Training AK3U BNSP | Day 4 | 22 Januari 2026
B3qFRFqfaSI • 2026-01-23
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Oke,
baik. Selamat malam Bapak-bapak
sekalian. Ee izin untuk ee menyalakan
kameranya karena kita akan mulai untuk
training hari ini.
Oke, bisa dinyalakan kameranya?
Oke. Baik, kita mulai Bapak-bapak.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Baik, selamat malam. Salam sejahtera
untuk kita semua. Baik, pada malam hari
ini Bapak-bapak kita akan mengikuti
training di hari terakhir ya di skema
ahli K3 umum BNSP hari terakhir dan saya
cek tadi untuk tugasnya sudah masuk
semua ya. Alhamdulillah tepat waktu dan
semoga besok bisa dilancarkan untuk ee
aktivitas ujian sertifikasinya.
Oke, untuk ee hari ini ee kita ada
beberapa materi lagi dari Pak Hendra dan
untuk penjelasan mengenai ujian
sertifikasi besok itu akan saya
sampaikan di akhir training hari ini.
Jadi, Bapak-bapak sekalian tetap standby
sampai ee sesi training hari ini
berakhir. Seperti itu. Oke. Baik,
sebelum kita mulai kita cek sound dulu
nih Bapak-bapak seperti yang sudah
ee pernah disampaikan ya sama Bu Dita
dan Pak Sidik ee terkait yel-yelnya.
Masih ingat ya ee apapun sertifikasinya
nanti Bapak-bapak jawab CAC solusinya
itu saya ee sebutkan CAC pasti lebih
kompeten gitu. Masih ingat ya
Bapak-bapak untuk yyelnya? Silakan untuk
bisa dinyalakan
mikrofonnya nih yang masih mute. Oke,
kita tes untuk yelnya. Boleh lihat 3 2 1
apapun sertifikasinya
CC solusinya solusinya
CAC
solus
pasti lebih
pasti kompeten.
Oke, ada yang lupa juga nih. Kita ulang
sekali lagi. 3 2 1 apapun sertifikasinya
CAC solusi
CAC pasti kompeten
CAC
pasti
pasti kompeten
kompeten
pasti kompeten
oke sekali lagi yang lebih kompak 1 2 3
apapun sertifikasinya
CAC solusinya CC solusinya
CAC pasti
pasti kompeten
pasti kompeten Oke, terima kasih Bapak
sekalian. Okeya sudah makin semangat nih
untuk ee training hari ini. Oke,
selanjutnya kita ambil sesi dokumentasi.
Boleh lihat ke kamera seperti biasa.
Salam cendekia.
Oke, saya hitung 3 2 1.
Oke, sekali lagi. Pose salam kompeten
seperti ini.
Seperti ini boleh 3
2 1.
Oke. Baik, terima kasih Bapak-bapak
sekalian. Oke, kita lanjut untuk materi
hari ini terakhir dari Pak Hendra.
Kepada Pak Hendra dipersilakan.
Baik. Terima kasih Bu Sifa atas kata
sambutannya dan pembukaan pada malam
hari ini. Baik teman-teman sekalian,
kita di hari terakhir ya SD
mulai training ini dengan mengucapkan
bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Baik, sudah dikumpulkan ya semuanya ya
ditit-nya.
Mantap ya.
Wah, pastiana sepertinya rambut baru
ini. [tertawa]
Lebih kenclong ya. Oke, karena efek
malam Jumat kayaknya ini. [tertawa]
Oke. Baik, Bapak-bapak sekalian, kita
masuk di materi yang terakhir pada malam
hari ini ya. Ada sisa tiga materi lagi.
Yang pertama itu berhubungan dengan APD,
alat pelindung pelindung diri.
Hanya pelindung ya, bukan memastikan
kita untuk selamat ya. Dia hanya
sifatnya melindungi, mengurangi efek,
mengurangi dampak. Misalkan
yang seharusnya kalau kita terbentur itu
memar jadi tidak.
Nah, itu salah satu contohnya.
Baik,
APD. Apa itu APD? Nah, berdasarkan
pemenaker
nomor 8 tahun
2010,
APD adalah suatu alat yang mempunyai
kemampuan untuk melindungi seseorang
yang fungsinya mengisolasi
sebagian atau seluruh tubuh dari potensi
bahaya di tempat kerja. Betul ya? Hanya
sebagian. Contohnya apa? Helm.
Helm.
Ada mukanya enggak?
Betul. Muka kelihatan
purung ya. Tempurung belakang tengkorak
kita tidak tercover.
Kenapa? Kalau mau tercover semuanya,
kenapa saat bekerja enggak pakai helm
motor aja? Hel [tertawa]
kan? Tercover semuanya ya kan?
Nah, tapi itu semua tidak untuk
peruntukannya
ya. Kenapa? Yang pertama kalau kita
bekerja sambil menggunakan helm motor
itu menyebabkan tidak nyaman,
berat
ya, lalu
mengurangi
indra pendengaran kita
ya. Kita menjadi tidak tidak fokus.
Pada gambar banyak banget ya terlihat ya
ada
safety cover apa namanya ini
yang pernah pakai apa
apron mungkin ya
bukan nih yang kayak baju bengkel baju
monyet
park Pak
Wepak wepak
wpepak
oke ini
airplak
irmafirmaf
plugplak Pakplak.
Oke. Ini
IRMAF.
IRMAF. Ini
seragam
kerja.
Kerja
ini
apa nih? Septi apa? Setisus.
Tisus.
Setisus.
Ini
tuh apa
apa
apa namanya
spes
spesial
spal
spesial
helm berwarna-warni
safety helmet
sarung tangan
respirator safety body
arnas
arnas. Oke, kita lihat lagi
tujuan penggunaan APD
yang pertama untuk meminimalkan akibat
kecelakaan kerja. Nah, seperti yang saya
sampaikan tadi di awal meminimalkan
akibat
ya tidak untuk mencegah terjadinya
kecelakaan. Hanya meminimalkan efek
apabila
terjadi kecelakaan.
untuk meminimalkan gangguan fisik yaitu
telinga, mata, kulit kepala, kepala
pusing, dan ceplelah.
Mengamankan tubuh bagian dalam, jantung,
paru, dan yang lain-lainnya.
Penggunaan APD.
APD itu biasa digunakan ketika kita
bekerja di area terbuka,
di ketinggian,
ruangan terbatas,
bekerja di daerah yang berbahaya dan
beracun. Istilah kita bekerja yang
kontak langsung dengan bahan kimia yang
berbahaya dan beracun. Bekerja di
pabrik, bekerja di air. Apakah itu di
atas air ataupun di dalam air? Apa
pekerjaan yang berlangsung di dalam air?
Apa pekerjaan yang berlangsung di dalam
air?
Welding underwater.
Welding underwater. Oke. Dikira mau
jawab berenang tadi.
Oke.
Baik. Selanjutnya
ini merupakan salah satu anomali ya
anomali penggunaan APD di lapangan.
Nah, bisa dilihat ya
ini mungkin
di negara-negara yang sifatnya masih
berkembang dalam penerapan ketiganya.
Jadi salah satunya PD itu dianggap tidak
penting sama sekali.
Nah, dia menggunakan
plastik untuk melindungi wajahnya ketika
melakukan proses penggerindaan.
Tidak menggunakan helm ketika di area
kerja karena mungkin tidak ada juga ya
difasilitasi.
Dan ini salah satu contohnya
ini sering terjadi juga ya di pre-proyek
konstruksi di Indonesia
terutama untuk orang yang melakukan
assembly besi
ya acap kali ditemukan.
sarung tangan itu sudah enggak layak
pakai tapi tetap digunakan
ya kalau kita melakukan asembly besi ya
kayak kita pembengkokan besi pelurusan
dan sebagainya itu akan cepat memakan
sarung tangan
kenapa ya pertama karena faktor kita
bekerja kasar ya dengan kualitas fisik
dari si besi tadi dan juga si besi itu
juga mengandung bendung panas akibat
terpapar dari cahaya matahari tadi.
Persyarceratan APD sesuai dengan jenis
bahaya yang dihadapi. Ya, enggak mungkin
kalau kita asal asalan menggunakan FPD
ya. Karena misalkan kalau kita enggak
butuh, ngapain kita gunakan? Kalau
enggak sesuai pula potensi bahaya yang
dihadapi, mengapa harus kita pakai?
Nah, lalu terbuat dari material yang
tahan dari bahaya tersebut. memiliki
konstruksi yang kuat, tidak meningkatkan
risiko bagi pemakainya, tidak mengganggu
APD yang lain bersamaan dipakai oleh si
pekerja.
Contohnya gimana?
Tidak penganggu APD lain ketika dipakai
secara bersamaan.
Apa contohnya?
Ayo. Apa?
Helm.
Ya, helm
berborangan digunakan dengan irmaf. Bisa
apa enggak?
Jaringannya si
bisa apa tidak? Enggak,
Pak.
Bisa, Pak.
Bisa.
Tapi tidak bisa menggunakan irm yang ada
seperti ini.
Iya.
Tapi dia yang langsung dicantolkan ke
sisi telinga helm.
Betul.
Nah, itu bisa. Nah, lalu apaagi?
Penggunaan masker ketika proses
pengelasan.
Ya, masker itu penting di saat proses
pengelesan karena si pekerja selalu
kontak langsung dengan asap
asap las
ya. Makanya itu disarankan di JSA maupun
dihira penggunaan masker.
Dasar hukum terkait APD ini apa saja?
Nah, yang pertama Undang-Undang nomor 1
1970 tentang keselamatan kerja,
Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003
tentang Ketenagakerjaan,
PP nomor 50 tahun 2012 tentang SMK3,
sistem manajemen K3, Perman nomor 8
tahun 2010 tentang alat pelindung diri.
Standar ANC atau ICE ini standar dari
luar negeri.
Banyak aturan yang berhubungan dengan
APD.
Keterbatasan dari APD itu apa saja? Yang
pertama terbatas daerah yang
dilindunginya,
terbatas kemampuannya,
terbatas jenis bahaya yang dilindungi,
terbatas waktu pemakaian.
APD itu ada massa, kadar luarsanya.
Helm, sakti helm
itu masa kedua rasanya adalah 5 tahun.
Untuk cangkrangnya ini itu 5 tahun.
Tapi suspensi yang di dalamnya yang
berbentuk jaring, Teman-teman tahu ada
jaring di dalam helm itu per 6 bulan
atau per 1 tahun itu wajib diganti.
Nah, jadi suspensi di dalam
jaring-jaring helm itu yang wajib selalu
diganti.
Sepatu safety masa expire 1 tahun
enggak digunakan sepatu safety itu dalam
1 tahun dia akan lapuk bagian tapak
kakinya
misalkan kita dapat jatah saf-safti dari
kantor terus kita bawa pulang enggak
pernah sama sekali kita gunakan
1 tahun kemudian dia akan hancur sendiri
bagian tapaknya. Nah, karena memang
sifat safety tadi itu safety sus tadi
itu memiliki massa expire-nya.
Manajemen APD mengidentifikasi kebutuhan
dan syarat APD. Nah, ini berhubungan
dengan matriks APD tadi. Pemilihan APD
sesuai dengan kebutuhan kenyamanan para
pekerja.
Melaksanakan pelatihan, penggunaan
perawatan, dan penyimpanan.
penatalaksanaan pembuangan atau
pemusnahannya ketika sudah tidak
digunakan. Lalu melakukan pembinaan
inspeksi dan evaluasi serta
pelaporannya.
Nah, ini adalah contoh dari sebuah
matriks alat pelindung diri.
Mungkin saya akan berikan contoh ya.
terkait matriks alat pendung diri ini.
Oke, sudah terlihat.
Oke, terlihat.
Nah, ini adalah yang dinamakan dengan
matriks penggunaan alat pelindung diri.
Apa fungsi dari matriks ini? Fungsinya
untuk menghitung kebutuhan APD yang
dibutuhkan oleh para pekerja di lokasi
kerja sesuai dengan job das
pekerjaannya.
Nah, saya berikan contoh ini adalah
projek pembersihan
tangki timbun di area Pertamina.
Nah, bisa dilihat
ini adalah
kolom bagian pekerja yang terlibat dalam
pekerjaan
pembersihan tangki timbun tadi.
Ada penanggung jawab GM,
admin, supervisor perencanaan, PM, ASM
manager, sentimen, medis, pelaksana
lapangan, welder, pekerja tukang.
semuanya ada. Nah, di kolom
ke sebelah kanan itu adalah jenis-jenis
APD-nya.
Nah, bisa dilihat
helm
hampir semua sektor
job pekerjaan itu membutuhkan.
Nah, ini angka 1, 1 dan 5 itu adalah
jumlah
helm yang akan direquest berdasarkan
jumlah tenaga kerja yang ada di
lapangannya.
Jadi, kalau GM-nya cuma ada satu orang,
berarti request-nya helm satu orang.
Lalu set Google, seti kacamata yang
clear, open bening bisa dilihat semuanya
juga ngerequest
plug
tidak ada melakukan requestan karena ini
sifatnya hanya
pembersihan tangki timbun. Jadi si ear
plug tidak dibutuhkan.
Jadi plugnya tidak direquest sama
sekali.
Oke. Lalu Irma juga tidak dibutuhkan,
juga tidak sama sekali.
Masker. Nah, masker karena dibutuhkan
karena ini merupakan pembersihan tangkai
timbun, maka dilakukanlah request
maskernya
dari masing
jumlah tenaga kerja. Sarung tangan pun
yang tidak merekes itu sama sekali
adalah seorang welder. Wer tidak perlu
sarung tangan katun. Tapi di di sarung
tangan las welder
ada kebutuhannya.
Nah, seperti itu. Oke, sampai sini paham
yang berhubungan dengan matriks APD.
Nah, nanti di bawahnya itu adalah jumlah
APD yang dibutuhkan.
Untuk helm jumlahnya 15 seperti Google
15 berdasarkan jumlah tenaga kerja yang
terlibat di pekerjaan tersebut
berdasarkan job titelnya masing-masing.
Oke, selanjutnya daftar dan jumlah jenis
APD. Nah, ini bisa dilihat teman-teman
sekalian
ini sama seperti tahapan pembuatan JSA
yang
kolom sebelah kiri. Pekerjaan persiapan,
mobilisasi alat kerja, dokumentasi, sewa
perancah, dan sewa pompa. Apa PD yang
dibutuhkan? Bisa dilihat.
Jadi, setiap urutan pekerjaan kita juga
menganalisa kebutuhan APD apa saja yang
dibutuhkan.
Nah, seperti itu.
Oke,
inilah yang dinamakan dengan matriks
APD. Matriks PD itu digunakan untuk
proses penganalisaan dan pengadaan APD
menyesuaikan pekerjaan yang dilakukan
dan jumlah tenaga kerja yang ada di
pekerjaan tersebut.
Nah, karena matriks APD ini muncul di
dit teman-teman sekalian
ya. Saya lupa di kelompok berapa?
Kelompok dua ya.
Matriks AP KPD ya.
Ya, seperti itu. Oke.
Balik lagi ke materinya.
Oke, selanjutnya kita mengenal
jenis-jenis dari APD.
Yang pertama adanya pengaman mata,
pengaman wajah,
P protection, pengaman terjatuh, volve
protection, pengaman tangan, hand
protection, pengaman telinga, hearing
protection, pengaman pernapasan
respiratory protection pengaman kaki,
safety sus, pakaian kerja pack, pengaman
kepala safety helmet
Nah, ini adalah jenis dari pengaman
mata. Ada safety Google.
Safety Google ini benar enggak?
Safety safety glass
ini safety Google.
Ini apa?
Sett juga tapi yang kacanya berwarna
hitam. Apa
yang membedakannya?
Fungsinya yang membuat beda. Yang hitam
itu digunakan di saat pekerjaan
dilakukan di siang hari atau di tempat
yang cahayanya
intensitasnya tinggi ataupun silau.
Gunakanlah yang berwarna
hitam.
yang berwarna clear ataupun bening itu
digunakan saat kita bekerja di malam
hari atau di tempat yang
cahayanya lebih redup
ataupun remang-remang.
Nah, makanya kita menggunakan tipe
masing-masing menyesuaikan kondisi area
kerjanya.
Lalu ada lagi pengaman wajah. Pengemuan
wajah dibagi menjadi dua. Yang pertama
ada
apa namanya?
Welding
welding mass ataupun topeng las.
Lalu ada lagi face
shield.
Nah,
shield.
Oke. Menurut teman-teman sekalian,
menggerinda itu
seharusnya pakai fesal apa cukup
kacamata aja?
Fal, Pak.
Fil. Betul. Fal ya. Sepakat ya.
Kenapa kita harus menggunakan fesil?
Yang pertama untuk melindungi
mata dan permukaan wajah dari percikan
gram-gram.
Gram gerinda itu nanti ada dari mana?
asalnya dari percikan-percikalan api
hasil dari pemotongan menggunakan
gerinda.
Yang selanjutnya
melindungi wajah
ketika terjadi
pecahan batu gerinda.
Jadi dia enggak langsung menancap ke
wajah kita. Itulah fungsi dari si Fal
tadi
pengaman terjatuh ataupun biasanya kita
kenal dengan F protection.
Oke.
Ataupun bisa kita kenal dengan apa?
Safety full body
hardness.
Ada yang pernah menggunakan?
Pernah, Pak.
Pernah.
Pernah, Pak.
Berat
lumayan.
Lumayan. Makin mahal harganya, makin
berat
setel bodynessnya. Makin bagus
kualitasnya.
Yang pernah teman-teman coba yang satu
lanyar apa dua lanyar?
Yang satu cantolan apa dua cantolan?
Dua.
Dua hook.
Dua hook. Oke. Dua lar ya.
Nah,
kenapa penggunaan seti full body itu
lebih disarankan yang dua lanyar? Karena
untuk menjamin ketika seseorang bekerja
di ketinggian melakukan perpindahan.
Betul.
Jadi ketika kita pindah kita contoh dulu
satu lepas satu. I
nanti contoh lagi lepas lagi yang di
belakang
yang ketinggal tadi. Itu fungsionalnya.
Jadi ketika terjadi gempa bumi, getaran
pada scaffoldingnya ataupun tekanan
angin yang kencang, seseorang itu tidak
akan terjatuh.
Nah, juga penggunaan seperti BRness yang
untuk body harness cantolan belakang
itu disarankan yang menggunakan
absorber.
Iya. Apa fungsinya dan kenapa harus
menggunakan yang absorber? Apabila
terjadi seseorang jatuh dari ketinggian,
absorber itu akan
mereduksi
mengurangi efek dari hantaman,
kejutan ya, Pak.
Iya, kejutan
karena kita melawan gravitasi.
Nah, apa fungsinya untuk menahan kejutan
agar selangkangan kita itu tidak trauma?
Apakah itu nanti akan retak ataupun pa
patah itu gunanya ada yang
upsob tadi. Nah, itu untuk setful
bodyness
l belakang cantolan belakang. Nah,
Teman-teman sekalian untuk harganya itu
minimal yang kualitas biasa-biasa aja
itu Rp350.000 sudah dapat.
satu safety full body harness
ya. Yang paling bagus itu ada mereknya
3M petsel itu harganya R50 sampai R1
juta.
Nah, lalu kita mengenal lagi ada safety
body harness yang cantolannya depan yang
ada kalau di bagian pantatnya
tempat untuk duduk.
Jadi ketika orang bekerja di ketinggian
bergelantungan dia bisa sambil
seperti orang sedang duduk. Nah, seperti
pada gambar ini
setiap diarnas cantolan depan ya itu
digunakan untuk orang yang bekerja di
seutas tali.
Di mana biasanya kita lihat
ya
gedung-gedung, Pak. gedung-gedung tinggi
ya yang kayak Spider-Man ya
yang dia kerjanya membersihkan kaca-kaca
luar gedung
ya pekerjaan bertaruh dengan dengan
nyawa nyawa mereka itu teman-teman
sekalian tergantung di talinya ini.
Nah, untuk setul barness cantolan depan
itu harga minimal yang termurah itu
Rp1.500.000.
Itu yang paling murah.
Yang termahal mereknya Petzel itu
kira-kira di Rp2.500
up
ya.
seperti itu
harganya sebanding dengan resiko yang
dihadapinya.
Oke, selanjutnya pengaman telinga.
Irmaf yang mana? Irmaf
atas.
Atas. Irma ini ir
plak
plakplak.
Oke, perbedaan earplug dan earmaf yang
paling signifikan itu di bagian
frekuensi
suara
kemampuan
meredam suaranya.
Nah, earmaf lebih efektif dibandingkan
dengan ear plug karena dia dapat meredam
suara itu 40 sampai 50 de desibel.
Ear plug hanya mampu meredam suara 25
sampai 30
desibel. Nah, makanya ketika orang
bekerja di kebusingan
yang tinggi dia lebih disarankan
menggunakan
misalkan kita bekerja di 1205
desibel
selama 8 jam kerja ya. Sedangkan nilai
ambang batasnya berapa kemarin? Kalau 8
jam kerja.
Kalau 8 jam kerja berapa nilai? Nilai
angang batasnya
80.
80 berapa?
85, Pak.
85 desibel. Nah, kita bekerja di 125
desibel. kita gunakan sif
selama 8 jam akan mengurangi
kebisingan mencapai 50 desibel. Berarti
125 desibel tadi tingkat kebisingannya
dengan menggunakan IRMF
jadi berapa jadinya? Kurang 50
berapa? 75
I 75
desibel
desibel di bawah ambang
batas
aman
aman kalau kita menggunakan ear plug di
125 tadi dikurang 30 desibel
kemampuannya cuma
jadi berapa apa
5 desibel
di atas nilai ambang
ambang batas
tetap bakalan budek telinga kita.
Oke,
respiratory
protection
melindungi pekerja dari paparan zat
berbahaya seperti bahan kimia, kabut,
debu, dan uap, maupun asap.
Nah, bisa dilihat teman-teman sekalian
ada yang SCBA.
Ini masker apa namanya? Masker COVID ya.
Maskir apa? N
berapa?
Ayo. Udah lupa nih kayaknya.
N berapa masker ini?
N95.
[tertawa]
Oke. Ketika zaman COVID harganya bisa
mencapai ratusan ratusan ribu ya.
Iya. Enggak langka enggak dulu masker di
awal-awal COVID
ya gila ya harganya ya
enggak pakai masker disksi ya
udah kayak orang bodoh kita di zaman
COVID ya.
[tertawa]
Oke.
Nah, kalau yang di bawah ini dinamakan
dengan respirator.
Respirator fungsinya ya. Terutama untuk
orang yang bekerja di bidang pengecatan,
debu.
disarankan untuk menggunakan respirator.
Jadi di dalam respiratornya ini itu
terdapat filter yang wajib diganti tiap
harinya.
Jadi keamanan bernapas seseorang
tergantung dari filter yang ada di
dalamnya. Nah, seperti itu.
Hand protection
manfaatnya melindungi jari-jari tangan
dari api, suhu panas atau dingin,
radiasi, arus listrik, bahan kimia, dan
yang lainnya. Ini sarung tangan
apa
ini? Sarung tangan apa?
Ngelas. Buat ngelas. Serung tangan las
ini
fit
fiter
ya. Ini bisa untuk serontan fitter,
serontangan orang scaffolding,
scaffolder
ini
karet.
Iya,
karet.
Iya. Untuk apa?
Chemical handling.
Untuk toilet bisa.
Betul. Chemical handling. Betul sekali.
Chemical handling. Oke. Ini ser tangan
sejuta umat.
Iya. Enggak
semua orang bisa menggunakan. Nah,
pertanyaannya bintik-bintiknya di atas
apa di bawah? Penggunaannya
bawah, Pak.
Bawah.
Di bawah. Pak.
Oke. Masih ada menemukan orang masang di
atas?
Sering, Pak.
Sering.
Kenapa itu bisa terjadi?
Kurang pemahaman kayaknya, Mah.
Kurang pemahaman ya, kurang training ya,
kurang adanya seminar dan sebagainya ya.
Pasti itu ada aja orangnya walaupun dia
laki-laki ya. Kalau cewek okelah ya bisa
kita maklumi dia menggunakan
bintik-bintik di atas. Tapi cowok masih
ditemukan juga yang menggunakan
bintik-bintik di atas itu sedikit heran
kita ya, Teman-teman sekalian ya. Itu
masih banyak ditemui ya. Terutama kalau
kita
ya di area kerja lah ya yang ramai
banget tenaga kerjanya itu pasti banyak
kita temukan.
Nah, terus sarung tangan tinju menurut
teman-teman sekalian APD apa tidak
sarung tangan tinju?
APD, Pak,
untuk di atas ring Pak. itu di atas
ringas ring.
Iya, di atas ring mereka bekerja apa
enggak?
Kerja, Pak.
Bekerja berarti itu masuk A
PD
APD.
[tertawa]
Iya enggak?
Iya.
Dia
di
ring itu bertinju itu cari duit apa
enggak?
Cari duitlah.
Cari duit kan? Cari duit. Berarti yang
digunakannya itu APD. Nah, orang yang
bertinju di tasring, apa-apa aja APD
yang digunakannya?
Nih buat gigi.
Nah, pelindung
gigi.
Pelindung gigi
ya. Pelindung gigi itu fungsinya untuk
apa?
Fungsinya untuk apa? Tanya
agar tidak terkena gusi, Pak.
Betul. Agar
tidak terkena gigi biar enggak ompong
giginya.
Betul sekali. Agar tidak ompong, tidak
patah ya ketika bertinju tadi.
Nah, seperti itu. Lalu apa lagi APD yang
digunakannya? Nah, sepatunya gimana?
Sepatu orang petinju.
Iya, Pak. Itu APD juga, Pak.
APD juga, tapi dia masuk sepatu lateks
ya.
Sepatu biasa ya. Heeh.
Anti slip.
Benar itu anti slip. Karena kan kalau di
atas ring orang berkeringatan
jatuh di ringnya itu bisa menyebabkan
tergelincir.
F protection.
Oke. Ada lagi jenis pekerjaan
entertainment tapi dia menggunakan PD.
Apalagi
apa kira-kira?
Orang skateboard.
skateboard juga.
Iya.
Tapi yang paling riskan dan potensi
bahaya tinggi itu di mana? Di
skateboard.
Ya enggak?
Iya.
Skateboard tinggi enggak potensi
bahayanya?
Tinggi. Tinggi dia
tinggi. Apa-apa aja APD yang
digunakannya?
Ee pelindung dengkul.
Pelindung dengkul. Ya. Pelindung dengkul
kaki
tangan. Ini apa namanya? Ini siku.
Siku.
Siku apalagi?
Helm.
Ada lagi?
Sepatu.
Oke. Itu jenis
hobi ya. Walaupun sekarang skateboard
itu sudah masuk ke dalam
apa? Olah
olahraga.
Olahraga. Di ASEAN ya. ASEAN Games
skateboard itu masuk ke dalam cabornya.
Ya, apalagi contoh APD yang digunakan
untuk entertainment
apa?
Apa kira-kira? Ada lagi skateboard udah,
Tinju udah.
Ee apa ya? olahraga yang
tek kondo
tekondo
ini dariung dada ya.
Oh iya betul.
Olahraga yang itu Pak yang bolanya ee
rada enggak bulat itu apa ya namanya?
Saya lupa dah. Bolanya enggak bulat yang
pakai tangan itu bolanya.
Oh,
saya lupa dah itu apa namanya.
Kalau di
rugby, Pak.
Iya, ragbi. Iya, American Football.
Iya, itu dia.
Iya, American Football ya.
Itu sangat tinggi. Iya, itu sangat
tinggi.
Kalau teman-teman suka komiknya ataupun
animenya itu ada tuh American Football.
Iya, benar.
Yang dia pakai mukanya pelindung seperti
besi.
Iya.
Iya. ya. Karena memang di American
Football itu mereka beradu kontak kontak
fisik
ya seperti itu. Nah, yang paling rentan
itu sekarang apa? UFC
juga turun
ya. UFC itu rentannya sangat tinggi.
Iya.
Ya enggak apa yang digunakannya cuma
pelindung
pelindung gigi aja.
Pelindung gigi.
Iya. itu bisa dikatakan olahraga dengan
risiko yang sangat sangat tinggi.
Berbahaya sekali itu.
Karena dia kan istilahnya tarung tarung
lepas.
Betul.
Berbahaya sekali. Iya berbahaya.
Kadang kan mungkin ya ini di luar
konteks sedikit kadang mereka sudah
jatuh tetap di dihajar juga ya.
Itu sangat sangat berbahaya sekali itu.
Oke.
Setisus. Nah, pertanyaan saya enggak
jauh-jauh. Apa merek seperti SUS yang
teman-teman gunakan?
King.
King. King KW berapa? [tertawa]
King KW berapa?
KW berapa Kingnya?
Tahu tuh, Pak.
King Rp350.000, R00.000
[tertawa]
ya. King ori itu di 700800
ya. Di pasaran ada yang 350 4,5.
Nah. Apalagi mere sepatu yang lain yang
digunakan teman-teman sekalian. Mas
Rifki.
Nah, Krisbo. Mas Rifki di saat
magang apa? Safety-nya
enggak ada ya kalau magang ya?
Enggak ada, Pak.
Oh iya,
sepatu kasual ya
paling ya sepatu safety boat saja karena
kebanyakan ke gudang, Pak.
Oh, warehouse.
Heeh. Oke. Oke.
Ee sepatu
bootnya
itu yang ada besinya apa enggak?
Ee enggak sih, Pak. Kalau pas itu saya
ya biasa aja ya.
Iya biasa aja.
Sepatu ke sawah
ee yang kayak di ini, Pak. Di apa? Di
PPT ini, Pak.
Warna kuning ya.
Oke. Betulbetul. Jadi setbot itu terbagi
menjadi dua. Ada setbot yang lek full.
Nah, untuk di area construction
konstruksi saftibot itu dia diwajibkan
ada besi di sini ya to cap
dan juga wajib ada besi di tapak
kakinya.
Fungsinya apa? Untuk melindungi kaki
pekerja dari benturan.
Untuk melindungi kaki pekerja dari
hantaman paku. Benar-benar tajam.
Tapi kan yang kita temukan di lapangan
beda cerita ya.
Iya, Pak.
Safety board-nya ya. Safety board ke
sawah.
Karena sepatu yang kuning itu berat
sekali ya, Pak.
Iya, memang berat. Terutama kalau sudah
nginjak ee lumpur ya udah.
Iya.
Kebenam-kebenam dah
ya. Tapi kan
enggak nyaman juga sih.
Iya, enggak nyaman emang. Tapi kan
fungsinya terlihat.
Iya.
ya
memang bikin enggak nyaman, berat ya,
menghambat langkah kaki, tapi kan
fungsionalnya yang dilihat di situ. Nah,
itu yang dikatakan tadi enggak ada orang
yang menggunakan APD itu yang nyaman.
Emang ada
teman-teman sekalipun gunakan APD pasti
ada dilepas kan.
Yakin saya. Contohnya apa? Helm sering
dilepas enggak?
Pasti
ya? Enggak.
Enggak.
Kadang helm di lapangan untuk apa? Untuk
cebok.
Cebok.
Ya, benar. Untuk untuk cebok. Terus
apalagi? Untuk tempat duduk di kalau
lagi di lapangan ngobrol ya. Jadi tempat
duduk tuh helm.
Nah, kalau kalau sama pekerja
tukang-tukang ya kadang itu helm jadi
jadi buku gambar
gambar.
Iya, memang itu yang kita temukan di
lapangan. Makanya kan di saat serah
terima APD, ada form serah terima, ada
aturan-aturan di dalam form tersebut.
Contohnya
APD wajib dirawat, APD tidak boleh
dicoret-coret.
Ya, pasti ada kayak gitu bunyi formnya
bagi perusahaan yang telah melaksanakan
SOP-nya. SOP APD.
Nah, oke. Selanjutnya, nah ini
ya ini helm dikonstruksi bisa migas bisa
sebagainya bisa. Ini helm khusus untuk
pemanjat
petsel
ini biasa banyak digunakan oleh operator
Indome,
operator
tower talcomsel dan sebagainya.
Oke, Teman-teman sekalian pakai hel
mana? Ini
yang atas, Pak.
Atas. Standarnya apa? MSA
ya. Ada MSA, ada SNI ya. Apa warna helm,
Teman-teman sekalian
di lokasi kerja?
Pak Sutiana putih
biru,
biru.
Tergantung jabatan sih, Pak.
Pak Rizal. Enggak
pakai, Pak, di kantor.
Kalau ke lapangan
pakai putih, Pak. Biasanya putih.
Pasutisna
saya merah, Pak.
Merah. Pas Rifki
biasanya biru, Pak. Untuk tamu saya,
Pak.
Tu, ya, visitor.
Iya.
Oke. Pertanyaannya timbul, Pak. Kenapa
banyak di setiap perusahaan itu helmnya
berbeda-beda warna, Pak? Tergantung
jabatan.
Ya, enggak?
Iya, Pak.
Kenapa manajer itu identik warnanya
putih?
Kenapa teknisi itu kuning? Kenapa tukang
itu kuning? Kenapa orang SE merah? Kan
gitu ya muncul pertanyaannya.
Apakah ada standarnya, Pak?
Tidak ada. Tidak ada standar warna helm
di lokasi kerja itu enggak ada
teman-teman sekalian.
Itu hanya kebijakan perusahaan.
Itu hanya sebuah kebiasaan.
Karena biasanya melihat oh di konstruksi
orang ketiganya pakai helm warna merah.
Ya udah pada ng udah pada latah semua.
Jadi SE itu udah pakai warna merah aja.
Ya, helm merah, seragam merah, celana
merah ya. Jang jangan-jangan sampai
dalaman juga merah itu.
Nah, seperti itu, Teman-teman sekalian,
ya. Itu hanya sebuah kebiasaan ya.
Penggunaan APD dengan warna tertentu itu
tidak ada aturan khususnya. di aturan
hukumnya itu juga tidak ada
ya. Jadi itu hanya kebijakan kebijakan
tersendiri oleh perusahaan.
Lalu selanjutnya ada lagi pakaian kerja
yang dikenal dengan apron. Ini safety
safety face
ataupun apa namanya? Rom,
Rompi
ya. Rompi sekarang pun Pak Ogah pun di
jalan juga banyak yang menggunakan rompi
ya.
Pak Ogah loh tahu Pak Ogah kan?
Tahu, Pak.
Yang sering banyak di persimpangan
persimpangan Karawang, Bekasi banyak
banget ya.
Oke.
Apa fungsi dari rompi ini sebenarnya?
ya karena ada skotletnya apa itu biar
orang bisa melihat dari jarak jauh.
Iya. Fungsinya terutama untuk bekerja di
malam hari.
Di pertambangan ini juga sangat penting
teman-teman sekalian
ya. Karena kan di pertambangan itu
menggunakan mobil-mobil besar ya
takutnya enggak kelihatan kelinda satu
orang.
Ya, seperti itu. Makanya kalau di
pertambangan itu kan teman-teman lihat
ya, mobil operasional mereka itu
tiangnya tinggi tinggi. Tiang bendera
maksud saya ya. Ting bendera kan ada tuh
di masing-masing mobil tambang.
Tingginya bisa 3 sampai 5 m.
Apa fungsinya? Untuk memberitahu
kendaraan yang besar bahwa ada mobil
kecil yang melintas.
Jadi enggak kelindas
seperti itu.
Pemusnahan APD. APD yang rusak retak
atau tidak dapat berfungsi dengan baik
harus dibuang. Helm kalau sudah ada
retakan itu wajib diganti
walaupun masa expire-nya 5 tahun. Jadi
misalkan masa expire panjang tapi sudah
tidak layak wajib diganti.
Makanya ketika teman-teman sekalian
merequest APD itu harus ada spare-nya.
Jangan pas-pasan.
Kenapa enggak boleh pas-pasan? Takutnya
nanti di tengah perjalanan pekerjaan ada
para pekerja yang resign atau ngilang
gitu aja
seperti itu. Oke, ada yang mau bertanya?
Materinya tentang APD sudah berakhir.
Ada yang mau bertanya
terkait APD?
APD kemarin di dalam hierarki pengadilan
risiko masuk ke bagian yang terendah ya.
Iya.
Tidak
paling bawah.
Paling bawah tidak e tidak efektif.
Benar enggak?
Benar.
Logikanya gini, Teman-teman sekalian.
Orang yang enggak ikut pelatihan pun
tahu APD itu wajib digunakan di lokasi
kerja.
Nah, jadi nanti yang membedakan
teman-teman sekalian dengan orang yang
tidak training ataupun sertifikasi
jangan menggunakan dikit-dikit di JSA,
dikit-dikit dibikin APD.
langkah pengendaliannya.
Kalau kita udah tenaga kerja yang sudah
kompeten, yang sudah training dan
sertifikasi, jangan didikit pembuatan
manajemen risiko itu dengan APD, APD,
APD. Terus
APD itu yang paling tidak efektif ya.
Sedangkan metode hierarki pengendalian
risiko itu ada lima. Apa saja? Elias.
Apalagi
rekayasa
yang nomor dua dulu. Jangan lompat
ketiga langsung.
Yang kedua apa?
Subtitusi.
Substitusi.
Habis itu rekayasa.
Yang keempat
administrasi kontrol.
Administrasi kontrol. Yang kelima baru
si
APD.
APD. nih. Oke
ya
seperti itu
ya. PD itu bagian terendah.
Oke kita lanjut lagi ke materi yang
selanjutnya. Kalau tidak ada pertanyaan.
Ke naon et teh?
Kita masuk ke dalam pertanyaan ee mohon
maaf ke materi selanjutnya dengan unit
kompetensi berjudul mengevaluasi
pemenuhan persyaratan dan prosedur
ketiga atau biasanya kita kenal dengan
audit SMK3,
sistem manajemen
K3.
Nah, menurut rekan-rekan sekalian di
perusahaan, rekan-rekan sekalian sudah
menerapkan SMK 3 apa tidak?
Sudah menerapkan sistem manajemen K3
apa tidak?
Bagaimana,
Pak? Saya tanya satu-satu Pak Sutisna.
di perusahaan Patusina saat ini sudah
menerapkan SMK3 apa tidak? Sistem
manajemen ketiga atau tidak? Sudah ada
apa enggak sistem manajemen ketiganya?
Belum ada sih, Pak. Ee baru mulai
dibenahi tahun ini.
Mulai dibenahi tahun ini karena
kebutuhan project ya.
Iya, benar sekali. Makanya saya
didaftarin ke K3 ini
[tertawa]
biar ada ininya ya.
Iya.
Biar ada apa ya namanya ya?
Biar
biar sayaah.
Iya biar ada penanggung jawab lah ya.
Iya biar ada penanggung jawabnya karena
owner kita ee minta itu dipenuhi.
Oke
ada lagi
Mas Rizal? Sudah ada sistem ketiganya?
Sudah, Pak. Seharusnya, Pak.
Sudah ada. Ya, kalau di bagian Inkah
perkara terapian itu sudah ada tapi
belum terlalu ketat.
Nah, seperti itu.
Dia baru sebatas punya sistem manajemen
ketiga tapi belum tersertifikasi SMK 3
namanya.
Mungkin tahun-tahun ke depannya bisa
jadi sertifikasi
SMK 3 perusahaan.
Jadi yang dimaksud dengan sistem
manajemen ketiga itu apa? Nah, sistem
manajemen ketiga itu nanti akan kita
lihat pengertiannya. Nah, SM ketiga
adalah bagian dari sistem manajemen
perusahaan secara keseluruhan. secara
keseluruhan ya ini perlu kita garis
bawahi secara keseuruhan
dalam rangka pengadilan risiko yang
berkaitan dengan kegiatan kerja guna
terciptanya tempat kerja yang aman,
efisien dan pro produktif.
Jadi SMK ketiga itu dia tidak hanya
dikerjakan oleh ataupun dipedulikan oleh
satu departemen K3 aja, tapi semua
departemen yang ada di dalam perusahaan
harus saling berkesinambungan,
saling bersinergi
ya untuk melaksanakan dan menciptakan
kondisi lingkungan kerja yang aman dan
nyaman.
Lalu kita lihat lagi audit SMK 3 yaitu
pemeriksaan secara sistematis dan
independen terhadap pemenuhan kriteria
yang telah ditetapkan untuk mengukur
suatu hasil kegiatan yang telah
direncanakan dan dilaksanakan dalam
penerapan SMK 3 di perusahaan.
Jadi setelah si perusahaan ini dia telah
menerapkan sistem manajemen ketiganya
bertahun-tahun ya dia ada dinamakan
nanti prosesnya PDCA
tahu PDCA
P plan D do CCK
Action
Plan dock action
rencanakan lakukan lakukan apalagi
evaluasi
action melakukan tindakan perubahannya.
Nah, seperti itu
latar belakang kenapa kebijakan SMK 3
itu muncul dan digalakkan oleh
Kementerian Ketenagakerjaan.
ketenagakerjaan
yang pertama.
K3
masih belum mendapatkan perhatian yang
mewadai dari semua pihak. Betul apa
tidak?
Betul enggak? K3 itu masih displayin.
Iya, Pak.
Betul. Teman-teman sekalian merasa
enggak ada perusahaannya sendiri seperti
itu?
Merasa enggak? Maksudnya
gimana?
Iya, Pak.
Merasa enggak ketiga itu masih sepele
banget?
Iya,
ketiga itu hanya sebatas tulisan aja.
Nah, betul ya. Mas Rizal pun yang skala
Bu MN sekalipun juga merasakan Mas Rizal
ya.
Iya, Pak. Iya.
Ya, istilahnya K3 itu hanya tajam ke
bawah, tumpul ke
atas. Ya, itu memang hampir di semua
sektoral industri perusahaan-perusahaan
baik skala besar maupun kecil. Ketiga,
itu hanya sebagai hiasan aja. Ketika
ditanya apakah sistem ketiganya ada? Ada
berjalan, berjalan.
Dievalisi enggak? Enggak.
Diperbaiki enggak? Enggak. Jadi hanya
sebatas
pameran aja.
Yang kedua, kecelakaan kerja yang
terjadi relatif masih tinggi. Betul
enggak? Kejadian kecelakaan kerja tuh
relatif tinggi.
Yang terlaporkan yang enggak dilaporin
gimana? Yang disembunyi-sembunyiin
kecelakaan kerjanya
pasti ada. Banyak pasti.
Percaya enggak teman-teman sekalian
kalau terjadi kecantakan kerja dia
didiam-diamin disun-sembunyiin?
Ah, seperti itu berbahayanya ya.
Yang ketiga, pelaksanaan pengawasan
ketiga masih bersifat parsial. Nah, ini
saya katakan tadi kepada Mas Rizal,
K3 itu masih bersifat parsial,
Teman-teman sekalian. Dia hanya
menyentuh aspek buruh dan pekerja.
ke level manen
belum. Padahal di dalam alurnya
manajemen ini sangat terlibat
kan. Dia yang tanda tangan. Betul
enggak? Dia yang mengesahkan.
Nah, makanya yang dibilang dengan aturan
dibuat untuk dilanggar itu itulah dia.
Yang keempat, rentahnya komitmen
pimpinan perusahaan dalam hal ketiga.
Ya, sering kita temui. Kenapa? Karena
ketiga itu identik dengan budget.
Jadi ketika si manajemen tidak komitmen,
si manajemen tidak mau mengeluarkan
budget, manajemen tidak mau mendukung
dalam proses penerapannya,
jangan harap teman-teman sekalian bisa
survive.
akan sulit sekali membangun budaya K3 di
lingkungan perusahaan yang level
manajemennya tidak mendukung.
Sama aja istilahnya teman-teman sekalian
pergi ke medan perang tapi enggak
dibekali dengan senjata.
Yang kelima,
kualitas tenaga kerja berkorelasi dengan
kesadaran atas ketiga. Ya, itu betul
sekali tadi contohnya yang kita bahas.
Masih banyak ditemukan para pekerja itu
tidak tahu cara penggunaan APD
ya. Salah satunya tadi kayak penggunaan
sarung tangan katun di mana penggunaan
binti-bintinya di atas bukan di bawah.
Lalu masih banyak juga orang yang tidak
paham cara menggunakan saf body harness.
Nah, itu salah satu bentuknya masih
rendahnya
ya tingkat kesadaran dan tingkat
pengetahuan di bidang ketiga tadi itu.
Yang keenam, tuntutan global dalam
perlindungan tenaga kerja yang
diterapkan oleh komunitas perlindungan
hak buruh.
Pasal 27 ayat 2 Undang-Undang 1945.
Dasar hukumnya bisa kita lihat ada
Undang-Undang Nomor 1970 dan PP 50 tahun
2012 tentang penerapan SMK SMK 3.
Nah, dan ini adalah yang dimaksud dengan
PP 50 tahun 2012 tadi. PP nomor 50 tahun
2012 ini dia terdiri dari 6 bab dan tiga
lempiran.
Pada bab 1 itu berhubungan dengan
ketentuan umum tentang SMK 3 terdiri
dari tiga pasal.
Bab 2
terdiri dari 12 pasal. Terdapat enam
bagian di dalam bab 2 ini.
Mulai bagian kesatu itu ketentuan umum 3
pasal. Bagian kedua, penetapan kebijakan
dua pasal. Bagian ketiga, perencanaan
ketiga satu pasal.
Bagian keempat
pelaksanaan perencanaan ketiga 4 pasal
bagian kelima pemantauan dan evaluasi
kinerja ketiga 1 pasal bagian keenam
peninjauan dan peningkatan kinerja
ketiga satu pasal.
Bab 3 penilaian dan sistem ketiga ini
ketika adanya proses audit dua pasal bab
4 pengawasan 3 pasal
bab 5 ketentuan peralihan satu pasal bab
6 ketentuan penutup 1 pasal terdapat
tiga lampiran di dalam PP 50 tahun 2012
ini.
Lampiran yang pertama berhubungan dengan
pedoman penerapan sistem manajemen K3.
Lampiran dua, pedoman penilaian
penerapan SMK 3.
Tabel satunya kriteria pada tingkat
penerapan SMK 3. Tabel 2-nya penilaian
tingkat penerapan SMK 3 tadi. Lampiran 3
formulir laporan audit SMK 3.
Tujuan penerapan SMK 3 itu sendiri apa?
Yang pertama meningkatkan efektivitas
perlindungan keselamatan dan kesehatan
kerja yang terencana, terukur,
terstruktur, dan terintegrasi.
Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja
dan penyakit akibat kerja. Nah, ini
penting banget ya karena memang SMK 3
itu
tujuan utamanya untuk mencegah
terjadinya kecelakaan kerja
ataupun penyakit yang ditimbulkan akibat
pekerjaan yang melibatkan semua unsur
yang ada di perusahaan mulai dari level
manajemen sampai level terendah buruh.
Yang ketiga, menciptakan tempat kerja
yang aman, nyaman, dan efisien untuk
mendorong produktivitas.
Selanjutnya penerapan SMK 3. Nah, inilah
istilahnya
aturan
ya penerapan SMK 3 itu wajib.
Nah, ini sudah ada kata wajib bagi
perusahaan yang mempekerjakan
pekerja atau buruh paling sedikit 100
orang atau kurang dari 100 orang tapi
memiliki potensi bahaya tinggi.
Seperti itu.
Oke. Yang kedua, ketentuan mengenai
tingkat potensi baya tinggi sesuai
dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Dalam menerapkan SMK3 wajib berpedoman
pada peraturan pemerintah ini dan
peraturan perundang-undangan serta dapat
memperhatikan konvensi atau standar
internasional lainnya.
Nah, kalau SMK 3 ini istilahnya itu
adalah standar Indonesia di bidang
ketiga.
Kalau di luar negeri itu dinamakan
dengan ISO 45001.
Pernah dengar mungkin ya? ISO 45001 itu
adalah standar K3 internasional.
Seperti itu, Teman-teman sekalian.
Oke, selanjutnya
sebentar.
Oke, selanjutnya ada lagi lima prinsip
dasar dan 12 elemen yang ada di SMK 3
yang wajib kita terapkan ketika kita
akan melaksanakan ataupun membangun
sistem manajemen ketiga.
Oke, lima prinsip dasarnya yaitu
adanya penetapan kebijakan K3.
Nah, ini dia
penetapan kebijakan K3. Ini adalah
elemen yang pertama. Yang kedua,
perencanaan K3. Nah, perencanaan ini kan
otomatis yang berhubungan dengan
program-program kita. Dari mana program
K3 ini bisa kita ambil? Kita bisa
ambilnya dari Hira yang kita kerjakan.
Karena sama-sama yang kita ketahui, Hira
itu kan mengatur ya atau menganalisa
alur bisnis perusahaan.
Nah, di dalam hirar kan nanti ada
upaya-upaya pengendaliannya
yang dari eliminasi, substitusi dan
sebagainya tadi itu. Nah, dari sanalah
bisa kita adopsi untuk menciptakan
program K3 yang akan kita laksanakan di
perusahaan kita.
Selanjutnya, setiap ada perencanaan
tentu wajib ada pelaksanaannya.
Dari setiap rencana tadi itu mungkin
tidak semuanya bisa dilaksanakan.
Kenapa? Banyak faktor
waktu
manajemen
SDM yang belum bagus.
Yang ketiga,
budget.
Yang keempat,
dukungan dari top manajemen.
Nah, seperti itu. Itu pasti kendala di
dalam pelaksanaan rencana ketiga.
Terutama yang paling signifikan itu
adalah budget dan komitmen dari level
top manajemen.
Selanjutnya pemantauan dan evaluasi
kinerja. K3.
Setelah kita melaksanakan
rencana ketiga kita tadi itu, otomatis
kita wajib melakukan pemantauannya
ya. Ataupun bisa dikatakan ini adalah
pengawasan.
Setelah kita melaksanakannya, kita awasi
tentu wajib di evaluasi. Apa tujuan dari
evaluasi tadi? Menurut teman-teman
sekalian,
evaluasi ini sama dengan audit.
Ya, setiap ada evaluasi itu pasti
dinamakan dengan audit. Jadi, audit itu
tujuannya untuk apa?
Untuk mencari lemahnya, Pak.
Betul. Untuk mencari
lemahnya,
lag-nya di mana?
untuk mengetahui bobrok sistem kita di
mana, untuk mencari kekurangan sistem
kita di mana. Nah, itulah fungsi dari
audit
sistem manajemen ketiga tadi.
Seperti itu, Rekan-rekan sekalian.
Nah, yang kelima, peninjauan dan
peningkatan kinerja SMK 3. Peninjauan
berarti itu wajib dilihat dan diketahui
oleh level top manajemen. Tujuan apa?
Agar setelah dilakukan audit kan
otomatis ada temuan temuan. Benar
enggak?
Setiap audit pasti kita menemukan
temuan. Nah, itulah fungsinya kita
membuat laporannya agar si level top
managemen itu membaca,
mengetahui,
agar teman-teman tadi itu segera
dilakukan closing-nya
ya. Agar apa? agar perbaikan tadi itu
perbaikan yang diharapkan tadi itu bisa
terjadi.
Nah, tapi kan banyak
level manajemen itu nanti alasannya
budget kita sudah tidak ada
ya. Teman-temuan tadi ini tidak ada di
dalam anggaran budget kita paling baru
bisa dilakukan di tahun mendatang.
Nah, itu sudah alasan klasikal.
dari level manajemen.
Oke, itu adalah lima prinsip dasar ya,
lima prinsip dasar SMK 3. Nanti kalau
ditanya oleh resor, teman-teman bisa
menjawab. Yang pertama penetapan
kebijakan ketiga. Yang kedua,
perencanaan ketiga. Yang ketiga,
pelaksanaan rencana ketiga.
Yang keempat
pemantauan dan evaluasi kinerja ketiga.
Yang kelima,
peninjauan dan peningkatan kinerja SMK 3
tadi.
Lalu ada lagi yang dinamakan dengan 12
elemen SMK 3. Nah, 12 elemen ini ini dia
dari yang nomor 1 sampai ke-12
ada yang berhubungan dengan pembangunan
dan pemeliharaan komitmen. Ini yang
berhubungan dengan adanya atau tidaknya
kebijakan K3L di perusahaan. Teman-teman
sekalian, kebijakan K3L itu
ditandatangani oleh pimpinan tertinggi
perusahaan.
Apakah itu CEO-nya ataupun direktur
utamanya.
Yang kedua,
pembuatan dan pendokumentasian rencana
ketiga. Itu masuk ke elemen yang kedua.
Jadi, Teman-teman sekalian pada intinya
elemen ini inilah yang akan kita lakukan
penerapan di masing-masing departemen
ketika kita akan membangun sistem
manajemen ketiga. Nah, inilah
petunjuknya. Kan teman-teman bingung ya.
Aduh, perusahaan saya belum ada sistem
manajemen ketiga. Saya harus mulai dari
mana?
Saya harus ngapain di sini?
Nah, PP nomor 50 tahun 2012 itu adalah
guide, petunjuk bagaimana caranya
teman-teman sekalian akan membangun,
akan melaksanakan, akan merencanakan,
dan mau mulai dari mana dalam membangun
sistem manajemen ketiga perusahaan.
Itulah fungsi dari PP nomor 50 tahun
2012 tadi.
Yang ketiga elemennya adalah
pengendalian
perancangan dan pengendalian kontrak.
Nah, ini kerjaannya Mas Rizal ini
ya.
Biasanya orang perkurmen pasti nanti
akan kerja sama dengan orang legal.
Selanjutnya pengendalian dokumen. Yang
kelima, pembelian dan pengendalian
produk. Ini kerjaan Mas Rizal juga nih
ya, Mas Rizal ya.
Iya, Pak.
Ya, karena berhubungan dengan pur
purchasing
ya. Purchasing itu adalah sebuah
departemen yang dilema kalau di
perusahaan.
Kenapa saya bisa katakan seperti itu?
Kalau dia transaksi dapat harga yang
bagus itu dipuji oleh manajemen
ya. Tapi coba aja kalau barang yang
dibelinya bosok
yang dicerca oleh manajemen. Jadi
simalah
ya
dapat harga bagus,
quality belum tentu bagus.
Iya.
Nah, seperti itu ya. Pokoknya si orang
purchase ini kayak orang pasar lah
istilahnya.
Harus pandai negosiasi
ya dan menjadi salah satu departemen
yang dicurigai kalau di perusahaan.
Purchas dikatakan sebagai departemen
lahan basah.
Ya, itu departemen selalu dicurigai di
perusahaan.
purchasing lah itu dia.
Oh, dapat vendor murah.
Wah, dapat nih, dapat jatah nih. Katanya
menang nih dapat jatah nih orang
purchasnya. Nah, pasti gitu. Makanya
jauh kan obrolan kita dari itu.
Makanya sulitnya di orang purchas di
perusahaan seperti itu, Teman-teman
sekalian. selalu dicurgahi ya karena
memang mereka salah satu lembaga yang
istilahnya
apa ya konsumtif
ya. Kalau di pemerintahan itu seperti
MBG teman sekalian
ya lahan basah.
Nah seperti itu kata orang ya. Tapi kan
kita enggak tahu di dalamnya seperti
apa. Mencari vendor enggak semudah itu
teman-teman sekalian ya. Kalau misalkan
kita orang purchas pasti kita wajib ada
perbandingan vendor itu minimal tiga
ya. Enggak ada misalkan kalau kita
misalkan mau Sutiana
Pak Purches saya butuh ini Pak tolong
dicarikan ya enggak mungkin dia akan
cari satu vendor langsung disetujui oleh
manajemen. Enggak mungkin pasti diminta
harus ada perbandingannya.
Vendor A, vendor B, vendor C. dilihat
harga mana yang terbagus, kualitas yang
terbaik
seperti itu.
Lalu yang keenam, berhubungan dengan
keamanan bekerja. Yang ketujuh,
pengeluan material dan perpindahannya.
sampai ke tahap
pengelolaan material dan perpindahan
material tadi itu juga wajib kita
masukkan unsur ketiga di dalamnya.
Muncul pertanyaan, "Pak, kenapa Pak di
bagian purchase harus ada juga unsur
ketiga, Pak?" Ya, tentulah teman-teman
sekalian. Contohnya ketika kita beli
barang
bahan-bahan kimia itu wajib ada MS
DS-nya.
Ya, jadi si orang purchase tadi itu
ketika merequest barang, mereka juga
harus memperhatikan di barang tersebut
apakah ada MSDS atau tidak. MSDS tahu
material safety data sheet.
Nah, makanya saya katakan tadi semua
sektor departemen yang ada di perusahaan
itu wajib ya nanti terkontrol penerapan
ketiga di dalamnya.
Makanya saya bilang teman-teman sekalian
ya ke peserta-peserta lain juga
sebelumnya. Ketika teman-teman sekalian
memilih jalan sebagai orang ketiga,
teman-teman sekalian harus siap menjadi
public enemy.
Ya, teman-teman sekalian harus siap
menjadi orang yang tidak disukai di area
kerja.
Ya, begitulah nasib menjadi orang
ketiga.
Ya, enggak ada orang yang suka dengan
orang ketiga.
Karena di dalam paradigma berpikir
mereka, kita sebagai orang ketiga itu
adalah tukang yang ngerecokin pekerjaan.
Nah, seperti itu.
Enggak ada orang yang suka dengan orang
ketiga di lapangan.
Berhati hatilah.
Oke, selanjutnya kita lihat lagi.
Oke, setelah kita melakukan penerapan
dari SMK 3 tadi melalui lima prinsip
dasar dan 12 elemen tadi, maka bagaimana
caranya kita melakukan pembuktian bahwa
penerapan SMK 3 kita itu sudah baik atau
tidak. Ya, tentunya dengan adanya
audit.
Audit itu terdiri dari audit internal
dan audit
eksternal.
Internal audit SMK 3 yang dipimpin nanti
proses auditnya oleh seorang ahli
auditor SMK 3 perusahaan yang telah
tersertifikasi
Kementerian Ketenaga. kerjaan
auditor SMK 3 Kamnakar namanya.
Itu adalah seorang yang akan memimpin
audit internal SMK 3.
Lalu bagaimana Pak apabila di perusahaan
tersebut belum ada seorang auditor SMK
3? Nah, biasanya perusahaan dalam
membangun ataupun akan melaksanakan
audit SMK 3, dia akan membantu atau akan
meminta bantuan nanti ke pihak ketiga.
Pihak ketiga yaitu berupa konsultan
ya, konsultan untuk membantu proses
audit SMK 3 nantinya
seperti itu.
Eksternal. Nah, audit internal ini juga
berfungsi nantinya sebagai
persiapan kita dalam menghadapi audit
eksternal istilahnya gladiiknya lah
ya seperti itu. Jadi sebelum kita
melaksanakan audit eksternal di mana
audit eksternal ini nantinya akan
dilakukan oleh lembaga audit
yang telah ditunjuk oleh Kamnaker
Kementerian Tenaga Kerja ataupun bisa
dikatakan lembaga audit yang resmi di
bawah Kementerian Ketenagakerjaan yang
mana audit audit lembaga audit inilah
nanti akan membantu kita dalam proses
penerbitan
sertifikasi SMK 3 perusahaan kan.
Nah, seperti itu teman-teman sekalian.
Oke.
Audit SMK 3. Untuk pembuktian penerapan
SMK3 dapat dilakukan audit melalui
lembaga audit independen yang ditunju
oleh Menteri Tenaga Kerja. Audit
meliputi elemen-elemen SMK 3. Yang
ketiga, perusahaan yang dinilai wajib
untuk diaudit berdasarkan pertimbangan
tingkat risiko bahayanya.
mekanisme audit SMK3 ya, Teman-teman
sekalian. Jadi
ini adalah kualifikasi
perusahaan seperti apa yang wajib
melakukan sertifikasi SMK 3 perusahaan.
Oke, ada tiga jenis perusahaan yang
wajib melak yang istilahnya bukan wajib
ya. Ada tiga macam kualifikasi
perusahaan
yang bisa melaksanakan atau
mengadakan sertifikasi SMK 3 perusahaan.
Yang pertama,
perusahaan yang secara sukarela minta
dilakukan audit SMK 3. Nah, ini biasanya
perusaha-perusahaan yang membutuhkan
untuk
tender
ya. Jadi dia butuh sertifikat SMK3 untuk
tender,
untuk memandangkan tender di klien.
Itulah karakteristik perusahaan yang
pertama.
Yang kedua, perusahaan yang bergerak di
bidang dengan potensi bahaya tinggi.
Jadi tanpa diminta sama sekali, dia
sudah otomatis wajib melakukan audit SMK
3-nya seperti
perusahaan yang bergerak di bidang
pertbangan minyak dan gas bumi itu tanpa
tanpa meminta tanpa diminta dia sudah
otomatis wajib audit SMK 3 ataupun
sertifikasi SMK 3.
Yang ketiga,
perusahaan yang mempunyai potensi bahaya
tinggi berdasarkan penetapan Dirjen atau
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi.
Nah, seperti itu.
Jadi, dia
ditunjuk
karena dinyatakan layak untuk
melaksanakan sertifikasi SMK 3
perusahaan.
Oke, ini adalah 18 lembaga audit yang
diakui oleh Kementerian Ketenagakerjaan.
Ada 18 lembaga audit.
Jadi, ini kira-kira lembaga audit yang
bisa teman-teman pakai nanti ke
depannya.
kriteria audit SMK 3. Nah, audit SMK 3
itu juga memiliki kriteria yang harus
kita penuhi. Jadi, dia ada tiga macam
kriterianya.
Yang pertama, penilaian tingkat awal
perusahaan
menerapkan sebanyak 64 kriteria.
Yang kedua, penilaian tingkat transisi
perusahaan menerapkan sebanyak 122
kriteria
untuk audit SMK 3-nya.
Yang ketiga, penilaian tingkat lanjutan.
ini yang level tertingginya 166 kriteria
yang akan ataupun wajib dipenuhi
perusahaan ketika audit SMK 3.
Oke, ini dia kriteria pada tingkat
penerapan SMK3.
Bisa dilihat teman-teman sekalian.
Jadi tadi kan kita terdapat 12 elemen
SMK 3 ya. Bisa dilihat ya ada 12 elemen
nih. Nah, dari tiap elemen ini itu nanti
akan terbagi lagi menjadi
subelemen namanya.
Nah, ketika kita akan mengambil yang 64
kriteria, maka inilah klausul-klausul
yang akan ataupun harus kita laksanakan,
Pak. Kode-kode klausul ini di mana bisa
kita lihat, Pak, ada pada lampiran dua
pada PP nomor 50 tahun
2012. Nanti bisa teman-teman lihat di
sana ya, silakan download peraturannya
itu ada
klausul klausul ini di dalamnya.
Misalkan pada elemen yang pertama
pembangunan dan pemilihan komitmen.
Inilah yang harus kita penuhi semua
klausulnya.
Jadi
ini kan tingkat rendah, sedang, dan
tinggi.
Ketika kita ngambil yang ini yang
sedang, kita wajib memenuhi juga yang
rendahnya.
Ketika kita memenuhi atau mengambil yang
60 166 kriteria yang tertinggi,
kita juga wajib memenuhi kriteria pada
64 kriteria dan 122
kriteria.
banyak sekali bukan?
Nah, makanya tidak sembarang perusahaan
yang bisa mengajukan ataupun melakukan
audit SMK3 untuk mendapatkan sertifikasi
SMK3 perusahaan.
Penilaian SMK 3. Penilaian penerapan SMK
3 dilakukan oleh lembaga audit
independen tadi yang 18 lembaga audit
itu bisa melakukannya. Tinggal pilih
yang maunya yang mana.
Lalu untuk perusahaan yang memiliki
potensi bahaya tinggi wajib melakukan
penilaian penerapan SMK3 sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
Nah, ini adalah berdasarkan tingkat
nilai ya. Jadi kita audit setiap ada
audit pasti ada nilainya.
Oke,
jadi nilainya itu terbagi menjadi tiga
kriteria. Y
Resume
Read
file updated 2026-02-13 12:50:04 UTC
Categories
Manage