Training AK3U & Pengawas K3 Migas - 18 Desember 2025 | Day 4
5UzUeau4YaE • 2025-12-19
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Baik. Ee silakan Bapak Ibu peserta untuk menyalakan kameranya untuk Bapak Willy, Bapak Ribi. Silakan dinyalakan kameranya. Oke, masih ada satu peserta yang belum bergabung. Ee tadi izin telat karena masih ada di luar rumah. Jadi kita mulai saja untuk training pada malam hari ini. Oke. Baik, Ibu Azaz sudah bergabung. Baik, akan saya buka training pada malam hari ini. Sebelumnya maaf untuk Bu Azah silakan untuk dinyalakan terlebih dahulu kameranya. Oke. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik, selamat malam Bapak Ibu semuanya. Terima kasih telah bergabung kembali di training pada malam hari ini di training terakhir di hari keempat untuk training ahli K3 umum dan pengawas K3 Migas. Baik ee Bapak Ibu semuanya sebelum kita memulai training pada malam hari ini alangkah baiknya kita berdoa terlebih dahulu agar training hari ini dapat berjalan dengan lancar. Untuk waktu berdoa dimulai. Baik, untuk waktu berdoa selesai. Baik Bapak Ibu semuanya untuk selanjutnya saya izin mengambil dokumentasi terlebih dahulu. Silakan untuk Ibu Azah ya. Dinyalakan kameranya semuanya. Ee silakan untuk berpos. Oke. Oke. Akan saya ambil dalam hitungan 1 2 dan 3. Oke. Baik. Untuk Oke. Untuk satu posnya yaitu salam kompeten. Silakan Bapak dan Ibu salam kompeten. Oke. Baik. 1 2 dan 3. Oke. Baik. Terima kasih Bapak Ibu semuanya. Baik, ee untuk selanjutnya ee untuk merjahkan ee training pada malam hari ini dan juga biar Bapak Ibu tetap semangat ee saya izin mau yel terlebih dahulu. Sebelumnya untuk yellel-nya apakah sudah diinfokan untuk moderator sebelumnya? Bagaimana Bapak Ibu untuk Yelnya apakah sudah sudah di infokan belum? Oke, kalau masih belum akan saya kirimkan terlebih dahulu untuk yel-nya di dalam kolom chat. Oke, untuk yel-nya ketika saya mengatakan apapun sertifikasinya, Bapak, Ibu silakan menjawab CAC solusinya. Ketika saya mengatakan CAC, Bapak, Ibu silakan mengatakan pasti lebih kompeten seperti itu. Oke, kita coba terlebih dahulu ya Bapak dan Ibu ya. Oke, saya katakan apapun sertifikasinya CAC solusinya solusinya CAC pasti lebih kompeten pasti lebih kompeten. Oke. Baik. Oke. Ee saya izin record dulu untuk yel-yelnya untuk menambah semangat Bapak Ibu semuanya di training hari ini. Silakan Bapak dan Ibu saya mulai ya. 1 2 dan 3. Apapun sertifikasinya? Cac solusinya. Cacolusinya. Oke, ulang ya. Ulang Bapak Ibu ya. Biar saya kompak nih. Oke. 1 2 dan 3. Apapun sertifikasinya solusinya CAC pasti lebih kompeten lebih kompeten. Oke. Baik. Terima kasih Bapak, Ibu semuanya masih tetap semangat ya di hari training pada hari ini. Baik, ee sekali lagi diingatkan ya untuk Bapak Ibu untuk tugas di-nya dimohon untuk dikerjakan karena besok sudah batas pengumpulannya. Untuk batas pengumpulannya besok di jam .00 sore ya, Bapak, Ibu. Jika masih ada yang terkendala dalam pengerjaan di-nya silakan untuk bertanya kepada Bapak Hendra selaku trainer. Nanti Bapak Hendra akan membantu Bapak Ibu semuanya. dalam pengerjaannya jika masih ada kendala. Baik, langsung saja kita mulai untuk training pada hari ini. Untuk Bapak Hendra apakah sudah siap, Pak? Maaf, Pak untuk suaranya masih belum terdengar. Ee bagaimana Bapak Ibu? Ee maaf suaranya kedengar. Apakah sudah dengar? Oke. Baik. Sudah ya. Baik, baru masuk ya. Baik, Pak. Oke, langsung saja kita mulai training pada hari ini oleh Bapak Hendra. Untuk tempat dan waktu saya persilakan. Baik, terima kasih Bu Rita atas kata sambutannya pada malam hari ini. Apakah suara saya terdengar? Terdengar ya. Oke, aman. Baik, kita masuk dalam tahap hari terakhir ya pada malam hari ini. Training pada malam hari ini. Nah, training sudah mau berakhir. Tugasnya gimana? Sudah dikerjakan apa belum? Gimana teman-teman sekalian? Pak Taufik gimana Pak Taufik? Iya, Pak. Sudah mulai dibuka-buka Pak. Baru mau dibuka ya, Pak ya. Oke. Enggak apa-apa, Pak. Besok kita masih ada kesempatan sampai jam 6.00 sore ya, Pak ya. Seperti itu untuk ee masa pengerjaannya. Nah, yang untuk teman-teman lain bagaimana? Udah selesai atau sambil nanti training ya, sambil training, sambil mendengarkan nanti bisa sambil dikerjakan ya seperti itu ya untuk lebih mengefisiensi waktu saja. Nah, seperti itu rekan-rekan sekalian. Baik, kita masuk kepada materi yang pertama pada malam hari ini. Nah, materi kita pada malam hari ini yaitu yang pertama adalah manajemen APD untuk teman-teman dari ahli ketiga umum dan inspeksi ketiga bagi teman-teman pengawas K3 Migas. Oke, kita mulai dulu ya. APD. Oke, mungkin hampir semua teman-teman di sini pasti sudah tahu ya berbagai macam APD yang ada di tempat kerja rekan sekalian. Begituun fungsinya masing-masing ya itu pasti ya. Kalau tidak tahu mungkin baru masuk di dalam dunia kerja tidak apa-apa. Nama juga tahap pembelajaran. Baik APD. Apa aturan yang mengatur dari alat pelindung diri ini? yaitu Permenaker nomor 8 tahun 10. Nah, inilah aturan yang mengatur terkait APD di lokasi kerja. Nah, selanjutnya APD itu merupakan suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja. Ya, betul sekali ya. APD itu hanya mengcover secara garis besar itu hanya sebagian tubuh saja. Contohnya seperti APD, safety helmet ya. Helm safety itu yang di-cover hanya di bagian kepala bagian atas ya dan setengah kepala bagian belakang. Nah, berbeda ketika kita memakai helm motor. Kalau kita pakai helm motor itu meng-cover semua area kepala, tapi helm motor bukan untuk peruntukan di area kerja. Tujuan penggunaan APD itu apa? Yang pertama untuk meminimalkan akibat kecelakaan kerja atau penyakit yang ditimbulkan akibat pekerjaan yang dihadapi oleh rekan-rekan sekalian. Contohnya seperti kita bekerja di area berdebu, kita bekerja di area kebisingan. Penyakit yang kita dapatkan nanti kalau bekerja di area debu itu adalah ISPA. Kalau di area yang tingkat kebisingannya tinggi itu tuli. Ya, kalau berhubungan dengan bahan kimia nanti salah satunya kita bisa kehilangan daya penciuman ya. Nah, itu salah satu bentuk penyakit akibat kerja. Penyakit akibat bekerja itu tidak didapatkan dalam satu waktu, tapi dia merupakan bentuk akumulasi dari hasil pekerjaan kita selama bertahun-tahun, ya. Jadi, enggak ada penyakit akibat kerja tuh langsung efeknya kelihatan 1 2 bulan, 3 bulan tidak ada. Pasti ee penyakit akibat kerja itu timbul karena efek akumulasi tadi selama bertahun-tahun. Lalu selanjutnya tujuan APD itu untuk meminimalkan gangguan fisik ya pada anggota tubuh kita. Paling utama tu seperti telinga. Telinga itu biasa kita memakai earmaff ataupun ear plug. Mata kita bisa menggunakan safety googles ya, safety ee tameng muka dan sebagainya ya banyak. Lalu selanjutnya tujuan APD itu adalah mengamankan tubuh bagian dalam seperti jantung, paru, hati, ginjal, dan lain-lainnya. Penggunaan APD itu ketika kita bekerja di area seperti apa? Yang pertama bekerja di tempat terbuka, bekerja di ketinggian, bekerja di ruangan, terbatas. Confence space. Kalau convince space itu kita menggunakan dinamakan dengan SCWA, ya. Kemarin kita sudah lihat CBA itu seperti apa bentuknya. Lalu selanjutnya bekerja di ruangan terbatas, bekerja di daerah bahan beracun dan berbahaya. Bekerja di pabrik dan bekerja di air. Apakah di atas air, di permukaan air ataupun di dalam di dalam air. Ya, contoh orang yang bekerja di dalam air siapa? Orang yang melakukan pengelasan di bawah air. Nah, itu salah satu contohnya. Nah, fakta di lapangan ya acap kali kita temukan mungkin ya salah satu contoh yang ada pada gambar ini ya paling utama terutama kalau di construction yang paling sering kita temukan ini penggunaan sarung tangan yang sudah tidak layak ya karena alasannya pasti nanti ujung-ujungnya adalah budget. Nah, seperti itu. Ini adah satu contoh dari kelaian ya ataupun bisa kita katakan sebagai unsafe action. APD tidak menggunakan APD. Semua kasus yang ada di lapangan itu pasti berhubungan dengan UNSFE action budaya K3 tingkat kesadaran yang rendah. Nah, itulah kendalanya teman-teman sekalian ya. Ketika teman-teman sekalian sebagai orang ketiga, sebagai orang ASE, kendala yang pasti akan dihadapi di lapangan itu selalu berhubungan dengan manusia yang ada ya ataupun para pekerja ini. Karena apa? karena berpengaruh dengan tingkat pengetahuan, tingkat pendidikan ya, budaya itu sangat mempengaruhi dalam penerapan K3 di lokasi ketiga tadi. Lalu, perseratan alat pelindung diri sesuai dengan jenis bahaya yang dihadapi. terbuat dari material yang tahan dari bahaya tersebut memiliki konstruksi yang kuat tidak meningkatkan resiko bagi pemakainya tidak mengganggu APD lain yang bersamaan dipakai oleh yang bersangkutan. Dasar hukum. Nah, ini dasar hukumnya ya bisa dilihat apapun jenisnya dari setiap aktivitas di dunia K3 pasti landasan PL utama itu adalah Undang-Undang Nomor 1 1970. Lalu ada lagi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Lalu ada lagi PP 50 tahun 2012 tentang SMK 3. Lalu ada lagi Permenaker nomor 8 tahun 2010 tentang alat pelindung diri. Selanjutnya ada standar dari internasional seperti standar ANC atau IC. Keterbatasan dari sebuah PD yang pertama terbatas daerah yang di dilindunginya. terbatas kemampuannya, terbatas jenis bahaya yang dilindungi, terbatas waktu pemakaiannya. Ya, memang APD itu mempunyai ee istilahnya masakan dewarsa atau expire ya penggunaannya. Contohnya seperti sepatu safety masa expire-nya itu adalah 1 tahun, helem ya. Jadi bermacam-macam rekan-rekan sekalian ya untuk masa pakai dari sebuah APD. Manajemen APD. Nah, manajemen APD ini terdapat dan diatur pada Permenakar nomor 8 tahun 2010 pada pasal 7 ya. Di mana manajemen APD ini menyuruh kita untuk mengidentifikasi kebutuhan dari masing-masing pekerja terkait APD-nya. Biasanya manajemen APD ini identik dengan matriks APD. Nah, ya pasti akan identik dengan matriks APD. Tentunya pemilihan APD yang sesuai dengan kebutuhan kenyamanan pekerja, pelatihan, penggunaan, perawatan, dan penyimpanan, penatalaksanaan, pembuangan ataupun pemusunan APD ketika APD itu sudah tidak digunakan ataupun tidak layak. Selanjutnya ada berhubungan dengan pembinaan, inspeksi, evaluasi, dan pelaporan. bulanan ataupun catur bulan nantinya. Nah, inilah yang dinamakan dengan manajemen APD di lokasi kerja. Nah, dan inilah salah satu contoh dari matriks alat perlindung diri. Oke, mungkin saya akan tampilkan ya bentuk yang lebih jelasnya dari matriks alat pelindung diri ini. Oke, sebentar saya cari dulu. Oke, sudah tampil ya. Ini adalah bentuk dari sebuah matriks APD. Nah, matriks penggunaan alat pelindung pelindung diri. Oke. Halo. Apakah suara saya masih terdengar? Iya, terdengar, Pak. Maaf, Pak. Untuk tulisannya agak kecil, ya, Pak. Cek cek. Iya. Halo. Ya, terdengar, Pak. Terdengar ya? Aman ya? Iya. Oke. Iya, Pak. Sedikit ada goncangan sepertinya ya. Oke. Iya. Your internet is unstable. Oke. Sinyalnya rada-rada ya di akhir di hari akhir ini. Mohon maaf. Baik. Eh, ini adalah contoh dari sebuah matriks alert pelindung diri pada project fuel terminal rewolu ya ataupun bisa dikatakan ini sebagai terminal tangki timbun. Nah, bisa dilihat ya. Di sini macam-macam APD yang digunakan pada project ini ada dimulai dari safety helmet, Googles, ataupun kacamata safety, earplug, IRMF ya. Lalu ada lagi masker kesehatan, sarung tangan kain ya. Ini serut tangan kain ya, bukan serot tangan kaos ataupun serot tangan katun. Sarung tangan las. Oke, kita tambahkan. Oke, selanjutnya sarung lengan ya. Istilahnya ini lebih ke sarung tangan yang ee istilahnya lebih panjang ya untuk kebutuhan bahan kimia tentunya. Nah, selanjutnya safety sus, safety boot, welding helmet, full body harness, pack. Nah, safety face. Safety face ini rompi ya, rompi keselamatan. Nah, lalu terdapat eh istilahnya ini simbol yang menyatakan catatannya. Kalau dia ceklis itu digunakan rutin. Nah, kalau simbolnya seperti ini itu menandakan digunakan sewaktu-waktu apabila dibutuhkan saja. Nah, seperti itu ya. Jadi cara kita membaginya seperti itu. Nah, lalu di bagian sebelah kolom paling kiri itu ada berbagai macam pekerja ataupun job titelnya. Mulai dari penanggung jawab pekerjaan, GM sampai nanti ada para pekerja tukang. Nah, kita lihat dulu di sini ada untuk helm. Nah, semua nya dalam aktivitas harian membutuhkan helm. Oke, untuk angka 1 dan ini berbeda sendiri 5 itu menandakan jumlah pekerja. Nah, jadi kebaca ya berapa kebutuhan APD untuk projject tersebut ya. karena ada manpower-nya 15 orang ya. Manpower ini bisa dilihat ini jumlah manpower-nya. Nah, jadi begitu pula teman-teman sekalian. Misalkan manpower di lokasi rekan-rekan sekalian itu ada 100 orang. Nah, itu dianalisa untuk jabatan level GM ada berapa orang. GM mungkin biasanya satu ya. Nah, PM itu biasanya satu, IM manager itu biasanya satu. Septimen. Septimen ini mungkin kalau projjectnya 100 orang itu kemungkinan subtimennya ada 3 atau 5 orang. Nah, jadi apabila jumlah subtimen 3 atau li orang berarti itu dimasukkan jumlah sesuai dengan jumlah manpower-nya ataupun tenaga tenaga kerjanya seperti itu. Lalu kita lihat kembali untuk safety Google di mana pemakaiannya hanya untuk digunakan sewaktu-waktu saja. Nah, berarti itu dia menyediakan masing-masing dari job titel itu sesuai dengan jumlah tenaga kerjanya. Ear plug di project ini itu tidak dibutuhkan ya. Jadi dia kosong semuanya. Nah, seperti itu ya. Kosong. Jadi kalau kosong dia tidak di masukkan sama sekali. Oke. Nah, selanjutnya IRMF. Apakah IRMF digunakan di project ini? Tidak, ya. IRMF juga tidak digunakan di project ini. Jadi, dia juga kosong. Nah, masker kesehatan ya diperlukan di sini ya. Berarti kita wajib melakukan pengadaannya. Jumlahnya berapa? Masih sama 15 lagi ya. Nah, sarung tangan katun. Ah, hampir di semua job titel itu membutuhkan sarung tangan katun, tapi tidak untuk seorang welder. Nah, berarti welder di sini terlihat kosong ya. Nah, weldernya enggak butuh. Jadi, enggak perlu di-request sebanyak 15. Berarti yang direquest hanya sebanyak 14 saja. Nah, seperti itu ya. Lalu ada lagi sorong tangan las. Nah, sorong tangan las yang membutuhkan hanya seorang welder. Jadi cukup direquest satu saja. Sarung tangan lengan tidak ada yang butuh. Setisus ya. Setus hampir di semua job titel membutuhkan. Berarti yang kita jumlah request-nya 15. Safety boot apakah dibutuhkan? Tidak. Welding helmet ya dibutuhkan karena digunakan oleh welder di satu full body ya yang memakai hanya cuma seorang welder dan para pekerja tukang. Nah, jadi membutuhkan hanya en orang saja jadi kita cukup request en orang. Akan tetapi ya ketika di matrix APD ini yang membutuhkan itu hanya dua job title dan jumlah tenaga kerjanya hanya misalkan 10 orang yang direquest sebanyak 50. Nah, itu bisa jadi pertanyaan ya, kenapa bisa berlebih ya? Ada permainan berarti di dalamnya. Nah, seperti itu. Weeppack. Nah, pack hampir di semua job membutuhkan. Safetyus eh safest tidak ada yang membutuhkannya. Nah, ini adalah matriks yang dinamakan dengan matriks kebutuhan APD. Tujuannya apa? agar kita bisa melakukan manajemen terhadap APD yang dibutuhkan di lapangan berdasarkan job titel dari masing-masing para pekerja. Ya, jadi kita tahu job titel apa saja yang dibutuhkan di projject tersebut dan berapa jumlah tenaga kerja yang berkecimpung di dalam proyek tersebut. Nah, jadi tidak ada pemborosan di dalam request APD-nya. Nah, seperti itu. Nah, ini lebih detail lagi ya. Nah, matriks kebutuhan PD-nya ini bisa dilihat ya, mulai dari pekerjaan persiapan. Nah, ini lebih detail lagi ya. Seperti kalau pekerjaan persiapan, mobilisasi alat kerja dan material APD, apa saja yang dibutuhkan. Nah, ini bisa dilihat ada dari helm seperti Google, masker, sarung tangan, kaos, ataupun kain ya. Nah, seperti itu. Nah, untuk ini ini kan berhubungan dengan langkah-langkah pekerjaan yang secara detail ya. Nah, ini kan kita yang tahu untuk job ee job step ya istilahnya ya. Nah, langkah pekerjaan secara detail itu adalah level supervisor ya. Berarti kita harus koordinasi nih sama si supervisornya ya untuk mengetahui di setiap apa-apa aja langkah-langkah pekerjaan selama project ini berlangsung. Nah, seperti itu. Dari sanalah juga kita bisa memastikan di saat pekerjaan A ini PD-nya, di saat pekerjaan B ini pula PD-nya. Nah, seperti itu. Jadi, dari semua aktivitas pekerjaan dan jumlah tenaga kerja, kita bisa menentukan APD apa saja dibutuhkan. Jadi, ketika pekerjaan ini sudah berlangsung tidak ada APD yang edisional namanya ya. karena sudah ditentukan di awal project sebelum dimulai. Nah, seperti itu. Itulah guna dari sebuah matriks APD ya. Ada yang mau bertanya? Oke, ada yang bertanya ya. Baik, kita lanjut kembali. Jika ingin bertanya, silakan Bapak Ibu langsung saja. open mic atau meninggalkan pertanyaan di dalam kolom chat nanti akan dibacakan atau mungkin yang ingin bertanya mengenai DIIT-nya yang masih belum silakan untuk bertanya ya Bapak Ibu semuanya jangan malu-malu. Oke, kita lihat kembali balik lagi ke dalam materi kalau tidak ada yang mau bertanya. Ini adalah ee masing-masing jenis APD yang ada ya dan standar yang bisa kita menjadi patokannya ya atau standar guide guide standarnya lah istilahnya ya. Standar apa saja ya. Kalau yang terlampir ini banyak menggunakan standar dari luar standar internasional ya. Tidak ada SNI di sini. Nah, seperti itu. Lalu muncul pertanyaan, apakah masih apakah standar ee nasional Indonesia itu dapat dipercaya kualitasnya? Ya, dapat dipercaya ya. Tapi kalau dibandingkan harga kadang harga yang produk lokal itu kadang lebih mahal dari produk dari luar. Nah, seperti itu. Makanya kadang banyak yang menjadi pertimbangan salah satunya adalah di segi segi harga. Oke, lalu kita lihat lagi jenis-jenis APD. Jenis-jenis APD itu banyak sekali contohnya rekan sekalian ya. Mulai dari pengaman mata, pengaman wajah ya. pengaman pemajuannya seperti face shield ataupun topeng las. Lalu ada lagi pengaman terjatuh, safety full body harness. Lalu ada lagi pengaman tangan sarung tangan ya. Lalu ada lagi pengaman telinga, pengaman pernapasan, pengaman kaki, pakaian kerja, dan pengaman kepala ataupun seti helmet. Kita lihat dulu yang pertama yaitu pengaman mata ataupun biasa kita kenal itu dengan A protection. Standarnya bisa teman-teman lihat ada safety glass ansi 287.1.003. Lalu manfaatnya apa? Manfaatnya untuk melindungi mata dari debu. serpihan yang berterbangan di tiiup angin yang berukuran kecil yang tidak terlihat oleh mata telanjang. Ya, jadi inilah fungsinya. Kadang kan kalau seperti di area project ya, Teman-teman sekalian ya, kadang kita berada di dekat area orang melakukan penggerindaan ya. Padahal kita tidak melakukan pengerindaan tapi tiba-tiba mata kita terkena gram ya. gram hasil bubuk orang melakukan pengerindaan tersebut. Ya, kadang gram itu terbang terbawa oleh angin ya lalu terkena mata kita. Kenapa bisa terkena mata? Karena kita enggak pakai pengaman mata tadi ataupun kacamata safety ya. Nah, untuk sebenarnya kacamata safety paling aman itu adalah ini ya. karena dia melindungi sampai sisi luar dari mata. Nah, lalu untuk warna kacamata. Warna kacamata itu ada dua. Yang pertama berwarna clear dan satu lagi berwarna hitam. Kalau di siang hari itu disarankan untuk pekerjaan ataupun ketika kita melakukan pekerjaan di tempat yang silau itu lebih disarankan menggunakan yang berwarna hitam. Kalau bekerja di malam hari ataupun di tempat yang gelap itu diserangkan menggunakan warna yang clear ataupun bening ya. Jadi disesuaikan di mana lokasi dari para pekerja nantinya. Lalu selanjutnya ada lagi pengaman wajah. Pengaman wajah itu dinamakan dengan face protection ya. Ada contohnya yang pertama itu face shield. Ini fal ya. Banyak juga ini digunakan ketika kita zaman COVID ya. Ada yang pernah memakai di zaman COVID? Tidak ada ya. Konyol sekali rasanya ya memakai fesal di zaman COVID ya. Oke. Atau ada yang pernah pakai topeng lah di zaman COVID ya biar anti mainstream ya. Oke, selanjutnya manfaatnya dari topeng las welding mas ataupun facial pelindung wajah. Manfaatnya itu untuk yang pertama tentunya melindungi wajah pada saat pengelasan, pemotongan dengan gerinda, pengemboran besi, kayu, dan sebagainya. itu fungsinya yang pada intinya fungsinya untuk melindungi mata eh mohon maaf melindungi wajah ya dari percikan ataupun pecahan-pecahan nantinya seperti penggerindaan menghindari wajah terkena pecahan dari batu gerinda ya agar tidak tertancap langsung kepada wajah. Selanjutnya ada pengaman terjatuh atau biasanya kita kenal dengan fall protection. Oke. Pamata jatuh itu ataupun sakti full body harness itu jenisnya terbagi pula menjadi dua. Ada yang lanyar ataupun hook lanyar dan hook-nya di belakang ya. Ada yang lanyar dan hook-nya di depan. Nah, untuk harga itu jompang. Jomplang ya. Yang ini harganya antara kisaran 300 sampai R00.000-an. Yang ini harganya dimulai dari R,5 juta sampai R jutaan ya. R jutaan lah. Merek paling bagusnya seperti petell. Nah, seperti itu. Apa fungsinya? Kalau ini saf body harness dengan lanyar dan eh hook-nya di bagian depan. Ini biasanya digunakan oleh para pekerja yang bekerja di seutas tali. Biasanya ini adalah tipe-tipe orang yang bekerja membersihkan gedung kaca-kaca gedung tinggi ya. Yang mana dia bekerja tanpa menggunakan lantai kerja. Jadi dia hanya bekerja mengandalkan seutas tali tadi lebih tepatnya Spider-Man dengan tali ya. Nah, lalu selanjutnya set body harness dengan lanyar dan hook. Ini hook namanya ya. Ini hook ini lanyar ya. Di belakang itu biasa digunakan oleh orang yang bekerja di ketinggian dengan adanya lantai kerja ataupun biasanya seperti scaffolding dan yang lainnya. Nah, usahakan di lokasi kerja teman-teman sekalian, usahakan safety full body harness-nya memiliki absorber ya nih. Nah, ini absorber namanya ya. Mungkin teman-teman sekalian munainya ya. Ini fungsinya untuk meredam, hentakan ketika terjatuh dari ketinggian ya. Jadi ini untuk melindungi bagian selangkangan dan pinggang dari pria ataupun laki-laki yang bekerja dari ketinggian ketika terjatuh. Jadi enggak langsung menghentak ke bagian pinggang dan selangkangannya ya. Bisa-bisa nanti bisa menyebabkan nanti contohnya seperti ya dislokasi patah dan sebagainya ya. Pengaman telinga hearing protection ada dua jenis. Yang pertama ini earma. ERMF dan ini ear plug. Ada yang pernah menggunakan earmaap ataupun ear plug? Ada yang pernah menggunakan? Nah, kalau belum ada ini merupakan pelindung dari telinga yang fungsinya untuk mereduksi atau menurunkan tingkat kebisingan yang dialami oleh para pekerja di lokasi kerjanya. Jadi dia fungsinya untuk menurunkanlah kadar tingkat kebisingan itu sampai ke nilai ambang batasnya sesuai jam kerjanya dalam 1 hari kerja. Oke. Apa perbedaan dari earplug dan IRMF? Nah, ini dia perbedaannya paling signifikan itu terdapat di bagian reduksi frekuensi suaraf dia lebih efektif dibandingkan dengan ear plug di mana dapat meredam suara itu hingga 40 sampai 50 desibel. Nah, seperti itu lumayan. Apabila misalkan kita bekerja di satu hari terpapar kebisingan itu sampai 120 desibel ya. Sedangkan nilai ambang batasnya itu adalah 85 desibel ya. Seperti kita pelajari di hari yang kemarin hari Selasa. Oke, ketika kita makai IR maf kebisingan yang kita rasakan 120 desibel, dia akan menurunkan sampai 70 desibel ya. Makanya itu lebih aman daripada kita menggunakan ear plug yang hanya dapat menurunkan tingkat kebisingan sampai 25 atau 30 desibel. Dari segi harga tentunya jauh berbeda. Irmaf goceng 5.000 perak ya itu bisa kita beli ya. Makanya earplug itu kurang efektif ya. Dari segi harga juga bisa kita lihat kualitasnya seperti apa ya karena harga tidak pernah berbohong ya. Nah seperti itu lebih kira-kira. Nah, lalu ada lagi IRMF. IRMF itu untuk yang KW-KW-annya itu dimulai harganya minimal Rp70.000. Itu yang KW ya, yang super KW lah istilahnya. Kalau yang level bagusnya yang mereknya 3M itu mungkin harganya bisa mencapai Rp300.000-an. Nah, seperti itu. Lalu ada lagi kita namakan dengan pelindung atau pengaman pernapasan. Fungsi dan manfaatnya apa? Yang pertama untuk melindungi pekerja dari paparan zat berbahaya seperti paparan bahan kimia, kabut, debu, uap, dan asap di lokasi kerja. Ada namanya ataupun jenisnya dari pelindung pernapasan itu SCBA. Nah, inilah yang dinamakan dengan CBA tadi ya. Lalu ada lagi yang berhubungan dengan masker N95 untuk pelindung pernapasan dan juga ada lagi respiratori ya. Ini biasanya banyak digunakan di sektoral pekerjaan yang berhubungan dengan kimia, batubara, semen, dan yang lainnya. Jadi nanti di sini diaman respiratori itu terdapat filter yang harus kita ganti di tiap harinya. Oke, selanjutnya kita mengenal lagi yang dinamakan dengan perlindungan tangan ataupun hand protection. Manfaatnya untuk melindungi jari-jari tangan dari api, suhu panas dan dingin, radiasi, arus listrik, bahan kimia, benturan atau pukulan, tergores benda tajam, dan juga infeksi. Nah, inilah yang dinamakan dari ee fungsi dari sebuah sarung tangan ya, Teman-teman sekalian. Seperti itu. Oke, selanjutnya servisus ataupun sepatu keselamatan ya. ini banyak banget ya jenis dan modelnya yang pada intinya dia fungsinya untuk melindungi seluruh bagian kaki ya baik itu telapak ataupun punggung kaki kita. Ada tipe sepatu safety ini yang setinggi lutut yaitu dinamakan dengan safety boots. Ada juga yang tingginya semata kaki dan di atas mata kaki dikit. di atas mata ee di atas mata kaki sedikit ya. Nah, itu juga terdiri dari berbagai macam merek ya ataupun biasa digunakan oleh orang merek Kings dan sebagai-bagainya ya. Nah, untuk teman-teman sekalian di lokasi kerja menggunakan merek yang mana? Apa merek sepatu teman-teman sekalian? Bagaimana Bapak Haji? Cita, Pak. Cita. Cita citata. Oke. Cita. Terus apa lagi yang teman lain? Bagaimana? Bapak Taufik, Bapak Haji, Bapak Willy. Kings Pak. Kings. Kings. I Kings KW berapa, Pak? Enggak tahu, Pak. Yang penting dibeliin. Yang penting dapat ya, Pak. Free ya. Iya, penting dapat. Heeh. Oke. Kings-nya yang mana? yang setinggi di atas mata kaki. Betul. Oke. Oke. Yang teman-teman lain, Pak Taufik apa sepatu saftinya, Pak? Bapak Taufik atau Bapak Ribi? Nah, Pak Ribi apa? Marisunya, Pak. King juga, Pak. King yang tinggi juga. Oh, Kings yang tinggi. Oke, ya. Biasalah ya untuk construction memang Kings ya, Pak ya. Iya. Iya. Dipercaya selalu ya walaupun itu KW-KW kesekian lah ya. Oke. Karena itu pada umumnya ya kalau Kings itu harganya di 350 sampai 500 lah ya. Kalau yang bagus itu kalau enggak salah saya yang ori ya itu ya kisaran di atas 500-an ya. Ada yang memakai red wings, jogger ya. Itu lumayan juga untuk harganya ya. Memang dari segi harga itu tidak bisa berbohong juga untuk kualitasnya. Nah, untuk Mas Ribui merek apa di lapangan? Sparta, Pak. Apa? Sparta. Sparta? Iya. Yang mana modelnya? Yang lebih dari mata kaki? Iya, Pak. melebih dari mata kaki. Oke, ya. pada umumnya ya biasanya perusahaan-perusahaan manufaktur ataupun orang yang bekerja di pabrik yang biasanya menggunakan sebatas mata kaki kayak sepatu kasual seperti sepatu running itu ya biasanya orang-orang pabrik ya dia enggak terlalu berfungsi yang ketinggian di atas mata kaki. Tapi kan kalau kita di project itu berfungsi ya ya melindungi dari gesekan ya dan sebagainya ya terutama otomatis sepatu kita harus ada to cap-nya tahu tu cap tu cap besi ya pelindung besi yang di ujung kaki kita itu ya kalau diinjak enggak terasa ya. Nah, itu dinamakan dengan two cap ya, pelindung ruas jari pada sepatu kita. Nah, di sini nih posisionalnya. Nah, di sini nih posisi besi tersebut ya. Jadi, kalau teman-teman sekalian mau nendang kaki orang tuh lumayan juga sakitnya ya. Nah, seperti itu ya rekan-rekan sekalian. Lalu ada lagi safety helmet. Yah, safety helmet ini juga berbagai macam jenisnya ya. Ada yang modelnya itu seperti topi company ya, yang bulat ya, seperti adonan kue itu. Lalu ada lagi yang seperti helm sejuta umat ya. Oke, ada juga yang untuk helm panjat. Nah, seperti ini juga ya. Lalu ada lagi pernah muncul pertanyaan yang saya hadapi ya, Pak. Apakah ada standar yang menyebutkan terkait penggunaan warna helm di lokasi kerja? Ya kan ada tuh pertanyaan ya, kenapa orang ASE itu warna helmnya merah, Pak? Kenapa orang level manager staf itu berwarna putih? Kenapa para pekerja tukang itu berwarna kuning? Ya, sebenarnya rekan-rekan sekalian tidak ada standar ataupun regulasi yang menyebutkan warna helm di lapangan itu harus berwarna apa. Ya, itu sebenarnya lebih ke habit saja, kebiasaan yang sudah berulang-ulang ya. tukang itu bisa aja pakai warna putih, enggak ada salahnya ya. Sebenarnya kan warna-warni helm di lapangan itu fungsinya apa? Untuk membedakan level jabatan mereka di lapangan. Lebih ke sana aja sebenarnya. Orang ketiga kalau mau pakai helm putih juga enggak masalah ya karena memang enggak ada standarnya. itu lebih arahnya kepada kebijakan masing-masing perusahaan saja seperti itu ya. Nah, Teman-teman sekalian, jadi kalau ke depannya ya mungkin bagi orang yang biasa ikut project, ikut proyek dari awal mula proyek pasti dia paham ya untuk request-request APD ini. Nah, seperti itu. Pakaian kerja selanjutnya ada pakaian kerja ataupun uppron yang biasa digunakan ya. Manfaatnya mencegah cedera dan melindingi pekerja dari berbagai bahaya di tempat kerja. Ya, itu betul. Nah, ini biasanya digunakan untuk apa? Certificakan apa gunanya? Paguna certific atau rompi untuk ngojek atau untuk apa fungsinya? Fungsi safest ini gunakan untuk membedakan nantinya ya ketika seseorang bekerja di malam hari ataupun di tempat gelap agar dia kelihatan ya. Terutama kalau kita bekerja di malam hari pencahayaannya kurang. Nah, inilah fungsi dari safest tadi. Lalu ada lagi safety wepack. Nah, ini fungsionalnya banyak ya. ya otomatis sebagai seragam kerja lah untuk melindungi orang dari goresan, percikan bahan kimia dan yang lainnya. Lalu ada lagi apron. Nah, apron ini fungsionalnya adalah untuk melindungi para welder dari percikan-percikan api las ataupun bunga-bunga las. Dan ini adalah pelindung baju kimia ya. Ini biasa digunakan untuk orang-orang yang bekerja di laboratorium atau yang selalu kontak langsung dengan bahan kimia berbahaya dan beracun. Pemusnahan APD. APD yang rusak, retak, atau tidak dapat berfungsi dengan baik harus dibuang atau dimusnahkan. APD yang habis semasa pakainya ataupun kad luarsa serta mengandung bahan berbahaya harus dimusnahkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pemusnahan APD yang mengandung bahan berbayar terus dilengkapi dengan berita acara pemusnahannya. Nah, seperti itu ya rekan-rekan sekalian. Jadi ketika kita mau membuang APD itu tidak bisa membuang begitu aja ya, tapi ada ketentuannya ya rekan sekalian. Harus ada BA-nya, berita cara pemusnahan atau pembuangannya ya. ataupun kita bisa menggunakan vendor ataupun pihak ketiga untuk mengambil barang bekas APD ini. Oke, sampai di sini ada yang mau bertanya untuk manajemen APD dari teman-teman semua? Ada yang mau bertanya terkait APD? Maaf, Pak. Tadi ada permintaan dari peserta untuk matriks APD-nya bisa dikirimkan di PIL, Pak untuk referensi ke pengerjaan DIP-nya gitu. Oke, bentar ya. Nih, saya kirimkan contoh-contoh dari Matrix APD. Sebentar. Iya. Bapak, Ibu yang lain jika ingin bertanya mengenai DIIT juga dipersilakan ya, Bapak, Ibu ya. Jangan ragu, jangan malu-malu karena ee mending sekarang ya tidak tahu daripada nanti ketika ujian kesulitan dalam menjawab seperti itu. Oke, saya kirim ke Bu Dita ya. Oke, baik terima kasih Pak. Oke, sebentar sinyal saya rada-rada Bu Rita. Sebentar, Bu Rita ya. Iya. Baik, tidak apa-apa. Oke, saya butuh refresh ke dulu. Mohon maaf ya, Teman-teman sekalian. Oke, itu sudah saya kirim ke Budita contoh dari matriks APD. Baik, sudah sampai, Pak. Terima kasih. Oke. Eh, sebentar. Oke, selanjutnya kita materinya adalah untuk teman-teman dari pengawas ketiga Migas yaitu menerapkan inspeksi ketiga. di industrial migas ya. Ada yang pernah melakukan inspeksi di lokasi kerjanya? Ada yang pernah melakukan inspeksi Bapak Ribi di perusahaannya bagaimana? Apakah pernah melakukan inspeksi? Inspeksi. atau mungkin Bapak Taufik, Bapak Willy. Inspeksi ini banyak jenisnya ya, bukan hanya yang bulanan ya, ada yang harian, ada yang mingguan juga atau ada yang dedakan. Oke, kalau tidak ada kalau tidak ada yang mau bertanya, kita lanjut ke materinya. Inspeksi ketiga. Nah, inspeksi ketiga merupakan upaya untuk memeriksa atau mendeteksi semua faktor mulai dari peralatan, proses kerja, material, area kerja, hingga prosedur yang berpotensi menimbulkan cedera atau penyakit akibat kerja. Inspeksi ketiga sebagai upaya melakukan pengendalian dan penguasan terhadap sumber-sumber bahaya ketiga. Nah, sumber-sumber bahaya ketiga kemarin sudah kita pelajari ada lima jenis mulai sumber bahaya fisik, kimia, biologi, ergonomi, dan psikologi. Selanjutnya, dasar hukum yang mengatur terkait inspeksi ketiga di area kerja itu adalah PP nomor 50 tahun 2012 pada lampiran 2 standar nomor 7. Nah, ini bisa teman-teman lihat nanti untuk memastikan ini benar apa tidak ya. Ada terdapat pada PP nomor 50 ya, peraturan pemerintah nomor 2 nomor 50 tahun 2012 tentang SMK3 pada lampiran 2 standar 7. Oke. Apa yang membedakan antara inspeksi dan audit? Nah, inspeksi dan auditnya hampir-hampir mirip. Kalau inspeksi upaya menemukan kondisi dan perilaku yang nonstandar ya. Contohnya seperti unsafe action dan unsafe condition. Lalu kalau audit pengujian kritis secara sistematis terhadap keseluruhan kegiatan perusahaan dengan tujuan untuk meminimalisasi kerugian. Nah, jadi si audien ini berfokus pada sistematis ya dari semua aktivitas yang ada di perusahaan. Kalau si inspeksi dia lebih ke tahap-tahapnya saja. Nah, seperti itu. Itu yang membedakannya. Inspeksi ketiga, upaya menemukan ketidaksesuaian yang bersifat teknis, teknikal, ya. Lebih ke lapangan sifat dari si inspeksi ini. Kalau audit upaya mencari ketidaksesuaian dalam sebuah sistem. Ya, misalkan di sistem kita terkait dengan pengadaan APD ya, terkait dengan program K3, di mana letak kekurangannya, di mana letak kelemahannya. Nah, itu yang di kita cek lebih ke sistemnya, alurnya ya. Kalau inspeksi itu lebih ke teknikalnya. Inspeksi berfokus pada kegiatan project pada unit-unit kerjanya. Nah, dia pasti lebih ke masing-masing project kalau untuk inspeksi itu. Lalu selanjutnya si audit dia berfungsi untuk mengukur efektivitas dari sebuah sistem yang dibangun oleh perusahaan terutama sistem di bagian ketiga dan berfokus tentunya agar si sistem ini bisa berlanjut ya dan berfungsi untuk nantinya tidak merugikan perusahaan. Nah, ini yang membedakannya. Lalu selanjutnya tujuan dari inspeksi K3 itu apa? Yang pertama adalah mengidentifikasi kondisi tidak aman. ya kondisi tidak aman atau biasanya identik dengan kta ya singkatannya kalau di lapangan kta kondisi tidak aman ataupun unsafe condition. Lalu ada lagi identifikasi tindakan tidak aman ataupun bisa kita kenal dengan TTA atau unsafe action. Menentukan penyebab dasar melakukan perbaikan bukan untuk mencari sebuah kesalahan. Nah, ini paling biasa kita temukan di lapangan ya. Kalau terjadi inspeksi, berlangsungnya sebuah inspeksi yang paling kebakaran jengkot itu adalah level supervisor. Kenapa? Karena si supervisor ini beranggapan inspeksi itu untuk mencari sebuah kesalahan ya dari unit kerjanya mereka. Nah, ini yang selalu terjadi. Tidak ada inspeksi akan berakibat pada sebuah kecelakaan ya. Seperti unself condition ya. Uns condition ini apa contohnya ya? Dari keadaan alam ya petir ya. Lalu ada lagi uns action bekerja di ketinggian tidak ada landasan ataupun lantai kerja dan juga tidak menggunakan alat pelindung diri. Ujung-ujungnya nanti apa yang akan terjadi? Iden. Kecelakaan kerja yang menimbulkan keru kerugian. Oke, selanjutnya manfaat dari sebuah inspeksi K3. Yang pertama perbaikan dengan segera apabila ditemukan sebuah temuan ya temuannya mungkin seperti unsaft action. Banyak pekerja yang tidak menggunakan MPD. Nah, itu salah satu contohnya. Lalu manfaat selanjutnya adalah agar si karyawan tanggap terhadap kondisi tidak aman dan tindakan tidak aman. Selanjutnya menetapkan alat keselamatan yang sesuai. Meningkatkan kesadaran ketiga bagi para pekerja. Menjalankan program ketiga yang telah dibuat oleh perusahaan. Itulah fungsinya. Oke, selanjutnya standar pemantauan dari inspeksi ketiga itu apa? Yang pertama fungsionalnya adalah untuk melakukan pemeriksaan terhadap bahaya di lokasi kerja, pemantauan atau pengukuran lingkungan kerja, peralatan pemeriksaan ataupun inspeksi. Lalu selanjutnya pemantauan kesehatan tenaga tenaga kerja melalui MCU tadi. Kategori inspeksi K3. Nah, untuk inspeksi K3 dia terdapat dua macam jenisnya. Yang pertama ada inspeksi informal ataupun inspeksi tidak terencana. Yang kedua, inspeksi formal ataupun inspeksi terencana. Nah, nah inilah dua golongan dari sebuah inspeksi. Inspeksi informal ataupun inspeksi tidak terencana ataupun bisa dikatakan ini inspeksi dadakan ya. Nah, dilakukan dengan tingkat kesadaran yang tinggi oleh setiap orang dalam rutinitas aktivitasnya. Spontan, terbatas, dan tidak sistematis. Nah, biasanya inspeksi informal ini akan membuat orang kocar-kacir ya karena dia kaget ya. Tiba-tiba sudah ada aja level manajemen yang turun ke lapangan. Nah, biasanya seperti itu ya akan membuat orang kelangkabut tentunya. Selanjutnya inspeksi informal ataupun inspeksi tidak terencana ini mendapatkan kondisi ataupun data sebenarnya yang nyata dan asli. Nah, inilah yang akan menjadi sebuah hasil ya bagaimana penerapan sistem K3 itu di lapangan. Apakah hanya sebatas tulisan atau benar-benar terlaksana itu bisa diketahui dengan inspeksi tidak terencana atau dedakan ini. Kalau inspeksi terencana semua orang telah bersiap-siap ya telah rapi mereka ya agar hasilnya baik. Tapi coba saja kalau inspeksi ini dadakan pasti semua akan kelihatan nanti boroknya seperti apa. Nah, seperti itu. Lalu selanjutnya kita melihat inspeksi formal. Inspeksi formal itu lebih menyeluruh dan komprehensif ya karena dia tertata inspeksi formal tersebut. Rekan-rekan sekalian tahu arahnya seperti apa dan tujuannya ke mana. Terjadwal dengan jelas ya itu bagian dari kerutinan ya yang selalu dilakukan. Bagian dari tanggung jawab manajemen dilakukan secara tim dan apa yang dibutuhkan. Secara umum, inspeksi formal dapat dikategorikan sebagai berikut. Inspeksi umum ketiga, general inspection, inspeksi kebersihan, hoekeping, inspeksi kritikal, kritikal inspeksi. Ya, inspeksi kritikal ini salah satu contohnya apa? kegiatan lifting. Nah, itu masuk ke dalam kategori inspeksi kritikal. Inspeksi preventive maintenance itu juga masuk ke dalam jenis inspeksi formal. Lalu selanjutnya inspeksi formal tersebut dapat dikategorikan menjadi empat. Yang pertama inspeksi umum ketiga, general inspeksi seperti kita inspeksi rutin pemeriksaan apar di tiap bulan. Inspeksi kebersihan yaitu inspeksi housekeeping ya yang dilakukan biasanya oleh tim os keeper ya, inspeksi kritikal dan inspeksi preventive maintenance. Tim inspeksi kig. Tim inspeksi ketiga dibedakan menjadi dua, yaitu eksternal dan internal perusahaan. Nah, inilah jenis dari inspeksi K3. Yang pertama kalau dari eksternal perusahaan tim inspeksinya dilaksanakan oleh pengawas dari instansi pemerintah ataupun pihak ketiga. Contohnya apabila kita melakukan riksa uji itu pasti kita akan menggunakan inspeksinya dari PJK3 riksa uji. Nah, laporan dari pemeriksaan riksa uji itu akan disubmit ke Disnaker sesuai dengan regional perusahaan teman-teman sekalian. Lalu inspeksi yang timnya berasal dari internal perusahaan. Inspeksi ketiga dilakukan oleh orang yang kompeten di dalam perusahaan seperti level supervisor ataupun manajer dan juga yang memiliki spesialisasi di bidangnya seperti safety advisor, teknisi atau pekerja yang kompeten dari level terendah sampai level tertinggi seperti top manajemen. Bagaimana langkah-langkah melaksanakan inspeksi ketiga? Yang pertama yaitu tahap persiapan. Agar pelaksanaan inspeksi K3 berjalan lancar dan efektif, ada beberapa hal yang harus kita persiapkan. Di antaranya kita tentukanlah yang pertama itu jadwal inspeksi dan tim inspeksinya siapa saja. Yang kedua, buatlah peta inspeksi berdasarkan denah area kerja. Yang ketiga, jalur-jalur inspeksi K3. Yang keempat, potensi bahaya yang terkait dengan mesin, peralatan, material, dan proses kerja yang akan diinspeksi. Lalu ada lagi standar peraturan atau prosedur kerja yang berlaku, laporan inspeksi sebelumnya, data kecelakaan kerja, laporan pemeliharaan, daftar atau hal-hal apa saja yang akan diinspeksi. Yang terakhir, alat pelindung diri yang diperlukan apa saja selama proses inspeksi dilakukan. Tahap pelaksanaan ketika kita akan melakukan inspeksi, yang pertama yang harus kita lakukan itu adalah hubungi penanggung jawab area yang akan kita kunjungi atau yang akan kita lakukan inspeksi di tempat mereka. Usahakan untuk mengikuti jalur inspeksi yang sudah direncanakan. Nah, ini biasanya catatannya untuk perusahaan dengan skala wilayahnya yang besar ya, yang mana kalau tidak ada perencanaan dalam inspeksinya itu akan memakan waktu dari proses inspeksi. Lalu mengamati rangkaian proses kerja ini berhubungan dengan observasi kita. mengamati tindakan pekerja apakah sudah memenuhi persyaratan ketiga. Mengamati mohon maaf selanjutnya mengumpulkan data atau memeriksa kembali data sesuai daftar inspeksi yang telah dibuat. Melakukan perbaikan sementara dengan segera apabila saat pelaksanaan inspeksi ditemukan tindakan ataupun kondisi yang berbahaya. Nah, itu dinamakan dengan temuan. di saat inspeksi. Pencatatan hasil pengamatan. Nah, dari hasil pengamatan yang kita lakukan ya terhadap tindakan pekerja dari kondisi lingkungan kerja ya buatlah catatan ringkas tentang ketidaksesuaian dan kesesuaian peralatan tindakan dan kondisi yang tidak sesuai dengan standarnya. Lakukanlah identifikasi bahaya. Pencatatan hasil pengamatan diperlukan untuk meninjau semua informasi yang dikumpulkan dan memudahkan tim inspeksi untuk membuat klasifikasi bahaya dalam laporannya. Bagaimana langkah-langkah melaksanakan inspeksi K3? Yang pertama mulailah dari tahap laporan. mencatat dan memberi tanda pada item temuan yang belum ditindaklanjuti. Itulah yang pertama yang harus kita lakukan ketika membuat pelaporan hasil inspeksi. Lalu selanjutnya, setiap item harus diberi nomor urut. Setiap item harus diberi kategori bahayanya. Menentukan siapa yang akan menindaklanjuti setiap item pada hasil inspeksi. Laporan hasil inspeksi ditujukan kepada departemen yang diinspeksi. Tujuannya apa? Agar cepat dilakukan closing temuannya. Lalu yang selanjutnya, tentukanlah tindakan perbaikan sebagai tindak lanjut. Jadi ketika kita membuat laporan ya di dalam kolom-kolomnya kita buatlah temuannya apa, lalu ada fotonya, lalu saran perbaikannya seperti apa. Nah, seperti itu ya. Biasanya kalau perusahaan pasti memiliki form-form inspeksi dan juga bentuk draf laporan hasil inspeksi. Selanjutnya melakukan evaluasi terdraf hasil inspeksi ketiga ya untuk menentukan tindak lanjut yang digunakan guna pengembangan yang berkelanjutan. Oke, ada yang mau bertanya sampai di sini untuk inspeksi K3 teman dari pengosok gas. Silakan Bapak Ibu yang ingin bertanya langsung saja open mic ya. Dimohon ya Bapak Ibu yang masih off cam untuk dinyalakan kameranya untuk Bapak Willy, Ibu Azah dan untuk aktif ya Bapak Ibu ya di dalam planningnya. Karena untuk hari ini kan hari terakhir ya Bapak Ibu ya, jadi dimohon untuk aktif. Yuk. Kemudian jika ada pertanyaan silakan untuk bertanya. Jangan terlalu banyak diam ya Bapak Ibu ya. Karena takutnya besok ketika ujian nanti jika ditanya oleh asesor jika tidak bisa menjawab itu kan akan merugikan Bapak Ibu sendiri ya. Jadi dimohon ya Bapak Ibu untuk aktif dalam berdiskusi dan juga mengaktifkan kameranya seperti itu. Terima kasih untuk Bapak Willy, Ibu Aza dimohon ya untuk dinyalakan kameranya. Oke. Baik, kita masuk ke materi selanjutnya yaitu investigasi kecelakaan kerja. Oke, ada yang pernah menghadapi kecelakaan kerja di lokasi kerjanya ya. Silakan Bapak, Ibu untuk open mic. Alhamdulillah. Silakan jangan takut salah. Alhamdulillah aman. Bagaimana Bapak Ibu? Alhamdulillah tidak pernah Pak. Oke. Alhamdulillah aman ya. Jangan sampai sih kalau saya ya jangan sampai dan jangan sampai pula apabila terjadi kecelakaan kerja itu tidak dilaporkan ya. Jangan disembunyikan ya. Kalau misalkan ada kecelakaan kerja tapi tidak kita laporkan itu akan menjadi bom waktu nantinya ya. Karena dari tidak dilaporkan tadi tidak adanya perbaikan dari level manajemen. Nah, itu yang bahayanya bolanya ya, bola panasnya berarti kita yang pegang nantinya ya. Karena dari inspeksi ee dari hasil investigasi nantinya biasanya tim K3-nya pasti akan di tanyakan ya. Halo ke teman-teman sekalian. Jadi jangan pernah menyembunyikan apabila terjadi kecelakaan kerja ya. Karena itu merupakan titik balik nantinya untuk perbaikan sistem ketiga kita. Oke, selanjutnya ini adalah unit kompetensi dari teman-teman ya. melakukan investigasi kecelakaan kerja, melaksanakan pelaporan dan pencatatan kecelakaan kerja di industrial migas. Oke, dasar hukum Undang-Undang Nomor 1 1970 tentang K3. Nah, ini adalah peraturan ya. selalu aja ada yang selanjutnya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Lalu PP nomor 50 tahun 2012 tentang penerapan SMK3. Lalu peraturan yang mengatur ya khusus terkait dari kecelakaan kerja ataupun pelaporan kecelakaan kerja itu terdapat pada Permenakar nomor 3 tahun 1990. 8 tentang tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan kerja di lokasi kerja. Nah, kita lihat definisi dari kecelakaan kerja itu apa. Suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menyebabkan korban manusia atau harta benda. Nah, inilah teman-teman sekalian ya definisi dari kecelakaan kerja berdasarkan peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 3 tahun 98 pada pasal 1. Dengan demikian kecelakaan kerja mengandung unsur sebagai berikut. Nah, ya ada tiga unsur ya di dalam kecelakaan kerja tuh. Yang pertama tidak diduga semula ya. Enggak ada orang yang bisa menebak kapan kecelakaan kerja itu akan terjadi. Oleh karena itu, di belakang peristiwa kecelakaan tidak terdapat unsur kesengajaan dan perencanaannya. Tidak diinginkan atau diharapkan karena setiap peristiwa kecelakaan kerja akan selalu disertai kerugian fisik maupun kerugian mental. Yang ketiga, selalu menimbulkan kerugian dan kerusakan yang sekurang-kurangnya menyebabkan gangguan proses proses kerja. Itu pasti ya. Ketika terjadi kecelakaan kerja maka kegiatan ataupun aktivitas pekerjaan itu akan terhenti ya. Kenapa? Karena otomatis lokasi terjadinya kecelakaan kerja itu akan diamankan. ya, agar tidak ada penghilangan bukti oleh pekerja ataupun atasannya. Oke, selanjutnya penyebab kecelakaan kerja berdasarkan teori Hendrik ya, Bapak Hendrik ya. Ini merupakan pencetus teori domino efek kecelakaan kerja. Kecan kerja itu terjadi melalui hubungan mata rantai sebab dan akibat. Ya, kalau ada sebab pasti akan ada akibatnya, ya. Lalu dari beberapa faktor penyebab kecelakaan kerja yang saling berhubungan sehingga menimbulkan kecelakaan kerja, cidera ataupun penyakit akibat kerja atau bisa kita kenal dengan pak serta beberapa kerugian lainnya seperti kerugian material, alat kerja, dan yang lainnya. Nah, berdasarkan teori HW Henrik ya, penyebab utama terjadinya kecelakaan kerja itu adalah tindakan tidak aman nih sebesar 88%. Penyebab terjadinya kecelakaan kerja itu adalah tindakan tidak aman ya. Tindakan tidak aman teman-teman sekalian ya. Mulai dari kita tidak menggunakan APD, kita mencari jalan pintas di saat bekerja yang mana tujuannya agar pekerjaan ini cepat kelarnya ya tanpa mempertimbangkan jalan pintas tadi keselamatan dari para pekerja. Lalu 10% dari penyebab terjadinya kecilan kerja itu adalah kondisi tidak aman. Mulai dari tidak adanya pelindung dari mesin ya, tingkat kebisingan yang tinggi, pencahayaan yang tidak bagus ya getaran yang tinggi di lokasi kerja dan yang lainnya. 2%nya adalah faktor lainnya. Contohnya apa? Tidak adanya SOP. ya, tidak adanya manajemen risiko. Nah, ini masuk ke dalam faktor lainnya. Lalu selanjutnya urutan penyebab terjadinya sebuah accident. Yang pertama lemahnya kontrol ataupun bisa kita kenal dengan lack of control. Lemahnya kontrol ini terbagi atau terdapat beberapa faktor. Yang pertama, kurangnya prosedur ataupun aturan. Ya, ini biasanya perusahaan yang entry level ke medium itu pasti prosedur ataupun aturannya itu belum lengkap ya atau masih dikatakan dalam tahap pembangunan dari prosedur dan aturan tadi. Selanjutnya kurangnya sarana ya. kurang serana ini contohnya tidak adanya ruang P3K, tidak adanya klinik, tidak adanya ambulans, tidak adanya fasilitas pemadaman kebakaran di lokasi kerja. Nah, ini masuk ke dalam lemahnya kontrol sebuah perusahaan. Lalu selanjutnya kurangnya kesadaran. Ya, ini menandakan masih lemahnya budaya K3 di perusahaan tersebut ya. Karena paling sulit itu pasti membangun budaya K3 itu sendiri. Membangun kesedaran terhadap pentingnya K3 di area kerja. Selanjutnya kurangnya kepatuhan ya. Karena dalam konsepnya aturan itu dibuat untuk dilanggar. Nah, ini pada umumnya yang sering terjadi ya. Bahkan mungkin bisa dikatakan kita sendiri pun pasti melakukannya. tanpa di tanpa disadari. Lalu urutan penyebab aksiden selanjutnya adalah penyebab tidak langsung namanya. Penyebab tidak langsung yaitu faktor pekerjaan yang mulai dari beban kerja yang berlebihan, bekerja tidak sesuai dengan keinginan ya, lokasi ataupun lingkungan kerja yang toksik ya. Nah, ini bisa menjadi penyebab tidak langsung dari kecelakaan kerja ya. Masuknya faktor pekerjaan. Lalu yang kedua, faktor pribadi. Nah, kalau faktor pribadi ini contohnya lebih ke masalah personal dari si pekerjanya. Misalkan contohnya terlibat pinjol. Nah, itu yang pertama. Banyaknya kredit ya di tiap bulannya. Masalah dengan mertua, masalah dengan istri ya. tunggakan dan sebagainya itu masuk ke dalam kategori faktor pribadi ya. Seperti kalau para pekerja yang masih muda itu banyak seperti contoh kasusnya putus cinta ya itu akan menyebabkan seseorang menjadi lalai, menjadi tidak fokus di dalam bekerja yang mana nantinya akan masuk ke dalam penyebab tidak langsung ataupun faktor pribadi dari terjadinya kecelakaan kerja. Oke. Penyebab langsung tin
Resume
Categories