Webinar Ganeca Talks Series II - Pertek: Dari Regulasi ke Realisasi
BXFtfsD7F48 • 2025-08-07
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Oke, baik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang dan salam sejahtera untuk kita semua. Saya ucapkan selamat datang Bapak dan Ibu peserta webinar series 2 dari seluruh penjuru Indonesia yang telah bergabung di Rin kali ini dalam acara webinar series 2 dari regulasi kerealisasi terkait untuk pemanfaatan dan pembuangan air limbah pada hari ini 17 Juli 2025. Diharapkan selama webinar berlangsung seluruh peserta dapat mengikuti dengan aktif dan juga maksimal sehingga materi yang disampaikan bisa diterima dengan baik. Mohon juga untuk menghidupkan video dan mematikan audio selama webinar berlangsung. Baik, saya Syem Albaya dengan senang hati akan memandu jalannya webinar ini hingga selesai. Bapak dan Ibu sekalian, sebelum dimulainya acara webinar pada kesempatan siang hari ini saya akan perkenalkan dua narasumber. Dua narasumber yang luar biasa sekali yaitu Kak Adugha Aran dan juga Kak Noramdani. Keduanya merupakan bagian dari tim research and consultinga yang telah berpengalaman luas dalam bidang teknik lingkungan dan sudah hadir bersama kita tentunya. Mari kita sambut bersama. Halo, Kak. Selamat siang, Kak Adi Fatifa. Halo, siang Mbak Sherin. Alhamdulillah baik sekali dan bersemangat pastinya. Ee semoga sehat selalu dan semangat terus ya, Kak. Oke. Baik, terima kasih banyak. Tanpa berlama-lama lagi langsung saja nih kita masuk ke sesi pemaparan. Tetapi kita juga akan mendengarkan sedikit pemaparan dari Pak Salsa selaku tim marketing mengenai event-event Gamesa CH yang sudah berlangsung di Gamesa. Jadi untuk Kak Salsa saya silakan. Terima kasih. Halo, selamat siang. Terima kasih Kak Sherin atas perkenalannya. Selamat siang Bapak dan Ibu. Salam sehat untuk kita semua. Perkenalkan saya Salsa, mewakili marketing dari Ganesa Environmental Services, konsultan lingkungan berbasis teknologi yang hadir sebagai solusi lingkungan terpadu untuk masa depan dan berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk menjadi konsultan dukungan yang terpercaya dan inovatif di Indonesia dengan menawarkan solusi berkelanjutan yang berbasis metodologi ilmiah yang canggih. Dalam setiap pelayanan yang kami berikan, kami selalu mengedepankan integritas, profesionalisme, dan kepuasan klien. Harapannya solusi yang kami tawarkan tidak hanya sekedar mem regulasi, tetapi juga mau memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat. Webinar series ini merupakan kegiatan rutin kami yang kedua setelah sebelumnya kami berhasil menyelenggarakan webinar perdana pada bulan Mei ke depannya kami akan terus menyelenggarakan kegiatan serupa sebagai ruang berbagi insight, pengalaman, solusi di bidang hingkungan. Sebagai informasi, layanan yang kami sediakan di Ganesa Environmental Services mencakup dokumen lingkungan, studi lingkungan, pemantauan lingkungan, teknologi pengolahan air dan air limbah, dan yang terakhir ada laboratorium lingkungan. Beberapa klien yang telah mempercayakan layanan kepada kami berasal dari berbagai sektor di antaranya sektor pertambangan seperti Sinarmas Group, PAL, Harita, dan lainnya. Kami juga mendampingi industri lain seperti sektor oil dan gas termasuk Pertamina serta sektor manufaktur seperti Paragon. Tentunya masih ada sektor-sektor lain yang belum sempat kami sebutkan satu persatu. Namun kami terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai jenis industri yang memiliki komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Jika Bapak dan Ibu memiliki kebutuhan khusus, pertanyaan atau ingin diskusi lebih lanjut, kami persilakan untuk menyampaikan di sesi tanya jawab pada akhir acara. Mari kita mulai webinar hari ini. Semoga materi yang kami bagikan dapat bermanfaat dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa yang mendatang. Terima kasih semuanya yang telah berpartisipasi dalam webinar series dua kali ini. Saya kembalikan ke moderator. Oke. Baik. Terima kasih banyak Kak Salka atas informasinya. Mungkin kita bisa lanjut lagi ke pemaparan dari narasumber kita. untuk langsung memulai sesi pada siang hari ini. Oke, baik terima kasih eh Mbak Sherin. Saya izin buka untuk ee acara webinar di siang hari ini. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee selamat siang. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Eh, perkenalkan nama saya Nurlatif Haris Ramdani. Di sini ee kami akan sedikit membahas terkait persetujuan teknis dari regulasi kalalisasi terkait praktik untuk pembuangan dan pemanfaatan air limbah. Oke. Baik, sekali lagi izin memperkenalkan diri Bapak Ibu. Saya Nurati Faria Ramdani dan saya nanti akan dibantu oleh rekan saya Mas Adity Adugraha. sedikit tentang kami di Ganesa Environmental Services ini. Kami berada di divisi research and consulting. Di divisi ini kami utamanya bertugas untuk membuat dokumen maupun kajian lingkungan yang membantu Bapak Ibu memecahkan persoalan lingkungan yang terjadi. Beberapa yang sering kami kerjakan adalah dokumen pertek, kajian hidrologi, karakterisasi air limbah, asesmen IPAL, dan lain sebagainya. Oke. Baik, kembali lagi ke bahasan utama kami. Jadi, pada kesempatan hari ini akan ada beberapa bahasan. Dimulai dari pembahasan umum terkait regulasi, alur, serta jenis-jenis persetujuan teknis. Kemudian akan ada akan ada juga studi kasus terkait kajian teknis pembuangan air limbah yang akan dijelaskan oleh Mas Adit dan studi kasus standar teknis pemanfaatan air limbah yang akan dijelaskan oleh saya sendiri. Boleh dilanjutkan. Baik. Ee apakah suara saya sudah terdengar? Ya, ee mohon maaf sebelumnya ee saya izin lanjutkan sedikit background dari regulasi persetujuan teknis ini. Ee di slide yang tertampil terdapat perbedaan alur pengajuan izin berdasarkan regulasi sebelum dan setelah Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 dan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Bapak, Ibu dapat dilihat yang berdasarkan alur berikut ini setelah diperbaharui alur pengajuan izin lingkungan menjadi lebih singkat dan lebih ee efektif ee dapat dilihat pada diagram yang berwarna orange. Karena memang pada dasarnya pengintegrasian ini bertujuan untuk membuat proses pengajuan perizinan berusaha menjadi lebih efektif dan lebih efisien. Oke, berdasarkan peraturan pemerintah nomor 22 tahun 2021 terdapat empat kegiatan penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan mutu air. Padahal ini pengajuan izin melalui persetujuan teknis pemenuhan baku mutu air limbah menjadi salah satu upaya kita dalam pencegahan pencemaran air. Selanjutnya terkait persetujuan teknis itu sendiri, yakni merupakan dokumen persetujuan dari pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang berupa ketentuan mengenai standar perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta juga analisis mengenai dampak lalu lintas usaha dan atau kegiatan sesuai dengan peraturan perundangan. Terminologi pertek ini ee menggantikan IPLC atau izin pembuangan limbah cair. Ya, mungkin Bapak Ibu sudah lebih familiar dengan istilah ini. Nah, perbedaan ee antara IPLC dan Pertek itu sendiri terletak yang pertama di ee baku mutu air limbah yang digunakan. Pada ini kita tidak mengacu ke ee baku mutu air limbah yang lokal atau umum, tetapi kita dapat mengajukan baku mutu sesuai dengan air limbah yang kita keluarkan. sehingga setiap perusahaan ini berpotensi memiliki baku mutu air limbah yang berbeda-beda. Kemudian di dokumen pertek ini kita bergantung pada rona awal lingkungan masing-masing lokasi. Nah, apabila rona awal lingkungannya sudah tercemar maka kita harus merancang agar air limbahnya ini ee tidak semakin mencemari lingkungan. Nah, siapa saja sih yang perlu mengajukan persetujuan teknis berdasarkan Permain LH nomor 5 tahun 2021? Ee di antaranya adalah usaha dan atau kegiatan yang wajib AMDAL atau UKLUPL ini yang melakukan kegiatan pembuangan dan atau pemanfaatan air limbah. Tu ee untuk tahapan persetujuan teknis itu kira-kira seperti apa ya? Nah, berdasarkan pengalaman kami, penyusunan dokumen Pertek ini dapat dilakukan dalam waktu 3 bulan saja ketika seluruh data yang diperlukan ee untuk menunjang dokumen ini sudah terkumpul semuanya. Kemudian di ee dokumen ini dis-ubmit ke instansi terkait bisa pusat ataupun daerah sesuai kewenangannya. Kemudian pada tahap validasi pengajuan yang memakan waktu kurang lebih 1 bulan ee selanjutnya ee dilanjutkan dengan pemaparan rencana teknis kepada instansi yang terkait. Kemudian sekitar 2 sampai 9 bulan berikutnya diisi dengan penyesuaian dokumen pertek yang berakhir pada penerbitan SK atau surat ee keterangan persetujuan teknis. Nah, apakah sudah selesai disampai di sini Bapak, Ibu? Tentu belum saja. Next. Setelah SK perteknya terbit, maka kita perlu mengajukan sertifikat like operasi atau SLO. Dimulai dari komisioning dan uji coba IPAL, kemudian dilakukan integrasi persetujuan lingkungan. Ini bersamaan dengan ee praktik-prik lainnya seperti praktik emisi, praktek limbah eh B3 atau rintech. Kemudian baru kita dapat mengajukan SLO. Nah, pada tahap integrasi persetujuan lingkungan ini kita mengusahakan untuk menyertakan rencana jangka panjang ya Bapak Ibu mungkin sekitar 5 tahunan agar pengajuan izin ini tidak berulang kali dan tetap efisien untuk prosesnya. Selanjutnya pada pengajuan SLO ini terdapat verifikasi lapangan oleh verifikator dan apabila kenyataan di lapangan ini tidak sesuai dengan dokumen yang kita ajukan, maka akan terbit berita acara yang perlu ditindaklanjuti sebelum terbitnya SLO. Maka setelah SLO terbit, IPAL sudah layak beroperasi. Next. Nah, apa saja sih pengolahan yang bisa kita ajukan dalam persetujuan teknis ini? Secara umum ee dokumen pertek ini terbagi menjadi dua, kajian dan standar teknis. Ee terdapat delan kegiatan yang bisa dimuat dalam kajian teknis serta terdapat empat kegiatan yang bisa dimuat dalam standar teknis. Namun pada kesempatan kali ini kita hanya bisa membahas sebagian kecil saja dari seluruh kegiatan ini ya, Bapak, Ibu. Nah, baik untuk selanjutnya saya serahkan kepada rekan saya. Dipersilakan kepada Mas Adit. Eh, oke. Baik, terima kasih ee Mbak Tifa. Selamat siang Bapak dan Ibu sekalian. Perkenalkan saya Aditya. Di sini saya izin melanjutkan ee terkait apa yang tadi telah dijelaskan sedikit oleh Mbak Tifa ya. Berikut saya tampilkan beberapa contoh tata cara penapisan mandiri. Yang pertama ini terkait pembuangan air limbah ke badan air permukaan. di sini tercantum ya, ada beberapa ee daftar usaha ataupun kegiatan yang ee sudah pasti masuk ke ee potensi pencemaran tinggi. Ini dapat dilihat pada lampiran 1 Permen ee LHK5 2021. Di situ terdapat 97 usaha yang otomatis wajib ee membuat perteek jika membuang air limbahnya kebenaran air permukaan. Ee nah dari ini ee entah dari kegiatan utama maupun penunjang atau kegiatan domestik. Namun walaupun kita sudah tahu ee bahwa perusahaan yang kita sebentar walaupun kita sudah tahu nih misalnya ee perusahaan yang kita ini wajib ee membuat ee kajian teknis, namun kita tetap harus melakukan ininya ya penapisannya hingga ee ke step-step bawahnya seperti itu. karena untuk memastikan ee apakah badan air permukaannya sudah ee ada alokasi beban pencemarnya atau kualitas airnya sudah ee melebihiu atau belum ee dan sebagainya. Nanti mungkin akan dijelaskan lebih lanjut pada ee bahas bagian studi ee studi kasus. Ee ada juga pembuangan air limbah ke formasi tertentu. Kalau ini harus langsung ee wajib membuat kajian teknis ya, Bapak, Ibu. Selanjutnya ada juga pemanfaatan air limbah untuk aplikasi ke tanah. ee ini jika airnya mau dimanfaatkan ee dan seringnya itu digunakan sebagai ee ee substitusi untuk e kegiatan siram dan cuci ataupun ee lain sebagainya. Selanjutnya ee memanfaatkan air limbah ke formasi tertentu. Kalau ini biasanya eh digunakan untuk kegiatan pressure maintenance ataupun enhanced oil recovery. Dan yang terakhir dalam pertek air ini ada yang ee kegiatan yaitu pembuangan air limbah ke laut. ini juga terdapat beberapa daftar usaha kegiatan yang dapat dilihat pada lampiran 1 Permen LHK5 tahun 2021 di mana terdapat 59 usaha usaha yang wajib melakukan kajian teknis dan 57 usaha yang wajib melakukan standar teknis. Namun ee kita tetap harus melakukan penapisan ya seperti yang tadi sudah dijelaskan di awal. Oke, berikut merupakan ee beberapa perbandingan muatan kajian teknis dan standar teknis. Dari kedua muatan ini ee yang membedakan adalah penentuan baku mutu yang digunakan. Pada kajian teknis ee acuan baku mutu yang ditentukan berdasarkan perakiraan dampak yang kita analisis ee yang kita analisis. Sedangkan pada standar teknis baku mutunya itu mengikuti rujukan yang telah ditetapkan oleh menteri ataupun ee peraturan daerah ee masing-masing daerah. Oke, agar lebih paham ee pada webinar ini kita akan memperdalam terkait kajian teknis membuang air limbah ke badan air permukaan yang nanti akan disampaikan oleh saya dan nanti ee ada juga penjelasan terkait standar teknis pemanfaatan air limbah ke aplikasi ee eh aplikasi ke tanah untuk penyiraman cuci dan ee cuci ee dan akan dibahas oleh Mbak Diva. Baik, kita mulai untuk studi kasusnya yaitu pembuangan air limbah ke badan air permukaan. Kembali lagi ee saya membahas terkait muatan kajian teknis. Secara umum dalam penyusunan kajian teknis kita harus memuat ee beberapa hal mulai dari deskripsi kegiatan, r lingkungan awal, perakiraan dampak yang ini merupakan salah satu ciri khas dan pembeda dari kajian teknis. Kemudian ada juga ee pembahasan terkait rencana pengelolaan lingkungan termasuk IPAL, unit operasi dan proses ee periode uji coba hingga rencana pemantauan lingkungan. Ada juga penjabaran terkait internalisasi biaya yang dilakukan, kemudian ee sistem manajemen lingkungan hingga kompetensi SDM yang ada di perusahaan tersebut. Ee oke. Adapun data atau informasi yang kita butuhkan untuk menyesua dokumen ini ya mencakup ee data primer seperti ee kualitas air limbah, ee kualitas air permukaan dan lain sebagainya. Biasanya biasanya kita ee memulai pekerjaan dengan melakukan sampling pada badan air permukaan yang menjadi lokasi pembohongan air limbah. Ada juga ee data sekunder yang perlu kita ketahui seperti identitas perusahaan, deskripsi kegiatan, ee kapasitasnya juga, kemudian ee izin-izin assisting yang dimiliki oleh perusahaan hingga sistem tanggap darurat, alokasi biaya, ee waktu dan ee kompetensi SDM yang ada di perusahaan itu ee sendiri. Dan yang paling penting juga ya ketika kita melakukan ee pembuatan dokumen adalah perencanaan yang matang. Mengapa? Karena ee ketika kita mau membuat ee kajian teknis yaitu melakukan perencanaan ya karena kita ee jika terdapat perubahan seperti airnya yang tadi di awal kita niatnya mau membuang tapi ternyata ee tidak ada perubahan rencana. Jadi airnya misalnya mau direncanakan eh dimanfaatkan atau lokasi pembuangannya berubah yang awalnya ke sungai menjadi ke danau atau ataupun ke laut itu jenis dokumen yang harus kita buatnya itu berubah ya. Jadi ee apalagi kalau si dokumennya itu sudah disubmit ke PTS PKLHK ternyata ada perubahan ini perubahan rencana. Kalau dari itu ee harus melakukan pengajuan ulang mulai dari pembuatan dokumen ulang dan e dan proses administrasi lainnya. Oke, pada studi kasus ini kita akan mengasumsikan bahwa ada sebuah tambang batu bara yang akan membuang air limbahnya ke badan air permukaan yaitu sungai. Ya, jadi kita ee membahas ke poin satu. Walaupun KBLI tambang batubara sudah tergolong pada potensi pencemar tinggi, namun kita harus tetap melanjutkan penapisannya ee ke poin-poin selanjutnya. Oke, kita lanjut ee ke poin selanjutnya seperti apakah ada standar teknologi? Biasanya untuk tambang di Indonesia itu masih jarang ada standar teknologinya, maka kita asumsikan bahwa itu tidak ada. Kemudian apakah air limbahnya dibuang ke badan air permukaan? Karena di ee studi kasus ini rencananya kita akan membuang air limbahnya ke sungai. Jadi kita ee asumsikan iya. Kemudian apakah ada alokasi beban cemarnya? Biasanya untuk sungai-sungai besar ee ya baru sungai-sungai besar saja yang sudah ada penetapannya. Mungkin salah satunya itu ada di sungai Citarum yang ada di Jawa Barat. Namun biasanya untuk sungai-sungai yang ada di Sulawesi, Kalimantan, dan lain sebagainya itu masih jarang ada alokasi beban pencemarnya. Jadi kita ee asumsikan kalau di sini tidak ada beban pencemarnya. Kemudian apakah baku mutunya terlampaui? Ini baru bisa dijawab setelah kita melakukan permodelan ya, Bapak, Ibu. Namun jika ternyata ee ee baku mutunya ini melebihi ketika kita membuang ee air libahnya ke badan air permukaan, maka dari itu kita harus melakukan ee kajian alternatif kompensasi. Seperti apa sih itu kajian kompensasi? Kita coba bahas sedikit ya pada ee pada webinar ini. Jadi, kajian kompensasi itu dilakukan jika ee ada dua ya dasar kewajiban di mana yang pertama badan air permukaan sudah tidak memiliki daya tampung. ee beban percemar, beban pencemar lagi. Dan yang kedua, jika air limbahnya tidak dapat dimanfaatkan misalnya ee debitnya mungkin terlalu besar ee ataupun sebagainya. Kemudian dari alternatif ini kita bisa pilih ada dua, yaitu ee yang paling sering dilakukan adalah rehabilitasi DAS dan ee pengadaan IPAL domestik ee untuk warga-warga di sekitar. Nah, ini pemilihannya ini tergantung pada beban pencemar parameter apa yang perlu kita kompensasi. Ada juga tantangan dalam melakukan kompensasi. Ananya harus ee menyesuaikan kembali terkait periode uji coba yang telah di kita ee apa ya buat di laporanlaporannya. Kemudian ada juga mencari lokasi kompensasi karena untuk lokasi kompensasi entah itu rehabilitasi das atau pengadaan limbah domestik ini lokasinya harus berada di luar izin ee izin lokasi ya. Jadi kalau misalnya di tambang ee di tambang itu harus berada di luar konsesi ataupun di luar ee wilayah izin usaha pertambangannya. Belum lagi jika ada koordin belum lagi kebutuhan atau keperluan untuk koordinasi ee perizinan lahan dengan dinas-dinas terkait ini biasanya e umum untuk kegiatan ee rehabilitasi DAS. Oke, jika kita sudah tahu nih misalnya air apa aja yang mau dibuang dan ke mana airnya akan dibuang, selanjutnya kita harus ee melakukan analisis neraca air. Pada kasus pertambangan batuara yang Indonesia kan dia ee sangat umum dengan pertambangan kebuka terbuka. Jadi yang menjadi konser utama adalah limpasan yang berasal dari air hujan yang dihasilkan. Maka dari itu kita harus memperhitungkan debit air hujan yang ee menjadi ee air limbah di sana. Salah satu perhitungan yang paling umum atau sering digunakan adalah persamaan rasional dengan rumus eh debit atau Q = CIA. Selanjutnya setelah kita membuat analisis eh debitnya, kita harus melakukan analisa fluktuasi air limbahnya. Karena kalau di tambang di tambang itu biasanya air limbahnya ee ber ini ya berfluktuasinya itu tidak seperti pada industri yang biasanya ee nilainya sama. Terus ketika kegiatan produksi kena air apa di tambang ini dia ini ya tergantung pada hujan yang tidak bisa kita apa ya tidak bisa kita rencanakan. Jadi salah satu pendekatan yang bisa kita lakukan adalah menggunakan ee hidrograf satuan sintetis. Tidak lupa juga kita membutuhkan informasi ee seperti kualitas air yaitu air inlet ya Bapak Ibu sebagai yang perlu di ee jadikan poin. Kenapa air inlet? Karena ee kita membutuhkan air yang masih segar. Jadi ee air jadi air tersebut belum belum ini ya belum belum dilakukan pengolahan karena data itu akan menjadi acuan kualitas yang ee air limbah yang nanti akan kita oleh debit yang telah kita perhitungkan sebelumnya. Kemudian yang bisa yang harus kita lakukan adalah menjabarkan raca air dari kegiatan utama secara keseluruhan. Misal di sini sebagai contoh pada tambang dijelaskan sumber air limbahnya, kemudian ada informasi-informasi ee terkait kapasitas unitnya, kemudian ada debit yang dibuang ee debit yang dibuang ke sungai dan ee penjelasan itu harus dijelaskan secara mendetail. Kemudian kita juga harus bah satu persatu ya. Jadi kata di ee di slide sebelumnya itu kita membahas secara keseluruhan air limbah yang ada di ee suatu kegiatan. Kalau di sini kita membahas ee lebih detail per IPAL-nya. Jadi mulai dari luasan catchment areanya kita harus bahas kemudian ee berapa debit yang melimpas dari eh catchment area atau eh area tersebut. Kemudian kita juga harus menjelaskan terkait volumenya dari setiap unit. Ada pula kita harus ee menjabarkan jika menggunakan pompa. Jadi jumlah pompanya berapa. Kemudian ee debit pompanya itu berapa. Ee harus dijelaskan juga kapasitas tiap kompartemennya. Kemudian berapa pengurangan debit akibat evaporasi yang terjadi hingga debit air limbah yang dibuang ke sungai ee lengkap dengan keterangan debit sungainya. Perlu diperhatikan juga ya Bapak Ibu walaupun pengajuan ee kita ya walaupun pengajuan yang kita lakukan ini ee adalah IPAL pada kegiatan utama namun pada dokumen persetujuan teknis IPAL domestik pun harus tetap kita jabarkan. Tapi mungkin untuk penjelasannya akan dibahas oleh Mbak Tifa terkait IPAL domestik. Oke, selanjutnya ee jika kita sudah melakukan e selanjutnya kita melakukan analisis perakiraan dampak ee step pertama yang harus kita lakukan adalah e memperhitungkan baku mutu air limbah yang ee kita buang. Ada beberapa skenario yang bisa kita cermati. Yang pertama ee ketika badan air permukaannya memiliki alokasi bban cemar. Kalau maka ee baku mutu air limbahnya bisa kita sesuaikan dengan alokasi beban pencemarnya. Yang kedua, jika badan air penerimanya tidak memiliki sudah tidak memiliki beban atau alokasi beban pencemar. Sehingga ee jika ee skenario yang kedua ini terjadi, maka kita ee dapat menggunakan kombinasi menggunakan ee baku mutu air limbah yang spesifik kemudian ditambah dengan pertimbangan ee ee persen peran penurunan beban di segmen tersebut atau kita harus melakukan kompensasi. Dan yang ketiga, jika menggunakan badan air ee apa? Menggunakan beku mutu air pada badan air, badan air penerima yang akan kita buang, ee kita dapat memperhitungkan ee penggunaan ee memperhitungkan dengan beberapa metode. Di antaranya ini ada neraca massa untuk polutan konservatif seperti logam. Kemudian ada model numerik atau analitik untuk polutan-polutan yang non konservatif seperti TSS, pH, organik dan lain sebagainya. Berikut merupakan tools-tools yang bisa kita gunakan seperti ee neraca massa sederhana, ada qual2K eh sewet dan lain sebagainya. Ee jadi setelah kita mengetahui nih metode apa yang cocok untuk kita perhitungkan, kita lanjut ee untuk menganalisa sebaran air limbahnya. Selanjutnya kita harus melakukan analisis ee ya sebaran limbah. Dimulai dengan melakukan segmentasi pada badan air permukaan atau sungai yang menjadi lokasi pembuangan seperti yang pada di seperti yang ada di gambar sebelah kanan. Jadi kita harus ee menentukan ya mulai dari titik hulu sampai hilir dan lokasi-lokasi pembuangan air limbahnya. Misalnya ini ada beberapa IPAL ya yang kita buang ke sungai. Kemudian ada pula beberapa langkah dalam menganalisis sebaran air limbah. Dimulai dari perhitungan baku mutu air limbah dilanjut dengan kita memperhitungkan potensi bioakumulasi dan perpindahan pulutannya. Kemudian menentukan zone of initial dilution atau Zid. dilanjut dengan penentuan nilai penting atau potensi dampak yang dapat terjadi ee hingga memperoleh informasi sebaran air limbahnya. Dengan konstern ee data-data yang kita perlukan adalah ee data ronal lingkungan awal, titik ee lokasi atau ee titiknya kemudian ee debit debit untuk poin ataupun diffus source-nya hingga ee jarak antar titiknya. Berikut ee saya ee jelaskan juga beberapa metode untuk memodelkan perikraan dampak yang dapat dilakukan. Yang pertama adalah melaku menggunakan metode neraca massa sederhana. Ini merupakan metode yang paling mudah dan sederhana ee ee dan umum digunakan untuk perhitungan akumulasi konsentrasi logam pada air. Selanjutnya ada model numerik menggunakan ee quality tok. ini juga sangat umum ya digunakan untuk memodelkan parameter pH dan total suspended solid atau padatan terlarut atau TSS. Kemudian eh tools ini berbasis Excel dan ee beberapa data yang kita butuhkan untuk eh untuk merunning menggunakan tools ini adalah debit air limbahnya, jarak antar lokasinya, kemudian ee mutu air mutu air pada air limbah maupun ee badan air itu sendiri. Selanjutnya ada juga model numerik menggunakan like 2 to. Ini adalah salah satu metode permodelan untuk melakukan permodelan di danau ya teman-teman. Selain le tok juga ada juga menggunakan ee perhitungan daya tampung danau. Nah, untuk daya tampung ini kita menggunakan rumus yang dapat dilihat dan tertera pada lampiran 2 permen LHK tahun ee nomor 5 tahun 2021. Jadi ini sudah dijelaskan dan kita bisa melakukan perhitungkan berdasarkan data-data yang ee sudah dijelaskan pada lampiran tersebut. Dan yang terakhir adalah menggunakan Mic 21. Kalau menurut saya ini merupakan eh metode yang cukup advance dibandingkan dengan metode lainnya karena banyaknya data yang dibutuhkan kemudian waktu analisis dan running aplikasi yang lumayan berat. Kemudian dari hasil analisa e dari mic 20 mic 21 sendiri kita dapat langsung mengetahui sebaran zone of innovational delusion-nya atau ZID yang merupakan dasar penentuan eh lokasi pemantauan yang nanti akan kita ee lakukan. Kenapa sih kita harus melakukan ee perakiraan dampak? Jadi, dua di antaranya ini untuk mengetahui kualitas badan air setelah terdapat ee inputan air limbah yang kita buang. Apakah apakah kualitasnya masih aman atau di bawah baku mutu ataupun sudah ee melampaui. Selanjutnya untuk memperhitungkan beban pencemar ee yang kita buang ke badan air tersebut. Hal ini penting karena jika kualitas badan air permukaannya telah melebihi standar baku mutu yang telah ditetapkan, maka perusahaan itu wajib untuk melakukan kompensasi sebesar beban pencemaran yang dibuangnya. Selanjutnya setelah kita ee melakukan beberapa hal tersebut, kita dapat ee menentukan ee sifat penting dampak dari kegiatan yang kita lakukan. Hal ini didasari berdasarkan hasil hitungan dampak yang telah kita lakukan. Mulai dari sebaran air limbah yang dihasilkan, kemudian potensi pencemar dari setiap parameter air limbah yang kita ee buang dan analisis. Dan ee dari beberapa itu kita akan menganalisis ke aspek-aspek seperti jumlah manusia yang dan komponen lingkungan yang terdampak, kemudian intensitasnya berapa lama, luas sebarannya seberapa luas, kemudian ada ee berbalik atau tidaknya dampak tersebut dan lain sebagainya. Kemudian penilaian dilakukan secara kuantitatif dan diidentifikasi pada setiap badan air penerima. Jadi misalnya jika kita membuang pada lebih dari satu badan air, maka ee tiap analisis ee tiap analisis pada aspek-aspek ini harus dijabarkan pada tiap ee badan air yang kita ee dampak gitu, kita buang. Yang terakhir untuk menentukan ee titik pemantauan. Ee adapun beberapa pertimbangannya adalah hasil perhitungan baku mutu yang telah kita lakukan, kemudian ee perhitungan ataupun analisis dari sebaran air limbah yang telah kita peroleh serta mempertimbangkan aksesibilitas lokasinya. Jadi ee harus mempertimbangkan juga ya ee kalau titik pemantauannya itu bisa diakses atau ya kita bisa datang ke sana untuk melakukan pengambilan air ee ya pengambilan airnya. Selanjutnya kita juga membahas terkait ee rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Bagian ini kita akan melakukan review pada desain yang telah dibuat atau yang akan direncanakan. Yang pertama kita perlu yang pertama adalah kita perlu memastikan bahwa kapasitas IPAL itu mencukupi. Jadi jika kita harus jadi ee kalau di tambang ini kita harus menganalisis menganalisis ee mulai dari ee data curah hujan maksimum yang digunakan hingga ee hasil dari ee debit limpasan yang dihasilkan. Ingat ya Bapak Ibu untuk kapasitas IPAL ini kita tidak boleh kurang dari ee total timbulan air limbah yang dihasilkan. Karena jika kurang itu sangat mungkin ee untuk terjadinya banjir dan berdampak pada lingkungan. Kemudian kita juga harus ee menjelaskan terkait ee teknologi IPAL yang kita gunakan. Misalnya untuk di tambang ini banyak menggunakan ee sedimen font sederhana. Jadi pada ee sedimen pont atau SP ini kita harus jelaskan mulai dari dia terdiri dari beberapa berapa kompartemen, kemudian di mana lokasi treatmennya atau pembubuhan koagulan ataupun bahan kimianya. ee dilanjut dengan ee lokasi pemantauan atau titik penaatannya. Adapun kriteria desain yang bisa kita acu itu ee dapat kita ee lihat di ESDM 1827 tentang pedoman pelaksanaan kaidah teknik pertambangan yang baik serta literatur-literatur lainnya. Selanjutnya setelah kita tahu ee teknologi IPALnya itu seperti apa, kita harus mengevaluasi performa ee efisiensi penyisiannya. Ada beberapa cara untuk menentukan persen penyisihan. Jika pada studi kasus ini kita menggunakan ini eh sedimen font. Yang kita bisa ee pertimbangkan adalah pertama waktu detensi. Semakin besar waktu detensinya maka semakin besar penyisihannya. kemudian melakukan ee sedimentasi ee pengujian sedimentasi seperti sedimentasi tahap 1, tahap du hingga jartes agar kita mengetahui lebih ee mengetahui secara spesifik ee pengurangan TSS yang terjadi. Yang terakhir ee kita harus mengetahui juga kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Contohnya seperti pembubuhan chemikal ataupun keagulan yang dilakukan. Oke, di sini ee kita setelah kita mengetahui data-data tersebut, kita akan lanjut ke tahap layouting. Perlu dicatat, ada beberapa hal yang harus ee tampak pada layout e peta yang akan kita buat seperti luasan kecaman area di mana lokasi inlet-nya, outlet-nya, outfall, kemudian lokasi monitoring hulu dan hilir pada badan air permukaan yang menjadi lokasi pembuangan air limbah kita. Kemudian ada juga ee penyaliran air tambang mulai dari outlet ke outfall-nya, kemudian ee bagaimana kontur kontur apa kontur kontur ee wilayahnya hingga layout IPAL-nya dalam hal ini SP atau setting pont. Eh, baik, kurang lebih ee seperti itu yang muatan-muatan yang harus ditambahkan pada dokumen kajian teknis. Sebetulnya ada dua poin lagi yaitu pemantauan e pemantauan lingkungan dan sistem manajemen lingkungan. Namun karena pembahasannya kurang lebih sama seperti standar teknis, jadi akan dijelaskan sekalian oleh Mbak Tifa. Oke, selanjutnya bisa dilakukan oleh Mbak Tifa. Waktu dan tempat saya persilakan. Oke. Baik, terima kasih Mas Adisit. E kembali lagi bersama saya yang akan membahas studi kasus pemanfaatan air limbah untuk siram dan cuci. Boleh di next. Oke, kita langsung saja membahas hal apa saja sih yang perlu dimuat dalam dokumen standar teknis ini. Yang pertama adalah standar teknis pemenuhan baku mutu air limbah. Ini meliputi deskripsi kegiatan, kemudian rujukan baku mutu air limbahnya, rencana pengelolaan lingkungan, ini termasuk sistem pengolahan air limbahnya, kemudian periode uji coba IPAL dan ee rencana pemantauan. Kemudian yang kedua ee kita harus mencantum juga internalisasi biaya lingkungan. Ini biaya yang kita alokasikan untuk ee pengelolaan lingkungan khususnya di pengendalian pencemaran air. Kemudian yang ketiga, sistem manajemen lingkungan serta yang keempat adalah kompetensi sumber daya manusianya. Nah, apa sih perbedaannya dengan dokumen kajian teknis? Nah, di dokumen secara teknis ini ee relatif lebih ringkas untuk dokumennya. Kemudian juga ee tidak memerlukan kajian penentuan mutu sehingga kita dapat mengacu pada baku mutu yang sudah ditetapkan sebelumnya oleh ee pemerintah. Seperu. Kemudian ee khusus untuk standar teknis siram dan cuci ini merupakan dokumen yang cukup sering diajukan oleh pemrakarsa. Nah, kenapa sih? Karena ee memberikan beberapa keuntungan ya, Bapak, Ibu. Yang pertama adalah dapat mengurangi beban pencemar yang dibuang ke badan air. Ini ee jika sebelumnya akan melakukan pembuangan kemudian ee juga mengurangi titik pemantauan ee badan air misalnya seperti itu. Dan yang ketiga juga melakukan efisiensi penggunaan air bersih sehingga ee air bersihnya lebih dapat dikonservasi. Nah, namun perencanaan yang harus di ee muat dalam dokumen standar teknis ini harus direncanakan secara matang, Bapak, Ibu. Karena jika terdapat perubahan seperti yang sebelumnya saya bilang ini berpotensi untuk mengganti dokumen karena ee tujuan dari pemanfaatannya ini bisa berubah seperti itu. Salah satu contoh penapisan mandiri untuk dokumen standar teknis ini dapat dilihat di layar. Nah, untuk diagram ini khusus untuk pemanfaatan air limbah untuk aplikasi ke tanah. Nah, kita coba studi kasus untuk kegiatan siram dan cuci. Nah, siram dan cuci ini di antaranya kegiatannya untuk siram tanaman, siram jalan, untuk ee pasukan air hidran, kolam rekreasi, cuci kendaraan, dan lain-lain. Saya coba kita mulai dari pertanyaan pertama ee apakah usaha dan atau kegiatan menghasilkan air limbah yang infeksius? Nah, ee limbah infeksius ini biasanya dari rumah sakit ya, Bapak, Ibu. Coba kita ee studi kasus untuk industri selain rumah sakit. Ee maka jawabannya adalah tidak. Lanjutkan ke pertanyaan kedua. Untuk proses utama atau bukan? Ee yakni bukan karena proses utama ini termasuk proses produksi, flashing dan lain-lain. Kemudian kita lanjutkan ke pertanyaan ketiga yaitu untuk kegiatan penunjang ini seperti boiler, cadangan air baku atau scrubber ini jawabannya juga tidak. Kemudian ke pertanyaan keempat untuk produk samping juga tidak seperti pupuk, untuk energi, untuk koposting dan lain-lain ini ee tidak kita lakukan. Kemudian ee untuk pertanyaan yang kelima, untuk menambah nutrisi tanah untuk budidaya. Ini juga tidak, karena kita hanya menyiram ee taman dan jalan. Kemudian pertanyaan yang terakhir adalah untuk penyiraman dan pencucian. Nah, karena kegiatan yang kita ee coba ee penapisannya ini adalah siram dan cuci, maka jawabannya iya. Sehingga kesimpulannya adalah kita harus menyusun standar teknis. Boleh dix. Oke. Ee selanjutnya jika kita sudah tahu nih apa saja air limbah yang ee kita akan manfaatkan seperti untuk siram dan cuci, nah kita masuk ke substansi yang pertama yaitu neraca air. Nah, pada dokumen ini ee selain di kajian teknis juga di standar teknis ee harus melampirkan neraca air yang cukup lengkap ya, Bapak, Ibu. dimulai dari penggunaan eh dari sumber airnya ee ini bisa dari air baku sumur bor misalnya atau mengambil dari sungai. Kemudian penggunaan air ini di ee sekitar lingkup perusahaannya ini menggunakan air untuk apa saja? Ee ini di sini tertera seperti mes, masjid, klinik dan lain-lain. Kemudian ee keluarannya juga berapa. ee untuk pengelolaannya kita menggunakan ee sistem pengolahan apa dan pemanfaatannya. Ee contohnya di diagram ini adalah untuk penyeraman jalan dan harus diage juga debitnya berapa yang akan kita manfaatkan. Nah, ee untuk perhitungan timbulan air limbahnya ini kita biasa menggunakan ee SNI ya untuk standar kebutuhan airnya. Nih contohnya untuk ee di tabel sebelah kiri ini ada contoh perhitungan ee kebutuhan air dan timbulan air limbahnya. Boleh di next. Oke, selanjutnya berikut merupakan contoh neraca air untuk ee air limbah industri ya. Masih sama kita bahas dari sumber air bakunya, kemudian penggunaan-penggunaannya seperti ini ada ee domestik, cooling tower, proses produksi dan lain-lain. Kemudian hingga keluaran dan sampai ke pojok kanan bawah yaitu penyiraman tanaman dan jalan sebagai kegiatan ee pemanfaatan air limbahnya seperti itu. Ee sekilas neraca air di limbah industri ini lebih kompleks ya Bapak, Ibu daripada air limbah domestik. Namun ee saya kira jangan ee khawatir karena kita hanya mendeskripsikan ee apa saja penggunaan air yang dilakukan oleh Bapak Ibu di perusahaan misalnya, kemudian kehilangan airnya seperti pengapan dan ee konsumsinya berapa serta ee kegiatan pemanfaatannya itu ee yang direncanakan seperti apa. Boleh dilanjut. Oke, kemudian kita masuk ke pembahasan kegiatan pemanfaatan air limbahnya. Yang pertama ee ini kita harus menentukan area pemanfaatannya. Karena pada studi kasus ee yang kita bahas ini ee kita akan membahas siram cuci ya, Bapak, Ibu. Maka dapat dilihat di layout yang sebelah kiri ini terdapat ee area pemanfaatan yang berwarna ungu. Nah, ee di layout ini ada beberapa informasi yang perlu kita cantumkan. di antaranya ada luas areanya berapa, kemudian ee debit penyiramannya ini berapa, contohnya berapa meter kubik per ee hektar seperti itu. Kemudian rasio atau persentase debit yang direncanakan untuk kegiatan penyiramannya itu berapa. Kemudian titik koordinat ee area yang disiramnya juga harus dicantumkan serta area pemantauan. Nah, area pemantauan ini ee biasanya ee berupa sumur pantau air tanah di hulu dan di hilir ee aliran air tanah. Yang kedua, jika kegiatan pemanfaatannya ini berupa cuci kendaraan atau cuci ee alat berat ya, Bapak, Ibu di sebelah kanan ee maka kita e harus mencantumkan beberapa informasi penting seperti debit pencucian setiap unitnya, jumlah pencucian unit per hari, kemudian ee jadwal pencuciannya itu harus kita rencanakan dengan matang. Oke, selanjutnya kita masuk ke bagian rencana pengelolaan dan pemantauan ee dari IPAL, IPAL-Ipal yang ee kita rencanakan. Poin pertama yang harus kita perhatikan adalah kapasitas IPALnya. Kapasitas IPAL untuk masing-masing air limbah itu dapat dihitung dengan ee berbagai macam cara ya, Bapak, Ibu. Nah, contohnya ini untuk Epal Industri. maka kita harus menghitung dulu ee kebutuhan air produksinya berapa sebelum kita mengetahui timbulan air timbah yang ee akan kita manfaatkannya ini berapa. Kemudian untuk yang ee IPA domestik seperti yang sebelumnya saya jelaskan ee kita dapat menghitung dari jumlah karyawan atau ee kapasitas setiap fasilitas yang dimiliki, kemudian ee fasilitasnya apa saja, kemudian perhitungan kebutuhan air bersih hingga perhitungan timbulan air limbah yang dihasilkan dari kegiatan domestik. Nah, ee sama seperti kajian teknis, kita harus memastikan ee ee kapasitas IPAL yang kita rencanakan ini harus lebih besar daripada total timbulan air limbahnya ya. Kita tidak mau air limbah dari ee kegiatan-kegiatan yang kita lakukan ini ee meruber dari IPAL yang kita rencanakan, Bapak, Ibu. Boleh di next. Ee yang kedua ini teknologi IPAL yang digunakan. Di gambar yang di atas ini ee tertera teknologi biofilter eh anaerob aerob ini untuk pengolahan ee air limbah domestik ya Bapak Ibu. Mungkin sudah banyak yang familiar juga. Nah penerapan teknologi ini juga kita perlu didasari dengan kecocokan parameter air limbahnya. Nah, misalnya untuk ee air limbah domestik ini ada BOD, COD, dan ee TSS, PH dan lainnya, maka kita bisa menggunakan pengolahan biologis seperti biofilter anaeroper ini. Nah, ee kemudian juga kita harus mengacu ke kriteria desain yang bisa dari literatur maupun dari standar nasional Indonesia karena juga sudah ee memuat banyak ya unit pengolahan yang distandarisasi. Kemudian ee poin yang ketiga ini ee adalah neraca massa penyisihannya. Apa saja sih yang disisihkan di neraca massa ini? Tentu parameter-parameter air limbahnya, Bapak, Ibu. Contohnya di sini kita mengolah COD, COD, ee TSS, PH, Kif, dan lain-lain. Nah, pada setiap unit-yunit pengolahan yang kita rencanakan ini contohnya ada ekualisasi, prasedimentasi, biofilter anaerob, biofit aerob, dan sedimentasi ini kita ee harus diperhitungkan berapa penyisihan masing-masing parameter itu. sehingga ee di outlet-nya ini kita targetkan untuk memenuhi baku mutu air limbah yang kita ajukan di dokumen standar teknis ini. Nah, kita masuk ke poin yang keempat yaitu layout IPAL. Ini ada contoh layout IPAL industry di sebelah kiri. Nah, seminimal-minimalnya juga di layout ini kita harus ee mencantumkan tujuh poin ini, Bapak, Ibu. Dimulai dari sumber air limbah ini ee unit kegiatannya apa misalnya seperti mesnya atau kantornya itu harus dicantumkan. Kemudian saluran air limbah antar unit proses atau operasinya, saluran air limbah antar kompartemen, kemudian koordinat inlet eh IPALnya, outlet IPAL-nya, serta eh koordinat monitoring hulu dan hilirnya. Kemudian ee untuk saluran drainase dan tata letak unit juga harus jelas ditampilkan dalam layout ini. Nah, ee sebelumnya saya mau tanya dulu nih, apakah layout yang di sebelah kiri ini ee sudah sempurna atau belum? Ya, mungkin ee dari Bapak Ibu ada yang mau jawab di chat jika ee berkenan. di layout ini kan di sebelah kiri sudah terlihat cukup rumit ya ee untuk layout yang disajikan. Oke, mungkin Bapak Ibu ada yang berkenan untuk menjawab belum? Iya, boleh. Mungkin ee Pak ee Fick boleh dijelaskan apa saja sih yang belum sempurna dari layout ini. Oke, boleh komponen-komponennya disebutkan Bapak Ibu. Nanti ee untuk peserta yang sudah menyebutkan komponen-komponennya ee tolong dicatat ya, Mbak Sharin, Mbak Salsa. Oh, mungkin ee bisa langsung dijawab melalui Mik saja ya, karena saya sudah mengaktifkan miknya. Oke, sudah ada yang jawab. Koordinat inlet outlet belum ada dimensi saluran koordinat. Betul. Boleh di next ya, Bapak Ibu sudah ee banyak yang betul ya di layout ini ee tidak ada dimensinya, kemudian ee saluran air limbahnya juga tidak ada, kemudian saluran drain tidak ada, koordinatnya juga tidak ada, dan sumber air limbahnya pun ee tidak ada ya walaupun terlihat ee lebih rumit ya untuk layout IPAL-nya dibandingkan ee mungkin daripada IPAL domestik, tapi ini masih ada kekurangan-kekurangan yang harus kita lengkapi dari layout ini. Gitu. Boleh di next. Oke, kita lanjut ke poin kelima yaitu rencana pemantauan lingkungan. Karena bahasannya mirip ya dengan kajian teknis, saya akan sambung dari materinya Mas Adit tadi. Di poin ini cukup banyak yang perlu kita bahas Bapak, Ibu. Nah, ee saya sudah ee bedakan untuk kotak biru itu yang terkandung di dalam kajian teknis. Kemudian untuk kotak berwarna abu-abu itu yang dibahas pada standar teknis dan yang putih itu dibahas di kedua dokumen. Nah, kedua dokumen ini perlu eh titik penaatan atau compliance point. Ini letaknya biasanya di outlet IPAL ya, Bapak, Ibu. Kemudian kita juga butuh ee data dari mutu air limbah yang kita keluarkan. ee ini bisa diambil di inlet IPAL-nya. Kemudian juga kita butuh mutu air tanah ini untuk memastikan bahwa ee tidak ada pencemaran yang ee terjadi akibat kegiatan yang kita lakukan. Kemudian juga ee ada frekuensi pemantauan yang harus kita tetapkan. Khusus di kajian teknis, kita perlu memantau ee mutu air permukaan yaitu sungai yang ee air limbahnya kita buang ke sana atau mungkin danau ataupun ee laut ya, Bapak, Ibu. Kemudian titik pembuangan atau titik outfollow air limbahnya dan juga titik koordinat pemantauan hulu hilir dari badan air permukaan. Nah, kemudian ee di standar teknis kita perlu mencatuhkan beberapa informasi yang harus disesuaikan dengan jenis kegiatan pemanfaatannya. Jika kegiatan pemanfaatannya diinjeksi maka kita butuh ee data titik koordinat sumur injeksinya. Kemudian parameter-parameter sumur injeksinya apa saja? Ee kemudian untuk kegiatan peresapan ke tanah ini kita butuh memantau terkait ponapannya seperti apa. Kemudian untuk dosis debit dan ritase pemanfaatan ini untuk kegiatan ee siram cuci biasanya karena ee bisa ya kita hitung dosis ee dan ritase atau jadwal pemanfaatannya. Kemudian ee jika untuk budidaya contohnya seperti titik pantau tanah ee pemeliharaan lahan hingga kebauannya ini jika diperlukan ee maka harus kita ee cantumkan dalam dokumen. Nah, kemudian untuk frekuensi pemantauan ini sebetulnya sudah ee tercantumkan juga dalam lampiran di Permen 5 tahun 2021 Bapak Ibu. Jadi bisa dilihat ee pada dokumen ee acuan tersebut. Oke, boleh di-nex. Oke, kita masuk ke bagian terakhir yaitu sistem manajemen lingkungan. Seperti yang Bapak Ibu sudah ketahui ya, SML ini mengacu juga ke ISO 14001 tahun 2015 terkait plan do check action atau PDCA. Ini juga eh bisa disandingkan dengan Permain LH nomor 5 tahun 2021 di lampiran 4. Ini e ada contohnya di sebelah kanan. Nah, ini ee bisa kita mengacu ee untuk dokumen SML yang dilampirkan dalam dokumen kajian teknis maupun standar teknis ke ee lampiran 4 ee Permen LH 5 tahun 2021 ini. Next. Oke, SML yang kita bahas di dokumen persetujuan teknis ini ee perlu memenuhi enam prinsip SML, Bapak, Ibu. Terdapat ee yang pertama terdapat kebijakan lingkungan. ee dijelaskan sebelumnya ee kebijakan apa saja yang sudah ditetapkan di perusahaan misalnya, kemudian perencanaan terkait pengelolaan lingkungan, implementasi dan operasinya, pemeriksaan dan tindakan perbaikan, tinjauan manajemen sampai ke perbaikan berkelanjutan. Karena ee seperti yang Bapak Ibu tahu ya, SML ini kita ee looping untuk selalu ee menyempurnakan sistem pengelolaan lingkungan. Nah, ee boleh di-nex dulu. Nah, khususnya dalam dokumen pertek ini kita perlu menyertakan evidence atau bukti-bukti bahwa perusahaan yang ee kita ajukan izinnya ini sudah menjalankan SML nih. Contohnya seperti apa? ee seperti dokumen SOP-nya, kemudian studi-studi pendukung, sertifikat kompetensi ee sumber daya manusianya dan lain-lain. Ee kemudian untuk SML ini ee karena kita pada bahasan kali ini ee membahas pertek air limbah, maka ee kita juga berfokus di SML terkait PPA atau pencegahan pencemaran air. Nah, kita harus cantumkan bukti-buktinya di dokumen ee persetujuan teknis yang kita ajukan. Oke, ee sekiranya mungkin dari saya sudah ee cukup sekian untuk paparan singkat terkait studi kasus ini. Ee terima kasih atas perhatian Bapak Ibu. Izin saya kembalikan kepada Mbak Sherin. Oke. Baik, terima kasih banyak ke Adian juga atas pemaparannya yang sangat komprehensif dan luar biasa sekali. Hari ini kita telah mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai hingga implementasi terkait dengan persetujuan teknis air limbah mulai dari proses penyusunan penyusunan dokumen studi kasus pumbuan ke badan air hingga pemanfaatan air limbah. Tadi juga sudah dijelaskan bahwa praktik bukan hanya soal izin tapi memang men kesiapan teknis perhitungan matang dan tanggung jawab lingkungan. Kuncinya adalah kolaborasi antara pelaku usaha, konsultan, dan pemerintah agar pengelolaan air limbah bisa berjalan efektif, aman, dan taat regulasi. Semoga penjelasan dari Kak Adit dan juga Kak dapat membuka wawasan Bapak dan Ibu sekalian. Sebelum kita ke sesi tanya jawab Bapak dan Ibu, saya mau menyapa terlebih dahulu nih apakah masih semangat di siang hari ini? Boleh dibantu dijawab di kolom chatnya. Apakah masih semangat? Pastinya masih semangat dong ya. jam persis persis baik semangat luar biasa juga oke. Baik selanjutnya kita akan masuk ke sesi tanya jawab. Bagi Bapak dan Ibu yang ingin mengajukan pertanyaan, silakan langsung saja tanyakan di kolom chat. Tetapi kabar ee kabar baik lagi nih, ada kabar baik lagi untuk tiga pertanyaan terbaik akan mendapatkan saldo e-wallet. Jadi, Bapak dan Ibu diharapkan mengikuti rangkaian acara hingga akhir dan pengumuman pemenang akan diumumkan setelah sesi dokumentasi. Jadi, pastikan pertanyaannya juga relevan dan juga insightful serta diawali dengan menjikan nama, asal dan instansi. Baik, silakan jika ada pertanyaan boleh langsung saja ditanyakan di kolom chat dan sebagai tambahan lagi mungkin yang sudah bertanya sama pemaparan boleh dikirim ulang untuk pertanyaan ya Bapak dan Ibu sekalian. Baik. [Musik] Waalaikumsalam. Nini Dom N jam 10 jam. Baik. Em oke. Saya akan mulai bacakan tiga pertanyaan pertama ya. Untuk pertanyaan dari Ibu Yussi. Ee pertanyaannya adalah Kak, kalau ternyata debit debit air limbahnya lebih besar daripada kapasitas IPALnya, bagaimana? Pertanyaan kedua dari Fransiska atau Ibu Fransis Pusnanto. Kalau izin bertanya, mohon maaf. Ee dari referensi yang saya temukan biasanya PM domestik yang dimanfaatkan untuk penyiraman tanaman itu menggunakan permen LHK nomor 68 tahun 2016. Namun ketika diminta untuk BMal-nya selain dari Permen LHK nomor 68 tahun 2016 tapi berupa kajian itu seperti apa ya untuk BM yang dimaksud berupa kajian dan pertanyaan terakhir dari Bapak Bisma yaitu jumlah IPAL menentukan jumlah dokumen. Baik mungkin dari Kak Adit atau Kak Tipa bisa langsung dijawab. Oke. Ee izin Mbak Sin. Saya coba jawab dulu pertanyaan yang pertama ya dari Ibu Lucid Dwi. izin bertanya kalau ternyata debit air limbahnya lebih besar daripada kapasitas IPALnya bagaimana? Nah, ee saya izin menjawab Ibu Lucy. Jadi kita dalam perencanaan di dokumen persetujuan teknis ini ee kita harus meyakinkan terlebih dahulu ee kepada instansi terkait ya. ee misalnya jika untuk ee instansi pencemar tinggi itu ke KLHK atau mungkin ee perusahaan lain ke DLH ee provinsi masing-masing itu kita harus meyakinkan bahwa kita ee memiliki pengelolaan dan pengolahan air limbah yang memadai sehingga tidak ee mencemari lingkungan. Nah, ee jika case-nya seperti ini ee mungkin perlu disesuaikan kembali ee dari ee Ibu Lucy dan kawan-kawan penyusun lainnya terkait kapasitas IPAL-nya atau mungkin ee dirunut terlebih dahulu dari debit air limbah yang dikeluarkannya. Ee mungkin boleh dihitung ee ulang terlebih dahulu dirunut dari sumber air limbahnya. ee menghasilkan berapa banyak air limbah itu bisa ee mengacu ya kepada standar nasional Indonesia dulu. Kemudian dari dikalikan dengan faktor air limbahnya dan ee jika air limbah yang ditimbulkannya ini masih lebih besar daripada IPAL ee kemudian ee kemungkinannya ee kemungkinan besarnya akan ee diminta untuk meningkatkan kapasitas IPAL-nya. itu bisa dengan ee perencanaan ulang IPAL yang sudah ada atau mungkin penambahan unit IPAL sehingga menjadi ee dari satu unit menjadi du unit misalnya ee sehingga memisahkan dua menjadi dua sumber air limbah. kemungkinan ee seperti itu sih untuk arahan dari ee instansi terkaitnya itu. Itu mungkin kalau misalnya ada tambahan dari Mas Adit ee boleh untuk menjawab pertanyaan ee Ibu Lucy. Eh, izin menambahkan mungkin ya tadi dari penjawab ee jawabannya Mbak Tifa biasanya kalau e misalnya kita mengajukan mengajukan itu sebenarnya kembali ke dampaknya sih resiko yang dapat terjadi. Misalnya kalau di air limbah domestik ee misalnya debitnya terlalu besar sedangkan ee kapasitas IPALnya terlalu kecil tuh sangat mungkin menjadi ada ya dampak mulai dari ee luapan-luapan yang terjadi di instalasi pelongolahan air limbahnya. Kemudian ee bisa juga ee berdampak pada lingkungan. Jadi itu pasti pun ketika kita ajukan ke KLHK itu pasti akan menjadi hal yang ee jadi konsern mereka lah. sih di ditanyain kayak kenapa nih ee dari jumlah orangnya banyak sekali misalnya dari jumlah jumlah apa namanya jumlah karyawannya ee banyak sekali sedangkan ee IPALnya segini itu pasti akan menjadi inilah akan jadi bahan bahan diskusi atau ya di inilah bahan bahan bahan pertanyaan banyak dari KHK sampai akhirnya ya itu ee ujungnya akan terbuka atau ya itu jadi ee harus dipas
Resume
Categories