File TXT tidak ditemukan.
Transcript
MUIaKTgrZEU • Motivasi Seminar Bagaimana Sukses Sebelum Usia 30 Part 1
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/sb30official/.shards/text-0001.zst#text/0029_MUIaKTgrZEU.txt
Kind: captions Language: id semuanya. Adik-adik pagi. Apa kabar adik-adik sekalian? Luar biasa. Iya. Ee ada tiga tipe manusia di muka bumi ini. Tiga tipe manusia ini kalau ditanya yang pertama, tipe yang pertama apa kabar dia? Jawabannya galau, Pak. Stres. Saya menderita. Ya. Nah, ini nip manusia dibawa rata-rata. Kalau tipe manusia yang kedua, kalau ditanya apa kabar? Ini jawaban orang rata-rata yaitu baik. Pak ya. Tetapi saya percaya ada tipe manusia ketiga, yaitu kalau ditanya apa kabar? Jawabannya adalah hebat, luar biasa seperti yang barusan Anda tadi berikan kepada saya. Dan jawaban ini sebenarnya bukan untuk saya, tapi untuk Anda sendiri calon-calon world club entrepreneur untuk calon-calon bangsa Indonesia generasi muda berikutnya. Saya minta Anda kalau dari tiga tipe manusia ini ada pilihan satu, dua atau tiga. Tiga. Jadi apa kabar? Hebat. Hebat dan luar biasa. Nah. Nah, ini yang paling penting. Saya minta applause yang terbaik untuk memulai acara kita pada pagi hari ini dengan semangat yang luar biasa. Baik, ee senang sekali saya juga mengucapkan terima kasih sama Pak Ivan selaku dosen dari IBM, dosen favorit ya. Terus juga ada Pak ee Ibu Ivon ya, Ibu Novi atau Ivon saya juga bingung ya. Namanya Novi, Pak. Namanya Novi ya. Baik, Ibu Ivon yang begitu luar biasa ee pagi hari ini membuka acara dengan begitu baik dan juga sama Pak Pak Sonata juga luar biasa. Saya minta applaus untuk mereka bertiga ya. Mereka sangat luar biasa ya. Dan pagi hari ini saya juga terima kasih sama pihak media massa. Ada dari JTV mungkin ada juga dari SBO dan juga dari pihak Jawa Pos ya. Ee dan silakan meliput saja acaranya. Baik, pagi hari ini ee saya diundang untuk berbicara sedikit tentang pengalaman hidup saya. Nah, tapi ada syaratnya adik-adik. Saya tahu Anda ikut kelas ini mungkin karena salah satu mata kuliah. 6 tahun yang lalu ketika Universitas Siputra berdiri, saya juga pernah ngisi di kelas waktu itu di lantai 4 ya. Waktu itu dosennya saya masih ingat Pak Jimi Dimas. Dan rupanya setelah saya ngobrol sama Pak Ivan, saya baru tahu kalau Pak Ivan salah satu mahasiswa saat itu ya. Dan 6 tahun yang lalu tahun 2000 6 ya 2006 saya juga diundang di acara serupa. Ini kelas namanya Busis Inspiring. Tapi topik yang saya sampaikan saat itu sama sekarang berbeda. Hari ini saya mau menyampaikan suatu materi yang sebetulnya mungkin Anda anggap tidak penting, tetapi inilah salah satu hal yang paling penting dalam hidup Anda. Saya mau tanya satu pertanyaan sama adik-adik sekalian. Siapa yang mau sukses? Baik, terima kasih. Dan saya percaya Universitas Ciputra bukan cuma menghasilkan mahasiswa-mahasiswa yang biasa, tapi mahasiswa-mahasiswa yang setelah anak nanti bukan cari kerja, tapi menjadi pengusaha justru menciptakan lapangan perjalanan. Setuju? Setuju. Baik, Bapak Ibu. Saya ketika saya seorang ee mahasiswa dulunya juga saya tamatan Ubaya, Pak, Universitas Surabaya. Saya dulu angkatan '4 ya, sarjana teknik industri. Tapi satu ketika saya tamat, saya tidak pernah menjadi karyawan. Tidak pernah. Karena setelah saya tamat, saya justru menciptakan lapangan pekerjaan. Ketika hari saya diwisuda, saya bersama 800 teman-teman yang lain, mereka 799 teman saya. Mereka pakai ketika pakai udah, foto di studio keren-keren. Dan hari perjalanan hidup dimulai dari hari itu. Yaitu apa? Buka koran, cari ruangan pekerjaan. Nah, itulah teman-teman saya. Tetapi saya enggak bingung. Hari itu ketika saya tamat, saya justru sudah menciptakan begitu banyak lapangan pekerjaan dan saya tidak pernah bekerja jadi karyawan sekalipun. Dan saya percaya hari ini saya berbicara sangat tepat dan sangat cocok untuk Universitas Siputra dan semoga adik-adik di sini bisa ikut terinspirasi ya. Baik, saya langsung aja topik mulai yaitu topik saya tentang eh success before 30. ee topiknya, sudulnya pun sebetulnya ini termasuk salah satu visi saya, yaitu saya ingin mencetak banyak entrepreneur entrepreneur muda di bangsa Indonesia dan saya mulai dari para universitas, mungkin dari Surabaya, di Jakarta dan di beberapa kota-kota besar di lainnya. Dan saya mulai dengan satu buku yang barusan saya terbitkan beberapa bulan yang lalu dan sudah dijual di seluruh toko buku Gramedia di Indonesia berjudul Badai Pasi Bralu. Nah, Badai Pasi Beralu ini merupakan salah satu kisah konkret, kisah detail hidup saya yang memang saya bagikan ee kepada ee kalayap ramai bangsa Indonesia. Nah, tadi Ibu Ivon sudah cerita tentang bagaimana salah seklumit tentang perjalanan hidup saya. Nah, di situ saya akan bagikan. Oke, saya langsung masuk pada materi. Satu pertanyaan kecil, tapi ini sangat menggelitik. Adik-adik tahu enggak tujuan kuliah itu untuk apa? Siapa mau bantu saya? Apa tujuan kuliah? Yang depan baju merah ini pakai jaz merah. Adik ini, Dik. Tujuan kuliah apa, Dik? Mencari relasi. Mencari relasi. Nice ya. Yang depan ini merah. Yang depan tenang giliran terus ini ya. Mencari ilmu. Apakah harus dikuliah untuk mencari ilmu? Cari sponsor. Bagus. Saya tahu beberapa hari ini Anda cari sponsor terus ya. Oke. Em. Yang baju putih pakai jaz putih ini ya. 1 2 3 4. Adik ini ya. Ya, benar. Anda jangan noleh ke kiri. Anda, anda. Iya, benar. Benar. Bukan sebelah kanan Anda. Ya. Tujuan kuliah apa? Nah, tu kok bingung ditanya. Tahu enggak tujuan kuliah? Dapat gelar sarjana, Pak? Dapat gelar sarjana. Betul. Jadi kuliah untuk cuman ada S, SE atau IR gitu ya. Artinya apa? Kalau tujuan kuliah. Nah, bingung. Enggak apa-apa, enggak usah jawab. Saya banyak ketemu mahasiswi-mahasiswa seperti ini soalnya. Belakangnya lagi dua. Dua adik di belakang ya. Adik di belakang deh. Iya. Benar ya, Saudara. Apa tujuan kuliah? Menambah wawasan. Menambah wawasan. Apakah harus di tempat kuliah untuk menambah wawasan? Apakah itu your main objection? Tujuan utama Anda kuliah enggak? Enggak. ya. Oke, kita lihat lagi yang belakang lagi. Silakan ya. Adik itu yang kayak boys band Korea ini gayanya ini. Iya. Baik. Merubah pola pikir. Merubah pola pikir. Benar ya. Wah, luar biasa. Bagus. Bagus. Dua lagi belakang. Apa tujuan kuliah? Nah, tuh bingung tuh. Disuruh orang tua kali ya. Iya, benar. Nah, ini rupanya alasan yang paling klasifik. Terima kasih. Saya minta applaus untuk para hadirin. Apa tujuan kuliah? Setelah saya sebarkan angket, saya survei, Pak. Rupanya ada tujuh alasan paling utama kuliah, Pak. Nah, tujunya itu apa? Kita buka yang pertama. yaitu pertama ini loh kalau biasanya setelah kita lahir dari orok bayi biasanya setelah bayi TK kita sekolah apa SD setelah SD apa SMP setelah SMP apa SMA setelah SMA apa kuliah kuliah beruntunglah Anda. Setelah kuliah? Kerja ah kerja. Nah masih ada yang jawab kerja gitu ya. Bukan menjadi wirausahawan gitu ya. bukan menjadi entrepreneur gitu atau nah anda harus berpikir apa tujuan utama kuliah? Apakah tujuan utama kuliah Anda cuma seperti ini? Nah, kita lihat di sana kalau kerja supaya dapat gaji lebih tinggi, Pak. Kalau lulusan SMA gajinya berapa? Nah, ini ini saya sering dengar ini. Betul enggak, adik-adik? Kalau tamatan SMA, Pak, gajinya kecil. Yang kedua, nah ini ada yang seperti ini. Woh, temanku kuliah n Ciputra y aku melok-melok a Ciputra. daripada gondok konco, daripada enggak punya teman. Ada yang seperti ini ikut-ikutan. Kalaupun ada enggak perlu ngulah ya. Tapi moga-moga ini teman-teman saya banyak. Yang ketiga, nah tahu tuh yang alasan ketiga kenapa orang tua suruh, Pak. Soalnya kalau saya enggak kuliah mau ngapain? Saya masa cuman nganggur di rumah, main game online, chatting, BBM-an sampai pagi atau main Dota gitu ya. Nah, bingung apa sih tujuan kuliah itu? Atau yang keempat, malu, Pak. Kalau cuma lulusan SMA ya itu tadi tujuannya gelar ya. Jadi kalau S1 fakultas dengan gelar. Kalau not gelar itu D3 fakultas nolak gelar gitu ya katanya ya. Nah, artinya di sini Anda harus tahu bahwa tujuan Anda kuliah apakah alasannya ini atau yang kelima ikuti prosedur Pak. SD, SMP, SMP, SMA. Setelah SMA kuliah tadi saya sudah bilang atau yang keenam. Nah, ini adik-adik tadi sudah jawab beberapa menambah ilmu dan pengalaman. Dan yang ketujuh supaya dapat gelar, Pak, biar keren. Soalnya malu, Pak, kalau kartu nama saya besok enggak ada gelarnya ya. Ya. Jadi kalau gelarnya di belakang ada ST, MM ya, MM-an gitu ya, MB. Waduh keren MB yang beneran gitu ya. Saya tahu apa yang Anda pikirkan gitu ya. Nah, beneran nih. Nah, jadi apa ini ya? Apakah cuma itu? Coba kita renungkan. Saya minta Anda untuk merenung. Ya, saya percaya kelas pagi ini seperti rutin tetes kuliah biasa. Tapi saya percaya pagi harian ini akan menjadi satu sesi yang tak terlupakan dalam hidup Anda. Saya jamin kalau Anda serius ini bukan cuma narik cari nilai, bukan cuma nambah poin, tapi sesi pagi hari ini akan merubah hidup Anda. Mau? Saya mau Anda merenungkan apa tujuan Anda benar-benar kuliah, ya. Baik, kita lihat lagi eh slide berikutnya. Sebenarnya tujuan sebenarnya itu apa sih? Coba mari kita renungkan. Kita lihat lagi slide berikutnya. Siapa di sini anak pengusaha? Angkat tangan. Orang tuanya pengusaha. Punya toko, punya usaha sendiri, punya powata-rata anak pengusaha ya. Makanya kulnya dia cu siapa yang orang tuanya karyawan? Iya sangat sedikit. Siapa yang orang tuanya PNS? Baik. Siapa yang orang tuanya profesional? Dokter, notaris, pengacara. Baik. Rata-rata anak pengusaha ya. Dengar baik-baik. Anda semua berarti saya perhatikan di sini 90% rata-rata anak pengusaha. Betul ya, Pak ya? Jadi karena orang tuanya itu pengin anaknya suatu hari jadi pengusaha yang berpendidikan makanya diulahkan di Ciputra gitu. Tepuk tangan. Tepuk tangan. Luar biasa. Anda dan saya punya banyak persamaan. Yang pertama. Nah. Kira-kira Anda tahu enggak setelah kuliah itu ke mana? Kan SD, SMP, SMP, SMA, SMA kuliah. Setelah kuliah ke mana? Teman saya rata-rata lanjut S2. Nah, saya bilang setelah S2 mau ke mana? S3. Ini yang ini IP-nya tinggi ya. Ini yang IP tinggi ya. Saya bicara IP-nya tinggi. Yang sekolah sekolahnya demen banget. Doyang sekolah yang kacamatanya tebal gitu ya, catatannya rapi, masih sempat diabilo biasanya ya. Terus ada warna-warna, ada apa garis tepi lagi ya. Itu masih sempat dia gitu. Nah, itu yang biasanya rajin gitu itu dia biasanya S2, S3. Nah, tapi saya ini yang IP pas-pasan kadang-kadang IP NASA nasib 1 koma. Benar. Saya ini bingung gitu sekolah ya enggak entos gitu ya kan. Enggak ngerti. sudah nyusahin orang tua terus bingung mau kuliah ini mau ke mana. Jujur adik-adik, Anda semua yang hadir di kelas bisnis inspiring pagi hari ini. Yang punya kemiripan sama saya waktu saya seusia ini siapa? Jujur ngaku enggak apa-apa ngaku aja. Anda enggak angkat tangan itu biasanya ada dua. Malu ngaku gitu ya. Atau yang kedua jujur aja sebetulnya ya. Ini orang Indonesia, Pak. Iya kan? Orang Indonesia gitu biasanya. Ada tapi malu Pak mengaku yang yang angkat tangan tepuk tangan. Bagus. Anda termasuk orang-orang yang jujur bingung. Ini semester 1 ya rata-rata ya. Wah, apalagi semester 1 Pak lebih bingung. Biasanya teman saya itu gini, ada satu teman saya itu gelarnya MA, mahasiswa abadi. Dia ini, Pak, ya, kuliahnya itu sampai 16 semester, Pak. Cinta kampusnya minta bayar enggak apa-apa. Kenapa? Aku takut tua, katanya bingung setelah kuliah mau ke mana. Gu jadi Pak dia tuh ngulang terus mata kuliahnya ngulang Pak. Ada loh teman saya kayak gitu. Jadi kuliah itu 8 tahun enggak lulus-lulus, Pak. Nah, kalau saya saya enggak mau jadi mahasiswa kayak gitu, ya. Terus yang kedua ini saya anak seorang pengusaha. Ayah saya dulu pengusaha hasil bumi di Surabaya Utara. Kalau Anda tahu pasar pabean, nah itu dia. Beliau dulu buka toko di sana ya, tapi bangkrut. Nah, itu dia sama-sama anak urusan. Dan parahnya papa saya ngomong gini sama saya, "Saya sekolahkan kamu tinggi-tinggi kelak bukan untuk ngelanjutin usaha papa. Karena usaha papa ini enggak ada prospek sama sekali." Wah, adik-adik, kalau Anda hari ini orang tua, punya orang tua atau punya ayah atau ibu yang sudah menyiapkan usaha untuk Anda setelah Anda tamat, beruntungnya Anda disiapin toko, disiapin apa? Pabrik. Woh, enak banget. Enak, Pak. Ma tak sekolah supaya pintar, entos. Ojo kayak bapakmu gak sekolah gitu ngomongnya. Tapi as sekolahan Anda tinggi-tinggi supaya next time Anda bisa punya. Tidak salah pendapat orang tua Anda tapi ada yang kurang. Nah, nanti saya beritahu. Orang tua Anda tidak salah tapi ada yang kurang. Dan ada satu kemiripan world class entrepreneur seperti Pak Ciputra seperti banyak orang sukses. Mereka punya satu kemiripan. Nanti saya akan bagikan kemiripan itu. Nah, yang ketiga sama-sama enggak punya tujuan yang jelas. Jujur si kuliah aja enggak tahu apalagi tujuan hidup. Teman saya yang dalam tujuan kuliah apa? Yo golek jodoh Mas. Iya kan? Lah nang kampung elek-elek. Iya kan? Lah sedang saya kalau ke Suraboyo waduh rona-rona gitu ya katanya. Ada yang namanya rona enggak ada ya. Nah jadi sama-sama enggak punya tujuan yang jelas. Enggak apa-apa ini apa adanya saya cerita ya kan. Nah kita lihat lagi slide berikutnya. Ada empat tipe mahasiswa dengan karirnya. Kita lihat ini tipe yang pertama. Saya tipe yang mana. Coba Anda cek ya. Anda tipa yang mana? Mari kita buka ini. Nilainya bagus, IP-nya tinggi, kuliahnya rajin, enggak pernah telat, catatan lengkap ya. Tapi waktu punya karir, waktu bekerja, maaf cari kerjanya susah ataupun diterima pekerjaan. gajinya tidak memuaskan. Sekarang S1 gaji standar berapa, adik-adik? Ada yang tahu? Oh, enggak mikir, Pak. Sik petang tahun maneh gitu ya, ya. Loh, Anda harus mikir dari sekarang. Saya usia 12, saya sudah mikir. Karena saya 12, saya sudah bekerja. Saya usia 17, usia Anda saya sudah enggak minta uang orang tua. Jadi kalau saya ngajak pacar saya jalan-jalan ke sekarang kalau ke nonton itu berapa biaya pedul? Berapa? 70. Oh salah. Minim 100. Emang nonton enggak pakai kok loh. Iya kan? Enggak pakai Coca-Cola, enggak pakai mes potato. I kan pasti ada dong. Jadi sekarang minimum pacaran 100.000 itu kalau hari Sabtu. Iya kan? Eh hari Sabtu enggak boleh ya 50 ya kadang-kadang ya. Apalagi kalau mau premier gitu. Waduh mau orang pulang sama pacarnya berdua gitu. Waduh gak cukup no PC gak cukup itu. Betul ya. Tepuk tangan. Tepuk tangan. Nah, mikir ini harus dari sana mulai mikir ini. Nah, itu yang sudah nyondol-nyondol temannya itu. Nah, kena itu biasanya. Iya kan? Mahasiswa nilai bagus, karirnya enggak baik. Betul ya? Karir enggak baik. Atau yang kedua nilainya bagus. Kuliah rajin, tepat waktu, IP-nya bagus, nilainya A semua. Meing paling jelek AB atau B plus, I kan. Tapi karirnya wah diterima di pekerjaan di perusahaan farmasi yang terkenal atau menjadi ee kepala cabang. Waduh bagus ini idaman semua mahasiswa. Tapi apakah kenyataannya seperti itu? Nah, mari kita cek. Yang ketiga, mahasiswa nah ini IP-nya pas-pasan kayak saya dulu. Wis kuliahne gak entos ya kan. Masuk kuliah cuman titik absen. Nah, kena tuh banyak, Pak. Rumahnya, Pak. Eh, podo ambisik. Sama sama ya sama-sama. Saya juga suka titip aksen tahu ke mana? Alasannya sibuk padahal main belia sama kayak saya bener itu. Nah, yang tertawa keras itu bener itu engkau n ngarepi omongane pojok aku bener ya. Benar saya dulu kayak gitu ya. Terus. Nah, ini yang terakhir. Ini yang paling parah nih. Ini hidup mati. Hidup tak mau mati pun segan. Ya, ini sudah nilainya jeblok karirnya enggak ada yang mau terima dia kerja. Ya, akhirnya gini pengacara pengangguran banyak acara. Nah, ini dia. Nah, empat tipe mahasiswa ini jujur kalau Anda diberikan pilihan mau yang 1 2 3 atau empat. Berapa? Tiga. Jadi kuliah ini enggak usah apik-apik enggak apao ya. Sing penting bukan lulus tapi lolos gitu ya. Beda loh lulus sama lolos itu. Betul ya Pak Canggok ngerti a to ya mahasiswa itu geleme opo loh? Saya pernah jadi mahasiswa saya tahu kok wong dosen pernah tak kibuli sama saya loh. Iya tapi Anda tahu berita baiknya untuk yang tipa ketiga Bill Gates orang terkaya dunia drop off dari Harvard tapi dia bisa menjadi orang terkaya di dunia. Tapi tunggu dulu Anda beluges bukan betul kan? Nah belum. Tapi nanti saya mau kasih rahasianya Ges mau mau. Nah oke. Nah terus yang cewek-cewek enggak setuju Pak karena apa? Cewek-cewek itu kasihan catatannya paling rapi. Kuliah paling rajin. Yang cowok-cowok itu kerjaannya pokoknya fotokopi aja. Nah, dapat ya. He benar ya podo karo aku podo sama fotokopi yang cewek itu kerja kas biasanya benar udah rapi catatannya wangi lagi catatannya. Nah, tempat fotokopian itu bisnis fotokopi itu ramai itu kena mahasiswa-mahasiswa kita yang ketiga itu biasanya. Iya kan? Nah, yang keempat nilainya enggak baik. Sudah gitu aduh karir enggak baik. Nah, kalau cewek-cewek itu yang biasanya yang rajin-rajin ya, mahasiswa nilainya bagus. Dosen saya dulu bilang gini sama saya, mahasiswa-mahasiswa Indonesia itu banyak yang nilainya bagus, lulus cepat, dapat gelarnya bagus. Tapi saya prihatin ketika di masyarakat karirnya enggak baik. Nah, jadi kasihan jadi dia itu menjadi bintang tapi di kampus. Tapi di masyarakat bintangnya meredup alias apa? enggak punya karir. Akhirnya masih beruntung dinikahi suaminya kaya raya. Iya kan? Akhirnya dia resmi menjadi bukan S, bukan MM tapi IRT, ibu rumah tangga. Loh. Iya. Suaminya ganteng juga kayak gosp tadi. Nah, iya kan? Woh, keren. Anaknya miliarder. Iya kan? Bapake, mertuane, wah sog minta ampun. Wah, hoki ya. Anda beruntung. Tapi apakah Anda mau seperti itu? Cek hati nuraniannya. Apakah idealisme Anda mau seperti itu? Saya pernah membimbing seorang kumlot, Pak. Seorang kumlot dia lulusan waim Kolose Santo Yusuf. Semua ada waim di sini? Wah, ada. Wah, tuh bagus. Itu ada kakak kelas Anda itu Ubayang. Luar biasa. Kumlot Suma Kuml SD ranking nomor satu SMP SMA selalu ranking bahkan nilai F tanas tertinggi di Jawa Timur setelah tanat saya ajak berbisnis tahu jawabannya apa? Kok aku ini kecewa kuliah soro-soro. Mosok cuma dodolan itu? L dia ngomong gitu kan enggak kepakai ilmu saya. Nah, ini yang tipe rapi, garis tepi, stabilo, wangi. Nah, ini jawabannya kayak gini biasanya. Wah, yang itu yang tiba ketiga merasa menang. Ye. Oh, tunggu dulu. Tunggu, tunggu, tunggu, tunggu. Giliran Anda nanti akan tiba pada waktunya ya. Nah, setelah itu tahu ngapain? Jangan bilang apa? Saya ngomong satu kata. You ini mau IP tinggi atau you mau sukses di masyarakat? Saya mau dua-duanya. Oke, bagus. Coba jadi masyarakat. Akhirnya dia melamar kerja diterima di perusahaan Bantek atau Bantek? Ya, diterima di perusahaan Bantek. Setelah kerja 3 bulan mulai dilanda kestresan yang luar biasa. Gila aku ini masuk kerja karena apa? Mahasiswa Indonesia setelah tamat tidak ada yang namanya siap kerja. Karena apa? Waktu tamat punya gelap masuk perusahan diraining lagi. Enggak bisa langsung diterima harus ditraining lagi. Budaya kusan seperti apa, maunya seperti apa. Enggak ada yang siap pakai enggak ada. Ditraining lagi. Trainingnya 1 bulan Jakarta Surabaya, Jakarta Surabaya. Terus setelah di kantor nganggur kerjanya. Kenapa? Perusahaannya sudah besar semuanya sudah tersistemasi. Akhirnya main soliter kantor sumakumlana nomor satu dolina soliter mas di kantor ngandur akhirnya dia ingat kata-kata saya terus dia mulai hitung 1 jam 2 jam 1 hari dia kerja 8 jam digaji dulu 1,3 1 hari kerja 8 jam 1 minggu kerja 5 hari 40 jam 1 bulan 200 jam ya 40 ee 40 160 jam 44 minggu dia hitung 1,3 / 160 ternyata saya per jam rupiah saya itu enggak sampai R5.000 sampai R.000 Ya itu setiap 1 jam aku cuma dibayar gojeng sampai cembing cembeling cember aku ini IP sudah tinggi gojing regoku gojing eh gojing sego bungkus dapat gak seo goreng jij jin pakai betul ya loh iya pakai telur pak jin loh loh iya kan ini komplot in tunggu Wah, pemakan IP ojok dukur-dukur gitu ya ngomongnya. Tunggu teman saya di pertempat itu juga banyak sudah mulai enggak tamat, do enggak jelas ielah tamat hari sik untang-luntung pengangguran banyak. Makanya Anda jangan senang-senang dulu karena tujuan kita kuliah itu sebenarnya di slide ini. Mari kita cari apa sebenarnya tujuan kita kuliah. Mari kita slide berikutnya. Anda mau pilih yang mana? Nah, saya cek di Google, saya menemukan beberapa miliarder-miliarder muda hebat. Ini semua pasti kenal. Ini mengguncang dunia. Katanya penduduknya di dunia setelah RRC dan India, penduduk terbanyak di dunia setelah RRC India Amerika adalah dia, yaitu penduduk Facebook. Ya, penjual per tahunnya mencapai 150 juta US. Majalah FS mencatat manusia berusia 28 tahun ini sebagai miliard termuda atas dosa sendiri dan bukan karena warisan. Saya dulu punya teman ya, dia kalau ke kampus mobilnya keren. Uh, keren naiknya. Mobilnya keren. Terus kalau buka jendela musiknya sengaja dikencengin digeber terus teman-temannya dan kalau ada cewek lewat oh tambah digedein tambah dia. Wah ada yang tipa ini. Enggak usah ngaku enggak apa-apa ya. Nah tapi waktu dia lewat waduh. Terus ketika suatu hari pernah saya coaching saya mentoring, saya tanya satu kata itu mobil siapa? Mobil papa. Oh, bangga ya? Bangga punya papa miliarder. Oh, tapi lebih bangga mana kalau itu mobil hasil usaha kamu sendiri? Diam enggak bisa ngomong. Nah, kita lanjutkan lagi. Kalau masuk ke usaha dia sendiri. Dua sukses waktu usia 16 tahun. Si Sandel Nick yang ketiga, Bischare.com. German Greeks. Sukses waktu usia 23. He play.com. Lebih dari 2 juta pelajar mengunduh pelajarannya setiap tahun. Yang empat, Mat sukses usia 22 tahun yang mencapai gelar sikel nam iki nek disebut ya to lewat tiga situs yang diciptakan sidep 99 designs and philipa.com berikutnya lagi juliet Brindek sukses usia 19. Cameron Johnson waktu berusia 12 ia sudah mencetak 50.000 Y solar dan Katherine Cook waktu usia 21 tahun dia menciptakan Myook. Nah, ini semua luar negeri. Nah, kita lihat dulu ada satu film yang menggemparkan dunia di YouTube ditonton 500.000 orang wala 400 juta orang. Sabar, sabar. Tapi kisah ini luar biasa. 500.000 orang. Kita saksikan dulu. Ini bukan stal Jakarta. Tapi Surabaya enggak sempat. Surabaya ini cuma film hantu kualitas loh. Ya. Tepuk tangan. Tepuk tangan untuk teman saya ini. Pak saya kenal dia. Dia enggak kenal saya. Teman saya ya. Nah. Oke. Kita lihat slide berikutnya. [Musik]