Koplaknomics : Judi APBN Di Tengah Badai PHK ft :Prof Ferry Latuhihin
NydXYhFsPeQ • 2025-06-06
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Badai PHK di mana-mana, berita PHK
hampir setiap hari. Ini adalah sebuah
pesimisme atau justru adalah sebuah
peluang? Saya akan bahas banyak dengan
Pak Toni Adikaro dan Prof. Feri
Latuhihin setel satu ini.
Welcome to Success Before Thy Level Up
Podcast.
[Musik]
Wow. Welcome back to Level Up Podcast,
Pak Feri Latuhiin. Thank you. Thank you.
Ya, Pak Toni, tolong mengawal saya. Kita
hari ini akan diskusi yang
tajam-tajam dan terpercaya, Pak. Siap.
Siap. Dan ee kenapa kita hari ini bisa
langsung podcast? Karena kita baru aja
selesai workshop. Yes. Bersama Pak Sad
Uno tadi. Iya. Dan workshop berlangsung
dengan sukses luar biasa. banyak orang
mendapatkan insight baru. Betul. Dan
dari workshop tersebut ternyata kita
tahu kalau eh Pak Sandi itu punya untold
untold story yang dibongkar di workshop.
Yes. Dan itu yang membuat fundamental
beliau bisa sukses hari ini. Iya. Dan
kita juga pernah eh workshop sama Pak
Feri I ee bulan April yang lalu dan juga
berlangsung sukses. Dan hari
ini kita akan menanyakan kondisi
terupdate sama Pak Feri ya. Pak Feri
sehat? Sehat, Bos. Thank you. Yes.
Mantap. Gua love terus ya tiap hari.
Tiap hari. Keren. Pak Feri, saya pengin
mulai nanya-nanya tentang Koplak Nomik
itu apa sih?
Ya itu memang jadi ramai ya. Ramai ya?
Heeh. Awalnya pada waktu saya interview
di stasiun Metro TV kalau enggak salah
pada waktu itu kita berbincang mengenai
paket-paket kebijakan daripada
pemerintah yang baru ya kan yang saya
anggap sama sekali melenceng daripada ee
istilahnya teori-teori ekonomi bahkan
praktik-praktik ekonomi di negara lain
yang saya anggap ee ini ini nyeleneh
gitu ya dan nyelenehnya menurut saya
bukan dalam arti yang positif tapi
negatif ya kan. Misalnya begini, saya
katakan Koplak Nomix karena seorang
menteri kepala BAPENAS ya kan ee itu
Bapak Prof. Dr. Inur Rahmat Pambudi
mengatakan bahwa MBG lebih penting dari
lapangan kerja dan itu kan koplak gitu
loh ya kan. Di mana-mana pemerintah
tugasnya adalah mencari ee menciptakan
lapangan pekerjaan ya kan buat rakyatnya
bukan ngasih MBG gitu loh ya kan. Nah,
itu yang saya bilang. Makanya dari
situlah saya sebut istilah ini
kebijakan-kebijakan kayak begini dan
mindset terutama mindset ya pembuat
kebijakan seperti ini itu mindset yang
koplak gitu loh ya. Makanya seterusnya
menjadi koplak nomik gitu kan ya. Itu
asal muasalnya sih. Oke. Terus saat ini
kan kita tahu hampir tiap hari ada
berita PHK. Heeh. Hampir tiap hari. Iya.
Dan tambah hari tambah
mencekam ya. Dan apakah ini akibat
langsung enggak sih dari judi APBN
pemerintah?
Gini, ee impact yang pertama terus
terang karena ada efisiensi 306 triliun.
Iya kan? Duit itu kan tidak duit itu kan
tidak mengucur ya ke dalam ekonomi ya.
Sementara kita lihat juga saya dengar
juga banyak e KL kementerian dan lembaga
yang juga duitnya belum turun gitu kan
ya. Bagaimana kalau pembelanja
pemerintah dalam kasus ini terhenti ya
kan? otomatis demand down ya kan. Kalau
demand down tentu daya beli masyarakat
juga down ya kan. Itu memang a part of
the story tentang masalah ee
pemerintahan Prabowo ini. Tapi juga
jangan lupa ya Pak Prabowo harusnya
mengakui bahwa dia menerima warisan
ekonomi yang tidak baik-baik saja ya
dari pemerintah yang sebelumnya. Jadi
beliau sebetulnya juga mendapat tumpahan
ya kan istilahnya begini ya now the
party is over and you are wasing the
disas. kan gitu ya kan ya. Jadi aneh
juga kalau pemerintah ini mengatakan
ekonomi kita baik-baik saja ya. Padahal
ini mereka istilahnya mendapat ee cuci
bagian cuci piring loh ya kan ya dari
pemerintah sebelumnya. Kenapa saya
katakan begitu ya? Kan contohnya begini.
Middle class income kita ranking dari 57
juta ke 47 juta bukan terjadi pada zaman
Prabowo loh. Itu terjadi dari 6 tahun
yang lalu yang memangnya trennya down,
daya beli juga turun, tabungan
masyarakat dari 3 juta juga turun ke 1,3
juta. Bukan terjadi tiba-tiba ketika Pak
Presidennya itu Prabowo. Tapi ini sudah
warisan dari zaman Jokowi. Nah, kenapa
demikian? Ini ada paradoks dalam ekonomi
kita, Bos. Ya zaman Jokowi kita harus
terima kasih juga kepada Pak Jokowi ya
kan beliau boleh dibilang sudah all out
membangun infrastruktur ya kita harus
akuin juga ya kan ya ya semua sekarang
kereta lebih bagus ada MRT ada LRT ya
kan semua transportasi okelah ya jalan
tol ya kan di kita harus akui itu
prestasi beliau tapi anehnya juga
terjadi semacam paradoks ya kan
jor-joran di infrastruktur malah
produktivitas kita turun kan harusnya
terbalik ya n harusnya produktivitas kan
naik ya karena kapital stok kita naik ya
kan sehingga produktivitas naik ya given
the man power gitu kan ya tapi yang
terjadi tidak gitu loh ya kan nah tentu
kan orang bertanya dari mana datangnya
paradoks ini nah ini pemerintah ini
harus paham yang kita butuhkan itu bukan
cuma suprastruk infrastruktur tapi juga
suprastruktur suprastruktur iya
aturan-aturan regulasi-regulasi
polisi-polisi, premanisme
di mana-mana ya. Siapa yang mau invest?
Kalau everyday ke kita lihat ada preman
datang pada saat kita pasang tenda mau
investasi ya kan ini bukan masalah
infrastruktur inilah yang namanya
masalah suprast ya dan ini kita selalu
lengah tidak pernah diperhatikan oleh
zaman-zaman sebelumnya ya makanya Pak
Jokowi jor-joran hutang kita naik loh
ribuan triliun loh ya dari bawah 4.000
triliun sampai ke atas 7.000 Rib triliun
untuk karya juga membangun infrastruktur
ya. Kita lihat juga sampai karya-karya
sampai bangkrutlah istrinya ya. Ya.
Mengupayakan sedemikian rupa ya visible
or not visible kita harus bangun gitu
kan ya. Berap pun ongkosnya gitu kan.
Tapi itu saja it is necessary ya. Kalau
dalam ekonomi it is a necessary
condition. Harus ada infrastruktur tapi
it is not sufficient gitu loh ya. Tapi
bersyukurnya dengan adanya infrastruktur
yang bagus kir minimal inflasi
terkendali. Nah, inflasi terkendali.
Artinya beginilah, lapaknya sudah ada
nih ya lapaknya ya. Tinggal isinya mana.
Nah, untuk isinya itu diperlukan yang
tadi saya katakan yang namanya
suprastruktur, peraturan-peraturan yang
memang tidak changing, yang jelas dari
pemerintah ya, premanisme dihapus,
birokrasi harus efisien ya kan ya.
Mempermudah bisnis kayak di Vietnam. You
go to Vietnam, you bring money. 2 hari
selesai, bos. Ryen license di sini
berapa lama ya kan untuk ngurus izin aja
ya kan ini suprastruktur urusannya gitu
loh ya dan kalau itu terjadi kemungkinan
akan masuk foreign direct investment ya
bro. Exactly. Kanang sekarang masalahnya
sekarang gini, kalau kita enggak punya
uang, katakanlah kita enggak ini sama
sekali, makanya saya bilang koplak.
Kenapa? APBN sudah jelas-jelas kedodoran
ini mau jor-joran mau memberikan makan
bergizi gratis MBG sampai 300 triliun.
Alasannya kan enggak ada. Pertama adalah
kembali lagi duitnya enggak ada. Yang
kedua manfaatnya enggak jelas. Yang
ketiga kalau membangun proyek sebesar
ini, Bos. eksekusinya salah I kan.
Makanya kemarin banyak kasus ada yang
keracunan segala macam ya kan ya.
Harusnya projek yang tidak belum pernah
kita punya pengalaman dan segini besar
dimulai dengan piloting. Iya ya piloting
dulu 50 sekolah jalan apa enggak? Iya ya
kan kalau memang sudah dari 50 sekolah
kita tahu di mana problemnya dan apa
solusinya scale up 50 sekolah lagi.
Enggak langsung 83 juta mulut loh mau
dibenahin. Sistem tidak ada, manajemen
tidak ada, duit tidak ada. Ini kan ide
gila dan koplak ya. Oke. Apakah
pemerintah saat ini itu mempertaruhkan
APBN demi janji politik dengan nasib
pekerja sebagai tumbalnya? Gimana? Ya
bisa aja karena w I have to keep my
promise ya kan ya maka apapun yang
terjadi 83 juta manusia harus disuapin
itu kan big nonsense kalau menurut saya
ya kan the party masalah pemilihan
presiden sudah jelas ya kan satu sudah
selesai ya you are the winner now ya kan
katakanlah ya kepada Pak Presiden
Prabowo sekarang apapun anda saya
berjanji misalnya sama pacar saya ya
darling I'm gonna marry you ya kan ya
kalau satu saat begitu datang saatnya
nya. Waduh, sorry, I have no money.
Daling. Mau kawin sama apa? Masa kawin
di emperan toko. Kan enggak mungkin. Ini
kasusnya sama ya. Jadi kita harus tahu
ya ada yang namanya budget constrain. Di
dalam mengambil decision kita harus
lihat budget kita. Bos, you want to go
to Paris. Tapi in your paket cuma ada
Rp100.000 kan cuman cukup sampai Bogor.
Enggak bisa dipaksain sampai Paris. Iya
kan? Paling jauh paling tritis, Bro. Ya.
Iya. Paling jauh paling tritis. Unless
you go pinjam duit mertua misalnya ya
kan ya bela-belain ya kan ya. Tapi you
live with that kan kayak gitu ya dengan
utang ya kan. Nah makanya saya bilang
kembali lagi semua kebijakan harus
memahami adanya constrain. Satu adalah
budget constraint yang kedua
institutional constraint. Yang ketiga
manpower constraint. Seperti MBG tadi.
Sistem enggak ada, manpower enggak ada,
manajemen enggak ada, duit enggak ada.
ya kan mau dipaksain 300 triliun koplak
kan. Oke. Nah,
sekarang IAS anjlok dari 7.800 ke
6.200. Apakah ini vonis pasar terhadap
postur APBN kita yang memang saat ini
ketika video ini dibuat sudah 7.100 100
sih. Awalnya gini, kalau
ISG jebol itu kan sampai 18 Maret hari
yang sangat keramat buat kita ya terjadi
trading hal. Sementara pada saat itu wah
saham-saham di Asia pada hijau semua.
Itu tidak terlepas dari kritik saya
mengenai Danantara. Saya bilang kalau
Danantara ini tidak bisa dibekukan
apalagi dibatalkan tapi bank-bank itu
yang ada di dalamnya sebaiknya
dikeluarkan dari danantara. Ya kan?
Kenapa harus dikeluarkan? Karena
bank-bank ini bersifat sistemik dan
takutnya nanti investor tidak percaya
bahwa di bawah danantara bank-bank ini
aman, kan gitu. Dan itu wajar. Nah,
akhirnya apa? Begitu sebelum bahkan
sebelum Danantara diresmikan pada waktu
mereka dengar bahwa akan ada satu super
holding yang namanya Danantara dan ada
bank di situ, orang sudah mulai sell loh
bank-bank ya kan ya. Nah, mencapai
kelimaknya setelah benar-benar e pasar
merasa yakin bahwa bank-bank ini
benar-benar akan dibawa keantara. Mereka
selua, ya. Padahal pada waktu itu kan
banyak bilang, "Wah, Pak Feri omong
kosong buksinya apa ya kan semua karena
market di sana juga merah ya kita
merah." Dan pada waktu terjadi triv apa
apa trading hal tahun 18 Maret itu kita
satu-satunya yang jeblok sama sekali
padahal market di Asia hijau. I'm not
talking itu artinya apa? Itu adalah
domestik. isu zaman tray market i kan
walaupun sekarangnya kita sudah kembali
lagi ke 7000 ya ya kan tapi again
kembali lag nah kalau ini kalau ini beda
lagi isunya isunya adalah Trump
ya nah jadi kita harus tahu ya yang mana
dominan faktor domestik atau luar negeri
kan gitu ya nah kalau sekarang kan Trump
creating uncertainty ya kan so wild ya
kan tindak tanduknya Terus
unpredictable. Ini hari dia bilang A,
besok bisa B. Ya kan? You can imagine ya
dengan presiden dunia loh. Kalau
presiden US kan presiden dunia itu kan
ya yang koplak juga lagi gitu ya. Double
koplak ya. Double koplak kita nih ya
kan. Ini orang susah ditembak gitu. Ini
sekarang diskusi menarik ini kayak
lingkaran setan nih. APBN sudah defisit
ekonomi lesu. Iya PHK masal di mana-mana
pajak anjlok. Menurut Pak Toni gimana
ini?
[Tertawa]
Iya. Memang kemarin isunya pajak kan
gara-gara kortex ya katanya macet. Nah,
itu sebetulnya juga sebuah blunder ya.
Di mana negara sedang butuh duit
ternyata justru sistem daripada cortex
problem harusnya ya akhirnya ee di
akhir-akhir tuh ee kantor pajak akhirnya
kembali lagi ke DCP online. Kenapa kok
baru last minute dibuat DCP online?
Kenapa enggak pada saat awal kalau
memang belum siap, kenapa harus
dipaksakan harus korttex? Iya. Iya. Itu
yang membuat anjloknya pemasukan pada
saat itu kan, Pak. Iya. Nah, itu
problemnya. Menurut Pak Feri gimana? Ya,
di samping masalah teknis ya, kalau
kontes kan kita masalah teknis ya. Tapi
kalau kita ngomong masalah fundamental
ini different story ya kan. Bahwa IMF
World Bank sudah meramalkan bahwa kita
enggak bisa lagi you cannot achieve 5%
grow. I dia kan cuma
4,87% pasti dia sudah punya indikator
bahwa secara fundamental pun ekonomi
kita lagi going down ya kan. Nah, tadi
saya
katakan seharusnya Pak Prabowo tidak
mengatakan ekonomi kita baik-baik saja
ya. Ekonomi kita tidak baik-baik saja
dan itu bukan oleh Prabowo tidak
baik-baik. Tapi beliau menerima warisan
dari presiden sebelumnya ya kan.
Presiden dari tahun sebelumnya juga
enggak bisa disalahkan karena apa?
kembali lagi dari sebelumnya lagi bahkan
setelah reformasi kita sudah tahu bahwa
manufacturing ya manufacturing output
kita ya kan terhadap GDP itu dari 28%
down ke 18% dan itu terjadi 2025 tahun
dan pada waktu itu kita sudah tahu bahwa
we have a structural problem ya kan kita
punya ekonomi ini mempunyai suatu
problem struktural simpel aja bos output
terhadap GDP kita itu 60% dari UMKM loh
yang low produktiv
ya kan boleh dibilang labor intensif
orang enggak ada mesin sehingga enggak
ada produktivitas
40%-nya itu given by atau produced by
modern sector ya kan seperti kota-kota
besar kayak begini ya sama services.
Nah, tapi the point is dualisme ekonomi
kita ini yang berwajah dua gitu kan.
Satu adalah tradisional sektor yang
kedua adalah modern sektor berdampingan
sama sekali. ini ada structural problem
gitu loh ya mengenai unemployment
misalnya ini susah susah dideteksi loh
60% dari output adalah UMKM ya kan UMKM
kan bisa dibilang lu nganggur tapi lu
dagang bakso ya kan lu dagang bakso tapi
sebetulnya juga enggak cukup duitnya ya
kan. Nah ini ini problem yang sangat
luar biasa dan tidak pernah mendapat
perhatian sejak reformasi bergulir tahun
8. Nah, jadi kalau menurut saya
seharusnya pemerintah ini menyadari
bahwa ekonomi kita ini tidak baik-baik
saja, tapi bukan karena diriku. Ini
adalah warisan daripada ee pemimpin per
sebelumnya, gitu loh. Iya. Gimana itu,
Pak? Ya memang apa yang dikatakan
Proferi saya setuju sih, Pak. Setuju ya.
Nah, sekarang pertanyaannya adalah
kondisi kan memburuk. Siapa yang harus
bertanggung jawab atas pengelolaan uang
rakyat yang gagal ini? gini eh bahwa
ekonomi memburuk itu saya rasa we are
not the only one. Satu ya karena kasus
Trump ya kan kasus eh bilang trade war
yang sangat parah. Bahkan Cina sebelum
Trump pun dengan trade war-nya Cina
sudah menunjukkan tanda-tanda saturated
ya bahwa pertumbuhan ekonomi 10% 9% itu
akibat you dorong dengan stimulus yang
sangat masif ya kan dan itu ada akhirnya
ya kan ya sehingga secara secara natural
itu sliding down ke 5% pertumbuhan
ekonominya ya mengankan trade ini
mungkin less than 5% dan itu semua
adalah kembali lagi ee masalah-masalah
yang boleh bilang tidak gampang di di
ditangkal dengan satu polisi. Nah, kita
pun sama ya kan karena trennya nih all
over the world. Global economy around
the world. We are not the only one juga
trendingnya lagi down ya kan ya.
Seolah-olah ada kayak semacam universal
forces yang mendorong semua ekonomi itu
sliding down gitu loh ya. Setelah
majority masa euforia dari tahun 2000 ya
sampai 2010 ya kan. Kemudian ada krisis
2008 2009. Bagaimana mereka jack up
dengan stimulus Cina luar biasa.
Sekarang duitnya juga udah habis ya, ada
krisis housing di Cina sana, property
bubble ya kan. Nah, automatically
economy sliding down. Begitu juga dengan
US. US setelah COVID mereka inject
dengan ruang yang luar biasa, inflasi
besar-besaran dan sekarang mulai lagi
unemployment-nya naik ya. Nah, ini semua
bisnis cycle, Bos. Bisnis cycle. Nah,
sekarang kita menghadapi bisnis cycle
yang basically it happens all over the
world. Apa yang harus kita lakukan? Kita
harus memperkuat fiskal kita. Bukan
jor-joran mau dengan makan bergizi
gratis R triliun. Padahal yang kita
butuhkan cuma 5 10 triliun. Untuk
mereka-mereka yang memang betul-betul
membutuhkan gitu kan ya. Itu satu.
Lantas kita mau bikin koperasi merah
putih R00 triliun Rp80.000 lu ngurusin
li koperasi aja belum tentu becus
apalagi Rp80.000. Kan logikanya begitu
ya kan. Piloting dulu dengan 5 unit.
Kalau memang itu bisa jalan dan
menguntungkan, then you can scale up ya
kan? Jadi 10 unit enggak langsung 80.000
unit dan duitnya dari mana? Nah, ini
yang menakutkan sebab kalau sampai nanti
yang ditodong adalah bank-bank Himbara
ini market bisa jebol karena yang
dikhawatirkan NPL-nya akan pastilah mau
bayarlah pakai gimana koperasi mana ada
buntungnya sih. Nah, terus caranya
supaya ekonomi Indonesia ini balik ini
gimana dong untuk alat kesejahteraan
rakyat menurut Pak Toni gimana ya?
Apakah ini alat untuk berjudi atau
gimana gitu loh.
Ya, mungkin saat ini dari pemerintah
sendiri juga mencoba untuk ee berusaha
memperbaiki kondisi ekonomi. Iya. Iya.
Tetapi ya salah satu yang perlu
diberantas salah satunya gimana sih
caranya ngundang ee asing itu masuk ke
Indonesia? Hm. He. Foreign direct
investment adalah salah satu jawaban I
ee untuk ee terjadinya pertumbuhan
ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. He.
Nah, bagaimana kalau dengan kondisi
kalau sebuah perusahaan mau masuk ke
Indonesia terus kemudian ee ada
premanisme tadi ee mulai dan premanisme
di Indonesia ini macam-macam, Pak. mulai
dari ormas terus kemudian ternyata
kemarin kebongkar ada Kadin ya.
Belum lagi nanti pemerintah daerah
dengan pajak-pajaknya.
Belum lagi pemerintah ee dari pemerintah
pusat juga ada pajak-pajak. Nah, ini kan
ee menurut saya terlalu banyak cost yang
mungkin hal itu di Vietnam, di Cina
mungkin itu enggak ada ya.
itu makanya saya bilang pentingnya bukan
cuma infrastruktur yang Pak Toni tadi ee
contohkan itu adalah masalah suprast i
kan ya bagaimana membuat easy doing di
doing bisnis easy di Indonesia peraturan
yang jelas izin yang gampang itu kita
enggak punya duit bos kalau enggak FDI
kita enggak akan pernah bisa membangun
negeri ini. Percayalah ya kan APBN kita
kedodoran apalagi kalau nanti
benar-benar realize bahwa defisit APBN
kita melampaui 3% ini bisa menyerang
dolar loh, menyerang rupiah loh ya kan
ya. Jadi it is a necessary condition
kalau you have no money, you harus
invite orang yang punya duit untuk
invest di sini. Betul. Dan dalam hal ini
masyarakat juga harus mendukung. Jangan
iya jangan
dipalaki. Iya kan? Itu kan itu kan satu
perbuatan yang memalukan tuh Kadin di
Banten, Tangerang itu ya kan ya. Ya kan
itu kan itu itu manusia yang enggak
enggak ada tahu malunya sama sekali gitu
nodong gitu kan. Ya udah tapi drama
seperti itu bukan yang pertama sih. Iya
bukan yang pertama. Iya memang benar.
Nah makanya gitulah. Makanya kayaknya
selalu harus ada ee drama seperti itu
setiap kali gitu. Iya iya. Terus gini
nih, untuk sebagai individu nih kita
cerita kan tadi kita cerita soal global
economic atau ekonomi makro. Nah, ini
sekarang secara individu skill apa, Pak,
menurut Pak Toni ya yang harus paling
krusial untuk tidak menjadi dalam tanda
kutip korban atas kebijakan ini? Ya,
skill-nya sebenarnya di Indonesia ini
kan sekarang sudah mulai diberdayakan
yang namanya UMKM. Iya. I. Nah, tapi
UMKM ini juga harus mempunyai eh skill
dan knowledge untuk meng-upgrade
daripada kemampuan mereka ya. Baik dari
sisi produksi, dari sisi manajemen, dari
sisi manufaktur-nya. Ya, gimana caranya
kita harus belajar. Kenapa? Karena
sebetulnya kondisi kita saat ini
Indonesia ini diuntungkan dengan yang
namanya bonus demografi. Iya. Iya. Nah,
apa maksudnya bonus demografi? Bonus
demografi adalah kondisi di mana sebuah
negara itu usia produktifnya itu lebih
besar dibandingkan usia lansia dan usia
balita. Iya. Dan Indonesia ada di posisi
ini nih. Iya. Dan kalau inti Indonesia
bisa ee memanfaatkan dengan baik,
makanya pemerintah kan sangat optimis
ya. Indonesia emas. Iya. Jelas. Nah,
memang benar kalau memang dari sumber
SDM-nya bisa meng-cover. Tapi
permasalahannya saat tahun 2000-an kan
dikenal ada negara emerging market.
Negara emerging market itu adalah negara
yang pertumbuhan ekonominya cepat dan
diramalkan akan menjadi lokomotif dunia.
Waktu itu dikenal dengan nama Bricks. H.
Brazil, Rusia, India, China, dan South
Africa. South Africa. Kenapa kok mereka
raja selatan? Iya. Kenapa kok mereka
dikatakan bahwa sebagai sebuah ee
kekuatan ekonomi dunia baru? Yes. Karena
mereka, sebagian di antara mereka itu
mengalami yang namanya bonus demografi
seperti Indonesia saat ini. Iya, sama.
Sama. Nah, tapi apa yang terjadi?
Ternyata Brazil dan South Afrika gagal.
Hm. Tapi Cina hm dan Korea Selatan ya
berhasil. Dan apa yang terjadi saat Cina
berhasil memanfaatkan bonus demografi,
ekonomi Cina melompat gila-gilaan dalam
waktu 20 tahun. Iya. Ya, ee Pak Candra
kemarin sempat ngobrol-ngobrol sama
saya. Gimana di tahun 2000-an baik Pak
Candra maupun saya di 2000-an awal itu
Cina seperti apa? Ya jelas lebih miskin
dari Indonesia. Iya. Saat ini hanya 20
tahun kemudian Cina saat ini menjadi
kekuatan nomor dua ekonomi dunia. Dulu
Amerika enggak ngelihat apa-apa sama
Cina. Dulu justru ee
perusahaan-perusahaan Amerika itu
didorong masuk ke Cina. Betul enggak,
Bro? Betul. Betul. Nah, sekarang Trump
bingung gimana cara caranya narik dari
Cina balik ke Amerika. Nah, nah di situ
luar biasanya Cina memanfaatkan bonus
demografi, Pak. Iya. I dan kemudian
diikutin sama Korea dan sekarang pun
juga ee dulu Amerika sama Korea Selatan
itu teman dekat sekutu. Tapi kemarin
juga dikenain pajak yang pajak yang juga
tinggi. Iya kan? Nah, ini kan berarti
apa? Karena mereka berhasil memakukan
demonis demografi dengan baik. Iya. Nah,
Indonesia saat ini ada di posisi itu.
Hm. Dan diramalkan puncaknya di tahun
2045.
Makanya dikatakan Indonesia emas. Tetapi
permasalahannya
kalau Indonesia masyarakatnya tidak bisa
mengupgrade skill-nya dia dan
peraturan-peraturan pemerintah juga
mendukung untuk itu, maka dari bonus
demografi akan berubah menjadi beban
demografi. Dan kalau jadi beban
demografi ya ini masa seperti ini itu
belum tentu terulang 100 tahun lagi.
Iya. Iya. I. Nah, itu masalahnya. Oke.
So, saya pikir ini my last question
untuk Prof. Hm. Apakah kemampuan
membedakan harga
pasar sama nilai sejadi perusahaan itu
menjadi kuncinya? Ini menyambung dari
omongan Pak Ton kan? Iya. Kalau kita mau
investasi ya kan suppose eh you have
some money to invest ya kan jangan
sembarangan. Kita harus tahu kalau
invest di saham itu apakah misalnya
harga Telkom di
2.800 sudah murah atau kemahalan. Iya
kan? Nah itu kalau mau tahu gimana itu,
Prof? Oh, itu ya itu harus belajar yang
namanya company valuation. Company
valuation. Dan itu kan kita kalau saya
mau belajar sama Prof. Yang ketinggalan
kemarin itu kira-kira bisa enggak ya,
Prof? Ya bisa kan saya memberikan ini
untuk semua orang dengan background
apapun saja. Jadi enggak usah khawatir
ya kan. Saya akan membimbing dari A
sampai Z bagaimana membaca laporan
keuangan yang baik, bagaimana bisa apa
membuat financial matrics untuk mengukur
apakah harga saham ini kemahalan atau
kemurahan ya kan. Nah, semua itu ada
metode-metodenya ya kan. Nah, ini harus
dipahami sebagai basic Anda berinvestasi
di pasar modal tidak dengerin tetap
tetangga beli lantas beli gitu loh ya
kan atau rumor ya. I harus jelas,
detail, detail, sistematis, dan yang
terpenting enggak ngawur. Enggak ngawur.
Ada dasarnya, dasarnya, ada teorinya.
Dan saya rasa mungkin ee Prof. cukup
komen gini. Heeh. Kalau Anda tahu ada
dasarnya misalnya Anda beli saham R.000,
tiba-tiba jatuh ke 2.500 karena Anda
tahu bahwa nilai intrinsiknya R5.000,
Anda enggak khawatir. Oh, iya jelas.
Iya, kan? Tapi kalau Anda enggak tahu
kan Anda bingung, "Aduh, jangan-jangan
turun lagi ke 2000 nih. Jangan-jangan
turun sekali lagi ke 1000." Kan kayak
begitu, Prof. Kalau saya pengin nih para
sahabat SB30 ya, komen ya di bawah.
Kalau saya pengin benar-benar belajar
nih, ya kan saya tahu cara menganalisa
sebuah company itu, ini kan juga
termasuk supaya kita secara individu
memanfaatkan krisis ini sebagai peluang
kan. Makanya saya selalu bilang bahwa
krisis itu enggak selalu jelek.
Orang-orang miliarder, sultan-sultan itu
lahir justru di saat krisis. Iya.
Makanya, Prof. tanggal 28 dan 29 Juni
ini i 4 minggu lagi atau video ini nanti
ditayangkan ee tolong Anda harus tahu
kalau Anda memang benar-benar belajar
bukan cuman belajar di YouTube, belajar
di sosmet, Anda mau belajar benar-benar
bagaimana menilai. Kebetulan saya ikut
eh company valuation-nya Prof eh bulan
lalu. Wah, ternyata ilmunya simpel gitu
dan kita bisa menilai. Betul ya, Pak
Tung yaul ilmunya simpel ya. Oh,
ternyata cuman seperti itu gitu loh. Dan
Proferi sudah membuatnya dalam bentuk
Excel ya. Exel dan kita ee diajarin
gimana menggunakan Excel itu dan enggak
mungkin ngajarin Excel di YouTube, Pak.
Enggak mungkin. Jadi kita itu bahkan
dari ebidanya bagaimana itu jadi kita
enggak ngawur gitu. Jadi artinya saya
mikir, Prof. Prof. Itu sampai ee sekolah
S2 di Rasmunity di itu mungkin Perf
harus menghabiskan waktu bertahun-tahun
ya. I. Nah, tapi ini cuman 2 hari malam
gitu ya. Oke, Prof. Kalau saya pengin
mau daftar mungkin saya tulis di kolom
deskripsi tanggal 28 29 Juni. Catat
tanggalnya. Kalau Anda ingin langsung
belajar dari ee ahlinya keuangan,
bagaimana menelai sebuah keuangan,
justru ee badai PHK ini adalah peluang.
Justru dolar gonjang-ganjing ini adalah
peluang, justru Koplak nomik ini adalah
peluang. Peluang banget. Semua ini
peluang. Semua peluang justru asal Anda
tahu. Asal Anda tahu ya. Saham apa yang
memberikan Anda peluang? Catat itu kita
gas. Oke. Kalau Anda tertarik, Anda
langsung daftar di kolom deskripsi.
Sekarang juga kita tunggu dan sampai
jumpa di acara workshop. Prof. Terima
kasih sudah mampir. Thank you. Di acara
level ini. Saya rasa ee diskusi kita
cukup berbobot ya, Pak. Nah, jadi jangan
ee pesimis tapi memang Prof. Feri justru
menggunakan ini, justru menciptakan
opportunity bagi Anda semuanya. Sukses
untuk Anda. Mari kita sampai jumpa di
puncak kemakmuran dan kita tungtungkan.
Salam hebat luar biasa.
Resume
Read
file updated 2026-02-13 13:11:46 UTC
Categories
Manage