File TXT tidak ditemukan.
Training Ahli K3 Umum & Pengawas K3 Migas BNSP | Day 2 | 16 Desember 2025
rBNusoHKXek • 2025-12-17
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Baik, selamat malam Bapak dan Ibu
sekalian.
Oke, sudah hadir semua ya pada layar
Zoom-nya.
Ee izin kita mulai. Sebelum kita mulai
ee Bapak, Ibu apakah sudah standby di
Zoom-nya? Bisa aktifkan kameranya. Yang
belum kelihatan wajahnya,
izin untuk bisa di ee tampilkan wajahnya
masing-masing
untuk mengecek kesepan dan kehadiran
Bapak Ibu sekalian.
Oke, bagi Bapak Ibu yang belum absensi
nanti bisa isi absensi dulu di linknya
kita berikan di grup WA. Baik, kita
mulai. Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat malam Bapak dan Ibu
sekalian.
Baik, pada malam ini merupakan training
kita di hari kedua untuk skema ahli K3
umum dan pengawas K3 Migas. Ee dan tadi
sudah kami infokan ee bahwasanya untuk
ujian sertifikasi kita itu dari schedule
ke hari Sabtu tanggal 20 Desember. Jadi
masih ada waktu Bapak Ibu untuk ee
mengerjakan tugasnya dengan
sebaik-baiknya.
Ee semoga ee dengan ee tambah waktunya
Bapak Ibu bisa lancar dan bisa sukses
untuk hujannya besok. Amin. Amin ya
rabbal alamin. Dan untuk pengumpulannya
jadi ee ditambah juga satu hari lagi.
Jadi dikumpulkan paling lambat di hari
Jumat ya, Bapak Ibu. Jadi kita
trainingnya sampai hari Kamis dan
Jumatnya kita libur dulu. Ee lalu di
hari Sabtu kita akan ujian
sertifikasinya seperti itu. Ee nanti
untuk teknisnya akan diinfokan di ee
hari terakhir untuk training terkait
penjelasan untuk ujian sertifikasinya.
Oke. Baik, sebelum kita mulai nih untuk
materi pada hari kedua ini, kita seperti
biasa untuk ee ambil sesi dokumentasi
dulu Bapak Ibu ee izin untuk bisa
dinyalakan kameranya Pak
yang belum menyalakan Pak Willy, Pak
Taufik.
Ee silakan untuk bisa dinyalakan dulu
kameranya.
Taufik bisa dinyalakan kameranya, Pak
Taufik.
nya belum ee standby ya fix. Oke, Bapak
Ibu untuk dokumentasinya
seperti biasa untuk ee posya seperti
pertama salam sendikia seperti ini.
Oke, boleh lihat ke kamera. Saya hitung
3 2 1.
Oke, sekali lagi posnya salam kompeten
seperti ini.
Oke, 3 2 1.
Oke, mohon izin Bapak Ibu untuk tetap
bisa nyalakan kamera ya selagi training
berlangsung. Baik, saya ee izin untuk e
teruskan ee dengan Pak Hendra selaku
trainer kita untuk memulai materi pada
malam hari ini. Kepada Pak Hendra
dipersilakan.
Baik, ee terima kasih Bu Sifa atas
sambutannya pada malam ini. Selamat
malam rekan-rekan sekalian.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Oke, baik.
Apa kabarnya? Sehat semua?
Alhamdulillah sehat, Pak.
Alhamdulillah sehat ya.
Bagaimana untuk ditit-nya progresnya
sampai hari yang kedua ini? Masih dibawa
tidur juga
atau sudah diangsur-angsur?
Udah, Bu Dila udah angguk-angguk dia.
Ya, Pak Willy gimana? Udah dikerjain Pak
Willy?
Masih belum, Pak.
Masih dibawa tidur ya. Nyicil nyicil
dikit-dikit.
Nyicil dikit ya. Oke.
Heeh.
Oke, Paki. Ee berhubung kan Mas ee masa
tenggat waktunya bertambah ya.
Heeh.
Jadi hari Jumat ya pukul .00 sore ya Bu
Sifa ya.
Nah.
Iya betul Pak.
Berarti kan masih panjanglah waktunya
ada kesaran 3 hari lagi ya. Tapi
harapannya
di 3 hari sisa waktu Bapak dan Ibu
sekalian ini kami sebagai penyelenggara
berharap itu sudah selesai
itu sebelum 6.00 sore sudah dikumpulkan
kepada kami ya rekan-rekan sekalian
mohon bantuan dan kerja samamanya.
Baik, ee kita mulai training kita pada
malam hari ini, yaitu ini ada materi
khusus untuk teman-teman pengawas K3
Migas ya. Ya, untuk K3 silakan untuk
mengikuti dan juga kalau mau bertanya
dipersilakan juga. Untuk pengawas ketiga
migas juga materinya juga hanya satu
pada malam hari ini. Dua materi lagi itu
khusus untuk teman-teman dari Alket Umum
nantinya. Kalau mau ikut juga enggak
apa-apa seperti biasa ya. Oke. Baik,
kita mulai tring pada malam hari ini
dengan materinya adalah
pemadaman kebakaran dan apar ya
rekan-rekan sekalian ya. Pemadaman
kebakaran dan apar. Oke. Ada yang pernah
menghadapi kebakaran di lokasi kerjanya
atau baru sebatas lihat-lihat di media
sosial, nonton film
apa gimana? Jangan sampai ya ini terjadi
di lokasi kerja kita ya karena resikonya
sangat sangat tinggi. Oke. Resiko masih
ingat apa?
Apa kemarin resiko kemung
kemungkinan ya bahaya adalah sumber
ataupun po potensi. konsekuensi adalah
akibat yang ditimbulkan dari si risiko
dan bahaya tadi ya. Oke, jadi unit
kompetensi untuk teman-teman pengawas
ketiga yang pertama pada malam hari ini
adalah menerapkan taktik dan strategi
pemadaman kebakaran di industrial migas
dengan kode unit terlampir.
Apa itu kebakaran? Kebakaran ialah nyala
api baik kecil maupun besar. pada
tempat, situasi, dan waktu yang tidak
dikehendaki yang bersifat merugikan dan
pada umumnya sulit untuk dikendalikan.
Nah, itu yang dimaksudkan dengan
kebakaran, rekan-rekan sekalian, ya. Dia
mermula dari nyala api ya, dari api
kecil yang tidak dikuasai dalam
pemadamannya, lambat laun
besar ya, yang akan menelan baik itu
properti ataupun manusianya.
Dasar hukum yang mengatur target
kebakaran itu apa? Yang pertama adalah
Undang-Undang Nomor 1 1970
dan yang kedua itu adalah menakar nomor
186 tahun 1999
tentang unit penanggulangan kebakaran di
tempat kerja.
Nah, seperti itu rekan sekalian ya. Jadi
kemenakan nomor 186 ini adalah
landasannya
ya. di mana di dalam
kalau kita lihat ya lebih teliti lagi
pada Kemenakan nomor 186 tahun 1999
tentang un penanggulang kebakaran di
tempat kerja itu dijelaskan ya setiap
perusahaan itu wajib memiliki tim
pemadam kebakarannya. Oke, sebentar akan
saya tampilkan ya untuk Nakar nomor 186
tahun 1999 ini.
Sebentar saya cari dahulu.
Nah.
Oke,
ya. Oke, sudah tampil ya. Jadi ini
adalah
Kepnaker nomor 186
tahun 1999
tentang unit penanggulangan kebakaran di
tempat kerja. Ya, rekan-rekan sekalian.
Inilah adalah landasan yang mengatur
bahwa wajib adanya tim pemadam kebakaran
di lokasi kerja kita. Nah, apa saja tim
yang dimaksud di sini? Nah, itu nanti
bisa teman-teman baca
pada pasal eh pada bab 3 ya, rekan-rekan
sekalian. Tugas dan syarat unit
penenggulan kebakaran itu adalah tugas
dan syaratnya.
Oke, bisa dilihat
petugas peran kebakaran sebagaimana
dimaksud pada pasal 5 huruf A mempunyai
tugas yang pertama mengidentifikasi dan
melaporkan tentang adanya faktor yang
dapat menimbulkan bahaya pada kebakaran.
Yang kedua, memadamkan kebakaran pada
tahap awal. Pada tahap awal ya kebakaran
itu wajib dipadamkan.
Beda. Kalau dia ledakan otomatis itu
nanti pada akhirnya itu akan menjadi
kebakaran dengan tingkat yang besar.
Mengarahkan evakuasi orang dan barang.
Mengadakan koordinasi dengan instansi
terkait. Nah, siapa instansi terkait
yang dimaksud di sini? Adalah tim
DAMKAR.
Selanjutnya mengamalkan lokasi
kebakarannya. Untuk dapat ditunjuk
menjadi petugas peran kebakaran harus
memenuhi syarat yang pertama itu minimal
pendidikannya adalah SLTP
untuk pemadam kebakaran kelas D. Oke.
Apa-apa saja yang terdiri?
Oke, sebentar.
Nah, ini dia. Jadi, pada pasal 5 itu
disebutkan
tim pemadam kebakaran di area kerja atau
di sebuah perusahaan itu disebut dengan
unit penanggulan kebakaran. Sebagaimana
dimaksud pada pasal 3 yang terdiri dari
yang pertama adalah petugas peran
kebakaran. Nah, ini dinamakan dengan
petugas Damkar D.
Selanjutnya regu penanggulangan
kebakaran ini disebut dengan damk C.
Yang C yang ketiga yaitu koordinator.
Koordinator unit penanggulan kebakaran
itu adalah DAMK B. Ahli ketiga spesialis
penanggulangan kebakaran itu disebut
dengan
Damkar A. Level tertinggi di dalam suatu
organisasi tim ataupun unit
penanggulangan kebakaran. Nah, kita
lihat apa-apa aja persyaratannya. Kalau
yang untuk DAMKard disebutkan dia wajib
berpendidikan minimal SMP
ataupun SLTP sederajat ya. Karena di
dalam ee DAMKardia itu dia hanya lebih
fokus untuk pemadaman api awal
rekan-rekan sekalian. Itu berupa dengan
menggunakan media pemadam kebakarannya
adalah apar.
Oke.
Nah, selanjutnya bagi yang DAMK C.
Damkar C itu disebutkan
bahwasanya
minimal pendidikannya itu adalah SMA
dengan usia minimalnya adalah 25 tahun
sampai 45 tahun untuk Damkar C
ya. di sini terlihat jelas.
Oke, jelas ya.
Nah, selanjutnya
untuk DAMKB
pendidikan itu minimal SMA dengan
dinyatakan bekerja pada perusahaan
tersebut sudah selama 5 tahun
telah mengikuti
pelatihan Damkar Damkar
C. Nah, seperti itu. Jadi kalau kita mau
naik level, misalkan kita DAMK D awalnya
untuk naik level C harus mengikuti damar
D terlebih dahulu. Enggak bisa langsung
lompat dari DAMK D ke DAMK car B itu
enggak bisa.
Jadi dia harus step by step naiknya dari
entry level nanti baru naik step by
step-nya. Dan untuk si ahli pemadam
kebakaran minimal pendidikannya itu
adalah D3.
Nah, bekerja pada perusahaan tersebut
sudah
minimal 5 tahun ya.
Dan juga masih sama dia telah mengikuti
pelatihan Damkar D, B, dan D, C, dan B.
Nah, biasanya itu kalau di lembaga
training ya ataupun di kementerian nanti
untuk ujiannya ini untuk mencapai si
ahli ketiga spesialis penanggulangan
kebakaran itu ada nama nanti nama
pelatihannya paket paket damkar dcba
dan itu memakan waktu sampai kalau tidak
salah saya itu 21 sampai 25 hari kerja
itu hampir 1 bulan pokoknya di level
Kemnakar. Untuk ahli tersebut maksimal
waktu yang dibutuhkan itu adalah 1
bulanan. Baik itu ahli ketiga pemadam
kebakaran, ahli ketiga listrik, ya ahli
ketiga pesawat angkat dan pesawat
angkut, ahli ketiga ee pesawat uap
bejana tekan, ahli ketiga pesawat tenaga
produksi, ahli ketiga elevator, ahli
ketiga ee penyelaman dan sebagainya. Ya,
itu banyak banget ya untuk macam-macam
jenis training di Kementerian
Ketenagakerjaan.
Nah, fungsionalnya apa nantinya? itu
adalah sebagai pembuktian bahwa si
perusahaan telah
berkomitmen
untuk melaksanakan program yang ada pada
SMK 3. Ya, seperti itu pada PP nomor 50
tahun 2012. Oke, kita lanjut kembali
kepada materi.
Eh, jelas ya. Yang berhubungan dengan
kep naker terkait unit penanggulangan
di kebakaran di area kerja ataupun di
sebuah perusahaan.
Oke, selanjutnya kita mengenal segitiga
api. Mungkin teman-teman sekalian pernah
mendengar bahasanya fire triangel ya.
Ini ee disebut sebagai segitiga api ya.
Bagi orang-orang praktisi di bidang
ketiga di migas mereka sangat mengenal
yang dinamakan dengan fire triangel.
Segitiga api adalah unsur-unsur
pendukung terbentuknya api atau
terjadinya kebakaran. Pada dasarnya
triangel of fire ini merupakan
teori yang menjelaskan bagaimana api
terbentuk melalui tiga elemen
pendukungnya. Nah, jadi teman-teman
sekalian perseratan api itu bisa hidup
ya atau menyala itu terdiri dari tiga
komponen. Yang pertama adalah
terdapatnya sebuah oksigen,
lalu adanya sumber panasnya.
Yang ketiga terdapat sumber bahan
bakarnya. Apabila ketiga unsur ini
bertemu, maka akan terbentuklah sebuah
api. Ya, seperti itu. Itu makanya
dinamakan dengan segitiga api atau
triangel of fire.
Selanjutnya dengan berkembangnya ilmu
pengetahuan,
belajar dari pengalaman-pengalaman
terkait kebakaran yang terjadi, para
ahli di bidangnya atau praktisi di
bidang kebakaran ini menyarankan
terbentuklah yang dinamakan dengan
bidang empat kebakaran atau bidang empat
api kebakaran dinamakan dengan
tetrahedron of fire. Nah, apa yang
bertambah di sini?
Dari segitiga tadi berubah menjadi
bidang empat kebakaran dengan penambahan
adanya chain reaction ataupun reaksi
rantai kimianya.
Nah, bidang empat kebakaran atau
tetrahedron api adalah model yang
menggambarkan unsur-unsur yang terlibat
dalam terjadinya sebuah kebakaran.
Tetrahedron of Fire merupakan versi
terbaru dari segitiga api Triangel of
Fire tadi. Model ini muncul setelah
adanya seruan untuk memasukkan elemen
keempat ke dalam segitiga api, yaitu
reaksi berantai kimia. Oke.
Nah, ya dari segitiga api tadi kita
mengenal satu persatu dulu ya. Ada yang
dinamakan dengan bahan bakar ataupun
fuel ya sebagai unsur terbentuknya api
tadi. Untuk membentuk nyala api maka
dibutuhkanlah material yang mudah
terbakar. Material ini berperan sebagai
bahan bakar. Ada beberapa jenis bahan
bakar yang bisa menciptakan api. Bahan
mudah terbakar tersebut berasal dari
benda cair, gas, maupun padat. Contoh
bahan bakar pembentuk api adalah sebagai
berikut. Yang pertama ada dinamakan
dengan bahan bakar padat.
Terdiri dari kapas, kertas, kayu, karet,
plastik, dan lain-lain. Yang kedua ada
bahan bakar gas yang terdiri dari LPG,
LNG, karbit.
Bahan bakar cair terdiri dari bensin
ataupun biasa kita kenal dengan apa?
Bahasa kimianya
apa?
Per apa? Ayo, ada yang tahu enggak?
Pernah dengar enggak? Basa kimia dari
bensin?
Apa? Pertalight bukan part itu nama
jualannya ya. Apa? Kalau minyak tanah
itu kero kerosine
ya ataupun kerosin lah bahasanya. Nah,
kalau yang bensin apa namanya?
Oke, ada menjawab di kolom chat.
Hidrokarbon belum tepat. Bensin apa?
Apa kira-kira? Bensin
apa tuh teman-teman sekalian? Ayo, ada
yang tahu?
Oke, nanti coba di googling ya. Ya,
kalau tahu nanti silakan sampaikan di
kolom chat-nya teman-teman sekalian ya.
Oke. Karena dari masing-masing bahasa
kimianya
kalau untuk minyak tanah itu dengan
namanya kerosin ya. Bensin nanti ada
juga namanya silakan dicari ya. Karena
teman-teman sebagai pengawas ketiga
migas ini juga harus mengetahui
bahasa yang berhubungan dengan si
produknya itu bensin, minyak tanah,
solar, aftur, dan sebagainya.
Oke, selanjutnya
kita melihat lagi yaitu oksigen
atau biasa kita kenal dengan rumus
kimianya adalah O2.
Oke, sumber elemen ini berada di udara
di mana atmosfer bumi mengandung sekitar
21% volume oksigen. Dibutuhkan sekitar
15% volume oksigen di udara untuk
mendukung proses pembakaran yang
berbentuk api.
Ya, seperti itu rekan sekalian ya. Jadi
oksigen ini makanya kalau kita lihat
kebakaran
ketika api kebakaran itu mulai padam
terus tiba-tiba datang angin kencang apa
yang terjadi?
Apinya akan menjadi semakin semakin
besar. Nah, itulah penyebabnya kenapa di
dalam teori kebakaran
salah satu metode untuk mematikan api
itu apa? dengan melakukan isolasi
terhadap sumber udaranya. Berarti ketika
kita melakukan isolasi apa yang harus
kita lakukan? Melakukan penuh penutupan
ya. Agar apa? Agar tujuannya si oksigen
ini bisa terli
eliminasi dari segitiga api tadi.
Oke, selanjutnya sumber panas ataupun
heat. Selain bahan bakar dan oksigen,
penyebab kebakaran lainnya adalah suhu
panas. Suhu panas sendiri bisa
didapatkan dari berbagai sumber. Akan
tetapi, sumber panas paling utama adalah
gaya gesek yang disalatkan oleh dua
banda dalam waktu yang lama. Beberapa
sumber panas yang bisa menghasilkan api
adalah sebagai berikut. Permukaan yang
panas.
Ya, apa contohnya permukaan yang panas?
Apa permukaan yang panas? Apa contohnya
di lokasi kerja
apa contohnya?
Boy boiler. Nah, apalagi yang lain?
Permukan panas.
Ada lagi yang mengetahui contoh
permukaan panas lainnya?
Apa kira-kira?
Ada yang tahu
apa? Pipa pipa uap ya rekan sekalian.
Pipa uap yang ada pada sektoral area
produksi itu masuk dalam kategori
permukaan yang panas. Oke nanti silakan
dicari kembali ya apa-apa saja jenis
permukaan panas yang ada di lokasi
kerja. Selanjutnya gesekan logam. Nah,
gesekan logam ini apa contohnya?
Apa contohnya gesekan logam?
Apa terk sekalian contohnya yang lain?
Apa contoh gesekan logam yang kita
ketahui bisa menjadi sumber panas?
Apa?
Ada yang tahu?
Contohnya apa? Seperti sistem pengereman
pada kendaraan ya. piringan,
piringan cakram pada apakah itu mobil,
motor, dan bertemu dengan kampas rem itu
kan yang dinamakan dengan
gesekan logam ya. Besok teman-teman coba
bawa motor ya. Setelah lebih kurang
berjalan 15 menit pasti rasakanlah
peringan cakram motor teman-teman
seperti apa, menimbulkan panas atau
tidak. Ya, itu salah satu contoh dari
gesekan gesekan logam ya.
Lalu apalagi? Gas bertekanan. Nah, gas
bertekanan apa contohnya? Ayo, ini lebih
mudah dan sering kita temui. Apa contoh
dari gas bertekanan?
Oh, contohnya
LPG, Pak. Nah, gas LPG. Betul sekali,
Mas Ribi. Yang lain apalagi contohnya?
Gas bertekanan
Marila. Apa contohnya?
Gas bertekanan ya. yang punya kendaraan,
yang bekerja di era produksi, yang
bekerja di manufaktur, migas dan
sebagainya sering juga bertemu di gas
bat tekanan. Apa contohnya lagi? Tadi
sudah disampaikan oleh Mas Ribi itu
contohnya adalah gas tabung ataupun
tabung gas LPG. Nah, yang lainnya apa?
Ayo, coba jalankan
logikanya,
nalarnya.
Apa contohnya?
yang kalau ban motor kita bocor gimana?
Dipa dengan apa?
Nitro.
Nitrogen. Oke. Nitrogen itu apa? Dari
mana hasilnya?
Kom
kom apa?
Kompresor.
Kompresor ya. kompresor itu masuk ke
dalam jenis gas berte bertekanan ya.
Kalau enggak ada tekanan gimana dia
mengeluarkan mengeluarkan udaranya ya
seperti itu. Selanjutnya energi listrik.
Energi listrik ini banyak sumbernya
seperti PLTA
bangkit listrik tenaga air.
Ada lagi contohnya pemikir listrik
tenaga uap. pemak listrik tenaga
ee angin, pemakil listrik tenaga nuklir,
ya. Dan energi listrik ini nanti akan
disalurkanlah ke jaringan-jaringan yang
ada seperti sutet ya, melalui gardu
gardu induk ya sekalian. Lalu
selanjutnya sumber panas lainnya adalah
petir, sinar matahari dan yang lainnya.
Oke, kita lihat lagi ada lagi yang
dinamakan dengan klasifikasi kebakaran
ya. Klasifikasi bakaran itu
dipertimbangkan berdasarkan penggolongan
kebakaran berdasarkan jenis bahan bakar
yang terbakar. Itu yang pertama. Yang
kedua, agar dapat memilih dengan cepat
dan tepat media pemadam yang akan
dipakai untuk pemadaman ke kebakaran.
Lalu ada lagi Permanek Trans nomor 4
tahun 1980
terbagi menjadi empat bidang jenis
kebakaran yang ada. Dinamakan dengan
kelas A, kelas B, kelas C, dan kelas D.
Nah, kelas A
kebakaran dengan bahan bakar atau
pemicunya itu berasal dari benda padat
bukan logam.
Contohnya apa? tisu, kertas, plastik,
kayu, daun,
apalagi
benda padat non logam. Apalagi
contohnya?
Ayo. Banyak banget contohnya.
Apa? Kain. Ayo, Teman-teman sekalian,
ya. Ayo berbicara. Jangan ee kalau tahu
jawabannya jangan malas untuk berbicara,
ya, Teman-teman sekalian, ya. ya. Karena
nanti di saat teman-teman sekalian ujian
juga nanti ada sesi tanya jawabnya juga
ya. Diusahakan untuk lebih aktif lagi di
dalam training ini ya. Selanjutnya kelas
B kebakaran bahan bakar cair dan gas ya.
Contohnya dari apa? bensin tadi, kerosin
ataupun minyak tanah, LPG, LNG, dan yang
lain-lain. Kelas C, kebakaran yang
sumbernya itu dari kelistrikan atau
elektrikal ataupun barang-barang
elektronik lainnya seperti contohnya
motor listrik, peralatan listrik, ya,
panel dan yang lainnya. Kelas D,
kebakaran logam. ya. Contohnya dari
sumbernya seperti aluminium, magnesium,
mangan, dan sebagainya. Oke, selanjutnya
klasifikasi kebakaran itu ada juga
berdasarkan dari organisasi NFPA.
Apa itu NFPA?
NFPA itu merupakan singkatan dari
National Fire Protection Association.
Ya, organisasi ini berasal dari Boston,
Amerika Serikat ya. Jadi semua hampir
semua sektoral perusahaan industrial
migas mereka menggunakan standar
internasional dari NFPA ini.
Standar ini mencakup ya di dalamnya itu
terdapat panduan teknis ya termasuk kode
listrik dan kondisi ataupun ee
simbol-simbol berbahaya dari kebakaran.
Nah, ini adalah standar internasional
untuk kebakaran. Dan untuk standar
nasional kita itu ataupun bahan acuannya
berasal dari Permanake Trans nomor 4
tahun 1980
tentang klasifikasi kebakaran yang ada.
Nah, yang membedakannya antara si
Permenaketran dengan NFPA ini apa? Pada
pemenak transklasi kebakaran itu hanya
ada empat, yaitu kelas A, B,
C, dan D.
Pada NFPA standar internasional,
klasifikasi kebakaran itu terbagi
menjadi enam. Ada kelas A, kelas B,
kelas C, kelas D, kelas E, dan kelas K.
Seperti itu, rekan sekalian, ya. Nah,
pada kelas E tambahannya itu apa?
Kebakaran yang sumber bahan bahannya itu
berasal dari bahan radioaktif
seperti uranium ataupun ya bisa disebut
itu sebagai nuklir ya, karena uranium
itu merupakan bahan baku dari nuklir
tadi.
Selanjutnya kelas K. kebakaran pada
peralatan masak yang melibatkan minyak
sayur ataupun minyak hewan. Nah, ini
biasanya jenis kebakaran yang terjadi
pada ruang-ruang dapur restoran
ya. Nanti media pemadam kebakarannya
juga berbeda tentunya. Oke. Oke. Kita
lihat lagi sesuai dengan judul unit
kompetensi pengawas ketiga MEGAS,
teknik
pemadaman kebakaran ya ataupun strategi
pemadaman kebakaran di industrial migas
itu terbagi menjadi empat.
Yang pertama ada starfashion,
cooling, smart hering, dan vision of
chain reaction.
Reaksi pada Triangel of Fire bisa
dihentikan dengan cara menghilangkan
salah satu unsur dari pembentuk api
tadi. Apa-apa aja unsur pembentuk api
tadi di dalam segitiga api? Ada apa-apa
saja? Oksigen.
Terus apa lagi?
Bahan bakar.
Bahan bakar. Satu lagi apa?
Sumber
panas.
Sumber panas ya.
Nah, apabila kita dari salah satu unsur
tadi, maka di bisa dipastikan api itu
akan padam. Nah, apa metode yang bisa
kita gunakan? Ya, empat metode ini.
Starvation, cooling, smiring, inhibition
of chain reaction.
Oke, ini dia.
Ini adalah sebagai ilustrasinya. Yang
pertama kita menurunkan temperatur
dari
api
ya. Bagaimana cara menurunkannya dengan
kita menggunakan hidran apabila kategori
apinya itu membesar. Selanjutnya kita
menghilangkan sumber
bahan bakarnya
ya. Kita remove of fuel.
Selanjutnya
kita melakukan isolasi terhadap oksigen
ya. Kita hilangkan oksigen dari api
tadi.
Ee bisa dilihat contohnya apabila kita
ee melakukan
simulasi kebakaran dengan membakar bahan
bakar padat ya ataupun jenis lainnya
minyak dan sebagainya di dalam sebuah
drum. Lalu kita tutup drum itu, maka
bisa dipastikan api itu akan padam.
Kenapa bisa padam? Karena salah satu
unsur dari segitiga api oksigen itu
menjadi hilang.
Ya, seperti itu. Selanjutnya, invasion
of chent. Ini metode pemadam kebakaran
dengan menggunakan alat bantu seperti
apar.
Nah, seperti itu. Oke,
kita lihat yang pertama itu starfashion.
Starfion yaitu menghilangkan bahan bahan
bakarnya.
Bisa dilihat pada gambar di samping pada
segitiga api
ya. Pada segitiga api ini apa yang
hilang?
bahan
bahan bak
bahan bakar
bahan bakar Pak
ya bahan bakar ya nah ketika bahan bakar
hilang maka bisa dipastikan api itu akan
padam nah starvation adalah teknik
pemadaman dengan cara mengambil atau
mengurangi konsentrasi dari bahan bakar
yang terbakar sampai batas bisa terbakar
bawahnya ataupun padam misalnya ada
kebakaran pipa gas maka dengan menutup
valep dari aliran gas tersebut akan
menurunkan kadar uap bahan bakar
sehingga api akan padam. Ya, percaya
enggak? Misal terjadi kebakaran di
industrial migas, kita tutup jalur
pipanya, valpnya kita tutup
yang menyebabkan alir aliran bahan bakar
itu menjadi terputus. Ketika aliran
bahan bakar terputus, lambat laun api
itu akan mulai meredup karena hilangnya
tadi ini sumber bahan bakarnya.
Oke, itu dinamakan apabila kita
menghilangkan sumber bahan bakar
dinamakan metodenya adalah star fashion
ya. Nanti kalau ditanya masesor coba
sebutkan ee teknik pemadam kebakaran ya
yang empat tadi sebutkan. Yang pertama
itu ada starfation menghilangkan sumber
bahan bakarnya.
Selanjutnya ada lagi smart hairing
menghilangkan ok oksigen ya bisa dilihat
pada gambar teknik pemadam kebakaran
memadamkan api dengan cara menggunakan
karung goni
atau karung goni yang basah
ataupun kalau di rumah simpelnya apabila
terjadi kebocoran LPG
bisa kita gunakan handuk yang basah
ataupun baju kita kita basah atau kita
rendam dengan air lalu taruh pada
LPG tadi, maka bisa dipastikan api itu
tidak akan menjalar sama sekali, ya.
Nah, ini adalah metode salah satu metode
dari teknik pemadaman api dengan
menghilangkan kadar oksigennya. Teknik
pemadaman yang cara membatasi kontak
antara udara dengan bahan bakar yang
terbakar hingga api akan padam. Misalnya
memadam bakaran minyak dengan dry
chemical.
Selanjutnya ada metode pendinginan atau
biasa kita kenal dengan cooling. Nah,
cooling apa yang kita hilangkan di sini?
Sumber hawa panasnya
ya. Menghilangkan sumber hawa panas
didamakan dengan kuling. Kuling adalah
teknik pemadaman dengan cara mengambil
jumlah panas dari bahan bakar yang
terbakar sampai di bawah titik nyalanya
atau flash point.
Misalnya teknik pemadaman dengan cara
menyemprotkan air pada kebakaran kelas
A, media padat bukan logam.
Oke,
selanjutnya teknik pemadaman kebakaran
selanjutnya ada dinamakan dengan
dilution. Dusion adalah
oke ini kelewat sepertinya ya. Oh ya,
dilusion ini masuk ke dalam chain of re
inhibition of chain reaction. Memutus
mata rantai kimia dari kebakaran itu
dengan cara dilusion namanya. Yaitu
teknik pemadaman dengan cara melakukan
pengencaran oksigen pada daerah yang
terbakar. misalnya melakukan pemadaman
kebakaran dengan menggunakan CO CO2
ya pada daerah terbakar hingga api akan
padam. Nah, kalau menggunakan CO2
berarti kita menggunakan media apar
kelas C
ya. Kelas C tadi apa yang berhubungan
dengan elektrikal?
Ya, ingat ya
ee kebakaran itu kelas kebakaran itu
terbagi menjadi empat. Ada kelas A,
benda padat non logam, kelas B
berhubungan dengan minyak dan gas ya,
media pemadamnya ee apa sumber ke bahan
bakarnya.
Kelas C kebakaran yang berhubungan
dengan sumber kelistrikan.
Kelas D, media kebakaran yang berbuang
dengan
logam.
benda paddat berbentuk logam. Ya, terima
kasih jawabannya Bu Azah. Selanjutnya
metode pemadam kebakaran selanjutnya di
dengan menggunakan ventilasi.
Di dalam pemadaman terkadang diperlukan
ventilasi. Hal ini tujuannya untuk apa?
Untuk mengeluarkan asap dan gas yang
panas dari lokasi kebakaran dalam
ruangan yang terbakar. Yang kedua,
memberikan luas pandangan yang lebih
jauh bagi petugas pemadam kebakarannya.
Seperti yang saya sampaikan di hari
pertama, di dalam kebakarannya itu yang
paling berbahaya itu adalah asapnya, ya.
Yang selanjutnya mencegah terjadi yang
banyak korban karena si asap tadi.
Karena asap itu sudah terjadi rantai
reaksi kimia, salah satunya CO2.
Ya, selanjutnya ventilasi dapat
dilakukan dengan cara memberikan bukaan
pada bangunan yang terbakar
dengan ventilasi secara paksa tadi ya.
Contohnya ventilasi secara paksa itu apa
maksudnya? Dengan menggunakan blow
blower ya rekan-rekan sekalian.
Oke, sampai di sini ada yang bertanya
sebelum kita masuk ke dalam unit
kompetensi yang kedua untuk teman-teman
pengawas ketiga ada yang mau bertanya?
Apa, Pak? Contoh salah satu contoh
pertanyaan ujian dari pengawas ketiga
Migas. Ya, saya bisa
mungkin ya saya bisa pastikan itu salah
satu pertanyaannya adalah coba sebutkan
teknik pemadaman api. Nah, yang tadi ya
star,
smart hairing, cooling, danhibation of
chain reaction. Oke, itu salah satu
contohnya.
Selanjutnya kita beralih kepada materi
ataupun unit kompetensi yang terakhir
untuk pengawas ketiga Minggas pada malam
hari ini, yaitu menerapkan penempatan
dan penyebaran alat pemadam api ringan
di tempat kerja pada industrial migas.
Ada yang pernah menggunakan APAR di
sini?
Belum pernah, ya? Ngelihat-ngelihat?
Udah ya.
Oke.
Pengertian dari alat pemadam api ringan
ataupun biasa kita kenal dengan apar.
Permenak trans ya. Jadi seapar ini
diatur di dalam Permenaker nomor 4 tahun
1980.
Syarat-syarat pemasangan dan
pemeliharaan
apar.
alat yang ringan serta mudah dilayani
oleh satu orang untuk memeramkan api
pada mula terjadinya ke kebakaran.
NFPA
yang tadi National Fire Protection
Association
menjelaskan APAR itu adalah peralatan
yang ringan yang berisi tepung,
cairan atau gas yang dapat disemprotkan
bertekanan untuk tujuan pemadaman
kebakaran. awal ya. Kalau api sudah
besar itu jangan gunain lapar. Rugi
teman-teman sekalian ya dan enggak
efektif sama sekali.
Keterbatasan alat pemadam api ringan
kapasitasnya terbatas. Beratnya 0,5
kg sampai 16 kg.
Jarak semprotnya juga terbatas. Daya
jangkauan semprotan apar itu hanya 2
sampai 3 m saja. Lama semprotnya
terbatas juga antara 20 sampai 30 detik
ya. Itu sudah paling lama.
Efektivitas ya dari sebuah apar itu apa?
Yang pertama kelas kebakaran yang mampu
dipadamkan oleh apar itu ada empat.
Kelas A, B, C, dan D.
Apar disebarkan secara merata dan siap
pakai. Kebakaran ditemukan masih kecil
untuk dipadamkan dengan apar. Kebakaran
ditemukan oleh orang yang siap, mampu,
dan mau menggunakan
apar tentunya.
Oke, selanjutnya klasifikasi media
pemadam kebakaran
terbagi menjadi tiga. Yang pertama ada
padat, ya. Apabila kita akan memadamkan
media kebakaran padat
itu kita semua bisa menggunakan pasir
dan tanah. Lalu ada lagi dry chemical
dry powder ini apabila kita menggunakan
media pemadamnya berbentuk padat. Kalau
kita menggunakan media pemadam
kebakarannya jenisnya cair itu kita bisa
menggunakan air dan busa ataupun
biasanya kita kenal dengan form.
Selanjutnya gas.
Apabila media media pemadam kebakaran
kita menggunakan gas, berarti kita bisa
menggunakan seperti contohnya adalah CO2
dan halon.
Bagian-bagian AP ya. APAR itu mungkin
teman-teman sekalian ya, bagi yang sudah
pernah melakukan inspeksi APAR, mungkin
ini bukan hal yang baru lagi ya,
istilahnya sudah enggak awam lagilah.
Tapi bagi yang belum pernah sama sekali
melakukan inspeksi APAR, nah ini akan
saya bantu
menjelaskan ya anatomi dari APAR itu
sendiri seperti apa. Yang pertama AP itu
terdapat safety pin ya.
Ini dia ada safety pin namanya. Safy pin
itu nanti ketika akan kita gunakan kita
cabut.
Itu yang pertama.
Lalu APAR itu terdapat handle.
Nah, ini dia.
Inilah fungsi handle ini untuk nanti
kita tekan dan si apar itu akan
menyemprotkan
jenis medianya.
Lalu ada lagi pressure g ataupun
tekanan ya, pengukur tekanannya.
Apabila tekanannya sudah berkurang, maka
dia akan keluar dari garis hijaunya ke
arah kiri.
Ya, berarti itu menandakan si apar ini
sudah berkurang tekanannya ataupun kalau
bis kalau dikunduk ataupun ketika
digunakan dia tidak efektif.
Lalu ada lagi host ataupun biasanya kita
kenal dengan selang. Lalu ada lagi
tabung dan ada lagi label. Label ini
maksudnya menjelaskan apar itu jenisnya
apa.
Itu yang pertama. Nah, yang kedua di
dalam label itu biasanya kita diberitahu
cara penggunaannya.
Nah, seperti itu. Ini salah satu contoh
dari apar dry chemical. Lalu ada lagi
apar CO2 ya. Kalau apar dry chemical
ataupun drypder bentuknya gendut ya,
tabungnya bulat sedikit membesar. Kalau
apar CO2 tabungnya tinggi dan langsing.
Ya, apa membedakannya lagi? Selain itu
pada APAR CO2 dia tidak ada pressure
gage-nya ya, enggak ada pengukur
tekanannya
ya. Dan untuk host-nya, host-nya itu
menggunakan corong yang besar ya. Jadi
corongnya itu seperti ini, seperti
istilahnya
elipse ya. Dikatakan elips 100% juga
tidak.
Nah, seperti itu rekan sekalian ya.
Lebih kayak oval, lebih tepat ya. Ya.
Nah, selanjutnya tipe konstruksi dari
sebuah apar.
Nah, apar itu terbagi menjadi dua
berdasarkan tipe konstruksinya. Nah,
yang pertama ada storage presser. Nah,
ini ini dia ya. Lalu ada lagi apar
berbentuk catrid
ya. Nah, itu biasanya apar jenisnya CO2.
Apa maksud dari apar storage atau
pressure? Apar itu
nanti isinya enggak full ya, di dalamnya
terdapat gas ya yang fungsinya nanti
untuk membantu medianya ini ditekan
keluar melewati nozelnya.
Sama kayak kita punya ee Mencis ya.
Mencis itu apa ya bahasanya kalau di
Jawa ya. Kalau di Sumatera namanya
Mencis ya. apar yang ee mohon maaf korek
api yang kita beli di Alfamar atau
Indomart untuk ngerokok
ya. Bagi merokok otomatis tahu ya. Nah
ee kalau teman-teman perhatikan di dalam
ee di dalam korek api tersebut pasti dia
isinya enggak full
ya. Pasti dia enggak full ya. Pasti
kalau kita lihat isinya kan ada tuh
korek api yang transparan itu bisa kita
lihat berbeda ketinggiannya cairan yang
ada di dalamnya. Nah, kenapa? Karena dia
terdapat gas yang dikempa di dalamnya
yang berfungsi nantinya untuk membantu
mendorong si cairan ataupun
bahan yang ada di dalamnya itu keluar
dari tabung.
Ya, seperti itu pula fungsinya pada apar
tipe storage presser. Kalau apar CO2,
AP bentuknya
cairan di dalamnya itu nanti dia
terdapat tabung
kecil seperti ini. Kalau bisa dikatakan
ini kompresor mininya ya, kompresor mini
tanpa mesin lah istilahnya. Nah, nanti
si APR CO2 ini ketika digunakan
gas yang terdapat pada
tabung ini dia akan keluar dan membantu
si cairan CO2 itu keluar dan
menyempurkan ke media pemadam
kebakarannya
ataupun ke sumber apinya. Nah, seperti
itu. Itu yang membedakannya. Oke, kita
lihat. Nah, seperti ini. Nah, kalau
misalkan nanti di lokasi kerja
teman-teman sekalian ada apar yang sudah
tidak layak. tidak ada layaknya. Ini
bisa dari kita lihat dalam bentuk
fisiknya mungkin telah berkarat
ya ataupun istilahnya
tekanannya udah berkurang dan sebagainya
lah. Nah, nanti bisa teman-teman lakukan
belah dua lapar tersebut ya seperti pada
gambar ini nanti akan terlihat
teman-teman ya.
Kalau apart storage pressure, apart ini
bahan pemadamnya didorong keluar oleh
gas bertekanan yang dikempakkan bersama
bahan pemadamnya di dalam tabung. Gas
yang dikempakkan ke dalam tabung ataupun
gas nitrogen apar ini dilengkapi dengan
petunjuk tekanan.
Ini dia ya terlihat ya dia ada
storage pressure-nya atau pressure
gs-nya ya. ini dinamakan dengan storage
pressure.
Lalu apar CO2
catrid ya dia memiliki catrit ini dia
tabung kecil ya yang akan membantu
si media CO2 tadi itu keluar ya dia akan
didasak keluar oleh udara yang
dihasilkan oleh kat yang ada di dalam
ini nantinya apa TB ini bahan pemadamnya
didorong keluar oleh gas bertekanan yang
keluar dari catri yang dipasang di dalam
tabung gas gas yang diumpakkan ke dalam
kat itu nanti akan membantu gas
CO2 keluar untuk membantu kita dalam
memadamkan kebakaran.
Oke, selanjutnya kita mengenal
jenis-jenis apar. Yang pertama
jenis basah ada tipe apar weather dan
form.
Ya,
secara logika
partti weather itu sangat
merugikan ya. Kenapa merugikan
ya? Itu istilahnya pemborosan budgeting
ya. Ngapain kita gunakan apar yang
isinya air rekan-rekan sekalian? Ya,
secara logika itu pemburosan namanya ya.
Kalau kita menggunakan apar ee media
pemadamnya adalah air ya, kita bisa
gunakan dari kran ya.
karena air lebih mudah untuk didapatkan.
Jadi enggak perlu ketika kita melakukan
pengadaan apar kita
request apart jenis weather ataupun air
enggak guna ya. Selanjutnya apart tipe
busa ataupun form. Nah, ini contohnya.
Oke. Jenis kering APAR itu terdapat
jenisnya powder
CO2.
Halon Clean Agen ya, F1
M200 ya. Ini yang sekolah-sekolah
besarnya.
Oke,
ini adalah ee pembagian apar tipe
construction, TP konstruksinya, jenis
media pemadam dalam APAR,
efektivitas APAR, dan rating APAR.
Nah, ini dia ya.
Oke, bisa dilihat bersama sama tipe
konstruksi apar itu terbagi menjadi gas
catridge dan storage pressure ya. Lalu
ada lagi jenis kalau berdasarkan jenis
media pemadam dalam apar
dia terbagi menjadi apart weather, pom,
dry chemical, dry powder, CO2 dan halon.
untuk alon sampai saat ini penggunaannya
itu telah dilarang ya per tahun 1990-an
itu sudah dilarang alon itu. Kenapa?
Karena halon ketika disempurkan dia
ketika menyatu dengan udara akan
membentuk toksik ataupun gas beracun ya
yang tidak baik apabila terhirup oleh
manusia. Makanya halon itu sudah tidak
diperbolehkan penggunaannya untuk media
pemadap kebakaran.
Efektivitas APAR itu terbagi menjadi
kelas A, B, C, D, E, dan K. Ya, kalau
kelas A utamanya itu adalah air.
Alternatifnya kita bisa menggunakan form
CO2, dry chemical, dan halon. Kelas B,
media paling utamanya itu adalah form
ataupun busa. Alternatifnya bisa
menggunakan dry chemical, CO2, dan
halon. Kelas C paling utama itu adalah
CO2 dan halon. Alternatifnya dremikal,
tapi tidak disarankan karena akan
meninggalkan residu ya yang akan
menyebabkan peralatan elektrikal itu
menjadi rusak dan berkarat.
Kelas D
yang paling utama itu adalah dry powder.
Alternatifnya bisa pasir halus dan
kering. Kelas E belum diketahui secara
spesifik. Nah, maksudnya di sini belum
diketahui itu belum tahu ya paling
efektif media yang digunakan itu apa.
Nah, berarti semua media bisa digunakan
untuk klasifikasi kebakkaran kelas E,
yaitu kelas E apa tadi?
Radioaktif
ya.
Pasca
yang paling utama adalah media pemadam
kebakaran. Untuk kebakaran kelas K
ataupun yang ada terdapat pada
dapur-dapur restoran, kita bisa
menggunakan APAR yang isinya wet
chemical form ataupun CO2.
Nah, selanjutnya kita mengenal lagi
jenis media pemadam kebakaran dan
aplikasinya.
kelas A bahan padat seperti kayu ya.
Nah, sebelum kita lanjut kita harus
lihat terlebih dahulu rekan-rekan
sekalian
ya. APAR itu kalau kita lihat ya pada
tabel ataupun kolom ini dia kan ada ini
nih kodenya tiga ceklis
silang dua
ceklis dua dengan bintang dan
sebagainya. Nah, keterangannya ada di
bawahnya. Kalau ceklisnya tiga, dia
sangat efektif.
Ceklistnya dua dapat digunakan.
Ceklisnya satu kurang tepat
atau tidak dianjurkan.
Kalau dia disertai bintang itu tidak
efisien.
Kalau bintangnya satu. Kalau bintangnya
dua dia bersifat kotor ataupun korosif.
Berkarat ya menimbulkan karat. Kalau
silangnya tiga dia berbahaya, silangnya
dua dapat merusak, silangnya satu tidak
tepat. Nah, kita lihat untuk kelas A
bahan padat seperti kayu, bahan beraga
atau penting. Apabila kita menggunakan
air pada bahan padat seperti kayu, dia
ceklisnya tiga. Sangat efektif. Tapi
bagaimana apabila air kita gunakan pada
bahan bergato atau penting dia silangnya
dua artiannya dia
merusak.
Nah, seperti itu. Lalu untuk selanjutnya
busa apabila kita gunakan pada bahan
padat seperti kayu dia cek satu kurang
tepat ya atau tidak dianjurkan tapi dia
bisa digunakan tapi tidak dianjurkan
penggunaannya. Kenapa? kena pemborosan.
Nah, itu yang pertama. Apabila kita
gunakan pada bahan beraga atau penting,
dia kembali silang dua
ya. Merusak nanti hasilnya setelah
dipadamkan.
Nah, selanjutnya
kalau kita menggunakan tipe kering,
media pemadam kebakarannya.
Untuk bahan padat seperti kayu, powder
itu dia ceklis dua dapat digunakan
clean agen ya yang seperti CO2 itu dia
ceklist 3 bintang 1 sangat efektif tapi
tidak efisien karena dia pemburosan
jatuhnya. AP CO2 itu harganya mahal.
Apabila kita sempurkan pada bahan bakar
padat seperti kayu, tisu dan sebagainya
itu itu rugi jatuhnya ya. Bisa digunakan
sangat efektif tapi tidak efisien. Nah,
seperti itu. Bahan berharga atau penting
apart CO2 dia ceklis 3 sangat efektif.
Nah, seperti itu ya cara membaca
tabelnya rekan-rekan sekalian.
Oke, kita lanjut. Selanjutnya ada lagi
apar jenis form.
Apar jenis form. Prinsip kerjanya
mengisolasi sumber kebakaran,
mendinginkan api, dan menghambat
rantai reaksi kimianya.
Keuntungannya
bila terkena form bahan bakar tidak akan
menyala kembali
ya berarti dia akan padam karena sifat
dari form itu adalah mendinginkan. Kalau
mendinginkan tadi teknik pemadamnya apa
dinamakan? Apa tadi?
Ku
kuling
kuling ya.
Selanjutnya jenis pemadam api busa yang
sangat efektif digunakan untuk kebakaran
kelas kelas B. Kebakaran kelas B apa
tadi?
Apa kebakaran kelas B?
Ayo barusan loh belum dibawa tidur ini
materi.
Bahan bakar cair dan gas.
Oke. Bahan bakar cair dan gas ya. baru
ya. Jangan sampai kelupaan ya. Kalau
sudah dibawa tidur kelupaan ya wajarlah.
Oke, selanjutnya kekurangannya apa?
Tidak boleh digunakan untuk kebakaran
kelas C. Kenapa enggak boleh?
Jenis form tidak boleh digunakan pada
kebakaran kelas C. Kebakaran kelas C
apa?
Listrik, Pak.
Listrik. Kenapa dia enggak boleh kita
gunakan TV form?
Memicu kerusakan.
Memicu kerusakan karena form itu dia
mengandung air ya.
Bagaimana kalau air bertemu dengan
elektrikal?
Apa yang terjadi? Silakan dicoba nanti
ya.
Oke,
paham ya?
Jadi boleh nih teman-teman sekalian kita
melihat ada kebakaran ya dia
kebakarannya dari costleting.
Lalu kita karena panik ya ternyata kita
lihat apar ya tanpa kita lihat dulu ya
karena kita tergesa-gesa dan panik kita
langsung aja nyemprotkannya. Ternyata
apa yang kita sempurkan itu adalah
apart form pada kebakaran elektrikal ya.
Bukannya padam nanti malah jadi makin
makin besar dia ya karena sifatnya
pengantar listrik tadi dia mengandung
air ya.
Apa jenis powder menurut kebakaran klas
kebakaran yang dipadamkan powder dibagi
menjadi tiga. Nah ini jangan salah salah
teman-teman sekalian. Apart tipe powder
ini kalau di perusahaan itu adalah apar
favorit
ya. Hampir semua perusahaan pasti
memiliki apart powder dari segi harga
murah, mudah didapatkan ya dan juga
cukup efektif ya. Dia bisa digunakan
hampir di semua tipe. Tapi ya balik tadi
dia bisa digunakan tapi belum tentu dia
efektif. Nah, seperti itu
apartip powder itu terbagi menjadi tiga.
Yang pertama dinamakan dengan tepung
kimia reguler. Tepung kimia yang efektif
untuk memadamkan kebakaran kelas B dan
C.
Ya, tepung kemia regular berarti bisa
memadamkan
apar ee kebakaran kelas B oil and gas
dan juga tipe C elektrikal.
Lalu ada lagi tepung kimia multipurpose
adalah tepung kimia yang efektif untuk
memedamkan kebakaran kelas A, B, dan C.
Bahan ee bahan bakar padat non logam
kelas A. Oil and gas tipe B. Tipe C-nya
itu elek elektrikal.
Selanjutnya
tepung kimia spesial dry.
Powder adalah tepung kimia yang efektif
untuk memadamkan kebakaran khusus kelas
kelas D. Kelas D apa tadi?
Logam.
Bahan padat berbentuk logam.
Ya. Oke. Nah, timbul pertanyaan. Terus
bagaimana Pak kita tahu apart powder itu
apakah dia tepung kimia regular
multipurpose atau special dry powder
Pak? Bagaimana kita mengetahuinya,
Teman-teman? Jangan malas membaca nanti
ya. Ya, dia semua kode-kodenya ada pada
keterangan APAR ini ya. Nanti bisa
dilihat nanti dia akan tertulis dia
masuk TP folder yang mana. Nah, di sini
ada keterangannya nanti ya di label ini.
Besok kalau sempat teman-teman ke
lapangan ataupun di kantor kalau ada
APAR ya silakan dicek TP-nya yang mana.
Oke, seperti itu.
Prinsip kerja aperder itu seperti apa?
Api diselimuti oleh serbuk kimia.
sehingga menghalangi hubungan O2 dengan
benda yang terbakar sekelus menghambat
reaksi kimianya.
Keuntungannya
efektif untuk pemadaman di dalam atau di
luar ruangan.
Tidak mengantar arus listrik efektif
untuk kebakaran kelas A, B, dan C.
Kekurangannya
apar powder ini apabila dia meninggalkan
residu tepung-tepung tadi ya dan itu
bersifat lengket
ya. Silakan nanti kalau ada kesempatan
melakukan simulasi drill di
perusahaannya menggunakan apart powder
itu bisa dilihat nanti tepung powdernya
itu
bikin lengket ketika dipegang ya.
Selanjutnya
bisa menimbulkan karat bila terkena
peralatan elektronik. Ya, dia bisa
membkan kebakaran tipe elektrikal
ketika api padam, barangnya rusak
ya. Karena dia yang sifatnya tadi
meninggalkan residu
ya, yang menyebabkan peralatan
elektrikal itu menjadi berkarat-karat
nantinya.
Apar jenis CO2
prinsip kerjanya mendorong oksigen
sampai batas minimal dan mendinginkan
area kebakaran.
Jadi ini masuk juga dalam kategori
cooling tadi. Keuntungannya mudah
menyebar ke seluruh areal kebakaran ya
karena sifat yang menyatu dengan udara
tadi. Tidak menghantarkan listrik,
tidak meninggalkan residu.
Efektif untuk kebakaran kelas B dan C.
Kekurangannya
apart CO2 ini tabungnya berat
ya daripada apar tipe powder.
Sulit bergerak dan tidak efektif di
ruang terbuka. Kenapa dia tidak efektif
di ruang terbuka? Karena ketika
disemprotkan dia menghasilkan CO CO2.
CO2 itu menyatu dengan udara ya.
Sebenarnya apart ini dilema ya kita
menggunakannya. Kenapa saya katakan
dilema?
Ketika digunakan di ruangan terbuka dia
menjadi tidak efektif karena dia cepat
menyatu dengan udara karena massa
jenisnya yang ringan tadi. Selanjutnya
kalau kita gunakan di dalam ruangan, nah
kalau ruangan yang ada ventilasi
terlebih, enggak ada ventilasi, maka dia
akan bisa menimbulkan nanti toksikitas,
ya ataupun akan memicu nantinya menyatu
di udara menyebabkan ke keracunan ya.
Namanya aja CO CO2 ya, lawannya dari O2.
Oke, seperti itu.
Selanjutnya,
APAR jenis salon. Prinsip kerjaan itu
memutus rantai reaksi kimia seperti apar
CO2.
Keuntungannya clinic,
media pemadam yang bersih tidak
meninggalkan kerak-kerak pada benda yang
disemprotnya.
tidak mengantarkan listrik karena sifat
yang sama seperti CO2 tadi, menyatu
dengan udara juga tidak meninggalkan
residu efektif untuk kebakaran kelas A,
B, dan C.
Ke kekurangannya
tidak ramah terhadap lingkungan.
Nah, ini sifat dari APAR CO2 tadi.
Selanjutnya
pada tahun 1970 pemakaian halon jenis
CCI4 dilarang karena bila terkena api
akan menghasilkan gas C2
yang beracun bagi manusia.
Lalu pada tahun 1994, tepatnya pada 1
Januari,
apar tiptipe halon ini tidak lagi
diproduksi
karena semua jenis halon yang ada pada
saat itu mengandung senyawa CFC, kloro,
fluoro, dan karbon yang merusak lapisan
ozon. Nah, lapisan ee senyawa CFC ini
juga terdapat pada AC AC yang kita
gunakan sehari-hari
ya. Makanya makin banyak kita
menggunakan AC di bumi ini maka akan
menyebabkan kita sebagai penyumbang
perusak lapisan ozon. Makanya
akhir-akhir ini tingkat panas suhu di
bumi itu semakin meningkat. Ya wajar
karena hampir seluruh bagian dunia pasti
menggunakan AC.
Nah, serba salah teman-teman sekalian.
Kalau enggak menggunakan AC panas ya.
Kita gunakan AC merusak lapisan ozon ya.
Itulah ya
bimbangnya menjadi manusia teman-teman
sekalian ya.
Seperti itu.
Lalu ada lagi APAR jenis wet chemical
fog.
Apar wet eh chemical form ini prinsip
kerjanya
menutupi permukaan bahan bakar yang
terbakar.
Berarti dia ini masuk ke dalam apa tadi,
Teman-teman? Kalau dia menutupi
permukaan bahan bakar yang terbakar
yaitu metodenya apa? Smart
smart hairing ya. Star Faction tadi apa?
Masih ingat? menghilangkan
bahan bakar.
Bahan bakarnya ya. Jangan lupa
teman-teman sekalian
keuntungan dari apar tipe white chemical
form itu apa? Yang pertama cocok untuk
kebakaran kelas K terutama yang
melibatkan minyak dan lemak.
Mencegah api kembali berkobar dengan
membentuk lapisan busa yang stabil.
Aman digunakan.
di dapur karena mengurangi resiko
ledakan
dapat mereduksi suhu dan meninginkan
minyak ataupun lemak yang terbakar
dengan dengan cepat. Kekurangannya hanya
efektif untuk memendamkan api kelas K
yaitu kebakaran yang melibatkan lemak
dan minyak. Busa yang keluar dari apar
ini memiliki campuran air yang bersifat
kon konduktif.
ya. Konduktir berarti artiannya
pengantar arus listrik, ya.
Lalu selanjutnya syarat dan ketentuan
APAR berdasarkan Permenakar nomor 4
tahun 1980.
Pada pasal 4 ayat 3 disebutkan tinggi
pemberian tanda pemasangan apar itu
adalah 125 cm dari dasar lantai.
Nah, maksudnya
syarat kita memasang apar di lokasi
kerja itu ya apabila apar itu digantung.
Nah, ketinggiannya adalah 125 cent dari
lantai. Nah, itu persyaratannya.
Apakah apar boleh ditaruh di lantai?
Boleh. Dengan syarat harus ada
tatakannya.
Apar tidak boleh langsung bersentuhan
dengan lantai. Kenapa? Apabila dia tipe
apar border nanti apar itu akan menjadi
pembeku.
Nah, makanya apar itu tidak boleh
langsung bersentuhan dengan lantai.
Kalau mau ditaruh di lantai, berikanlah
bok ataupun tatakan, ya. Tapi kalau mau
lebih efektif cukup digantung saja
dengan persyaratannya itu ketinggiannya
adalah 125 cent dari dasar lantai.
Selanjutnya pasal 4 ayat 5 disebutkan
jarak penempatan apar yang satu dengan
lainnya ataupun kelompok satu dengan
yang lainnya tidak boleh melebihi 15 m.
Artiannya apabila kita
ee melakukan pemasangan apar di lokasi
kerja atau pada bangunan ee kantor kita
misalkan kita harus tahu terlebih dahulu
ya berapa luas bangunan
tempat kita bekerja. Contohnya
kantor kita itu terdiri dari satu lantai
ya tapi luasnya itu adalah 1500 m. Nah,
berapa yang kita butuhkan?
Untuk luas kantor satu lantai dengan
luasnya 1500 m. Berapa apar yang kita
butuhkan apabila persyaratannya
jarak dari satu apar ke apar yang lain
itu adalah 15 m? Nah, dari sana kita
bisa menghitung kebutuhan apar di lokasi
kerja.
Nah, berapa kebutuhan apar jadinya?
Kalau luas bangunan kantor kita itu
adalah 1500 m, berapa yang dibutuhkan?
berapa?
Ayo, coba hitung. Kalau enggak nanti
gimana cara teman-teman sekalian
melakukan penyebaran apar di lokasi
kerja? Kalau enggak tahu caranya berapa
par yang harus direquest?
Berapa?
100, Pak.
Se
100.
100. Dari mana datang 100?
Luas bangunan dibagi
persyaratan
jarak penempatan apar.
Ya, luas bangunan tadi 1.00.
Syarat penempatan apar itu dari satu
aper ke aper lainnya adalah 15 m. 1500 /
15 adalah 100. Berarti kita wajib
merequest apar sebanyak 100
apar. 100 biji apar. 100 tabung AP untuk
luas bangunan kantor kita sebesar 1.500.
Ya, patokannya seperti itu.
Paling utama kita harus mengetahui dulu
ada berapa lantai
per lantai itu luasnya berapa ya nanti
baru bisa dimasukkan rumusnya.
Pasal 9.
Apart tidak boleh dipasang dalam ruangan
di mana suhu melebihi 49 derajat Celcius
atau turun sampai -44 derajat Celcius
kecuali apabila alat pemedaman peringan
tersebut dibuat khusus untuk suhu di
luar batas tersebut ya. Tapi jarang
banget ya ada par yang
dibuat untuk suhu seperti melebihi dari
49 derajat ataupun kurang dari
-44
derajat.
Nah,
lalu pada Permenakar nomor 4 tahun 1980
pada lampiran 1
untuk tanda untuk menyatakan tempat apar
itu atau sign apar ya ini adalah
perseratan ya. Lebarnya dia segitiga
sama sisi ya segitiga sama sisi di mana
tiap sisinya itu panjangnya adalah 35
cm.
Ya, inilah persyaratannya. Untuk
ketinggian hurufnya adalah 3 cm
berwarna merah untuk labelnya. Untuk
tanda arah panahnya ke bawah dengan
ketinggiannya itu adalah 7,5 cent. Itu
adalah perceratannya. Ya, kalau zaman
sekarang ini dengan teknologi yang serba
canggih, kita tidak perlu repot-repot
lagi ya. bikin sendiri itu repot di toko
hijau dan toko oren itu sudah ada
semuanya ya. Jadi kita tinggal request
barang datang enggak perlu lagi kayak
zaman dahulu kalah ya.
ya sebelum kita mengenal e-commerce dan
sebagainya itu biasanya kita saya itu
biasanya datang ya ke bagian kaca film
ya ataupun cutting stiker untuk membuat
sign sign apar tadi. Nah seperti itu.
Selanjutnya
apabila kita akan menggantung apar atau
memasang apar ya. Nah, inilah yang
dimaksud tadi. Ketinggiannya wajib 125
cm dari
lantai. Nah, jadi kita memasang apar itu
di sini.
Nah,
sign AP itu di mana dipasangnya?
Di sini.
Nah, di kolom ini seperti itu ya. Cara
pemasangan apar, cara penempatan apar.
ketinggian 125
standnya dipasang langsung di atas apar
tersebut.
Ya, seperti itu.
Cara pengoperasian apar ya dikenal
dengan TATS.
Tarik
kunci pengamannya
lalu arahkan selang ke titik pusat api.
Tekan tuas untuk mengeluarkan isi apar.
sapukan secara merata sampai api pun
padam ya. Nah,
ini adalah
penggunaan APAR dengan cepat dan aman.
Ya,
bisa dilihat
apabila kita akan menyemprotkan apar,
kita tidak boleh berlawanan dengan arah
angin.
Ketika menyemprotkan apar, kita harus
mengikuti arah anginnya ke mana. Kalau
arah anginnya misalkan ke
barat, berarti kita
nyemprotnya di sini. Jangan kita
nyemprotnya di sini.
Kalau kita nyemprat apar dari sini,
sedangkan arah anginnya ke sini, nanti
yang kesemprot bukan api malah muka
kita,
ya. Karena si apar tadi terbawa oleh
angin. Nah, seperti itu ya.
Lalu
sudut ya sudut yang harus kita ambil
ketika menyempurkan 
Resume
Read
file updated 2026-02-13 12:50:04 UTC
Categories
Manage