Transcript
F9CzunOnhL8 • NAVIGASI Efek Perang Israel-Iran Dampaknya ke Emas, IHSG & Bensin | Prof. Ferry Latuhihin
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/sb30official/.shards/text-0001.zst#text/1380_F9CzunOnhL8.txt
Kind: captions
Language: id
Selama hampir 1 minggu terakhir kita
ditegangkan dengan isu peperangan di
dunia. Bagaimana dunia ini berperang
Israel yang tidak kunjung habisnya dan
ini pasti berdampak besar terhadap
sebuah pergerakan IHSG. Nah, saya akan
membahas kembali bersama Pak Feri
Latuhihin untuk melihat apa peluang yang
bisa kita tangkap daripada permasalahan
ini semua.
Welcome to Success Before Tury Level Up
Podcast.
[Musik]
Oke, selamat malam Pak Feri. Welcome
back to our channel. Selamat malam. Yes.
Selamat malam, Pak. Pak Toni. Thank you
for inving selamat malam Pak Toni. Ya,
selamat malam Pak Cendra. Malam hari ini
ee saya akan kembali membahas tentang
apa sih yang menjadi sebuah ee kalau
kita tahu dipicu oleh crisis, ekonomi
makro, kemud, kemudian isu peperangan
dan belum lagi barusan ada Air India
crus ya dan itu sesuatu yang berita yang
sangat eh menegangkan di dunia dan ini
kita enggak bisa pungkiri Pak Feri
selalu kalau Pak Feri kan cukup
berpengalaman ya ketika ada satu gejolak
di sebuah
ee di dunia apalagi itu berhubungan
dengan perang itu kira-kira pandangan
Pak Feri itu terhadap peristiwa ini dari
kacamata keuangan itu gimana sih Pak
Feni? Gini, perang Timur Tengah itu
sebetulnya bukan yang pertama kali ya,
sudah berkali-kali ya, mungkin dari
sejak tahun 1970 sampai ini hari tidak
terhitung jumlahnya ya. orang bilateral
seperti Iran sama Israel, Saudi Arabia
dengan negara lainnya, musuhnya itu itu
sudah menjadi seperti hal yang biasa ya.
Tapi anytime perang itu ada atau muncul
biasanya yang bergerak terutama adalah
harga minyak. Ya, kita lihat harga
minyak itu naik lebih dari lima setelah
ee Israel menyerang Irang ya. Nah, dari
70 di bawah 70 sekarang harga ee minyak
mentah brand itu kalau enggak salah
mepet-mepet di 75 ya. Dan oleh karena
itu pada waktu hari eh Jumat yang lalu
kita lihat juga Dow Jones eh Wall Street
ya, Dow Jones itu drop sampai 800 poin
kalau enggak salah ya. Sangat dahsyat
gitu ya. Drop segitu banyak ya. Nah,
tapi anehnya ini hari kita lihat
market-market seperti di Wall Street itu
da futures-nya malah hijau. Nah, malah
juga di Asia market-market yang lain
selain kita juga hijau ya. Jadi
seolah-olah market di sana yang hijau
itu menganggap perang ini tidak akan
bertahan lama seperti
sebelum-sebelumnya. tahun lalu juga
berapa kali ya terjadi clash ya antara
Israel dan Iran ya. Market akhirnya
bounce back gitu kan ya. Nah, begitu
juga ini hari kita lihat bagaimana
market di Asia. Cuman kita ya yang
awalnya tadi hijau ya kan saya juga a
little bit surprise pagi-pagi di sesi
pertama melihat indeks kita hijau tadi.
E padahal sebelumnya saya sudah prediksi
nih pasti begitu dibuka nih bisa merah
atau mungkin berdarah-darah ternyata
enggak ya kan. Tapi sayangnya di sesi
kedua ya kan mendapat tekanan
bertubi-tubi ya ee untuk minus 48 poin
setahu saya ya dan terut jadi korban itu
adalah saham-saham bank besar ya seperti
BCA terutama BNI ya BNI cukup dalam tuh
3% apa 4% ya 160 poin ya. Nah, kalau
saham-saham ini memang sudah prediktable
ya. Seandainya harga minyak naik ya kan
dan sedangkan negara kita masih
memberikan subsidi BBM ya kan. Nah, ini
takutnya adalah budget kita semakin
kedodoran budget defisit kita ya.
Sementara itu kita lihat juga GSNP sudah
menurunkan ya ee proyeksinya pertumbuhan
ekonomi kita tidak lagi 5% bahkan lebih
rendah dari tiga instansi lainnya
seperti IMF, Bank Dunia dan OECD meramal
pertumbuhan kita 4,7%. Tahun ini SNP
malah lower yaitu 4,6%.
Jadi saya lihat di sini indeks kita ini
tadi tertekan kontribusi daripada
outlook domestik ekonomi kita lebih
besar dari ketimbang ee masalah perang
Iran Israel gitu ya. Sebab kalau
ngomongin perang Iran Israel toh lain
hijau gitu loh, kita kok merah gitu loh.
Ya itu jawaban saya. Oke. Kalau menurut
Pak Toni gimana tanggapannya proferi ini
dengan pengalamannya Pak Toni?
Ya, saya setuju sih karena dengan
kondisi ee perang salah satu penghasil
minyak terbesar di dunia adalah ee Iran
ya, selain Arab Saudi, Rusia ya. Nah,
ini dengan adanya perang dikhawatirkan
minyak akan naik. Bahkan ada yang
memprediksi arah ke 100 US dolar per.
Nah, kalau itu terjadi otomatis akan
memicu yang namanya inflasi.
I. Nah, kalau sampai inflasi di
Indonesia terjadi maka akan membuat
kondisi di Indonesia karena inflasinya
ini bukan di mana pun inflation tapi
cost inflation yang mana daya beli itu
saat ini sudah melemah tapi dipaksa
kalau ee minyak naik akan harga-harga
akan naik maka daya beli akan semakin
lesu. Nah, itu yang membuat ee kenapa
indeks kita tertekap karena ee yang
lebih ke arah banking atau yang
saham-saham yang ee psikical ya, yang
mana sangat terpengaruh dengan inflasi.
Tetapi sebetulnya ee saham-saham dari
komoditi ini saya ngelihat saham
batuara, saham minyak ini justru naik
kondisinya hari ini. Nah, itu balance.
Kenapa sektor energi ya, Pak Toni ya?
sektor energi naik
ITMG, PTBA, AADI. Nah, itu semua pada
naik saya lihat hari ini. Nah, itu.
Tetapi yang sektor banking seperti yang
dikatakan sama Proferi justru turun
seperti itu. Nah, jadi gini kalau kita
perhatikan kenapa perang itu kok malah
sektor banking itu turun malah sektor
energi. Ini sesuatu yang menarik untuk
didiskusikan. Menurut Pak Feri gimana
ya, sektor banking itu akibat outlook
ekonomi kita yang ee turun ya dari 5% ke
4,6% itu ee turun yang sangat drastis.
Yang kedua, banking ini turun mendapat
pressure juga disebabkan oleh adanya
deflasi ya, deflasi yang berturut-turut
secara bulanan ya. Artinya kan
permintaan turun ya, agregat demand
turun dan yang kedua deflasi itu
menyebabkan real interest rate itu jadi
naik ya. Kalau real interest rate naik
itu impactnya terhadap pertumbuhan
ekonomi juga buruk ya. Berarti cost of
fund bagi Borow harus dengan naiknya
real interest rate. Jadi secara real
naik ya. Ya, jadi ini yang menyebabkan
ee bank-bank mendapat pressure. Coba Pak
Candra bayangin seandainya terjadi
deflasi, nasabah-nasabah bank,
corporate-korporate yang pinjam duit di
bank itu kan secara tidak langsung juga
revenue-nya turun ya, karena harga-harga
turun ya. Nah, kalau kalau costnya dia
tetap stay ya kan berarti net income-nya
kemakan ya. Nah, kalau net income-nya
kemakan ada kemungkinan juga pembayaran
bunga dan cicirannya ke bank juga ya
tersendat ya. Itu logikanya ya yang
namanya deat defle spiral ya. Nah,
semakin tinggi devasi semakin tinggi
utang dalam bentuk rial. Nah, ini juga
akan menjadi membuat deflasi semakin
tinggi lagi. Nah, itulah yang namanya
spiral daripada death defleation. Oleh
karena itu orang ee bahkan ee JP Morgan
kalau enggak salah
merekomendasikan jual saham saham bank
Jumbo kita. Hmm. Oke, ini something
interesting. Nah, sekarang gini, Pak.
Kita kan ada ancaman inflasi dari
energi.
Apa hal alangkah yang paling mungkin
diambil sama Bank BI? ya kan? Kalau kita
melihat ee acuan daripada suku bunga
acuan dan kita juga tahu Amerika Serikat
saat ini dolar itu salah satu safe
heaven. Nah, sekarang ini sesuatu
kompleks ya. Kalau kita lihat semua
variabel ini dari geopolitik dunia yang
saat ini lagi goncang-ganjing perang
kemudian ee minyak, inflasi dan emas.
Ini strategi investor apa yang paling
bijak untuk investor IHSG saat ini?
Menurut Pak Feri dulu
ini kalau menurut saya sih saya kembali
lagi
menekankan ya di luar e masalah-masalah
yang terjadi hari ini seperti perang
Iran, Irak, deflasi, harga minyak naik.
Saya kembali lagi tekankan kepada
teman-teman, kalau Anda mempunyai time
horizon yang agak panjang 1 tahun, 2
tahun apebi, apalagi lebih dari itu,
tren investasi ini sekarang ada di
nonconvensional saham Pak Candra. Yaitu
saham-saham yang berbasis teknologi, ya.
Jadi bukan lagi saham-saham seperti
konvensional bank, manufacturing,
segala. Enggak. trennya semua sekarang
teknologi gitu loh ya. Kalau boleh saya
sebut kalau tren teknologi di Indonesia
yang paling besar yaitu go to ya. Jadi
kalau saya sih lebih prefer bermain atau
berinvestasi di saham-saham yang memang
outlooknya dan trendnya ke arah sana.
Jadi saya avoid eh saham-saham yang
istilahnya pro cycle. Procycle itu gini
ya. Kalau seandainya economic downturn,
maka juga performance daripada company
saham itu juga down. Ya, misalnya bank,
properti ya. Properti juga hati-hati
kalau ekonomi lagi downt karena sifatnya
proyle ya. Kalau ekonomi up dia up,
ekonomi down dia down gitu loh. Nah,
yang kedua kalau menurut saya selain
saham-saham yang berbasis teknologi
untuk amannya adalah saham-saham yang
berbasis consumer goods
misalnya Indofood ya. Nah, ini Heeh.
Nah, ini nih anti cycle ya karena
produk-produknya ekonomi mau up atau
down tetap dibutuhkan sehari-hari oleh
Siap. Kalau menurut Pak Toni gimana Pak
dengan kompleksnya pertanyaan saya tadi?
Jadi di mana kondisi geopolitik dunia
saat ini yang sudah serba tidak menentu
perang yang sepertinya Timur Tengah juga
yang tadi dikatakan Pak Feri dari tahun
80-an. Tapi kita tahu orang yang deli,
Pak melihat makroekonomi ini kan sesuatu
opportunity sebetulnya. Nah, kalau
mandar Pak Toni sekarang orang bingung
mantra emas, US dollar atau eh saham apa
yang perlu dikoleksi. Jadi statement
yang sama, pertanyaan sama menurut sudut
pandang Pak Toni bagaimana? Iya kalau
kondisi ekonomi tidak pasti biasanya
emas yang dominan ya dalam he tetapi
permasalahannya harga emas saat ini
sudah cukup tinggi dan kelihatannya
susah untuk menembus batas
resistancenya. Nah, biasanya kalau ee
dipicu dengan berita-berita yang
harusnya negatif buat pasar pada umumnya
dan positif buat emas, tapi ternyata
tidak bisa menembus resistance ee
biasanya itu berarti ada ee big fun yang
jual ya biasanya gitu. Iya. Iya. Nah,
sehingga dalam hal ini ee untuk orang
yang investasi emas pun juga harus apa
namanya berhati-hati juga.
Nah, untuk saham itu saat ini ee
Indonesia kemarin sudah tertekan tapi
dengan kondisi adanya Trump yang mulai
merileksasi ya kondisi dengan Cina
dengan negara-negara yang lain itu
membuat indeks kita rebound. Tetapi
dalam hal ini ee ada tekanan-tekanan
yang lain yang tadi Proferi katakan yang
mana ee banyak ee fan-fan yang
men-donrade peringkat utang ee apa
namanya mend-donrade daripada eh itu ya
ee prediksi daripada Indonesia
pertumbuhan ekonominya membuat itu
menjadi sebuah isu tekanan buat kita.
Dan yang terakhir ini yang memang
seperti yang katanya tadi, banking yang
lebih banyak ditekisnya itu. Sementara
untuk energi karena adanya perang ee
Iran ini itu membuat harga-harga energi,
sektor energi ee seperti yang tadi saya
sampaikan itu pada naik gitu, Pak. Oke,
thank you Pak Toni insight-nya. Nah,
sekarang ini lucu ini. Pak Feri tadi
sudah sempat spill emiten ada keluar
nama Goto,
ada keluar nama Indofood. Gini, Pak
Feri. Ini jangan-jangan kalau digoreng
sama netizen besok saham GOu ini naik
nih gara-gara Pak Feri bicara di
successave 430 seperti ini. Dan ini
nanti kira-kira Pak Feri wah ini jadi
bander ini. Pak gini saya mau nanya nih.
Saya mau nanya supaya netizen ini kan
liar ya Pak ya dan trader ini kan liar.
Jangan sampailah mereka itu gara-gara
statement ini loh terus mereka bicara
buktinya samgotu turun gimana itu
katanya Pak Feri bakal naik. Pak gini
loh Pak kalau kita tuh mau belajar
sebuah ilmu kapan sih kita beli di harga
yang pas itu berapa sih Pak? Apakah ini
saat ini harganya terlalu murah? Apakah
saat ini harganya terlalu mahal? Ataukah
ini harga yang pantas? Itu ada ilmunya
enggak sih, Pak Feri? Ada. Ya, kebetulan
kita juga memberikan saya dan Pak Toni
dan juga Pak kan pernah juga memberikan
workshop ya mengenai company valuation
bagaimana memvaluasi suatu saham apakah
kemahalan overvalued atau undervalued ya
melalui financial report yang dirilis ya
oleh perusahaan itu secara tahunan atau
secara quarterly gitu loh ya. Nah,
valuasi itu penting untuk memahami ya,
apakah suatu harga saham itu kemahalan
atau kemurahan ya, apakah buying atau
selling. Itu penting sekali walaupun
memang kita tidak bisa memprediksi
dengan jelas ya kan akan ke mana harga
saham itu, tapi pada dasarnya kita tahu
bahwa harganya kemahalan atau kemurahan
gitu ya. Nah, misalnya saya katakan tadi
saya tidak merekomendasikan teman-teman
ya untuk beli saham gotu loh ya. Nah,
kalau saya melihat goto jangan saya
disclaimer dulu ya. Nah, kalau saya
melihat go ini adalah startup yang sudah
mulai berhenti breeding bakar duit dan
bakal mulai di second house dari tahun
ini bakal mulai bikin duit ya. Dan
startup ini yang namanya go bukan
peanuts. Ini startup yang sangat besar
ya. Gou is too big to fail. Enggak
mungkinlah got to ini besok langsung
bangkrut gitu. Enggak mungkin. Bahkan
mulai e mulai tahun ini saya lihat go
merangkak mulai positif ebitdownnya yang
saya katakan, "Nah, ini momentum yang
tepat saatnya saya masuk ketika
ebiddanya sudah positif. sebelumnya saya
tidak masuk ya kan karena saya lihat
masih bakar duit masih mengerikan tapi
begitu saya ee baca laporan keuangannya
nah ini sudah tanda-tandanya saya masuk
di harga berapa pun di bawah 80 saya
masuk itu saya ya jadi saya tidak
mendasikan orang ya disclaimer ya nah
ini my vision kenapa sebab saya memberi
saham-saham teknologi base ini untuk
saya tahan setidaknya 1 tahun 2 tahun
Pakandra ya bukan
Y ya beda sama orang yang trader
narik-narik garis support, garis
resistance ya. Saham yang namanya saham
kayak begini bisa naik bisa
bisa juga dia blok saya sempat untuk
investor ya. Iya. Jadi ini harus
benar-benar investor murni yang time
horizon-nya holding periodnya itu at
least 1 du tahun gitu kalau perlu lebih
dari 2 tahun. Karena saham-saham kayak
gini kita lihat seperti saya bilang
kasih contoh sebelumnya yaitu saham
Amazon. di tahun 96 harganya cuman 5
dolar sampai 10 dolar pada tapi 20 tahun
kemudian 400 kali loh 2000 nah ini sama
similar ini karakteristiknya Amazon
dengan Oke thank you Pak Feri. Berarti
intinya kalau saya mau belajar untuk
investor sekali lagi ya saya juga
disclaimer meskipun tadi Pak Feri spill
emiten goto spill emiten indofood dengan
gejolak seperti ini. Itu bukan berarti
Pak Feri merekomendasi. Beliau berkata,
"Ini contoh untuk saya pribadi, Pak.
Kalau saya itu mau tahu, punya analisa
seperti kayak Pak Feri itu ada ilmunya
ya. Berarti benar-benar kita itu ee
istilahnya bisa belajar di workshop ya.
Oke, Pak Toni berarti kita akan ada
workshop ya dengan Pak Feri ya, Pak Toni
ya. Iya, Pak. Ee rencana kita akan
adakan tanggal 289 Juni ya. Siap. Jadi
ber lebih sekitar 2 minggu lagi ya. Iya,
benar sekali. Nah, sejak video ini
dibuat 2 minggu lagi, jadi pastikan saat
ini seat sudah terisi sudah hampir 70%
ya. Ini luar biasa sekali. Dan tentunya
Anda jangan sampai ketinggalan karena
ilmunya Pak Feri ini menurut saya ee
saya sudah ikut batch yang pertama dan
bagus banget. Ternyata kita itu dari
ilmu yang sangat sederhana yang
dibagikan oleh Pak Feri itu betul-betul
kita bisa menganalisa sebuah company itu
apakah ini underue, apakah ini company
yang eh average atau company yang sudah
over value. Jadi kita membeli sesuatu
itu enggak ngawur gitu ya, Pak Feri ya.
Tapi betul-betul ada ilmunya. Nah,
dengan kita belajar workshop itu kita
pertajam ilmu kita, investasinya sangat
worthed. Tetapi kalau Anda bisa dapatkan
ilmunya itu menurut saya investasi
enggak ada artinya, enggak ada
apa-apanya. Pak Feri, thank you banget
ya hari ini sudah mampir ke Sucs Vivo
30. Tak terasa obrolan kita sudah 20
menit ini Pak Feri. Dan kita sampai
jumpa di workshop Pak Toni. Thank you
insightnya Pak hari ini. Inset Bapak
luar biasa sekali. Sampai jumpa di
workshop tanggal 289 Juni 2025 dan
semoga Anda semua bisa menjadi investor
yang cerdas di masa depan. Sukses untuk
Anda semuanya. Terima kasih. Selamat
malam. Salam hebat luar biasa. Sampai
jumpa di puncak kemakmuran. Yeah.