Training Ahli K3 Umum & Pengawas K3 Migas BNSP | Day 1 | 15 Desember 2025
VyPhXWBygHg • 2025-12-16
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Baik, selamat malam Bapak dan Ibu
sekalian.
Oke, baik. ee yang sudah standby di
layar Zoom-nya izo untuk bisa dinyalakan
ee kameranya Bapak Ibu.
Izin Pak Hendra untuk Bu Azah mungkin
ada kendala jaringan jadi agak telat
untuk joinnya. Oke, Pak Taufik, Pak
Willy, Pak Ribi, apakah standby di
Zoom-nya?
Boleh dinyalkan kameranya.
Oke. Baik, kita mulai saja ya, Bapak Ibu
sekalian. Baik.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Ee selamat malam, salam sejahtera untuk
kita semua. Ee pada malam hari ini kita
akan ee lanjut untuk ee training hari
pertama dengan skema ahli K3 umum dan
pengawas K3 Migas. Dan untuk trainernya
dengan eh Pak Hendra selaku trainer kita
untuk training e untuk hari ke depannya.
Oke, sebelum kita
mulai ee izin kita untuk dokumentasi
dulu ya, Bapak Ibu. Pak Ribi sama Pak
Taufik bisa oncam atau tidak?
Eh, cek audionya apakah nyala. Bapak
sekalian, Pak Ribi, Pak Taufik bisa
masuk suara saya?
Apakah bisa oncap?
Oke,
sepertinya belum standby. Ee Bapak, Ibu
yang sudah onc izin untuk kita ambil
sesi dokumentasi.
Ee boleh lihat ke kamera untuk posisinya
seperti ini. Salam kompeten, salam
sendikia seperti ini.
Oke, di sini untuk ee bisa melihatkan
wajahnya seperti ini. Saya hitung 3 2 1.
Sekali lagi posnya.
seperti ini dalam kompeten.
Oke. 3 2 1 sebentar 3
terima kasih Bapak Ibu sekalian.
Selanjutnya sebelum kita mulai ee izin
saya untuk ee yel-yel dulu nih Bapak Ibu
untuk yel-yelnya apakah ee belum tahu ya
untuk hari pertama ini? Sebentar
saya bagikan untuk yel-elnya.
Oke,
saya kirimkan di kolom chat Bapak Ibu
untuk yel-yel kita sebelum mulai. Untuk
yel-yelnya pertama nanti saya sebutkan
apapun sertifikasinya. Bapak Ibu jawab
CAC solusinya. Terus yang kedua saya
sebutkan CAC nanti Bapak Ibu jawab pasti
lebih kompeten seperti itu.
Oke, boleh kita tes dulu untuk suaranya.
Silakan untuk Bapak Ibu bisa menyalakan
mikrofonnya
untuk kita yel-yel dulu sebelum mulai.
Silakan untuk dinyalakan mikrofonnya
Bapak Ibu.
Saya
kita tes dulu ya untuk yol-yelnya. 3 2
1. Apapun sertifikasinya
CAC solusinya solusinya
CAC
solusinya
pasti lebih kompeten gitu Bapak Ibu
sekalian.
Kita ulang sekali lagi. Apapun
sertifikasinya
CAC solusinya.
Terus yang kedua CAC
pasti lebih kompeten gitu Bapak Ibu
sekalian. Oke, kita coba sekali lagi.
1 2 3.
Apapun sertifikasinya
CAC solusi
CAC solusinya
CAC
pasti lebih kompeten
pasti lebih.
Oke. Baik, terima kasih Bapak Ibu
sekalian walaupun masih malu-malu
suaranya.
Oke. Baik, Pak Hendra. Kita mulai untuk
training kita pada malam hari ini.
Kepada Pak Hendra dipersilakan. Baik,
terima kasih Bu Sifa atas sambutannya
pada malam hari ini. Baik, kita mulai
training pada malam hari ini rekan
sekalian. Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Oke, selamat malam rekan sekalian.
Bagaimana kabarnya?
Ya, suara saya terdengar ya?
Terdengar, Pak.
Oke, terdengar ya. Baik. Ee untuk
dit-nya bagaimana? Apakah sudah ada yang
mengerjakan-nya?
Apakah sudah ada yang mengerjakan?
Apa masih ditunda-tunda
atau mau dirapel ngerjainnya?
Oke, harapannya
sekalian tugasnya itu bisa dikerjakan ee
per hari itu bisa diangsur-angsur ya.
Jadi nantinya enggak
menumpuk ya karena nanti biasanya sistem
kerja satu malam ya. Nah, ini yang
agak-agak susah nanti rekan sekalian dan
harapannya saya rekan sekalian komitmen
ya untuk mengerjakan tugas ditut.
Oke. Baik. Ee pada malam hari ini untuk
materinya adalah sistem tanggap darurat
ya. Ini materi yang saling beririsan
antara pengawas ketiga Migas dan ahli
ketiga umum BNSP.
Jadi untuk materi malam hari ini dari
pengawas K3 Migas hanya ada satu materi
aja yaitu merancang sistem tanggap
daruratnya.
Dan untuk total ahli ketiga umum itu ada
dua
materi. Yang satu lagi manajemen risiko.
Oke, selanjutnya
ee nanti setelah materi ini berakhir,
total dari pengasuk tiga Migas kalau mau
tetap stay di ruangan Zoom mengikuti
materi yang ada ketiga umum selanjutnya
dipersilakan.
Akan tetapi apabila hanya ee hanya ingin
untuk melanjutkan
aktivitas selanjutnya, apakah mau
beristirahat tidur ataupun mau bersosm
dan sebagainya. ya enggak apa-apa untuk
meninggalkan ruangan Zoom-nya seperti
itu ya. Oke. Baik, kita mulai dulu
merancang sistem tanggap darurat ya dan
mengelola bagaimana sistem tanggap
darurat itu sendiri. Begituun dengan
unit kompetensi pada pengasuk K3 Migas
melakukan kerja sama penengeluan keadaan
darurat di industrial migas.
Dasar hukum yang mengatur perihal
sistem tanggap darurat itu adalah
Undang-Undang Nomor 1 1970.
Nakar 186 tahun 1999 tentang unit
penanggulangan kebakaran di area kerja.
Berdasarkan peraturan Kementerian
Ketenagakerjaan
itu terdapat empat level ya untuk tim
pemadam kebakaran di area kerja. Ada
yang kelas D yang paling terendah, kelas
C, kelas B, dan kelas A. Nah, untuk
kelas D
itu persyaratannya adalah di setiap 25
tenaga kerja wajib memiliki satu orang
petugas
DAMAR.
Yes, teman-teman sekalian.
Jadi, itu adalah salah satu aturan. Itu
bisa teman-teman lihat nanti pada
kapnaker nomor 186 tahun 1999 bisa
di-download. Itu semua ada di Google.
Selanjutnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun
2007 tentang penanggulangan bencana
PP nomor 50 tahun 2012 tentang penerapan
SMK 3 dan Nakar 187 tahun 1999
tentang pengendalian bahaya kimia
berbahaya di tempat kerja.
Selanjutnya
kita lihat ada yang di sebutkan dengan
keadaan darurat. Nah,
mungkin ada yang bisa menyebutkan apa
contoh keadaan darurat di lokasi
kerjanya?
Ada yang pernah mengalami keadaan
darurat di lokasi kerja? Salah satu
contohnya apa kira-kira?
Ada yang bisa nyebut? Silakan on mic.
Bagaimana?
Ada yang bisa
menyebutkan? Ayo masih malu-malu seperti
mengeluarkan suaranya ya.
Ee ada tumpahan minyak, Pak.
Oke. Tumpahan minyak, ya.
Oke. Tumpah minyak masuk salah satu
jenis keadaan darurat. Apalagi contohnya
yang lain? Ayo,
ada lagi tumpan minyak, tumpi.
Nah, itu semua masuk dalam keadaan
darurat ya. Maksudnya apabila tumpuhan
minyak ini dalam volume yang besar. Oke.
Apalagi kira-kira?
Oke, masih banyak contoh yang lainnya.
Keadaan darurat itu contohnya apa?
Kecelakaan kerja di lokasi kerja. Masuk
dalam keadaan darurat apa enggak?
Masuk.
Iya.
Apalagi
apaagi contohnya
lagi?
Banyak contohnya.
Oke, nanti kita lihat ya apa-apa aja
contoh dari keadaan darurat.
Lalu ada lagi bencana. Nah, bencana
banyak ya. Terlebih yang terjadi dalam 2
minggu belakangan di Sumatera
itu adalah salah satu jenis bencana.
Bencana itu terbagi juga menjadi dua
nantinya. Ada bencana alam dan bencana
non alam. Kalau bencana alam itu jelas
ya. A sama kita ketahui salah satu
contohnya banjir ya. Di Sumatera
ada lagi gempa bumi. Kalau bencana non
alam contohnya apa? Bencana non alam.
Bencana non alam.
Ada yang tahu bencana non alam contohnya
apa?
Apa contoh bencana non alam?
Oke.
Kebakaran.
Kebakaran. I.
Oke, Teman-teman ini tahu ya, tapi masih
malas untuk berbicara ya. Enggak apa-apa
kita belajar step by step ya untuk
menjawab pertanyaan. Oke, itu salah satu
contoh yang mulai dari kebakaran,
pemadaman listrik ya. Pemadaman listrik
yang bisa mencapai 24 jam ya. Contohnya
kayak selain di area bencana di
Sumatera, selain mereka mengalami
bencana alam juga mereka mengalami yang
dinamakan bencana non alam. salah
satunya adalah
listrik padam ya, terutama yang kita
ketahui di Aceh
semenjak bencana banjir itu semua aliran
listriknya hampir mati. Nah, itu masuk
kategori bencana non alam. Lalu ada lagi
tanggap darurat.
Tanggap darurat adalah sistem yang siap
atau siaga untuk menghadapi
menenggulangi keadaan darurat agar dapat
diselesaikan dengan cepat, tepat,
terkendali dan sesuai dengan
kebutuhannya.
Jadi si tanggap darurat ini sistem yang
kita bentuk, yang kita buat
yang mana fungsinya nanti adalah untuk
membantu kita meminimalisir
dampaknya.
Nah, contohnya apabila terjadi gempa di
gedung bertingkat, apa yang harus kita
lakukan? Salah satu contohnya
kalau terjadi gempa nih kayak di Jakarta
di gedung bertingkat, apa yang harus
dilakukan? Terjun, lompat dari ketiga.
Sembunyi di bawah meja, Pak.
Oke. Sembunyi di bawah meja. Oke, untuk
gempa bumi, langkah yang harus kita
lakukan pertama kali itu adalah
bersembunyi di bawah meja ya, ataupun di
manaun tempat yang bisa kita berlindung
dari terjatuhnya puing-puing. Itu salah
satu contohnya.
Oke. Nah, itu
metode berlindung di bawah
ee meja itu merupakan salah satu bentuk
contoh dari sistem tanggap darurat yang
ada di area kerja.
Nah, seperti itu ya rekan sekalian.
Oke, kita lihat kembali jenis-jenis dari
keadaan darurat itu apa-apa saja.
Keturat itu terbagi menjadi tiga. Yang
pertama ada proses alam ya. Contohnya
banyak sekali ada banjir, kekeringan,
angin topan, gempa, dan petir. Buatan
manusia.
Contohnya pemadaman listrik. bendungan
bobol kebocoran nuklir ya pernah terjadi
di saat tsunami tsunami di Jepang ya
atau terjadi kebocoran reaktor nuklir
mereka lalu ada lagi peristiwa kebakaran
atau ledakan yang sering terjadi di
sektoral industrial migas.
Oke. Lalu salah satunya apaagi?
Kecelakaan kerja ataupun kecelakaan lalu
lintas. Itu masuk ke dalam kategori
buatan manusia ataupun non alam. H. Lalu
ada lagi huruara berupa kerusuhan,
perang, ancaman bom. Nah, apa lagi
contoh dari huruhara yang lainnya?
Apa contoh dari keadaan darurat huruara
selain yang tiga ini? Setiap selesai
pemilu, apa yang terjadi?
Setiap selesai pemilu nih hasilnya
keluar ya. Apa terjadi sering terjadi di
Indonesia?
Apa?
Demo ya? Demo. Oke. Pag kita yang berada
di Jakarta sering kali ya mengalami
yang dinamakan dengan demo tersebut ya.
Hampir semua di daerah apabila ada
keputusan-keputusan dari pemerintahan
yang tidak disukai pasti akan terjadi
demo di berbagai provinsi tentunya.
Lalu sistem tanggal darurat ataupun STD.
Sistem tanggal darurat merupakan
kesatuan sistem yang diterapkan dan
dilaksanakan oleh suatu industri,
pemerintah beserta komponen masyarakat
yang terintegrasi dalam suatu sistem dan
prosedur kerja yang konkret dalam rangka
menghadapi keadaan darurat di suatu
instansi, industri, maupun sektor
informal yang berpotensi menimbulkan
gangguan bagi stabilitas keamanan.
Nah, di sini di perusahaan teman-teman
sekalian
apakah pernah melaksanakan yang
dinamakan dengan simulasi tanggap
darurat?
Pernah.
Ada enggak di sini yang pernah
melaksanakan simulasi tanggap darurat di
lokasi kerjanya?
Ada yang pernah
atau belum tahu?
Oke, kalau belum tahu kita lihat dulu ya
contohnya dari sebuah video terkait
dengan simulasi tanggap itu seperti apa.
Eh, kita lihat dulu ya
sebentar.
Ya silkan di ini adalah salah satu
contoh dari
simulasi tangkap darurat
Kita
naik cepat
Eng monitor Mat Eng masuk Mat Eng. Ini
ada anomali di kita Mat Eng.
monitor
mar dier terdapat overflow bisa tolong
double cek
oke ada penambahan di aktif 12 barel dan
kemudian return kita naik oke dicopy
ee ada anomali ya. Oke, kita mau lakukan
ee
oke Pak ya. Kita sudah lakukan ee angka
seting sampai join. Tolong dicek Pak.
Oke, informasi Pak Komimen ini return
makin membesar. Oke, Rur
semua personel esensial standby di
tempatnya masing-masing. Kita akan
melakukan perempungan
dan secepatnya.
Kita akan menung
Di area Aimtop terdapat korban
dibutuhkan untuk penanganan tim rescue.
Oh
Oke. Baik. Itu sekilas ya gambaran dari
sebuah emergency
drill ya. Emergency drill ini tujuannya
apa?
Jadi ketika kita membuat sistem tanggap
darurat, kita wajib mencoba ya
melaksanakan simulasi dari SOP kita itu.
Apakah SOP yang kita bikin itu sesuai
enggak nantinya ketika diterapkan di
lapangan?
Berjalan apa tidak? Nah, itulah
tujuannya ketika kita membuat sebuah
sistem, kita wajib melakukan PDCA. PL
do, check and action namanya. Oke,
kita kembali lagi kepada materi.
Prioritas tanggap darurat itu apa? Ya,
urutan prioritas dari sebuah
sistem tanggap dururat itu otomatis
adalah keselamatan jiwa dari para
pekerja
dengan cara menghitung dan memastikan
keselamatan tim yang ada di lapangan
apabila terjadi keadaan darurat.
stabilisasi kejadian.
Ya, ini maksudnya bagaimana cara kita
menetralkan keadaan itu agar tidak
menjadi keos, kepanikan yang berlebihan.
Yang ketiga, pengamanan lingkungan hidup
dan aset perusahaan. Ini pasti dan
sangat penting tentunya yang bertujuan
untuk mengontrol dan meminimalkan dampak
terhadap aset dan lingkungan yang ada di
perusahaan.
Jadi semua tiga item ini itu adalah
sangat penting ya teman-teman sekalian
ya. Jadi fokusnya tidak adanya pada
keselamatan jiwa para pekerja tapi juga
pada aset-aset yang ada di perusahaan
mulai dari reproduksi, alat-alat berat
yang ada di perusahaan dan sebagainya.
Emergency respon plan perencanaan
tanggap darurat yang harus kita lakukan
yang pertama kali itu adalah
identifikasi bahaya dan penaksiran
risiko.
Penakaran sumber daya yang dimiliki.
Tinjau ulang rencana yang telah ada,
tentukan tujuan dan ruang lingkup. Pilih
tipe perencanaan yang akan dibuat. Yang
keenam, tentukan tugas-tugas dan
tanggung jawab dari masing-masing orang
yang berada pada struktur organisasi
tanggap darurat. Yang ketujuh, tentukan
konsep operasi yang seperti apa.
Yang pertama, identifikasi bahaya dan
penaksiran risiko ataupun bisa kita
kenal dengan risk assesment.
Perkiraan potensi terjadinya bahaya di
tiap unit kerja ataupun zona kerja.
Perkirakan jenis bahayanya. Kalau di
sektoral industrial migas, otomatis
bahaya paling utama itu adalah ledakan
ataupun kebakaran.
perahkan tingkat paparan jumlah dan
karakteristik penghuni nilai aset serta
dampak apabila terjadi terhadap
lingkungan sekitar perusahaan.
Yang kedua, penakaran sumber daya yang
dimiliki. Dengan mengetahui tingkat
risiko bahaya, apakah sumber daya yang
dimiliki cukup memadai untuk
menenggulanginya?
Nah, ini maksudnya kita harus melihat
dulu ketika kita membuat sebuah sistem
di perusahaan kita,
bagaimana fasilitas terhadap
ee keadaan durat apabila itu terjadi,
apakah ada atau tidak. Contohnya apabila
terjadinya kebakaran, apakah kita
memiliki sistem pemadam kebakaran yang
baik. Yang kedua, peralatan ya.
Peralatan ini banyak banget contohnya
ya. Contoh seperti APAR,
P3K, ruangan P3K, kotak P3K, tandu dan
sebagainya.
Yang ketiga, pasukan. Yang keempat, SDM
yang berpengalaman dan terlatih. Yang
selanjutnya adanya akses bantuan dari
pihak luar seperti Badan SAR nasional
ataupun
ee tim DAMKAR yang ada di sekitar
domisili perusahaan kita.
Selanjutnya fasilitas dan sarana apabila
terjadi keadaan dan darurat.
Nah, di jadi di dalam fasilitas dan
sarana sistem tanggap berurat itu kita
mengenalnya dengan sistem proteksi
pemadam kebakaran aktif.
Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
ataupun Peraturan PU Menteri PU Nomor 26
Tahun 2008,
sistem proteksi kebakaran adalah sistem
yang terdiri dari peralatan, sarana
serta kelengkapan yang dipasang pada
bangunan dan terdiri dari dua jenis
sistem proteksi pemadam kebakaran aktif
dan pasif.
Oke, pernah dengar mungkin teman-teman
sekalian ya.
Sistem proteksi aktif adalah serangkaian
peralatan yang dirancang untuk
mendeteksi, mengendalikan, dan
memadamkan kebakaran. Tujuannya adalah
untuk mengurangi risiko kerusakan dan
melindungi keselamatan manusia saat
terjadi kebakaran. Apa salah satu
contohnya yang ada di lokasi perusahaan
rekan-rekan sekalian?
Apa contohnya?
Ini sering banget ya. Enggak selalu di
lokasi perusahaan ketika kita ke mall,
tempat-tempat umum, hotel, dan
sebagainya, kita pasti menemukan salah
satu contoh dari sistem proteksi aktif.
Apa contohnya?
Ada yang bisa menyebutkan?
Alarm, Pak.
Alarm. Oke. Betul. Itu masuk ke dalam
sistem proteksi aktif. Ada lagi?
Ada lagi yang lain?
Mas Ribi.
Apa contohnya? Mas Rib.
Teman-teman yang lain, apa contoh dari
sistem proteksi aktif?
Sering banget kita temukan di
perusahaan.
Apa kira-kira?
Iya. terutama nih teman-teman yang
ngambil sertifikasi KTMI gas apa
contohnya?
Sprinkle sama hidran kebakaran mungkin,
Pak.
Oke, betul sekali. Sprinkler dan hidran
kebakaran ya. Itu salah satu contoh dari
sistem proteksi aktif. Kita lihat satu
persatu
apa?
AR, Pak.
Apar.
Apar. Apar. Apar.
Iya, AP ya.
Sistem proteksi pertama yaitu fire
detector. Nah, pernah lihat
fire detector ini? Pernah. Yang mana?
Smoke.
Smoke, Pak.
Oke. Di mana lihatnya?
Hotel.
Di kalau di hotel di Depot juga, Pak. Di
kantor.
Di Depot. Oke. Banyak ya contohnya ya.
Smoke untuk mendeteksi apa?
Asap, Pak.
Asap.
Heat detektor untuk mendeteksi.
Nah, heat detector untuk mendeteksi apa?
Apa?
Oke. Masih malu-malu jawabnya.
Panas P.
Gimana, Mas?
Panas. Betul sekali.
Jadi kalau untuk heat detector dia
terbagi menjadi dua jenis. Ada yang
dinamakan dengan red of rice heat
detector dan fixed temperature.
Oke, jadi dia ada dua jenis juga di
dalam heat detektor ini. Yang ketiga,
flame detector. Flame detektor itu apa?
Untuk mendeteksi apa?
Plam detektor itu adalah sebuah ee
pendeteksi untuk kita mengetahui telah
terjadi kebakaran yang berasal dari
sinar ultraviolet yang dihasilkan oleh
sebuah api.
Yang selanjutnya gas detektor. Nah, gas
detektor ini bagaimana?
Apa ini?
Untuk mengetes apa? Mengecek kebocoran
gas, Pak. Oke, salah satu contohnya
adalah untuk mendeteksi
adanya kebocoran gas ya, seperti dari
apabila kalau di rumah ataupun di
ruang-ruang dapur ya, itu fungsional
untuk apa? Untuk mengecek apakah terjadi
kebocoran LPG ya, gas yang berhubungan
dengan gas.
Lalu selanjutnya ada yang tidak saya
tampilkan itu ada juga namanya beam
detector ya. Bior itu jenis detektor
alam kebakaran. Jadi fungsionalnya itu
seperti pemancar.
Nah, itu dia lebih canggih lagi dan
tentunya harganya lebih mahal.
Oke, selanjutnya Fire Alarm System. Ada
yang tahu dan pernah melihat ini ataupun
biasa kita kenal dengan Master Control
Fire Alarm MCFA.
Jadi si master control fire alarm ini
fungsionalnya
biasanya itu ada di semua gedung-gedung
tinggi ya.
Ya, di setol migas juga pasti ada.
Karena fungsionalnya apa? untuk
memantau,
mengawasi, dan mengetahui
alarmalar alarmam mana saja yang
berbunyi.
Misalkan di lantai 30
zona A.
Zona ini mungkin maksudnya zona A ini
mungkin maksudnya
alarm ataupun fire detektor yang
posisionalnya berada di bagian utara di
lantai 3. Nah, itu biasanya di layarnya.
Jadi, dia ada di sebuah ruangan MCFA itu
master control fire alarm. ada dalam
seborangan terdapat layar-layar nantinya
ya yang mana fungsionalnya untuk kita
mengetahui
di titik mana saja apabila terjadi
apakah itu false alarm ataupun alarm
memang sebenar-benarnya terjadinya
kebakaran.
Nah, itu salah satu contohnya dan
biasanya apabila gedung-gedung tinggi
pas control fire alarm ini akan langsung
nantinya terhubung juga ke lift yang ada
di gedung yang mana apabila terjadi
keadaan darurat lift ini akan langsung
secara otomatis kembali ke lantai dasar
apabila misalkan contohnya lift ini
ketika terjadi keadaan gempa
ya dia lagi berada di lantai 30. Nah,
secara otomatis
MCFA master contrier alarm ini akan
memberikan perintah kepada lif untuk
langsung turun ke lantai dasar. Ya,
tujuannya apa? Agar tidak ada sama
sekali para pekerja yang menggunakan
lift apabila terjadi keadaan darurat di
gedung-gedung tinggi.
Nah, itu salah satu fungsionalnya.
Seperti itu ya, R-rekan sekalian. Lalu
ada lagi fire sprinklor system. Nah, di
mana biasanya teman-teman sekalian
menemukan sprinkler?
Gimana
di perusahaannya? Ada
sprinkler? Ada
gimana?
Di mana kira-kira menemukannya sprinkler
ini?
di hotel.
Nah, mana lagi parkiran basem
ya? Enggak di parkiran-parkiran basem di
mall, di hotel
ya pasti selalu ada sprinkler. Lalu di
mana lagi? Ruang produksi.
Tapi itu tergantung ruang produksinya
ya. Kadang ada ruangan produksi yang
tidak boleh ee media pemadam itu berasal
dari air. Karena nanti apabila terjadi
kebakaran kita padamkan dengan air akan
merusak bahan-bahan ataupun
material-material produksinya.
Nah, itu berarti menyesuaikan dari
tingkat kebutuhan area produksinya.
Oke, mungkin teman-teman sekalian pernah
melihat sprinkler ya. Di sprinkler itu
kita lihat ada tabung yang berwarna
merah. Pernah lihat enggak? Betul
enggak? Ada kita temukan dia berwarna
merah.
Nah, apa maksud dari tabung berwarna
merah ini? Tabung berwarna merah ini
maksudnya adalah cairan air raksa
ya. Jadi yang ada di dalam tabung ini
adalah cairan air raksa. Apabila dia
berwarna merah, maka akan kita lihat
pada tabel yang ada di samping ini. Jadi
maksudnya apabila
terjadi kebakaran ya,
tabung raksa ini dia akan pecah dengan
sendirinya apabila telah mencapai suhu
ruangan 68 derajat
Celcius.
Ketika ini pecah, barulah si air raksa
ini menyempurkan air ke ruangan.
Nah, seperti itu. Jadi, tujuannya adalah
ini adalah sebagai indikator
terhadap suhu ruangan. Ketika dia telah
mencapai 68 derajat Celcius, barulah
tabungnya pecah dan sprinkler itu
menyemprotkan air ke ruangan. Timbul
pertanyaan, "Bagaimana, Pak, kalau
terjadi kebakaran dan belum mencapai
suhu 68 derajat Celcius dan ada orang di
dalam ruangan tersebut?
Bagaimana cara, Pak, agar sprinkler ini
bisa berfungsi?" Ya, Teman-teman
sekalian cukup pecahkan
tabung air raksanya secara paksa,
ya. Apakah dengan memukul, melempar atau
sebagainya yang pada intinya tabung air
raksanya itu pecah.
dia akan memerintahkan nantinya ruang
pompa untuk bergerak dan menyempurkan
air ke dalam ruangan. Pada intinya itu
kalau secara paksa. Tapi kena secara
otomatisnya dia harus menunggu dulu suhu
ruangan mencapai 68 derajat celcius.
Jadi nanti apabila teman-teman sekalian
mungkin ya di luar negeri juga
berbeda-beda rekan-rekan sekalian ya.
Ada dia yang menggunakan warna air
raksanya merah, ada yang menggunakan
warna air raksanya hijau dan sebagainya.
Ini menyesuaikan dengan tingkat
kebutuhan yang ada di perusahaan.
Oke. Lalu ada lagi fire suppression
system. Fire suppression system
merupakan sistem proteksi kebakaran.
yang berfungsi untuk mendeteksi
sekaligus memadamkan kebakaran.
Sistem proteksi pemadam kebakaran ini
bisa menggunakan jenis bahan seperti
CO2,
busa atau bahan kimia khusus. Ya,
biasanya
fire supression system ini dia digunakan
oleh perusahaan-perusahaan yang
menggunakan atau masih memiliki jaringan
basa,
ya, bas room seperti apa contohnya
ee Kementerian Telekomunikasi,
Telkomsel
ya atau perangkat-perangkat atau
provider provider lah, bank-bank,
bank yang selalu lalu menggunakan
jaringan-jaringan basis data di bawah
tanah yang fungsional untuk menyimpang
data-data konsumen dan sebagainya pasti
menggunakan
fire suppression system. Kenapa? Karena
media yang digunakan itu masuk ke dalam
kategori kebakaran kelas C. Ya,
kebakaran kelas C itu apa? Yaitu
kebakaran yang berhubungan dengan
elektrikal.
besok akan kita pelajari ya peri hal
ini.
Lalu ada lagi fire hidrant system yang
tadi disebutkan oleh Mas Willy juga ya.
Fire hidran itu adalah sistem protesi
pemadam kebakaran yang dirancang untuk
memberikan pasokan air yang cukup untuk
memadamkan kebakaran.
Sistem ini terdiri dari pipa-pipa yang
terhubung ke sumber air
seperti ground tank ataupun water
reservoirnya.
Jadi di dalam ruang pompa hidran pasti
di bawahnya itu di bawah lantainya itu
ada water tank-nya
ya. Kalau enggak dari mana sumber airnya
nantinya ya seperti itu.
Untuk hidran ataupun di ruang pompa
hidran terdapat tiga macam jenis
pompanya.
Nah, ini bisa mungkin teman-teman catat
juga.
Pempahidan itu terbagi menjadi tiga.
Yang pertama itu adalah
apa kira-kira?
Electrical pump.
Yang kedua itu joki pam. Yang ketiga itu
adalah diesel pump.
Nah, untuk electrical pump ini merupakan
pompa paling utama dari sebuah hidran
karena dia aktif dan bekerja dengan
menggunakan aliran listrik.
Diesel pam ini bisa dikatakan sebagai
pompa cadangan
ya. ini maksudnya apabila terjadi
keadaan darurat seperti gempa,
kebakaran dan sebagainya yang mana
nantinya aliran listrik itu akan padam.
Nah, nanti yang akan hidup secara
otomatis adalah diesel pam-nya ya.
Karena diesel yang sama-sama kita
ketahui pasti dia menggunakan BBM, bahan
bakar minyak.
Yang selanjutnya yang ketiga tadi adalah
joki pump. Apa itu joki pump? Juky pump
ini merupakan pompa yang membantu agar
tekanan air dari hidran itu stabil,
tidak ng-drop. Karena yang sama-sama
kita ketahui, semakin tinggi
bangunan, maka tekanan air ke atasnya
semakin rendah. dia mengikuti gaya
gravitasi tentunya ya seperti itu. Nah,
jadi fungsi si joki pam itu agar
misalkan nih terjadi kebakaran di lantai
10. Nah, dibutuhkan itu tekanannya
mungkin adalah 8 bar. Nah, si joki pam
inilah yang menjaga agar ketika kita
menyemprotkan hidran ke lantai 10, air
dari hidran ke lantai 10 itu ke ee
tekanan airnya itu tetap di 8 bar.
Jangan sampai dia nge-drop.
Apa bila dia ng-edrop kayak 7 atau 6
bar, otomatis airnya akan seperti
air apa?
loyo ya. Tekanan airnya itu ya seperti
air-air kran apabila tersumbat.
Nah, seperti itu.
Oke, mungkin nanti teman-teman sekalian
bisa
mengikuti juga ya. Nanti ada yang
dinamakan dengan DAMK C ya. Di dalam
karc itu kita akan pelajari itu
bagaimana cara pengoperasian
hidran ya. Karena hidran itu enggak bisa
dioperasikan secara
perorangan. Dia harus take tim team ya.
Harus minimal itu tiga orang dalam
mengoperasikan hidran. Kenapa? Ya karena
tekanan airnya itu besar teman-teman
sekalian ya. Kalau kita satu orang kita
bisa terlempar sama tekanan air ya. Ya,
kalau enggak percaya silakan coba besok
hidran yang ada di lokasi perusahaan
teman-tan ya. Kita enggak bisa
memperpresikan hidran itu dalam keadaan
sendiri. Enggak bisa karena tekanan air
itu sangat kencang ya. Enggak sanggup
kita menahannya.
mau sebesar apapun orangnya ya akan ada
ya bisa mungkin pernah ada ya kalau
enggak salah saya di media sosial ya itu
terlihat ada yang meremehkan tim Damkar
ya rekan sekalian ya mungkin teman
sekalian pernah melihat ya videonya lalu
diundang untuk mengopresikan hidran
sendiri ya sampai dia enggak sanggup
memegang
hidran tersebut ya kenapa ya karena tadi
itu satu bar aja aja itu belum tentu
kita sanggup memegang
hidran itu ya pompa ataupun bisa
dikatakan nozel hidran tersebut.
Lalu ada lagi sistem proteksi pasif.
Sistem proteksi kebakaran pasif adalah
rangkaian strategi dan desain dalam
konstruksi bangunan yang dirancang untuk
memperlambat perluasan api, membatasi
kerusakan, serta melindungi keselamatan
manusia dalam situasi kebakaran.
Contohnya apa? Pintu evakuasi.
Pernah melihat pintu evakuasi?
Pernah, Pak.
Pernah. Ya, di mana?
Hotel, Pak.
Hotel. Oke.
Di bangunan-bangunan yang penting pada
intinya pada bangunan-bangunan
tinggi ya. pasti selalu ada
pintu evakuasi atau emergency exit
doors. Nah, pertanyaan selanjutnya,
pintu evakuasi ini bukanya ke mana? Ke
arah pelarian
atau
Oke, simpel saja. Ee ketika kita
mengoperasikan pintu tanggap darurat ini
atau pintu evakuasi ini, bukaannya ke
mana? Apakah kita dorong atau kita
tarik?
Dorong.
Dorong. Tujuannya.
Nah, ayo. Apa tujuannya? Kenapa pintu
tangga darurat itu harus didorong?
Kenapa kita
agar tidak menghambat?
Iya. Agar tidak menghambat dalam proses
pelarian.
Seperti itu ya.
Iya, Pak. Betul.
Nah, seperti itu teman-teman sekalian.
Jadi pada intinya apabila terjadi
keadaan darurat seperti kebakaran, gempa
bumi dan lain-lainnya
mempermudah para pekerja yang ada di
suatu bangunan gedung untuk melalirkan
diri gitu ya dengan mudah ke arah
pelariannya. Jadi dia itu didorong bukan
ditarik. dan juga menjadi catatan pintu
tanggap darurat itu ketika kita sudah
masuk di dalamnya kita tidak bisa
membukanya lagi dari dalam
ya seperti itu ya teman-teman sekalian
jadi misalkan teman-teman sekalian
iseng-iseng berhadiah ya mencoba di
lantai 20 mungkin masuk ke dalam
pintu evakuasi ini ya bisa dipastikan
teman-teman sekalian enggak bisa lagi
ketika sudah masuk terus pintunya
ketutup rekan-rekan sean harus wajib
menuruni tangga darurat dari lantai 20
ke lantai dasarnya.
Ya, kenapa pintu itu dirancang tidak
bisa dibuka dari dalam? Nah, kenapa?
Misalkan apabila terjadi kebakaran,
apabila kita sudah melarikan diri ke
dalam tangga darurat melalui pintu
evakuasi ini.
Jadi, kenapa dia tidak bisa dibuka dari
dalam? agar si asap ya si asap tadi
tidak bisa ikut ke dalam ruangan tangga
darurat.
Nah, pertanyaan selanjutnya yang
berbahaya apabila terjadi kebakaran apa?
Api apa sap?
Nah, ayo teman-teman sekalian jawab.
Yang berbahaya ketika terjadi kebakaran
api apa asapnya?
Bagaimana
apa yang mah ya
apa kira-kira?
Asap, Pak. Asap.
Asap ya.
Asap
ya. Kalau api masih bisa kita
istilahnya kita hindari
ya. Tapi kalau asap
sulit ya.
Ya, asap itu kan bercampur dengan udara.
Udara itu kita hirup
ya. Apabila kita hirup udara tersebut,
apa akan terjadi kalau kita menghirup
udara asap kebakaran? Ya, otomatis dia
sudah mengandung udara beracun karena
otomatis CO2-nya menjadi sangat tinggi
kadarnya di udara. Ya, makanya apabila
terjadi kebakaran ya, ada orang yang
terjebak di ruangan ya, tapi ruangan
yang enggak ada api tapi asapnya ngepul
ya. Orangnya pingsan enggak?
Pingsan. Kenapa dia pingsan? Karena dia
kekurangan oksigen.
Nah, seperti itu.
Selanjutnya, partisi.
Partisi pengalang asap ataupun biasanya
kita kenal dengan smoke containment.
Material tanah asap digunakan untuk
membatasi pergerakan asap di seluruh
bangunan ketika terjadinya kebakaran.
Rambu evakuasi sering lihat enggak
ya? Ini selalu pasti ada.
Tidak hanya di perusahaan, di tempat
umum, bahkan di sekolah-sekolah sekarang
sudah ada rambu-rambu evakuasinya.
Ya, bisa kita lihat adanya titik kumpul
atau masterp. Nah, biasanya master point
ini adanya di mana?
Parkiran, Pak.
Parkiran, ya. Seharusnya itu tidak boleh
di parkiran ya. Karena kan titik kumpul
tuh harus clear dari benda-benda yang
menghalangi
ya. Tapi mau gimana lagi rekan-rekan
sekalian apabila misalkan perusahaan
kita itu sempit ataupun kecil ya mau
gimana lagi terpaksa kadang master point
itu ditaruh di di parkiran ya yang
penting pada intinya itu bisa untuk
berkumpul para pekerja apabila
terjadinya keadaan darurat. Lalu apaagi
contohnya ada lagi jalur evakuasi. Nah
jalur evakuasi itu ada dua jenis juga.
Ada yang panahnya ke kiri, ada panahnya
ke ke kanan.
Nah, besok tengok ya di perusahaan
masing-masing ataupun kalau ke mall
besok ke hotel ya bisa dilihat nanti tuh
ada panahnya jalur revokasi itu arah ke
kiri ada yang ke kanan
ya itu nanti bisa dilihat
selanjutnya apaagi contohnya
rambu exit
pernah lihat enggak kalau ke hotel ada
rambu exit ya
itu menandakan itu adalah jalan keluar
ya. L apalagi
evacuation map atau map evakuasi
ini pasti selalu ada di hotel terutama
di kamar-kamar hotel
ya. Biasanya ini ditaruhnya di belakang
pintu ataupun di bagian pintu bagian
belakang ya. evakuasi map
yaitu menunjukkan nantinya di map di map
evacuation itu menunjukkan di mana titik
kumpul, di mana apar ya, di mana tanggal
darurat, di mana
kotak P3K dan yang lainnya.
Oke, jangan sampai nanti teman-teman
sekalian malah lari ke kamar mandi ya
karena enggak tahu dan masa bodoh
istilahnya kita berada di hotel terus
kita masa bodoh ya enggak kita lihat di
mana jalur-jalurnya
ya. Karena apa? Karena manusia itu
sifatnya sepelean ya. Dia akan panik
apabila sudah kena ya. Tapi kalau belum
kena ya udah ee enggak pedulianlah
istilahnya seperti atau masa bodohan.
Oke, ini adalah salah satu contohnya
question map.
Mungkin teman-teman sekalian yang pernah
nginap di hotel ya ataupun di
tempat-tempat umum seperti mall,
perpustakaan, daerah, dan yang lain-lain
pasti ada nanti menemukan evocation map
seperti yang ada pada layar rekan-rekan
sekalian. Contohnya kita perbesar ya.
Nah, di sini bisa dilihat.
Nah, ini ada legend-nya ataupun
legendanya. Bisa melihat di sini
dijelaskan ada tangga,
jalur tangganya. Lalu ada lagi jalur
exit location ataupun bisa dikatakan
pintu keluar di mana-mana aja di
perusahaan tersebut.
Nah, lalu ada lagi
firepol,
fire exaciser ataupun apar eos. EOS tahu
untuk tempat cuci mata
ini biasanya ada di laboratorium,
perusahaan-perusahaan kimia dan
sebagainya.
Lah, ada lagi nanti kotak P3K. Nah, bisa
kita lihat kan ini bisa dilihat adanya
keterangan pintu keluarnya di mana-mana
aja.
bisa kelihat ya. Lalu di mana kotak
P3K-nya nih? Ada di sini.
Di kotak P3K di sebelahnya ada APAR
ya seperti itu. Nah, nanti teman-teman
sebagai orang ketiga di perusahaan
buatlah nantinya
map ini
ya menyesuaikan dengan keadaan ataupun
bangunan gedung dari perusahaan
teman-teman sekalian.
Nah, dari mana teman-teman sekalian bisa
mendapatkan denah lokasi seperti ini?
Ini silakan tanya ke bagian engineering
sipil
ya. Ini berhubungan dengan cetak biru
perusahaan
ya. Seperti itu.
Fasilitas keadaan emergensi
apa saja? Yang pertama ada lagi ada yang
dinamakan dengan Megapon. Megapon ini
apa? Ada yang tahu?
Megapon
bukan Erafon ya, beda ya. Megapon.
Ada yang tahu Megapon?
Pengeras suara ataupun biasanya kita
kenal dengan TOA.
Lalu ada lagi SCBA, self content
breathing aparatus.
Nih
tadi pada video simulasi juga dilihat ya
orang-orang Pertamina itu menggunakan
SCBA ini ya. Fungsionalnya apa? Agar
mereka ini bisa bernapas dengan baik di
area yang mengandung gas-gas beracun.
seperti itu.
Lalu fasilitas keadaan emergency lainnya
adalah lampu senter, baju pemadam
kebakaran, helm pengaman, respirator,
tandu, perkakas alat bantu seperti
kapak, linggis, dan lain-lain. Pernah
menonton film-film
ee Amerika?
Pernah enggak ngelihat? Kita lihat tuh
orang-orang ketika tim-tim damkarnya
apabila terjadi kebakarannya dan ada
orang terjebak di sebuah ruangan pasti
dia
melakukan penyelamatan secara paksa
menggunakan kapak ya linggis dan
lain-lain. Nah, itu nantinya yang
dinamakan dengan kegiatan porsible entry
namanya, yaitu kegiatan penyelamatan
secara paksa dengan menggunakan
perkakas-perkakas kasar seperti kapak,
linggis, bor,
dan yang lain-lain.
Lalu ada lagi kursi evakuasi ataupun
evacer
ya. Ada yang tahu? Ada yang pernah
lihat?
Nih, Evr.
Evaer ini pada umumnya banyak digunakan
di luar negeri ya. di Indonesia saya
pertama kali itu menemukannya di
IKEA
ya, bukan untuk dijual tapi memang
sebagai standar mereka
bahwasanya apabila terjadi keadaan
emergency, ini berguna bagi kaum-kaum
yang membutuhkan seperti
lansia
ya. Lalu ada lagi disabilitas,
ibu hamil. Enggak kebayangkan
teman-teman sekalian apabila terjadi
gempa bumi ataupun kebakaran panik orang
gimana
ya terutama yang ibu-ibu ataupun yang
cewek-cewek ya itu pasti paniknya
melebihi
ee gimana ya istilahnya kalau cewek kan
kalau panik yang bikin panik pria itu
apa? suara
ya. Silakan lakukan simulasi teman-teman
sekalian ya. Pasti yang paling susah
kita atur itu wanita
ya. Apabila kita misalkan melakukan
simulasi tanggap darurat kebakaran kita
mengarahkan ibu-ibu itu ataupun
ee kakak-kakak ya
arahkan mereka itu susah minta ampun
teman-teman sekalian ya. Nah, itu salah
satu kendala apabila terjadi keadaan
darurat. Ya, yang bikin panik itu adalah
suara.
Ya, makanya di dalam SOP tangga darurat
itu dijelaskan
apabila terjadi situasi tangga darurat,
yang paling pertama kita lakukan itu
adalah tetap tenang, tidak boleh panik.
Ya, makanya seperti contoh nyatanya apa?
Ketika terjadi kebocoran gas LPG di
rumah ya, Ibu-ibu lagi masak panik
enggak mereka?
Panik. Padahal cara penanganannya simpel
ya. Cukup rendam kain eh kain basah
tutup pada bagian gasnya. Udah
gas yang bocor tadi itu akan
akan terisolasi oleh kain basah ya. Ya,
pada intinya kita mengenal segitiga api.
Segitiga api itu terdiri dari oksigen,
sumber panas, dan bahan bakar. Apabila
dari tiga item itu kita eliminasi, maka
api itu tidak akan bisa hidup.
Terus kenapa apabila terjadi kebocoran
gas LPG di rumah panik? Ya, misalkan nih
teman-teman sekalian
terjadi kebakaran eh terjadi kebakaran,
terjadi kebocoran gas LPG ya. Lalu
tiba-tiba teman-teman cabut gas LPG
tersebut lalu lemparlah ke dalam bak.
Ya, percuma
ya. Percuma teman- sekalian
enggak guna
ya.
Makanya ketika terjadi kebakaran itu
tidak boleh panik. Iya. Bila terjadi
keadaan darurat tidak boleh panik.
tetap
ketahui situasi ya, kenali situasi di
sekitar kita apa ya dan tetap berpikiran
jernih agar apa? Agar kita bisa
menyelamatkan diri dengan dengan baik
dan selamat tentunya.
Oke, selanjutnya pelatihan untuk tim
darurat ya. Pertama ada contohnya
pelatihan itu banyak ya ada dari cara
penggunaan APD ya. Cara penggunaan PD
ini apa? Salah satu contohnya seperti
cara pemakaian SJBA,
lalu cara penggunaan body harness,
cara penggunaan
apaagi? APD-APD lainnya ya. Lalu ada
lagi gas detektor. Cara memakai gas
detektor bagaimana? Apabila terjadi
kebocoran gas, bagaimana langkah-langkah
yang harus kita lakukan untuk kita
mengoperasikan gas detektor tadi?
Lalu pelatihan yang berhubungan dengan
bahan berbahaya dan beracun apabila
terjadi tumpahan.
Ini dinamakan dengan metode B3 dan oil
spill.
Lalu apalagi? Ada lagi yang berhubungan
dengan P3K atau first atau biasa kita
kenal dengan CPR.
Nah, ini adalah contoh dari training
drill yang bisa kita buat perencanaannya
dalam 1 tahun kalender kerja.
Ini hanya sebagai contoh saja.
Nanti mungkin di sini
teman-teman bisa masukkan training
drill-nya cara
mengoperasikan SJBA.
Lalu yang kedua ini mungkin cara
apa bagusnya? Cara kita menggunakan
apar.
Lalu yang ketiga cara pengoperasian
hidran.
Lalu ada lagi apa? Ee CPR ya. CPR ini
seperti kegiatan apabila terjadi orang
pingsan kita menekan jantungnya, dadanya
ya teman-teman sekalian. ada metodenya
dan itu dipelajari nantinya salah
satunya dengan cara kita mengundang PMI
itu bisa
menggunakan PMI yang ada di domisili
perusahaan rekan-rekan sekalian.
Bayarnya enggak mahal kalau teman-teman
sekalian ya, tapi manfaatnya sungguh
luar biasa ya. Itu adalah beberapa
contoh dari ee istilahnya penjadwalan di
dalam training deal tadi.
Emergency contact number ya. Ini sangat
biasanya sangat dibutuhkan sekali ya.
Fungsionalnya apabila terjadi keadaan
darurat
pada bagian apa atau siapa yang harus
kita hubungi
ya. Terutama nih orang-orang project nih
biasanya selalu ada emergency kontak
number.
Di pabrik pasti ada di perusahaan lain
yang manufaktur dan sebagainya juga
pasti ada. Jadi emergency kotak number
itu dibedakan juga menjadi dua. Yang
pertama untuk internal perusahaan dan
eksternal perusahaan.
Nah, kalau internal perusahaan berarti
yang berhubungan dengan perusahaannya
siapa? Misalkan set manajer apabila
terjadi keadaan di area produksi, siapa
yang bisa dihubungi?
Siapa nama manajer produksinya atau
manajer workshopnya siapa? Nah, itu
salah satu contohnya. Lalu siapa nomor
orang ketiganya? AS.
Lalu siapa nama kepala security-nya?
Lalu fire station apabila ada di
perusahaannya. Biasanya kalau
perusahaan-perusahaan owner-owner migas
dia pasti memiliki fire station. Lalu
ada lagi yang tadi yang saya sampaikan
production departemennya siapa?
Kalau di bagian eksternal perusahaan
yang wajib kita miliki nomor itu adalah
kantor pemadam kebakaran setempat.
Lalu kantor polisi, apakah itu Polres,
Polsek, dan lainnya ataupun bisa juga
Babinsa
ya. atau Babinsa
tentara yang menguasai
ataupun yang memiliki kewenangan
di regional lokasi perusahaan
rekan-rekan sekalian. Lalu ambulans.
Apabila misalkan di perusahaan kita
tidak memiliki layanan ambulan ataupun
enggak memiliki fasilitas ambulan
sendiri, berarti kita harus memiliki
contact number ambulans yang tersedia.
Mungkin contohnya ambulan yang tersedia
di klinik terdekat dari lokasi
perusahaan kita.
Selanjutnya tim SAR ataupun biasanya
sekarang itu apa namanya? Basar
Basarnas.
Betul enggak? Basarnas namanya?
Betul. Apa saya salah? Apa saya kurang
upgrade?
Betul. ya. Oke, selanjutnya eksternal
yang harus kita miliki selanjutnya
adalah klinik
ataupun rumah sakit yang terdekat
yang berada di sekitar lokasi
perusahaan.
Nah, biasanya apabila kita bekerja sama
dengan klinik ataupun rumah sakit yang
ada di sekitar area perusahaan kita itu
kita wajib memiliki MOU kerja sama. Itu
penting banget.
Ketiga, tinjuan ulang rencana yang telah
ada. Emergency respon plan yang telah
ada berlaku pada saat rencana tersebut
disusun. Bila peruntukannya berubah,
maka potensi baya juga berubah. Ya, ini
pasti teman-teman sekalian ya. Contohnya
apabila area produksinya diperluas,
otomatis
bahaya yang ada juga berubah ataupun
bisa jadi bertambah.
Lalu selanjutnya tentukanlah tujuan dan
ruang lingkup dari sistem tangga darurat
itu seperti apa. Apa yang diharapkannya
tentunya adalah sistem
langkah
ya ketika di keadaan derodat itu seperti
apa.
Oke, ini masih sama dengan tujuan yang
di awal tadi. Selanjutnya ruang lingkup
emergency planning-nya
pada aspek kemanusiaan bisa dilihat
tentunya untuk melindungi pegawai
penduduk dan sekitarnya.
Yang selanjutnya aspek pencegahan
korugian memperkecil kerugian pada
barang-barang perusahaan produksi serta
lingkungan yang ada. Aspek komersial
memperkecil akibat dari suatu kejadian
pada manusia maupun fasilitas
perusahaan.
legal
memperkecil kerugian kerusakan harta
benda perorangan yang mungkin
mengibatkan klaim pada perusahaan.
Contohnya apa? Apabila terjadi kebakaran
ya merembet ke area parkiran
ya di mana area parkiran itu mungkin ada
mobil para pekerja
ya motor para pekerja terus terbakar ya
ke mana ngeklaimnya?
otomatis ke pihak perusahaan. Nah, ini
yang dinamakan dengan ruang lingkup
emergency planningnya di bagian legal
ya. Jadi, apabila terjadi kebakaran
tidak merugikan
ee aset pribadi dari para pekerja.
Apakah itu mulai dari mobil,
motor, handphone,
atau mungkin tumblr
ya. yang paling simpelnya.
Oke, selanjutnya
tipe rencana tanggap darurat
yang pertama daftar periksa ataupun
terbatas bagi para petugas pemadam
kebakaran ataupun petugas tanggap
darurat. Rencana tanggap darurat.
Rencana manajemen tanggap daruratnya
lengkap meliputi seluruh aspek rencana
kerja sama melibatkan pihak lain. Ini
yang saya namakan tadi dengan bagian
eksternal
perusahaan.
Lalu kita wajib memiliki SOP. Nah, SOP
inilah nantinya dari SOP inilah nantinya
teman-teman melakukan simulasi
terhadap sistem tanggap darurat yang ada
di perusahaan teman-teman sekalian.
Apakah simulasi yang mau dilakukan itu
dalam bentuk simulasi kebakaran,
simulasi apabila terjadi gempa, simulasi
apabila terjadi banjir, ataupun simulasi
apabila terjadinya ledakan.
Selanjutnya dan ini adalah
skema pembuatan prosedur tanggap
darurat. Yang pertama kita bentuklah
timnya.
Lalu setelah itu kita tuukkan
tujuan ruang lingkupnya.
Identifikasi potensi
yang ada di perusahaan kita. Apakah
bahaya kita itu ledakan ya, tumpahan
atau sebagainya.
Lalu kita melakukan risk assesment,
penilaian risiko. Lalu selanjutnya upaya
meminimalisasi risiko, identifikasi
kebutuhan sarana ataupun alatnya.
Lalu bentuklah organisasinya ataupun
struktur organisasi tanggap darurat yang
ada di perusahaan.
Selanjutnya susun prosedur tanggap
darurat. Sosialisasikan
SOP yang telah kita buat.
Lalu setelah kita sosialisasikan, kita
lakukanlah penjadwalan emergency drill.
Apakah emergency drillnya kebakaran,
gempa, atau yang lainnya. Setelah
melakukan emergency drill, baru barulah
kita lakukan evaluasi. Dari hasil
evaluasi ini, apakah
tujuan dari ruang lingkup
skem ee pembuatan SOP itu tercapai atau
tidak.
Nah, nanti kita akan melakukan review
kembali namanya. Biasanya ini identik
dengan
PDCA
ya. PDCA
PD
C A
plan do check action rencana lakukan
cek tinjauan ulang dan
action dari tinjauan ulangnya bag
seperti apa
bantuan luar terorganisir dan
bisa Jadi ini adalah bentuk kerja sama
dengan pihak ketiga. Salah satu
contohnya yaitu seperti kerja sama
dengan tim Damkar, Basarnas, klinik yang
ada di sekitar perusahaan dan yang
lainnya.
Nah, ini adalah contoh struktur
organisasi tanggap darurat.
Ini contoh simpel aja ya.
Dimulai dari ketua
tangkap darurat itu biasanya mungkin
adalah chief security. Lalu wakil
ketuanya adalah seorang ahli K3. Bisa
jadi dari orang ahli K3 umum yang ada di
perusahaan.
Lalu regu pemadam kebakarannya.
Siapa regu B3K-nya? Nah, ini
contohnya secara simpel aja ya. regu
pemadam kepakaran itu dua. Tapi kalau
mungkin pada aktualnya mungkin bisa jadi
ada 5 ataupun 10 ya itu menyesuaikan
kembali dengan jumlah tenaga kerja yang
ada di perusahaan.
Lalu ada lagi regu keamanan, regu
evaluasi,
regu komunikasi,
regu logistik, dan humas. Mungkin di
sini nanti bisa juga ditambahkan
ya. ini mungkin nanti bisa juga
ditambahkan satu lagi
regu penanganan tumpahan
ya ataupun regu spill oil atau bisa juga
ditambahkan satu lagi nanti regu
penyelamat dokumen
ya karena dokumen-dokumen perusahaan itu
juga sangat sangat penting.
Oke, ini tugas dan tanggung jawab. Jadi
ketika kita membentuk struktur
organisasi tanggap darurat, maka kita
juga wajib ya
membuat apa-apa saja tugas dan tanggung
jawab dari masing-masing orang yang
berada pada sistem tanggap darurat tadi
ataupun di dalam sistem organisasi
tanggap darurat tadi. Nah, ini adalah
salah satu contohnya. Ini bisa
teman-teman lihat.
Oke, selanjutnya konsep operasi
seperti mencontohnya apabila terjadi
keadaan darurat kebakaran. Kita sebagai
orang ketiga ataupun yang berada di
dalam struktur organisasi tengah darurat
harus bisa memprediksikan skenario
penyebaran api ya, terutama apabila kita
bekerja di industri dalam migas. Kita
harus tahu nih ke mana penyebaran api
ini apabila terjadi di zona A,
ke mana arahnya kira-kira apabila
terjadi lelakkan api itu akan
menyemburnya ke mana?
Lalu arah asap ya apabila terjadi
kebakaran ini dia akan mengalir ke mana
nantinya. Nah, itulah yang dimakan
dengan konsep operasi tadi. Kita
prediksi ini hanya prediksi ya. Berarti
prediksi itu artinya apa? Memperkirakan
ya, berandai-andai.
Nah, ini yang dimaksud dengan
memprediksi skenarionya.
Tentukan strategi pengendalian.
Lalu tentukan sumber daya yang
dibutuhkan. Apakah sumber daya yang
ditukan tadi berhubungan dengan sistem
proteksi aktifkah ataupun sistem
proteksi pasif.
Faktor kegagalan dari STD ataupun sistem
tenggedurat itu apa? Kurangnya dukungan
manajemen puncak. Ya, ini pasti sekali.
Ingat teman-teman sekalian, K3 itu
selalu berhubungan dengan budgeting
ya. Ketika level managemen tidak
komitmen maka bisa dipastikan penerapan
ketiga teman-teman sekalian itu akan
susah
ya. Karena pada intinya ya di dalam
dunia ketiga itu manajemen itu
sangat-sangat dibutuhkan komitmen dari
mereka dalam penerapan.
K3 ketika mereka enggak komitmen
ee itu sangat-sangat sulit ya. Ya, lebih
baik kita mencari jalan yang lain ya
apabila dalam penerapan ketiga kita itu
tidak didukung ya. Itu akan sangat sulit
teman-teman sekalian. Bahkan nanti akan
bisa jadi bumerang bagi teman-teman
sekalian juga apabila terjadi misalkan
keadaan darat ataupun kecelakaan kerja.
Lalu adanya kurang keterlibatan dan
dukungan dari para pekerjaan. Nah, ini
yang saya maksud juga tadi. Ketika
manajemen puncak tidak komitmen,
otomatis sampai ke babah-bawahnya pun
nanti juga enggak komitmen
ya. Kenapa? Karena dari yang level
terbawah tadi juga melihat level atasnya
enggak komit. Jadi, kenapa saya harus
nurutin aturan yang ada? Nah, kan
seperti itu.
Selanjutnya, kurang atau tidak adanya
perencanaan,
kurangnya pelatihan dan pendidikan. Ya,
itu penting ya, Teman-teman sekalian.
Makanya mungkin teman-teman sekarang
yang ikut pelatihan ini ada yang dari
perwakilan perusahaan ya. Nah, inilah
salah satu contohnya. Tujuannya apa?
Untuk memberikan pengetahuan terbaru ya
kepada rekan-rekan sekalian ya. Walaupun
pada intinya ikut sertifikasi ini
mungkin untuk apa? Untuk pemenuhan
kebutuhan project
ya. Mungkin itu salah satu contohnya.
Lalu tidak adanya penanggung jawab yang
ditunjuk khusus untuk mengkoordini STD.
Nah, ini bisa dipastikan tidak adanya
struktur organisasi perusahaan
di apabila terjadinya
keadaan darurat.
Sistem tanggap darurat tidak dievaluasi
atau disempurnakan secara berkala. Nah,
ini maksudnya bagaimana? Berarti ketika
ada SOP tanggap darurat itu tidak pernah
disimulasikan
ya, cuma hanya sebatas adanya regulasi
aja tapi tidak pernah dipraktikkan. Ya,
kalau enggak dipraktikkan dari mana kita
tahu di mana letak kekurangan sistem
kita? Betul ya?
Hanya semasa tulisan doang tapi enggak
pernah dipraktikkan. Yang bagaimana kita
tahu nanti tiba-tiba ternyata terjadi
keadaan darurat ya. Ya, ternyata
orang-orang yang ada di peran kita
enggak ada yang bisa sama sekali
menangani keadaan darurat. Kenapa? Ya,
karena tadi tidak pernah dilakukannya
simulasi.
sistem komunikasi dan peringatan dini
tidak memadai, tidak terintegrasi dengan
prosedur operasi lainnya. Ya, ini kenapa
bisa terjadi? Karena ketika SOP dibuat
itu tidak pernah di sosialisasikan
ya. SOP dibuat hanya menjadi
untuk bantalan tidur ya. Hanya disimpan
doang ya, enggak pernah
disosialisasikan.
Selanjutnya pekerja tidak dijelaskan
mengenai tindakan atau longkai yang
dilakukan jika terjadi keadaan darurat
ini masih sama. Kenapa bisa terjadi
kebakaran? Kenapa bisa orang meninggal?
Kenapa bisa banyak terjadi korban?
Karena tidak pernah dilakukan simulasi
tadi. Jadi para korban itu enggak tahu
sama sekali apa yang harus dilakukannya.
Mereka sudah panik duluan.
Nah, seperti itu, Teman-teman sekalian,
ya. Makanya di dalam sistem tangga
darurat
simulasi keadaan emergency itu
sangat-sangat penting karena itu dalam
sebuah bentuk pelatihan bagi diri para
pekerja. Bagaimana caranya apabila
terjadi keadaan darurat mereka
mengatasinya.
Oke, sampai di sini ada yang mau
bertanya?
Apakah ada yang mau bertanya kira-kira?
Oke, kalau enggak ada yang bertanya ya,
materi untuk pengawas ketiga minggas
juga telah berakhir ya, rekan-rekan
sekalian ya. Selanjutnya saya akan
melanjutkan untuk materi ahli ketiga
umum. Nah, dari teman-teman pengawas
ketiga MEGAS bagaimana? Apakah mau tetap
lanjut atau mau lift meninggalkan ruang
Zoom-nya?
Ya, kalau mau beristirahat ya
dipersilakan. Terutama untuk teman-teman
dari timur ini ya sudah di sana mungkin
sudah jam 10.30 ya.
Betul ya Mas Ribi dan Bu Aza.
Iya Pak, betul.
Oke. Jadi bagaimana mau lanjut atau mau
live? Kita serahkan kembali ya kepada
rekan-rekan sekalian. Kalau mau live
silakan sampaikan di kolom chat.
Ya, enggak apa-apa.
Tapi kalau mau tetap stay silakan,
enggak masalah juga.
Oke, stay. Oke, enggak apa-apa. Oke, ya.
Selanjutnya,
oke kita akan masuk ke dalam
materi merancang strategi pengendalian
risiko K3 di tempat kerja. Menerapkan
manajemen risiko K3 di tempat kerja.
Oke.
Nah, ini dia. Ini adalah
materi ataupun
ee istilahnya unit kompetensi dari Mbak
Dila ya, single ya, pemain tunggal ya
untuk ahli ketiga umum di akhir tahun
ini. Ini pertama kali juga ya kami
mengadakan
pelatihan K3 umum dan pengawas MIGAS ini
pertama kali pesertanya cuma satu orang
lagi ketiga umumnya
ya biasanya itu minimal 10 ya mungkin
kenanya efek akhir tahun ya biasanya
seperti itu ya rekan sekalian ya tapi
enggak apa-apa tidak mengurangi semangat
kita juga untuk belajar bersama pada
malam hari ini apabila tidak ada yang
meng
Resume
Read
file updated 2026-02-13 12:50:03 UTC
Categories
Manage