu kan tidak memungkinkan ada. Tapi kalau di jalan kami ini ada yang sering berlawanan arah jalannya. naik motor. Jadi kalau kita hanya memerhatikan ke kiri, tidak memerhatikan ke kanan, pas kita muar bisa terjadi ee tabrakanlah atau kecelakaanlah. Jadi kita harus memastikan ke kiri dan ke kanan juga walaupun ee kita menganggap wah ini kan ee jalan satu arah gitu. Tapi banyak juga yang ee mungkin malas mutar di ujung sana langsung berlawanan arah ee sesuai dengan arah ke kendaraan. Mungkin itu saja ee h moment dari saya. Oke, terima kasih Pak ya. Eh, bagus banget nih eh sharing session-nya dan momennya di pagi hari ini ya, Safety momentnya terkait dengan berbelok atau putar balik di Uturn. Ee memang bukan hanya di duri sih sebenarnya, hampir di semua tempat sih sebenarnya ya. Hampir di semua tempat. Kalau misalnya putaran selanjutnya itu jauh, biasanya orang akan lebih cenderung ee kalau bahasa jawanya itu melipir. Melipir itu jadi dari kiri ya, dari kiri itu pelan-pelan sampai ke ujung tempat ee uurn itu berada. Ini misalnya kayak kayak di mana ya? misalnya kayak di mungkin dia dari jalan pertanian kali ya, jalan pertanian dia mau ke arah ee mau ke arah Desa Harapan mungkin ya, ke arah sana lah ya. Nah, habis itu karena dia malas putar balik di seberangnya suka maju ya suka maju akhirnya dia melipir melipir melipir sampai ke Grand Zuri gitu ya putar balik ke situ ya biasanya kan kayak gitu tuh kalau yang di jalan orang tua ya atau misalnya ya ee kita bicaranya adalah pada saat kita melakukan putar balik ya sebetulnya kalau kita sendiri pribadi ya pasti ya kita mengurangi kecepatan ya terus habis itu kita ee melihat ke kiri sebetulnya ya. Tapi karena ada situasi yang seperti itu ya, mau enggak mau kita harus terapkan yang biasanya kita lakukan nih ya, yaitu K3 ya, kanan kiri kanan ya. Mungkin kalau di dulu kita belajar di konsepnya defensive driving dan smit system ya, lima kunci mengemudi. Kalau kita ingin menyeberang, kita harus lihat terlebih dahulu sebelah kanan, kiri dan kanan karena kanan yang pertama untuk memastikan bahwasanya tidak ada kendaraan ya. Bisa jadi tadi ya kita ngelihat ke kanan dulu karena ya memang kita mastikan enggak ada orang-orang yang seperti ini gitu ya. Enggak ada orang-orang yang agak sedikit ngur-ngaur dikit gitu ya. ngawur-ngawur. Jadi kita pastikan kanan, kiri, kiri untuk memastikan kembali enggak ada kendaraan yang dari kiri ya. Terus habis itu ke kanan lagi ya. Takutnya ada sesuatu yang tidak diinginkan dari orang-orang tersebut ya. Kadang kan ee karena udah kosong dia akhirnya nyebrang juga kan. Kita mau muter nih, kita mau muter terus habis itu kita lihat oh kiri sudah kosong. Tapi ternyata mereka duluan nih duluan masuk ke situ ya. Apalagi yang kita gunain mobil-mobil yang lumayan besar ya. seperti misalnya double cabin High ataupun Triton. Biasanya kalau di area kita kan area kerja kan kalau enggak konuk dan semacamnya lah ya. Nah, itu yang perlu diperhatikan sebetulnya bagi teman-teman semua. Kalau kita berbicara konsep defensive driving yang waras yang ngalah ya. Yang waras yang ngalah. Jadi ibaratnya kalau kita berbicara defensive dving itu kita menggugurkan hak kita demi keselamatan. Ya memang kalau kita dibilang kita hak kita itu berputar gitu. Itu bukan haknya mereka, itu bukan jalannya mereka tapi hak kita itu mendapatkan. Tapi tadi demi terciptanya keselamatan ya mau enggak mauah kita layan ya. Sama halnya dengan teman-teman lagi di lampu merah dapat lampu hijau, terus biasanya ada yang nyerobot dari depan atau dari kanan dari ya. Jadi teman-teman ngalahlah di situ ya. Kalau kita pengemudi yang defensif, yang bertahan dalam arti kata kita bertahan untuk menjaga keselamatan ya, mau enggak mau kita berhenti dan mengalah ya. Karena apa sih yang dikejar sebetulnya? Ya, kalau mengemudi itu apa sih yang dikejar? Enggak ada yang dikejar. Kita enggak enggak ee dalam posisi kompetisi atau balapan gitu ya. Nah, ini juga berlaku kalau teman-teman berbicara konsep defensive driving, teman-teman lagi mengemudi misalnya lagi perjalanan jauh. Nah, teman-teman mengemudilah sesuai dengan aturan yang berlaku dan kecepatan teman-temanlah yang atur. Enggak ada yang dikejar ya. Yang dikejar apa, Pak? Wah, kita pengin cepat nyampai, pengin cepat tidur-tiduran. Ya, kalau misalnya capek ya istirahat ya. istirahat tidak ada kemarin aku sebutkan tidak ada obat yang lebih ampuh selain tidur. Ya, mungkin itu dari aku ya. Terima kasih Pak Elen sharing-sharingnya kepada teman-teman semua ya. Ini buat teman-teman yang masih naik motor sering ngelawan arus pasti ada di sini ya. Enggak mungkin enggak ada ya. terkadang kan kepepet atau misalnya putarannya jauh banget, putrannya itu baru ada 1 kilo, 1 kilo kemudian, wah itu paling sebal itu pasti pasti banyak orang yang melawan arus karena akan mereka akan aduh kejauhan ini muter nanti makan waktu sekian menit padahal sekian menit itu paling cuma 1 menit, 2 menit perbedaan ya bahkan enggak nyampai sekitar 1 menit berapa detik 30 detik mungkinya nya. Tapi karena di mindsetnya adalah wah itu jauh ya, mau enggak mau dia harus melewati tempat ya. Sering yang kayak gitu. Yang paling sering itu kalau enggak salah di ya depannya Suk Maju itu depannya Sukaju mau biasanya mau masuk ke Jalan Bandes. Nah, itu biasanya mereka tuh lewat langsung masuk. Ya, itu paling sering kalau yang aku lihat sih ya yang aku lihat. Terus ya kalau di enggak sih kalau di pom bensin yang desa itu sih enggak ya yang paling sering sih di situ karena pas banget jalan bandes itu setelah putaran sebelum putaran jadi ee untuk muter lagi itu akan jauh ya akan jauh banget. Oke, terima kasih ya teman-teman semua. Ee di pagi hari ini kita akan mulai training. Teman-teman duduklah secara ergonomis ya. Pastikan teman-teman duduk secara nyaman, ergonomis, mau gegoleran kata Pak Anis ya, tidur-tiduran enggak ada masalah sebenarnya ya sambil mendengarkan karena juga di hari Minggu nih hari yang hari libur, hari santai sebetulnya tapi teman-teman ee diminta untuk training gitu ya. ee dari ahli ketiga teman-teman atau teman-tem menambah ilmu ya silakan teman-teman senyaman mungkin posisinya siapkan kopi cemilan-cemilan ya mungkin Mbak Shella belum sarapan sarapan dulu bawa sarapan silakan ya atau bawa cemil-cemilan enggak ada masalah yaitu oke. Pastikan colokan listrik jangan terbuka dan kabel-kabel listrik tidak ada yang terkelupas supaya tidak terjadi bahaya kelistrikan yang terjadi di area area teman-teman semua yang berada di area kerja mungkin masih ada di sini silakan kalau ada kondisi darurat hari ini tidak ada drill dan simulati berarti kalau misalnya ada kondisi darurat ya itu adalah kondisi real ya kondisi sebenar oke. Oke, kita masuk materi kita ya. Materi kita tinggal lima ya. Jadi ada inspeksi K3, HSN PL, K3 luang terbatas, investigasi kecelakaan, dan integrasi sistem ISO. Ya, tapi kemarin aku bilang materinya ada delapan. Nah, tapi ternyata ee sudah aku sederhanakan. Jadi, hanya satu materinya ya, hanya satu. Jadi materinya cukup lima di hari ini dan nanti kalau misalnya kita ee selesainya lebih cepat ya enggak ada masalah sih sebetulnya ya. Ya kan karena materi kita hanya lima dan kemarin juga kita sudah bahas materi lima materi yang sebelumnya. Oke. Kalau di yang B sebelumnya itu ada materi fatik manajemen, tapi ternyata di batch ini sama Dina diganti ya. Jadi judulnya ISO. Aku juga pas Dina ngirimin e pelayanan lah. Kok materi yang terakhir harusnya kan sebelumnya manajemen jadi ISO. Ya udah enggak apa-apa. Kita mulai materi kita di hari ini. Inspeksi K3 ya. Nah, salah satu tugas dari seorang HSE adalah melakukan yang namanya inspeksi. Ya, Teman-teman. Di sini judulnya adalah HSE Skill Mastery Training. Mastery Training. Nah, salah satu tugas dari seorang HSE adalah melakukan inspeksi area kerja. Baik itu inspeksi sebelum ya atau misalnya inspeksi pada saat ada audit atau persiapan mau ada audit biasanya seperti itu ya. Inspeksi sebelum memulai kerja sebetulnya bisa dilakukan oleh HSE ataupun HS membantu teman-teman rekan atau rekan-rekan operator ya. Sebetulnya merekalah yang bertanggung jawab untuk melakukan inspeksi terhadap area kerjanya. Kalau kita berbicara inspeksi kalau dulu aku ada yang namanya PTO ya, PTO atau pre eh preoperational checklist POC atau PTO itu pre operation. Kalau di mobil ada yang namanya pretrip inspection ya, pretrip inspection atau kalau misalnya kita bicaranya dulu di tambang ada beberapa ee perusahaan menamakan P2H ya, pemeriksaan pengecekan harian terhadap kendaraan kita tersebut. Oke. K3 suatu proses untuk ee menemukan potensi bahaya. kita seperti biasa kita berbicara K3. Ketika kita melakukan tindakan K3 berarti kita melakukan tindakan pencegahan. Nah, salah satunya adalah tindakan pencegahan untuk menemukan potensi bahaya yang terjadi. Karena potensi bahaya tersebut bisa menjadi sumber kecelakaan yang ada di area pekerjaan seperti harapannya dengan kita melakukan inspeksi kita bisa meminimalisir terjadinya kecelakaan tersebut. Nah, ini biasanya bisa jadi seorang HSE diminta untuk melakukan hal tersebut atau kemarin kita bicaranya di CSMS ya, salah satu leading programnya adalah kita melakukan inspeksi ya. Apalagi kalau area kerjanya memiliki potensi resiko bahaya yang tinggi gitu ya. Nah, itu semakin sering kita melakukan inspeksi semakin bagus sebetulnya. Inspeksi ketiga sebagai upaya melakukan pengendalian tadi ya, pengendalian atau pencegahan dan pengawasan terhadap rumus sumber bahaya. ini berdasarkan PP 50 tahun 2012 ya, SMK3 ini perusahaannya ada yang sudah SMK 3 ya. Yang sudah training SMK 3 melakukan atau menerapkan SMK 3 hukumnya wajib ya. Hukumnya wajib menerapkan sistemnya. Kita bicara menerapkan sistemnya. Tetapi kalau teman-teman bicara, "Pak, kalau misalnya kita melakukan auditnya apakah wajib?" Sebenarnya enggak ya, tergantung kebutuhan perusahaan teman-teman masing-masing. Apalagi teman-teman yang kontraktor. Kalau memang dipersyaratkan oleh klien ya, mau enggak mau teman-teman harus melaksanakan ya. Kalau misalnya tidak ya terserah terserah perusahaannya. Karena untuk mengurus sebuah SMK3 atau sistem manajemen K3 di perusahaan sampai mendapatkan sertifikasi dan bendera atau pengakuan ya gitu ya dari pemerintah. Nah, itu membutuhkan biaya yang tidakit sehingga kemungkinan ya tergantung kebutuhan perusahaan teman-teman masing-masing. Kalau memang dibutuhkan ya silakan. Kalau memang tidak dibutuhkan ya sudahudah penerapan sistemnya aja yang dilakukan. audit pemeriksaan terhadap sistem keseluruhan. Ya, kalau audit kita bicara audit, audit itu biasanya mengacu kepada cara spesifik klausul-klausul yang ada di sebuah sistem manajemen atau standar. Tujuan inspeksi, identifikasi kondisi tidak aman, tindakan tidak aman, ya. Terus menentukan penyebab dasar dari sebuah misalnya kecelakaan ya atau misalnya sebuah gitu ya. terus melakukan perbaikan kalau bisa dilakukan pada saat itu ya. Tapi ee di Indonesia kan seringnya kalau untuk perbaikan sementara, wah sementara sementara diperbaiki ya, Pak ya. Sementara sementara ditungguin seminggu belum diperbaiki, 2 minggu belum juga selesai, 3 minggu belum juga selesai sampai sebulan, 2 bulan, 3 bulan, setahun, 2 tahun. akhirnya enggak diperbaiki-perbaiki ya. Jadi sementara bisa jadi semen tahun, semen 2 tahun itu biasanya kalau misalnya di perusahaan-perusahaan kita gitu ya. Nah, ini hampir di semua perusahaan rata-rata seperti itu ya. Bukan mencari kesalahan kita melakukan inspeksi. Tidak ada inspeksi bisa jadi salah satu faktor penyebab terbesar terjadinya kecelakaan. akibat adanya unsafe action dan unsafe condition bisa menyebabkan terjadinya atau kecelakaan. Nah, kalau kita berbicara piramida kecelakaan ee jadi kalau yang alikat umum mungkin sudah sempat aku bahas ya. Jadi ada piramida kecelakaan. Oke. Oke. Ini ada fatality ya. Jadi kalau kita berbicara terjadi di sini fatality satu fatality ini sebetulnya sebelumnya itu sudah ada berbagai macam aktivitas di bawahnya yang sudah diidentifikasi tetapi tidak dilakukan follow up ya dari satu ini bisa jadi di unsafe action dan unsafe condition ini bisa Jadi dapat kita mendapatkan banyak unsafe action dan unsafe condition yang kalau misalnya dilakukan closing atau penutupan atau follow up terhadap unsafe action dan unsafe condition tersebut itu mungkin saja tidak terjadi yang namanya fatal ya. Jadi pada saat teman-teman berbicara, "Pak, perusahaan perusahaan saya atau perusahaan tetangga lah ya, perusahaan tetangga ini enggak ada fataling. Ada satu kematian karyawan misalnya ee terpotong ya terpotong oleh mesin. Akibat apa? Akibat sebelum-sebelumnya misalnya di sini ada namanya kecelakaan berat ya, major. Terus di sini ada minor, di sini ada nirmis. Ya, berarti sebelum-sebelumnya ini sudah ada nih ya kecelakaan-kecelakaan yang terjadi. Akan tetapi karena memang tidak dilakukan perbaikan secara baik, secara menyeluruh ya akibat adanya unsafe action dan unsa condition ini sehingga fatality kematian ini bisa jadi bisa saja terjadi. Nah, peran kita sebagai HSE adalah membantu melakukan follow up, membantu melakukan identifikasi terhadap unsafe action dan unsafe condition tersebut ya. Jadi difollow up ya. Jadi ditanyakan ke departemen terkait ini seperti apa, apakah sudah ada penyelesaian atau belum. Kalau misalnya belum ada penyelesaian, apa yang dilakukan? Nah, ini tugas kita sebagai HSE. Ya, ini karena programnya HS Skill Mastery Training ya. Mau enggak mau teman-teman pada saat teman-teman mendapatkan unsafe action dan unsafe condition ini, teman-teman diminta tolong untuk membantu menjadi nara hubung nara hubung kepada departemen terkait ya. Karena jujur teman-teman operation ini seringki tidak peduli terhadap hal tersebut. Nah, salah satu hal untuk mendapatkan atau mengidentifikasi unsafe condition dan unsafe action ini adalah dengan melakukan inspeksi. Nah, jadi inspeksi ini berperan penting supaya yang namanya fatality ini tidak terjadi dan dengan melakukan identifikasi terhadap unsafe action dan unch condition. Oke, ya. Kita next. Keuntungannya identifikasi problem peralatan ya. Kita bisa mengidentifikasi sebelum kejadian gitu ya. sebelum perjanjian sebelum perjanjian perusakan ya. Tapi P2H misal ROPTI yang mengidentifikasi kekeliruan dalam tindakan ini biasanya ee program-program yang dilakukan biasanya seperti BBS ya, behavior based safety ya. Kita melihat aktivitas orang tersebut ngapain ya kita lihat saja terlebih dahulu. Nah, setelah itu baru kita berikan masukan ya. Atau kalau di perusahaan Jepang ada yang namanya gamea, Gemba. Jadi gembetnya kita ke lapangan terus kita melihat aktivitas karyawan tersebut bekerja. Nah, setelah dia ee melakukan pekerjaan ya kita habis itu ngobrol ya. Yang perlu diingat pada saat kita melakukan coaching atau ngobrol-ngobrol, sharing session di situ, itu tidak hanya perlakuan atau perilaku yang tidak aman saja yang kita identifikasi. perilaku yang baik kita sampaikan dalam memberikan sebuah coaching atau dalam memberikan sebuah teguran gitu ya. Misalnya jangan sampai kita mendahulukan ee negative thinking dulu ya. Jangan sampai kita mendahulukan negatif feedback terlebih dahulu, tapi kita berikan positif feedback terlebih dahulu ya, Pak. Terima kasih sudah melakukan pekerjaan dengan aman, selamat. Tadi saya lihat bagus banget pakai APD-nya ya. Tadi saya lihat wah melakukan pekerjaan kayaknya ee mantap banget ini sudah berpengalaman. Terus ee SOP-nya sudah dijalankan ya, APD-nya lengkap ya. Tapi kira-kira apa nih yang perlu ditingkatkan? Sepertinya ada yang masih sedikit perlu ditingkatkan. Apa Pak menurut Bapak? Nah, hal-hal yang seperti ini nih akan membangkitkan partisipasi dari karyawan untuk mengikuti pekerjaan sesuai dengan aturan yang berlaku sehingga mereka akan merasa terbangun gitu ya. Karena jujur kalau kita berbicara manusia gitu ya, manusia itu lebih senang dipuji ya, dipuji. Apalagi kalau misalnya dipujinya di depan umum dan manusia itu tidak suka dijatuhkan apalagi kalau dijatuhkan di depan umum ya. Nah, pada saat kita memberikan kunci ini atau kita ee ee menegur karyawan tersebut ya setindaknya kita jangan sampai menegur dia di depan orang banyak. Kalau memang mau menegur, kita bawa dulu ke dia misalnya keluar, "Bro, keluar dulu dong. Mau ngobrol, mau ngobrol." Nah, setelah kita melakukan obrolan tersebut, nah di situlah baru didapatkan. Kira-kira yang perlu ditingkatkan adalah ini, ini, ini. Kalau bisa itu keluar dari mulut dia sendiri. Nah, oke. Mengidentifikasi efek perubahan. Misalnya ada sebuah perubahan ya kemarin kita jelaskan ada namanya management of change. Kalau misalnya ada off change-nya change management tersebut ya mau enggak mau kita harus perhatikan setelah ya setelah aktivitas ee setelah aktivitas itu dijalankan ya. Jadi kalau misalnya ternyata ada perubahan ya mau enggak mau apa apa ada impact ya apakah ada impact dari perubahan tersebut. Kalau misalnya ada impact ya, mau enggak mau kita harus lihat seberapa dampak tersebut berpengaruh terhadap manusianya ya. Atau misalnya di sini identifikasi kekurangan dalam tindakan perbaikan. Sebelumnya sudah dilakukan perbaikan ya. Apakah pembaikan tersebut sudah sempurna atau tidak memiliki dampak lagi. Nah, ini juga kita harus perhatikan identifikasi positif performance seringkiali juga terkait dengan perbaikan tadi. Kalau misalnya dia kita kalau misalnya perbaikan tersebut untuk mengejar kualitas ya mau enggak mau kita harus lihat kualitas dari perubahan tersebut. Jangan sampai setelah kita melakukan perubahan malah justru kualitasnya menurun ya. Jangan sampai kita sudah investasi besar-besaran membawa alat ini ya, menggunakan alat ini, alat ini ya. Ya, memang bahaya dan resikonya mungkin minim. Tapi kita harus juga lihat apakah dengan kita merubah sebuah proses tersebut ya, apakah ini berpengaruh terhadap kualitas dari barang-barang atau kualitas dari produk yang kita jalankan. ya. Terus mendemonstrasikan komitmen manajemen. Nah, ini juga salah satu hal setelah kita mendapatkan hasil dari inspeksi, kita sampaikan ke manajemen, "Pak, Bu, ini kita mendapatkan hasil inspeksi seperti ini, seperti ini, seperti ini." Ya, ini ada noncity di sini ada ketidaksesuaian di sini ya. Bagaimana menurut Bapak-bapak dan Ibu-ibu? Apakah perlu adanya tindakan perbaikan? Karena kalau teman-teman HSE misalnya melakukan inspeksi, nah setelah itu dari hasil inspeksi tersebut ternyata ya tidak mendapatkan dukungan dari manajemen. Ini agak sulit sebetulnya ya. Karena kemarin kita jelasin manajemen ini berpengaruh terhadap budgeting ya, biaya yang akan dikeluarkan. Kalau misalnya ternyata tidak disetujui manajemen, ini akan berpengaruh atau berdampak terhadap kualitas dari K3-nya tersebut ya, dari implementasi K3 di perusahaan tersebut. Sudah dilakukan inspeksi tapi pas mau closing ternyata enggak ada budgetnya. Ya, teman-teman juga pastinya akan berpikir, "Aduh, aku sudah capek-capek inspeksi melakukan inspeksi, aku sudah capek-capek melakukan briefing dan segala macamnya ya selama beberapa hari misalnya." Tetapi ternyata tidak ada support dari manajemen ya. Tapi ternyata manajemennya cuman diam-diam aja ya. manajemennya tidak mempedulikan hasil dari inspeksi tersebut. Ini bisa jadi salah satu nantinya akan menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. Nah, biasanya kalau sudah terjadi kecelakaan baru kamu nih gimana sih? Kenapa enggak bilang sama saya? Padahal sebelumnya kita sudah bilang ya. Ini yang banyak kejadian sih sebenarnya. Pas sudah kejadian baru heboh manajemennya. Ya, pas sudah ada kecelakaan, pas sudah ada korban baru manajemen menyalahkan kita selaku HS misalnya. Nah, ini banyak kejadian di perusahaan-perusahaan. Pada saat sudah kejadian baru heboh. Pada saat sebelum kejadian jangankan didengarkan ya, pada saat kita menyampaikan saja terkadang diremehkan. Alah, cuma kayak gitu aja. Alah, cuma kayak gitu aja. Misalnya seperti itu ya. J. Kalau teman-teman mendapatkan misalnya perusahaan teman-teman seperti ini ya harap bersabar itu ujian ya karena ya tadi manajemen ini sangat berpengaruh terhadap kualitas dari penerapan K3 di sebuah perusahaan. Hasil inspeksi akan menjadi salah satu topik penting dalam audit. Ya, bisa jadi karena kita sudah melakukan inspeksi ya. Nah, bisa jadi inspeksi ini pada saat nantinya ada audit baik itu audit internal atau audit eksternal ya bisa jadi kita sampaikan. Tapi kalau audit internal sih biasanya kalau audit eksternal sih ee enggak enggak sampai kita nyampaikan hal-hal yang keterkaitan dengan hasil inspeksi yang sudah kita lakukan. Oke. Keuntungan inspeksi perbaikan dengan segera ya perbaikan sementara. Tapi ya tadi lagi-lagi kalau kita berbicara di Indonesia perbaikan sementara ini ya terkadang dimanfaatkan oleh beberapa orang termasuk manajemen tim gitu ya. Perbaikannya sementara kok sementara sementara sementara akhirnya tahun 2 tahun akhirnya enggak diperbaiki-perbaiki ya. Kontak langsung pada karyawan ya kita ngobrol ya. Kalau teman-teman sebagai inspektor misalnya ya, kita tahu apa yang perlu ditingkatkan ya, mau enggak mau kita tingkatkan. Karyawan tanggap terhadap kondisi tidak aman dan tindakan tidak aman. Menetapkan alat K3, meningkatkan kesadaran K3, dan menjalankan program. Nah, ini kemarin kita bicara kita punya yang namanya rencana K3 ya atau HS plan. Nah, dalam kita menjalankan aktivitas, salah satu bentuk dari program yang kita jalankan adalah inspeksi di dalam plan kita. Nah, standar pemantauan lagi-lagi menurut PP 50 tahun 2012 ya, pemeriksaan bahaya bahaya yang ada di area kerja meliputi unsafe action dan unsafe condition gitu ya. Terus yang kedua adalah pemantauan lingkungan kerja ya lingker ini berdasarkan Permenaker 5 2018 ya. Kita juga melakukan pemeriksaan dan pengujian. Nah, pemantauan pengukuran lingkungan kerja ini ada faktor bahaya kemarin ya, fisika, kimia, biologi, ergonomi, psikologi. Nah, ini yang dilakukan pengukuran oleh pihak ketiga ya, labatorium yang sudah tersertifikasikan ya, yang sudah ditunjuk oleh Kementerian Tenaga Kerja yang mana lab tersebut memiliki seorang ahli K3 lingkungan kerja. Ya, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kita tanya apakah lab ini sudah memiliki ahli K3 lingkungan kerja atau tidak. Karena salah satu persyaratan yang diminta adalah orang-orang ini yang melakukan pengukuran haruslah orang-orang yang sudah tersertifikasi ahli ketiga lingkungan kerja. Kalau misalnya belum gimana? ya setidaknya atasannya ya berarti mereka sebagai teknisi. Teknisi lingkungan kerja, teknisi K3 lingkungan kerja ya jangan sampai orang-orang yang melakukan pengukuran ini adalah orang-orang yang tidak mengerti sama sekali apa yang dilakukan apa hasil dari pengukuran tersebut ya. Oke. Pemantauan peralatan dan pemeriksaan inspeksi ini ee berdasarkan PP 50 tahun 2012 ini mengacu kepada uji riksa, uji riksa terhadap peralatan ya. Ada di situ misalnya PA Pat angkatan Ken, Flip ya dan lain sebagainya. Ada juga terkait dengan pesawat uap benjana tekan ya, ada juga pesawat tenaga produksi. Nah, ini dan beberapa yang lainnya dan ini wajib dilakukan uji riksanya oleh pihak ketiga yang sudah tersertifikasi dan memiliki SKP ya. Ini salah satunya ee CAC nih ya. Dia sudah punya beberapa sertifikasi gitu ya, termasuk kebakaran juga. Sistem proteksi kebakaran ee pesawat uapana tekan, pesawat tenaga produksi dan pesawat angkut yang biasanya digunakan di area kerjaan siswa. Terus ada pemantauan kesehatan tenaga kerja ya MCU ya yang training sama aku ahli kasih gabung pasti aku sudah sampaikan terka MCU. MCU dilakukan ada empat jenis MCU. Yang pertama adalah MCU yang pertama kali teman-teman masuk sebelum bekerja ya itu pasti dakuan MCU. Ini fungsinya apa? fungsinya untuk melihat kondisi kesehatannya teman-teman semua sebelum masuk kerja itu seperti apa. Harapannya masih sehat walafiat gitu ya, enggak enggak terkena penyakit. Nah, habis itu setelah itu MCU tahunan. Ini biasanya dilakukan MCU tahunan untuk melihat kondisi kesehatannya teman-teman semua. sehabis bekerja di perusahaan tersebut sudah 1 tahun, apakah ada perubahan derajat kesehatan pada teman-teman semua sehabis atau setelah teman-teman bekerja dan setelah teman-teman berinteraksi dengan karyawan yang lainnya ataupun dengan faktor bahaya lingkungan kerja yang tadi ya, fisika, kimia, biologi, ergonomi, psikologi, ada enggak perubahan terhadap kesehatan, teman-teman? Ya, ini kaitannya dengan kemarin pak penyakit akibat kerja ya. Kalau misalnya ternyata ada ya pastinya teman-teman akan diobati gitu ya. Terus ada MCU MCU khusus. MCU khusus ini dilakukan pada saat teman-teman bekerja di area yang memiliki faktor bahaya lingkungan kerja yang besar. Contohnya apa? Misalnya teman-teman kerja di tempat yang bising, kebisingan tinggi. Nah, mau enggak mau teman-teman akan dilakukan MCU khusus di situ ya, misalnya dengan audiometri dan lain sebagainya ya. Dan ada yang terakhir itu adalah MCU pada saat teman-teman pensiun ya. sebelum pensiun itu dilakukan ini. Kalau misalnya teman-teman bekerja di perusahaan tersebut dan sudah mau pensiun biasanya teman-teman akan diminta untuk melakukan pencen. Oke. Nah, ini standar pemantauannya ini ya salah satu salah satu yang dipersyaratkan oleh PP 50. Oke, inspeksi bahaya, pemeriksaan inspeksi terhadap tempat kerja ya ini dan sebagainya nih ya sekalian ya. Nah, setelah itu biasanya kita laporkan di laporan P2 K3 ya. Harapannya dengan adanya pelaporan di laporan P2 K3, nah harapannya teman-teman semua ee laporan tersebut real ya, kondisinya seperti ini, seperti ini gitu ya. Dan bisa didiskusikan oleh anggota P2 K3. Ya, kalau kita berbicara P2 K3 ya, anggotanya sepertiga dari karyawan, du ee sepertiga dari manajemen, 2/3 dari karyawan. Aku sudah pernah ngikutin. Minimal berapa, Pak? Minimal sebenarnya sih enam kan. Minimal ada enam lah. Kalau ada lebih dari 100 lebih banyak lebih bagus. Kalau misalnya masing-masing punya departemen masing-masing ya bagusnya setiap departemen ada perwakilan. Pemantauan lingkungan kerja dar jelas ini ya. peralatan inspeksi tadi uji pemantauan kesehatan tenaga seperti yang tadi sudah aku jelasin juga terdapat dua kategori inspeksi secara umum inspeksi informal dan inspeksi formal ya informal dilakukan oleh kita sendiri gitu ya spontan ya kita pengin ah aku mau jalan-jalan ah biasanya ni teman-teman teman-teman manajemen nih biasanya iseng-iseng berhadiah lagi jalan terus ah aku mau mau kelilinglah, mau inspeksi. Nah, boleh boleh dan bagus justru karena kita melihat kondisi ril implementasi di lapangan seperti apa. Nah, itu kalau misalnya kita melakukan inspeksi ini ya. Jadi, tidak dibuat-buat ibarat kata dalam arti kata tidak perlu dietting. Jadi, pada saat kita jalan ke lapangan. Nah, ini nih kondisi real pada saat operasional berjalan ya. Lebih bagus seperti itu sebetulnya yang kita sendiri keliling ya. Ee kalau teman-teman menjadi seorang safety atau HSI USA ya kalau bisa teman-teman jangan jadi polisi lah ya. Jangan jadi polisi atau polisi India bilangnya ya. Kalau polisi India ini kalau ada kasus doang sih datang gitu ya. Tapi sekarang polisi negeri plus 62 kayaknya mirip-mirip kayak gitu sih ya. Mirip-mirip kayak gitu. Kalau ada kasus baru datang gitu. Kalau ada kasus pun susah banget ditangani. Nah, belibet ya. Jadi sekarang orang lebih memilih untuk mengadukan masalahnya ke Damkar. Ya beda kalau zaman dulu mungkin untuk polisi sekarang banyakan ke Damkar. Katanya kalau polisi ribet, Pak. Ya harus ada di muka dulu, Pak Lampiran-lampiran. Wah susah nih kan. Oke. Mendapatkan kondisi data sebenarnya bisa dalam bentuk kotak saran. Boleh-boleh aja sih dalam bentuk kotak saran gitu ya. Ee kalau di perusahaan itu ada yang namanya program speak up ya. speak up, kita berhak berbicara apapun itu. Nah, ini langsung tercantum atau mengacuanya itu langsung diterima oleh ee HR dari pihak asing. Jadi jangan sampai kita melaporkan hal-hal yang memang tidak terjadi. Kalau misalnya terjadi, ya kita laporkan. kita merasa enggak puas dengan hal tersebut, enggak ada masalah. Tapi jangan sampai hal tersebut kita laporan, ternyata hal tersebut tidak ada di tempat kita gitu. Inspeksi formal menyeluruh kompensi terjadwal bagian dari tanggung jawab manajemen ya dilakukan secara tim biasanya ramai-ramai. Terus di mana dan apa tujuannya pasti jelas ya. ini biasanya kita e ngirim invitation terlebih dahulu nih dan ngirim ee email terlebih dahulu ya. Kita akan melakukan ini di sini di sini di sini. Nah, jadi harapannya adalah dengan inspeksi formal tersebut ee pada saat kita datang ke lapangan, orang yang memang bertugas di area tersebut siap siap untuk kita melakukan inspeksi ya. siap untuk mendengarkan apa masukan kita ya. Dan idealnya kita meminta untuk melakukan perbaikan terhadap apa yang sudah kita temukan. Nah, jangan sampai kayak tadi misalnya kita sebutkan ee ada temuan A B C D G gitu ya. Tapi ternyata enggak di lakukan perbaikan ya didiamin aja ya. Jangan sampai seperti itu ya. Jangan sampai kita sudah capek-capek ngasih tahu A B C D E F G eh tahunya enggak diperbaiki ya harapannya kita perbaiki. Oke. seksi formal manfaatnya ini semua yang pencegahan lah ya pencegahan kejadian-kejadian yang tidak kita harapkan gitu ya bisa menggunakan ceklis melihat tapi kalau misalnya teman-teman semua udah sering melakukan inspeksi biasanya sih enggak perlu ceklist jadi datang ke lapangan ya udah datang melihat oh ini enggak sesuai oh ini enggak sesuai oh ini engak sesuai oh iniak boleh aja Pak, mau pakai ceklist apa enggak? Ya, bagusnya sih sebenarnya ee lebih enaknya sih enggak pakai ceklist alias teman-teman sudah hafal. Tapi kalau memang teman-teman belum hafal dan belum belum di ya boleh aja sih pakai ceklist ya lebih bagus sebetulnya. Jadi pada saat teman-teman melakukan inspeksi, harapannya dengan teman-teman melakukan inspeksi tersebut ya teman-teman bisa menentukan corrective action, tindakan perbaikan kalau misalnya ada hal-hal yang memang perlu ditingkatkan. ya yang namanya yang namanya teman-teman bekerja di sebuah lembaga atau institusi gitu ya atau di sebuah perusahaan kan memang idealnya kan diterapkan secara menyeluruh prosedur dan idealnya semua hal ketika ter dengan pekerjaan itu dilakukan tapi yang terkadang ya ada aja lah ya manusianya lah ya yang melakukan self action macam-macam Oke. Instruksi formal spesifik K3 umum bisa umum K3 ya. Terus host keepeping bisa juga ya. Ini biasanya ee perusahaan-perusahaan yang menerapkan 5R atau 5 ya biasanya di manufacture di pabrik kita melakukan 5S atau 5R ya bisa kita lihat oh ini sudah sesuai belum nih ya ini sudah sesuai dengan 5R atau 5S belum nih yang kita jalankan gitu ya. Inspeksi kritikal itu untuk pekerjaan-pekerjaan yang kritikal yang memiliki resiko tinggi. Inspeksi preventive maintenance biasanya dilakukan oleh teman-teman maintenance reuse equipment inspection. Nah, ini tugasnya operator seb atau P2H pemeriksaan pengecekan harian ya atau eh PTI inspection atau preoperational ya. sama aja sih bahasanya, cuma bahasanya doang yang beda. Intinya kita melakukan inspeksi untuk meminimalisir terjadinya kerusakan pada alat tersebut pada saat kita gunakan dan kita mengetahui kondisi ril dari peralatan tahapan inspeksi, persiapan, pelaksanaan, bahkan perbaikan. Kalau misalnya ada tidak jangan lupa kita masukkan biasanya ke dalam list ya corrective action e previve action gitu ya kita ada listnya biasanya di eh file split ataupun exel gitu ya. Nah nanti kita akan tag orangnya. Kalau zaman sekarang kan udah ada spedsheet ya. Kalau spedset nih sebenarnya lebih enak. Jadi misalnya di situ ada action, ada PIC-nya siapa, kita bisa langsung tag email-nya. Jadi nanti ini otomatis langsung mengirimkan notifikasi ke orang. Nah, kalau misalnya teman-teman ee menggunakan Excel itu sebetulnya ee kurang kurang enak sih kalau Excelnya. Jadi kita harus ngirimkan file-nya secara langsung. Kalau teman-teman yang sudah menggunakan spreadset ya bisa aja langsung ditag orang yang dimension langsung diad @ add saftian tolong ya Pak minta tolong Pak ini dicek dan diperbaiki. Bagus. Justru kemarin tuh aku sempat ee kita pakai ee spreadset gitu ya. Nah, jadi kalau misalnya ada temuan langsung nih enggak perlu manual karena kan kalau misalnya ada temuan itu kan banyak ya temuan. eh manual kan capek juga kita tag-tagging orangnya ya. Jadi ada ada adds on-nya, ada addson-nya kita kirim email saya dapat temuan dari Google Form. Nah, setelah itu Google Form ini kalau misalnya dia memilih nama aku misalnya ya yang harus menjadi PIC untuk closing dari temuan tersebut. Nah, nanti akan dikirimkan untuk langsung ke orang tersebut. Oke, persiapan mulai dengan positif attitude, persiapan mental, buat data verifikasi ceklis. Ya, kita ee persiapan ini sebetulnya kalau misalnya kita bicaranya formal ya, mau enggak mau di tahapan persiapan ini biasanya kita hubungi stakeholder terkait ya. Kita biasanya hubungi orang-orang yang ee berhubungan dengan tempat di mana kita akan melakukan. ya, review ya. Tahap persiapan masih kita melakukan tinjauan kembali, review. Kalau misalnya ternyata sebelumnya pernah ada inspeksi di area tersebut ya kita tinjau, kita tinjau ulang apakah sudah oke, sudah diing ya, sudah pernah dilakukan capture atau belum. Persiapkan dan lengkapi peralatan material kebutuhan yang lainnya. pakaian yang cocok, APD yang cocok, itu tiga kalau misalnya ada ya pelaksanaan inspeksi. Pada saat tahapan pelaksanaan kita mengacu pada ceklis kalau misalnya ada ceklis. Kalau enggak ya kita biasanya sudah hafal ya kalau apa-apa aja yang dicek gitu ya. kita petakan semua temuan-temuan, item-temuan dengan jelas gitu ya. Terus kita tentukan penyebabnya kenapa ya kita tahu oh ini kayak gini. Oh, ini harusnya kayak gini. Kenapa kok bisa kayak gini? Kita lakukan. Nah, setelah itu kita klasifikasi sumber bahayanya bagaimana ya. Ada major, serius, dan kitalah yang menentukan. masuk ke temuan mana misalnya temuan yang tadi ya major itu major itu segera segera dilakukan perbaikan kalau misalnya tidak dilakukan perbaikan bisa menimbulkan korban misalnya kelas B tidak lebih dari 6 jam kelas C tidak lebih dari 13 jam ini kalau misalnya ee temuannya itu sangat berisiko sumber bahaya Mari kita sudah jur ya berasal dari orang proses prosedur equipment material dan lingkungan tipe sumber potensial berasal dari faktor fisika biologi kimia ekonomik psikologi tadi yang berdasarkan Permenaker 5 2018 ya kalau misalnya kita bicara di situ, "Pak, enggak ada yang masuk di dalam faktor bahaya ini Pak, gimana ya kita tambahin aja ini kira-kira faktor bahayanya apa yang potensial bisa menyebabkan kecelakaan mengembangkan langkah perbaikan tidak sebatas corrective action tapi corrective action ya kita rekomendasikan ini kira-kira nih kalau kita enggak melakukan ini kita bisa menimbulkan potensi los segini ya kerugiannya segini kalau misalnya kita hanya kita bisa mengontrol pengontrolannya ini loh biaya bisa oke bisa juga kita melaporkan ke atasan kita justifikasinya adalah kita punya oh ini kita sudah melakukan inspeksi nah menurut inspeksi inspeksi yang saya lakukan kalau misalnya kita tidak melakukan perbaikan, kita akan kita akan dapat terkenal loss atau kerugian sendiri gitu. Boleh boleh aja tindak lanjut. Nah, setelah itu kita lakukan tindak lanjut ya. follow up terhadap temuan-temuan tersebut sampai kita mendapatkan final resort. Final final review final report. Nah, ini biasanya kita bikin ya teman-eman HS membantu untuk membuat laporanut. Nah, ini biasanya di-sharing ke teman-teman manajemen sebagai apa? Sebagai dasar untuk melakukan tindakan perbaikan ya yang membutuhkan korban eh yang membutuhkan ee budget gitu ya. Membutuhkan korban membutuhkan budget. Membutuhkan budget atau membutuhkan uang untuk sebagai closing dari koreksi tersebut. Nah, ini kan biasanya perlu manajemen ya tadi. Makanya pengaruh atau manajemen perbaikan tersebut ya tunjangan manajemen tersebut. Nah, sangat penting sekali dukungan dari manajemen karena kalau misalnya manajemen tidak mendukung ya bagaimana yang bisa baca itu peluang. Oke. Inspeksi housekeeping ini tadi ya 5R atau 5S gitu ya. Seitonus atau 5 l ringkas rapir rawan terah pakai bahasa Indonesia bahasa Inggris ya intinya sih ee kita melakukan ini semua ya pada saat kita melakukan inspeksi biasanya kita lihat ee jujur tapi kebanyakan kalau kita berbicara 5S atau 5 ee di beberapa perusahaan ke nonconformity tersebut lebih sering temuannya adalah temuan KSI, temuan K3 ya walaupun judulnya adalah skipping tapi kebanyakan pada saat melakukan inspeksi apalagi inspeksi berjamaah gitu ya ramai-ramai gitu. Nah itu kebanyakan pasti temuannya temuan K3 paling banyak itu AP ya. Paling banyak itu paling gampang tuh AP ya. laparnya masih bagus enggak kondisinya ya dan lain sebagainya. Padahal kalau kita berbicara ya 5R atau 5S ya enggak enggak melulu tentang K3 sebetulnya. Tapi ya begitulah realitanya. Ee kebanyakan di perusahaan-perusahaan kalau kita berbicara penerapan 5R atau 5R ini kebanyakan sih kaitannya dengan feksi kritikal. kritikal komponen dari mesin, equipment, material, struktur, ya komponen yang lain yang menimbulkan kerugian misal di sini lakuan pengecikan terhadap sling, terhadap gitu kan dan terhadap misalkan tariing tadi gitu. Nah, terus metodenya gimana? Terus ketahanan dari seperti apa bajanya, k bajanya seperti apa gitu. Jadi keren ya. Jadi ee ini secara khusus ini enggak bisa sembarangan orang. Mau enggak mau orang yang melakukan inspeksi harus sudah tersertifikasi. Ya, sudah tersertifikasi dan mereka memiliki pengalaman jangan sampai mereka melakukan inspeksi tapi ternyata hasil inspeksinya enggak ada pengaruhnya terhadap pekerjaan, terhadap peralatan tersebut. Ya, mau enggak mau orang yang melakukan inspeksi ini harusnya sudah memiliki pengalaman dalam bidang tersebut. Kalau di sini kita bicara alat bantu angkat dan angkut gitu ya, ya. Mau enggak mau orang ini harus sudah berpengalaman dalam hal inspeksi terhadap alat bantu angkat dan angkut atau misalnya sistem proteksi kebakaran ya. Mau enggak mau orang ini harus berpengalaman terhadap sistem proteksi kebakaran ya. Jangan sampai orangnya tidak berpengalaman. Nah, terus dia disuruh infeksi. Ya, akhirnya kacau. Nah, ini banyak kejadian seperti aku jelasin kemarin ya. misalnya diserahkan pada orang-orang yang tidak memiliki pengalaman ya jam terbangnya kurang dalam arti kata ee dia disuruh inspeksi terkait dengan peralatan, terkait dengan mesin, tapi dia tidak ada background mesin. Background-nya misalnya kemarin hubungan internasional yang gimana mungkin dia bisa inspeksi ee terkait dengan mesin atau kelistrikan ya padahal judulnya dia sebagai HSE inspekor misalnya ya. Nah, ini kan banyak nih ya, terutama mohon maaf nih di ee projek-projek ee BUMN biasanya ya. Jadi orang-orang orang-orang yang dimasukkan ini sebenarnya titipan-titipan dan jurusannya juga enggak nyambung. Nah, setelah dilakukan inspeksi dan dia diminta inspeksi dan disuruh memutuskan ya juga hasilnya kurang bagus. Nah, ini akan berpengaruh terhadap hasil dari inspeksi tersebut. Oke. Sebulan, 2 bulan belum tentu lagi ya. Tahun kemudian, 2 tahun kemudian tahun. Apalagi kalau misalnya orang-orang ini sebenarnya dia enggak mengerti terus merasa paling mengerti. Wah, ini lebih lebih repot lagi nih ya. Mungkin teman-teman pernah dapetin ya. Padahal dia nih enggak ngerti apa-apa tapi karena mungkin dia merasa dia sudah memiliki pengalaman ya di bidang tersebut sudah mungkin lama gitu. tetapi yang selama ini dia jalankan sebetulnya kurang kurang pas ya. Tapi karena tadi ya dia ngerasa berpengalaman terus dia ngerasa wah aku nih udah ya levelnya nih sudah level manager misalnya ya jadi diminta atau dinasihati pun agak sulit oke inspeksi preventive maintenance ya ada preventive maintenance ada predictive maintenance ya kalau di di perusahaan ya terutama di manufactur ya ya jadi preventive maintenance bertujuan untuk menjaga performa equipment ya. Kita harus lihat historikalnya seperti apa. Ada enggak ris di situ ya program inspeksinya ini bagaimana. Oke. Terus sampai data-data informasi terkait dengan pabrik dan terkait dengan equipment atau peralatan tersebut ini seperti apa ya dan bagaimana ini dijelaskan gitu. infection sebelum melakukan inspeksi tadi ee peralatan misalnya atau misalnya kendaraan mobil teman-teman ya. Nah, ini juga bisa diterapkan di kendaraan pribadi sebetulnya pada saat teman-teman semua mungkin ya dalam ee selama ini memiliki kendaraan dan kendaraan tersebut ee belum pernah dilakukan inspek ya. Di saat teman-teman lakukan inspeksi sebelum melakukan perjalanan jauh terutama teman-teman lakukan inspeksi kendaraan teman-teman kira-kira pada saat melakukan perjalanan jauh seperti apa ya. Oh, didapati Oh, ada ini kayaknya ini harus diganti ini, ini, ini, ini. Nah, maka biasanya kita pergi ke bengkel entah entah apapun ya bengkelnya ya, baik itu bengkel resmi ataupun tidak resmi gitu ya. Kalau sekarang sih kayaknya bengkel-bengkel yang enggak resmi pun sudah banyak yang bagus ya. Beda kalau kita bicara 10 tahun yang lalu mungkin ya, bengkel-bengkel yang di pinggir jalan itu mungkin kualitasnya akan jauh berbeda dengan bengkel-bengkel resmi. Tapi kalau sekarang-sekarang ini sih aku lihat kayaknya sih sudah bagus-bagus semua ya. Banyak bengkel-bengkel yang ada di pinggir jalan gitu ya, yang memiliki peralatan yang cukup bagus. Bahkan justru terkadang ee teman-teman dari bengkel resmi itu banyak yang mengalihkan ke bengkel-bengkel yang ada di pinggir jalan karena mungkin mereka memiliki peralatan yang lebih lengkap padahal judulnya adalah bengkel resmi. Harusnya mereka peralatannya lengkap tapi ternyata mereka peralatannya ya ala kadarnya gitu ya. Idealnya sih mereka punya peralatan lengkap, tetapi karena memang mungkin ya tidak tidak lengkap peralatannya ya mau enggak mau biasanya akan dibagikan kepada bengkel-bengkel yang ada ya. Contohnya misalnya apa misalnya pengelasan gitu ya atau misalnya tok magic ya kalau kita cock magic itu biasanya ya. Wah ini lapan cocok magic nih ya. Atau misalnya kalau di motor itu biasanya oh kenanya simpang tiganya di stang gitu ya. Itu biasanya kalau di bengkel resmi agak sulit itu. Apalagi pressing veleg misalnya itu di bengkel resmi itu agak su tapi kalau di bengkel-bengkel pinggir jalan itu lebih lebih banyak dan lebih bagus biasanya. Ini contohnya ya misalnya ya. Jadi ee pada saat kita berbicara kita sebagai HSE, teman-teman HSE pada saat memasuki sebuah area seperti yang aku jelasin gitu ya. Jadi kita masuk sebuah area kita tuh juga harus sudah paham kondisi mana yang bagus, mana yang tidak bagus. Ya, misalnya di sini oh kondisin ini bertumpuk-tumpuk misalnya harusnya enggak seperti itu gitu. Oh, ini udah bagus nih. Udah ada pemisahan kena oksigen, botol kosong, asitelin. Nah, oh ini dikategorikan per misalnya per merek chat A B C D FG gitu ya. A ini tumpukannya. Oh, tumpukannya ini dua tumpuk, dua staging. Boleh enggak empat gitu ya. Kita lakukan assesment dulu ya. Atau misalnya nih langkah-langkah scoffolding-nya apakah sudah ditempatkan dengan baik. Nah, ini kita selaku inspektur pada saat kita datang ke lapangan idealnya kita sudah tahu kondisi yang baik seperti apa, yang sekiranya perlu peningkatan itu seperti apa. Nah, itu perlu pembelajaran dan pembiasaan sebenarnya. Bagi teman-teman mungkin yang masih baru-baru bekerja, mungkin di awal-awal teman-teman akan bingung. Teman-teman akan bingung, teman-teman akan akan ee kurang pas lah dalam menjalankan menjalankan inspeksi tersebut ya. Oke. Jadi biasanya tadi kalau misalnya kita kurang PD ya, kurang PD ya sebenarnya enggak ada masalah kita menggunakan ceklis. Ya, kalau misalnya teman-teman, ah aku kurang PD nih ee dalam menjalankan inspeksi pengetahuan aku masih kurang misalnya ya sudah enggak ada masalah teknis untuk melihat tujuan dari teman-teman menjalankan inspeksi tersebut. Ini kayaknya sih tinggal gambar-gambar aja nih ini. Kalau ini condition ini action ya, action condition ya. Teman-teman sudah tahu masuk ke dalam. Oh, ini kondisinya apa sih? Kayak gitu. Nah, kayak gini. Nah, ee seringki terkait dengan unsafe action ya. Seringki ee orang Indonesia ini kebanyakan enggak enaknya. Jadi, pada saat melakukan peneguran itu enggak enak. Apalagi kalau misalnya ya jujur yang melakukan unsafe action tersebut adalah atasan. ya. Misalnya dia jalan ke area operasional, dia pakai can pendek, pakai sepatu biasa misalnya. Berani enggak teman-teman negur? Idealnya harusnya berani walaupun dia adalah pimpinan perusahaan ya, manajer teman-teman ya. Karena memang ada aturan perusahaan apalagi kita yang di ee perusahaan ya, ada yang namanya serikat pekerja, ada yang namanya ee perjanjian kerja bersama ya. Kalau memang dia melanggar dan ternyata tidak menjalankan pekerjaan sesuai dengan SOP yang berlaku atau aturan yang berlaku, ya berhak kita untuk menegur. Ya, jangan sampai kita enggak menegur. Jangan sampai sudah kejadian baru teman-teman, ah harus ini aku tegur tadi. Atau misalnya APD-nya ya, APD-nya takung tangannya kayak gini gitu ya. ya, semua APD kita lihat atau di sini sebagian besar sih lebih tepatnya bukan APD aja tetapi ee ee peralatan keselamatan gitu ya, ada Apart, push AID ya, dan APD. Nah, ini bisa menggunakan ceklis gitu ya. Ini contoh lembar-lembar ceklistnya contoh aja ya. fakta kondisi ditabung. Oke, ya sampai ee macam lakukan teman-teman bisa baca. Nah, ini bisa jadi menjadi dasar teman-teman menjalankan inspeksi di lapangan ya sehingga inspeksi itu berjalan dengan baik. Kalau misalnya teman-teman semua kurang PD dalam melakukan inspeksi ya bisa menggunakan ini menggunakan ceklis ya ceklisnya misalnya tadi ini tabung gas misal tangga ya. Ya. Jadi contoh-contoh form inspeksi. Nah, ini kalau misalnya teman-teman sudah biasa ngejalanin inspeksi biasanya sih sudah di luar kepala langsung aja tuh ke lapangan lihat O A B C D F Golding misalnya ini APD teman-teman ya ya ini habis infeksi si kalau misalnya sudah dijalankan bisa jadi sini dibilang finish. Kalau belum kita jadikan satu list gitu ya sehingga tepat sasaran ya tuan-tuan areanya gimana. Oke sampai sini ada pertanyaan teman-teman semua silakan ada yang ingin ditanyakan mungkin terkait dengan inspeksi. Inspeksi bisa dilakukan internal dan ee eksternal ya. Ya, kalau kita berbicara internal ya dari dalam perusahaan kita sendiri. Sama seperti audit gitu ya. Ada audit internal dan eksternal ya. Kalau kita melakukan inspeksi bisa kita dari internal bisa jadi eksternal. Kalau eksternal ini siapa? Bisa jadi dari klien misalnya ya. Atau misalnya kita melakukan jo ee join
Resume
Categories