Hutang Indonesia 7100 Triliun? Ke Siapa? Kenapa Semua Negara Perlu Hutang?
p3hkNcQ5-5k • 2025-05-21
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Pernah enggak sih kalian itu terpikir
bahwa semua negara-negara besar seperti
kayak Amerika, China itu juga tetap
punya hutang loh? Kalau Anda dengar
persepsi hutang kan pasti ibaratnya
miskin, stres, masih ada tanggungan.
Tapi kenapa negara besar itu masih tetap
berhutang? Bahkan yang negara dengan
kekuatan ekonomi besar pun mereka masih
berhutang. Nah, video kali ini saya akan
menjelaskan kenapa negara itu berhutang
serta dia berhutang sama siapa. Dan dari
video singkat ini kalian akan paham
mengapa sekelas negara besar pun masih
berutang.
Welcome to Success
B40 Business and Financial
Mentoring. Sahabat entrepreneur, salam
hebat luar biasa. Selamat datang kembali
ke Financial and Business Mentoring. Di
video kita kali ini kita akan membahas
tentang apakah hutang itu selalu buruk.
Bahkan sekelas konglomerat pun mereka
itu masih punya hutang. Kita perhatikan
10 orang terkaya di Indonesia mereka
masih punya hutang. Kita lihat para
pejabat dan politisi ketika mereka
mendeklare kekayaan mereka pasti ada
hutang. Pertanyaan saya pasti persepsi
Anda berkata, kenapa orang kaya pun
masih berhutang? Nah, video ini kita
akan membahas secara global mengapa
sekelas negara pun berhutang, sekelas
konglomerat pun masih ada hutang.
Sebenarnya apakah hutang itu pasih
buruk? Ternyata enggak juga. Setiap
negara tidak cukup mencetak uang jika
membutuhkan dana. Apakah negara mencetak
uang sembarangan justru dapat
hyperinlasi? Itu sudah saya pernah bahas
di video sebelumnya. Jadi meskipun
hutang seringkiali terdengar menakutkan,
hutang itu juga punya peran penting jika
dikelola dengan baik. Saya pernah
membahas itu video ini 78 tahun yang
lalu. Ada dua jenis hutang, hutang baik
dan hutang buruk. Kalau hutang buruk ya
Anda gunakan untuk konsumsi, bermain
judi, kemudian untuk suatu pengeluaran
yang sudah jelas tidak jelas
pemasukannya itu Anda berhutang itu
konsumsi yang jelas tidak ada pemasukan
balik. Tapi beda sama hutang baik.
Hutang baik itu Anda hutang untuk
berbisnis. Anda hutang itu untuk
mengembangkan bisnis Anda. Anda hutang
untuk menambah pemasukan baru Anda. Anda
hutang itu untuk produktif. Nah, itu
namanya hutang baik. Nah, kurang lebih
seperti itu. Jadi, negara pun mereka
berhutang itu tujuannya untuk menambah
anggaran, menambah pemasukan negara, dan
mengurangi defisit. Nanti saya akan
jelaskan di belakang. Pertanyaan
sekarang, apakah hutang selalu buruk?
Nah, ini video yang akan saya bahas
semuanya. Apa itu hutang nasional? Kita
bicara negara sekelas Indonesia yang
selalu digembar-gemborkan oleh lawan
politik daripada rezim itu adalah wah
hutang dari zamannya Pak Habibi, dari
zamannya Pak Soeharto naik ke meningkat
besar ke Pak Habibi. Dari Pak Habibi
naik lagi ke zamannya Bu Mega hutangnya
tambah besar lagi. Di zaman Pak SBY
lebih besar lagi. Di zaman Pak Jokowi
paling besar. Searang pertanyaan saya
kurang fair. Saya hari ini bukan rezim
ya, bukan men-support daripada
pemerintahan sekarang Pak Prabowo dan
sebagainya. Wah, nanti Pak Prabowo harus
membayar hutangnya Pak Jokowi yang
dibikin Pak Jokowi. No. Padahal Menteri
Keuangannya sama. Padahal Menteri
Keuangannya tiga periode. Menteri
keuangannya Bu Sri Mulan itu dari era
Pak SB, dari era Pak Jokowi termasuk
eranya Pak Prabowo. Menteri keuangannya
tetap sama, presidennya aja yang
berbeda. Tapi biasalah lawan politik
enggak senang dengan presiden tertentu
diolok-olok padahal menteri keuangannya
sama. Apakah Menteri Keuangan enggak
tahu track record-nya? Jelas tahu track
recordnya. Bahkan Menteri Keuangan kita
sekarang Ibu Sri Mulyani itu kan juga
mantan World Bank ya kan ee presiden eh
dunia. Jadi itu juga kita harus tahu
bersama Ibu Mari LK Pangestu. Waktu itu
kan pelepasannya kan saya juga hadir ya
di era tersebut. Jadi apa itu utang
nasional? Utang nasional juga dikenal
sebagai utang publik atau utang
kedaulatan adalah total uang yang
dipinjam oleh pemerintahan pusat dari
berbagai sumber. Penting untuk dipahami
bahwa angka utang yang sering kita
dengar seperti Amerika Serikat mencapai
puluhan triliun dolar. Puluhan triliun
dolar loh ya. Jadi Indonesia itu enggak
ada apa-apanya. Indonesia itu masih
enggak usah ngomong triliunan dolar,
masih ceritanya masih ratusan miliar
dolar gitu loh. Enggak sampai t negara
seperti Amerika itu puluhan triliun
dolar gitu. Mencakup pinjaman yang
diambil oleh pemerintah federal, bukan
utang pemerintah daerah ataupun utang
pribadi warga.
Pembagian ini membantu kita memahami
batasan dan tanggung jawab pemerintah
pusat dalam mengelola keuangan negara.
Dengan begitu kita dapat menilai apakah
beban hutang tersebut masih dalam
kendali atau sudah mulai mengancam
stabilitas ekonomi. Mengapa negara
meminjam uang? Negara memilih meminjam
uang bukan tanpa alasan. Ada beberapa
faktor utama yang mendasarinya. Yang
pertama, negara meminjam uang itu ada
tiga sebab. Yang pertama, pemberian
defisit. itu nanti kita akan bahas
supaya neraca raba dan lubinya itu tidak
jauh dan itu pembian defisit. Yang kedua
adalah investasi infrastruktur. Kita
perhatikan tidak fair juga kalau
dibilang Pak Jokowi itu hutangnya banyak
tapi berapa banyak jalan tol yang sudah
dibangun? Berapa banyak bendungan yang
sudah dibangun? Berapa banyak lapangan
ee udara atau bandara yang dibangun?
Intinya infrastruktur Indonesia itu
sangat maju di era 10 tahun
kepemimpinannya Pak Jokowi dan itu
investasi infrastruktur dan itu semua
adalah pemasukan bagi negara. Jadi kita
jangan cuma melihat hutangnya naik tapi
enggak dilihat pemasukannya juga naik.
Nah, itu kita harus lebih cerdas.
Makanya di Success 30 ini saya selalu
mengajarkan dari sisi yang lain. Jadi
supaya kita enggak mentah-mentah membaca
berita itu lantas wi Indonesia utangnya
banyak. Indonesia utangnya banyak. Dan
yang ketiga adalah penanganan krisis
seperti COVID itu kemarin. Yang pertama
menutup defisit anggaran. Setiap negara
memiliki anggaran pendapatan dan
belanja. Sama seperti kayak keluarga
lah. Keluarga tahun ini ketika saya
sudah berkeluarga punya dua anak, saya
punya anggaran juga. Kalau saya hidup
single mungkin pengeluaran saya 1 bulan
contohnya R juta, R juta cukup. Tapi
kalau saya hari ini sudah berkeluarga,
punya istri, punya anak, dua anggaran
pendapatan belanja keluarga saya juga
meningkat. contoh untuk sekolah ee biaya
kesehatan, biaya pendidikan ya,
anak-anak. Kemudian itu semua naik.
Contohnya mungkin kalau dulu single Rp3
juta, sekarang naik jadi R10 juta
contohnya. Nah, setiap negara punya
anggaran sama juga pendapatan utama itu
dari pajak ya itu negara pasti dari
pajak. Namun seringkiali pengeluaran
untuk pendidikan, kesehatan,
infrastruktur, lain publik lainnya itu
melebihi pendapatan tersebut ya.
sehingga otomatis pendapatan daripada
negara itu seringki minus oleh anggaran
ee pendidikan, kesehatan, infrastruktur.
Ini kan naik terus BPJS contohnya BPJS
itu zaman saya kecil dulu enggak ada.
Makanya waktu ibu saya meninggal itu kan
BPJS-nya enggak ada. Kami asuransi pun
gak ada sehingga akhirnya enggak
ditanggung sama sekali. Nah, padahal
negara maju pasti ada BPJS itu besar
sekali infrastruktur layanan publik
lainnya ya. Jadi itu layanan publik
gratis. Contohnya taman, kota, taman
lansia itu kan semua fasilitas umum. Itu
kan semua perlu biaya. Nah, untuk
menutupi selisih ini pemerintah
memutuskan meminjam uang. Meminjam uang
tujuannya untuk apa? Untuk hutang baik.
Jadi, contohnya banyak proyek-proyek
yang bagus, tapi karena modalnya kurang,
jadi negara itu pinjam. Nah, ketika
pinjam pendapatannya naik. Contohnya
nanti saya akan berikan contoh tentang
defisit itu. Misalkan gini, paling
simpel tuh gini. Kamu hari ini pekerja
freelance, gaji tetap tidak ada dan kamu
ingin nambah penghasilan tambahan yaitu
kamu mungkin jadi sopir Gojek. Satu hari
kamu bisa dapat penghapatan mungkin
katakanlah bersih supir Gojek. Kalau di
Jakarta kamu bisa dapat R00, R500.000
sampai R1 juta 1 hari contohnya ya.
Rata-rata kalau saya tanya sopir Gojek
itu rata-rata segitu. Nah, sehingga kan
kamu punya tambahan penghasilan R00
R500.000 per hari. Tapi ketika kamu
dapat tambahan penghasilan dibanding
Anda sebagai freelancer ini, maka
otomatis pendapatan itu kan menaikkan
pendapatan dan di situ untuk Anda dapat
400 R500.000, kamu butuh apa? Butuh
mobil. Nah, itulah Anda akhirnya
berhutang mobilnya. Jadi tujuannya
berhutang mobil itu bagus. Tujuannya
untuk kerja. Tujuannya hutang mobil itu
untuk apa? Tujuannya untuk meningkatkan
pendapatan.
Dan ketika Anda nyecil, Anda sudah
menjadi sopir Gojek, contohnya 5 tahun,
toh akhirnya di tahun kelima kan kamu
dapat mobil. Ya, Re. Teorinya tuh
seperti itu. Tapi kamu kan memang butuh
duit untuk berhutang mobil tersebut.
Negara kurang lebih juga sama. Jadi,
sumber pendapatan itu ada tapi tidak
punya modal dan tujuannya berhutang itu
untuk beli mobil Gojek itu tadi. Nah,
sama karena dapat menimbulkan dampak
sosial dan politik yang merugikan. Mari
kita cara nutup defisit anggaran.
sederhana yaitu pendapatan ditingkatkan,
pengeluarannya sama. Jadi pengeluaran
ini kan pasti sama, infrastruktur,
kesehatan, negara itu sama gitu. Nah,
tapi pendapatannya kurang akhirnya
karena cuman ngandalin pajak kan
akhirnya dengan cara apa? Meminjam
hutang untuk mengurangi defisit
anggaran. Jadi supaya defisit anggaran
ini kan pengeluaran selalu lebih besar
daripada pendapatan. supaya menutup
pengeluaran ini dan pendapatannya sama
dan akhirnya neraca raga laba rugi itu
balance dibalance-nya itu terakhir sama
akhirnya caranya nutup defisit yaitu
dengan cara berhutang tapi hutang yang
produktif ya yang kedua adalah investasi
untuk pertumbuhan utang tidak selalu
negatif jika digunakan untuk investasi
jangan panjang contohnya bangun jalan
bangun jalan itu kan basic kita lihat
sekarang China bisa jadi negara maju itu
kenapa karena hampir setiap kota
besarnya template-nya semuanya sama
semua infrastruktur bagus, propertinya
maju, kemudian jalan-jalannya keren.
Kita lihat bahkan pembangunannya itu
sangat pesat sekali. Kemudian jembatan,
jembatan harus dibangun. Kalau enggak,
bagaimana Anda menghubungkan satu desa
dengan desa yang lain? Gak bisa. Sekolah
contohnya harus. Supaya SDM meningkat,
sekolah itu harus ditingkatkan. Rumah
sakit contohnya ini memerlukan dana yang
besar. Kita sekarang perhatikan juga
banyak rumah sakit yang sudah jauh lebih
maju dibanding 20 tahun yang lalu. Jika
ditunda bisa menghambat pertumbuhan
ekonomi. Dengan meminjam negara bisa
segera mengerjakan proyek infrastruktur
yang nantinya akan meningkatkan
produktivitas dan pendapatan sehingga
mampu melunasi hutang di masa depan.
Yang ketiga adalah mengatasi krisis dan
keadaan darurat. Kita tahu seperti
baru-baru ini kan terkena COVID ya di
seluruh dunia. Pemerintah harus segera
mengeluarkan dana secara cepat untuk
menjaga stabilitas ekonomi dan
melindungi warganya. Kalau tidak, negara
ini bisa hancur. Pada masa pandemi
Covid-19, banyak negara mengambil
pinjaman besar untuk mendukung sistem
kesehatan dan memberikan stimulus pada
sektor ekonomi yang terdampak. Jadi,
tujuannya kita berhutang itu untuk
mengatasi krisis dan keadaan darurat.
Kebetulan baru aja kita mengalami COVID.
Jadi kita masih relate dengan ini. Nah,
sumber hutang itu biasanya ada tiga ya.
Yang pertama adalah bon obligasi yang
sekarang produknya itu seringki terkenal
dengan namanya FR. Jadi dengan bunga
sekitar 6 sampai 7% per tahun FR.
Kebetulan saya juga invest di bond
seperti ini. Kenapa saya berani invest
di bond? Tujuannya satu, karena saya
yakin ee saya percaya sama pemerintahan
NKRI bahwa dananya memang digunakan
untuk pembangunan. dananya digunakan
untuk investasi untuk kemajuan negara
kita. Jadi kita harus percaya sama
bangsa kita sendiri. Dan yang kedua
adalah lembaga keuangan internasional.
Ini yang selalu zaman dulu diarahnya Pak
Harto itu namanya IMF ya. Tapi ini kalau
bisa pelan-pelan dikurangi di World Bank
dikurangin supaya kita berdikari di
negara kita sendiri. Yang ketiga adalah
berhutang sama negara lain. Contohnya
kita sekarang berhutang sama Amerika
juga, berhutang sama China juga,
berhutang sama beberapa negara-negara
lain. Contohnya sama China proyek kereta
super cepat contohnya ya kan. Ee wus itu
contohnya itu kan masih hutang sama
pemerintahan China. Tapi kalau
dipikir-pikir ya masuk akal karena wus
itu kan berapa itu ya Anda bisa lihat
harganya juga murah tetapi kecepatan
efisiensinya itu lebih luar biasa.
Kebetulan saya sudah naik wus dua kali.
Jadi, dan saya sering naik wus di negara
maju. Contohnya di China, di Jepang,
saya juga naik wus di negara mereka.
Efektif, cepat waktu. Oleh sebab itu,
itulah hutang yang baik. Kemudian
pemberi pinjaman domestik. Pemerintah
menerbatkan obligasi atau ee bond kepada
bank, perusahaan atau pribadi. Ketika
masyarakat memberi obligasi, mereka pada
dasarnya memberikan pinjaman kepada
pemerintah dengan imbalan bunga. Nah,
pemberi pinjaman domestik itu contohnya
kayak saya ya. Yang kedua, pemberi
pinjaman asing. Investor dan pemerintah
asing juga turut serta dalam pembelikan
obligasi suatu negara. Misalkan Jepang
dan Tiongkok dikenal sebagai salah satu
pemegang obligasi Amerika terbesar.
Partisipasi asing ini menunjukkan
kepercayaan internasional terhadap
stabilitas ekonomi negara tersebut
meskipun pada saat yang sama menambah
kompleksitas pengelolaan utang. Nah, itu
bond ya. Jadi, contoh kita pinjam negara
besar pun juga sama. Yang ketiga, bank
sentral. Secara teori, pemerintah bisa
meminjam langsung dari bank sentral
melalui mekanisme yang disebut
monetisasi uang, yaitu dengan cara
mencetak uang baru. Namun, praktik ini
jarang dilakukan karena berpotensi
menimbulkan inflasi tinggi. Biasanya
bank sentral memberikan obligasi dari
pasar sekunder sebagai bagian dari
kebijakan moneter untuk menjaga
kestabilan ekonomi. Nah, oleh sebab itu
dengan monetisasi uang kita itu mengerti
bagaimana negara itu juga butuh hutang
untuk membiayai proyek-proyeknya mereka.
Nah, apakah hutang itu buruk? Jawaban
ini sering muncul. Apakah hutang itu
berarti kegagalan ekonomi? Jawabannya
enggak sesederhana itu. Ya, saya pun
juga punya hutang meskipun saya punya
tabungan kan itu saya pribadi. Kenapa?
Yait tadi. Kenapa kok kita
harus ee menggunakan dana sendiri kalau
kita dengan berhutang kita tidak perlu
ee apa ee investasi yang sudah ada
ditarik? Enggak perlu. Tapi kita bisa
menciptakan hutang dan kalkulasinya
masuk akal dan biaya profit daripada ini
untuk bisa membay hutang kita bisa
nambah aset yang baru. Sesederhana itu,
utang dapat bertambah positif jika
digunakan untuk mendanai proyek-proyek
produktif yang mendorong pertumbuhan
ekonomi. Misalnya jika hutang digunakan
untuk membangun infrastruktur, hasilnya
bisa meningkatkan produktivitas, narik
investasi, dan pada akhirnya
menghasilkan pendapatan pajak yang lebih
tinggi. Namun jika hutang dikelola
secara sembarangan, menumpuk, beban
bunga yang harus dibayar bisa menggerus
anggaran dan layanan publik seperti
pendidikan dan kesehatan. Akibatnya
meskipun secara nominal negara itu
memiliki banyak aset, jika proporsi
pengeluaran untuk bunga terlalu tinggi,
kemampuan negara dalam memenuhi
kebutuhan dasar rakyatnya akan
terancam. Jadi, apakah hutang itu buruk?
Nah, Anda bisa menilai sendiri. Rasio
hutang terhadap PDB dan batas utang.
Salah satu indikator penting untuk
mengukur kesehatan keuangan suatu negara
adalah rasio hutang terhadap produk
domestik bruto PDB. Rasio ini
menunjukkan sebagian besar utang
dibandingkan dengan kapasitas ekonomi
negara. Misalkan jika rasio utang adalah
60% itu berarti utang setara 60% dengan
nilai PDP. Walaupun tidak ada angka
pasti yang menentukan apakah suatu
negara aman dari risiko hutang atau
tidak, banyak Ali menganggap bahwa rasio
di bawah 60% masih tergolong aman. Ya
wajar dong. Artinya kalau Anda cuman
tergolong utangnya enggak sampai 60%
dari total itu masih aman. Sama seperti
kalian kalau mau ngajukan KPR kan itu
pasti minimal 30% dari jumlah pinjaman
dari penghasilan Anda yang ada. Misalkan
gaji Anda R10 juta, maka biaya kredit
maksimal yang bisa untuk mengangsur itu
Rp3 juta. Nah, itu kurang lebih rasionya
di 30%. Kalau negara itu 60%. Di samping
itu, beberapa negara memiliki mekanisme
hukum berupa batas hutang, dep selling
yang mengatur jumlah maksimal hutang
yang dapat ditarik. Meskipun batas ini
seringkiali dinaikkan untuk menghindari
kegagalan pembayaran, keberadaannya
menunjukkan upaya untuk menunjukkan
kenaikan fiskal. So, yang sering saya
bahas dengan Pak Toni, dep to GDP ratio.
Jadi, dep to GDP hutang berbanding
dengan dept selling GDP ratio itu 60%.
itu masih oke. Upaya meminimalisir
risiko hutang berlebihan, pengelolaan
hutang yang bijak memerlukan strategi
jangka panjang. Ada beberapa langkah
yang dapat ditempuh untuk meminimalisir
resiko hutang. Ya, jadi yang pertama
buat anggaran, bayar tepat waktu,
kurangi pengeluaran, maka hutang kamu
akan lunas tepat waktu. Pertimbangan
konsolidasi hutang. Kebijakan anggaran
seimbang. Pemerintah perlu melakukan
reformasi dalam sistem perpajakan,
efisiensi pengeluaran agar defisit tidak
terus membesar. Upaya penghematan dan
optimalisasi penggunaan dana sangat
penting agar pinjaman yang diambil tidak
menimbulkan beban yang sulit di atas
masa depan. Berikutnya, peningkatan
pertumbuhan ekonomi. Investasi di sektor
pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur
akan meningkatkan produktivitas dan
pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan stabil
akan meningkatkan pendapatan negara
sehingga kemampuan untuk membayar hutang
pun menjadi lebih baik. Jadi,
peningkatan pertumbuhan ekonomi itu
penting untuk sebuah negara.
Diversifikasi sumber pendapatan.
Mengandalkan satu jenis pendapatan
misalnya dari komunitas tertentu.
Membuat ekonomi rentan terhadap
fluktuasi pasar. Sama seperti Anda
ketika hari ini Anda cuma mengandalkan
satu sumber pendapatan gaji saja. Kalau
kamu sakit maka kamu kehilangan gaji.
Itu tidak boleh. maka kamu harus cepat
melakukan diversifikasi, punya sumber
pendapatan lain agar Anda bisa ee suatu
waktu kalau misalkan tubuh kita ini
sakit atau kita ini tidak lagi mampu
bekerja, kita masih bisa me-backup biaya
kehidupan kita dari pendapatan yang
lain. Dengan mendiversifikasi sumber
pendapatan, negara dapat mengurangi
ketergantungan dan menjaga stabilitas
keuangan. So, diversifikasi sumber
pendapatan banyak sekali, transparansi
dan akuntabilitas. Jadi, penggunaan dana
utang harus dilakukan secara terbuka
diawasi dengan ketat. Keterribatan
masyarakat dalam penguasaan keuangan
publik dapat mengangi potensi korupsi
dan penyelewengan serta membangun
kepercayaan
investor. Pembangunan cadangan devisa.
Cadangan devisa juga sangat penting
untuk menghadapi gejolak pasar global
dan mendukung pembayangan ee pembayaran
utang luar negeri. Dengan memiliki
cadangan yang kuat, negara akan lebih
tangguh dalam menghadapi krisis ekonomi
internasional. So, pembangunan cadangan
devisa itu sangat penting bagi sebuah
negara. Jadi kesimpulannya hampir semua
negara berhutang itu untuk berbagai
alasan mulai dari nutupi anggaran hingga
pembiayaan pembangunan itu semua negara
maju rata-rata seperti itu. Kedua,
mereka berhutang kepada warga mereka
negara sendiri seperti Bond FR itu tadi
investor asing dan kadang sama bank
sentral rata-rata di situ. Jadi kita
harus tahu negara itu berhutangnya pasti
kepada tiga sektor. Warganya sendiri,
investor asing, negara lain sama bank
sentral. Yang ketiga, jadi jelas bahwa
setiap negara memiliki untuk berhutang
bukan semata-mata mereka kekurangan uang
tunai. No. Ternyata ada banyak alasan
strategis di balik keputusan itu. Mulai
dari nutupin defisit anggaran, membangun
jalan, membiarkan ekonomi makin lancar
sampai ngeluarin dana darurat saat
krisis. Dan yang terakhir, soal mencetak
uang tanpa batas malah bisa bikin harga
naik gila-gilaan dan akhirnya bikin
ekonomi ambrol. Video kali ini memang
saya persembahkan untuk Anda para
sahabat SU30 supaya kita tahu bahwa
kenapa sekelas negara besar pun masih
berhutang. Prison-nya sudah sangat
jelas. Ulangi terus video ini untuk
menambah wawasan kalian bahwa kalian pun
juga suatu hari jangan anti berhutang.
Kalau kalian berhutang itu tujuannya
satu untuk mempunyai sumber pendapatan
yang lebih baik. Sah-sah aja hutang.
Makanya saya selalu bilang ada good dep,
ada bad. Ada hutang yang baik, ada
hutang yang buruk. Kalau Anda bisa
gunakan hutang yang baik dengan bijak,
niscaya keuangan ekonomi keluarga Anda
akan terus bertumbuh. Sukses untuk Anda.
Jangan lupa like-nya. And always salam
hebat luar biasa. Ah.
Resume
Read
file updated 2026-02-13 13:17:44 UTC
Categories
Manage