Transcript
xzrUTjFusHE • Training HSE Mastery Softskill K3 - 14 Desember 2025 - Sesi Siang
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/cendekiaazzacemerlang/.shards/text-0001.zst#text/0580_xzrUTjFusHE.txt
Kind: captions
Language: id
Selamat siang Bapak Ibu semua.
Selamat datang kembali di Training Soft
Skill HSM Master K3.
di seb sehubungan dengan waktu yang
sudah menunjukkan jam 1315
silakan untuk ee bersiap di depan
device-nya masing-masing
dan sembari menunggu rekan-rekan yang
belum bergabung, saya ingatkan kembali
untuk mengisi absensinya melalui link
yang sudah saya bagikan di dalam Zoom.
Baik ee Bapak Ibu sekalian,
kita akan segera memulai kembali untuk
training sesi siangnya.
Silakan untuk ee ditampilkan dulu ee
wajahnya dengan menyalakan kameranya
dan bersiap di depan device-nya
masing-masing.
Oke. Baik, masih ditunggu ya untuk Kak
Tiara Hati, Pak Galeh Yuda,
Bu Hanifah, Bu Mayasari,
Pak Juni Markus, Pak Tubagus Andi
sembari menunggu rekan-rekan lainnya.
Oke. Baik. Kalau ee di jam-jam siang nih
biasanya jam-jam rawan ya, karena kalau
habis makan itu bawaannya pasti ngantuk.
Dan di minggu siang kali ini kita coba
yel-yel terlebih dahulu ya seperti
biasa.
Jadi kalau saya bilang apapun
sertifikasinya
silakan dibalas dengan sebutan CAC
solusinya.
Dan kalau saya bilang CAC silakan
dijawab pasti lebih kompeten gitu.
Buat teman-teman yang sudah ikut
training bersama CAC di beberapa
kesempatan sebelumnya pasti sudah
familiar ya dengan yel-yel ini. Coba
silakan dinyalakan dulu ee mikrofonnya.
Kita akan tes vokal dulu nih.
Oke, kita mulai ya. Kalau saya jawab
apapun sertifikasinya jawabannya
C solusinya.
CC solusinya. Kalau saya bilang CAC
jawabannya
pasti lebih kompeten.
Lebih kompeten. Oke, mantap nih. Waktu
bagus Pak Elen sudah sangat semangat
nih. Yang lain juga jangan mau kalah.
Terutama yang muda-muda ya.
Oke. Baik, kita mulai sekarang.
Apapun sertifikasinya
pasti lebih.
Oke. Baik. Kalau gini kan jadi lebih
semangat ya dan semoga bisa menular juga
ke yang lain nih yang masih
ngantuk-ngantuk
biar kita bisa lebih antusias untuk ee
mengikuti training sesi siangnya.
Oke. Baik. Ee karena Pak Septian juga
sudah bersiap, dipersilakan Pak Septian
untuk waktu dan tempatnya.
Oke, terima kasih Dina ya. Sudah
bersemangat sekali ini nampaknya ya.
Gimana ee makan siangnya pada pakai apa
ini ya?
Ee biasanya kalau minggu ada yang masak
mungkin yang mbakmak nih masak apa
enggak nih? Kalau Genzy kayaknya beli
deh ya.
Kalau Genzy Genzy nih kebanyakan beli
nih ya. Apa ada yang masak nih? Kalau
yang bapak-bapak insyaallah nih udah
dimasakin istrinya ya walaupun masak.
Oke, di siang hari ini kita lanjutkan
lagi training kita ya. Masih dua materi
lagi. Dua sedikit lah ya. Tinggal
sedikit lagi.
Jadi kita akan lanjutkan terkait dengan
convine space.
Oke,
ya. Tadi sudah pada yel-yel semua ya.
harapannya yel-elangat
ini ya. Tadi suaranya kencang masih 20
orang ya. Masih sekitar
17 ee 15 orang lagi kayaknya belum ya.
Enggak apa-apa kita lanjut lagi.
Oke, multigas meter atau multigas
detektor lah ya. ya, Teman-teman.
Insyaallah ee terutama yang di Migas
yang sudah biasanya sudah menggunakan
alat ini. Pada saat kita berbicara
contain space atau ruang terbatas wajib
bagi kita hukumnya untuk melakukan
pengukuran di awal ya. Habis itu di
pertengahan pekerjaan ya, entah itu
setiap 2 jam atau setiap 1 jam. Kalau
aku sih biasanya setiap 1 jam mintanya
pada kontraktor. Karena setiap 1 jam
bisa aja berubah. Jangankan 1 jam,
setengah jam aja bisa berubah cuaca ya
dari yang tadinya misalnya mendung terus
tiba-tiba menjadi panas banget ya. Nah,
habis itu jadi mendung lagi bisa jadi
ya. Atau bahkan kalau cuaca itu
terkadang
1 km ke depan itu ternyata hujan ya.
Ternyata yang di tempat kita ini enggak
hujan. Nah, sehingga penting sekali bagi
kita untuk menggunakan alat ini untuk
mendeteksi adanya gas-gas yang melebihi
nilai ambang batas NA ya.
Biologikal ular
ini kalau di kayaknya kalau di duri itu
mungkin banyak kali ya ular-ular atau di
minas ya di daerah hutan lah ya. Kalau
dulu aku pengalaman di sawit ini bahaya
biologikal ini merupakan bahaya yang
paling tinggi. Jadi kalau musim-musim
sekarang nih Oktober, November, Desember
itu ular-ular
lagi pada menetas telur-telurnya.
Ya, jadi banyak ular-ular kobra gitu ya.
Kalau jadi kalau di dulu di sawit itu
temannya ular kobra. Ular kobra itu udah
enggak aneh ya. Bahkan dulu ada cerita
lucu jadi salah satu karyawan
lagi nonton TV gitu ya. Lagi nonton TV
di lantai biasa ya gelelengan di lantai
nonton TV. Terus habis itu ee dia
tidur-tiduran. Nah, ternyata di bagian
dekat di sela-sela pahanya itu ternyata
dipatok sama ular.
sekali enggak apa-apa. Ah, kenapa sih
ini kok sakit? Dua kali, tiga kali.
Terus dia berdiri. Nah, habis itu pas
berdiri dia celananya di
goyang-goyangin, badannya goyang. Eh,
ternyata ular kobra turun gitu dari
pahanya jatuh pluk. Mungkin ular
kobranya nyangka ini kawan aku di dalam
katanya. Ya, kirain kawan aku di dalam.
Ternyata bukan. Oke, kita lanjut ya.
ular. Entah itu ular ataupun bakteri
atau mungkin kalau di DSF tuh banyak
monyet ya. Monyet babi ya. Babi hutan.
Nah, enggak tahu nih masih masih diburu
apa enggak. Kayaknya sih udah enggak
diburu lagi ya. Kalau dulu mungkin masih
diburu kayaknya ya. Aku pernah lihat
babi hutan tuh gede banget ya. Sama
motor itu kayaknya sama deh gedenya
semotor. Semotor Vario kayaknya gede
banget. Ya Allah. Ini kalau nyeruduk
orang ya lumayan juga ini ya di DSM itu.
Terus pernah juga lihat gajah ya. Gajah
ya masih ada gajah ya di duri ya. Aku
aku turun di dari
waktu itu sama istri kan lagi pulang mau
ke Pekanbaru malam-malam turun dari arah
ee Taman Kaswarina ya yang Pinus itu ya.
Pir turun ke gate 1.
Aku turun ngebut eh turun sih. Habis itu
ternyata di belakang aku lewat gajah.
Pas 3 detik setelah mobil aku lewat
terus kata securityinya, "Pak, Pak tadi
enggak enggak enggak ngelihat gajah."
Hah? Gajah? Enggak ada. Itu loh, Pak.
Dia bilang, "Ya Allah, gede banget."
Katanya ada gajah namanya si Pontong.
Ya, si Pontong itu rajanya gajah katanya
di sana ya. Rajanya gajah. si Pontong
ceritanya dia ee tangannya terjerat apa
ya, terjerat jebakan. Terus habis itu ee
ternyata dia masih hidup dan menjadi
pimpinan para gajah katanya begitu.
Oke.
Buaya biologi ini misalnya buaya nih ya.
Wah ini buaya.
Buaya kok nangkap buaya ini ya? Ya.
Padahal buaya buaya ini buaya nangkap
buaya nih. Jangan-jangan ya. ini buaya
juga nih.
Health and psychological hazard ya
terkait dengan kesehatan lah ya,
perasaan napas, asma
dan lain sebagainya. Makanya ee
pekerjaan-pekerjaan yang memiliki resiko
tinggi tidak hanya konvens sebetulnya
seperti working at bekerja di
ketinggian, bekerja panas ya juga kita
harus melakukan pengecekan kesehatan lah
minimal tensi darah lah minimal ya
karena kita ee ingin memastikan
bahwasanya orang yang masuk itu
betul-betul dalam kondisi fit fit for
duty. bukan hanya ee dia itu
ee masuk terus habis itu tidak sehat,
terus habis terjadi hal-hal tidak
diinginkan. Ya, jangan sampai seperti
itu. Makanya dalam melakukan aktivitas
yang memiliki resiko tinggi ya sebaiknya
orang-orang ini adalah orang-orang yang
betul-betul sehat. Jangan sampai ada
bahaya-bahaya yang lain. Psikologi juga
termasuk ya kadang ada orang yang
fobia ya. ada yang fobia ya, entah itu
fobia ketinggian atau fobia misalnya ada
lubang seja fobia gitu ya. Terus ada
juga fobia yang melihat bintik-bintik
itu rasanya geli banget gitu ya, geli di
muka itu banyak tuh ya. Pokoknya
psikologi ini terkait dengan ee orang
tersebut harapannya
tidak ada fobia lah ya dalam dirinya.
Program pengendaliannya hampir sama
seperti yang kemarin ya kita lakukan di
Hadis ya. Kita melakukan eliminasi
substitusi,
engineering, administration control.
Nah, ini lebih banyak ke engineering
control ya. Kalau kayak gini ventilasi
ya, ada klasifikasi kita eliminasi dulu
kayaknya sih agak susah sebetulnya ya.
Kalau mau enggak mau kita disuruh
membersihkan tangki ya mau enggak mau
dari dalam gitu ya. Kalau misalnya ada
peralatan kayak robot gitu ya lebih
bagus sebetulnya
ventilasi kita pertimbangkan ya karena
tadi kita berbicara conven face udaranya
terbatas ya masuk dan keluarnya jalannya
terbatas aktivitasnya juga termasuk izin
kerja juga termasuk termasuk juga
training ya training
K3 ruang terbatas ya ada teknisi ruang
terbatas ada
ee ahli K3 tiga, juang terbatas ya. Ada
ee kita bicaranya ada ee teknisi ruang
terbatas, ada yang trainingnya BNSP, ada
yang kemain e dan ada juga ee terkait
dengan ahli madia convin space itu
training BNSP ini di CAC ada kalau
enggak salah ya. Kalau teman-teman di
Migas kan biasanya lebih mengedepankan
training terkait dengan ee BNISP
biasanya ya. Kalau kalau misalnya
dibutuhkan oleh perusahaan silakan
hubungi Mbak ee Mbak Dina untuk hal
tersebut.
Izin kerja tadi kemarin sudah kita
bahas. Oke, ada pertanyaan
sampai sini? Masih ada dua materi kita
lagi
mungkin satu Mas Septian.
Monggo. Monggo, Pak. Silakan Pak.
terkait misal compens space misalnya
kita naik ke apa ya plafon ya atau apa
ya itu termasuk ruang terbatas juga
enggak ya
naik ke platform naik ke platform
platform di rumah misalnya ada
memperbaiki kan kalau di di rumah itu
ada cuman kecil saja tuh
kecil ada ya heeh sekarang
itu termasuk juga enggak
ini kita harus tahu dulu di dalam kita
aktivitasnya bisa kayak biasa enggak
kita bisa gerak ya berdiri dan segala
macam. Itu yang pertama. Yang kedua,
kita napasnya normal enggak di dalam
situ?
Kalau misalnya kita naik ke plafon atas
ya, misalnya ke plafon atas loteng, tapi
ternyata tingginya agak tinggi nih
biasanya kayak kayak rumah hop-hop di
duri kan kayak gitu tuh.
Iya. I
atapnya kan tinggi tuh. Nah, kalau kita
masuk ke dalam dan atapnya itu masih
bisa memungkinkan kita untuk
beraktivitas seperti biasa dan ee kita
masih bisa bernaapas seperti biasa
sebenarnya tidak dikategorikan sebagai
convin space karena udaranya masih ee
normal gitu ya. Dan kita beraktivitas
juga masih bisa macam-macam. Kita
misalnya joget-joget di atas ya atau
misalnya di platform itu kita bangun
kamar juga masih oke gitu ya. Nah, itu
sebenarnya di situ. Nah, makanya kita
harus pahami dulu pengertian dari conven
space itu apa ya, sehingga dapat
menentukan itu masuk kategori convin
space atau tidak gitu, Pak Elen.
Oke.
Oke. Ada yang lain mungkin?
Oke, ya. Kalau enggak ada kita
lanjutlah, ya. Ini mat dua materi
terakhir.
Nah, ini materinya sebenarnya pas kalau
training ahli K3 umum sih yang
teman-teman bareng training sama aku ya
insyaallah sudah dapat materinya ya. Dan
juga sudah training ya Mas kayak Masir
Mas siapa lagi yang bareng sama aku ya?
Mas Felix enggak bareng deh Mas Felix
kemarin
ya yang sudah pernah bareng training
sama aku di ahli K3 umum ya insyaallah e
ini materinya mirip banget kayaknya
waktu itu kita diskusikan secara bersama
tapi enggak apa-apa kita remind kembali
kita ulang kembali
accident investigation atau
kita bicara investigasi kecelakaan kalau
bahasanya di ahli K3 umum itu analisis
kecelakaan
ya, analisis kecelakaan kerja dan
manajemen risiko ya materinya kalau di
K3 umum. Nah, analisis kecelakaannya itu
adalah incident investigation. Kalau
dulu di Severon tuh masuknya departemen
IIR namanya, Incident Investigation and
Reporting. Karena ini satu paket terjadi
kecelakaan.
Oke, dilakukan investigasi. Nah, setelah
itu dilaporkan
ya. Setelah itu ada follow up ya. Kalau
misalnya insidennya tidak ada follow up,
ya percuma aja. Oke, kita masuk ke
materinya. Pada saat kita berbicara
kecelakaan tadi ya, ada kecelakaan yang
menimbulkan cedera, ada yang tidak
menimbulkan cedera. Nah, secara garis
besar kalau yang menimbulkan cedera
dikategorikan sebagai accident,
menimbulkan kerugian dan cidera.
Sedangkan kalau misalnya tidak ada
kerugian bisa dikategorikan sebagai
nirmis atau nyari. ya tergantung
pengertian dari perusahaan
masing-masing. Tapi biasanya sih kalau
accident insiden sih mirip-mirip aja ya.
Ya kecelakaan ya berarti kecelakaan
gitu. Enggak ada perbedaan di situ. Oke.
Ini karena masuk Google Drive dibalikin
lagi jadi tulisannya kacau banget ya.
Faktor kecelakaan ada dari orangnya,
mesinnya, material, metode, dan
lingkungan. Nah, aku selalu meremind
kepada teman-teman peserta kalau terjadi
kecelakaan
jangan langsung pada saat proses
investigasi ya kita banyak menggunakan
metode 5Y Y3 gitu ya, 5W 5Y gitu ya,
5W1H atau E pohon Y gitu ya atau
misalnya di situ ada fishbond dan lain
sebagainya. Teman-teman bisa dapetin ini
di training secara khusus namanya
investigation ya. Ini training
accidentation
dari BNP selama 3 hari. 2 hari training,
1 hari uji kompetensi. Ya, itu kalau mau
lebih mendalam dan bagaimana kita
menjadi seorang investigator itu bisa
diining tersebut ya. Jadi kalau kita
berbicara kecelakaan pada saat proses
investigasi jangan langsung kita
menyimpulkan bahwasanya kesalahan
tersebut ada pada orangnya.
Kenapa? Karena pada saat orang tersebut
misalnya biasanya kan kalau di Indonesia
ini kan kalau kecelakaan habis itu
tiba-tiba orangnya sudah langsung
dikeluarin enggak ada ya. Kalau misalnya
itu terjadi ya kalau bisa investigasi
kecelakaan kita lakukan jangan orangnya
dulu kita kejar tetapi bagaimana
metodenya. Yang pertama ya mesinnya,
materialnya, lingkungannya. Kalau
orangnya sama metodenya eh kalau
orangnya berbeda metodenya masih sama
ya. Setelah itu ee materialnya masih
sama, lingkungannya masih sama,
mesinnya masih sama, kira-kira di
kemudian hari pada saat ada kecelakaan
atau misalnya orang yang berganti ya,
orang yang sebelumnya sudah dikeluarin
nih ya, ganti orang metodenya masih
sama, mesinnya masih sama, materialnya
masih sama, lingkungannya masih sama.
Apakah mungkin terjadi ke orang yang
berbeda? Ya mungkin saja karena
bahayanya masih sama, resikonya masih
sama. Nah, ini yang perlu diperhatikan
pada saat kita melakukan proses
investigasi kecelakaan.
Teori domino. Pada saat kita melakukan
investigasi, kita harus tahu penyebab
dasarnya. Mungkin programnya tidak
sesuai, standarnya tidak sesuai,
kepatuhan terhadap standar tidak sesuai,
ya. Ada penyebab tidak langsung berasal
dari faktor pribadi dan faktor
pekerjaan. Misalnya faktor pribadi galau
nih ya, faktor psikologi, motivasi,
stres. Aduh yang genzi-genzi nih ya Mas
Felix nih genzi bukan ya atau Mbak Shola
nih genzi nih kayaknya ya. Yang
genzi-genzi ni misalnya sekarang waduh
mental gua keganggu ini Pak ya. Aku nih
galau nih Pak kenapa galau? Aku habis
putus Pak dari pacarku Pak tadi malam
Pak. Nah, habis itu galau, stres, habis
itu pekerjaannya terganggu. Kan katanya
gitu katanya ya kata di ee
YouTubeYouTube di sosmos ya, katanya
Genzi eh mental he-nya keganggu katanya
kayak gitu ya. Enggak tahu nih benar apa
enggak. Terus ee misalnya dari faktor
kerjaan atasannya, atasannya galak
misalnya atasannya ee tidak tidak
menjadi seorang leader ya, hanya
nyuruh-nyuruh aja tanpa mengasih solusi
misalnya ya
atau maintenance-nya kurang,
peralatannya kurang, standar kerja
kurang dan salah pakai dalam hal
penyebab tidak langsung sebuah
kecelakaan. Lanjut ke penyebab langsung
nih bisa dari unsafe action dan unsafe
condition ya. Unsafe action ingat dari
orangnya ya perilaku dari orangnya.
Sementara unsafe condition itu berasal
dari kondisinya ya kondisinya. Tapi
kalau perlu diingat terkadang ada yang
namanya unsafe condition disebabkan oleh
unsafe action. Misalnya tadinya
lantainya enggak licin terus aku
numpahin air, numpahin oli gitu misalnya
ya. Nah, gara-gara unsafe action terjadi
unsafe condition atau sebaliknya
gara-gara unsafe condition ya terjadi
unsafe action. Ini biasanya terjadi
misalnya ee sudah tahu di situ
kondisinya tidak aman tetapi karena
disuruh sama bos ya biasalah ya kalau
namanya atasan kan ee pakai dua pasal
ya. Pasal pertama atasan selalu benar.
Pasal kedua balik ke pasal pertama ya.
Jadi intinya atasan itu pasti selalu
benar. Enggak pernah enggak pernah
melakukan kesalahan ke atasnya gitu ya.
Nah, jadi bisa saja hal itu terjadi.
Nah, maka dari itu perlu kita lakukan
identifikasi di situ ya. Tadi kita
bicara kita melakukan misalnya
identifikasi terhadap unsafe action dan
unsafe condition. kita lakukan ee
penilaian, kita lakukan follow up di
situ. Sehingga ini memungkinkan
kalau kita berbicara uns action dan
unsafe condition tersebut meminimalisir
terjadinya hal tersebut kepada kita.
Terjadi kecelakaan. Oke. Ada kerugian
pada manusia, peralatan, material, dan
lingkungan. Ya, jadi ini penyebab
terjadinya kecelakaan dan akibatnya.
Nah, secara garis besar ya ada yang
namanya
teori handrich ya. Menurut teori
handrich itu hampir 88% kecelakaan itu
disebabkan oleh tindakan tidak aman.
Kenapa? Karena yang namanya merubah
tindakan itu sulit. Ya, aku ambil contoh
teman-teman semua ya. Aku car selalu
memberikan contoh teman-teman lagi naik
mobil atau lagi naik motor misalnya di
depan ada lampu hijau terus berubah ke
lampu kuning mau merah teman-teman
ngerem atau gaspol
ya teman-teman ngerem atau gaspol
Bang Felix?
Gaspol.
Gaspol ya. Ya, biasanya gaspol ini ya.
Depan itu sudah berubah jadi dari hijau
berubah jadi kuning gitu ya. Mau mau ke
merah pasti gaspol
ya. Rem. Masyaallah rem ya.
E ada yang enggak ada yang ngerem juga
ternyata ya. Alhamdulillah.
Tapi itu mungkin hanya di training aja
kali ya. Kalau di luar training ya sama
aja. Sama kayak teman-teman kita bicara
kalau teman-teman training defensif
driving pada saat kelas itu ngomongnya
baik-baik semua gitu ya. Ya, kita
kecepatan sesuaikan dengan kondisi
jalan, Pak. Nah, kalau sudah di luar
area camp, wah udahlah tuh dihajar
semuanya. Mau pasir, mau batu, mau
lubang, ya semuanya dihajar.
Oke,
kita lanjut.
Ya. Terus kalau kita berbicara merubah
perilaku ini butuh waktu dan butuh
proses. Apalagi orang atau teman-teman
kita dari negeri plus 62 alias Konoha
ini ya, alias Indonesia ini ya untuk
merubah perilaku dari masyarakat itu
jauh lebih sulit ya dibandingkan dengan
ee merubah kondisi. Kalau kondisi
perusahaan ya di sebuah perusahaan yang
penting ada duit ya, ada happen katanya
ya, ada duit gitu ya, ada fulus mulus
gitu ya. Nah, kalau ada duit semuanya
bisa kondisi bisa di rubah sesuai dengan
keinginan. Tapi jujur kalau orang kalau
tipe kita, negara kita orang Indonesia
bisa membangun tapi untuk mmaintain
sebuah bangunan atau sebuah tempat itu
susah.
Ya, kalau ngebangun paling jago orang
kita. Tapi untuk maintenance-nya wallam
bisab ya terkadang ya ada tapi ya
kurang-kurang lah ya.
Oke,
sebentar agak mulai.
Oke. Apakah aman? nanti tindakan tidak
aman kondisi tidak aman ya. Nah, ini
teori gunung es kecelakaan kerja ya.
Kalau pas di ahli K3 umum nih ee aku
selalu menyampaikan ibarat kata seperti
film Titanic ya. Film Titanic itu si
navigator ngelihat dari jarak jauh
ternyata di situ ada bongkahan es. Nah,
pada saat itu mungkin ee nahqodanya
merasa kapalnya paling mutakhir pada
zaman itu gitu ya. Ya sudah akhirnya ya
dihajar aja tuh. Nah, ternyata dari hal
tersebut mengakibatkan
ya kapal karaf gara-gara
ketabrak gunung es tersebut. Nah, ini
sama halnya dengan ee dunia kerja gitu
ya atau sebuah perusahaan ya kalau
menyepelekan sesuatu ya menyepelekan
sebuah ee accident atau sebuah
kecelakaan bisa jadi itu akan
menimbulkan kecelakaan yang lebih besar
di waktu berikutnya dan terutama masalah
biaya ya biaya yang ditimbulkan akan
jauh lebih besar sebetulnya. Nah, yang
perlu diperhatikan adalah yang paling
dirugikan dalam hal ini, dalam hal
kecelakaan kerja adalah karyawan
ya. Kalau perusahaan mah gampang nyari
orang ya, perusahaan mah gampang ee
untuk mencari pengganti dari orang
tersebut. Nah, kalau orang tersebut
apalagi dia mengalami cacat atau bahkan
sampai permanen ya apa yang akan dirasa?
susah bagi mereka untuk mendapatkan
pekerjaan misalnya ya. Sehingga mau
enggak mau ya kita harus selalu
memperingatkan atau mengingatkan kepada
karyawan kita supaya lebih berhati-hati
dalam menjalankan aktivitas pekerjaan.
Kalau sudah terjadi kecelakaan, wah
sudah karyawan itu yang dirugikan pada
saat terjadi kecelakaan terutama
keluarganya sih ya. Nah, ini buat
teman-teman mungkin yang ee sebagai PM
ataupun sebagai HSE ya, banyak anggota
atau membernya di lapangan ya silakan di
ingat-ingat kembali, diingatkan kembali
karyawan ni terkadang penginnya cepat
terutama nih mohon maaf nih kalau
misalnya udah dekat-dekat waktu pulang
ya misalnya pulangnya jam .00 jam 15 itu
otaknya sudah enggak ada di situ lagi.
Tuh otaknya ada tapi pikirannya enggak
tahu ke mana. Ya udah ada di rumah. Wah,
nanti aku mau pulang, habis itu mau ke e
Mall Pekanbaru misalnya atau yang di
duri misalnya mau ah nanti siang, nanti
sore aku mau makan ke KFC lah sama
istriku lah misalnya gitu. Atau kalau
zaman now ee kalau sekarang kan zaman
now nih kayaknya lagi usung-usungnya
orang-orang pada lari ya lari di gor ya
lari di Gor Krakatau itu ya di Gelora ya
biasanya aku lihat status status
teman-temanku sih sekarang kan pada
pakai sepatu-sepatu running tuh ya zaman
now kan habis itu ee pakai apa trava
kayak gitu-gitu
pakai joki joki jogging gitu joki
running gitu ya nah banyak kan kayak
gitu gitu sekarang. Nah, ee mungkin ya
itu tadi kita perlu peringatkan dan
perlu sampaikan kepada karyawan ya fokus
tetap fokus sampai jamjam terakhir ya.
Terkadang ee di jam-jam akhir ini adalah
jam-jam rawan. Kalau malam biasanya
jam-jam subuh biasanya jamjam .00 jam .
Nah, itu biasanya adalah jam-jam rawan.
Kalau dulu aku di tambang gitu ya, kami
melakukan tes fatic manajemen ya melalui
soberity t biasanya di jam-jam tersebut
karena karyawan itu sudah mulai letih,
lelah ya, sudah mulai ngantuk di situ ya
itu kita lakukan tes di situ supaya apa?
Supaya karyawan memang dalam kondisi
fit.
Oke.
Nah, pada saat terjadi kecelakaan kita
sebetulnya sebelumnya harus harus sudah
melakukan pengendalian. tadi kita
bicaranya HSE ya, kita bicaranya safety
ya, K3. Maka dari itu selaku insan K3
kita harusnya melakukan tindakan
pencegahan ya. Kata pepatah itu lebih
baik mencegah daripada mengobati ya.
Lebih baik kita mencegah nih daripada
kita masuk rumah sakit. Nah, ini yang
perlu diperhatikan oleh teman-teman
selaku misalnya nanti sebagai HSE ya
atau misalnya teman-teman yang
mendeliver terkait dengan HS karyawan ya
pastikan karyawan betul-betul comply,
betul-betul taat aturan
ya. Pencegahan pencegahan apa aja sih?
Dokumen K3 ya. Terus yang keduanya
adalah budgeting ya. Budgeting K3 ya.
Terus membuat tim IRT pasti ya. Kalau di
Miga sih enak, tim IRT-nya ada khusus
ya. Kalau di pertamina ada F ya, Fire
emergency respon team.
Nah, tapi kalau kita bicara kita di
bisnis proses lain kayak misalnya ee Pak
Anis gitu ya, Pak Anis di manufacture
pasti ada tim tapi dia akan merangkam
dia sebagai operator dan dia juga
sebagai tim
IRT emergency responif ya. Mau enggak
mau, suka enggak suka harus dilaksanakan
sebetulnya ya untuk meminimalisir kalau
misalnya terjadinya kondisi darurat ada
orang yang betul-betul dilatih untuk
menghadapi kondisi darurat tersebut.
Tapi ya jujur aja kalau
di manufacture itu kurang
kurang siap orang-orangnya ya. karena
memang ee kerjaan mereka bukan sebagai
tim IRT, tapi kerjaan utama mereka
adalah sebagai operator. Jadi, pada saat
terjadi kondisi darurat, terkadang
mereka masih ee lebih mementingkan
pekerjaannya ya, karena sumber
penghasilannya dari situ. Beda cerita
dengan teman-teman yang memang sudah
dilatih untuk menjadi tim tangkap
darurat. Nah, ini tiap hari kerjaannya
latihan aja terus ya. itu lebih bagus
dibandingkan dengan yang hanya
sebagai pekerjaan sampingan atau dalam
arti kata bukan pekerjaan intinya
ya. Kalau di tambang ataupun di Migas,
nah ini biasanya timnya ada tim khusus
nih. Bahkan ada CC-nya, call centernya
ya. Atau di Petro Chemical juga ada tim
khusus ya. Pokoknya di ee
perusahaan-perusahaan yang memiliki
risiko tinggi biasanya
itu diminta diminta untuk memiliki tim
tanggap darurat khusus
ya dari tim internal perusahaan atau
misalnya dengan menggunakan pihak ketiga
enggak ada masalah. Intinya adalah tim
itu didesain ya atau di diperuntukkan.
Memang untuk kondisi-kondisi yang dalam
kena kutip adalah kondisi darurat yang
membutuhkan orang khusus, yang
membutuhkan orang yang memang sudah
dilatih menghadapi kondisi-kondisi darat
tersebut. termasuk tadi misalnya
convence space misalnya di situ ada
kegiatan convent space ada kegagalan ya
kalau enggak mau tim emergency respon
tim inilah yang membantu untuk
menanggulangi atau melakukan
penyelamatan pada saat kondisi darurat
convensi base tadi berlangsung
ya. Oke. BBS training, SOP, APD dan
sertifikasi uji kelayakan. ya. Pada saat
terjadi kecelakaan, isolasi energi,
mengurangi jumlah tenaga kerja, mengubah
permukaan, penempatan bariket. Hal ini
dilakukan karena
orang Indonesia ini banyakan kepo ya.
Contohnya teman-teman, ada kecelakaan di
jalan, kepo enggak? Pasti kepo. Dari
mulai yang serius nyetir, ada kecelakaan
di depan, dari mulai depan sampai
ke belakang layar teman-teman kayak mau
patah ya. itu pasti teman-teman lihatin
ya bakatan. Apalagi kalau misalnya ada
korban ada korban teman-teman lihat ada
darah misalnya wah itu pasti keput
pelan-pelan banget. Apa itu ya apa itu
korbannya ya? Nah pasti kayak gitu ya.
Nah kalau misalnya di perusahaan apalagi
di perusahaan ya apalagi zaman sekarang
aku paling gedek tuh ngelihat orang
banyak ngumpul tapi orang banyak ngumpul
ini bukan buat nolongin tapi buat
ngerekam.
ya di-upload di sospet. Nah, bukannya
ditolongin malah. Tapi ingat ee
sebenarnya untuk berbicara
menolong menolong korban ya. Kalau kita
memang enggak PD untuk melakukan
penolongan gitu ya, untuk melakukan
tindangan P3 enggak usah sebenarnya ya
takutnya
malah salah pertolongan. Justru kalau
salah pertolongan di negeri plus 62 ini
kita jadi tersangka.
Ya, justru bisa jadi kita yang tersangka
gara-gara dia tuh, Pak, salah nolong.
Padahal kan kita baik ya. Ya, kita baik
ya, pengin nolong gitu ya, pengin nolong
orang. Tapi gara-gara salah menolong ya
itu seringkiali justruah kita yang
menjadi tersangka gitu ya. Nah, setelah
terjadi kecelakaan panggil IRT, berikan
pertolongan pertama bariket ya bariket
ya. Kumpulkan bukti-bukti, investigasi,
kumpulkan saksi-sakti.
perbaiki area kalau bisa langsung ya
kalau kita bicara investigasi kecelakaan
ya ini yang kita lakukan metode untuk
mencari penyebab kecelakaan berdasarkan
fakta-fakta yang ada supaya kecelakaan
yang sama tidak terulang kembali.
Harapannya adalah di kemudian hari tidak
terjadi kecelakaan dengan kita melakukan
proses investigasi tersebut.
mencari fakta, mengetahui bagaimana dan
kapan kenapa terjadi, menemukan tindakan
perbaikan sehingga kecelakaan yang sama
tidak terjadi di kemudian hari. Kapan
dilakukan? Sesegera mungkin. Ya, kalau
ada korban kita selamatkan korban dulu.
Kita lakukan tindakan first ya. Siapa
yang melakukan adalah tim investigasi.
Kalau dulu waktu di migah tuh ada
namanya tim RCA ya, tim root cause
analisis. Nah, ini biasanya difasilitasi
oleh teman-teman HSE atau H ya. Jadi
teman-teman safety yang memfasilitasi
tapi tetap yang memimpin tim investigasi
kecelakaan adalah kepala dari departemen
terkait entah itu manajernya lah, entah
itu superintendernya lah ya, entah itu
aspennya lah dan lain sebagainya bukan
teman-teman selaku HSE ya. Tapi ya ada
tapinya ya karena ini kecelakaan kerja
kaitannya dengan keselamatan ya biasanya
orang langsung menunjuk kita sebagai
ketua tim investigasi sebetulnya bukan
sebetulnya harusnya ketuanya adalah
pimpinan dari departemen terkait ya.
Oke. Keterlibatan karyawan, petugas K3,
P2 K3, pimpinan perusahaan, dokter
perusahaan juga termasuk ya. Terikat
pekerja mungkin ini dimasukkan kaitannya
dengan sanksi-sanksi ya. Kalau di ee
kalau di dunia kerja gitu ya, ada
serikat pekerja biasanya ada yang
namanya ee PKB ya Pak Anis ya.
Perjanjian kerja bersama ya. Di situ
biasanya ada pasal-pasal terkait dengan
K3, pelanggaran K3. Biasanya ada SP1,
SP2, dan SP3 ya. Nah, itu harus
mengundang teman-teman dari Serikat ya,
minimal ketuanya lah yang tahu. Nah,
untuk menjelaskan bahwasanya dia ini
sudah melakukan pelanggaran terkait
dengan hal ini gitu ya, supaya tidak ada
kesalahpahaman
di antara ee serikat dan juga manajemen
gitu ya.
Bagaimana melakukan penyelidikan,
amankan tempat kejadian. Kita pasang
loto kumpulkan bagian-bagian ya yang
peot, yang riser. Nah, ada saksi
langsung bisa jadi orang tersebut korban
ataupun orang lain yang memang berada di
lokasi tersebut yang melihat kejadian
ada saksi tidak langsung. Saksi tidak
langsung ini bisa jadi security ataupun
tadi ya dokter, tenaga ahli. ada dokumen
langsung ya, bisa jadi kamera, camcord
corder ya, video, formulir, termasuk
saat ini CCTV ya, CCTV. Tapi CCTV-nya
CCTV swasta. Kalau CCTV pemerintah tuh
sering hilang soalnya ya. Kalau ada
kejadian kayak KM50 kayak di mana lagi
ya, kayak Brigadir Jala itu tiba-tiba
CCTV-nya rusak ya. Penyiraman novel
Baswedan misalnya ya, itu tiba-tiba
CCV-nya hilanglah. rusaklah, gangguanlah
ya, tiba-tiba kabelnya putuslah ya.
Enggak tahu itu ke mana ya. Tapi kalau
CCP di perusahaan swasta biasanya bagus,
kecuali direkturnya yang tersangka itu
tiba-tiba rusak tuh CCTV-nya ya. Nah,
kalau di ee pemerintah ini mohon maaf
banget ya, sering banget hilang hilang
CCTV-nya enggak tahu ke mana ya atau
mungkin ada casing-nya tapi dalamnya
enggak ada. Biasalah ya hemat budget
gitu ya. Hemat budget kan kadang kayak
gitu tuh casing-nya. Dan casingnya kan
cuma Rp100.000 kalau pasang CCTV-nya
Rp.100 kan beda misalnya ya harganya
sehingga ya ini sulit kalau misalnya
kita ingin membuktikan kalau misalnya
ada kasus-kasus terkait dengan hal
tersebut gitu ya. Nah ini pas ini
mainnya di jurang-jurang aja nih
sedikit-sedikitnya enggak apa-apal ya.
Oke, ada dokumen tidak langsung
pemeriksaan kesehatan, training misalnya
peralatan perawatan gitu sampai MCU
karyawan juga bisa termasuk untuk
dokumen-dokumen ya. Misalnya dia kita
lihat wah ini kok kayaknya ini orang kok
model-modelnya habis nyimeng ini
kayaknya ya. Habis itu kita periksa
kesehatannya. Oh ternyata benar pas tes
drug dan alkohol ternyata dia habis
mabuk malamnya misalnya. Nah boleh boleh
ini kita jadikan sebagai ee data-data ya
atau dokumen-dokumen tidak langsung
dalam proses investigasi kecelakaan.
kita lakukan pengujian melalui proses
evaluasi terhadap tadi penyebab dasar
tidak langsung dan langsung ya sehingga
kita dapat menemukan sumber
permasalahannya atau akar
permasalahannya root cause-nya. Nah, itu
yang paling penting sebetulnya root
cause-nya itu agar dalam ya. Setelah itu
kita lakukan tindakan koreksi tadi ya.
Kalau di Indonesia ini ada perbaikan
sementara tapi susah ya. Sementara nih
bisa jadi semen tahun semen 2 tahun ya
sampai enggak diperbaiki-perbaiki
ya. Contohnya apa ya? Jalan jalan-jalan
jalan-jalan utama di rumah di dekat
rumah teman-temanlah tuh. Ya sudah
dilaporin Pak Pak RT, Pak RW ini e Pak
Camat dan segala macam nih jalan sudah
rusak dan segala macam. Iya Pak aman
nanti kita perbaiki sementara. Nah
sementara sementementara habis itu sudah
ada korban. Nah baru tuh kenapa enggak
bilang sama saya. Kemarin kan sudah saya
bilang dokumentasi dan laporan. Kalau
dokumentasi dan laporan ini sebenarnya
kalau kita di perusahaan biasanya
disuruh cepat cepat cepat cepat cepat.
Kenapa? Karena kalau tidak cepat progres
project akan menjadi terhambat terutama
buat teman-teman yang di project gitu
ya. Ini biasanya progres project akan
terhambat sehingga biasanya kita diminta
untuk cepat melakukan proses investigasi
dan ada laporannya. Ya, seringkali
seperti itu. Tetapi yang perlu diingat
adalah dalam melakukan proses
investigasi itu enggak bisa cepat. Untuk
mencari akar permasalahan itu harus
detail. Enggak bisa kita hanya 1 jam, 2
jam, 3 jam enggak akan bisa ya. Jadi
kadang karena disuruh cepat mau enggak
mau enggak ah enggak akan dalam
proses investigasinya. Sehingga apa?
Sehingga seringkiali akar
permasalahannya ini enggak dapat ya.
sudah di-close case-nya. Ternyata di
kemudian hari akan ada kasus yang sama.
Ini banyak kejadian di perusahaan
ya. Oke,
belum selesai. Perasaan belum selesai
nih ya kalau materi ahli ketiga umum
belum sampai sini ya. Oke, ada
pertanyaan terkait dengan proses
investigasi. Tadi ada contoh form-nya
aja sih sebenarnya ya. contoh form-nya.
Ee jadi kalau contoh form-nya itu di
materi teman-teman ada di file latihan
gitu ya,
itu ada latihan inspeksi
eh latihan ee formulir kecelakaan kerja
sori. Nah, jadi di sini ini bisa
teman-teman gunakan misalnya ee
teman-teman ingin berlatih untuk
melakukan
proses investigasi kecelakaan.
Kalau teman-teman training ahli K3 umum
kemarin bareng sama aku gitu ya, mungkin
udah udah dilaksanakan nih kayak
ee siapa ya, Mas Koiril gitu ya misalnya
kemarin itu sudah insyaallah
dilaksanakan. Kita lakukan proses
diskusi investigasi kecelakaan
berdasarkan video kemarin ya. Jadi di
sini ya ini salah satu form aja
sebenarnya form
laporan kecelakaan kerja. Nah,
sebetulnya ini kita lihat dari
tadi sebab penyebab dasar, penyebab
langsung gitu ya, penyebab tidak
langsung ya. Ini kita lihat dari sini.
Nah, sebetulnya di di form investigasi
kecelakaan itu harus ditambahkan di sini
ya, kita menggunakan metode apa.
Misalnya ditambahkan di sini di sheet
berikutnya misalnya menggunakan metode
5Y ya, 5Y y. Kenapa ee kenapa terjadi
tabrakan di jalan tol? Oke,
jawabannya karena pengemudi ngantuk.
Kenapa pengemudi bisa ngantuk? Pengemudi
bisa ngantuk gara-gara malamnya lembur.
Kenapa bisa lembur? Lembur karena
peralatan
yang digunakan belum siap pada saat
harusnya waktu bekerja dimulai. Kenapa
peralatan belum siap? Ternyata belum
bayar, belum bayar ke kontraktor
misalnya ya. Penyebabnya ya itu gitu
kan. Nah, jadi WY inilah yang menjadi ee
penyebab kita melakukan ee terjadinya
kecelakaan tersebut gitu ya. Jadi itulah
yang harus kita gali. Sebenarnya sih
kalau kita bicara YY y itu ya
menggunakan 5Y ataupun Y3 lebih banyak
lagi ya, lebih dalam lagi. Tapi ingat
tadi enggak bisa cuma 1 hari. Kalau cuma
satu hari ya ala kadarnya aja. Tapi yang
namanya bos ya, yang namanya bos kan
penginnya cepat ya. Ya, Pak Elen ya. Pak
Elen kan sudah jadi PM. Jadi bos itu
penginnya eh cepatlah cepatlah cepatlah
gitu ya. Enggak enggak enggak tergantung
tergantung.
Oke, ada pertanyaan sampai sini sebelum
kita masuk materi terakhir
ini kayaknya lebih cepat dari kemarin
kayaknya nih. Hawa-hawanya setengah jam
lagi selesai nih. Gimana? Gimana nih?
Atau mau ditambah nih? Jangan-jangan nih
kalau diam-diam aja enggak ada respon.
Ada pertanyaan nih apa enggak nih? H ee
mengerti atau bingung ini ya? Ini ada
dua kemungkinan nih. Ada dua kemungkinan
mengerti ataupun bingung ya. Atau enggak
kalau kayak Bang Deni itu lagi minum itu
ya lagi di mobil nyetir ya. Masyaallah
sambil dengerin itu.
Kalau Mas Yopi kemarin dia jadi Jack
Mania sekarang jadi Juventini nih
ceritanya ya. Kemarin pakai baju Persija
kan ya.
Betul. Perhatiin aja lagi
ya. Perhatiin dong trainernya kan
ngelihatin orang-orangnya di sini.
Halo Bang Stian
ya. Silakan.
Ee
Anis
boleh nanya nih. Ada ada dua kejadian
kalau di perusahaan kita nih ada
ee dua tipe ya. Ee pertama ee kalau
serangan jantung itu enggak masuk bagian
dalam kecelakaan kerja ya.
Enggak ya?
Enggak. Kalau kalau itu terjadi di
lokasi kerja ya dan setelah mendapatkan
diagnosis dari dokter bahwasanya dia
terkena serangan jantung dengan berbagai
macam bukti ya. Kalau dokter kan punya
ya dia tahulah ya ini sebabnya kenapa,
kenapa, kenapa dan oh
mungkin mungkin bisa jadi kita punya
rekaman CCTV, dia tiba-tiba pegang ini
terus habis itu tiba-tiba tepar gitu ya.
Nah, terus meninggal. Nah, itu enggak
enggak termasuk ke dalam kecelakaan
kerja.
Enggak masuk ya. Terus kemarin kemarin
juga kejadiannya sama sih ee ini
karyawan ee sesak napas begitu sampai
kita bawa pertolongan ke IGD juga di
dalam mobil ya hampir-hampirlah ee cuma
setelah ditanya kronologisnya dia kena
sikut ulu hatinya pada saat main futsal
begitu. Itu pun sama ya kejadiannya di
lokasi kerja juga sama pada saat posisi
kerja gitu. Oke. Ee ini harus hati-hati
ya, harus hati-hati dalam mendefinisikan
kecelakaan kerja. Karena
kalau misalnya main futsalnya misalnya
dia pulangnya jam 5.00, ternyata dia
main futsal atau main bola di jam .00
ternyata dia main ee olahraga. Olahraga
ya pas ee masih di jam kerja terkena
sikut ataupun cedera
di jam kerja itu masih masuk kecelakaan
kerja. itu harus hati-hati, Pak Anis.
Oh, gitu ya.
Heeh. Harus hati-hati ya. Kalau misalnya
dia kalau misalnya dia ternyata ee masih
sampai jam 5. Dia nonif ya biasanya ya
sampai jam 5. jam kerjanya, ternyata ada
futsal nih atau ada minicer ataupun ada
sepak bola ya biasa ya. Kita kan di
pabrik punya lapangan sendiri biasanya
kan ya atau basket,
badminton.
Kalau dia cedera
sampai mengakibatkan
dia dirawat, nah itu masih masuk
kecelakaan kerja. Harus hati-hati.
Harus hati-hati. Walaupun ya ada
beberapa perusahaan yang mendefinisikan
itu bukan termasuk kecelakaan kerja
karena dia melakukan aktivitas pribadi.
Iya. Nah, tapi kalau menurut aturan dari
ee Kementerian Tenaga Kerja dan Disnaker
lah ya, terutama terkait dengan zero
accident itu masuk ke dalam kecelakaan
kerja apabila dia besoknya enggak masuk
itu bisa dikategorikan sebagai LTI los
time injury. Jadi harus hati-hati nih,
harus hati-hati. Benar karyawan boleh
olahraga tapi diusahakan jangan sampai
cedera. Enggak usah serius-serius
bangetlah. Kadang karyawan ini apalagi
yang masih muda-muda nih kalau udah main
bola udah berasa turnamen Liga Champion
ya udah kayak udah kayak misalnya pakai
baju Juventus kayak Bang Yopi udah udah
berasa ee yildis gitu ya udah berasa
yildis gitu ya sudah berasa orang
pemain Juventus nah itu yang terkadang
ee agak miss nih di situ karyawan kita
ya sama
Iya memang memang memang ee karyawan
yang melakukan futsal ini memang masuk
tim perusahaan gitu bagi tanding dengan
ee
apa tim yang lain begitu. Tapi memang
setelah pulang kerja sih.
Oke. Kalau setelah pulang kerja enggak
ada masalah. Enggak masuk kecelakaan
kerja.
Enggak masuk kecelakaan kerja.
Enggak masuk kecelakaan kerja. Tapi
kalau misalnya dia masih di jam kerja
dan masih ee belum pulang kerja,
hati-hati harus hati-hati. Itu itu yang
perlu dikasih tahu. Kecuali ee kalau
kayak tadi dia tim tim perusahaan ya
misalnya dia dapat dispens biasanya ada
dispens ya, ada dispensasi nih dia ada
turnamen jam .00 boleh balik gitu ya.
Nah, karena udah dia pulang dalam ee
posisinya dia sudah meninggalkan lokasi
kerja dan sudah mendapatkan dispensasi
terjadi cedera itu enggak masuk kategori
kecelakaan kita.
Oke. Oke. Oke. Terima kasih, Bang.
Iya. Sama-sama. Ada yang lain? Silakan.
Mau nanya dong, Pak.
Ya, boleh. Silakan.
Iya.
ee mungkin ee mau meluruskan waktu itu
kan waktu pelatihan K3 juga untuk
kecelakaan kerja itu misalkan kita
berangkat atau pulang dari dan ke tempat
kerja itu termasuk ya kecelakaan kerja.
I oke.
Saya di perusahaan ini sebenarnya sempat
dua kali pulang kerja itu kecelakaan
cuman saya belum tahu sebenarnya
peraturan seperti itu tuh ternyata
termasuk dalam kecilan kerja bisa
diklaim segala macam.
Ya memang ternyata
itu termasuk ya gitu ya, Pak ya. Jadi
kebetulan memang sebelumnya memang tidak
ada jabatan atau posisi HSE gitu.
Makanya sekarang ada dimulai gitu
dimulai dibentuk ada. Makanya saya ee
orang pertama gitu yang ada di sana
gitu. Jadi memang kemungkinan saya akan
menerapkan itu jika ada kecelakaan kerja
dari karyawan yang ingin berangkat
ataupun pulang gitu. Mungkin
langkah-langkahnya atau mungkin
saran-saran dari Pak Septian tuh seperti
apa gitu. Kalau misalkan oh ini ada
laporan kecelakaan pas berangkat, oh ini
pas pulang gitu.
Mas Yopi bareng sama aku kemarin?
Tidak
enggak ya? Oke.
Pintaran nanyanya sama aku, bukan sama
yang pemateri sebelumnya.
Sebenarnya ada udah cuman kayak butuh
kan namanya kan kita beda penjelasan
pemahaman siapa tahu lebih enak sama Pak
Seian gitu. Lebih enak. Oke. Jadi gini,
orang jati warna gitu.
Jadi jati warna. Oh, jati warna di mana?
Nenek saya Jatimati.
Oh, Jati Mel. Oke. Aku disasak nih masuk
ke dalam.
Oke. Oke.
Oke. Jadi ee yang perlu Mas Iopi lah ya,
I paham ee memang di aturan kita
menyatakan bahwasanya kecelakaan kerja
adalah kecelakaan yang terjadi akibat
hubungan kerja. Yang pertama itu. Terus
yang kedua, berangkat dari rumah, pulang
dari rumah melewati jalan yang biasanya
dia lewati.
Oke. Dalam arti kata kalau misalnya dia
rumahnya kerjanya di ee kerjanya di
Pulau Gadung misalnya, terus habis itu
rumahnya di ee Bekasi gitu ya, tapi
ternyata dia kecelakaan di daerah
Tangerang. Ngapain dia ke Tangerang?
berarti kan enggak melewati jalan yang
biasanya dia lewati atau yang wajar dia
lewati.
Nah, itu perlu di sosialisasikan juga ke
teman-teman karyawan. Terus yang kedua,
terkait dengan kecelakaan kerja. Kalau
memang
kita ya ini jujur aja ya, kalau aku dari
segi perusahaan tidak semua dimasukkan
ke dalam kategori kecelakaan
ya dan tidak dilaporkan ke teman-teman
dari Disnas. Aku sebagai praktisi swasta
selalu menyampaikan itu. Yang
disampaikan ke teman-teman Disnaker
adalah kecelakaan yang menimbulkan LTI,
lost time injury atau kehilangan jam
kerja. Yang dikategorikan sebagai LTI
adalah kita kecelakaan sekarang, besok e
nanti malamnya dirawat, besoknya kita
enggak masuk sampai 2 hari
berturut-turut itu masuk kategori LTI.
Oke. Nah, yang perlu dipahami adalah
misalnya tadi kecelakaan tersebut kita
harus lihat dulu biasanya jamnya kalau
dia sudah pulang oke dia sudah pulang
dan terjadi kecelakaan sebenarnya
tergantung. Ada beberapa perusahaan yang
tidak mengkategorikan sebagai kecelakaan
kerja karena ini akan berpengaruh
terhadap manhowers,
jam kerja selamat perusahaan atau jam
kerja operasional.
Ini manhowers ini biasanya terkait
dengan HSE performance. Kalau
teman-teman kontraktor itu jagain banget
itu. Kalau itu sampai kena ya otomatis
manhowers-nya akan nol lagi
ya. Jadi perlu diperhatikan juga dia
kecelakaannya ini ya memang dalam
kondisi seperti apa ya dalam arti kata
jangan-jangan oke dia sudah pulang ke
rumah habis itu dia pergi lagi
kecelakaan dia bilangnya kecelakaan
kerja biar masuk ke klaim BPJS
tenagakerjaan
ya kan kadang ada orang kayak gitu tuh
biar masuk ke klaim BPJS tenagaan kan
kalau masuk klaim BPJS tenagaan kan
diganti kalau misalnya cacat ya contoh
Aku ambil contoh jempol lah. Jempol
hilang Rp150 juta dengan gaji R10 juta.
Mau R150 juta? Jempol. Jempolnya hilang
nih. Dapat R50 juta nih ya. Mau. Nah,
kan kadang ada orang yang berpikiran
seperti itu gitu loh ya. Nah, walaupun
ya enggak semua orang tapi ada orang
yang berpikiran seperti itu. Ah
diklaimkan aja lah biar biar aku ee
pengobatannya enggak bayar. Nah, ee
kalau Mas Yopi baru starting mulai di
safety atau HSE di perusahaannya
ee ngobrol dulu sama teman-teman HR
karena yang melaporkan kecelakaan kerja
ke DNAER adalah teman-teman HR dan yang
ee melaporkan ke unit traumatic center
di rumah sakit ya yang mengajukan yang
mengajukan ke unit traumatic center kan
ada tuh trauma kecelakaan kerja ya nanti
Nanti kan ya si pasien ini kan dapat
treatment macam-macam dan nanti kalau
misalnya ada kompensasi ya dikasih
kompensasi. Nah, itu ngobrol dulu sama
teman-teman HR. Ah, gimana bagusnya
kalau memang ee Mas Yopi pengin
memasukkan kategori tersebut untuk
dijadikan masuk ke kecelakaan kerja, ya
silakan kebijakan dari perusahaan
masing-masing ya. Tapi kalau saran aku
tidak semuanya dimasukkan ke kecelakaan
kerja karena ini akibatnya nanti ke
jumlah manhowers-nya punyanya Mas Yopi.
Bisa jadi ya nanti jadi telur lagi nih
ya. Kalau bos-bos itu ngelihatinnya itu
soalnya biasanya
ya biasanya dia ngelihatin atau jumlah
incident recordable yang ter-record ya.
yang terikutnya apa ya dalam arti kata
yang LTI biasanya ya itu yang dilihatin
biasanya sama teman-teman ee manajemen
ya. Nah, nanti jangan-jangan ya misalnya
teman-teman manajemen
lagi melakukan ee pendekatan terhadap
ingin mendapatkan zero accident award.
Nah, kalau itu dimasukkan ke dalam
kecelakaan kerja bisa jadi enggak akan
dapat
ya. Terus yang kedua, ada beberapa
perusahaan memasukkan hal tersebut ke
dalam insiden komuter. Komuter ini
berarti insiden perjalanan dari rumah ke
kantor, dari kantor ke rumah. Jadi
enggak masuk ke dalam workplace
incident. Ada di beberapa multinational
company ya di ya contoh di perusahaanah
ya saat saat ini gitu ya. Itu tidak
termasuk ke dalam ee workplace incident
karena kejadiannya di luar. Yang
pertama. Yang kedua, kejadiannya itu
bukan jam kerja
ya. Dalam arti kata dia belum nyampai
tempat kerja. Jadi pada saat terjadi
sesuatu itu tidak akan bisa memotong
manhowers kita. Nah, itu yang perlu
dilihat dulu sih sebenarnya ya. Jadi aku
enggak bisa ee memutuskan secara sepiak
tergantung kebijakan perusahaan
masing-masing sebetulnya Mas Yopi ya.
Ya, ada yang mau berpendapat silakan.
Ada yang mau menambahkan? Mungkin
silakan kita diskusi di sini nih. Gimana
diimplementasi di tempat teman-teman
mungkin ee ada mungkin ee di kayak di
PHR sendiri mungkin Mas Septian memang
kecelakaan kerja itu ya ketika ee
istilahnya kalau yang tercatat itu
ketika waktu kerjanya ada dan itu di
area kerja
ya
itu jadi recordable dia
ya. Tapi kalau ketika pulang ee sudah
keluar dari area pekerjaan ketika itu di
dalam perjalanan pulang itu tidak
recordable memang.
I
ya memang kebanyakan. itu hanya hanya
pelaporan kecelakaan kerja untuk E BPJS
tenaga kerjanya saja ee untuk ee
istilahnya
karena perjalanan pulang karena memang
ada kejadian ee karyawan seperti itu. Ee
dia pulang dia sudah di jalan raya
istilahnya tidak di area ee
di area PHR lagi, tidak di Pertamina
Hulurokan lagi, tapi di jalan raya
menuju pulang. dia ditabrak istilahnya
tabrak lari dan dia tergeletak dia
seperti itu. Jadi itu tidak dianggap
sama PHR itu tidak rekutable karena dia
tidak di dalam area. Cuman ya
pelaporannya ee sekedar ee record saja
bahwa ada ee kecelakaan itu kita larikan
ke ee
ke BPJS bahwa ee ada kecelakaan seperti
itu mungkin. Cuman yang ada menjadi
pertanyaan nih seperti ini ee Mas
Septian
ketika pulang nih jalan alur jalannya
sama tapi dia singgah di warung nih
ngobrol dulu. Nah, jadi baru sore nih
baru pulang terjadi kecelakaan. Nah,
seperti itu bagaimana Mas Septian?
Nah,
kalau seandainya seperti itu
ini kayaknya ee sering kayaknya ini
mampir-mampir warung kopi kayaknya ini
ya. Ya, kalau misalnya seperti itu ya ee
tergantung tergantung dari pelaporan si
HR-nya seperti apa ya untuk kejam
sos-nya. Tapi kalau dari segi recordable
atau tidaknya sebenarnya tidak termasuk
recordable sih. Masih sama aja sih
sebetulnya ya. Tapi ya ini aku selalu
sampaikan ee dulu aku di sawit itu atau
di tambang lah dulu setiap tanggal 25
teman-teman sudah pada hilang entah itu
ke warung kopi kilometer berapa ya entah
itu ke karaoke kilometer berapa gitu ya.
Kalau Mas Yopi ini mungkin sering ke
warung kopi pangku kayaknya ini ya. Nah
misalnya di situ kopi-kopi kopinya di
pangku di meja gitu maksudnya ya. Nah
itu sering maksudnya
iya ngopi maksudnya ya. Jadi seringki ee
ini menjadi perdebatan sebetulnya tapi
kalau dikategorikan sebagai kecelakaan
kerja tergantung ya tergantung dari
bagaimana komunikasi HR-nya ke pihak
BPJS ketenagakerjaannya. Tapi secara
secara recordable atau tidak sebenarnya
tidak tidak di-record cuma tercatat aja
gitu aja sih sebetulnya Pak Elen.
Oke ya mungkin itu terkait dengan ee
kecelakaan mungkin nanti Miss bisa
diskusi lebih lanjutnya. Aku enggak tahu
bagaimana jawaban dari trainer yang
sebelumnya, tapi kalau aku selalu
menyampaikan hal seperti itu karena
tergantung kebijakan perusahaan
masing-masing. Karena aku enggak bisa
ngomong itu termasuk kecelakaan kerja
atau tidak, tapi ada beberapa perusahaan
yang memasukkan itu ke kecelakaan kerja
tapi banyak dari perusahaan tidak
memasukkan. justru malah itu masuk ke
komuter insiden ya memang tetap di ee
laporkan tetapi tidak dilaporkan secara
menyeluruh ke sampai ke BPJS karena ini
berpengaruh terhadap ee jumlah manhowers
dari perusahaan tersebut ya. Kadang ada
yang pengin ya pengin sempurna lah ya
pengin sempurna tapi e tidak ada
kesempurnaan sebetulnya ya. Oke. Ee ada
pertanyaan lain mungkin ini kayaknya
kecelakaan kerja nih paling seru nih
kayaknya nih
ya. Karena memang ee teman-teman semua
harapannya sih karyawan kita tidak
mengalami kecelakaan kerja ya di dalam
aktivitasnya.
Ee dan aku juga selalu menyampaikan ya,
kalau misalnya kita bicara terjadi
kecelakaan di area kerja,
kalau bisa kita tanggulangi di klinik
kita dulu dalam arti kata jangan masukin
ke rumah sakit. Karena masuk ke rumah
sakit itu pasti rawat inap walaupun
tingkat cideranya kecil.
Kalau sudah nginap itu biasanya besoknya
enggak masuk. Ada yang mengategorikan
besoknya enggak masuk, masuk LTI. Ada
yang mengkategorikan besoknya enggak
masuk, besoknya enggak masuk lagi. 2
hari berturut-turut baru masuk LPI. Nah,
kaitannya dengan apa? Kaitannya dengan
Menhwas. Kalau memang bisa ditanggulangi
oleh klinik kita sendiri, enggak perlu
teman-teman sampai masuk ke
rumah sakit karena ini akan mengurangi
jumlah manhowers-nya teman-teman
ya. atau ya kalau misalnya enggak ada
LTI enggak usah dilaporlah ke Disnaker.
Kalau ke Disnaker itu repot nanti
teman-teman dikunjungi terus ya nanti
minimal makan siang lah nasi kapau, nasi
padang gitu ya buat mereka kan enggak
enak juga ya atau enggak kalau Bang Yopi
liwetan gitu ya kita menganjangin makan
di mana gitu ya atau sate maranggi gitu
ya sate maranggi kan enak ya sate
maranggi gitu kan nah itu kadang kalau
misalnya kita terlalu melaporkan ke
mereka juga enggak bagus sih sebetulnya
buat kita ya walaupun aku ngajar ahli K3
umum aku selalu sampaikan di ahli K3
umum kan punya kementerian ya. Kok
sebagai praktisi swasta ya aku
menyampaikan jangan semuanya dilaporin
ke mereka karena ya itu tadi nanti
dikunjungin malah jadi repot ya malah
jadi aneh-aneh temuannya gitu.
Oke kita masuk ke materi terakhir di
hari ini ya.
Ee sebentar aku share screen terlebih
dahulu.
ya. Integrasi
management system ISO 9001, 14001, dan
45001.
Kalau kita berbicara ISO ya secara
historikal sebenarnya ISO ini ee lahir
akibat adanya semacam diskusilah dari
negara-negara yang pengin punya
standarisasi sebetulnya ya. Mulainya
dari Inggris dulu ceritanya ya. Jadi ada
ISO 9001 terkait dengan sistem manajemen
mutu ya. yang terbaru ada di 2015
ada ISO 45001
terbaru ada di 2018 ini menggantikan
Oksas ya mungkin ee teman-teman yang
berkecimpung di dunia manajemen sistem
ya pasti ee familiar lah ya dulu kita
provide yang namanya OSAS gitu yaas
banyak ditanyakan terus sekarang lebih
ke ISO 45001 terkait dengan K3 ISO 14001
itu terkait dengan lingkungan. Nah, ini
dibikin untuk memenuhi customer
satisfication atau kebutuhan customer
biasanya.
Hukumnya gimana? Menerapkan hukumnya
sebenarnya sunah muakkadah ya, sunah
yang ditekankan. Silakan teman-teman
boleh menerapkan, boleh. Tetapi ya
lagi-lagi tergantung kebutuhan customer.
Kalau customernya enggak butuh, enggak
usah niat.
ya. Karena kita jualan produk, produknya
kita jual ke customer, customernya kalau
enggak butuh ngapain kita bumbu-bumbuin
gitu. Atau misalnya teman-teman yang mau
atau pengin mendapatkan tender ya
otomatis kan itu kebutuhan dari
customer, persyaratan dari customer ya.
Oke,
sebentar
enggak nge-lag kayaknya. Dia udah capek
nih training sudah 2 hari nih sudah
akhir-akhir nih ya. Oke. Ee sebentar.
Mana nih gerak nih?
Oke.
Bang.
Oke ya. Ini IS 9001 45001. Teman-teman
bisa download di manapun itu di Google
gitu ya. standar standarisasi ISO
tersebut ya. Lagi-lagi tergantung
kebutuhan customer ya. Kalau teman-teman
enggak butuh customernya enggak usah.
Oke. Di dalam ISO
ini hampir mirip semuanya. Yang pertama
struktur klausulnya. Struktur klausulnya
terdiri dari 10 klausul. Semuanya sama.
dimulai dari ruang lingkup, acuan
normatif, istilah dan definisi, context
of organization gitu ya. Terus
leadership, planning, support termasuk
operation ya, operational yang ada di
dalam IS 2001, 14001 dan 45001.
Performance evaluation ya dan
improvement ya, continuous improvement.
Kalau kita berbicara
ISO, kita melakukan siklus yang namanya
PDCA. kita lakukan perencanaan plan
cek dan ya dan ini siklusnya
terus-menerus tadi di sini improvement
peningkatan berkelanjutan ya continuous
improvement jadi tidak hanya sekali
ataupun dua kali saja tetapi ini bisa
diterapkan
setiap kali dalam aktivitas pekerjaan
teman-teman masing-masing. Jadi misalnya
kita melakukan plan ya, setelah kita
melakukan plan, kita melakukan do.
Setelah kita melakukan doke.
Kita melakukan cek, kita melakukan. Nah,
setelah bisa kita balik lagi ke PDCA.
Nah, intinya adalah di nomor
risk based thinking atau kita berpikir
berdasarkan
resiko ya. Jadi, kemarin aku jelaskan di
Hiradisi, ya. Nah, diadisi di situ ada
bahaya dan resiko.
Maka dari itu, nah kalau kita menerapkan
ISO ya, jadi kita
pemikirannya itu berbasis resiko dari
masing-masing
sistem manajemen yang kita penuhi.
Misalnya di 9001 otomatis mutu ya mutu
dari produk kita ya tergantung kebutuhan
customer itu seperti apa
ya. Jadi resiko-resiko apa saja yang
berdampak terhadap produk yang kita
hasilkan itu wajib kita lakukan
identifikasi di situ.
Oke, kita lanjut
ya. ini kok agak
oke mengapa perlu adanya integrasi? Nah,
jadi ini aku langsung sampaikan aja
materinya langsung integrasi karena ee
penting bagi kita melakukan integrasi
sebuah sistem ibaratnya biar enggak
capek kerja lah ya. Kita udah banyak
pekerjaan ditambah lagi disuruh
sertifikasi. Nah, bagusnya kita langsung
aja nih integrasi ketiga sistem kita
tersebut. Karena apa? Karena yang
pertama sumber daya manusianya sedikit.
Nah, tadi kita orang satu, satu orang
biasanya dikasih tanggung jawab ke HSE
biasanya ya. Karena di sini judulnya ee
manajemen sistem K3 dan lingkungan ya.
Otomatis kan HSN ini kan K3 dan
lingkungan. Nah, biasanya orang-orang
HSI diminta untuk menerapkan ini ya,
minta di bantuannya untuk
bisa menjalankan semi keterbatasan
sumber daya manusia karena adanya
penerapan multistandar manajemen sistem
di organisasi, kepentingan persiapan
audit dan sertifikasi dari multistandar
tadi. Nah, karena
kebutuhan customer itu biasanya tidak
hanya satu ISO saja. Ditambah lagi
resource kita, sumber daya manusia kita
sedikit ya. Mau enggak mau kita butuh
melakukan integrasi sistem tadi.
Oke.
Keuntungannya efisien, efektif,
mendukung pencapaian visi misi
perusahaan, efisien biaya. Biasanya
kalau sertifikasi ini lebih hemat sih
paketnya ya dibandingkan dengan ee
satu-satu gitu penerapannya ya.
Penerapannya gimana?
Nah, ini sesuai dengan kebutuhan
customer ya. Ini buayar requirement atau
pelanggan gitu ya. Buat matriks dan
klausul-klausul yang berhubungan.
Integrasikan sistem. Oke. Terapkan
sistem manajemen mutu secara terpadu.
Kita menjadwalkan masing-masing audit
gitu ya. Jadi ee kita intinya sih di
sini buat matriks integrasi.
Jadi sistem tersebut kita integrasi
supaya memenuhi masing-masing standar
ISO tadi.
Persyaratan quality SNI misalnya
peraturan Permen PR. Nah, ini jadi kalau
kita berbicara kita menerapkan
management system kita harus tahu dan
punya
regulatory list compliance. Jadi
aturan-aturan mana saja yang
perlu kita jalankan dan kita terapkan di
perusahaan kita ya.
Standarnya tadi sudah aku jelasin
sistemnya PDCA ya. Di sini kita
melakukan yang pertama adalah plan gitu
ya. kita rencanakan.
Oke,
planning perencanaan terus masuk ke
dukungan support ya. Do kita lakukan
evaluasi kita cek kita lakukan
peningkatan. Nah, ini semua
berdasarkan risk based thinking tadi ya,
berdasarkan risiko, pemikiran tentang
risiko. Nah, ini dibutuhkan leadership
atau kepemimpinan.
Kalau kita berbicara ini semua tanpa ada
kepemimpinan dan komitmen dari
manajemen, tidak akan bisa berjalan
sistem ini.
Oke. Nah, terus juga kita harus melihat
ada enggak kebutuhan atau isu eksternal
dan internal di dalam kita menjalankan
sebuah sistem ISO. Tiga-tiganya lah ya.
Nah, jadi ada enggak kebutuhan
pihak eksternal terhadap penerapan K3
lingkungan dan mutu di area kerja kita
atau kebutuhan internal ya.
Masing-masing dari teman-teman di tempat
kerja teman-teman pasti punya yang
namanya customer
ya. Karena kita ini saling support satu
dengan yang lainnya di masing-masing
departemen. Mau enggak mau teman-teman
harus tahu dulu isu internalnya ini apa
dan bagaimana ekspektasi dari
pihak-pihak yang berkepentingan seperti
pelanggan ataupun karyawan kita sendiri
gitu ya atau ee pihak-pihak yang
lainnya.
Oke,
sama sih kayak tadi ya. Nah, matrik
lausul-nya di sini ya, clusulnya kita
mulai dari 4 biasanya karena 1 2 3 tadi
enggak terlalu diperlihatkan hanya
penertian pengertiannya saja. Nah, terus
contex of organisasi di ISO 9001 di
matriks-nya kita harus tahu dulu
konteks organisasi kita ini apa terhadap
quality ya. bagaimana kita menerapkan
scop kualitas kita tuh seperti apa.
Kalau di 45001 ya kita harus tahu scopen
sistem K3 ini bagaimana dan bagaimana
prosesnya sedangkan di lingkungan
terhadap lingkungannya.
Nah, leadership leadership dan komitmen
ini biasanya kita bikin kebijakan ya
kebijakan. Nah, biasanya kalau sudah
integrasi kebijakan tersebut
bukan hanya fokus pada satu ISO, tetapi
ketiga-tiga ISO tersebut disampaikan
dan dijabarkan serta ditandatangani oleh
pimpinan tertinggi.
Ya, di dalam ISO 45001 ada tambahan
consultation and participation of
worker. Jadi ada partisipasi dari
karyawan dalam penerapan
ISO 45001 tersebut
ya. Kalau di planning di perencanaan
ini sebenarnya sama ya kita punya kalau
di K3 kan ada heradisi ya identifikasi
ris ya. Nah, kita masukkan semuanya ya.
Sama di ISO juga kita risnya terhadap
mutu itu apa, bahaya dan resikonya.
Terus kalau di lingkungan ada yang
namanya EIA, environmental impact aspect
ya atau IADL, identifikasi aspek dampak
lingkungan. Jadi di tahapan plan ini
betul-betul kita masukkan dan
identifikasi
kira-kira
apa bahaya dan risiko terhadap
lingkungan, mutu dan K3 kita di dalam ee
kita membuat identifikasi potensi bahaya
dan penilaian resikonya.
Oke, support. Support sebenarnya
mirip-mirip aja di tiga-tiganya ya,
resource ya, sumber dayanya ya. sumber
daya ini bisa jadi ee tim kita sumber
daya manusianya sudah diberikan
kompetensi atau belum ya. Bagaimana
kepedulian mereka terjalur komunikasinya
menyampaikan pesan-pesan SOP misalnya
ataupun pesan-pesan keselamatan atau
terkait dengan lingkungan itu bagaimana
dan dilakukan dokumentasi.
Yang kedelapan ada operasional. Bedanya
di sini kalau yang mutu lebih ke mutu
bagaimana kita memastikan bahwasanya
produk kita itu dalam kondisi yang bagus
ya. Bagaimana melakukan kontrol terhadap
ee baik itu NCR, nonconformity record,
ataupun CCR, customer complain. Ya, kita
harus membuat sebuah prosedur terkait
dengan eksternal ee complain gitu ya.
Kalau di ISO 45001 lebih kepada ERP,
emergency respon plan ya, terhadap
bahaya atau kecelakaan kerja. Kalau di
yang lingkungan terhadap kecelakaan
lingkungan. Bedanya di situ aja ya. Oke.
Di nomor 9 ada performance evaluation.
Evaluasi performance itu melakukan
pengujian, monitoring, pengujian,
evaluasi. ya. Ini sama tetapi yang satu
terkait dengan mutu, yang satu terkait
dengan K3 dan lingkungan ee kerja gitu,
yang satu terkait dengan lingkungan yang
berdampak ke pihak luar ya, lingkungan
ambience.
Oke, melakukan audit internal dan yang
terakhir adalah melakukan manajemen
review ya. Ini sama-sama
improvement ini sama sebenarnya
tiga-tiganya ada noncformity record eh
noncffirmity report dan corrective
action. Kalau misalnya perlu dilakukan
tindakan koreksi serta berkelanjutan
tidak hanya satu kali saja tapi
bertahun-tahun.
Dokumennya sama ketiga-tiganya ada
manual prosedur work instruction dan
form. Ini aku sampaikan waktu kemarin di
training ahli K3 umum. Jadi ada empat
level dokumen ya. Yang pertama ada
manual atau polisi kebijakan. Terus
level 2 ada prosedur. Level 3 ada
instruksi kerja Wi ataupun
standardization ya. Yang level terakhir
ada checklist, ada form ya. Nah, jadi
teman-teman ini kaitannya dengan mutu K3
dan juga terkait dengan lingkungan.
itu harus ada dokumen tersendiri terkait
dengan
tiga hal tersebut.
Ini contohnya ya, IK-nya. Nah, ini ee
referensinya kalau bisa tiga-tiganya.
Jadi kalau misalnya teman-teman membuat
IK referensinya tiga-tiganya ya lakukan
secara
sesuai dengan setting mesin misalnya
terkait dengan mutu menggunakan alat
pelindung diri terkait dengan K3-nya ya
sebelum meninggalkan tempat untuk
menghemat daya terkait dengan bagaimana
kita melestarikan lingkungan. Jadi
ketiga-tiga hal tersebut dibikin
oke kebijakan mutu K3 dan lingkungan
yang harus jadi masuk satu-satunya
tiga-tiganya gitu ya. Nah, ini contohnya
ya. Jadi sini ada kata-kata sistem
manajemen mutu K3 dan lingkungan. Nah,
jadi kalau teman-teman menerapkan ketiga
sistem manajemen tersebut ya,
tiga-tiganya harus ada dan
ditandatangani oleh pimpinan tertinggi
di perusahaan tersebut atau di lokasi
kerja tersebut.
Oke. Implementasi integrasi dari resiko
dan peluang hiradisi ya tadi ee IADL
gitu ya.
resiko dan pelanggan. Ini misalnya
analisis FMA
secara langsung tadi ya mirip FMA sama
aja sih ya. Ini kemarin kita sudah
belajar dan juga ini termasuk ke ee
IADL-nya gitu ya.
Ini integrasi secara menyeluruh resiko
potensi bahaya terkait dengan ee mutu
efisiensi waktu ya tersengah dan lain
sebagainya.
bisa menggunakan analisis W
komunikasi bagaimana kita
mengkomunikasikan terkait dengan sistem
manajemen tadi mutu K3 dan lingkungan
kepada pimpinan manajemen dan seluruh
karyawan melalui apa? melalui
komunikasi, persyaratan, mutu atau ee
COA bisa juga certification of accepted
eped gitu ya. Nah, itu bisa ee juga P2,
K3 kalau K3 ataupun UKL, UPL, AMDAL ya
kalau di lingkungan. Jadi diintegrasi
secara menyeluruh dilaporkan ke
internal, pimpinan, manajemen, dan
seluruh karyawan. Operasional mutu ini
terkadaran halal ini gitu ya. Kalau K3
lebih banyak ke IRP sama sih kayak
lingkungan juga
jadwal pengiriman, pemotongan, sesuai
persyaratan ukuran ya ini terkait dengan
mutu produk gitu ya. ISO 45001
maintenance eh peralatan ya APD ergonomi
14.001 terkait dengan sampahnya misalnya
ya atau limbah-limbah domestik ataupun
ee limbah B3-nya gitu ya misalnya. Ini
contoh pekerjaannya kalau saya motong
logam ya.
Atau misalnya di sini operasional contoh
fliff gitu ya pengangkatan dengan fliff.
Kalau di ISO-nya 2001 terkait mutu
jadwal pengiriman, penggunaan flift
gitu. Kalau di 14001 otomatis terkait
dengan lingkungannya ya, bagaimana
polusinya ya pencegahan kebocoran
terkait dengan olinya misalnya ya atau
oli hidroliknya.
Kalau S4001 terkait dengan perawatannya,
APD-nya, sertifikasi peralatannya atau
sertifikasi orangnya.
Hierarchy control sama sebetulnya
tiga-tiganya ya. Eliminasi, substitusi,
rec engineering, administration control,
dan APD.
Oke, ini mirip-mirip aja. 14.001 juga
mirip sebetulnya cuma enggak ada APD ya.
Enggak mungkin lingkungan pakai APD ya.
Audit internal ya termasuk program
tiga-tiganya.
Ya, memahami standarisasi ISO tersebut
dari masing-masing ceklisnya terkait
dengan proses produksi ya, bagaimana
menangani reject misalnya ya atau
customer complain CCR ya. Kalau di sini
K3 otomasi IBPR kemarin kalau di sini
IADL ya pencemaran lingkungan ya. Kalau
di sini kecelakaan kerja, laporan audit
internal terkait dengan mutu ini sama
ketiga-tiganya biasanya kalau sudah
integrasi ee akan ada laporan terkait
dengan ini terkait dengan mutunya atau
terkait dengan K3-nya gitu ya. Terus
corrective action-nya juga ya
mirip-mirip aja sih. Ketidaksesuaian
reaction-nya, akar permasalahannya apa.
Ee ini contohnya klausul-klausulnya ya.
Jadi nanti kalau kalau teman-teman
melakukan integrasi sistem sebenarnya
dilihat klausul-klausulnya apa, terus
habis itu baru disampaikan ee
ketidaksesuaian non compliance-nya itu
gimana.
Ini contohnya
termasuk di sini tinjauan manajemen ya.
Kalau yang mutu ya terkait dengan mutu
K3 terkait dengan K3 ya. K141 lingkungan
terkait dengan lingkungan.
Nah, setelah itu ee ada temu ada masukan
dari manajemen. Nah, setelah itu
ditindaklanjuti
ya baru kita bikin ee capanya ya
corrective action dan eh
correcctive action-nya lah ya.
Oke, ini dengan menggunakan
metode-metode misalnya kayak pakai
Fishbond gitu ya. Boleh, boleh pakai
Fishbondah.
Oke. Miliki komitmen lakukan dan
konsisten berpikir untuk mengantisipasi
resiko. Perubahan itu pasti ada dan
setiap perubahan pasti bisa kita kelola.
Oke ya. ee singkat aja terkait dengan
ISO. Karena jujur ee kalau teman-teman
memang tertarik dengan ISO, sebenarnya
ISO ini trainingnya sendiri untuk
internal audit itu sekitar 2 hari ya.
Kalau terkait dengan lead auditornya itu
sekitar
4 hari kalau enggak salah aku ya sekitar
4 hari sampai 5 harian ya tergantung
dari lembaganya. Nah, kalau memang ee
pengin lebih lanjut ya, Teman-teman,
cari lembaga yang memang sudah
tersertifikasi.
Internasional ya. Aku enggak mau
nyebutinya ingin mendapatkan ee ISO gitu
ya, ISO 9001, 14.001 atau 45.001 atau
bahkan SMK 3. Nah, kita bisa melakukan
pendampingan secara bersama dari awal
sampai diterbitkannya sertifikasi ya.
Jadi, teman-teman paling mempersiapkan
tim untuk audit internal dan
mempersiapkan dokumen. Kalau enggak ada
dokumennya kita adakan dokumennya ya.
Kalau CSM kan gitu ya. Kalau CSMS kan
gitu. Kalau enggak ada dokumennya, kita
adakan dokumennya ya. Pokoknya pas audit
itu pasti ada ya. Walaupun enggak tahu
dari mana datangnya, bisa jadi dari
tembus tembok ya atau tembus pintu ya.
Mau enggak mau pada saat enggak ada mau
audit seminggu mau audit itu pasti ada
dokumennya. Ya, kalau misalnya
teman-teman ee butuh pendampingan,
silakan calling ke CAC ya. Paling nanti
CAC ee kita kerja sama lagi nih. Heeh.
biasanya sih manggil aku untuk terkait
dengan ISO tersebut ya. Oke, ee itu aja
sih ya di hari ini ya. Mungkin agak
lebih cepat kali ya dari kemarin.
Kemarin sih jam 3.00 pas gitu ya. Kalau
sekarang 3245
ya. Karena memang materinya enggak
terlalu banyak. Kalau ISO tadi mau aku
panjang lebar sebetulnya ee sama aja di
masing-masing karena kita harus bedah
satu persatu satu persatu klausulnya.
Kalau kita bedah satu persatu klausulnya
itu enggak cukup cuman hanya 1 jam atau
2 jam yaitu kita bisa bedah per hari per
2 hari lah minimal dan itu kita bedah
dan kita tunjukkan bukti-buktinya. Nah,
itu lebih bagus sebenarnya karena kalau
kita training ISO ee teman-teman semua
apalagi yang audit internal itu enggak
mungkin kita enggak memperlihatkan bukti
buktinya karena tempat teman-teman semua
pasti sudah menjalankan sistem punya
tetapi bagaimana ini komplai atau tidak
terhadap klausul-klausul yang ada di
dalam ISO tadi ya. Oke, ee ada
pertanyaan sampai sini terkait dengan
ISO atau materi kita di pagi hari ini eh
di hari ini atau kemarin
sampai sudah habis,
Pak. Mau bertanya, Pak.
Heeh. Silakan, Bang.
Yang mengenai kecelakaan tadi, Pak,
kalau e pekerja buru harian
kecelakaan
itu seperti apa, Pak? Misalnya nih kayak
di perusahaan saya kan ada supir. Supir
itu kan dibayar dia
peritasi Pak. Jadi dia enggak ada sama
sekali BPJS
ee dari perusahaan misalnya dia
kecelakaan
itu baiknya gimana ya, Pak?
Oke. Pertama status karyawannya
bagaimana?
Ya, status karyawannya oke harian. Nah,
tapi secara aturan idealnya membayar
BPJS tenagakerjaan ya dipotong mungkin
per bulannya tidak sebesar gaji ee atau
tidak sebesar total gaji bulanan ya,
tetap membayar BPJS. Nah, yang kedua
status karyawannya kan harian. Dia kerja
dibayar, enggak kerja enggak dibayar
gitu ya statusnya ya. Kerja dibayar
enggak kerjaak enggak kerja enggak
dibayar.
Iya, betul. Nah, ee kalau itu terjadi
kecelakaan kerja sebenarnya tidak masuk
ke dalam hitungan kecelakaan kerja
perusahaan tersebut
karena ee statusnya bukan karyawan dari
perusahaan tersebut. Bayarnya adalah per
hari ya. Sebenar tapi kalau dari segi ee
kalau dari segi ketenagakerjaan
sebenarnya itu akal-akalan perusahaan
untuk mengurangi biaya. Eh, kalau Bang
Felix kan ee karyawan ya di situ ya.
Nah, sebenarnya akal-akalan dari
perusahaannya Bang Felix nih di situ ya.
Jadi untuk meminimalisir biaya akhirnya
diadakanlah karyawan ee harian atau guru
harian dan itu jatuhnya perit gitu ya.
Nah, sebenarnya kalau dari segi aturan
harus diperjelas harian ini juga
termasuk kontrak sebetulnya. Tapi kalau
kontrak biasanya diekutkan
atau dikeluarkan dari performance dari
perusahaan tersebut. Jadi enggak masuk
eh safety performance-nya. Kalau
kecelakaan ya kecelakaan aja berarti
tidak termasuk ke dalam kecelakaan kerja
di perusahaan itu. Kecuali dia pakai
pihak ketiga. Kalau pakai pihak ketiga
ada yang memasukkan ke PPInya. ada yang
mengeluarkan, ada yang memisahkan antara
kontraktor dengan ownernya. Ya, lebih
aman sebenarnya dipisahkan aja karena
ini kadang kalau kontraktor ini kan agak
sembrono ya, agak ngaur ya e kerjaannya
ya tergantung budget sih sebenarnya ya
kadang kan tapi budgetnya kan murah
biasanya. Nah, akhirnya kerjaannya pun
asal-asalan ini akan berpengaruh
terhadap tingkat kecelakaan kerja di
perusahaan e bankel mungkin gitu kali
Bangel.
Iya, Pak. Soalnya di sini ada supir kita
sudah 20 tahun, Pak.
Dia kecelakaan kerja juga pernah sering
juga gitu. Supir juga di sini ada 300
orang. Eh, bingung juga kita, Pak.
Oke. Statusnya apa? Statusnya ee
karyawan kontrak atau gimana? Kontrak,
Pak. Jadi dia kalau misalnya mau mau
dapat uang ya dia ngerit
uang jalan sistemnya dikasih uang ke
jalan
gitu.
Enggak termasuk sih kecelakaan sih kalau
aku bilang. Dan kalau datang pengawas
dari naker pun itu bisa lepas tangan
tuh. Oh kita kan enggak ada kontrak.
Tapi yang kasihan ya yang sebenarnya
kalau dari segi kasihan-kasihan ya
kasihan si drivernya sebetulnya.
Iya Pak gitu Pak. Iya Pak. Terima kasih,
Pak.
Sama-sama. Ada pertanyaan lain? Silakan.
Silakan Bapak, Ibu yang mau bertanya
lagi mungkin
monggo atau materi apapun lah terkait
dengan K3 dan lingkungan boleh silakan
kalau ada yang ingin ditanyain. Kita
bisa berdiskusi di siang hari ini.
Boleh, Pak. Silakan, Pak.
Ee kedengaran suara saya?
Kedengaran, Pak. Agak bergema tapi
sedikit bergema.
Oh, ya. Ini terkait dengan integrasi
sistem gitu ya. Kita juga baru tahun
kemarin
ee apa namanya?
Mendapatkan
apa? Peningkatan peningkatan untuk ee
ISO 45001
gitu ya. Oke.
Kalau kita ngomongin integrasi kan
harusnya eh terintegrated ya. Cuma
kemarin itu ada
eh inisial certificate-nya yang berbeda.
Misalnya untuk 9001 dan 14.000 itu
bulan Agustus
keluar sertifikatnya. Sedangkan terakhir
yang 45.001 itu bulan Maret misalnya.
Jadi ada jadwal
ee auditnya tuh yang berbeda. Jadi ya
masing-masing. Akhirnya saya bilang ke
ee apa namanya konsultannya ini kalau
sudah integrasi kenapa enggak disatuin?
Kenapa terpisah-pisah begitu? Ee menurut
Bang Septian gimana nih seharusnya nih?
Ee badan badan yang melakukan audit
sama?
Iya.
Badan auditnya sama. Eh, kalau badan
auditnya sama, minta aja satu schedule
enggak apa-apa. Biasanya
satu schedule ya bisa.
Iya, satu schedule bisa. Kalau badan
auditnya sama ya.
Iya. Oke. Oke.
Ya, kalau misalnya aku ambil contohlah
misalnya pakai BSI gitu ya. Nah, atau
misalnya pakai TOUF gitu ya. Ya, kalau
misalnya badan auditnya sama bisa satu
schedule
mungkin ee tadinya satunya bulan Maret,
satunya bulan Mei misalnya gitu ya. Ada
yang lebih dulu, ada yang lebih ee
belakangan. Biasanya yang lebih
belakangan itu maju
maju
ke yang lebih dulu biar dijadikan satu.
Enggak apa-apa sebenarnya lebih enak
daripada dua kali audit capek
itu kan. Oke. Oke. Makasih Bang Sean
atas masukannya.
Lagi orasi kayaknya nih. Lagi konser
pakai mic ya.
Iya. Saya
kalau enggak pakai mic ya kedengerani.
Oke. Oke. Siap siap. Oke, makasih.
Sama-sama.
Ada pertanyaan lain mungkin?
Silakan,
Pak Galeh Yuda mungkin sepertinya sudah
open mic.
Oke, mungkin yang lain nih, ibu-ibunya
sepertinya belum ada suaranya nih dari
tadi kayaknya bapak-bapak terus nih yang
open mic dan bertanya.
Silakan, Mas Tri.
Halo.
Ya,
halo, Pak. Izin, Pak.
Monggo.
Ee ya perkenalkan saya Trimilka, Pak. Ee
ee mungkin agak sedikit ee keluar dari
materi, Pak, ya. Kita diskusi aja nih,
Pak. Nah,
ee kan ee saya baru lulus AK3 kemarin
nih. Nah, sebenarnya saya bukan di
pabrik, tapi ee tempat saya berencana
mau membentuk ee lembaga auditnya.
Lembaga audit. Jadi ee akan diarahin
menjadi auditornya. Nah, mungkin ee saya
mau ee karena kemarin dan hari ini kan
ee tentang ee ketidaksesuaian gitu kan,
Pak. Misal nanti pada saat kita diaudit
gitu, perusahaan diaudit ee sejauh mana
sih nanti ee auditor itu nanyain kita ee
maksudnya ee
ee gimana ya? Apakah kalau pada saat ee
perusahaan kitaudit sama auditor itu ee
dia hanya menanyakan ee
bukti?
Bukti apa?
Bukti dokumentasi, bukti sistemnya saja
atau si auditornya bahkan sampai
menginspeksi. Dan misal misal nih ee si
auditornya ternyata menanyakan sampai ke
dalam-dalam banget, bisa enggak kita
sebagai
ee auditi, sebagai peserta ee sebagai
pihak perusahaan menolak bahwa itu
enggak perlu ditanyakan gitu atau
gimana, Pak?
Mem oke, aku sebagai audit ee aku
sebagai auditor ya dan aku sebagai
auditor gitu ya.
Iya.
Nah, ee pada saat kita mendapat
melakukan proses audit sebenarnya kalau
audit itu prosesnya terbuka. Jadi kita
menyediakan dokumen sesuai dengan apa
yang diminta, klausul-klausul yang ada
di dalam sistem tersebut.
I.
Nah, maka dari itu perlu yang namanya
sebelum ada audit eksternal perlu ada
audit internal. Biasanya audit eksternal
akan melihat hasil dari audit internal.
Oke. Dan apa-apa yang belum dilakukan
tindak lanjut di audit internal. Itu
yang pertama. Nah, setelah itu baru
masuk ke audit eksternal. Nah, di audit
eksternal
dia akan meminta bukti-bukti yang
keterkaitannya hanya sebatas yang ada di
dalam klausul saja.
Di luar dari klausul itu tidak akan
ditanyakan.
Nah, Pak, apakah dia akan ee secara
detail meminta
ee hasil di lapangannya seperti apa?
Benar apa enggak dokumennya itu
tergantung auditornya. Sebetulnya ada
auditor yang memang detail sampai
meminta gimana nih ee hasil ceklis
terkait dengan panel listrik misalnya
terkait dengan IS 45001 ya. Nah, oke.
Ini lokasinya di mana coba aku
diantterin di sana. Ini apa aja yang
dicek? Coba kamu tolong cek sesuai
dengan apa yang ada di ceklist ini. Nah,
jadi ada tipe auditor yang seperti itu.
Ada juga tipe auditor yang ada enggak
ceklis ini ada Pak ini dia enggak akan
ngecek-ngecek tuh ada atau enggak.
tanggal berapa atau enggak cuma
dilihatin gini doang dia lihat oh ya
sudah ada. Nah tergantung dari lembaga
lembaga tersebut mengutus audit auditor
kepada audisinya seperti apa. Nah kalau
kita jadi audityinya ya mau enggak mau
kita harus prepare semuanya. Kalau
misalnya kita dapat auditor yang tadi
yang terlalu detail ya mau enggak mau
kita sial. Kalau kita dapat auditor yang
ya yang enggak terlalu detail, ya mau
enggak mau kita beruntung gitu ya, hanya
menunjukkan bukti-bukti yang seadanya
saja. Nah, bagaimana kalau misalnya kita
enggak mau menunjukkan, Pak? Nah,
sekarang pertanyaannya ee dia enggak mau
menunjukkannya itu kenapa
ya? Apakah gara-gara belum melaksanakan
atau misalnya karena dokumennya tidak
ada atau tertelip?
Ya, kalau misalnya dokumennya tidak ada
atau terselip kita bilang aja dokumennya
ada kemarin Pak sebetulnya tetapi memang
terselip atau bagaimana kasih saya waktu
untuk mencari. Kalau misalnya tidak ada
biasanya hanya temuan minor saja
ketidakkonsistenan dalam menjalankan
prosedur tersebut. Itu aja sih paling
Mas. Jadi kalau misalnya nanti ee kalau
misalnya Mas mau jadi lembaga audit ya
nantinya ya nanti Mas akan jadi auditor
tergantung Mas pilih jalan Ninja yang
mana. Mau jadi auditor yang terlalu
detail atau mau jadi auditor yang
secukupnya saja. Tapi yang terlalu
detail biasanya di kemudian hari enggak
dipakai
sama customer karena akan customer akan
komplain nih. Ah ini lembaga audit ini
gak enak. Nanti akan komplain ke bosnya
nih, "Pak, ini terlalu detail, Pak. Ini
orangnya terlalu ini terlalu lebai dan
segala macam." itu enggak akan dipakai
lagi. Biasanya orang akan cenderung
lebih makai yang orangnya fleksibel dan
bisa diajak lebih susah. Apalagi Mas Tri
bisa menjelaskan misalnya temuannya A
ini temuannya seperti ini,
ketidaksesuaiannya seperti ini. Nah,
harusnya seperti ini. Saya punya contoh,
contohnya seperti ini. Nah, itu akan
lebih dicintai dan akan diminta kembali
ke perusahaan itu untuk melakukan audit.
Itu saran dari aku nih. Mumpung Mas
masih muda gitu ya.
Kalau terlalu detail agak sulit.
Ee baik, Pak. Terima kasih, Pak.
Ada tanggapan mungkin?
Ee ee cukup sih, Pak.
Sebenarnya memang I tergantung ke
auditornya sebenarnya.
Iya, tergantung auditornya seperti apa.
Siap-siap. Ee mungkin satu lagi, Pak.
Misal nih, Pak
ee kalau dalam sebuah perusahaan ya ee
kita udah
ee
kita sudahudah melakukan ee istilahnya
kita sudah ee mengatur supaya
meminimalisir kecelakaan kerja di
perusahaan kita gitu. Ternyata ee
ee
tapi
ada tiba-tiba kan kayak sekarang nih kan
lagi musim hujan deras, Pak. Terus ee 1
minggu ke depan ada yang ee ada
kesalahan kerja, tapi kan itu jadinya
pengaruh dari alam gitu, Pak. Ya, itu ee
apa
bagaimana?
Iya, bagaimana ya, Pak ya? Izin,
ya. Oke. Ee
kita kan bisa memprediksi
bulan bulan di mana intensitas hujan
tinggi kapan, ya. Terus juga ee dari
kita juga bisa melihat dari BMKG seperti
apa ya. Nah, maka dari itu sebelum
bulan itu berganti, musim itu berganti,
nah di situlah kita melakukan
preparation, persiapan ya. Mungkin kita
ngecek talang bocor misalnya, ya
misalnya lantai-lantai yang licin dan
lain sebagainya. Nah, di situ saatnya
itu kalau misalnya toh berubah musim
tetap ee kejadian kecelakaan kita enggak
bisa nyalain musimnya sebenarnya ya.
Musimnya ya tetap bakal musim hujan gitu
ya. Tetapi kita lakukan adalah tindakan
pencegahannya sebelum musim itu terjadi
gitu. Jadi yang perlu kita lakukan
adalah kita minta kepada manajemen,
"Pak, ini mau musim hujan." Sementara
kondisi kondisi lapangan kita seperti
ini. Ini kalau dibiarkan terus-menerus
seperti ini bisa jadi unit kita rebah ya
misalnya atau karyawan kita terpeleset
atau yang lain sebagainya. Nah, di
situlah saatnya kita berdiskusi dengan
manajemen. Nah, di situlah saatnya
teman-teman ahli K3 atau HSE inilah yang
diminta masukannya di situ ya, terutama
pemikiranpemikiran
terkait dengan tindakan apa yang perlu
dilakukan.
Ya, mungkin di situ, Mas. Tapi kita
enggak bisa nih nyalahin musim ini.
Hujan terus tiba-tiba banyak kecelakaan
gitu ya. Enggak bisa juga ya karena itu
di luar kendali kita gitu ya. Mungkin
itu jawaban dari aku. Mungkin ada yang
mau nambahin kali silakan.
Berarti kalau misal Pak ee kita sebagai
kondisinya sudah seperti itu. Kita
sebagai HS kita udah udah prepare. sudah
sebenarnya sudah prepare nih, cuman ee
kita sudahudah ee melelakukan
penanggulangan sebenarnya cuman karena
ee
apa musimnya kayak ya lebih dari yang
kita duga jadinya penanggulangan kita
enggak efektif terus ee manajemen
nyalahin kita ee kita enggak bisa bela
diri Pak ya.
Ya.
Ya, bukannya kita enggak bisa bela diri
kan kita makanya tahap persiapannya
harus matang.
ya, tahapan persiapan budgeting segala
macam di sebelum musim itu terjadi. Mau
enggak mau kita minta dana lebih
biasanya budgeting lebih. Nah, di
situlah peran dari manajemen. Kalau
manajemen yang ngasih budget cuma
setengah ya kalau misalnya Mas Tri
bilang, "Wah, ini budgetnya harusnya R
juta, ternyata dikasih cuma R5 juta."
Gimana bisa menyelesaikan masalah? Nah,
tapi kalau kita misalnya melakukan hal
tersebut, kita sudah mengajukan dan
hanya dipurpose, hanya diberikan
setengahnya atau seperempatnya, ya Masri
bisa membela diri. Saya punya buktinya,
Pak. Saya sudah meminta total budgetnya
segini ya. Ini sudah termasuk
macam-macam dan ini dalam kondisi yang
memang sudah saya perhitungkan kalau
misalnya terjadi ee hujan yang
intensitasnya berlebih, tapi ternyata
yang diapprove hanya seperempatnya.
Ya, Mas Tri lampirkan aja bukti-buktinya
ya. Terkadang kan manajer kayak gitu tuh
ya lepas tangan kalau misalnya
ee nyuruh A gitu ya. Terus habis itu ee
ternyata dia ee salah perhitungan ya
yang dikorbankan ya kita biasanya
sebagai anggotanya. Tapi ingat, Mas
harus punya record, harus punya ee
pencatatan atau harus punya rekaman
supaya nanti misalnya ada bos yang lebih
tinggi menanyakan, jadi Mas Tri enggak
disalahkan. Masri sudah punya buktinya
nih, "Pak, saya tuh sudah minta budget R
juta, ternyata yang di R5 juta sama
Bapak ini. Ya harusnya R juta kita bisa
bangun atap yang lebih kokoh misalnya
dengan 25 juta hanya satu lapis. ini
tidak memungkinkan untuk pada saat
terjadi hujan angin yang kencang atap
tersebut bisa jadi roboh. Nah, kalau
dengan 100 juta saya sudah memperkirakan
kekuatannya seperti apa, perhitungannya
seperti ini, gambarnya seperti ini. Nah,
itu akan bisa menjadi bukti yang kuat
buat Matri untuk membela diri. Kalau
misalnya enggak diterima juga ya silakan
cari perusahaan yang lain. Berarti
perusahaannya enggak komit nih terhadap
K3. berarti mengorbankan ee karyawan
untuk menutupi kesalahan dari manajemen.
Ya, saranaku seperti itu, Mas.
Baik, Pak. Terima kasih banyak, Pak.
Oke, sama-sama.
Ada yang lain?
Ya, mungkin sekedar ini aja, Pak, ya,
sharing pengalaman.
Jadi ee yang seperti dikatakan Mas Tri
tadi itu
kalau saya itu sering sering saya ee
seperti itu, Mas. Tetap kita jalani
fungsi, jadi tetap prosedur kita
jalankan dan kita ee sudah melaporkan ke
manajemen mungkin via email atau via
WhatsApp. Nah, itu sebagai bukti kita,
Mas.
Kita sudah melaporkan. Karena nanti
ketika diaudit atau apalah itu yang
namanya diinspek siapa bukti-bukti itu
ada bahwa kita sudah melaporkan yang
penting kita sudah buat laporannya dan
itu insyaallah aman. Itu sudah terjadi
pada saya alhamdulillah aman gitu Mas
ya. Itu sharing pengalaman tuh yang
penting ada buktinya aja sih Masri Masri
sudah email atau udah ee WhatsApp ya
setidaknya ada evidence lah ya. Biasalah
kita keroco-keroco mumet ini sering jadi
tumbal. Tumbal dari penguasa ya. Tumbal
dari penguasa ya. Mau enggak mau ya
kondisinya seperti itu lingkungan kerja
di terutama di negeri kita Indonesia ini
ya. Ya kalau aku sih prinsipnya kerja
cari duit bukan cari muka. Jadi buat
teman-teman yang yang pengin benar-benar
cari duit ya sudah kerjalah sesuai
dengan tupoksinya ya. bukan bukan kita
ee melakukan atau menginginkan hal-hal
atau melakukan pekerjaan yang tidak di
luar job kita ya. Ya, agak susah bagi
kita ya. Kalau misalnya ada hal-hal yang
memang perlu diklarifikasi ya kita harus
punya buktinya. Itu aja sih sebetulnya.
Oke.
Ee ya udahlah ya teman-teman semua. Aku
sebetulnya mau jemput istriku di Taman
Mini nih. Habis jalan-jalan istriku. Ee
jadi terima kasih untuk dua hari ini ya
teman-teman semua. Kalau misalnya ada
ingin didiskusikan lagi silakan. Aku
dikomunikasikan di 0853
2658773.
08532658773.
Di situ teman-teman bisa WhatsApp aku.
Kita bisa berdiskusi apapun ya. Yang
malu-malu bertanya di sini silakan aku
diwsapp enggak ada masalah. Insyaallah
aku jawab dan aku balas kalau memang aku
tidak sibuk. Kalau misalnya aku agak
sibuk ya mohon maaf agak telat balasnya
ya. Ee itu aja dari aku. Mohon maaf
apabila ada kata-kata yang salah, yang
salah pure dari aku, yang benar dari
Allah Subhanahu wa taala ya. Sampai
jumpa di lain waktu dan di lain
kesempatan. Tetap jaga silaturahmi ya.
Mungkin yang di phr di WhatsApp lah aku
ya. Biar nanti kalau aku main ke sana
siapa tahu kan. Kemarin aku ditawarin di
Lubuk Gaung ceritanya Bang Haryadi jadi
AS manager di situ. Cuman aduh aku masih
mikir-mikir ini ya.
Di mana Pak? Di apik atau di mana?
Ee apa PTnya ya? Dia punya orang punya
orang Arab Saudi. Eh punya orang Yaman
ya. Karena aku bisa bahasa Arab jadi
nyambung sama dia. Ana antum bikhairin
gituah ya. Pokoknya nanti aku pakai
sorban ya. Masyaallah. Masyaallah gitu
ya.
Tapi belum aku ambil. Itu aja sih dari
aku. Eh gimana
ee kalau di PHR Pak Septian kenal sama
Firman Asri?
Firman Asri kenal enggak?
Kayaknya kenal ya soalnya
kenal sepertinya kenal ya. Nanti
nantilah kita diskusi banyaklah ya.
Kalau di aku lebih banyak di Duri sama
di Minas Lumb ya terutama di Oehes ya.
itu banyak teman-teman aku di situ dan
satu tim juga masih banyak di situ ya.
Insyaallah ee lain waktu
dari Pak Septian
sepertinya sudah lagi.
Oke aku balikin ke Mbak silakan Mbak
ya. Terima kasih banyak Pak Septian atas
paparan materinya selama 2 hari ini.
Semoga ilmu dan pengalaman yang
dibagikan bermanfaat ya untuk ee Bapak
Ibu semua. Dan seperti yang tadi juga
sudah disampaikan kalau
apa Bapak Ibu semua ada keperluan
terkait dengan ee audit ataupun mungkin
dengan training-training K3 bisa
dihubungi kembali ee Pak Septian melalui
kontak yang tadi sudah dibagikan atau
mungkin mau ketemu lagi di Pak Septian
dengan training-training berikutnya di
CAC. Kami juga masih membuka kelas K3
umum ee baik BNSP maupun Kemenaker ee di
bulan ini maupun di tahun depan di
Januari 2026.
Dan selain itu ee nanti juga berpeluang
untuk ketemu ee Pak Septian lagi di
training bidang lingkungan maupun di
bidang OP atau pertambangan. Jadi
silakan bisa hubungi eh CAC atau mungkin
mau langsung ketemu dengan Pak Septian
yang langsung melalui kontak yang
tertera juga dipersilakan.
Dan
saya selaku moderator ee pamit undur
diri. Terima kasih banyak Bapak Ibu yang
sudah menghadiri training selama 2 hari
ini. Semoga selalu sehat ee selalu
semangat dan kita bisa bertemu lagi di
training berikutnya.
Selamat siang dan wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Bang.
Iya. Selamat siang Bapak Ibu semua.
Selamat melanjutkan aktivitas.
Terima kasih semua Bapak Ibu.