Transcript
VyPhXWBygHg • Training Ahli K3 Umum & Pengawas K3 Migas BNSP | Day 1 | 15 Desember 2025
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/cendekiaazzacemerlang/.shards/text-0001.zst#text/0582_VyPhXWBygHg.txt
Kind: captions Language: id Baik, selamat malam Bapak dan Ibu sekalian. Oke, baik. ee yang sudah standby di layar Zoom-nya izo untuk bisa dinyalakan ee kameranya Bapak Ibu. Izin Pak Hendra untuk Bu Azah mungkin ada kendala jaringan jadi agak telat untuk joinnya. Oke, Pak Taufik, Pak Willy, Pak Ribi, apakah standby di Zoom-nya? Boleh dinyalkan kameranya. Oke. Baik, kita mulai saja ya, Bapak Ibu sekalian. Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee selamat malam, salam sejahtera untuk kita semua. Ee pada malam hari ini kita akan ee lanjut untuk ee training hari pertama dengan skema ahli K3 umum dan pengawas K3 Migas. Dan untuk trainernya dengan eh Pak Hendra selaku trainer kita untuk training e untuk hari ke depannya. Oke, sebelum kita mulai ee izin kita untuk dokumentasi dulu ya, Bapak Ibu. Pak Ribi sama Pak Taufik bisa oncam atau tidak? Eh, cek audionya apakah nyala. Bapak sekalian, Pak Ribi, Pak Taufik bisa masuk suara saya? Apakah bisa oncap? Oke, sepertinya belum standby. Ee Bapak, Ibu yang sudah onc izin untuk kita ambil sesi dokumentasi. Ee boleh lihat ke kamera untuk posisinya seperti ini. Salam kompeten, salam sendikia seperti ini. Oke, di sini untuk ee bisa melihatkan wajahnya seperti ini. Saya hitung 3 2 1. Sekali lagi posnya. seperti ini dalam kompeten. Oke. 3 2 1 sebentar 3 terima kasih Bapak Ibu sekalian. Selanjutnya sebelum kita mulai ee izin saya untuk ee yel-yel dulu nih Bapak Ibu untuk yel-yelnya apakah ee belum tahu ya untuk hari pertama ini? Sebentar saya bagikan untuk yel-elnya. Oke, saya kirimkan di kolom chat Bapak Ibu untuk yel-yel kita sebelum mulai. Untuk yel-yelnya pertama nanti saya sebutkan apapun sertifikasinya. Bapak Ibu jawab CAC solusinya. Terus yang kedua saya sebutkan CAC nanti Bapak Ibu jawab pasti lebih kompeten seperti itu. Oke, boleh kita tes dulu untuk suaranya. Silakan untuk Bapak Ibu bisa menyalakan mikrofonnya untuk kita yel-yel dulu sebelum mulai. Silakan untuk dinyalakan mikrofonnya Bapak Ibu. Saya kita tes dulu ya untuk yol-yelnya. 3 2 1. Apapun sertifikasinya CAC solusinya solusinya CAC solusinya pasti lebih kompeten gitu Bapak Ibu sekalian. Kita ulang sekali lagi. Apapun sertifikasinya CAC solusinya. Terus yang kedua CAC pasti lebih kompeten gitu Bapak Ibu sekalian. Oke, kita coba sekali lagi. 1 2 3. Apapun sertifikasinya CAC solusi CAC solusinya CAC pasti lebih kompeten pasti lebih. Oke. Baik, terima kasih Bapak Ibu sekalian walaupun masih malu-malu suaranya. Oke. Baik, Pak Hendra. Kita mulai untuk training kita pada malam hari ini. Kepada Pak Hendra dipersilakan. Baik, terima kasih Bu Sifa atas sambutannya pada malam hari ini. Baik, kita mulai training pada malam hari ini rekan sekalian. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Oke, selamat malam rekan sekalian. Bagaimana kabarnya? Ya, suara saya terdengar ya? Terdengar, Pak. Oke, terdengar ya. Baik. Ee untuk dit-nya bagaimana? Apakah sudah ada yang mengerjakan-nya? Apakah sudah ada yang mengerjakan? Apa masih ditunda-tunda atau mau dirapel ngerjainnya? Oke, harapannya sekalian tugasnya itu bisa dikerjakan ee per hari itu bisa diangsur-angsur ya. Jadi nantinya enggak menumpuk ya karena nanti biasanya sistem kerja satu malam ya. Nah, ini yang agak-agak susah nanti rekan sekalian dan harapannya saya rekan sekalian komitmen ya untuk mengerjakan tugas ditut. Oke. Baik. Ee pada malam hari ini untuk materinya adalah sistem tanggap darurat ya. Ini materi yang saling beririsan antara pengawas ketiga Migas dan ahli ketiga umum BNSP. Jadi untuk materi malam hari ini dari pengawas K3 Migas hanya ada satu materi aja yaitu merancang sistem tanggap daruratnya. Dan untuk total ahli ketiga umum itu ada dua materi. Yang satu lagi manajemen risiko. Oke, selanjutnya ee nanti setelah materi ini berakhir, total dari pengasuk tiga Migas kalau mau tetap stay di ruangan Zoom mengikuti materi yang ada ketiga umum selanjutnya dipersilakan. Akan tetapi apabila hanya ee hanya ingin untuk melanjutkan aktivitas selanjutnya, apakah mau beristirahat tidur ataupun mau bersosm dan sebagainya. ya enggak apa-apa untuk meninggalkan ruangan Zoom-nya seperti itu ya. Oke. Baik, kita mulai dulu merancang sistem tanggap darurat ya dan mengelola bagaimana sistem tanggap darurat itu sendiri. Begituun dengan unit kompetensi pada pengasuk K3 Migas melakukan kerja sama penengeluan keadaan darurat di industrial migas. Dasar hukum yang mengatur perihal sistem tanggap darurat itu adalah Undang-Undang Nomor 1 1970. Nakar 186 tahun 1999 tentang unit penanggulangan kebakaran di area kerja. Berdasarkan peraturan Kementerian Ketenagakerjaan itu terdapat empat level ya untuk tim pemadam kebakaran di area kerja. Ada yang kelas D yang paling terendah, kelas C, kelas B, dan kelas A. Nah, untuk kelas D itu persyaratannya adalah di setiap 25 tenaga kerja wajib memiliki satu orang petugas DAMAR. Yes, teman-teman sekalian. Jadi, itu adalah salah satu aturan. Itu bisa teman-teman lihat nanti pada kapnaker nomor 186 tahun 1999 bisa di-download. Itu semua ada di Google. Selanjutnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana PP nomor 50 tahun 2012 tentang penerapan SMK 3 dan Nakar 187 tahun 1999 tentang pengendalian bahaya kimia berbahaya di tempat kerja. Selanjutnya kita lihat ada yang di sebutkan dengan keadaan darurat. Nah, mungkin ada yang bisa menyebutkan apa contoh keadaan darurat di lokasi kerjanya? Ada yang pernah mengalami keadaan darurat di lokasi kerja? Salah satu contohnya apa kira-kira? Ada yang bisa nyebut? Silakan on mic. Bagaimana? Ada yang bisa menyebutkan? Ayo masih malu-malu seperti mengeluarkan suaranya ya. Ee ada tumpahan minyak, Pak. Oke. Tumpahan minyak, ya. Oke. Tumpah minyak masuk salah satu jenis keadaan darurat. Apalagi contohnya yang lain? Ayo, ada lagi tumpan minyak, tumpi. Nah, itu semua masuk dalam keadaan darurat ya. Maksudnya apabila tumpuhan minyak ini dalam volume yang besar. Oke. Apalagi kira-kira? Oke, masih banyak contoh yang lainnya. Keadaan darurat itu contohnya apa? Kecelakaan kerja di lokasi kerja. Masuk dalam keadaan darurat apa enggak? Masuk. Iya. Apalagi apaagi contohnya lagi? Banyak contohnya. Oke, nanti kita lihat ya apa-apa aja contoh dari keadaan darurat. Lalu ada lagi bencana. Nah, bencana banyak ya. Terlebih yang terjadi dalam 2 minggu belakangan di Sumatera itu adalah salah satu jenis bencana. Bencana itu terbagi juga menjadi dua nantinya. Ada bencana alam dan bencana non alam. Kalau bencana alam itu jelas ya. A sama kita ketahui salah satu contohnya banjir ya. Di Sumatera ada lagi gempa bumi. Kalau bencana non alam contohnya apa? Bencana non alam. Bencana non alam. Ada yang tahu bencana non alam contohnya apa? Apa contoh bencana non alam? Oke. Kebakaran. Kebakaran. I. Oke, Teman-teman ini tahu ya, tapi masih malas untuk berbicara ya. Enggak apa-apa kita belajar step by step ya untuk menjawab pertanyaan. Oke, itu salah satu contoh yang mulai dari kebakaran, pemadaman listrik ya. Pemadaman listrik yang bisa mencapai 24 jam ya. Contohnya kayak selain di area bencana di Sumatera, selain mereka mengalami bencana alam juga mereka mengalami yang dinamakan bencana non alam. salah satunya adalah listrik padam ya, terutama yang kita ketahui di Aceh semenjak bencana banjir itu semua aliran listriknya hampir mati. Nah, itu masuk kategori bencana non alam. Lalu ada lagi tanggap darurat. Tanggap darurat adalah sistem yang siap atau siaga untuk menghadapi menenggulangi keadaan darurat agar dapat diselesaikan dengan cepat, tepat, terkendali dan sesuai dengan kebutuhannya. Jadi si tanggap darurat ini sistem yang kita bentuk, yang kita buat yang mana fungsinya nanti adalah untuk membantu kita meminimalisir dampaknya. Nah, contohnya apabila terjadi gempa di gedung bertingkat, apa yang harus kita lakukan? Salah satu contohnya kalau terjadi gempa nih kayak di Jakarta di gedung bertingkat, apa yang harus dilakukan? Terjun, lompat dari ketiga. Sembunyi di bawah meja, Pak. Oke. Sembunyi di bawah meja. Oke, untuk gempa bumi, langkah yang harus kita lakukan pertama kali itu adalah bersembunyi di bawah meja ya, ataupun di manaun tempat yang bisa kita berlindung dari terjatuhnya puing-puing. Itu salah satu contohnya. Oke. Nah, itu metode berlindung di bawah ee meja itu merupakan salah satu bentuk contoh dari sistem tanggap darurat yang ada di area kerja. Nah, seperti itu ya rekan sekalian. Oke, kita lihat kembali jenis-jenis dari keadaan darurat itu apa-apa saja. Keturat itu terbagi menjadi tiga. Yang pertama ada proses alam ya. Contohnya banyak sekali ada banjir, kekeringan, angin topan, gempa, dan petir. Buatan manusia. Contohnya pemadaman listrik. bendungan bobol kebocoran nuklir ya pernah terjadi di saat tsunami tsunami di Jepang ya atau terjadi kebocoran reaktor nuklir mereka lalu ada lagi peristiwa kebakaran atau ledakan yang sering terjadi di sektoral industrial migas. Oke. Lalu salah satunya apaagi? Kecelakaan kerja ataupun kecelakaan lalu lintas. Itu masuk ke dalam kategori buatan manusia ataupun non alam. H. Lalu ada lagi huruara berupa kerusuhan, perang, ancaman bom. Nah, apa lagi contoh dari huruhara yang lainnya? Apa contoh dari keadaan darurat huruara selain yang tiga ini? Setiap selesai pemilu, apa yang terjadi? Setiap selesai pemilu nih hasilnya keluar ya. Apa terjadi sering terjadi di Indonesia? Apa? Demo ya? Demo. Oke. Pag kita yang berada di Jakarta sering kali ya mengalami yang dinamakan dengan demo tersebut ya. Hampir semua di daerah apabila ada keputusan-keputusan dari pemerintahan yang tidak disukai pasti akan terjadi demo di berbagai provinsi tentunya. Lalu sistem tanggal darurat ataupun STD. Sistem tanggal darurat merupakan kesatuan sistem yang diterapkan dan dilaksanakan oleh suatu industri, pemerintah beserta komponen masyarakat yang terintegrasi dalam suatu sistem dan prosedur kerja yang konkret dalam rangka menghadapi keadaan darurat di suatu instansi, industri, maupun sektor informal yang berpotensi menimbulkan gangguan bagi stabilitas keamanan. Nah, di sini di perusahaan teman-teman sekalian apakah pernah melaksanakan yang dinamakan dengan simulasi tanggap darurat? Pernah. Ada enggak di sini yang pernah melaksanakan simulasi tanggap darurat di lokasi kerjanya? Ada yang pernah atau belum tahu? Oke, kalau belum tahu kita lihat dulu ya contohnya dari sebuah video terkait dengan simulasi tanggap itu seperti apa. Eh, kita lihat dulu ya sebentar. Ya silkan di ini adalah salah satu contoh dari simulasi tangkap darurat Kita naik cepat Eng monitor Mat Eng masuk Mat Eng. Ini ada anomali di kita Mat Eng. monitor mar dier terdapat overflow bisa tolong double cek oke ada penambahan di aktif 12 barel dan kemudian return kita naik oke dicopy ee ada anomali ya. Oke, kita mau lakukan ee oke Pak ya. Kita sudah lakukan ee angka seting sampai join. Tolong dicek Pak. Oke, informasi Pak Komimen ini return makin membesar. Oke, Rur semua personel esensial standby di tempatnya masing-masing. Kita akan melakukan perempungan dan secepatnya. Kita akan menung Di area Aimtop terdapat korban dibutuhkan untuk penanganan tim rescue. Oh Oke. Baik. Itu sekilas ya gambaran dari sebuah emergency drill ya. Emergency drill ini tujuannya apa? Jadi ketika kita membuat sistem tanggap darurat, kita wajib mencoba ya melaksanakan simulasi dari SOP kita itu. Apakah SOP yang kita bikin itu sesuai enggak nantinya ketika diterapkan di lapangan? Berjalan apa tidak? Nah, itulah tujuannya ketika kita membuat sebuah sistem, kita wajib melakukan PDCA. PL do, check and action namanya. Oke, kita kembali lagi kepada materi. Prioritas tanggap darurat itu apa? Ya, urutan prioritas dari sebuah sistem tanggap dururat itu otomatis adalah keselamatan jiwa dari para pekerja dengan cara menghitung dan memastikan keselamatan tim yang ada di lapangan apabila terjadi keadaan darurat. stabilisasi kejadian. Ya, ini maksudnya bagaimana cara kita menetralkan keadaan itu agar tidak menjadi keos, kepanikan yang berlebihan. Yang ketiga, pengamanan lingkungan hidup dan aset perusahaan. Ini pasti dan sangat penting tentunya yang bertujuan untuk mengontrol dan meminimalkan dampak terhadap aset dan lingkungan yang ada di perusahaan. Jadi semua tiga item ini itu adalah sangat penting ya teman-teman sekalian ya. Jadi fokusnya tidak adanya pada keselamatan jiwa para pekerja tapi juga pada aset-aset yang ada di perusahaan mulai dari reproduksi, alat-alat berat yang ada di perusahaan dan sebagainya. Emergency respon plan perencanaan tanggap darurat yang harus kita lakukan yang pertama kali itu adalah identifikasi bahaya dan penaksiran risiko. Penakaran sumber daya yang dimiliki. Tinjau ulang rencana yang telah ada, tentukan tujuan dan ruang lingkup. Pilih tipe perencanaan yang akan dibuat. Yang keenam, tentukan tugas-tugas dan tanggung jawab dari masing-masing orang yang berada pada struktur organisasi tanggap darurat. Yang ketujuh, tentukan konsep operasi yang seperti apa. Yang pertama, identifikasi bahaya dan penaksiran risiko ataupun bisa kita kenal dengan risk assesment. Perkiraan potensi terjadinya bahaya di tiap unit kerja ataupun zona kerja. Perkirakan jenis bahayanya. Kalau di sektoral industrial migas, otomatis bahaya paling utama itu adalah ledakan ataupun kebakaran. perahkan tingkat paparan jumlah dan karakteristik penghuni nilai aset serta dampak apabila terjadi terhadap lingkungan sekitar perusahaan. Yang kedua, penakaran sumber daya yang dimiliki. Dengan mengetahui tingkat risiko bahaya, apakah sumber daya yang dimiliki cukup memadai untuk menenggulanginya? Nah, ini maksudnya kita harus melihat dulu ketika kita membuat sebuah sistem di perusahaan kita, bagaimana fasilitas terhadap ee keadaan durat apabila itu terjadi, apakah ada atau tidak. Contohnya apabila terjadinya kebakaran, apakah kita memiliki sistem pemadam kebakaran yang baik. Yang kedua, peralatan ya. Peralatan ini banyak banget contohnya ya. Contoh seperti APAR, P3K, ruangan P3K, kotak P3K, tandu dan sebagainya. Yang ketiga, pasukan. Yang keempat, SDM yang berpengalaman dan terlatih. Yang selanjutnya adanya akses bantuan dari pihak luar seperti Badan SAR nasional ataupun ee tim DAMKAR yang ada di sekitar domisili perusahaan kita. Selanjutnya fasilitas dan sarana apabila terjadi keadaan dan darurat. Nah, di jadi di dalam fasilitas dan sarana sistem tanggap berurat itu kita mengenalnya dengan sistem proteksi pemadam kebakaran aktif. Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum ataupun Peraturan PU Menteri PU Nomor 26 Tahun 2008, sistem proteksi kebakaran adalah sistem yang terdiri dari peralatan, sarana serta kelengkapan yang dipasang pada bangunan dan terdiri dari dua jenis sistem proteksi pemadam kebakaran aktif dan pasif. Oke, pernah dengar mungkin teman-teman sekalian ya. Sistem proteksi aktif adalah serangkaian peralatan yang dirancang untuk mendeteksi, mengendalikan, dan memadamkan kebakaran. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko kerusakan dan melindungi keselamatan manusia saat terjadi kebakaran. Apa salah satu contohnya yang ada di lokasi perusahaan rekan-rekan sekalian? Apa contohnya? Ini sering banget ya. Enggak selalu di lokasi perusahaan ketika kita ke mall, tempat-tempat umum, hotel, dan sebagainya, kita pasti menemukan salah satu contoh dari sistem proteksi aktif. Apa contohnya? Ada yang bisa menyebutkan? Alarm, Pak. Alarm. Oke. Betul. Itu masuk ke dalam sistem proteksi aktif. Ada lagi? Ada lagi yang lain? Mas Ribi. Apa contohnya? Mas Rib. Teman-teman yang lain, apa contoh dari sistem proteksi aktif? Sering banget kita temukan di perusahaan. Apa kira-kira? Iya. terutama nih teman-teman yang ngambil sertifikasi KTMI gas apa contohnya? Sprinkle sama hidran kebakaran mungkin, Pak. Oke, betul sekali. Sprinkler dan hidran kebakaran ya. Itu salah satu contoh dari sistem proteksi aktif. Kita lihat satu persatu apa? AR, Pak. Apar. Apar. Apar. Apar. Iya, AP ya. Sistem proteksi pertama yaitu fire detector. Nah, pernah lihat fire detector ini? Pernah. Yang mana? Smoke. Smoke, Pak. Oke. Di mana lihatnya? Hotel. Di kalau di hotel di Depot juga, Pak. Di kantor. Di Depot. Oke. Banyak ya contohnya ya. Smoke untuk mendeteksi apa? Asap, Pak. Asap. Heat detektor untuk mendeteksi. Nah, heat detector untuk mendeteksi apa? Apa? Oke. Masih malu-malu jawabnya. Panas P. Gimana, Mas? Panas. Betul sekali. Jadi kalau untuk heat detector dia terbagi menjadi dua jenis. Ada yang dinamakan dengan red of rice heat detector dan fixed temperature. Oke, jadi dia ada dua jenis juga di dalam heat detektor ini. Yang ketiga, flame detector. Flame detektor itu apa? Untuk mendeteksi apa? Plam detektor itu adalah sebuah ee pendeteksi untuk kita mengetahui telah terjadi kebakaran yang berasal dari sinar ultraviolet yang dihasilkan oleh sebuah api. Yang selanjutnya gas detektor. Nah, gas detektor ini bagaimana? Apa ini? Untuk mengetes apa? Mengecek kebocoran gas, Pak. Oke, salah satu contohnya adalah untuk mendeteksi adanya kebocoran gas ya, seperti dari apabila kalau di rumah ataupun di ruang-ruang dapur ya, itu fungsional untuk apa? Untuk mengecek apakah terjadi kebocoran LPG ya, gas yang berhubungan dengan gas. Lalu selanjutnya ada yang tidak saya tampilkan itu ada juga namanya beam detector ya. Bior itu jenis detektor alam kebakaran. Jadi fungsionalnya itu seperti pemancar. Nah, itu dia lebih canggih lagi dan tentunya harganya lebih mahal. Oke, selanjutnya Fire Alarm System. Ada yang tahu dan pernah melihat ini ataupun biasa kita kenal dengan Master Control Fire Alarm MCFA. Jadi si master control fire alarm ini fungsionalnya biasanya itu ada di semua gedung-gedung tinggi ya. Ya, di setol migas juga pasti ada. Karena fungsionalnya apa? untuk memantau, mengawasi, dan mengetahui alarmalar alarmam mana saja yang berbunyi. Misalkan di lantai 30 zona A. Zona ini mungkin maksudnya zona A ini mungkin maksudnya alarm ataupun fire detektor yang posisionalnya berada di bagian utara di lantai 3. Nah, itu biasanya di layarnya. Jadi, dia ada di sebuah ruangan MCFA itu master control fire alarm. ada dalam seborangan terdapat layar-layar nantinya ya yang mana fungsionalnya untuk kita mengetahui di titik mana saja apabila terjadi apakah itu false alarm ataupun alarm memang sebenar-benarnya terjadinya kebakaran. Nah, itu salah satu contohnya dan biasanya apabila gedung-gedung tinggi pas control fire alarm ini akan langsung nantinya terhubung juga ke lift yang ada di gedung yang mana apabila terjadi keadaan darurat lift ini akan langsung secara otomatis kembali ke lantai dasar apabila misalkan contohnya lift ini ketika terjadi keadaan gempa ya dia lagi berada di lantai 30. Nah, secara otomatis MCFA master contrier alarm ini akan memberikan perintah kepada lif untuk langsung turun ke lantai dasar. Ya, tujuannya apa? Agar tidak ada sama sekali para pekerja yang menggunakan lift apabila terjadi keadaan darurat di gedung-gedung tinggi. Nah, itu salah satu fungsionalnya. Seperti itu ya, R-rekan sekalian. Lalu ada lagi fire sprinklor system. Nah, di mana biasanya teman-teman sekalian menemukan sprinkler? Gimana di perusahaannya? Ada sprinkler? Ada gimana? Di mana kira-kira menemukannya sprinkler ini? di hotel. Nah, mana lagi parkiran basem ya? Enggak di parkiran-parkiran basem di mall, di hotel ya pasti selalu ada sprinkler. Lalu di mana lagi? Ruang produksi. Tapi itu tergantung ruang produksinya ya. Kadang ada ruangan produksi yang tidak boleh ee media pemadam itu berasal dari air. Karena nanti apabila terjadi kebakaran kita padamkan dengan air akan merusak bahan-bahan ataupun material-material produksinya. Nah, itu berarti menyesuaikan dari tingkat kebutuhan area produksinya. Oke, mungkin teman-teman sekalian pernah melihat sprinkler ya. Di sprinkler itu kita lihat ada tabung yang berwarna merah. Pernah lihat enggak? Betul enggak? Ada kita temukan dia berwarna merah. Nah, apa maksud dari tabung berwarna merah ini? Tabung berwarna merah ini maksudnya adalah cairan air raksa ya. Jadi yang ada di dalam tabung ini adalah cairan air raksa. Apabila dia berwarna merah, maka akan kita lihat pada tabel yang ada di samping ini. Jadi maksudnya apabila terjadi kebakaran ya, tabung raksa ini dia akan pecah dengan sendirinya apabila telah mencapai suhu ruangan 68 derajat Celcius. Ketika ini pecah, barulah si air raksa ini menyempurkan air ke ruangan. Nah, seperti itu. Jadi, tujuannya adalah ini adalah sebagai indikator terhadap suhu ruangan. Ketika dia telah mencapai 68 derajat Celcius, barulah tabungnya pecah dan sprinkler itu menyemprotkan air ke ruangan. Timbul pertanyaan, "Bagaimana, Pak, kalau terjadi kebakaran dan belum mencapai suhu 68 derajat Celcius dan ada orang di dalam ruangan tersebut? Bagaimana cara, Pak, agar sprinkler ini bisa berfungsi?" Ya, Teman-teman sekalian cukup pecahkan tabung air raksanya secara paksa, ya. Apakah dengan memukul, melempar atau sebagainya yang pada intinya tabung air raksanya itu pecah. dia akan memerintahkan nantinya ruang pompa untuk bergerak dan menyempurkan air ke dalam ruangan. Pada intinya itu kalau secara paksa. Tapi kena secara otomatisnya dia harus menunggu dulu suhu ruangan mencapai 68 derajat celcius. Jadi nanti apabila teman-teman sekalian mungkin ya di luar negeri juga berbeda-beda rekan-rekan sekalian ya. Ada dia yang menggunakan warna air raksanya merah, ada yang menggunakan warna air raksanya hijau dan sebagainya. Ini menyesuaikan dengan tingkat kebutuhan yang ada di perusahaan. Oke. Lalu ada lagi fire suppression system. Fire suppression system merupakan sistem proteksi kebakaran. yang berfungsi untuk mendeteksi sekaligus memadamkan kebakaran. Sistem proteksi pemadam kebakaran ini bisa menggunakan jenis bahan seperti CO2, busa atau bahan kimia khusus. Ya, biasanya fire supression system ini dia digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang menggunakan atau masih memiliki jaringan basa, ya, bas room seperti apa contohnya ee Kementerian Telekomunikasi, Telkomsel ya atau perangkat-perangkat atau provider provider lah, bank-bank, bank yang selalu lalu menggunakan jaringan-jaringan basis data di bawah tanah yang fungsional untuk menyimpang data-data konsumen dan sebagainya pasti menggunakan fire suppression system. Kenapa? Karena media yang digunakan itu masuk ke dalam kategori kebakaran kelas C. Ya, kebakaran kelas C itu apa? Yaitu kebakaran yang berhubungan dengan elektrikal. besok akan kita pelajari ya peri hal ini. Lalu ada lagi fire hidrant system yang tadi disebutkan oleh Mas Willy juga ya. Fire hidran itu adalah sistem protesi pemadam kebakaran yang dirancang untuk memberikan pasokan air yang cukup untuk memadamkan kebakaran. Sistem ini terdiri dari pipa-pipa yang terhubung ke sumber air seperti ground tank ataupun water reservoirnya. Jadi di dalam ruang pompa hidran pasti di bawahnya itu di bawah lantainya itu ada water tank-nya ya. Kalau enggak dari mana sumber airnya nantinya ya seperti itu. Untuk hidran ataupun di ruang pompa hidran terdapat tiga macam jenis pompanya. Nah, ini bisa mungkin teman-teman catat juga. Pempahidan itu terbagi menjadi tiga. Yang pertama itu adalah apa kira-kira? Electrical pump. Yang kedua itu joki pam. Yang ketiga itu adalah diesel pump. Nah, untuk electrical pump ini merupakan pompa paling utama dari sebuah hidran karena dia aktif dan bekerja dengan menggunakan aliran listrik. Diesel pam ini bisa dikatakan sebagai pompa cadangan ya. ini maksudnya apabila terjadi keadaan darurat seperti gempa, kebakaran dan sebagainya yang mana nantinya aliran listrik itu akan padam. Nah, nanti yang akan hidup secara otomatis adalah diesel pam-nya ya. Karena diesel yang sama-sama kita ketahui pasti dia menggunakan BBM, bahan bakar minyak. Yang selanjutnya yang ketiga tadi adalah joki pump. Apa itu joki pump? Juky pump ini merupakan pompa yang membantu agar tekanan air dari hidran itu stabil, tidak ng-drop. Karena yang sama-sama kita ketahui, semakin tinggi bangunan, maka tekanan air ke atasnya semakin rendah. dia mengikuti gaya gravitasi tentunya ya seperti itu. Nah, jadi fungsi si joki pam itu agar misalkan nih terjadi kebakaran di lantai 10. Nah, dibutuhkan itu tekanannya mungkin adalah 8 bar. Nah, si joki pam inilah yang menjaga agar ketika kita menyemprotkan hidran ke lantai 10, air dari hidran ke lantai 10 itu ke ee tekanan airnya itu tetap di 8 bar. Jangan sampai dia nge-drop. Apa bila dia ng-edrop kayak 7 atau 6 bar, otomatis airnya akan seperti air apa? loyo ya. Tekanan airnya itu ya seperti air-air kran apabila tersumbat. Nah, seperti itu. Oke, mungkin nanti teman-teman sekalian bisa mengikuti juga ya. Nanti ada yang dinamakan dengan DAMK C ya. Di dalam karc itu kita akan pelajari itu bagaimana cara pengoperasian hidran ya. Karena hidran itu enggak bisa dioperasikan secara perorangan. Dia harus take tim team ya. Harus minimal itu tiga orang dalam mengoperasikan hidran. Kenapa? Ya karena tekanan airnya itu besar teman-teman sekalian ya. Kalau kita satu orang kita bisa terlempar sama tekanan air ya. Ya, kalau enggak percaya silakan coba besok hidran yang ada di lokasi perusahaan teman-tan ya. Kita enggak bisa memperpresikan hidran itu dalam keadaan sendiri. Enggak bisa karena tekanan air itu sangat kencang ya. Enggak sanggup kita menahannya. mau sebesar apapun orangnya ya akan ada ya bisa mungkin pernah ada ya kalau enggak salah saya di media sosial ya itu terlihat ada yang meremehkan tim Damkar ya rekan sekalian ya mungkin teman sekalian pernah melihat ya videonya lalu diundang untuk mengopresikan hidran sendiri ya sampai dia enggak sanggup memegang hidran tersebut ya kenapa ya karena tadi itu satu bar aja aja itu belum tentu kita sanggup memegang hidran itu ya pompa ataupun bisa dikatakan nozel hidran tersebut. Lalu ada lagi sistem proteksi pasif. Sistem proteksi kebakaran pasif adalah rangkaian strategi dan desain dalam konstruksi bangunan yang dirancang untuk memperlambat perluasan api, membatasi kerusakan, serta melindungi keselamatan manusia dalam situasi kebakaran. Contohnya apa? Pintu evakuasi. Pernah melihat pintu evakuasi? Pernah, Pak. Pernah. Ya, di mana? Hotel, Pak. Hotel. Oke. Di bangunan-bangunan yang penting pada intinya pada bangunan-bangunan tinggi ya. pasti selalu ada pintu evakuasi atau emergency exit doors. Nah, pertanyaan selanjutnya, pintu evakuasi ini bukanya ke mana? Ke arah pelarian atau Oke, simpel saja. Ee ketika kita mengoperasikan pintu tanggap darurat ini atau pintu evakuasi ini, bukaannya ke mana? Apakah kita dorong atau kita tarik? Dorong. Dorong. Tujuannya. Nah, ayo. Apa tujuannya? Kenapa pintu tangga darurat itu harus didorong? Kenapa kita agar tidak menghambat? Iya. Agar tidak menghambat dalam proses pelarian. Seperti itu ya. Iya, Pak. Betul. Nah, seperti itu teman-teman sekalian. Jadi pada intinya apabila terjadi keadaan darurat seperti kebakaran, gempa bumi dan lain-lainnya mempermudah para pekerja yang ada di suatu bangunan gedung untuk melalirkan diri gitu ya dengan mudah ke arah pelariannya. Jadi dia itu didorong bukan ditarik. dan juga menjadi catatan pintu tanggap darurat itu ketika kita sudah masuk di dalamnya kita tidak bisa membukanya lagi dari dalam ya seperti itu ya teman-teman sekalian jadi misalkan teman-teman sekalian iseng-iseng berhadiah ya mencoba di lantai 20 mungkin masuk ke dalam pintu evakuasi ini ya bisa dipastikan teman-teman sekalian enggak bisa lagi ketika sudah masuk terus pintunya ketutup rekan-rekan sean harus wajib menuruni tangga darurat dari lantai 20 ke lantai dasarnya. Ya, kenapa pintu itu dirancang tidak bisa dibuka dari dalam? Nah, kenapa? Misalkan apabila terjadi kebakaran, apabila kita sudah melarikan diri ke dalam tangga darurat melalui pintu evakuasi ini. Jadi, kenapa dia tidak bisa dibuka dari dalam? agar si asap ya si asap tadi tidak bisa ikut ke dalam ruangan tangga darurat. Nah, pertanyaan selanjutnya yang berbahaya apabila terjadi kebakaran apa? Api apa sap? Nah, ayo teman-teman sekalian jawab. Yang berbahaya ketika terjadi kebakaran api apa asapnya? Bagaimana apa yang mah ya apa kira-kira? Asap, Pak. Asap. Asap ya. Asap ya. Kalau api masih bisa kita istilahnya kita hindari ya. Tapi kalau asap sulit ya. Ya, asap itu kan bercampur dengan udara. Udara itu kita hirup ya. Apabila kita hirup udara tersebut, apa akan terjadi kalau kita menghirup udara asap kebakaran? Ya, otomatis dia sudah mengandung udara beracun karena otomatis CO2-nya menjadi sangat tinggi kadarnya di udara. Ya, makanya apabila terjadi kebakaran ya, ada orang yang terjebak di ruangan ya, tapi ruangan yang enggak ada api tapi asapnya ngepul ya. Orangnya pingsan enggak? Pingsan. Kenapa dia pingsan? Karena dia kekurangan oksigen. Nah, seperti itu. Selanjutnya, partisi. Partisi pengalang asap ataupun biasanya kita kenal dengan smoke containment. Material tanah asap digunakan untuk membatasi pergerakan asap di seluruh bangunan ketika terjadinya kebakaran. Rambu evakuasi sering lihat enggak ya? Ini selalu pasti ada. Tidak hanya di perusahaan, di tempat umum, bahkan di sekolah-sekolah sekarang sudah ada rambu-rambu evakuasinya. Ya, bisa kita lihat adanya titik kumpul atau masterp. Nah, biasanya master point ini adanya di mana? Parkiran, Pak. Parkiran, ya. Seharusnya itu tidak boleh di parkiran ya. Karena kan titik kumpul tuh harus clear dari benda-benda yang menghalangi ya. Tapi mau gimana lagi rekan-rekan sekalian apabila misalkan perusahaan kita itu sempit ataupun kecil ya mau gimana lagi terpaksa kadang master point itu ditaruh di di parkiran ya yang penting pada intinya itu bisa untuk berkumpul para pekerja apabila terjadinya keadaan darurat. Lalu apaagi contohnya ada lagi jalur evakuasi. Nah jalur evakuasi itu ada dua jenis juga. Ada yang panahnya ke kiri, ada panahnya ke ke kanan. Nah, besok tengok ya di perusahaan masing-masing ataupun kalau ke mall besok ke hotel ya bisa dilihat nanti tuh ada panahnya jalur revokasi itu arah ke kiri ada yang ke kanan ya itu nanti bisa dilihat selanjutnya apaagi contohnya rambu exit pernah lihat enggak kalau ke hotel ada rambu exit ya itu menandakan itu adalah jalan keluar ya. L apalagi evacuation map atau map evakuasi ini pasti selalu ada di hotel terutama di kamar-kamar hotel ya. Biasanya ini ditaruhnya di belakang pintu ataupun di bagian pintu bagian belakang ya. evakuasi map yaitu menunjukkan nantinya di map di map evacuation itu menunjukkan di mana titik kumpul, di mana apar ya, di mana tanggal darurat, di mana kotak P3K dan yang lainnya. Oke, jangan sampai nanti teman-teman sekalian malah lari ke kamar mandi ya karena enggak tahu dan masa bodoh istilahnya kita berada di hotel terus kita masa bodoh ya enggak kita lihat di mana jalur-jalurnya ya. Karena apa? Karena manusia itu sifatnya sepelean ya. Dia akan panik apabila sudah kena ya. Tapi kalau belum kena ya udah ee enggak pedulianlah istilahnya seperti atau masa bodohan. Oke, ini adalah salah satu contohnya question map. Mungkin teman-teman sekalian yang pernah nginap di hotel ya ataupun di tempat-tempat umum seperti mall, perpustakaan, daerah, dan yang lain-lain pasti ada nanti menemukan evocation map seperti yang ada pada layar rekan-rekan sekalian. Contohnya kita perbesar ya. Nah, di sini bisa dilihat. Nah, ini ada legend-nya ataupun legendanya. Bisa melihat di sini dijelaskan ada tangga, jalur tangganya. Lalu ada lagi jalur exit location ataupun bisa dikatakan pintu keluar di mana-mana aja di perusahaan tersebut. Nah, lalu ada lagi firepol, fire exaciser ataupun apar eos. EOS tahu untuk tempat cuci mata ini biasanya ada di laboratorium, perusahaan-perusahaan kimia dan sebagainya. Lah, ada lagi nanti kotak P3K. Nah, bisa kita lihat kan ini bisa dilihat adanya keterangan pintu keluarnya di mana-mana aja. bisa kelihat ya. Lalu di mana kotak P3K-nya nih? Ada di sini. Di kotak P3K di sebelahnya ada APAR ya seperti itu. Nah, nanti teman-teman sebagai orang ketiga di perusahaan buatlah nantinya map ini ya menyesuaikan dengan keadaan ataupun bangunan gedung dari perusahaan teman-teman sekalian. Nah, dari mana teman-teman sekalian bisa mendapatkan denah lokasi seperti ini? Ini silakan tanya ke bagian engineering sipil ya. Ini berhubungan dengan cetak biru perusahaan ya. Seperti itu. Fasilitas keadaan emergensi apa saja? Yang pertama ada lagi ada yang dinamakan dengan Megapon. Megapon ini apa? Ada yang tahu? Megapon bukan Erafon ya, beda ya. Megapon. Ada yang tahu Megapon? Pengeras suara ataupun biasanya kita kenal dengan TOA. Lalu ada lagi SCBA, self content breathing aparatus. Nih tadi pada video simulasi juga dilihat ya orang-orang Pertamina itu menggunakan SCBA ini ya. Fungsionalnya apa? Agar mereka ini bisa bernapas dengan baik di area yang mengandung gas-gas beracun. seperti itu. Lalu fasilitas keadaan emergency lainnya adalah lampu senter, baju pemadam kebakaran, helm pengaman, respirator, tandu, perkakas alat bantu seperti kapak, linggis, dan lain-lain. Pernah menonton film-film ee Amerika? Pernah enggak ngelihat? Kita lihat tuh orang-orang ketika tim-tim damkarnya apabila terjadi kebakarannya dan ada orang terjebak di sebuah ruangan pasti dia melakukan penyelamatan secara paksa menggunakan kapak ya linggis dan lain-lain. Nah, itu nantinya yang dinamakan dengan kegiatan porsible entry namanya, yaitu kegiatan penyelamatan secara paksa dengan menggunakan perkakas-perkakas kasar seperti kapak, linggis, bor, dan yang lain-lain. Lalu ada lagi kursi evakuasi ataupun evacer ya. Ada yang tahu? Ada yang pernah lihat? Nih, Evr. Evaer ini pada umumnya banyak digunakan di luar negeri ya. di Indonesia saya pertama kali itu menemukannya di IKEA ya, bukan untuk dijual tapi memang sebagai standar mereka bahwasanya apabila terjadi keadaan emergency, ini berguna bagi kaum-kaum yang membutuhkan seperti lansia ya. Lalu ada lagi disabilitas, ibu hamil. Enggak kebayangkan teman-teman sekalian apabila terjadi gempa bumi ataupun kebakaran panik orang gimana ya terutama yang ibu-ibu ataupun yang cewek-cewek ya itu pasti paniknya melebihi ee gimana ya istilahnya kalau cewek kan kalau panik yang bikin panik pria itu apa? suara ya. Silakan lakukan simulasi teman-teman sekalian ya. Pasti yang paling susah kita atur itu wanita ya. Apabila kita misalkan melakukan simulasi tanggap darurat kebakaran kita mengarahkan ibu-ibu itu ataupun ee kakak-kakak ya arahkan mereka itu susah minta ampun teman-teman sekalian ya. Nah, itu salah satu kendala apabila terjadi keadaan darurat. Ya, yang bikin panik itu adalah suara. Ya, makanya di dalam SOP tangga darurat itu dijelaskan apabila terjadi situasi tangga darurat, yang paling pertama kita lakukan itu adalah tetap tenang, tidak boleh panik. Ya, makanya seperti contoh nyatanya apa? Ketika terjadi kebocoran gas LPG di rumah ya, Ibu-ibu lagi masak panik enggak mereka? Panik. Padahal cara penanganannya simpel ya. Cukup rendam kain eh kain basah tutup pada bagian gasnya. Udah gas yang bocor tadi itu akan akan terisolasi oleh kain basah ya. Ya, pada intinya kita mengenal segitiga api. Segitiga api itu terdiri dari oksigen, sumber panas, dan bahan bakar. Apabila dari tiga item itu kita eliminasi, maka api itu tidak akan bisa hidup. Terus kenapa apabila terjadi kebocoran gas LPG di rumah panik? Ya, misalkan nih teman-teman sekalian terjadi kebakaran eh terjadi kebakaran, terjadi kebocoran gas LPG ya. Lalu tiba-tiba teman-teman cabut gas LPG tersebut lalu lemparlah ke dalam bak. Ya, percuma ya. Percuma teman- sekalian enggak guna ya. Makanya ketika terjadi kebakaran itu tidak boleh panik. Iya. Bila terjadi keadaan darurat tidak boleh panik. tetap ketahui situasi ya, kenali situasi di sekitar kita apa ya dan tetap berpikiran jernih agar apa? Agar kita bisa menyelamatkan diri dengan dengan baik dan selamat tentunya. Oke, selanjutnya pelatihan untuk tim darurat ya. Pertama ada contohnya pelatihan itu banyak ya ada dari cara penggunaan APD ya. Cara penggunaan PD ini apa? Salah satu contohnya seperti cara pemakaian SJBA, lalu cara penggunaan body harness, cara penggunaan apaagi? APD-APD lainnya ya. Lalu ada lagi gas detektor. Cara memakai gas detektor bagaimana? Apabila terjadi kebocoran gas, bagaimana langkah-langkah yang harus kita lakukan untuk kita mengoperasikan gas detektor tadi? Lalu pelatihan yang berhubungan dengan bahan berbahaya dan beracun apabila terjadi tumpahan. Ini dinamakan dengan metode B3 dan oil spill. Lalu apalagi? Ada lagi yang berhubungan dengan P3K atau first atau biasa kita kenal dengan CPR. Nah, ini adalah contoh dari training drill yang bisa kita buat perencanaannya dalam 1 tahun kalender kerja. Ini hanya sebagai contoh saja. Nanti mungkin di sini teman-teman bisa masukkan training drill-nya cara mengoperasikan SJBA. Lalu yang kedua ini mungkin cara apa bagusnya? Cara kita menggunakan apar. Lalu yang ketiga cara pengoperasian hidran. Lalu ada lagi apa? Ee CPR ya. CPR ini seperti kegiatan apabila terjadi orang pingsan kita menekan jantungnya, dadanya ya teman-teman sekalian. ada metodenya dan itu dipelajari nantinya salah satunya dengan cara kita mengundang PMI itu bisa menggunakan PMI yang ada di domisili perusahaan rekan-rekan sekalian. Bayarnya enggak mahal kalau teman-teman sekalian ya, tapi manfaatnya sungguh luar biasa ya. Itu adalah beberapa contoh dari ee istilahnya penjadwalan di dalam training deal tadi. Emergency contact number ya. Ini sangat biasanya sangat dibutuhkan sekali ya. Fungsionalnya apabila terjadi keadaan darurat pada bagian apa atau siapa yang harus kita hubungi ya. Terutama nih orang-orang project nih biasanya selalu ada emergency kontak number. Di pabrik pasti ada di perusahaan lain yang manufaktur dan sebagainya juga pasti ada. Jadi emergency kotak number itu dibedakan juga menjadi dua. Yang pertama untuk internal perusahaan dan eksternal perusahaan. Nah, kalau internal perusahaan berarti yang berhubungan dengan perusahaannya siapa? Misalkan set manajer apabila terjadi keadaan di area produksi, siapa yang bisa dihubungi? Siapa nama manajer produksinya atau manajer workshopnya siapa? Nah, itu salah satu contohnya. Lalu siapa nomor orang ketiganya? AS. Lalu siapa nama kepala security-nya? Lalu fire station apabila ada di perusahaannya. Biasanya kalau perusahaan-perusahaan owner-owner migas dia pasti memiliki fire station. Lalu ada lagi yang tadi yang saya sampaikan production departemennya siapa? Kalau di bagian eksternal perusahaan yang wajib kita miliki nomor itu adalah kantor pemadam kebakaran setempat. Lalu kantor polisi, apakah itu Polres, Polsek, dan lainnya ataupun bisa juga Babinsa ya. atau Babinsa tentara yang menguasai ataupun yang memiliki kewenangan di regional lokasi perusahaan rekan-rekan sekalian. Lalu ambulans. Apabila misalkan di perusahaan kita tidak memiliki layanan ambulan ataupun enggak memiliki fasilitas ambulan sendiri, berarti kita harus memiliki contact number ambulans yang tersedia. Mungkin contohnya ambulan yang tersedia di klinik terdekat dari lokasi perusahaan kita. Selanjutnya tim SAR ataupun biasanya sekarang itu apa namanya? Basar Basarnas. Betul enggak? Basarnas namanya? Betul. Apa saya salah? Apa saya kurang upgrade? Betul. ya. Oke, selanjutnya eksternal yang harus kita miliki selanjutnya adalah klinik ataupun rumah sakit yang terdekat yang berada di sekitar lokasi perusahaan. Nah, biasanya apabila kita bekerja sama dengan klinik ataupun rumah sakit yang ada di sekitar area perusahaan kita itu kita wajib memiliki MOU kerja sama. Itu penting banget. Ketiga, tinjuan ulang rencana yang telah ada. Emergency respon plan yang telah ada berlaku pada saat rencana tersebut disusun. Bila peruntukannya berubah, maka potensi baya juga berubah. Ya, ini pasti teman-teman sekalian ya. Contohnya apabila area produksinya diperluas, otomatis bahaya yang ada juga berubah ataupun bisa jadi bertambah. Lalu selanjutnya tentukanlah tujuan dan ruang lingkup dari sistem tangga darurat itu seperti apa. Apa yang diharapkannya tentunya adalah sistem langkah ya ketika di keadaan derodat itu seperti apa. Oke, ini masih sama dengan tujuan yang di awal tadi. Selanjutnya ruang lingkup emergency planning-nya pada aspek kemanusiaan bisa dilihat tentunya untuk melindungi pegawai penduduk dan sekitarnya. Yang selanjutnya aspek pencegahan korugian memperkecil kerugian pada barang-barang perusahaan produksi serta lingkungan yang ada. Aspek komersial memperkecil akibat dari suatu kejadian pada manusia maupun fasilitas perusahaan. legal memperkecil kerugian kerusakan harta benda perorangan yang mungkin mengibatkan klaim pada perusahaan. Contohnya apa? Apabila terjadi kebakaran ya merembet ke area parkiran ya di mana area parkiran itu mungkin ada mobil para pekerja ya motor para pekerja terus terbakar ya ke mana ngeklaimnya? otomatis ke pihak perusahaan. Nah, ini yang dinamakan dengan ruang lingkup emergency planningnya di bagian legal ya. Jadi, apabila terjadi kebakaran tidak merugikan ee aset pribadi dari para pekerja. Apakah itu mulai dari mobil, motor, handphone, atau mungkin tumblr ya. yang paling simpelnya. Oke, selanjutnya tipe rencana tanggap darurat yang pertama daftar periksa ataupun terbatas bagi para petugas pemadam kebakaran ataupun petugas tanggap darurat. Rencana tanggap darurat. Rencana manajemen tanggap daruratnya lengkap meliputi seluruh aspek rencana kerja sama melibatkan pihak lain. Ini yang saya namakan tadi dengan bagian eksternal perusahaan. Lalu kita wajib memiliki SOP. Nah, SOP inilah nantinya dari SOP inilah nantinya teman-teman melakukan simulasi terhadap sistem tanggap darurat yang ada di perusahaan teman-teman sekalian. Apakah simulasi yang mau dilakukan itu dalam bentuk simulasi kebakaran, simulasi apabila terjadi gempa, simulasi apabila terjadi banjir, ataupun simulasi apabila terjadinya ledakan. Selanjutnya dan ini adalah skema pembuatan prosedur tanggap darurat. Yang pertama kita bentuklah timnya. Lalu setelah itu kita tuukkan tujuan ruang lingkupnya. Identifikasi potensi yang ada di perusahaan kita. Apakah bahaya kita itu ledakan ya, tumpahan atau sebagainya. Lalu kita melakukan risk assesment, penilaian risiko. Lalu selanjutnya upaya meminimalisasi risiko, identifikasi kebutuhan sarana ataupun alatnya. Lalu bentuklah organisasinya ataupun struktur organisasi tanggap darurat yang ada di perusahaan. Selanjutnya susun prosedur tanggap darurat. Sosialisasikan SOP yang telah kita buat. Lalu setelah kita sosialisasikan, kita lakukanlah penjadwalan emergency drill. Apakah emergency drillnya kebakaran, gempa, atau yang lainnya. Setelah melakukan emergency drill, baru barulah kita lakukan evaluasi. Dari hasil evaluasi ini, apakah tujuan dari ruang lingkup skem ee pembuatan SOP itu tercapai atau tidak. Nah, nanti kita akan melakukan review kembali namanya. Biasanya ini identik dengan PDCA ya. PDCA PD C A plan do check action rencana lakukan cek tinjauan ulang dan action dari tinjauan ulangnya bag seperti apa bantuan luar terorganisir dan bisa Jadi ini adalah bentuk kerja sama dengan pihak ketiga. Salah satu contohnya yaitu seperti kerja sama dengan tim Damkar, Basarnas, klinik yang ada di sekitar perusahaan dan yang lainnya. Nah, ini adalah contoh struktur organisasi tanggap darurat. Ini contoh simpel aja ya. Dimulai dari ketua tangkap darurat itu biasanya mungkin adalah chief security. Lalu wakil ketuanya adalah seorang ahli K3. Bisa jadi dari orang ahli K3 umum yang ada di perusahaan. Lalu regu pemadam kebakarannya. Siapa regu B3K-nya? Nah, ini contohnya secara simpel aja ya. regu pemadam kepakaran itu dua. Tapi kalau mungkin pada aktualnya mungkin bisa jadi ada 5 ataupun 10 ya itu menyesuaikan kembali dengan jumlah tenaga kerja yang ada di perusahaan. Lalu ada lagi regu keamanan, regu evaluasi, regu komunikasi, regu logistik, dan humas. Mungkin di sini nanti bisa juga ditambahkan ya. ini mungkin nanti bisa juga ditambahkan satu lagi regu penanganan tumpahan ya ataupun regu spill oil atau bisa juga ditambahkan satu lagi nanti regu penyelamat dokumen ya karena dokumen-dokumen perusahaan itu juga sangat sangat penting. Oke, ini tugas dan tanggung jawab. Jadi ketika kita membentuk struktur organisasi tanggap darurat, maka kita juga wajib ya membuat apa-apa saja tugas dan tanggung jawab dari masing-masing orang yang berada pada sistem tanggap darurat tadi ataupun di dalam sistem organisasi tanggap darurat tadi. Nah, ini adalah salah satu contohnya. Ini bisa teman-teman lihat. Oke, selanjutnya konsep operasi seperti mencontohnya apabila terjadi keadaan darurat kebakaran. Kita sebagai orang ketiga ataupun yang berada di dalam struktur organisasi tengah darurat harus bisa memprediksikan skenario penyebaran api ya, terutama apabila kita bekerja di industri dalam migas. Kita harus tahu nih ke mana penyebaran api ini apabila terjadi di zona A, ke mana arahnya kira-kira apabila terjadi lelakkan api itu akan menyemburnya ke mana? Lalu arah asap ya apabila terjadi kebakaran ini dia akan mengalir ke mana nantinya. Nah, itulah yang dimakan dengan konsep operasi tadi. Kita prediksi ini hanya prediksi ya. Berarti prediksi itu artinya apa? Memperkirakan ya, berandai-andai. Nah, ini yang dimaksud dengan memprediksi skenarionya. Tentukan strategi pengendalian. Lalu tentukan sumber daya yang dibutuhkan. Apakah sumber daya yang ditukan tadi berhubungan dengan sistem proteksi aktifkah ataupun sistem proteksi pasif. Faktor kegagalan dari STD ataupun sistem tenggedurat itu apa? Kurangnya dukungan manajemen puncak. Ya, ini pasti sekali. Ingat teman-teman sekalian, K3 itu selalu berhubungan dengan budgeting ya. Ketika level managemen tidak komitmen maka bisa dipastikan penerapan ketiga teman-teman sekalian itu akan susah ya. Karena pada intinya ya di dalam dunia ketiga itu manajemen itu sangat-sangat dibutuhkan komitmen dari mereka dalam penerapan. K3 ketika mereka enggak komitmen ee itu sangat-sangat sulit ya. Ya, lebih baik kita mencari jalan yang lain ya apabila dalam penerapan ketiga kita itu tidak didukung ya. Itu akan sangat sulit teman-teman sekalian. Bahkan nanti akan bisa jadi bumerang bagi teman-teman sekalian juga apabila terjadi misalkan keadaan darat ataupun kecelakaan kerja. Lalu adanya kurang keterlibatan dan dukungan dari para pekerjaan. Nah, ini yang saya maksud juga tadi. Ketika manajemen puncak tidak komitmen, otomatis sampai ke babah-bawahnya pun nanti juga enggak komitmen ya. Kenapa? Karena dari yang level terbawah tadi juga melihat level atasnya enggak komit. Jadi, kenapa saya harus nurutin aturan yang ada? Nah, kan seperti itu. Selanjutnya, kurang atau tidak adanya perencanaan, kurangnya pelatihan dan pendidikan. Ya, itu penting ya, Teman-teman sekalian. Makanya mungkin teman-teman sekarang yang ikut pelatihan ini ada yang dari perwakilan perusahaan ya. Nah, inilah salah satu contohnya. Tujuannya apa? Untuk memberikan pengetahuan terbaru ya kepada rekan-rekan sekalian ya. Walaupun pada intinya ikut sertifikasi ini mungkin untuk apa? Untuk pemenuhan kebutuhan project ya. Mungkin itu salah satu contohnya. Lalu tidak adanya penanggung jawab yang ditunjuk khusus untuk mengkoordini STD. Nah, ini bisa dipastikan tidak adanya struktur organisasi perusahaan di apabila terjadinya keadaan darurat. Sistem tanggap darurat tidak dievaluasi atau disempurnakan secara berkala. Nah, ini maksudnya bagaimana? Berarti ketika ada SOP tanggap darurat itu tidak pernah disimulasikan ya, cuma hanya sebatas adanya regulasi aja tapi tidak pernah dipraktikkan. Ya, kalau enggak dipraktikkan dari mana kita tahu di mana letak kekurangan sistem kita? Betul ya? Hanya semasa tulisan doang tapi enggak pernah dipraktikkan. Yang bagaimana kita tahu nanti tiba-tiba ternyata terjadi keadaan darurat ya. Ya, ternyata orang-orang yang ada di peran kita enggak ada yang bisa sama sekali menangani keadaan darurat. Kenapa? Ya, karena tadi tidak pernah dilakukannya simulasi. sistem komunikasi dan peringatan dini tidak memadai, tidak terintegrasi dengan prosedur operasi lainnya. Ya, ini kenapa bisa terjadi? Karena ketika SOP dibuat itu tidak pernah di sosialisasikan ya. SOP dibuat hanya menjadi untuk bantalan tidur ya. Hanya disimpan doang ya, enggak pernah disosialisasikan. Selanjutnya pekerja tidak dijelaskan mengenai tindakan atau longkai yang dilakukan jika terjadi keadaan darurat ini masih sama. Kenapa bisa terjadi kebakaran? Kenapa bisa orang meninggal? Kenapa bisa banyak terjadi korban? Karena tidak pernah dilakukan simulasi tadi. Jadi para korban itu enggak tahu sama sekali apa yang harus dilakukannya. Mereka sudah panik duluan. Nah, seperti itu, Teman-teman sekalian, ya. Makanya di dalam sistem tangga darurat simulasi keadaan emergency itu sangat-sangat penting karena itu dalam sebuah bentuk pelatihan bagi diri para pekerja. Bagaimana caranya apabila terjadi keadaan darurat mereka mengatasinya. Oke, sampai di sini ada yang mau bertanya? Apakah ada yang mau bertanya kira-kira? Oke, kalau enggak ada yang bertanya ya, materi untuk pengawas ketiga minggas juga telah berakhir ya, rekan-rekan sekalian ya. Selanjutnya saya akan melanjutkan untuk materi ahli ketiga umum. Nah, dari teman-teman pengawas ketiga MEGAS bagaimana? Apakah mau tetap lanjut atau mau lift meninggalkan ruang Zoom-nya? Ya, kalau mau beristirahat ya dipersilakan. Terutama untuk teman-teman dari timur ini ya sudah di sana mungkin sudah jam 10.30 ya. Betul ya Mas Ribi dan Bu Aza. Iya Pak, betul. Oke. Jadi bagaimana mau lanjut atau mau live? Kita serahkan kembali ya kepada rekan-rekan sekalian. Kalau mau live silakan sampaikan di kolom chat. Ya, enggak apa-apa. Tapi kalau mau tetap stay silakan, enggak masalah juga. Oke, stay. Oke, enggak apa-apa. Oke, ya. Selanjutnya, oke kita akan masuk ke dalam materi merancang strategi pengendalian risiko K3 di tempat kerja. Menerapkan manajemen risiko K3 di tempat kerja. Oke. Nah, ini dia. Ini adalah materi ataupun ee istilahnya unit kompetensi dari Mbak Dila ya, single ya, pemain tunggal ya untuk ahli ketiga umum di akhir tahun ini. Ini pertama kali juga ya kami mengadakan pelatihan K3 umum dan pengawas MIGAS ini pertama kali pesertanya cuma satu orang lagi ketiga umumnya ya biasanya itu minimal 10 ya mungkin kenanya efek akhir tahun ya biasanya seperti itu ya rekan sekalian ya tapi enggak apa-apa tidak mengurangi semangat kita juga untuk belajar bersama pada malam hari ini apabila tidak ada yang mengerti silakan ditanyakan ya jangan malu malu untuk bertanya kalau enggak bertanya nanti enggak paham-paham ya pada intinya ya. Oke. Nah, ada yang tahu apa itu K3? Ada yang tahu enggak apa K3 yang selama ini teman-teman dengar selalu di lapangan? Ketiga, ketiga. Tiga. Helm. Helm. Helm gitu ya. Apa kira-kira K3 menurutkan sekalian? Menurut I, Pak ya. Apa kira-kira Mas Ribi? Apa kira-kira K3 itu? K3 itu keselamatan kesehatan kerja, Pak. Oke, itu singkatan ya. Iya, iya. I oke. Enggak apa-apa, enggak apa-apa. Yang penting ada kemauan menjawab. Ee lebih baik kita lebih banyak diskusi ya, Teman-teman sekalian, ya. Daripada kita full materi itu bikin cepat ngantuk. Nah, lebih enak kita diskusi. Jadi, pemahaman itu lebih dapat. Nah, ketiga tadi dijawab oleh Mas Rib itu kesehatan, keselamatan kerja. Iya. Ya, itu enggak salah ya, saya enggak nyalahkan juga itu. Itu betul singkatan dari sebuah keselamatan kesehatan kerja kig ya. Tapi menurut definisinya ketiga itu apa? Apa kira-kira? Apa definisi dari K3 menurut teman-teman sekalian yang teman-teman ketahui selama ini apa? Iya, silakan Madila. Menurut saya, K3 itu merupakan keselamatan kesehatan kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan itu untuk mengendalikan risiko di mana risiko itu pasti ada karena dilakukannya kerja. Eh, maksud saya aktivitas pekerjaan. Risiko itu iya pasti ada karena adanya aktivitas pekerjaan yang dibutuhkannya K3 itu untuk agar mengurangi yang terjadinya yang namanya bahaya, Pak, pada pekerja seperti itu. Oke. Baik, terima kasih ya ee untuk penjelasan terutama keberanian ya untuk mencoba menjawab tidak apa-apa. Oke, itu hampir mendekati betul jawaban dari teman-teman sekalian ya. Terima kasih untuk jawabannya. Jadi ketiga itu dengan upaya ya upaya penyelamatan ya dimulai dari diri sendiri dahulu. Betul enggak? Bagaimana caranya kita menyelamatkan orang lain kalau kita menyelamatkan diri sendiri aja enggak becus? Nah, itu yang pertama dahulu. Ketiga itu upaya menyelamatkan diri sendiri terlebih dahulu. Orang lain yang ada di lokasi kerja. material ya alat kok semua yang berada di dalam lokasi kerja agar apa agar terselamatkan, agar tidak menimbulkan kerugian baik itu kuburan jiwa maupun lingkungan. Ya, itu jawaban hampir sama. Karena di setiap lokasi kerja yang aktivitasnya apakah itu jenisnya kategorinya resiko tinggi, resiko rendah, dan sebagainya itu pasti ada bahaya, pasti ada risikonya. Oke. Oke. Nanti kita akan lihat apa beda bahaya dan resiko itu apa. Oke. Ketiga, pengertian ketiga itu apa? Ketiga adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Ya, itu menurut Undang ee Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2012. Ya, kalau di dalam dunia ketiga regulasi paling tertinggi itu dinamakan dengan Undang-Undang Nomor 1 1970 yang terdiri dari 18 pasal dan 11 bab. Ya, itu adalah undang-undang utama ya istilahnya denk-nya di dalam dunia ketiga itu adalah aturan yang belum pernah kena revisi sama sekali sampai saat ini. Padahal usia aturannya itu telah mencapai 50 tahun ya, sudah mencapai 55 tahun usia dari undang-undang tersebut. Tetapi kenapa belum diperisi? karena undang-undang tersebut masih sesuai dengan perkembangan ilmu dan ilmu dan pengetahuan ya, ilmu dan teknologi ya sampai saat ini. Oke. Jadi tujuan ketiga itu apa? Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Oke, penyakit akibat kerja contohnya apa? Apa? Contoh penyakit akibat kerja cedera, Pak. Iya. Cedera itu kecelakaan ya. Apabila misalkan nih kita terjatuh lalu kita mengalami cidara. Cidaranya apa? Patah, tulang, dislokasi dan sebagainya. Tapi ini maksudnya penyakit akibat kerja. Apa contohnya? Contoh penyakit yang ditimbulkan akibat pekerjaan. Apa? Penyakit hati. Hah? Iri-iri dengki ya. Apa yang lain? Apa contohnya? Ayo. Contoh penyakit yang ditumbuhkan akibat pekerjaan. Apa contohnya? Contoh dari rekan sekalian. Ayo. Apa? Apa contohnya? Ayo, jangan mau malu. Penyakit akibat kerja. Apabila kita bekerja di pabrik semen, apa penyakit yang akan timbul? Apa? Ayo. Sesak napas, Pak. Sesat napas ataupun biasanya kita kenal dengan is ispa. Inspeksi apa? Inspeksi penyakit saluran atas. Jadi pada intinya teman-teman sekalian ketika kita bekerja di perusahaan ya jangan jamin teman-teman sekalian itu memang selamat dari kecelakaan kerja tapi belum tentu teman-teman sekalian akan selamat dari penyakit akibat kerja. Contohnya teman-teman sekalian operator boiler ya teman-teman sudah bekerja di perusahaan selama 8 tahun sebagai operator boiler tanpa menggunakan APD. Ya, apa akan terjadi pada telinga teman-teman sekalian ya? Boleh kan berisik ya. Tuli. Tuli itu penyakit enggak? Penyakit Pak. Pak penyakit. Penyakit yang ditimbulkan karena apa? Kebisingan. Karena kebisingan. Karena kebisingan itu dari mana datang? nya dari kerja, Pak. Nah, dari kerja dia sebagai operator boiler tadi. Nah, itu yang dinamakan, Teman-teman sekalian, penyakit akibat kerja. Kecelakaan kerja dampaknya langsung terlihat, efeknya langsung terlihat. Tapi kalau kecelakaan kerja ee kalau penyakit akibat kerja efeknya enggak langsung terlihat ya. Efeknya itu akan terlihat baru nanti di 5 tahun kemudian, di 10 tahun kemudian ketika teman-teman masih bekerja di perusahaan yang sama. Ya, enggak ada orang misalkan baru bekerja 1 tahun dia langsung budek ya. Maksudnya itu dia langsung budek. Istilahnya budek itu sudah parah banget enggak? Tapi memang nanti di tiap tahun itu akan berkurang terus-menerus tingkat pendengarannya. Makanya kan di setiap kita mau masuk ke perusahaan, kita disuruh medical medical check up ya. Tujuan apa? Untuk mengetahui bagaimana kondisi dari para pekerja ketika awal masuk di sebuah perusahaan. Ya, mungkin nih di awal masuk perusahaan kondisi tubuhnya sehat sekali ya, tidak ada penyakit ternyata. ketika dilakukan medical medical check up secara rutin ya karena medical check up itu kan ada terbagi menjadi tiga ya medical up ataupun MCU awal, MCU berkala dan MCU khusus. MCU berkala ini yang kita lakukan di tiap tahunnya untuk mengecek kondisi ataupun kesehatan dari para pekerja. Ada enggak si pekerja itu terdampak dari pekerjaan yang dilakukannya? Nah, itulah tujuan dari medical check up yang dilakukan oleh pihak perusahaan itu ada semuanya tertuang di dalam Permenaker nomor 3 tahun 1982. Oke, tujuan ketiga. Tujuan ketiga itu yang pertama kalau berdasarkan Undang-Undang Nomor 1970 ya. agar setiap tenaga kerja terjamin keselamatannya untuk hidup dan meningkatkan produksi kerja serta produktivitas nasional. Lalu agar orang lain yang berada di tempat kerja terjamin keselamatannya. Siapa orang lain yang dimaksud di sini? Selain tenaga kerja kita, ya. Selain pekerja kita, siapa orang lain ini? Ayo bantu jawab. Siapa orang lain yang masuk di sini? Agar orang lain yang berada di tempat kerja terjamin keselamatannya. Ini di luar tenaga kerja perusahaan kita agar orang lain yang berada di lokasi kerja kita terjamin keselamatannya. Siapa orang lain ini? Audit atau tamu, Pak? Betul. Visitor ya. Tamu perusahaan. kontraktor ataupun subcon. Lalu siapa lagi? Vendor. Betul enggak? Contohnya kenapa ini menjadi tanggung jawab perusahaan? Makanya di setiap kita misalkan kita ee istilahnya kontraktor lalu masuk ke area perusahaan owner, kita dilakukan safety induction. Enggak pernah enggak teman-teman sekalian di safety induction misalnya kan teman-teman sekalian dapat project di Pertamina ataupun di perusahaan-perusahaan lain lalu pertama kali teman-teman sekalian masuk ke dalam perusahaan tersebut pasti di hari pertama itu teman-teman dilakukan safety induction pernah enggak sadar enggak atau belum pernah Nah, set indak itu contohnya apa, Teman-teman sekalian? Mengisi formulir ya, lalu dijelaskan aturan-aturan K3 yang ada di perusahaan. Mungkin aturannya seperti ini. Ketika rekan-rekan sekalian akan bekerja di area produksi, teman-teman sekalian wajib menggunakan APD helm, sepatu safety, dan sebagainya ya. Lalu aturan jam kerja di perusahaan tersebut. Lalu titik kumpulnya di mana, jeluk refokasi di mana, posisi APnya di mana, posisi kotak P3K-nya di mana, itu dijelaskan biasanya di dalam safety induction. Oke. Lalu selanjutnya agar sumber produksi dapat dipakai secara aman dan efisien secara universal. Tujuan ketiga itu adalah mencegah terjadinya kecelakaan. mencegah agar kecelakaan yang serupa tidak terulang kembali. Menjamin pekerja dapat mengembangkan potensinya sesuai harkat dan martabatnya sebagai manusia. Itulah tujuan dari ketiga itu kenapa digembar-gembor ya oleh Kementerian Ketenagakerjaan dan diaker setempat. Inilah tujuan ketiga itu memanusiakan manusia. Nah, seperti itu rekan-rekan sekalian. Oke, selanjutnya kita lihat apa itu insiden, accident dan nirmis. Pernah mendengar nirmis? Hampir celaka? Kemarin sempat saya singgung ya di hari penjelasan di IT. Nirmis. Ada yang tahu itu nirmis apa? Hampir celaka. Pernah enggak mengalaminya? Hampir celaka. Contohnya kemarin saya kasih contoh teman-teman sekalian bekerja di area project lalu teman-teman sekalian melintas di area project yang ada orang bekerja di ketinggian. Lalu orang ketinggian itu enggak sengaja nyenggol ee kunci kunci pipa atau kunci apapun. terjatuh ya, terjatuh ke bawah dan teman-teman melintas. Kunci pipa tersebut terjatuh di depan teman-teman sekalian tapi tidak mengenai teman-teman sekalian. Itu dinamakan dengan nermis ataupun bisa dikatakan hampir hampir celaka. insiden suatu kejadian yang tidak diinginkan bilamana pada saat itu sedikit saja ada perubahan maka dapat mengakibatkan terjadinya accident ataupun kecelakaan kerja. Contohnya teman-teman sekalian melintasi koridor yang baru siap dipel ya. Di kor tersebut tidak dipasang rambu-rambu yang memberitahukan bahwa lantai masih dalam keadaan licin. Dengan PD-nya, Teman-teman sekalian melintas di koridor tersebut. Ya, di tengah perjalanan ternyata teman-teman sekalian tergelincir. Akan tetapi teman-teman sekalian masih bisa menyeimbangkan badan. Ya, kebayang enggak ilustrasinya? Ya, kita melintas berjalan di koridor yang masih basah. Kita tergelincir tapi kita masih bisa menyeimbangkan badan kita. Kita enggak terjatuh. Pernah enggak ngalaminnya? Pernah. Ya, jangankan di tempat kerja, di rumah mungkin. Nah, itu masuk kategorinya ke dalam insiden. Oke. Kenapa masuk dalam kategori insiden? Teman-teman sekalian sudah masuk yang dinamakan proses kecelakaan kerja tapi tidak ada kerugian di sana. Oke. Setiap teman-teman mengalami proses kecelakaan kerja tapi tidak mendapatkan kerugian. Kerugian yang dimaksud di sini apa? Cidera. Apakah itu memar, gores, terbentur, ya terjatuh dan sebagainya. Nah, itu masuk kategorinya ke dalam insiden. Mengalami proses kecelakaan kerja tapi tidak ada kerugian di sana. Tapi apabila nih ketika teman-teman tadi tergelincir dan terjatuh ya, tergencir dan terjatuh, kepala teman-teman sekalian terbentur ke dinding, berdarah, benjol. Itu masuk ke dalam kategori accident. Teman-teman sekalian telah mengalami kecelakaan kerja dan menimbulkan kerugian. Apa kerugiannya tadi? Kepala benjol ataupun berdarah itu masuk ke dalam kategori. Oke, untuk lebih jelasnya kita lihat dari contoh sebuah video. Kita akan coba lihat dari contoh Nirmis terlebih dahulu. Oke, inilah contoh videois. We're all under pressure to get the job done. But regardless of how urgent or important a job might pay, nothing's worth risking your safety. Whether you're a worker or an employer, we can make the workply safe. Because no matter what you do, safety starts with you. Oke, jelas terlihat contoh-contoh dan nirmis tadi hampir tersentrum, hampir terjatuh ya itu masuk dalam kategori nirmis. Kita lihat lagi contoh dari sebuah insiden. Oke, ini adalah contoh insiden rapaz. Oke, bisa melihat video tadi dia mengalami proses kecelakaan kerja, tapi ada kerugian enggak di sana? enggak ada ya, tapi dia telah dinamakan mengalami proses kecelakaan kerja tapi tidak mengalami kerugian ya, tidak mengalami cedera dan sebagainya. Kita lihat lagi contoh dari sebuah accident. Entar. Oke, ini adalah contoh dari sebuah accident. Oke, itu adalah contoh dari sebuah Aciden ya teman-teman sekalian ya. Kecelakaan kerja orang tertimpa dari bakat ya bakat pengecoran ya jadi remuk itu pasti teman-teman sekalian ya itu dinamakan dengan kecelakaan kerja akibat apa? Unsafe action ya. Oke kita kembali lagi pada materi. Oke selanjutnya ada lagi bahaya. Nah ini bahaya ya teman-teman sekalian ya. Jadi di dalam dunia manajemen risiko itu kita mengenal yang dinamakan dengan bahaya, risiko, unsafe action, unsafe condition. Ya, bahaya. Bahaya itu adalah semua sumber ataupun potensi. Nah, bahaya itu maksudnya semua sumber ataupun situasi aktivitas yang berpotensi menimbulkan cidera atau penyakit akibat kerja. Dia baru potensi sifatnya ya, Teman-teman sekalian ya. Baru berpotensi belum tentu dia akan kecelakaan. Nah, seperti itu. Oke, mau contohnya apa? Nah, nanti akan kita lihat ya. Lalu risiko. Risiko itu adalah sebuah kemungkinan terjadi bahaya tadi. Lalu ada lagi contohnya konsekuensi yang selanjutnya. Jadi dalam manajemen risiko itu kita mengenal adanya bahaya. Terus dari potensi bahaya tadi menimbulkan risiko. Risiko itu menimbulkan konsekuensi. Oke, itu adalah urutannya. Oke, kita saya kasih ilustrasinya. Saya bekerja di ketinggian 5 m, rekan-rekan sekalian ya. Memasang lampu, ya. Nah, apakah bahaya yang saya hadapi? Saya memasang lampu di ketinggian 5 m. Apa bahaya yang saya hadapi? Terjatuh, Pak. Weh, terjatuh. Tetot masih salah. Oke, yang lain. Kalau terjatuh itu masuk ke dalam risiko namanya. Nah, yang saya tanyakan bahaya ketika saya memasang lampu di ketinggian 5 m. Apa bahayanya? Ya, bantu jawab. Ayo, kalau ragu-ragu enggak apa-apa sampaikan aja. Saya memasang lampu di 5 m. Apa bahaya yang saya alami, yang saya hadapi? Apa bahayanya? Saya memasang lampu di ketinggian 5 m. Apa bahaya yang saya hadapi? Apa, Teman-teman sekalian? Terjatuh dari ketinggian enggak, Pak? Terjatuh dari ketinggian. Itu jawab siapa ya? Mas Willy. Pak Willy. Oke, Pak Willy. Oke. Hampir mendekati ya. Jadi bahaya yang diapi, yang dihadapi itu apa? Ketinggian. Oh, oke. Bahayanya enggak terjatuh. Itu resikonya. Oh iya ya. Oke. Konsekuensi dari terjatuh apa? Konsekuensinya terjatuh hm apa? Cidra. Cidra. Cidera ya. Cideranya apakah itu cederanya mati, patah dan sebagainya. Oke, sampai di sini paham? Paham, Pak. Yakin. Oke. Oke. Ketika saya bekerja ketinggian, bahaya yang saya hadapi adalah ketinggiannya. Potensi ya. Baru potensi ya. Sumber bahaya saya itu baru ketinggian. Apabila saya bekerja di ketinggian itu resiko yang saya hadapi apa? Apabila misalkan saya ee tergelincir dan sebagainya. Apa resikonya tadi? Ter tersengat listrik. Lah pembayarnya ketinggian. Ngapain resikonya tersengat listrik? Risikonya ter terjatuh. Nah, ketika saya terjatuh apakah sudah pasti saya akan mati? Tidak, Pak. Tidak. ya tidak ada kan yang bisa memastikan konsekuensinya apakah mati patah tulang dan sebagainya. Betul enggak? Nah seperti itu ya teman-teman sekalian ya. Jadi ketika kita membuat JSA, kita membuat HIRA yang kita kelola itu apa? Ketidakpastian ya yang kita kelola ketidakpastian enggak semuanya dari tadi ya? Potensi bahayanya apa? Ketinggian. Nah, ketika saya bekerja di ketinggian, apakah 100% saya akan terjatuh? Bagaimana? Apakah pasti saya akan 100% terjatuh? Tidak, Pak. Tidak. Ketika saya terjatuh, apakah 100% saya akan mati? Tidak, Pak. Tidak. Jadi, perhentinya apa? ketidak pastian baru hanya bisa dinamakan sebatas kemung kemungkinan. Oke, sampai di sini paham? Oke, kita kasih contoh satu lagi. Saya membersihkan Oh, enggak usah yang simpel-simpel aja. ee saya mengoperasikan forclip ya di area pergundangan ya. Saya mengoperasikan proclip dengan muatan 5 ton ya. Apa bahaya yang dihadapi? Apa bahayanya? Atau terlalu sulit ya contoh ya. Tertimpa, Pak. Oke. Tertimpa itu baru ri risiko ya. Bahayanya apa? Kalau tertimpa risiko terbalik resiko. Nah, bahayanya apa? Apa bahayanya? Pengang pengangkatan ya. Bahaya pengangkatan 5 ton tadi ya. Mungkin nih for clip-nya itu cuma mampu mengangkat 3 ton malah diangkat odol ya overload sampai 5 ton. barulah bahayanya tadi eh resikonya tadi tertimpa ataupun terbalik ya. Konsekuensinya apa? Kecelakaan, Pak. Ya, kecelakaan. Bisa jadi for clip-nya rusak, materialnya hancur. Betul enggak? Itu konsekuensinya. Oke. Sampai sini bisa membedakan bahaya, risiko, dan konsekuensi. Bahaya itu potensi. Risiko itu kemungkinan, konsekuensi itu efek. Oke. Jadi di dalam dunia kita, di dalam dunia ketiga yang kita kelola itu adalah sebuah ketidak pastian. Eh, oke. Saya kasih contoh satu lagi. Saya memperbaiki kabel yang mengelupas ya. kabel yang nyala dalam keadaan saya memperbaiki kabel mengelupas dalam keadaan diali listrik. Apa bahaya yang saya hadapi? Apa bahayanya? Bahaya tegangan, Pak. Bahaya tegangan. Ya, tegangan itu apa namanya? Setrum. Arus listrik. Arus listrik, ya. Harus bisa bedain ya. Bahayanya arus listrik. Resikonya apa? Kesetrum, Pak. Tersentrum. Konsekuensi tersentrum bisa kematian. Bisa kematian, ya. Oke, sampai di sini paham bahaya? Ee istilahnya perbedaan antara bayar, risiko, dan konsekuensi. Oke, sampai di sini paham ya? Sudah tiga contoh saya berikan. Oke, nanti kita akan bikin workshop-nya pembuatan HIRA. Oke. Lalu kita mengenal lagi sumber bahaya lingkungan kerja. Sumber bahaya lingkungan kerja itu terdapat lima ya berdasarkan Permenaker nomor 5 tahun 2018. Baya di tempat kerja itu terbagi menjadi lima. Yang pertama bahaya fisik. Bahaya fisik itu apa-apa saja contohnya? ketinggian mesin ya, alat berat dan sebagainya, ruang terbatas, tekanan, kebisingan listrik, dan yang lain. Bahaya kimia contohnya apa? Bahan yang beracun, reaktif, radioaktif, mudah meledak, iritasi, dan korosif. Bahaya biologi berhubungan dengan bakteri, virus, jamur, tanaman, dan binatang. Bahaya ergonomi, manual handling, gerakan berulang, postur kerja. Tahu manual handling? Pengangkatan secara manual. Contohnya apa? Kayak kita ngangkat galon itu masuk ke dalam manual handling. Lalu bahaya psikologi. Contohnya stres, ya. Stres karena pekerjaan, stres karena atasan yang toksik, stres karena rekan kerja. Ya, banyak ya macam-macam stres di area kerja. Lalu kekerasan ya, kekerasan ini juga banyak contohnya. Ada kekerasan secara fisik ataupun visual ya. Lalu ada lagi pelecehan ya. Pelcean itu sekarang tidak hanya dialami oleh wanita, tapi juga dialami oleh pria, baik pcean secara visual maupun pelayanan fisik. Pengucilan. Pengucilan identik dengan apa? Bully di area kerja ya. Terutama bully ini banyak terjadi yang berhubungan dengan ras, kulit dan sebagainya. Lalu kita lihat lagi ada yang dinamakan dengan tindakan tidak aman atau biasanya kita kenal dengan unsafe action dan kondisi tidak aman atau biasa kita kenal dengan unsafe condition. Oke, contoh tindakan tidak aman ataupun unsafe action apa? kecepatan tidak layak atau mengoperasikan kendaraan dalam kecepatan tinggi, menggunakan alat kerja yang rusak, mengangkat beban secara overload, apalagi merokok di area kerja, tidak menggunakan APD. Itu semuanya masuk salah satu contoh dari unsafe action. Unsafe condition apa contohnya? tidak adanya pelindung ya pelindung apa seperti tidak pembatas ya ataupun handrail pada tangga itu masuk ke dalam kondisi yang berbahaya ataupun unsafe condition kabel listrik yang telanjang ataupun kabel listrik yang terkelupas masuk ke dalam kategori unsafe condition adanya lubang di area kerja masuk ke dalam unsafe condition. Penerangan tidak layak ataupun remang-remang masuk ke dalam kategori unsafe condition. Oke, sampai di sini paham? Beda antara unsafe action dan condition. Unsafe action banyak arahnya kepada tindakan yang berbahaya. Kalau unsafe condition arahnya kepada kondisi tidak aman ataupun kondisi yang berbahaya. Oke. Nah, ini adalah contoh dari unsafe action dan unsave condition. Oke. Nah, saya minta teman-teman sekalian cukup beritahu saya contoh dari satu unsafe action dan satu unsafe condition pada gambar yang ada pada layar laptop ataupun handphone teman-teman sekalian. Oke, saya mulai dulu dengan Mbak Adila. Oke, bisa open mic bisa, Pak. Oke. Coba sebutkan satu contoh unsafe condition dan satu contoh unsafe action. Unap action, Pak, itu pada nomor 14 dan unsaf condition itu pada nomor 4. Unsve action pada nomor 14 apa itu? Bekerja. Bekerja di atas landasan yang tidak stabil ya. Heeh. Ansep condition-nya tadi yang mana? Yang nomor empat, Pak. Air tergenang di bawah. Oke. Air yang tergenang itu masuk ke dalam potensi unsafe condition. Oke, terima kasih. Terima kasih, Mbak Dila. Selanjutnya, Mas Ribi coba sebutkan unsafe action dan unsafe condition. Iya, Pak. Untuk unsave action-nya nomor 10, Pak. Untuk uns condition-nya 16. Oke, unsafe condition-nya nomor 16. Oke, betul. Nomor 10 itu adalah kegiatan bekerja sambil merokok, ya. Nomor 16 itu adalah penyusunan material yang berantakan, ya, berhubungan dengan 5R ya. Selanjutnya Mas Willy. Mas Wi masih ada. Iya, Pak. Mas Wi. Willy. Oke, Mas Willy. Eh, coba sebutkan Mas W satuar 13 sama 16, Pak. 13 itu yang untuk apa? Eh, action ya. Eh, action. Oke. AC. Action. Membawa material melebihi kemampuan. Heeh. Kondition-nya 16, Pak. 16 sama itu sudah diambil Mas Fribi tadi yang lain. Eh, yang lain 12 12 oke pengatan material ya, lifting ya. Iya. Pengikatan lifting yang tidak betul. Heeh. Oke. Dan itu ada tambahan lagi ya. Ini mungkin nomor 18 orangnya. Iya, Pak. Iya. Ini unsafe action namanya. Tidak boleh di aturannya ketika lifting itu tidak boleh ada sama sekali orang di dalam ataupun di bawah di bawah material atau di bawah barang atau Iya, betul sekali. itu dinamakan dengan line of fire namanya ya kalau di versus lifting. Oke, selanjutnya terima kasih Mas Willy. Selanjutnya Mas Taufik hadir. Oke, Mas Tofik belum jawab. Selanjutnya Mbak Azah. Silakan. Mbak Azah masih hadir, Mbak Azah? Iya, Pak. Coba sebutkan kalau untuk conditionnya nomor del. He. Aduh, saya nomor dua. Oke, kebalik ya sepertinya ya. kebalik ya, Mas. Eh, Mas Aza, Mbak Aza, unsave action-nya itu nomor dua, unsave condition-nya nomor 8. Oke, itu kebalik ya. Nomor del itu adalah condition, lubang menganga. Kalau nomor dua yaitu tindakan menyempurkan hawa panas ke tubuh. Ya, itu unsafe action. Oke, sampai di sini paham perbedaan antara unsafe action dan condition? Paham, Pak. Oke. Kenapa saya berikan ilustrasi seperti ini? Karena ini biasanya terjadi di lokasi kerja kita. Betul enggak? Pernah enggak kita pasti kita menemukan salah satu dari kegiatan ini. Sembrautnya di lokasi kerja. Ya, pasti kita menemukan ya. Paling simpelnya apa? Pasti kita menemukan ada orang yang merokok di lokasi kerja. Terus apa lagi? Ada air yang tergenang, ada material seperti paku-paku yang berserakan ya. Apalagi kabel yang telanjang ataupun terkelupas, orang yang membawa material ataupun bahan overload ya. Lalu apalagi? Adanya lubang di area kerja ya. Pelisaringan terutama di construction ya. Lalu apalagi nih? Penyusunan material yang berantakan. Nah, seperti itu ya. Ini adalah sebuah ilustrasi di sebuah area kerja ya. Apabila penerapan K3 itu tidak ada ya, selalu bahaya yang akan mengintai kita tentunya. Oke, selanjutnya risiko. Risiko tadi sudah kita pelajari bersama. Risiko itu adalah sebuah kemungkinan kerugian yang akan timbul dari sumber bahaya tadi. Betul ya? Ketika kita bekerja ketinggian, kemungkinannya apa? Terjatuh. Baru mungkin kan belum pasti kita terjatuh. Tapi kemungkinannya itu paling besar adalah ter jatuh. Oke, sampai sini paham ya? Bahaya dan risiko dan konsekuensi. Oke. Nah, manajemen risiko kita lihat kembali. Manajemen risiko adalah suatu pendekatan yang terstruktur dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman ya. Bukan hubungan aja dengan pacar yang enggak pasti itu teman-teman sekalian ya. Di dalam dunia ketiga juga ada yang dinamakan dengan manajemen risiko ya. Sebuah ketidakpastian yang harus kita kelola dengan baik ya. Kalau hubungan dengan pacar kalau enggak pasti bisa kita tinggalkan ya. Tapi kalau biaya dan risiko di area kerja kalau enggak pasti itu harus dikelola ya agar apa? Agar nantinya tidak menimbulkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Analisa risiko ataupun risk analisis adalah kegiatan analisa suatu risiko dengan cara menentukan besarnya kemungkinan ataupun probability dan tingkat keparahan dari akibat ataupun konsekuensi suatu risiko. Penilaian risiko ataupun risk assessment. Nah, ketika kita menilai sebuah risiko berarti kita harus melakukan penilaian dalam bentuk angka-angka nantinya. Nah, itu akan kita pelajari nanti. Manfaat manajemen risiko yaitu untuk menjamin kelangsungan usaha dengan mengurangi risiko dari setiap kegiatan yang mengandung bahaya. Menekan biaya untuk penanggulangan kejadian yang tidak diinginkan. Menimbulkan rasa aman di kalangan pemegang saham mengenai kelangsungan dan keamanan investasi. meningkatkan pemahaman dan kesadaran mengenai risiko operasi bagian setiap unsur dalam organisasi perusahaan. Memenuhi persyaratan perundangan yang berlaku. Oke, selanjutnya kita mengenal perangkat dari sebuah manajemen risiko. Di Indonesia perangkat manajemen risiko itu terbagi menjadi sembilan. Ada yang namanya Hira, JSA, Checklist, brainstorming, what if, Hazops, FMEA, analisis spon kegagalan dan data kecelakaan. Akan tetapi di Indonesia itu lebih banyak atau di perusahaan-perusahaan itu lebih banyak yang menggunakan HIRA 1 dan JSA 1. Pernah mendengar ya? Hira dan JSA. Oke, mungkin yang akan kita pelajari dalam malam hari ini adalah HIRA. Nah, seperti itu ya, Teman-teman sekalian. Hira itu artinya adalah Azar Identification Risk Assessment Determining Control. Nanti akan kita eh lakukan workshop ya karena ini peserta dikit mungkin nanti akan saya bantu menjelaskan pembuatannya saja. Oke, tujuan dari Hira itu apa? Yang pertama untuk mengidentifikasi semua faktor yang dapat membahayakan tenaga kerja dan orang lain. Berarti kita semua faktor-faktor yang membahayakan ya ataupun sumber-sumber bahaya yang ada di perusahaan itu harus teridentifikasi. Itu tujuannya dari si Ira tadi untuk mempertimbangkan kemungkinan bahaya yang sebenarnya yang bisa menimpa siapapun dalam keadaan kasus tertentu dan konsekuensi yang mungkin timbul darinya. Oke. Mempertimbangkan kemungkinan bahaya. Ya, betul tadi ya. Itu dinamakan dengan ris ris risiko. Oke, selanjutnya yang ketiga. Untuk memungkinkan pengusaha atau perusahaan merencanakan, memperkenalkan, dan memantau tindakan pengendalian untuk memastikan bahwa risiko dikontrol memadai setiap saatnya. Kapan melakukan Hira? Yang pertama untuk situasi di mana bahaya tampak menimbulkan ancaman yang signifikan. Tidak yakin apakah pengendalian yang ada membadai atau belum. Sebelum menerapkan tindakan korektif ataupun preventif oleh organisasi atau perusahaan yang bermaksud untuk terus meningkatkan SMK 3. Ya, siapa yang membuat Hira? yang membuat Hira itu adalah safety personal ataupun orang ASEA-nya. Lalu bisa jadi departemen manajer, karyawan yang terlibat dalam proses kerja, karyawan representatif ataupun karyawan yang ditunjuk, owner representatif, desain engineer, dan personal maintenance. Nah, elemen pokok itu terdiri dari pertama kita lakukan identifikasi bahaya, analisa risiko, dan pengendalian risiko yang ada. Oke, urgensi dan kenapa HIRA itu perlu atau Hirac itu perlu di sebuah perusahaan? Kenapa? Yang pertama itu kewajiban di beberapa negara tertentu terutama di Indonesia mengacu kepada PP nomor 50 tahun 2012 tentang SMK 3. Merupakan standar OSAS 18001 tahun 2007 dan telah bermigrasi ke ISO 45001 tahun 2018. Yang ketiga, sebagai alat bantu dalam upaya untuk menjamin keselamatan dan kesehatan pekerja, penentuan apakah pengendalian yang diterapkan telah efektif atau tidak. Pengontrolan setiap risiko sebelum terjadinya sebuah konsekuensi. Dan ini adalah dasar hukumnya, ya. Jadi, Hira itu atau penjasa itu telah diatur dalam PP nomor 50 tahun 2012. Nah, di ini terdapat pada closul 1.4.6, lalu ada lagi clausul nomor 2 dan juga adalah closul-klostul lain tentunya. Oke, selanjutnya. Oke, ini adalah dasarum. Selanjutnya penilaian risiko ataupun kita kenal dengan risk assessment. Nah, ada tiga hal utama rekan-rekan sekalian ya dalam kita membuat hira itu. Yang pertama kita harus melakukan penilaian risiko ataupun analisa risiko. Di dalam penilaian risiko itu ada rumusnya ya. Perkiraan seberapa besar dampak yang ditimbulkan bila suatu risiko itu terjadi ataupun menjadi kenyataan. itu dinamakan dengan konsekuensi tadi seberapa lama ataupun sering resiko itu terpajan ataupun bisa dikatakan itu frekuensinya seapa besar kemungkinan probability ya itu masuknya ke dalam likelihood nantinya. Oke, jadi rumus mencari sebuah risiko itu adalah likelihood dikalikan dengan severity ataupun tingkat keparahan. Jadi, Teman-teman sekalian yang perlu saya sampaikan juga kepada rekan-rekan sekalian ya, form Hira di setiap perusahaan itu berbeda-beda. Antara perusahaan A dan perusahaan B dan perusahaan C itu pasti form hiranya berbeda-beda. Kenapa? karena ketentuan bakunya pun dari peraturan pemerintah ataupun undang-undang internasional itu belum ada. Ya, seperti itu. Makanya ketika teman-teman yang hobi pindah-pindah perusahaan pasti menemukan form-form itu tidak ada ketentuan bakunya pasti berbeda-beda ya. Kadang ada dia yang di dalam kolomnya itu menggunakan namanya likelihood, ada yang menggunakan namanya frekuensi, adaama yang menggunakan namanya kemungkinan pada kolom-kolomnya. Ya, yang pada intinya likelihood frekuensi itu artinya adalah kemungkinan peristiwa berbahaya itu ditentukan akan terjadi. Lalu ada lagi kolom selanjutnya severity atau biasanya kita ketahui dengan tingkat keparahan. Konsekuensi dari peristiwa berbahaya tentu akan terjadi ya. Jadi ketika kita menilai sebuah risiko rumusnya adalah likelihood ini dikalikan dengan severity. Oke, kita lihat contohnya nih. Ini adalah matriks penilaian risiko. Oke, ini dinamakan dengan matriks penilaian risiko, rekan-rekan sekalian. Yang pertama matriks peluang ataupun kemungkinan ataupun frekuensi ataupun likelihood namanya. Terserah apapun namanya yang penting itu adalah kemungkinan ya ataupun frekuensi. Oke, nilainya ada dimulai dari tingkat terendah 1, 2, 3, 4, dan 5. Nilai satu itu disebutkan rare ataupun jarang sekali terjadi keterangannya. Suatu insiden mungkin dapat terjadi pada suatu kondisi yang khusus, luar biasa ataupun setelah bertahun-tahun. Kecil kemungkinan yang akan terjadi diberikan nilai dua. Suatu kejadian mungkin terjadi pada beberapa kondisi tertentu, namun kecil kemungkinan terjadinya. Yang ketiga, moderate ataupun sedang. Suatu kejadian akan terjadi pada beberapa kondisi tertentu saja, ya. Yang keempat, mungkin terjadi suatu kejadian mungkin akan terjadi pada hampir semua kondisi. Yang kelima, suatu kejadian pasti akan terjadi pada semua kondisi atau setiap kegiatan yang di dilakukan. Oke. Lalu ada lagi matriks keparahan. Nah, ini adalah efeknya keperahan itu apabila terjadi seperti apa. Yang pertama, nilainya tidak signifikan ataupun ringan. Keterangannya tidak ada cedera kegrian materialnya sangat kecil. Yang kedua, minor ataupun ringan memerlukan perawatan P3K. Korigen materialnya sedang. Nilainya tiga, moderat ataupun sedang. memerlukan perawatan medis dan mengikbarkan hilangnya hari kerja ataupun hilangnya fungsi anggota tubuh untuk sementara waktu. Kerugian materinya cukup besar. Nilai 4 untuk tingkat keparahan dinamakan dengan kriteriaanya major ataupun berat. Sedera yang mengakibatkan cacat atau hilangnya fungsi tubuh secara total atau tidak berjalannya proses produksi kerugian yang materinya besar. Yang kelima, katastrof. Ini kriteria yang sangat berat menyebabkan kematian ataupun fatality. Oke. Nah, ini adalah contohnya. Oke, saya berikan contoh kasusnya seperti tadi. Saya melakukan pekerjaan memasang lampu di ketinggian. Oke, bagaimana frekuensinya? Frekuensi saya akan terjatuh. Oke, lihat frekuensinya. Teman-teman sekalian akan beri nilainya berapa? Kemungkinan saya akan terjatuh tadi ya. Ini untuk kita mencari nilai risikonya. Berapa kemungkinan ketika saya bekerja memasang lampu di atas ketinggian 5 m tadi? Berapa kemungkinan saya akan terjatuh? Berapa nilainya? Berapa? 1 2 3 4 apa 5 rekan sekalian berapa? Dua dua kecil kemungkinannya saya terjatuh. Yakin ini bekerja di ketinggian loh. Bagaimana coba lihat dulu mungkin akan terjadi ya nilainya itu adalah 4. Suatu kejadian mungkin akan terjadi pada hampir semua kondisi. Betul enggak? di hampir semua kondisi ketika bekerja di ketinggian itu pas kemungkinan kita akan terjatuh itu cukup tinggi. Mungkin akan terjadi. Kenapa enggak kita kasih nilainya 5? Hampir pasti ya. Hampir pasti. Kenapa? Kalau kita berikan nilai 5 di sini, berarti kita tidak sama sekali adanya pengendalian terhadap bahaya ketinggian tadi. Contohnya berarti ketika saya bekerja di ketinggian itu saya tidak menggunakan APD safety full body harness ya. Kecuali ini saya kerja seperti koboy enggak pakai APD sama sekali. Berarti baru baru bisa diberikan nilainya 5. Karena pasti akan dipastikan saya akan terjatuh ya. Tapi karena saya di sini bekerjanya menggunakan saf body harness yang masih mungkin saya akan terjatuh. Kenapa? Bisa jadi ketika saya bekerja di ketinggian saya enggak nyantol ya. Saya enggak nyantol lanyar body harness saya itu. Jadi kemungkinan saya terjatuh itu ada dan nilainya adalah 4. Oke. Oke. Nilainya tadi adalah em 4. Oke, Teman-teman sekalian. Nah, ketika saya bekerja di ketinggian tadi apabila benar ya saya terjatuh, bagaimana tingkat keparahan yang saya alami nilainya? Kita lihat kembali berapa kita kasih nilainya 1 2 3 4 apa 5. Coba dibaca pelan-pelan kriterianya. Apabila saya terjatuh dari ketinggian ya. Ya, tadi saya sudah menjelaskan kepada teman-teman sekalian frekuensinya adalah nilai 4. Kalau untuk tingkat keparahannya apabila saya terjatuh dari ketinggian itu berapa nilainya? 4 apa 5? Bagaimana? Ayo jangan ragu-ragu ya. Karena di dalam sebuah manajemen risiko kita harus menganalisa berapa kita kasih nilainya di ketinggian 5 m ya Pak? Iya. Berapa kemungkinan? Harusnya sih kemungkinan lima, Pak. Lima. mati langsung. Iya, karena tinggi. Oke. Oke. Berarti kalau Mas Wiilly dia suka yang pasti-pasti ya. Oke. Baik. Kalau saya kasih nilainya empat, Mas Wuli. Kenapa? Yang pertama kan kita enggak bisa memastikan apabila bekerja di ketinggalan 5 m. Oke. Apabila yang terjatuh dahulu itu adalah kepala, maka bisa dipastikan kita akan mati. Tapi bagaimana kalau yang terjatuh itu? Misalkan posisi ketika kita mendarat itu yang terjatuh itu adalah ee tangan dahulu ya. Apakah kita akan mati? Tidak. Ya kan? kita. Makanya saya katakan tadi ini adalah sebuah ketidak pastian. Makanya kita jangan istilahnya kalau kita bermain apa ya istilahnya ee tebak-tebakan ataupun judul ya kita jangan all in. Nah, seperti itu contohnya. Makanya di dalam kita membuat manajemen risiko, kita tidak bisa langsung memberikan nilainya itu adalah lima. Pasti ya. kita harus lihat dulu kondisionalnya seperti apa. Tadi kita analisa dulu seperti itu ya. Nah, kalau ketinggalan 5 m saya pun tidak bisa menyangsikan itu akan 100% akan mati Mas Willy ya. Bisa jadi ketika kita jatuh dari 5 m yang jatuh itu adalah bagian tangan dahulu, kaki dulu, pantat dahulu, pinggang dahulu, ya. kecuali ini jatuhnya dalam keadaan salto ya ataupun tergencir langsung kepala langsung yang mengenai lantai ya. Kepala mengenai lantai belum tentu juga nanti langsung mati bisa jadi nanti dia adalah geger otak terlebih dahulu. Nah, seperti itu ya. Nah, untuk lebih amannya di situ kita berikan nilainya adalah 4 ya. Jadi kita tidak bisa memastikan semua hal itu akan langsung kepada kematian seperti itu ya. Dalam dunia ketiga kita enggak bisa langsung kecuali nih ketinggian 20 m, 10 m itu baru lumayan ya. Nah, seperti itu. Enggak tahu ya. Soalnya di bats bulan lalu ada salah satu peserta yang mengakui dia pernah terjatuh dari ketinggian 20 m ya tapi dia enggak mati. Ya, buktinya dia masih ngikut training kan bulan lalu. Nah, itu apa? Menadakan ya selagi masih ada mukjizat ya, hoki itu belum bisa dipastikan juga orang itu akan meninggal. Nah, seperti itu rekan-rekan sekalian ya. Tapi memang ee di kejadiannya di aktualnya dia mengalami cacat ya. Kakinya sudah tidak bisa berjalan secara normal karena terjatuh dari ketinggian 20 m tadi. Oke, ini adalah contoh dari form IBPR. identifikasi bahaya penilaian risiko dan pengendaliannya bagaimana. Ya, ini adalah contoh FOMI PPR. Oke, ini adalah contohnya. Jadi, Teman-teman sekalian ee yang seperti saya sampaikan tadi, perusahaan A, perusahaan B, dan perusahaan C pasti akan berbeda-beda ya. bentuk form hirac-nya bisa dilihat ini ini adalah ee item pekerjaannya. Lalu di kolom selanjutnya ada potensi bahayanya apa? Penilaian risikonya bagaimana? Nah, ini ada yang menggunakan kekerapan bahasanya. Kekerapan ini sama bahasanya dengan kemungkinan ataupun frekuensi tadi ya. Tapi dia menggunakan bahasanya kekerapan ya. Artiannya sama kemungkinan ataupun frekuensinya. Lalu ada lagi yang menggunakan bahasanya keparahan bukan sebalikkan lagi teman-teman sekalian ya kepada kebijakan perusahaan masing-masing. Oke, selanjutnya menentukan dan menyiapkan rencana tindakan pengendilan risiko yang ada. Oke, selanjutnya. Nah, hierarki pengendalian risiko. Hierarki pengendalian risiko itu, rekan-rekan sekalian, berbentuk segitiga sama sisi dalam keadaan yang terbalik. Nah, bisa dilihat teman-teman sekalian eliminasi substitusi kasa teknik administrasi APD. APD berada di tingkat yang terbawah ya ataupun bisa dikatakan level terendah ataupun bisa dikatakan kurang efektif. Jadi, Teman-teman sekalian kalau kita sudah sertifikasi jangan dikit-dikit membuat JSA, membuat IRA. Yang paling utama pengendaliannya adalah APD. Itu salah ya. Karena APD itu berada di tingkat terbawah ataupun kurang efektif. Ya, orang enggak perlu sertifikasi juga ngerti. Bekerja di pabrik, bekerja di konstruksi wajib pakai APD ya. APD-nya apa? Helm dan sepatu safety ya. Jadi enggak perlu sertifikasi, mandor-mandor kirim pekerjanya bisa cukup sediakan APD safety SUS, safety helmet. Pekerja sudah bisa bekerja tapi apakah dia ngerti cara pengendalian risiko dan bahayanya? Tidak. Nah, itu yang membedakan antara kita yang telah tersifikasi dengan yang belum. Nah, dalam hierarki pengalan risiko terdapat lima metode. Yang pertama ada eliminasi. Eliminasi itu kita menghilangkan sumber bahayanya ya. Namanya saja eliminasi. Menghilangkan berarti kita hapus sumber bahayanya. Substitusi kita ganti sumber bahayanya. Rekayasa teknik mengisolasi manusia dari bahaya dengan metode tertentu dalam berbentuk metode engineering. Administrasi kontrol merubah ataupun melakukan cara pekerjaan ataupun prosedur. APD enggak perlu saya sebutkan lagi. Macam-macam APD ini juga sangat banyak ya. Dan ini adalah contohnya hierarki pengendalian risiko. Bisa dilihat teman-teman sekalian? Eliminasi adalah upaya menghilangkan sumber potensi bahaya yang berasal dari bahan proses operasi ataupun peralatan. Contohnya menutup lubang yang terbuka. Ya, misalkan tadi di area kerja kita ada lubang yang terbuka, apa yang harus kita lakukan? Menutup lubangnya. Ketika kita sudah tutup lubangnya, berarti kita menghilangkan sumber bahayanya. Sampai di sini paham untuk eliminasi. Lalu menghentikan penggunaan bahan kimia yang berbahaya. Contohnya dahulu kala di kosmetik itu masih menggunakan bahan merkuri, ya. Setelah dilakukan penelitian, merkuri itu tidak boleh digunakan di dalam kosmetik. Kenapa? Karena menimbulkan bahaya karsinogenik pemu kanker. Ya, seperti itu. Oke. Substitusi. Upaya mengganti bahan proses operasi ataupun peralatan dari yang berbahaya menjadi tidak berbahaya. Contohnya proses menyatu diganti dengan vakum. Tujuan apa? untuk menghindari penyakit akibat kerja ya untuk saluran ee inspeksi saluran pernapasan atas dan meminimalisir bahaya ergonomi. Selanjutnya mengubah material yang licin. Contohnya seperti keramik yang ada di kamar mandi. Kamar mandi sebelumnya menggunakan keramik yang licin dengan potensi baya tergelincirnya tinggi. Lalu digantilah dengan keramik yang permukaannya ka kasar. Lalu proses pengecatan spray diganti dengan penculupan. Ya, tujuan apa? Untuk meminimalisir potensi penyakit akibat kerja ya, ISPA tadi. Tapi ingat teman-teman sekalian, tidak semua proses pengecatan bisa diganti dengan pencelupan. Ya, proses pengecatan spray itu tidak semuanya bisa diganti dengan pencelupan. Contohnya kalau kita bekerja di gelangan kapal, apakah kapal yang mau kita celup? Enggak mungkin ya. Enggak mungkin, Teman-teman sekalian. Makanya proses penculupan di kapal itu tidak mungkin. Masih tetap menggunakan metode spray. di industrial mobil apakah sudah memungkinkan prosesnya diganti dengan penculupan? Ya, memungkinkan. Kalau mobil masih memungkinkan karena wadahnya ya masih bisa diakali besarnya. Tapi kalau kapal kan enggak mungkin ya. Lalu yang ingin saya sampaikan juga eliminasi dan substitusi ini tidak semua perusahaan mau melakukannya. tidak juga bisa dilakukan di setiap aspek pekerjaan. Kenapa? Yang pertama prosesnya yang ribet. Yang kedua, dia menelan biaya yang tinggi. Karena di dalam prosesnya dia harus mengganti dan menghilangkan salah satu potensi bahaya yang ada di produksi. Nah, lalu bagaimana perusahaan mengakalinya? Yaitu dengan cara melakukan proses rekayasa teknik ya. Rekasa teknik ini yaitu melibatkan isolasi suatu baya ataupun perubahan cara suatu tugas dilakukan untuk mengurangi paparan terhadap suatu bahaya. Contohnya pemasangan alat pelindung pada mesin ya. Pada mesin yang berputar selalu ada covernya. Pada gerinda, gerinda selalu wajib ada cover gerindanya. Itu salah satu contoh metode rekayasa teknik. Lalu apaagi? Genset ya. Untuk meminimalisir bahaya basing yang ditimbulkan genset dibuatkanlah rumah genset ya. Yang mana tujuannya agar kebisingan genset itu tidak menyebar ke mana-mana ya. Makanya dibuatkanlah rumah genset. Jadi, Genset itu berada di dalam suatu ruangan ya yang bisa membantu untuk meminimalisir potensi baya kebisingannya. Itu masuk ke dalam kategori rekayasa teknik. Lalu apalagi? Pemasangan ventilasi pada area pergunangan. Tujuannya apa? Untuk menjaga tingkat kelembaban. Ya, apabila area gudang tidak digunakan atau tidak diinstal ventilasi, maka akan menyebabkan pada pekerja itu dehidrasi ya, ataupun bisa mengalami yang dinamakan dengan heat stress. Lalu selanjutnya pemasangan alat sensor otomatis. Nah, ini banyak terjadi ketika masa COVID kemarin ya. Ingat, COVID tidak boleh ada sentuhan ya. Makanya banyak di perusahaan-perusahaan yang pintu-pintu perusahaannya menggunakan sensor ya. Ketika ada orang pintunya akan otomatis terbuka. Tujuannya apa? Untuk meminimalisir potensi bahaya sentuhan atau penyebaran penyakit corona tadi melalui sentuhan tadi. Nah, itu masuk ke dalam kategori rekayasa teknik. Oke, selanjutnya administrasi kontrol. menetapkan kebijakan, prosedur ataupun aturan untuk mengatur perilaku pekerja terkait dengan bahayanya. Contohnya apa? Melakukan inspeksi di area kerja. baik itu melakukan inspeksi terhadap alat-alat berat, inspeksi terhadap alat-alat kerja, inspeksi terhadap APD, inspeksi terhadap fasilitas keselamatan ataupun kebakaran dan yang lainnya. Memasang rambu peringatan, working permit, pergantian shift kerja. Apabila suatu perusahaan jam kerjanya 24 jam, berarti itu harus ada tiga shift. kerja si pagi, sore, dan malam. Ya, seperti itu. Itu masuk ke dalam kategori administrasi kontrol. JSA, HIRA, working permit, SOP itu masuk ke dalam administrasi kontrol namanya ya, jenis pengendaliannya. Lalu ada lagi APD. APD ini menyediakan perlengkapan yang dapat melindungi pekerja dari dampak bahayanya. mulai dari safety helmet, safety Google, sarung tangan FBH, safety Sus, Moscare, IMAF, dan lain-lain. Oke. Nah, ini adalah contohnya ya. Jadi kita ya saya akan membantu ee nge-gade ya, membimbing teman-teman sekalian dalam proses pembuatan HIRA ya. Karena jumlah kita yang cuma 5 orang dan peserta 3U juga satu orang. Jadi saya akan memimpin langsung cara pembuatan Hira kepada teman-teman sekalian dengan mengambil contoh pada ee aktivitas ataupun latihan tadi yaitu penggalian ataupun pengelasan. Oke, izin saya tampilkan dulu form-nya. Oke, Teman-teman sekalian sudah tampil form-nya? Sudah tampil enggak di layar teman-teman sekalian? Sudah pa bel. Oke. Oke. Ini adalah contoh form IBPR, identifikasi bahaya penilaian dan penilaian risiko ketiga. Oke, rekan-rekan sekalian silakan open mic semua enggak apa-apa ya. Saya bantu kita sama-sama menganalisa. Jadi di sini tadi kan kalau kita lihat pada matriks penilaian resiko itu untuk frekuensi dan tingkat keparahan menggunakan angka-angka ya. Betul enggak? Tadi ada 1 2 3 4 dan 5 nilai-nilainya ya. Nah, tapi pada form yang saya gunakan untuk nilai frekuensi dan tingkat keparahannya menggunakan kata-kata ya. Indikatornya ada sangat jarang. Kalau di bagian frekuensi ada nilainya sangat jarang. Lalu ada lagi nilainya jarang. Lalu ada nilainya sedang. sering dan sangat sering untuk tingkat keparahannya sangat ringan, ringan, sedang, berat, dan sangat berat ya. Ya, nanti apabila kita cari nilai r-nya itu adalah frekuensi dikali tingkat keparahan. Mungkin contohnya nanti kita temukan nilai frekuensinya sering, tingkat keparahannya berat. Berarti berat ketemu dengan sering nilainya adalah tinggi ya. Tadi sering ketemu dengan berat. Nah, kita tarik dia ketemunya di di tinggi. Oke. Oke. Baik. kita pilih untuk ee workshop ya sebagai tugas terakhir pada kita malam hari ini sebagai penutup training juga kita melakukan workshop dulu teman-teman sekalian ya. Nah, saya akan membantu ya ngeladit proses pembuatan hira ataupun IBPR namanya identifikasi bahaya penilaian risiko dan pengendaliannya. Kita ambil contoh kasusnya adalah aktivitas pengelasan pengelasan pipa ya yang sesuai daripada PPT tadi pengelasan pipa. Oke teman-teman sekalian bantu saya untuk menjawabnya. Potensi bahayanya apa? Pipa. Pengelasan pipa potensi bahayanya apa, re-rekan sekalian? Ketika saya ketika kita mengerjakan pengelasan pipa, apa potensi bahayanya? Terkena percikan lasan, Pak. Oke. Percikan api. Betul. Percikan api ya. Oke. Perciikan api resikonya apa? Luka bakar, Pak. Luka bakar. Luka bakar konsekuensi apa resiko? Ayo. Apa? Pastikan api resikonya apa? Keba kebakaran. Oke. Kalau luka bakar itu efek dari kebakarannya apabila mengenai manusianya ya. Oke. Percikan api itu resikonya kebakaran. Oke. Frekuensinya berapa nilainya? Nah, potensi terjadinya bagaimana? Berapa nilainya Madila nih? Karena Madila satu-satunya orang ketiga umum. Apa Madila nilainya? Frevensi bagaimana? Berapa nilainya? Pilih yang mana? Ayo. Apa? Berapa nilai Madila? Sering apa? Sangat sering kemungkinan terjadinya. Kemungkinan terjadi kebakarannya. Sedang. Sering apa? Sangat sering? Sedang, Pak. Sedang. Oke. Pilih sedang ya. Masukin ke sini. Se sedang. Kita lihat lagi keparahan. Nah, untuk keparahan pilih yang mana tingkat keparahannya apabila terjadi kebakaran. Yang mana? Berat, Pak. Berat. Oke. Heeh. Berat. Nah, kategorinya jadinya apa tadi? Sedang ya. sedang tinggi, Pak. Nilainya adalah karena tadi untuk tingkat kepalan berat, ya, berarti ketemunya di di tinggi tinggi. Oke. Kategorinya adalah tinggi. Pengendalian risikonya eliminasi. Apakah bisa kita hilangkan potensi percikan apinya? Berarti ngelasnya menggunakan air mungkin. Enggak mungkin ya. Berarti kita tidak bisa menggunakan metode elimi eliminasi Madila ya. Oke. Enggak bisa berarti kita strip enggak bisa substitusi apakah bisa? Bisa enggak kita metode substitusi. Kita ganti kawat lasnya. Kita ganti metodenya. Mungkin mau menggunakan metodenya last laser itu terserah ya. Bagaimana apakah bisa kita bisa menggunakan metode substitusi? Kita hilangkan potensi percikan kita ganti enggak bisa ya. Oke. Rekasa teknik bisa enggak kita kendalikan? percikan api ini agar enggak bisa menyebar ke mana-mana. Bisa enggak? Bisa, Pak. Bisa. Caranya dengan apa kira-kira, rekan-rekan sekalian? Instal welding habitat. Tahu enggak welding habitat seperti apa? Pernah lihat belum? Oke, saya kasih contoh ya. Welding habitat. Oke, tampil tampil Madila. Nah, ini adalah contoh dari welding habitat ya. Jadi kita membuat sebuah ruangan. Jadi pengelasan itu dilakukan di dalam sebuah ruangan. Nah, tujuan apa? ini kemungkinan ya apabila kita melakukan pengelasan di area construction, kita melakukan pekerjaan pengelasan itu di atas ketinggian ya yang mana potensi api itu akan menyebar bisa ke lantai bawah. Di lantai bawah ada juga orang yang bekerja. Nah, inilah fungsinya dari welding habitat ini. Mengisolasi ya. Kita isolasi, kita atasi agar percikan-percikan api tadi tidak bisa menyebar ke mana-mana. Nah, seperti inilah dia. Nah, kan di dalam ruang tertutup jadinya ya. Tapi di dalam ruang tertutup tuh kita instal blower agar apa? Agar asap itu tidak meracuni pekerja. Nah, ini dinamakan dengan welding habitat. Biasa kalau di yang menggunakan ini biasa di sektoral industrial migas ya. Oke, kita lanjut kembali ke yang tadi. Nah, selanjutnya el ee administrasi kontrol. Bisa enggak? Bisa enggak kita makai metode D administrasi control? Bisa sekali. Contohnya kita instal rambu K3 ya, toolbox, meeting, inspeksi, alat kerja. Ya, perhatikan ya teman-teman sekalian. Seperti ini cara membuat IRA. Lalu apalagi? JSA working permit. Nah, oke. Banyak ya kalau untuk administrasi kontrol. Nah, APD yang terakhir yang pecinta APD ini biasanya ini tahu ya apa kita menggunakan apa upron. Apalagi sarung tangan las. Nah, apalagi welding welding mass atau topeng las ya seperti itu. Nah, untuk kolom yang penjadwalan ini adalah periode kapan pengendalian risiko ini akan dilaksanakan. Marila ya. Misalkan pekerjaannya itu akan dilakukan di minggu depan di tanggal 21 ee di tanggal 22 Desember. Berarti pelaksanaan pengendalian risiko itu harus sebelum tanggal pekerjaan dimulai. Seperti contohnya pengandilan risiko yang instal welding habitat itu harus dilakukan sebelum pekerjaan dimulai. Berarti kita kasih tingkat waktunya untuk pengendilan risiko ini terutama untuk instal welding habitat itu di tanggal Desember 2025. Oke, seperti itu ya. Oke, paham Adila. Nah, wewenang. Nah, kolom wewenang itu pasti selalu ada di tiap form hira. Nah, wewenang itu bisa jadi kita harus libatkan adalah sori manajer set-nya manajer area. Oke. Lalu siapa lagi yang harus kita libatkan? SPV pekerjaan forman HSE. Oke. Peraturan terkait. Nah, ini peraturan terkait yang maksud di sini adalah peraturan yang berhubungan dengan aktivitas pengelasan. Nah, ini nanti silakan digoogling dan dimasukkan ke dalam ini. Makanya di setiap kita membuat Hira itu pasti selalu ada kolom perundang-undangannya ya. Tujuannya apa? Agar lini manajemen menyadari bahwa pekerjaan yang kita lakukan itu ataupun pengenalan risikonya itu telah diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. Ya, seperti itu yang Milayar dan teman-teman yang lainnya. Sampai di sini ada yang mau bertanya sebelum kita akhiri training pada malam hari ini? Ada yang mau bertanya kira-kira? Medila? Ada yang mau ditanyakan teman-teman yang lain atau mau kita ambil satu contoh lagi? Satu contoh lagi potensi bahayanya. Oke, kita ambil lagi ya contoh potensi baya yang lain. Contohnya adalah asap las. Oke. Ya, enggak ketika kita ngelas potensi bayanya apa? Asap. Asap las ya. Resikonya apa? Resikonya apa? Madilah penyakit akibat kerja ya ispa. Oke betul mandila. Oke. Frekuensinya bagaimana dari asap plus itu? Kemungkinan kita terhidupas. Bagaimana? Berapa kita kasih nilai Madila? dan rekan-rekan sekalian berapa kira nilai kira-kira nilai Madila sangat sering Pak Sangat sering. Oke. sangat kita berikan nilainya sangat sering karena berhubungan dengan kemungkinan resikonya ya. Keparahannya bagaimana Madila ikat keperahannya? Sangat ringan, Pak. Sangat ringan. Yakin saya ringan kan dia terhirup. Iya. Nah, itu harus pandai menganalisa ya. Lebih tepatnya mungkin arahnya adalah memerlukan tindakan medis ya. Apabila ini ya bisa dikatakan enggak juga sih itu terlalu berat juga. Itu efek istilahnya apabila telah ee berlangsung bertahun-tahun ya. Tapi bisa jadi untuk lebih memastikannya itu kita ambil nilainya adalah ringan. Oke, kita ambil aja tingkat keperannya ringan ya karena ini kan belum tentu itu akan berlangsung pekerjaannya terusmenerus. Nah, kategorinya masuk ke mana, Mbak Dila? sangat sering ketemu dengan ringan masuk ke dalam tinggi ya nih sangat sering ketemu dengan ringan itu adalah tinggi. Oke, untuk tingkat penilaian resikonya masih sama seperti tadi ya, menilai ya, kita harus ber pacu ataupun berpaku kepada lima pengandilan risiko tadi. Eliminasi asap lasnya bisa dihilangkan enggak? Bisa. Bisa. Bisa enggak asap lasnya dihilangkan? Kalau dihilangkan berarti asap lasnya kita enggak pakai kawat las jadinya. Ya, berarti itu enggak bisa di dihilangkan ya. Substitusi. Nah, mau diganti enggak kelasnya? Tidak bisa juga. Enggak bisa ya. Oke. Reasa teknik bisa dengan apa? Instal blower. Oke. Apalagi administrasi kontrol bisa contohnya apa? Toolbox meeting ya, TBM, PTW, permit to work ya. Apalagi Rambu, JSA, Coffee Briak. Nah, banyak ya banyak banget ya. Kalau administrasi kontrol itu paling gampang metode pengendaliannya karena banyak dan tidak memerlukan biaya yang tinggi ya dan perusahaan pasti menyukai sekali metode administrasi kontrol ya. Oke, selanjutnya APD otomatis adalah mas masker ataupun respirator. Oke. Kapan akan dilaksanakan? Ya, kalau untuk tanggal ini tentatif ya disesuaikan. Heeh. Ya, apakah mau di 19 Desember juga bisa. Oke, wewenang. Wewenangnya sama tinggal kita copas saja ya. Oke, peraturan terkait nanti silakan di googling kembali. Oke, seperti itu ya Madila ya. Ada yang mau ditanyakan enggak? Ada. Nah, dari ini nanti Mbak Dila ini bisa Mbak Dila screenshot ya. Untuk tugas ditit-nya kan tugas DIIT kelompok pekerjaan 1 nomor 2 berhubungan dengan Hira. Ini bisa dicreenshot dan dimasukkan ke dalam PowerPoint-nya. Oke, silakan kalau mau direcreenshot terlebih dahulu nanti tinggal dimasukkan ke dalam PowerPoint Madilanya. Oke, sudah ya nanti bisa dimasukkan ataupun dikopas ke dalam PowerPoint-nya. Oke. Baik. Eh, kalau tidak ada pertanyaan kita akhiri training pada malam hari ini. Rekan-rekan sekalian terima kasih atas atensinya terutama untuk teman-teman dari timur ya yang masih semangat juga mengikuti sampai jam 22 ini ya. Bisa jadi di sana sudah menunjukkan jam 12.00 malam. Baik, saya akhiri training pada malam hari ini dengan mengucapkan alhamdulillahiabbil alamin. Saya akhiri dengan wabillahi taufik walhidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Pak Hendra untuk pemaparan materi hari ini. Terima kasih juga untuk Bapak Ibu yang sudah eh standby sampai eh jam segini ya Bapak Ibu. Ee mungkin besok ee lanjut untuk aktivitasnya kita tutup saja. Eh wabillahi taufik walhidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.