Training AK3U & Pengawas K3 Migas - 18 Desember 2025 | Day 4
5UzUeau4YaE • 2025-12-19
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Baik. Ee silakan Bapak Ibu peserta untuk
menyalakan kameranya
untuk Bapak Willy, Bapak Ribi. Silakan
dinyalakan kameranya.
Oke, masih ada satu peserta yang belum
bergabung.
Ee tadi izin telat karena masih ada di
luar rumah. Jadi kita mulai saja untuk
training pada malam hari ini. Oke. Baik,
Ibu Azaz sudah bergabung. Baik, akan
saya buka training pada malam hari ini.
Sebelumnya maaf untuk Bu Azah silakan
untuk dinyalakan terlebih dahulu
kameranya.
Oke. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Baik, selamat malam Bapak
Ibu semuanya. Terima kasih telah
bergabung kembali di training pada malam
hari ini di training terakhir di hari
keempat untuk training ahli K3 umum dan
pengawas K3 Migas. Baik ee Bapak Ibu
semuanya sebelum kita memulai training
pada malam hari ini alangkah baiknya
kita berdoa terlebih dahulu agar
training hari ini dapat berjalan dengan
lancar. Untuk waktu berdoa dimulai.
Baik, untuk waktu berdoa selesai.
Baik Bapak Ibu semuanya untuk
selanjutnya saya izin mengambil
dokumentasi terlebih dahulu. Silakan
untuk Ibu Azah ya. Dinyalakan kameranya
semuanya. Ee silakan untuk berpos.
Oke.
Oke. Akan saya ambil dalam hitungan 1 2
dan 3.
Oke. Baik. Untuk
Oke. Untuk satu posnya yaitu salam
kompeten. Silakan Bapak dan Ibu salam
kompeten. Oke. Baik. 1 2 dan 3.
Oke. Baik. Terima kasih Bapak Ibu
semuanya. Baik, ee untuk selanjutnya ee
untuk merjahkan
ee training pada malam hari ini dan juga
biar Bapak Ibu tetap semangat ee saya
izin mau yel terlebih dahulu. Sebelumnya
untuk yellel-nya apakah sudah diinfokan
untuk moderator sebelumnya?
Bagaimana Bapak Ibu untuk Yelnya apakah
sudah sudah di infokan belum? Oke, kalau
masih belum akan saya kirimkan terlebih
dahulu untuk yel-nya di dalam kolom
chat. Oke, untuk yel-nya ketika saya
mengatakan apapun sertifikasinya, Bapak,
Ibu silakan menjawab CAC solusinya.
Ketika saya mengatakan CAC, Bapak, Ibu
silakan mengatakan pasti lebih kompeten
seperti itu. Oke, kita coba terlebih
dahulu ya Bapak dan Ibu ya. Oke, saya
katakan apapun sertifikasinya
CAC solusinya solusinya
CAC
pasti lebih kompeten
pasti lebih kompeten.
Oke. Baik. Oke. Ee saya izin record dulu
untuk yel-yelnya untuk menambah semangat
Bapak Ibu semuanya di training hari ini.
Silakan Bapak dan Ibu saya
mulai ya. 1 2 dan 3. Apapun
sertifikasinya?
Cac solusinya.
Cacolusinya.
Oke, ulang ya. Ulang Bapak Ibu ya. Biar
saya kompak nih. Oke. 1 2 dan 3. Apapun
sertifikasinya
solusinya
CAC
pasti lebih kompeten lebih kompeten.
Oke. Baik. Terima kasih Bapak, Ibu
semuanya masih tetap semangat ya di hari
training pada hari ini. Baik, ee sekali
lagi diingatkan ya untuk Bapak Ibu untuk
tugas di-nya dimohon untuk dikerjakan
karena besok sudah batas pengumpulannya.
Untuk batas pengumpulannya besok di jam
.00 sore ya, Bapak, Ibu. Jika masih ada
yang terkendala dalam pengerjaan di-nya
silakan untuk bertanya kepada Bapak
Hendra selaku trainer.
Nanti Bapak Hendra akan membantu Bapak
Ibu semuanya. dalam pengerjaannya jika
masih ada kendala. Baik, langsung saja
kita mulai untuk training pada hari ini.
Untuk Bapak Hendra apakah sudah siap,
Pak?
Maaf, Pak untuk suaranya masih belum
terdengar.
Ee
bagaimana Bapak Ibu? Ee maaf suaranya
kedengar.
Apakah sudah dengar? Oke. Baik.
Sudah ya. Baik, baru masuk ya. Baik,
Pak. Oke, langsung saja kita mulai
training pada hari ini oleh Bapak
Hendra. Untuk tempat dan waktu saya
persilakan.
Baik, terima kasih Bu Rita atas kata
sambutannya pada malam hari ini. Apakah
suara saya terdengar?
Terdengar ya. Oke, aman. Baik, kita
masuk dalam tahap hari terakhir ya pada
malam hari ini. Training pada malam hari
ini. Nah, training sudah mau berakhir.
Tugasnya gimana? Sudah dikerjakan apa
belum?
Gimana teman-teman sekalian? Pak Taufik
gimana Pak Taufik?
Iya, Pak. Sudah mulai dibuka-buka Pak.
Baru mau dibuka ya, Pak ya. Oke.
Enggak apa-apa, Pak. Besok kita masih
ada kesempatan sampai jam 6.00 sore ya,
Pak ya. Seperti itu untuk ee masa
pengerjaannya. Nah, yang untuk
teman-teman lain bagaimana?
Udah selesai atau sambil nanti training
ya, sambil training, sambil mendengarkan
nanti bisa sambil dikerjakan ya seperti
itu ya untuk lebih mengefisiensi waktu
saja. Nah, seperti itu rekan-rekan
sekalian. Baik, kita masuk kepada materi
yang pertama pada malam hari ini.
Nah, materi kita pada malam hari ini
yaitu yang pertama adalah manajemen APD
untuk teman-teman dari ahli ketiga umum
dan inspeksi ketiga bagi teman-teman
pengawas K3 Migas.
Oke, kita mulai dulu ya. APD. Oke,
mungkin hampir semua teman-teman di sini
pasti sudah tahu ya berbagai macam APD
yang ada di tempat kerja rekan sekalian.
Begituun fungsinya masing-masing ya itu
pasti ya. Kalau tidak tahu mungkin baru
masuk di dalam dunia kerja tidak
apa-apa. Nama juga tahap pembelajaran.
Baik APD. Apa aturan yang mengatur dari
alat pelindung diri ini? yaitu
Permenaker nomor 8 tahun
10. Nah, inilah aturan yang mengatur
terkait APD di lokasi kerja.
Nah, selanjutnya APD itu merupakan suatu
alat yang mempunyai kemampuan untuk
melindungi seseorang yang fungsinya
mengisolasi
sebagian atau seluruh tubuh dari potensi
bahaya di tempat kerja. Ya, betul sekali
ya. APD itu hanya mengcover
secara garis besar itu hanya sebagian
tubuh saja. Contohnya seperti APD,
safety helmet ya. Helm safety itu yang
di-cover hanya di bagian kepala bagian
atas ya dan setengah kepala bagian
belakang. Nah, berbeda ketika kita
memakai helm motor. Kalau kita pakai
helm motor
itu meng-cover semua area kepala, tapi
helm motor bukan untuk peruntukan di
area kerja.
Tujuan penggunaan APD itu apa? Yang
pertama untuk
meminimalkan akibat kecelakaan kerja
atau penyakit yang ditimbulkan
akibat pekerjaan yang dihadapi oleh
rekan-rekan sekalian. Contohnya seperti
kita bekerja di area berdebu, kita
bekerja di area kebisingan. Penyakit
yang kita dapatkan nanti kalau bekerja
di area debu itu adalah ISPA. Kalau di
area yang tingkat kebisingannya tinggi
itu tuli. Ya, kalau berhubungan dengan
bahan kimia nanti salah satunya kita
bisa kehilangan daya penciuman
ya. Nah, itu salah satu bentuk penyakit
akibat kerja. Penyakit akibat bekerja
itu tidak didapatkan dalam satu waktu,
tapi dia merupakan bentuk akumulasi dari
hasil pekerjaan kita selama
bertahun-tahun,
ya. Jadi, enggak ada penyakit akibat
kerja tuh langsung efeknya kelihatan 1 2
bulan, 3 bulan tidak ada. Pasti ee
penyakit akibat kerja itu timbul karena
efek akumulasi tadi selama
bertahun-tahun.
Lalu selanjutnya
tujuan APD itu untuk meminimalkan
gangguan fisik ya pada anggota tubuh
kita. Paling utama tu seperti telinga.
Telinga itu biasa kita memakai earmaff
ataupun ear plug. Mata kita bisa
menggunakan safety googles ya, safety
ee tameng muka dan sebagainya ya banyak.
Lalu selanjutnya
tujuan APD itu adalah mengamankan tubuh
bagian dalam seperti jantung, paru,
hati, ginjal, dan lain-lainnya.
Penggunaan APD itu ketika kita bekerja
di area seperti apa? Yang pertama
bekerja di tempat terbuka,
bekerja di ketinggian,
bekerja di ruangan, terbatas. Confence
space. Kalau convince space itu kita
menggunakan dinamakan dengan SCWA, ya.
Kemarin kita sudah lihat CBA itu seperti
apa bentuknya. Lalu selanjutnya bekerja
di ruangan terbatas, bekerja di daerah
bahan beracun dan berbahaya. Bekerja di
pabrik dan bekerja di air. Apakah di
atas air, di permukaan air ataupun di
dalam di dalam air. Ya, contoh orang
yang bekerja di dalam air siapa? Orang
yang melakukan pengelasan di bawah air.
Nah, itu salah satu contohnya.
Nah, fakta di lapangan ya acap kali kita
temukan mungkin ya salah satu contoh
yang ada pada gambar ini ya paling utama
terutama kalau di construction yang
paling sering kita temukan ini
penggunaan sarung tangan yang sudah
tidak layak
ya karena alasannya pasti nanti
ujung-ujungnya adalah budget.
Nah, seperti itu. Ini adah satu
contoh dari kelaian ya ataupun bisa kita
katakan sebagai unsafe action.
APD tidak menggunakan APD. Semua kasus
yang ada di lapangan itu pasti
berhubungan dengan UNSFE action budaya
K3
tingkat kesadaran yang rendah. Nah,
itulah kendalanya teman-teman sekalian
ya. Ketika teman-teman sekalian sebagai
orang ketiga, sebagai orang ASE,
kendala yang pasti akan dihadapi di
lapangan itu selalu berhubungan dengan
manusia yang ada ya ataupun para pekerja
ini. Karena apa? karena berpengaruh
dengan tingkat pengetahuan, tingkat
pendidikan ya, budaya itu sangat
mempengaruhi dalam penerapan K3 di
lokasi ketiga tadi.
Lalu, perseratan alat pelindung diri
sesuai dengan jenis bahaya yang
dihadapi.
terbuat dari material yang tahan dari
bahaya tersebut memiliki konstruksi yang
kuat tidak meningkatkan resiko bagi
pemakainya tidak mengganggu APD lain
yang bersamaan dipakai oleh yang
bersangkutan.
Dasar hukum. Nah, ini dasar hukumnya ya
bisa dilihat apapun jenisnya dari setiap
aktivitas di dunia K3 pasti landasan PL
utama itu adalah Undang-Undang Nomor 1
1970.
Lalu ada lagi Undang-Undang Nomor 13
Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Lalu ada lagi PP 50 tahun 2012 tentang
SMK 3. Lalu ada lagi Permenaker nomor 8
tahun 2010 tentang alat pelindung diri.
Selanjutnya ada standar dari
internasional seperti standar ANC atau
IC.
Keterbatasan dari sebuah PD yang pertama
terbatas daerah yang di dilindunginya.
terbatas kemampuannya, terbatas jenis
bahaya yang dilindungi, terbatas waktu
pemakaiannya. Ya, memang APD itu
mempunyai ee istilahnya masakan dewarsa
atau expire ya penggunaannya. Contohnya
seperti sepatu safety masa expire-nya
itu adalah 1 tahun, helem
ya. Jadi bermacam-macam rekan-rekan
sekalian ya untuk masa pakai dari sebuah
APD.
Manajemen APD. Nah, manajemen APD ini
terdapat dan diatur pada Permenakar
nomor 8 tahun 2010 pada pasal 7 ya. Di
mana manajemen APD ini menyuruh kita
untuk mengidentifikasi kebutuhan dari
masing-masing pekerja terkait APD-nya.
Biasanya manajemen APD ini identik
dengan matriks APD.
Nah, ya pasti akan identik dengan
matriks APD. Tentunya pemilihan APD yang
sesuai dengan kebutuhan kenyamanan
pekerja, pelatihan, penggunaan,
perawatan, dan penyimpanan,
penatalaksanaan,
pembuangan ataupun pemusunan APD ketika
APD itu sudah tidak digunakan ataupun
tidak layak. Selanjutnya ada berhubungan
dengan pembinaan, inspeksi, evaluasi,
dan pelaporan. bulanan ataupun catur
bulan nantinya. Nah, inilah yang
dinamakan dengan manajemen APD di lokasi
kerja.
Nah, dan inilah salah satu contoh dari
matriks alat perlindung diri. Oke,
mungkin saya akan tampilkan ya bentuk
yang lebih jelasnya dari matriks alat
pelindung diri ini.
Oke, sebentar saya cari dulu.
Oke,
sudah tampil ya.
Ini adalah bentuk dari sebuah matriks
APD. Nah, matriks penggunaan alat
pelindung pelindung diri.
Oke.
Halo. Apakah suara saya masih terdengar?
Iya, terdengar, Pak. Maaf, Pak. Untuk
tulisannya agak kecil, ya, Pak.
Cek cek.
Iya. Halo.
Ya, terdengar, Pak.
Terdengar ya? Aman ya?
Iya.
Oke.
Iya, Pak.
Sedikit ada goncangan sepertinya ya.
Oke.
Iya.
Your internet is unstable. Oke.
Sinyalnya rada-rada ya di akhir di hari
akhir ini. Mohon maaf. Baik. Eh, ini
adalah contoh dari sebuah matriks alert
pelindung diri pada project fuel
terminal rewolu ya ataupun bisa
dikatakan ini sebagai
terminal tangki timbun. Nah, bisa
dilihat ya. Di sini macam-macam APD yang
digunakan pada project ini ada dimulai
dari safety helmet,
Googles, ataupun kacamata safety,
earplug,
IRMF
ya. Lalu ada lagi masker
kesehatan, sarung tangan kain ya. Ini
serut tangan kain ya, bukan serot tangan
kaos
ataupun serot tangan katun.
Sarung tangan las.
Oke, kita tambahkan. Oke, selanjutnya
sarung lengan
ya. Istilahnya ini lebih ke sarung
tangan yang ee istilahnya lebih panjang
ya untuk kebutuhan bahan kimia tentunya.
Nah, selanjutnya
safety sus, safety boot, welding helmet,
full body harness, pack. Nah, safety
face. Safety face ini rompi ya, rompi
keselamatan. Nah, lalu terdapat eh
istilahnya ini simbol yang menyatakan
catatannya. Kalau dia ceklis itu
digunakan rutin. Nah, kalau simbolnya
seperti ini itu menandakan digunakan
sewaktu-waktu apabila dibutuhkan saja.
Nah, seperti itu ya. Jadi cara kita
membaginya seperti itu. Nah, lalu
di bagian sebelah kolom paling kiri itu
ada berbagai macam pekerja ataupun job
titelnya.
Mulai dari penanggung jawab pekerjaan,
GM sampai nanti ada para pekerja tukang.
Nah, kita lihat dulu di sini ada untuk
helm. Nah, semua
nya dalam aktivitas harian membutuhkan
helm.
Oke,
untuk angka 1 dan ini berbeda sendiri 5
itu menandakan jumlah pekerja.
Nah, jadi
kebaca ya berapa kebutuhan APD untuk
projject tersebut ya. karena ada
manpower-nya 15 orang ya.
Manpower ini bisa dilihat ini jumlah
manpower-nya.
Nah, jadi begitu pula teman-teman
sekalian. Misalkan manpower di lokasi
rekan-rekan sekalian itu ada 100 orang.
Nah, itu dianalisa untuk jabatan level
GM ada berapa orang. GM mungkin biasanya
satu ya. Nah, PM itu biasanya satu, IM
manager itu biasanya satu. Septimen.
Septimen ini mungkin kalau projjectnya
100 orang itu kemungkinan subtimennya
ada 3 atau 5 orang. Nah, jadi apabila
jumlah subtimen 3 atau li orang berarti
itu dimasukkan jumlah sesuai dengan
jumlah manpower-nya ataupun tenaga
tenaga kerjanya seperti itu.
Lalu kita lihat kembali untuk safety
Google di mana pemakaiannya hanya untuk
digunakan sewaktu-waktu saja.
Nah, berarti itu dia menyediakan
masing-masing dari job titel itu sesuai
dengan jumlah tenaga kerjanya. Ear plug
di project ini itu tidak dibutuhkan
ya. Jadi dia kosong semuanya.
Nah, seperti itu ya. Kosong.
Jadi kalau kosong dia tidak di masukkan
sama sekali. Oke.
Nah, selanjutnya
IRMF. Apakah IRMF digunakan di project
ini? Tidak, ya. IRMF juga tidak
digunakan di project ini. Jadi, dia juga
kosong.
Nah, masker
kesehatan ya diperlukan di sini ya.
Berarti kita wajib melakukan
pengadaannya.
Jumlahnya berapa? Masih sama 15 lagi ya.
Nah,
sarung tangan katun.
Ah,
hampir di semua job titel itu
membutuhkan sarung tangan katun, tapi
tidak untuk seorang welder. Nah, berarti
welder di sini terlihat kosong ya. Nah,
weldernya enggak butuh. Jadi, enggak
perlu di-request sebanyak 15. Berarti
yang direquest hanya sebanyak
14 saja.
Nah, seperti itu ya. Lalu ada lagi
sorong tangan las. Nah, sorong tangan
las yang membutuhkan hanya seorang
welder. Jadi cukup direquest satu saja.
Sarung tangan lengan tidak ada yang
butuh. Setisus ya. Setus hampir di semua
job titel membutuhkan. Berarti yang kita
jumlah request-nya 15. Safety boot
apakah dibutuhkan? Tidak. Welding helmet
ya dibutuhkan karena digunakan oleh
welder di satu full body ya yang memakai
hanya cuma seorang welder dan para
pekerja tukang. Nah, jadi membutuhkan
hanya en orang saja jadi kita cukup
request en orang. Akan tetapi ya ketika
di matrix APD ini
yang membutuhkan itu hanya dua job title
dan jumlah tenaga kerjanya hanya
misalkan 10 orang yang direquest
sebanyak 50. Nah, itu bisa jadi
pertanyaan
ya, kenapa bisa berlebih ya? Ada
permainan berarti di dalamnya. Nah,
seperti itu.
Weeppack. Nah, pack hampir di semua job
membutuhkan. Safetyus eh safest tidak
ada yang membutuhkannya. Nah, ini adalah
matriks yang dinamakan dengan matriks
kebutuhan APD. Tujuannya apa? agar kita
bisa melakukan manajemen terhadap APD
yang dibutuhkan di lapangan berdasarkan
job titel dari masing-masing para
pekerja. Ya, jadi kita tahu job titel
apa saja yang dibutuhkan di projject
tersebut dan berapa jumlah tenaga kerja
yang berkecimpung di dalam proyek
tersebut.
Nah, jadi tidak ada pemborosan di dalam
request APD-nya. Nah, seperti itu.
Nah, ini lebih detail lagi ya. Nah,
matriks kebutuhan PD-nya ini bisa
dilihat ya,
mulai dari pekerjaan persiapan. Nah, ini
lebih detail lagi
ya. Seperti kalau pekerjaan persiapan,
mobilisasi alat kerja dan material APD,
apa saja yang dibutuhkan. Nah, ini bisa
dilihat ada dari helm seperti Google,
masker, sarung tangan, kaos, ataupun
kain ya. Nah, seperti itu.
Nah,
untuk ini ini kan berhubungan dengan
langkah-langkah pekerjaan yang secara
detail ya. Nah, ini kan kita yang tahu
untuk job
ee job step ya istilahnya ya. Nah,
langkah pekerjaan secara detail itu
adalah level supervisor ya. Berarti kita
harus koordinasi nih sama si
supervisornya
ya untuk mengetahui di setiap apa-apa
aja langkah-langkah pekerjaan selama
project ini berlangsung.
Nah, seperti itu. Dari sanalah juga kita
bisa memastikan di saat pekerjaan A ini
PD-nya, di saat pekerjaan B ini pula
PD-nya. Nah, seperti itu. Jadi, dari
semua aktivitas pekerjaan dan jumlah
tenaga kerja, kita bisa menentukan APD
apa saja dibutuhkan. Jadi,
ketika pekerjaan ini sudah berlangsung
tidak ada APD yang edisional namanya ya.
karena sudah ditentukan di awal project
sebelum dimulai. Nah, seperti itu.
Itulah guna dari sebuah matriks APD ya.
Ada yang mau bertanya?
Oke,
ada yang bertanya ya. Baik, kita lanjut
kembali.
Jika ingin bertanya, silakan Bapak Ibu
langsung saja. open mic atau
meninggalkan pertanyaan di dalam kolom
chat nanti akan dibacakan
atau mungkin yang ingin bertanya
mengenai DIIT-nya yang masih belum
silakan untuk bertanya ya Bapak Ibu
semuanya jangan malu-malu.
Oke, kita lihat kembali balik lagi ke
dalam materi kalau tidak ada yang mau
bertanya.
Ini adalah ee masing-masing jenis APD
yang ada ya dan standar
yang bisa kita
menjadi patokannya ya atau standar guide
guide standarnya lah istilahnya ya.
Standar apa saja ya.
Kalau yang terlampir ini banyak
menggunakan standar dari luar standar
internasional ya. Tidak ada SNI di sini.
Nah, seperti itu.
Lalu muncul pertanyaan,
apakah masih apakah standar ee nasional
Indonesia itu dapat dipercaya
kualitasnya?
Ya, dapat dipercaya ya. Tapi kalau
dibandingkan harga kadang
harga yang produk lokal itu kadang lebih
mahal dari produk dari luar. Nah,
seperti itu. Makanya kadang banyak yang
menjadi pertimbangan
salah satunya adalah di segi segi harga.
Oke, lalu kita lihat lagi jenis-jenis
APD.
Jenis-jenis APD itu banyak sekali
contohnya rekan sekalian ya. Mulai dari
pengaman mata,
pengaman wajah ya. pengaman pemajuannya
seperti face shield ataupun topeng las.
Lalu ada lagi pengaman terjatuh, safety
full body harness. Lalu ada lagi
pengaman tangan sarung tangan ya.
Lalu ada lagi pengaman telinga,
pengaman pernapasan,
pengaman kaki,
pakaian kerja, dan pengaman kepala
ataupun seti helmet.
Kita lihat dulu yang pertama
yaitu pengaman mata ataupun biasa kita
kenal itu dengan A protection.
Standarnya bisa teman-teman lihat ada
safety glass ansi 287.1.003.
Lalu manfaatnya apa? Manfaatnya untuk
melindungi mata dari debu.
serpihan yang berterbangan di tiiup
angin yang berukuran kecil yang tidak
terlihat oleh mata telanjang. Ya, jadi
inilah fungsinya. Kadang kan kalau
seperti di area project ya, Teman-teman
sekalian ya, kadang kita berada di dekat
area orang melakukan penggerindaan ya.
Padahal kita tidak melakukan
pengerindaan tapi tiba-tiba mata kita
terkena gram ya. gram hasil bubuk orang
melakukan pengerindaan tersebut. Ya,
kadang gram itu terbang
terbawa oleh angin ya lalu terkena mata
kita. Kenapa bisa terkena mata? Karena
kita enggak pakai
pengaman mata tadi ataupun kacamata
safety ya.
Nah, untuk sebenarnya kacamata safety
paling aman itu adalah ini ya. karena
dia melindungi sampai sisi luar dari
mata.
Nah,
lalu untuk warna kacamata.
Warna kacamata itu ada dua. Yang pertama
berwarna clear dan satu lagi berwarna
hitam.
Kalau di siang hari itu disarankan untuk
pekerjaan ataupun ketika kita melakukan
pekerjaan di tempat yang silau itu lebih
disarankan menggunakan yang berwarna
hitam.
Kalau bekerja di malam hari ataupun di
tempat yang gelap itu diserangkan
menggunakan warna yang clear ataupun
bening ya. Jadi disesuaikan di mana
lokasi dari para pekerja nantinya.
Lalu selanjutnya ada lagi pengaman
wajah.
Pengaman wajah itu dinamakan dengan face
protection ya. Ada contohnya yang
pertama itu face shield.
Ini fal ya. Banyak juga ini digunakan
ketika kita zaman COVID
ya.
Ada yang pernah memakai di zaman COVID?
Tidak ada ya. Konyol sekali rasanya ya
memakai fesal di zaman COVID ya.
Oke. Atau ada yang pernah pakai topeng
lah di zaman COVID ya biar anti
mainstream ya.
Oke, selanjutnya manfaatnya dari topeng
las welding mas ataupun facial pelindung
wajah.
Manfaatnya itu untuk yang pertama
tentunya melindungi wajah pada saat
pengelasan, pemotongan
dengan gerinda, pengemboran besi, kayu,
dan sebagainya. itu fungsinya yang pada
intinya fungsinya untuk melindungi mata
eh mohon maaf melindungi wajah ya dari
percikan ataupun pecahan-pecahan
nantinya seperti penggerindaan
menghindari wajah terkena pecahan dari
batu gerinda ya agar tidak tertancap
langsung kepada wajah.
Selanjutnya ada pengaman terjatuh atau
biasanya kita kenal dengan fall
protection.
Oke. Pamata jatuh itu ataupun sakti full
body harness itu jenisnya terbagi pula
menjadi dua. Ada yang lanyar ataupun
hook lanyar dan hook-nya di belakang
ya. Ada yang lanyar dan hook-nya di
depan.
Nah, untuk harga itu jompang. Jomplang
ya.
Yang ini harganya antara kisaran 300
sampai R00.000-an.
Yang ini harganya dimulai dari R,5 juta
sampai R jutaan ya. R jutaan lah. Merek
paling bagusnya seperti petell. Nah,
seperti itu.
Apa fungsinya?
Kalau ini
saf body harness dengan lanyar dan eh
hook-nya di bagian depan.
Ini biasanya digunakan oleh para pekerja
yang bekerja di seutas tali.
Biasanya ini adalah tipe-tipe orang yang
bekerja membersihkan gedung kaca-kaca
gedung tinggi
ya. Yang mana dia bekerja tanpa
menggunakan lantai kerja. Jadi dia hanya
bekerja mengandalkan seutas tali tadi
lebih tepatnya Spider-Man dengan tali
ya.
Nah, lalu selanjutnya
set body harness dengan lanyar dan hook.
Ini hook namanya ya. Ini hook ini lanyar
ya.
Di belakang itu biasa digunakan oleh
orang yang bekerja di ketinggian dengan
adanya lantai kerja ataupun biasanya
seperti scaffolding dan yang lainnya.
Nah,
usahakan di lokasi kerja teman-teman
sekalian,
usahakan safety full body harness-nya
memiliki absorber ya nih. Nah, ini
absorber namanya ya. Mungkin teman-teman
sekalian
munainya
ya. Ini fungsinya untuk meredam,
hentakan
ketika terjatuh dari ketinggian ya. Jadi
ini untuk melindungi bagian selangkangan
dan pinggang dari
pria ataupun laki-laki yang bekerja dari
ketinggian ketika terjatuh. Jadi enggak
langsung menghentak ke bagian pinggang
dan selangkangannya ya. Bisa-bisa nanti
bisa menyebabkan nanti contohnya seperti
ya dislokasi patah dan sebagainya ya.
Pengaman telinga
hearing protection
ada dua jenis. Yang pertama ini earma.
ERMF
dan ini ear plug.
Ada yang pernah menggunakan
earmaap ataupun ear plug?
Ada yang pernah menggunakan?
Nah, kalau belum ada ini merupakan
pelindung dari telinga
yang fungsinya untuk mereduksi atau
menurunkan tingkat kebisingan yang
dialami oleh para pekerja di lokasi
kerjanya.
Jadi dia fungsinya untuk menurunkanlah
kadar tingkat kebisingan itu sampai ke
nilai ambang batasnya sesuai jam
kerjanya dalam 1 hari kerja.
Oke. Apa perbedaan dari earplug dan
IRMF?
Nah, ini dia
perbedaannya paling signifikan itu
terdapat di bagian
reduksi frekuensi suaraf
dia lebih efektif dibandingkan dengan
ear plug di mana
dapat meredam suara itu hingga 40 sampai
50 desibel.
Nah, seperti itu lumayan. Apabila
misalkan kita bekerja di satu hari
terpapar kebisingan itu sampai 120
desibel ya. Sedangkan nilai ambang
batasnya itu adalah 85 desibel ya.
Seperti kita pelajari di hari yang
kemarin hari Selasa.
Oke, ketika kita makai IR maf kebisingan
yang kita rasakan 120 desibel, dia akan
menurunkan sampai 70
desibel
ya. Makanya itu lebih aman daripada kita
menggunakan ear plug yang hanya dapat
menurunkan tingkat kebisingan sampai 25
atau 30
desibel.
Dari segi harga tentunya jauh berbeda.
Irmaf goceng 5.000 perak ya itu bisa
kita beli
ya.
Makanya
earplug itu kurang efektif ya. Dari segi
harga juga
bisa kita lihat kualitasnya seperti apa
ya karena harga tidak pernah berbohong
ya. Nah seperti itu lebih kira-kira.
Nah, lalu ada lagi IRMF. IRMF
itu untuk yang KW-KW-annya itu dimulai
harganya minimal Rp70.000.
Itu yang KW ya, yang super KW lah
istilahnya. Kalau yang level bagusnya
yang mereknya 3M itu mungkin harganya
bisa mencapai Rp300.000-an.
Nah, seperti itu.
Lalu ada lagi kita namakan dengan
pelindung atau pengaman pernapasan.
Fungsi dan manfaatnya apa?
Yang pertama untuk melindungi pekerja
dari paparan zat berbahaya
seperti paparan bahan kimia,
kabut, debu, uap, dan asap di lokasi
kerja.
Ada namanya ataupun jenisnya dari
pelindung pernapasan itu SCBA. Nah,
inilah yang dinamakan dengan CBA tadi
ya. Lalu ada lagi yang berhubungan
dengan masker N95 untuk pelindung
pernapasan dan juga ada lagi respiratori
ya. Ini biasanya banyak digunakan di
sektoral pekerjaan yang berhubungan
dengan kimia,
batubara,
semen, dan yang lainnya. Jadi nanti di
sini diaman respiratori itu terdapat
filter yang harus kita ganti di tiap
harinya.
Oke, selanjutnya kita mengenal lagi yang
dinamakan dengan perlindungan tangan
ataupun hand protection.
Manfaatnya
untuk melindungi jari-jari tangan dari
api, suhu panas dan dingin, radiasi,
arus listrik, bahan kimia, benturan atau
pukulan,
tergores benda tajam, dan juga infeksi.
Nah, inilah yang dinamakan dari
ee fungsi dari sebuah
sarung tangan ya, Teman-teman sekalian.
Seperti itu.
Oke, selanjutnya servisus ataupun sepatu
keselamatan
ya.
ini banyak banget ya jenis dan modelnya
yang pada intinya dia fungsinya untuk
melindungi
seluruh bagian kaki ya baik itu telapak
ataupun punggung kaki kita.
Ada tipe sepatu safety ini yang setinggi
lutut yaitu dinamakan dengan safety
boots. Ada juga yang tingginya semata
kaki dan di atas mata kaki dikit. di
atas mata ee di atas mata kaki sedikit
ya. Nah, itu juga terdiri dari berbagai
macam merek ya ataupun biasa digunakan
oleh orang merek Kings dan
sebagai-bagainya ya. Nah, untuk
teman-teman sekalian di lokasi kerja
menggunakan merek yang mana?
Apa merek sepatu teman-teman sekalian?
Bagaimana Bapak Haji?
Cita, Pak.
Cita. Cita citata.
Oke. Cita. Terus apa lagi yang teman
lain?
Bagaimana? Bapak Taufik, Bapak Haji,
Bapak Willy.
Kings Pak. Kings.
Kings. I Kings KW berapa, Pak?
Enggak tahu, Pak. Yang penting dibeliin.
Yang penting dapat ya, Pak. Free ya.
Iya, penting dapat. Heeh.
Oke. Kings-nya yang mana? yang setinggi
di atas mata kaki.
Betul.
Oke. Oke. Yang teman-teman lain, Pak
Taufik
apa sepatu saftinya, Pak?
Bapak Taufik atau Bapak Ribi?
Nah, Pak Ribi apa? Marisunya, Pak.
King juga, Pak. King yang tinggi juga.
Oh, Kings yang tinggi. Oke, ya. Biasalah
ya untuk construction memang Kings ya,
Pak ya.
Iya.
Iya. Dipercaya selalu ya walaupun itu
KW-KW kesekian lah ya. Oke. Karena itu
pada umumnya ya kalau Kings itu harganya
di 350 sampai 500 lah ya.
Kalau yang bagus itu kalau enggak salah
saya yang
ori ya itu ya kisaran di atas 500-an ya.
Ada yang memakai
red wings,
jogger
ya. Itu lumayan juga untuk harganya ya.
Memang dari segi harga itu tidak bisa
berbohong juga untuk kualitasnya. Nah,
untuk Mas Ribui merek apa di lapangan?
Sparta, Pak.
Apa?
Sparta.
Sparta?
Iya.
Yang mana modelnya? Yang lebih dari mata
kaki?
Iya, Pak. melebih dari mata kaki.
Oke, ya. pada umumnya ya biasanya
perusahaan-perusahaan manufaktur ataupun
orang yang bekerja di pabrik yang
biasanya menggunakan sebatas mata kaki
kayak sepatu kasual seperti sepatu
running itu ya biasanya orang-orang
pabrik ya dia enggak terlalu berfungsi
yang ketinggian di atas mata kaki. Tapi
kan kalau kita di project itu berfungsi
ya ya melindungi dari gesekan ya dan
sebagainya ya terutama otomatis sepatu
kita harus ada to cap-nya tahu tu cap
tu cap besi
ya pelindung besi yang di ujung kaki
kita itu
ya kalau diinjak enggak terasa
ya. Nah, itu dinamakan dengan two cap
ya, pelindung ruas jari pada sepatu
kita. Nah, di sini nih posisionalnya.
Nah, di sini nih posisi besi tersebut
ya. Jadi, kalau teman-teman sekalian mau
nendang kaki orang tuh lumayan juga
sakitnya ya. Nah, seperti itu ya
rekan-rekan sekalian. Lalu ada lagi
safety helmet. Yah, safety helmet ini
juga berbagai macam jenisnya ya. Ada
yang modelnya itu seperti topi company
ya, yang bulat
ya, seperti adonan kue itu. Lalu ada
lagi yang seperti
helm sejuta umat
ya.
Oke, ada juga yang untuk helm panjat.
Nah, seperti ini juga ya. Lalu ada lagi
pernah muncul pertanyaan yang saya
hadapi ya, Pak. Apakah ada standar yang
menyebutkan terkait penggunaan warna
helm di lokasi kerja?
Ya kan ada tuh pertanyaan ya, kenapa
orang ASE itu warna helmnya merah, Pak?
Kenapa orang level manager
staf itu berwarna putih? Kenapa para
pekerja tukang itu berwarna kuning?
Ya, sebenarnya rekan-rekan sekalian
tidak ada standar ataupun regulasi yang
menyebutkan warna helm di lapangan itu
harus berwarna apa.
Ya, itu sebenarnya lebih ke habit saja,
kebiasaan yang sudah berulang-ulang
ya.
tukang itu bisa aja pakai warna putih,
enggak ada salahnya
ya. Sebenarnya kan
warna-warni helm di lapangan itu
fungsinya apa? Untuk membedakan level
jabatan mereka di lapangan. Lebih ke
sana aja sebenarnya.
Orang ketiga kalau mau pakai helm putih
juga enggak masalah
ya karena memang enggak ada standarnya.
itu lebih arahnya kepada kebijakan
masing-masing perusahaan saja
seperti itu ya.
Nah, Teman-teman sekalian, jadi kalau ke
depannya
ya mungkin bagi orang yang biasa ikut
project, ikut proyek dari awal mula
proyek pasti dia paham ya untuk
request-request
APD ini. Nah, seperti itu.
Pakaian kerja selanjutnya ada pakaian
kerja ataupun uppron yang biasa
digunakan ya.
Manfaatnya mencegah cedera dan
melindingi pekerja dari berbagai bahaya
di tempat kerja. Ya, itu betul. Nah, ini
biasanya digunakan untuk apa?
Certificakan apa gunanya?
Paguna certific
atau rompi
untuk ngojek
atau untuk apa fungsinya?
Fungsi safest ini gunakan untuk
membedakan nantinya ya ketika seseorang
bekerja di malam hari ataupun di tempat
gelap agar dia kelihatan ya. Terutama
kalau kita bekerja di malam hari
pencahayaannya kurang. Nah, inilah
fungsi dari safest tadi.
Lalu ada lagi safety wepack.
Nah, ini fungsionalnya banyak ya. ya
otomatis sebagai seragam kerja lah untuk
melindungi orang dari goresan, percikan
bahan kimia dan yang lainnya.
Lalu ada lagi apron. Nah, apron ini
fungsionalnya adalah untuk melindungi
para welder dari percikan-percikan
api las ataupun bunga-bunga las.
Dan ini adalah pelindung
baju kimia ya. Ini biasa digunakan untuk
orang-orang yang bekerja di laboratorium
atau yang selalu kontak langsung dengan
bahan kimia berbahaya dan beracun.
Pemusnahan APD.
APD yang rusak, retak, atau tidak dapat
berfungsi dengan baik harus dibuang atau
dimusnahkan.
APD yang habis semasa pakainya ataupun
kad luarsa serta mengandung bahan
berbahaya harus dimusnahkan sesuai
dengan peraturan perundang-undangan.
Pemusnahan APD yang mengandung bahan
berbayar terus dilengkapi dengan berita
acara pemusnahannya.
Nah, seperti itu ya rekan-rekan
sekalian.
Jadi ketika kita mau
membuang APD itu tidak bisa membuang
begitu aja ya, tapi ada ketentuannya ya
rekan sekalian. Harus ada BA-nya, berita
cara pemusnahan atau pembuangannya ya.
ataupun kita bisa menggunakan vendor
ataupun pihak ketiga untuk mengambil
barang bekas APD ini.
Oke, sampai di sini ada yang mau
bertanya untuk manajemen APD
dari teman-teman semua? Ada yang mau
bertanya terkait APD?
Maaf, Pak. Tadi ada permintaan dari
peserta untuk matriks APD-nya bisa
dikirimkan di PIL, Pak untuk referensi
ke pengerjaan DIP-nya gitu. Oke, bentar
ya. Nih, saya kirimkan contoh-contoh
dari Matrix APD. Sebentar.
Iya.
Bapak, Ibu yang lain jika ingin bertanya
mengenai DIIT juga dipersilakan ya,
Bapak, Ibu ya.
Jangan ragu, jangan malu-malu
karena ee mending sekarang ya tidak tahu
daripada nanti ketika ujian kesulitan
dalam menjawab seperti itu.
Oke, saya kirim ke Bu Dita ya.
Oke, baik terima kasih Pak.
Oke, sebentar
sinyal saya rada-rada Bu Rita. Sebentar,
Bu Rita ya.
Iya. Baik, tidak apa-apa.
Oke, saya butuh refresh ke dulu. Mohon
maaf ya, Teman-teman sekalian.
Oke,
itu sudah saya kirim ke Budita contoh
dari matriks APD.
Baik, sudah sampai, Pak. Terima kasih.
Oke.
Eh, sebentar.
Oke, selanjutnya kita materinya adalah
untuk teman-teman dari pengawas ketiga
Migas
yaitu menerapkan inspeksi ketiga. di
industrial
migas ya. Ada yang pernah
melakukan inspeksi di lokasi kerjanya?
Ada yang pernah melakukan inspeksi
Bapak Ribi
di perusahaannya bagaimana? Apakah
pernah melakukan inspeksi? Inspeksi.
atau mungkin Bapak Taufik, Bapak Willy.
Inspeksi ini banyak jenisnya ya, bukan
hanya yang
bulanan ya, ada yang harian, ada yang
mingguan juga atau ada yang dedakan.
Oke, kalau tidak ada kalau tidak ada
yang mau
bertanya, kita lanjut ke materinya.
Inspeksi ketiga. Nah, inspeksi ketiga
merupakan
upaya untuk memeriksa
atau mendeteksi semua faktor mulai dari
peralatan,
proses kerja,
material, area kerja, hingga prosedur
yang berpotensi menimbulkan cedera atau
penyakit akibat kerja.
Inspeksi ketiga sebagai upaya melakukan
pengendalian dan penguasan terhadap
sumber-sumber bahaya ketiga. Nah,
sumber-sumber bahaya ketiga kemarin
sudah kita pelajari ada lima jenis mulai
sumber bahaya
fisik, kimia, biologi, ergonomi, dan
psikologi.
Selanjutnya, dasar hukum yang mengatur
terkait inspeksi ketiga di area kerja
itu adalah PP nomor 50 tahun 2012 pada
lampiran 2 standar nomor 7. Nah, ini
bisa teman-teman lihat nanti untuk
memastikan ini benar apa tidak ya. Ada
terdapat pada PP nomor 50 ya, peraturan
pemerintah nomor 2 nomor 50 tahun 2012
tentang SMK3
pada lampiran 2 standar 7.
Oke. Apa yang membedakan antara inspeksi
dan audit? Nah, inspeksi dan auditnya
hampir-hampir mirip.
Kalau inspeksi
upaya menemukan kondisi dan perilaku
yang nonstandar
ya. Contohnya seperti
unsafe action dan unsafe condition.
Lalu kalau audit pengujian kritis secara
sistematis terhadap keseluruhan kegiatan
perusahaan dengan tujuan untuk
meminimalisasi kerugian. Nah, jadi si
audien ini berfokus pada sistematis ya
dari semua aktivitas yang ada di
perusahaan. Kalau si inspeksi dia lebih
ke tahap-tahapnya saja.
Nah, seperti itu. Itu yang
membedakannya.
Inspeksi ketiga, upaya menemukan
ketidaksesuaian yang bersifat teknis,
teknikal,
ya. Lebih ke lapangan
sifat dari si inspeksi ini. Kalau audit
upaya mencari ketidaksesuaian dalam
sebuah sistem.
Ya, misalkan di sistem kita terkait
dengan pengadaan APD ya, terkait dengan
program K3,
di mana letak kekurangannya, di mana
letak kelemahannya. Nah, itu yang di
kita cek lebih ke sistemnya, alurnya ya.
Kalau inspeksi itu lebih ke teknikalnya.
Inspeksi berfokus pada kegiatan project
pada unit-unit kerjanya. Nah, dia pasti
lebih ke masing-masing project kalau
untuk inspeksi itu.
Lalu selanjutnya
si audit dia berfungsi untuk mengukur
efektivitas dari sebuah sistem yang
dibangun oleh perusahaan terutama sistem
di bagian ketiga
dan berfokus tentunya agar si sistem ini
bisa berlanjut ya
dan berfungsi
untuk nantinya tidak merugikan
perusahaan. Nah, ini yang membedakannya.
Lalu selanjutnya
tujuan dari inspeksi K3 itu apa? Yang
pertama adalah mengidentifikasi kondisi
tidak aman. ya kondisi tidak aman atau
biasanya identik dengan kta ya
singkatannya kalau di lapangan kta
kondisi tidak aman ataupun unsafe
condition. Lalu ada lagi identifikasi
tindakan tidak aman ataupun bisa kita
kenal dengan TTA atau unsafe action.
Menentukan penyebab dasar melakukan
perbaikan bukan untuk mencari sebuah
kesalahan. Nah, ini paling biasa kita
temukan di lapangan ya. Kalau terjadi
inspeksi, berlangsungnya sebuah inspeksi
yang paling kebakaran jengkot itu adalah
level supervisor.
Kenapa?
Karena si supervisor ini beranggapan
inspeksi itu untuk mencari sebuah
kesalahan ya dari unit kerjanya mereka.
Nah, ini yang selalu terjadi.
Tidak ada inspeksi akan berakibat pada
sebuah kecelakaan
ya. Seperti
unself condition ya. Uns condition ini
apa contohnya ya? Dari keadaan alam ya
petir
ya. Lalu ada lagi uns action bekerja di
ketinggian tidak ada landasan ataupun
lantai kerja dan juga tidak menggunakan
alat pelindung diri. Ujung-ujungnya
nanti apa yang akan terjadi?
Iden. Kecelakaan kerja yang menimbulkan
keru kerugian.
Oke, selanjutnya manfaat dari sebuah
inspeksi K3.
Yang pertama perbaikan
dengan segera apabila ditemukan sebuah
temuan ya temuannya mungkin seperti
unsaft action. Banyak pekerja yang tidak
menggunakan MPD.
Nah, itu salah satu contohnya. Lalu
manfaat selanjutnya adalah agar si
karyawan tanggap terhadap kondisi tidak
aman dan tindakan tidak aman.
Selanjutnya
menetapkan alat keselamatan yang sesuai.
Meningkatkan kesadaran ketiga bagi para
pekerja. Menjalankan program ketiga yang
telah dibuat oleh perusahaan.
Itulah fungsinya.
Oke, selanjutnya
standar pemantauan dari inspeksi ketiga
itu apa? Yang pertama fungsionalnya
adalah untuk melakukan pemeriksaan
terhadap bahaya di lokasi kerja,
pemantauan atau pengukuran lingkungan
kerja, peralatan pemeriksaan ataupun
inspeksi.
Lalu selanjutnya pemantauan kesehatan
tenaga tenaga kerja melalui MCU tadi.
Kategori inspeksi K3. Nah, untuk
inspeksi K3 dia terdapat dua macam
jenisnya. Yang pertama ada inspeksi
informal ataupun inspeksi tidak
terencana.
Yang kedua,
inspeksi formal ataupun inspeksi
terencana.
Nah, nah inilah dua golongan dari sebuah
inspeksi.
Inspeksi informal ataupun inspeksi tidak
terencana
ataupun bisa dikatakan ini inspeksi
dadakan ya. Nah, dilakukan dengan
tingkat kesadaran yang tinggi oleh
setiap orang dalam rutinitas
aktivitasnya.
Spontan,
terbatas, dan tidak sistematis. Nah,
biasanya inspeksi informal ini akan
membuat orang kocar-kacir ya karena dia
kaget ya. Tiba-tiba sudah ada aja level
manajemen yang turun ke lapangan. Nah,
biasanya seperti itu ya akan membuat
orang kelangkabut tentunya.
Selanjutnya
inspeksi informal ataupun inspeksi tidak
terencana ini
mendapatkan kondisi ataupun data
sebenarnya yang nyata dan asli. Nah,
inilah yang akan menjadi
sebuah
hasil ya bagaimana penerapan sistem K3
itu di lapangan.
Apakah hanya sebatas tulisan atau
benar-benar terlaksana itu bisa
diketahui dengan inspeksi tidak
terencana atau dedakan ini. Kalau
inspeksi terencana semua orang telah
bersiap-siap ya telah rapi mereka ya
agar hasilnya baik. Tapi coba saja kalau
inspeksi ini dadakan
pasti semua akan kelihatan nanti
boroknya seperti apa. Nah, seperti itu.
Lalu selanjutnya
kita melihat inspeksi formal.
Inspeksi formal itu lebih menyeluruh dan
komprehensif
ya karena dia tertata inspeksi formal
tersebut. Rekan-rekan sekalian tahu
arahnya seperti apa dan tujuannya ke
mana.
Terjadwal dengan jelas ya itu bagian
dari kerutinan
ya yang selalu dilakukan.
Bagian dari tanggung jawab manajemen
dilakukan secara tim
dan apa yang dibutuhkan.
Secara umum, inspeksi formal dapat
dikategorikan sebagai berikut.
Inspeksi umum ketiga, general
inspection,
inspeksi kebersihan,
hoekeping,
inspeksi kritikal, kritikal inspeksi.
Ya, inspeksi kritikal ini salah satu
contohnya apa? kegiatan lifting. Nah,
itu masuk ke dalam kategori inspeksi
kritikal.
Inspeksi preventive maintenance itu juga
masuk ke dalam jenis inspeksi formal.
Lalu selanjutnya inspeksi formal
tersebut dapat dikategorikan menjadi
empat. Yang pertama inspeksi umum
ketiga, general inspeksi seperti kita
inspeksi rutin pemeriksaan apar di tiap
bulan.
Inspeksi kebersihan yaitu inspeksi
housekeeping ya yang dilakukan
biasanya oleh tim os keeper ya,
inspeksi kritikal dan inspeksi
preventive maintenance.
Tim inspeksi kig.
Tim inspeksi ketiga dibedakan menjadi
dua, yaitu eksternal dan internal
perusahaan.
Nah, inilah jenis dari inspeksi K3. Yang
pertama kalau dari eksternal perusahaan
tim inspeksinya dilaksanakan oleh
pengawas dari instansi pemerintah
ataupun pihak ketiga. Contohnya apabila
kita melakukan riksa uji itu pasti kita
akan menggunakan inspeksinya dari PJK3
riksa uji.
Nah, laporan dari pemeriksaan riksa uji
itu akan disubmit ke Disnaker sesuai
dengan regional perusahaan teman-teman
sekalian.
Lalu inspeksi yang timnya berasal dari
internal perusahaan.
Inspeksi ketiga dilakukan oleh orang
yang kompeten di dalam perusahaan
seperti level supervisor ataupun manajer
dan juga yang memiliki spesialisasi di
bidangnya seperti safety advisor,
teknisi atau pekerja yang kompeten dari
level terendah sampai level tertinggi
seperti top manajemen.
Bagaimana langkah-langkah melaksanakan
inspeksi ketiga? Yang pertama yaitu
tahap persiapan.
Agar pelaksanaan inspeksi K3 berjalan
lancar dan efektif, ada beberapa hal
yang harus kita persiapkan. Di antaranya
kita tentukanlah yang pertama itu jadwal
inspeksi dan tim inspeksinya siapa saja.
Yang kedua,
buatlah peta inspeksi berdasarkan denah
area kerja. Yang ketiga, jalur-jalur
inspeksi K3. Yang keempat, potensi
bahaya yang terkait dengan mesin,
peralatan, material, dan proses kerja
yang akan diinspeksi.
Lalu ada lagi standar peraturan atau
prosedur kerja yang berlaku, laporan
inspeksi sebelumnya, data kecelakaan
kerja, laporan pemeliharaan,
daftar atau hal-hal apa saja yang akan
diinspeksi. Yang terakhir, alat
pelindung diri yang diperlukan apa saja
selama proses inspeksi dilakukan.
Tahap pelaksanaan
ketika kita akan melakukan inspeksi,
yang pertama yang harus kita lakukan itu
adalah hubungi penanggung jawab area
yang akan kita kunjungi atau yang akan
kita lakukan inspeksi di tempat mereka.
Usahakan
untuk mengikuti jalur inspeksi yang
sudah direncanakan. Nah, ini biasanya
catatannya untuk
perusahaan dengan skala wilayahnya yang
besar ya, yang mana kalau tidak ada
perencanaan dalam inspeksinya itu akan
memakan waktu
dari proses inspeksi.
Lalu mengamati rangkaian proses kerja
ini berhubungan dengan observasi kita.
mengamati tindakan pekerja apakah sudah
memenuhi persyaratan ketiga.
Mengamati
mohon maaf selanjutnya mengumpulkan data
atau memeriksa kembali data sesuai
daftar inspeksi yang telah dibuat.
Melakukan perbaikan sementara dengan
segera apabila saat pelaksanaan inspeksi
ditemukan tindakan
ataupun kondisi yang berbahaya. Nah, itu
dinamakan dengan temuan. di saat
inspeksi.
Pencatatan hasil pengamatan.
Nah, dari hasil pengamatan yang kita
lakukan ya terhadap tindakan
pekerja dari kondisi lingkungan kerja ya
buatlah catatan ringkas tentang
ketidaksesuaian dan kesesuaian peralatan
tindakan dan kondisi yang tidak sesuai
dengan standarnya.
Lakukanlah identifikasi bahaya.
Pencatatan hasil pengamatan diperlukan
untuk meninjau semua informasi yang
dikumpulkan dan memudahkan tim inspeksi
untuk membuat klasifikasi bahaya dalam
laporannya.
Bagaimana langkah-langkah melaksanakan
inspeksi K3? Yang pertama mulailah dari
tahap laporan.
mencatat dan memberi tanda pada item
temuan yang belum ditindaklanjuti.
Itulah yang pertama yang harus kita
lakukan ketika membuat pelaporan hasil
inspeksi. Lalu selanjutnya,
setiap item harus diberi nomor urut.
Setiap item harus diberi kategori
bahayanya. Menentukan siapa yang akan
menindaklanjuti
setiap item pada hasil inspeksi.
Laporan hasil inspeksi ditujukan kepada
departemen yang diinspeksi. Tujuannya
apa? Agar cepat dilakukan closing
temuannya.
Lalu yang selanjutnya, tentukanlah
tindakan perbaikan sebagai tindak
lanjut. Jadi ketika kita membuat laporan
ya di dalam kolom-kolomnya kita buatlah
temuannya apa, lalu ada fotonya, lalu
saran perbaikannya seperti apa. Nah,
seperti itu ya. Biasanya kalau
perusahaan pasti memiliki form-form
inspeksi dan juga bentuk draf laporan
hasil inspeksi.
Selanjutnya melakukan evaluasi terdraf
hasil inspeksi ketiga ya untuk
menentukan tindak lanjut yang digunakan
guna pengembangan yang berkelanjutan.
Oke, ada yang mau bertanya sampai di
sini untuk inspeksi K3
teman dari pengosok gas.
Silakan Bapak Ibu yang ingin bertanya
langsung saja open mic
ya. Dimohon ya Bapak Ibu yang masih off
cam untuk dinyalakan kameranya
untuk Bapak Willy, Ibu Azah dan untuk
aktif ya Bapak Ibu ya di dalam
planningnya.
Karena untuk hari ini kan hari terakhir
ya Bapak Ibu ya, jadi dimohon untuk
aktif. Yuk. Kemudian jika ada pertanyaan
silakan untuk bertanya.
Jangan terlalu banyak diam ya Bapak Ibu
ya. Karena takutnya besok ketika ujian
nanti jika ditanya oleh asesor jika
tidak bisa menjawab itu kan akan
merugikan Bapak Ibu sendiri ya. Jadi
dimohon ya Bapak Ibu untuk aktif dalam
berdiskusi
dan juga mengaktifkan kameranya seperti
itu. Terima kasih untuk Bapak Willy, Ibu
Aza dimohon ya untuk dinyalakan
kameranya.
Oke. Baik, kita masuk ke materi
selanjutnya
yaitu investigasi kecelakaan
kerja. Oke,
ada yang pernah menghadapi kecelakaan
kerja di lokasi kerjanya
ya. Silakan Bapak, Ibu untuk open mic.
Alhamdulillah.
Silakan jangan takut salah.
Alhamdulillah aman.
Bagaimana Bapak Ibu?
Alhamdulillah tidak pernah Pak.
Oke. Alhamdulillah aman ya. Jangan
sampai sih kalau saya ya jangan sampai
dan jangan sampai pula apabila terjadi
kecelakaan kerja itu tidak dilaporkan
ya. Jangan disembunyikan ya. Kalau
misalkan ada kecelakaan kerja tapi tidak
kita laporkan itu akan menjadi bom waktu
nantinya ya. Karena dari tidak
dilaporkan tadi tidak adanya perbaikan
dari level manajemen. Nah, itu yang
bahayanya bolanya ya, bola panasnya
berarti kita yang pegang nantinya ya.
Karena dari inspeksi ee dari hasil
investigasi nantinya biasanya
tim K3-nya pasti akan di
tanyakan ya. Halo ke teman-teman
sekalian. Jadi jangan pernah
menyembunyikan
apabila terjadi kecelakaan kerja ya.
Karena itu merupakan titik balik
nantinya untuk perbaikan
sistem ketiga kita.
Oke, selanjutnya ini adalah unit
kompetensi dari teman-teman ya.
melakukan investigasi kecelakaan kerja,
melaksanakan pelaporan dan pencatatan
kecelakaan kerja di industrial migas.
Oke, dasar hukum
Undang-Undang Nomor 1 1970 tentang K3.
Nah, ini adalah peraturan ya. selalu aja
ada
yang selanjutnya Undang-Undang Nomor 13
Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Lalu PP nomor 50
tahun 2012 tentang penerapan SMK3.
Lalu peraturan yang mengatur ya khusus
terkait dari kecelakaan kerja ataupun
pelaporan kecelakaan kerja itu terdapat
pada Permenakar nomor 3 tahun 1990.
8 tentang tata cara pelaporan dan
pemeriksaan kecelakaan kerja di lokasi
kerja.
Nah, kita lihat definisi dari kecelakaan
kerja itu apa. Suatu kejadian yang tidak
dikehendaki dan tidak diduga semula yang
dapat menyebabkan korban manusia atau
harta benda.
Nah, inilah teman-teman sekalian ya
definisi dari kecelakaan kerja
berdasarkan peraturan Menteri Tenaga
Kerja Nomor 3 tahun 98 pada pasal 1.
Dengan demikian kecelakaan kerja
mengandung unsur sebagai berikut. Nah,
ya ada tiga unsur ya di dalam kecelakaan
kerja tuh.
Yang pertama tidak diduga semula ya.
Enggak ada orang yang bisa menebak kapan
kecelakaan kerja itu akan terjadi.
Oleh karena itu, di belakang peristiwa
kecelakaan tidak terdapat unsur
kesengajaan dan perencanaannya.
Tidak diinginkan atau diharapkan karena
setiap peristiwa kecelakaan kerja akan
selalu disertai kerugian fisik maupun
kerugian mental.
Yang ketiga,
selalu menimbulkan kerugian dan
kerusakan yang sekurang-kurangnya
menyebabkan gangguan proses proses
kerja. Itu pasti ya. Ketika terjadi
kecelakaan kerja maka kegiatan
ataupun aktivitas pekerjaan itu akan
terhenti
ya. Kenapa? Karena otomatis lokasi
terjadinya kecelakaan kerja itu akan
diamankan.
ya, agar tidak ada penghilangan bukti
oleh pekerja ataupun atasannya.
Oke, selanjutnya penyebab kecelakaan
kerja berdasarkan teori Hendrik ya,
Bapak Hendrik ya. Ini merupakan pencetus
teori domino efek kecelakaan kerja.
Kecan kerja itu terjadi melalui hubungan
mata rantai sebab dan akibat. Ya, kalau
ada sebab pasti akan ada akibatnya,
ya. Lalu dari beberapa faktor penyebab
kecelakaan kerja yang saling berhubungan
sehingga menimbulkan kecelakaan kerja,
cidera ataupun penyakit akibat kerja
atau bisa kita kenal dengan pak serta
beberapa kerugian lainnya seperti
kerugian material,
alat kerja, dan yang lainnya.
Nah, berdasarkan teori HW Henrik ya,
penyebab utama terjadinya kecelakaan
kerja itu adalah tindakan tidak aman nih
sebesar 88%.
Penyebab terjadinya kecelakaan kerja itu
adalah tindakan tidak aman
ya. Tindakan tidak aman teman-teman
sekalian ya. Mulai dari kita tidak
menggunakan APD,
kita mencari jalan pintas di saat
bekerja yang mana tujuannya agar
pekerjaan ini cepat kelarnya ya tanpa
mempertimbangkan jalan pintas tadi
keselamatan dari para pekerja.
Lalu
10% dari penyebab terjadinya kecilan
kerja itu adalah kondisi tidak aman.
Mulai dari tidak adanya pelindung dari
mesin ya, tingkat kebisingan yang
tinggi, pencahayaan yang tidak bagus ya
getaran yang tinggi di lokasi kerja dan
yang lainnya. 2%nya adalah faktor
lainnya. Contohnya apa? Tidak adanya
SOP.
ya, tidak adanya manajemen risiko. Nah,
ini masuk ke dalam faktor lainnya.
Lalu selanjutnya urutan penyebab
terjadinya sebuah accident. Yang pertama
lemahnya kontrol ataupun bisa kita kenal
dengan lack of control.
Lemahnya kontrol ini terbagi atau
terdapat beberapa faktor.
Yang pertama, kurangnya prosedur ataupun
aturan.
Ya, ini biasanya perusahaan yang
entry level ke medium itu pasti prosedur
ataupun aturannya itu belum lengkap ya
atau masih dikatakan dalam tahap
pembangunan dari prosedur dan aturan
tadi.
Selanjutnya kurangnya sarana
ya. kurang serana ini contohnya tidak
adanya ruang P3K, tidak adanya klinik,
tidak adanya ambulans,
tidak adanya fasilitas pemadaman
kebakaran di lokasi kerja. Nah, ini
masuk ke dalam lemahnya kontrol sebuah
perusahaan.
Lalu selanjutnya kurangnya kesadaran.
Ya, ini menandakan masih lemahnya budaya
K3 di perusahaan tersebut ya. Karena
paling sulit itu pasti membangun budaya
K3 itu sendiri.
Membangun kesedaran terhadap pentingnya
K3 di area kerja.
Selanjutnya kurangnya kepatuhan
ya. Karena dalam konsepnya aturan itu
dibuat untuk dilanggar. Nah, ini pada
umumnya yang sering terjadi ya. Bahkan
mungkin bisa dikatakan kita sendiri pun
pasti melakukannya. tanpa di tanpa
disadari.
Lalu urutan penyebab aksiden selanjutnya
adalah penyebab tidak langsung namanya.
Penyebab tidak langsung yaitu faktor
pekerjaan
yang mulai dari beban kerja yang
berlebihan,
bekerja tidak sesuai dengan keinginan
ya, lokasi ataupun lingkungan kerja yang
toksik
ya. Nah, ini bisa menjadi penyebab tidak
langsung dari
kecelakaan kerja ya. Masuknya faktor
pekerjaan.
Lalu yang kedua, faktor pribadi.
Nah, kalau faktor pribadi ini contohnya
lebih ke masalah personal dari si
pekerjanya. Misalkan contohnya
terlibat pinjol.
Nah, itu yang pertama.
Banyaknya kredit
ya di tiap bulannya.
Masalah dengan mertua, masalah dengan
istri ya.
tunggakan dan sebagainya itu masuk ke
dalam kategori faktor pribadi ya.
Seperti kalau para pekerja yang masih
muda itu banyak seperti contoh kasusnya
putus cinta ya itu akan menyebabkan
seseorang
menjadi lalai, menjadi tidak fokus di
dalam bekerja yang mana nantinya akan
masuk ke dalam penyebab tidak langsung
ataupun faktor pribadi dari terjadinya
kecelakaan kerja.
Oke. Penyebab langsung tin
Resume
Read
file updated 2026-02-13 12:50:05 UTC
Categories
Manage