NAVIGASI Efek Perang Israel-Iran Dampaknya ke Emas, IHSG & Bensin | Prof. Ferry Latuhihin
F9CzunOnhL8 • 2025-06-17
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Selama hampir 1 minggu terakhir kita ditegangkan dengan isu peperangan di dunia. Bagaimana dunia ini berperang Israel yang tidak kunjung habisnya dan ini pasti berdampak besar terhadap sebuah pergerakan IHSG. Nah, saya akan membahas kembali bersama Pak Feri Latuhihin untuk melihat apa peluang yang bisa kita tangkap daripada permasalahan ini semua. Welcome to Success Before Tury Level Up Podcast. [Musik] Oke, selamat malam Pak Feri. Welcome back to our channel. Selamat malam. Yes. Selamat malam, Pak. Pak Toni. Thank you for inving selamat malam Pak Toni. Ya, selamat malam Pak Cendra. Malam hari ini ee saya akan kembali membahas tentang apa sih yang menjadi sebuah ee kalau kita tahu dipicu oleh crisis, ekonomi makro, kemud, kemudian isu peperangan dan belum lagi barusan ada Air India crus ya dan itu sesuatu yang berita yang sangat eh menegangkan di dunia dan ini kita enggak bisa pungkiri Pak Feri selalu kalau Pak Feri kan cukup berpengalaman ya ketika ada satu gejolak di sebuah ee di dunia apalagi itu berhubungan dengan perang itu kira-kira pandangan Pak Feri itu terhadap peristiwa ini dari kacamata keuangan itu gimana sih Pak Feni? Gini, perang Timur Tengah itu sebetulnya bukan yang pertama kali ya, sudah berkali-kali ya, mungkin dari sejak tahun 1970 sampai ini hari tidak terhitung jumlahnya ya. orang bilateral seperti Iran sama Israel, Saudi Arabia dengan negara lainnya, musuhnya itu itu sudah menjadi seperti hal yang biasa ya. Tapi anytime perang itu ada atau muncul biasanya yang bergerak terutama adalah harga minyak. Ya, kita lihat harga minyak itu naik lebih dari lima setelah ee Israel menyerang Irang ya. Nah, dari 70 di bawah 70 sekarang harga ee minyak mentah brand itu kalau enggak salah mepet-mepet di 75 ya. Dan oleh karena itu pada waktu hari eh Jumat yang lalu kita lihat juga Dow Jones eh Wall Street ya, Dow Jones itu drop sampai 800 poin kalau enggak salah ya. Sangat dahsyat gitu ya. Drop segitu banyak ya. Nah, tapi anehnya ini hari kita lihat market-market seperti di Wall Street itu da futures-nya malah hijau. Nah, malah juga di Asia market-market yang lain selain kita juga hijau ya. Jadi seolah-olah market di sana yang hijau itu menganggap perang ini tidak akan bertahan lama seperti sebelum-sebelumnya. tahun lalu juga berapa kali ya terjadi clash ya antara Israel dan Iran ya. Market akhirnya bounce back gitu kan ya. Nah, begitu juga ini hari kita lihat bagaimana market di Asia. Cuman kita ya yang awalnya tadi hijau ya kan saya juga a little bit surprise pagi-pagi di sesi pertama melihat indeks kita hijau tadi. E padahal sebelumnya saya sudah prediksi nih pasti begitu dibuka nih bisa merah atau mungkin berdarah-darah ternyata enggak ya kan. Tapi sayangnya di sesi kedua ya kan mendapat tekanan bertubi-tubi ya ee untuk minus 48 poin setahu saya ya dan terut jadi korban itu adalah saham-saham bank besar ya seperti BCA terutama BNI ya BNI cukup dalam tuh 3% apa 4% ya 160 poin ya. Nah, kalau saham-saham ini memang sudah prediktable ya. Seandainya harga minyak naik ya kan dan sedangkan negara kita masih memberikan subsidi BBM ya kan. Nah, ini takutnya adalah budget kita semakin kedodoran budget defisit kita ya. Sementara itu kita lihat juga GSNP sudah menurunkan ya ee proyeksinya pertumbuhan ekonomi kita tidak lagi 5% bahkan lebih rendah dari tiga instansi lainnya seperti IMF, Bank Dunia dan OECD meramal pertumbuhan kita 4,7%. Tahun ini SNP malah lower yaitu 4,6%. Jadi saya lihat di sini indeks kita ini tadi tertekan kontribusi daripada outlook domestik ekonomi kita lebih besar dari ketimbang ee masalah perang Iran Israel gitu ya. Sebab kalau ngomongin perang Iran Israel toh lain hijau gitu loh, kita kok merah gitu loh. Ya itu jawaban saya. Oke. Kalau menurut Pak Toni gimana tanggapannya proferi ini dengan pengalamannya Pak Toni? Ya, saya setuju sih karena dengan kondisi ee perang salah satu penghasil minyak terbesar di dunia adalah ee Iran ya, selain Arab Saudi, Rusia ya. Nah, ini dengan adanya perang dikhawatirkan minyak akan naik. Bahkan ada yang memprediksi arah ke 100 US dolar per. Nah, kalau itu terjadi otomatis akan memicu yang namanya inflasi. I. Nah, kalau sampai inflasi di Indonesia terjadi maka akan membuat kondisi di Indonesia karena inflasinya ini bukan di mana pun inflation tapi cost inflation yang mana daya beli itu saat ini sudah melemah tapi dipaksa kalau ee minyak naik akan harga-harga akan naik maka daya beli akan semakin lesu. Nah, itu yang membuat ee kenapa indeks kita tertekap karena ee yang lebih ke arah banking atau yang saham-saham yang ee psikical ya, yang mana sangat terpengaruh dengan inflasi. Tetapi sebetulnya ee saham-saham dari komoditi ini saya ngelihat saham batuara, saham minyak ini justru naik kondisinya hari ini. Nah, itu balance. Kenapa sektor energi ya, Pak Toni ya? sektor energi naik ITMG, PTBA, AADI. Nah, itu semua pada naik saya lihat hari ini. Nah, itu. Tetapi yang sektor banking seperti yang dikatakan sama Proferi justru turun seperti itu. Nah, jadi gini kalau kita perhatikan kenapa perang itu kok malah sektor banking itu turun malah sektor energi. Ini sesuatu yang menarik untuk didiskusikan. Menurut Pak Feri gimana ya, sektor banking itu akibat outlook ekonomi kita yang ee turun ya dari 5% ke 4,6% itu ee turun yang sangat drastis. Yang kedua, banking ini turun mendapat pressure juga disebabkan oleh adanya deflasi ya, deflasi yang berturut-turut secara bulanan ya. Artinya kan permintaan turun ya, agregat demand turun dan yang kedua deflasi itu menyebabkan real interest rate itu jadi naik ya. Kalau real interest rate naik itu impactnya terhadap pertumbuhan ekonomi juga buruk ya. Berarti cost of fund bagi Borow harus dengan naiknya real interest rate. Jadi secara real naik ya. Ya, jadi ini yang menyebabkan ee bank-bank mendapat pressure. Coba Pak Candra bayangin seandainya terjadi deflasi, nasabah-nasabah bank, corporate-korporate yang pinjam duit di bank itu kan secara tidak langsung juga revenue-nya turun ya, karena harga-harga turun ya. Nah, kalau kalau costnya dia tetap stay ya kan berarti net income-nya kemakan ya. Nah, kalau net income-nya kemakan ada kemungkinan juga pembayaran bunga dan cicirannya ke bank juga ya tersendat ya. Itu logikanya ya yang namanya deat defle spiral ya. Nah, semakin tinggi devasi semakin tinggi utang dalam bentuk rial. Nah, ini juga akan menjadi membuat deflasi semakin tinggi lagi. Nah, itulah yang namanya spiral daripada death defleation. Oleh karena itu orang ee bahkan ee JP Morgan kalau enggak salah merekomendasikan jual saham saham bank Jumbo kita. Hmm. Oke, ini something interesting. Nah, sekarang gini, Pak. Kita kan ada ancaman inflasi dari energi. Apa hal alangkah yang paling mungkin diambil sama Bank BI? ya kan? Kalau kita melihat ee acuan daripada suku bunga acuan dan kita juga tahu Amerika Serikat saat ini dolar itu salah satu safe heaven. Nah, sekarang ini sesuatu kompleks ya. Kalau kita lihat semua variabel ini dari geopolitik dunia yang saat ini lagi goncang-ganjing perang kemudian ee minyak, inflasi dan emas. Ini strategi investor apa yang paling bijak untuk investor IHSG saat ini? Menurut Pak Feri dulu ini kalau menurut saya sih saya kembali lagi menekankan ya di luar e masalah-masalah yang terjadi hari ini seperti perang Iran, Irak, deflasi, harga minyak naik. Saya kembali lagi tekankan kepada teman-teman, kalau Anda mempunyai time horizon yang agak panjang 1 tahun, 2 tahun apebi, apalagi lebih dari itu, tren investasi ini sekarang ada di nonconvensional saham Pak Candra. Yaitu saham-saham yang berbasis teknologi, ya. Jadi bukan lagi saham-saham seperti konvensional bank, manufacturing, segala. Enggak. trennya semua sekarang teknologi gitu loh ya. Kalau boleh saya sebut kalau tren teknologi di Indonesia yang paling besar yaitu go to ya. Jadi kalau saya sih lebih prefer bermain atau berinvestasi di saham-saham yang memang outlooknya dan trendnya ke arah sana. Jadi saya avoid eh saham-saham yang istilahnya pro cycle. Procycle itu gini ya. Kalau seandainya economic downturn, maka juga performance daripada company saham itu juga down. Ya, misalnya bank, properti ya. Properti juga hati-hati kalau ekonomi lagi downt karena sifatnya proyle ya. Kalau ekonomi up dia up, ekonomi down dia down gitu loh. Nah, yang kedua kalau menurut saya selain saham-saham yang berbasis teknologi untuk amannya adalah saham-saham yang berbasis consumer goods misalnya Indofood ya. Nah, ini Heeh. Nah, ini nih anti cycle ya karena produk-produknya ekonomi mau up atau down tetap dibutuhkan sehari-hari oleh Siap. Kalau menurut Pak Toni gimana Pak dengan kompleksnya pertanyaan saya tadi? Jadi di mana kondisi geopolitik dunia saat ini yang sudah serba tidak menentu perang yang sepertinya Timur Tengah juga yang tadi dikatakan Pak Feri dari tahun 80-an. Tapi kita tahu orang yang deli, Pak melihat makroekonomi ini kan sesuatu opportunity sebetulnya. Nah, kalau mandar Pak Toni sekarang orang bingung mantra emas, US dollar atau eh saham apa yang perlu dikoleksi. Jadi statement yang sama, pertanyaan sama menurut sudut pandang Pak Toni bagaimana? Iya kalau kondisi ekonomi tidak pasti biasanya emas yang dominan ya dalam he tetapi permasalahannya harga emas saat ini sudah cukup tinggi dan kelihatannya susah untuk menembus batas resistancenya. Nah, biasanya kalau ee dipicu dengan berita-berita yang harusnya negatif buat pasar pada umumnya dan positif buat emas, tapi ternyata tidak bisa menembus resistance ee biasanya itu berarti ada ee big fun yang jual ya biasanya gitu. Iya. Iya. Nah, sehingga dalam hal ini ee untuk orang yang investasi emas pun juga harus apa namanya berhati-hati juga. Nah, untuk saham itu saat ini ee Indonesia kemarin sudah tertekan tapi dengan kondisi adanya Trump yang mulai merileksasi ya kondisi dengan Cina dengan negara-negara yang lain itu membuat indeks kita rebound. Tetapi dalam hal ini ee ada tekanan-tekanan yang lain yang tadi Proferi katakan yang mana ee banyak ee fan-fan yang men-donrade peringkat utang ee apa namanya mend-donrade daripada eh itu ya ee prediksi daripada Indonesia pertumbuhan ekonominya membuat itu menjadi sebuah isu tekanan buat kita. Dan yang terakhir ini yang memang seperti yang katanya tadi, banking yang lebih banyak ditekisnya itu. Sementara untuk energi karena adanya perang ee Iran ini itu membuat harga-harga energi, sektor energi ee seperti yang tadi saya sampaikan itu pada naik gitu, Pak. Oke, thank you Pak Toni insight-nya. Nah, sekarang ini lucu ini. Pak Feri tadi sudah sempat spill emiten ada keluar nama Goto, ada keluar nama Indofood. Gini, Pak Feri. Ini jangan-jangan kalau digoreng sama netizen besok saham GOu ini naik nih gara-gara Pak Feri bicara di successave 430 seperti ini. Dan ini nanti kira-kira Pak Feri wah ini jadi bander ini. Pak gini saya mau nanya nih. Saya mau nanya supaya netizen ini kan liar ya Pak ya dan trader ini kan liar. Jangan sampailah mereka itu gara-gara statement ini loh terus mereka bicara buktinya samgotu turun gimana itu katanya Pak Feri bakal naik. Pak gini loh Pak kalau kita tuh mau belajar sebuah ilmu kapan sih kita beli di harga yang pas itu berapa sih Pak? Apakah ini saat ini harganya terlalu murah? Apakah saat ini harganya terlalu mahal? Ataukah ini harga yang pantas? Itu ada ilmunya enggak sih, Pak Feri? Ada. Ya, kebetulan kita juga memberikan saya dan Pak Toni dan juga Pak kan pernah juga memberikan workshop ya mengenai company valuation bagaimana memvaluasi suatu saham apakah kemahalan overvalued atau undervalued ya melalui financial report yang dirilis ya oleh perusahaan itu secara tahunan atau secara quarterly gitu loh ya. Nah, valuasi itu penting untuk memahami ya, apakah suatu harga saham itu kemahalan atau kemurahan ya, apakah buying atau selling. Itu penting sekali walaupun memang kita tidak bisa memprediksi dengan jelas ya kan akan ke mana harga saham itu, tapi pada dasarnya kita tahu bahwa harganya kemahalan atau kemurahan gitu ya. Nah, misalnya saya katakan tadi saya tidak merekomendasikan teman-teman ya untuk beli saham gotu loh ya. Nah, kalau saya melihat goto jangan saya disclaimer dulu ya. Nah, kalau saya melihat go ini adalah startup yang sudah mulai berhenti breeding bakar duit dan bakal mulai di second house dari tahun ini bakal mulai bikin duit ya. Dan startup ini yang namanya go bukan peanuts. Ini startup yang sangat besar ya. Gou is too big to fail. Enggak mungkinlah got to ini besok langsung bangkrut gitu. Enggak mungkin. Bahkan mulai e mulai tahun ini saya lihat go merangkak mulai positif ebitdownnya yang saya katakan, "Nah, ini momentum yang tepat saatnya saya masuk ketika ebiddanya sudah positif. sebelumnya saya tidak masuk ya kan karena saya lihat masih bakar duit masih mengerikan tapi begitu saya ee baca laporan keuangannya nah ini sudah tanda-tandanya saya masuk di harga berapa pun di bawah 80 saya masuk itu saya ya jadi saya tidak mendasikan orang ya disclaimer ya nah ini my vision kenapa sebab saya memberi saham-saham teknologi base ini untuk saya tahan setidaknya 1 tahun 2 tahun Pakandra ya bukan Y ya beda sama orang yang trader narik-narik garis support, garis resistance ya. Saham yang namanya saham kayak begini bisa naik bisa bisa juga dia blok saya sempat untuk investor ya. Iya. Jadi ini harus benar-benar investor murni yang time horizon-nya holding periodnya itu at least 1 du tahun gitu kalau perlu lebih dari 2 tahun. Karena saham-saham kayak gini kita lihat seperti saya bilang kasih contoh sebelumnya yaitu saham Amazon. di tahun 96 harganya cuman 5 dolar sampai 10 dolar pada tapi 20 tahun kemudian 400 kali loh 2000 nah ini sama similar ini karakteristiknya Amazon dengan Oke thank you Pak Feri. Berarti intinya kalau saya mau belajar untuk investor sekali lagi ya saya juga disclaimer meskipun tadi Pak Feri spill emiten goto spill emiten indofood dengan gejolak seperti ini. Itu bukan berarti Pak Feri merekomendasi. Beliau berkata, "Ini contoh untuk saya pribadi, Pak. Kalau saya itu mau tahu, punya analisa seperti kayak Pak Feri itu ada ilmunya ya. Berarti benar-benar kita itu ee istilahnya bisa belajar di workshop ya. Oke, Pak Toni berarti kita akan ada workshop ya dengan Pak Feri ya, Pak Toni ya. Iya, Pak. Ee rencana kita akan adakan tanggal 289 Juni ya. Siap. Jadi ber lebih sekitar 2 minggu lagi ya. Iya, benar sekali. Nah, sejak video ini dibuat 2 minggu lagi, jadi pastikan saat ini seat sudah terisi sudah hampir 70% ya. Ini luar biasa sekali. Dan tentunya Anda jangan sampai ketinggalan karena ilmunya Pak Feri ini menurut saya ee saya sudah ikut batch yang pertama dan bagus banget. Ternyata kita itu dari ilmu yang sangat sederhana yang dibagikan oleh Pak Feri itu betul-betul kita bisa menganalisa sebuah company itu apakah ini underue, apakah ini company yang eh average atau company yang sudah over value. Jadi kita membeli sesuatu itu enggak ngawur gitu ya, Pak Feri ya. Tapi betul-betul ada ilmunya. Nah, dengan kita belajar workshop itu kita pertajam ilmu kita, investasinya sangat worthed. Tetapi kalau Anda bisa dapatkan ilmunya itu menurut saya investasi enggak ada artinya, enggak ada apa-apanya. Pak Feri, thank you banget ya hari ini sudah mampir ke Sucs Vivo 30. Tak terasa obrolan kita sudah 20 menit ini Pak Feri. Dan kita sampai jumpa di workshop Pak Toni. Thank you insightnya Pak hari ini. Inset Bapak luar biasa sekali. Sampai jumpa di workshop tanggal 289 Juni 2025 dan semoga Anda semua bisa menjadi investor yang cerdas di masa depan. Sukses untuk Anda semuanya. Terima kasih. Selamat malam. Salam hebat luar biasa. Sampai jumpa di puncak kemakmuran. Yeah.
Resume
Categories