Transcript
BXFtfsD7F48 • Webinar Ganeca Talks Series II - Pertek: Dari Regulasi ke Realisasi
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ganecaenvironmentalservice/.shards/text-0001.zst#text/0031_BXFtfsD7F48.txt
Kind: captions
Language: id
Oke, baik. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat siang dan salam
sejahtera untuk kita semua. Saya ucapkan
selamat datang Bapak dan Ibu peserta
webinar series 2 dari seluruh penjuru
Indonesia yang telah bergabung di Rin
kali ini dalam acara webinar series 2
dari regulasi kerealisasi terkait untuk
pemanfaatan dan pembuangan air limbah
pada hari ini 17 Juli 2025. Diharapkan
selama webinar berlangsung seluruh
peserta dapat mengikuti dengan aktif dan
juga maksimal sehingga materi yang
disampaikan bisa diterima dengan baik.
Mohon juga untuk menghidupkan video dan
mematikan audio selama webinar
berlangsung. Baik, saya Syem Albaya
dengan senang hati akan memandu jalannya
webinar ini hingga selesai. Bapak dan
Ibu sekalian, sebelum dimulainya acara
webinar pada kesempatan siang hari ini
saya akan perkenalkan dua narasumber.
Dua narasumber yang luar biasa sekali
yaitu Kak Adugha Aran dan juga Kak
Noramdani.
Keduanya merupakan bagian dari tim
research and consultinga
yang telah berpengalaman luas dalam
bidang teknik lingkungan dan sudah hadir
bersama kita tentunya. Mari kita sambut
bersama. Halo, Kak. Selamat siang, Kak
Adi Fatifa.
Halo, siang Mbak Sherin.
Alhamdulillah baik sekali dan
bersemangat
pastinya. Ee semoga sehat selalu dan
semangat terus ya, Kak. Oke. Baik,
terima kasih banyak. Tanpa berlama-lama
lagi langsung saja nih kita masuk ke
sesi pemaparan. Tetapi kita juga akan
mendengarkan sedikit pemaparan dari Pak
Salsa selaku tim marketing mengenai
event-event Gamesa CH yang sudah
berlangsung di Gamesa. Jadi untuk Kak
Salsa saya silakan. Terima kasih.
Halo, selamat siang. Terima kasih Kak
Sherin atas perkenalannya. Selamat siang
Bapak dan Ibu. Salam sehat untuk kita
semua. Perkenalkan saya Salsa, mewakili
marketing dari Ganesa Environmental
Services, konsultan lingkungan berbasis
teknologi yang hadir sebagai solusi
lingkungan terpadu untuk masa depan dan
berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk
menjadi konsultan dukungan yang
terpercaya dan inovatif di Indonesia
dengan menawarkan solusi berkelanjutan
yang berbasis metodologi ilmiah yang
canggih. Dalam setiap pelayanan yang
kami berikan, kami selalu mengedepankan
integritas, profesionalisme, dan
kepuasan klien. Harapannya solusi yang
kami tawarkan tidak hanya sekedar mem
regulasi, tetapi juga mau memberikan
dampak positif yang berkelanjutan bagi
lingkungan dan masyarakat. Webinar
series ini merupakan kegiatan rutin kami
yang kedua setelah sebelumnya kami
berhasil menyelenggarakan webinar
perdana pada bulan Mei ke depannya kami
akan terus menyelenggarakan kegiatan
serupa sebagai ruang berbagi insight,
pengalaman, solusi di bidang hingkungan.
Sebagai informasi, layanan yang kami
sediakan di Ganesa Environmental
Services mencakup dokumen lingkungan,
studi lingkungan, pemantauan lingkungan,
teknologi pengolahan air dan air limbah,
dan yang terakhir ada laboratorium
lingkungan. Beberapa klien yang telah
mempercayakan layanan kepada kami
berasal dari berbagai sektor di
antaranya sektor pertambangan
seperti Sinarmas Group, PAL, Harita, dan
lainnya. Kami juga mendampingi industri
lain seperti sektor oil dan gas termasuk
Pertamina serta sektor manufaktur
seperti Paragon. Tentunya masih ada
sektor-sektor lain yang belum sempat
kami sebutkan satu persatu. Namun kami
terbuka untuk berkolaborasi dengan
berbagai jenis industri yang memiliki
komitmen terhadap keberlanjutan
lingkungan. Jika Bapak dan Ibu memiliki
kebutuhan khusus, pertanyaan atau ingin
diskusi lebih lanjut, kami persilakan
untuk menyampaikan di sesi tanya jawab
pada akhir acara. Mari kita mulai
webinar hari ini. Semoga materi yang
kami bagikan dapat bermanfaat dan
membuka peluang kerja sama yang lebih
luas di masa yang mendatang. Terima
kasih semuanya yang telah berpartisipasi
dalam webinar series dua kali ini. Saya
kembalikan ke moderator.
Oke. Baik. Terima kasih banyak Kak Salka
atas informasinya. Mungkin kita bisa
lanjut lagi ke pemaparan dari narasumber
kita.
untuk langsung memulai sesi pada siang
hari ini.
Oke, baik terima kasih eh Mbak Sherin.
Saya izin buka untuk ee acara webinar di
siang hari ini. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Ee selamat siang. Om swastiastu. Namo
buddhaya. Salam kebajikan. Eh,
perkenalkan nama saya Nurlatif Haris
Ramdani. Di sini ee kami akan sedikit
membahas terkait persetujuan teknis dari
regulasi kalalisasi terkait praktik
untuk pembuangan dan pemanfaatan air
limbah.
Oke. Baik, sekali lagi izin
memperkenalkan diri Bapak Ibu. Saya
Nurati Faria Ramdani dan saya nanti akan
dibantu oleh rekan saya Mas Adity
Adugraha.
sedikit tentang kami di Ganesa
Environmental Services ini. Kami berada
di divisi research and consulting. Di
divisi ini kami utamanya bertugas untuk
membuat dokumen maupun kajian lingkungan
yang membantu Bapak Ibu memecahkan
persoalan lingkungan yang terjadi.
Beberapa yang sering kami kerjakan
adalah dokumen pertek, kajian hidrologi,
karakterisasi air limbah, asesmen IPAL,
dan lain sebagainya.
Oke.
Baik, kembali lagi ke bahasan utama
kami. Jadi, pada kesempatan hari ini
akan ada beberapa bahasan. Dimulai dari
pembahasan umum terkait regulasi, alur,
serta jenis-jenis persetujuan teknis.
Kemudian akan ada akan ada juga studi
kasus terkait kajian teknis pembuangan
air limbah yang akan dijelaskan oleh Mas
Adit dan studi kasus standar teknis
pemanfaatan air limbah yang akan
dijelaskan oleh saya sendiri. Boleh
dilanjutkan.
Baik.
Ee apakah suara saya sudah terdengar?
Ya, ee mohon maaf sebelumnya ee saya
izin lanjutkan
sedikit background dari regulasi
persetujuan teknis ini. Ee di slide yang
tertampil terdapat perbedaan alur
pengajuan izin berdasarkan regulasi
sebelum dan setelah Undang-Undang Nomor
6 Tahun 2023 dan Peraturan Pemerintah
Nomor 22 Tahun 2021. Bapak, Ibu dapat
dilihat yang berdasarkan alur berikut
ini setelah diperbaharui alur pengajuan
izin lingkungan menjadi lebih singkat
dan lebih ee efektif ee dapat dilihat
pada diagram yang berwarna orange.
Karena memang pada dasarnya
pengintegrasian ini bertujuan untuk
membuat proses pengajuan perizinan
berusaha menjadi lebih efektif dan lebih
efisien.
Oke,
berdasarkan peraturan pemerintah nomor
22 tahun 2021 terdapat empat kegiatan
penyelenggaraan perlindungan dan
pengelolaan mutu air. Padahal ini
pengajuan izin melalui persetujuan
teknis pemenuhan baku mutu air limbah
menjadi salah satu upaya kita dalam
pencegahan pencemaran air.
Selanjutnya terkait persetujuan teknis
itu sendiri, yakni merupakan dokumen
persetujuan dari pemerintah pusat atau
pemerintah daerah yang berupa ketentuan
mengenai standar perlindungan dan
pengelolaan lingkungan hidup serta juga
analisis mengenai dampak lalu lintas
usaha dan atau kegiatan sesuai dengan
peraturan perundangan. Terminologi
pertek ini ee menggantikan IPLC atau
izin pembuangan limbah cair. Ya, mungkin
Bapak Ibu sudah lebih familiar dengan
istilah ini.
Nah, perbedaan ee antara IPLC dan Pertek
itu sendiri terletak yang pertama di ee
baku mutu air limbah yang digunakan.
Pada ini kita tidak mengacu ke ee baku
mutu air limbah yang lokal atau umum,
tetapi kita dapat mengajukan baku mutu
sesuai dengan air limbah yang kita
keluarkan. sehingga setiap perusahaan
ini berpotensi memiliki baku mutu air
limbah yang berbeda-beda. Kemudian di
dokumen pertek ini kita bergantung pada
rona awal lingkungan masing-masing
lokasi. Nah, apabila rona awal
lingkungannya sudah tercemar maka kita
harus merancang agar air limbahnya ini
ee tidak semakin mencemari lingkungan.
Nah, siapa saja sih yang perlu
mengajukan persetujuan teknis
berdasarkan Permain LH nomor 5 tahun
2021? Ee di antaranya adalah usaha dan
atau kegiatan yang wajib AMDAL atau
UKLUPL ini yang melakukan kegiatan
pembuangan dan atau pemanfaatan air
limbah. Tu ee untuk tahapan persetujuan
teknis itu kira-kira seperti apa ya?
Nah, berdasarkan pengalaman kami,
penyusunan dokumen Pertek ini dapat
dilakukan dalam waktu 3 bulan saja
ketika seluruh data yang diperlukan ee
untuk menunjang dokumen ini sudah
terkumpul semuanya. Kemudian di ee
dokumen ini dis-ubmit ke instansi
terkait bisa pusat ataupun daerah sesuai
kewenangannya. Kemudian pada tahap
validasi pengajuan yang memakan waktu
kurang lebih 1 bulan ee selanjutnya ee
dilanjutkan dengan pemaparan rencana
teknis kepada instansi yang terkait.
Kemudian sekitar 2 sampai 9 bulan
berikutnya diisi dengan penyesuaian
dokumen pertek yang berakhir pada
penerbitan SK atau surat ee keterangan
persetujuan teknis. Nah, apakah sudah
selesai disampai di sini Bapak, Ibu?
Tentu belum saja. Next.
Setelah SK perteknya terbit, maka kita
perlu mengajukan sertifikat like operasi
atau SLO. Dimulai dari komisioning dan
uji coba IPAL, kemudian dilakukan
integrasi persetujuan lingkungan. Ini
bersamaan dengan ee praktik-prik lainnya
seperti praktik emisi, praktek limbah eh
B3 atau rintech. Kemudian baru kita
dapat mengajukan SLO. Nah, pada tahap
integrasi persetujuan lingkungan ini
kita mengusahakan untuk menyertakan
rencana jangka panjang ya Bapak Ibu
mungkin sekitar 5 tahunan agar pengajuan
izin ini tidak berulang kali dan tetap
efisien untuk prosesnya.
Selanjutnya pada pengajuan SLO ini
terdapat verifikasi lapangan oleh
verifikator dan apabila kenyataan di
lapangan ini tidak sesuai dengan dokumen
yang kita ajukan, maka akan terbit
berita acara yang perlu ditindaklanjuti
sebelum terbitnya SLO. Maka setelah SLO
terbit, IPAL sudah layak beroperasi.
Next.
Nah, apa saja sih pengolahan yang bisa
kita ajukan dalam persetujuan teknis
ini? Secara umum ee dokumen pertek ini
terbagi menjadi dua, kajian dan standar
teknis. Ee terdapat delan kegiatan yang
bisa dimuat dalam kajian teknis serta
terdapat empat kegiatan yang bisa dimuat
dalam standar teknis. Namun pada
kesempatan kali ini kita hanya bisa
membahas sebagian kecil saja dari
seluruh kegiatan ini ya, Bapak, Ibu.
Nah, baik untuk selanjutnya saya
serahkan kepada rekan saya. Dipersilakan
kepada Mas Adit.
Eh, oke. Baik, terima kasih ee Mbak
Tifa. Selamat siang Bapak dan Ibu
sekalian. Perkenalkan saya Aditya. Di
sini saya izin melanjutkan ee terkait
apa yang tadi telah dijelaskan sedikit
oleh Mbak Tifa ya. Berikut saya
tampilkan beberapa contoh tata cara
penapisan mandiri. Yang pertama ini
terkait pembuangan air limbah ke badan
air permukaan. di sini tercantum ya, ada
beberapa ee daftar usaha ataupun
kegiatan yang ee sudah pasti masuk ke ee
potensi pencemaran tinggi. Ini dapat
dilihat pada lampiran 1 Permen ee LHK5
2021. Di situ terdapat 97 usaha yang
otomatis wajib ee membuat perteek jika
membuang air limbahnya kebenaran air
permukaan. Ee nah dari ini ee entah dari
kegiatan utama maupun penunjang atau
kegiatan domestik. Namun walaupun kita
sudah tahu ee bahwa perusahaan yang kita
sebentar walaupun kita sudah tahu nih
misalnya ee perusahaan yang kita ini
wajib ee membuat ee kajian teknis,
namun kita tetap harus melakukan ininya
ya penapisannya hingga ee ke step-step
bawahnya seperti itu. karena untuk
memastikan ee apakah badan air
permukaannya sudah ee ada alokasi beban
pencemarnya atau kualitas airnya sudah
ee melebihiu atau belum ee dan
sebagainya. Nanti mungkin akan
dijelaskan lebih lanjut pada ee bahas
bagian studi ee studi kasus.
Ee ada juga pembuangan air limbah ke
formasi tertentu. Kalau ini harus
langsung ee wajib membuat kajian teknis
ya, Bapak, Ibu. Selanjutnya ada juga
pemanfaatan air limbah untuk aplikasi ke
tanah. ee ini jika airnya mau
dimanfaatkan ee dan seringnya itu
digunakan sebagai ee ee substitusi untuk
e kegiatan siram dan cuci ataupun ee
lain sebagainya.
Selanjutnya ee memanfaatkan air limbah
ke formasi tertentu. Kalau ini biasanya
eh digunakan untuk kegiatan pressure
maintenance ataupun enhanced oil
recovery.
Dan yang terakhir dalam pertek air ini
ada yang ee kegiatan yaitu pembuangan
air limbah ke laut. ini juga terdapat
beberapa daftar usaha kegiatan yang
dapat dilihat pada lampiran 1 Permen
LHK5 tahun 2021 di mana terdapat 59
usaha usaha yang wajib melakukan kajian
teknis dan 57 usaha yang wajib melakukan
standar teknis. Namun ee kita tetap
harus melakukan penapisan ya seperti
yang tadi sudah dijelaskan di awal.
Oke, berikut merupakan ee beberapa
perbandingan muatan kajian teknis dan
standar teknis. Dari kedua muatan ini ee
yang membedakan adalah penentuan baku
mutu yang digunakan. Pada kajian teknis
ee acuan baku mutu yang ditentukan
berdasarkan perakiraan dampak yang kita
analisis ee yang kita analisis.
Sedangkan pada standar teknis baku
mutunya itu mengikuti rujukan yang telah
ditetapkan oleh menteri ataupun ee
peraturan daerah ee masing-masing
daerah. Oke, agar lebih paham ee pada
webinar ini kita akan memperdalam
terkait kajian teknis membuang air
limbah ke badan air permukaan yang nanti
akan disampaikan oleh saya dan nanti ee
ada juga penjelasan terkait standar
teknis pemanfaatan air limbah ke
aplikasi ee eh aplikasi ke tanah untuk
penyiraman cuci dan
ee cuci ee dan akan dibahas oleh Mbak
Diva.
Baik, kita mulai untuk studi kasusnya
yaitu pembuangan air limbah ke badan air
permukaan. Kembali lagi ee saya membahas
terkait muatan kajian teknis. Secara
umum dalam penyusunan kajian teknis kita
harus memuat ee beberapa hal mulai dari
deskripsi kegiatan, r lingkungan awal,
perakiraan dampak yang ini merupakan
salah satu ciri khas dan pembeda dari
kajian teknis. Kemudian ada juga ee
pembahasan terkait rencana pengelolaan
lingkungan termasuk IPAL, unit operasi
dan proses ee periode uji coba hingga
rencana pemantauan lingkungan. Ada juga
penjabaran terkait internalisasi biaya
yang dilakukan, kemudian ee sistem
manajemen lingkungan hingga kompetensi
SDM yang ada di perusahaan tersebut.
Ee oke. Adapun data atau informasi yang
kita butuhkan untuk menyesua dokumen ini
ya mencakup ee data primer seperti ee
kualitas air limbah, ee kualitas air
permukaan dan lain sebagainya. Biasanya
biasanya kita ee memulai pekerjaan
dengan melakukan sampling pada badan air
permukaan yang menjadi lokasi
pembohongan air limbah. Ada juga ee data
sekunder yang perlu kita ketahui seperti
identitas perusahaan, deskripsi
kegiatan, ee kapasitasnya juga, kemudian
ee izin-izin assisting yang dimiliki
oleh perusahaan hingga sistem tanggap
darurat, alokasi biaya, ee waktu dan ee
kompetensi SDM yang ada di perusahaan
itu ee sendiri.
Dan yang paling penting juga ya ketika
kita melakukan ee pembuatan dokumen
adalah perencanaan yang matang. Mengapa?
Karena ee ketika kita mau membuat ee
kajian teknis yaitu melakukan
perencanaan ya
karena kita ee jika terdapat perubahan
seperti airnya yang tadi di awal kita
niatnya mau membuang tapi ternyata ee
tidak ada perubahan rencana. Jadi airnya
misalnya mau direncanakan eh
dimanfaatkan atau lokasi pembuangannya
berubah yang awalnya ke sungai menjadi
ke danau atau ataupun ke laut itu jenis
dokumen yang harus kita buatnya itu
berubah ya. Jadi ee apalagi kalau si
dokumennya itu sudah disubmit ke PTS
PKLHK ternyata ada perubahan ini
perubahan rencana. Kalau dari itu ee
harus melakukan pengajuan ulang mulai
dari pembuatan dokumen ulang dan e dan
proses administrasi lainnya.
Oke, pada studi kasus ini kita akan
mengasumsikan bahwa ada sebuah tambang
batu bara yang akan membuang air
limbahnya ke badan air permukaan yaitu
sungai. Ya, jadi kita ee membahas ke
poin satu. Walaupun KBLI tambang
batubara sudah tergolong pada potensi
pencemar tinggi, namun kita harus tetap
melanjutkan penapisannya ee ke poin-poin
selanjutnya. Oke, kita lanjut ee ke poin
selanjutnya seperti apakah ada standar
teknologi? Biasanya untuk tambang di
Indonesia itu masih jarang ada standar
teknologinya, maka kita asumsikan bahwa
itu tidak ada. Kemudian apakah air
limbahnya dibuang ke badan air
permukaan? Karena di ee studi kasus ini
rencananya kita akan membuang air
limbahnya ke sungai. Jadi kita ee
asumsikan iya. Kemudian apakah ada
alokasi beban cemarnya? Biasanya untuk
sungai-sungai besar ee ya baru
sungai-sungai besar saja yang sudah ada
penetapannya. Mungkin salah satunya itu
ada di sungai Citarum yang ada di Jawa
Barat. Namun biasanya untuk
sungai-sungai yang ada di Sulawesi,
Kalimantan, dan lain sebagainya itu
masih jarang ada alokasi beban
pencemarnya. Jadi kita ee asumsikan
kalau di sini tidak ada beban
pencemarnya. Kemudian apakah baku
mutunya terlampaui? Ini baru bisa
dijawab setelah kita melakukan
permodelan ya, Bapak, Ibu. Namun jika
ternyata ee
ee baku mutunya ini melebihi ketika kita
membuang ee air libahnya ke badan air
permukaan, maka dari itu kita harus
melakukan ee kajian alternatif
kompensasi. Seperti apa sih itu kajian
kompensasi? Kita coba bahas sedikit ya
pada ee
pada webinar ini.
Jadi, kajian kompensasi itu dilakukan
jika ee ada dua ya dasar kewajiban di
mana yang pertama badan air permukaan
sudah tidak memiliki daya tampung. ee
beban percemar, beban pencemar lagi. Dan
yang kedua, jika air limbahnya tidak
dapat dimanfaatkan misalnya ee debitnya
mungkin terlalu besar ee ataupun
sebagainya. Kemudian dari alternatif ini
kita bisa pilih ada dua, yaitu ee yang
paling sering dilakukan adalah
rehabilitasi DAS dan ee pengadaan IPAL
domestik ee untuk warga-warga di
sekitar. Nah, ini pemilihannya ini
tergantung pada beban pencemar parameter
apa yang perlu kita kompensasi. Ada juga
tantangan dalam melakukan kompensasi.
Ananya harus ee menyesuaikan kembali
terkait periode uji coba yang telah di
kita ee apa ya buat di
laporanlaporannya. Kemudian ada juga
mencari lokasi kompensasi karena untuk
lokasi kompensasi entah itu rehabilitasi
das atau pengadaan limbah domestik ini
lokasinya harus berada di luar izin ee
izin lokasi ya. Jadi kalau misalnya di
tambang ee di tambang itu harus berada
di luar konsesi ataupun di luar ee
wilayah izin usaha pertambangannya.
Belum lagi jika ada koordin belum lagi
kebutuhan atau keperluan untuk
koordinasi ee perizinan lahan dengan
dinas-dinas terkait ini biasanya e umum
untuk kegiatan ee rehabilitasi DAS.
Oke, jika kita sudah tahu nih misalnya
air apa aja yang mau dibuang dan ke mana
airnya akan dibuang, selanjutnya kita
harus ee melakukan analisis neraca air.
Pada kasus pertambangan batuara yang
Indonesia kan dia ee sangat umum dengan
pertambangan kebuka terbuka. Jadi yang
menjadi konser utama adalah limpasan
yang berasal dari air hujan yang
dihasilkan. Maka dari itu kita harus
memperhitungkan debit air hujan yang ee
menjadi ee air limbah di sana. Salah
satu perhitungan yang paling umum atau
sering digunakan adalah persamaan
rasional dengan rumus eh debit atau Q =
CIA. Selanjutnya setelah kita membuat
analisis eh debitnya, kita harus
melakukan analisa fluktuasi air
limbahnya. Karena kalau di tambang di
tambang itu biasanya air limbahnya ee
ber ini ya berfluktuasinya itu tidak
seperti pada industri yang biasanya ee
nilainya sama. Terus ketika kegiatan
produksi kena air apa di tambang ini dia
ini ya tergantung pada hujan yang tidak
bisa kita apa ya tidak bisa kita
rencanakan. Jadi salah satu pendekatan
yang bisa kita lakukan adalah
menggunakan ee hidrograf satuan
sintetis. Tidak lupa juga kita
membutuhkan informasi ee seperti
kualitas air yaitu air inlet ya Bapak
Ibu sebagai
yang perlu di ee jadikan poin. Kenapa
air inlet? Karena ee kita membutuhkan
air yang masih segar. Jadi ee air jadi
air tersebut belum belum ini ya belum
belum dilakukan pengolahan
karena data itu akan menjadi acuan
kualitas yang ee air limbah yang nanti
akan kita oleh debit yang telah kita
perhitungkan sebelumnya.
Kemudian yang bisa yang harus kita
lakukan adalah menjabarkan raca air dari
kegiatan utama secara keseluruhan. Misal
di sini sebagai contoh pada tambang
dijelaskan sumber air limbahnya,
kemudian ada informasi-informasi ee
terkait kapasitas unitnya, kemudian ada
debit yang dibuang ee debit yang dibuang
ke sungai dan ee penjelasan itu harus
dijelaskan secara mendetail.
Kemudian kita juga harus bah satu
persatu ya. Jadi kata di ee di slide
sebelumnya itu kita membahas secara
keseluruhan air limbah yang ada di ee
suatu kegiatan. Kalau di sini kita
membahas ee lebih detail per IPAL-nya.
Jadi mulai dari luasan catchment areanya
kita harus bahas kemudian ee berapa
debit yang melimpas dari eh catchment
area atau eh area tersebut. Kemudian
kita juga harus menjelaskan terkait
volumenya dari setiap unit. Ada pula
kita harus ee menjabarkan jika
menggunakan pompa. Jadi jumlah pompanya
berapa. Kemudian ee debit pompanya itu
berapa. Ee harus dijelaskan juga
kapasitas tiap kompartemennya. Kemudian
berapa pengurangan debit akibat
evaporasi yang terjadi hingga debit air
limbah yang dibuang ke sungai ee lengkap
dengan keterangan debit sungainya. Perlu
diperhatikan juga ya Bapak Ibu walaupun
pengajuan ee kita ya walaupun pengajuan
yang kita lakukan ini ee adalah IPAL
pada kegiatan utama namun pada dokumen
persetujuan teknis IPAL domestik pun
harus tetap kita jabarkan. Tapi mungkin
untuk penjelasannya akan dibahas oleh
Mbak Tifa terkait IPAL domestik.
Oke, selanjutnya ee jika kita sudah
melakukan
e selanjutnya kita melakukan analisis
perakiraan dampak ee step pertama yang
harus kita lakukan adalah e
memperhitungkan baku mutu air limbah
yang ee kita buang. Ada beberapa
skenario yang bisa kita cermati. Yang
pertama ee ketika badan air permukaannya
memiliki alokasi bban cemar. Kalau maka
ee baku mutu air limbahnya bisa kita
sesuaikan dengan alokasi beban
pencemarnya. Yang kedua, jika badan air
penerimanya tidak memiliki sudah tidak
memiliki beban atau alokasi beban
pencemar. Sehingga ee jika ee skenario
yang kedua ini terjadi, maka kita ee
dapat menggunakan kombinasi menggunakan
ee baku mutu air limbah yang spesifik
kemudian ditambah dengan pertimbangan ee
ee persen peran penurunan beban di
segmen tersebut atau kita harus
melakukan kompensasi.
Dan yang ketiga, jika menggunakan badan
air ee apa? Menggunakan beku mutu air
pada badan air, badan air penerima yang
akan kita buang, ee kita dapat
memperhitungkan ee penggunaan ee
memperhitungkan dengan beberapa metode.
Di antaranya ini ada neraca massa untuk
polutan konservatif seperti logam.
Kemudian ada model numerik atau analitik
untuk polutan-polutan yang non
konservatif seperti TSS, pH, organik dan
lain sebagainya. Berikut merupakan
tools-tools yang bisa kita gunakan
seperti ee neraca massa sederhana, ada
qual2K eh sewet dan lain sebagainya.
Ee jadi setelah kita mengetahui nih
metode apa yang cocok untuk kita
perhitungkan, kita lanjut ee untuk
menganalisa sebaran air limbahnya.
Selanjutnya kita harus melakukan
analisis ee ya sebaran limbah. Dimulai
dengan melakukan segmentasi pada badan
air permukaan atau sungai yang menjadi
lokasi pembuangan seperti yang pada di
seperti yang ada di gambar sebelah
kanan. Jadi kita harus ee menentukan ya
mulai dari titik hulu sampai hilir dan
lokasi-lokasi pembuangan air limbahnya.
Misalnya ini ada beberapa IPAL ya yang
kita buang ke sungai.
Kemudian ada pula beberapa langkah dalam
menganalisis sebaran air limbah. Dimulai
dari perhitungan baku mutu air limbah
dilanjut dengan kita memperhitungkan
potensi bioakumulasi dan perpindahan
pulutannya. Kemudian menentukan zone of
initial dilution atau Zid. dilanjut
dengan penentuan nilai penting atau
potensi dampak yang dapat terjadi ee
hingga memperoleh informasi sebaran air
limbahnya. Dengan konstern ee data-data
yang kita perlukan adalah ee data ronal
lingkungan awal, titik ee lokasi atau ee
titiknya kemudian ee debit debit untuk
poin ataupun diffus source-nya hingga ee
jarak antar titiknya.
Berikut ee saya ee jelaskan juga
beberapa metode untuk memodelkan
perikraan dampak yang dapat dilakukan.
Yang pertama adalah melaku menggunakan
metode neraca massa sederhana. Ini
merupakan metode yang paling mudah dan
sederhana ee ee dan umum digunakan untuk
perhitungan akumulasi konsentrasi logam
pada air.
Selanjutnya ada model numerik
menggunakan ee quality tok. ini juga
sangat umum ya digunakan untuk
memodelkan parameter pH dan total
suspended solid atau padatan terlarut
atau TSS. Kemudian eh tools ini berbasis
Excel dan ee beberapa data yang kita
butuhkan untuk eh untuk merunning
menggunakan tools ini adalah debit air
limbahnya, jarak antar lokasinya,
kemudian ee mutu air mutu air pada air
limbah maupun ee badan air itu sendiri.
Selanjutnya ada juga model numerik
menggunakan like 2 to. Ini adalah salah
satu metode permodelan untuk melakukan
permodelan di danau ya teman-teman.
Selain le tok juga ada juga menggunakan
ee perhitungan daya tampung danau. Nah,
untuk daya tampung ini kita menggunakan
rumus yang dapat dilihat dan tertera
pada lampiran 2 permen LHK tahun ee
nomor 5 tahun 2021. Jadi ini sudah
dijelaskan dan kita bisa melakukan
perhitungkan berdasarkan data-data yang
ee sudah dijelaskan pada lampiran
tersebut.
Dan yang terakhir adalah menggunakan Mic
21. Kalau menurut saya ini merupakan eh
metode yang cukup advance dibandingkan
dengan metode lainnya karena banyaknya
data yang dibutuhkan kemudian waktu
analisis dan running aplikasi yang
lumayan berat. Kemudian dari hasil
analisa e dari mic 20 mic 21 sendiri
kita dapat langsung mengetahui sebaran
zone of innovational delusion-nya atau
ZID yang merupakan dasar penentuan eh
lokasi pemantauan yang nanti akan kita
ee lakukan.
Kenapa sih kita harus melakukan ee
perakiraan dampak? Jadi, dua di
antaranya ini untuk mengetahui kualitas
badan air setelah terdapat ee inputan
air limbah yang kita buang. Apakah
apakah kualitasnya masih aman atau di
bawah baku mutu ataupun sudah ee
melampaui.
Selanjutnya untuk memperhitungkan beban
pencemar ee yang kita buang ke badan air
tersebut. Hal ini penting karena jika
kualitas badan air permukaannya telah
melebihi standar baku mutu yang telah
ditetapkan, maka perusahaan itu wajib
untuk melakukan kompensasi sebesar beban
pencemaran yang dibuangnya.
Selanjutnya setelah kita ee melakukan
beberapa hal tersebut, kita dapat ee
menentukan ee sifat penting dampak dari
kegiatan yang kita lakukan. Hal ini
didasari berdasarkan hasil hitungan
dampak yang telah kita lakukan. Mulai
dari sebaran air limbah yang dihasilkan,
kemudian potensi pencemar dari setiap
parameter air limbah yang kita ee buang
dan analisis. Dan ee dari beberapa itu
kita akan menganalisis ke aspek-aspek
seperti jumlah manusia yang dan komponen
lingkungan yang terdampak, kemudian
intensitasnya berapa lama, luas
sebarannya seberapa luas, kemudian ada
ee berbalik atau tidaknya dampak
tersebut dan lain sebagainya.
Kemudian penilaian dilakukan secara
kuantitatif dan diidentifikasi pada
setiap badan air penerima. Jadi misalnya
jika kita membuang pada lebih dari satu
badan air, maka ee tiap analisis ee tiap
analisis pada aspek-aspek ini harus
dijabarkan pada tiap ee badan air yang
kita ee dampak gitu, kita buang.
Yang terakhir untuk menentukan ee titik
pemantauan.
Ee adapun beberapa pertimbangannya
adalah hasil perhitungan baku mutu yang
telah kita lakukan, kemudian ee
perhitungan ataupun analisis dari
sebaran air limbah yang telah kita
peroleh serta mempertimbangkan
aksesibilitas lokasinya. Jadi ee harus
mempertimbangkan juga ya ee kalau titik
pemantauannya itu bisa diakses atau ya
kita bisa datang ke sana untuk melakukan
pengambilan air ee ya pengambilan
airnya.
Selanjutnya kita juga membahas terkait
ee rencana pengelolaan dan pemantauan
lingkungan. Bagian ini kita akan
melakukan review pada desain yang telah
dibuat atau yang akan direncanakan. Yang
pertama kita perlu yang pertama adalah
kita perlu memastikan bahwa kapasitas
IPAL itu mencukupi. Jadi jika kita harus
jadi ee kalau di tambang ini kita harus
menganalisis menganalisis ee mulai dari
ee data curah hujan maksimum yang
digunakan hingga ee hasil dari ee debit
limpasan yang dihasilkan. Ingat ya Bapak
Ibu untuk kapasitas IPAL ini kita tidak
boleh kurang dari ee total timbulan air
limbah yang dihasilkan. Karena jika
kurang itu sangat mungkin ee untuk
terjadinya banjir dan berdampak pada
lingkungan. Kemudian kita juga harus ee
menjelaskan terkait ee teknologi IPAL
yang kita gunakan. Misalnya untuk di
tambang ini banyak menggunakan ee
sedimen font sederhana. Jadi pada ee
sedimen pont atau SP ini kita harus
jelaskan mulai dari dia terdiri dari
beberapa berapa kompartemen, kemudian di
mana lokasi treatmennya atau pembubuhan
koagulan ataupun bahan kimianya. ee
dilanjut dengan ee lokasi pemantauan
atau titik penaatannya. Adapun kriteria
desain yang bisa kita acu itu ee dapat
kita ee lihat di ESDM 1827 tentang
pedoman pelaksanaan kaidah teknik
pertambangan yang baik serta
literatur-literatur lainnya.
Selanjutnya setelah kita tahu ee
teknologi IPALnya itu seperti apa, kita
harus mengevaluasi performa ee efisiensi
penyisiannya.
Ada beberapa cara untuk menentukan
persen penyisihan. Jika pada studi kasus
ini kita menggunakan ini eh sedimen
font.
Yang kita bisa ee pertimbangkan adalah
pertama waktu detensi. Semakin besar
waktu detensinya maka semakin besar
penyisihannya. kemudian melakukan ee
sedimentasi ee pengujian sedimentasi
seperti sedimentasi tahap 1, tahap du
hingga jartes agar kita mengetahui lebih
ee mengetahui secara spesifik ee
pengurangan TSS yang terjadi. Yang
terakhir ee kita harus mengetahui juga
kegiatan-kegiatan yang dilakukan.
Contohnya seperti pembubuhan chemikal
ataupun keagulan yang dilakukan.
Oke, di sini ee kita setelah kita
mengetahui data-data tersebut, kita akan
lanjut ke tahap layouting. Perlu
dicatat, ada beberapa hal yang harus ee
tampak pada layout e peta yang akan kita
buat seperti luasan kecaman area di mana
lokasi inlet-nya, outlet-nya, outfall,
kemudian lokasi monitoring hulu dan
hilir pada badan air permukaan yang
menjadi lokasi pembuangan air limbah
kita. Kemudian ada juga ee penyaliran
air tambang mulai dari outlet ke
outfall-nya, kemudian ee bagaimana
kontur kontur apa kontur kontur ee
wilayahnya
hingga layout IPAL-nya dalam hal ini SP
atau setting pont.
Eh, baik, kurang lebih ee seperti itu
yang muatan-muatan yang harus
ditambahkan pada dokumen kajian teknis.
Sebetulnya ada dua poin lagi yaitu
pemantauan e pemantauan lingkungan dan
sistem manajemen lingkungan. Namun
karena pembahasannya kurang lebih sama
seperti standar teknis, jadi akan
dijelaskan sekalian oleh Mbak Tifa. Oke,
selanjutnya bisa dilakukan oleh Mbak
Tifa. Waktu dan tempat saya persilakan.
Oke. Baik, terima kasih Mas Adisit. E
kembali lagi bersama saya yang akan
membahas studi kasus pemanfaatan air
limbah untuk siram dan cuci. Boleh di
next.
Oke, kita langsung saja membahas hal apa
saja sih yang perlu dimuat dalam dokumen
standar teknis ini. Yang pertama adalah
standar teknis pemenuhan baku mutu air
limbah. Ini meliputi deskripsi kegiatan,
kemudian rujukan baku mutu air
limbahnya, rencana pengelolaan
lingkungan, ini termasuk sistem
pengolahan air limbahnya, kemudian
periode uji coba IPAL dan ee rencana
pemantauan. Kemudian yang kedua ee kita
harus mencantum juga internalisasi biaya
lingkungan. Ini biaya yang kita
alokasikan untuk ee pengelolaan
lingkungan khususnya di pengendalian
pencemaran air. Kemudian yang ketiga,
sistem manajemen lingkungan serta yang
keempat adalah kompetensi sumber daya
manusianya.
Nah, apa sih perbedaannya dengan dokumen
kajian teknis? Nah, di dokumen secara
teknis ini ee relatif lebih ringkas
untuk dokumennya. Kemudian juga ee tidak
memerlukan kajian penentuan mutu
sehingga kita dapat mengacu pada baku
mutu yang sudah ditetapkan sebelumnya
oleh ee pemerintah. Seperu. Kemudian ee
khusus untuk standar teknis siram dan
cuci ini merupakan dokumen yang cukup
sering diajukan oleh pemrakarsa. Nah,
kenapa sih? Karena ee memberikan
beberapa keuntungan ya, Bapak, Ibu. Yang
pertama adalah dapat mengurangi beban
pencemar yang dibuang ke badan air. Ini
ee jika sebelumnya akan melakukan
pembuangan kemudian ee juga mengurangi
titik pemantauan ee badan air misalnya
seperti itu. Dan yang ketiga juga
melakukan efisiensi penggunaan air
bersih sehingga ee air bersihnya lebih
dapat dikonservasi. Nah, namun
perencanaan yang harus di ee muat dalam
dokumen standar teknis ini harus
direncanakan secara matang, Bapak, Ibu.
Karena jika terdapat perubahan seperti
yang sebelumnya saya bilang ini
berpotensi untuk mengganti dokumen
karena ee tujuan dari pemanfaatannya ini
bisa berubah seperti itu.
Salah satu contoh penapisan mandiri
untuk dokumen standar teknis ini dapat
dilihat di layar. Nah, untuk diagram ini
khusus untuk pemanfaatan air limbah
untuk aplikasi ke tanah. Nah, kita coba
studi kasus untuk kegiatan siram dan
cuci. Nah, siram dan cuci ini di
antaranya kegiatannya untuk siram
tanaman, siram jalan, untuk ee pasukan
air hidran, kolam rekreasi, cuci
kendaraan, dan lain-lain. Saya coba kita
mulai dari pertanyaan pertama ee apakah
usaha dan atau kegiatan menghasilkan air
limbah yang infeksius? Nah, ee limbah
infeksius ini biasanya dari rumah sakit
ya, Bapak, Ibu. Coba kita ee studi kasus
untuk industri selain rumah sakit. Ee
maka jawabannya adalah tidak. Lanjutkan
ke pertanyaan kedua. Untuk proses utama
atau bukan? Ee yakni bukan karena proses
utama ini termasuk proses produksi,
flashing dan lain-lain. Kemudian kita
lanjutkan ke pertanyaan ketiga yaitu
untuk kegiatan penunjang ini seperti
boiler, cadangan air baku atau scrubber
ini jawabannya juga tidak. Kemudian ke
pertanyaan keempat untuk produk samping
juga tidak seperti pupuk, untuk energi,
untuk koposting dan lain-lain ini ee
tidak kita lakukan. Kemudian ee untuk
pertanyaan yang kelima, untuk menambah
nutrisi tanah untuk budidaya. Ini juga
tidak, karena kita hanya menyiram ee
taman dan jalan.
Kemudian pertanyaan yang terakhir adalah
untuk penyiraman dan pencucian. Nah,
karena kegiatan yang kita ee coba ee
penapisannya ini adalah siram dan cuci,
maka jawabannya iya. Sehingga
kesimpulannya adalah kita harus menyusun
standar teknis.
Boleh dix.
Oke. Ee selanjutnya jika kita sudah tahu
nih apa saja air limbah yang ee kita
akan manfaatkan seperti untuk siram dan
cuci, nah kita masuk ke substansi yang
pertama yaitu neraca air. Nah, pada
dokumen ini ee selain di kajian teknis
juga di standar teknis ee harus
melampirkan neraca air yang cukup
lengkap ya, Bapak, Ibu. dimulai dari
penggunaan eh dari sumber airnya ee ini
bisa dari air baku sumur bor misalnya
atau mengambil dari sungai. Kemudian
penggunaan air ini di ee sekitar lingkup
perusahaannya ini menggunakan air untuk
apa saja? Ee ini di sini tertera seperti
mes, masjid, klinik dan lain-lain.
Kemudian ee keluarannya juga berapa. ee
untuk pengelolaannya kita menggunakan ee
sistem pengolahan apa dan
pemanfaatannya. Ee contohnya di diagram
ini adalah untuk penyeraman jalan dan
harus diage juga debitnya berapa yang
akan kita manfaatkan. Nah, ee untuk
perhitungan timbulan air limbahnya ini
kita biasa menggunakan ee SNI ya untuk
standar kebutuhan airnya. Nih contohnya
untuk ee di tabel sebelah kiri ini ada
contoh perhitungan ee kebutuhan air dan
timbulan air limbahnya.
Boleh di next.
Oke, selanjutnya berikut merupakan
contoh neraca air untuk ee air limbah
industri ya. Masih sama kita bahas dari
sumber air bakunya, kemudian
penggunaan-penggunaannya seperti ini ada
ee domestik, cooling tower, proses
produksi dan lain-lain. Kemudian hingga
keluaran dan sampai ke pojok kanan bawah
yaitu penyiraman tanaman dan jalan
sebagai kegiatan ee pemanfaatan air
limbahnya seperti itu. Ee sekilas neraca
air di limbah industri ini lebih
kompleks ya Bapak, Ibu daripada air
limbah domestik. Namun ee saya kira
jangan ee khawatir karena kita hanya
mendeskripsikan ee apa saja penggunaan
air yang dilakukan oleh Bapak Ibu di
perusahaan misalnya, kemudian kehilangan
airnya seperti pengapan dan ee
konsumsinya berapa serta ee kegiatan
pemanfaatannya itu ee yang direncanakan
seperti apa. Boleh dilanjut.
Oke,
kemudian kita masuk ke pembahasan
kegiatan pemanfaatan air limbahnya. Yang
pertama ee ini kita harus menentukan
area pemanfaatannya. Karena pada studi
kasus ee yang kita bahas ini ee kita
akan membahas siram cuci ya, Bapak, Ibu.
Maka dapat dilihat di layout yang
sebelah kiri ini terdapat ee area
pemanfaatan yang berwarna ungu. Nah, ee
di layout ini ada beberapa informasi
yang perlu kita cantumkan. di antaranya
ada luas areanya berapa, kemudian ee
debit penyiramannya ini berapa,
contohnya berapa meter kubik per ee
hektar seperti itu. Kemudian rasio atau
persentase debit yang direncanakan untuk
kegiatan penyiramannya itu berapa.
Kemudian titik koordinat ee area yang
disiramnya juga harus dicantumkan serta
area pemantauan. Nah, area pemantauan
ini ee biasanya ee berupa sumur pantau
air tanah di hulu dan di hilir ee aliran
air tanah.
Yang kedua, jika kegiatan pemanfaatannya
ini berupa cuci kendaraan atau cuci ee
alat berat ya, Bapak, Ibu di sebelah
kanan ee maka kita e harus mencantumkan
beberapa informasi penting seperti debit
pencucian setiap unitnya, jumlah
pencucian unit per hari, kemudian ee
jadwal pencuciannya itu harus kita
rencanakan dengan matang.
Oke, selanjutnya kita masuk ke bagian
rencana pengelolaan dan pemantauan ee
dari IPAL, IPAL-Ipal yang ee kita
rencanakan. Poin pertama yang harus kita
perhatikan adalah kapasitas IPALnya.
Kapasitas IPAL untuk masing-masing air
limbah itu dapat dihitung dengan ee
berbagai macam cara ya, Bapak, Ibu. Nah,
contohnya ini untuk Epal Industri. maka
kita harus menghitung dulu ee kebutuhan
air produksinya berapa sebelum kita
mengetahui timbulan air timbah yang ee
akan kita manfaatkannya ini berapa.
Kemudian untuk yang ee IPA domestik
seperti yang sebelumnya saya jelaskan ee
kita dapat menghitung dari jumlah
karyawan atau ee kapasitas setiap
fasilitas yang dimiliki, kemudian ee
fasilitasnya apa saja, kemudian
perhitungan kebutuhan air bersih hingga
perhitungan timbulan air limbah yang
dihasilkan dari kegiatan domestik.
Nah, ee sama seperti kajian teknis, kita
harus memastikan
ee
ee kapasitas IPAL yang kita rencanakan
ini harus lebih besar daripada total
timbulan air limbahnya ya. Kita tidak
mau air limbah dari ee kegiatan-kegiatan
yang kita lakukan ini ee meruber dari
IPAL yang kita rencanakan, Bapak, Ibu.
Boleh di next.
Ee yang kedua ini teknologi IPAL yang
digunakan. Di gambar yang di atas ini ee
tertera teknologi biofilter eh anaerob
aerob ini untuk pengolahan ee air limbah
domestik ya Bapak Ibu. Mungkin sudah
banyak yang familiar juga. Nah penerapan
teknologi ini juga kita perlu didasari
dengan kecocokan parameter air
limbahnya. Nah, misalnya untuk ee air
limbah domestik ini ada BOD, COD, dan ee
TSS, PH dan lainnya, maka kita bisa
menggunakan pengolahan biologis seperti
biofilter anaeroper ini. Nah, ee
kemudian juga kita harus mengacu ke
kriteria desain yang bisa dari literatur
maupun dari standar nasional Indonesia
karena juga sudah ee memuat banyak ya
unit pengolahan yang distandarisasi.
Kemudian ee poin yang ketiga ini ee
adalah neraca massa penyisihannya. Apa
saja sih yang disisihkan di neraca massa
ini? Tentu parameter-parameter air
limbahnya, Bapak, Ibu. Contohnya di sini
kita mengolah
COD, COD, ee TSS, PH, Kif, dan
lain-lain. Nah, pada setiap unit-yunit
pengolahan yang kita rencanakan ini
contohnya ada ekualisasi,
prasedimentasi, biofilter anaerob,
biofit aerob, dan sedimentasi ini kita
ee harus diperhitungkan berapa
penyisihan masing-masing parameter itu.
sehingga ee di outlet-nya ini kita
targetkan untuk memenuhi baku mutu air
limbah yang kita ajukan di dokumen
standar teknis ini.
Nah, kita masuk ke poin yang keempat
yaitu layout IPAL. Ini ada contoh layout
IPAL industry di sebelah kiri. Nah,
seminimal-minimalnya juga di layout ini
kita harus ee mencantumkan tujuh poin
ini, Bapak, Ibu. Dimulai dari sumber air
limbah ini ee unit kegiatannya apa
misalnya seperti mesnya atau kantornya
itu harus dicantumkan.
Kemudian saluran air limbah antar unit
proses atau operasinya, saluran air
limbah antar kompartemen, kemudian
koordinat inlet eh IPALnya, outlet
IPAL-nya, serta eh koordinat monitoring
hulu dan hilirnya.
Kemudian ee untuk saluran drainase dan
tata letak unit juga harus jelas
ditampilkan dalam layout ini. Nah, ee
sebelumnya saya mau tanya dulu nih,
apakah layout yang di sebelah kiri ini
ee sudah sempurna atau belum? Ya,
mungkin ee dari Bapak Ibu ada yang mau
jawab di chat jika ee berkenan.
di layout ini kan di sebelah kiri sudah
terlihat cukup rumit ya ee untuk layout
yang disajikan.
Oke, mungkin Bapak Ibu ada yang berkenan
untuk menjawab
belum? Iya, boleh. Mungkin ee Pak ee
Fick boleh dijelaskan apa saja sih yang
belum sempurna dari layout ini.
Oke, boleh komponen-komponennya
disebutkan Bapak Ibu. Nanti ee untuk
peserta yang sudah menyebutkan
komponen-komponennya
ee tolong dicatat ya, Mbak Sharin, Mbak
Salsa.
Oh, mungkin ee bisa langsung dijawab
melalui Mik saja ya, karena saya sudah
mengaktifkan miknya.
Oke, sudah ada yang jawab. Koordinat
inlet outlet belum ada dimensi saluran
koordinat. Betul.
Boleh di next
ya, Bapak Ibu sudah ee banyak yang betul
ya di layout ini ee tidak ada
dimensinya, kemudian ee saluran air
limbahnya juga tidak ada, kemudian
saluran drain tidak ada, koordinatnya
juga tidak ada, dan sumber air limbahnya
pun ee tidak ada ya walaupun terlihat ee
lebih rumit ya untuk layout IPAL-nya
dibandingkan ee mungkin daripada IPAL
domestik, tapi ini masih ada
kekurangan-kekurangan yang harus kita
lengkapi dari layout ini. Gitu. Boleh di
next.
Oke, kita lanjut ke poin kelima yaitu
rencana pemantauan lingkungan. Karena
bahasannya mirip ya dengan kajian
teknis, saya akan sambung dari materinya
Mas Adit tadi. Di poin ini cukup banyak
yang perlu kita bahas Bapak, Ibu. Nah,
ee saya sudah ee bedakan untuk kotak
biru itu yang terkandung di dalam kajian
teknis. Kemudian untuk kotak berwarna
abu-abu itu yang dibahas pada standar
teknis dan yang putih itu dibahas di
kedua dokumen. Nah, kedua dokumen ini
perlu eh titik penaatan atau compliance
point. Ini letaknya biasanya di outlet
IPAL ya, Bapak, Ibu. Kemudian kita juga
butuh ee data dari mutu air limbah yang
kita keluarkan. ee ini bisa diambil di
inlet IPAL-nya. Kemudian juga kita butuh
mutu air tanah ini untuk memastikan
bahwa ee tidak ada pencemaran yang ee
terjadi akibat kegiatan yang kita
lakukan. Kemudian juga ee ada frekuensi
pemantauan yang harus kita tetapkan.
Khusus di kajian teknis, kita perlu
memantau ee mutu air permukaan yaitu
sungai yang ee air limbahnya kita buang
ke sana atau mungkin danau ataupun ee
laut ya, Bapak, Ibu. Kemudian titik
pembuangan atau titik outfollow air
limbahnya dan juga titik koordinat
pemantauan hulu hilir dari badan air
permukaan.
Nah, kemudian ee di standar teknis kita
perlu mencatuhkan beberapa informasi
yang harus disesuaikan dengan jenis
kegiatan pemanfaatannya. Jika kegiatan
pemanfaatannya diinjeksi maka kita butuh
ee data titik koordinat sumur
injeksinya. Kemudian parameter-parameter
sumur injeksinya apa saja? Ee kemudian
untuk kegiatan peresapan ke tanah ini
kita butuh memantau terkait ponapannya
seperti apa. Kemudian untuk dosis debit
dan ritase pemanfaatan ini untuk
kegiatan ee siram cuci biasanya karena
ee bisa ya kita hitung dosis ee dan
ritase atau jadwal pemanfaatannya.
Kemudian
ee jika untuk budidaya contohnya seperti
titik pantau tanah ee pemeliharaan lahan
hingga kebauannya ini jika diperlukan ee
maka harus kita ee cantumkan dalam
dokumen. Nah, kemudian untuk frekuensi
pemantauan ini sebetulnya sudah ee
tercantumkan juga dalam lampiran di
Permen 5 tahun 2021 Bapak Ibu. Jadi bisa
dilihat ee pada dokumen ee acuan
tersebut. Oke,
boleh di-nex.
Oke, kita masuk ke bagian terakhir yaitu
sistem manajemen lingkungan. Seperti
yang Bapak Ibu sudah ketahui ya, SML ini
mengacu juga ke ISO 14001 tahun 2015
terkait plan do check action atau PDCA.
Ini juga eh bisa disandingkan dengan
Permain LH nomor 5 tahun 2021 di
lampiran 4. Ini e ada contohnya di
sebelah kanan.
Nah, ini ee bisa kita mengacu ee untuk
dokumen SML yang dilampirkan dalam
dokumen kajian teknis maupun standar
teknis ke ee lampiran 4 ee Permen LH 5
tahun 2021 ini.
Next.
Oke, SML yang kita bahas di dokumen
persetujuan teknis ini ee perlu memenuhi
enam prinsip SML, Bapak, Ibu. Terdapat
ee yang pertama terdapat kebijakan
lingkungan. ee dijelaskan sebelumnya ee
kebijakan apa saja yang sudah ditetapkan
di perusahaan misalnya, kemudian
perencanaan terkait pengelolaan
lingkungan, implementasi dan operasinya,
pemeriksaan dan tindakan perbaikan,
tinjauan manajemen sampai ke perbaikan
berkelanjutan. Karena ee seperti yang
Bapak Ibu tahu ya, SML ini kita ee
looping untuk selalu ee menyempurnakan
sistem pengelolaan lingkungan. Nah, ee
boleh di-nex dulu.
Nah, khususnya dalam dokumen pertek ini
kita perlu menyertakan evidence atau
bukti-bukti bahwa perusahaan yang ee
kita ajukan izinnya ini sudah
menjalankan SML nih. Contohnya seperti
apa? ee seperti dokumen SOP-nya,
kemudian studi-studi pendukung,
sertifikat kompetensi ee sumber daya
manusianya dan lain-lain. Ee kemudian
untuk SML ini ee karena kita pada
bahasan kali ini ee membahas pertek air
limbah, maka ee kita juga berfokus di
SML terkait PPA atau pencegahan
pencemaran air. Nah, kita harus
cantumkan bukti-buktinya di dokumen ee
persetujuan teknis yang kita ajukan.
Oke, ee sekiranya mungkin dari saya
sudah ee cukup sekian untuk paparan
singkat terkait studi kasus ini. Ee
terima kasih atas perhatian Bapak Ibu.
Izin saya kembalikan kepada Mbak Sherin.
Oke. Baik, terima kasih banyak ke Adian
juga atas pemaparannya yang sangat
komprehensif dan luar biasa sekali. Hari
ini kita telah mendapatkan pemahaman
yang lebih mendalam mengenai hingga
implementasi terkait dengan persetujuan
teknis air limbah mulai dari proses
penyusunan penyusunan dokumen studi
kasus pumbuan ke badan air hingga
pemanfaatan air limbah. Tadi juga sudah
dijelaskan bahwa praktik bukan hanya
soal izin tapi memang men kesiapan
teknis perhitungan matang dan tanggung
jawab lingkungan. Kuncinya adalah
kolaborasi antara pelaku usaha,
konsultan, dan pemerintah agar
pengelolaan air limbah bisa berjalan
efektif, aman, dan taat regulasi. Semoga
penjelasan dari Kak Adit dan juga Kak
dapat membuka wawasan Bapak dan Ibu
sekalian. Sebelum kita ke sesi tanya
jawab Bapak dan Ibu, saya mau menyapa
terlebih dahulu nih apakah masih
semangat di siang hari ini? Boleh
dibantu dijawab di kolom chatnya.
Apakah masih semangat? Pastinya masih
semangat dong ya.
jam persis persis
baik semangat luar biasa
juga
oke. Baik selanjutnya kita akan masuk ke
sesi tanya jawab. Bagi Bapak dan Ibu
yang ingin mengajukan pertanyaan,
silakan langsung saja tanyakan di kolom
chat. Tetapi kabar ee kabar baik lagi
nih, ada kabar baik lagi untuk tiga
pertanyaan terbaik akan mendapatkan
saldo e-wallet. Jadi, Bapak dan Ibu
diharapkan mengikuti rangkaian acara
hingga akhir dan pengumuman pemenang
akan diumumkan setelah sesi dokumentasi.
Jadi, pastikan pertanyaannya juga
relevan dan juga insightful serta
diawali dengan menjikan nama, asal dan
instansi. Baik, silakan jika ada
pertanyaan boleh langsung saja
ditanyakan di kolom chat
dan sebagai tambahan lagi mungkin yang
sudah bertanya sama pemaparan boleh
dikirim ulang untuk pertanyaan ya Bapak
dan Ibu sekalian. Baik.
[Musik]
Waalaikumsalam. Nini Dom
N jam 10
jam.
Baik.
Em oke. Saya akan mulai bacakan tiga
pertanyaan pertama ya. Untuk pertanyaan
dari Ibu Yussi. Ee pertanyaannya adalah
Kak, kalau ternyata debit debit air
limbahnya lebih besar daripada kapasitas
IPALnya, bagaimana?
Pertanyaan kedua dari Fransiska atau Ibu
Fransis Pusnanto. Kalau izin bertanya,
mohon maaf. Ee dari referensi yang saya
temukan biasanya PM domestik yang
dimanfaatkan untuk penyiraman tanaman
itu menggunakan permen LHK nomor 68
tahun 2016. Namun ketika diminta untuk
BMal-nya selain dari Permen LHK nomor 68
tahun 2016 tapi berupa kajian itu
seperti apa ya untuk BM yang dimaksud
berupa kajian dan pertanyaan terakhir
dari Bapak Bisma yaitu jumlah IPAL
menentukan jumlah dokumen. Baik mungkin
dari Kak Adit atau Kak Tipa bisa
langsung dijawab.
Oke.
Ee izin Mbak Sin. Saya coba jawab dulu
pertanyaan yang pertama ya dari Ibu
Lucid Dwi. izin bertanya kalau ternyata
debit air limbahnya lebih besar daripada
kapasitas IPALnya bagaimana? Nah, ee
saya izin menjawab Ibu Lucy. Jadi kita
dalam perencanaan di dokumen persetujuan
teknis ini ee kita harus meyakinkan
terlebih dahulu ee kepada instansi
terkait ya. ee misalnya jika untuk ee
instansi pencemar tinggi itu ke KLHK
atau mungkin ee perusahaan lain ke DLH
ee provinsi masing-masing itu kita harus
meyakinkan bahwa kita ee memiliki
pengelolaan dan pengolahan air limbah
yang memadai sehingga tidak ee mencemari
lingkungan. Nah,
ee jika case-nya seperti ini ee mungkin
perlu disesuaikan kembali ee dari ee Ibu
Lucy dan kawan-kawan penyusun lainnya
terkait kapasitas IPAL-nya atau mungkin
ee dirunut terlebih dahulu dari debit
air limbah yang dikeluarkannya. Ee
mungkin boleh dihitung ee ulang terlebih
dahulu dirunut dari sumber air
limbahnya. ee menghasilkan berapa banyak
air limbah itu bisa ee mengacu ya kepada
standar nasional Indonesia dulu.
Kemudian dari dikalikan dengan faktor
air limbahnya dan ee jika air limbah
yang ditimbulkannya ini masih lebih
besar daripada IPAL ee kemudian ee
kemungkinannya
ee kemungkinan besarnya akan ee diminta
untuk meningkatkan kapasitas IPAL-nya.
itu bisa dengan ee perencanaan ulang
IPAL yang sudah ada atau mungkin
penambahan unit IPAL sehingga menjadi ee
dari satu unit menjadi du unit misalnya
ee sehingga memisahkan dua menjadi dua
sumber air limbah. kemungkinan ee
seperti itu sih untuk arahan dari ee
instansi terkaitnya itu. Itu mungkin
kalau misalnya ada tambahan dari Mas
Adit ee boleh untuk menjawab pertanyaan
ee Ibu Lucy.
Eh, izin menambahkan mungkin ya tadi
dari penjawab ee jawabannya Mbak Tifa
biasanya kalau e misalnya kita
mengajukan
mengajukan itu sebenarnya kembali ke
dampaknya sih resiko yang dapat terjadi.
Misalnya kalau di air limbah domestik ee
misalnya debitnya terlalu besar
sedangkan ee kapasitas IPALnya terlalu
kecil tuh sangat mungkin menjadi ada ya
dampak mulai dari ee luapan-luapan yang
terjadi di instalasi pelongolahan air
limbahnya. Kemudian ee bisa juga ee
berdampak pada lingkungan. Jadi itu
pasti pun ketika kita ajukan ke KLHK itu
pasti akan menjadi hal yang ee jadi
konsern mereka lah. sih di ditanyain
kayak kenapa nih ee dari jumlah orangnya
banyak sekali misalnya dari jumlah
jumlah apa namanya jumlah karyawannya ee
banyak sekali sedangkan ee IPALnya
segini itu pasti akan menjadi inilah
akan jadi bahan bahan diskusi atau ya di
inilah bahan bahan bahan pertanyaan
banyak dari KHK sampai akhirnya ya itu
ee ujungnya akan terbuka atau ya itu
jadi ee harus dipastikan kembali jangan
sampai ee
ee apa namanya? Kapasitas yang kita
rencanakan itu tidak sesuai dengan ee
jumlah air limbah yang dihasilkannya.
seperti itu.
Ee oke mungkin ee cukup tapi kalau
ternyata masih ada ee konsern boleh di
ini lagi ya ditulis lagi di kolom
komentar. Kemudian selanjutnya saya izin
menjawab terkait ee pertanyaan dari ee
Bu Ibu atau Mbak Fransiska. Kus Nanto.
Jadi ee tadi terkait ini ya ee referensi
yang ditemukan biasanya BMAL domestik
yang dimanfaatkan untuk siram tanaman
tuh menggunakan Permen LHK nomor 6816.
Tapi ketika ee diminta tapi ternyata ada
ada ini ya ada BM BM tambahan yaitu
memang betul ya tapi biasanya itu sudah
ditentukan dari ee KLHK-nya. Jadi apa ya
pengalaman yang kita ini yang yang
pernah kita lakukan kita pernah e
mengajukan dokumen
jadi untuk ee jadi ee dari ee karena
waktu itu si apa ya kita ee mengajukan
dokumennya itu ke ke KLHK pusat. Jadi
ada ini sih ada beberapa ee tambahan ee
parameter parameter-parameter tambahan
di luar ee yang 686 itu. di antaranya
ada ee surfaktan sebagai MBHS, kemudian
ada total fosfat, ee residual florin,
kemudian ada juga beberapa beberapa
parameter yang diambil dari PP221
seperti fekal coliform, kemudian ee COD
dan ee dan TSS seperti itu. Tapi ya itu
dia itu untuk apa ya? Mungkin kami juga
masih ini sih ee ada apa ya masih ee
belum menemukan kayak misalnya yang tadi
misalnya total fosfat, surfaktan, dan
residual klorin itu sumbernya dari mana?
Tapi kalau berdasarkan ee apa ya ee
pengalaman kami itu langsung di-request
oleh KLHK seperti itu
pun untuk apa namanya kadar maksimumnya
itu ya bisa bisa dicari dari beberapa ee
literatur ataupun ee apa ya baku mutu
yang sudah ada. Kemudian untuk misalnya
ee
kita tidak ee sebelumnya kita tidak
belum melakukan pengujian secara rutin
untuk parameter-parameter yang baru
dimention itu. Nah, itu ini sih kita
bisa melakukan pendekatan melalui ee apa
ya literatur yang ada.
Kurang lebih seperti itu.
Oke. Ee mungkin sekalian ee tadi ada
pertanyaan dari ee Mas atau Pak Bisma ya
terkait apakah jumlah IPAL itu
menentukan ee banyaknya dokumen itu
tidak ya. Jadi ee kita bisa mengajukan
beberapa langsung ee banyak IPAL ee
dalam satu dokumen. Namun dengan catatan
ee dokumen itu apa ya? Jadi satu satu
dokumen satu dokumen yang satu jenis
gitu. Misalnya kita ee ada ada
dua dua pemanfaatan dan satu ee ada
pembuangan dan pemanfaatan air limbah
yang kita akan ee lakukan di suatu
perusahaan. Jadi, ada beberapa ee IPAL
yang kita ingin buang air limbahnya ke
badan air permukaan dan ada juga ee IPAL
yang kita ingin manfaatkan. Nah, itu
walaupun ada e misalnya berapa puluh
IPAL yang kita ingin ee manfaatkan itu
yang dibuatnya cukup dua dokumen aja.
Jadi misalnya kayak oh ini dokumen kita
kelompokan IPAL mana aja yang mau kita
ee buang untuk ke badan air permukaan
mungkin dan ee ipal mana aja yang kita
mau ee manfaatkan misalnya seperti kita
ee manfaatkan untuk siram cuci atau
mungkin diserapkan ke ee tanah ataupun
formasi tertentu seperti itu. Jadi ee
dikelompokannya bukan berdasarkan jumlah
IPAL, melainkan jenis pemanfaatan
ataupun pembuangan yang kita ingin
lakukan seperti itu.
Oke, baik terima kasih banyak atas
jawabannya. Mungkin kita bisa lanjut ke
pertanyaan selanjutnya.
E dimulai dari Bapak Fadliadi. Untuk
pertanyaannya adalah eh yang pertama,
apakah perhitungan tingkat evaporasi
perlu juga dihitung jika unit kita
adalah biasa atau evaporasi hanya
dihitung apabila kita waktet?
Dan yang kedua adalah apakah ada metode
baku yang digunakan untuk menghitung
berat evaporasi? Mungkin bisa langsung
dijawab aja ya untuk satu pertanyaan.
Silakan.
Oke. Baik. Ee saya izin menjawab
terlebih dahulu untuk ee Pak Fadli
Mulyadi. Terima kasih atas
pertanyaannya. Ee untuk pertanyaan yang
pertama itu apakah perhitungan tingkat
evaporasi perlu untuk ee Biotank atau
rimba domestik? Ee ini sebetulnya kalau
untuk evaporasi ini ee hanya terhitung
cukup mayor ketika ee instalasi
pengolahan air limbahnya ini terbuka ya.
Seperti ee sedimen pon di pertambangan
itu kan ee cukup luas untuk area yang ee
digunakannya. Kemudian terbuka juga
tidak ada penutup di ee atapnya. Ee maka
untuk evaporasi ini ee sepertinya tidak
diperlukan untuk ee IPAL ee biotank ya
untuk air limbah domestik. Jadi untuk
IPAL-Ipal yang terbuka saja. Kemudian
yang kedua, apakah ada metode baku yang
digunakan untuk menghitung tingkat
evaporasi?
Ee untuk metode ini sebetulnya belum ada
ketentuan metode baku apa yang harus
digunakan ee apabila
kita memperhitungkan evaporasi dalam
pengelolungan air limbah kita. Ee tapi
untuk ee pengalaman kami
untuk tingkat evaporasi ini bisa ee
menggunakan metode penman method dan
untuk perhitungan ini mempertimbangkan
berbagai ee aspek seperti cuacanya,
kemudian ee sinaran mataharinya dan
lain-lain itu ee sejauh ini masih
diterima oleh ee tim KLH pusat ya. Jadi
ee kalau untuk metode bakunya ini belum
ada. Namun salah satu metode yang kami
gunakan adalah eh penman method ini.
Seperti itu. Terima kasih.
Oke. Baik. Ee banyak atas ee jawabannya.
Mungkin kita bisa lanjut ke pertanyaan
selanjutnya ee dari Bapak Aldi dari
Universitas Jember. Eh, pertanyaannya
adalah tadi di bab kajian teknis
disebutkan bahwa jika perusahaan
memiliki kualitas air limbah yang
melebihi baku muku yang ditetapkan, maka
perusahaan wajib melakukan kompensasi
sesuai dengan limbah yang melebihi baku
muku tersebut. Kompensasi itu bentuknya
seperti apa? Ya, terima kasih. Mungkin
bisa langsung dijalak saja.
Ee oke, mungkin sedikit ee apa ya ee
sedikit meluruskan ya. Jadi kalau
terkait ee
apa ya parameter yang dibuang itu tidak
tidak boleh ya tidak boleh melebihi baku
mutu yang ini yang sudah ditetapkan.
malah ee mungkin sekarang kalau dari
KLHK maupun dinas biasanya malah
memperetat. Jadi ee baku mutu di di
perusaha di apa namanya di em ee Permen
ataupun ee peraturan biasanya dia
mencantumkan misalnya untuk TSS 300 tapi
kalau dari KLHK ternyata oh itu sudah
enggak boleh 300 harusnya ee maksimal
sekarang kita 100 gitu. Jadi ee kalau
melebihi baku mutu itu sudah tidak boleh
ya. Tapi e ada kondisinya ketika kita
ingin melakukan pembuangan air limbah ke
badan air permukaan. Contohlah Sungai
Mahakam.
Jadi sebetulnya untuk Sungai Mahakam ini
kondisinya sudah ini ya sudah tidak
sudah tidak baik-baik saja ya, Bapak,
Ibu. Jadi mulai dari ee dia kan
merupakan salah satu sungai terbesar di
Kalimantan dan ee semua apa ya merupakan
salah satu ee apa ya aliran-aliran dari
semua buangan tambang sebelum masuk ke
laut gitu. Jadi untuk di Sungai Maha itu
dia sudah ini jadi kayak ada baku mutu
air limbah untuk ee eh baku mutu ee air
apa badan air permukaan untuk sungai itu
di makam sudah kelas 1 ya dia maksimal
di ee 30 atau 50 ee mg/lit. Nah, tapi
untuk kondisinya sendiri di Sungai
Mahakam itu sudah lebih sudah 80 atau
bisa sampai 100. Nah, kalau kayak gitu
kan berarti sebetulnya kita sudah tidak
boleh tuh membuang membuang air limbah
kita ke sungai yang kondisinya sudah
sudah
lebih buruk daripada standar yang kita
sudah acu gitu. Nah, sebagai tapi kita
terpaksa nih membuang karena kita tidak
bisa memanfaatkan airnya. Misalnya kayak
ee kita air apa jumlah airnya terlalu
besar atau mungkin kita tidak punya
lahan untuk memanfaatkannya. Jadi ee hal
yang satu-satunya yang kita bisa lakukan
adalah tetap membuangnya ke badan air
tersebut, tapi kita harus melakukan
kajian kompensasi. Nah, jadi misalnya ee
tadi ee ini kan ditanya juga ya bentuk
kompensasinya seperti apa. Nah, ini
untuk bentuk kompensasinya ini
tergantung dari ee parameter apa yang
sudah melebihi melebihi baku mutu.
Misalnya untuk di ee Sungai Mahakam itu
misalnya TSS-nya sudah besar nih. Nah,
tapi kita terpaksa harus membuang ee air
limbah yang ee memiliki kandungan TSS
misalnya 50 mg/lit. Nah, dari situ kita
harus mengalikan antara ee apa namanya?
debit ee berapa konsentrasi yang kita
buang ke badan air tersebut sehingga
kita nanti akan mendapatkan ee beban
pencemarnya nih selama selama harian
atau tahunan gitu berapa kilogram atau
ton per tahun. Nah, dari situ kita bisa
memperhitungkan kita akan mengganti
berdasarkan ee ee parameter itu. Nah,
parameter apa? Kegiatan apa nih yang
kita bisa melakukan untuk mengurangi ee
beban pencemar TSS. Nah, TSS kan eh
total suspended solid kan dia ee apa ya?
dia ee
identik dengan penggerusan tanah gitu.
Nah, berarti yang bisa kita lakukan
adalah melakukan pengurangan ee ya
bagaimana caranya agar di lahan-lahan
itu kita bisa kurangi ee gerusannya dan
masuk ke air. Nah, biasanya kita ee
melakukan rehabilitasi di ee DAS atau
daerah aliran sungai tersebut. Nah, jadi
itu jadi kita ee memperhitungkan,
menganalisa. Jadi kalau misalnya kita
membuang ee badan ke badan air
permukaannya itu ke sungainya itu
setelah dihitung ada misalnya ee 1500 ee
kg per tahun atau ton per tahun. Nah,
berarti kita harus harus merencanakan
berapa nih luasan luasan ee apa namanya?
luasan
ee area yang akan kita rehabilitasinya
seperti itu.
Pun nanti juga kita akan akan
memperhitungkan misalnya itu awalnya
dari lahan gundul terus kita ganti jadi
hutan. Berarti kan dia ee pasti ee apa
ya perhitungan untuk ee gerusan ataupun
faktor-faktor ini akan akan jauh lebih
berbeda. Nah, itu kita bisa asumsikan
dari sana. Nah, itu untuk parameter TSS.
Ada juga misalnya kayak oh ini eh ada
parameter F atau apa ya jangan FMN
misalnya dari dari amoniak gitu amoniak
kan dia ee cenderung dari domestik nih
dia si sungai kita sudah sudah tinggi
akan amoniak tapi kita terpaksa untuk
membuang amoniak ke sungai tersebut.
Nah, itu ada ini kita bisa melakukan ee
kompensasi dengan cara membuat ee ival
domestik. Jadi yang awalnya banyak air
limbah dibuang tinggi akan amoniak, kita
bisa mengurangi gitu mengurangi si
parameter tersebut dengan membangun ipal
domestik untuk warga-warga di sana. Tapi
dengan catatan kegiatan kompensasi ini
harus dilakukan di luar kompensasi ee
area-area kegiatan kita atau kegiatan
perusahaan kita seperti itu.
Oke. Baik, terima kasih atas ee
jawabannya. Mungkin kita bisa lanjut ke
pertanyaan selanjutnya dari Bapak
Muhammad Fauzi dari Rumah Sakit Eka
Hospital Cibuhur. Izin bertanya, saat
ini kami sedang dalam pengulisan
pertekda LH Jabar. Dalam prosesnya kami
ada perhitungan raca air dengan
konsultan. dari konsultan berdasarkan
arahan dinas agar bisa dibuatkan
sebesar-besarnya, maka konsultan membuat
debit air limbah yang dihasilkan dalam
100% dari neraca air. Tetapi dalam
ketentuan dinas biasanya menggunakan 80%
debit air limbah yang dihasilkan dari
neraca air. Kira-kira yang lebih masuk
untuk dicantumkan di pertek tersebut
apakah 100% atau 80%? Mungkin bisa
langsung dijawab saja.
Oke. Baik. Eh, terima kasih atas
pertanyaannya Pak Fauzi dari RSEK
Hospital Cibubur ya. Eh, jadi untuk
pertanyaannya
ee untuk debit air limbahnya dihitung
100% dari ee air bersihnya ya. Kira-kira
mana yang lebih masuk untuk ee
dicantumkan di pertek? Oke. Ee memang
betul untuk ee pengajuan persetujuan
teknis ini kita ee harus
merencanakan semaksimal mungkin air
limbah yang kita hasilkan dari ee
fasilitas atau kegiatan yang kita punya
yang kita ajukan ini. Ee namun ee
biasanya memang betul ya 80% dari debit
air limbah dan ee ini sudah cukup ee
menjadi angka maksimum ee untuk timbulan
air limbah dari kebutuhan air bersihnya.
Sebetulnya untuk 80% itu sudah cukup ya,
Bapak. Ee tapi jika memang ee terdapat
ee perhitungan yang ingin disesuaikan
jadi 100% itu ee sebetulnya tidak
masalah juga karena ee untuk perhitungan
yang lebih besar ini bisa kita jadikan
ee sebuah investasi ya untuk di masa
mendatang. misalnya ee jika ada
penambahan ee kapasitas misalnya untuk
di rumah sakit penambahan bednya atau ee
penambahan gedung itu bisa menjadi
investasi untuk mungkin 5 sampai 10
tahun ke depan itu pasti akan terpakai.
ee jadi tidak perlu lagi untuk
mengajukan ulang dokumen perizinan
lingkungan untuk IPALnya ini gitu.
Tapi jika ee mungkin jika budgetnya
terbatas ee hanya untuk ee memenuhi
kriteria dan ee nilai maksimum yang umum
digunakan itu angka 80% itu juga sudah
cukup seperti itu.
Terima kasih untuk pertanyaannya.
Oke, baik. Ee mohon maaf sekali lagi
mungkin untuk Bapak Ibu yang belum
terjawab pertanyaannya mungkin untuk
pertanyaan yang belum sempat dijawab
boleh langsung saja ditanyakan ke
WhatsApp ee Danesa ya yang akan
dikirimkan melalui grup webinar. Karena
waktu kita tidak banyak, kita akan
mengakhiri sesi tanya jawab sampai di
sini saja. Selanjutnya
saya akan ee menjelaskan info menarik
buat Bapak dan Ibu sekalian. Bulan
Agustus nanti, Ganesa akan mengadakan
short course solusi pengelolaan air
tambang dengan software HP HMS yang akan
berlangsung selama 3 hari pada tanggal 4
sampai 6 Agustus. Nantinya akan ada
banyak sekali hadiah dan juga voucher
gratis plus materi disampaikan step by
step termasuk panduan cara downloadet
dan penggunaan software itu sendiri.
Jadi, jadi cocok banget ee cocok sekali
untuk Bapak dan Ibu yang belum familiar
dengan software tersebut. Jadi, jangan
sampai terlewat untuk eh short course
kali ini. Baik, ee mungkin sebelum kita
benar-benar mengakhiri sesi webinar pada
siang hari ini, seperti biasa kita akan
adakan sesi dokumentasi terlebih dahulu,
maka kami mohon ketersediaannya untuk
menyalakan kameranya sejenak.
Baik.
Oke, mungkin bisa
dihidupkan untuk videonya agar kita bisa
mengambil dokumentasi.
Baik.
Baik, mungkin ee sudah semua ya untuk
menghidupkan kameranya. Kita akan mulai
ee screenshot-nya. Baik, sudah semua?
Oke.
Oke. Baik, kita mulai dari halaman
pertama.
1 2 3.
Hm. Baik, kita lanjut ke halaman kedua.
1 2 3.
Baik, kita lanjut ke halaman
selanjutnya. 1 2 3.
Oke. Baik. Eh, halaman selanjutnya 1 2
3.
Halaman selanjutnya 1 2 3.
Oke. Baik. Bisa hal selanjutnya.
Oke,
halaman selanjutnya.
Oke. Oke. Baik, halaman selanjutnya
silakan.
Baik, terima kasih banyak atas waktunya.
Sekarang kita akan masuk ke bagian yang
sudah ditunggu-tunggu yaitu pengumuman
tiga peserta dengan pertanyaan terbaik.
Setelah berdiskusi dan menilai
pertanyaan yang masuk tadi, kami telah
memilih tiga peserta dengan pertanyaan
terbaik di sesi hari ini. Oke, selamat
kepada Bapak Fadli, Bu Fransiska dan
juga Pak Faudi.
Selamat atas ee pertanyaan terbaiknya.
Jadi, mohon bantuannya untuk mengirimkan
nomor HP secara private chat ke admin
tim FI Marketing melalui kolom chat agar
hadiahnya bisa segera kami proses,
Bapak, Ibu. Baik.
Oke, mungkin ee tidak terasa ya sudah di
penghujung acara kami segenap tim Daneta
Environmental Services mengucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada seluruh peserta yang telah
berpartisipasi dalam webinar series 2
hari ini. Kami harap dapat bertemu
kembali dengan Bapak dan Ibu. Di
kesempatan berikutnya, saya dan seluruh
tim beserta narasumber mohon pamit undur
diri. Sampai jumpa di webinar Gesa
selanjutnya. Selamat siang dan sehat
selalu. Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih Bapak Ibu. Selamat sore.
Bapak Ibu
selamat sore.
Terima kasih Bapak Ibu. Selamat sore.
Iya.
Terima kasih.