Training Ahli K3 Umum & Pengawas K3 Migas BNSP | Day 1 | 15 Desember 2025
VyPhXWBygHg • 2025-12-16
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Baik, selamat malam Bapak dan Ibu sekalian. Oke, baik. ee yang sudah standby di layar Zoom-nya izo untuk bisa dinyalakan ee kameranya Bapak Ibu. Izin Pak Hendra untuk Bu Azah mungkin ada kendala jaringan jadi agak telat untuk joinnya. Oke, Pak Taufik, Pak Willy, Pak Ribi, apakah standby di Zoom-nya? Boleh dinyalkan kameranya. Oke. Baik, kita mulai saja ya, Bapak Ibu sekalian. Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee selamat malam, salam sejahtera untuk kita semua. Ee pada malam hari ini kita akan ee lanjut untuk ee training hari pertama dengan skema ahli K3 umum dan pengawas K3 Migas. Dan untuk trainernya dengan eh Pak Hendra selaku trainer kita untuk training e untuk hari ke depannya. Oke, sebelum kita mulai ee izin kita untuk dokumentasi dulu ya, Bapak Ibu. Pak Ribi sama Pak Taufik bisa oncam atau tidak? Eh, cek audionya apakah nyala. Bapak sekalian, Pak Ribi, Pak Taufik bisa masuk suara saya? Apakah bisa oncap? Oke, sepertinya belum standby. Ee Bapak, Ibu yang sudah onc izin untuk kita ambil sesi dokumentasi. Ee boleh lihat ke kamera untuk posisinya seperti ini. Salam kompeten, salam sendikia seperti ini. Oke, di sini untuk ee bisa melihatkan wajahnya seperti ini. Saya hitung 3 2 1. Sekali lagi posnya. seperti ini dalam kompeten. Oke. 3 2 1 sebentar 3 terima kasih Bapak Ibu sekalian. Selanjutnya sebelum kita mulai ee izin saya untuk ee yel-yel dulu nih Bapak Ibu untuk yel-yelnya apakah ee belum tahu ya untuk hari pertama ini? Sebentar saya bagikan untuk yel-elnya. Oke, saya kirimkan di kolom chat Bapak Ibu untuk yel-yel kita sebelum mulai. Untuk yel-yelnya pertama nanti saya sebutkan apapun sertifikasinya. Bapak Ibu jawab CAC solusinya. Terus yang kedua saya sebutkan CAC nanti Bapak Ibu jawab pasti lebih kompeten seperti itu. Oke, boleh kita tes dulu untuk suaranya. Silakan untuk Bapak Ibu bisa menyalakan mikrofonnya untuk kita yel-yel dulu sebelum mulai. Silakan untuk dinyalakan mikrofonnya Bapak Ibu. Saya kita tes dulu ya untuk yol-yelnya. 3 2 1. Apapun sertifikasinya CAC solusinya solusinya CAC solusinya pasti lebih kompeten gitu Bapak Ibu sekalian. Kita ulang sekali lagi. Apapun sertifikasinya CAC solusinya. Terus yang kedua CAC pasti lebih kompeten gitu Bapak Ibu sekalian. Oke, kita coba sekali lagi. 1 2 3. Apapun sertifikasinya CAC solusi CAC solusinya CAC pasti lebih kompeten pasti lebih. Oke. Baik, terima kasih Bapak Ibu sekalian walaupun masih malu-malu suaranya. Oke. Baik, Pak Hendra. Kita mulai untuk training kita pada malam hari ini. Kepada Pak Hendra dipersilakan. Baik, terima kasih Bu Sifa atas sambutannya pada malam hari ini. Baik, kita mulai training pada malam hari ini rekan sekalian. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Oke, selamat malam rekan sekalian. Bagaimana kabarnya? Ya, suara saya terdengar ya? Terdengar, Pak. Oke, terdengar ya. Baik. Ee untuk dit-nya bagaimana? Apakah sudah ada yang mengerjakan-nya? Apakah sudah ada yang mengerjakan? Apa masih ditunda-tunda atau mau dirapel ngerjainnya? Oke, harapannya sekalian tugasnya itu bisa dikerjakan ee per hari itu bisa diangsur-angsur ya. Jadi nantinya enggak menumpuk ya karena nanti biasanya sistem kerja satu malam ya. Nah, ini yang agak-agak susah nanti rekan sekalian dan harapannya saya rekan sekalian komitmen ya untuk mengerjakan tugas ditut. Oke. Baik. Ee pada malam hari ini untuk materinya adalah sistem tanggap darurat ya. Ini materi yang saling beririsan antara pengawas ketiga Migas dan ahli ketiga umum BNSP. Jadi untuk materi malam hari ini dari pengawas K3 Migas hanya ada satu materi aja yaitu merancang sistem tanggap daruratnya. Dan untuk total ahli ketiga umum itu ada dua materi. Yang satu lagi manajemen risiko. Oke, selanjutnya ee nanti setelah materi ini berakhir, total dari pengasuk tiga Migas kalau mau tetap stay di ruangan Zoom mengikuti materi yang ada ketiga umum selanjutnya dipersilakan. Akan tetapi apabila hanya ee hanya ingin untuk melanjutkan aktivitas selanjutnya, apakah mau beristirahat tidur ataupun mau bersosm dan sebagainya. ya enggak apa-apa untuk meninggalkan ruangan Zoom-nya seperti itu ya. Oke. Baik, kita mulai dulu merancang sistem tanggap darurat ya dan mengelola bagaimana sistem tanggap darurat itu sendiri. Begituun dengan unit kompetensi pada pengasuk K3 Migas melakukan kerja sama penengeluan keadaan darurat di industrial migas. Dasar hukum yang mengatur perihal sistem tanggap darurat itu adalah Undang-Undang Nomor 1 1970. Nakar 186 tahun 1999 tentang unit penanggulangan kebakaran di area kerja. Berdasarkan peraturan Kementerian Ketenagakerjaan itu terdapat empat level ya untuk tim pemadam kebakaran di area kerja. Ada yang kelas D yang paling terendah, kelas C, kelas B, dan kelas A. Nah, untuk kelas D itu persyaratannya adalah di setiap 25 tenaga kerja wajib memiliki satu orang petugas DAMAR. Yes, teman-teman sekalian. Jadi, itu adalah salah satu aturan. Itu bisa teman-teman lihat nanti pada kapnaker nomor 186 tahun 1999 bisa di-download. Itu semua ada di Google. Selanjutnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana PP nomor 50 tahun 2012 tentang penerapan SMK 3 dan Nakar 187 tahun 1999 tentang pengendalian bahaya kimia berbahaya di tempat kerja. Selanjutnya kita lihat ada yang di sebutkan dengan keadaan darurat. Nah, mungkin ada yang bisa menyebutkan apa contoh keadaan darurat di lokasi kerjanya? Ada yang pernah mengalami keadaan darurat di lokasi kerja? Salah satu contohnya apa kira-kira? Ada yang bisa nyebut? Silakan on mic. Bagaimana? Ada yang bisa menyebutkan? Ayo masih malu-malu seperti mengeluarkan suaranya ya. Ee ada tumpahan minyak, Pak. Oke. Tumpahan minyak, ya. Oke. Tumpah minyak masuk salah satu jenis keadaan darurat. Apalagi contohnya yang lain? Ayo, ada lagi tumpan minyak, tumpi. Nah, itu semua masuk dalam keadaan darurat ya. Maksudnya apabila tumpuhan minyak ini dalam volume yang besar. Oke. Apalagi kira-kira? Oke, masih banyak contoh yang lainnya. Keadaan darurat itu contohnya apa? Kecelakaan kerja di lokasi kerja. Masuk dalam keadaan darurat apa enggak? Masuk. Iya. Apalagi apaagi contohnya lagi? Banyak contohnya. Oke, nanti kita lihat ya apa-apa aja contoh dari keadaan darurat. Lalu ada lagi bencana. Nah, bencana banyak ya. Terlebih yang terjadi dalam 2 minggu belakangan di Sumatera itu adalah salah satu jenis bencana. Bencana itu terbagi juga menjadi dua nantinya. Ada bencana alam dan bencana non alam. Kalau bencana alam itu jelas ya. A sama kita ketahui salah satu contohnya banjir ya. Di Sumatera ada lagi gempa bumi. Kalau bencana non alam contohnya apa? Bencana non alam. Bencana non alam. Ada yang tahu bencana non alam contohnya apa? Apa contoh bencana non alam? Oke. Kebakaran. Kebakaran. I. Oke, Teman-teman ini tahu ya, tapi masih malas untuk berbicara ya. Enggak apa-apa kita belajar step by step ya untuk menjawab pertanyaan. Oke, itu salah satu contoh yang mulai dari kebakaran, pemadaman listrik ya. Pemadaman listrik yang bisa mencapai 24 jam ya. Contohnya kayak selain di area bencana di Sumatera, selain mereka mengalami bencana alam juga mereka mengalami yang dinamakan bencana non alam. salah satunya adalah listrik padam ya, terutama yang kita ketahui di Aceh semenjak bencana banjir itu semua aliran listriknya hampir mati. Nah, itu masuk kategori bencana non alam. Lalu ada lagi tanggap darurat. Tanggap darurat adalah sistem yang siap atau siaga untuk menghadapi menenggulangi keadaan darurat agar dapat diselesaikan dengan cepat, tepat, terkendali dan sesuai dengan kebutuhannya. Jadi si tanggap darurat ini sistem yang kita bentuk, yang kita buat yang mana fungsinya nanti adalah untuk membantu kita meminimalisir dampaknya. Nah, contohnya apabila terjadi gempa di gedung bertingkat, apa yang harus kita lakukan? Salah satu contohnya kalau terjadi gempa nih kayak di Jakarta di gedung bertingkat, apa yang harus dilakukan? Terjun, lompat dari ketiga. Sembunyi di bawah meja, Pak. Oke. Sembunyi di bawah meja. Oke, untuk gempa bumi, langkah yang harus kita lakukan pertama kali itu adalah bersembunyi di bawah meja ya, ataupun di manaun tempat yang bisa kita berlindung dari terjatuhnya puing-puing. Itu salah satu contohnya. Oke. Nah, itu metode berlindung di bawah ee meja itu merupakan salah satu bentuk contoh dari sistem tanggap darurat yang ada di area kerja. Nah, seperti itu ya rekan sekalian. Oke, kita lihat kembali jenis-jenis dari keadaan darurat itu apa-apa saja. Keturat itu terbagi menjadi tiga. Yang pertama ada proses alam ya. Contohnya banyak sekali ada banjir, kekeringan, angin topan, gempa, dan petir. Buatan manusia. Contohnya pemadaman listrik. bendungan bobol kebocoran nuklir ya pernah terjadi di saat tsunami tsunami di Jepang ya atau terjadi kebocoran reaktor nuklir mereka lalu ada lagi peristiwa kebakaran atau ledakan yang sering terjadi di sektoral industrial migas. Oke. Lalu salah satunya apaagi? Kecelakaan kerja ataupun kecelakaan lalu lintas. Itu masuk ke dalam kategori buatan manusia ataupun non alam. H. Lalu ada lagi huruara berupa kerusuhan, perang, ancaman bom. Nah, apa lagi contoh dari huruhara yang lainnya? Apa contoh dari keadaan darurat huruara selain yang tiga ini? Setiap selesai pemilu, apa yang terjadi? Setiap selesai pemilu nih hasilnya keluar ya. Apa terjadi sering terjadi di Indonesia? Apa? Demo ya? Demo. Oke. Pag kita yang berada di Jakarta sering kali ya mengalami yang dinamakan dengan demo tersebut ya. Hampir semua di daerah apabila ada keputusan-keputusan dari pemerintahan yang tidak disukai pasti akan terjadi demo di berbagai provinsi tentunya. Lalu sistem tanggal darurat ataupun STD. Sistem tanggal darurat merupakan kesatuan sistem yang diterapkan dan dilaksanakan oleh suatu industri, pemerintah beserta komponen masyarakat yang terintegrasi dalam suatu sistem dan prosedur kerja yang konkret dalam rangka menghadapi keadaan darurat di suatu instansi, industri, maupun sektor informal yang berpotensi menimbulkan gangguan bagi stabilitas keamanan. Nah, di sini di perusahaan teman-teman sekalian apakah pernah melaksanakan yang dinamakan dengan simulasi tanggap darurat? Pernah. Ada enggak di sini yang pernah melaksanakan simulasi tanggap darurat di lokasi kerjanya? Ada yang pernah atau belum tahu? Oke, kalau belum tahu kita lihat dulu ya contohnya dari sebuah video terkait dengan simulasi tanggap itu seperti apa. Eh, kita lihat dulu ya sebentar. Ya silkan di ini adalah salah satu contoh dari simulasi tangkap darurat Kita naik cepat Eng monitor Mat Eng masuk Mat Eng. Ini ada anomali di kita Mat Eng. monitor mar dier terdapat overflow bisa tolong double cek oke ada penambahan di aktif 12 barel dan kemudian return kita naik oke dicopy ee ada anomali ya. Oke, kita mau lakukan ee oke Pak ya. Kita sudah lakukan ee angka seting sampai join. Tolong dicek Pak. Oke, informasi Pak Komimen ini return makin membesar. Oke, Rur semua personel esensial standby di tempatnya masing-masing. Kita akan melakukan perempungan dan secepatnya. Kita akan menung Di area Aimtop terdapat korban dibutuhkan untuk penanganan tim rescue. Oh Oke. Baik. Itu sekilas ya gambaran dari sebuah emergency drill ya. Emergency drill ini tujuannya apa? Jadi ketika kita membuat sistem tanggap darurat, kita wajib mencoba ya melaksanakan simulasi dari SOP kita itu. Apakah SOP yang kita bikin itu sesuai enggak nantinya ketika diterapkan di lapangan? Berjalan apa tidak? Nah, itulah tujuannya ketika kita membuat sebuah sistem, kita wajib melakukan PDCA. PL do, check and action namanya. Oke, kita kembali lagi kepada materi. Prioritas tanggap darurat itu apa? Ya, urutan prioritas dari sebuah sistem tanggap dururat itu otomatis adalah keselamatan jiwa dari para pekerja dengan cara menghitung dan memastikan keselamatan tim yang ada di lapangan apabila terjadi keadaan darurat. stabilisasi kejadian. Ya, ini maksudnya bagaimana cara kita menetralkan keadaan itu agar tidak menjadi keos, kepanikan yang berlebihan. Yang ketiga, pengamanan lingkungan hidup dan aset perusahaan. Ini pasti dan sangat penting tentunya yang bertujuan untuk mengontrol dan meminimalkan dampak terhadap aset dan lingkungan yang ada di perusahaan. Jadi semua tiga item ini itu adalah sangat penting ya teman-teman sekalian ya. Jadi fokusnya tidak adanya pada keselamatan jiwa para pekerja tapi juga pada aset-aset yang ada di perusahaan mulai dari reproduksi, alat-alat berat yang ada di perusahaan dan sebagainya. Emergency respon plan perencanaan tanggap darurat yang harus kita lakukan yang pertama kali itu adalah identifikasi bahaya dan penaksiran risiko. Penakaran sumber daya yang dimiliki. Tinjau ulang rencana yang telah ada, tentukan tujuan dan ruang lingkup. Pilih tipe perencanaan yang akan dibuat. Yang keenam, tentukan tugas-tugas dan tanggung jawab dari masing-masing orang yang berada pada struktur organisasi tanggap darurat. Yang ketujuh, tentukan konsep operasi yang seperti apa. Yang pertama, identifikasi bahaya dan penaksiran risiko ataupun bisa kita kenal dengan risk assesment. Perkiraan potensi terjadinya bahaya di tiap unit kerja ataupun zona kerja. Perkirakan jenis bahayanya. Kalau di sektoral industrial migas, otomatis bahaya paling utama itu adalah ledakan ataupun kebakaran. perahkan tingkat paparan jumlah dan karakteristik penghuni nilai aset serta dampak apabila terjadi terhadap lingkungan sekitar perusahaan. Yang kedua, penakaran sumber daya yang dimiliki. Dengan mengetahui tingkat risiko bahaya, apakah sumber daya yang dimiliki cukup memadai untuk menenggulanginya? Nah, ini maksudnya kita harus melihat dulu ketika kita membuat sebuah sistem di perusahaan kita, bagaimana fasilitas terhadap ee keadaan durat apabila itu terjadi, apakah ada atau tidak. Contohnya apabila terjadinya kebakaran, apakah kita memiliki sistem pemadam kebakaran yang baik. Yang kedua, peralatan ya. Peralatan ini banyak banget contohnya ya. Contoh seperti APAR, P3K, ruangan P3K, kotak P3K, tandu dan sebagainya. Yang ketiga, pasukan. Yang keempat, SDM yang berpengalaman dan terlatih. Yang selanjutnya adanya akses bantuan dari pihak luar seperti Badan SAR nasional ataupun ee tim DAMKAR yang ada di sekitar domisili perusahaan kita. Selanjutnya fasilitas dan sarana apabila terjadi keadaan dan darurat. Nah, di jadi di dalam fasilitas dan sarana sistem tanggap berurat itu kita mengenalnya dengan sistem proteksi pemadam kebakaran aktif. Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum ataupun Peraturan PU Menteri PU Nomor 26 Tahun 2008, sistem proteksi kebakaran adalah sistem yang terdiri dari peralatan, sarana serta kelengkapan yang dipasang pada bangunan dan terdiri dari dua jenis sistem proteksi pemadam kebakaran aktif dan pasif. Oke, pernah dengar mungkin teman-teman sekalian ya. Sistem proteksi aktif adalah serangkaian peralatan yang dirancang untuk mendeteksi, mengendalikan, dan memadamkan kebakaran. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko kerusakan dan melindungi keselamatan manusia saat terjadi kebakaran. Apa salah satu contohnya yang ada di lokasi perusahaan rekan-rekan sekalian? Apa contohnya? Ini sering banget ya. Enggak selalu di lokasi perusahaan ketika kita ke mall, tempat-tempat umum, hotel, dan sebagainya, kita pasti menemukan salah satu contoh dari sistem proteksi aktif. Apa contohnya? Ada yang bisa menyebutkan? Alarm, Pak. Alarm. Oke. Betul. Itu masuk ke dalam sistem proteksi aktif. Ada lagi? Ada lagi yang lain? Mas Ribi. Apa contohnya? Mas Rib. Teman-teman yang lain, apa contoh dari sistem proteksi aktif? Sering banget kita temukan di perusahaan. Apa kira-kira? Iya. terutama nih teman-teman yang ngambil sertifikasi KTMI gas apa contohnya? Sprinkle sama hidran kebakaran mungkin, Pak. Oke, betul sekali. Sprinkler dan hidran kebakaran ya. Itu salah satu contoh dari sistem proteksi aktif. Kita lihat satu persatu apa? AR, Pak. Apar. Apar. Apar. Apar. Iya, AP ya. Sistem proteksi pertama yaitu fire detector. Nah, pernah lihat fire detector ini? Pernah. Yang mana? Smoke. Smoke, Pak. Oke. Di mana lihatnya? Hotel. Di kalau di hotel di Depot juga, Pak. Di kantor. Di Depot. Oke. Banyak ya contohnya ya. Smoke untuk mendeteksi apa? Asap, Pak. Asap. Heat detektor untuk mendeteksi. Nah, heat detector untuk mendeteksi apa? Apa? Oke. Masih malu-malu jawabnya. Panas P. Gimana, Mas? Panas. Betul sekali. Jadi kalau untuk heat detector dia terbagi menjadi dua jenis. Ada yang dinamakan dengan red of rice heat detector dan fixed temperature. Oke, jadi dia ada dua jenis juga di dalam heat detektor ini. Yang ketiga, flame detector. Flame detektor itu apa? Untuk mendeteksi apa? Plam detektor itu adalah sebuah ee pendeteksi untuk kita mengetahui telah terjadi kebakaran yang berasal dari sinar ultraviolet yang dihasilkan oleh sebuah api. Yang selanjutnya gas detektor. Nah, gas detektor ini bagaimana? Apa ini? Untuk mengetes apa? Mengecek kebocoran gas, Pak. Oke, salah satu contohnya adalah untuk mendeteksi adanya kebocoran gas ya, seperti dari apabila kalau di rumah ataupun di ruang-ruang dapur ya, itu fungsional untuk apa? Untuk mengecek apakah terjadi kebocoran LPG ya, gas yang berhubungan dengan gas. Lalu selanjutnya ada yang tidak saya tampilkan itu ada juga namanya beam detector ya. Bior itu jenis detektor alam kebakaran. Jadi fungsionalnya itu seperti pemancar. Nah, itu dia lebih canggih lagi dan tentunya harganya lebih mahal. Oke, selanjutnya Fire Alarm System. Ada yang tahu dan pernah melihat ini ataupun biasa kita kenal dengan Master Control Fire Alarm MCFA. Jadi si master control fire alarm ini fungsionalnya biasanya itu ada di semua gedung-gedung tinggi ya. Ya, di setol migas juga pasti ada. Karena fungsionalnya apa? untuk memantau, mengawasi, dan mengetahui alarmalar alarmam mana saja yang berbunyi. Misalkan di lantai 30 zona A. Zona ini mungkin maksudnya zona A ini mungkin maksudnya alarm ataupun fire detektor yang posisionalnya berada di bagian utara di lantai 3. Nah, itu biasanya di layarnya. Jadi, dia ada di sebuah ruangan MCFA itu master control fire alarm. ada dalam seborangan terdapat layar-layar nantinya ya yang mana fungsionalnya untuk kita mengetahui di titik mana saja apabila terjadi apakah itu false alarm ataupun alarm memang sebenar-benarnya terjadinya kebakaran. Nah, itu salah satu contohnya dan biasanya apabila gedung-gedung tinggi pas control fire alarm ini akan langsung nantinya terhubung juga ke lift yang ada di gedung yang mana apabila terjadi keadaan darurat lift ini akan langsung secara otomatis kembali ke lantai dasar apabila misalkan contohnya lift ini ketika terjadi keadaan gempa ya dia lagi berada di lantai 30. Nah, secara otomatis MCFA master contrier alarm ini akan memberikan perintah kepada lif untuk langsung turun ke lantai dasar. Ya, tujuannya apa? Agar tidak ada sama sekali para pekerja yang menggunakan lift apabila terjadi keadaan darurat di gedung-gedung tinggi. Nah, itu salah satu fungsionalnya. Seperti itu ya, R-rekan sekalian. Lalu ada lagi fire sprinklor system. Nah, di mana biasanya teman-teman sekalian menemukan sprinkler? Gimana di perusahaannya? Ada sprinkler? Ada gimana? Di mana kira-kira menemukannya sprinkler ini? di hotel. Nah, mana lagi parkiran basem ya? Enggak di parkiran-parkiran basem di mall, di hotel ya pasti selalu ada sprinkler. Lalu di mana lagi? Ruang produksi. Tapi itu tergantung ruang produksinya ya. Kadang ada ruangan produksi yang tidak boleh ee media pemadam itu berasal dari air. Karena nanti apabila terjadi kebakaran kita padamkan dengan air akan merusak bahan-bahan ataupun material-material produksinya. Nah, itu berarti menyesuaikan dari tingkat kebutuhan area produksinya. Oke, mungkin teman-teman sekalian pernah melihat sprinkler ya. Di sprinkler itu kita lihat ada tabung yang berwarna merah. Pernah lihat enggak? Betul enggak? Ada kita temukan dia berwarna merah. Nah, apa maksud dari tabung berwarna merah ini? Tabung berwarna merah ini maksudnya adalah cairan air raksa ya. Jadi yang ada di dalam tabung ini adalah cairan air raksa. Apabila dia berwarna merah, maka akan kita lihat pada tabel yang ada di samping ini. Jadi maksudnya apabila terjadi kebakaran ya, tabung raksa ini dia akan pecah dengan sendirinya apabila telah mencapai suhu ruangan 68 derajat Celcius. Ketika ini pecah, barulah si air raksa ini menyempurkan air ke ruangan. Nah, seperti itu. Jadi, tujuannya adalah ini adalah sebagai indikator terhadap suhu ruangan. Ketika dia telah mencapai 68 derajat Celcius, barulah tabungnya pecah dan sprinkler itu menyemprotkan air ke ruangan. Timbul pertanyaan, "Bagaimana, Pak, kalau terjadi kebakaran dan belum mencapai suhu 68 derajat Celcius dan ada orang di dalam ruangan tersebut? Bagaimana cara, Pak, agar sprinkler ini bisa berfungsi?" Ya, Teman-teman sekalian cukup pecahkan tabung air raksanya secara paksa, ya. Apakah dengan memukul, melempar atau sebagainya yang pada intinya tabung air raksanya itu pecah. dia akan memerintahkan nantinya ruang pompa untuk bergerak dan menyempurkan air ke dalam ruangan. Pada intinya itu kalau secara paksa. Tapi kena secara otomatisnya dia harus menunggu dulu suhu ruangan mencapai 68 derajat celcius. Jadi nanti apabila teman-teman sekalian mungkin ya di luar negeri juga berbeda-beda rekan-rekan sekalian ya. Ada dia yang menggunakan warna air raksanya merah, ada yang menggunakan warna air raksanya hijau dan sebagainya. Ini menyesuaikan dengan tingkat kebutuhan yang ada di perusahaan. Oke. Lalu ada lagi fire suppression system. Fire suppression system merupakan sistem proteksi kebakaran. yang berfungsi untuk mendeteksi sekaligus memadamkan kebakaran. Sistem proteksi pemadam kebakaran ini bisa menggunakan jenis bahan seperti CO2, busa atau bahan kimia khusus. Ya, biasanya fire supression system ini dia digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang menggunakan atau masih memiliki jaringan basa, ya, bas room seperti apa contohnya ee Kementerian Telekomunikasi, Telkomsel ya atau perangkat-perangkat atau provider provider lah, bank-bank, bank yang selalu lalu menggunakan jaringan-jaringan basis data di bawah tanah yang fungsional untuk menyimpang data-data konsumen dan sebagainya pasti menggunakan fire suppression system. Kenapa? Karena media yang digunakan itu masuk ke dalam kategori kebakaran kelas C. Ya, kebakaran kelas C itu apa? Yaitu kebakaran yang berhubungan dengan elektrikal. besok akan kita pelajari ya peri hal ini. Lalu ada lagi fire hidrant system yang tadi disebutkan oleh Mas Willy juga ya. Fire hidran itu adalah sistem protesi pemadam kebakaran yang dirancang untuk memberikan pasokan air yang cukup untuk memadamkan kebakaran. Sistem ini terdiri dari pipa-pipa yang terhubung ke sumber air seperti ground tank ataupun water reservoirnya. Jadi di dalam ruang pompa hidran pasti di bawahnya itu di bawah lantainya itu ada water tank-nya ya. Kalau enggak dari mana sumber airnya nantinya ya seperti itu. Untuk hidran ataupun di ruang pompa hidran terdapat tiga macam jenis pompanya. Nah, ini bisa mungkin teman-teman catat juga. Pempahidan itu terbagi menjadi tiga. Yang pertama itu adalah apa kira-kira? Electrical pump. Yang kedua itu joki pam. Yang ketiga itu adalah diesel pump. Nah, untuk electrical pump ini merupakan pompa paling utama dari sebuah hidran karena dia aktif dan bekerja dengan menggunakan aliran listrik. Diesel pam ini bisa dikatakan sebagai pompa cadangan ya. ini maksudnya apabila terjadi keadaan darurat seperti gempa, kebakaran dan sebagainya yang mana nantinya aliran listrik itu akan padam. Nah, nanti yang akan hidup secara otomatis adalah diesel pam-nya ya. Karena diesel yang sama-sama kita ketahui pasti dia menggunakan BBM, bahan bakar minyak. Yang selanjutnya yang ketiga tadi adalah joki pump. Apa itu joki pump? Juky pump ini merupakan pompa yang membantu agar tekanan air dari hidran itu stabil, tidak ng-drop. Karena yang sama-sama kita ketahui, semakin tinggi bangunan, maka tekanan air ke atasnya semakin rendah. dia mengikuti gaya gravitasi tentunya ya seperti itu. Nah, jadi fungsi si joki pam itu agar misalkan nih terjadi kebakaran di lantai 10. Nah, dibutuhkan itu tekanannya mungkin adalah 8 bar. Nah, si joki pam inilah yang menjaga agar ketika kita menyemprotkan hidran ke lantai 10, air dari hidran ke lantai 10 itu ke ee tekanan airnya itu tetap di 8 bar. Jangan sampai dia nge-drop. Apa bila dia ng-edrop kayak 7 atau 6 bar, otomatis airnya akan seperti air apa? loyo ya. Tekanan airnya itu ya seperti air-air kran apabila tersumbat. Nah, seperti itu. Oke, mungkin nanti teman-teman sekalian bisa mengikuti juga ya. Nanti ada yang dinamakan dengan DAMK C ya. Di dalam karc itu kita akan pelajari itu bagaimana cara pengoperasian hidran ya. Karena hidran itu enggak bisa dioperasikan secara perorangan. Dia harus take tim team ya. Harus minimal itu tiga orang dalam mengoperasikan hidran. Kenapa? Ya karena tekanan airnya itu besar teman-teman sekalian ya. Kalau kita satu orang kita bisa terlempar sama tekanan air ya. Ya, kalau enggak percaya silakan coba besok hidran yang ada di lokasi perusahaan teman-tan ya. Kita enggak bisa memperpresikan hidran itu dalam keadaan sendiri. Enggak bisa karena tekanan air itu sangat kencang ya. Enggak sanggup kita menahannya. mau sebesar apapun orangnya ya akan ada ya bisa mungkin pernah ada ya kalau enggak salah saya di media sosial ya itu terlihat ada yang meremehkan tim Damkar ya rekan sekalian ya mungkin teman sekalian pernah melihat ya videonya lalu diundang untuk mengopresikan hidran sendiri ya sampai dia enggak sanggup memegang hidran tersebut ya kenapa ya karena tadi itu satu bar aja aja itu belum tentu kita sanggup memegang hidran itu ya pompa ataupun bisa dikatakan nozel hidran tersebut. Lalu ada lagi sistem proteksi pasif. Sistem proteksi kebakaran pasif adalah rangkaian strategi dan desain dalam konstruksi bangunan yang dirancang untuk memperlambat perluasan api, membatasi kerusakan, serta melindungi keselamatan manusia dalam situasi kebakaran. Contohnya apa? Pintu evakuasi. Pernah melihat pintu evakuasi? Pernah, Pak. Pernah. Ya, di mana? Hotel, Pak. Hotel. Oke. Di bangunan-bangunan yang penting pada intinya pada bangunan-bangunan tinggi ya. pasti selalu ada pintu evakuasi atau emergency exit doors. Nah, pertanyaan selanjutnya, pintu evakuasi ini bukanya ke mana? Ke arah pelarian atau Oke, simpel saja. Ee ketika kita mengoperasikan pintu tanggap darurat ini atau pintu evakuasi ini, bukaannya ke mana? Apakah kita dorong atau kita tarik? Dorong. Dorong. Tujuannya. Nah, ayo. Apa tujuannya? Kenapa pintu tangga darurat itu harus didorong? Kenapa kita agar tidak menghambat? Iya. Agar tidak menghambat dalam proses pelarian. Seperti itu ya. Iya, Pak. Betul. Nah, seperti itu teman-teman sekalian. Jadi pada intinya apabila terjadi keadaan darurat seperti kebakaran, gempa bumi dan lain-lainnya mempermudah para pekerja yang ada di suatu bangunan gedung untuk melalirkan diri gitu ya dengan mudah ke arah pelariannya. Jadi dia itu didorong bukan ditarik. dan juga menjadi catatan pintu tanggap darurat itu ketika kita sudah masuk di dalamnya kita tidak bisa membukanya lagi dari dalam ya seperti itu ya teman-teman sekalian jadi misalkan teman-teman sekalian iseng-iseng berhadiah ya mencoba di lantai 20 mungkin masuk ke dalam pintu evakuasi ini ya bisa dipastikan teman-teman sekalian enggak bisa lagi ketika sudah masuk terus pintunya ketutup rekan-rekan sean harus wajib menuruni tangga darurat dari lantai 20 ke lantai dasarnya. Ya, kenapa pintu itu dirancang tidak bisa dibuka dari dalam? Nah, kenapa? Misalkan apabila terjadi kebakaran, apabila kita sudah melarikan diri ke dalam tangga darurat melalui pintu evakuasi ini. Jadi, kenapa dia tidak bisa dibuka dari dalam? agar si asap ya si asap tadi tidak bisa ikut ke dalam ruangan tangga darurat. Nah, pertanyaan selanjutnya yang berbahaya apabila terjadi kebakaran apa? Api apa sap? Nah, ayo teman-teman sekalian jawab. Yang berbahaya ketika terjadi kebakaran api apa asapnya? Bagaimana apa yang mah ya apa kira-kira? Asap, Pak. Asap. Asap ya. Asap ya. Kalau api masih bisa kita istilahnya kita hindari ya. Tapi kalau asap sulit ya. Ya, asap itu kan bercampur dengan udara. Udara itu kita hirup ya. Apabila kita hirup udara tersebut, apa akan terjadi kalau kita menghirup udara asap kebakaran? Ya, otomatis dia sudah mengandung udara beracun karena otomatis CO2-nya menjadi sangat tinggi kadarnya di udara. Ya, makanya apabila terjadi kebakaran ya, ada orang yang terjebak di ruangan ya, tapi ruangan yang enggak ada api tapi asapnya ngepul ya. Orangnya pingsan enggak? Pingsan. Kenapa dia pingsan? Karena dia kekurangan oksigen. Nah, seperti itu. Selanjutnya, partisi. Partisi pengalang asap ataupun biasanya kita kenal dengan smoke containment. Material tanah asap digunakan untuk membatasi pergerakan asap di seluruh bangunan ketika terjadinya kebakaran. Rambu evakuasi sering lihat enggak ya? Ini selalu pasti ada. Tidak hanya di perusahaan, di tempat umum, bahkan di sekolah-sekolah sekarang sudah ada rambu-rambu evakuasinya. Ya, bisa kita lihat adanya titik kumpul atau masterp. Nah, biasanya master point ini adanya di mana? Parkiran, Pak. Parkiran, ya. Seharusnya itu tidak boleh di parkiran ya. Karena kan titik kumpul tuh harus clear dari benda-benda yang menghalangi ya. Tapi mau gimana lagi rekan-rekan sekalian apabila misalkan perusahaan kita itu sempit ataupun kecil ya mau gimana lagi terpaksa kadang master point itu ditaruh di di parkiran ya yang penting pada intinya itu bisa untuk berkumpul para pekerja apabila terjadinya keadaan darurat. Lalu apaagi contohnya ada lagi jalur evakuasi. Nah jalur evakuasi itu ada dua jenis juga. Ada yang panahnya ke kiri, ada panahnya ke ke kanan. Nah, besok tengok ya di perusahaan masing-masing ataupun kalau ke mall besok ke hotel ya bisa dilihat nanti tuh ada panahnya jalur revokasi itu arah ke kiri ada yang ke kanan ya itu nanti bisa dilihat selanjutnya apaagi contohnya rambu exit pernah lihat enggak kalau ke hotel ada rambu exit ya itu menandakan itu adalah jalan keluar ya. L apalagi evacuation map atau map evakuasi ini pasti selalu ada di hotel terutama di kamar-kamar hotel ya. Biasanya ini ditaruhnya di belakang pintu ataupun di bagian pintu bagian belakang ya. evakuasi map yaitu menunjukkan nantinya di map di map evacuation itu menunjukkan di mana titik kumpul, di mana apar ya, di mana tanggal darurat, di mana kotak P3K dan yang lainnya. Oke, jangan sampai nanti teman-teman sekalian malah lari ke kamar mandi ya karena enggak tahu dan masa bodoh istilahnya kita berada di hotel terus kita masa bodoh ya enggak kita lihat di mana jalur-jalurnya ya. Karena apa? Karena manusia itu sifatnya sepelean ya. Dia akan panik apabila sudah kena ya. Tapi kalau belum kena ya udah ee enggak pedulianlah istilahnya seperti atau masa bodohan. Oke, ini adalah salah satu contohnya question map. Mungkin teman-teman sekalian yang pernah nginap di hotel ya ataupun di tempat-tempat umum seperti mall, perpustakaan, daerah, dan yang lain-lain pasti ada nanti menemukan evocation map seperti yang ada pada layar rekan-rekan sekalian. Contohnya kita perbesar ya. Nah, di sini bisa dilihat. Nah, ini ada legend-nya ataupun legendanya. Bisa melihat di sini dijelaskan ada tangga, jalur tangganya. Lalu ada lagi jalur exit location ataupun bisa dikatakan pintu keluar di mana-mana aja di perusahaan tersebut. Nah, lalu ada lagi firepol, fire exaciser ataupun apar eos. EOS tahu untuk tempat cuci mata ini biasanya ada di laboratorium, perusahaan-perusahaan kimia dan sebagainya. Lah, ada lagi nanti kotak P3K. Nah, bisa kita lihat kan ini bisa dilihat adanya keterangan pintu keluarnya di mana-mana aja. bisa kelihat ya. Lalu di mana kotak P3K-nya nih? Ada di sini. Di kotak P3K di sebelahnya ada APAR ya seperti itu. Nah, nanti teman-teman sebagai orang ketiga di perusahaan buatlah nantinya map ini ya menyesuaikan dengan keadaan ataupun bangunan gedung dari perusahaan teman-teman sekalian. Nah, dari mana teman-teman sekalian bisa mendapatkan denah lokasi seperti ini? Ini silakan tanya ke bagian engineering sipil ya. Ini berhubungan dengan cetak biru perusahaan ya. Seperti itu. Fasilitas keadaan emergensi apa saja? Yang pertama ada lagi ada yang dinamakan dengan Megapon. Megapon ini apa? Ada yang tahu? Megapon bukan Erafon ya, beda ya. Megapon. Ada yang tahu Megapon? Pengeras suara ataupun biasanya kita kenal dengan TOA. Lalu ada lagi SCBA, self content breathing aparatus. Nih tadi pada video simulasi juga dilihat ya orang-orang Pertamina itu menggunakan SCBA ini ya. Fungsionalnya apa? Agar mereka ini bisa bernapas dengan baik di area yang mengandung gas-gas beracun. seperti itu. Lalu fasilitas keadaan emergency lainnya adalah lampu senter, baju pemadam kebakaran, helm pengaman, respirator, tandu, perkakas alat bantu seperti kapak, linggis, dan lain-lain. Pernah menonton film-film ee Amerika? Pernah enggak ngelihat? Kita lihat tuh orang-orang ketika tim-tim damkarnya apabila terjadi kebakarannya dan ada orang terjebak di sebuah ruangan pasti dia melakukan penyelamatan secara paksa menggunakan kapak ya linggis dan lain-lain. Nah, itu nantinya yang dinamakan dengan kegiatan porsible entry namanya, yaitu kegiatan penyelamatan secara paksa dengan menggunakan perkakas-perkakas kasar seperti kapak, linggis, bor, dan yang lain-lain. Lalu ada lagi kursi evakuasi ataupun evacer ya. Ada yang tahu? Ada yang pernah lihat? Nih, Evr. Evaer ini pada umumnya banyak digunakan di luar negeri ya. di Indonesia saya pertama kali itu menemukannya di IKEA ya, bukan untuk dijual tapi memang sebagai standar mereka bahwasanya apabila terjadi keadaan emergency, ini berguna bagi kaum-kaum yang membutuhkan seperti lansia ya. Lalu ada lagi disabilitas, ibu hamil. Enggak kebayangkan teman-teman sekalian apabila terjadi gempa bumi ataupun kebakaran panik orang gimana ya terutama yang ibu-ibu ataupun yang cewek-cewek ya itu pasti paniknya melebihi ee gimana ya istilahnya kalau cewek kan kalau panik yang bikin panik pria itu apa? suara ya. Silakan lakukan simulasi teman-teman sekalian ya. Pasti yang paling susah kita atur itu wanita ya. Apabila kita misalkan melakukan simulasi tanggap darurat kebakaran kita mengarahkan ibu-ibu itu ataupun ee kakak-kakak ya arahkan mereka itu susah minta ampun teman-teman sekalian ya. Nah, itu salah satu kendala apabila terjadi keadaan darurat. Ya, yang bikin panik itu adalah suara. Ya, makanya di dalam SOP tangga darurat itu dijelaskan apabila terjadi situasi tangga darurat, yang paling pertama kita lakukan itu adalah tetap tenang, tidak boleh panik. Ya, makanya seperti contoh nyatanya apa? Ketika terjadi kebocoran gas LPG di rumah ya, Ibu-ibu lagi masak panik enggak mereka? Panik. Padahal cara penanganannya simpel ya. Cukup rendam kain eh kain basah tutup pada bagian gasnya. Udah gas yang bocor tadi itu akan akan terisolasi oleh kain basah ya. Ya, pada intinya kita mengenal segitiga api. Segitiga api itu terdiri dari oksigen, sumber panas, dan bahan bakar. Apabila dari tiga item itu kita eliminasi, maka api itu tidak akan bisa hidup. Terus kenapa apabila terjadi kebocoran gas LPG di rumah panik? Ya, misalkan nih teman-teman sekalian terjadi kebakaran eh terjadi kebakaran, terjadi kebocoran gas LPG ya. Lalu tiba-tiba teman-teman cabut gas LPG tersebut lalu lemparlah ke dalam bak. Ya, percuma ya. Percuma teman- sekalian enggak guna ya. Makanya ketika terjadi kebakaran itu tidak boleh panik. Iya. Bila terjadi keadaan darurat tidak boleh panik. tetap ketahui situasi ya, kenali situasi di sekitar kita apa ya dan tetap berpikiran jernih agar apa? Agar kita bisa menyelamatkan diri dengan dengan baik dan selamat tentunya. Oke, selanjutnya pelatihan untuk tim darurat ya. Pertama ada contohnya pelatihan itu banyak ya ada dari cara penggunaan APD ya. Cara penggunaan PD ini apa? Salah satu contohnya seperti cara pemakaian SJBA, lalu cara penggunaan body harness, cara penggunaan apaagi? APD-APD lainnya ya. Lalu ada lagi gas detektor. Cara memakai gas detektor bagaimana? Apabila terjadi kebocoran gas, bagaimana langkah-langkah yang harus kita lakukan untuk kita mengoperasikan gas detektor tadi? Lalu pelatihan yang berhubungan dengan bahan berbahaya dan beracun apabila terjadi tumpahan. Ini dinamakan dengan metode B3 dan oil spill. Lalu apalagi? Ada lagi yang berhubungan dengan P3K atau first atau biasa kita kenal dengan CPR. Nah, ini adalah contoh dari training drill yang bisa kita buat perencanaannya dalam 1 tahun kalender kerja. Ini hanya sebagai contoh saja. Nanti mungkin di sini teman-teman bisa masukkan training drill-nya cara mengoperasikan SJBA. Lalu yang kedua ini mungkin cara apa bagusnya? Cara kita menggunakan apar. Lalu yang ketiga cara pengoperasian hidran. Lalu ada lagi apa? Ee CPR ya. CPR ini seperti kegiatan apabila terjadi orang pingsan kita menekan jantungnya, dadanya ya teman-teman sekalian. ada metodenya dan itu dipelajari nantinya salah satunya dengan cara kita mengundang PMI itu bisa menggunakan PMI yang ada di domisili perusahaan rekan-rekan sekalian. Bayarnya enggak mahal kalau teman-teman sekalian ya, tapi manfaatnya sungguh luar biasa ya. Itu adalah beberapa contoh dari ee istilahnya penjadwalan di dalam training deal tadi. Emergency contact number ya. Ini sangat biasanya sangat dibutuhkan sekali ya. Fungsionalnya apabila terjadi keadaan darurat pada bagian apa atau siapa yang harus kita hubungi ya. Terutama nih orang-orang project nih biasanya selalu ada emergency kontak number. Di pabrik pasti ada di perusahaan lain yang manufaktur dan sebagainya juga pasti ada. Jadi emergency kotak number itu dibedakan juga menjadi dua. Yang pertama untuk internal perusahaan dan eksternal perusahaan. Nah, kalau internal perusahaan berarti yang berhubungan dengan perusahaannya siapa? Misalkan set manajer apabila terjadi keadaan di area produksi, siapa yang bisa dihubungi? Siapa nama manajer produksinya atau manajer workshopnya siapa? Nah, itu salah satu contohnya. Lalu siapa nomor orang ketiganya? AS. Lalu siapa nama kepala security-nya? Lalu fire station apabila ada di perusahaannya. Biasanya kalau perusahaan-perusahaan owner-owner migas dia pasti memiliki fire station. Lalu ada lagi yang tadi yang saya sampaikan production departemennya siapa? Kalau di bagian eksternal perusahaan yang wajib kita miliki nomor itu adalah kantor pemadam kebakaran setempat. Lalu kantor polisi, apakah itu Polres, Polsek, dan lainnya ataupun bisa juga Babinsa ya. atau Babinsa tentara yang menguasai ataupun yang memiliki kewenangan di regional lokasi perusahaan rekan-rekan sekalian. Lalu ambulans. Apabila misalkan di perusahaan kita tidak memiliki layanan ambulan ataupun enggak memiliki fasilitas ambulan sendiri, berarti kita harus memiliki contact number ambulans yang tersedia. Mungkin contohnya ambulan yang tersedia di klinik terdekat dari lokasi perusahaan kita. Selanjutnya tim SAR ataupun biasanya sekarang itu apa namanya? Basar Basarnas. Betul enggak? Basarnas namanya? Betul. Apa saya salah? Apa saya kurang upgrade? Betul. ya. Oke, selanjutnya eksternal yang harus kita miliki selanjutnya adalah klinik ataupun rumah sakit yang terdekat yang berada di sekitar lokasi perusahaan. Nah, biasanya apabila kita bekerja sama dengan klinik ataupun rumah sakit yang ada di sekitar area perusahaan kita itu kita wajib memiliki MOU kerja sama. Itu penting banget. Ketiga, tinjuan ulang rencana yang telah ada. Emergency respon plan yang telah ada berlaku pada saat rencana tersebut disusun. Bila peruntukannya berubah, maka potensi baya juga berubah. Ya, ini pasti teman-teman sekalian ya. Contohnya apabila area produksinya diperluas, otomatis bahaya yang ada juga berubah ataupun bisa jadi bertambah. Lalu selanjutnya tentukanlah tujuan dan ruang lingkup dari sistem tangga darurat itu seperti apa. Apa yang diharapkannya tentunya adalah sistem langkah ya ketika di keadaan derodat itu seperti apa. Oke, ini masih sama dengan tujuan yang di awal tadi. Selanjutnya ruang lingkup emergency planning-nya pada aspek kemanusiaan bisa dilihat tentunya untuk melindungi pegawai penduduk dan sekitarnya. Yang selanjutnya aspek pencegahan korugian memperkecil kerugian pada barang-barang perusahaan produksi serta lingkungan yang ada. Aspek komersial memperkecil akibat dari suatu kejadian pada manusia maupun fasilitas perusahaan. legal memperkecil kerugian kerusakan harta benda perorangan yang mungkin mengibatkan klaim pada perusahaan. Contohnya apa? Apabila terjadi kebakaran ya merembet ke area parkiran ya di mana area parkiran itu mungkin ada mobil para pekerja ya motor para pekerja terus terbakar ya ke mana ngeklaimnya? otomatis ke pihak perusahaan. Nah, ini yang dinamakan dengan ruang lingkup emergency planningnya di bagian legal ya. Jadi, apabila terjadi kebakaran tidak merugikan ee aset pribadi dari para pekerja. Apakah itu mulai dari mobil, motor, handphone, atau mungkin tumblr ya. yang paling simpelnya. Oke, selanjutnya tipe rencana tanggap darurat yang pertama daftar periksa ataupun terbatas bagi para petugas pemadam kebakaran ataupun petugas tanggap darurat. Rencana tanggap darurat. Rencana manajemen tanggap daruratnya lengkap meliputi seluruh aspek rencana kerja sama melibatkan pihak lain. Ini yang saya namakan tadi dengan bagian eksternal perusahaan. Lalu kita wajib memiliki SOP. Nah, SOP inilah nantinya dari SOP inilah nantinya teman-teman melakukan simulasi terhadap sistem tanggap darurat yang ada di perusahaan teman-teman sekalian. Apakah simulasi yang mau dilakukan itu dalam bentuk simulasi kebakaran, simulasi apabila terjadi gempa, simulasi apabila terjadi banjir, ataupun simulasi apabila terjadinya ledakan. Selanjutnya dan ini adalah skema pembuatan prosedur tanggap darurat. Yang pertama kita bentuklah timnya. Lalu setelah itu kita tuukkan tujuan ruang lingkupnya. Identifikasi potensi yang ada di perusahaan kita. Apakah bahaya kita itu ledakan ya, tumpahan atau sebagainya. Lalu kita melakukan risk assesment, penilaian risiko. Lalu selanjutnya upaya meminimalisasi risiko, identifikasi kebutuhan sarana ataupun alatnya. Lalu bentuklah organisasinya ataupun struktur organisasi tanggap darurat yang ada di perusahaan. Selanjutnya susun prosedur tanggap darurat. Sosialisasikan SOP yang telah kita buat. Lalu setelah kita sosialisasikan, kita lakukanlah penjadwalan emergency drill. Apakah emergency drillnya kebakaran, gempa, atau yang lainnya. Setelah melakukan emergency drill, baru barulah kita lakukan evaluasi. Dari hasil evaluasi ini, apakah tujuan dari ruang lingkup skem ee pembuatan SOP itu tercapai atau tidak. Nah, nanti kita akan melakukan review kembali namanya. Biasanya ini identik dengan PDCA ya. PDCA PD C A plan do check action rencana lakukan cek tinjauan ulang dan action dari tinjauan ulangnya bag seperti apa bantuan luar terorganisir dan bisa Jadi ini adalah bentuk kerja sama dengan pihak ketiga. Salah satu contohnya yaitu seperti kerja sama dengan tim Damkar, Basarnas, klinik yang ada di sekitar perusahaan dan yang lainnya. Nah, ini adalah contoh struktur organisasi tanggap darurat. Ini contoh simpel aja ya. Dimulai dari ketua tangkap darurat itu biasanya mungkin adalah chief security. Lalu wakil ketuanya adalah seorang ahli K3. Bisa jadi dari orang ahli K3 umum yang ada di perusahaan. Lalu regu pemadam kebakarannya. Siapa regu B3K-nya? Nah, ini contohnya secara simpel aja ya. regu pemadam kepakaran itu dua. Tapi kalau mungkin pada aktualnya mungkin bisa jadi ada 5 ataupun 10 ya itu menyesuaikan kembali dengan jumlah tenaga kerja yang ada di perusahaan. Lalu ada lagi regu keamanan, regu evaluasi, regu komunikasi, regu logistik, dan humas. Mungkin di sini nanti bisa juga ditambahkan ya. ini mungkin nanti bisa juga ditambahkan satu lagi regu penanganan tumpahan ya ataupun regu spill oil atau bisa juga ditambahkan satu lagi nanti regu penyelamat dokumen ya karena dokumen-dokumen perusahaan itu juga sangat sangat penting. Oke, ini tugas dan tanggung jawab. Jadi ketika kita membentuk struktur organisasi tanggap darurat, maka kita juga wajib ya membuat apa-apa saja tugas dan tanggung jawab dari masing-masing orang yang berada pada sistem tanggap darurat tadi ataupun di dalam sistem organisasi tanggap darurat tadi. Nah, ini adalah salah satu contohnya. Ini bisa teman-teman lihat. Oke, selanjutnya konsep operasi seperti mencontohnya apabila terjadi keadaan darurat kebakaran. Kita sebagai orang ketiga ataupun yang berada di dalam struktur organisasi tengah darurat harus bisa memprediksikan skenario penyebaran api ya, terutama apabila kita bekerja di industri dalam migas. Kita harus tahu nih ke mana penyebaran api ini apabila terjadi di zona A, ke mana arahnya kira-kira apabila terjadi lelakkan api itu akan menyemburnya ke mana? Lalu arah asap ya apabila terjadi kebakaran ini dia akan mengalir ke mana nantinya. Nah, itulah yang dimakan dengan konsep operasi tadi. Kita prediksi ini hanya prediksi ya. Berarti prediksi itu artinya apa? Memperkirakan ya, berandai-andai. Nah, ini yang dimaksud dengan memprediksi skenarionya. Tentukan strategi pengendalian. Lalu tentukan sumber daya yang dibutuhkan. Apakah sumber daya yang ditukan tadi berhubungan dengan sistem proteksi aktifkah ataupun sistem proteksi pasif. Faktor kegagalan dari STD ataupun sistem tenggedurat itu apa? Kurangnya dukungan manajemen puncak. Ya, ini pasti sekali. Ingat teman-teman sekalian, K3 itu selalu berhubungan dengan budgeting ya. Ketika level managemen tidak komitmen maka bisa dipastikan penerapan ketiga teman-teman sekalian itu akan susah ya. Karena pada intinya ya di dalam dunia ketiga itu manajemen itu sangat-sangat dibutuhkan komitmen dari mereka dalam penerapan. K3 ketika mereka enggak komitmen ee itu sangat-sangat sulit ya. Ya, lebih baik kita mencari jalan yang lain ya apabila dalam penerapan ketiga kita itu tidak didukung ya. Itu akan sangat sulit teman-teman sekalian. Bahkan nanti akan bisa jadi bumerang bagi teman-teman sekalian juga apabila terjadi misalkan keadaan darat ataupun kecelakaan kerja. Lalu adanya kurang keterlibatan dan dukungan dari para pekerjaan. Nah, ini yang saya maksud juga tadi. Ketika manajemen puncak tidak komitmen, otomatis sampai ke babah-bawahnya pun nanti juga enggak komitmen ya. Kenapa? Karena dari yang level terbawah tadi juga melihat level atasnya enggak komit. Jadi, kenapa saya harus nurutin aturan yang ada? Nah, kan seperti itu. Selanjutnya, kurang atau tidak adanya perencanaan, kurangnya pelatihan dan pendidikan. Ya, itu penting ya, Teman-teman sekalian. Makanya mungkin teman-teman sekarang yang ikut pelatihan ini ada yang dari perwakilan perusahaan ya. Nah, inilah salah satu contohnya. Tujuannya apa? Untuk memberikan pengetahuan terbaru ya kepada rekan-rekan sekalian ya. Walaupun pada intinya ikut sertifikasi ini mungkin untuk apa? Untuk pemenuhan kebutuhan project ya. Mungkin itu salah satu contohnya. Lalu tidak adanya penanggung jawab yang ditunjuk khusus untuk mengkoordini STD. Nah, ini bisa dipastikan tidak adanya struktur organisasi perusahaan di apabila terjadinya keadaan darurat. Sistem tanggap darurat tidak dievaluasi atau disempurnakan secara berkala. Nah, ini maksudnya bagaimana? Berarti ketika ada SOP tanggap darurat itu tidak pernah disimulasikan ya, cuma hanya sebatas adanya regulasi aja tapi tidak pernah dipraktikkan. Ya, kalau enggak dipraktikkan dari mana kita tahu di mana letak kekurangan sistem kita? Betul ya? Hanya semasa tulisan doang tapi enggak pernah dipraktikkan. Yang bagaimana kita tahu nanti tiba-tiba ternyata terjadi keadaan darurat ya. Ya, ternyata orang-orang yang ada di peran kita enggak ada yang bisa sama sekali menangani keadaan darurat. Kenapa? Ya, karena tadi tidak pernah dilakukannya simulasi. sistem komunikasi dan peringatan dini tidak memadai, tidak terintegrasi dengan prosedur operasi lainnya. Ya, ini kenapa bisa terjadi? Karena ketika SOP dibuat itu tidak pernah di sosialisasikan ya. SOP dibuat hanya menjadi untuk bantalan tidur ya. Hanya disimpan doang ya, enggak pernah disosialisasikan. Selanjutnya pekerja tidak dijelaskan mengenai tindakan atau longkai yang dilakukan jika terjadi keadaan darurat ini masih sama. Kenapa bisa terjadi kebakaran? Kenapa bisa orang meninggal? Kenapa bisa banyak terjadi korban? Karena tidak pernah dilakukan simulasi tadi. Jadi para korban itu enggak tahu sama sekali apa yang harus dilakukannya. Mereka sudah panik duluan. Nah, seperti itu, Teman-teman sekalian, ya. Makanya di dalam sistem tangga darurat simulasi keadaan emergency itu sangat-sangat penting karena itu dalam sebuah bentuk pelatihan bagi diri para pekerja. Bagaimana caranya apabila terjadi keadaan darurat mereka mengatasinya. Oke, sampai di sini ada yang mau bertanya? Apakah ada yang mau bertanya kira-kira? Oke, kalau enggak ada yang bertanya ya, materi untuk pengawas ketiga minggas juga telah berakhir ya, rekan-rekan sekalian ya. Selanjutnya saya akan melanjutkan untuk materi ahli ketiga umum. Nah, dari teman-teman pengawas ketiga MEGAS bagaimana? Apakah mau tetap lanjut atau mau lift meninggalkan ruang Zoom-nya? Ya, kalau mau beristirahat ya dipersilakan. Terutama untuk teman-teman dari timur ini ya sudah di sana mungkin sudah jam 10.30 ya. Betul ya Mas Ribi dan Bu Aza. Iya Pak, betul. Oke. Jadi bagaimana mau lanjut atau mau live? Kita serahkan kembali ya kepada rekan-rekan sekalian. Kalau mau live silakan sampaikan di kolom chat. Ya, enggak apa-apa. Tapi kalau mau tetap stay silakan, enggak masalah juga. Oke, stay. Oke, enggak apa-apa. Oke, ya. Selanjutnya, oke kita akan masuk ke dalam materi merancang strategi pengendalian risiko K3 di tempat kerja. Menerapkan manajemen risiko K3 di tempat kerja. Oke. Nah, ini dia. Ini adalah materi ataupun ee istilahnya unit kompetensi dari Mbak Dila ya, single ya, pemain tunggal ya untuk ahli ketiga umum di akhir tahun ini. Ini pertama kali juga ya kami mengadakan pelatihan K3 umum dan pengawas MIGAS ini pertama kali pesertanya cuma satu orang lagi ketiga umumnya ya biasanya itu minimal 10 ya mungkin kenanya efek akhir tahun ya biasanya seperti itu ya rekan sekalian ya tapi enggak apa-apa tidak mengurangi semangat kita juga untuk belajar bersama pada malam hari ini apabila tidak ada yang meng
Resume
Categories