Apa Sewa Rumah Lebih Bijak Daripada Beli Rumah?
XqvoSrjIJYM • 2025-05-09
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Tahukah kalian sekarang terjadi sebuah perdebatan besar yaitu sebaiknya saat ini tuh beli properti atau sebaiknya sewa properti? Kita akan bahas semuanya saling satunya. Welcome to Success Before Thy Level Up Podcast. Pak Toni, welcome back to Level Up Podcast ya. Selamat pagi, Pak Canton. Selamat pagi. Salam hebat luar biasa, Pak. Selamat, Pak. Luar biasa, Pak Toni. Tadi saya opening iya sebuah hook di mana saya cerita tentang perdebatan di mana anak-anak zaman sekarang ini terutama di kota besar, Pak. Iya. Yang mana properti sudah semakin melejit, melangit dan Genset ini yang first ini ya, Pak ya. First beginner ya, bukan orang tuanya Sultan ya. Iya. Ee orang tuanya belum mampu ya, enggak mampu lagi beli rumah di pusat kota. Enggak usah ngomong di pusat kota, di pinggiran aja udah enggak kebeli untuk para genset ini meskipun gaji mereka sudah UMR. Iya. Sehingga mereka prefer atau cenderung untuk sewa. Nah, Pak Toni setuju enggak? Ini sebetulnya problem ini bukan hanya problem ee anak-anak zaman sekarang, Pak. Ya. I zaman kita dulu ya di tahun 5 sampai 2000-an itu juga sama. Orang-orang yang baru pertama kali bekerja, H fresh graduate pasti akan sulit untuk membeli rumah. Itu bukan hanya problem daripada anak-anak saat ini. Bukan cuman zaman sekarang ya. Iya. Kayaknya setiap zaman sama ya. Setiap zaman sama. Yang namanya fresh graduate itu selalu susah untuk beli rumah. Kenapa? Yang namanya fresh graduate kan berarti income-nya masih kecil, Pak. Baru pertama kali. Ya, biasanya ya kalaupun bisa ya kita harus mau untuk merelakan daripada ee ws kita ya daripada keinginan-keinginan kita untuk disisihkan agar kita bisa punya rumah seperti itu. Oke. Nah, jadi menurut Bapak sebetulnya beli rumah sekarang itu rugi enggak sih, Pak? Artinya gini, kalau kita punya prinsip, oke, katakanlah misalkan fresh graduate itu susah, tapi misalkan dia sudah kerja 10 tahun, dia sudah mulai punya tabungan, dia pengin punya rumah pertama, enggak salah kan, Pak? Iya. Atau dia sewa dulu tapi sampai satu level akhirnya dia sudah bisa ngumpulin DP y untuk enggak tahu beli apartemen kah i atau dia mungkin DP rumah yang kecil kah. Betul. Nah, itu menurut Bapak langkah yang benar enggak kalau seperti itu? Langkah yang tepat sekali. Langkah yang tepat. Jadi intinya tetap harus punya rumah pertama ya, Pak? Iya. Daripada uangnya habis hanya untuk sewa seumur hidup ya. Seumur hidup. Oke. Jadi profesinya ee bukan profesinya ya, dia menjadi kontraktor. Hm. bukan profesinya yang kontraktor, tapi ee tiap tahun pindah dari satu kontrak ke tempat kontrak yang lain, dari tempat kos ke tempat kos yang lain. Itu kan pindah-pindah itu juga memerlukan effort, memerlukan apa namanya ya banyak hal lah. Jadi kalau barang dipindah-pindah kan gampang rusak juga. Ini ada sebuah statement lucu, Pak. Tapi sebenarnya menurut saya juga boleh dipikirkan komplain utama sekarang mereka beli rumah harganya Rp300 juta, terus developer jualnya R00 juta. Akhirnya kena KPR jadi R800 juta, Pak. 15 tahun sampai 20 tahun. Bayangkan rumah R00 juta dia harus beli Rp800 juta. Apa benar sih harus beli tetap beli rumah pertama? Menurut Pak Toni gimana? Ya, R juta itu kan harus dihitungkan ya, Pak ya, dari harga tanah, kemudian biaya pembangunan. Otomatis yang bangun pun kan butuh profit, Pak. Kalau enggak kan enggak mungkin biaya vasum ya. Iya, biaya vasum segala macam. Jadi kan wajar kalau rumah yang kalau dihitung-hitung R00 juta itu R00 juta itu wajar. Iya kan? Nah, kalau kemudian ke R00 juta itu kan karena ada biaya bunga, bunga KPR dan saat ini bunga KPR bisa dikatakan rendah, Pak. Di zamankan tahun 95 2000 itu ee bunga KPR bisa 20% ke atas. Iya. Iya. Sekarang bunga zaman kita ya, Pak ya. Iya. Zaman kita sekarang lebih murah bunganya, lebih manusiawi 10%. Kenapa? Karena saat ini kan ee biaya untuk apa namanya? Bank memiliki menarik deposito itu kan bunganya rendah juga lebih rendah. Jadi nyut nah sehingga bunga KPR pun lebih rendah. Dulu bunga deposit itu bisa 24% loh Pak. Betul. Nah itu pada saat bunga depos 24% itu KPR-nya bisa 32% Pak. Setuju. Nah itu kulaknya mahal. Kulaknya mahal bahasanya kulaknya mahal. Berarti intinya, Pak, kalau kita enggak segera memiliki rumah pertama, bahkan rumah Rp800 juta pun enggak kebeli gitu ya, Pak ya? Ya, dicoba aja. Hm. Kalau kita ee istilahnya nabung selama 20 tahun terkumpul uang R00 juta. Pertanyaannya 20 tahun lagi ada enggak rumah Rp800 juta? Rumah Rp800 juta 20 tahun lagi. Jangan-jangan sama kayak rumah sekarang yang mungkin harganya 5 M. Iya. Dulu. Nah, ini tak ee saya pada saat bekerja tahun 96 saya masih ingat rumah yang ukuran 36 Heeh. di daerah pinggir kota itu harganya 70 sampai Rp0 juta lah waktu itu ya waktu itu ya tahun '96. Tahun '96. Kan Bapak mau merit tuh pasti sudah mulai mikir kan harus punya rumah pertama dan sebagainya. Betul. Nah itu 7080 juta Pak di pinggir kota I. Nah, kalau sekarang misalkan 2025 ya, 29 tahun kemudian H saya mau beli rumah di pinggiran kota Rp0 juta di lokasi yang sama, bisa enggak, Pak? Susah. Bukan saya katakan susah, Pak. Sudah pasti enggak karena tanah ee rumah yang mau saya beli dulu harganya Rp0 juta itu sekarang harganya sudah M, Pak. Iya. Jadi kalau saya nabung ngumpulin selama 30 tahun Rp0 juta. Rp0 juta saya belikan rumah terbang, Pak. Harga properti tidak pernah naik, Pak. Harga properti tidak naik, tapi harga properti itu terbang. Jadi, bagi para sahabat SP30 yang saat ini genset atau milenial ya, yang Anda masih kepikir sewa tidak salah, tapi statement dari Pak Toni bisa dipertimbangkan. Iya. Kalau Anda enggak memulai sekarang 20 tahun lagi semakin gak kebeli gitu ya, Pak. Iya. Kenapa? Karena Tuhan sudah tidak menciptakan tanah lagi bagi kita. setuju. Tapi Tuhan masih menciptakan anak i bagi orang yang mau membuat anak gitu kan. Dan permasalahannya banyak orang hobi buat anak. Betul enggak? Betul. Betul. Jadi populasi manusia terus bertumbuh tapi tanah tidak lagi bertumbuh. Iya. Jadi hukum supply and demand kan Pak siap. Kalau supplynya tetap demandnya terus bertambah ya harga tanah akan terus naik Pak. Makanya salah satu instrumen investasi adalah beli kita membeli tanah dan membeli properti. Tanah. Siap. Sekarang gini, Pak. Pertanyaan berikutnya. Ada tips enggak, Pak? Oke deh. Kalau gitu saya tertarik nih beli rumah pertama. Ada enggak tips, Pak, kalau mau beli rumah murah itu gimana? Jadi butuh apa aja? Punya cash keras kah atau cicilan? Apa menurut Pak Toni? Supaya saya kebeli deh, Pak. gitu loh. I kalau memang kita bisa punya penghasilan yang multiple source of income yang pernah saya kupas di berbagai podcast kita sebelumnya ya. Nah, kalau kita punya multiple source of income ya otomatis kalau kita punya cash kita bisa kerja keras, punya duit banyak kita beli cash itu pasti kondisinya lebih murah daripada nyicil Pak. Itu pasti. I iya kan? Nah, dan yang kedua kalau cash itu pilihannya banyak Pak. Iya, kita lebih I cari gimana caranya yang murah ya? Cari yang orang itu menjual murah ya katanya BU ya atau BUB butuh uang banget gitu kan. Nah itu pasti harganya murah. Nah apalagi kondisi sekarang banyak ya. Saat ini banyak. Kenapa? Karena kan kondisi saat ini kan ya banyak orang mengatakan ee kondisi Indonesia tidak baik-baik saja sehingga banyak sekali rumah yang dijual ya saat terjadi bumbung properti itu hampir jarang loh Pak ada tanah dijual rumah dijual itu jarang plang ya papan-papan itu jarang nah saat ini banyak nah saat bertebaran seperti ini berarti banyak rumah seal Pak Hmm iya ok nah kalau kita punya cash tinggal kita pilih gitu jadi intinya apapun itu mau mau hard cash atau mau KPR intinya tetap harus dimulai gitu ya, Pak. Iya. Nah, tapi kalau bagi orang yang waduh saya kalau beli cash susah. Iya. Nah, ya Anda harus mau KPR KPR. Rumah baru atau rumah second? Ee kalau saya, saya lebih suka rumah second. Oke. Iya. Kenapa? Tapi itu prinsip ya, Pak ya. Kadang ada orang sukanya rumah baru. Iya, rumah baru kan kelihatan baru semua, Pak. Nah, kalau rumah se atau beli tanah terus bangun sendiri gitu. Ada orang suka kayak gitu. Ada yang suka seperti itu. Tapi biasanya yang suka seperti itu ee biasanya orang yang punya uang, Pak. Ada se kalau Pak Toni istilahnya yang punya jadi yang maksudnya punya uang itu punya idealisme. Oh, kalau jadi dia pun ee punya uang beli tanah bangun sendiri. Kalau Bapak rumah second, Bapak ambrukkan dulu barus Bapak bangun ulang atau Bapak langsung depati? Eh, direnovasi, Pak. Kita kenapa kok saya suka rumah second? Cari yang harganya miring, Pak. Oke. Nah, harganya miring. Nah, kemudian kita suka lokasinya, kita renovasi. Nah, itu biasanya kalau kita jual kembali itu biasanya naik. Nah, kalau kita tempati itu ya otomatis harganya lebih murah, Pak. Oke, siap. Terus, Pak, lebih bagus mana beli rumah di perumahan yang harganya udah digoreng sama developer jadi tinggi atau bangun sendiri risiko mahal tapi dibalak sama kontraktor? Nah, dalam hal ini kalau kita mau praktis, yes, ya. Belilah lewat developer. Hm. Itu praktis, Pak. Surat-surat menyurat semuanya kan ee kalau developernya benar ya, Pak ya. Cari developer besar itu lebih aman, Pak. Betul. Betul. Tidak mungkin sertifikatnya ganda, ya kan? Nah, kalau kita beli tanah kemudian kita bangun sendiri ada risiko kalau kita tidak mengerti surat, enggak ngerti harus ngeceknya gimana di beberapa lokasi kadang-kadang bisa kena sertifikat ganda. Tapi kadang-kadang kalau kita justru KPR kan malah lebih aman ya karena bank akan jauh lebih teliti dan lebih cerewet daripada kita karena bank yang ngeluarin duit kan Pak ya. Betul. Betul. Karena biasanya kalau kita ke bank itu pasti harus lewat notaris. Notaris checking ke BPN segala macam. Terus kemudian ya bank pun juga ee biasanya melakukan semacam survei ee harganya benar enggak segala macam. Nah, itu memang lebih enak sih. Oke, Mbak. Peran terakhir, Pak, untuk mengakhiri perdebatan ini. Tipsnya paling bagus mana sebaiknya sewa rumah atau kita paksa kita beli rumah di pinggir kota atau nabung dulu di instrumen investasi lain selagi muda. Nah, ini penting, Pak. Karena namanya anak muda ini kan maunya yang paling cepat, Pak. Ya, saya kalau taruh duit di rumah nanti betul saya punya rumah, tapi bisa jadi lebih baik daripada uang saya saya belikan rumah saya taruh di instrumen lain yang kenaikannya lebih cepat ee 10 tahun lagi. Dan akhirnya 10 tahun lagi saya tetap bisa beli rumah tapi lebih bagus daripada saya nyicil yang tak perkesudahan ini. Nah, namanya anak muda ini kan tetap pengin cepat gitu loh. Saran Bapak rumah dulu atau instrumen investasi yang lain dulu? itu choice, Pak. Ya, jadi setiap orang bisa punya pilihan. Cuman ee pada umumnya ya kalau kita memang kepengin betul-betul punya rumah ya kita harus mau membayar harganya, Pak. H setuju. Membayar harganya dengan apa? Ya kita harus membayar harga dengan mengelola uang dulu, Pak. Betul. Nah, kita harus menata dulu. Iya. Iya. Nah, saya biasanya menyarankan orang untuk men lima pos keuangan. Lima pos keuangan. Apa aja itu, Pak? Yang pertama dia harus menyisihkan uang untuk posnit untuk kebutuhan sehari-hari. Kemudian poson. Nah, pos-nya ini yang di remak. Iya. Supaya kita bisa mulai melakukan saving and investment. I. Nah, kalaupun kita mau ngambil utang, jangan utang yang konsumtif, tapi utang yang produktif. Iya. Yaitu utang yang bisa untuk menghasilkan ke depannya. Salah satunya utang produktif yaitu KPR, Pak. Iya. I. Jadi pada saat kita sebetulnya menabung di KPR itu kita mengambil utang tapi sekaligus sebetulnya menempatkan itu di posisi pos investasi. Jadi utang kita masuk ke dalam pos investasi. Jadi utangnya utang positif. Betul. Yang mana ya dengan kita mempunyai rumah itu kan kita sudah hemat, Pak. Hemat uang sewa. Iya. Satu. Iya. Yang kedua, hemat uang pindah kontrak dari tahun ke tahun. Iya kan? Yang ketiga, kita bisa membeli barang sudah permanen di sana. Kita bisa men-setting dulu. Iya. I. Nah, jadi ee kita punya plan dalam 5 10 tahun ke depan kita sudah tahu bahwa kita akan tinggal di rumah itu. Hm. Nah, setelah mungkin 10 20 tahun KPR-nya habis, mau punya rumah yang lebih bagus silakan seperti itu. Nah, tapi kita betul-betul sudah menata kehidupan kita sejak awal. Oke, Pak. Kalau saya pengin belajar lebih dalam, ya. Baik, saya masih bingung nih, pengin konsultasi lebih pribadi. Iya. Termasuk ya saya pengin cerita kondisi keuangan saya. Iya. Saya pengin nih konseling pribadi sama Pak Toni atau mungkin sama saya ya, Sahabat SP30. Yang terbaik saya ini punya rumah dulu, apartemen dulu atau investasi dulu atau emas dulu atau saham dulu. Bingung, Pak. Saya, Pak. Iya. Kira-kira kita ada workshop enggak, Pak, untuk membahas ini, Pak? Ada, Pak. Dan saya akan sharing mengenai bagaimana caranya saya bisa punya rumah pertama, kemudian saya bisa punya instrumen-instrumen investasi yang lain. Betul. Iya. Dalam workshop tersebut. Intinya saya di workshop ini selain saya ini mencurhatkan kebingungan saya ya artinya saya ini sudah punya ee kayak salah satu mungkin calon peserta workshop kita ini juga bilang saya ini punya duit lebih nih ya saya ini mau tabung dulu atau buka cabang lagi ya ya kan nah itu nanti juga menjadi salah satu peserta workshop kita nah hal-hal seperti ini itu bisa ee kita diskusikan di workshop kita nanti, Pak ya tanggal 31 Mei dan 1 Juni. 202. So, Anda cepat klik link di deskripsi sekarang juga. Dan kita juga ada tamu ya, Pak ya. Iya. Heeh. Kita ada ee narasumber yang lain di samping kita berdua yaitu Bang Sandiaga Uno. Keren. Yang mana beliau juga mengawali bisnisnya di masa krisis, Pak. Ya. Masa krisis. Nah, dan saat itu dan jadi miliarder di saat krisis. Iya. ya justru dia mengatakan bahwa beberapa daripada investasinya dia yang paling berhasil itu ditempatkan pada saat masa krisis. Nah, itulah kita harus belajar dari orang-orang seperti ini sehingga kita bisa lihat opportunity. Tapi sekali lagi itu semua nanti akan dibahas di workshop yaitu sesuaikan dengan profil risiko kalian. Jadi apakah kalian itu agresif atau kalian itu moderate atau kalian itu yang ee tidak terlalu agresif. Iya. Nah, itu semua disesuaikan. Soalnya kalau enggak sesuai profi resiko bahaya juga itu. Iya. Heeh. Jangan sampai salah penempatan gitu ceritanya. Dan saya ee kemarin sudah ngobrol sama sahabat saya yang kemarin juga ngisi workshop kita. Iya. Iya. Yaitu Profi. Iya. Kabarnya dia juga mau berbagi, Pak. Eah. Untuk ee sharing-sharing tentang gimana sih memilih saham yang murah i dalam kondisi seperti ini ya. Iya. Nah, tapi snya yang kali ini karena dia hanya sebagai gu speaker hanya 2 jam saja. 2 jam aja. I intinya kita bisa cukup belajar 2 jam ya. I dari Proferi sahabat SD 30 sharing kita cukup luar biasa Pak Toni. Daripada kita debat terus enggak ada habisnya. Sewa atau beli beli atau sewa terus. Mereka yang sewa juga punya teorinya sewa. Yang beli punya teorinya beli. Jadi Anda tim sewa atau tim beli? Tulis di kolom komen Anda mau tim kontraktor seumur hidup atau memulai cicilan pertama untuk punya rumah. Ya kan? Intinya Anda hari ini daripada debat terus kalau Anda serius pengin belajar dan tahu portofolio yang terbaik untuk disesuaikan dengan kondisi kalian. Jadi ibaratnya gini ya kalau saya boleh closing statement itu seperti ini. Ee kalau kalian itu sakit ee kolesterol jangan minum obat diare gitu loh Pak ya. Iya. Jadi minumlah obat yang tepat sesuai dengan penyakit kalian. Sama juga nata keuangan kayak gitu, Pak ya. Jangan sampai kita invest kalau tidak sesuai dengan karakter dan portofolio dan profit risiko kita, Pak. Ya. Ya. Dan sesuai dan disesuaikan dengan pekerjaan kalian, kan ya. I. Nah, kalau Andaat e investasi ke portofolio yang pas, saya khawatir kalian salah ngikutin orang lain, ngikuti trip orang enggak disesuaikan dengan portofolio kalian, enggak disesuai dengan profit resiko kalian, enggak disesuai dengan pekerjaan kalian, enggak disesuaikan dengan sumber income utama kalian, malah nanti kejeblos ya. Jangan dan jangan fomo karena banyak juga orang yang beli properti karena fomo, Pak. Siap. Baik, terima kasih sahabatu. Kita tutup ee podcast kita hari ini. Sukses untuk Anda. Sampai jumpa di puncak kemakmuran dan salam hebat. Luar luar biasa. Tapi saya melihat bahwa ini temporary karena memang tekanan dari situasi perekonomian global, geopolitik, perang dagang dan juga ada ee situasi internal marketnya seperti ini. Ini kesempatan kita berbenah dan gunakan don't waste a very good crisis. Karena crisis itu pasti akan ada silver lining-nya, akan ada peluangnya di balik eh krisis tersebut. Setuju orang sukses itu mencintai crisis? Yes, some of my best investments is made during crisis. Pokoknya gini loh, Pak Sandi ini yang saya tahu dari podcast kita yang lalu kan lahir di saat crisis dan sekarang ini saya tadi sudah sempat spill orang sukses mencintai crisis. Jadi dengan kata lain, Pak Sandi ini mencintai crisis. Waktu podcast cuman 15 menit, 30 menit enggak bisa. Nah, perlu waktu yang cukup panjang gitu. Sahabat SP30 pengin enggak belajar sama Bang Sandi langsung? Kita kebetulan mengundang dengan hormat di podcast ini ya. Bang Sandi bersedia ya hadir di workshop kami ya. Insyaallah. Yes. Catat tanggalnya 31 Mei sampai 1 Juni. Langsung klik link di deskripsi sekarang juga untuk Anda jangan sampai ketinggalan. Nanti Anda akan belajar dari Bang Sandi langsung apa yang beliau smell, apa yang beliau sense waktu crisis di 98. [Musik]
Resume
Categories