Transcript
p3hkNcQ5-5k • Hutang Indonesia 7100 Triliun? Ke Siapa? Kenapa Semua Negara Perlu Hutang?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/sb30official/.shards/text-0001.zst#text/1370_p3hkNcQ5-5k.txt
Kind: captions Language: id Pernah enggak sih kalian itu terpikir bahwa semua negara-negara besar seperti kayak Amerika, China itu juga tetap punya hutang loh? Kalau Anda dengar persepsi hutang kan pasti ibaratnya miskin, stres, masih ada tanggungan. Tapi kenapa negara besar itu masih tetap berhutang? Bahkan yang negara dengan kekuatan ekonomi besar pun mereka masih berhutang. Nah, video kali ini saya akan menjelaskan kenapa negara itu berhutang serta dia berhutang sama siapa. Dan dari video singkat ini kalian akan paham mengapa sekelas negara besar pun masih berutang. Welcome to Success B40 Business and Financial Mentoring. Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa. Selamat datang kembali ke Financial and Business Mentoring. Di video kita kali ini kita akan membahas tentang apakah hutang itu selalu buruk. Bahkan sekelas konglomerat pun mereka itu masih punya hutang. Kita perhatikan 10 orang terkaya di Indonesia mereka masih punya hutang. Kita lihat para pejabat dan politisi ketika mereka mendeklare kekayaan mereka pasti ada hutang. Pertanyaan saya pasti persepsi Anda berkata, kenapa orang kaya pun masih berhutang? Nah, video ini kita akan membahas secara global mengapa sekelas negara pun berhutang, sekelas konglomerat pun masih ada hutang. Sebenarnya apakah hutang itu pasih buruk? Ternyata enggak juga. Setiap negara tidak cukup mencetak uang jika membutuhkan dana. Apakah negara mencetak uang sembarangan justru dapat hyperinlasi? Itu sudah saya pernah bahas di video sebelumnya. Jadi meskipun hutang seringkiali terdengar menakutkan, hutang itu juga punya peran penting jika dikelola dengan baik. Saya pernah membahas itu video ini 78 tahun yang lalu. Ada dua jenis hutang, hutang baik dan hutang buruk. Kalau hutang buruk ya Anda gunakan untuk konsumsi, bermain judi, kemudian untuk suatu pengeluaran yang sudah jelas tidak jelas pemasukannya itu Anda berhutang itu konsumsi yang jelas tidak ada pemasukan balik. Tapi beda sama hutang baik. Hutang baik itu Anda hutang untuk berbisnis. Anda hutang itu untuk mengembangkan bisnis Anda. Anda hutang untuk menambah pemasukan baru Anda. Anda hutang itu untuk produktif. Nah, itu namanya hutang baik. Nah, kurang lebih seperti itu. Jadi, negara pun mereka berhutang itu tujuannya untuk menambah anggaran, menambah pemasukan negara, dan mengurangi defisit. Nanti saya akan jelaskan di belakang. Pertanyaan sekarang, apakah hutang selalu buruk? Nah, ini video yang akan saya bahas semuanya. Apa itu hutang nasional? Kita bicara negara sekelas Indonesia yang selalu digembar-gemborkan oleh lawan politik daripada rezim itu adalah wah hutang dari zamannya Pak Habibi, dari zamannya Pak Soeharto naik ke meningkat besar ke Pak Habibi. Dari Pak Habibi naik lagi ke zamannya Bu Mega hutangnya tambah besar lagi. Di zaman Pak SBY lebih besar lagi. Di zaman Pak Jokowi paling besar. Searang pertanyaan saya kurang fair. Saya hari ini bukan rezim ya, bukan men-support daripada pemerintahan sekarang Pak Prabowo dan sebagainya. Wah, nanti Pak Prabowo harus membayar hutangnya Pak Jokowi yang dibikin Pak Jokowi. No. Padahal Menteri Keuangannya sama. Padahal Menteri Keuangannya tiga periode. Menteri keuangannya Bu Sri Mulan itu dari era Pak SB, dari era Pak Jokowi termasuk eranya Pak Prabowo. Menteri keuangannya tetap sama, presidennya aja yang berbeda. Tapi biasalah lawan politik enggak senang dengan presiden tertentu diolok-olok padahal menteri keuangannya sama. Apakah Menteri Keuangan enggak tahu track record-nya? Jelas tahu track recordnya. Bahkan Menteri Keuangan kita sekarang Ibu Sri Mulyani itu kan juga mantan World Bank ya kan ee presiden eh dunia. Jadi itu juga kita harus tahu bersama Ibu Mari LK Pangestu. Waktu itu kan pelepasannya kan saya juga hadir ya di era tersebut. Jadi apa itu utang nasional? Utang nasional juga dikenal sebagai utang publik atau utang kedaulatan adalah total uang yang dipinjam oleh pemerintahan pusat dari berbagai sumber. Penting untuk dipahami bahwa angka utang yang sering kita dengar seperti Amerika Serikat mencapai puluhan triliun dolar. Puluhan triliun dolar loh ya. Jadi Indonesia itu enggak ada apa-apanya. Indonesia itu masih enggak usah ngomong triliunan dolar, masih ceritanya masih ratusan miliar dolar gitu loh. Enggak sampai t negara seperti Amerika itu puluhan triliun dolar gitu. Mencakup pinjaman yang diambil oleh pemerintah federal, bukan utang pemerintah daerah ataupun utang pribadi warga. Pembagian ini membantu kita memahami batasan dan tanggung jawab pemerintah pusat dalam mengelola keuangan negara. Dengan begitu kita dapat menilai apakah beban hutang tersebut masih dalam kendali atau sudah mulai mengancam stabilitas ekonomi. Mengapa negara meminjam uang? Negara memilih meminjam uang bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor utama yang mendasarinya. Yang pertama, negara meminjam uang itu ada tiga sebab. Yang pertama, pemberian defisit. itu nanti kita akan bahas supaya neraca raba dan lubinya itu tidak jauh dan itu pembian defisit. Yang kedua adalah investasi infrastruktur. Kita perhatikan tidak fair juga kalau dibilang Pak Jokowi itu hutangnya banyak tapi berapa banyak jalan tol yang sudah dibangun? Berapa banyak bendungan yang sudah dibangun? Berapa banyak lapangan ee udara atau bandara yang dibangun? Intinya infrastruktur Indonesia itu sangat maju di era 10 tahun kepemimpinannya Pak Jokowi dan itu investasi infrastruktur dan itu semua adalah pemasukan bagi negara. Jadi kita jangan cuma melihat hutangnya naik tapi enggak dilihat pemasukannya juga naik. Nah, itu kita harus lebih cerdas. Makanya di Success 30 ini saya selalu mengajarkan dari sisi yang lain. Jadi supaya kita enggak mentah-mentah membaca berita itu lantas wi Indonesia utangnya banyak. Indonesia utangnya banyak. Dan yang ketiga adalah penanganan krisis seperti COVID itu kemarin. Yang pertama menutup defisit anggaran. Setiap negara memiliki anggaran pendapatan dan belanja. Sama seperti kayak keluarga lah. Keluarga tahun ini ketika saya sudah berkeluarga punya dua anak, saya punya anggaran juga. Kalau saya hidup single mungkin pengeluaran saya 1 bulan contohnya R juta, R juta cukup. Tapi kalau saya hari ini sudah berkeluarga, punya istri, punya anak, dua anggaran pendapatan belanja keluarga saya juga meningkat. contoh untuk sekolah ee biaya kesehatan, biaya pendidikan ya, anak-anak. Kemudian itu semua naik. Contohnya mungkin kalau dulu single Rp3 juta, sekarang naik jadi R10 juta contohnya. Nah, setiap negara punya anggaran sama juga pendapatan utama itu dari pajak ya itu negara pasti dari pajak. Namun seringkiali pengeluaran untuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, lain publik lainnya itu melebihi pendapatan tersebut ya. sehingga otomatis pendapatan daripada negara itu seringki minus oleh anggaran ee pendidikan, kesehatan, infrastruktur. Ini kan naik terus BPJS contohnya BPJS itu zaman saya kecil dulu enggak ada. Makanya waktu ibu saya meninggal itu kan BPJS-nya enggak ada. Kami asuransi pun gak ada sehingga akhirnya enggak ditanggung sama sekali. Nah, padahal negara maju pasti ada BPJS itu besar sekali infrastruktur layanan publik lainnya ya. Jadi itu layanan publik gratis. Contohnya taman, kota, taman lansia itu kan semua fasilitas umum. Itu kan semua perlu biaya. Nah, untuk menutupi selisih ini pemerintah memutuskan meminjam uang. Meminjam uang tujuannya untuk apa? Untuk hutang baik. Jadi, contohnya banyak proyek-proyek yang bagus, tapi karena modalnya kurang, jadi negara itu pinjam. Nah, ketika pinjam pendapatannya naik. Contohnya nanti saya akan berikan contoh tentang defisit itu. Misalkan gini, paling simpel tuh gini. Kamu hari ini pekerja freelance, gaji tetap tidak ada dan kamu ingin nambah penghasilan tambahan yaitu kamu mungkin jadi sopir Gojek. Satu hari kamu bisa dapat penghapatan mungkin katakanlah bersih supir Gojek. Kalau di Jakarta kamu bisa dapat R00, R500.000 sampai R1 juta 1 hari contohnya ya. Rata-rata kalau saya tanya sopir Gojek itu rata-rata segitu. Nah, sehingga kan kamu punya tambahan penghasilan R00 R500.000 per hari. Tapi ketika kamu dapat tambahan penghasilan dibanding Anda sebagai freelancer ini, maka otomatis pendapatan itu kan menaikkan pendapatan dan di situ untuk Anda dapat 400 R500.000, kamu butuh apa? Butuh mobil. Nah, itulah Anda akhirnya berhutang mobilnya. Jadi tujuannya berhutang mobil itu bagus. Tujuannya untuk kerja. Tujuannya hutang mobil itu untuk apa? Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan. Dan ketika Anda nyecil, Anda sudah menjadi sopir Gojek, contohnya 5 tahun, toh akhirnya di tahun kelima kan kamu dapat mobil. Ya, Re. Teorinya tuh seperti itu. Tapi kamu kan memang butuh duit untuk berhutang mobil tersebut. Negara kurang lebih juga sama. Jadi, sumber pendapatan itu ada tapi tidak punya modal dan tujuannya berhutang itu untuk beli mobil Gojek itu tadi. Nah, sama karena dapat menimbulkan dampak sosial dan politik yang merugikan. Mari kita cara nutup defisit anggaran. sederhana yaitu pendapatan ditingkatkan, pengeluarannya sama. Jadi pengeluaran ini kan pasti sama, infrastruktur, kesehatan, negara itu sama gitu. Nah, tapi pendapatannya kurang akhirnya karena cuman ngandalin pajak kan akhirnya dengan cara apa? Meminjam hutang untuk mengurangi defisit anggaran. Jadi supaya defisit anggaran ini kan pengeluaran selalu lebih besar daripada pendapatan. supaya menutup pengeluaran ini dan pendapatannya sama dan akhirnya neraca raga laba rugi itu balance dibalance-nya itu terakhir sama akhirnya caranya nutup defisit yaitu dengan cara berhutang tapi hutang yang produktif ya yang kedua adalah investasi untuk pertumbuhan utang tidak selalu negatif jika digunakan untuk investasi jangan panjang contohnya bangun jalan bangun jalan itu kan basic kita lihat sekarang China bisa jadi negara maju itu kenapa karena hampir setiap kota besarnya template-nya semuanya sama semua infrastruktur bagus, propertinya maju, kemudian jalan-jalannya keren. Kita lihat bahkan pembangunannya itu sangat pesat sekali. Kemudian jembatan, jembatan harus dibangun. Kalau enggak, bagaimana Anda menghubungkan satu desa dengan desa yang lain? Gak bisa. Sekolah contohnya harus. Supaya SDM meningkat, sekolah itu harus ditingkatkan. Rumah sakit contohnya ini memerlukan dana yang besar. Kita sekarang perhatikan juga banyak rumah sakit yang sudah jauh lebih maju dibanding 20 tahun yang lalu. Jika ditunda bisa menghambat pertumbuhan ekonomi. Dengan meminjam negara bisa segera mengerjakan proyek infrastruktur yang nantinya akan meningkatkan produktivitas dan pendapatan sehingga mampu melunasi hutang di masa depan. Yang ketiga adalah mengatasi krisis dan keadaan darurat. Kita tahu seperti baru-baru ini kan terkena COVID ya di seluruh dunia. Pemerintah harus segera mengeluarkan dana secara cepat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi warganya. Kalau tidak, negara ini bisa hancur. Pada masa pandemi Covid-19, banyak negara mengambil pinjaman besar untuk mendukung sistem kesehatan dan memberikan stimulus pada sektor ekonomi yang terdampak. Jadi, tujuannya kita berhutang itu untuk mengatasi krisis dan keadaan darurat. Kebetulan baru aja kita mengalami COVID. Jadi kita masih relate dengan ini. Nah, sumber hutang itu biasanya ada tiga ya. Yang pertama adalah bon obligasi yang sekarang produknya itu seringki terkenal dengan namanya FR. Jadi dengan bunga sekitar 6 sampai 7% per tahun FR. Kebetulan saya juga invest di bond seperti ini. Kenapa saya berani invest di bond? Tujuannya satu, karena saya yakin ee saya percaya sama pemerintahan NKRI bahwa dananya memang digunakan untuk pembangunan. dananya digunakan untuk investasi untuk kemajuan negara kita. Jadi kita harus percaya sama bangsa kita sendiri. Dan yang kedua adalah lembaga keuangan internasional. Ini yang selalu zaman dulu diarahnya Pak Harto itu namanya IMF ya. Tapi ini kalau bisa pelan-pelan dikurangi di World Bank dikurangin supaya kita berdikari di negara kita sendiri. Yang ketiga adalah berhutang sama negara lain. Contohnya kita sekarang berhutang sama Amerika juga, berhutang sama China juga, berhutang sama beberapa negara-negara lain. Contohnya sama China proyek kereta super cepat contohnya ya kan. Ee wus itu contohnya itu kan masih hutang sama pemerintahan China. Tapi kalau dipikir-pikir ya masuk akal karena wus itu kan berapa itu ya Anda bisa lihat harganya juga murah tetapi kecepatan efisiensinya itu lebih luar biasa. Kebetulan saya sudah naik wus dua kali. Jadi, dan saya sering naik wus di negara maju. Contohnya di China, di Jepang, saya juga naik wus di negara mereka. Efektif, cepat waktu. Oleh sebab itu, itulah hutang yang baik. Kemudian pemberi pinjaman domestik. Pemerintah menerbatkan obligasi atau ee bond kepada bank, perusahaan atau pribadi. Ketika masyarakat memberi obligasi, mereka pada dasarnya memberikan pinjaman kepada pemerintah dengan imbalan bunga. Nah, pemberi pinjaman domestik itu contohnya kayak saya ya. Yang kedua, pemberi pinjaman asing. Investor dan pemerintah asing juga turut serta dalam pembelikan obligasi suatu negara. Misalkan Jepang dan Tiongkok dikenal sebagai salah satu pemegang obligasi Amerika terbesar. Partisipasi asing ini menunjukkan kepercayaan internasional terhadap stabilitas ekonomi negara tersebut meskipun pada saat yang sama menambah kompleksitas pengelolaan utang. Nah, itu bond ya. Jadi, contoh kita pinjam negara besar pun juga sama. Yang ketiga, bank sentral. Secara teori, pemerintah bisa meminjam langsung dari bank sentral melalui mekanisme yang disebut monetisasi uang, yaitu dengan cara mencetak uang baru. Namun, praktik ini jarang dilakukan karena berpotensi menimbulkan inflasi tinggi. Biasanya bank sentral memberikan obligasi dari pasar sekunder sebagai bagian dari kebijakan moneter untuk menjaga kestabilan ekonomi. Nah, oleh sebab itu dengan monetisasi uang kita itu mengerti bagaimana negara itu juga butuh hutang untuk membiayai proyek-proyeknya mereka. Nah, apakah hutang itu buruk? Jawaban ini sering muncul. Apakah hutang itu berarti kegagalan ekonomi? Jawabannya enggak sesederhana itu. Ya, saya pun juga punya hutang meskipun saya punya tabungan kan itu saya pribadi. Kenapa? Yait tadi. Kenapa kok kita harus ee menggunakan dana sendiri kalau kita dengan berhutang kita tidak perlu ee apa ee investasi yang sudah ada ditarik? Enggak perlu. Tapi kita bisa menciptakan hutang dan kalkulasinya masuk akal dan biaya profit daripada ini untuk bisa membay hutang kita bisa nambah aset yang baru. Sesederhana itu, utang dapat bertambah positif jika digunakan untuk mendanai proyek-proyek produktif yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Misalnya jika hutang digunakan untuk membangun infrastruktur, hasilnya bisa meningkatkan produktivitas, narik investasi, dan pada akhirnya menghasilkan pendapatan pajak yang lebih tinggi. Namun jika hutang dikelola secara sembarangan, menumpuk, beban bunga yang harus dibayar bisa menggerus anggaran dan layanan publik seperti pendidikan dan kesehatan. Akibatnya meskipun secara nominal negara itu memiliki banyak aset, jika proporsi pengeluaran untuk bunga terlalu tinggi, kemampuan negara dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya akan terancam. Jadi, apakah hutang itu buruk? Nah, Anda bisa menilai sendiri. Rasio hutang terhadap PDB dan batas utang. Salah satu indikator penting untuk mengukur kesehatan keuangan suatu negara adalah rasio hutang terhadap produk domestik bruto PDB. Rasio ini menunjukkan sebagian besar utang dibandingkan dengan kapasitas ekonomi negara. Misalkan jika rasio utang adalah 60% itu berarti utang setara 60% dengan nilai PDP. Walaupun tidak ada angka pasti yang menentukan apakah suatu negara aman dari risiko hutang atau tidak, banyak Ali menganggap bahwa rasio di bawah 60% masih tergolong aman. Ya wajar dong. Artinya kalau Anda cuman tergolong utangnya enggak sampai 60% dari total itu masih aman. Sama seperti kalian kalau mau ngajukan KPR kan itu pasti minimal 30% dari jumlah pinjaman dari penghasilan Anda yang ada. Misalkan gaji Anda R10 juta, maka biaya kredit maksimal yang bisa untuk mengangsur itu Rp3 juta. Nah, itu kurang lebih rasionya di 30%. Kalau negara itu 60%. Di samping itu, beberapa negara memiliki mekanisme hukum berupa batas hutang, dep selling yang mengatur jumlah maksimal hutang yang dapat ditarik. Meskipun batas ini seringkiali dinaikkan untuk menghindari kegagalan pembayaran, keberadaannya menunjukkan upaya untuk menunjukkan kenaikan fiskal. So, yang sering saya bahas dengan Pak Toni, dep to GDP ratio. Jadi, dep to GDP hutang berbanding dengan dept selling GDP ratio itu 60%. itu masih oke. Upaya meminimalisir risiko hutang berlebihan, pengelolaan hutang yang bijak memerlukan strategi jangka panjang. Ada beberapa langkah yang dapat ditempuh untuk meminimalisir resiko hutang. Ya, jadi yang pertama buat anggaran, bayar tepat waktu, kurangi pengeluaran, maka hutang kamu akan lunas tepat waktu. Pertimbangan konsolidasi hutang. Kebijakan anggaran seimbang. Pemerintah perlu melakukan reformasi dalam sistem perpajakan, efisiensi pengeluaran agar defisit tidak terus membesar. Upaya penghematan dan optimalisasi penggunaan dana sangat penting agar pinjaman yang diambil tidak menimbulkan beban yang sulit di atas masa depan. Berikutnya, peningkatan pertumbuhan ekonomi. Investasi di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur akan meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan stabil akan meningkatkan pendapatan negara sehingga kemampuan untuk membayar hutang pun menjadi lebih baik. Jadi, peningkatan pertumbuhan ekonomi itu penting untuk sebuah negara. Diversifikasi sumber pendapatan. Mengandalkan satu jenis pendapatan misalnya dari komunitas tertentu. Membuat ekonomi rentan terhadap fluktuasi pasar. Sama seperti Anda ketika hari ini Anda cuma mengandalkan satu sumber pendapatan gaji saja. Kalau kamu sakit maka kamu kehilangan gaji. Itu tidak boleh. maka kamu harus cepat melakukan diversifikasi, punya sumber pendapatan lain agar Anda bisa ee suatu waktu kalau misalkan tubuh kita ini sakit atau kita ini tidak lagi mampu bekerja, kita masih bisa me-backup biaya kehidupan kita dari pendapatan yang lain. Dengan mendiversifikasi sumber pendapatan, negara dapat mengurangi ketergantungan dan menjaga stabilitas keuangan. So, diversifikasi sumber pendapatan banyak sekali, transparansi dan akuntabilitas. Jadi, penggunaan dana utang harus dilakukan secara terbuka diawasi dengan ketat. Keterribatan masyarakat dalam penguasaan keuangan publik dapat mengangi potensi korupsi dan penyelewengan serta membangun kepercayaan investor. Pembangunan cadangan devisa. Cadangan devisa juga sangat penting untuk menghadapi gejolak pasar global dan mendukung pembayangan ee pembayaran utang luar negeri. Dengan memiliki cadangan yang kuat, negara akan lebih tangguh dalam menghadapi krisis ekonomi internasional. So, pembangunan cadangan devisa itu sangat penting bagi sebuah negara. Jadi kesimpulannya hampir semua negara berhutang itu untuk berbagai alasan mulai dari nutupi anggaran hingga pembiayaan pembangunan itu semua negara maju rata-rata seperti itu. Kedua, mereka berhutang kepada warga mereka negara sendiri seperti Bond FR itu tadi investor asing dan kadang sama bank sentral rata-rata di situ. Jadi kita harus tahu negara itu berhutangnya pasti kepada tiga sektor. Warganya sendiri, investor asing, negara lain sama bank sentral. Yang ketiga, jadi jelas bahwa setiap negara memiliki untuk berhutang bukan semata-mata mereka kekurangan uang tunai. No. Ternyata ada banyak alasan strategis di balik keputusan itu. Mulai dari nutupin defisit anggaran, membangun jalan, membiarkan ekonomi makin lancar sampai ngeluarin dana darurat saat krisis. Dan yang terakhir, soal mencetak uang tanpa batas malah bisa bikin harga naik gila-gilaan dan akhirnya bikin ekonomi ambrol. Video kali ini memang saya persembahkan untuk Anda para sahabat SU30 supaya kita tahu bahwa kenapa sekelas negara besar pun masih berhutang. Prison-nya sudah sangat jelas. Ulangi terus video ini untuk menambah wawasan kalian bahwa kalian pun juga suatu hari jangan anti berhutang. Kalau kalian berhutang itu tujuannya satu untuk mempunyai sumber pendapatan yang lebih baik. Sah-sah aja hutang. Makanya saya selalu bilang ada good dep, ada bad. Ada hutang yang baik, ada hutang yang buruk. Kalau Anda bisa gunakan hutang yang baik dengan bijak, niscaya keuangan ekonomi keluarga Anda akan terus bertumbuh. Sukses untuk Anda. Jangan lupa like-nya. And always salam hebat luar biasa. Ah.