Transcript
NydXYhFsPeQ • Koplaknomics : Judi APBN Di Tengah Badai PHK ft :Prof Ferry Latuhihin
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/sb30official/.shards/text-0001.zst#text/1376_NydXYhFsPeQ.txt
Kind: captions Language: id Badai PHK di mana-mana, berita PHK hampir setiap hari. Ini adalah sebuah pesimisme atau justru adalah sebuah peluang? Saya akan bahas banyak dengan Pak Toni Adikaro dan Prof. Feri Latuhihin setel satu ini. Welcome to Success Before Thy Level Up Podcast. [Musik] Wow. Welcome back to Level Up Podcast, Pak Feri Latuhiin. Thank you. Thank you. Ya, Pak Toni, tolong mengawal saya. Kita hari ini akan diskusi yang tajam-tajam dan terpercaya, Pak. Siap. Siap. Dan ee kenapa kita hari ini bisa langsung podcast? Karena kita baru aja selesai workshop. Yes. Bersama Pak Sad Uno tadi. Iya. Dan workshop berlangsung dengan sukses luar biasa. banyak orang mendapatkan insight baru. Betul. Dan dari workshop tersebut ternyata kita tahu kalau eh Pak Sandi itu punya untold untold story yang dibongkar di workshop. Yes. Dan itu yang membuat fundamental beliau bisa sukses hari ini. Iya. Dan kita juga pernah eh workshop sama Pak Feri I ee bulan April yang lalu dan juga berlangsung sukses. Dan hari ini kita akan menanyakan kondisi terupdate sama Pak Feri ya. Pak Feri sehat? Sehat, Bos. Thank you. Yes. Mantap. Gua love terus ya tiap hari. Tiap hari. Keren. Pak Feri, saya pengin mulai nanya-nanya tentang Koplak Nomik itu apa sih? Ya itu memang jadi ramai ya. Ramai ya? Heeh. Awalnya pada waktu saya interview di stasiun Metro TV kalau enggak salah pada waktu itu kita berbincang mengenai paket-paket kebijakan daripada pemerintah yang baru ya kan yang saya anggap sama sekali melenceng daripada ee istilahnya teori-teori ekonomi bahkan praktik-praktik ekonomi di negara lain yang saya anggap ee ini ini nyeleneh gitu ya dan nyelenehnya menurut saya bukan dalam arti yang positif tapi negatif ya kan. Misalnya begini, saya katakan Koplak Nomix karena seorang menteri kepala BAPENAS ya kan ee itu Bapak Prof. Dr. Inur Rahmat Pambudi mengatakan bahwa MBG lebih penting dari lapangan kerja dan itu kan koplak gitu loh ya kan. Di mana-mana pemerintah tugasnya adalah mencari ee menciptakan lapangan pekerjaan ya kan buat rakyatnya bukan ngasih MBG gitu loh ya kan. Nah, itu yang saya bilang. Makanya dari situlah saya sebut istilah ini kebijakan-kebijakan kayak begini dan mindset terutama mindset ya pembuat kebijakan seperti ini itu mindset yang koplak gitu loh ya. Makanya seterusnya menjadi koplak nomik gitu kan ya. Itu asal muasalnya sih. Oke. Terus saat ini kan kita tahu hampir tiap hari ada berita PHK. Heeh. Hampir tiap hari. Iya. Dan tambah hari tambah mencekam ya. Dan apakah ini akibat langsung enggak sih dari judi APBN pemerintah? Gini, ee impact yang pertama terus terang karena ada efisiensi 306 triliun. Iya kan? Duit itu kan tidak duit itu kan tidak mengucur ya ke dalam ekonomi ya. Sementara kita lihat juga saya dengar juga banyak e KL kementerian dan lembaga yang juga duitnya belum turun gitu kan ya. Bagaimana kalau pembelanja pemerintah dalam kasus ini terhenti ya kan? otomatis demand down ya kan. Kalau demand down tentu daya beli masyarakat juga down ya kan. Itu memang a part of the story tentang masalah ee pemerintahan Prabowo ini. Tapi juga jangan lupa ya Pak Prabowo harusnya mengakui bahwa dia menerima warisan ekonomi yang tidak baik-baik saja ya dari pemerintah yang sebelumnya. Jadi beliau sebetulnya juga mendapat tumpahan ya kan istilahnya begini ya now the party is over and you are wasing the disas. kan gitu ya kan ya. Jadi aneh juga kalau pemerintah ini mengatakan ekonomi kita baik-baik saja ya. Padahal ini mereka istilahnya mendapat ee cuci bagian cuci piring loh ya kan ya dari pemerintah sebelumnya. Kenapa saya katakan begitu ya? Kan contohnya begini. Middle class income kita ranking dari 57 juta ke 47 juta bukan terjadi pada zaman Prabowo loh. Itu terjadi dari 6 tahun yang lalu yang memangnya trennya down, daya beli juga turun, tabungan masyarakat dari 3 juta juga turun ke 1,3 juta. Bukan terjadi tiba-tiba ketika Pak Presidennya itu Prabowo. Tapi ini sudah warisan dari zaman Jokowi. Nah, kenapa demikian? Ini ada paradoks dalam ekonomi kita, Bos. Ya zaman Jokowi kita harus terima kasih juga kepada Pak Jokowi ya kan beliau boleh dibilang sudah all out membangun infrastruktur ya kita harus akuin juga ya kan ya ya semua sekarang kereta lebih bagus ada MRT ada LRT ya kan semua transportasi okelah ya jalan tol ya kan di kita harus akui itu prestasi beliau tapi anehnya juga terjadi semacam paradoks ya kan jor-joran di infrastruktur malah produktivitas kita turun kan harusnya terbalik ya n harusnya produktivitas kan naik ya karena kapital stok kita naik ya kan sehingga produktivitas naik ya given the man power gitu kan ya tapi yang terjadi tidak gitu loh ya kan nah tentu kan orang bertanya dari mana datangnya paradoks ini nah ini pemerintah ini harus paham yang kita butuhkan itu bukan cuma suprastruk infrastruktur tapi juga suprastruktur suprastruktur iya aturan-aturan regulasi-regulasi polisi-polisi, premanisme di mana-mana ya. Siapa yang mau invest? Kalau everyday ke kita lihat ada preman datang pada saat kita pasang tenda mau investasi ya kan ini bukan masalah infrastruktur inilah yang namanya masalah suprast ya dan ini kita selalu lengah tidak pernah diperhatikan oleh zaman-zaman sebelumnya ya makanya Pak Jokowi jor-joran hutang kita naik loh ribuan triliun loh ya dari bawah 4.000 triliun sampai ke atas 7.000 Rib triliun untuk karya juga membangun infrastruktur ya. Kita lihat juga sampai karya-karya sampai bangkrutlah istrinya ya. Ya. Mengupayakan sedemikian rupa ya visible or not visible kita harus bangun gitu kan ya. Berap pun ongkosnya gitu kan. Tapi itu saja it is necessary ya. Kalau dalam ekonomi it is a necessary condition. Harus ada infrastruktur tapi it is not sufficient gitu loh ya. Tapi bersyukurnya dengan adanya infrastruktur yang bagus kir minimal inflasi terkendali. Nah, inflasi terkendali. Artinya beginilah, lapaknya sudah ada nih ya lapaknya ya. Tinggal isinya mana. Nah, untuk isinya itu diperlukan yang tadi saya katakan yang namanya suprastruktur, peraturan-peraturan yang memang tidak changing, yang jelas dari pemerintah ya, premanisme dihapus, birokrasi harus efisien ya kan ya. Mempermudah bisnis kayak di Vietnam. You go to Vietnam, you bring money. 2 hari selesai, bos. Ryen license di sini berapa lama ya kan untuk ngurus izin aja ya kan ini suprastruktur urusannya gitu loh ya dan kalau itu terjadi kemungkinan akan masuk foreign direct investment ya bro. Exactly. Kanang sekarang masalahnya sekarang gini, kalau kita enggak punya uang, katakanlah kita enggak ini sama sekali, makanya saya bilang koplak. Kenapa? APBN sudah jelas-jelas kedodoran ini mau jor-joran mau memberikan makan bergizi gratis MBG sampai 300 triliun. Alasannya kan enggak ada. Pertama adalah kembali lagi duitnya enggak ada. Yang kedua manfaatnya enggak jelas. Yang ketiga kalau membangun proyek sebesar ini, Bos. eksekusinya salah I kan. Makanya kemarin banyak kasus ada yang keracunan segala macam ya kan ya. Harusnya projek yang tidak belum pernah kita punya pengalaman dan segini besar dimulai dengan piloting. Iya ya piloting dulu 50 sekolah jalan apa enggak? Iya ya kan kalau memang sudah dari 50 sekolah kita tahu di mana problemnya dan apa solusinya scale up 50 sekolah lagi. Enggak langsung 83 juta mulut loh mau dibenahin. Sistem tidak ada, manajemen tidak ada, duit tidak ada. Ini kan ide gila dan koplak ya. Oke. Apakah pemerintah saat ini itu mempertaruhkan APBN demi janji politik dengan nasib pekerja sebagai tumbalnya? Gimana? Ya bisa aja karena w I have to keep my promise ya kan ya maka apapun yang terjadi 83 juta manusia harus disuapin itu kan big nonsense kalau menurut saya ya kan the party masalah pemilihan presiden sudah jelas ya kan satu sudah selesai ya you are the winner now ya kan katakanlah ya kepada Pak Presiden Prabowo sekarang apapun anda saya berjanji misalnya sama pacar saya ya darling I'm gonna marry you ya kan ya kalau satu saat begitu datang saatnya nya. Waduh, sorry, I have no money. Daling. Mau kawin sama apa? Masa kawin di emperan toko. Kan enggak mungkin. Ini kasusnya sama ya. Jadi kita harus tahu ya ada yang namanya budget constrain. Di dalam mengambil decision kita harus lihat budget kita. Bos, you want to go to Paris. Tapi in your paket cuma ada Rp100.000 kan cuman cukup sampai Bogor. Enggak bisa dipaksain sampai Paris. Iya kan? Paling jauh paling tritis, Bro. Ya. Iya. Paling jauh paling tritis. Unless you go pinjam duit mertua misalnya ya kan ya bela-belain ya kan ya. Tapi you live with that kan kayak gitu ya dengan utang ya kan. Nah makanya saya bilang kembali lagi semua kebijakan harus memahami adanya constrain. Satu adalah budget constraint yang kedua institutional constraint. Yang ketiga manpower constraint. Seperti MBG tadi. Sistem enggak ada, manpower enggak ada, manajemen enggak ada, duit enggak ada. ya kan mau dipaksain 300 triliun koplak kan. Oke. Nah, sekarang IAS anjlok dari 7.800 ke 6.200. Apakah ini vonis pasar terhadap postur APBN kita yang memang saat ini ketika video ini dibuat sudah 7.100 100 sih. Awalnya gini, kalau ISG jebol itu kan sampai 18 Maret hari yang sangat keramat buat kita ya terjadi trading hal. Sementara pada saat itu wah saham-saham di Asia pada hijau semua. Itu tidak terlepas dari kritik saya mengenai Danantara. Saya bilang kalau Danantara ini tidak bisa dibekukan apalagi dibatalkan tapi bank-bank itu yang ada di dalamnya sebaiknya dikeluarkan dari danantara. Ya kan? Kenapa harus dikeluarkan? Karena bank-bank ini bersifat sistemik dan takutnya nanti investor tidak percaya bahwa di bawah danantara bank-bank ini aman, kan gitu. Dan itu wajar. Nah, akhirnya apa? Begitu sebelum bahkan sebelum Danantara diresmikan pada waktu mereka dengar bahwa akan ada satu super holding yang namanya Danantara dan ada bank di situ, orang sudah mulai sell loh bank-bank ya kan ya. Nah, mencapai kelimaknya setelah benar-benar e pasar merasa yakin bahwa bank-bank ini benar-benar akan dibawa keantara. Mereka selua, ya. Padahal pada waktu itu kan banyak bilang, "Wah, Pak Feri omong kosong buksinya apa ya kan semua karena market di sana juga merah ya kita merah." Dan pada waktu terjadi triv apa apa trading hal tahun 18 Maret itu kita satu-satunya yang jeblok sama sekali padahal market di Asia hijau. I'm not talking itu artinya apa? Itu adalah domestik. isu zaman tray market i kan walaupun sekarangnya kita sudah kembali lagi ke 7000 ya ya kan tapi again kembali lag nah kalau ini kalau ini beda lagi isunya isunya adalah Trump ya nah jadi kita harus tahu ya yang mana dominan faktor domestik atau luar negeri kan gitu ya nah kalau sekarang kan Trump creating uncertainty ya kan so wild ya kan tindak tanduknya Terus unpredictable. Ini hari dia bilang A, besok bisa B. Ya kan? You can imagine ya dengan presiden dunia loh. Kalau presiden US kan presiden dunia itu kan ya yang koplak juga lagi gitu ya. Double koplak ya. Double koplak kita nih ya kan. Ini orang susah ditembak gitu. Ini sekarang diskusi menarik ini kayak lingkaran setan nih. APBN sudah defisit ekonomi lesu. Iya PHK masal di mana-mana pajak anjlok. Menurut Pak Toni gimana ini? [Tertawa] Iya. Memang kemarin isunya pajak kan gara-gara kortex ya katanya macet. Nah, itu sebetulnya juga sebuah blunder ya. Di mana negara sedang butuh duit ternyata justru sistem daripada cortex problem harusnya ya akhirnya ee di akhir-akhir tuh ee kantor pajak akhirnya kembali lagi ke DCP online. Kenapa kok baru last minute dibuat DCP online? Kenapa enggak pada saat awal kalau memang belum siap, kenapa harus dipaksakan harus korttex? Iya. Iya. Itu yang membuat anjloknya pemasukan pada saat itu kan, Pak. Iya. Nah, itu problemnya. Menurut Pak Feri gimana? Ya, di samping masalah teknis ya, kalau kontes kan kita masalah teknis ya. Tapi kalau kita ngomong masalah fundamental ini different story ya kan. Bahwa IMF World Bank sudah meramalkan bahwa kita enggak bisa lagi you cannot achieve 5% grow. I dia kan cuma 4,87% pasti dia sudah punya indikator bahwa secara fundamental pun ekonomi kita lagi going down ya kan. Nah, tadi saya katakan seharusnya Pak Prabowo tidak mengatakan ekonomi kita baik-baik saja ya. Ekonomi kita tidak baik-baik saja dan itu bukan oleh Prabowo tidak baik-baik. Tapi beliau menerima warisan dari presiden sebelumnya ya kan. Presiden dari tahun sebelumnya juga enggak bisa disalahkan karena apa? kembali lagi dari sebelumnya lagi bahkan setelah reformasi kita sudah tahu bahwa manufacturing ya manufacturing output kita ya kan terhadap GDP itu dari 28% down ke 18% dan itu terjadi 2025 tahun dan pada waktu itu kita sudah tahu bahwa we have a structural problem ya kan kita punya ekonomi ini mempunyai suatu problem struktural simpel aja bos output terhadap GDP kita itu 60% dari UMKM loh yang low produktiv ya kan boleh dibilang labor intensif orang enggak ada mesin sehingga enggak ada produktivitas 40%-nya itu given by atau produced by modern sector ya kan seperti kota-kota besar kayak begini ya sama services. Nah, tapi the point is dualisme ekonomi kita ini yang berwajah dua gitu kan. Satu adalah tradisional sektor yang kedua adalah modern sektor berdampingan sama sekali. ini ada structural problem gitu loh ya mengenai unemployment misalnya ini susah susah dideteksi loh 60% dari output adalah UMKM ya kan UMKM kan bisa dibilang lu nganggur tapi lu dagang bakso ya kan lu dagang bakso tapi sebetulnya juga enggak cukup duitnya ya kan. Nah ini ini problem yang sangat luar biasa dan tidak pernah mendapat perhatian sejak reformasi bergulir tahun 8. Nah, jadi kalau menurut saya seharusnya pemerintah ini menyadari bahwa ekonomi kita ini tidak baik-baik saja, tapi bukan karena diriku. Ini adalah warisan daripada ee pemimpin per sebelumnya, gitu loh. Iya. Gimana itu, Pak? Ya memang apa yang dikatakan Proferi saya setuju sih, Pak. Setuju ya. Nah, sekarang pertanyaannya adalah kondisi kan memburuk. Siapa yang harus bertanggung jawab atas pengelolaan uang rakyat yang gagal ini? gini eh bahwa ekonomi memburuk itu saya rasa we are not the only one. Satu ya karena kasus Trump ya kan kasus eh bilang trade war yang sangat parah. Bahkan Cina sebelum Trump pun dengan trade war-nya Cina sudah menunjukkan tanda-tanda saturated ya bahwa pertumbuhan ekonomi 10% 9% itu akibat you dorong dengan stimulus yang sangat masif ya kan dan itu ada akhirnya ya kan ya sehingga secara secara natural itu sliding down ke 5% pertumbuhan ekonominya ya mengankan trade ini mungkin less than 5% dan itu semua adalah kembali lagi ee masalah-masalah yang boleh bilang tidak gampang di di ditangkal dengan satu polisi. Nah, kita pun sama ya kan karena trennya nih all over the world. Global economy around the world. We are not the only one juga trendingnya lagi down ya kan ya. Seolah-olah ada kayak semacam universal forces yang mendorong semua ekonomi itu sliding down gitu loh ya. Setelah majority masa euforia dari tahun 2000 ya sampai 2010 ya kan. Kemudian ada krisis 2008 2009. Bagaimana mereka jack up dengan stimulus Cina luar biasa. Sekarang duitnya juga udah habis ya, ada krisis housing di Cina sana, property bubble ya kan. Nah, automatically economy sliding down. Begitu juga dengan US. US setelah COVID mereka inject dengan ruang yang luar biasa, inflasi besar-besaran dan sekarang mulai lagi unemployment-nya naik ya. Nah, ini semua bisnis cycle, Bos. Bisnis cycle. Nah, sekarang kita menghadapi bisnis cycle yang basically it happens all over the world. Apa yang harus kita lakukan? Kita harus memperkuat fiskal kita. Bukan jor-joran mau dengan makan bergizi gratis R triliun. Padahal yang kita butuhkan cuma 5 10 triliun. Untuk mereka-mereka yang memang betul-betul membutuhkan gitu kan ya. Itu satu. Lantas kita mau bikin koperasi merah putih R00 triliun Rp80.000 lu ngurusin li koperasi aja belum tentu becus apalagi Rp80.000. Kan logikanya begitu ya kan. Piloting dulu dengan 5 unit. Kalau memang itu bisa jalan dan menguntungkan, then you can scale up ya kan? Jadi 10 unit enggak langsung 80.000 unit dan duitnya dari mana? Nah, ini yang menakutkan sebab kalau sampai nanti yang ditodong adalah bank-bank Himbara ini market bisa jebol karena yang dikhawatirkan NPL-nya akan pastilah mau bayarlah pakai gimana koperasi mana ada buntungnya sih. Nah, terus caranya supaya ekonomi Indonesia ini balik ini gimana dong untuk alat kesejahteraan rakyat menurut Pak Toni gimana ya? Apakah ini alat untuk berjudi atau gimana gitu loh. Ya, mungkin saat ini dari pemerintah sendiri juga mencoba untuk ee berusaha memperbaiki kondisi ekonomi. Iya. Iya. Tetapi ya salah satu yang perlu diberantas salah satunya gimana sih caranya ngundang ee asing itu masuk ke Indonesia? Hm. He. Foreign direct investment adalah salah satu jawaban I ee untuk ee terjadinya pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. He. Nah, bagaimana kalau dengan kondisi kalau sebuah perusahaan mau masuk ke Indonesia terus kemudian ee ada premanisme tadi ee mulai dan premanisme di Indonesia ini macam-macam, Pak. mulai dari ormas terus kemudian ternyata kemarin kebongkar ada Kadin ya. Belum lagi nanti pemerintah daerah dengan pajak-pajaknya. Belum lagi pemerintah ee dari pemerintah pusat juga ada pajak-pajak. Nah, ini kan ee menurut saya terlalu banyak cost yang mungkin hal itu di Vietnam, di Cina mungkin itu enggak ada ya. itu makanya saya bilang pentingnya bukan cuma infrastruktur yang Pak Toni tadi ee contohkan itu adalah masalah suprast i kan ya bagaimana membuat easy doing di doing bisnis easy di Indonesia peraturan yang jelas izin yang gampang itu kita enggak punya duit bos kalau enggak FDI kita enggak akan pernah bisa membangun negeri ini. Percayalah ya kan APBN kita kedodoran apalagi kalau nanti benar-benar realize bahwa defisit APBN kita melampaui 3% ini bisa menyerang dolar loh, menyerang rupiah loh ya kan ya. Jadi it is a necessary condition kalau you have no money, you harus invite orang yang punya duit untuk invest di sini. Betul. Dan dalam hal ini masyarakat juga harus mendukung. Jangan iya jangan dipalaki. Iya kan? Itu kan itu kan satu perbuatan yang memalukan tuh Kadin di Banten, Tangerang itu ya kan ya. Ya kan itu kan itu itu manusia yang enggak enggak ada tahu malunya sama sekali gitu nodong gitu kan. Ya udah tapi drama seperti itu bukan yang pertama sih. Iya bukan yang pertama. Iya memang benar. Nah makanya gitulah. Makanya kayaknya selalu harus ada ee drama seperti itu setiap kali gitu. Iya iya. Terus gini nih, untuk sebagai individu nih kita cerita kan tadi kita cerita soal global economic atau ekonomi makro. Nah, ini sekarang secara individu skill apa, Pak, menurut Pak Toni ya yang harus paling krusial untuk tidak menjadi dalam tanda kutip korban atas kebijakan ini? Ya, skill-nya sebenarnya di Indonesia ini kan sekarang sudah mulai diberdayakan yang namanya UMKM. Iya. I. Nah, tapi UMKM ini juga harus mempunyai eh skill dan knowledge untuk meng-upgrade daripada kemampuan mereka ya. Baik dari sisi produksi, dari sisi manajemen, dari sisi manufaktur-nya. Ya, gimana caranya kita harus belajar. Kenapa? Karena sebetulnya kondisi kita saat ini Indonesia ini diuntungkan dengan yang namanya bonus demografi. Iya. Iya. Nah, apa maksudnya bonus demografi? Bonus demografi adalah kondisi di mana sebuah negara itu usia produktifnya itu lebih besar dibandingkan usia lansia dan usia balita. Iya. Dan Indonesia ada di posisi ini nih. Iya. Dan kalau inti Indonesia bisa ee memanfaatkan dengan baik, makanya pemerintah kan sangat optimis ya. Indonesia emas. Iya. Jelas. Nah, memang benar kalau memang dari sumber SDM-nya bisa meng-cover. Tapi permasalahannya saat tahun 2000-an kan dikenal ada negara emerging market. Negara emerging market itu adalah negara yang pertumbuhan ekonominya cepat dan diramalkan akan menjadi lokomotif dunia. Waktu itu dikenal dengan nama Bricks. H. Brazil, Rusia, India, China, dan South Africa. South Africa. Kenapa kok mereka raja selatan? Iya. Kenapa kok mereka dikatakan bahwa sebagai sebuah ee kekuatan ekonomi dunia baru? Yes. Karena mereka, sebagian di antara mereka itu mengalami yang namanya bonus demografi seperti Indonesia saat ini. Iya, sama. Sama. Nah, tapi apa yang terjadi? Ternyata Brazil dan South Afrika gagal. Hm. Tapi Cina hm dan Korea Selatan ya berhasil. Dan apa yang terjadi saat Cina berhasil memanfaatkan bonus demografi, ekonomi Cina melompat gila-gilaan dalam waktu 20 tahun. Iya. Ya, ee Pak Candra kemarin sempat ngobrol-ngobrol sama saya. Gimana di tahun 2000-an baik Pak Candra maupun saya di 2000-an awal itu Cina seperti apa? Ya jelas lebih miskin dari Indonesia. Iya. Saat ini hanya 20 tahun kemudian Cina saat ini menjadi kekuatan nomor dua ekonomi dunia. Dulu Amerika enggak ngelihat apa-apa sama Cina. Dulu justru ee perusahaan-perusahaan Amerika itu didorong masuk ke Cina. Betul enggak, Bro? Betul. Betul. Nah, sekarang Trump bingung gimana cara caranya narik dari Cina balik ke Amerika. Nah, nah di situ luar biasanya Cina memanfaatkan bonus demografi, Pak. Iya. I dan kemudian diikutin sama Korea dan sekarang pun juga ee dulu Amerika sama Korea Selatan itu teman dekat sekutu. Tapi kemarin juga dikenain pajak yang pajak yang juga tinggi. Iya kan? Nah, ini kan berarti apa? Karena mereka berhasil memakukan demonis demografi dengan baik. Iya. Nah, Indonesia saat ini ada di posisi itu. Hm. Dan diramalkan puncaknya di tahun 2045. Makanya dikatakan Indonesia emas. Tetapi permasalahannya kalau Indonesia masyarakatnya tidak bisa mengupgrade skill-nya dia dan peraturan-peraturan pemerintah juga mendukung untuk itu, maka dari bonus demografi akan berubah menjadi beban demografi. Dan kalau jadi beban demografi ya ini masa seperti ini itu belum tentu terulang 100 tahun lagi. Iya. Iya. I. Nah, itu masalahnya. Oke. So, saya pikir ini my last question untuk Prof. Hm. Apakah kemampuan membedakan harga pasar sama nilai sejadi perusahaan itu menjadi kuncinya? Ini menyambung dari omongan Pak Ton kan? Iya. Kalau kita mau investasi ya kan suppose eh you have some money to invest ya kan jangan sembarangan. Kita harus tahu kalau invest di saham itu apakah misalnya harga Telkom di 2.800 sudah murah atau kemahalan. Iya kan? Nah itu kalau mau tahu gimana itu, Prof? Oh, itu ya itu harus belajar yang namanya company valuation. Company valuation. Dan itu kan kita kalau saya mau belajar sama Prof. Yang ketinggalan kemarin itu kira-kira bisa enggak ya, Prof? Ya bisa kan saya memberikan ini untuk semua orang dengan background apapun saja. Jadi enggak usah khawatir ya kan. Saya akan membimbing dari A sampai Z bagaimana membaca laporan keuangan yang baik, bagaimana bisa apa membuat financial matrics untuk mengukur apakah harga saham ini kemahalan atau kemurahan ya kan. Nah, semua itu ada metode-metodenya ya kan. Nah, ini harus dipahami sebagai basic Anda berinvestasi di pasar modal tidak dengerin tetap tetangga beli lantas beli gitu loh ya kan atau rumor ya. I harus jelas, detail, detail, sistematis, dan yang terpenting enggak ngawur. Enggak ngawur. Ada dasarnya, dasarnya, ada teorinya. Dan saya rasa mungkin ee Prof. cukup komen gini. Heeh. Kalau Anda tahu ada dasarnya misalnya Anda beli saham R.000, tiba-tiba jatuh ke 2.500 karena Anda tahu bahwa nilai intrinsiknya R5.000, Anda enggak khawatir. Oh, iya jelas. Iya, kan? Tapi kalau Anda enggak tahu kan Anda bingung, "Aduh, jangan-jangan turun lagi ke 2000 nih. Jangan-jangan turun sekali lagi ke 1000." Kan kayak begitu, Prof. Kalau saya pengin nih para sahabat SB30 ya, komen ya di bawah. Kalau saya pengin benar-benar belajar nih, ya kan saya tahu cara menganalisa sebuah company itu, ini kan juga termasuk supaya kita secara individu memanfaatkan krisis ini sebagai peluang kan. Makanya saya selalu bilang bahwa krisis itu enggak selalu jelek. Orang-orang miliarder, sultan-sultan itu lahir justru di saat krisis. Iya. Makanya, Prof. tanggal 28 dan 29 Juni ini i 4 minggu lagi atau video ini nanti ditayangkan ee tolong Anda harus tahu kalau Anda memang benar-benar belajar bukan cuman belajar di YouTube, belajar di sosmet, Anda mau belajar benar-benar bagaimana menilai. Kebetulan saya ikut eh company valuation-nya Prof eh bulan lalu. Wah, ternyata ilmunya simpel gitu dan kita bisa menilai. Betul ya, Pak Tung yaul ilmunya simpel ya. Oh, ternyata cuman seperti itu gitu loh. Dan Proferi sudah membuatnya dalam bentuk Excel ya. Exel dan kita ee diajarin gimana menggunakan Excel itu dan enggak mungkin ngajarin Excel di YouTube, Pak. Enggak mungkin. Jadi kita itu bahkan dari ebidanya bagaimana itu jadi kita enggak ngawur gitu. Jadi artinya saya mikir, Prof. Prof. Itu sampai ee sekolah S2 di Rasmunity di itu mungkin Perf harus menghabiskan waktu bertahun-tahun ya. I. Nah, tapi ini cuman 2 hari malam gitu ya. Oke, Prof. Kalau saya pengin mau daftar mungkin saya tulis di kolom deskripsi tanggal 28 29 Juni. Catat tanggalnya. Kalau Anda ingin langsung belajar dari ee ahlinya keuangan, bagaimana menelai sebuah keuangan, justru ee badai PHK ini adalah peluang. Justru dolar gonjang-ganjing ini adalah peluang, justru Koplak nomik ini adalah peluang. Peluang banget. Semua ini peluang. Semua peluang justru asal Anda tahu. Asal Anda tahu ya. Saham apa yang memberikan Anda peluang? Catat itu kita gas. Oke. Kalau Anda tertarik, Anda langsung daftar di kolom deskripsi. Sekarang juga kita tunggu dan sampai jumpa di acara workshop. Prof. Terima kasih sudah mampir. Thank you. Di acara level ini. Saya rasa ee diskusi kita cukup berbobot ya, Pak. Nah, jadi jangan ee pesimis tapi memang Prof. Feri justru menggunakan ini, justru menciptakan opportunity bagi Anda semuanya. Sukses untuk Anda. Mari kita sampai jumpa di puncak kemakmuran dan kita tungtungkan. Salam hebat luar biasa.