File TXT tidak ditemukan.
Motivasi Seminar Bagaimana Sukses Sebelum Usia 30 Part 1
MUIaKTgrZEU • 2015-06-24
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
semuanya. Adik-adik pagi.
Apa kabar adik-adik sekalian? Luar
biasa. Iya. Ee ada tiga tipe manusia di
muka bumi ini. Tiga tipe manusia ini
kalau ditanya yang pertama, tipe yang
pertama apa kabar dia? Jawabannya galau,
Pak. Stres. Saya menderita. Ya. Nah, ini
nip manusia dibawa rata-rata. Kalau tipe
manusia yang kedua, kalau ditanya apa
kabar? Ini jawaban orang rata-rata yaitu
baik. Pak ya. Tetapi saya percaya ada
tipe manusia ketiga, yaitu kalau ditanya
apa kabar? Jawabannya adalah hebat, luar
biasa seperti yang barusan Anda tadi
berikan kepada saya. Dan jawaban ini
sebenarnya bukan untuk saya, tapi untuk
Anda sendiri calon-calon world club
entrepreneur untuk calon-calon bangsa
Indonesia generasi muda berikutnya. Saya
minta Anda kalau dari tiga tipe manusia
ini ada pilihan satu, dua atau tiga.
Tiga. Jadi apa kabar? Hebat. Hebat dan
luar biasa. Nah. Nah, ini yang paling
penting. Saya minta applause yang
terbaik untuk memulai acara kita pada
pagi hari ini dengan semangat yang luar
biasa. Baik, ee senang sekali saya juga
mengucapkan terima kasih sama Pak Ivan
selaku dosen dari IBM, dosen favorit ya.
Terus juga ada Pak ee Ibu Ivon ya, Ibu
Novi atau Ivon saya juga bingung ya.
Namanya Novi, Pak. Namanya Novi ya.
Baik, Ibu Ivon yang begitu luar biasa ee
pagi hari ini membuka acara dengan
begitu baik dan juga sama Pak
Pak Sonata juga luar biasa. Saya minta
applaus untuk mereka bertiga
ya. Mereka sangat luar biasa ya. Dan
pagi hari ini saya juga terima kasih
sama pihak media massa. Ada dari JTV
mungkin ada juga dari SBO dan juga dari
pihak Jawa Pos ya. Ee dan silakan
meliput saja acaranya. Baik, pagi hari
ini ee saya diundang untuk berbicara
sedikit tentang pengalaman hidup saya.
Nah, tapi ada syaratnya adik-adik. Saya
tahu Anda ikut kelas ini mungkin karena
salah satu mata kuliah. 6 tahun yang
lalu ketika Universitas Siputra berdiri,
saya juga pernah ngisi di kelas waktu
itu di lantai 4 ya. Waktu itu dosennya
saya masih ingat Pak Jimi Dimas. Dan
rupanya setelah saya ngobrol sama Pak
Ivan, saya baru tahu kalau Pak Ivan
salah satu mahasiswa saat itu ya. Dan 6
tahun yang lalu tahun
2000 6 ya 2006 saya juga diundang di
acara serupa. Ini kelas namanya Busis
Inspiring. Tapi topik yang saya
sampaikan saat itu sama sekarang
berbeda. Hari ini saya mau menyampaikan
suatu materi yang sebetulnya mungkin
Anda anggap tidak penting, tetapi inilah
salah satu hal yang paling penting dalam
hidup Anda. Saya mau tanya satu
pertanyaan sama adik-adik sekalian.
Siapa yang mau sukses?
Baik, terima kasih. Dan saya percaya
Universitas Ciputra bukan cuma
menghasilkan mahasiswa-mahasiswa yang
biasa, tapi mahasiswa-mahasiswa yang
setelah anak nanti bukan cari kerja,
tapi menjadi pengusaha justru
menciptakan lapangan perjalanan. Setuju?
Setuju. Baik, Bapak Ibu. Saya ketika
saya seorang ee mahasiswa dulunya juga
saya tamatan Ubaya, Pak, Universitas
Surabaya. Saya dulu angkatan '4 ya,
sarjana teknik industri. Tapi satu
ketika saya tamat, saya tidak pernah
menjadi karyawan. Tidak pernah. Karena
setelah saya tamat, saya justru
menciptakan lapangan pekerjaan. Ketika
hari saya diwisuda, saya bersama 800
teman-teman yang lain, mereka 799 teman
saya. Mereka pakai ketika pakai udah,
foto di studio
keren-keren. Dan hari perjalanan hidup
dimulai dari hari itu. Yaitu apa? Buka
koran, cari ruangan pekerjaan.
Nah, itulah teman-teman saya. Tetapi
saya enggak bingung. Hari itu ketika
saya tamat, saya justru sudah
menciptakan begitu banyak lapangan
pekerjaan dan saya tidak pernah bekerja
jadi karyawan sekalipun. Dan saya
percaya hari ini saya berbicara sangat
tepat dan sangat cocok untuk Universitas
Siputra dan semoga adik-adik di sini
bisa ikut terinspirasi ya. Baik, saya
langsung aja topik mulai yaitu topik
saya tentang eh success before 30.
ee topiknya, sudulnya pun sebetulnya ini
termasuk salah satu visi saya, yaitu
saya ingin mencetak banyak entrepreneur
entrepreneur muda di bangsa Indonesia
dan saya mulai dari para universitas,
mungkin dari Surabaya, di Jakarta dan di
beberapa kota-kota besar di lainnya. Dan
saya mulai dengan satu buku yang barusan
saya terbitkan beberapa bulan yang lalu
dan sudah dijual di seluruh toko buku
Gramedia di Indonesia berjudul Badai
Pasi Bralu. Nah, Badai Pasi Beralu ini
merupakan salah satu kisah konkret,
kisah detail hidup saya yang memang saya
bagikan ee kepada ee kalayap ramai
bangsa Indonesia. Nah, tadi Ibu Ivon
sudah cerita tentang bagaimana salah
seklumit tentang perjalanan hidup saya.
Nah, di situ saya akan bagikan. Oke,
saya langsung masuk pada
materi. Satu pertanyaan kecil, tapi ini
sangat menggelitik. Adik-adik tahu
enggak tujuan kuliah itu untuk
apa? Siapa mau bantu saya? Apa tujuan
kuliah? Yang depan baju merah ini pakai
jaz merah. Adik ini, Dik. Tujuan kuliah
apa, Dik? Mencari relasi. Mencari
relasi. Nice ya. Yang depan ini merah.
Yang depan tenang giliran terus ini ya.
Mencari ilmu. Apakah harus dikuliah
untuk mencari ilmu?
Cari sponsor. Bagus. Saya tahu beberapa
hari ini Anda cari sponsor terus ya.
Oke. Em.
Yang baju putih pakai jaz putih ini ya.
1 2 3 4. Adik ini ya.
Ya, benar. Anda jangan noleh ke kiri.
Anda, anda. Iya, benar. Benar. Bukan
sebelah kanan Anda. Ya. Tujuan kuliah
apa?
Nah, tu kok bingung ditanya. Tahu enggak
tujuan kuliah? Dapat gelar sarjana, Pak?
Dapat gelar sarjana.
Betul. Jadi kuliah untuk cuman ada S, SE
atau IR gitu ya. Artinya apa? Kalau
tujuan
kuliah. Nah, bingung. Enggak apa-apa,
enggak usah jawab. Saya banyak ketemu
mahasiswi-mahasiswa seperti ini soalnya.
Belakangnya lagi dua. Dua adik di
belakang ya. Adik di belakang deh. Iya.
Benar ya, Saudara. Apa tujuan kuliah?
Menambah wawasan. Menambah wawasan.
Apakah harus di tempat kuliah untuk
menambah wawasan? Apakah itu your main
objection? Tujuan utama Anda kuliah
enggak? Enggak. ya. Oke, kita lihat lagi
yang belakang lagi. Silakan ya. Adik itu
yang kayak boys band Korea ini gayanya
ini. Iya. Baik.
Merubah pola pikir. Merubah pola pikir.
Benar ya. Wah, luar biasa. Bagus. Bagus.
Dua lagi belakang. Apa tujuan
kuliah? Nah, tuh bingung tuh. Disuruh
orang tua kali ya. Iya, benar.
Nah, ini rupanya alasan yang paling
klasifik. Terima kasih. Saya minta
applaus untuk para
hadirin. Apa tujuan kuliah? Setelah saya
sebarkan angket, saya survei, Pak.
Rupanya ada tujuh alasan paling utama
kuliah, Pak. Nah, tujunya itu apa? Kita
buka yang pertama.
yaitu pertama ini loh kalau biasanya
setelah kita lahir dari orok bayi
biasanya setelah bayi TK kita sekolah
apa SD setelah SD apa SMP setelah SMP
apa SMA setelah SMA apa kuliah kuliah
beruntunglah Anda. Setelah kuliah? Kerja
ah kerja. Nah masih ada yang jawab kerja
gitu ya. Bukan menjadi wirausahawan gitu
ya. bukan menjadi entrepreneur gitu atau
nah anda harus berpikir apa tujuan utama
kuliah? Apakah tujuan utama kuliah Anda
cuma seperti ini? Nah, kita lihat di
sana kalau kerja supaya dapat gaji lebih
tinggi, Pak. Kalau lulusan SMA gajinya
berapa? Nah, ini ini saya sering dengar
ini. Betul enggak, adik-adik? Kalau
tamatan SMA, Pak, gajinya kecil. Yang
kedua, nah ini ada yang seperti ini.
Woh, temanku kuliah n Ciputra y aku
melok-melok a Ciputra. daripada gondok
konco, daripada enggak punya teman. Ada
yang seperti ini ikut-ikutan. Kalaupun
ada enggak perlu ngulah ya. Tapi
moga-moga ini teman-teman saya banyak.
Yang
ketiga, nah tahu tuh yang alasan ketiga
kenapa orang tua suruh, Pak. Soalnya
kalau saya enggak kuliah mau ngapain?
Saya masa cuman nganggur di rumah, main
game online, chatting, BBM-an sampai
pagi atau main Dota gitu ya. Nah,
bingung apa sih tujuan kuliah itu? Atau
yang
keempat, malu, Pak. Kalau cuma lulusan
SMA ya itu tadi tujuannya gelar ya. Jadi
kalau S1 fakultas dengan gelar. Kalau
not gelar itu D3 fakultas nolak gelar
gitu ya katanya ya. Nah, artinya di sini
Anda harus tahu bahwa tujuan Anda kuliah
apakah alasannya ini atau yang
kelima ikuti prosedur Pak. SD, SMP, SMP,
SMA. Setelah SMA kuliah tadi saya sudah
bilang atau yang keenam. Nah, ini
adik-adik tadi sudah jawab beberapa
menambah ilmu dan pengalaman. Dan yang
ketujuh supaya dapat gelar, Pak, biar
keren. Soalnya malu, Pak, kalau kartu
nama saya besok enggak ada gelarnya ya.
Ya. Jadi kalau gelarnya di belakang ada
ST,
MM ya, MM-an gitu ya, MB. Waduh keren MB
yang beneran gitu ya. Saya tahu apa yang
Anda pikirkan gitu ya. Nah, beneran nih.
Nah, jadi apa ini ya? Apakah cuma itu?
Coba kita renungkan. Saya minta Anda
untuk merenung. Ya, saya percaya kelas
pagi ini seperti rutin tetes kuliah
biasa. Tapi saya percaya pagi harian ini
akan menjadi satu sesi yang tak
terlupakan dalam hidup Anda. Saya jamin
kalau Anda serius ini bukan cuma narik
cari nilai, bukan cuma nambah poin, tapi
sesi pagi hari ini akan merubah hidup
Anda. Mau?
Saya mau Anda merenungkan apa tujuan
Anda benar-benar kuliah, ya. Baik, kita
lihat lagi eh slide berikutnya.
Sebenarnya tujuan sebenarnya itu apa
sih? Coba mari kita renungkan. Kita
lihat lagi slide berikutnya.
Siapa di sini anak pengusaha? Angkat
tangan. Orang tuanya pengusaha. Punya
toko, punya usaha sendiri, punya
powata-rata anak pengusaha ya. Makanya
kulnya dia cu siapa yang orang tuanya
karyawan? Iya sangat sedikit. Siapa yang
orang tuanya
PNS? Baik. Siapa yang orang tuanya
profesional? Dokter, notaris,
pengacara. Baik. Rata-rata anak
pengusaha ya. Dengar
baik-baik. Anda semua berarti saya
perhatikan di sini 90% rata-rata anak
pengusaha. Betul ya, Pak ya? Jadi karena
orang tuanya itu pengin anaknya suatu
hari jadi pengusaha yang berpendidikan
makanya diulahkan di Ciputra gitu. Tepuk
tangan. Tepuk tangan. Luar
biasa. Anda dan saya punya banyak
persamaan. Yang
pertama. Nah.
Kira-kira Anda tahu enggak setelah
kuliah itu ke mana? Kan SD, SMP, SMP,
SMA, SMA kuliah. Setelah kuliah ke mana?
Teman saya rata-rata lanjut
S2. Nah, saya bilang setelah S2 mau ke
mana?
S3. Ini yang ini IP-nya tinggi ya. Ini
yang IP tinggi ya. Saya bicara IP-nya
tinggi. Yang sekolah sekolahnya demen
banget. Doyang sekolah yang kacamatanya
tebal gitu ya, catatannya rapi, masih
sempat diabilo biasanya ya. Terus ada
warna-warna, ada apa garis tepi lagi ya.
Itu masih sempat dia gitu. Nah, itu yang
biasanya rajin gitu itu dia biasanya S2,
S3. Nah, tapi saya ini yang IP
pas-pasan kadang-kadang IP NASA nasib 1
koma. Benar. Saya ini bingung gitu
sekolah ya enggak entos gitu ya kan.
Enggak ngerti. sudah nyusahin orang tua
terus bingung mau kuliah ini mau ke
mana. Jujur adik-adik, Anda semua yang
hadir di kelas bisnis inspiring pagi
hari ini. Yang punya kemiripan sama saya
waktu saya seusia ini siapa? Jujur ngaku
enggak apa-apa ngaku aja. Anda enggak
angkat tangan itu biasanya ada dua. Malu
ngaku gitu ya. Atau yang kedua jujur aja
sebetulnya ya. Ini orang Indonesia, Pak.
Iya kan? Orang Indonesia gitu biasanya.
Ada tapi malu Pak mengaku yang yang
angkat tangan tepuk tangan. Bagus. Anda
termasuk orang-orang yang
jujur bingung. Ini semester 1 ya
rata-rata ya. Wah, apalagi semester 1
Pak lebih bingung. Biasanya teman saya
itu gini, ada satu teman saya itu
gelarnya MA, mahasiswa
abadi. Dia ini, Pak, ya, kuliahnya itu
sampai 16 semester, Pak. Cinta kampusnya
minta bayar enggak apa-apa. Kenapa? Aku
takut tua, katanya bingung setelah
kuliah mau ke mana. Gu jadi Pak dia tuh
ngulang terus mata kuliahnya ngulang
Pak. Ada loh teman saya kayak gitu. Jadi
kuliah itu 8 tahun enggak lulus-lulus,
Pak. Nah, kalau saya saya enggak mau
jadi mahasiswa kayak gitu, ya. Terus
yang kedua
ini saya anak seorang
pengusaha. Ayah saya dulu pengusaha
hasil bumi di Surabaya Utara. Kalau Anda
tahu pasar pabean, nah itu dia. Beliau
dulu buka toko di sana ya, tapi
bangkrut. Nah, itu dia sama-sama anak
urusan. Dan parahnya papa saya ngomong
gini sama
saya, "Saya sekolahkan kamu
tinggi-tinggi kelak bukan untuk
ngelanjutin usaha papa. Karena usaha
papa ini enggak ada prospek sama
sekali."
Wah, adik-adik, kalau Anda hari ini
orang tua, punya orang tua atau punya
ayah atau ibu yang sudah menyiapkan
usaha untuk Anda setelah Anda tamat,
beruntungnya Anda disiapin toko,
disiapin apa? Pabrik. Woh, enak banget.
Enak, Pak. Ma tak
sekolah supaya pintar, entos. Ojo kayak
bapakmu gak sekolah gitu ngomongnya.
Tapi as sekolahan Anda tinggi-tinggi
supaya next time Anda bisa punya. Tidak
salah pendapat orang tua Anda tapi ada
yang kurang. Nah, nanti saya beritahu.
Orang tua Anda tidak salah tapi ada yang
kurang. Dan ada satu kemiripan world
class entrepreneur seperti Pak Ciputra
seperti banyak orang sukses. Mereka
punya satu kemiripan. Nanti saya akan
bagikan kemiripan itu. Nah, yang
ketiga sama-sama enggak punya tujuan
yang jelas. Jujur si kuliah aja enggak
tahu apalagi tujuan hidup. Teman saya
yang dalam tujuan kuliah apa? Yo golek
jodoh Mas. Iya kan? Lah nang kampung
elek-elek. Iya kan? Lah sedang saya
kalau ke Suraboyo waduh rona-rona gitu
ya katanya. Ada yang namanya rona enggak
ada ya. Nah jadi sama-sama enggak punya
tujuan yang jelas. Enggak apa-apa ini
apa adanya saya cerita ya kan. Nah kita
lihat lagi slide berikutnya.
Ada empat tipe
mahasiswa dengan karirnya. Kita lihat
ini tipe yang pertama. Saya tipe yang
mana. Coba Anda cek ya. Anda tipa yang
mana? Mari kita buka ini. Nilainya
bagus, IP-nya tinggi, kuliahnya rajin,
enggak pernah telat, catatan lengkap ya.
Tapi waktu punya karir, waktu bekerja,
maaf cari kerjanya susah ataupun
diterima pekerjaan. gajinya tidak
memuaskan. Sekarang S1 gaji standar
berapa,
adik-adik? Ada yang
tahu? Oh, enggak mikir, Pak. Sik petang
tahun maneh gitu ya, ya. Loh, Anda harus
mikir dari sekarang. Saya usia 12, saya
sudah mikir. Karena saya 12, saya sudah
bekerja. Saya usia 17, usia Anda saya
sudah enggak minta uang orang tua. Jadi
kalau saya ngajak pacar saya jalan-jalan
ke sekarang kalau ke nonton itu berapa
biaya pedul?
Berapa?
70.
Oh salah. Minim 100. Emang nonton enggak
pakai
kok loh. Iya kan? Enggak pakai
Coca-Cola, enggak pakai mes potato. I
kan pasti ada dong. Jadi sekarang
minimum pacaran 100.000 itu kalau hari
Sabtu. Iya kan? Eh hari Sabtu enggak
boleh ya 50 ya kadang-kadang ya. Apalagi
kalau mau premier gitu. Waduh mau orang
pulang sama pacarnya berdua gitu. Waduh
gak cukup no PC gak cukup
itu. Betul ya. Tepuk tangan. Tepuk
tangan.
Nah, mikir ini harus dari sana mulai
mikir ini. Nah, itu yang sudah
nyondol-nyondol temannya itu. Nah, kena
itu biasanya. Iya kan? Mahasiswa nilai
bagus, karirnya enggak baik. Betul ya?
Karir enggak baik. Atau yang kedua
nilainya bagus. Kuliah rajin, tepat
waktu, IP-nya bagus, nilainya A semua.
Meing paling jelek AB atau B plus, I
kan. Tapi karirnya wah diterima di
pekerjaan di perusahaan farmasi yang
terkenal atau menjadi ee kepala cabang.
Waduh bagus ini idaman semua mahasiswa.
Tapi apakah kenyataannya seperti itu?
Nah, mari kita cek. Yang ketiga,
mahasiswa nah ini IP-nya pas-pasan kayak
saya dulu. Wis kuliahne gak entos ya
kan. Masuk kuliah cuman titik
absen. Nah, kena tuh banyak, Pak.
Rumahnya, Pak. Eh, podo ambisik. Sama
sama ya sama-sama. Saya juga suka titip
aksen tahu ke mana? Alasannya sibuk
padahal main
belia sama kayak saya bener itu. Nah,
yang tertawa keras itu bener itu engkau
n ngarepi omongane pojok aku bener ya.
Benar saya dulu kayak gitu ya. Terus.
Nah, ini yang terakhir. Ini yang paling
parah nih. Ini hidup mati. Hidup tak mau
mati pun segan. Ya, ini sudah nilainya
jeblok karirnya enggak ada yang mau
terima dia kerja. Ya, akhirnya gini
pengacara pengangguran banyak acara.
Nah, ini dia. Nah, empat tipe mahasiswa
ini jujur kalau Anda diberikan pilihan
mau yang 1 2 3 atau empat.
Berapa?
Tiga. Jadi kuliah ini enggak usah
apik-apik enggak apao ya.
Sing penting bukan lulus tapi lolos gitu
ya. Beda loh lulus sama lolos itu. Betul
ya Pak Canggok ngerti a to ya mahasiswa
itu geleme opo loh? Saya pernah jadi
mahasiswa saya tahu kok wong dosen
pernah tak kibuli sama saya loh.
Iya tapi Anda tahu berita baiknya untuk
yang tipa
ketiga Bill Gates orang terkaya dunia
drop off dari Harvard tapi dia bisa
menjadi orang terkaya di dunia. Tapi
tunggu dulu Anda beluges
bukan betul kan? Nah belum. Tapi nanti
saya mau kasih rahasianya Ges mau mau.
Nah
oke. Nah terus yang cewek-cewek enggak
setuju Pak karena apa? Cewek-cewek itu
kasihan catatannya paling rapi. Kuliah
paling rajin. Yang cowok-cowok itu
kerjaannya pokoknya fotokopi aja.
Nah, dapat ya. He benar ya podo karo aku
podo sama fotokopi yang cewek itu kerja
kas biasanya benar udah rapi catatannya
wangi lagi
catatannya. Nah, tempat fotokopian itu
bisnis fotokopi itu ramai itu kena
mahasiswa-mahasiswa kita yang ketiga itu
biasanya. Iya kan? Nah, yang keempat
nilainya enggak baik. Sudah gitu aduh
karir enggak baik. Nah, kalau
cewek-cewek itu yang biasanya yang
rajin-rajin ya, mahasiswa nilainya
bagus. Dosen saya dulu bilang gini sama
saya, mahasiswa-mahasiswa Indonesia itu
banyak yang nilainya bagus, lulus cepat,
dapat gelarnya bagus. Tapi saya prihatin
ketika di masyarakat karirnya enggak
baik. Nah, jadi kasihan jadi dia itu
menjadi bintang tapi di kampus. Tapi di
masyarakat bintangnya meredup alias apa?
enggak punya karir. Akhirnya masih
beruntung dinikahi suaminya kaya raya.
Iya kan? Akhirnya dia resmi menjadi
bukan S, bukan MM tapi IRT, ibu rumah
tangga. Loh. Iya. Suaminya ganteng juga
kayak gosp tadi. Nah, iya kan? Woh,
keren. Anaknya miliarder. Iya kan?
Bapake, mertuane, wah sog minta ampun.
Wah, hoki ya. Anda beruntung. Tapi
apakah Anda mau seperti itu? Cek hati
nuraniannya. Apakah idealisme Anda mau
seperti itu? Saya pernah membimbing
seorang kumlot, Pak. Seorang kumlot dia
lulusan waim Kolose Santo Yusuf. Semua
ada waim di sini? Wah, ada. Wah, tuh
bagus. Itu ada kakak kelas Anda itu
Ubayang. Luar biasa. Kumlot Suma
Kuml SD ranking nomor satu SMP SMA
selalu ranking bahkan nilai F tanas
tertinggi di Jawa
Timur setelah tanat saya ajak berbisnis
tahu jawabannya apa? Kok aku ini kecewa
kuliah soro-soro. Mosok cuma dodolan
itu? L dia ngomong gitu kan enggak
kepakai ilmu saya. Nah, ini yang tipe
rapi, garis tepi, stabilo, wangi. Nah,
ini jawabannya kayak gini
biasanya. Wah, yang itu yang tiba ketiga
merasa menang.
Ye. Oh, tunggu dulu. Tunggu, tunggu,
tunggu, tunggu. Giliran Anda nanti akan
tiba pada waktunya ya. Nah, setelah itu
tahu ngapain? Jangan bilang apa? Saya
ngomong satu kata.
You ini mau IP tinggi atau you mau
sukses di masyarakat? Saya mau
dua-duanya. Oke, bagus. Coba jadi
masyarakat. Akhirnya dia melamar kerja
diterima di perusahaan Bantek atau
Bantek? Ya, diterima di perusahaan
Bantek. Setelah kerja 3 bulan mulai
dilanda kestresan yang luar
biasa. Gila aku ini masuk kerja karena
apa? Mahasiswa Indonesia setelah tamat
tidak ada yang namanya siap kerja.
Karena apa? Waktu tamat punya gelap
masuk perusahan diraining lagi. Enggak
bisa langsung diterima harus ditraining
lagi. Budaya kusan seperti apa, maunya
seperti apa. Enggak ada yang siap pakai
enggak ada. Ditraining lagi. Trainingnya
1 bulan Jakarta Surabaya, Jakarta
Surabaya. Terus setelah di kantor
nganggur kerjanya. Kenapa? Perusahaannya
sudah besar semuanya sudah tersistemasi.
Akhirnya main soliter
kantor
sumakumlana nomor satu dolina soliter
mas di kantor ngandur akhirnya dia ingat
kata-kata saya terus dia mulai hitung 1
jam 2 jam 1 hari dia kerja 8 jam digaji
dulu
1,3 1 hari kerja 8 jam 1 minggu kerja 5
hari 40 jam 1 bulan 200 jam ya 40 ee 40
160 jam 44 minggu dia hitung 1,3 / 160
ternyata saya per jam rupiah saya itu
enggak sampai R5.000 sampai R.000
Ya itu setiap 1 jam aku cuma dibayar
gojeng sampai cembing cembeling cember
aku ini IP sudah tinggi gojing regoku
gojing eh gojing sego bungkus dapat gak
seo goreng jij jin pakai betul ya loh
iya pakai telur pak jin
loh loh iya kan ini komplot
in tunggu
Wah, pemakan IP ojok dukur-dukur gitu ya
ngomongnya. Tunggu teman saya di
pertempat itu juga banyak sudah mulai
enggak tamat, do enggak jelas ielah
tamat hari sik untang-luntung
pengangguran banyak. Makanya Anda jangan
senang-senang dulu karena tujuan kita
kuliah itu sebenarnya di slide ini. Mari
kita cari apa sebenarnya tujuan kita
kuliah. Mari kita slide
berikutnya. Anda mau pilih yang mana?
Nah, saya cek di Google, saya menemukan
beberapa miliarder-miliarder muda hebat.
Ini semua pasti kenal. Ini mengguncang
dunia. Katanya penduduknya di dunia
setelah RRC dan India, penduduk
terbanyak di dunia setelah RRC India
Amerika adalah dia, yaitu penduduk
Facebook. Ya, penjual per tahunnya
mencapai 150 juta US. Majalah FS
mencatat manusia berusia 28 tahun ini
sebagai miliard termuda atas dosa
sendiri dan bukan karena
warisan. Saya dulu punya
teman ya, dia kalau ke kampus mobilnya
keren. Uh, keren naiknya. Mobilnya
keren. Terus kalau buka jendela musiknya
sengaja dikencengin digeber terus
teman-temannya dan kalau ada cewek lewat
oh tambah digedein tambah
dia. Wah ada yang tipa ini. Enggak usah
ngaku enggak apa-apa ya. Nah tapi waktu
dia lewat waduh. Terus ketika suatu hari
pernah saya coaching saya mentoring,
saya tanya satu kata itu mobil siapa?
Mobil
papa. Oh, bangga ya? Bangga punya papa
miliarder. Oh, tapi lebih bangga mana
kalau itu mobil hasil usaha kamu
sendiri? Diam enggak bisa ngomong. Nah,
kita lanjutkan lagi. Kalau masuk ke
usaha dia sendiri. Dua sukses waktu usia
16 tahun. Si Sandel Nick yang ketiga,
Bischare.com. German Greeks. Sukses
waktu usia 23. He play.com. Lebih dari 2
juta pelajar mengunduh pelajarannya
setiap tahun. Yang empat,
Mat sukses usia 22 tahun yang mencapai
gelar sikel nam iki nek disebut ya to
lewat tiga situs yang diciptakan sidep
99 designs and philipa.com berikutnya
lagi juliet Brindek sukses usia 19.
Cameron Johnson waktu berusia 12 ia
sudah mencetak 50.000 Y solar dan
Katherine Cook waktu usia 21 tahun dia
menciptakan
Myook. Nah, ini semua luar negeri. Nah,
kita lihat dulu ada satu film yang
menggemparkan dunia di YouTube ditonton
500.000 orang wala 400 juta
orang. Sabar, sabar. Tapi kisah ini luar
biasa. 500.000 orang. Kita saksikan
dulu.
Ini bukan stal Jakarta. Tapi Surabaya
enggak sempat. Surabaya ini cuma film
hantu kualitas loh.
Ya. Tepuk tangan. Tepuk tangan untuk
teman saya
ini.
Pak saya kenal dia. Dia enggak kenal
saya. Teman saya ya.
Nah. Oke. Kita lihat slide berikutnya.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-13 13:14:28 UTC
Categories
Manage