Transcript
xzrUTjFusHE • Training HSE Mastery Softskill K3 - 14 Desember 2025 - Sesi Siang
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/cendekiaazzacemerlang/.shards/text-0001.zst#text/0580_xzrUTjFusHE.txt
Kind: captions Language: id Selamat siang Bapak Ibu semua. Selamat datang kembali di Training Soft Skill HSM Master K3. di seb sehubungan dengan waktu yang sudah menunjukkan jam 1315 silakan untuk ee bersiap di depan device-nya masing-masing dan sembari menunggu rekan-rekan yang belum bergabung, saya ingatkan kembali untuk mengisi absensinya melalui link yang sudah saya bagikan di dalam Zoom. Baik ee Bapak Ibu sekalian, kita akan segera memulai kembali untuk training sesi siangnya. Silakan untuk ee ditampilkan dulu ee wajahnya dengan menyalakan kameranya dan bersiap di depan device-nya masing-masing. Oke. Baik, masih ditunggu ya untuk Kak Tiara Hati, Pak Galeh Yuda, Bu Hanifah, Bu Mayasari, Pak Juni Markus, Pak Tubagus Andi sembari menunggu rekan-rekan lainnya. Oke. Baik. Kalau ee di jam-jam siang nih biasanya jam-jam rawan ya, karena kalau habis makan itu bawaannya pasti ngantuk. Dan di minggu siang kali ini kita coba yel-yel terlebih dahulu ya seperti biasa. Jadi kalau saya bilang apapun sertifikasinya silakan dibalas dengan sebutan CAC solusinya. Dan kalau saya bilang CAC silakan dijawab pasti lebih kompeten gitu. Buat teman-teman yang sudah ikut training bersama CAC di beberapa kesempatan sebelumnya pasti sudah familiar ya dengan yel-yel ini. Coba silakan dinyalakan dulu ee mikrofonnya. Kita akan tes vokal dulu nih. Oke, kita mulai ya. Kalau saya jawab apapun sertifikasinya jawabannya C solusinya. CC solusinya. Kalau saya bilang CAC jawabannya pasti lebih kompeten. Lebih kompeten. Oke, mantap nih. Waktu bagus Pak Elen sudah sangat semangat nih. Yang lain juga jangan mau kalah. Terutama yang muda-muda ya. Oke. Baik, kita mulai sekarang. Apapun sertifikasinya pasti lebih. Oke. Baik. Kalau gini kan jadi lebih semangat ya dan semoga bisa menular juga ke yang lain nih yang masih ngantuk-ngantuk biar kita bisa lebih antusias untuk ee mengikuti training sesi siangnya. Oke. Baik. Ee karena Pak Septian juga sudah bersiap, dipersilakan Pak Septian untuk waktu dan tempatnya. Oke, terima kasih Dina ya. Sudah bersemangat sekali ini nampaknya ya. Gimana ee makan siangnya pada pakai apa ini ya? Ee biasanya kalau minggu ada yang masak mungkin yang mbakmak nih masak apa enggak nih? Kalau Genzy kayaknya beli deh ya. Kalau Genzy Genzy nih kebanyakan beli nih ya. Apa ada yang masak nih? Kalau yang bapak-bapak insyaallah nih udah dimasakin istrinya ya walaupun masak. Oke, di siang hari ini kita lanjutkan lagi training kita ya. Masih dua materi lagi. Dua sedikit lah ya. Tinggal sedikit lagi. Jadi kita akan lanjutkan terkait dengan convine space. Oke, ya. Tadi sudah pada yel-yel semua ya. harapannya yel-elangat ini ya. Tadi suaranya kencang masih 20 orang ya. Masih sekitar 17 ee 15 orang lagi kayaknya belum ya. Enggak apa-apa kita lanjut lagi. Oke, multigas meter atau multigas detektor lah ya. ya, Teman-teman. Insyaallah ee terutama yang di Migas yang sudah biasanya sudah menggunakan alat ini. Pada saat kita berbicara contain space atau ruang terbatas wajib bagi kita hukumnya untuk melakukan pengukuran di awal ya. Habis itu di pertengahan pekerjaan ya, entah itu setiap 2 jam atau setiap 1 jam. Kalau aku sih biasanya setiap 1 jam mintanya pada kontraktor. Karena setiap 1 jam bisa aja berubah. Jangankan 1 jam, setengah jam aja bisa berubah cuaca ya dari yang tadinya misalnya mendung terus tiba-tiba menjadi panas banget ya. Nah, habis itu jadi mendung lagi bisa jadi ya. Atau bahkan kalau cuaca itu terkadang 1 km ke depan itu ternyata hujan ya. Ternyata yang di tempat kita ini enggak hujan. Nah, sehingga penting sekali bagi kita untuk menggunakan alat ini untuk mendeteksi adanya gas-gas yang melebihi nilai ambang batas NA ya. Biologikal ular ini kalau di kayaknya kalau di duri itu mungkin banyak kali ya ular-ular atau di minas ya di daerah hutan lah ya. Kalau dulu aku pengalaman di sawit ini bahaya biologikal ini merupakan bahaya yang paling tinggi. Jadi kalau musim-musim sekarang nih Oktober, November, Desember itu ular-ular lagi pada menetas telur-telurnya. Ya, jadi banyak ular-ular kobra gitu ya. Kalau jadi kalau di dulu di sawit itu temannya ular kobra. Ular kobra itu udah enggak aneh ya. Bahkan dulu ada cerita lucu jadi salah satu karyawan lagi nonton TV gitu ya. Lagi nonton TV di lantai biasa ya gelelengan di lantai nonton TV. Terus habis itu ee dia tidur-tiduran. Nah, ternyata di bagian dekat di sela-sela pahanya itu ternyata dipatok sama ular. sekali enggak apa-apa. Ah, kenapa sih ini kok sakit? Dua kali, tiga kali. Terus dia berdiri. Nah, habis itu pas berdiri dia celananya di goyang-goyangin, badannya goyang. Eh, ternyata ular kobra turun gitu dari pahanya jatuh pluk. Mungkin ular kobranya nyangka ini kawan aku di dalam katanya. Ya, kirain kawan aku di dalam. Ternyata bukan. Oke, kita lanjut ya. ular. Entah itu ular ataupun bakteri atau mungkin kalau di DSF tuh banyak monyet ya. Monyet babi ya. Babi hutan. Nah, enggak tahu nih masih masih diburu apa enggak. Kayaknya sih udah enggak diburu lagi ya. Kalau dulu mungkin masih diburu kayaknya ya. Aku pernah lihat babi hutan tuh gede banget ya. Sama motor itu kayaknya sama deh gedenya semotor. Semotor Vario kayaknya gede banget. Ya Allah. Ini kalau nyeruduk orang ya lumayan juga ini ya di DSM itu. Terus pernah juga lihat gajah ya. Gajah ya masih ada gajah ya di duri ya. Aku aku turun di dari waktu itu sama istri kan lagi pulang mau ke Pekanbaru malam-malam turun dari arah ee Taman Kaswarina ya yang Pinus itu ya. Pir turun ke gate 1. Aku turun ngebut eh turun sih. Habis itu ternyata di belakang aku lewat gajah. Pas 3 detik setelah mobil aku lewat terus kata securityinya, "Pak, Pak tadi enggak enggak enggak ngelihat gajah." Hah? Gajah? Enggak ada. Itu loh, Pak. Dia bilang, "Ya Allah, gede banget." Katanya ada gajah namanya si Pontong. Ya, si Pontong itu rajanya gajah katanya di sana ya. Rajanya gajah. si Pontong ceritanya dia ee tangannya terjerat apa ya, terjerat jebakan. Terus habis itu ee ternyata dia masih hidup dan menjadi pimpinan para gajah katanya begitu. Oke. Buaya biologi ini misalnya buaya nih ya. Wah ini buaya. Buaya kok nangkap buaya ini ya? Ya. Padahal buaya buaya ini buaya nangkap buaya nih. Jangan-jangan ya. ini buaya juga nih. Health and psychological hazard ya terkait dengan kesehatan lah ya, perasaan napas, asma dan lain sebagainya. Makanya ee pekerjaan-pekerjaan yang memiliki resiko tinggi tidak hanya konvens sebetulnya seperti working at bekerja di ketinggian, bekerja panas ya juga kita harus melakukan pengecekan kesehatan lah minimal tensi darah lah minimal ya karena kita ee ingin memastikan bahwasanya orang yang masuk itu betul-betul dalam kondisi fit fit for duty. bukan hanya ee dia itu ee masuk terus habis itu tidak sehat, terus habis terjadi hal-hal tidak diinginkan. Ya, jangan sampai seperti itu. Makanya dalam melakukan aktivitas yang memiliki resiko tinggi ya sebaiknya orang-orang ini adalah orang-orang yang betul-betul sehat. Jangan sampai ada bahaya-bahaya yang lain. Psikologi juga termasuk ya kadang ada orang yang fobia ya. ada yang fobia ya, entah itu fobia ketinggian atau fobia misalnya ada lubang seja fobia gitu ya. Terus ada juga fobia yang melihat bintik-bintik itu rasanya geli banget gitu ya, geli di muka itu banyak tuh ya. Pokoknya psikologi ini terkait dengan ee orang tersebut harapannya tidak ada fobia lah ya dalam dirinya. Program pengendaliannya hampir sama seperti yang kemarin ya kita lakukan di Hadis ya. Kita melakukan eliminasi substitusi, engineering, administration control. Nah, ini lebih banyak ke engineering control ya. Kalau kayak gini ventilasi ya, ada klasifikasi kita eliminasi dulu kayaknya sih agak susah sebetulnya ya. Kalau mau enggak mau kita disuruh membersihkan tangki ya mau enggak mau dari dalam gitu ya. Kalau misalnya ada peralatan kayak robot gitu ya lebih bagus sebetulnya ventilasi kita pertimbangkan ya karena tadi kita berbicara conven face udaranya terbatas ya masuk dan keluarnya jalannya terbatas aktivitasnya juga termasuk izin kerja juga termasuk termasuk juga training ya training K3 ruang terbatas ya ada teknisi ruang terbatas ada ee ahli K3 tiga, juang terbatas ya. Ada ee kita bicaranya ada ee teknisi ruang terbatas, ada yang trainingnya BNSP, ada yang kemain e dan ada juga ee terkait dengan ahli madia convin space itu training BNSP ini di CAC ada kalau enggak salah ya. Kalau teman-teman di Migas kan biasanya lebih mengedepankan training terkait dengan ee BNISP biasanya ya. Kalau kalau misalnya dibutuhkan oleh perusahaan silakan hubungi Mbak ee Mbak Dina untuk hal tersebut. Izin kerja tadi kemarin sudah kita bahas. Oke, ada pertanyaan sampai sini? Masih ada dua materi kita lagi mungkin satu Mas Septian. Monggo. Monggo, Pak. Silakan Pak. terkait misal compens space misalnya kita naik ke apa ya plafon ya atau apa ya itu termasuk ruang terbatas juga enggak ya naik ke platform naik ke platform platform di rumah misalnya ada memperbaiki kan kalau di di rumah itu ada cuman kecil saja tuh kecil ada ya heeh sekarang itu termasuk juga enggak ini kita harus tahu dulu di dalam kita aktivitasnya bisa kayak biasa enggak kita bisa gerak ya berdiri dan segala macam. Itu yang pertama. Yang kedua, kita napasnya normal enggak di dalam situ? Kalau misalnya kita naik ke plafon atas ya, misalnya ke plafon atas loteng, tapi ternyata tingginya agak tinggi nih biasanya kayak kayak rumah hop-hop di duri kan kayak gitu tuh. Iya. I atapnya kan tinggi tuh. Nah, kalau kita masuk ke dalam dan atapnya itu masih bisa memungkinkan kita untuk beraktivitas seperti biasa dan ee kita masih bisa bernaapas seperti biasa sebenarnya tidak dikategorikan sebagai convin space karena udaranya masih ee normal gitu ya. Dan kita beraktivitas juga masih bisa macam-macam. Kita misalnya joget-joget di atas ya atau misalnya di platform itu kita bangun kamar juga masih oke gitu ya. Nah, itu sebenarnya di situ. Nah, makanya kita harus pahami dulu pengertian dari conven space itu apa ya, sehingga dapat menentukan itu masuk kategori convin space atau tidak gitu, Pak Elen. Oke. Oke. Ada yang lain mungkin? Oke, ya. Kalau enggak ada kita lanjutlah, ya. Ini mat dua materi terakhir. Nah, ini materinya sebenarnya pas kalau training ahli K3 umum sih yang teman-teman bareng training sama aku ya insyaallah sudah dapat materinya ya. Dan juga sudah training ya Mas kayak Masir Mas siapa lagi yang bareng sama aku ya? Mas Felix enggak bareng deh Mas Felix kemarin ya yang sudah pernah bareng training sama aku di ahli K3 umum ya insyaallah e ini materinya mirip banget kayaknya waktu itu kita diskusikan secara bersama tapi enggak apa-apa kita remind kembali kita ulang kembali accident investigation atau kita bicara investigasi kecelakaan kalau bahasanya di ahli K3 umum itu analisis kecelakaan ya, analisis kecelakaan kerja dan manajemen risiko ya materinya kalau di K3 umum. Nah, analisis kecelakaannya itu adalah incident investigation. Kalau dulu di Severon tuh masuknya departemen IIR namanya, Incident Investigation and Reporting. Karena ini satu paket terjadi kecelakaan. Oke, dilakukan investigasi. Nah, setelah itu dilaporkan ya. Setelah itu ada follow up ya. Kalau misalnya insidennya tidak ada follow up, ya percuma aja. Oke, kita masuk ke materinya. Pada saat kita berbicara kecelakaan tadi ya, ada kecelakaan yang menimbulkan cedera, ada yang tidak menimbulkan cedera. Nah, secara garis besar kalau yang menimbulkan cedera dikategorikan sebagai accident, menimbulkan kerugian dan cidera. Sedangkan kalau misalnya tidak ada kerugian bisa dikategorikan sebagai nirmis atau nyari. ya tergantung pengertian dari perusahaan masing-masing. Tapi biasanya sih kalau accident insiden sih mirip-mirip aja ya. Ya kecelakaan ya berarti kecelakaan gitu. Enggak ada perbedaan di situ. Oke. Ini karena masuk Google Drive dibalikin lagi jadi tulisannya kacau banget ya. Faktor kecelakaan ada dari orangnya, mesinnya, material, metode, dan lingkungan. Nah, aku selalu meremind kepada teman-teman peserta kalau terjadi kecelakaan jangan langsung pada saat proses investigasi ya kita banyak menggunakan metode 5Y Y3 gitu ya, 5W 5Y gitu ya, 5W1H atau E pohon Y gitu ya atau misalnya di situ ada fishbond dan lain sebagainya. Teman-teman bisa dapetin ini di training secara khusus namanya investigation ya. Ini training accidentation dari BNP selama 3 hari. 2 hari training, 1 hari uji kompetensi. Ya, itu kalau mau lebih mendalam dan bagaimana kita menjadi seorang investigator itu bisa diining tersebut ya. Jadi kalau kita berbicara kecelakaan pada saat proses investigasi jangan langsung kita menyimpulkan bahwasanya kesalahan tersebut ada pada orangnya. Kenapa? Karena pada saat orang tersebut misalnya biasanya kan kalau di Indonesia ini kan kalau kecelakaan habis itu tiba-tiba orangnya sudah langsung dikeluarin enggak ada ya. Kalau misalnya itu terjadi ya kalau bisa investigasi kecelakaan kita lakukan jangan orangnya dulu kita kejar tetapi bagaimana metodenya. Yang pertama ya mesinnya, materialnya, lingkungannya. Kalau orangnya sama metodenya eh kalau orangnya berbeda metodenya masih sama ya. Setelah itu ee materialnya masih sama, lingkungannya masih sama, mesinnya masih sama, kira-kira di kemudian hari pada saat ada kecelakaan atau misalnya orang yang berganti ya, orang yang sebelumnya sudah dikeluarin nih ya, ganti orang metodenya masih sama, mesinnya masih sama, materialnya masih sama, lingkungannya masih sama. Apakah mungkin terjadi ke orang yang berbeda? Ya mungkin saja karena bahayanya masih sama, resikonya masih sama. Nah, ini yang perlu diperhatikan pada saat kita melakukan proses investigasi kecelakaan. Teori domino. Pada saat kita melakukan investigasi, kita harus tahu penyebab dasarnya. Mungkin programnya tidak sesuai, standarnya tidak sesuai, kepatuhan terhadap standar tidak sesuai, ya. Ada penyebab tidak langsung berasal dari faktor pribadi dan faktor pekerjaan. Misalnya faktor pribadi galau nih ya, faktor psikologi, motivasi, stres. Aduh yang genzi-genzi nih ya Mas Felix nih genzi bukan ya atau Mbak Shola nih genzi nih kayaknya ya. Yang genzi-genzi ni misalnya sekarang waduh mental gua keganggu ini Pak ya. Aku nih galau nih Pak kenapa galau? Aku habis putus Pak dari pacarku Pak tadi malam Pak. Nah, habis itu galau, stres, habis itu pekerjaannya terganggu. Kan katanya gitu katanya ya kata di ee YouTubeYouTube di sosmos ya, katanya Genzi eh mental he-nya keganggu katanya kayak gitu ya. Enggak tahu nih benar apa enggak. Terus ee misalnya dari faktor kerjaan atasannya, atasannya galak misalnya atasannya ee tidak tidak menjadi seorang leader ya, hanya nyuruh-nyuruh aja tanpa mengasih solusi misalnya ya atau maintenance-nya kurang, peralatannya kurang, standar kerja kurang dan salah pakai dalam hal penyebab tidak langsung sebuah kecelakaan. Lanjut ke penyebab langsung nih bisa dari unsafe action dan unsafe condition ya. Unsafe action ingat dari orangnya ya perilaku dari orangnya. Sementara unsafe condition itu berasal dari kondisinya ya kondisinya. Tapi kalau perlu diingat terkadang ada yang namanya unsafe condition disebabkan oleh unsafe action. Misalnya tadinya lantainya enggak licin terus aku numpahin air, numpahin oli gitu misalnya ya. Nah, gara-gara unsafe action terjadi unsafe condition atau sebaliknya gara-gara unsafe condition ya terjadi unsafe action. Ini biasanya terjadi misalnya ee sudah tahu di situ kondisinya tidak aman tetapi karena disuruh sama bos ya biasalah ya kalau namanya atasan kan ee pakai dua pasal ya. Pasal pertama atasan selalu benar. Pasal kedua balik ke pasal pertama ya. Jadi intinya atasan itu pasti selalu benar. Enggak pernah enggak pernah melakukan kesalahan ke atasnya gitu ya. Nah, jadi bisa saja hal itu terjadi. Nah, maka dari itu perlu kita lakukan identifikasi di situ ya. Tadi kita bicara kita melakukan misalnya identifikasi terhadap unsafe action dan unsafe condition. kita lakukan ee penilaian, kita lakukan follow up di situ. Sehingga ini memungkinkan kalau kita berbicara uns action dan unsafe condition tersebut meminimalisir terjadinya hal tersebut kepada kita. Terjadi kecelakaan. Oke. Ada kerugian pada manusia, peralatan, material, dan lingkungan. Ya, jadi ini penyebab terjadinya kecelakaan dan akibatnya. Nah, secara garis besar ya ada yang namanya teori handrich ya. Menurut teori handrich itu hampir 88% kecelakaan itu disebabkan oleh tindakan tidak aman. Kenapa? Karena yang namanya merubah tindakan itu sulit. Ya, aku ambil contoh teman-teman semua ya. Aku car selalu memberikan contoh teman-teman lagi naik mobil atau lagi naik motor misalnya di depan ada lampu hijau terus berubah ke lampu kuning mau merah teman-teman ngerem atau gaspol ya teman-teman ngerem atau gaspol Bang Felix? Gaspol. Gaspol ya. Ya, biasanya gaspol ini ya. Depan itu sudah berubah jadi dari hijau berubah jadi kuning gitu ya. Mau mau ke merah pasti gaspol ya. Rem. Masyaallah rem ya. E ada yang enggak ada yang ngerem juga ternyata ya. Alhamdulillah. Tapi itu mungkin hanya di training aja kali ya. Kalau di luar training ya sama aja. Sama kayak teman-teman kita bicara kalau teman-teman training defensif driving pada saat kelas itu ngomongnya baik-baik semua gitu ya. Ya, kita kecepatan sesuaikan dengan kondisi jalan, Pak. Nah, kalau sudah di luar area camp, wah udahlah tuh dihajar semuanya. Mau pasir, mau batu, mau lubang, ya semuanya dihajar. Oke, kita lanjut. Ya. Terus kalau kita berbicara merubah perilaku ini butuh waktu dan butuh proses. Apalagi orang atau teman-teman kita dari negeri plus 62 alias Konoha ini ya, alias Indonesia ini ya untuk merubah perilaku dari masyarakat itu jauh lebih sulit ya dibandingkan dengan ee merubah kondisi. Kalau kondisi perusahaan ya di sebuah perusahaan yang penting ada duit ya, ada happen katanya ya, ada duit gitu ya, ada fulus mulus gitu ya. Nah, kalau ada duit semuanya bisa kondisi bisa di rubah sesuai dengan keinginan. Tapi jujur kalau orang kalau tipe kita, negara kita orang Indonesia bisa membangun tapi untuk mmaintain sebuah bangunan atau sebuah tempat itu susah. Ya, kalau ngebangun paling jago orang kita. Tapi untuk maintenance-nya wallam bisab ya terkadang ya ada tapi ya kurang-kurang lah ya. Oke, sebentar agak mulai. Oke. Apakah aman? nanti tindakan tidak aman kondisi tidak aman ya. Nah, ini teori gunung es kecelakaan kerja ya. Kalau pas di ahli K3 umum nih ee aku selalu menyampaikan ibarat kata seperti film Titanic ya. Film Titanic itu si navigator ngelihat dari jarak jauh ternyata di situ ada bongkahan es. Nah, pada saat itu mungkin ee nahqodanya merasa kapalnya paling mutakhir pada zaman itu gitu ya. Ya sudah akhirnya ya dihajar aja tuh. Nah, ternyata dari hal tersebut mengakibatkan ya kapal karaf gara-gara ketabrak gunung es tersebut. Nah, ini sama halnya dengan ee dunia kerja gitu ya atau sebuah perusahaan ya kalau menyepelekan sesuatu ya menyepelekan sebuah ee accident atau sebuah kecelakaan bisa jadi itu akan menimbulkan kecelakaan yang lebih besar di waktu berikutnya dan terutama masalah biaya ya biaya yang ditimbulkan akan jauh lebih besar sebetulnya. Nah, yang perlu diperhatikan adalah yang paling dirugikan dalam hal ini, dalam hal kecelakaan kerja adalah karyawan ya. Kalau perusahaan mah gampang nyari orang ya, perusahaan mah gampang ee untuk mencari pengganti dari orang tersebut. Nah, kalau orang tersebut apalagi dia mengalami cacat atau bahkan sampai permanen ya apa yang akan dirasa? susah bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan misalnya ya. Sehingga mau enggak mau ya kita harus selalu memperingatkan atau mengingatkan kepada karyawan kita supaya lebih berhati-hati dalam menjalankan aktivitas pekerjaan. Kalau sudah terjadi kecelakaan, wah sudah karyawan itu yang dirugikan pada saat terjadi kecelakaan terutama keluarganya sih ya. Nah, ini buat teman-teman mungkin yang ee sebagai PM ataupun sebagai HSE ya, banyak anggota atau membernya di lapangan ya silakan di ingat-ingat kembali, diingatkan kembali karyawan ni terkadang penginnya cepat terutama nih mohon maaf nih kalau misalnya udah dekat-dekat waktu pulang ya misalnya pulangnya jam .00 jam 15 itu otaknya sudah enggak ada di situ lagi. Tuh otaknya ada tapi pikirannya enggak tahu ke mana. Ya udah ada di rumah. Wah, nanti aku mau pulang, habis itu mau ke e Mall Pekanbaru misalnya atau yang di duri misalnya mau ah nanti siang, nanti sore aku mau makan ke KFC lah sama istriku lah misalnya gitu. Atau kalau zaman now ee kalau sekarang kan zaman now nih kayaknya lagi usung-usungnya orang-orang pada lari ya lari di gor ya lari di Gor Krakatau itu ya di Gelora ya biasanya aku lihat status status teman-temanku sih sekarang kan pada pakai sepatu-sepatu running tuh ya zaman now kan habis itu ee pakai apa trava kayak gitu-gitu pakai joki joki jogging gitu joki running gitu ya nah banyak kan kayak gitu gitu sekarang. Nah, ee mungkin ya itu tadi kita perlu peringatkan dan perlu sampaikan kepada karyawan ya fokus tetap fokus sampai jamjam terakhir ya. Terkadang ee di jam-jam akhir ini adalah jam-jam rawan. Kalau malam biasanya jam-jam subuh biasanya jamjam .00 jam . Nah, itu biasanya adalah jam-jam rawan. Kalau dulu aku di tambang gitu ya, kami melakukan tes fatic manajemen ya melalui soberity t biasanya di jam-jam tersebut karena karyawan itu sudah mulai letih, lelah ya, sudah mulai ngantuk di situ ya itu kita lakukan tes di situ supaya apa? Supaya karyawan memang dalam kondisi fit. Oke. Nah, pada saat terjadi kecelakaan kita sebetulnya sebelumnya harus harus sudah melakukan pengendalian. tadi kita bicaranya HSE ya, kita bicaranya safety ya, K3. Maka dari itu selaku insan K3 kita harusnya melakukan tindakan pencegahan ya. Kata pepatah itu lebih baik mencegah daripada mengobati ya. Lebih baik kita mencegah nih daripada kita masuk rumah sakit. Nah, ini yang perlu diperhatikan oleh teman-teman selaku misalnya nanti sebagai HSE ya atau misalnya teman-teman yang mendeliver terkait dengan HS karyawan ya pastikan karyawan betul-betul comply, betul-betul taat aturan ya. Pencegahan pencegahan apa aja sih? Dokumen K3 ya. Terus yang keduanya adalah budgeting ya. Budgeting K3 ya. Terus membuat tim IRT pasti ya. Kalau di Miga sih enak, tim IRT-nya ada khusus ya. Kalau di pertamina ada F ya, Fire emergency respon team. Nah, tapi kalau kita bicara kita di bisnis proses lain kayak misalnya ee Pak Anis gitu ya, Pak Anis di manufacture pasti ada tim tapi dia akan merangkam dia sebagai operator dan dia juga sebagai tim IRT emergency responif ya. Mau enggak mau, suka enggak suka harus dilaksanakan sebetulnya ya untuk meminimalisir kalau misalnya terjadinya kondisi darurat ada orang yang betul-betul dilatih untuk menghadapi kondisi darurat tersebut. Tapi ya jujur aja kalau di manufacture itu kurang kurang siap orang-orangnya ya. karena memang ee kerjaan mereka bukan sebagai tim IRT, tapi kerjaan utama mereka adalah sebagai operator. Jadi, pada saat terjadi kondisi darurat, terkadang mereka masih ee lebih mementingkan pekerjaannya ya, karena sumber penghasilannya dari situ. Beda cerita dengan teman-teman yang memang sudah dilatih untuk menjadi tim tangkap darurat. Nah, ini tiap hari kerjaannya latihan aja terus ya. itu lebih bagus dibandingkan dengan yang hanya sebagai pekerjaan sampingan atau dalam arti kata bukan pekerjaan intinya ya. Kalau di tambang ataupun di Migas, nah ini biasanya timnya ada tim khusus nih. Bahkan ada CC-nya, call centernya ya. Atau di Petro Chemical juga ada tim khusus ya. Pokoknya di ee perusahaan-perusahaan yang memiliki risiko tinggi biasanya itu diminta diminta untuk memiliki tim tanggap darurat khusus ya dari tim internal perusahaan atau misalnya dengan menggunakan pihak ketiga enggak ada masalah. Intinya adalah tim itu didesain ya atau di diperuntukkan. Memang untuk kondisi-kondisi yang dalam kena kutip adalah kondisi darurat yang membutuhkan orang khusus, yang membutuhkan orang yang memang sudah dilatih menghadapi kondisi-kondisi darat tersebut. termasuk tadi misalnya convence space misalnya di situ ada kegiatan convent space ada kegagalan ya kalau enggak mau tim emergency respon tim inilah yang membantu untuk menanggulangi atau melakukan penyelamatan pada saat kondisi darurat convensi base tadi berlangsung ya. Oke. BBS training, SOP, APD dan sertifikasi uji kelayakan. ya. Pada saat terjadi kecelakaan, isolasi energi, mengurangi jumlah tenaga kerja, mengubah permukaan, penempatan bariket. Hal ini dilakukan karena orang Indonesia ini banyakan kepo ya. Contohnya teman-teman, ada kecelakaan di jalan, kepo enggak? Pasti kepo. Dari mulai yang serius nyetir, ada kecelakaan di depan, dari mulai depan sampai ke belakang layar teman-teman kayak mau patah ya. itu pasti teman-teman lihatin ya bakatan. Apalagi kalau misalnya ada korban ada korban teman-teman lihat ada darah misalnya wah itu pasti keput pelan-pelan banget. Apa itu ya apa itu korbannya ya? Nah pasti kayak gitu ya. Nah kalau misalnya di perusahaan apalagi di perusahaan ya apalagi zaman sekarang aku paling gedek tuh ngelihat orang banyak ngumpul tapi orang banyak ngumpul ini bukan buat nolongin tapi buat ngerekam. ya di-upload di sospet. Nah, bukannya ditolongin malah. Tapi ingat ee sebenarnya untuk berbicara menolong menolong korban ya. Kalau kita memang enggak PD untuk melakukan penolongan gitu ya, untuk melakukan tindangan P3 enggak usah sebenarnya ya takutnya malah salah pertolongan. Justru kalau salah pertolongan di negeri plus 62 ini kita jadi tersangka. Ya, justru bisa jadi kita yang tersangka gara-gara dia tuh, Pak, salah nolong. Padahal kan kita baik ya. Ya, kita baik ya, pengin nolong gitu ya, pengin nolong orang. Tapi gara-gara salah menolong ya itu seringkiali justruah kita yang menjadi tersangka gitu ya. Nah, setelah terjadi kecelakaan panggil IRT, berikan pertolongan pertama bariket ya bariket ya. Kumpulkan bukti-bukti, investigasi, kumpulkan saksi-sakti. perbaiki area kalau bisa langsung ya kalau kita bicara investigasi kecelakaan ya ini yang kita lakukan metode untuk mencari penyebab kecelakaan berdasarkan fakta-fakta yang ada supaya kecelakaan yang sama tidak terulang kembali. Harapannya adalah di kemudian hari tidak terjadi kecelakaan dengan kita melakukan proses investigasi tersebut. mencari fakta, mengetahui bagaimana dan kapan kenapa terjadi, menemukan tindakan perbaikan sehingga kecelakaan yang sama tidak terjadi di kemudian hari. Kapan dilakukan? Sesegera mungkin. Ya, kalau ada korban kita selamatkan korban dulu. Kita lakukan tindakan first ya. Siapa yang melakukan adalah tim investigasi. Kalau dulu waktu di migah tuh ada namanya tim RCA ya, tim root cause analisis. Nah, ini biasanya difasilitasi oleh teman-teman HSE atau H ya. Jadi teman-teman safety yang memfasilitasi tapi tetap yang memimpin tim investigasi kecelakaan adalah kepala dari departemen terkait entah itu manajernya lah, entah itu superintendernya lah ya, entah itu aspennya lah dan lain sebagainya bukan teman-teman selaku HSE ya. Tapi ya ada tapinya ya karena ini kecelakaan kerja kaitannya dengan keselamatan ya biasanya orang langsung menunjuk kita sebagai ketua tim investigasi sebetulnya bukan sebetulnya harusnya ketuanya adalah pimpinan dari departemen terkait ya. Oke. Keterlibatan karyawan, petugas K3, P2 K3, pimpinan perusahaan, dokter perusahaan juga termasuk ya. Terikat pekerja mungkin ini dimasukkan kaitannya dengan sanksi-sanksi ya. Kalau di ee kalau di dunia kerja gitu ya, ada serikat pekerja biasanya ada yang namanya ee PKB ya Pak Anis ya. Perjanjian kerja bersama ya. Di situ biasanya ada pasal-pasal terkait dengan K3, pelanggaran K3. Biasanya ada SP1, SP2, dan SP3 ya. Nah, itu harus mengundang teman-teman dari Serikat ya, minimal ketuanya lah yang tahu. Nah, untuk menjelaskan bahwasanya dia ini sudah melakukan pelanggaran terkait dengan hal ini gitu ya, supaya tidak ada kesalahpahaman di antara ee serikat dan juga manajemen gitu ya. Bagaimana melakukan penyelidikan, amankan tempat kejadian. Kita pasang loto kumpulkan bagian-bagian ya yang peot, yang riser. Nah, ada saksi langsung bisa jadi orang tersebut korban ataupun orang lain yang memang berada di lokasi tersebut yang melihat kejadian ada saksi tidak langsung. Saksi tidak langsung ini bisa jadi security ataupun tadi ya dokter, tenaga ahli. ada dokumen langsung ya, bisa jadi kamera, camcord corder ya, video, formulir, termasuk saat ini CCTV ya, CCTV. Tapi CCTV-nya CCTV swasta. Kalau CCTV pemerintah tuh sering hilang soalnya ya. Kalau ada kejadian kayak KM50 kayak di mana lagi ya, kayak Brigadir Jala itu tiba-tiba CCTV-nya rusak ya. Penyiraman novel Baswedan misalnya ya, itu tiba-tiba CCV-nya hilanglah. rusaklah, gangguanlah ya, tiba-tiba kabelnya putuslah ya. Enggak tahu itu ke mana ya. Tapi kalau CCP di perusahaan swasta biasanya bagus, kecuali direkturnya yang tersangka itu tiba-tiba rusak tuh CCTV-nya ya. Nah, kalau di ee pemerintah ini mohon maaf banget ya, sering banget hilang hilang CCTV-nya enggak tahu ke mana ya atau mungkin ada casing-nya tapi dalamnya enggak ada. Biasalah ya hemat budget gitu ya. Hemat budget kan kadang kayak gitu tuh casing-nya. Dan casingnya kan cuma Rp100.000 kalau pasang CCTV-nya Rp.100 kan beda misalnya ya harganya sehingga ya ini sulit kalau misalnya kita ingin membuktikan kalau misalnya ada kasus-kasus terkait dengan hal tersebut gitu ya. Nah ini pas ini mainnya di jurang-jurang aja nih sedikit-sedikitnya enggak apa-apal ya. Oke, ada dokumen tidak langsung pemeriksaan kesehatan, training misalnya peralatan perawatan gitu sampai MCU karyawan juga bisa termasuk untuk dokumen-dokumen ya. Misalnya dia kita lihat wah ini kok kayaknya ini orang kok model-modelnya habis nyimeng ini kayaknya ya. Habis itu kita periksa kesehatannya. Oh ternyata benar pas tes drug dan alkohol ternyata dia habis mabuk malamnya misalnya. Nah boleh boleh ini kita jadikan sebagai ee data-data ya atau dokumen-dokumen tidak langsung dalam proses investigasi kecelakaan. kita lakukan pengujian melalui proses evaluasi terhadap tadi penyebab dasar tidak langsung dan langsung ya sehingga kita dapat menemukan sumber permasalahannya atau akar permasalahannya root cause-nya. Nah, itu yang paling penting sebetulnya root cause-nya itu agar dalam ya. Setelah itu kita lakukan tindakan koreksi tadi ya. Kalau di Indonesia ini ada perbaikan sementara tapi susah ya. Sementara nih bisa jadi semen tahun semen 2 tahun ya sampai enggak diperbaiki-perbaiki ya. Contohnya apa ya? Jalan jalan-jalan jalan-jalan utama di rumah di dekat rumah teman-temanlah tuh. Ya sudah dilaporin Pak Pak RT, Pak RW ini e Pak Camat dan segala macam nih jalan sudah rusak dan segala macam. Iya Pak aman nanti kita perbaiki sementara. Nah sementara sementementara habis itu sudah ada korban. Nah baru tuh kenapa enggak bilang sama saya. Kemarin kan sudah saya bilang dokumentasi dan laporan. Kalau dokumentasi dan laporan ini sebenarnya kalau kita di perusahaan biasanya disuruh cepat cepat cepat cepat cepat. Kenapa? Karena kalau tidak cepat progres project akan menjadi terhambat terutama buat teman-teman yang di project gitu ya. Ini biasanya progres project akan terhambat sehingga biasanya kita diminta untuk cepat melakukan proses investigasi dan ada laporannya. Ya, seringkali seperti itu. Tetapi yang perlu diingat adalah dalam melakukan proses investigasi itu enggak bisa cepat. Untuk mencari akar permasalahan itu harus detail. Enggak bisa kita hanya 1 jam, 2 jam, 3 jam enggak akan bisa ya. Jadi kadang karena disuruh cepat mau enggak mau enggak ah enggak akan dalam proses investigasinya. Sehingga apa? Sehingga seringkiali akar permasalahannya ini enggak dapat ya. sudah di-close case-nya. Ternyata di kemudian hari akan ada kasus yang sama. Ini banyak kejadian di perusahaan ya. Oke, belum selesai. Perasaan belum selesai nih ya kalau materi ahli ketiga umum belum sampai sini ya. Oke, ada pertanyaan terkait dengan proses investigasi. Tadi ada contoh form-nya aja sih sebenarnya ya. contoh form-nya. Ee jadi kalau contoh form-nya itu di materi teman-teman ada di file latihan gitu ya, itu ada latihan inspeksi eh latihan ee formulir kecelakaan kerja sori. Nah, jadi di sini ini bisa teman-teman gunakan misalnya ee teman-teman ingin berlatih untuk melakukan proses investigasi kecelakaan. Kalau teman-teman training ahli K3 umum kemarin bareng sama aku gitu ya, mungkin udah udah dilaksanakan nih kayak ee siapa ya, Mas Koiril gitu ya misalnya kemarin itu sudah insyaallah dilaksanakan. Kita lakukan proses diskusi investigasi kecelakaan berdasarkan video kemarin ya. Jadi di sini ya ini salah satu form aja sebenarnya form laporan kecelakaan kerja. Nah, sebetulnya ini kita lihat dari tadi sebab penyebab dasar, penyebab langsung gitu ya, penyebab tidak langsung ya. Ini kita lihat dari sini. Nah, sebetulnya di di form investigasi kecelakaan itu harus ditambahkan di sini ya, kita menggunakan metode apa. Misalnya ditambahkan di sini di sheet berikutnya misalnya menggunakan metode 5Y ya, 5Y y. Kenapa ee kenapa terjadi tabrakan di jalan tol? Oke, jawabannya karena pengemudi ngantuk. Kenapa pengemudi bisa ngantuk? Pengemudi bisa ngantuk gara-gara malamnya lembur. Kenapa bisa lembur? Lembur karena peralatan yang digunakan belum siap pada saat harusnya waktu bekerja dimulai. Kenapa peralatan belum siap? Ternyata belum bayar, belum bayar ke kontraktor misalnya ya. Penyebabnya ya itu gitu kan. Nah, jadi WY inilah yang menjadi ee penyebab kita melakukan ee terjadinya kecelakaan tersebut gitu ya. Jadi itulah yang harus kita gali. Sebenarnya sih kalau kita bicara YY y itu ya menggunakan 5Y ataupun Y3 lebih banyak lagi ya, lebih dalam lagi. Tapi ingat tadi enggak bisa cuma 1 hari. Kalau cuma satu hari ya ala kadarnya aja. Tapi yang namanya bos ya, yang namanya bos kan penginnya cepat ya. Ya, Pak Elen ya. Pak Elen kan sudah jadi PM. Jadi bos itu penginnya eh cepatlah cepatlah cepatlah gitu ya. Enggak enggak enggak tergantung tergantung. Oke, ada pertanyaan sampai sini sebelum kita masuk materi terakhir ini kayaknya lebih cepat dari kemarin kayaknya nih. Hawa-hawanya setengah jam lagi selesai nih. Gimana? Gimana nih? Atau mau ditambah nih? Jangan-jangan nih kalau diam-diam aja enggak ada respon. Ada pertanyaan nih apa enggak nih? H ee mengerti atau bingung ini ya? Ini ada dua kemungkinan nih. Ada dua kemungkinan mengerti ataupun bingung ya. Atau enggak kalau kayak Bang Deni itu lagi minum itu ya lagi di mobil nyetir ya. Masyaallah sambil dengerin itu. Kalau Mas Yopi kemarin dia jadi Jack Mania sekarang jadi Juventini nih ceritanya ya. Kemarin pakai baju Persija kan ya. Betul. Perhatiin aja lagi ya. Perhatiin dong trainernya kan ngelihatin orang-orangnya di sini. Halo Bang Stian ya. Silakan. Ee Anis boleh nanya nih. Ada ada dua kejadian kalau di perusahaan kita nih ada ee dua tipe ya. Ee pertama ee kalau serangan jantung itu enggak masuk bagian dalam kecelakaan kerja ya. Enggak ya? Enggak. Kalau kalau itu terjadi di lokasi kerja ya dan setelah mendapatkan diagnosis dari dokter bahwasanya dia terkena serangan jantung dengan berbagai macam bukti ya. Kalau dokter kan punya ya dia tahulah ya ini sebabnya kenapa, kenapa, kenapa dan oh mungkin mungkin bisa jadi kita punya rekaman CCTV, dia tiba-tiba pegang ini terus habis itu tiba-tiba tepar gitu ya. Nah, terus meninggal. Nah, itu enggak enggak termasuk ke dalam kecelakaan kerja. Enggak masuk ya. Terus kemarin kemarin juga kejadiannya sama sih ee ini karyawan ee sesak napas begitu sampai kita bawa pertolongan ke IGD juga di dalam mobil ya hampir-hampirlah ee cuma setelah ditanya kronologisnya dia kena sikut ulu hatinya pada saat main futsal begitu. Itu pun sama ya kejadiannya di lokasi kerja juga sama pada saat posisi kerja gitu. Oke. Ee ini harus hati-hati ya, harus hati-hati dalam mendefinisikan kecelakaan kerja. Karena kalau misalnya main futsalnya misalnya dia pulangnya jam 5.00, ternyata dia main futsal atau main bola di jam .00 ternyata dia main ee olahraga. Olahraga ya pas ee masih di jam kerja terkena sikut ataupun cedera di jam kerja itu masih masuk kecelakaan kerja. itu harus hati-hati, Pak Anis. Oh, gitu ya. Heeh. Harus hati-hati ya. Kalau misalnya dia kalau misalnya dia ternyata ee masih sampai jam 5. Dia nonif ya biasanya ya sampai jam 5. jam kerjanya, ternyata ada futsal nih atau ada minicer ataupun ada sepak bola ya biasa ya. Kita kan di pabrik punya lapangan sendiri biasanya kan ya atau basket, badminton. Kalau dia cedera sampai mengakibatkan dia dirawat, nah itu masih masuk kecelakaan kerja. Harus hati-hati. Harus hati-hati. Walaupun ya ada beberapa perusahaan yang mendefinisikan itu bukan termasuk kecelakaan kerja karena dia melakukan aktivitas pribadi. Iya. Nah, tapi kalau menurut aturan dari ee Kementerian Tenaga Kerja dan Disnaker lah ya, terutama terkait dengan zero accident itu masuk ke dalam kecelakaan kerja apabila dia besoknya enggak masuk itu bisa dikategorikan sebagai LTI los time injury. Jadi harus hati-hati nih, harus hati-hati. Benar karyawan boleh olahraga tapi diusahakan jangan sampai cedera. Enggak usah serius-serius bangetlah. Kadang karyawan ini apalagi yang masih muda-muda nih kalau udah main bola udah berasa turnamen Liga Champion ya udah kayak udah kayak misalnya pakai baju Juventus kayak Bang Yopi udah udah berasa ee yildis gitu ya udah berasa yildis gitu ya sudah berasa orang pemain Juventus nah itu yang terkadang ee agak miss nih di situ karyawan kita ya sama Iya memang memang memang ee karyawan yang melakukan futsal ini memang masuk tim perusahaan gitu bagi tanding dengan ee apa tim yang lain begitu. Tapi memang setelah pulang kerja sih. Oke. Kalau setelah pulang kerja enggak ada masalah. Enggak masuk kecelakaan kerja. Enggak masuk kecelakaan kerja. Enggak masuk kecelakaan kerja. Tapi kalau misalnya dia masih di jam kerja dan masih ee belum pulang kerja, hati-hati harus hati-hati. Itu itu yang perlu dikasih tahu. Kecuali ee kalau kayak tadi dia tim tim perusahaan ya misalnya dia dapat dispens biasanya ada dispens ya, ada dispensasi nih dia ada turnamen jam .00 boleh balik gitu ya. Nah, karena udah dia pulang dalam ee posisinya dia sudah meninggalkan lokasi kerja dan sudah mendapatkan dispensasi terjadi cedera itu enggak masuk kategori kecelakaan kita. Oke. Oke. Oke. Terima kasih, Bang. Iya. Sama-sama. Ada yang lain? Silakan. Mau nanya dong, Pak. Ya, boleh. Silakan. Iya. ee mungkin ee mau meluruskan waktu itu kan waktu pelatihan K3 juga untuk kecelakaan kerja itu misalkan kita berangkat atau pulang dari dan ke tempat kerja itu termasuk ya kecelakaan kerja. I oke. Saya di perusahaan ini sebenarnya sempat dua kali pulang kerja itu kecelakaan cuman saya belum tahu sebenarnya peraturan seperti itu tuh ternyata termasuk dalam kecilan kerja bisa diklaim segala macam. Ya memang ternyata itu termasuk ya gitu ya, Pak ya. Jadi kebetulan memang sebelumnya memang tidak ada jabatan atau posisi HSE gitu. Makanya sekarang ada dimulai gitu dimulai dibentuk ada. Makanya saya ee orang pertama gitu yang ada di sana gitu. Jadi memang kemungkinan saya akan menerapkan itu jika ada kecelakaan kerja dari karyawan yang ingin berangkat ataupun pulang gitu. Mungkin langkah-langkahnya atau mungkin saran-saran dari Pak Septian tuh seperti apa gitu. Kalau misalkan oh ini ada laporan kecelakaan pas berangkat, oh ini pas pulang gitu. Mas Yopi bareng sama aku kemarin? Tidak enggak ya? Oke. Pintaran nanyanya sama aku, bukan sama yang pemateri sebelumnya. Sebenarnya ada udah cuman kayak butuh kan namanya kan kita beda penjelasan pemahaman siapa tahu lebih enak sama Pak Seian gitu. Lebih enak. Oke. Jadi gini, orang jati warna gitu. Jadi jati warna. Oh, jati warna di mana? Nenek saya Jatimati. Oh, Jati Mel. Oke. Aku disasak nih masuk ke dalam. Oke. Oke. Oke. Jadi ee yang perlu Mas Iopi lah ya, I paham ee memang di aturan kita menyatakan bahwasanya kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi akibat hubungan kerja. Yang pertama itu. Terus yang kedua, berangkat dari rumah, pulang dari rumah melewati jalan yang biasanya dia lewati. Oke. Dalam arti kata kalau misalnya dia rumahnya kerjanya di ee kerjanya di Pulau Gadung misalnya, terus habis itu rumahnya di ee Bekasi gitu ya, tapi ternyata dia kecelakaan di daerah Tangerang. Ngapain dia ke Tangerang? berarti kan enggak melewati jalan yang biasanya dia lewati atau yang wajar dia lewati. Nah, itu perlu di sosialisasikan juga ke teman-teman karyawan. Terus yang kedua, terkait dengan kecelakaan kerja. Kalau memang kita ya ini jujur aja ya, kalau aku dari segi perusahaan tidak semua dimasukkan ke dalam kategori kecelakaan ya dan tidak dilaporkan ke teman-teman dari Disnas. Aku sebagai praktisi swasta selalu menyampaikan itu. Yang disampaikan ke teman-teman Disnaker adalah kecelakaan yang menimbulkan LTI, lost time injury atau kehilangan jam kerja. Yang dikategorikan sebagai LTI adalah kita kecelakaan sekarang, besok e nanti malamnya dirawat, besoknya kita enggak masuk sampai 2 hari berturut-turut itu masuk kategori LTI. Oke. Nah, yang perlu dipahami adalah misalnya tadi kecelakaan tersebut kita harus lihat dulu biasanya jamnya kalau dia sudah pulang oke dia sudah pulang dan terjadi kecelakaan sebenarnya tergantung. Ada beberapa perusahaan yang tidak mengkategorikan sebagai kecelakaan kerja karena ini akan berpengaruh terhadap manhowers, jam kerja selamat perusahaan atau jam kerja operasional. Ini manhowers ini biasanya terkait dengan HSE performance. Kalau teman-teman kontraktor itu jagain banget itu. Kalau itu sampai kena ya otomatis manhowers-nya akan nol lagi ya. Jadi perlu diperhatikan juga dia kecelakaannya ini ya memang dalam kondisi seperti apa ya dalam arti kata jangan-jangan oke dia sudah pulang ke rumah habis itu dia pergi lagi kecelakaan dia bilangnya kecelakaan kerja biar masuk ke klaim BPJS tenagakerjaan ya kan kadang ada orang kayak gitu tuh biar masuk ke klaim BPJS tenagaan kan kalau masuk klaim BPJS tenagaan kan diganti kalau misalnya cacat ya contoh Aku ambil contoh jempol lah. Jempol hilang Rp150 juta dengan gaji R10 juta. Mau R150 juta? Jempol. Jempolnya hilang nih. Dapat R50 juta nih ya. Mau. Nah, kan kadang ada orang yang berpikiran seperti itu gitu loh ya. Nah, walaupun ya enggak semua orang tapi ada orang yang berpikiran seperti itu. Ah diklaimkan aja lah biar biar aku ee pengobatannya enggak bayar. Nah, ee kalau Mas Yopi baru starting mulai di safety atau HSE di perusahaannya ee ngobrol dulu sama teman-teman HR karena yang melaporkan kecelakaan kerja ke DNAER adalah teman-teman HR dan yang ee melaporkan ke unit traumatic center di rumah sakit ya yang mengajukan yang mengajukan ke unit traumatic center kan ada tuh trauma kecelakaan kerja ya nanti Nanti kan ya si pasien ini kan dapat treatment macam-macam dan nanti kalau misalnya ada kompensasi ya dikasih kompensasi. Nah, itu ngobrol dulu sama teman-teman HR. Ah, gimana bagusnya kalau memang ee Mas Yopi pengin memasukkan kategori tersebut untuk dijadikan masuk ke kecelakaan kerja, ya silakan kebijakan dari perusahaan masing-masing ya. Tapi kalau saran aku tidak semuanya dimasukkan ke kecelakaan kerja karena ini akibatnya nanti ke jumlah manhowers-nya punyanya Mas Yopi. Bisa jadi ya nanti jadi telur lagi nih ya. Kalau bos-bos itu ngelihatinnya itu soalnya biasanya ya biasanya dia ngelihatin atau jumlah incident recordable yang ter-record ya. yang terikutnya apa ya dalam arti kata yang LTI biasanya ya itu yang dilihatin biasanya sama teman-teman ee manajemen ya. Nah, nanti jangan-jangan ya misalnya teman-teman manajemen lagi melakukan ee pendekatan terhadap ingin mendapatkan zero accident award. Nah, kalau itu dimasukkan ke dalam kecelakaan kerja bisa jadi enggak akan dapat ya. Terus yang kedua, ada beberapa perusahaan memasukkan hal tersebut ke dalam insiden komuter. Komuter ini berarti insiden perjalanan dari rumah ke kantor, dari kantor ke rumah. Jadi enggak masuk ke dalam workplace incident. Ada di beberapa multinational company ya di ya contoh di perusahaanah ya saat saat ini gitu ya. Itu tidak termasuk ke dalam ee workplace incident karena kejadiannya di luar. Yang pertama. Yang kedua, kejadiannya itu bukan jam kerja ya. Dalam arti kata dia belum nyampai tempat kerja. Jadi pada saat terjadi sesuatu itu tidak akan bisa memotong manhowers kita. Nah, itu yang perlu dilihat dulu sih sebenarnya ya. Jadi aku enggak bisa ee memutuskan secara sepiak tergantung kebijakan perusahaan masing-masing sebetulnya Mas Yopi ya. Ya, ada yang mau berpendapat silakan. Ada yang mau menambahkan? Mungkin silakan kita diskusi di sini nih. Gimana diimplementasi di tempat teman-teman mungkin ee ada mungkin ee di kayak di PHR sendiri mungkin Mas Septian memang kecelakaan kerja itu ya ketika ee istilahnya kalau yang tercatat itu ketika waktu kerjanya ada dan itu di area kerja ya itu jadi recordable dia ya. Tapi kalau ketika pulang ee sudah keluar dari area pekerjaan ketika itu di dalam perjalanan pulang itu tidak recordable memang. I ya memang kebanyakan. itu hanya hanya pelaporan kecelakaan kerja untuk E BPJS tenaga kerjanya saja ee untuk ee istilahnya karena perjalanan pulang karena memang ada kejadian ee karyawan seperti itu. Ee dia pulang dia sudah di jalan raya istilahnya tidak di area ee di area PHR lagi, tidak di Pertamina Hulurokan lagi, tapi di jalan raya menuju pulang. dia ditabrak istilahnya tabrak lari dan dia tergeletak dia seperti itu. Jadi itu tidak dianggap sama PHR itu tidak rekutable karena dia tidak di dalam area. Cuman ya pelaporannya ee sekedar ee record saja bahwa ada ee kecelakaan itu kita larikan ke ee ke BPJS bahwa ee ada kecelakaan seperti itu mungkin. Cuman yang ada menjadi pertanyaan nih seperti ini ee Mas Septian ketika pulang nih jalan alur jalannya sama tapi dia singgah di warung nih ngobrol dulu. Nah, jadi baru sore nih baru pulang terjadi kecelakaan. Nah, seperti itu bagaimana Mas Septian? Nah, kalau seandainya seperti itu ini kayaknya ee sering kayaknya ini mampir-mampir warung kopi kayaknya ini ya. Ya, kalau misalnya seperti itu ya ee tergantung tergantung dari pelaporan si HR-nya seperti apa ya untuk kejam sos-nya. Tapi kalau dari segi recordable atau tidaknya sebenarnya tidak termasuk recordable sih. Masih sama aja sih sebetulnya ya. Tapi ya ini aku selalu sampaikan ee dulu aku di sawit itu atau di tambang lah dulu setiap tanggal 25 teman-teman sudah pada hilang entah itu ke warung kopi kilometer berapa ya entah itu ke karaoke kilometer berapa gitu ya. Kalau Mas Yopi ini mungkin sering ke warung kopi pangku kayaknya ini ya. Nah misalnya di situ kopi-kopi kopinya di pangku di meja gitu maksudnya ya. Nah itu sering maksudnya iya ngopi maksudnya ya. Jadi seringki ee ini menjadi perdebatan sebetulnya tapi kalau dikategorikan sebagai kecelakaan kerja tergantung ya tergantung dari bagaimana komunikasi HR-nya ke pihak BPJS ketenagakerjaannya. Tapi secara secara recordable atau tidak sebenarnya tidak tidak di-record cuma tercatat aja gitu aja sih sebetulnya Pak Elen. Oke ya mungkin itu terkait dengan ee kecelakaan mungkin nanti Miss bisa diskusi lebih lanjutnya. Aku enggak tahu bagaimana jawaban dari trainer yang sebelumnya, tapi kalau aku selalu menyampaikan hal seperti itu karena tergantung kebijakan perusahaan masing-masing. Karena aku enggak bisa ngomong itu termasuk kecelakaan kerja atau tidak, tapi ada beberapa perusahaan yang memasukkan itu ke kecelakaan kerja tapi banyak dari perusahaan tidak memasukkan. justru malah itu masuk ke komuter insiden ya memang tetap di ee laporkan tetapi tidak dilaporkan secara menyeluruh ke sampai ke BPJS karena ini berpengaruh terhadap ee jumlah manhowers dari perusahaan tersebut ya. Kadang ada yang pengin ya pengin sempurna lah ya pengin sempurna tapi e tidak ada kesempurnaan sebetulnya ya. Oke. Ee ada pertanyaan lain mungkin ini kayaknya kecelakaan kerja nih paling seru nih kayaknya nih ya. Karena memang ee teman-teman semua harapannya sih karyawan kita tidak mengalami kecelakaan kerja ya di dalam aktivitasnya. Ee dan aku juga selalu menyampaikan ya, kalau misalnya kita bicara terjadi kecelakaan di area kerja, kalau bisa kita tanggulangi di klinik kita dulu dalam arti kata jangan masukin ke rumah sakit. Karena masuk ke rumah sakit itu pasti rawat inap walaupun tingkat cideranya kecil. Kalau sudah nginap itu biasanya besoknya enggak masuk. Ada yang mengategorikan besoknya enggak masuk, masuk LTI. Ada yang mengkategorikan besoknya enggak masuk, besoknya enggak masuk lagi. 2 hari berturut-turut baru masuk LPI. Nah, kaitannya dengan apa? Kaitannya dengan Menhwas. Kalau memang bisa ditanggulangi oleh klinik kita sendiri, enggak perlu teman-teman sampai masuk ke rumah sakit karena ini akan mengurangi jumlah manhowers-nya teman-teman ya. atau ya kalau misalnya enggak ada LTI enggak usah dilaporlah ke Disnaker. Kalau ke Disnaker itu repot nanti teman-teman dikunjungi terus ya nanti minimal makan siang lah nasi kapau, nasi padang gitu ya buat mereka kan enggak enak juga ya atau enggak kalau Bang Yopi liwetan gitu ya kita menganjangin makan di mana gitu ya atau sate maranggi gitu ya sate maranggi kan enak ya sate maranggi gitu kan nah itu kadang kalau misalnya kita terlalu melaporkan ke mereka juga enggak bagus sih sebetulnya buat kita ya walaupun aku ngajar ahli K3 umum aku selalu sampaikan di ahli K3 umum kan punya kementerian ya. Kok sebagai praktisi swasta ya aku menyampaikan jangan semuanya dilaporin ke mereka karena ya itu tadi nanti dikunjungin malah jadi repot ya malah jadi aneh-aneh temuannya gitu. Oke kita masuk ke materi terakhir di hari ini ya. Ee sebentar aku share screen terlebih dahulu. ya. Integrasi management system ISO 9001, 14001, dan 45001. Kalau kita berbicara ISO ya secara historikal sebenarnya ISO ini ee lahir akibat adanya semacam diskusilah dari negara-negara yang pengin punya standarisasi sebetulnya ya. Mulainya dari Inggris dulu ceritanya ya. Jadi ada ISO 9001 terkait dengan sistem manajemen mutu ya. yang terbaru ada di 2015 ada ISO 45001 terbaru ada di 2018 ini menggantikan Oksas ya mungkin ee teman-teman yang berkecimpung di dunia manajemen sistem ya pasti ee familiar lah ya dulu kita provide yang namanya OSAS gitu yaas banyak ditanyakan terus sekarang lebih ke ISO 45001 terkait dengan K3 ISO 14001 itu terkait dengan lingkungan. Nah, ini dibikin untuk memenuhi customer satisfication atau kebutuhan customer biasanya. Hukumnya gimana? Menerapkan hukumnya sebenarnya sunah muakkadah ya, sunah yang ditekankan. Silakan teman-teman boleh menerapkan, boleh. Tetapi ya lagi-lagi tergantung kebutuhan customer. Kalau customernya enggak butuh, enggak usah niat. ya. Karena kita jualan produk, produknya kita jual ke customer, customernya kalau enggak butuh ngapain kita bumbu-bumbuin gitu. Atau misalnya teman-teman yang mau atau pengin mendapatkan tender ya otomatis kan itu kebutuhan dari customer, persyaratan dari customer ya. Oke, sebentar enggak nge-lag kayaknya. Dia udah capek nih training sudah 2 hari nih sudah akhir-akhir nih ya. Oke. Ee sebentar. Mana nih gerak nih? Oke. Bang. Oke ya. Ini IS 9001 45001. Teman-teman bisa download di manapun itu di Google gitu ya. standar standarisasi ISO tersebut ya. Lagi-lagi tergantung kebutuhan customer ya. Kalau teman-teman enggak butuh customernya enggak usah. Oke. Di dalam ISO ini hampir mirip semuanya. Yang pertama struktur klausulnya. Struktur klausulnya terdiri dari 10 klausul. Semuanya sama. dimulai dari ruang lingkup, acuan normatif, istilah dan definisi, context of organization gitu ya. Terus leadership, planning, support termasuk operation ya, operational yang ada di dalam IS 2001, 14001 dan 45001. Performance evaluation ya dan improvement ya, continuous improvement. Kalau kita berbicara ISO, kita melakukan siklus yang namanya PDCA. kita lakukan perencanaan plan cek dan ya dan ini siklusnya terus-menerus tadi di sini improvement peningkatan berkelanjutan ya continuous improvement jadi tidak hanya sekali ataupun dua kali saja tetapi ini bisa diterapkan setiap kali dalam aktivitas pekerjaan teman-teman masing-masing. Jadi misalnya kita melakukan plan ya, setelah kita melakukan plan, kita melakukan do. Setelah kita melakukan doke. Kita melakukan cek, kita melakukan. Nah, setelah bisa kita balik lagi ke PDCA. Nah, intinya adalah di nomor risk based thinking atau kita berpikir berdasarkan resiko ya. Jadi, kemarin aku jelaskan di Hiradisi, ya. Nah, diadisi di situ ada bahaya dan resiko. Maka dari itu, nah kalau kita menerapkan ISO ya, jadi kita pemikirannya itu berbasis resiko dari masing-masing sistem manajemen yang kita penuhi. Misalnya di 9001 otomatis mutu ya mutu dari produk kita ya tergantung kebutuhan customer itu seperti apa ya. Jadi resiko-resiko apa saja yang berdampak terhadap produk yang kita hasilkan itu wajib kita lakukan identifikasi di situ. Oke, kita lanjut ya. ini kok agak oke mengapa perlu adanya integrasi? Nah, jadi ini aku langsung sampaikan aja materinya langsung integrasi karena ee penting bagi kita melakukan integrasi sebuah sistem ibaratnya biar enggak capek kerja lah ya. Kita udah banyak pekerjaan ditambah lagi disuruh sertifikasi. Nah, bagusnya kita langsung aja nih integrasi ketiga sistem kita tersebut. Karena apa? Karena yang pertama sumber daya manusianya sedikit. Nah, tadi kita orang satu, satu orang biasanya dikasih tanggung jawab ke HSE biasanya ya. Karena di sini judulnya ee manajemen sistem K3 dan lingkungan ya. Otomatis kan HSN ini kan K3 dan lingkungan. Nah, biasanya orang-orang HSI diminta untuk menerapkan ini ya, minta di bantuannya untuk bisa menjalankan semi keterbatasan sumber daya manusia karena adanya penerapan multistandar manajemen sistem di organisasi, kepentingan persiapan audit dan sertifikasi dari multistandar tadi. Nah, karena kebutuhan customer itu biasanya tidak hanya satu ISO saja. Ditambah lagi resource kita, sumber daya manusia kita sedikit ya. Mau enggak mau kita butuh melakukan integrasi sistem tadi. Oke. Keuntungannya efisien, efektif, mendukung pencapaian visi misi perusahaan, efisien biaya. Biasanya kalau sertifikasi ini lebih hemat sih paketnya ya dibandingkan dengan ee satu-satu gitu penerapannya ya. Penerapannya gimana? Nah, ini sesuai dengan kebutuhan customer ya. Ini buayar requirement atau pelanggan gitu ya. Buat matriks dan klausul-klausul yang berhubungan. Integrasikan sistem. Oke. Terapkan sistem manajemen mutu secara terpadu. Kita menjadwalkan masing-masing audit gitu ya. Jadi ee kita intinya sih di sini buat matriks integrasi. Jadi sistem tersebut kita integrasi supaya memenuhi masing-masing standar ISO tadi. Persyaratan quality SNI misalnya peraturan Permen PR. Nah, ini jadi kalau kita berbicara kita menerapkan management system kita harus tahu dan punya regulatory list compliance. Jadi aturan-aturan mana saja yang perlu kita jalankan dan kita terapkan di perusahaan kita ya. Standarnya tadi sudah aku jelasin sistemnya PDCA ya. Di sini kita melakukan yang pertama adalah plan gitu ya. kita rencanakan. Oke, planning perencanaan terus masuk ke dukungan support ya. Do kita lakukan evaluasi kita cek kita lakukan peningkatan. Nah, ini semua berdasarkan risk based thinking tadi ya, berdasarkan risiko, pemikiran tentang risiko. Nah, ini dibutuhkan leadership atau kepemimpinan. Kalau kita berbicara ini semua tanpa ada kepemimpinan dan komitmen dari manajemen, tidak akan bisa berjalan sistem ini. Oke. Nah, terus juga kita harus melihat ada enggak kebutuhan atau isu eksternal dan internal di dalam kita menjalankan sebuah sistem ISO. Tiga-tiganya lah ya. Nah, jadi ada enggak kebutuhan pihak eksternal terhadap penerapan K3 lingkungan dan mutu di area kerja kita atau kebutuhan internal ya. Masing-masing dari teman-teman di tempat kerja teman-teman pasti punya yang namanya customer ya. Karena kita ini saling support satu dengan yang lainnya di masing-masing departemen. Mau enggak mau teman-teman harus tahu dulu isu internalnya ini apa dan bagaimana ekspektasi dari pihak-pihak yang berkepentingan seperti pelanggan ataupun karyawan kita sendiri gitu ya atau ee pihak-pihak yang lainnya. Oke, sama sih kayak tadi ya. Nah, matrik lausul-nya di sini ya, clusulnya kita mulai dari 4 biasanya karena 1 2 3 tadi enggak terlalu diperlihatkan hanya penertian pengertiannya saja. Nah, terus contex of organisasi di ISO 9001 di matriks-nya kita harus tahu dulu konteks organisasi kita ini apa terhadap quality ya. bagaimana kita menerapkan scop kualitas kita tuh seperti apa. Kalau di 45001 ya kita harus tahu scopen sistem K3 ini bagaimana dan bagaimana prosesnya sedangkan di lingkungan terhadap lingkungannya. Nah, leadership leadership dan komitmen ini biasanya kita bikin kebijakan ya kebijakan. Nah, biasanya kalau sudah integrasi kebijakan tersebut bukan hanya fokus pada satu ISO, tetapi ketiga-tiga ISO tersebut disampaikan dan dijabarkan serta ditandatangani oleh pimpinan tertinggi. Ya, di dalam ISO 45001 ada tambahan consultation and participation of worker. Jadi ada partisipasi dari karyawan dalam penerapan ISO 45001 tersebut ya. Kalau di planning di perencanaan ini sebenarnya sama ya kita punya kalau di K3 kan ada heradisi ya identifikasi ris ya. Nah, kita masukkan semuanya ya. Sama di ISO juga kita risnya terhadap mutu itu apa, bahaya dan resikonya. Terus kalau di lingkungan ada yang namanya EIA, environmental impact aspect ya atau IADL, identifikasi aspek dampak lingkungan. Jadi di tahapan plan ini betul-betul kita masukkan dan identifikasi kira-kira apa bahaya dan risiko terhadap lingkungan, mutu dan K3 kita di dalam ee kita membuat identifikasi potensi bahaya dan penilaian resikonya. Oke, support. Support sebenarnya mirip-mirip aja di tiga-tiganya ya, resource ya, sumber dayanya ya. sumber daya ini bisa jadi ee tim kita sumber daya manusianya sudah diberikan kompetensi atau belum ya. Bagaimana kepedulian mereka terjalur komunikasinya menyampaikan pesan-pesan SOP misalnya ataupun pesan-pesan keselamatan atau terkait dengan lingkungan itu bagaimana dan dilakukan dokumentasi. Yang kedelapan ada operasional. Bedanya di sini kalau yang mutu lebih ke mutu bagaimana kita memastikan bahwasanya produk kita itu dalam kondisi yang bagus ya. Bagaimana melakukan kontrol terhadap ee baik itu NCR, nonconformity record, ataupun CCR, customer complain. Ya, kita harus membuat sebuah prosedur terkait dengan eksternal ee complain gitu ya. Kalau di ISO 45001 lebih kepada ERP, emergency respon plan ya, terhadap bahaya atau kecelakaan kerja. Kalau di yang lingkungan terhadap kecelakaan lingkungan. Bedanya di situ aja ya. Oke. Di nomor 9 ada performance evaluation. Evaluasi performance itu melakukan pengujian, monitoring, pengujian, evaluasi. ya. Ini sama tetapi yang satu terkait dengan mutu, yang satu terkait dengan K3 dan lingkungan ee kerja gitu, yang satu terkait dengan lingkungan yang berdampak ke pihak luar ya, lingkungan ambience. Oke, melakukan audit internal dan yang terakhir adalah melakukan manajemen review ya. Ini sama-sama improvement ini sama sebenarnya tiga-tiganya ada noncformity record eh noncffirmity report dan corrective action. Kalau misalnya perlu dilakukan tindakan koreksi serta berkelanjutan tidak hanya satu kali saja tapi bertahun-tahun. Dokumennya sama ketiga-tiganya ada manual prosedur work instruction dan form. Ini aku sampaikan waktu kemarin di training ahli K3 umum. Jadi ada empat level dokumen ya. Yang pertama ada manual atau polisi kebijakan. Terus level 2 ada prosedur. Level 3 ada instruksi kerja Wi ataupun standardization ya. Yang level terakhir ada checklist, ada form ya. Nah, jadi teman-teman ini kaitannya dengan mutu K3 dan juga terkait dengan lingkungan. itu harus ada dokumen tersendiri terkait dengan tiga hal tersebut. Ini contohnya ya, IK-nya. Nah, ini ee referensinya kalau bisa tiga-tiganya. Jadi kalau misalnya teman-teman membuat IK referensinya tiga-tiganya ya lakukan secara sesuai dengan setting mesin misalnya terkait dengan mutu menggunakan alat pelindung diri terkait dengan K3-nya ya sebelum meninggalkan tempat untuk menghemat daya terkait dengan bagaimana kita melestarikan lingkungan. Jadi ketiga-tiga hal tersebut dibikin oke kebijakan mutu K3 dan lingkungan yang harus jadi masuk satu-satunya tiga-tiganya gitu ya. Nah, ini contohnya ya. Jadi sini ada kata-kata sistem manajemen mutu K3 dan lingkungan. Nah, jadi kalau teman-teman menerapkan ketiga sistem manajemen tersebut ya, tiga-tiganya harus ada dan ditandatangani oleh pimpinan tertinggi di perusahaan tersebut atau di lokasi kerja tersebut. Oke. Implementasi integrasi dari resiko dan peluang hiradisi ya tadi ee IADL gitu ya. resiko dan pelanggan. Ini misalnya analisis FMA secara langsung tadi ya mirip FMA sama aja sih ya. Ini kemarin kita sudah belajar dan juga ini termasuk ke ee IADL-nya gitu ya. Ini integrasi secara menyeluruh resiko potensi bahaya terkait dengan ee mutu efisiensi waktu ya tersengah dan lain sebagainya. bisa menggunakan analisis W komunikasi bagaimana kita mengkomunikasikan terkait dengan sistem manajemen tadi mutu K3 dan lingkungan kepada pimpinan manajemen dan seluruh karyawan melalui apa? melalui komunikasi, persyaratan, mutu atau ee COA bisa juga certification of accepted eped gitu ya. Nah, itu bisa ee juga P2, K3 kalau K3 ataupun UKL, UPL, AMDAL ya kalau di lingkungan. Jadi diintegrasi secara menyeluruh dilaporkan ke internal, pimpinan, manajemen, dan seluruh karyawan. Operasional mutu ini terkadaran halal ini gitu ya. Kalau K3 lebih banyak ke IRP sama sih kayak lingkungan juga jadwal pengiriman, pemotongan, sesuai persyaratan ukuran ya ini terkait dengan mutu produk gitu ya. ISO 45001 maintenance eh peralatan ya APD ergonomi 14.001 terkait dengan sampahnya misalnya ya atau limbah-limbah domestik ataupun ee limbah B3-nya gitu ya misalnya. Ini contoh pekerjaannya kalau saya motong logam ya. Atau misalnya di sini operasional contoh fliff gitu ya pengangkatan dengan fliff. Kalau di ISO-nya 2001 terkait mutu jadwal pengiriman, penggunaan flift gitu. Kalau di 14001 otomatis terkait dengan lingkungannya ya, bagaimana polusinya ya pencegahan kebocoran terkait dengan olinya misalnya ya atau oli hidroliknya. Kalau S4001 terkait dengan perawatannya, APD-nya, sertifikasi peralatannya atau sertifikasi orangnya. Hierarchy control sama sebetulnya tiga-tiganya ya. Eliminasi, substitusi, rec engineering, administration control, dan APD. Oke, ini mirip-mirip aja. 14.001 juga mirip sebetulnya cuma enggak ada APD ya. Enggak mungkin lingkungan pakai APD ya. Audit internal ya termasuk program tiga-tiganya. Ya, memahami standarisasi ISO tersebut dari masing-masing ceklisnya terkait dengan proses produksi ya, bagaimana menangani reject misalnya ya atau customer complain CCR ya. Kalau di sini K3 otomasi IBPR kemarin kalau di sini IADL ya pencemaran lingkungan ya. Kalau di sini kecelakaan kerja, laporan audit internal terkait dengan mutu ini sama ketiga-tiganya biasanya kalau sudah integrasi ee akan ada laporan terkait dengan ini terkait dengan mutunya atau terkait dengan K3-nya gitu ya. Terus corrective action-nya juga ya mirip-mirip aja sih. Ketidaksesuaian reaction-nya, akar permasalahannya apa. Ee ini contohnya klausul-klausulnya ya. Jadi nanti kalau kalau teman-teman melakukan integrasi sistem sebenarnya dilihat klausul-klausulnya apa, terus habis itu baru disampaikan ee ketidaksesuaian non compliance-nya itu gimana. Ini contohnya termasuk di sini tinjauan manajemen ya. Kalau yang mutu ya terkait dengan mutu K3 terkait dengan K3 ya. K141 lingkungan terkait dengan lingkungan. Nah, setelah itu ee ada temu ada masukan dari manajemen. Nah, setelah itu ditindaklanjuti ya baru kita bikin ee capanya ya corrective action dan eh correcctive action-nya lah ya. Oke, ini dengan menggunakan metode-metode misalnya kayak pakai Fishbond gitu ya. Boleh, boleh pakai Fishbondah. Oke. Miliki komitmen lakukan dan konsisten berpikir untuk mengantisipasi resiko. Perubahan itu pasti ada dan setiap perubahan pasti bisa kita kelola. Oke ya. ee singkat aja terkait dengan ISO. Karena jujur ee kalau teman-teman memang tertarik dengan ISO, sebenarnya ISO ini trainingnya sendiri untuk internal audit itu sekitar 2 hari ya. Kalau terkait dengan lead auditornya itu sekitar 4 hari kalau enggak salah aku ya sekitar 4 hari sampai 5 harian ya tergantung dari lembaganya. Nah, kalau memang ee pengin lebih lanjut ya, Teman-teman, cari lembaga yang memang sudah tersertifikasi. Internasional ya. Aku enggak mau nyebutinya ingin mendapatkan ee ISO gitu ya, ISO 9001, 14.001 atau 45.001 atau bahkan SMK 3. Nah, kita bisa melakukan pendampingan secara bersama dari awal sampai diterbitkannya sertifikasi ya. Jadi, teman-teman paling mempersiapkan tim untuk audit internal dan mempersiapkan dokumen. Kalau enggak ada dokumennya kita adakan dokumennya ya. Kalau CSM kan gitu ya. Kalau CSMS kan gitu. Kalau enggak ada dokumennya, kita adakan dokumennya ya. Pokoknya pas audit itu pasti ada ya. Walaupun enggak tahu dari mana datangnya, bisa jadi dari tembus tembok ya atau tembus pintu ya. Mau enggak mau pada saat enggak ada mau audit seminggu mau audit itu pasti ada dokumennya. Ya, kalau misalnya teman-teman ee butuh pendampingan, silakan calling ke CAC ya. Paling nanti CAC ee kita kerja sama lagi nih. Heeh. biasanya sih manggil aku untuk terkait dengan ISO tersebut ya. Oke, ee itu aja sih ya di hari ini ya. Mungkin agak lebih cepat kali ya dari kemarin. Kemarin sih jam 3.00 pas gitu ya. Kalau sekarang 3245 ya. Karena memang materinya enggak terlalu banyak. Kalau ISO tadi mau aku panjang lebar sebetulnya ee sama aja di masing-masing karena kita harus bedah satu persatu satu persatu klausulnya. Kalau kita bedah satu persatu klausulnya itu enggak cukup cuman hanya 1 jam atau 2 jam yaitu kita bisa bedah per hari per 2 hari lah minimal dan itu kita bedah dan kita tunjukkan bukti-buktinya. Nah, itu lebih bagus sebenarnya karena kalau kita training ISO ee teman-teman semua apalagi yang audit internal itu enggak mungkin kita enggak memperlihatkan bukti buktinya karena tempat teman-teman semua pasti sudah menjalankan sistem punya tetapi bagaimana ini komplai atau tidak terhadap klausul-klausul yang ada di dalam ISO tadi ya. Oke, ee ada pertanyaan sampai sini terkait dengan ISO atau materi kita di pagi hari ini eh di hari ini atau kemarin sampai sudah habis, Pak. Mau bertanya, Pak. Heeh. Silakan, Bang. Yang mengenai kecelakaan tadi, Pak, kalau e pekerja buru harian kecelakaan itu seperti apa, Pak? Misalnya nih kayak di perusahaan saya kan ada supir. Supir itu kan dibayar dia peritasi Pak. Jadi dia enggak ada sama sekali BPJS ee dari perusahaan misalnya dia kecelakaan itu baiknya gimana ya, Pak? Oke. Pertama status karyawannya bagaimana? Ya, status karyawannya oke harian. Nah, tapi secara aturan idealnya membayar BPJS tenagakerjaan ya dipotong mungkin per bulannya tidak sebesar gaji ee atau tidak sebesar total gaji bulanan ya, tetap membayar BPJS. Nah, yang kedua status karyawannya kan harian. Dia kerja dibayar, enggak kerja enggak dibayar gitu ya statusnya ya. Kerja dibayar enggak kerjaak enggak kerja enggak dibayar. Iya, betul. Nah, ee kalau itu terjadi kecelakaan kerja sebenarnya tidak masuk ke dalam hitungan kecelakaan kerja perusahaan tersebut karena ee statusnya bukan karyawan dari perusahaan tersebut. Bayarnya adalah per hari ya. Sebenar tapi kalau dari segi ee kalau dari segi ketenagakerjaan sebenarnya itu akal-akalan perusahaan untuk mengurangi biaya. Eh, kalau Bang Felix kan ee karyawan ya di situ ya. Nah, sebenarnya akal-akalan dari perusahaannya Bang Felix nih di situ ya. Jadi untuk meminimalisir biaya akhirnya diadakanlah karyawan ee harian atau guru harian dan itu jatuhnya perit gitu ya. Nah, sebenarnya kalau dari segi aturan harus diperjelas harian ini juga termasuk kontrak sebetulnya. Tapi kalau kontrak biasanya diekutkan atau dikeluarkan dari performance dari perusahaan tersebut. Jadi enggak masuk eh safety performance-nya. Kalau kecelakaan ya kecelakaan aja berarti tidak termasuk ke dalam kecelakaan kerja di perusahaan itu. Kecuali dia pakai pihak ketiga. Kalau pakai pihak ketiga ada yang memasukkan ke PPInya. ada yang mengeluarkan, ada yang memisahkan antara kontraktor dengan ownernya. Ya, lebih aman sebenarnya dipisahkan aja karena ini kadang kalau kontraktor ini kan agak sembrono ya, agak ngaur ya e kerjaannya ya tergantung budget sih sebenarnya ya kadang kan tapi budgetnya kan murah biasanya. Nah, akhirnya kerjaannya pun asal-asalan ini akan berpengaruh terhadap tingkat kecelakaan kerja di perusahaan e bankel mungkin gitu kali Bangel. Iya, Pak. Soalnya di sini ada supir kita sudah 20 tahun, Pak. Dia kecelakaan kerja juga pernah sering juga gitu. Supir juga di sini ada 300 orang. Eh, bingung juga kita, Pak. Oke. Statusnya apa? Statusnya ee karyawan kontrak atau gimana? Kontrak, Pak. Jadi dia kalau misalnya mau mau dapat uang ya dia ngerit uang jalan sistemnya dikasih uang ke jalan gitu. Enggak termasuk sih kecelakaan sih kalau aku bilang. Dan kalau datang pengawas dari naker pun itu bisa lepas tangan tuh. Oh kita kan enggak ada kontrak. Tapi yang kasihan ya yang sebenarnya kalau dari segi kasihan-kasihan ya kasihan si drivernya sebetulnya. Iya Pak gitu Pak. Iya Pak. Terima kasih, Pak. Sama-sama. Ada pertanyaan lain? Silakan. Silakan Bapak, Ibu yang mau bertanya lagi mungkin monggo atau materi apapun lah terkait dengan K3 dan lingkungan boleh silakan kalau ada yang ingin ditanyain. Kita bisa berdiskusi di siang hari ini. Boleh, Pak. Silakan, Pak. Ee kedengaran suara saya? Kedengaran, Pak. Agak bergema tapi sedikit bergema. Oh, ya. Ini terkait dengan integrasi sistem gitu ya. Kita juga baru tahun kemarin ee apa namanya? Mendapatkan apa? Peningkatan peningkatan untuk ee ISO 45001 gitu ya. Oke. Kalau kita ngomongin integrasi kan harusnya eh terintegrated ya. Cuma kemarin itu ada eh inisial certificate-nya yang berbeda. Misalnya untuk 9001 dan 14.000 itu bulan Agustus keluar sertifikatnya. Sedangkan terakhir yang 45.001 itu bulan Maret misalnya. Jadi ada jadwal ee auditnya tuh yang berbeda. Jadi ya masing-masing. Akhirnya saya bilang ke ee apa namanya konsultannya ini kalau sudah integrasi kenapa enggak disatuin? Kenapa terpisah-pisah begitu? Ee menurut Bang Septian gimana nih seharusnya nih? Ee badan badan yang melakukan audit sama? Iya. Badan auditnya sama. Eh, kalau badan auditnya sama, minta aja satu schedule enggak apa-apa. Biasanya satu schedule ya bisa. Iya, satu schedule bisa. Kalau badan auditnya sama ya. Iya. Oke. Oke. Ya, kalau misalnya aku ambil contohlah misalnya pakai BSI gitu ya. Nah, atau misalnya pakai TOUF gitu ya. Ya, kalau misalnya badan auditnya sama bisa satu schedule mungkin ee tadinya satunya bulan Maret, satunya bulan Mei misalnya gitu ya. Ada yang lebih dulu, ada yang lebih ee belakangan. Biasanya yang lebih belakangan itu maju maju ke yang lebih dulu biar dijadikan satu. Enggak apa-apa sebenarnya lebih enak daripada dua kali audit capek itu kan. Oke. Oke. Makasih Bang Sean atas masukannya. Lagi orasi kayaknya nih. Lagi konser pakai mic ya. Iya. Saya kalau enggak pakai mic ya kedengerani. Oke. Oke. Siap siap. Oke, makasih. Sama-sama. Ada pertanyaan lain mungkin? Silakan, Pak Galeh Yuda mungkin sepertinya sudah open mic. Oke, mungkin yang lain nih, ibu-ibunya sepertinya belum ada suaranya nih dari tadi kayaknya bapak-bapak terus nih yang open mic dan bertanya. Silakan, Mas Tri. Halo. Ya, halo, Pak. Izin, Pak. Monggo. Ee ya perkenalkan saya Trimilka, Pak. Ee ee mungkin agak sedikit ee keluar dari materi, Pak, ya. Kita diskusi aja nih, Pak. Nah, ee kan ee saya baru lulus AK3 kemarin nih. Nah, sebenarnya saya bukan di pabrik, tapi ee tempat saya berencana mau membentuk ee lembaga auditnya. Lembaga audit. Jadi ee akan diarahin menjadi auditornya. Nah, mungkin ee saya mau ee karena kemarin dan hari ini kan ee tentang ee ketidaksesuaian gitu kan, Pak. Misal nanti pada saat kita diaudit gitu, perusahaan diaudit ee sejauh mana sih nanti ee auditor itu nanyain kita ee maksudnya ee ee gimana ya? Apakah kalau pada saat ee perusahaan kitaudit sama auditor itu ee dia hanya menanyakan ee bukti? Bukti apa? Bukti dokumentasi, bukti sistemnya saja atau si auditornya bahkan sampai menginspeksi. Dan misal misal nih ee si auditornya ternyata menanyakan sampai ke dalam-dalam banget, bisa enggak kita sebagai ee auditi, sebagai peserta ee sebagai pihak perusahaan menolak bahwa itu enggak perlu ditanyakan gitu atau gimana, Pak? Mem oke, aku sebagai audit ee aku sebagai auditor ya dan aku sebagai auditor gitu ya. Iya. Nah, ee pada saat kita mendapat melakukan proses audit sebenarnya kalau audit itu prosesnya terbuka. Jadi kita menyediakan dokumen sesuai dengan apa yang diminta, klausul-klausul yang ada di dalam sistem tersebut. I. Nah, maka dari itu perlu yang namanya sebelum ada audit eksternal perlu ada audit internal. Biasanya audit eksternal akan melihat hasil dari audit internal. Oke. Dan apa-apa yang belum dilakukan tindak lanjut di audit internal. Itu yang pertama. Nah, setelah itu baru masuk ke audit eksternal. Nah, di audit eksternal dia akan meminta bukti-bukti yang keterkaitannya hanya sebatas yang ada di dalam klausul saja. Di luar dari klausul itu tidak akan ditanyakan. Nah, Pak, apakah dia akan ee secara detail meminta ee hasil di lapangannya seperti apa? Benar apa enggak dokumennya itu tergantung auditornya. Sebetulnya ada auditor yang memang detail sampai meminta gimana nih ee hasil ceklis terkait dengan panel listrik misalnya terkait dengan IS 45001 ya. Nah, oke. Ini lokasinya di mana coba aku diantterin di sana. Ini apa aja yang dicek? Coba kamu tolong cek sesuai dengan apa yang ada di ceklist ini. Nah, jadi ada tipe auditor yang seperti itu. Ada juga tipe auditor yang ada enggak ceklis ini ada Pak ini dia enggak akan ngecek-ngecek tuh ada atau enggak. tanggal berapa atau enggak cuma dilihatin gini doang dia lihat oh ya sudah ada. Nah tergantung dari lembaga lembaga tersebut mengutus audit auditor kepada audisinya seperti apa. Nah kalau kita jadi audityinya ya mau enggak mau kita harus prepare semuanya. Kalau misalnya kita dapat auditor yang tadi yang terlalu detail ya mau enggak mau kita sial. Kalau kita dapat auditor yang ya yang enggak terlalu detail, ya mau enggak mau kita beruntung gitu ya, hanya menunjukkan bukti-bukti yang seadanya saja. Nah, bagaimana kalau misalnya kita enggak mau menunjukkan, Pak? Nah, sekarang pertanyaannya ee dia enggak mau menunjukkannya itu kenapa ya? Apakah gara-gara belum melaksanakan atau misalnya karena dokumennya tidak ada atau tertelip? Ya, kalau misalnya dokumennya tidak ada atau terselip kita bilang aja dokumennya ada kemarin Pak sebetulnya tetapi memang terselip atau bagaimana kasih saya waktu untuk mencari. Kalau misalnya tidak ada biasanya hanya temuan minor saja ketidakkonsistenan dalam menjalankan prosedur tersebut. Itu aja sih paling Mas. Jadi kalau misalnya nanti ee kalau misalnya Mas mau jadi lembaga audit ya nantinya ya nanti Mas akan jadi auditor tergantung Mas pilih jalan Ninja yang mana. Mau jadi auditor yang terlalu detail atau mau jadi auditor yang secukupnya saja. Tapi yang terlalu detail biasanya di kemudian hari enggak dipakai sama customer karena akan customer akan komplain nih. Ah ini lembaga audit ini gak enak. Nanti akan komplain ke bosnya nih, "Pak, ini terlalu detail, Pak. Ini orangnya terlalu ini terlalu lebai dan segala macam." itu enggak akan dipakai lagi. Biasanya orang akan cenderung lebih makai yang orangnya fleksibel dan bisa diajak lebih susah. Apalagi Mas Tri bisa menjelaskan misalnya temuannya A ini temuannya seperti ini, ketidaksesuaiannya seperti ini. Nah, harusnya seperti ini. Saya punya contoh, contohnya seperti ini. Nah, itu akan lebih dicintai dan akan diminta kembali ke perusahaan itu untuk melakukan audit. Itu saran dari aku nih. Mumpung Mas masih muda gitu ya. Kalau terlalu detail agak sulit. Ee baik, Pak. Terima kasih, Pak. Ada tanggapan mungkin? Ee ee cukup sih, Pak. Sebenarnya memang I tergantung ke auditornya sebenarnya. Iya, tergantung auditornya seperti apa. Siap-siap. Ee mungkin satu lagi, Pak. Misal nih, Pak ee kalau dalam sebuah perusahaan ya ee kita udah ee kita sudahudah melakukan ee istilahnya kita sudah ee mengatur supaya meminimalisir kecelakaan kerja di perusahaan kita gitu. Ternyata ee ee tapi ada tiba-tiba kan kayak sekarang nih kan lagi musim hujan deras, Pak. Terus ee 1 minggu ke depan ada yang ee ada kesalahan kerja, tapi kan itu jadinya pengaruh dari alam gitu, Pak. Ya, itu ee apa bagaimana? Iya, bagaimana ya, Pak ya? Izin, ya. Oke. Ee kita kan bisa memprediksi bulan bulan di mana intensitas hujan tinggi kapan, ya. Terus juga ee dari kita juga bisa melihat dari BMKG seperti apa ya. Nah, maka dari itu sebelum bulan itu berganti, musim itu berganti, nah di situlah kita melakukan preparation, persiapan ya. Mungkin kita ngecek talang bocor misalnya, ya misalnya lantai-lantai yang licin dan lain sebagainya. Nah, di situ saatnya itu kalau misalnya toh berubah musim tetap ee kejadian kecelakaan kita enggak bisa nyalain musimnya sebenarnya ya. Musimnya ya tetap bakal musim hujan gitu ya. Tetapi kita lakukan adalah tindakan pencegahannya sebelum musim itu terjadi gitu. Jadi yang perlu kita lakukan adalah kita minta kepada manajemen, "Pak, ini mau musim hujan." Sementara kondisi kondisi lapangan kita seperti ini. Ini kalau dibiarkan terus-menerus seperti ini bisa jadi unit kita rebah ya misalnya atau karyawan kita terpeleset atau yang lain sebagainya. Nah, di situlah saatnya kita berdiskusi dengan manajemen. Nah, di situlah saatnya teman-teman ahli K3 atau HSE inilah yang diminta masukannya di situ ya, terutama pemikiranpemikiran terkait dengan tindakan apa yang perlu dilakukan. Ya, mungkin di situ, Mas. Tapi kita enggak bisa nih nyalahin musim ini. Hujan terus tiba-tiba banyak kecelakaan gitu ya. Enggak bisa juga ya karena itu di luar kendali kita gitu ya. Mungkin itu jawaban dari aku. Mungkin ada yang mau nambahin kali silakan. Berarti kalau misal Pak ee kita sebagai kondisinya sudah seperti itu. Kita sebagai HS kita udah udah prepare. sudah sebenarnya sudah prepare nih, cuman ee kita sudahudah ee melelakukan penanggulangan sebenarnya cuman karena ee apa musimnya kayak ya lebih dari yang kita duga jadinya penanggulangan kita enggak efektif terus ee manajemen nyalahin kita ee kita enggak bisa bela diri Pak ya. Ya. Ya, bukannya kita enggak bisa bela diri kan kita makanya tahap persiapannya harus matang. ya, tahapan persiapan budgeting segala macam di sebelum musim itu terjadi. Mau enggak mau kita minta dana lebih biasanya budgeting lebih. Nah, di situlah peran dari manajemen. Kalau manajemen yang ngasih budget cuma setengah ya kalau misalnya Mas Tri bilang, "Wah, ini budgetnya harusnya R juta, ternyata dikasih cuma R5 juta." Gimana bisa menyelesaikan masalah? Nah, tapi kalau kita misalnya melakukan hal tersebut, kita sudah mengajukan dan hanya dipurpose, hanya diberikan setengahnya atau seperempatnya, ya Masri bisa membela diri. Saya punya buktinya, Pak. Saya sudah meminta total budgetnya segini ya. Ini sudah termasuk macam-macam dan ini dalam kondisi yang memang sudah saya perhitungkan kalau misalnya terjadi ee hujan yang intensitasnya berlebih, tapi ternyata yang diapprove hanya seperempatnya. Ya, Mas Tri lampirkan aja bukti-buktinya ya. Terkadang kan manajer kayak gitu tuh ya lepas tangan kalau misalnya ee nyuruh A gitu ya. Terus habis itu ee ternyata dia ee salah perhitungan ya yang dikorbankan ya kita biasanya sebagai anggotanya. Tapi ingat, Mas harus punya record, harus punya ee pencatatan atau harus punya rekaman supaya nanti misalnya ada bos yang lebih tinggi menanyakan, jadi Mas Tri enggak disalahkan. Masri sudah punya buktinya nih, "Pak, saya tuh sudah minta budget R juta, ternyata yang di R5 juta sama Bapak ini. Ya harusnya R juta kita bisa bangun atap yang lebih kokoh misalnya dengan 25 juta hanya satu lapis. ini tidak memungkinkan untuk pada saat terjadi hujan angin yang kencang atap tersebut bisa jadi roboh. Nah, kalau dengan 100 juta saya sudah memperkirakan kekuatannya seperti apa, perhitungannya seperti ini, gambarnya seperti ini. Nah, itu akan bisa menjadi bukti yang kuat buat Matri untuk membela diri. Kalau misalnya enggak diterima juga ya silakan cari perusahaan yang lain. Berarti perusahaannya enggak komit nih terhadap K3. berarti mengorbankan ee karyawan untuk menutupi kesalahan dari manajemen. Ya, saranaku seperti itu, Mas. Baik, Pak. Terima kasih banyak, Pak. Oke, sama-sama. Ada yang lain? Ya, mungkin sekedar ini aja, Pak, ya, sharing pengalaman. Jadi ee yang seperti dikatakan Mas Tri tadi itu kalau saya itu sering sering saya ee seperti itu, Mas. Tetap kita jalani fungsi, jadi tetap prosedur kita jalankan dan kita ee sudah melaporkan ke manajemen mungkin via email atau via WhatsApp. Nah, itu sebagai bukti kita, Mas. Kita sudah melaporkan. Karena nanti ketika diaudit atau apalah itu yang namanya diinspek siapa bukti-bukti itu ada bahwa kita sudah melaporkan yang penting kita sudah buat laporannya dan itu insyaallah aman. Itu sudah terjadi pada saya alhamdulillah aman gitu Mas ya. Itu sharing pengalaman tuh yang penting ada buktinya aja sih Masri Masri sudah email atau udah ee WhatsApp ya setidaknya ada evidence lah ya. Biasalah kita keroco-keroco mumet ini sering jadi tumbal. Tumbal dari penguasa ya. Tumbal dari penguasa ya. Mau enggak mau ya kondisinya seperti itu lingkungan kerja di terutama di negeri kita Indonesia ini ya. Ya kalau aku sih prinsipnya kerja cari duit bukan cari muka. Jadi buat teman-teman yang yang pengin benar-benar cari duit ya sudah kerjalah sesuai dengan tupoksinya ya. bukan bukan kita ee melakukan atau menginginkan hal-hal atau melakukan pekerjaan yang tidak di luar job kita ya. Ya, agak susah bagi kita ya. Kalau misalnya ada hal-hal yang memang perlu diklarifikasi ya kita harus punya buktinya. Itu aja sih sebetulnya. Oke. Ee ya udahlah ya teman-teman semua. Aku sebetulnya mau jemput istriku di Taman Mini nih. Habis jalan-jalan istriku. Ee jadi terima kasih untuk dua hari ini ya teman-teman semua. Kalau misalnya ada ingin didiskusikan lagi silakan. Aku dikomunikasikan di 0853 2658773. 08532658773. Di situ teman-teman bisa WhatsApp aku. Kita bisa berdiskusi apapun ya. Yang malu-malu bertanya di sini silakan aku diwsapp enggak ada masalah. Insyaallah aku jawab dan aku balas kalau memang aku tidak sibuk. Kalau misalnya aku agak sibuk ya mohon maaf agak telat balasnya ya. Ee itu aja dari aku. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang salah, yang salah pure dari aku, yang benar dari Allah Subhanahu wa taala ya. Sampai jumpa di lain waktu dan di lain kesempatan. Tetap jaga silaturahmi ya. Mungkin yang di phr di WhatsApp lah aku ya. Biar nanti kalau aku main ke sana siapa tahu kan. Kemarin aku ditawarin di Lubuk Gaung ceritanya Bang Haryadi jadi AS manager di situ. Cuman aduh aku masih mikir-mikir ini ya. Di mana Pak? Di apik atau di mana? Ee apa PTnya ya? Dia punya orang punya orang Arab Saudi. Eh punya orang Yaman ya. Karena aku bisa bahasa Arab jadi nyambung sama dia. Ana antum bikhairin gituah ya. Pokoknya nanti aku pakai sorban ya. Masyaallah. Masyaallah gitu ya. Tapi belum aku ambil. Itu aja sih dari aku. Eh gimana ee kalau di PHR Pak Septian kenal sama Firman Asri? Firman Asri kenal enggak? Kayaknya kenal ya soalnya kenal sepertinya kenal ya. Nanti nantilah kita diskusi banyaklah ya. Kalau di aku lebih banyak di Duri sama di Minas Lumb ya terutama di Oehes ya. itu banyak teman-teman aku di situ dan satu tim juga masih banyak di situ ya. Insyaallah ee lain waktu dari Pak Septian sepertinya sudah lagi. Oke aku balikin ke Mbak silakan Mbak ya. Terima kasih banyak Pak Septian atas paparan materinya selama 2 hari ini. Semoga ilmu dan pengalaman yang dibagikan bermanfaat ya untuk ee Bapak Ibu semua. Dan seperti yang tadi juga sudah disampaikan kalau apa Bapak Ibu semua ada keperluan terkait dengan ee audit ataupun mungkin dengan training-training K3 bisa dihubungi kembali ee Pak Septian melalui kontak yang tadi sudah dibagikan atau mungkin mau ketemu lagi di Pak Septian dengan training-training berikutnya di CAC. Kami juga masih membuka kelas K3 umum ee baik BNSP maupun Kemenaker ee di bulan ini maupun di tahun depan di Januari 2026. Dan selain itu ee nanti juga berpeluang untuk ketemu ee Pak Septian lagi di training bidang lingkungan maupun di bidang OP atau pertambangan. Jadi silakan bisa hubungi eh CAC atau mungkin mau langsung ketemu dengan Pak Septian yang langsung melalui kontak yang tertera juga dipersilakan. Dan saya selaku moderator ee pamit undur diri. Terima kasih banyak Bapak Ibu yang sudah menghadiri training selama 2 hari ini. Semoga selalu sehat ee selalu semangat dan kita bisa bertemu lagi di training berikutnya. Selamat siang dan wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Bang. Iya. Selamat siang Bapak Ibu semua. Selamat melanjutkan aktivitas. Terima kasih semua Bapak Ibu.