Transcript
rBNusoHKXek • Training Ahli K3 Umum & Pengawas K3 Migas BNSP | Day 2 | 16 Desember 2025
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/cendekiaazzacemerlang/.shards/text-0001.zst#text/0585_rBNusoHKXek.txt
Kind: captions Language: id Baik, selamat malam Bapak dan Ibu sekalian. Oke, sudah hadir semua ya pada layar Zoom-nya. Ee izin kita mulai. Sebelum kita mulai ee Bapak, Ibu apakah sudah standby di Zoom-nya? Bisa aktifkan kameranya. Yang belum kelihatan wajahnya, izin untuk bisa di ee tampilkan wajahnya masing-masing untuk mengecek kesepan dan kehadiran Bapak Ibu sekalian. Oke, bagi Bapak Ibu yang belum absensi nanti bisa isi absensi dulu di linknya kita berikan di grup WA. Baik, kita mulai. Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat malam Bapak dan Ibu sekalian. Baik, pada malam ini merupakan training kita di hari kedua untuk skema ahli K3 umum dan pengawas K3 Migas. Ee dan tadi sudah kami infokan ee bahwasanya untuk ujian sertifikasi kita itu dari schedule ke hari Sabtu tanggal 20 Desember. Jadi masih ada waktu Bapak Ibu untuk ee mengerjakan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Ee semoga ee dengan ee tambah waktunya Bapak Ibu bisa lancar dan bisa sukses untuk hujannya besok. Amin. Amin ya rabbal alamin. Dan untuk pengumpulannya jadi ee ditambah juga satu hari lagi. Jadi dikumpulkan paling lambat di hari Jumat ya, Bapak Ibu. Jadi kita trainingnya sampai hari Kamis dan Jumatnya kita libur dulu. Ee lalu di hari Sabtu kita akan ujian sertifikasinya seperti itu. Ee nanti untuk teknisnya akan diinfokan di ee hari terakhir untuk training terkait penjelasan untuk ujian sertifikasinya. Oke. Baik, sebelum kita mulai nih untuk materi pada hari kedua ini, kita seperti biasa untuk ee ambil sesi dokumentasi dulu Bapak Ibu ee izin untuk bisa dinyalakan kameranya Pak yang belum menyalakan Pak Willy, Pak Taufik. Ee silakan untuk bisa dinyalakan dulu kameranya. Taufik bisa dinyalakan kameranya, Pak Taufik. nya belum ee standby ya fix. Oke, Bapak Ibu untuk dokumentasinya seperti biasa untuk ee posya seperti pertama salam sendikia seperti ini. Oke, boleh lihat ke kamera. Saya hitung 3 2 1. Oke, sekali lagi posnya salam kompeten seperti ini. Oke, 3 2 1. Oke, mohon izin Bapak Ibu untuk tetap bisa nyalakan kamera ya selagi training berlangsung. Baik, saya ee izin untuk e teruskan ee dengan Pak Hendra selaku trainer kita untuk memulai materi pada malam hari ini. Kepada Pak Hendra dipersilakan. Baik, ee terima kasih Bu Sifa atas sambutannya pada malam ini. Selamat malam rekan-rekan sekalian. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Oke, baik. Apa kabarnya? Sehat semua? Alhamdulillah sehat, Pak. Alhamdulillah sehat ya. Bagaimana untuk ditit-nya progresnya sampai hari yang kedua ini? Masih dibawa tidur juga atau sudah diangsur-angsur? Udah, Bu Dila udah angguk-angguk dia. Ya, Pak Willy gimana? Udah dikerjain Pak Willy? Masih belum, Pak. Masih dibawa tidur ya. Nyicil nyicil dikit-dikit. Nyicil dikit ya. Oke. Heeh. Oke, Paki. Ee berhubung kan Mas ee masa tenggat waktunya bertambah ya. Heeh. Jadi hari Jumat ya pukul .00 sore ya Bu Sifa ya. Nah. Iya betul Pak. Berarti kan masih panjanglah waktunya ada kesaran 3 hari lagi ya. Tapi harapannya di 3 hari sisa waktu Bapak dan Ibu sekalian ini kami sebagai penyelenggara berharap itu sudah selesai itu sebelum 6.00 sore sudah dikumpulkan kepada kami ya rekan-rekan sekalian mohon bantuan dan kerja samamanya. Baik, ee kita mulai training kita pada malam hari ini, yaitu ini ada materi khusus untuk teman-teman pengawas K3 Migas ya. Ya, untuk K3 silakan untuk mengikuti dan juga kalau mau bertanya dipersilakan juga. Untuk pengawas ketiga migas juga materinya juga hanya satu pada malam hari ini. Dua materi lagi itu khusus untuk teman-teman dari Alket Umum nantinya. Kalau mau ikut juga enggak apa-apa seperti biasa ya. Oke. Baik, kita mulai tring pada malam hari ini dengan materinya adalah pemadaman kebakaran dan apar ya rekan-rekan sekalian ya. Pemadaman kebakaran dan apar. Oke. Ada yang pernah menghadapi kebakaran di lokasi kerjanya atau baru sebatas lihat-lihat di media sosial, nonton film apa gimana? Jangan sampai ya ini terjadi di lokasi kerja kita ya karena resikonya sangat sangat tinggi. Oke. Resiko masih ingat apa? Apa kemarin resiko kemung kemungkinan ya bahaya adalah sumber ataupun po potensi. konsekuensi adalah akibat yang ditimbulkan dari si risiko dan bahaya tadi ya. Oke, jadi unit kompetensi untuk teman-teman pengawas ketiga yang pertama pada malam hari ini adalah menerapkan taktik dan strategi pemadaman kebakaran di industrial migas dengan kode unit terlampir. Apa itu kebakaran? Kebakaran ialah nyala api baik kecil maupun besar. pada tempat, situasi, dan waktu yang tidak dikehendaki yang bersifat merugikan dan pada umumnya sulit untuk dikendalikan. Nah, itu yang dimaksudkan dengan kebakaran, rekan-rekan sekalian, ya. Dia mermula dari nyala api ya, dari api kecil yang tidak dikuasai dalam pemadamannya, lambat laun besar ya, yang akan menelan baik itu properti ataupun manusianya. Dasar hukum yang mengatur target kebakaran itu apa? Yang pertama adalah Undang-Undang Nomor 1 1970 dan yang kedua itu adalah menakar nomor 186 tahun 1999 tentang unit penanggulangan kebakaran di tempat kerja. Nah, seperti itu rekan sekalian ya. Jadi kemenakan nomor 186 ini adalah landasannya ya. di mana di dalam kalau kita lihat ya lebih teliti lagi pada Kemenakan nomor 186 tahun 1999 tentang un penanggulang kebakaran di tempat kerja itu dijelaskan ya setiap perusahaan itu wajib memiliki tim pemadam kebakarannya. Oke, sebentar akan saya tampilkan ya untuk Nakar nomor 186 tahun 1999 ini. Sebentar saya cari dahulu. Nah. Oke, ya. Oke, sudah tampil ya. Jadi ini adalah Kepnaker nomor 186 tahun 1999 tentang unit penanggulangan kebakaran di tempat kerja. Ya, rekan-rekan sekalian. Inilah adalah landasan yang mengatur bahwa wajib adanya tim pemadam kebakaran di lokasi kerja kita. Nah, apa saja tim yang dimaksud di sini? Nah, itu nanti bisa teman-teman baca pada pasal eh pada bab 3 ya, rekan-rekan sekalian. Tugas dan syarat unit penenggulan kebakaran itu adalah tugas dan syaratnya. Oke, bisa dilihat petugas peran kebakaran sebagaimana dimaksud pada pasal 5 huruf A mempunyai tugas yang pertama mengidentifikasi dan melaporkan tentang adanya faktor yang dapat menimbulkan bahaya pada kebakaran. Yang kedua, memadamkan kebakaran pada tahap awal. Pada tahap awal ya kebakaran itu wajib dipadamkan. Beda. Kalau dia ledakan otomatis itu nanti pada akhirnya itu akan menjadi kebakaran dengan tingkat yang besar. Mengarahkan evakuasi orang dan barang. Mengadakan koordinasi dengan instansi terkait. Nah, siapa instansi terkait yang dimaksud di sini? Adalah tim DAMKAR. Selanjutnya mengamalkan lokasi kebakarannya. Untuk dapat ditunjuk menjadi petugas peran kebakaran harus memenuhi syarat yang pertama itu minimal pendidikannya adalah SLTP untuk pemadam kebakaran kelas D. Oke. Apa-apa saja yang terdiri? Oke, sebentar. Nah, ini dia. Jadi, pada pasal 5 itu disebutkan tim pemadam kebakaran di area kerja atau di sebuah perusahaan itu disebut dengan unit penanggulan kebakaran. Sebagaimana dimaksud pada pasal 3 yang terdiri dari yang pertama adalah petugas peran kebakaran. Nah, ini dinamakan dengan petugas Damkar D. Selanjutnya regu penanggulangan kebakaran ini disebut dengan damk C. Yang C yang ketiga yaitu koordinator. Koordinator unit penanggulan kebakaran itu adalah DAMK B. Ahli ketiga spesialis penanggulangan kebakaran itu disebut dengan Damkar A. Level tertinggi di dalam suatu organisasi tim ataupun unit penanggulangan kebakaran. Nah, kita lihat apa-apa aja persyaratannya. Kalau yang untuk DAMKard disebutkan dia wajib berpendidikan minimal SMP ataupun SLTP sederajat ya. Karena di dalam ee DAMKardia itu dia hanya lebih fokus untuk pemadaman api awal rekan-rekan sekalian. Itu berupa dengan menggunakan media pemadam kebakarannya adalah apar. Oke. Nah, selanjutnya bagi yang DAMK C. Damkar C itu disebutkan bahwasanya minimal pendidikannya itu adalah SMA dengan usia minimalnya adalah 25 tahun sampai 45 tahun untuk Damkar C ya. di sini terlihat jelas. Oke, jelas ya. Nah, selanjutnya untuk DAMKB pendidikan itu minimal SMA dengan dinyatakan bekerja pada perusahaan tersebut sudah selama 5 tahun telah mengikuti pelatihan Damkar Damkar C. Nah, seperti itu. Jadi kalau kita mau naik level, misalkan kita DAMK D awalnya untuk naik level C harus mengikuti damar D terlebih dahulu. Enggak bisa langsung lompat dari DAMK D ke DAMK car B itu enggak bisa. Jadi dia harus step by step naiknya dari entry level nanti baru naik step by step-nya. Dan untuk si ahli pemadam kebakaran minimal pendidikannya itu adalah D3. Nah, bekerja pada perusahaan tersebut sudah minimal 5 tahun ya. Dan juga masih sama dia telah mengikuti pelatihan Damkar D, B, dan D, C, dan B. Nah, biasanya itu kalau di lembaga training ya ataupun di kementerian nanti untuk ujiannya ini untuk mencapai si ahli ketiga spesialis penanggulangan kebakaran itu ada nama nanti nama pelatihannya paket paket damkar dcba dan itu memakan waktu sampai kalau tidak salah saya itu 21 sampai 25 hari kerja itu hampir 1 bulan pokoknya di level Kemnakar. Untuk ahli tersebut maksimal waktu yang dibutuhkan itu adalah 1 bulanan. Baik itu ahli ketiga pemadam kebakaran, ahli ketiga listrik, ya ahli ketiga pesawat angkat dan pesawat angkut, ahli ketiga ee pesawat uap bejana tekan, ahli ketiga pesawat tenaga produksi, ahli ketiga elevator, ahli ketiga ee penyelaman dan sebagainya. Ya, itu banyak banget ya untuk macam-macam jenis training di Kementerian Ketenagakerjaan. Nah, fungsionalnya apa nantinya? itu adalah sebagai pembuktian bahwa si perusahaan telah berkomitmen untuk melaksanakan program yang ada pada SMK 3. Ya, seperti itu pada PP nomor 50 tahun 2012. Oke, kita lanjut kembali kepada materi. Eh, jelas ya. Yang berhubungan dengan kep naker terkait unit penanggulangan di kebakaran di area kerja ataupun di sebuah perusahaan. Oke, selanjutnya kita mengenal segitiga api. Mungkin teman-teman sekalian pernah mendengar bahasanya fire triangel ya. Ini ee disebut sebagai segitiga api ya. Bagi orang-orang praktisi di bidang ketiga di migas mereka sangat mengenal yang dinamakan dengan fire triangel. Segitiga api adalah unsur-unsur pendukung terbentuknya api atau terjadinya kebakaran. Pada dasarnya triangel of fire ini merupakan teori yang menjelaskan bagaimana api terbentuk melalui tiga elemen pendukungnya. Nah, jadi teman-teman sekalian perseratan api itu bisa hidup ya atau menyala itu terdiri dari tiga komponen. Yang pertama adalah terdapatnya sebuah oksigen, lalu adanya sumber panasnya. Yang ketiga terdapat sumber bahan bakarnya. Apabila ketiga unsur ini bertemu, maka akan terbentuklah sebuah api. Ya, seperti itu. Itu makanya dinamakan dengan segitiga api atau triangel of fire. Selanjutnya dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, belajar dari pengalaman-pengalaman terkait kebakaran yang terjadi, para ahli di bidangnya atau praktisi di bidang kebakaran ini menyarankan terbentuklah yang dinamakan dengan bidang empat kebakaran atau bidang empat api kebakaran dinamakan dengan tetrahedron of fire. Nah, apa yang bertambah di sini? Dari segitiga tadi berubah menjadi bidang empat kebakaran dengan penambahan adanya chain reaction ataupun reaksi rantai kimianya. Nah, bidang empat kebakaran atau tetrahedron api adalah model yang menggambarkan unsur-unsur yang terlibat dalam terjadinya sebuah kebakaran. Tetrahedron of Fire merupakan versi terbaru dari segitiga api Triangel of Fire tadi. Model ini muncul setelah adanya seruan untuk memasukkan elemen keempat ke dalam segitiga api, yaitu reaksi berantai kimia. Oke. Nah, ya dari segitiga api tadi kita mengenal satu persatu dulu ya. Ada yang dinamakan dengan bahan bakar ataupun fuel ya sebagai unsur terbentuknya api tadi. Untuk membentuk nyala api maka dibutuhkanlah material yang mudah terbakar. Material ini berperan sebagai bahan bakar. Ada beberapa jenis bahan bakar yang bisa menciptakan api. Bahan mudah terbakar tersebut berasal dari benda cair, gas, maupun padat. Contoh bahan bakar pembentuk api adalah sebagai berikut. Yang pertama ada dinamakan dengan bahan bakar padat. Terdiri dari kapas, kertas, kayu, karet, plastik, dan lain-lain. Yang kedua ada bahan bakar gas yang terdiri dari LPG, LNG, karbit. Bahan bakar cair terdiri dari bensin ataupun biasa kita kenal dengan apa? Bahasa kimianya apa? Per apa? Ayo, ada yang tahu enggak? Pernah dengar enggak? Basa kimia dari bensin? Apa? Pertalight bukan part itu nama jualannya ya. Apa? Kalau minyak tanah itu kero kerosine ya ataupun kerosin lah bahasanya. Nah, kalau yang bensin apa namanya? Oke, ada menjawab di kolom chat. Hidrokarbon belum tepat. Bensin apa? Apa kira-kira? Bensin apa tuh teman-teman sekalian? Ayo, ada yang tahu? Oke, nanti coba di googling ya. Ya, kalau tahu nanti silakan sampaikan di kolom chat-nya teman-teman sekalian ya. Oke. Karena dari masing-masing bahasa kimianya kalau untuk minyak tanah itu dengan namanya kerosin ya. Bensin nanti ada juga namanya silakan dicari ya. Karena teman-teman sebagai pengawas ketiga migas ini juga harus mengetahui bahasa yang berhubungan dengan si produknya itu bensin, minyak tanah, solar, aftur, dan sebagainya. Oke, selanjutnya kita melihat lagi yaitu oksigen atau biasa kita kenal dengan rumus kimianya adalah O2. Oke, sumber elemen ini berada di udara di mana atmosfer bumi mengandung sekitar 21% volume oksigen. Dibutuhkan sekitar 15% volume oksigen di udara untuk mendukung proses pembakaran yang berbentuk api. Ya, seperti itu rekan sekalian ya. Jadi oksigen ini makanya kalau kita lihat kebakaran ketika api kebakaran itu mulai padam terus tiba-tiba datang angin kencang apa yang terjadi? Apinya akan menjadi semakin semakin besar. Nah, itulah penyebabnya kenapa di dalam teori kebakaran salah satu metode untuk mematikan api itu apa? dengan melakukan isolasi terhadap sumber udaranya. Berarti ketika kita melakukan isolasi apa yang harus kita lakukan? Melakukan penuh penutupan ya. Agar apa? Agar tujuannya si oksigen ini bisa terli eliminasi dari segitiga api tadi. Oke, selanjutnya sumber panas ataupun heat. Selain bahan bakar dan oksigen, penyebab kebakaran lainnya adalah suhu panas. Suhu panas sendiri bisa didapatkan dari berbagai sumber. Akan tetapi, sumber panas paling utama adalah gaya gesek yang disalatkan oleh dua banda dalam waktu yang lama. Beberapa sumber panas yang bisa menghasilkan api adalah sebagai berikut. Permukaan yang panas. Ya, apa contohnya permukaan yang panas? Apa permukaan yang panas? Apa contohnya di lokasi kerja apa contohnya? Boy boiler. Nah, apalagi yang lain? Permukan panas. Ada lagi yang mengetahui contoh permukaan panas lainnya? Apa kira-kira? Ada yang tahu apa? Pipa pipa uap ya rekan sekalian. Pipa uap yang ada pada sektoral area produksi itu masuk dalam kategori permukaan yang panas. Oke nanti silakan dicari kembali ya apa-apa saja jenis permukaan panas yang ada di lokasi kerja. Selanjutnya gesekan logam. Nah, gesekan logam ini apa contohnya? Apa contohnya gesekan logam? Apa terk sekalian contohnya yang lain? Apa contoh gesekan logam yang kita ketahui bisa menjadi sumber panas? Apa? Ada yang tahu? Contohnya apa? Seperti sistem pengereman pada kendaraan ya. piringan, piringan cakram pada apakah itu mobil, motor, dan bertemu dengan kampas rem itu kan yang dinamakan dengan gesekan logam ya. Besok teman-teman coba bawa motor ya. Setelah lebih kurang berjalan 15 menit pasti rasakanlah peringan cakram motor teman-teman seperti apa, menimbulkan panas atau tidak. Ya, itu salah satu contoh dari gesekan gesekan logam ya. Lalu apalagi? Gas bertekanan. Nah, gas bertekanan apa contohnya? Ayo, ini lebih mudah dan sering kita temui. Apa contoh dari gas bertekanan? Oh, contohnya LPG, Pak. Nah, gas LPG. Betul sekali, Mas Ribi. Yang lain apalagi contohnya? Gas bertekanan Marila. Apa contohnya? Gas bertekanan ya. yang punya kendaraan, yang bekerja di era produksi, yang bekerja di manufaktur, migas dan sebagainya sering juga bertemu di gas bat tekanan. Apa contohnya lagi? Tadi sudah disampaikan oleh Mas Ribi itu contohnya adalah gas tabung ataupun tabung gas LPG. Nah, yang lainnya apa? Ayo, coba jalankan logikanya, nalarnya. Apa contohnya? yang kalau ban motor kita bocor gimana? Dipa dengan apa? Nitro. Nitrogen. Oke. Nitrogen itu apa? Dari mana hasilnya? Kom kom apa? Kompresor. Kompresor ya. kompresor itu masuk ke dalam jenis gas berte bertekanan ya. Kalau enggak ada tekanan gimana dia mengeluarkan mengeluarkan udaranya ya seperti itu. Selanjutnya energi listrik. Energi listrik ini banyak sumbernya seperti PLTA bangkit listrik tenaga air. Ada lagi contohnya pemikir listrik tenaga uap. pemak listrik tenaga ee angin, pemakil listrik tenaga nuklir, ya. Dan energi listrik ini nanti akan disalurkanlah ke jaringan-jaringan yang ada seperti sutet ya, melalui gardu gardu induk ya sekalian. Lalu selanjutnya sumber panas lainnya adalah petir, sinar matahari dan yang lainnya. Oke, kita lihat lagi ada lagi yang dinamakan dengan klasifikasi kebakaran ya. Klasifikasi bakaran itu dipertimbangkan berdasarkan penggolongan kebakaran berdasarkan jenis bahan bakar yang terbakar. Itu yang pertama. Yang kedua, agar dapat memilih dengan cepat dan tepat media pemadam yang akan dipakai untuk pemadaman ke kebakaran. Lalu ada lagi Permanek Trans nomor 4 tahun 1980 terbagi menjadi empat bidang jenis kebakaran yang ada. Dinamakan dengan kelas A, kelas B, kelas C, dan kelas D. Nah, kelas A kebakaran dengan bahan bakar atau pemicunya itu berasal dari benda padat bukan logam. Contohnya apa? tisu, kertas, plastik, kayu, daun, apalagi benda padat non logam. Apalagi contohnya? Ayo. Banyak banget contohnya. Apa? Kain. Ayo, Teman-teman sekalian, ya. Ayo berbicara. Jangan ee kalau tahu jawabannya jangan malas untuk berbicara, ya, Teman-teman sekalian, ya. ya. Karena nanti di saat teman-teman sekalian ujian juga nanti ada sesi tanya jawabnya juga ya. Diusahakan untuk lebih aktif lagi di dalam training ini ya. Selanjutnya kelas B kebakaran bahan bakar cair dan gas ya. Contohnya dari apa? bensin tadi, kerosin ataupun minyak tanah, LPG, LNG, dan yang lain-lain. Kelas C, kebakaran yang sumbernya itu dari kelistrikan atau elektrikal ataupun barang-barang elektronik lainnya seperti contohnya motor listrik, peralatan listrik, ya, panel dan yang lainnya. Kelas D, kebakaran logam. ya. Contohnya dari sumbernya seperti aluminium, magnesium, mangan, dan sebagainya. Oke, selanjutnya klasifikasi kebakaran itu ada juga berdasarkan dari organisasi NFPA. Apa itu NFPA? NFPA itu merupakan singkatan dari National Fire Protection Association. Ya, organisasi ini berasal dari Boston, Amerika Serikat ya. Jadi semua hampir semua sektoral perusahaan industrial migas mereka menggunakan standar internasional dari NFPA ini. Standar ini mencakup ya di dalamnya itu terdapat panduan teknis ya termasuk kode listrik dan kondisi ataupun ee simbol-simbol berbahaya dari kebakaran. Nah, ini adalah standar internasional untuk kebakaran. Dan untuk standar nasional kita itu ataupun bahan acuannya berasal dari Permanake Trans nomor 4 tahun 1980 tentang klasifikasi kebakaran yang ada. Nah, yang membedakannya antara si Permenaketran dengan NFPA ini apa? Pada pemenak transklasi kebakaran itu hanya ada empat, yaitu kelas A, B, C, dan D. Pada NFPA standar internasional, klasifikasi kebakaran itu terbagi menjadi enam. Ada kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, kelas E, dan kelas K. Seperti itu, rekan sekalian, ya. Nah, pada kelas E tambahannya itu apa? Kebakaran yang sumber bahan bahannya itu berasal dari bahan radioaktif seperti uranium ataupun ya bisa disebut itu sebagai nuklir ya, karena uranium itu merupakan bahan baku dari nuklir tadi. Selanjutnya kelas K. kebakaran pada peralatan masak yang melibatkan minyak sayur ataupun minyak hewan. Nah, ini biasanya jenis kebakaran yang terjadi pada ruang-ruang dapur restoran ya. Nanti media pemadam kebakarannya juga berbeda tentunya. Oke. Oke. Kita lihat lagi sesuai dengan judul unit kompetensi pengawas ketiga MEGAS, teknik pemadaman kebakaran ya ataupun strategi pemadaman kebakaran di industrial migas itu terbagi menjadi empat. Yang pertama ada starfashion, cooling, smart hering, dan vision of chain reaction. Reaksi pada Triangel of Fire bisa dihentikan dengan cara menghilangkan salah satu unsur dari pembentuk api tadi. Apa-apa aja unsur pembentuk api tadi di dalam segitiga api? Ada apa-apa saja? Oksigen. Terus apa lagi? Bahan bakar. Bahan bakar. Satu lagi apa? Sumber panas. Sumber panas ya. Nah, apabila kita dari salah satu unsur tadi, maka di bisa dipastikan api itu akan padam. Nah, apa metode yang bisa kita gunakan? Ya, empat metode ini. Starvation, cooling, smiring, inhibition of chain reaction. Oke, ini dia. Ini adalah sebagai ilustrasinya. Yang pertama kita menurunkan temperatur dari api ya. Bagaimana cara menurunkannya dengan kita menggunakan hidran apabila kategori apinya itu membesar. Selanjutnya kita menghilangkan sumber bahan bakarnya ya. Kita remove of fuel. Selanjutnya kita melakukan isolasi terhadap oksigen ya. Kita hilangkan oksigen dari api tadi. Ee bisa dilihat contohnya apabila kita ee melakukan simulasi kebakaran dengan membakar bahan bakar padat ya ataupun jenis lainnya minyak dan sebagainya di dalam sebuah drum. Lalu kita tutup drum itu, maka bisa dipastikan api itu akan padam. Kenapa bisa padam? Karena salah satu unsur dari segitiga api oksigen itu menjadi hilang. Ya, seperti itu. Selanjutnya, invasion of chent. Ini metode pemadam kebakaran dengan menggunakan alat bantu seperti apar. Nah, seperti itu. Oke, kita lihat yang pertama itu starfashion. Starfion yaitu menghilangkan bahan bahan bakarnya. Bisa dilihat pada gambar di samping pada segitiga api ya. Pada segitiga api ini apa yang hilang? bahan bahan bak bahan bakar bahan bakar Pak ya bahan bakar ya nah ketika bahan bakar hilang maka bisa dipastikan api itu akan padam nah starvation adalah teknik pemadaman dengan cara mengambil atau mengurangi konsentrasi dari bahan bakar yang terbakar sampai batas bisa terbakar bawahnya ataupun padam misalnya ada kebakaran pipa gas maka dengan menutup valep dari aliran gas tersebut akan menurunkan kadar uap bahan bakar sehingga api akan padam. Ya, percaya enggak? Misal terjadi kebakaran di industrial migas, kita tutup jalur pipanya, valpnya kita tutup yang menyebabkan alir aliran bahan bakar itu menjadi terputus. Ketika aliran bahan bakar terputus, lambat laun api itu akan mulai meredup karena hilangnya tadi ini sumber bahan bakarnya. Oke, itu dinamakan apabila kita menghilangkan sumber bahan bakar dinamakan metodenya adalah star fashion ya. Nanti kalau ditanya masesor coba sebutkan ee teknik pemadam kebakaran ya yang empat tadi sebutkan. Yang pertama itu ada starfation menghilangkan sumber bahan bakarnya. Selanjutnya ada lagi smart hairing menghilangkan ok oksigen ya bisa dilihat pada gambar teknik pemadam kebakaran memadamkan api dengan cara menggunakan karung goni atau karung goni yang basah ataupun kalau di rumah simpelnya apabila terjadi kebocoran LPG bisa kita gunakan handuk yang basah ataupun baju kita kita basah atau kita rendam dengan air lalu taruh pada LPG tadi, maka bisa dipastikan api itu tidak akan menjalar sama sekali, ya. Nah, ini adalah metode salah satu metode dari teknik pemadaman api dengan menghilangkan kadar oksigennya. Teknik pemadaman yang cara membatasi kontak antara udara dengan bahan bakar yang terbakar hingga api akan padam. Misalnya memadam bakaran minyak dengan dry chemical. Selanjutnya ada metode pendinginan atau biasa kita kenal dengan cooling. Nah, cooling apa yang kita hilangkan di sini? Sumber hawa panasnya ya. Menghilangkan sumber hawa panas didamakan dengan kuling. Kuling adalah teknik pemadaman dengan cara mengambil jumlah panas dari bahan bakar yang terbakar sampai di bawah titik nyalanya atau flash point. Misalnya teknik pemadaman dengan cara menyemprotkan air pada kebakaran kelas A, media padat bukan logam. Oke, selanjutnya teknik pemadaman kebakaran selanjutnya ada dinamakan dengan dilution. Dusion adalah oke ini kelewat sepertinya ya. Oh ya, dilusion ini masuk ke dalam chain of re inhibition of chain reaction. Memutus mata rantai kimia dari kebakaran itu dengan cara dilusion namanya. Yaitu teknik pemadaman dengan cara melakukan pengencaran oksigen pada daerah yang terbakar. misalnya melakukan pemadaman kebakaran dengan menggunakan CO CO2 ya pada daerah terbakar hingga api akan padam. Nah, kalau menggunakan CO2 berarti kita menggunakan media apar kelas C ya. Kelas C tadi apa yang berhubungan dengan elektrikal? Ya, ingat ya ee kebakaran itu kelas kebakaran itu terbagi menjadi empat. Ada kelas A, benda padat non logam, kelas B berhubungan dengan minyak dan gas ya, media pemadamnya ee apa sumber ke bahan bakarnya. Kelas C kebakaran yang berhubungan dengan sumber kelistrikan. Kelas D, media kebakaran yang berbuang dengan logam. benda paddat berbentuk logam. Ya, terima kasih jawabannya Bu Azah. Selanjutnya metode pemadam kebakaran selanjutnya di dengan menggunakan ventilasi. Di dalam pemadaman terkadang diperlukan ventilasi. Hal ini tujuannya untuk apa? Untuk mengeluarkan asap dan gas yang panas dari lokasi kebakaran dalam ruangan yang terbakar. Yang kedua, memberikan luas pandangan yang lebih jauh bagi petugas pemadam kebakarannya. Seperti yang saya sampaikan di hari pertama, di dalam kebakarannya itu yang paling berbahaya itu adalah asapnya, ya. Yang selanjutnya mencegah terjadi yang banyak korban karena si asap tadi. Karena asap itu sudah terjadi rantai reaksi kimia, salah satunya CO2. Ya, selanjutnya ventilasi dapat dilakukan dengan cara memberikan bukaan pada bangunan yang terbakar dengan ventilasi secara paksa tadi ya. Contohnya ventilasi secara paksa itu apa maksudnya? Dengan menggunakan blow blower ya rekan-rekan sekalian. Oke, sampai di sini ada yang bertanya sebelum kita masuk ke dalam unit kompetensi yang kedua untuk teman-teman pengawas ketiga ada yang mau bertanya? Apa, Pak? Contoh salah satu contoh pertanyaan ujian dari pengawas ketiga Migas. Ya, saya bisa mungkin ya saya bisa pastikan itu salah satu pertanyaannya adalah coba sebutkan teknik pemadaman api. Nah, yang tadi ya star, smart hairing, cooling, danhibation of chain reaction. Oke, itu salah satu contohnya. Selanjutnya kita beralih kepada materi ataupun unit kompetensi yang terakhir untuk pengawas ketiga Minggas pada malam hari ini, yaitu menerapkan penempatan dan penyebaran alat pemadam api ringan di tempat kerja pada industrial migas. Ada yang pernah menggunakan APAR di sini? Belum pernah, ya? Ngelihat-ngelihat? Udah ya. Oke. Pengertian dari alat pemadam api ringan ataupun biasa kita kenal dengan apar. Permenak trans ya. Jadi seapar ini diatur di dalam Permenaker nomor 4 tahun 1980. Syarat-syarat pemasangan dan pemeliharaan apar. alat yang ringan serta mudah dilayani oleh satu orang untuk memeramkan api pada mula terjadinya ke kebakaran. NFPA yang tadi National Fire Protection Association menjelaskan APAR itu adalah peralatan yang ringan yang berisi tepung, cairan atau gas yang dapat disemprotkan bertekanan untuk tujuan pemadaman kebakaran. awal ya. Kalau api sudah besar itu jangan gunain lapar. Rugi teman-teman sekalian ya dan enggak efektif sama sekali. Keterbatasan alat pemadam api ringan kapasitasnya terbatas. Beratnya 0,5 kg sampai 16 kg. Jarak semprotnya juga terbatas. Daya jangkauan semprotan apar itu hanya 2 sampai 3 m saja. Lama semprotnya terbatas juga antara 20 sampai 30 detik ya. Itu sudah paling lama. Efektivitas ya dari sebuah apar itu apa? Yang pertama kelas kebakaran yang mampu dipadamkan oleh apar itu ada empat. Kelas A, B, C, dan D. Apar disebarkan secara merata dan siap pakai. Kebakaran ditemukan masih kecil untuk dipadamkan dengan apar. Kebakaran ditemukan oleh orang yang siap, mampu, dan mau menggunakan apar tentunya. Oke, selanjutnya klasifikasi media pemadam kebakaran terbagi menjadi tiga. Yang pertama ada padat, ya. Apabila kita akan memadamkan media kebakaran padat itu kita semua bisa menggunakan pasir dan tanah. Lalu ada lagi dry chemical dry powder ini apabila kita menggunakan media pemadamnya berbentuk padat. Kalau kita menggunakan media pemadam kebakarannya jenisnya cair itu kita bisa menggunakan air dan busa ataupun biasanya kita kenal dengan form. Selanjutnya gas. Apabila media media pemadam kebakaran kita menggunakan gas, berarti kita bisa menggunakan seperti contohnya adalah CO2 dan halon. Bagian-bagian AP ya. APAR itu mungkin teman-teman sekalian ya, bagi yang sudah pernah melakukan inspeksi APAR, mungkin ini bukan hal yang baru lagi ya, istilahnya sudah enggak awam lagilah. Tapi bagi yang belum pernah sama sekali melakukan inspeksi APAR, nah ini akan saya bantu menjelaskan ya anatomi dari APAR itu sendiri seperti apa. Yang pertama AP itu terdapat safety pin ya. Ini dia ada safety pin namanya. Safy pin itu nanti ketika akan kita gunakan kita cabut. Itu yang pertama. Lalu APAR itu terdapat handle. Nah, ini dia. Inilah fungsi handle ini untuk nanti kita tekan dan si apar itu akan menyemprotkan jenis medianya. Lalu ada lagi pressure g ataupun tekanan ya, pengukur tekanannya. Apabila tekanannya sudah berkurang, maka dia akan keluar dari garis hijaunya ke arah kiri. Ya, berarti itu menandakan si apar ini sudah berkurang tekanannya ataupun kalau bis kalau dikunduk ataupun ketika digunakan dia tidak efektif. Lalu ada lagi host ataupun biasanya kita kenal dengan selang. Lalu ada lagi tabung dan ada lagi label. Label ini maksudnya menjelaskan apar itu jenisnya apa. Itu yang pertama. Nah, yang kedua di dalam label itu biasanya kita diberitahu cara penggunaannya. Nah, seperti itu. Ini salah satu contoh dari apar dry chemical. Lalu ada lagi apar CO2 ya. Kalau apar dry chemical ataupun drypder bentuknya gendut ya, tabungnya bulat sedikit membesar. Kalau apar CO2 tabungnya tinggi dan langsing. Ya, apa membedakannya lagi? Selain itu pada APAR CO2 dia tidak ada pressure gage-nya ya, enggak ada pengukur tekanannya ya. Dan untuk host-nya, host-nya itu menggunakan corong yang besar ya. Jadi corongnya itu seperti ini, seperti istilahnya elipse ya. Dikatakan elips 100% juga tidak. Nah, seperti itu rekan sekalian ya. Lebih kayak oval, lebih tepat ya. Ya. Nah, selanjutnya tipe konstruksi dari sebuah apar. Nah, apar itu terbagi menjadi dua berdasarkan tipe konstruksinya. Nah, yang pertama ada storage presser. Nah, ini ini dia ya. Lalu ada lagi apar berbentuk catrid ya. Nah, itu biasanya apar jenisnya CO2. Apa maksud dari apar storage atau pressure? Apar itu nanti isinya enggak full ya, di dalamnya terdapat gas ya yang fungsinya nanti untuk membantu medianya ini ditekan keluar melewati nozelnya. Sama kayak kita punya ee Mencis ya. Mencis itu apa ya bahasanya kalau di Jawa ya. Kalau di Sumatera namanya Mencis ya. apar yang ee mohon maaf korek api yang kita beli di Alfamar atau Indomart untuk ngerokok ya. Bagi merokok otomatis tahu ya. Nah ee kalau teman-teman perhatikan di dalam ee di dalam korek api tersebut pasti dia isinya enggak full ya. Pasti dia enggak full ya. Pasti kalau kita lihat isinya kan ada tuh korek api yang transparan itu bisa kita lihat berbeda ketinggiannya cairan yang ada di dalamnya. Nah, kenapa? Karena dia terdapat gas yang dikempa di dalamnya yang berfungsi nantinya untuk membantu mendorong si cairan ataupun bahan yang ada di dalamnya itu keluar dari tabung. Ya, seperti itu pula fungsinya pada apar tipe storage presser. Kalau apar CO2, AP bentuknya cairan di dalamnya itu nanti dia terdapat tabung kecil seperti ini. Kalau bisa dikatakan ini kompresor mininya ya, kompresor mini tanpa mesin lah istilahnya. Nah, nanti si APR CO2 ini ketika digunakan gas yang terdapat pada tabung ini dia akan keluar dan membantu si cairan CO2 itu keluar dan menyempurkan ke media pemadam kebakarannya ataupun ke sumber apinya. Nah, seperti itu. Itu yang membedakannya. Oke, kita lihat. Nah, seperti ini. Nah, kalau misalkan nanti di lokasi kerja teman-teman sekalian ada apar yang sudah tidak layak. tidak ada layaknya. Ini bisa dari kita lihat dalam bentuk fisiknya mungkin telah berkarat ya ataupun istilahnya tekanannya udah berkurang dan sebagainya lah. Nah, nanti bisa teman-teman lakukan belah dua lapar tersebut ya seperti pada gambar ini nanti akan terlihat teman-teman ya. Kalau apart storage pressure, apart ini bahan pemadamnya didorong keluar oleh gas bertekanan yang dikempakkan bersama bahan pemadamnya di dalam tabung. Gas yang dikempakkan ke dalam tabung ataupun gas nitrogen apar ini dilengkapi dengan petunjuk tekanan. Ini dia ya terlihat ya dia ada storage pressure-nya atau pressure gs-nya ya. ini dinamakan dengan storage pressure. Lalu apar CO2 catrid ya dia memiliki catrit ini dia tabung kecil ya yang akan membantu si media CO2 tadi itu keluar ya dia akan didasak keluar oleh udara yang dihasilkan oleh kat yang ada di dalam ini nantinya apa TB ini bahan pemadamnya didorong keluar oleh gas bertekanan yang keluar dari catri yang dipasang di dalam tabung gas gas yang diumpakkan ke dalam kat itu nanti akan membantu gas CO2 keluar untuk membantu kita dalam memadamkan kebakaran. Oke, selanjutnya kita mengenal jenis-jenis apar. Yang pertama jenis basah ada tipe apar weather dan form. Ya, secara logika partti weather itu sangat merugikan ya. Kenapa merugikan ya? Itu istilahnya pemborosan budgeting ya. Ngapain kita gunakan apar yang isinya air rekan-rekan sekalian? Ya, secara logika itu pemburosan namanya ya. Kalau kita menggunakan apar ee media pemadamnya adalah air ya, kita bisa gunakan dari kran ya. karena air lebih mudah untuk didapatkan. Jadi enggak perlu ketika kita melakukan pengadaan apar kita request apart jenis weather ataupun air enggak guna ya. Selanjutnya apart tipe busa ataupun form. Nah, ini contohnya. Oke. Jenis kering APAR itu terdapat jenisnya powder CO2. Halon Clean Agen ya, F1 M200 ya. Ini yang sekolah-sekolah besarnya. Oke, ini adalah ee pembagian apar tipe construction, TP konstruksinya, jenis media pemadam dalam APAR, efektivitas APAR, dan rating APAR. Nah, ini dia ya. Oke, bisa dilihat bersama sama tipe konstruksi apar itu terbagi menjadi gas catridge dan storage pressure ya. Lalu ada lagi jenis kalau berdasarkan jenis media pemadam dalam apar dia terbagi menjadi apart weather, pom, dry chemical, dry powder, CO2 dan halon. untuk alon sampai saat ini penggunaannya itu telah dilarang ya per tahun 1990-an itu sudah dilarang alon itu. Kenapa? Karena halon ketika disempurkan dia ketika menyatu dengan udara akan membentuk toksik ataupun gas beracun ya yang tidak baik apabila terhirup oleh manusia. Makanya halon itu sudah tidak diperbolehkan penggunaannya untuk media pemadap kebakaran. Efektivitas APAR itu terbagi menjadi kelas A, B, C, D, E, dan K. Ya, kalau kelas A utamanya itu adalah air. Alternatifnya kita bisa menggunakan form CO2, dry chemical, dan halon. Kelas B, media paling utamanya itu adalah form ataupun busa. Alternatifnya bisa menggunakan dry chemical, CO2, dan halon. Kelas C paling utama itu adalah CO2 dan halon. Alternatifnya dremikal, tapi tidak disarankan karena akan meninggalkan residu ya yang akan menyebabkan peralatan elektrikal itu menjadi rusak dan berkarat. Kelas D yang paling utama itu adalah dry powder. Alternatifnya bisa pasir halus dan kering. Kelas E belum diketahui secara spesifik. Nah, maksudnya di sini belum diketahui itu belum tahu ya paling efektif media yang digunakan itu apa. Nah, berarti semua media bisa digunakan untuk klasifikasi kebakkaran kelas E, yaitu kelas E apa tadi? Radioaktif ya. Pasca yang paling utama adalah media pemadam kebakaran. Untuk kebakaran kelas K ataupun yang ada terdapat pada dapur-dapur restoran, kita bisa menggunakan APAR yang isinya wet chemical form ataupun CO2. Nah, selanjutnya kita mengenal lagi jenis media pemadam kebakaran dan aplikasinya. kelas A bahan padat seperti kayu ya. Nah, sebelum kita lanjut kita harus lihat terlebih dahulu rekan-rekan sekalian ya. APAR itu kalau kita lihat ya pada tabel ataupun kolom ini dia kan ada ini nih kodenya tiga ceklis silang dua ceklis dua dengan bintang dan sebagainya. Nah, keterangannya ada di bawahnya. Kalau ceklisnya tiga, dia sangat efektif. Ceklistnya dua dapat digunakan. Ceklisnya satu kurang tepat atau tidak dianjurkan. Kalau dia disertai bintang itu tidak efisien. Kalau bintangnya satu. Kalau bintangnya dua dia bersifat kotor ataupun korosif. Berkarat ya menimbulkan karat. Kalau silangnya tiga dia berbahaya, silangnya dua dapat merusak, silangnya satu tidak tepat. Nah, kita lihat untuk kelas A bahan padat seperti kayu, bahan beraga atau penting. Apabila kita menggunakan air pada bahan padat seperti kayu, dia ceklisnya tiga. Sangat efektif. Tapi bagaimana apabila air kita gunakan pada bahan bergato atau penting dia silangnya dua artiannya dia merusak. Nah, seperti itu. Lalu untuk selanjutnya busa apabila kita gunakan pada bahan padat seperti kayu dia cek satu kurang tepat ya atau tidak dianjurkan tapi dia bisa digunakan tapi tidak dianjurkan penggunaannya. Kenapa? kena pemborosan. Nah, itu yang pertama. Apabila kita gunakan pada bahan beraga atau penting, dia kembali silang dua ya. Merusak nanti hasilnya setelah dipadamkan. Nah, selanjutnya kalau kita menggunakan tipe kering, media pemadam kebakarannya. Untuk bahan padat seperti kayu, powder itu dia ceklis dua dapat digunakan clean agen ya yang seperti CO2 itu dia ceklist 3 bintang 1 sangat efektif tapi tidak efisien karena dia pemburosan jatuhnya. AP CO2 itu harganya mahal. Apabila kita sempurkan pada bahan bakar padat seperti kayu, tisu dan sebagainya itu itu rugi jatuhnya ya. Bisa digunakan sangat efektif tapi tidak efisien. Nah, seperti itu. Bahan berharga atau penting apart CO2 dia ceklis 3 sangat efektif. Nah, seperti itu ya cara membaca tabelnya rekan-rekan sekalian. Oke, kita lanjut. Selanjutnya ada lagi apar jenis form. Apar jenis form. Prinsip kerjanya mengisolasi sumber kebakaran, mendinginkan api, dan menghambat rantai reaksi kimianya. Keuntungannya bila terkena form bahan bakar tidak akan menyala kembali ya berarti dia akan padam karena sifat dari form itu adalah mendinginkan. Kalau mendinginkan tadi teknik pemadamnya apa dinamakan? Apa tadi? Ku kuling kuling ya. Selanjutnya jenis pemadam api busa yang sangat efektif digunakan untuk kebakaran kelas kelas B. Kebakaran kelas B apa tadi? Apa kebakaran kelas B? Ayo barusan loh belum dibawa tidur ini materi. Bahan bakar cair dan gas. Oke. Bahan bakar cair dan gas ya. baru ya. Jangan sampai kelupaan ya. Kalau sudah dibawa tidur kelupaan ya wajarlah. Oke, selanjutnya kekurangannya apa? Tidak boleh digunakan untuk kebakaran kelas C. Kenapa enggak boleh? Jenis form tidak boleh digunakan pada kebakaran kelas C. Kebakaran kelas C apa? Listrik, Pak. Listrik. Kenapa dia enggak boleh kita gunakan TV form? Memicu kerusakan. Memicu kerusakan karena form itu dia mengandung air ya. Bagaimana kalau air bertemu dengan elektrikal? Apa yang terjadi? Silakan dicoba nanti ya. Oke, paham ya? Jadi boleh nih teman-teman sekalian kita melihat ada kebakaran ya dia kebakarannya dari costleting. Lalu kita karena panik ya ternyata kita lihat apar ya tanpa kita lihat dulu ya karena kita tergesa-gesa dan panik kita langsung aja nyemprotkannya. Ternyata apa yang kita sempurkan itu adalah apart form pada kebakaran elektrikal ya. Bukannya padam nanti malah jadi makin makin besar dia ya karena sifatnya pengantar listrik tadi dia mengandung air ya. Apa jenis powder menurut kebakaran klas kebakaran yang dipadamkan powder dibagi menjadi tiga. Nah ini jangan salah salah teman-teman sekalian. Apart tipe powder ini kalau di perusahaan itu adalah apar favorit ya. Hampir semua perusahaan pasti memiliki apart powder dari segi harga murah, mudah didapatkan ya dan juga cukup efektif ya. Dia bisa digunakan hampir di semua tipe. Tapi ya balik tadi dia bisa digunakan tapi belum tentu dia efektif. Nah, seperti itu apartip powder itu terbagi menjadi tiga. Yang pertama dinamakan dengan tepung kimia reguler. Tepung kimia yang efektif untuk memadamkan kebakaran kelas B dan C. Ya, tepung kemia regular berarti bisa memadamkan apar ee kebakaran kelas B oil and gas dan juga tipe C elektrikal. Lalu ada lagi tepung kimia multipurpose adalah tepung kimia yang efektif untuk memedamkan kebakaran kelas A, B, dan C. Bahan ee bahan bakar padat non logam kelas A. Oil and gas tipe B. Tipe C-nya itu elek elektrikal. Selanjutnya tepung kimia spesial dry. Powder adalah tepung kimia yang efektif untuk memadamkan kebakaran khusus kelas kelas D. Kelas D apa tadi? Logam. Bahan padat berbentuk logam. Ya. Oke. Nah, timbul pertanyaan. Terus bagaimana Pak kita tahu apart powder itu apakah dia tepung kimia regular multipurpose atau special dry powder Pak? Bagaimana kita mengetahuinya, Teman-teman? Jangan malas membaca nanti ya. Ya, dia semua kode-kodenya ada pada keterangan APAR ini ya. Nanti bisa dilihat nanti dia akan tertulis dia masuk TP folder yang mana. Nah, di sini ada keterangannya nanti ya di label ini. Besok kalau sempat teman-teman ke lapangan ataupun di kantor kalau ada APAR ya silakan dicek TP-nya yang mana. Oke, seperti itu. Prinsip kerja aperder itu seperti apa? Api diselimuti oleh serbuk kimia. sehingga menghalangi hubungan O2 dengan benda yang terbakar sekelus menghambat reaksi kimianya. Keuntungannya efektif untuk pemadaman di dalam atau di luar ruangan. Tidak mengantar arus listrik efektif untuk kebakaran kelas A, B, dan C. Kekurangannya apar powder ini apabila dia meninggalkan residu tepung-tepung tadi ya dan itu bersifat lengket ya. Silakan nanti kalau ada kesempatan melakukan simulasi drill di perusahaannya menggunakan apart powder itu bisa dilihat nanti tepung powdernya itu bikin lengket ketika dipegang ya. Selanjutnya bisa menimbulkan karat bila terkena peralatan elektronik. Ya, dia bisa membkan kebakaran tipe elektrikal ketika api padam, barangnya rusak ya. Karena dia yang sifatnya tadi meninggalkan residu ya, yang menyebabkan peralatan elektrikal itu menjadi berkarat-karat nantinya. Apar jenis CO2 prinsip kerjanya mendorong oksigen sampai batas minimal dan mendinginkan area kebakaran. Jadi ini masuk juga dalam kategori cooling tadi. Keuntungannya mudah menyebar ke seluruh areal kebakaran ya karena sifat yang menyatu dengan udara tadi. Tidak menghantarkan listrik, tidak meninggalkan residu. Efektif untuk kebakaran kelas B dan C. Kekurangannya apart CO2 ini tabungnya berat ya daripada apar tipe powder. Sulit bergerak dan tidak efektif di ruang terbuka. Kenapa dia tidak efektif di ruang terbuka? Karena ketika disemprotkan dia menghasilkan CO CO2. CO2 itu menyatu dengan udara ya. Sebenarnya apart ini dilema ya kita menggunakannya. Kenapa saya katakan dilema? Ketika digunakan di ruangan terbuka dia menjadi tidak efektif karena dia cepat menyatu dengan udara karena massa jenisnya yang ringan tadi. Selanjutnya kalau kita gunakan di dalam ruangan, nah kalau ruangan yang ada ventilasi terlebih, enggak ada ventilasi, maka dia akan bisa menimbulkan nanti toksikitas, ya ataupun akan memicu nantinya menyatu di udara menyebabkan ke keracunan ya. Namanya aja CO CO2 ya, lawannya dari O2. Oke, seperti itu. Selanjutnya, APAR jenis salon. Prinsip kerjaan itu memutus rantai reaksi kimia seperti apar CO2. Keuntungannya clinic, media pemadam yang bersih tidak meninggalkan kerak-kerak pada benda yang disemprotnya. tidak mengantarkan listrik karena sifat yang sama seperti CO2 tadi, menyatu dengan udara juga tidak meninggalkan residu efektif untuk kebakaran kelas A, B, dan C. Ke kekurangannya tidak ramah terhadap lingkungan. Nah, ini sifat dari APAR CO2 tadi. Selanjutnya pada tahun 1970 pemakaian halon jenis CCI4 dilarang karena bila terkena api akan menghasilkan gas C2 yang beracun bagi manusia. Lalu pada tahun 1994, tepatnya pada 1 Januari, apar tiptipe halon ini tidak lagi diproduksi karena semua jenis halon yang ada pada saat itu mengandung senyawa CFC, kloro, fluoro, dan karbon yang merusak lapisan ozon. Nah, lapisan ee senyawa CFC ini juga terdapat pada AC AC yang kita gunakan sehari-hari ya. Makanya makin banyak kita menggunakan AC di bumi ini maka akan menyebabkan kita sebagai penyumbang perusak lapisan ozon. Makanya akhir-akhir ini tingkat panas suhu di bumi itu semakin meningkat. Ya wajar karena hampir seluruh bagian dunia pasti menggunakan AC. Nah, serba salah teman-teman sekalian. Kalau enggak menggunakan AC panas ya. Kita gunakan AC merusak lapisan ozon ya. Itulah ya bimbangnya menjadi manusia teman-teman sekalian ya. Seperti itu. Lalu ada lagi APAR jenis wet chemical fog. Apar wet eh chemical form ini prinsip kerjanya menutupi permukaan bahan bakar yang terbakar. Berarti dia ini masuk ke dalam apa tadi, Teman-teman? Kalau dia menutupi permukaan bahan bakar yang terbakar yaitu metodenya apa? Smart smart hairing ya. Star Faction tadi apa? Masih ingat? menghilangkan bahan bakar. Bahan bakarnya ya. Jangan lupa teman-teman sekalian keuntungan dari apar tipe white chemical form itu apa? Yang pertama cocok untuk kebakaran kelas K terutama yang melibatkan minyak dan lemak. Mencegah api kembali berkobar dengan membentuk lapisan busa yang stabil. Aman digunakan. di dapur karena mengurangi resiko ledakan dapat mereduksi suhu dan meninginkan minyak ataupun lemak yang terbakar dengan dengan cepat. Kekurangannya hanya efektif untuk memendamkan api kelas K yaitu kebakaran yang melibatkan lemak dan minyak. Busa yang keluar dari apar ini memiliki campuran air yang bersifat kon konduktif. ya. Konduktir berarti artiannya pengantar arus listrik, ya. Lalu selanjutnya syarat dan ketentuan APAR berdasarkan Permenakar nomor 4 tahun 1980. Pada pasal 4 ayat 3 disebutkan tinggi pemberian tanda pemasangan apar itu adalah 125 cm dari dasar lantai. Nah, maksudnya syarat kita memasang apar di lokasi kerja itu ya apabila apar itu digantung. Nah, ketinggiannya adalah 125 cent dari lantai. Nah, itu persyaratannya. Apakah apar boleh ditaruh di lantai? Boleh. Dengan syarat harus ada tatakannya. Apar tidak boleh langsung bersentuhan dengan lantai. Kenapa? Apabila dia tipe apar border nanti apar itu akan menjadi pembeku. Nah, makanya apar itu tidak boleh langsung bersentuhan dengan lantai. Kalau mau ditaruh di lantai, berikanlah bok ataupun tatakan, ya. Tapi kalau mau lebih efektif cukup digantung saja dengan persyaratannya itu ketinggiannya adalah 125 cent dari dasar lantai. Selanjutnya pasal 4 ayat 5 disebutkan jarak penempatan apar yang satu dengan lainnya ataupun kelompok satu dengan yang lainnya tidak boleh melebihi 15 m. Artiannya apabila kita ee melakukan pemasangan apar di lokasi kerja atau pada bangunan ee kantor kita misalkan kita harus tahu terlebih dahulu ya berapa luas bangunan tempat kita bekerja. Contohnya kantor kita itu terdiri dari satu lantai ya tapi luasnya itu adalah 1500 m. Nah, berapa yang kita butuhkan? Untuk luas kantor satu lantai dengan luasnya 1500 m. Berapa apar yang kita butuhkan apabila persyaratannya jarak dari satu apar ke apar yang lain itu adalah 15 m? Nah, dari sana kita bisa menghitung kebutuhan apar di lokasi kerja. Nah, berapa kebutuhan apar jadinya? Kalau luas bangunan kantor kita itu adalah 1500 m, berapa yang dibutuhkan? berapa? Ayo, coba hitung. Kalau enggak nanti gimana cara teman-teman sekalian melakukan penyebaran apar di lokasi kerja? Kalau enggak tahu caranya berapa par yang harus direquest? Berapa? 100, Pak. Se 100. 100. Dari mana datang 100? Luas bangunan dibagi persyaratan jarak penempatan apar. Ya, luas bangunan tadi 1.00. Syarat penempatan apar itu dari satu aper ke aper lainnya adalah 15 m. 1500 / 15 adalah 100. Berarti kita wajib merequest apar sebanyak 100 apar. 100 biji apar. 100 tabung AP untuk luas bangunan kantor kita sebesar 1.500. Ya, patokannya seperti itu. Paling utama kita harus mengetahui dulu ada berapa lantai per lantai itu luasnya berapa ya nanti baru bisa dimasukkan rumusnya. Pasal 9. Apart tidak boleh dipasang dalam ruangan di mana suhu melebihi 49 derajat Celcius atau turun sampai -44 derajat Celcius kecuali apabila alat pemedaman peringan tersebut dibuat khusus untuk suhu di luar batas tersebut ya. Tapi jarang banget ya ada par yang dibuat untuk suhu seperti melebihi dari 49 derajat ataupun kurang dari -44 derajat. Nah, lalu pada Permenakar nomor 4 tahun 1980 pada lampiran 1 untuk tanda untuk menyatakan tempat apar itu atau sign apar ya ini adalah perseratan ya. Lebarnya dia segitiga sama sisi ya segitiga sama sisi di mana tiap sisinya itu panjangnya adalah 35 cm. Ya, inilah persyaratannya. Untuk ketinggian hurufnya adalah 3 cm berwarna merah untuk labelnya. Untuk tanda arah panahnya ke bawah dengan ketinggiannya itu adalah 7,5 cent. Itu adalah perceratannya. Ya, kalau zaman sekarang ini dengan teknologi yang serba canggih, kita tidak perlu repot-repot lagi ya. bikin sendiri itu repot di toko hijau dan toko oren itu sudah ada semuanya ya. Jadi kita tinggal request barang datang enggak perlu lagi kayak zaman dahulu kalah ya. ya sebelum kita mengenal e-commerce dan sebagainya itu biasanya kita saya itu biasanya datang ya ke bagian kaca film ya ataupun cutting stiker untuk membuat sign sign apar tadi. Nah seperti itu. Selanjutnya apabila kita akan menggantung apar atau memasang apar ya. Nah, inilah yang dimaksud tadi. Ketinggiannya wajib 125 cm dari lantai. Nah, jadi kita memasang apar itu di sini. Nah, sign AP itu di mana dipasangnya? Di sini. Nah, di kolom ini seperti itu ya. Cara pemasangan apar, cara penempatan apar. ketinggian 125 standnya dipasang langsung di atas apar tersebut. Ya, seperti itu. Cara pengoperasian apar ya dikenal dengan TATS. Tarik kunci pengamannya lalu arahkan selang ke titik pusat api. Tekan tuas untuk mengeluarkan isi apar. sapukan secara merata sampai api pun padam ya. Nah, ini adalah penggunaan APAR dengan cepat dan aman. Ya, bisa dilihat apabila kita akan menyemprotkan apar, kita tidak boleh berlawanan dengan arah angin. Ketika menyemprotkan apar, kita harus mengikuti arah anginnya ke mana. Kalau arah anginnya misalkan ke barat, berarti kita nyemprotnya di sini. Jangan kita nyemprotnya di sini. Kalau kita nyemprat apar dari sini, sedangkan arah anginnya ke sini, nanti yang kesemprot bukan api malah muka kita, ya. Karena si apar tadi terbawa oleh angin. Nah, seperti itu ya. Lalu sudut ya sudut yang harus kita ambil ketika menyempurkan apar itu adalah lebih kurang 30 derajat cel eh e 30 derajat ya enggak pakai celcius 30 derajat untuk sudutnya. Nah, lalu untuk ketika kita menyemprotkan lapar itu langsung ke dasarnya, bukan ke lidahnya. Ini jangan kita nyemprot di sini. Ini salah nih ya. Tapi kita wajib ketika menyemprot itu langsung ke dasarnya. Nah, oke. Ikuti arah angin. Sudut penyemprotannya 30 sampai 60 derajat dan langsung ke sumbernya. Jangan nyemprotnya di sini ya, itu salah ya seperti itu. Oke, kita lihat dulu ya video demonstrasi penyemprotan apar. Oke, saya akan tampilkan video demonstrasi dari dari petugas pemadam kebakaran dalam menggunakan APAR. Oke, untuk suaranya apakah muncul? APAR di depan saya ada jenis namanya dryical powder dan CO2. Untuk apar dryal powder ya bagian empat AP pertama adalah ada namanya tu. Oke, kita ulang ya. Apar di depan saya ada jenis namanya dry chimical powder dan CO2. Untuk apar dryal powder ya bagian empat apar pertama adalah ada namanya tuas. Selanjutnya ada namanya handle. Selanjutnya ada namanya pin. Selanjutnya ada namanya alat ukur. Selanjutnya ada selang. Dan terakhir nozle yang di sini juga disertai dengan silinder tabung dan spesifikasi dari tabung. Dan di sini dijelaskan terkait spesifikasi tabung yang mana menjelaskan terkait jenis apa. Ada lima jenis apar. Ada air, foam, CO2, halon, dan resimical powder. Nah, untuk kelebihan dan kekurangan kalau untuk poder jarak pancarnya bisa sampai 2 sampai 4 m. Tapi untuk penggunaan koder meninggalkan bekas dan residu dan powder ini jaraknya 2 sampai 4 m penggunaan. Pembedaan antara jenis poder dan CO secara visual untuk jenis CO nozelnya agak lumayan besar dan cara penggunaannya CO harus dekat ke sumber api. Nah, kelebihan CO bersih, tidak meninggalkan bekas dan residu. Dan terkait CO ini, penggunaannya bisa disimpan. Pada saat Bapak sudah menggunakan bisa disimpan lagi. Tata cara penggunaan apar pertama jarak aman satu lengan. Ya, pastikan jarak dari apar ke pengguna satu lengan. Selanjutnya, cabut pin dengan cara memutar atau menarik ke arah bagian luar. Selanjutnya, bebaskan selang. Arahkan ke atas. Tujuannya untuk tidak mengenai orang di sekitar. Selanjutnya lakukan tes fungsi dengan cara menepuk tuas ke arah bagian luar agar memastikan alat ini berfungsi sebelum kita akan melakukan pemadaman kebakaran. Lakukan tes fungsi. Selanjutnya, pemadaman apar. Jaraknya 2 sampai 4 m. Ya, ada namanya lidah dan pangkal api. Padamkan di pangkal apinya secara menyapu. Sip. Oke, seperti itu ya cara penggunaan APAR ya, demonstrasi ya. ya karena kita perhatian kita secara online jadi kita tidak bisa mempraktikkannya secara langsung ya jadi dengan menggunakan dari video saja. Oke, selanjutnya pemeriksaan rutin bulanan apar. Yang pertama periksa kondisi fisik dari apar, tabung, selang, handle, segle, dan safety pin. Lalu pastikan APAR terisi cukup. Jarum pressure gs-nya di area hijau. Pastikan kondisi pressure gs-nya baik dengan cara menyentil pressure gs dengan jari. Jika merasa berat apar tidak sesuai dengan berat yang tertera pada tabung, maka timbanglah apar tersebut khusus untuk aper CO2. Tidak ada kerusakan cacat kebocoran pada tabung. Jika mencerai ada kebocoran pada tabung, gunakanlah air sabun. Ya, sama seperti kita ngecek ban sepeda motor. Bersikkan karat dan debu yang ada di tabung secara rutin. Lakukan pengocokan untuk apar dengan media dry chemical ataupun dry powoder. Apabila merasa ada pasir kasar seperti ketika mengocok apar, berarti terjadi pengumpalan di dalamnya. Apar tersebut tidak bisa dipakai kembali. Silakan lakukan pengisian ulang. Pastikan apar yang berada di luar ruangan terekspos. Sinar matahari langsung atau di area korosif dilengkapi dengan boks pelindung. Ya, mungkin kalau kita lihat di mall-mall ya, AP itu berada di dalam boks pelindung ya. Enggak langsung bersentuhan dengan udara dan sinar cahaya. Oke, sampai di sini ada yang mau bertanya? Untuk materi pengos ketiga migas sudah selesai ya untuk hari yang kedua ini. Ada yang mau ditampanyakan kira sebelum kita berpindah ke materi ketiga umum. Oke, kalau enggak ada bertanya saya akan masuk ke dalam materi AD3 umum ya. Kalau pengawas ketiga Megas mau beristirahat ya seperti biasa ya yang selalu saya sampaikan silakan kalau mau tetap stay dipersilakan juga. Oke kita masuk lagi ke dalam materi selanjutnya. yaitu K3 lingker ataupun K3 lingkungan kerja. Oke. Melakukan pengukuran faktor bahaya di tempat kerja, rekan sekalian ya. Bahaya kemarin apa? Po potensi ya. Mengukan pengukuran faktor bahaya di tempat kerja. Nah, di Indonesia ketiga lingkungan kerja itu identik dengan hygien industri namanya ya. Didefinisikan sebagai spesialisasi sori. Didefinisikan sebagai spesialisasi dalam ilmu haijin beserta praktiknya yang dengan mengadakan penilaian kepada faktor-faktor penyebab penyakit kualitatif dan penyakit kuantitatif. di dalam lingkungan kerja dan perusahaan melalui pengukuran yang hasilnya dipergunakan untuk dasar tindakan korektif kepada lingkungan tersebut. Serta bila perlu di pencegahannya maka dilakukanlah pengendalian terhadap sumber bahaya yang ada. Oke. Dasar hukum yang mengaturnya apa? yaitu Permenaker nomor 5 tahun 2018 tentang K3 lingkungan kerja. Di tempat kerja terdapat sumber bahaya lingkungan kerja ya. Seperti saya sampaikan pada hari pertama kemarin, terdapat lima faktor. Yang pertama ada faktor fisika, faktor biologi, faktor kimia, faktor ergonomi, dan faktor psikologi. Lalu ada lagi pasal 4. Pada pasal 4 tujuannya ya untuk mewujudkan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan nyaman dalam rangka mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Syarat harus ya ini terdapat pada pasal 2 ya. Si pengusaha wajib melakukan pengendalian dimulai dari pengendalian faktor kimia. Faktor fisika agar berada di bawah NAB. Apa itu NAB? Nilai ambang batas. Hati-hatiannya batas maksimal bahaya itu bisa di tolerir. Selanjutnya pengendalian faktor biologi, faktor ergonomi, dan faktor psikologi kerja agar memenuhi standar. penyediaan fasilitas kebersihan ya ataupun bisa kita kenal dengan sarana sanitasi di tempat kerja agar ada ya dan terawat tentunya. Penyediaan fasilitas kebersihan dan sarana haji di tempat kerja yang bersih dan sehat. Penyediaan personil K3 yang memiliki kompetensi dan kewenangan K3 di bidang lingkungan kerja. Oke, selanjutnya konsep dasar ketiga lingkungan kerja. Yang pertama melakukan identifikasi lingkungan kerja. Ya, ini sama konsepnya seperti IBPR ya, identifikasi bahaya dan penilaian risikonya. Nah, inilah yang dimaksud dengan konsep dasar ketigalan kekuangan kerja karena dia juga sama dengan konsep IBPR tadi. Oke. Lalu kita mengenal apa itu faktor fisika ketiga lingkungan kerja. Ya, faktor fisika ketiga lingkungan kerja itu yang pertama iklim kerja. Hasil perpaduan antara suhu, kelembaban, kecepatan gerakan udara, dan panas redasi dengan tingkat pengeluaran panas dari tubuh tenaga kerja. Nah, ini biasanya berhubungan dengan orang-orang yang selalu kontak dengan bahaya pekerjaan panas ya, seperti apa? Pengelasan, lalu apalagi? Pekerjaan di tungku-tungku api ya seperti di smelter. Nah, lalu apalagi? Tidak hanya berhubungan dengan pekerjaan yang selalu identik dengan panas, tapi juga identik dengan dingin. Apa contohnya? Pekerjaan yang selalu dengan pekerjaan dingin? Apa contohnya, re-rekan sekalian? Apa contoh pekerjaannya yang selalu kontak langsung dengan suhu dingin? Orang yang bekerja di mana? Di kantor, Pak. Di kantor, ya? Selalu kontak dengan AC gitu ya. Oke, yang lain, Teman-teman yang lain bagaimana? Ayo, di mana orang-orang yang bekerja? Di mana? Di pabrik es, ya. Orang yang bekerja di pondol pop ya, di pabrik-pabrik es, orang yang bekerja di pabrik batu-batu es ya, orang bekerja di ruang HVAC ya, teknisi HVAC dan sebagainya. Kebisingan. Nah, apa saja sumber kebisingan di area kerja? Contohnya apa? Apa? Madila contoh kebisingan di area kerja apa? Mulut rekan kerja. Genset, Pak. Turbin. Nah, genset turbin. Betul. Apalagi kompresor ya, pesawat uap, ya. Pesawat angkat juga menimbulkan kebisingan tentunya. Apa contoh kebesingan yang ada di area construction? Contohnya Jackhammer ya, paku bumi. Berisik enggak? Berisik ya. pasti itu lebih tingkat kebisingannya pasti melebihi dari debel ya nanti akan kita lihat juga. Oke, selanjutnya getaran. Nah, apa contoh pekerjaan yang berhubungan dengan getaran? Apa contohnya pekerjaan yang berhubungan dengan getaran? Ayo. Apa? Pekerjaan yang selalu kontak langsung dengan bahaya getaran. Apa contohnya? Ada yang tahu apa contohnya? orang yang melakukan pembobokan jalan ya selalu kontak langsung dengan getaran kan orang yang melakukan pekerjaan pengeboran apakah itu pengeboran dinding besi dan sebagainya ya pernah lihat pernah ya itu berhubungan dengan getaran gelombang radio ataupun gelombang mikro apa contohnya nya apa? Contoh teman-teman sekalian ada yang tahu teknisi ataupun teknisi provider ya, apakah itu teknisi provider indome ya, terkomsel dan sebagainya karena ini berhubungan dengan gelombang radio ataupun gelombang mikro ya. Tanpa kita sadari di sekitar kita ini selalu ada gelombang radio ataupun gelombang mikro. Salah satu contohnya apa tadi ya? Seperti Wii ya, sinyal radio, sinyal HT dan sebagainya. Sinar ultra ungu itu contohnya apa, Teman-teman sekalian? Untuk proses sterilisasi ya. Ya, mungkin di zaman COVID ya, bagi teman-teman yang pernah yang melewati zaman-zaman COVID ya, kadang-kadang kita disuruh masuk ke dalam tabung ya. Nah, itu fungsionalnya untuk apa? Untuk melakukan sterilisasi dengan salah satunya sinar ultra violet. Oke. Medan magnet statis di mana sering kita temukan medan magnet statis di mana sering kita temukan. di bawah sutet di sekitaran gardu induk ya itu pasti banyak medan magnet statisnya ya bisa nanti ya apabila teman-teman ada kesempatan bisa ngecek langsung di bawah sutet ya itu ada daya tarik menarik ya tapi tidak terlalu kuat nah itu dinamakan dengan medan magnet statis oke selanjutnya nya tekanan udara suatu tenaga yang bekerja untuk menggarkan massa udara dalam setiap satu luas. Nah, contohnya apa tadi itu? Kompresor ya, pesawat uap ya dan sebagainya. Pencahayaan ya di setiap sektor industri ataupun di perakantoran juga membutuhkan pencahayaan terutama untuk orang yang bekerja di area produksi. Nah, ini semua delapan item ini masuk ke dalam faktor fisika ketiga lingkungan kerja. Nah, selanjutnya ee kita mengenal faktor biologi K3 lingkungan kerja ya. mulai dari adanya mikroorganisme atropor ataupun bersifatnya ini hewan-hewan yang kecil ya. Lalu ada lagi alergen dan toksin dari tumbuhan ya. Ada di sini teman-teman yang alergi terhadap tumbuhan. Nah, itu masuk ke dalam kategori alergen dan toksin dari tumbuhan. Bidang tang berbisa ini biasanya kita temukan ketika kita melakukan line clearing. Apabila kita membuka project baru, nah ini masuk ke dalam kategori line clearing tadi. Lalu ada lagi hewan invertebrata, binatang buas, ya. Nah, ini biasanya faktor biologi ketigal lingkungan kerja ini sering juga ditemukan di area-area projek ya. Selain dari binatang buas dan binatang berbisa ini juga banyak mengandung istilahnya bakteri-bakteri ya. Contohnya kayak orang yang bekerja di tarik panas matahari ya. Nanti keringatnya itu mengering dengan sendirinya ya. Apabila nanti ketika dia pulang bekerja tidak langsung mandi itu akan menimbulkan tumbuhnya mikroorganisme ya seperti virus, jamur dan lainnya. Makanya kadang orang-orang project itu banyak badannya yang berpanu kurap ya dan sebagainya. Makanya kalau di sebuah project itu misalkan di sebuah project itu ada mes pengunduran mes ya kalau bisa kasurnya itu ketika ada pergantian personil itu wajib diganti kasurnya juga. Tujuannya apa? agar terjaminnya kualitas kesehatan bagi para pekerja ataupun personal baru yang datang tidak menggunakan kasur bekas dari personil yang yang lama tentunya. Nah, seperti itu re-rekan sekalian. Oke, selanjutnya faktor kimia ketiga di lingkungan kerja. itu contohnya seperti apa? Adanya aerosol, tetes cairan bagian padat, diameternya halus, tersebar dalam jangka waktu tertentu. Kabut, tetes cairan, debu bagian padat, fumes, partikel logam, asap, zat orang, gas menempati ruang tertutup atau mudah menjalar, uap berbentuk padat atau cairan mudah menyebar, mudah bercampur dan dengan udara sekelilingnya. Oke, selanjutnya. Oke, faktor bahan kimia berbahaya di luar kerja yang lainnya adalah contohnya oxidizing material. Zat dengan zat lain reaksinya sangat eksotik. Contohnya peroxide. Lalu ada lagi eksplosif material. ini biasanya banyak digunakan oleh pelatan tambang ya untuk melakukan pel ya pelakan istilahnya bukit-bukitnya untuk membantu mempermudah dalam proses eksploitasi mineral yang ada. Lalu crossif material contohnya asam sulfat. Asam sulfat ini ya pada korban-korban ya yang pernah kita dengar seperti Agus ya. Mungkin pernah teman-teman dengar Agus yang sampai dia cacat. Lalu ada lagi bekas ee personil KPK ovelas wedan yang mana dia kehilangan matanya ya karena disiram oleh cairan asam sulfat ini atau bisa kita kenal itu biasanya dengan air aki ya. Nah, seperti itu teman-teman sekalian ya. Kalau berbuat jahat ya teman-teman sekalian salah satu metode paling gampang itu apa? Dengan menyiramkan air aki ataupun asam sulfat tadi ya. itu akan merusak damage-nya sangat berbahaya. Lalu ada lagi highly flamables material ya. Ini banyak-banyak contohnya seperti aseton, etyilmetil. Lalu ada lagi toksik material zat yang dapat menyebabkan efek serius. Contohnya apa? Orang yang menelan ataupun yang menghirup ya bahan-bahan kimia. Contohnya apa? Orang ke hirup spiritus. Nah, itu salah satu contohnya. Dia masuk ke dalam kategori toksik material. Lalu ada lagi radioaktif material. Contohnya seperti kobals, uruanium dan sebagainya. Lalu ada lagi iritan material mengakibatkan peradangan selaput kulit baik terjadi segera ataupun setelah berkekali terjadi kontak. Apa contohnya? yang iritasi apabila kita pegang. Apa contoh material yang apabila kita pegang itu menjadi ketegatal? Ada yang bisa tahu? Ada yang bisa menyebutkan? Apa contohnya? Nah, paling contoh paling gampang itu apa, Teman-teman sekalian? Kayak teman-teman menggunakan backlin, cairan pemutih. Ya, kalau setelah teman-teman sekalian menggunakan backlin ya di dalam proses pencucian dan teman-teman telat di dalam pembilasannya, apa yang terjadi pada tangan rekan-rekan sekalian? Nah, bagi yang sensitif kulitnya itu akan cepat merasa gatal-gatal ya. Kalau enggak percaya silakan dicoba ya, rekan-rekan sekalian. Lalu apa lagi? Ada yang tahu lagi para pekerja sipil seperti tukang-tukang ya yang melakukan pengadukan semen. Nah, semen itu apabila terkena kulit dan tidak dibilas langsung itu akan menyebabkan iritasi pada kulit pekerjanya. Ya, silakan nanti lakukan survei ya apabila teman-teman yang bekerja di area construction. Lalu ada lagi harful material sebagai mengbatkan efek kesehatan secara terbatas. Faktor ergonomi ketiga lingkungan kerja selanjutnya yaitu sikap kerja yang tidak sesuai. Ya, sikap kerja yang tidak sesuai ini apa contohnya? Biasanya orang-orang yang bekerja di kantor ya, yang selalu bekerja di depan laptop ya. Apabila posisi kursinya dengan meja itu tidak ergonomi maka akan menyebabkan lehernya sering pegal ya. ataupun yang biasanya ketika dia sebelum bekerja postur rangkanya ini lurus setelah bekerja di perkantoran menjadi bungkuk. Nah, itu masuk ke dalam ergonomi. Ilmu ergonomi ini enggak bisa dipelajari dalam satu malam kelar ya. itu kalau di perkuliahan itu butuh satu semesteran untuk belajar ilmu ergonomi ini. Lalu ada lagi peralatan yang tidak sesuai kerja yang senantiasa duduk dan berdiri. Apa contohnya? Contoh job titel yang bekerja senantiasa duduk dan berdiri. Apa contohnya? Kita sebutkan apa contoh Bu Dila, Mbak Dila? Apa contohnya? Orang yang selalu kerjanya duduk atau berdiri. Apa contohnya? Apa? Kasir. Hm. Apalagi sering ditemuhkan apa? Apa kira-kira kalau yang selalu duduk seperti resepsionis, Pak? Oke. Resepsionis yang selalu berdiri siapa? Siapa? Security. Bisa satu atau teman ini tahu ya tapi malas mendengarkan suara emasnya ya masih segan-segan. Oke enggak apa-apa. Oke selanjutnya faktor psikologi ketiga lingkungan kerja. Kerja yang terpaksa atau dipaksa tidak sesuai kemampuan istilahnya ini di luar jobd ya. pernah mengalami pasti sering mengalami ya itu balik kepada jobd teman-teman juga di perusahaan seperti apa ya suasana kerja yang tidak menyenangkan ya mungkin lebih serang lebih sering di tempat kerja itu mengalami bully ya atasan yang toksik ya pikiran yang senantiasa tertekan istilahnya di Sabtu Minggu yang seharusnya libur masih tetap bekerja ya dituntut oleh tasan harus lembur. Nah, itu masuk ke dalam kategori pikiran yang senantiasa tertekan. Hubungan kerja yang tidak baik. Nah, ini bisa jadi dengan rekan kerja iri-irian. Dia sudah 10 tahun bekerja tapi tidak pernah naik jabatan. Kita baru 3 tahun bekerja tapi sudah naik jabatan. Nah, timbullah rasa iri yang menyebabkan hubungan di tempat kerja itu menjadi tidak baik. kerja yang tidak sesuai dengan keinginan ya. Kita penginnya itu bekerja sesuai dengan passion kita ya. Misalkan kita hanya mau bekerja itu untuk administrasi tapi tiba-tiba kita disuruh terjun ke lapangan. Nah, karena kita enggak terbiasa, kita enggak tahu, ya. Nah, makanya itu masuk ke dalam kategori faktor psikologi ketiga lingkung kerja bikin orang enggak nyaman seperti itu. Oke, liris assesment-nya sama kita mengadakan pengukuran dan pengend dan pengambilan sampel analisa laboratorium membandingkan dengan standar nilai ambang batas. Nah, ini biasanya para perusahaan itu, Teman-teman sekalian jarang yang melakukan pengukuran faktor bayar di lingkungan kerja itu dengan melakukan secara mandiri. Biasanya perusahaan-perusahaan itu pasti menggunakan jasa pihak ketiga seperti laboratorium ya. Jarang banget ada perusahaan yang mau melakukan pengukuran faktor bahaya K3 kerja itu secara mandiri. Selanjutnya perataan yang digunakan untuk pengujian lingkungan kerja itu terdiri dari apa-apa saja. Nah, yang pertama kalau kita melakukan pengukuran kebisingan, alat yang bisa kita gunakan itu adalah sound level meter. Salah satu contohnya untuk getaran kita menggunakan vibration meter. Penerangan kita menggunakan look meter. Iklim kerja yang berhubungan dengan suhu panas dan suhu dingin tadi kita bisa menggunakan anemometer dan termometer bola. debu. Pengukuran kadar debu di lingkungan kerja kita bisa menggunakan personal dan sampler. Lalu untuk pengukuran gas di area kerja kita bisa menggunakan gas detektor ataupun gas analyzer. Nah, lalu kita melihat pada kebisingan yang pertama ya. Kebisingan apa pengaruhnya? Apabila tingkat kebisingan itu melebihi nilai mang batas maka nanti akan menyebabkan gangguan fisiologis. sakit kepala, mual, gangguan keseimbangan, gangguan psikologis, menjadi tidak nyaman, konsentrasi berkurang, gangguan komunikasi ya pasti ya. Kalau kita bekerja di ruang bising, otomatis kita seperti orang berteriak-teriak ngomongnya. Lalu efek pada organ pendengaran, tuli atau bahasa kerennya itu budek. Nah, seperti itu ya. Lalu ada lagi nanti timbullah NAB. nilai ambang batas kebisingan. Nah, bisa teman-teman lihat pada tabel cara membaca tabelnya bagaimana. Misalkan kita bekerja 8 jam 1 hari di suatu ruangan, telinga kita itu hanya mampu mendengar kebisingan itu di 85 desibel. Nah, semakin sedikit jam kerja kita, maka tingkat kebisan kita itu seperti ini. Nah, apabila kita 4 jam bekerja, telinga kita hanya mampu mendengar 88 desibel. 2 jam bekerja menjadi 91 desibel kemampuan telinga kita. Jadi, makin berkurang waktunya, tingkat kebisingannya itu dapat kita dengar semakin tinggi, tapi hanya sebentar. Nah, seperti itu. Misalkan kita bekerja di ruang genset ya, tingkat kebisingannya itu pasti di atas 85 desibel pasti ya. Jadi kita enggak bisa bekerja di sana tanpa alat bantu pendengaran seperti contohnya IRMAF. Nah, itu bentuk pengendaliannya. Nah, pengendaliannya itu masih sama ya. Kita masih menggunakan teori hierarki control yang terdiri dari eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, administrasi kontrol A D. Oke. Jadi bagaimanapun dan seperti apapun metode pengendalian itu pasti berpatokan kepada elim ee kepada hierarki pengendalian risiko yang terdiri dari eliminasi. Dia berbentuk segitiga terbalik ya. Eliminasi substitusi, rekayasa teknik, administrasi kontrol dan A P D. Oke. Jadi, apapun metode pengendalian di lingkungan kerja itu pasti menggunakan metode hierarki pengendalian risiko yang biasa disingkat dengan eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, administrasi kontrol dan APD. Oke, selanjutnya faktor getaran ya seperti ini. Jadi apabila kita bekerja 6 sampai 8 jam sehari, tubuh kita itu hanya mampu menahan getaran itu 5 m/detik. Ya, ini adalah standarnya. Lebih dari itu wajib dilakukan pengendaliannya. Pengendaliannya masih sama ya dengan metode yang sama. Ya, bisa dilihat teman-teman sekalian ini cara pengukurannya. Jadi nanti vibration meter-nya kita tempel pada jari pekerja ya. Untuk mengetahui nih orang yang melakukan pembobokan jalan itu berapa getaran yang diterimanya. Skalanya dari satu mungkin dari 0 sampai 60 detik. Berapa getaran yang diterimanya? Nah, apa efeknya? Apabila getaran itu terlalu kencang dan selalu dalam dan dalam waktu yang lama kepada tubuh pekerja. Yang pertama, tubuh pekerja itu akan mengalami sering mati rasa ya seperti kebas ya. Tuh sering mengerenyam-ngerenam. Nah, lalu selanjutnya tulang-tulang para pekerja itu akan cepat ataupun sering merasa nyeri. Nah, kalau teman-teman sekalian nanti ya ada survei-survei terhadap kondisi kesehatan para pekerja ini bisa digunakan salah satunya. Oke, selanjutnya untuk pengendaliannya masih menggunakan metode yang sama yang seperti yang saya sampaikan tadi menggunakan metode hierarki pengendalian risiko ya mulai dari eliminasi, substitusi, dan sebagainya. Selanjutnya faktor pencahayaan lingkungan kerja. Penerangan yang baik adalah penerangan yang memungkinkan tenaga kerja melihat objek-objek yang dikerjakan secara jelas. Sifat-sifat penerangan yang baik ditentukan pembagian sinar dalam lapangan pengelihatan. Mencegah kesilauan arah sinar warna tidak mengak tidak mengakibatkan panas ruangan. Ini terutama kalau di kantor kita itu banyak jendela ataupun banyak kaca-kaca ya. Nah, itu harus dilakukan pengukuran faktor pencahayaan di lingkungan kerjanya. Pengaruh pencahayaan buruk di lingkungan kerja itu bagaimana? Cahaya yang buruk itu apa maksudnya di sini? Cahaya yang berlebihan dan cahaya yang kurang. Apabila cahaya yang berlebihan, mata akan cepat perih karena silau. Apabila cahaya buruk ataupun cahaya yang kurang, nanti kita akan merasakan yang pertama itu kelelahan mata. Ya, mata kita tu cepat jenuh. Teman-teman yang sering bekerja di depan laptop merasakan enggak mata kita itu cepat jenuh, mata berair? Keluhan pegal di daerah mata. Kerusakan indra mata meningkatkan terjadinya kecelakaan. Ya, seperti itu ya, Teman-teman sekalian. Itulah bahayanya ya. Oke. Dan ini adalah nilai ambang batas untuk ee pencahayaan di lingkungan kerja. Contohnya kalau kita mengukur penerangan ataupun pencahayaan pada halaman dan jalan, NAB-nya itu adalah di 20 L ya. Lux ini satuannya ya. Lalu apabila kita jadi dia terbagi klasifikasinya ada kita melakukan pengukuran pada pekerjaan membedakan barang-barang kasar ya ini adalah sub-subnya seperti mengerjakan arang atau abu menyisihkan barang-barang yang besar. Nah, ini ada standarnya 50 lu. Lalu pekerjaan membedakan barang-barang kecil secara sepintas seperti penggilingan padi ya. Lalu ada lagi contohnya seperti alat pengangkut orang dan barang seperti for clip, lif. Nah, ataupun eskalator pencecahan yang harus ada itu yang baik itu adalah 100 lu standarnya. Nah, lalu ada lagi pekerjaan membeda-bedakan barang-barang kecil yang agak teliti. Contohnya menjahit ya, melapis prabot atau wrapping ya. Standarnya itu adalah 200 lu. Pekerjaan membedakan pekerjaan pembedaan yang teliti daripada barang-barang kecil dan halus seperti pembuatan tepung. Ya, pokoknya yang sifatnya halus sekali itu standarnya adalah 300 looks. Oke, inilah standar-standarnya dan ini adalah alat pengukurnya yaitu Lux meter. Nah, lalu pengukuran intensitas pencairan di tempat kerja. Nah, ini adalah salah satu metode ataupun cara melakukannya. kita harus menghitung dulu luas ruangan atau luas ruangan yang akan kita lakukan pengukuran. Lalu titik sampling kita tentukan. Nah, ini salah satu contohnya. Luas ruangan itu kurang 50 m². Titik pengukurannya itu ada tiga, ya. Bisa dilihat contohnya. Nah, titik sttingnya itu merupakan titik temu dua diagonal bagian ruangan dengan luas kurang dari 3 m². Ya, repot. Iya, pusing. Iya. Makanya banyak perusahaan yang enggak mau pusing dengan menyerahkan langsung pengukurannya itu kepada laboratorium lingkungan kerja yang telah tersertifikasi di Kementerian Ketenaga. kerjaan seperti itu. Oke. Nah, untuk lampiran-lampiran seperti ini, Teman-teman sekalian, di mana kita dapatkannya ya itu ada pada lampiran 1 dan 2 pada Permenaker nomor 5 tahun 2018 ya. Itu bisa dilihat nanti pada permenakernarnya. dimin ee peraturan-peraturan permenakan permen itu ada pada situs Kementerian Ketenagakerjaan di bagian dokumen ketiga ya. Itu nanti bisa teman-teman kunjungi halaman website-nya Kementerian Ketenagakerjaan. Oke, selanjutnya faktor iklim kerja di lingkungan kerja. Nah, ini yang saya namakan tadi dengan faktor pekerjaan panas dan dingin ya. Tadi sudah disebutkan ya kalau panas. Nah, ini contohnya kayak orang yang melakukan pekerjaan di tungku, di pengepresan dan yang lain-lainnya. orang yang bekerja di ruang dingin ya seperti orang yang di bekerja di ruangan pembeku, orang yang bekerja di pabrik es, orang bekerja di perkantoran yang menggunakan AC sentral. Nah, itu masuk ke dalam faktor iklim kerja tadi. Dan ini adalah nilai ambang batasnya. dia ada rumus-rumus yang harus kita masukkan dan dilakukan perkaliannya baru nanti dimasukkan ke dalam form-nya ya. Sama dia pasti repot teman-teman sekalian ya. Maka jarang banget perusahaan yang mau mengerjakannya sendiri. Pengendaliannya masih sama ya dengan metode eliminasi, substitusi, rekayasa teknik dan administrasi kontrol. Oke, selanjutnya faktor ergonomi di lingkungan kerja. Potensi biaya faktor ergonomi itu apa-apa saja? Contohnya seperti cara kerja, posisi kerja, dan postur tubuh yang tidak sesuai saat melakukan pekerjaan. Desain alat kerja dan tempat kerja yang tidak sesuai dengan antropometri tenaga kerja dan pengangkatan beban yang melebihi kapasitas kerjanya. Pengendalian bahay ergonomi di lingkungan kerja itu bagaimana? Yaitu bisa dengan pengendalian teknik reasa tekniknya seperti contohnya gunakan perangkat untuk mengangkat dan menggubah buah posisi benda berat untuk membatasi pengerahan tenaga. Contohnya seperti kalau kita mau mengangkat semen ya itu bisa menggunakan jack ch jack palet ya ataupun hand palet ya. Dia berbentuk seperti gunting ya. Nanti bisa digoogling aja ya bentuknya ya. Hand palet nanti akan muncul sendiri ya. Bisa dengan bantuan alat angkat dan alat angkut ya. Tidak boleh melakukan manual handling melebihi batas pengangkatan. Untuk wanita itu wanita itu disarankan hanya mampu mengangkat beban itu di 15 kg ya berdasarkan ilmu ergonominya. Berarti seorang wanita tidak bisa mengangkat satu galon. Nah, seperti itu. Kalau pria kalau secara ilmu ergonomi itu hanya diperbolehkan mengangkat seberat 25 kg. Ini secara keilmuannya ya. Tapi kan kalau di ee action-nya ataupun di res-nya itu banyak ya yang melebihi dari beban tersebut ya. seperti itu. Tapi tergantung metode pengangkatannya bagaimana, asalkan metode pengangkatannya itu tidak menimbulkan penyakit akibat kerja nantinya. Faktor psikologi di lingkungan kerja ya ini ya seperti yang saya jelaskan tadi mulai dari ketidakjelasan peran, konflik peran ya. Konflik peran ini maksudnya kita jobnya itu sebagai administrasi ya. Lalu disuruh kita untuk mengerjakan pajak, disuruh kita sebagai orang procokur dan lain-lainnya. Ini masuk ke dalam konflik peran namanya. Lalu beban kerja yang berlebih secara kualitatif dan kuantitatif. Pengembangan karir yang mandek ataupun mentok. Sudah 10 tahun bekerja di proses sama. Jabatannya hanya di level staf saja, tidak bisa naik pangkat menjadi level manajerial. Nah, seperti itu berarti ada yang salah dengan tempat bekerja teman-teman sekalian. Oke. Nah, pengenalian bahaya psikologi dengan bekerja itu masih dengan metode yang sama. Nah, menurut teman-teman sekalian apabila kita mengalami faktor psikologi ini, cara paling efektif itu apa? Cara mengatasinya kira-kira apa kira-kira paling efektif caranya? Resign konseling, Pak. Oh, konseling ya. Konseling ya. Betul. Tapi itu tidak terlalu efektif ya karena sifatnya hanya konseling. Nih. Kalau lingkungannya enggak berubah bagaimana? Iya. Kalau masih tetap nih kita ditempatkan di kolam yang sama dengan orang-orang yang toxic. Jadi guna konseling tadi kan enggak ada guna juga jadinya ya. Karena yang dipengaruhi hanya pemikiran kita, sedangkan ikutan kerjanya tidak berubah. Sama aja ya. Paling efektif itu adalah ya resign ya itu salah satunya ya. Tapi kan resign itu ya tergantung ya dari si pekerjanya juga ya karena banyak pertimbangan juga ya. Makanya kadang kerjanya itu enggak berat sebenarnya rekan-rekan sekalian. Tapi yang bikin berat pekerjaan itu apa? Lingkungan kerjanya ya. mulai dari contohnya atasan yang toksik, teman kerja yang suka ngebully ataupun adanya diskriminasi di area kerja. Nah, itu masuk ke dalam nantinya faktor bahaya psikologi itu. Oke. Lalu di dalam ketiga lingkungan kerja, rekan-rekan sekalian, terdapat ee macam-macam personil. Ada ahli ketiga muda lingkungan kerja, ahli ketiga media lingkungan kerja, al ketiga utama lingkungan kerja. Ini sertifikasinya BNSP semua. Yang membedakannya antara ini adalah levelnya berdasarkan tingkat pengalamannya. Kalau untuk ahli ketiga modal lingkungan kerja itu berpengalaman minimal 1 tahun. Kalau yang ahli ketiga madia dia minimal pengalamannya adalah 3 tahun. Ahli ketiga utama lingkungan kerja itu minimal pengalamannya adalah 5 tahun. Nah, seperti itu. Oke. Dan untuk pengawasan ketiga lingkungan kerja ini itu biasa dilakukan oleh para disnaker sesuai dengan domili perusahaan masing-masing. Biasanya Bapak dan Ibu diaker ini akan sering melakukan kunjungan ke masing-masing perusahaan ya untuk mengontrol apakah si perusahaan ini menerapkan ketiga lingkungan kerja itu dengan baik atau tidak. Nah, apabila si perusahaan tidak baik dalam melakukan penerapan ketiga lingkungan kerjanya, maka akan ada nantinya yang dinamakan dengan sanksi ya, mulai misalkan dari denda atau yang terparah itu kunjung ee kurungan penjara ataupun pencabutan izin izin dari operasional perusahaan tentunya. Nah, seperti itu. Oke, ada yang mau bertanya sampai di sini? Oke, ada yang mau bertanya? Enggak ada, ya? Oke, kalau enggak ada kita lanjut kembali kepada materi yang terakhir pada malam hari ini. Jadi, sepertinya trainingnya juga akan lebih cepat selesai. rekan sekalian ya. Oke ya. Oke. Oke. Selanjutnya komunikasi K3 dan mengelola sistem dokumentasi K3. Nah, ada yang tahu apa contoh dari bentuk komunikasi K3 di area kerja? Salah satunya apa? Menghimbau, Pak. Ya, mengimbau berarti itu dengan menggunakan apa contohnya? Spanduk, himbauan rambu ya. Lalu apaagi? Apalagi bentuk komunikasi ketiga di area kerja yang pernah teman-teman lakukan ataupun pernah teman-teman dapatkan. Toolbox meeting ya, safety talk. safety meeting dan sebagainya. Ya, itu adalah salah satu contoh dari komunikasi K3. Oke, melakukan komunikasi K3. Apa itu komunikasi K3, rekan-rekan sekalian? Komunikasi ketiga adalah segala aktivitas yang mencakup komunikasi, partisipasi, dan konsultasi di bidang ketiga. Jadi ini merupakan komunikasi dua arah ya yang dilakukan baik itu dari level manajemen ke bagian staf ataupun ke level buruhnya. Nah, dasar hukum yang mengatur komunikasi ketiga itu apa? Nah, yang pertama adalah Undang-Undang Nomor 1 1970. Jadi, apapun materi ketiganya tetap menjadi landasan utamanya itu adalah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970. Oke. Lalu ada lagi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, PP nomor 50 tahun 2012 tentang SMK 3. Lalu selanjutnya persyaratan komunikasi ketiga itu apa saja? Yang pertama, prosedur komunikasi K3 harus memberikan jaminan bahwa informasi K3 itu dikomunikasikan kepada semua pihak, baik internal perusahaan maupun eksternal perusahaan. Kalau internal perusahaan berarti itu di lingkup yang sama di dalam perusahaannya. Kalau eksternal perusahaan berarti itu komunikasi yang kita lakukan kepada para tamu, perusahaan, vendor, subkontraktor ataupun kontraktornya. Lalu kepada dinas-dinas pemerintahan itu masuk ke dalam komunikasi eksternal perusahaan. Prosedur komunikasi K3 harus menjamin pemenang kebutuhan perusahaan untuk yang pertama mengkomunikasikan hasil sistem manajemen yang ada. Temuan audit dan tinjuan ulang manajemen dikomunikasikan pada semua pihak dalam perusahaan yang bertanggung jawab dan memiliki andil dalam kinerja perusahaan. Melakukan identifikasi dan menerima informasi ketiga dari luar perusahaan. Yang keempat, menjamin bahwa informasi ketiga yang terkait dikomunikasikan kepada orang-orang di luar perusahaan yang membutuhkan. Komunikasi internal K3. Contohnya apa saja? Seperti adanya pelatihan ya. Lalu ada lagi seperti simulasi. Lalu seperti apaagi adanya pendistribusian prosedur kerja. Lalu ada lagi meeting internal. Itu semua masuk dalam komunikasi internal K3. Salah satu contohnya komunikasi eksternal K3 contohnya seperti apa? komunikasi dari lingkungan perusahaan ke pihak luar seperti adanya safety induction tadi ya. Lalu apalagi? Komunikasi dengan pihak pemerintahan ya. Lalu ada lagi komunikasi kita kepada lembaga profesi ya seperti asosiasi ataupun serikat buruh yang ada di perusahaan kita. Lalu jenis komunikasi ketiga. Komunikasi ketiga itu memiliki multidimensi atau biasanya kita kenal dengan diamond of safety communication. Contohnya komunikasi yang dilakukan antara manusia dengan alat kerjanya ya. Lalu komunikasi manusia dengan alat komunikasi. Komunikasi antara manusia dengan manusia. dan komunikasi antara alat kerja dengan alat komunikasi. Oke, kita lihat nanti pemaparan seperti apa. Yang pertama, komunikasi manusia dengan manusia secara langsung. Ya, pernah lihat ini toolbox meeting? Ini salah satu bentuk komunikasi ketiga yang ada di perusahaan, yaitu antara komunikasi manusia dengan manusianya. Nah, tujuan apa? untuk menyampaikan informasi terkait pekerjaan apa yang harus dilakukan di hari itu. Lalu bagaimana cara mengendalikan potensi bahaya, dan risiko yang adanya. Nah, seperti itu. Lalu apalagi bentuknya? Training ya. Pelatihan ketiga ini bisa contohnya seperti yang sedang teman-teman rasakan hari ini. Nah, lalu apalagi? penyuluhan ketiga. Lalu ada lagi proses observasi. Proses observasi ini maksudnya bagaimana? Contohnya kayak kita melakukan safety patrol ya. Kita melihat di lapangan apakah ada tindakan tidak aman ataupun kondisi tidak aman. Kalau tindakan tidak aman itu berarti berhubungan dengan unsave action yang dilakukan para pekerja. Contohnya pekerja tidak menggunakan helm. kita tegur ya atau kita foto, kita dokumentasikan sebagai temuan tentunya ya. Kita foto hari ini kita foto si pekerja ngih helm, kita berikan nasihat, kita berikan masukkan Pak ini bahaya-bahayanya kalau Bapak tidak menggunakan helm di area kerja. Keesokan harinya kita lihat kembali kita lakukan seperti patrol. Apakah setelah kita melakukan komunikasi terkait ketiga tadi, apakah si pekerja itu berubah apa tidak? Ya, apabila tidak ada perubahan barulah nanti kita bisa memberikan sanksi tentunya seperti itu ataupun bisa dikenal dengan NCR. Lalu ada lagi komunikasi manusia dengan manusia melalui alat komunikasi. Nah, contohnya apa? Adanya rambu-rambu K3 ya, adanya spanduk-spanduk ya, terutama kayak seperti sem spanduk yang menarik untuk dibaca ya. Kalau kadang kalau hanya se bentuknya bahasanya formal. Contohnya utamakanlah keselamatan kerja ya. Utamakanlah kesehatan dan keselamatan kerja. Pasti orang enggak akan mau baca. Paling orang hanya lihat sekilas. Tapi coba aja ketika kita membuat spanduk dan informasi yang kita sampaikan itu menarik, pasti akan menarik si pembaca untuk membaca dan melihat tentunya ya. Ya, jadi rasa ingin tahu si pembaca itu lebih lebih besar ya. terutama di zaman teknologi media sosial dan sebagai seperti yang ada saat ini. Apabila contohnya aja kayak konten aja kita lihat apabila konten itu flat pasti kita skip ya. Tapi apabila konten itu menarik kita bersedia ya melihat konten itu dari detik pertama sampai detik terakhir karena apa? Karena menarik tadi ya. Begitulah jalan dunia saat ini ya. Jadi apapun yang menarik itu akan menimbulkan suatu rasa ingin tahu, rasa ingin menggali lebih dalam. Nah, seperti itu. Nah, untuk komunikasi ini itu terbagi menjadi dua. Komunikasi internal dalam ruang kup di dalam organisasi perusahaan sendiri. Contohnya seperti adanya rambu-rambu tadi. Lalu komunikasi eksternal itu dengan para pemasok dan sebagai-bagai yang saya sampaikan tadi itu adalah bentuk media komunikasinya. Contohnya kita memasang map evakuasi. Nah, itu adalah bentuk antara komunikasi kita baik dengan internal kita dan juga dengan eksternal kita ya. Karena enggak mungkin kan, Teman-teman sekalian, kita standby 100% di area terutama untuk orang ketiga. Orang ketiga itu biasanya 70%-nya di area, 30%-nya itu di kantor. Kalau di kantor dia nanti bekerja untuk mengurusi pelaporan dan dokumen-dokumen lainnya seperti itu. Jadi enggak mungkin ada kecuali ya kalau levelnya itu seperti settimen yang mana memang tugas dan job dasennya itu untuk 100% di lapangan. Tapi kalau dia levelnya safety officer itu pasti dia harus membagi dirinya di lapangan dan untuk di dalam kantor juga. Selanjutnya, komunikasi manusia dengan alat kerja. Komunikasi manusia dengan alat kerja contohnya apa, Teman-teman sekalian? Seperti kita membaca indikator-indikator yang ada, ya. Contohnya kayak kita membaca suhu AC ya. Kalau misalkan AC-nya terlalu dingin, kita naikkan. Kalau terlalu masih terasa panas kita turunkan. Nah, itu salah satu bentuk komunikasi kita dengan alat kerja ya. Lalu apaagi? Contoh yang lainnya kayak kita melakukan ee penambahan angin ataupun melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan kompresor tentunya kita butuh tekanan di sana. Nah, dari mana kita baca tekanannya? tentunya dari apa indikator tekanannya atau pressure g-nya. Nah, seperti itu. Itu adalah bentuk komunikasi manusia dengan alat kerja yang ada. Lalu selanjutnya, bentuk komunikasi ketiga di area kerja itu terdiri dari apa saja? Safety induction. Nah, ini adalah bentuk safety induction ya. Biasanya apabila kita baru masuk di sebuah perusahaan, kita pasti ada ASE ya, orang ketiga yang memberitahu kita seperti apa regulasi ketiga yang ada di perusahaan ya. Di mana titik kumpul ya. Kalau berjalan di area perusahaan wajib berjalan di area pedestrian. tidak boleh berkendara di area perusahaan dengan kecepatan lebih dari 20 km/h. Semua itu masuk ke dalam safety induction. Lalu ada lagi individual job training. Nah, ini dilakukan biasanya setelah kita safety induction. Individual job training ini maksudnya adalah memperkenalkan job kita. Apa-apa saja yang harus kita lakukan di kesehariannya. mulai dari awal kita masuk kerja sampai nantinya kita pulang bekerja. Nah, ini berhubungan dengan job das kita. Lalu HSE training program. Nah, banyak contohnya seperti program training pelatihan P3K, pelatihan cara penggunaan APAR, dan yang lainnya. Job safety observation. Observation contohnya apa? yang saya sampaikan sebelumnya tadi, kita melaksanakan yang dinamakan dengan safety patrol yang mana kita tujuan untuk melakukan pengamatan terhadap kondisi tidak aman dan tindakan tidak aman yang ada di area kerja. Kemarin contohnya kan kita melakukan analisa ya melalui gambar ya yang saya tampilkan kemarin. Saya perintahkan kepada teman-teman sekalian untuk menganalisa mana yang unsafe action dan unsave condition. Nah, seperti itu pula yang nanti akan di teman-teman lakukan di lapangan. Teman-teman melakukan job safety observation namanya ya. Mana temuan itu harus didokumentasikan ya. Misalkan di hari ini dari awal masuk kerja sampai di sore hari ketika teman-teman pulang. Teman-teman sekalian ketika melakukan job safety observation ataupun safety patrol, teman-teman menemukan temuan dua unsafe action dan satu unsafe condition itu bikin pelaporannya dan sampaikan kepada atasan. Tujuannya apa? Agar teman-teman sekalian apabila terjadi kecelakaan kerja itu tidak disalahkan nantinya. Karena teman-teman sekalian sudah melakukan pelaporan terhadap kondisi dan tindakan berbahaya yang ada di area kerja. Tapi ketika sudah dilaporkan tidak ada action-nya. Nah, itu nanti bola panasnya sudah di bukan pada teman-teman sekalian lagi ya. itu bola panas yang ada pada atasan tentunya seperti itu ya. Jadi kita jangan sampai di dunia ketiga itu jangan sampai kita memegang bola panas ya itu berbahaya teman-teman sekalian ya dan apabila terjadi kecelakaan kerja yang dicari pertama kali itu adalah orang ketiganya seperti itu. Lalu selanjutnya melakukan job safety analisis. ST analisis ini berhubungan dengan pengenalan risiko dan bahaya di lokasi kerja. Toolbox meeting, ISA briefing, safety talk, I meeting, rapat P2 K3, emergency respon drill. Ini maksudnya apa? Simulasi, tanggap darurat, permit work, izin kerja, accident, investigation, dan safety inspection. itu salah satu bentuk komunikasi yang ada di area kerja seperti itu, rekan-rekan sekalian, ya. Alat komunikasi ketiga contohnya apa-apa saja. Yang pertama adanya telepon, ya. Lalu ada lagi megapon namanya, pesan singkat, rambut ketiga, poster ketiga, buletin ketiga. Ya, ini banyak banget contohnya ya kalau kita lihat di lapangan. Pernah menemukan? Pasti ya. Kalau enggak pernah menemukan, berarti teman-teman sekalian enggak ew rumah lingkungan sekitar tandanya ya seperti itu. Oke. Penyebab komunikasi menjadi tidak efisien. Yang pertama itu waktu yang tidak tepat dalam pemberian informasi. Pemisahan khusus yang terjadi misalnya ruang kerja yang terpisah wilayah, kelompok kerja yang bervariatif yang misalnya dari segi bahasa, budaya, dan jenis pekerjaan. Contohnya kayak di perusahaan ada orang yang berasal dari Minang, ada orang yang berasal dari Jawa, ada orang yang berasal dari Sunda, ada orang berasal dari Timur. Ya, makanya ketika di kerja kita diwajibkan untuk berbahasa-bahasa Indonesia yang baik dan benar. Ya. Ya, kadang ada juga yang berbahasa Indonesia predikat dan subjeknya itu terbalik-balik ya. Nah, itu kadang yang menghambat proses komunikasi di area kerja. Oke, ada yang mau bertanya untuk komunikasi K3 sebelum kita berpindah kepada sistem mengelola sistem dokumentasi K3. Oke, kalau enggak ada pertanyaan saya lanjut ya. Oke, ini adalah materi kita yang terakhir, unit kompetensi terakhir pada malam hari ini yaitu mengelola sistem dokumentasi ketiga. Pengertian dokumentasi ketiga itu apa? Sistem dokumentasi ketiga adalah sistem informasi dan media penunjang yang mencakup. Yang pertama, sistem informasi yang berhubungan dengan kebijakan ketiga atau polisi target dan sistem manajemen yang terdokumentasi. Teman-teman sekalian sudah melihat kebijakan ketiga yang ada di perusahaan? Ada enggak kira-kira? Kebijakan K3L biasanya biasanya namanya ya. Kebijakan K3L itu nanti ditandatangani oleh pimpinan tertinggi yang ada di perusahaan mungkin level direktur utama CO ataupun COO ya seperti itu. Lalu ada lagi media penunjang di dalam dokumentasi ketiga itu seperti kertas, foto atau komunikasi semuanya. Pihak terkait adalah sekelompok personil yang menjadi sasaran penyebabaran dan yang terkait dengan kegiatan pembuatan dokumentasi ketiga. Nah, dasar hukum komunikasi K3 itu apa? Yang pertama adalah PP nomor 50 tahun 2012 tentang SMK 3 terdapat pada lampiran 2 halaman 41.2. Nah, ini nanti bisa teman-teman lihat ya, bahwasanya komunikasi K3 itu diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2012 tentang sistem manajemen K3 itu ada pada lampiran 2 halaman 41.2 dan ada pada halaman 44.4 tentang pengendalian dokumen ketiga. Oke, fungsi dokumentasi ketiga itu apa? Yang pertama memberikan informasi tentang isi dokumen kepada yang membutuhkan. Jadi maksud dokumentasi ketiga itu di sini apa, Teman-teman sekalian? Bukan yang selalu berhubungan dengan foto, foto, dan foto. Tidak, ya. Kadang ketika kita berbicara dokumentasi yang terbesit di otak kita itu adalah foto, ya. Tapi maksudnya di sini dokumentasi K3 itu apa? Yang berhubungan dengan file-file yang ada di perusahaan. Nah, seperti itu ya. Mulai dari file seperti apa contohnya? SOP. Lalu ada lagi yang dinamakan dengan instruksi kerja ataupun IKA. Lalu ada lagi seperti contohnya working permit ya, manajemen risiko HIRA dan JSA tadi. Semua itu masuk ke dalam jenis dokumentasi ketiga tentunya. Nah, fungsi fungsionalnya apa? dapat menyelamatkan dan menyimpan secara fisik sesuai dengan isi dokumen. Makanya kadang teman-teman sekalian ya di sebuah perusahaan itu ada job title namanya dokumen controller ya dokumen kontrol. Nah itulah tujuannya teman-teman sekalian. Tujuannya untuk memastikan setiap dokumen yang ada di perusahaan itu terkontrol dengan baik ya tidak ambadul. Jadi ketika ada audit nantinya mempermudah kita untuk melakukan pencarian data. Selanjutnya melindungi dokumen dari kerusakan. Ya, itu tentunya ya dokumen itu ada bentuknya fisik dan ada yang bentuknya digital di zaman saat ini ya. Sebagai bahan evaluasi maupun bahan penelitian, informasi otentik dan original dan sebagai data dan bukti. Sebagai data dan bukti ini tujuannya apa? ketika adanya audit, apakah audit dari internal perusahaan ataupun dari eksternal dengan mengundang pihak ketiga tentunya. Pengaturan dokumentasi ketiga. Secara umum prosedur pandan dokumentasi ketiga meliputi hal-hal sebagai berikut. Yang pertama kita wajib melakukan klasifikasi tingkatan dokumen ketiga. Lalu, pengenalian tiap-tiap tingkatan ketiga yang meliputi penerbitan dan pengesahan dokumen ketiga, format dokumen ketiga, penomoran, ukuran kertas, layout, susunan, jenis dan ukuran huruf itu tertuang semuanya dan harus ada SOP-nya. Ya, makanya kadang tanpa teman-teman sedari di perusahaan kadang ya kita nge-print dengan F4. Sedangkan di perusahaan kita itu standarnya adalah A4. Pasti kita disuruh nge-print ulang, cetak ulang. Kenapa? Karena itu ada ketentuannya bahwa dokumen itu wajib ukurannya adalah A4 bukan F4. Nah, lalu kadang-kadang di perusahaan itu juga ada ya tertuang di dalam aturan dan regulasi yang ada di SOP. Untuk jenis huruf itu misalkan dengan tim news roman ataupun Arial ya. Lalu kita menggunakan tipe-tipe tulisan yang lain. Pasti nanti akan dicoret-coret semua laporan kita ya. Kenapa? Nah, karena si perutusan ini mempunyai standar tersendiri terhadap jenis dokumen ataupun jenis huruf yang digunakan. Tujuannya apa? Agar mempermudah kita dalam proses pendokumentasian tadi. Makanya ukuran huruf juga diatur ya. Kalau misalkan ukuran hurufnya telah ditetapkan 10 berarti harus digunakan 10 apapun jenis form yang diterbitkan nantinya. Nah, seperti itu revisi dan pengesahan dokumen ya. Ini mungkin teman-teman pernah lihat dokumen-dokumen yang ada dian teman-teman sekalian pasti ada nanti di kolomnya tulisannya ref RV ya. Ref itu kadang ada nomornya 001, 002, 003 ya. Itu menandakan dokumen tersebut sudah dilakukan perefisiennya berapa kali. Nah, seperti itu. Lalu ada lagi berhubungan dengan salinan dan penyebaran dokumen, pendistribusian dokumen setelah dibuat itu wajib ada. Penyimpanan dokumen ketiga, pemusnahan dokumen ketiga, stempel pengendalian dokumen ketiga. Jenis dokumen ketiga dan pengelolaannya yang pertama yang tertinggi itu levelnya adalah manual ya, manual sistem manajemen ketiga atau bisa dikatakan dengan manual book ya. turunannya menjadi prosedur ketiga ataupun SOP SOP. Lalu dari SOP turun kembali kepada IKA, instruksi kerja. Dari instruksi kerja nanti ada yang dinamakan dengan dokumen pendukung. Dokumen pendukung itu contohnya seperti apa? Form-form ya. Apakah itu form inspection, form serah terima, form barang keluar, barang masuk dan sebagainya seperti itu. Itu masuk ke dalam dokumen pendukung atau biasanya kalau kita kenal di SOP itu namanya adalah lampiran. Nah, seperti itu. Manual SMK3 merupakan dokumen berisi pedoman dan kebijakan organisasi berkenaan dengan operasi perusahaan yang berdampak kepada pelaksanaan K3. Nah, lalu untuk prosedur K3 dokumen-dokumen yang menjelaskan bagaimana urutan-urutan suatu proses atau kegiatan yang melibatkan beberapa unit kerja di perusahaan. Makanya di perusahaan itu kan banyak SOP ya, SOP produksi, SOP workshop, SOP pergudangan, SOP bahan kimia dan sebagainya. Instruksi kerja ini turunan dari prosedur ketiga. Dokumen yang lebih terperinci mengenai urutan-urutan suatu proses kegiatan perusahaan yang hanya melibatkan satu fungsi atau satu objek tertentu saja. Makanya di tiap ada SOP pasti ada turunannya lagi IKA yang lebih terperinci. Oke, contoh dokumentasi-dokumentasi ketiga yang ada di perusahaan. Yang pertama itu form. Setiap ada form pasti nanti ada pelaporannya. Apakah itu form inspeksi ya, lalu form temuan dan sebagainya. Lalu ada lagi form identifikasi bahaya dan risiko seperti contohnya JSA dan HIRA. Form permit yaitu masuk ke dalam dokumentasi ketiga. Hasil MCU karyawan itu juga masuk ke dalam dokumentasi ketiga dan itu biasanya disimpan oleh HR dan itu sifatnya rahasia. Laporan ketiga ada dimulai dari laporan harian, mingguan, dan bulanan. Absensi toolbox meeting atau safety talk, absensi induction, form serah terima peralatan ketiga, absensi dan m meeting, BA pelatihan, berita acara pelatihan, laporan kecelakaan kerja dan misis dan lain-lain semuanya itu masuk ke dalam contoh-contoh dokumentasi K3. Oke, sampai di sini ada yang mau bertanya sebelum kita akhiri trending pada malam hari ini? Kalau tidak ada yang bertanya, saya tetap menitip pesan kepada teman-teman sekalian dat-nya dikerjakan ya. Jangan ditunda-tunda terus. Nanti kalau sistem kebut semalam nanti hasilnya tidak bagus teman-teman sekalian ya. Nanti akan menyebabkan teman-teman sekalian itu bingung sendiri nantinya ketika melakukan presentasi. Nah, silakan dilakukan pembuatannya diangsur-angsur lebih cepat selesainya lebih baik ya. Nanti takutnya kalau misalkan teman-teman masih ragu itu masih bisa direvisi ya. Tapi kalau teman-teman menumpuk-numpuk dan tetap ee berandai-andai memberikan atau menyerahkan dokumen kepada kami di hari terakhir, nanti tentunya teman-teman tidak ada kesempatan lagi untuk merevisi karena dokumen tersebut langsung diperiksa oleh asesor ya sebelum teman-teman ujian tentunya. Baik, kalau tidak ada pertanyaan saya ucapkan terima kasih untuk atensinya pada malam hari ini. Saya akir dengan wabillahi taufik walhidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, Pak. Terima kasih Pak Hendra untuk pemapar materi hari ini. Terima kasih juga Bu Adila dan Bapak Ibu sekalian untuk training ee kita pada hari kedua ini. Semoga besok ee bisa lebih cepat untuk join dan ee bisa ee membahas ee pertanyaan ataupun yang mungkin akan ee ditanyakan terkait tugas-tugasnya besok. Baik, besok kita lanjutkan kembali. Demikian untuk training pada hari ini. Wabillahi taufik walhidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.