Transcript
rBNusoHKXek • Training Ahli K3 Umum & Pengawas K3 Migas BNSP | Day 2 | 16 Desember 2025
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/cendekiaazzacemerlang/.shards/text-0001.zst#text/0585_rBNusoHKXek.txt
Kind: captions
Language: id
Baik, selamat malam Bapak dan Ibu
sekalian.
Oke, sudah hadir semua ya pada layar
Zoom-nya.
Ee izin kita mulai. Sebelum kita mulai
ee Bapak, Ibu apakah sudah standby di
Zoom-nya? Bisa aktifkan kameranya. Yang
belum kelihatan wajahnya,
izin untuk bisa di ee tampilkan wajahnya
masing-masing
untuk mengecek kesepan dan kehadiran
Bapak Ibu sekalian.
Oke, bagi Bapak Ibu yang belum absensi
nanti bisa isi absensi dulu di linknya
kita berikan di grup WA. Baik, kita
mulai. Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat malam Bapak dan Ibu
sekalian.
Baik, pada malam ini merupakan training
kita di hari kedua untuk skema ahli K3
umum dan pengawas K3 Migas. Ee dan tadi
sudah kami infokan ee bahwasanya untuk
ujian sertifikasi kita itu dari schedule
ke hari Sabtu tanggal 20 Desember. Jadi
masih ada waktu Bapak Ibu untuk ee
mengerjakan tugasnya dengan
sebaik-baiknya.
Ee semoga ee dengan ee tambah waktunya
Bapak Ibu bisa lancar dan bisa sukses
untuk hujannya besok. Amin. Amin ya
rabbal alamin. Dan untuk pengumpulannya
jadi ee ditambah juga satu hari lagi.
Jadi dikumpulkan paling lambat di hari
Jumat ya, Bapak Ibu. Jadi kita
trainingnya sampai hari Kamis dan
Jumatnya kita libur dulu. Ee lalu di
hari Sabtu kita akan ujian
sertifikasinya seperti itu. Ee nanti
untuk teknisnya akan diinfokan di ee
hari terakhir untuk training terkait
penjelasan untuk ujian sertifikasinya.
Oke. Baik, sebelum kita mulai nih untuk
materi pada hari kedua ini, kita seperti
biasa untuk ee ambil sesi dokumentasi
dulu Bapak Ibu ee izin untuk bisa
dinyalakan kameranya Pak
yang belum menyalakan Pak Willy, Pak
Taufik.
Ee silakan untuk bisa dinyalakan dulu
kameranya.
Taufik bisa dinyalakan kameranya, Pak
Taufik.
nya belum ee standby ya fix. Oke, Bapak
Ibu untuk dokumentasinya
seperti biasa untuk ee posya seperti
pertama salam sendikia seperti ini.
Oke, boleh lihat ke kamera. Saya hitung
3 2 1.
Oke, sekali lagi posnya salam kompeten
seperti ini.
Oke, 3 2 1.
Oke, mohon izin Bapak Ibu untuk tetap
bisa nyalakan kamera ya selagi training
berlangsung. Baik, saya ee izin untuk e
teruskan ee dengan Pak Hendra selaku
trainer kita untuk memulai materi pada
malam hari ini. Kepada Pak Hendra
dipersilakan.
Baik, ee terima kasih Bu Sifa atas
sambutannya pada malam ini. Selamat
malam rekan-rekan sekalian.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Oke, baik.
Apa kabarnya? Sehat semua?
Alhamdulillah sehat, Pak.
Alhamdulillah sehat ya.
Bagaimana untuk ditit-nya progresnya
sampai hari yang kedua ini? Masih dibawa
tidur juga
atau sudah diangsur-angsur?
Udah, Bu Dila udah angguk-angguk dia.
Ya, Pak Willy gimana? Udah dikerjain Pak
Willy?
Masih belum, Pak.
Masih dibawa tidur ya. Nyicil nyicil
dikit-dikit.
Nyicil dikit ya. Oke.
Heeh.
Oke, Paki. Ee berhubung kan Mas ee masa
tenggat waktunya bertambah ya.
Heeh.
Jadi hari Jumat ya pukul .00 sore ya Bu
Sifa ya.
Nah.
Iya betul Pak.
Berarti kan masih panjanglah waktunya
ada kesaran 3 hari lagi ya. Tapi
harapannya
di 3 hari sisa waktu Bapak dan Ibu
sekalian ini kami sebagai penyelenggara
berharap itu sudah selesai
itu sebelum 6.00 sore sudah dikumpulkan
kepada kami ya rekan-rekan sekalian
mohon bantuan dan kerja samamanya.
Baik, ee kita mulai training kita pada
malam hari ini, yaitu ini ada materi
khusus untuk teman-teman pengawas K3
Migas ya. Ya, untuk K3 silakan untuk
mengikuti dan juga kalau mau bertanya
dipersilakan juga. Untuk pengawas ketiga
migas juga materinya juga hanya satu
pada malam hari ini. Dua materi lagi itu
khusus untuk teman-teman dari Alket Umum
nantinya. Kalau mau ikut juga enggak
apa-apa seperti biasa ya. Oke. Baik,
kita mulai tring pada malam hari ini
dengan materinya adalah
pemadaman kebakaran dan apar ya
rekan-rekan sekalian ya. Pemadaman
kebakaran dan apar. Oke. Ada yang pernah
menghadapi kebakaran di lokasi kerjanya
atau baru sebatas lihat-lihat di media
sosial, nonton film
apa gimana? Jangan sampai ya ini terjadi
di lokasi kerja kita ya karena resikonya
sangat sangat tinggi. Oke. Resiko masih
ingat apa?
Apa kemarin resiko kemung
kemungkinan ya bahaya adalah sumber
ataupun po potensi. konsekuensi adalah
akibat yang ditimbulkan dari si risiko
dan bahaya tadi ya. Oke, jadi unit
kompetensi untuk teman-teman pengawas
ketiga yang pertama pada malam hari ini
adalah menerapkan taktik dan strategi
pemadaman kebakaran di industrial migas
dengan kode unit terlampir.
Apa itu kebakaran? Kebakaran ialah nyala
api baik kecil maupun besar. pada
tempat, situasi, dan waktu yang tidak
dikehendaki yang bersifat merugikan dan
pada umumnya sulit untuk dikendalikan.
Nah, itu yang dimaksudkan dengan
kebakaran, rekan-rekan sekalian, ya. Dia
mermula dari nyala api ya, dari api
kecil yang tidak dikuasai dalam
pemadamannya, lambat laun
besar ya, yang akan menelan baik itu
properti ataupun manusianya.
Dasar hukum yang mengatur target
kebakaran itu apa? Yang pertama adalah
Undang-Undang Nomor 1 1970
dan yang kedua itu adalah menakar nomor
186 tahun 1999
tentang unit penanggulangan kebakaran di
tempat kerja.
Nah, seperti itu rekan sekalian ya. Jadi
kemenakan nomor 186 ini adalah
landasannya
ya. di mana di dalam
kalau kita lihat ya lebih teliti lagi
pada Kemenakan nomor 186 tahun 1999
tentang un penanggulang kebakaran di
tempat kerja itu dijelaskan ya setiap
perusahaan itu wajib memiliki tim
pemadam kebakarannya. Oke, sebentar akan
saya tampilkan ya untuk Nakar nomor 186
tahun 1999 ini.
Sebentar saya cari dahulu.
Nah.
Oke,
ya. Oke, sudah tampil ya. Jadi ini
adalah
Kepnaker nomor 186
tahun 1999
tentang unit penanggulangan kebakaran di
tempat kerja. Ya, rekan-rekan sekalian.
Inilah adalah landasan yang mengatur
bahwa wajib adanya tim pemadam kebakaran
di lokasi kerja kita. Nah, apa saja tim
yang dimaksud di sini? Nah, itu nanti
bisa teman-teman baca
pada pasal eh pada bab 3 ya, rekan-rekan
sekalian. Tugas dan syarat unit
penenggulan kebakaran itu adalah tugas
dan syaratnya.
Oke, bisa dilihat
petugas peran kebakaran sebagaimana
dimaksud pada pasal 5 huruf A mempunyai
tugas yang pertama mengidentifikasi dan
melaporkan tentang adanya faktor yang
dapat menimbulkan bahaya pada kebakaran.
Yang kedua, memadamkan kebakaran pada
tahap awal. Pada tahap awal ya kebakaran
itu wajib dipadamkan.
Beda. Kalau dia ledakan otomatis itu
nanti pada akhirnya itu akan menjadi
kebakaran dengan tingkat yang besar.
Mengarahkan evakuasi orang dan barang.
Mengadakan koordinasi dengan instansi
terkait. Nah, siapa instansi terkait
yang dimaksud di sini? Adalah tim
DAMKAR.
Selanjutnya mengamalkan lokasi
kebakarannya. Untuk dapat ditunjuk
menjadi petugas peran kebakaran harus
memenuhi syarat yang pertama itu minimal
pendidikannya adalah SLTP
untuk pemadam kebakaran kelas D. Oke.
Apa-apa saja yang terdiri?
Oke, sebentar.
Nah, ini dia. Jadi, pada pasal 5 itu
disebutkan
tim pemadam kebakaran di area kerja atau
di sebuah perusahaan itu disebut dengan
unit penanggulan kebakaran. Sebagaimana
dimaksud pada pasal 3 yang terdiri dari
yang pertama adalah petugas peran
kebakaran. Nah, ini dinamakan dengan
petugas Damkar D.
Selanjutnya regu penanggulangan
kebakaran ini disebut dengan damk C.
Yang C yang ketiga yaitu koordinator.
Koordinator unit penanggulan kebakaran
itu adalah DAMK B. Ahli ketiga spesialis
penanggulangan kebakaran itu disebut
dengan
Damkar A. Level tertinggi di dalam suatu
organisasi tim ataupun unit
penanggulangan kebakaran. Nah, kita
lihat apa-apa aja persyaratannya. Kalau
yang untuk DAMKard disebutkan dia wajib
berpendidikan minimal SMP
ataupun SLTP sederajat ya. Karena di
dalam ee DAMKardia itu dia hanya lebih
fokus untuk pemadaman api awal
rekan-rekan sekalian. Itu berupa dengan
menggunakan media pemadam kebakarannya
adalah apar.
Oke.
Nah, selanjutnya bagi yang DAMK C.
Damkar C itu disebutkan
bahwasanya
minimal pendidikannya itu adalah SMA
dengan usia minimalnya adalah 25 tahun
sampai 45 tahun untuk Damkar C
ya. di sini terlihat jelas.
Oke, jelas ya.
Nah, selanjutnya
untuk DAMKB
pendidikan itu minimal SMA dengan
dinyatakan bekerja pada perusahaan
tersebut sudah selama 5 tahun
telah mengikuti
pelatihan Damkar Damkar
C. Nah, seperti itu. Jadi kalau kita mau
naik level, misalkan kita DAMK D awalnya
untuk naik level C harus mengikuti damar
D terlebih dahulu. Enggak bisa langsung
lompat dari DAMK D ke DAMK car B itu
enggak bisa.
Jadi dia harus step by step naiknya dari
entry level nanti baru naik step by
step-nya. Dan untuk si ahli pemadam
kebakaran minimal pendidikannya itu
adalah D3.
Nah, bekerja pada perusahaan tersebut
sudah
minimal 5 tahun ya.
Dan juga masih sama dia telah mengikuti
pelatihan Damkar D, B, dan D, C, dan B.
Nah, biasanya itu kalau di lembaga
training ya ataupun di kementerian nanti
untuk ujiannya ini untuk mencapai si
ahli ketiga spesialis penanggulangan
kebakaran itu ada nama nanti nama
pelatihannya paket paket damkar dcba
dan itu memakan waktu sampai kalau tidak
salah saya itu 21 sampai 25 hari kerja
itu hampir 1 bulan pokoknya di level
Kemnakar. Untuk ahli tersebut maksimal
waktu yang dibutuhkan itu adalah 1
bulanan. Baik itu ahli ketiga pemadam
kebakaran, ahli ketiga listrik, ya ahli
ketiga pesawat angkat dan pesawat
angkut, ahli ketiga ee pesawat uap
bejana tekan, ahli ketiga pesawat tenaga
produksi, ahli ketiga elevator, ahli
ketiga ee penyelaman dan sebagainya. Ya,
itu banyak banget ya untuk macam-macam
jenis training di Kementerian
Ketenagakerjaan.
Nah, fungsionalnya apa nantinya? itu
adalah sebagai pembuktian bahwa si
perusahaan telah
berkomitmen
untuk melaksanakan program yang ada pada
SMK 3. Ya, seperti itu pada PP nomor 50
tahun 2012. Oke, kita lanjut kembali
kepada materi.
Eh, jelas ya. Yang berhubungan dengan
kep naker terkait unit penanggulangan
di kebakaran di area kerja ataupun di
sebuah perusahaan.
Oke, selanjutnya kita mengenal segitiga
api. Mungkin teman-teman sekalian pernah
mendengar bahasanya fire triangel ya.
Ini ee disebut sebagai segitiga api ya.
Bagi orang-orang praktisi di bidang
ketiga di migas mereka sangat mengenal
yang dinamakan dengan fire triangel.
Segitiga api adalah unsur-unsur
pendukung terbentuknya api atau
terjadinya kebakaran. Pada dasarnya
triangel of fire ini merupakan
teori yang menjelaskan bagaimana api
terbentuk melalui tiga elemen
pendukungnya. Nah, jadi teman-teman
sekalian perseratan api itu bisa hidup
ya atau menyala itu terdiri dari tiga
komponen. Yang pertama adalah
terdapatnya sebuah oksigen,
lalu adanya sumber panasnya.
Yang ketiga terdapat sumber bahan
bakarnya. Apabila ketiga unsur ini
bertemu, maka akan terbentuklah sebuah
api. Ya, seperti itu. Itu makanya
dinamakan dengan segitiga api atau
triangel of fire.
Selanjutnya dengan berkembangnya ilmu
pengetahuan,
belajar dari pengalaman-pengalaman
terkait kebakaran yang terjadi, para
ahli di bidangnya atau praktisi di
bidang kebakaran ini menyarankan
terbentuklah yang dinamakan dengan
bidang empat kebakaran atau bidang empat
api kebakaran dinamakan dengan
tetrahedron of fire. Nah, apa yang
bertambah di sini?
Dari segitiga tadi berubah menjadi
bidang empat kebakaran dengan penambahan
adanya chain reaction ataupun reaksi
rantai kimianya.
Nah, bidang empat kebakaran atau
tetrahedron api adalah model yang
menggambarkan unsur-unsur yang terlibat
dalam terjadinya sebuah kebakaran.
Tetrahedron of Fire merupakan versi
terbaru dari segitiga api Triangel of
Fire tadi. Model ini muncul setelah
adanya seruan untuk memasukkan elemen
keempat ke dalam segitiga api, yaitu
reaksi berantai kimia. Oke.
Nah, ya dari segitiga api tadi kita
mengenal satu persatu dulu ya. Ada yang
dinamakan dengan bahan bakar ataupun
fuel ya sebagai unsur terbentuknya api
tadi. Untuk membentuk nyala api maka
dibutuhkanlah material yang mudah
terbakar. Material ini berperan sebagai
bahan bakar. Ada beberapa jenis bahan
bakar yang bisa menciptakan api. Bahan
mudah terbakar tersebut berasal dari
benda cair, gas, maupun padat. Contoh
bahan bakar pembentuk api adalah sebagai
berikut. Yang pertama ada dinamakan
dengan bahan bakar padat.
Terdiri dari kapas, kertas, kayu, karet,
plastik, dan lain-lain. Yang kedua ada
bahan bakar gas yang terdiri dari LPG,
LNG, karbit.
Bahan bakar cair terdiri dari bensin
ataupun biasa kita kenal dengan apa?
Bahasa kimianya
apa?
Per apa? Ayo, ada yang tahu enggak?
Pernah dengar enggak? Basa kimia dari
bensin?
Apa? Pertalight bukan part itu nama
jualannya ya. Apa? Kalau minyak tanah
itu kero kerosine
ya ataupun kerosin lah bahasanya. Nah,
kalau yang bensin apa namanya?
Oke, ada menjawab di kolom chat.
Hidrokarbon belum tepat. Bensin apa?
Apa kira-kira? Bensin
apa tuh teman-teman sekalian? Ayo, ada
yang tahu?
Oke, nanti coba di googling ya. Ya,
kalau tahu nanti silakan sampaikan di
kolom chat-nya teman-teman sekalian ya.
Oke. Karena dari masing-masing bahasa
kimianya
kalau untuk minyak tanah itu dengan
namanya kerosin ya. Bensin nanti ada
juga namanya silakan dicari ya. Karena
teman-teman sebagai pengawas ketiga
migas ini juga harus mengetahui
bahasa yang berhubungan dengan si
produknya itu bensin, minyak tanah,
solar, aftur, dan sebagainya.
Oke, selanjutnya
kita melihat lagi yaitu oksigen
atau biasa kita kenal dengan rumus
kimianya adalah O2.
Oke, sumber elemen ini berada di udara
di mana atmosfer bumi mengandung sekitar
21% volume oksigen. Dibutuhkan sekitar
15% volume oksigen di udara untuk
mendukung proses pembakaran yang
berbentuk api.
Ya, seperti itu rekan sekalian ya. Jadi
oksigen ini makanya kalau kita lihat
kebakaran
ketika api kebakaran itu mulai padam
terus tiba-tiba datang angin kencang apa
yang terjadi?
Apinya akan menjadi semakin semakin
besar. Nah, itulah penyebabnya kenapa di
dalam teori kebakaran
salah satu metode untuk mematikan api
itu apa? dengan melakukan isolasi
terhadap sumber udaranya. Berarti ketika
kita melakukan isolasi apa yang harus
kita lakukan? Melakukan penuh penutupan
ya. Agar apa? Agar tujuannya si oksigen
ini bisa terli
eliminasi dari segitiga api tadi.
Oke, selanjutnya sumber panas ataupun
heat. Selain bahan bakar dan oksigen,
penyebab kebakaran lainnya adalah suhu
panas. Suhu panas sendiri bisa
didapatkan dari berbagai sumber. Akan
tetapi, sumber panas paling utama adalah
gaya gesek yang disalatkan oleh dua
banda dalam waktu yang lama. Beberapa
sumber panas yang bisa menghasilkan api
adalah sebagai berikut. Permukaan yang
panas.
Ya, apa contohnya permukaan yang panas?
Apa permukaan yang panas? Apa contohnya
di lokasi kerja
apa contohnya?
Boy boiler. Nah, apalagi yang lain?
Permukan panas.
Ada lagi yang mengetahui contoh
permukaan panas lainnya?
Apa kira-kira?
Ada yang tahu
apa? Pipa pipa uap ya rekan sekalian.
Pipa uap yang ada pada sektoral area
produksi itu masuk dalam kategori
permukaan yang panas. Oke nanti silakan
dicari kembali ya apa-apa saja jenis
permukaan panas yang ada di lokasi
kerja. Selanjutnya gesekan logam. Nah,
gesekan logam ini apa contohnya?
Apa contohnya gesekan logam?
Apa terk sekalian contohnya yang lain?
Apa contoh gesekan logam yang kita
ketahui bisa menjadi sumber panas?
Apa?
Ada yang tahu?
Contohnya apa? Seperti sistem pengereman
pada kendaraan ya. piringan,
piringan cakram pada apakah itu mobil,
motor, dan bertemu dengan kampas rem itu
kan yang dinamakan dengan
gesekan logam ya. Besok teman-teman coba
bawa motor ya. Setelah lebih kurang
berjalan 15 menit pasti rasakanlah
peringan cakram motor teman-teman
seperti apa, menimbulkan panas atau
tidak. Ya, itu salah satu contoh dari
gesekan gesekan logam ya.
Lalu apalagi? Gas bertekanan. Nah, gas
bertekanan apa contohnya? Ayo, ini lebih
mudah dan sering kita temui. Apa contoh
dari gas bertekanan?
Oh, contohnya
LPG, Pak. Nah, gas LPG. Betul sekali,
Mas Ribi. Yang lain apalagi contohnya?
Gas bertekanan
Marila. Apa contohnya?
Gas bertekanan ya. yang punya kendaraan,
yang bekerja di era produksi, yang
bekerja di manufaktur, migas dan
sebagainya sering juga bertemu di gas
bat tekanan. Apa contohnya lagi? Tadi
sudah disampaikan oleh Mas Ribi itu
contohnya adalah gas tabung ataupun
tabung gas LPG. Nah, yang lainnya apa?
Ayo, coba jalankan
logikanya,
nalarnya.
Apa contohnya?
yang kalau ban motor kita bocor gimana?
Dipa dengan apa?
Nitro.
Nitrogen. Oke. Nitrogen itu apa? Dari
mana hasilnya?
Kom
kom apa?
Kompresor.
Kompresor ya. kompresor itu masuk ke
dalam jenis gas berte bertekanan ya.
Kalau enggak ada tekanan gimana dia
mengeluarkan mengeluarkan udaranya ya
seperti itu. Selanjutnya energi listrik.
Energi listrik ini banyak sumbernya
seperti PLTA
bangkit listrik tenaga air.
Ada lagi contohnya pemikir listrik
tenaga uap. pemak listrik tenaga
ee angin, pemakil listrik tenaga nuklir,
ya. Dan energi listrik ini nanti akan
disalurkanlah ke jaringan-jaringan yang
ada seperti sutet ya, melalui gardu
gardu induk ya sekalian. Lalu
selanjutnya sumber panas lainnya adalah
petir, sinar matahari dan yang lainnya.
Oke, kita lihat lagi ada lagi yang
dinamakan dengan klasifikasi kebakaran
ya. Klasifikasi bakaran itu
dipertimbangkan berdasarkan penggolongan
kebakaran berdasarkan jenis bahan bakar
yang terbakar. Itu yang pertama. Yang
kedua, agar dapat memilih dengan cepat
dan tepat media pemadam yang akan
dipakai untuk pemadaman ke kebakaran.
Lalu ada lagi Permanek Trans nomor 4
tahun 1980
terbagi menjadi empat bidang jenis
kebakaran yang ada. Dinamakan dengan
kelas A, kelas B, kelas C, dan kelas D.
Nah, kelas A
kebakaran dengan bahan bakar atau
pemicunya itu berasal dari benda padat
bukan logam.
Contohnya apa? tisu, kertas, plastik,
kayu, daun,
apalagi
benda padat non logam. Apalagi
contohnya?
Ayo. Banyak banget contohnya.
Apa? Kain. Ayo, Teman-teman sekalian,
ya. Ayo berbicara. Jangan ee kalau tahu
jawabannya jangan malas untuk berbicara,
ya, Teman-teman sekalian, ya. ya. Karena
nanti di saat teman-teman sekalian ujian
juga nanti ada sesi tanya jawabnya juga
ya. Diusahakan untuk lebih aktif lagi di
dalam training ini ya. Selanjutnya kelas
B kebakaran bahan bakar cair dan gas ya.
Contohnya dari apa? bensin tadi, kerosin
ataupun minyak tanah, LPG, LNG, dan yang
lain-lain. Kelas C, kebakaran yang
sumbernya itu dari kelistrikan atau
elektrikal ataupun barang-barang
elektronik lainnya seperti contohnya
motor listrik, peralatan listrik, ya,
panel dan yang lainnya. Kelas D,
kebakaran logam. ya. Contohnya dari
sumbernya seperti aluminium, magnesium,
mangan, dan sebagainya. Oke, selanjutnya
klasifikasi kebakaran itu ada juga
berdasarkan dari organisasi NFPA.
Apa itu NFPA?
NFPA itu merupakan singkatan dari
National Fire Protection Association.
Ya, organisasi ini berasal dari Boston,
Amerika Serikat ya. Jadi semua hampir
semua sektoral perusahaan industrial
migas mereka menggunakan standar
internasional dari NFPA ini.
Standar ini mencakup ya di dalamnya itu
terdapat panduan teknis ya termasuk kode
listrik dan kondisi ataupun ee
simbol-simbol berbahaya dari kebakaran.
Nah, ini adalah standar internasional
untuk kebakaran. Dan untuk standar
nasional kita itu ataupun bahan acuannya
berasal dari Permanake Trans nomor 4
tahun 1980
tentang klasifikasi kebakaran yang ada.
Nah, yang membedakannya antara si
Permenaketran dengan NFPA ini apa? Pada
pemenak transklasi kebakaran itu hanya
ada empat, yaitu kelas A, B,
C, dan D.
Pada NFPA standar internasional,
klasifikasi kebakaran itu terbagi
menjadi enam. Ada kelas A, kelas B,
kelas C, kelas D, kelas E, dan kelas K.
Seperti itu, rekan sekalian, ya. Nah,
pada kelas E tambahannya itu apa?
Kebakaran yang sumber bahan bahannya itu
berasal dari bahan radioaktif
seperti uranium ataupun ya bisa disebut
itu sebagai nuklir ya, karena uranium
itu merupakan bahan baku dari nuklir
tadi.
Selanjutnya kelas K. kebakaran pada
peralatan masak yang melibatkan minyak
sayur ataupun minyak hewan. Nah, ini
biasanya jenis kebakaran yang terjadi
pada ruang-ruang dapur restoran
ya. Nanti media pemadam kebakarannya
juga berbeda tentunya. Oke. Oke. Kita
lihat lagi sesuai dengan judul unit
kompetensi pengawas ketiga MEGAS,
teknik
pemadaman kebakaran ya ataupun strategi
pemadaman kebakaran di industrial migas
itu terbagi menjadi empat.
Yang pertama ada starfashion,
cooling, smart hering, dan vision of
chain reaction.
Reaksi pada Triangel of Fire bisa
dihentikan dengan cara menghilangkan
salah satu unsur dari pembentuk api
tadi. Apa-apa aja unsur pembentuk api
tadi di dalam segitiga api? Ada apa-apa
saja? Oksigen.
Terus apa lagi?
Bahan bakar.
Bahan bakar. Satu lagi apa?
Sumber
panas.
Sumber panas ya.
Nah, apabila kita dari salah satu unsur
tadi, maka di bisa dipastikan api itu
akan padam. Nah, apa metode yang bisa
kita gunakan? Ya, empat metode ini.
Starvation, cooling, smiring, inhibition
of chain reaction.
Oke, ini dia.
Ini adalah sebagai ilustrasinya. Yang
pertama kita menurunkan temperatur
dari
api
ya. Bagaimana cara menurunkannya dengan
kita menggunakan hidran apabila kategori
apinya itu membesar. Selanjutnya kita
menghilangkan sumber
bahan bakarnya
ya. Kita remove of fuel.
Selanjutnya
kita melakukan isolasi terhadap oksigen
ya. Kita hilangkan oksigen dari api
tadi.
Ee bisa dilihat contohnya apabila kita
ee melakukan
simulasi kebakaran dengan membakar bahan
bakar padat ya ataupun jenis lainnya
minyak dan sebagainya di dalam sebuah
drum. Lalu kita tutup drum itu, maka
bisa dipastikan api itu akan padam.
Kenapa bisa padam? Karena salah satu
unsur dari segitiga api oksigen itu
menjadi hilang.
Ya, seperti itu. Selanjutnya, invasion
of chent. Ini metode pemadam kebakaran
dengan menggunakan alat bantu seperti
apar.
Nah, seperti itu. Oke,
kita lihat yang pertama itu starfashion.
Starfion yaitu menghilangkan bahan bahan
bakarnya.
Bisa dilihat pada gambar di samping pada
segitiga api
ya. Pada segitiga api ini apa yang
hilang?
bahan
bahan bak
bahan bakar
bahan bakar Pak
ya bahan bakar ya nah ketika bahan bakar
hilang maka bisa dipastikan api itu akan
padam nah starvation adalah teknik
pemadaman dengan cara mengambil atau
mengurangi konsentrasi dari bahan bakar
yang terbakar sampai batas bisa terbakar
bawahnya ataupun padam misalnya ada
kebakaran pipa gas maka dengan menutup
valep dari aliran gas tersebut akan
menurunkan kadar uap bahan bakar
sehingga api akan padam. Ya, percaya
enggak? Misal terjadi kebakaran di
industrial migas, kita tutup jalur
pipanya, valpnya kita tutup
yang menyebabkan alir aliran bahan bakar
itu menjadi terputus. Ketika aliran
bahan bakar terputus, lambat laun api
itu akan mulai meredup karena hilangnya
tadi ini sumber bahan bakarnya.
Oke, itu dinamakan apabila kita
menghilangkan sumber bahan bakar
dinamakan metodenya adalah star fashion
ya. Nanti kalau ditanya masesor coba
sebutkan ee teknik pemadam kebakaran ya
yang empat tadi sebutkan. Yang pertama
itu ada starfation menghilangkan sumber
bahan bakarnya.
Selanjutnya ada lagi smart hairing
menghilangkan ok oksigen ya bisa dilihat
pada gambar teknik pemadam kebakaran
memadamkan api dengan cara menggunakan
karung goni
atau karung goni yang basah
ataupun kalau di rumah simpelnya apabila
terjadi kebocoran LPG
bisa kita gunakan handuk yang basah
ataupun baju kita kita basah atau kita
rendam dengan air lalu taruh pada
LPG tadi, maka bisa dipastikan api itu
tidak akan menjalar sama sekali, ya.
Nah, ini adalah metode salah satu metode
dari teknik pemadaman api dengan
menghilangkan kadar oksigennya. Teknik
pemadaman yang cara membatasi kontak
antara udara dengan bahan bakar yang
terbakar hingga api akan padam. Misalnya
memadam bakaran minyak dengan dry
chemical.
Selanjutnya ada metode pendinginan atau
biasa kita kenal dengan cooling. Nah,
cooling apa yang kita hilangkan di sini?
Sumber hawa panasnya
ya. Menghilangkan sumber hawa panas
didamakan dengan kuling. Kuling adalah
teknik pemadaman dengan cara mengambil
jumlah panas dari bahan bakar yang
terbakar sampai di bawah titik nyalanya
atau flash point.
Misalnya teknik pemadaman dengan cara
menyemprotkan air pada kebakaran kelas
A, media padat bukan logam.
Oke,
selanjutnya teknik pemadaman kebakaran
selanjutnya ada dinamakan dengan
dilution. Dusion adalah
oke ini kelewat sepertinya ya. Oh ya,
dilusion ini masuk ke dalam chain of re
inhibition of chain reaction. Memutus
mata rantai kimia dari kebakaran itu
dengan cara dilusion namanya. Yaitu
teknik pemadaman dengan cara melakukan
pengencaran oksigen pada daerah yang
terbakar. misalnya melakukan pemadaman
kebakaran dengan menggunakan CO CO2
ya pada daerah terbakar hingga api akan
padam. Nah, kalau menggunakan CO2
berarti kita menggunakan media apar
kelas C
ya. Kelas C tadi apa yang berhubungan
dengan elektrikal?
Ya, ingat ya
ee kebakaran itu kelas kebakaran itu
terbagi menjadi empat. Ada kelas A,
benda padat non logam, kelas B
berhubungan dengan minyak dan gas ya,
media pemadamnya ee apa sumber ke bahan
bakarnya.
Kelas C kebakaran yang berhubungan
dengan sumber kelistrikan.
Kelas D, media kebakaran yang berbuang
dengan
logam.
benda paddat berbentuk logam. Ya, terima
kasih jawabannya Bu Azah. Selanjutnya
metode pemadam kebakaran selanjutnya di
dengan menggunakan ventilasi.
Di dalam pemadaman terkadang diperlukan
ventilasi. Hal ini tujuannya untuk apa?
Untuk mengeluarkan asap dan gas yang
panas dari lokasi kebakaran dalam
ruangan yang terbakar. Yang kedua,
memberikan luas pandangan yang lebih
jauh bagi petugas pemadam kebakarannya.
Seperti yang saya sampaikan di hari
pertama, di dalam kebakarannya itu yang
paling berbahaya itu adalah asapnya, ya.
Yang selanjutnya mencegah terjadi yang
banyak korban karena si asap tadi.
Karena asap itu sudah terjadi rantai
reaksi kimia, salah satunya CO2.
Ya, selanjutnya ventilasi dapat
dilakukan dengan cara memberikan bukaan
pada bangunan yang terbakar
dengan ventilasi secara paksa tadi ya.
Contohnya ventilasi secara paksa itu apa
maksudnya? Dengan menggunakan blow
blower ya rekan-rekan sekalian.
Oke, sampai di sini ada yang bertanya
sebelum kita masuk ke dalam unit
kompetensi yang kedua untuk teman-teman
pengawas ketiga ada yang mau bertanya?
Apa, Pak? Contoh salah satu contoh
pertanyaan ujian dari pengawas ketiga
Migas. Ya, saya bisa
mungkin ya saya bisa pastikan itu salah
satu pertanyaannya adalah coba sebutkan
teknik pemadaman api. Nah, yang tadi ya
star,
smart hairing, cooling, danhibation of
chain reaction. Oke, itu salah satu
contohnya.
Selanjutnya kita beralih kepada materi
ataupun unit kompetensi yang terakhir
untuk pengawas ketiga Minggas pada malam
hari ini, yaitu menerapkan penempatan
dan penyebaran alat pemadam api ringan
di tempat kerja pada industrial migas.
Ada yang pernah menggunakan APAR di
sini?
Belum pernah, ya? Ngelihat-ngelihat?
Udah ya.
Oke.
Pengertian dari alat pemadam api ringan
ataupun biasa kita kenal dengan apar.
Permenak trans ya. Jadi seapar ini
diatur di dalam Permenaker nomor 4 tahun
1980.
Syarat-syarat pemasangan dan
pemeliharaan
apar.
alat yang ringan serta mudah dilayani
oleh satu orang untuk memeramkan api
pada mula terjadinya ke kebakaran.
NFPA
yang tadi National Fire Protection
Association
menjelaskan APAR itu adalah peralatan
yang ringan yang berisi tepung,
cairan atau gas yang dapat disemprotkan
bertekanan untuk tujuan pemadaman
kebakaran. awal ya. Kalau api sudah
besar itu jangan gunain lapar. Rugi
teman-teman sekalian ya dan enggak
efektif sama sekali.
Keterbatasan alat pemadam api ringan
kapasitasnya terbatas. Beratnya 0,5
kg sampai 16 kg.
Jarak semprotnya juga terbatas. Daya
jangkauan semprotan apar itu hanya 2
sampai 3 m saja. Lama semprotnya
terbatas juga antara 20 sampai 30 detik
ya. Itu sudah paling lama.
Efektivitas ya dari sebuah apar itu apa?
Yang pertama kelas kebakaran yang mampu
dipadamkan oleh apar itu ada empat.
Kelas A, B, C, dan D.
Apar disebarkan secara merata dan siap
pakai. Kebakaran ditemukan masih kecil
untuk dipadamkan dengan apar. Kebakaran
ditemukan oleh orang yang siap, mampu,
dan mau menggunakan
apar tentunya.
Oke, selanjutnya klasifikasi media
pemadam kebakaran
terbagi menjadi tiga. Yang pertama ada
padat, ya. Apabila kita akan memadamkan
media kebakaran padat
itu kita semua bisa menggunakan pasir
dan tanah. Lalu ada lagi dry chemical
dry powder ini apabila kita menggunakan
media pemadamnya berbentuk padat. Kalau
kita menggunakan media pemadam
kebakarannya jenisnya cair itu kita bisa
menggunakan air dan busa ataupun
biasanya kita kenal dengan form.
Selanjutnya gas.
Apabila media media pemadam kebakaran
kita menggunakan gas, berarti kita bisa
menggunakan seperti contohnya adalah CO2
dan halon.
Bagian-bagian AP ya. APAR itu mungkin
teman-teman sekalian ya, bagi yang sudah
pernah melakukan inspeksi APAR, mungkin
ini bukan hal yang baru lagi ya,
istilahnya sudah enggak awam lagilah.
Tapi bagi yang belum pernah sama sekali
melakukan inspeksi APAR, nah ini akan
saya bantu
menjelaskan ya anatomi dari APAR itu
sendiri seperti apa. Yang pertama AP itu
terdapat safety pin ya.
Ini dia ada safety pin namanya. Safy pin
itu nanti ketika akan kita gunakan kita
cabut.
Itu yang pertama.
Lalu APAR itu terdapat handle.
Nah, ini dia.
Inilah fungsi handle ini untuk nanti
kita tekan dan si apar itu akan
menyemprotkan
jenis medianya.
Lalu ada lagi pressure g ataupun
tekanan ya, pengukur tekanannya.
Apabila tekanannya sudah berkurang, maka
dia akan keluar dari garis hijaunya ke
arah kiri.
Ya, berarti itu menandakan si apar ini
sudah berkurang tekanannya ataupun kalau
bis kalau dikunduk ataupun ketika
digunakan dia tidak efektif.
Lalu ada lagi host ataupun biasanya kita
kenal dengan selang. Lalu ada lagi
tabung dan ada lagi label. Label ini
maksudnya menjelaskan apar itu jenisnya
apa.
Itu yang pertama. Nah, yang kedua di
dalam label itu biasanya kita diberitahu
cara penggunaannya.
Nah, seperti itu. Ini salah satu contoh
dari apar dry chemical. Lalu ada lagi
apar CO2 ya. Kalau apar dry chemical
ataupun drypder bentuknya gendut ya,
tabungnya bulat sedikit membesar. Kalau
apar CO2 tabungnya tinggi dan langsing.
Ya, apa membedakannya lagi? Selain itu
pada APAR CO2 dia tidak ada pressure
gage-nya ya, enggak ada pengukur
tekanannya
ya. Dan untuk host-nya, host-nya itu
menggunakan corong yang besar ya. Jadi
corongnya itu seperti ini, seperti
istilahnya
elipse ya. Dikatakan elips 100% juga
tidak.
Nah, seperti itu rekan sekalian ya.
Lebih kayak oval, lebih tepat ya. Ya.
Nah, selanjutnya tipe konstruksi dari
sebuah apar.
Nah, apar itu terbagi menjadi dua
berdasarkan tipe konstruksinya. Nah,
yang pertama ada storage presser. Nah,
ini ini dia ya. Lalu ada lagi apar
berbentuk catrid
ya. Nah, itu biasanya apar jenisnya CO2.
Apa maksud dari apar storage atau
pressure? Apar itu
nanti isinya enggak full ya, di dalamnya
terdapat gas ya yang fungsinya nanti
untuk membantu medianya ini ditekan
keluar melewati nozelnya.
Sama kayak kita punya ee Mencis ya.
Mencis itu apa ya bahasanya kalau di
Jawa ya. Kalau di Sumatera namanya
Mencis ya. apar yang ee mohon maaf korek
api yang kita beli di Alfamar atau
Indomart untuk ngerokok
ya. Bagi merokok otomatis tahu ya. Nah
ee kalau teman-teman perhatikan di dalam
ee di dalam korek api tersebut pasti dia
isinya enggak full
ya. Pasti dia enggak full ya. Pasti
kalau kita lihat isinya kan ada tuh
korek api yang transparan itu bisa kita
lihat berbeda ketinggiannya cairan yang
ada di dalamnya. Nah, kenapa? Karena dia
terdapat gas yang dikempa di dalamnya
yang berfungsi nantinya untuk membantu
mendorong si cairan ataupun
bahan yang ada di dalamnya itu keluar
dari tabung.
Ya, seperti itu pula fungsinya pada apar
tipe storage presser. Kalau apar CO2,
AP bentuknya
cairan di dalamnya itu nanti dia
terdapat tabung
kecil seperti ini. Kalau bisa dikatakan
ini kompresor mininya ya, kompresor mini
tanpa mesin lah istilahnya. Nah, nanti
si APR CO2 ini ketika digunakan
gas yang terdapat pada
tabung ini dia akan keluar dan membantu
si cairan CO2 itu keluar dan
menyempurkan ke media pemadam
kebakarannya
ataupun ke sumber apinya. Nah, seperti
itu. Itu yang membedakannya. Oke, kita
lihat. Nah, seperti ini. Nah, kalau
misalkan nanti di lokasi kerja
teman-teman sekalian ada apar yang sudah
tidak layak. tidak ada layaknya. Ini
bisa dari kita lihat dalam bentuk
fisiknya mungkin telah berkarat
ya ataupun istilahnya
tekanannya udah berkurang dan sebagainya
lah. Nah, nanti bisa teman-teman lakukan
belah dua lapar tersebut ya seperti pada
gambar ini nanti akan terlihat
teman-teman ya.
Kalau apart storage pressure, apart ini
bahan pemadamnya didorong keluar oleh
gas bertekanan yang dikempakkan bersama
bahan pemadamnya di dalam tabung. Gas
yang dikempakkan ke dalam tabung ataupun
gas nitrogen apar ini dilengkapi dengan
petunjuk tekanan.
Ini dia ya terlihat ya dia ada
storage pressure-nya atau pressure
gs-nya ya. ini dinamakan dengan storage
pressure.
Lalu apar CO2
catrid ya dia memiliki catrit ini dia
tabung kecil ya yang akan membantu
si media CO2 tadi itu keluar ya dia akan
didasak keluar oleh udara yang
dihasilkan oleh kat yang ada di dalam
ini nantinya apa TB ini bahan pemadamnya
didorong keluar oleh gas bertekanan yang
keluar dari catri yang dipasang di dalam
tabung gas gas yang diumpakkan ke dalam
kat itu nanti akan membantu gas
CO2 keluar untuk membantu kita dalam
memadamkan kebakaran.
Oke, selanjutnya kita mengenal
jenis-jenis apar. Yang pertama
jenis basah ada tipe apar weather dan
form.
Ya,
secara logika
partti weather itu sangat
merugikan ya. Kenapa merugikan
ya? Itu istilahnya pemborosan budgeting
ya. Ngapain kita gunakan apar yang
isinya air rekan-rekan sekalian? Ya,
secara logika itu pemburosan namanya ya.
Kalau kita menggunakan apar ee media
pemadamnya adalah air ya, kita bisa
gunakan dari kran ya.
karena air lebih mudah untuk didapatkan.
Jadi enggak perlu ketika kita melakukan
pengadaan apar kita
request apart jenis weather ataupun air
enggak guna ya. Selanjutnya apart tipe
busa ataupun form. Nah, ini contohnya.
Oke. Jenis kering APAR itu terdapat
jenisnya powder
CO2.
Halon Clean Agen ya, F1
M200 ya. Ini yang sekolah-sekolah
besarnya.
Oke,
ini adalah ee pembagian apar tipe
construction, TP konstruksinya, jenis
media pemadam dalam APAR,
efektivitas APAR, dan rating APAR.
Nah, ini dia ya.
Oke, bisa dilihat bersama sama tipe
konstruksi apar itu terbagi menjadi gas
catridge dan storage pressure ya. Lalu
ada lagi jenis kalau berdasarkan jenis
media pemadam dalam apar
dia terbagi menjadi apart weather, pom,
dry chemical, dry powder, CO2 dan halon.
untuk alon sampai saat ini penggunaannya
itu telah dilarang ya per tahun 1990-an
itu sudah dilarang alon itu. Kenapa?
Karena halon ketika disempurkan dia
ketika menyatu dengan udara akan
membentuk toksik ataupun gas beracun ya
yang tidak baik apabila terhirup oleh
manusia. Makanya halon itu sudah tidak
diperbolehkan penggunaannya untuk media
pemadap kebakaran.
Efektivitas APAR itu terbagi menjadi
kelas A, B, C, D, E, dan K. Ya, kalau
kelas A utamanya itu adalah air.
Alternatifnya kita bisa menggunakan form
CO2, dry chemical, dan halon. Kelas B,
media paling utamanya itu adalah form
ataupun busa. Alternatifnya bisa
menggunakan dry chemical, CO2, dan
halon. Kelas C paling utama itu adalah
CO2 dan halon. Alternatifnya dremikal,
tapi tidak disarankan karena akan
meninggalkan residu ya yang akan
menyebabkan peralatan elektrikal itu
menjadi rusak dan berkarat.
Kelas D
yang paling utama itu adalah dry powder.
Alternatifnya bisa pasir halus dan
kering. Kelas E belum diketahui secara
spesifik. Nah, maksudnya di sini belum
diketahui itu belum tahu ya paling
efektif media yang digunakan itu apa.
Nah, berarti semua media bisa digunakan
untuk klasifikasi kebakkaran kelas E,
yaitu kelas E apa tadi?
Radioaktif
ya.
Pasca
yang paling utama adalah media pemadam
kebakaran. Untuk kebakaran kelas K
ataupun yang ada terdapat pada
dapur-dapur restoran, kita bisa
menggunakan APAR yang isinya wet
chemical form ataupun CO2.
Nah, selanjutnya kita mengenal lagi
jenis media pemadam kebakaran dan
aplikasinya.
kelas A bahan padat seperti kayu ya.
Nah, sebelum kita lanjut kita harus
lihat terlebih dahulu rekan-rekan
sekalian
ya. APAR itu kalau kita lihat ya pada
tabel ataupun kolom ini dia kan ada ini
nih kodenya tiga ceklis
silang dua
ceklis dua dengan bintang dan
sebagainya. Nah, keterangannya ada di
bawahnya. Kalau ceklisnya tiga, dia
sangat efektif.
Ceklistnya dua dapat digunakan.
Ceklisnya satu kurang tepat
atau tidak dianjurkan.
Kalau dia disertai bintang itu tidak
efisien.
Kalau bintangnya satu. Kalau bintangnya
dua dia bersifat kotor ataupun korosif.
Berkarat ya menimbulkan karat. Kalau
silangnya tiga dia berbahaya, silangnya
dua dapat merusak, silangnya satu tidak
tepat. Nah, kita lihat untuk kelas A
bahan padat seperti kayu, bahan beraga
atau penting. Apabila kita menggunakan
air pada bahan padat seperti kayu, dia
ceklisnya tiga. Sangat efektif. Tapi
bagaimana apabila air kita gunakan pada
bahan bergato atau penting dia silangnya
dua artiannya dia
merusak.
Nah, seperti itu. Lalu untuk selanjutnya
busa apabila kita gunakan pada bahan
padat seperti kayu dia cek satu kurang
tepat ya atau tidak dianjurkan tapi dia
bisa digunakan tapi tidak dianjurkan
penggunaannya. Kenapa? kena pemborosan.
Nah, itu yang pertama. Apabila kita
gunakan pada bahan beraga atau penting,
dia kembali silang dua
ya. Merusak nanti hasilnya setelah
dipadamkan.
Nah, selanjutnya
kalau kita menggunakan tipe kering,
media pemadam kebakarannya.
Untuk bahan padat seperti kayu, powder
itu dia ceklis dua dapat digunakan
clean agen ya yang seperti CO2 itu dia
ceklist 3 bintang 1 sangat efektif tapi
tidak efisien karena dia pemburosan
jatuhnya. AP CO2 itu harganya mahal.
Apabila kita sempurkan pada bahan bakar
padat seperti kayu, tisu dan sebagainya
itu itu rugi jatuhnya ya. Bisa digunakan
sangat efektif tapi tidak efisien. Nah,
seperti itu. Bahan berharga atau penting
apart CO2 dia ceklis 3 sangat efektif.
Nah, seperti itu ya cara membaca
tabelnya rekan-rekan sekalian.
Oke, kita lanjut. Selanjutnya ada lagi
apar jenis form.
Apar jenis form. Prinsip kerjanya
mengisolasi sumber kebakaran,
mendinginkan api, dan menghambat
rantai reaksi kimianya.
Keuntungannya
bila terkena form bahan bakar tidak akan
menyala kembali
ya berarti dia akan padam karena sifat
dari form itu adalah mendinginkan. Kalau
mendinginkan tadi teknik pemadamnya apa
dinamakan? Apa tadi?
Ku
kuling
kuling ya.
Selanjutnya jenis pemadam api busa yang
sangat efektif digunakan untuk kebakaran
kelas kelas B. Kebakaran kelas B apa
tadi?
Apa kebakaran kelas B?
Ayo barusan loh belum dibawa tidur ini
materi.
Bahan bakar cair dan gas.
Oke. Bahan bakar cair dan gas ya. baru
ya. Jangan sampai kelupaan ya. Kalau
sudah dibawa tidur kelupaan ya wajarlah.
Oke, selanjutnya kekurangannya apa?
Tidak boleh digunakan untuk kebakaran
kelas C. Kenapa enggak boleh?
Jenis form tidak boleh digunakan pada
kebakaran kelas C. Kebakaran kelas C
apa?
Listrik, Pak.
Listrik. Kenapa dia enggak boleh kita
gunakan TV form?
Memicu kerusakan.
Memicu kerusakan karena form itu dia
mengandung air ya.
Bagaimana kalau air bertemu dengan
elektrikal?
Apa yang terjadi? Silakan dicoba nanti
ya.
Oke,
paham ya?
Jadi boleh nih teman-teman sekalian kita
melihat ada kebakaran ya dia
kebakarannya dari costleting.
Lalu kita karena panik ya ternyata kita
lihat apar ya tanpa kita lihat dulu ya
karena kita tergesa-gesa dan panik kita
langsung aja nyemprotkannya. Ternyata
apa yang kita sempurkan itu adalah
apart form pada kebakaran elektrikal ya.
Bukannya padam nanti malah jadi makin
makin besar dia ya karena sifatnya
pengantar listrik tadi dia mengandung
air ya.
Apa jenis powder menurut kebakaran klas
kebakaran yang dipadamkan powder dibagi
menjadi tiga. Nah ini jangan salah salah
teman-teman sekalian. Apart tipe powder
ini kalau di perusahaan itu adalah apar
favorit
ya. Hampir semua perusahaan pasti
memiliki apart powder dari segi harga
murah, mudah didapatkan ya dan juga
cukup efektif ya. Dia bisa digunakan
hampir di semua tipe. Tapi ya balik tadi
dia bisa digunakan tapi belum tentu dia
efektif. Nah, seperti itu
apartip powder itu terbagi menjadi tiga.
Yang pertama dinamakan dengan tepung
kimia reguler. Tepung kimia yang efektif
untuk memadamkan kebakaran kelas B dan
C.
Ya, tepung kemia regular berarti bisa
memadamkan
apar ee kebakaran kelas B oil and gas
dan juga tipe C elektrikal.
Lalu ada lagi tepung kimia multipurpose
adalah tepung kimia yang efektif untuk
memedamkan kebakaran kelas A, B, dan C.
Bahan ee bahan bakar padat non logam
kelas A. Oil and gas tipe B. Tipe C-nya
itu elek elektrikal.
Selanjutnya
tepung kimia spesial dry.
Powder adalah tepung kimia yang efektif
untuk memadamkan kebakaran khusus kelas
kelas D. Kelas D apa tadi?
Logam.
Bahan padat berbentuk logam.
Ya. Oke. Nah, timbul pertanyaan. Terus
bagaimana Pak kita tahu apart powder itu
apakah dia tepung kimia regular
multipurpose atau special dry powder
Pak? Bagaimana kita mengetahuinya,
Teman-teman? Jangan malas membaca nanti
ya. Ya, dia semua kode-kodenya ada pada
keterangan APAR ini ya. Nanti bisa
dilihat nanti dia akan tertulis dia
masuk TP folder yang mana. Nah, di sini
ada keterangannya nanti ya di label ini.
Besok kalau sempat teman-teman ke
lapangan ataupun di kantor kalau ada
APAR ya silakan dicek TP-nya yang mana.
Oke, seperti itu.
Prinsip kerja aperder itu seperti apa?
Api diselimuti oleh serbuk kimia.
sehingga menghalangi hubungan O2 dengan
benda yang terbakar sekelus menghambat
reaksi kimianya.
Keuntungannya
efektif untuk pemadaman di dalam atau di
luar ruangan.
Tidak mengantar arus listrik efektif
untuk kebakaran kelas A, B, dan C.
Kekurangannya
apar powder ini apabila dia meninggalkan
residu tepung-tepung tadi ya dan itu
bersifat lengket
ya. Silakan nanti kalau ada kesempatan
melakukan simulasi drill di
perusahaannya menggunakan apart powder
itu bisa dilihat nanti tepung powdernya
itu
bikin lengket ketika dipegang ya.
Selanjutnya
bisa menimbulkan karat bila terkena
peralatan elektronik. Ya, dia bisa
membkan kebakaran tipe elektrikal
ketika api padam, barangnya rusak
ya. Karena dia yang sifatnya tadi
meninggalkan residu
ya, yang menyebabkan peralatan
elektrikal itu menjadi berkarat-karat
nantinya.
Apar jenis CO2
prinsip kerjanya mendorong oksigen
sampai batas minimal dan mendinginkan
area kebakaran.
Jadi ini masuk juga dalam kategori
cooling tadi. Keuntungannya mudah
menyebar ke seluruh areal kebakaran ya
karena sifat yang menyatu dengan udara
tadi. Tidak menghantarkan listrik,
tidak meninggalkan residu.
Efektif untuk kebakaran kelas B dan C.
Kekurangannya
apart CO2 ini tabungnya berat
ya daripada apar tipe powder.
Sulit bergerak dan tidak efektif di
ruang terbuka. Kenapa dia tidak efektif
di ruang terbuka? Karena ketika
disemprotkan dia menghasilkan CO CO2.
CO2 itu menyatu dengan udara ya.
Sebenarnya apart ini dilema ya kita
menggunakannya. Kenapa saya katakan
dilema?
Ketika digunakan di ruangan terbuka dia
menjadi tidak efektif karena dia cepat
menyatu dengan udara karena massa
jenisnya yang ringan tadi. Selanjutnya
kalau kita gunakan di dalam ruangan, nah
kalau ruangan yang ada ventilasi
terlebih, enggak ada ventilasi, maka dia
akan bisa menimbulkan nanti toksikitas,
ya ataupun akan memicu nantinya menyatu
di udara menyebabkan ke keracunan ya.
Namanya aja CO CO2 ya, lawannya dari O2.
Oke, seperti itu.
Selanjutnya,
APAR jenis salon. Prinsip kerjaan itu
memutus rantai reaksi kimia seperti apar
CO2.
Keuntungannya clinic,
media pemadam yang bersih tidak
meninggalkan kerak-kerak pada benda yang
disemprotnya.
tidak mengantarkan listrik karena sifat
yang sama seperti CO2 tadi, menyatu
dengan udara juga tidak meninggalkan
residu efektif untuk kebakaran kelas A,
B, dan C.
Ke kekurangannya
tidak ramah terhadap lingkungan.
Nah, ini sifat dari APAR CO2 tadi.
Selanjutnya
pada tahun 1970 pemakaian halon jenis
CCI4 dilarang karena bila terkena api
akan menghasilkan gas C2
yang beracun bagi manusia.
Lalu pada tahun 1994, tepatnya pada 1
Januari,
apar tiptipe halon ini tidak lagi
diproduksi
karena semua jenis halon yang ada pada
saat itu mengandung senyawa CFC, kloro,
fluoro, dan karbon yang merusak lapisan
ozon. Nah, lapisan ee senyawa CFC ini
juga terdapat pada AC AC yang kita
gunakan sehari-hari
ya. Makanya makin banyak kita
menggunakan AC di bumi ini maka akan
menyebabkan kita sebagai penyumbang
perusak lapisan ozon. Makanya
akhir-akhir ini tingkat panas suhu di
bumi itu semakin meningkat. Ya wajar
karena hampir seluruh bagian dunia pasti
menggunakan AC.
Nah, serba salah teman-teman sekalian.
Kalau enggak menggunakan AC panas ya.
Kita gunakan AC merusak lapisan ozon ya.
Itulah ya
bimbangnya menjadi manusia teman-teman
sekalian ya.
Seperti itu.
Lalu ada lagi APAR jenis wet chemical
fog.
Apar wet eh chemical form ini prinsip
kerjanya
menutupi permukaan bahan bakar yang
terbakar.
Berarti dia ini masuk ke dalam apa tadi,
Teman-teman? Kalau dia menutupi
permukaan bahan bakar yang terbakar
yaitu metodenya apa? Smart
smart hairing ya. Star Faction tadi apa?
Masih ingat? menghilangkan
bahan bakar.
Bahan bakarnya ya. Jangan lupa
teman-teman sekalian
keuntungan dari apar tipe white chemical
form itu apa? Yang pertama cocok untuk
kebakaran kelas K terutama yang
melibatkan minyak dan lemak.
Mencegah api kembali berkobar dengan
membentuk lapisan busa yang stabil.
Aman digunakan.
di dapur karena mengurangi resiko
ledakan
dapat mereduksi suhu dan meninginkan
minyak ataupun lemak yang terbakar
dengan dengan cepat. Kekurangannya hanya
efektif untuk memendamkan api kelas K
yaitu kebakaran yang melibatkan lemak
dan minyak. Busa yang keluar dari apar
ini memiliki campuran air yang bersifat
kon konduktif.
ya. Konduktir berarti artiannya
pengantar arus listrik, ya.
Lalu selanjutnya syarat dan ketentuan
APAR berdasarkan Permenakar nomor 4
tahun 1980.
Pada pasal 4 ayat 3 disebutkan tinggi
pemberian tanda pemasangan apar itu
adalah 125 cm dari dasar lantai.
Nah, maksudnya
syarat kita memasang apar di lokasi
kerja itu ya apabila apar itu digantung.
Nah, ketinggiannya adalah 125 cent dari
lantai. Nah, itu persyaratannya.
Apakah apar boleh ditaruh di lantai?
Boleh. Dengan syarat harus ada
tatakannya.
Apar tidak boleh langsung bersentuhan
dengan lantai. Kenapa? Apabila dia tipe
apar border nanti apar itu akan menjadi
pembeku.
Nah, makanya apar itu tidak boleh
langsung bersentuhan dengan lantai.
Kalau mau ditaruh di lantai, berikanlah
bok ataupun tatakan, ya. Tapi kalau mau
lebih efektif cukup digantung saja
dengan persyaratannya itu ketinggiannya
adalah 125 cent dari dasar lantai.
Selanjutnya pasal 4 ayat 5 disebutkan
jarak penempatan apar yang satu dengan
lainnya ataupun kelompok satu dengan
yang lainnya tidak boleh melebihi 15 m.
Artiannya apabila kita
ee melakukan pemasangan apar di lokasi
kerja atau pada bangunan ee kantor kita
misalkan kita harus tahu terlebih dahulu
ya berapa luas bangunan
tempat kita bekerja. Contohnya
kantor kita itu terdiri dari satu lantai
ya tapi luasnya itu adalah 1500 m. Nah,
berapa yang kita butuhkan?
Untuk luas kantor satu lantai dengan
luasnya 1500 m. Berapa apar yang kita
butuhkan apabila persyaratannya
jarak dari satu apar ke apar yang lain
itu adalah 15 m? Nah, dari sana kita
bisa menghitung kebutuhan apar di lokasi
kerja.
Nah, berapa kebutuhan apar jadinya?
Kalau luas bangunan kantor kita itu
adalah 1500 m, berapa yang dibutuhkan?
berapa?
Ayo, coba hitung. Kalau enggak nanti
gimana cara teman-teman sekalian
melakukan penyebaran apar di lokasi
kerja? Kalau enggak tahu caranya berapa
par yang harus direquest?
Berapa?
100, Pak.
Se
100.
100. Dari mana datang 100?
Luas bangunan dibagi
persyaratan
jarak penempatan apar.
Ya, luas bangunan tadi 1.00.
Syarat penempatan apar itu dari satu
aper ke aper lainnya adalah 15 m. 1500 /
15 adalah 100. Berarti kita wajib
merequest apar sebanyak 100
apar. 100 biji apar. 100 tabung AP untuk
luas bangunan kantor kita sebesar 1.500.
Ya, patokannya seperti itu.
Paling utama kita harus mengetahui dulu
ada berapa lantai
per lantai itu luasnya berapa ya nanti
baru bisa dimasukkan rumusnya.
Pasal 9.
Apart tidak boleh dipasang dalam ruangan
di mana suhu melebihi 49 derajat Celcius
atau turun sampai -44 derajat Celcius
kecuali apabila alat pemedaman peringan
tersebut dibuat khusus untuk suhu di
luar batas tersebut ya. Tapi jarang
banget ya ada par yang
dibuat untuk suhu seperti melebihi dari
49 derajat ataupun kurang dari
-44
derajat.
Nah,
lalu pada Permenakar nomor 4 tahun 1980
pada lampiran 1
untuk tanda untuk menyatakan tempat apar
itu atau sign apar ya ini adalah
perseratan ya. Lebarnya dia segitiga
sama sisi ya segitiga sama sisi di mana
tiap sisinya itu panjangnya adalah 35
cm.
Ya, inilah persyaratannya. Untuk
ketinggian hurufnya adalah 3 cm
berwarna merah untuk labelnya. Untuk
tanda arah panahnya ke bawah dengan
ketinggiannya itu adalah 7,5 cent. Itu
adalah perceratannya. Ya, kalau zaman
sekarang ini dengan teknologi yang serba
canggih, kita tidak perlu repot-repot
lagi ya. bikin sendiri itu repot di toko
hijau dan toko oren itu sudah ada
semuanya ya. Jadi kita tinggal request
barang datang enggak perlu lagi kayak
zaman dahulu kalah ya.
ya sebelum kita mengenal e-commerce dan
sebagainya itu biasanya kita saya itu
biasanya datang ya ke bagian kaca film
ya ataupun cutting stiker untuk membuat
sign sign apar tadi. Nah seperti itu.
Selanjutnya
apabila kita akan menggantung apar atau
memasang apar ya. Nah, inilah yang
dimaksud tadi. Ketinggiannya wajib 125
cm dari
lantai. Nah, jadi kita memasang apar itu
di sini.
Nah,
sign AP itu di mana dipasangnya?
Di sini.
Nah, di kolom ini seperti itu ya. Cara
pemasangan apar, cara penempatan apar.
ketinggian 125
standnya dipasang langsung di atas apar
tersebut.
Ya, seperti itu.
Cara pengoperasian apar ya dikenal
dengan TATS.
Tarik
kunci pengamannya
lalu arahkan selang ke titik pusat api.
Tekan tuas untuk mengeluarkan isi apar.
sapukan secara merata sampai api pun
padam ya. Nah,
ini adalah
penggunaan APAR dengan cepat dan aman.
Ya,
bisa dilihat
apabila kita akan menyemprotkan apar,
kita tidak boleh berlawanan dengan arah
angin.
Ketika menyemprotkan apar, kita harus
mengikuti arah anginnya ke mana. Kalau
arah anginnya misalkan ke
barat, berarti kita
nyemprotnya di sini. Jangan kita
nyemprotnya di sini.
Kalau kita nyemprat apar dari sini,
sedangkan arah anginnya ke sini, nanti
yang kesemprot bukan api malah muka
kita,
ya. Karena si apar tadi terbawa oleh
angin. Nah, seperti itu ya.
Lalu
sudut ya sudut yang harus kita ambil
ketika menyempurkan apar itu adalah
lebih kurang 30 derajat cel eh e 30
derajat ya enggak pakai celcius 30
derajat untuk sudutnya.
Nah,
lalu untuk ketika kita menyemprotkan
lapar itu langsung ke
dasarnya,
bukan ke lidahnya. Ini jangan kita
nyemprot di sini. Ini salah nih ya. Tapi
kita wajib ketika menyemprot itu
langsung ke dasarnya.
Nah, oke. Ikuti arah angin. Sudut
penyemprotannya 30 sampai 60 derajat dan
langsung ke sumbernya. Jangan
nyemprotnya di sini ya, itu salah ya
seperti itu. Oke, kita lihat dulu ya
video demonstrasi
penyemprotan apar.
Oke, saya akan tampilkan
video demonstrasi dari dari petugas
pemadam kebakaran dalam menggunakan
APAR.
Oke, untuk suaranya apakah muncul?
APAR di depan saya ada jenis namanya
dryical powder dan CO2.
Untuk apar dryal powder ya bagian empat
AP pertama adalah ada namanya tu.
Oke, kita ulang ya.
Apar di depan saya ada jenis namanya dry
chimical powder dan CO2.
Untuk apar dryal powder ya bagian empat
apar pertama adalah ada namanya tuas.
Selanjutnya ada namanya handle.
Selanjutnya ada namanya pin.
Selanjutnya ada namanya alat ukur.
Selanjutnya ada selang. Dan terakhir
nozle yang di sini juga disertai dengan
silinder tabung dan spesifikasi dari
tabung. Dan di sini dijelaskan terkait
spesifikasi tabung yang mana menjelaskan
terkait jenis apa. Ada lima jenis apar.
Ada air, foam, CO2, halon, dan resimical
powder. Nah, untuk kelebihan dan
kekurangan kalau untuk poder jarak
pancarnya bisa sampai 2 sampai 4 m. Tapi
untuk penggunaan koder meninggalkan
bekas dan residu dan powder ini jaraknya
2 sampai 4 m penggunaan. Pembedaan
antara jenis poder dan CO secara visual
untuk jenis CO nozelnya agak lumayan
besar dan cara penggunaannya CO harus
dekat ke sumber api. Nah, kelebihan CO
bersih, tidak meninggalkan bekas dan
residu. Dan terkait CO ini,
penggunaannya bisa disimpan. Pada saat
Bapak sudah menggunakan bisa disimpan
lagi. Tata cara penggunaan apar pertama
jarak aman satu lengan. Ya, pastikan
jarak dari apar ke pengguna satu lengan.
Selanjutnya,
cabut pin dengan cara memutar atau
menarik ke arah bagian luar.
Selanjutnya, bebaskan selang. Arahkan ke
atas. Tujuannya untuk tidak mengenai
orang di sekitar. Selanjutnya lakukan
tes fungsi dengan cara menepuk tuas ke
arah bagian luar agar memastikan alat
ini berfungsi sebelum kita akan
melakukan pemadaman kebakaran.
Lakukan tes fungsi. Selanjutnya,
pemadaman apar. Jaraknya 2 sampai 4 m.
Ya, ada namanya lidah dan pangkal api.
Padamkan di pangkal apinya secara
menyapu. Sip.
Oke,
seperti itu ya cara penggunaan APAR ya,
demonstrasi ya. ya karena kita perhatian
kita secara online jadi kita tidak bisa
mempraktikkannya secara langsung ya jadi
dengan menggunakan dari video saja.
Oke, selanjutnya
pemeriksaan rutin bulanan apar. Yang
pertama periksa kondisi fisik dari apar,
tabung, selang, handle,
segle, dan safety pin. Lalu pastikan
APAR terisi cukup. Jarum pressure gs-nya
di area hijau. Pastikan kondisi pressure
gs-nya baik dengan cara menyentil
pressure gs dengan jari. Jika merasa
berat apar tidak sesuai dengan berat
yang tertera pada tabung, maka
timbanglah apar tersebut khusus untuk
aper CO2. Tidak ada kerusakan cacat
kebocoran pada tabung. Jika mencerai ada
kebocoran pada tabung, gunakanlah air
sabun. Ya, sama seperti kita ngecek ban
sepeda motor. Bersikkan karat dan debu
yang ada di tabung secara rutin. Lakukan
pengocokan untuk apar dengan media dry
chemical ataupun dry powoder.
Apabila merasa ada pasir kasar seperti
ketika mengocok apar, berarti terjadi
pengumpalan di dalamnya. Apar tersebut
tidak bisa dipakai kembali. Silakan
lakukan pengisian ulang.
Pastikan apar yang berada di luar
ruangan terekspos. Sinar matahari
langsung atau di area korosif dilengkapi
dengan boks pelindung. Ya, mungkin kalau
kita lihat di mall-mall ya, AP itu
berada di dalam boks pelindung ya.
Enggak langsung bersentuhan dengan udara
dan sinar cahaya.
Oke, sampai di sini ada yang mau
bertanya?
Untuk materi pengos ketiga migas sudah
selesai ya untuk hari yang kedua ini.
Ada yang mau ditampanyakan kira
sebelum kita berpindah ke materi ketiga
umum.
Oke, kalau enggak ada bertanya saya akan
masuk ke dalam materi AD3 umum ya. Kalau
pengawas ketiga Megas mau beristirahat
ya seperti biasa ya yang selalu saya
sampaikan silakan kalau mau tetap stay
dipersilakan juga. Oke kita masuk lagi
ke dalam materi selanjutnya.
yaitu K3 lingker ataupun K3 lingkungan
kerja.
Oke.
Melakukan pengukuran faktor bahaya di
tempat kerja, rekan sekalian ya. Bahaya
kemarin apa? Po
potensi
ya. Mengukan pengukuran faktor bahaya di
tempat kerja. Nah, di Indonesia
ketiga lingkungan kerja itu identik
dengan hygien industri namanya
ya. Didefinisikan
sebagai spesialisasi
sori.
Didefinisikan sebagai spesialisasi dalam
ilmu haijin beserta praktiknya yang
dengan mengadakan penilaian kepada
faktor-faktor penyebab penyakit
kualitatif dan penyakit kuantitatif. di
dalam lingkungan kerja dan perusahaan
melalui pengukuran yang hasilnya
dipergunakan untuk dasar tindakan
korektif kepada lingkungan tersebut.
Serta bila perlu di pencegahannya
maka dilakukanlah pengendalian terhadap
sumber bahaya yang ada.
Oke. Dasar hukum yang mengaturnya apa?
yaitu Permenaker nomor 5 tahun
2018 tentang K3 lingkungan kerja.
Di tempat kerja terdapat sumber bahaya
lingkungan kerja ya. Seperti saya
sampaikan pada hari pertama kemarin,
terdapat lima faktor. Yang pertama ada
faktor fisika, faktor biologi, faktor
kimia, faktor ergonomi, dan faktor
psikologi.
Lalu ada lagi pasal 4.
Pada pasal 4 tujuannya ya untuk
mewujudkan lingkungan kerja yang aman,
sehat, dan nyaman dalam rangka mencegah
kecelakaan kerja dan penyakit akibat
kerja.
Syarat harus ya ini terdapat pada pasal
2 ya.
Si pengusaha
wajib melakukan pengendalian dimulai
dari pengendalian faktor kimia.
Faktor fisika agar berada di bawah NAB.
Apa itu NAB? Nilai ambang batas.
Hati-hatiannya
batas maksimal bahaya itu bisa di
tolerir.
Selanjutnya pengendalian faktor biologi,
faktor ergonomi, dan faktor psikologi
kerja agar memenuhi standar.
penyediaan fasilitas kebersihan ya
ataupun bisa kita kenal dengan sarana
sanitasi
di tempat kerja agar ada ya dan terawat
tentunya.
Penyediaan fasilitas kebersihan dan
sarana haji di tempat kerja yang bersih
dan sehat. Penyediaan personil K3 yang
memiliki kompetensi dan kewenangan K3 di
bidang lingkungan
kerja. Oke,
selanjutnya konsep dasar ketiga
lingkungan kerja. Yang pertama melakukan
identifikasi
lingkungan kerja.
Ya, ini sama konsepnya seperti IBPR ya,
identifikasi bahaya dan penilaian
risikonya. Nah, inilah yang dimaksud
dengan konsep dasar ketigalan kekuangan
kerja karena dia juga
sama dengan konsep IBPR tadi.
Oke.
Lalu kita mengenal apa itu faktor fisika
ketiga lingkungan kerja. Ya, faktor
fisika ketiga lingkungan kerja itu yang
pertama iklim kerja.
Hasil perpaduan antara suhu, kelembaban,
kecepatan gerakan udara, dan panas
redasi dengan tingkat pengeluaran panas
dari tubuh tenaga kerja. Nah, ini
biasanya berhubungan dengan orang-orang
yang selalu kontak dengan bahaya
pekerjaan panas
ya, seperti apa? Pengelasan,
lalu apalagi? Pekerjaan di tungku-tungku
api ya seperti di smelter.
Nah, lalu apalagi? Tidak hanya
berhubungan dengan pekerjaan yang selalu
identik dengan panas, tapi juga identik
dengan dingin. Apa contohnya?
Pekerjaan yang selalu dengan pekerjaan
dingin? Apa contohnya, re-rekan
sekalian?
Apa contoh pekerjaannya yang selalu
kontak langsung dengan suhu dingin?
Orang yang bekerja di mana?
Di kantor, Pak.
Di kantor, ya? Selalu kontak dengan AC
gitu ya.
Oke, yang lain,
Teman-teman yang lain bagaimana?
Ayo, di mana orang-orang yang bekerja?
Di mana?
Di pabrik es,
ya. Orang yang bekerja di pondol pop ya,
di pabrik-pabrik es, orang yang bekerja
di pabrik batu-batu es ya, orang bekerja
di ruang HVAC
ya, teknisi HVAC dan sebagainya.
Kebisingan. Nah, apa saja sumber
kebisingan di area kerja? Contohnya apa?
Apa? Madila contoh kebisingan di area
kerja apa? Mulut rekan kerja.
Genset, Pak. Turbin. Nah, genset turbin.
Betul. Apalagi kompresor
ya, pesawat uap,
ya. Pesawat angkat juga menimbulkan
kebisingan tentunya. Apa contoh
kebesingan yang ada di area
construction? Contohnya Jackhammer
ya, paku bumi. Berisik enggak? Berisik
ya. pasti itu lebih tingkat
kebisingannya pasti melebihi dari
debel
ya nanti akan kita lihat juga.
Oke, selanjutnya getaran. Nah,
apa contoh pekerjaan yang berhubungan
dengan getaran?
Apa
contohnya pekerjaan yang berhubungan
dengan getaran?
Ayo. Apa?
Pekerjaan yang selalu kontak langsung
dengan bahaya getaran. Apa contohnya?
Ada yang tahu
apa contohnya?
orang yang melakukan pembobokan jalan
ya selalu kontak langsung dengan getaran
kan orang yang melakukan pekerjaan
pengeboran apakah itu pengeboran dinding
besi dan sebagainya
ya pernah lihat
pernah ya itu berhubungan dengan getaran
gelombang radio ataupun gelombang mikro
apa contohnya nya
apa? Contoh teman-teman sekalian
ada yang tahu
teknisi ataupun teknisi provider ya,
apakah itu teknisi provider indome
ya, terkomsel dan sebagainya karena ini
berhubungan dengan gelombang radio
ataupun gelombang mikro ya. Tanpa kita
sadari di sekitar kita ini selalu ada
gelombang radio ataupun gelombang mikro.
Salah satu contohnya apa tadi ya?
Seperti Wii
ya, sinyal radio,
sinyal HT dan sebagainya.
Sinar ultra ungu itu contohnya apa,
Teman-teman sekalian? Untuk proses
sterilisasi
ya. Ya, mungkin di zaman COVID ya, bagi
teman-teman yang pernah yang melewati
zaman-zaman COVID ya, kadang-kadang kita
disuruh masuk ke dalam tabung ya.
Nah, itu fungsionalnya untuk apa? Untuk
melakukan sterilisasi dengan salah
satunya
sinar
ultra violet.
Oke. Medan magnet statis di mana sering
kita temukan
medan magnet statis di mana sering kita
temukan.
di bawah sutet
di sekitaran gardu induk ya itu pasti
banyak medan magnet statisnya ya bisa
nanti ya apabila teman-teman ada
kesempatan bisa ngecek langsung di bawah
sutet ya itu ada daya tarik menarik ya
tapi tidak terlalu kuat nah itu
dinamakan dengan medan magnet statis
oke selanjutnya nya tekanan udara suatu
tenaga yang bekerja untuk menggarkan
massa udara dalam setiap satu luas. Nah,
contohnya apa tadi itu? Kompresor
ya, pesawat uap ya dan sebagainya.
Pencahayaan ya di setiap sektor industri
ataupun di perakantoran juga membutuhkan
pencahayaan terutama untuk orang yang
bekerja di area produksi.
Nah, ini semua delapan item ini masuk ke
dalam faktor fisika ketiga lingkungan
kerja.
Nah, selanjutnya
ee kita mengenal faktor biologi K3
lingkungan kerja ya. mulai dari adanya
mikroorganisme
atropor ataupun
bersifatnya ini
hewan-hewan yang
kecil
ya. Lalu ada lagi alergen dan toksin
dari tumbuhan ya. Ada di sini
teman-teman yang alergi terhadap
tumbuhan. Nah, itu masuk ke dalam
kategori alergen dan toksin dari
tumbuhan. Bidang tang berbisa ini
biasanya kita temukan ketika kita
melakukan line clearing. Apabila kita
membuka project baru, nah ini masuk ke
dalam kategori line clearing tadi.
Lalu ada lagi hewan invertebrata,
binatang buas, ya. Nah, ini biasanya
faktor biologi ketigal lingkungan kerja
ini sering juga ditemukan di area-area
projek ya. Selain dari binatang buas dan
binatang berbisa ini juga banyak
mengandung
istilahnya bakteri-bakteri ya. Contohnya
kayak orang yang bekerja di tarik panas
matahari ya. Nanti keringatnya itu
mengering dengan sendirinya ya. Apabila
nanti ketika dia pulang bekerja tidak
langsung mandi itu akan menimbulkan
tumbuhnya mikroorganisme
ya seperti virus,
jamur dan lainnya. Makanya kadang
orang-orang project itu banyak badannya
yang
berpanu
kurap ya dan sebagainya. Makanya kalau
di sebuah project itu misalkan di sebuah
project itu ada mes pengunduran mes ya
kalau bisa kasurnya itu ketika ada
pergantian personil itu wajib diganti
kasurnya juga. Tujuannya apa?
agar terjaminnya kualitas kesehatan bagi
para pekerja ataupun personal baru yang
datang tidak menggunakan
kasur bekas dari personil yang yang lama
tentunya. Nah, seperti itu re-rekan
sekalian.
Oke, selanjutnya
faktor kimia ketiga di lingkungan kerja.
itu contohnya seperti apa? Adanya
aerosol, tetes cairan bagian padat,
diameternya halus, tersebar dalam jangka
waktu tertentu.
Kabut, tetes cairan, debu bagian padat,
fumes, partikel logam, asap, zat orang,
gas menempati ruang tertutup atau mudah
menjalar, uap berbentuk padat atau
cairan mudah menyebar, mudah bercampur
dan dengan udara sekelilingnya.
Oke, selanjutnya.
Oke, faktor bahan kimia berbahaya di
luar kerja yang lainnya adalah contohnya
oxidizing material. Zat dengan zat lain
reaksinya sangat eksotik. Contohnya
peroxide.
Lalu ada lagi eksplosif material. ini
biasanya banyak digunakan oleh pelatan
tambang ya untuk melakukan pel
ya pelakan istilahnya bukit-bukitnya
untuk membantu mempermudah dalam proses
eksploitasi mineral yang ada.
Lalu crossif material
contohnya asam sulfat. Asam sulfat ini
ya pada korban-korban ya yang pernah
kita dengar seperti Agus ya. Mungkin
pernah teman-teman dengar Agus yang
sampai dia cacat. Lalu ada lagi bekas ee
personil KPK ovelas wedan yang mana dia
kehilangan matanya ya karena disiram
oleh cairan asam sulfat ini atau bisa
kita kenal itu biasanya dengan air aki
ya.
Nah, seperti itu teman-teman sekalian
ya. Kalau berbuat jahat ya teman-teman
sekalian salah satu metode paling
gampang itu apa? Dengan menyiramkan air
aki ataupun asam sulfat tadi ya. itu
akan merusak damage-nya sangat
berbahaya.
Lalu ada lagi highly flamables material
ya. Ini banyak-banyak contohnya seperti
aseton,
etyilmetil.
Lalu ada lagi toksik material zat yang
dapat menyebabkan efek serius.
Contohnya apa?
Orang yang menelan ataupun yang
menghirup ya bahan-bahan kimia.
Contohnya apa? Orang ke hirup spiritus.
Nah, itu salah satu contohnya. Dia masuk
ke dalam kategori toksik material.
Lalu ada lagi radioaktif material.
Contohnya seperti kobals,
uruanium dan sebagainya. Lalu ada lagi
iritan material mengakibatkan peradangan
selaput kulit baik terjadi segera
ataupun setelah berkekali terjadi
kontak. Apa contohnya?
yang iritasi apabila kita pegang.
Apa contoh material yang apabila kita
pegang itu menjadi ketegatal?
Ada yang bisa tahu? Ada yang bisa
menyebutkan?
Apa contohnya?
Nah, paling contoh paling gampang itu
apa, Teman-teman sekalian? Kayak
teman-teman menggunakan backlin,
cairan pemutih.
Ya, kalau setelah teman-teman sekalian
menggunakan backlin ya di dalam proses
pencucian dan teman-teman telat di dalam
pembilasannya, apa yang terjadi pada
tangan rekan-rekan sekalian?
Nah, bagi yang sensitif kulitnya itu
akan cepat merasa gatal-gatal
ya. Kalau enggak percaya silakan dicoba
ya, rekan-rekan sekalian. Lalu apa lagi?
Ada yang tahu lagi
para pekerja sipil seperti tukang-tukang
ya yang melakukan pengadukan semen.
Nah, semen itu apabila terkena kulit dan
tidak dibilas langsung itu akan
menyebabkan iritasi pada kulit
pekerjanya.
Ya, silakan nanti lakukan survei ya
apabila teman-teman yang bekerja di area
construction.
Lalu ada lagi harful material sebagai
mengbatkan efek kesehatan secara
terbatas.
Faktor ergonomi ketiga lingkungan kerja
selanjutnya yaitu
sikap kerja yang tidak sesuai.
Ya, sikap kerja yang tidak sesuai ini
apa contohnya?
Biasanya orang-orang yang bekerja di
kantor ya, yang selalu
bekerja di depan laptop ya. Apabila
posisi kursinya
dengan meja itu tidak ergonomi maka akan
menyebabkan lehernya sering pegal ya.
ataupun yang biasanya ketika dia sebelum
bekerja postur
rangkanya ini lurus setelah bekerja di
perkantoran menjadi bungkuk.
Nah, itu masuk ke dalam ergonomi. Ilmu
ergonomi ini enggak bisa dipelajari
dalam satu malam kelar ya. itu kalau di
perkuliahan itu butuh satu semesteran
untuk belajar ilmu ergonomi ini.
Lalu ada lagi peralatan yang tidak
sesuai kerja yang senantiasa duduk dan
berdiri. Apa contohnya? Contoh job titel
yang bekerja senantiasa duduk dan
berdiri. Apa contohnya?
Kita sebutkan
apa contoh Bu Dila, Mbak Dila? Apa
contohnya?
Orang yang selalu kerjanya duduk atau
berdiri. Apa contohnya?
Apa? Kasir.
Hm. Apalagi sering ditemuhkan
apa?
Apa
kira-kira
kalau yang selalu duduk seperti
resepsionis, Pak?
Oke. Resepsionis
yang selalu berdiri siapa?
Siapa?
Security. Bisa satu
atau teman ini tahu ya tapi malas
mendengarkan suara emasnya ya
masih segan-segan. Oke enggak apa-apa.
Oke selanjutnya
faktor psikologi ketiga lingkungan
kerja. Kerja yang terpaksa atau dipaksa
tidak sesuai kemampuan istilahnya ini di
luar jobd ya. pernah mengalami
pasti sering mengalami ya itu balik
kepada
jobd teman-teman juga di perusahaan
seperti apa ya suasana kerja yang tidak
menyenangkan ya mungkin lebih serang
lebih sering di tempat kerja itu
mengalami bully
ya atasan yang toksik ya pikiran yang
senantiasa tertekan
istilahnya di Sabtu Minggu yang
seharusnya libur masih tetap bekerja ya
dituntut oleh tasan harus lembur. Nah,
itu masuk ke dalam kategori pikiran yang
senantiasa tertekan.
Hubungan kerja yang tidak baik. Nah, ini
bisa jadi dengan rekan kerja iri-irian.
Dia sudah 10 tahun bekerja tapi tidak
pernah naik jabatan. Kita baru 3 tahun
bekerja tapi sudah naik jabatan. Nah,
timbullah rasa iri yang menyebabkan
hubungan di tempat kerja itu menjadi
tidak baik.
kerja yang tidak sesuai dengan keinginan
ya. Kita penginnya itu bekerja sesuai
dengan passion kita ya. Misalkan kita
hanya mau bekerja itu untuk administrasi
tapi tiba-tiba kita disuruh terjun ke
lapangan.
Nah, karena kita enggak terbiasa, kita
enggak tahu, ya.
Nah, makanya itu masuk ke dalam kategori
faktor psikologi ketiga lingkung kerja
bikin orang enggak nyaman seperti itu.
Oke, liris assesment-nya sama kita
mengadakan pengukuran dan pengend dan
pengambilan sampel analisa laboratorium
membandingkan dengan standar nilai
ambang batas. Nah, ini biasanya
para perusahaan itu, Teman-teman
sekalian jarang yang melakukan
pengukuran faktor bayar di lingkungan
kerja itu dengan melakukan secara
mandiri.
Biasanya perusahaan-perusahaan itu pasti
menggunakan jasa pihak ketiga seperti
laboratorium
ya. Jarang banget ada perusahaan yang
mau melakukan pengukuran faktor bahaya
K3 kerja itu secara mandiri.
Selanjutnya
perataan yang digunakan untuk pengujian
lingkungan kerja itu terdiri dari
apa-apa saja. Nah, yang pertama kalau
kita melakukan pengukuran kebisingan,
alat yang bisa kita gunakan itu adalah
sound level meter. Salah satu contohnya
untuk getaran kita menggunakan vibration
meter. Penerangan kita menggunakan look
meter. Iklim kerja yang berhubungan
dengan suhu panas dan suhu dingin tadi
kita bisa menggunakan anemometer dan
termometer bola.
debu. Pengukuran kadar debu di
lingkungan kerja kita bisa menggunakan
personal dan sampler. Lalu untuk
pengukuran gas di area kerja kita bisa
menggunakan gas detektor ataupun gas
analyzer.
Nah,
lalu kita melihat pada kebisingan yang
pertama ya. Kebisingan apa pengaruhnya?
Apabila tingkat kebisingan itu melebihi
nilai mang batas maka nanti akan
menyebabkan
gangguan fisiologis. sakit kepala, mual,
gangguan keseimbangan, gangguan
psikologis,
menjadi tidak nyaman, konsentrasi
berkurang, gangguan komunikasi ya pasti
ya. Kalau kita bekerja di ruang bising,
otomatis kita seperti orang
berteriak-teriak ngomongnya.
Lalu efek pada organ pendengaran,
tuli atau bahasa kerennya itu budek.
Nah, seperti itu ya. Lalu ada lagi nanti
timbullah NAB. nilai ambang batas
kebisingan.
Nah,
bisa teman-teman lihat pada
tabel cara membaca tabelnya bagaimana.
Misalkan kita bekerja 8 jam 1 hari di
suatu ruangan,
telinga kita itu hanya mampu mendengar
kebisingan itu di 85
desibel.
Nah, semakin sedikit jam kerja kita,
maka tingkat kebisan kita itu seperti
ini. Nah, apabila kita 4 jam bekerja,
telinga kita hanya mampu mendengar 88
desibel. 2 jam bekerja menjadi 91
desibel kemampuan telinga kita. Jadi,
makin berkurang waktunya, tingkat
kebisingannya itu dapat kita dengar
semakin tinggi, tapi hanya sebentar.
Nah, seperti itu. Misalkan kita bekerja
di ruang genset
ya, tingkat kebisingannya itu pasti di
atas 85 desibel pasti ya. Jadi kita
enggak bisa bekerja di sana tanpa alat
bantu pendengaran seperti contohnya
IRMAF.
Nah, itu bentuk pengendaliannya.
Nah, pengendaliannya itu masih sama ya.
Kita masih menggunakan teori hierarki
control
yang terdiri dari eliminasi,
substitusi,
rekayasa teknik,
administrasi kontrol
A
D.
Oke.
Jadi bagaimanapun
dan seperti apapun metode pengendalian
itu pasti berpatokan kepada elim ee
kepada hierarki pengendalian risiko yang
terdiri dari
eliminasi.
Dia berbentuk segitiga terbalik ya.
Eliminasi
substitusi,
rekayasa teknik,
administrasi kontrol
dan
A
P
D. Oke. Jadi, apapun metode pengendalian
di lingkungan kerja itu pasti
menggunakan metode hierarki pengendalian
risiko yang biasa disingkat dengan
eliminasi, substitusi, rekayasa teknik,
administrasi kontrol dan APD.
Oke, selanjutnya faktor
getaran ya seperti ini.
Jadi apabila kita bekerja 6 sampai 8 jam
sehari, tubuh kita itu hanya mampu
menahan getaran itu 5 m/detik.
Ya, ini adalah standarnya. Lebih dari
itu wajib dilakukan pengendaliannya.
Pengendaliannya masih sama ya dengan
metode yang sama.
Ya, bisa dilihat teman-teman sekalian
ini cara pengukurannya.
Jadi nanti vibration meter-nya
kita tempel pada jari pekerja
ya. Untuk mengetahui nih orang yang
melakukan pembobokan jalan itu berapa
getaran yang diterimanya.
Skalanya dari satu mungkin dari 0 sampai
60 detik. Berapa getaran yang
diterimanya? Nah, apa efeknya? Apabila
getaran itu terlalu kencang dan selalu
dalam dan dalam waktu yang lama kepada
tubuh pekerja. Yang pertama, tubuh
pekerja itu akan mengalami sering mati
rasa
ya seperti kebas
ya. Tuh sering mengerenyam-ngerenam.
Nah, lalu selanjutnya
tulang-tulang para pekerja itu akan
cepat ataupun sering merasa nyeri.
Nah, kalau teman-teman sekalian nanti ya
ada survei-survei terhadap kondisi
kesehatan para pekerja ini bisa
digunakan salah satunya.
Oke, selanjutnya untuk pengendaliannya
masih menggunakan metode yang sama yang
seperti yang saya sampaikan tadi
menggunakan
metode hierarki pengendalian risiko ya
mulai dari eliminasi, substitusi, dan
sebagainya.
Selanjutnya faktor pencahayaan
lingkungan kerja. Penerangan yang baik
adalah penerangan yang memungkinkan
tenaga kerja melihat objek-objek yang
dikerjakan secara jelas.
Sifat-sifat penerangan yang baik
ditentukan pembagian sinar dalam
lapangan pengelihatan. Mencegah
kesilauan arah sinar warna tidak mengak
tidak mengakibatkan panas ruangan. Ini
terutama kalau di kantor kita itu banyak
jendela ataupun banyak kaca-kaca
ya. Nah, itu harus dilakukan pengukuran
faktor pencahayaan di lingkungan
kerjanya.
Pengaruh pencahayaan buruk di lingkungan
kerja itu bagaimana?
Cahaya yang buruk itu apa maksudnya di
sini? Cahaya yang berlebihan dan cahaya
yang kurang. Apabila cahaya yang
berlebihan, mata akan cepat perih karena
silau. Apabila cahaya buruk ataupun
cahaya yang kurang, nanti kita akan
merasakan yang pertama itu kelelahan
mata. Ya, mata kita tu cepat jenuh.
Teman-teman yang sering bekerja di depan
laptop merasakan enggak
mata kita itu cepat jenuh,
mata berair?
Keluhan pegal di daerah mata. Kerusakan
indra mata meningkatkan terjadinya
kecelakaan.
Ya, seperti itu ya, Teman-teman
sekalian. Itulah bahayanya ya. Oke.
Dan ini adalah nilai ambang batas untuk
ee pencahayaan di lingkungan kerja.
Contohnya
kalau kita mengukur penerangan ataupun
pencahayaan pada halaman dan jalan,
NAB-nya itu adalah di 20 L
ya. Lux ini satuannya ya.
Lalu apabila kita
jadi dia terbagi klasifikasinya
ada kita melakukan pengukuran pada
pekerjaan membedakan barang-barang kasar
ya ini adalah
sub-subnya
seperti
mengerjakan arang atau abu menyisihkan
barang-barang yang besar. Nah, ini ada
standarnya 50 lu. Lalu pekerjaan
membedakan barang-barang kecil secara
sepintas seperti
penggilingan padi
ya. Lalu ada lagi contohnya seperti
alat pengangkut orang dan barang seperti
for clip, lif.
Nah, ataupun eskalator pencecahan yang
harus ada itu yang baik itu adalah 100
lu standarnya.
Nah, lalu ada lagi pekerjaan
membeda-bedakan barang-barang kecil yang
agak teliti. Contohnya
menjahit
ya,
melapis prabot atau wrapping
ya. Standarnya itu adalah 200 lu.
Pekerjaan membedakan
pekerjaan pembedaan yang teliti daripada
barang-barang kecil dan halus seperti
pembuatan tepung.
Ya, pokoknya yang sifatnya halus sekali
itu standarnya adalah 300
looks.
Oke, inilah standar-standarnya dan ini
adalah alat pengukurnya yaitu Lux meter.
Nah,
lalu pengukuran intensitas pencairan di
tempat kerja. Nah, ini adalah salah satu
metode ataupun cara melakukannya. kita
harus menghitung dulu luas ruangan
atau luas ruangan yang akan kita lakukan
pengukuran. Lalu titik sampling kita
tentukan.
Nah, ini salah satu contohnya. Luas
ruangan itu kurang 50 m².
Titik pengukurannya itu ada tiga, ya.
Bisa dilihat contohnya.
Nah, titik sttingnya itu merupakan titik
temu dua diagonal
bagian ruangan dengan luas kurang dari 3
m². Ya,
repot.
Iya, pusing. Iya. Makanya banyak
perusahaan yang enggak mau pusing dengan
menyerahkan langsung pengukurannya itu
kepada laboratorium
lingkungan kerja yang telah
tersertifikasi di Kementerian Ketenaga.
kerjaan
seperti itu.
Oke.
Nah, untuk lampiran-lampiran seperti
ini, Teman-teman sekalian, di mana kita
dapatkannya ya itu ada pada lampiran 1
dan 2 pada Permenaker nomor 5 tahun 2018
ya. Itu bisa dilihat nanti pada
permenakernarnya. dimin
ee peraturan-peraturan permenakan permen
itu ada pada situs Kementerian
Ketenagakerjaan di bagian dokumen ketiga
ya. Itu nanti bisa teman-teman kunjungi
halaman website-nya Kementerian
Ketenagakerjaan.
Oke, selanjutnya
faktor iklim kerja di lingkungan kerja.
Nah, ini yang saya namakan tadi dengan
faktor pekerjaan panas dan dingin
ya.
Tadi sudah disebutkan ya kalau panas.
Nah, ini contohnya kayak orang yang
melakukan pekerjaan
di tungku, di pengepresan dan yang
lain-lainnya. orang yang bekerja di
ruang dingin ya seperti orang yang di
bekerja di ruangan pembeku,
orang yang bekerja di pabrik es, orang
bekerja di perkantoran yang menggunakan
AC sentral.
Nah, itu masuk ke dalam faktor iklim
kerja tadi.
Dan ini adalah nilai ambang batasnya.
dia ada rumus-rumus yang harus kita
masukkan dan dilakukan perkaliannya baru
nanti dimasukkan ke dalam form-nya ya.
Sama dia pasti repot teman-teman
sekalian ya. Maka jarang banget
perusahaan yang mau mengerjakannya
sendiri.
Pengendaliannya masih sama ya dengan
metode eliminasi, substitusi, rekayasa
teknik dan administrasi kontrol.
Oke, selanjutnya faktor ergonomi di
lingkungan kerja.
Potensi biaya faktor ergonomi itu
apa-apa saja? Contohnya seperti cara
kerja, posisi kerja, dan postur tubuh
yang tidak sesuai saat melakukan
pekerjaan.
Desain alat kerja dan tempat kerja yang
tidak sesuai dengan antropometri tenaga
kerja dan pengangkatan beban yang
melebihi kapasitas kerjanya.
Pengendalian bahay ergonomi di
lingkungan kerja itu bagaimana? Yaitu
bisa dengan pengendalian teknik reasa
tekniknya seperti contohnya gunakan
perangkat untuk mengangkat dan menggubah
buah posisi benda berat untuk membatasi
pengerahan tenaga. Contohnya seperti
kalau kita mau mengangkat semen ya itu
bisa menggunakan jack ch jack palet ya
ataupun hand palet
ya. Dia berbentuk seperti gunting ya.
Nanti bisa digoogling aja ya bentuknya
ya. Hand palet nanti akan muncul sendiri
ya. Bisa dengan bantuan alat angkat dan
alat angkut ya. Tidak boleh melakukan
manual handling melebihi batas
pengangkatan. Untuk wanita
itu wanita itu disarankan hanya mampu
mengangkat beban itu di 15 kg
ya berdasarkan ilmu ergonominya.
Berarti seorang wanita tidak bisa
mengangkat satu galon.
Nah, seperti itu. Kalau pria kalau
secara ilmu ergonomi itu hanya
diperbolehkan mengangkat seberat 25 kg.
Ini secara keilmuannya ya. Tapi kan
kalau di
ee action-nya ataupun di res-nya itu
banyak ya yang melebihi
dari beban tersebut ya.
seperti itu. Tapi tergantung metode
pengangkatannya bagaimana, asalkan
metode pengangkatannya itu tidak
menimbulkan penyakit akibat kerja
nantinya.
Faktor psikologi di lingkungan kerja
ya ini ya seperti yang saya jelaskan
tadi mulai dari ketidakjelasan peran,
konflik peran ya. Konflik peran ini
maksudnya kita jobnya itu sebagai
administrasi ya. Lalu disuruh kita untuk
mengerjakan pajak, disuruh kita sebagai
orang procokur dan lain-lainnya. Ini
masuk ke dalam konflik peran namanya.
Lalu beban kerja yang berlebih secara
kualitatif dan kuantitatif.
Pengembangan karir yang mandek ataupun
mentok. Sudah 10 tahun bekerja di proses
sama. Jabatannya hanya di level staf
saja, tidak bisa naik pangkat menjadi
level manajerial.
Nah, seperti itu berarti ada yang salah
dengan
tempat bekerja teman-teman sekalian.
Oke. Nah, pengenalian bahaya psikologi
dengan bekerja itu masih dengan metode
yang sama. Nah, menurut teman-teman
sekalian apabila kita mengalami
faktor psikologi ini, cara paling
efektif itu apa?
Cara mengatasinya
kira-kira
apa kira-kira paling efektif caranya?
Resign
konseling, Pak. Oh,
konseling
ya. Konseling ya. Betul. Tapi itu tidak
terlalu efektif ya
karena sifatnya hanya konseling. Nih.
Kalau lingkungannya enggak berubah
bagaimana?
Iya. Kalau masih tetap nih kita
ditempatkan di kolam yang sama dengan
orang-orang yang toxic. Jadi guna
konseling tadi kan enggak ada guna juga
jadinya ya. Karena yang dipengaruhi
hanya pemikiran kita, sedangkan ikutan
kerjanya tidak berubah.
Sama aja ya. Paling efektif itu adalah
ya resign
ya itu salah satunya
ya. Tapi kan resign itu ya tergantung ya
dari si pekerjanya juga ya karena banyak
pertimbangan juga ya. Makanya kadang
kerjanya itu enggak berat sebenarnya
rekan-rekan sekalian. Tapi yang bikin
berat pekerjaan itu apa? Lingkungan
kerjanya
ya. mulai dari contohnya atasan yang
toksik,
teman kerja yang suka ngebully
ataupun adanya diskriminasi
di area kerja. Nah, itu masuk ke dalam
nantinya faktor bahaya psikologi itu.
Oke. Lalu di dalam ketiga lingkungan
kerja, rekan-rekan sekalian, terdapat ee
macam-macam personil. Ada ahli ketiga
muda lingkungan kerja, ahli ketiga media
lingkungan kerja, al ketiga utama
lingkungan kerja. Ini sertifikasinya
BNSP semua.
Yang membedakannya antara ini adalah
levelnya berdasarkan tingkat
pengalamannya.
Kalau untuk ahli ketiga modal lingkungan
kerja itu berpengalaman minimal 1 tahun.
Kalau yang ahli ketiga madia dia minimal
pengalamannya adalah 3 tahun. Ahli
ketiga utama lingkungan kerja itu
minimal pengalamannya adalah 5 tahun.
Nah, seperti itu.
Oke. Dan untuk pengawasan ketiga
lingkungan kerja ini itu biasa dilakukan
oleh para disnaker sesuai dengan domili
perusahaan masing-masing. Biasanya Bapak
dan Ibu diaker ini akan sering melakukan
kunjungan ke masing-masing perusahaan ya
untuk mengontrol apakah si perusahaan
ini menerapkan ketiga lingkungan kerja
itu dengan baik atau tidak.
Nah, apabila si perusahaan tidak baik
dalam
melakukan penerapan ketiga lingkungan
kerjanya, maka akan ada nantinya yang
dinamakan dengan sanksi
ya, mulai misalkan dari denda atau yang
terparah itu kunjung ee kurungan penjara
ataupun pencabutan izin izin dari
operasional perusahaan tentunya. Nah,
seperti itu. Oke, ada yang mau bertanya
sampai di sini?
Oke, ada yang mau bertanya?
Enggak ada, ya? Oke, kalau enggak ada
kita lanjut kembali kepada materi yang
terakhir pada malam hari ini.
Jadi, sepertinya trainingnya juga akan
lebih cepat selesai. rekan sekalian ya.
Oke
ya. Oke.
Oke. Selanjutnya komunikasi K3 dan
mengelola sistem dokumentasi K3.
Nah, ada yang tahu apa contoh dari
bentuk komunikasi K3 di area kerja?
Salah satunya apa?
Menghimbau, Pak. Ya, mengimbau berarti
itu dengan menggunakan apa contohnya?
Spanduk,
himbauan
rambu
ya. Lalu apaagi?
Apalagi bentuk komunikasi ketiga di area
kerja yang pernah teman-teman lakukan
ataupun pernah teman-teman dapatkan.
Toolbox meeting
ya, safety talk.
safety meeting dan sebagainya. Ya, itu
adalah salah satu contoh dari komunikasi
K3.
Oke, melakukan komunikasi K3.
Apa itu komunikasi K3, rekan-rekan
sekalian? Komunikasi ketiga adalah
segala aktivitas yang mencakup
komunikasi,
partisipasi,
dan konsultasi di bidang ketiga.
Jadi ini merupakan komunikasi dua arah
ya yang dilakukan baik itu dari level
manajemen ke bagian staf ataupun ke
level buruhnya.
Nah,
dasar hukum yang mengatur
komunikasi ketiga itu apa? Nah, yang
pertama adalah Undang-Undang Nomor 1
1970.
Jadi, apapun materi ketiganya tetap
menjadi landasan utamanya itu adalah
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970.
Oke.
Lalu ada lagi Undang-Undang Nomor 13
Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,
PP nomor 50 tahun 2012 tentang SMK 3.
Lalu selanjutnya persyaratan komunikasi
ketiga itu apa saja? Yang pertama,
prosedur komunikasi K3 harus memberikan
jaminan bahwa informasi K3 itu
dikomunikasikan kepada semua pihak, baik
internal perusahaan maupun eksternal
perusahaan.
Kalau internal perusahaan berarti itu di
lingkup yang sama di dalam
perusahaannya. Kalau eksternal
perusahaan berarti itu komunikasi yang
kita lakukan kepada para tamu,
perusahaan,
vendor,
subkontraktor ataupun kontraktornya.
Lalu kepada dinas-dinas pemerintahan
itu masuk ke dalam komunikasi eksternal
perusahaan.
Prosedur komunikasi K3 harus menjamin
pemenang kebutuhan perusahaan untuk yang
pertama mengkomunikasikan hasil sistem
manajemen yang ada. Temuan audit dan
tinjuan ulang manajemen dikomunikasikan
pada semua pihak dalam perusahaan yang
bertanggung jawab dan memiliki andil
dalam kinerja perusahaan.
Melakukan identifikasi dan menerima
informasi ketiga dari luar perusahaan.
Yang keempat, menjamin bahwa informasi
ketiga yang terkait dikomunikasikan
kepada orang-orang di luar perusahaan
yang membutuhkan.
Komunikasi internal K3. Contohnya apa
saja?
Seperti adanya pelatihan
ya. Lalu ada lagi
seperti simulasi.
Lalu seperti apaagi
adanya
pendistribusian
prosedur kerja.
Lalu ada lagi meeting internal.
Itu semua masuk dalam komunikasi
internal K3. Salah satu contohnya
komunikasi eksternal K3 contohnya
seperti apa?
komunikasi dari lingkungan perusahaan ke
pihak luar seperti adanya safety
induction tadi ya. Lalu apalagi?
Komunikasi dengan pihak pemerintahan
ya. Lalu ada lagi
komunikasi kita kepada lembaga profesi
ya seperti asosiasi ataupun serikat
buruh yang ada di perusahaan kita.
Lalu jenis komunikasi ketiga.
Komunikasi ketiga itu memiliki
multidimensi atau biasanya kita kenal
dengan diamond of safety communication.
Contohnya komunikasi yang dilakukan
antara manusia dengan alat kerjanya
ya. Lalu komunikasi manusia dengan alat
komunikasi.
Komunikasi antara manusia dengan
manusia.
dan komunikasi antara alat kerja dengan
alat komunikasi.
Oke, kita lihat nanti pemaparan seperti
apa. Yang pertama, komunikasi manusia
dengan manusia secara langsung. Ya,
pernah lihat ini toolbox meeting? Ini
salah satu bentuk komunikasi ketiga yang
ada di perusahaan, yaitu antara
komunikasi manusia dengan manusianya.
Nah, tujuan apa? untuk menyampaikan
informasi terkait pekerjaan apa yang
harus dilakukan di hari itu. Lalu
bagaimana cara mengendalikan potensi
bahaya, dan risiko yang adanya.
Nah, seperti itu.
Lalu apalagi bentuknya? Training
ya. Pelatihan ketiga
ini bisa contohnya seperti yang sedang
teman-teman rasakan hari ini. Nah, lalu
apalagi?
penyuluhan ketiga. Lalu ada lagi proses
observasi.
Proses observasi ini maksudnya
bagaimana? Contohnya kayak kita
melakukan safety patrol
ya. Kita melihat di lapangan apakah ada
tindakan tidak aman ataupun kondisi
tidak aman.
Kalau tindakan tidak aman itu berarti
berhubungan dengan unsave action yang
dilakukan para pekerja. Contohnya
pekerja tidak menggunakan helm. kita
tegur
ya atau kita foto, kita dokumentasikan
sebagai temuan tentunya
ya. Kita foto hari ini kita foto si
pekerja ngih helm, kita berikan nasihat,
kita berikan masukkan Pak ini
bahaya-bahayanya kalau Bapak tidak
menggunakan helm di area kerja. Keesokan
harinya kita lihat kembali kita lakukan
seperti patrol. Apakah setelah kita
melakukan komunikasi terkait ketiga
tadi, apakah si pekerja itu berubah apa
tidak?
Ya, apabila tidak ada perubahan barulah
nanti kita bisa memberikan sanksi
tentunya
seperti itu ataupun bisa dikenal dengan
NCR.
Lalu ada lagi komunikasi manusia dengan
manusia melalui alat
komunikasi.
Nah, contohnya apa? Adanya rambu-rambu
K3
ya, adanya spanduk-spanduk
ya, terutama kayak seperti sem spanduk
yang menarik untuk dibaca
ya. Kalau kadang kalau hanya se
bentuknya bahasanya formal. Contohnya
utamakanlah keselamatan kerja
ya. Utamakanlah kesehatan dan
keselamatan kerja. Pasti orang enggak
akan mau baca. Paling orang hanya lihat
sekilas. Tapi coba aja ketika kita
membuat spanduk dan informasi yang kita
sampaikan itu menarik, pasti akan
menarik si pembaca
untuk membaca dan melihat tentunya ya.
Ya, jadi rasa ingin tahu si pembaca itu
lebih lebih besar
ya. terutama di zaman teknologi media
sosial dan sebagai seperti yang ada saat
ini. Apabila contohnya aja kayak konten
aja kita lihat apabila konten itu flat
pasti kita skip
ya. Tapi apabila konten itu menarik kita
bersedia ya melihat konten itu dari
detik pertama sampai detik terakhir
karena apa? Karena menarik tadi ya.
Begitulah jalan dunia saat ini ya.
Jadi apapun yang menarik itu akan
menimbulkan suatu
rasa ingin tahu, rasa ingin menggali
lebih dalam. Nah, seperti itu.
Nah, untuk komunikasi ini itu terbagi
menjadi dua. Komunikasi internal dalam
ruang kup di dalam organisasi perusahaan
sendiri. Contohnya seperti adanya
rambu-rambu tadi.
Lalu komunikasi eksternal
itu dengan para pemasok dan
sebagai-bagai yang saya sampaikan tadi
itu adalah bentuk media komunikasinya.
Contohnya kita memasang map evakuasi.
Nah, itu adalah bentuk antara komunikasi
kita baik dengan internal kita dan juga
dengan eksternal kita ya. Karena enggak
mungkin kan, Teman-teman sekalian, kita
standby 100% di area terutama untuk
orang ketiga. Orang ketiga itu biasanya
70%-nya di area, 30%-nya itu di kantor.
Kalau di kantor dia nanti bekerja untuk
mengurusi pelaporan dan dokumen-dokumen
lainnya seperti itu. Jadi enggak mungkin
ada kecuali ya kalau levelnya itu
seperti settimen yang mana memang tugas
dan job dasennya itu untuk 100% di
lapangan. Tapi kalau dia levelnya safety
officer itu pasti dia harus membagi
dirinya di lapangan dan untuk di dalam
kantor juga.
Selanjutnya, komunikasi manusia dengan
alat kerja.
Komunikasi manusia dengan alat kerja
contohnya apa, Teman-teman sekalian?
Seperti kita membaca indikator-indikator
yang ada,
ya. Contohnya
kayak kita membaca
suhu AC
ya. Kalau misalkan
AC-nya terlalu dingin, kita naikkan.
Kalau terlalu masih terasa panas kita
turunkan. Nah, itu salah satu bentuk
komunikasi kita dengan alat kerja
ya. Lalu apaagi?
Contoh yang lainnya kayak kita melakukan
ee penambahan angin ataupun melakukan
pekerjaan yang berhubungan dengan
kompresor tentunya kita butuh tekanan di
sana. Nah, dari mana kita baca
tekanannya? tentunya dari
apa indikator
tekanannya
atau pressure g-nya. Nah, seperti itu.
Itu adalah bentuk komunikasi manusia
dengan alat kerja yang ada.
Lalu selanjutnya, bentuk komunikasi
ketiga di area kerja itu terdiri dari
apa saja? Safety induction. Nah, ini
adalah bentuk safety induction
ya. Biasanya apabila kita baru masuk di
sebuah perusahaan, kita pasti ada ASE
ya, orang ketiga yang memberitahu kita
seperti apa regulasi ketiga yang ada di
perusahaan
ya. Di mana titik kumpul
ya. Kalau berjalan di area perusahaan
wajib berjalan di area pedestrian.
tidak boleh berkendara di area
perusahaan dengan kecepatan lebih dari
20 km/h.
Semua itu masuk ke dalam safety
induction.
Lalu ada lagi individual job training.
Nah, ini dilakukan biasanya setelah kita
safety induction. Individual job
training ini maksudnya adalah
memperkenalkan job kita.
Apa-apa saja yang harus kita lakukan di
kesehariannya.
mulai dari awal kita masuk kerja sampai
nantinya kita pulang bekerja. Nah, ini
berhubungan dengan job das kita. Lalu
HSE training program. Nah, banyak
contohnya seperti program training
pelatihan P3K,
pelatihan cara penggunaan APAR,
dan yang lainnya.
Job safety observation. Observation
contohnya apa?
yang saya sampaikan sebelumnya tadi,
kita melaksanakan yang dinamakan dengan
safety patrol yang mana kita tujuan
untuk melakukan pengamatan terhadap
kondisi tidak aman dan tindakan tidak
aman yang ada di area kerja. Kemarin
contohnya kan kita melakukan analisa ya
melalui gambar ya yang saya tampilkan
kemarin. Saya perintahkan kepada
teman-teman sekalian untuk menganalisa
mana yang unsafe action dan unsave
condition. Nah, seperti itu pula yang
nanti akan di teman-teman lakukan di
lapangan. Teman-teman melakukan job
safety observation namanya ya. Mana
temuan itu harus didokumentasikan
ya. Misalkan di hari ini dari awal masuk
kerja sampai di sore hari ketika
teman-teman pulang. Teman-teman sekalian
ketika melakukan job safety observation
ataupun safety patrol, teman-teman
menemukan temuan dua unsafe action dan
satu unsafe condition
itu bikin pelaporannya dan sampaikan
kepada atasan. Tujuannya apa? Agar
teman-teman sekalian apabila terjadi
kecelakaan kerja itu tidak disalahkan
nantinya.
Karena teman-teman sekalian sudah
melakukan pelaporan terhadap kondisi dan
tindakan berbahaya yang ada di area
kerja. Tapi ketika sudah dilaporkan
tidak ada action-nya. Nah, itu nanti
bola panasnya sudah di
bukan pada teman-teman sekalian lagi ya.
itu bola panas yang ada pada atasan
tentunya seperti itu ya. Jadi kita
jangan sampai di dunia ketiga itu jangan
sampai kita memegang bola panas ya itu
berbahaya teman-teman sekalian ya dan
apabila terjadi kecelakaan kerja yang
dicari pertama kali itu adalah orang
ketiganya
seperti itu. Lalu selanjutnya melakukan
job safety analisis.
ST analisis ini berhubungan dengan
pengenalan risiko dan bahaya di lokasi
kerja. Toolbox meeting, ISA briefing,
safety talk, I meeting, rapat P2 K3,
emergency respon drill. Ini maksudnya
apa? Simulasi, tanggap darurat,
permit work, izin kerja, accident,
investigation, dan safety inspection.
itu salah satu bentuk komunikasi yang
ada di area kerja seperti itu,
rekan-rekan sekalian, ya.
Alat komunikasi ketiga contohnya apa-apa
saja. Yang pertama adanya telepon,
ya. Lalu ada lagi megapon namanya, pesan
singkat, rambut ketiga, poster ketiga,
buletin ketiga. Ya, ini banyak banget
contohnya ya kalau kita lihat di
lapangan. Pernah menemukan? Pasti ya.
Kalau enggak pernah menemukan, berarti
teman-teman sekalian enggak ew rumah
lingkungan sekitar tandanya ya seperti
itu.
Oke. Penyebab komunikasi menjadi tidak
efisien. Yang pertama itu waktu yang
tidak tepat dalam pemberian informasi.
Pemisahan khusus yang terjadi misalnya
ruang kerja yang terpisah wilayah,
kelompok kerja yang bervariatif
yang misalnya dari segi bahasa, budaya,
dan jenis pekerjaan.
Contohnya kayak di perusahaan ada orang
yang berasal dari
Minang, ada orang yang berasal dari
Jawa, ada orang yang berasal dari Sunda,
ada orang berasal dari Timur. Ya,
makanya ketika di kerja kita diwajibkan
untuk berbahasa-bahasa
Indonesia yang baik dan benar. Ya. Ya,
kadang ada juga yang berbahasa Indonesia
predikat dan subjeknya itu
terbalik-balik ya.
Nah, itu kadang yang menghambat proses
komunikasi di area kerja.
Oke, ada yang mau bertanya untuk
komunikasi K3
sebelum kita berpindah kepada sistem
mengelola sistem dokumentasi K3.
Oke, kalau enggak ada pertanyaan saya
lanjut ya. Oke,
ini adalah materi kita yang terakhir,
unit kompetensi terakhir pada malam hari
ini yaitu mengelola sistem dokumentasi
ketiga.
Pengertian dokumentasi ketiga itu apa?
Sistem dokumentasi ketiga adalah sistem
informasi dan media penunjang yang
mencakup.
Yang pertama, sistem informasi yang
berhubungan dengan kebijakan ketiga atau
polisi
target dan sistem manajemen yang
terdokumentasi.
Teman-teman sekalian sudah melihat
kebijakan ketiga yang ada di perusahaan?
Ada enggak kira-kira?
Kebijakan K3L biasanya biasanya namanya
ya. Kebijakan K3L itu nanti
ditandatangani oleh
pimpinan tertinggi yang ada di
perusahaan mungkin level direktur utama
CO ataupun COO ya seperti itu. Lalu ada
lagi media penunjang di dalam
dokumentasi ketiga itu seperti kertas,
foto atau komunikasi semuanya.
Pihak terkait adalah sekelompok personil
yang menjadi sasaran penyebabaran dan
yang terkait dengan kegiatan pembuatan
dokumentasi ketiga.
Nah, dasar hukum komunikasi K3 itu apa?
Yang pertama adalah PP nomor 50 tahun
2012 tentang SMK 3 terdapat pada
lampiran 2 halaman 41.2.
Nah, ini nanti bisa teman-teman lihat
ya, bahwasanya komunikasi K3 itu diatur
dalam Peraturan Pemerintah Nomor 50
tahun 2012 tentang sistem manajemen K3
itu ada pada lampiran 2 halaman 41.2 dan
ada pada halaman 44.4 tentang
pengendalian dokumen ketiga.
Oke,
fungsi dokumentasi ketiga itu apa? Yang
pertama memberikan informasi tentang isi
dokumen kepada yang membutuhkan. Jadi
maksud dokumentasi ketiga itu di sini
apa, Teman-teman sekalian? Bukan yang
selalu berhubungan dengan foto, foto,
dan foto. Tidak, ya. Kadang ketika kita
berbicara dokumentasi yang terbesit di
otak kita itu adalah foto, ya. Tapi
maksudnya di sini dokumentasi K3 itu
apa? Yang berhubungan dengan file-file
yang ada di perusahaan.
Nah, seperti itu ya. Mulai dari file
seperti apa contohnya? SOP.
Lalu ada lagi yang dinamakan dengan
instruksi kerja ataupun IKA.
Lalu ada lagi seperti contohnya working
permit
ya, manajemen risiko HIRA dan JSA tadi.
Semua itu masuk ke dalam jenis
dokumentasi ketiga tentunya. Nah, fungsi
fungsionalnya apa? dapat menyelamatkan
dan menyimpan secara fisik sesuai dengan
isi dokumen. Makanya kadang teman-teman
sekalian ya di sebuah perusahaan itu ada
job title namanya dokumen controller
ya dokumen kontrol. Nah itulah tujuannya
teman-teman sekalian. Tujuannya untuk
memastikan setiap dokumen yang ada di
perusahaan itu terkontrol dengan baik
ya tidak ambadul. Jadi ketika ada audit
nantinya mempermudah kita untuk
melakukan pencarian data.
Selanjutnya melindungi dokumen dari
kerusakan. Ya, itu tentunya ya dokumen
itu ada bentuknya fisik dan ada yang
bentuknya digital di zaman saat ini ya.
Sebagai bahan evaluasi maupun bahan
penelitian, informasi otentik dan
original dan sebagai data dan bukti.
Sebagai data dan bukti ini tujuannya
apa? ketika adanya audit, apakah audit
dari internal perusahaan ataupun dari
eksternal dengan mengundang pihak ketiga
tentunya.
Pengaturan dokumentasi ketiga. Secara
umum prosedur pandan dokumentasi ketiga
meliputi hal-hal sebagai berikut. Yang
pertama kita wajib melakukan klasifikasi
tingkatan dokumen ketiga. Lalu,
pengenalian tiap-tiap tingkatan ketiga
yang meliputi penerbitan dan pengesahan
dokumen ketiga, format dokumen ketiga,
penomoran,
ukuran kertas, layout, susunan, jenis
dan ukuran huruf itu tertuang semuanya
dan harus ada SOP-nya.
Ya, makanya kadang tanpa teman-teman
sedari di perusahaan kadang ya kita
nge-print dengan F4. Sedangkan di
perusahaan kita itu standarnya adalah
A4. Pasti kita disuruh nge-print ulang,
cetak ulang. Kenapa? Karena itu ada
ketentuannya
bahwa dokumen itu wajib ukurannya adalah
A4 bukan F4.
Nah, lalu kadang-kadang di perusahaan
itu juga ada ya tertuang di dalam aturan
dan regulasi yang ada di SOP. Untuk
jenis huruf itu misalkan dengan tim news
roman ataupun Arial ya. Lalu kita
menggunakan tipe-tipe tulisan yang lain.
Pasti nanti akan dicoret-coret semua
laporan kita
ya. Kenapa? Nah, karena si perutusan ini
mempunyai standar tersendiri terhadap
jenis dokumen ataupun jenis huruf yang
digunakan. Tujuannya apa? Agar
mempermudah kita dalam proses
pendokumentasian tadi.
Makanya ukuran huruf juga diatur
ya. Kalau misalkan ukuran hurufnya telah
ditetapkan 10 berarti harus digunakan 10
apapun jenis form yang diterbitkan
nantinya.
Nah, seperti itu revisi dan pengesahan
dokumen ya. Ini
mungkin teman-teman pernah lihat
dokumen-dokumen yang ada dian
teman-teman sekalian pasti ada nanti di
kolomnya tulisannya ref RV
ya. Ref itu kadang ada nomornya 001,
002, 003 ya. Itu menandakan dokumen
tersebut sudah dilakukan perefisiennya
berapa kali.
Nah, seperti itu. Lalu ada lagi
berhubungan dengan salinan dan
penyebaran dokumen, pendistribusian
dokumen setelah dibuat itu wajib ada.
Penyimpanan dokumen ketiga, pemusnahan
dokumen ketiga, stempel pengendalian
dokumen ketiga.
Jenis dokumen ketiga dan pengelolaannya
yang pertama yang tertinggi itu levelnya
adalah manual ya, manual sistem
manajemen ketiga atau bisa dikatakan
dengan manual book ya.
turunannya menjadi prosedur ketiga
ataupun SOP
SOP. Lalu dari SOP turun kembali kepada
IKA, instruksi kerja. Dari instruksi
kerja nanti ada yang dinamakan dengan
dokumen pendukung.
Dokumen pendukung itu contohnya seperti
apa? Form-form
ya. Apakah itu form inspection, form
serah terima, form
barang keluar, barang masuk dan
sebagainya seperti itu. Itu masuk ke
dalam dokumen pendukung atau biasanya
kalau kita kenal di SOP itu namanya
adalah lampiran.
Nah, seperti itu.
Manual SMK3 merupakan dokumen berisi
pedoman dan kebijakan organisasi
berkenaan dengan operasi perusahaan yang
berdampak kepada pelaksanaan K3. Nah,
lalu untuk prosedur K3 dokumen-dokumen
yang menjelaskan bagaimana urutan-urutan
suatu proses atau kegiatan yang
melibatkan beberapa unit kerja di
perusahaan. Makanya di perusahaan itu
kan banyak SOP ya, SOP produksi, SOP
workshop, SOP pergudangan, SOP bahan
kimia dan sebagainya. Instruksi kerja
ini turunan dari prosedur ketiga.
Dokumen yang lebih terperinci mengenai
urutan-urutan suatu proses kegiatan
perusahaan yang hanya melibatkan satu
fungsi atau satu objek tertentu saja.
Makanya di tiap ada SOP pasti ada
turunannya lagi IKA yang lebih
terperinci.
Oke, contoh dokumentasi-dokumentasi
ketiga yang ada di perusahaan.
Yang pertama itu form. Setiap ada form
pasti nanti ada pelaporannya.
Apakah itu form inspeksi
ya, lalu form temuan dan sebagainya.
Lalu ada lagi form identifikasi bahaya
dan risiko seperti contohnya JSA dan
HIRA.
Form permit yaitu masuk ke dalam
dokumentasi ketiga. Hasil MCU karyawan
itu juga masuk ke dalam dokumentasi
ketiga dan itu biasanya disimpan oleh HR
dan itu sifatnya rahasia.
Laporan ketiga ada dimulai dari laporan
harian, mingguan, dan bulanan.
Absensi toolbox meeting atau safety
talk, absensi induction,
form serah terima peralatan ketiga,
absensi dan m meeting, BA pelatihan,
berita acara pelatihan,
laporan kecelakaan kerja dan misis dan
lain-lain
semuanya itu masuk ke dalam
contoh-contoh dokumentasi
K3.
Oke, sampai di sini ada yang mau
bertanya sebelum kita akhiri trending
pada malam hari ini?
Kalau tidak ada yang bertanya, saya
tetap menitip pesan kepada teman-teman
sekalian dat-nya dikerjakan ya.
Jangan ditunda-tunda terus. Nanti kalau
sistem kebut semalam nanti hasilnya
tidak bagus teman-teman sekalian ya.
Nanti akan menyebabkan teman-teman
sekalian itu bingung sendiri nantinya
ketika melakukan presentasi.
Nah, silakan dilakukan
pembuatannya diangsur-angsur
lebih cepat selesainya lebih baik ya.
Nanti takutnya kalau misalkan
teman-teman masih ragu itu masih bisa
direvisi
ya. Tapi kalau teman-teman
menumpuk-numpuk dan tetap
ee berandai-andai memberikan atau
menyerahkan dokumen kepada kami di hari
terakhir, nanti tentunya teman-teman
tidak ada kesempatan lagi untuk merevisi
karena dokumen tersebut langsung
diperiksa oleh asesor ya sebelum
teman-teman ujian tentunya. Baik, kalau
tidak ada pertanyaan saya ucapkan terima
kasih untuk atensinya pada malam hari
ini. Saya akir dengan wabillahi taufik
walhidayah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh, Pak.
Terima kasih Pak Hendra untuk pemapar
materi hari ini. Terima kasih juga Bu
Adila dan Bapak Ibu sekalian untuk
training ee kita pada hari kedua ini.
Semoga besok ee bisa lebih cepat untuk
join dan ee bisa ee membahas ee
pertanyaan ataupun yang mungkin akan ee
ditanyakan terkait tugas-tugasnya besok.
Baik, besok kita lanjutkan kembali.
Demikian untuk training pada hari ini.
Wabillahi taufik walhidayah.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.