Transcript
VyPhXWBygHg • Training Ahli K3 Umum & Pengawas K3 Migas BNSP | Day 1 | 15 Desember 2025
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/cendekiaazzacemerlang/.shards/text-0001.zst#text/0582_VyPhXWBygHg.txt
Kind: captions
Language: id
Baik, selamat malam Bapak dan Ibu
sekalian.
Oke, baik. ee yang sudah standby di
layar Zoom-nya izo untuk bisa dinyalakan
ee kameranya Bapak Ibu.
Izin Pak Hendra untuk Bu Azah mungkin
ada kendala jaringan jadi agak telat
untuk joinnya. Oke, Pak Taufik, Pak
Willy, Pak Ribi, apakah standby di
Zoom-nya?
Boleh dinyalkan kameranya.
Oke. Baik, kita mulai saja ya, Bapak Ibu
sekalian. Baik.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Ee selamat malam, salam sejahtera untuk
kita semua. Ee pada malam hari ini kita
akan ee lanjut untuk ee training hari
pertama dengan skema ahli K3 umum dan
pengawas K3 Migas. Dan untuk trainernya
dengan eh Pak Hendra selaku trainer kita
untuk training e untuk hari ke depannya.
Oke, sebelum kita
mulai ee izin kita untuk dokumentasi
dulu ya, Bapak Ibu. Pak Ribi sama Pak
Taufik bisa oncam atau tidak?
Eh, cek audionya apakah nyala. Bapak
sekalian, Pak Ribi, Pak Taufik bisa
masuk suara saya?
Apakah bisa oncap?
Oke,
sepertinya belum standby. Ee Bapak, Ibu
yang sudah onc izin untuk kita ambil
sesi dokumentasi.
Ee boleh lihat ke kamera untuk posisinya
seperti ini. Salam kompeten, salam
sendikia seperti ini.
Oke, di sini untuk ee bisa melihatkan
wajahnya seperti ini. Saya hitung 3 2 1.
Sekali lagi posnya.
seperti ini dalam kompeten.
Oke. 3 2 1 sebentar 3
terima kasih Bapak Ibu sekalian.
Selanjutnya sebelum kita mulai ee izin
saya untuk ee yel-yel dulu nih Bapak Ibu
untuk yel-yelnya apakah ee belum tahu ya
untuk hari pertama ini? Sebentar
saya bagikan untuk yel-elnya.
Oke,
saya kirimkan di kolom chat Bapak Ibu
untuk yel-yel kita sebelum mulai. Untuk
yel-yelnya pertama nanti saya sebutkan
apapun sertifikasinya. Bapak Ibu jawab
CAC solusinya. Terus yang kedua saya
sebutkan CAC nanti Bapak Ibu jawab pasti
lebih kompeten seperti itu.
Oke, boleh kita tes dulu untuk suaranya.
Silakan untuk Bapak Ibu bisa menyalakan
mikrofonnya
untuk kita yel-yel dulu sebelum mulai.
Silakan untuk dinyalakan mikrofonnya
Bapak Ibu.
Saya
kita tes dulu ya untuk yol-yelnya. 3 2
1. Apapun sertifikasinya
CAC solusinya solusinya
CAC
solusinya
pasti lebih kompeten gitu Bapak Ibu
sekalian.
Kita ulang sekali lagi. Apapun
sertifikasinya
CAC solusinya.
Terus yang kedua CAC
pasti lebih kompeten gitu Bapak Ibu
sekalian. Oke, kita coba sekali lagi.
1 2 3.
Apapun sertifikasinya
CAC solusi
CAC solusinya
CAC
pasti lebih kompeten
pasti lebih.
Oke. Baik, terima kasih Bapak Ibu
sekalian walaupun masih malu-malu
suaranya.
Oke. Baik, Pak Hendra. Kita mulai untuk
training kita pada malam hari ini.
Kepada Pak Hendra dipersilakan. Baik,
terima kasih Bu Sifa atas sambutannya
pada malam hari ini. Baik, kita mulai
training pada malam hari ini rekan
sekalian. Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Oke, selamat malam rekan sekalian.
Bagaimana kabarnya?
Ya, suara saya terdengar ya?
Terdengar, Pak.
Oke, terdengar ya. Baik. Ee untuk
dit-nya bagaimana? Apakah sudah ada yang
mengerjakan-nya?
Apakah sudah ada yang mengerjakan?
Apa masih ditunda-tunda
atau mau dirapel ngerjainnya?
Oke, harapannya
sekalian tugasnya itu bisa dikerjakan ee
per hari itu bisa diangsur-angsur ya.
Jadi nantinya enggak
menumpuk ya karena nanti biasanya sistem
kerja satu malam ya. Nah, ini yang
agak-agak susah nanti rekan sekalian dan
harapannya saya rekan sekalian komitmen
ya untuk mengerjakan tugas ditut.
Oke. Baik. Ee pada malam hari ini untuk
materinya adalah sistem tanggap darurat
ya. Ini materi yang saling beririsan
antara pengawas ketiga Migas dan ahli
ketiga umum BNSP.
Jadi untuk materi malam hari ini dari
pengawas K3 Migas hanya ada satu materi
aja yaitu merancang sistem tanggap
daruratnya.
Dan untuk total ahli ketiga umum itu ada
dua
materi. Yang satu lagi manajemen risiko.
Oke, selanjutnya
ee nanti setelah materi ini berakhir,
total dari pengasuk tiga Migas kalau mau
tetap stay di ruangan Zoom mengikuti
materi yang ada ketiga umum selanjutnya
dipersilakan.
Akan tetapi apabila hanya ee hanya ingin
untuk melanjutkan
aktivitas selanjutnya, apakah mau
beristirahat tidur ataupun mau bersosm
dan sebagainya. ya enggak apa-apa untuk
meninggalkan ruangan Zoom-nya seperti
itu ya. Oke. Baik, kita mulai dulu
merancang sistem tanggap darurat ya dan
mengelola bagaimana sistem tanggap
darurat itu sendiri. Begituun dengan
unit kompetensi pada pengasuk K3 Migas
melakukan kerja sama penengeluan keadaan
darurat di industrial migas.
Dasar hukum yang mengatur perihal
sistem tanggap darurat itu adalah
Undang-Undang Nomor 1 1970.
Nakar 186 tahun 1999 tentang unit
penanggulangan kebakaran di area kerja.
Berdasarkan peraturan Kementerian
Ketenagakerjaan
itu terdapat empat level ya untuk tim
pemadam kebakaran di area kerja. Ada
yang kelas D yang paling terendah, kelas
C, kelas B, dan kelas A. Nah, untuk
kelas D
itu persyaratannya adalah di setiap 25
tenaga kerja wajib memiliki satu orang
petugas
DAMAR.
Yes, teman-teman sekalian.
Jadi, itu adalah salah satu aturan. Itu
bisa teman-teman lihat nanti pada
kapnaker nomor 186 tahun 1999 bisa
di-download. Itu semua ada di Google.
Selanjutnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun
2007 tentang penanggulangan bencana
PP nomor 50 tahun 2012 tentang penerapan
SMK 3 dan Nakar 187 tahun 1999
tentang pengendalian bahaya kimia
berbahaya di tempat kerja.
Selanjutnya
kita lihat ada yang di sebutkan dengan
keadaan darurat. Nah,
mungkin ada yang bisa menyebutkan apa
contoh keadaan darurat di lokasi
kerjanya?
Ada yang pernah mengalami keadaan
darurat di lokasi kerja? Salah satu
contohnya apa kira-kira?
Ada yang bisa nyebut? Silakan on mic.
Bagaimana?
Ada yang bisa
menyebutkan? Ayo masih malu-malu seperti
mengeluarkan suaranya ya.
Ee ada tumpahan minyak, Pak.
Oke. Tumpahan minyak, ya.
Oke. Tumpah minyak masuk salah satu
jenis keadaan darurat. Apalagi contohnya
yang lain? Ayo,
ada lagi tumpan minyak, tumpi.
Nah, itu semua masuk dalam keadaan
darurat ya. Maksudnya apabila tumpuhan
minyak ini dalam volume yang besar. Oke.
Apalagi kira-kira?
Oke, masih banyak contoh yang lainnya.
Keadaan darurat itu contohnya apa?
Kecelakaan kerja di lokasi kerja. Masuk
dalam keadaan darurat apa enggak?
Masuk.
Iya.
Apalagi
apaagi contohnya
lagi?
Banyak contohnya.
Oke, nanti kita lihat ya apa-apa aja
contoh dari keadaan darurat.
Lalu ada lagi bencana. Nah, bencana
banyak ya. Terlebih yang terjadi dalam 2
minggu belakangan di Sumatera
itu adalah salah satu jenis bencana.
Bencana itu terbagi juga menjadi dua
nantinya. Ada bencana alam dan bencana
non alam. Kalau bencana alam itu jelas
ya. A sama kita ketahui salah satu
contohnya banjir ya. Di Sumatera
ada lagi gempa bumi. Kalau bencana non
alam contohnya apa? Bencana non alam.
Bencana non alam.
Ada yang tahu bencana non alam contohnya
apa?
Apa contoh bencana non alam?
Oke.
Kebakaran.
Kebakaran. I.
Oke, Teman-teman ini tahu ya, tapi masih
malas untuk berbicara ya. Enggak apa-apa
kita belajar step by step ya untuk
menjawab pertanyaan. Oke, itu salah satu
contoh yang mulai dari kebakaran,
pemadaman listrik ya. Pemadaman listrik
yang bisa mencapai 24 jam ya. Contohnya
kayak selain di area bencana di
Sumatera, selain mereka mengalami
bencana alam juga mereka mengalami yang
dinamakan bencana non alam. salah
satunya adalah
listrik padam ya, terutama yang kita
ketahui di Aceh
semenjak bencana banjir itu semua aliran
listriknya hampir mati. Nah, itu masuk
kategori bencana non alam. Lalu ada lagi
tanggap darurat.
Tanggap darurat adalah sistem yang siap
atau siaga untuk menghadapi
menenggulangi keadaan darurat agar dapat
diselesaikan dengan cepat, tepat,
terkendali dan sesuai dengan
kebutuhannya.
Jadi si tanggap darurat ini sistem yang
kita bentuk, yang kita buat
yang mana fungsinya nanti adalah untuk
membantu kita meminimalisir
dampaknya.
Nah, contohnya apabila terjadi gempa di
gedung bertingkat, apa yang harus kita
lakukan? Salah satu contohnya
kalau terjadi gempa nih kayak di Jakarta
di gedung bertingkat, apa yang harus
dilakukan? Terjun, lompat dari ketiga.
Sembunyi di bawah meja, Pak.
Oke. Sembunyi di bawah meja. Oke, untuk
gempa bumi, langkah yang harus kita
lakukan pertama kali itu adalah
bersembunyi di bawah meja ya, ataupun di
manaun tempat yang bisa kita berlindung
dari terjatuhnya puing-puing. Itu salah
satu contohnya.
Oke. Nah, itu
metode berlindung di bawah
ee meja itu merupakan salah satu bentuk
contoh dari sistem tanggap darurat yang
ada di area kerja.
Nah, seperti itu ya rekan sekalian.
Oke, kita lihat kembali jenis-jenis dari
keadaan darurat itu apa-apa saja.
Keturat itu terbagi menjadi tiga. Yang
pertama ada proses alam ya. Contohnya
banyak sekali ada banjir, kekeringan,
angin topan, gempa, dan petir. Buatan
manusia.
Contohnya pemadaman listrik. bendungan
bobol kebocoran nuklir ya pernah terjadi
di saat tsunami tsunami di Jepang ya
atau terjadi kebocoran reaktor nuklir
mereka lalu ada lagi peristiwa kebakaran
atau ledakan yang sering terjadi di
sektoral industrial migas.
Oke. Lalu salah satunya apaagi?
Kecelakaan kerja ataupun kecelakaan lalu
lintas. Itu masuk ke dalam kategori
buatan manusia ataupun non alam. H. Lalu
ada lagi huruara berupa kerusuhan,
perang, ancaman bom. Nah, apa lagi
contoh dari huruhara yang lainnya?
Apa contoh dari keadaan darurat huruara
selain yang tiga ini? Setiap selesai
pemilu, apa yang terjadi?
Setiap selesai pemilu nih hasilnya
keluar ya. Apa terjadi sering terjadi di
Indonesia?
Apa?
Demo ya? Demo. Oke. Pag kita yang berada
di Jakarta sering kali ya mengalami
yang dinamakan dengan demo tersebut ya.
Hampir semua di daerah apabila ada
keputusan-keputusan dari pemerintahan
yang tidak disukai pasti akan terjadi
demo di berbagai provinsi tentunya.
Lalu sistem tanggal darurat ataupun STD.
Sistem tanggal darurat merupakan
kesatuan sistem yang diterapkan dan
dilaksanakan oleh suatu industri,
pemerintah beserta komponen masyarakat
yang terintegrasi dalam suatu sistem dan
prosedur kerja yang konkret dalam rangka
menghadapi keadaan darurat di suatu
instansi, industri, maupun sektor
informal yang berpotensi menimbulkan
gangguan bagi stabilitas keamanan.
Nah, di sini di perusahaan teman-teman
sekalian
apakah pernah melaksanakan yang
dinamakan dengan simulasi tanggap
darurat?
Pernah.
Ada enggak di sini yang pernah
melaksanakan simulasi tanggap darurat di
lokasi kerjanya?
Ada yang pernah
atau belum tahu?
Oke, kalau belum tahu kita lihat dulu ya
contohnya dari sebuah video terkait
dengan simulasi tanggap itu seperti apa.
Eh, kita lihat dulu ya
sebentar.
Ya silkan di ini adalah salah satu
contoh dari
simulasi tangkap darurat
Kita
naik cepat
Eng monitor Mat Eng masuk Mat Eng. Ini
ada anomali di kita Mat Eng.
monitor
mar dier terdapat overflow bisa tolong
double cek
oke ada penambahan di aktif 12 barel dan
kemudian return kita naik oke dicopy
ee ada anomali ya. Oke, kita mau lakukan
ee
oke Pak ya. Kita sudah lakukan ee angka
seting sampai join. Tolong dicek Pak.
Oke, informasi Pak Komimen ini return
makin membesar. Oke, Rur
semua personel esensial standby di
tempatnya masing-masing. Kita akan
melakukan perempungan
dan secepatnya.
Kita akan menung
Di area Aimtop terdapat korban
dibutuhkan untuk penanganan tim rescue.
Oh
Oke. Baik. Itu sekilas ya gambaran dari
sebuah emergency
drill ya. Emergency drill ini tujuannya
apa?
Jadi ketika kita membuat sistem tanggap
darurat, kita wajib mencoba ya
melaksanakan simulasi dari SOP kita itu.
Apakah SOP yang kita bikin itu sesuai
enggak nantinya ketika diterapkan di
lapangan?
Berjalan apa tidak? Nah, itulah
tujuannya ketika kita membuat sebuah
sistem, kita wajib melakukan PDCA. PL
do, check and action namanya. Oke,
kita kembali lagi kepada materi.
Prioritas tanggap darurat itu apa? Ya,
urutan prioritas dari sebuah
sistem tanggap dururat itu otomatis
adalah keselamatan jiwa dari para
pekerja
dengan cara menghitung dan memastikan
keselamatan tim yang ada di lapangan
apabila terjadi keadaan darurat.
stabilisasi kejadian.
Ya, ini maksudnya bagaimana cara kita
menetralkan keadaan itu agar tidak
menjadi keos, kepanikan yang berlebihan.
Yang ketiga, pengamanan lingkungan hidup
dan aset perusahaan. Ini pasti dan
sangat penting tentunya yang bertujuan
untuk mengontrol dan meminimalkan dampak
terhadap aset dan lingkungan yang ada di
perusahaan.
Jadi semua tiga item ini itu adalah
sangat penting ya teman-teman sekalian
ya. Jadi fokusnya tidak adanya pada
keselamatan jiwa para pekerja tapi juga
pada aset-aset yang ada di perusahaan
mulai dari reproduksi, alat-alat berat
yang ada di perusahaan dan sebagainya.
Emergency respon plan perencanaan
tanggap darurat yang harus kita lakukan
yang pertama kali itu adalah
identifikasi bahaya dan penaksiran
risiko.
Penakaran sumber daya yang dimiliki.
Tinjau ulang rencana yang telah ada,
tentukan tujuan dan ruang lingkup. Pilih
tipe perencanaan yang akan dibuat. Yang
keenam, tentukan tugas-tugas dan
tanggung jawab dari masing-masing orang
yang berada pada struktur organisasi
tanggap darurat. Yang ketujuh, tentukan
konsep operasi yang seperti apa.
Yang pertama, identifikasi bahaya dan
penaksiran risiko ataupun bisa kita
kenal dengan risk assesment.
Perkiraan potensi terjadinya bahaya di
tiap unit kerja ataupun zona kerja.
Perkirakan jenis bahayanya. Kalau di
sektoral industrial migas, otomatis
bahaya paling utama itu adalah ledakan
ataupun kebakaran.
perahkan tingkat paparan jumlah dan
karakteristik penghuni nilai aset serta
dampak apabila terjadi terhadap
lingkungan sekitar perusahaan.
Yang kedua, penakaran sumber daya yang
dimiliki. Dengan mengetahui tingkat
risiko bahaya, apakah sumber daya yang
dimiliki cukup memadai untuk
menenggulanginya?
Nah, ini maksudnya kita harus melihat
dulu ketika kita membuat sebuah sistem
di perusahaan kita,
bagaimana fasilitas terhadap
ee keadaan durat apabila itu terjadi,
apakah ada atau tidak. Contohnya apabila
terjadinya kebakaran, apakah kita
memiliki sistem pemadam kebakaran yang
baik. Yang kedua, peralatan ya.
Peralatan ini banyak banget contohnya
ya. Contoh seperti APAR,
P3K, ruangan P3K, kotak P3K, tandu dan
sebagainya.
Yang ketiga, pasukan. Yang keempat, SDM
yang berpengalaman dan terlatih. Yang
selanjutnya adanya akses bantuan dari
pihak luar seperti Badan SAR nasional
ataupun
ee tim DAMKAR yang ada di sekitar
domisili perusahaan kita.
Selanjutnya fasilitas dan sarana apabila
terjadi keadaan dan darurat.
Nah, di jadi di dalam fasilitas dan
sarana sistem tanggap berurat itu kita
mengenalnya dengan sistem proteksi
pemadam kebakaran aktif.
Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
ataupun Peraturan PU Menteri PU Nomor 26
Tahun 2008,
sistem proteksi kebakaran adalah sistem
yang terdiri dari peralatan, sarana
serta kelengkapan yang dipasang pada
bangunan dan terdiri dari dua jenis
sistem proteksi pemadam kebakaran aktif
dan pasif.
Oke, pernah dengar mungkin teman-teman
sekalian ya.
Sistem proteksi aktif adalah serangkaian
peralatan yang dirancang untuk
mendeteksi, mengendalikan, dan
memadamkan kebakaran. Tujuannya adalah
untuk mengurangi risiko kerusakan dan
melindungi keselamatan manusia saat
terjadi kebakaran. Apa salah satu
contohnya yang ada di lokasi perusahaan
rekan-rekan sekalian?
Apa contohnya?
Ini sering banget ya. Enggak selalu di
lokasi perusahaan ketika kita ke mall,
tempat-tempat umum, hotel, dan
sebagainya, kita pasti menemukan salah
satu contoh dari sistem proteksi aktif.
Apa contohnya?
Ada yang bisa menyebutkan?
Alarm, Pak.
Alarm. Oke. Betul. Itu masuk ke dalam
sistem proteksi aktif. Ada lagi?
Ada lagi yang lain?
Mas Ribi.
Apa contohnya? Mas Rib.
Teman-teman yang lain, apa contoh dari
sistem proteksi aktif?
Sering banget kita temukan di
perusahaan.
Apa kira-kira?
Iya. terutama nih teman-teman yang
ngambil sertifikasi KTMI gas apa
contohnya?
Sprinkle sama hidran kebakaran mungkin,
Pak.
Oke, betul sekali. Sprinkler dan hidran
kebakaran ya. Itu salah satu contoh dari
sistem proteksi aktif. Kita lihat satu
persatu
apa?
AR, Pak.
Apar.
Apar. Apar. Apar.
Iya, AP ya.
Sistem proteksi pertama yaitu fire
detector. Nah, pernah lihat
fire detector ini? Pernah. Yang mana?
Smoke.
Smoke, Pak.
Oke. Di mana lihatnya?
Hotel.
Di kalau di hotel di Depot juga, Pak. Di
kantor.
Di Depot. Oke. Banyak ya contohnya ya.
Smoke untuk mendeteksi apa?
Asap, Pak.
Asap.
Heat detektor untuk mendeteksi.
Nah, heat detector untuk mendeteksi apa?
Apa?
Oke. Masih malu-malu jawabnya.
Panas P.
Gimana, Mas?
Panas. Betul sekali.
Jadi kalau untuk heat detector dia
terbagi menjadi dua jenis. Ada yang
dinamakan dengan red of rice heat
detector dan fixed temperature.
Oke, jadi dia ada dua jenis juga di
dalam heat detektor ini. Yang ketiga,
flame detector. Flame detektor itu apa?
Untuk mendeteksi apa?
Plam detektor itu adalah sebuah ee
pendeteksi untuk kita mengetahui telah
terjadi kebakaran yang berasal dari
sinar ultraviolet yang dihasilkan oleh
sebuah api.
Yang selanjutnya gas detektor. Nah, gas
detektor ini bagaimana?
Apa ini?
Untuk mengetes apa? Mengecek kebocoran
gas, Pak. Oke, salah satu contohnya
adalah untuk mendeteksi
adanya kebocoran gas ya, seperti dari
apabila kalau di rumah ataupun di
ruang-ruang dapur ya, itu fungsional
untuk apa? Untuk mengecek apakah terjadi
kebocoran LPG ya, gas yang berhubungan
dengan gas.
Lalu selanjutnya ada yang tidak saya
tampilkan itu ada juga namanya beam
detector ya. Bior itu jenis detektor
alam kebakaran. Jadi fungsionalnya itu
seperti pemancar.
Nah, itu dia lebih canggih lagi dan
tentunya harganya lebih mahal.
Oke, selanjutnya Fire Alarm System. Ada
yang tahu dan pernah melihat ini ataupun
biasa kita kenal dengan Master Control
Fire Alarm MCFA.
Jadi si master control fire alarm ini
fungsionalnya
biasanya itu ada di semua gedung-gedung
tinggi ya.
Ya, di setol migas juga pasti ada.
Karena fungsionalnya apa? untuk
memantau,
mengawasi, dan mengetahui
alarmalar alarmam mana saja yang
berbunyi.
Misalkan di lantai 30
zona A.
Zona ini mungkin maksudnya zona A ini
mungkin maksudnya
alarm ataupun fire detektor yang
posisionalnya berada di bagian utara di
lantai 3. Nah, itu biasanya di layarnya.
Jadi, dia ada di sebuah ruangan MCFA itu
master control fire alarm. ada dalam
seborangan terdapat layar-layar nantinya
ya yang mana fungsionalnya untuk kita
mengetahui
di titik mana saja apabila terjadi
apakah itu false alarm ataupun alarm
memang sebenar-benarnya terjadinya
kebakaran.
Nah, itu salah satu contohnya dan
biasanya apabila gedung-gedung tinggi
pas control fire alarm ini akan langsung
nantinya terhubung juga ke lift yang ada
di gedung yang mana apabila terjadi
keadaan darurat lift ini akan langsung
secara otomatis kembali ke lantai dasar
apabila misalkan contohnya lift ini
ketika terjadi keadaan gempa
ya dia lagi berada di lantai 30. Nah,
secara otomatis
MCFA master contrier alarm ini akan
memberikan perintah kepada lif untuk
langsung turun ke lantai dasar. Ya,
tujuannya apa? Agar tidak ada sama
sekali para pekerja yang menggunakan
lift apabila terjadi keadaan darurat di
gedung-gedung tinggi.
Nah, itu salah satu fungsionalnya.
Seperti itu ya, R-rekan sekalian. Lalu
ada lagi fire sprinklor system. Nah, di
mana biasanya teman-teman sekalian
menemukan sprinkler?
Gimana
di perusahaannya? Ada
sprinkler? Ada
gimana?
Di mana kira-kira menemukannya sprinkler
ini?
di hotel.
Nah, mana lagi parkiran basem
ya? Enggak di parkiran-parkiran basem di
mall, di hotel
ya pasti selalu ada sprinkler. Lalu di
mana lagi? Ruang produksi.
Tapi itu tergantung ruang produksinya
ya. Kadang ada ruangan produksi yang
tidak boleh ee media pemadam itu berasal
dari air. Karena nanti apabila terjadi
kebakaran kita padamkan dengan air akan
merusak bahan-bahan ataupun
material-material produksinya.
Nah, itu berarti menyesuaikan dari
tingkat kebutuhan area produksinya.
Oke, mungkin teman-teman sekalian pernah
melihat sprinkler ya. Di sprinkler itu
kita lihat ada tabung yang berwarna
merah. Pernah lihat enggak? Betul
enggak? Ada kita temukan dia berwarna
merah.
Nah, apa maksud dari tabung berwarna
merah ini? Tabung berwarna merah ini
maksudnya adalah cairan air raksa
ya. Jadi yang ada di dalam tabung ini
adalah cairan air raksa. Apabila dia
berwarna merah, maka akan kita lihat
pada tabel yang ada di samping ini. Jadi
maksudnya apabila
terjadi kebakaran ya,
tabung raksa ini dia akan pecah dengan
sendirinya apabila telah mencapai suhu
ruangan 68 derajat
Celcius.
Ketika ini pecah, barulah si air raksa
ini menyempurkan air ke ruangan.
Nah, seperti itu. Jadi, tujuannya adalah
ini adalah sebagai indikator
terhadap suhu ruangan. Ketika dia telah
mencapai 68 derajat Celcius, barulah
tabungnya pecah dan sprinkler itu
menyemprotkan air ke ruangan. Timbul
pertanyaan, "Bagaimana, Pak, kalau
terjadi kebakaran dan belum mencapai
suhu 68 derajat Celcius dan ada orang di
dalam ruangan tersebut?
Bagaimana cara, Pak, agar sprinkler ini
bisa berfungsi?" Ya, Teman-teman
sekalian cukup pecahkan
tabung air raksanya secara paksa,
ya. Apakah dengan memukul, melempar atau
sebagainya yang pada intinya tabung air
raksanya itu pecah.
dia akan memerintahkan nantinya ruang
pompa untuk bergerak dan menyempurkan
air ke dalam ruangan. Pada intinya itu
kalau secara paksa. Tapi kena secara
otomatisnya dia harus menunggu dulu suhu
ruangan mencapai 68 derajat celcius.
Jadi nanti apabila teman-teman sekalian
mungkin ya di luar negeri juga
berbeda-beda rekan-rekan sekalian ya.
Ada dia yang menggunakan warna air
raksanya merah, ada yang menggunakan
warna air raksanya hijau dan sebagainya.
Ini menyesuaikan dengan tingkat
kebutuhan yang ada di perusahaan.
Oke. Lalu ada lagi fire suppression
system. Fire suppression system
merupakan sistem proteksi kebakaran.
yang berfungsi untuk mendeteksi
sekaligus memadamkan kebakaran.
Sistem proteksi pemadam kebakaran ini
bisa menggunakan jenis bahan seperti
CO2,
busa atau bahan kimia khusus. Ya,
biasanya
fire supression system ini dia digunakan
oleh perusahaan-perusahaan yang
menggunakan atau masih memiliki jaringan
basa,
ya, bas room seperti apa contohnya
ee Kementerian Telekomunikasi,
Telkomsel
ya atau perangkat-perangkat atau
provider provider lah, bank-bank,
bank yang selalu lalu menggunakan
jaringan-jaringan basis data di bawah
tanah yang fungsional untuk menyimpang
data-data konsumen dan sebagainya pasti
menggunakan
fire suppression system. Kenapa? Karena
media yang digunakan itu masuk ke dalam
kategori kebakaran kelas C. Ya,
kebakaran kelas C itu apa? Yaitu
kebakaran yang berhubungan dengan
elektrikal.
besok akan kita pelajari ya peri hal
ini.
Lalu ada lagi fire hidrant system yang
tadi disebutkan oleh Mas Willy juga ya.
Fire hidran itu adalah sistem protesi
pemadam kebakaran yang dirancang untuk
memberikan pasokan air yang cukup untuk
memadamkan kebakaran.
Sistem ini terdiri dari pipa-pipa yang
terhubung ke sumber air
seperti ground tank ataupun water
reservoirnya.
Jadi di dalam ruang pompa hidran pasti
di bawahnya itu di bawah lantainya itu
ada water tank-nya
ya. Kalau enggak dari mana sumber airnya
nantinya ya seperti itu.
Untuk hidran ataupun di ruang pompa
hidran terdapat tiga macam jenis
pompanya.
Nah, ini bisa mungkin teman-teman catat
juga.
Pempahidan itu terbagi menjadi tiga.
Yang pertama itu adalah
apa kira-kira?
Electrical pump.
Yang kedua itu joki pam. Yang ketiga itu
adalah diesel pump.
Nah, untuk electrical pump ini merupakan
pompa paling utama dari sebuah hidran
karena dia aktif dan bekerja dengan
menggunakan aliran listrik.
Diesel pam ini bisa dikatakan sebagai
pompa cadangan
ya. ini maksudnya apabila terjadi
keadaan darurat seperti gempa,
kebakaran dan sebagainya yang mana
nantinya aliran listrik itu akan padam.
Nah, nanti yang akan hidup secara
otomatis adalah diesel pam-nya ya.
Karena diesel yang sama-sama kita
ketahui pasti dia menggunakan BBM, bahan
bakar minyak.
Yang selanjutnya yang ketiga tadi adalah
joki pump. Apa itu joki pump? Juky pump
ini merupakan pompa yang membantu agar
tekanan air dari hidran itu stabil,
tidak ng-drop. Karena yang sama-sama
kita ketahui, semakin tinggi
bangunan, maka tekanan air ke atasnya
semakin rendah. dia mengikuti gaya
gravitasi tentunya ya seperti itu. Nah,
jadi fungsi si joki pam itu agar
misalkan nih terjadi kebakaran di lantai
10. Nah, dibutuhkan itu tekanannya
mungkin adalah 8 bar. Nah, si joki pam
inilah yang menjaga agar ketika kita
menyemprotkan hidran ke lantai 10, air
dari hidran ke lantai 10 itu ke ee
tekanan airnya itu tetap di 8 bar.
Jangan sampai dia nge-drop.
Apa bila dia ng-edrop kayak 7 atau 6
bar, otomatis airnya akan seperti
air apa?
loyo ya. Tekanan airnya itu ya seperti
air-air kran apabila tersumbat.
Nah, seperti itu.
Oke, mungkin nanti teman-teman sekalian
bisa
mengikuti juga ya. Nanti ada yang
dinamakan dengan DAMK C ya. Di dalam
karc itu kita akan pelajari itu
bagaimana cara pengoperasian
hidran ya. Karena hidran itu enggak bisa
dioperasikan secara
perorangan. Dia harus take tim team ya.
Harus minimal itu tiga orang dalam
mengoperasikan hidran. Kenapa? Ya karena
tekanan airnya itu besar teman-teman
sekalian ya. Kalau kita satu orang kita
bisa terlempar sama tekanan air ya. Ya,
kalau enggak percaya silakan coba besok
hidran yang ada di lokasi perusahaan
teman-tan ya. Kita enggak bisa
memperpresikan hidran itu dalam keadaan
sendiri. Enggak bisa karena tekanan air
itu sangat kencang ya. Enggak sanggup
kita menahannya.
mau sebesar apapun orangnya ya akan ada
ya bisa mungkin pernah ada ya kalau
enggak salah saya di media sosial ya itu
terlihat ada yang meremehkan tim Damkar
ya rekan sekalian ya mungkin teman
sekalian pernah melihat ya videonya lalu
diundang untuk mengopresikan hidran
sendiri ya sampai dia enggak sanggup
memegang
hidran tersebut ya kenapa ya karena tadi
itu satu bar aja aja itu belum tentu
kita sanggup memegang
hidran itu ya pompa ataupun bisa
dikatakan nozel hidran tersebut.
Lalu ada lagi sistem proteksi pasif.
Sistem proteksi kebakaran pasif adalah
rangkaian strategi dan desain dalam
konstruksi bangunan yang dirancang untuk
memperlambat perluasan api, membatasi
kerusakan, serta melindungi keselamatan
manusia dalam situasi kebakaran.
Contohnya apa? Pintu evakuasi.
Pernah melihat pintu evakuasi?
Pernah, Pak.
Pernah. Ya, di mana?
Hotel, Pak.
Hotel. Oke.
Di bangunan-bangunan yang penting pada
intinya pada bangunan-bangunan
tinggi ya. pasti selalu ada
pintu evakuasi atau emergency exit
doors. Nah, pertanyaan selanjutnya,
pintu evakuasi ini bukanya ke mana? Ke
arah pelarian
atau
Oke, simpel saja. Ee ketika kita
mengoperasikan pintu tanggap darurat ini
atau pintu evakuasi ini, bukaannya ke
mana? Apakah kita dorong atau kita
tarik?
Dorong.
Dorong. Tujuannya.
Nah, ayo. Apa tujuannya? Kenapa pintu
tangga darurat itu harus didorong?
Kenapa kita
agar tidak menghambat?
Iya. Agar tidak menghambat dalam proses
pelarian.
Seperti itu ya.
Iya, Pak. Betul.
Nah, seperti itu teman-teman sekalian.
Jadi pada intinya apabila terjadi
keadaan darurat seperti kebakaran, gempa
bumi dan lain-lainnya
mempermudah para pekerja yang ada di
suatu bangunan gedung untuk melalirkan
diri gitu ya dengan mudah ke arah
pelariannya. Jadi dia itu didorong bukan
ditarik. dan juga menjadi catatan pintu
tanggap darurat itu ketika kita sudah
masuk di dalamnya kita tidak bisa
membukanya lagi dari dalam
ya seperti itu ya teman-teman sekalian
jadi misalkan teman-teman sekalian
iseng-iseng berhadiah ya mencoba di
lantai 20 mungkin masuk ke dalam
pintu evakuasi ini ya bisa dipastikan
teman-teman sekalian enggak bisa lagi
ketika sudah masuk terus pintunya
ketutup rekan-rekan sean harus wajib
menuruni tangga darurat dari lantai 20
ke lantai dasarnya.
Ya, kenapa pintu itu dirancang tidak
bisa dibuka dari dalam? Nah, kenapa?
Misalkan apabila terjadi kebakaran,
apabila kita sudah melarikan diri ke
dalam tangga darurat melalui pintu
evakuasi ini.
Jadi, kenapa dia tidak bisa dibuka dari
dalam? agar si asap ya si asap tadi
tidak bisa ikut ke dalam ruangan tangga
darurat.
Nah, pertanyaan selanjutnya yang
berbahaya apabila terjadi kebakaran apa?
Api apa sap?
Nah, ayo teman-teman sekalian jawab.
Yang berbahaya ketika terjadi kebakaran
api apa asapnya?
Bagaimana
apa yang mah ya
apa kira-kira?
Asap, Pak. Asap.
Asap ya.
Asap
ya. Kalau api masih bisa kita
istilahnya kita hindari
ya. Tapi kalau asap
sulit ya.
Ya, asap itu kan bercampur dengan udara.
Udara itu kita hirup
ya. Apabila kita hirup udara tersebut,
apa akan terjadi kalau kita menghirup
udara asap kebakaran? Ya, otomatis dia
sudah mengandung udara beracun karena
otomatis CO2-nya menjadi sangat tinggi
kadarnya di udara. Ya, makanya apabila
terjadi kebakaran ya, ada orang yang
terjebak di ruangan ya, tapi ruangan
yang enggak ada api tapi asapnya ngepul
ya. Orangnya pingsan enggak?
Pingsan. Kenapa dia pingsan? Karena dia
kekurangan oksigen.
Nah, seperti itu.
Selanjutnya, partisi.
Partisi pengalang asap ataupun biasanya
kita kenal dengan smoke containment.
Material tanah asap digunakan untuk
membatasi pergerakan asap di seluruh
bangunan ketika terjadinya kebakaran.
Rambu evakuasi sering lihat enggak
ya? Ini selalu pasti ada.
Tidak hanya di perusahaan, di tempat
umum, bahkan di sekolah-sekolah sekarang
sudah ada rambu-rambu evakuasinya.
Ya, bisa kita lihat adanya titik kumpul
atau masterp. Nah, biasanya master point
ini adanya di mana?
Parkiran, Pak.
Parkiran, ya. Seharusnya itu tidak boleh
di parkiran ya. Karena kan titik kumpul
tuh harus clear dari benda-benda yang
menghalangi
ya. Tapi mau gimana lagi rekan-rekan
sekalian apabila misalkan perusahaan
kita itu sempit ataupun kecil ya mau
gimana lagi terpaksa kadang master point
itu ditaruh di di parkiran ya yang
penting pada intinya itu bisa untuk
berkumpul para pekerja apabila
terjadinya keadaan darurat. Lalu apaagi
contohnya ada lagi jalur evakuasi. Nah
jalur evakuasi itu ada dua jenis juga.
Ada yang panahnya ke kiri, ada panahnya
ke ke kanan.
Nah, besok tengok ya di perusahaan
masing-masing ataupun kalau ke mall
besok ke hotel ya bisa dilihat nanti tuh
ada panahnya jalur revokasi itu arah ke
kiri ada yang ke kanan
ya itu nanti bisa dilihat
selanjutnya apaagi contohnya
rambu exit
pernah lihat enggak kalau ke hotel ada
rambu exit ya
itu menandakan itu adalah jalan keluar
ya. L apalagi
evacuation map atau map evakuasi
ini pasti selalu ada di hotel terutama
di kamar-kamar hotel
ya. Biasanya ini ditaruhnya di belakang
pintu ataupun di bagian pintu bagian
belakang ya. evakuasi map
yaitu menunjukkan nantinya di map di map
evacuation itu menunjukkan di mana titik
kumpul, di mana apar ya, di mana tanggal
darurat, di mana
kotak P3K dan yang lainnya.
Oke, jangan sampai nanti teman-teman
sekalian malah lari ke kamar mandi ya
karena enggak tahu dan masa bodoh
istilahnya kita berada di hotel terus
kita masa bodoh ya enggak kita lihat di
mana jalur-jalurnya
ya. Karena apa? Karena manusia itu
sifatnya sepelean ya. Dia akan panik
apabila sudah kena ya. Tapi kalau belum
kena ya udah ee enggak pedulianlah
istilahnya seperti atau masa bodohan.
Oke, ini adalah salah satu contohnya
question map.
Mungkin teman-teman sekalian yang pernah
nginap di hotel ya ataupun di
tempat-tempat umum seperti mall,
perpustakaan, daerah, dan yang lain-lain
pasti ada nanti menemukan evocation map
seperti yang ada pada layar rekan-rekan
sekalian. Contohnya kita perbesar ya.
Nah, di sini bisa dilihat.
Nah, ini ada legend-nya ataupun
legendanya. Bisa melihat di sini
dijelaskan ada tangga,
jalur tangganya. Lalu ada lagi jalur
exit location ataupun bisa dikatakan
pintu keluar di mana-mana aja di
perusahaan tersebut.
Nah, lalu ada lagi
firepol,
fire exaciser ataupun apar eos. EOS tahu
untuk tempat cuci mata
ini biasanya ada di laboratorium,
perusahaan-perusahaan kimia dan
sebagainya.
Lah, ada lagi nanti kotak P3K. Nah, bisa
kita lihat kan ini bisa dilihat adanya
keterangan pintu keluarnya di mana-mana
aja.
bisa kelihat ya. Lalu di mana kotak
P3K-nya nih? Ada di sini.
Di kotak P3K di sebelahnya ada APAR
ya seperti itu. Nah, nanti teman-teman
sebagai orang ketiga di perusahaan
buatlah nantinya
map ini
ya menyesuaikan dengan keadaan ataupun
bangunan gedung dari perusahaan
teman-teman sekalian.
Nah, dari mana teman-teman sekalian bisa
mendapatkan denah lokasi seperti ini?
Ini silakan tanya ke bagian engineering
sipil
ya. Ini berhubungan dengan cetak biru
perusahaan
ya. Seperti itu.
Fasilitas keadaan emergensi
apa saja? Yang pertama ada lagi ada yang
dinamakan dengan Megapon. Megapon ini
apa? Ada yang tahu?
Megapon
bukan Erafon ya, beda ya. Megapon.
Ada yang tahu Megapon?
Pengeras suara ataupun biasanya kita
kenal dengan TOA.
Lalu ada lagi SCBA, self content
breathing aparatus.
Nih
tadi pada video simulasi juga dilihat ya
orang-orang Pertamina itu menggunakan
SCBA ini ya. Fungsionalnya apa? Agar
mereka ini bisa bernapas dengan baik di
area yang mengandung gas-gas beracun.
seperti itu.
Lalu fasilitas keadaan emergency lainnya
adalah lampu senter, baju pemadam
kebakaran, helm pengaman, respirator,
tandu, perkakas alat bantu seperti
kapak, linggis, dan lain-lain. Pernah
menonton film-film
ee Amerika?
Pernah enggak ngelihat? Kita lihat tuh
orang-orang ketika tim-tim damkarnya
apabila terjadi kebakarannya dan ada
orang terjebak di sebuah ruangan pasti
dia
melakukan penyelamatan secara paksa
menggunakan kapak ya linggis dan
lain-lain. Nah, itu nantinya yang
dinamakan dengan kegiatan porsible entry
namanya, yaitu kegiatan penyelamatan
secara paksa dengan menggunakan
perkakas-perkakas kasar seperti kapak,
linggis, bor,
dan yang lain-lain.
Lalu ada lagi kursi evakuasi ataupun
evacer
ya. Ada yang tahu? Ada yang pernah
lihat?
Nih, Evr.
Evaer ini pada umumnya banyak digunakan
di luar negeri ya. di Indonesia saya
pertama kali itu menemukannya di
IKEA
ya, bukan untuk dijual tapi memang
sebagai standar mereka
bahwasanya apabila terjadi keadaan
emergency, ini berguna bagi kaum-kaum
yang membutuhkan seperti
lansia
ya. Lalu ada lagi disabilitas,
ibu hamil. Enggak kebayangkan
teman-teman sekalian apabila terjadi
gempa bumi ataupun kebakaran panik orang
gimana
ya terutama yang ibu-ibu ataupun yang
cewek-cewek ya itu pasti paniknya
melebihi
ee gimana ya istilahnya kalau cewek kan
kalau panik yang bikin panik pria itu
apa? suara
ya. Silakan lakukan simulasi teman-teman
sekalian ya. Pasti yang paling susah
kita atur itu wanita
ya. Apabila kita misalkan melakukan
simulasi tanggap darurat kebakaran kita
mengarahkan ibu-ibu itu ataupun
ee kakak-kakak ya
arahkan mereka itu susah minta ampun
teman-teman sekalian ya. Nah, itu salah
satu kendala apabila terjadi keadaan
darurat. Ya, yang bikin panik itu adalah
suara.
Ya, makanya di dalam SOP tangga darurat
itu dijelaskan
apabila terjadi situasi tangga darurat,
yang paling pertama kita lakukan itu
adalah tetap tenang, tidak boleh panik.
Ya, makanya seperti contoh nyatanya apa?
Ketika terjadi kebocoran gas LPG di
rumah ya, Ibu-ibu lagi masak panik
enggak mereka?
Panik. Padahal cara penanganannya simpel
ya. Cukup rendam kain eh kain basah
tutup pada bagian gasnya. Udah
gas yang bocor tadi itu akan
akan terisolasi oleh kain basah ya. Ya,
pada intinya kita mengenal segitiga api.
Segitiga api itu terdiri dari oksigen,
sumber panas, dan bahan bakar. Apabila
dari tiga item itu kita eliminasi, maka
api itu tidak akan bisa hidup.
Terus kenapa apabila terjadi kebocoran
gas LPG di rumah panik? Ya, misalkan nih
teman-teman sekalian
terjadi kebakaran eh terjadi kebakaran,
terjadi kebocoran gas LPG ya. Lalu
tiba-tiba teman-teman cabut gas LPG
tersebut lalu lemparlah ke dalam bak.
Ya, percuma
ya. Percuma teman- sekalian
enggak guna
ya.
Makanya ketika terjadi kebakaran itu
tidak boleh panik. Iya. Bila terjadi
keadaan darurat tidak boleh panik.
tetap
ketahui situasi ya, kenali situasi di
sekitar kita apa ya dan tetap berpikiran
jernih agar apa? Agar kita bisa
menyelamatkan diri dengan dengan baik
dan selamat tentunya.
Oke, selanjutnya pelatihan untuk tim
darurat ya. Pertama ada contohnya
pelatihan itu banyak ya ada dari cara
penggunaan APD ya. Cara penggunaan PD
ini apa? Salah satu contohnya seperti
cara pemakaian SJBA,
lalu cara penggunaan body harness,
cara penggunaan
apaagi? APD-APD lainnya ya. Lalu ada
lagi gas detektor. Cara memakai gas
detektor bagaimana? Apabila terjadi
kebocoran gas, bagaimana langkah-langkah
yang harus kita lakukan untuk kita
mengoperasikan gas detektor tadi?
Lalu pelatihan yang berhubungan dengan
bahan berbahaya dan beracun apabila
terjadi tumpahan.
Ini dinamakan dengan metode B3 dan oil
spill.
Lalu apalagi? Ada lagi yang berhubungan
dengan P3K atau first atau biasa kita
kenal dengan CPR.
Nah, ini adalah contoh dari training
drill yang bisa kita buat perencanaannya
dalam 1 tahun kalender kerja.
Ini hanya sebagai contoh saja.
Nanti mungkin di sini
teman-teman bisa masukkan training
drill-nya cara
mengoperasikan SJBA.
Lalu yang kedua ini mungkin cara
apa bagusnya? Cara kita menggunakan
apar.
Lalu yang ketiga cara pengoperasian
hidran.
Lalu ada lagi apa? Ee CPR ya. CPR ini
seperti kegiatan apabila terjadi orang
pingsan kita menekan jantungnya, dadanya
ya teman-teman sekalian. ada metodenya
dan itu dipelajari nantinya salah
satunya dengan cara kita mengundang PMI
itu bisa
menggunakan PMI yang ada di domisili
perusahaan rekan-rekan sekalian.
Bayarnya enggak mahal kalau teman-teman
sekalian ya, tapi manfaatnya sungguh
luar biasa ya. Itu adalah beberapa
contoh dari ee istilahnya penjadwalan di
dalam training deal tadi.
Emergency contact number ya. Ini sangat
biasanya sangat dibutuhkan sekali ya.
Fungsionalnya apabila terjadi keadaan
darurat
pada bagian apa atau siapa yang harus
kita hubungi
ya. Terutama nih orang-orang project nih
biasanya selalu ada emergency kontak
number.
Di pabrik pasti ada di perusahaan lain
yang manufaktur dan sebagainya juga
pasti ada. Jadi emergency kotak number
itu dibedakan juga menjadi dua. Yang
pertama untuk internal perusahaan dan
eksternal perusahaan.
Nah, kalau internal perusahaan berarti
yang berhubungan dengan perusahaannya
siapa? Misalkan set manajer apabila
terjadi keadaan di area produksi, siapa
yang bisa dihubungi?
Siapa nama manajer produksinya atau
manajer workshopnya siapa? Nah, itu
salah satu contohnya. Lalu siapa nomor
orang ketiganya? AS.
Lalu siapa nama kepala security-nya?
Lalu fire station apabila ada di
perusahaannya. Biasanya kalau
perusahaan-perusahaan owner-owner migas
dia pasti memiliki fire station. Lalu
ada lagi yang tadi yang saya sampaikan
production departemennya siapa?
Kalau di bagian eksternal perusahaan
yang wajib kita miliki nomor itu adalah
kantor pemadam kebakaran setempat.
Lalu kantor polisi, apakah itu Polres,
Polsek, dan lainnya ataupun bisa juga
Babinsa
ya. atau Babinsa
tentara yang menguasai
ataupun yang memiliki kewenangan
di regional lokasi perusahaan
rekan-rekan sekalian. Lalu ambulans.
Apabila misalkan di perusahaan kita
tidak memiliki layanan ambulan ataupun
enggak memiliki fasilitas ambulan
sendiri, berarti kita harus memiliki
contact number ambulans yang tersedia.
Mungkin contohnya ambulan yang tersedia
di klinik terdekat dari lokasi
perusahaan kita.
Selanjutnya tim SAR ataupun biasanya
sekarang itu apa namanya? Basar
Basarnas.
Betul enggak? Basarnas namanya?
Betul. Apa saya salah? Apa saya kurang
upgrade?
Betul. ya. Oke, selanjutnya eksternal
yang harus kita miliki selanjutnya
adalah klinik
ataupun rumah sakit yang terdekat
yang berada di sekitar lokasi
perusahaan.
Nah, biasanya apabila kita bekerja sama
dengan klinik ataupun rumah sakit yang
ada di sekitar area perusahaan kita itu
kita wajib memiliki MOU kerja sama. Itu
penting banget.
Ketiga, tinjuan ulang rencana yang telah
ada. Emergency respon plan yang telah
ada berlaku pada saat rencana tersebut
disusun. Bila peruntukannya berubah,
maka potensi baya juga berubah. Ya, ini
pasti teman-teman sekalian ya. Contohnya
apabila area produksinya diperluas,
otomatis
bahaya yang ada juga berubah ataupun
bisa jadi bertambah.
Lalu selanjutnya tentukanlah tujuan dan
ruang lingkup dari sistem tangga darurat
itu seperti apa. Apa yang diharapkannya
tentunya adalah sistem
langkah
ya ketika di keadaan derodat itu seperti
apa.
Oke, ini masih sama dengan tujuan yang
di awal tadi. Selanjutnya ruang lingkup
emergency planning-nya
pada aspek kemanusiaan bisa dilihat
tentunya untuk melindungi pegawai
penduduk dan sekitarnya.
Yang selanjutnya aspek pencegahan
korugian memperkecil kerugian pada
barang-barang perusahaan produksi serta
lingkungan yang ada. Aspek komersial
memperkecil akibat dari suatu kejadian
pada manusia maupun fasilitas
perusahaan.
legal
memperkecil kerugian kerusakan harta
benda perorangan yang mungkin
mengibatkan klaim pada perusahaan.
Contohnya apa? Apabila terjadi kebakaran
ya merembet ke area parkiran
ya di mana area parkiran itu mungkin ada
mobil para pekerja
ya motor para pekerja terus terbakar ya
ke mana ngeklaimnya?
otomatis ke pihak perusahaan. Nah, ini
yang dinamakan dengan ruang lingkup
emergency planningnya di bagian legal
ya. Jadi, apabila terjadi kebakaran
tidak merugikan
ee aset pribadi dari para pekerja.
Apakah itu mulai dari mobil,
motor, handphone,
atau mungkin tumblr
ya. yang paling simpelnya.
Oke, selanjutnya
tipe rencana tanggap darurat
yang pertama daftar periksa ataupun
terbatas bagi para petugas pemadam
kebakaran ataupun petugas tanggap
darurat. Rencana tanggap darurat.
Rencana manajemen tanggap daruratnya
lengkap meliputi seluruh aspek rencana
kerja sama melibatkan pihak lain. Ini
yang saya namakan tadi dengan bagian
eksternal
perusahaan.
Lalu kita wajib memiliki SOP. Nah, SOP
inilah nantinya dari SOP inilah nantinya
teman-teman melakukan simulasi
terhadap sistem tanggap darurat yang ada
di perusahaan teman-teman sekalian.
Apakah simulasi yang mau dilakukan itu
dalam bentuk simulasi kebakaran,
simulasi apabila terjadi gempa, simulasi
apabila terjadi banjir, ataupun simulasi
apabila terjadinya ledakan.
Selanjutnya dan ini adalah
skema pembuatan prosedur tanggap
darurat. Yang pertama kita bentuklah
timnya.
Lalu setelah itu kita tuukkan
tujuan ruang lingkupnya.
Identifikasi potensi
yang ada di perusahaan kita. Apakah
bahaya kita itu ledakan ya, tumpahan
atau sebagainya.
Lalu kita melakukan risk assesment,
penilaian risiko. Lalu selanjutnya upaya
meminimalisasi risiko, identifikasi
kebutuhan sarana ataupun alatnya.
Lalu bentuklah organisasinya ataupun
struktur organisasi tanggap darurat yang
ada di perusahaan.
Selanjutnya susun prosedur tanggap
darurat. Sosialisasikan
SOP yang telah kita buat.
Lalu setelah kita sosialisasikan, kita
lakukanlah penjadwalan emergency drill.
Apakah emergency drillnya kebakaran,
gempa, atau yang lainnya. Setelah
melakukan emergency drill, baru barulah
kita lakukan evaluasi. Dari hasil
evaluasi ini, apakah
tujuan dari ruang lingkup
skem ee pembuatan SOP itu tercapai atau
tidak.
Nah, nanti kita akan melakukan review
kembali namanya. Biasanya ini identik
dengan
PDCA
ya. PDCA
PD
C A
plan do check action rencana lakukan
cek tinjauan ulang dan
action dari tinjauan ulangnya bag
seperti apa
bantuan luar terorganisir dan
bisa Jadi ini adalah bentuk kerja sama
dengan pihak ketiga. Salah satu
contohnya yaitu seperti kerja sama
dengan tim Damkar, Basarnas, klinik yang
ada di sekitar perusahaan dan yang
lainnya.
Nah, ini adalah contoh struktur
organisasi tanggap darurat.
Ini contoh simpel aja ya.
Dimulai dari ketua
tangkap darurat itu biasanya mungkin
adalah chief security. Lalu wakil
ketuanya adalah seorang ahli K3. Bisa
jadi dari orang ahli K3 umum yang ada di
perusahaan.
Lalu regu pemadam kebakarannya.
Siapa regu B3K-nya? Nah, ini
contohnya secara simpel aja ya. regu
pemadam kepakaran itu dua. Tapi kalau
mungkin pada aktualnya mungkin bisa jadi
ada 5 ataupun 10 ya itu menyesuaikan
kembali dengan jumlah tenaga kerja yang
ada di perusahaan.
Lalu ada lagi regu keamanan, regu
evaluasi,
regu komunikasi,
regu logistik, dan humas. Mungkin di
sini nanti bisa juga ditambahkan
ya. ini mungkin nanti bisa juga
ditambahkan satu lagi
regu penanganan tumpahan
ya ataupun regu spill oil atau bisa juga
ditambahkan satu lagi nanti regu
penyelamat dokumen
ya karena dokumen-dokumen perusahaan itu
juga sangat sangat penting.
Oke, ini tugas dan tanggung jawab. Jadi
ketika kita membentuk struktur
organisasi tanggap darurat, maka kita
juga wajib ya
membuat apa-apa saja tugas dan tanggung
jawab dari masing-masing orang yang
berada pada sistem tanggap darurat tadi
ataupun di dalam sistem organisasi
tanggap darurat tadi. Nah, ini adalah
salah satu contohnya. Ini bisa
teman-teman lihat.
Oke, selanjutnya konsep operasi
seperti mencontohnya apabila terjadi
keadaan darurat kebakaran. Kita sebagai
orang ketiga ataupun yang berada di
dalam struktur organisasi tengah darurat
harus bisa memprediksikan skenario
penyebaran api ya, terutama apabila kita
bekerja di industri dalam migas. Kita
harus tahu nih ke mana penyebaran api
ini apabila terjadi di zona A,
ke mana arahnya kira-kira apabila
terjadi lelakkan api itu akan
menyemburnya ke mana?
Lalu arah asap ya apabila terjadi
kebakaran ini dia akan mengalir ke mana
nantinya. Nah, itulah yang dimakan
dengan konsep operasi tadi. Kita
prediksi ini hanya prediksi ya. Berarti
prediksi itu artinya apa? Memperkirakan
ya, berandai-andai.
Nah, ini yang dimaksud dengan
memprediksi skenarionya.
Tentukan strategi pengendalian.
Lalu tentukan sumber daya yang
dibutuhkan. Apakah sumber daya yang
ditukan tadi berhubungan dengan sistem
proteksi aktifkah ataupun sistem
proteksi pasif.
Faktor kegagalan dari STD ataupun sistem
tenggedurat itu apa? Kurangnya dukungan
manajemen puncak. Ya, ini pasti sekali.
Ingat teman-teman sekalian, K3 itu
selalu berhubungan dengan budgeting
ya. Ketika level managemen tidak
komitmen maka bisa dipastikan penerapan
ketiga teman-teman sekalian itu akan
susah
ya. Karena pada intinya ya di dalam
dunia ketiga itu manajemen itu
sangat-sangat dibutuhkan komitmen dari
mereka dalam penerapan.
K3 ketika mereka enggak komitmen
ee itu sangat-sangat sulit ya. Ya, lebih
baik kita mencari jalan yang lain ya
apabila dalam penerapan ketiga kita itu
tidak didukung ya. Itu akan sangat sulit
teman-teman sekalian. Bahkan nanti akan
bisa jadi bumerang bagi teman-teman
sekalian juga apabila terjadi misalkan
keadaan darat ataupun kecelakaan kerja.
Lalu adanya kurang keterlibatan dan
dukungan dari para pekerjaan. Nah, ini
yang saya maksud juga tadi. Ketika
manajemen puncak tidak komitmen,
otomatis sampai ke babah-bawahnya pun
nanti juga enggak komitmen
ya. Kenapa? Karena dari yang level
terbawah tadi juga melihat level atasnya
enggak komit. Jadi, kenapa saya harus
nurutin aturan yang ada? Nah, kan
seperti itu.
Selanjutnya, kurang atau tidak adanya
perencanaan,
kurangnya pelatihan dan pendidikan. Ya,
itu penting ya, Teman-teman sekalian.
Makanya mungkin teman-teman sekarang
yang ikut pelatihan ini ada yang dari
perwakilan perusahaan ya. Nah, inilah
salah satu contohnya. Tujuannya apa?
Untuk memberikan pengetahuan terbaru ya
kepada rekan-rekan sekalian ya. Walaupun
pada intinya ikut sertifikasi ini
mungkin untuk apa? Untuk pemenuhan
kebutuhan project
ya. Mungkin itu salah satu contohnya.
Lalu tidak adanya penanggung jawab yang
ditunjuk khusus untuk mengkoordini STD.
Nah, ini bisa dipastikan tidak adanya
struktur organisasi perusahaan
di apabila terjadinya
keadaan darurat.
Sistem tanggap darurat tidak dievaluasi
atau disempurnakan secara berkala. Nah,
ini maksudnya bagaimana? Berarti ketika
ada SOP tanggap darurat itu tidak pernah
disimulasikan
ya, cuma hanya sebatas adanya regulasi
aja tapi tidak pernah dipraktikkan. Ya,
kalau enggak dipraktikkan dari mana kita
tahu di mana letak kekurangan sistem
kita? Betul ya?
Hanya semasa tulisan doang tapi enggak
pernah dipraktikkan. Yang bagaimana kita
tahu nanti tiba-tiba ternyata terjadi
keadaan darurat ya. Ya, ternyata
orang-orang yang ada di peran kita
enggak ada yang bisa sama sekali
menangani keadaan darurat. Kenapa? Ya,
karena tadi tidak pernah dilakukannya
simulasi.
sistem komunikasi dan peringatan dini
tidak memadai, tidak terintegrasi dengan
prosedur operasi lainnya. Ya, ini kenapa
bisa terjadi? Karena ketika SOP dibuat
itu tidak pernah di sosialisasikan
ya. SOP dibuat hanya menjadi
untuk bantalan tidur ya. Hanya disimpan
doang ya, enggak pernah
disosialisasikan.
Selanjutnya pekerja tidak dijelaskan
mengenai tindakan atau longkai yang
dilakukan jika terjadi keadaan darurat
ini masih sama. Kenapa bisa terjadi
kebakaran? Kenapa bisa orang meninggal?
Kenapa bisa banyak terjadi korban?
Karena tidak pernah dilakukan simulasi
tadi. Jadi para korban itu enggak tahu
sama sekali apa yang harus dilakukannya.
Mereka sudah panik duluan.
Nah, seperti itu, Teman-teman sekalian,
ya. Makanya di dalam sistem tangga
darurat
simulasi keadaan emergency itu
sangat-sangat penting karena itu dalam
sebuah bentuk pelatihan bagi diri para
pekerja. Bagaimana caranya apabila
terjadi keadaan darurat mereka
mengatasinya.
Oke, sampai di sini ada yang mau
bertanya?
Apakah ada yang mau bertanya kira-kira?
Oke, kalau enggak ada yang bertanya ya,
materi untuk pengawas ketiga minggas
juga telah berakhir ya, rekan-rekan
sekalian ya. Selanjutnya saya akan
melanjutkan untuk materi ahli ketiga
umum. Nah, dari teman-teman pengawas
ketiga MEGAS bagaimana? Apakah mau tetap
lanjut atau mau lift meninggalkan ruang
Zoom-nya?
Ya, kalau mau beristirahat ya
dipersilakan. Terutama untuk teman-teman
dari timur ini ya sudah di sana mungkin
sudah jam 10.30 ya.
Betul ya Mas Ribi dan Bu Aza.
Iya Pak, betul.
Oke. Jadi bagaimana mau lanjut atau mau
live? Kita serahkan kembali ya kepada
rekan-rekan sekalian. Kalau mau live
silakan sampaikan di kolom chat.
Ya, enggak apa-apa.
Tapi kalau mau tetap stay silakan,
enggak masalah juga.
Oke, stay. Oke, enggak apa-apa. Oke, ya.
Selanjutnya,
oke kita akan masuk ke dalam
materi merancang strategi pengendalian
risiko K3 di tempat kerja. Menerapkan
manajemen risiko K3 di tempat kerja.
Oke.
Nah, ini dia. Ini adalah
materi ataupun
ee istilahnya unit kompetensi dari Mbak
Dila ya, single ya, pemain tunggal ya
untuk ahli ketiga umum di akhir tahun
ini. Ini pertama kali juga ya kami
mengadakan
pelatihan K3 umum dan pengawas MIGAS ini
pertama kali pesertanya cuma satu orang
lagi ketiga umumnya
ya biasanya itu minimal 10 ya mungkin
kenanya efek akhir tahun ya biasanya
seperti itu ya rekan sekalian ya tapi
enggak apa-apa tidak mengurangi semangat
kita juga untuk belajar bersama pada
malam hari ini apabila tidak ada yang
mengerti silakan ditanyakan ya jangan
malu malu untuk bertanya kalau enggak
bertanya nanti enggak paham-paham ya
pada intinya ya.
Oke.
Nah, ada yang tahu apa itu K3?
Ada yang tahu enggak apa K3 yang selama
ini teman-teman dengar selalu di
lapangan?
Ketiga, ketiga. Tiga. Helm. Helm. Helm
gitu ya.
Apa kira-kira K3 menurutkan sekalian?
Menurut I, Pak
ya. Apa kira-kira Mas Ribi? Apa
kira-kira K3 itu?
K3 itu keselamatan kesehatan kerja, Pak.
Oke, itu singkatan ya.
Iya, iya. I
oke. Enggak apa-apa, enggak apa-apa.
Yang penting ada kemauan menjawab. Ee
lebih baik kita lebih banyak diskusi ya,
Teman-teman sekalian, ya. Daripada kita
full materi itu bikin cepat ngantuk.
Nah, lebih enak kita diskusi. Jadi,
pemahaman itu lebih dapat. Nah, ketiga
tadi dijawab oleh Mas Rib itu kesehatan,
keselamatan kerja. Iya. Ya, itu enggak
salah ya, saya enggak nyalahkan juga
itu. Itu betul singkatan dari sebuah
keselamatan kesehatan kerja kig ya. Tapi
menurut definisinya ketiga itu apa?
Apa kira-kira?
Apa definisi dari K3 menurut teman-teman
sekalian yang teman-teman ketahui selama
ini
apa?
Iya, silakan Madila. Menurut saya, K3
itu merupakan keselamatan kesehatan
kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan
itu untuk mengendalikan risiko di mana
risiko itu pasti ada karena dilakukannya
kerja. Eh, maksud saya
aktivitas pekerjaan. Risiko itu
iya pasti ada karena adanya aktivitas
pekerjaan yang dibutuhkannya K3 itu
untuk agar mengurangi yang terjadinya
yang namanya bahaya, Pak, pada pekerja
seperti itu.
Oke. Baik, terima kasih ya ee untuk
penjelasan terutama keberanian ya untuk
mencoba menjawab tidak apa-apa. Oke, itu
hampir mendekati betul jawaban dari
teman-teman sekalian ya. Terima kasih
untuk jawabannya. Jadi ketiga itu dengan
upaya ya upaya penyelamatan ya dimulai
dari diri sendiri dahulu.
Betul enggak?
Bagaimana caranya kita menyelamatkan
orang lain kalau kita menyelamatkan diri
sendiri aja enggak becus?
Nah, itu yang pertama dahulu. Ketiga itu
upaya menyelamatkan diri sendiri
terlebih dahulu. Orang lain
yang ada di lokasi kerja.
material
ya alat
kok semua yang berada di dalam lokasi
kerja agar apa agar terselamatkan,
agar tidak menimbulkan kerugian
baik itu kuburan jiwa maupun lingkungan.
Ya, itu jawaban hampir sama. Karena di
setiap lokasi kerja yang aktivitasnya
apakah itu jenisnya kategorinya resiko
tinggi, resiko rendah, dan sebagainya
itu pasti ada bahaya, pasti ada
risikonya.
Oke.
Oke. Nanti kita akan lihat apa beda
bahaya dan resiko itu apa. Oke. Ketiga,
pengertian ketiga itu apa?
Ketiga adalah segala kegiatan untuk
menjamin dan melindungi keselamatan dan
kesehatan tenaga kerja melalui upaya
pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit
akibat kerja. Ya, itu menurut Undang ee
Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun
2012.
Ya, kalau di dalam dunia ketiga
regulasi paling tertinggi itu dinamakan
dengan Undang-Undang Nomor 1 1970 yang
terdiri dari 18 pasal dan 11 bab.
Ya, itu adalah undang-undang utama ya
istilahnya denk-nya di dalam dunia
ketiga itu adalah aturan yang belum
pernah kena revisi sama sekali sampai
saat ini. Padahal usia aturannya itu
telah mencapai 50 tahun
ya, sudah mencapai 55 tahun usia dari
undang-undang tersebut. Tetapi kenapa
belum diperisi? karena undang-undang
tersebut masih sesuai dengan
perkembangan ilmu dan ilmu dan
pengetahuan ya, ilmu dan teknologi ya
sampai saat ini.
Oke. Jadi tujuan ketiga itu apa?
Untuk mencegah terjadinya kecelakaan
kerja dan penyakit akibat kerja. Oke,
penyakit akibat kerja contohnya apa?
Apa? Contoh penyakit akibat kerja
cedera, Pak.
Iya. Cedera itu kecelakaan
ya. Apabila misalkan nih kita terjatuh
lalu kita mengalami cidara. Cidaranya
apa? Patah, tulang,
dislokasi dan sebagainya. Tapi ini
maksudnya penyakit akibat kerja. Apa
contohnya?
Contoh penyakit yang ditimbulkan akibat
pekerjaan. Apa?
Penyakit hati.
Hah? Iri-iri dengki ya.
Apa yang lain? Apa contohnya? Ayo.
Contoh penyakit yang ditumbuhkan akibat
pekerjaan.
Apa contohnya?
Contoh dari rekan sekalian.
Ayo. Apa?
Apa contohnya?
Ayo, jangan mau malu.
Penyakit akibat kerja. Apabila kita
bekerja di pabrik semen, apa penyakit
yang akan timbul?
Apa?
Ayo.
Sesak napas, Pak.
Sesat napas ataupun biasanya kita kenal
dengan is
ispa.
Inspeksi
apa? Inspeksi penyakit saluran atas.
Jadi pada intinya teman-teman sekalian
ketika kita bekerja di perusahaan ya
jangan jamin teman-teman sekalian itu
memang selamat dari kecelakaan kerja
tapi belum tentu teman-teman sekalian
akan selamat dari penyakit akibat kerja.
Contohnya teman-teman sekalian operator
boiler ya teman-teman sudah bekerja di
perusahaan selama 8 tahun sebagai
operator boiler tanpa menggunakan APD.
Ya, apa akan terjadi pada telinga
teman-teman sekalian
ya? Boleh kan berisik ya.
Tuli.
Tuli itu penyakit enggak?
Penyakit Pak. Pak penyakit. Penyakit
yang ditimbulkan karena apa?
Kebisingan.
Karena kebisingan. Karena kebisingan itu
dari mana datang? nya
dari kerja, Pak.
Nah, dari
kerja dia sebagai operator
boiler tadi.
Nah, itu yang dinamakan, Teman-teman
sekalian, penyakit akibat kerja.
Kecelakaan kerja dampaknya langsung
terlihat, efeknya langsung terlihat.
Tapi kalau kecelakaan kerja ee kalau
penyakit akibat kerja efeknya enggak
langsung terlihat
ya. Efeknya itu akan terlihat baru nanti
di 5 tahun kemudian, di 10 tahun
kemudian ketika teman-teman masih
bekerja di perusahaan yang sama.
Ya, enggak ada orang misalkan baru
bekerja 1 tahun dia langsung budek
ya. Maksudnya itu dia langsung budek.
Istilahnya budek itu sudah parah banget
enggak? Tapi memang nanti di tiap tahun
itu akan berkurang terus-menerus tingkat
pendengarannya.
Makanya kan di setiap kita mau masuk ke
perusahaan, kita disuruh medical medical
check up ya. Tujuan apa? Untuk
mengetahui
bagaimana kondisi dari para pekerja
ketika awal masuk di sebuah perusahaan.
Ya, mungkin nih di awal masuk perusahaan
kondisi tubuhnya sehat sekali ya, tidak
ada penyakit ternyata. ketika dilakukan
medical
medical check up secara rutin ya karena
medical check up itu kan ada terbagi
menjadi tiga ya
medical up ataupun MCU awal, MCU berkala
dan MCU khusus.
MCU berkala ini yang kita lakukan di
tiap tahunnya untuk mengecek
kondisi ataupun kesehatan dari para
pekerja.
Ada enggak si pekerja itu terdampak dari
pekerjaan yang dilakukannya? Nah, itulah
tujuan dari medical check up yang
dilakukan oleh pihak perusahaan itu ada
semuanya tertuang di dalam Permenaker
nomor 3 tahun 1982.
Oke,
tujuan ketiga. Tujuan ketiga itu yang
pertama kalau berdasarkan Undang-Undang
Nomor 1970
ya. agar setiap tenaga kerja terjamin
keselamatannya untuk hidup dan
meningkatkan produksi kerja serta
produktivitas nasional.
Lalu agar orang lain yang berada di
tempat kerja terjamin keselamatannya.
Siapa orang lain yang dimaksud di sini?
Selain tenaga kerja kita, ya. Selain
pekerja kita, siapa orang lain ini? Ayo
bantu jawab.
Siapa orang lain yang masuk di sini?
Agar orang lain yang berada di tempat
kerja terjamin keselamatannya. Ini di
luar tenaga kerja perusahaan kita agar
orang lain yang berada di lokasi kerja
kita terjamin keselamatannya. Siapa
orang lain ini?
Audit atau tamu, Pak?
Betul. Visitor
ya. Tamu perusahaan. kontraktor ataupun
subcon. Lalu siapa lagi? Vendor.
Betul enggak? Contohnya kenapa ini
menjadi tanggung jawab perusahaan?
Makanya di setiap kita misalkan kita
ee istilahnya kontraktor lalu masuk ke
area perusahaan owner, kita dilakukan
safety induction. Enggak
pernah enggak teman-teman sekalian di
safety induction
misalnya kan teman-teman sekalian dapat
project di Pertamina ataupun di
perusahaan-perusahaan lain lalu pertama
kali teman-teman sekalian masuk ke dalam
perusahaan tersebut pasti di hari
pertama itu teman-teman dilakukan safety
induction
pernah enggak sadar enggak
atau belum pernah Nah,
set indak itu contohnya apa, Teman-teman
sekalian? Mengisi formulir
ya, lalu dijelaskan aturan-aturan K3
yang ada di perusahaan.
Mungkin aturannya seperti ini. Ketika
rekan-rekan sekalian akan bekerja di
area produksi, teman-teman sekalian
wajib menggunakan APD helm, sepatu
safety, dan sebagainya
ya. Lalu aturan jam kerja di perusahaan
tersebut.
Lalu titik kumpulnya di mana, jeluk
refokasi di mana, posisi APnya di mana,
posisi kotak P3K-nya di mana, itu
dijelaskan biasanya di dalam safety
induction. Oke. Lalu selanjutnya agar
sumber produksi dapat dipakai secara
aman dan efisien
secara universal.
Tujuan ketiga itu adalah mencegah
terjadinya kecelakaan.
mencegah agar kecelakaan yang serupa
tidak terulang kembali. Menjamin pekerja
dapat mengembangkan potensinya sesuai
harkat dan martabatnya sebagai manusia.
Itulah tujuan dari ketiga itu kenapa
digembar-gembor ya oleh Kementerian
Ketenagakerjaan dan diaker setempat.
Inilah tujuan ketiga itu memanusiakan
manusia.
Nah, seperti itu rekan-rekan sekalian.
Oke, selanjutnya kita lihat apa itu
insiden, accident dan nirmis. Pernah
mendengar nirmis? Hampir celaka?
Kemarin sempat saya singgung ya di hari
penjelasan di IT. Nirmis. Ada yang tahu
itu nirmis apa? Hampir celaka.
Pernah enggak mengalaminya? Hampir
celaka.
Contohnya kemarin saya kasih contoh
teman-teman sekalian bekerja di area
project lalu teman-teman sekalian
melintas di area project yang ada orang
bekerja di ketinggian.
Lalu orang ketinggian itu enggak sengaja
nyenggol
ee kunci
kunci pipa atau kunci apapun. terjatuh
ya, terjatuh ke bawah dan teman-teman
melintas. Kunci pipa tersebut terjatuh
di depan teman-teman sekalian
tapi tidak mengenai teman-teman
sekalian.
Itu dinamakan dengan nermis ataupun bisa
dikatakan hampir hampir celaka.
insiden
suatu kejadian yang tidak diinginkan
bilamana pada saat itu sedikit saja ada
perubahan maka dapat mengakibatkan
terjadinya
accident ataupun kecelakaan kerja.
Contohnya
teman-teman sekalian melintasi koridor
yang baru siap dipel
ya.
Di kor tersebut tidak dipasang
rambu-rambu yang memberitahukan bahwa
lantai masih dalam keadaan licin.
Dengan PD-nya, Teman-teman sekalian
melintas di koridor tersebut. Ya, di
tengah perjalanan ternyata teman-teman
sekalian tergelincir.
Akan tetapi teman-teman sekalian masih
bisa menyeimbangkan badan.
Ya, kebayang enggak ilustrasinya?
Ya, kita melintas berjalan di koridor
yang masih basah. Kita tergelincir tapi
kita masih bisa menyeimbangkan badan
kita. Kita enggak terjatuh.
Pernah enggak ngalaminnya?
Pernah. Ya, jangankan di tempat kerja,
di rumah mungkin.
Nah, itu masuk kategorinya ke dalam
insiden.
Oke. Kenapa masuk dalam kategori
insiden? Teman-teman sekalian sudah
masuk yang dinamakan proses kecelakaan
kerja tapi tidak ada kerugian di sana.
Oke. Setiap teman-teman mengalami proses
kecelakaan kerja tapi tidak mendapatkan
kerugian. Kerugian yang dimaksud di sini
apa? Cidera. Apakah itu memar, gores,
terbentur,
ya terjatuh dan sebagainya.
Nah, itu masuk kategorinya ke dalam
insiden. Mengalami proses kecelakaan
kerja tapi tidak ada kerugian di sana.
Tapi apabila nih ketika teman-teman tadi
tergelincir dan terjatuh
ya, tergencir dan terjatuh, kepala
teman-teman sekalian terbentur ke
dinding, berdarah, benjol.
Itu masuk ke dalam kategori accident.
Teman-teman sekalian telah mengalami
kecelakaan kerja dan menimbulkan
kerugian.
Apa kerugiannya tadi? Kepala benjol
ataupun berdarah
itu masuk ke dalam kategori.
Oke, untuk lebih jelasnya kita lihat
dari contoh sebuah video.
Kita akan coba lihat dari contoh Nirmis
terlebih dahulu. Oke,
inilah contoh videois.
We're all under pressure to get the job
done.
But regardless of how urgent or
important a job might pay,
nothing's worth risking your safety.
Whether you're a worker or an employer,
we can make the workply safe.
Because no matter what you do, safety
starts with you.
Oke,
jelas terlihat
contoh-contoh dan nirmis tadi hampir
tersentrum,
hampir terjatuh
ya
itu masuk dalam kategori nirmis. Kita
lihat lagi contoh dari sebuah insiden.
Oke, ini adalah contoh insiden
rapaz.
Oke,
bisa melihat video tadi dia mengalami
proses kecelakaan kerja, tapi ada
kerugian enggak di sana? enggak ada ya,
tapi dia telah dinamakan mengalami
proses kecelakaan
kerja tapi tidak mengalami kerugian
ya, tidak mengalami cedera dan
sebagainya. Kita lihat lagi contoh dari
sebuah accident.
Entar.
Oke,
ini adalah contoh dari sebuah accident.
Oke, itu adalah contoh dari sebuah
Aciden ya teman-teman sekalian ya.
Kecelakaan kerja orang tertimpa dari
bakat ya bakat pengecoran ya jadi remuk
itu pasti teman-teman sekalian ya itu
dinamakan dengan kecelakaan kerja akibat
apa? Unsafe action ya.
Oke kita kembali lagi pada materi.
Oke selanjutnya ada lagi bahaya. Nah ini
bahaya ya teman-teman sekalian ya. Jadi
di dalam dunia manajemen risiko itu kita
mengenal yang dinamakan dengan bahaya,
risiko, unsafe action, unsafe condition.
Ya, bahaya. Bahaya itu adalah semua
sumber
ataupun potensi.
Nah, bahaya itu maksudnya semua sumber
ataupun situasi aktivitas yang
berpotensi menimbulkan cidera atau
penyakit akibat kerja. Dia baru potensi
sifatnya ya, Teman-teman sekalian ya.
Baru berpotensi belum tentu dia akan
kecelakaan.
Nah, seperti itu. Oke, mau contohnya
apa?
Nah, nanti akan kita lihat ya. Lalu
risiko.
Risiko itu adalah sebuah kemungkinan
terjadi
bahaya tadi.
Lalu ada lagi contohnya konsekuensi yang
selanjutnya. Jadi dalam manajemen risiko
itu kita mengenal adanya bahaya. Terus
dari potensi bahaya tadi menimbulkan
risiko. Risiko itu menimbulkan
konsekuensi.
Oke, itu adalah urutannya.
Oke, kita saya kasih ilustrasinya.
Saya bekerja di ketinggian 5 m,
rekan-rekan sekalian ya. Memasang lampu,
ya. Nah, apakah bahaya yang saya hadapi?
Saya memasang lampu di ketinggian 5 m.
Apa bahaya yang saya hadapi?
Terjatuh, Pak.
Weh, terjatuh.
Tetot masih salah.
Oke, yang lain. Kalau terjatuh itu masuk
ke dalam risiko namanya.
Nah, yang saya tanyakan bahaya ketika
saya memasang lampu di ketinggian 5 m.
Apa bahayanya?
Ya, bantu jawab.
Ayo, kalau ragu-ragu enggak apa-apa
sampaikan aja.
Saya memasang lampu di 5 m. Apa bahaya
yang saya alami,
yang saya hadapi? Apa bahayanya?
Saya memasang lampu di ketinggian 5 m.
Apa bahaya yang saya hadapi?
Apa, Teman-teman sekalian?
Terjatuh dari ketinggian enggak, Pak?
Terjatuh dari ketinggian.
Itu jawab siapa ya?
Mas Willy.
Pak Willy.
Oke, Pak Willy. Oke.
Hampir mendekati ya. Jadi bahaya yang
diapi, yang dihadapi itu apa?
Ketinggian.
Oh,
oke.
Bahayanya enggak terjatuh.
Itu resikonya.
Oh iya ya.
Oke. Konsekuensi dari terjatuh apa?
Konsekuensinya terjatuh
hm apa?
Cidra. Cidra.
Cidera ya. Cideranya apakah itu
cederanya mati, patah dan sebagainya.
Oke, sampai di sini paham?
Paham, Pak.
Yakin.
Oke.
Oke. Ketika saya bekerja ketinggian,
bahaya yang saya hadapi adalah
ketinggiannya.
Potensi
ya. Baru potensi
ya. Sumber bahaya saya itu baru
ketinggian.
Apabila saya bekerja di ketinggian itu
resiko yang saya hadapi apa?
Apabila misalkan saya ee tergelincir dan
sebagainya. Apa resikonya tadi?
Ter
tersengat listrik.
Lah pembayarnya ketinggian. Ngapain
resikonya tersengat listrik?
Risikonya ter terjatuh.
Nah, ketika saya terjatuh apakah sudah
pasti saya akan mati?
Tidak, Pak.
Tidak.
ya tidak ada kan yang bisa memastikan
konsekuensinya apakah mati patah tulang
dan sebagainya.
Betul enggak?
Nah seperti itu ya teman-teman sekalian
ya. Jadi ketika kita membuat JSA, kita
membuat HIRA yang kita kelola itu apa?
Ketidakpastian
ya yang kita kelola ketidakpastian
enggak semuanya dari tadi
ya? Potensi bahayanya apa? Ketinggian.
Nah, ketika saya bekerja di ketinggian,
apakah 100% saya akan terjatuh?
Bagaimana?
Apakah pasti saya akan 100% terjatuh?
Tidak, Pak.
Tidak. Ketika saya terjatuh, apakah 100%
saya akan mati?
Tidak, Pak.
Tidak. Jadi, perhentinya apa?
ketidak pastian
baru hanya bisa dinamakan sebatas kemung
kemungkinan.
Oke, sampai di sini paham?
Oke, kita kasih contoh satu lagi.
Saya membersihkan
Oh, enggak usah yang simpel-simpel aja.
ee saya mengoperasikan
forclip
ya di area pergundangan
ya. Saya mengoperasikan proclip dengan
muatan
5 ton ya. Apa bahaya yang dihadapi?
Apa bahayanya?
Atau terlalu sulit ya contoh ya.
Tertimpa, Pak.
Oke. Tertimpa
itu baru ri risiko
ya. Bahayanya apa?
Kalau tertimpa risiko terbalik resiko.
Nah, bahayanya apa?
Apa
bahayanya? Pengang pengangkatan
ya. Bahaya pengangkatan 5 ton tadi
ya. Mungkin nih for clip-nya itu cuma
mampu mengangkat 3 ton malah diangkat
odol ya overload
sampai 5 ton. barulah bahayanya tadi eh
resikonya tadi tertimpa
ataupun terbalik ya. Konsekuensinya apa?
Kecelakaan, Pak.
Ya, kecelakaan.
Bisa jadi for clip-nya rusak,
materialnya hancur. Betul enggak? Itu
konsekuensinya.
Oke. Sampai sini bisa membedakan bahaya,
risiko, dan konsekuensi.
Bahaya itu potensi. Risiko itu
kemungkinan,
konsekuensi itu efek.
Oke. Jadi di dalam dunia kita, di dalam
dunia ketiga yang kita kelola itu adalah
sebuah ketidak pastian. Eh, oke. Saya
kasih contoh satu lagi.
Saya memperbaiki
kabel yang mengelupas ya.
kabel yang nyala dalam keadaan
saya memperbaiki kabel mengelupas dalam
keadaan diali listrik.
Apa bahaya yang saya hadapi?
Apa bahayanya?
Bahaya tegangan, Pak.
Bahaya tegangan. Ya, tegangan itu apa
namanya?
Setrum.
Arus listrik.
Arus listrik, ya.
Harus bisa bedain ya. Bahayanya arus
listrik. Resikonya apa?
Kesetrum, Pak.
Tersentrum. Konsekuensi tersentrum
bisa kematian.
Bisa kematian, ya. Oke, sampai di sini
paham
bahaya? Ee istilahnya perbedaan antara
bayar, risiko, dan
konsekuensi. Oke, sampai di sini paham
ya? Sudah tiga contoh saya berikan. Oke,
nanti kita akan bikin workshop-nya
pembuatan
HIRA.
Oke. Lalu kita mengenal lagi sumber
bahaya lingkungan kerja.
Sumber bahaya lingkungan kerja itu
terdapat lima ya berdasarkan Permenaker
nomor 5 tahun 2018.
Baya di tempat kerja itu terbagi menjadi
lima. Yang pertama bahaya fisik. Bahaya
fisik itu apa-apa saja contohnya?
ketinggian
mesin ya, alat berat dan sebagainya,
ruang terbatas, tekanan, kebisingan
listrik, dan yang lain. Bahaya kimia
contohnya apa? Bahan yang beracun,
reaktif, radioaktif, mudah meledak,
iritasi, dan korosif. Bahaya biologi
berhubungan dengan bakteri, virus,
jamur, tanaman, dan binatang.
Bahaya ergonomi, manual handling,
gerakan berulang, postur kerja. Tahu
manual handling?
Pengangkatan secara manual. Contohnya
apa? Kayak kita ngangkat galon
itu masuk ke dalam manual handling.
Lalu bahaya psikologi. Contohnya stres,
ya. Stres karena pekerjaan, stres karena
atasan yang toksik,
stres karena rekan kerja. Ya, banyak ya
macam-macam stres di area kerja. Lalu
kekerasan
ya, kekerasan ini juga banyak contohnya.
Ada kekerasan secara fisik ataupun
visual
ya. Lalu ada lagi pelecehan
ya. Pelcean itu sekarang tidak hanya
dialami oleh wanita, tapi juga dialami
oleh pria, baik pcean secara visual
maupun pelayanan fisik. Pengucilan.
Pengucilan identik dengan apa? Bully di
area kerja ya.
Terutama bully ini banyak terjadi yang
berhubungan dengan ras, kulit dan
sebagainya.
Lalu kita lihat lagi ada yang dinamakan
dengan tindakan tidak aman atau biasanya
kita kenal dengan unsafe action dan
kondisi tidak aman atau biasa kita kenal
dengan unsafe condition.
Oke, contoh tindakan tidak aman ataupun
unsafe action apa?
kecepatan tidak layak atau
mengoperasikan kendaraan dalam kecepatan
tinggi,
menggunakan alat kerja yang rusak,
mengangkat beban secara overload,
apalagi merokok di area kerja, tidak
menggunakan APD. Itu semuanya masuk
salah satu contoh dari unsafe action.
Unsafe condition apa contohnya?
tidak adanya
pelindung
ya pelindung apa seperti tidak pembatas
ya ataupun handrail
pada tangga
itu masuk ke dalam kondisi yang
berbahaya ataupun unsafe condition kabel
listrik yang telanjang ataupun kabel
listrik yang terkelupas masuk ke dalam
kategori unsafe condition
adanya lubang di area kerja masuk ke
dalam unsafe condition. Penerangan tidak
layak ataupun remang-remang masuk ke
dalam kategori unsafe condition. Oke,
sampai di sini paham? Beda antara unsafe
action dan condition. Unsafe action
banyak arahnya kepada tindakan yang
berbahaya.
Kalau unsafe condition arahnya kepada
kondisi tidak aman ataupun kondisi yang
berbahaya. Oke.
Nah, ini adalah contoh dari
unsafe action dan unsave condition.
Oke. Nah, saya minta teman-teman
sekalian cukup
beritahu saya contoh dari satu unsafe
action dan satu unsafe condition
pada gambar yang ada pada layar laptop
ataupun handphone teman-teman sekalian.
Oke, saya mulai dulu dengan Mbak Adila.
Oke, bisa open mic
bisa, Pak.
Oke. Coba sebutkan satu contoh unsafe
condition dan satu contoh unsafe action.
Unap action, Pak, itu pada nomor 14 dan
unsaf condition itu pada nomor 4.
Unsve
action pada nomor 14
apa itu?
Bekerja.
Bekerja di atas landasan yang tidak
stabil ya.
Heeh.
Ansep condition-nya tadi yang mana?
Yang nomor empat, Pak. Air tergenang di
bawah.
Oke.
Air yang tergenang itu masuk ke dalam
potensi
unsafe condition. Oke, terima kasih.
Terima kasih, Mbak Dila.
Selanjutnya, Mas Ribi
coba sebutkan unsafe action dan unsafe
condition.
Iya, Pak. Untuk unsave action-nya
nomor 10, Pak. Untuk uns condition-nya
16.
Oke, unsafe condition-nya nomor 16. Oke,
betul. Nomor 10 itu adalah kegiatan
bekerja sambil
merokok, ya.
Nomor 16 itu adalah penyusunan material
yang berantakan, ya, berhubungan dengan
5R ya.
Selanjutnya
Mas Willy.
Mas Wi masih ada.
Iya, Pak.
Mas Wi. Willy.
Oke, Mas Willy.
Eh,
coba sebutkan Mas W satuar
13 sama 16, Pak.
13 itu yang untuk apa?
Eh, action ya. Eh, action.
Oke.
AC.
Action. Membawa material melebihi
kemampuan.
Heeh.
Kondition-nya
16, Pak.
16 sama itu sudah diambil Mas Fribi tadi
yang lain.
Eh, yang lain
12 12
oke pengatan material ya, lifting ya.
Iya.
Pengikatan
lifting yang tidak betul.
Heeh.
Oke. Dan itu ada tambahan lagi ya. Ini
mungkin nomor 18 orangnya.
Iya, Pak.
Iya. Ini unsafe action namanya.
Tidak boleh di aturannya ketika lifting
itu tidak boleh ada sama sekali orang di
dalam ataupun di bawah
di bawah material atau di bawah barang
atau
Iya, betul sekali. itu dinamakan dengan
line of fire namanya ya kalau di versus
lifting. Oke, selanjutnya terima kasih
Mas Willy. Selanjutnya Mas Taufik hadir.
Oke, Mas Tofik belum jawab. Selanjutnya
Mbak Azah.
Silakan.
Mbak Azah masih hadir,
Mbak Azah?
Iya, Pak.
Coba sebutkan
kalau untuk conditionnya
nomor del.
He.
Aduh, saya
nomor dua.
Oke, kebalik ya sepertinya ya.
kebalik ya, Mas. Eh, Mas Aza, Mbak Aza,
unsave action-nya itu nomor dua, unsave
condition-nya nomor 8. Oke,
itu
kebalik ya. Nomor del itu adalah
condition, lubang menganga.
Kalau nomor dua yaitu tindakan
menyempurkan
hawa panas ke tubuh. Ya, itu unsafe
action. Oke, sampai di sini paham
perbedaan antara unsafe action dan
condition?
Paham, Pak.
Oke. Kenapa saya berikan ilustrasi
seperti ini? Karena ini biasanya terjadi
di lokasi kerja kita. Betul enggak?
Pernah enggak kita pasti kita menemukan
salah satu dari kegiatan ini.
Sembrautnya di lokasi kerja.
Ya, pasti kita menemukan ya. Paling
simpelnya apa? Pasti kita menemukan ada
orang yang merokok di lokasi kerja.
Terus apa lagi? Ada air yang tergenang,
ada material seperti paku-paku yang
berserakan
ya. Apalagi kabel yang telanjang ataupun
terkelupas,
orang yang membawa material ataupun
bahan overload
ya. Lalu apalagi? Adanya lubang di area
kerja ya. Pelisaringan terutama di
construction ya. Lalu apalagi
nih? Penyusunan material yang
berantakan.
Nah, seperti itu ya. Ini adalah sebuah
ilustrasi
di sebuah area kerja ya. Apabila
penerapan K3 itu tidak ada
ya, selalu bahaya yang akan mengintai
kita tentunya.
Oke, selanjutnya risiko. Risiko tadi
sudah kita
pelajari bersama. Risiko itu adalah
sebuah kemungkinan
kerugian yang akan timbul dari sumber
bahaya tadi. Betul ya?
Ketika kita bekerja ketinggian,
kemungkinannya apa? Terjatuh. Baru
mungkin kan belum pasti kita terjatuh.
Tapi kemungkinannya itu paling besar
adalah ter jatuh.
Oke, sampai sini paham ya? Bahaya dan
risiko dan konsekuensi. Oke. Nah,
manajemen risiko
kita lihat kembali. Manajemen risiko
adalah suatu pendekatan yang terstruktur
dalam mengelola ketidakpastian yang
berkaitan dengan ancaman ya. Bukan
hubungan aja dengan pacar yang enggak
pasti itu teman-teman sekalian ya. Di
dalam dunia ketiga juga ada yang
dinamakan dengan manajemen risiko ya.
Sebuah ketidakpastian yang harus kita
kelola dengan baik
ya. Kalau hubungan dengan pacar kalau
enggak pasti bisa kita tinggalkan ya.
Tapi kalau biaya dan risiko di area
kerja kalau enggak pasti itu harus
dikelola ya agar apa? Agar nantinya
tidak menimbulkan kecelakaan kerja dan
penyakit akibat kerja.
Analisa risiko ataupun risk analisis
adalah kegiatan analisa suatu risiko
dengan cara menentukan besarnya
kemungkinan ataupun probability dan
tingkat keparahan dari akibat ataupun
konsekuensi suatu risiko.
Penilaian risiko ataupun risk
assessment. Nah, ketika kita menilai
sebuah risiko berarti kita harus
melakukan penilaian dalam bentuk
angka-angka nantinya. Nah, itu akan kita
pelajari nanti.
Manfaat manajemen risiko yaitu untuk
menjamin kelangsungan usaha dengan
mengurangi risiko dari setiap kegiatan
yang mengandung bahaya.
Menekan biaya untuk penanggulangan
kejadian yang tidak diinginkan.
Menimbulkan rasa aman di kalangan
pemegang saham mengenai kelangsungan dan
keamanan investasi.
meningkatkan pemahaman dan kesadaran
mengenai risiko operasi bagian setiap
unsur dalam organisasi perusahaan.
Memenuhi persyaratan perundangan yang
berlaku.
Oke, selanjutnya kita mengenal
perangkat dari sebuah manajemen risiko.
Di Indonesia perangkat manajemen risiko
itu terbagi menjadi sembilan. Ada yang
namanya Hira, JSA,
Checklist, brainstorming, what if,
Hazops, FMEA,
analisis spon kegagalan dan data
kecelakaan.
Akan tetapi di Indonesia itu lebih
banyak atau di perusahaan-perusahaan itu
lebih banyak yang menggunakan HIRA 1 dan
JSA
1. Pernah mendengar ya? Hira dan JSA.
Oke, mungkin yang akan kita pelajari
dalam malam hari ini adalah HIRA. Nah,
seperti itu ya, Teman-teman sekalian.
Hira itu artinya adalah Azar
Identification Risk Assessment
Determining Control. Nanti akan kita eh
lakukan workshop ya karena ini peserta
dikit mungkin nanti akan saya bantu
menjelaskan pembuatannya saja.
Oke, tujuan dari Hira itu apa? Yang
pertama untuk mengidentifikasi semua
faktor yang dapat membahayakan tenaga
kerja dan orang lain.
Berarti kita semua faktor-faktor yang
membahayakan ya ataupun sumber-sumber
bahaya yang ada di perusahaan itu harus
teridentifikasi.
Itu tujuannya dari si Ira tadi untuk
mempertimbangkan kemungkinan bahaya yang
sebenarnya yang bisa menimpa siapapun
dalam keadaan kasus tertentu dan
konsekuensi yang mungkin timbul darinya.
Oke. Mempertimbangkan kemungkinan
bahaya. Ya, betul tadi ya.
Itu dinamakan dengan ris
ris risiko. Oke, selanjutnya yang
ketiga. Untuk memungkinkan pengusaha
atau perusahaan merencanakan,
memperkenalkan, dan memantau tindakan
pengendalian untuk memastikan bahwa
risiko dikontrol memadai setiap saatnya.
Kapan melakukan Hira? Yang pertama untuk
situasi di mana bahaya tampak
menimbulkan ancaman yang signifikan.
Tidak yakin apakah pengendalian yang ada
membadai atau belum. Sebelum menerapkan
tindakan korektif ataupun preventif oleh
organisasi atau perusahaan yang
bermaksud untuk terus meningkatkan SMK
3.
Ya, siapa yang membuat Hira?
yang membuat Hira itu adalah safety
personal
ataupun orang ASEA-nya.
Lalu bisa jadi departemen manajer,
karyawan yang terlibat dalam proses
kerja, karyawan representatif ataupun
karyawan yang ditunjuk, owner
representatif, desain engineer, dan
personal maintenance.
Nah, elemen pokok itu terdiri dari
pertama kita lakukan identifikasi
bahaya,
analisa risiko, dan pengendalian risiko
yang ada.
Oke,
urgensi dan kenapa
HIRA itu perlu atau Hirac itu perlu di
sebuah perusahaan?
Kenapa? Yang pertama itu kewajiban di
beberapa negara tertentu terutama di
Indonesia mengacu kepada PP nomor 50
tahun 2012 tentang SMK 3.
Merupakan standar OSAS 18001 tahun 2007
dan telah bermigrasi ke ISO 45001
tahun 2018.
Yang ketiga, sebagai alat bantu dalam
upaya untuk menjamin keselamatan dan
kesehatan pekerja, penentuan apakah
pengendalian yang diterapkan telah
efektif atau tidak. Pengontrolan setiap
risiko sebelum terjadinya sebuah
konsekuensi.
Dan ini adalah dasar hukumnya, ya. Jadi,
Hira itu atau penjasa itu telah diatur
dalam PP nomor 50 tahun 2012. Nah, di
ini terdapat pada closul 1.4.6,
lalu ada lagi clausul nomor 2 dan juga
adalah closul-klostul lain tentunya.
Oke, selanjutnya.
Oke, ini adalah dasarum. Selanjutnya
penilaian risiko
ataupun kita kenal dengan risk
assessment.
Nah, ada tiga hal utama rekan-rekan
sekalian ya dalam kita membuat hira itu.
Yang pertama kita harus melakukan
penilaian risiko ataupun analisa risiko.
Di dalam penilaian risiko itu ada
rumusnya ya. Perkiraan seberapa besar
dampak yang ditimbulkan bila suatu
risiko itu terjadi ataupun menjadi
kenyataan. itu dinamakan dengan
konsekuensi tadi
seberapa lama ataupun sering
resiko itu terpajan ataupun bisa
dikatakan itu frekuensinya
seapa besar kemungkinan probability ya
itu masuknya ke dalam
likelihood nantinya. Oke, jadi rumus
mencari sebuah risiko itu adalah
likelihood dikalikan dengan severity
ataupun tingkat keparahan.
Jadi, Teman-teman sekalian yang perlu
saya sampaikan juga kepada rekan-rekan
sekalian ya, form Hira di setiap
perusahaan itu berbeda-beda. Antara
perusahaan A dan perusahaan B dan
perusahaan C itu pasti form hiranya
berbeda-beda. Kenapa? karena ketentuan
bakunya pun dari peraturan pemerintah
ataupun undang-undang internasional itu
belum ada.
Ya, seperti itu.
Makanya ketika teman-teman yang hobi
pindah-pindah perusahaan
pasti menemukan form-form
itu tidak ada ketentuan bakunya pasti
berbeda-beda
ya. Kadang ada dia yang di dalam
kolomnya itu menggunakan namanya
likelihood,
ada yang menggunakan namanya frekuensi,
adaama yang menggunakan namanya
kemungkinan pada kolom-kolomnya.
Ya, yang pada intinya likelihood
frekuensi itu artinya adalah kemungkinan
peristiwa berbahaya itu ditentukan akan
terjadi.
Lalu ada lagi kolom selanjutnya severity
atau biasanya kita ketahui dengan
tingkat keparahan. Konsekuensi dari
peristiwa berbahaya tentu akan terjadi
ya. Jadi ketika kita menilai sebuah
risiko rumusnya adalah
likelihood ini dikalikan dengan
severity. Oke, kita lihat contohnya nih.
Ini adalah matriks penilaian risiko.
Oke, ini dinamakan dengan matriks
penilaian risiko, rekan-rekan sekalian.
Yang pertama matriks peluang ataupun
kemungkinan ataupun frekuensi ataupun
likelihood namanya. Terserah apapun
namanya yang penting itu adalah
kemungkinan
ya ataupun frekuensi.
Oke, nilainya ada dimulai dari tingkat
terendah 1, 2, 3,
4, dan 5.
Nilai satu itu disebutkan rare ataupun
jarang sekali terjadi keterangannya.
Suatu insiden mungkin dapat terjadi pada
suatu kondisi yang khusus, luar biasa
ataupun setelah bertahun-tahun.
Kecil kemungkinan yang akan terjadi
diberikan nilai dua. Suatu kejadian
mungkin terjadi pada beberapa kondisi
tertentu, namun kecil kemungkinan
terjadinya.
Yang ketiga,
moderate ataupun sedang.
Suatu kejadian akan terjadi pada
beberapa kondisi tertentu saja,
ya. Yang keempat, mungkin terjadi
suatu kejadian mungkin akan terjadi pada
hampir semua kondisi. Yang kelima,
suatu kejadian pasti akan terjadi pada
semua kondisi atau setiap kegiatan yang
di dilakukan.
Oke.
Lalu ada lagi matriks keparahan.
Nah, ini adalah efeknya keperahan itu
apabila terjadi seperti apa. Yang
pertama, nilainya tidak signifikan
ataupun ringan.
Keterangannya tidak ada cedera kegrian
materialnya sangat kecil.
Yang kedua,
minor ataupun ringan memerlukan
perawatan P3K. Korigen materialnya
sedang.
Nilainya tiga, moderat ataupun sedang.
memerlukan perawatan medis dan
mengikbarkan hilangnya hari kerja
ataupun hilangnya fungsi anggota tubuh
untuk sementara waktu.
Kerugian materinya cukup besar.
Nilai 4 untuk tingkat keparahan
dinamakan dengan kriteriaanya major
ataupun berat. Sedera yang mengakibatkan
cacat atau hilangnya fungsi tubuh secara
total atau tidak berjalannya proses
produksi kerugian yang materinya besar.
Yang kelima,
katastrof.
Ini kriteria yang sangat berat
menyebabkan kematian ataupun fatality.
Oke. Nah, ini adalah contohnya. Oke,
saya berikan contoh kasusnya seperti
tadi. Saya melakukan pekerjaan memasang
lampu di ketinggian. Oke, bagaimana
frekuensinya?
Frekuensi saya akan terjatuh.
Oke, lihat frekuensinya.
Teman-teman sekalian akan beri nilainya
berapa?
Kemungkinan saya akan terjatuh tadi
ya. Ini untuk kita mencari nilai
risikonya. Berapa kemungkinan ketika
saya bekerja memasang lampu di atas
ketinggian 5 m tadi? Berapa kemungkinan
saya akan terjatuh?
Berapa nilainya?
Berapa?
1 2 3 4 apa 5 rekan sekalian berapa?
Dua
dua kecil kemungkinannya saya terjatuh.
Yakin ini bekerja di ketinggian loh.
Bagaimana
coba lihat dulu mungkin akan terjadi ya
nilainya itu adalah
4. Suatu kejadian mungkin akan terjadi
pada hampir semua kondisi. Betul enggak?
di hampir semua kondisi ketika bekerja
di ketinggian itu pas kemungkinan kita
akan terjatuh itu cukup tinggi. Mungkin
akan terjadi.
Kenapa enggak kita kasih nilainya 5?
Hampir pasti
ya. Hampir pasti. Kenapa? Kalau kita
berikan nilai 5 di sini, berarti kita
tidak sama sekali adanya pengendalian
terhadap bahaya ketinggian tadi.
Contohnya berarti ketika saya bekerja di
ketinggian itu saya tidak menggunakan
APD safety full body harness
ya. Kecuali ini saya kerja seperti koboy
enggak pakai APD sama sekali. Berarti
baru baru bisa diberikan nilainya 5.
Karena pasti akan dipastikan saya akan
terjatuh
ya. Tapi karena saya di sini bekerjanya
menggunakan saf body harness
yang masih mungkin saya akan terjatuh.
Kenapa? Bisa jadi ketika saya bekerja di
ketinggian saya enggak nyantol
ya. Saya enggak nyantol lanyar body
harness saya itu. Jadi kemungkinan saya
terjatuh itu ada dan nilainya adalah
4.
Oke.
Oke. Nilainya tadi adalah
em
4.
Oke, Teman-teman sekalian.
Nah, ketika saya bekerja di ketinggian
tadi apabila benar ya saya terjatuh,
bagaimana tingkat keparahan yang saya
alami nilainya?
Kita lihat kembali
berapa kita kasih nilainya
1 2 3 4 apa 5.
Coba dibaca pelan-pelan
kriterianya.
Apabila saya terjatuh dari ketinggian
ya.
Ya, tadi saya sudah menjelaskan kepada
teman-teman sekalian frekuensinya adalah
nilai 4. Kalau untuk
tingkat keparahannya apabila saya
terjatuh dari ketinggian itu berapa
nilainya?
4 apa 5?
Bagaimana?
Ayo jangan ragu-ragu
ya. Karena di dalam sebuah manajemen
risiko kita harus menganalisa
berapa kita kasih nilainya
di ketinggian 5 m ya Pak?
Iya. Berapa kemungkinan?
Harusnya sih kemungkinan lima, Pak.
Lima. mati langsung.
Iya, karena tinggi.
Oke.
Oke. Berarti kalau Mas Wiilly dia suka
yang pasti-pasti ya.
Oke. Baik. Kalau saya kasih nilainya
empat, Mas Wuli. Kenapa? Yang pertama
kan kita enggak bisa memastikan apabila
bekerja di ketinggalan 5 m. Oke. Apabila
yang terjatuh dahulu itu adalah kepala,
maka bisa dipastikan kita akan mati.
Tapi bagaimana kalau yang terjatuh itu?
Misalkan posisi ketika kita mendarat itu
yang terjatuh itu adalah ee tangan
dahulu
ya. Apakah kita akan mati?
Tidak.
Ya kan? kita. Makanya saya katakan tadi
ini adalah sebuah ketidak pastian.
Makanya kita jangan istilahnya kalau
kita bermain apa ya istilahnya
ee tebak-tebakan ataupun judul ya
kita jangan all in.
Nah, seperti itu contohnya. Makanya di
dalam kita membuat manajemen risiko,
kita tidak bisa langsung memberikan
nilainya itu adalah lima. Pasti ya. kita
harus lihat dulu kondisionalnya seperti
apa. Tadi kita analisa dulu seperti itu
ya. Nah, kalau ketinggalan 5 m saya pun
tidak bisa menyangsikan itu akan 100%
akan mati Mas Willy ya. Bisa jadi ketika
kita jatuh dari 5 m yang jatuh itu
adalah bagian tangan dahulu, kaki dulu,
pantat dahulu, pinggang dahulu, ya.
kecuali ini jatuhnya dalam keadaan salto
ya ataupun tergencir langsung kepala
langsung yang mengenai lantai ya. Kepala
mengenai lantai belum tentu juga nanti
langsung mati bisa jadi nanti dia adalah
geger otak terlebih dahulu.
Nah, seperti itu ya. Nah, untuk lebih
amannya di situ kita berikan nilainya
adalah
4 ya. Jadi kita tidak bisa memastikan
semua hal itu akan langsung kepada
kematian
seperti itu ya. Dalam dunia ketiga kita
enggak bisa langsung kecuali nih
ketinggian 20 m, 10 m itu baru lumayan
ya. Nah, seperti itu. Enggak tahu ya.
Soalnya
di bats bulan lalu ada salah satu
peserta yang mengakui dia pernah
terjatuh dari ketinggian 20 m ya tapi
dia enggak mati.
Ya, buktinya dia masih ngikut training
kan bulan lalu.
Nah, itu apa? Menadakan ya selagi masih
ada mukjizat ya, hoki
itu belum bisa dipastikan juga orang itu
akan meninggal. Nah, seperti itu
rekan-rekan sekalian ya. Tapi memang ee
di kejadiannya di aktualnya dia
mengalami cacat
ya.
Kakinya sudah tidak bisa berjalan secara
normal karena terjatuh dari ketinggian
20 m tadi.
Oke, ini adalah contoh dari form IBPR.
identifikasi bahaya penilaian risiko dan
pengendaliannya bagaimana. Ya, ini
adalah contoh FOMI PPR.
Oke, ini adalah contohnya.
Jadi, Teman-teman sekalian ee yang
seperti saya sampaikan tadi, perusahaan
A, perusahaan B, dan perusahaan C pasti
akan berbeda-beda
ya. bentuk form hirac-nya bisa dilihat
ini ini adalah ee item pekerjaannya.
Lalu di kolom selanjutnya ada potensi
bahayanya apa? Penilaian risikonya
bagaimana? Nah, ini ada yang menggunakan
kekerapan bahasanya. Kekerapan ini sama
bahasanya dengan kemungkinan ataupun
frekuensi tadi ya. Tapi dia menggunakan
bahasanya kekerapan ya. Artiannya sama
kemungkinan
ataupun frekuensinya. Lalu ada lagi yang
menggunakan bahasanya keparahan bukan
sebalikkan
lagi teman-teman sekalian ya kepada
kebijakan perusahaan masing-masing.
Oke,
selanjutnya menentukan dan menyiapkan
rencana tindakan pengendilan risiko yang
ada.
Oke,
selanjutnya. Nah, hierarki pengendalian
risiko. Hierarki pengendalian risiko
itu, rekan-rekan sekalian, berbentuk
segitiga sama sisi dalam keadaan yang
terbalik.
Nah, bisa dilihat teman-teman sekalian
eliminasi
substitusi kasa teknik administrasi APD.
APD berada di tingkat yang terbawah
ya ataupun bisa dikatakan level terendah
ataupun bisa dikatakan kurang
efektif. Jadi, Teman-teman sekalian
kalau kita sudah sertifikasi jangan
dikit-dikit membuat JSA, membuat IRA.
Yang paling utama pengendaliannya adalah
APD. Itu salah ya. Karena APD itu berada
di tingkat terbawah ataupun kurang
efektif. Ya, orang enggak perlu
sertifikasi juga ngerti. Bekerja di
pabrik, bekerja di konstruksi wajib
pakai APD ya. APD-nya apa? Helm dan
sepatu safety
ya. Jadi enggak perlu sertifikasi,
mandor-mandor kirim pekerjanya bisa
cukup sediakan APD safety SUS, safety
helmet. Pekerja sudah bisa bekerja
tapi apakah dia ngerti cara pengendalian
risiko dan bahayanya? Tidak. Nah, itu
yang membedakan antara kita yang telah
tersifikasi dengan yang belum. Nah,
dalam hierarki pengalan risiko terdapat
lima metode. Yang pertama ada eliminasi.
Eliminasi itu kita menghilangkan sumber
bahayanya
ya. Namanya saja eliminasi.
Menghilangkan berarti kita hapus sumber
bahayanya.
Substitusi
kita ganti sumber bahayanya. Rekayasa
teknik mengisolasi manusia dari bahaya
dengan metode tertentu dalam berbentuk
metode engineering. Administrasi kontrol
merubah ataupun melakukan cara pekerjaan
ataupun prosedur. APD enggak perlu saya
sebutkan lagi. Macam-macam APD ini juga
sangat banyak ya.
Dan ini adalah contohnya hierarki
pengendalian risiko.
Bisa dilihat teman-teman sekalian?
Eliminasi adalah upaya menghilangkan
sumber potensi bahaya yang berasal dari
bahan proses operasi ataupun peralatan.
Contohnya menutup lubang yang terbuka.
Ya, misalkan tadi di area kerja kita ada
lubang yang terbuka, apa yang harus kita
lakukan?
Menutup lubangnya.
Ketika kita sudah tutup lubangnya,
berarti kita menghilangkan sumber
bahayanya.
Sampai di sini paham untuk eliminasi.
Lalu menghentikan penggunaan bahan kimia
yang berbahaya.
Contohnya dahulu kala di kosmetik itu
masih menggunakan bahan merkuri,
ya. Setelah dilakukan penelitian,
merkuri itu tidak boleh digunakan di
dalam kosmetik. Kenapa? Karena
menimbulkan bahaya karsinogenik pemu
kanker.
Ya, seperti itu. Oke.
Substitusi.
Upaya mengganti bahan proses operasi
ataupun peralatan dari yang berbahaya
menjadi tidak berbahaya.
Contohnya proses menyatu diganti dengan
vakum. Tujuan apa?
untuk menghindari penyakit akibat kerja
ya untuk saluran ee inspeksi saluran
pernapasan atas dan meminimalisir bahaya
ergonomi.
Selanjutnya mengubah material yang
licin. Contohnya seperti keramik yang
ada di kamar mandi.
Kamar mandi sebelumnya menggunakan
keramik yang licin dengan potensi baya
tergelincirnya tinggi. Lalu digantilah
dengan keramik yang permukaannya ka
kasar.
Lalu proses pengecatan spray diganti
dengan penculupan.
Ya, tujuan apa?
Untuk meminimalisir potensi penyakit
akibat kerja ya, ISPA tadi. Tapi ingat
teman-teman sekalian,
tidak semua proses pengecatan bisa
diganti dengan pencelupan.
Ya, proses pengecatan spray itu tidak
semuanya bisa diganti dengan pencelupan.
Contohnya
kalau kita bekerja di gelangan kapal,
apakah kapal yang mau kita celup?
Enggak mungkin ya.
Enggak mungkin, Teman-teman sekalian.
Makanya proses penculupan di kapal itu
tidak mungkin. Masih tetap menggunakan
metode spray.
di industrial mobil apakah sudah
memungkinkan prosesnya diganti dengan
penculupan? Ya, memungkinkan.
Kalau mobil masih memungkinkan karena
wadahnya ya masih bisa diakali besarnya.
Tapi kalau kapal kan enggak mungkin
ya.
Lalu
yang ingin saya sampaikan juga eliminasi
dan substitusi ini tidak semua
perusahaan mau melakukannya.
tidak juga bisa dilakukan di setiap
aspek pekerjaan. Kenapa? Yang pertama
prosesnya yang ribet.
Yang kedua, dia menelan biaya yang
tinggi. Karena di dalam prosesnya dia
harus mengganti dan menghilangkan salah
satu potensi bahaya yang ada di
produksi.
Nah, lalu bagaimana perusahaan
mengakalinya? Yaitu dengan cara
melakukan proses rekayasa teknik ya.
Rekasa teknik ini yaitu melibatkan
isolasi suatu baya ataupun perubahan
cara suatu tugas dilakukan untuk
mengurangi paparan terhadap suatu
bahaya.
Contohnya pemasangan alat pelindung pada
mesin
ya. Pada mesin yang berputar selalu ada
covernya. Pada gerinda,
gerinda selalu wajib ada cover
gerindanya. Itu salah satu contoh metode
rekayasa teknik.
Lalu apaagi? Genset ya. Untuk
meminimalisir bahaya basing yang
ditimbulkan genset dibuatkanlah rumah
genset
ya. Yang mana tujuannya agar kebisingan
genset itu tidak menyebar ke mana-mana
ya. Makanya dibuatkanlah rumah genset.
Jadi, Genset itu berada di dalam suatu
ruangan ya yang bisa membantu untuk
meminimalisir potensi baya
kebisingannya. Itu masuk ke dalam
kategori rekayasa teknik. Lalu apalagi?
Pemasangan ventilasi pada area
pergunangan. Tujuannya apa? Untuk
menjaga tingkat kelembaban.
Ya, apabila area gudang tidak digunakan
atau tidak diinstal ventilasi, maka akan
menyebabkan pada pekerja itu dehidrasi
ya, ataupun bisa mengalami yang
dinamakan dengan heat stress.
Lalu selanjutnya pemasangan alat sensor
otomatis. Nah, ini banyak terjadi ketika
masa COVID kemarin ya. Ingat, COVID
tidak boleh ada sentuhan
ya. Makanya banyak di
perusahaan-perusahaan yang pintu-pintu
perusahaannya menggunakan sensor ya.
Ketika ada orang pintunya akan otomatis
terbuka. Tujuannya apa? Untuk
meminimalisir potensi bahaya sentuhan
atau penyebaran penyakit corona tadi
melalui sentuhan tadi. Nah, itu masuk ke
dalam kategori rekayasa
teknik. Oke,
selanjutnya administrasi kontrol.
menetapkan kebijakan, prosedur ataupun
aturan
untuk mengatur perilaku
pekerja terkait dengan bahayanya.
Contohnya apa? Melakukan inspeksi di
area kerja.
baik itu melakukan inspeksi terhadap
alat-alat berat,
inspeksi terhadap alat-alat kerja,
inspeksi terhadap APD, inspeksi terhadap
fasilitas keselamatan ataupun kebakaran
dan yang lainnya. Memasang rambu
peringatan,
working permit,
pergantian shift kerja. Apabila suatu
perusahaan jam kerjanya 24 jam, berarti
itu harus ada tiga shift.
kerja si pagi,
sore, dan malam.
Ya, seperti itu. Itu masuk ke dalam
kategori administrasi kontrol. JSA,
HIRA, working permit, SOP itu masuk ke
dalam administrasi kontrol namanya ya,
jenis pengendaliannya. Lalu ada lagi
APD.
APD ini menyediakan perlengkapan yang
dapat melindungi pekerja dari dampak
bahayanya. mulai dari safety helmet,
safety Google, sarung tangan FBH, safety
Sus, Moscare, IMAF, dan lain-lain.
Oke. Nah, ini adalah contohnya ya. Jadi
kita ya saya akan membantu
ee nge-gade ya, membimbing teman-teman
sekalian dalam proses pembuatan HIRA ya.
Karena jumlah kita yang cuma 5 orang dan
peserta 3U juga satu orang. Jadi saya
akan memimpin langsung cara pembuatan
Hira kepada teman-teman sekalian dengan
mengambil contoh pada
ee aktivitas ataupun latihan tadi yaitu
penggalian ataupun
pengelasan. Oke, izin saya tampilkan
dulu form-nya.
Oke, Teman-teman sekalian
sudah tampil form-nya?
Sudah tampil enggak di layar teman-teman
sekalian? Sudah pa
bel. Oke.
Oke. Ini adalah contoh form IBPR,
identifikasi bahaya penilaian dan
penilaian risiko ketiga.
Oke, rekan-rekan sekalian silakan open
mic semua enggak apa-apa ya. Saya bantu
kita sama-sama menganalisa. Jadi di sini
tadi kan kalau kita lihat pada matriks
penilaian resiko itu untuk frekuensi dan
tingkat keparahan menggunakan
angka-angka ya. Betul enggak? Tadi ada 1
2 3 4 dan 5 nilai-nilainya ya. Nah, tapi
pada form yang saya gunakan untuk nilai
frekuensi dan tingkat keparahannya
menggunakan
kata-kata
ya. Indikatornya ada sangat jarang.
Kalau di bagian frekuensi ada nilainya
sangat jarang.
Lalu ada lagi nilainya jarang.
Lalu ada nilainya sedang. sering dan
sangat sering untuk tingkat keparahannya
sangat ringan, ringan, sedang, berat,
dan sangat berat ya. Ya, nanti apabila
kita cari nilai r-nya itu adalah
frekuensi dikali tingkat keparahan.
Mungkin contohnya nanti kita temukan
nilai frekuensinya sering, tingkat
keparahannya berat. Berarti berat ketemu
dengan sering nilainya adalah tinggi
ya. Tadi sering ketemu dengan berat.
Nah, kita tarik dia ketemunya di di
tinggi. Oke. Oke.
Baik.
kita pilih untuk ee workshop ya sebagai
tugas terakhir pada kita malam hari ini
sebagai penutup training juga kita
melakukan workshop dulu teman-teman
sekalian ya. Nah, saya akan membantu ya
ngeladit proses pembuatan hira ataupun
IBPR namanya identifikasi bahaya
penilaian risiko dan pengendaliannya.
Kita ambil contoh kasusnya adalah
aktivitas pengelasan
pengelasan pipa ya yang sesuai daripada
PPT tadi pengelasan pipa. Oke
teman-teman sekalian bantu saya untuk
menjawabnya.
Potensi bahayanya apa?
Pipa. Pengelasan pipa potensi bahayanya
apa, re-rekan sekalian?
Ketika saya ketika kita mengerjakan
pengelasan pipa, apa potensi bahayanya?
Terkena percikan lasan, Pak.
Oke. Percikan api.
Betul.
Percikan api
ya.
Oke. Perciikan api resikonya apa?
Luka bakar, Pak.
Luka bakar.
Luka bakar konsekuensi
apa resiko?
Ayo. Apa? Pastikan api resikonya apa?
Keba
kebakaran.
Oke.
Kalau luka bakar itu efek dari
kebakarannya apabila mengenai manusianya
ya.
Oke. Percikan api itu resikonya
kebakaran. Oke. Frekuensinya berapa
nilainya?
Nah, potensi terjadinya bagaimana?
Berapa nilainya Madila
nih? Karena Madila satu-satunya orang
ketiga umum. Apa Madila nilainya?
Frevensi bagaimana? Berapa nilainya?
Pilih yang mana?
Ayo. Apa?
Berapa nilai Madila?
Sering apa? Sangat sering
kemungkinan terjadinya.
Kemungkinan terjadi kebakarannya.
Sedang. Sering apa? Sangat sering?
Sedang, Pak.
Sedang. Oke. Pilih sedang ya. Masukin ke
sini.
Se sedang. Kita lihat lagi keparahan.
Nah, untuk keparahan
pilih yang mana tingkat keparahannya
apabila terjadi kebakaran.
Yang mana?
Berat, Pak.
Berat. Oke.
Heeh.
Berat.
Nah, kategorinya jadinya apa
tadi? Sedang ya.
sedang
tinggi, Pak.
Nilainya adalah karena tadi untuk
tingkat kepalan berat, ya,
berarti ketemunya di
di tinggi
tinggi.
Oke.
Kategorinya adalah
tinggi. Pengendalian risikonya
eliminasi.
Apakah bisa kita hilangkan
potensi percikan apinya? Berarti
ngelasnya menggunakan air mungkin.
Enggak mungkin ya. Berarti kita tidak
bisa menggunakan metode elimi eliminasi
Madila ya. Oke. Enggak bisa berarti kita
strip
enggak bisa substitusi apakah bisa?
Bisa enggak kita metode substitusi. Kita
ganti kawat lasnya.
Kita ganti metodenya.
Mungkin mau menggunakan metodenya
last laser
itu terserah ya. Bagaimana apakah bisa
kita bisa menggunakan metode substitusi?
Kita hilangkan potensi percikan kita
ganti
enggak bisa ya.
Oke.
Rekasa teknik bisa enggak kita
kendalikan?
percikan api ini agar enggak bisa
menyebar ke mana-mana.
Bisa enggak?
Bisa, Pak.
Bisa. Caranya dengan
apa kira-kira, rekan-rekan sekalian?
Instal
welding
habitat.
Tahu enggak welding habitat seperti apa?
Pernah lihat belum? Oke, saya kasih
contoh ya. Welding habitat.
Oke, tampil
tampil Madila.
Nah, ini adalah contoh dari welding
habitat ya.
Jadi kita membuat sebuah ruangan. Jadi
pengelasan itu dilakukan di dalam sebuah
ruangan.
Nah, tujuan apa?
ini kemungkinan ya apabila
kita melakukan pengelasan di area
construction, kita melakukan pekerjaan
pengelasan itu di atas ketinggian ya
yang mana potensi api itu akan menyebar
bisa ke lantai bawah. Di lantai bawah
ada juga orang yang bekerja.
Nah, inilah fungsinya dari welding
habitat ini. Mengisolasi
ya. Kita isolasi, kita atasi agar
percikan-percikan api tadi tidak bisa
menyebar ke mana-mana. Nah, seperti
inilah dia. Nah, kan di dalam ruang
tertutup jadinya ya. Tapi di dalam ruang
tertutup tuh kita instal blower agar
apa? Agar asap itu tidak meracuni
pekerja.
Nah, ini dinamakan dengan welding
habitat.
Biasa kalau di yang menggunakan ini
biasa di sektoral industrial migas ya.
Oke,
kita lanjut kembali ke yang tadi.
Nah,
selanjutnya
el ee administrasi kontrol. Bisa enggak?
Bisa enggak kita makai metode D
administrasi control? Bisa sekali.
Contohnya
kita instal
rambu
K3
ya,
toolbox,
meeting,
inspeksi,
alat kerja.
Ya, perhatikan ya teman-teman sekalian.
Seperti ini cara membuat IRA. Lalu
apalagi?
JSA
working permit.
Nah, oke. Banyak ya kalau untuk
administrasi kontrol. Nah, APD yang
terakhir
yang pecinta APD ini biasanya ini tahu
ya apa kita menggunakan
apa upron.
Apalagi sarung tangan las.
Nah, apalagi
welding
welding mass atau topeng las ya seperti
itu. Nah, untuk kolom yang penjadwalan
ini adalah periode kapan pengendalian
risiko ini akan dilaksanakan. Marila ya.
Misalkan pekerjaannya itu akan dilakukan
di minggu depan di tanggal 21
ee di tanggal 22 Desember. Berarti
pelaksanaan pengendalian risiko itu
harus sebelum tanggal pekerjaan dimulai.
Seperti contohnya pengandilan risiko
yang instal welding habitat itu harus
dilakukan sebelum pekerjaan dimulai.
Berarti kita kasih tingkat waktunya
untuk pengendilan risiko ini terutama
untuk instal welding habitat itu di
tanggal
Desember
2025.
Oke, seperti itu ya.
Oke, paham Adila. Nah, wewenang. Nah,
kolom wewenang itu pasti selalu ada di
tiap form hira. Nah, wewenang
itu bisa jadi kita harus libatkan adalah
sori
manajer set-nya manajer area.
Oke. Lalu siapa lagi yang harus kita
libatkan? SPV
pekerjaan
forman
HSE.
Oke. Peraturan terkait. Nah, ini
peraturan terkait yang maksud di sini
adalah peraturan yang berhubungan dengan
aktivitas
pengelasan.
Nah, ini nanti silakan digoogling dan
dimasukkan ke dalam ini. Makanya di
setiap kita membuat Hira itu pasti
selalu ada kolom perundang-undangannya
ya. Tujuannya apa? Agar lini manajemen
menyadari bahwa pekerjaan yang kita
lakukan itu ataupun pengenalan risikonya
itu telah diatur berdasarkan peraturan
perundang-undangan.
Ya, seperti itu yang Milayar dan
teman-teman yang lainnya. Sampai di sini
ada yang mau bertanya
sebelum kita akhiri training pada malam
hari ini? Ada yang mau bertanya
kira-kira?
Medila? Ada yang mau ditanyakan
teman-teman yang lain
atau mau kita ambil satu contoh lagi?
Satu contoh lagi potensi bahayanya.
Oke, kita ambil lagi ya contoh potensi
baya yang lain. Contohnya adalah asap
las. Oke. Ya, enggak ketika kita ngelas
potensi bayanya apa? Asap.
Asap las
ya.
Resikonya apa?
Resikonya apa? Madilah
penyakit akibat kerja
ya ispa.
Oke betul mandila.
Oke. Frekuensinya
bagaimana
dari asap plus itu? Kemungkinan kita
terhidupas.
Bagaimana? Berapa kita kasih nilai
Madila? dan rekan-rekan sekalian
berapa kira nilai kira-kira nilai Madila
sangat sering Pak
Sangat sering.
Oke. sangat kita berikan nilainya sangat
sering
karena berhubungan dengan kemungkinan
resikonya ya. Keparahannya bagaimana
Madila
ikat keperahannya?
Sangat ringan, Pak.
Sangat ringan.
Yakin saya ringan kan dia terhirup.
Iya.
Nah, itu harus pandai menganalisa ya.
Lebih tepatnya mungkin arahnya adalah
memerlukan tindakan medis ya. Apabila
ini ya bisa dikatakan
enggak juga sih itu terlalu berat juga.
Itu efek
istilahnya apabila telah ee berlangsung
bertahun-tahun
ya. Tapi bisa jadi untuk lebih
memastikannya itu kita ambil nilainya
adalah
ringan. Oke,
kita ambil aja tingkat keperannya ringan
ya karena ini kan belum tentu itu akan
berlangsung pekerjaannya terusmenerus.
Nah, kategorinya masuk ke mana, Mbak
Dila? sangat sering ketemu dengan ringan
masuk ke dalam
tinggi
ya
nih sangat sering ketemu dengan ringan
itu adalah
tinggi.
Oke, untuk tingkat penilaian resikonya
masih sama seperti tadi ya, menilai ya,
kita harus ber
pacu ataupun berpaku
kepada lima pengandilan risiko tadi.
Eliminasi asap lasnya bisa dihilangkan
enggak? Bisa. Bisa.
Bisa enggak asap lasnya dihilangkan?
Kalau dihilangkan berarti asap lasnya
kita enggak pakai kawat las jadinya.
Ya, berarti itu enggak bisa di
dihilangkan ya. Substitusi.
Nah, mau diganti enggak kelasnya? Tidak
bisa juga.
Enggak bisa ya. Oke. Reasa teknik
bisa dengan apa? Instal
blower.
Oke.
Apalagi administrasi kontrol
bisa contohnya apa?
Toolbox meeting ya, TBM,
PTW, permit to work ya. Apalagi
Rambu,
JSA,
Coffee Briak.
Nah, banyak ya banyak banget ya. Kalau
administrasi kontrol itu paling gampang
metode pengendaliannya karena banyak dan
tidak memerlukan biaya yang tinggi ya
dan perusahaan pasti menyukai sekali
metode administrasi kontrol ya.
Oke, selanjutnya APD
otomatis adalah mas
masker ataupun respirator.
Oke. Kapan akan dilaksanakan?
Ya, kalau untuk tanggal ini tentatif ya
disesuaikan.
Heeh.
Ya, apakah mau di 19 Desember juga bisa.
Oke, wewenang. Wewenangnya sama tinggal
kita copas saja ya.
Oke,
peraturan terkait nanti silakan di
googling kembali. Oke, seperti itu ya
Madila ya. Ada yang mau ditanyakan
enggak? Ada. Nah, dari ini nanti Mbak
Dila ini bisa Mbak Dila screenshot ya.
Untuk tugas ditit-nya kan tugas DIIT
kelompok pekerjaan 1 nomor 2 berhubungan
dengan Hira. Ini bisa dicreenshot dan
dimasukkan ke dalam PowerPoint-nya.
Oke, silakan kalau mau direcreenshot
terlebih dahulu nanti tinggal dimasukkan
ke dalam PowerPoint Madilanya. Oke,
sudah
ya nanti bisa dimasukkan ataupun dikopas
ke dalam PowerPoint-nya. Oke. Baik. Eh,
kalau tidak ada pertanyaan kita akhiri
training pada malam hari ini.
Rekan-rekan sekalian terima kasih atas
atensinya terutama untuk teman-teman
dari timur ya yang masih semangat juga
mengikuti sampai jam 22 ini ya. Bisa
jadi di sana sudah menunjukkan jam 12.00
malam. Baik, saya akhiri training pada
malam hari ini dengan mengucapkan
alhamdulillahiabbil alamin. Saya akhiri
dengan wabillahi taufik walhidayah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Pak Hendra
untuk pemaparan materi hari ini. Terima
kasih juga untuk Bapak Ibu yang sudah eh
standby sampai eh jam segini ya Bapak
Ibu. Ee mungkin besok ee lanjut untuk
aktivitasnya kita tutup saja. Eh
wabillahi taufik walhidayah.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.