Training Ahli K3 Umum - 20 Januari 2026
16OnRGqe01I • 2026-01-21
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Halo untuk Bapak Sutisna.
Halo, Bapak Sutisna
I. Halo. Ada apa, Bu?
Iya. E untuk device laptopnya kenapa,
Pak? Kenapa menggunakan H? Ee tadi pagi
saya sudah ee ini minta laptop ke
kantor, tapi pihak kantor kasih karena
katanya masih ada data-data yang harus
disimpan dulu.
Tapi paling saya bisanya pas ujian
doang, Bu, pakai laptop.
Oh, oke oke. Baik. Eh, yang penting
nanti ee ya udah, Pak, untuk hari ini
enggak apa-apa menggunakan HP, tapi
nanti pas lagi ujian dan juga pengerjaan
DIIT-nya. Soalnya kan harus menggunakan
laptop ya, Pak, ya.
Jadi, jangan lupa untuk pengerjaan
diit-nya sama nanti ujiannya wajib
menggunakan laptop ya, Pak.
Iya. Kalau tugas-nya mah sudah dicicil,
Bu, sama saya, Bu. Ee di sela-sela waktu
kerja.
Oh, iya. Oke. Baik. Terima kasih, Pak.
Untuk absensi sudah mengisi, Pak?
Oh, belum. yang sekarang mah ya.
Oh iya. Heeh. Silakan isi absensi dulu
ya.
Oke.
Oke. Baik, Pak.
Oke. Ee baik, silakan untuk semuanya
menyalakan kameranya.
Oke.
Oke, langsung saja saya mulai untuk
training pada malam hari ini.
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Baik, selamat malam untuk
semua peserta yang telah bergabung di
acara training 3 umum ee yang
dilaksanakan dari tanggal 19 hingga 23
Januari 2026.
Baik, sebelum kita memulai untuk
training pada malam hari ini, alangkah
baiknya kita semua berdoa terlebih
dahulu menurut kepercayaan dan agamanya
masing-masing. Untuk waktu berdoa
dimulai.
Baik, untuk waktu berdoa selesai.
Baik ee Bapak-bapak semuanya untuk
selanjutnya kita akan ada sesi
dokumentasi terlebih dahulu. Seperti
biasa untuk sesi dokumentasinya
ee dengan CAC seperti ini posnya.
Silakan Bapak-bapak semuanya. Oke.
Baik, akan saya ambil dalam hitungan 1,
2, dan 3.
Oke. Baik, terima kasih untuk
Bapak-bapak semuanya. Baik, ee
diingatkan kembali ya Bapak-bapak
semuanya yang belum mengisi absensi
silakan untuk isi absensinya terlebih
dahulu. Dan diingatkan kembali juga
untuk para peserta yang masih belum
mengerjakan DIIT-nya sudah ee dimohon
untuk sudah dimulai ya dicicil terlebih
dahulu untuk pengerjaan DIIT-nya. Jika
masih ada yang terkendala dalam
pengisiannya
bisa nanti bertanya langsung kepada
trainer kita di malam hari ini. Oke.
Baik, langsung saja kita memulai untuk
training di hari kedua pada malam hari
ini. Untuk materinya akan dibawakan oleh
Bapak Hendra. Silakan untuk Bapak Hendra
untuk tempat dan waktunya.
Oke. Baik, terima kasih sambutannya Bu
Dita. Baik, Teman-teman sekalian, apa
kabar semuanya?
Alhamdulillah, Pak.
Alhamdulillah.
Alhamdulillah. Baik, ya.
Oke. Untuk DT-nya gimana?
Masih gitu-gitu aja.
Sudah mulai dicicur, Pak.
Proses
berapa cicilnya? Sudah berapa kelompok?
Satu kelompok kelar.
Ya, kurang lebih 40% lah. Baru 40%-an.
Bagus. Yang lain gimana? Masih dibawa
tidur?
Gimana? Yang lain masih di bawa tidur
nih tugasnya.
Pak Sutiana gimana?
Broses, Pak.
Oh, proses. Proses apa nih? Proses
lelang.
Proses lelang.
Oke. Baik, Mas Rizal. Gimana
proses, Pak? Proses melihat soal dulu.
Melihat soal-soal dulu.
Lihat dulu, ya. [tertawa]
Oke, ya. Karena teman-teman sekalian
hanya memiliki waktu 2 hari lagi, ya
untuk pengerjaannya, ya. Jadi, jangan
ditunda-tunda lagi, ya. Nah, untuk Mas
Rifki, gimana? Mas Rifki masih
dilihat-lihat juga
proses ee sudah 50% Pak ini sambil
sekali skripsian juga Pak.
Oke. Oke. Baik. Syukurlah ya sudah mulai
diangsur ya. Bagi teman yang baru
berniat niatnya dibulatin lagi ya biar
bisa untuk pengerjaannya.
Baik, kita masuk ke dalam materi kita
pada malam hari ini, yaitu materi
pertama dengan unit kompetensi merancang
sistem tanggap darurat, mengelola
tindakan tanggap darurat.
Nah, menurut teman-teman sekalian,
tanggap darurat itu apa?
Apa itu tanggap darurat?
contohnya
ya kayak mungkin cepat tanggap pas
kebakaran kayak gitu, Pak. Mungkin ya.
Oke, betul itu salah satunya ya. Jadi
ketika ada kejadian
orang-orang atau pekerja yang ada di
suatu perusahaan itu bisa tahu ya
alurnya harus bagaimana ketika terjadi
keadaan darurat. Salah satu contohnya
adalah kebakaran.
Nah, seperti itu ya re-rekan sekalian
ya. Sudah pernah melaksanakan simulasi
tanggap darurat di lokasi kerja?
Pernah.
Pernah, Pak. Pas magang.
Pas magang pernah. Teman-teman lain
gimana? Pernah atau pernah kalau belum
pernah pernah melihat enggak?
Dua-duanya sudah pernah dialami, Pak.
pernah dialami, pernah mengalami
kebakaran?
Ee enggak sih, lebih tepatnya pernah
melihat kebakaran.
Pernah melihat kebakaran.
Jangan sampai
jangan sampai ya. Karena kebakaran
itu adalah
paling sulit ditangani ya.
Iya.
Terutama kalau kebakarannya itu kita
berada di suatu perusahaan yang memiliki
bahan yang gampang terbakar ya atau
cepat sekali terbakarnya. Nah, itu
sangat berbahaya sekali ya teman-teman
sekalian. Oke, kita lihat dulu
dasar hukum yang mengatur perihal sistem
tanggap darurat itu banyak rekan-rekan
sekalian.
Ada yang pertama tentunya adalah
Undang-Undang Nomor 1 1970. Nah, kalau
di Tebotol Sosro apapun makanannya,
minumannya T botol ya. Nah, kalau di K3
apapun bentuk materinya, apapun bentuk
jenis subbidangnya
tetap Undang-Undang paling utamanya itu
adalah Undang-Undang Nomor 1 1970.
Nah, ini adalah Undang-ang puncak dari
segala macam undang-undang di bidang K3
tentunya.
Nah, selanjutnya ada lagi Kepenakar
nomor 186
tahun 1999.
yaitu unit penanggulangan kebakaran di
tempat kerja. Oke, mungkin teman-teman
sekalian pernah melihat ya di perusahaan
memiliki tim Damkar, tim pemadam
kebakaran
atau kayak di perusahaan-perusahaan
skala besar itu dinamakan dengan
Departemen Fire ya. Di Migas juga ada
departemen Fire-nya sendiri.
Oke, selanjutnya ada lagi Undang-Undang
Nomor 204
tahun 2007 tentang penanggulangan
bencana.
Oke. Kalau di Indonesia yang melakukan
penanggulangan bencana apa namanya? Nama
organisasinya
apa?
SAR.
SAR
ya? Tim SAR. Kalau sekarang itu namanya
Basar.
Basarnas.
Basarnas ya.
Oke. Dan ada juga namanya satu lagi BN
BNPB.
BMKG Pak
BMKG ya. Beda [tertawa]
cuaca.
BMKG kan buat caca ya. [tertawa]
Oke. BNPB ya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Ya, kalau BMKG, [tertawa]
BMKG buat Caca ya. Badan Meteorologi
apa? Klimatologi dan geofisika.
Geologisika.
Oke, jangan dijawab KG lagi ya. Itu
berbahaya itu jawabannya.
Oke, bikin kisruh entar jawabannya. Oke,
selanjutnya PP nomor 50 tahun 2012
tentang penerapan sistem manajemen K3.
Ada lagi Kepaker 187 tahun 1959 tentang
pengendalian bayar kimia yang berbahaya
di tempat kerja. Apa contoh bahan kimia
yang berbayar di tempat kerja? Salah
satunya apa kemarin?
Alkohol.
Alkohol ya.
Alkohol 100%. Apalagi
apa?
Tinner.
Tinner. Nah, apalagi?
Chat mung ee chat mungkin ya.
Iya. Pokoknya sejenis
ee bahan berbahaya yang gampang
terkontaminasi, yang mudah terbakar itu
semuanya masuk ke dalam bahan kimia yang
ber bahaya.
Bahaya.
Bahaya apa?
Nah, sudah tidur ya tadi malam kan?
Pasti lupa. [tertawa]
Bahaya itu apa?
Bahaya itu mungkin tercemar paparan
udara.
Saya saya bertanya pengertian bahaya itu
apa kemarin?
Nah, pasti lupa lagi. Udah buat tidur
lupa lagi kayaknya ya.
Bahaya itu adalah sum
sumber
sumber. Resiko itu adalah kemung
kemungkinan
kemungkinan dari terjadinya si sumber
tadi. Nah, efek dari si kemungkinan apa?
Konse
konsekuensi.
Konsekuensi ya. Jangan kebalik-balik
lagi ya. Bekerja di bekerja masalah
lampu ketinggian bahayanya apa?
Ketinggian.
Ketinggian. Enggak terjatuh lagi ya.
[tertawa]
Oke ya. Sampai sini kita kompak ya, kita
satu suara ya. Baya itu enggak ada yang
dinamakan baya itu terjatuh. Terjatuh
itu adalah
ri
risiko.
Risiko. Oke. Baik.
Nah, inilah pengertian dari keadaan
darurat.
Keadaan darurat adalah situasi yang
tidak diketahui yang mengancam pekerja
setiap orang yang dapat mengganggu
proses operasi atau menyebabkan
kerusakan baik fisik dan lingkungan.
Ya, itulah yang dinamakan dengan keadaan
darurat. Apa salah satu contoh dari
keadaan darurat?
Apa contohnya?
Apa contoh keadaan darurat? Ayo,
kebakaran tadi, Pak. Masuknya, Pak.
Iya, betul. Keadaan darurat itu adalah
keba kebakaran.
Kebakaran
apalagi ya?
Gempa.
Betul sekali. Gempa
itu masuk apalagi
yang Bu yang sekarang yang saya tanyakan
yang berhubungan dengan pekerjaan
mungkin kebocoran gas.
Kebocoran gas. Terus apaagi?
tanah yang menghebatkan longsor.
Oke, itu berhubungan semuanya dengan
aktivitas yang ada di alam ya dan non
alam. Nah, kalau yang sering terjadi di
tempat kerja yang berhubungan dengan
keadaan darurat itu apa? Kecelakaan.
Kecelakaan kerja
ya. Orang jatuh dari ketinggian 10 m
masuk ke dalam keadaan darurat apa
enggak? Atau mau dibiarin aja orang tuh
kayak gitu?
Masuk, Pak.
Masuk. Emergency kan?
Iya.
Iya. Emergensi.
Oke. Berarti kecelakaan kerja itu masuk
ke dalam keadaan
darurat.
Kenapa masuk ke dalam keadaan darurat?
Karena dia berhubungan dengan nyawa
nyawa
manusia ya, nyawa orang ya. Enggak ada
yang lebih berharga dari apapun daripada
nyawa manusia. Ya, seburuk apapun
manusia itu nyawanya tetap berharga. Ya,
begitupun di dunia kerja ya. Sebandal
apapun itu pekerja, sekeras apapun
beliau ya, ketika dia mengalami
kecelakaan kerja ya itu wajib kita
apa? Kita urus ya. Mulai dari kita antar
ke rumah sakit,
klaim asuransinya ataupun dia meninggal
sampai kita lakukan pema pemakamannya.
Itu kewajiban kita sebagai orang ketiga
ketika terjadi kecelakaan kerja. Oke,
selanjutnya kita kenal lagi namanya
bencana. Nah, bencana ini teman-teman
sekalian dia ada dua macam. Ada bencana
yang dari alam dan bencana non alam.
Nah, nanti akan kita lihat kalau bencana
alam sudah kebayangkan apa-apa aja
contohnya. Nah, kalau bencana non alam
tadi disebutkan oleh Pasutisna
kebocoran
gas
kebocoran gas
itu masuk ke dalam jenis bencana non
alam.
Kalau bencana alam tadi disebutkan juga
teman-teman sekalian itu contohnya apa?
Kebakaran.
Ya, kebakaran itu sebenarnya bukan masuk
dalam bencana alam, tapi bencana non
alam, ya.
Kebakaran itu masuk ke dalam bencana non
alam. Gunung meletus masuknya bencana a
alam.
Alam.
Nah, nanti akan kita lihat. Nah, lalu
apa itu tanggap darurat? Nah, ini yang
perlu kita garis bawahi bersama-sama.
Tangkat darurat adalah sistem yang siap
siaga untuk menghadapi menanggulangi
keadaan darurat agar dapat diselesaikan
dengan cepat, tepat, terkendali, dan
sesuai dengan kebutuhannya.
Makanya di perusahaan itu ada yang
dinamakan dengan simulasi tanggap
darurat. mulai dari simulasi kebakaran,
gempa bumi, apalagi banjir ya yang lagi
tren saat ini. Lalu
apalagi ancaman bom
ya itu masuk juga dan wajib ada SOP-nya.
Terutama untuk teman-teman yang bekerja
di sektoral bangunan-bangunan tinggi ya,
gedung dan sebagainya itu wajib ada. Dan
juga yang bekerja di istilahnya di BUMN
ya.
Karena akan mereka itu masuk ke dalam
objek vital nasional.
Nah, biasanya
para BUMN yang masuk dalam kategori
objek vital nasional, dia juga memiliki
sistem tangga darurat untuk menghadapi
keadaan emergency berupa terorisme,
huruhara dan sebagainya.
Nah, ini ini merupakan jenis-jenis dari
keadaan darurat. Tadi kita lihat dari
adanya proses alam
ya. Proses alam ataupun bencana alam itu
contohnya adalah ban banjir.
Banjir.
Lalu adalah ada lagi kekeringan.
Lalu ada lagi angin topan,
gempa bumi, tsunami, longsor, petir.
Semua bencana alam ini ada semua enggak
di Indonesia?
Ada.
Ada ya? Hampir semuanya. Kekeringan itu
banyak sekali terjadi di area Nusa
Tenggara
ya. Nusantara masuk dalam kategori
provinsi
tandus ya yang seringki mengalami
kekeringan.
Lalu selanjutnya bencana buatan manusia
ataupun bencana non alam.
Nah, contohnya pemadaman listrik,
bendungan bobol. Nah, kemarin yang
terjadi di Karawang ya kalau enggak
salah saya ya.
Iya, benar, Pak.
Yang
tanggul.
Ee iya tanggul ya. Tanggul apa waduk itu
ya?
Ee
bendungan kan?
Iya. Bukan e
Oh, lebih ke tanggul ya?
Tanggulnya, Pak. Bukan bendungannya.
Tanggul. Nah, kalau teman-teman ee lihat
di beredar di media sosial ya, tanggul
yang tanggul Kalimalang ya namanya kan
ya.
Nah, benar sekali tanggul Kalimang.
Tanggul Kalimang itu jebol dan
membanjiri perumahan penduduk
yaitu lagi viral ya dalam seminggu
seminggu kemarin ya.
Nah, itu masuk dalam jenis bahaya yang
terjadi oleh buatan manusia itu sendiri.
terjadi oleh proses alam.
Oke, selanjutnya ada lagi kebocoran
nuklir. Ini pernah terjadi ketika
tsunami di Jepang ya, terjadi kebocoran
nuklir. Lalu ada lagi peristiwa
kebakaran atau ledakan. Ini sering
terjadi di perusahaan-perusahaan
bahan-bahan kimia, migas dan sebagainya.
Nah, lalu apalagi? Kecelakaan kerja
ataupun kecelakaan lalu lintas itu juga
masuk ke dalam jenis-jenis keadaan
darurat. Lalu apalagi huruara,
kerusuhan,
perang, ancaman
ancaman bom.
Nah, apalagi dalam yang masuk dalam
jenis huruara.
Setiap setelah
setiap setelah selesai
pemilu, apa yang terjadi?
Demo, Pak.
Demo,
demo.
Demo masuk ke dalam huruara.
Masuk, Pak.
Masuk. Ya, Mas Rifki seperti pernah ikut
demo. [tertawa]
Jarang, Pak. Sudah mahasiswa
jarang ya. Enggak perwakilan kampus ya?
Enggak, Pak. [tertawa]
Saya yakin Bapak-bapak di sini ketika my
day juga enggak ada yang ikut ini. Yakin
saya
[tertawa]
karena itu fifty-fifty ya. Enggak
penting-penting banget ya. Iya, benar
ya. Karena enggak akan juga aspirasi
kita itu akan di didengar dengar.
Iya. Paling hanya membuat macet
ya
dan buang-buang waktulah istilahnya ya
teman-teman sekalian ya.
Oke, selanjutnya
sistem tanggap darurat ataupun biasanya
bisa kita kenal dengan STD.
Sisin tanggap darurat adalah merupakan
kesatuan sistem yang diterapkan dan
dilaksanakan oleh suatu industri,
pemerintah beserta komponen masyarakat
yang terintegrasi dalam suatu sistem dan
prosedur kerja yang konkret.
Nah, makanya sering ya kita melihat
kadang pemerintah melakukan kerja sama
untuk melakukan simulasi
itu sering banget terjadi ya seperti tim
Damkar ee tim Damkar daerah melakukan
simulasi dengan BNPB.
Nah, itu sering banget ya karena memang
sistem tenggelat berurat itu harus ada.
Contohnya kayak di Sumatera, di Aceh,
tiap tahun itu pemerintahnya mengadakan
simulasi tsunami
ya. Bagaimana caranya menghadapi apabila
terjadi tsunami kembali di Aceh. Nah,
sekarang ini kecolongan mereka ya ketika
mereka terjadi banjir. Nah, ini yang
kecolongannya kemarin karena sistem
tanggal berurat dalam menghadapi banjir
itu belum ada.
Nah, inilah buruknya sistem birokrasi
kita.
Prioritas tanggap darurat. Nah, yang
pertama apa paling penting dalam
prioritas tanggap darurat? Otomatis
adalah keselamatan manusianya,
keselamatan jiwa. Penting banget enggak?
Ketika terjadi banjir, Teman-teman
sekalian, teman-teman mau nyelamatin
nyawa dulu, apartemen dulu?
nyawa
nyawa kalau sempat kita bawa ijazah kita
ya kalau sempat
ya.
Nah, pertanyaan saya ketika teman-teman
menghadapi keadaan darurat ya terlintas
teman-teman sekalian apa yang harus
teman-teman bawa selain badan duit.
Ya, saya yakin nih teman-teman saya
yang teman-teman bawa ketika terjadi
keadaan durur itu yang paling saya yakin
itu apa? handphone. Yakin saya pasti
handphone dulu yang di bawah
ya. Pasti lu kelupa nanti ijazahnya.
[tertawa]
Padahal teman-teman sekalian kalau
terjadi kebakaran, banjir dan sebagainya
ya pengurusan ijazah itu paling sulit.
Benar enggak?
Iya, Pak. Jujur jadi keingat dulu saya
kena lumpur Lapindo itu kalau enggak
salah di Sidoarjo kalau enggak salah
kena ya semua?
Iya, saya kena pas itu, Pak.
Nah, logika gini teman-teman sekalian
ya. Misalkan teman-teman sekalian yang
kehilang itu adalah ijazah SMA. Kalau
iya nanti sekolah SMA teman-teman itu
sekolahnya masih ada. Kalau sekolahnya
sudah tutup gimana?
Nah, mau ke mana lagi kita minta
ijazahnya?
Ujung-ujungnya nembak.
Nah, ujung-ujungnya apa? Ikut paket
paket C.
Ya, itu pentingnya ijazah teman-teman
sekalian. Karena kan di perusahaan
sekarang kan kita belum tahu ke depannya
gimana ya enggak?
Iya.
Nah, ini saran aja teman-teman sekalian
ya. Karena saya juga melihat dari
beberapa peserta
beberapa peserta yang ikut makami
sebelum-sebelumnya itu banyak banget
ijazah mereka yang hilang.
Nah, baru terasanya ketika mereka mau
sertifikasi,
mereka mau pindah kerja, pasti sulitnya
di sana. Nah, ini sedikit saran ya. Ini
memang keluar dari konteks kita sedikit,
Teman-teman sekalian ya. Ya, karena saya
melihat juga ya polemik yang terjadi
untuk sertifikasi itu. Lembaga
sertifikasi itu ada yang kadang enggak
mau fotokopi ijazah. Enggak mau loh
mereka.
Nah, seperti itu. Makanya ini saran dari
saya. Semua ijazah teman-teman sekalian
itu lakukanlah scan. Dian ya. scan itu
enggak harus kita lewat printer, kan ada
yang namanya aplikasi ya, Cam Scanner
ya.
Nah, scan aja lewat AP teman-teman
sekalian. Jadi ketika ijazah itu hilang
kita punya salinan aslinya itu penting
banget
ya. Ya, Haji mumpunglah kalau memang
nanti sekolah ataupun tempat pendidikan
kita itu masih ada. Kalau dia sudah
bubar gimana? Karena ada beberapa cas
terjadi di training, di sertifikasi.
Ketika dia mau minta kembali ijazahnya
ke sekolahnya, sekolahnya itu udah udah
enggak ada, sudah tutup.
Itu gimana solusinya? Kan enggak ada
solusinya ya. Ya, paling ujung-ujungnya
apa ya? Ikut paket C
ya. Terutama untuk kita yang sudah masuk
fase umur 35 tahun ke atas ya itu sulit
ya. Ini sedikit sharing ya. aja ya
memang keluar dari konteks sedikit untuk
mengantisipasi juga buat teman-teman
sekalian ya karena kan kita enggak tahu
ya musibah itu datangnya seperti apa ya
kan
kita enggak tahu. Jadi teman-teman
sekalian wajib antisipasi lebih baik ke
depannya.
Nah lalu apalagi prioritas dari tangkap
itu stabilisasi kejadian.
Penting enggak stabilisasi kejadian?
penting. Kenapa penting? Agar agar
orang-orang ketika terjadi keadaan itu
enggak panik.
Yang panik ketika
bencana itu siapa? Teman-teman sekalian
menurut teman-teman sekalian yang paling
panik ketika terjadi bencana itu siapa?
Orang rumah biasanya.
Ah, wanita.
Heeh.
[tertawa]
Paling sulit dikontrol itu siapa? Ketika
terjadi bencana wanita. Contoh nyatanya
apa? Terjadi kebocoran gas di rumah.
Panik enggak?
Panik.
Panik. Seharusnya kita enggak perlu
panik kan?
Enggak.
Kalau terjadi kebocoran di rumah itu kan
masuk keadaan darurat ya.
Iya.
Simpel. ambil kain basah ya ataupun baju
teman-teman yang lagi dipakai tuh
langsung rendam dalam air taruh di
langsung di LPG ya
enggak akan meledak kok saya bisa jamin
100%
karena kita harus tahu
apa
saya pernah ngalamin
meledak enggak enggak kan
enggak belum keluar api cuman gas aja
terus keluar ngalir
iya tinggal tutup aja
enggak Pak bukan begitu penangulangannya
nya, Pak. Kalau ditutup tetap masih
keluar gas ya.
Iya. Cara tutupnya itu harus dengan kain
basah. Karena apa? Kita akan mengenal
yang dinamakan dengan teori segitiga
api. Munculnya api itu kena bagaimana
caranya? Pertama adanya sumber bahan
bakarnya.
Lalu ada lagi udara ya. Lalu apaagi?
Sumber sumber panasnya. Ketiga, ketika
tiga komponen itu bertemu, dia akan
membentuk api. Tapi kalau salah satu
dari komponen itu kita cegah, kita
hilangkan, dia enggak akan bisa
menimbulkan api. Nah, pernah enggak
lihat orang melakukan simulasi
pemadamkan api dengan karung goni?
Pernah. Pernah.
Nah, dengan karung goni apa yang
dilakukan? Ditutup kan?
Tutup
sumber apinya itu biar apa? Oksigennya
hilang. Hilang
ya. Benar enggak oksigennya hilang?
Benar.
Ketika oksigen hilang kan api enggak
bisa nyala. I.
Nah, kayak gitu. Makanya ketika terjadi
keadaan darurat itu yang paling pertama
itu apa? Jangan panik.
Ya, contohnya ya di kantorlah. Padahal
apa? Di sebelahnya karena udah lihat
api, dia tuh langsung panik. Padahal api
itu masih dalam skala skala kecil.
Betul enggak? Apalagi kalau yang
menghadapi itu emak-emak.
Yang bikin heboh itu bukan apinya, suara
emak-emaknya
[tertawa]
itu ya. Kalau di perkantoran kayak gitu,
Teman-teman sekalian. Nah, itu sulitnya
kita mengontrol
mengontrol ibu-ibu ketika terjadi
kebakaran, gempa bumi dan sebagainya.
Yang paling panik itu cewek ketika
terjadi bencana dan itu sulit dikontrol.
Lalu selanjutnya pengamanan lingkungan
hidup dan aset perusahaan. Ya, itu
tentunya sangat penting ya karena aset
perusahaan itu nilainya enggak dikit ya.
Jarang banget aset perusahaan itu ya
nilainya di bawah 100 M ya. Pasti
nilainya banyak di atas 100 ya. Dan
apabila terjadi ya kalau kecewali
ya terjadi kebakaran di perusahaan
karena disengaja untuk klaim asuransi.
Nah, itu beda cerita ya. Karena banyak
yang terjadi kayak gitu di zaman saat
ini.
Emergency respon plan ataupun bisa kita
kenal dengan perencanaan sistem tanggap
darurat
merupakan identifikasi bahaya dan
penaksiran risiko. Yang kedua, penakaran
sumber daya yang dimiliki. Ya, ini
berhubungan dengan kemampuan perusahaan
dalam menyediakan fasilitas tanggap
daruratnya.
Yang ketiga, tinjau ulang rencana yang
telah ada. Yang keempat, tentukan tujuan
dan ruang lingkupnya. Yang kelima, pilih
tipe perencanaan yang akan dibuat.
Yang keenam, tentukan tugas-tugas dan
tanggung jawab. Yang ketujuh,
tentukanlah konsep operasi.
Oke. Selanjutnya yang pertama yang harus
kita lakukan itu apa? identifikasi
bahaya dan penaaksiran risiko atau yang
kita kenal dengan risk assessment
seperti di Hira ya. Kita melakukan
penaksiran risiko.
Berapa nilai dari risiko yang akan
terjadi ketika bahaya itu enggak bisa
dikendalikan.
Nah, penjelasannya perkiraakan potensi
terjadi yang bahaya di tiap unit kerja
ataupun zona. Yang kedua, perkiraan
jenis bahaya, ledakan, kebakaran, dan
lain-lain. Yang ketiga, perkiraan
tingkat paparan jumlah dan karakteristik
penghuni, nilai aset, serta dampak
lingkungan yang ditimbulkan ketika
bencana itu terjadi.
Yang kedua, penakaran sumber daya yang
dimiliki. Dengan mengetahui tingkat
risiko bahaya, apakah sumber daya yang
dimiliki cukup memadai untuk
menenggulanginya?
Yang pertama sumber daya fasilitas
peralatan, pasokan, ya. SDM yang
berpengalaman, ahli dan terlatih. Itu
sangat penting ya. Makanya orang yang
berada di dalam struktur organisasi
tanggap darurat itu wajib orang yang
terlatih. Yang selanjutnya adanya akses
akses bantuan,
fasilitas dan sarana. Nah, ini yang sama
kita sering lihat ya.
Jadi di dalam fasilitas dan sarana
tangap darur itu ada yang kita kenal
dengan sistem proteksi aktif dan pasif
ya ataupun bisa kita kenal dengan sistem
proteksi pemadam kebakaran aktif dan
pasif. Menurut Peraturan Menteri
Pekerjaan Umum Nomor 26 Tahun 2008,
sistem proteksi kebakaran adalah sistem
yang terdiri dari peralatan, sarana
serta kelengkapan yang dipasang. pada
bangunan
dan terdiri dari dua dua jenis yaitu
aktif dan dan pasif.
Sistem proteksi aktif. Sistem proteksi
kebakaran aktif adalah serangkaian
peralatan yang dirancang untuk
mendeteksi, mengendalikan, dan
memadamkan kebakaran. Tujuannya adalah
untuk mengurangi resiko kerusakan dan
melindungi keselamatan manusia saat
terjadinya kebakaran.
Nah, menurut teman-teman sekalian, apa
aja contoh sistem proteksi kebakaran
aktif yang pernah teman-teman lihat?
Apa? Banyak tuh di perkantoran, di
pabrik.
Apa contoh sistem proteksi kebakanan
aktif? Apa
di atas itu?
Apa?
Apa-apa yang di atas itu? [tertawa]
Sprinkler, Pak. Sprinkler.
Sprinkler ya.
Heeh. Sprinkler
itu salah satu contohnya sistem proteksi
aktif,
ya. Oke, kita lihat satu-satu. Nah, ini
dia. Pernah lihat?
Pernahor
ya. Ini di tempat umum banyak sekali ya.
Benar enggak? Banyak enggak di tempat
umum?
Di hotel, hotel,
di mall, di perkantoran ya? Ada enggak?
Ada. Oke, ini dinamakan dengan fire
detector.
Jadi, Teman-teman sekalian, fire
detector itu adalah sistem proteksi
pemadam kebakaran untuk mendeteksi
keberadaan asap, panas, atau nyala api.
Nah, fire detektor itu jenis-jenisnya
dinamakan dengan yang pertama itu adalah
smoke.
Smoke ini untuk apa? untuk mendeteksi
asap. Asap.
Asap.
Yang kedua, heat detector untuk
mendeteksi
panasnya, Pak. Panas, Pak.
Panas. Betul sekali. Panas. Fl
nyala.
Nyala api.
Ya, ini kayak terjadi ledakan.
Yang dicek yang pertama kali itu apa?
sinal ultraviolet yang ditimbulkan dari
api tadi. Nah, itu yang didetect oleh si
flam detektor ini. Nah, selanjutnya ada
lagi gas
detektor. Ini biasanya terpasang di
area-area
yang rentan ya, terutama di par pabrik
kimia tentunya.
Nah, ada lagi
dinamakan dengan sistem proteksi aktif
fire alarm system ataupun kita kenal
dengan MCFA master control.
master control fire alarm.
Nah, pernah lihat enggak di suatu
bangunan ada satu ruang di dalamnya
terdapat MCF ini. Jadi, terdapat
beberapa monitor, Teman-teman sekalian,
ya. Tadi monitor itu akan kelihat
titik-titik
ya, titik-titik di mana terpasangnya
fire alarm, di mana terpasangnya smoke
detektor.
Ya, fungsinya apa? Misalkan kita bekerja
di suatu bangunan lantai yang 40 ya.
Dari master control fire alarm inilah
kita bisa mengontrol dan mengetahui di
mana alarm itu berbunyi.
Nah, misalkan terjadi bunyi ya itu di
lantai 30. Nah, teknisi terdekat bisa
kita hubungi untuk mengkantasi keadaan
tersebut.
Nah, itulah fungsinya untuk memonitor
ya, Teman-teman sekalian. ini. Jadi, MCF
ini fungsinya lebih ke luas area yang
besar ataupun luas daerah ataupun luas
area kerjanya itu berlantai-lantai.
Kalau perkantorannya sejenis ruko ini
enggak perlu buat apa ya? Kalau di ruko
mah tinggal teriak aja juga terdengar
sampai ke atas
ya. Tapi ini skalanya untuk yang luas
dan menggunakan lantai-lantai. Contohnya
kayak di Jakarta ya, hotel. Perkantoran
Jakarta kan sama-sama kita ketahui ya,
ada yang lantainya 30, 40, 50.
Benar enggak?
Enggak mungkin karena orang langsung wah
bunyi alam
terjadi di lantai 20. Terus lantai 20
ini harus kita cari, kita cek satu-satu
di mana alarmnya yang berbunyi.
Enggak bisa gitu ya. Nah, makanya fungsi
master control fire alarm itu untuk
ngedeteksi di titik mana terjadi bunyi
alarm tadi. Kan tuh kebaca tuh
zona-zonanya.
Misal zona A timur,
zona B barat, zona B utara. Nah, itu
langsung ngebaca di layar MCFI ini. Nah,
fungsinya apaagi?
Master control fire alarm ini dia nanti
juga akan terhubung ke lift.
Nah, contohnya misalkan terjadi gempa
bumi
ya. Terjadi gempa bumi, lift ini sedang
standby di lantai 20. Nah, ketika
terjadi gempa bumi, otomatis si master
controfier alarm ini memberi perintah
kepada lift
agar lift ini langsung turun ke lantai
lantai dasar.
Tujuannya apa?
Agar orang-orang yang berada di lantai
atas tidak melakukan penyelamatan
melalui lif.
Ya.
Ya. Untuk teman-teman ketahui apabila
kita berada di gedung dengan lantai
tinggi dan terjadi keadaan darurat
seperti gempa bumi ataupun kebakaran
untuk menyelamatkan diri kita tidak
diperbolehkan menggunakan lift
ya. Kenapa? Bila terjadi keadaan darurat
kan bisa jadi yang pertama listrik padam
ataupun sling dari lif-nya bisa putus
juga kan kita enggak tahu kondisional
ya. Makanya ketika terjadi kaedan
darurat di bangunan tinggi tidak boleh
menggunakan lift tapi diharuskan
menggunakan tangga tangga darurat.
Makanya ketika teman-teman sekalian di
hotel nginap pasti di setiap kamar tuh
diberikan map evakuasi ataupun map
evacuation.
Ya, kalau teman-teman pernah nginap di
hotel, nanti ketika kita baru masuk di
pintu hotel, nanti akan terlihat tuh map
evakuasi Anda berada di sini.
Nah, nanti akan ditunjukin oleh mereka
di mana pintu darurat, di mana letak
apar, letak sebagai kota dan sebagainya.
Itu fungsionalnya.
Oke. Nah, selanjutnya sistem proteksi
aktif yaitu tadi disebutkan oleh salah
satu teman kita Fire Sprinkler.
Nah,
pernah lihat sprinkler? Ini bentuknya
ya.
Nah, ini fire sprinkler. Nah, di
mana-mananya aja kita ketemui sprinkler
ini.
Yang sering ke mall pasti sering nemuin.
Ini
di mana
springlar ini? Anda
di plaapon, Pak. Atas.
Iya, pelapon atas langit-langit. Betul.
Maksud saya tuh posisinya di bangunan
itu di mana? Kit mall
gudang Pak
apa?
Gudang. Gudang.
Gudang
restoran dan sebagainya.
Nah, paling simpel di mana?
Mau bilang
bas
man.
Basemen.
Pertikanlah ketika teman-teman sekalian
parkir di basem. Lihat di atas mobil
teman-teman sekalian itu pasti ada satu
sprinkler.
Yaah. Coba aja besok main-main ke mall,
ke hotel dan sebagainya pasti. Karena
itu merupakan standarnya
yang wajib ada di setiap satu parkiran
mobil wajib ada satu sprinkler di
atasnya.
Nah, itu adalah standar bangunan gedung
ya, Teman-teman sekalian. Seperti itu.
Oke. Nah, pernah ya teman-teman lihat
macam-macam model sprinkler
paling sering yang kita temui yang mana?
Ini ya.
I.
Oke.
Pernah lihat juga di sprinkler itu ada
tabung seperti ini? Tabung mewarna.
Iya, Pak.
Pernah, Pak.
Pernah lihat. Tahu enggak apa fungsinya?
Mungkin untuk mendeteksi ee suhu, Pak.
Betul sekali.
fungsinya adalah untuk mendeteksi
punggung suhu. Jadi, setiap warna yang
ada di sprinkler itu ada maksudnya.
Contohnya apabila kita menemukan
sprinkler
berwarna merah. Nah, merah yang ada di
dalamnya ini, Teman-teman sekalian
adalah air
air raksa.
Nah, fungsionalnya
ketika dia berwarna merah, kita temui di
sprinkler, dia akan pecah ketika
mencapai suhu
8 derajat celcius
ya. Ketika pecah tabung ini maka sisi si
sprinkler ini akan menyemprotkan
air.
Air itu fungsionalnya.
Nah, seperti itu. Makanya tergantung
lokasi,
tergantung warna yang di gunakan
menyesuaikan kebutuhannya. Nah, seperti
itu. Oke.
Terus bagaimana, Pak, kalau dalam
keadaan turat belum juga tercapai suhu
tersebut? Tapi kita butuh juga nih untuk
memadamkan api tersebut. Kebayangkan
maksud saya ini gimana?
Ya, sudah terjadi kebakaran tapi suhu
belum capai 68.
Lalu apa langkah yang bisa kita ambil?
Memapkan sendiri, nyari apar terdekat.
Iya, kalau sempat. Paling simpelnya apa?
Ee
pecahkan.
Pecahkan tabung ini. Pecahkan. Tinggal
pecahin aja.
Kan pada intinya tabung pecah
sprinklernya
ialah
ialah.
itu aja.
Oke. Kan kadang orang sudah panik dulu
ya lihat api membesar ya. Ya. Tapi
sprinkler ini belum juga aktif. Orang
awam yang enggak paham dibilangnya
sprinkler ini rusak.
Padahal itu enggak rusak tapi dia belum
mendeteksi suhu sampai nilai ambang
batasnya 68 derajat tadi.
Derajat 68.
Iya. seperti itu.
Nah, kalaupun misalkan kita terdesak ya
sudah tinggal pecahin aja ininya.
Bagaimana kalau Pak? Bagaimana kalau ee
spinkler itu ketinggiannya kita tidak
nyampai untuk mecahinnya?
Oke, ya. Gunakan bantuan ya. Mungkin di
sekitar kita itu apa yang ada. Gunakan
itu.
Oke. Misalkan ada sapu, ada tangkai, ada
meja dan sebagainya.
Ya, kalau enggak ada sama sekali ya
jalan satu-satunya apa ya? Lari
ya birin aja udah kebakar
ya. Enggak mungkin kan kita enggak ada
bantuan di sana untuk memecahkannya
enggak ada kursi, enggak ada meja,
enggak ada tangkai sapu, enggak ada
tiang, ya. Enggak ada yang bisa kita
lempar ke springlar itu ya daripada
sepatu kita pula kita lemparkan kan
enggak akan pecah juga dia.
Namanya kacang mungkin kan dengan sepatu
kan pecah
apalagi sepatu karet akan pecah.
Nah seperti itu tuh teman-teman sekalian
ya. Ya kalau enggak ada sama sekali
jalan satu-satunya lari udah enggak ada
ya. Malah kita berusaha untuk matikannya
tapi alat yang kita gunakan enggak ada
ya. Jujuan kita yang kebakar jadinya.
Nah, seperti itu. Itu hanya trik-trik ya
apabila
terjadi dalam keadaan darurat dan
sprinkler ini juga enggak pecah-pecah
karena belum mencapai suhunya.
Oke, selanjutnya fire suppression
system. Nah, fire suppression system ini
dia zat yang terkandung di dalamnya itu
adalah
nah CO2 itu adalah media pemadam
kebakaran yang aktif untuk memadamkan
peralatan elektronik ataupun bidang
elektrikal.
Jadi, teman-teman sekalian,
FR system ini banyak digunakan oleh
perusahaan-perusahaan yang memiliki
jaringan basta seperti perusahaan
telekomunikasi,
bank-bank. Dia pasti menggunakan ini
karena kan base data yang ada di bawah
tanah itu kan semuanya digital ya.
Nah, itu enggak mungkin menggunakan apar
powder karena akan merusak
apinya mati tapi barangnya jadi rusak.
Makanya setiap barang yang berhubungan
dengan elektrikal media pemadamnya itu
adalah CO CO2.
Oke.
Fire hidrant system.
Nah, fire hidrant system lagi yang kita
lihat.
Pernah melihat Idran?
Pernah.
Ada di kantornya
ada.
Ada di lokasi kerja
ada apa tidak?
Tapi saya sering ngelihatnya di jalan
Kaise sih, Pak.
[tertawa]
Oke. Nah, di tempat pasutiana ada?
Ada, Pak.
Ada. Mas Cikal, Mas Rifki pernah lihat?
Ee pernah pas dulu pas magang, Pak.
Cuman kalau sekarang di daerah kampus
udah jarang banget, Pak.
Jarang banget ya, Mas Rizal.
Iya, Pak.
Pernah lihat ada di kantor?
Kalau di kantor enggak ada yang kayak
gitu, Pak. Kalau di PltU dulu ada. Ya,
pasti ya memang tidak semua perusahaan
yang menggunakan hidran
ya, tergantung jenis perusahaan dulu dan
budgetnya tentunya
lah. Oke.
Jadi, hidran itu dia memiliki nanti yang
dinamakan dengan ground tank ataupun
weather reservoer
ya. Hidran itu memiliki
ruang hidran namanya. Nah, di dalam
ruang hidran itu nanti terdapat pompa
hidran. Di bawah pompa hidran terdapat
gonteng
air, tampungan airnya.
Nah, seperti itu. Hidran terdapat tiga
jenis pompa
ya. Yang pertama dinamakan dengan joki
pump, electric pump, dan diesel pump.
Diesel pump ada ee yang pertama ya, yang
paling utama itu pompanya adalah
electrical pump. Ini pompa utama
karena dia menggunakan
daya daya listrik.
Yang kedua, pompa diesel.
Diesel pump ini akan aktif ketika
pompa elektrikalnya mati.
Ya, kenapa bisa mati? Yang pertama
ketika terjadi bencana otomatis terjadi
pemadaman
pemadaman listrik.
Ketika pemadaman listrik ee berj
langsung pompa elektrikalnya mati. Nah,
nanti si pompa dieselah yang akan aktif
secara otomatis
menggantikan kerja dari si pompa
elektrikal. Nah, lalu apaagi? Joki pump
atau pompa joki itu fungsinya untuk apa?
Joki pam ini dia fungsinya untuk menjaga
kestabilan tekanan air dari
masing-masing pompa tadi
ya. Misalkan tekanan air itu kan semakin
tinggi lantai semakin kecil tean.
Betul enggak? kita nyemprot di lantai 2
ke lantai 10 itu pasti tekanannya
berbeda.
Di lantai 2 tekanannya pasti masih
kencang. Di lantai ke-10 tekanannya
makin kecil
ya. Karena kita sama-sama tahu ya
karakteristik dan sifat air. Air itu kan
mengalir dari tempat yang tinggi ke
tempat yang rendah.
Ketika terjadi pemadaman itu melawan
melawan hukum alam. I
air itu mengalir dari tempat rendah ke
tempat yang
tinggi itu melawan hukum hukum alam.
Makanya fungsi dari si joki pam itu apa?
Untuk menstabilkan tekanan dari si air
tadi agar bisa mencapai berapa bar?
Misalkan ke lantai 10 itu dibutuhkan 5
bar itu harus tercapai. Kalau enggak
nanti airnya kayak kita air wudu nanti
ya, mulah rendah seperti itu. Oke,
selanjutnya kita mengenal lagi sistem
proteksi pasif.
Pernah melihat sistem proteksi pasif?
Ya, ada contohnya ini mungkin ini kalau
di tempat teman-teman sekalian namanya
titik
titik kumpul kumpul
ataupun bisa kita kenal dengan master
point. Pernah lihat enggak?
Pernah.
Kenapa?
Ada juga ngelihat enggak jalur evakuasi?
Iya.
Pintu exit. Lihat enggak? Di kampus, di
tempat kerja, di tempat umum
pasti sering lihat. Nah, itu semuanya
masuk ke dalam sistem proteksi pasif.
Nah, kayak pintu evakuasi dan tangga
darurat itu juga masuk ke dalam proteksi
pa
pasif.
Nah, seperti itu, Teman-teman sekalian.
Nah, pertanyaan saya
pintu tangga, pintu tangga darurat ini
menurut teman-teman sekalian itu cara
bukanya gimana? Ditarik apa didorong?
dorong Pak
ke bawah
ya ke arah
ke arah pela
belakang
ya
pintu tangga itu hanya bisa didorong
enggak bisa ditarik
oke ketika kita sudah mendorong pintu
tang pintu tanggap darurat tadi ataupun
fire exit tadi sudah berada di dalamnya
kita enggak bisa keluar keluar lagi
ya. Itu adalah sifat dari pintu tanggap
darurat. Ketika kita sudah berada di
dalamnya, kita enggak bisa lagi dorong
dia keluar atau narik pintu ini keluar.
Ya, bagaimanapun caranya. Makanya
ketika orang yang membuka tunggu pintu
tanggap darurat dan dia berada di lantai
25 misalnya ya dia harus berjalan ke
bawah
ke pintu paling bawah ke pintu dasar
untuk keluar dari tangga tangga darurat.
Dulu ketika saya bekerja di salah satu
gedung tinggi di Jakarta,
pintu tanggap darurat itu itu diganjal
semuanya.
Nah iya tuh Pak sengaja itu, Pak. sering
terjadi, Pak. [tertawa]
Iya. Untuk apa?
Untuk ya smoking, Pak. Smoking.
Iya, betul sekali. [tertawa]
Untuk ngerokok.
Misalkan
saya ataupun misalkan Pak Sutiana dia
bekerja di lantai 25. Aduh, asem nih
bibir mau ngerokok.
Enggak mungkin kan harus ke lantai bawah
untuk ngerokok doang.
Iya.
Nah, makanya banyak pintu tanggap
darurat itu diganjal
ya, diganjal sama kertas, diganjal sama
batu.
Tujuan apa ya? Bisa merokok
daripada arah daripada harus ke lantai
lantai bawah.
Nah, itu ah karakter orang yang bekerja
di bangunan-bangunan gedung,
karyawan-karyawan bangunan bangunan
gedung tinggi itu pasti kayak gitu ya.
Ngapain gitah di lantai 25 untung rokok
doang harus harus ke bawah ya. Enggak
logika kan gitu.
Coba aja tempatkan pada diri kita mau
enggak ke bawah
buat ngerokok doang?
Enggak juga, Pak. Enggak mau.
Kadang jujur saya juga magang juga
kadangnya diajak gitu jadi enggak enak
kan gitu. Iya memang gitu orang yang
bekerja di bangunan tinggi di Jakarta
itu ya terutama karyawan itu pasti kayak
gitu. Apalagi kalau dia berada di lantai
50 wah udahlah.
Nah kan ada dia mau cari smoking room ke
bawah
ruang tangga darurat itu nanti sudah bau
rokok aja semuanya
[tertawa]
memang kayak gitu ya. Oke selanjutnya
kita kenal lagi effect question map.
Nah, ini yang saya bilang tadi
ya, di setiap bangunan area pekerjaan
ini wajib ada, Teman-teman sekalian.
Nah, ini buat teman-teman nantinya ini
juga harus teman-teman buat di area
kantor teman-teman sekalian
di kampus ini ada
ada enggak di kampusnya,
Mas Rik? Ada enggak?
Saya di untuk K UPI yang cabang Serang
ini ee belum ada, Pak. Soalnya
bangunannya juga masih dalam. Iya, Pak.
Gitu.
Oke. Oke.
Nah, evation vi ini
seperti yang saya katakan tadi di hotel
ada,
di tempat-tempat umum pasti ada di mall
ini pasti ada. Bisa lihat kan di sini
keterangannya posisi APnya di sini
ya. Lalu ada lagi eos-nya di sini.
Terus ada lagi firepol. Nah, di sini
pintu exit-nya exit location kan bisa
kelihat tuh bisa baca map kan.
Nah,
kayak gitu teman-teman sekalian.
Oke,
inilah fungsi dari
evacuation map ya. Jadi sivacuation map
ini cara buatnya dari mana? Dari cetak
biru perusahaan.
Ya, ngapain kita e
repor-repot ngedesain ngedesain tempat
kerjanya? Karena sudah ada cetak
birunya. Minta aja sebagai ke bagian
engineeringnya, soft file-nya.
Dari soft file itulah nanti kita rancang
di mana letak pintu evakuasinya, di mana
posisi APARnya, di mana posisi P3K-nya.
Nah, itulah fungsinya ya.
Oke, selanjutnya fasilitas keadaan
emergency.
Nah, ada lagi megapon.
Tahu megapon?
Tahu ora?
Enggak tahu, Pak. Saya baru mendengar
tah megapon.
Ada yang tahu
yang bentuknya kayak suara itu
bukan, Pak. Tapi dia dipegang gitu, Pak.
Iya. Toa.
Ah, iya. Itu
kalau bahasa bahasa kampungnya itu toa
namanya.
Pernah tahu taa?
Tahu.
Kalau orang demonstrasi pernah lihat
enggak dia pakai gituan tuh?
Sering.
Pernah lihat enggak? Nah, itu namanya
Mega.
Oh, Megapon.
Megapon bukan Megawati ya.
Megapon namanya ya.
Oke. Lalu ada lagi SCBA, self content.
Biting aparatus.
Nah, ini dia
SC
B
B. Nah, ini yang dinampakan CBA. Satu
peralatan lengkap ini
itu dinamakan CBA. Fungsi apa? Untuk
membantu seseorang bernapas
ketika contohnya melakukan penyelamatan
di kebakaran. Nah, menurut teman-teman
sekalian yang bahaya di kebakaran itu
apa? Api apa asap?
Asap.
Betul sekali. Yang bayar itu asap,
Teman-teman sekalian, bukan api.
Oke.
Contohnya kayak orang yang terjebak di
dalam suatu bangunan yang terbakar ya.
Padahal apinya belum seberapa tapi
asapnya sudah membumbung tinggi. Orang
tuh mati kenapa?
Sesak napas.
Sesak napas. Matinya karena asap dulu
baru dia terbakar.
Bukan dia terbakar dulu baru mati karena
asap. Enggak.
Setiap orang yang mati di kebakaran dia
tuh mati karena asapnya dahulu.
Bukan karena dia terbakarnya mati
pertamanya itu bukan karena terbakarnya
tapi karena menghirup asap tadi. Sesak.
Contoh aja teman-teman sekalian sanggup
enggak menghirup udara dari kenal port
kendaraan?
Enggak
sanggup enggak?
Enggak sanggup kan?
Nah, itu baru istilahnya CO CO2 kadarnya
masih rendah. Bayangin kalau terjadi
kebakaran gimana asapnya.
Nah, makanya kan ada namanya di dalam
SOP tanggap darurat kebakaran ketika
seseorang akan menyelamatkan diri di
dalam di keadaan darurat kebakaran itu
dia wajib apa? Merangka.
enggak
berlari.
Kenapa harus merangka? Karena udara yang
di bawah itu lebih bagus daripada udara
yang di atas.
Makanya ketika terjadi kebakaran itu
disarankan untuk merangka.
Kebayangkan lihat anak kecil merangka?
Nah, kayak gitu pula ketika terjadi
kebakaran. kita jangan berlari karena
berlari kan kita akan menghirup langsung
udara tersebut, asap tersebut. Tapi kan
ketika di bawah asap itu belum ada masih
aman udaranya masih bersihlah daripada
udara ketika kita berdiri.
Nah, seperti itu
teknik tekniknya simpel tapi banyak
orang yang belum paham.
Makanya banyak orang yang meninggal
ketika terjadi keadaan darurat.
seperti itu ya. Makanya penting banget
simulasi tanggap darurat itu buat itu
teman-teman sekalian untuk memberikan
pengetahuan kepada para pekerja.
itu fungsionalnya sebenarnya
lampu senter ya itu berfungsi karena
kenapa berfungsi lampu senter untuk
keadaan emergency
agar bisa melihat Pak dalam kegelapan
jika terjadiem apa mati lampu Pak
mungkin
betul sekali jawaban yang sangat betul
ya itu pentingnya lampu senter
teman-teman sekalian
oke Pak kan punya Pak lampu HP ya.
Lighting HP kan ada Pak. Iya ada kan
sampai berapa sanggup tahannya
ya? Enggak HP kita kan pentingan mana
kita hidupin lampu HP daripada kita
aktifin chat kita.
Milih mana? Hidupin chat ataupun
milih chat apa milih senter HP?
pilihan yang berat ya.
Berat Pak.
Oke. Kalau saya pun pribadi saya lebih
memilih
chat HP, Pak.
Iya. Penting banget kan?
Nah, itulah fungsi dari lampu senter
tadi. Baju pemadam. Nah, ini wajib ada
terutama untuk perusa-perusaha yang
memiliki tim pemadam kebakaran.
Lalu ada lagi respirator.
Tandu. Nah, ini dia tandu. Bahasa ajak
selnya itu stretcher.
Lalu ada lagi perkakas, salat bantu,
pemadam, kapak, linggis, dan lain-lain.
Lalu ada lagier
ya. ini dinamakan dengan evac
kursi evakuasi.
Jadi kursi evakuasi ini fungsionalnya
apa? Untuk membantu menyamakan
orang yang berada di di lantai-lantai
tinggi terutama untuk orang yang
berkebutuhan khusus, ibu hamil, lansia,
disabil
disabilitas.
Oke.
Nah, ini contoh pelatihan untuk tim
darurat.
Cara memadamkan api dengan menggunakan
karunggoni basah.
Cara menggunakan
hidran.
Nah, pengoperasian hidran itu tidak bisa
dilakukan oleh satu orang
ya, minimal 3 sampai empat orang. orang
seperti gambar di samping dia wajib
membentuk formasi
kalau enggak nanti bisa
kelempar-kelempar mereka. Tekanan air
hidran itu besar, Teman-teman sekalian.
Jangan dikira itu lunak ya.
Pernah teman-teman lihat tekanan cucian
mobil?
Cucian motor kan kencang ya.
Iya. Nah, lebih kencang lagi tekanan air
hidran itu bisa 2 bar sampai 6 bar.
Bayangin aja ini bar loh teman-teman
sekalian ya. Itu kencang banget. Makanya
ketika kita
melakukan
simulasi, nah itu harus saling membentuk
formasi seperti ini. Salah satunya untuk
mengantisipasi
selang ini
apa ya istilahnya ya selang itu enggak
bisa dipegang apa namanya liar jadinya.
Nah, seperti itu. Oke. Lalu apalagi
contoh pelatihan tim darurat ini?
Pelatihan P3K.
pernah ikut pelatihan P3K
seminar dan sebagainya. Contohnya
bagaimana cara menolong orang ketika
pingsan?
CPR
yang ada tuh kayak kita tekan dadanya
kayak gini nih.
Pernah lihat kayak di film-film?
Nah, itu namanya CPR ya.
Ya, bentuknya simpel,
gampang, tapi sering disepelekan.
Oke. Oke. Dan ini adalah
training drill. Ini maksudnya training
drill ini rencana pelatihannya dalam 12
bulan kalender kerja.
Oke. Nah, ini hanya sebagai contoh saja.
Ini adalah perencanaan yang akan
dilakukan oleh teman-teman sekalian.
Berarti setiap ada perencanaan wajib ada
pelaksanaan.
Nah, inilah tugas teman-teman sekalian
untuk pelaksanaannya.
Oke,
emergency contact number. Nah, ada
enggak di perusahaan teman-teman
sekalian
di kampus? Ada enggak,
Mas Rizal? Ada.
Pernah lihat enggak?
Ada, Pak. Di
ada
keset juga ada. Biasanya terpampang di
situ.
Iya. Penting enggak?
penting, Pak.
Penting. Ya,
ini sangat penting, Teman-teman
sekalian. Kenapa dikatakan sangat
penting? Agar kita bisa tahu siapa yang
harus kita hubungi ketika terjadinya
keadaan darurat.
Ya, kalau terjadi misalkan kebakaran,
gempa bumi, kecelakaan kerja, otomatis
kita harus menghubungi
pimpinan tertinggi kita.
Halo. Nomor security penting enggak
menurut teman-teman sekalian, nomor
security itu penting enggak?
Penting, Pak.
Penting.
Ya, security itu dia di dalam sistem
tanggap darurat masuk ke dalam garda
terdepan juga.
Makanya di dalam struktur organisasi
tanggap darurat, security itu kadang
menjadi ketua tanggap darurat.
Nah, seperti itu ya, Teman-teman
sekalian ya. Jadi, sekurity itu
merupakan elemen yang penting di dalam
penerapan tanggap darurat tadi.
Oke. Lalu selanjutnya tinjauan ulang
rencana yang telah ada. Nah, tinjauan
ulang rencana yang telah ada ini
maksudnya apa? Ketika kita sudah membuat
SOP tanggap darurat itu wajib di
disimulasikan.
Kalau enggak kita dari mana tahu rencana
ataupun SOP tanggap darurat kita itu
bagus apa enggak. Otomatis dari adanya
PR praktik.
Yang keempat, tujuan dan ruang lingkup.
Apa yang diharapkan tujuan rumusan
tanggap darurat maka itu wajib terapply.
Misalkan tujuannya untuk menyemabkan
manusia ee para pekerja dan aset
perusahaan. Nah, itu wajib menjadi
indikator paling utama di dalam SOP
tanggap darurat tadi.
Oke, tujuan utama STD sama dengan yang
tadi ya.
Nah, ini adalah ruang lingkup dari
rencana tanggap darurat.
Yang pertama, aspek kemanusiaan bisa
dilihat otomatis untuk melindungi
pegawai dan penduduk sekitar yang ada di
lokasi perusahaan.
Lalu ada lagi penyelamatan pengobatan
pada yang terluka.
Membantu pihak lain bila di diperlukan.
Lalu ada lagi aspek pencegahan kerugian,
aspek komersial dan legalitas.
Izin, Pak. Kalau yang kebakaran hutan
itu ngambil airnya di mana, ya, Pak?
Di mana? Gimana? Gimana?
Kalau kebakaran hutan itu ngambil airnya
di mana ya, Pak?
Nah, untuk kebakaran hutan kan dia
memiliki istilahnya kalau bahasa di
kampung kita itu aliran-aliran
kecil,
pematang-pematang.
Nah, itu hanya bisa digunakan untuk api
api awal.
Kalau sudah skala besar itu enggak bisa.
Itu wajib meminta bantuan ke siapa?
Pertama yang tadi tim Damkar, yang kedua
pemerintah setempat.
Ya, makanya kan kalau kita lihat seperti
yang terjadi di Riau
ya. Riau itu kan sering dalam 1 tahun
kebakaran hutan yang disengaja ya.
ini disengaja ya bahasanya ya bukan
bukan terjadi dengan
sedemikian rupa lah karena proses alam
enggak itu karena proses manusia sendiri
sengaja dibakar untuk pembukaan
lahan sakit
nah itu ya
seperti itu, Teman-teman sekalian.
Makanya ketika terjadi kebakar hutan itu
enggak bisa seorang seseorang pun yang
mengendalikannya. Kanena ada teori lama
ya. Apabila kita melihat kebakaran dalam
skala kecil itu bisa dipadamkan dengan
apa? Pa pasir atau tanah.
Nah, tapi kalau yang saya bilang itu
apinya masih ke kecil yang masih bisa
dikendalikan. Tapi kan kalau di hutan
yang kita ketahui tadi segitiga api
ada udara, sumber panas dan bahan bakar.
Nah, di hutan yang di di hutan tuh apa
yang bikin sulit dikontrol kebakarannya?
Angin.
Kalau ada fatar kan enak ya
bisa dikendalikan anginnya. Tapi kan di
real di real life-nya enggak ada yang
seperti itu. Makanya kebakaran hutan itu
sangat sulit untuk diatasi
kecuali dengan adanya bantuan
pemerintah. Nah, biasanya di hutan-hutan
kita itu juga ada namanya polisi polisi
hutan.
Hutan.
Nah, polisi hutan ini namanya Agni.
Agni. Nah, dia itulah nanti selain
sebagai polisi hutan, mereka juga
memiliki keterampilan untuk memadamkan
api.
Nah, seperti itu. Oke,
SOP ya. SOP ini sama-sama kita ketahui
ya, terutama kita yang telah bekerja ke
mana-mana,
otomatis kita tahu ya bahwa SOP itu
merupakan bagian penting dari sebuah
perusahaan ya. Karena dari SOP itulah
seseorang tahu bagaimana
alur pekerjaan yang baik itu, bagaimana
pekerjaan itu bisa berlangsung dengan
cepat, efektif, dan akurat tentunya.
Begitupun di dalam
sistem tanggap darurat ini.
Oke, inilah skema pembuatan prosedur
tanggap darurat. Nah, bisa dilihat.
Oke. Yang pertama itu apa yang harus
dilakukan?
Bentuk.
Bentuk timnya.
Kalau enggak ada timnya, apa yang harus
dilakukan? Otomatis ya wajib kita pilih
dulu timnya.
Apa-apa aja tim yang harus ada.
Misalkan timnya itu
ketuanya siapa, wakil ketua siapa?
Tim pemadam kebakaran siapa? Tim P3K
siapa?
Tim pengamanan siapa? tim penanganan
tumpahan, tim penyelamat dokumen. Nah,
itu semuanya tim yang wajib ada di dalam
struktur organisasi tanggap darurat.
Lalu selanjutnya, tentukanlah tujuan
lingkup dari sistem tanggap darurat itu.
Lalu lakukanlah identifikasi potensi
bahaya. Lalu lakukan penganalisaan
ataupun penilaian resiko dari bahaya
yang ada. Lalu kita lakukan upaya
minimalisasi risiko dengan apa? Metode
hierarki kontrol.
Lalu kita identifikasilah kebutuhan
sarana dan SDM-nya.
Lalu bentuklah organisasi tanggap
darurat dan tanggung jawab. Susun
prosedur, sosialisasi prosedur tadi.
Lalu lakukanlah emergency drill ataupun
simulasi tanggap darurat. Lalu yang
terakhir itu EVA evaluasi.
Oke. Bantuan luar terorganisir dan
pertolongan bersama.
Ya, ini biasanya adalah bentuk kerja
sama perusahaan dengan pihak ketiga
seperti tim Damkar, tim pemadam
kebakaran daerah.
Lalu contohnya apaagi?
BN
apa tadi? BNPB
BNPB
Badan Penanggulangan
Bencana
Badan Nasional Penanggulangan Ben
Bencana BNPMB ya itu wajib ada bentuk
kerja samamanya.
Ini adalah contoh struktur
emergency respon plan.
bisa dilihat
ada dimulai dengan adanya ketua
ya biasanya ketua itu dipimpin oleh
chief security
lalu wakil ketuanya adalah seorang ahli
K3 ahli ketiga umum bisa lalu di dalam
struktur organisasi itu wajib ada regu
pemadam kebakaran, regu P3K,
regu keamanan, regu evakuasi.
regu komunikasi, regu logistik, dan
humas. Nanti bisa ditambahkan lagi
terserah apa bentuk regunya menyesuaikan
dengan kebutuhan organisasinya.
Mungkin bisa ditambahkan regu penyelamat
dokumen
bisa ya itu bisa ditambahkan.
Oke, selanjutnya
ya tugas tanggung jawab ini itu penting
ya. Ketika kita membentuk sebuah
struktur dengan adanya regu-regu ini,
dari masing-masing regu ini wajib
dibuatkan tugas dan tanggung jawab
mereka.
Jadi mereka tahu apa yang harus
dilakukan oleh masing-masing anggota
regu tersebut.
Nah, seperti itu.
Nah, ini contohnya
tugas dan tanggung jawab tadi. Contohnya
seperti apabila terjadi kebakaran atau
ledakan. Orang yang pertama berada di
tempat itu fungsinya apa? Mengambil alih
insiden lalu membunyikan alarm. Nah,
orang yang pertama melihat terjadinya
kebaka
Resume
Read
file updated 2026-02-13 12:50:05 UTC
Categories
Manage