File TXT tidak ditemukan.
Training Ahli K3 Umum & Pengawas K3 Migas BNSP | Day 2 | 16 Desember 2025
rBNusoHKXek • 2025-12-17
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Baik, selamat malam Bapak dan Ibu sekalian. Oke, sudah hadir semua ya pada layar Zoom-nya. Ee izin kita mulai. Sebelum kita mulai ee Bapak, Ibu apakah sudah standby di Zoom-nya? Bisa aktifkan kameranya. Yang belum kelihatan wajahnya, izin untuk bisa di ee tampilkan wajahnya masing-masing untuk mengecek kesepan dan kehadiran Bapak Ibu sekalian. Oke, bagi Bapak Ibu yang belum absensi nanti bisa isi absensi dulu di linknya kita berikan di grup WA. Baik, kita mulai. Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat malam Bapak dan Ibu sekalian. Baik, pada malam ini merupakan training kita di hari kedua untuk skema ahli K3 umum dan pengawas K3 Migas. Ee dan tadi sudah kami infokan ee bahwasanya untuk ujian sertifikasi kita itu dari schedule ke hari Sabtu tanggal 20 Desember. Jadi masih ada waktu Bapak Ibu untuk ee mengerjakan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Ee semoga ee dengan ee tambah waktunya Bapak Ibu bisa lancar dan bisa sukses untuk hujannya besok. Amin. Amin ya rabbal alamin. Dan untuk pengumpulannya jadi ee ditambah juga satu hari lagi. Jadi dikumpulkan paling lambat di hari Jumat ya, Bapak Ibu. Jadi kita trainingnya sampai hari Kamis dan Jumatnya kita libur dulu. Ee lalu di hari Sabtu kita akan ujian sertifikasinya seperti itu. Ee nanti untuk teknisnya akan diinfokan di ee hari terakhir untuk training terkait penjelasan untuk ujian sertifikasinya. Oke. Baik, sebelum kita mulai nih untuk materi pada hari kedua ini, kita seperti biasa untuk ee ambil sesi dokumentasi dulu Bapak Ibu ee izin untuk bisa dinyalakan kameranya Pak yang belum menyalakan Pak Willy, Pak Taufik. Ee silakan untuk bisa dinyalakan dulu kameranya. Taufik bisa dinyalakan kameranya, Pak Taufik. nya belum ee standby ya fix. Oke, Bapak Ibu untuk dokumentasinya seperti biasa untuk ee posya seperti pertama salam sendikia seperti ini. Oke, boleh lihat ke kamera. Saya hitung 3 2 1. Oke, sekali lagi posnya salam kompeten seperti ini. Oke, 3 2 1. Oke, mohon izin Bapak Ibu untuk tetap bisa nyalakan kamera ya selagi training berlangsung. Baik, saya ee izin untuk e teruskan ee dengan Pak Hendra selaku trainer kita untuk memulai materi pada malam hari ini. Kepada Pak Hendra dipersilakan. Baik, ee terima kasih Bu Sifa atas sambutannya pada malam ini. Selamat malam rekan-rekan sekalian. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Oke, baik. Apa kabarnya? Sehat semua? Alhamdulillah sehat, Pak. Alhamdulillah sehat ya. Bagaimana untuk ditit-nya progresnya sampai hari yang kedua ini? Masih dibawa tidur juga atau sudah diangsur-angsur? Udah, Bu Dila udah angguk-angguk dia. Ya, Pak Willy gimana? Udah dikerjain Pak Willy? Masih belum, Pak. Masih dibawa tidur ya. Nyicil nyicil dikit-dikit. Nyicil dikit ya. Oke. Heeh. Oke, Paki. Ee berhubung kan Mas ee masa tenggat waktunya bertambah ya. Heeh. Jadi hari Jumat ya pukul .00 sore ya Bu Sifa ya. Nah. Iya betul Pak. Berarti kan masih panjanglah waktunya ada kesaran 3 hari lagi ya. Tapi harapannya di 3 hari sisa waktu Bapak dan Ibu sekalian ini kami sebagai penyelenggara berharap itu sudah selesai itu sebelum 6.00 sore sudah dikumpulkan kepada kami ya rekan-rekan sekalian mohon bantuan dan kerja samamanya. Baik, ee kita mulai training kita pada malam hari ini, yaitu ini ada materi khusus untuk teman-teman pengawas K3 Migas ya. Ya, untuk K3 silakan untuk mengikuti dan juga kalau mau bertanya dipersilakan juga. Untuk pengawas ketiga migas juga materinya juga hanya satu pada malam hari ini. Dua materi lagi itu khusus untuk teman-teman dari Alket Umum nantinya. Kalau mau ikut juga enggak apa-apa seperti biasa ya. Oke. Baik, kita mulai tring pada malam hari ini dengan materinya adalah pemadaman kebakaran dan apar ya rekan-rekan sekalian ya. Pemadaman kebakaran dan apar. Oke. Ada yang pernah menghadapi kebakaran di lokasi kerjanya atau baru sebatas lihat-lihat di media sosial, nonton film apa gimana? Jangan sampai ya ini terjadi di lokasi kerja kita ya karena resikonya sangat sangat tinggi. Oke. Resiko masih ingat apa? Apa kemarin resiko kemung kemungkinan ya bahaya adalah sumber ataupun po potensi. konsekuensi adalah akibat yang ditimbulkan dari si risiko dan bahaya tadi ya. Oke, jadi unit kompetensi untuk teman-teman pengawas ketiga yang pertama pada malam hari ini adalah menerapkan taktik dan strategi pemadaman kebakaran di industrial migas dengan kode unit terlampir. Apa itu kebakaran? Kebakaran ialah nyala api baik kecil maupun besar. pada tempat, situasi, dan waktu yang tidak dikehendaki yang bersifat merugikan dan pada umumnya sulit untuk dikendalikan. Nah, itu yang dimaksudkan dengan kebakaran, rekan-rekan sekalian, ya. Dia mermula dari nyala api ya, dari api kecil yang tidak dikuasai dalam pemadamannya, lambat laun besar ya, yang akan menelan baik itu properti ataupun manusianya. Dasar hukum yang mengatur target kebakaran itu apa? Yang pertama adalah Undang-Undang Nomor 1 1970 dan yang kedua itu adalah menakar nomor 186 tahun 1999 tentang unit penanggulangan kebakaran di tempat kerja. Nah, seperti itu rekan sekalian ya. Jadi kemenakan nomor 186 ini adalah landasannya ya. di mana di dalam kalau kita lihat ya lebih teliti lagi pada Kemenakan nomor 186 tahun 1999 tentang un penanggulang kebakaran di tempat kerja itu dijelaskan ya setiap perusahaan itu wajib memiliki tim pemadam kebakarannya. Oke, sebentar akan saya tampilkan ya untuk Nakar nomor 186 tahun 1999 ini. Sebentar saya cari dahulu. Nah. Oke, ya. Oke, sudah tampil ya. Jadi ini adalah Kepnaker nomor 186 tahun 1999 tentang unit penanggulangan kebakaran di tempat kerja. Ya, rekan-rekan sekalian. Inilah adalah landasan yang mengatur bahwa wajib adanya tim pemadam kebakaran di lokasi kerja kita. Nah, apa saja tim yang dimaksud di sini? Nah, itu nanti bisa teman-teman baca pada pasal eh pada bab 3 ya, rekan-rekan sekalian. Tugas dan syarat unit penenggulan kebakaran itu adalah tugas dan syaratnya. Oke, bisa dilihat petugas peran kebakaran sebagaimana dimaksud pada pasal 5 huruf A mempunyai tugas yang pertama mengidentifikasi dan melaporkan tentang adanya faktor yang dapat menimbulkan bahaya pada kebakaran. Yang kedua, memadamkan kebakaran pada tahap awal. Pada tahap awal ya kebakaran itu wajib dipadamkan. Beda. Kalau dia ledakan otomatis itu nanti pada akhirnya itu akan menjadi kebakaran dengan tingkat yang besar. Mengarahkan evakuasi orang dan barang. Mengadakan koordinasi dengan instansi terkait. Nah, siapa instansi terkait yang dimaksud di sini? Adalah tim DAMKAR. Selanjutnya mengamalkan lokasi kebakarannya. Untuk dapat ditunjuk menjadi petugas peran kebakaran harus memenuhi syarat yang pertama itu minimal pendidikannya adalah SLTP untuk pemadam kebakaran kelas D. Oke. Apa-apa saja yang terdiri? Oke, sebentar. Nah, ini dia. Jadi, pada pasal 5 itu disebutkan tim pemadam kebakaran di area kerja atau di sebuah perusahaan itu disebut dengan unit penanggulan kebakaran. Sebagaimana dimaksud pada pasal 3 yang terdiri dari yang pertama adalah petugas peran kebakaran. Nah, ini dinamakan dengan petugas Damkar D. Selanjutnya regu penanggulangan kebakaran ini disebut dengan damk C. Yang C yang ketiga yaitu koordinator. Koordinator unit penanggulan kebakaran itu adalah DAMK B. Ahli ketiga spesialis penanggulangan kebakaran itu disebut dengan Damkar A. Level tertinggi di dalam suatu organisasi tim ataupun unit penanggulangan kebakaran. Nah, kita lihat apa-apa aja persyaratannya. Kalau yang untuk DAMKard disebutkan dia wajib berpendidikan minimal SMP ataupun SLTP sederajat ya. Karena di dalam ee DAMKardia itu dia hanya lebih fokus untuk pemadaman api awal rekan-rekan sekalian. Itu berupa dengan menggunakan media pemadam kebakarannya adalah apar. Oke. Nah, selanjutnya bagi yang DAMK C. Damkar C itu disebutkan bahwasanya minimal pendidikannya itu adalah SMA dengan usia minimalnya adalah 25 tahun sampai 45 tahun untuk Damkar C ya. di sini terlihat jelas. Oke, jelas ya. Nah, selanjutnya untuk DAMKB pendidikan itu minimal SMA dengan dinyatakan bekerja pada perusahaan tersebut sudah selama 5 tahun telah mengikuti pelatihan Damkar Damkar C. Nah, seperti itu. Jadi kalau kita mau naik level, misalkan kita DAMK D awalnya untuk naik level C harus mengikuti damar D terlebih dahulu. Enggak bisa langsung lompat dari DAMK D ke DAMK car B itu enggak bisa. Jadi dia harus step by step naiknya dari entry level nanti baru naik step by step-nya. Dan untuk si ahli pemadam kebakaran minimal pendidikannya itu adalah D3. Nah, bekerja pada perusahaan tersebut sudah minimal 5 tahun ya. Dan juga masih sama dia telah mengikuti pelatihan Damkar D, B, dan D, C, dan B. Nah, biasanya itu kalau di lembaga training ya ataupun di kementerian nanti untuk ujiannya ini untuk mencapai si ahli ketiga spesialis penanggulangan kebakaran itu ada nama nanti nama pelatihannya paket paket damkar dcba dan itu memakan waktu sampai kalau tidak salah saya itu 21 sampai 25 hari kerja itu hampir 1 bulan pokoknya di level Kemnakar. Untuk ahli tersebut maksimal waktu yang dibutuhkan itu adalah 1 bulanan. Baik itu ahli ketiga pemadam kebakaran, ahli ketiga listrik, ya ahli ketiga pesawat angkat dan pesawat angkut, ahli ketiga ee pesawat uap bejana tekan, ahli ketiga pesawat tenaga produksi, ahli ketiga elevator, ahli ketiga ee penyelaman dan sebagainya. Ya, itu banyak banget ya untuk macam-macam jenis training di Kementerian Ketenagakerjaan. Nah, fungsionalnya apa nantinya? itu adalah sebagai pembuktian bahwa si perusahaan telah berkomitmen untuk melaksanakan program yang ada pada SMK 3. Ya, seperti itu pada PP nomor 50 tahun 2012. Oke, kita lanjut kembali kepada materi. Eh, jelas ya. Yang berhubungan dengan kep naker terkait unit penanggulangan di kebakaran di area kerja ataupun di sebuah perusahaan. Oke, selanjutnya kita mengenal segitiga api. Mungkin teman-teman sekalian pernah mendengar bahasanya fire triangel ya. Ini ee disebut sebagai segitiga api ya. Bagi orang-orang praktisi di bidang ketiga di migas mereka sangat mengenal yang dinamakan dengan fire triangel. Segitiga api adalah unsur-unsur pendukung terbentuknya api atau terjadinya kebakaran. Pada dasarnya triangel of fire ini merupakan teori yang menjelaskan bagaimana api terbentuk melalui tiga elemen pendukungnya. Nah, jadi teman-teman sekalian perseratan api itu bisa hidup ya atau menyala itu terdiri dari tiga komponen. Yang pertama adalah terdapatnya sebuah oksigen, lalu adanya sumber panasnya. Yang ketiga terdapat sumber bahan bakarnya. Apabila ketiga unsur ini bertemu, maka akan terbentuklah sebuah api. Ya, seperti itu. Itu makanya dinamakan dengan segitiga api atau triangel of fire. Selanjutnya dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, belajar dari pengalaman-pengalaman terkait kebakaran yang terjadi, para ahli di bidangnya atau praktisi di bidang kebakaran ini menyarankan terbentuklah yang dinamakan dengan bidang empat kebakaran atau bidang empat api kebakaran dinamakan dengan tetrahedron of fire. Nah, apa yang bertambah di sini? Dari segitiga tadi berubah menjadi bidang empat kebakaran dengan penambahan adanya chain reaction ataupun reaksi rantai kimianya. Nah, bidang empat kebakaran atau tetrahedron api adalah model yang menggambarkan unsur-unsur yang terlibat dalam terjadinya sebuah kebakaran. Tetrahedron of Fire merupakan versi terbaru dari segitiga api Triangel of Fire tadi. Model ini muncul setelah adanya seruan untuk memasukkan elemen keempat ke dalam segitiga api, yaitu reaksi berantai kimia. Oke. Nah, ya dari segitiga api tadi kita mengenal satu persatu dulu ya. Ada yang dinamakan dengan bahan bakar ataupun fuel ya sebagai unsur terbentuknya api tadi. Untuk membentuk nyala api maka dibutuhkanlah material yang mudah terbakar. Material ini berperan sebagai bahan bakar. Ada beberapa jenis bahan bakar yang bisa menciptakan api. Bahan mudah terbakar tersebut berasal dari benda cair, gas, maupun padat. Contoh bahan bakar pembentuk api adalah sebagai berikut. Yang pertama ada dinamakan dengan bahan bakar padat. Terdiri dari kapas, kertas, kayu, karet, plastik, dan lain-lain. Yang kedua ada bahan bakar gas yang terdiri dari LPG, LNG, karbit. Bahan bakar cair terdiri dari bensin ataupun biasa kita kenal dengan apa? Bahasa kimianya apa? Per apa? Ayo, ada yang tahu enggak? Pernah dengar enggak? Basa kimia dari bensin? Apa? Pertalight bukan part itu nama jualannya ya. Apa? Kalau minyak tanah itu kero kerosine ya ataupun kerosin lah bahasanya. Nah, kalau yang bensin apa namanya? Oke, ada menjawab di kolom chat. Hidrokarbon belum tepat. Bensin apa? Apa kira-kira? Bensin apa tuh teman-teman sekalian? Ayo, ada yang tahu? Oke, nanti coba di googling ya. Ya, kalau tahu nanti silakan sampaikan di kolom chat-nya teman-teman sekalian ya. Oke. Karena dari masing-masing bahasa kimianya kalau untuk minyak tanah itu dengan namanya kerosin ya. Bensin nanti ada juga namanya silakan dicari ya. Karena teman-teman sebagai pengawas ketiga migas ini juga harus mengetahui bahasa yang berhubungan dengan si produknya itu bensin, minyak tanah, solar, aftur, dan sebagainya. Oke, selanjutnya kita melihat lagi yaitu oksigen atau biasa kita kenal dengan rumus kimianya adalah O2. Oke, sumber elemen ini berada di udara di mana atmosfer bumi mengandung sekitar 21% volume oksigen. Dibutuhkan sekitar 15% volume oksigen di udara untuk mendukung proses pembakaran yang berbentuk api. Ya, seperti itu rekan sekalian ya. Jadi oksigen ini makanya kalau kita lihat kebakaran ketika api kebakaran itu mulai padam terus tiba-tiba datang angin kencang apa yang terjadi? Apinya akan menjadi semakin semakin besar. Nah, itulah penyebabnya kenapa di dalam teori kebakaran salah satu metode untuk mematikan api itu apa? dengan melakukan isolasi terhadap sumber udaranya. Berarti ketika kita melakukan isolasi apa yang harus kita lakukan? Melakukan penuh penutupan ya. Agar apa? Agar tujuannya si oksigen ini bisa terli eliminasi dari segitiga api tadi. Oke, selanjutnya sumber panas ataupun heat. Selain bahan bakar dan oksigen, penyebab kebakaran lainnya adalah suhu panas. Suhu panas sendiri bisa didapatkan dari berbagai sumber. Akan tetapi, sumber panas paling utama adalah gaya gesek yang disalatkan oleh dua banda dalam waktu yang lama. Beberapa sumber panas yang bisa menghasilkan api adalah sebagai berikut. Permukaan yang panas. Ya, apa contohnya permukaan yang panas? Apa permukaan yang panas? Apa contohnya di lokasi kerja apa contohnya? Boy boiler. Nah, apalagi yang lain? Permukan panas. Ada lagi yang mengetahui contoh permukaan panas lainnya? Apa kira-kira? Ada yang tahu apa? Pipa pipa uap ya rekan sekalian. Pipa uap yang ada pada sektoral area produksi itu masuk dalam kategori permukaan yang panas. Oke nanti silakan dicari kembali ya apa-apa saja jenis permukaan panas yang ada di lokasi kerja. Selanjutnya gesekan logam. Nah, gesekan logam ini apa contohnya? Apa contohnya gesekan logam? Apa terk sekalian contohnya yang lain? Apa contoh gesekan logam yang kita ketahui bisa menjadi sumber panas? Apa? Ada yang tahu? Contohnya apa? Seperti sistem pengereman pada kendaraan ya. piringan, piringan cakram pada apakah itu mobil, motor, dan bertemu dengan kampas rem itu kan yang dinamakan dengan gesekan logam ya. Besok teman-teman coba bawa motor ya. Setelah lebih kurang berjalan 15 menit pasti rasakanlah peringan cakram motor teman-teman seperti apa, menimbulkan panas atau tidak. Ya, itu salah satu contoh dari gesekan gesekan logam ya. Lalu apalagi? Gas bertekanan. Nah, gas bertekanan apa contohnya? Ayo, ini lebih mudah dan sering kita temui. Apa contoh dari gas bertekanan? Oh, contohnya LPG, Pak. Nah, gas LPG. Betul sekali, Mas Ribi. Yang lain apalagi contohnya? Gas bertekanan Marila. Apa contohnya? Gas bertekanan ya. yang punya kendaraan, yang bekerja di era produksi, yang bekerja di manufaktur, migas dan sebagainya sering juga bertemu di gas bat tekanan. Apa contohnya lagi? Tadi sudah disampaikan oleh Mas Ribi itu contohnya adalah gas tabung ataupun tabung gas LPG. Nah, yang lainnya apa? Ayo, coba jalankan logikanya, nalarnya. Apa contohnya? yang kalau ban motor kita bocor gimana? Dipa dengan apa? Nitro. Nitrogen. Oke. Nitrogen itu apa? Dari mana hasilnya? Kom kom apa? Kompresor. Kompresor ya. kompresor itu masuk ke dalam jenis gas berte bertekanan ya. Kalau enggak ada tekanan gimana dia mengeluarkan mengeluarkan udaranya ya seperti itu. Selanjutnya energi listrik. Energi listrik ini banyak sumbernya seperti PLTA bangkit listrik tenaga air. Ada lagi contohnya pemikir listrik tenaga uap. pemak listrik tenaga ee angin, pemakil listrik tenaga nuklir, ya. Dan energi listrik ini nanti akan disalurkanlah ke jaringan-jaringan yang ada seperti sutet ya, melalui gardu gardu induk ya sekalian. Lalu selanjutnya sumber panas lainnya adalah petir, sinar matahari dan yang lainnya. Oke, kita lihat lagi ada lagi yang dinamakan dengan klasifikasi kebakaran ya. Klasifikasi bakaran itu dipertimbangkan berdasarkan penggolongan kebakaran berdasarkan jenis bahan bakar yang terbakar. Itu yang pertama. Yang kedua, agar dapat memilih dengan cepat dan tepat media pemadam yang akan dipakai untuk pemadaman ke kebakaran. Lalu ada lagi Permanek Trans nomor 4 tahun 1980 terbagi menjadi empat bidang jenis kebakaran yang ada. Dinamakan dengan kelas A, kelas B, kelas C, dan kelas D. Nah, kelas A kebakaran dengan bahan bakar atau pemicunya itu berasal dari benda padat bukan logam. Contohnya apa? tisu, kertas, plastik, kayu, daun, apalagi benda padat non logam. Apalagi contohnya? Ayo. Banyak banget contohnya. Apa? Kain. Ayo, Teman-teman sekalian, ya. Ayo berbicara. Jangan ee kalau tahu jawabannya jangan malas untuk berbicara, ya, Teman-teman sekalian, ya. ya. Karena nanti di saat teman-teman sekalian ujian juga nanti ada sesi tanya jawabnya juga ya. Diusahakan untuk lebih aktif lagi di dalam training ini ya. Selanjutnya kelas B kebakaran bahan bakar cair dan gas ya. Contohnya dari apa? bensin tadi, kerosin ataupun minyak tanah, LPG, LNG, dan yang lain-lain. Kelas C, kebakaran yang sumbernya itu dari kelistrikan atau elektrikal ataupun barang-barang elektronik lainnya seperti contohnya motor listrik, peralatan listrik, ya, panel dan yang lainnya. Kelas D, kebakaran logam. ya. Contohnya dari sumbernya seperti aluminium, magnesium, mangan, dan sebagainya. Oke, selanjutnya klasifikasi kebakaran itu ada juga berdasarkan dari organisasi NFPA. Apa itu NFPA? NFPA itu merupakan singkatan dari National Fire Protection Association. Ya, organisasi ini berasal dari Boston, Amerika Serikat ya. Jadi semua hampir semua sektoral perusahaan industrial migas mereka menggunakan standar internasional dari NFPA ini. Standar ini mencakup ya di dalamnya itu terdapat panduan teknis ya termasuk kode listrik dan kondisi ataupun ee simbol-simbol berbahaya dari kebakaran. Nah, ini adalah standar internasional untuk kebakaran. Dan untuk standar nasional kita itu ataupun bahan acuannya berasal dari Permanake Trans nomor 4 tahun 1980 tentang klasifikasi kebakaran yang ada. Nah, yang membedakannya antara si Permenaketran dengan NFPA ini apa? Pada pemenak transklasi kebakaran itu hanya ada empat, yaitu kelas A, B, C, dan D. Pada NFPA standar internasional, klasifikasi kebakaran itu terbagi menjadi enam. Ada kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, kelas E, dan kelas K. Seperti itu, rekan sekalian, ya. Nah, pada kelas E tambahannya itu apa? Kebakaran yang sumber bahan bahannya itu berasal dari bahan radioaktif seperti uranium ataupun ya bisa disebut itu sebagai nuklir ya, karena uranium itu merupakan bahan baku dari nuklir tadi. Selanjutnya kelas K. kebakaran pada peralatan masak yang melibatkan minyak sayur ataupun minyak hewan. Nah, ini biasanya jenis kebakaran yang terjadi pada ruang-ruang dapur restoran ya. Nanti media pemadam kebakarannya juga berbeda tentunya. Oke. Oke. Kita lihat lagi sesuai dengan judul unit kompetensi pengawas ketiga MEGAS, teknik pemadaman kebakaran ya ataupun strategi pemadaman kebakaran di industrial migas itu terbagi menjadi empat. Yang pertama ada starfashion, cooling, smart hering, dan vision of chain reaction. Reaksi pada Triangel of Fire bisa dihentikan dengan cara menghilangkan salah satu unsur dari pembentuk api tadi. Apa-apa aja unsur pembentuk api tadi di dalam segitiga api? Ada apa-apa saja? Oksigen. Terus apa lagi? Bahan bakar. Bahan bakar. Satu lagi apa? Sumber panas. Sumber panas ya. Nah, apabila kita dari salah satu unsur tadi, maka di bisa dipastikan api itu akan padam. Nah, apa metode yang bisa kita gunakan? Ya, empat metode ini. Starvation, cooling, smiring, inhibition of chain reaction. Oke, ini dia. Ini adalah sebagai ilustrasinya. Yang pertama kita menurunkan temperatur dari api ya. Bagaimana cara menurunkannya dengan kita menggunakan hidran apabila kategori apinya itu membesar. Selanjutnya kita menghilangkan sumber bahan bakarnya ya. Kita remove of fuel. Selanjutnya kita melakukan isolasi terhadap oksigen ya. Kita hilangkan oksigen dari api tadi. Ee bisa dilihat contohnya apabila kita ee melakukan simulasi kebakaran dengan membakar bahan bakar padat ya ataupun jenis lainnya minyak dan sebagainya di dalam sebuah drum. Lalu kita tutup drum itu, maka bisa dipastikan api itu akan padam. Kenapa bisa padam? Karena salah satu unsur dari segitiga api oksigen itu menjadi hilang. Ya, seperti itu. Selanjutnya, invasion of chent. Ini metode pemadam kebakaran dengan menggunakan alat bantu seperti apar. Nah, seperti itu. Oke, kita lihat yang pertama itu starfashion. Starfion yaitu menghilangkan bahan bahan bakarnya. Bisa dilihat pada gambar di samping pada segitiga api ya. Pada segitiga api ini apa yang hilang? bahan bahan bak bahan bakar bahan bakar Pak ya bahan bakar ya nah ketika bahan bakar hilang maka bisa dipastikan api itu akan padam nah starvation adalah teknik pemadaman dengan cara mengambil atau mengurangi konsentrasi dari bahan bakar yang terbakar sampai batas bisa terbakar bawahnya ataupun padam misalnya ada kebakaran pipa gas maka dengan menutup valep dari aliran gas tersebut akan menurunkan kadar uap bahan bakar sehingga api akan padam. Ya, percaya enggak? Misal terjadi kebakaran di industrial migas, kita tutup jalur pipanya, valpnya kita tutup yang menyebabkan alir aliran bahan bakar itu menjadi terputus. Ketika aliran bahan bakar terputus, lambat laun api itu akan mulai meredup karena hilangnya tadi ini sumber bahan bakarnya. Oke, itu dinamakan apabila kita menghilangkan sumber bahan bakar dinamakan metodenya adalah star fashion ya. Nanti kalau ditanya masesor coba sebutkan ee teknik pemadam kebakaran ya yang empat tadi sebutkan. Yang pertama itu ada starfation menghilangkan sumber bahan bakarnya. Selanjutnya ada lagi smart hairing menghilangkan ok oksigen ya bisa dilihat pada gambar teknik pemadam kebakaran memadamkan api dengan cara menggunakan karung goni atau karung goni yang basah ataupun kalau di rumah simpelnya apabila terjadi kebocoran LPG bisa kita gunakan handuk yang basah ataupun baju kita kita basah atau kita rendam dengan air lalu taruh pada LPG tadi, maka bisa dipastikan api itu tidak akan menjalar sama sekali, ya. Nah, ini adalah metode salah satu metode dari teknik pemadaman api dengan menghilangkan kadar oksigennya. Teknik pemadaman yang cara membatasi kontak antara udara dengan bahan bakar yang terbakar hingga api akan padam. Misalnya memadam bakaran minyak dengan dry chemical. Selanjutnya ada metode pendinginan atau biasa kita kenal dengan cooling. Nah, cooling apa yang kita hilangkan di sini? Sumber hawa panasnya ya. Menghilangkan sumber hawa panas didamakan dengan kuling. Kuling adalah teknik pemadaman dengan cara mengambil jumlah panas dari bahan bakar yang terbakar sampai di bawah titik nyalanya atau flash point. Misalnya teknik pemadaman dengan cara menyemprotkan air pada kebakaran kelas A, media padat bukan logam. Oke, selanjutnya teknik pemadaman kebakaran selanjutnya ada dinamakan dengan dilution. Dusion adalah oke ini kelewat sepertinya ya. Oh ya, dilusion ini masuk ke dalam chain of re inhibition of chain reaction. Memutus mata rantai kimia dari kebakaran itu dengan cara dilusion namanya. Yaitu teknik pemadaman dengan cara melakukan pengencaran oksigen pada daerah yang terbakar. misalnya melakukan pemadaman kebakaran dengan menggunakan CO CO2 ya pada daerah terbakar hingga api akan padam. Nah, kalau menggunakan CO2 berarti kita menggunakan media apar kelas C ya. Kelas C tadi apa yang berhubungan dengan elektrikal? Ya, ingat ya ee kebakaran itu kelas kebakaran itu terbagi menjadi empat. Ada kelas A, benda padat non logam, kelas B berhubungan dengan minyak dan gas ya, media pemadamnya ee apa sumber ke bahan bakarnya. Kelas C kebakaran yang berhubungan dengan sumber kelistrikan. Kelas D, media kebakaran yang berbuang dengan logam. benda paddat berbentuk logam. Ya, terima kasih jawabannya Bu Azah. Selanjutnya metode pemadam kebakaran selanjutnya di dengan menggunakan ventilasi. Di dalam pemadaman terkadang diperlukan ventilasi. Hal ini tujuannya untuk apa? Untuk mengeluarkan asap dan gas yang panas dari lokasi kebakaran dalam ruangan yang terbakar. Yang kedua, memberikan luas pandangan yang lebih jauh bagi petugas pemadam kebakarannya. Seperti yang saya sampaikan di hari pertama, di dalam kebakarannya itu yang paling berbahaya itu adalah asapnya, ya. Yang selanjutnya mencegah terjadi yang banyak korban karena si asap tadi. Karena asap itu sudah terjadi rantai reaksi kimia, salah satunya CO2. Ya, selanjutnya ventilasi dapat dilakukan dengan cara memberikan bukaan pada bangunan yang terbakar dengan ventilasi secara paksa tadi ya. Contohnya ventilasi secara paksa itu apa maksudnya? Dengan menggunakan blow blower ya rekan-rekan sekalian. Oke, sampai di sini ada yang bertanya sebelum kita masuk ke dalam unit kompetensi yang kedua untuk teman-teman pengawas ketiga ada yang mau bertanya? Apa, Pak? Contoh salah satu contoh pertanyaan ujian dari pengawas ketiga Migas. Ya, saya bisa mungkin ya saya bisa pastikan itu salah satu pertanyaannya adalah coba sebutkan teknik pemadaman api. Nah, yang tadi ya star, smart hairing, cooling, danhibation of chain reaction. Oke, itu salah satu contohnya. Selanjutnya kita beralih kepada materi ataupun unit kompetensi yang terakhir untuk pengawas ketiga Minggas pada malam hari ini, yaitu menerapkan penempatan dan penyebaran alat pemadam api ringan di tempat kerja pada industrial migas. Ada yang pernah menggunakan APAR di sini? Belum pernah, ya? Ngelihat-ngelihat? Udah ya. Oke. Pengertian dari alat pemadam api ringan ataupun biasa kita kenal dengan apar. Permenak trans ya. Jadi seapar ini diatur di dalam Permenaker nomor 4 tahun 1980. Syarat-syarat pemasangan dan pemeliharaan apar. alat yang ringan serta mudah dilayani oleh satu orang untuk memeramkan api pada mula terjadinya ke kebakaran. NFPA yang tadi National Fire Protection Association menjelaskan APAR itu adalah peralatan yang ringan yang berisi tepung, cairan atau gas yang dapat disemprotkan bertekanan untuk tujuan pemadaman kebakaran. awal ya. Kalau api sudah besar itu jangan gunain lapar. Rugi teman-teman sekalian ya dan enggak efektif sama sekali. Keterbatasan alat pemadam api ringan kapasitasnya terbatas. Beratnya 0,5 kg sampai 16 kg. Jarak semprotnya juga terbatas. Daya jangkauan semprotan apar itu hanya 2 sampai 3 m saja. Lama semprotnya terbatas juga antara 20 sampai 30 detik ya. Itu sudah paling lama. Efektivitas ya dari sebuah apar itu apa? Yang pertama kelas kebakaran yang mampu dipadamkan oleh apar itu ada empat. Kelas A, B, C, dan D. Apar disebarkan secara merata dan siap pakai. Kebakaran ditemukan masih kecil untuk dipadamkan dengan apar. Kebakaran ditemukan oleh orang yang siap, mampu, dan mau menggunakan apar tentunya. Oke, selanjutnya klasifikasi media pemadam kebakaran terbagi menjadi tiga. Yang pertama ada padat, ya. Apabila kita akan memadamkan media kebakaran padat itu kita semua bisa menggunakan pasir dan tanah. Lalu ada lagi dry chemical dry powder ini apabila kita menggunakan media pemadamnya berbentuk padat. Kalau kita menggunakan media pemadam kebakarannya jenisnya cair itu kita bisa menggunakan air dan busa ataupun biasanya kita kenal dengan form. Selanjutnya gas. Apabila media media pemadam kebakaran kita menggunakan gas, berarti kita bisa menggunakan seperti contohnya adalah CO2 dan halon. Bagian-bagian AP ya. APAR itu mungkin teman-teman sekalian ya, bagi yang sudah pernah melakukan inspeksi APAR, mungkin ini bukan hal yang baru lagi ya, istilahnya sudah enggak awam lagilah. Tapi bagi yang belum pernah sama sekali melakukan inspeksi APAR, nah ini akan saya bantu menjelaskan ya anatomi dari APAR itu sendiri seperti apa. Yang pertama AP itu terdapat safety pin ya. Ini dia ada safety pin namanya. Safy pin itu nanti ketika akan kita gunakan kita cabut. Itu yang pertama. Lalu APAR itu terdapat handle. Nah, ini dia. Inilah fungsi handle ini untuk nanti kita tekan dan si apar itu akan menyemprotkan jenis medianya. Lalu ada lagi pressure g ataupun tekanan ya, pengukur tekanannya. Apabila tekanannya sudah berkurang, maka dia akan keluar dari garis hijaunya ke arah kiri. Ya, berarti itu menandakan si apar ini sudah berkurang tekanannya ataupun kalau bis kalau dikunduk ataupun ketika digunakan dia tidak efektif. Lalu ada lagi host ataupun biasanya kita kenal dengan selang. Lalu ada lagi tabung dan ada lagi label. Label ini maksudnya menjelaskan apar itu jenisnya apa. Itu yang pertama. Nah, yang kedua di dalam label itu biasanya kita diberitahu cara penggunaannya. Nah, seperti itu. Ini salah satu contoh dari apar dry chemical. Lalu ada lagi apar CO2 ya. Kalau apar dry chemical ataupun drypder bentuknya gendut ya, tabungnya bulat sedikit membesar. Kalau apar CO2 tabungnya tinggi dan langsing. Ya, apa membedakannya lagi? Selain itu pada APAR CO2 dia tidak ada pressure gage-nya ya, enggak ada pengukur tekanannya ya. Dan untuk host-nya, host-nya itu menggunakan corong yang besar ya. Jadi corongnya itu seperti ini, seperti istilahnya elipse ya. Dikatakan elips 100% juga tidak. Nah, seperti itu rekan sekalian ya. Lebih kayak oval, lebih tepat ya. Ya. Nah, selanjutnya tipe konstruksi dari sebuah apar. Nah, apar itu terbagi menjadi dua berdasarkan tipe konstruksinya. Nah, yang pertama ada storage presser. Nah, ini ini dia ya. Lalu ada lagi apar berbentuk catrid ya. Nah, itu biasanya apar jenisnya CO2. Apa maksud dari apar storage atau pressure? Apar itu nanti isinya enggak full ya, di dalamnya terdapat gas ya yang fungsinya nanti untuk membantu medianya ini ditekan keluar melewati nozelnya. Sama kayak kita punya ee Mencis ya. Mencis itu apa ya bahasanya kalau di Jawa ya. Kalau di Sumatera namanya Mencis ya. apar yang ee mohon maaf korek api yang kita beli di Alfamar atau Indomart untuk ngerokok ya. Bagi merokok otomatis tahu ya. Nah ee kalau teman-teman perhatikan di dalam ee di dalam korek api tersebut pasti dia isinya enggak full ya. Pasti dia enggak full ya. Pasti kalau kita lihat isinya kan ada tuh korek api yang transparan itu bisa kita lihat berbeda ketinggiannya cairan yang ada di dalamnya. Nah, kenapa? Karena dia terdapat gas yang dikempa di dalamnya yang berfungsi nantinya untuk membantu mendorong si cairan ataupun bahan yang ada di dalamnya itu keluar dari tabung. Ya, seperti itu pula fungsinya pada apar tipe storage presser. Kalau apar CO2, AP bentuknya cairan di dalamnya itu nanti dia terdapat tabung kecil seperti ini. Kalau bisa dikatakan ini kompresor mininya ya, kompresor mini tanpa mesin lah istilahnya. Nah, nanti si APR CO2 ini ketika digunakan gas yang terdapat pada tabung ini dia akan keluar dan membantu si cairan CO2 itu keluar dan menyempurkan ke media pemadam kebakarannya ataupun ke sumber apinya. Nah, seperti itu. Itu yang membedakannya. Oke, kita lihat. Nah, seperti ini. Nah, kalau misalkan nanti di lokasi kerja teman-teman sekalian ada apar yang sudah tidak layak. tidak ada layaknya. Ini bisa dari kita lihat dalam bentuk fisiknya mungkin telah berkarat ya ataupun istilahnya tekanannya udah berkurang dan sebagainya lah. Nah, nanti bisa teman-teman lakukan belah dua lapar tersebut ya seperti pada gambar ini nanti akan terlihat teman-teman ya. Kalau apart storage pressure, apart ini bahan pemadamnya didorong keluar oleh gas bertekanan yang dikempakkan bersama bahan pemadamnya di dalam tabung. Gas yang dikempakkan ke dalam tabung ataupun gas nitrogen apar ini dilengkapi dengan petunjuk tekanan. Ini dia ya terlihat ya dia ada storage pressure-nya atau pressure gs-nya ya. ini dinamakan dengan storage pressure. Lalu apar CO2 catrid ya dia memiliki catrit ini dia tabung kecil ya yang akan membantu si media CO2 tadi itu keluar ya dia akan didasak keluar oleh udara yang dihasilkan oleh kat yang ada di dalam ini nantinya apa TB ini bahan pemadamnya didorong keluar oleh gas bertekanan yang keluar dari catri yang dipasang di dalam tabung gas gas yang diumpakkan ke dalam kat itu nanti akan membantu gas CO2 keluar untuk membantu kita dalam memadamkan kebakaran. Oke, selanjutnya kita mengenal jenis-jenis apar. Yang pertama jenis basah ada tipe apar weather dan form. Ya, secara logika partti weather itu sangat merugikan ya. Kenapa merugikan ya? Itu istilahnya pemborosan budgeting ya. Ngapain kita gunakan apar yang isinya air rekan-rekan sekalian? Ya, secara logika itu pemburosan namanya ya. Kalau kita menggunakan apar ee media pemadamnya adalah air ya, kita bisa gunakan dari kran ya. karena air lebih mudah untuk didapatkan. Jadi enggak perlu ketika kita melakukan pengadaan apar kita request apart jenis weather ataupun air enggak guna ya. Selanjutnya apart tipe busa ataupun form. Nah, ini contohnya. Oke. Jenis kering APAR itu terdapat jenisnya powder CO2. Halon Clean Agen ya, F1 M200 ya. Ini yang sekolah-sekolah besarnya. Oke, ini adalah ee pembagian apar tipe construction, TP konstruksinya, jenis media pemadam dalam APAR, efektivitas APAR, dan rating APAR. Nah, ini dia ya. Oke, bisa dilihat bersama sama tipe konstruksi apar itu terbagi menjadi gas catridge dan storage pressure ya. Lalu ada lagi jenis kalau berdasarkan jenis media pemadam dalam apar dia terbagi menjadi apart weather, pom, dry chemical, dry powder, CO2 dan halon. untuk alon sampai saat ini penggunaannya itu telah dilarang ya per tahun 1990-an itu sudah dilarang alon itu. Kenapa? Karena halon ketika disempurkan dia ketika menyatu dengan udara akan membentuk toksik ataupun gas beracun ya yang tidak baik apabila terhirup oleh manusia. Makanya halon itu sudah tidak diperbolehkan penggunaannya untuk media pemadap kebakaran. Efektivitas APAR itu terbagi menjadi kelas A, B, C, D, E, dan K. Ya, kalau kelas A utamanya itu adalah air. Alternatifnya kita bisa menggunakan form CO2, dry chemical, dan halon. Kelas B, media paling utamanya itu adalah form ataupun busa. Alternatifnya bisa menggunakan dry chemical, CO2, dan halon. Kelas C paling utama itu adalah CO2 dan halon. Alternatifnya dremikal, tapi tidak disarankan karena akan meninggalkan residu ya yang akan menyebabkan peralatan elektrikal itu menjadi rusak dan berkarat. Kelas D yang paling utama itu adalah dry powder. Alternatifnya bisa pasir halus dan kering. Kelas E belum diketahui secara spesifik. Nah, maksudnya di sini belum diketahui itu belum tahu ya paling efektif media yang digunakan itu apa. Nah, berarti semua media bisa digunakan untuk klasifikasi kebakkaran kelas E, yaitu kelas E apa tadi? Radioaktif ya. Pasca yang paling utama adalah media pemadam kebakaran. Untuk kebakaran kelas K ataupun yang ada terdapat pada dapur-dapur restoran, kita bisa menggunakan APAR yang isinya wet chemical form ataupun CO2. Nah, selanjutnya kita mengenal lagi jenis media pemadam kebakaran dan aplikasinya. kelas A bahan padat seperti kayu ya. Nah, sebelum kita lanjut kita harus lihat terlebih dahulu rekan-rekan sekalian ya. APAR itu kalau kita lihat ya pada tabel ataupun kolom ini dia kan ada ini nih kodenya tiga ceklis silang dua ceklis dua dengan bintang dan sebagainya. Nah, keterangannya ada di bawahnya. Kalau ceklisnya tiga, dia sangat efektif. Ceklistnya dua dapat digunakan. Ceklisnya satu kurang tepat atau tidak dianjurkan. Kalau dia disertai bintang itu tidak efisien. Kalau bintangnya satu. Kalau bintangnya dua dia bersifat kotor ataupun korosif. Berkarat ya menimbulkan karat. Kalau silangnya tiga dia berbahaya, silangnya dua dapat merusak, silangnya satu tidak tepat. Nah, kita lihat untuk kelas A bahan padat seperti kayu, bahan beraga atau penting. Apabila kita menggunakan air pada bahan padat seperti kayu, dia ceklisnya tiga. Sangat efektif. Tapi bagaimana apabila air kita gunakan pada bahan bergato atau penting dia silangnya dua artiannya dia merusak. Nah, seperti itu. Lalu untuk selanjutnya busa apabila kita gunakan pada bahan padat seperti kayu dia cek satu kurang tepat ya atau tidak dianjurkan tapi dia bisa digunakan tapi tidak dianjurkan penggunaannya. Kenapa? kena pemborosan. Nah, itu yang pertama. Apabila kita gunakan pada bahan beraga atau penting, dia kembali silang dua ya. Merusak nanti hasilnya setelah dipadamkan. Nah, selanjutnya kalau kita menggunakan tipe kering, media pemadam kebakarannya. Untuk bahan padat seperti kayu, powder itu dia ceklis dua dapat digunakan clean agen ya yang seperti CO2 itu dia ceklist 3 bintang 1 sangat efektif tapi tidak efisien karena dia pemburosan jatuhnya. AP CO2 itu harganya mahal. Apabila kita sempurkan pada bahan bakar padat seperti kayu, tisu dan sebagainya itu itu rugi jatuhnya ya. Bisa digunakan sangat efektif tapi tidak efisien. Nah, seperti itu. Bahan berharga atau penting apart CO2 dia ceklis 3 sangat efektif. Nah, seperti itu ya cara membaca tabelnya rekan-rekan sekalian. Oke, kita lanjut. Selanjutnya ada lagi apar jenis form. Apar jenis form. Prinsip kerjanya mengisolasi sumber kebakaran, mendinginkan api, dan menghambat rantai reaksi kimianya. Keuntungannya bila terkena form bahan bakar tidak akan menyala kembali ya berarti dia akan padam karena sifat dari form itu adalah mendinginkan. Kalau mendinginkan tadi teknik pemadamnya apa dinamakan? Apa tadi? Ku kuling kuling ya. Selanjutnya jenis pemadam api busa yang sangat efektif digunakan untuk kebakaran kelas kelas B. Kebakaran kelas B apa tadi? Apa kebakaran kelas B? Ayo barusan loh belum dibawa tidur ini materi. Bahan bakar cair dan gas. Oke. Bahan bakar cair dan gas ya. baru ya. Jangan sampai kelupaan ya. Kalau sudah dibawa tidur kelupaan ya wajarlah. Oke, selanjutnya kekurangannya apa? Tidak boleh digunakan untuk kebakaran kelas C. Kenapa enggak boleh? Jenis form tidak boleh digunakan pada kebakaran kelas C. Kebakaran kelas C apa? Listrik, Pak. Listrik. Kenapa dia enggak boleh kita gunakan TV form? Memicu kerusakan. Memicu kerusakan karena form itu dia mengandung air ya. Bagaimana kalau air bertemu dengan elektrikal? Apa yang terjadi? Silakan dicoba nanti ya. Oke, paham ya? Jadi boleh nih teman-teman sekalian kita melihat ada kebakaran ya dia kebakarannya dari costleting. Lalu kita karena panik ya ternyata kita lihat apar ya tanpa kita lihat dulu ya karena kita tergesa-gesa dan panik kita langsung aja nyemprotkannya. Ternyata apa yang kita sempurkan itu adalah apart form pada kebakaran elektrikal ya. Bukannya padam nanti malah jadi makin makin besar dia ya karena sifatnya pengantar listrik tadi dia mengandung air ya. Apa jenis powder menurut kebakaran klas kebakaran yang dipadamkan powder dibagi menjadi tiga. Nah ini jangan salah salah teman-teman sekalian. Apart tipe powder ini kalau di perusahaan itu adalah apar favorit ya. Hampir semua perusahaan pasti memiliki apart powder dari segi harga murah, mudah didapatkan ya dan juga cukup efektif ya. Dia bisa digunakan hampir di semua tipe. Tapi ya balik tadi dia bisa digunakan tapi belum tentu dia efektif. Nah, seperti itu apartip powder itu terbagi menjadi tiga. Yang pertama dinamakan dengan tepung kimia reguler. Tepung kimia yang efektif untuk memadamkan kebakaran kelas B dan C. Ya, tepung kemia regular berarti bisa memadamkan apar ee kebakaran kelas B oil and gas dan juga tipe C elektrikal. Lalu ada lagi tepung kimia multipurpose adalah tepung kimia yang efektif untuk memedamkan kebakaran kelas A, B, dan C. Bahan ee bahan bakar padat non logam kelas A. Oil and gas tipe B. Tipe C-nya itu elek elektrikal. Selanjutnya tepung kimia spesial dry. Powder adalah tepung kimia yang efektif untuk memadamkan kebakaran khusus kelas kelas D. Kelas D apa tadi? Logam. Bahan padat berbentuk logam. Ya. Oke. Nah, timbul pertanyaan. Terus bagaimana Pak kita tahu apart powder itu apakah dia tepung kimia regular multipurpose atau special dry powder Pak? Bagaimana kita mengetahuinya, Teman-teman? Jangan malas membaca nanti ya. Ya, dia semua kode-kodenya ada pada keterangan APAR ini ya. Nanti bisa dilihat nanti dia akan tertulis dia masuk TP folder yang mana. Nah, di sini ada keterangannya nanti ya di label ini. Besok kalau sempat teman-teman ke lapangan ataupun di kantor kalau ada APAR ya silakan dicek TP-nya yang mana. Oke, seperti itu. Prinsip kerja aperder itu seperti apa? Api diselimuti oleh serbuk kimia. sehingga menghalangi hubungan O2 dengan benda yang terbakar sekelus menghambat reaksi kimianya. Keuntungannya efektif untuk pemadaman di dalam atau di luar ruangan. Tidak mengantar arus listrik efektif untuk kebakaran kelas A, B, dan C. Kekurangannya apar powder ini apabila dia meninggalkan residu tepung-tepung tadi ya dan itu bersifat lengket ya. Silakan nanti kalau ada kesempatan melakukan simulasi drill di perusahaannya menggunakan apart powder itu bisa dilihat nanti tepung powdernya itu bikin lengket ketika dipegang ya. Selanjutnya bisa menimbulkan karat bila terkena peralatan elektronik. Ya, dia bisa membkan kebakaran tipe elektrikal ketika api padam, barangnya rusak ya. Karena dia yang sifatnya tadi meninggalkan residu ya, yang menyebabkan peralatan elektrikal itu menjadi berkarat-karat nantinya. Apar jenis CO2 prinsip kerjanya mendorong oksigen sampai batas minimal dan mendinginkan area kebakaran. Jadi ini masuk juga dalam kategori cooling tadi. Keuntungannya mudah menyebar ke seluruh areal kebakaran ya karena sifat yang menyatu dengan udara tadi. Tidak menghantarkan listrik, tidak meninggalkan residu. Efektif untuk kebakaran kelas B dan C. Kekurangannya apart CO2 ini tabungnya berat ya daripada apar tipe powder. Sulit bergerak dan tidak efektif di ruang terbuka. Kenapa dia tidak efektif di ruang terbuka? Karena ketika disemprotkan dia menghasilkan CO CO2. CO2 itu menyatu dengan udara ya. Sebenarnya apart ini dilema ya kita menggunakannya. Kenapa saya katakan dilema? Ketika digunakan di ruangan terbuka dia menjadi tidak efektif karena dia cepat menyatu dengan udara karena massa jenisnya yang ringan tadi. Selanjutnya kalau kita gunakan di dalam ruangan, nah kalau ruangan yang ada ventilasi terlebih, enggak ada ventilasi, maka dia akan bisa menimbulkan nanti toksikitas, ya ataupun akan memicu nantinya menyatu di udara menyebabkan ke keracunan ya. Namanya aja CO CO2 ya, lawannya dari O2. Oke, seperti itu. Selanjutnya, APAR jenis salon. Prinsip kerjaan itu memutus rantai reaksi kimia seperti apar CO2. Keuntungannya clinic, media pemadam yang bersih tidak meninggalkan kerak-kerak pada benda yang disemprotnya. tidak mengantarkan listrik karena sifat yang sama seperti CO2 tadi, menyatu dengan udara juga tidak meninggalkan residu efektif untuk kebakaran kelas A, B, dan C. Ke kekurangannya tidak ramah terhadap lingkungan. Nah, ini sifat dari APAR CO2 tadi. Selanjutnya pada tahun 1970 pemakaian halon jenis CCI4 dilarang karena bila terkena api akan menghasilkan gas C2 yang beracun bagi manusia. Lalu pada tahun 1994, tepatnya pada 1 Januari, apar tiptipe halon ini tidak lagi diproduksi karena semua jenis halon yang ada pada saat itu mengandung senyawa CFC, kloro, fluoro, dan karbon yang merusak lapisan ozon. Nah, lapisan ee senyawa CFC ini juga terdapat pada AC AC yang kita gunakan sehari-hari ya. Makanya makin banyak kita menggunakan AC di bumi ini maka akan menyebabkan kita sebagai penyumbang perusak lapisan ozon. Makanya akhir-akhir ini tingkat panas suhu di bumi itu semakin meningkat. Ya wajar karena hampir seluruh bagian dunia pasti menggunakan AC. Nah, serba salah teman-teman sekalian. Kalau enggak menggunakan AC panas ya. Kita gunakan AC merusak lapisan ozon ya. Itulah ya bimbangnya menjadi manusia teman-teman sekalian ya. Seperti itu. Lalu ada lagi APAR jenis wet chemical fog. Apar wet eh chemical form ini prinsip kerjanya menutupi permukaan bahan bakar yang terbakar. Berarti dia ini masuk ke dalam apa tadi, Teman-teman? Kalau dia menutupi permukaan bahan bakar yang terbakar yaitu metodenya apa? Smart smart hairing ya. Star Faction tadi apa? Masih ingat? menghilangkan bahan bakar. Bahan bakarnya ya. Jangan lupa teman-teman sekalian keuntungan dari apar tipe white chemical form itu apa? Yang pertama cocok untuk kebakaran kelas K terutama yang melibatkan minyak dan lemak. Mencegah api kembali berkobar dengan membentuk lapisan busa yang stabil. Aman digunakan. di dapur karena mengurangi resiko ledakan dapat mereduksi suhu dan meninginkan minyak ataupun lemak yang terbakar dengan dengan cepat. Kekurangannya hanya efektif untuk memendamkan api kelas K yaitu kebakaran yang melibatkan lemak dan minyak. Busa yang keluar dari apar ini memiliki campuran air yang bersifat kon konduktif. ya. Konduktir berarti artiannya pengantar arus listrik, ya. Lalu selanjutnya syarat dan ketentuan APAR berdasarkan Permenakar nomor 4 tahun 1980. Pada pasal 4 ayat 3 disebutkan tinggi pemberian tanda pemasangan apar itu adalah 125 cm dari dasar lantai. Nah, maksudnya syarat kita memasang apar di lokasi kerja itu ya apabila apar itu digantung. Nah, ketinggiannya adalah 125 cent dari lantai. Nah, itu persyaratannya. Apakah apar boleh ditaruh di lantai? Boleh. Dengan syarat harus ada tatakannya. Apar tidak boleh langsung bersentuhan dengan lantai. Kenapa? Apabila dia tipe apar border nanti apar itu akan menjadi pembeku. Nah, makanya apar itu tidak boleh langsung bersentuhan dengan lantai. Kalau mau ditaruh di lantai, berikanlah bok ataupun tatakan, ya. Tapi kalau mau lebih efektif cukup digantung saja dengan persyaratannya itu ketinggiannya adalah 125 cent dari dasar lantai. Selanjutnya pasal 4 ayat 5 disebutkan jarak penempatan apar yang satu dengan lainnya ataupun kelompok satu dengan yang lainnya tidak boleh melebihi 15 m. Artiannya apabila kita ee melakukan pemasangan apar di lokasi kerja atau pada bangunan ee kantor kita misalkan kita harus tahu terlebih dahulu ya berapa luas bangunan tempat kita bekerja. Contohnya kantor kita itu terdiri dari satu lantai ya tapi luasnya itu adalah 1500 m. Nah, berapa yang kita butuhkan? Untuk luas kantor satu lantai dengan luasnya 1500 m. Berapa apar yang kita butuhkan apabila persyaratannya jarak dari satu apar ke apar yang lain itu adalah 15 m? Nah, dari sana kita bisa menghitung kebutuhan apar di lokasi kerja. Nah, berapa kebutuhan apar jadinya? Kalau luas bangunan kantor kita itu adalah 1500 m, berapa yang dibutuhkan? berapa? Ayo, coba hitung. Kalau enggak nanti gimana cara teman-teman sekalian melakukan penyebaran apar di lokasi kerja? Kalau enggak tahu caranya berapa par yang harus direquest? Berapa? 100, Pak. Se 100. 100. Dari mana datang 100? Luas bangunan dibagi persyaratan jarak penempatan apar. Ya, luas bangunan tadi 1.00. Syarat penempatan apar itu dari satu aper ke aper lainnya adalah 15 m. 1500 / 15 adalah 100. Berarti kita wajib merequest apar sebanyak 100 apar. 100 biji apar. 100 tabung AP untuk luas bangunan kantor kita sebesar 1.500. Ya, patokannya seperti itu. Paling utama kita harus mengetahui dulu ada berapa lantai per lantai itu luasnya berapa ya nanti baru bisa dimasukkan rumusnya. Pasal 9. Apart tidak boleh dipasang dalam ruangan di mana suhu melebihi 49 derajat Celcius atau turun sampai -44 derajat Celcius kecuali apabila alat pemedaman peringan tersebut dibuat khusus untuk suhu di luar batas tersebut ya. Tapi jarang banget ya ada par yang dibuat untuk suhu seperti melebihi dari 49 derajat ataupun kurang dari -44 derajat. Nah, lalu pada Permenakar nomor 4 tahun 1980 pada lampiran 1 untuk tanda untuk menyatakan tempat apar itu atau sign apar ya ini adalah perseratan ya. Lebarnya dia segitiga sama sisi ya segitiga sama sisi di mana tiap sisinya itu panjangnya adalah 35 cm. Ya, inilah persyaratannya. Untuk ketinggian hurufnya adalah 3 cm berwarna merah untuk labelnya. Untuk tanda arah panahnya ke bawah dengan ketinggiannya itu adalah 7,5 cent. Itu adalah perceratannya. Ya, kalau zaman sekarang ini dengan teknologi yang serba canggih, kita tidak perlu repot-repot lagi ya. bikin sendiri itu repot di toko hijau dan toko oren itu sudah ada semuanya ya. Jadi kita tinggal request barang datang enggak perlu lagi kayak zaman dahulu kalah ya. ya sebelum kita mengenal e-commerce dan sebagainya itu biasanya kita saya itu biasanya datang ya ke bagian kaca film ya ataupun cutting stiker untuk membuat sign sign apar tadi. Nah seperti itu. Selanjutnya apabila kita akan menggantung apar atau memasang apar ya. Nah, inilah yang dimaksud tadi. Ketinggiannya wajib 125 cm dari lantai. Nah, jadi kita memasang apar itu di sini. Nah, sign AP itu di mana dipasangnya? Di sini. Nah, di kolom ini seperti itu ya. Cara pemasangan apar, cara penempatan apar. ketinggian 125 standnya dipasang langsung di atas apar tersebut. Ya, seperti itu. Cara pengoperasian apar ya dikenal dengan TATS. Tarik kunci pengamannya lalu arahkan selang ke titik pusat api. Tekan tuas untuk mengeluarkan isi apar. sapukan secara merata sampai api pun padam ya. Nah, ini adalah penggunaan APAR dengan cepat dan aman. Ya, bisa dilihat apabila kita akan menyemprotkan apar, kita tidak boleh berlawanan dengan arah angin. Ketika menyemprotkan apar, kita harus mengikuti arah anginnya ke mana. Kalau arah anginnya misalkan ke barat, berarti kita nyemprotnya di sini. Jangan kita nyemprotnya di sini. Kalau kita nyemprat apar dari sini, sedangkan arah anginnya ke sini, nanti yang kesemprot bukan api malah muka kita, ya. Karena si apar tadi terbawa oleh angin. Nah, seperti itu ya. Lalu sudut ya sudut yang harus kita ambil ketika menyempurkan
Resume
Categories