Training AK3U BNSP | Day 4 | 22 Januari 2026
B3qFRFqfaSI • 2026-01-23
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Oke, baik. Selamat malam Bapak-bapak sekalian. Ee izin untuk ee menyalakan kameranya karena kita akan mulai untuk training hari ini. Oke, bisa dinyalakan kameranya? Oke. Baik, kita mulai Bapak-bapak. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik, selamat malam. Salam sejahtera untuk kita semua. Baik, pada malam hari ini Bapak-bapak kita akan mengikuti training di hari terakhir ya di skema ahli K3 umum BNSP hari terakhir dan saya cek tadi untuk tugasnya sudah masuk semua ya. Alhamdulillah tepat waktu dan semoga besok bisa dilancarkan untuk ee aktivitas ujian sertifikasinya. Oke, untuk ee hari ini ee kita ada beberapa materi lagi dari Pak Hendra dan untuk penjelasan mengenai ujian sertifikasi besok itu akan saya sampaikan di akhir training hari ini. Jadi, Bapak-bapak sekalian tetap standby sampai ee sesi training hari ini berakhir. Seperti itu. Oke. Baik, sebelum kita mulai kita cek sound dulu nih Bapak-bapak seperti yang sudah ee pernah disampaikan ya sama Bu Dita dan Pak Sidik ee terkait yel-yelnya. Masih ingat ya ee apapun sertifikasinya nanti Bapak-bapak jawab CAC solusinya itu saya ee sebutkan CAC pasti lebih kompeten gitu. Masih ingat ya Bapak-bapak untuk yyelnya? Silakan untuk bisa dinyalakan mikrofonnya nih yang masih mute. Oke, kita tes untuk yelnya. Boleh lihat 3 2 1 apapun sertifikasinya CC solusinya solusinya CAC solus pasti lebih pasti kompeten. Oke, ada yang lupa juga nih. Kita ulang sekali lagi. 3 2 1 apapun sertifikasinya CAC solusi CAC pasti kompeten CAC pasti pasti kompeten kompeten pasti kompeten oke sekali lagi yang lebih kompak 1 2 3 apapun sertifikasinya CAC solusinya CC solusinya CAC pasti pasti kompeten pasti kompeten Oke, terima kasih Bapak sekalian. Okeya sudah makin semangat nih untuk ee training hari ini. Oke, selanjutnya kita ambil sesi dokumentasi. Boleh lihat ke kamera seperti biasa. Salam cendekia. Oke, saya hitung 3 2 1. Oke, sekali lagi. Pose salam kompeten seperti ini. Seperti ini boleh 3 2 1. Oke. Baik, terima kasih Bapak-bapak sekalian. Oke, kita lanjut untuk materi hari ini terakhir dari Pak Hendra. Kepada Pak Hendra dipersilakan. Baik. Terima kasih Bu Sifa atas kata sambutannya dan pembukaan pada malam hari ini. Baik teman-teman sekalian, kita di hari terakhir ya SD mulai training ini dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik, sudah dikumpulkan ya semuanya ya ditit-nya. Mantap ya. Wah, pastiana sepertinya rambut baru ini. [tertawa] Lebih kenclong ya. Oke, karena efek malam Jumat kayaknya ini. [tertawa] Oke. Baik, Bapak-bapak sekalian, kita masuk di materi yang terakhir pada malam hari ini ya. Ada sisa tiga materi lagi. Yang pertama itu berhubungan dengan APD, alat pelindung pelindung diri. Hanya pelindung ya, bukan memastikan kita untuk selamat ya. Dia hanya sifatnya melindungi, mengurangi efek, mengurangi dampak. Misalkan yang seharusnya kalau kita terbentur itu memar jadi tidak. Nah, itu salah satu contohnya. Baik, APD. Apa itu APD? Nah, berdasarkan pemenaker nomor 8 tahun 2010, APD adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja. Betul ya? Hanya sebagian. Contohnya apa? Helm. Helm. Ada mukanya enggak? Betul. Muka kelihatan purung ya. Tempurung belakang tengkorak kita tidak tercover. Kenapa? Kalau mau tercover semuanya, kenapa saat bekerja enggak pakai helm motor aja? Hel [tertawa] kan? Tercover semuanya ya kan? Nah, tapi itu semua tidak untuk peruntukannya ya. Kenapa? Yang pertama kalau kita bekerja sambil menggunakan helm motor itu menyebabkan tidak nyaman, berat ya, lalu mengurangi indra pendengaran kita ya. Kita menjadi tidak tidak fokus. Pada gambar banyak banget ya terlihat ya ada safety cover apa namanya ini yang pernah pakai apa apron mungkin ya bukan nih yang kayak baju bengkel baju monyet park Pak Wepak wepak wpepak oke ini airplak irmafirmaf plugplak Pakplak. Oke. Ini IRMAF. IRMAF. Ini seragam kerja. Kerja ini apa nih? Septi apa? Setisus. Tisus. Setisus. Ini tuh apa apa apa namanya spes spesial spal spesial helm berwarna-warni safety helmet sarung tangan respirator safety body arnas arnas. Oke, kita lihat lagi tujuan penggunaan APD yang pertama untuk meminimalkan akibat kecelakaan kerja. Nah, seperti yang saya sampaikan tadi di awal meminimalkan akibat ya tidak untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Hanya meminimalkan efek apabila terjadi kecelakaan. untuk meminimalkan gangguan fisik yaitu telinga, mata, kulit kepala, kepala pusing, dan ceplelah. Mengamankan tubuh bagian dalam, jantung, paru, dan yang lain-lainnya. Penggunaan APD. APD itu biasa digunakan ketika kita bekerja di area terbuka, di ketinggian, ruangan terbatas, bekerja di daerah yang berbahaya dan beracun. Istilah kita bekerja yang kontak langsung dengan bahan kimia yang berbahaya dan beracun. Bekerja di pabrik, bekerja di air. Apakah itu di atas air ataupun di dalam air? Apa pekerjaan yang berlangsung di dalam air? Apa pekerjaan yang berlangsung di dalam air? Welding underwater. Welding underwater. Oke. Dikira mau jawab berenang tadi. Oke. Baik. Selanjutnya ini merupakan salah satu anomali ya anomali penggunaan APD di lapangan. Nah, bisa dilihat ya ini mungkin di negara-negara yang sifatnya masih berkembang dalam penerapan ketiganya. Jadi salah satunya PD itu dianggap tidak penting sama sekali. Nah, dia menggunakan plastik untuk melindungi wajahnya ketika melakukan proses penggerindaan. Tidak menggunakan helm ketika di area kerja karena mungkin tidak ada juga ya difasilitasi. Dan ini salah satu contohnya ini sering terjadi juga ya di pre-proyek konstruksi di Indonesia terutama untuk orang yang melakukan assembly besi ya acap kali ditemukan. sarung tangan itu sudah enggak layak pakai tapi tetap digunakan ya kalau kita melakukan asembly besi ya kayak kita pembengkokan besi pelurusan dan sebagainya itu akan cepat memakan sarung tangan kenapa ya pertama karena faktor kita bekerja kasar ya dengan kualitas fisik dari si besi tadi dan juga si besi itu juga mengandung bendung panas akibat terpapar dari cahaya matahari tadi. Persyarceratan APD sesuai dengan jenis bahaya yang dihadapi. Ya, enggak mungkin kalau kita asal asalan menggunakan FPD ya. Karena misalkan kalau kita enggak butuh, ngapain kita gunakan? Kalau enggak sesuai pula potensi bahaya yang dihadapi, mengapa harus kita pakai? Nah, lalu terbuat dari material yang tahan dari bahaya tersebut. memiliki konstruksi yang kuat, tidak meningkatkan risiko bagi pemakainya, tidak mengganggu APD yang lain bersamaan dipakai oleh si pekerja. Contohnya gimana? Tidak penganggu APD lain ketika dipakai secara bersamaan. Apa contohnya? Ayo. Apa? Helm. Ya, helm berborangan digunakan dengan irmaf. Bisa apa enggak? Jaringannya si bisa apa tidak? Enggak, Pak. Bisa, Pak. Bisa. Tapi tidak bisa menggunakan irm yang ada seperti ini. Iya. Tapi dia yang langsung dicantolkan ke sisi telinga helm. Betul. Nah, itu bisa. Nah, lalu apaagi? Penggunaan masker ketika proses pengelasan. Ya, masker itu penting di saat proses pengelesan karena si pekerja selalu kontak langsung dengan asap asap las ya. Makanya itu disarankan di JSA maupun dihira penggunaan masker. Dasar hukum terkait APD ini apa saja? Nah, yang pertama Undang-Undang nomor 1 1970 tentang keselamatan kerja, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, PP nomor 50 tahun 2012 tentang SMK3, sistem manajemen K3, Perman nomor 8 tahun 2010 tentang alat pelindung diri. Standar ANC atau ICE ini standar dari luar negeri. Banyak aturan yang berhubungan dengan APD. Keterbatasan dari APD itu apa saja? Yang pertama terbatas daerah yang dilindunginya, terbatas kemampuannya, terbatas jenis bahaya yang dilindungi, terbatas waktu pemakaian. APD itu ada massa, kadar luarsanya. Helm, sakti helm itu masa kedua rasanya adalah 5 tahun. Untuk cangkrangnya ini itu 5 tahun. Tapi suspensi yang di dalamnya yang berbentuk jaring, Teman-teman tahu ada jaring di dalam helm itu per 6 bulan atau per 1 tahun itu wajib diganti. Nah, jadi suspensi di dalam jaring-jaring helm itu yang wajib selalu diganti. Sepatu safety masa expire 1 tahun enggak digunakan sepatu safety itu dalam 1 tahun dia akan lapuk bagian tapak kakinya misalkan kita dapat jatah saf-safti dari kantor terus kita bawa pulang enggak pernah sama sekali kita gunakan 1 tahun kemudian dia akan hancur sendiri bagian tapaknya. Nah, karena memang sifat safety tadi itu safety sus tadi itu memiliki massa expire-nya. Manajemen APD mengidentifikasi kebutuhan dan syarat APD. Nah, ini berhubungan dengan matriks APD tadi. Pemilihan APD sesuai dengan kebutuhan kenyamanan para pekerja. Melaksanakan pelatihan, penggunaan perawatan, dan penyimpanan. penatalaksanaan pembuangan atau pemusnahannya ketika sudah tidak digunakan. Lalu melakukan pembinaan inspeksi dan evaluasi serta pelaporannya. Nah, ini adalah contoh dari sebuah matriks alat pelindung diri. Mungkin saya akan berikan contoh ya. terkait matriks alat pendung diri ini. Oke, sudah terlihat. Oke, terlihat. Nah, ini adalah yang dinamakan dengan matriks penggunaan alat pelindung diri. Apa fungsi dari matriks ini? Fungsinya untuk menghitung kebutuhan APD yang dibutuhkan oleh para pekerja di lokasi kerja sesuai dengan job das pekerjaannya. Nah, saya berikan contoh ini adalah projek pembersihan tangki timbun di area Pertamina. Nah, bisa dilihat ini adalah kolom bagian pekerja yang terlibat dalam pekerjaan pembersihan tangki timbun tadi. Ada penanggung jawab GM, admin, supervisor perencanaan, PM, ASM manager, sentimen, medis, pelaksana lapangan, welder, pekerja tukang. semuanya ada. Nah, di kolom ke sebelah kanan itu adalah jenis-jenis APD-nya. Nah, bisa dilihat helm hampir semua sektor job pekerjaan itu membutuhkan. Nah, ini angka 1, 1 dan 5 itu adalah jumlah helm yang akan direquest berdasarkan jumlah tenaga kerja yang ada di lapangannya. Jadi, kalau GM-nya cuma ada satu orang, berarti request-nya helm satu orang. Lalu set Google, seti kacamata yang clear, open bening bisa dilihat semuanya juga ngerequest plug tidak ada melakukan requestan karena ini sifatnya hanya pembersihan tangki timbun. Jadi si ear plug tidak dibutuhkan. Jadi plugnya tidak direquest sama sekali. Oke. Lalu Irma juga tidak dibutuhkan, juga tidak sama sekali. Masker. Nah, masker karena dibutuhkan karena ini merupakan pembersihan tangkai timbun, maka dilakukanlah request maskernya dari masing jumlah tenaga kerja. Sarung tangan pun yang tidak merekes itu sama sekali adalah seorang welder. Wer tidak perlu sarung tangan katun. Tapi di di sarung tangan las welder ada kebutuhannya. Nah, seperti itu. Oke, sampai sini paham yang berhubungan dengan matriks APD. Nah, nanti di bawahnya itu adalah jumlah APD yang dibutuhkan. Untuk helm jumlahnya 15 seperti Google 15 berdasarkan jumlah tenaga kerja yang terlibat di pekerjaan tersebut berdasarkan job titelnya masing-masing. Oke, selanjutnya daftar dan jumlah jenis APD. Nah, ini bisa dilihat teman-teman sekalian ini sama seperti tahapan pembuatan JSA yang kolom sebelah kiri. Pekerjaan persiapan, mobilisasi alat kerja, dokumentasi, sewa perancah, dan sewa pompa. Apa PD yang dibutuhkan? Bisa dilihat. Jadi, setiap urutan pekerjaan kita juga menganalisa kebutuhan APD apa saja yang dibutuhkan. Nah, seperti itu. Oke, inilah yang dinamakan dengan matriks APD. Matriks PD itu digunakan untuk proses penganalisaan dan pengadaan APD menyesuaikan pekerjaan yang dilakukan dan jumlah tenaga kerja yang ada di pekerjaan tersebut. Nah, karena matriks APD ini muncul di dit teman-teman sekalian ya. Saya lupa di kelompok berapa? Kelompok dua ya. Matriks AP KPD ya. Ya, seperti itu. Oke. Balik lagi ke materinya. Oke, selanjutnya kita mengenal jenis-jenis dari APD. Yang pertama adanya pengaman mata, pengaman wajah, P protection, pengaman terjatuh, volve protection, pengaman tangan, hand protection, pengaman telinga, hearing protection, pengaman pernapasan respiratory protection pengaman kaki, safety sus, pakaian kerja pack, pengaman kepala safety helmet Nah, ini adalah jenis dari pengaman mata. Ada safety Google. Safety Google ini benar enggak? Safety safety glass ini safety Google. Ini apa? Sett juga tapi yang kacanya berwarna hitam. Apa yang membedakannya? Fungsinya yang membuat beda. Yang hitam itu digunakan di saat pekerjaan dilakukan di siang hari atau di tempat yang cahayanya intensitasnya tinggi ataupun silau. Gunakanlah yang berwarna hitam. yang berwarna clear ataupun bening itu digunakan saat kita bekerja di malam hari atau di tempat yang cahayanya lebih redup ataupun remang-remang. Nah, makanya kita menggunakan tipe masing-masing menyesuaikan kondisi area kerjanya. Lalu ada lagi pengaman wajah. Pengemuan wajah dibagi menjadi dua. Yang pertama ada apa namanya? Welding welding mass ataupun topeng las. Lalu ada lagi face shield. Nah, shield. Oke. Menurut teman-teman sekalian, menggerinda itu seharusnya pakai fesal apa cukup kacamata aja? Fal, Pak. Fil. Betul. Fal ya. Sepakat ya. Kenapa kita harus menggunakan fesil? Yang pertama untuk melindungi mata dan permukaan wajah dari percikan gram-gram. Gram gerinda itu nanti ada dari mana? asalnya dari percikan-percikalan api hasil dari pemotongan menggunakan gerinda. Yang selanjutnya melindungi wajah ketika terjadi pecahan batu gerinda. Jadi dia enggak langsung menancap ke wajah kita. Itulah fungsi dari si Fal tadi pengaman terjatuh ataupun biasanya kita kenal dengan F protection. Oke. Ataupun bisa kita kenal dengan apa? Safety full body hardness. Ada yang pernah menggunakan? Pernah, Pak. Pernah. Pernah, Pak. Berat lumayan. Lumayan. Makin mahal harganya, makin berat setel bodynessnya. Makin bagus kualitasnya. Yang pernah teman-teman coba yang satu lanyar apa dua lanyar? Yang satu cantolan apa dua cantolan? Dua. Dua hook. Dua hook. Oke. Dua lar ya. Nah, kenapa penggunaan seti full body itu lebih disarankan yang dua lanyar? Karena untuk menjamin ketika seseorang bekerja di ketinggian melakukan perpindahan. Betul. Jadi ketika kita pindah kita contoh dulu satu lepas satu. I nanti contoh lagi lepas lagi yang di belakang yang ketinggal tadi. Itu fungsionalnya. Jadi ketika terjadi gempa bumi, getaran pada scaffoldingnya ataupun tekanan angin yang kencang, seseorang itu tidak akan terjatuh. Nah, juga penggunaan seperti BRness yang untuk body harness cantolan belakang itu disarankan yang menggunakan absorber. Iya. Apa fungsinya dan kenapa harus menggunakan yang absorber? Apabila terjadi seseorang jatuh dari ketinggian, absorber itu akan mereduksi mengurangi efek dari hantaman, kejutan ya, Pak. Iya, kejutan karena kita melawan gravitasi. Nah, apa fungsinya untuk menahan kejutan agar selangkangan kita itu tidak trauma? Apakah itu nanti akan retak ataupun pa patah itu gunanya ada yang upsob tadi. Nah, itu untuk setful bodyness l belakang cantolan belakang. Nah, Teman-teman sekalian untuk harganya itu minimal yang kualitas biasa-biasa aja itu Rp350.000 sudah dapat. satu safety full body harness ya. Yang paling bagus itu ada mereknya 3M petsel itu harganya R50 sampai R1 juta. Nah, lalu kita mengenal lagi ada safety body harness yang cantolannya depan yang ada kalau di bagian pantatnya tempat untuk duduk. Jadi ketika orang bekerja di ketinggian bergelantungan dia bisa sambil seperti orang sedang duduk. Nah, seperti pada gambar ini setiap diarnas cantolan depan ya itu digunakan untuk orang yang bekerja di seutas tali. Di mana biasanya kita lihat ya gedung-gedung, Pak. gedung-gedung tinggi ya yang kayak Spider-Man ya yang dia kerjanya membersihkan kaca-kaca luar gedung ya pekerjaan bertaruh dengan dengan nyawa nyawa mereka itu teman-teman sekalian tergantung di talinya ini. Nah, untuk setul barness cantolan depan itu harga minimal yang termurah itu Rp1.500.000. Itu yang paling murah. Yang termahal mereknya Petzel itu kira-kira di Rp2.500 up ya. seperti itu harganya sebanding dengan resiko yang dihadapinya. Oke, selanjutnya pengaman telinga. Irmaf yang mana? Irmaf atas. Atas. Irma ini ir plak plakplak. Oke, perbedaan earplug dan earmaf yang paling signifikan itu di bagian frekuensi suara kemampuan meredam suaranya. Nah, earmaf lebih efektif dibandingkan dengan ear plug karena dia dapat meredam suara itu 40 sampai 50 de desibel. Ear plug hanya mampu meredam suara 25 sampai 30 desibel. Nah, makanya ketika orang bekerja di kebusingan yang tinggi dia lebih disarankan menggunakan misalkan kita bekerja di 1205 desibel selama 8 jam kerja ya. Sedangkan nilai ambang batasnya berapa kemarin? Kalau 8 jam kerja. Kalau 8 jam kerja berapa nilai? Nilai angang batasnya 80. 80 berapa? 85, Pak. 85 desibel. Nah, kita bekerja di 125 desibel. kita gunakan sif selama 8 jam akan mengurangi kebisingan mencapai 50 desibel. Berarti 125 desibel tadi tingkat kebisingannya dengan menggunakan IRMF jadi berapa jadinya? Kurang 50 berapa? 75 I 75 desibel desibel di bawah ambang batas aman aman kalau kita menggunakan ear plug di 125 tadi dikurang 30 desibel kemampuannya cuma jadi berapa apa 5 desibel di atas nilai ambang ambang batas tetap bakalan budek telinga kita. Oke, respiratory protection melindungi pekerja dari paparan zat berbahaya seperti bahan kimia, kabut, debu, dan uap, maupun asap. Nah, bisa dilihat teman-teman sekalian ada yang SCBA. Ini masker apa namanya? Masker COVID ya. Maskir apa? N berapa? Ayo. Udah lupa nih kayaknya. N berapa masker ini? N95. [tertawa] Oke. Ketika zaman COVID harganya bisa mencapai ratusan ratusan ribu ya. Iya. Enggak langka enggak dulu masker di awal-awal COVID ya gila ya harganya ya enggak pakai masker disksi ya udah kayak orang bodoh kita di zaman COVID ya. [tertawa] Oke. Nah, kalau yang di bawah ini dinamakan dengan respirator. Respirator fungsinya ya. Terutama untuk orang yang bekerja di bidang pengecatan, debu. disarankan untuk menggunakan respirator. Jadi di dalam respiratornya ini itu terdapat filter yang wajib diganti tiap harinya. Jadi keamanan bernapas seseorang tergantung dari filter yang ada di dalamnya. Nah, seperti itu. Hand protection manfaatnya melindungi jari-jari tangan dari api, suhu panas atau dingin, radiasi, arus listrik, bahan kimia, dan yang lainnya. Ini sarung tangan apa ini? Sarung tangan apa? Ngelas. Buat ngelas. Serung tangan las ini fit fiter ya. Ini bisa untuk serontan fitter, serontangan orang scaffolding, scaffolder ini karet. Iya, karet. Iya. Untuk apa? Chemical handling. Untuk toilet bisa. Betul. Chemical handling. Betul sekali. Chemical handling. Oke. Ini ser tangan sejuta umat. Iya. Enggak semua orang bisa menggunakan. Nah, pertanyaannya bintik-bintiknya di atas apa di bawah? Penggunaannya bawah, Pak. Bawah. Di bawah. Pak. Oke. Masih ada menemukan orang masang di atas? Sering, Pak. Sering. Kenapa itu bisa terjadi? Kurang pemahaman kayaknya, Mah. Kurang pemahaman ya, kurang training ya, kurang adanya seminar dan sebagainya ya. Pasti itu ada aja orangnya walaupun dia laki-laki ya. Kalau cewek okelah ya bisa kita maklumi dia menggunakan bintik-bintik di atas. Tapi cowok masih ditemukan juga yang menggunakan bintik-bintik di atas itu sedikit heran kita ya, Teman-teman sekalian ya. Itu masih banyak ditemui ya. Terutama kalau kita ya di area kerja lah ya yang ramai banget tenaga kerjanya itu pasti banyak kita temukan. Nah, terus sarung tangan tinju menurut teman-teman sekalian APD apa tidak sarung tangan tinju? APD, Pak, untuk di atas ring Pak. itu di atas ringas ring. Iya, di atas ring mereka bekerja apa enggak? Kerja, Pak. Bekerja berarti itu masuk A PD APD. [tertawa] Iya enggak? Iya. Dia di ring itu bertinju itu cari duit apa enggak? Cari duitlah. Cari duit kan? Cari duit. Berarti yang digunakannya itu APD. Nah, orang yang bertinju di tasring, apa-apa aja APD yang digunakannya? Nih buat gigi. Nah, pelindung gigi. Pelindung gigi ya. Pelindung gigi itu fungsinya untuk apa? Fungsinya untuk apa? Tanya agar tidak terkena gusi, Pak. Betul. Agar tidak terkena gigi biar enggak ompong giginya. Betul sekali. Agar tidak ompong, tidak patah ya ketika bertinju tadi. Nah, seperti itu. Lalu apa lagi APD yang digunakannya? Nah, sepatunya gimana? Sepatu orang petinju. Iya, Pak. Itu APD juga, Pak. APD juga, tapi dia masuk sepatu lateks ya. Sepatu biasa ya. Heeh. Anti slip. Benar itu anti slip. Karena kan kalau di atas ring orang berkeringatan jatuh di ringnya itu bisa menyebabkan tergelincir. F protection. Oke. Ada lagi jenis pekerjaan entertainment tapi dia menggunakan PD. Apalagi apa kira-kira? Orang skateboard. skateboard juga. Iya. Tapi yang paling riskan dan potensi bahaya tinggi itu di mana? Di skateboard. Ya enggak? Iya. Skateboard tinggi enggak potensi bahayanya? Tinggi. Tinggi dia tinggi. Apa-apa aja APD yang digunakannya? Ee pelindung dengkul. Pelindung dengkul. Ya. Pelindung dengkul kaki tangan. Ini apa namanya? Ini siku. Siku. Siku apalagi? Helm. Ada lagi? Sepatu. Oke. Itu jenis hobi ya. Walaupun sekarang skateboard itu sudah masuk ke dalam apa? Olah olahraga. Olahraga. Di ASEAN ya. ASEAN Games skateboard itu masuk ke dalam cabornya. Ya, apalagi contoh APD yang digunakan untuk entertainment apa? Apa kira-kira? Ada lagi skateboard udah, Tinju udah. Ee apa ya? olahraga yang tek kondo tekondo ini dariung dada ya. Oh iya betul. Olahraga yang itu Pak yang bolanya ee rada enggak bulat itu apa ya namanya? Saya lupa dah. Bolanya enggak bulat yang pakai tangan itu bolanya. Oh, saya lupa dah itu apa namanya. Kalau di rugby, Pak. Iya, ragbi. Iya, American Football. Iya, itu dia. Iya, American Football ya. Itu sangat tinggi. Iya, itu sangat tinggi. Kalau teman-teman suka komiknya ataupun animenya itu ada tuh American Football. Iya, benar. Yang dia pakai mukanya pelindung seperti besi. Iya. Iya. ya. Karena memang di American Football itu mereka beradu kontak kontak fisik ya seperti itu. Nah, yang paling rentan itu sekarang apa? UFC juga turun ya. UFC itu rentannya sangat tinggi. Iya. Ya enggak apa yang digunakannya cuma pelindung pelindung gigi aja. Pelindung gigi. Iya. itu bisa dikatakan olahraga dengan risiko yang sangat sangat tinggi. Berbahaya sekali itu. Karena dia kan istilahnya tarung tarung lepas. Betul. Berbahaya sekali. Iya berbahaya. Kadang kan mungkin ya ini di luar konteks sedikit kadang mereka sudah jatuh tetap di dihajar juga ya. Itu sangat sangat berbahaya sekali itu. Oke. Setisus. Nah, pertanyaan saya enggak jauh-jauh. Apa merek seperti SUS yang teman-teman gunakan? King. King. King KW berapa? [tertawa] King KW berapa? KW berapa Kingnya? Tahu tuh, Pak. King Rp350.000, R00.000 [tertawa] ya. King ori itu di 700800 ya. Di pasaran ada yang 350 4,5. Nah. Apalagi mere sepatu yang lain yang digunakan teman-teman sekalian. Mas Rifki. Nah, Krisbo. Mas Rifki di saat magang apa? Safety-nya enggak ada ya kalau magang ya? Enggak ada, Pak. Oh iya, sepatu kasual ya paling ya sepatu safety boat saja karena kebanyakan ke gudang, Pak. Oh, warehouse. Heeh. Oke. Oke. Ee sepatu bootnya itu yang ada besinya apa enggak? Ee enggak sih, Pak. Kalau pas itu saya ya biasa aja ya. Iya biasa aja. Sepatu ke sawah ee yang kayak di ini, Pak. Di apa? Di PPT ini, Pak. Warna kuning ya. Oke. Betulbetul. Jadi setbot itu terbagi menjadi dua. Ada setbot yang lek full. Nah, untuk di area construction konstruksi saftibot itu dia diwajibkan ada besi di sini ya to cap dan juga wajib ada besi di tapak kakinya. Fungsinya apa? Untuk melindungi kaki pekerja dari benturan. Untuk melindungi kaki pekerja dari hantaman paku. Benar-benar tajam. Tapi kan yang kita temukan di lapangan beda cerita ya. Iya, Pak. Safety board-nya ya. Safety board ke sawah. Karena sepatu yang kuning itu berat sekali ya, Pak. Iya, memang berat. Terutama kalau sudah nginjak ee lumpur ya udah. Iya. Kebenam-kebenam dah ya. Tapi kan enggak nyaman juga sih. Iya, enggak nyaman emang. Tapi kan fungsinya terlihat. Iya. ya memang bikin enggak nyaman, berat ya, menghambat langkah kaki, tapi kan fungsionalnya yang dilihat di situ. Nah, itu yang dikatakan tadi enggak ada orang yang menggunakan APD itu yang nyaman. Emang ada teman-teman sekalipun gunakan APD pasti ada dilepas kan. Yakin saya. Contohnya apa? Helm sering dilepas enggak? Pasti ya? Enggak. Enggak. Kadang helm di lapangan untuk apa? Untuk cebok. Cebok. Ya, benar. Untuk untuk cebok. Terus apalagi? Untuk tempat duduk di kalau lagi di lapangan ngobrol ya. Jadi tempat duduk tuh helm. Nah, kalau kalau sama pekerja tukang-tukang ya kadang itu helm jadi jadi buku gambar gambar. Iya, memang itu yang kita temukan di lapangan. Makanya kan di saat serah terima APD, ada form serah terima, ada aturan-aturan di dalam form tersebut. Contohnya APD wajib dirawat, APD tidak boleh dicoret-coret. Ya, pasti ada kayak gitu bunyi formnya bagi perusahaan yang telah melaksanakan SOP-nya. SOP APD. Nah, oke. Selanjutnya, nah ini ya ini helm dikonstruksi bisa migas bisa sebagainya bisa. Ini helm khusus untuk pemanjat petsel ini biasa banyak digunakan oleh operator Indome, operator tower talcomsel dan sebagainya. Oke, Teman-teman sekalian pakai hel mana? Ini yang atas, Pak. Atas. Standarnya apa? MSA ya. Ada MSA, ada SNI ya. Apa warna helm, Teman-teman sekalian di lokasi kerja? Pak Sutiana putih biru, biru. Tergantung jabatan sih, Pak. Pak Rizal. Enggak pakai, Pak, di kantor. Kalau ke lapangan pakai putih, Pak. Biasanya putih. Pasutisna saya merah, Pak. Merah. Pas Rifki biasanya biru, Pak. Untuk tamu saya, Pak. Tu, ya, visitor. Iya. Oke. Pertanyaannya timbul, Pak. Kenapa banyak di setiap perusahaan itu helmnya berbeda-beda warna, Pak? Tergantung jabatan. Ya, enggak? Iya, Pak. Kenapa manajer itu identik warnanya putih? Kenapa teknisi itu kuning? Kenapa tukang itu kuning? Kenapa orang SE merah? Kan gitu ya muncul pertanyaannya. Apakah ada standarnya, Pak? Tidak ada. Tidak ada standar warna helm di lokasi kerja itu enggak ada teman-teman sekalian. Itu hanya kebijakan perusahaan. Itu hanya sebuah kebiasaan. Karena biasanya melihat oh di konstruksi orang ketiganya pakai helm warna merah. Ya udah pada ng udah pada latah semua. Jadi SE itu udah pakai warna merah aja. Ya, helm merah, seragam merah, celana merah ya. Jang jangan-jangan sampai dalaman juga merah itu. Nah, seperti itu, Teman-teman sekalian, ya. Itu hanya sebuah kebiasaan ya. Penggunaan APD dengan warna tertentu itu tidak ada aturan khususnya. di aturan hukumnya itu juga tidak ada ya. Jadi itu hanya kebijakan kebijakan tersendiri oleh perusahaan. Lalu selanjutnya ada lagi pakaian kerja yang dikenal dengan apron. Ini safety safety face ataupun apa namanya? Rom, Rompi ya. Rompi sekarang pun Pak Ogah pun di jalan juga banyak yang menggunakan rompi ya. Pak Ogah loh tahu Pak Ogah kan? Tahu, Pak. Yang sering banyak di persimpangan persimpangan Karawang, Bekasi banyak banget ya. Oke. Apa fungsi dari rompi ini sebenarnya? ya karena ada skotletnya apa itu biar orang bisa melihat dari jarak jauh. Iya. Fungsinya terutama untuk bekerja di malam hari. Di pertambangan ini juga sangat penting teman-teman sekalian ya. Karena kan di pertambangan itu menggunakan mobil-mobil besar ya takutnya enggak kelihatan kelinda satu orang. Ya, seperti itu. Makanya kalau di pertambangan itu kan teman-teman lihat ya, mobil operasional mereka itu tiangnya tinggi tinggi. Tiang bendera maksud saya ya. Ting bendera kan ada tuh di masing-masing mobil tambang. Tingginya bisa 3 sampai 5 m. Apa fungsinya? Untuk memberitahu kendaraan yang besar bahwa ada mobil kecil yang melintas. Jadi enggak kelindas seperti itu. Pemusnahan APD. APD yang rusak retak atau tidak dapat berfungsi dengan baik harus dibuang. Helm kalau sudah ada retakan itu wajib diganti walaupun masa expire-nya 5 tahun. Jadi misalkan masa expire panjang tapi sudah tidak layak wajib diganti. Makanya ketika teman-teman sekalian merequest APD itu harus ada spare-nya. Jangan pas-pasan. Kenapa enggak boleh pas-pasan? Takutnya nanti di tengah perjalanan pekerjaan ada para pekerja yang resign atau ngilang gitu aja seperti itu. Oke, ada yang mau bertanya? Materinya tentang APD sudah berakhir. Ada yang mau bertanya terkait APD? APD kemarin di dalam hierarki pengadilan risiko masuk ke bagian yang terendah ya. Iya. Tidak paling bawah. Paling bawah tidak e tidak efektif. Benar enggak? Benar. Logikanya gini, Teman-teman sekalian. Orang yang enggak ikut pelatihan pun tahu APD itu wajib digunakan di lokasi kerja. Nah, jadi nanti yang membedakan teman-teman sekalian dengan orang yang tidak training ataupun sertifikasi jangan menggunakan dikit-dikit di JSA, dikit-dikit dibikin APD. langkah pengendaliannya. Kalau kita udah tenaga kerja yang sudah kompeten, yang sudah training dan sertifikasi, jangan didikit pembuatan manajemen risiko itu dengan APD, APD, APD. Terus APD itu yang paling tidak efektif ya. Sedangkan metode hierarki pengendalian risiko itu ada lima. Apa saja? Elias. Apalagi rekayasa yang nomor dua dulu. Jangan lompat ketiga langsung. Yang kedua apa? Subtitusi. Substitusi. Habis itu rekayasa. Yang keempat administrasi kontrol. Administrasi kontrol. Yang kelima baru si APD. APD. nih. Oke ya seperti itu ya. PD itu bagian terendah. Oke kita lanjut lagi ke materi yang selanjutnya. Kalau tidak ada pertanyaan. Ke naon et teh? Kita masuk ke dalam pertanyaan ee mohon maaf ke materi selanjutnya dengan unit kompetensi berjudul mengevaluasi pemenuhan persyaratan dan prosedur ketiga atau biasanya kita kenal dengan audit SMK3, sistem manajemen K3. Nah, menurut rekan-rekan sekalian di perusahaan, rekan-rekan sekalian sudah menerapkan SMK 3 apa tidak? Sudah menerapkan sistem manajemen K3 apa tidak? Bagaimana, Pak? Saya tanya satu-satu Pak Sutisna. di perusahaan Patusina saat ini sudah menerapkan SMK3 apa tidak? Sistem manajemen ketiga atau tidak? Sudah ada apa enggak sistem manajemen ketiganya? Belum ada sih, Pak. Ee baru mulai dibenahi tahun ini. Mulai dibenahi tahun ini karena kebutuhan project ya. Iya, benar sekali. Makanya saya didaftarin ke K3 ini [tertawa] biar ada ininya ya. Iya. Biar ada apa ya namanya ya? Biar biar sayaah. Iya biar ada penanggung jawab lah ya. Iya biar ada penanggung jawabnya karena owner kita ee minta itu dipenuhi. Oke ada lagi Mas Rizal? Sudah ada sistem ketiganya? Sudah, Pak. Seharusnya, Pak. Sudah ada. Ya, kalau di bagian Inkah perkara terapian itu sudah ada tapi belum terlalu ketat. Nah, seperti itu. Dia baru sebatas punya sistem manajemen ketiga tapi belum tersertifikasi SMK 3 namanya. Mungkin tahun-tahun ke depannya bisa jadi sertifikasi SMK 3 perusahaan. Jadi yang dimaksud dengan sistem manajemen ketiga itu apa? Nah, sistem manajemen ketiga itu nanti akan kita lihat pengertiannya. Nah, SM ketiga adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan. secara keseluruhan ya ini perlu kita garis bawahi secara keseuruhan dalam rangka pengadilan risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan pro produktif. Jadi SMK ketiga itu dia tidak hanya dikerjakan oleh ataupun dipedulikan oleh satu departemen K3 aja, tapi semua departemen yang ada di dalam perusahaan harus saling berkesinambungan, saling bersinergi ya untuk melaksanakan dan menciptakan kondisi lingkungan kerja yang aman dan nyaman. Lalu kita lihat lagi audit SMK 3 yaitu pemeriksaan secara sistematis dan independen terhadap pemenuhan kriteria yang telah ditetapkan untuk mengukur suatu hasil kegiatan yang telah direncanakan dan dilaksanakan dalam penerapan SMK 3 di perusahaan. Jadi setelah si perusahaan ini dia telah menerapkan sistem manajemen ketiganya bertahun-tahun ya dia ada dinamakan nanti prosesnya PDCA tahu PDCA P plan D do CCK Action Plan dock action rencanakan lakukan lakukan apalagi evaluasi action melakukan tindakan perubahannya. Nah, seperti itu latar belakang kenapa kebijakan SMK 3 itu muncul dan digalakkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan. ketenagakerjaan yang pertama. K3 masih belum mendapatkan perhatian yang mewadai dari semua pihak. Betul apa tidak? Betul enggak? K3 itu masih displayin. Iya, Pak. Betul. Teman-teman sekalian merasa enggak ada perusahaannya sendiri seperti itu? Merasa enggak? Maksudnya gimana? Iya, Pak. Merasa enggak ketiga itu masih sepele banget? Iya, ketiga itu hanya sebatas tulisan aja. Nah, betul ya. Mas Rizal pun yang skala Bu MN sekalipun juga merasakan Mas Rizal ya. Iya, Pak. Iya. Ya, istilahnya K3 itu hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas. Ya, itu memang hampir di semua sektoral industri perusahaan-perusahaan baik skala besar maupun kecil. Ketiga, itu hanya sebagai hiasan aja. Ketika ditanya apakah sistem ketiganya ada? Ada berjalan, berjalan. Dievalisi enggak? Enggak. Diperbaiki enggak? Enggak. Jadi hanya sebatas pameran aja. Yang kedua, kecelakaan kerja yang terjadi relatif masih tinggi. Betul enggak? Kejadian kecelakaan kerja tuh relatif tinggi. Yang terlaporkan yang enggak dilaporin gimana? Yang disembunyi-sembunyiin kecelakaan kerjanya pasti ada. Banyak pasti. Percaya enggak teman-teman sekalian kalau terjadi kecantakan kerja dia didiam-diamin disun-sembunyiin? Ah, seperti itu berbahayanya ya. Yang ketiga, pelaksanaan pengawasan ketiga masih bersifat parsial. Nah, ini saya katakan tadi kepada Mas Rizal, K3 itu masih bersifat parsial, Teman-teman sekalian. Dia hanya menyentuh aspek buruh dan pekerja. ke level manen belum. Padahal di dalam alurnya manajemen ini sangat terlibat kan. Dia yang tanda tangan. Betul enggak? Dia yang mengesahkan. Nah, makanya yang dibilang dengan aturan dibuat untuk dilanggar itu itulah dia. Yang keempat, rentahnya komitmen pimpinan perusahaan dalam hal ketiga. Ya, sering kita temui. Kenapa? Karena ketiga itu identik dengan budget. Jadi ketika si manajemen tidak komitmen, si manajemen tidak mau mengeluarkan budget, manajemen tidak mau mendukung dalam proses penerapannya, jangan harap teman-teman sekalian bisa survive. akan sulit sekali membangun budaya K3 di lingkungan perusahaan yang level manajemennya tidak mendukung. Sama aja istilahnya teman-teman sekalian pergi ke medan perang tapi enggak dibekali dengan senjata. Yang kelima, kualitas tenaga kerja berkorelasi dengan kesadaran atas ketiga. Ya, itu betul sekali tadi contohnya yang kita bahas. Masih banyak ditemukan para pekerja itu tidak tahu cara penggunaan APD ya. Salah satunya tadi kayak penggunaan sarung tangan katun di mana penggunaan binti-bintinya di atas bukan di bawah. Lalu masih banyak juga orang yang tidak paham cara menggunakan saf body harness. Nah, itu salah satu bentuknya masih rendahnya ya tingkat kesadaran dan tingkat pengetahuan di bidang ketiga tadi itu. Yang keenam, tuntutan global dalam perlindungan tenaga kerja yang diterapkan oleh komunitas perlindungan hak buruh. Pasal 27 ayat 2 Undang-Undang 1945. Dasar hukumnya bisa kita lihat ada Undang-Undang Nomor 1970 dan PP 50 tahun 2012 tentang penerapan SMK SMK 3. Nah, dan ini adalah yang dimaksud dengan PP 50 tahun 2012 tadi. PP nomor 50 tahun 2012 ini dia terdiri dari 6 bab dan tiga lempiran. Pada bab 1 itu berhubungan dengan ketentuan umum tentang SMK 3 terdiri dari tiga pasal. Bab 2 terdiri dari 12 pasal. Terdapat enam bagian di dalam bab 2 ini. Mulai bagian kesatu itu ketentuan umum 3 pasal. Bagian kedua, penetapan kebijakan dua pasal. Bagian ketiga, perencanaan ketiga satu pasal. Bagian keempat pelaksanaan perencanaan ketiga 4 pasal bagian kelima pemantauan dan evaluasi kinerja ketiga 1 pasal bagian keenam peninjauan dan peningkatan kinerja ketiga satu pasal. Bab 3 penilaian dan sistem ketiga ini ketika adanya proses audit dua pasal bab 4 pengawasan 3 pasal bab 5 ketentuan peralihan satu pasal bab 6 ketentuan penutup 1 pasal terdapat tiga lampiran di dalam PP 50 tahun 2012 ini. Lampiran yang pertama berhubungan dengan pedoman penerapan sistem manajemen K3. Lampiran dua, pedoman penilaian penerapan SMK 3. Tabel satunya kriteria pada tingkat penerapan SMK 3. Tabel 2-nya penilaian tingkat penerapan SMK 3 tadi. Lampiran 3 formulir laporan audit SMK 3. Tujuan penerapan SMK 3 itu sendiri apa? Yang pertama meningkatkan efektivitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi. Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Nah, ini penting banget ya karena memang SMK 3 itu tujuan utamanya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja ataupun penyakit yang ditimbulkan akibat pekerjaan yang melibatkan semua unsur yang ada di perusahaan mulai dari level manajemen sampai level terendah buruh. Yang ketiga, menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, dan efisien untuk mendorong produktivitas. Selanjutnya penerapan SMK 3. Nah, inilah istilahnya aturan ya penerapan SMK 3 itu wajib. Nah, ini sudah ada kata wajib bagi perusahaan yang mempekerjakan pekerja atau buruh paling sedikit 100 orang atau kurang dari 100 orang tapi memiliki potensi bahaya tinggi. Seperti itu. Oke. Yang kedua, ketentuan mengenai tingkat potensi baya tinggi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam menerapkan SMK3 wajib berpedoman pada peraturan pemerintah ini dan peraturan perundang-undangan serta dapat memperhatikan konvensi atau standar internasional lainnya. Nah, kalau SMK 3 ini istilahnya itu adalah standar Indonesia di bidang ketiga. Kalau di luar negeri itu dinamakan dengan ISO 45001. Pernah dengar mungkin ya? ISO 45001 itu adalah standar K3 internasional. Seperti itu, Teman-teman sekalian. Oke, selanjutnya sebentar. Oke, selanjutnya ada lagi lima prinsip dasar dan 12 elemen yang ada di SMK 3 yang wajib kita terapkan ketika kita akan melaksanakan ataupun membangun sistem manajemen ketiga. Oke, lima prinsip dasarnya yaitu adanya penetapan kebijakan K3. Nah, ini dia penetapan kebijakan K3. Ini adalah elemen yang pertama. Yang kedua, perencanaan K3. Nah, perencanaan ini kan otomatis yang berhubungan dengan program-program kita. Dari mana program K3 ini bisa kita ambil? Kita bisa ambilnya dari Hira yang kita kerjakan. Karena sama-sama yang kita ketahui, Hira itu kan mengatur ya atau menganalisa alur bisnis perusahaan. Nah, di dalam hirar kan nanti ada upaya-upaya pengendaliannya yang dari eliminasi, substitusi dan sebagainya tadi itu. Nah, dari sanalah bisa kita adopsi untuk menciptakan program K3 yang akan kita laksanakan di perusahaan kita. Selanjutnya, setiap ada perencanaan tentu wajib ada pelaksanaannya. Dari setiap rencana tadi itu mungkin tidak semuanya bisa dilaksanakan. Kenapa? Banyak faktor waktu manajemen SDM yang belum bagus. Yang ketiga, budget. Yang keempat, dukungan dari top manajemen. Nah, seperti itu. Itu pasti kendala di dalam pelaksanaan rencana ketiga. Terutama yang paling signifikan itu adalah budget dan komitmen dari level top manajemen. Selanjutnya pemantauan dan evaluasi kinerja. K3. Setelah kita melaksanakan rencana ketiga kita tadi itu, otomatis kita wajib melakukan pemantauannya ya. Ataupun bisa dikatakan ini adalah pengawasan. Setelah kita melaksanakannya, kita awasi tentu wajib di evaluasi. Apa tujuan dari evaluasi tadi? Menurut teman-teman sekalian, evaluasi ini sama dengan audit. Ya, setiap ada evaluasi itu pasti dinamakan dengan audit. Jadi, audit itu tujuannya untuk apa? Untuk mencari lemahnya, Pak. Betul. Untuk mencari lemahnya, lag-nya di mana? untuk mengetahui bobrok sistem kita di mana, untuk mencari kekurangan sistem kita di mana. Nah, itulah fungsi dari audit sistem manajemen ketiga tadi. Seperti itu, Rekan-rekan sekalian. Nah, yang kelima, peninjauan dan peningkatan kinerja SMK 3. Peninjauan berarti itu wajib dilihat dan diketahui oleh level top manajemen. Tujuan apa? Agar setelah dilakukan audit kan otomatis ada temuan temuan. Benar enggak? Setiap audit pasti kita menemukan temuan. Nah, itulah fungsinya kita membuat laporannya agar si level top managemen itu membaca, mengetahui, agar teman-teman tadi itu segera dilakukan closing-nya ya. Agar apa? agar perbaikan tadi itu perbaikan yang diharapkan tadi itu bisa terjadi. Nah, tapi kan banyak level manajemen itu nanti alasannya budget kita sudah tidak ada ya. Teman-temuan tadi ini tidak ada di dalam anggaran budget kita paling baru bisa dilakukan di tahun mendatang. Nah, itu sudah alasan klasikal. dari level manajemen. Oke, itu adalah lima prinsip dasar ya, lima prinsip dasar SMK 3. Nanti kalau ditanya oleh resor, teman-teman bisa menjawab. Yang pertama penetapan kebijakan ketiga. Yang kedua, perencanaan ketiga. Yang ketiga, pelaksanaan rencana ketiga. Yang keempat pemantauan dan evaluasi kinerja ketiga. Yang kelima, peninjauan dan peningkatan kinerja SMK 3 tadi. Lalu ada lagi yang dinamakan dengan 12 elemen SMK 3. Nah, 12 elemen ini ini dia dari yang nomor 1 sampai ke-12 ada yang berhubungan dengan pembangunan dan pemeliharaan komitmen. Ini yang berhubungan dengan adanya atau tidaknya kebijakan K3L di perusahaan. Teman-teman sekalian, kebijakan K3L itu ditandatangani oleh pimpinan tertinggi perusahaan. Apakah itu CEO-nya ataupun direktur utamanya. Yang kedua, pembuatan dan pendokumentasian rencana ketiga. Itu masuk ke elemen yang kedua. Jadi, Teman-teman sekalian pada intinya elemen ini inilah yang akan kita lakukan penerapan di masing-masing departemen ketika kita akan membangun sistem manajemen ketiga. Nah, inilah petunjuknya. Kan teman-teman bingung ya. Aduh, perusahaan saya belum ada sistem manajemen ketiga. Saya harus mulai dari mana? Saya harus ngapain di sini? Nah, PP nomor 50 tahun 2012 itu adalah guide, petunjuk bagaimana caranya teman-teman sekalian akan membangun, akan melaksanakan, akan merencanakan, dan mau mulai dari mana dalam membangun sistem manajemen ketiga perusahaan. Itulah fungsi dari PP nomor 50 tahun 2012 tadi. Yang ketiga elemennya adalah pengendalian perancangan dan pengendalian kontrak. Nah, ini kerjaannya Mas Rizal ini ya. Biasanya orang perkurmen pasti nanti akan kerja sama dengan orang legal. Selanjutnya pengendalian dokumen. Yang kelima, pembelian dan pengendalian produk. Ini kerjaan Mas Rizal juga nih ya, Mas Rizal ya. Iya, Pak. Ya, karena berhubungan dengan pur purchasing ya. Purchasing itu adalah sebuah departemen yang dilema kalau di perusahaan. Kenapa saya bisa katakan seperti itu? Kalau dia transaksi dapat harga yang bagus itu dipuji oleh manajemen ya. Tapi coba aja kalau barang yang dibelinya bosok yang dicerca oleh manajemen. Jadi simalah ya dapat harga bagus, quality belum tentu bagus. Iya. Nah, seperti itu ya. Pokoknya si orang purchase ini kayak orang pasar lah istilahnya. Harus pandai negosiasi ya dan menjadi salah satu departemen yang dicurigai kalau di perusahaan. Purchas dikatakan sebagai departemen lahan basah. Ya, itu departemen selalu dicurigai di perusahaan. purchasing lah itu dia. Oh, dapat vendor murah. Wah, dapat nih, dapat jatah nih. Katanya menang nih dapat jatah nih orang purchasnya. Nah, pasti gitu. Makanya jauh kan obrolan kita dari itu. Makanya sulitnya di orang purchas di perusahaan seperti itu, Teman-teman sekalian. selalu dicurgahi ya karena memang mereka salah satu lembaga yang istilahnya apa ya konsumtif ya. Kalau di pemerintahan itu seperti MBG teman sekalian ya lahan basah. Nah seperti itu kata orang ya. Tapi kan kita enggak tahu di dalamnya seperti apa. Mencari vendor enggak semudah itu teman-teman sekalian ya. Kalau misalkan kita orang purchas pasti kita wajib ada perbandingan vendor itu minimal tiga ya. Enggak ada misalkan kalau kita misalkan mau Sutiana Pak Purches saya butuh ini Pak tolong dicarikan ya enggak mungkin dia akan cari satu vendor langsung disetujui oleh manajemen. Enggak mungkin pasti diminta harus ada perbandingannya. Vendor A, vendor B, vendor C. dilihat harga mana yang terbagus, kualitas yang terbaik seperti itu. Lalu yang keenam, berhubungan dengan keamanan bekerja. Yang ketujuh, pengeluan material dan perpindahannya. sampai ke tahap pengelolaan material dan perpindahan material tadi itu juga wajib kita masukkan unsur ketiga di dalamnya. Muncul pertanyaan, "Pak, kenapa Pak di bagian purchase harus ada juga unsur ketiga, Pak?" Ya, tentulah teman-teman sekalian. Contohnya ketika kita beli barang bahan-bahan kimia itu wajib ada MS DS-nya. Ya, jadi si orang purchase tadi itu ketika merequest barang, mereka juga harus memperhatikan di barang tersebut apakah ada MSDS atau tidak. MSDS tahu material safety data sheet. Nah, makanya saya katakan tadi semua sektor departemen yang ada di perusahaan itu wajib ya nanti terkontrol penerapan ketiga di dalamnya. Makanya saya bilang teman-teman sekalian ya ke peserta-peserta lain juga sebelumnya. Ketika teman-teman sekalian memilih jalan sebagai orang ketiga, teman-teman sekalian harus siap menjadi public enemy. Ya, teman-teman sekalian harus siap menjadi orang yang tidak disukai di area kerja. Ya, begitulah nasib menjadi orang ketiga. Ya, enggak ada orang yang suka dengan orang ketiga. Karena di dalam paradigma berpikir mereka, kita sebagai orang ketiga itu adalah tukang yang ngerecokin pekerjaan. Nah, seperti itu. Enggak ada orang yang suka dengan orang ketiga di lapangan. Berhati hatilah. Oke, selanjutnya kita lihat lagi. Oke, setelah kita melakukan penerapan dari SMK 3 tadi melalui lima prinsip dasar dan 12 elemen tadi, maka bagaimana caranya kita melakukan pembuktian bahwa penerapan SMK 3 kita itu sudah baik atau tidak. Ya, tentunya dengan adanya audit. Audit itu terdiri dari audit internal dan audit eksternal. Internal audit SMK 3 yang dipimpin nanti proses auditnya oleh seorang ahli auditor SMK 3 perusahaan yang telah tersertifikasi Kementerian Ketenaga. kerjaan auditor SMK 3 Kamnakar namanya. Itu adalah seorang yang akan memimpin audit internal SMK 3. Lalu bagaimana Pak apabila di perusahaan tersebut belum ada seorang auditor SMK 3? Nah, biasanya perusahaan dalam membangun ataupun akan melaksanakan audit SMK 3, dia akan membantu atau akan meminta bantuan nanti ke pihak ketiga. Pihak ketiga yaitu berupa konsultan ya, konsultan untuk membantu proses audit SMK 3 nantinya seperti itu. Eksternal. Nah, audit internal ini juga berfungsi nantinya sebagai persiapan kita dalam menghadapi audit eksternal istilahnya gladiiknya lah ya seperti itu. Jadi sebelum kita melaksanakan audit eksternal di mana audit eksternal ini nantinya akan dilakukan oleh lembaga audit yang telah ditunjuk oleh Kamnaker Kementerian Tenaga Kerja ataupun bisa dikatakan lembaga audit yang resmi di bawah Kementerian Ketenagakerjaan yang mana audit audit lembaga audit inilah nanti akan membantu kita dalam proses penerbitan sertifikasi SMK 3 perusahaan kan. Nah, seperti itu teman-teman sekalian. Oke. Audit SMK 3. Untuk pembuktian penerapan SMK3 dapat dilakukan audit melalui lembaga audit independen yang ditunju oleh Menteri Tenaga Kerja. Audit meliputi elemen-elemen SMK 3. Yang ketiga, perusahaan yang dinilai wajib untuk diaudit berdasarkan pertimbangan tingkat risiko bahayanya. mekanisme audit SMK3 ya, Teman-teman sekalian. Jadi ini adalah kualifikasi perusahaan seperti apa yang wajib melakukan sertifikasi SMK 3 perusahaan. Oke, ada tiga jenis perusahaan yang wajib melak yang istilahnya bukan wajib ya. Ada tiga macam kualifikasi perusahaan yang bisa melaksanakan atau mengadakan sertifikasi SMK 3 perusahaan. Yang pertama, perusahaan yang secara sukarela minta dilakukan audit SMK 3. Nah, ini biasanya perusaha-perusahaan yang membutuhkan untuk tender ya. Jadi dia butuh sertifikat SMK3 untuk tender, untuk memandangkan tender di klien. Itulah karakteristik perusahaan yang pertama. Yang kedua, perusahaan yang bergerak di bidang dengan potensi bahaya tinggi. Jadi tanpa diminta sama sekali, dia sudah otomatis wajib melakukan audit SMK 3-nya seperti perusahaan yang bergerak di bidang pertbangan minyak dan gas bumi itu tanpa tanpa meminta tanpa diminta dia sudah otomatis wajib audit SMK 3 ataupun sertifikasi SMK 3. Yang ketiga, perusahaan yang mempunyai potensi bahaya tinggi berdasarkan penetapan Dirjen atau Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi. Nah, seperti itu. Jadi, dia ditunjuk karena dinyatakan layak untuk melaksanakan sertifikasi SMK 3 perusahaan. Oke, ini adalah 18 lembaga audit yang diakui oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Ada 18 lembaga audit. Jadi, ini kira-kira lembaga audit yang bisa teman-teman pakai nanti ke depannya. kriteria audit SMK 3. Nah, audit SMK 3 itu juga memiliki kriteria yang harus kita penuhi. Jadi, dia ada tiga macam kriterianya. Yang pertama, penilaian tingkat awal perusahaan menerapkan sebanyak 64 kriteria. Yang kedua, penilaian tingkat transisi perusahaan menerapkan sebanyak 122 kriteria untuk audit SMK 3-nya. Yang ketiga, penilaian tingkat lanjutan. ini yang level tertingginya 166 kriteria yang akan ataupun wajib dipenuhi perusahaan ketika audit SMK 3. Oke, ini dia kriteria pada tingkat penerapan SMK3. Bisa dilihat teman-teman sekalian. Jadi tadi kan kita terdapat 12 elemen SMK 3 ya. Bisa dilihat ya ada 12 elemen nih. Nah, dari tiap elemen ini itu nanti akan terbagi lagi menjadi subelemen namanya. Nah, ketika kita akan mengambil yang 64 kriteria, maka inilah klausul-klausul yang akan ataupun harus kita laksanakan, Pak. Kode-kode klausul ini di mana bisa kita lihat, Pak, ada pada lampiran dua pada PP nomor 50 tahun 2012. Nanti bisa teman-teman lihat di sana ya, silakan download peraturannya itu ada klausul klausul ini di dalamnya. Misalkan pada elemen yang pertama pembangunan dan pemilihan komitmen. Inilah yang harus kita penuhi semua klausulnya. Jadi ini kan tingkat rendah, sedang, dan tinggi. Ketika kita ngambil yang ini yang sedang, kita wajib memenuhi juga yang rendahnya. Ketika kita memenuhi atau mengambil yang 60 166 kriteria yang tertinggi, kita juga wajib memenuhi kriteria pada 64 kriteria dan 122 kriteria. banyak sekali bukan? Nah, makanya tidak sembarang perusahaan yang bisa mengajukan ataupun melakukan audit SMK3 untuk mendapatkan sertifikasi SMK3 perusahaan. Penilaian SMK 3. Penilaian penerapan SMK 3 dilakukan oleh lembaga audit independen tadi yang 18 lembaga audit itu bisa melakukannya. Tinggal pilih yang maunya yang mana. Lalu untuk perusahaan yang memiliki potensi bahaya tinggi wajib melakukan penilaian penerapan SMK3 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Nah, ini adalah berdasarkan tingkat nilai ya. Jadi kita audit setiap ada audit pasti ada nilainya. Oke, jadi nilainya itu terbagi menjadi tiga kriteria. Y
Resume
Categories